Pengertian Cerpen Cerpen adalah singkatan dari cerita pendek, disebut demikian karena jumlah halamannya yang sedikit

, situasi dan tokoh ceritanya juga digambarkan secara terbatas (Rani, 1996:276). Mengutip Edgar Allan Poe, Jassin (1961:72) mengemukakan cerpen adalah sebuah cerita yang selesai dibaca dalam sekali duduk, kira-kira berkisar antara setengah sampai dua jam (dalam Nurgiyantoro, 2000:72). Dalam bukunya berjudul Anatomi Sastra (1993:34), Semi mengemukakan: cerpen ialah karya sastra yang memuat penceritaan secara memusat kepada suatu peristiwa pokok saja. Semua peristiwa lain yang diceritakan dalam sebuah cerpen, tanpa kecuali ditujukan untuk mendukung peristiwa pokok. Masih menurut Semi, dalam kesingkatannya itu cerpen akan dapat menampakan pertumbuhan psikologis para tokoh ceritanya, hal ini berkat perkembangan alur ceritanya sendiri. Ini berarti, cerpen merupakan bentuk ekspresi yang dipilih dengan sadar oleh para sastrawan penulisnya. Berdasarkan jumlah katanya, cerpen dipatok sebagai karya sastra berbentuk prosa fiksi dengan jumlah kata berkisar antara 750-10.000 kata. Berdasarkan jumlah katanya, cerpen dapat dibedakan menjadi 3 tipe, yakni. 1. Cerpen mini (flash), cerpen dengan jumlah kata antara 750-1.000 buah. 2. Cerpen yang ideal, cerpen dengan jumlah kata antara 3.000-4000 buah. 3. Cerpen panjang, cerpen yang jumlah katanya mencapai angka 10.000 buah. Cerpen jenis ini banyak ditulis oleh cerpenis Amerika Serikat, Amerika Latin, dan Eropa pada kurun waktu 1940-1960 (Pranoto, 2007:13-14). Berdasarkan teknik cerpenis dalam mengolah unsur-unsur intrinsiknya cerpen dapat dibedakan menjadi 2 tipe, yakni. 1. Cerpen sempurna (well made short-story), cerpen yang terfokus pada satu tema dengan plot yang sangat jelas, dan ending yang mudah dipahami. Cerpen jenis ini pada umumnya bersifat konvensional dan berdasar pada realitas (fakta). Cerpen jenis ini biasanya enak dibaca dan mudah dipahami isinya. Pembaca awam bisa membacanya dalam tempo kurang dari satu jam 2. Cerpen tak utuh (slice of life short-story), cerpen yang tidak terfokus pada satu tema (temanya terpencar-pencar), plot (alurnya) tidak terstruktur, dan kadang-kadang dibuat mengambang oleh cerpenisnya. Cerpen jenis ini pada umumnya bersifat kontemporer, dan ditulis berdasarkan ide-ide atau gagasan-gagasan yang orisinal, sehingga lajim disebut sebagai cerpen ide

bukan tokoh mati yang sekadar menjadi boneka mainan ditangan pengarangnya. tanpa kecuali. tokoh antagonis (tokoh jahat). (5) teknik penceritaan. Gambaran lengkap profil tokoh utama yang utuh dimaksud meliputi 3 dimensi. Dari enam unsur instrinsik cerpen di atas. karena peristiwa demi peristiwa yang diceritakan di dalam sebuah cerpen. psikologis. hanya unsur tokoh dan penokohan saja yang dibahas dalam penelitian ini. dan tokoh tambahan. tokoh wirawan/wirawati (tokoh baik pendukung tokoh protagonis). tokoh pembantu. Berdasarkan watak yang diperankan. . Sehubungan dengan itu maka teori sastra yang dikutip pada bagian landasan teori ini hanya teori tentang tokoh dan penokohan saja. (3) alur. harus dibaca berulang kali baru dapat dipahami sebagaimana mestinya. lebih-lebih tokoh protagonis dan tokoh antagonisnya harus digambarkan sebagai tokoh dengan profil yang utuh. Tokoh inilah yang menjadi pendukung tema utama dalam cerita. berwatak dan memiliki sifat-sifat tertentu. Menurut Mido (1994:21). tokoh utama harus digambarkan sebagai tokoh yang hidup. tokoh utama dapat dibedakan menjadi tokoh protagonis (tokoh baik). dan sosiologis. tanpa tokoh mustahil ada cerita dan tanpa cerita tak ada karya sastra. Tokoh cerita bisa dibedakan berdasarkan peranannya. Para pembaca awam sastra menyebutnya cerpen kental atau cerpen berat. yakni: fisiologis. Tokoh utama adalah tokoh yang memegang peranan penting dalam cerita. dan tokoh antiwirawan/antiwirawati (tokoh jahat pendukung tokoh antagonis). (2) tokoh. yakni tokoh utama. sudah pasti adalah peristiwa yang diandaikan sebagai peristiwa yang dialami oleh para tokoh ceritanya. Jelasnya. Cerpen jenis ini sulit sekali dipahami oleh para pembaca awam sastra. adalah unsur-unsur pembangun struktur cerpen yang ada di dalam cerpen itu sendiri. tokoh yang utuh. Para tokoh dimaksud. Unsur Intrinsik Cerpen Unsur-unsur intrinsik karya sastra berbentuk cerpen. Dalam kasus di mana tokoh utamanya lebih dari satu orang maka tokoh yang lebih penting disebut tokoh inti (tokoh pusat).(cerpen gagasan). (4) latar. Cerpen merupakan karya sastra yang harus mempunyai unsur intrinsik yang disebut tokoh dan penokohan. Tokoh cerita harus digambarkan sebagai tokoh yang memiliki kepribadian. yakni : (1) tema. dan (6) diksi.

. faktor kebudayaan. peranan sosial. keinginan. Metode langsung (eksplisit) mengarah pada cara pengarangnya yang menyebutkan secara langsung ciri-ciri fisik (dimensi fisioloogis). (2) melalui deskripsi mimik dan sikap tubuh. 1994:22-23). (4) melalui deskripsi perbuatan. perasaan. watak/karakter. seperti: status sosial. (7) melalui nama tokoh. dan (8) melalui reaksi. ciri-ciri sosial (dimensi sosial) dan ciri-ciri psikologis (dimensi psikologis) yang dilekatkannya pada tokoh cerita (Mido. dan raut wajah. agama. M. meliputi penggambaran ciri-ciri fisik tokoh cerita. dan tata nilai yang dianut dalam masyarakat (1993:35). keturunan dan suku bangsa. seperti: jenis kelamin. pakaian dan perhiasan. pendidikan. ciri-ciri tubuh. usia. Sementara metode tidak langsung (implisit) mengarah pada cara mengarangnya yang tidak menyebutkan secara langsung ciri-ciri fisik (dimensi fisiologis). kehidupan keluarga. 3. (5) melalui dialog antara tokoh cerita. seperti: mentalitas. faktor sosio-politik. Menurut Mido (1994:24-36). kehidupan pribadi. Atar Semi berpendapat bahwa struktur ekstrinsik mencakapi faktor sosial-ekonomi. 2. watak tokoh cerita dalam metode tidak langsung (implisit) dilukiskan melalui sejumlah deskripsi yang bersifat implisit seperti : (1) melalui deskripsi fisik. kegamaan. (6) melalui deskripsi kepemilikan atas benda-benda dan lingkungan tempat tinggalnya. ciri-ciri sosial (dimensi sosial) dan ciri-ciri psikologis (dimensi psikologis) yang dilekatkannya pada tokoh cerita. (3) melalui ucapan dan pikiran tokoh yang bersangkutan. kadaan tubuh. orpol/ormas yang dimasuki.1. ciri-ciri fisik (dimensi fisikologis). pandangan hidup. para pengarang ada yang melakukannya secara langsung dengan metode diskursif (eksplisit) dan ada pula yang melakukannya secara tidak langsung dengan metode dramatik (implisit). bentuk tubuh. kegemaran. norma-norma moral. jabatan. aktifitas sosial. temperamen. ideologi. dan sosioloogis. keahlian dan kecakapan khusus. para tokoh ceritanya. ucapan dan pendapat tokoh lain. Unsur Ekstrinsik Cerpen Para kritikus sastra saling berbeda-beda dalam menetapkan unsur-unsur apa saja yang termasuk dalam lingkup struktur ekstrinsik karya sastra berbentuk prosa fiksi. Dimensi psikologis meliputi penggambaran ciri-ciri psikologis tokoh cerita. sikap. Dimensi fisiologis. kecerdasan (IQ). Dimensi sosiologis meliputi penggambaran ciri-ciri sosial tokoh cerita. Dalam rangka menggambarkan dimensi fisiologis. pekerjaan. psikologis.

Cerpen adalah kisahan yang dominan tentang satu tokoh dalam satu latar dan situasi dramatik. ekonomi. Karya sastra merupakan suatu bentuk dan hasil pekerjaan seni kreatif yang objeknya adalah manusia dan kehidupan dengan menggunakan bahasa sebagai mediumnya (Semi. 2009:1) Didalam Kamus Istilah sastra . Sastra pada umumnya bertalian dengan religiusitas manusia dan humanisme. Dalam teori klasik. dan kebudayaan (1994:14).Hampir sama dengan itu adalah pendapat Frans Mido yang berpendapat bahwa struktur ekstrinsik mencakupi semua unsur-unsur seperti : sosiologi. Semi mengemukakan cerpen. alamlah yang memberikan inspirasi menggerakkan hati dan tangan manusia dalam penciptaan sesuatu seperti halnya menciptakan suatu karya yang bisa disebut karya sastra (Jarkasi. 2007: 50). teori. Manusia alam dan religiusitas membentuk sistem kehidupan. 2002:1).(Hoerip) dalam . Nurgiyantoro menyebutkan bahwa unsur-unsur yang termasuk dalam lingkup struktur ekstrinsik ini antara laSastra adalah bentuk karya seni yang menggunakan bahasa sebagai mediumnya. ideologi. Dikemukakan. 1967:72) mengemukakan bahwa cerpen adalah sebuah cerita yang selesai dibaca dalam sekali duduk. Edgar Allan Poe (Jassin. Mengutip Wellek dan Warren (1956:75-135). atau sistem berfikir manusia. sebagai seni kreatif yang menggunakan manusia dari segala macam kehidupannya maka ia tidak saja merupakan media untuk menampung ide. Pengertian Cerpen Cerpen sesuai dengan namanya adalah certa pendek akan tetapi berapa ukuran panjang dan pendeknya itu memang tidak ada kesepakatan diantara pengarang dan para ahli sastra. politik. cerpen adalah suatu karakter yang dijabarkan lewat rentetan suatu kejadian dari pada kejadian – kejadian itu sendiri dari satu persatu . Dengan menggunakan medium bahasa sastra dapat lebih banyak dan leluasa mengungkapkan atau mengekspresikan nilai-nilai yang bermanfaat bagi penyempurnaan kehidupan manusia. Disamping itu. kira-kira berkisar antara setengah sampai dua jam (dalam Nurgiyantoro. Dalam bukunya yang berjudul Anatomi Sastra. 1. sastra harus pula mampu menjadi wadah penyampaian ide-ide yang dipikirkan dan dirasakan oleh sastrawan tentang kehidupan umat manusia. Cerpen harus memperlihatkan kepaduan sebagai patokan dasarnnya ( Zaidan dkk. 1993:8).

2003:78). Pengertian Nilai Nilai adalah sesuatu yang indah. cerpen sesungguhnya lengkap dan selesai sebagai suatu bentuk karya fiksi pengarang cerpen hanyalah membri arah saja. Semua peristiwa lain yang diceritakan dalam sebuah cerpen. dan lengkap. nilai pendidikan. dan nilai religius. nilai moral. bukan hasil belum mampunya seseorang menulis novel tebal. Nilai adalah sifat-sifat atau hal-hal yang penting atau berguna bagi kemanusiaan dan sesuatu yang menyempurnakan manusia sesuai dengan hakikatnya : etika dan berhubungan erat (KBBI. Keindahan suatu nilai itu tergantung pada orang yang menggunakannya. ia merupakan bentuk sastra yang yang berdaulat penuh. Jadi.Semi. Cerpen sebagai suatu bentuk karya fiksi sesungguhnya merupakan karya sastra yang leng kap selesai. Dia mencernakan lebih lanjut dalam benakanya sendiri menurut gaya dan pikirannya sendiri ( Semi. Cerpen dalam kesingkatannya. Cerpen ialah karya sastra yang memuat penceritaan secara memusatkan kepada satu peristiwa pokok saja. 2. Apakah nilai itu difungsikan dengan baik dan benar seperti nillai kebenaran. 1993:34) yang ada didalamnnya lazim merupakan suatu pengalaman atau penjelajahan reaksi itulah pada hakikatnya disebut cerpen. Cerpen adalah karya sastra yang paling digemari oleh masyarakat karena ceritanya yang menarik dan penuh imajinatif dari pengarang. Cerpen adalah arah saja yang menunjuk kesatu atau beberapa arah. Semua bagian dari cerpen mesti terikat pada satu kesatuan jiwa : pendek.hannyalah ditujukan untuk mendukung peristiwa pokok. cerpen merupakan pilihan sadar sastrawan. padat. 1993:35). Sebaliknya nilai itu tidak akan berguna bila digunakan pada arah yang negatif. akan tampak pertumbuhan psikologis dari para pelaku cerita berkat perkembangan alur cerita itu sendiri. nilai kemanusiaan. Dengan begitu cerpen menyuguhkan cerita yang dipadatkan digayakan dan diperkokoh oleh kemampuan imajinasi pengarang atau penulisnya. Dan arah yang lainnya pembaca diminta mengambil bagian mutlak dalam kehidupan (dari dan dalam) cerpen arah yang diberi pengarang tadi haruslah dijajaki sendiri oleh pembaca. Pendapat lain tentang nilai dikemukakan oleh Kaelan (2002:106) yang menyebutkan nilai (value) adalah sebagai sesuatu yang berharga dan .

b) Nilai keindahan. Nilai kerohaniaan. Nilai material. Pengertian Etika . palu bagi hakim. budi.diperjuangkan karena berguna (nilai pragmatis) benar (nilai logika). yaitu nilai yang bersumber dari unsur rasa manusia (Perasaaan.indah (nilai estetis) baik (nilai moral)dan diyakini (nilai religius) Menurut Notonogoro sebagaimana yang dikutip (Budiyanto. dapat disimpulkan ahwa nilai merupakan sesuatu berharga dan di yakini oleh seseorang atau masyarakat sebagai acuan dalam bertindak. Nilai adalah kualitas dari sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. seperti : pangan. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani (batin) manusia. baik lahir maupun batin (Kaelan. 2002: 92). seperti : buku dan alat tulis bagi mahasiswa. nilai estetis. b. nilai moral. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi kebutuhan fisik manusia.2004) dalam Kaelan (2002:107) membagi nilai menjadi tiga bagian yaitu : a. dan cipta). Adapun nilai-nilai itu adalah nilai pragmatis nilai logika. Nilai kerohaniaan dapat dibedakan lagi menjadi empat macam : a) Nilai kebenaran. yang menarik dan yang diperbolehkan karena ada manfaat bagi manusia dan inilah yang diinginkan oleh manusia dalam hidup bermanfaat. dan intuisi) c) Niali moral / kebaikan yaitu nilai yang bersmber dari unsur kehendak atau kemauan manusia (karsa dan etika) d) Nilai religius merupakan nilai ketuhanan yang bersumber dari keyakinan / kepercayaan terhadap Tuhan . yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan. Dari beberapa pendapat diatas. Nilai vital. yaitu nilai yang bersumber dari unsur akal manusia (rasio. sandang. c. 2. Nilai bermanfaat bagi kehidupan manusia baik lahir maupun batin jika difungsikan dengan baik dan benar. kendaraan dan lain sebagainnya. estetika. nilai religius dan juga nilai etika. Menurut Muhammad (2005:81-82) menjelaskan bahwa nilai adalah sesuatu yang dianggap bernilai apabila arah pilihan ditujukan pada yang baik. perumahan.

dan nilai kebenaran. Ada dua jenis hubungan dalam kehidupan manusia. Etika khusus dibagi menjadi etika individual yang membahas kewajiban manusia terhadap diri sendiri dan etika sosial yang membahas tentang kewajiban manusia terhadap manusia lain dalam hidup bermasyarakat. seperti sikap. Etika umum mempertanyakan prinsip-prinsip yang berlaku bagi setiap tindakan manusia. nilai kemanfaatan bagi diri sendiri dan bagi orang lain masyarakat (Muhammad. Dari bentuk jamak ini dibentuk istilah bahasa Inggris Ethics yang kemudian diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi Etika. Etika merupakan suatu pemikiran kritis dan mendasar tentang ajaran-ajaran dan pandangan-pandangan moral. Dengan demikian nilai-nilai etika itu merupakan nilai yang menyangkut kelakuan dan perbuatan manusia yang sesuai dengan atau menghargai martabat manusia. 2005:66). yang merupakan suatu bagian terbesar dari etika khusus (Kaelan. (Muhammad. dan benar bermanfaat bagi semua orang karena kodrat manusia sebagai mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Etika termasuk kelompok filsafat praktis dan dibagi menjadi dua kelompok yaitu etika umum dan etika khusus. jujur. Etika atau moral kodrat adalah kebiasaan berperilaku atau berbuat baik. Etika atau moral dalam karya sastra biasanya mencerminkan pandangan hidup pengarang yang bersangkutan. 1987). tingkah laku. dan sopan santun dalam pergaulan (Nurgiyantoro. benar.1987). 2006:71) . Apa yang dilakukan dan diharapkan hasilnya adalah nilai kebaikan. Kebiasaan yang baik itu berupa perilaku. 2002:321).( Suseno. akhlak yang baik. pandangannya tentang nilai-nilai kebenaran dan hal itulah yang ingin disampaikan kepada pembaca. Ia merupakan “petunjuk” yang sengaja diberikan oleh pengarang tentang berbagai hal yang berhubungan dengan masalah kahidupan. bentuk jamaknya etha. yang timbul adalah “masalah kemanusiaan”. Manusia dibekali dengan etika atau moral yang mengandung sifat baik. dan adil dalam besikap dan berbuat terhadap dirinya sendiri dan terhadap orang lain dalam masyarakat. 2002:86). yaitu ilmu tentang kebiasaan yang baik. Etika adalah ilmu yang membahas tentang bagaimana dan mengapa kita harus mengambil sikap yang bertanggung jawab berhadapan dengan belbagai ajaran moral (Suseno. yaitu terbiasa berbuat baik. Apabila kelakuan dan perbuatan tidak sesuai dengan atau merendahkan martabat manusia. sedangkan etika khusus membahas prinsip-prinsip itu dalam hubungannya dengan belbagai aspek kehidupan manusia.Etika berasal dari bahasa Yunani kuno Ethos artinya adat kebiasaan. yaitu hubungan manusia dengan Tuhan sang pencipta dan hubungan sesama manusia dalam hidup bermasyarakat.

2004:47-48). Nilai Etika yang berhubungan dengan Kehidupan Nilai adalah kualitas dari suatu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. atau motivasi dalam bersikap dan bertingkah laku baik disadari maupun tidak. maka diistilahkan sebagai hak dasar (hak asasi) (Kaelan. (Prasetya. Sedangkan Kebudayaan sumbernya dari manusia. Agama dalam pengertian “Addien”. Dalam hubungan inilah manusia memerlukan suatu masyarakat hukum yang mampu menjamin . Kebudayaan menurut Islam adalah mengatur hubungan manusia dengan manusia dan alam nyata juga mengatur hubungan manusia dengan alam gaib. terutama dengan yang Maha Esa. alas. jadi agama tidak dapat dimasukkan kedalam lingkungan kebudayaan selama budaya berpendapat bahwa Tuhan itu dapat dimasukan kedalam hasil ciptaan manusia. Nilai Etika yang berhubungan dengan Agama Nilai etika yang berhubungan dengan agama ini bersifat universal karena menyangkut hakikat kenyataan objektif segala sesuatu. karena terjadi pembenturan kepentingan diantara mereka sehingga terdapat suatu kemungkinan terjadi anarkhisme dalam masyarakat.3. Dengan perantara malaikat. Agama adalah bukan produk manusia. disampaikan oleh malaikat. Maka nilai tersebut bersifat mutlak karena hakikat Tuhan adalah kuasa prima (sebab pertama). 2002:92). nilai dijadikan landasan. tidak berasal dari manusia. maka perlu lebih dikonkritkan lagi serta diformulasikan menjadi lebih objektif sehingga memudahkan manusia untuk menjabarkannya dalam tingkah laku secara konkrit. jaminan atas kebebasan manusia baik sebagai individu maupun mahluk sosial sulit untuk dapat dilaksanakan. diketahui. sumbernya adalah wahyu dari Tuhan. 2002:91). dipahami dan selanjutnya diamalkan oleh umat. dkk. Dalam kehidupan manusia. maka nilai-nilai tersebut bersumber pada hakikat kodrat manusia. Tuhan mewahyukan firman-firman-Nya di dalam kitab suci kepada pesuruh-Nya. Maka wujud yang lebih konkrit dan nilai tersebut adalah merupakan suatu norma (Kaelan. tetapi dari Tuhan. diucapkan oleh Rasul. misalnya hakikat Tuhan. Jadi jelas agama bukan bagian dari kebudayaan tetapi berasal dari Tuhan. manusia atas segala lainnya. Tuhan mengutus Rasul untuk menyampaikan agama kepada umat. Isi kitab suci itu berasal dari Tuhan. sehingga segala sesuatu diciptakan (berasal dari Tuhan). Agar nilai kehidupan tersebut menjadi lebih berguna dalam menutup sikap dan tingkah laku manusia. sehingga dapat ditangkap. Demikian juga jikalau berkaitan dengan hakikat manusia. baik lahir maupun batin. sehingga jikalau dijabarkan dalam norma hukum. 4. Dalam kehidupan manusia secara alamiah.

juga tidak saling bertentangan satu sama lain. yaitu banyaknya perkataan yang dipakai: antara 500-20. Pengertian Cerpen Cerpen adalah suatu karya sastra yang ceritanya pendek. Oleh karena itu. dimensi politis manusia senantiasa berkaitan dengan kehidupan negara dan hukum. karakter. hanya ada satu permasalahan yang dibahas. Hal itu tidak berarti Anda harus selalu memilih setting yang tipikal dan mudah ditebak.in. Tentukan Tema Setiap tulisan harus memiliki pesan atau arti yang tersirat di dalamnya. Jassin –Sang Paus Sastra Indonesia. tapi tempat-tempat biasa yang sering dijumpa pembaca dalam kehidupan sehari-hari mereka. adanya satu watak.B.000 kata. .sabda. dan masyarakat itulah yang disebut negara. bisa habis dibaca dalam sekali duduk. pendekatan etika senantiasa berkaitan dengan sikap-sikap moral dalam hubungannya dengan kehidupan masyarakat seara keseluruhan (Kaelan. Oleh karena itu. Hampir semuanya menyepakati pada satu kesimpulan bahwa cerita pendek atau yang biasa disingkat cerpen adalah cerita rekaan yang pendek. Menurut H. Rumusan-rumusan tersebut tidak sama persis. dan penyelesaian. mendefinisikan bahwa cerpen adalah salah satu ragam fiksi atau cerita rekaan yang sering disebut kisahan prosa pendek. Dalam hubungan dengan sifat kodrat manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Sebagai contoh. dan adanya satu kesan. Sebuah tema adalah seperti sebuah tali yang menghubungkan awal dan akhir cerita dimana Anda menggantungkan alur. setting cerita dan lainnya.hak-haknya. Setting Setting atau tempat kejadian juga harus berperan untuk turut mendukung jalannya cerita. Di sisi lain. sehingga senantiasa berkaitan dengan kehidupan masyarakat secara keseluruhan. para sastrawan juga memiliki pemikiran yang berbeda-beda mengebai rumusan cerpen secara khususnya. dimensi politis mencakup lingkaran kelembagaan hukum dan negara. Cerpen sendiri merupana bagian karya sastra yang proses penulisannya bisa didapat dari berbagai macam sumber dan cara. Banyak pendapat mengenai definisi cerpen sehingga dapat dikatakan bahwa definisi cerpen bermacam-macam sesuai pandangan orang yang menyikapi. beberapa setting yang paling menakutkan bagi sebuah cerita seram bukanlah kuburan atau rumah tua. Sedangkan Aoh. Dan masih banyak sastrawan yang merumuskan definisi cerpen. 2002:98-99). 2. berdasarkan sifat kodrat manusia sebagai mahluk individu dan mahluk sosial. pertikaian. A. (http://pelitaku. Disamping itu disampaikan oleh A.yang disebut cerita pendek harus memiliki bagian perkenalan. adanya satu plot. Langkah-langkah Membuat Cerpen 1. Bakar Hamid dalam tulisan “Pengertian Cerpen” berpendapat bahwa yang disebut cerita pendek itu harus dilihat dari kuantitas. KH.org/tips_menulis_cerpen) B.

Penokohan Sebuah cerpen cukup memiliki sekitar tiga tokoh utama saja.menentukan pokok-pokok isi cerita agar dapat ingat pokoknya lalu yang lain akan teringat pula -3. Tentukan tokoh mana yang paling penting dalam mendukung cerita dan fokuskan diri padanya. pertengahan cerita dan penutup.Buatlah agar pembaca juga seolah-olah merasakan suasana cerita lewat setting yang telah dipilih tadi. Cara membaca cerpen yang baik Membaca cerpen yang baik Apa yang harus dilakukan dalam membaca cerpen? Ini lah proses-proses untuk membuat pembacaan cerpen menjadi baik: -1. -3. Alur : agar tidak terlalu bingung dengan membacanya Agar tidak terlalu malu mungkin kita dapat mencoba untuk berlatih dengan menggunakan kaca agar pada saat membacakan sudah membayang kan situasi pada saat membaca dan tidak terlalu . Pastikan bahwa alur Anda lengkap. melatih intonasi Ada pula yang harus diperhatikan sebelum membaca cerpen yaitu: -1. Jangan hanya menjadikan dialog hanya sebagai pelengkap untuk menghidupkan tokoh Anda. ada yang baik di baca dengan lembut dan yang jahat di baca sedikit keras. Latar :agar mengetahui situasi dan keadaan dalam cerita -4.tokoh dan watak:agar dapat mengetahui seperti apa wataknya dan ketika membaca tidak semuanya datar. Alur Buat paragraf pembuka yang menarik yang cukup membuat pembaca penasaran untuk mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya. Dialog Dialog harus mampu turut bercerita dan mengembangkan cerita Anda. artinya harus ada pembukaan. 5. Jangan terlalu terbawa untuk memaparkan sedetail-detailnya latar belakang tiap tokoh tersebut. Tiap kata yang ditaruh dalam mulut tokoh-tokoh Anda juga harus berfungsi dalam memunculkan tema cerita. 3. Tema :untuk dapat mengetahui apa isi cerita tersebut -2. karena terlalu banyak tokoh malah bisa mengaburkan jalan cerita Anda. 4.mengerti isi cerita sebelum menceritakan sebuah cerita -2.

Langkah-langkah membaca cerpen kepada orang lain : 1. tetapi lebih ditentukan oleh kemampuan pembaca mengkomunikatifkan pembacaannya. sehingga dapat dinikmati secara optimal oleh para pendengar. Persiapan yang baik akan menyebabkan pertunjukan baik pula. Bercerita di depan agar dapat terlihat orang lain. . Tokoh dan penokohan termasuk unsur yang terdapat di luar karya sastra. dengan cara yang menarik di depan para pendengarnya. pembaca harus memperhatikan beberapa persyaratan. Pembacaan cerpen ditujukan untuk suatu pertunjukan baca cerpen. secara lisan. Keberhasilan pembaca cerpen tidak hanya ditentukan oleh baik tidaknya cerpen yang akan dibacakannya. Cara Membaca Cerpen yang Baik Cerpen adalah cerita yang dapat dibaca dengan cepat tanpa membutuhkan waktu yang lama.kaget dalam membaca. yang pada akhirnya pendengar memperoleh kenikmatan tersendiri dari pertunjukan cerpen yang didengarkannya. Pembaca harus mempersiapkan diri untuk banyak hal. Memahami isi cerita sebelum bercerita. Cerpen sebagai karya sastra terdiri dari unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. 2.

Juga kesesuaian alur cerita yang diceritakan.3. dan mimik agar membuat orang yang mendengarkan tertarik untuk mendengar cerita. Bercerita dengan ekspresif dengan kombinasi suara. Pada saat menceritakan harus dengan ekspresi. 4. Menggunakan alat peraga yang sesuai. . lafal melalui tokohtokohnya supaya lebih imajinatif. 6. Menutup cerita dengan akhiran yang menarik. 5.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful