Pohon Kramat Pohon Kramat

Karya : Khu Lung

Sumber aaa di Dimhad Ebook oleh : Dewi KZ Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ http://dewi-kz.info/ http://cerita-silat.co.cc/ http://ebook-dewikz.com

KATA PENGANTAR POHON penggantungan terletak di-dalam sebuah rimba raya yang gelap,kecuali sebuah pohon gundul ditengahtengah rimba itu, semua pohon-pohon bersemi berdaun lebat. Pohon gundul itulah yang disebut sebagai Pohon Penggantungan. Mengapa ? Yang diartikan dengan pohon penggantungan ialah pohon yang digunakan untuk menggantung sesuatu, disini ialah menggantung manusia. Cerita dimulai sedari tiga tahun yang lalu, pertama kali pohon gundul yang sudah hampir mati itu memegang sebagai peraturan cerita. Pada suatu hari, diatas pohon gundul yang sudah hampir mati itu tergantung seorang gadis, mati tidak bernapas. Tahun kedua, ditempat yaog sama, tergantung pula gadis lainnya. Demikian juga terjadi pada tahun ketiga, seorang gadis, cantik pula yang kedapatan mati tergantung pada pohon itu. Pohon tua, gundul tidak berdaun pohon yang sudah hampir roboh itu dinamakan Pohon Penggantungan. Mungkin terjadi dugaan yang menyaksikan seramnya pohon penggantungan itu. Apa yang diherankan, bila seseorang bunuh diri diatas sebuah pohon. Tidak mungkin mereka bunuh diri saudara. Ingin mengetahui alasan-alasannya? Mari kita uraikan sebagai berikut.

1. Setiap orang yang mati digantung di-atas pohon penggantungan ialah berupa anak gadis yang muda belia, ciri ciri yang paling khas ialah mereka mempunyai wajah yang cantik. 2. Bila perawan cantik yang tidak mempunyai ilmu kepandaian, mungkin mudah dihina dan digantung orang. Pokok persoalan ialah tidak seorangpun dari korban-korban itu yang tidak berilmu tinggi. Mereka berupa tokoh tokoh silat yang cukup ternama. Waktu terjadinya drama penggantungan ialah disekitar malam Tong ciu, hari Pek gwe Cap gwe. Mengingat ketiga alasan diatas ini, putusan yang paling tepat ialah, para korban yang mati diatas pohon penggantungan bukan dikerenakan bunuh diri, tetapi dibunuh atau digantung orang! Di bunuh orang? Memeriksa tubuh para gadis yang digantung diatas pohon penggantungan, tidak ada tanda tanda luka atau ciri ciri dibunuh orang. Tidak ada tanda tanda bahwa mereka mati diserang penyakit. Mati tua tentu tidak mungkin karena umur mereka masih muda. Mati diserang wabah penyakitpun sulit di terima, karena tidak mungkin terjadi pada waktu yang ditetapkan. Inilah yang membikin pusing kepala. Bila tidak ada keanehan lainnya, cerita ini sudah boleh ditutup segera. Yang lebih aneh lagi ialah, dua hari setelah mereka mati digantung diatas pohon penggantungan, jenazah jenazah para gadis cantik itu lenyap tanpa bekas.

Bila tidak ada tangan jail yang menggantung para gadis itu dan meletakkannya di atas pohon penggantungan, tentu tidak mungkin? Bila tidak ada tangan usil yang menurunkan jenazah jenazah itu dari atas pohon penggantungan, tentu tidak mungkin. Siapa tangan jail itu ? Siapa tangan usil itu. Seoranglah yang memegang peranan sebagai si tangan jail dan si tangan usil? Apa maksud tujuannya? Baik? Atau jahat? Mari kita mulai mengikuti jalan cerita... -ooo0dw0ooJilid 1 POHON Penggantungan pasti membawa korban. Disebutnya nama Pohon Penggantungan menyebabkan menggerindingnya bulu roma. teristimewa para gadis-gadis yang berkepandaian ilmu silat. Takhayul percaya bahwa dikala menjelang hari Tong ciu, pencipta drama pohon penggantungan sedang gentayangan mencari mangsa. Pe gwee Tong ciu semakin mendekat, pesta kuweh yang ramai itu mengingatkan nasib para gadis yang sudah dipilih menjadi korban, para gadis yang akan mati diatas tiang penggantungan. Inilah hari sebelum terang bulan. Tiga hari lagi, orangorang akan bersembahyang dengan pesta kuweh, menghadangi bulan purnama yang indah.

Dikala matahari hampir terbenam. Ketegangan meliputi sebuah ramah yang dibangun diantara rumpun bambu, daerah ini dikelilingi oleh sungai kecil, dengan airnya yang jernih, semakin menonjol ketenangan di sekitar itu. Han san Siauw ciok, demikianlah nama rumah itu. Penghuni Han-san Siauw ciok bernama Thung Lip dengan gelar kependekarannya Hong tin Kie su atau Cendekiawan Serba bisa, ia menatap dan melewatkan hari tuanya ditempat ini. Tidak seorangpun yang berani mengganggunya, karena dia adalah tokoh silat yang dihormati dan disegani. Sedari Thung Lip menetap di Han-san Siauw ciok, para jago silat tidak berani mengganggu ketenangannya, membiarkan jago tua itu hidup tenang tentram, bebas dari kerusuhan, kerisauan dan pertengkaran pertengkaran yang sering terjadi didalam rimba persilatan. Hari ini terkecuali. Diempat sudut Han san Siauw Ciok, masing-masing berdiri dua orang penjaga! Demikian juga daerah lainlainnya. tugas mereka adalah menjaga keamanan dan ketentraman. Kepala keamanan adalah dua jago kenamaan, mereka adalah Pendekar Pedang Keras Thiat Kiam Khek dan jago Tanpa Tandingan didaerah Tui san Lie Kee Ceng. Dari penjagaan yang kuat ini mudah diduga bahwa Hansan Siauw ciok. Bahkan, perkara ini tentu sangat penting sekali. Tiba tiba .... Suatu bayangan sedang melewati sungai perbatasan Han san Siauw ciok, melewati rumpun bambu dan mendekati bangunan rumah. Pendekar Pedang Keras Thiat Kiam Khek memapaki kedatangan orang itu, seraya membentak.

"Siapa?" Orang yang datang adalah seorang pemuda, umurnya berkisar diantara dua puluhan, wajahnya tampan dan cakap. sayang terlalu sombong, dingin, tidak mudah didekati. Si pemuda memandang Thiat Kiam Khek, Ia menunjukkan wajahnya yang sangat tidak memandang mata. Thiat Kiam Khek segera menduga tokoh silat golongan muda yang berkepandaian tinggi, ia mengajukan pertanyaan. "Saudara mencari siapa?" "Thung Lip," Jawaban pemuda ini singkat. Thiat Kiam Khek marah, belum pernah ada orang yang memanggil penghuni Hansan Siaw ciok seperti itu, terlalu kurang ajar sekali, bila tidak ingin mencari gara-gara. tak mungkin pemuda ini menyebut nama Thung Lip langsung. Didalam rimba persilatan, berapa orangkah yang mempunyai tingkatan lebih tinggi dari si Cendekiawan Serba Bisa Thung Lip? Kekurangan ajaran si pemuda tadilah yang membuat Thiat Kiam Khek naik darah, dan marah, "Saudara dari mana?" Untuk menjaga ketenangan mereka yang masih mengadakan rapat di dalam Han-san Siauw-ciok, Thiat Kiam Khek menahan sabar. "Kau tidak berhak tahu," Jawaban pemuda itu semakin kurang ajar.

"Hm... " Thiat Kiam Khek mengeluarkan suara dari hidung. "Ingin mengadakan kekacauan? Lihatlah dahulu, siapa yang berada didepanmu." "Kau kira aku tidak tahu bahwa Thung Lip mengundang tokoh tokoh ternama untuk membantu usahanya ?" "Kau juga termasuk salah seorang undangan?" "Thung Lip mana mau memandang mata kepadaku" "Oooo, begitu. Silahkan kau pergi lagi." "Thiat Kiam Khek..." Pemuda itu langsung memanggil nama orang "Kau tidak mau memberi tahu tentang kedatanganku?" "Kurang ajar." Thiat Kiam Khek marah besar. "Kau memang mencari mati!" Cepat sekali, si Pendekar Pedang Keras Thian Kiam Khek telah mengeluarkan pedang, gerakan dan ancaman pedang Thiat Kiam Khek cepat sekali. Begitu terlihat sinar pedang berkelebat, ujung pedang telah hampir mengenai dada orang. Pemuda itu ada menggembol pedang, dengan kecepatan yang tidak kalah gesitnya, ia telah meloloskan pedang tersebut dan menyabet pedang lawan. Terdengar suara pedang yang beradu. Thiat Kiam Khek terpukul mundur. Pemuda itu tidak mendesak, sebaliknya menyimpan kembali pedangnya. Thiat Kiam Khek mematung ditempat. Sebagai seorang ahli pedang, ia tidak sempat melihat bagaimana lawan itu membikin pembelaan. Ia menyerang lebih dahulu, sebelum si pemuda mengeluarkan pedang. Tetapi kenyataan ia dapat dikalahkan.

Pemuda itu tertawa dingin, katanya. "Thiat tayhiap. dengan ilmu kepandaianku tadi, bolehkah kau memberi tahu tentang kedatanganku?" Thiat Kiam Khek tersadar dari lamunannya. Kemarahannya yang meluap-luap tidak ada tempat, ia membentak keras dan mengincar tiga bagian tubuh si pemuda, cepat luar biasa. Si pemuda lompat menyingkir, ringan dan gesit sekali. Terjadinya kegaduhan telah memanggil si Jago Tanpa Tandingan di daerah Tui San. Tubuhnya melayang dan meletakkan kaki tidak jauh dari tempat kejadian. Pemuda asing menudingkan jari tangannya kearah Thiat Kiam Khek berkata. "Seranganmu pertama tidak kubalas karena harus menghormati kau. Serangan kedua tidak kubalas karena mengalah kepadamu. Bila sekali lagi kau menyerang diriku..... Hm.... hm.... Hati hatilah menjaga batok kepalamu." Inilah suatu ancaman? Thiat Kiam Khek dapat mengukur betapa tinggi ilmu pedang pemuda ini, dirinya bukan tandingan setimpal. Bila ancaman itu dilaksanakan. memang besar kemungkinannya bahwa batok kepalanya terpisah dari tempat asal. Jago tanpa tandingan didaerah Tui san Lie Kee Ceng belum mengerti duduk perkara, ia mengajukan pertanyaan. "Saudara Thiat, apa yang telah terjadi?" "Bccah ini mau mengacau rapat." Thiat Kiam Khek menjawab pertanyaan kawannya,

"Ooo." Lie Kee Ceng memandang pemuda asing itu, "Bagaimana dengan sebutan saudara yang mulia? Dengan maksud tujuan apakah berkunjung ke Han san Siauw ciok?" "Maksud kedatanganku kemari untuk bertemu muka dengan Thung Lip." Jawaban pemuda itu tidak lebih dari dua patah kata. Thiat Kiam Khek dan Lee Kee Ceng saling pandang, Resiko membiarkan seorang berkepandaian tinggi seperti pemuda itu masuk kedalam Hau san Siauw ciok menghadiri rapat penting, adalah suatu perkara yang menguntungkannya. Mereka tidak dapat membceri putusan. Tiba tiba terdengar satu suara dari dalam Han-san Siauw ciok. "Saudara Lie, silahkan ia masuk." Itulah suara si Cendekiawan Serba Bisa Thung Lip. Lie Kee Ceng dan Thiat Kiam Khek mengajak pemuda itu masuk sendiri, kemudian kembali keluar. Diluar, Lie Kee Ceng mengajukan pertanyaan "Ia mencari keributan?" "Kemungkinan ini memang besar." Berkata Thiat Kiam Khek. "0ooo .." "Ilmu kepandaiannya tinggi." "Hmm ... Bila ia berani menempur semua orang di sini, tentunya sudah bosan hidup!" Dan merekapun berpisah, mengadakan perondaan lagi.

Bercerita pemuda itu yang masuk kedalam ruang rapat Han-san Siauw ciok. Begitu masuk dipintu, ia dapat melihat jelas lima orang yang sedang merundingkan sesuatu. Kepala dari lima orang tadi adalah seorang tua yang keren, itulah si Cendekiawan Serba bisa Thung Lip. "Siapa yang bernama Thung Lip?" Si pemuda menghampiri lima orang itu dan mengajukan pertanyaan. Thung Lip bangkit dari tempat duduknya, "Apa yang pertanyaan. kau mau?" Ia langsung mengajukan

Empat kawan Thung Lip turut bangkit, kedatangan si pemuda seperti mengandung permusuhan, mereka harus siap sedia. Pemuda itu memberi hormat kepada keempat kawan Thung Lip. "Maafkan kedatanganku yang mengganggu ketenangan rapat kalian!" Ia berkata kepada mereka. Sungguh diluar dugaan, terpaksa keempat orang itu membalas hormat si pemuda. Thung Lip mengajukan pertanyaan. "Bagaimana nama saudara?" "Tan Ciu." Berkata pemuda itu singkat. "Oo..... Saudara Tan, mari kuperkenalkan mereka,.... yang disana ialah...." "Kukira tidak perlu." Pemuda yang bernama Tan Ciu itu memotong. "Aku sudah tahu. Urutan dari kanan ialah Buddha Alim, Pengemis Sakti Bermata Satu, Pedang Penebus Langit dan Juta Bisa. Ada yang salah?"

Semua orang terkejut. Bagaimana tidak? Mereka tidak tahu menahu tentang pemuda yang bernama Tan Ciu ini, tetapi asal usul dan nama julukan mereka, tidak satu pun yang tidak diketahui olehnya. Lebih dari pada itu. rapat mereka didalam Han-san Siauw ciok sangat dirahasiakan. Bagaimana Tan Ciu dapat mengetahui. "Hebat!" Thung "Pengalaman luas". Lip memberikan pujiannya

"Terima kasih. Siapakah yang tidak kenal kepada empat cianpwe ini? Hanya tidak kusangka ditempat ini, kalian berlima berkumpul menjadi satu. Tentunya menerima undanganmu, bukan?" "Betul!". "Mengapa?" "Kedatanganmu untuk mengajukan pertanyaan yang seperti ini?" Bertanya Thung Lip. Tan Ciu tertawa. "Tentu saja bukan." Ia berkata tenang. "Pertanyaanku diajukan karena iseng. Tetapi jangan kau kira aku tidak tahu. Semua tidak dapat mengelabui mataku." Wajah Thung Lip berubah. "Kau tahu?" Ia bertanya heran. "Mengapa tidak?" "Apa mata perbincangban?" "Aaaaaa....." acara yang yang sedang kami

"Pohon penggantungan."

Hampir semua orang yang berada didalam ruangan itu mengeluarkan suara tertahan. Mereka kaget, kagum, bingung dan curiga. Bagaimana Tan Ciu tahu bahwa mereka sedang memperbincangkan soal Pohon Penggantungan? Siapakah pemuda ini? Untuk mendapatkan jawaban yang tepat, Mari kita melanjutkan cerita dibagian berikutnya. 00dw00 SUASANA didalam ruang rapat itu menjadi panas. Tan Ciu adalah bibit granat keramaian. Mata semua orang tertuju pada diri pemuda ini. Thung Lip menduga kepada si pencipta drama pohon penggantungan. Hanya umur pemuda itu masih terlalu muda, mungkin hanya berupa mata mata saja. Si Pengemis Sakti Bermata Satu mengerlip ngerlipkan sinar tunggalnya, ia bertanya. "Kau mempunyai dugaan yang pintar." "Tidak salah bukan?" Tan Ciu tertawa. "Mengapa kau segera memastikan kepada hal ini?" Thong Lip mengajukan pertanyaan. "Tiga hari lagi adalah hari Tong ciu. Siapa pun dapat menduga dengan mudah." "Setelah hari Tong-ciu, bagaimana?" "Diatas pohon penggantungan segera bertambah mayat seorang gadis cantik berkepandaian ilmu silat."

Wajah Thung Lip berubah segera. "Bagaimana kau tahu?" Ia mendesak. "Mungkinkah dapat dihindari?" Tan Ciu tidak mau kalah. Jawabannya dingin, tetapi beralasan kuat. "Kau tahu, bahwa kejadian ini tidak dapat dihindari?" Thung Lip masih mengajukan pertanyaan. "Mungkinkah kau tahu, bahwa kejadian ini dapat dihindarkan?" Tan Ciu tidak memberikan jawaban langsung. Si Buddha Alim yang menempatkan dirinya dipaling pinggir turut bicara "Kau tahu, apa yang kita sedang rundingkan di tempat ini ?" "Mencari jalan Penggantungan!" untuk mengatasi drama pohon

"Betul, bagaimana pandanganmu tentang usaha kami ?" "Usaha kalian segera mengalami kegagalan!". Tan Ciu menjawab. Wajah semua orang berubah. Kata-kata Tan Ciu memberi suatu peringatan bahwa korban pohon Penggantungan tidak mungkin dicegah. Si Pedang Penembus Langit maju, ia menduga pasti bahwa pemuda ini mempunyai hubungan rapat dengan pencipta drama Pohon Penggantungan. Si Juta Bisa maju, menahan gerakan kawannya. Ia bertanya perlahan. "Bolehkan kau memberi tahu, gadis mana yang dicalonkan menjadi korban tahun ini?" Tan Ciu tertawa.

"Kalian tentu menyangka bahwa aku mempunyai hubungan dengan Pohon Penggantungan, bukan?" Pemuda ini memang aneh sekali, "Kau tidak mempunyai hubungan dengan drama Pohon Penggantungan?" Bertanya si Juta Bisa. "Tidak." "Apa maksud kunjunganmu kemari?" Bertanya si Pedang Penembus Langit. Tan Ciu memandang Thung Lip. "Maksudku ingin menemui dirinya." Ia memandang kearah si Cendekiawan Serba Bisa itu, "Aku??" Tbang Lip tidak mengarti. "Apa maksudmu?" "Aku ingin bertemu dengan kakak perempuanku". Berkata Tan Ciu tenang. "Kakak perempuan? Thung Lip mengkerutkan kening. "Siapa kakak perempuanmu itu?" "Nama kakak perempuanku Tan Sang". Semua orang yang berada ditempat itu saling pandang. Nama Tan Sang itu terlalu asing sekali. Sampaipun si Pengemis Bermata Satu yang berpengalaman luaspun tidak tahu, siapa gadis yang bernama Tan Sang itu. "Aku tidak kenal dengan seorang gadis yang bernama Tan Sang". Berkata Thung Lip kemudian. "Aku tahu bahwa kau tidak kenal kepadanya?" Berkata Tan Ciu. "Pada sepuluh hari yang lalu, kakak perempuanku itu menuju kemari untuk menemuimu."

"Satu bulan yang lalu, aku pergi keluar, meninggalkan Han-san Siauw Ciok. Dan baru kembali pada kemarin dulu. Maka aku tidak berhasil menjumpainya". Tan Ciu mempentang kedua biji matanya besar besar. Jawaban Thung Lip sungguh berada diluar dugaan. Lama sekali, ia mempertahankan posisi seperti itu. "Saudara kecil." Berkata si Pedang Penembus Langit, "kukira kau telah salah alamat!" Tan Cui menggoyang goyangkan kepala. Dari dalam saku bajunya, ia mengeluarkan sepucuk surat, dilemparkannya surat itu kepada orang. "Bacalah " Ia berkata. Si Pedang Penembus Langit menyambut surat itu dan di serahkan kepada Thung Lip. Maka Thung Lip mulai membaca. Demikianlah isi bunyi surat itu. "Adik Tan Ciu. Kakakmu menyelidiki keadaan musuh. Bila berhasil mengetahui mereka, aku menunggumu di Han-san Siauw ciok. Dari Kakakmu, Tan Sang." "Mungkinkah ada dua Han-san Siauw-ciok?" Tan Ciu menyapu wajah semua orang, sinar matanya sungguh tajam. Thung Lip berhasil dibungkamkan. "Kau tidak mengaku?" Bertanya lagi Tan Ciu.

"Sudah kujelaskan, bahwa aku baru kembali di Han-san Siauw ciok kemarin hari. Mengapa kau tidak bisa diberi mengerti?" Berkata si Cendekiawan Serba Bisa Thung-Lip. "Siapa yang percaya kepada keteranganmu?" "Lalu apa yang kau mau?" Si Cendekiawan Serba Bisa telah dibuat marah. Si pedang Penerobos Langit maju berkata "Aku adalah saksi yang mengetahui kebenaran dari keterangan Thung tayhiap tadi." Tan Ciu berpaling. Dan ia mengajukan pertanyaan "Apa alasanmu?" "Aku melakukan perjalanan bersama sama dengannya." berkata si Pedang Penembus Langit "Sepuluh hari yang lalu, kami masih berada dikota Lok-yang." Dengan adanya keterangan si Pedang Penembus Langit yang membenarkan dan memperkuat keterangan Thung Lip mau tidak mau Tan Ciu harus percaya. Maka ia mengalihkan pandangan matanya dari Thung Lip berpindah kearah si Pedang Penembus Langit Gie Kie. "Pek tayhiap" panggilnya, "kau memberi keterangan dan kesaksian ini dengan hati yang jujur?" "Eh, kau tidak percaya kepada keteranganku?!" Si Pedang Penembus Langit Pek Gie Kie menjadi marah. "Beberapa gelintir manusiakah yang dapat dipercaya?" "Tetapi aku memberi keterangan dengan hati jujur!" Berkata Pek Gie Kie. "Tentang percaya atau tidaknya, terserah kepadamu!" "Pek tayhiap, aku meminta sumpah keteranganmu!"

"Baik!" Si Pedang Penembus Langit Pek Cie Kie segera mengadakan sumpah. "Bila aku Pek Gie Kie memberi keterangan palsu aku mati dicincang orang!" "Terima kasih, atas kesaksianmu." Berkata Tan Ciu. "Hm... Hm... Hai... Bila terbukti ada permainan terjadi, aku Tan Ciu tidak dapat memberi ampun lagi!" Kemudian, ia membalikan meninggalkan ruang rapat itu. badan dan pergi

"Selamat tinggal!" berkata si pemuda yang segera melesatkan diri. "Tunggu dulu." Terdengar teriakan si Cendekiawan Serba Bisa Thung Lip. Tan Ciu balik kembali. "Kau ingin mencegah kepergianku?" Ia menatap wajah Thung Lip tajam tajam. "Bukan!" Thung Lip menggoyangkan kepala. "Aku ingin mengajukan satu pertanyaan!" "Katakanlah." "Kakak perempuanmu mengatakan ingin mengikuti jejak musuh, musuh kakak perempuanmu tentunya musuhmu juga, musuh keluarga kalian, bukan?" "Betul!" "Siapakah musuh keluargamu itu?" "Mungkin orang yang kini berada dihadapanku." "Aku?!" Thung Lip menjadi terheran heran. "Kukatakan mungkin, karena aku belum mendapatkan bukti bukti yang nyata". "Ha...Ha.... Kau memang sombong sekali".

"Sombong? Mungkinkah aku harus merendah merengek rengek kepada kalian?" "Aku tidak ingin menarik panjang urusan. Kini aku ingin tahu. siapakah kedua orang tuamu!" "Aku tidak tahu," "Ayahmu?" "tidak tahu." "Ibumu?" "Juga tidak tahu." Berkata Tan Ciu tidak sabar. "Sudah kukatakan bahwa aku tidak mengetahui siapa yang menjadi kedua ayah bundaku, bukan? Mengapa kau bertanya pelit sekali?" Sekali lagi tubuh Tau Ciu melesat, tetapi kepergiannya digagalkan oleh si Pengemis Sakti Bermata Satu yang menghadang dijalan, "Eh, apa artinya ini?", Tan Ciu membawakan posisi siap tempur. Sebelum si Pengemis Sakti Bermata Satu memberi jawaban, si Juta Bisa telah menarik tangan bahu sang kawan, dan memberi bisikan perlahan. "Biarlah ia pergi." Si Pengemis Sakti Bermata Satu memberi jalan. Tan Ciu lenyap dari pandangan mata mereka. Kedatangannya mendadak, kepergiannya pun cepat. Segala gerak geriknya pemuda itu membawa kemisteriusan bagi mereka, "Ia terlalu kurang ajar." terdengar si Pengemis Sakti Bermata Satu ngedumel.

"Ilmu kepandaianya tinggi. Ada lebih baik kita banyak mengalah!" Berkata si Buddha Alim yang tidak banyak bicara. "Tidak kusangka." Thung Lip menggeleng gelengkan kepala. "Kukira ia mempunyai asal usul yang luar biasa." Berkata si Pedang Penembus Langit Pek Gie Kie. Si Juta Bisa menyambut komentar para kawan itu dengan suara dingin. "Ia segera kembali lagi." Semua orang terbelalak. "Kau menyebarkan sesuatu pada dirinya?" Pek Gie Kie bertanya. "Tentang kakak perempuan yang dikatakan olehnya?" "Percayakah keterangan ini?" "Mungkin hanya satu tipu muslihat." Thung Lip mengajukan dugaannya. "Untuk menyelidiki hasil rapat kita." Berkata si Juta Bisa. "Maksudmu ia mempunyai hubungan rapat dengan pencipta drama Pohon Penggantungan?" "kemungkinan ini besar sekali!" Taksiran taksiran mereka memang banyak, Segala kecurigaan itu memang masuk diakal. Hanya sulit untuk menyatukan kecurigaan dan kebenaran. "Akh. kedatangannya mengganggu musyawarah kita." berkata si Cendekiawan Serba Bisa Thung Lip. "Sampai dimanakah perundingan kita tadi?"

Disini Lie Kee Ceng dan Thiat Kiam Khek tak mengganggunya. Perut Tan Ciu dirasakan menjadi sakit. terpaksa ia menghentikan perjalanan dan mengatur jalan pernapasannya. Tan Ciu melewati sungai yang mengelilingi Han san Siauw ciok... Tanpa banyak kesulitan.!!" Mereka telah mendapat kesepakatan untuk menghadapi si Pencipta Drama Pohon Penggantungan! Dan mari kita menyusul sipemuda sombong Tan Ciu.."Betul.." "Kemudian?" "Pe gwee Cap-go hari itu.. Ku kira cukup untuk menghadapi Pencipta Drama Pohon Penggantungan . Keluar dari rumah Thung Lip. Didalam dunia yang lebar. menunggu di Pohon ." "Jumlah tenaga kita ada tujuh orang." "Betul kita bersama-sama Penggantungan .. Kita harus berdaya upaya agar tak sampai terjadi korban Pohon Penggantungan..ia harus melewati rumpun bambu. kita mengurung Pohon Penggantungan. ha. mungkinkah masih ada orang yang menggantung gadis?" "Betul!" "Ha.. kemana ia harus mencari kakak perempuannya? Tan Ciu melakukan perjalanan tanpa tujuan Mendadak.

mengapa kau tidak bicara?" Ia mengajukan pertanyaan. tentu ia dapat mengetahui kedatangan gadis berbaju putih ini! Ia tidak tahu didatangi orang karena sedang berkutet dengan rasa sakitnya. "Eh. Gadis berbaju putih itu tertawa.. Gadis inilah yang belum lama menegur.Latihannya memang hebat. dikala ia mengerahkan tenaga melakukan perjalanan. Tan Ciu belum pernah merasakan keganjilan yang seperti ini. Lebih hebat dan lebih sakit dari rasa pertama. rasa sakit ini sungguh luar biasa sekali. ia membalikkan badan cepat. . tentunya tokoh silat berbisa itulah yang menyebar bibit racun kepada dirinya. Tan Ciu mendekap perutnya kencang. ia terhenti dan mulai mengeluarkan sedikit rintihan! Otak si pemuda yang pintar segera menduga permainan jahatnya si Juta Bisa. rasa sakit itu dapat ditekan olehnya. tentu saja ia tidak tahu. Terlihat seorang gadis berbaju putih dengan wajah cantik memandang dirinya. Kau mengapa?!" Tan Ciu terkejut. Seperti tadi. apa yang menyebabkan sakit perut mendadak itu. Tiba-tiba. Dari arah belakang si pemuda terdengar satu suara. Panca indra Tan Ciu tajam.. "Eh. Setelah melenyapkan rasa sakitnya ia melakukan perjalanan lagi. Perihnya seperti terpilin pilin. bila bukan karena racun yang menyerang perut.

.Kukira. Thung Lip?" Tan Ciu terkejut. timbul sifat-sifat kepribadian aslinya." Sifat-sifat Tan Ciu sangat angkuh dan sombong biasanya ia berlaku galak kepada orang dan belum pernah ditanya seperti ini.... dengan dingin Tan Ciu berkata: "Siapa kau ?" "Aku?" Gadis berbaju putih itu menudingkan jari halusnya ke hidung! "Betul! Siapakah namamu ?" "Co Yong Yen."Oooo!!!!! Uhhh!!!!! Uahh!!!!!" "Kau luka?" "Ng..Hanya perutku yang dirasakan sakit" "Kena tipu orang!" "Ku... Sedangkan si .... Kau tidak kenal" "Apa maksudmu datang kemari ?" "Aku ingin menemui suamiku" "Suamimu? Siapakah nama suamimu itu?' "Thung Lip" "Aaaaa... Belum pernah di tanya beberapa kali oleh orang pihak luar! Setelah dirasakan sakit yang menyerang perut berkurang. gadis cantik dan muda belia seperti gadis berbaju putih ini menjadi istri Thung Lip yang sudah tua..... Tan Ciu memandang gadis berbaju putih itu.... Mana mungkin dipercaya.Tidak. hanya ialah yang mengajukan pertanyaan kepada orang. diduga umurnya tidak lebih dari dua puluh tahun..

"Aku. "Baik!" Tan Ciu memberi kesanggupan. Atau sampaikan pesanku. "Apa boleh buat aku harus masuk menemuinya". bagaimana?". "Bila kau tidak menemuiku ditempat ini. maukah kau tolong memberi tahu kedatanganku padanya." Bagaikan angin cepatnya bayangan gadis berbaju putih itu terbang lenyap. sangat merdu. "Eh! maukah kau menolong memberi tahu padanya?". Ia berkata. tidak pantas gabung dengan banyak laki-laki di tempat itu". manis sekali. Gadis yang berbaju putih mengaku bernama Co Yong Yen itu kamekmek tetapi tidak lama ia menunjukkan senyumnya lagi. untuk . "betul!" "Aku tidak ingin mengganggu mereka. katakanlah! Setelah selesai ia berapat segera cepat pulang". "Kau tidak percaya?" Ia membuka suara. Adakah suami istri yang terpaut sampai tiga puluh tahunan? Gadis berbaju putih itu tersenyum. "Mengapa kau tidak mau langsung menemuinya?" Tan Ciu mengajukan pertanyaan. "Terima kasih. "Sebagai seorang wanita.Cendekiawan Serba Bisa Thung Lip telah lebih dari lima puluh." "Suamiku sedang merundingkan cara-cara menghadapi Pohon Panggantungan bukan".

Tan Ciu masih merasakan perutnya yang sakit. "Hei. cepat sekali membentak. "Siapa yang ingin kau bunuh?" "Si Juta Bisa. tokoh silat itu mempunyai beraneka macam bisa racun. dan pandai memainkan bisa racun itu. . "Kau ingin mengacau?" Ia membentak. ingin mendongkel dan menggagalkan rencana. si Juta Bisa-lah yang paling di curigai. mengapa kau kembali lagi?" "Aku ingin membunuh orang." Jawaban Tan Ciu temberang. Tubuhnya balik kembali ke-Han san Siauw ciok. Thiat Kiam Khek menganggap kedatangan pemuda ini mempunyai niatan untuk mengganggu usaha mereka. kemudian duduk bersila mengatur pernapasan. Tiba dipintu depan rumah Thung Lip. Hati si pemuda panas. kejadian ini harus dituntut segera. ditelannya segera. si Pendekar Pedang Keras Thiat Kiam Khek telah menghadang. Diantara sekian banyak orang yang belum lama ditemui. Suaranya lebih keras. dari dalam saku bajunya. Berkat obat yang mujarab dan tenaga latihannya yang hebat. Thiat Kiam Khek kaget. "Membunuh orang?" Ia bergumam. Tan Ciu tidak kalah. Tan Ciu berhasil mengusir keluar bisa racun yang disebarkan kepada dirinya." Diketahui bahwa si Juta Bisa adalah salah seorang kawan persepakatannya. ia mengeluarkan sebutir obat. setidak tidaknya menyabot.

. Hampir aku mati di bawah racunmu itu. Pengemis Sakti Bermata Satu.Aku masih cukup kuat untuk bertahan dari serangan yang semacam itu. Kau kira dapat memaksa aku tunduk dengan bisamu tadi . Kau memang jahat. terdengar suara pemuda ini yang mengandung marah "Juta Bisa. "Hem. maka tubuhnya melayang menghindari serangan. si Buddha Alim. "Mengapa tidak?" Jawaban Tan Ciu memang sudah berada didalam dugaan semua orang. Terlihat selaput hawa pembunuhan yang mengelilingi wajah Tan Ciu. Salah. mereka siap membela kawannya. Orang pertama yang menyambut kedatangan Tan Ciu adalah si Juta Bisa.. sungguh suatu julukan yang tepat. langsung masuk kedalam pintu ruang rapat." "Dan apa maksudmu kembali lagi?" "Membunuh!" "Kau ingin membunuh aku?" Thung Lip. ia telah meloloskan pedangnya dan menusuk sehingga beberapa kali." Ia berkata. Maksud tujuan Tan Ciu bukan si Pedang Keras.." Si Juta Bisa tertawa tawar.."Minggir!!" Thiat Kiam Khek tidak menunggu lawan itu bergerak. Pedang Penembus Langit dan Jago dari daerah Tui san Lie-Kee Ceng turut maju. "Aku mengharapkan kekembalianmu.

Wajahnya dingin dan angkuh sekali."Tahukah kembali?" "Apa?" kau Apa maksud kami memaksa kau "Kau sebagai anak keluarga Tan yang berkepandaian tinggi. Jangankan menggunakannya sebagai alasan. Si Juta Bisa menungu serangan pemuda itu dengan penuh kesiap siagaan. "Hmm. "Baik!" Membarengi kata katanya.. ia akan membinasakan akhli racun itu. Ia mendelikkan mata membentak: . Bila tidak.. Tan Ciu telah mendekati lawan itu. Bila si Juta Bisa tidak sanggup menahan mereka wajib membela kawan tersebut. Aku memberi banyak kesempatan kepadamu. Semua orang menunggu datangnya angin topan.. mungkinkah salah satu keturunan atau famili Tan Kiam Lam?" "Aku tidak kenal siapa itu Tan Kiam Lam. Tan Ciu masih belum bergerak. tidak kusangka kau dapat mempunahkan racun itu". Disini terlihat sifat sifatnya yang tidak mudah didekati orang. Si Juta Bisa tertawa dingin. Kukira kau ingin menjajal kesaktian racun jahatmu? Atau memaksa aku mempertontonkan kepandaianku?" "Aku memang ada niatan menjajal tenaga dalammu. "Boleh kau ulang kembali bisa racunmu. serangan si pemuda tentunya hebat." Seolah olah Tan Ciu memaksa si Juta Bisa meracuninya." Tan Ciu tertawa dingin.

"Baiklah. tubuh akhli silat pandai main racun itu terpental mundur dari kedudukan semula.."Juta Bisa. . tentu aku mengharapkan keterangan". agar kau mengampuni jiwanya?" "Dia tidak ada niatan untuk membunuhmu. kau juga ingin main main denganku?" Bertanya Tan Ciu kepada jago tua itu. kakinya dikasih maju dua langkah. Dapatkah menerima saranku. "Kau salah paham. Hanya menggunakan sebelah tangan. "Thung tayhiap. dari selasela bibirnya mengalir keluar darah." Akhirnya Tan Ciu menyerah. Sampai disini. berkata lagi Thung Lip "sebagai tuan rumah Han san Siauw ciok. bukan?" Thung Lip main lidah. ia menggeram keras. "kuharap saja kau dapat memberi sedikit muka kepadaku". si Cendekiawan Serba Bisa Thung Lip tidak berpeluk tangan terus menerus ia maju menghadang kemajuan si pemuda kosen. tangan mautnya bekerja dan. kesalahan ini belum cukup untuk menerima kematian. mengapa kau tidak mulai?" Si Juta Bisa tidak dapat menahan kesabarannya lagi. Brukkk... tangannya direntangkan.. Diketahui bahwa pemuda ini berkepandaian tinggi . Maka si Juta Bisa telah mengerahkan semua tenaganya. Masih Tan Ciu belum membuka suara. tubuh si Juta Bisa terpukul mundur semakin jauh. Kini giliran Tan Ciu yang menyerang. Tan Ciu mengusir pergi serangan si Juta Bisa tadi Bahkan lebih dari itu. dan memukul kearah pemuda itu.

"Hampir aku lupa memberi tahu kepadamu".Thung Lip. Jago Tanpa Tandingan didaerah Tui san Lie Kee Ceng. "Kau tidak menggoda?" Thung Lip masih tidak percaya.. Tan Ciu telah menyelesaikan persengketaan dan ganjelan hatinya kepada si Juta Bisa ia membalikkan badan dan berjalan pergi.Kau. Hampir semua tertahan. Sampai didepan... Dengan alasan apa orang tua ini tidak percaya kepada kedatangan istrinya? Terdengar suara si Pengemis Sakti Bermata Satu yang keras.!!! Kau mengatakan istriku!!!" Tan Ciu menganggukkan kepalanya. Langsung menghadapi Thung Lip dan berkata. "Diluar Han san Siauw-ciok. Tidak seorangpun yang menghadang kepergian pemuda berkepandaian itu. "Tentang perkara apa?" Thung Lip bertanya dengan heran. tiba tiba Tan Ciu berjalan balik. "Kau. si Juta Bisa. . Giliran Tan Ciu yang dibuat heran. Pedang Penembus Langit Pek Gie Kie dan Pendekar Pedang Keras Thiat Kiam Khek mengeluarkan keluhan nafas lega. Buddha Alim. aku bertemu dengan istrimu" "Hei?" Thung Lip terlompat. Pengemis Sakti Bermata Satu. orang turut mengeluarkan seruan Thung Lip membuka mulutnya dengan gugup.

. "Apa yang tak mungkin?" Bertanya Tan Ciu. "Siapakah yang tak tahu bahwa si Cendekiawan serba bisa Thung Lip tidak beristri?" Wajah Tan Ciu berubah pucat. Mungkinkah hal ini bisa terjadi? Mungkinkah seorang gadis mau sembarangan menyebut orang lain sebagai suaminya..." Berkata Thung Lip pasti. "Keteranganmu tidak masuk diakal. Kecuali keterangan gadis berbaju putih itu yang menyimpang dari rel kebenaran."Bocah." Pedang Penembus Langit turut berteriak. Apa yang telah terjadi? Sungguh membingungkannya." "Tugasku hanya menyampaikan pesannya saja" Suara Tan Ciu acuh tak acuh. Melihat wajah sipemuda yang seperti dirundung kebingungan. Gadis berbaju putih itu mengatakan sebagai istri Thung Lip." "Berapakah umur wanita ini?" "Kukira tidak lebih dari dua puluh tahun?" "Ooooo. "Tidak mungkin. pandai sekali kau mempermainkan kita. "Baiklah kau menjumpainya?" "Belum lama. mengapa semua orang di tempat ini tidak mau mengaku? Banyak orang tidak mungkin berbohong. Hal ini betul betul heran. Thung Lip maju kemudian bertanya." berkata Thung Lip. Aku sungguh belum pernah beristri. Apalagi mengingat orang tua sudah tua bangka. Dari mana datangnya wanita ini? Apalagi . "Hei.

Wajahnya menjadi pucat... "Setelah selesai kau berapat." "Siapa nama yang digemakan olehnya?" "Co Yong Yen. semakin tidak mungkin. "Apa yang dikatakan olehnya?" Suara ini agak gemetar. Mereka menjadi heran.. hampir tidak terlihat tanda darah.." Tubuh Thung Lip menggigil segera.. Terdengar suara si Cendekiawan Serba Bisa Thung Lip yang bergumam.. Betul-betul aku menjumpainya. Dugaannya segera jatuh pada istri piaraan si jago tua. tidak mengerti. Berturut turut mereka keluar dari Hin san Siauw Ciok. sebelum itu iapun menyebut namanya..orang itu masih terlalu muda kukira masih gadis.. Tidak mungkin Dia. Perubahan Thung Lip tidak lepas dari semua orang. tidak seorangpun yang dijumpai olehnya.... Dia sudah...Co Yong Yen. mengapa terjadi perobahan seperti ini." "Aku tidak mengarang cerita." Tiba tiba tubuhnya melesat keluar... Tidak seorangpun yang mengerti. Maka ia balik kembali menemui semua orang. "Co Yong Yen?. Ditariknya tangan Tan Ciu keras-keras dan mengajukan pertanyaan. "Aaaaaaaaaa. Thung Lip lari keluar dan mengelilingi Hau san Siauw ciok. mengagetkan semua orang ditempat itu. seolah olah diserang malaria... Tidak mungkin ." "Aaaa." . Dikatakan olehnya bahwa dia adalah istrimu. segeralah cepat pulang"..

bagaimana?" Tan Ciu mengajukan pertanyaan dengan suara dingin.. Bulunya mengerinding bangun." "Co Yong Yen itu istrimu?" Pengemis Sakti Bermata Satu mengajukan pertanyaan. "Diapun mati" "Mengapa?" "Dibunuh orang.Oo.. pada dua puluh tahun yang telah silam. "Saudara Thung. dikala para jago mengadakan percakapan untuk menumpas Gadis siluman dari Kutub Utara.. Akulah yang menguburkannya. dia masih hidup. Ia mati pada dua puluh tahun yang lalu. ya . Mungkinkah ada arwah seseorang yang gentayangan? "Setelah terjadi kejadian itu. apa yang diucapkan oleh seorang yang sudah mati dua puluh tahun dapat terulang kembali disini.. dikala aku mengadakan rapat digunung Oey san.." Berkata Thung Lip... Si Pengemis Sakti Bermata Satu cepat memayang tubuh kawan itu....Ach .. Aku menguburkannya sendiri. kau mengapa?" Ia memberi peringatan... Telah kusaksikan ia berkalang tanah. Tidak mungkin hal ini dapat terjadi. sebelum aku menghadiri rapat itu. "Dia.. Mana-mungkin bangkit kembali?.Tidak mungkin. "Seharusnya memang.. tubuhnya bergoyang goyang hampir jatuh... Sebilah belati menembus dadanya!" . "Kuingat jelas. Terdengar suara Thung Lip yang mengoceh.Alam pikiran Thung Lip mengalami getaran...Dia sudah mati ... ia pernah mengucapkan kata kata ini... 'Setelah selesai kau mengadakan rapat segeralah cepat pulang'".

mengganggu ketenangan mereka. Semakin lama semakin lemah. kini muncul dan bertambah lagi arwah Co Yong Yen yang bangkit dari liang kubur. Maksud mereka bergebrak dengan Tan Ciu ialah ingin melihat gerak gerik ilmu silat pemuda itu. bermacam macam godaan mengganggu ketenangan manusia. kini aku meminta diri!" Berkata Tan Ciu yang segera melesat. . setiap aliran mempunyai cara cara yang khas yang tersendiri. di susul dengan urusan Tan Ciu yang menyatakan kehilangan kakak perempuannya.Suara si Cendekiawan Serba Bisa Thung Lip seperti sedang didikte orang. Memang dunia yang sudah tua. Setelah tragedi Pohon Penggantungan. meninggalkan Han san Siauw ciok! Pemuda itu datang dan pergi bagaikan awan diudara lepas! Kesan yang ditinggalkan oleh Tan Ciu kepada semua orang ialah pertanyaan pertanyaan yang tidak mudah dijawab! Si Juta Bisa yang menderita luka memandang si Buddha Alim. dialah yang paling dekat dengannya! "Dia sudah pergi?" Ia mengajukan pertanyaan. harapannya ialah dapat mengetahui atau menduga dari mana pemuda itu datang. Ternyata rencana inipun gagal. "Pesan kata katanya telah kusampaikan kepadamu. "Betul" "Sudah dapat melihat asal usul ilmu kepandaiannya? Dari aliran manakah pemuda itu?" Si Budha Alim menggelengkan kepala.

Dan tersiarlah cerita burung yang mengatakan Putri Angin Tornado sudah mati.Si Juta Bisa memandang Thung Lip.." Pengemis Sakti Bermata Satu. siapa yang dapat mengetahui dengan pasti?" "Sudahlah. si Pedang Penembus Langit Pek Giok Kie. dibawah pimpinan Si Cendekiawan Serba Bisa Thung Lip menuju ke Pohon Penggantungan. Beberapa jurus pemuda tadi mempunyai ciri ciri yang agak sama" "Bukankah Putri angin Tornado sudah lama mati?" "Siapa yaag tahu? Orang telah lama tidak menjumpainya. "Dugaanku jatuh pada ilmu pukulan Hian hong Ciang dari si Putri Angin Tornado." "Pukulan Hian-hong-ciang dari Putri Angin Tornado?" "Betul. harapannya ialah mendapat jawaban dari jago tua yang menjadi pemimpin mereka. Tentang benar tidaknya berita ini. Thung Lip berhasil menguasai alam pikirannya yang hampir terganggu. Kini ia memberi jawaban. atau hubungan dengan algojo Pohon Penggantungan. si Juta Bisa dan Jago tanpa tandingan untuk daerah Tui San Lie Kee Ceng." "Betul mari kita menjaga pohon maut itu!" "Di sana kita dapat menemukan bukti-bukti. banyak yang mengharapkan kematiannya. Acara kita adalah pohon penggantungan. o0dw0o . benarkah pemuda tadi mempunyai sangkut paut. Pedang Keras Thiat Kiam khek. Karena tindak tanduknya yang banyak melanggar kebajikan. si Buddha Alim.

Bulan bulat diatas langit. . Eetapi didalam sebuah hutan yang lebat terpeta tujuh bayangan. dibawah pimpinan si Cendekiawan Serba Bisa Thung Lip. Pohon Pengantungan meminta korban. Atas unsur unsur prikemanusiaan. inilah bayangan Pohon Penggantungan yang seram. BULAN DELAPAN. Setiap tahun. Jiwa seorang gadis cantik yang pandai silat pasti direnggut olehnya. Budha Alim Thiat Kiam Khek menjaga daerah Selatan. sedangkan si Cendekiawan Serba Bisa Thung Lip menjaga posisi Barat. Thung Lip memberi perintah untuk menyebar diri. setiap orang berkumpul dengan keluarganya sambil memandangi rembulan purnama. Mereka telah berada didepan Pohon Penggantungan. Itulah orang orang yang telah bermusyawarah di Han Can Siauw Ciok. Pedang Penembus Langit dan jago Tui-san Lie Kee Ceng menjaga timur. Thang Lip sekalian. Maka si Juta Bisa dan Pengemis Sakti Bermata Satu menjaga sudut Utara. wajah wajah mereka masih jelas. KUWEH Tong ciu piah tersebar disetiap rumah hari ini adalah hari pesta kuweh. para jago silat hendak mencegah terjadinya drama maut itu. disinari bulan terang. Sinar cahaya kuning menyinari bumi.TANGGAL LIMA BELAS. Terpentanglah suatu bayangan cangkrang pohon. Menembus bayangan-bayangan daun dihutan lebat itu sinar rembulan menyinari Pohon Penggantungan yang gundul dan tandus itu.

mungkinkah Algojo itu dapat membunuh semua orang untuk diatas pohon maut itu? Hanya satu kemungkinan. bulu tengkuk setiap orang berdiri. Angin dan kabut tidak dapat mengganggu ketenangannya. Pandangan mata mereka mulai terhalang. bahkan daun-daunnya pun sudah tidak ada. Kentongan malam telah dipukul dua kali.Mereka mengurung pohon penggantungan. Pohon penggantungan tidak bergeming dari tempatnya. Tujuh pasang mata menuju kesana kemari. Burung hantu yang terbang lewat diatas kepala mereka semakin menambah keseraman malam itu. Dibawah Pengawasan tujuh akhli silat ternama tentunya Algojo Pohon Penggantungan tidak mungkin bergerak. Ia mati. tidak sesuatupun yang dilihat. Halimun putih itu semakin tebal hawa semakin dingin. Tidak seorangpun yang terlihat mendatangi tempat itu. . Dibawah pengawasan tujuh tokoh silat kenamaan. Thung Lip dan kawan kawannya sudah tidak sabar. kini tidak dapat melihat jelas pemandangan yang berada pidepan mereka. Dikala kentongan telah dipukul sehingga empat kali. Sinar kunang kunang berkelap kelip seperti mata hantu. Malam berlarut Tiba-tiba berdesir saluran angin yang menggoyanggoyangkan daun daun pohon di dalam rimba itu. Kini kentongan malam dipukul tiga kali. Suasana didalam rimba gelap itu telah dikurung oleh selaput kabut putih. bila Algojo itu dapat membunuh semua orang yang sudah nongkrong disana.

kabut ini menghalang pandangan mata mereka. Pek Gie Kia. Bayangan itu kaku tidak bergerak. Suara tapak kaki berjalan itu semakin dekat arah tujuannya. juga tidak diketahui jenisnya.. itulah suara seperti ada seseorang yang melangkah datang. Bagaimana itu adalah bayangan manusia. Thung Lip. Semua orang memasang mata lebar lebar. Satu bayangan.Waktu yang ditunggu tunggu seorang gadis cantik digantung diatas Pohon Penggantungan tidak kunjung datang. Thiat Kiam Khek. Sayang Halimun pagi terlalu tebal.. mungkin pria dan mungkin juga wanita. Ketegangan memuncak. berdiri ditempat dua puluh tombak dari jarak tempat itu. Suasana menjadi sunyi lagi. Tidak terlihat jelas ada orang yang bergerak. Lie Kee Ceng. serta tapak kaki yang bergerak diatas tanah. tidak terlihat jelas wajah orang itu. tujuh tokoh silat yang telah lama menunggu itu tergerak. Sayang kabut halimun belum pudar. Hantu Setan? Tidak mungkin. Satu suara aneh memecah kesunyian. Bila saja tidak diganggu oleh suasana alam yang . Tiba-tiba. ialah dimana ketujuh orang itu berada. Juta Bisa. Suara tapak kaki berjalan itu tiba tiba berhenti ditempat yang tidak jauh dari ketujuh tokoh silat itu berada. Buddha Alim dan Pengemis Sakti Bermata Satu bertujuh dapat melihat bayangan itu.

.. tentu mereka dapat melihat jelas wajahnya.. Terapi arah tujuannya bukan pohon Penggantungan. Bayangan ini seperti mendapat firasat buruk.." Berkata si Juta Bisa perlahan. bagaimana jenisnya orang itu. Diatas ini belum terlihat gadis cantik yang mati di gantung. Ia tidak ingin menggagalkan rencananya.. Ia berjalan pergi. Mereka harus menunggu lagi. Mungkinkah bayangan orang tadi yang menjadi algojo Pohon Penggantungan? Tidak seorangpun yang dapat memberikan jawaban pasti. Si Juta Bisa cepat menekan kawan tersebut. Thiat Kiam Khek si Juta Bisa. Pedang Penembus Langit dan si Pengemis sakti Bermata Satu memperhatikan Pohon Penggantungan. bahwa dirinya sedang diancam oleh tujuh tokoh silat berkepandaian tinggi..penuh kabut itu. Pengemis Sakti Bermata Satu tidak dapat menahan sabar. "Tunggulah sebentar lagi. Hal ini membingungkan ketujuh tokoh silat itu. Buddha Alim. Lie Kee Ceng. Thung Lip. semakin lama bayangan itu semakin jauh dan akhirnya lenyap lagi. Menunggu terjadinya drama penggantungan yang kejam. ia mulai bangkit berdiri. Meninggalkan Thung Lip cs.. Tiba-tiba.. Tiba tiba. Masih belum terlihat jelas oleh mereka. Bayangan itu bergerak. Ia tetap tidak bergerak ditempat yang hanya berjarak dua puluh tombak. .

"Bagaimana dengan Sebutanmu?" Sipengemis Sakti Bermata Satu membentak kakek aneh itu.. Thung Lip dan enam kawan-kawannya bangkit dari tempat persembunyian mereka. Si kakek aneh memandang tujuh orang itu. siapa orang itu.. sreeeeekkkk . ha. didalam sekejap mata.Untuk kedua kalinya... dilihat Pohon Penggantungan tidak jauh darinya.." . compang camping. "Ha ha.. Kabut putih inilah yang mengganggu pandangan mata sehingga tidak dapat melihat jelas. "Apa maksudmu berkunjung kemari?" "Ha..." Kakek aneh itu tertawa... Ia tertawa. terlihat orang itu telah berada dihadapan mereka. "Aku adalah orang yang hampir sama denganmu" "Namun?" "Akh. Jarak mereka dekat sekali. jenggot dan kumisnya tidak teratur. na. Serentak dan didalam sekejap mata.. "Apa. Kali ini gerakan kaki tapak semakin keras dan semakin cepat.. Itu seorang kakek tua berpakaian kotor... lebih baik jangan dikatakan.. terlihat lagi sesuatu bayangan yang bergerak datang. Halimun pagi masih mengeruhi jagat.." Suaranya memecah kesunyian malam. Orang itu telah masuk kedalam kurungan tujuh orang. "Aku?" Kakek berpakaian compang camping itu menunjuk hidung sendiri.ha. kini jelas terlihat siapa yang berada didepan mata mereka.maksud kalian mengurung pohon gundul ini?" Si Cendekiawan Serba Bisa Thung Lip membuka suara.. rambut..

.Ekh.Tujuh pendekar silat mengurung kakek aneh ini semakin rapat. "Kau sudah tahu bahwa diatas Pohon Penggantungan bakal ada orang yang mati?" "Ha. Apa guna mengajukan pertanyaan yang seperti ini? Bukankah dia lebih tahu dari mereka? Kakek aneh itu tertawa berkakakan. "Maksud kunjunganku Penggantungan. Kini Thung Lip membuka suara." "Diatas tempat apa?" "Aku sedang mencari seseorang.." Kakek aneh itu lucu sekali. siapa yang tahu?" "Apa maksud kunjunganmu?" Bentak si Juta Bisa. Tidak seorangpun yang memberi jawaban. Pergilah kalian......" "Orang yang bagaimana?" "Seorang anak muda yang sombong. "Cerita Pohon Penggantungan telah tersebar luas." "Anak muda sombong?" Thung Lip tidak mengerti Pemuda sombong seperti apa yang kakek aneh itu cari. ha. "Tidakkah kalian melihatnya?" bertanya lagi kakek aneh itu. "Eth. "Janganlah kalian menunggu orang yang akan mati." Berkata lagi kakek aneh itu. "Dia menggembol pedang dipunggungnya.... hawa begini dingin apa guna kalian mengurung pohon gundul?" Kakek berambut kusut ini mempunyai banyak keanehan...ha. Sifatnya bukan diatas Pohon .

.... pernahkah menjumpai dirinya?" "kami tak melihat dia berkunjung kemari." Orang tua menggeleng gelengkan kepala.. Bicaranya kurang ajar.. pernahkan kalian berjumpa dengannya?" Kakek aneh mengulang pertanyaannya. Mungkinkah Tan Ciu bakal berkunjung kemari? Mungkinkah pemuda itu yang menjadi algojo pohon penggantungan? Lalu bagaimana hubungannya dengan kakek aneh ini? Pembantu algojo Pohon Penggantungan? Atau orang yang main dibelakang layar? Mereka tidak berani memikir terlalu banyak Seram dan bergidik . Si Cendekiawan Serba Bisa Thung Lip menatap wajah kakek itu.." Ia memaki. "Siapakah dia?" "Mana kutahu? Hei." "Aaa." "Heran. satu persatu ditatapnya tajam tajam.. Heran.. "Hei..angkuh dan sombong. tidak ada aturan.. "Mungkinkah ia akan mengajukan pertanyaan.. "Mungkinkah kau salah mata?" Kemudian ia memandang ketujuh orang itu.. datang kemari?" ia balik "Aku seperti melihat bayangannya menuju ketempat ini... "Kalian adalah rombongan manusia goblok. Wajahnya dingin dan. Tan Ciu?" Hampir semua orang menyebut pemuda yang pernah mengganggu rapat mereka. kau belum menjawab pertanyaanku." .

Mungkinkah kakek aneh ini yang ingin menggantung Orang? Mereka belum mendapatkan bukti nyata." Berkata lagi kakek aneh itu." Semua orang saling pandang. Ilmu kepandaian kakek aneh tadi sungguh hebat sekali. melesat pergi. Thung Lip cs membanting kaki. Kakek aneh itu melesat tinggi. Beruntung kakek itu telah pergi. Malam ini seorang gadis cantik akan tergantung diatas pohon botak ini. bila perlu. mereka boleh mengeroyoknya. gerakannya gesit sekali. tentu tidak mudah dihadapi. "Dikatakan drama penggantungan gadis cantik tidak dapat dicegah!" "Bohong!" "Kita harus berusaha!" -ooo0dw0oooJilid 2 . keterangannya?" Kee Ceng "Aku tak percaya!" sahut Thiat Kiam Khek. "Pergilah kalian pulang ke tempat asal masing-masing!. Menerjang kurungan semua orang."Alasanmu?" Pengemis setapak. "Percayakah kepada membuka suara. Bila ia yang menjadi algojo Pohon Penggantungan. Sakti Bermata Satu maju "Apa yang bakal terjadi tidak mungkin di cegah. Sebelum tujuh pendekar akhli silat itu mengambil suatu putusan.

Tiba-tiba angin berhembus masuk kedalam hutan lebat itu menyerang semua orang. "Bagaimana ilmu kepandaian algojo itu?" "Mungkinkah kakek jembel tadi?" "Nanti kita dapat melihat. hari bertambah gelap." "Kita boleh mengadu jiwa dengan algojo jahat dari Pohon Penggantungan"."KITA harus mencegah orang menggantungkan gadis cantik keatas pohon gundul itu. kita tidak tidak boleh membiarkan orang itu menggantung gadis silat diatas pohon kering itu. Dan orang yang hadap berhadapan pun sukar terlibat jelas. Potongan. kedatangannya mendadak dan mencurigakan. Dikala hampir menjelang subuh. "Mungkin bukan. kabut putih itu belum lenyap. "Yang penting. Mereka menggigil dingin. kita beramai harus menempurnya". "Betul" Semua orang menunggu lagi." "Dikatakan ia ingin mencari Tan Ciu." "Tidak. Itulah potongan badan seorang wanita. Angin ini agak aneh sekali." "Kukira dia. Di-atas Pohon Penggantungan masih belum terlihat korban. mungkinkah bayangan yang pertama diam di depan kita itu". badannya agak mirip." "Sudah" Thung Lip menutup perdebatan. Siapa yang ingin melakukan kejahatan ini. .

Ia tahu bahwa angin aneh tadilah yang membawa malapetaka bagi mereka. Kelopak mata mereka terkatup dan tertidurlah untuk sementara! . Mereka ingin bergerak. Tujuh jago silat itu berpengalaman luas tapi masih kena ditipu orang juga. tidak ada suara yang keluar. Mulut mereka dipentang. maksudnya berteriak tetapi gagal. Yang dapat disaksikan ialah bayangan orang itu melakukan sesuatu diatas Pohon Penggantungan. samar-samar seperti ada orang yang menggantungkan sesuatu diatas Pohon Penggantungan." si Juta Bisa yang biasa main racun kena diakali orang juga. semakin gelap. termasuk si Juta Bisa yang pandai memilih racun. Tua? Atau muda? Merekapun tidak dapat melihat. Sebelum ingatan mereka lenyap semua samar samar mereka dapat mendengar tapak langkah kaki orang yang mendatangi. pandanan matanya semakin gelap. sayang seluruh tubuhnya ngeloso tidak bertenaga. "Celaka.Mereka saling pandang dan disaat inilah kepala semua orang menjadi pusing. Itulah si Algojo Pohon Pengantungan Laki laki? Atau wanita? Mereka tidak tahu. Mereka diserang obat bius dan tertidur.

Mereka ragu-ragu dan kurang percaya. Lima orang lainnya memandang kearah kawan tukang main bisa ini. kerena diantara mereka telah berkurang seorang. . jumlah ini tujuh orang bukan? Mengapa tubuh-tubuh yang menggeletak disekitar Pohon Penggantungan hanya enam orang? Tentu saja. jiwa mereka baru lolos dari lubang jarum. Si Juta Bisa mengeluarkan hembusan napas dalam yang panjang. Siapa diantara tujuh orang itu yang lenyap tanpa bekas. Thiat Kiam Khek. Lie Kee Ceng. Mereka tersadar dari kekangan obat tidur. hari telah berganti.Waktu menjelang hampir pukul enam pagi. si Juta Bisa. Disana menggeletak tubuh-tubuh dari enam orang yang masih ada dalam keadaan payah. Mereka mengucek ucek mata. bahwa mereka masih hidup. Keenam orang itu saling pandang dengan perasaan seram. curiga dan takut. Kabut pagi telah buyar. Pek Gie Kie. oo0dw0oo ENAM orang itu bangun duduk.? Mari kita melihat bagian berikutnya dari cerita ini. Buddha alim dan Pengemis Sakti Bermata Satu. Enam orang? bagaimana mungkin hal ini dapat terjadi? Mengapa bukan tujuh orang? Thung Lip. hanya tubuhnya saja yang masih lemah! Mereka masih tergeletak ditanah.

Pohon Penggantungan meminta korban! Keenam orang itu diserang rasa takut yang tak terhingga.. itulah gadis berbaju putih yang mati dan menjadi korbannya tahun ini. siapakah yang tidak ada itu? "Thung tayhiap!!!" Lie Kee Ceng berseru keras. diatas pohon masih berdayung-dayung jenazah gadis itu. "Aaaaa. Dan yang aneh."Bagaimana?" Pengemis Sakti Bermata Satu mengajukan pertanyaan. Itulah Pohon Penggantungan." Lagi-lagi. Untuk menghilangkan rasa takut. "Eh.. . mengapa kini tidak terlihat? Terdengar lagi suara Si Buddha Alim. tanpa diketahui oleh mereka. "Hei lihat!" Mata semua orang tertarik kearah yang di tunjuk. disana menggelantung seseorang. diatas pohon Penggantungan telah dijerat seorang. Mengapa kepala pemimpin mereka yang tak ada? Kemanakah perginya si Cendekiawan Serba Bisa itu? Letak Thung Lip berada didekat si Juta Bisa.. Entah kapan. si Cendekiawan Serba Bisa Thung Lip lenyap tanpa bekas bekasnya. Dalam waktu yang singkat. mengapa kurang seorang ?" "Siapa ?" Mereka memeriksa dirinya dan betul saja disana telah susut seorang. mereka segera meninggalkan tempat itu dengan perasaan seram dan ngeri. Sukma para jago hampir keluar dari tempatnya. Pedang Penembus Langit.

hawa kumpulan ini menjadi suatu kemarahan yang tidak dapat ditampung." "Minta pertanggung jawabannya. mari kita menuntut balas!" "Betul. Pengemis Sakti Bermata Satu yang berjalan dipaling depan mengeluarkan suara keras. Pengemis Sakti Bermata Satu memandang Pek Gie Kie. datangnya sangat mendadak. kalian mengapa?" Ia mengajukan pertanyaan. Tan Ciu maju dua langkah. "Betul" Ke enam orang itu mundur ke belakang. "Eh. "Aku? apa?" Tan Ciu tidak mengerti. "Tentunya dia!" Berkata si Pedang Penembus Langit. didepan mereka muncul seseorang. Terlihat pemuda ini tersenyum aneh. Maka mengajukan pertanyaan. Dengan satu kerlingan mata meminta pendapat kawan itu. ia Semua orang telah dirundung ketakutan terus menerus. lagi lagi enam orang itu di kejutkan.Berjalan tidak jauh." "Bunuh saja." . "Kau!!" Orang yang menghadang kepergian mereka adalah si pemuda angkuh Tan Ciu. Terlihat si Juta Bisa maju membentak "Demi Thung tayhiap. dengan suara dingin berkata.

Tan Ciu termundur bingung. bahwa Tan Ciu mempunyai hubungan yang erat dengan Pohon penggantungan. mereka menduga pasti. Tubuhnya melesat tinggi. Tan Ciu mendapat serangan lima orang tokoh kuat. tangannya dikedepankan memukul pemuda itu. serentak. apa artinya permainan kalian?" "Mengapa kau membius kami?" Pengemis Sakti Bermata Satu mengajukan pertanyaan. Juta Bisa. dialah algojo Pohon Penggantungan. Kecuali si Buddha Alim." Lima jago silat itu tidak mendengar peringatannya. Mendapat serangan itu. Orang yang pertama kali bergerak ialah si Pengemis Sakti Bermata Satu. merekapun memukul pemuda itu. ilmu meringankan tubuhnya pun hebat. "Hei. Thiat Kiam Khek dan Pedang Penembus Langit tak tinggal diam. . lagilagi mereka menyerang. "Kemana kau sembunyikan pemimpin kita?" Pedang Penembus Langit turut buka bersuara. Lie Kee Ceng.Pergolakkan itu semakin meningkat." Berkata si Juta Bisa. menghindari serangan-serangan tadi. Tan Ciu mempunyai ilmu kepandaian tinggi. "Jangan bicara. tak seorang pun yang menaruh simpati pada pemuda angkuh ini. lagi-lagi ia mempertontonkan kepandaiannya melayang dari kurungan semua orang dan berteriak. Tan Ciu menggeram. kemudian ia berteriak. "Tahan.

si Cendekiawan Serba Bisa telah mati?" ia mengajukan pertanyaan. Pedang Penembus Langit membentak... terpaksa ia harus menggunakan siasat. . melukai atau mendesak mereka. didalam sekejap mata. ia dapat membunuh lima tokoh silat itu. mendesak si Penembus Langit dan Thiat Kiam khek. "Tidak perlu " Dan si pemuda sudah dikurung lagi. Tan Ciu dipaksa memberikan perlawanan. dan enam tokoh silat itu menyerang Tan Ciu lagi. Mereka mengancam punggung si pemuda! Tan Ciu berhasil menghindari diri." bentak Thiau Kiam Khek "Bagaimana hubunganmu dengan Pohon pengantungan?" "Bunuh saja.. Bila Tan Ciu mau. "Jangan berpura pura bodoh!" "lekas katakan. Pengemis sakti Bermata Satu dan Juta Bisa mengisi kekosongan kawan itu. hanya pantangan membunuh belum berani dilanggar. tentu tidak berhasil menangkis. tubuhnya jatuh terluka! "Kalian tidak bersedia mendengar keteranganku?" Tau Ciu mengajukan pertanyaan." Berkata si Juta Bisa. Sret. Sret. pedangnya dikeluarkan dari tempatnya. tubuhnya diputar dan menyerang lawan? Kali ini yang dijadikan sasaran ialah Lie Kee San! Lie kee San adalah orang yang mempunyai ilmu kepandaian terendah."Eh.

tubuh Tan Ciu yang melayang lepas itu kena pukulan dua orang.. ia tidak berusaha menghindari pukulan kita!" Berkata Juta Bisa. dua kali. Bukk ." Suara ini mengejutkan semua orang. Enam jago silat tidak mengerti. Keadaan pemuda itu berubah sama sekali. hanya ilmu kepandaian mereka tidak dapat menandingi. ia tidak memperdulikan lukanya. Buddha Alim yang melihat kawan kawannya terdesak turut memberi pukulan! Terdengar suara . Suatu ketika.. Tan Ciu tiba di Pohon Penggantungan.. "Aaaaaaa.. Tan Ciu menengok kearah Pohon Penggantungan. Bukk. Thiat Kiam Khek cs ingin membunuh pemuda itu. keadaan pertempuran berjalan terus.. Dari mulutnya keluar darah segar. Juta Bisa mengirim pukulan maut. ia berteriak. "Kukira ada sesuatu yang menarik perhatiannya!" . matanya terbelalak.Karena inilah tidak mudah untuk mencapai kemenangan segera. Berbareng Tan Ciu melesat keluar dari kurungan dan menuju kearah Pohon Penggantungan! Disaat yang sama. mengapa pemuda itu seperti kehilangan ingatan? Bukankah belum lama ia menyerang dengan gagah sekali. matanya tidak lepas memandang gadis berbaju putih yang tergantung dipohon tua itu. "Apa yang terjadi?" Buddha Alim pertanyaan kepada kawan kawannya! mengajukan "Heran.

Mengingat ilmu kepandaian pemuda angkuh yang sangat tinggi. Tiba tiba terdengar suatu suara yang mengguntur. itulah si kakek aneh yang belum lama mencari carinya. Si pemuda masih berdiri didepan Pohon Penggantungan tanpa berkesiap. . mereka tidak berani terlalu cepat bergerak. "Hei. Keadaan sungguh genting. Mengapa tidak mendakwa diriku sebagai algojo Pohon Penggantungan?" . enam pasang tangan siap merenggut jiwa pemuda yang hampir hilang ingatan tersebut."Gadis berbaju putih itu !!!!" "Mungkinkah kakak perempuannya ?" "Inilah kesempatan baik untuk melenyapkan dirinya!" "Betul. sehingga dekat sekali.Bunuh saja lebih dulu!!" Enam orang mendekati Tan Ciu. Juta Bisa cs dipaksa menghentikan gerakan.. "Babi busuk! Akupun pernah muncul disini. "Membunuh.... apa yang kalian mau lakukan kepadanya?" Bentak kakek aneh itu kepada semua orang. Ditengah-tengah Tan Ciu dan rombongan lawan bertambah seorang." "Alasannya?" "Dia adalah algojo Pohon Penggantungan." "Kalian telah membuktikan sendiri bahwa ia membunuh orang diatas tiang Pohon Penggantungan?" "Hanya dia yang muncul ditempat ini".

tatkala diatas Pohon Penggantungan menggantung mayat seorang gadis berbaju putih. Disaat tegang inilah.Semua orang membentak lagi. otaknya terganggu ingatan . jiwanya hampir tidak ada. matanya menyalak merah. Tiba-tiba terdengar suara Tan Ciu yang berteriak keras. "Oh. dibungkamkan. Bertanya Thiat Kiam Khek. Kakek aneh itu mengangkat pundak. Tan Ciu menubruk mayat gadis berbaju putih itu dan berteriak. datang kakek aneh yang menolong jiwa si pemuda dari kematian. Kakek aneh itu "Hanya kalian yang boleh datang? Orang lain tidak? Hanya kalian yang bukan algojo? Orang lain dituduh algojo". Cie cie. gerakannya menjadi lamban." Tubuhnya lompat dan menubruk gadis berbaju putih yang mati tergantung diatas pohon gundul misterius itu! Menyambung cerita lama. "Mungkin dia bukan algojo Pohon Penggantungan"." Berkata si kakek aneh. . "Cie cie!" Diturunkannya mayat kakak perempuannya. Tan Ciu yang sedang dikeroyok oleh enam jago sitat melibat tubuh itu. Maka ia kena pukulan-pukulan mereka. "Siapa yang membunuh kakakku?" "Pohon Penggantungan.

Betul. Rahasia Pohon Penggantungan telah terbuka. bila tangan Tan Ciu kurang kuat memegang Pedang. "Aku tahu. Hasil dari papasan pedang Tan Ciu hanya berupa lapisan besi yang berbentuk kulit pohon. . Tan Ciu. pantas saja tidak mati sampai bertahun tahun. senjata itu pasti terbang. Kakek aneh itu dan enam orang lainnya terbelalak. Traaaanng. terdengar beradunya dua benda yang terbuat dari logam. "Pohon besi?" Inilah suara Tan Ciu yang kaget. Apa yang ditakutkan oleh banyak orang sebagai Pohon Penggantungan itu adalah pohon yang terbuat dari pada besi." "Apa yang kau ketahui?" "Siapa yang membunuh kakakku. pedang Tan Ciu yang ingin memapas pohon tepat mengenai sasaran. Kakek aneh itu mengkerutkau keningnya! "Siapa itu Co Yong Yen?" Ia mengajukan pertanyaan. Tan Ciu menggeretek gigi. pantas saja tidak tumbuh daun.Tan Ciu menggerakkan pedangnya dan di hantam Pohon Penggantungan yang gundul dan tandus sudah mau kering itu. tetapi pohon itu tidak tumbang atau patah. ternyata ada seseorang yang sengaja memasang besi maut ini! Siapakah orang itu? Semua orang memikir dan mencari jawaban teisebut." "Siapa?" "Co Yong Yen!!".

"Silahkan Tan Ciu tidak menarik panjang"." Inilah suara wanita. Tiba-tiba terdengar suara tertawa cekikikannya seorang wanita di luar rimba. "Dialah tentunya yang membunuh kakakku. Selamat jumpa kembali". tentunya memapaki munculnya Juta Bisa sekalian." "Ooooooooooo . ialah istri Thung Lip. kawannya meninggalkan tempat.. Tidak jauh dengan Pohon Penggantungan terlihat si kakek aneh dan Tan Ciu. . ia pernah berjumpa dengan seorang yang bernama Co Yong Yan. semua terjadi karena salah paham. Thung Lip tilak menyangkal tentang kebenarannya. aku harus menuntut balas ini". masih ada sesosok mayatnya kakak Tan Ciu yang bernama Tan Sang itu. Meninggalkan hutan hitam yang penuh misterius itu.."Istri si Cendekiawan Serba Bisa Thung Lip. Dengan ini aku mewakili semua kawan meminta maaf. Hal ini mempunyai hubungan dengan Pohon Penggantungan?" "Aku tidak peduli!!!" Berteriak Tan Ciu. "Tapi tatkala saudara Tan ini meninggalkan Han san Siauw ciok tiga hari yang lalu. kecuali mereka.. Si Pengemis Sakti Bermata Satu mengajak. "Sungguh kebetulan bila mereka berkumpul menjadi satu. "Tan Siauwhiap." "Thung Lip belum pernah beristri!" "Mungkin!" Pengemis Bermata Satu turut bicara.

wajah si kakek berubah menjadi pucat. . tubuhnya bergerak. Tan Ciu tak dapat menahan sabar.. Semua kejadian terjadi di luar rimba. "akan segera menemukan jawaban dialam baka". Jangan mengganggu!" Wajah Tan Ciu berubah cepat. Terdengar jeritan sampai berulang kali." "Siapa dia?" "Si Jelita Merah."Kau. "Jangan. "Mengapa?" "Kau mau apa?" "Siapa wanita diluar rimba?" "Kau tidak perlu kesana.." ia mencegah. diangkat mayat kakaknya dan siap melihat apa yang terjadi dengan orang-orang tadi? Tubuhnya kakek itu bergerak lebih cepat." "Mengapa tidak boleh menjumpai si Jelita Merah?" "Kau bukan tandingannya. ia menghadang kepergian si pemuda. Tan Ciu dan kakek aneh itu dapat mendengar. "Minggir!!" ia membentak." "Mengapa?" "Karena aku tahu dan dapat menjawab pertanyaanmu. Di dekat Pohon Penggantungan. Siapa?" Inilah suara Pengemis Sakti Bermata Satu.

"Dia??" "Betul" Orang yang dikanan memberi jawaban. "Diselesaikan kapan?" Bertanya orang yang dikiri. dari belakang Pohon Penggantungan keluar tiga orang. Suara jeritan jeritan sudah tidak. Buddha Alim." Disaat ini Tan Ciu keluar rimba. Lie Kee Ceng. Tan Ciu membentak. mereka memandang bayangan belakang Tan Ciu. ditanah menggeletak enam sosek mayat. terdengar. Orang yang berada ditengah bertanya kepada mereka. Wajah wanita itu cukup cantik. dan si Pengemis Sakti Bermata Satu. sayang penuh kekejaman. "Setelah keluar dari rimba ini. Mereka membuntuti. . dilihat enam mayat yang menggeletak ditanah. Dengan mempelototkan mata." Berkata orang yang ditengah. "Masih tinggal seorang Thung Lip. kita boleh turun tangan." Terpaksa kakek itu menyingkirkan diri dan membiarkan Tan Ciu menggendong mayat Tan Sang meningggalkan Pohon Penggantungan. agaknya orang inilah yang menjadi pemimpin dari ketiga orang tadi."Jangan!!" Kakek itu berusaha mencegah si pemuda keluar rimba. tidak jauh dari mayat mayat itu berdiri seorang wanita yang mengenakan pakaian warna merah. Ia membuntuti dibelakang si pemuda tanpa banyak komentar.. Setelah kepergian dua orang tadi. "Minggir. itulah mayat mayat Thiat Kiam Khek. Juta Bisa. "Kita lari kedepan dan menyusul Tan Ciu dan kakek aneh itu". ia memandang keenam mayat itu dan bergumam.

mengapa main bunuh saja?" . Wanita baju merah maju mendekati Tan Ciu. Wanita inikah yang bernama si Jelita Merah? Wanita itu melihat kearah Tan Ciu. Si Pemuda terkesima." "Tutup mulut. "Eh. siapa namamu ?" ia mengajukan pertanyaan." Jawab Tan Ciu ketus. "Apa permusuhanmu dengan mereka." Ia sudah biasa membunuh orang maka dapat mengucapkan kata kata ini dengan tertawa ha ha-ha hi hi hi hi Tan Ciu masih menggendong kakaknya. "Saudara kecil. siapakah yang kau gendong itu?" Bertanya si Jelita Merah melemparkan lirikan mata lagi. "Kau tidak perlu tahu. "Kekasihmu?" "Kentut" Tan Ciu membentak. lirikan matanya melempar kerlingan yang menggiurkan. ia mendelikan mata.Kata-kata gumamnya wanita baju merah itu masih terdengar jelas.hati menjaga mulutmu agar tidak kena tamparan. hati. ia tertawa cekikikan! "Hanya membunuh mati beberapa orang saja kau bartanggur tengger seperti ini. Apa dendammu kepada mereka. mengapa membunuh semuanya?" Wanita berbaju merah itu adalah si Jelita Merah yang ditakuti oleh kakek aneh. "Saudara kecil. mendapat pertanyaan Tan Ciu seperti tadi.

.. pada wajahnya masih tersungging senyuman. "Kau?" Si Jelita Merah memutarkan biji hitam matanya.. Disaat ini. . melesat jauh dan mcnghindari tusukan pedang si pemuda. plak .. tidak boleh Wajah Tan Ciu berubah. "Terima kasih" ia berkata. berani kau main main kepadaku?" "Ha.. tangannya diangkat dan . ”Masih terlalu pagi untuk mati. kakek aneh baru keluar dari dalam rimba. ia meletakan tabuh kakaknya." "Tua bangka mata keranjang. Umurku telah lebih dari enam puluh tahun. cepat sekali. Tepat berhadapan dengan wanita berbaju merah itu. menampar pipi si kakek aneh itu! Kakek aneh Su Hay Khek tidak menyingkir dari tamparan tadi.." "Sudah lama kita tidak bersua. begitu bergerak tangannya telah menarik keluar pedang dari punggung dan langsung menusuk wanita berbaju merah itu." mempunyai dendam. Mana kuat main lagi?" Badan Jelita Merah bergerak... Dan memang ia tidak ada niatan untuk menghindarkan diri dari tamparan tadi." "Hm. tidak mungkin ia dapat menghindarkan diri dari tamparan si Jelita Merah."Bila tidak membunuh?" "Memang... "Su Hay Khek. kau belum mati?" Kakek aneh ternyata itu bernama Su Hay Khek. Semakin lama kau semakin cantik saja. Jelita Merah memutar badan gerakannya gesit sekali.

ia tidak marah. "Terima kasih". "Berhati-hatilah memainkan lidah. lagi lagi ia mendengar nama Tan Kiam Lam disebut. bagaimana dengan perintahku? Sudah berhasil kau temui".Jelita Merah tertawa bahak bahak. "Dikabarkan ia telah tiada. "Dimanakah jenazahnya di kuburkan?" "Mana aku tahu!" "Mati di tangan siapa ?" "Istrinya. "Siapakah nama orang itu?" "Kau belagak bodoh? Ingin mendapat tampar lagi?" "Tan Kiam Lam yang kau maksudkan?" "Betul!!" Wajah Tan Ciu berubah. "Hei. kau akan menerima yang lebih keras lagi"." ia masih bisa berkelakar "Tua bangka kurang ajar. bila kau masih tidak berhatihati. Kakek aneh Su Hay Khek berkata. "Nona kecil." ia berkata." . orang yang punya hubungan dekat dengan dirinya. Kakek aneh itu mengusap usap pipinya yang kena ditampar orang." "Mati?" "Betul". tamparanmu ini keras sekali.

pergilah. bagaimana?" "Apa boleh buat". "Hei. "Sepuluh hari? kukira waktu ini terlalu singkat". "Siapa orang yang membikin Pohon Penggantungan?" "Tidak tahu.. "Nah." "Kuberi waktu sepuluh hari untuk menyelidiki hal ini. di manakah si Cendekiawan Serba Bisa itu berada?" Bertanya lagi Jelita Merah. "Bila satu bulan." "Pohon Besi?" "Pohon penggantungan. "Semua kau jawab dengan serba tidak tahu!" Ia ngedumel. Su Hay Khek tertawa cengar cengir." . "Thung Lip belom lama lenyap"." Jelita Merah mempelototkan matanya. Ia pandai berkelakar. Itu yang kumaksudkan"." "Lagi lagi tidak tahu?" "Memang aku tidak tahu. "Belum lama?" "Betul."Dan dimana kini istrinya itu berada ?" "Aku tidak tahu juga. Su Hay Khek mengangkat pundak. Segera cari keterangan tentang Pohon Penggantungan. Mungkin dibawa oleh pencipta pohon besi. Dan kau harus memberi keterangan yang memuaskan tentang Pohon Penggantungan".

kukira kau adalah anaknya Tan Kiam Lam. Ia terlambat. membunuh suami sendiri. Hanya Tan Sang yang dapat memberi keterangan ini. dengan suara yang disalurkan dengan tekanan gelombang tinggi ia membisiki si pemuda "Bocah. sungguh kejam sekali." Tubuhnya melesat dan lenyap cepat. Tidak disadari bahwa Jelita Merah telah meninggalkan dirinya. Lima bayangan mulai bergerak. Diharap saja Tan Kiam Lam bukan ayahnya." Sebelum berangkat. Si pemuda melamun terlalu banyak. Tetapi siapakah yang menjadi ayahnya? Tan Ciu teringat kepada kakak perempuannya. Meninggalkan mayat-mayat Juta Bisa sekalian. . Mengapa? Ooo. Tan Ciu ingin mendapat keterangan yang lebih jelas. arahnya ialah dimana Tan Ciu berada. Betulkah keterangan kakek aneh itu yang mengatakan bahwa ayahnya bernama Tan Kiam Lim? Betulkah keterangan yang diberikan kepada si Jelita Merah. Tidak ada suara."Baik. bahwa Tan Kiam Lam mati dibawah tangan istrinya sendiri?. si kakek aneh Su Hay khek mendekati Tan Ciu. Hal ini tidak seharusnya terjadi. sayang Tan Sang telah binasa. Gerakan Su Hay Khek terlalu cepat sekali. Diharap saja ia tidak mempunyai ibu yang sekejam itu. gadis baju putih itu masih menggeletak tidak jauh dari tempat ia berada.

Terdengar Tan Ciu membuka suara. "Hal ini kau tidak perlu tanya. Mereka mengurung Tan Ciu di tengah. ia mendongakkan kepala dan diketahui bahwa dirinya telah berada dibawah kurungan orang. Tiga hari yang lalu. Si pemuda tersentak. apa pula yang kau perbuat?" . Orang tua berbaju merah membuka suaranya yang dingin. "Kalian dari mana?" Rombongan orang berbaju merah itu tidak menjawab. Betulkah bahwa Tan Ciu mendapat pelajaran ilmu silat dari Puteri Angin Tornado. gurumu Puteri Angin Ternado?" "Umpama betul. Kau belum menjawab pertanyaanku tadi.Tidak jelas wajah lima bayangan yang baru datang. rumah besarpun dapat diungsikan olehnya. mereka mengenakan pakaian yang serba merah. si Cerdekiawan Serba Bisa Thung Lip pernah mengatakan bahwa ilmu silat Tan Ciu mempunyai banyak persamaan dengan si Puteri Angin Tornado? Kini lagi lagi ada orang yang mengajukan pertanyaan bahwa si pemuda adalah murid wanita itu. apa yang kau lakukan? Bila bukan. Si orang tua yang menjadi pemimpin mereka memberi jawaban. Sungguh seram. diantaranya ialah seorang tua yang menjadi kepala pemimpin rombongan itu.. Mari kita teruskan cerita. "Murid si Puteri Angin Tornado?" si Angin Tornado adalah nama angin yang terhebat.. "Namamu Tan Ciu?" "Betul" Si pemuda membusungkan dada.

mereka mengurung Tan Ciu lebih rapat. "Betul." katanya dengan suara tidak enak didengar." "Bagaimana asal usul kalian mengajukan pertanyaan. "Bagus. berlima?" Tan Ciu . Tan Ciu segera menduga komplotan Pohon Penggantungan." "Apa yang bagus?" "Kau harus turut kami" Berkata orang tua berbaju merah itu. "Berilah jawaban yang pasti.Orang tua berbaju merah itu tertawa lepas. "Baik. "Kemana?" "Jangan bertanya?" "Aku tidak bersedia turut dengan kalian. "Kau turut atau tidak?" "Kukira kalian tak dapat memaksa orang?" "Dengan kekerasan?" "Boleh coba" Tan ciu menantang." Ia memberi jawaban pasti. Aku adalah anak murid Puteri Angin Tornado." Orang tua berbaju merah itu memberi isyarat kepada keempat kawannya. serentak." "Ingin dipaksa?. "Kau anak murid si Puteri Angin Tornado?" Gerakan orang-orang berbaju merah ini aneh sekali. Wajahnya berubah.

" Orang tua berbaju merah menurunkan tangannya. Merekapun mengeluarkan pedang. Tan Ciu kewalahan. Semakin lama. ia sengaja menarik perhatian orang.Dugaan Tan Ciu kepada orang orang berbaju merah itu telah dikesankan sebagai komplotan Pohon Penggantungan. maka semakin kuatlah desakan mereka. Lima orang berbaju merah telah berada di dalam keadaan siap tempur. Tan Ciu dapat menghadapi semua orang itu dengan tenang. bila tokoh silat biasa yang menghadapi cara mereka bertempur ini. itu disebabkan oleh luka pukulan-pukulan rombongan Juta Bisa. tentu kewalahan dan pasti menjadi korban pukulan. dengan cara bergiliran mereka mengurung pemuda itu. tentu saja mereka tak berani membentur senjata tajam itu dan mundur teratur. Tan Ciu menarik keluar pedang yang disabetkan kepada setiap tangan yang datang. maksudnya menempur mereka. tenaganya semakin berkurang. tenaganya tentu terganggu. Memang hebat. orang tua yang menjadi pemimpin mereka berkata. serentak lima orang itu menghujani Tan Ciu dengan pukulan-pukulan. Didalam beberapa jurus pertama. dengan tapak-tapak kaki yang teratur mereka mendesak Tan Ciu setelah mengeluarkan pedang. karena belum sempat mengatur pembuluh pembuluh darah yang rusak. bergilir mereka maju dan mundur. "Kesempatan terakhir untukmu. Lima orang berbaju merah menyerang semakin gencar. maukah turut?" "Tidak. Bila saja ia tidak mempunyai .

. Tan Ciu menggunakan pedang menangkis senjata-senjata itu. dari mulutnya memuntahkan darah merah. setelah menderita luka.. Begitu tubuh si pemuda itu jatuh ditanah.. Pemimpin orang berbaju merah telah berada dibelatang Tan Ciu. Tan Ciu tidak berdaya. Melewati empat orang berbaju merah yang berada didepannya. saja. setelah mendapat pukulan orang. menggeletak ditanah. tidak dapat bangun lagi.. empat pedang itu pun menusuk. den lebih jauh pantang menerima pukulan dari belakang. Orang tua berbaju merah yang menjadi pemimpin rombongan itu tertawa dingin. dalam keadaan yang sudah payah. Terdeangar suara jeritan panjang.. Bek.kepandaian istimewa. tidak semestinya menempur orang pula. ia tahu sudah waktunya mencari kemenangan. Empat orang berbaju merah. ia telah menerima satu pukulan orang tua baju merah itu.ia mengitari mereka dan berada dibelakang lawan mudanya. dipaksa menempur lima orang. Tan Ciu jatuh.. membiarkan keempat kawannya menyerang dari depan.. pedang dipindah ketangan kiri. Darah berhamburan. tubuhnya Tan Ciu terpental terbang jauh. tentu telah jatuh lama. Tentu.. dengan pedang ditangan menyusul tubuh Tan Ciu yang melayang diatas kepala mereka. ia mengirim satu pukulan tangan. Empat orang baju merah menyerang Tan Ciu dengan empat pedang mereka. Diserang dari depan dan belakang...

sebelum keempat pedang mengenai Tan Ciu.. bayangan ini menggunakan kepandaiannya membunuh keempat orang berbaju merah. karena jaraknya yang terlalu dekat. didalam keadaan marah dan hati panas. Tan Ciu membelalakkan mata. punggungnya menerima pukulan Tan Ciu. Luka? Juga tidak. Jeritan tadi adalah suara jeritannya empat orang berbaju merah yang menusukkan pedang meraka. Memperdebatkan hasil dari pembunuhan yang yang dilakukan olehnya. Tubuh . mungkinkah ada orang yang berkepandaian silat setinggi ini? Dapat membunuh keempat kawannya dalam sekejap mata! Siapakah orang itu? Disana telah bertambah seorang. Jelita Merah membelakangi si pemuda. Dia datang dengan maksud membantu Tan Ciu. bahwa dirinya diserang seperti itu. Ternyata sesuatu bayangan bergerak lebih cepat. "Siapa?" "Kau tak membentak.. ia membentak. ia mendorong kedua tangannya dengan tenaga penuh. tepat sekali. menolong jiwa pemuda dari kematian. ia sedang berhadap hadapan dengan orang tua itu. Orang tua berbaju merah turut terkejut." Jelita Merah Tan Ciu tidak mempunyai kesan baik kepada si Wanita ini. perlu tahu. Orang tua berbaju merah tidak kenal. tidak mungkin ia menyingkirkan diri dari serangan itu. dia adalah si Jelita Merah yang telah pergi dan balik kembali. Hanya satu kali gebrak ia mengirim jiwa keempat kawan orang tua itu pergi keakhirat. Tentu saja ia tidak menduga sama sekali. Pergilah.Tan Ciu mati? Tidak.

ternyata tangan kanan dan kiri dapat dikasih kerja sama. Orang tua baju merah menggerakkan pedang ditangan kanan. TRAAA. tusukkan pedang yang hampir menembus perut Tan Ciu menjadi gagal." Sekali lagi si pemuda memuntahkan darah segar.. Aaaaaa!! Si kakek menyingkir kesamping. dan menusuk kearah si pemuda. pedang yang ditangan kiri telah pindah ketangan kanan. "Beekkk . ia menghembuskan napasnya yang penghabisan.Jelita Merah terpental jauh. .. tubuhnya jatuh ngeloso ditanah. maksudnya menusuk tembus perut sang korban.. Jelita Merah telah bangkit. ia menepuk pundak orang tua itu. si kakek tidak sanggup bertahan. kini tak dapat menyingkir dari serangan ini.. Kali ini.GG!!!! Tan Ciu sudah tidak bertenaga. Orang tua berbaju merah mengirim pukulan tangan kosong. dengan satu suara jeritan panjang. Terdengar geramannya si kakek. Si Jelita Merah mengirim pukulannya yang kedua. Bergoyangan sukar. Tan Ciu memapaki dengan pedangnya. hasil dari bentrokan dua pedang itu. Kini Tan Ciu berhadapan dengan orang tua berbaju merah.NN. tubuhnya terdorong kebelakang. Tan Ciu sudah lemas.

tahu?" "Aku percaya.Tan Ciu luka parah. Aku menanti. Aku masih sanggup membunuhmu !" "Belum tentu" Tan Ciu menantang. pukulan Tan Ciu hampir merengut jiwanya. Mungkinkah ia membiarkan si pemuda berlaku kurang ajar? "Kau kejam?!" Kata-kata ini penuh dendam. Jelita Merah telah menghabiskan jiwa semua orang. Dari dalam saku bajunya. "Makanlah. Dilemparkan kearah. Tan Ciu tidak gentar. Jelita Merah mengeluarkan sebutir obat. "Siapa yang menyuruhmu membunuh Tuntutan si pemuda masuk diakal. Kini ia merayap bangun. apalagi didalam keadaan seperti ini!" Jelita Merah tertawa. "Biarpun kau tidak terluka. tetapi belum mati. "Siapakah yang dapat menjamin bahwa benda ini tidak mengandung racun?" Ia tidak percaya itikad baik wanita itu." Tan Ciu menyambuti obat itu. tetapi dapat juga membunuh. Matanya terlihat kilat sakit hati. biarpun kau berkepandaian tinggi. ia membalikkan badan dan memandang pemuda itu. Agar kau sembuh. Tan Ciu dan berkata. "Salahkah membantu dirimu?" "Aku tidak butuh bantuan!" "Aku dapat membantu. mereka?" . Memeriksa sebentar dan dilempar balik lagi.

Tan Ciu memang kepala batu. "Siapa yang sudi menerima budimu !" "Sudah bosan hidup. Beruntun beberapa kali.." "Mengapa?" "Bila sampai aku tidak mati. ia bandel. Jangan tunggu waktu sampai esok hati. Jelita Merah mengayun tangan. perlahan lahan ia menurunkan tangan itu tepat berada diubun-ubun . Pukulan Jelita Merah membuat Tan Ciu. ia dipukul orang. Hanya mendongakkan kepala. he?" "Kau kira aku takut?" Karena tidak sanggup menerima dan menelan hinaan hinaan si pemuda. memuntahkan darah dalamnya. tetapi tidak berdaya. "Jelita Merah lebih baik kau membunuh diriku. ia masih berani menantang. kondisi badannya berada didalam keadaan yang tidak mengijinkan. tubuh si pemuda ngusruk di tanah.Jelita merah mengkerutkan kedua alisnya. Ia siap menerima kematian. "Aku mengabulkan permintaanmu" Tan Ciu memeramkan mata." Jelita merah menganggukkan kepala. "Kau tidak tahu budi!" ia berkata. dendam ini akan mengendap seumur hidupmu." "Baik." "Tentu" "Kuanjurkan agar membunuh segera. Jelita Merah mengangkat tangannya tinggi. Tan Ciu ingin menyingkir dari serangan itu.

ia menghentikan gerakannya.Tan Ciu. Batal mengadakan pembunuhan. Tau Ciu menyangsikan kebenaran ini.. melesat dan meninggalkan Tan Ciu... . "Mengapa kau batal turun tangan?" Si pemuda mulai memecah kesunyian.. Kepalanyapun dirasakan berat dan roboh menggeletak ditanah. Terlalu lama Tan Ciu menutup mata. ia dapat bertahan karena adanya lawan kuat. Kondisi badan Tan Ciu berada dalam keadaan yang terburuk. Ia memandang wajah si pemuda yang tampan menarik itu. Mendadak. Kini segala sesuatunya telah bebas. ia menjadi heran dan tidak mengerti. dikala membuka mata kembali dan melihat kejadian ini. "Aku tidak membunuhmu di hari ini.. Aku memberi kesempatan agar kau mempunyai waktu untuk memperdalam ilmumu dan menuntut balas kepadaku!" Ia membalikkan tubuhnya. Ia tidak sanggup menguasai segala galanya lagi. Mungkinkah didalam khayalan? Tidak! Inilah hal yang benar." Sinar mata Jelita Merah menyingkir dari bentrokan. ”Aku. dan mengeluarkan keluhan panjang.. Hanya daya ingatannya terlalu suram. Sampai disini. Ia seperti melihat sesuatu bayangan merah melayang datang sangat samar-samar guram sekali. Lama sekali mereka saling pandang. Tangannya ditarik kembali.. Maka tidak jelas! . Apa yang disaksikan olehnya betul-betul terjadi dihadapan pemuda itu.

." perlahan. kali ini berwarna kelabu." "Dengarlah perintahku. "Kami masih membutuhkannya.. "Pasti sekali!! Karena ayahnya sudah binasa.. Pendapat kauwcu memang beralasan. Tiba-tiba terdengar satu suara dingin membentak. inipun tak perlu kita khawatirkan" "Dimisalkan ayahnya tidak binasa?" "Mudah diselesaikan. Kita dapat menggunakan tangannya untuk membunuh Tan Kiam Lam" "Baik... batal ..." "Kau . "Jangan!" Tangan sibayangan kelabu turun menghantam tubuh sang mangsa." "Bila ia berhasil menemui ayahnya. tentu jiwa si pemuda pasti akan naik ke sorga." Agaknya ingin membantah." "Tak mungkin.Lagi lagi datang bayangan lain melayang datang.. Bayangan kelabu itu mengangkat tangannya.. Mungkinkah mereka bersua? Kecuali dialam neraka.. Langsung mendekati tubuh Tan Ciu yang terbaring ditanah. "Pasti?" Ia masih ragu ragu. "Dia." "Bila sampai terjadi. bila tangan ini turun." "Ayahnya?" "Tan Kiam Lam itulah ayahnya. Tak mungkin mereka bersua" Si bayangan kelabu dapat diberi mengerti..

Sastrawan setengah umur itu tengah menyaksikan bahwa si pemuda betul-betul telah sembuh." . Tan Ciu dapat membedakan siapa yang berdiri dihadapannya. tidak bergerak. maka ia pun membuka suaranya yang dingin. Ia memberi hormat berkata. ia memandang dengan sinar mata penuh pertanyaan. ooodwooo BEBERAPA lama kemudian. tentunya orang yang tidak mudah dihadapi. Ia telah jatuh pingsan.. lompat berdiri. Tenaganya dirasakan segar. Ia tersentak bangun. Sekian lama. Matanya memandang lepas. Orang ini berdiri kaku. Tan Ciu tidak kenal orang ini. "Atas bantuan cianpwee. itulah seorang sastrawan setengah umur. tentunya ada seseorang yang memberinya obat mujarab. disini Tan Ciu menghaturkan terima kasih. Orang yang dihadapan Tan Ciu adalah orang setengah umur yang berpakaian sastrawan. terlihat jelas ada seseorang yang berdiri didepannya.. tentunya sastrawan ini yang menolong dirinya. Tan Ciu sadar dari pingsan. ia berdiri tidak bergeming. Wajahnya dingin dan kaku. Tan Ciu mengucurkan keringat dingin.Percakapan berikutnya tidak dapat masuk ke telinga Tan Ciu. tidak sadarkan diri lagi.. "Bagaimana dengan luka lukamu?" Tan Ciu sadar. bau harum masih terkulum didalam mulut.

Tan Ciu memandang ketanah.Orang itu hanya membalas hormat sipemuda. sastrawan setengah nmar itu mengajukan pertanyaan. Namun gagal. Sastrawan setengah umur itu mengerutkan alisnya. ada beberapa orang disini?" "Kau memang bocah yang tidak tahu mati. Jenazah Tan Sang lenyap tanpa bekas. selama kau jatuh tak sadarkan diri kukira lebih dari 10 orang yang berkunjung ketempat ini. "Kau telah tolong mengebumikannya?" mengajukan pertanyaan. " Tan Ciu masih berusaha mencari jenazah itu. Tidak ada tanda-tanda kemana perginya jenasah Tan Sang." kepastian. matanya terbelalak.. Sastrawan setengah umur itu Tan Ciu memberi "Aneh." "Siapakah mereka?.. "Mengapa?" Melihat gerak gerik si pemuda yang meragukan." "Bagaimana ia lenyap?" "Kukatakan bahwa aku tidak melihat jenazah ciciemu" "kecuali kau.. Kau telah memindahkan kelain tempat?" "Jangan sembarang menuduh. "Dimana jenazah kakak perempuanku?" Tan Ciu kehilangan mayat saudara perempuannya.." . "Jenazah kakak perempuanmu?" ia bertanya "Ng. ia hanya menganggukan kapala tanda kepuasan hatinya. "Tidak.

Mengapa mereka itu menduga seperti itu? . ia mendengar orang mengatakan dirinya sebagai putra Tan Kiam Lam. "Sebab kedua?" "Aku ingin mengajukan pertanyaan." "Terima kasih!" "Namamu Tan Ciu?" "Betul." "cici mu telah menjadi korban Pohon Penggantungan?" "Betul."Anak buah perkumpulan Iblis Merah atau Ang moKauw". Lebih dari satu kali." "Mengapa?" "Mana kutahu alasan ini? Bila kuajukan pertanyaan kepadamu. aku telah mengikuti perjalananmu!".. Siapa itu Tan Kiam Lam. Apakah yang ingin kau ketahui. kepadmu!" "Silahkan kau ajukan pertanyaan.. 'Mengapa para gadis Cantik berkepandaian silat digantung diatas Pohon Penggantungan? Apa yang kau bisa jawab?" "Kau pandai." "Anak Tan Kiam Lam?" Hati Tan Ciu tergetar. "Mengikutiku? Apa maksudmu mengikuti orang?" "Sebab pertama disebabkan ingin tahu". ia tidak tahu. "Mengapa kau tahu?" "Sedari kau berada dikota Kai Hong.

" "Mungkinkah Tan Sang tidak memberi tahu kepadamu siapa yang menjadi orang tua kalian. oh ." "Terserah. "Kau belum menjawab pertanyaanku!". dan tidak mungkin ia dapat bertemu dengannya. sedari kecil aku turut guruku mempelajari ilmu silat." "tidak!" "Aku tidak percaya.Berdengung lagi percakapan dua orang yang mau membunuh dirinya tadi. Sastrawan setengah muda itu menyadarkan Tan Ciu dari lamunan... Setiap sepuluh atau dua puluh hari. dikala aku kembali kerumah. tidak terlihat perubahan paras mukanya. sehingga sampai ia digantung diatas Pohon Penggantungan. Bila betul Tan Kiam Lam itu Ayahnya. Giliran Tan Ciu yang mengajukan pertanyaan. ." ia menjawab. Pada sepuluh hari yang baru lalu. dikatakan Tan Kiam Lam telah tiada. "Aku tidak dapat memberi kepastian. membuktikan bahwa ia ragu ragu. Tan Ciu tersentak bangun. "Siapa yang dapat memberi kepastian?" "cicie-ku Tan Sang. ia meninggalkan sepotong surat dan mengatakan ingin menemui Thung Lip!" "Kalian tidak berjumpa lagi. aku diperolehkan bertemu dengan cicie-ku. Hanya pada sinar matanya yang berkilat-kilat itu." "Betul" Wajah sastrawan itu dingin dan kaku.

"Dimisalkan kenal. Siapakah orang ini? Mengapa ia tak mau menyebut namanya? "Kau kenal dengan Tan Kiam Lam?" Sekali lagi." Tan Ciu tidak masuk perangkap pertanyaan. Sastrawan itu memandang alam di tempat jauh."Kau kenal dengan Tan Kiam Lam ?" "Tan Kiam Lam mati dibawah tangan istrinya sendiri!" Sastrawan setengah tua itu tidak memberi jawaban." si pemuda menggoyangkan kepala. dari pembicaraan orang. Tan Ciu mempunyai otak yang cerdas. "Kau tidak berani memberi jawaban?" mendesak. "Inilah cerita orang. ia paham bahwa tidak mungkin orang ini tidak kenal dengan Tan Kiam Lam. "Tentang kebenarannya?" "Aku tidak tahu. Tan Ciu mengulang pertanyaannya yang belum dijawab. Pertanyaan pertanyaan tadi hanya alasan untuk menyingkirkan diri dari hubungannya dengan Tan Kiam Lam. "Dengan alasan apa seorang istri membunuh suami sendiri?" "juga tidak tahu." "Mengapa menggunakan perumpamaan?" Tan Ciu . sebaliknya mengajukan pertanyaan lain." Berkata Tan Ciu.

" "Betul."Mengapa ada tragedi sedih yang menimpa ayah Tan Kiam Lam? Apa yang menyebabkan tragedi sedih itu?" "Bagaimanakah kepribadian Tan Kiam Lam itu?" Si pemuda mengajukan pertanyaan. "Setelah terbukti aku betul menjadi anak Tan Kiam Lam." Berkata si sastrawan. "Jangan kau tanya soal ini kepadaku. mengeluarkan kata-kata tadi." "Mengetahui asal usulku?."Karena aku baras mengetahui asal usulmu lebih dahulu." "Maka tidak mungkin kau tahu asal usul dirimu. bagaimana?" "Ku harap saja bukan!" "Mengapa? Mengapa aku tidak diperbolehkan menjadi anak Tan Kiam Lam?" "Bila betul ayahmu bernama Tan Kiam Lam." "Aku akan berusaha mencari tahu?" "Siapa yang menjadi sumber berita?" . Setelah itu baru boleh membuka rahasia pribadiku. "Tragedi sedih?" Tan Ciu membuka mulut. Sayang ia sudah tiada. "Kecuali kau dapat membuktikan bahwa kau adalah anaknya. bukan?. Aku belum dapat bukti yang menyatakan bahwa kau adalah putra Tan Kiam Lam". Tragedi sedih segera menimpa dirimu"." "Cicie Tan Sang tahu.

Termasuk diriku." Jawab sastrawan setengah umur. "Oooo." kau tidak dapat memaksa aku "Kau tidak mau memberi keterangan?" Tan Ciu maju selangkah. Kukira mengatakannya.. darahnya naik cepat. Dan tentang hubungan Tan Kiam Lam dengan dirinya." Tan Cui tidak dapat menahan sabar lagi. .. "Tidak ada orang yang mau memberi tahu tentang Tan Kiam Lam?" Ia bertanya... Ia menduga pasti bahwa pemuda yang berada didepannya adalah anak Tan Kiam Lam." "Tidak mungkin. "Sudah kukatakan. kau mau bergebrak?" "Bila perlu. agaknya menggunakan kekerasan tangan. "Betul. Sastrawan itu marah." "Jangan harap mereka dapat memberi tahu kepadamu!" Wajah Tan Ciu berubah." Tan Ciu semakin beringas. "Aku ingin kau yang memberi keterangan" Mata Tan Ciu menjadi liar.." "Aku dipaksa menggunakan kekerasan untuk memaksa kau bicara. dengan satu bentakan keras menyerang sastrawan setengah umur itu.. "Eh." katanya "Tidak seorangpun yang mau memberi tahu tentang Tan Kiam Lam."Aku akan mengajukan pertanyaan kepada semua orang. ia memungut pedangnya..

Dari jauh sayup sayup terdengar suara sastrawan itu. Pedangnya dibontang bantingkan. dendam gurunya dan kematian kakak perempuannya telah jatuh disatu pundak. Gerakan sastrawan itu memang hebat. batu dan apa saja yang dapat dibuat tempat melampias kemarahan. "Jangan pusingkan urusan Tan Kiam Lam. tanpa menginjakkan kaki ketanah lagi ia melayangkan dirinya dan pergi jauh. Beberapa waktu. gesit dan cekatan sekali. Ia meninggalkan rimba Pohon Penggantungan. Tan Ciu berada dalam keadaan setengah gila. tanpa tujuan. Akhirnya ia lelah dan menghentikan gerakan-gerakan itu. membabat apa yang berada disekitarnya. Ia harus hidup seperti sedia kala! . Ia berjalan pergi." Tan Ciu hampir mau menangis. Tidak satupun dari ketiga soal tadi yang mudah diselesaikan. ditambah terlihat jalan bayangan yang kurus tinggi itu. Tan Ciu mengejar naik. Suatu pikulan yang paling berat. pohon. Ia naik darah. daun.Disaat yang sama sisastrawan telah mementulkan dirinya. Matahari sore memperpanjang bayangan Tan Ciu. sangat tinggi. Tan Ciu terpaku ditempat. Suatu peringatan menghidupkan jiwa si pemuda. Rahasia ayah bundanya. ia tidak boleh menjadi putus asa. berusaha carilah siapa yang telah membunuh cici-mu dan tuntutlah balas untuknya.

balas dendam kepada orang yang telah membunuh cicienya. Sampai ke ujung langitpun akan dikejar juga. Dunia bukannya sedaun kelor. Yang penting.Wajah mengatasi kesulitan-kesulitan dan menyelesaikan tugas yang jatuh diatas kedua pundaknya. Karena adanya putusan yang seperti ini penderitaan batin si pemuda agak mereda. Dia mengaku sebagai isteri Thung Lip. Putusan ini segera diperbulatkan. Hubungan ini sudah tentu dapat terjadi. ia harus segera mencari algojo Pohon Penggantungan. ia teringat kepada lima orang berbaju merah. dan antara tujuh orang tokoh silat yang masuk kedalam rimba Pohon Penggantungan. Dengan alasan apa orang orang Ang mo Kauw ingin membunuh diriya? Karena gurunya bernama Putri Angin Tornado! Mengapa? . hanya kehilangan Thung Lip seorang. Orang yang belum diketahui alamatnya. ia bebas menjadi seorang manusia gila! Didalam perjalanan. Biar bagaimana ia harus berusaha. kemana ia harus menemukan Co Yong Yen. Siapa yang mempunyai hubungan dengan Pohon Penggantungan? Segera teringat wanita berbaju putih Co Yong Yen. dan mungkin tidak ada alamat sama sekali. Segera mencari Co Yong Yen. itulah orang orang Ang mo Kauw atau perkumpulan Iblis Merah.

"Mengapa kalian menghadang jalan orang?" Salah seorang dari gadis pelayan berbaju merah itu bertanya. bertemu denganmu" Berkata . Terpaksa Tan Ciu menghentikan langkah kakinya. untuk mengetahui lebih jelas tentang hal ini. Terlihat dua gadis pelayan itu tertawa. Tan Ciu menangguh dan pikirannya yang ingin mencari Co Yong Yen segera ia ingin menyelesaikannya lebih dahulu. "Tongcu kami ingin mereka.Tentunya ada sesuatu ganjelan diantara sang guru dan pemimpin Ang Mo Kauw. warna baju mereka merah semua. Dua gadis berpakaian pelayan berdiri disana." "Mendapat tugas? Siapakah yang memberi tugas kepada kalian? Dengan alasan apa ingin menyambut kedatanganku?" Tan Ciu berhadapan dengan dua orang gadis berbaju merah. ia baru mencari perkumpulan Ang mo Kauw. Mencari markas besar perkumpulan ada lebih mudah dari pada mencari seseorang. Tan Ciu mengadakan teguran. Mereka memandang Tan Ciu dengan senyum kulum. Beberapa bayangan berkelebat. Langkah kaki Tan Ciu tidak pernah berhenti. "Kau bernama Tan Ciu?" "Betul!" "Kami mendapat tugas untuk menyambutmu. mereka menghadang jalan yang akan dilewati oleh si pemuda.

Dua gadis pelayan berbaju merah mengajak Tan Ciu kedepan joli itu."Siapakah tongcu kalian?" tanya Tan Ciu. tidak terlihat siapa yang duduk di dalamnya. Tongcu berarti kepala bagian suatu perkumpulan. terpaksa kami menggunakan kekerasan. "Bila kau tidak menerima undangan." "Bila aku tidak mau turut?" Tan Ciu memandang dua gadis pelayan tersebut. agak mirip dengan kepala regu.." "Dimana dia?" "kami dapat memberikan petunjuk. Ia berniat pergi ke markas AngMo-Kauw menyelesaikan pertikaian dengan perkumpulan itu dengan gurunya. . Hanya belum mendapat jalan. kini mereka telah datang lebih dahulu." Berkata dua gadis pelayan itu! Tan Ciu mengeluarkan suara dingin. "Kau boleh langsung bertanya kepadanya. "Segera ajak aku kesana!" Dua gadis pelayan berbaju merah itu mengajak si pemuda ke suatu tempat. Disuatu puncak gunung terlihat sebuah joli dengan kain penutup yang diturunkan. Belum pernah aku takut kepada orang!" "Mengapa takut kepada tongcu kami?" "Kalian dari golongan apa?" "Ang Mo Kauw!" Hati Tan Ciu tergetar. "Takut?" "Hm.

Terdengar suara yang nyaring merdu keluar dari isi tandu. Orang yang berada didalam joli itukah yang menjadi tongcu perkumpulan Ang-mo kauw? Tan Ciu masih menduga-duga." Berkata Tan Ciu. meninggalkan Tan Ciu dan berdiri dibelakang joli. Terdengar suara dari dalam joli. Ternyata tongcu perkumpulan Ang-mo-kauw ini adalah seorang wanita." Dua gadis pelayan menerima perintah. ia tidak pernah takut kepada siapapun juga. mengapa aku mengadakan undangan?" -ooo0dw0oooJilid 3 INILAH suara seorang gadis yang nyaring dan merdu. mereka Tan Ciu mengeluarkan suara dengusan dari hidung. Pria? Atau warita."kami mengundang Tan siauwhiap datang. "Aku ingin mengajukan pertanyaan" Berkata gadis didalam joli. "Kau tahu. "Kalian menyingkir. "Kau belum memberi tahu." Berkata dua gadis pelayan berbaju merah kepada orang didalam joli. mana kutahu. Ia tidak merasa gentar.. .

" "Kau menyuruh orang mengundang. tidak disangka. "Aku tidak ingin memperlihatkan muka. Dua gadis pelayan membatalkan serangan mereka." Terdengar suara bentakan dari dalam joli. pelayan orang didalam joli mempunyai ilmu kepandaian hebat. entah bagaimana ilmu kepandaian tongcu itu? "Maafkan kelancangan pelayan pelayan itu. bukan ?" . gerakan-gerakan para gadis pelayan berbaju merah ini gesit luar biasa. "Minggir. "Kau belum menjawab pertanyaanku" "Aku tidak ingin memperlihatkan wajahku kepadamu. apa maksudmu?" "Mengadakan tanya jawab seperti inipun boleh. dengan suara marah mereka membentak."Mengapa kau tidak mau keluar dari jolimu?" Tan Ciu sangat sombong. Bukan karena malu atau sebab-sebab lainnya. Tan Ciu yang menyaksikan gerakan-gerakan itu terkejut." "Aku tidak mengganggu mereka bukan?" Berkata Tan Ciu. tapi tak mau memperlihatkan diri." "Malu?" Tan Ciu mengeluarkan suara dari hidung! "Mungkinkah bengkak sebelah?" Dua gadis pelayan melesat. "Berani kau menghina tongcu kami?" Dan merekapun menyerang pemuda yang angkuh dan sombong itu.

.." "Gara garamu?" "Boleh dikata demikian." "Jelita merah. Terlebih baik lagi. "Dengan alasan apa kau menbunuh lima orang perkumpulan Ang mo kauw?" "Membunuh orang orang Ang-mo kauw?" "Didepan Pohon Penggantungan?" "Oooo . "Hei. dengan alasan apa ia membunuh lima orang itu?" "Disini karena.... aku tahu bahwa kau bukan seorang lelaki yang gila wajah cantik." panggil pada gadis dalam joli."Tentu saja boleh... Jelita Merah?" "Betul" "Jelita Merah tak mempunyai dendam sakit hati dengan perkumpulan Ang mo kauw. mengapa kau mengutus mereka membunuhku?" "Lima orang itu ada niatan untuk membunuhmu?" ." "Bukan kau yang membunuh mereka?" "Memang bukan.." "Akh. Aku tidak mempunyai dendam permusuhan dengan Ang mo kauw. bila kita dapat bicara dengan berhadapan muka" "Jangan genit.." "Siapa yang membunuh kelima orangku." Tan Ciu bungkam. Kau salah terka.

" Tan Ciu memutar otak. Ia tidak kenal siapa orang yang menjadi kepala rombongan Ang-mo kauw.. Ajakan ini berada diluar dugaan Tan Ciu. Ternyata mereka timbul niatan jahat.. Tidak ada perintah untuk membunuh orang undangan. "Mungkin aku dapat menerima ajakan Kauwcumu. "Setelah kau menjadi anggauta Ang-mo kauw.." Akhirnya ia berkata." "Katakanlah!" "Kauwcu kami ada maksud untuk menerima dirimu." "Bila aku menolak?" "Lebih baik kau berpikir baik-baik. kau datang ialah ingin . bagaimana diajak bekerja sama? Apakah maksud mereka? "Siapakah yang menjadi Kauwcu kalian?" Si pemuda bertanya.." "Hanya ini yang ingin kau katakan?" Tan Ciu sudah tak sabar. Tentu kau akan tahu dengan jelas akan hal ini." Kauwcu adalah kepala atau pemimpin perkumpulan."Betul" "Oooo. Hal ini memang mungkin terjadi. Memang tidak ada akal untuk mengatasi soal ini cepat.. sudah seharusnya mereka menerima hukuman." "Bagaimana mungkin terjadi?" Bertanya Tan Ciu. "Maksud Ang mo-kauw hanialah mengundang dirimu. "Maksudku mengundang mengadakan perundingan.

siapa orang yang menciptakan pohon maut itu? Dimana kini ia berada?" Pertanyaan si pemuda menyulitkan itu tongcu wanita dari perkumpulan Ang-mo kauw. Mengikutikah ia mengetahui pasti siapa dan dimana pencipta Pohon Penggantungan? Dugaannya segera diperkuat oleh tafsiran-tafsiran lamanya." "Apa yang harus kukatakan?" "Siapa pencipta Pohon Penggantungan?" "Pertanyaan ini akan dijawab oleh kauwcu pribadi. mana mungkin dapat memberi jawaban ini? Keadaan sepi lama .. tentu orang-orang Ang mo kauw yang memegang peranan Pohon Penggantungan.. "Sudah sepatutnya bila kau diberi tahu." Akhirnya gadis didalam joli berkata." "Syarat? Apakah syarat yang kau ajukan?" Gadis didalam joli kukuh tidak mau menampilkan diri. bahwa soal yang sulit ini dapat diselesaikan dengan mudah." Hampir Tan Ciu lompat girang. "Kau tahu pasti bahwa kauwcu kalian itu dapat memberikan jawaban yang memuaskan?" . "Tidak sanggup?" Bertanya Tan Ciu. "Beri keterangan tentang Pohon Penggantungan." Berkata gadis didalam joli. Bila tidak." "Tetapi dengan syarat. "Katakanlah. Tan Ciu membuka suara. sungguh diluar dugaan. "Baiklah."Syukurlah..

Tiba-tiba . "Mari turut dibelakang. Ternyata gadis didalam joli mempunyai julukan Ular Golis? Ular cantik bagaimanakah yang mendapat julukan seperti itu? Hasratnya untuk membongkar rahasia Pohon Penggantungan tidak dapat ditahan. Dengan satu perintah lain. Biarpun telah dapat peringatan. . Niatannya untuk bertemu dengan kanwcu Ang mo kauw semakin hebat. "Baiklah. kau boleh menolak tawarannya bukan?" Tan Ciu dapat menerima saran si gadis didalam joli. Tidak terlihat orang yang memberi pesan kata kata ini." Tan Ciu memeriksa keadaan disekelilingnya. Bila ia tidak mendapat jawaban tentang Pohon Penggantungan." Berkata gadis didalam joli. "Kau telah masuk kedalam perangkapnya si Ular Golis.. ia tidak menghentikan langkah kakinya dan mengikuti joli si Ular Golis yang digotong oleh dua pelayannya." Ia menerima ajakan orang. Tentu ia tidak mau masuk perkumpulan itu? Hal lainnya yang menambah keinginannya bertemu dengan ketua Ang-mo kauw ialah dendam permusuhan yang telah terjadi antara perkumpulan itu dengan gurunya."Bila tidak memuaskan. Telinga Tan Ciu yang mengikuti joli itu dapat menangkap satu suara yang seperti nyamuk bicara itulah suara orang yang menyampaikan kata kata dengan saluran tekanan gelombang tekanan tinggi. dua pelayan berbaju merah menggotong joli dan berangkat..

"Kauwcu Ang-mo kauw tidak tahu siapa yang menjadi pencipta Pohon Penggantungan?" Kegunaan mengirim suara dengan gelombang tekanan tinggi jelas tidak dapat didengar oleh orang ketiga. "Ia tidak tahu!" Berkata orang yang memberi peringatan. hal ini tidak dapat didengar oleh gadis di dalam joli si Ular Golis dan dua pelayannya. Mungkin lelaki dan . Maka ia membalas peringatan orang dengan suara yang sama. jangan harap kau dapat keluar lagi. "Bila sampai dimarkas besar mereka. Hal ini memang bukan tak mungkin sama sekali. Kecuali bila orang yang memberi perintah itu bermaksud tujuan lain. kemudian mendapat balasan dari si pemuda yang mengajukan pertanyaan itu dengan menekan suara yang sama. ada udang dibalik batu." Ilmu kepandaian Tan Ciu telah mencapai taraf kelas satu. "Kutahu pasti bahwa maksud si Ular Golis menerima baik syaratmu yaitu memancing kau masuk kedalam lembah Iblis Merah." Orang yang mengirim suara dengan tekanan suara gelombang tinggi itu berdengung lagi. Percaialah keteranganku!". iapun dapat menggunakan ilmu Toan-im jib-bit atau mengirim suara dengan tekanan gelombang tinggi. Dua kali orang itu memberi peringatan kepada Tan Ciu. tempat yang menjadi sarang markas besar Ang mokauw. Tan Ciu dapat diberi mengerti."Ia segera mengajakmu masuk kedalam Lembah Iblis Merah. Siapakah orang yang memberi peringatan kepadanya sehingga lebih dari satu kali ? Suara Toan Im jib-bit atau ilmu menekan suara yang disalurkan kembali dengan tekanan suara bergelombang tinggi itu tidak mudah dibedakan.

Sebagai seorang murid yang mengenal budi. Mengikuti petunjuk orang itu atau terima mengikuti si Ular Golis masuk ke dalam lembah Iblis merah? Besar kemungkinannya bahwa ketua Ang-mo kauw itu musuh besar sang guru. Tan Ciu menghentikan langkah kaki. Ia wajib mengetahui bagaimana menjadi perseteruan diantara mereka. Tetapi dari logat dan laga laga yang berirama enak. kecuali ciecienya yang sudah mati. Tidak terasa. orang kedua ialah gurunya.mungkin pula suara perempuan. Kini diketahui pasti bahwa orang yang memberi peringatan itu bukanlah gurunya. Matipun ia harus membela kepentingan gurunya. tentunya seorang wanita. Tan Sang sudah mati. . Mungkinkah sang guru dengan sebutan seram si Putri Angin Tornado itu? Tan Ciu memandang kearah datangnya suara pemberi tahu itu. Kakek aneh Su Hay Khek dan sastrawan setengah umur itu seperti berada di pihaknya. Bukanlah suara tadi. Hal ini menimbulkan kecurigaan si Ular Golis didalam joli. Orang yang dapat membela dirinya hanya beberapa orang. soal Pohon Penggantungan boleh diurus setelah selesai ia bereskan lawan garunya. Hal ini pasti. Logat-logat dan irama suara sang guru telah dikenal baik. kau sedang mengapa?" Si gadis didalam joli mengajukan pertanyaan. Tan Ciu mengkerutkan kedua alisnya. "Eh. Bila wanita. Didalam keadaan seperti ini.

Joli si Ular Golis tetap berjalan lenggang. Tan Ciu meneruskan perjalanan dengan tenang. "Sudah bosan hidup?" Bertanya orang dengan tekanan suara gelombang tinggi. segera dikenali siapa bayangan putih yang menghadang ditengah jalan itu. "Kau. Dua gadis pelayannya mempunyai ilmu kepandaian yang tinggi. Dua gadis pelayan berbaju merah menggotong joli si Ular Golis. Tan Ciu mengikuti dibelakangnya. Ia ingin menerjang lembah Iblis merah. "Hei.. Suara peringatan berkumandang lagi." Tan Ciu memberi putusan. kau bersedia turut si Ular Golis?".!!!" Suara yang disalurkan dengan ilmu Toan im jib-bit itu terputus." Tan Ciu mulai marah dengan gangguan-gangguan orang itu. Tiba tiba satu bayangan putih menghadang ditengah jalan. "Bukan urusanmu. Tentu saja ia merasa enak dan nyaman. kau mau turut tidak?" "Baik. "Hei. si Ular Golis telah mendesak. Dilihatnya seorang gadis berbaju putih sudah menghadang perjalanannya. Dua gadis pelayan berbaju merah menghentikan langkah mereka. Hal ini tidak boleh diketahui oleh si Ular Golis. "Betul" Tan Ciu telah memberi sambutan dengan ilmu Toan-im jib-bit pula. inilah jalan yang akan dilewati oleh joli si Ular Golis.Didalam joli. . Tan Ciu mempunyai mata tajam.

. Dan si baju putih itu diragukan sebagai istri Thung Lip yang telah lenyap. untuk mengetahui keterangan yang lebih jelas. "Kau?" Ia menghadapi Co Yong Yen. keenam kawan lainnya telah binasa. Dapatkah Tan Ciu melepaskan dirinya begitu saja? Tentu tidak. orang yang mengaku sebagai istri si Cendekiawan Serba Bisa Thung Lip.. kau ingin mencari diriku." Ia mengeluarkan suara tertahan.. Orangkah yang sedang dihadapi? Atau arwah Co Yong Yen yang sudah dikatakan mati? "Betul. sudah tentu harus pergi kelembah Iblis Merah.. Untuk pergi ke dalam Iblis . Bertanya Co Yong Yen kepada sipemuda.Aku. Tan Ciu masih meragukan keaslian manusianya orang ini. Dua gadis pelayan berbaju merah tidak berani mengambil putusan."Aaaaa. "Hai.. Mereka memandang Tan Ciu dan si penghadang jalan yang sudah hadap berhadapan. "Hai... Kecuali si Cendekiawan Serba Bisa Thung Lip. Perkumpulan Ang mo-kauw seperti mempunyai sesuatu dendam permusuhan dengan Putri Angin Tornado." Panggil Co Yong Yen lagi "Disini ada dua jalan. Itulah wanita berbaju putih yang bernama Co Yong Yen." Gadis berbaju putih itu membenarkan kata kata sipemuda. Ia tidak dapat bicara. bukan?". mana yang kau pilih? Ikut dia atau aku?" Ternyata orang yang memberi peringatan sampai berulang kali dengan suara gelombang tekanan tinggi itu adalah gadis berbaju putih ini..

Menyaksikan keadaan Tan Ciu yang serba susah. Pemuda itu tidak mau mendengarnya! Kini ia menampilkan diri dengan harapan dapat memancing pergi Tan Ciu. Seperti apa yang Co Yong Yen katakan maksud si Ular Golis mengajak Tan Ciu masuk kedalam lembah Iblis Merah hanya berupa pancingan saja. agar pemuda itu tidak turut si Ular Golis. Kemudian melanjutkan langkahnya pergi menjauhi pemuda itu. Relakah Tan Ciu membiarkan Ular Golis pergi tanpa diikuti oleh dirinya? Tentu tidak. Tan Ciu terpancing pergi. Disana ia mempunyai banyak kawan dan cukup untuk menahannya! Kini maksud itu akan segera gagal. Hanya sebentar saja. Tan Ciu membentak. Maksudnya memancing pergi dari samping sisi si Ular Golis yang masih belum menongolkan kepalanya dari dalam joli tertutup itu. Ia tidak menjawnb pertanyaan Co Yong Yen. sudah tentu saja harus mengikuti si Ular Golis.Merah. tanpa memperdulikan wajahnya terlihat orang. dan masuk kedalam lembah Iblis Merah. Co Yong Yen maklum hal ini. ia telah memberi peringatan beberapa kali." Co Yong Yen menolehkan kepalanya. Tan Ciu menjadi bimbang dan ragu ragu. "Berhenti. ia melayang . Co Yong Yen melangkah pergi. ia memberikan senyuman manis. ia melayang ke arah Co Yong Yen.

cepat sekali menyusul Tan Ciu dan memberi satu pukulan.. Dua gadis pelayan Ular Golis mempunyai gerakan gerakan yang sebat. Ia menghampiri ular Golis yang menggendong tubuh Tan Ciu.. Mana disangka bahwa si Ular Golis dapat nongol dari dalam jolinya dan mengirim pukulan itu? Dikala merasakan ada sesuatu yang mengancam punggung. .. tangan Ular Golis yang gesit itu telah menggebuknya. dua kali pukulan memaksa Tan Ciu jatuh ngeloso ke lain arah. Mengapa ia begitu lengah. Maksud Co Yong Yen hampir berhasil. Duuuuk. Tan Ciu sadar apa yang telah menimpa dirinya. Tan Ciu menusatkan seluruh pikirannya ke tempat Co Yong Yen yang sudah hampir melenyapkan diri.. Tiba tiba digagalkan oleh si Ular Golis. mereka meletakkan Joli dan. bek bek . Isi perutnya bergolak panas.. "Kau mengharapkan kematiannya?" ia memperlihatkan urat nadi Tan Ciu yang sudah berada didalam kekuasaannya. mereka membela majikannya. Ular Golis menyambut tubuh pemuda itu cepat seakan menekan urat nadinya.. Wajah Co Yong Yen nenunjukkan hawa pembunuhan. Ia berada dibawah kekuasaan tongcu Ang mo-kauw tersebut. Dua gadis pelayan berbaju merah menyelak keluar. Ia melayang balik dan membentak. Co Yong Yen tidak berdaya. tak membikin penjagaan kepada si Ular Golis itu? Kini segala apapun telah terlambat.. Tan Ciu terpukul dan jatuh sempoyongan." Ular Golis tertawa seram.keluar dari dalam joli. "Lepaskan.

"Aku tidak mengijinkan kalian membawanya. Gadis berbaju putih itu menggerakkan tangannya. Co Yong Yen berjalan lebih dekat lagi. "Kau lupa. Wajah si Ular Golis menjadi pucat. "Ular Golis. terlihat seorang gadis yang sangat menggendong dirinya." Ia mengoceh. Co Yong Yen menghadang perjalanan pulang mereka. Dua gadis pelayan berbaju merah bergerak maju. cepat sekali. ia memberi perintah. Didalam keadaan terpaksa." Ia berkata. "kau memang seorang ular yang cantik!" Si Ular Golis tertawa puas." Ia berkata. Julukan si Ular Golis memang paling tepat. Sayang hati gadis ini melebihi ular jahatnya. "Bila kau turut dibelakangku. tentu tidak sampai terjadi hal ini. "Kau boleh jajal saja" ia memberi ancaman. bahwa jiwanya sudah berada ditanganku. entah bagaimana ia telah berada dibelakang dua .. mereka memukul dan menghantam Co Yong Yen. "jangan kira aku tidak tahu perintah kauwcumu." "Ular Golis." Teriak Co Yong Yen. "Lanjutkan perjalanan pulang!" Mereka siap mengajak Tan Ciu masuk ke dalam lembah Iblis Merah. Ular Golis mengeluarkan suara tertawa yang dingin. Ular Golis mengundurkan diri.Ia membuka kedua matanya. kau tidak diperbolehkan membunuhnya.. Dan memandang dua pelayan berbaju merahnya. ia mengangkat tubuh Tan Ciu tinggi tinggi. bukan begitu?".

"Turunkan tubuhnya. Co Yong Yen hebat. Suatu hal yang berada di luar dugaan Tan Ciu. Dengan sebelah tangan menggendong Tan Ciu ia memukul totokan lawan dengan sebelah tangan lainnya. Jalan darah kematian Tan Ciu masih tidak dilepas olehnya. Hanya didalam satu jurus. bagaimana?" Ular Golis berkepala batu. "Kau tidak mau meletakan dirinya?" Co Yong Yen maju dan mengancam. "Bila aku tidak mau. "Inilah akibatnya. Juga diluar dugaan si Ular Golis. Disaat yang sama. ia membunuh dua gadis pelayan berbaju merah yang mempunyai ilmu kepandaian tinggi.lawannya. Lebih cepat beberapa kali dari gerakan gerakan dua pelayan si Ular Golis. Gerakannya sungguh cepat. Si Ular Golis mundur lagi. dua pelayan si Ular telah berhasil dirobohkan. Co Yong Yen telah mengirim serangan yang kedua." Co Yong Yen membentak." Co Yong Yen memberi ancaman yang kesekian kalinya. Ular Golis tidak menyerah mentah mentah. . tahu?" Co Yong Yen mengancam. terdengar dua kali jeritan. "Aku dapat membunuhmu. "Apakah akibatnya dengan tubuh ini?" Ular Golis mengandalkan tubuh Tan Ciu sebagai pegangan. Tubuhnya melesat dan menotok jalan darah si Ular Golis.

tanpa membikin perhitungan kepada orang yang melukainya.Ular Golis tidak mungkin dapat menghindari serangan itu. . Seorang wanita berparas cantik. ternyata Ular Golis menurunkan tangan jahat kepada pemuda itu! Kepandaian Co Yong Yen memang luar biasa bagaimana cepatpun si Ular Golis tetap tak dapat mengimbangi kecepatan lawannya. Wanita berbaju hitam inilah yang membentak Co Yong Yen tadi. "Berhenti. Satu suara dingin membentak Co Yong Yen. ia tahu siapa yang telah tiba... Dan membawa tubuh luka itu kearah rimba. didalam keadaan terpaksa. kemudian. Matanya memandang wajah Tan Ciu yang sudah hampir mau mati.!" Mendengar suara ini. Daarrrr !!! Dari mulutnya Ular Golis yang kecil mungil itu memuntahkan darah merah. Tiba tiba terlihat suatu bayangan merah menyambuti tubuh Ular Golis yang terluka. Cepat sekali ia menggerakkan jarinya menotok beberapa jalan darah penting. penolong Ular Golis itu melayang pergi dan melenyapkan diri. wajah Co Yong Yen menjadi pucat. Mendadak . tubuhnya melayang jatuh. ia melemparkan tubuh Tan Ciu kearah lawannya! Tan Ciu menjerit sakit. Langkahnya terhenti segera. Co Yong Yen tidak mengejar. dengan mengenakan pakaian warna hitam telah tampil disana.

" Co Yong Yen menjadi bandel.." Bentak lagi wanita berbaju hitam itu? "Biar bagaimana. Tolonglah dirinya. aku harus menolongnya dahulu." . tapi ia luka parah.. "Berani kau melanggar perintah?" "Tolong ." "Tetapi keadaan telah menjadi seperti ini. tolonglah. Wanita berbaju hitam menghela napas panjang-panjang." "Lebih baik jangan. Co Yong Yen menganggukkan kepala. "Bibi Kang. "Maksudku ." "Segera letakkan dirinya dan ikut aku pulang. " "Menolong dirinya?" "Betul.. Co Yong Yen masih "Seharusnya kau jangan turut campur." memohon.." "Aku! Aku tidak dapat membiarkan ia begini!" Air mata mengucur keluar dari kelopak mata Co Yong Yen.."Dia?" Wanita berbaju hitam itu menunjuk kearah Tan Ciu." "Tapi. wanita berbaju hitam." "Mati hidupnya orang itu tidak ada hubungan dengan kita... "Apa yang ingin kau lakukan" Bertanya..

meninggalkan Co Yong Yen dengan Tan Ciu yang masih terluka parah. Disebuah kelenteng yang sudah rusak. "Aku tidak mengharapkan terima kasihnya. "Tapi ingat.. Akupun tidak sanggup . jangan kau beri tahu kepada pocu!" Pocu berarti kedua benteng." Berkata wanita berbaju hitam itu." "Aku tahu."Tidak mungkin ia berterima kasih kepadamu." "Bila sampai membelamu. Co Yong Yen menyusut air matanya. Seorang yang menguasai pucuk pimpinan tertinggi didalam suatu daerah. ia harus mengobatinya segera. pada ruang teagah yang sudah tidak digunakan orang menggeletak tubuh Tan Ciu yang luka. "Bibi Kang. jangan memberi keterangan sesuatu tentang kita." Co Yong Yen kukuh." "Terima kasih. "Bila ia tahu hal ini?" "Tidak mungkin!" Berkata Co Yong Yen "Asal saja bibi tidak membongkar rahasia!" "Baiklah!" Wanita berbaju hitam itu akhirnya mengalah." Wanita berbatu hitam itu melayang pergi. ia tahu. Co Yong Yen telah memberikan pertolongan yang secukupnya. ia membawa Tan Ciu kelain arah. "Baiklah! Aku tidak mau campur tangan!" Wanita berbaju hitam itu sangat sayang Co Yong Yen.

"Terima kasih. mengajukan beberapa pertanyaan?" "Aku tahu. suatu hari pasti kubalas. seolah olah seorang kekasih yang sedang memperhatikan keadaan si jantung hati." Berkata Tan Ciu perlahan. Co Yong Yen mengalihkan pandangan mata. Tidak jauh dari mana ia berada. "Aku tidak mengharapkan pembalasanmu. Co Yong Yen memandang ketempat jauh lagi. Co Yong Yen memandang alam jauh. ia berusaha menghindari sinar mata si pemuda." Berkata Tan Ciu lagi. terlihat suatu bentuk tubuh yang di selubungi oleh kain putih. "Bolehkah aku Bertanya Tan Ciu. Tan Ciu membuka matanya. Suaranya merdu. Mendengar suara kereseknya Tan Ciu. dua kali ditolong oleh wanita. Tan Ciu sedang memperhatikan segala gerak gerik wanita itu. tahulah ia bahwa pemuda itu telah sembuh.Beberapa lama kemudian. menoleh kearahnya. ia menyerah. apa yang kau ingin ketahui dariku!" . "Atas jasa baikmu yang menyembuhkan dan menolong diriku. Dua kali ia menderita luka. itulah Co Yong Yen. "Bagaimana dengan keadaan lukamu?" Ia mengajukan pertanyaan. Dua pasang mata beradu. ia membalikan kepalanya." berkata Co Yong Yan. pemandangan disore hari agak tidak serasi dengan keadaan diwaktu ini.

" "Kau tahu hal ini. ia menyangkal tuduhan yang dijatuhkan kepada dirinya. Tapi belum waktunya kau tahu." "Kau ingin mengetahui."Kau tahu?" "Aku dapat menduga. "Kau tidak mempunyai hubungan dengan Pohon Penggantungan?" "Betul!" . Kau tidak bersedia menjawab?" "Betul. digantung orang." Co Yong Yen menggoyangkan kepala." "Betul!" "Kau ingin tahu bagaimana kematian cicie-mu?" "Ya." Berkata Tan Ciu. "Mengapa kau ingin bertanya tentang soal-soal diatas itu?" ia berkata. "Mengapa tidak boleh. mengapa aku tidak boleh tahu?" "Bukan tidak boleh tahu. apa yang ingin ku ketahui. "Kau ingin menanyakan tentang Pohon Penggantungan. bukan ?" "Salah satu pertanyaan yang terakhir." "Coba kau katakan." "Cicieku mati. betulkah aku istri Thung Lip." Wajah Co Yong Yen menunjukkan rasa sedih. tentunya salah seorang dari rombongan pencipta Pohon Penggantungan.

bila gadis itu mau. Ingin kuketahui pasti." "Tidak tahu. Mana mungkin pemuda ini memukul orang yang pernah membela dirinya? "Aku tidak dapat." "Lebih baik kau ceritakan kepadaku." "Kau tidak mau memberi keterangan?" "Tidak ada yang dapat kuberikan." "Terserah." "Apa yang ingin kau lakukan?" "Kau tidak bersedia memberi keterangan?" "Aku.! Co Yong Yen menerima pukulan sipemuda. tubuhnya bergoyang goyang."Aku tidak percaya. betul kau istri Thung Lip?" "Jangan kau bertanya lagi" "Dimana Sastrawan Serba Bisa itu berada." ia berkata." Bentak Tan Ciu! Tangannya bergerak memukul gadis itu. aku tidak dapat. Tan Ciu terbelalak. Agar aku tidak melakukan sesuatu yang tidak baik. tidak mungkin pukulan tadi . Dengan ilmu kepandaian Co Yong Yen. Heeeeekk. pukulan itu hebat luar biasa.." "Baik." "Kau memaksa aku menggunakan kekerasan?" Wajah Co Yong Yen menunjukkan rasa bingungnya. "Kau mencari mati..

. Co Yong Yen ingin menangis. "Kau sudah puas?" Ia bertanya perlahan. mengapa semua orang tidak mau menceritakan hal itu? "Kau. ia menurunkan pukulannya perlahan. dua butir air mata bening menetes jatuh dari matanya." "Baiklah." "Jangan. Tangan Tan Ciu menjadi lemas. .. "Masih tidak mau mengatakan?" Tan Ciu membentak lebih keras. "Kau berani membandel!" Si pemuda membentak. gagal menghantam orang.. Tan Ciu marah kembali. menghindari diri.. tangan Tan Ciu menjambret leher baju gadis baju putih itu. Co Yong Yen tidak menghindari datangnya serangan ini." "Kau betul betul ingin mati.. ditariknya keras dan kasar. ia memukul lagi. Mendadak saja. lengan menguatkan hati. Apa yang ingin diketahui dirinya selain ditutup tutupi. kelakuan si pemuda yang kasar sangat menyeramkan sekali.mengenai dirinya.. Air matanya tertahan." "Aku mengharapkan keterangan. Mengapa dia tidak berusaha Co Yong Yen menyusut darah yang meleleh keluar dari sela sela mulutnya. Tan Ciu menggeretak gigi." Co Yong Yen mengkatupkan matanya. Bunuh saja diriku.

." "Jangan memaksa aku menggunakan cara yang lebih keras atau lebih kejam lagi" Co Yong Yen menarik napas. "Nah. ia sangat bersedih." Panggil Co Yong Yen. ia kecewa atas perlakuan pemuda itu kepada dirinya. Ada sesuatu yang harus kau ketahui." .." Akhirnya ia harus mengalah. "Mengapa kau memperlakukan aku seperti ini?" "Kau harus mengatakan rahasia Pohon Penggantungan. "Sebelum menjawab pertanyaanmu. Tiba tiba ia tertawa. keterangan yang menekan bathin hampir memecahkan urat sarapnya..Co Yong Yen menggeleng-gelengkan kepala. "Apa yang di tertawakan?" Tan Ciu membentak.. Wajah Co Yong Yen menjadi biru. "Baiklah. plak. Co Yong Yen menjerit. katakanlah.. Tan Ciu mengacungkan tangan menempeleng kedua pipi gadis itu! "Hayoh katakan. . bagaimana hubungan si Cendekiawan Serba Bisa Thung Lip?" Sipemuda mengajukan pertanyaan pertama.plak.. TAN CIU melepaskan cengkeraman tangan yang mengekang kebebasan gadis itu." "Kau tidak memahami kesulitan orang. "Tan Ciu. Aku akan bercerita." Pemuda ini memang galak sekali.

bagaimana?" Gadis itu memandang sipemuda tajam-tajam. atau diriku?" Tan Ciu harus memperhitungkan pasal yang baru bila membiarkan gadis itu binasa karena membongkar rahasia Pohon Penggantungan tentu keterlaluan. bahkan gadis yang mempunyai wajah cantik seperti Co Yong Yen." "Harus kau ketahui. masakan membongkar rahasia Pohon Penggantungan harus ditebus dengan jiwa seorang gadis. Hal ini untuk ketenangan dunia. Rahasia Pohon Penggantungan sudah waktunya untuk dibuka. untuk memusnahkan bahaya Pohon penggantungan. Relakah kau mengorbankan dirimu. "Betul! Salah satu dari jiwa kita harus dikorbankan!" "Tidak ada tawaran lain?" "Pikirlah sekali lagi. Aku yang berkorban " Tan Ciu memberi putusan. hatinya gemerinding dingin! Ada ada saja. akibat dari pembocoran rahasia ini. seorang diantara kita berdoa pasti ada satu yang mati. ia bersedia mengorbankan jiwanya. "Baik." "Kau sendiri yang dimaksudkan?" "Betul. Bila permintaan korban menghendaki jiwaku."Lekas katakan. Tan Ciu tersentak kejut. "Bila korban yang ditunjuk bukan dirimu." "Seorang diantara kita. ada satu yang akan mati?" Tan Ciu mengulang peringatan aneh itu. . Membatalkan desakannya? Itupun tidak mungkin. Tan Ciu mengeraskan hati.

" "Namamu tentunya bukan Co Yong Yen." "Dia adalah kekasih guruku . "Baik. Co Yong menganggukkan kepala? "Betul." "Aku bernama Yong? Agaknya mirip dengan nama guruku?" "Ada sesuatu dendam ganjalan diantara gurumu dan Thung Lip?". Kemudian getah kejahatan dilempar kepada orang lain dan mengatakan . Aku segera memberi keterangan kepadamu. Gadis berbaju putih itu anak murid Cong Yong Yen yang bernama Co Yong." "Mulailah dari si Cendekiawan Serba Bisa Thung Lip. Hal ini segera akan terjadi!" "Yang penting bagiku. Bagaimana dan apa yang menyebabkan kematian cicieku?" "Mengapa si Cendekiawan Serba Bisa Thung Lip lenyap dari keenam kawannya.. rahasia Pohon Penggantungan segera pecah sama sekali.Gigi sipemuda beradu keras. "Si Sastrawan Serba Bisa Thung Lip menggunakan bisa menusuk guruku. lenyapnya Thung Lip wajib diterangkan. Bila diketahui kemana si Cendekiawan Serba Bisa itu pergi. Rahasia kematian Tan Sang harus dibeberkan. Ia menghela napas dan berkata dengan suara lemah. betapa hebat pertarungan jiwanya itu." Ia berkata.. Tan Ciu menggigit bibir! "Kau ingin menakuti diriku?" "Bukan.. Siapa pencipta Pohon Penggantungan?" Sifat kepala batu pemuda itu membuat Co Yong Yen goyang kepala.

"Kepala Benteng Penggantungan inilah tentunya yang menciptakan Pohon Penggantungan." Co Yong menganggukan kepala. Tan Ciu membelalakkan mata lebar-lebar "Benteng Penggantungan?!" Ia kurang percaya. bukan?" "Menurut keterangan guruku Benteng Penggantungan tidak mempunyai sangkut paut dengan Pohon Penggantungan."Setelah ada Pohon Penggantungan masih disusul dengan nama Benteng Penggantungan. Dua tempat itu pasti mempunyai hubungan yang erat." Lagi lagi keterangan yang berada diluar dugaan." "Inilah alasan gurumu membunuh Thung Lip dirimba Pohon Penggantungan?" "Bukan. Guruku tidak membunuhnya" "membawa kekasih Penggantungan." lama itu kedalam Banteng Benteng Penggantungan?! lagi lagi sebuah nama yang seram. Yang satu Pohon Penggantungan lainnya Benteng Penggantungan mungkinkah tidak ada hubungan sama sekali? Mungkin Co Penggantungan. Hal ini bukanlah soal kebetulan. Yong tidak tahu rahasia Benteng . bahwa kekasih itu di bunuh orang.kepada kawan-kawannya.

”Masih ada pertanyaan yang kau ingin ajukan?" Bertanya Co Yong. Co Yong memandang wajah Tan Ciu dengan penuh.. dimana letak Benteng Penggantungan?" "Kau tidak menyesal?" "Segala sesuatu yang telah kulakukan tidak pernah kusesalkan. "Dimana letak Benteng Penggantungan?" Tan Ciu bertanya. Kau bisa mati ditempat itu. perasaan takut. guru si gadis baju putih Co Yong.. dari sudut sudut kebandelan Tan Ciu. seperti apa yang telah diduga pada sebelumnya. Aku ingin melihat lihat bagaimana seramnya Benteng Penggantungan itu.Mengapa Co Yong Yen membius semua orang dibawah Pohon Penggantungan dan menyulik si Cendekiawan Serba Bisa Thung Lip." . "Karena Benteng Penggantungan melarang orang luar masuk." Berkata Co Yong. membawanya kedalam Benteng Pengganti! Co Yong Yen yang kita sebut kali ini adalah Co Yong Yen asli." "Hmm . mana mungkin ia tidak mendatangi Benteng Penggantungan? Inilah yang paling dikhawatirkan olehnya." "Kulihat. "Mengapa?" Tan Ciu bertanya. "Dengan ilmu kepandaian yang kau miliki. pemuda itu pasti mengajukan pertanyaan diatas." "Katakanlah. belum waktunya masuk kedalam Benteng Penggantungan...

" Bentak Co Yong. "Agar tidak mengotorkan tanganku. "Bukan urusanmu."Baik. Si gadis bertekuk lutut dihadapan tiga orang berbaju hitnm itu.. cepat sekali melayang keluar kelenteng.. "Kau jangan turut Campur" Tubuhnya melesat keluar kelenteng." Tan Ciu menggigil dingin. Tanpa membuang waktu. Tan Ciu menyela masuk dan berdiri diantara kedua pihak. meninggalkan pemuda itu seorang diri! Tan Ciu mendapat firasat buruk. lebih baik kau bunuh diri saja. Tan Ciu terkejut." Inilah suara Co Yong. Pembicaraan mereka berada dibawah pengawasan orang. Benteng Pengantungan terletak di lembah Siang kiat. yang didampingi oleh dua wanita berbaju hitam juga sedang mengadili Co Yong. Wajah Co Yong berubah. Dilihat seorang laki laki berbaju hitam. . berani membocorkan rahasia?" "Paman!. seolah-olah akan terjadi sesuatu yang tidak baik! Diluar kelenteng terdengar bentakan "Budak hina. gunung Kerangkeng Macan" Keterangan Co Yong disusul oleh satu suara dingin yang dikeluarkan oleh orang yang berada diluar kelenteng.

" Co Yong berteriak. "Tan Ciu. "Tunggu dulu!" "Apa yang kau mau?" Co Yong Yen mendelikkan mata." berkata lelaki berbaju hitam itu." "Kukira kau tidak berhak. minggir. "Ini urusan benteng kami. Dua wanita berbaju hitam diam." "Aku tidak dapat lepas tangan. Laki laki adalah pemimpin mereka ia berkata: "Betul. Tan Ciu membentak. ia berkata." "Apa yang kalian lakukan menunjuk kearah Co Yong." "Hak itu boleh diusul belakangan. kepadanya? Tan Ciu ." "Baik. menghadapi dua wanita dan seorang lelaki berbaju hitam itu. "Aku turut kalian pulang benteng. Melihat empat orang itu siap berangkat. Bukan urusanmu. "Apa yang akan mereka lakukan kepadamu?" "Sudah kukatakan." Diseretnya si pemuda kesamping." Laki-laki berbaju merah itu berkata."Kalian tentunya orang orang dari Benteng Penggantungan?" Ia bertanya kepada tiga orang berbaju hitam. Ini bukan urusanmu.

" Tan Ciu mengetahui apa yang akan menimpa diri si gadis berbaju putih Co Yong bila bukan karena membela diri. bagaimanakah ilmu kepandaian orangorang dari Benteng Penggantungan!" "Nah. Tan Ciu membentak keras. Tempat yang diancam ialah dada si pemuda. Dengan geram ia telah berteriak. Gerakan Co Yong sangat cepat. pedangnya membayangi gerakkan lawannya.” Berkata lelaki berbaju hitam yang segera mengeluarkan pedang dan menusuk pemuda kearah pemuda kita. pedangnya berpindah ketangan."Bila kau ada niatan untuk turut mati aku bersedia mengantarkan jiwamu pergi kealam baka. terimalah ini. Apa lagi Tan Ciu tidak bersiaga sama sekali.. dan memapaki datangnya pedang. "Ingin kulihat. dan menangkisnya. Jalan pernafasan Tan Ciu menjadi sesak. Co Yong bangkit dan memukul punggung pemuda kita.. Co Yong tidak akan menghadapi kesulitan ini. Dua badan terpisah. memuntahkan darah segar... Ia wajib turun tangan. Pemuda ini sangat penasaran.. .." Tan Ciu tidak tinggal diam. Tan Ciu mundur sampai dua langkah. dikala Tan Ciu menempur laki-laki berbaju hitam itu. bila bukan karena membocorkan rahasia Benteng Penggantungan. Traanngg. Laki laki berbaju hitam itu menyerang lagi! Cepat sekali pedangnya berkilat kilat. bagian belakang tubuhnya kena dihajar si gadis. mulutnya terbuka. Disaat yang sama. Laki laki berbaju hitam tidak tinggal diam.

Tan Ciu tidak dapat menghindari diri dari tusukkan pedang ini. Sebentar lagi, jiwanya pasti melayang. Co Yong kaget sekali, tubuhnya maju, di dorong tubuh si pemuda ke samping. Maka Tan Ciu jatuh, tetapi terhindar dari tusukan pedang. Karena langkah perbuatannya sendiri. Co Yong terperosok kedepan, dialah menjadi arah ancaman pedang. Terdengar suara jeritan si gadis, lengannya yang putih dibasahi oleh cairan merah, itulah darahnya sendiri, darah yang keluar dari lubang luka tusukan pedang si laki laki berbaju hitam. Tan Ciu turut berteriak kaget. Co Yong tidak dapat berdiri, tubuhnya jatuh ditanah, darah masih mengalir deras. membasahi daerah disekitarnya. Perbuataa Co Yong yang memukul Tan Ciu berada diluar dugaan. Yang lebih membingungkan orang lagi ialah langkah berikutnya yang menolong jiwa pemuda itu dari lubang kematian. Kini ia telah jatuh, keadaan lukanya sangat parah. Dua wanita berbaju hitam dan laki-laki itu memandang sigadis dengan perasaan bingung tidak mengerti. Tan Ciu menggerung keras, ia menyerang laki laki berbaju hitam, serangannya sudah kalut, membabi buta, acak acakan. Melayang turun satu bayangan merah langsung bergumul dengan laki-laki berbaju hitam dari Benteng Penggantungan.

Terdengar suara napas seseorang yang menerima hantaman, tubuh laki laki berbaju hitam ini jatuh kebelakang. Disana telah bertambah seorang gadis berbaju merah. itulah si Jelita Merah. "Aaaaa..." Tan Ciu mengeluarkan suara teriakan tertahan. Lagi-lagi gadis ini menolong dirinya. Dua wanita berbaju hitam maju mengeroyok Jelita Merah. tiga orang ini bergulet dengan kemenangan. Co Yong menggeletak ditanah, mengambang diatas darah merah. Tan Ciu sangat terbaru, dengan sisa tenaga yang masih ada, ia menubruk tubuh gadis itu. "Nona Co..." Co Yong membuka matanya, ia belum mati. Dua butir air mata meleleh keluar! Tan Ciu memanggil dengan suara yang gemetaran "Nona Co......" Co Yong membuka mulutnya, menggerak-gerakkan bibir agaknya ia hendak mengucapkan sesuatu, tetapi tidak terdengar suara yang keluar dari mulut mungil kecil itu. Lukanya terlalu hebat, ia terlalu banyak mengeluarkan darah. Gadis itu sudah hampir mati, Tan Ciu turun mengucurkan air mata kesedihan. Karena ia yang memaksa orang. Maka gadis itu menerima kematian yang menyedihkan. "Kau ... Mengapa... kau menangis?" Terdengar suara Co Yong bicara,

"Aku telah menyusahkanmu." "Kau....menyesal? Bukankah.... Bukankah kau tidak pernah... menyesal.... atas segala perbuatan.... yang telah lakukan?" Air mata Tan Ciu mengucur semakin deras. "Apa yang harus kulakukan kepadamu?" Ia berkata dengan suara sember. "Aku..... aku..... benci kepadamu......" Berkata Co Yong. "Kau...kau telah menghancurkan.... hidupku.." Apa yang gadis itu katakan memang beralasan, bila bukan karena Tan Ciu yang muncul. tentunya ia tidak menerima kematian ini, Suara bentakan bentakan dari tiga orang yang bertempur telah sampai pada tingkat terakhir. Terdengar satu suara jeritan, seorang wanita berbaju hitam telah menjadi korban tangan si Jelita Merah. Tan Ciu tidak sempat memperhatikan jalan pertempuran itu. Terdengar lagi suara jeritan lain, seorang wanita berbaju hitam lagi telah mati dipukul oleh gadis baju merah itu. Laki laki baju hitam dengan pedang ditangan maju membentak. "Hai,kau berani Penggantungan?" membunuh orang Benteng

"Ha...ha... Aku jelita Merah belum pernah takut orang." Laki laki baju hitam itu mundur setengah langkah, nama Jelita Merah menggetarkan hatinya. "Kau.... Kau yang bernama Jelita Merah?"

"Kau berani melawanku?" Laki laki berbaju hitam membalikkan badan, tubuhnya melayang dan lari ngabrit, tanpa memandang dua jenazah kawannya lagi. Jelita Merah mendapat kemenangan mutlak. Lagi lagi ia merengut dua jiwa manusia. Tan Ciu dan Co Yong hadap berhadapan, mereka mengucurkan air mata. 0000dw0000 JELITA MERAH tidak mengejar laki-laki berbaju hitam yang telah melarikan diri. Ia memeriksa dua wanita berbaju hitam, mereka sudah tidak bernapas. Tangisan Co Yong dan isak Tan Ciu terdengar olehnya. "Hm... Seorang laki laki mengucurkan air mata?" Ia mendekati dua orang itu! Tan Ciu membalikkan badannya. "Pergi.." "Eh, kau galak?" Jelita merah maju semakin dekat. "Pergi. Aku benci kepadamu!" Berkata Tan Ciu. Hawa pembunuhan mengarungi wajah Jelita merah, Ia mengeluarkan suara tertawa yang sangat tajam. "Jangan lupa bahwa jiwa kalian berada ditanganku. Bila bukan aku yang menolong, kau kira masih hidup sampai saat ini? " Ia tertawa. "Budimu akan kubalas dikemudian hari!!" Berteriak Tan Ciu,

Jelita Merah memandang mereka bergantian. "kekasihmu?" Ia bertanya kepada Tan Ciu. "Bukan urusanmu." Sipemuda membentak. Wajah jelita merah berubah. "Kau tidak kenal budi." Ia berkata marah. "Dapatkah kau melanjutkan perjalananmu." Tan Ciu mulai memohon. "Aku tidak mau pergi." Berkata Jelita Merah. "Apa yang dapat kau lakukan kepadaku ?" Tan Ciu tidak bicara. Ia menggendong tubuh Co Yong yang telah mandi darah itu. Mengambil lain arah, ia meninggalkan si Jelita Merah. Satu bayangan berkelebat. Jelita Merah menghadang kepergian sipemuda. Tan Ciu memperlototkan mata. "Apa yang kau mau?" Ia membentak. "Eh, hanya beberapa patah terima kasih pun tidak mau kau ucapkan!" Tan Ciu tidak mempunyai kesan baik kepada gadis berbaju merah tersebut. Hanya lebih dari satu kali, orang menolong dirinya. Bahkan kali ini, si Jelita Merah telah menolong dua jiwa. bagaimana ia tidak berterima kasih. "Baiklah. Terima kasih. kulupakan." Ia berkata. Bantuanmu tidak dapat

Jelita Merah tertawa puas! Menuju ke arah Co Yong. ia bertanya, "Kekasihmu?"

"Bila betul, bagaimana? Bila bukan, apa pula." "Ia segera akan mati ." Tan Ciu menoleh kearah wajah Co Yong, didalam pelukannya, wajah itu pucat pasi, Kehilangan darah yang terlalu banyak menyebabkan keadaan Co Yong menjadi payah, ia maklum, ajal gadis berbaju putih ini tidak panjang lagi. Seperti apa yang telah kita ketahui, Tan Ciu mempunyai seorang kakak perempuan yang bernama Tan Sang, sifat sifatnya suka pakaian putih. Sayang Tan Sang sudah tiada, maka bayangan kakak itu jatuh pada Co Yong yang suka mengenakan pakaian putih putih. Kini Co Yong segera hampir meninggal, karenanya ia menjadi sedih sekali. "Nona Co... " ia memanggil perlahan. Co Yong mendengar suara panggilan, ia membuka kedua matanya perlahan. "Nona Co.." Tan Ciu memanggil lagi. Ia meletakkan tubuh gadis ini ditanah. "Kau... sudah .. tidak... mau.. mengurus...ku?" terputus putus Co Yong bertanya. Tan Ciu menggoyangkan kepala, "Aku tidak membiarkan kau mati." Ia berkata. "Aku.. sudah.. hampir .. mati." "Jangan Khawatir, aku akan berusaha." "Ke .. ma .. ti .. an .. ku .. menggang.. gu .. ketenangan .. mu... Bukan?" "Aku akan menghidupkanmu."

"Ti ... dak ... mungkin ...!" Co Yong mengatupkan kedua matanya! Maut sudah dekat sekali! Tan Ciu tidak berdaya! Butiran air mata turun dari kelopak mata pemuda ini! Jelita Merah turut dibuat terharu! Ia menghela napas panjang! "Kulihat, kau cinta sekali padanya!” Ia berkata. "Tidak. Aku hanya bersedih karena kematiannya," "Bila ia tidak dapat ditolong. bagaimana?" "Aku akan sengsara seumur hidup." "kukira hanya seorang yang dapat menolong dirinya." Tan Ciu tersentak bangun. "Kau katakan, ada seorang dapat menolong jiwanya dari kematian?" Ia bertanya. Jelita Merah menganggukkan kepala. "Siapakah orang itu?" "Aku tidak mau menjadi orang tolol." Berkata Jelita Merah tersenyum senyum. "Orang tolol?" Tan Ciu tidak mengerti. "Kau mempunyai kesan buruk kepadaku, bukan?" Tan Ciu bungkam! "Mengapa harus membantu usahamu?" Berkata lagi Si Jelita Merah! Tan Ciu menjadi marah!

"Aku tidak percaya tidak ada orang yang dapat menolongnya!" Ia ngambek. "Kau tidak tahu bahwa umurnya hanya tinggal beberapa jam saja." Berkata Jelita Merah. Apa yang di kemukakan si Jelita Merah bukanlah gertakan bohong. Didalam waktu beberapa jam lagi. bila tidak ada orang yang memberi pertolongan atau memberi transfusi darah kepada gadis baju putih itu, Co Yong pasti mati. "Hei." Tan Cin membentak. "Kau katakan ada orang yang dapat menolong jiwanya?" "Betul.. " "Aku berani menyerahkan apa yang ada, termasuk jiwaku, agar dapat menolong jiwanya, Katakanlah, siapa orang itu?" "Aku tidak mengharap jiwamu." Berkata Jelita Merah. "Apa yang kau mau?" "Aku hanya mengajukan tiga syarat!" "Katakanlah." "Syarat pertama, kau tidak boleh membenciku!" "Baik." "Syarat kedua, kau harus mengawani aku selama satu hari penuh." "Baik." "Dan ayarat yang ketiga kusimpan untuk dikemudian hari, hutang syarat ini harus kau penuhi tanpa bantahan." "Baik."

Tan Ciu menjawab tiga syarat tadi dengan tiga kali 'baik' jawaban yang terlalu cepat sekali. "Kau tidak menyesal?" Jelita Merah meminta ketegasan! "Tidak. Katakan lekas, siapa yang dapat menolong jiwanya?" "Ketua perkumpulan Ang-mo kauw, Ang-mo kauwcu." "Ang mo Kauwcu?" "Betul." Hati Tan ciu menjadi dingin mendadak, musuh telah terjadi diantara dirinya dan perkumpulan Ang mo-kauw belum selesai, mungkinkah dapat meminta pertolongannya untuk menghidupkan Co Yong? "Ang mo Kauw cu mempunyai obat yang bernama Senghiat-hoan-hun tan," berkata Jelita Merah. "Obat ini khusus untuk menambah darah orang ynng telah kehilangan banyak darah. Kawan wanitamu ini mengalami luka dibagian ini. Hanya Seng hiat-hoan hun-tan yang dapat menolongnya dari kematian." Apa yang Jelita Merah katakan adalah keadaan yang sesungguhnya. Seng hiat hoan hun-tan khusus untuk menambah darah, siasatnya berjalan cepat. Hanya obat itu yang dapat menolong jiwa Co Yong. Tan Ciu menggeretek gigi. Tak perduli Ang mo Kauw cu mau atau tidak mau, ia harus menyerahkan obat Seng-hiathoan hun tan itu. "Baik, Aku segera kesana." Si pemuda berkata. ia mengangkat tubuh Co Yong untuk dibawa bersama. Menunjuk kearah tubuh gadis itu. Jelita mengajukan pertanyaan. "Kau mengajaknya?" Merah

"Betul." Jelita merah mengkerutkan kening. "Lukanya parah. Getaran di tengah jalan, pasti mengganggu. Menurut hematku, lebih baik kau serahkan dirinya kepadaku." "Kau bersedia Merawatnya?" "Betul, Legakanlah hatimu. Aku menambah dengan beberapa macam obat berkasiat, agar umurnya dapat diperpanjang sehingga kau kembali membawa obat Senghiat hoan hun-tan." "Baiklah." Tan Ciu menyerahkan Co Yong kepada si Jelita Merah. Sedangkan ia sendiri, harus segera pergi ke lemhah Iblis Merah menemui Ang mo Kauwcu untuk membawa Seng hiat-hoan hun-tan. "Nah, pergilah dengan menyambuti tubuh Co Yong. tenang," Jelita Merah

"Aku berterima kasih kepadamu!" "Jangan lupa. kau tidak boleh benci lagi kepadaku." "Aku pergi." "Pergilah. Aku menunggu dikelenteng ini. Nanti, aku akan menceritakan sebuah drama sedih kepadamu?" "Drama sedih?" "Betul." "Tentang siapa?" "Tentang aku dan guruku." "Baik. Kini aku berangkat.." "Selamat jalan."

Tan Ciu tidak bicara. Ia mengeluarkan sebutir obat, dimakannya segera. Ia pun berada dalam keadaan luka, obat tadi dapat membantu menyembuhkan lukanya. Tubuh si pemuda melesat, gerakkannya cepat sekali. Sekejap mata kemudian, bayangan itu lenyap. Jelita Merah memandang ke arah lenyapnya bayangan si pemuda, ia menghela nafas. Tiba-tiba. Terdengar satu suara memecah udara, "Apa yang kau sesalkan?" Jelita Merah terkejut, ia memandang kearah datangnya suara. Disana terlihat seorang kakek berpakaian compang camping, rambutnya tidak terurus. Itulah si kakek aneh Su Hay khek. Su Hay Khek tertawa bergelak-gelak, "Hebat... Hebat... Babak yang sangat mengesankan." Suaranya sangat gembira. "Tua bangka." Jelita Merah membentak "jangan kau mengaco belo!" "Ngaco belo? Melihat gerak gerik, melihat tarikan napasmu seperti itu... hmm... Hmm... Pasti, kau telah jatuh cinta padanya" Wajah Jelita Merah menjadi bersemu dadu "Kau ingin menerima tamparan?" Ia mengancam.. Kakek itu masih tertawa. "Kau tidak membutuhkan kakek comblang?" ia bandel. "Sekali lagi kau usil mulut, betul betul aku mengirim tamparan, tahu?"

"Baik... Baik... Mulutku tidak boleh usil lagi.” Kakek aneh Su Hay Khek memang mempunyai kepribadian yang aneh sekali. "Cukup." "Sekarang memang sudah cukup. Pada suatu hari, bila kau meminta perantaraanku untuk...." Su Hay Khek menutup kata katanya sampai disitu. "Hei. bagaimana tugas yang kuserahkan kepadamu?" bentak Jelita Merah. "Tugas yang mana?" "Pohon Penggantungan, si Cendekiawan Serba Bisa Thung Lip, dan jejaknya Tay Kiam Lam." "Hasil yang kudapat agak kurang memuaskan.." "Katakanlah lekas!" "Pohon Penggantungan mungkin mempunyai Benteng Penggantungan." "Heee... Benteng Penggantungan?" "Betul. Suatu hari, aku bertemu dengan seorang kawan lama, dikatakan olehnya bahwa didalam rimba persilatan muncul suatu Benteng Penggantungan." "Dimanakah letak benteng ini?" "Belum dapat kuselidiki." "Thung Lip jatuh kedalam tangan orang Benteng Penggantungan?". "Betul." -ooo0dw0ooo-

Jilid 4 "DAN bagaimana dengan urusan Tan Kiam Lam?" "Kau tidak dapat menarik kembali perintah ini!" "Kentut." "Sungguh kau ingin menemui Tan Kiam Lam." Jelita Merah mendelikkan matanya. "Dia...." Si kakek aneh Su Hay Khek sengaja menahan sebentar. "Mungkin, dia adalah ayah dari saudara kecil tadi." "Hah?" "Maksudku, bakal terjadi suatu kemungkinan bahwa diantara Tan Ciu dan Tan Kiam Lam mempunyai hubungan keluarga yang terdekat." "Biar bagaimana, aku harus menemuinya." Jelita Merah tetap mempertahankan kedudukannya. "Aku tahu." Berkata Su Hay Khek. "Bagaimana keadaan Tan Kiam Lam?" Bertanya lagi Jelita Merah. "Menurut apa yang dapat kutangkap, ia masih hidup didalam dunia." "Dimana tempat persembunyiannya?" "Belum diketahui pasti. Bila kukatakan bahwa ketua perkumpulan Ang mo kauw. Ang mo Kauwcu itulah Tan Kiam Lam, tentu kau terkejut hutan?" "Hah?" Betul betul Jelita Merah terkejut. "Masakan ketua perkumpulan Ang mo-kauw Hu yang dikatakan sebagai Tan Kiam Lam? Sungguh tidak masuk diakal."

"Hanya kebenaran dari dugaanku ini belum pasti. Kemungkinannya hanya lima puluh saja. Dikatakan orang bahwa ilmu kepandaian Ang mo kauw-cu tiada tandingan, kecuali Tan Kiam Lam mungkinkah ada orang kedua. Diketahui bahwa Ang mo Kauw cu menggunakan tutup kerudung muka, bila kita dupat membuka kain penutupnya, tentu tiada rahasia tentang Tan Kiam Lam lagi!" "Aku ingin yang pasti. Tugas ini harus kau selesaikan dengan baik." "Aku..... Aku seharusnya...." "Jangan banyak bantah. Tan Ciu telah pergi kelembah Iblis Merah, pergilah kau membantunya." "Baiklah." Si kakek aneh Su Hay Khek mengalah. Ia terbang menyusul Tan Ciu dilembah Iblis Merah, dimana Ang mo Kauw cu mengeram dengan tutup kerudung, entah wajah siapa yang berada dibalik kain penutup itu? ooo0dw0ooo TIDAK bercerita bagaimana Jelita Merah menggendong tubuh Co Yong yan yang telah kehilangan banyak darah, masuk kedalam kelenteng itu. Tapi menyusul perjalanan Tan Ciu yang menuju kesarang perkumpulan Ang-mo-kauw di lembah Iblis merah! Ang mo kauw adalah nama perkumpulan yang sedang ditakuti orang, kekuasaan besar, orangnya banyak, tidak jarang diantara mereka yang mau menang sendiri, menindas golongan diluar Ang mo kauw. Nama seram Ang mo kauw tidak kalah dengan Pohon Penggantungan.

Tan Ciu telah berada diluar lembah Iblis Merah. Melongok ke dasar lembah gelap, hanya bayangan hitam kehitam-hitaman yang terlihat, Tan Ciu tidak segera masuk lembah, ia membikin pemeriksaan disekitar lembah itu. Tiba-tiba... Terdengar satu bentakan yang datangnya dari arah belakang. "Berhenti." Tan Ciu membalikan badan cepat, disana telah berdiri seorang Sasterawan setengah umur yang mempunyai sikap kaku. tak ubah sebagai mayat hidup. Itulah sastrawan yang selalu mengikuti dibelakang dirinya membayangi kepergiannya. Mungkin sastrawan ini mempunyai hubungan dengan lembah Iblis Merah? Atau hubungan langsung dengan perkumpulan Ang-mo-kauw ? Sastrawan itu mengajukan pertanyaan. "Bocah, apa maksudmn datang kemari?" "Apa pula maksudmu berada ditempat ini?" Tan Ciu balik mengadakan penanyaan kepada sastrawan setengah umur itu. "Kau heran dapat berjumpa ditempat ini?" "Betul!" "Aku bayanganmu, bukan?" "Mengapa kau membayangi aku selalu?" "Hei, aku ingin bertanya, apa maksudmu berkunjung ke lembah Iblis Merah?" "Menemui Ang-mo Kauw cu"

"Dengan maksud...." "Inilah urusanku?" "Bila kau gagal?" "Gagal?" "Yang kuartikan kau tidak dapat keluar dari dalam Lembah Iblis Merah, bukankah tidak ada orang yang melanjutkan usahamu?" Tan Ciu harus percaya keterangan yang sastrawan itu berikan, bila sampai terjadi orang orang Ang mo kauw menangkap dirinya. bukankah Co Yong turut binasa juga? Lalu apa yang harus dikerjakan? Meninggalkan lembah Iblis Merah yang berbahaya? Tidak!! Ia wajib menolong dan menyelamatkan jiwa Co Yong. Walau harus menanggung bermacam macam siksaan. "Aku akan menerjang." "Kukira kau segera mati dibawah tangan Ang mo-kauw cu." "Setiap orang pasti mati. Hanya cepat lambatnya yang belum diketahui bukan?" Tapi belum waktunya kau mati," "Mengapa?" "Setidak tidaknya kau harus mengetahui asal usulmu dahulu, setelah bertemu dengan pencipta Pohon Penggantnngan." "Kau terlalu meremehkan kepandaianku. Mungkinkah tidak dapat keluar dari dalam lembah Iblis Merah didalam keadaan hidup?"

"Aku tahu, kau ingin menolong Co Yong. Kau rela mati karena membelanya." "Eh. mengapa kau tahu?" Tan Ciu terkejut. Dimanakah sastrawan ini pada kala itu? "Kematiannya tidak ada hubungan denganmu." Berkata si sastrawan. "Mungkin lebih baik dan lebih menguntungkan dirimu." "Kuanjurkan agar kau tidak menyusahkan diri untuk membela Co Yong." "Mengapa? Tidak pantaskah aku mengorbankan diri karena ia telah menolong jiwaku?" "Menolong seseorang dengan mengorbankan jiwamu sendiri?" "Betul." Sastrawan berwajah kaku itu mengkerutkan kedua alisnya, apa yang Tan Ciu ucapkan tadi sungguh berada diluar dugaan. Akhirnya ia menghela napas, "Baiklah" Ia berkata. "Boieh aku mengetahui, bagaimana sebutanmu?" Tan Ciu mengajukan pertanyaan. "Kukira belum waktunya" "Mengapa ?" "Apa guna memberi tahu hubungan kita, karena tidak lama lagi. kau akan mati didalam lembah Iblis Merah?" "Kau percaya, pasti aku mati didasar lembah" "Bila kau berkepala batu, kukira pasti."

"Aku berterima kasih kepadamu yang telah memberi peringatan. Hanya tekatku tidak dapat diubah lagi." "Apa boleh buat." Berkata sastrawan kaku itu sambil mengoyangkan kepala. Tubuhnya dibalikkan, dan berjalan pergi, meninggalkan Tan Ciu seorang diri. Tan Ciu mengenang kembali apa yang di kemukakan oleh sastrawan tersebut, bahaya Ang mo kauw tidak boleh diremehkan. Mengundurkan diri? Tan Ciu pantang mundur. Sesuatu yang telah digariskan olehnya, tidak pernah mengalami pembatalan. Mati pun akan diterjang juga lembah Iblis merah. Pemuda ini masuk, kedalam lembah Iblis Merah. Ang mo kauw berarti perpukumpulan Iblis Merah, anggauta perkumpulan ini mengenakan seragam pakaian merah, pohon pohon yang tumbuh didalam lembah mereka adalah semacam pohon yang berdaun merah, segala sesuatu serba merah.. Darah-darah yang mengambang dari korbankorban mereka tidak sedikit, didalam keadaan yang serba merah itu, lahirlah perkumpulan Iblis Merah. Memasuki pohon pohon berdaun merah Itu, Tan Ciu mencari markas Ang mo kauw. Tidak seorang pun yung di jumpai, tidak sebuah rumah pun yang ditemui. Heran, dimanakah letak pesanggrahan Ang mo kauw? Tan Ciu telah memeriksa seluruh lembah tidak berhasil ia menjumpai tempat yang ingin dikunjungi. Kini ia mulai merambat naik keatas tebing tiba-tiba terlihat sebuah guha, dua bayangan berdiri didepan mulut guha itu, seolah-olah menjaga pintu.

Nah, itulah pintu masuk kedalam markas Ang-mo-kauw. Tan Ciu mendekati guha tersebut. Disana berdiri dua orang, yang dikanan adalah seorang kakek berbaju merah, yang dikiri seorang wanita yang mengenakan pakaian warna merah pula. Kakek berbaju merah menatap Tan Ciu, kemudian mengajukan pertanyaan. "Apa maksud kunjunganmu ketempat ini?" "Aku ingin bertemu dengan kauwcu kalian!" Tan Ciu memberi jawaban singkat. "Sebutkan namamu!" "Tan Ciu!" "Aaaaaaaaaaa..." Kakek dan wanita ber-baju merah itu mengeluarkan suara tertahan, agaknya mereka terkejut. "Kau yang bernama Tan Ciu?" Siwanita mengajukan pertanyaan. "Betul." "Memang hebat, Keberanianmu sungguh luar biasa." "Terima kasih kepada pujianmu?" "Kauwcu kami sedang siap memilih orang untuk mengundangmu. Tidak disangka kau telah datang lebih dahulu." "Tolong beritahu tentang kedatanganku!" Kakek baju merah menyela maju, ia berkata. "Tan Ciu kudengar ilmu kepandaianmu liehay. Aku Ie Tong Hauw tidak puas, dengan ini aku meminta sedikit pengajaran." Ia memasang posisi bertempur.

"Aku Tao Hui Hui juga tidak ketinggalan Mari kita bermain main beberapa jurus. setelah membereskan Ang mo kauw-cu mereka akan menjadi gentar sendiri.. "Tidak dapat ditangguhkan?" "Mereka menggembar gemborkan bagaimana tinggi ilmu kepandaianmu.. kau dapat mengetahui hal itu. Tan Ciu ketawa. "Aku harus menerjang kalian? Baru dapat bertempur dengan kauwcu kalian?" Ia mengajukan pertanyaan. hmm ." Ie Tong Houw dan Tan Hui Hui memandang." "Didalam waktu setengah hari. setelah selesai urusanku..." . Sebelum meninggalkan lembah Iblis merah pasti kalian mendapat kepuasan. Ie Tong Houw mengeluarkan suara dingin..Wanita baju merah turut berkata. "Kau kira masih dapat meninggalkan lembah iblis Merah?" "Kau kira aku pasti terkurung ditempat ini?" "Aku tahu bahwa Ilmu kepandaianmu tinggi. "Betul!" Hampir berbareng Ie Tong Houw dau Tan Hui Hui berkata. tidak pula terburu buru." Seolah olah Tan Ciu berkata. hmm . hanya kau belum menyaksikan bagaimana hebat ilmu kepandaian kauwcu kami.. disini kami mendapat kesempatan bagaimana dapat ditangguhkan sehingga lain kali?" "Tidak lama.

tiga laki dan si Ular Golis yang gagal mengundang Tan Ciu. Dari dalam guha lari keluar dua orang dengan pedang dipunggung. tidak jauh. . "Ie toako.. Ie Tong Hauw menganggukan kepala dan langsung masuk kedatam." Dua orang itu lari kedepan.. empat orang berbaju merah menjaga pintu masuk bangunan itu.. ia masuk kedalam untuk memberi tahu kepada sang kauwcu tentang kedatangan pemuda itu. Tolonglah kalian membantu menjaga pintu masuk itu. Aku memuji keberanian dan segera memberi tahu kedatanganmu kepadanya. Guha itu hanya berapa pintu istimewa." "Dipintu. Ie Tong Houw masuk semakin dalam. apa yang telah terjadi?" "Dia telah datang!" "Siapa?" "Tan Ciu. Ditempat ruang tamu sedang berkumpul empat orang. tunggulah sebentar. mereka mengajukan pertanyaan. Suatu bangunan indah yang berwarna merah. keadaan melebar seperti biasa. hanya Tan Hui Hui seorang. Melihat cara jalannya Li Tong Houw yang berlainan. itulah dasar lembah Iblis Merah yang tersembunyi. menjulang tinggi." "Aaaaaaaa. warna pakaian merekapun merah."Baiklah." Ie Tong Houw membiarkan Tan Hui menunggu di mulut guha.

"Tidak baik!" Berkata si Ular Golis "Kauw cu membutuhkannya." Berkata laki-laki tua itu. Cauw Lam menatap wajah Ie Tong Hauw tajam tajam! "Ulang sekali lagi!" ia memberi perintah.. namanya Cauw Lam. "Bunuh saja beres." "Ha ha ha." . "segera undang ia masuk. "Tan Ciu sudah berada dimulut guha. "Ada apa?" Bertanya orang ini.. Tong Hauw." "Apa maksud kedatangannya?" "Dikatakan ingin berjumpa dengan kauwcu. Cauw Lam memandang tiga kawannya. "Hah?" Semua orang terkejut.. "Cauw tongcu.Melihat kedatangan Ie menghentikan perundingan.. mereka Ie Tong Hauw memberi hormat kepada laki laki yang agak tua.." Tiba-tiba Cauw Lam tertawa." Ie Tong Hauw memberi laporan. pemimpin para tongcu dari perkumpulan Ang mo kauw! "Tan Ciu sudah berada didepan. "Bagaimana pendapat kalian?" Ia meminta pendapat." Ie Tong Houw menjalankan perintah ini." Ia memanggil pelahan." Ie Tong Hauw berkata! "Ada mengajak kawan?" "Tidak.

" "Hal ini dapat kuselesaikan dengannya!" "Berurusan dengankupun boleh. Kita pun harus membikin perhitungan lama." "Oooo." "Apa maksudmu menemui kauwcu kami."Kukira menyerahkannya kepada kauw cu. "Maksudku ialah .." Perundingan mereka terputus Tan Ciu sudah terlihat masuk! Melihat keempat orang disana. "Bukan. ." Luka yang si Ular Golis derita karena si pemuda ini. SI Ular Golis tampil kedepan.. "Selamat datang. Ia agak kurang ajar. Namaku Cauw Lam. "Bereskan saja. ia masih menaruh rasa sakit hati." Wajah Cauw Lam berubah.. dia adalah kepala dari para tongcu. ia berkata "Tan Ciu. "Kau bukan kauwcu Ang-mo kauw?" Ia bertanya. Cauw tongcu. si pemuda agak terkejut. Kata kata sipemuda sangat menusuk hati. dengan kauwcu kami?" Tan Ciu mengawasi laki laki ini tajam." "Ingin bertemu. Tan Ciu menggoyangkan .." Berkata Cauw Lam. bila kauwcu tahu. "Tidak!" Tan Ciu menolak." Berkata Cauw Lam maju memapaki. Aku adalah kepala para tongcu." "Itulah." Berkata lakilaki berbaju yang termuda." Kau orang apa? Hanya kepala Tongcu biasa... ia sangat tersinggung sekali.

" "Apa kedudukanmu.. kami tak menggunakan aturan melayaninya!" "Aku sangat berterima kasih atas perlayanan yang tidak tahu aturan ini. "Ha. Ular Golis mencabut pedang.. 0OooodwoooO0 EMPAT tongcu perkumpulan Iblis Merah menghadapi Tan Ciu. Tan Ciu menyingkir dari ujung pedang. "Kau sudah bosan hidup?" Membentak Ular Golis. dengan sinar mata menghina ia berkata..!" "Ha ha ha. "Lalu mau apa?" "Sudah kukatakan. menusuk ke arah pemuda sombong itu." .. "Kedatanganku bukan menempur kalian!" Ia berkata." Tau Ciu mengejek.." Tan Ciu tertawa. "Hei.. ingin berjumpa dengan kauwcu kami?" "Kauwcu kalian tidak dapat menemui orang? Hidungnya sudah gerompong..kepala. Mereka sangat marah sekali." "Kepada pemuda yang tidak tahu aturan. orang-orang Ang mo-kauw tidak kenal aturan.." "Kurang ajar. ha. aku ingin mencari kauw cu kalian..

Apa yang tokoh tokoh rimba persilatan katakan kepadaku. menyerang sehingga beberapa kali. segala serba merah." Mereka memanggil perlahan." "kami menerima salah. ia segera menghentikan serangan pedangnya. Tan Ciu lompat kian kemari. pasti mereka mengatakan Ang mo Kauw-cu tidak mempunyai aturan tata tertib. Empat tongcu Ang mo kauw menjatuhkan diri memberi hormat." Wajah Ular Golis semakin pucat. "Kalian terlalu melunjak. Inilah Angmo Kauw-cu ketua perkumpulan Iblis Merah."Aku memang tak kenal aturan. Tiba-tiba terdengar satu suara yang membentak keras. wajah semua orang yang berada tempat itu berubah. "Kauw cu... Termasuk si Ular Golis." "Teristimewa kau. wajahnya ditutup dengan kain merah juga. tubuhnya gemetaran. Ang mo Kauw-cu menggeram. Seorang lelaki berjubah merah telah berada dipusat ruangan. agak repot.. ." Ang mo Kauw cu menuding kearah si Ular Golis. Pedangnya disabet-sabetkan. "Mana orang?" Terdengar Ang-mo Kauw cu berteriak keras. lalu mau apa?" Ular Golis menantang." "kalian telah menyapu mukaku sampai bersih. "Berhenti!!" Dengungan suara ini menggema seluruh isi ruangan. "Kau menurunkan derajat dan martabat Angmo kauw. bila kalian menghadapi orang tamu seperti ini? Tentu mereka mencela kebijaksanaanku yang tidak keras.

Si Ular Golis gemetaran badannya: "Kauw-cu. bahwa pemuda ini mempunyai jiwa besar. Tiba tiba Tan Ciu maju memberi hormat kepada ketua Ang-mo-kauw dan berkata." Dipandangnya Cauw Lam sekalian dan membentak mereka. "Baik. Tidak disangka. "Beri hukuman mati kepadanya. Hal ini agak lumrah." Berkata Ang mo kauwcu memberi perintah lagi. hamba Ang-mo Kauwcu tidak menggubris permintaan Ular Golis. kemudian ia berkata." kesalahan kali ini. "Masih tidak segera mengucapkan terima kasih?" . ampunilah memohon. "Tan Ciu pernah menanam dendam permusuhan dengan Ular Golis karena ia berlaku sedikit kurang ajar. merah masuk. Mereka siap "Tangkap!!" Berkata Ang-mo Kauw cu sambil menuding ke arah si Ular Golis. berada diluar dugaan semua orang." Berkata Ang-mo Kauw-cu. Ang-mo Kauw cu berpikir sebentar.Dua orang berbaju menunggu perintah. Dua orang berbaju merah sudah menyeret Ular Golis. tidak menarik panjang perkara itu. Dapatkah mengganti keputusan tadi?" Permintaan grasi untuk si Ular Golis yang Tan Ciu ajukan. Ia memandang jauh kearah lain. mereka menggusurnya untuk dijebloskan kedalam tahanan. "Kauw-cu dapatkah mendengar sedikit permohonanku?" "katakan.

" "Kauw-cu pernah mengutus orang membunuhku. tidak disangka kau telah datang lebih dahulu. Harap kau jangan menaruh didalam hati. "Mengingat kebaikan Tan siauwhiap.Ciuw Lam dan dua orang berbaju merah mengucapkan terima kasih. "Penting sekali" "Bolehkah aku mengetahui kepentinganmu. dengan alasan bahwa aku adalah murid Puteri Angin ." Berkata Ang mo Kauw cu. Pentingkah?!" Kauwcu Ang mo kauw sulit memberi sahutan." ia berkata. lekas kau menghaturkan terima kasih kepada Tan siauw hiap. "Kauwcu mempunyai langkah langkah yang bijaksana. "Atas kelancangan dan kekurangan ajaran orang orangku dengan ini aku menyatakan penyesalan. aku menarik kembali putusan tadi." "Bolehlah aku bertanya. Kemudian memandang Ular Golis berkata." Ular Golis menghaturkan terima kasihnya.. Dua orang berbaju merah yang siap menggusur Ular Golis memandang ketua mereka. mana berani aku menaruh didalam hati?" "Aku sedang berembuk untuk mengundangmu. bagaimana nama sebutan Kauw cu ?" Bertanya Tan Ciu kepada kauwcu Ang-mo kauw yang menggunakan tutup kerudung muka itu. "Aku? . Ular Golis memandang Tan Ciu dengan wajah penuh rasa terima kasih. "Kalian boleh pergi. meminta putusan. Ang mo Kauw cu menghadapi Tan Ciu.

." sipemuda berkata. "Aku tahu!!" "Kau sudah tahu?" Tan Ciu menatap wajah yang tertutup oleh selaput kain merah itu. tentu ada sesuatu yang pernah terjadi diantara kauwcu dan guruku itu. Bagaimana orang berkerudung merah ini tahu maksud kedatangannya? Bukankah orang terlalu hebat? Segera ia menduga mata-mata ketua Ang-mo kauw yang tersebar luas. tentu mata mata itu yang memberi tahu kejadian tersebut.Tornado. "Untuk menolong kawan wanitamu yang kehilangan banyak darah." "kau menduga bahwa aku adalah musuh gurumu?" "Mungkinkah bukan?" "Kukira kau dikemudiaa hari!" akan mengetahui duduk perkara "Mengapa tidak sekarang saja? Mengapa tak mau membuka tutup kerudung muka itu?" "Belum waktunya kau melihat wajahku!" Tan Ciu tidak berdaya! "Maksudku datang kemari ialah merundingkan sesuatu. "Maksud kunjunganmu untuk meminta obat Seng-hiat Hoan hun tan. bukan?" Tan Ciu terbelalak. bukan?" Meneruskan sang ketua perkumpulan Ang-mo-kauw. Tan Ciu semakin bingung.

bukan?" "Betul. aku akan memberi tahu.. aku akan menyertai dengan hadiah-hadiah lainnya?" "Hadiah hadiah lainnya? Hadiah apakah yang kau maksudkan?'" "Kesatu. mengapa aku tahu hal ini. siapa orang yang menciptakan Pohon Penggantungan?" Hati Tau Ciu tergerak.Siapakah mata mata Ang mo kauw itu? Tan Ciu hampir pecah kepala." "Menjadi anggauta Ang-mo kauw?" "Betul!!" "Aku menolak." "Maka." Tan Ciu menggoyangkan kepala "Sudah kuduga." "Katakanlah apa syarat itu?" "Aku mengharapkan tenagamu didalam Ang mo-Kauw. "Dan hadiah lainnya?" ..Aku kebetatan. memikirkan soal tadi. Ketua Ang mo kauw tersenyum puas. inilah yang sedang diharapharapkan. "Tentunya kau sedang bertanya tanya." "Dengan syarat-syarat tertentu?" "Sudah berada didalam dugaanmu. pasti kau keberatan." "Betul. kecuali memberi hadiah obat Seng-hiat hoan-tan. Bersediakah kau memberi obat itu?" "Tentu saja boleh.

akupun "Apa yang dapat dikatakan kejam?" . tentu berada dibawah perintah ketua perkumpulan itu. diketahui si pemuda sangat membutuhkan obat Seng-hiat hoan hun tan." Dua syarat embel-embel itu saagat menarik. Bila ditambah dengan obat Seng-hoat-hun tan. inipun wajib diketahui. bagaimana jika dipaksa melakukan kejahatan kejahatan. pemberian pemberian ini memang hebat." "Kau mengharapkan mengharapkan tenagamu" sesuatu dariku. diketahui si pemuda mau membongkar rahasia Pohon Penggantungan. Mungkin tidak masuk kedalam kotak yang telah tersedia. Tan Ciu segera memancing! "Bila aku tidak mau?" "Perjanjian boleh dibatalkan." "Nah. Bila siketua Ang-mo-kauw mau. Aku akan menyuruh orangorangku mengantar kau ke luar dari lembah Iblis Merah. demi menolong Co Yong yang sudah berada dipintu akhirat itu! Tan Ciu berkata dingin! "Kau kejam sekali. Bersediakah Tan Ciu menerima syarat tersebut? Bila ia menjadi anggauta Ang mo kauw. jiwa sipemudapun akan diserahkan kepadanya." Sengaja Aug-mo Kauw cu mengucapkan kata kata seperti itu. Orang yang mempunyai hubungan dekat denganmu."Aku akan menceritakan tentang Tan Kiam Lam. di ketahui si pemuda ingin mencari asal usul Tan Kiam Lam.

bila ia dapat mengubah Ang-mo kauw keluar dari golongan sesat. Aku mengabulkan permintaanmu. apakah salahnya menjadi seorang anggauta Ang mo kanw?. menggeretek gigi. "Baiklah. menolak berarti membunuh jiwa Co Yong! Baik buruknya sesuatn perkumpulan berada ditangan orang. mengganti anggaran anggaran dasar dan rumah tangga perkumpulan itu. Ketua Ang mo kauw tidak mendesak ia menantikan jawaban orang dengan sabar. bersumpahlah." "Aku Tan Ciu tidak percaya kepada Tuhan. aku baru bersedia disumpah menjadi anggauta Ang-mo-kauw." Tan Ciu terpaksa mencari jalan lain. Aku masih mempunyai kesempatan bunuh diri.Tan Ciu tidak berdaya! Melulusi tawaran ketua ini berarti mengikat diri sendiri. Aku ingin mengetahui wajah aslimu!" "Permintaan ini boleh kukabulkan. bukan?" "Kini." .Dengan syarat kau menambah lain hadiah. katakanlah. Aku tidak membutuhkan sumpah. ia telah mengambil "Baik." "Aku keberatan. Tan Ciu keputusan." "Nah. siapa kau?" "Kau tidak akan menyesal?" "Bila aku menyesal." "Apa permintaanmu?" "Aku meminta kebebasan satu tahun. Setelah itu.

. tahu?" "Katakaniah segera. Aku segera membunuhmu."Hm . "Pohon Penggantungan . "Kau tidak boleh menghina anak kecil. yang berhasil nyelusup masuk tanpa ijin dan panggilanmu. siapa yang telah menyiptakan Pohon Penggantungan?" Tan Ciu mulai mengajukan pertanyaan. Jangan kira karena telah menutupi wajahmu dengan selaput kain merah. "Ang mo kauwcu. Cauw Lam." ... itulah kakek aneh Su Hay Khek. Disana telah melesat satu bayangan. "Ang mo Kauwcu. Terlihat ia tertawa." panggil Su Hay Khek. Kini Su Hay Khek membuka suara.. Ternyata penjaga pintu tak berhasil membendung kedatangan orang itu. dengan tidak rewel berhasil nyelusup masuk. Gerak-gerik ketua Ang-mo kauw terlihat tidak bebas." Ketua Ang mo kauw mengeluarkan suara dari hidung. Kepandaian Su Hay Khek memang tinggi. Ular Golis dan dua tongcu lainnya maju menghadang orang tua itu. kau kira aku tidak tahu bahwa kau orang keluarga Tan. "Siapa?" Ketua Aug-mo kauw menoleh kearah pintu." Suara ketua Ang mo kauw terputus. lantas berlaku sewenang-wenang. tentunya kau marah kepadaku. "Bila kau berani melanggar janji.." "Apa maksud kunjunganmu ketempat ini?" Ketua Ang mo kauw membentak. diluar terdengar suara penjaga pintu membentak.

." "Aaaaa." Tan Ciu dibuat berteriak." Tan Ciu termundur beberapa langkah. "Dia adalah suami Melati Putih" Kemudian memandang orang berjubah dan berkerudung kain merah itu. Aku bukan Tan Kiam Lam. Su Hay Khek mengeram. Sipemuda keterangan. "Namamu ialah Tan Kiam Lam?" "Kau ngelepus. "Kau benci Melati Putih. maka kau hampir mati dibawah tangannya. "Tidak salah" Su Hay Khek ngotot. "Salah. "Kau!" Berkata sikakek aneh Su Hay Khek. tubuhnya hampir kehilangan keseimbangan "Kau ayahku?" Ia bertanya." Melati Putih adalah nama julukan istri Tan Kiam Lam.. dialah yang menjadi menjadi ayahmu. " "Tidak mungkin. Aku bukan Tan Kiam Lam."Siapa yang menjadi orang keluarga Tan?" ketua Angmo kauw mendebat. memandang Su Hay Khek meminta "Betul" Berkata kakek itu "Kukira. "Kentut.. Ketua Ang-mo-kauw membentak.. Kau bukan anakku" Ia menyangkal keras. Kau Tan Kiam Lam." .

setelah ia membuka tutup kerudung mukanya. "Lekas katakan. dan bertanya kakek ini. Benarkah ia ayahku ?" "Kau betul. Ang-mo-kauw mengeluarkan suara tertawa "Dengan alasan apa?" "Aku ingin mengetahui betulkah engkau adalah ayahku?" .Tan Kiam Lam belum mati. "Kau tahu pasti bahwa dia yang menjadi ayahku ?" "Kemungkinannya sangat besar sekali." Tan Ciu maju menyelesaikan pertengkaran mulut diantara kedua Ang-mo kauw dan Su Hay Khek! "Biar aku yang menyelesaikan!" Ia berkata. kau bukan ayahku Tan Kiam Lam?" "Bukan!" Perhatian ditujukan kearah Su Hay Khek." Tan Ciu menghadapi ketua Ang mo kauw. kau dapat menyaksikan dugaan ini." Ketua dingin." "Tutup mulut. Orang yang sedang kuhadapi inilah Tan Kiam Lam. Dihadapinya ketua Ang mo kauw seraya membentak."Dimana Tan Kiam Lam?" "Tan Kiam Lam sudah mati. "Cobakan buka tutup kerudung muka itu." "Bohong." "Kau pernah melihat wajah ayahku bukan?" "Pernah" "Baik.

" "Ha."Setelah kubuka kain penutup ini kau harus menjadi anggauta Ang mo kauw. bila orang berkerudung merah ini bukan Tan Kiam Lam." "Baik!" "Kau harus turut perintah" "Tentu. gunakanlah waktu kalian baik baik. Bagianmu ialah Kematian. Su Hay Khek sudah merasakan kegagalan. Maka Ang mo kauw mengalihkan pandangan dan memandang Su Hay Khek. 0ooOdwOoo0 PERCAKAPAN diantara Tan Ciu dan ketua Ang mo kauw telah selesai. Pelahan-lahan ia membuka tutup kerudung mukanya. firasat buruk menyerang dirinya. "Umurku telah lebih dari tujuh puluh tahun." "Bila tidak." Berkata ketua Ang mo Kauw cu. Matipun tidak menjadi soal." "Nah.. Tan Ciu menantikan dengan hati berdebar-debar.. "Kau sangat usil." "Tentu. Tidak mungkin mengucapkan kata-kata seperti itu." Su Hay Khek mulai kehilangan pegangan.!" Su Hay Khek tertawa. aku segera membunuhmu. ha. ia mempentang mata lebar lebar. Bila seperti apa yang diduga pada sebelumnya. .

tidak tahu bagaimana muka ini." Berkata Sim In geram. Mata Su Hay Khek membelalak." Jawaban Su Hay Khek singkat. itulah nama yang sering disebut oleh gurunya. Tetapi Sim In itu tidak terlalu asing.Dan kini. dengan satu gerakan yang paling cepat memukul Su Hay Khek. tubuh nya melayang. ia tak kenal kepada ayahnya. Wajah Sim In tidak berkesan didalam benak pikiran Tan Ciu. "Kau?!!" Seruan ini keluar dari mulutnya Hati Tan Ciu memukul keras. Ang mo Kauw cu telah terbuka. "Sim In. Tan Ciu memandang wajah itu. Sim In mendapat kemenangan. "Siapa?" Ia bertanya. Ternyata ketua Ang-mo kauw bukan orang yang bernama Tan Kiam Lam. ia berusaha menjauhi orang itu. "Su Hay Khek aku akan membunuhmu terlebih dahulu. Jubah merah si ketua Ang-mo-kauw berkelebat. Maka menoleh kearah Su Hay Khek. menghindari dari serangan Sim In itu. kain merah yang menutupi wajah. Si kakek aneh mempunyai kepandaian yang telah digolongkan kedalam kelas satu. Ketua perkumpulan Ang mo Kauw. Ia bernama Sim In dan Su Hay Khek sangat kenal sekali. Ia menghadapi Su Hay Khek dengan wajah penuh ancaman. . Su Hay Khek mundur kebelakang. terlihat wajah seorang lelaki setengah umur yang agak cakap. Su Hay Khek mundur beberapa langkah.

Kini aku mengerti. dengan alasan apa ia menyintai Tan Kiam Lam? Tidak pantaskan aku mengambil tindakan kepadanya?" . "Berhenti." ia memanggil nama orang. kau tentunya sudah tahu." "Mengapa kau merusak wajahnya?" Guru Tan Ciu adalah seorang wanita berkepandaian ilmu silat tinggi. "Sudah lama kucari cari nama ini. "Apa yang kau mau?" Bentaknya mengguntur. ia mengincar lagi. mengutungi kakinya. Tan Ciu tertawa panjang. Ia memandang wajah pemuda itu dengan tajam.dengan julukan nama Putri Angin Tornado. suatu saat jatuh cinta kepada seorang pemuda tampan yang bernama Sim In. bahwa aku adalah anak murid Putri Angin Tornado. mengapa kau menutup wajahmu dengan selaput kain merah. "Sim In. ia menyela diantara dua orang itu. "Hanya ini alasannya?" "Aku benci kepadanya karena Tan Kiam Lam ayahmu itu." Sim In memberi jawaban. ia pernah menggegerkan rimba persilatan. Tan Ciu turut bergerak. Gerakan Ang-mo Kauw cu terhalang. "Karena aku benci. mengapa kau menyuruh orang-orangmu mengganggu aku." Terdengar suara bentakannya yang keras.Sim In tidak berhenti. dan entah mengapa." "Katakanlah lebih jelas. suatu angin yang terhebat dan dahsyat." "Putri angin Tornado adalah kekasihku. Kini Tan Ciu mengajukan tuntutan. pemuda itu merusak wajahnya.

" "Jangan kau menutup-nutupi kejelekan gurumu. dengan satu gerakan yang paling cepat. Merusak wajahnya. Sim In melesat jauh." "Nah. "Baik. Meminta barang yang menjadi hak gurunya." "Kau tidak mempunyai itu kekuatan.. memukul kakek aneh. Dengan sungguhsungguh hati dia menyintai dirimu." ”Hubungannya dengan Tan Kiam Lam sebagai sahabat biasa." Berkata Tan Ciu menyodorkan tangan.. tetapi apa balasmu." Berkata ketua Angmo-kauw tersebut.” ”Tidak perlu kau menggugat hal ini." Berkata Tan Ciu yang betul-betul mulai menyerang orang. mengutungi kakinya dan merebut Kimsay-cu. Serahkan jiwamu. Siapakah yang tidak tahu bahwa putri Angin Tornado menyintai Tan Kiam Lam?" "Kau adalah seorang buta yang melek. "Kemudian. Kau melakukan sesuatu karena terburu nafsu. Gerakan dan pukulanpukulan si pemuda sungguh hebat. rasakanlah kekuatanku. telapak tangannya direntangkan. . ia telah berada didekat Su Hay Khek. Kini kembalikanlah Kim-say-cu kepadaku."Disini telah terjadi salah paham." "Aku tidak menyangkal telah melakukan perbuatanperbuatan itu!" "Semua disebabkan karena salah paham" "Tidak! Tidak pernah terjadi salah paham.

kecepatan yang sama. Untuk sementara waktu. keadaan Su Hay Khek tidak banyak perbedaan. beberapa gebrak kemudian. sulit menentukan kemenangan. Su Hay Khek membalas dengan empat tangkisan. apa mau dua orang itu telah berkutet menjadi satu. Disana. apa mau Ciauw Lam telah turut maju. Tan Ciu menggeser kaki. Hanya tenaga dalam Tan Ciu jauh lebih keras dari lawannya. Tan Ciu menyusul datang. Sim In melesat jauh. ia harus melayani ketua Ang-mo kauw Sim In telah memberi tiga kali pukulan. Bila Tan Ciu dipaksa menempur Ciauw Lam dengan dipaksa tidak mengadakan kompromi terlebih dahulu. ilmu kepandaian mereka hampir dikatakan tidak ada selisih sama sekali. Tan Ciu dan Ciuw Lam mengalami keadaan yang serupa. dan mana tubuh Su Hay Khek.. Dilain pihak. maka ia harus melayani kepala tongcu Ang-mo kauw ini. sipemuda . Maka Su Hay Khek menempur Ang-mo kauw yang ternyata adalah kekasih guru Tan Ciu yang bernama Sim In.Su Hay Khek menutup serangan yang dilontarkan kepada dirinya. telapak tangannya direntangkan memukul kakek aneh itu. mendekati dua orang itu. ia telah berada didekat Su Hay Khek. Ia berdiri disamping. dengan satu gerakkan yang paling cepat. Tidak ada kesempatan untuknya memasuki areaa pertempuran. Dua jago ini mempunyai kekuatan yang seimbang. sulitnya membedakan mana tubuh Sim In. Su Hay Khek menutup serangan yang dilontarkan kearah dirinya. beruntun sehingga beberapa kali.

. ia tidak berani menghadapi dengan menerima pukulan-pukulan kuat tersebut. Dari suatu arah yang mempunyai posisi bagus. menguntungkan sang lawan hal mana tidak Beberapa kali menerima hantaman Tan Ciu. Melayang suatu menghadang kedatangan Ciauw Lam. "Aaa . Dua pukulan beradu. Kedatangan sastrawan ini menghentikan pertempuran diantara Tan Ciu dan Ciauw Lam. Tan Ciu dipukul mundur. Kau datang lagi ?" mulut Tan Ciu berteriak seperti ini. tubuhnya hampir Tan Ciu girang. Ciauw Lam girang. disana berdiri seorang sastrawan setengah umur.melontarkan serangan tajam. siap menamatkan jiwa sipemuda. ia balik masuk kedalam ruangan lagi. Inilah yang Ciauw Lam harapkan. Sastrawan itu selalu membayangi dibelakang dirinya. ia maju lebih cepat lagi. tubuhnya melayang keluar dari pintu ruang Ang-mo kauw.. ia turut melesat. Ciauw Lam lompat membentur pintu. Tan Ciu memandang orang yang berada didepan pintu. dingin dan tidak banyak bicara. Ciauw Lam merasa kewalahan. Disaat inilah. Suatu ketika Tan Ciu menghantam hebat. bayangan tepat Ciauw Lam batal mengejar. ia menyerang lawannya.. mundur. sifatsifatnya kaku.

Sim In dan Su Hay Khek memandangnya pula. Kau!!" Suara Sim In juga menonjolkan rasa terkejutnya. Apa yang terjadi diantara mereka? Terlihat tubuh Su Hay Khek dan Sim In menjadi gemetaran.Dilain pihak.. Tentang asal usul sastrawan itu agak aneh. Ciauw Lam dan Tan Ciu memandang kearah sastrawan setengah umur itu. tetapi cukup keras. kaget.. pertempuran ini sangat memikat hatinya. Tan Ciu menyaksikan kejadian itu. Su Hay Khek dan Sim In belum selesai mengadu kekuatan. Sastrawan itu memandang dua orang. "Berhenti!" Suaranya dingin sekali. bingung. Su Hay Khek dan Ang-mo kawcu Sim In menghentikan pertempuran mereka. mereka tidak tahu kedatangan sastrawan kaku itu. Satu melesat ke kanan dan lainnya berdiri disisi kiri. pertempuran diantara dua jago ini sangat seru. " Tiba tiba Su Hay Khek berteriak.. semua terjadi diluar dugaannya. kemudian mata mereka memancarkan sinar gelanggang . "Aaaa. "Ekh. matanyapun tidak berkesiap. mata mereka tidak berkedip. Tiga orang itu saling pandang dengan tegang. tiba tiba ia membentak keras. Si sastrawan memandang Sim In dan Su Hay Khek. ia memperhatikan apa yang hendak dilakukan olehnya? Terlihat sastrawan itu mendekati pertempuran. Ia turut bingung juga. Tan Ciu belum dapat menduga sama sekali.

Tan Kiam Lam. Akhirnya ketua Aug mo kauw Sim In memecah kesunyian. seolah-olah sedang menghadapi musuh besar yang kuat." "bukan. "Tan Kiam Lam. "Kau memang hantu." Tan Ciu tersentak tinggi. mereka marah... kalian?" Berkata "Kukira kau sudah mati?" Berkata Sim In! Su Hay Khek tidak tinggal diam. iapun turut membuka mulut. Tan Kiam Lam . "Aku masih hidup. Siapakah sastrawan kaku itu? Tan Ciu masih menduga duga.. ia berkata. aku akan mencincang dirimu .marah." Sastrawan setengan umur itu menggoyangkan kepalanya. melawan tidak dapat. Tan Kiam Lam? Bukankah nama orang yang dikatakan orang sebagai ayahnya ini? Sastrawan kaku inikah yang jadi ayahnya? Mengapa Sim In memanggilnya seperti tadi. "Tidak kusangka.. ." Berkata Su Hay Khek. Entah manusia yang mempunyai keanehan seperti apakah orangnya ? Terlihat pemuda kita maju tiga langkah langsung menghadapi sastrawan tersebut kemudian ia menggeram." Tiba tiba ketua Ang mo-kauw Sim In membentak." Bantah sastrawan tersebut. aku sedang menemukan hantu. "Kukira. "Bukan.. aku mendapat kunjunganmu" "Aku mengganggu pertempuran sastrawan setengah umur itu..

orang yang dihadapi bukan seekor anak ayam. Orang yang ditanya tidak memberikan jawaban. Sastrawan itu membentak. "Dialah ayahmu. maka terkaman Sim In mengenai tempat kosong. Tentu saja.." Ia menggeram. Sim In tanpa menghentikan gerakannya. tentu kau binasa ditempat ini." Tubuhnya melesat dan menghindari serangan ketua Ang mo kauw. menyerang lagi. Sim In marah sekali. gerakannya seperti seekor alap-alap yang sedang menerkam anak ayam.. tubuh melesat tinggi. "Bila bukan aku yang mati. kemudian menerkam sastrawan setengah umur tersebut. Sim In menggeram lagi."Kau Tan Kiam Lam?" Sastrawan setengah umur itu membawakan sikapnya yang selalu kaku seperti patung." Tan Ciu mengkerutkan alisnya. "Betul. sastrawan itu masih memandang dan menatap ketua Ang mo kauw yang bernama Sim In itu. inikah wajah sang ayah? Orang yang selalu membayangi dirinya? "Kau bernsma Tan Kiam Lam?" sipemuda masih meragukan kenyataan. . Dua kali serangannya digagalkan dengan mudah. "Mengapa?" Sastrawan itu sangat tenang. Terlihat tubuh sastrawan itu menyingkir kesamping. "Sim In." Su Hay Khek memberikan jawaban.

Suaranya mantap dan pasti. ia mengalihkan "Su Hay Khek. "Kau malu bertemu dengan anakmu. Sastrawan setengah umur itu menggoyang-goyangkan kepalanya. Sim In dan Su Hay Khek mana boleh salah mata bersama? Terdengar suara geraman Sim In yang sudah meluap luap. Sim In juga tidak percaya. ." Berkata ketua perkumpulan Iblis Merah ini." Suara Su Hay Khek tidak sekeras tadi." katanya kaku "Coba kau katakan. maka tidak mau mengaku. Su Hay Khek tidak percaya." Ia memberi keterangan. Aneh! Mungkinkah dia bukan Tan Kiam Lam? Tidak mungkin. pandangannya kearah Su Hay Khek." Sastrawan itu tidak marah. "Wajahmu tidak dapat kulupakan. "Aku bukan Tan Kiam Lam. Tidak sepeiti main-main atau berolok-olok. agak takut sekali! "Kukira tidak salah."Jangan pura-pura!" Sim In sangat marah! "Kau kira aku Tan Kiam Lam?" Sastrawan itu mengajukan perranyaan. namaku Tan Kiam Lam?" Sa Hay Khek mundur setengah langkah.

. tidak ada perubahan sama sekali. Sastrawan itu lebih tepat dikatakan sebagai patung hidup. ia memandang Su Huy Khek dan mengajukan pertanyaan! "Kau percaya keterangannya?" Su Hay Khek menggelengkan kepala! "Tidak percaya. "Akupun tidak percaya." Su Hay Khek membelalakkan mata." Sastrawan itu memberikan dan menandaskan keterangannya. dan siapa yang bernama Tan Kiam Pek.. tetapi saudara kembar tokoh misterius itu yang bernama Tan Kiam Pek. Dua saudara kembar? Betulkah keterangannya? Apa menggunakan siasat nama sama? tidak mungkin ia Diantara dua saudara kembar yang menipunyai wajah sama. Berkotetan setengah hari." Sastrawan kaku itu menganggukkan kepala.. iapun tidak marah. "Kau Tan Kiam Pek. "Kalian tentunya belum pernah tahu bahwa Tan Kiam Lam mempunyai saudara kembar. mempunyai banyak persamaan persamaan itu." katanya." "Betul."Aku memang bukan Tan Kiam Lam. Sim In tertawa dingin. siapa yang bernama Tan Kiam Lam. orang yang sedang dihadapi bukan bernama Tan Kiam Lam." "Aaaaaa. Bagaimana orang tidak mempercayakan keterangannya." Berkata Sim In. tentu tidak mudah untuk menetapkan. Sim In dan Tan Ciu sangat kecewa. Dengan suara datar ia membuka mulut.

"Aku sedang mencari Tan Kiam Lam. "Bila aku tahu dimana Tan Kiam Lam menyembunyikan diri.Mereka masih ragu-ragu." Sim In membentak keras." "Kau juga mencari Tan Kiam Lam?" "Betul!" "Mengapa mencari ditempat lembah Iblis Merah?" "Karena hanya persembunyiannya." Sim In masih belum dapat menangkap arti kata kata Tan Kiam Pek.. . Siapa yang kau artikan dengar dia itu?" "Orang yang masih dibelakang layar perhimpunan Angmo Kauw." kau yang tahu tempat "Kentut... tahukah maksud kedatanganku ketempat ini?" "Katakanlah" Berkata Sim In." Tan Kiam Pek mengeluarkan suara hidung." "Hm. akulah orang yang pertama-tama membikin perhitungan dengannya. Terlihat sastrawan setengah umur yang mengaku bernama Tan Kiam Pek itu bertanya kepada ketua Ang mo kauw Sim In. "Sim kauwcu. "Hal ini adalah suatu kenyataan yang tidak dapat dibantah" Berkata Tan Kiam Pek.. "Kau tidak tahu bahwa di peralat yang bernama Tan Kiam Lam.." "Siapa..

Tan Ciu." Berkata Tan Kiam Pek. "Siapakah orang itu?" Bertanya Hay Khek. bahwa ketua Penggantungan itu bernama Tan Kiam Lam?" Benteng "Hal ini bukan tidak mungkin. Sim In mengajukan kecurigaannya. "Kau katakan bahwa. Ia memandang kearah ketua Ang mo kauw. Tan Kiam Pek tidak menjawab. "Hei. 0ooOdwOoo0 SUASANA sangat sunyi dan sepi sekali. Perkembangan baru yang berada diluar dugaan semua orang. Sim In masih berada dibawa perintah orang? Masih ada orang yang main di belakang layarnya?" "Betul.. Su Hay Khek dan Sim In saling pandang Haruskah mereka percaya kepada keterangan orang yang mengaku bernama Tan Kiam Pek itu. ." Berkata Tan Kiam Pek.. Mungkinkah ketua Benteng Penggantungan bernama Tan Kiam Lam? Siapa itu Tan Kiam Lam? Bagaimana tindak tanduk tokoh silat misterius tersebut? Mari kita mengikuti cerita berikutnya. Semua orang diam.Su Hay Khek berteriak.

"Jangan kau turut campur urusanku. "Kau bersekongkol dengan Benteng Penggantungan. siapakah yang tidak menaruh hormat kepadanya. tidak seharusnya tunduk dibawah perintahnya. . mungkinkah tidak tahu. ia menceritakan dirinya. tidak seharusnva ia membuka rahasia orang ditempat umum." Tan Ciu dan Su Hay Khek memandang ketua perkumpulan Iblis Merah itu. yang mengaku bernama Tan Kiam Pek itn berkata dingin. alasan apa yang akan dikemukakan olehnya? Sastrawan setengah umur yang mempunyai sifat sifat kaku seperti patung. Terdengar lagi suara Tan Kiam Pek berkata. Bahkan Tebih dari pada itu." Bentak Ketua iblis merah itu dengan marah. mengatakan bersekongkol dengan Benteng Penggantungan. "Sim In. siapakah yang menjadi ketua benteng ini?" Pertanyaan itu sangat menyinggung perasaan hati Sim In. "Mengapa tidak mungkin? Kau pernah melihat ketua Benteng Penggantungan itu?" "Belum. Sungguh keterlaluan.Akhirnya Sim In yang mulai memecahkan kesunyian itu berteriak. "Tidak mungkin. dengan ilmu kepandaian yang kau miliki. Sebagai seorang ketua perkumpulan Iblis Merah yang ditakuti orang. mengatakan ia berada di bawah perintah ketua benteng misterius itu. Tan Kiam Pek bukan saja tidak menaruh hormat." Terus terang Sim In memberi keterangan. Segala sesuatu mendengar perintahnya.

Apa yang dikemukakan oleh Tan Kiam Pek memang cukup beralasan." "Kau ingin menjumpai ketua Benteng Penggantungan?" "Betul. memang . "Aku hanya menyayangkan ilmu kepandaianmu yang telah disalah gunakan olehnya. Aku harus segera menemuinya. "Apakah yang ingin kau lakukan?" Sim In mendelikan mata. betulkah dia yang menjadi jelmaan si manusia bajingan Tan Kiam Lam!" "Bila dugaan ini betul?" "Bila apa yang kau katakan itu betul betul terjadi. "Kau tidak perlu tahu. "Minggir!" Ia membentak keras "Aku ingin tahu." Tan Kiam Pek mengeluarkan suara dari hidung. Harus kuketahui pasti. ingin membunuh Tan Kiam Lam?" Ia sangat memandang rendah. aku harus membunuhnya. Tan Kiam Pek turut bergerak. kemana kau pergi!" Berkata Tan Kiam Pek yang aneh itu." Sim In mengeretek gigi.Tan Kiam Pek tersenyum menghina. langkahnya menuju kearah pintu. maka sastrawan yang serba kaku ini telah menghadang jalan orang ia membentak dengan suara dingin. agaknya ia ingin meninggalkan tempat itu. dengan ilmu kepandaian Sim In. "Dengan ilmu kepandaian yang kau miliki ini. "Aku tidak sudi mencampurkan diri ke dalam urusanmu" Ia berkata.

tubuh Sim In terhuyung mundur enam langkah. bahwa ilmu kepandaian Tan Kiam Pek itu berada di atas darinya. Sekali lagi Sun In mengirim pukulan. Sim In telah mengerahkan delapan bagian tenaganya.. hanya di mulut ia tidak mau menyerah kalah. Maka orang dapat menghindari dengan mudah. "Bukan urusanmu!" Suara ini disertai dengan pukulan tangannya.. Sin In juga maklum. ia menyingkirkan serangan Sim In tadi kearah samping. "Dimisalkan aku mati dibawah tangannya." Berkata Tan Kiam Pek tenang.. Tan Kiam Pek mengibaskan lengan baju. dua bayangan mereka terpisah segera. ada hubungan apa denganmu?" ia menatap sastrawan yang bernama Tan Kiam Pek itu "Aku tidak mengharapkan kau mati dibawah tangan saudaraku. sampai si ketua Iblis Merah tak sanggup menyingkirkan dirinya. Hanya kenyataan harus dipercaya. Tan Kiam Pek menyambut serangan ini dengan telapak tangan. Terdengarlah suara yang menggelegar.tidak mungkin untuk berhadapan dengan ketua Benteng Penggantungan yang misterius itu. WHutt. Perbedaan tenaga yang menyolok mata. Sedangkan Tan Kiam Pek hanya menggeser sedikit posisi kedudukan-nya yang semula saja. Ketua Ang mo kauw Sim In membentak. seharusnya tidak mungkin dapat disingkirkan dengan mudah. Sim In . Ternyata Tan Kiam Pek mempunyai kepandaian silat dan tenaga dalam yang cukup hebat.

tanpa diminta aku .. Tan Kiam Pek menengok ke arah Tan Ciu dan berkata kepada pemuda itu. maka ia menghadapi Sim In dan berkata. Tan Kiam Pek dapat menduga isi hati orang. bila betul-betul kau sudah bosan hidup dan ingin mati dibawah tangan Tan Kiam Pek. Tan Kiam Pek mengeluarkan suara geraman." "Baik. Tan Kiam Pek yang dingin dan kaku itu. "Sim kauwcu. Selesaikanlah dulu urusan ditempat ini!" "Urusan apa?" Bertanya ketua Ang-mo-kauw itu tidak mengerti. siapa ketua Benteng Penggantungan" "Aku tidak tahu!" Tan Ciu tidak berdaya. bila kau dapat membatalkan niatmu. "Sim kauwcu!" ia memanggil "Aku mengharapkan kau dapat memberikan obat Seng hiat-hoan tan itu. "Batalkah kau membutuhkan keterangannya?" Sampai saat ini baru Tan Ciu mempunyai kesempatan untuk bicara." "Aku tidak bersedia menyerahkan kepadamu. Tentu tidak akan menderita kerugian" "Apa yang dibatalkan?" Bertanya Sim In marah! "Memisahkan diri dari Bentang Perggantungan!" "Bila aku dapat membuktikan bahwa ketua benteng Penggantungan adalah Tan Kiam Lam. segera ia maju mendekati Sim In. maka ia memandang kearah pamannya. "Sim kauwcu.mematung ditempat." Berkata Tan Ciu "Beri tahulah..

tidak mungkin ada perdamaian.. berilah sebutir obat membutuhkan pertolonganmu. "Aku telah memberitahukan penyamaran Tan Kiam Lam. Kau wajib memberi upah jasa bukan?" "Tidak!"." itu. Ia sangat "Dengan dalih aturan siapa harus memberikan obat kepadanya?" Sim In mengeluarkan suara dingin." Tan Ciu hilang sabar. Tak mungkin.akan meninggalkan dan memisahkan diri dari kekuasaan Benteng Penggantungan. Jiwa Co Yong sangat membutuhkan obat Seng hiathun tan.. bagaimana bila Sim In kukuh tidak memberikan obat? Haruskah ia menggunakan kekerasan? Tan Kiam Pek turut ikut campur. "Kau tidak bersedia mendengar saranku?" . "Sim kaucu. Ia membentak. Wajah Tan Kiam Pek yang kaku itu agak beringas." "Kau adalah musuh guruku." ia memanggil langsung." -ooo0dw0oooJilid 5 TAN CIU berada di dalam keadaan jalan yang sudah buntu. katanya. "Sim In kau tidak mau menyerahkan obat Seng hiat hoan-hun-tan?" "Kecuali kau masuk menjadi anggota Ang mo kauw. "Sim In." "Maka diantara kita.

Dua lawan tiga. "Kau ingin merasakan tangan besiku!" Tan Kiam Pek bergeser lebih dekat. Ciauw Lam dan dua kawanannya tidak membiarkan kauwcu mereka yang dihina. Tan Ciu dan Su Hay Khek tidak diam. bukan?" Ternyata ketua Ang mo kauw inipun seorang kepala batu. Didalam ruangan itu terjadi ketegangan yang memuncak. merekapun maju memberi bantuan. Ciauw Lam mengajak dua kawannya maju kedepan. ia masuk ke dalam ruangan dalam. mereka siap menjalankan tugas yang akan jatuh pada diri mereka. . Ular Golis mengambil arah lain. Tetapi Tan Ciu dan Su Hay Khek tidak berpeluk tangan. sebentar saja ketua Iblis merah itu telah mandi keringat. "Kau ingin bertempur?" "Bila kau telah kukuh diri" "Baiklah. mereka turut maju pula. Pertempuran berjalan dengan hebat. Disana Sim In bukanlah tandingan Tan Kiam Pek." Sim In memandang para tongcu perkumpulannya. Tangan Tan Kiam Pek terayun. Apa boleh buat. Aku harus melayani segala tantangan yang datangnya dari luar perkumpulan Ang mo kauw."Aku mengatakan lebih dari satu kali. memukul Sim In yang keras kepala. tiga orang perkumpulan Iblis merah ini ditahan olehnya.

tubuhnya bergerak. Dengan menenteng tubuh Sim In yang telah berhasil ditaklukkan. di-bawah bantuan Tan Ciu yang mengisi segala kekosongan dirinya. bibirnya berdarah. Sim In menjauhkan diri dari kejaran sastrawan kaku itu! Gerakan Tan Kiam Pek sungguh gesit. kemudian menotok jalan darahnya. "Lebih baik kau menyerahkan barang yang kuminta. "Semua berhenti. Sim In merayap bangun. orang tua aneh itu berhasil melukai seorang tongcu Ang mo kauw.Suatu saat Tan Kiam Pek menggeram tangannya terayun cepat. tangannya di ulurkan dan berhasil mencengkeram leher baju ketua Ang mo kauw. Tan Kiam Pek memandang jalan pertempuran diantara Tan Ciu. ia telah berada dibelakang orang. kau harus pandai melihat gelagat." "Tidak.!" "Ingin mati?" Tan Kiam Pek marah besar. Su Hay Khek memukul berulang kali. Su Hay Khek melawan Ciauw Lam beserta dua kawannya. Tan Kiam Pek menangkap tangan itu. Tan Kiam Pek membentak. "Bersediakah kau menyerahkan obat itu?" "Tidak." Sim In mempertahankan gengsinya. Tan Kiam Pek segera mengeluarkan teriakan. "Sim In." . Maka tubuh sang lawan berhasil dipukul jatuh." Berkata Tan Kiam Pek yang menguarkan ancaman. Bukan waktunya untuk main kepala batu. maka betul betul Sim In tidak berdaya. Sim In mengirim satu pukulan balikan.

" Berkata Tan Kiam Pek yang segera menotok empat jalan darah ketua perkumpulan Iblis Merah itu. Ciauw Lam dan dua tongcu Ang-mo kauw menghentikan pertempuran. Tan Ciu dan Su Hay Khek girang. "Aku tak percaya. Suara rintihan Sim In merindingkan bulu roma. Inilah cara penyiksaan yang hebat." Ancam lagi Tan Kiam Pek. kau mimpi. "Ketahuilah bahwa jiwamu telah berada di tanganku. kau sanggup menerima tekananku. sakit dan nyeri menyerang jadi satu.. Mereka memandang kearan datangnya suara. ia lebih rela menyerahkan jiwanya. . "Bagaimana?" "Kau." Sim In mempertahankan siksaan. Tan Kiam Pek membentak. "Sim kauwcu. rasa gatal. Tan Kiam Pek menekan orang tawanannya. ia mengerang. tetapi keras kepala. di sini disaksikan bagaimana Sim In telah dibuat mati kutu. Tan Ciu. kau tidak mau menyerahkan obat itu?" "Tidak" Sim In telah menjadi nekad.Suaranya keras dan berwibawa. wajah mereda berubah pucat.. merintih. "Kau menyerah kalah?" "Tidak" "Mungkinkah jiwamu lebih penting dari obat itu?" "Lebih baik aku mati. Ciauw Lam dan dua kawannya terkejut. Su Hay Kbek. tidak mau menyerahkan obat yang orang minta. Sim In berkelejetan ditanah." Sim In memejamkan mata. perih.

" demikian sastrawan ini "Apa guna?" Tan Ciu tidak mengerti. "Aku tahu ." ia berkata. Ciauw Lam maju berteriak. demi menjaga gengsi kepribadian dirinya."Ingin kulihat. Su Hay Khek melintang dijalan. Tan Kiam Pek mengerutkan kening. ia jatuh kelenger." Ia berkata. Ia tidak menialahkan paman tersebut. "Kuserahkan berkata. "Bebaskan ketua kami . ia memandang Tan Ciu dan dia berkata kepada pemuda itu. berapa lama lagi kau dapat bertahan?" Berkata Tan Kiam Pek. kepadamu. dan Ciauw Lam dipaksa membatalkan niatnya untuk menotok si ketua. Tan Kiam Pek memungut tubuh Sim In yang jatuh pingsan itu dan menyerahkan kepada Tan Ciu. "Kau belum mendapat giliran. ia menghadang majunya orang. Ternyata ketua Ang-mo kauw itu adalah seorang sejati. Ciauw Lam memukul Su Hay Khek. ." Suaranya lemah. Tan Ciu maklum hal ini. Su Hay Khek memapaki dengan pakulan Pula. Hal ini berada diluar dugaan Tan Kiam Pek. merintih-rintih. ia mengeluarkan air mata. rela mengorbankan diri. Disaat ini !!! Sim In tidak sangggup menerima siksaan yang lebib hebat. "Aku mengalami kegagalan. saking jahatnya totokan itu. Dua tenaga beradu." Ia siap mengadu jiwa. Sim In masih berguling guling. Melihat sang ketua merana.

" "Dimisalkan dia adalah musuh. memang tidak ada jalan lain. Kau bersedia menolongnya juga?" Tan Kiam Pak menatap kearah Tan Ciu tajam tajam. Kecuali segera menyerahkan Sim In kepada gurunya. "Bila gadis itu mati." Berkata Tan Kiam Prk. Kau boleh meminta maaf didepan makam kuburannya " Berkata Tan Kiam Pek. tidak banyak guna untukmu. Sim In berkepala batu. "Bagaimana dengan Co Yong?" Tan Ciu mengkhawatirkan keselamatan gadis itu. Tan Kiam Pek menggapaikan tangan kepada Su Hay Khek dan berkata. tidak mungkin ia mau mengeluarkan obat Seng hiat hoat hun tan itu. Tan Ciu harus mererima nasib. Tan Ciu menerima saran ini."Serahkan kepada gurumu. "Baiklah. "Aku telah berdaya upaya. "tentu!" Tan Ciu menganggukan kepala. mereka lebih mudah menyelesaikan perkara." Tan Ciu menundukkan mukanya ketanah. biarpun kau kutungi lehernyapun. "Menolong Co Yong." . Walau cinta itu telah putus. Dia dapat menyelesaikan urusan ini. Bila tidak ada Seng hiat hoan-hun-tan." Memang diantara si Puteri Angin Tornado dan Sim In pernah terjalin hubungan percintaan. "Mengapa? Dia menderita luka karena membela diriku." Berkata Tan Kiam Pek. pasti jiwa si gadis melayang. "Kalian boleh berangkat lebih dahulu.

" Berkata gadis ini memanggil Tan Ciu. ternyata Tan Kiam Pek telah menotok jalan darah orang-orang Sim In. Tan Ciu telah menggendong sang ketuanya. "Tan siauwhiap. baru ia melesat pergi meninggalkan lembah Iblis Merah. Tan Ciu memegang keras keras tawanannya. Su Hay Khek menghentikan jalan dan siap menghadapi orang yang mengejar. Terlihat seorang gadis melarikan diri cepat. oo OdwO oo SELURUH ISI GOA IBLIS MERAH telah menjadi sepi. Tan Ciu dan Su Hay Khek menatapnya tajam tajam. Tetapi mereka tidak berdaya. Barang yang sulit didapat datang sendiri tanpa banyak kesulitan. tunggulah sebentar. itulah si Ular Golis. "Ambilah ini obat Seng hiat hoan hun tan!" Sungguh diluar dugaan. diikuti pula oleh Tan Ciu dengan orang tawanannya. Ciauw Lam dan dua kawannya memancarkan pandangan mata liar. Tan Ciu dan Su Hay Khek telah berada diluar goa pintu masuk perkumpulan Ang-mo kauw. .Su Hay Khek berjalan pergi. Tiba tiba terdengar suara orang yang lari dari belakang. dari dalam saku bajunya mengeluarkan sebuah bungkusan kecil. Tan Kiam Pek menunggu ssmpai orang telah berangkat. diserahkannya kepada si pemuda dan berkata. Ular Golis menghampiri Tan Ciu lebih dekat.

Dengan obat ini. Tidak lupa. "Selamat berjumpa pada lain kali. Ular Golis menyerahkan obat semakin dekat. mereka membawa tubuh Sim In sebagai orang tawanannya. Tan Ciu masih ragu-ragu." Hanya kata-kata ini yang keluar dari mulutnya. "Ambillah. . "Hanya ini yang dapat kuberikan padamu. "Selamat berjumpa. Setelah menyerahkan obat itu. Ia tidak segera menyambuti obat yang disodorkan kepadanya. "Terima kasih. ia dapat menyembuhkan lukanya Co Yong yang telah mengeluarkan banyak darah. Tan Ciu memandang obat itu sekian lama.. dan permintaan itu dikabulkan. Ular Golis membalikkan tubuh dan masuk kedalam goa Iblis Merah lagi." Tan Ciu mengajak Su Hay Khek melanjutkan perjalanan." Ternyata dikala Ular Golis hampir dihukum oleh Sim In. Ular Golis terhindar dari kematian. Su Hay Khek memperhatikan wajah gadis itu. dilihat sepintas lalu." Ia berkata dengan suara gemetar." Ia berkata. Tan Ciu pernah meminta grasinya.. ia merasa hutang budi dan membalasnya dengan menyerahkan obat Seng hiat hoan-hun tan."Aku harus berterima kasih kepadamu yang menolong jiwaku dari kematian " Berkata Ular Golis. Wajah Ular Golis bersungguh sungguh. Kemudian mengulurkan tangan menyambutnya. Di kelenteng yang pernah Tan Ciu tinggalkan Co Yong dan Jelita Merah. memang tidak ada alasan untuk mencurigainya.

luka Co Yong sangat parah mana mungkin dibawa bawa kelain tempat? Kecuali ada sesuatu yang mengancam keselamatan dua orang itu! Apakah yang telah terjadi dikelenteng ini? Tan Kiam Pek segera mengeluarkan pendapat. mereka tidak berhasil menemukan dua orang yang ditinggalkan belum lama ini. "Ada sesuatu yang telah terjadi?" Tan Ciu menganggukkan kepala. itulah Tan Kiam Pek. "Bila tidak ada sesuatu yang penting. tak mungkin Jelita Merah membawa Co Yong meninggalkan tempat ini. "Kukira hanya satu kemungkinan!" . Puas mata memandang.. setelah memeriksa seluruh kelenteng. bertemu dengan Tan Ciu.. Setelah meletakkan tubuh Sim In ditanah. "Kemanakah mereka?" Tan Ciu masih memanggil manggil nama dua gadisDi saat ini. juga tidak ada Co Yong yang luka parah. Suasana sangat sepi dan sunyi.Mereka telah tiba dengan cepat ditempat itu. segera ia memberi penjelasan.. Disana tidak ada bayangan si Jelita Merah. Tan Ciu merasakan ada sesuatu yang buruk telah terjadi. melayang satu tubuh. Su Hay Khek turut memeriksa. langsung masuk kedalam kelenteng. "Jelita merah." Tidak ada penyahutan. ia mengajukan pertanyaan.” ia memberi keterangan Tentu saja. hanya tempat kosong yang terlihat. Tan Ciu mencari dua gadis tersebut. ia membuka mulut memanggil.

"Bagaimana asal usul Jelita Merah itu?" Betanya Tan Kiam Pek. "Malu untuk diceritakan. "Aku tidak tahu. Aku segera menantangnya untuk bertempur. "Sungguh. Hanya satu kemungkinan. Su Hay Khek dan Tan Kiam Pek saling pandang." Berkata lagi Tan Kiam Pek. "Inilah keteranganku yang sungguh sungguh. dengan janji. "Setelah kau meninggalkan mereka! Orang orang dari Benteng Penggantungan segera tiba ditempat ini." "Mengapa harus memberikan keterangan palsu?" Su Hay Khek menjadi tidak puas." Su Hay Khek menandaskan keterangannya. Beberapa saat kemudian Tan Kiam pek memandang Su Hay Khek dan berkata."Kemungkinan yang bagaimana?" Tan Ciu memandang paman itu." Berkata orang tua aneh itu. Aku memang tidak tahu." "Mungkin. ”munculnya gadis bertangan kejam ini dalam rimba persilatan telah menggemparkan rimba persilatan dengan cepat." Berkata Su Hay Khek." Jawab Su Hay Khek.Mereka tidak berdaya. "Bolehkah aku mengajukan pertanyaan?" "Silahkan." "Bagaimana kau dapat galang gulung dengannya?" Bertanya lagi Tan Kiam Pek. siapa yang kalah harus turut perintah pihak yang ." Tan Ctu. "Kukira kau tahu. "Seharusnya kau tidak memberikan keterangan palsu.

" "Kecuali ini." Berkata Tan Kiam Pek." "Misalnya mengetahui sesuatu dari maksud tujuannya?" "Ia mencari si Cendekiawan Serba Bisa Thung Lip." "Siapakah dia?'* seruan tertahan! "Ia mengenakan kerudung. Apa boleh buat. tidak ada yang kau tahu?" "Betul. Maksudku ialah agar menindas tangan ganasnya." Berkata Tan Kiam Pek . Sampai disini. "Belum dapat dipastikan. "Aku pernah melihat bayangan si Pencipta Pohon Penggantungan itu!" "Hah?" Tan Ciu mengeluarkan "bagaimanakah bentuk tubuhnya?" "Ternyata seorang wanita!" "Seorang wanita? Pencipta Pohon Penggantungan adalah seorang wanita?" "Betul.menang." "Mungkinkah orang itu dari Pencipta pohon Penggantungan?" Su Hay Khek belum tahu asal usul Jelita Merah itu. aku harus mentaati janji dan menjadi kacung pesuruhnya. Siapa tahu ilmu kepandaian Jelita Merah berada diatasku' akulah yang dikalahkan olehnya." Berkata Tan Kiam Pek. Tan Ciu turut buka suara "Jelita Merah mempunyai hubungan dengan Pohon Penggantungan?!" "Hal ini harus mencari bukti yang kuat.

"Tetapi kebenaran ini masih disangsikan! Mungkin hanya seorang ." Berkata Tan Kiam Pek. Didalam rimba persilatan. "Bila betul kau putra dari Tan Kiam Lam." Katanya. hanya dua wanita itulah yang mempunyai ilmu kepandaian tertinggi. hanya dua orang yang mempunyai ilmu kepandaian tinggi dan dapat menjadi si Pencipta Pohon Penggantungan!" "Siapakah orang orang itu?" Bertanya Tan Ciu. "Dugaanku yang pertama jatuh kepada si Melati putih. mereka diberitakan mati didalam rimba gelap yang ada pohon Penggantungan itu. Su Hay Khek turut memberi keterangan."Hanya ada dua kemungkinan. "Hanya desas desus saja. Maka Melati Putih itu adalah ibumu. Su Hay Khek segera mengajukan pertanyaan tentang dugaan berikutnya. bukan?" Su Hay Khek mengajukan pertanyaan. "Dan kemungkinan yang kedua?" "Kemungkinan yang kedua dari si Pencipta Pohon Penggantung dugaanku jatuh kepada perawan dari Kutub Utara. memikirkan kebenaran dari dugaan dugaan itu." "Dikabarkan mereka telah tiada didunia. Tan Kiam Lam menggoyangkan kepala." Tan Ciu termenung." "Perawan dari Kutub Utara?" "Betul!. "Melati putih?" Tan Ciu mengulang kata-kata ini. Ia sangat tertarik.

bukanlah cerita baik!" "Aku bersedia menerima segala pukulan!" Berkata Tan Ciu! "Jangan. "Kau tentunya tahu kejadian kejadian ini?" "Hanya sedikit. "Bagaimana pendapatmu? Haruskan memberitahu drama ini kepadanya?" Bertanya lagi Tan Kiam Lam. dan menciptakan Pohon Penggantungan itu. "Untuk sementara. ia bertanya! "Dimisalkan betul aku putra Tan Kiam Lam." Tan Ciu belum mengetahui jelas. lebih baik ia tidak tahu." Jawab Su Hay Khek. apa yang terjadi dengan Melati Putih itu?" Tan Kiam Pek tidak segera menjawab pertanyaan ini. Belum waktunya." Tan Kiam Pek mempunyai pandangan penilaian yang lain dari si pemuda. Su Hay khek turut bicara. "Kita sayang kepadamu!" Berkata Tan Kiam Pek! "Maka tidak mau menceritakan kejadian buruk ini kepadamu! Yang kau boleh tahu ialah diantara kedua orang tuamu itu pernah terjadi drama yang sangat sedih. . Seorang lagi tidak." Berkata kakek aneh ini! "Mengapa aku tidak boleh tahu?" Tan Ciu mengajukan protes. Su Hay Khek menggoyangkan kepala. sebaliknya memandang Su Hay khek dan berkata kepadanya.diantara mereka yang mati.

"Betul." . Itu waktulah kita beritahu rahasia itu." "Bila?" Bertanya si pemuda. "Bagaimana ilmu kepandaianku dapat mengatasinya? Suatu hal yang tidak mungkin terjadi." Tan Kiam Pek menganggukkan kepala. Sudah pasti kita harus memberi tahu kejadian ini kepadamu." "Mengapa? Sangat tinggikah ilmu kepandaian Tan Kiam Lam?. "Segala sesuatu susah untuk diramalkan. ilmu kepandaianmu mencapai kemajuan besar dan mengalahkan dirinya." "Bagaimana bila Kepandaianmu?" dibandingkan dengan ilmu "Aku?" Tan Kiam Pek menyengir." Berkata Su Hay Khek. "Aku mana dapat menandinginya?" Didalam hati Tan Ciu mengigil dingin. "Siapa tahu." Tan Ciu menghela napas. "Selelah kau mempunyai ilmu kepandaian yang lebih tinggi dari Tan Kiam Lam. bukankah ilmu orang itu sudah sangat hebat sekali? Sampai dimanakah kehebatannya? Masakan tidak ada orang yang dapat mengalahkannya? "Bukankah dia telah menjadi seorang jago tanpa tandingan?" Tan Ciu mengemukakan pendapat. pada suatu hari."Betul." Berkata Tan Kiam Pek." "Betul. Tetapi bukan hari ini. Dengan ilmu kepandaian yang seperti Tan Kiam Pek masih belum dapat menandingi ilmu kepandaian Tan Kiam Lam. "Sudah mencapai pada tingkatnya yang paling sempurna.

" Su Hay Khek tidak menyangsikan hal itu. "Mungkinkah ada seorang anak yang dapat membunuh ayah sendiri?" "Mungkin. si Cendekiawan serba Bisa Thung Lip dibawa oleh Co Yong yen. "Ilmu kepandaian Jelita Merah telah kau saksikan. "Lebih baik kau membawa Sim In kepada gurumu dahulu. Kukira tidak ." Tan Kiam Pek turut bicara. ia tahu banyak perkara.. "Kecuali orang orang dari Benteng Penggantungan keluar semua.!” Tan Kiam Pek mengajukan usul. Bila sampai terjadi. "Mungkin. di atas awang-awang tinggi." "Membunuh Tan Kiam Lam?" Tan Ciu berteriak. kau pasti membunuhnya. "Tidak mungkin. "Membunuh ayahku sendiri?" "Betul."Setelah ilmu kepandaianku berada diatas dirinya?" "Setelah ilmu kepandaianmu berada diatas dirinya.. terdampar ke sana dan ke sini!!! Si pemuda memberi peringatan kepada diri sendiri! "Aku harus menemukan Tan Kiam Lam. suatu drama pembunuhan yang paling mengenaskan. Maka drama ini sangat penting sekali. Kekuatan hatimu mengalami suatu ujian berat!" Pikiran Tan Ciu melayang jauh." Berkata Tan Kiam Pek. yaag penting aku harus pergi kegunung Benteng Penggantungan dahulu. atau ketua Benteng Penggantungan pribadi yang menangkapnya." Berteriak Tan Ciu." "Bagaimana dengan Jelita Merah dan Co Yong?" Tan Ciu mengawatirkan keselamatan dua gadis itu. Tapi hal ini hampir belum pernah terjadi.

Suatu hari nanti kau pasti mengerti duduk perkara. darah mengalir terlalu banyak. Su Hay Khek dan Tan Ciu mengikuti di-belakangnya. Wajahnya pucat." Setelah mengucapkan beberapa patah kata lagi.mungkin ada orang lain yang mengalahkannya! Legakanlah hatimu. Tan kiam Pek meninggalkan mereka. Tan Kiam Pek adalah orang pertama yang mendengar suara rintihan itu.” "Mengapa?" "Hal ini penting sekali. Tan Kiam Pek menyaksikan pemandangan yang penuh dengan darah. Suara rintihan keluar dari mulut Jelita Merah. Tan Ciu yang menyusul belakangan. diapun berada didalam keadaan luka parah. mereka berjalan dibelakang Tan Kiam Pek! Tiba tiba. tidak jauh dari jalan yang mereka lewati. Membongkar semak-semak itu. Berjalan lebih dahulu." "Co Yong yang luka parah itu?" “Lebih lebih tidak boleh ditaruh didalam hati. Dua wanita berbaju hitam yang telah tiada bernapas menggeletak menjadi mayat. dan dia juga yang bergerak paling cepat. tidak berhasil menemukan Co Yong. terdengar satu suara rintihan yang keluar dari semak semak pohon. Tan Ciu dan Su Hay Khek membawa Sim In meninggalkan kelenteng itu juga. disampingnya turut menggeletak si Jelita Merah. .

" ." Sigadis membuka matanya. "Jelita Merah. "Aku disini.. Ia tidak menjawab pertanyaan yang Su Hay Khek ajukan kepadanya.. Dia . si Jelita Merah berkata. segera dikenali akan kakek aneh yang telah kalah bertaruh dengannya. "Ia sudah hampir mati." Tan Ciu berteriak! "Ia tidak boleh mati.. oo OdwO oo TAN KIAM PEK yang menyaksikan kejadian itu segera berkata." Ia mengeluarkan ucapan itu perlahan.. "Dimana Tan Siauhiap?" Bertanya Jelita Merah. lukanya terlalu hebat sampai memberi keterangan pun tidak dapat. "Aku telah menelantarkan tugas yang kau berikan kepadaku itu. "Dimana nona Co?" "Dia . kakek ini tidak ubahnya sebagai perintis pembuka jalannya. ia mengangkat tubuh Jelita Merah dan memanggil." Berkata Tan Ciu yang segera menampilkan diri." Tan Cin bertanya cepat.Su Hay Khek melesat maju.... Terlalu banyak mengeluarkan darah. "Apa yang telah terjadi?" Bertanya Su Hay Khek. Dengan suara yang sangat lemah hampir tidak terdengar sama sekali." Jelita Merah jatuh lagi." "Tidak . "Kau? ..

"Alasannya?" Bertanya yang wanita. sedangkan yang mengikuti dibelakangnya adalah Wanita. Terdengar perlahan. dan diberikannya kepada Su Hay Khek. Disaat mereka sedang mencurahkan semua perhatiannya kepada Jelita Merah. ia mengikuti dibelakang bayangan yang pertama.hoan hun tan. tentu saja suaranya di kerahkan perlahan." Tan Ciu berteriak girang segera dikeluarkan obat Seng hiat. Lain bayangan lagi bergerak. Yang didepan adalah laki-laki. Tan Ciu membantu mengurut urut dan mempercepat jalan darah Jelita Merah." Berkata laki laki tersebut. . ia menanggukkan kepala. satu bayangan bergerak cepat bagaikan hantu gentayangan mendekati ketiga orang itu. "Ketua Benteng kita berpesan agar Sim In tidak sampai dibawa pergi olehnya. "Segera beri makan obat Seng hiat hoan bun tan itu. Mereka mengenakan pakaian warna hijau. wanita berpakaian hijau itn bertanya "Bocah itukah yang bernama Tan Ciu?" Laki laki berpakaian hijau sedang memperhatikan gerak gerik ketiga orang itu didepannya. Su Hay Khek memasukan obat itu kedalam mulut Jelita Merah.Su Hay Khek segera memberi peringatan. "Apa langkah kita?" Bertanya lagi wanita berpakaian hijau itu. agar tidak mengganggu usaha mereka.

Ia menyudut keringat. ia menempelkan kedua tangan dipundak gadis itu.." .semakin dekat ... Tan Ciu bertiga masih belum tahu bahwa jiwa mereka sudah diincar oleh elmaut.. dua tokoh kuat di-dalam Benteng itu." Berkata yang laki laki. agar cepat pulih semangatnya.."Sim In dapat membongkar semua rahasia kita. mereka sedang memusatkan perhatian kepada luka si Jelita Merah! Siapakah laki laki dan wanita berbaju hijau itu? Jelasnya mereka adalah orang-orang dari Benteng Penggantungan." "Tenaga kita hanya dua orang.. Disaat ini dua orang dari Benteng Penggantungan telah tiba. Luka yang diderita Jelita Merah hebat. dan berjalan maju lagi semakin dekat. Perlahan lahan kita mendekati mereka! Kemudian masing-masing membunuh satu! Setelah berhasil membokong.. hanya tinggal seorang maka dengan tenaga dua orang.. kita pasti dapat mengalahkannya!" Mereka telah mendapat persepakatan.. Tan Ciu melepaskan usahanya. "Membunuh Sim In ?" "Harus membunuh ketiga orang ini dahulu. Tan Kiam Pek segera turun tangan. dengan kepandaian Tan Ciu. demikian mencurahkan tenaga dalam kepada sang penderita luka. ia belum sanggup menyembuhkannya." "Inipun cukup. gerakan mereka menimbulkan suara. Tan Ciu dan Su Hay Khek membalikkan kepala! "Aaaaaa.

dengan mengambil posisi disamping kanan Tan Ciu. Maka berdua telah bertempur menjadi satu." Su Hay Khek telah menduga akan menerima jawaban yang seperti ini. merekapun menguji ilmu kepandaian masing-masing. Su Hay Khek Penggantungan. Tan Kiam Pek yang sedang memusatkan seluruh perhatiannya tidak boleh terganggu. Sebat sekali gerakannya.Wajah mereka berubah. ia telah siap sedia. tetapi ia tidak boleh melepaskan usaha ditengah jalan. Dilihat kedatangan dua musuh itu. Tan Kiam Pek dapat mendengar sesuatu ia membuka matanya yang dimeramkan. Empat orang terpisah menjadi dua melangsungkan pertandingan perang silat. Tan Ciu berhadapan dengan laki-laki berbaju hijau itu. "Kau tidak perlu tahu!" "Apa maksud tujuan kalian?" "Merengut jiwa semua orang. Wanita berbaju hijau mendekati Tan Kiam pek mengirim satu pukulan. Disaat yang sama. mempercepat proses penyembuhan luka Jelita Merah. Wanita berbaju hijau mengeluarkan suara dingin. rombongan. . dikatupkan lagi kedua mata itu. menghadapi dua orang Benteng "Siapa kalian?" Ia membentak. Su Hay Khek melesat dan mewakili Tan Kiam Pek menerima pukulan ini. sedikit halangan akan melukai dirinya.

keadaan si pemuda agak terdesak. wanita berbaju hijau itu telah lompat menyingkir dari induk serangan dan mengirim satu bacokan tangan.. mana mungkin Su Hay Khek menarik satu keuntungan darinya! Su Hay Khek segera mengadu juga.Berlangsung belasan gebrak. Ia jatuh. Wanita berbaju hijau itupun berkepandaian tinggi. Suatu ketika. didalam hati kakek aneh inipun mengerti. Dua telapak tangan beradu lagi. Su Hay Khek melirik kearah kawannya. . . Difihak lain. langsung memasuki baris pertahanan lawannya. ia harus cepatcepat mengakhiri pertempuran. ia menahan rasa sakit dan memberi pukulan balasan. Su Hay Khek mendapat tandingan yang setimpal. tidak boleh lengah atau gentar. Kakek aneh itu ada niatan mengadu jiwa. dan mereka sama sama mundur kebelakang. Bagi seorang yang sedang menjalankan pertempuran. hebat sekali luka itu. Su Hay Khek menderita luka sampai dua kali.. Bila terlambat. maksudnya menjatuhkan lawan dengan menerima sebagian luka. ia menggeram keras den mengirim satu pukulan yang terkeras. Dada Su Hay Khek menderita pukulan keras. Kekuatan mereka ternyata sama kuat. pasti Tan Ciu menderita kerugian. Dan itu waktu. sulitlah mempertahankan fihaknya. Beek. ternyata Tan Ciu bukan tandingan laki-laki berbaju hijau itu. dalam waktu yang singkat. cara-cara Su Hay Khek bertempur tadi adalah menjadi pantangan tengkar.

Jarak mereka sangat dekat. dari mulut mengeluarkan darah. Maka ia memukul wanita berbaju hijau tersebut. ia merangkak kearah Jelita Merah dan Tan Kiam Pek. Suatu hal yang berada diluar dugaan lelaki itu. Luka wanita berbaju hijaupun tidak ringan. jalan pertempuran sudah menjadi kalut. Sipemuda berbasil. walau berada didalam keadaan luka. akan tetapi dia sendiri pun terluka. Maksudnya menggagalkan usaha penyembuhan luka seperti itu. . betul ia berhasil menjatuhkan Su Hay Khek sehingga tidak dapat bangun lagi. dengan semua sisa tenaga yang ada. Laki berbaju hijau itu memberikan pukulan tangan! Su Hay Khek sudah menyingkir dari pukulan ini. hanya satu kali pukulan ia membuat wanita mengerang sakit. tetap ia mempertahankan jiwanya. Laki laki baju hijau marah. mereka bergumul menjadi satu. mereka bergumul menjadi satu. hanya luka-lukanya tidak mengganggu jalan pertempuran.Wanita berbaju hijau itupun terluka. Boleh dikata empat orang tersebut saling pukul semerawut. Tan Ciu terkejut. Tentu saja sang lawanpun tidak tinggal diam. Tan Ciu meneruskan usahanya untuk membunuh laki laki berbaju hijau itu. menyelak diantara kedua orang itu yang lagi mau meneruskan pertempuran mereka! Sampai disini. ia memukul Tan Ciu. disaat ini. Su Hay Khek lompat menubruk.

ini boanpwe .Dua orang itu tidak bergerak. Dikala Tan Ciu ingin memberi pertolongan. wanita berbaju hijau tersebut jatuh menggeletak. yang satu mederita luka parah.. Disana telah bertambah seorang wanita. Wanita inilah yang menolong jiwa Jelita Merah. Mungkinkah Jelita Merah harus menerima kematian seperti ini? Tidak!!! Terlibat suatu bayangan melesat dan melempar tubuh wanita berbaju hijau itu. Jarak wanita berbaju hijau dengan Jelita Merah sudah dekat sekali. Terdengar lain jeritan. ia menggeletak ditanah. Su Hay Khek menderita luka sehingga beberapa kali. berkerudung hitam.. Tan Ciu tidak dapat memenghindarkan diri.. yang lainnya sedang berusaha untuk mengembalikan jiwa sipenderita luka kedunia yang ramai. "Atas bantuan cianpwee. Ia masih bergumul dengan laki-laki berbaju hijau. dengan menghaturkan banyak terima kasih. Tan Ciu memberi hormat. seolah-olah sudah tidak bernapas. Tangan wanita berbaju hijau itu sudah mulai diangkat .. Terdengar jeritan panjang. itulah suara si laki laki berbaju hijau yang sudah mati ditangan Tan Ciu. Sedangkan Tan Kiam Pek belum selesai menamatkan satu putaran peredaran darahnya. Jelita Merah tidak mungkin menghindari malapetaka ini... wanita berkerudung hitam itu telah menampilkan dirinya dan menolong jiwa Jelita Merah.

" katanya. cepat ia membentak! "Hei kau mau apa?" "Membunuh manusia durjana ini. Tan Ciu terkejut. "Kau tahu pasti ?" ."Sama-sama. seperti mau memukul Tan Kiam Pek." Tubuh wanita gemetaran. "Betul. Tiba tiba matanya terpaku pada wajah Tan Kiam Pek. "Dia?" Tangannya diangkat. "Orang ini bernama Tan Kiam Lam?" Ia meminta ketegasan. "Aaaaa. apa yang menyebabkan hal itu terjadi? Siapakah wanita berkerudung hitam ini? Mengapa gentar kepada Tan Kiam Pek? Dengan suara gemetar.. "Mengapa?" "Dia Tan Kiam Lam. berkerudung hitam itu menggigil Hal ini tidak lepas dari mata Tan Ciu." Berkata wanita berkerudung hitam itu.." Hati Tan Ciu mencelos. wanita berkerudung hitam itu bergumam." Wanita berkerudung hitam itu menunjuk Tan Kiam Pek. Ia memeriksa orang yang baru ditolong.

Tan Ciu menantikan terbukanya rahasia teka teki ini! Beberapa saat kemudian. ia berkata! "Dikatakan bahwa dia adalah saudara kembar Tan Kiam Lam yang bernama Tan Kiam Pek" "Ouw!!!" Wanita berkerudung itu memperhatikan wajah Tan Kiam Pek. Wanita berkerudung hitam itu berkata. tangan yang sedianya mau membunuh Tan Kiam Pek turun lagi..." Matanya memandang ketempat jauh. berada diluar dugaan wanita berkerudung hitam itu. "Dia menyangkal orang memanggilnya sebagai Tan Kiam Lam. baru wanita berkerudung hitam itu berkata.." Berkata wanita berkerudung hitam itu. Tan Ciu harus membuka rahasia ini. Wanita berkerudung hitam itu bergumam? "Tidak mungkin.Pertanyaan yang seperti ini. . "Mungkinkah dia bukan Tan Kiam Lam?" Ia bertanya kepada sipemuda. Tan Ciu menjadi bingung.. Tidak mungkin." Tan Ciu memberi keterangan. "Betul! Dia bukan Tan Kiam Lam." Tan Ciu segera mencetuskan kata-kata dan mengajukan pertanyaan! "Kau dapat membuktikan betul betul bahwa dia bukan Tan Kiam Lam?" "Dapat.

juga tidak ada tanda-tanda luka luka bekas operasian.. . sehingga menimbulkan bahaya permusuhan? Dari lagu suara wanita berkerudung hitam ini..!!" "Diantara kalian pernah terjadi dendam permusuhan." Tan Ciu dapat diberi mengerti. bagaimana dengan penghidupannya? Wanita berkerudung hitam ini pun ingin membunuh Tan Kim Lam."Hal ini mudah dibedakan! Betul bentuk wajah dan raut mukanya tak ada perbedaan.. tetapi daun kuping yang sebelah kiri Tan Kiam Lam mempunyai andeng andeng hitam yang besar. tubuh wanita berkerudung hitam itu menggigil. andeng-andeng hitam ini tidak mungkin dioperasi dengan tidak meninggalkan bekas sama sekali! Sedangkan orang ini tidak mempunyai andeng-andeng hitam itu. Tan Ciu tahu pasti bahwa orang belum tua betul. Tan Kiam Lam adalah manusia misterius yang aneh. Kini ia tahu pasti bahwa Tan Kiam Pek itu betul betul saudara kembar Tan Kiam Lam. "Cianpwe kenal dengan Tan Kiam Lam?" "Ng . Apakah kesalahan Tan Kiam Lam. dikira kira wanita setengah umur. maka ia mengajukannya langsung kepada orarg yang bersangkutan. ilmu kepandaiannya tinggi. maka ia bukan Tan Kiam Lam.?" Sekali lagi. Siapakah wanita berkerudung hitam ini? Mengapa menutup wajah diri mendiri? Apa hubungannya dengan Tan Kiam Lam? Pertanyaan pertanyaan tadi menyelubungi pikiran sipemuda.

"Mungkin juga." Ia menjawab pertanyaan si pemuda." Tubuh wanita berkerudung hitam itu tersentak sedikit. "Sayang Tan Sang telah mati digantung orang" . "Tidak dapat." Berkata Tan Ciu." Kini ia menatap wajah Tan Ciu mantep "Kau anak keluarga Tan juga?" "Betul. ia menambah keterangannya." Tan Ciu menganggukkan kepalanya. "Aku tidak tahu tentang keluargaku sendiri."Betul. "Putra Tan Kiam Lam?" Bertanya wanita berkerudung hitam tersebut. "Belum dapat menemukan bukti bukti yang jelas dan dipercaya?" "Betul. "Aku tidak dapat menceritakan kepadamu!" berkata wanita berkerudung hitam itu! "Mengapa?". "Bagaimanakah terjadinya dendam permusuhan itu?" Bertanya lagi Tan Ciu. kata kata Tan Sang itu mengejutkan dirinya! Tan Ciu tidak memperhatikan keadaan tersebut." "Siapa yang tahu keadaan keluargamu?" "Kakakku Tan Sang." "Mengapa mengatakan keterangan dengan jawaban sepati ini?" "Aku belum dapat menemukan bukti bukti yang jelas dan dipercayai." Berkata Tan Ciu terus terang.

Ia bergumam seorang diri! "Ahhh.. aku harus pergi!" Tubuhnya melesat dan meninggalkan Tan Ciu." "Pohon Penggantunganlah yang merenggut jjwa kakakku itu.. Wanita berkerudung hitam itu cepat menutup mulut." Ia berkata cepat..... Mari kita menyusul berkerudung hitam itu. . Tidak mengapa." Berkata lagi Tan Ciu. Tan Kiam Pek dan Jelita Merah." Tan Ciu terkejut.. Cepat sekali. "Baik-baiklah kau menjaga diri sendiri dan juga diri mereka. Pembantu wanita berkerudung hitam itu adalah seorang gadis cantik. wanita berkerudung hitam itu menggabungkan diri dengan pembantunya. Mereka berjalan berendeng. Wanita berkerudung hitam mengeluarkan suara keluhan panjang. Tan Ciu masih bengong memandang lenyapnya bayangan wanita berkerudung hitam itu. Dirasakan ada sesuatu yang aneh pada wanita tersebut.. "Apa?" Ia tersentak dari keadaan yang sebenarnya. Sembilan belas tahun telah dilewatkan begitu ssja.. sebentar keadaan wanita Ditempat yang agak jauh dari tempat Tan Ciu sekalian berada.. Siapa dia. Meninggalkan dua mayat orang dari Benteng Penggantungan dan meninggalkan Su Hay Khek. "Tidak mangapa."Ng..

. . "Mengapa?" Pei Pei menjadi heran." "Tapi. "Suhu.. "Aku tidak memberi tahu kepadanya?" Berkata wanita berkerudung hitam itu.." "Aku sudah puas dapat mengetahui keadaan dirinya."Pei Pei!!!!" panggil wanita berkerudung hitam itu." "Bukankah kau sering mengenang dirinya?" "Tadi telah bersua dan melihat jelas." Lagi lagi wanita berkerudung hitam ini menghela napas. Gadis yang dipanggil Pei Pei itu memandang.. Mereka guru dan murid melakukan perjalanan. "Mari kita pulang!" Berkata wanita berkerudung hitam itu. mengapa tidak seterusnya?" "Aku puas melihat ia masih hidup... "Dia sudah tahu?" Bertanya lagi Pei Pei kepada gurunya."Guru Pei Pei itu mengangguk-anggukkan kepala." panggil gadis yang bernama Pei pei itu! "Diakah yang suhu maksudkan?" Ternyata mereka adalah guru dan murid! "Ng . "Aku tidak menginginkan ia tahu siapa diriku. Ia agak heran atas kelakuan yang belum lama diperlihatkan kepadanya. sudah dewasa dan mempunyai badan yang tegap. aku sudah puas dapat bertemu muka dengan dirinya." "Itu hanya sepintas lalu. ilmu kepandaian yang tinggi. memberitahu hal ini kepadanya terlalu pagi akan mengganggu keadaannya.

. cepat Tan Ciu mengeluarkan obat Senghtat hoan-hun-tan! "Cianpwee. "Cianpwee.. Melihat hal ini. Ia terlalu banyak mengeluarkan darah.. siapakah wanita tersebut? Mengapa hatinya berdebar keras? Tiba tiba.. ia menolak. keadaannya sunggah payah. Setelah ditinggalkan oleh wanita berkerudung hitam yang misterius itu. Tan Ciu terkejut. Terdengar suara rintihan orang. tertawa sedih. 000ooOdwOoo000 KEMBALI bercerita tentang Tan Ciu. Su Hay Khek terbaring lemah. makanlah obat ini!" Ia harus menolong orang tua itu! Su Hay Khek menggeleng-gelengkan kepala. seolah olah orang yang menantikan waktu ajalnya. Disana.napasnya sudah menjadi satu dengusan yang tidak teratur. Su Hay Khek masih berusaha tertawa." Ia memanggil. Tidak henti-hertinya ia berpikir.Dan lenyap tidak kelihatan! Siapakah mereka? Mari kita menyaksikan bagian berikutnya.. Tan Ciu menubruk ketempat orang tua itu. sipemuda masih bengong saja ditempatnya. Itulah suara rintihan Su Hay Khek yang menderita luka parah. Cepat ia menghampiri orang tua aneh itu.

ia kukuh tidak mau menerima pemberian obat itu. "Cuci dan bersihkan di diri dua belas tingkatan peredaran jalan darah." Ia berkata cepat. Su Hay Khek menggeleng-gelengkan kepala lagi... Obat mujarab apapun . "Jangan banyak pikir. .. hanya bagaimana kematian .." "Cianpwe. " "Tidak." "Cianpwe.... "Jangan kau menangis.. "Setiap orang pasti mati..... tetapi aku puas.. tidak dapat menolong ..." Perintah Su Hay Khek." Ia berkata.." Berkata lagi Su Hay Khek.. Aku ingin meninggalkan tenaga kekuatanku . "Satukanlah peredaran darahmu dengan peredaran darahku. Su Hay Khek menyengir.. yang menimpa dirinya .. Aku sege ma...." Tan Ciu mengikuti petunjuk orang tua aneh itu.. urat nadi yang sudah putus.." Ia berkata... "Urat nadiku telah putus banyak... "Terjanglah Seng su seng-koan....." Tan Ciu msngucurkan air mata. kumpulkan di Cit-seng-ceng meh.. biar bagaimana .." "Duduklah didekatku. Aku mati tak percuma . Kau tidak boleh mati!" "Sudahlah. tangan kanan Su Hay Khek telah menempel diubun ubun Tan Ciu. kepadamu...ati.. bersihkan diri dari segala pikiran . "Tiada gunanya lagi.. Tanpa banyak komentar. Sebelum meninggalkan dunia ini . aku akan mati." .."Aku sudah tiada guna!" Ia berkata! "Makanlah obat ini! ia akan membantu menambah darahmu!" Masih Tan Ciu berusaha.kemudian ..

Terhadap kakek yang berbudi luhur ini. "Dia telah meninggal dunia !" Tan Ciu menyusut air mata. suatu tanda bahwa ia telah bebas dari ancaman bahaya. Dilihat keadaan yang seperti itu. Mengatur tenaga beberapa lama. Tan Kiam Pek telah selesai menghidupkan jiwa Jelita Merah. Sebelum menghembuskan napasnya yang terakhir. apa yang telah terjadi?" ia mengajukan pertanyaan. Dikala Tan Ciu sadar. tangan Su Hay Khek yang menempel pada Tan Ciu telah lemas. Tan Ciu menaruh salut yaog tinggi. Disaat ini. Dilain bagian. Tan Kiam Pek yang memutarkan peredaran darah Jelita Merah telah hampir selesai. . maka dengan mudah pertukaran peredaran darah itu menjadi satu.ia terkejut. mengembalikan kekurangan kekuatannya yang tadi dan membuka kedua matanya. ia menangis dan mengucurkan air mata keedihan yang tidak terhingga. Wajah Jelita Merah yang pucat telah bersemu merah.Satu hawa hangat meresap masuk kedalam tubuh Tan Ciu. Su Hay Khek telah mengeluarkan semua kekuatannya dan diserahkan kepada Tan Ciu. si pemuda telah menyatukan peredaran darah mereka. orang tua itu telah memeramkan mata untuk selama lamanya. Tan Kiam Pek mengempos tenaganya yang penghabisan sekali dan selesailah penyembuhan dengan cara seperti itu. Urat nadinya putus. Su Hay Khek mati. ia kehabisan tenaga. "Eh. Tenaganya dikuras bersih dan menghembuskan napasnya yang terakhir dengan rela.

" "Tidak kusangka. benteng itu mempunyai banyak tokoh silat yang berkepandaian tinggi" untuk tolong . Berapa lama kemudian." Ia berkata. lama mereka mengenang orang tua yang telah berkorban untuk keselamatan semua orang. "Tan siauwhiap. "Kasihan." Tan Ciu menghela napas." "Sudah nenjadi kewajiban manusia menolong. "mari kita Tan Kiam Pek dan Tan Ciu menggali tanah." berkata Tan Kiam mengebumikan orang tua ini?" Pek. Jelita Merah memandang Tan Ciu. "Aku menelantarkan urusanmu." "Betul! Orang orang dari Benteng Penggantungan itu yang mencelakai kita." Berkata Tan Kiam Pek."Aaaaaaa" Tan Ciu menceritakan segala yang belum lama telah terjadi. "Syukur kalian tiba tepat pada waktunya dan berhasil menolong jiwaku." Ia memanggil. Tiga orang menaruh hormat yang penghabisan kali kepada makam Su Hay Khek. Jelita Merah sudah membuka kedua matanya. mereka mengebumikan jenazah si kakek aneh Su Hay Khek. "mereka adalah orang orang dari Benteng Penggantungan. baru Jelita Merah berkata. "Bukan salahmu. Budi ini tidak dapat kulupakan.

" "Tentang urusan apa?" Bertanya Tan Kiam Pek." "Bila betul dia adalah engkohmu?" Tan Cin ragu ragu! "Tetap kubunuh juga." "Tidak ada jalan lain?" "Kukira tidak!" Tiba tiba Tan Ciu teringat sesuatu. takdir telah mempermainkan kita." "Kita telah berusaha. Dan mengajukan pertanyaan.."Betul. "Dugaanmu jatuh pada siapa?" Bertanya Tan Kiam Pek "Inilah yang ingin kutanyakan kepada cianpwe. . Biar bagaimanapun juga. Tan Ciu menceritakan munculnya wanita berkerudung hitam yang menolong jiwa mereka itu." "Cianpwee ingin kemana?" Bertanya Tan Ciu "Aku? Aku harus kembali menyakinkan ilmu silat dengan lebih tekun lagi." Tan Kiam Pek memandang mereka sebentar dan berkata. aku harus berusaha keras agar tidak dikalahkan olehnya." Berkata Tan Ciu. Akh. Aku harus pergi lebih dahulu." Berkata Tan Ciu sambil menghela nafas.. ilmunya tinggi." Berkata Jelita Merah. aku harus menyelesaikan persengketaan dengan si ketua Benteng Penggantungan. "Apa mau dikata. ia berkata "Ada sesuatu yang ingin kutanyakan kepadamu. "Kalian berdua boleh merundingkan hal ini baik-baik. "Gerakannya gesit. Nona Co telah dibawa oleh mereka. bila Tan Kiam Pek kenal dengan seorang wanita yang berkepandaian ilmu silat tinggi tersebut. tentunya mengalami penderitaan.

Aku. "Betul sekali" Tan Ciu membenarkan pertanyaan ini." Tan Ciu menerima kritik tersebut dan menganggukkan kepalanya." Tan Kiam Pek menganggukkan kepala. . Jelita Merah memandang si pemuda." "Selamat jalan. Melati Putih. "Aku harus pergi. "Akupun harus meninggalkanmu. ”Dikatakan juga bahwa pada daun kuping Tan Kiam Lam ada andengandeng hitam yang besar?".." "Hah?" Tan Ciu berteriak. "Hanya aku belum dapat memastikan tentang hal ini. Pada suatu hari kau akan tahu kebenaran dari dugaanku ini! Bersabarlah dan jangan banyak berpikir yang bukan bukan." Berkata Jelita Merah." Berkata Tan Kiam Pek." Berkata Tan Ciu. sebentar kemudian sudah lenyap dari pandangan mata. "Kukira dia. "Ibuku?" "Betul. "selamat tinggal. ia berkata.Aku harus kembali dan memberi tahu segala kejadian ini kepada guruku." "Siapa?" "Siapa? Ibumu. Tubuh Tan kiam Pek melesat." "ia masih hidup didalam dunia?" "kukira masih. Tan Kiam Pek berkata. Dan Jelita Merah turut mengantarkan pula.."Ia mengatakan bahwa aku bernama Tan Kiam Lam?" "Betul!" Tan Ciu menganggukkan kepala.

. "Kau tidak marah?" Tan Ciu menganggukkan kepala. aku kenal dengan seorang pemuda yang bernama Chiu It Cong tidak disangka. aku telah dipermainkan ." Berkata Tau Ciu! "Kuharap saja bukan!" Berkata Jelita Merah. "Sudah ditakdirkan hidupku merana.. "Kau betul putra Tan Kiam Lam?" Bertanya Jelita Merah. Pada saat aku berumur enam belas tahun. Lebih dari itu."Siapakah tokoh silat yang menjadi gurumu?" Bertanya Tan Ciu." Tan Ciu menganggukkan kepala." Sigadis tertawa sedih. "Aku adalah seorang wanita yang sangat menderita." Berkata Jelita merah. Kini aku akau berbicara tentang diriku. aku tidak diberi tahu!" "Gurumu itu seorang wanita?" "Betul." Berkata Jelita Merah. biar kututurkan lain kali. "Dia.. "Mudah-Mudahan. ia menipu diriku. Dia berpesan agar tidak menyebut namanya. "Tidak tahu. "Tugasku hanya untuk mencari Tan Kiam Lam.” Tan Ciu memandang gadis itu. "Kau masih ingat bahwa aku berjanji untuk menceritakan drama sedih tentang aku dan guruku?" "Ingat." Jelita Merah mulai bercerita. "Tentang cerita guruku. Jelita Merah berkata. gurumu juga mempunyai dendam permusuhan dengan Tan Kiam Lam?" "entahlah..

" Jelita Merah tertawa manis. Jelita Merah menghela napas.." Berkata Jelita Merah gemas. "Tan Siauwhiap. "Kuharap saja kau tidak memandang rendah diriku. pemuda ini harus menyerahkan tawanan itu kepada gurunya. Ia lenyap begitu saja. "Tidak sedikit yang telah kuberikan kepadanya. dan setelah ia berhasil mendapatkan diriku." Berkata Tan Ciu menganggukkan kepala." "Bila kau berhasil menemukannya. "Membunuhnya. kuselidiki jejaknya tanpa hasil. Ia pulang kearah tempat si Putri Angin Tornado." "Dia mati?" "Mana kutahu. Telah beberapa tahun. Tan Ciu mengambil tubuh Sim In yang telah ditotok jalan darahnya." Mereka sama sama mengucapkan selamat perpisahan dan Jelita Merah berangkat terlebih dulu. . entah kemana ia melarikan diri. "Kini aku harus pergi dahulu! Selamat jalan!" "Selamat jalan." "Aku bersedia menjadi kawanmu. "Terima kasih kepada janjimu ini!" Ia berkata. Ternyata dia sudah bukan gadis lagi.. "Sungguh?" "Tentu sungguh. Terlalu banyak yang telah didapat olehnya.olehnya. bagaimana?" Tan Ciu mengajukan pertanyaan ini." Tan Ciu menatap Jelita Merah.. Kuharap kita dapat mengikat tali persahabatan." ia memanggil perlahan." "Ouw.

" Putri Angin Tornado memandang orang yang diletakkan ditanah itu. "Suhu. -ooo0dw0oooJILID 6 TAN Ciu menggendong tubuh Sim In masuk kedalam guha itu. itulah cahaya cahaya dari sinar mutiara.Singkatnya cerita. aku telah kembali!" Tan Ciu memberi sahutan. si putri Angin Tornado yang pernah menggemparkan rimba persilatan itu. "siapa?" "Suhu. . Tan Ciu telah tiba di-tempat tujuan. dan memberi hormat kepada gurunya. Dia adalah guru Tan Ciu yang berkepandaian silat tinggi. "Oh. dia adalah guru Tan Ciu dengan julukan seram. . Tan Ciu meletakkan Sim In. Mulut masuk goha tersebut sangat gelap. Dari dalam guha terdengar satu suara yang membentak. Putri Angin Tornado itu. Didepan suatu goa. Tan Ciu menggendong tubuh Sim In dan berlari datang. yang terpancang disekitar dinding guha.. Seorang wanita dengan wajah buruk duduk disebuah kursi beroda. Ternyata orang yang berada didalam goha itu adalah guru sipemuda Tan Ciu. tetapi tak lama kemudian terlihat cahaya terang. kau telah kembali! Masuklah!" Inilah suara si Putri Angin Tornado. Tan Ciu.

kau ingin membunuhnya?" "betul!!" Pada wajah Putri Angin Tornado yang buruk itu terlihat hawa yang menyeramkan. Tan Ciu bertanya kepada sang guru. Sim In segera duduk bangun. Sim In mulai menggeliat bangun. ia sangat terkejut. masih kenal denganku?" Sim In memperhatikan orang yang duduk dikursi roda itu. "Sim In?" Mulut si Putri Angin Tornado bergumam. "Aaaaa. Tan Ciu menotok hidup jalan darah kaku orang tawanannya. Putri Angin Tornado Kim Hong Hong menganggukan kepala. "Kau Kim Hong Hong?" Ia hampir berteriak dan menyebut nama kecil Putri Angin Tornado."Siapakah yang kau bawa masuk kemari?!" "Orang yang menjadi musuhmu. Ia tertawa kejam." Tan Ciu memberi jawaban. Sim In yang kini telah menduduki ketua perkumpulan Ang mo-kauw. dilihat keadaan dirinya telah bukan ditempat markas besar perkumpulannya." Putri Angin Tornado segera mengenali lelaki yang pernah dikasihi olehnya. kemudian membebaskan beberapa totokan lainnya. "Suhu. Terdengar suara Putri Angin Tornado yang membentak keras. Menunjuk kearah Sim In. . "Sim In.

"Betul. "Sim In. 000OdwO000 TAN CIU menjauhkan diri. kita berunding dan membicarakan persengketaan lama." Sim In maju lagi tiga langkah. "Kau takut Bagaimanakah dua orang yang dahulunya berkasih kasihan ini mengakhiri persengketaan? Mari kita menyaksikan bagian yang selanjutnya. kedua kakiku telah tiada. "Mengapa harus takut kepadamu?" "Bagus." Ia memanggil lagi. "Wajahku telah menjadi buruk." Berkata si Putri Angin Tornado Kim Hong Hong. ia telah mendapatkan dirinya pada kedudukan yang semula. menatap wanita berwajah buruk yang duduk diatas kursi roda itu dan memberikan jawaban yang berani." Ia berkata. "Sim In. Kini ia sedang berhadapan dengan laki laki yang dahulu pernah dikasihi olehnya. Ternyata kau tidak takut. . ia berdiri di-pojok guha itu. Sim In adalah ketua satu perkumpulan besar.Hong. Tetapi hati dan jiwaku tetap Kim Hong. Ia segera membusungkan-dada." kepadaku?" Ia memanggil nama itu. Putri Angin Tornado tertawa dingin. Kim Hong Hong memancarkan sinar matanya yang sangat tajam. Mari maju kemari." Sim In mundur sampai tiga langkah. "Kau tidak berani memandang wajahku?" Biar bagaimana. "Aku tidak mengharapkan kau takut kepadaku.

" . mengapa mengadakan hubungan dengan Tan Kiam Lam?" "Kau jangan memfitnah!" "Hubunganmu dengan Tan Kiam Lam telah benda diluar batas... "Mengapa dan sampai hati kau mengambil langkah kejam?" "Kau sendiri mengerti... "Kau sendirilah yang menghina diri sendiri.. Putri Angin Tornado Kim Hong Hong ke-mekmek. hal ini tidak mungkin terjadi." "Hmm. Bukan orang yang memberi tahu bal ini kepadaku." "Tidak.kau bohong" "Aku melihat dengan mata kepala sendiri." Berkata Kim Hong Hong. "Katakanlah.. Kau mengucapkan cinta." Berkata Sim In." "Aku tidak mengerti. dikatakan cinta ke padaku." "Kau. cinta itu hanya dimulut. "Hai. "Dimanakah letak kesalahanku?" Berkata Kim Hong Hong."Apa yang kita harus bicarakan ?" Ia membuka suara lantang. Ia mengkerutkan kedua alisnya. kau menghina diriku" "Bukan aku yang menghina." "Kau ingin aku menceploskan sekali lagi?" Berkata Sim In dingin.. "Belum pernah aku melakukan sesuatu yang menyinggung perasaanmu." berkata Sim In gagah.

Dengan Tan Kiam Lam!" "Tidak mungkin. Hal itu dikarenakan aku cinta padamu. kau mendekati Tan Kiam Lam.. bukan karena ojokan orang desas desus koran picisan dan jaga bukan dalih alasanperbuatanmu yang telah melanggar tata krama ini.. Kau mengerti ... Tidak." "Tidak ada alasan untuk memfitnahmu!" Berkata Sim In." Kim Hong Hong mendekap mukanya. Sim In berkata lagi. Tapi kau mempermainkan cintaku." Putri Angin Tornado Kira Hong Hong menggoyangkan kepala." Ia berkata. "Sim In. tak boleh kemasukan sebutir pasirpun juga.. mengutungi kedua kakimu." Berkata ketua Ang mo-kauw tersebut. "Berani bersumpah?" "Aku boleh mengangkat sumpah. "Dia adalah Iblis yang berbaju manusia ." Kim Hong Hong terpaku ditempatnya. katakanlah. melakukan perbuatan yang terkutuk. "Jelas didalam ingatanku .. "Tidak... "Betul. itulah. Aku mengaku telah merusak wajah-mu. tubuhmu." Sim In berteriak. "Kau berani mengatakan ucapan seperti ini.."Dengan alasan apa kau mengadakan perhubungan dengan seorang lelaki?" "Dengan dirimu?" "Bukan. . Tan Kiam Lam adalah kawan biasa!" "Tan Kiam Lam tidak mungkin mempunyai seorang kawan. Aku melakukan perbuatan itu hanya denganmu. Cintaku telah mendalam. perbuatan yang melalukan itu..

Tan Kiam Lam dan Sim In? Tan Ciu belum mengerti dan belum dapat menduga sama sekali..... Ia ragu ragu." "Apa yang kau tahu?" Bertanya Kim Hong Hong." Akhirnya Kim Hong Hong menangis sedih. "Aaaa. Aku hanya cinta padamu. "Kau telah dihipnotis olehnya. "Aku tabu. Apakah yang pernah terjadi diantara gurunya. Aku bukan seorang wanita yang tak tahu malu. Tan Ciu tidak mengerti atas sikap gurunya yang seperti itu." "Kau. ia mendongakan kepala dan memandang Sim In. Segala telah kuserahkan kepadamu." Tiba-tiba Sim In berteriak.. Sim In juga tidak mengerti. sesuatu yang buruk mengekang otak pikirannya.. Ia menyaksikan dari tempat jauh.." "Mungkin sekali. Suatu ketika.. Disini menyangkut Tan Kiam Lam yang misterius itu.. Aku telah melarikan diri dari pintu perguruan karenamu. Kau berkata bahwa aku melakukan hal itu dengannya? Kau melihat dengan mata sendiri?" Puteri Angin Tornado Kim Hong Hong seperti telah menemukan sesuatu yang aneh." "Mungkinkah ia.kesucian diriku. . Dua pasang mata bentrok jadi satu.. Sim In juga memandang si Putri Angin Tornado. Lama sekali Kim Hong Hong menangis. Manusia yang seperti apakah Tan Kiam Lam itu.

hanya ada satu kemungkinan. Sim In telah mendapat jawaban. Ia paham. "Hong Hong. Aku telah melakukan sesuatu kesalahan yang terbesar." Suara itu seolah olah seseorang yang sedang memohon ." Berkata Sim In sungguh sungguh. mengantungi kedua kaki orang? Sedangkan gadis yang di siksa itu adalah gadis yang sangat menyintai dirinya. betapa didalam cinta Kim Hong Hong kepada dirinya. Sim In menyesal telah merusak wajah kekasih itu. Kim Hong Hong tentunya telah dihipnotis.. Didalam hal ini. "Tidak mungkin .. disihir oleh Tan Kiam Lam!." Ia meratap. Sim In merasa sangat menyesal. Puteri Angin Tornado melakukan hal hal tersebut. mengapa ia berbuat terburu napsu. "Telah kulihat jelas. Tan Kiam Lam telah menggunakan ilmu Ie-bun tay gat... Tidak mungkin . ia merangkul tubuh Kim Hong Hong.. tidak mungkin..."Betul. Saking besarnya gejolak hati ysng diderita tiba tiba Sim In menubruk wanita yang berwajah jelek itu. semacam ilmu sihir di jaman sekarang... Apa yang telah terjadi itu hanya kesalah pahaman. Orang yang mendengar pasti bergidik. kalian berdua tidur bersama... . " Kim Hong Hong mengeluh. meratap. Termasuk Tan Ciu yang menyembunyikan diri dipojok gelap..." "Oh.... dan mengucurkan air mata. Ketua Ang-mo kauw. menantang ketidak adilan dunia . Tuhan . Kemungkinan itu ialah. Setelah sadar akan hal ini..

. "Sim In." Sim In merayap bangun dan memanggil nama itu. setelah kau melihat kejadian itu mengapa tidak segera memberi tahu kepadaku? Mengapa menambah penderitaanku dengan merusak wajahku? Mengapa kau mengutungi kedua kakiku? Dengan alasan apa kau melakukan perbuatan perbuatan yang seperti ini?" "Karena aku sangat cinta kepadamu.. Aku tidak menarik panjang perkara. Sungguh. Ia tidak dapat menerima cara pengampunan orang seperti ini. Aku.. Aku cinta kepada dua lelaki? Kau kira aku wanita apa? Kau kira aku tidak tahu malu!" ." Sim In menundukkan kepala. ia berkata lagi. Kim Hong Hong melampiaskan kemarahannya.." "Kau pergilah.. Kukira kau berada didalam keadaan sadar. Sim In terjerambab kebelakang. Ku kira kau telah cinta padanya... maka aku marah dan telah melakukan sesuatu yang merugikanmu.. aku sangat benci kepadamu. "Aku benci kepadamu.. plakk. "Aku bersumpah bahwa aku tidak mengetahui jalan hal itu.. tiba-tiba . Puteri Angin Tornado membentak. Segera kau enyah dari tempat ini!" "Hong Hong.. Sebelum aku tahu duduk perkara yang sebenarnya. menempiling pipi laki laki itu. Aku akan menyelidiki kejadian ini. Terdengar suara Kim Hong Hong yang menggelegar. "Pergi!." Ia berkata lemah..." "Kentut. "Aku salah." "Hong Hong." Sim In meratap.Kim Hong Hong mengayun tangan.

" Wajah Kim Hong Hong berubah. Lama sekali . Kim Hong Hong memandang kearah Tan Ciu dan berkata kepada murid itu.." Perlahan lahan.bunuhlah. ia menjerit-jerit kalap. "Tidak! Aku tidak mau pergi. Ia tidak mengerti. Kau boleh pergi. Suatu jawaban yang berada diluar dugaan Kim Hong Hong. dilihat bagaimana bekas kekasih lama itu termenung dikursi berodanya. "Kau memaksa aku melakukan pembunuhan?" Ia menatap wajah lelaki itu tajam tajam. kau berani." Berkata Putri Angin Tornado Kim Hong Hong." "Aku akan menyelidiki hal ini. tetapi bukan ditujukan kearah kepala Sim In. Tatkala Sim In membuka kedua matanya." Sim In memasang badan."Ternyata hal ini terjadi sa1ah paham... Bunuhlah aku. Bunuhkah.. "Tan Ciu. Sim In memeramkan kedua matanya. Kim Hong Hoog menurunkan tangannya perlahan. diperhatikannya wajah ketua Ang mo kauw itu. Ia membatalkan niatan itu... siap membunuh orang yang telah membuat cacat pada dirinya. "Aku akan tetap tinggal disini. "Bunuhlah... Sim In maju mendekati orang." .. ia siap menerima kematian. seolah olah ingin menemukan suatu jawaban. "Baik. Kim Hong Hong mengangkat tangan." Berkata Sim In...

bila kau tak dapat kesalahanku. aku tidak dapat membunuhnya!" Berkata si pemuda. "Membunuhnya?" Ia tahu bahwa sang guru cinta kepada laki laki ini. berapa banyak deritaku karena perbuatannya?" "Tetapi suhu tetap mencintainya." memaafkan Kim Hong Hong melengak. Tan Ciu terkejut." "Tidak!!" "Suhu. mendekati gurunya itu. ampunkah kesalahannya. mengutungi kedua kakinya. Tidak tahukah. Ia melakukan hal karena terlalu cinta padamu. Kau tidak akan tega membunuhnya. Kini Sim In maju angkat bicara. Tan Ciu memandang guru itu. Kim Hong Kong memberi perintah." Putri Angin Tornado memberi perintah. Hal ini semakin berkesan." Bentak Kim Hong Hong keras." Kim Hong Hong menggeleng gelengkan kepala. Haruskah memaafkan dirinya? Laki laki ini yang telah merusak wajahnya. "Mengapa?" "Tidak mungkin. mengapa harus membunuhnya? "Tan Ciu. "Bunuh. "Suhu. "Bunuhlah orang ini. Aku segera bunuh diri sendiri. "Hong Hong." "Goblok." Sekali lagi.Tan Ciu berjalan. mungkinkah menyudahi perkara begitu saja? .

Betul betul Sim In mencari mati untuk menebus dosanya." Tubuhnya bergerak." Tubuh Sim In telah melesat kearah dinding batu goha Kim Hong Hong dengan cepat. "Aku segera mati dihadapanmu. "Baik" Sim In berkata singkat." Kim Hong Hong menggeleng gelengkan kepala. "Pergilah... Tiba tiba Kim Hong Hong berteriak. ia menubrukkah kepala itu kena batu guha. Tan Ciu berteriak. Tan Ciu mengulurkan tangannya. Tan Ciu lebih menyesal lagi. pasti kepalanya telah hancur pecah. Mengapa ia tidak dapat mencegah drama itu? Tubuh Sim In telah diletakkan ditanah dengan kepala bercucuran darah. Tanpa banyak pikir.. "Sim In. dengan kepala lebih dahulu.. Kepala Sim In telah megenai batu guha lebih dahulu." . pergilah dari guha ini... Kim Hong Hong menghela napas. hal inipun tidak dapat membawa banyak hasil. Bila tidak ada tarikan tangan Tan Ciu tadi. menarik kaki orang yang masih keburu dipegang." "Hong Hong kau tidak memberi kesempatan sama sekali. Putri Angin Tornado Kim Hong Hong teerkejut. Namun.Tan Ciu memandang dua orang itu bergantian. "Cianpwee..

Tan Ciu menyaksikan sepasang kekasih yang seperti ini. bahwa Tan Kiam Lam itu sebagai ayahnya." Sim In membuka kedua matanya yang sudah menjadi berat." Putri Angin Tornado Kim Hong Hong memanggil lagi. Aku . apa yang harus dilakukan olehnya? Disana. Kau tidak boleh mati." "Tidak seharusnya aku melakukan perbuatan itu kepadamu. mengetahui bahwa sang guru telah memberikan pengampunannya. Sim In . "Hong Hong......... Mereka terpisah karena Tan Kiam Lam." Sim In mengucurkan air mata. Betulkah cerita burung. Sim In . "Sim In. Kim Hong Hong masih memanggil-manggil. Manusia bagaimanakah Tan Kiam Lam ini? Tekad Tan Ciu untuk menemuinya semakin besar. entah air mata kesedihan atau mata gembira. Menangis menggerung gerung... . Untuk pertama kalinya. Jangan. sebagian darah membasahi mata itu. telah melakukan kesalahan yang terbesar... Ia sangat sedih sekali. Aku. Bila hal ini benar. "Sim In. "Tidak." Berkata Sim In lemah..... Kim Hong Hong memanggil.Tubuh wanita yang sudah tidak berkaki itu melesat kearah Sim In... dipeluknya kencang dan erat erat. biarkanlah aku mati. Tan Ciu turut mengucurkan air mata.

... padamu . "Kau! Kau tidak salah.... Dapatkah ." Sim In sudah tidak bertenaga. "Jangan. Aku tahu.. Sim In mengeluarkan ukiran batu yang berbentuk singa...!" "Sim In. biar bagaimana kau tetap menaruh dendam kepada perbuatanku dahulu." Ia berkata.. kau memaafkanku?" "Aku memaafkanmu.. "Harapanku .. "Setelah aku tiada... kasih... diserahkan kepada Kim Hong Hong dan berkata! "Hong Hong! Kim say cu yang kucuri darimu ini. "Jangan bersedih."Sim In. setelah aku mati . Dari dalam saku bajunya. kuharap...ri.. ialah .. Jangan kau nangis." Kim Hong Hong mengucurkan air mata semakin deras. "Te." Ia Berkata.. ." Sim In memberi hiburan. itulah Kiam-Say-cu..." Ternyata Putri Angin Tornado Kim Hong Hong telah memaafkan kesalahan kekasihnya yang telah merusak wajah membuntungi kedua kakinya itu! Sim In menyerahkan Kim-say-cu.. aku sangat cinta ." berkata Kim Hong Hong... aku tidak mengharapkan kau mati. kau dapat mengampuni kesalahanku. kukembalikan kepadamu!” Suaranya terputus-putus! "Sim In!" "Jangan bersedih! Akhirnya kesalah pahaman kita telah menjadi jelas!” Kim Hong Hong menangis sesenggukkan..ma.

. "Betul! Kau harus menuntut balas. kedua tangan direntangkan dan memukul pemuda dihadapannya. "Men." berkata Sim In. Tan Ciu mundur kepojok dinding guha." Putri Angin Tornado Kim Hong Hong itu sangat marah sekali. Tiba tiba tubuh Kim Hong Hong melesat."Semua ini gara-gara Tan Kiam Lam?!" Kim Hong Hoog mengertek gigi.. Kim Hong Hong mengertek gigi. 000OdwO000 . pemuda yang bernama Tan Ciu itu! Sungguh menyeramkan. "Suhu.. Bagaimana kesudahan dari pukulan ini? Berhasilkah Putri Angin Tornado Kim Hong Hong menuntut balas? Mari kita mengikuti cerita berikutnya. Mata Kim Hong Hong menjadi liar. Tan Ciu hanya dapat mengucurkan air mata. tiba-tiba ia berpaling kearah Tan Ciu.." Ia memanggil gurunya itu.. Tan Ciu menggigil takut sinar mata itu sangat seram sekali." Berkata Kim Hong Hong. "Aku akan menuntut balas. Tiba tiba Kim Hong Hong membentak. "Aku akan membunuhmu dahulu" Kata kata ini ditujukan kearah muridnya. "Aku tidak dapat mengampuninya." Geramnya kepada pemuda itu. Mengapa?" "Karena kau adalah anak turunan Tan Kiam Lam.

Tan Ciu telah mewarisi semua tenaga si kakek aneh Su Hay Khek. Kim Hong Hong menubruk dan memukul Tan Ciu! Tak mungkin sipemuda menghindari serangan ini. Ilmu kepandaiannya sangat hebat. kemudian menerima pukulan si guru. kedalam tubuh Tan Ciu. tapi tidak mati. Karena orang yang dimaksud tidak ada dihadapannya semua kemarahan dijatuhkan kepada sang murid." Tan Ciu menyusut darah yang membasahi bibirnya. Kim Hong Hong membentak." "Suhu. Putri Angin Tornado adalah salah seorang yang ganas. disaat itu juga..." .BERCERITA bagaimana Putri Angin Tornado Kim Hong Hong marah besar. demikian pula pukulan tadi. "Suhu . Bila saja Su Hay Khek tidak menyerahkan latihan tenaga yang telah dihasilkan selama puluhan tahun itu. Tan Ciu yang dikatakan sebagai Putri Tan Kiam Lam. pasti pemuda itu mati kontan. kemudian merayap bangun.. "Tutup mulut. Semua kesalahan adalah kesalahan Tan Kiam Lam. luar biasa sekali. Suatu hal yang berada diluar dugaan Putri Angin Tornado Kim Hong Hong. kini si pemuda berdiri lagi. Seperti apa yang kita ketahui.. betul terluka. Aku tidak mau dipanggil guru lagi. Tubuh Tan Ciu yang menggeletak ditanah menggeliat. dari mulutnya mengeluarkan darah merah. Kini... tubuhnya terpental jatuh tertelungkup. Kau adalah anak Tan Kiam Lam.

" Tan Ciu menghela nafas. menggunakan ilmu Ie hun-tay-hoat merusak kehormatan orang!" "Suhu bagaimana kelakuan ayahku tidak mempunyai hubungan denganku. Kini aku harus membunuhmu." "Tetapi. Jangan. ia menoleh sebentar dan karena inilah harus kembali ketempat kursi rodanya... ayahnya." Tan Ciu dengan getaran jiwa yang kontras berteriak. itu.. Kedua kakinya telah tiada. Yang bersalah." "Sudah kukatakan. kau adalah anaknya." "betul-betul kau ingin membunuhku?" Tan Ciu meminta keterangan.. ayahmu berlaku sejahat itu. "Aku tidak pernah melakukan kesalahan.. "Tentu!" "Baiklah.. "Hong Hong ..." Tan Ciu mencoba memberi pembelaan kepada dirinya.dia ." Putri Angin Tornado Kim Hong Hong memandang Tan Ciu dan membentak... Tidak seharusnya aku memberikan didikan ilmu silat kepadamu..... kini mengancam ubun ubun si pemuda... "Bunuhlah!!" Putri Angin Tornado yang telah kembali ke kursi rodanya meletik lagi. "Suhu.. ."Tidak kusangka." Kim Hong Hong harus membatalkan niatannya. aku tidak pernah membantah perintahmu. jangan panggil aku guru lagi. Tiba tiba Sim In mengeluarkan teriakan! "Hong Hong..Bukan pemuda.. adalah. ia harus tetap duduk dikursi beroda itu.

aku bukan suhumu lagi. ia berkata. inilah penghormatan yang terakhir kepada gurunya. "Suhu." Tan Ciu berjalan pergi. betul betul kau tidak bersedia menerima diriku sebagai murid lagi?" "Mengapa harus menerima dirimu?" Bentak Kim Hong Hong."Pergi! Pergilah kau dari tempat ini." Ia mengusir muridnya itu.." "Tutup mulut!" "Bolehkah aku mengajukan suatu pemohonan?" "Tidak perlu. Dengan mengucurkan air mata kesedihan Tan Ciu meninggalkan gurunya. "Bila kau membangkitkan kemarahanku.. dengan bergumam. dengan menahan rasa sakit didalam hati yang tidak kepalang. "Aku tidak membunuh kau.. Tan Ciu berlutut terlebih dahulu. muridmu pergi" Sebelum meninggalkan guha itu. kepada guru yang telah mendidik dirinya menjadi seorang tokob silat yang berkepandaian tinggi. tahu?" "Suhu. . "Mulai hari ini." Berkata Kim Hong Hong ketus. hal ini adalah keberuntunganmu." Ia memanggil guru itu pedih. Tan Ciu mengucurkan air mata lebih deras. "Baiklah Suhu. ia berkata. Tan Ciu mengucurkan air mata." Ternyata King Hong Hong sangat keras hati. "Suhu. batok kepalamu segera pecah didalam guha ini.

"Biarlah ia pergi.. "Hong Hong. . ia sudah merasa suatu kesusahan. membutuhkannya . Dikala Tan Ciu meninggalkan guha itu. orang yang bernama Tan Kiam Lam itu! Siapakah Tan Kiam Lam? Dosa apakah yang telah dilakukan oleh orang itu? Mengapa tidak seorang yang pernah menaruh simpatik kepadanya? Hanya dendam. Kita . Tan Ciu berjalan seorang diri. luar biasa." Berkata Sim In dengan suara yang terputus-putus.." Berkata Kim Hong Hong singkat. Suatu penderitaan bathin yang paling besar. hanya makian yang dijatuhkan kepada tokoh si1at tersebut. sangat berat. "Aku tidak akan membutuhkannya. Apa guna hidup didalam dunia ? Bila harus sengsara terus menerus? Hal ini berpokok pangkal dari ayahnya.Tan Ciu dibesarkan didalam keadaan yang tidak ada kehangatan rumah tangga. "Hong Hong. Kini iapun diusir pergi oleh gurunya.." ia berkata. kepalanya ditundukkan ke tanah.. cegah kepergiannya!" Putri Angin Tornado Kim Hong Hong mengelenggelengkan kepala. melakukan perjalanan dengan hati hancur luluh.. hanya permusuhan. Setelah Tan Sang digantung orang di atas pohon penggantungan. Sim In berteriak. hanya kakaknya dan guru ini yang memperhatikan kehidupannya. Kita sangat.

Sungai. Tebing curam." inilah suara seorang gadis yang sangat empuk sekali. Ayahku . memikat hati. "Eh. "Tidak seorangpun yang membutuhkanku! Tak seorangpun yang memerlukan tenagaku. ialah membiarkan segala berlangsung seperti tadi! Akhirnya Tan Ciu jatuh. Satu persatu telah diarungi olehnya..Jauh ditempat mereka. kakakku .. Lereng gunung. Satu suara yang nyaring merdu memecahkan kesedihan itu. berapa banyak gunung yang telah dilewati.. Berteriak-teriak ditengak jalan. guruku .. bila semua orang menolak keras kehadirannya didalam dunia? Termasuk gurunya yang dicintai? Tanah Ladang. ia menangis menggerunggerung! Tiba-tiba. Ibuku . Tan Ciu mempekakkan telinganya.. . ia tidak memberikan reaksi. Beberapa lama kemudian Tan Ciu tidak tahu betapa jauh perjalanan yang telah ditempuh.. kau mengapa... bagaimana ia tak menjadi gila. Lembah dalam. menari nari. Tan Ciu tiba tiba berteriak. Hal ini dapat kita maklumi. Akhirnya ia jatuh. tidak kuat mempertahan kondisi badannya yang divorsir terus menerus seperti itu! Rasa putus asa mengurungi benak otaknya! Melampiaskan rasa penasaran itu. mereka tidak mau ambil tahu penghidupanku?" ia gila ..

dengan kepala ditelengkan. Laki laki sudah besar masih menangis? Apakah yang menyebabkan kesedihanmu?" Tan Ciu mendongakkan kepala. Tan Ciu mengayun tangan. Si gadis semakin terkejut." Gadis itu terkejut." Tan Ciu mendelikkan mata.. ia mundur beberapa langkah. hawa pembunuhan mengurungi wajah yang tadinya cakap dan tampan itu. "Kau .. wajahnya cantik. "Pergi. dilihat seorang gadis berbaju putih berdiri dihadapannya. Ternyata gadis inipun berkepandaian silat. laku lakunya lucu dan menarik. memperhatikan dirinya. ia lompat berjingkrak "Eh. "Gadis berbaju putih ini berkata. matanya dipentang lebar lebar.." ia berkata.. "Ayouw ." Bentak Tan Ciu lagi." "Mengapa?" "Pergi" "Aku tidak melakukan sesuatu yang merugikanmu.. Kau mengapa?" Ia bertanya. "Pergi. Si gadis melesatkan diri. kau galak sekali. memukul gadis berbaju putih itu. "Bagaimana kau tiba ditempat ini?" Tiba tiba saja Tan Ciu membentak.Suara merdu itu berkumandang lagi. "Hmmn. "Kau pergi dari sini. .. maka gagallah serangan yang dilontarkan kepada dirinya.

. Kau .. Gadis berbaju putih maju. " Tan Ciu mempanjangkan kupingnya... "Siapa yang memanggil manggil itu?" "Guruku . "Pergi. jatuh ngusruk ditanah. Gadis berbaju uutih mengajukan pertanyaan "Kau yang bernama Tan Ciu?" "Jangan tanya!" Tan Ciu membentak galak. maksudnya ingin memayang bangun pemuda itu. . Tan Ciu bangkit dengan susah." Tanpa bantuan orang. sudah kukatakan. "Tan Ciu. kau pergi?" Tiba tiba Tan Ciu menjadi sangat galak sekali. Pergi . " Gadis berbaju putih mengkerutkan kerut alisnya yang lentik.. jalannya sudah limbung Kejadian ini tidak berlangsung lama. Tapi Tan Ciu membentak... Putri Angin Tornado Kim Hong Hong! Badan Tan Ciu menggigil gemetar. Hei.. kemudian berjalan pergi.. pergi . itulah suara si guru. "Pergi... tubuhnya sempoyongan. Gadis itu mengikuti dibelakang sipemuda. Tan Ciu membentak. Dari jauh terdengar satu suara yang memanggil..Tan Ciu kehilangan keseimbangan badan tubuhnya yang memukul gadis dengan tidak mendapat sasaran itu. tubuh Tan Ciu jatuh lagi.

. menotok jalan darah beku orang.Dari tempat yang sangat jauh.." . tujuannya tepat di mana suara Putri Angin Tornado Kim Hong Hong datang. juga tidak mendapat totokan jalan darah gagu. Dimana kau berada . Lepaskan diriku... Putri Angin Tornado Kim Hong Hong duduk dikursi rodanya.. kemudian digendong.. maka ia tidak berdaya.. maka ia berteriak.. "Lepaskan diriku. gadis tersebut mengajukan pertanyaan... gadis itu telah membawa Tan Ciu masuk kedalam sebuah rimba. kau mencari dia?" sambil memandang Kim Hong Hong. " Gadis itu meletakkan tubuh Tan Ciu dihadapan Kim Hoog Hong. Jalan darah kaku Tan Ciu telah ditotok. kemudian menotok hidup jalan darah kakunya.. Kim Hong Hong menganggukkan kepala. "Betul. dengan satu gerakan yang paling cepat.. ia melesat semakin cepat. Tan Ciu . terdengar suara Kim Hong Hong lagi.?" Gadis berbaju putih itu mengambil putusan ia mendekati Tan Ciu. melihat kedatangan Tan Ciu yang digendong oleh seorang gadis. dengan suara yang sember.. "Tan Ciu . lari ke-arah datangnya suara Kim Hong Hong. "Cianpwee. Tidak lama kemudian. Dia adalah muridku. segera ia berteriak.. ia berkata." Gadis baju putih itu tidak memperdulikannya. tetapi mulutnya tidak dibekap. "Tan Ciu.

Putri Angin Tornado Kim Hong Hong berkata. "Aku harus pergi. Maka aku tidak dapat berpeluk tangan. "Si Bongkok Kui-thocu. mungkin menjadi seorang gila. Tubuh si gadis melesat. Gadis baju putih itu tidak mengerti. . tetapi tidak ada kabar ceritanya lagi." "Aku sedang mencari seseorang. apa yang telah terjadi diantara guru dan murid itu." Kim Hong Hong tergagap. "Terima kasih atas keteranganmu. "Si bongkok Kui thocu?" "Kau mencari tokoh yang pernah menggemparkan rimba persilatan pada dua pulah tahun yang lalu itu?" Kim Hong Hong menatap wajah gadis tersebut dengan tajam. dan lenyap diluar rimba itu. "Aku berterima kasih kepadamu yang telah membawa dia kemari. bila tidak cepat cepat ditolong. ia memandang Kim Hong Hoog dengan penuh teka teki." "Nama ini terkenal pada dua puluh tahun berselang. "Siapakah orang yang kau ingin temukan?" Bertanya Kim Hong Hong. ditengah jalan bertemu dengannya. dengan ini meminta diri. Selamat tinggal."Muridmu mengalami tekanan iiwa yang sangat hebat. Air mata Kim Hong Hong mengucur turun. "Betul." ujar Kim Hong Hong." Kim Hong Hong menganggukan kepalanya." Berkata gadis itu." Sang gadis memberi keterangan." Berkata gadis baju putih itu.

"Tidak.. Bukan kau ." Berkata si pemuda. "Suhu . menubruk Tan Ciu.. "Tan Ciu .." Ia berkata. kemudian berkata... penuh dengan cinta kasih itu adalah jawaban yang memastikan sekali. Aku merasa bersalah." Ternyata Kim Hong Kong telah sadar dari kesalahannya. "Suhu. "Tan Ciu.Kim Hong Hong memandang Tan Ciu. " Ia memanggil lemah.." "Sungguh?" "Tentu.. ia tidak mengerti. muridku yang baik. Tiba tiba Kim Hong Hong meninggalkan korsi rodanya." Ia berkata tegas. air matanya mengucur lagi. kau tidak benci kepadaku lagi?" Kim Hong Hong memeluk semakin keras "Tidak. Kim Hong Hong menggeleng gelengkan kepalanya.. Oh ... "Tidak seharusnya aku mengusirmu dari pintu perguruan . kau mencari aku untuk dibunuh?" Pertanyaan ini seperti keluar dari mulai seorang yang sudah sakit ingatan. Akulah yang bersalah." Pelukan Kim Hong Hong yang mesra. "Tidak.." "Suhu. Tan Ciu memandang wajah sang guru yang buruk. Tan Ciu masih memandang dengan sikap yang acuh tak acuh.. . Yang bersalah adalah ayahmu ." Berkata Puteri Angin Tornado Kim Hong Hong. dipeluknya erat erat dan menangis. "Tidak mau membunuh diriku lagi?" "Tentu saja tidak..

. Kim Hong Hong kembali lagi ke tempat kursi rodanya..." Berkata lagi Kim Hong Hong. kejam sekali. Betulkah bahwa aku anak Tan Kiam Lam?" Kesan Tan Ciu kepada Tan Kiam Lam itu buruk sekali. bagaimanakah orang yang menjadi ayahku itu.. " Putri Angin Tornado ragu ragu untuk menceritakannya. Mereka telah berhasil melenyapkan kesalah pahaman. Kecuali kau ." "Akupun tidak boleh ketinggalanmu.. "Aku masih membutuhkanmu. katakanlah kepadaku.."Maafkanlah gurumu yang telah salah ini." Berkata Tan Ciu. ternyata sang guru masih mencari cari dirinya. "Sim In telah menghembuskan napasnya yang terakhir dihadapanku. dunia telah melakukan sesuatu yang tidak adil.... Tan Ciu. Terdengar lagi suara Kim Hong Hong yang sayu dan sedih. Haruskah kejadian ini diceritakan kepada . Kita harus menerima siksaan ini... tidak ada orang yang lebih dekat lagi. Sungguh ... Ia bergumam.... Tekanan yang menyiksa hati telah dilenyapkan Tan Ciu beruntung belum menjadi gila. bahwa gurunya betul betul tidak membutuhkannya lagi." "Suhu. ternyata tidak seperti apa yang diduga. aku harus meminta bantuan bantuanmu. hatinya agak terhibur." Tan Ciu mendengarkan cerita ini dengan penuh perhatian. Kim Hong Hong menganggukkan kepala perlahan. "Suhu ceritakanlah." "Dia. "Kita berdua adalah orang-orang yang paling merana. Tan Ciu..

" "Aaaaa. akan hal ini. ibumu itu adalah kawanku yang paling erat. ceritakanlah kepadaku." "Issue tentang ayah atau ibuku?" Tan Ciu tidak tahan untuk tidak mengajukan pertanyaan. orang yang menjadi putra tunggal Tan Kiam Lam? "Suhu.sang murid.. mengikuti bayangan bayangan awan yang saling seliwer itu.. seolah olah mengembalikan kenangannya kemasa yang telah lampau. dia adalah kekasih Tan Kiam Lam. hal ini terjadi pada dua puluh tahun berselang. Semua orang tahu. terjadilah issue yang menggegerkan . Perkenalan itu dengan perantaraan ibumu. Hanya hubungan kita tidak lama. kita orang berpisah. aku tidak mendapat khabar berita tentang ayahmu lagi." "Mulai saat itu. " "Disusul dengan cerita lain yang lebih menyeramkan.." "Ceritakanlah apa yang kau ketahui. dikatakan bahwa Tan Kiam Lam melakukan perkosaan perkosaan terhadap banyak wanita. hanya memakan waktu tiga bulan saja. Melati putih. "Baiklah. "Cerita dimulai dari hubunganku dengan ayahmu." Tan Ciu memohon lagi. "Hanya apa yang kuketahui sangat sedikit sekali. Setelah itu." Putri Angin Tornado Kim Hong Hong memandang keluar rimba.." ." Kim Hong Hong mulai bercerita. "Hal ini menyangkut ayahmu." Akhirnya Kim Hong Hong mengambil keputusan. Hanya setengah tahun kemudian. "Aku dan ayahmu kawan yang sangat baik.

" "Mungkinkah ibu membunuh ayah?" Kim Hong Hong menggeleng-gelengkan kepala." "Bagaimanakah ibuku terlibat dalam skandal itu?" Bertanya Tan Ciu bernapsu. Kini aku bercerita. "Biar bagaimana. kali ini menyangkut juga ibumu. "Bagaimanakah cerita tentang ayah dan ibuku?" Ia mendesak guru itu bercerita lebih panjang dan lebih jelas. terlalu meresap kedalam sendi sendi tulang. Kim Hong Hong tidak segera menjawab. akan kuterima. Entah apa yang sedang dikenangkan oleh wanita yang bernasib buruk ini? Untuk mengetahui bagaimana lanjutan cerita tentang Tan Kiam Lam suami istri. "Tidak leluasa untuk bercerita. kau pasti mengetahui hal ini. "Katakanlah." Berkata Kim Hong Hong."Cerita lain?" "Betul. oooOdwOooo TAN CIU menjadi tidak sabar. "Baiklah. biar cerita yang bagaimana pun. Ia menatap wajah Tan Ciu lama sekali. lebih dari pada . "Mengapa?" "Drama ini terlalu sedih. bukan saja melakukan banyak perkosaan perkosaan." Berkata Kim Hong Hong." Berkata Tan Ciu memohon gurunya tersebut. mari kita membalik lembaran yang berikutnya. Tan Kiam Lam telah tidak mencintai ibumu lagi.

"Bagaimana dengan ibuku?" .itu." Berkata Kim Hong Hong lagi "Dan tidak lama. "Suhu. "Hal ini sungguh sungguh terjadi. dan menjadi ketua Benteng Penggantungan?" "Kukira. "Akupun tidak percaya.. " Tan Ciu berteriak." "Orang itu adalah kawan kawannya Tan Kiam Lam!" "A a a a a . betul?" Tan Ciu mengajukan pertanyaan.." "A a a a a . ia menyerahkan ibumu untuk diperkosa bergilir oleh orang." Tan Ciu tergugat. Mungkinkah hal ini dapat terjadi dalam dunia? Mungkin orang yang seperti Tan Kiam Lam? Memperkosa anak gadis orang dan membiarkan istrinya diperkosa oleh kawan sendiri? Kim Hong Hong menghentikan ceritanya sebentar.. ia memperhatikan perubahan wajah pemuda ini.." "Kuharap saja bukan!" Berkata Tan Ciu." Putri Angin Tornado Kim Hong Hong memberikan kepastiannya. "Tidak ." "Mengapa dikatakan bahwa Tan Kiam Lam masih hidup.. bahwa orang yang menjadi ketua Benteng Penggantungan itu bukanlah Tan Kiam Lam. sungguh sungguh ia tidak percaya.." "Membunuh Tan Kiam Lam?" "Betul.. bagaikan benda berat yang memukul hatinya. tersebar lagi berita yang mengatakan bahwa Melati Putih membunuh suami sendiri.

untuk menegakkan keadilan dunia. "Suhu tidak menegur tentang perbuatan-perbuatannya. ibu Tan Ciu juga mati diatas Pohon Penggantungan? "Aaaa ." Berkata lagi Kim Hong Hong. Melati Putih telah digantung orang."Aku segera mengecek kebenaran ini." Tan Ciu mengutuk. Keadilan hanya berada ditangan para penguasa dan para pengusaha besar." Melati Putih. ia menemui diriku. Dunia ini belum tentu adil bagi silemah." Berkata si puteri Angin Tornado." "Ternyata ayahmu tidak mati. "Siapakah orang yang menggantung kawan baikku itu?" "Kemudian. Ia hanya menderita luka berat. .. "Betul." "Keadilan dunia yang tidak adil. Setelah sembuh dari luka itu.." "Siapakah orang orang yang menggantung Ibuku itu?" Tan Ciu mengajukan pertanyaan "Aku sendiripun tidak jelas. Dikatakan bahwa kau dan Tan Sang masih membutuhkan perawatan dan meminta aku mewakilinya mendidik kalian. "Dengan alasan apa orang nggantung ibuku?" "Mereka mengatakan ibumu terlalu kejam. mereka menggantung dan membunuhnya. "Sekali lagi Tan Ciu berteriak.?" "Sudah kuminta pertanggung jawabannya. Tetapi ia menyangkal keras!" Berkata Kim Hong Hong. ia digantung didalam rimba pohon penggantungan diatas Pohon Penggantungan yang misterius itu. "Sayang kedatangankupun terlambat." Berkata Kim Hong Hong. dikala aku tiba.

apa yang telah kulakukan dan apa yang telah aku perbuat!" "Apakah ilmu Ie hun-tay hoat itu?" "Ilmu Ie hun-tay hoat adalah semacam ilmu sesat yang dapat menguasai jiwa dan perbuatan seseorang berada dibawah pengaruh kemauan orang yang menggunakan ilmu itu!" "Ilmu yang hebat!" .. Dikatakan bahwa itu hanya fitnah fitnah dari orang yang dijatuhkan kepada dirinya. Tan Kiam Lam lenyap tanpa bekas. Pada suatu hari aku telah kena tipu Ie bun tay hoat ayahmu.." "Bila keterangan Sim In itu benar.."Ia tidak mengakui akan perbuatannya?" "Betul." Berkata Kim Hong Hong! "Sedangkan ayahmu yang berkepandaian begitu tinggipun tidak dapat menyebut nama orang tersebut. tanpa berita." "Siapakah yang mempunyai ilmu kepandaian lebih tinggi dari ayahmu? Hal ini tidak mungkin." "Lenyap? Diculik. Aku tidak sadar sama sekali. Akupun bingung dan tidak mengerti." "Siapakah orang yang memfitnah ayahku?" "Mana kutahu.. Mengapa dengan ilmu kepandaian yang Tan Kiam Lam miliki dapat lenyap tidak berbekas?" "Dan perbuatan yang dilakukan kepada diri suhu." "Kemudian. tidak lama setelah menyerahkan kalian kepada tanggung jawabku." "Yang lebih heran lagi ialah. Bagaimana aku dapat memberi keterangan ini? Tapi aku menyangsikan kebenaran dari keterangannya.

Ia puas dapat mendidik seorang murid yang seperti Tan Ciu. "Sayang ilmu kepandaianmu terlalu rendah. Akupun salah seorang korban kebiadaban ayahmu itu."Betul! Siapa yang terkena ilmu Ie-hun tay hoat.. aku akan memiliki ilmu silat tinggi.. "Pada suatu hari." Berkata Tan Ciu. Pencipta Pohon maut itu telah menggantung Tan Sang diatas pohon gundulnya." "Aaaa." Berkata Tan Ciu.. "Hal ini sebagai penderitaan yang terbesar bagimu." . "Ada orang yang mengatakan bahwa pemilik Pohon Penggantungan adalah ibuku. "Mati." "Aku akan mengadakan teguran kepadanya. "Eh.." "Hah? Mengapa mati?" "ia adalah salah seorang korban Pohon Penggantungan. ia mengajukan pertanyaan tentang Tan Sang." Kim Hong Hong memuji ketekatan muridnya. lupalah akan segala perbuatan yang telah dilakukan olehnya!" "Manusia jahat!! Aku akan membunuhnya" "Membunuh ayahmu?" Putri Angin Tornado Kim Hong Hong bertanya. Apa alasannya membunuh Tan Sang?? "Tidak tahu!" Tan Ciu menggeleng gelengkan kepala! "Siapakah algojo Pohon Penggantungan?" "Tidak tahu. Hanya ibuku yang mempunyai ilmu kepandaian tinggi seperti itu." Berkata Kim Hong Hong. dimana kakakmu?" Suatu ketika.

"Kini kau maklum. "Ambillah ini dan berusaha memiliki ilmu silat yang maha hebat itu." Berkata Kim Hong Hong. . Kim Hong Hong mengeluarkan batu berukiran singa. itulah peta dari gambar pemandangan alam. Tan Ciu menerima hadiah pemberian sang guru yang tidak ternilai dengan harga itu. Peta tersebut diserahkan kepada muridnya." "Karena sebab-sebab inilah." Ia berkata teras terang. Peta yang menunjukkan di mana ilmu kepandaian silat tinggi yang hebat didalam dunia itu tersimpan. Kim Hong Hong merusak Kim say-cu. tahukan apa yang hendak dimiliki olehnya?" Tan Ciu menggeleng gelengkan kepala. ia mengeluarkan sebuah gambar peta yang sangat kecil. "Kim say-cu pernah dicuri oleh Sim In. dari dalam benda itu." Berkata Kim Hong Hong. Tan Ciu menerima petuah ini. Dari dalam saku bajunya. engkau harus memiliki ilmu kepandaian yang tinggi. bahwa tidak sedikit tugas yang jatuh keatas pundakmu. "Didalam Kim-say cu inilah tersimpan ilmu kepandaian silat yang maha hebat. itulah Kim-say cu yang telah dikembalikan oleh Sim In. Tan Ciu mempentang kedua matanya lebar lebar." Berkata Kim Hong Hong. "Tidak tahu. "Disini ada sesuatu yang berharga." Berkata Putri Angin Tornado. bukan?" "Betul.

ia menerjang hujan dan angin. Guha ini sangat kecil sekali. menerjunkan dirinya kedalam sebuah lembah. Tan Ciu berhasil menemukan guha tempat penyimpan ilmu silat maha hebat itu. Siapakah bayangan ini? Dia adalah jago muda kita. Kini berusaha. Dimisalkan ia berbasil meyakinkan ilmu silat yang maha hebat itu. bagaikan mau memecah bumi. melalui sungai-sungai dengan airnya yang jernih. masuk dengan sabar. menerjang lembah. Berhubung Tan Kiam Lam juga bukan manusia biasa. Melewati lorong tebing yang dijepit oleh gunung-gunung tinggi. terlihat sesosok bayangan berlari kencang. Mengikuti gambar peta yang didapatnya dari gurunya. . Tan Ciu. Tan Ciu masuk kedalam guha. diantaranya sinar kilat yang bercahaya terang. Tiba-tiba turun hujan lebat. Berjalan belasan tombak. hal ini penting. ia mencari letak tempat penyimpan ilmu silat maha hebat itu. mencari tempat yang tersimpan ilmu silat maha hebat. Kim Hong Hong kembali keguha tempat tinggalnya. Pintu guha telah tertutup mendadak. hanya seorang yang dapat memasuki guha itu. tidak terdengar suara larinya. dapatkah ia mengalahkan ayahnya itu? hal ini belum dapat menemukan jawaban yang pasti. guntur menggelegar keras. Sedangkan Tan Ciu berkelana. mengingat betapa tinggi dan hebat ilmu kepandaian Tat Kiam Lam. Ia wajib meyakinkan ilmu silat yang lebih dalam. itulah suara pintu batu yang menutup jalan baliknya.Hari itu juga mereka berpisah. menembus rimba. tiba tiba ia dikejutkan oleh satu suara gedabruk yang keras. tanpa memperhitungkan mati hidupnya. Mendaki gunung.

. Musim panas tiba .Pintu batu yang menutup mulut guha itu tebal dan besar. Bagaimana keadaan Tan Ciu? Mari didalam guha pusaka? Mati karetna tamak kepada ilmu yang tiada batasnya? Belum! Dunia tidak membiarkan ia mati seperti itu. Dimusim dingin air ini membeku menjadi es. manakala musim semi datang. itulah laut samudra. Didalam guha. Ia mengalami kegagalan total pintu tidak bergeming sama sekali. .. Dan cerita kita singkat. walau harus mengalami. Tan Ciu tekun didalam guha. dia adalah lakon utama kita. ia harus hidup. luar biasa beratnya. Air yang mengalir disungai-sungai kecil tetap meluncur tenang. Ia telah menutup hubungan jalan Tan Ciu untuk kembali kedunia luar. Pintu batu yang menutup guha di mana Tan Ciu mencari ilmu silat maha tinggi itu tetap seperti sedia kala. Tan Ciu mencoba mendorong pintu tersebut.. melayang dibawa angin terbang. Air mengalir semakin cepat. musim rontokpun tiba . mempelajari ilmu silat yang maha tinggi itu. menerjang berapa banyak rintangan dan kesulitan-kesulitan yang bagaimana beratpun juga. Daun-daun mulai menguning satu persatu gugur jatuh.... Maka. ia mencair lagi dan tetap meneruskan usahanya untuk dapat mencapai akhir tujuannya.

suara pecahan batu tebal inilah yang memecah kesunyian itu.Lembah yang sunyi senyap itu." Betul. menggerakgerakkan tangan. tiba-tiba digegerkan oleh letusannya satu suara yang maha dahsyat. Batu yang menutup pintu guha tiba-tiba bobol pecah. meluruskan otot otot yang keras itu dan bergumam. . seseorang yang mungkin dapat hidup malang melintang tanpa tandingan.. Waktu telah mendekati Pek gwe Tong-chiu Tan Ciu keluar dari guha pusaka tepat pada tanggal dua belas bulan delapan. "Satu tahun telah kulewatkan . Siapakah orang ini ? Mudah diduga. ia telah menjadikan dirinya sebagai seorang yang terkuat.. Terlihat Tan Ciu melempangkan dadanya. Tanpa direnungkan lagi. Tiga hari sebelum hari Tong chiu. Tan Ciu yang gagah perkasa. ia telah mendapatkan ilmu silat tinggi yang maha hebat itu. maka ia berhasil. Satu tahun pemuda ini melatih diri didalam guha pusaka dan akhirnya berhasil menguasai segala kesulitan-kesulitan. melayang keluar dari pecahan pecahan batu itu. dia adalah jago kita. Kini musim rontok. tanggal lima belas bulan delapan yang terkenal dengan pesta kuweh Tong chiu pia itu.. kita mengetahui pasti bahwa ilmu kepandaiannya telah maju pesat. Satu tahun ia melatih diri dengan tekun. Sesosok bayangan. Kini ia muncul di dalam dunia bebas lagi. hancur luluh berantakau.

hati mereka berdebar keras. mati diatas Pohon Penggantungan.. di mana Putri Angin Tornado Kam Hong Hong menetap. tidak meninggalkan tanda tanda sama sekali. seorang gadis cantik berkepandaian silat telah mati digantung orang.. Tan Ciu berada di mulut guha gurunya.. satu tahun yang lalu. Tapi disini telah terjadi perubahan.. suhu . Tanggal lima belas bulan delapan tahun ini masih adakah korban yang akan mati penasaran diatas Pohon Penggantungan? Mari kita menyaksikan kejadian berikutnya. Tidak ada jawaban. bahwa guru itu menekankan bahwa ia harus menemuinya! lebih dahulu. berhasil atau tidaknya . Sudah jelas bahwa gurunya itu tidak berada ditempatnya. Ia wajib memberi tahu bahwa dirinya telah berhasil dan sukses meyakinkan ilmu silat tinggi yang maha hebat ini. " Tan Ciu memanggil manggil gurunya.Semua orang dalam rimba persilatan tak dapat melupakan drama Pohon Penggantungan. Pada tanggal empat belas bulan delapan. menantikan lewatnya hari yang naas itu. Putri Angin Tornado Kim Hong Hong lenyap tanpa bekas. Lebih lebih para gadis cantik yang berkepandaian ilmu silat. "Apakah yang telah terjadi ? Masih segar dalam ingatan Tan Ciu. Hal ini sangat mengherankan si pemuda. Satu tahun telah lewat. Masih dalam ingatan mereka. Didalam isi guha tidak dapati jejak gurunya. Tanggal lima belas bulan delapan adalah hari Pohon Penggantungan yang meminta korban. "Suhu .

Tubuhnya melesat dan menuju keatah Benteng yang sangat mesterius itu. Dua tokoh silat kelas satu ini hampir bersampokan. mereka sama sama hebat. Tentunya ada musuh musuh kuat yang memancingnya pergi. bertubrukan. Maka ia keluar meninggalkan guha itu. bagaikan bintang meteor yang melepaskan dirinya dari induk asalnya meluncur cepat sekali.menemukan ilmu silat tinggi yang maha hebat itu. tetapi tidak berhasil membuat laporan kepadanya. Terjadi sesuatu yang berada diluar dugaan. Beruntung. Kini ia telah kembali. ia harus memberi laporan yang jelas. disini ia harus memecahkan rahasia Tan Kiam Lam. mungkin juga kena di culik orang. kemana ia harus menentukan langkah berikutnya? Tan Ciu bertekad menuju kearah Benteng Penggantungan. Lain bayangan meluncur dari arah yang bertentangan kecepatannya pun hebat. Ke manakah guru itu pergi? Mati? Tidak mungkin. Kecepatan Tan Ciu tidak bisa diukur dengan cara biasa. Lama sekali Tan Ciu berdiri dimulut guha. sama- . terjadi penculikanpenculikan yang secara ilegal. Tan Ciu memeriksa seluruh isi guha. tidak ada peninggalan peninggalan yang dapat diselidiki olehnya. Memang sudah menjadi biasa bahwa didalam jaman yang sangat kalut.

bagaimana aku dapat mempertahankan jiwaku. Ia tersenyum senyum saja.sama tajam mata. cepat menginjak gas berhenti. Ia membentak "Agaknya kau ingin menyongsong orang mati.. Pengemis tua itu lebih marah.. . -ooo0dw0oooJILID 7 TAN CIU memasang mata.. Dengan ilmu kecepatanmu yang seperti tadi.. bila sampai terjadi benturan. Pengemis tua itu mempunyai wajah yang buruk. melihat si pemuda sebentar. Hee? Mengapa terburu buru seperti ini?" Wajah Tan Ciu berubah. pengemis inilah yang mengganggu ketenangan jalannya. "Aku belum menerjang kau. kau ingin menerjang mampus diriku??" Tan Ciu tertawa. "Hm. bukan?" Ia agak geli. "Bocah kurang ajar. segera ia membentak . dihadapan-nya berdiri seorang pengemis tua dengan pakaian yang banyak tambalan. dan menyisihkan diri." berkata pengemis tua itu tidak mau mengalah! Tan Ciu tidak mendebatnya.

. tahu?" "Berilah penjelasan yang tenang!!" "Tentang apa?" "Tentang kata katamu yang tersembunyi.!" Tubuhnya melesat. dengan sekali hajar. Tan Ciu membentak. Si pengemis tua dipaksa menghentikan langkahnya. kau bersedia membunuh orang?" Bertanya sipengemis tua. ha" Pengemis tua itu tertawa. mengapa kau menggangguku lagi?" Ia mengajukan pertanyaan." "Ha." keterangan yang jelas tentang maksud "Aku bermaksud tujuan apa ?" "Bila kau masih berlagak pilon. kau dapat menangkap arti kata kataku. "Eh. Ia kena pegat. pengemis tua ini ingin menarik. pembicaraan kedalam acara pokok.ha. "Matipun harus perlahan lahan. kemudian mencegat orang. "Berilah tujuanmu. "Hanya ingin mengetahui keterangan yang lebih jelas. .ha. "Kau ingin mengantarkan diri untuk mati?" Seolah olah. ia berhasil menyusulnya. "Kau pintar. meninggalkan Tan Ciu. Ia curiga. Dengan beberapa kali loncatan."Apa maksud tujuanmu dengan kata kata tadi?" Ia menatap pengemis tua itu tajam-tajam.. Tan Ciu tidak tinggal diam.. aku akan meremukkan batok kepalamu " Tan Ciu mengancam. ia menyusul pengemis tua yang misterius itu..

"Betul." . tidak nanti aku mengemis kepadanya. "Kukira bukan. "Ketua Benteng Penggantungan adalah Tan Kiam Lam." Berkata si pengemis tua. "Seharusnya kau mengerti. Wajah sipemuda berubah lagi. bukan?!" "Kukira." Pengemis tua ini menolak keterangan." Ia berkata. "Ketua Benteng Penggantungan bukan Tan Kiam Lam?" Si pengemis tua menganggukkan kepala." "Keterangan yang mempunyai dua jawaban seperti inilah yang paling-sulit diterima. "Bukan." Pengemis tua ini meralat keterangan Tan Ciu. "Kau mengoceh seenak udel saja. "Tan Kiam Lam yang kau maksudkan?" "Ketua Benteng Penggantungan. Kedatanganmu sangat mencurigakan" "Apa yang kau curigai?" "Karena kau seperti sudah tahu maksud tujuanku" "Mengapa? Hal ini sudah lumrah. "Tetapi belum tentu tidak mungkin sama sekali." Ia berkata. "Biar mati kelaparan. kau adalah salah seorang dari golongannya?" Pengemis tua itu tertawa berkakakan. bukan dan mempunyai kemungkinan." Ia berkata." "Siapa yang kau artikan dengan orang ketiga itu?" Bertanya Tan Ciu.

pengemis tua itu tertawa." "Ngelepus!" "Percaya atau tidaknya. lain pekerjaan ialah meramalkan sesuatu kepada orang." . kecuali meminta-minta sedekah. Tan Ciu mengeluarkan suara dari hidung.Siapakah sesungguhnya ketua Benteng Penggantungan itu? Bagaimanakah Tan Ciu membongkar rahasia Tan Kiam Lam yang penuh rahasia teka teki? Mari kita menyaksikan bagian bagian berikutnya dari cerita ini. pekerjaanku sehari hari. "Dihadapanku. "Bagaimana kau tahu. adalah lebih baik jangan terlalu banyak menjual mahal!" Kau tidak percaya bahwa aku dapat melihat segala sesuatu yang sudah atau akan terjadi?" Bertanya si pengemis tukang ramal. Aku adalah tukang ramal amatir.." berkata pengemis yang mengaku sebagai tukang ramal amatir itu. terserah kepadamu. Sikapnya sangat tenang sekali.. "Terus terang kukatakan kepadamu. Apa maksud dan bagaimana asal-usulnya pengemis yang sangat mencurigakan ini. "Tidak percaya. bahwa aku ingin mengunjungi dan menemui ketua Benteng Penggantungan?" Ia mengajukan pertanyaan. oo-OdwO-oo TAN-CIU menatap pengemis tua itu tajam tajam.

maka segera akan kuserahkan batok kepalaku. untuk diserahkan kepadaku. kejadian yang sudah lewat atau kejadian yang akan terjadi?" Pengemis yaug mengaku tukang ramal amatir ini mempunyai pegangan yang kuat. "Aku masih menyayangkan batok kepalamu itu." Berkata sipengemis . Maka ia berani berkata seperti tadi. "Sebutkanlah tersebut. Katakanlah. "Belum tentu. tahu ?" "Tidak." "Baik. "Katakanlah. "Aku mengajukan suatu pertanyaan kepadamu." Tan Ciu tertawa. "Kau akan menyesal. Aku tidak akan menyesal. Seratus persen kau akan kalah." "Bila ramalanmu tidak cocok?" "Akupun akan menyerahkan batok kepalaku kepadamu. pertanyaanmu." Berkata si pengemis." Tan Ciu menantang." "Baik. bila jawabanmu ini cocok." "Jangan banyak cing-cong. kemudian berkata." Pengemis itu tertawa." "Apa yang ingin kau ketahui." Ia menantang. kau harus mencopot batok kepalamu. Tan Ciu berpikir sebentar."Berani mengadakan pertaruhan?" "Apa yang dipertaruhkan?" "Bila aku dapat meramalkan segala sesuatu tentangmu dengan cocok.

"Bagaimana?" Ia sangat puas. yang ingin kuketahui ialah siapa algojo Pohon Penggantungan?" "Algojo Pohon Penggantungan. "Tetapi tidak dapat mengatakan kepadamu. "Mengapa mengajukan tiga pertanyaan?" Pengemis tua itu bertanya tertawa. Tan Ciu mengajukan tiga pertanyaan yang beruntun. Pengemis tukang ramal amatir itu tertawa "Bocah. "Baiklah. "Berapa banyaknya batok "Tentu saja satu."Siapa yang menjadi ayahku? Bimanakah ibu berada? Siapa yang menjadi algojo Pohon Penggantungan?" Sekaligus." Berkata Tan Ciu masuk kedalam perangkap orang. . "Tidak dapat memberi jawaban. Taa Ciu tertawa dingin." Si pengemis tidak meneruskan kata katanya agaknya tidak dapat memberi keterangan.. "Jangan kau memaki orang." Akhirnya pemuda ini mengalah." Berkata Tau Ciu." "Kentut! ianya satu alasan kosong. Tan Ciu tertegun." "Bila kau tidak menjawab pertanyaanku ini. maka kau harus mengakui akan kekalahanmu dan serahkanlah batok kepalamu. bukan?" "Bukan tidak dapat memberi jawaban. "Aku mengajukan satu dari tiga pertanyaan tadi." kepalamu!" ia berkata." Berkata sipengemis." Tan Ciu tidak puas..

"Mengapa?" "Karena hal ini menyangkut rahasia yang belum waktunya dibuka. "kuatur seperti ini saja. "Nah. Tan Ciu membentak lagi. lebih baik kuberikan jawaban pada secarik kertas. "Kau tidak mau menyerah kalah?" "Aku. Hal itu menyangkut takdir.." Pengemis tua menggoyangkan kepala.Pengemis tua itu menunjukkan wajahnya yang serba susah. suata saat. bila sudah waktunya rahasia itu diketahui olehmu." "Lebih baik kau menyerahkan batok kepalamu itu. siap menangkap orang. Tubuhnya bergerak." Berkata sipengemis.. Dari pada menyerahkan batok kepalaku secara penasaran. gesit sekali gerakan pemuda ini. Sungguh aku mengatakannya. maka baru kau boleh buka. Aku. Laripun tidak mungkin dapat menghindari diri darimu. tidak mungkin memenangkan dirimu. "Tunggu!!" Berteriak si pengemis....." "Jangan menggunakan alasan. "Bukan." Berkata Tan Ciu. "Bertempur." "Sungguh. "Masih ada lain alasan?" Bertanya Tan Ciu." tidak bisa ." "Kau ingin mengulur waktu copotnya batok kepalamu itu?" Tan Ciu mengejek." Berkata sipengemis. katakanlah. Sesuatu yang telah ditetapkan tidak dapat diubah..

" ." Katanya. "Bagaimana kau tahu aku akan mengunjungi Benteng Penggantungan?" "Lupakah kau. aku akan memberi tahu kepadamu. "Simpanlah baik baik jawaban pertanyaanmu tadi. "Aku heran." Berkata pengemis itu. jangan kau menyesal. "Pokok persoalan. di tempelnya surat pusaka ini dan diserahkan kepada Tan Ciu. "Kukira kata kata ini harus ditujukan kepadamu." Pengemis tua yang misterius itu mengeluarkan secarik kertas.... Si pengemis mencegah dengan satu teriakan. setelah tiba waktunya untuk mengetahui." Tan Ciu menerima surat jawaban itu. Maka iapun bersedia meneruskan perjalanan. mencatat sesuatu dan melipat lagi kertas tersebut. "Suatu ketika. aku tidak akan diajak perang lidah dengan seorang yang sudah menjadi pokrol bambu."H m m m m . "Apa lagi?" Ia bertanya." "Kau menyaksikan ilmu kepandaianku tidak dapat menandingi ketua Benteng Penggantungan?" "Susah dipastikan" Tan Ciu tertawa. Dia masukkan kedalam saku baju." "Suatu hari." ia berkata. bila kau harus menyerahkan batok kepala itu. "Tunggu dulu!!" Tan Ciu menghentikan gerakannya lagi... bahwa kini sedang berhadapan dengan seorang tukang ramal amatir?" "Obrolan kosong.

Siapa yang menjadi korban Penggantungan. "Apa yang akan terjadi pada hari itu?" "Hari Pohon Penggantungan yang menyeramkan." "Ingin pergi?" Bertanya sipengemis. "Esok adalah hari Pek-gwe Cap go." "Tentang apa?" "Bersediakah kau menyaksikan suatu keramaian?" "Keramaian apa?" "Kau tahu. esok hari segera kuketahui. "Bukan obrolan kosong. Hati Tan Ciu tergetar. "Aku tak dapat melepaskan kesempatan ini." Berkata sipengemis tua yang mengaku dirinya sebagai seorang tukang ramal amatir itu." "Betul." Membenarkan pengemis itu.bulan delapan. "Betul. tanggal berapakah hari ini?" "Tanggal berapa? Aku lupa. Ia berkata." "Hari ini tanggal empat belas. "Tentu." Tan Ciu mengeluarkan suara dari hidung.Pengemis itu tertawa." Ia berkata." "Tidak mungkin!!!" Pohon Si pengemis menggoyang goyangkan kepala berkata. Aku ingin berembuk denganmu. juga bukan perang lidah. .

siapa yang menjadi algojo Pohon Penggantungan?" "Seratus persen kau akan mengalami kegagalan..?" "Tentu saja tidak" "Kecuali ketua Benteng Penggantungan. si Pendekar Dewa Angin sin Hong Hiap juga akan turut serta. Tukang judi yang suka taruhan" "Kuberi tahu kepadamu.." "Betul?!!" "Tak akan salah lagi" "Diantara algojo Pohon Penggantungan dan ketua Benteng Penggantungan tidak ada hubungan sama sekali. termasuk siketua Benteng Penggantungan dan ." "Seorang tokoh silat kelas satu yang istimewa. "Ilmu silatnya dapat menandingi Tan Kiam Lam?" ." "Aku tidak percaya." "Siapakah Pendekar Dewa Angin Sin Hong Hiap ini?" "Namanya sudah terkenal pada enam puluh tahun yang lalu dia adalah seorang jago tertua yang masih hidup didalam dunia. tokoh mana lagi yang akan berkunjung datang?. bahwa orang yang akan mengunjungi Pohon Penggantungan tak sedikit." "Mau bertaruh lagi?" "Kukira kau seorang pendekar Casino.. mereka adalah tokoh tokoh istimewa semua."Kau mengatakan bahwa aku tak mungkin berhasil mengetahui.

"Aku tak percaya. "Mari kita berangkat Mengajak pengemis itu. yang pasti ialah tidak berada dibawah Tan Kiam Lam." "Baik. ke-Pohon Penggantungan. Tan Kiam lam." Tan Ciu tidak menolak ajakan ini. Sin Hoag Hiap dan ketua Benteng Penggantungan berkumpul di Pohon Penggantungan. "Bayangkan. . bagaimanakah algojo Pohon Pengantungan menghadapi mereka? Suatu keramaian yang luar biasa. Tanggal lima belas bulan delapun."Sukar ditentukan. Mereka pun segera tiba." Tan Ciu berkata suram. "Siapa lagi yang akan datang?" Tan Ciu bertanya. menuju kearah Pohon Penggantungan. mengapa kau tidak mau turut serta. bila esok malam." Berkata Tan Ciu gagah. Aku turut serta didalam barisan kuat ini. Si pengemis tua berkata." "Kau berani mengadakan jaminan?" "Apa yang harus kujamin. Kini ia mulai percaya bahwa pengemis tukang ramal amatir ini mempunyai info info tajam. bukan?" “Mereka itu pasti tiba?" "Pasti. maka kedua orang itu melesat. masakan tak ada orang yang dapat menandingi ilmu Tan Kiam Lam??" Sipengemis tua diam bungkam.

Pemuda berpakaian kuning menatap Pohon Penggantungan beberapa lama. Bila tahun yang lain. disekitar Pohon Penggantungan belum terlihat tanda tanda ada yang bergerak. penggantungan seorang gadis cantik berkepandaian silat tidak dapat dicegah. karena godaan angin lewat. Sin Hong Hiap dan ketua Benteng Penggantungan.. Setelah kentongan yang pertama dibunyikan. Yang mengenakan pakaian warna kuning... Pada punggungnya terlihat menggembol pedang. tetapi diliputi oleh kabut keseraman.Hari seram.. Pohon pohon duduk di tempatnya dengan kokoh. Malam segera mengarungi jagat. disusul oleh bunyi kentongan kedua. Sebelum kentongan malam dibunyikan tiga kali. dia adalah seorang pemuda. Tabir ini sudah waktunya dibuka. menutupi pemandangan dirimba penggantungan yang gelap. hanya daun-daun yang bertiup bunyi. Didalam rimba Penggantungan yang gelap. yang membayangi Pohon Penggantungan ini pun tiba. tidak ada tanda tanda bahwa diatas Pohon ini telah terjadi drama baru. Tiba-tiba . Satu bayangan lewat masuk kedalam rimba penggantungan. . langsung menuju kearah pohon maut itu. mungkinkah tidak dapat dicegah terjadinya drama seram itu. bagaimana keadaannya tahun ini? Ilmu kepandaian Thong Lip cs tentu tidak dapat dibandingkan dengan ilmu kepandaian Tan Kiam Lam. ia berdiri disana.

Tubuhnya melesat dan bersembunyi di semak semak pohon. Mereka menyembunyikan diri. Laki laki dan wanita berbaju bitam itu memperhatikan Pohon Penggantungan sebentar." Tan Ciu mengiyakannya. Diatas pohon. "Orang orang dari Benteng Penggantungan. "Siapakah pemuda berbaju kuning tadi?" Sipengemis tukang ramal menggeleng-gelengkan kepala. Dua bayangan melesat masuk dan tiba dibawah Pohon Penggantungan. "Aku belum berhasil mengetahui asal usalnya.Ia mengeluarkan suara dingin.. dari atas pohon yang agak tinggi. tubuhnya dibalikkan dan pergi lagi." Tan Ciu mengeluarkan suara dari hidung. Gerakan ini diikuti oleh Tan Ciu. "Hm. mereka mengenakan pakaian berwarna hitam. "Ada orang!" Ia memberi bisikan. yang berjalan duluan adalah laki laki dan yang belakangan adalah seorang wanita. bahwa kau tidak tahu!" Pengemis itu tertawa.. kemudian pergi lagi. Sepeninggalnya pemuda berbaju kuning tadi. . melayang dua orang. Tiba tiba si pengemis menarik tangan baju Tan Ciu. ia menyudahi Perdebatan itu. mereka adalah sipengemis dan jago muda kita." "Ng. Tan Ciu memandang pengenis tua dan bertanya. si pengemis tukang ramal membisiki perlahan." Ia berkata.. "Berkata saja terus terang. Tan Ciu.

" Berkata mereka. mereka meninggalkan rimba Penggantungan! berjalan mengikuti jalan raya dan kini tiba disebuah bukit. kemudian memandang orang yang berada disebelah kiri." Jawab dua orang yang ditugaskan membikin penyelidikan tentang pohon Penggantungan. suatu kedudukan yang cukup tinggi. Mereka mendaki bukit itu. Bibi Kang ini mengkerutkan kedua alisnya. orang yang menjadi pemimpin dari tiga orang ini adalah wanita berbaju hitam. . Terlihat ia memandang dua orang tersebut dan bertanya. ia duduk ditengah. itu Terlihat tubuh Tan Ciu melesat turun dan mengikuti dibelakang mereka! Tanpa suara dan tanpa tanda tanda! Dua orang dari Benteng Penggantungan tidak mengetahui bahwa diri mereka telah berada dibawah pengawasan orang. mereka masuk kedalam rumah itu! Didalam rumah kayu telah berkumpul tiga orang baju hitam. "Ada gerakan?" "Tidak. "Memberi tahu kepada Hiangcu. diatas bukit ada sebuah rumah yang dibangun dari bahan-bahan kayu. seorang lakilaki yang menggendong pedang dan bertanya. Ternyata Bibi Kang itu adalah hiangcu dari Benteng Penggantungau. Dua orang itu berbaju hitam yang baru masuk memberi hormat kepada bibi Kang itu. Inilah wanita berbaju hitam yang Co Yong panggil sebagai bibi Kang.Dua orang dari Benteng Penggantungan meninggalkan Pohon Penggantungan. kami telah kembali.

Suasana menjadi sunyi dan sepi. Bibi Kang memandang luar jendela dan membentak. Bibi Kang melesat keluar diturut oleh kawan-kawannya. "Siapa yang kesudian mengintip intip rahasiamu?" Berkata pemuda baju kuning itu ketus. "Pasti datang?" "Ya!!" Orang itu menganggukkan kepala."Bila ketua Benteng akan tiba?" "Sebelum jam tiga. "Kau siapa?" Bentak bibi Kang kepadanyaPemuda berbaju kuning mengeluarkan suara dengusan dari hidung. . Pemuda berbaju kuning itu bertanya lagi "Kalian dari Benteng Penggantungan?. ia merasa ada sesuatu yang tak biasa. Disana telah berdiri seorang pemuda berbaju kuning. "Siapa ?" Tidak ada jawaban. pemuda inilah yang telah memeriksa Pohon Penggantungan." mereka membenarkan pertanyaan itu. Semua orang berbaju hitam tertegun." "Betul." Berkata orang yang ditanya. Tiba-tiba bibi Kang ini memanjangkan telinganya. dengan satu gerakan tangan. "Apa yang kalian kerjakan ditempat ini?" "Mengapa kau mengintip intip rahasia kami?" Balik bertanya bibi Kang dengan suara keras.. ia memberi perintah agar semua orang yang berada didalam rumah bambu itu menghentikan percakapan.

oooOdwOooo PEMUDA berbaju kuning menempatkan dirinya diantara rombongan berbaju hitam itu. "Bagaimana kau tahu bahwa ketua kami tidak datang?" "Syukurlah bila ia datang. ia merasa tersinggung." Berkata sipemuda baju kuning. bibi Kang itu berkata dingin." Ia berkata. "Apa maksudmu menantikan ketua kami?" "Apa jabatanmu didalam Benteng Penggantungan?" Balik tanya pemuda itu. . dia adalah hiangcu tembaga itu. "Dengan orang yang sepertimu. Wanita berbaju hitam she Kang ini adalah salah satu dari hiangcu Benteng Penggantungan. perak dan tembaga. Suatu jabatan yang cukup tinggi. ia membentak."Mengapa tidak terlihat ketua kalian?" Bertanya pemuda baju kuning lagi. Mendengar pertanyaan sipemuda berbaju kuning. si bibi Kang menjadi naik darah. Wanita berbaju hitam. "Aku akan menunggu kedatangannya. kukira belum mempunyai kesempatan bertema muka dengan ketua Benteng kami. Kecuali ketua. urutan selanjutnya adalah hiangcu emas." Siapakah pemuda berbaju kuning ini? Dengan maksud tujuan apa menantikan kedatangan ketua Benteng Penggantungan? Mari kita teruskan cerita dibagian bawah.

"Bila ia datang. ia bergerak menuju kearah rimba Penggantungan." Berkata pemuda itu. tempat yang menjadi markas pos orang-orang Benteng Penggantungan itu. Disana hanya tinggal wanita cantik berbaju hitam itu. Tiba tiba. sebaliknya Tan Ciu tidak kenal kepadanya. Terdengar satu suara yang membentaknya. Tan Ciu. beri tahukan kehadiranku!" Tubuhnva melesat dan meninggalkan bangunan bambu. Bila wanita berbaju hitam itu dapat kenal dengan sipemuda. Melihat langit. Orang orang berbaju hitam mengajukan pertanyaan kepadanya.. orang yang Co Yong sebut sebagai bibi Kang. maka kira kira sudah hampir mendekati pukul tiga. "Berhenti!" Seorang pemuda menghadang jalannya...."Kukira ketua benteng kalian harus mengirim undangan kepadaku. ia gagal mencegahnya. . Biar aku Seorang yang menantikan kedatangan ketua." Empat orang berbaju hitam itu menerima perintah dan meninggalkannya. Kalian boleh pergi. Pemuda yang membentak dan menghadang jalan adalah si jago muda yang galak. "Hiangcu siapakah pemuda tadi?" "Tidak tahu. Ia berjalan mundur. Wajah wanita ini berubah. apa mau perintahi ketua benteng tidak mengijinkan ia melakukan sesuatu yang berada diluar rencana. Wanita cantik berbaju hitam ini ada niatan untuk bergebrak tangan.

"Siapakah namanya?" . "Aku ingin mengajukan nama seorang lain." "Katakanlah." "Ketua Benteng kalian bernama Tan Kiam Lam?" Wanita baju bitam itu tertegun. wanita baju hitam itu teringat kepada Co Yong. "Kau orang dari Benteng Penggantungan?" "Tidak perlu ditanya lagi. Kemudian berkata. "Waktu akan memberi jawaban kepadamu. Pertanyaan ini tidak dapat kujawab." Tan Ciu tidak memaksa. ia masih berada didalam pangkuan Co Yong yang menolongnya. "Kau lagi?" Tan Ciu terkejut. "Bagaimana dengan lain pertanyaan?" Wanita itu memandang si pemuda. "Maafkan. Gara gara pemuda inilah yang menyusahkan sigadis itu. Ia tersenyum tawar." "Ada beberapa hal yang ingin kutanyakan kepadamu. "Kau kenal denganku?" Ia bertanya.dikala wanita itu muncul pertama kali. Wajahnya diliputi hawa kemarahan." Berkata Tan Ciu." "Betul ia akan segera datang?" Bertanya Tan Ciu. "Betul!" Berkata wanita itu. Melihat Tan Ciu. Hal ini sungguh berada diluar dugaannya. Ia membentak. Tan Ciu berada didalam keadaan tidak sadarkan diri.

"Co Yong." "Aaaaaaaa." Ia berkata. Tan Ciu Pergi." Ditinggalkannya wanita berbaju hitam itu.. "Co Yong telah mati.. "Huh?" Tan Ciu termundur tiga langkah. datangnya dari arah belakang wanita baju hitam itu. Dengan maksud tujuan menemukan ketua Benteng Penggantungan segera." Tan Ciu mengertak gigi. sudah selayaknya menerima hukuman itu. "Menerima hukuman ketua benteng kami. Satu hawa pembunuhan meliputi paras mukanya. Wanita baju hitam itu memandang bayangan belakang sipemada sambil menghela napas. "dendam nona Co harus kubalas." "Mengapa terkejut? Ia telah melanggar peraturan benteng." "Ia sudah mati." berkata wanita baju hitam itu. Wajahnya berubah.. masuk kedalam rimba Penggantungan lagi.." "Bagaimanakah kematiannya?" bertanya Tan Ciu. Wanita baju hitam itu mengulangi keterangan. .. Dapatkah aku mendapat berita tentang dirinya? Matikah? Atau masih hidup. Tiba tiba terdengar suara tertawa dingin." "Mengapa kau menanyakan dirinya?" "Satu tahun yang lalu. "Aku akan membunuhnya. ia telah dibawa oleh orang orang Benteng Penggantungan.

" "Pocu." "Hamba tahu. ia berkata. Disusul dengan gerakan siketua Benteng Penggantungan." "Kini kau boleh kembali.. Ia dan kawannya sudah biasa menggunakan istilah ini. Bayangan itu adalah ketua Benteng Penggantungan yang misterius." Setelah memberi hormat. ia segera mengenal bayangan siketua benteng. ternyata ia telah menampilkan diri ditempat ini. "jangan sentuh dan ganggu dia. . belasan tombak telah dilewati.. "Ng. Dengan satu nada perintah..." Ia memanggil perlahan." "Disini sudah tidak memerlukan tenaga kalian.. disana tampak satu bayangan hitam. Pocu berarti ketua benteng.. sungguh hebat ilmu meringankan badan orang ini. Ditempat Pohon Penggantungan .." ketua Benteng Penggantungan menyatakan kesediaannya.. "Tidak. "Pocu. "Ada gerakan?" Ia berkata. wanita berbaju hitam itupun berjalan pergi.." "Baik.." "Tan Ciu. hanya satu kali meluncurkan kaki..." "Ng.Cepat ia menoleh kebelakaug." Wanita baju hitam itu memberi jawaban.. dua hiangcu lainnyapun telah kusuruh kembali. Pemuda yang baru berlalu tadi.

Dilihat dari gerak-geriknya tentunya pemuda itu mempunyai ilmu kepandaian silat yang sangat tinggi. itu! Ingin menantikan Penggantungan? kedatangan algojo Pohon Pengemis tukang ramal amatir memandang Tan Ciu." bercerita sipengemis. Apa maksud tujuan pemuda berbaju kuning. "Masih sepi. telah meminta banyak korban. "Ada tanda-tanda lain?" Bertanya pengemis itu kepada sipemuda! Tas Ciu menggelengkan kepala! "Bagaimana dengan keadaan disini?" ia balik bertanya. naik ketempat pohon persembunyian dan menyatukan dirinya dengan sipengemis tua. Tan Ciu sedang memusatkan perhatiannya kearah pemuda berbaju kuning itu. langsung pemuda ini menuju kearah Pohon Penggantungan. Sangkanya orang pasti ke Pos Maut ini. Terdengar satu geseran angin. pohon palsu itu tetap berdiri ditempatnya. pohon itu berada dibawahnya. wajahnya agak muram. ia tidak tahu bahwa Ketua Benteng Penggantungan telah menampilkan diri. Maka ia kembali. Tan Ciu memandang Pohon Penggantungan.Tan Ciu telah kembali. Ia telah berdiri ditempat yang sejarak tiga tombak dari pohon tersebut. Apa yang akan terjadi didepan Pohon Penggantungan? . pohon maut yang. ia sangat mencurigakan. dibarengi oleh munculnya seorang pemuda berbaju kuning.

Dan disaat ini terdengar kentongan dipukul empat kali. Pemandangan mulai suram dan guram. sipendekar Dewa angin Sin Hong Hiap yang sewaktu waktu dapat memunculkan dirinya ditempat ini-menjadikan suatu rangkaian Pohon Penggantungan. Apa akibat dari pertemuan dari pada para jago silat kelas satu itu? Menjelang tepat kentongan ketiga dibunyikan. Seperti biasa kabut putih tersebut ditempat rimba gelap itu. . Tan Ciu dan pengemis tukang ramal amatir menyembunyikan diri mereka diatas sebuah pohon tinggi.. pemuda berbaju kuning.Algojo Pohon Penggantungan. Tan Ciu. sipengemis tukang ramal amatir. Mereka menantikan kehadirannya si algojo Pohon Penggantungan. Suara ini semakin jelas. Hampir satu jam kemudian . ketua Benteng Penggantungan. sesuatu yang menginjak daun daun rontok di dalam rimba Penggantungan. Semakin lama. srek... srek.. Terdengar suara kentongan yang dibunyikan tiga kali.. para petani sudah akan bangun untuk menggarap tanah mereka.. Pemuda berbaju kuning berdiri di tempat yang berjarak beberapa tombak dari Pohon Penggantungan. Terdengar satu suara bergerak. Hari menjelang pagi yang gelap sekali. Srek.. semakin tebal.. Satu jam lagi...

halimun pagi terlalu tebal. Tan Ciu mengkerutkan keningnya. Kabut terlalu tebal. ia melesat menyingkirkan diri dari tubrukan orang. menubruk bayangan merah itu. halimun pagi mengarungi seluruh rimba penggantungan. hampir ia menjerit. Orang yang berada dibawahnya adalah si Jelita Merah. agar Tan Ciu tidak membuka suara. ia berdiri dibawah Pohon Penggantungan. Kemudian meletakkan kaki didekat pohon dimana Tan Ciu dan pengemis tua berada. Orang ini tidak diam ditempat. kuning menantikan kedatangan Kini bayangan merah betul betul tiba. Tiba tiba. Muagkinkah algojo Pohon Penggantungan yang datang? Kini terlihat satu bayangan. Beruntung pengemis tua itu gesit. menoleh kearah datangnya suara. pemuda berbaju kuning membentak.Tan Ciu. pengemis tua dan pemuda berbaju kuning mengalihkan pandangan mereka kearah datangnya suara. inilah potongan tubuh dari seorang gadis jelita. . Tidak terlihat ada bayangan manusia. "Siapa?" Bayangan merah itu bergerak. Tan Ciu segera mengenali orang ini. Pemuda berbaju bayangan merah itu. ia tidak menyangka bahwa ada orang yang menantikan disitu. itulah bayangan merah yang datang. Tubuh si pemuda berbaju kuning bergerak. Potonngan tubuh itu sudah tidak asing baginya. cepat cepat ia memberi instruksi.

. Chiu It Cong juga mengenali bekas kekasihnya itu. Mereka saling pandang dengan penuh curiga. akhirnya ia berteriak.. Jelita Merah pernah membenci laki laki ini.... "Kau?! Chiu It Cong?" Tan Ciu turut tergetar. setelah bertemu.. "Kau?" Ia mengeluarkan suara dingin.. "Aaaa. kini kita bersua lagi!" Dengan suara gemetar. Pemuda berbaju kuning itupun tidak kalah terkejutnya.. "Kau?" Hal ini berada diluar dugaannya.. "Chiu koko ."Tidak disangka. ia memandang kebawah. Wajah Jelita Merah terjadi perubahan! girang. Pemuda berbaju kuning telah berhadapan muka langsung dengan Jelita Merah. . Lupalah bagaimana besar derita yang ditinggalkan oleh Chiu It Cong kepadanya. Jelita merah memanggil. Chiu It Cong pernah mendapatkan tubuh Jelita Merah.. " Ia menubruk dan merangkul tubuh kekasihnya itu." Tiba tiba Jelita Merah mengeluarkan teriakan tertahan. dan aneka macam lagi. kemudian meninggalkannya. lupalah kepada kebenciannya. menyaksikan bagaimara Jelita Merah menghadapi sipemuda berbaju kuning. itulah nama kekasih pertama Jelita Merah yang dikatakan telah menghianatinya.Tan Ciu menahan gejolak hatinya. gemetar . nama Chiu it Cong ini tidak asing baginya.

Jelita Merah termundur. aku pernah cinta kepadamu. Tepat waktunya Jelita Merah menubruk Chiu It Cong. Tetapi waktu itu telah berlalu. "Ong Leng Leng." Jelita Merah menangis sedih "Dahulu aku hanya ingin mempermainkan.. Merah tidak mempercayai "Ong Leng Leng.. tidak mungkin kembali lagi!" Ternyata nama kecil si Jelita Merah adalah Ong Leng Leng! Ia membelalakan mata "Hah?" Hampir Jelita pendengaran telinganya.. tamparan Chiu It Cong tidak mengenai kasihan." "Kau pemuda bajingan. Ia menempiling pipi gadis berbaju merah itu...." "Betul! suatu hari. kau jangan mengimpi" Berkata lagi Chiu It Cong." . "Kau. Pemuda berbaju kuning Chiu It Cong membentak. terlihat pemuda berbaju kuning itu mengayunkan tangan.Ia masih mengenangkan cinta lama. saja. apa yang telah terjadi dimasa yang lampau itu. Hal ini terjadi dalam waktu yang sangat singkat. cinta itu tetap menyala-nyala..." "Kau kejam. ia memegangi pipinya yang dirasakan sangat panas. Plaakkk.

Kemarahan telah berlimpah limpah. kemudian meninggalkanku... "Chiu It Cong. Ha. ia sangat penasaran.. Bagus. iapun ingin membunuh gadis gadis yang dapat membusukkan namanya. kau telah mempermainkan cintaku. Jelita Merah Ong Leng Leng sangat sedih sekali. Jelita Merah sungguh-sungguh marah besar.. Bagaimana akhir kesudahan dari pertempuran ini? Mari kita memeriksa lembaran lembaran berikutnya o. Ia menggeram.. mungkinkah ada seorang laki laki yang seperti Chiu It Cong ini? Menghianati orang dan membunuh orang? Dicemoohkan seperti itu. kau telah mendapatkan diriku. "Ha.. "Pemuda baju kuning Chiu It Cong tertawa.. Chiu it Cong tidak diam. membuat dadanya menjadi sesak. ternyata dua orang ini sama kuat...OdwO." "Hee.. ia mengayunkan tangan memukul orang! Chiu It Coag telah siap sedia....." Pemuda baju kuning Chiu It Cong mengeluarkan suara jengekkan "Kau ingin mengadakan perlawanan?" "Aku ingin membunuhmu!" Berkata Jelita Merah Ong Leng Leng. Dua tangan mereka saling beradu. Ong Leng Leng maju lagi."Kubunuh kau!" Chiu It Cong menggeram..heee. ia menyambuti serangan itu dengan serangan pula. kini ingin membunuhku? Bagus! .o . masing masing mundur beberapa langkah dari kedudukan yang semula..

Chiu-It Cong dapat mempertahankan posisi tidak kalah.. Sepuluh jurus telah dilewatkan. pasti aku yang menjadi korban. Dua puluh jurus! Kini memasuki babak yang ketiga puluh. apa lagi yang kau mau katakan?" Jelita Merah tiba tiba tertawa berkakakan. Jelita Merah Ong Leng Leng menerkam. menentukan kemenangan diatas kekerasan tangan. . Hal ini mengherankan sipemuda baju kuning ia segera membentaknya. Tetapi lawannya bukan pemuda biasa. Leng jatuh dengan Chiu It Cong telah lompat maju lagi. yang merah kekanan dan yang kuning kekiri! Jelita Merah Ong Leng menyemburkan darah segar.JELITA merah Oag Leng Leng dan pemuda baju kuning Chiu It Cong meogadu silat. "Apa yang kau tertawakan?" Jelita Merah menggeram? "Hari ini adalah hari yang menentukan hubungan kita. Belum ada putusan dari pertandingan. Bluuummmmmm. Ilmu kepandaian Jelita Merah telah mendapat kemajuan banyak. ia menggeram. bila bukan kau yang mati. Dua bayangan itu terpisah... Terdengar satu benturan keras lawan keras. "Ong Leng Leng." Dengan membawa luka yang berat.. ia meneruskan pertempuran itu.

" Berkata Tan Ciu gagah. Tangannya diayun. Jelita Merah menggeretek gigi." Ia membunuhnya. "Siapa kau? Mengapa usil sekali?" "Aku tidak dapat menonton kekejaman tanganmu ditempat ini.. Tan Ciu menghadapi pemuda berbaju kuning itu. mengancam kepala orang." berkata "Tolong wakili aku "Tidak akan menyesal?" Tan Ciu meminta ketegasan." Chiu It Cong memancarkan sinar kebencian yang tidak terhingga.. "Kau masih menyintainya?" la mengajukan pertanyaan kepadanya. ia berteriak girang. ia menghalangi lagi datangnya serangan pemuda berbaju kuning Chiu It Cong itu. Jelita Merah Ong Leng Leng bungkam.. Tan Ciu segera melesat turun.Chiu It Cong masih kuat. "Laki laki yang sepertinya tidak patut diberi kesempatan hidup. Chiu It Cong berhasil dipukul mundur. "Baiklah. . dengan mudah ia dapat memukul mati gadis baju merah ini.. "Eh. Ia menoleh dan memandang Jelita Merah.. ada orang yang menjadi backingnya?" Tan Ciu tidak memberikan jawaban.. Jelita Merah mengenal sipemuda." Berkata Tan Ciu. Terdengar suara geram Chiu It Cong. "Tan Siauw hiap. Blaarrr.

Tubuh Chiu It Cong berhasil didorong mundur sampai dua langkah. "Ternyata kalian sudah bersekongkol lama!" Ia lompat dan menghindari serangan Tan Ciu yang pertama! Kemudian membalas dengan satu pukulan tangan! Tan Ciu sangat benci kepada pemuda yang seperti Chiu It Cong." Berkata Ong Leng Leng singkat. ia menyingkir pergi! Bila ada waktu atau kekosongan." Tubuh Tan Ciu melesat. memberikan serangan kepada lawan. terimalah ini" Chiu It Cong telah tahu betapa hebat kekuatan lawannya itu. "Baik. baru ia membalas memberi serangan totokan. meminta maaf kepada Nona Oog" "Kentut. ia menggertak. ia memasang kuda kuda kuat dan menerima serangan itu. "Kau tidak berani."Tidak. Tenaga mereka beradu di tengah. Chiu It Cong tertawa berkata. Tan Ciu lompat maju lagi. "Hayo. maka ia tak mau menempurnya lagi. "Mengapa tidak berani?" Berkata Tan Ciu yang segera mengirim satu serangan maut. "Nah. "Kau memaksa aku membunuhmu?" Berkata lagi Tan Ciu. dengan mengandalkan ilmu ringankan tubuhnya yang sudah mencapai tahap paling sempurna." Berkata Chiu It Cong menantang." Pemuda baju kuning Chiu It Cong memaki. Didalam sekejap mata lima jurus telah lewat. . Mereka saling pukul dan mencari kelengahan lawannya.

" Chiu It Cong terpukul mundur. Terlihat Tan Ciu membentak. mengganti pukulan menjadi totokan. "Aduh. tiba-tiba jarinya dikeraskan. apa boleh buat.. maka totokan diganti lagi. Tan Ciu memperhitungkan sampai disini.Jelita Merah Ong Leng Leng betul-betul kecewa akan sikap yang Chiu It Cong perliatkan kepadanya. tubuhnya jatuh di tanah ia pingsan. tangan kirinya termiring mengirim satu pukulan.. Akhirnya merekapun mengadu tangan. ia menyusul dan mengirim satu pnkulan lain tepat mengenai dada pemuda baju kuning itu! Chiu It Cong memuntahkan darah segar. ia dapat menyusul cepat. Tan Ciu siap menamatkan jiwa pemuda tukang mempermainkan cinta ini. kini dilihat bekas kekasih itu berada dibawah ancaman bawahan Tan Ciu.. ia harus menutup serangan Tan Ciu itu dengan satu pukulan. serangan pukulan memapaki serangan Chio It Cong. Tan Ciu tidak memberi kesempatan lawan itu bernapas. Inilah hebat. dengan cara itu ia dipaksa melakukan satu gempuran keras lagi. tangannya diangkat lagi. pukulan tadi mengandung tiga macam perubahan. ia tidak menyayangkan lagi jiwa pemuda berbaju kuning itu. Maksud tujuan Chiu It Cong mendesak lawannya gagal. Tan Ciu mengubah taktik perang. Jalan darah Tong teng yang diancam. . Chiu It cong masih bukan tandingan jago muda kita. ke mana saja lawan pergi.

" "Hah? Anak murid Sin Hong Hiap? Masakan Orang jahat seperti Chiu it Cong ini mau diterima menjadi murid oleh seorang pendekar kenamaan!" Tan Ciu menaruh curiga. Maka Chiu It Cong sadarkan diri. "Memukul anjingpun harus memilih tempat. Lihatlah dulu majikan yang mempunyai dan . Pengemis itu segera menotok beberapa jalan darah Chiu It Cong baru ia menghampiri Tan Ciu. Pengemis itu mengulang keterangannya! "Dia sungguh-sungguh akhli waris Sin Hong Hiap. "Dia tidak boleh dibunuh!" "Mengapa?" "Dia adalah anak murid Pendekar Dewa Angin Sin Hong Hiap. wajahnya semakin beringas." Tan Ciu belum pernah takut kepada orang termasuk si jago tua Sin Hong Hiap. "Jangan!" Tan Ciu membatalkan niatan itu. Jago tua yang telah berumur lebih dari setengah abad itu. Hawa pembunuhan belum lepas dari paras yang cakap itu. "Apa artinya ini?" Si pengemis menunjuk kearah Chiu It Cong dan berkata.Tiba tiba terdengar satu suara yang datang dari belakang. Terdengar sipengemis tua berkata lagi. Tan Ciu memandang pengemis tukang ramal amatir itu dengan sinar mata tidak mengerti. melibat suasana dan gelagat. Ia menoleh dan dilihat olehnya pengemis tua itu telah lompat turun dari atas pohon persembunyiannya. Tan Ciu menegur orang.

Tiba-tiba sipengemis tukang ramal amatir melesat." Tubuh sipemuda melesat kearah Chiu It Cong dan membentak pemuda berbaju kuning itu." Tan Ciu tertawa berkakakan." "Bila kau berani membunuh diriku. "Jangan!" Ia berteriak keras. "Akan kulihat." Chiu It Cong membenarkan pertanyaan ini." Tan Ciu berkata dingin. Meminta maaflah kepada nona Ong. ia menerima pukulan Tan Ciu tadi. . kita tidak boleh mengutak utiknya. bahaya segera tiba diatas kepalamu." Ia berkata.!'" "Tidak mau!" Berteriak Chiu It Cong. "Kau anak murid Sin Hong Hiap?" "Betul. Tetapi aku tidak. "Kau jangan membawakan sikap kepala batu. Maka jiwa pemuda baju kuning itu ditolong lagi. "Semua orang boleh menjadi takut dengan Sin Hong Hiap. aku memberi kesempatan yang terakhir. "Akan kubunuh kau dahulu. betulkah tidak dapat mempertahankan jiwaku?" Tan Ciu mengayun tangan dan memukul kearah Chiu It Cong yang sudah tidak berdaya sama sekali itu. "Memandang wajah Sin Hong Hiap. jiwamupun tidak mungkin dapat dipertahankan.memelihara binatang itu. agar kau dapat sadar diri kesalahan. Orang yang seperti Sio Hong Hiap. Tan Ciu membentak pengemis usil ini.

ia menyingkir kekiri dan memberi satu pukulan maut." Ia berkata "Sin Hong Hiap tidak nanti mau menyudahi perkara ini begitu saja. Tan Ciu menjadi tertegun. Ia mati. menyerang si pemuda. kepala Chiu It Cong telah hancur pecah dikala tubun itu jatuh." Berkata Tan Ciu Pengemis tua itu mengundurkan dirinya. tidak mungkin meminta pengampunan. tiba riba ia meletik cepat. "Kau belum kenal watak si Pendekar Dewa Angin Sin Hong Hjap itu .. menggunakan kelengahan Tan Ciu. dengan satu kali pukul." "Segala tanggung jawab akan kupikul seorang diri. Tan Ciu tidak lengah. "Bocah." Berkata Tan Ciu."Apa yang kau mau?" "Kau tidak dapat melepaskannya?" Bertanya sipengemis. Chiu It Cong tahu. Terdengar satu suara jeritan yang mengerikan. "Betul." "Sudah memperhitungkan perbuatanmu ini?" segala akibat dari "Segala akibatnya akan kupikul sendiri. . Wajah sipengemis tua itu berubah. membokong Tan Ciu. napasnya telah terhenti sama sekali.." Kata kata ini terputus oleh jeritan si Jelita Merah Ong Leng Leng. Maksud tujuannya ialah.

. Ong Leng Leng tidak meninggalkan kenangan lama begitu saja." mulutnya terbuka lebar. Tan Ciu memandang orang tua itu. Ia adalah seorang tua yang sudah berambut dan beruban putih.. Kelopak itu telah basah dan berkaca kaca. ia telah berada disana. Pengemis tukang ramal amatir mendongakkan kepala.. didalam sekejap mata. dari kata kata yang dicetuskan olehnya. ia sangat terkejut. Didepan Pohon Penggantungan pembunuhan yang seperti ini. "Siapa yang membunuhnya ?" Ia menunjuk kearah mayat Chiu It Cong.. Tidak seharusnya ia membunuh pemuda yang dikasihi oleh gadis itu. bagaimana ia tidak bersedih? Ia menubruk mayat itu dan menangis menggerung gerung... terjadi drama Tiba tiba melayang datang seorang mengenakan pakaian abu abu dan kecepatan orang ini sangat luar biasa. Hampir Tan Ciu mengucurkan air mata. Ia segera sadar bahwa langkahnya tadi yang tergesa gesa itu adalah satu langkah set yang salah. "Aaaaaaa. Suaranya seram dan penuh hawa pembunuhan."Chiu koko. Orang tua berpakaian abu abu membentak. siapa orang yang baru datang ini? Dia adalah pendekar Dewa Aagin Sin Hong Hiap. Tan Ciu menjadi bingung." Membiarkan hawa kemarahan dan kejengkelannya lewat. biar bagaimana Chiu It Cong adalah pemuda yang pernah dikasihi olehnya.. Kini pemuda itu telah mati. dengan mudah ia dapat menduga.

. "Hei. pengemis bau..Tan Ciu menghadapi orang tua itu. "Hanya didalam hal ini." Orang tua berbaju abu abu itu mengeluarkan suara dari hidung. Hal ini mengejutkan sipengemis tukang ramal amatir." Berkata sipengemis. Sin Hong Hiat menatap orang yang menyelak masuk." "Hm. "Kau siapa?" ia balas mengajukan pertanyaan. Tentunya kau inilah yang bernama Sin Hong Hiap?" "Cocok!! dengan alasan apa kau membunuh muridku?" "Ia telah mempermainkan seorang wanita bahkan tidak mau mengakui kesalahannya. Segera ia menjadi terkejut.. ia maju menyelak diantara dua orang tersebut. "Aku sedang bertanya. "Mengapa kau berada ditempat ini? Eh. "Ia wajib menerima kematiannya. Orang tua berbaju abu abu mengalihkan Pandangan matanya.. Maka wajib menerima kematian. siapa yang membunuhnya?" Ia membentak sipemuda.." . kini diarahkan kepada jago muda kita.. "Sabar. "Kau?" Orang tua itu agak kurang percaya "Betul. "Aku!!" Tan Ciu menunjuk hidung. Dan kau apa tidak wajib menerima kematian?" Si pendekar Dewa Angin Sin Hong Hiap mendekati Tan Ciu." Ternyata ia kenal wajah pengemis ini." Ia mencoba mendamaikan perkara.. kau ingin campur urusan?" "Mana kuberani turut campur urusan ini.

Suatu kesalahan besar yang tentu berada diluar tahumu. . Sin Hong Hiap tidak mau melibatkan diri dengan gadis itu.." Sin Hong Hiap.. "Itulah orangnya. murid kencing berdiri. Berdirilah disamping sana. kesalahan ini tidak mau diakui olehnya."Cukup. aku Tan Ciu tidak takut kepadamu. orang lain boleh takut kepadamu. Akulah yang berhak menghukumnya. "Ini yang dinamakan guru kencing berdiri. Dengan alasan apa kalian turun tangan kepada dia? Sudah tidak ada aturan? Dengan dalih apa kalian membunuh dirinya? Sudah tidak ada tata hukum? Tidak memandang mata padaku? Ingin menantang Sin Hong Hiap? Merasa diri sendiri sudah pantas? Merasa sudah berkepandaian tinggi? Ingin menjadi jago? Ingin merajai rimba persilatan. Kini ia memperlihatkan watak yang sok menang itu. "Dimisalkan muridku melakukan sesuatu yang salah. aku wajib memberitahu. sedikit keteranganku?" "Katakanlah" Sin Hong Hiap menganggukkan kepala." Ia berkata.. "Muridmu telah mempermainkan kesucian seorang gadis." Ia pentang suara.” Tan Ciu tidak sabar ia memotong pembicaraan orang. "sebagai gurunya. Sin Hong Hiap." "Gadis mana yang telah dipermainkan olehnya? " Pengemis tukang ramal amatir menunjuk kearah Jelita Merah Ong Leng Leng. murid yang bejat moral tentu mempunyai guru yang tidak tahu aturan. mengertak gigi. Kesalahan dipihak murid sendiri." Berkata Pendekar Dewa Angin Sin Hong Hiap "Maukah kau mendengar Pengemis itu masih berusaha.

Orang yang pertama mati adalah kau sendiri. manakala pendekar Dewa Angin Sin . Terdengar lagi suara yang keren tadi. "Sin Hong Hiap. o-OdwO-o DIBAWAH Pohon Penggantungan Beberapa orang sedang bersitegang. dialah yang memberi ancaman kepada si Pendekar Dewa Angin Sin Hong Hiap. tubuhnya melesat dan menerkam kearah Tan Ciu. kini dapat didatangi orang tanpa kesadarannya." Seorang berbaju hitam terpeta didalam rimba Penggantungan. Siapakah bayangan orang berbaju hitam ini? Mungkin algojo Pohon Penggantungan? Mungkinkah ketua Benteng Penggantungan? Mungkin Tan Kiam Lam? Mari kita meneruskan cerita yang masih harus dibaca ini. kau berhenti." Sin Hong Hiap adalah jago kenamaan yang menganggap dirinya terpandai dikolong dunia. Tiba tiba bergeraklah satu suara yang sangat keren sekali." Tanpa menunggu jawaban orang. tubuh yang melesat tadi dengan tidak terhenti sama sekali. Batallah setangan yang ditujukan kearah Tan Ciu."Bagus!" Ia berteriak. "Sin Hong Hiap berani kau mengganggu selembar rambutnya. berputaran dan kembali ketempat asalnya."Didalam tiga gebrakan aku segera menghancurkan batok kepalamu.

Setelah kembali ditempatnya yang semula. dengan suara yang galak. Sin Hong Hiap tertawa berkakakan. bukan?" tentu tidak berani "Akan kubuktikan tokoh dari manakah yang berani menggangguku. muncul seorang berbaju hitam. julukan Sin Hong Hiap adalah Pendekar . Tidak perduli siapa. "Dari lagu dan nada suaramu. kau tidak percaya?" Sin Hong Hiap menutup suara tertawanya dan membentak . Ia berdiri jauh jauh dari semua orang berada. mengeluarkan tantangan. orang ini berani menantang Sin Hong Hiap." -ooo0dw0oooJILID 8 TUBUH Sin Hong Hiap melesat dan menubruk orang berbaju hitam itu. tentu mempunyai ilmu kepandaian yang sangat luar biasa. keren dau temberang menantang dan mengancam Sin Hong Hiap. Bayangan hitam itu membuka suara lagi. tentunya seorang tokoh berkepandaian tinggi." "Takut?!" Orang berbaju hitam itu mengeluarkan dengusan. Semua orang menduga duga siapakah orang ini? Bayangan orang berbaju hitam itu tidak segera maju. sebutkanlah namamu.Hong Hiap ingin membunuh Tan Ciu. "Bila aku takut kepadamu. "Sin Hong Hiap." "Kukira tidak perlu.

Kini ia mengangkatkan kepala memandang Tan Ciu. tidak mau menyambuti serangan yang dilontarkan lawan tersebut. gerakan tadi disendat cepat. ia telah berada ditempat orang baju hitam tadi bicara. Ia menghampiri dan berkata "Nona Ong. Tetapi bayangan hitam inipun mempunyai kecepatan yang tidak berada dibawah Sin Hong Hiap. tentu lawan yang dihadapannya berkepandaian tinggi. memandang Pengemis tukang ramal amatir itu. tetap menjauh dari Sin Hong Hiap. Tan Ciu menolehkan kepala. tubuhnya menggigil dingin." Berkata Sin Hong Hiap dan menyerang bayangan hitam itu. Wajah Sin Hong Hiap berubah. Menelungkup diatas tubuh Chiu It Cong yang sudah mati. Dua orang ini saling kejar dan lenyap diluar rimba Penggantung. mengingat hal ini. Sin Hong Hiap mengejar. dilihat si pengemis menunjukkan wajah tertawa getir. tubuhnya melejit. "Terimalah seranganku. Jelita Merah Ong Leng Leng menangis sesenggukkan. tentunya mempunyai kecepatan yang luar biasa. maafkan kelancanganku yang telah membunuhnya. Ia berhasil mempertahankan jarak yang terpisah dari Sin Hong Hiap. Kecepatan yang menakjubkan. Sipemuda juga memandangnya. bagaikan main sulap.Dewa Angin mudah dibayangkan. Sang bayangan melejit lagi. Orang ini selalu menyingkirkan diri." . menyingkirkan diri sejauh tiga tombak.

" "Sudahlah . "Terima kasih. Kini Chio It Cong telah mati.. Akulah yang menyuruhmu membunuhnya. pukulan Chio It Cong menyebabkan mengeluarkan bunyak darah. Tan Ciu mengeluarkan obat Seng hiat-hoat-hun-tan." "Aku tidak menyalahkan mu." "Maafkan diriku. "Makanlah obat penambah darah ini. diserahkan kepada Jelita Merah dan berkata. "Bila aku tahu bahwa kau masih menyintainya. menggeleng-gelengkan kepala. kini ia membayangkan nasibnya yang sengsara. aku harus kembali kepada guruku. Dia masih menderita luka. "Kau masih membenci aku ?" "Tidak. Betul aku cinta kepadanya.. . ia menolak pemberian itu." Ong Leng Leng menggeleng-gelengkan kepalanya. "Tidak seharusnya aku membunuhnya..Ong Leng Leng. Tan Ciu berkata dengan nada suara rendah. Bukan sedikit budi yang kuterima darimu.. tetapi hal ini tidak mungkin dapat dipertahankan olehnya!" Jelita Merah Oag Leng Leng menangis lagi." Dengan susah payah. Mungkin tak dapat menjumpai lagi. Jelita Merah meninggalkan rimba Penggantungan." Berkata Ong Leng Leng. tentu tidak terjadi hal ini." Suaranya sangat lemah. ia masih sesenggukan." "Hal ini tidak perlu diungkit-ungkit lagi.

menjauhi serangan. ." Berkata Ong Leng Leng. Pengemis tukang ramal amatir itu menghela napas perlahan." Bentaknya keras. sudah berada disampingnya sisi Tan Ciu. ia berteriak. ia lari menyusul. ia telah lompat terbang. sebelum serangan Sin Hong Hiap tiba. Sin Hong Hiap mengayun tangan memukul sipemuda. "Bocah serahkanlah jiwamu.Tan Ciu memandang punggung gadis sengsara itu.. ia menangis sedih didalam rangkulannya. cepat-cepat mendorong pergi tubuh Ong Leng Leng. "Nona Ong!" berkata Tan Ciu. "Nona Ong. Tan Ciu kaget. Dia adalah Sin Hong Hiap yang ternyata telah balik kembali. Tan Ciu sudah dapat menduga. "Nona ong ." "Janganlah menghalang-halangi kepergianku.." Ia memanggilnya. beberapa saat kemudian. Ia harus siap menghadapi musuh kuat itu. Kau harus istirahat dahulu.. Maka gagallah serangan Sin Hong Hiap." Tiba-tiba Jelita Merah menubruk pemuda itu. Tan Ciu membiarkan orang menangis bersandar pada dadanya. Jelita Merah Ong Leng Leng nyelasupi masuk. Satu bayangan abu-abu melesat cepat. mengenai tempat kosong. Jelita Merah menghentikan langkah yang berat.

Terdengar satu suara getaran yang keras. Jatuhnya Ong Leng Leng membikin Tan Ciu naik keatas cepat. ia menggeram. Sin Hong Hiap mengeluarkan suara dingin. menyambut serangan Sin Hong Hiap." "Baik. Siapa pun akan dibunuh olehnya! Termasuk gadis sengsara ini! Tangannya di ayun. akupun binasa dibawah tangannya. Bunuhlah aku. "Bagus! Kau telah menerima pukulan yang pertama." Tangannya terayun memukul lawan kuat itu. Baru setelah itu. Sungguh luar biasa. kau mundur. menyerang tubuh lawan. "Nona Ong. akan kuhancurkan kepalamu. Gerakan ini boleh dikata sangat cepat. terdengar suara yang mengenai sasaran. ia jatuh kena serangan Sin Hong Hiap. Sin Hong Hiap tak berani menerima tajamnya serangan ini ia menyingkir lebih dahulu. tubuh Ong Leng Leng terdorong mundur. pasti Jelita Merah Ong leng Leng binasa. serangan sangat daihsyat sekali." Sin Hong Hiap tidak pandang bulu." . tapi gerakan Sin Hong Hiap lebih cepat lagi."Apa-apaan nih?" Sin Hong Hiap membentak: "Kau juga ingin mati?" "Akulah yang menyuruhnya membunuh muridmu! Bila tidak. Tan Ciu berteriak. dua orang itu segera terpisah." Tangannya direntangkan. "Sin Hong Hiap. Bila tidak ada Tan Ciu vang mewikili menerima pukulan ini." "Kau bersedia mengganti dengan jiwa juga!" "Bila kau tidak puas.

kau tahu malu tidak? Bertempur orang pun harus memiliki tandingan yang setimpal. Si bayangan hitam mengeluarkan suara seram. "Sin Hong Hiap. "Siapalah kau?" Ia menggeram. Sim Hong Hiap mengerutkan kedua alisnya. ketua Benteng Penggantungan yang seram? Tan Ciu yang mengikuti percakapan itupun terkejut. kau tak kenal kepadaku?" Bayang hitam itu menggunakan tutup kerudung hitam dengan bajunya yang hitam lebih-lebih menyeramkan. "Kali ini dugaanmu tepat!" Wajah Sin Hong Hiap berubah.Tiba-tiba terdengar satu suara cemoohan orang sangat menghina! "Bagus! Sin Hong Hiap." Sim Hong Hiap membanting kaki. bayangan hitam itu muncul lagi. Tadi ia tidak berhasil mengejar." Sin Hong Hiap. kau hanya berani menghina anak saja. Kini bayangan hitam itu masih berani datang. Orang hitam inikah yang menjadi 'Ketua Benteng Penggantungan?' Orang yang mungkin bernama Tan Kiam Lam? Ayah kandungnya sendiri? . Orang berbaju dan berkerudung hitam inikah yang pernah menggetarkan rimba persilatan. sungguh menjengkelkan hati. maka balik berurusan dengan Tan Ciu. "Ketua Benteng Penggantungan?" Ia menduga-duga dan mengemukakan kecurigaannya. "Ehm. membalikkan badan.

Pemuda ini segera maju berteriak. "Kau betul ketua Benteng Penggantungan?" "Betul!" Berkata laki-laki berkerudung dam berbajuhitam itu. "Namamu Tan Kiam Lam?" Bertanya Tan Ciu. "Betul." Gejolak hati Tan Ciu hampir tidak terkedalikan. "Kau tau, kini sedang berhadapan dengan siapa?" "Tan Ciu." "Betul. Aku adalah Tan Ciu." Suara sipemuda menjadi gemetar. Ketua Benteng Penggantungan Tan Kiam Lam sudah berhadapan dengan Sin Hong Hiap lagi, ia berkata. "Sin Hong Hiap, orang-orang yang sudah digolongkan kedalam jago tua kelas satu tidak seharusnya menghina anak-anak yang masih bukan tandingan kita. Lebih baik kita sajalah yang menentukan kekuatan, memilih dan menentukan waktu, menentukan kemenangan." "Baik. Bagaimana bila kita mengadu sekarang?" Berkata Sin Hong Hiap menantangkekuatan

"Kini kau mempunyai banyak waktu terluang untuk melayani diriku." Berkata ketua Benteng Penggantungan. "Mengapa tidak?" "Apa tujuan utamamu ketempat ini?" "Pohon Penggantungan." "Kau sudah berhasil melihat itu Manusia pohon Penggantungan?"

Sin Hong Hiap tertegun, ia tidak dapat memberikan jawaban. Sesungguhnya, ia belum berhasil menemukan itu Manusia Pohon Penggantungan. Ketua Benteng Penggantungan mengeluarkan suara dingin. "Tiga hari kemudian, aku orang she Tan menantikan kedatanganmu didepan Benteng penggantungan. Bila aku kalah, segala sesuatu segera kuserahkan kepadamu. Termasuk pemuda she Tan itu juga." "Baik." Pendekar Dewa Angin Sin Hong Hiap setuju. "Nah, kunantikan kedatanganmu disana." Berkata ketua Benteng Penggantungan. Sin Hong Hiap menganggukkan kepala, tubuhnya bergerak dan menantikan Manusia Pohon Penggantungan diarah pohon maut tersebut. Ketua Benteng Penggantungan berhasil mencegah Sin Hong Hiap Tan Ciu, setelah melihat Sin Hong Hiap pergi, ia pun membalikkan badan, siap memisahkan diri. Tan Ciu telah bergerak, ia memegat kepergian orang yang diduga keras sebagai ayah itu. "Tunggu dulu." Ia berteriak keras. Ketua Benteng gerakannya. Penggantungan menghentikan

"Ada apa?" ia bertanya. "Hampir saja aku pergi ke Benteng Penggantungan mencarimu." Berkata Tan Ciu. "Disini pun sama saja." "Betul. Ada sesuatu yang ingin kutanyakan kepadamu."

"Aku tidak ada waktu." Tubuhnya melesat cepat, melarikan diri. Dua orang saling kejar sebentar, kini ketua Benteng Penggantungan menghentikan langkahnya. Ia menghadapi Tan Ciu dan berkata. "Apa yang kau mau?" Wajah Tan Ciu telah diliputi oleh selaput hawa pembunuhan, ia menggeram. "Aku ingin membunuhmu." "mengapa?" "Kau jahat dan kejam." "Ha, ha..... Belum lama aku telah menolongmu, tahu? Kau ingin membalas air susu dengan air tuba." "Hm.. . Kau tahu bagaimana hubungan kita." "Katakanlah sendiri." "Aku ingin mendapat jawabanmu." "Ha, ha...." "Bukalah kedokmu itu." "Kau kira....." "Aku harus membunuhmu." Kata Tan Ciu disusul dengan serangannya ia memberikan satu sapuan pukulan. Hal ini hebat, ia ingin menyingkap tutup kerudung muka itu dahulu. Ketua Benteng Penggantungan melesat, maka gagallah serangan yang Tan Ciu lontarkan kepadanya.

Hal ini sudah dapat Tan Ciu duga. tanpa istrirahat lagi, Tan Ciu mengejar dan memberi pukulan tangan yang kedua. Serangan Tan Ciu dibarengi oleh gerakkan tubuh yang memegat kepergian lawan. Ketua Benteng pengantungan tidak berdaya, terpaksa ia memapaki serangan itu. dengan kedua telapak tangannya. Terdengar suara beradunya dua tenaga pukulan, debu berdebur keras, mengulak naik, masing-masing terpukul mundur dari posisi kedudukan semula. Sehingga berjarak empat belas tombak, dua orang itu baru dapat membuat posisi baru. Tutup Kerudung orang itu telah terbuka. Tan Ciu tertegun, ia melengak heran. Wajah itu tidak asing lagi baginya, itulah wajah Kiam Pek. "Kau ?!" Tan Ciu mengeluarkan suara kaget. Orang ini bukan ketua Benteng Penggantungan dia adalah Tan Kiam Pek, pantas berusaha menolong dirinya dari gempuran si Pendekar Dewa Angin Sin Hong Hiap. Lain pikiran menyelusup kedalam benak pikiran Tan Ciu, diketahui bahwa ayah dan pamannya itu dilahirkan pada waktu yang sama, istilah yang harus digunakan untuk menyebut mereka ialah saudara kembar. Tentu mempunyai wajah yang sama. mungkinkah Tan Kiam Lam asli. Menurut keterangan Tan Kiam Pek, perbedaan yang khas ialah andeng-andeng hitam melekat pada daun kuping kiri Tan Kiam Lam. Tan Ciu memperhatikan daun kuping kiri orang itu! "A a a ...!" sipemuda berteriak. "Dia tidak ada tandatanda hitam pada daun kupingnya. Dia Tan Kiam Pek."

Tan Ciu sedang berhadapan dengan Tan Kiam Pek? Pamannya sendiri itu? Atau berhadapan dengan Tan Kiam Lam! Ayah kandungnya yang belum pernah bertemu muka? Mari kita berikutnya. mencari jawaban ini pada lembaran

Tan Ciu berhadapan dengan seorang yang mempunyai Wajah seperti Tan Kiam Pek wajah ini sangat membingungkan sipemuda. Dengan siapakah ia berhadapan muka? Ketua Benteng Penggantungan Tan Kiam Lam? Atau sang paman, Tan Kiam Pek yang pernah dijumpainya. Dari ciri-ciri yang dilihat, orang ini adalah Tan Kiam Pek. Orang itu berkata dingin. "Eh, Bagaimana? Kau telah kehilangan pikiran." Dengan suara gemetar, Tan Ciu mengajukan pertanyaan. "Kau ketua Benteng Penggantungan yang asli?" "Menuntut pendapatmu apa tidak mungkin?" "Aku meminta jawabanmu yang pasti." "Aku bukan ketua Benteng Penggantungan." Orang itu berkata. "Aku hanya menggunakan nama ini untuk menakut-nakuti Sin Hong Hiap. Aku Tan Kiam Pek." ia mendekati Tan Ciu. Sipemuda mundur, ia masih menaruh curiga. Tan Kiam Pek mengerutkan keningnya. "Kau tidak percaya?" Ia bertanya. "Kau membingungkan orang." Berkata Tan Ciu.

"Aku sengaja tidak membuka kedok, alasan pertama ialah menghindari Sin Hong Hiap, alasan kedua ialah mencoba sampai dimana kemajuan ilmu silatmu. Ternyata kau telah mendapat kemajuan yang sangat pesat." "Kau sungguh pamanku, Tam Kiam Pek?" "Ah. hal ini tak perlu kau ragukan lagi." "Tetapi...." "Kau kecewa ?" Tan Ciu memang agak kecewa. Bila orang ini bukan Tan Kiam Lam, tetapi si ketua Benteng Penggantungan Tan Kiam Lam, maka segala rahasia ayahnya itu dapat dibuka segera. Tidak perlu ubek-ubekan mencarinya lagi. Terdengar Tan Kiam Pek berkata. "Kau juga mendapat kabar bahwa Tan Kiam Lam akan tiba dipohon Penggantungan?" Tan Ciu menganggukkan kepala. Terdengar lagi suara Tan Kiam Pek. "Bagaimana kau mengikat tali permusuhan dengan Sin Hong Hiap." Tan Ciu bercerita bagaimana ia menemui Chio It Cong, dengan kesudahan matinya pemuda baju yang berkepala batu itu. Tan Kiam Pek mengemukakan berkata. pendapatnya dan

"Chio It Cong memang takut mati. Hanya adatnya Sin Hong Hiap itu agak luar biasa ia membela golongannya. tanpa melihat suasana tanpa menimbang untung ruginya. Kukira ia tak mau menyelesaikan urusannya begitu saja." "Aku tidak takut," Tan Ciu membawakan sikapnya yang berdarah panas,

Maka, mereka segera kambali lagi. Disana Jelita Merah Ong Leng Leng masih menggeletak pingsan, ia terkena pukulan Chio It Cong terlebih dahulu, dan terakhir dipukul jatuh oleh Sin Hong Hiap. Tan Kiam Pek memandang gadis baju merah itu dan berkata kepada Tan Ciu. "Kau menolong dirinya. Aku ingin menyusul Sin Hong Hiap." Tan Ciu menerima Usul ini. "Baik." Dan ia menghampiri Ong Leng Leng, Tubuh Tan Kiam Pek melesat dan sebentar saja sudah lenyap tidak tampak. Tan Ciu menghampiri Ong Leng Leng dan menjejal obat Seng niat-hoan hun-tan kemulut orang, kemudian menotok beberapa jalan darahnya, mempercepat peredaran darah. Tidak lama kemudian, Ong Leng Leng sadarkan diri lagi. Gadis baju merah itu bangkit berdiri, ia mengucapkan terima kasih. "Tan siauwhiap, aku berterima kasih kepadamu." "Akupun pernah menerima budimu," Berkata Tan Ciu. "Aku harus segera pergi." Berkata Ong Leng Leng. "Budimu tak nanti kulupakan. Agaknya sulit membalas budi ini." "Jangan kau berkata seperti itu." "Selamat tinggal." Ong Leng Leng melambaikan tangan dan pergi meninggalkan sipemuda. Tan Ciu bengong memandang punggung belakang orang, seolah-olah dia telah kehilangan sesuatu. Beberapa lama Tan Ciu melamun, sampai pada satu waktu ia dikejutkan

datangnya seseorang yang datang dengan tidak disertai suara sama sekali. Cepat ia membalikan kepala, menotok kearah datangnya bayangan itu, tiba-tiba ia berteriak. "A a a a a ...!!" Seorang gadis berbaju hitam telah berdiri disana, diam, kaku dan tidak bergerak. Tan Ciu mengucek-ucek kedua matanya tatkala dibuka lagi, betul-betul ia melihat bayangan gadis berbaju hitam itu. Lama sekali mereka saling pandang. Terdengar suara Tan Ciu yang "Mengimpikan aku ...Mengimpikan aku?" Akhirnya Tan Ciu berteriak keras. "Cicie ...!!" Gadis baju hitam itu adalah Tan Sang, kakak perempuan Tan Ciu yang dahulu telah digantung diatas Pohon Penggantungan! Mungkin orang yang sudah dapat hidup kembali. Mungkinkah ada bantu gelandangan yang mati penasaran? Mungkin ada arwah seseorang yang dapat menampilkan dirinya lagi? Apa yang Tan Ciu lihat, memang tidak salah. Gadis baju hitam itu adalah kakaknya yang bernama Tang Sang. "Cicie...." Sekali lagi Tan Ciu memanggil Tan Sang dengan suara gemetar. Gadis itu tidak memberikan jawaban. "Kau... Kau adalah cicieku?" Tan Ciu bertanya. Kini, baru gadis tersebut memanggutkan kepalanya. bergumam.

"Cicie ... " "Tan Ciu ..." "Aaaa....!" Tan Ciu menubruk gadis berbaju hitam itu, dan menangis didalam rangkulannya. Seolah-olah sedang mengimpi, Tan Ciu tak tahu, apa yang harus diperbuat olehnya. Tan Ciu berteriak dan menubruk gadis tersebut ia mengeluarkan air mata gembira. Membiarkan dirinya berada dalam rangkulannya. Tatkala Tan Ciu melampiaskan rasa rindunya kepada sang kakak dan menyenderkan diri didalam pelukan orang, gadis itu menggerakkan jarinya cepat, tiba-tiba menotok jalan darah sipemuda. Didalam tidak ada penjagaan sama sekali, Tan Ciu tertotok jatuh, ia mendapat totokan tidur. Sebelum ingatan hilang sama sekali, mulutnya berteriak keras. "Cicie, kau...!!" Tetapi suara itu tidak keburu dikeluarkan, si pemuda sudah menggeliat didalam rangkulan gadis itu. Disaat ini satu bayangan bergerak datang tanpa suara sama sekali. Gadis berbaju hitam telah menggendong tubuh Tan Ciu yang ditotok olehnya, maka si pemuda tak tahu, apa yang bakal terjadi, Orang yang berkerudung. datang, adalah seorang gadis yang

Gadis yang menggendong Tan Ciu setelah melihat kedatangan wanita berkerudung itu dan memanggilnya perlahan.

"Ibu ...." Wanita berkerudung itu mengeluarkan elahan napas panjang... "Bawalah." Ia memberi perintah. "Tidak memberi tahu kepadanya?" Sigadis mengajukan pertanyaannya! "Tidak." "Hal ini akan membuatnya sangat rindu." "Apa boleh buat. Belum waktunya." Berkata wanita berkerudung itu. "Anakmu kira, lebih baik memberi tahu atas penjelasan yang tepat." "Hal ini akan lebih mengganggu dirinya." "Ibu....." "Jangan banyak bicara. Bawalah!" "Baik." Mereka membawa Tan Ciu dan melenyapkan diri. Berapa lama kemudian .... Tan Ciu sudah mulai siuman. Tan Ciu mendapatkan dirinya terbaring ditabnah. Terlihat ia duduk dan menggeleng-gelengkan kepala, betulkah hal itu telah terjadi? Hal ini membingungkan dirinya. Maka ia tidak percaya. Si pemuda membayangkan dan menggenang kejadiankejadian yang belum lama terjadi. Hal ini sungguh-sungguh telah dialami oleh dirinya. Bagaikan mimpi, bagaikan hidup didalam cerita seriba satu malam, ia merasakan keanehan dan keajaiban yang sangat luar biasa.

Tan Sang setelah mati diatas Pohon Penggantungan. Bagaimana ia dapat hidup lagi? Samar-samar masih teringat bagaimana kakak itu menotok dirinya, kemudian jatuh tidurlah jago muda kita dan tidak sadarkan diri. Betulkah Tan Sang yang melakukan hal itu? Sungguh. Dia memang Tan Sang. Tidak salah lagi. Hal ini dapat dipastikan akan kebenarannya. Tan Ciu bangun berdiri. Ia membuka matanya. Dihadapannya terpeta satu gambaran gadis cantik, wajahnya bulat telur, pakaiannya putih bersih. Semakin lama semakin jelas, gambar itu terpeta hidup. Seorang gadis berbaju putih tertawa dan memandang Tan Ciu yang masih bingung itu. Samar-samar, Tan Ciu seperti kenal dengan wajah ini. Maka gadis baju putih itu membuka suara. "Kau telah bangun?" Tan Ciu tertegun. Memandang kearah kelilingnya, ia sudah berada ditempat lain. "Bagaimana aku dapat berada ditempat mengajukan pertanyaan. ini?" Ia

"Aku yang membawa kesini." Berkata gadis berbaju putih itu. "Kau?" "Betul. Kulihat kau terbaring tidur dengan tenang sekali. Kukira Kau menderita luka. Maka kugendong dan bawa ketempat ini. Disini kuperiksa, dan baru kuketahui bahwa kau telah mendapat totokan tidur."

"Aaaaaaaa......" Gadis baju putih itu tertawa. "Mengapa?" "Tidak." Jawab Tan Ciu singkat. "Kau yang bernama Tan Ciu?" Bertanya gadis itu. "Bagaimana kau tahu?" "Pada satu tahun yang lalu, kita pernah bertemu, bukan?" "Aaaaa....." Tan Ciu teringat. Pada satu tahun yang lalu, dikala ia hampir menderita penyakit gila, diusir oleh gurunya, gadis baju putih inilah yang menolongnya dan mempertemukan dengan si Putri Angin Tornado, Tidak disangka, disini, ia berjumpa lagi. Gadis itu tertawa. "Sudah teringat,?" Ia berjalan mendekati, "Aaaaa...." Tan Ciu berteriak girang, "Betul. Aku teringat! Eeh, bilakah hari..." "Lihatlah, hari telah siang bolong!" "Apa? Sudah menjadi siang?" Tan Ciu berteriak. "Betul!" Gadis itu menganggukkan kepala. "Sudah siang." Tan Ciu mematung ditempatnya. Tiba-tiba bagaikan diserang penyakit gila, pemuda itu melesat terbang, gerakannya cepat sekali. Gadis itu terkejut, ia berteriak. "Tan siauwhiap!" Tan Ciu tidak menghiraukan panggilan itu ia lari dan lari, menuju kearah Pohon Penggantungan.

Sebentar kemudian, Tan Ciu telah berada dibawah Pohon Penggantungan. Jelas.,.. Lagi-lagi ada seorang yang menjadi korban keganasan pohon gundul itu. Disana, diatas Pohon Penggantungan, bergelantung tubuh seorang kakek yang mati digantung orang, tahun ini terjadi pengecualian, yang mati di atas Pohon Penggantungan bukan seorang gadis lagi, tetapi seorang laki-laki tua. Tahun ini tidak terkecuali. Diatas pohon Penggantungan tergantung korban tahanan. Hanya ada sedikit perbedaan dengan tahun-tahun yang telah lalu, bila pada tahun-tahun dahulu, yang menjadi korban ialah para gadis cantik berkepandaian silat, hari ini, yang menjadi Korban Pohon Penggantungan adalah seorang lelaki tua, umurnya diduga diantara lima puluhan, Kecuali korban itu, disekitar Pohon Penggantungan sangat sunyi dan sepi. Tidak ada orang sama sekali. Tan Ciu merasa heran, kemanakah si pengemis tua tukang ramal amatir? Kemana perginya si Dewa Angin Sin Hong Hiap, ketua Benteng Penggantungan, Tan Kiam Pek dan tokoh-tokoh lainnya yang menjaga pohon maut ini? Kemanakah perginya orang-orang itu? Sandiwara hebat telah dilewatkan olehnya. Yang jelas, ada sesuatu tenaga kekuatan yang tak menginginkan dirinya menyaksikan kejadian-kejadian diatas Pohon Penggantungan. Dari manakah datangnya kekuatan ini? Dengan satu tipu, kekuatan itu telah menidurkan dirinya. Maka dikala ia kembali, drama Pohon Penggantungan telah dilewatkan. Semua orang telah meninggalkan tempat itu. Hanya mayat diatas Pohon Penggantungan yang masih bergoyang-goyang.

Tan Ciu mengeretek gigi, ia benci kepada gadis yang menyamar menjadi Tan Sang itu. kalau bukan gadis tersebut yang menotok jalan darah tidurnya, ia dapat menyaksikan kejadian-kejadian disana. Siapakah gadis berbaju hitam itu? Mungkinkah ada orang yang mempunyai wajah mirip seperti Tan Sang. Dia pasti Tan Sang. Tidak mungkin, Tan Sang telah mati diatas pohon penggantungan. Mana mungkin dapat hidup kembali? Kejadian yang sudah lewat tidak mungkin ditarik kembali. Yang penting ia harus segera mencari tahu, apa yang telah terjadi disekitar Pohon Penggantungan, manakala tidak ingat diri tadi! Disini ada menunggu dan hadir pengemis tua aneh dan Tan Kiam Pek misterius, bila berhasil menemukan satu dari dua orang itu tentu ia dapat tahu, apa yang telah terjadi. Tan Ciu harus segera mencari jejak dua orang tersebut. Kepala si pemuda berdongak lagi, memandang mayat yang bergoyang diatas Pohon Penggantungan. Heran. Dengan adanya jago-jago seperti Sin Hong Hiap, Ketua Benteng Penggantungan dan lain-lainnya, bagaimana si Pencipta Pohon Penggantungan dapat melakukan sesuatu dengan bebas, menggantung orang diatas Pohon besinya. Terdengar suara langkah kaki yang datang dari arah belakang sipemuda. Tan Ciu menoleh cepat. Gadis baju putih ini yang menyusul datang. Siapakah gadis ini? Mengapa mengikuti dirinya?

Terlihat sigadis tertawa, sikapnya memang ramah tamah, dia adalah seorang gadis baik hati, terbukti dari perbuatannya pada satu tahun yang lalu, dia pernah menolong Tan Ciu, dikala pemuda itu hampir menjadi gila, karena tekanan batin yang tidak terhingga. "Tan siauwhiap, kau menunggu seseorang disini?" Gadis tersebut mengajukan pertanyaan, Tan Ciu menggeleng-gelengkan kepala. "Tidak." Ia memberikan jawaban. "Agaknya ada sesuatu yang kau pikirkan." "Nona...." Berkata Tan Ciu. “Bolehkah aku mengajukan pertanyaan?" "Silahkan!" "Berapa lama kau berada ditempat ini?" "Dikala hari menjelang pagi." "Adakah sesuatu yang kau lihat?" "Hanya sekelumit dari rentetan cerita yang ingin kau ketahui." "Aaa....." Tan Ciu menjadi girang, Mengapa Tan Ciu bergirang? ... Siapakah gadis baju putih itu? Mari kita mencari jawaban ini pada cerita yang berikutnya. o.OdwO.o DIBAWAH Pohon Penggantungan ada 2 orang, mereka adalah Tan Ciu dan seorang gadis berbaju putih.

Diatas Pohon Penggantungan ada seorang kakek yang mati digantung, dia adalah korban keganasan Pohon Penggantungan. Terdengar Tan Ciu berseru girang, "Katakanlah, lekaslah katakan kepadaku," "Apa yang harus dikatakan kepadamu ?" Bertanya sigadis berbaju putih itu. "Katakanlah apa yang kau saksikan ditempat ini pada hari menjelang hampir pagi." "Tentang pihak yang mana?" "Aaaa.,." Dugaan Tan Ciu tidak salah, gadis ini telah menyaksikan apa yang tidak diketahui olehnya. "Kau telah melihat sipencipta Pohon Pengantungan?" Gadis itu menganggukan kepalanya pelahan. Hati Tan Ciu berdebar keras. "Bagaimanakah bentuknya tokoh maut itu?" ia bertanya cepat. "Dia adalah seorang wanita berkerudung." "Wanita berkerudung?" Tan Ciu mengerutkan alisnya. "Pencipta maut Pohon Penggantungan adalah seorang wanita?". "Betul" "Hanya seorang?" "Tiga, Mereka terdiri dari tiga orang!" "Bagaimanakah bentuk dua orang kawannya itu?" "Mereka ialah gadis berpakaian warna hitam."

"Aaaa ... Gadis berpakaian hitam?!!" "Betul. Seorang diantaranya adalah kakakmu yang bernama Tan Sang itu." "aaaa ... kakakku ?" "Betul." "Ehh, bagaimana kau tahu?" "Mereka memanggilnya dengan sebutan seperti itu." Tan Ciu menjublek ditempatnya. Lama sekali ia mematung diam. Kejadian dan perkembangan yang seperti ini berada diluar dugaan sama sekali. Gadis baju hitam yang menotok jalan darah tidurnya itu adalah Tan Sang? Haruskah ia percaya kepada keterangan orang? Tan Ciu berkata. "Kau tidak berniat menggoda orang, bukan?" Gadis itu menggoyang-goyangkan kepala. "Aku tidak ada niatan untuk menggodamu." katanya, "Tan Sang memanggil-manggil namamu dengan sedih." "Kemudian?" "Dengan cara yang sangat luar biasa. Mereka menggantungkan orang diatas Pohon Penggantungan." "Tan Sang juga ikut komplotan Pohon Penggantungan?!" "Betul. Kecuali komplotan Pohon Penggantungan. Yang datang terdapat juga orang yang mereka sebut sebagai si Dewa Angin Sin Hong Hiap dan ketua Benteng Penggantungan." "Ketua Benteng Penggantungan tidak menemukan ketua Benteng Penggantungan?" berhasil

"Tidak." "Ketua pohon Penggantungan itu lihai sekali" "Betul. Dia dan dua gadis baju hitam mengenakan kerudung muka, maka tidak terlihat jelas bagaimana wajah ketiga orang itu. Yang jelas satu diantara dua gadis baju hitam yang menjadi pengiring ketua pohon Penggantungan ialah kakakmu yang bernama Tan Sang itu." "Bagaimana tiga orang ini dapat menghindari Sin Hong Hiap dan menggantungkan orang diatas Pohon Penggantungan?" "Pertama-tama seorang gadis baju hitam dengan kerudung muka tampil dibawah Pohon Penggantungan, Sin Hong Hiap segera menduga kepada pencipta Pohon Penggantungan maka ia mengejar. Gadis itu lari, maka Sin Hong Hiap terpancing pergi. Kemudian muncul kakakmu, dengan cara yang sama, ia juga berhasil memancing pergi ketua Benteng Penggantungan, baru muncul pemimpin mereka, dengan malah, Ketua Pohon Penggantungan menggantungkan orang diatas pohon gundul." "Sin Hong Hiap dan ketua Benteng Penggantungan tidak balik kembali?" "Balik..Tetapi segala sesuatu telah kelar. wanita berkerudung dan dua orangnya telah tiada disitu. Yang ada hanyalah korban mereka diatas pohon." "Sungguh pintar." "Betul. Mereka mempunyai rencana yang masak. Perhitungannya tepat." "Sayang sekali....." "Kejadian ini ada hubungan dengan dirimu." Gadis itu mengajukan pertanyaan.

"Betul!" Berkata Tan Ciu. "Orang mengatakan bahwa ketua Pohon Penggantungan itu adalah jelmaan ibuku." "Tentang kakakmu Tan Sang!" "Aku telah melihat bagaimana ia digantung orang diatas Pohon Penggantungan, tetapi mayatnya hilang lagi, entah kemana. Aku harus membikin terang kejadian ini." "Oooo... Maukah kau bekerja sama denganku?." Gadis itu mengajukan usul. "Bekerja sama? Bagaimanakah cara bekerja sama itu?" Tan Ciu belum mengerti akan maksud tujuan orang. "Aku akan membantu kau membikin terang rahasia Pohon Penggantungan." Berkata si gadis, "Dan kau membantu aku mencari seseorang." "Siapakah orang yang kau cari?" "Sibungkuk Kui Tho Cu." "Siapakah si Bungkuk Kui Tho Cu ini? Dimanakah ia berada." Gadis itu tertawa. "Lucu." katanya. "Bila aku tahu dimana ia berada, mungkinkah aku meminta bantuanmu untuk mencarinya." "Ng.... Yang kumaksudkan ialah dimana dari lenyapnya orang yang dapat kau cari itu?" "Hanya seorang dapat mengetahui, dimana si Bangkok Kui Tho Cu berada." Berkata gadis itu. "Bila kau dapat bertemu dengan orang itu mana mungkin berhasil menemukan Kui Tho Cu." "Siapakah orang ini?" Bertanya Tan Ciu. "Tan Kiam Lam."

dimana Kui Tho Cu berada." Berkata Tan Ciu. Kebetulan Tan Ciu sedang memandang orang. siapa namamu?" . "Hei. Bila bertemu dengannya kau boleh sekalian bertanya. Lagi lagi Tan Kiam Lam! "Mengapa?" Gadis itu tidak mengerti. senyumnya memang murah sekali." Berkata si gadis. "Bila kutahu kejadian ini. "Mengapa kau tidak ingin mengetahui namaku?" "Katakanlah. hanya ia tidak tahu bahwa orang itulah yang bernama Tan Kiam Lam. suatu tantangan bagi seorang pemuda yang masih berdarah panas."Hah?" Tau Ciu tersentak. "Hei." Gadis itu tertawa manis. "Hanya aku belum mengetahui pasti akan dugaan ini.. hatinya berdebar keras. "Mengapa harus berbohong kepadamu" Berkata Tan Ciu." berkata Tan Ciu! "Ng." Berkata gadis itu. "Akupun sedang mencari Tan Kiam Lam.. "Dimanakah Tan Kiam Lam itu?" "Ketua Benteng Penggantungan itulah yang bernama Tan Kiam Lam. tentu kutahan orang tadi dan menanyakan kepadanya. sungguh?" Sigadis pernah melihat ketua Benteng Penggantungan yang mengenakan tutup kerudung muka." berkata gadis itu. dan beritahulah kepadaku. dimanakah si Bungkuk Kui Tho Cu berada. Juga tak tahu bahwa ia sedang berhadapan dengan putra dari orang yang baru saja disebut olehnya." "Sayang.

"Aku bernama Cang Ceng Ceng." Mereka meninggalkan rimba penggantungan. Drama Pohon Penggantungan telah terjadi. baik dan mempunyai perangai yang halus. "Baik." "Panggil saja aku dengan sebutan Ceng-Ceng." Tan Ciu menganggukkan kepala. bagaimanakah hasil dari kerja sama ini? Bagaimana pula Penggantungan? perjalanan mereka ke Benteng Betulkah bahwa Ketua Benteng Penggantungan bernama Tan Kiam Lam? Betulkah bahwa orang yang bernama Tan Kiam Lam itu sebagai ayahnya? Bagaimana ia harus menghadapinya? Bagaimana sikap sang ayah kepada dirinya? Pertanyaan-pertanyaan ini memusingkan kepala si jago muda. . Tan Ciu menyesal karena tidak dapat mengikuti kejadian-kejadian itu. Gadis ini terlalu menarik hati." Berkata Cang Ceng Ceng." "Ohw. Hal ini tidak dapat ditolak lagi. "Mari kita meninggalkan tempat ini. Kini ia bekerja sama dengan seorang gadis yang cantik menarik. nona Cang. Sungguh beruntung dapat berkenalan denganmu.

. Jalan menjadi sangat gelap dan sempit. Pada mulut lembah yang pertama. mereka adalah Tan Ciu dan gadis yang bernama Cang Ceng Ceng itu." "Maksudmu?" "Kau tunggu disini. Bila orang yang berjalan ditempat ini mendapat serangan mendadak. "Lebih baik kita berpisah. Ini waktu. Tan Ciu menjadi bimbang." Berkata Tan Ciu. Hal ini untuk menjaga agar jangan sampai kita berdua mengalami sesuatu apa pada saat yang sama. mereka segera tiba di Benteng Penggantungan. Ia menghentikan langkah kaki. keadaan berubah. Dikala memasuki mulut lembah yang ke-dua." "Mengapa tidak membiarkan aku yang masuk kedalam benteng. mereka tidak menemukan gangguan. hal ini tidak menguntungkan mereka. tentu sulit untuk mempertahankan keselamatan jiwanya. Cang Ceng Ceng mengerutkan kening.Benteng penggantungan terletak didalam lembah Siangkiat. Suatu lembah yang sangat sepi dan sunyi. Tempat yang sangat berbahaya sekali." Berkata sigadis itu." mengemukakan sesuatu "Katakanlah. aku ingin kepadamu. dijalan yang menuju kearah lembah Siang-kiat terlihat sepasang muda mudi. Apa akibatnya bila ia gagal masuk kedalam benteng itu. "Nona Cang. Setelah melewati jalan sempit ini. lembah yang mempunyai kedudukan bagus. Dan biarkan aku masuk ke dalam. sangat strategis.

" "Aku tidak setuju. disana telah bertambah tiga orang."Hal ini sangat berbahaya sekali." Berkata Tan Ciu. dua wanita dan seorang pria." Berkata Cang Ceng Ceng. Bukankah sangat berbahaya juga." "Kau ingin masuk kesana. semua mengenakan pakaian warna hitam. maka dua-duanya melangkahkan kaki mereka. memandang Tan Ciu dan Cang Ceng Ceng. aku tidak akan menuntut ganti rugi kepadamu. tentu tak takut mati.. dia adalah kepala dari tiga orang tadi. harus satu yang masuk kedalam Benteng Penggantungan menemui Tan Kiam Lam.. ia membentak. "Dimisalkan terjadi sesuatu apa. "Siapa orang yang ingin kalian temui?" . sesuatu yang "Aku berani menerjang rimba persilatan." "Baiklah." Tan Ciu mengalah." Berkata Tan Ciu. Yang berjalan dipaling depan adalah wanita berbaju hitam." "Diantara kita berdua. "Apa maksud kalian berdua menuju ke Benteng Penggantungan?" "Menemui seseorang. Tiga bayangan bergerak cepat. Mereka telah mendapat persepakatan untuk masuk kedalam jalan sempit yang gelap itu. Mengapa tidak masuk bersama-sama saja?" "Aku tidak mengharapkan ada mengganggumu. Tiba-tiba .

" "Bagaimana sebutan namamu ?" "Tan Ciu." Berkata Tan Ciu yang sudah siap bergebrak. Buktikanlah." Berkata wanita baju hitam itu. halus ia berkata. Tetapi Cang Ceng Ceng menarik tangan sang kawan. berhasil atau tidak. mengadu kekuatan." ." "Dengan maksud tujuan ?" "Dia tahu. "Jangan terlalu cepat marah. bahwa aku Tan Ciu ingin bertemu dengannya. aku masuk kedalam Benteng Penggantungan dengan paksa. Wajah Tan Ciu berubah. Tiga orang baju hitam mengeluarkan pedang." "Kau yang bernama Tan Ciu?" "Betul. Beritahu kepada ketua kalian."Ketua Benteng Penggantungan . "Bagaimana ia tahu kedatanganku?" "Ketua kami tentu tahu." "Ketua kami tidak bersedia menemuimu." "Bila aku menerjang masuk dan menemuinya dengan paksa?" "Tidak mungkin. Beliau pernah memberi pesan bahwa ia tidak bersedia menemui seorang pemuda yang bernama Tan Ciu. dengan. Tan Ciu sudah siap menerjang. "Tidak mungkin kau berhasil." Tiga orang baju hitam berkata." "Baik.

Tragggg. bukan?" Tan Ciu mengajukan pertanyaan. Tan Ciu menggoyangkan kepala. . "Mungkin kau dapat menemui beliau. Ditunjuknya wanita baju hitam yang menjadi kepala dari tiga orang tadi. sudah menjadi pantangan besar di dalam rimba persilatan bila mengeluarkan senjata tanpa peperangan. dan membentak. tentunya dapat bertemu dengan ketua kalian. serahkanlah mereka kepadaku. terimalah seranganku. dengan kekuatan tenaga tiga orang." Berkata wanita baju hitam itu.Tan Ciu mengibaskan pegangan tangan itu ia pun telah mengeluarkan senjata. "Apa jabatanmu didalam Benteng Penggantungan?" "Hiangcu penjaga mulut lembah. tiga orang baju hitam melintangi pedang mereka... Mereka segera terpisah lagi." "Bila aku berhasil mengalahkanmu. mereka menerima serangan sipemuda.." Tan Ciu segera mulai dengan serangannya. oo OwO oo MENGETAHUI bahwa Tan Ciu menyerang. "Tan siauwhiap. "Nah.. Berhasilkah Tan Ciu menerjang masuk? Bagaimana kesudahan dari perjalanan ke Benteng Penggantungan ini? Mari kita mencari jawaban pada cerita cerita berikutnya." Ia meminta.

" Tiga orang menggabungkan diri menjadi satu. pedangnya terayun menyapu tiga lawannya. ia berada diatas angin. Trangggg. Tan Ciu lebih gesit. hebat luar biasa. demikian agar Tan Ciu tidak dapat memusatkan satu tujuan... lebih cepat dan lebih galak. Tanpa menghentikan gerakan senjata. "Kalian tidak mengijinkan kita masuk ke dalam lembah?" Tan Ciu masih menghindari pertempuran.." Terpaksa Cang Ceng Ceng mundur lagi. si pemuda telah mengerahkan semua kekuatannya." Jawaban ini sangat pasti. sungguh berada diluar dugaan mereka. Cang Ceng Ceng menunjukkan rasa girangnya. Inilah serangan maut. baju hitam telah Tan Ciu membentak keras." "Silahkan. lelatu berterbangan keempat penjuru. "Tidak.. Dua wanita dan seorang laki-laki berbaju hitam itu mengurung Tan Ciu ditengah. Seorang pemuda yang baru berumur belasan tahun mempunyai kekuatan seperti ini. Tan Ciu menyerang lagi. ia harus cepat-cepat menemui ketua Benteng Penggantungan. Terjadi lagi benturan pedang.. Tiga orang baju hitam menjadi terkejut. Sebentar saja mereka telah saling gebrak tiga jurus. . beruntun sampai dua kali. Maka tidak mengenal rasa kasihan lagi.. "Baik. bersiap-siaplah untuk menerima seranganku. Dua kawan lainnya menyerang dari kanan dan kiri. Wanita baju hitam menutup serangan itu dengan pedangnya. wajahnya menjadi terang."Tidak!" Ia tidak setuju "sebelum mendapat izinku jangan kau ikut campur.

dua orang itu mengayun pedang mereka tanpa memperdulikan keselamatan diri sendiri... Mungkinkah gadis yang lemah ini mempunyai ilmu silat yang hebat? Mereka meneruskan perjalanan dan masuk ke dalam lembah.... Dua orang berbaju hitam lainnya mengundurkan diri.Hal ini tidak mungkin diikuti oleh lawan-lawannya. Tiba-tiba. hanya terdengar suara jeritan yang mengerikan." Hati Tan Ciu tergetar. "Ilmu pedang yang cukup hebat!" . wajah mereka menjadi pucat. Terdengar lagi dua kali jeritan ngeri dua orang itupun menjadi korban keganasan pedang si pemuda. darah bertaburan ditanah. dan menariknya kembali. bukankah mengatakan bahwa ilmu pedang gadis itu masih berada diatas dirinya? Ia memandang gadis tersebut.. kecepatan sipemuda adalah kecepatan kilat yang lewat. Cang Ceng Ceng maju dan pemberi pujian. Tan Ciu berhasil menyingkirkan tiga pelintang jalan itu. "Ilmu pedangmu cukup lumayan. "Tidak mau memberi tahu kedatanganku!" Tan Ciu mengancam. kepala wanita baju hitam itu telah melayang terbang. Tan Ciu menyabetkan pedang. tetapi mereka masih ingin mengadu jiwa. disaat yang hampir sama. Dua orang itu gemetaran. Terdengar suara dingin dari celah-celah batu gunung. Cukup lumayan? Didalam hati ini.

"Bila tidak bagaimana?" "Inilah bagianmu!" Berkata orang itu. Cang Ceng Ceng berteriak.." "Kau hendak kemana?" Bertanya sigadis." . Tan Ciu jaga mengikuti gerakan gadis itu. Dari atas mereka. ia melompat ke arah batu yang cekung kedalam." Tan Ciu tidak setuju." Terdengar lagi suara orang Benteng Penggantungan itu. "Sudahlah." Berkata Cang Ceng Ceng. akupun tidak akan hidup sendiri. "Membereskan mereka dahulu. "Kau tunggu disini." Berkata Cang Ceng Ceng lemah.. Kemudian ia berkata." "Hendak mencari mati?. segera turun menggelinding batu-batu." Tan Ciu berdengus. "Serangan datang dari atas!" Mendahului gerakan sipemuda. "Bila kau mati. tempat itu memang aman. "Mereka bersembunyi dibalik batu. "Ng . "Lebih baik kalian keluar dan segera meninggalkan lembah ini.Tan Ciu dan Cang Ceng Ceng menghentikan langkah mereka memeriksa keadaan disekitarnya tidak terlibat orang yang bicara tadi." "Aku turut.

pedang ditangan kanan pun bergerak cepat. mereka masuk semakin dalam. janganlah menyalahkan diriku. datangnya dari empat penjuru. maka ia memukul Tan Ciu. Disaat ini terdengar suara angin lunak yang memberi pertolongan." "Baiklah. ia sedang memusatkan semua perhatiannya kepada musuh yang datang." Tan Ciu mengeretek gigi. Seorang baju hitam lagi gagal menyerang Cang Ceng Ceng. Menyusul datangnya arah bayangan jahat itu. angin ini memukul pergi senjata rahasia yang mengancam Tan Ciu. seorang baju hitam menggeletak menjadi korban pedang. jaraknya dekat dengan si pemuda. mengurung pemuda itu. "Bila sampai terjadi sesuatu. Berbareng terdengar suara jeritan. Dengan menghindari pelurukan batu-batu yang bergelinding jatuh dari atas tebing. Bila Tan Ciu dan Cang Ceng Ceng kalah gesit. dua angin pukulan menyerang dua orang itu."Sungguh Lebih baik kita menerjang mereka bersama. Suatu hal yang berada diluar dugaan sipemuda. Terdengar satu suara jeritan. orang baju hitam itu telah mati dibawah tangan Tan Ciu." Dua orang bersama-sama menerjang lembah. Cepat sekali. pasti mereka menderita luka. Tan Ciu menyerang dengan tangan kiri. Jiwanya sangat berbahaya. tidak tahu masih ada senjata-senjata rahasia itu. Pemuda ini berkata. Tiba-tiba. hebat kekuatan pukulan itu. . Berbareng terjadi hujan senjata rahasia.

mereka pun harus siap menghadapi serangan-serangan bokongan. semua itu telah lewat. ternyata Cang Ceng Ceng yang menolong jiwa sipemuda. Suatu saat. Tan Ciu bingung. "Kau?!" ia berseru heran. kecuali batu besar tadi yang mengancam kepala. Tan Ciu menengok kebelakang.. dikala ia membuka mata. Kini. Sebongkah batu besar jatuh menutup kepalanya. "Mengapa berhenti?" sipemuda tersadar.Senjata-senjata rahasia yang mengancam keselamatan sipemuda juga berjatuhan. bukan saja harus berusaha menyingkir dari hujan batu. Tan Ciu tidak berani memandang rendah lagi. Dikala suasana sudah menjadi jernih. disana terlihat Cang Ceng Ceng tersenyum memandangnya. Tan Ciu tertegun. Disaat ini. orang-orang Benteng Penggantungan bersembunyi didalam perut gunung itu. tidak sedikit batu-batu yang menutup seluruh jalan mundurnya. Datangnya senjata rahasia itu adalah dari celah celah tebing. leher bajunya terasa dijinjing orang. Hanya gemuruh suara batu yang memekakkan telinga. Cang Ceng Ceng membentaknya. Tan Ciu lompat naik. ia terkesima dan menatap wajah yang berupa telur manis itu. . gadis ini ternyata mempunyai ilmu kepandaian yang berada di atas dirinya. "Kau yang menolong diriku dari bahaya itu?" Cang Ceng Ceng hanya menganggukkan kepalanya. Sungguh diluar dugaan. debu mengepul disekitar tempat itu. Kali ini betul-betul membuat ia tidak berdaya. berdua meneruskan perjalanan.

"Bagus."Hei. Syukur kau berhasil menghindari diri dari hujan batu tadi!" Berkata Tan Ciu! "Bahkan lebih dari itu." Seorang bermata tunggal telah melayang datang. Mereka menghadang didepan Tan Ciu dan Cang Ceng Ceng. "Hmm kepandaian kalian memang hebat.. tidak membenci diriku!" "Siapa yang membenci?" Tan Ciu heran. . "Syukurlah.. "Terima kasih." "Terima kasih kepada pujianmu... Orang berbaju hitam dengan mata tunggal itu berkata dingin. bahwa ia sedang menghadapi seorang tokoh silat yang berkepandaian tinggi." Inilah suara gadis itu. kalian yang sudah berada diambang pintu kematian masih ada itu kesenangan untuk main cumbu-cumbuan.." "Hanya tinggi sedikit diatasmu. "Aku sudah puas bila kau berlaku baik. Dari sinar mata lawan yang sangat bercahaya." Berkata Tan Ciu. dibelakangnya turut empat orang baju hitam. kau juga menolong jiwaku dari ancaman bahaya.. Wajah Tan Ciu menjadi merah.Mengapa kau menjadi seperti orang kehilangan ingatan. entah bagaimana harus membalas budimu ini!" "Siapa yang mengharapkan pembalasan budi?" Gadis itu sangat ramah sekali. "Ilmu kepandaianmu. Maka siap sedia dengan tangkasnya. ia harus berhati hati untuk menghadapi lima orang ini." Disaat ini." Berkata gadis tersebut. Tan Ciu tahu. terdengar suara dingin berkata.

." "Hanya lembah yang seperti ini tidak ada kegunaan!" "Hm . khusus melawan senjata yang berupa pedang.." Tan Ciu mengeluarkan pedang... bukan?" "Tok Gan Liong" "Bagus.." "Tolong beri tahu kepada ketua kalian. Tok Gan Liong bersenjatakan tongkat besi. Ia siap menghadapi sikakek picak. . bahwa aku Tan Ciu telah berkunjung datang" "Jangan terburu-buru." "Namamu?" Tan Ciu menatap orang berkata satu." "Mengapa?" "Disini ada aku... membelah datang.. kau harus mengalahkan aku dulu. "Hm . ujungnya berbentuk kaitan. Trangg."Didalam sejarah Benteng Penggantungan kalian berdualah yang baru berhasil menerjang penjagaanpenjagaan ini. bagaikan guntur yang memecah angkasa. Apa penggantungan?" kedudukanmu didalam Benteng "Kau tidak perlu tahu. Maka ." Berkata kakek picak itu. "Tentu mempunyai nama... Tok Gan liong. Tan Ciu telah memapaki dengan satu lemparan pedang.. Terdengar bentakan Tok Gan Liong.

Dua bayangan terpisah kembali. "Kau juga lumayan. daya lunak cukup ulet untuk mengalahkan lawan ini. Tan Ciu memang hebat. "Terima lagi seranganku ini. . Tubuh Tan Ciu menyingkir dari serangan. kekuatan mereka seimbang. dengan senjata tongkat yang lebih berat. Tan Ciu juga terkejut." Berkata Tok Gan-liong. dan dari lain arah memberi serangan balasan. -oo0dw0ooJilid 9 WAJAH Tok Gan Liong berubah." Tan Ciu memberi timpalan. Tan Ciu telah mempunyai rencana masak-masak dengan tenaga lawan yang kuat. Hanya seorang bawahan Benteng Penggantungan mempunyai ilmu kepandaian yang merendengi dirinya. masing-masing mundur kebelakang lima tapak. Tok Gan Liong seharusnya sudah mengaku kalah. bagaimanakah ilmu kepandaian Ketua Benteng Penggantungan itu? "Tenaga dalamnya yang hebat. Dilihat sepintas lalu. namun kejadian yang sesungguhnya tidaklah demikian. terjadinya akhir seperti itu menandakan kekuatannya yang berada di bawah Tan Ciu. dengan senjata yang dikhususkan untuk menghadapi senjata pedang ia tidak boleh melawan dengan kekerasan pula." Inilah suara Tok Gan Liong memberikan pujiannya. Tentu saja ia terkejut atas hasil yang dicapai tadi. Dan betul-betul ia mengirim serangan yang berikutnya.

ia menyerang semakin gencar. Tidak mungkin ada orang yang berani menggunakannya. Dari dalam terdengar satu bentakkan. Seorang pengawal baju hitam lari terbirit-birit. Menggunakan pedang dan memainkan tipu muslihat golok.Tiga kali Tok Gan Liong menyerang pemuda itu. "Ada laporan?" Inilah suara seorang wanita." Berkata orang itu segera memberi hormat. Lagi-lagi mereka berrempur hebat. Traanggggg-! Lagi-lagi mereka terpisah. Kita tinggalkan dahulu dua orang ini dan mengikuti kegaduhan yang terjadi didalam Benteng Penggantungan. Tan Ciu melihat kekosongan lawan. Itulah suatu tipu yang tidak mudah dilaksanakan. Sebagai reaksi dari permintaan Tan Ciu tadi. Tan Ciu mengeluarkan suara bentakannya. tujuannya pintu benteng. bila tidak mempunyai kepandaian yang sempurna. Tok Gan Liong memapakinya. tenaganya dikerahkan penuh. SATU waktu. Tiga kali juga Tan Ciu menyingkir dari serangan-serangan balasan lawan. dengan menggunakan ilmu golok yang keras membacok kearah Tok Gan Liong." Tok Gan Liong tidak memberikan jawaban. "Lekas beri tahu ketuamu. Pertempuran terjadi cukup seru. "Siapa!?" "Hamba. .

" "Jangan khawatir.Tan Ciu telah datang. "Tan .. seorang laki-laki tua dengan wajah dingin dan seorang pemuda yang berwajah putih." "Serahkanlah kepadaku. seorang wanita yang berparas cantik.Disana duduk tiga orang." Berkata laki-laki tua yang berwajah dingin." "Dimana Tok Gan Liong ?" "Masih berusaha mengusirnya. Tiba-tiba wanita cantik memandang orang yang memberi laporan tadi dan bertanya. Tan Ciu tiba ?" "Betul.." Tiga orang yang menerima laporan bangkit dari tempat duduk mereka wajahnya berubah pucat. "Betul.. "Berapa banyakkah orang yang menyertai Tan Ciu itu?" "Seorang gadis cantik." "Kulihat Tok Gan Liong bukan tandingan bocah itu." Berkata si pemuda putih. "Mari kita tengok mereka. Penjaga pintu segera turut dibelakang mereka. "Kau harus berhati-hati." Tiga orang meninggalkan ruangan itu... "Dimana dia berada?" "Dipintu bagian pertama. "Mengapa kau seperti dikejar setan?" Bentak wanita itu." "Aaaaa." ." Sambung wanita cantik.

"Hmm. Terdengar satu suara yang sangat dingin menggereng." Mereka bertiga tidak berani bangun dari tempatnya."Hanya seorang ?" "Betul." "Keroyok saja beres. .. ... ia mencari pocu. "Mengapa mempunyai rencana seperti itu?" "Menggunakan tenaga Tan Ciu belum tentu akan membawa hasil. ." Tiga orang itu terkejut. berlutut dihadapan seorang yang baru datang." "Jangan beritahu kejadian ini kepadanya!" Tiba tiba ." Serentak mereka menyebut nama itu perlahan! Pocu berarti ketua benteng. memandang kawan2nya berkata. mereka berbalik dan serentak menjatuhkan diri.. "Berani kalian menyimpang dari jalan yang telah kutetapkan.." Berkata pemuda putih." Wanita cantik setuju. "Pocu. "Ternyata mereka hanya dua orang. "Tapi beliau akan marah besar." "Kami bersalah. "Tapi." Wanita itu menjadi girang." Berkata wanita cantik Ternyata wanita ini mempunyai kedudukan yang agak tinggi.

. siap menjalankan perintah untuk memancing Tan Ciu datang "Tunggu dulu." Panggil ketua Benteng Penggantungan itu." Ia memanggil. ”Hanya Tan Ciu seorang. "Kau boleh memancing Tan Ciu datang." Tubuh sipemuda putih. . "Siap!" . Pek hiangcu menahan larinya sang kaki. "Siap."Aku tahu bagaimana harus menggunakan Tan Ciu." Pemuda putih membawakan sikapnya yang sergap. Pek-hiangcu itu melesat." Suara ketua Benteng penggantungan berkumandang lagi. tapi jangan biarkan gadis yang menyertai pemuda itu turut masuk.." "Pek-hiangcu. Ketua Benteng Penggantungan membiarkan pemuda putih itu pergi dan memandang wanita cantik! "Hu po-cu." "Baik. "Ingat. ia menunggu perintah berikutnya. tahu?" "Siap!" "Jalankanlah perintah segera." "Baik!" Tubuh Pek-hiancu segera melesat keluar." Berkata Ketua Benteng Penggantungan." "Tapi . .." "Aku dapat menggunakan ilmu Ie bun Tay-hoat." "Ng.

dia adalah salah seorang hiancu Benteng Penggantung yang mempunyai ilmu pedang bagus. "Atas penyambutan Benteng Penggantungan yang kurang hormat." Tan Ciu mengerutkan keningnya. menyusul pemuda baju putih. empat orang baju hitam mengeroyok pemuda itu. "Hentikan pertempuran ini. Untuk menaruh kepercayaan kepada orang ia menyimpan pedangnya. "Bila perlu kau boleh membantu Pek-hiancu. Tan Ciu memandang pemuda putih itu. . Terdengar lagi suara jeritan.Tok Gan Liong telah terluka. dan membiarkan Pek Hong menghadapi lawan kelas berat itu." "Baik. Menyusul perjalanan Pek hiangcu penggantungan." Tubuhnya melesat. Mereka harus menghadapi Tan Ciu dengan jumlah banyak orang. Pek hiangcu lompat masuk kedalam gelanggang pertempuran dan membentak. maka dipercaya oleh sang ketua untuk menghadapi Tan Ciu. demikian pun masih memberikan perlawanan. dari Benteng Dilihatnya Tan Ciu telah membunuh dua orang baju hitam lainnya. harap saudara tidak menaruh didalam hati. Tok Gan Liong mengajak orang-orangnya mengundurkan diri.Ternyata wanita cantik adalah wakil ketua Benteng Penggantungan. pedang Tan Ciu melukai dua baju hitam lagi. kini ia telah tiba diluar." Pemuda putih bernama Pek Hong. Pek Hong memberi hormat dan berkata.

" Cang Ceng Ceng tidak sependapat." Kemudian memandang Tan Ciu dan berkata. "Hei mengapa tidak mau ikut?" . "Betul." Berkata Pek Hong." Ia mengutarakan maksud kunjungan. "Betul. "Mari kau ikut dibelakangku. "Tunggulah disini sebentar." Pek Hong menunjuk Cang Ceng Ceng." "Tidak. dengan tidak sabar berkata." Tan Ciu menandang Cang Ceng Ceng dan berkata. "Saudara yang bernama Tan Ciu?" Bertanya Pek Hong." Cang Ceng Ceng memperkenalkan diri . "Maksudmu." "Apakah maksud saudara untuk menemui ketua Benteng kami?" "Tentunya ia berada didalam benteng bukan?" "Betul. "Mungkin mereka ingin mencelakakanmu."Maksudku ingin berjumpa dengan ketua Benteng Penggantungan." Pek Hong membalikkan kepala. biar aku ikut serta." "Bagaimanakah sebutan nona tersebut?" "Aku bernama Cang Ceng Ceng. "Tapi pocu kami tidak ada waktu menemui nona." "Pocu hanya bersedia menemui saudara Tan Ciu seorang. Dan saudari itu juga ingin menemuinya.

Berarti telah terjadi sesuatu apa. Dibelakang wanita cantik itu terlihat juga laki-laki tua dingin. Tentu saja si pemuda tidak tahu bahwa langkah kakinya sedang menuju kearah tangan elmaut yang akan merenggut jiwanya. memberi hormat kepada sang tamu dan berkata. ia kata kepada Cang Ceng Ceng. Mungkin Tan Kiam Lam yang menduduki kursi ketua Berteng Penggantungan? Dan bukankah kejadian yang sangat mustahil Tan Kiam Lam itu menjadi ayah kandung Tan Ciu? Dimisalkan betul! Adakah kejadian yang sekejam itu? Seorang ayah yang ingin mencelakakan putra sendiri? Semua itu masih berada didalam kabut teka-teki. dari depan mereka mendatangi seorang wanita cantik." Cang Ceng Ceng dipaksa menerima usul ini. "Kami menyambut kedatanganmu. itulah wakil ketua Benteng Penggantungan. mata Tan Ciu terbelalak. Itu waktu. kau boleh menerjang masuk. "Tiga jam kemudian. . Tan Ciu mengikuti Pek Hong." Tan Ciu mengambil putusan cepat. Berjalan beberapa saat." "Baik. bila aku tidak keluar kembali." Menyaksikan kedatangan wanita cantik itu. Mereka memapaki kedatangan Pek Hong dan Tan Ciu."Nona Cang ingin turut serta." "Tidak mungkin. Mereka masuk kedalam benteng Penggantungan.

satu diantaranya adalah aku?" "Kau?" . "Mengapa?" Tan Ciu bingung. "Atas nama semua isi benteng." Berkata sang wakil ketua Benteng Penggantungan itu." Berkata wanita cantik itu. "Kukira." Berkata wanita cantik itu. "Siapakah nama dari ketiga orang tadi?" "Kau tidak tahu." ”Bolehkah mengetahui nama harum Hu pocu?" "Kukira tidak perlu. bukan?" "Betul. ." "Kau segera dapat menemui dirinya." Demikian Tan Ciu berkata. aku mengucapkan selamat datang padamu." "Aku adalah wakil ketua Benteng Penggantungan."Kau. "Mengapa?" "Karena maksud tujuanmu bukan kepadaku." Berkata wakil ketua Benteng penggantungan yang cantik itu. "Dimanakah ia berada?" "Sabarlah." "Hm! kukira dapat kuduga. Aku ingin menemui ketua kalian. ." "Wakil ketua Benteng Penggantungan?" "Betul. aku ingin menemui tiga orang lainnya." "Kecuali ingin bertemu dengan ketua Benteng kalian.

"Kuanjurkan bertemulah dahulu dengan pocu kami." Akhirnya ia mengalihkan bahan pembicaraan." Co Yong Yen berpikir lama." adalah wakil ketua Benteng "Kau Co Yong Yen?" Tan Ciu menatap tajam-tajam wajah wanita yang sangai cantik itu. Kau adalah istri si Cendekiawan Serba Bisa Thung Lip. Orang yang ditanya menganggukkan kepala. kini sudah tiada hubungan dengannya!" "Dapatkah kau memberi tahu. "Silahkan masuk. kejadian diantara kami telah berlangsung lama." Tan Ciu menganggukkan kepala. "Diluar dugaan."Betul." "Hm . "Sudah kukatakan. Benteng "Betul. . Wajah Tan Ciu berubah. bukan?" Wakil ketua Penggantungan Co Yong Yen tersenyum. bukan!" "Boleh juga. . mengapa aku ingin menjumpai suamimu itu. Aku penggantungan." Tan Ciu menganggukkan kepala." "Itulah kejadian yang sudah silam. Co Yong Yen "Pertanyaan yang aneh seharusnya kau tahu. "Dimanakah kini suamimu itu?" "Apa maksudmu mencarinya?" mengajukan pertanyaan. "Sungguh diluar dugaan. "Kau tidak keberatan." ." Berkata Tan Ciu." Tan Ciu mengeluarkan suara dingin. untuk memberikan jawaban itu. dimana kini ia berada.

wajah Tan Ciu mengalami bermacam-macam perubahan. ia akan berjumpa dengan ayahnya. yang kau maksudkan?" "Siapa lagi?" "Kau harus bersabar." mengajukan ."Terima kasih. sebentar lagi. Bercerita Tan Ciu masuk kedalam Benteng Penggantungan iring-iringan dibelakang si pemuda ialah wakil ketua Benteng penggantungan Co Yong Yen. Tan Ciu diapit oleh kedua orang itu. Memandang semua orang. kemudian tertutup. "Dimana pocu Benteng Penggantungan?" "Ketua kami. Tan Ciu pertanyaan." Tan Ciu mengayun langkahnya lebarlebar. Hiangcu bermuka putih Pek Hong dan si kakek Cie Yan. orang yang pernah menjadi isteri Thung Lip membuka jalan. ia masuk kedalam Benteng Penggantungan tanpa gentar. Lama sekali Tan Ciu menunggu diruangan tamu itu. turut serta laki2 dingin dan pemuda Pek Hong. Masih belum juga ada tanda-tanda bahwa Tan Kiam Lam keluar untuk menemuinya. Pintu gerbang Benteng Penggantungan bergeser perlahan2. orang yang bernama Tan Kiam Lam itu. Mereka mengajak Tan Ciu masuk kedalam ruangan tamu. Sebagai pengawal. Wanita cantik yang menjadi wakil ketua Benteng Penggantungan Co Yong Yen. Memeriksa ruangan itu.

. Jauh-jauh kau telah berkunjung datang." Ia membentak." "Aku tidak ingin menunggu terlalu lama. Tetapi disaat inilah terdengar sang ketua. "Mengapa kau tidak segera keluar. datangnya dari dalam." "Tidak lama. "Kau tidak puas dengan cara penyambutanku?" Itulah suara si Benteng penggantungan." Wakil ketua Benteng Penggantungan Co yong Yen membuka mulut niatannya mengucapkan sesuatu.." "Apa yang barus kulakukan?" Bertanya Tan Ciu." Itulah suara pocu atau ketua Benteng Penggantungan.. "Segera kau dapat bertemu denganku. Tidak ada jawaban.." "Katakan lekas."Lekas panggil dia keluar." "segera suruh dia keluar menemuiku. Sebelumnya. "Aku paling benci dengan orang yang hanya berani main dibelakang layar. Hm." "Hm." "Dia akan menemui. aku ingin mengucapkan sesuatu." "Sebelum menemuiku kau harus melakukan sesuatu. tentu saja tidak dapat mengecewakanmu.. Tan Ciu memeriksa keliling dinding. "Apa artinva permainan yang seperti ini?" Tan Ciu buka suara lagi. tidak tahu dimana manusia itu berada.

Tidak terdengar lagi suara Benteng Penggantungan itu. ia membuka mulut." "Maksudmu agar aku menerjang dengan kekerasan. haruslah disertai dengan setengah kekerasan." Berkata ketua Benteng Penggantungan. "Siapa yang mengatakan kau pasti menang?" Tan Ciu menghadapi pemuda putih itu." Berkata Tan Ciu. . Pemuda putih Pek Hong naik darah. "Tan siauwhiap sudah siap?" "Silahkan. Tan Ciu juga mengeluarkan pedangnya. baru dapat bertemu ketua Benteng Penggantungan." Berkata Tan Ciu tenang. "Cara penyambutanku memang tidak dapat disamakan dengan orang biasa."Kau mempunyai pegangan yang kuat bahwa kau dapat mengalahkan setiap orang-orangku yang berada ditempat ini. sikapnya dingin dan memandang rendah." "Apa arti dari setengah kekerasan itu?" "Bila ilmu pedangmu dapat mengalahkan Pek Hong." "Memang. aku segera keluar menemuimu” Tan ciu memandnng pemuda putih Pek Hong. Pek Hong mengeluarkan senjata. ”Upacara penyambutan aneh”. ia harus mengalahkan dulu pemuda ini. "Betul. ia maju kedepan dan berkata. Pek Hong memasang kuda-kuda." "Harus kau ketahui babwa dia bukan tandinganku. Ia berkata.

Tetapi. lawan itu mempunyai ilmu pedang yang terberat. Didalam satu jurus itu. sehentar kemudian bergesekan dan terpisah lagi. hati Pek Hong menjadi ciut sekali. Tiba-tiba Pek Hong membentak. maklum bahwa kedudukan pemuda tersebut tak mudah untuk dibobolkan. membuat lingkaran. ia mulai menyerang dengan satu kali tusukan. Dan sinar pedang berkilat-kilat. Tan Ciu turut menggerakkan senjata. mereka sudan dapat menduga. Tan Ciu membikin penjagaan yang terkuat. terjadilah seribu bayangan. perlahan-lahan apa yang akan dihadapinya.Didalam Benteng Penggantungan. Setelah terjadi pertarungan ini. ia sangat terkenal dengan kecepatannya yang luar biasa. Tan Ciu juga mengalami getaran yang sangat hebat. Dua anak muda itu sama-sama akhli Pedang. ia menyertainya dengan sembilan macam perubahan. ilmu pedang Pek Hong belum pernah menemukan tandingan. ujung senjata itu bergetar. perubahanperubahannya yang tidak dapat dihitung. hanya melihat gerakan yang pertama. maka Pek Hong tak mempunyai kesempatan untuk turun tangan. . masing-masing telah menggunakan tiga macam perubaban. Pek Hong menantikan waktu yang paling tepat untuk mengalahkan lawannya. Kini Pek Hong mulai menggoyangkan pedang. Tidak disangka. ia tidak segera mulaj membuka serangan.

Mulai mengirim jurus tipu yang kedua." Berkata suara ketua Benteng penggantungan.. Menang? Dirinya telah menang? Sedangkan pertempuran itu baru berjalan satu jurus. Terdengar lagi suara ketua Benteng Penggantungan. pandangan yang sangat tepat.. Ketegangan terlihat sangat jelas. Permainan apa yang ketua itu inginkan dalam pertandingan tadi? "Pertandingan pedang kalian sudah boleh ditutup. Hal ini sungguh membuat Tan Ciu tak mengerti. tetapi harus disertai pula latihan tenaga dalam yang kuat! Perbedaan tenaga dalam kalian berdua terlalu menyolok mata. kau memberi pernyataan yang seperti itu. "Hu pocu." Berkata suara Benteng Penggantungan. "Berdasarkan kesimpulan apa. "Ilmu pedang mementingkan kecepatan perobahan. "Cukup!" Tan Ciu mengkerutkan jidat. Didalam waktu tiga puluh jurus Pek-hiangcu pasti dikalahkan olehmu." Berkata Tan Ciu. "Kau menang. Terdengar suara ketua Benteng Penggantungan dari dalam.. Wajah sipemuda putih Pek Hong berubah menjadi pucat." . Terdengar suara ketua Benteng penggantungan memecah ketegangan.Kini mereka sudah mulai berhadapan.. Pek Hong juga tidak mengerti." Apa yang ketua Benteng Penggantungan itu kemukakan sangat beralasan. "Siapa yang kalah?" Tan Ciu mengajukan pertanyaan.

"Siap." "Alasannya?" . "Ajak pemuda ini masuk. "Hu Pocu. Tan Ciu diajak ketempat ketua Benteng penggantungan." "Dimanakah Thung Lip kini berada?" "Sudah kukatakan. mereka menuju keruang dalam. bertanyalah kepada pocu kita nanti." Wakil ketua Benteng Penggantungan Co Yong Yen tampil kemuka." "Hal itu sudah menjadi kenyataan. . bahwa orang yang bernama Tan Kiam Lam itu adalah ayahnya sendiri." ”Thung Lip pernah mengadakan rencana Pembunuhan kepadamu. Ketua Benteng Co Yong Yen memberi hormat kepada Tan Ciu dan menyilahkan pemuda itu mengikuti dirinya. Apa yang dibicarakan nanti? Tan Ciu melirik kearah Co Yong Yen. tidak terlihat perubahan wajah wakil ketua Benteng Penggantungan tersebut." ia memanggil perlahan. "Bolehkah aku mengajukan sedikit pertanyaan?" Hu Pocu berarti wakil ketua benteng. Melewati lorong-lorong yang panjang." Penggantungan memberi perintah. "Apa yang ingin kau ketahui?" "Kau pernah diperistri oleh Thung Lip bukan?" "Betul. Tidak dapat disangkal lagi.

Sebentar kemudian ia pun sadar. siapa yang pemuda itu maksudkan. "Karena pocu kami baik hati. "Dengan cara bagaimana kau dapat menjabat wakil ketua Benteng Penggantungan?" Demikian sipemuda bertanya." Tan Ciu memandang wanita itu sekian lama."Maaf." "Siapakah yang kau artikan dengan pemuda jahat itu?" Tan Ciu berkata." "Seorang yang baik?" Untuk pertama kalinya Tan Ciu mendengar ada orang yang memberikan pujian kepada Tan Kiam Lam. "Sayang ia menemukan seorang jahat. Aku tidak dapat memberi tahu kepadamu. "Kukira tidak jahat. tiba-tiba ia tertawa. "Betul. Dia adalah seorang yang baik. Dia adalah seorang yang baik." Tan Ciu mengerutkan alis." Berkata Co Yong Yen. . "Co Yong yang kau artikan?" "Berapa banyaknya kau menerima murid?" "Co Yong adalah seorang gadis baik. "Kau! Orang yang bernama Tan Ciu." "Bagaimana dengan muridmu?" "Muridku?" Co Yong Yen kurang paham." "Kau juga seorang baik?" Bertanya Tan Ciu.

" "Aku?" "Betul." "Tutup mulut!" Tan Ciu tidak takut. ." "Kenyataan?" Ia telah denganmu. orang yang bertanggung jawab ialah ketua Benteng Penggantnngan. "Tanggung jawab kematian muridmu berada diatas kedua pundakmu. "Hm . Mereka telah tiba disebelah pintu rahasia."Kau mengatakan bahwa aku yang menyebabkan kecelakaan?" "Hal ini adalah suatu kenyataan. menjadi rusak." Berkata Co Yong Yen.. Kaulah yang harus bertanggung jawab atas kematiannya. Ia mati dibawah tangan kejam kalian. Mengapa kau tidak berusaha menolongnya? Dengan alasan apa kau menangkapnya dan dibawa pulang kedalam Benteng Penggantungan?" "Ia wajib menerima hukuman ini. . ia harus memberi hajaran kepadanya. Kini Co Yong telah mati ia harus menuntut ganti rugi atas kematian gadis itu." Tan Ciu mengeluarkan suara dengusan. Co Yong dipersalahkan karena membuka rahasia Benteng Penggantungan. Itulah akibat pergaulan "Kau memutar balik fakta kenyataan. dengan tenang ia berkata. Hal itu atas dasar desakannya.

cinta dan kasihan berkecamuk didalam hati Tan Ciu." "Silahkan. Dua orang berhadap-hadapan sekian lama. dendam. Lupakah bahwa tuan rumah telah menyilahkan ia duduk. Hati Tan Ciu tergetar. "Tansiauwhiap." Ia menunjuk kearah sebuah bangku yang telah tersedia. Seperti sedia kala tidak ada tanda-tanda bahwa disana ada sebuah pintu rahasia. suara itu halus sekali. Tan Ciu telah berada didalam kamar rahasia itu. Langsung bertindak masuk kedalam. Satu bayangan hitam telah terpeta disana. Ia tak menjadi takut atau gentar." Berkata lagi ketua Benteng Penggantungan. Rasa benci. Akhirnya ketua Benteng Penggantungan yang membuka. aku hanya dapat mengantarmu sampai disini. Itulah bayangan ketua Benteng Penggantungan Tan Kiam Lam. Maka pintu rahasia itu tertutup kembali. . Akhirnya mereka pun berjumpa muka." Tan Ciu masuk kedalam ruangan rahasia tadi. tidak seorang pun yang mulai membuka suara. Co Yong Yen membalikan badan dan pergi. betul pintu telah ditutup kembali.Co Yong Yen membuka pintu itu dan berkata. "Agaknya kau sangat takut kepadaku. Tan Ciu tergetar. bagaikan seorang ayah yang sangat menyintai kepada anaknya! Suatu hal yang lama diharapkan olehnya. "Duduklah.

Itulah wajah yang mirip dengan Tan Kiam Pek. itupun tidak berhadap-hadapan langsung. Memperhatikan wajah ketua Benteng Penggantungan. "Apa yang kau tertawakan?" Ia bertanya. Ruangan didalam kamar rahasia itu tidak terlalu terang. kau kira semua orang takut kepadamu?" Ketua Benteng Penggantungan berjalan maju mendekati pemuda itu! Jarak mereka semakin dekat. Tan Ciu tidak pernah mempunyai rasa takut. Dikatakan oleh Tan Kiam Pek bahwa daun kuping kiri Tan Kiam Lam ada sebuah andang-andang hitam. Ketua Benteng Penggantungan tertegun. walau kepada siapapun juga. menggema seluruh isi ruangan rahasia. Dimana Tan Ciu dan ketua Benteng penggantungan berhadapan muka. Maka Tan Ciu memperhatikan ciri-ciri itu. "Aku ?" "Betul. "Aku mentertawakan sikapmu yang terlalu sombong. Tan Ciu membelalakkan mata. Ketua Benteng Penggantungan buka suara. "Kau tidak takut kepadaku?" "Siapa yang mengatakan aku takut?" . Maka ia tertawa berkakakan. bagaimana wajah orang yang berada didepannya. maka Tan Ciu tidak dapat melihat jelas didaun kuping kiri orang ini betul atau tidak ada andang-andang hitam. sangat dekat sekali.Kata-kata ini membangkitkan kemarahan sipemuda. tertawa itu panjang sekali." Berkata Tan Ciu. maka masing-masing dapat melihat jelas.

." Hati Tan Ciu hampir mencelos keluar dari tempatnya. diantara kita berdua." Tan Ciu diam." Berkata Tan Ciu." Tan Ciu menggertak gigi. Mulutnya terbuka ingin mengutarakan sesuatu. Ternyata aku mempunyai seorang putra yang berani. Tan Kiam Lam berkata. "Kau tahu sedang berhadapan dengan siapa?" "Bila bukan seizinku." "Kau bernama Tan Kiam Lam?" "Betul. "Bagaimana ?" "Kau jahat. harus ada seorang yang mati?" Ketua Benteng Penggantungan itu bertanya. "Duduklah. "Tidak seharusnya kita bersua. hal itu sangat tidak patut sekali. "Maksudmu. kau kira mudah masuk kedalam Benteng Penggantungan?" "Tahukah maksud tujuanku menemuimu?" "Kukira tahu." Ia berkata. tetapi gagal." Sekali lagi ketua Benteng penggantungan menyilahkan ia duduk. "Kau berani berlaku kurang ajar kepada ayahmu. Tan Ciu mengeraskan hati berteriak."Bagus. "Hari ini segera tiba." "Ingin membunuh ayahmu?" Tan Kiam Lam menatap tajam wajah anak itu. ketahuilah seorang anak wajib berkata pada ayahnya.

.." "Aku tidak mempunyai seorang ayah yang sepertimu." Tan Ciu menganggukkan kepala." Berteriak Tan Ciu." "Kau tidak patut menjadi ayahku. "Kau tidak tahu bahwa aku tidak ada niatan untuk membunuhmu?" "Aku tidak perlu tahu."Betul." "Mengapa?" "Karena kau adalah putraku. aku ingin mendapatkan satu kepastian." "Hal itu dikarenakan salahnya sendiri." "Ilmu kepandaianmu masih belum cukup kuat untuk menandingiku. tahu?" "Ingin mengadakan ujian?" "Ha." . "Karena aku telah melakukan banyak kejahatankejahatan? Aku di cap sebagai manusia jahat nomor satu?" "Betul. "Mengapa kau berlaku kejam kepadanya?" "Berlaku kejam?" "Kau menyangkal? Apa yang telah kau lakukan kepada ibu telah kuketahui betul. ha . betulkah ibuku bernama Melati Putih?" "Betul." "Beri keterangan yang jelas." "Kau wajib tahu." berkata Tan Kiam Lam. Aku bangga mempunyai seorang putra yang hebat luar biasa.

" Berkata Tan Kiam Lam. "Sebelum membikin keterangan ini aku ingin mengajukan satu pertanyaan. . "Kau boleh meminta keterangan Thung Lip orang yang menjadi pembantu ibumu dahulu. apa yang kau perbuat kepada istri yang semacam ini?" Hati Tan Ciu tergetar." Tan Kiam Lam menganggukkan kepala.” "Thung Lip tahu akan hal ini?" Tan kiam Lam menganggukkan kepalanya. "Betul. "Ibu juga ingin membunuh dirimu?" ia bertanya soal lain. "Kau mengartikan bahva ibuku mengadakan hubungan gelap dengan laki2 lain?" ia meminta kepastian." "Apakah keakhlian si Telapak Dingin ini?" "Seorang akhli make up yang pandai mengubah wajah sendiri. Dan kepandaiannya sangat tinggi. "Siapakah lelaki itu?" Desak Tan Ciu lagi "Telapak Dingin. ada juga orang mengatakan sebagai si Wajah Pancaroba. "Aku kurang percaya." "Bila kau mempunyai seorang istri yang mengadakan hubungan gelap dengan laki-laki lain. boleh dkata belum pernah menemukan tandingan." Tan Ciu belum mendapat bukti lain untuk membongkar tuduhan yang dijatuhkan kepada ibunya. "Betul." Berkata Tan Kiam Lam. Maka ia diam." Berkata Tan Ciu." "Katakan. juga merencanakan lain kejahatan untuk membunuhmu."Baik.

aku harus percaya kepada keteranganmu. Tan Kiam Lam mendengus.." "Kau kenal dengan putri Angin Tornado Kim Hong Hong?" "Kenal?" "Apa yang telah kau lakukan kepadanya. Tetapi mengapa membiarkan si Telapak Ia menyangkal telah ." "Lupakah bahwa si Telapak Dingin itu pandai mengubah wajah diri sendiri." "Lagi2 si Telapak Dingin. dengan mudah ia dapat menjelma menjadi seorang Tan Kiam Lam. Biar bagaimana ia lebih percaya kepada sang ibu." Tan Ciu menatap si ketua Benteng Penggantungan tajam-tajam. dari harus percaya kepada ayah jahat ini. "Apa alasanmu tentang membiarkan memperkosa?" ia menegur ayah jahat itu. "Orang itu bukanlah aku." "Alasan!" "Terserah kepada penilaianmu. Satu kesalahan yang terbesar." memperkosa Kim Hong Hong. orang "Ia bersekongkol dengan Telapak Dingin. ingin membunuhku." "Untuk sementara..Tan Ciu menjadi bingung. langkahlangkahku yang untuk membikin pembalasan kepada kesalahannya. "Siapa?" "Dia adalah samarannya si Telapak Dingin.

Kau terlalu cinta padanya. mengapa membiarkan manusia jahat itu menggunakan wajahmu melakukan kejahatan-kejahatan." itu?" Bertanya Tan Kiam Lam. "Mencari sesuatu tidak boleh menggunakan kaca." "Orang yang melanggar peraturan Penggantungan segera dihukum mati?" Benteng Tan Kiam Lam tertawa dingin. Tetapi. Maka menganggap diriku berlaku kejam. "Dia telah melanggar tata tertib peraturan Benteng Penggantungan." Berkata Tan Ciu. kau telah melakukan satu kesalahan besar." ”Sudah kukatakan. dimanakah gadis itu?" "Aku tidak mengerti. kau memahami kesukaranku.Dingin berbuat sewenang-wenang. "Soal apakah "Katakanlah. ." "Mendengar keterangan-keteranganmu yang seperti tadi. bahwa si Telapak Dingin itu belum pernah menemukan tandingan. bila kau tidak menganggap diriku sebagai orang jahat. bukan?" "Aku boleh menjadi puas. Aku masih bukan tandingannya. ternyata Kau seorang baik. Apa yang kau maksudkan." "Ada sesuatu hal yang hampir kulupakan." "Dengan alasan apa kau membunuhnya?" Tan Ciu mengadakan teguran. bila kau melepaskan kaca mata cinta itu. dengan adem ia berkata. Termasuk juga diriku. Bila tidak berlaku tegas. Didalam hal ini. "Tentang seorang gadis yang bernama Co Yong.

dia mengutus orang-orangmu untuk membunuh aku. Seperti apa yang Tan Kiam Lam lakukan. Termasuk juga diriku. Apa lagi ia harus mengecek kebenarannya dari keterangan tadi. Seorang yang melakukan kesalahan. bagaimana alasanmu hal ini?" "Belum ada seorang manusia yang tidak melakukan kesalahan." Hasil dari perdebatan Tan Ciu dan Tan Kiam Lam ialah ketua Benteng Penggantungan itu tidak bersalah sama sekali. maka alasanalasan itu belum cukup kuat.sebagai seorang ketua benteng bagaimana pun aku dapat menguasai ribuan orang. aku tidak tahu bahwa kau adalah anakku. ia berkata. Maka haruskah menetapkan Tan Kiam Lam sebagai seorang baik? Tan Ciu tidak menjadi puas. Sebagai orang yang berani menentang kekuatan Benteng Penggantungan. "Apa lagi yang ingin kau ajukan?" Berkata Tan Kiam Lam. didalam hal ini. Dosa Tan Kiam Lim sudah terlalu banyak. "Lebih dari satu kali. aku telah melakukan kesalahan. kini Tan Ciu mengajukan persoalan lain. . "Dimanakah ibu berada? Mati atau hidupkah?" Tan Kiam Lam berkata perlahan. Terus terang kukatakan. Terlebih penting. tidak mungkin sehingga sampai terjadi dosa yang ber-tumpuk2. aku wajib membasmi." Lagi lagi alasan yang masuk akal. hal itu banyak kecurigaannya.

Tapi ." "Sungguh?" "Seratus persen tidak salah." "Dimanakah ia menetap?" "Tidak tahu!" Tan Ciu berdengus. Tetapi tidak tahu dimana beradanya. "Kau pernah Penggantungan?" "Pernah. dia telah kuanggap tiada didalam dunia. Mengapa tidak? Ia mempunyai seorang ayah yang menjadi ketua Benteng Penggantungan. dimana pencipta Pohon Penggantungan menetap?" "Aaaa." "Kau mengartikan bahwa ibu masih hidup?" "Betul."Suatu ketika.. "Kau mengatakan ia masih hidup. Alasan dari manakah keterangan tadi?" Pemuda itu tidak mempunyai kesan baik kepada orang yang didepannya.. kini sang ibu pun menjadi seorang pencipa Pohon Penggantungan. Ia masih segar bugar. Mungkinkah mempunyai rejeki yang tidak dapat dipisahpisah dengan PENGGANTUNGAN? Dengan demikian bukanhah ia telah diciptakan menjadi seorang Putra dari DUA PENGGANTUNGAN itu? mendengar pencipta Pohon . . Siapa yang tahu. . " mulut Tan Ciu terngaga besar." "Dia itulah yang menjadi ibumu.

Belakangan ini kudapat kabar bahwa ibumu itu sedang mencariku untuk menuntut balas. Alasannya cukup kuat. Dimisalkan betul bahwa si pencipta pohon Penggantungan itu si Melati Putih. Maka mempunyai alasanalasan seperti itu. Belum lama ia permh melihat bahwa Tan Sang hidup kembali! Hal ini meragukan kepercayaannya. dengan alasan apa sang ibu membunuh Tan Sang? Mungkinkah seorang ibu mau menggantung putrinya sendiri? Tan Ciu pernah melihat bagaimana Tan Sang digantung diatas pohon Penggantungan. Mungkinkah kakak itu tidak digantung mati? Bila gadis berbaju hitam yang menotok dirinya itu bukan jelmaan si Telapak Dingin orang yang dikatakan pandai mengubah wajah.Pencipta Pohon Penggantungan adalah seorang wanita berkerudung. mungkinkah wanita itu yang bernama Melati Putih? Tan Ciu agak kurang percaya. "Tentu. "Keteranganmu boleh dipercaya?" Tan Ciu memandang Tan Kiam Lam dalam mengajukan pertanyaan ini. Lain bayangan melintasi pikiran pemuda itu." Berkata Tan Kiam Lam. Membongkar ketetapannya yang mengatakan bahwa Tan Sang sudah tiada didunia." "Kau takut kepadanya?" "Betul. maka siapakah yang dapat mengalahkan mereka berdua?" . "Besar kemungkinannya bahwa ia telah bekerja sama dengan si Telapak Dingin. tentu Tan Sang masih hidup didalam dunia.

hanya Tan Kiam Lamlah yang mengetahui tempat orang yang sedang dicari.. Agar tidak ditemukan olehnya. terserah kepadamu. Tan Ciu teregun." Berkata Tan Ciu. "Siapa lagi ?" "Seorang kakek aneh yang bernama Hu Hay Khek telah mati dibawah tangan orang2mu. Karena itulah aku menyembunyikan diri didalam Benteng Penggantungan. "Tidak kenal?” Tun Ciu menjadi heran. bagaimana Tan Kiam Lam tidak kenal dengan Kui . Kau tidak dapat lepas tangan begitu saja." Berkata Tan Kiam Lam."Tidak ada orang yang berani kepada si Telapak Dingin?" "Betul. tentu saja Tan Ciu menyerah kalah." "Tetapi orang-orangku itu sudah mati. kepada siapa harus kuminta pertanggungan jawaban itu?" Menghadapi ketua Benteng penggantungan yang licik ini. "Kau kenal dengan si Bungkuk Kui Tho Cu?" Tan Kiam Lam menggeleng-gelengkan kepala. Dikatakan oleh gadis itu. Agaknya tidak mungkin Cang Ceng Ceng." "Masih ada hutang jiwa seorang yang harus kau ganti." Tan Ciu teringat akan pesan Cang Ceng Ceng yang ingin mencari seorang yang bernama Kui Tho Cu. "Betul !" "Mana boleh tidak kenal dengannya?" "Percaya atau tidaknya. Termasuk aku. "Hai.

"Dengan sesungguh hati aku ingin memberi ilmu pelajaran kepadamu. Diputar dibalik. Bila tidak kenal." "Hei. aku ingin mengadakan perundingan denganmu." "Tentang hal apa?" "Maukah kau diajak bekerja sama ?" "Bekerja sama ?" "Lebih jelas lagi ialah membantu usahaku." "Harus kau ketahui bahwa aku tidak dapat melihat semacam ilmu kepandaian kelas tertinggi." "Hm. dibalik diputarkan Tan Kiam Lam menjadi seorang yang tidak jahat. "Terima kasih.. kemudian dengan bekal ilmu kepandaian ini. "Aku memang bukan orang jahat." Berkata Tan Kiam Lam. kau membantu usahaku untuk menuntut balas. . masih membutuhkan pertolongan orang?" Tan Ciu agak tidak percaya. "Jangan kau mengucapkan kata-kata seperti itu." Berkata Tan Kiam Lam. Tan Ciu menghela napas." . "Dengan kepintaran dan ilmu kepandaian yang kau memiliki seperti itu." Tan Kiam Lam memberikan sedikit pujian.Tho Cu." "Kepintaranmu berada diatasku." "Aku tidak dapat melulusi permintaanmu. tentu saia tidak tahu dimana Kui Tho Cu itu berada. Kepintaran dan ilmu kepandaian jauh berada diatasku.

. "Betul." ." "Kau ingin mengecek kebenaran dari kata2ku tadi ?" "Betul. Untuk sementara." Tan Kiam Lam segera mengasah otaknya.. Dan tentu saja syarat yang tidak dapat kupenuhi. "Ilmu kepandaian kelas tertinggi?" Ia bertanya. ia berpikir bagaimana harus dapat menguasai bocah kepala batu ini... dengan cepat Tan Ciu dapat melulusi permintaan itu.. aku dapat balik kembali kemari.. Maka ia menolak cepat.. "Bila hasil penyelidikan tidak memuaskan.Tan Ciu menjadi heran. "Aku tidak mau.. tetapi maksud tujuannya ialah. tetapi diketahui bahwa orang yang dihadapinya ini sangat licik dan cerdik." "Oooo.. bila benar segala keterangan-keteranganmu tadi. "Kau tidak mau?" Tan Kiam Lam menjadi heran. Aku harus membikin penyelidikan secara teliti. aku tidak dapat melulusi tawaranmu ini. tentu ada sesuatu yang tersembunyi dibalik kebaikannya. "Ilmu kepandaian apakah yang mempunyai kehebatan seperti itu ?" "Orang yarg ingin melatih ilmu itu harus mempunyai 'Keperjakaan'. mungkin aku dapat balik lagi dan menerima tawaranmu itu. Terdengar lagi suara Tan Ciu. membunuhmu." "Maukah kau mendapatkan ilmu kepandaian hebat itu?" Bila sejarah hidup Tan Kiam Lam tidak mempunyai selembar cacad." Suara Tan Ciu cukup keras.

Segera meninggalkan Benteng Penggantungan." "Kau melarang ?" "Betul. "Kecuali kau memiliki dalih alasan untuk memusuhi. "Ingin membunuh?" Ia menatap tajam-tajam keadaan siap sedia! "Salah. Aku tidak ingin kau mati ditangan orang lain." Wajah Tan Ciu berubah. menutup sumber berita." "Tahap pertama dari pembicaraan kita boleh ditutup sampai disini." . Hal ini akan tidak menguntungkan baginya. "Kau ingin pergi ?" "Betul." Berkata Tan Kiam Lam singkat. Apakah maksud tujuan ketua benteng itu? Tan Ciu belum paham. Ia tidak mengharapkan bahwa cerita tentang dirinya tersiar keluar."Kau memang keras kepala. "Demi keamananmu." Tan Ciu tidak diperbolehkan pergi dari Benteng Penggantungan. aku meminta diri. aku telah menahanmu." Berkaia Tan Ciu.. Ia akan berusaha membunuhmu." "Lebih baik jangan. Aku akan berusaha membujukmu untuk tetap tinggal disini. maka ia bertanya. "Bagaimana kau tahu?" "Karena kau pernah bertemu dan berkunjung kepadaku. Siapakah orang yang mau membunuhku?" "Si Telapak dingin itu.!" Berkata Tan Kiam Lam.

" "Kau ingin menahan aku?" Tan Ciu mulai naik darah. sampai pintu batu itu pun tidak sanggup menerimanya. arah tujuannya ialah Pintu rahasia." "Tidak mungkin. "Bukalah pintu rahasia ini.. membuat orang yang mendengar bergidik.. Luar biasa tenaga yang Tan Ciu kerahkan. telah terjadi lubang." Ia meminta. Kau adalah putraku." "Aku tidak dapat membiarkan kau meninggalkan Benteng Penggantungan. Sebelum memiliki ilmu kepandaian yang tinggi sebelum mempunyai pegangan yang cukup kuat untuk mengalahkan si Telapak Dingin. "Betul" "Dengan segala daya upaya. "Tan Ciu." Berkata Tan Kiam Lam. pintu batu itu pecah berhamburan. Disana. aku tidak dapat membiarkan kau pergi dari sini.Tan Ciu tidak percaya. "Aku segera pergi." "Tentu." "Tekadku sudah bulat. Tan Ciu betul-betul marah. takut sekali. "Ingin membunuh?" . Wajah Tan Kiam Lam berubah. dengan geram ia membentak. harus menerjang keluar dari Benteng Penggantungan. tangan kanannya diayun memberi satu pukulan.. Tan Ciu berdehem. katanya.! terdengar suara gemuruh yang hebat. Bummmm . kau ingin memaksa aku menggunakan kekerasan?" Suara Tan Kiam Lam geram.

tahu?" Tan Ciu tidak mau kalah suara. "Pukullah." Tan Ciu terdorong mundur sehingga empat langkah. . berani kau membunuh anak?" "Mengapa tidak?" Tan Kiam Lam tidak kalah marah. maksudnya segera meninggalkan ruangan ini. "Hkkk . Wajah Tan Ciu berubah. "Bila kau berani membongkar pintu itu segera kubunuh. ia dapat turun tangan dengan cepat. Disaat yang sama. . maka bila perlu. terpaksa. "Kau sudah bosan hidup?" "Boleh dicoba. maka ia harus menerima kekalahan tadi. aku harus membunuhmu. Ternyata kekuatan Tan Ciu belum dapat mengimbangi kekuatan ayahnya. Tan Kiam Lam lompat mendampingi sipemuda. siapa yang sudah bosan hidup!" Timbul niatan Tan Ciu untuk mengadu jliwa." Untuk membuktikan ancamannya. Kini Tan Kiam Lam telah menjaga didepan pintu. memukul tubuh sipemuda. tahu?" "Terpaksa aku pun harus melawanmu. Tan Ciu telah mengayun tangan memukul pintu batu lagi."Bila kau tidak kenal budi. "Tan Kiam Lam. Maka tangan Tan Kiam Lam juga bergerak. Tan Ciu segera memberi tangkisannya." Tan Ciu memasang dada. .

! Setelah terjadi satu dentuman hebat. pemuda itu segera jatuh duduk." "Urutan keberapa pun tidak menjadi soal. Kejadian itu terlalu cepat untuk diceritakan. Jarinya dikeraskan. . hal ini untuk menghindari diri dari tekanan yang terlalu kuat. . "Hebat. Tan Ciu lari menyingkir kearah kiri. "Kini kau boleh merasakan totokanku" Berkata Tan Kiam Lam. Kemudian terpisah lagi. Sebelum dapat melihat jelas. kau adalah boleh menduduki urutan yang kedua. ruangan itu dirasakan menjadi sengir. kemudian dari satu posisi kedudukkan yang sulit diduga orang. Tan Kiam Lam berkata dingin. cepat sekali lompat kedepan. dari telapak tangan itulah keluar tenaga kekuatan yang dapat mematikan lawan. ia menotok jalan darah sipemuda. Untuk mencari orang yang dapat menerima pukulanku ini. . Dua tenaga bentrok segera. Hebat . inilah untuk kedua kalinya. tubuh Tan Ciu terpukul mundur sampai sembilan tindak. tangan Tan Kiam Lam sudah bergerak. kemudian ia lompat mundur." Tan Ciu masih memberikan tantangan. Tan Ciu dipaksa menerima pukulan ini. Kejadian itu terlalu kuat. bagaimana hasil kesudahan dari benturan kilat itu. Bummm . . Tan Ciu memukul dengan dua tangan. . Kemudian terpisah lagi. .Tan Kiam Lam mendorong telapak tangannya perlahan maju kedepan. Gunakanlah pukulanmu itu lagi. .

ia membatalkan niatannya untuk membunuh Tan Ciu. ia mendekati Tan Ciu dan siap mengirim jiwa sipemula ke dunia baka. sangat menakutkan sekali. Maka terlihatlah sepasang sinar matanya yang aneh. Tangan Tan Kiam Lam diangkat tinggi-tinggi. khusus untuk menguasai orang yang tidak mempunyai imam tidak kuat. Tan Ciu memejamkan mata. Tan Ciu jatuh ditanah.Tan Kiam Lam sudah dapat menduga arah dari si pemuda. .." Wajah Tan Kiam Lam berubah menjadi beringas. "Manusia iblis. seluruh bulu sipemuda bangun berdiri. tetapi tidak kearah sipemuda. Tan Ciu merasakan bahwa dirinya seperti diserang semua. redup dan cukup untuk membingungkan orang. bunuhlah aku. itulah wajah seorang iblis. Sebelum jatuh.. Tan Ciu hilang sabar.. kemudian diam tidak bergerak. ilmu Ie hun Tayhoat.. Tan Kiam Lam berhasil menotok jalan darah lemas lawannya. itulah sinar mata Tan Kiam Lam. ia membuka mata jang ditutup rapat itu. semakin kejam dan semakin kejam. Lama sekali. Hampir Tan Ciu menjerit. maka ia menyusul dengan serangan totokan yang kedua. ia masih sempat melihat andeng2 hitam dikuping kiri ketua Benteng Penggantungan itu. Betul-betul bahwa orang inilah yang menjadi ayahnya. Perlahan-lahan Tan Kiam Lam menurunkan tangan itu. mulutnya memaki. menggerinding.

Dirasakan aman dan tenang. "Ada apa?" Tan Kiam Lam membentaknya. itulah si ketua Benteng Penggantungan. Segala sesuatu terhenti bergerak. keringat bertekel-ketel jatuh tidak sedikit tenaga yang terbuang percuma. ia membuka pintu rahasia.. Tan Ciu sedang dijejal dengan unsur2 untuk melupakan diri sendiri. Tiba-tiba.. Ilmu Ie-hun Tay-hoat adalah semacam ilmu sihir atau hipnotis dijaman sekarang. tidak mudah untuk mempelajari ilmu tersebut. Didepan pintu sudah berdiri wanita baju hitam Kang Leng. itulah tanda bahaya bagi Benteng Penggantungan. Sepi sekali.. sebentar lagi setelah ilmu Ie-hun Tay-hoat selesai dikerahkan. tapi bila berhasil meyakinkannya. segala sesuatu dikusai oleh otak sipemegang kunci ilmu tersebut. "Maafkan hambamu yang mengganggu. maka banyak kegunaan untuk menundukkan orang.. Terdengar suara kelenengan yang dibunyikan. Tan Ciu tersentak sedikit. pemuda itu akan menjadi seorang yang tidak mempunyai isi otak.Dunia seolah-olah berputar.. Terpaksa Tan Kiam Lam meninggalkan pemuda itu. Tan Ciu mematung ditempat! Tanda bahaya dibunyikan semakin hebat. .. Tan Kiam Lam tersentak bangun." Berkata kang Leng dengan gemetar. kemudian berhenti lagi. bunyi itu mengganggu usahanya..

Janji itu dikeluarkan dirimba Penggantungan. Ternyata nama itu cukup mengejutkan dan menggetarkannya. "Sin Hong Hiap tidak mau mengerti. karena tidak mau mengganggu rencana untuk merusak Pobon Penggantungan. "Dikatakan pada tiga hari yang lalu." Tan Kiam Lam marah besar." Tan Kiam Lam mengerutkan jidatnya." "Siapakah yang berani berbuat kurang ajar ini?" "Si Pendekar Dewa Angin Sin Hong Hiap?" "Hah?" Tan Kiam Lam kaget sekali." "Aneh."Apa yang telah terjadi?" "Ada orang menerjang Benteng penggantungan." Berkata wanita baju hitam Kang Leng itu. Wanita baju hitam Kang Leng berkata. Kakinya berjingkrak." menjanjikannya "Bilakah aku menjanjikannya?" Tan Kiam Lam menjadi bingung." "Pohon Penggantungan?" "Betul. "Dikatakan olehnya bahwa kau menantangnya. "Apa maksud Penggantungan?" tujuannya datang ke Benteng untuk "Dikatakan pocu pernah menentukannya disini." "Dia mencari gara-gara. Bilakah Tan Kiam Lam menantang si pendekar Dewa Angin Sin Hong Hiap? .

jago tua itu pernah mengepalai rimba persilatan sekian waktu. Tan Kiam Pek mempunyai rencananya yang sudah dihitung masak-masak. tentu saja Tan Kiam Lam mencak-mencak. Hiang-cui memberi tahu kepada sang ketua agar Tan Kiam Lam tidak melamun terus menerus. Tetapi yang jelas ialah Sin Hong Hiap tidak dapat dijatuhkan dengan gampang.. Siapakah yang berani menggunakan namaku?" Tan Kiam Kiam Lam menggerutu.Aneh. Mendengar laporan tadi. itulah Tan Kiam Pek.. tentu tidak mudah dihadapi." "Aneh .. "Sudah diberi tahu.. "Lekas beritahu kepadanya. Tidak ada alasan baginya untuk menempur Sin Hong Hiap. siapakah yang kalah dimedan pertempuran. tetapi seorang yang mempunyai bentuk wajah sama dengannya.Yang menantang Sin Hong Hiap untuk mengadu ilmu di Benteng Penggantungan bukanlah Tan Kiam Lam ini. Apa maksud tujuan Tan Kiam Pek memancing Sin Hong Hiap ke Benteng Penggantungan dan menempur Tan Kiam Lam? Didalam hal ini." lagi. -ooo0dw0oooJilid 10 BELUM dapat dipastikan." Berkata Tan Kiam Lam. . bahwa aku tidak pernah menjanjikan dirinya untuk bertempur. Tapi ia tidak mau mengerti. Wanita baju hitam Kang Leng berkata "Demikianlah Sin Hong Hiap berkunjung datang..

" "Maksud Pocu?" "Berusahalah kalian mengusirnya. Aku tidak ingin menemukan Sin Hong Hiap." "Baik. Tan Kiam Lam mengeretek gigi."Mungkin ada orang yang ingin melihat adu domba. "Pocu ada perintah lain?" Ia siap menerima perintah lain. . Tan Kiam Lam segera memanggilnya. ." Apa yang hiangcu baju hitam itu kemukakan cukup beralasan. ." Kang Leng menghentikan langkahnya. . Segera aku berurusan dengannya. Sebetulnya. siapakah yang dapat melayani Pendekar Dewa Angin Sin Hong Hiap? Kecuali ketua Benteng Penggantungan Tan Kiam Lam." "Lupakah bahwa kita sedang berhadapan dengan si Pendekar dewa Angin Sin Hong Hiap?" "Sin Hong Hiap bagaimana?" "Kita semua bukanlah tandingannya. "Kang hiangcu. ." Wanita baju hitam Kang Leng siap mengundurkan diri." "Siapa yang berani?" "Mengapa Sin Hong Hiap berkata tegas seperti itu? Dikatakan kau menantangnya di Rimba Penggantungan?" "Inilah yang kukatakan sangat aneh. "Dimana kini Sin Hong Hiap itu?" "Dipintu benteng. .

" "Tetapi. Sebentar kemudian. "Bawalah pemuda itu kedalam kamar tahanan. Hanya beberapa langkah. Tan Kiam Lam berkata lagi. . manusia yang bernama Tan Kiam Lam itu menggunakan ilmu Ie hun Tay-hoat untuk menghilangkan daya ingatannya. Ia menuju kearah luar Benteng Penggantungan untuk berurusan dengan si Pendekar Dewa Angin Sin Hong Hiap! Wanita baju hitam Kang Leng masuk kedalam kamar rahasia. . Kang Leng segera dapat melihat kesedihan sipemuda. Wanita baju hitam Kang Leng menarik leher baju pemuda itu dan berkata. maka Tan Ciu belum mengalami otak Kosong. ia menghampiri Tan Ciu! Mendapat kesemparan istirahat yang cukup lama. Tan Ciu mengikuti hiangcu yang bernama Kang Leng itu. Tan Kiam Lam berkata. aku masih harus berurusan dengannya. "Mari turut kepadaku " Tanpa bicara. ." "Setelah selesai dengan urusan Sin Hong Hiap. ia segera teringat bagaimana sang ayah." "Baik. karena ilmu Ie-hun Tay-hoat tidak diselesaikan sehingga tamat. disaksikan bagaimana anak yang gagah itu mengucurkan air mata. Dua butir air mata meleleh turun dari kelopak sipemuda.Menunjuk kearah Tan Ciu dikamar rahasia. pemuda itu masih bengong disana." Kang Leng menerima perintah. Bagaikan baru sadar dari satu impian buruk. dia.

"Kau belum pernah menangis?" Ia balik mengajukan pertanyaan itu kepada orang yang bersangkutan. Diwaktu itu . Kang Leng menjadi tertegun. . "Menjelang waktu-waktu yang sangat sedih.. mengapa harus mengucurkan air mata?" Yang diartikan dengan sebutan 'dia' oleh Kang Leng. Dia tidak menyakiti hatimu. adalah ketua Benteng Penggantungan Tan Kiam Lam. "Aneh. Bila seseorang mengalami kesedihan yang luar biasa. mengapa aku menangis.. "Kukira belum pernah ada orang yang tidak menangis. .. "Agaknya kau belum dapat menyelami hati orang." "Maka tentunya kau dapat menduga. tidak merusakmu. juga tidak membunuhmu. "Bilakah dan didalam keadaan bagaimanakah kau mengucurkan air mata?" Tan Ciu bertanya lagi... sakit hati dan putus asa. bagaimana ia tidak mengucurkan air mata? Tan Ciu memandang wanita baju hitam itu.." Berkata Tan Ciu. "Maksudmu ?... mengapa pertanyaan.." ia berkata. Mendapat pertanyaan yang seperti itu.. kau menangis?" Ia mengajukan Mengapa menangis? Suatu pertanyaan yang tidak perlu diajukan." Berkata Tan Ciu.."Eh." . aku dapat mengucurkan air mata.

" "Kau tidak akan mati." "Kau pernah jatuh cinta?" "Aku? . Sangkanya Co Yong telah mati." Tan Ciu berpikir sebentar." "Suatu hari aku akan mati. . kemudian menganggukkan kepala. "Pernah.." "Siapa gadis yang kau cintai itu." Berkata Kang Leng." Kang Leng memperhatikan wajah pemuda itu. ia berkata. tentu saja Tan Ciu menjadi kecewa dan bosan hidup. "Aku ingin mengajukan satu pertanyaan kepadamu."Ingin sekali aku dapat mati segera. Dia tidak tahu bahwa Co Yong masih hidup didalam Benteng Penggantungan. Wanita baju hitam Kang Leng menarik napas. kemudian disusul dengan kejadian bertemu dengan sang ayah kejam. tidak ada cahaya hidup sama sekali. Ternyata ia telah membenci setiap orang dan segala sesuatu ditemukan olehnya. licin dan penuh dosa itu. juga tidak ada cahaya terang untuk bergulat dengan penghidupan dunia. perlahan sangat lemah sekali. "Dia tidak mengijinkan kau mati. . Betulkah Co Yong sudah tidak ada didalam dunia? Tan Ciu belum menemukan mayat gadis itu. Co Yong?" Tan Ciu menganggukkan kepala." "Ajukanlah.

Mengingat hal itu.. maka kau mengatakan cinta kepadanya?" "Aku sungguh cinta kepadanya.Bercerita hilangnya baju hitam Kang Leng mendapat tugas untuk membawa Tan Ciu kedalam kamar tahanan rahasia Benteng Penggantungan. Karena merasa berhutang budi. tentu gadis tersebut tidak mati. Pasti akan kusambung cinta itu. "Ternyata kau cinta kepada Co Yong dengan sesungguh hati." Berkata Tan Ciu. Sebelum mati pun demikian didalam baka pun tetap demikian. "Kukira kau cinta kepada Co Yong." Berkata wanita baju hitam Kang Leng. "Kau cinta kepadanya sungguh-sungguh?" Kang Leng meminta ketegasan si pemuda.. setelah mendengar berita kematiannya." Bila bukan Tan Ciu memaksa Co Yong untuk membuka rahasia Benteng Penggantungan. si pemuda menangis lagi. "Sungguh-sungguh.." ." "Kau bersedia melakukan sesuatu untuknya?" Bertanya Kang Leng lagi. karena tidak dapar membalas budi itu.. terjadi dialok yang menyinggung soal cinta dan kesedihan seorang manusia.. "Tentu. "Ng. Ditengah jalan. Kang Leng bertanya. betulkah Tan Ciu pernah cinta kepada Co Yong? Tan Ciu menbenarkan dugaan itu.

kau harus tetap hidup." Berkata hiangcu baju hitam Kang Leng." Tan Ciu memberikan janjinya. "Rahasia apa?" ”Co Yong masih hidup didalam kamar tahanan kita.." "Tahukah asal usul Co Yong itu?" "Kukira hanya pocu kita seorang saja yang mengetahui asal usul dirinya.. "Simpan baik-baik rahasia ini." Berkata Kang Leng dengan suara sungguh-sungguh. Demi Co Yong.. "Masih banyak perkara yang belum kuselesaikan." Berkata Tan Ciu." "Betul.. maka aku harus tetap hidup. "Kau harus berusaha hidup." "Tentu." "Aku belum ingin mati... Co Yong akan gembira mendengar kesaksianmu ini.." "Betul Ketua Benteng kita sangat merahasiakan asal usul Co Yong. Dekatilah kupingmu.."Kuberi tahu kepadamu." "Aaaa." "Wakil ketua Benteng Penggantungan Co Yong Yen itu juga tidak tahu?" "Kukira ia tidak tahu." "Tapi. Maka tidak ada yang tahu. Tapi jangan kau katakan kepada orang bahwa aku telah menceritakan kejadian-kejadian ini kepadamu. Co Yong masih hidup?" . Co Yong adalah muridnya.." Tan Ciu memasang telinganya. "Baik.

" Berkata Tan Ciu.." Tan Ciu menggertek gigi. Perlahan peringatan." "Aku tahu. Tapi ingat. Bila kau tidak percaya dan memberi tahu kepada orang." "Jangan sebarkan rahasia ini kepada orang!" "Pasti." "Mengapa?" "Kau bukan tandingan pocu!” "Ada hubungan apa dengan Tan Kiam Lam?" "Tentu saja ada. jangan sebarkan cerita ini. tidak perduli kepada siapapun juga." "Bila kau bersedia mengajakku untuk menemui Co Yong?" ”Setelah ilmu kepandaianmu dapat mengalahkan pocu. "Dimanakah kini ia berada?" Segera kau tahu." Berkata Tan Ciu. "Suatu hari aku akan mengalahkan dirinya." Kang Leng memberikan hiburan! "Segera ajak aku kesana."Ssstt. . "Betul. tapi Co Yong yang akan binasa terlebih dahulu." Kang Leng memberi "Masih hidup?" Tan Ciu mengulang pertanyaan." sedikit. katanya. Bukan aku yang celaka.. ”Harapan untuk bertemu dengannya masih besar." Tan Ciu memberikan janji. "Tidak.

" Mereka telah tiba diruangan dibawah tanah! Itulah kamar tahanan. Ia mengeluarian keluhan napas yang sangat panjang." "Berusahalah menghindari diri dari sinar pandangan matanya... hilanglah kegunaan ilmu Ie-hun Tay-hoat. Waktu berlaku Ie-hun Tay-hoat hanya satu bulan.. selembar tenaganya pun tidak dipunyai olehnya. . . Tan Ciu telah menerima totokan ketua Benteng Penggantungan. . dan ia berjalan keluar dari ruang dibawah tanah." "Bila tidak dapat?" "Ini pun tidak mengapa."Dan berhati-hatilah dengan ilmu Ie-hun Tay-hoat jahat itu. Terlihat undakan yang turun kebawah. Tan Ciu mengikuti dibelakang wanita baju hitam itu Setelah memasukkan Tan Ciu kedalam sel kamar tahanan. Kang Leng mengajak pemuda itu turun. ia dapat menggunakannya." Kang Leng memberi peringatan. Bila ilmu Ie hun Tay-hoat diulang untuk kedua kalinya.. Meninggalkan si pemuda.." "Ooo. maka setiap bulan.. Lewat dari waktu itu. Kang Leng mengunci kamar itu.. Ilmu Ie-hun Tay-hoat tidak perlu ditakutkan !" "Bukanlah demikian! Hal itu dapat di sambung lagi. "Bagaimana harus menghindari diri dari ilmu Ie-hun Tay-hoat. Keadaan sangat gelap.

"Hei. "Apa yang kau kesalkan?" Tan Ciu terkejut. "Siapa yang belum lama menarik napas panjang pendek?" Orang itu mengeluarkan tertawa dingin. sangat sepi sekali." Berkata orang itu." Panggil lagi suara tersebut. "Hei." Panggil lagi suara itu. Tan Ciu bungkam. ia dapat melihat tubuh seseoang yang meringkuk didalam kamar tahanan. "Namamulah yang ingin kuketahui?" . "Seorang diri aku disini. "Mengapa kau tidak bicara?" Bicara? Apa yang harus dibicarakan? Sedangkan ia belum kenal kepada orang itu. anak muda. Ketika tempat orang itu berada disebelah.Tiba-tiba." katanya. sehingga sulit untuk membedakannya. "Ha. tentu saja orang tawanan. Keadaan sangat gelap." "Siapa kau? Tan Ciu mengajukan pertanyaan. mengapa kau cepat putus harapan?" Berkata lagi orang tawanan yang berada disebelah kamar Tan Ciu itu. Tan Ciu tertawa. Mengikuti arah datangnya suara. "Orang tawanan. "Siapa yang putus harapan?" Tan Ciu mendebatnya. sungguh menyenangkan. satu suara tertengar menggema didalam suasana gelap itu. Itulah orang yang belum lama membuka suara. Kini kau datang menemaniku. "Hei.

"Ia suka pada orang yang berkepandaian ." Orang itu tidak sabar. seharusnya banyak bicara. Sudah tidak ada orang yang mengenal namaku lagi. "Karena kau disekap didalam kamar tahanan dibawah tanah yang gelap ini. Aku tidak tahu Siang malam didalam keadaan gelap. ha!. "Ha. . Untuk melenyapkan kesepian Kita."Nama?" Orang itu seperti tertegun. Mungkin juga tiga puluh tahun. . "Hei." Barkata Tan Ciu. berapa waktu yang pasti itu. "Mengapa mempunyai dugaan seperti itu?" "Aku kenal baik sifat ketua Benteng Penggantungan." Tan Ciu tahu mengapa orang itu ditawan sekian lama? Apakah alasannya? Apakah dosa kesalahannya? Mereka bungkam lagi. Dimisalkan bicara tentang ilmu kepandaian. "Berapa lamakah kau disini?" "Kukira dua puluh tahun. Terlalu lama aku menempati kamar ini." "Aku tidak mengerti." "Lama?" Tan Ciu mengulang kata-kata itu. Eh. bukan?" "Bagaimana kau tahu?" Berkata Tan Ciu dingin. Tentunya kau berkepandaian tinggi. "Bocah. sehingga lupa kepada nama sendiri. aku tidak dapat membedakan hari. mengapa tidak bicara?" "Apa yang ingin dibicarakan?" "Apa pun boleh." Berkata orang itu. Entahlah.

. dia adalah jago nomor satu. . Kau mengimpi. Hanya orang berkepandaian tinggi yang dapat ditaklukkannyalah yang dapat mendiami tempat ini. "Tentu ." "Mengapa?" "Ketahuilah. Siapa yang dapat mengalahkan ketua Benteng Penggantungan..." "Ha. akupun telah dikalahkan olehnya." ada orang yang dapat . maka ia membuka suara.tinggi. Keadaan itu berlangsung lama sekali. Tidak satu pun dari mereka yang mulai membuka pembicaraan lagi. Ilmu kepandaianku tidak berarti.Ingin mempunyai ilmu kepandaian yang dapat mengalahkannya? Ha. "Hei.. "Bila aku mempunyai ilmu kepandaian yang lumayan sajapun.." Tan Ciu tetawa. Tan Ciu diam. Maka dikalahkan olehnya dan masuk kurungan. bolehkah aku berkunjung ketempatmu situ?" Tan Ciu menjadi heran. ha.. belum mengalahkannya." Terdengar keluhan napas yang sangat panjang juga sangat sedih. katanya." "Kau?" "Seperti keadaan dirimu. Agaknya orang itu telah sangat kesepian. ha. tidak mungkin ia mengalahkanku. "Kau dapat masuk kedalam kamar tahananku?" Ia bertanya bingung.

. Kita musuh dendam besar. Kau juga mempunyai dendam dengannya?" "Dendam? Tidak. wajahnya cukup menakutkan. "krek." Bunyi kunci yang dibuka." Orang itu tertawa. mengapa tidak mau melarikan diri? Bayangan yang datang telah berada dihadapan Tan Ciu.. Dia adalah ayahku?" ." bertanja orang tua bungkuk itu! "Betul !" Tan Ciu membenarkan pertanyaan orang." Tan Ciu melebarkan mulut.. "Aaaae." Berkata Tan Ciu.Dibarengi oleh bunyi suara besi yang beradu. "Takut?" Tan Ciu tidak memberikan jawaban! "Wajahku memang menakutkan orang!" Berkata orang tua bungkuk itu. "Ha ha...." Berkata orang tua bungkuk. Hal ini mengejutkan pemuda itu! Orang tersebut mempunyai kebebasan untuk meninggalkan kamar tahanannya. "Itulah sumpah janjiku." "Aku heran. "Kau kalah dibawah tangannya?" "Betul.. itulah seorang tua yang bungkuk melengkung. Satu bayangan masuk kedalam kamar tahanan Tan Ciu.. "Tidak mengherankan bahwa kau menjadi takut karenanya. "Apa yang kau herankan ?" "Mengapa kau mengeram ditempat ini?" "Kau heran karena aku tidak melarikan diri.

setelah keluar kau tidak boleh melarikan diri. ." "Kau ingin mengajak aku keluar dari tempat ini?" Bertanya Tan Ciu. Membikin perhitungan dengan Tan Kiam lam.. "Mari kau ikut kepadaku .." "Menonton pertandingan?" "Tentu. Tapi kau harus berjanji." "Hei." . . "Kau katakan si Dewa Angin Sin Hoag Hiap juga telah datang kedalam Benteng ini?" "Betul."Hahaaa?!" Orang tua bungkuk itu sangat terkejut. satu perubahan yang sangat aneh sekali. Jangan kita lewatkan kesempatan bagus ini. "Ikut? Ikut kemana?" Bertanya Tan Ciu. ” "Betul. "Kau anak Tan Kiam Lam ?" "Betul. Bila bukan karena kedatangannya si Dewa Angin Sin Hong Hiap. "Menonton pertandingan mereka." Ia berkata. "Dapatkah keluar bebas?" "Tentu..!" Orang tua bungkuk itu menjadi sangat tertarik. tentu aku telah di Ie-hun Tay-hoat olehnya." "Tidak Salah?" Wajah orang tua itu bercahaya terang. Pertempuran diantara dua tokoh kelas satu jtu tidak mudah disaksikan. kau harus ikut aku kembali kedalam kamar ini lagi." "Apa maksud kedatangan Sin Hong Hiap itu...

mengapa mencari penyakit didalam sekapan tangan orang? Bukankah tidak merdeka? Mengikuti tangga batu. . "Bagaimana kau tahu?" Tan Ciu meminta ketegasan. kemudian meninggalkan kamar tahanan didalam bawah tanah itu. tiba disuatu tempat. menjadikan satu pintu. maka dinding itu bergeser. "Batu ini ." . "Aku akan kembali ketempat ini lagi. "Tentu saja tahu. "Bukan."Baik." "Tan Kiam Lam tahu kau mempunyai jalan keluar rahasia?" "Tentu saja tidak." "Ada orang yang memberi tahu?" Tan ciu menduga kepada Kang Leng yang banyak mulut. mereka naik keatas. ." Berkata orang tua bungkuk." Orang tua bungkuk itu telah mengangkat tubuh Tan Ciu." "Pintu rahasia." "Mengapa?" "Lain kali akan kuberi tahu kepadamu. Tapi ia tidak mempunyai hak mengekang kebebasanku." "Mari. Tan Ciu mempunyai kesan yang lain kepada orang menggendong dirinya. Aku berhasil menemukannya atas kepintaranku sendiri. orang itu menikung kearah kanan disana ia menekan sebuah batu." Tan Ciu memberikan janjinya. Diketahui ia dapat bebas keluar dari kamar tahanan.

"Cianpwee. bocah tidak sabar. Aku harus segera menemuinya." "Kau berjanji dapat mempertemukan dengannya?" ." "Akan kuajak menemuinya." Berkata siorang tua bungkuk. "Seorang gadis kecil cantik sekali. menggunakan ketenanganmu?" mengapa tidak dapat "Aku berjanji untuk menemuinya." "Hei. "Mungkinkah Co Yong?" "Betul." "Nona Co?" Mulut Tan Ciu berteriak. sipemuda. orang menyebutnya sebagai nyonya Co. mengapa tidak dengar?" "Entah siapa yang menangis ditempat ini?" Tan Ciu tidak tahu bahwa orang itu mempunai hubungan dekat dengannya.. dengar suara tangisan itu?" Berkata "Kupingku belum budek. "Kau kenal dengannya?" Rasa Cinta Tan Ciu berkobar cepat. setelah selesai menonton pertandingan besar.. Namanya Co Yong. kuping Tan Ciu yang tajam dapat mendengar isakan tangis seorang wanita sangat perlahan sekali. Nanti. sesenggukkan. "Aku harus segera menemuinya.Dikala mereka hampir meninggalkan goa rahasia itu. Tapi bukan sekarang. dengan berteriak ia menjerit... kuajak kau bertemu dengannya..

Pertandingan besar mungkin sudah dimulai. Jangan berteriak-teriak. Tan Kiam Lam . segera aku menerjang masuk tahu?" "Sabarlah sebentar." Berkata orang tua bungkuk itu. "Tentunya kekasihmu. Tok Gan Liong dan lainnya mengepalai orang-orang mereka."pasti dapat. "Bila ia tidak mau keluar menemuiku. "Tutup mulutmu dahulu. Si Pendekar Dewa Angin Sin Hong Hiap menghadapi orang2 itu dengan marah." Berkata Co Yong Yen. Ia segera tahu Sin Hong Hiap mulai hilang sabar. Itulah ketua Benteng Penggantungan contra si Pendekar Dewa Angin Sin Hong Hiap. itulah anak buah Benteng Penggantungan! Wakil ketua Benteng Penggantungan Co Yong Yen. si Pemuda Putin Pek Hong. Betul ia telah hidup malang melintang didalam rimba persilatan tanpa tandingan. Dan ia mempercepat langkah kakinya. "Mana itu Tan Kiam Lam?" Ia bergeram. 000OdwO000 Di lembah Siang-kiat. keluar dari ruangan dibawah tanah. Dua gembong tokoh silat kelas berat segera bertemu muka." "Baik." Orang tua bungkuk itu tertawa." Ia berkata. tapi orang yang segera ditempurnya itu pun bukan tokoh biasa. Disana telah berbaris orang-orang berbaju hitam. tempat yang menuju ke Benteng Penggantungan sedang terjadi ketegangan.

mengadu domba menantang Sin Hong Hiap didepan Benteng Penggantungan." "Dengan alasan apa cianpwe memberikan kepastian ini?" "Mereka sama-sama belum pernah menemuikan tandingan. Belum diketahui pasti." "Siapakah yang akan memenangkan pertandingan itu?" Bertanya Tan Ciu. Itulah orang tua bungkuk dan Tan Ciu yang baru saja keluar dari dalam kamar tahanan Benteng Penggantungan. "Belum tahu. satu diantaranya pasti nama yang lebih cemerlang. Inilah orangnya?" "Mungkinkah. Mengapa Sin Hong Hiap menantang Tan Kiam Lam?" Tan Ciu segera menceritakan kejadian di dalam rimba Penggantungan. Yang heran. ia harus memenangkan pertandingan. Di semak-semak pohon yang berada diatas mereka dua pasang mata sedang memperhatikan keadaan tempat itu. tapi kini telah bentrok. Maksudnya ialah mencelakan satu diantara dua jago itu. Memandang si Pendekar Sin Hong Hiap. Mengapa Tan Kiam Lam belum menampilkan diri? Ternyata ketua Benteng Penggantungan yang cerdik itu sedang mengatur sesuatu. siapa yang akan memenangkan pertandingan itu. "Betul. mereka akan bertempur?" "pasti.juga belum pernah menemukan tandingan. orang tua itu berkata. . dimana Tan Kiam Pek menggunakan tipu. Masing-masing mempunyai kekuatan yang sangat luar biasa.

.. "Maafkan penyambutanku yang kurang hormat. . Sabarlah." Bercerita dibawah mereka.. menampilkan diri." Dengan lenggang. mana itu Tan Kiam Lam ?" Co Yong Yen berkata." Sin Hong Hiap tertawa. "Tentu ada sesuatu yang tersembunyi." "Hmm . "Petunjuk apakah yang Sin Tayhiap ingin berikan kepada Tan Kiam Lam?" . ketua benteng Penggantungan itu.Orang tua bungkuk itu berkata. terdengar suara Tan Kiam Lam yang tertawa cekikikan.. .Kau kira aku ini manusia apa? Ingin dijemur disini? Kuberi waktu setengah jam lagi. bila ia tidak mau menampilkan dirinya." "Ha Ha. Wajah Sin Hong Hiap berubah. Jawaban ini segera pecah juga. "Ha-ha . Sin Hong Hiap sudah membentak lagi. seluruh isi Benteng Penggantungan akan kuubrak abrik bersih. . ia berkata. dua gembong akhli silat kelas berat telah berhadapan. Kini. ia berjalan maju kedepan. "Segera keluar.. "Hmm." Mengapa tidak terlihat mata hidung Tan Kiam Lam? Mungkinkah ketua Benteng Penggantungan itu melarikan diri? Takut kepada si Dewa angin Sin Hong Hiap? Tidak mungkin. Tan Kiam Lam menunjukan hormatnya. .

"ucapanmu sangat mengecewakan orang. Sin Hong Hiap tidak takut kepada Tan Kiam Lam. Orang ini menantang dirinya untuk bertanding silat? Mengapa membawa sikap yang cepat lupa? "Tan pocu"." Berkata Sin Hong Hiap. Dari Kang Leng. "Tiga hari yang lalu. ." "Ada sesuatukah yang salah?" Tan Kiam Lam tidak tahu bahwa Tan Kiam Pek telah mempermainkan dirinya. kini Sin Hong Hiap mengatakan ucapan katakata yang sama. "Sungguh pandai kau main sandiwara. keadaan itu sangat tegang. tidak akan salah lagi. salah satu pasti akan jatuh nama dan hal itu tidak diinginkan oleh seorang jago yang sudah mempunyai nama tenar." Berkata Sin Hong Hiap. Tan Kiam Lam membuka mulut. mengapa mungkin jeri?" Pendekar Dewa Angin mengeluarkan suara bentakan keras. pertempuran tidak membawa banyak keuntungan. tapi mereka tidak menginginkan pertempuran. "Bilakah aku menjanjikanmu?" Bertanya Tan Kiam Lam.Sin Hong Hiap tertegun. hal itu tidak perlu terjadi. tapi bilakah aa menjanjikan Pendekar Dewa Angin itu? Tan Kiam Lam tidak takut. katanya. "Aku menjanjikan kau bertempur disini?" Wajah Tan Kiam Lam berkernyitan. Didalam rimba Penggantungan. Tapi kini mereka telah berhadapan muka. "Kau menjanjikan aku bertarung dihadapan anak buahmu. Tan Kiam Lam telah mengetahui kejadian ini.

" Berkata Tan Kiam Lam tertawa. aku sudah membunuh bocah sombong itu." Sin Hoag Hiap menganggukan kepalanya. "Tokoh manakah yang berani memalsukan dirimu? Apakah manusia yang sudah tidak takut mati? Menyoleknyolek kumis macan yang sedang tidur?" Alis Tan Kiam Lam dikerinyitkan semakin dalam sedang berpikir. "Mungkinkah ada orang yang berani memalsukan dirimu?" Ia berkata geram." Berkata Sin Hong Hiap tanpa berpikir panjang." Sin Hong Hiap tidak percaya. bagaimana kejadian yang telah dialami olehnya didalam rimba Penggantungan. Akhirnya Tan Kiam Lam berkata dingin. . mengapa kau harus menempurku?" "Mana aku berani menempur Pendekar Angin yang ternama. Bila tidak ada kedatanganmu. "Bukan mustahil. "Tan pocu."Kau yakin benar kepada orang yang menjadikan menempur dirimu itu?" "Tentu. "Tan Ciu telah membunuh muridku. manusia manakah yang berani memalsukan dirinya? Sin Hong Hiap berkata lagi. juga tidak menjanjikanmu. dan diceritakan secara singkat. "Aku menjanjikan kau bertempur didepan Benteng Penggantungan?" "Betul." Sin Hong Hiap Berkata. "Aku telah pergi kerimba Penggantungan tapi tidak berhasil menemukan.

Ilmu kepandaianmu pun sangat disohorkan orang. "Kau meminta maaf segera." "Mudah. "Katakan." "Aku tidak melakukan suatu kesalahan." Tan Kiam Lam berkata. tangan." Akhirnya Sin Hong Hiap kehilangan sabar. Hanya pertempuranlah yang akan menyelesaikan sengketa ini. "Mengapa harus meminta maaf kepadamu?" "Baik. Ada satu pertanyaan yang ingin aku ajukan kepadamu. Aku menanti kebijaksanaan yang adil. Hal ini sangat lumrah. ." "Setelah bergebrak." Berkata Tan Kiam Lam. Sungguh satu keberuntungan dapat menyaksikan kebenaran kata2 itu.Kini aku gagal membunuhnya." Berkata Tan Kiam Lam." "Sama-sama. "Tunggu dulu." "Tentu." "Dan satunya akan menderita kekalahan. Dan untuk selanjutnya." "Sudah siap?" Sin Hong Hiap mulai gatel." "Betul! Diantara kita berdua. "Aku tidak keberatan. satu diantara kita akan mengalami kemenangan. Sudah lama aku mengagumi Kepandaianmu." Berkata Sin Hong Hiap. kau berjanji." Sin Hong Hiap masih berdarah panas." "Sungguh bawel. dan hutang ini harus disaksikan olehmu. "Bagaimanakah agar aku dapat mengambil satu kebijaksanaan yang paling adil. tidak akan mengganggu urusanku lagi. sudah waktunya untuk menggaris bawahi urusan pasal ini.

" "Aku tidak mengharapkan kematianmu." Berkata Tan Kiam Lam. "Belum tentu aku yang mati. "Apa akibatmu bila kau yang menderita kekekalahan itu?" "Aku? Aku akan mengasingkan diri dari dalam rimba persilatan. Bila ia kalah. ia berkata." "Aku tahu Maksudku adalah mengganti. jalan satu-satunya jalan ialah bunuh diri. Hal ini untuk melenyapkan rasa malumu kepada semua orang." "Pikiran yang sama. Sin Hong Hiap tertawa. akhir babak tadi. bila kau menderita kekalahan. Kukira. ia balik mengajukan pertanyaan yang sama kepada orang yang bersangkutan. "Nama Pendekar Dewa Angin bukan didapat dengan mudah. apa akibatnya bila kau menderita kekalahan itu?" Hal ini tidak berani dibayangkan oleh sang Pendekar Angin. kau segera bunuh diri. kau harus menjaga nama ini baik-baik bukan." Berkata Sin Hong Hiap. "Saran yang bagaimana ?" Tan Kiam Lam menunjukkan senyum iblisnya. "Maukah mendengar saranku?" Berkata Tan Kiam Lam." ." "Kau pandai menduga isi hati orang."Sudahkah terpikir. Untuk menjaga pamornya.

" Bertanya Sin Hong Hiap. Terdengar suara Sin Hong Hiap nyaring. orang ini kakek bungkuk yang mendampingi Tan Ciu. mengapa Sin Hong Hiap tidak berani menerima? Bila Sin Hong Hiap tidak berani menerima saran ini. maka lenyaplah pamor kependekarannya. ." Satu saran yang sangat adil. Sin Hong Hiap mengkerutkan kedua alisnya. "Aku tidak mempunyai maksud untuk menduduki takhta ketua Benteng Penggantunganmu. betapa jahat sifat Tan Kiam Lam. kau tidak boleh bunuh diri. pasti sekali membawa banyak keuntungan bagi Tan Kiam Lam. "Aku bersedia diadili olehmu. Bila Tan Kiam Lam mempunyai itu keberanian untuk mengajukan usulnya. Dunia tidak akan aman seumur hidup mereka. Seorang lagi yang tidak mengharapkan kejadian itu. betapa lihai ilmu kepandaian Tan Kiam Lam." "Bila aku menderita kekalahan. "Bila aku berhasil memenangkan pertandingan?" "Ketua Benteng Penggantungan kuserahkan kepadamu. bila saja sampai terjadi Pendekar Dewa Angin itu barhamba kepada siketua Benteng Penggantungan. hal ini agak tidak mungkin." Berkata Tan Kiam Lam."Katakanlah. "Kau harus menghamba kepadaku." Berkata Sin Hong Hiap. Orang tua bungkuk itu paham." Berkata Tan Kiam Lam lagi. bila saja Sin Hong Hiap mau menyatukan diri. dan nangkring diatas pohon dimana kejadian itu.

" menyerang lawan tersebut." Ia memberikan pujian. "Baik aku menerima saranmu." Tan Ciu tidak percaya. "Baik!" Pendekar Dewa Angin Sin Hong Hiap sudah siap menerima serangan.. Hebat." "Aaaaa.. Orang tua bungkuk itu tertawa.." . kini ia balas menyerang. inilah saat2 yang sangat menentukan. Tubuhnya melesat dan Sin Hong Hiap menangkis serangan tadi. "Terimalah seranganku. dahsyat dan menegangkan. Ia juga membikin persiapan perang. "Sudah siap?" Sin Hong Hiap menjadi tegang. ada dua orang yang turut menonton pertandingan. Mereka adalah Tan Ciu dan seorang kakek tua yang bungkuk.. "Bagus. Diatas pohon. Tan Kiam Lam menekuk lengan tangan." Tan Kiam Lam mengundurkan diri satu tapak. tiba-tiba ia berteriak. ia memasang kuda-kuda dan berkata. Itulah pertempuran kelas berat. "Lima serangan untuk setiap orang?" "Betul! Perhatikan baik-baik.Akhirnya Sin Hong Hiap menggunakan kepala berkata. "Masing-masing telah mengirim lima kali serangan. Bayangan Tan Kiam Lam lenyap mendadak dikala terpeta kembali bentuk tubuhnya sudah mengirim lain serangan.

" 000-0dw0-000 Bercerita tenteng pertempuran yang terjadi diantara Sin Hong Hiap dan Tan Kiam Lam. terlalu cepat.." Berkata kakek bungkuk. "Masih sama kuat. Dua jago kelas berat itu masih berkutet masing-masing mencari kemenangan. Tan Kiam Lam juga tidak akan kalah. terlalu guram. Tapi mereka sama kuat. sama ulet. . tidak mudah untuk mencari kemenangan cepat. "Tidak ada habisnyakah pertempuran ini?" "Saksikanlah perlahan-lahan. . .. Gerakan Sin Hong Hiap lebih gesit lebih cekatan. lebih hebat." "Betul." "Bila sampai terjadi ." "Eeeh . ia hanya dapat melihat bayangan-bayangan yang bergerak-gerak." "Kau mengkhatirkan kekalahan Sin Hong Hiap?" Berkata kakek bungkuk itu. tapi tenaga dalam Tan Kiam Lam juga lebih berat. Masing-masing mempunyai keistimewaan mereka." Mata orang tua bungkuk itu sangat tajam sekali. "Siapa yang menduduki posisi menguntungkan?" Ia mengajukan pertanyaan. tidak seorang pun yang dapat mengalahkan pihak lawan.Tan Ciu belum dapat mengikuti pertandingan kelas berat tadi." "Tapi jurus-jurus mereka tidak sama. " "Dua-duanya tidak akan berhasil menyelesaikan pertarungan ini. Tidak diketahui. "Belum terlihat. "Jangan takut. siapa yang mempunyai kesempatan menang. Sin Hong Hiap tidak akan kalah.

tidak segera melakukan penyerangan. Tan Ciu dan kakek bungkuk melakukan percakapan. telapak tangan. mereka harus berubah taktik perang. masih terlihat ketegangan-ketegangan yang belum selesai. Deru angin yang ditimbulkan oleh pukulan-pukulan dua jago itu mendesak semua orang yang menonton pergi jauh. Gerakan mereka berada diluar dugaan para penontonnya. Kali ini gerakan mereka lambat. wakil ketua Benteng Penggantungan juga dipaksa menjauhi lapangan. Terdengar suara beradunya bayangan itu terpisah. masing-masing berputar. tapi. Dan yang terakhir. . Tan Kiam Lam menggunakan tangan kiri. Setiap tangkisan pasti disertai dengan serangan balasan yang tidak kalah hebatnya. butiran peluh mulai mengetel turun dari jidat dua jago itu. menutup serangan itu. Tangan Sin Hong Hiap diraihkan. dua Wajah dua orang yang bertempur telah menjadi pucat. ia mengirim satu pukulan. menyakar kearah wajah Tan Kiam Lam. hal itu penting mengingat kekuatan lawan yang luar biasa. Cepat sekali gerakan tadi. berbareng.Seperti apa yang telah diramalkan oleh siorang tua bungkuk yang masih mendampingi Tan Ciu tidak satu pun dari kedua jago itu yang dapat mengalahkan lawan mereka. Diatas dua orang yang sedang bersitegang itu. Pertempuran masih berlangsung terus. Setelah terpisah Tan Kiam Lam dan Sin Hong Hiap mulai mengadakan penyerangan baru. dengan tangan kanannya.

"Lihat!" Berkata orang tua bungkuk." "Sayang aku tidak dapat mengikuti setiap jurus serangan mereka. pertempuran sengit terjadi lagi." Dua orang yang baru disebut." . "Jangan menggoda. Gadis2 selalu menyelubungimu. sampai sekarang masih belum ada seorang yang dapat mengalahkan Tan Kiam Lam atau Sin Hong Hiap. Tiba-tiba Tan ciu berteriak. "Bila aku tidak cepat menemuinya. Wajah Tan Ciu menjadi merah." "Apa yang kau lupakan?" "Seorang gadis menantikan dimulut lembah.. "Bila kau mengikuti pertandingan tadi ilmu kau akan mendapat kemajuan pesat. "Celaka. Hanya terlihat dua bayangan yang bergulung-gulung menyelubungi tubuh mereka. didalam waktu tiga jam setelah perpisahan tadi. "Didalam rimba persilatan." Orang tua bungkuk itu tertawa. "Menurut apa yang kutahu.. "Hampir aku melupakannya." "Mengapa?" Orang tua bungkuk memandang heran." Ia berkata." "Ha. ia segera menerjang masuk kedalam Benteng Penggantungan. mungkinkah tidak ada orang yang dapat mengatasi dua orang ini?" Tan Ciu bertanya." Tan Ciu b>erkata terus terang. Tan Kiam Lam dan Sin Hong Hiap mengeluarkan suara lengkingan mereka.

." "Huh! Begitn enak?" Bentak orang tua bungkuk itu." "Maksudmu. Aku melarang kau meninggalkau Benteng Penggantungan. Tan Kiam Lam di Utara dan Sin Hong Hiap diselatan. Setelah itu." "Hal ini tidak boleh terjadi. terdengar suara benturan yang bergelegar." "Ingin meninggalkan aku?" "Hanya sementara." "Kau takut kepada Tan Kiam Lam?" "Pertanyaan yang lucu."Biar saja mengamuk didalam Benteng Penggartungan." Berkata kakek bungkuk. itulah tenaga tenaga Tan Kiam Lam dan Sin Hong Hiap yang bergumul menjadi satu. "Mengapa?" Orang tua bungkuk itu tidak mengerti. Aku harus menemui Co Yong dahulu." Berkata Tan Ciu. Kau tidak perlu menguwatirkan keselamatannya. dua bayangan terpisah. Tan Kiam Lam tidak sempat menghadapi musuh kedua. bagaimana dapat dikurung didalam kamar tahanannya?" Tiba-tiba." "Mengapa?" "Aku membawa kau keluar dari kamar tahanan dan aku wajib membawa kau kembali kekamar tahanan itu lagi. "Bila kau tidak takut padanya." "Akan kuberi tahu kepadanya tentang kesulitanku. "Aku belum mau turut dengannya. "Kau memang pandai main asmara. Masing-masing memandang lawan tanpa berkedip.

tiga kali. Sin Hong Hiap mempunyai kecepatan yang luar biasa ia harus menggunakan keahliannya itu. main putar-putaran beberapa jam. sehingga jago copot tenaga. itulah ilmu tenaga dalam. .Bagaikan dua ekor binatang buas mereka ingin menemukan mangsanya. atas. Tan Kiam Lam juga ingin menggunakan kepusakaannya. lainnya ingin mengulur waktu... bila dapat menggunakan ilmu meringankan tubuh. Sin Hong Hiap juga dapat melihat kelemahan Tan Kiam Lam. terus menerus. Pendekar Dewa Angin. Sayang hal itu tidak bisa terjadi. ia memukul kearah Sin Hong Hiap. Sin Hong Hiap mengangkat sebelah tangannya. tenaga dalam lawan bukanlah tandingannya.. inilah persiapan untuk meneruskan pertandingan itu. Bila yang satu ingin cepat-cepat menyelesaikan pertempuran itu. Masing-masing mempunyai pikiran mereka. pasti ia mempunyai banyak kesempatan untuk menjatuhkan si ketua Benteng Penggantungan. Tiba-tiba . ia harus memaksa Sin Hong Hiap mengadu tenaga dalam. tengah dan bagian bawah. Tangan Tan Kiam Lam dimajukan kedepan. Tan Kiam Lam bergerak terlebih dahulu. jago tua ini pun belum kalah. kekuatan mereka seimbang. Tan Kiam Lam telah dapat melihat kelemahan lawannya.

Sin Hong Hiap meluncur keatas kepala orang. Masih belum ada tanda-tanda memenangkan pertandingan itu. bukan mustahil dia orang jadi gepeng remuk. mengarah batok kepala ketua Benteng Penggantungan itu. baik yang akan Seperti apa yang telah dikemukakan oleh orang tua bungkuk kedalam Benteng Penggantungan pertempuran yang seperti itu tidak mungkin mencapai satu hasil kemenangan. Dua puluh jurus. Tan Kiam Lam dan Sin Hong Hiap tidak boleh kalah.. Tiba tiba. Satu bayangan melesat cepat. ia menurunkan tangannya.... langsung menerjunkan dirinya kedalam pertempuran... Sepuluh juru.... Tan Kiam Lam dan Sin Hong Hiap terdorong mundur.. juga tidak dapat memenangkan pertandingan itu. Dan sekali lagi. Orang tua bungkuk terkejut.. berkutetan ilmu silat itu berlangsung. serangan bersama dan tenaga Tan Kiam Lam serta Sin Hong Hiap bukanlah tenaga yang mudah diterima... dari sana. pukulan-pukulan jatuh kepada orang tersebut. mereka tidak memperdulikan masuknya orang itu. dua pasang tangan mengganti arah. Tan Ciu menjerit.. Tan Kiam Lam dan Sin Hong Hiap masih ngotot seru. Pertempuran itu .. Tiga puluh jurus. Kejadian yang diluar dugaan terjadi.

. orang yang datang berhasil memisahkan dua jago itu. Ternyata masih banyak tokoh silat muda yang berkepandaian tinggi. . aku telah menjadi katak didalam tempurung. "Tidakkah kau lihat. . Disana berdiri seorang gadis berbaju putih." Berbicara Cang Ceng Ceng yang telah memisahkan pertempuran itu." "Uh. Tan Ciu melebarkan mulutnya besar-besar. bila tidak. "Gadis inikah yang kau maksudkan?" "Betul.. itulah Cang Ceng Ceng. Orang tua bungkuk mengoceh. Orang tua bungkuk berkata.. "Siapakah ketua Benteng Penggantungan?" . . memandang dua orang dan berkata kepada mereka.terhenti. maka ditinggalkannya gadis tersebut didepan Benteng Penggantungan. . "Heran.Heran." "Mengapa?" Tan Ciu memandang dengan sinar mata heran. Siapakah yang mempunyai kekuatan luar biasa dapat memisahkan Tan Kiam Lam dan Sin Hong Hiap.. . Tidak kusangka. tentu ia dapat mengajak dirinya... bahwa Tan Kiam Lam dan Sin Hong Hiap berhasil dipisahkan olehnya?" Tan Ciu tidak menyangka bahwa Cang Ceng Ceng mempunyai kekuatan yang berada diatas Tan Kiam Lam dan Sin Hong Hiap.. Sungguh tidak kusangka .

"Mengapa?" Tan Kiam Lam tertawa. aku harus menolongnya." "Tan Ciu?" "Betul." "Dapatkah nona menunggu sebentar. "Kalian masih ingin meneruskan pertempuran?" Cang Ceng Ceng bertanya kepada Tan Kiam Lam dan Sin Hong Hiap. "Tan Ciu telah berhasil menemuiku. dikatakan olehnya." Ia maksudkan urusan pertempurannya dengan Sin Hong Hiap yang belum mendapat penetapan. "Aku harus bicara "Tentang urusan apa?" "Aku ingin meminta orang. "Urusan kami ini segera selesai. Kami telah berjanji." Berkata Tan Kiam Lam. "Beri kesempatan kepadaku Berkata Cang Ceng Ceng. "Ada urusan apa?" Cang Ceng dengannya. Ia masuk kedalam Benteng Penggantungan. sehingga saat ini ia belum menampilkan diri lagi. bila tidak keluar lagi." Tan Kiam Lam tertawa.Tan Kiam Lam mengerutkan kedua alisnya. untuk menemuinya. ia membuka suara. Dan ternyata." "Meminta orang? siapakah orang yang ingin kau minta itu?" "Tan Ciu. kini masih berada didalam benteng. pasti telah terjadi sesuatu." Ceng berkata." "Kau Tan Kiam Lam?" Bertanya Cang Ceng Ceng. . katanya.

"Betul. "Baiklah. Tidak mungkin dapat mengalahkan satu diantaranya." Hampir berbareng. Hal itu pun akan mengakibatkan kematian." Berkata Pendekar Dewa Angin itu. Hal yang seperti diatas mempunyai kemungkinan yang paling kecil." Tan Kiam Lam dan Sin Hong Hiap memuji kepintaran yang seperti ini." Cang Ceng Ceng memandang "Bagaimana pendapatmu?" Sin Hong Hiap. copot sukma." "Mengganti cara pertempuran?" . "Mengapa?" "kalian memiliki keahlian yang setaraf. "Kukira sulit. kemudian berkata. "Seharusnya ada ketetapan. "Belum ada permusuhan yang mendalam mengapa tidak kalian dapat mendamaikan perkara?" Tan Kiam Lam berkata. kemungkinan besar menjadi nekad. Dan Cang Ceng Ceng berkata lagi. mungkin mengakibatkan kematian seorang lainnya. Lebih besar. Kecuali menggunakan akal licik. Tapi ada banyaknya bila kalian bersedia mengganti cara pertempuran. siapa yang memenangkan pertandingan ini. Masing-masing diam ditempat. Dan bila seorang yang belum mati itu penasaran. mati karena kehabisan tenaga." berkata Cang Ceng Ceng. "Tidak mungkin kalian dapat menghasilkan sesuatu keputusan. Cang Ceng Ceng berpikir sebentar. dua orang itu memberi jawaban.

" Berkata Sin Hong Hiap. bila siapa yang dapat menyebut tepat. Berarti orang itulah yang mempunyai pandangan mata lebih tajam. "Tunggu dulu. "Pertaruhan apa?" "Nona tidak perlu tahu." Berkata Tan Kiam Lam dan Sin Hong Hiap." "Baiklah. akan ku pertonton satu gerakan."Betul. saran Cang Ceng Ceng itu sangat menguntungkan mereka. "Aku dapat menerima saran ini. maka ia bertanya kepada mereka. Dan bila sama-sama berhasil menyebut nama itu. Tentu saja." Ia berkata cepat. aku membuat gerakan2 yang berikutnya sampai ada satu penentuan." Tan Kiam Lam menganggukkan." Ia berkata." Dan dipandangnya Sin Hong Hiap seraya bertanya. Sin Hong Hiap juga tidak keberatan. Kalian tidak perlu mengadu jiwa. mereka dapat menyebut gerakan tipu silat dari golongan mana juga. Itulah hasil pengalaman-pengalaman mereka yang lama. "Bagaimana dengan pertaruhan yang telah kita tetapkan. tanpa berkeringat. Tapi aku yang mengeluarkan acara." "Silahkan. Cang Ceng Ceng tidak dengar perjanjian yang telah ditetapkan oleh Tan kiam Lam dan Sin Hong Hiap. Tiba-tiba Tan Kiam Lam berkata. Kini aku akan mulai. ." "Masih berlaku. ia menyetujui usul ini. Cang Ceng Ceng sudah mulai siap. "Baik. Ia ditetapkan sebagai pemenang pertandingan.

"K a t a k a n l a h !" Tan Kiam Lam mengerutkan keningnya Sin Hong Hiap mengketapkan mulutnya. Tan Ciu dan orang tua bungkuk turut menyaksikan tontonan itu. ia mengutamakan lompat dan tipu yang Cang Ceng Ceng gerakan tadi bukanlah dua macam tipu itu. Ilmu apakah yang Cang Ceng Ceng gunakan tadi.. dikala hampir menginjak tanah.Tubuh Cang Ceng Ceng melejit tinggi. Tan Kiam Lam juga tertegun. Gerak tipu Le ie hoan-seng berarti ikan emas berjumpalitan. lurus keatas. ilmu itu bukan tipu Lee ie hoan-seng. Tipu Hee-teng-tiam-seng berarti.. Tetapi siapapun tidak . lagi-lagi ia berjumpalitan sangat bagus. Kejadian berikutnya ialah. Disana ia berjumpalitan dua kali. Terdengar Cang Ceng Ceng berkata." Tentu saja orang tua bungkuk itu tidak mengetahui ilmu apa yang dikerahkan oleh Cang Ceng Ceng. Mereka meleletkan lidah. juga bukan Teng-tiamseng. buh. setelah itu.. Ia pun tidak bisa bicara. itulah gerakan meringankan tubuh yang sempurna. Tan Kiam Lam dan Sin Hong Hiap ingin menyebut nama gerakan itu dengan segera. Ia mementingkan lincahnya gerakan. "Buh.Ilmu apakah yang dimainkan olehnya. Cang Ceng Ceng berdiri dihadapan Tan Kiam Lam dan Sin Hong Hiap. Orang tua bungkuk mengeluarkan ocehan. dengan enteng melayang turun kebawah. Cabang menotol air. meluncur cepat. sangat menarik. "Katakanlah" berkata lagi Cang Ceng Ceng kepada dua jago dihadapannya.

Gadis berbaju putih itu menengok kekiri. .. bila tidak dapat menyebut gerakan Cang Ceng Ceng itu mereka harus menerima kekalahan. hal inilah sangat menjengkelkan sekali. Cang Ceng Ceng berkata. tetapi hanya dengan satu gerakan seorang gadis yang tidak ternama. Boleh dibayangkan didalam rimba persilatan. perbedaan yang sangat menyolok sekali bila dibandingkan dengan keadaan Tan Kiam Lam dan Sin Hong Hiap. Cang Ceng Ceng tersenyum memandang dua orang dihadapannya. tidak seorang dari mereka yang dapat menyebutnya.. Cang Ceng Ceng menengok kekanan. mereka berdua adalah jago yang belum pernah dikalahkan. disana Tan Kiam Lam tidak dapat memberikan jawaban. keadaan yang seperti itu menyebabkan kemarahan Tan Kiam Lam dan Sin Hong Hiap. keadaan seperti itu adalah sangat canggung sekali. tetapi tidak dapat menyebut nama gerakan yang Cang Ceng Ceng perlihatkan kepada mereka.dapat menyebutnya ilmu yang digerakkan oleh Cang Cerg Ceng tadi adalah ilmu yang belum pernah terlihat oleh mereka. Yang lebih menjengkelkan lagi. disini Sin Hong Hiap juga tidak bisa menyebut tipu gerakannya. Tan Kiam Lam dan Sin Hong Hiap ingin merebut kemenangan. keadaan itu sangat menegangkan. "Bagaimana?" Tidak ada jawaban. Bagi Tan Kiam Lam dan Sin Hong Hiap.

. . Keadaan sejenak itu tegang lagi.. wadjah Tan Kiam Lam matang biru. ." Putusan gadis berbaju putih itu tepat. Empat puluh satu. . Cang Ceng Ceng berkata.. Hati Tan Kiam Lam dan Sin Hong Hiap mencelos." Wajah Sim Hong Hiap pucat pasi.. dua. Tentu saja..." Cang Ceng Ceng tetap menghitung angka-angka itu... apa nama gerakan ilmu silat itu..... tipu apa yang diperlihatkan oleh gadis berbaju putih itu? Mengapa sangat aneh sekali! Tetapi hasilnya sangat mengecewakan. tentu saja mereka tidak tahu." Cang Ceng Ceng terus mulai menghitung angka2 tersebut." Ahirnya Cang Ceng Ceng selesai menghitung angka yang telah ditetapkan. "Satu. kalian kalah. Sin Hong Hiap dan Tan Kiam Lam tidak dapat memberikan jawaban mereka. "Empat puluh. Belum pernah ada gerakan yang seperti diperlihatkan oleh Cang Ceng Ceng tadi. mereka tak dapat menyebut nama gerakan itu.. kalian tidak dapat menyebut nama gerakan tadi. "Katakan. "Lima puluh. aku mulai menghitung. tiga. Cang Ceng Ceng berkata. .. Tan Kiam Lam dan Sin Hang Hiap masih berusaha mencari jawaban untuk menyebut nama gerakan Cang Ceng Ceng tadi.. "Kalian berdua kalah. bila kuhitung hingga lima puluh. empat puluh dua.Tan Kiam Lam dan Sin Hong Hiap telah berusaha mengolah isi pengalaman mereka.

Tan Kiam Lam dan Sin Hong Hiap kalah. kalian tidak dapat menerima putusanku?" Sin Hong Hiap berkata. tak ada kemenangan bagi mereka. Maka putusan adalah. Demikian pun Tan Kiam Lam. orang itu harus tahu.Sin Hong Hiap tidak dapat menyebut nama gerakannya." Tan Kiam Lam berkata. ribuan macam tipu gerakan yang aneh sulit dan entah berapa banyak macam lagi. "Dengan alasan apa. berkata gadis ini kepada mereka. demikian pun tipu yang kami pelajari setiap orang tidak sama. semua orang tidak terbatas pada sesuatu macam ilmu saja. Siapa yang dapat memenangkan pertandingan. "Aku pun mempunyai pendapat yang sama dengan apa yang Sin tayhiap kemukakan. "Didalam ilmu silat." Tan Kiam Lam juga mengajukan protes. "Aku juga tak dapat menerima putusanmu. ." Cang Ceng Ceng memandang dua jago itu alis matanya berkerut. aku sudah mengadu tipu dengan kalian. "Aku tidak dapat menerima putusan ini. Terdengar suara Sin Hong Hiap berteriak. tetapi maksudku baik. jago ketua Benteng Penggantungan itu juga tidak dapat menyebut nama gerakannya." -ooo0dw0oooJilid 11 CANG Ceng Ceng berkata. "Kalian berdua sungguh tidak mengenal aturan. Ilmu yang kau pelajari tidak dapat kita sebut.

" Kata-kata si ketua Berteng .." Tan Kiam Lam dan Sin Hong Hiap saling pandang. Tan Kiam Lam berkata. "Dengan demikian.mengapa kalian tidak dapat menyebut sama gerakan tipuku. maka dua jago yang memandang dan menyaksikan tidak dapat menyebut sama sekali." Berkata Cang Ceng Ceng memberi keputusan. Kejadian berikutnya ialah Cang Ceng Ceng memperlihatkan gerakan-gerakan lainnya. bila masih mempunyai kesempatan. Tan kiam Lam dan Siu Hong Hiap tidak dapat menyebut nama tipu yang Cang Ceng Ceng perlihatkan itu. boleh kita bertanding lagi.. "Sin TayHiap. Cang Ceng Ceng memperlihatkan gerakan lainnya." "Siapapun tidak dapat memenangkan pihak lainnya." Tan Kiam Lam mengguman. "Bagaimana pendapat Sin Tayhiap?" "Aku dapat menyetujui putusan ini. oleh karena itu seharusnya menyerah kalah. kami berdua. Cang Ceng Ceng berkata. Ia sangat kecewa sekali. sangat aneh dan sangat luar biasa tipu itu belum pernah terlihat didalam rimba persilatan.. "Kalian berdua sama kuat. "Perlihatkanlah lain tipu gerakannya!" berkata Tan Kiam Lam. Seperti juga dengan gerakan yang pertama." Tan Kiam Lam memandang Sin Hong Hiap katanya.. "Kalian berdua sudah seharusnya menyerah kalah." Berkata Sin Hong Hiap dengan nada tawar.

bolehkah aku mengajukan satu permintaan?" "Silahkan. Sin Hong Hiap menganggukkan kepalanya." Cang Ceng Ceng belum mengetahui apa yang telah terjadi diantara Sin Hong Hiap dan Tan Ciu. "Baik. Akhirnya pertempuran dari Sin Hong Hiap dan Tan Kiam Lam tidak mendapatkan ketetapan. tidak seorang pun dari mereka yang memenangkan pertandingan. Maka ia agak bingung juga mengbadapi kata Sin Hong Hiap tadi. Cang Ceng Ceng berhasil memisahkan pertandingan itu. Sin Hong Hiap dan Tan Kiam Lam telah menghilangkan rasa idndam mereka." Berkata Cang Ceng Ceng. tapi cukup mengesankan. Kini Sin Hong Hiap menghadapi Cang Ceng Ceng dan berkata." "Bolehkah kepadanya ?" aku menyampaikan sedikit kata-kata "Entah urusan apa ?" "Satu hari aku akan mencarinya. setelah . Sin Hong Hiap tidak banyak memberi keterangan tentang terjadinya persengketaan dengan Tan Ciu. "Nona. Mereka sama kuat sama ulet. "Kau kawan Tan Ciu ?" "Betul." "Mengapa mencari Tan Ciu ?" "Aku akan menuntut balas atas kematian muridku." jawabnya singkat.Penggantungan itu diajukan kepada si pendekar Dewa Angin Sin Hong Hiap.

ia membalikkan badan.berkata. "Mari kita kembali. "Kembali kemana?" ”Darimana kita datang. Tan Kiam Lam masih berdiri ditempatnya. Bercerita kakek bungkuk dan Tan Ciu." berkata Tan Ciu yang ingin menemui Cang Ceng Ceng. sudah pasti kau dapat bertemu dengannya. Ia harus baik-baik menghadapi persoalan itu." "Aku tidak mau kesana lagi." "Legakanlah hatimu. ia ingin mencarimu. katanya. orang tiua bungkuk itu tidak mengijinkan Tan Ciu bicara dengan Cang Ceng Ceng. Yah! Tentu saja. Soal yang sangat penting baginya. kesitulah kita harus kembali. bayangan itu telah pergi jauh." "Mengapa?" "Aku ingin menemui nona Cang. tubuhnya melesat cepat bagaikan angin lewat. ia ingin sekali menemui Cang Ceng Ceng. Agaknya ia sedang memikirkan suatu soal yang sangat rumit.' "Berilah kesempatan kepadaku untuk bicara dengannya." Berkata kakek bungkuk itu. "Kembali kekamar tahanan?" "Tentu. Setelah pertandingan selesai. tentu saja ketua Benteng Penggantungan itu mengetahui rahasia ." Tan Ciu mengkerutkan keningnya. kakek bungkuk itu berkata. karena Tan Kiam Lam masih berada disana. Sin Hong Hiap meninggalkan Benteng Penggantungan.

. Orang tua bungkuk mengejar. orang tua bungkuk itu menyeret si pemuda dan kembali kedalam tahanan Benteng Penggantungan. Terpaksa Tan Ciu mengikuti orang tua bungkuk tersebut. dan lenyap tidak terlihat. maka orang tua bungkuk itu tak memberi ijin." Tanpa banyak memberi kesempatan kepada Tan Ciu. kita orang sudah berada dalam kamar tahanan. Orang tua bungkuk mengangkat kedua pundaknya. mengikuti arah pandangan mata orang. Jangan kau mencelakakan diriku." "Aku takut kepadanya. kepala berangguk-angguk. "Kembalilah dahulu. ia menengok kearah rimba tidak terlihat sesuatu. seraya ia membentak. Tan Ciu tertegun.dirinya." "Mengajak Cang Penggantungan?" Ceng Ceng kedalam Benteng "Betul. sebelum Tan Kiam Lam masuk kedalam benteng Penggantungan. "Siapa?" Satu bayangan melesat cepat. Tiba-tiba ." "Pasti Tan Kiam Lam mengajaknya kedalam." "Mengapa terburu-buru. Orang tua bungkuk yang menggandeng Tan Ciu melakukan perjalanan masuk kedalam Benteng Penggantungan itu menghentikan langkahnya. . matanya yang tajam menyapu kearah rimba seolah-olah ada sesuata yang aneh. .

" Berkata orang tua bungkuk.. "Seorang yang mempunyai wajah yang mirip sekali dengan Tan Kiam Lam. berkata Tan Ciu ." memandang orang tua bungkuk itu.. "Betul." "Mengerti tentang apa?" "Tan Kiam Pek mempunyai maksud-maksud tujuan tertentu. "Betul." Berkata Tan Ciu. Mengapa? Mengapa Tan Kiam Pek ingin menimbulkan huru-hara ini? Dengan alasan apa Tan Kiam Pek memancing pertempuran Sin Hong Hiap dan Tan Kiam Lam? Kakek bungkuk berkata. "Kau mengatakan bahwa Tan Kiam Pek yang memancing Sin Hong Hiap ke Benteng Penggantungan?" bertanya kakek bungkuk. "Siapa orang itu ?" "Kau tidak melihat ?" "Tidak. dia Tan Kiam Pek. mengertilah sudah. "Oh... dengan alasan apa Tan Kiam Pek juga berada ditempat Benteng Penggantungan? Dan tentang pertempuran hebat yang telah terjadi diantara Sin Hong Hiap dan Tan Kiam Lam disaksikan juga olehnya." Berkata Tan Ciu." Sungguh-sungguh Tan Ciu tak mengerti." Berkata Tan Ciu." "Aku masih belum mengerti.Tan Ciu mengadakan pertanyaan. "Oh.

" . tadi. mengapa dikatakan ia yang menjanjikan pertempuran itu! Gadis berbaju putih Cang Ceng Ceng tertawa. ia menggigil. Orang tua bungkuk itu tertawa." "Tentu . aku pun dapat mencuri beberapa tipu silat mereka.. Jago ini masih belum mengerti jelas mengapa Sin Hong Hiap menantang dirinya." Cang Ceng Ceng berkata.Berkata lagi sikakek bungkuk. "Bawa diriku untuk bertemu dengan Tan Ciu.. "Hai mengapa kau?" Tan Kiam Lam terkejut. bila aku mempunyai maksud tujuan yang sama.. "Tan Kiam Pek berada ditempat ini menyaksikan pertempuran yang sudah terjadi diantara Tan Kiam Lam Sin Hong Hiap. menyaksikan dan mengintip pertempuran dari kedua tokoh tadi. "Maafkan. Bercerita Tan Kiam Lam didepan pintu Bentengg penggantungan.. maksudnya ialah ingin mengetahui perobahan-perobahan tipu silat dari mereka. bukankah menjadi seorang tokoh silat tanpa tandingan?" "Betul." berkata Tan Ciu. tersipu-sipu ia berkata. Katanya." berkata Tan Ciu. "Maksud Tan Kiam Pek sangat jelas. "Mari kita kembali kedalam penjara. Dan bila ia dapat menyaksikan ilmu-ilmu yang tiada tara itu." Tan Ciu diseret masuk lagi.

dan berpaling kebelakang. Memandang lenyapnya bayangan Co Yong Yen dan Cang Ceng Ceng.?" "Aku harus mengurus sesuatu." "Baiklah." Perintah Tan Kiam Lam. satu diantaranya ialah wakil Benteng Panggantungan. "Pocu ada perintah!" Berkata mereka berdua segera. "Hu-pocu. setelah itu segera masuk juga. Tan Kiam Lam menyapukan pandangannya kepada Pek Hong dan Cie Yan. Maka wakil ketua benteng Penggantungan Co Yong Yen mengajak Cang Ceng Ceng masuk kedalam benteng itu. disana terdapat orang-orangnya. "aku mengutus kalian untuk menyelidiki sesuatu hal. Benteng "Baik. "Pek-hiancu." "Bawa nona ini masuk kedalam Penggantungan. Cie-hiancu!" Pemuda berbaju putih Pek Hong dan orang tua dingin Cie Yan segera membawakan sikap yang siap siaga." berkata Cang Ceng Ceng. Tan Kiam Lam menganggukkan kepala dan berkata. Cang Ceng Ceng memandang Tan Kiam Lam dan mengajukan pertanyaan. "Bagaimana dengan dirimu." "Siap.Ketua Benteng Penggantungan menganggukkan kepalanya." . panggilnya pada mereka. dan berkatalah kepada orang itu." Berkata si wakil ketua Benteng Penggantungan Co Yong Yen.

Dua orang ini berhenti lagi. "Hem . matanya berputar kedatangan Cang Ceng Ceng yang sangat mendadak itu mengejutkan dirinya." Dengan membawa senyuman iblisnya." Berkata Tan Kiam Lam kepada kedua orang itu. Ia mendengus. dan perkara ini harus jelas." "Manakala kalian berdua tidak dapat menunaikan tugas dengan baik. bagaimana ia harus menghadapinya.. kalian akan mendapat hukuman."Urusan apakah itu?" "Siapa yang berani menggunakan namaku mengundang si Pendekar Dewa Angin Sin Hong Hiap ke Benteng Penggantungan.. Kini Tan Kiam Lam seorang diri. ia berdiri didepan Benteng Penggantungan." Berkata Tan Kiam Lam gagah. Disini telah menunggu Cang Ceng Ceng dengan tidak sabaran. Pek Hong dan Cie Yan segera menjalankan perintah. Sebentar kemudian ia melihat kedatangan Tan Kiam Lam.. Tan kiam Lam segera mendapat suatu akal. "Dimana Tan Ciu berada?" . Tan kiam Lam masuk kedalam Benteng Penggantungan.. Mereka memberi hormat kepada Tan Kiam Lam dan meninggalkan Benteng Penggantungan. aku harus." "Ingat. segera ia memapakinya dan bertanya.." "Baik. "Kuberi waktu sepuluh hari. Apa lagi mengingat ilmu kepandaian gadis itu yang sangat tinggi sekali. mengerti?" "Mengerti.

"Tentang hal apa?" "Kau adalah kawan baik Kui-tho cu bukan?" Bertanya Cang Ceng Ceng. "Mari kau ikut kepadaku. tetapi menuju ke suatu ruangan. Dan ketua Benteng Penggantungan mengajaknya kedalam ruangan rahasia dibawah tanah. "Silahkan nona duduk. memandang kepada ketua Benteng Pengantungan tersebut dan bertanya kepadanya." Tan Kiam Lam menatap gadis berbaju putih itu tajamtajam dan ia berkata. Tan Kiam Lam mengambil tempat dihadapan gadis berbaju putih itu ia pun duduk." Tan Kiam Lam menyangkal." Cang Ceng Ceng mengikuti Tan Kiam Lam.Tan Kiam Lam menggapaikan tangannya berkata. ia tidak mengajak Ceng Ceng ketempat kamar tahanan. duduk dibangku yang telah ditetapkan. . Cang Ceng Ceng mengerutkan kedua alisnya. ada suatu hal lain ingin kuajukan kepadamu. maksudku untuk menemuimu bukan saja ingin bertemu dengan Tan Ciu. "Tan Kiam Lam. "Bukan. tetapi ia mengikuti petuniuk Tan Kiam Lam. "Dimana Tan Ciu?" Tan Kiam Lam menunjuk ke suatu bangku dan berkata." Cang Ceng Ceng semakin heran. Tan Kiam Lam mempunyai maksud menjual dodolnya. Cang Ceng Ceng membuka suara. aku tidak kenal dengan Kui-tho cu.

" "Katakanlah lekas." berkata gadis itu.. Cang Ceng Ceng menggunakan otaknya berpikir." "Betul. "Aku memang tidak kenal dengan orang yang kau katakan itu. "Kini giliranku yang ingin mengajuan pertanyaan ini kepadamu." "Kau kawan Tan Ciu." . ketua Benteng Penggantungan ini berkata." Cang Ceng Ceng mendongakkan kepala.. "oh. dan ia harus menemui Kui tho-cu." "Kawan baik. Tan Kiam Lam tertawa." "Ilmu kepandaianmu menjadi gurumu ?" hebat sekali. seharusnya hanya Tan Kiam Lam yang mengetahui dimana Kui tho cu itu berada. siapakah yang "Guruku melarang menyebut namanya." Berkata Cang Ceng Ceng. bolehkah mengetahui nama nona ?" "Aku Cang Ceng Ceng.. "Ouw. katanya."Sungguh tidak kenal?" Gadis berbaju putih Cang Ceng Ceng meminta ketegasan. "Katakanlah." "Kekasihmu." Berkata Tan Kiam Lam. Nona Cing aku ada urusan lain." "Hemmmmm..

"Aku tidak tahu. Tan Kiam Lam dapat menduga tepat. besar kemungkinannya." Cang Ceng Ceng menganggukkan kepala lemah.Kekasih?. "Tapi. "Aku .. = oo-OdwO-oo = Bercerita Tan Kiam Lam dan Cang Ceng Ceng dalam kamar ruangan dibawah tanah. Cang Ceng Ceng agak tertegun mendapat pertanyaan seperti ini. aku tidak tahu. Cang Ceng Ceng "Tentunya kau sangat cinta kepadanya bukan?" "Hemmm . . Tan Kiam Lam telah mendapat kepastian babwa Cang Ceng Ceng sangat mencintai Tan Ciu. Tan Ciu membalas cintamu?" Bertanya lagi Tan Kiam Lam." akhirnya memberikan jawaban seperti ini. sungguh-sungguh cinta kepada Tan Ciu?" Bertanya Tan Kiam Lam. Tan Ciu juga cinta kepadamu ?" Tan Kiam Lam mengajukan pertanyaan ini dengan mata tidak berkesiap.. "Ehm. Cang Ceng Ceng menganggukkan kepalanya lagi...." Sambung gadis baju putih. memang ia belum terpikir sampai kesitu... "Maksudmu. kukira ia tidak benci kepadaku. "Nona. dari sinar mata gadis itu ia mengetahui bahwa Cang Ceng Ceng cinta kepada Tan Ciu. hal ini penting bagi dirinya." berkata Cang Ceng Ceng gugup. rencananya semakin masak lagi.

katakanlah.." "Aku."Hei. dengan demikian ia lebih menambah minat gadis itu untuk mengetahui apa yang dikatakan olehnya. Dengan sabar Tan Kiam Lam berkata. tapi kau jangan bersedih.. bila tidak... Cang Ceng Ceng menantikan jawaban ketua Benteng Penggantungan itu. "Kukira kau telah terperdaya olehnya. mengajukan pertanyaan ini sampai berulang kali?" Cang Ceng Ceng agak naik darah." Berkata Tan Kiam Lam.. dengan sekali pukulan aku dapat menghancurkan kepalamu. "Apa arti kata-katamu ini?" "Ah . ia berkata dengan suara keras." "Tidak mungkin. Tan Ciu adalah seorang pemuda yang suka mempermainkan wanita. "Aku akan berkata." seolah-olah Tan Kiam Lam dipaksa. seharusnya tidak boleh kukatakan kepadamu. "Sebaiknya kau lupakan kata-kataku tadi. "Katakan sekali lagi." berkata Tan Kiam Lam. Dengan wajah beringas Cang Ceng Ceng maju setapak. Cang Ceng Ceng bangkit dari tempat duduknya.. katanya segera." "Baiklah...." Tan Kiam Lam berkata dengan pelahan.." Cang Ceng Ceng tertegun.." Tan Kiam Lam sengaja tidak meneruskan kata-katanya. "Apa?" . dengan tidak mengerti ia bertanya. "Katakan.

" "B e t u l ?" pemuda yang sering "Betul. . aku tidak percaya. . "Kau tidak percaya?" "Aku tidak percaya. tidak enak didengar." Wajah Cang Ceng Ceng berubah menjadi pucat. Tan Ciu bukanlah pemuda seperti apa yang kau katakan.." "Tidak. Sudah jeias dan gamblang sekali bahwa rentetan kejadian itu adalah susulan berencana yang telah dikeluarkan. ia mempunyai seorang murid yang bernama Co Yong." Dengan suara yang penuh derita Cang Ceng Ceng berkata.." Cang Ceng Ceng berteriak suaranya sangat aneh. Penuh dengan ketegangan dan ketakutan. ditinggalkannya begitu saja.. "Ingin melihat bukti?" . . ia berteriak. ." kata Cang Ceng Ceng." "Tidak percaya. "Gadis mana yang telah dipermainkan olehnya?" Dengan menghela napas Tan Kiam Lam berkata. . Lebih dari pada itu. tidak mungkin. itulah wanita yang mengantarkanmu tadi."Tan Ciu adalah seorang mempermainkan wanita. setelah mereka berkenalan. Disini letak kejahatan dari Tan Kiam Lam. karena permainan Tan Ciu tadi Co Yong menjadi gila. "Aku tidak percaya ... . Aku tidak berbohong kepadamu. "Wakil ketua Benteng Penggantungan kami. Tan Kiam Lam masih mempunyai rencana jahat babak ketiga. bersua dengan Tan Ciu. Terdengar Tan Kiam Lam berkata.. gadis inilah yang dipermainkan oleh Tan Ciu..

" Tan Kiam Lam mengajak Cang Ceng Ceng turun Keruangan dibawah tanah. Maka Cang Ceng Ceng sangat bersedih. betul tidaknya dari kata-kata atau keterangannya. itulah murid Co Yong Yen yang bernama Co Yong." Berkata Tan Kiam Lam. Tan Ciu adalah seorang pemuda yang gagah dan cakap. Bila betul apa yang Tan Kiam Lam katakan tadi. Tan Ciu seorang pemuda tukang mempermainkan wanita. ingin sekali mengeluh. Ia menoleh kearah Cang Ceng-ceng. "Melihat siapa?" "Co Yong" "Baik.Cang Ceng Ceng memandang ketua Benteng Penggantungan itu. "itulah tangisannya." "Ikutlah dibelakangku. Cang Ceng Ceng mengikuti dibelakangnya. Kini mereka sudah berada didasar bangunan rahasia. pakaian tidak karuan macam. hal itu akan mengecewakan." Mereka berjalan maju lagi. itulah idaman setiap wanita. . disuatu kamar tahanan terbuat dari pada batu terlihat seorang gadis berwajah pucat rambutnya kusut. disinilah letak kamar tahanan Benteng Penggantungan. Tan Kiam Lam menikung kelain lorong. "Mari kau ikut aku untuk melihatnya. Pikirannya sedih. termasuk juga Cang Ceng Ceng. Tan Kiam Lam menghentikan langkahnya. lapat-lapat terdengar suara tangisan. Cang Ceng Ceng tetap mengikuti.

.Cang Ceng Ceng harus percaya kepada kenyataan. Dibiarkan saja tangan Co Yong mencengkeram dirinya. Hati Cang Ceng Ceng dirasakan tenggelam. dan Co Yong menangis lagi. Ia maju mendekati kamar tahanan itu. ia tidak dapat membedakan pria atau wanita. Tiba-tiba. "Bukan . memandang Cang Ceng Ceng.. .ada iblis. "Tan Ciu . . kedatangan Cang Ceng Ceng dianggap Tan Ciu. Siapa kau?" Co Yong masih menangis ia mendoogakkan kepala. pergi . . tiba-tiba menubruk. kau. . Ia telah menghadapi kenyataan. itulah tingkah laku seorang yang sudah berpikiran tidak waras lagi. . . bukan. kau bukan dia. . akhirna kau tiba. Seperti apa yang Tan Kiam Lam katakan. sudah lama Kuharapkan kedatanganmu ini. . dengan histeries ia berteriak. . pergi .. . . Co Yong menarik tangan Cang Ceng Ceng. blis.. Dan Co Yong tertawa besar. tapi akhirnya ia berhasil mencengkeram Cang Ceng Ceng. iblis . Tan Ciu adalah seorang pemuda hidung belang. .. dan mengajukan pertanyaan.. ia tidak sadar siapa orang dihadapannya. Seperti apa yang Tan Kiam Lam katakan Co Yong sudah menjadi gila. "Hei. . Tubuh Cang Ceng Ceng menggigil keras." Berkata Co Yong. Gadis yang bernama Co Yong ini adalah salah satu korban-korbannya. ... tukang mempermainkan wanita. .. ." Didorongnya rtbuh Cang Ceng Ceng." hampir saja Co Yong menubruk jeruji besi kamar tahanan itu. kau iblis kepala. . "Akhirnya kau juga tiba . ihh.

. ha. ha . tertawa mengucurkan air mata. "Mari. bila bukan Tan Ciu yang menganiaya dirinya. Menyaksikan kejadian itu.. "Kini seharusnya kau harus percaya.. menyaksikan kejadian seperti ini.Co Yong menangis. Ia kasihan kepada Co Yong dan ia putus harapan kepada masa depan dirinya sendiri. sebentar kemudian tertawa... Tan Kian Lam berkata. Cang Ceng Ceng sangat bersedih. Tan Ciu bukanlah pemuda idaman. . aku. . bukan.. Heh. Terlihat Tan Kiam Lam maju mendekati Cang Ceng Ceng dengan menepuk pundak gadis berbaju putih itu ia berkata." .bukan." Cang Ceng Ceng mematung ditempat.... Cang Ceng Ceng Tan Kiam Lam tersenyum iblis. Tertawa dan menangis silih berganti. . percayalah Tan Ciu telah menganggu banyak gadis.. aku bukan Co Yong! . tidak lama ia menangis lagi. ha . tidak mungkin ia menjadi gila seperti ini. Co Yong memandang Cang Ceng Ceng. Betul! Aku Co Yong . . sepasang mata lain mengintip.. histeris. Co Yong hanya satu diantaranya. Dilain bagian dari kamar tahanan dibawah tanah Benteng Penggantungan itu. Menarik gadis berbaju putih itu. ia sangat puas dengan sandiwaranya itu . "Kau bernama Co Yong?" "Hei. Ia mendekati Co Yong dan bertanya. . ." Dia tertawa.ha. Ia kecewa kepada Tan Ciu. hei!.bukan ha.. . Namaku Co Yong ? . . .

. mungkin Tan Kiam Lam melulusi usul Cang Ceng Ceng itu? Tidak. Bila Cang Ceng Ceng berhasil mengobati penyakit Co Yong. dan ia mempunyai maksud untuk mengobati gadis sengsara itu. aku tidak mau pergi. Tetapi. Tapi Tan Kiam Lam tidak membunuh Cang Ceng Ceng. Maka ia ingin menolongnya. dimulut srigala berjubah manusia.Cang Ceng Ceng menghindari seretan orang dan tidak mau pergi. kejadian itu bukanlah mustahil. Tentu tidak. Dengan wajah berubah Tan Kiam Lam berkata. . Dengan ilmu kepandaian yang dimiliki oleh Cang Ceng Ceng. dan apa yang dapat dilakukan lagi? Bila Tan Kiam Lam mau. "M e n g a p a?" "Aku harus mengobatinya. "Tidak. dengan mudah ia dapat menyembuhkan penyakit Co Yong.. dengan mudah ia dapat membunuh Cang Cang Ceng.. Itulah satu dari sekian banyak rencananya. Co Yong gila karena hasil perbuatannya Tan Kiam Lam sengaja mempermainkan gadis itu sehingga pikiran Co Yorg terganggu." Cang Ceng Ceng berkata. Gadis berbaju putih itu masih kurang pengalaman tak tahu babwa dirinya sudah berada dimulut harimau. Ia ingin menggunakan Cang Ceng Ceng.ia sangat menderita!" Menyaksikan kejadian yang dialami oleh Co Yong. Cang Ceng Ceng sangat bersedih. tentu saja segala rahasianya terbongkar.. "Kau ingin menolongnya ?" "Betul?" Berkata Cang Ceng Ceng singkat.

mereka menuju kekamar rahasia. kita tinggalkan orang ini dan mengikuti perjalanan Cang Ceng-ceng dengan Tan Kiam Lam.. "Nona Cang. Cang Ceng Ceng masih belum bergerak dari tempatnya." Sangat jelas. Bukan dikamar tahanan ini." Dan dengan setengah digandeng oleh Tan Kiam Lam. Siapakah orang yang mengintip ini? Untuk sementara.. dengan tersenyum puas Tan Kiam Lam berkata. mari kita naik keatas dahulu. maksud Tan Kiam Lam agar Cang Ceng Ceng menyembuhkan penyakit Co Yong diruang atas. Sang ketua Benteng Penggantungan telah mengajak Cang Ceng Ceng naik keatas. dengan satu perasaan yang penuh dendam mengeluarkan tertawa dingin. "Baiklah." Tan Kiam Lam berkata. Menggandeng gadis berbaju putih itu Tan Kiam Lam berkata. agar ia dapat menuntut balas. "Sudah percaya?" . Cang Ceng Ceng meninggalkan kamar tahanan batu dibawah tanah Benteng P^ggantungan itu."Mengapa kau ingin menolong seorang gadis yang menjadi seterumu ?" "Karena Tan Ciu telah merusak kehidupannya. menunggu sampai Tan Kiam Lam dan Cang Ceng ceng pergi jauh. sebentar aku akan memberi perintah kepada orang-orangku untuk membawanya. Memang Co Yong sangat kasihan . maka aku harus menyembuhkan penyakit Co Yong. Dan sepasang mata yang menyaksikan drama kejadian tadi. Didalam kamar rahasia.

hal itu mengejutkan Cang Ceng ceng. Dari mata Tan Kian Lam bercahaya satu sinar yang sangat aneh sekali.Dengan menunjukkan wajahnya yang penuh ketidak puasan. Tan Kiam Lan mendekati Cang Ceng ceng. Pikirannya bimbang." Tan Kiam Lam memberi pujian. Tiba-tiba Tan Kiam Lam mengangkat tangan sangat tinggi sekali. terketup. "Dimana kini Tan Ciu berada. "P e r c a y a. sepasang matanya tertarik kepada cahaya yang sangat aneh itu. Tentu saja. Cang Ceng-ceng tidak mengerti. Setapak demi setapak. daya keperibadiannya lenyap sama . Dengan wajah merah Cang Ceng Ceng berkata. Sebagaimana layaknya seorang yang kena hypnotis. Cang Ceng ceng mematung. tidak ada orang ketiga yang dapat mengganggu usaha itu. Laki-laki yang semacam ini harus dibunuh!" "Bagus. Inilah ilmu Ie-sin Tay-hoat. semakin lama semakin redup dan akhirnya. sepasang mata Cang Ceng ceng telah menjadi redup." "Mengapa kau menanyakan dirinya. ia memandang dengan penuh perasaan teka-teki. Cang Ceng ceng berkata." "Aku mau membunuh!" "Ingin membunuh Tan Ciu?" "Benar." Kini sudah waktunya Tan Kiam Lam merealiseir rencananya yang terakhir. Kini Tan Kiam Lam sedang mengerahkan ilmu Ie sin Tay-hoat mengosongkan isi pikiran Cang Ceng Ceng.

dan karena itulah ia tidak ada persiapan sama sekali. maka tidak mengalihkan sepasang sinar mata. Ia tidak tahu bahwa ilmu itu sudah mengosongkan semua pikirannya. segasang matanya semakin lama semakin tajam. Cang Ceng ceng tidak menduga bahwa Tan Kiam Lam memiliki ilmu Ie sin Tay-hoat yang jahat." berkata gadis yang kena di Ie sin Tayhoat itu. "Kau. pemikiran Cang Ceng Ceng telah tiada sama sekali. Cang Ceng-ceng telah masuk perangkap Tan Kiam Lam.. kini ia telah terpedaya. Seharusnya. Tapi hal itu diharuskan kesiap siagaan. dan suaranya terdengar. Tan Kiam namamu?" Lam mengajukan pertanyaan.. Tan Kiam Lam mengerahkan terus ilmu jahat itu. dan karena itulah ia terpedaya.sekali. dengan ilmu kepandaian yang dimiliki oleh gadis berbaju putih ini. kau harus mendengar perintahku. Kini mulut Tan Kiam Lam terbuka. . ia harus mengerahkan kekuatan tenaga dalam melawannya. ilmu Ie sin Tay-hoat tidak gagal. ilmu Ie sin Tay-hoat tidak mungkin membawa hasil.. Hal ini disebabkan karena Cang Ceng-ceng tidak tahu betapa lihaynya ilmu Ie sin Tay-hoat. Cang Ceng Ceng merasakan dirinya seperti berada disuatu tempat yang penuh kabut samar-samar segala sesuatu tidak terlihat lagi. "Siapa "Cang Ceng-ceng.. perlahan demi perlahan." Cang Ceng-ceng menganggukkan kepalanya.. runtuh berantakan .

. api itu berkobar semakin hebat. dan sedang berteriak-teriak meminta pertolongan orang. menjerit. ketua Benteng Penggantungan itu berteriak.. Seolah-olah ketua Benteng Penggantungan itu menderita sesuatu jatuh dari tebing tinggi. Dan tiba-tiba Cang Ceng-ceng mengeluarkan satu jeritan juga.. kaku dan tipis. melengking.. dan samar-samar terlihat tubuh Tan Kiam Lam penuh dengan darah.. ... redup.teriakannya semakin seram.. .." "Pria atau wanita?" "Pria.. Cang Ceng ceng terkejut. Cang Ceng Ceng melihat Tan Kiam Lam sedang berdiri.. Itu hanya khayalan Cang Ceng Ceng.. ia membentang matanya lebih besar lagi." Tan Kiam Lam mengeluarkan suara tertawanya yang seperti iblis dan ia melangsungkan tanya jawab itu."Beirapa umurmu?" "Delapan belas tahun. sungguh menyeramkan sekali. tapi mata ini telah kehilangan cahayanya sama sekali. Cang Ceng ceng masih melihat Tan Kiam Lam jatuh kedalam api yang membara. . "Apa yang sedang kau lihat?" Cang Ceng ceng membuka kedua matanya lagi.. . Terlihat seorang berdiri dihadapannya.." "Siapa gurumu?" "Aku. tubuhnya melesat menubruk Tan Kiam Lam. itulah Tan Kiam Lam. tidak tahu. .

Didalam keadaan yang tidak ingat kepada dia aslinya. Tan Kiam Lam meletakkan tubuh gadis itu pada sebuah kursi ia mengeluarkan tertawa iblis. Ia merangkul tubuh gadis itu. kini betul-betul ia memastikan bahwa ilmunya telah sukses. Cang Ceng ceng ingin memberikan pertolongan kepada seseorang yang dilihatnya seperti jatuh dari tebing tinggi itu. kini ia dapat menguasai pikiran Cang Ceng ceng. orang itu masuk kedalam api neraka. Itulah Cang Ceng Ceng yang telah dihypnotis oleh Tan Kiam Lam. Cang Ceng ceng melompat lagi.Segala sesuatu samar-samar lagi. Tan Kiam Lam berhasil. menubruk ketua Benteng Penggantungan itu. Tan Kiam Lam mengangukkan kepala. Aku benci sekali kepadanya. Inilah reaksi dari ilmu Ie-sin Tay-hoat. dan ia wajib menolongnya. Cang Ceng ceng menganggukan kepala." "Siapakah yang memperlakukanmu dengan baik sekali?" "Kau." "Siapakah yang paling kau benci?" "Tan Ciu. Seorang gadis berada didalam rangkulannya seorang lelaki setengah umur." . "Bersedia. "Kau bersedia menjalankan segala perintahku?" Berkata Tan Kiam Lam." "Kau benci kepada Tan Ciu ?" "Betul.

Cara mendapatkan ilmu Cang Ceng Ceng itu yang termudah ialah menghipnotis gadis berbaju putih itu. ingat baik-baik semua kepandaianmu dan catatlah beri catatan itu kepadaku. kemudian dengan membari satu perintah. Inilah salah satu maksud tujuan Tan Kiam Lam. siapakah yang dapat menandingi dirinya lagi? Kejadian ini sangatlah berbahaya sekali." Tan Kiam Lam berkata lagi. beium ada orang yang dapat menandinginya. "Kau akan taat kepada segala perintahku ?" "Tentu saja taat. mengerti?" "Mengerti ?" "Mulailah. dengarkanlah perintahku yang pertama. dengan mudah ia akan mendapatkan catatan-catatan ilmu dari Cang Ceng Ceng." Cang Ceng-ceng menganggukan kepala. dan ia harus mendapatkan ilmu itu. membunuhnya. Dengan menyatuhkan ilmu kepandaian yang didapatkan dari Cang Ceng Ceng. dan dengan ilmu kepandaiannya yang sangat tinggi. seperti apa yang diketahui. gadis berbaju putih Cang Ceng ceng mempunyai ilmu kepandaian yang sangat tinggi. Dia adalah seorang jahat."kau ingin membunuhnya ?" "Pasti. Mengambil alat-alat tulis. Ilmu kepandaiannya itu akan ." "Dengar. Itulah perintah yang diberikan kepadanya Perintah yang harus ditaati. dan mencatat segala ilmu kepandaiannya. seorang yang terjahat sekali. Ia melepaskan dirinya dari rangkulan ketua Benteng Penggantungan itu.

" "Sesumbar?" berkata Tan Ciu bingung. Seorang gadis berbaju putih. Tan Kiam Lam sedang mencatat ilmu kepandaian yang dimilikinya. Berceritera didalam kamar tahanan... Cang Ceng Ceng mencatat ilmu kepandaiannya. yang telah kena ilmu Ie-sin Tay-hoat. Orang tua bungkuk itu menganggukkan kepala. Tan Kiam Lam mengambil bangku dan duduk. . Tan Ciu memandang orang tua itu.. ia sedang mengenangkan masa mudanya. "Cianpwe. ia bertanya. orang tua bungkuk telah mengajak Tan Ciu kembali kedalam sel mereka. ia menyaksikan kejadian itu. senyuman iblisnya terlihat seram sekali. mengapa kau rela dikeram didalam tempat yang seperti in ?" "Kau ingin tahu alasannya?" "Ingin sekali. "Aku berada didalam kamar tahanan dibawah tanah ini hanya karena sesumbarku..ditambah tinggi lagi.. ilmu kepandaian itu akan diserahkan kepada orang yang berada didepannya." Orang tua bungkuk itu mendonggakkan kepalanya keatas. . Dan kejadian telah berlangsung. Kini orang tua bungkuk itu berkata. Tan Ciu menantikan cerita dengan sabar... setelah mendapatkan ilmu kepandaian Cang Ceng Ceng.

" Tan Ciu memandang orang tua itu. ia memandang orang tua bungkuk iru dengan sinar mata yang penuh ragu-ragu. Aku malang melintang didalam rimba persilatan tanpa tandingan. bukan saja menandingi. tidak ada orang yang dapat menandingiku. katanya. Mungkin kau tidak percaya. aku pernah sesumbar siapa yang dapat menerima tiga jurus ilmu pukulanku aku akan taat kepadanya. "Tapi dikalahkan oleh kata-kataku yang sangat sombong. Belum pernah ada jago silat yang dapat menghadapi tiga pukulanku." Kata-kata ini terlalu sombong sekali." Berkata orang tua bungkuk itu. Aku dikalahkan oleh kata-kataku sendiri. hampir Tan Ciu tidak percaya. paling banter mereka hanya dapat menerima satu atau dua jurus saja. Itulah karena kecongkakanku sendiri. Termasuk juga jago kelas satu. dan pada jurus yang ketiga pasti mereka kujatuhkan."Betul. belum pernah ada orang yang dapat menerima tiga jurus pukulanku." Tan Ciu bergumam. keterangannya agak tidak mudah diterima. "Dikalahkan oleh kata-katamu sendiri?" "Betul. tapi inilah kenyataan. "Hanya tiga jurus?" Orang tua bungkuk itu menganggukkan kepalanya. Orang tua bungkuk tertawa. "Betul. "Bagaimana kau dapat dikalahkah oleh Tan Kiam Lam dan dikurung didalam kamar tahanannya?" Bertanya Tan Ciu. . "Bukan dikalahkan olehnya. Pada tiga puluh tahun berselang.

dikatakan olehnya bahwa bila ia dapat menerima tiga pukulanku." ialah membuat Benteng "Hei." "Ceritakanlah. "Aku kurang percaya. . aku diwajibkan melakukan dua hal." "Sudah kukatakan." "Dua ucapan apakah yang diajukan kepadamu?" "Permintaan pertama Penggantungan ini. ?!" Tan Ciu terkejut dan berteriak. sebelum bertempur ia meminta syarat lain. siapa saja yang dapat menerima tiga pukulanku."Kau tidak percaya?" Tan Ciu menyengir. ia menggelenggeleng kepala. Dan Tan Kiam Lam itu sangat cerdik sekali." "Betul." "Kau tidak percaya bahwa ilmu kepandaianku berada diatas Tan Kiam Lam?" "Kau mempunyai ilmu kepandaian dikalahkan oleh Tan Kiam Lam? Mengapa kau berada didalam tahanan ini?" "Sudah kujawab tadi kepadamu aku kalah karena katakataku sendiri." "Tapi kau tidak mengatakan bahwa dirimu bersedia dikurung seperti binatang didalam tempat gelap ini. "Kau yang membuat Benteng Penggantungan?" . Dan aku melulusi permintaan itu. aku akan tunduk kepadanya dan tidak akan berjalan didalam rimba persilatan lagi. Haruskah ia percaya? Tapi tidak mungkin ia tidak percaya. Sesaat kemudian.

. itu waktu aku bebas dari janjiku.'itulah semua rencana-rencanaku. tidak boleh meninggalkan lembah Siang-kiat. apa lagi cinta seorang wanita? Penilaian Tan Ciu kepada orang tua bungkuk itu harus dirubah. boleh dibayangkan. hal itu menang mungkin terjadi ia dapat keluar masuk dengan bebasnya. orang yang tidak pernah mendapat kunjungan orang lain mana mungkin mendapat cinta. Dan kata akhir. seorang tahanan di bawah tanah yang sangat rahasia. segala bangunan yang berada didalam Benteng Penggantungan ini. ia harus menerima cinta seorang gadis. . dan akhirnya Tan Ciu yang membuka suara lebih dahulu. inilah yang tidak mungkin sama sekali." "Ow. Sunyi beberapa saat. pantas kau dapat keluar masuk dengan bebas." "Aduh." Tan Ciu mulai percaya. Maka segala rahasia segala jalan. aku diwajibkan mengurung diri sendiri didalam kamar tahanan ini. lebih dahulu." "Tidak ada pengecualian. . bila tak ada sesuatu yang aneh. hal ini mana mungkin dapat terjadi?" Tan Ciu harus percaya keterangan orang tua bungkuk itu. Akulah yang mengarsitekinya akulah yang menjadi insinyurnya. . ." "Kecuali bila aku dapat menerima cintanya seorang wanita. . tidak satu pun yang luput dari penilaianku. Inilah seorang jantan yang dapat menepati janji."Mengapa bukan? Akulah yang membuat Benteng Penggantungan. . hal ini tak mungkin terjadi. Aku bebas meninggalkan Benteng Penggantungan. "Dan permintaan yang kedua ialah. bila orang tua bungkuk ini meninggalkan Benteng Penggantungan.

Maksud dari gadis berbaju putih itu ialah menemui Tan Ciu. Percakapan mereka berhenti sampai disitu. hal itu memang mungkin sekali." "Betul. Tan Ciu melongok kearah pintu masuk." "Katakanlah. kau membandingkan ilmu kepandaianku dan ilmu kepandaian nona Cang itu?" "B e t u l." "Ilmunya hebat. disana tidak terlihat ada orang yang datangi walau waktu sudah berselang lama sekali. . kakek bungkuk ini tidak dapat memadainya. Si pemuda mengerutkan alisnya seraya "Mengapa belum terlihat mereka datang?" Orang tua bungkuk memberikan penyahutan." "Telah kau saksikan ilmu kepandaian nona Cang didepan Benteng Penggantungan tadi. mungkin aku berada sedikit dibawah dirinya. Kukira kami mempunyai kepandaian setingkat. maka bisalah dikatakan."Ada suatu yang ingin kutanyakan padamu. dan seharusnya Cang Ceng-ceng mengajak masuk ke dalam kamar tahanan dibawah tanah ini. mengapa masih belum terlihat. berkata. Diketahui Tan Kiam Lam sedang mengajak Cang Ceng ceng masuk kedalam Benteng Penggantungan." "Bagaimana penilaianmu tentang ilmu kepandaian Cang Ceng ceng?" "Maksudmu." Tan Ciu telah menyaksikan ilmu kepandaian Cang Ceng ceng dan itulah ilmu kepandaian yang sangat menakjupkan.

.... Mereka menantikan kedatangan Cang Ceng ceng. Hal ini bukanlah tak mungkin.." Tan Ciu tertegun. mungkinkah dapat dikalahkan?.. . Seharusnya mereka sudah tiba. Tan Ciu dan orang tua bungkuk itu saling pandang . Sekujur bulu badan Tan Ciu bergidik bangun. Ia pernah menyaksikan ilmu kepandaian Cang Ceng ceng dan ilmu kepandaian itu tidak perlu diragukan lagi. . . Hal ini tidak diketahuinya. Ia menggigil dingin. mungkinkah .. Dengan suara gemetar ia berkata." Berkata Tan Ciu ragu. "Mengalami pemindahan sukma. dimisalkan Cang Ceng ceng mengalami pemindahan sukma." Berkata siorang tua bungkuk.." "Hmmm.. Orang tua bungkuk berkata. ..ada sesuatu hal diluar dugaan?" Berkata Tan Ciu. tapi gadis berbaju putih itu sedang mengalami suatu penderitaan." "Dengan ilmu kepandaian yang dimiliki oleh Cang Ceng ceng. Bila betul apa yang diduga oleh orang tua bungkuk ini.mungkinkah ." "Mungkinkah .."Betul.. "Aku harus segera menolongnya. "Bila dalam keadaan tidak ada kesiap siagaan hal ini besar kemungkinan terjadi." Berkata Tan Ciu berteriak keras.. mengingat pengalaman dan kejahatan Tan Kiam Lam. akibat dan hal itu sangat besar sekali.. "Kukira kawan wanitamu itu telah dibius oleh Tan Kiam Lam..

"Segala sesuatu langkah harus dipikirkan masak-masak. Jalan-jalan darah tersebut telah tertotok oleh Tan Kiam Lam. seraya ia berkata. Tan Ciu terkejut."Sekarang?" Berkata orang tua bungkuk itu memandang si pemuda. jangan terlalu gegabah. Dan mereka melanjutkan perjalanannya. orang tua bungkuk itu menoleh dan memandang Tan Ciu. Mereka berdua meninggalkan kamar tahanan dibawah tanah." "Baik. seraya ia berkata. Ditengah perjalanan. dengan jari2nya yang lincah orang tua itu menotok jalan jarah Tan Ciu." Orang tua bungkuk menghentikan langkahnya. "Betul. hal itu akan mengakibatkan gangguan gerakan dan kebebasan si pemuda. "Baiklah. . dan memandang orang tua bungkuk ia berkata. Harus memandang diriku. Maka ia membebaskannya." berkata Tan Ciu singkat. tiba-tiba terdengar suara lengkingan tertawa yang sangat panjang. tidak terdapat gangguan. "Sungguh menyeramkan. ia bertanya. Biar kubuka totokan jalan darahmu dengan gerakannya yang gesit. Orang tua bungkuk menganggukkan kepalanya." Berkata Tan Ciu singkat. menyalurkan peredaran darahnya keseluruh tubuh dan terasa sangat baik sekali. Beberapa saat kemudian. Tan Ciu bernapas sebentar.

Tan Ciu melompongkan mulutnya." Dan arah mereka berganti. Diketahui Co Yong masih hidup. ." terdengar lagi suara bising Co Yong. "Hei? Apa?" Tan Ciu berteriak. "Aku harus menemuinya. kini menuju datangnya suara lengkingan Co Yong tadi. Siapakah yang berteriak seperti ini?" "Gadis she Co itu. "Baik. aku harus menolongnya . Ia membuat Co Yong gila. kemudian berkata. Orang tua bungkuk itu menganggukan kepala. Dan setelah itu ia akan mati karenanya. ." "Ha ha. Co Yong. tetapi ia tidak tahu bahwa Co Yong telah menjadi gila."Kau kenal dengan suara itu?" "Tidak. "Inilah salah satu rencana jahat Tan Kiam Lam." Orang tua bungkuk itu berpikir sebentar. seumur hidup ia menjadi gila. "Ia telah gila." Tan Ciu berteriak. "Mengapa?" Tan Ciu bertanya lagi. Itulah sesuatu yang terberat bagi si pemuda.. orang tua bungkuk itu dapat memahami . . "Nona Co telah menjadi gila?" Tan Ciu bergumam." orang tua bungkuk itu menambah keterangan yang lebih jelas. kearah Sebagai arsitektur dari bangunan Benteng Penggantungan.. ha.. aku akan mengajakmu bertemu dengan Co Yong dahulu.

orang tua bungkuk itu berkata." "Mengapa?" "Orang yang telah dibuat gila oleh Tan Kiam Lam akan mengalami keadaan yang lain temasuk gadis ini. "Itulah Co Yong. pakaiannya yang sobek-sobek dan dekil itu." Tan Ciu memeriksa dengan seksama. Itulah Co Yong! Tapi Co Yong yang kini Tan Ciu saksikan bukanlah Co Yong yang dahulu itu.segala seluk beluk keadaan. Ia gila untuk seumur hidupnya. Membuka satu pintu rahasia." . gadis gila itu adalah gadis yang pernah dikenal olehnya. matanya dikedipkedipkan. "Ng.. kini tanda -tanda itu sudah tak terduga lagi. mati karena tidak tahan menderita penyakit gila itu. itulah betul-betul Co Yong.. "Nona Co itu betul gila. dan kini ia telah menjadi biasa dengan keadaan ditempat gelap itu terlihat seorang gadis dengan rambut tidak terurus. kumal kotor. dengan rambutnya yang kusut tidak teratur." Tan Ciu bergumam. mungkinkah Co Yong yang dahulu dikenal olehnya? Tan Ciu maju mendekati. bila dahulu Co Yong sangat cantik. terurai panjang berada dibalik terali besi. Gadis dihadapannya adalah seorang yang betul-betul menjadi gila. Dan perlahan-lahan ia mati. gerakannya lincah dan berilmu kepandaian sangat tinggi. Kini ia dapat melihat jelas sekali.. dengan mudah ia dapat mengajak Tan Ciu ketempat Kamar tahanan Co Yong. Dengan menudingkan jari tangan kearah suatu tempat.. Tan Ciu dan orang tua bungkuk itu telah masuk kesuatu ruangan yang sangat gelap.

. . ha.... aku tidak kenal.ha. ." "Ha ha ha ha ha.ha.." "Tan Ciu.. "Nona Co. "Nona Co. Tan Ciu dan Co Yong saling pandang. . ia memandang kearah orang yang memanggil itu. ha. ." Didalam tahanan kamar istimewa.. .. kenal?. Aku harus segera menolongnya. "Nona Co.... kau adalah . tidak kenalkah kepadaku...Tan Ciu menjerit.. Co Yong yang telah menjadi lelah karena berteriak-teriak menjerit-jerit tertawa ha..ha.kau adalah pemuda jahat itu. Tan Ciu berteriak lebih keras.. . oh ya." Co Yoag tidak mendengar suara panggilan ia masih meringkuk berbaring. Tan Ciu mendekati sehingga memegang jeruji besi kamar tahanan dan ia menggigil.. Co Yong tersentak kaget dengan pandangan sinar mata sangat sayu. aku Tan Ciu.. "Tidak.. Bagaikan disayat dengan pisau." Teriakan ini bergema diseluruh ruangan. .. menangis menggerung-gerung.... . . Tidak boleh terjadi hal seperti ini. ha.... ha. aku kenal kepadamu." Berkata Co Yong dengan wajah pucat sekali.. hati Tan Ciu terasa sangat pedih... ha . "Siapa kau?" kata-kata ini keluar dari mulut Co Yong.. keras.ha Siapa Tan Ciu. .. . "Nona Co.. dan akhirnya ia tidur berbaring dipojok yang gelap itu. Hi hi....

pencuri isi hariku. "Apa yang kau akan lakukan setelah menolongna?" "Aku akan segera cari Tan Kiam Lam. . . Co Yong berkata lagi.mari sini. ." Orang tua bungkuk berkata. "Cianpwe. Orang tua bungkuk turut menyaksikan segala kejadian tersebut. . sehingga mengakibatkan gadis tersebut tersiksa sehingga seperti apa yang dilihat olehnya.. membunuhmu!" tapi kau jahat. ia harus memikul tanggung jawab itu. tolonglah lekas agar ia dapat sembuh kembali. biar bagaimana secara tidak langsung. aku harus Co Yong menubruk kearah pintu. Dan siapa yang memaksakan kejadian tersebut? Tan Ciu tak seharusnya ia memaksa Co Yong membuka rahasia Benteng Pengantungan. Tan Ciu menyingkir kebelakang. . Ia menarik napas dalam-dalam. aku cinta kepadamu . Tan Ciu mematung ditempat! Hatinya dirasakan hancur luluh." "Menuntut balas?" . . "Hayo ." Gila! Betul-betul Co Yong sudah jadi gila! Siapakah yang mengakibatkan kegilaan Co yong ini? Tan Kiam Lam. Tan Ciu berpaling kearah orang tua bungkuk itu dan berkata. ia menyesal atas perbuatannya yang telah dilakukan pada Co Yong.kemari kau . .

Dengan kepandaian orang tua bungkuk itu.." "Aku bersedia menolong gadis itu. robohlah tubuh gadis tersebut. . tidak ada bedanya dengan telur diujung tanduk. Dari luar kamar tahanan Tan Ciu menyaksikan kejadian tersebut." "Seharusnya. Kau bukanlah tandingan Tan Kiam Lam.." "Dengan ilmu kepandaianmu.. Yong meninggalkan kau harus Benteng baik-baik berjanji.." ." Tentu saja gerakan Co Yong tidak membawa hasil." Dengan mudah orang tua bungkuk itu dapat masuk kedalam sel tahanan. Menyaksikan ada orang yang datang. Orang tua menggerakkan jari-jarinya dengan mengerahkan tenaga dalam menotok beberapa bagian tubuh gadis tersebut. "Aku berjanji akan baik-baik memperlakukan dirinya. dibukanya segala sesuatu dengan alat yang telah tersedia.. tentu saja tidak sulit baginya untuk menyembuhkan penyakit Co Yong. . "Kau iblis. ia harus mengobati gadis sengsara itu. . ia berteriak. . tubuh Co Yong melesat." "Baik." "Mengajak Co Penagantungan?" "Betul dan harus memeliharanya. dengan cepat dan gesit orang tua bungkuk itu telah menotok Jalan darah si gadis. dan setelah berhasil."Aku harus membunuhnya. aku akan membunuhmu . kau harus mengajaknya meningsalkan tempat ini.

dan segera dikenalinyalah orang tua yang pernah mengepalai satu rombongan untuk memecahkan rahasia pohon Penggantungan. "Hei.. "Saudara Tan. Seluruh perhatiannya masih ditujukan kedalam sel kamar tahanan Co Yong..?" "Betul. kau siapa?. "Siapa?" "Aku! Aku Thung Lip. Diperhatikannya sebentar. Thung Lip . Aku Thung Lip. Kali ini suara itu menggema diseluruh ruangan." Hal itu sungguh berada diluar dugaan Tan Ciu tidak disangka sicendekiawan Serba Bisa Thung Lip berada didalam kamar tahanan Benteng Penggantungan.. Tan Ciu membalikkan badannya. tetapi tidak berhasil itu. ia harus dapat menyembuhkat Co Yong secepat mungkin. .. Tiba-tiba . "Saudara Tan." Tan Ciu tidak mendengar suara panggilan itu. ia dapat melihat sepasang mata yang mengintai kearah mereka lalu segera ia membentak.. Orang yang mengintip mereka mengeluarkan suara. Tan Ciu tidak sadar ia sedang memusatkan seluruh perhatian kepada gerakan-gerakan jarinja." jawab orang itu.. Tan Ciu mendekati sel kamar tahanan Thong Lip.. ." Memanggil lagi suara tersebut dengan lebih keras.. ...Sepasang matanya yang lain turut menyaksikan kejadian tersebut.

Keadaan Thung Lip didalam kamar tahanan Benteng Penggantungan tentu saja tidak dapat disamakan dengan dahulu kala, lebih kurus, pucat dan rambutnya pun tidak teratur rapi bersih, siapakah yang percaya orang ini seorang jago tua yang pernah mengepalai rimba persilatan? Terdengar Thung Lip membuka suara. "Bagaimana kau berada ditempat ini?" "Dan mengapa kau ditangkap oleh mereka?" Bertanya Tan Ciu kepada Thung Lip. "Aku ditangkap oleh mereka." "Oleh siapa? Co Yong Yen? atau Tan Kiam Lam?" "Co Yong Yen." "Bagaimanakah permusahanmu dengan Co Yong Yen?" "Sangat panjang untuk diceritakan. Saudara Tan, kau pernah berkata bahwa kakakmu yang bernama Tan Siang itu mencari aku?" "Betul." "Mungkin! Hal ini mungkin dapat terjadi, Kuduga ia telah datang berkunjung kerumahku. Tapi ia tidak berhasil menemuiku." -ooo0dw0oooJilid 12 "AKU percaya keteranganmu itu. Kini aku telah mengetahui siapa yang menjadi orang tuamu." "Aku pun sudah tahu," kata Tan Ciu. "Coba kau katakan."

"Ketua Benteng Penggantungan Tan Kiam Lam itu sebenarnya ayahku. Sedangkan Melati Putih adalah ibuku." "Ternyata kau sudah tahu," kata Thung Lip. "Ada suatu hal yang ingin kutanyakan kepadamu," berkata Tan Ciu. "Katakanlah." "Pernah didesas-desuskan bahwa ibuku melakukan sesuatu yang tidak patut." "Hal itu tak kuketahui," berkata Thung Lip. "Tan Kiam Lam pernah berkata, bahwa kau sudah mengetahui hal ini. Dikatakannya pula bahwa kau pasti suka untuk menjadi saksi." "Kentut." Berkata Thung Lip. "Ia bohong. Jangan kau percaya keterangannya." Tan Ciu menganggukkan kepala, tentu saja ia lebih percaya kepada Thung Lip daripada percaya kepada Tan Kiam Lam. Mereka terdiam beberapa saat, dan achirnya Tan Ciu berkata. "Bagaimanakah hubunganmu dengan Co Yong Yen?" Thung Lip memandang kelangit-langit batu kamar tahanan itu seolah-olah sedang mengenangkan kejadian lamanya. Beberapa saat kemudian ia berkata. "Sewaktu-waktu. Co Yong Yen pernah menjadi istriku. Itulah masa kami menghadapi musuh bersama, orang itu bernama Permaisuri dari Kutub Utara. Kami berkumpul digunung Oey san, dan Co Yong Yen berpesan kepadaku agar aku cepat-cepat kembali menemuinya. tidak disangka

tatkala aku kembali menemuinya telah kulihat Co Yong Yen dibunuh orang....." "Siapa yang membunuh Co Yong Yen?" bertanya Tan Ciu. "Aku tidak tahu." berkata Thung Lip. "Sehingga hari ini, setelah aku ditangkap olehnya dan dijebloskan kedalam kamar tahanan Benteng Penggantungan. dari mulutnya dapat kuketahui sedikit keterangan, diketahui olehnya bahwa setelah aku kembali dari pertempuran itu, aku telah bersetubuh dengannya, kemudian membunuhnya?" "Tapi kau tidak membunuhnya. bukan?" "Sudah kukatakan kepadamu, bahwa aku tidak membunuhnya. Dan aku pun malah telah melihat sendiri ia telah dibunuh orang." "Tapi Co Yong Yen kokoh berkata bahwa kau yang membunuhnya ?" "Betul." Berkata Thung Lip. "Siapakah orang yang menggunakan wajahku itu melakukan kejahatan dugaannya!" "Hanya Tan Kiam Lam lah yang melakukan kejahatan !" Menyambung cerita Thung Lip dan Tan Ciu. Mereka sedang bercakap-cakap didalam kamar tahanan Benteng Penggantungan dibawah tanah. Tan Ciu berkata. "Dikatakan bahwa Co Yong Yen ditolong oleh Tan Kiam Lam.” "Betul." Berkata Thung lip. Tan Kiam Lam menolong Co Yong Yen, bagaimana ia dapat membunuh Co Yong Yen! Tan Ciu menjadi bingung.

"Pernahkah dengan cerita tentang Permaisuri dari Kutub Utara?" "Dikatakan bahwa setelah Permaisuri dari Kutub Utara dibunuh oleh kalian, mayatnya digantung diatas Pohon Penggantungan." "Tidak. Hal ini tidak benar." "Mungkinkah ada sesuatu rahasia lain?" "Memang betul kami betul telah mengurung dan mengeroyok permaisuri dari Kutub Utara, tapi kami tidak membunuhnya, bahkan ia berhasil melarikan diri dari kurungan dan bergerak bebas. Ia sama sekali belum mati." Tan Ciu menjadi bingung, dengan heran ia mengajukan pertanyaan. "Siapakah yang Penggantungan?" digantung diatas pohon

"Inilah yang membingungkan kita orang." berkata Thung Lip. "Pada pagi hari keduanya, kita mendengar berita tentang pembunuhan pada diri Permaisuri dari Kutub Utara. dikatakan bahwa jago wanita telah digantung oleh orang diatas Pohon Panggantangan." "Mengapa kalian tidak menyangkal berita tersebut?" "Demi nama kita orang semua, tidak seorang pun yang menyangkal berita tersebut." "Dan akhirnya Permaisuri Kutub Utara itu tidak mati." "Betul." "Siapa yang menolong Permaisuri dari Kutub Utara lagi?" bertanya Tan Ciu. "Mungkinkah Tan Kiam Lam?" "Kukira bukan." berkata Thung Lip. "Aku percaya. Terus terang kuterangkan kepadamu bahwa Tan Kiam Lam

belum pernah melakukan sesuatu kebaikan. Bia rpun dia adalah ayahmu, tapi aku harus barterus terang. Jangan salahkan kepada sifatku ini," "Aku tidak menyalahkanmu. Kini Co Yong Yen telah percaya kepada Tan Kiam Lam bahwa ketua Benteng Penggantungan itulah yang menolong dirinya, tentu dianggap berhutang budi kepadanya, segala keterangan orang tidak akan dipercaya olehnya-" "Ada sesuatu hal yang ingin kutanyakan kepadamu, dikala kau masuk kedalam rimba Pohon Penggantungan, pernahkah melihat pencipta Pohon Penggantungan?" "Belum!" "Belum?" Tan Ciu menganggukkan kepala. Si Cendekiawan Serba Bisa Thung Lip berkata. "Saudara Tan, kuharap kau dapat membikin terang perkara ini, aku tidak pernah melakukan perbuatan yang terkutuk itu kepada Co Yong, tetapi dakwaannya tetap seperti itu harap kau dapat membikjn jelas perkara." "Baik, aku bersedia melulusi permintaanmu," berkata Tan Ciu. "Sebelumnya, aku mengucapkan banyak terima kasih." berkata Thung Lip. Tan Ciu memandang orang itu dengan perasaan kasihan. "Oh.... hampir aku melupakan sesuatu..,,!" berkata Thung Lip. "Soal apakah itu?" tanya Tan Ciu. "Belum lama Tan Kiam Lam mengajak se orang gadis yang bernama Cang Ceng Ceng, mereka masuk kedalam

kamar tahanan ini dan memperhatikan keadaan nona Co Yong untuk beberapa waktu, membicarakan persoalan yang menyangkut dirinya," "Kemudian?" Tan Kiam Lam mengatakan pula kepada nona Cang Ceng Ceng, bahwa nona Co Yong telah menjadi gila karena perbuatanmu. Dikatakannya kau adalah seorang pemuda yang suka mempermainkan wanita." "Oh ..." "Berhati-hatilah, Nona Cang Ceng Ceng itu seperti sangat sedih sekali." berkata Thung Lip. "Lamakah mereka disini?" "Tidak? Kini mereka telah berada dilain ruangan," berkata Thung-Lip. Tan Ciu sedang berpikir, mengapa Tan Kiam Lam mengajak Cang Ceng ceng masuk ke kamar tahanan ini? Thung Lip berkata lagi, "Bila dugaanku tidak salah, Tan Kiam Lam akan melakukan sesuatu yang tidak menguntungkan nona Cang Ceng-ceng! Kukira dengan ilmu kepandaian Ie-sin Tayhoatnya ia dapat membuat orang tidak berdaya. Hal ini harus mendapat perhatian, dimisalkan Cang Ceng-ceng berada dibawah kekuasaannya dengan mudah Cang Cengceng dapat melakukan sesuatu yang tidak menguntungkanmu. Kau harus berhati-hati. Ah.....aku curiga kepada orang ini, kukira dia bukan Tan Kiam lam?" Tan Ciu tersentak bangun dari lamunannya hatinya mencelos. "Apa?" teriaknya keras.

"Kau tidak percaya bahwa ketua Benteng Penggantungan bukan Tan Kiam Lam!" ditatapnya wajah sijago tua yang kumal itu, "Betul, Kukira dia bukan Tan Kiam Lam." berkata Thung Lip. "Mengapa?" "Apa yang telah dilakukan kepadamu tidak patut. Itu bukanlah suatu perbuatan seorang ayah kepada anaknya. Tidak mungkin Tan Kiam Lam dapat melakukan perbuatan tersebut." Kecurigaan ini pernah timbul dalam pembicaraan Tan Ciu, ia memang meragukan dan mengharap bahwa ketua Benteng Panggantungan itu bukanlah jelmaan ayahnya. Tapi kenyataan telah terbentang didepan matanya, ketua Benteng Penggantungan itu adalah Tan Kiam Lam, itulah orang tua lelaki. Mungkinkah seorang ayah dapat melakukan perbuatan seperti apa yang Tan Kiam Lam lakukan kepada Tan Ciu. Berpikir sampai disini Tan Ciu mengeluarkan keluhan napas panjang. "Kau dapat merasakan keanehan ini ?" Thung Lip mengajukan suatu pertanyaan. "Betul," berkata Tan Ciu. "Aku harus mencoba dirinya." "Apa yang akan kau coba?" "Aku harus mencoba dan menjajal, betulkah dia yang menjadi ayahku ?" Tiba tiba . . ! Terdengarlah suatu suara geseran kaki dari dalam kamar tahanan! Ternyata orang tua bungkuk itu telah selesai

memberi pengobatan kepada Co Yong, ia telah bangkit berdiri dan berjalan datang. Tan Ciu meninggalkan Thung Lip, memapaki orang tua bungkuk itu dan memanggi, "Cianpwe ... ." Orang tua bungkuk menyusut keringatnya ternyata ia telah lelah sekali. Tan Ciu kemudian memandang kearah Co Yong, dilihatnya gadis itu tengah berbaring, agaknya sedang tidur pulas sekali. Orang tua bungkuk berkata. "Ia telah bebas dari kesengsaraan. Sebentar kemudian ia akan sadar. Dan penyakit ingatannya telah kusembuhkan, kau ada obat untuk penyegar badan?" "Ada." Dari dalam saku bajunya Tan Ciu mengeluarkan obat Seng-biat-hoan-bun-tan diserahkan kepada orang tua bungkuk itu. Menerima pemberian obat Tan Ciu, orang tua bungkuk kembali. Obat Seng-biat-boan-bun-tan dipilihnya sebutir dan dimasukkan kedalam mulut Co Yong. Dan sekali lagi ia mengurut-urut. Beberapa lama kemudian.... tubuh Co Yong yang tidur pulas itu mengeliat. Perlahan-lahan ia membuka matanya. Ternyata ia sudah sadar. Tan Ciu segera masuk kedalam kamar tahanan itu, dengan menubruk tubuh Co Yong sambil berteriak. "Nona Co. . ." Co Yong telah membuka matanya. berputar-putar disapukan pandangan matanya kesekeliling ruangan. tiba-

tiba mendengar ada orang yanp memanggil namanya, maka ia menatap dengan sinar matanya kearah wajah Tan Ciu. Untuk seketika ia belum dapat melihat dengan jelas, bagaikan impian yang baru sadar, hal itu masih membingungkannya. "Kau ..." berkata sigadis dengan suara sangat lemah. Tan Ciu menghampiri lebih dekat lagi. "Siapa kau,. . . ?" bertanya Co Yong, "Ah ..." Co Yong mengeluarkan keluhan tertahan. Nama ini telah berkesan didalam hati dan pikirannya, sudah mendarah daging dan nama inilah selalu dikenang olehnya. Tanpa ia mendengar lagi, tentu ia tersentak bangun, urat syarafnya menjadi tegang. .. Tan Ciu hampir mengucurkan air mata, dengan sedih ia berkata. "Nona Co, kau . . . tidak kenalkah kepadaku?. . ." Lama sekali Co Yong memperhatikan wajah Tan Ciu, dan akhirnya mengenali akan wajah kekasihnya, "Tan Ciu ..." akhirnya kata-kata ini telah keluar dari mulut Co Yong, ia telah sembuh dari penyakit ingatannya. Satu hal yang sangat menggirangkan Tan Ciu. Ia mengulurkan kedua tangannya. Co Yong membalas rangkulan itu, dan ia membiarkan dirinya berada dalam dekapan pelukan Tan Ciu. Sepasang kekasih yang telah lama tak bersua, kini saling rangkul-rangkulan. Co Yong menangis sesenggukkan. Segala sesuatu yang telah dideritanya harus dikeluarkan, dan hanya air matalah yang dapat mengalirkan segala kesengsaraan hidup. Tan Ciu memanggil perlahan.

"Nona Co . . ." "Oh, . . . Tan Ciu . . . akhirnya kau tiba juga." berkata Co Yong tiba-tiba. "Aku akhirnya berhasil menjumpaimu." Berkata Tan Ciu. "Aku cukup merasa puas . .." "Nona Co...." "Aku sudah merasa puas dapat menjumpaimu kembali. Mati pun kembali. Mati pun kita aku rela. .. ." berkata Co Yong lelah. Tan Ciu juga sedih, ia turut mengucurkan air mata. Kesedihannya tidak dapat dibendung lagi. Walaupun ia seorang pemuda, tetapi perasaan semacam itu tetap ada. Terdengar suara Co Yong berkata. "Tan Ciu tahukah kau, betapa rinduku padamu?" "Aku tahu." kata Tan Ciu perlahan. "Dikala aku sadar kembali, kukira aku tidak dapat menjumpaimu lagi. . . ternyata aku dapat menjumpaimu. .. . mungkinkah di alam mimpi? mungkinkah aku sedang bermimpi..." "Tidak. Inilah suatu kenyataan." "Kenyataan? Sungguh-sungguh aku berada disebelahmu ?" Co Yong masih ragu-ragu. "Betul." berkata Tan Ciu menatap. "Tan Ciu ..." Co Yong memanggil perlahan namanya dengan tidak bersikap memandang pemuda itu.

Tan Ciu memegang kedua pipi Co Yong yang telah menjadi pucat, dan tiba-tiba saja ia menempelkan bibirnya kewajahnya itu. Co Yong menggigil dingin. Tapi rasa hangat itu telah menghilangkan semua-muanya. Ciuman seorang pemuda membawa kebahagiaan baginja. Dan sesudah itu membawa harapan untuk dihari kemudian. Mereka saling rangkul dan kedua pasang bibir itu bertemu menjadi satu. Orang tua bungkuk mendehem. "Hmm. . . masih banyak waktu untuk berkasih-kasihan, bukan sekarang..." Co Yong mendorong tubuh Tan Ciu, wajahnya yang pucat itu bersemu dadu ia menjadi malu. Memandang kearah orang tua bungkuk itu sebentar dan dengan penuh tanda tanya ia bertanya kepada Tan Ciu. "Siapa dia?" "Dialah yang ingatanmu." telah menyembuhkan penyakit

"Penyakit ingatan? Apakah aku menjadi gila? Aku telah gila? Diakah yang menyembuhkan penyakit gilaku?" "Betul!" berkata Tan Ciu perlahan. Mengenangkan semua kejadian yang telah lewat beberapa saat berselang, Co Yong berkata dengan suara menggumam. "Oh...... jelaslah kini, Pocu telah melakukan sesuatu yang jahat kepadaku."

"Betul, ia juga kejam. Bila tidak ada cianpwee ini, penyakit gilamu mungkin sukar disembuhkan. Lekaslah menghaturkan terima kasihmu kepadanya." Co Yong lantas memberi hormat dan mengucapkan terima kasih yang sebenar-besarnya kepada orang tua buugkuk tersebut. Orang tua berkata. bungkuk mengulapkan tangannya dan

"Lekaslah kalian tinggalkan tempat ini." "Meninggalkan tempat ini?" Co Yong masih bingung. Tan Ciu berkata. "Betul. Aku harus mengajakmu meninggalkan Benteng Penggantungan." "Kemana kita pergi?" Tanya Co Yong. "Kemanapun boleh Co Yong, kita harus selalu bersamasama. Aku cinta padamu. Maukah kau ikut serta denganku?" "Aku bersedia." Co Yong menundukan kepala rendah. Orang tua bungkuk berkata. "Mari, kalian dibelakangku." ikut

Mengikuti dibelakang orang tua bungkuk itu, Tan Ciu dan Co Yong meninggalkan kamar tahanan Benteng Penggantungan. Menikung lagi dua kali, orang tua bungkuk itu menghentikan langkahnya dan berkata kepada mereka. "Setelah keluar dari suatu pintu rahasia kalian berdua sudah berada dibelakang Benteng Penggantungan. Dibelakang gunung ada satu jalan kecil ambilah jalan itu untuk meninggalkan tempat jahat ini."

Tan Ciu dan Co Yong berjalan pergi. Tiba-tiba Tan Ciu merasakan bahwa orang tua bungkuk itu tidak mengikutinya, ia membalikkan badan, dan betul saja terlihat orang tua tersebut berdiri diam. Ia balik kembali, katanya. "Cianpwte mengapa cianpwee tidak turut serta?" "Aku? aku akan tetap berdiam ditempat ini," berkata orang tua bungkuk itu. "Apa akibatnya bila Tan Kiam Lam telah mengetahui kita melarikan diri? Apa yang akan dilakukannya terhadapmu?" "Legakanlah hatimu. Ia tidak dapat berbuat sesuatu kepadaku." "Cianpwe entah bagaimana harus kami nyatakan terima kasih kami kepadamu." "Sudah! Lekas kalian pergi." Tan Ciu dan Co Yong meninggalkan kamar rahasia itu, dan juga meninggalkan orang tua bungkuk itu. = o OdwO o o = Meninggalkan cerita Tan Ciu dan Co Yong, dan mengikuti drama Tan Kiam Lam beserta dengan Cang Ceng ceng. Dengan ilmu kepandaiannya yang sangat jahat. Tan Kiam Lam telah berhasil menguasai alam pikiran gadis tersebut. Dengan muiah ia dapat memberikan perintah apa saja yang dikehendakinya. Apa saja yang dimauinya! Setelah berhasil memberi perintah kepada Cang Ceng ceng untuk mencatat semua ilmu kepandaian gadis berbaju putih yang lihay itu. Tan Kiam Lam mengantongi

catatannya, dan rencana berikutnya sudah mulai akan dilakukan. Tan Kiam Lam memandang gadis itu, napsu birahinya timbul seketika. Ia berkata. "Bukalah Pakaianmu." Tidak ada alasan untuk menolak, Cang Ceng-ceng melakukan perintah itu, satu persatu ia mulai membuka pakaiannya. Tan Kiam Lam menyaksikan satu pemandangan yang bagai membakar hatinya, dadanya bergelora dengan hebat. "Tidurlah disana." Tan Kiam Lam memberi perintah selanjutnya. Dengan tanpa pakaian, Cang Ceng-ceng berjalan ketempat yang ditunjuk, ia membaringkan dirinya. Tan Kiam Lam mulai melakukan sesuatu yang diluar batas manusia bermoral, dengan semau-maunya ia menciumi seluruh tubuh gadis tersebut, sebentar lagi. ia akan dapat melampiaskan nafsu kebinatangannya. Cang Ceng-ceng tidak dapat menahan rasa gelinya, ia tertawa cekikikan. Tan Kiam Lam menyerang dengan semakin kalap. segala dari tubuh gadis itu diserangnya secara membabi buta. Tertawa Cang Ceng-ceng semakin geli saja tertawanya, didalam keadaan antara sadar dan tidak ia dapat melakukan segala apa yang diperintahkan Tan Kiam Lam. Rasa geli itu masih ada maka cekakak cekikik ia tertawa. Suara tertawa inilah yang menggagalkan rencana Tan Kiam Lam.

Tan Ciu yang berpandangan tajam sudah dapat mendengar suara tersebut. Dan pemuda itu terkejut, menghentikan langkahnya memasang kuping lebih jauh. Co Yong menjadi bingung, ia memandang pemuda itu dan bertanya. "M e n g a p a ?" Tan Ciu berkata dengan perlahan. "Tunggulah disini sebentar, aku akan melakukan sesuatu. Sekali-kali janganlah kau pergi kemana-mana." Setelah memberi pesan itu, Tan Ciu melejitkan tubuhnya meninggalkan Co Yong. Dengan mengikuti arah datangnya suara ia sudah berhasil tiba diluar kamar Tan Kiam Lam. Dikala Tan Kiam Lam hampir berhasil, tiba-tiba terdengar suara jendela didobrak, seorang pemuda telah muncul dihadapannya. "Kau?" Tan Kiam Lam membelalakan matanya. Tan Ciu membentak dengan keras. "Binatang kau!" Pikiran Cang Ceng ceng telah berada dibawah kekuasaan Tan Kiam Lam, ia melihat kedatangan pemuda itu, tapi tidak mengenalinya. Lupa bahwa dirinya tidak berpakaian sama sekali, ia masih berbaring ditempatnya. Tan Kiam Lam memberi perintah padanya, "Lekas berpakaian." Cang Ceng-ceng mengenakan pakaiannya. Kini Tan Kiam Lam menghadapi Tan membentak pemuda itu, "Apa maksudmu?" "Hemm . , ." Tan Ciu mendengus! "Apa maksudmu?" Ciu, ia

Tan Kiam Lam tidak mengerti, bagaimana Tan Ciu dapat keluar dari kamar tahanan bagaimana dapat membebaskan totokan-totokannya? "Dengan cara bagaimana kau keluar?” berkata Tan Kiam Lam. "Kau tak perlu tahu," kata Tan Ciu singkat. Berpikir sebentar, dan Tan Kiam Lam dapat menduga tentang kejadian larinya pemuda itu, dengan adanya sibungkuk didalam kamar tahanan hatl itu memang suatu hal yang tidak menguntungkan baginya. "Ouw ..." Tan Kiam Lam menganggukkan kepala. "Mengertilah aku." "Mengerti apa?" berkata Tan Ciu. "Si bungkuk yang melepaskan dirimu?" "Betul. Dialah yang membebaskan diriku, Bagaimana?" "Rejekimu memang bagus." berkata Tan Kiam Lam kepada Tan Ciu. Tan Ciu menggeram. "Tan Kiam Lam, ada satu hal yang ingin kutanyakan kepadamu." "Ha, ha, ha,.. " Tan Kiam Lam tertawa. Tan Ciu maju dua langkah. "Sebelum kau mati, tanyakanlah semua hal yang kau tidak tahu, agar kau dapat mati dengan puas.?" Berkata Tan Kiam Lam. "Kau ayahku?” bertanya Tan Ciu. "Bila bukan anakku, sudah lama kau mati tahu?" berkata Tan Kiam Lam.

Tan Ciu menggeleng-gelengkan kepala, katanya. "Kau bukan Tan Kiam Lam!" Tan Kiam Lam tersentak bangun, ia mengalami satu getaran hebat, katanya. "Siapa bilang bukan?" Tan Ciu menatap tajam wajah sang ketua Benteng Penggantungan, pemuda itu dapat melihat sesuatu yang tidak beres. "Kau menyangkal?" Berkata lagi si pemuda. "T e n t u." "Mengapa?" "Karena aku adalah Tan Kiam Lam." "Kau bukan Tan Kiam Lam." Berkata Tan Ciu lebih keras! "Mengapa kau mempunyai pendapat seperti ini?" Katanya. "Karena aku dapat melihat seorang Tan Kiam Lam yang lain." Berkata Tan Ciu. "Tak mungkin." Berkata Tan Kiam Lam keras. Tan Ciu memperhatikan segala gerak-gerik dan segala kelakuan dan sikap ketua Benteng Penggantungan. sangat teliti sekali, ia mengharapkan bahwa keterangan Thung Lip yang mengatakan bahwa orang yang dihadapinyal ini bukan Tan Kiam Lam. "Tan Kiam Lam," panggil Tan Ciu. "Kau tidak bodoh. Pikirlah. Mengapa Sin Hong Hiap mengatakan bahwa kau menantangnya bertanding diluar Benteng Penggantungan." "Mengapa?" "Berpikiriah sebentar."

"Aku tidak mengerti." Tan Ciu tertawa, katanya, "Itulah Tan Kiam Lam asli yang menantangnya diluar Benteng Penggantungan." "Tidak mungkin." "Mungkin saja." "Tidak! Itulah Tan Kiam Lam palsu." "Yang menantang Sin Hong Hiap adalah Tan Kiam Lam asli. Kau palsu!" Tan Kiam Lam tertegun, tubuhnya gemetaran. seolaholah menemukan sesuatu yang paling tegang. Tiba-tiba saja satu perasaan yang tidak enak menyerang dirinya. Dengan keterangan ini, dugaan bahwa Ketua Benteng Penggantungan bukan Tan Kiam Lam semakin besar. Bila betul dia Tan Kiam Lam, tentunya tahu masih mempunyai seorang saudara kembar yang bernama Tan Kiam Pek? Tan Kiam Lam masih tetap menyangkal. "Akulah Tan Kiam Lam" Tan Ciu berdengus. "Siapakah Tan Penggantungan?" Kiam Lam yang diluar Benteng

"Imitasi! Barang tiruan?" "Kukatakan bahwa dialah yang asli. Dan kau Tan Kiam Lam palsu. Tan Kiam Lam tiruan. Tan Kiam Lam imitasi." Tan Kiam Lam bergumam. "Tidak mungkin. .. . Tidak mungkin.... Ia telah mati." "Siapakah yang telah mati?" Bertanya Tan Ciu keras.

Ketua Beateng Penggantungan itu terkejut, cepat-cepat ia memulihkan dirinya, dengan sinar mata yang sangat merah, ia menatap anak muda yang berada dihadapannya. "Pergi! Lekas kau pergi dari tempat ini. Jangan turut campur urusanku." Tan Ciu berkata. "Kau tidak bodoh. Seharusnya mengerti bahwa kau bukan Tan Kiam Lam. Tan Kiam Lam yang asli telah menantang Sin Hong Hiap bertempur sedangkan kau tidak tahu." "Tidak mungkin. .. ." Apa yang dikatakan tidak mungkin? Keterangan yang Tan Ciu berikan kepadanyakah tidak mungkin atau. . . .Kehadirannya Tan Kiam Lam asli yang tidak mungkin? Jawaban ini hanya diketahui oleh si ketua Benteng Penggantungan tersebut. Tan Ciu berkata. "Aku masih dapat menyebut alasan lainnya." "Katakanlah lekas." "Akan kukatakan, mengapa ada dua Tan Kiam Lam." "Sudah kukatakan bahwa orang itu adalah pemalsu." "Mengapa bukan memalsukannya?' "Tidak mungkin." Dengan berbelit-belit Tan Ciu mulai memasuki pembicaraan acaranya. "Kau tidak mempunyai saudara?" Yang diartikan dengan tidak bersaudara Tan Ciu memaksudkan Tan Kiam Pek. Bila Tan Kiam Lam salah kau katakan kau yang

Puluhan tahun yang lalu ia telah kembali lagi. "Kini kau keaslianku?" sudah tidak meragukan lagi tentang "Belum. Ternyata ia telah kembali... Saudara kembarku ini sering bersitegang. Apa yang dapat dikatakan lagi? Sudah jelas bahwa ketua Benteng Penggantungan yang berada dihadapannya adalah Tan Kiam Lam asli. Pasti dia. Tan Ciu berdiri mematung.." ”Tan Kiam Pek!" ”Tan Kiam Pek itukah saudaramu?" Tan Kiam Lam menganggukan kepala berkata. tidak tahu akan adanya orang yang bernama Tan Kiam Pek." Tan Ciu bungkam. Pasti dia. Kepada ayah yang sangat jahat? Tan Kiam Lam membuka suara. "Mungkinkah dia?" "Siapa. "Betul. .. lebih dari pada itu dikatakan juga bahwa orang itu saudaranya. . ." Berkata Tan Ciu. ketua Benteng Penggantungan adalah Tan Kiam Lam. "Saudaraku?. Pasti palsu. Aku masih kurang percaya. Apa yang dapat dilakukan olehnya. Tidak kusangka ia telah kembali lagi. Bukan saja mengetahui nama Tan Kiam Pek. .memberi jawaban tidak tahu. Dialah yang sering mengganggu usaha orang. ." "Mungkinkah kau mempunyai saudara?" Bertanya Tan Ciu.. Tan Kiam Lam bergumam. Jelas.

mereka sedang bersitegang. Tan Ciu berkata. . kau telah melakukan kejahatan yang tiada caranya. "Hia. Dan si Telapak Dingin Han Thiat Ciu orang jahat. "Apa maumu?" "Kini kau telah membuka rahasiamu sendiri. Tiba-tiba Tan Ciu berteriak. sudah jelas.Tan Kiam Lam menyengir seram. tentunya kau inilah si Telapak Tangan Dingin Han Thiat Ciu! Begitu." "Kau ingin membunuh?" "Betul. Kini kedokmu telah terbuka! Kau jahat. Dosamu tak akan mendapat pengampunan." "Aku tidak membutuhkan pengampunanmu. bukan?" Tan Kiam Lam terbelalak tangannya yang sudah hampir bergerak itu berhenti karenanya." Berkata Tan Kiam Lam. Telah berulang kali kau katakan bahwa kau seorang baik. terpaksa. ia mendekati pemuda itu dan berkata. "Kau kira aku mudah dihina?". Diantara kebenaran dan kejahatan tidak dapat dijadikan satu. hal ini sudah tidak menjadi soal lagi. Tan Ciu juga tidak lengah walaupun orang yang berada didepannya adalah sang ayah. "Aku tidak mempunyai jalan lain. "Percaya atau tidak percaya." berkata Tan Ciu gagah. aku tidak dapat mengampuni lagi. Yang jelas kau tidak akan hidup lama." berkata Tan Kiam Lam yang sudah mulai siap. wajah aslimu terbuka." "Walaupun aku telah melakukan kejahatan apa yang kau mau?" Tan Kiam Lam masih bersikap temberang. "Bagus.

itulah sigadis berbaju putih Cang Ceng Ceng." "Kau segera akan mati. Tiba-tiba . sama saja artinya dengan menghindari ancaman musuh. Terdengar suara geraman Tan Kiam Lam disertai dengan gerakan tangan ketua Benteng Penggantungan itu. masih ada seorang lainnya. . . aku akan berusaha menentangmu. hal itu bukan berarti menghentikan pertempuran. Diantara kedua orang itu telah terjadi ketegangan yang memuncak. kini tak dapat dihindari lagi. Tan Ciu menyingkir dari arah serangan itu mengenyampingkan diri. . Ia berdiri menyaksikan kedua orang yang berhadapan dekat itu." Berkata Tan Ciu gagah. Mereka saling serang. ." Berkata Tan Kiam Lam. bagaimana dua tubuh itu terpisah. dari sini ia mengirim satu bacokan tangannya yang hebat. maka lagi serangan berikutnya telah lepas. "Belum tentu. pikirannya adalah otak Tan Kiam Lam. Tubrukkan terjadi ."Sebelum aku mati. Gerakan Tan Kiam Lam sangat luar biasa. . . tempat yang diancam adalah kedudukan bahaya. Kecuali Tan Kiam Lam dan Tan Ciu. demikian. Mereka pun telah berhadapan. masing-masing membatalkan serangan itu. ternyata ia itu telah memukul sipemuda. sayang gadis itu telah di Ie-hun Tay-hoat. Bagaikan ledakan yang bunyi keras. sebelum dapat melihat jelas. diwaktu yang sama ia telah mengirim serangannya yang kedua. arahnya ialah batok kepala Tan Ciu. Bumm . .

maka ia berhasil melukainya. tidak disertai tenaga. Disini terjadi keanehan . ia membuka kedua mata itu. ia menjadi heran. "Tan Kiam Lam mengapa tidak membunuhku?" Tan Kiam Lim masih mengatup mulutnya. memuntahkan darah segar. Tangan Tan Kiam Lam yang turun kearah sasaran itu. menyerahkan nasib kepada takdir alam.. Tan Ciu memeramkan kedua matanya. . Oak!. siap menamatkan riwayat hidupnya pemuda bandel itu. ia duduk numprah. lukanya parah. disaksikan kejadian aneh tersebut. . . . beberapa saat. ia tidak berdaya.Tubuh Tan Ciu terdorong mundur sehingga sepuluh tombak . tapi tidak berhasil.. Mengapa? Mengapa Tan Kiam Lam tidak membunuh dirinya? Mungkinkah hubungan keluarga yang memberatkan putusan jahat si ketua Benteng Penggantungan? Tan Kiam Lam masih mematung ditempat. Tan Kiam Lam menggereng. Tan Ciu tidak sabar. tubuhnya bergoyang-goyang kehilangan posisi keseimbangan badan.. ia mengangkat tinggi tangannya. tubuhnya jatuh ketanah. . ia membuka suaranya yang sudah menjadi lemah. katanya. Ternyata tenaga latihan Tan Kiam Lam berada jauh diatas pemuda itu. sangat perlahan dan kemudian meninggalkan mangsanya yang tidak berdaya. Tan Ciu mengempos tenaga. Tan Ciu menutup mata terlalu lama.

ha.. kau mengimpi terlalu cepat." Berkata Tan Kiam Lam." "Baiklah. Dengan tangan siapa ketua Benteng Penggantungan itu akan membunuh dirinya? . pasti aku membunuhmu." "Tidak perlu menggunakan tanganku. ha. "Mengapa tidak sekarang? Mungkinkah takut ada pembalasan? Takut kepada seseorang." Berkata Tan Kiam Lam tersenyum iblis." Berkata Tan Ciu." "Ucapanmu ini terlalu besar. "Ha. Tan Ciu terbelalak... ha. Akan kubuktikan kepadamu bahwa aku tidak pernah takut kepada siapapun juga." Tan Kiam Lam tertawa berkakakan... aku akan membunuhmu. Suatu hari." Berkata Tan Ciu. katanya. Jangan harap dapat membunuhku lagi. kau akan menyesalkannya kembali." "Itu waktulah. Tapi pada suatu hari entah hari yang mana.. "Lewat hari ini. "Suatu hari. ia tidak mengerti. setelah aku berhasil meyakinkan ilmu kepandaian yang lebih tinggi aku menantangmu.Kesempatan tetap berada dipihakku." "Kukira." "Bunuhlah."Jangan kau melewatkan kesempatan bagus." "Ingin membunuh?" "Tentu." "Mangkinkah kau dapat melawanku?" "Hari ini tidak.

bukan? Nah rasakanlah getaran jiwa ini. dirinya tidak berdaya." Tan Ciu menggeretek gigi." "Kau ingin menggunakan tangan Nona Cang untuk membunuh diriku. ia dapat memahami arti kata-kata ancaman Tan Kiam Lam tadi. Tiba-tiba suatu perasaan menyerang Tan Ciu. "Kawanku?" Ia tidak mengerti. "Kau bajingan. gadis yang sudah tiada kesegarannya. "Kawanku yang mana?" "Lupa bahwa disini masih ada seorang gadis yang bernama Cang Ceng Ceng?" Tan Ciu melirik kearah gadis berbaju putih yang baru disebut oleh Tan Kiam Lam. Kukira kau sudah dapat menduga akan maksud dari kata-kata tadi." "Kau pintar. Sungguh menyeramkan.. bukan? Tentunya! Sangat tidak terima." . Sayu dan lesu. Bergema rinding. seluruh bulu tengkuknya berdiri.. Sekali duga pun tepat... Tan Ciu tersentak bangun dari lamunannya. ia membentak. bagaikan sesosok mayat hidup yang baru bangkit dari tanah kuburan.. Bila kau mati dibawah tangan orang yang dikasihi tentunya sangat penasaran. "Tentunya kau cinta kepada Cang Ceng-ceng bukan?" "Apa maksudmu?" "Yang ini sangat penting."Mungkinkah kau melupakan pada kawanmu?" Inilah suara Tan Kiam Lam. Bila Tan Kiam Lam menghipnotis Cang Ceng-ceng untuk membunuh dirinya. Akh. Suara Tan Kiam Lam yang seperti iblis itu bergema lagi.

jelas diketahui bahwa pemuda itu akan mengalami kegagalan. ia mendekati mangsanya. ha. Orang yang kita sebut itu tersenyum-senyum saja ditempatnya. "Membunuh orang Ini?" Ia meminta ketegasan "Betul. . kini ia berpaling ketempat Tan Kiam Lam. ha ha .." Cang Ceng Ceng terjengit ia mendongakkan kepala dan memandang Tan Kiam Lam. Tan Kiam Lam tertawa. "Bunuh orang ini. "Ha. bergedebruk ditanah. ha. maka ia tidak gentar sama sekali. menerima sinar mata sipemuda. Dan Tan Kiam Lam membuka mulut. Cang Ceng Ceng segera menjalankan perintah itu. ia memandang targetnya. tetapi dirasakan sangat berat. lupalah kepada luka dirinya... tidak dapat ia menyabarkan dirinya lagi. Tan Ciu memplototkan mata. dan memukul kearah Tan Kiam Lam.. Biar bagaimana. "Nona Cang."Ha. . ." Tan Kiam Lam memberikan perintah. Tubuh Tan Ciu meninggalkan tanah. Cang Ceng Ceng tergoyah. ia memandang gadis berbaju putih itu dengan sinar mata yang meminta belas kasihan. . diantara Tan Ciu dan Cang Ceng Ceng pernah terjalin api asmara. tiba-tiba tubuhnya melesat." berkata Tan Kiam Lam. Tan Ciu telah mati kutu... tubuh tersebut segera jatuh kembali." Tan Ciu berkerongkol. Suara Tan Kiam Lam adalah perintah 'maut'.

"Ng . "Betul. bila bukan kedatangannya orang ini kau telah berada didalam sorga kesenanganmu. "Lupakah bahwa pemuda inilah yang menggangu kesenangan kita?" "Kesenangan kita?" Cang Ceng-ceng berkemat-kemik. . Aku adalah orang baik! Dan dia jahat.. segera kubunuh. ." Pujian Tan Kiam Lam kepada Bonekanya. Ng .. "Maka aku cinta padamu.. Kau harus cinta kepada orang baik?" "Kau seorang baik!" Berkata Cang Ceng-ceng." Bentak ketua Benteng Penggantungan itu. "maka aku cinta padamu." "Itulah dengar perintah dan membunuhnya segera." Menerangkan lagi Tan Kiam Lam. . tahu."Mengapa?" Bertanya Cang Ceng-ceng "Jangan banyak tanya." Cang Ceng-ceng menuju kearah Tan Ciu kembali. mengingat semua perasaan dan ingatan Cang Ceng-ceng masih berada dibawah kekuasaan ketua Benteng Penggantungan itu! Cang Ceng ceng sudah ditekad . "ia telah mempermainkan aku? ." "Baik. Aku harus membunuhnya." Cang Ceng ceng menganggukkan kepalanya." Kata-kata tadi ditunjukkan kepada Tan Kiam Lam! Maka orang yang bersangkutanlah yang diberikan kata-kata cinta tadi! Hal ini maklum. "Kau memang pintar.." "Sorga kesenangan?" "Dia adalah pemuda yang pernah mempermalukan dirimu. Kau harus membunuh orang jahat.

. Aku harus membunuhmu. agaknya tidak dapat ditolak lagi.ceng." Selak Tan Kiam Lam. tidak selayaknya. alam telah mentakdirkan kejadian ini. "Orang jahat harus dibunuh." "Aku harus membunuh Tan Ciu?" Berkata Cang Cengceng. "Nona orang itu Tan Ciu." berkata Tan Kiam Lam.bulatkan untuk membunuh Tan Ciu. "Tentu." "Tan Ciu?" Cang Ceng ceng berusaha menarik kesannya kepada orang ini. kaki gadis tersebut menuju kearah Tan Ciu! Tan Ciu menunggu datangnya malaikat elmaut dengan perasaan takut. Kita mati dibawah tangan orang yang dikasih dan mengasih. "Lupakah kau kepada Tan Ciu?" "Tan Ciu harus taat kepada perintah nasib." si pemuda masih berusaha. Inilah kematian yang paling disegani oleh setiap manusia. Si pemuda berteriak. Dia adalah orang jabat. Tan Ciu. maka kau harus membunuh. Jarak Cang Ceng-ceng dan Tan Ciu semakin dekat. "Aku Tan Ciu.. "Betul. pemuda yang telah mempermainkan cintamu. "Orang jahat?" Berkata Cang Ceng. "Siapa kau?" Berkata Cang Ceng-ceng." "Nona Cang.." ." Suara itu adalah suara orang yang sudah berada didepan pintu kematian. "Nona Cang. inilah aku.

" Tan Ciu telah kehilangan kekuatan geraknya. "Tetapi kau harus berusaha mempertahankan diri untuk hidup.. "Hayo. . "Betul. bangun. Kau harus melawan. tidak bercahaya. itulah wajah seorang mayat hidup. "Aku sudah tidak mempunyai mengadakan perlawanan!" kekuatan untuk "Tidak ada tenaga?" Cang Ceng-ceng mengkerutkan kedua alisnya. kau tidak mau melawan?" Berkata lagi Cang Cengceng. ." Tan Ciu menggeleng-gelengkan kepalanya." "Lari? ." Jawab Cang Ceng-ceng. Tidak mau aku membunuh orang yang sudah tidak dapat mengadakan perlawanan sama sekali. . Maka aku mempunyai cukup alasan untuk membununmu.ceng." Berkata Tan Ciu tegas. "Kau harus melarikan diri." 'Aku tidak akan melarikan diri. ia berkata.Si pemuda menatap wajah Cang Ceng. ia ngelepot ditanah. Lekas mengadakan perlawanan. Seharusnya kau berusaha untuk melarikan diri. . tidak ada niatan untuk menangkis setiap serangan yang akan dilontarkan kepada dirinya. "Melawan?" Tan Ciu menyengir kuda. gadis itu berkata. Larilah. Aku tidak akan membunuh kepada orang yang tidak dapat perlawanan. "Eh. Cang Ceng-ceng telah berada didepan Tan Ciu. sangat pucat. Melarikan diri?" "Betul.

tangan Cang Ceng Ceng bergerak.. mengikuti terbangnya tubuh lawan itu. Tan Kiam Lam segera membentak. Tangan Cang Ceng Ceng tertarik mundur." Bagaikan didalam kekuasaan oleh seorang iblis... Melayang datang satu bayangan. Setiap orang wajib mempertahankan jiwanya dari kehidupan yang lebih lama. . ia melayangkan diri. Belum ada perintah untuk membunuh gadis baru datang. kepala Tan Ciu terkulai. Kemudian jatuh diatas tanah lagi.."Bagaimana aku boleh membunuhmu?" Cang CengCeng berkata. Itulah wakil ketua murid Benteng Penggantungan Co Yong Yen yang bernama Co Yong gadis yang belum lama disembuhkan penyakit ingatannya. langsung menubruk ketubuh Tan Ciu dan berteriak. dari mulutnya si pemuda sudah mengeluarkan darah yang lebih banyak. . Tubuh Tan Ciu terpukul pergi.. menerima serangan. Mengelepot beberapa kali. "Pukul saja sudah... Disaat ini. maka ia diam. Sangat jauh sekali........ berciuman dengan tanah dan tidak ingat orang. siap mengakhiri jiwa pemuda tersebut. memukul Tan Ciu sudah tidak berdaya itu. Cang Ceng Ceng telah kehilangan rasa prikemanusiaannya. walaupun mengetahui bahwa dirinya tidak mempunyai kekuatan untuk menangisnya Tan Ciu mengangkat tangan memapaki datangnya pukulan! Huuuuukkk. Ia pingsan..

timbul niatannya untuk mengadu jiwa." Berkata Co Yong." Berkata Co Yong." Berkata Tan Kiam Lam. kau berani melarikan diri." "Aku akan berusaha. Sedikit pun orang tidak boleh tidak menerima siksaan. seolah-olah memohon pengampunan. "Aku tidak mengiiinkan kau membunuhnya. keluar dari Benteng Penggantungan. Enak. "Hm.!" Didalam keadaan yang serba buntu itu. "Tidak perlu.. Janganlah ." Sigadis berkata dengan gagah. "Tidak kusangka. Co Yong menjadi nekat. ia memandang Tan Kiam Lam. "Pocu.. "Kau belum kuat untuk menjaga keamanannya.." Co Yong mengiyakan jawaban ini tanpa suara. memohon kepadamu." "Tidak. bebaskanlah dirinya dari siksaan.. he? Ingin mati bersama-sama?" Tan Kiam Lam memang seorang kejam." ". ..Co Yong menengadahkan kepalanya. "Pocu. aku membunuhnya. air mata telah membanjir kanal dikedua pipinya. Tan Kiam Lam menyengir kejam. "Pocu." "Maksudmu ingin meminta pengampunan. wajahnya berbangkit kembali. "Kau mengimpi.. kau boleh menahanku lagi." Berkata Co Yong.." "Kau boleh membunuhku." Co Yong membuka suara.

walau pun berada didalam keadaan otak kosong. jiwa Tan Ciu dapat bebas dari ancaman. menangkis pukulan Cang Ceng-ceng." Berkata otang tua bungkuk tersebut. segera ia membentak. menyingkir sebentar dan menyerang dari lain jurusan. satu aliran tenaga menyelak masuk." Cang Cang-ceng menotok jalan kematianya pemuda itu. Untuk sementara. ia tidak mau mengantarkan dirinya dipukul orang." "Baik. ia menangkis serangan Cang Ceng-ceng tadi. sudah dua puluh tahun aku tidak memainkan ilmu silat. menolong Co Yong. Bagaikan seekor kucing mempermainkan mangsanya. Ilmu kepandaian Cang Ceng Ceng berada diatas Tan Kiam Lam. Co Yong adalah 'tikus' dari jago wanita muda itu. Co Yong telah siap sedia. Tulang-tulangku telah terasakan sangat pegal. "Apa maksud dan tujuanmu meninggalkan tempat itu?" "Ingin berolah raga sebentar. "Hei. "Bunuh Tan Ciu dahulu.Tan Kiam Lam tidak banyak debat. Tan Kiam Lam sangat terkejut. . Manakala Co Yong sudah tidak dapat mempertahankan diri. ilmu kepandaian itu belum dilenyapkan." Tan Kiam Lam membentak. Itulah si bungkuk dari dalam kamar taha-nn Benteng Penggantungan. mengapa kau keluar dari kamar tahanan?" "Betul aku telah keluar dari kamar tahanan. ia memandang Cang Ceng-ceng dia berkata.

" "Ma k s u d m u ?" "Bebaskanlah dirinya. seorang yang sudah menjadi ayah." Berkata orang tua bungkuk itu. aku harus turut serta.. supaya kau dapat membatalkan maksudmu." "Bagus.ingin mengadakan larangan?" Suara Tan Kiam Lam sangat tidak puas. "Tan Kiam Lam. "Belum pernah ketelan janji sendiri. tapi." "Aku tidak akan mengganggu usahamu." "T i d a k !" Orang tua bungkuk itu tertawa terkekeh-kekeh. Maka dapat mengingat setiap janji yang kuberikan itu. Diketahui bahwa harimau tidak akan menelan anaknya sendiri. ha." Berkata Tan Kiam Lam. "Aku tidak menginginkan adanya tragedi sedih ini terbentang dihadapan kedua mataku."Manusia bungkuk. "Lalu?" "Kuharap. ingin membunuh anak kandung?" "Kau. kau. tapi kini telah menyangkutkan soal ini dengannya. Aku tidak pernah mengobral janji. Tidak mungkin aku dapat melupakan janji yang telah kulepas kepada orang. ha. Kujamin bukan chegue kosong. kau lebih kejam dari pada binatang. . "Ha.. usahaku. jangan kau mengganggu.. bila tidak ada hubungannya dengan pemuda ini.." Orang tua bungkuk itu tertawa. Segeralah kembali kedalam kamar tahananmu." "Manusia bungkuk sudah lupakah kepada janjimu sendiri?" Tan Kiam Lam memberi peringatan. Katanya.

"Bila aku turut serta pertempuran itu mungkin kau dapat melayani gabungan dua jago kelas satu." "Perhatikanlah gadis itu baik-baik. "Ilmu kepandaiannya berada diatasku. Tidak terbatas berada didalam kamar tahanan saja. "Kukira kau tidak akan sanggup menandinginya."Janjiku tidak akan keluar dari Lembah Sing-kiat. "Tentu tahu. "Bagus. bukan?" Berkata orang tua itu." ia memberikan pujian. "Aku dapat berusaha mengimbangi kekuatan setiap orang. Orang tua bungkuk menengok kearah gadis yang ditunjuk dan ia menunjukkan tertawanya. ia pernah menyaksikan bagaimana Cang Ceng-ceng mengetengahi pertempuran Tan Kiam Lam dan Sin Hong Kiap diluar Benteng Penggantungan. Orang tua bangkuk menganggukkan kepala. "Mungkinkah kau dapat mengalahkan dirinya?" Tan Kiam Lam buka suara." Berkata orang tua bungkuk. "Matamu belum lamur tentu dapat menyelami betapa tinggi ilmu kepandaian gadis ini bukan?" Berkata Tan Kiam Lam." "Putusanmu telah bulat." Tentu saja ia tahu. "Tentu." Berkata Tan Kiam Lam." Tan Kiam Lam menunjuk Cang Ceng-ceng. ingin turut campur urusan ini?" Bertanya Tan Kiam Lam meminta ketegasan. "Aku belum pernah menempurnya." .

" Dan ia merangsek Cang Ceng Ceng dengan kekuatan hebat. ia pun dapat menangkis lebih cepat lebih dari pada itu. lewat ditempat yang tidak jauh dari Co Yong. Tan Kiam Lam tertawa kepergiannya dan berkata. Orang tua bungkuk itupun seorang yang tanpa tandingan. Co Yong membelakangi Tan Ciu yang sudah jatuh pingsan. sebelum Tan Kiam Lam dapat menahan kepergian Co . tangannya pun tidak kosong sambil bertahan." Berkata orang tua bungkuk menantang. Suatu ketika. "Bagus. telah menyerang orang tua bungkuk sampai dua kali. dan berkata kepada gadis tersebut. Ia menggendong tubuh Tan Ciu. Didalam sekejap mata. ia pun memberi kiriman serangan balasan. ia masjh digolongkan kedalam jago kelas satu. ia dapat turut menyaksikan pertandingan hebat itu. tubuh gadis yang telah dimayat hidupkan itu bergerak luar biasa gesitnya." Dan Tan Kiam Lam memandang Cang Cengceng berkata. ketangkasannya belum dipunahkan."Boleh dijajal. ia menghadang "Kau kira mudah meninggalkan tempatku?" Orang tua bungkuk sudah dapat memperhitungkan hal ini. siap melarikan diri meninggalkan Benteng Penggantungan. "Lekas bawa Tan Ciu meninggalkan tempat ini. Membarengi kata-katanya. "Bunuh kakek usil ini. seram. Cang Ceng-ceng dan orang tua bungkuk telah bergulat." Berkata Cang Ceng-ceng. Co Yong sadar akan bahaya." "Segera kubunuh. orang tua bungkuk melesat. bila Cang Ceng ceng dapat menyerang cepat.

ketua Benteng Penggantungan itu segera membikin pengejaran. Tanpa membuang-buang waktu. Meninggalkan pertempuran Cang Ceng-ceng dan orang tua bungkuk. Orang tua bungkuk tidak dapat memisahkan diri. hal ini mengurangi kecepatan larinya. karena tidak satu gerakan pun yang lambat. lengah sedikit. Dengan suaranya yang seperti kepala bajingan itu. ia berkata. Orang tua bungkuk tidak berani lengah. Co Yong dan Tan Ciu. darahnya akan mengambang ditempat itu. . mengejar kejadian Tan Kiam Lam. Ilmu Co Yong jauh berada dibawah Tan Kiam Lam. maka agak sulit diikuti dengan mata biasa. Tapi bayangan Co Yong dan Tan Ciu telah lenyap dari pandangan mata. Co Yong melesat dengan punggung menggendong tubuh Tan Ciu. dengan gerakannya yang gesit. boleh dikata pada saat yang sama. Cang Ceng-ceng tidak tinggal diam. maka kakek ini dipaksa meninggalkan Tan Kiam Lam. Pada tubuh gadis itu pun menggendong orang. Tangan kejam Tan Kiam Lam terjulur ke depan. serangan-serangan Cang Ceng-ceng terlalu berbahaya. Gerakan Tan Kiam Lam terhadang. Tan Kiam Lam telah berhasil mengejar. Gerakan tadi terjadi didalam waktu yang sangat singkat sekali.Yong dan Tan Ciu. ia harus berhatihati melayani Cang Ceng-ceng. Tan Kiam Lan mendapat kebebasan lagi. ia mengirim satu serangan maut kearah ketua Benteng Penggantungan itu. ia pun memukul orang bungkuk.

Mengapa? Mengapa Tan Kiam Lam takut berhadapan dengan wajah wanita berbaju merah itu ? Dengan ilmu kepandaiannya yang sangat tinggi dengan otaknya yang sangat cerdas. Hukkk! .. . .. hampir ia berteriak saking kagetnya. Tapi Tan Kiam Lam lebih cepat. Hanya munculnya wajah inilah yang paling mengejutkan. ia memukul gadis tersebut. ia terus mundur sampai tiga tombak. Tan Kiam Lam gagal membunuh orang. . Tubuh Tan Ciu lepas dari gendongan Co Yong sedangkan si gadis jaruh terperosok. mungkinkah masih ada persoalan yang tidak dapat diatasi olehnya ? . Kejadian ini belum pernah dialami oleh Tan Kiam Lam Mahluk manapun tidak pernah ditakuti olehnya. ... Tiba tiba . Tan Kiam Lam tidak bernama Tan Kian Lam bila ia tidak mempunyai kekejaman yang melebihi manusia biasa."Kemana kau pergi?" Co Yong menyengot kesamping. "Hentikan gerakkan itu?" Seorang wanita berpakaian merah telah menampilkan dirinya. wajah si ketua Benteng Penggantungan menjadi pucat. Wajahnya memandang wanita baju merah itu dan terjadilah perubahan... . Tangan mautnya menjulur lagi . penuh kewibawaan pada wajahnya terbayang keagungan. Terdengar satu suara dingin membentak.

" Tan Kiam Lam berkata. Dan munculnya wanita berbaju merah ini sungguh berada diluar dugaannya. Dilihat sepintas lalu. "Kau belum menjawab pertanyaanku. muncul seorang wanita berbaju merah. "Kesalahan apa yang telah dilakukan oleh mereka? Tega benar kau menurunkan tangan jahat?" Bertanya wanita baju merah itu yang menunjuk Tan Ciu dan Co Yong. Tan Kiam Lam mengajukan pertanyaan yang sama. . gerakan Tan Kiam Lam berhasil dihentikan olehnya. "Kau siapa?" Seolah-olah tidak kenal. wanita tersebut tidak mengenali wajah Tan Kiam Lam. Jelas. bahwa Tan Kiam Lam kenal kepada wajah tersebut." Berkata wanita baju merah itu. "Kau tidak perlu tahu. suatu peringatan kepada dirinya bahwa wanita baju merah itu sudah tidak mengenali wajahnya. -ooo0dw0oooJilid 13 MANAKALA Tan Kiam Lam ingin mengadakan pembunuhan.Kunci jawaban berada pada wanita berbaju merah itu. terdengar ia berkata. "Siapa kau?" Tan Kiam Lam disadarkan dari lamunannya." Berkata Tan Kiam Lam. ia terkejut sekali. Tan Kiam Lam kenal kepada wanita berbaju merah ini. sebaliknya. "Aku adalah ketua Benteng Penggantungan.

tapi kepandaian sang lawan luar biasa.. "Alasan yang harus masuk diakal. ia bergeser langkah. "Aku akan membawa pergi dirinya. "Aku kenal kepada pemuda itu. disaksikan gerakkan diam itu. . dapatkah dia mencegah? Badannya gemetaran Wanita itu menoleh. Aku segera mengambil dan membawa dirinya." "Bagus! Kau kira. mendekati Tan Ciu. "Alasan apa yang kau mau?" Berkata Wanita tersebut suaranya sangat dingin. kau ingin mengambil orang?" Ia tidak puas. . Tan Kiam Lam ada niatan untuk mencegah." "Huh. bukan?" "Betul. Siapa yang berani melarang kemauanku?" "A k u. "Hanya dengan alasan ini. Namanya Tan Ciu. ." kata wanita itu. ."Mengapa tidak boleh tahu?" Berkata wanita baju merah. Bagus. mengapa aku tidak berani melarangmu!" "Bagus ." Wajah Tan Kiam Lam berubah. ." "Aku mempunyai urusan dengannya." Berkata wanita baju merah. lalu tertawa." "Kau telah melukainya?" "Ng. . Lihatlah . namun itu dapat menakutkanku ?" "Bila kau berani mengambil dirinya dari tanganku. . .

"Bagaimana?" Ia mengeluarkan "Mengapa tidak mencegahku?" suara cemooh. masingmasing mengirim empat serangan dan menghindari empat ancaman lawan. dan mengirim serang balasan. Tatkala cepat untuk diceritakan. seluruh isi jereonnya bergergeseran dari tempat semula. Tan Kiam Lam mundur dari tempat kedudukannya sampai beberapa tombak. . Co Yong telah sadarkan diri. didalam waktu satu tepukan tangan mereka telah bergebrak empat kali. lukanya sangat parah. Bertepatan pada saat itu . Wanita berbaju "Bagaimana?" merah mengeluarkan suara. . jago dari mana yang sedan menolong dirinya. ia menempatkan dirinya kearah yang menguntungkan. Dua bayangan yang bergumul itu terpisah. pukulan Tan Kiam Lam bukanlah pukulan biasa. Tan Kiam Lam merendahkan dirinya. Dilihat olehnya ada dua gulungan yang saling gumul itu. Manakala Tan Kiam Lam dan wanita baju merah itu saling gebrak dengan kecepatan kilat. Tan Kiam Lam tidak berhasil menguasai diri tubuhnya bergerak disertai dengan gerakkan keras ia menyerang wanita itu. tidak diketahui. maka serangan itupun tidak mengenai sasaran dari sini. Wanita berbaju merah itu menyingkir kesamping dari sini ia mengirim serangan balasannya. matanya terbelalak. .

ia hidup lagi. tidak ada selembar mahlukpun ditempat itu. Ia tak menjawab pertanyaan itu.. tubuhnya melesat dan mengadakan pengejaran. Aku harus melatih ilmu yang dapat .Sudah waktunya aku menyembunyikan. Dan kau dilarang mengadakan pengejaran." Ia menoleh kearah Tan Ciu berbaring. "Aku tak mengimpi? Tapi. Huh. "Siapa yang melarikan lagi?" Pertanyaan yang sama sedang menyerang Tan Kiam Lam.. Tan Kiam Lam terbenam didalam lamunannya.. Ilmu kepandaiannya lebih tinggi. Bagaimana hidup lagi?" Tan Kiam Lam bergumam. Bagaimana ia tidak terpatung. Manusia pandai manakah yang dapat membawa orang dari samping sisinya dan wanita baju merah ini? Hal ini sungguh-sungguh memecahkan kepala mereka... Bila tidak. mengetahui bahwa orang-orang berkepandaian tinngi mulai bermunculan kembali? "Dia?.Tan Kiam Lam semakin seram untuk meneruskan pertandingan.Darimana didapat ilmu silat itu?. diri.. "Aaaaa.. tubuhnya pun mulai bergoyang lagi..!" Tiba-tiba wanita baju merah itu mengeluarkan suara jeritan.. Tempat dimana tadi Tan ciu terbaring sudah kosong. Wanita itu telah mengambil langkah cepat. "Wahai. Wanita tersebut telah memenangkan pertandingan tadi. . ketua Benteng Penggantungan... dengan puas ia tertawa.. dengarkan aku baik-baik.... "Kemanakah lenyapnya Tan Ciu?" Wanita baju merah itu bergumam.. pemuda itu harus kubawa.. kemudian berkata.... hal itu berlangsung untuk beberapa saat.

bahwa penyamarannya segera terbuka. Benteng Penggantungan tidak dapat dijadikan sarang lagi. Siapa dia ? . Tan Kiam Lam mengetahui. tidaklah mungkin mempunyai itu kekuatan untuk menggendongnya. Siapakah yang menolong kedua orang ini? Seorang wanita berbaju hitam yang mengenakan kerudung tutup muka berwarna hitam juga berada diluar rumah gubuk itu. Mengambil arah yang bertentangan dengan benteng itu. Ia masih belum sadarkan diri... Tatkala matahari pagi bercahaya terang.. Sampai disini.. Bukan satu kali saja.. Si gadis juga berada didalam keadaan luka." Bagaimana sekian lama. Orang yang menolong sipemuda bukan Co yong.mengatasinya. Wanita inilah yang telah menolong Tan Ciu dari segala bahaya. . Hm.. ilmu yang dapat mengatasinya semua orang.. Menyusul Tan Ciu . Aku harus memperdalam ilmuku. tubuhnya melesat. cerita telah meningkat kearah klimaks. setelah itu.. Tan Kiam Lam telah menebalkan keyakinannya. dan meninggalkan tempat kejadian. cerita berikutnya menanjak langsung keatas. ia pergi. Pulang kebenteng Penggantungankah orang ini? Tidak!.. Tan Ciu telah berada disebuah rumah gubuk. . ia mengeluarkan tangan bantuannya.

" cepat mencegah. dilihat dua sosok tubuh masih terbaring. .. Si gadis turut melongok kedalam dan berteriak. Wanita baju hitam itu melongok kedalam." Tan Sang dapat diberi mengerti iapun menganggukkan kepalanya. "Adik Ciu!" Wanita berkerudung bangunkan dirinya." Wanita berkerudung membentak." "Mengapa?" "Hal ini akan mengganggu dirinya. "Apa ia bisa mati ditempat ini?" "Belum waktunya. Wanita berkeruduug itu diam saja." "Ibu. . katanya." "Tan Sang." Bentak wanita berkerudung.Hal ini masih berupa satu kabut teka teki. Itulah Tan Ciu dan Co Yong. Tan Ciu adalah adik kandung satu-satunya itulah yang membuat ia berat.. Menyetujui pendapat itu. "Jangan Gadis itu tidak menyetujui usul ini. Seorang gadis berbaju hitam berjalan mendekatinya. Ia ingin mengajukan usul protes. "Jangan membantah. "Lupakah kepada pesanku?" Tan Sang? Mungkinkah Tan San tidak mati? Siapa yang tergantung pada pohon Penggantungan? Terdengar gadis baju hitam yang dipanggil Tan Sang itu berkata. Walau agak berat untuk berpisah dengan sang adik. . "Tapi. .

. saking lemahnya gerakaan itu. "S i a p a?!" Satu bayangan merah telah berada di dalam gubuk itu.." Mata Tan Sang basah dengan butiran2 yang bening. seolah-olah memanggil sesosok mayat yang menunggu dikebumikan. Manakala ia memegang denyutan nadi si pemuda. tidak ada reaksi. Satu suara derap langkah kaki bertindak kearahnya.... Didorongdorongnya lagi sehingga beberapa kali. Ia sangat bersedih. dilihat Tan Ciu yang terbaring disampingnya. Beberapa saat kemudian. Co Yong sadarkan diri lebih dahulu. Co Yong masih mengharapkan keajaiban. ia sangat terkejut segera ia berteriak. "Tan Ciu. Tiba tiba ..." Berkata wanita berkerudung hitam "Kuatkan imammu.. Co Yong menangis senggukkan. segera ia membentak.. Mari kita pergi. datang dari arah belakang sigadis. . Dua wanita itu meninggalkan rumah gubuk dimana Tan Ciu dan Co Yong masih terbaring. Co Yong segera mengenali kepada wanita yang ingin menolong mereka dari cengkraman Tan Kiam Lam. sangkanya Tan Ciu telah meninggal dunia.!" Tidak ada jawaban. ia tidak dapat merasakannya. Co Yong berlompat balik. Masih tidak ada reaksi."Mari. Didorongnya tubuh itu.. itulah air mata.

dimanakah ayahnya itu berada. kau?" "Aku mencarinya. "Cianpwe. Segera ia memberi hormat. berkata." Wanita berbaju merah ini mendekati Co yong dan Tan Ciu." Co Yong sadar. "Cianpwe. terima kasih kepada pertolonganmu. "Bukan aku yang menolong kalian. wanita berbaju merah inilah tentunya yang menolong mereka dari kesulitan.Co Yong menduga." "Maksud cianpwe?" "Anak Tan Kiam Lam. dikala ia mendapat totokkan. Mata Co Yong terbelalak. Co Yong menaruh curiga. berkata. aku mencarinya bukan mencari urusan. siapakah yang menjauhkan mereka dari Tan Kiam Lam? Wanita baju merah itu masih berjalan maju." Tukas wanita baju merah itu yang menudingkan jari kearah tempat dimana Tan Ciu masih berbaring. bukan?" "Betul. wanita baju merah ini masih menempur Tan Kiam Lam." Berkata wanita baju merah. ia menggelengkan kepala katanya. "Ada urusankah denganya?" Bertanya Co yong. apa maksud kedatangannya? Segera ia mengajukan pertanyaan. Wanita baju merah itu tertawa." "Aku ingin bertanya kepadanya. . "Jangan khawatir.

dan menepuk-nepuk beberapa jalan darah pemuda itu. "Ada sesuatu yang ingin kutanyakan kepadamu. "Syukurlah. "Bagaimana perasaanmu?" "Agak baik. bagaimana aku dapat berada ditempat ini?" Tan Ciu mengajukan pertanyaan. "Biar kutolong dirinya dahulu. Co Yong berteriak girang. Sebentar kemudian." Berkata wanita berbaju merah itu. "Belum lama mereka bertempur seru. menolongmu. "Terima kasih kepada Cianpwe. akhirnya kau bangun juga!" Tan Ciu memandang keadaan disekeliling itu rumah gubuk tersebut masih terlalu asing baginya." Dari dalam saku bajunya."Cianpwee ingin mencari Tan Kiam Lam."." si pemuda memberi jawaban. Ia mengeliat bangun. "Cianpwe inilah yang memberikan keterangan. memperhatikannya sekian lama dan berkata. ia sudah berada didepan Tan Ciu." Co Yong Tan Ciu memberi hormat. Co Yong memanggil lagi." "Eh. "Boanpwe akan memberikan segala jawaban" Berkata Tan Ciu. mengeluarkan obat berwarna merah diselipkan kedalam mulut Tan Ciu. . Tan Ciu telah siuman. Bagaimana ingin menanyakannya lagi?" Wanita baju merah tidak dengar akan gumam Co Yong." Ia bergumam tidak mengerti. "Tan Ciu.

dan aku adalah gurunya”. kami belum berjumpa lagi. "Nona Ong baik?" "Satu tahun lalu. "Tan Kiam Lam yang cianpwe maksudkan?" Tan Ciu tidak mengerti. Ternyata wanita ini adalah guru dari si Jelita Merah Ong Leng Leng! Tan Ciu mengerti akan duduk perkara. pertanyaan tentang ayahmu. bukan?" "Cianpwe ingin mencarinya?" "Betul. Ada dengannya." urusan yang belum kuselesaikan ."Namamu Tan Ciu?" "Betul. Oooo." "Pertanyaanku yang pertama ialah." "Putra Tan Kiam Lam... "Tidak boanpwe sangkal. Dan sekalian mengucapkan terima kasih kepadamu. "Ayahmu bernama Tan Kiam Lam... Wanita berbaju merah itu memberi keterangan. dimanakah kini ia berada?" Berkata lagi guru si Jelita Merah." "Ng. pernah dikatakan olehnya bahwa kau pernah memberikan pertolongan. Setelah itu ia pergi entah kemana. Hutang budi ini tidak akan kami lupakan." "Tentang ayahmu. ia berkata." "Terima kasih kepada boanpwe?" Tan Ciu mengkerutkan jidatnya. "Kau telah menolong Ong Leng Leng.

orang yang bernama Han Thian Chiu itu adalah musuh dirinya.. "Kau katakan bahwa ketua Benteng penggantungan itu yang bernama Tan Kiam Lam?" "Tidak salah lagi. "Cianpwe ingin menemui Tan Kiam Lam. Cianpwe kenal dengannya!" "Tidak. Tentu tidak akan kubiarkan ia pergi begini saja. ada urusan apakah yang penting?" "Aku ingin menanyakan seseorang." Wanita berbaju merah berteriak keras. Wanita baju merah berkata lagi. Tan Ciu mengajukan pertanyaan. Bagaimana guru si Jelita Merah bertanya tentangnnya. Co Yong juga sangat terkejut." "Hee !?.. dimana wanita baju merah ini menempur Tan Kiam Lam." "Bagaimanakah gelar nama orang itu?" "Si Telapak Dingin Han Thian Chiu" Tan Ciu terkejut. Bila keterangan Tan Kiam Lam tidak salah. Bila kukenal.. Bila diketahui bahwa ketua Benteng Penggantungan itulah yang bernama Tan Kiam Lam." "Cianpwe berhasil mengalahkannya?" Co Yong menceritakan kejadian tadi."Ketua Benteng Penggantungan itulah yang bernama Tan Kiam Lam. "Tan Kiam Lam mengetahui tempat bersemayamnya Han Thian Chiu?" .. ia tidak akan melepaskannya.

"M e n g a p a ?" "Mereka adalah kawan yang terbaik." Tan Ciu berteriak." "Tidak mungkin. Mereka adalah saudara seperguruan.!" ." "Keterangan ini tidak benar. ia tahu dimana Han Thian Chiu itu menetap." "Kawan yang terbaik?" Lagi-lagi Tan Ciu berteriak. "Tan Kiam Lam dan Han Thian Chiu adalah kawan baik. mungkinkah hal ini terjadi? Dikatakan oleh Tan Kiam Lam bahwa orang yang bernama Han Thian Chiu itulah yang ditakuti. Wanita baju merah berkata. suheng dan sutee. ”Mengapa tidak mungkin?" "Dikatakan oleh Tan Kiam Lam„ bahwa Han Thian Chiu itu adalah musuh besar dirinya." "A a a a a a a ... membuat satu benteng kokoh untuk menghindari diri dari kejarannya. Bagaimana boleh dibantah bahwa Tan Kiam Lam kenal baik dengan Han Thian Chiu? Bahkan mereka bersahabat baik? -oo-OdwO-ooTAN CIU masih bingung dan tidak mengerti. mereka pasti tahu tempat kediaman dari kawan kawan itu."Sebarusnya. maka ketua Benteng Penggantungan tersebut menyembunyikan diri didalam lembah sepi.

Tapi aku belum pernah menjumpai Tan Kiam Lam." Permaisuri dari kutub Utara menganggukkan kepala. Kau tahu jelas tentang keadaan Tan Kiam Lam dan Han Thian Chiu mengapa tidak kenal kepada wajah mereka?" Wanita baju merah memberi keterangan. Tan Kiam Lam menceritakan kejadian itu? Tan Ciu menggoyang-goyangkan kepala. Kukira termasuk juga kejadjan ini." Wanita berbaju merah berkata. berkata. ia belum mempunyai itu kesempatan untuk bercerita. Tapi sehingga saat ini. "Yang kukenal adalah waiah Han Thiam Chiu. "Tidak benar. "Ong Leng Leng tidak pernah menyebut namaku?" "Belum. Dengan alasan apa. "Ong Leng Leng tidak menceritakan hal ini kepadamu?" "Ia pernah mengatakan. pada suatu hari ia akan menceritakan keadaan dirinya. segala obrolan kosong." Tan Ciu diam tepekur." "Pernah dengar nama Permaisuri dari Kutub Utara?" "Cianpwe pribadikah yang mendapat julukan itu?" "Kau memang pandai.Tan Ciu jelas dan mengerti. ternyata Tan Kiam Lam telah menipu dirinya. Wanita baju merah berkata lagi. dari orang ini kuketahui bahwa masih ada saudara seperguruannya yang bernama Tan Kiam Lam. dasar penipu ulung. .

" "Disana." Mata si Permaisuri dari Kutub Utara basah dengan air mata. Tidak lama. mereka menggantung jenazahmu di atas Pohon Penggantungan. itu waktu. maka mudah masuk kedalam perangkapnya." "Diluar dugaan ?" "Diceritakan orang bahwa cianpwe telah tiada. sifatku berubah. ternyata Han Thian Chiu tidak cinta kepadaku. ." "Kemanakah kemudian anak itu?" "Hampir kubunuh putri yang tak kenal dosa itu. Karena kepergian Han Thian Chiu." "Han Thian Chiu!" "Kukatakan kepadamu. "Demikian Ong Leng Leng terlahir?" "Bukan. aku berhasil ditolong orang. aku belum cukup dewasa. Tidak sedikit diatas Pohon . setelah kau dibunuh orang."Aaaaaa. . Dia bukannya Ong Leng Leng. mulai membenci semua lelaki yang hidup didunia. selain terbayang kenangan wajah ayahnya yang kejam. dergan katakata yang manis dengan janji-janji yang seperti madu aku menyerahkan diri. bahwa Han Thian Chiu adalah orang yang kucintai." "Siapa yang menggantung cianpwe Penggantungan?" "Si Telapak Dingin Han Thian Chiu. setelah bosan ditinggalkan begitu saja." "Sampai hari ini. aku masih dapat bernapas. aku melahirkan seorang anak perempuan." "Dikatakan oleh mereka.

" Berkata si Pemaisuri dari Kutub Utara. Tentu saja rasa senangku tidak kepalang. kau boleh pergi ke Benteng penggantungan bertanya kepadanya. ingin menurunkan tangan jahat membunuh putra sendiri?" ." Tan Ciu menggeretek gigi. Didalam keadaan setengah sadar dan tidak sadar. "Hanya Tan Kiam Lam yang mengetahui tempat persembunyian Han Thian Chiu?" "Kukira Tan Kiam Lam harus tahu." "Segera kudatangi Benteng Penggantungan itu.yang telah kujadikan korban. kematian-kematian orang2 banyak ini menimbulkan kemarahan umum si Cendekiawan Serba Bisa Thung Lip mengajak orangorangnya mengeroyok aku. ia menotok jalan darahku." "Mudah diselesaikan.” "Bagaimana cianpwe?" Han Thian Chiu itu menggantung "Suatu hari ia kembali." "Heran. maka ia kembali lagi. Ia pandai membujuk rayu. sehingga terjadi drama Pohon Penggantungan. aku melatih diri maksud ingin menuntut balas kepadanya. "Sungguh kejam. aku digantung diatas pohon itu. Kukira ia sudah insaf dan betul-betul cinta kepadaku." "Ketua Benteng Penggantungan itulah yang bernama Tan Kiam Lam. "Tan Kiam Lam adalah ayahmu. menggantungkan diatas pohon Penggantungan. dibawah buaian asmara yang sudah hampir menjadi abu. sekali lagi kuserahkan diriku." Tiba-tiba Permaisuri dari Kutub Utara mengerutkan alisnya." "Maka dengan tekun. mengapa begitu kejam.

"Cianpwe . Tan Ciu dan Co Yong turut lari keluar. "Eh. bagaimana ia tidak bingung menghadapi persoalan yang sangat rumit seperti ini."Diantara kami tak ada keserasian paham. Permaisuri dari Kutub Urara menurunkan tangannya kebawah. Tidak mungkin ada seorang ayah yang ingin membunuh anaknya." "Keserasian paham tidak akan memisahkan hubungan keluarga. Tiba-tiba si Permaisuri dari kutub Utara membentak. "Kau ? . kau belum mati?" Kata-kata itu ditujukan kepada Permaisuri dari Kutub Utara. . ia berkata. tak disangka. . kecuali bukan hasil kandungan ayah itu?" "Maksudmu. Tan Kiam Lam itu bukan ayahku ?" "Aku agak kurang percaya. dengan patuh memanggil." Tan Ciu mundur satu langkah. "Siapa?" Tubuhnya melesat keluar dari gubuk rumah itu. . bukankah si Tukang Ramal Amatir mempunyai tingkat derajat yang sangat tinggi? Terlihat pengemis tua itu tertawa Ha ha-hi hi hi. dengan ilmu kepandaian permaisuri dari Kutub Utara yang disegani itu pun memanggil Cianpwe. . ." Tan Ciu agak heran." Tan Ciu menundukkan kepala. Itulah pengemis yang mengaku Serba tahu menyebut dirinya sebagai si tukang Ramal Amatir. terlihat permaisuri dari Kutub Utara sedang berhadapan dengan seorang penjemis tua. disana.

berapa lama kucari-cari dirimu. kau telah meninggalkan aku dahulu. Akulah yang seharusnya memotes batang leher kecilmu itu. "Mengapa harus menyerahkan batok kepalaku?" Cemooh sipengemis. bagaimana kutahu. kau berani menyelusup masuk kedalam Benteng Penggantungan.Wanita baju merah itu berkata. "pertaruhan dikalahkan olehmu. "Di Pohon Penggantungan. "Atas kemurahan hati Tuhan. ha ." Tan Ciu maju mendebat kata-kata si pengemis. ." "Masih ingin membunuh orang?" Tegas lagi pengemis tua itu." "Tidak mungkin. Tidak kusangka. aku telah kalah?" "Suatu hari kau akan tahu bahwa pertaruhan itu telah dimenangkan olehku. "Toh." . kemana kau pergi menyembunyikan diri?" "Ha." Tanpa memperdulikan Permaisuri dari Kutub Utara. "Mana boanpwee berani. . si pengemis Tukang Ramal Amatir memandang Tan Ciu dan berkata. Setengah mati aku meramalkan tempat pesembunyianmu itu. Bagaimana menyalahkan orang." "Syukurlah! Sipatmu telah dapat berubah. kematian boanpwee dibatalkan. Mana kutahu." "Takut kucopot batang lehermu?" Bertanya lagi Tan Ciu kepadanya." "Huh.

ha .. tahu?" "Huh . Nasibmu ditentukan olehnya. . "Kudengar kalian sedang memperbincangkan urusan Tan Kiam Lam maka aku turut campur. Sebagai seorang yang masih mempunyai hubungan keluarga. "Sudah jelas perkara apakah yang dapat mengelabui mataku? Dan jangan kalian kaget kutahu Tan Kiam Lam itu sudah tiada!" "Aaaaa. . ." Permaisuri dari Kutub Utara menganggukkan kepala. . ia turut berprihatin. "Semua urusanku tidak luput dari pada mata cianpwee yang lihay." "Ha . "Cianpwe mengatakan bahwa ayahku sudah mati?" Ia meminia ketegasan. . sebagai seorang anak yang berbakti... . Ia membenarkan kata-katanya si pengemis tua.." Berkata si wanita baju merah. ." "Bagus! Jagalah baik-baik."Ha. kertas cacatanku masih berada padamu?" "Masih. "Juga membicarakan soal Han Thian Chiu?" "Betul. Tan Ciu tidak dapat melepas darah dagingnya begitu saja. Hmm . . Pengemis itu berkata lagi." Si pengemis tua tertawa.!" "Apa?" Tan Ciu dan Permaisuri dari Kutub Utara berteriak bareng.ha.." Si Tukang Ramal Amatir berbalik kearah Permaisuri dari Kutub Utara kepadanya ia berkata. walau sang ayah berbuat jahat.. .

" "Tidak mirip?" "Betul.. "Siapakah orang Penggantungan itu?" yang menjadi ketua Benteng "Kau percaya..." . "Bagaimana kau tahu bahwa dia bukan Tan Kiam Lam?" "Dia tidak mirip Tan Kiam Lam. ramalannya ini sudah terlaksana.. bahwa si Ketua Benteng Penggantungan sebagai jelmaan Tan Kiam Lam?" "Mungkinkah bukan Tan Kiam Lam?" "Dia bukan Tan Kiam Lam!" Tan Ciu mengerutkan kedua alisnya." Si pengemis tua itu berdehem. Tidak mirip Tan Kiam Lam.Si Tukang Ramal Amatir menganggukken kepala seolaholah. Mungkinkah katakata itu dapat dipercaya? Segera ia mengutarakan kecurigaannya.." "Aku tidak mengerti." "Heem.. "Tahukah kedatangan si pendekar Dewa Acgin Sin Hong Hiap ke Benteng Penggantungan?" "Pamanku yang bernama Tan Kiam Pek itu yang menjanjikannya bertempur didepan Benteng Penggantungan." "Tepat. Tahukah alasannya. mengapa Tan Kiam Pek menantang Sin Hong Hiap menempurkan dirinya didepan Benteng Penggantungan?" "Aku bukan tukang ramal! Aku tak tahu.

Dimisalkan betul. ia ingin mengetahui ilmu-ilmu silat dari kedua orang yang bertempur itu." Tan Ciu berkata. dengan demikian ia dapat menambah pengalaman. dan hal ini tidak terdapat pada Tan Kiam Lam palsu. ia dapat menandingi Tan Kiam Lam. "Jadi. Tan Kiam Pek tahu jelas akan kebiasaan sang saudara. "Apakah alasan yang dikemukakan olehnnya" "Alasan pertama. "Tujuan berikutnya dari rencana Tan Kiam Pek sebagai berikut. tidak dapat disangsikan lagi." ." "Manakala ia bertempur. Pengemis tua itu berkata lagi."Aku telah bertemu dengan Tan Kiam Pek dan ia telah bercerita kepadaku." Tan Ciu dapat diberi mengerti. bahwa Tan Kiam Lam itu adalah Tan Kiam Lam palsu." "Apakah kebiasaan Tan Kiam Lam yang paling khas. pasti ia menggunakan tangan kanan. sedangkan ketua Benteng Penggantungan itu pandai menggunakan tangan kiri." Berkata si tukang ramal Amatir itu. ketidakserasian yang paling menyolok mata." "Alasannya?" "Sebagai seorang saudara. ia berhasil mempelajari ilmu silat dari kedua jago tersebut. Telah dipastikan olehnya bahwa ketua Benteng Penggantungan itu bukanlah Tan Kiam Lam." "Dan ia berhasil?" "Tentu. pada suatu hari." "Tentu saja. ingin membuktikan bahwa ketua Benteng Penggantungan bukanlah Tan Kiam Lam.

wajah siketua Benteng penggantungan telah diubah oleh seorang tokoh make up yang lihay?" Siapakah akhli make up yang sangat lihay ini? Si Tukang Ramal Amatir tidak segera menjawab pertanyaan ini." "Aaaaa . .. ia berkata.."Tapi. "Betul. "Kau menuduh. dengan perlahan-lahan dan tandas.. "Han Thian Chiu. "Dengan ilmu kepandaian menghias mukanya Han Thian Chiu dapat mengubah siapa pun juga." "Masih meragukan keteranganku?" Bertanya sipengemis tua. seolah-olah bahwa ketua Benteng Penggantungan itu sebagai jelmaan Han Thian Chiu?" Permaisuri dari Kutab Utara meminta ketegasan." "Maksud Cianpwe." "Wajah itu mudah diubah.? Han Thian Ciu. . ..!" Permaisuri dari Kutub Utara mempentang kedua matanya lebar-lebar. . "Betul." Tiba-tiba ia bertepuk keras." Permaisuri dari Kutup Utara mengoceh. sebaliknya memandang kearah permaisuri dari Kutub Utara." Si pemuda menganggukkan kepala. Termasuk juga Wajah Tan Kiam Lan. .. ia pandai menggunakan tangan kiri. Tapi.. "Mengapa mempunyai wajah Tan Kiam Lam. Tan Ciu berkata. "Itulah si Telapak Dingin Han Thian Chiu. Tatkala baru .

sangatlah masuk diakal. apa yang kau ingin kerjakan?" Tubuhnya turut melesat. "Tentunya. "Telah dua puluh tahun." berkata permaisuri dari Kutub Utara itu. ia gemetaran takut. ia melesat jauh. ia bingung karena aku tidak mati." "Akh. Menjadikan dirinya sebagai seorang ketua Benteng Penggantungan. "Aku turut serta. "Betul." sipengemis tua menghela napas.melihat wajahku.. Tan Kiam Lam telah dianiaya olehnya." Si Tukang Ramal Amatir berkata lagi." "Bagus. "Mari kita bersama-sama membikin perhitungan dengannya . ia memunculkan dirinya didalam rimba persilatan. Ternyata ia bingung karena kehadiran aku.. sebentar kemudian berhasil menghadang wanita baju merah itu." Berkata lagi Permaisuri dari Kutub Utara. dengan menggunakan wajah Tan Kiam Lam. Dengan demikian. aku harus segera membunuh Han Thian Chiu. Tan Ciu turut membuka suara. "Hei. "Ingin ke Benteng Penggantungan?" Demikian ia dapat menduga isi hati orang. kunanti-nantikan saat yang seperti ini. Permaisuri dari Kutub Utara menggerak tubuhnya. bila ketua Benteng Penggantungan itu ingin membunuh dirinya mengingat bahwa dirinya bukanlah putra si jahat." Tan Ciu mempunyai pendapat yang sepaham. Terdengar suara bentakan si pengemis tua.

Dibelakang mereka adalah sipengemis tua menyebutkan dirinya sebagai si Tukang Ramal Amatir. "Mari kita turut menyaksikan keramaian.. ia pun segera melarikan diri. diajaknya Co Yong dan berkata. mengetahui bahwa penyamarannya segera terbuka. Tan Ciu dan Permaisuri dari Kutub Utara menuju Benteng Penggantungan. Tan Ciu beserta ketiga kawannya telah didepan Benteng Penggantungan. direndengi oleh Tan Ciu.Menghindari diri sipengemis tua. bagaimana ia tidak turut serta? Iring-iringan ini menuju kearah Benteng Penggantungan. didalam Benteng Penggantungan telah terjadi perubahan. Keadaan sangat sepi. kini diketahui bahwa Tan Ciu harus mencari orang yang telah memalsukan ayahnya.. Keadaan di Benteng Penggantungan sangat tenang." Co Yong telah mengikatkan hatinya kepada Tan Ciu. kemana pemuda itu pergi. Munculnya Permaisuri dari Katub Utara sangat mengejutKan ketua Benteng itu. Si tukang Ramal Amatir tidak mau ketinggalan. Sebentar kemudian. tidak ada penjagaan juga tidak terlihat ada orang yang mencegat perjalanan mereka. Mengapa? Mengapa dapat terjadi kejadian seperti ini? Ternyata. Tiba-tiba. Sebagai perintis jalan adalah Permaisuri dari Kutub Utara. tidak ketinggalan juga Co Yong.. .. iapun terus turut serta.

!" Ia berteriak. demikian juga Cang Ceng Ceng. "Cianpwe. segera mereka bertempur. Tan Ciu pernah menanyakan keadaan Kui Tho Co kepada ketua Benteng Penggantungan itu. . "Cianpwe kenal dengannya? Siapakah dia?" "Dia adalah Kui Tho Cu. Tan Ciu mengajukan pertanyaan. Sehingga terjadi kejadian seperti ini. Mereka mengikuti datangnya suara dan menemukan seorag yang menggeletak ditanah dalam keadaan luka. .. "Aaaa. tapi disangkal dan tidak diberi tahu.. "Aaaa ..! si bungkuk Kui Tho Cu?!" "Betul!" Tan Ciu tahu betul bahwa Cang Ceng-ceng juga mencari seorang bungkuk yang bernama Kui Tho Cu.Keempat orang itu dikejutkan oleh terdengarnya suara rintihan seseorang.. "Siapa?" "Aku. Mereka telah bertemu." permaisuri dari Kutub Utara memberikan jawaban." Jawab si pemuda. dan tentunya Kui Tho Cu jatuh dibawah tangan Cang Ceng Ceng. Orang tua bungkuk itu tidak dapat melihat." Permaisuri dari Kutub Utara berteriak. Tan Ciu bertindak gesit. segera dikenali orang tua bungkuk yang telah membantu dirinya melarikan diri. "Aku Tan Ciu.! Kau berada ditempat ini?" Ternyata ia kenal pada orang tua bungkuk itu. . tidak disangka bahwa orang yang mau dicari oleh gadis berbaju putih itu telah dilukai olenya juga. ia berkata lemah..

" Permaisuri dari Kutub Utara mengundurkan diri. ia berkata. "Biar kuusahakan sedapat mungkin.!" .Tan Ciu mengeluarkan dua butir obat Seng Hiat Hoan hun-tan." "Baik!" sahut Tan Ciu yang tidak sabar untuk mengetahui rahasia ketua Benteng Penggantungan Co Yong berteriak." Dikerahkan tenaganya. ia ingin mempercepat proses pengobatan. "Mari kita mencarinya. Permaisuri dari Kutub Utara menggerak-gerakkan jarinya. menotok beberapa jalan darah orang tua bungkuk itu. dan siap memasangkan telapak tangan kepunggung orang. Permaisuri dari Kutub Utara berkata. maksudnya menyalurkan tenaga dalam. tidak ada tenaga untuk menengok lagi. masih ia menggeliat. Tan Ciu memandang wanita baju merah itu dan mengajukan pertanyaan. ditelankannya kedalam mulut Kui Tho Cu. Luka Kui Tho Co sangat berat. ia tahu bagaimana keadaan luka yang diderita oleh manusia bungkuk itu. Pengemis tua itu segera menyalurkan tenaga kearah sibungkuk. Si Tukang ramal amatir segera menyusul dan berteriak.. menyerahkan tugas tersebut padanya.. "Tugas ini serahkan kepadaku. "Tan Ciu. "Masih ada harapan?" Ilmu kepandaian Permaisuri dari Kutub Utara tinggi sekali dan lihai.

" "Jangan takut.Si pemuda menghentikan langkahnya. Kui Tho Cu menoleh dan bersempokan mata dengan pengemis tua itu." "Masakah aku kalah dengan Han Thian Ciu?" berkata Permaisuri dari Kutub Utara tidak puas "Kau akan dikalahkan oleh Cang Ceng Ceng. Dibawah kekuasaan Ie-hun Tay-hoat mana mungkin ia membedakan kawan dan lawan. ia harus menungga hasil dari penyembuhan Kui Tho Cu. kau belum mati?" Ia terkejut sekali." "Belum tentu." "Ilmu kepandaianmu dapat memenangkan orang tua bungkuk ini?" Permaisuri dari Kutub Utara tertegun. "Eh. Ada lebih baik untuk menunggu sebentar. sedangkan manusia bungkuk itu dapat dikalahkannya. "Ada apa ?" “Ilmu kepandaian gadis berbaju putih itu tidak berada dibawah si ketua Benteng Penggantungan. . "Ada lebih baik menunggu cianpwe ini. ilmu kepandaiannya berada dibawah tingkat Kui Tho Cu. menoleh kearah gadis itu dan berkata. "Masih ada diriku bukan?" Co Yong menggeleng-gelengkan kepala." Berkata Permaisuri dari Kutub Utara. Beberapa saat kemudian Si Tukang Ramal Amatir melepaskan saluran tenaganya. bagaimana ia dapat memenangkan pertandingan? Permaisuri dari Kutub Utara dapat diberi mengerti.

bukan? Aku ditempur oleh kawan wanitamu itu. Cie Yan dan lain-lain. tidak kusangka.. bila kau mati. katanya. Dan tentu saja." "Lukanya tidak lebih ringan dari luka yang kuderita."Kentut busuk." berkata Kui Tho Cu memberi keterangan. dimanakah ia berada ?" "Ia juga menderita luka. Siapa yang menyembuhkan lukamu?" Bentak pengemis tua yang mempunyai sifat angin-anginan! "Untung kau tiba pada saatnya. "Telah kau saksikan. ia juga menderita luka? Syukurlah. kita segera dapat mengalahkan mereka." ”Kini. Tan Ciu maju mengadakan pertanyaan. si pemuda dingin Pek Hong. "A a a a . ketua kalian. bagaimana kau terluka ?" Kui Tho Cu." Tan Ciu ”Ia tidak ada. aku kalah dibawah tangannya. mereka adalah wakil ketua Benteng Penggantungan Co Yong Yen. Co Yong Yen menghadapi rombongan Tan Ciu dan berkata." berkata Si manusia bungkuk. . entah kemana ia telah pergi. "Cianpwe. mendelikkan mata." Berkata Co Yong Yen memberi keterangan. "Tan Ciu.. "Pernah lihat ketua Benteng Penggantungan itu?" "Tidak. wanita berbaju hitam Kang Leng." "Aku ingin menjumpai membentak keras." Tan Ciu berteriak girang. kau dapat mengajak konco-konco yang banyak sekali." Bebetapa bayangan melayang datang.

cianpwe telah menolong diriku dari kesusahan." Berkata Co Yong Yen." "Bagaimana tidak? itu waktu. "Cianpwe. "Ia belum kembali kebenteng..." Berkata si Tukang Ramal Amatir singkat. Syukur." "Melarikan diri?" "Betul. "Kami pun sedang berusaha mencarinya. ia berkata. hal ini. "Sungguh. wajahnya pucat pasi. Hal ini sudah berada didalam perhitungannya. masih kenalkah kepadaku?" Co Yong Yen menatap tajam-tajam si Tukang Ramal Amatir." "Tidak kusangka. dengan patuh ia memberi hormat. "Kau telah menduduki jabatan wakil ketua Benteng Penggantungan...." "Cianpwe pandai berkelakar. Munculnya kau didepan dirinya menggetarkan nafsu hidup Han Thian Chiu. Syukur." "Tolonglah panggil keluar ketua kalian. Masih belum berhasil. dengan senyuman yang anginanginan. Aku harus mengucapkan selamat kepadamu..... ia berkata. "Bohong.." Bentak Tan Ciu keras." Tukang Ramal Amatir berpikir sebentar." berkata si pengemis tua." "Beruntung kau masih ingat kepadaku.Pengemis tua turut maju. "Kukira ia telah melarikan diri.. Tiba-tiba terjadi perubahan yang mendadak." .. "Nona Co." Co Yong Yen yang memberi keterangan..

Dia bukan Tan Kiam Lam. "Ketua kalian telah melarikan diri." "Budi Tan Kiam Lam terlalu besar. Munculnya aku dihadapannya telah meruntuhkan semua iman-imannya. Tak seorang pun ." "Bagus! kata-kata yang penuh kekasatriaan. apa langkah yang kau ambil. "Betul. Wanita berbaju merah itu menganggukkan kepala. kukira ia telah melarikan diri. "Nona Co. ia menyembunyikan diri jauh-jauh. apa yang harus dipertahankan. bila kami ingin membakar Benteng Perggantugan." "Dia bukan Tan Kiam Lam." Pengemis tukang ramal memandang Co Yong Yen berkata." Kui Tho Cu berkata. Dia adalah si Telapak Dingin Han Thian Chiu.Ia memandang Permaisuri dari kutub utara. jiwa kamipm akan kami persembahkan. mana mungkin dapat membangun itu Benteng Penggantungan." "Kami akan mempertahankan sedapat mungkin. Tapi kalian bukanlah tandingan kami. Ilmu mengubah mukanya sangat mahir sekali. pasti aku menuntut balas. ia dapat menyetujui dugaan tersebut. katanya." "Ha?!" "Percayalah keteranganku. Ia terlalu gesit bagiku. dan uutuk menghindari tekanan itu. "Bila tidak mempunyai kegesitan yang melebihi orang." jawab wakil ketua benteng itu." "Demi kemulian benteng.

Tan Ciu berteriak sedih.. terlihat gadis berbaju putih itu sedang menerima penderitaan." Tubuh Tan Ciu melesat. "Dimanakah nona Cang berada?" "Didalam... Aku Tan Ciu. "Betul." Tan Ciu segera maju berkata." "Apa maksudmu datang kembali lagi?" "Aku harus menolongmu. menuju kearah yang telah ditunjuk. . .. kau pernah benci kepada si Cendekiawan Serba Bisa Thung Lip itu orang yang pernah mempekosa tersebut itupun adalah jelmaan Han Thin Chiu juga.." "A a a a a a.. "Kau?.." Ia mengerutkan alisnya. reflek ilmu kepandaiannya yang tertinggi belum lenyap.yang dapat membedakan persamaan itu.ceng lompat bangun... Cang Ceng ceng terbaring disuatu tempat tidur. . si pemuda melesatkan dirinya kedalam kamar tersebut. Wajah Cang Ceng ceng menunjukan kemarahan. Dan kau. keadaan lukanya tidak ringan.. Satu suara rintihan terdengar keluar dari salah satu kamar.. "Nona Cang.." "Pergi! Aku tidak membutuhkan pertolonganmu. ia membentak.." Tan Ciu menghentikan langkahnya. menengok dan terlihat kedatangan si pemuda. ." Cang Ceng..

ia berusaha menghindari diri perlahan.!" Dan ia menyingkirkan diri dari serangan Cang Ceng Ceng. hampir menubruk tembok. Tan Ciu menggigil dingin sangat seram." Tan Ciu mendekati tempat tidur itu." Satu pukulan pula dihadiahkan kepada si pemuda. Cang Ceng Ceng membentak.. Tan Ciu berteriak. tubuh si gadis telah melemas. ia menerkam si pemuda. Cang Ceng ceng membentak. karena itulah terkena pukulan."Jangan kau maju lagi. segera kubunuhmu. Tan Ciu mengulurkan tangannya. dengan adanya darah yang berceceran. maka pukulan itu tidak merusak tubuhnya. Bagaikan berhadapan dengan maut. . Walaupun demikian.. .. tidak mungkin ia dapat menerima serangan itu. . kau telah terluka. beruntung Cang Ceng Ceng menderita luka yang agak parah." "Nona Cang. Tan Ciu tidak tega membiarkan tubuh gadis tersebut menubruk benda lain. "Masih tidak mau pergi ?" Hanya kata-kata itu yang dapat dikeluarkan. sempoyongan. karena menggunakan tenaga besar. Tidak dapat kubiarkan begitu saja. maksudnya memayang orang. gadis itu segera lompat dari tempat tidurnya. mata Cang Ceng Ceng menjadi liar. terjatuh ditanah. luka Cang Ceng Ceng membuat bibirnya si gadis telah basah dengan darah.. . Pergi kau . Setapak saja lagi mendekatiku. "Pergi . Tubuh si gadis menubruk tempat kosong. Memandang wajah sigadis. Tan Ciu segera .. "Nona Ceng..

Tan Ciu memandang si Tukang Ramal Amatir. siapakah yang dapat mengalahkannya." "Mengapa ?" "Setelah disembuhkan. saran apa yang dapat diberikan olehnya. maksudnya ingin mengobatinya. Diketahui betul Tan Ciu menyintai gadis itu. siapakah yang dapat mengalahkan dirinya? Apa yang Tan Ciu dapat lakukan kepada Cang Ceng Ceng? Tidak dapat menolongnya. Dialah yang mengadakan pencegahan. "Betul. sehingga kena ilmu Ie-hun Tay-hoat Han Thian Chiu.!" Si pengemis tua. setelah Cang Ceng Ceng sembuh. Manusia bungkuk itu mengangkat pundak. Adanya Cang Ceng Ceng masuk kedalam Benteng Penggantungan dikarenakan membela dirinya. Ia harus turut tanggung jawab. juga tidak dapat membiarkan begitu saja. pertolongan . "Cianpwe melarang memberikan kepadanya?" Bertanya Tan Ciu." Kui Tho Cu turut masuk kedalam kamar itu. dengan ilmu kepandaiannya yang tinggi. gadis tersebut menderita luka berat. ia mengeluarkan obat Seng-hiat hoan-hun tan.memayangnya. bagaimana ia melarang memberi obat? Bila disetujui maksud si pemuda. "Jangan.. orang yang menamakan dirinya sebagai tukang ramal itu telah berada dibelakang Tan Ciu. Tan Ciu memandang si bungkuk. meminta pendapatnya. Terdengar satu suara yang membentak.

kau mengapa ?" Co Yong menangis semakin sedih.. Namanya adalah Pek Co Yong. pocu kami menyerahkannya kepada Hu Pocu. Kang Leng tampil memberi keterangan. . "Berusahalah membebaskan dirinya dari kekangan ilmu Ie-hun Tay hoat itu. wajahnya kumel sekali. .. . Mata Co Yong basah dengan air mata.. Dan sibungkuk pun berkata." ." Beberapa orang berjalan masuk lagi. .Pengemis tua itu berkata. "Sebelum kau meninggalkan Benteng Penggantungan pernah kuceritakan sedikit tentang keadaan Benteng Penggantungan. "Aku tiada guna. "Nona Co." "Cianpwe tidak dapat menolong ?" "Aku tidak mempunyai itu kepintaran. Tan Ciu tak tahan mengajukan pertaayaan. Bukan ." Panggil lagi Tan Ciu. tapi tidak diceritakan asal usul dirinya?" yang dapat "Kecuali si Telapak Dingin Han Thian Chiu. termasuk asal usul Nona ini. Co Yong dan wanita berbaju hitam Kang Leng. "Co Yong. ." "Mungkinkah tidak ada orang menghilangkan ilmu Ie-hun Tay-hoat?" "Mana mungkin ." Berkata Tan Ciu.." Tan Ciu memandang Kui Tho Cu. bukan?" "Aku tidak mengerti. tegasnya untuk mendidik ilmu surat dan juga ilmu silat. mereka adalah Permaisuri dari Kutub Utara. "Eh.

Tidak disangka perubahan situasi dapat berkembang seperti ini. Diketahui bahwa Han Thian Cu itu sebagai musuh besar.Aku tidak mau menjadi putrinya. anakku ." Ditudingnya gadis yang sudah basah dengan air mata itu! Tan Ciu pernah mengadakan janji untuk sehidup semati dengannya. bagaimana ia akan mengawini putri musuh? Permaisuri dari Kutub Utara Pek Pek Hap berkata." Pek Co Yong menjerit. Tidak . tapi?.!" Kang Leng memberikan keterangan yang lebih jelas. "Aku mengerti kesulitannya.. . . Tubuhnya gemetaran. Aku tidak mau!" Pek Pek Hap menghela napas. . . . . . Pek Pek Hap mengelus-elus rambut putrinya." Tan Ciu berteriak! "Aaaaaa. .Permaisuri dari Kutub Utara turut bicara. . .. Tan Ciu semakin bingung. . Aku tidak mau . "Oo. . "Kau! Kau Putri Han Thian Cu?" Pek Co Yong menganggukkan Kepala lemah. "Ternyata. Ia telah merusak kebahagian ." Pek Co Yong menangis sesenggukkan didalam rangkulan ibunya. "Janganlah kau bersedjh lagi .. "Nama Cianpwee ini adalah Pek Pek Hap dan dia adalah Pek Co Yong. "Tidak . dia adalah putriku ini. katanya. menggigil dingin! Pek Co Yong menangis semakin sedih! Tan Ciu berkata. Dia bukan ayahku? Hal ini tak dapat disangkal sama sekali.

" "Tentu saja kau dapat berpikir tenang." Berkata si gadis. "Setelah melepaskan diriku kau masih ada seorang Cang Ceng Ceng.. kita harus berusaha menguasainya." "Uh . Sangat masuk diakal. kau harus berusaha hidup. aku akan kehilangan pegangan hidup.. Tan Ciu berkata." "Aku tidak dapat melupakanmu. ." "Aku sudah bosan hidup." Suara Pek Co Yong sangat perlahan sekali." Berkata pek Co Yong. ." "Jodoh kita tidak mungkin terlaksana. . . sedangkan orang itu ayah si gadis.hidupku. "Demikian juga dengan keadaan diriku. "Gagalnya perjodohan kita tidak akan mengganggu masa depan. Tapi." "Berpikirlah Secara tenang. ia berkata. Jodoh mereka terganggu! Biar bagaimana Tan Ciu harus membunuh Han Thian Chiu." Berkata Pek Co Yong. . Tidak sedikit kebahagiaan orang yang telah rusak dibawah tangan ayahmu itu.. Hanya Tan Ciu seorang yang dapat mengikuti suara itu. aku ingin mati. "Nona Pek." "Kehilanganmu. bagaimana dengan keadaan diriku?" Kata-kata yang sangat menyayatkan hati. tidak seharusnya kita dirundung kemalangan ini. "Kau harus berani menerima kenyataan.. Tidak dapat disangka." Tan Ciu maju menghampiri. . uh .

Walau pun kalian tidak dapat hidup bersatu. "Co Yong... seterusnya.Tan Ciu dapat melupakan kejadian itu. Apa yang dikatakan olehnya harus mendapatkan perhatian. itulah bukan cinta lagi. ." Pek Co Yong memandang ibu itu tertegun beberapa saat.. "Co Yong. . Kuharap saja dapat mempertahankan hubungan baik itu." "Tidak mungkin sama sekali.Aku membutuhkan cintanya. . karena masih ada calon lainnya." Tan Ciu mencoba mencegah. "Kudoakan. kuatkanlah imanmu. Bagaimana dengan keadaan Pek Co Yong yang tidak mempunyai pilihan kedua? Tan Ciu berkata.." Permaisuri dari Kutub Utara Pek Pek Hap segera mengejar sang putri. . Berusahalah. meninggalkan semua orang." Sang ibu berkata.. . ." "Kukira dapat. . agar kau menemukan seorang pemuda yang lebih baik dariku. ia hanya dapat menerima satu kali ketukan pintu percintaan! Hanya satu kali. .Bukan persahabatan yang kubutuhkan ." "Tidak ." "Kenyataan tidak dapat dielakan! Apa yang dapat kita tinggalkan! Sudah tentu dapat dicari kembali!" Permaisuri dari Kutub Utara Pek Pek Hap turut menghibur sang putri. "Kau .. .. "Co Yong. . itulah Cang Ceng Ceng. .Tidak mungkin kau mendapat cintanya lagi. tiba-tiba ia lompat keluar." "Huh? Kau tidak dapat menyelami hati seorang gadis..

"Dengarlah kata-kata ibumu." Butiran air mata membasahi wajah Permaisuri dari Kutup Utara itu. . Ia sangat bersedih. Pek Co Yong meninggalkan dirinya. . ." Pek Co Yong menggeram. beberapa saat kemudian." Ia berkata dengan ratapan hati. . Tak disangka hanya persoalan cinta. dengan demikian. . Telah lama dipisahkan Han Thian Chiu kini berhasil berkumpul menjadi satu. "Co Yong." "Kau harus dengar kata-kata ibumu . Pek Pek Hap berusaha mengejar putri tersebut. ." "Cukup. ." -ooo0dw0ooo- . dicegatnya jalan lari gadis itu dan membentak. Semua harapan dilepas kepada putri tunggal tersebut.. "Aku tidak mau dengar. "Tidak . ia berhasil. ." "Jangan kau maju lagi dari tempat ini.Sebentar kemudian. tidak . "Minggir. . ." "Dengar. jangan kau menjadi tolol." "Jangan kau mengambil putusan nekad." Pek Co Yong berteriak.. . Pek Co Yong telah keluar dari Benteng Penggantungan. ." "Jangan kau ikut campur. Ia hanya mempunyai seorang putri. ." pek Pek Hap berusaha mendekati putri itu. kesedihan yang ditimbulkan oleh Han Thian Chiu bisa terlupakan. Bagaimana tidak bersedih? "Co Yong Yen.

"Co Yong." "Lihatlah dikemudian hari." Biar bagaimana." kata sang ibu. tegakah kau . memukul kearah sang ibu. Hanya seorang putri yang kupunyai. Pek Co Yong tidak berhasil mengelakkan lagi dari totokan ibu lihay itu.. berapa banyak penderitaan telah kualami. Haruskah aku menyerah? Haruskah kubiarkan tak berakhir? Tidak. "Ibu. Semua telah terjadi.. . Air mata seorang ibu telah membasahinya. . Segala derita kupikul sehingga hari ini. Pek Pek Hap harus menarik kembali putri tersebut kedalam rangkulan dirinya." "Mengapa Tuhan tidak adil? Mengapa menjatuhkan malapetaka ini kepada kita?" "Kita wajib hidup. Setiap manusia yang hidup didunia wajib mempertahankan dirinya dari segala macam penderitaan. . ia telah berada dibelakang Pek Co Yong. tangannya dikibaskan. "Bu." Pek Co Yong menangis sesunggukan.Jilid 14 "CO YONG. Seperti sekarang ibumu alami. "Jangan kau berbuat tolol." Pek Pek Hap memanggil perlahan. berapa banyak godaan hidup yang menekan.. Permaisuri dari Kutub Utara Pek Pek Hap menyingkir dari serangan itu." "Kita wajib mempertahankan diri dari segala godaan hidup. Pek Co Yong membentak. gesit sekali. tangannya bergerak menotok jalan darah gadisnya. Ia jatuh kedalam pelukkannya. ." "Ibu. . . aku sudah bosan hidup didunia yang seperti ini. .

kita bahu membahu menyingkirkan kesulitan-kesulitan itu. Pek Co Yong dapat diberi mengerti. Tan Ciu mengajukan pertanyaan. "Nona Co. Co Yong. hidup adalah penderitaan. terlihat senyuman walau penuh air mata. Kita akan bergandengan tangan. Didalam Benteng Penggantungan berkumpul banyak orang." "Kuatkan imanmu.. si Bungkuk Kui Tho Cu. Dengan bergandengan tangan mereka balik kedalam Benteng Penggantungan. mereka adalah sipengemis Tukang Ramal Amatir. Permaisuri dari Kutub Utara Pek Pek Hap berhasil menahan kepergian gadisnya. Bila ibumu dapat mempertahankan hidup merana." Ia berkata puas.. Mereka sedang merundingkan cara-cara yang terbaik untuk menyembuhkan penyakit Cang Ceng Ceng. kau adalah putriku. wakil ketua Benteng Penggantungan Co Yong Yen. ia menganggukkan kepalanya. bagaimanakah untuk memunahkan ilmu Ie-hun Tayhoat?" . sebagai wakil ketua benteng mungkin kau tahu. mungkinkah kau tidak sanggup menerimanya?" "Ibu. senyuman itu sangat cerah sekali. Memandang Co Yong Yen.meninggalkan ibumu seorang diri?. kita wajib mengatasinya. Wajah si Permaisuri dari Kutub Utara Pek Pek Hap bercahaya terang. "Kau adalah anak gadisku yang baik. wanita berbaju hitam Kang Leng dan Tan Ciu.

Tan Ciu tidak tahu menahu tentang Penghuni Guha Kematian. ." Co Yong Yen dapat diberi mengerti. ia memberikan keterangannya. "Kecuali ketua Benteng Penggantungan." "A a a a a . bagaimana sifat Penghuni Guha Kematian itu." "Si apakah orang itu?" "Penghuni Guha kematian. tidak ada orang yang tahu pasti. . tidak ada orang yang dapat menceritakan dengan lebih terperinci. Kukira kau dapat memberi petunjuk yang baik. Kita dapat membangun suatu Benteng Penggantungan baru. Diceritakan orang banyak bahwa Penghuni Guha Kematian sangat kejam dan telengas. hanya dua orang ini yang mengetahui. sebagai dua tokoh terkemuka. setelah kau berjanji untuk melepaskan diri dari Benteng Penggantungan. . "Betul. dan ia bertanya. hanya seorang lagi yang dapat menghilangkan ilmu Ie-hun Tay-hoat. tidak perlu kau takut kepada si Telapak Dingin Han Thian Chiu. siapa yang dimaksud dengan Penghuni Guha Kematian itu. "Bagaimana sifat-sifatnya Penghuni Guha Kematian itu?" Co Yong Yen menggelengkan kepala. Tanpa takut kepada ancamannya manusia durjana itu." Sibungkuk Kui Tho Cu turut berkata. lelaki atau wanita. tokoh-tokoh golongan tua. "Nona Co." Pengemis Tukang Ramal Amatir berkata.!" Pengemis Tukang Ramal Amatir dan si bungkuk menunjukkan wajahnya yang tegang."Kukira sangat sulit.

mereka telah menjadi linglung dan sinting. seorang tokoh silat yang menyeramkan. Beberapa tokoh silat ingin mengecek kebenarannya beramai-ramai mereka memasuki Guha kematian . . ... hanya . Dipandangnya keadaan Cang Ceng Ceng yang telah dibaringkan ditempat tidur." "Ohhh . otak mereka telah dimiringkan. . tersiar berita tentang adanya Guha Kematian ini." "Satu persatu mati didalam guha itu?" Tan Ciu menduga kepada kekejamannya." Tan Ciu mengerutkan alisnya. ia . .Memandang si Tukang Ramal Amatir. "Mereka tidak mati." "Apa pula keseraman dari guha tersebut?" "Tidak seorang pun dari tokoh-tokoh silat yang masuk kedalam Guha Kematian yang mati." "Tidak ada seorang pun yang mati ?" "Betul." ”Apakah dibuktikan kebenaran ini?" Kui Tho Co turut berkata. Tan Ciu menyampaikan pertanyaan yang sama. belasan tahun yang lalu. tapi tidak seorang pun dari mereka yang hidup normal. ." Penghuni Guha Kematian adalah seorangg tokoh maut. "Tentunya cianpwe tahu." "Hidup seperti itu adalah lebih menderita daripada kematian. "Tidak perlu disangsikan lagi. Aku pernah melihat beberapa dari orang-orang berotak miring itu. .

" Si pengemis tua tersentak kaget.segera mengambil putusan. "Baik. setelah kau menjadj seorang yang tiada ingatan?" "Setiap jalan yang dapat menyembuhkannya harus ditempuh. Kehidupan baginya." "Bila Penghuni Guha Kematian itu tidak mau menolong Cang Ceng Ceng?" . Segera kutemukan Penghuni Guha Kematian itu. "Hei." "Tidak dapat kami biarkan kau mencari kematian seperti itu. "Sungguhkah bahwa si Penghuni Guha Kematian itu dapat menyembuhkan orang yang telah di Ie-hun Tayhoat?" Co Yong Yen memberikan kepastiannya." Yang dimaksud dengan sebutan pocu adalah ketua Benteng Penggantungan mereka. bukan?" "Apa akibatnya." "Inipun jalan kematian. kau ingin pergi kesana?" Ia menatap si pemuda itu. belum tentu mati. orang yang sakit ingatan." "Hanya menjadi seorang sinting. dengan mengertek gigi ia berkata. Tan Ciu segera mengambil putusan. "Hanya jalan yang satu ini yang dapat kuharapkan." "Kematian bagiku. katanya. "Pasti!" "Bagaimanakah kau tahu pasti ?" "Pocu kami pernah menyebut hal ini.

Kui Tho Cu masih ingin mencegah." "Berpikirlah masak-masak dahulu." Co Yong Yen menganggukkan kepala. kini memandang si Tukang Ramal Amatir dan berkata kepadanya. ." "Telah kupikir dengan masak. Pengemis Tukang Ramal amatir berkata. ada sesuatu yang ingin menyusahkanmu. Tiba-tiba ia teringat sesuatu. Cendekiawan Serba Bisa Thung Lip menantikan dikamar tahanan bawah." "Terima kasih." Tan Ciu siap pergi. "Lupa memberitahu kepadamu." Digendongnya tubuh Cang Ceng Ceng dan meninggalkan ruangan itu. Ia diam. hanya tidak ada alasan yang dapat diutarakan. Diserahkannya kitab tersebut dan berkata."Kukira ia mau. Tekadnya yang ingin pergi keguha kematian tidak dapat diubah lagi. Tiba dipintu ia membalikkan kepala memandang Co Yong Yen dan berkata kepadanya." "Tentang apa?" Dari dalam saku bajunya. "Segera kutemui dirinya. "Cianpwe." "Dimanakah letak tempat Guha kematian itu?" "Didaerah pegunungan Ceng-in. Kau boleh berusaha." Dan Tan Ciu meminta diri kepada semua orang. Tan Ciu mengeluarkan sejilid kitab. "Silahkan.

teringat hubungan mereka yang sudah lama." Tukang Ramal Amatir tertegun. aku telah mendapatkannya sayang latihan tenagaku tidak sempurna." berkata pengemis tua itu. "Mengapa kau serahkan kepadaku?" "Kepergianku ini belum tentu dapat kembali lagi. Itulah sepasang mata Pek Co Yong yang telah menghadang dirinya.. mengingat belum tentu mereka dapat berjumpa kembali dan mengingat hari depan mereka yang sudah menjadi sangat suram." "Biar kusimpan untuk sementara.. Ambillah. sepasang mata si pemuda berumbuk dengan lain pasang mata." Ia meminta jalan. Bila kau masih membutuhkan kau boleh meminta kembali." Tan Ciu tidak menolak etikad baik ini." Co Yong menghela napas lemah. Sungguh sayang bila sejilid kitab pusaka turut terpendam. tidak berani melatih terlalu banyak. Tan Ciu mengayun langkahnya. bertanya. Terimalah. "Atas petunjuk guruku dengan adanya sebuah gambar peta. tidak sejurus pun yang tidak luar biasa. "Tekad kepergianmu tidak bisa diubah lagi?" Tan Ciu menganggukkan kepala."Didalam kitab ini tercatat ilmu silat maha tinggi. "Baiklah." "Darimana kau dapat?" Bertanya si pengemis itu.. . disuatu guha dipegunungan yang sepi. Hanya sebagian dari catatan-catatan ilmu silat yang dapat kupelajari. "Biar kuantar dirimu sampai didepan. Pek Co Yong berkata dengan kejut.. "Nona Pek.

lebih dari pada itu. ia ingin menanam satu kenangan yang paling mendalam.. aku memasuki perkumpulan Iblis Merah.. mereka keluar dari Benteng Penggantungan. tapi tidak sebuah kata pun yang diucapkannya. bayangan mereka terpeta panjang." "Baik-baiklah diperjalanan. "Terima kasih kepada kesediaanmu yang mau mengantarkanku sampai sejauh ini. Begitu cinta kau kepadanya. "Aku nyaris binasa karena ingin menolongmu .. Seharusnya kau tahu . "Aku tidak percaya. Itu waktu kau terluka." Air mata Pek Co Yong menjadi basah. Sehingga bersedia mengorbankan diri sendiri untuk menyembuhkan penyakitnya. mungkin perpisahan untuk seumur hidup mereka. "Selamat berpisah." Berkata si pemuda." "Tidak kusangka. aku berhasil mengambil obat." berkata si pemuda perlahan.. "Nona Pek. Pek Co Yong membayangi pemuda itu dengan langkah berat. Setengah lie lagi. tidak lama lagi.. dengan menggendong tubuh Cang Ceng Ceng." "Apa yang telah kuberikan kepadamu. mereka segera berpisah..Pek Co Yong mengiringi kepergian Tan Ciu." Berkata si gadis.. Mereka berjalan sama-sama.dalam . Tan Ciu menghentikan langkahnya. Waktu menjelang magrib. dengan menerjang segala macam bahaya. Tan Ciu tidak bicara. Pek Co Yong menatap wajah sipemuda.

Keluar dari mulut lembah. Ia menuju kearah pegunungan Ceng-in." Tan Ciu membenarkan pertanyaan. "Sayang. mereka menghadang perjalanan si pemuda. "Apa maksud kalian?" Bertanya Tan ciu kepada ketiga orang itu." "Sungguh?" Tidak dapat disangkal sama sekali." . nasib mempermainkan kita. "Betul. Tan Ciu mempercepat langkahnya. posisi kedudukanmu masih berada diatas nona ini. Tiba tiba terdengar ada suara bentakan! "Dapatkah saudara itu menghentikan langkahnya?" Tiga orang berbaju kuning telah melintang ditengah jalan. "Dilembah inikah letak Benteng Penggantungan?" "B e n a r . ia berkata. Tan Ciu turut bersedih. "Tempat inikah yang diberi nama lembah Siang-kiat?" Berkata orang berbaju kuning yang ditengah." "Nasibku memang buruk." Pek Co Yong menyusut air mata." Tanpa menoleh lagi. Tan Ciu membawa Cang Ceng Ceng meninggalkan Benteng Penggantungan. Pek Co Yong mengucurkan air mata dengan deras. orang itu lebih tua dan kedua kawannya.mataku. "Pergilah. Selamat tinggal. meninggalkan lembah Siang-kiat.

Tan Ciu masih tertegun ditempat. Siapakah yang tahu. ketiga bayangan itu langsung masuk kedalam lembah Siang-kiat. dia adalah kepala regu dari ketiga orang tadi. apa maksud tujuannya ke Benteng Penggantungan? Siapakah ketiga orang itu? Mari kita mengikutinya. rencana apa yang sedang Tiba-tiba si wajah cakap menghentikan langkanya. Siapakah ketiga orang berbaju Kuning itu? Dilihat dari gerak-gerik. Tidak sedikit rencana-rencana buruk keluar dari hatinya." Cepat bagaikan kilat."Terima kasih. tidak seorang pun yang berkepandaian rendah. inilah manusia yang paling berbahaya. Yang disebelah kiri berwajah cakap. Yang berjalan ditengah adalah seorang tua. Satu dikanan dan satu dikiri. wajah cakap belum berarti mempunyai hati yang bersih. dijelemitkan olehnya. "Tunggu dulu!" Ia berteriak. "Tidakkah kalian melihat keanehan?" Berkata si wajah cakap itu. . Ketiga orang berbaju kuning menuju ke-arah Benteng Penggantungan. "Ada sesuatu yang aneh?" Ia mengajukan pertanyaan. Orang tua itu mengerutkan keningnya diketahui bahwa si wajah cakap menjadi penasehat mereka. "Mari kita melanjutkan perjalanan. mereka mengawasi si kepala regu Yang kanan berhidung bengkung." Sambil mengajak kedua kawannya. tujuannya adalah Benteng Penggantungan. orang tua berbaju Kuning itu berkata.

" "Itulah wajah yang digambarkan olehnya." "Aiaa." "Betul!" "Pemuda inilah yang kita cari?" "Pasti." "Hampir saja ia terlolos dari tangan kita.." "Bolehkah memisalkan. ia keluar dari Benteng . Kemudian ditinggalkan begitu saja. Tan Ciu yang sedang menggendeng Cang Ceng Ceng. . "Darimana ia keluar ?" "Aia . "Ia meninggalkan lembah Siang kiat!" "Betul. ." berkata si orang tua berbaju kuning. . "Pemuda tadi." letak keanehan?" Bertanya sihidung "Mengapa?" Sang kepala regu bertanya. . Ia meneruskan perjalanan dengan rasa dongkol." "A a a a . tidak hujan tidak angin telah dibentak-bentak oleh tiga orang berbaju kuing." "Hampir kita lepaskan kesempatan ini. Ketiga-tiganya balik kembali mengejar Tan Ciu."Dimanakah bengkung." 'Tentu kalian perhatikan wajahnya. Penggantungan... Mari kita tanyakan dirinya." Si hidung bengkung terteriak.

Seorang yang agak tua berjalan ditengah. "Betul. dikanan adalah si hidung bengkung. dikirinya adalah sihati busuk. tiga bayangan yang telah pergi itu melesat kembali.Berderu-deru aogin datang. diharap menahan langkah kakimu!" Tan Ciu berbalik. Apalagi yang ingin ditanyakan kepada dirinya? Ketiga orang berbaju kuning itu memperhatikan wajah dan potongan badan si pemuda lebih seksama dan lebih lama. "Saudara didepan. Betapa buteknya pun pikiran si pemuda." "Orang yang bernama Tan Ciu?" Bertanya lagi orang tua itu." Tan Ciu masih belum mengerti bahwa dirinya sudah berada dibawah pengawasan orang." Orang itu tertawa. menantang mereka dan memperhatikannya. "Apa yang kalian cocokkan. Tan Ciu menentang pandangan mereka! "Masih ada pertanyaan lain?" Ia membuka suara lebih dahulu. ia pun sadar bahwa ada . "Betul! Sangat cocok dengan gambaran yang diberikan olehnya. mana pula mendapat pertanyaan seperti ini. Orang tua berbaju kuning yang diapit oleh kedua kawannya bergumam. Tan ciu menganggukkan kepala. Ia bertanya. "Kau baru meninggalkan Benteng Penggantungan!" Ia bertanya. sangat misterius sekali. mereka berteriak keras.

Ia tidak segera menjawab pertanyaan itu." Orang tua itu menyeringai sinis dengan penuh kemisteriusan.. Tentunya ada sesuatu yang dikandung oleh ketiga orang berbaju kuning tersebut.. "Apakah maksud pertanyaan ini?" "Kau mengakui pertanyaan kami?" "Aku tidak mengaku." "Kau bukan Tan Ciu?" "Ada urusan apa mencarinya?" "Ada. tapi mereka dapat menyebut nama si pemuda agak aneh! Tan Ciu tidak segera memberikan jawaban.. "Kau belum lagi menjawab pertanyaanku." "Betul.sesuatu yang tidak beres. "Ada sesuatu rahasia yang harus disampaikan kepadanya. = o o OdwO o o = Tiga orang berbaju kuning tidak kenal Tan Ciu. siapa dan bagaimana nama sebutan ketiga orang itu." "Rahasia apa?" "Kau Tan Ciu. ia berkata. "Kau Tan Ciu?" Ia mengulangi pertanyaan." Berkata siorang tua." . "Siapa kalian bertiga?" Ia harus tahu.. "Mengapa haruss menjawab segala pertanyaan kalian?" Wajah orang tua berbaju kuning ditekuk.

"Tidak salah. Nanti setelah tiba ditempat tujuan kau akan segera mengerti sendiri. "Biar bagaimana." Berkata ketiga orang berbaju kuning itu. "Kami mendapat tugas untuk menemukanmu. semuanya harus diselesaikan setelah ia sembuh." ." "Kemana ?" "Jangan tanya disaat ini." Ia berkata ketus. "Ingin menggunakan kekerasan?" "Ha ha ha . "Aku tidak ada waktu." "Hampir kami kehilangan jejakmu." Berkata orang tua itu kejam. . ." Tan Ciu sangat tidak puas." "Sangat tepat. "Putra Tan Kiam Lam?" Bertanya lagi si orang tua baju kuning." "Tugas? Apa tugas kalian ?" "Ikutlah kepada kami.Wajah ketiga orang berbaju kuning menunjukkan rasa girang mereka." "Ketahuilah bahwa nona ini sedang menderita sakit dan harus segera disembuhkan." Bertanya Tan Ciu. mereka memaksa. "Apa maksud kalian sebenarnya." "Murid si Putri Angin Tornado. waktu ini harus kau ada kau.

" "Dari golongan manakah kalian bertiga ?" Dari baju seragam kuning itu. ." Jawab orang tua yang menjadi pemimpin mereka.” Ia meminta tugas. . Kami dapat memaksa kau segera turut serta. serahkan kepadaku." "Mengapa ?" "Aku harus membawanya ke Guha Kematian." "Apa? Ke Guha Kematian ?! .." "Baik. Manusia manakah yang masuk kedalam Guha kematian dapat muncul kembali didalam keadaan normal. atau main keroyokan yang kalian mau ?" Si wajah bajingan cakap mencalonkan dirinya. Kau ingin masuk kedalam guha maut itu ?" "Betul. Tan Ciu menduga kepada salah satu golongan dari dalam rimba persilatan. "Kalian mau maju satu persatu. "Bila aku menolak ?" "Jumlah kami ada tiga orang. "Tan Tongcu." Wajah Tan Ciu berubah. permintaanmu tidak dapat kami kabulkan. Kau harus ikut segera." "Wah."Berapa lama kau harus suruh kami menunggu sampai dia sembuh?" "Waktu ini belum dapat kutetapkan. "Belum waktunya kau tahu. akan kulayani permintaan kalian.

mereka masih dapat memancing datang si pemuda. orang tua yang menjadi kepala regu mereka itu dapat mencomot Cang Ceng Ceng dan melarikannya ketempat jauh. Tan Tongcu itu menganggukkan kepala. sudah terang gamblang dan jelas. Letakkanlah gadis yang terluka itu ditanah. Dua orang berbaju kuning menjepit Tan Ciu. mengapa mereka mengancamnya? Terdengar sihidung bengkung berkata. Dengan majunya mereka berdua. ”Hehem. siapakah orang-orang berbaju kuning ini? belum pernah ada permusuhan dengan golongan yang menggunakan seragam kuning." Ia berkata. . Tan Ciu masih diliputi oleh rasa bingung. "Apa yang kau denguskan?" Bentak si bajingan wajah cakap. Ia setuju. ." Si hidung bengkung memang pandai bicara.Orang tua yang dipanggil Tan Tongcu tidak segera mengabulkan permintaan itu. kata-kata itu adalah kata-kata obrolan kosong. "Kami tidak suka menarik keuntungan dengan adanya bebanmu itu. . maksud sangat jelas. bila mereka tidak sanggup melawan pemuda ini. mereka menarik keuntungan dari jumlah orang yang terlebih banyak. Ia memandang kearah sihidung bengkung." Tan Ciu mengeluarkan suara dari hidung. Tan Tongcu. si hidung bengkung dan disebelah kiri adalah si bajingan wajah cakap. dengan demikian. agar kita dapat bertempur dengan lebih leluasa lagi. Bila dikatakan tak mau menarik keuntungan. "Biar aku yang membantu keramaian.

Tan Ciu dapat membedakan betapa tingginya ilmu kepandaian orang tua ini. Tidak terlihat bagaimana ia mengeluarkan pedang itu. Ia mengundurkan diri. ia siap menghadapi serangan lawannya." Ia khawatir pembantu-pembantunya menghadapi Tan Ciu. Ia menutup serangan tersebut.. Hebat. bagaimana pun perubahan lawan pasti dapat ditangkis olehnya. Ia mengirim satu kerlingan mata. "Biarkan aku yang menghadapinya.. Tan Tongcu segera berteriak.." Berkata sihidung bengkung. Orang tua berbaju kuning dan Tan Ciu telah berhadaphadapan. Dan betul saja Tan Ciu dapat menyingkirkan serangan itu. Dari jurus pertama serangan lawan. tidak kuat Si hidung bengkung juga mengundurkan diri. Tiba-tiba."Biar aku yang berunding dengannya. "keluarkan senjatamu. Orang tua berbaju kuning yang dipanggil Tan Tongcu itu telah melejit. gerakannya gesit sekali.. . Tan Ciu melepaskan Cang Ceng Ceng." Pada tangannya telah bertambah sebatang pedang. ia mengirim satu tusukan pedang.. kerlingan tanda isyarat. Si wajah bajingan cukup mengerti. Tan Ciu juga menarik pedang dari tempatnya. dengan tenang. Tangkisan pedang si pemuda mengandung tiga perubaban. Tan Tongcu ini menggeram. maka ia sendiri turun.

Semakin lama.... Tan Ciu harus cepat-cepat menyelesaikan pertempuran itu. setiap tusukan mengandung dua unsur. Timbul niatnya untuk mengadu jiwa. Wajah si orang tua baju kuning berubah. Si hidung bengkung dan si bajingan cakap gatal tangan. "Lihat. "Bilakah "Mereka sama kuat.. menyerang dan bertahan." Si bajingan cakap menganggukkan kepala. seru. Kepandaian lawan tidaklah berada dibawah dirinya.Traaaanngg.. Dua orang terpisah. Begitu cepat mereka terdesak mundur. itulah cara mati untuk bersama. "Meringkus si gadis yang terluka. Setiap orang mengirim tiga tusukan pedang. suruh gelanggang pertempuran?" "Betul.. sama hebat." "Apakah maksudmu." "Bila kau bersedia." berkata si Pertempuran selesai?" hidung bengkung. pertempuran itu bertambah Sebentar kemudian puluhan jurus telah dilewatkan. Hati Tan Ciu menjadi gentar. Tan Tongcu telah menyerang lagi. masing2 merangsek." aku terjun kedalam ." "Tapi Tongcu bisa celaka. Mengingat masih ada lawan yang menunggu giliran. Tan Ciu melayaninya setiap serangan dengan serangan pula. begitu cepat pula.

Tan Tongcu menyerang dari bagian depan. "Kepandaiannya hebat. tanpa dapat ditolak. disaat ini datang pukulan. Terdengar suara ceramah dua orang. ia terjatuh. arahnya punggung belakang Tan Ciu." "Lekas perintah. . Ditambah dua kali totokan lagi. karena masing-masing telah menerima satu tusukan. si wajah bajingan menusuk punggung pemuda itu. Apa yang diinginkan oleh ketiga orang berbaju kuning ini ? Didalam kantong baju Tan Ciu hanya terdapat satu botol obat Seng-hiat-hoan-hun-tan. Tan Ciu berhasil dibuat mati kutu. Itulah pukulan Tan Tongcu yang tepat mengenai lawannya." Tan Tongcu memberi Si hidung bengkung sudah merogoh seluruh kantong baju Tan Ciu. benar saja ia sudah mengirim dua tusukan. Tan Ciu melupakan keselamatan jiwanya. agaknya sedang mencari sesuatu. Pedang dibolak balikkan menyerang tiga kali. Goyahlah posisi kedudukan mereka. Telah pada pecah dan rusak kulit ditubuh Tan Ciu oleh si bajingan tampan. Digempur seorang berbaju kuning. Tan Ciu berat untuk menyingkirkan serangan-serangannya. periksa tubuhnya. Tan Ciu bersedia memasang posisi baru. Si wajah bajingan tampan menyeringai. Tidak ada benda lain.Si wajah bajingan mengeluarkan pedang. bagaimana ia tidak cepat kalah? Keringat membasahi sekujur badannya. kini ditambah seorang musuh lagi.

"Tidak ada. "pasti berada dibadannya." "Tan Tongcu. Apakah yang diingini olehnya? Tan Tongcu memandang si wajah bajingan cakap dan berkata. Tan Ciu siuman kembali. tidak ada pada dirinya." Ia memberi laporan. ia pun gagal menemukan barang yang dikehendaki. ia belum dapat bergerak. kompes dirinya." Si wajah bajingan cakap mengulangi pemeriksaan. Tujuan mereka bukan pada obat Seng-hiat hoan-hun-tan.Si hidung bengkung tidak berhasil menemukan barang yang dicari. Luka yang diderita tidak ringan." "Mengapa tidak ada padanya ?" "Mungkiakah telah diserahkan kepada seseorang?" "Oh. sekujur badan Tan Ciu telah digerayangi." Ia putus harapan. Dikeluarkan botol obat Seng-hiat-hoan hun-tan dan dimasukkan kembali. jarinya bergerak cepat menghidupkan jalan-jalan darahnya Tan Ciu yang telah dibekukannya. dan dibawah ancaman orang berbaju kuning itu." Tan Tongcu itu menganggukkan kepala. "Coba kau periksa sekali lagi." "Sangat mengherankan. "Tidak ada. diserahkan kepada lain orang?" "Pasti!" "Celaka. . lebih jelas dan lebih lama. "Tidak mungkin!" Tan Tocgcu berteriak.

bahwa aku memiliki kitab Thian mo Po-liok?" Adanya kitab Thian-mo Po-liok pada Tan Ciu hanya diketahui oleh beberapa gelintir orang. Kalian menginginkan kitab tersebut." . "Kau tidak perlu tahu. Bagaimana dapat tersebar luas? Tan Ciu harus menjetahui rahasia itu." Bentak Tan Tongcu. bagaimana kau tahu. "Betul."Katakan." "Eh. ternyata maksud tujuan orang-orang berbaju kuning ini pada kitab pusaka yang telah diserahkan kepada si Tukang Ramal Amatir. mendadak sontak. Mungkinkah si Putri Angin Tornado Kim Hong Hong telah celaka dibawah tangan orang-orang ini? "Hei!" bentak Tan Tongcu." Ia tertawa enteng. Tan Tongcu memberikan jawaban ketus. guru tersebut telah lenyap." Tan Ciu mengasah otak. Rahasia kitab didapat dari gurunya. tidak ada orang ketiga. Bila menghubungkan kejadian hari ini.. entah mengapa.. "Dimana kitab Thianmo Po-liok ?" Segala kepangpetan hati sipemuda terbuka. "mengapa kau tidak bicara?" "Apa yang harus kukatakan?" "Dimana kau sembunyikan kitab Thian-mo-po-liok?" "Kalian ingin tahu?" "Tentu. tentunya ada hubungan yang sangat erat.. "Ooo. Dimana kau letakkan kitab tersebut.

" . .Siapa yang membunuhnya?." "Oh. ia telah berkhianat.” "Ayahnya sendiri. si Putri Angin Tornado Kim Hong Hong melarikan pusaka ayahnya. "Mana mungkin! Tidak bisa! Mana mungkin seorang ayah membunuh putri sendiri?" "Mengapa tidak mungkin? Kenapa cinta kepada Sim In. dan hukuman itu ialah mati. . Sudah waktunya aku mendapat giliran mengajukan pertanyaan." "Dimana ia berada?" "Ia telah tiada." "Dimana kini guruku berada?" "Gurumu?" "Ya! Putri Angin Tornado Kim Hong Hong. ." "Sebutkan pertanyaan-pertanyaanmu itu. setelah kalian menjawab beberapa pertanyaanku." "Mati!?" "Betul. Tidak pantas." "Ayah guruku?" Tan Ciu memancarkan sinar mata penasaran. bila kesempatan hak bertanya di monopoli oleh kalian." "Tentunya kalian dapat tahu rahasia kitab Thian-mo Paliok darinya. dimana terdapat gambar pusaka. . itulah Singa Emas Kim Say Cu. bukan?" "Betul."Aku akan memberikan jawaban ini." "O o o o o .

" bentak lagi Tan Tongcu. "Tidak mau mengatakan juga?" Ia mengancam. Butiran2 keringat yang besar-besar berjatuhan dari jidat Tan Ciu.. "Katakan. Ia membentak. Ia menotok keras jalan darah pegal linu si pemuda. Hal ini berada diluar dugaan orang-orang berbaju kuning. "Kau ingin mati dibawah tanganku?!" berkata Tan Tongcu. "Ti. Tidak mau ia membuka rahasia. Ia mengertak gigi dan masih tidak tahan. mendapat satu tekanan berat. "Kau mengimpi. akhirnya mengeluarkan gerengan.dak. akhirnya ia jatuh pingsan. Dimana kitab Thian-mo Po-liok disembunyikan?" "Ceritakan dahulu tentang keadaan ketua kalian itu?" Wajah Tan Tongcu berubah merah dan biru bergantian. he? membunuh putri kandung sendiri?" "Ketua kami. Namun demikian. Kini giliranmu memberikan jawaban." "Siapa ketua kalian? dibangun olehnya?" Perkumpulan apakah yang "Jangan kau tanyakan tentang hal ini." Tan Ciu sudah benar-benar tidak sanggup menerima siksaan-siksaan itu.. Dengan tiba-tiba bagaikan ada ribuan semut menyerang tubuh Tan Ciu. ."Siapakah orang yang tidak mempunyuai hati manusia.. si pemuda tetap berkukuh. suatu penderitaan yang luar biasa. Tan Tongcu tertawa puas." Tan Tongcu menambah siksaannya.

mereka batal memasuki lembah Siang-kat." "Mari kita berangkat. Dan siksa dengan siksaan yang lebih berat. "Ia tidak ada gunanya bagi kita. Pada punggung si hidung bengkung tergendong Tan Ciu. ." "Tapi bagaimana dengan kitab Thian mo Po-liok?" "Betul. . tinggalkan saja. ." "Gorok saja lebernya beres." Tiga orang berbaju kuning siap berangkat pergi."Dasar kepala batu. Tiba-tiba terdengar satu bentakan yang menggelegar keras! "Berhenti !" Seorang berselubungkan kain hitam dimukanya telah menghadang didepan ketiga orang berbaju kuning. Hanya belasan tombak . Hanya dia seorang yang tahu. "Siapakah yang tidak suka kepada kitab pusaka ?" "Kita serahkan kepada kaucu?" Tan Tongcu menganggukkan kepala. "Kita bangunkan lagi. "Bagaimana dengan gadis itu?" Ia menunjuk kearah Cang Ceng Ceng." Mengoceh Tan Tongcu." "Mengapa kaucu menginginkan kitab itu?" Kaucu sama artinya dengan ketua sesuatu aliran." "Seorang kepala batu tidak dapat dilawan dengan kekerasan.

mengirim satu pukulan." Si wajah bajingan cakap menantang. Tan Tongcu dan si hidung bengkung terkejut sekali melihat itu. tubuhnya melesat mundur. tubuhnya pecah dan darah merah bersemburan. segera turunkan pemuda itu!" Bentak lagi si kerudung hitam. memapaki pukulan tersebut. "Oh. Terdengar jeritan si wajah bajingan. Tan Tongcu berganti arah. tubuh Tan Tongcu terdesak mundur. Tan Tongcu tidak dapat menahan kemarahannya. Ilmu tenaga dalam Tan Tongcu luar biasa."Turunkan pemuda itu!" Demikian orang berbaju hitam itu membentak. tubuhnya menubruk maju. "Kukatakan. Tubuh wajah bajingan itu telah jatuh. Buummm . "Masih berani menantang?" Membentak lagi orang itu dengan sikap galak. tubuhnya kembali mengarah Tan Tongcu. ingin membangkang? Inilah bagianmu. ia membentak keras. sangat jauh. tapi secepat kilat. ." Berkata orang berselubung kain hitam itu. . Siapa dan bagaimana sebutan tuan yang mulia?" Berkata Tan Tongcu kepada yang menghadang jalan. Walau pun berkepandaian tinggi. "Bila kami tidak mau turut.!! Terdengar suara yang sangat gemuruh. tidak berani si baju hitam menerima serangan itu. ia menggerakkan tangan. tubuh Tan Ciu juga turut jatuh. serangan tadi pun memberi tahu lebih dahlu sangat jahat sekali. .

Bukan. Bila kau tahu diri. "Terima kasih. "Ilmu kepandaianmu membuat orang takluk." "Aaaaaaaa." "Hari ini kami menyerah kalah." "Pemilik Pohon Penggantungan.. dan Tan Ciu harus kenal kepada wajahnya. ternyata mempunyai ilmu kepandaian luar biasa! "Kau. "Tidak percaya." Dan tanpa menengok kearah tubuh Tan Ciu yang belum sadarkan diri. Meninggalkan mayat si Wajah bajingan yang sudah tiada bentuk. Mengapa Han Thian Chiu menolong Tan Ciu ? pemilik Pohon . itulah si Ketua Benteng Penggantungan Tan Kiam Lam. Dia adalah si Telapak Dingin Han Thian Chiu Hei..... Orang berbaju hitam itu menyeret tubuh Tan Ciu.. ia mengubah rencana! Percayakah pembaca bahwa orang ini sebagai Pemilik Pohon Penggantungan? Dia seorang laki-laki. berpikir sebentar."Bagaimana ?" Orang berbaju hitam itu mengejek." Tan Tongcu dan si hidung bengkung terkejut." Berkata Tan Tongcu..... nama Pemilik Pohon Penggantungan terlalu seram. dan meletakkannya lagi..kau yang menjadi Penggantungan?" Ia bertanya gugup. silahkan pergi. bukan Tan Kiam Lam." "Tapi aku belum mengetahui nama tuan yang mulia. kedua orang berbaju kuning itu minggat pergi.

tapi keadaan telah berkembang seperti ini. "Seharusnya aku tidak membunuhmu. "Masih kenal Tan Ciu dapat melihat jelas si wajah orang ini. "Betul. Aku. aku ingin mengetahui lebih dulu tentang keadaan ayahku. Ia tidak puas membunuh orang yang sedang meram seperti mayat. terlihat ia mengeluarkan gumaman." "Bagus. Tapi sebelum aku mati. .Jangan terburu napsu pembaca. Han Thian Chiu mempunyai rencananya sendiri. sengaja dikatakan kepada mereka bahwa dirinya sebagai Pemilik Pohon Panggantungan. Kini ia ingin membunuh Tan Ciu.. Masih terlalu suram. Inilah maksud tujuan Han Thian Chiu. ia membuka totokan pemuda itu. Maka orang-orang berbaju kuning yang berkekuatan besar itu akan menuntut balas kepada Pemilik pohon Penggantungan. Mau tidak mau aku harus mengorbankan dirimu. "Kau. "Kau yang menolong diriku?" "Betul!" "Dimana aku berada?" "Sedang berada didalam perjalanan yang sedang menuju kearah dunia alam baka.." Hampir ia tidak percaya kepada kenyataan. Tan Ciu membuka kedua matanya. samar-samar seperti ada seseorang berdiri dihadapannya. Han Thian kepadaku?" Chiu tertawa kejam." Berkata Tan Ciu. Sengaja ia menolong Tan Ciu dari tangan orang-orang berbaju kuning.." Berkata Han Thian Chiu dengan jelas.

.. ia mengangkat tinggi tangan itu." Kata Han Thian Chiu. dengan ilmu kepandaianku.Siapakah yang berani mencari diriku?" "Jangan terlalu cepat puas pada diri sendiri. siap membunuh si pemuda. Aku harus membikin perhitungan denganmu.. haaa ." Berkata Han Thian Chiu. Hutang darah harus dibayar dengan darah juga!" "Haaa.. .haaa."Ayahmu telah mati." Berkata Han Thian Chiu.. Kau juga segera akan menyusul ayahmu dilain dunia.. Han Thian Chiu memandang Tan Ciu.." "Haa. haaa. "Bertekuk lututlah minta pengampunan. Pergilah kau menyusul ayahmu dialam baka. "Betul. siapakah yang dapat mengalahkanku?" Han Thian Chiu sangat puas.. dengan gagah berkata.. "Masih ada soal lain yang belum jelas?" Tan Ciu berdengus.." Tan Ciu mendongakkan kepala yang tertunduk. . Aku akan binasa. ia mengajukan pertanyaan. "Dibawah tanganmu?" "Boleh dikata demikian.." "Haa. "Kau mengimpi.." "Tidak takut mendapat tuntutan.ha.Cang Ceng Ceng telah memberikan ilmu catatannya kepadaku. Ketahuilah bahwa tidak sedikit orang2 yang berkepandaian tinggi seperti Cang Ceng Ceng .. ditambah dengan ilmu lain." Jawab Tan Ciu ketus. tapi masih banyak orang yang akan mencari dirimu. .. "Bagus.

Terlihat lima bintik hitam melayang kearah lima jalan darah penting Han Thian Chiu. Bila Han Thian Chiu meneruskan maksud yang ingin membunuh Tan Ciu. . Han Thian Chiu bertanya. mungkinkah orang itu yang menjadi ibunya. kau tidak perlu tahu. Orang berkerudung yang baru datang meraihkan tangan dan melempar benda-benda halus kearah Han Thian Chiu. Han Thian Chiu tertawa dingin. "Kau Pemilik Pohon Penggantungan?" "Betul!" Tan Ciu tersentak kaget. Terdengar satu bentakan yang keras. "Jangan kau ingin mengorek rahasia orang. setelah Tan Ciu mati. .Tiba-tiba . memandang orang yang baru datang. "Nama siapa yang telah kau gunakan?" Balik tanya orang tersebut. . Dia anak siapa. "Tahan!” Seorang berkerudung hitam tampak muncul dihadapan mereka. dia sendiri pun tidak akan berhasil menghindari serangan senjata rahasia musuh. orang inilah yang mengadakan pencegahan! "Siapa?" Memandang orang itu. memukul kearah ubun-ubun Tan Ciu. "Ingin menolong anakmu ?" Pemilik Pohon Penggantungan berkata dengan nada dingin." Han Thian Chiu menggerakkan tangan.

jiwa sendiri lebih penting. Tan Ciu terluka. Wanita berkerudung hitam ini disebut sebagai Pemilik Pohon Penggantungan mungkinkah sang ibu. Han Thian Chiu masih ada niatan untuk membunuh Tan Ciu. Han Thian Chiu berusaha menyingkirkan diri dari hujan serangan tadi. ia menyerang sehingga 12 kali. daun itulah yang menolong Tan Ciu dari kematian." mengancam Tan Ciu. Ia lihay. Han Thian Chiu diserang sehingga berulang kali. setiap langkah penangkisan mengandung ancaman. tapi dirinya diserang. "Terimalah hadiahku. ia mengerahkan telapak tangan menyambuti datangnya serangan. ia lompat tinggi. Tiga batang jarum halus . itulah orang yang pernah menolong dirinya. itulah bentuk potongan seorang wanita. ia menerjang Han Thian Chiu. tubuh Pemilik Pohon Penggantungan lompat maju. si Melati Putih? Tan Ciu dikejutkan oleh suara bentakkan Han Thian Chiu. Dikala Han Thian Chiu melompat tinggi. setelah menyerang dengan senjata rahasia. orang berkerudung hitam yang datang belakangan agak kecil. walau pun terdesak. Pemilik Pohon Penggantungan memang luar biasa.Maka ia membatalkan niatnya. Matanya masih dapat digunakan. tanpa istirahat. Lima lembar daun menancap dipohon. Karena keterlambatan tersebut.

kemudian lenyap. selamat tinggal.!" Wanita berkerudung telah mengetahui penyamaran Han Thian Chiu. Ia adalah Telapak Dingin Han Thian Chiu!" Pemilik Pohon teriakan si pemuda." "Aku tahu. Dengan suara gemetar Tan Ciu berteriak. Tan Ciu belum tahu jelas. tubuhnya telah berada ditempat jauh. bila betul orang yang berada didepannya sebagai orang yang menjadi ibunya." Dan tubuhnya melayang semakin jauh. ia harus menolong pemuda itu. Maka tidak terkejut lagi. . Tan Ciu kemudian berteriak. ia siap pergi. . "Tunggu dulu!" . Penggantungan tidak menggubris "Mengapa tidak kau bunuh dirinya. kau ." Bertanya lagi Tan Ciu. siapa wanita berkerudung ini. "A a a a a a. Diketahui Melati Putih sakit hati kepada Hun Thian Chiu. kesempatan tadi telah digunakan baik-baik. Han Thian Chiu tertawa berkakakan. menyampok jatuh ketiga jarum halus yang Han Thian Chiu lepas untuk membunuh Tan Ciu. "Ia bukanlah Tan Kiam Lam. Kini tidak. Hanya satu titik kecil.Wanita berkerudung terkejut. tubuhnya melayang. "Pemilik pohon Penggantungan. "Jangan biarkan dia lari." Pemilik Pohon Penggantungan berkata singkat. tentu mengejar Han Thian Chiu. Siapakah Pemilik Pohon Penggantungan? Pemilik Pohon Penggantungan membalik badan.

" "Kau bukan ibuku?" "ibumu? Bukan!" Suara itu tidak mengandung perasaan. "Ada apa?" Ia bertanya. "Ada banyak orang yang mengatakan bahwa Pemilik Pohon Penggantungan adalah ibuku.. "Siapa yang mengatakan? Penggantungan tadi ?" Si Ketua Benteng ." Berkata Tan Ciu... ." Wanita berkerudung itu gemetar." "Pemilik Pohon Penggantungan adalah Melati Putih." Ia berusaha menahan getaran jiwanya. Tan Ciu semakin bingung. "Kau harus percaya dengan kenyataan." "Bukan. berbalik memandang Tan Ciu...kau tidak berterus terang. "Kau." "Aku adalah Pemilik Pohon Penggantungan. mengapa berusaha menolong dirinya sampai lebih dari satu kali? "Tidak mungkin!" Tan Ciu berteriak. dibalik kerudung hitamnya telah basah dengan air mata. Kau Melati Putih. Orang ini bukan ibunya. sangat dingin.Wanita berkerudung itu menghentikan langkah kakinya. "Apa yang tidak mungkin?" "Hal ini tidak mungkin terjadi.

" "Baik. aku Tan Ciu tidak dapat memaafkanmu. "Apalagi yang ingin kau tanyakan?" Berkata Pemilik Pohon Penggantungan. Dan lain orang pun mengucapkan kata-kata yang sama. . . "Kau telah menolong diriku. ." "Tidak ada pertanyaan lain? Aku harus segera pergi. . ”Aku ." "Terima kasih atas pertolonganmu. "Tidak mungkin" kepadanya." Ia berteriak. itu dendam." "Tunggu dulu!" Tan Ciu dengan sendirinya tidak mau membiarkan wanita berkerudung hitam itu pergi begitu saja." "Ha. Tapi kau juga membunuh kakakku. Itu budi."Betul. ha .." . kakakmu? Tan Sang yang kau maksudkan ?" "Betul." "Aku tidak membutuhkan maafmu. Bukan. "Aku harus percaya." Berkata Tan Ciu. Tapi suatu hari." Wanita berkerudung itu tersentak bangun." "Siapa orang itu?" "Tan Kiam Pek. "Aku tidak kenal "Betul-betul kau bukan ibuku?" Tan Ciu meminta ketegasan. bila terbukti akan kepalsuan dari keteranganmu ini. Budi dan dendam tak dapat dicampur baurkan.

Tan Ciu mempunyai tekad yang membaja." Berkata Tan Ciu. "Hari ini aku lemah. ia sudah tidak tahu lagi. Ia meneruskan usahanya untuk menemukan Guha Kematian. Butiran-butiran air hujan mulai berjatuhan hari pun segera bergemuruh.. Tiba-tiba ." Dan tubuh wanita berkerudung hitam itu melesat meninggalkan Tan Ciu. . Aku tunggu kedatanganmu. Ia melakukan perjalanan dengan kaki yang amat berat dirasa. Hanya ini yang diketahui. Tan Ciu menemukan Cang Ceng Ceng yang masih belum sadarkan diri. . sehingga berani menantangku?" Cemooh Pemilik Pohon Penggantungan itu. Tapi pada suatu hari.. "Maksudmu?" Bertanya pemilik Pohon Penggantungan. Tan Ciu tidak tahu bahwa Tan Sang itu belum mati. "Aku harus menuntut dendam buat kakakku. Lebih jelas.. . sore dan akhirnya hari menjadi gelap. Telah satu hari Tan Ciu berada digunung Ceng-in. aku pasti berhasil meyakinkan ilmu yang lebih tinggi. Dari pagi. segala sesuatu tidak dapat mengganggu usahanya tersebut. "Berapa tinggikah ilmu kepandaianmu. Tan Ciu belum berhasil menemukan Guha Kematian." "Bagus. Gunung Ceng in . tujuannya adalah Guha Kematian.Tentu saja. siang. Ia menggendongnya dan melanjutkan perjalanan.

Tan Ciu telah mendorong pintu rumah kayu disuatu tempat sepi. digunung Ceng-in dengan menggendong tubuh Cang Ceng Ceng. Tan Ciu membawa Cang Ceng Ceng ketempat itu. api penerangan keluar dari jendela. Terdengar suara papan gemeresak. ia masuk kedalam rumah tersebut." Tan Ciu memberikan jawaban. "Siapa?" Terdengar suara seorang wanita. Setelah menunggu beberapa saat. dengan mudah dapat dibuka olehnya. dan setelah itu keadaan menjadi sunyi. Kemanakah tuan mendorong pintu.. . Tan Ciu tidak sabar dan berkoar lagi. "Aku orang yang sesat dijalanan. Tan Ciu mendorong pintu itu. terlihat jelas adanya api penerangan. masih belum terlihat pintu dibuka.." Tidak ada jawaban. Itulah rumah kayu yang kecil. Dihari gelap. "Ada orangkah didalam?" Tan Ciu mengetuk pintu.Tan Ciu berlari-lari di jalan pegunungan. "Hei. . Juga tidak ada jawaban. Mengingat keadaan yang sudah mendesak dan mengingat keadaan Cang Ceng Ceng yang tidak boleh terlalu lama ketimpa hujan. "A a a a a . Pintu rumah tidak terkunci. "Nona.!" rumah?" Tan Ciu ingin . .

kecuali ruangan yang dijogrokan peti mati tadi. Tidak ada jawaban. mungkinkah jenazah orang mati? Benar. umurnya berkisar diantara belasan tahun. tidak ada ruangan lainnya. . menghampiri peti mati berwarna merah dan membuka kayu penutup. Kemanakah suara wanita tadi? Inilah yang sedang dipikirkan oleh Tan Ciu. "Dimanakah pemilik rumah?" Tan Ciu berteriak. Tentunya ada sesuatu didalam peti. Rumah kayu itu terlampau kecil. Disana terbaring mayat seorang laki-laki masih sangat muda. Kemanakah wanita tadi? Ia memandang ruangan tersebut. ternyata tidak dipantek mati. Tan Ciu meletakkan tubuh Cang Ceng Ceng. Masih utuh belum lapuk.Tan Ciu mengeluarkan jeritan tertahan. dengan mudah. Tan Ciu mundur kebelakang. Tentunya ada sesuatu yang tersembunyi dibalik peti mati merah itu. Bulu tengkuknya tegak bangun. Siapakah yang mati ditempat itu? Seorang wanita? Bukan. Didalam peti mati terbaring sesosok tubuh yang tidak bernapas. tentunya mati belum lama. tutup peti mati dapat dibuka. tidak ada orang. melongok isi peti mati. Apakah yang telah dilihat olehnya? Sebuah peti mati menjogrok ditengah-tengah ruangan tidak terlihat ada bayangan orang. Tubuhnya bergerak merinding. Tan Ciu memanjangkan leher.

" Wanita berambut panjang itu memberi jawaban singkat.." Berkata Tan Ciu.... "kau? Kau yang menjawab pertanyaanku pertama itu?" "Betul. wanita berambut panjang inilah yang menyuruh ia menutup peti mati. Begitu Tan Ciu membalikkan kepala.." Tan Ciu memberanikan diri. "Ha. "A a a a a a...ha. maka terkatup kembalilah tempat penyimpan jenazah tersebut. dingin yang telah Terdengar suara seorang wanita.. "Tapi gerakanmu tadi telah membuktikan perasaan takutmu." . "Aku adalah seorang manusia. "Siapa kau?" Tan Ciu membentak.. Siapakah pemilik rumah ini?" "Aku." "Aku tidak mengatakan kau setan. Tan Ciu menjatuhkan tutup peti mati. lagi-lagi ia dikejutkan oleh pemandangan yang dilihat." Arah datangnya suara adalah dari belakang Tan Ciu Itulah suara wanita yang pertama tadi didengar.Tan Ciu mengusap keringat membasahi sekujur dirinya." Berkata wanita berambut panjang itu.!!" Seorang wanita dengan rambut terurai panjang telah menatapnya dengan sinar mata tajam. Tiba-tiba. "Jangan takut. "Lekas tutup kembali.

Yang kuartikan tinggal di bawah tanah. seorang wanita yang sudah hampir empat puluh tahun mempunyai seorang kekasih yang boleh dikatakan masih kanak-kanak. "Ada hubungankah dengan pemuda yang berada didalam peti mati itu?" Wanita berambut panjang menganggukkan kepalanya. . Kamar tidurku yang kuartikan berada dibawah tanah. "Kekasihku. Tadi."Tatkala aku masuk kedalam rumah. "Siapakah laki-laki itu?" Bertanya Tan Ciu." "Mengapa harus tinggal dibawah tanah?" "Aku tidak ingin melihat peti mati itu." "Mengapa?'* "Drama ini sangat sedih sekali. umurnya berkisar diantara empat puluhan." "Drama?" Tan Ciu tidak mengerti. Maka rambut yang sudah terurai itu terbuka." "Kekasih?" Tan Ciu lebih-lebih tidak mengerti. bukanlah berarti mati. bila kau tidak membuka tutup peti mati aku pun tidak bersedia memunculkan diri. mengapa tidak berhasil menemukanmu?" "Aku bersembunyi dibawah tanah." "Dibawah tanah ?" -0oooOdwOooo0Jilid 15 "BETUL. terlihat wajahnya. Maka menempatkan diriku dibawah tanah.

"Dia? ." "Tidak mungkin." Berkata Tan Ciu." Wanita tersebut membenarkan dugaan Tan Ciu.. bagaikan dituang dari atas langit bergemuruh deras." Ia menunjuk kearah peti mati merah. "Dia telah mati. Wanita berambut panjang itu mengandung kabut misterius. "Kau sangat cinta padanya?" Tan Ciu mengajukan pertanyaan." "Betul. ia tidak keberatan." Tan Ciu menunjuk kearah Cang Ceng Ceng yang terbaring disudut rumah kayu itu. Maka. kau harus mengebumikan jenazahnya. "Mengapa?" Wanita berambut panjang . Dia bukan manusia lagi. Tapi aku tidak dapat dipisahkan dengannya. dia tetap mengawani diriku. "Sangat cinta sekali. si pemuda mulai tertarik.." Berkata wanita rambut panjang itu dengan nada suara sedih..Hujan diluar rumah semakin deras. Wanita berambut panjang mengangukkan kepala." menggelengkan kepala. "Hanya seorang." Jawab orang yang ditanya. "Seorang diri cianpwe tinggal dirumah ini?" bertanya lagi Tan Ciu. "Dia menderita luka. tidak boleh terlalu lama disiram hujan. "Aku harus bermalam disini. "kecuali itu.

. "Jenazah itu akan membusuk. Tidak ada perubahan sama sekali. "Tidak." "Aaaa . Aku tidak mempunyai lain pamili lagi. Timbul rasa simpati kepadanya.!" Tan Ciu terbelalak. setiap ada orang mati membusuk. Tan Ciu dapat memahami. Tanpa ada pembusukan." "Tidak mungkin. . "Tapi telah tiga puluh tahun ia berbaring disitu. Dan akhirnya ia pun menangis. Wanita berambut panjang berkata lagi. "Sungguh! Lebih dari tiga puluh tahun ia terbaring ditempat itu. betapa cintanya wanita setengah umur ini kepada sang kekasih." Wanita berambut panjang itu tertawa. tentunya bukan isapan jempol." Haruskah Tan Ciu percaya kepada keterangan itu? Dilihat sikap orang yang bersungguh-sungguh. Lebih dari tiga puluh tahun ia terbaring disitu. mengucurkan air mata. "Tiga puluh tahun?" "Betul."Setelah kutanam jenazahnya aku akan hilangan orang yang satu-satunya paling dekat denganku. Tubuhnya akan tetap seperti itu." Ia memberi peringatan akan adanya pembusukan. Tapi aku telah meletakkan sebutir mutiara Jit goat-cu dengan mulut . "Seharusnya. Setiap orang yang sudah tidak bernapas akan membusuk." Berkata Tan Ciu." ”Belum pernah kudengar ada orang mati yang tidak membusuk." Suaranya semakin sedih. hanya tulang belulang yang dapat ditinggalkan sebagai kenang-kenangan. seperti apa yang tadi kau lihat.

Sudah waktunya aku menyusul dia dialam baka. ." Tan Ciu ragu-ragu. ia tetap hidup. lebih tua lagi adalah hatiku yang tidak mempunyai kesegaran hidup. mati dengan mati tertutup rapat. tapi juga belum tua." "Benci?" . ha." "Salah." Berkata wanita itu." "Ha. "Berapakah umur cianpwe?" Ia bertanya." "Manakala ia tahu akan kesunyian hati cianpwe. Umurku telah genap 55 tahun. bagaimana berumur lima puluh lima tahun? "Tidak percaya?" Wanita itu tertawa." Tan Ciu agak kurang percaya. "Kulihat. ”Cianpwe menunggu dirumah ini sehingga lebih dari tiga puluh tahun?" Tan Ciu menatap wanita berambut panjang tersebut. mengapa jenazah didalam peti mati tidak membusuk. "Dapatkah kau menduga?" Balik tanya wanita itu." Tan Ciu mengeluarkan dugaan." Tan Ciu mengerti. "Tentunya belum empat puluh tahun.mengulum mutiara tersebut. Seperti apa yang kau lihat. dagingnya tak akan membusuk. "Betul. . cianpwe masih muda. Umurku sudah tua. wanita ini tidak muda. tentunya mati dengan puas. "Ia sangat benci kepadaku. Ternyata disertai dengan mutiara Jit-goatcu. Aku sudah tua. "Salah. Rambutnya masih hitam mengkilat.

kau dapat melakukan sesuatu untukku." Tan Ciu dibuat bingung lagi. ." "Apakah tugas yang cianpwe hendak berikan?" Bertanya Tan Ciu. . setelah selesai kau mengetahui duduk perkara. Bagaimana tidak membenci? Dialam baka. cianpwe yang membunuhnya?" "Hal itu sudah terjadi lama sekali. "Aku akan bercerita tentang segala kejadian itu. ." "Ingin mengetahui cerita yang menyangkut diri kami?" Tan Ciu tertawa. "Tidak sulit untuk kau kerjakan. tentunya tidak cinta. "Bila tidak cinta padanya."Tentu. . "Hujan telah mengantarkan aku ketempat ini baiknya sudah wajib untuk mendengar cerita cianpwe. . tentunya mengutuk-ngutuk diriku. Dan ini tidak mungkin. sangat cinta kepada laki-laki ini?" Bertanya lagi Tan Ciu. Bila wanita membunuh seseorang." . wanita dihadapannya sangat cinta kepada sang kekasih. Dengan harapan. Karena ia mati dibawah tanganku." "Aaaa. mana mungkin mengadakan pembunuhan? "Cianpwee. . tentu tidak mau menunggu ditempat ini sehingga tiga puluh tahun bukan?" "Cianpwe cinta padanya mengapa membunuhnya?" "Sulit diterima bukan?" "Memang agak tidak mudah dimengerti." Demikian ia meringankan ketegangan diantara mereka.

. Tan Ciu memandang keluar.." Bila apa yang dikatakan oleh wanita itu benar hal itu sungguh sulit dibayangkan. "Mengapa?" Bertanya Tan Ciu tak mengerti. tidak kudengar adanya suara langkah kaki itu.. "Aku hendak bercerita tanpa gangguan." Berkata Thio Ai Kie." "Aah. Ia sangat tertarik kepada pengalaman mudanya wanita rambut panjang itu." "Kini jaraknya semakin dekat. Thio Ai Kie berkata." Entah mengapa. Tapi orang ini akan segera tiba. Ia memasang kuping juga tidak ada urusan lain." Berkata wanita yang bernama Thio Ai Kie itu.Tan Ciu tidak menolak tawaran tersebut. Mungkinkah dapat mendengar suara derap langkah seseorang yang masih berada dijarak seratus meter? Sedangkan keadaan itu masih turun hujan? Suara berisiknya angin ribut turut mengganggu. "Ada orang?" Tan Ciu kau kurang percaya.. "Ia sedang menuju kearah kita." . tentunya luar biasa. matanya menunjukkan sinar tajam. memandang kearah luar. "Aku Thio Ai Kie. ia menghentikan katanya. "Benar.. kecuali suara hujan yang masih belum berhenti. Dan wanita itu mulai bercerita. tidak terlihat ada sesuatu yang mencurigakan. Betapa hebat ilmu pendengaran wanita yang bernama Thio Ai Kie ini. Tan Ciu memasang kuping panjang-panjang. hanya seratus meter lagi. "Ada orang datang.

. . Thio Ai Kie menyaksikan hal tersebut memandang kedua tamunya." "Silahkan." Pintu itu didorong. dapatkah memberi kelonggaran untuk meneduh." . tiba-tiba Tan Ciu berteriak. muncul lagi orang ini. Tiba tiba . Heran. "Kedatanganku ketempat ini dengan maksud tujuan mencari dia. dan seorang tua berjalan masuk. "Kau?" Terlihat sekian perobahan pada wajahnya yang menjadi terang. "Kau!?" Orang itu pun melihat adanya Tan Ciu. Eh. . Hari ini.." Kuping Tan Ciu sudah dapat menangkap suara derap langkah kaki orang yang baru datang. ia harus memuji ketajamannya kuping Thio Ai Kie. Melihat wajah itu. Kedua orang itu saling pandang. ia juga terkejut. .." katanya. "Kalian saling kenal ?" "Lebih dari kenal. ia datang lebih dekat. dapat mendengar suara yang dua kali lipat dari pendengaran dirinya. rumahku belum pernah mendapat kunjungan orang. . Terdengar suara pintu diketuk orang "Siapa ?" Bertanya Thio Ai Kie. "Seorang pengembara yang ditimpa hujan. ia bertanya." "Tentunya kemari?" "Betul. setelah kedatanganmu. Kukira ia akan datang untuk menghindari serangan hujan."Ia masih datang?" "Arahnya tidak berubah.

." Berkata Sin Hong Hiap tegas. aku harus menemukanmu. bila tidak diganggu oleh hujan. aku sedang melakukan perjalanan ke Gua Kematian?" Ia menatap wajah pendekar tua itu. Aku harus membunuhmu. "Mengapa tidak tahu? Setiap perbuatan tidak mungkin dirahasiakan. sebelum kau masuk kedalam Gua Kematian. Tan Ciu berkerut. lalu Hong Hiap berkata kepadanya. perjalanan akan kuteruskan...Siapakah yang mencari Tan Ciu? Orang yang mengejar Tan Ciu sehingga sampai digunung Ceng-in adalah si Pendekar Angin Sin Hong Hiap. "Ho ho. Bagaimana Sin Hong Hiap dapat mengejar datang? Bagaimana ia tahu bahwa Tan Ciu sedang menuju gunung Ceng-in ? Ini adalah suatu pertanyaan. membuat Thio Ai khie membelalakkan mata. bukan?" "Maksudmu?" "Menuntut balas. Memandang Tan Ciu beberapa saat. gagallah aku menemukanmu." "Kedatanganmu khusus mencari aku?" Bertanya Tan Ciu heran. "Betul. "Bagaimana kau tahu." Disebutnya nama Gua Kematian. "Jauh-jauh kau mengejar datang untuk membunuh seseorang?" .

"Betul.." Berkata Thio Ai Kie. "Betulkah cerita itu?" Thio Ai Kie memandang Pendekar Dewa Angin Sin Hong Hiap. kata-kata Pendekar itu tidak mudah didapat. "He. "Kematian yang dicari sendiri." Wanita berambut panjang. Tan Ciu bercerita soal kematian Chiu-it Cong. maka aku harus membunuhmu. tiada guna dan tiada arti sama sekali. ”Pemuda ini bernama Tan Ciu ia telah membunuh muridku. "Kau telah membunuh murid orang?" Ia meminta kepastian. Kau harus tahu.. Bila kubiarkan kau masuk kedalam Gua Kematian. "Kalian ada menaruh dendam ?" "Betul” Berkata si Pendekar Dewa Angin Sin Hong Hiap." Thio Ai Kie memandang Tan Ciu. Thio Ai Kie turut bicara." . Dendam kematian muridku harus mendapat wajah yang paling sempurna. "Julukanmu pendekar Dewa Angin. membunuh seseorang harus menanggung akibat." Sin Hong Hiap terbelalak. Jago tua itu menganggukkan kepala. Mengapa mempunyai murid yang seperti itu? Kematiannya akan membebaskan dirimu dari kekotoran dunia. segala sesuatunya diceritakannya dengan jelas. mengapa harus menuntut balas." Tan Ciu tidak menyangkal. Kau membunah muridku.. setelah kau menjadi seorang linglung sinting. "Mengapa membunuh orang?" Tegur lagi Thio Ai Kie. "Benar.

dengan geram ia membentak." Ia mengusir. Orang luar tidak berhak ikut campur. lekas kau keluar dari rumahku. Sin Hong Hiap tertawa dingin. Wanita rambut panjang Thio Ai Kie tidak mau kalah." Wajah Sin Hong Hiap berubah. "Ternyata kalian telah bersekongkol?" Ia sangat marah." "Mengapa membela dirinya?" Tegur Sin Hong Hiap. "Ingin main keras?" Ia tidak takut. apa itu artinya aturan." "Dimisalkan aku yang menemukan kejadianku." Sin Hong Hiap berdengus. Ada baiknya kau tahu diri. aku pun akan membunuh Chio It Cong. . aku belum kenal dengan orang yang bernama Tan Ciu ini. "Ha ha. "Chio It Cong dilahirkan sebagai muridku segala sesuatu harus diserahkan kepadaku. "Gunakanlah sedikit aturan." "Aku tidak kenal." Pendekar Dewa Angin Sin Hong Hiap agaknya telah naik pitam. Keluarlah!" berkata Thio Ai Kie. "Pada tiga jam yang lalu. "Sin Hong Hiap. ." "Tidak mungkin.Sin Hong Hiap mendebat." "Kebenaran berada dipihak yang berkuasa. Aku segera meninggalkan rumah ini setelah berhasil membunuh Tan Ciu. Thio Ai Kie berkata dingin. "Kebenaran ada dipihaknya." . "Sebelum aku malah memaksa kau keluar dari sini.

mengingat ilmu kepandaian orang yang seperti berada diatas Tan Ciu. entah bagaimaua akhir pertempuran mereka. bukan saja berhasil menangkis serangan Sin Hong Hiap yang mengancam Tan Ciu. belum pernah dikalahkan orang. Sin Hong Hiap bergerak lebih dahulu.. ia benci kepada pemuda itu. memukul Tan Ciu dengan kecepatan kilat. tapi batok kepala Tan Ciu. Telapak tangan Thio Ai Kie telah mampir dipunggung dibelakang Pendekar Dewa Angin Sin Hong Hiap. Langkah Sin Hong Hiap telah berpikir masak-masak. Darah merah muncrat dari mulut sipendekar Angin. siapa yang Sin Hong Hiap menutup kata-katanya dengan satu pukulan. Menangkis dan menyingkirkannya. Tan Ciu adalah orang yang telah menghilangkan jiwa muridnya juga menjatuhkan nama Sin Hong Hiap yang ternama. maka ia bergerak cepat. Tubuhnya melesat menggulung pukulan Sin Hong Hiap Sin Hong Hiap telah menduga akan adanya gangguan itu. Di samping tak lupa ia mengadakan penjagaan diri."Bagus! Akan kubuktikan berkuasa.. Buumm. Thio Ai Kie tidak tinggal diam. Arah tujuannya bukan wanita rambut panjang itu. Bummm. Inilah akibat dari kecongkakkan Sin Hong Hiap mendapat nama puluhan tahun..." kepadamu. tentu memakan waktu lama. bila ia bergebrak dengan wanita rambut panjang itu. dialah yang menang.. tapi kecepatan wanita rambut panjang itu sungguh luar biasa. apalagi berhadapan dengan wanita berambut panjang yang . Thio Ai Kie menyusul belakangan. lain serangan yang mengancam pendekar tua itu tidak gagal.

" "Bagus." Tubuhnya melesat ingin keluar dari pintu." kata Thio Ai Kie. sakit hati dan dendam bercampur menjadi satu." Berkata Sin Hong Hiap yang disertai gerakan tubuhnya. Rasa benci penasaran. bibirnya meleleh darah. suaranya pun agak lemah. serta merta mengeluarkan bentakan. "Maksudmu. Lain kali. "Aku Sin Hong Hiap menerima kekalahanku. "Tunggu dulu!" "Apa lagi yang kau mau ?" Sin Hong Hiap mempentang kedua matanya. hanya sebelah." Berkata Thio Ai Kie. ia menderita kerugian.dianggap sipil. "Aku tidak berniat membunuhmu. matanya disipitkan. Dengan jatuhnya Sin Hong Hiap terbuktilah betapa hebat ilmu kepandaian wanita yang bernama Thio Ai Kie ini." "Melarang kau meninggalkan rumah ini. Aku harus menerjang keluar. ia hanya menggunakan setengah bagian. aku akan balik kembali mengadakan pembalasan. "Baik. Karena itulah. . ia sudah menghadang kepergian si jago tua." Sin Hong Hiap telah menderita luka yang tidak ringan." Akhirnya ia berkata lemah. Thio Ai Kie lebih cepat. "Bagus! Belum tentu aku dapat mati dibawah tanganmu. Tan Ciu terbelalak. Wajah Sin Hong Hiap terlihat sangat seram. dengan sisa tenaga lainnya tetap menyerang Tan Ciu. "Aku harus menahan kepergianmu.

menutup jalan si Pendekar Dewa Angin." berkata Thio Ai Kie. pasti ia terluka dibawah tangan Sin Hong Hiap. "Bila bukan karena kedatangannya ceritaku sudah selesai. aku Tan Ciu mengucapkan terima kasih. kudengar kau hendak masuk kedalam Goa Kematian?" . Si jago tua itu jatuh tubuhnya. "Bagaimana cianpwee hendak menempatkan dirinya?" Bertanya Tan Ciu dengan jari tangan menunjuk kearah Sin Hong Hiap yang jatuh tengkurap. Tan Ciu sangat berterima kasih kepada wanita berrambut panjang itu. Eh. akan kuusahakan." Tan Ciu tidak mengusut terlalu panjang. "Oh. "Aku benci kepada manusia-manusia congkak sebangsa Sin Hong Hiap. "Atas bantuan cianpwe. Setelah selesai kita bercerita.Thio Ai Kie tidak berpeluk tangan. Kecepatan Thio Ai Kie luar biasa. bila tidak ada Thio Ai Kje yang membantu dirinya. masih bersediakah kau mendengarkan ceritaku?" Tan Ciu menganggukkan kepala. Thio Ai Kie berkata gemas. "Biarkan saja ia tidur ditempat itu. Mungkin pula ia sudah mati saat ini. kini menggunakan jari 'Cret!' menotok jalan darah Sin Hong Hiap. Ia banyak mengganggu waktu kita. Beberapa kali Sin Hong Hiap menerjang. bagaimana harus menyelesaikan dirinya." Demikian berkata si pemuda. tangannya bergerakgerak. beberapa kali pula ia tertahan.

Ia mendapat tekanan ilmu Ie-hun Tay-hoat. "Tapi. "Betul. Thio Ai Kie berkata kepada Tan Ciu." Ia berkata. Dan setiap orang yang telah masuk kedalam Gua Kematian." berkata Tan Ciu sambil menunjuk kearah Cang Ceng Ceng. Tan Ciu membenarkan pertanyaan itu. Thio Ai Kie memandang gadis itu sebentar. Thio Ai Kie . hanya Penghuni Gua Kematian yang dapat menghilangkan tekanan ilmu Ie-hun Tay-hoat." Thio Ai Kie menganggukkan kepalanya." Berkata Tan Ciu. "Lukanya berat?" "Sangat berat." "Ie-hun Tay-hoat?" Bertanya Thio Ai Kie tersekut." "Mengapa harus masuk kedalam Gua Kematian?" "Lukanya bukan luka biasa. "Aku harus menolong dirinya. ia akan menjadi sinting linglung. "Tidak dapat disangkal." "Aku tahu. Dikatakan orang. Itukah peraturannya ?" "Betul. "Aku rela mengorbankan diriku."Betul!" "Apa maksudmu masuk kedalam gua itu?” Bertanya Thio Ai Kie. kemudian bertanya." "Demi keberuntungannya bukan?" menunjuk kearah Cang Ceng Ceng. pernahkah dengar tentang peraturan Gua Kematian?" "Merusak alam pikiran orang yang memasukinya.

ia bermuram durja.. Kami hidup bersama beberapa saat dan berguru kepada seorang nenek ahli silat yang bernama Kui Boh Cu."Cerita yang akan kukisahkan ada hubungannya dengan Penghuni Guha Kematian itu.." Tan Ciu semakin tertarik. tentunya sedang mengenang akan kejadian masa silamnya. . "Kami bertiga terlibat didalam kisah percintaan. kami dibesarkan bersama.. ia tidak akan menikah dengan orang. tanpa ada kasih sayang orang tua." Thio Ai Kie menghentikan ceritanya. sebelum aku mendapatkan jodohku. aku berhasil mendapatkan gelar Pendekar Wanita Berbaju Hitam... "Kakakku sangat sayang kepadaku. tidak sedikit pemuda-pemuda yang melamarnya." Tan Ciu sudah menduga akan hal itu. tentunya pemuda yang didalam peti mati itulah yang dimaksudkan bernama Kho Liok." Tangannya menunjuk kearah peti mati merah ditengah-tengah ruangan." Meneruskan cerita Thio Ai Kie. Dikatakan olehnya. tapi semua lamaran itu ditolak ia tidak mau meninggalkan diriku. "Namaku Thio Ai Kie. tokoh ketiga adalah kakakku yang bertama Thio Bie Kie.. selalu membimbing diriku. Ia lebih suka diam dirumah. aku dianggap anak kecil. sedangkan aku sering berkelana. ia memasang kuping lebih tajam. Tan Ciu mengerti. "Kecuali kami berdua." "Ooo. mereka telah tiada... Thio Ai Kie meneruskan ceritanya. dengan ilmu kepandaian yang kumiliki.. Dikala aku genap berumur dua puluh tahun." Wanita itu mulai bercerita. "Dia Kho Liok.

Tak lama Thio Ai Kie merenung. dibawah buaian asmara kami melupakan semua kedukaan dunia. dikatakan bahwa pemuda bernama Kho Liok inilah ahli wanita. Dengan acuh tak acuh ia mendengarkan cerita itu tanpa suara. tidak mungkin seorang hidung belang. "Karena kebinalan aku itulah. tukang mempermainkan wanita. "Pada suaru hari. Itu waktu aku meninggalkan kakakku. kesalahan apakah yang telah diperbuat? Ia tidak mau memberi keterangan yang lebih jelas. kami sangat puas merantau kebeberapa tempat." sambung cerita wanita itu. maka ia tak tahu juga tak dapat meminta pendapatnya. penggoda wanita. aku berkenalan dengan seorang pemuda yang bernama Kho Lok." Thio Ai Kie melanjutkan cerita. dikatakan bahwa mereka tak tahu menahu. "Belum. "Kami saling jatuh cinta. Kata-kata Kho Liok yang berkesan ialah. "Desas-desus semakin santer segera kutanyakan kepada dirinya. Kho Liok sangat baik dan patuh." Tan Ciu mendengarkan cerita tersebut dengan penuh perhatian. ia belum pernah jatuh cinta kepada orang. lalu meneruskan pula ceritanya. ia mengatakan telah melakukan suatu kesalahan besar. Maka urusan itu tidak kutarik panjang. Ia menyangkal. wajahnya berubah. kukatakan bahwa aku masih mempunyai seorang kakak yang bernama Thio Bie Kie. Betul-betul aku sangat cinta kepadanya. "Kami bercakap-cakap tentang keluarga masing-masing. Kutanyakan. Di sampingku. kecuali aku. dari mana asal desas desus itu. Dan . Orang-orang yang mengiri pada cinta kami memberi tahu kepadaku." "Dan kalian menikah?" Tan Ciu mengemukakan dugaan. Tapi tidak kuterima kisikan-kisikan itu." Berkata Thio Ai Kie.

itulah yang dimaksudkan. belum pernah aku melihat ia marah besar seperti itu.. Sebelum kami berkenalan.. Aku bingung. . segera pulang dan kutemui. Bila aku tahu adanya hubungan diantara mereka. Ternyata kisah percintaannya dengan Kho Liok tidak sengaja. . kuceritakan semua kejadian. tanpa pamit lagi ia meninggalkan diriku. "Musuh Thio Bie Kie?" bertanya lagi Tan Ciu. Itulah perpisahan untuk jangka waktu yang lama. Thio Bie Kie telah berhubungan dengannya." "Mungkinkah ada sesuatu yang menyangkut Thio Bie Kie cianpwe?" Tan Ciu mengemukakan pendapat." "Kalian kakak dan adik sangat mengasihi. pernah melakukan suatu kesalahan. dengan marah mencaci maki diriku. Aku takut sekali. "Bukan." "Mengapa ia lari tanpa pamit?" "Dia adalah kekasih Thio Bie Kie. Thio Ai Kie menganggukkan kepala. tanpa disengaja cinta kakakku kepada Kho . ia jatuh pingsan. bukan?" Berkata Tan Ciu. mereka telah melewati batas-batas persahabatan.dengan alasan sakit kepala ia berpisah. kuceritakan tentang semua yang menyangkut Kho Liok. tentu aku dapat menghindari kisah percintaan. Thio Bie Kie tidak mendengar habis semua kisahku tatkala mendengar nama Kho Liok disebut. " "Ia mengatakan. itu waktu aku sedang berkelana.. Cepat-cepat kusadarkan Thio Bie Kie. maka tidak tahu hal tersebut." "A a a a . seharusnya mudah diselesaikan. setelah ia sadar dari pingsannya. . Thio Bie Kie. "Akupun memikirkan begitu.

ia lari mendapatkan Thio Bie Kie. kubawa pulang dan kutemukan Thio Bie Kie kuceritakan segala kejadian yang telah terbentang dihadapannya. itu waktu bisa racun belum semua keluar. kucari Kho Liok dibeberapa tempat." Meneruskan cerita Thio Ai Kie. Kami bertengkar dengan hasil kesudahan matinya dia dibawah tajamnya pedangku. dikelabui musuh sehingga menerima bisa racun yang jahat." "Thio Bie Kie cianpwee tidak dapat memaaffkan?" Bertanya Tan Ciu. sedangkan Kho Liok tidak cinta padanya. Thio Bie Kie merana. Kuanjurkan kepadanya agar kembali kesamping Thio Bie Kie. Aku cinta kepada Kho Liok tapi aku lebih cinta kepada kakakku. didalam keadaan setengah sadar. "Bukan maksudku untuk membunuh Kho Liok. . Suaranya menjadi sember. mereka telah mengadakan hubungan yang melampaui batas. Thio Bie Kie berusaha menyembuhkan dirinya. dikatakan ia harus menuntut balas. kesalahan tersebut tidak dapat diperbarui lagi. orang yang dicintai adalah aku.Liok hanya sepihak. Aku meninggalkan kakakku... akhirnya aku berhasil menemukannya.. tapi aku tidak diberi tahu tentang penderitaan itu. Kutegur mengapa dia berani mempermainkan kami kakak beradik? Dikatakannya ia tidak bermaksud mempermainkan kami. ia menolak. luka itu luar biasa. sedangkan hubungan dengan Thio Bie Kie dilakukan tanpa sadar. Pergi untuk tidak kembali lagi.." Tan Ciu mengerti akan duduknya perkara dari hasil percintaan segitiga. maka terjadilah tragedi tersebut. "Dengan sedih aku menggendong jenazahnya.. Kisah mereka dimulai setelah Kho Liok terluka. air matanya telah membasahi wajah setengah tua itu. ditambah dengan cinta Thio Bie Kie kepada dirinya. Setelah Pho Liok sembuh. dan ia pergi." "Aaaa .

tidak mau ia mempunyai seorang adik kejam.." "Tidak ada kabar beritakah dengan Thio Bie Kie cianpwe?" Bertanya Tan Ciu. mereka menjadi sinting dan linglung. kulihat perubahan pada wajahnya. Apalagi mengingat kau sedang menuju kearah Guha Kematian." "Akan boanpwe usahakan." . Tolong kau sampaikan rasa penyesalanku kepada Thio Bie Kie. setiap orang yang masuk kedalam guha tersebut akan mengalami tekanan jiwa." Berkata Tan Ciu. Thio Bie Kie lari. membunuh orang yang kami cintai? Dikatakan aku kejam. ia menangis sesambatan. "Permintaanku tidak banyak."Dengan jatuh bangun dari pingsannya." "Sifatnya telah berubah. terserah kemudian hari. Selesai mengisahkan cerita lama. otaknya dimiringkan. aku menetap disini. Thio Ai Kie berkata. ” Thio Ai Kie selesai mengisahkan cerita tentang percintaan dan sebab musabab dari keluarga mereka. "Dia adalah Penghuni Guha Kematian yang akan kau kunjungi itu. aku tinggalkan begitu saja." "Aaaaaa. mengapa aku berlaku ceroboh. aku diancam dilarang memasuki guhanya. Mulai hari itu aku tinggalkan oleh dua orang yang kukasihi. Kho Liok mati.. "Kukira tidak sulit untuk kau lakukan. Untuk menebus dosaku. "Dapatkah kau membantu diriku." Berkata Thio Ai Kie. Mau tidaknya ia menerima rasa penyesalanku. sifat-sifatnya berubah hampir menjadi gila.. kukawani jenazah Kho Liok sehingga hari ini. lebih mudah lagi...

" Thio Bie Kie menunjuk kearah peti mati merah yang berisi mayat Kho Liok.” Tan Ciu tidak keberatan." Berkata Thio Ai Kie. maka tidak segera melulusi permintaan orang." . Thio Ai Kie bangkit. "Tolong kau kebumikan jenazahnya. "Setelah kukebumikan dirinya. "Katakanlah. Tan Ciu menyaksikan Thio Ai Lie bersembahyang." "Baiklah. "Bukankah ingin kau kawani terus menerus?" Ia tahu betul akan hal itu. "Aku mengucapkan terima kasih kepadamu. Tan Ciu terbelalak. pikiranku telah berubah.Tan Ciu memberikan janjinya." Tan Ciu memandang wanita berambut panjang itu. "Aku tidak mengebumikan dirirya." Berkata Tan Ciu. Beberapa saat kemudian. kukira akan dapat menolong diriku. Pada hari berikutnya. Tapi kau orang lain. Katanya tegas. memandang Tan Ciu seraya wanita itu berkata. karena aku tidak tega. "Dan aku mempunyai lain permintaan. Mungkin kau bongkar kembali." Berkata lagi Thio Ai Kie. "Kini. ia menerima tugas tersebut. Kau akan mengawani dirinya. "Kukira sulit. didepan rumah kayu itu telah bertambah satu makam baru itulah makam Kho Liok." Thio Ai Kie menggeleng-gelengkan kepala.

"Dengan senang hati." Berkata Thio Ai Kie. yang pada sebelumnya berada dalam mulut jenazah Kho Liok. Mutiara Cit goatcu dapat menghilangkan semua bisa racun. Lagi-lagi Tan Ciu menganggukkan kepala. Tan Ciu menerima pemberian yang sangat berharga itu. "Sudah berpikir masak-masak. dapat tahan panasnya api dan dapat mengusir dinginnya es. kau akan lebih sengsara. ia mengeluarkan lagi mutiara tersebut diserahkan kepada Tan Ciu dan berkata kepada si pemuda. "Tidak dapat kuterima hadiah pemberianmu. Terimalah. kau akan menggantikan dirinya." Tan Ciu merendah." Setelah dipaksa." "Kudoakan saja kau berhasil. dari dalam saku bajunya. "Kau ingin menjumpai kakakku?" Bertanya Thio Ai Kie. Kini. Tan Ciu menganggukkan kepala. Aku tidak membutuhkannya. ." Tan Ciu mundur. "Hanya jalan ini yang dapat kutempuh untuk menolong Cang Ceng Ceng dari kesengsaraan." ”Sudah boanpwe pikirkan masak masak. akan akibat yang akan kau derita?" tanya lagi Thio Ai Kie. dengan menggeleng-gelengkan kepada menolak." "Tapi. kau akan membutuhkannya. sangat mujijat untuk pengobatan-pengobatan. "Ambillah mutiara ini." "Kukira. "Terima kasih. Sebelum jenazah Kho Liok dikebumikan. Aku melakukan pekerjaan ini." Ia berkesan baik kepada Thio Ai Kie. Thio Ai Kie pernah meminta mutiara Jit goat-cu.

Berjalan setengah bagian. "Dengan maksud apa kau berada ditempat ini?" Itulah suara seorang wanita. ternyata Guha Kematian mempunyai cabang. pada bawah tebing curam yang sangat tinggi. terdapat sebuah guha dengan tulisan 'GUHA KEMATIAN'." Datangnya suara dari lorong gelap lain. jauh didepannya. Tan Ciu menghentikan langkahnya. Guha tersebut tidak terjaga. tiba-tiba terdengar ada suara yang membentak. "Kau tahu dimana letak Guha Kematian?" Bertanya lagi Thio Ai Kie."Terima kasih. Hal itupun menandakan betapa panjang dari isi Goba Kematian. Dengan adanya petunjuk Thio Ai Kie. Terdengar lagi suara itu berkata. Membawa Cang Ceng Ceng. bukan?" Thio Ai Kie memberi tahu letak tempat Guha Kematian. "Boanpwe membutuhkan keterangan yang lebih jelas. . Tentunya cianpwe tidak keberatan untuk memberi tahu. "Berhenti. Tan Ciu mengambil berpisah dengan wanita itu mereka harus melanjutkan perjalanan. Disuatu lereng lembah." Berkata Tan Ciu. baru terlihat titik terang. secara mudah Tan Ciu berhasil menemukan Guha Kematian. kearah Guha Kematian. Tan Ciu memasuki guha tersebut. sangat gelap. Tak gentar dengan menggendong tubuh Cang Ceng Ceng.

" "Itu urusanmu." . "Dengan siapakah boanpwe berhadapan?" "Seharusnya kau tahu. maka boanpwe tidak akan keluar guha sebelum urusan itu berhasil. ." "Boanpwe tahu." "Kawan wanitaku sangat membutuhkan pertolongan. "Kuanjurkan kepadamu ada lebih baik untuk kembali. apa akibatnya." Berkata penghuni Guha Kematian ketus. "Boanpwe harus "Kau tahu bahwa kau telah memasuki Guha Kematian." Berkata suara itu. kemudian berkata." Suara wanita itu terhenti sebentar." "Berpikirlah lagi. Segeralah keluar dari guha ini." Tan Ciu tidak takut kepada gertakkan itu." jawaban. "Penghuni Guha Kematian ?" "Heemm ." jawab Tan Ciu tenang. Bukan urusanku. "Dia segera mati.Tan Ciu memberikan menyembuhkan seseorang." "Permohonan itu kutolak. "Dengan tentang peraturan Guha Kematian?" "Cukup paham." "Bounpwe mohon dengan sangat. dapatkah bertemu muka?" "Aku tidak bersedia menemui orang. . bila seseorang berani masuk kedalam Guha Kematian?" "Sudah boanpwe pikirkan." "Boanpwe ada urusan.

. nama Thio Bie Kie sangat "Mengapa tidak menjawab?” Tegur lagi si pemuda. "Kau Thio Bie Kie?" Bertanya Tan Ciu. didalam dunia persilatan." "Aku telah berada ditempat ini." "Tapi. .. Mengapa harus keluar lagi?" "Ingin mencari kematian ?" "Ha. "Ingin tahu?" Berkata lagi Tan Ciu berada diatas angin." "Apa yang kau tertawakan ?" "Kukira kau bukan Penghuni guha Kematian. ha ." "Tanpa tapi. ..." Disebutnya mengejutkan. siapakah yang mengetahui bahwa Penghuni Guha Kematian bernama Thio Bie Kie? Dan Tan Ciu dapat menyebut nama itu. Lekas kau keluar. apa yang dunia luar ceritakan tentang keadan guha Kematiannya." ”Mengapa kau mempunyai pikiran seperti itu ?" "Tidak cocok dengan apa yang digambarkan orang. ." "Apa yang orang gambarkan tentang diriku?" Suara wanita didalam lorong guha gelap itu tergetar agaknya ingin tahu."Sudah kukatakan. . "Bagaimana kau tahu.. "Eh. Suatu hal yang mengejutkan orang yang bersangkutan. ada orang bernama Thio Bie Kie?" Suara itu semakin bergetar. bukan urusanku. .

dari mana kau tahu nama itu?" Bentak suara yang belum terlihat. "Tidak mungkin. kau mengimpi. "Sungguh2 aku telah melihat Kho Liok. Suara penghuni Guha Kematian tidak terkejut. "Kho Liok menceritakan tentang keadaan dirimu. "Aku menemukan seseorang ." Tan Ciu mengasah otak. setelah kita bertema muka." Berkata Tan Ciu sambil menunggu reaksi orang. "Siapa yang telah kau temukan?" Bertanya suara wanita didalam kegelapan itu." "Aku tidak bersedia menerima tamu. Bagaimana ia dapat menemui orang ini? Kecuali menggunakan tipu saja. aku dapat menerima kedatanganmu. "Kemudian!". terdengar ia membentak." Berbohong Tan Ciu. ."Katakan." Ia ingin menggunakan kelemahan Tho Bie Kie." . Ia menduga sedang berhadapan dengan Thio Bie Kie." itulah suara wanita didalam Guha Kematian. Bukan seperti keadaan ini. didalam keadaan gelap gulita. "Seorang yang bernama Kho Liok." Berkata Tan Ciu. "Kau kira setelah menyebut nama Thio Bie Kie. "Akan kuberi tahu kepadamu. . Suara wanita itu berteriak. secara tuan rumah dan seorang tamu. "Kho Liok sudah tidak ada!" "Kau salah.

. "Tidak mungkin . "Ha. Semua itu tidak dapat mengelabui diriku. Dikala orang tersebut mendengar nama Thio Bie Kie disebut. "Sungguh. Tapi ia tidak menyebut dengan jelas sengaja memancing keluar lawan. entah rumah kayu yang mana yang dimaksudkan olehnya." Dari lagu suara orang yang tersentak dan terputus hati Tan Ciu hampir mencelat. Ooooo . . .” Semakin lama Tan Ciu semakin mengelindur jauh." Berkata penghuni guha Kematian itu. ha .. . . . . bukan? Putuskanlah harapanmu ini. Tan Ciu ?! . "Aku mengerti ." Berkata Tan Ciu dengar suara pasti." Lagi-lagi Tan Ciu main lidah. mungkin juga rumah kayu didalam liang kubur Kho Liok.Wajah jenazah Kho Liok yang Tan Ciu maksudkan. mungkin rumah kayu Thio Ai Kie. . ia terkejut! .!!" Dengan kepintaran otaknya. . Kau sedang menggunakan akal untuk memancing diriku keluar menemuimu. ia maklum bahwa dirinya sedang ditipu mentah-mentah dengan tenang ia berkata. "Kau menemuinya didalam impian. "Dimana?" "Didalam sebuah rumah kayu. siapa namamu ?" "Tan Ciu." "Tidak percaya? Aku adalah murid Kho Liok. Agaknya orang itu pernah mendengar dirinya." "Apa ?! . Suara wanita itu berteriak. maka sangat terkejut.

karena jarang sekali orang yang mengetahui dirinya telah menjadi penghuni Guha Kematian.. "Kenalkah kepadaku?" "Uh." ." Berkata Tan Ciu.. he ." "Siapa orang itu? Siapa yang memberi tahu namaku ?" "Orang yang pernah masuk kedalam Guha Kematian." "Aku bersedia menanggung segala resiko. "Itupun lebih kejam dari pada pembunuhan. Nama Tan Ciu ini pernah kudengar. itulah tidak masuk diakal... Tan Ciu menyebut nama dirinya dan wanita didalam guha gelap itupun lebih terkejut.. mengapa harus kenal kepadamu?" Suara itu memberikan jawaban yang samar-samar. Uh. Apakah yang dikejutkan olehnya ? "Hei. ini agak tidak mudah dimengerti. = oooOdwOooo = Wanita yang berada didalam Guha Kematian terkejut karena Tan Ciu menyebut namanya..." "Hee. setelah kau menyembuhkan penyakit kawan wanitaku ini." "Hanya memiringkan otak orang. . "Mengapa kau terkejut ?" "Aku terkejut? Heh. . ia lebih terkejut lagi. ada lebih baik bila kau bersedia meninggalkan guha.. Kau pintar." Tan Ciu berteriak...Mendengar nama Tan Ciu disebut. Kau putra Tan Kiam Lam bukan? Tidak perduli putra siapa. he." "Bila tidak? Kau akan membunuh?" "Aku belum pernah membunuh orang.

. inilah si Ular Golis dari eks perkumpulan Ang mo kauw. . meninggalkan Guha Kematian. datang lagi lain serangan. keadaan didalam guha sangat apal sekali. tiba-tiba dirasakan kepalanya berat ada jari yang menotok dirinya. . terlalu muda. sangat muda. lalu guha terbuka." "Tolonglah. . satu serangan menyerang pemuda itu." Tan Ciu mulai memohon. Ti ."Tidak mungkin. Wajah wanita yang Tan Ciu kira sebagai Panghuni Guha Kematian ini telah terpetang jelas." Tan Ciu menjadi kalap. . "Dengarlah kata-kata peringatanku. didalam keadaan gelap gulita. ia jatuh pingsan. Kemanakah Tan Ciu dibawa? Bayangan itu sangat langsing. . maka tidak dapat menyebut nama si gadis. Terdengar berkesiurnya angin. Tan Ciu berdaya. Dengan menekan satu tombol. Bayangan inilah yang berdebat sekian lama diperut guha tadi." segera kau "Tidak . guha ini sangat terang. matanya terkatup tububhnya roboh. ia menerjang masuk. Satu bayangan menenteng Tan Ciu dengan lain tangan membawa tubuh Cang Ceng Ceng. ia dapat bergerak dengan leluasa. .dak . Tan Ciu telah jatuh pingsan. . berbeda dengan keadaan guha yang semula. Keadaan masih tetap gelap . bertubi-tubi. bila Tan Ciu melihat pasti ia terkejut. . Ang-mo kauw berarti perkumpulan Iblis Merah. dengan menenteng dua tubuh. Ia belum tua. . Tan Ciu mengadakan tangkisan.

si Ular Golis memasuki sebuah ruangan yan terang benderang. Ular Golis adalah murid Penghuni Guha Kematian Thio Bie Kie.." "Oooo.. Tidak dapat ia membiarkan pemuda tersebut rusak dibawah tangan gurunya. orang menjadi guru si Ular Golis. Si Ular Golis yang pernah Tan Ciu temukan di perkumpulan Ang mo kauw. Membawa Tan Ciu dan Cang Ceng Ceng.. Itulah pemuda yang pernah menolong dirinya... mengapa kau membawa kemari ?" "Dia ada urusan dan ingin bertemu dengan suhu. .. ." ." ”Mengapa tidak merusak pikiran otaknya?" Thio Bi Kie mengadakan teguran. didalam ruangan itu berduduk seorang wanita berbaju hitam. !" Dan akhirnya ia berhasil menguasai keterangan hati. dia mengetahui namamu.." "Eh. "Tidak mungkin!! Telah tiga puluh tahun ia mati.. Tidak mungkin . itulah penghuni Guna Kematian Thio Bie Kie. Kini mudah dimengerti. tatkala ia mendengar nama Tan Ciu. ." "Dikatakan lagi. Dia. . "Betul. "Tidak mungkin. Dia adalah murid Thio Bie Kie.!" Thio Bie Kie berteriak. "Suhu ." "Aaaa. ia sangat terkejut. Badannya gemetaran. "Ada orang masuk kedalam Guha Kematian?" Bertanya Thio Bie Kie.Perkumpulan yang dibangun dan akhirnya jatuh dibawah tangan Sim In. dia adalah murid Kho Liok cianpwe. Dia bukan Thio Bie Kie? Bukan.

dialah yang menyelamatkan jiwaku dari kematian. bukan ?" . ternyata ada sedikit cerita dibalik batu. "Mungkinkah aku tidak pernah menyelamatkan jiwamu dari kematian?" Bertanya Penghuni Guha Kematian itu. "Suhu pada satu tahun yang lalu."Dari mana ia tahu nama itu?" "Tentunya telah bertemu dengan Thio Ai Khie. Beres." Ular Gelis memberi penjelasan." Berkata Thio Bie Kie. . . siapa adanya pemuda ini." "Suhu . Dia adalah orang yang bernama Tan Ciu itu. dikatakan membutuhkan pertolonganmu. . "Suhu . "Aku heran. ia luput dari kematian. mengapa kau tidak melakukan tugasmu dengan baik." "Sangat berat sekali. . Dan setiap laki-laki adalah manusia kurang ajar." "Membawa seorang gadis yang terluka? Beratkah luka gadis itu. Manakala Thio Bie Kie mengabulkan permintaan itu." "Mengapa?" "Boleh aku mengajukan permohonan untuknya?" Ular Golis ingin membalas budi yang Tan Ciu lepas kepadanya. "Dia menggendong seorang gadis yang tidak sadarkan diri." Thio Bie Kie mengeluarkan dugaan. geser saja otaknya. Aku dapat menduga. ." "Hm." "Yang gadis boleh kita terima. pemuda inipun tidak terkecuali.

termasuk juga Tan Ciu. ia membenci setiap lelaki." "Suhu . ." Ular Golis menundukan kepala. Matanya beralih kearah Cang Ceng Ceng. "Lupakah kepada ceritaku? Aku menjadi korban dari korban perasaanku. Laki-laki tidak boleh dipercaya. apa yang terkandung didalam hatiku."Betul. Penghuni Guha Kematian Thio Bie Kie berkata dengan suara dingin." Berkata Ular Golis lemah. Laki-laki yang seperti ini tidak patut dibiarkan hidup segar. . ia berteriak. dan ia berkata. maafkan muridmu yang tidak dapat melakukan tugas ini.. "Siapa gadis itu ?" Ular Golis memberikan jawaban." "Suhu." "Kau sungguh mengecewakanku.. Sangat rendah kebawah. Ular Golis sangat paham akan sifat-sifat yang dimiliki sang guru. ia menggangkat tangannya. Suhu bersedia memberi pengampunan ?" Thio Bie Kie memandang Tan Ciu karena hubungannya dengan Kho Liok." Dengan sinar mata penuh kebencian. "Dikatakan kawan wanitanya ?" "Hm. Dan dia akan merusak hidupmu." "Cintakah kau kepadanya. "Apa dia juga cinta kepalamu?" "Dia tidak tahu. tukang memikat hati wanita. pandai mengambil hati Wanita.

bunuhlah aku dahulu. "Bila tidak ada muridku yang mengajukan permohonan. ia menghidupkan jalan darah si pemuda yang disumbat. tentunya kau telah mati. .. "Suhu bersedia mengampuni jiwanya?" Ia meminta kepastian. Cintamu salah tempat. wajahnya yang galak telah berubah menjadi lemah..." Thio Bie Kie memberi perintah. sangkanya sudah mati. segera ia bergumam." "A a a a . "Mungkinkah aku belum mati ?" Terdergar suatu suara menyahuti. sinar penerangan terang mempetakan gambar seorang wanita. dengan beberapa totokan." Thio Bie Kie menatap wajah sang muridnya. terkenang akan kejadian yang belum lama dialami." Ular Golis menatap wajah guru itu. ia menurunkan tangannya. segera ia tahu bahwa jiwa Tan Ciu dapat ditolong.?" Ia tidak kenal kepada Penghuni Guha Kematian. "Oh."M i n g g i r !" Ular Golis menubruk baju." . Tan Ciu menggeliat bangun." Tan Ciu memandang kearah datangnya suara itu. "Aku adalah Penghuni Guha Kematian Thio Bie Kie. "Bukalah totokannya. . "Suhu. Ular Golis melihat perobahan wajah guru itu. bertiarap diatas tubuh Tan Ciu dan sesambatan. "Kau .

. "Aaa. Ular Golis adalah anggota Ang mo-kauw. "Berani kau masuk kedalam Guha Kematian. Berkata Penghuni Guha Tan Ciu tidak gentar. Terdengar lagi Thio Bie Kie berkata.!" ia berteriak. Hari ini si gadis telah menjadi anak buah Guha Kematian. he?" "Ingin merusak otak pikiranku?" Bertanya Tan Ciu. "Masih kenal denganku?" Ular Golis tertawa getir. lagi2 ia berteriak." Gadis itu menganggukkan kepalanya. matanya tertumbuk dengan sepasang mata si Ular Golis. "Ular Golis?" Hal ini berada diluar dugaan Tan Ciu.Per-lahan2 Tan Ciu memperhatikan isi guha itu. Nyalimu sungguh besar. Tan Ciu sedang ber-pikir2 didalam perkumpulan Angmo-kauw Ular Golis telah menyerahkan obat Seng-hiathoan-hun-tan mungkin ada hubungan dengan Thio Bie Kie? "Bagaimana kau berada ditempat mengetahui duduk kejadian. dengan tenang berkata. "Inilah peraturan kami. setelah Sim-in mati dengan sendirinya perkumpulan itu membubarkan diri. "Betul. ini?" ia ingin "Aku yang menolong dirinya. Kawan wanitaku Hal ini sudah ini terkena oleh . bagaimana Ular Golis dapat berada didalam Guha Kematian." Kematian Thio Bie Kie.. kuperhitungkan. "Aku berani masuk kemari." Berkata Penghuni Goha Kematian Thio Bie kie.

"Apa yang diceritakan kepadamu?" "Kulihat kau telah salah paham. penderitaan batin itu sukar dilenyapkan. "Bagaimana hubunganmu dengan muridku?" Bertanya Penghuni Guha Kematian itu.. Kehidupannya jauh lebih menderita darimu." Berkata Tan Ciu." "Cukup." Berkata Tan Ciu. "Kalian. Ia sangat sengsara." Berkata Tan Ciu. "Terima kasih. tolonglah kau memberi kebebasan." Berkata Thio Bie Kie penuh derita. satu-satunya orang yang paling dicintai. "Bila kau tidak bersedia mendengar cerita aku tidak akan memaksa kau memasang kuping. "Tentunya. kau telah berhasil bertemu dengan Thio Ai Kie ?" "Ia tinggal tidak jauh dari sini." "Akan kuusahakan." Jawab Tan Ciu. perasaannya tidak lepas dari getaran kalbu." Bentak Thio Bie Kie. kaum laki-laki adalah kaum penipu. "Ada sesuatu yang ingin kutanyakan kepadamu" Berkata lagi Penghuni Guha Kematian. . Tan Ciu memandang si Ular Golis. "Tidak ada seorang yang pernah kutipu. Maksudku . "Aku tidak mau mendengar cerita ini. ." Walaupun demikian. Kini aku menyerahkan diri.pengaruh ilmu Ie-hun Tay-hoat. Karena Thio Ai Kie itu adalah satu2nya adik kandung. terlihat jelas dari gerak geriknya yang berlainan." Berkata Thio Bie Kie.

"Jalan yang terbentang dihadapanmu hanya ada dua jurusan. jawaban itu sudah berada didalam perhitungan dirinya. si Ular Golis Sauw-tin menundukkan kepala. aku dapat memberi ampun kepadamu." Diluar dugaan Tan Ciu." Disamping mereka. Thio Bie Kie membentak. ." "A a a a a . ." Tan Ciu memandang wanita itu. "Kau menolak. dangan syarat harus menikah dengan muridku. Tidak disangka bahwa gadis itu jatuh cinta pada dirinya. Penghuni Guha Kematian Thio Bie Kie berkata dengan sungguh-sungguh. . Ia sangat terkejut. Memandang wanita tua itu. dengan menggoyangkan kepala ia berkata." "Jalan pertama. . "Katakanlah. Tidak pernah disangka." Tan Ciu tertegun. ."Dia cinta padamu. "Permintaan Cianpwe menyulitkan orang.!" Tan Ciu berteriak kaget." Berkata Thio Bie Kie. Hal ini sulit untuk diterima." Tan Ciu menemukan alasan. "Bila bukan dia yang memohon pengampunan tidak mungkin Kau dapat mempertahankan kesegaran otakmu." Thio Bie kie memancarkan sinar mata penasaran. dirinya akan dijodohkan dengan Ular Golis." "Boanpwe menolak. "Mengapa? Martabat muridku tidak dapat mengimbangimu?" "Jodoh seseorang tidak dapat ditentukan dari seimbang atau tidak seimbang martabat-martabat mereka. "Oh .

sangat menantang. Tanpa adanya paksaan orang ketiga. "Cinta bukanlah sesuatu yang boleh diperintah oleh seseorang." "Maksudmu aku tidak boleh memaksa. "Bila aku berniat mengawini dirinya. mungkinkah jodohnya dengan Kho Liok dapat diperintah oleh seseorang. Thio Bie Kie berkata. ia berkata singkat. Teringat kepada cintanya yang mengalami kegagalan. "Hanya dua jalan yang akan kusebutkanlah yang terbentang dihadapan dirimu. bertabiat keras. Tan Ciu sangat puas dan ia berkata. Ia masih muda tentu tidak ingin memilih jalan kematian. Thio Bie Kie memperhatikan wajah si pemuda terlalu berani. hanya satu patah kata." "Bagus! Berani kau menentang diriku?" Thio Bie Kie tidak puas. Sangat singkat. "K e m a t i a n !" Tan Ciu melototkan matanya. sangat luar biasa! Kesan kepada Tan Ciu menjadi baik."Mengapa kau menolak mengawini muridku?" Bertanya lagi Thio Bie Kie." . aku dapat bicara langsung dengannya. Kenangan lama membuat Thio Bie Kie melamun. "Bagaimana dengan jalan kedua?" Thio Bie Kie mengangkat pundak. berambekan besar." "Kira-kira demikian." Tan Ciu tidak gentar kepada Penghuni Guha Kematian.

satu adalah jalan kematian. Thio Bie Kie memperhatikan Tan Ciu dan membentak pemuda itu. Penghuni Guha Kematian Thio Bie Kie mengeluarkan suara gerengan.Tan Ciu bungkam. Menentang petunjuk itu. Dengan alasan apa." Berkata Tan Ciu. "Suhu . Ular Golis menjadi kaget. "Suhu ." "Apa boleh buat aku harus memilih jalan yang kau sebut belakangan.. jalan kebahagiaan. Tan Ciu menolak kesenangan memilih kematian ? Mungkinkah si pemuda tidak takut mati? Tidak mungkin. bertindak maju mendekati pemuda itu." "Jangan kau turut bicara!" Thio Bie Kie membentak murid itu. ia berteriak. Semua orang akan berusaha menghindari diri dari kematian. "Pergi kau menyingkir jauh-jauh. ia tidak mau. Ular Golis bungkam.!" "Tutup mulut. menjauhi kematian. Ia menyediakan dua jalan kepada pemuda itu. "Lekas kau pilih dua jalan itu!" "Tidak ada jalan ketiga?" "Tanpa jalan lain. termasuk juga pemuda yang berada didepannya. berarti mempercepat riwayat hidupnya. dan satu lainnya tersedia gadis cantik. . kini mengangkat tangannya. Ular Golis Siauw Tin membuka mulut. menerima jalan yang telah ditentukan orang.." . Suatu hal yang berada diluar dugaan Thio Bie Kie." Bentak wanita itu.

"Apa yang ingin kau katakan ?" Tan Ciu berkata. kini jiwaku sudah berada diambang pintu kematian.Ular Golis sudah membuka mulut. Gadis itu telah basah dengan air mata. . Thio Bie Kie telah maju satu tapak. "Sebelum aku mati. Dengan puas ia berkata. . maksud ingin memohon lagi. Aku tidak berhasil. "Aku mendapat pesan dari Thio Ai Kie cianpwe untuk menyampaikan rasa penyesalannya kepada gurumu. . segala langkah sang guru sangatlah keras." "Akan kuusahakan. ketahui jelas. cepat-cepat ia berkata. tidak boleh diganggu. dibentak seperti itu. Ia mengerutkan alis. sikapnya sangat sedih. ada beberapa patah kata yang ingin kukatakan. "Bersedia menerima tawaranku?" "Tidak. Tiba-tiba Tan Ciu berteriak. hatinya menjadi ciut." Berkata Ular Golis Siauw-tin." O00de-^-wi00O Jilid 16 IA menunjuk kearah Ular Golis." Berkata Tan Ciu. "Apa lagi yang ingin kau kemukakan?" Bertanya wanita itu. Wajah Thio Bie Kie menjadi terang. pesan ini kutujukan kepada muridmu. tugas ini kuserahkan kepadamu .

ada baiknya ia bersikap Kesatria. tolong kau sampaikan khabar kematianku kepada seorang kakek bungkuk yang bernama Kui Tho Cu. "Terima kasih." Tan Ciu mengakhiri percakapan itu. tiba-tiba wajahnya berkerut. Manakala Thio Bie Kie hendak menurunkan tangan maut. Tan Ciu memandang segala perubahan itu dengan rada berkesiap. Atas sikap si pemuda yang sangat berani. tangannya diangkat lagi." ia berkata. Thio Bie Kie harus menaruh salut. Tan Ciu mengerti. ada orang datang. "Suhu. Bersediakah?" Sekali lagi Ular Golis menganggukkan kepala."Permintaanku yang kedua ialah. matanya berpaling kearah pintu guha seolah-olah terdengar sesuatu hendak melihat sesuatu yang belum diketahui." . Kini ia menghadapi Thio Bie Kie. hal ini tidak dapat dielakkan. "Dan dari Kui Tho Cu itu. dia berada didalam Benteng Penggantungan. Ular Golis Siauw Tin berteriak. ia menyanggupi tugas itu. kau dapat mengetahui orang yang harus kubunuh tolong wakilkan diriku membunuh orang itu.” Ular Golis menganggukkan kepalanya. walaupun demikian. ia harus mempertahankan gengsinya. ialah dikatakan ingin memburuh pemuda itu dan kata-kata ini harus dilaksanakan. menyerahkan diri kepada Penghuni Guha kematian. Mati tanpa keluhan suara. "Bunuhlah.

" Berkata Tan Ciu tertawa getir." Tubuhnya melesat. bagaimanakah harus memanggilmu?" "Namaku Siauw Tin. "Mengikat tali hubungan suami isteri denganmu? Mungkinkah kau bersedia?" "Aku tidak keberatan. panggil saja dengan nama sebutan itu." Berkata Siauw Tin." "Aku tahu. Jalan yang terbaik ialah turuti dahulu segala kemauan guruku. Datangnya orang itu disaat yang tepat." "Siauw Tin. sulit untuk berdebat dengannja. "Jaga baik-baik orang ini. Dimisalkan kau tidak cinta padaku. sangat menyesal. setelah itu dikemudian hari kita dapat menentukan hidup sendiri. bukan maksudku memandang rendah atau menghina dirimu. Ular Golis mendekati pemuda itu. ia memanggil perlahan. Tan Ciu terhindar dari kematian. Hati Tan Ciu tergetar. boleh kita berpisah lagi setelah kita keluar dari Guha . "Tan Ciu. aku tak dapat berbuat sesuatu.Thio Bie Kie menganggukkan kepala. akupun tidak memaksa. guruku terlalu keras serta berkepala batu. ia berkata pada sang murid. meninggalkan mereka. penolakanku atas usul gurumu yang ingin memaksakan perjodohan kita berdasarkan kenyataan." "Seharusnya kau menerima tawaran itu. "Eh.

Diluar Guha kematian. . aku tidak mengekang kau memilih istri." Dia adalah penghuni rumah kayu. ia membertak. ." "Aku berjanji. Aku berjanji. adik dari penghuni Guha Kematian. aku tidak akan mengikat kebebasanmu untuk memilih istri.Kematian kau bebas memilih gadis lain sebagai isteri yang sah. Thio Bie Kie memapaki datangnya bayangan itu." Cerita diatas adalah cerita didalam Guha Kematian. dengan suara penuh derita memanggil. "Siapa!" Bayangan itu berhenti. maka kau dapat bebas dari kematian." "Turutlah nasehatku. "Cie cie. wanita berambut panjang Thio Ai Kie. "Siapa yang kau panggil? Aku tidak kenal kepadamu." "Kau sudah berpikir tentang segala akibat dari langkah ini ?" "Berpikirlah kepada keselamatan jiwamu. Thio Bie Kia berhenti dengan ketus ia berkata." "Aku berteiima kasih kepada pengorbananmu." ." "Kau bersedia menerima usulku?" "Baiklah." "Aku tidak dapat menodai namamu. satu bayangan muncul cepat memasuki guha gelap itu. .

Tiba-tiba ia menjadi panas hati. "Baik kau tidak dapat memberikan pengampunan.. dengan kemarahan yang meluap-luap." "Hmm . aku mohon pengampunan." Berkata Thio Bie Kie dingin." "Sekali lagi kuperingatkan kepadamu. kedatanganku ini ada maksud tujuan lain. kuharap kau tidak mengganggu Tan Ciu. ." "Ciecie." Penghuni Guha Kematian Thio Bie Kie mengusir adik itu."Ciecie. Timbul rasa kecewanya. . lupakah kepala suara adikmu?" Bertanya Thio Ai Kie sedih. "Kau kejam?" Thio Bie Kie mengeluarkan suara dari hidung. .. "Ciecie." "Lekas kau pergi. jangan sekali-kali kau memasuki tempat ini lagi. Lekas keluar!" "Ciecie." "Aku memohon keikhlasan hatimu." Thio Ai Kie putus harapan. . Tan Ciu? ." "Cukup. Tahu?" "Kau tidak dapat memaafkan kesalahanku." "Aku bukan seorang pemurah. ia berkata. Segera akan kubunuh pemuda itu.. "Tidak dapatkah kau memaafkan kesalahanku ?" "Aku tidak mempunyai adik.." "Segera kubunuh dirimu.

"Kau telah membunuh dirinya." "Bagus! Kau sudah berani. Serangan itu mengandung kekuatan yang memecah gunung membelah laut." Berkata Thio Bie Kie." "Aku salah." "Tutup mulutmu."Hanya karena seorang laki-laki." "Aku telah melakukan suatu kesalahan tanpa disengaja. latihan tenaga dalam sipenghuni Guha Kematian memang luar biasa. ia telah menyerang Thio Ai Kie." Berkata Thio Bie Kie. Disertai dengan bentakannya. kau menjadikan dirimu sebagai manusia aneh." "Betul." "Kau adalah biang keladi kekacauan. Kau juga salah. berapa banyakkah orang yang telah kau rusak." "Aku sangat menyesal. Aku berusaha membenarkan kesalahanku. apa yang dapat kulakukan? Kecuali beruraha mengenang kesalahan itu? Tidak seperti dirimu mengerusak diri sendiri. ingin memberi nasehat kepadaku. "ia yang segala sesuatu telah terjadi. . Ia harus membunuh adik perempuan ini. hee?" Wajah Thio Bie Kie membawakan sikap pembunuhan. mengerusak diri orang. mengapa kau kukuh menyiksa diri sendiri?" "Huh. Selama ini. kau merusak diri sendiri. Tapi kau melakukan kesalahan2 yang kau ketahui. apakah yang kau dapat dari hasil perbuatanmu itu ?" "Kepuasan. Kau telah merusak penghidupan tenang. Hari ini aku ada niatan untuk memberi nasehat kepadamu. betapa jahatnya perbuatanmu itu.

rasa penyesalan yang tak terhingga telah memasrahkan dirinya. Sepuluh jurus lagi telah dilewatkan. tipu-tipu bagaimana yang akan dilontarkan oleh lawannya. . orang yang sudah mati tidak dapat dibangkitkan kembali. Kini ia mengerti. saling serang dan saling bertahan. dua saudara sedaging bertanding. ia tidak mengadakan perlawanan. Masing-masing harus mempertahankan diri mereka. ia berkata. masing-masing telah mengeluarkan lima kali serangan. mati ditangan saudara sendiri! Dalam sekejap mata. yang satu gesit yang satu lincah. hampir ia mati dibunuh tangan kejam itu. disamping mereka adalah jurang maut. Drama baru yang akan mengotori sejarah dunia. Dua wanita bergebrak didalam mulut Guha Kematian. Tan Ciu tentu berada didalam bahaya.Thio Ai Kie dipaksa mengadakan perlawanan. kau terlalu sekali. dan ia harus menolong orang yang belum mati. mereka cepat. begitu bergerak. Itu waktu." Pertama kali Thio Ai Kie mengunjungi Guha Kematian. Belum ada tandatanda akan berakhirnya pertandingan itu. sulit untuk membedakan kedua bayangan. mereka gesit. Masing-masing dapat mengetahui. ilmu kepandaian mereka adalah hasil didikan seorang guru. yang satu lihay dan yang lainnya kosen. Kakak beradik itu mempunyai ilmu silat yang tinggi. mereka adalah sepasang perdedar kakak beradik Thio Ai Kie dan Thio Bie Kie. "Ciecie. siapa lengah pasti binasa.

sikapnya sangat marah. Aku harus melayaninya. Thio Bie kie membentak. Apa boleh buat. "Jangan kau turut campur urusan ini. Mereka adalah Tan Ciu dan Siauw Tin. Thio Ai Kie berkata. Thio Ai Kie memandang Tao Ciu. "Mengapa kau mengijinkan dia meninggalkan tempat?" Demikianlah kira-kira teguran guru tersebut kepala sang murid yang ditugaskan menjaga Tan Ciu. Tan Ciu segera mengenali kepada penghuni rumah kayu berambut panjang itu." Berkata Thio Bie Kie. . ia menunjukan hormatnya." Tan Ciu ada maksud untuk menjadi juru pemisah. Thio Ai Kie dan Thio Bie Kie mengirim satu pukulan. "Cianpwe. Dua pasang mata menuju kearah dua bayangan yang keluar dari dalam perut guha itu. Thio Bie Kie memandang Siauw Tin. mereka keluar dari dalam menuju kearah dua orang yang sedang berkutet seru itu. ia girang melihat keselamatan sipemuda yang belum terganggu. . "Hei. seharusnya. "Ia ingin membunuh diriku.Dua bayangan menyusuri Guha Kematian. . ingin campur tangan urusan orang?" . setelah itu mereka terpisah." "Kalian adalah adik dan kakak. "Bagaimana kalian bergebrak tangan?" Berkata Tan Ciu kepada kedua wanita itu." Thio Ai Kie membalas dengan satu anggukkan kepala.

"Begitu bencikah kau kepada adik kandung sendiri?" "Aku harus membunuh adik kehidupanku. mendengar kata-kata si pemuda. "Ia juga membunuh orang yang kukasihi. . Thio Ai Kie telah siap sedia. Kakak beradik itu bertempur kembali." Berkata Thio Bie Kie. "Thio Bie Kie cianpwe." "Kesalahan itu telah ditebus. hasil apakah yang kau dapat dari pembunuhan itu?" "Kurang ajar!" Thio Bie Kie sangat marah. Tan Ciu membentang bacot. yang merusak "Dimisalkan kau berhasil membunuhnya.Tan Ciu berusaha menyabarkan diri. ia mengundurkan serangannya. dirinya sedang digencar serangan serangan oleh sang adik. betapa menderita ia karenanya. tangannya dilayangkan memukul pemuda itu." Thio Bie Kie tidak melayani panggilan pemuda itu. tidak ada alasanmu untuk membunuh adik kandungmu sendiri. "Thio Bie Kie cianpwe . begitu melihat gerakan sang kakak." Berteriak lagi Tan Ciu." . tubuhnya telah melesat menyelak ditengah kedua orang itu. ia menangkis setiap serangan itu. serta merta mendebat. Kini Thio Bie Kie merangsek Thio Ai Kie. penderitaan ini lebih berat dari segala penderitaan yang ada. ia menangkis serangan yang ditujukan kearah Tan Ciu. dengan tenang ia berkata. .

ia berkata. "Dimisalkan kau berhasil membunuhnya. ia menarik pulang serangan dan berdiri disamping dinding guha. Beruntung Thio Ai Kie tak ada niatan untuk membunuh kakak itu. mungkinkah Kho Liok cianpwe dapat bangkit dari liang kubur? Apa lagi mengingat ilmu kepandaian kalian yang sama kuat. tapi cintakah Kho Liok cianpwe kepadamu."Maka. Janganlah kau mementingkan diri sendiri saja." "Tidak seharusnya ia membunuh orang yang kucintai. cinta tidak dapat diabadikan secara sepihak. ia terpaku ditempat. kau cinta kepada Kho LioK cianpwe. Hampirhampir menjadi korban pukulan sang adik." Thio Bie Kie berteriak." Berkata lagi Thio Bie Kie sambil menyingkirkan diri dari serangan Thio Ai Kie. kalian adalah kakak beradik teladan. Satu sama lain saling mencinta. Tan Ciu berkata lagi. berpikirlah kepada kebahagiaan adikmu. Binalah kembali kemesraan hidup itu. aku harus membunuhnya. "Berpikirlah lagi. mungkinkah dapat membunuh Thio Ai Kie cianpwe dengan mudah?" Thio Bie Kie tertegun. Tan Ciu masih tidak mau menutup mulut. mata. tolong menolong dan bantu membantu. Pertempuran terhenti karenanya. betapa mesra hidup seperti itu. "Kenangkanlah kembali penghidupan kalian dimasa kecil. kalian hanya hidup berdua." Thio Bie Kie membelalakan meruntuhkan pandangan itu ketanah. cinta ini tidak dapat kau rebut begitu saja. dia adalah orang yang Kho Liok cianpwe cintai. kemudian .

hubungannya dengan Kho Liok berdasarkan budi yang telah ditanam." Ini waktu si Ular Golis Siauw Tin turut membujuk sang guru.. "Cinta bukanlah semacam barang dagangan. "Suhu ada baiknya kau menerima rumusan Tan Ciu. Thio Bie Kie lebih mengerti tentang cinta. Tan Ciu menerusKan pembicaraannya.. atas ketidak akurannya kalian dua saudara. apa akibat kejadian itu bila aku menerima tawaranmu? Kukira akan seperti Kho Liok cianpwe denganmu" Thio Bie Kie diam ditempat." .. dikala Kho Liok belum berhasil menguasai kejernihan pikirannya. . Demikian hal itu terjadi. Tan Ciu menyambung lagi pembicaraannya. . Dia maklum bahwa orang yang Kho Liok betul-betul cintai bukanlah dirinya. "Cie cie.. kau memaksa aku mengawini Siauw Tin. "Oh. siapa diantara kalian berdua yang Kho Liok cianpwe cintai?" tegur lagi Tan Ciu kepada penghuni Guha Kematian itu." Thio Bie Kie mengeluarkan keluhan tertahan. karena itu ia tidak dapat dipaksakan. berlangsungnya hubungan mereka berada didalam keadaan lupa daratan. "Mungkinkah kau tidak tahu cinta orang?" Desak lagi Tan Ciu kepadanya. "Kini Kho Liok cianpwe telah tiada. dialam baka ia pasti bersedih."Berpikirlah. Kho Liok lebih cinta kepada Thio Ai Kie.." Thio Ai Kie juga memanggil. Mengambil contoh kejadian tadi. aku berjanji untuk menyenangkan dirimu..

nasibku memang sial sekali. dengan suara perlahan ia berkata. Thio Bie Kie membiarkan dirinya dipeluk. Tan Ciu memandang Siauw Tin. Uh . Dan gadis yang dipandang menganggukkan Kepalanya. ia memandang adik itu. bujukanmu telah berhasil. dengan mata basah. "Kukira. "Cicie.Tiba-tiba Thio Bie Kie telah berteriak. menuju kearah guha dalam. Ia memanggil perlahan." Ia membalikkan badan. sikapnya masih tetap dingin. mereka berhasil menemukan Thio Bie Kie. . Tan Ciu dan Siauw Tin melangkahkan kaki mereka. kalian menghina diriku . datangnya dari guha dalam.. mungkinkah kau tidak dapat memaafkan kesalahanku?" Thio Bie Kie mendongakan kepala.." "Mungkinkah ia marah kepadaku?" "Aku percaya. ." Disaat Itu. . lari masuk kedalam guha gelap. Thio Ai Kie... Tiba-tiba Thio Ai Kie menubruk. ia dapat mengubah sifat-sifat lamanya. "Bagus... Semua orang terpaku. ia turut menangis mengucurkan air mata. Sebentar kemudian. Kalian telah mengadakan persekongkolan. Thio Ai Kie telah mendekati sang kakak. Thio Ai Kie bersujud dihadapan kakaknya dengan sedih ia berkata. Sayup-sayup terdengar suara tangis isak Thio Bie Kie." Thio Bie Kie menangis semakin keras. si penghuni Guha Kematian yang sedang menangis sesenggukkan ditempat pembaringan. . "Cicie.

telah lama ia kehilangan kasih sayang seorang adik. "Moay-moay . air mata terharu." Mereka saling peluk. Thio Ai Kie meloloskan diri dari rangkulan dan pelukan kakaknya." Ia mengoceh perlahan. mereka terharu atas kejadian yang menimpa diri Thio Ai Kie dan Thio Bie Kie. "Ciecie .. aku sudah bosan hidup. air mata gembira. bunuhlah aku. mereka gembira karena berhasil menyatukan kembali dua saudara itu. kini ia telah insaf. "Semua itu telah lewat . ." Panggil lagi Thio Ai Kie. "Bila kau tetap membenciku. "Betul. Suatu saat. ." Demikian Thio Ai Kie berkata." Thio Bie Kie menyusut air matanya. Mereka saling panggil. Kesalah pahaman berhasil dilenyapkan. ia memanggil perlahan. mereka menangis bersama. kini mereka telah berhasil kembali. . tiada guna membenci adik itu. . .. Berapa lama kejadian berlangsung . kakak beradik itu telah saling memaafkan kesalahan masing-masing." panggil lagi Thio Ai Kie. . dan kini adik itu telah kembali."Ciecie. semua telah lewat. merekapun mengeluarkan air mata. . kita harus memulai dengan hidup baru. . "Ciecie . "Kau telah memaafkan kesalahanku?" Thio Bie Kie anggukkan kepala perlahan." "Ciecie . apa guna hidup sebatang kara? Hidup merana seperti ini?" Tiba-tiba Thio Bie Kie balas memeluk adiknya. Tan Ciu dan Siauw Tin turut menyaksikan kejadian tadi. . .

" "Ciecie. "Kita orang-orang harus berterima kasih kepadanya. Siauw Tin berteriak girang. "Mengapa aku dapat membunuh dirinya?" "Dimanakah kini kau menaruh jenazahnya."Kita telah tua . tentunya kau tidak mengganggu orang lagi." Mereka memandang kearah Tan Ciu." "Ooooo . "Dia adalah seorang pemuda baik. "Telah dikebumikan." Berkata Thio Ai Kie. hanya gara-gara seorang lelaki." Siauw Tin melirik kearah pemuda itu.. dan mereka tertawa mengerti. ." Tan Ciu menunjukkan hormatnya ia berkata. ciecie . tidak seharusnya kita saling benci. . "Terima kasih kepada kemurahan hati Cianpwe. masih dapatkah kau menyayang Menyayang seperti dijaman kanak-kanak kita?" diriku." Bertanya Thio Bie Kie. "Kau hendak membunuh Tan Ciu?" Ia bertanya cepat." "Oh. ." Berkata Thio Ai Kie. "Suhu. kau baik sekali." Thio Bie Kie menggelengkan kepala. "Kini tidak. . . . Thio Bie Kie menganggukkan kepala." "Aku menyesal sekali . "Tidak seharusnya kita berpisah. bukan?" Thio Ai Kie terkejut. .

mereka melenyapkan peraturan-peraturan yang mengganggu ketenangan orang. telah kujanjikan untuk menolong dirinya.Thio Bie Kie berkata." "Timbul niatanku kepadamu?" untuk menyerahkan sesuatu bertanya. tertidur seorang gadis berbaju putih.oOdwOo Didalam sebuah guha. Thio Ai Kie. "Cianpwe." Tan Ciu memberikan keterangan. Tan Ciu berkata. "Akulah yang seharusnya mengucapkan terima kasih. "Bukan kekasihmu. Tan Ciu dan Siauw Tin merasa puas akan kesudahan dari kejadian itu. Kau boleh melegakan hati. Siauw Tin dan Tan Ciu. "Aku tahu. mereka adalah Thio Bie Kie. Kedatangan Tan Ciu telah melenyapkan keangkeran Guha Kematian. Mulai dari saat itu." Thio Bie Kie. itulah Cang Ceng-ceng." Berkata Tan Ciu. Thio Ai Kie." "B e t u l. "Kawan biasa?" Mengulang Thio Bie Kie." "Telah terlalu lama ia dikekang oleh ilmu Ie-hun Tayhoat. Sebelumnya aku hendak bagaimana hubunganmu dengannya?" "Kawan biasa." Thio Bie Kie berkata. "Jangan khawatir. Kau telah menyatukan kami dari kembali. Dipembaringan. . Kau telah menolong kami dari kesepian. lekaslah menolong dirinya. . berdiri tiga wanita dan seorang laki-laki.

" "Mengucapkan terima kasih?" "Betul. . "Kau artikan. jiwanya sudah siap disumbangkan. Mana boleh?" Thio Bie Kie berkata. "Mungkinkah segan kepada ilmu silat Guha Kematian? Ilmu sesat kau kira?" "Oh. "Apa guna kita mengangkangi ilmu kepandaian." "Ada baiknya menyerahkan ilmu kepandaian kita. Kejadian yang berada diluar Maksudnya Tan Ciu masuk kedalam Guha Kematian untuk menolong Cang Ceng-ceng.." "Setuju. tentu harus mengadakan sedikit pengorbanan.Kemudian memandang sang adik." Thio Ai Kie berteriak. tidak pernah terpikir sampai kesitu. tertegun." Cepat Tan Ciu berkata. dengan demikian. Sungguh diluar dugaan. "Lekas kau ucapkan terima kasihmu. tanpa digunakan?" Thio Ai Kie segera dapat menduga maksud tujuan kakak itu. bahkan mendapat hadiah ilmu silat. Kini ia batal mati. Mereka akan memberi pelajaran ilmu silat kepadamu. kita dapat membalas budi jasanya. Siauw Tin menarik lengan baju si pemuda dan berkata kepadanya." "A a a a .. "Moay-moay umur kita sudah tua bukan?" "Maksudmu?“ Thio Ai Kie belum mengerti. Tan Ciu dugaannya. dan Thio Bie Kie berkata.

cianpwe pandai bergurau. bukan?" Bertanya Tan Ciu penuh harapan." "Tentu. seperti tadi. kau hendak melawan orang-orang kuat menuntut balas. Thio Bie Kie telah menghampiri perbaringan. setelah itu ditotok lama. Thio Bie Kie berkata." "Tentu cianpwe dapat menyembuhkannya. tentu mendapat kemajuan yang pesat. didalam hati gadis ini. "Ia dikekang oleh ilmu Ie-hun Tay-hoat. sangat galak sekali. peredaran darahnya menjadi beku. "Hee. . memegang dan memeriksa urat nadi Cang Ceng-ceng. timbul semacam perasaan yang sulit dikeluarkan. Siauw Tin mengikuti percakapan mereka. Ternyata cianpwe sangat ramah. dirinya menderita luka parah. kau harus tinggal didalam Guha Kematian untuk beberapa waktu." Thio Bie Kie tertawa. ketiga macam tekanan ini memberatkan lukanya. mengapa boleh terjadi seperti ini?" Tan Ciu terkejut. Bila kau bersedia menerima ilmu silat kami." Tan Ciu tidak keberatan.Thio Ai Kie juga berkata." Tan Ciu mengucapkan terima kasihnya. "Mengapa?" Si pemuda menjadi khawatir. Thio Bie Kie berkata. "Tan Ciu." "Akh. "Ilmu kami tidak mudah dipelajari. Menunjuk kearah Cang Ceng-ceng. tiba-tiba ia berteriak. "Kau dapat ditinggalkan olehnya.

Kini ia tahu .luka kawan wanitamu ini memang agak berat. aku harus pulang dahulu.!" Wajah Tan Ciu berubah. "Bagaimanakah kejadian itu?" Ia bertanya. "A a a a a ." "Tapi Cianpwe dapat menyembuhkannya. . ternyata Penghuni Guha Kematian sedang menggoda dirinya. "Dia telah menjadi tamuku. Tan Ciu tidak mengerti." "Ha."Aku tidak berdaya. bukan ?" "Tentu. "Cicie. . tolonglah. aku membutuhkan waktu dua hari tanpa gangguan. . "Cianpwe membikin orang bingung saja. "Sesungguhnya. Thio Bie Kie berkata." Berkata Thio Bie Kie.. .. mungkinkah kau prihatin seperti ini?" Tan Ciu mengerti. ha ." Ia berkata. ." Tan Ciu terkejut. "Aku ingin mengetahui hatimu. "Bila bukan kekasihmu." Tan Ciu menganggukkan kepalanya. .. Sin Hong Hiap masih berada didalam rumahku.!" Tiba-tiba Thio Bie Kie tertawa. Sikapnya yang tidak memandang orang telah berhasil kutekan. Cianpwe ." Berkata Thio Bie Kie. Thio Ai Kie berkata. "Tidak dapat ditolong sama sekali?" "Betul. Kalau boleh meninggalkan ruangan ini. Aku tidak dapat menolongnya?" "Uh. ha.

" Demikian Tan Ciu bertanya. ." Siauw Tin memberi hiburan." Tan Ciu menghela napas. Setelah mewarisi ilmu kepandaian ciecieku. kau mengapa?" Si pemuda bertanya. Kukira. didalam hati. pasti ia dapat menyembuhkannya. Menyusuri lorong-lorong didalam guha itu. Tan Ciu dan Siauw Tin bercakap-cakap. "Pernahkah gurumu menyembuhkan seseorang yang menderita tekanan ilmu Ie-hun Tay-hoat. "Belum." Berkata Siauw Tin penuh cemburu.bahwa didalam dunia." Setelah meminta diri. "Jangan khawatir. kembali kerumah kayunya. Siauw Tin mengajak Tan Ciu keluar dari ruangan itu. Siauw Tin cemburu kepada Cang Ceng-ceng." "Tentu saja. masih tak sedikit berkepandaian tinggi yang dapat mengalahknnnya." Dimulut si Ular Golis mengucapkan kata2 seperti itu. Tanpa disadari dua butir air mata jatuh ketanah. "Eh. "Ternyata kau sangat cinta kepadanya. siapakah yang dapat menandingimu?" "Cianpwe memuji. ia tak akan mengganggu diriku lagi. "Guruku telah memberi kesanggupan. Tan Ciu terkejut. membiarkan sang guru mengobati Cang Ceng Ceng. rasa sedihnya tidak kepalang." orang "Bagus. Thio Ai Kie meninggalkan Guha kematian.

kedua makhluk itu berpelukan. "Siauw Tin.. . "Mungkinkah aku tidak pernah menolong dirimu?" Ia menegur si pemuda. "Aku tahu. Sangat jelas tujuan arti kata-kata Siauw Tin sebagai berikut." Berkata lagi Siauw Tin lemah. ia menundukkan kepala malu.Hal ini sudah berada didalam dugaan si pemuda. . Cinta yang kumaksudkan.. . Tidak akan kulupakan budi ini!" "Siapa yang kesudian dilupakan. Aah. Kau telah menolong diriku." Si gadis mengegoskan diri. Dikala aku menolong dirimu mengapa kau tidak mau menyintaiku?' Tan Ciu tertawa. hati Tan Ciu menjadi gugup." "Tentu. Ia menciumi gadis itu. aku selalu memperhatikan dirimu. Dibawah tatapan Siauw Tin yang terlalu panas. "Dia telah menolong diriku." "Hah. . setelah itu.. ." Bersungut sengit si gadis. ." Siauw Tin cemberut. "Sayang kau sudah mempunyai seorang Cang Cengceng. "Maksudmu?" "Aku lebih senang mendapat perhatianmu." Berkata Siauw Tin menyeploskan kata-kata tadi. Tanpa dirasakan. dan berkatalah ia. ia menangis sedih. .Tan Ciu berkata. 'Dia menolong dirimu maka kau jatuh cinta.

"Eh." . kemesraan dan manisnya asmara. balik kembali?" Tan Ciu Yang diartikan dengan susiok Siauw Tin adalah Thio Ai Kie. Datang Ketua Benteng Penggantungan Han Thian Chiu tentu saja. biar aku yang masuk kedalam. Suatu waktu. bercerita dan merasakan kegembiraan.. SI Telapak Dingin masih menggunakan wajah Tan Kiam Lam. Tan Ciu dan Siauw Tin bersembunyi didalam guha. Beruntung Thio Bie Kie lewat ditempat itu secara kebetulan. "Kalian menunggu disini. setelah Tan Ciu meninggalkan Angmo-kauw.." Siauw Tin menggelengkan kepala. ia membunuh semua isi dari perkumpulan itu. Siauw Tin ditolong olehnya." Siauw Tin menggandeng tangan si pemuda menuju kemulut guha.. Demikian ia menjadi murid sipenghuni Guha Kematian." "Mari kita melihatnya. tiba-tiba Siauw Tin berkata. mereka menunggu kedatangan orang-orang itu. Siauw Tin bercerita. mana mungkin ia begitu cepat kembali?" "Menurut dugaanmu. Terdengar suara seorang wanita yang memberi perintah.Mereka berbisik-bisik. "Bukan. Dan perkumpulan Ang-mo-kauw hancur berantakan. semua kejahatan dijatuhkan kepada Tan Kiam Lam. Tan Ciu mendengar cerita itu dengan penuh perhatian. "Belum lama ia pergi. ada orang yang masuk guha?" "Mungkinkah susiokmu mengemukakan dugaannya.

"Kami ingin menyampaikan sesuatu. Tongcu berarti pemilik atau penghuni guha. setiap waktu dapat memberi putusan." "Hendak mengajak aku masuk kedalam perkumpulan Kim ie-kauw!" Bertanya Siauw Tin galak. sebaliknya membentak lagi. Siauw Tin segera membentak." "Sebutkan dulu namamu!" Bentak lagi si Ular Golis. bila tongcu tak keberatan Kim-ie-kauw bersedia memberi suatu kedudukan. "Berberti !" Orang itu terkejut." . Siauw Tin tidak menjawab. "Tongcu Guha Kematian?" Suara itu agak gemetaran. Kami Kim Sam N io mendapat tugas untuk menyampaikan undangan. kauwcu kami sangat mengagumi ilmu kepandaian Tongcu. "Kami menyediakan kedudukan wakil kauwcu kepada cianpwe." Berkata wanita itu. ia bertanya.Terdengar langkah orang ini yang memasuki guha Kematian. dengan hormat berkata. segera menghentikan langkah. Wanita yang baru datang tidak berani bersikap kurang ajar. "Hu-hoat dari perkumpulan Kim-ie-kauw Kim Sam nio. Ia membawakan sikapnya yang agung dia adalah wakil dari sang guru. seolah-olah dia adalah penguasa didalam Guha Kematian. "Apa maksudmu mengunjungi Guha Kematian!?" Suaranya saagat galak. "Ada urusan apa kau kemari?" "Atas perintah Kauwcu.

Tentunya dia telah masuk kedalam guha. Huh! Wakil ketua Kim ie kauw? Kalian perkumpulan baju kuning menganggap diri kalian hebat? Menyerahkan kedudukan ketua pun akan kutolak. namanya Kim Sam Nio." Hati Siauw Tin tergetar." "Akan kami beritahu kepada ketua kami. "Terima kasih. "Eh. Mereka berada dibawah pimpinan Huhoat perkumpulan itu.Siauw Tin berkata dingin." "Lekas katakan. maksudnya ingin meminta pengobatan." "Cukup! Beri tahu kepadanya. huh! ." "Seorang pemuda yang bernama Tan Ciu. . ." "Betul ada hubungan apa denganmu ?" SaTU rombongan orang berbaju kuning mendatangi Guha Kematian. Apalagi kedudukan wakit kauwcu. ." "Kami ingin menanyakan seseorang." Demikan berkata wanita berbaju kuning yang bernama Kim Sam Nio itu. Ternyata Kim Sam Nio belum keluar dari Guha Kematian. segera ia berkata. . "Kami masih ada urusan kedua. . Penghuni Guha Kemaitan menolak menggabungkan diri. Setelah ." "Sebutkan nama orang itu. mengapa kau belum pergi?" Tegur Siauw Tin." "Maksud ketua kami agar. "Betul! Mengapa menanyakan dirinya ?" "Tan Ciu membawa Seorang gadis berbaju putih memasuki Guha Kematian.

"Tan Ciu telah membunuh orang kami. penyakit tekanan Ie-hun Tay-hoat yang mengekang Cang Ceng-ceng berhasil disembuhkan.mengatur orangnya. kesehatan gadis itu telah pulih kembali. dan ia keluar dari Guha Kematian." Siauw Tin berdengus. . Kim Sam Nio mengajak orang-orangnya pergi dari tempat itu. ketua wajib menangkapnya. Kim Sam Nio membalikkan badan. . Mohon bantuan Tongcu untuk menyerahkannya kepada kami. Dua hari kemudian . "Tongcu keberatan?" "Tentu. Siauw Tin mengajak Tan Ciu kembali. Segera kalian enyah dari tempat ini." Suara Siauw Tin sangat galak." "Silahkan. . dan pemuda itu harus bermalam didalam Guha Kematian. . Siauw Tin belum tahu maksud tujuan dari lawan itu. Ia menanyakan tentang soal Tan Ciu." "Hmmm ." "Baik. Tan Ciu telah mengikuti percakapan mereka. ia heran. maka ia mengajukan pertanyaan. . karena itu. bagaimana orang2 berbaju kuning itu tahu bahwa dirinya memasuki Guha Kematian ? Pertanyaan itu tidak dapat dijawab. Kim Sam Nio sekalian meminta diri. Kim Sam Nio memasuki Guha Kematian. Dibawah rawatan penghuni Guha Kematian Thio Bie Kie. kim Sam NiO menjawab.

bagaimana aku berada ditempat ini?" Tan Ciu bercerita tentang segala yang telah menimpa diri gadis tersebut. "Aku harus mempelajari ilmu kepandaian Thio Bie Kie cianpwe. Dikala melihat pemuda itu." Berteriak lagi Cang Ceng-ceng. "Eh." Thio Bie Kie memberi sedikit penjelasan. "Aku telah terkena Ie-bun Tay-hoat ?" "Betul. "Pergilah ." "Dan kau?" Cang Ceng-ceng memandang Tan Ciu. Maka kuajak dirimu." "Mengapa?" Bertanya Cang Ceng-ceng heran. "Untuk sementara. Ilmu kepandaian telah kucatat dan kuberikan kepadanya. bajingan itu memaksa aku memberi tahu semua ilmu kepandaianku. "Siauw Tin antarkan ia keluar. aku harus menetap ditempat ini." . Cang Ceng-ceng berteriak. dengan bingung Cang Cengceng menarik bajunya. setelah itu ia berkata kepada Siauw Tin." Berkata Cang Ceng-ceng. dan beruntung dapat disembuhkan oleh Thio Bie Kie cianpwe.. "Dikala aku lupa daratan. ." "Celaka." "Betul!" "Aku harus segera memberi tahu kejadian ini kepada guruku.Siauw Tin telah mengajak Tan Ciu menemuinya. ia mengajukan pertanyaan.

" Cang Ceng-ceng tidak segera pergi. . . "Kami hanya dapat mengantar sampai disini." Dan meninggalkan siauw Tin dimulut guha. Si pemuda berkata." Dari sinar mata Cang Ceng-ceng. Dengan diantar oleh Siauw Tin dan Tan Ciu. Kau tidak perlu mengantarkanku lagi. . ia merendengi Cang Ceng-ceng berjalan.Setelah mengucapkan terima kasih. Biar kuantar kau beberapa li lagi. ia masuk kedalam guha dengan mata basah. hatinya hancur luluh. "Ada apa?" Tan Ciu balik kembali. "Baik. Siauw Tin memandang dua bayangan itu." Tan Ciu siap kembali kedalam Guha Kematian. "Tunggu dulu!" Cang Ceng-ceng memanggil. Tan Ciu dapat menduga kata-kata apa yang akan dikeluarkan oleh gadis itu.." "Katakanlah . . Siauw Tin berkata. "Ada sesuatu yang hendak kutanyakan kepadamu. "Terima kasih. Mereka berjalan beberapa Waktu. "Aku tahu. Cang Ceng-ceng keluar dari Guha Kematian. "Selamat jalan. Bercerita Tan Ciu dan Cang Ceng-ceng. Tiba dimulut guha. kemudian menghentikan langkah." Si gadis menundukkan kepala. tapi memandang kearah Tan Ciu." Demikian Cang Ceng-ceng berkata.

ia tertawa. meninggalkan Guha Kematian. Tan Ciu menunggu sampai bayangan gadis itu lenyap dari pandangan matanya baru ia balik kembali. masuk kearah Guha Kematian.. Satu diantaranya adalah orang yang pernah menangkap Tan Ciu orang yang bernama Tan Tongcu. berkata. Tan Ciu berkata... "Selamat jalan. meninggalkan Tan Ciu. Kita mengikuti perjalanan Cang Ceng Ceng yang lebih jauh dari Guha Kematian. Aku puas Jangan kau lupakan kawan lama setelah ketemu dengan seorang kawan yang lebih baru!" Tan Ciu memegang tangan orang lebih kencang. ia sangat terharu." "Selamat jalan. "Hentikan langkah dengan segera!" Beberapa bayangan menghadang jalan. kuharapkan kau tidak lupa kepadaku. "Mendapat janjimu." "Aku tidak lupa kepadamu. Manakala gadis baju putih itu hendak memasuki sebuah rimba."Aku girang karena kau sudah tahu. Tapi aku harus mengulang juga. terdengar satu bentakan keras. ." Dan Cang Ceng Ceng melepaskan diri. "Legakanlah hatimu !" Ia berjanji! Cang Ceng-ceng puas. mereka adalah orang-orang berbaju kuning." Berkata Tan Ciu. dia juga anggota perkumpulan Kim-ie kauw. anggota Kim ie-kauw..

Hu-hoat dari Kim ie-kauw yang bernama Kim Sam Nio. "Ada lebih baik membicarakan hal itu dimarkas kami saja. Cang Ceng ceng membentak. "Kami tak akan mengganggu terlalu lama.Seorang lainnya adalah wanita yang pernah masuk kedalam Guha Kematian. tidak dapat ikut kalian. bolehkah saya mengetahui nama sebutanmu ?" "Aku Cang Ceng-ceng. "Apa maksud kalian menghadang jalan pergi orang." Kim Sam Nio maju mendekatinya. "Nona." "Mengapa?" Cang Ceng-ceng mengerutkan alisnya. sesuatu denganmu." Cang Ceng-ceng tidak setuju." ." "Kawan Tan Ciu ?" "Betul." "Nah segeralah ikut kepada kami. Kemarkas besar Kim ie-kauw. "Aku hendak melakukan perjalanan pulang. "Kami hendak merundingkan Berkata Kim Sam Nio." Berkata Cang Ceng-ceng." Kim Sam Nio menganggukan kepala. Menunjuk kearah Cang Ceng Ceng." Kim Sam Nio berkata dingin. "Katakanlah saja ditempat ini. mengemukakan alasan. "Gadis inilah yang kita maksudkan. Ia mengerti. Tan Tongcu memberi keterangan. Ia berkata mesemmesem. apa yang harus dilakukan olehnya.

"Ingin metggunakan kekerasan ?" Ia menantang. dan lainnya bersenjata golok." "Mana boleh. itulah tanda kepada kedua orang berbaju kuning maksudnya memberi peringatan kepada mereka menangkap musuh itu. "Bagus! Tentunya kalian menganggap diri kalian sajalah yang berkuasa. Kim San Nio mengirim satu kerlingan mata. kami harus menawan orang yang mempunyai hubungan dekat dengannya. Cang Ceng-ceng telah siap sedia. itulah kau! Setelah kau berada didalam Kim-ie kaiuW." Tentu saja Kim Sam Nio belum tahu betapa lihaynya ilmu kepandaian Cang Ceng-ceng. ia memasang persiapan tempur." Berkata Kim Sam Nio. berbareng mengadakan ancaman. tahu!" "Eh. Ilmu kepandaian gadis ini berada diatas Tan Ciu mana mungkin dapat menangkap dengan mudah."Aku menolak. Tan Ciu harus mengantarkan diri. bukan ?" "Kami tak dapat menangkap Tan Ciu. Mereka telah berada dikanan dan kiri gadis tersebut. Dua orang berbaju kuning lompat kedepan. . kalian tidak tahu aturan?" Cang Ceng Ceng memandang orang-orang berbaju kuning. Satu menarik keluar pedang. mau tak mau." "Mengapa tidak boleh?" "Kami dapat memaksamu. menjepit kedudukan Cang Ceng-ceng. "Aturan hanya berada dalam tangan orang yang berkuasa.

kau tertawakan?" Cang Ceng-ceng . "Berani kalian menantang. mengancam perut gadis itu. ha. Disaat yang sama. inilah contoh kalian!" Ia menudingkan jari kearah dua orang berbaju kuning yang sudah tiada napas.Wajah Cang Ceng-ceng berubah. Kim Sam Nio berhasil menenangkan getaran jiwanya dengan dingin ia berkata. ha. Begitu bergerak. bagaimana mereka dapat menangkapnya? Cang Ceng-ceng membentak mereka. Ia kaget sekali. orang berbaju kuning yang memegang golok menyerang kaki. golok dan pedang terbang jatuh ketanah. Cang Ceng-ceng menghardik kedua lawannya. terlihat selapis hawa pembunuhan. orang yang memegang pedang menabas senjatanya. lepas dari tangan pemiliknya.. segera terdengar suara jeritan dua orang. ." "Ha. " Kim Sam Nio tertawa. terdengar suara bentakan gadis itu. Kim Sam Nio terlompat. tubuh mereka terpental. ilmu kepandaian musuh sangat luar biasa. ternyata kedua orang berbaju kuning telah menjadi korban keganasan Cang Ceng-ceng mereka telah mati disaat itu juga. Wajah Tan Tongcu berubah. . "Apa yacg membentak. itulah kedua orang berbaju kuning. Tiba-tiba. Itulah berada diluar perkiraan kita orang?" "Bagus! Kau tahu bahaya? Lekas enyah dari tempat ini. Gerakan mereka sama cepatnya. "Ilmu kepandaianmu sungguh tinggi.

Ilmumu tinggi. begitu dua serangan datang ia sudah menangkis ke kanan dan kiri. Cang Ceng Ceng dapat menandingi Han Thian Chiu. dan Kim Sam Nio . Paksalah. tangannya tidaK tinggal diam. secepat itu. "Tan Tongcu. Mata Kim Sam Nio melirik. Kau terlalu muda." Dan dia menganggukkan kepala." "Bagus. Kim Sam Nio mengirim serangan yang kedua."Mentertawakan dirimu. inilah suatu tanda untuk bekerja sama. masih ada orang yang lebih lihai darimu dan masih ada orang yang lebih gagah darimu. ia bersenjata tongkat. ia memanggil. Kau pandai. begitu tongkat diayun. "Mengajak kau kemarkas perkumpulan Kim ie-kauw. bagaimana kalian mengalahkan diriku?" Kim Sam Nio memandang kawannya. tapi kami tak takut. ia turut menggencet Cang Ceng-ceng. Ilmu silat tidak terbatas pada ukuran-ukuran tertentu. Ilmu kepandaian Tan Tongcu luar biasa. setelah mengalami kegagalan ia tak tinggal diam. iapun memukul Cang Ceng-ceng. Tan Tongcu mendapat isyarat mata. tidak tahu besarnya dunia. bukan jago biasa. Kecepatan dua orang yang kita sebut diatas sangat cepat sekali Orang yang diserang pun tidak kalah gesit. Demikian pula keadaan Tan Tongcu. Akan kulihat. Cepat sekali ketiga orang itu saling gempur." "Jawabku singkat." "Maksudmu?" Cang Ceng-ceng belum mengerti. Tidak mau." "Kami dapat memaksamu.

Maksudnya dengan bekerja sama.' Sepuluh jurus telah dilewatkan. ia mengeluarkan pedang. mereka tak berhasil menarik keuntungan. dari dalam saku wanita berbaju kuning itu ia mengeluarkan sapu tangan. Kim Sam nio mengempos tenaga. .berada diatas laki-laki berbaju kuning juga mempunyai ilmu kepandaian tinggi. Tubuh Kim Sam Nio melayang turun lagi. Kini mereka membentur kenyataan si gadis pun bukanlah lawan empuk. dari atas menukik kebawah. ia harus cepat-cepat mengalahkan mereka. cepat2 ditaburkan kearah Cang Ceng Cang. dua lawannya tangguh. si gadis harus menghindari diri dari serangan tongkat itu. Mereka adalah jago-jago utama dari perkumpulan baju kuning Kim ie-kauw. mudah menangkap Cang Ceng Ceng. 'sret'. kemudian menyerempet kaki gadis. Dengan pedang itu ia hendaK memapas putus jari-jari Kim-Sam Nio. maka Cang Ceng Ceng menarik pedang yang mengincar Kim Sam nio. bagaikan seekor burung alap-alap yang hendak menerkam mangsanya. kekuatannya berada diatas dua orang. Cang Ceng ceng menarik napas. Mereka masih mengukur ilmu silat masing-masing. tubuhnya membumbung naik keatas. Tongkat Tan Tongcu menyempong kesamping. Cang Ceng ceng menyerang dan diserang. ia mengincar Cang Ceng-ceng. Tongkat Tan tongcu datang. Walaupun dua lawan satu. menghindari tabasan pedang musuh. Kim Sam Nio melesat tinggi.

ia berkata... menyeretnya. "Bawa kemarkas kita. Terdengar satu suara bentakan. digendong dan siap berangkat pulang. Meminta Cang Cengceng. ..... Tan Tongcu mendekati tubuh Cang Ceng-ceng.." Itulah perintah yang ditujukan kepada Tan Tongcu. Kim Sam Nio maju dua tapak. Tiba-tiba . Hawa obat bius telah mereda. tubub Cang Ceng Ceng menggeletak ditanah. matanya tertutup tanpa sadarkan diri lagi. Kesudahan itu sudah berada didalam dugaan dengan menaburkan obat bius. lalu hendak menusuk Kim Sam Nio disaat itulah kepalanya dirasatan berat. "Serahkan gadis itu kepadaku. "Jangan bergerak. ia jatuh menggeletak. Kim Sam Nio dan Tan Tongcu saling pandang wajah mereka tersungging senyuman. Beberapa saat.Kabut putih berhamburan disekitar kepala gadis berbaju putih itu. Itulah obat bius. Cang Ceng Ceng hendak mengejar Tan Tongcu.. adik dari penghuni Guha Kematian Thio Bie Kie. ia gagal. Thio Ai Kie menyodorkan tangan. mereka berhasil meringkus lawan tersebut. Kim Sam Nio tertawa dingin. Thio Ai Kie. Siapakah wanita itu ? Dia adalah sipenghuni rumah kayu." Seorang wanita tua telah menampilkan diri berdiri dan menghadang jalan pergi Tan Tongcu dan Kim Sam Nio." Ia memberi perintah.

" "Siapa kalian?" "Anggota Kim-ie-kauw. Ternyata jiwa gadis berbaju putih yang bernama Cang Ceng-ceng itu begitu penting." "Dia telah menjadi orang tawanan kita. "Aku harus menolong dirinya. Semua orang dilarang ikut campur tangan. Kim Sam Nio maju menghadang kemajuan Thio Ai Kie. "Hendak menolong ?" "Tentu. "Berhenti!" Kim Sam Nio membentak keras."Dia putrimu?" Ia bertanya." Thio Ai Kie berkata tegas. dengan menggunakan badannya sebagai tameng." "Huh. Tan Tongcu meletakan telapak tangannya diatas kepala Cang Ceng-ceng. Thio Ai Kie menghentikan langkahnya. maksudnya ingin merebut Cang Ceng Ceng dari tangan laki-laki berbaju kuning itu." Berkata Thio Ai Kie. mungkinkah mereka tidak dapat membawa pulang kedalam markas Kim ie kauw." "Thio Ai Kie berjalan maju mendekati Tan Tongcu. "Berani kau maju setapak lagi. semua orang boleh takut kepadamu kalian." Demikian laki-laki berbaju kuning itu mengancam. tepat dibagian ubun-ubun. dia segera kubunuh mati.' "Dia adalah kawan wanita tuan penolongku. Tan Tongcu mundur kebelakang. . Kim Sam Nio mendapat angin.

Dengan tertawa dingin. Karena munculnya Thio Ai Kie dari sekitar daerah itu. aku tidak membutuhkan tambahan tenaga. dengan jabatan wakil kauwcu kau tidak mau menerima? Apa maksud tujuanmu? Hendak menjadi jago tanpa nama. tidak mau bersahabat dengan tetangga?" Kim Sam Nio mengoceh. maksudnya agar orang yang disangka sebagai Penghuni Guha Kematian itu mau menggabungkan diri dengan perkumpulan Kim ie-kauw. "Boleh dikatakan demikian. dengan menggabungkan diri. "Huh. Thio Ai Kie berdehem. Ia menduga Thio Bie Kie. "Mengapa harus menerima tawaran kauwcu kalian?" Thio Ai Kie memandang dua orang berbaju kuning itu. Katanya. dipaksa turut . kau tidak tahu diuntung." Dia pun akan menetap di guha Kematian. bukankah berarti menambah tenaga Guha Kematian?" "Cis. dan mengatakan Cang Ceng-ceng sebagai kawan Tan Ciu. Tentu saja Cang Ceng-ceng dibawa serta. wanita berbaju kuning ini berkata." Kim Sam-nio dan Tan Tongcu meninggalkan Thio Ai Kie. karena itu dia tidak menyangkal dugaan Kim Sam Nio. "Betapa hebat kekuasaan Kim ie-kauw. kauwcu kami mengundang. bahwa dia sedang berhadapan dengan adik dari Penghuni Guha Kematian. Kata-katamu akan kami sampaikan kepada kauwcu kami. "Tentunya. kau inilah yang menjadi penghuni guha kematian?" Kim Sam Nio tidak tahu." "Baiklah.

. si pemuda sedang menekunkan diri.serta kedalam markas perkumpulan Kim ie kauw. Thio Ai Kie telah pindah kedalam Guha Kematian. mereka mengadakan perembukan. Siauw Tin berangkat." Dua tubuh itu bergerak. dipersilahkan mengadakan kunjungan kemarkas besar Kim-ie kauw. bila ia menghendaki kawan wanitanya. Hari demi hari waktu dilewatkan. Tan Ciu tidak tahu menahu tentang kejadian yang menimpa Cang Ceng ceng. . bagaimana keadaan Cang Cengceng. Bila memberi tahu hal itu kepada Tan Ciu. "Tolong beri tahu kepada Tan Ciu. diceritakan pengalamannya kepada sang kakak. mengadakan penyelidikan. Thio Bie Kie terkejut. tentu mengganggu pelajarannya. menjadi orang tawanan mereka. Sebelum meninggalkan Thio Ai Kie. Thio Ai Kie tidak berdaya. demikian kata-kata yang diucapkan. Mereka mengambil putusan untuk menutup berita itu. . dan kemudian lenyap. mempelajari ilmu. Kim Sam Nio ada meninggalkan pesan. Putusan terakhir diputuskan mengirim si Ular Golis Siauw Tin pergi kemarkas besar perkumpulan Kim ie-kauw. Tan Ciu berhasil mempelajari apa yang diajarkan kepada dirinya. OodwoO Didalam Guha Kematian . Ilmu silat Thio Ai Kie dan Thio Bie Kie. meninggalkan Guha Kematian. dan mewajibkan gadis itu memberi laporan.

ia mendapatkan ilmu ilmu kepandaian hebat. disalurkan kedalam tubuh Tan Ciu. mendapat tambahan tenaga dalam.Thio Ai Kie dan Thio Bie Kie mengadakan kesepakatan. Kau tidak dipaksa menetap didalam Guha kematian. karena itu. Tan Ciu mendapat semua pelajaran dari apa yang dimiliki oleh kedua jago wanita itu. "Gunakaniah ilmu kepandaianmu ditempat yang benar. "Kami telah tua. mereka berdua bersama. si pemuda memiliki tenaga gabungan. Kecuali itu." Tan Ciu memberikan janjinya. Thio Ai Kie berkata. Mengetahui sang kakak menurunkan ilmu Ie-hun-tay-hoat. kekuatannya naik dua kali lipat. tidak membutuhkan ketenaran nama. Thio Bie Kie berkata lagi. Thio Bie Kie sadar dari kesalahan itu. Tan Ciu mengucapkan terima kasihnya kepada kakak beradik Thio Bie Kie dan Thio Ai Kie." Tan Ciu berterima kasih kepada dua orang itu. Tanpa . Hong-lui Kiu sek berarti Sembilan Jurus Angin dan Geledek yang Bergelegar. jasa Tan Ciu yang paling besar adalah dihapuskan peraturan untuk menyintingkan orang-orang yang memasuki Goha Kematian. semua orang telah disembuhkan. diapun menurunkan ilmu kepandaiannya yang bernama Hong-lui Kiu-sek. ia telah bertemu dengan adiknya. Sepuluh hari kemudian. Pergilah mengembara mencari pengalaman. termasuk ilmu Ie-hun tay-hoat dan cara-cara penggunaannya! Thio Ai Kie tidak mau kalah. mereka mencurahkan sebagian tenaga dalam mereka. memasuki Guha Kematian.

.." Thio Bie Kie memberi keterangan.. Thio Bie Kie memberikan jawaban. agar tidak mengganggu ketenanganmu. Tapi. kemudian membawanya kemarkas perkumpulan tersebut. "Aaaa." "Betul Mereka telah menahan Cang Ceng-ceng.. "Tenangkanlah hatimu. ." Berkata Thio Ai Kie. "Bagaimana dengan Cang Geng-ceng dan Siauw Tin. segera ia mengajukan pertanyaan. "Dan bagaimana dengan Siauw Tin?" "Dia telah ditugaskan untuk menyelidiki keadaan perkumpulan Kim ie-kauw. . Cang Ceng-ceng telah menjadi orang tawanan perkumpulan Kim ie-kauw. lagi-lagi orang-orang berbaju kuning itu. Dia kembali lagi? Mungkinkah terjadi sesuatu di antara ." "Apakah yang telah terjadi?" Bertanya Tan Ciu dengan hati berdebaran." Siauw Tin tidak mengapa. Tan Ciu tidak menemukan Siauw Tin. "Selama kau melatih ilmu silat.membutuhkan lainnya.. "Tentunya. menduga telah terjadi tolak senjata diantara kedua gadis itu." "Aaa. kau tidak lupa kepada Cang Ceng-ceng ?" "Mengapa?" Tan Ciu sangat terkejut. sengaja kami menyimpan berita ini. keramaian-keramaian dan kerepotan Ditempat itu. Tan Ciu tidak jadi drama kejadian." Tan Ciu mengerti. agar kau dapat mencurahkan semua pusat perhatian..

"Tunggu dulu. siap menghadapi musuh! Berdiri dihadapan pemuda adalah seorang tua.. dari gunung Ngo-liong-san. seperti tumpukan tanah tinggi." Berteriak Thio Bie Kie. Ngo-liong-san adalah nama dari suatu daerah pegunungan. "Cianpwe masih ada pesanan lain?" Ia bertanya. .. akan . Tan Ciu mundur beberapa tapak. "Tahukah kau dimana letak markas besar perkumpulan Kim-ie kauw?" Tan Ciu tertegun! “Aaaa . . tanda ia memperhatikan pesan itu."Baik." Berkata Thio Ai Kie. gunung saling susun. Dimanakah letak markas besar perkumpulan Kim-ie kauw ?" "Dilembah Ngo-liong." Tan Ciu telah meninggalkan Guha Kematian menuju kearah gunung Ngo liong-san.. kemudian meminta diri. Tan Ciu menganggukkan kepala. Tan Ciu telah menjelajahi keadaan di daerah pegunungan itu. Ia sedang mencari-cari dimana letak tempat lembah Ngo-liong! Tiba-tiba . Tan Ciu menghentikan langkahnya. menoleh dan memandang si Penghuni Guha Kematian. Sesuatu bayangan melesat. menghadang kepergian si pemuda. "Segera kupergi ketempat itu." "Berhati-hatilah kepada mereka." Berkata Tan Ciu. terdiri dari beberapa puncak.

.. "Hei. "Siapa Kau?" "Perhatikanlah jelas-jelas.. karena tidak ada prasangka sama sekali.. memukul orang itu.. ..bur. "Betul! Aku . kecuali si Telapak Dingin Han Thian Chiu masih ada Tan Kiam Pek dan Tan Kiam Lam sepasang saudara kembar itulah paman dan ayahnya. Ia membentak." Berkata orang itu. kau sudah gila?" Tan Ciu menahan serangan yang sudah siap dilontarkan. siapa diriku.. Itulah si Telapak Dingin Han Thian Chiu. hampir-hampir mengenai sasarannya. Ia belum mengubah wajah. meneliti orang berada didepannya." Berkata orang itu. Gerakan si pemuda sangat cepat...!" Tan Ciu berteriak kaget. tangannya bergerak. dapat . masih menggunakan kedok Tan Kiam Lam. segera mengeluarkan bentakan. "Kau? . Tan Ciu menggunakan sepasang matanya. OoodwooO Jilid 17 MENGGELINCIR kesamping."Aaaa... ada tiga orang yang mempunyai wajah seperti ini. Tan Ciu sangat marah.. Tan Kiam Lam mempunyai andeng-andeng hitam dikuping kiri." Tan Ciu mundur satu langkah lagi. . orang itu meloloskan diri..

"Maafkan siautit yang telah berani berlaku kurang ajar. Inilah bukti pertama." "Kemudian. Itulah perbedaan diantara kedua orang itu. Aku adalah Tan Kiam Pek." Berkata Tan Kiam Pek. adalah Han Thian Chiu.. Orang itu berandeng-andeng hitam ditelinga kanan." "Aku sudah tahu. ketua Benteng Penggantungan bukanlah ayah..Tan Kiam Pek mempunyai tahi lalat hitam dikuping kanan. Tan Ciu unjuk hormatnya. dengan maksud melihat bagaimana reaksinya. itupun berbeda. Maka menggunakan tahi lalat hitam dikuping kiri. Satu lagi. "Bagaimana paman tahu?" "Aku menjanjikan si pendekar Dewa Angin Sin Hong Hiap meneruskan pertandingan didepan Benteng Peaggantungan. orang itu menggunakan tangan kanan." ." Si pemuda masih ragu-ragu." "Kuperhatikan lagi gerak gerik tipu silatnya. Tan Ciu memperhatikan orang yang didepannya. iapun memiliki wajah yang sama dengan saudara kembar itu memegang peranan sebagai Tan Kiam Lam. itulah Tan Kiam Pek! "Paman?!. "Betul. kupastikan seratus persen bahwa ketua Benteng Penggantungan bukanlah Tan Kiam Lam." Bertutur Tan Kiam Pek. dengan ilmu merias dan mengubah wajah yang sangat sempurna. "Rencanaku berhasil." Berkata orang itu." "Kau menduga kepada siketua Benteng penggantungan?" "Ada sesuatu yang harus siautit beritahu kepadamu.

" "Bagaimana keadaan mereka." "Semua telah mati? Bagaimana dengan keadaan Permaisuri dari Kutup Utara Pek Pek Hiap." "Siapakah orang Penggantungan?" "Belum diketahui..." itu tidak mempunyai yang menghancurkan Benteng "Bagaimana keadaan Pek Co Yong?" "Ia menderita luka yang sangat berat." "Mungkinkah si Telapak Dingin Han Thian Chiu. "Tidak mungkin." ." "Benteng Penggantungan telah kedatangan musuh kuat." "Aaaa ."Paman telah berkunjung ke Benteng Penggantungan?" "Baru saja kupergi dari benteng itu. pengemis lihai yang mengaku sebagai Tukang Ramal Amatir. Manusia keberanian untuk balik kembali." Tan Ciu mengemukakan pendapat." ”Tidak mungkin. Penggantungan." "Benteng Penggantungan telah menjadi puing. si Bungkuk Kui Tho Cu sekaliafn?" "Ketiga orang yang kau sebutkan tidak berada di Benteng Penggantungan. semua penghuni benteng itu telah mati." Mereka pasti di Benteng "Diantara mayat-mayat yang menjadi korban tidak terdapat tubuh mereka.

kau menolong Cang Ceng Ceng lebih dahulu. Ada baiknya. kukira Pek Co Yong berada didalam keadaan aman. "Ke Benteng Penggantungan. kita harus segera memberi pertolongan." Tan Ciu menarik tangan baju Tan Kiam Pek." "Luar biasa kejam. kita harus berhati-hati. Bagaimana si Cendikiawan Serba Bisa Thung Lip?" "Telah binasa."Aaa. bagaimana ingin kembali ke Benteng Penggantungan? Legakan hatimu." "Betul." "Mengapa kau berada ditempat ini?" Bertanya Tan Kiam Pek. ." "Sungguh kejam." Menjawab orang ditanya. "Maksudku hendak menolong Cang Ceng Ceng. Tokoh jahat ini berkepandaian tinggi. . tugasmu disini belum berhasil.." Bergumam Tan Ciu. . dan berkata kepadanya." "Juga tidak luput dari kematian." "Nah. Aku harus menolong Cang Ceng Ceng lebih dahulu. Kau katakan Pek Co Yong menderita luka parah. "Mari kita berangkat. "Gadis berbaju putih yang berkepadaian silat yang sangat tinggi itu?" "Betul." "Kemana?" Bertanya Tan Kiam Pek.

kini ia tidak salah jalan. Mereka telah tiba ditempat markas besar perkumpulan Kim ie-kauw. "Nanti dulu." ia mencegah. Tan Ciu bernyali besar. pengalaman dan ilmu kepandaian Tan Kiam Pek boleh diandalkan. Tan Ciu tentu melihat adanya orang berbaju kuning itu. Harus menggunakan aturan. "Biar kubekuk dahulu orang itu. "Kim ie kauw?" Tan Kiam pek mengerutkan jidat. "Aku harus menyembunyikan diri. tujuannya menolong Cang Ceng-ceng. bantuan tersebut penting baginya. tata cara dan sopan santun yang mempunyai etikad . "Kim-ie kauw! Orang-orang Kim-ie kauw!" Menjawab si pemuda. Kau mengatakan terus terang kedatanganmu meminta orang." ia berkata. "Nah. disana ada seorang berbaju kuning. Mendapat bantuan sang paman. Tan Kiam Pek menggeleng-gelengkan kepala."Eh siapa yang menangkap kawan wanitamu itu?" Bertanya Tan Kiam Pek. ia tidak setuju. Mereka melakukan perjalanan bersama. Mereka menyelidiki Pegunungan Ngo liong-san. inilah lembah Ngo-liong. lihat. "Mengapa aku tidak pernah mendengar nama perkumpulan ini ?" Perkumpulan baju kuning baru saja menonjolkan gigi tentu saja Tan Kiam Pek tidak tahu. Seorang anggota Kim ie-kauw sedang mengadakan perondaan." Tan Kiam Pek menunjuk kesatu arah.

"Apa maksud tujaan saudara?" Bertanya orang tersebut. Tan Ciu menghampiri si penjaga lembah." Berkata orang itu. "Tan Ciu?!" "Betul." "Apa?!" Orang itu tersentak kaget." "Sebutkan nama saudara!" "Tan Ciu. Tan Kiam Pek segera menyembunyikan dirinya. aku Tan Ciu berkunjung datang. tunggulah sebentar." Tan Ciu menyetujui usul sang paman." Orang berbaju kuning itu memberi perintah. "Berkunjung kemarkas besar perkumpulan Kim ie kauw. Tan Ciu menghentikan langkah kakinya. aku siap mengobrak-abrik sarang mereka." "Aku akan memberi tahu kedatanganmu. Tapi bila gagal.baik dapat meredakan ketegangan. seorang pemuda cakap dan tampan berjalan datang. Katakan kepada ketua kalian. Orang berbaju kuning itu membalikkan badan tampak olehnya. . Bila Tan Ciu berhasil. "Berhenti ditempat itu. Bila musuh berkepala batu. tidak menampilkan diri. ia menjadi seorang momok jahat. tidak membutuhkannya. atau menampilkan diri keadaan telah aman dan damai. tenaga gelap itu tetap ditempat gelap. Ia diwajibkan untuk meminta orang secara sopan. mengobrak-abrik sarang orang. Tan Kiam Pek akan membayangi dirinya dari tempat gelap.

menuju kearah lembah. meminta orang tawanan. Orang itu telah membalikkan badan. "Kau yang bernama Tan Ciu?" "Tidak salah. Tidak lama kemudian terdengar suara desiran angin yang bergeser keras. maksudnya memberi tahu dan laporan tentang kedatangan si pemuda. Berdiri didepan mulut lembah Ngo-liong. Sepasang gadis merah putih mengikuti dibelakang si pemuda. Gadis yang mengenakan pakaian merah itu membuka suara. paras kedua gadis tersebut sangat Cantik sekali. Mata Tan Ciu membelalak. menjumpai kedatangan si pemuda. Tiga orang itu melakukan perjalanan. . "Kami berdua ditugaskan menyambut kedatanganmu. maka harus tahu aturan. Satu berpakaian merah sedan yang satu berpakaian putih. kedatangannya secara jantan. Ia berjalan didepan mereka." Berkata gadis yang berpakaian merah. Tan Ciu menunggu laporan. ia meninggalkan Tan Ciu. "Segera ajak diriku menemui kauwcu kalian. Tan Ciu mengucapkan terima kasih. Baju yang mereka kenakan sangat kontras." Si pemuda memberikan jawaban." Berkata yang berpakaian putih. "Silahkan jalan didepan. dua gadis berparas cantik berlari-lari datang." berkata Tan Ciu kepada sepasang gadis itu.Tan Ciu menganggukkan kepala.

" Memberi perintah gadis yang berpakaian warna merah. Melesat kesamping. "Ia pun masuk perangkap kita." "Baiklah. "Mengapa kalian. Kau berhasil menotok jatuh dirinya.Dibelakang si pemuda." . menotok jalan darah pemuda itu. Gadis berbaju merah berkata. "Siapa yang menggendongnya?" Bertanya gadis berbaju putih. Tapi aku yang membawa pulang. "Kemudian ?" "Bawa pulang." Kata-katanya terputus sampai disini. Tan Ciu terkejut." "Cih. Dunia dirasakan medjadi gelap. Tan Ciu tidak sadarkan diri.. Masing-masing menjepit Tan Ciu. "Kau gendong dirinya. pahala kita tidak ada perbedaan." "Mengapa? Malu?" "Kau sajalah yang membawa.. Itulah satu tanda boleh bergerak. Gadis yang mengenakan pakaian pulih berhasil menotok jalan darah tidur pemuda itu. desiran angin dari kedua gadis yang hendak membokong dirinya berkesiur dan berdesir. sepasang gadis merah putih itu saling pandang. dikiri dan kanan mengeraskan jari. ia hendak menghindari serangan gelap itu. mereka menganggukkan kepala." Gadis berbaiju putih bertanya. dia seorang lelaki.

marah. Seorang yang dikanan adalah penjaga lembah. tenang atau bersedih. "Dia bicara secara sopan?" "Betul. Ternyata sepasang gadis merah putih itu bukanlah anggota Kim-ie-kauw. Tentu saja tidak berhasil. Bercerita dilembah mulut Ngo-liong. "Mana itu orang yang kau sebutkan?" bertanya Kim San Nio. berhasil mencegah pemuda itu menerjang maut. Kini sudah berada ditempat pos penjagaan pertama. dengan menutulkan kakinya ia pun berjalan pergi. Tan Ciu telah digendong pergi oleh sepasang gadis merah putih." "Bagaimana keadaan wajahnya. Tan Kiam Pek tidak tahu." "Demikian ia mengatakan kepada hamba. Tan Ciu dibawa oleh sepasang gadis merah putih itu. mereka keluar dalam lembah. Sepasang gadis merah putih melenyapkan diri." "Hendak bertemu dengan kauwcu. Mereka tiba ditempat itu dan mencari Tan Ciu. inilah Kim Sam Nio." . dan orang yang disebelah kiri adalah seorang wanita berpakaian kuning. Mereka menggunakan sedikit tipu.Gadis yang berbaju merah itu menggendong Tan Ciu. Orang-orang dari perkumpulan Kim ie-kauw juga tidak tahu. Dua bayangan kuning meluncur datang.

" "Lalu kemana pula ia menghilangkan diri?" "Baik. dan menyusul perjalanan sepasang gadis berpakaian merah dan puiih itu. baik menunggu ditempat ini. Biar bagaimana. "Kita baru keluar." Debat Kim Sam Nio." Tubuh Kim Sam Nio mumbul tinggi memeriksa daerah disekitar tempat itu. Mengambil kesempatan itu mereka istirahat. mereka harus menemukan pemuda itu. Mereka telah meninggalkan lembah Ngo-liong. "Jangan pergi lagi. Bila ia kembali segera beritahu. Belasan lie kemudian. 0oodwoo0 Meninggalkan pencarian Kim Sam Nio yang hendak menemukan Tan Ciu. dua gadis itu bukan angauta perkumpulan Kim-ie kauw." Si penjaga hendak mengemukakan alasan. merasa diri mereka sudah aman." "Mengapa tidak berada disini?" "Mungkin telah masuk kedalam lembah. sepasang gadis merah dan putih menghentikan langkahnya. mengapa tidak berpapasan." Kim-Sam Nio memberi perintah. Kepergian Tan Ciu yang hendak dipancing masuk kedalam lembah itu mengherankan dirinya. Mereka membawa Tan Ciu meninggalkan lembah Ngoliong. Disinilah pos penjagaanmu. "Tidak mungkin. ." "B a i k. Gamblang dan jelas."Tidak terlihat jelas.

bukan?" "Cis. ada lebih baik kita membagi jabatan. Tidak tahu malu." "Bawel. gerakan itu sangat tiba tiba sekali." "Tentunya kau lebih senang menggendongnya." "Kau pulang dan membawa dirinya. "Daripada dua orang melakukan sesuatu tugas. Biar aku yang bertugas di Banteng Penggantungan. kau mengapa?" Bertanya gadis yang mengenakan pakaian merah." "Aku belum mengerti." "He.Gadis berbaju putih menepuk jidat. he Tan Ciu terkenal sebagai seorang pemuda berapi asmara. "Bagaimana urusan Benteng Penggantungan?" "Maksudmu?" Bertanya gadis baju merah tidak mengerti. Yang mengenakan pakaian warna putih pergi tujuannya adalah Benteng Penggantungan. Bila mau kalian pun boleh main cinta2an sangat mesra. "Kau harus berhati-hati. "Hei. Apa yang dilakukan didalam Benteng Penggantungan? . pergilah." Gadis baju putih memberi usul." "Lekaslah kau pergi!" Bentak gadis baju merah itu." "Tugas membawa dirinya jatuh kepadamu seorang." "Nah." "Tentu.

Itulah sumur rahasia. ia lupa kepada dandanan mereka. Tan Ciu tidak tahu. gadis baju merah itu menerjun masuk kedalam sumur tersebut. dia sudah berada diatas sebuah sumur tua. dirinya bukan berada didalam markas besar Kim ie-kauw. memeriksa keadaan sekelilingnya. gadis baju merah melanjutkan perjalanan. dikala ia bangun dan siuman. dengan menggendong tubuh Tan Ciu. dua gadis merah dan putih datang dari dalam lembah tentunya orang-orang perkumpulan baju kuning itu. Dengan menggendong tubuh Tan Ciu. Walaupun keluar dari dalam lembah Ngo-liong." Berkata gadis itu. Beberapa lama ia tidak sadarkan diri. gadis ini mengenakan pakaian warna hijau. "Kau telah sadar?" Berkata gadis itu. Didepan si pemuda berdiri seorang gadis. dua gadis tidak berpakaian kuning. Teringat kejadian yang belum lama terjadi ditotok oleh gadis berbaju putih. . mereka bukanlah anggauta perkumpulan itu.Cerita ini akan diketahui setelah berakhirnya babak ini. "Segera kau tahu. Bercerita keadaan Tan Ciu. "Siapa kau?" Tan Ciu membentak. bukan gadis baju merah yang membawa Tan Ciu. mengetahui tidak ada orang. dirinya telah berada disebuah tempat tidur. Kini. Tan Ciu bangun berdiri. Tempat bermukimnya kawan-kawan dari serasang gadis berpakaian merah putih tadi.

ingin meninggalkan ruangan itu. "Minggir. Pukulan yang luar biasa. inikah tempat Bertanya lagi Tan Ciu. kita ia berada dibawah pengawasan orang. dimanakah aku berada?" Ia tidak mengerti. si gadis dipaksa menyingkirkan diri. "Hei. . kemana kalian bawa diriku?" Bertanya lagi Tan Ciu. perkumpulan Kim-ie-kauw?" Gadis itu menggeleng-gelengkan kepala. hati si pemuda bergolak kembali." Tan Ciu memukul gadis yang berpakaian hijau itu.Tan Ciu menggerak-gerakkan tangan kaki. ia berada di dalam kamar tahanan. Bayangan hijau berkelebat pula. meagapa tidak terbelenqgu? Mengapa diperlakukan dengan baik? Gadis berpakaian hijau tidak galak. gadis itu pun mempunyai gerakan yang luar biasa." Maksud tujuan Tan Ciu datang kelembah Ngo-liong adalah menolong Cang Ceng-ceng. Bila ditahan. ia mempunyai kebebasan. Ia telah menghadang didepan si pemuda. Gadis ini tertawa manis. "Hendak kemana?" Demikian ia membentak. Bila sepasang gadis merah putih itu anggota Kim ie kauw tentunya. tubuhnya melesat. "Eii. "Bersabarlah. Ia merasa heran. Bagaimana melanjutkan usahanya? Mana mungkin dapat menahan sabar? Teringat keadaan Cang Ceng Ceng. tak ada tanda terbelenggu. "Eh.

. Terlihat bayangan hitam melesat menghadang kepergian Tan Ciu. kejar mengejar dimenangkan olehnya. penuh kasih sayang. namanya Tan Sang. itulah panggilan seorang kakak yang sangat mesra. . Gerakan Tan Ciu gesit.. ... "Kau . "Tan Ciu. Kau Tan Sang?!" semakin jauh. Dikala gadis berpakaian hijau sadar. "Kau.. tubuh si pemuda telah jauh. Ia mengejar dari belakang. Siapakah gadis berbaju hitam itu? Mengapa sangat ditakuti? Tan Ciu mundur kebelakang. Duk.Duk.. Duk.. Tiba-tiba.. . Beberapa saat. .!?" Tan Ciu berteriak kaget. "Kau. . "Berhenti!" Demikian ia membentak. Akhirnya Tan Sang maju mendekati sang adik. Kau. "Betul!" Gadis berbaju hitam menganggukkan kepalanya. "Mengapa takut kepadaku?" Gadis itu adalah kakak Tan Ciu." Ia memanggil perlahan. Si gadis tidak berhasil menyandak pemuda itu. Bagaimana orang yang telah mati dapat hidup kembali? Inilah yang diseramkan Tan Ciu.. Telah mati digantung pada pohon itulah Pohon Penggantungan. Tan Ciu terhenti.Tan Ciu berhasil menerjang keluar dari ruangan itu.. ia berhadap-hadapan dengan seorang gadis yang mengenakan pakaian hitam. Kakak beradik itu saling pandang. Kau masih hiiup?" .! Si pemuda mundur kebelakang hingga tiga tapak. .

Tidak baik mengabdikan diri kepada musuh." "Dan orang yang digantung dipohon Penggantungan itu?" "Aku belum mati. Percayalah kepadaku." "Siapa yang menyuruh?" "Pemilik Pohon Penggantungan” "Pemilik Pohon Penggantungan? Siapakah orang itu?" "Segera kau bertemu dengannya. "Mengapa?" "Dia adalah seorang musuh." Bangunan tersebut berada didasar tanah."Aku masih hidup. ia tidak percaya. Pemilik Pohon Penggantungan telah menggantungmu." "Dia menempati bangunan ini?" "Beserta semua murid-muridnya. Mungkinkah seorang yang telah mati bangkit kembali? Hidup kembali? Tan Sang memberi keterangan. "Tan Ciu aku belum mati! Aku adalah kakakmu. "Ciecie. mengapa kau beserta dengannya?" Bertanya Tan Ciu tidak mengerti. dibawah sebuah sumur tua." ." "Kau yang menyuruh orang membawa aku ketempat ini?" "Bukan." Tan Ciu menggoyang-goyangkan kepala. maka agak gelap dan kurang penerangan.

. agar menangguhkan langkah itu. "Mana boleh? Urusan itu penting sekali." "Ha ha. Bila tidak segera memberikan pertolongan betapa ia akan menderita disana?" "Aku memberi perintah kepadamu." Tan Ciu sangat kukuh." "Tidak." Tubuh Tan Ciu melesat pergi. "Kau melawan?" "Aku harus menolongnya dahulu. ." "Siapa ?" "Ada urusan yang sangat penting untuk dirundingkan denganmu.urusan itu mana dapat dikatakan sebagai urusan penting." "Tidak mungkin." Berkata Tan Sang." "Eh." "Hah. .. Tapi. Dia adalah orang yang mempunyai hubungan paling dekat dengan kita." "Dengarlah pesannya. aku harus menolong Cang Ceng-ceng. "Tentu aku harus menolong Cang Ceng-ceng dari tangan orang-orang Kim ie-kauw." Tan Sang bertanya heran." "Urusan penting?" Berkata Tan Ciu panas. mengapa tidak penting. bukan sekarang."Musuh? Kau salah. . "Dengarlah ceritaku. . "Kita beramai dapat membantu usahamu.. "Kau juga mempunyai urusan penting." Tan Ciu memjadi sampai marah..

" "Mana yang lebih penting. Minggir! Tan Ciu semakin marah. "Dia ibu kita?" "Kau tidak percaya?" Hati Tan Ciu bergejolak keras." "Tidak mungkin." "Aaaa. "Demikian pentingnya Cang Ceng Ceng itu!" "Tentu. telah lama diharapkan olehnya. Tidak inginkah kau menemuj beliau?" "Kau mengatakan. bahwa ibu berada disini?" "Ng. demikian juga dengan keadaan ibunya terakhir. Tan Kiam Lam. . ibu sendiri atau orang lain?" "Ibu?" "Betul. "Kau?! .. Lagi-lagi menghadang didepan sang adik. Maksudmu. . Pencipta Penggantungan wanita berkerudung itu?" Tan Sang menganggukkan kepala. Sang ayah.. akan adanya suatu keluarga yang mesra hidup bersama sepasang orang tuanya." "Tunggulah sebentar. bahwa Pencipta Drama Pohon Penggantungan itulah yang menjadi ibunya. Ia segera berhadapan dengan Kenyataan. Begitulah hal itu dapat terjadi? Drama Pohon ..."Berhenti!" Bentak Tan Sang. . ia mendapat selentingan khabar. . tidak diketahui berita.

satu baju kuning yang disebelahnya berbaju merah. wajah mereka sangat dalam. "Suhu. Tidak terlihat gadis yang mengenakan pakiaian warna putih." Ternyata mereka adalah murid dari wanita berkerudung itu. gading dan yang diujung berpakaian warna genteng. Lorong demi lorong telah dilewatkan Tan Ciu belum berhasil diketemukan dengan sang ibu. ketujuh gadis tersebut mengenakan pakaian yang berlainan. Mereka memasuki ruangan tersebut. Dari wajah-wajah mereka yang tidak bercahaya. Tan Ciu mengikuti dibelakang mereka. tidak terlihat sesuatu yang diharapkan. "Dimana ibu kita?" Ia mengajukan pertanyaan. Gadis yang berpakaian baju merah adalah orang yang membawa Tan Ciu ketempat itu. lagi berbaju biru. terong. . Tan Ciu mendapat satu firasat jelek. . Mereka tiba didepan sebuah pintu. Atas perintah Tan Sang. semua gadis berpakaian aneka macam warna memberi hormat mereka. Memasuki ruangan." Berkata Tan Sang. . tujuh gadis menjaga pintu tersebut. Disebuah bangku didalam ruangan itu berduduk seorang wanita berkerudung. ketujuh gadis dengan warna pakaian tujuh warna itu membuka pintu.Tan Ciu memandang kearah keliling. Mengaiak gadis yang mengenakan pakaian hijau Tan Sang menuju kebagian dalam. menyusul yang berpakaian coklat. "Mari ikut dibelakangku.

"Ibu. . walaupun demikian." Gadis yang mengenakan pakaian warna terong. "Kalian boleh menunggu diluar kecuali Tan Sang dan Tan Ciu. ibu . kemudian berkata.Kau inikah ibuku?" Wanita berkerudung itu menganggukkan kepala. wanita berkerudung itu berkata. semuanya meninggalkan ruangan itu. .Tan Sang memanggil perlahan." Tan Ciu menubrukkan dirinya. . dia yang telah menciptakan Drama Pohon Penggantungan. Tan Ciu telah diundang datang. . Disana hanya tiga orang. "Oh . Tan Sang dan Tan Ciu. akhirnya keluarga itu bersatu lagi! Sambil meng-elus2 kepala Tan Ciu. "Ibu. Akhirnya merekapun berkumpul kembali. "Aku tahu. warna genteng." ia berkata perlahan. mereka boleh cukup puas. warna gading warna coklat warna hijau warna merah warna biru dan warna kuning. Pertemuan ibu dan anak yang sangat mengharukan.." Wanita berkerudung itu menganggukkan kepalanya. mereka adalah wanita berkerudung.. dia adalah si Melati Putih Giok Hu Yong ibu Tan Ciu dan Tang Sang. dengan suara gemetar ia mengajukan pertanyaan. . Tan Sang membuka suara lagi. menangis dalam pelukan sang ibu." Wanita berkerudung itu menganggukkan kepala. "Ibu. Derita dan duka yang tidak terhingga. Tan Ciu maju dua langkah. . ..

ia memperhatikannya sekian lama. . ingin menanam kesan yang mendalam." Berkata Giok Hu Yong sedih.tidak dapat memelihara dirimu baikbaik. . jangan. Wajah dibalik tutup kerudung itu sangat agung." berkumpulnya kita ini segera "Oh." Bagaikan seorarg anak kecil yang sangat lolokan tiba-tiba saja Tan Ciu menyingkap kerudung tutup muka sang ibu. . Telah lama kami merindukanmu. "Keluarga kita adalah keluarga sengsara. tiada cacad. Aku mempunyai kesukaran keadaan dan kedudukanku sangai sulit dan terjepit. penuh kewibawaan. . Tan Ciu belum pernah melihat wajah sang ibu. Melati Putih terkejut. ibumu menyesal. "Marahkah kepadaku?" Tan Ciu menggeleng-gelengkan kepala. tapi ia membiarkan gerakan arak itu. tidak dapat memelihara kalian baik2. Melati putih Giok Hu Yong berkata.Oh anakku yang menderita." Berkata Tan Ciu ."Tan Ciu kasihan. satu wajah yang cukup bagus mudah dibayangkan. betapa cantik wajah ini semasa muda. "Ibu kita telah berkumpul bukan?" "Mana kau tahu dipecahkan orang. mengapa tidak hidup bersatu? Mengapa harus berpisah kembali?" . . Melati Putih berkata lagi. ." "Kami dapat menyelami kesengsaraan ibu. "Aku menyesal.

. . bahwa akulah orang yang menciptakan drama Pohon Penggantungan. Kini." "Mengapa aku menggunakan siasat ini?" Tan Ciu memandang wajah sang ibu. Maka aku harus menyembunyikan waja asliku. melatih diri dengan tekun. mengapa memperkenalkan diri?" aku tidak segera "Ng .biar aku yang menghadapinya. Mengapa ibu menggunakan tutup kerudung muka?" Tan Ciu menatap wajah ibunya."Tahukah kau. "Segera kuberitahu kepadamu. juga tidak bercacad." "Mangapa begitu jahat." Melati Putih Giok Hu Yong menggeleng-gelengkan kepala. siapa orang itu. musuh kita mempunyai ilmu kepandaian silat yang sangat tinggi. maka aku mengundangmu. ia berkata." "Ng . tidak luka. mengapa harus menutup dan dikerudungi? "Kau tidak tahu. kau percaya. dengan mudah akan dikalahkan olehnya. "Tidak seorang pun yang dapat menandinginya." "Katakanlah siapa orarg itu? Dimana ia berada?" Bertanya Tan Ciu tidak sabar. katakan kepada anakmu. mengadakan tantangan.. "Dia telah tahu keadaanku." "Siapakah orang itu?" Bertanya Tan Ciu. . bila ia tahu aku masih hidup. masih banyak yang harus kau ketahui. ia tidak mengerti dengan alasan apa ibu memainkan peran sebagai pencipta Drama Pohon penggantungan? Mengapa Tan Sang yang sudah mati dapat dihidupkan kembali? .

Kejadian itu telah berlangsung lama dimasa mudaku." Berkata Melati Putih." "Cerita harus dimulai dari pertama. Itulah jelmaan Han Thian Chiu. mengapa kakakmu Tan Sang tidak mati?" "Tidak tahu. kematian dibawah tangan ayahmu bukan?" "Pernah dengar. Tapi orang yang membunuh ayahmu bukan orang itu." Berkata Tan Ciu gagah. bagaimana cerita Pohon Penggantunggan." "Siapa?" "Seorang wanita yang berkepandaian tinggi. Orang yang membunuh diriku bukanlah ayahmu. "Dengarlah perlahan-lahan.. sebelum aku menikah dengan ayahmu Han Thian Chiu adalah orang yang paling getol berkunjung kerumah." "Ternyata Han Thian Chiu." "Mengertikah." "Berita itupun tidak benar.. Biar aku yang melawannya. Ilmu . . . "Orang yang memalsukan ayahmu adalah Han Thian Chiu. "Tidak salah." “Si Telapak Dingin Han Thian Chiu?" Tan Ciu segera dapat menduga siapa adanya manusia jahat itu.." Berkata si Melati Putih Giok Hu Yong. orang yang hendak membunuh akupun Han Thian Chiu. Tentunya pernah kau dengar cerita tentang kematianku. "Tentunya kau belum tahu.Melati Putih berkata. "Dia sakit hati kepadaku. ." "Ng. ia mempunyai hubungan baik dengan Han Thian Chiu.

"Mereka pandai main sandiwara. "Demikianlah aku mendapat nama jelek. dahulu aku tidak tahu. Dia adalah musuh utama kita. ia menaruh dendam. Karena itu ada alasan kuat untuk menghukum diriku. tapi belum dapat mengetahui kedua orang tuamu. tapi ia berpura-pura mati. dia cinta dengan ayahmu. Demikianlah Kira-kira kejadian itu... aku hendak dibunuh mati." Berkata Tan Ciu gemes. cintanya gagal karena itu.?" "Ng. digantung diatas Pohon Penggantungan." "Menculik. lain lagi keadaan dengan wanita ini.. . segera kubunuh dirinya. aku kena tipu." Berkata Melati Putih." "Wanita jelek suatu hari kau akan jatuh kedalam tanganku. Hanya beberapa hari aku mengetahui akan'adanya sesuatu yang tidak beres ayahmu menggunakan tangan kiri seorang Kidal. Han Thian Chiu tidak mati. Sengaja membuat satu propaganda seorang istri yang jahat dan kejam telah membunuh suami sendiri. menceraiberaikan keluarganya. Aku marah besar. Han Thian Chiu menggunakan wajah ayahmu menggantikan kedudukannya.kepandaian Han Thian Chiu tinggi. Membunuh sang ayah." ." Berkata si pemuda. "Wanita ini bersekongkol dengan Han Thian Chiu menculik ayahmu. "Maka tersiarlah khabar seorang wanita membunuh suami sendiri. dia adalah seorang jago wanita tanpa tandingan sebelum aku kawin dengan ayahmu. adanya wanita menjengkelkan baginya. . Tapi gagal?" Tan Ciu menganggukkan kepala..

." "Kemudian ?" "Entahlah.. disana . Ayahmu memohon agar mereka tidak membunuh kita orang." "Ng .." Penggantungan. ia menciptakan drama Pohon Penggantungan. itu waktu Han Thian Chiu masih menggunakan wajah ayahmu." "Dan ibu . Disaat itu aku mendengar teriakan ayahmu. maksudnya membunuh keluarga kita." "Sampai ditolong orang?" "Ng. ”Ternyata sang ibu pernah menjadi korban maut itu! Karena hendak menuntut balas." "Siapakah yang membawa aku dan Tan Sang kepada Putri Angin Tornado Kim Hong Hong. ."Aa ..Digantung diatas pohon Penggantungan?" Tan Ciu berteriak kaget. . . sampai mendapat pertolongan.." "Mulai saat itu Han Thian Chiu menggunakan wajah ayah. ” "Dikala aku hendak membunuh Han Thian Chiu. Dia yang menggagalkan usaha.." "Ayah? . mungkin juga sudah dibunuh oleh mereka. Demikian aku digantung diatas pohon Penggantungan. berkelana didalam rimba persilatan?" "Ia menciptakan Benteng memelihara banyak orang. datanglah wanita itu. Aku tidak tahu. Diatas pohon maut itu.. aku menderita. Mungkin ia masih hidup. mereka adalah manusia-manusia sekongkolan. . . aku ditotok oleh seorang wanita yang berkepandaian tinggi." "Itulah ayahmu.

." "Sangat tinggikah ilmu kepandaiannya?" "Luar biasa sekali. . . aku hendak menarik perhatiannya. ia menampilkan diri.. . "Menurut apa yang kutahu. . aku harus mengetahui masih hidupkah dia? Karena itu menggunakan drama Pohon Penggantungan." "Ia berhasil dipancing datang?" "Ng . ia ."Aku melatih diri agar dapat mengatasi mereka. Masih belum waktunya bertanding dengan mereka... ." "Kini telah berhasil ?" "Belum." "Itulah tahun ketiga.Ia muncul dibawah Pohon Penggantungan." "Giok Hong. Ilmu kepandaian musuh kita itu sangat tangguh. tentu saja aku menggunakan tutup kerudung." Tan Ciu meng-ingat2 nama itu." "Han Thian Chiu dengan wanita itu?" "Aku tidak takut kepada Han Thian Chiu. kami bertempur." Berkata lagi si Melati Putih Giok Hu Yong. tapi wanita itu. "Ilmu kepandaian Giok Hong belum ada tandingan. Giok Hong. ." "Karena itu ibu menggunakan tutup kerudung muka menghindarinya?" Tan Ciu meminta ketegasan.Aku hendak menuntut balas." "Siapakah nama wanita tersebut?" "Giok Hong.. ." "A a a a . "Ng. Ilmu silatnya sangat tinggi dan luar biasa.

tapi aku tidak menyembunyikan diri lagi. aku menerima mereka sebagai murid. "Aku memberi tahu kepada mereka. dialah yang menjadi biang keladi. aku berhasil mengelabui semua orang. Ilmu silatnya lebih maju lagi aku bukan tandingannya. tahukah kau maksud tujuan itu?" "Tidak tahu. ia tidak tahu. itulah orang yang aku kehendaki. Dengan cara2 tertentu. tapi aku tahu. Setelah mengadakan duel keras. Besar kemungkinan aku mati ditempat itu. mungkin hari ini adalah hari pertemuan kita yang terakhir. karena itu aku bebas dari kematian? "Dan gadis-gadis yang kau gantung diatas Pohon Penggantungan?" "Seperti apa yang telah kau lihat. ilmu kepandaianku masih bukan tandingannya. untuk mengundang kau datang. Musuh kedua adalah si Telapak Dingin Han Thian Chiu. hendak berduel dengannya. Beruntung. Giok Hu Yong berkata. tak mungkin menolak tawaran itu. siapa diriku.ia mengirim surat tantangan." "Musuh kita telah mengetahui keadaanku.tidak tahu siapa diriku." Giok Hu Yong menarik napas sedih. aku segera ke puncak Pek-soat-hong. Mereka harus membunuh kedua orang itu. Rumah tangga hampir hancur berantakan karenanya. mereka harus mencari wanita yang bernama Giok Hong itu. Tentu saja. Aku dijanjikan untuk menemuinya dipuncak Pek-soat-hong. aku dikalahkan. Tidak seorang pun yang mati. satu harus menerima kematian. ." Tan Ciu memuji kecerdasan otak sang ibu. Itulah sebabnya mengapa mengundang dirimu.

" "Kamipun tidak mengharapkan kematian ibu. bahwa ibu bukan tandingannya." . . ini wajib. bukan?" pegangan kuat untuk "Biar bagaimana." anakmu."Serahkan persoalan ini kepadaku." "Mengapa kepadaku?" tidak mau menyerahkan perkara ini "Aku tidak mengharapkan kematianmu. dapat mengalahkannya." Berkata Tan ciu gagah. . masih mungkin ada pengecualian. peruntungan bagus ada padaku. "Ibu mengatakan." "Serahkanlah kepada mengalahkannya. mungkin aku "Tidak mungkin. orang yang ditantang adalah aku. Kau bukan tandingannya." "Tidak." Berkata Giok Hu Yong. ." "Kau belum tahu betapa hebat ilmu kepandaian wanita itu." Berkata Tan Ciu. "Sebagai seorang putra aku wajib memikul tanggung jawab itu." "Aku tidak mempunyai mengalahkannya. Siapa tahu. "Ibu. . bukan?" "Ng ." si Melaii Putih menolak permintaan sang anak. "Bila aku yang hadir. bukan kau !" "Aku adalah putramu.

nama mereka pernah dicemarkan oleh si Telapak Dingin Han Thian Chiu. Karena kau menggunakan tutup kerudung muka. maka tidak sulit menemukan bangunan dibawah sumur tua." Kemudian menghadapi Tan Ciu. mereka adalah Permaisuri dari Kutub Utara Pek Pek Hap. . Sipengemis tua mulai membuka suara. dugaanku pasti tidak salah. Berjalan masuk dua orang." "Mengapa tidak mungkin. Mereka sangat gembira pertemuan itu berada diluar dugaan. Pohon Penggantungan. ada orang yang datang. lebih dari pada itu. . "Telah lama kuketahui bahwa Pencipta drama Pohon Penggantungan adalah dirimu." Berkata Giok Hu Yong. Pengemis tua yang misterius. "Masih ingatkah kepada pertaruhan kita?" Demikian Tukang Ramal Amatir itu bertanya. ia memandang kearah pintu. Mereka pernah digantung dipohon maut. Permaisuri dari kutub utara Pek Pek Hap adalah kawan baik Giok Hu Yong. Dikala Tan Ciu sedang bersitegang dengan sang ibu mendengar ada langkah orang yang mendatangi ruangan mereka. Percakapan itu terhenti. . Kedatangan dua orang atas undangan Melati Putih."Tidak mungkin. Tanggung jawab kedua orang tua harus jatuh kepada putera dan putri mereka." "Kukira. aku tahu kau mempunyai kesukaran2. Tukang Ramal Amatir. Pintu dibuka.

" Tan Ciu menyengir. Dengan sungguh-sungguh pengemis tua itu memandang Melati Putih. Siapa yang kalah bertaruh. termasuk siapa yang menjadi pencipta Drama Pohon Penggantungan. Telah kutulis jawaban orang pada sebuah kertas." Pengemis tua itu memberi hiburan." "Apa yang cianpwee kehendaki?" Bertanya Tan Ciu. "Aku tidak menginginkan batok kepalamu. Ia telah kalah bertaruh. "Aku hanya menghendaki keselamatanmu. Tan Ciu membuka lipatan kertas. disana tertulis "Pencipta Drama Pobon Penggantungan adalah ibumu. buka dan lihatlah." Berkata lagi pengemis tua. bahwa aku tidak dapat meramalkan segala sesuatu. Tan Ciu mengeluarkan carikan kertas yang diminta. Menurut pertaruhan mereka. apa yang kutulis diatas kertas itu. "Bagaimana? Batok kepalamu telah dikalahkan olehku bukan?" Tan Ciu bungkam. "Apapun tidak mau." Berkata si Tukang Ramal Amatir. Dengan wajah tersungging senyuman. "Jangan takut. masih adakah carikan kertas itu?" Dari dalam saku bajunya. . siapa harus menyerahknn batok kepalanya."Kau tidak percaya. Melati Putih Giok Hu Yong" Wajah Tan Ciu berubah semakin pucat. sudah selayaknya menyerahkan barang yang diminta. "Nah. si Tukang Ramal Amatir berkata.

"Siapa?" "Wanita yang kau sebut bernama Giok Hong itu." Pek PeK Hap menduga kepada mereka yang sama." "Apa yang telah terjadi didalam Penggantungan?" Berkata Melati Putih. dan Permaisuri dari Kutub Utara Pek Pek Hap berkata." "Kita sedang menghadapi musuh bersama."Kau menyuruh seorang gadis yang berpakaian putih mengundarg kita orang apa maksud tujuanmu?" ia bertanya. musuh sangat kuat. siapakah yang merusak Benteng Penggantungan? Mendengar ceritamu kukira dialah yang membunuh sekian banyak orang didalam Benteng Penggantungan. Benteng "Suatu malam. Kami mendapat kunjungan seorang jago silat tidak ada yang dapat menandinginya kecuali beberapa orang. "Tahukah orang yang melakukan kebuasan tersebut?" "Kukira besar kemungkinannya orang itu. Melati Putih menceritakan kesulitannya." "Benteng Penggantungan telah dirusak orang?" Bertanya Melati Putih Giok Hu Yong. semua telah binasa. dan diapun tidak ada niatan untuk menolak janji pertemuan itu. Diundangnya Permaisuri dari Kutub Utara Pengemis tua itu hendak memberikan pesan terakhir. "Hancur berantakan." berkata Pek Pek Hap. Sekian banyak orang telah dibunuh mati semua. "Aku sedang heran." .

"Tolong didik murid2ku. menggunakan kepergianku bila mereka mengadakan serangan. "Menolong orang adalah kewajiban. Melati Pulih mengeluarkan sebuah kitab. "Tentunya kau mau menolong bukan?" Berkata Giok Hu Yong." Demikian Giok Hu Yong memberi keterangan. "Besar kemungkinan musuh datang dengan jumlah besar. bila . maksudmu. diri?" "Aku hendak menemuinya."Ng. menggabungkan tenaga untuk menghadapi musuh kuat. ia berkata. Melati Putih Giok Hu Yong menggelengkan kepala. Bagaimana boleh menolak? Aku akan menunggu kedatangan mereka. khusus mendidik beberapa anak dara. "Menjaga keamanan tempat?" Bertanya si Pengemis tua. diserahkan kepada Pek Pek Hap. "Inilah kitab ilmu silat. Tugas menjaga sumur Penggantungan kuserahkan kepada kalian. setelah berhasil mungkin merekalah yang dapat mengalahkan Giok Hong." Nama tempat persembunyian Melati Putih disebut Sumur Penggantungan. Maksudku. juga murid2ku." Ia menghendaki Permaisuri dari kutub Utara PeK Pek Hap dan si pengemis tua Tukang Ramal Amatir meneruskan usahanya. tolong pelihara kedua anakku. hendak menggabungkan Bertanya Permaisuri dari kutub Utara Pek Pek Hap. Dari dalam saku bajunya." Pengemis Tukang Ramal Amatir berkata. beri mereka pelajaran yang terdapat didalam kitab. tentu tidak ada yang dapat mencegahkannya. Giok Hu Yong memandang pengemis tua itu. didalam isi kitab terdapat semacam ilmu kepandaian.

Pertemuan Giok Hu Yong adalah pertemuan maut. aku akan mengadu jiwa. bagaimana?" Giok Hu Yong terbelalak." Tan Ciu berkata.. "Ibu. Pergilah dengan tenang. Hati semua orang dirasakan menjadi berat." Giok Hu Yong kukuh. apalagi kau.. "Tidak mungkin." berkata si Melati Putih Giok Hu Yong. "Bila aku mempunyai ilmu kepandaian tinggi. seharusnya aku yang mewakili mengadakan pertemuan dengannya." "Bila ilmu kepandaianku dapat mengalahkannya?" "Tidak mungkin. tentu ibu mengijinkan aku mewakilimu. Bila kau tahu. mungkin ia tidak dapat kembali lagi. bukan?" Berkata Tan Ciu girang." Giok Hu Yong masih ragu-ragu. "Tidak mungkin. ilmu kepandaianmu bukan tandingan orang yang bernama Giok Hong itu." "Bila ilmu kepandaianku dapat mengalahkan ibu. "Kau. tentunya kau dapat mendahului aku. "Aku pun bukan tandingan dia." ia tidak percaya.betul ada niatan untuk menghancurkan rumah tangga orang. dimanakah letak puncak Pek-soathong itu?" "Aku tidak boleh memberi keterangan tentang letak tempat perjanjian maut. bila ilmu kepandaianku berada diatasmu. Semua orang yang berada ditempat itu sangat paham. . "Ibu. mengadakan pertemuan duel itu." Berkata Tan Ciu.

Tentu saja.Si Pengemis Sakti Tukang Ramal memberikan keputusan. ibumu tentu saja boleh mewakili dirinya. "Bila ia dapat mengalahkan diriku pertemuan itu boleh diwakili olehnya. Melati Putih Giok Hu Yong meremehkan ilmu kepandaian sang putra. katanya. bahwa sang putra telah mendapat ilmu silat luar biasa didalam belasan hari. Tan Ciu berusaha menenangkan hatinya yang memukul keras. tenaga dalam Thio Ai Kie dan Thio Bie Kie telah disalurkan kepadanya. Ilmu Kepandaian Pencipta Drama Pohon . Melati Putih tidak tahu.." kata Giok Hu Yong. Berbeda dengan Giok Hu Yong.. Maka ia menganjurkan anak dan ibu itu mengadu silat." Akhirnya Giok Hu Yong mengalah. "Nah kalian boleh bertanding. "Baiklah. "Bila kau memiliki ilmu kepandaian diatas. pasti mendapatkan sesuatu.." "Mana boleh dia. langkah tersebut dianggap berlebihlebihan. bila sipemuda dapat meninggalkan Guha Kematian dengan keadaan selamat. mereka berhadap-hadapan. Apa lagi dia dapat mengalahkan dirimu.. . "Anakmu itu harus mendapat latihan." ." Tukang Ramal Amatir berkata." Berkata si pengemis tua. "Berilah kesempatan. si pengemis tua mengetahui kepergian Tan Ciu mencari Guha Kematian. siapa yang menang dia akan keluar sebagai juara dan berhak menepati janji orang itu dipuncak Pek soat-jong!" Tan Ciu dan ibunya telah saling pandang.

"Nah. jangan kau menjadi gugup. segera ia berkata. maka gagallah mewakili sang ibu menepati janji duel dipuncak Pek soat-hong. boleh mulai.Penggantungan pernah menggemparkan rimba persilatan. hal ini tidak boleh terjadi. ilmu kepandaian si pemuda mengalami kemajuan pesat. ia . Tiga macam perubahan telah membayangi serangan Giok Hu Yong. "Ibu boleh mulai." Pengemis Tukang Ramal Amatir memberi komando. Bila kau kalah. aku tidak dapat membantumu lagi. "Aku tahu. "Bocah Tan Ciu." Giok Hu Yong mengayun tangan. "Baik. itulah sang ibu. Kau harus mengeluarkan semua tenagamu. bila ia kalah." Ia berkata. Setelah menguras ilmu kepandaian Guha Kematian. Ilmu kepandaian Pancipta Drama Pohon Penggsntungan Giok Hu Yong telah diresmikan sebagai ilmu kepandaian kelas satu." Tan Ciu berkata. Apa boleh buat kita harus membiarkan ibumu menerjang bahaya seorang diri. membuat suatu garisan serangan. Bagaikan kecepatan kilat. Disaat itu Tan Ciu mendapat serangan kuat dari sang ibu. Pengemis tua yang mengaku sebagai Tukang Ramal Amatir dapat menduga isi hati orang. mungkinkah ia dapat mengalahkannya? Lain perasaan merangsang rongga dada si pemuda. Ancaman bahaya akan jatuh kepada sang ibu." Tan Ciu memandang sang ibu. Kecepatan dan kegesitannya sangat luar biasa. bukan ilmu biasa.

"Anak Ciu. "Bagus!" Langkah yang Tan Ciu gunakan untuk meloloskan diri dari serangan ibunya sangat luar biasa menakjubkan. . Tan Ciu menggunakan tangan kiri menangkis serangan itu. . sret. Serangannya tapi bersipat penjajakan. Kecepatan mereka melebihi kilat. . Tukang Ramal Amatir berteriak. berikut tiga macam perubahannya juga. Giok Hu Yong mengirim serangan tangannya yang kedua. ilmu kepandaian apa yang kau gunakan tadi?" Ia bertanya." Giok Hu Yong dapat membuktikan bahwa sang putra telah mendapat kemajuan cepat. Ia berkata.. kemajuan itupun berada diluar dugaannya. . sret. "Anak Ciu.. .. "Ilmu yang luar biasa. begitu bergebrak. Giok Hu Yong tertegun.. terima lagi seranganku.dapat melihat lowongan2 bahaya dari serangan ibunya meluncur kedepan dan dari situ ia menikung. mererobos lewat. saling serang dan saling tangkis. Demikian ia berhasil meloloskan diri dari serangain Giok Hu Yong. sret. Giok Hu Yong pernah menyaksikan ilmu kepandaian sang putera. ." Kata2nya disertai dengan serangan tangan kanan. "Yu-leng-poh!" Tukang Ramal Amatir mengeluarkan pujian. belum penuh. . sret. . . bukanlah berarti menyerah.

empat jurus telah dilewatkan.. mati dibawah "Akupun tidak mengharapkan ibu mengantar jiwa kepadanya. wajah semua orang berubah Baju Giok Hu Yong telah mendapat tambahan empat lubang." "Tidak mungkin!" "Ibu. ia berkata. juga wajib menerima tantangan itu. kedua bayangan ini berpisah. kau telah kukalahkan.Disaat yang sama." Berkata Tan Ciu. "Ibu maafkan kelancangan anakmu..." "Ibu telah berjanji. Tan Ciu dapat lompat naik beberapa kelas! Tan Ciu menunjuk hormatnya. "Ah. ." Pengemis tua berkata. ”Kalau kalian berdua tidak menghendaki pihak kedua menerjang maut. "Ibu. "Aku tidak mengharapkan kau tangannya. . ." Giok Hu Yong menyedot napasnya panjang-panjang." Berkata Giok Hu Yong. Beri kesempatan kepadaku untuk mewakili dirimu meneruskan janji duel itu. Wajah Pencipta Drama Pohon Penggantungan itu pun berubah menjadi pucat! Mungkinkah hal ini dapat terjadi? Hanya puluhan hari berpisah." Tan Ciu berkata." "Aku tidak dapat membiarkan kau mengantarkan jiwa.. Memandang situasi itu.

" "Waktunya?" "Esok lusa." "Ibu" Panggil perjanjiannya?" Tan Ciu segera. "Baiklah " Akhirnya ia menyerah. "Jangan kau menelan kembali janjimu" Giok Hu Yong menarik napas dalam." "Aku segera berangkat." Berkata Tan Ciu. Kau masih bukan tandingannya. . Pengemis tukang Ramal Amatir menganggukan kepala." ." "Hah!" Tan Ciu tersentak kaget. "Kukira Tan Ciu lebih cocok untuk menandinginya. . mengapa kau menangis?" Tan Ciu mengajukan pertanyaan. Air mata Giok Hu Yong berlinang-linang." Berkara Tan Ciu. "Tapi. "Kau harus berhati-hati. "Ilmu kepandaiannya sangat luar biasa. Dan diberi gambar tentang letak puncak Pek-soat-hong.Seorang yang lebih kuat harus menanggungnya. "Dia menghendaki kematian ibu?" "Ng ." Berpesan sang ibu. "Dimana letak "Kita diwajibkan menunggunya dipuncak Pek-soat-hong." "Aku yang harus pergi. . Setelah kau mati dia akan datang ketempat ini juga. ." Pengemis tukang Ramal Amatir berkata. resiko kematiannya lebih kecil. "Ibu. .

mengerutkan alisnya panjang2. Apa yang sedang kau pikirkan?" Tan Ciu tidak menjawab pertanyaan itu. ia sedang memikirkan cara-cara untuk mengatasi kesulitan mereka. Melati Putih Giok Ho Yong bertanya kepada anak itu. dan ia bergeram lagi menepuk ibu sendiri. Tangan si pemuda terangkat. Terdengar suara jeritan Tan sang. tidak seorang pun yang tahu apa yang sedang dipikir oleh pemuda itu. "Anak Ciu. Giok Hu Yong jatuh menggeletak."Bila ibu mati?" "Urusan baru selesai. mengapa mengeluarkan suara yang seperti orang gila? Terlebih-lebih si Melati Putih Giok Hu Yong. sangat mendadak sekali. Keadaan semakin kacau. Tan Ciu mengeluarkan bentakan keras. Ia sedang mengasah otak untuk mencari jalan keluar mengatasi bahaya. . . Terjadi suasana yang menyeramkan. "Tan Ciu. jadi kesima. sudah gla kau? Mengapa membunuh ibu?" Bentakan itu disertai dengan pukulan tangannya." Tan Ciu mengerutkan alisnya. . Sepasang mata Tan Ciu memancarkan cahaya luar biasa. Semua orang hadir masih binggung. Menyingkir dari pukulan Tan Sang. si pemuda berteriak. letaknya dengan sang anak sangat dekat sekali. . apa maksud yang menjadi tujuan anak pemuda itu. Tiba-tiba.

seolah-olah telah mati. "Dengan membunuh ibu?" "Bocah Tan Ciu. Ibunya Tidak bergerak." Pengemis Tukang Ramal Amatir tertawa." Itu waktu Tan Sang telah merangkul. Memandang kearah Giok Hu Yong. ”Segala macam ilmu pelajaran telah berhasil kau yakinkan. mengapa membunuhnya lebih dahulu?" "Aku tidak membunuh. Tan Ciu memberi keterangan." Ia memberikan pujiannya. tidak bernapas. "Juga tidak seharusnya. juga tanpa denyutan nadi napas.. mengapa kau. setelah itu. "Luar biasa. Pengemis Sakti Tukang Ramal Amatir tidak percaya. kau melakukan perbuatan ini bukan? Kau melarang orang membunuh ibumu. Tapi tidak. Tubuh Pencipta Drama Pohon Penggantungan telah menggeletak. "Ibu telah kutekan dengan ilmu Ie-hun-tay-hoat." Berkata Tan Ciu. dia akan sadar kembali. . "Masa berlaku ilmu ini hanya lima belas hari." alasan apa kau Pengemis Tukang Ramal Amatir juga membuka suara." Berkata Tan Ciu. . Pengemis tukang Ramal Amatir tidak dapat tertawa lagi.?" "Ibu akan mengikuti dibelakangku."Sabar!" Tan Sang menarik pulang serangan. "Huh .. . Tan Sang membentak." Tan Ciu berkata.

" Berkata Tan Ciu. musuh kita terlalu kuat. Bila ini ia berkunjung datang dan menyaksikan keadaan ibu yang sudah tidak bernapas. ia mengerti mengapa sang adik harus mengambil langkah yang seperti ini." "Tentu. Kecuali didalam keadaan seperti mati. menyudahi perkara. tentunya mendapat kepuasan.. Tan Sang berkata." -ooo0dw0oooJilid 18 TAN SANG mengeluarkan napas lega. "Ng.. . Dimisalkan aku mati ditangannya.." "Aku pergi." Mereka mengantar sehingga diluar dari tempat rahasia."Kau memberi tekanan tidur kepada ibu?" Bertanya Tan sang... ia pun tidak luput pula." "Bila kau hendak berangkat?" "Segera. Untuk menjaga sesuatu yang belum datang.." "Mengapa?" "Menurut keterangan yang ibu berikan. "Kau menakutkan orang. "Jagalah baik-baik keadaan ibu kita." "Apa boleh buat. cara Tan Ciu mendapat pujian.

" "Ilmu Ie-hun Tay-hoat dan beberapa macam ilmu lainnya!" "Bagaimana keadaan Cang Ceng Ceng?" "Ditangkap oleh perkumpulan Kim ie kauw." Tan Ciu menganggukkan kepala. "Lama sekali. nama ini pernah kudengar." Berkata Pek Pek Hap." Lalu diceritakan secara terperinci bagaimana Kim-ie-kauw menganggu dia. . "Puluhan tahun yang lalu. "Apa?! Perkumpulan Kim-ie kauw?" "Ng . kau mendapatkan ilmu luar biasa. . Tan Ciu mengajukan pertanyaan. perkumpulan Kim ie kauw dibawah pimpinan Kim-ie Mo-jin. . . Pengemis Tukang Ramal Amatir mengajukan pertanyaan. .Diperjalanan keluar. "Didalam Guha Kematian. .Aaaaa!. "Kau telah bentrok dengan Kim ie kauw?" "Lebih dari satu kali." Tukang Ramal Amatir berteriak. Bukankah sudah mati?" . "Belum pernah kudengar ada perkumpulan yang seperti ini. Selesai bertutur memandang pengemis tua itu. "Kim-ie Mo-jin?! . "Cianpwe tentunya kau pernah dengar nama Kim-iekauw?" "Sudah lama sekali." Permaisuri dari Kutub Utara Pek Pek Hap berteriak." Berkata Tukang Ramal Amatir." "Perkumpulan Kim-ie kauw?" Permaisuri dari Kutub Utara Pek Pek Hap turut bicara.

menumpas mereka." Tan Ciu berkata." "Kita harus bersatu. mereka bersatu menentang rezim Kim ie Mo-jin dibawah Pimpinan seorang jago penegak keadilan dan kebenaran yang bernama Tiat Tin Cu." "Tanpa menunggu munculnya Ciat Tin Cu baru. "Dibawah pimpinan Kim-ie Mo-jin. "Guruku itu telah lenyap. Timbul kekacauan. "Putri Angin Tornado Kim Hong Hong cinta kepada Sim In." Berkata Tukang Ramal Amatir." rapat dengan . meninggalkan keluarga." "Tentunya telah jatuh kedalam tangan mereka. "Mungkinkah Kim-ie Mo-jin muncul kembali?" "Bukanlah suatu hal yang mustahil. orang yang menentang ditendang keluar dari lingkungan kekuasaan." "Cianpwe tahu pasti?" Tukang Ramal Amatir berkata." "B e t u l. perkumpulan itu semakin pesat. bagaimana mereka tahu bahwa aku memiliki kitab Thian mo po-lok?" "Tentunya mempunyai hubungan gurumu. mereka dibunuh dianiaya atau diintimidasi. .Tukang Ramal Amatir berkata. Kim-ie Mo-jin melarikan diri. . perkumpulan Kin-iekauw digulingkan dari tahta kekuasaannya. disusul dengan kemarahan umum. melarikan diri dari ayahnya. "Heran. kecongkakannya menyebabkan ia bertindak sewenang-wenang." Tiba-tiba Tan Ciu berkata.

"Belum. Tan Ciu memandang Pek pek Hap.. kau bertemu dengan Ong Leng Leng?" "Si Ular Golis?" "Ng. "Ada sesuatu yang lupa kutanyakan kepadamu."Suhu pernah bercerita." Ia bertanya.!" "Setelah urusan keluargamu selesai.." "Katakanlah!" "Selama beberapa hari belakangan ini. Kukira mempunyai hubungan erat dengan ketua perkumpulan Kim ie kauw.. Se-olah2 gadis itu telah lenyap dari permukaan bumi." "Tentu." "Aaaa . kau boleh menuju kearah perkumpulan Kim-ie-kauw." Bila tidak disebut nama si Ular Golis Ong Leng Leng.. Orang keluarga Kim tidak banyak. Telah lama ia tidak bertemu dengan gadis itu." Berkata Tan Ciu. Tidak ada khabar cerita lagi. "Ia belum kembali ?." "Suhumu she Kim." ." Permaisuri dari Kutub Utara Pek Pek Hap mengajukan pertanyaan. Tan Ciu sudah melupakannya. "Tahukah siapa gurumu?" "Maksud cianpwe ?" "Siapa yang menjadi ayahnya?" "Suhu belum menyebut nama lengkapnya. Kim-ie Mo-jin.

. "Katakanlah!" Ia berkata."Akan kuperhatikan hal ini. Duel maut? Tan Ciu akan menghadiri suatu pertemuan maut? Duel maut? Langkah kaki Tan Ciu berderap diantara jalan-jalan pegunungan melewati lembah." Tan Ciu memandang jago wanita itu." "Luka Pek Co Yong telah sembuh. Mengambil selamat berpisah. Tan Ciu meninggalkan semua orang. . . mengarungi sungai." "Ng.. "Bagaimana keadaan nona kesehatan Pek Co Yong. itulah sebuah sumur tua. Kisah diatas adalah percakapan dari Pengemis Tukang Ramal Amatir." "Cianpwe. Permaisuri dari kutup Utara Pek Pek Hap dan jago muda kita Tan Ciu! Mereka telah tiba dipermukaan bangunan dibawah tanah. "Sudah. "Hanya luka hatinyalah yang tidak mungkin diobati orang lain." Berkata Pek Pek Hap. Dia menuju kearah puncak Pek soat-hong. Permaisuri dari Kutub Utara Pek Pek Hap memandang si pemuda. Pek?" Ia menanyakan "Kau telah bertemu dengan pamanmu Tan Kiam Pek?" .” Wajah Tan Ciu memerah.

Bagaimana ia harus membebaskan diri? Bayangan lain menyusul datang. musuh terlau kuat. Gadis itu masih berada didalam perkumpulan Kim ie kauw. Tiba-tiba. Lamunan Tan Ciu dibangunkan oleh satu suara yang memanggilnya. dia mengenakan tutup kerudung muka. aku hendak meminta petunjuk. Itulah berarti ia menuju kearah kematian." Tan Ciu menoleh. kemana perginya gadis ini? Disusul dengan bayangan Pek Co Yong. "Saudara itu jangan pergi. Langkah Tan Ciu semakin dekat dengan jurang akhir penghidupan. "Kulihat ilmu kepandaianmu lumayan juga. .. Orang itu yang membangunkan Tan Ciu dari lamunan. "Kau yang memanggil?” Bertanya Tan Ciu "Betul. itulah si Ular Golis Ong Leng-leng. berpakaian warna abu duduk diatas sebuah kursi beroda. itulah seorang cacad. Dia masih bukan tandingan musuh itu." Berkata siorang cacad yang duduk diatas kursi roda. Siapakah yang memanggilnya? Disana telah bertambah seorang. Dua bayanganbayangan orang yang pernah dikenal olehnya. "Ada urusankah?” Bertanya lagi si pemuda. Terbayang kembali wajah Cang Ceng-ceng." . Orang itu berkata.Menurut keterangan sang ibu. Bayangan sang paman Tan Kiam Pek.

"Dimanakah kini?" "Dia pernah menetap didalam Benteng penggantungan.. dunia . ." "Bagaimana hubungan kalian? Kawan?" "Kawan? Bukan!" "Ng... . "Kau hendak menemui Han Thian Chiu?” Bertanya Tan Ciu." "Musuh?" Tan Ciu hendak mengajukan pertanyaan." Berkata Tan Ciu." "Ng. Dan kemudian pergi entah kemana. ." Hati Tan Ciu terkejut. Kau pernah dengar nama seorang yang bernama Han Thian Chiu dengan gelar Telapak Dingin. Maksud tadi dibatalkan." "Ooo. orang cacad itu bertanya lagi. "Betul. . bagaimana terjadinya."Tentang apa?" Bertanya Tan Ciu. Dengan sikap yang tidak sabar. permusuhan orang itu dengan si Telapak Dingin Han Thian Ciu. Mengingat perkenalan dengan orang tersebut belum mendalam. "Betul!" "Aku tahu. "Berapa lamakah kau berkelana didalam persilatan?" Bertanya orang diatas kursi roda itu.. "Si Telapak Dingin Han Thian Chiu?" Ia berkata. "Kurang lebih dua tahun." Orang diatas kursi roda itu mengeluarkan suara putus harapan.

Suatu ketika. Seolah-olah putus harapan? Tan Ciu membuka suara. Orang itu duduk sekian lama! Melamun. .Urusan orang lain tidak perlu menambah kepusingan otaknya. Tangannya memegang kedua gelinding. pemuda memandang pandangan dibawah Siapakah pemuda itu? Dia adalah murid si Putri Angin Tornado Kim Hong Hong. siur . Tapi bayangan Tan Ciu telah lenyap.. ia berkata. Ia mengejar Tan Ciu! -ooo0dw0oooDi puncak gunung Pek soat-hong." "T i d a k. dia duduk lesu. putra si Pencipta Drama Pohon Penggantungan Melati Putih Giok Hu Yong. "Masih ada yang hendak ditanyakan. Orang itu mengenakan pakaian kelabu." Maksudnya hendak menanyakan sesuatu yang sangat penting. Seorang kakinya. "Eh.. ." "Aku hendak melanjutkan perjalanan. kursi itu meluncur." Tubuh Tan Ciu melesat.-. Namanya Tan Ciu! . Tidak terlihat. cepat sekali meninggalkan orang cacad yang duduk di kursi beroda.

menolehkan kepalanya. tentunya sangat dalam. itulah garpu untuk menghadapi binatang buas. Guha cukup untuk seorang. sangat gelap. Tiba-tiba. Langsung meluncur kearah itu. ia harus mencari tempat bermalam. Ditangan kanan pemuda berbaju macan itu memegang senjata bercagak. setelah ia meninggalkan sang ibu dibangunan luar biasa yang terletak dibawah tanah. Janji duel adalah dua hari lagi. Memeriksa sebentar. Tan Ciu harus menunggu satu hari. Tan Ciu melayang turun. Seorang pemuda berkerudung jubah kulit macan tutul berdiri dihadapan jago kita. . bunga-bunga salju bertaburan. dua hari dari waktu keberangkatannya. Hawa sangat dingin.Salju putih menutupi pemandangan. bagaikan kapas tipis. Memandang tidak ada orang. dia dapat melihat adanya sebuah guha perlindungan. "Hei!" Tan Ciu menekan lajunya kaki. Tan Ciu mengayun kakinya maksudnya memasuki guha tersebut. terdengar suara bentakan seseorang. Berdiri dimulut guha. Tan Ciu tiba ditempat itu pada keesokan harinya. ia membatalkan diri. Ia datang lebih cepat satu hari dari waktu yang ditetapkap.

"Huh... Bagaimana ia meminta izin? Sedangkan orang itu baru saja datang. Pemuda berpakaian bulu macan itu menegur lagi.Ditangan kiri pemuda itu menantang dua ekor kelinci liar.." "Hei mengapa tidak meminta ijin dahulu?" Tan Ciu menyengir.. Mana diketahui. Dia seorang pemburu. itulah hasil buruannya. . "Oh. bahwa guha batu itu ada penghuninya? Pertanyaan-pertanyaan si pemuda berbaju macan sering menyimpang dan kebiasaan seorang yang berpikiran normal. bukankah kau hendak memasuki guha itu.." "Mengapa boleh sembarang memasuki tempat tinggal orang?" "Tempal tinggal orang?" "Tempat tinggalku." Geram si pemuda pemburu. "Kau mau apa?" "Ahk tidak?" Tan Ciu masih bingung. Tan Ciu tertegun. ya.. "Rumahmu?! Kau tinggal didalam guha itu.." Bertanya lagi si pemuda berpakaian macan tutul." "Mengapa? Tidak boleh?" "Oh.. Aku salah bicara.

"Bolehkah aku memasuki guhamu?" Tan Ciu meminta ijin. Tidak mungkin. "Hei. Tan Ciu membelalakkan mata." Berkata pemuda berpakaian kulit macan itu. berhadapan dengan seorang Orang itu masih pandai merawat diri. . mengapa kau tinggal di dalam sebuah guha?" "Mengapa tidak? Tinggal didalam guha lebih nyaman dari membuat rumah." Berkata pemuda itu. kau hendak kemana?" "Pergi.Mungkinkah sedang pemuda sinting. Tan Ciu berjalan pergi. "Tidak boleh. "Hei. "Oh . apa yang sedang kau pikirkan?" Bertanya lagi pemuda berpakaian kulit macan. Pemuda itu berteriak. "Sedang kupikirkan. ia hendak menerjang masuk Dan terpikir cepat. ia dapat memilih guhaguha lainnya untuk bermalam. apa guna bersitegang dengan seorang pemuda dungu? Guha gunung sangat banyak. Masih bisa bersuara. Masih dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang seperti masuk di akal. Niatan pertama." "Tidak jadi memasuki guhaku?" "T i d a k!" . ." Tan Ciu sadar dari lamunannya.

cukup lebar dapat menampung belasan orang. dia berkata. aku kuat berbaring dihujan salju sehingga sepuluh hari. . Guha itu sangat dalam. Selera Tan Ciu merangsang. Memandang orang itu. Pemuda berpakaian kulit macan telah meletakkan senjata perbuatannya. membuat sate panggang kelinci.. lihatlah?" Pemuda itu membuka baju kulit macannya. Pemuda berkulit macan bukan seorang manusia pintar. Kau marah? Baiklah. Tentunya sangat kuat. tentunya kedinginan. Pemuda itu duduk disamping api unggun. Aku mengijinkan kau masuk. Tan Ciu tertawa. "Ia berkata. ha .. memperlihatkan keangkeran tubuhnya yang berotot. ia berkata. kulit pemuda itu penuh dengan spieer. timbul niatannya untuk menggoda pemuda ini. Hitam langsat." Tan Ciu menggeser tempat duduk. "Duduklah lebih dekat lagi. "Terima kasih. kau akan mati kedinginan. Tan Ciu bebas dari serangan hawa dingin. Tan Ciu berkata." Tan Ciu menyengir lagi." Ia tertawa. dia mempunyai hati yang cukup baik. Memasuki kebagian dalam. Lihat keadaanmu."Ha. "Kau tidak dingin?" "Dingin? Ha? Tanpa pakaian. "Hawa udara sangat dingin aku kasihan.

" "Berani kau tertaruh?" ”Bertaruh? Apa." "Belum... aku menghendaki kawan wanitamu itu. Kekuatannya. didalam bentuk potongan yang kuartikan." "Aha. ha." Berkata Tan Ciu. memikir barang yang belum dipunyai. "Apa yang kau mau? Aku akan mengabulkan segala permintaanmu."Badanmu memang luar biasa... . "Sangat penting sekali.. Apa yang kuhendaki. Aku hendak bermalam ditempat ini." Pemuda itu tertawa. "Mengapa mengajukan pertanyaan ini. Tiba-tiba ia berteriak." . "Tidak percaya?" "Berapa kuatkah jarimu itu? Gunakanlah golok dan pedangmu aku tidak takut.." Pemuda itu menggelengkan kepalanya. "Aha sudahkah kau beristeri?" "Beristeri?" Tan Ciu terbelalak." "Baik . "Katakanlah. kukira belum tentu kuat bertahan dari totokan jariku. itulah." Berkata Tan Ciu. . ha. "Adakah kawan wanitamu yang terbaik?" "Tentu saja ada." "Ha. apa yang dipertaruhkan?" "Bila kau kalah. Bila kau tidak berhasil menotok aku jatuh. hm ." "Bila kau yang kalah?" Bertanya pemuda itu.

"Apa yang luar biasa?" "Masakkan kawan wanita dijadikan barang taruhan?" "Mengapa tidak boleh?" "Alasanmu?" "Umurku telah dua puluh delapan tahun belum beristeri. Menyabetnya dua potong. Tentu aku ingin beristeri." Ia berkata." . bukanlah barang yang boleh sembarang dipersembahkan." Hampir Tan Ciu tertawa." "Bila ada lebih. "Permintaan yang luar biasa. Si pemuda menarik pulang gagang tusukkan. Tan Ciu menggigit daging kelinci mendengar ucapan itu. satu dijejal masuk mulut sendiri dan lainnya diberikan kepada Tan Ciu. boleh membagi satu. Berusahalah mencari kawan wanita lainnya. "Kawan wanita harus dicari sendiri." Ia berkata. Dikala itu. ia berkata. daging bakar telah mengepul. dengan tertawa. Tan Ciu menyambuti daging bakar." Berkata pemuda itu. "Kawan wanitaku disediakan uutuk isteriku. daging itu hampir tersembur keluar. Aku menghendaki kawan wanitamu." Ia berkata.Tan Ciu tertegun. "Mana boleh. "Makanlah. Bukan untukmu.

" "Oooo . "Mati. "Mari. Berani kau menipu." Giliran Tan Ciu yang tertawa.. tempat tinggalku dipuncak gunung salju." Berkata pemuda itu. "Boleh. akan kucekek batang lehermu. Bila aku tidak dapat mengalahkanmu. "Ayahku berkata."Tidak mungkin. "Tentu. ." "Sungguh?" Pemuda itu sangat girang. ha.. . "Kau boleh mencoba menjatuhkan aku. pinggangnya besar kebelakang dan lain-lainnya. "Bagaimana kau tahu. Kau tidak mempunyai ciri-ciri seperti tadi. dadanya melembung kedepan. Baiklah." . Akan kucarikan seorang wanita untuk menjadi isterimu. . Belum pernah aku melihat bentuk ukuran wanita. bahwa aku bukan wanita?" Ia mengajukan pertanyaan! "Tentu saja bukan. perutnya mengecil rapet." "Baik." "Ha. Tidak mungkin ada wanita berkunjung datang. ha. bagaimana keadaan bentuk wanita itu hingga saat ini. Rambut seorang wanira sangat panjang.. ha. ha ." Pemuda itu memasang dada. Bagaimana aku berkenalan dengan seorang wanita?" "Kau belum pernah menjumpai wanita?" "Belum. Aku tidak akan menipu. Eh dimanakah ayahmu?" Tan Ciu mengajukan pertanyaan." Si pemuda membuat suatu gerakan mencekek orang. aku belum tahu." Tan Ciu menerima perjanjian." "Ha. Kau bukan wanita.

. Pemuda ini belum tahu berapa lihaynya ilmu totokan. "Aha. Tan Ciu menggerakan tangan. mulailah. pemuda itu telah menutup semua hawanya. Tangan Tan Ciu dirasakan sakit. hampir patah.!" Pemuda itu tertawa. kau . . kau harus menyediakan seorang isteri untukku !" "Kau. dan kini dia maklum. pasti ia dapat menjatuhkannya. mau ?" Tan Ciu telah berhadapan dengan keturunan keluarga jago silat.Didalam hati Tan Ciu tertawa geli. Tan Ciu kesima! Manusia besikah mempan totokan? yang dihadapi? Mengapa tidak Pemuda itu tertawa riang. clep . Hanya satu kali dorong. Haheeek. "Kuberi kesempatan satu kali lagi! Gunakanlah pisau ini! Bila kau tidak berhasil. . diserahkan kepada Tan Ciu." Tantang pemuda itu. . kau harus mengaku kalah. kau. "Sudah. Pemuda itu tidak bergeming dari tempat kedudukannya yang semula. "Sudah bersiap siaga ?" Ia bertanya. .. . masih penasaran?" Tan Ciu menganggukkan kepala. "Aha. Pemuda itu mengeluarkan sebilah pisau. maka tidak mempan ilmu totokan. menotok jalan darah Kie-bun-hiat.

. "Kau kalah seorang istri. "Awas!" Tan Ciu mengirim suatu tikaman. Suatu kemenangan yang gilang gemilang. Dia berkata." Pemuda dipuncak gunung Pek-soat-hong itu menantang. Pisau terpental balik.” Tan Ciu memuji.." Pemuda itu berteriak lagi. "Hei. Kepandaian pemuda ini menaklukkan semua jago rimba persilatan dan menjadi seorang jago tanpa tandingan." Dengan cara apa. Trakkk!. Tan Ciu memberi peringatan. Tan Ciu menderita kesalahan. Kemenangan pemuda itu diperas dari ilmu kekebalan. "Kau menang. . Nyali Tan Ciu dirasakan seperti hendak mencelat keluar. "Mengapa tidak bicara. . sangat mutlak. "Bagaimana? Mengaku kalah?" Tan Ciu mematung ditempat. pemuda dapat menghindari tusukan pisaunya? "Kuatkanlah tenagamu.Menyambuti pisau itu. seolah-olah telah menjadi seorang manusia batu. . Tentu saja ia tidak percaya akan adanya ilmu kepandaian seperti apa yang telah disaksikan. aku tidak akan mati. Luar biasa! Mungkinkah ada ilmu kepandaian yang semacam ini? Kepandaian yang tidak mempan senjata tajam ? Pemuda berbaju kulit macan itu membuka mulut." Berkata Tan Ciu. badannya yang luar biasa. "Kau harus berhati-hati." "Kau hebat.

"Wanita mana yang hendak kau serahkan kepadaku?" "A a a a. Tan Ciu menduga pasti bahwa ia akan memenangkan pertandingan itu. Tanah yang masih putih adalah bekas peninggalan salju dikemarin hari. . “Siapa yang hendak kau serahkan kepadaku ?" "Kau harus bersabar. Terbukti bahwa ia menderita kekalahan. terlihat bayangan merah yang bergulung naik keatas. itulah bayangan orang yang ditunggu. Hari itu Tan Ciu bermalam didalam guha Ong Jie Hauw." "Eh. Menjelang hari yang kedua ? Hari yang jernih." Akhirnya Tan Ciu berkata." "Kau yang membawa datang ketempat ini." "Ng . Sebelum terjadi pertaruhan. Tan Ciu meninggalkan guha Ong Jie Hauw dan menuju kearah puncak. ." "Aku Ong Jie Hauw." Mereka saling berkenalan. Dia tidak menunggu lama." Tan Ciu menghadapi suatu problem kesulitan. Siapa yang hendak diserahkan kepadanya sebagai isteri? "Hei" Berteriak lagi pemuda itu." "B a g u s. tanpa hujan salju. "Kau segera tahu. bagaimanakah sebutan saudara yang mulia.

"Kau kenal kepadaku?" "kau yang menantang ibuku?" "Aaaa.Kau putra Giok Hu Yong?" "Betul. "Mengapa tidak?" . "Mengapa ibumu tidak datang?" "Mengapa gurumu tidak datang?" Balik debat sipemuda. "Kau mencari mati?" Ia membentak "Kau yang mencari kematian!" Berkata Tan Ciu. "Bagus! Berani Giok Hu Yong mengabaikan panggilan guruku?" "Dewa manakah yang menjadi gurumu? Mengapa berani mengadakan surat panggilan?" Gadis. "Bagus! Biar aku yang membunuhmu!" kata gadis itu. Aku muridnya! Surat tantangan dikeluarkan oleh guruku. Mereka saling pandang. . itu marah besar. disana telah bertambah seorang gadis berpakaian baju merah. cepat sekali.Sangat gesit sekali." Berkata sigadis. "Kau berani?" Tantang Tan Ciu. Gadis baju merah tertegun. "Kau?" "Aku?" Gadis baju merah sangat heran. kau Giok Hong?" "Bukan. "Kau menunggu siapa? Bertanya lagi gadis tersebut. "Hei?" Ia menegur ”Adakah melihat seorang wanita?" "Tidak?" Berkata Tan Ciu. .

tangan kirinya melurcur kearah perut si pemuda. sangat cepat sekali! Lawan berat! Tan Ciu mengerahkan semua kekuatannya."Kurang ajar." Perdebatan meningkat. dia bukan tandingannya. Tan Ciu menangkis serangan tadi. Betul-betul ia membalas dengan satu serangan maut! Gadis berbaju merah bukan manusia biasa. . Tan ciu memberikan perlawanannya. Keterangan sang berkepandaian tinggi. "Serangan bagus. akh. tentu berkepandaian tinggi! Serangan Tan Ciu dapat diegoskan olehnya! Dari situ." "Kau yang kurang ajar. ia mengirim tiga serangan lainnya. ." Berkata gadis itu. bila guru si gadis yang berkunjung datang. ia berani mewakili gurunya menantang Giok Hu Yong. Tan Ciu percaya. ." Berkata Tan Ciu. musuh Bila guru gadis si baju merah yang datang. Suatu ketika. "Kini giliran kau yang menerima seranganku. ibu telah terbukti. pertarungan tidak dapat dielakan. gadis baju merah membentak. gadis itu menggoyangkan tangan memukul sipemuda." Ia mengeluarkan pujian. "Kau juga tidak lemah. dan ia berhasil mengimbangi kekuatan lawan! Belasan jurus telah dilewatkan! Gerakan gadis itu gesit sekali.

sangat keras sekali. Dia sudah berada dibelakang orang. berarti kekalahan set! Dia juga berbalik. jari-jarinya dikeraskan. dengan tipu-tipu silatnya yang luar biasa ia menerjang lagi. dengan kedua tangan.Tan Ciu mengeraskan tangan. Hut. Dengan tenaga dalamnya yang lebih unggul. dia telah menarik kembali. . pertempuran masih belum lagi selesai. T i b a2 . perbedaan segera menonjol. Dia kalah tenaga. membacok kebawah. tubuh gadis itu terpental mundur.. memapaki datangnya pukulan. Tiga puluh jurus berlewat. Gadis itu tidak mempunyai jalan mundur ia harus mengadu kekuatan pula. menotok kearah jalan darah Leng-lay. Gadis itu mengalami kegagalan. Si gadis gesit. Dua puluh jurus berlalu . Terdengar suara yang bergemuruh. Kalah tenaga bukan berarti bukan kalah kepandaian. mendorongkan kedua tangannya.. Tan Ciu berhasil membuat suatu posisi tegang lagi? Kedua telapak tangan didorong kedepan. . sigadis terdesak. Dan setelah empat puluh jurus kemudian. membatalkan maksud tujuannya yang semula. . Tan Ciu memaksa mengadakan benturan-benturan akibat dari benturanbenturan tadi. Tan Ciu berganti tempat. Lompat atau melarikan diri. . berbalik cepat. . dikala serangan Tan Ciu datang.

tentu lebih menguntungkan lagi." Ong Jie Hauw tidak marah. Datangnya Ong Jie Hauw sangat menguntungkan. itulah Ong Jie Hauw. Pusat perhatian terpikat oleh bentuk tubuh gadis baju merah. tidak tahu malu." Gadis berbaju merah sudah hampir menderita kekalahan. "Dia orang jahat. bila ia dapat menggunakan orang ini.Satu bayangan meluncur naik. Pertarungan duel terhenti Tan Ciu di Timur. Segera ia berteriak. menyelak diantara kedua orang ini. "Mengapa ?" Ia bertanya. Si gadis segera membentak. Tentunya. mengapa tidak boleh menghina seorang wanita?" Tan Ciu menyengir. . Dia ditengah2 dua orang. . Itulah kata-kata dan perbuatan yang sangat kurang ajar. berdiri si pemuda berpakaian kulit macan. Lawannya diarah Barat. Ia berpaling kearah Tan Ciu dan menegur kawan itu." Ong Jie Hauw menoleh. Tiba-tiba hatinya tergerak. dan dikala kepalanya dibalikan." Ia berkata. Dengan satu tangan satu ia menerima pukulan2 gadis berbaju merah dan Tan Ciu. . "Aha. dengan mulut melongo ia memandangnya terus menerus. "Cih. "Hei. kau seorang wanita asli. sepasang matanya telah menatap Tan Ciu. "Aku.

"Kau bersedia menjadi istriku?" "T e n t u." berkata Tan Ciu. Kau harus membunuhnya." Jie Hauw tertawa. "Mengapa?" Ia mengajukan pertanyaan. "Tidak akan kau biarkan orang lain menghina istrimu. "Tunggu dulu." "Mari kita kembali. "Saudara Ong?" Berkata lagi Tan Ciu." Si gadis memberi perintah. bukan?" "Tentu. . ." "Saudara Ong. Kau bantu membunuh dia. ." "Bunuh dia. . ." Berkata si gadis. uh . Ong Jie Hauw menggeleng-gelengkan kepala ia tidak percaya." Berkata si gadis." "Ah . Akulah wanita." Ong Jie Hauw hendak menarik tangan gadis itu." Ong Jie Hauw mengundurkan diri." Berkata Tan Ciu. "Lekaslah kau kembali kedalam guha! menunggu wanita yang kubawakan kepadamu?" "Uh uh. "Mengapa katakan jahat. "Dia bohong. "Jangan percaya?!" Ong Jie Hauw berpaling. . "Minggirlah. Gadis berbaju merah berteriak. "Dia sangat cantik." Ong Jie Hauw berteriak girang. aku adalah istrimu." Katanya."Wanita itulah yang jahat. "Dia tidak mempunyai wanita. Ia tidak mau menyingkir diri dari persengketaan.

. "Ong Jie Hauw. tentu . Ong Jie Hauw masih tertawa-tawa."Aha." Berkata Ong Jie Hauw tertawa-tawa. Tan Ciu menggeram. Tan Ciu mundur dua langkah. Ong Jie Hauw maju satu langkah. Bunuhlah dia cepat.." Tan Ciu berteriak." Ong Jie Hauw tertawa. Tidak mungkin ia lolos dari kematian. Setelah membunuh dirinya. "Betul. "Kau tidak menipu aku bukan?" Ia berkata. kau gila?" "Gila? Aha . tentu . . jarak mereka tetap seperti semula. Dia hendak menipu dirimu. "Mana mungkin." "Bagaimana kau membantu pihak musuh?" Bertanya Tan Ciu lagi. Gadis baju merah juga berteriak. "Aku belum pernah mempunyai penyakit gila. aku adalah istrimu. Tan Ciu mundur satu langkah lagi. "Dia isteriku." Ong Jie Hauw berhadaphadapan dengan Tan Ciu. Bila Ong Jie Hauw ada niatan membunuh dirinya. ." ." Berkata gadis itu. dia berpaling dan memandang gadis baju merah yang mengatakan hendak menyerahkan diri jadi istrinya. Tentu aku membela dirinya.. "Jangan percaya keterangannya. "Aku adalah istrimu." "Hendak menipu aku?" Ong Jie Hauw membatalkan niatannya untuk membunuh Tan Ciu.

Bertemu dengan Ong Jie Hauw yang tidak mempan senjata. . "Kau hendak melarikan diri?" Ia bertanya kepada gadis baju merah itu." Jangan mencoba untuk membohong "Mana mungkin aku berbobong?" "Baik. Tan Ciu berkepandaian tinggi. Tan Ciu menggedek-gedek kepala. "Tidak." "Melarikan diri?" Ong Jie Hauw berpaling kebelakang. Mengapa dunia melahirkan seorang dungu seperti Ong Jie Hauw? Dikata ada orang yang bersedia menjadi istrinya. "Mengapa tidak boleh percaya ?" "Setelah kau membunuh aku. dia segera melarikan diri. "Saudara Ong. kalah derajat."Sungguh? kepadaku. apapun tidak mau diambil pulang. Tan Ciu mundur lagi kebelakang. Apa yang dapat dilakukan untuk menghadapi si dungu? Tujuan si Dungu hendak memperistri orang kecuali itu. Ong Jie Hauw mendesak kedepan." Berkata si gadis. Ong Jie Hauw mendatangi Tan Ciu. Tinggi untuk menghadapi orang lain." Ong Jie Hauw mengambil putusan. tentu saja Tan Ciu turun pangkat. mengapa kau percaya kepada obrolannya?" Tan Ciu masih berusaha menghindari kejadian. Membunuh orang pun boleh. apapun tidak dihiraukan olehnya.

"Bila kau melarikan diri?" "Kau . dia ingin menjadi istriku? Mengapa tidak bulat?" "Bagaimana dengan wanita yang kau minta dariku?" "Satu istri pun cukup. maksudnya hendak melarikan diri. membantunya sudah bulat?" "Tekadmu untuk "Aha." Ong Jie Hauw mendesak Tan Ciu. persembahanmu tidak kuterima lagi!" Tan Ciu membalikkan badan.. . bagaikan seekor burung alap-alap yang menerkam mangsanya. ia menggeram. Cengkeraman yang lihay. bila dia dapat menggunakan ilmu itu untuk menundukan lawannya. lagi-lagi menubruk si pemuda. Tan Ciu juga mengeluarkan suara pekikan panjang. Tan Ciu menjatuhkan dirinya kesamping. untuk kesekian kalinya. begitu melesat. Tan Ciu berhasil menyingkirkan dirinya. tubuhnya telah berada diudara. Kau dapat mengejar. Ong Jie Hauw lebih cepat. Ong Jie Hauw menerkam lagi.. Tan Ciu teringat akan ilmu Ie hun Tay-hoat. bukan?" "Aha. Untuk kedua kalinya. ." Ia berteriak. Sifat liarnya si dungu terjangkit. mengeluarkan suara yang seperti binatang. Dua terkaman Ong Jie Hauw tidak membawa hasil. ia menukik turun. . Tan Ciu menggeretek gigi! "Saudara Ong.

tubuhnya terpental! Ong Jie Hauw mengirim pukulan yang kedua. Gadis berbaju merah membarengi gerakan itu. mulutnya menyemburkan darah. . "Aha mengapa mempelototkan mata seperti itu?" Celaka! Tamatlah harapan Tan Ciu untuk mengalahkan manusia dungu itu! Tenaga dalam Ong Jie Hauw masih berada diatas Tan Ciu! Maka kekuatan yang dikatakan kepadanya tidak membawa hasil! Ong Jie Hauw mengayun tangan! Phang!!! Tan Ciu tidak dapat menolak pukulan. Tan Ciu meloloskan diri dari pukulan-pukulan maut! sekuat tenaga . kejadian apa yang akan menimpa dirinya. Tan Ciu memancarkan cahaya luar biasan tangannya diangkat tinggi2. Ia berkata. dengan menyongsong datangnya pukulan itu. Ong Jie Hauw tertawa. Sinar mata saling tumbuk. Gedubrak!. beberapa pukulan pula dilontarkan pada Tan Ciu! Berguling-gulingan beberapa kali. Matanya memandang korban itu.Ong Jie Hauw terkejut. . Tan Ciu jatuh terpelanting. Tan Ciu menjadi nekad. Gadis berbaju merah juga bingung. Menggunakan ilmu batinnya. Tiba-tiba . Dua pasang mata hadap-berhadapan. Ong Jie Hauw tidak mengerti.

ia berhasil memperpendek jalan pengejaran. Ong Jie Hauw telah mengejar tiba. Ong Jie Hauw tertegun! Gadis Derbaju merah tidak berani mengejar.Akibat dari beradunya kedua tenaga. "Tan Ciu. Semakin lama semakin kecil akhirnya lenyap! Ong Jie Hauw terpaku dipinggiran tebing jurang. Ong Jie Hauw bergumam. "Manusia tolol. mengejar Tan Ciu. jangan benci kepadaku!" Berkata si dungu. terdengar suara jeritan pemuda itu. Lembah curam memutuskan perjalanan. ilmu kepandaiannya masih dibawah tingkatan Tan Ciu! Dia berteriak. mengapa menerjunkan diri kedalam jurang? Bukankah mati konyol?" ." Gadis berbaju merah mengundurkan diri. berkumandang lama sekali. Gadis berbaju merah menengok kebawah hanya kabut putih yang mengisi lembah itu. Tan Ciu melarikan diri. Kecepatan Ong Jie Hauw juga luar biasa. Tan Ciu menerjunkan diri kedalam jurang sangat dalam. "Lekas kejar!" Ong Jie Hauw mengayun Kaki. Ong Jie Hauw juga terdorong mundur! Kini ia maju kembali. Secepat kilat itu Tan Ciu melarikan diri. "Serahkan kepadaku. Segera ia berteriak. Ia memukul lagi. kini dihadapannya tiada jalan lagi. Gadis baju merah mengintil dibelakangnya.

" Wajah sigadis menjadi merah. "Mengapa malu. Perkembangan kejadian seperti itu sungguh berada diluar dugaan." Ia berkata. "Tentu saja pulang ketempatku. itu pun termasuk salah satu tipu Lie Bwee. seolah2 tunduk pada si dungu.Gadis baju merah tertawa riang. "Hayo. Tentu saja gadis itu tak mau kawin dengannya." "Pulang ketempatmu?" "Mengapa tidak? Kau harus tidur denganku. kau berjalan didepan." "Pulang kemana?" Bertanya gadis itu. Ong Jie Hauw berkepandaian tinggi. ciri lain adalah otaknya yang sangat dungu. Dia tidak tahu. "Tidak tahu malu. Kau adalah istriku. "Didalam guha itu ?" Lie Bwee. Mengapa tidak boleh tidur denganmu?" Gadis itu hendak menggunakan tenaga Ong Jie Hauw membunuh Tan Ciu. ." Lie Bwee berkata. "Mari kita pulang. dia menjadi lupa daratan dunia pun dirasakan menjadi sorga. Ong Jie Hauw kesima. Ong Jie Hauw meninggalkan tebing jurang menghampiri gadis itu dan berkata. "Dimanakah tempat tinggalmu?" Ia bertanya. Dia harus membawakan sikapnya yang lunak. demikian nama gadis berbaju merah tertawa manis.

"Mengapa?" Lenyaplah kesempatannya untuk melarikan diri. Mana berani!" Berkata Lie Bwee. "Apa yang tidak mungkin. Baik berjalanlah didepan. "Aku tidak bisa jalan didepan." "Maksudmu ?" "Kau berjalan dihadapanku. Ong Jie Hauw melangkah menghentikan langkah kakinya. gadis baju merah Lie Bwee tidak bergeming dari tempatnya yang semula. "Ada apa?" Bertanya Lie Bwee." Berkata Ong Jie Hauw. setelah si dungu sudah jauh." Berkata si dungu Ong Jie Hauw. turun gunung. hendah pulang kedalam guhanya..." Ia bergumam sendiri. diapun tidak dungu sekali. ia meninggalkan gadis itu. turun." "Kau saja yang didepan.." Berkata Lie Bwee. ia akan melarikan diri. Tentu. Seolah-olah terkena ilmu sihir. kau dapat melarikan diri bukan?" Berkata Ong Jie Hauw. Ia sangat terkejut. Ternyata."Tentu. "Dasar dungu." Ia bergumam.. "Melarikan diri. Cepat-cepat ia membalikkan badan kebelakang." Ia berteriak. "Setelah aku pergi." .." "Mana mungkin aku berjalan lebih dulu. tidak melarikan diri. Sebentar lagi. Lie Bwee mesem-mesem ditempat. tiba-tiba ia "Tidak mungkin.. "Tidak mungkin. "Aha. Ia menghampiri lagi.

Ong Jie Hauw mendekati gadis itu. maksudnya hendak melepaskan dari kekangan si Dungu. "Aku lelah. "Aha. Taakk!. tiba-tiba timbul rencana baru. ." digendong. Lie Bwee telah bersiap-siap. . aku gendong. jalan darah yang mematikan adalah jalan darah Beng-bun-hiat. Manusia besikah yang sedang dihadapi? Mengapa tidak mempan totokan? Dia berontak-rontak. dengan tertawa ia berkata." Ong Jie Hauw mengulurkan tangan mengangkat tubuh Lie Bwee." Wajah Lie Bwee berubah. begitu tubuh terangkat. ia tertawa girang." Ia berkata. tentu saja terkejut." Ong Jie Hauw membelowekkan mulutnya. Ia sudah menggendong tubuh orang yang menyatakan bersedia diperisteri olehnya. . ia menotok jalan darah Ong Jie Hauw. Bagaikan membentur tembok besi yang kuat totokan Lie Bwee tidak membawa hasil. Gendonglah..."Biar kugendong. apa lagi "Aha. kau senang digendong orang?" "Semua wanitapun senang digendoog oleh kekasih sendiri. Lie Bwee kehabisan akal. Kejadian itu tidak mengganggu usaha Ong Jie Hauw. ujung jarinya patah.. "Ternyata.. tepat dibagian Bengbun-hiat. Lie Bwee meringis. .

semua wanita suka kepada pelukan lelaki. "Aei jangan banyak bergerak. Biar bagaimanapun kau akan menyerah. .." Lie Bwee berteriak.berteriak-teriak .. Nanti kau jatuh kejurang. ." Ia tidak menyangka bahwa gadis itu masih hendak berusaha melepaskan diri. "Lepaskan aku. cerita ayah telah terbukti.. "Kau minta digendong. . Lie Bwee menggunakan kedua lengannya. "Aha. . aku . bagaikan memukul tembok besi tangannya sendiri yang babak belur. tapi bersikap malu-malu kucing. .Ong Jie Hauw tertawa-tawa. memukul . Ong Jie Hauw mengoceh.?" "Jangan main-main.Lepaskan aku!" Lie Bwee berteriakteriak. ." Berkata Ong Jie Hauw. . seorang wanita adalah mahkluk yang paling sulit diselami. "Aha. memukulmukul tubuh Ong Jie Hauw. tidak mengerti. . bukan?" Ia bertanya dengan suara bingung. Ong Jie Hauw tertegun. kita sudah tiba." Ong Jie Hauw menggendong Lie Bwee memasuki tempat tinggalnya guha lebar dilereng gunung Pek-soathong. "Lepaskan aku. "Aha. Kau suka kepada lelaki. "Tidak mau ." Ong Jie Hauw menggendong Lie Bwee masuk kedalam guhanya.

Lie Bwee berkata. setiap orang yang mengetahui bahwa dirinya ditipu mentah-mentah. . Kau tidak mau kawin dengan aku?" Ia bertanya. he?" "Kau baru tahu?" Ong Jie Hauw menjadi marah. ." Ong Jie Hauw tersenyum. Bila kau berani.. seterusnya kau akan menetap ditempat ini. aku hendak menggunakan tenagamu untuk membunuh pemuda yang bernama Tan Ciu. "Jangan harap kau mendapat tubuhku. mengapa kau tidak mau?" "Aku tidak mau kawin denganmu. tidak percaya kepada kenyataan. "Betul!" "Belum lama apakah yang telah kau katakan kepadaku?" "Kukatakan kepadamu." "Aha. bunuhlah!" "Kau tidak mau diperistri olehku?" "Tidak mau." "Tidak mau. "Kau . "Busuk sekali hatimu. "Inilah rumahku.." Ong Jie Hauw mempentang kedua matanya lebar2." . Meletakan Lie Bwee ditempat pembaringannya Ong Jie Haaw berkata. Tangannya dikepal rapat-rapat.Bagaimana Lie Bwee berdaya tidak mungkin melepaskan diri. tentu sangat marah.

berjalan keluar." Ong Jie Hauw menerkam mangsanya. ia berhasil menyusul gadis itu. hujan salju turun lagi. "Ingin melarikan diri? ." Lie Bwee berteriak." "Aku tidak mau . Aku hendak memperistrimu. Terdengar rintihan tangis Lie Bwee. ." "Harus mau. dengan satu kali luncuran kaki. Ong Jie Hauw terkejut. Akhirnya salju pun berhenti. Ong Jie Hauw telah melintang dihadapannya." Kasihan seorang gadis yang tidak mempunyai kekuatan telah menjadi korban keganasan si dungu. Dunia memutih. . . Diluar. . ." Si dungu tertawa. Pergumulan diantara dua insan yang berada didalam guha itupun sudah selesai. Lie Bwee berusaha meloloskan diri. "Aha . kemana pun dia lari. Lie Bwee berpakaian. Didalam guha itu. . salju menutupi semua kotaran manusia. Pemandangan indah menutupi kejahatan masyarakat yang menjijikan. "Aku tidak mau membunuhmu. "Aha ." Ong Jie Hauw tertawa. Ong Jie Hauw selesai melampiaskan hawa napsunya ia telah mendapat kepuasan yang tidak terhingga. telah terjadi drama penghinaan yang tidak dapat dielakkan. matanya telah menjadi benggul."Mana boleh?" "Bunuhlah aku.

Lie Bwee mendelikan mata. Ong Jie Hauw tertegun didepan pintu guha. ." Ong Jie Hauw masuk kedalam guhanya. "Hendak "Pergi. itulah suara yang datang kearah guhanya. Lie Bwee melesat keluar. masyarakat ramai itu sangat asing baginya. ." Berkata si dungu. . "Minggir!" Ia membentak. Tiba-tiba . Dia bergumam. pemuda berkepandaian tinggi yang belum kenal kepada keramaian dunia. aku segera membenturkan kepala pada batu. meninggalkan guha yang telah mencemarkan dirinya. tanpa disadari olehnya. "Mengapa? Mengapa dia melarikan diri lagi. Dia adalah seorang pemuda yang jujur." Berkata lagi Lie Bwee singkat.Menghadang didepannya kemana ?" seraya berkata. ." Lie Bwee memberi ancaman. "Mengapa?" "Bila kau tidak mau minggir. Kau sudah menjadi istriku. Mengapa tidak mau menjadi istriku. "Jangan pergi. Kupingnya yang tajam dapat menangkap satu suara. "Mengapa tidak mau menjadi istriku?" "Minggir tidak?" kewibawaan! Mata Lie Bwee memancarkan Ong Jie Hauw menggeser kakinya.

gerakannya gesit dan cekatan umurnya diantara dua puluh limaan tahun. Disana berjongkrok sebuah kursi ada rodanya." Demikian si Dungu menduga kepada Lie Bwee. diatas kursi itu duduk seorang berbaju kelabu. Ong Jie Hauw telah berada dimulut guha. Dia mengaku bernama Tan Ciu?" Berkata Dungu Ong Jie Hauw. . Orang itu mengajukan pertanyaan. "Betul." "Namanya" "Namanya? O.” "Akh . namanya.. "Numpang tanya. wajahnya tampan. wajahnya tertutup oleh kerudung kain. "Tentunya dia kembali lagi. Tan Ciu yang kau maksudkan?" "Akh? Tan Ciu?” Orang cacad yang duduk diatas kursi roda terkejut. dia menuju kearah sini. "Siapa kau ?" Ia membentak. inilah orang yang pernah Tan Ciu jumpai ditengah jalan. Bukan orang yang dikehendakinya. lupa aku menanyakan..Dia terpentak bingung. Ong Jie Hauw menjadi kecewa. "Anak muda itu bernama Tau Ciu?" Ia bertanya. Dia mengenakan pakaian warna putih pinggangnya menggerobol pedang. adakah seoraag anak muda yang lewat sini?" "Seorang anak muda?" "Siapakah yang kau maksudkan ?" "Kemarin hari. cepat lari keluar. wajahnya berubah.

"Mengapa mati?" "Kudorong dirinya.. "Dimanakah dia berada?" Cepat ia bertanya. aku akan kembali lagi. "Disana. dia jatuh kedalam jurang dan setelah itu." "Lekas katakan dimana jurang itu?" Orang cacad yang menutup wajahnya dengan kerudung kain itu membentak. "Sudah mati?" Ia membentak.. Orang itu mumbul dari tempat duduknya sangat kaget sekali begitu pantatnya mengenai kursi setelah turun kembali ia menggerakkan kursi roda itu berjalan dan sudah berada didepan si Dungu. bukti telah menyadarkan dirinya ." Suara ancaman ini diucapkan sebelum ia bergerak? Saking cepatnya ia gerakkan orang cacad itu maka terdengar setelah bayangannya hampir lenyap." berkata Ong Jie Hauw singkat. "Sudah mati. srett . Orang itu memegang roda kursi ."Aaaa. membikin perhitungan denganmu. Perbuatannya yang mendorong Tan Ciu sehingga jatuh kedalam jurang disebabkan oleh ojokan Lie Bwee atas dasar janji bersedia diperistri.. tentu saja mati.." Orang berkerudung yang cacad itu mengeluarkan keluhan suara yang menunjukkan getaran jiwanya..badan dan tempat duduknya meluncur cepat." Berkata Ong Jie Hauw.. menuju kearah yang si dungu tunjuk? "Bila aku tidak berhasil menemukan jejaknya. "Betul." Ong Jie Hauw menunjuk kearah tebing.

itulah bayangan orang yang belum lama dijatuhkan Kedasar jurang. sek. Itulah derap langkah orang. sek.!" Ong Jie Hauw berteriak." Itulah suara Tan Ciu. Bayangan itu membuntuti dibelakang si Dungu. "Ong Jie Hauw. apakah kesalahanku. ha. oh dewa. Ong Jie Hauw kembali kedalam guhanya. "Bukan aku yang mau membunubmu. Untuk pertama kalinya dia membunuh orang. Disaat itu malampun datang.dari impian. Disana telah terpaksa bayangannya seseorang.." Berkata si bayangan. Akhirnya Ong Jie Hauw tiba diujung batu tiada jalan lagi. tolonglah aku. "Aaaaa . . sek. Ong Jie Hauw membentak! "Siapa?" "Aku. "Setan!" Ong Jie Hauw membalikan badan dia melarikan diri." Berkata orang itu. "Jangan. Lie Bwee menggunakan tangannya membunuh Tan Ciu." "Ong Jie Hauw aku minta ganti jiwa. Mengapa kau memukul aku kedasar jurang. "Jangan mengganggu aku!" Berteriak Ong Jie Hauw. Bayangan seseorang memasuki guha. Ong Jie Hauw lompat bangun ia meninggalkan lamunannya." Memanggil bayangan itu. sek." "Ha.

untuk seumur hidupku. . kau membunuh kawan sendiri." "Lekaslah kau Pergi. aku mendengar segala perintahmu. Menjadi sahabat baikku?" "Karena seorang wanita. Baik." "Baik.. . . tidak mau pergi? Apa maksudmu?" "Aku hendak mengawanimu. Tentu . Tapi. . . Akan kudewa-dewakan arwahmu. Aku harus dihukum. .Aku akan hidup dengan seorang setan?" . ." "Aaaa ! Kau hendak mengawani aku? Mengawani seorang manusia?" "Tentu!" "Aaaii." "Aku tidak mau menjadi dewa. Janganlah kau menyiksa aku didunia akhirat.. Bersediakah mendengar perintahku?" "Tentu ." "Kau mengaku salah?" "Betul .betul . .hukum apa pua boleh . . Betul . jangan kau mengganggu aku." "Bagus. janganlah dibawa kedunia akherat." "Baik. . Aku Ong Jie Hauw bersumpah."Saudara Tan Ciu." "Aku tidak pergi?" "Aaa.." "Bersumpahlah. . aku kupuja seumur hidupku. Seumur hidup. jangan mengganggu aku lagi. . . . . aku akan mendengar perintah Saudara Tan Ciu." "Betul . Baik . ." "Baik.

"Tidak .Tidak. . ." "Bohong !" "Betul. "syukur. Ong Jie Hauw memegang tangan Tan Ciu. . ."Aku bukan setan. ." "Kau ." Tan Ciu tertawa." "Percayalah. Tidak. dengan tangan gemetar. Dua sahabat baik rujuk kembali! = o OdwO o = Jilid 19 TAN CIU memandang kearah keliling isi guha.Kau Tan Ciu?" "Betul. aku belum mati. kini ia percaya. Kau sudah mati. Aku Tan Ciu. kau ." "Bobong! Kau sudah mati. "Kau mengharapkan kematianku bukan?" Ia berkata.aku menyesal telah membunuh seorang sahabat baik yang sepertimu. . Panggilah!" Ong Jie Hauw ragu2." "Kau ?!. . ." "Belum! Aku Tan Ciu asli. Kau masih hidup. "Syukurlah!" Dia menarik napas lega. . . . . ia mendekati pemuda itu! "Peganglah!" Berkata Tan Ciu. bahwa bayangan yang dihadapi adalah manusia juga.

.tentu saja." Berkata Ong Jie Hauw. Gadis tadi yang . "Sudah kukatakan. kau tidak percaya. "Sudah pergi." Ong Jie Hauw berkata." Tan Ciu terkejut. "M e n g a p a ?" "Kau telah bersetubuh dengannya?" "Dia adalah istriku. "Aaaa. "Selanjutnya." "Aha. . ." Pemuda itu lompat bangun." "Mulai saat ini. tiba diruang tidur Tan Ciu mendudukan diri ditempat pembaringan." Si Dungu mengatakan Tan Ciu tolol! "Aaaaaa. dia hendak menggunakan dirimu. "Mengapa ada benda ini?" Ong Jie Hauw terguguk-guguk. . Mereka berjalan bersama-sama. terus kubawa ketempat tidur. Hanya mendengar sepaitah dua patah kata ucapan seorang wanita kau bersedia membunuh orang." Tan Ciu berhasil menarik kembali kawan itu. "Gadis tadi." "Aku tidak mengerti!" "Kau tolol. . Dikemudian hari entah berapa banyak orang-orang yang akan kau bunuh bila menjumpai wanita-wanita yang sebangsanya. . . aku tidak percaya kepada ucapan wanita."Dimanakah nona baju merah tadi?" Ia bertanya. setelah kutangkap dirinya. . kau harus mendengar segala perintahku. mengapa tidak boleh?" .

. ." "Pagi-pagi kita akan berangkat." tiba-tiba Ong Jie Hauw berkata lagi." Berkata Tan Ciu." Berkata Ong Jie Hauw. Kalian tidak dapat mengikat hubungan suami istri.Aku tidak akan membunuhmu lagi." "Segera kita turun gunung?" "Ng. Ong Jie Hauw berteriak girang. Aku akan membantunya. tentu saja Lie Bwee tidak tertarik kepadanya." "Kutarik pulang.." "Aku akan turun gunung mencarinya!" "Setelah berhasil."Kau terlalu jujur. yang penting kau harus mengganti pakaian. "Baik." berkata Tan Ciu. "Apa yang telah kau lupakan?" "Seseorang yang menggunakan tutup kerudung muka mencarimu. "Aha . . Pakaian Ong Jie Hauw adalah pakaian orang hutan. .." "Agar dia menyuruh kau membunuhku lagi?" "Oh.Tidak. wajahnya pun tidak terurus. . Belum tahu keadaan dunia luar. "Dia ?" . terbuat dari kulit macan. tapi dia tidak suka kepadamu.Tidak." "M e n g a p a ?" "Kau suka kepadanya. "Oh. . aku lupa memberi tahu.

dikatakan olehnya. apakah maksud tujaannya? Tan Ciu ingin tahu.... "Ouw. Ong Jie Hauw meninggalkan pakaiannya yang terbuat dan kulit macan. Pada hari berikutnya . Tan Ciu mengajak Ong Jie Hauw turun gunung. "Orang itu marah. Bila ia tidak berhasil menemukanmu. Tentu saja. Ong Jie Hauw berkata lagi." Mereka bermalam diguha itu. . Tujuan dari kedua orang itu adalah mencari si gadis berbaju merah Lie Bwee. "Sudah pergi."Kau kenal dengannya?" "Seorang cacat yang duduk dikursi roda?" "Betul. Tan Ciu dan Ong Jie Hauw tidak tahu siapa nama dari gadis berbaju merah itu." "Dimanakah orang itu?" Bertanya Tan Ciu. . dia hendak membikin perhitungan denganku." Orang cacad yang duduk dikursi roda hendak mencari Han Thian Chiu. Tentu saja kedua pemuda itu tidak dapat mengetahui namanya. mereka meninggalkan puncak Pek-Soat-hong! Pertama-tama. Tan Ciu mengajak sang kawan untuk membikin pakaian. Lie Bwee tidak memperkenalkan dirinya. .

Seorang lainpun berada didalamm keadaan bahaya. Tan Ciu menjadi sangat khawatir. Kemana dia harus pergi? Kembali kelembah penggantungan? Atau kemarkas besar Kim-ie kauw dilembah Ngo-liong? Tan Ciu sangat bingung! Dua tugas sangat mendesak sekali. tentunja membahayakan kesehatannya. Itulah si Ular Golis Siauw Tin. bahwa Percipta Drama Pohon Penggantungan Giok Hu Yong tidak hadir duel maut dipuncak Pek-soat-hong. Besar kemungkinan. Keadaan sang ibu sangat berbahaya. tentu dapat mengetahui.Suatu hal yang menyulitkan Tan Ciu dan Ong Jie Hauw kemana mereka harus menemukan gadis baju merah itu. Giok Hu Yong dapat mengetahui tempat tinggal Giok Hong? Belum tentu. Adanya gadis itu didalam sarang perkumpulan Kim ie-kauw. . ituTlah Cang Ceng Ceng. Teringat kepada ibunya. Bila Tan Ciu menanyakan kepada sang ibu. Kecuali Cang Ceng Ceng masih ada seorang lain yang tiada kabar berita. Siauw Tin jatuh kedalam tangan orang-orang Kim-ie-Kauw. Gadis baju merah adalah murid Giok Hong orang yang menjadi musuh besar Giok Hu Yong. Gadis baju merah telah kembali. tentunya mengadu kepada gurunya. Besar kemungkinan bahwa Giok Hong mengajak murid-muridnya menyerang sumur tua lembah Penggantungan. Kecuali dua unsur tadi yang membingungkan kepentingan Ong Jie Hauw.

bukan?" Berkata si jago dungu. didalam sumur tua?" Ong Jie Hauw terkejut. menjaga ibuku." "Aha. . mereka akan menyambutmu. . Kau masuk kedalam sumur itu. "Diantara sesama kawan sudah menjadi kewajiban untuk saling tolong. "Ng. gambar tempat untuk ." "Dimanakah kakakmu itu?" "Disatu sumur tua yang terletak dibelakang kelenteng didekat rimba Penggantungan.kemana perginya si gadis baju merah? Siapakah nama gadis itu? Menyaksikan sang kawan yang melakukan perjalanan dengan acuh tak acuh." "Mengapa?" Tan Ciu menepuk kepala. aku menuju kegunung Ngo-liong hendak menolong. Aku hendak minta pertolongamu." "Bagus." Tan Ciu membuat suatu menjumpai rombongan ibunya." "Aha. Itulah sumur tua. "Aku sedang memikirkan jalan yang harus kita tempuh. mengapa kau tidak mengatakan?" "Kita berpisah. ia mendapat jalan untuk mengatasi kesulitan." "Aku?" "Kau membantu kakakku. .. Ong Jie Hauw berkata.. Ia berkata "Maukah kau menolong?" "Kita sudah menjadi kawan.

Perjalanan yang tidak asing bagi Tan Ciu. Hampir Tan Ciu diketahui olehnya. ia tidak segera menampilkan diri. "Hei!" orang itu jatuh keluar dari tempat persembunyiannya. Tan Ciu behasil menyelundup masuk kedalam markas besar perkumpulan itu. dia bersembunyi memeriksa keadaan tempat itu.Membawa gambar peta itu. Tiba dilembah Ngo-liong. Mereka berpisahan. hal itu mengejutkan Tan Ciu. Deretan bangunan rumah telah berada didepannya. Tan Ciu menuju kearah lembah Ngo-liong digunung Ngo-liong-san. Melewati pos-pos penjagaan para angguta Kim-ie-kauw. melakukan tugas masing-masing.. dia menyembunyikan diri didalam sebuah pohon." Tan Ciu mengirim satu bacokan tangan. Dia menuju Kearah lembah Ngo-liong. "Hei!" Bentak lagi orang itu. "Sebutkan namamu. Tan Ciu maju merayap.. Mengambil dua jalan yang tidak sama. Keamanan dimarkas besar Kim ie kauw dijaga sangat ketat. mari kita mengikuti perjalanan Tan Ciu. "Siapa!" Datangnya suara dari salah satu pohon. tidak sedikit dari peronda-peronda yang mengadakan penjagaan. Cerita bercabang dua. Tiba-tiba terdengar suara bentakan. . Itulah kepergiannya yang kedua kali. Ong Jie Hauw menuju kearah sumur Penggantungan.

siapakah orang berkunjung kemarkas Kim-ie-kauw? yang hendak . cepat2 membuka pakaian kuning orang itu. Menyembunyikan diri didalam pohon sungguh sangat luar biasa. Seperti apa yang kita ketahui. Yu Hong telah mati dibawah tangan si pemuda. Pertanyaan keluar dari mulut salah seorang darinya. muncul beberapa kepala orang. Setelah mengembalikan tubuh orang itu ketempatnya yang semula. "Yu Hong ada apa?" Tan Ciu terkejut." Tan Ciu melanjutkan perjalanannya. Tan Ciu berpakaian. Mungkinkah dia dapat menembus penjagaan gelap itu? Tan Ciu berpikir lama. malam ini akan mendapat kunjungan orang." Berkata Tan Ciu membawa logat orang yang bernama Yu Hong. "Aman. dia telah mendapat akal. . berdandan sebagai seorang anak buah Kim-ie kauw. Tiba-tiba terdengar suara bentakan. Dari sebuah undukan tanah. .Penjagaan bukan saja dilakukan oleh mereka yang berdinas penjaga gelap pun memperkuat keamanan di daerah itu. Pikirannya bekerja. "Kita harus ber-hati2. Tiba2 ia lompat girang. dengan menyamar menjadi salah seorang anggota Kim-ie-kauw tentunya mudah masuk kesarang mereka. Tan Ciu berjalan masuk." "Ng.

Tan Ciu memberi jawaban. Baagaimana ia harus mengatasi kesulitannya? Disaat yang tegang itu. lebih besar dari bangunan-bangunan disekitarnya. "Siapa?" . Banyak orang berbaju kuning berlari-larian diantaranya. Orang yang hendak memeriksa Tan Ciu membentak lagi. ! Lekas bikin persiapan. menyembunyikan diri dibalik pohon. tiba-tiba berlari datang tiga orang berbaju kuning. Tao Ciu lompat masuk ke lorong panjang." Dengan tenang. "A a a a a . "Ada apa ?!" "Mereka sudah tiba dimulut lembah.Apakah maksud tujuannya? Dia sudah berada didepan sebuah bangunan kuning. Tan Ciu melanjutkan penyelidikannya. Tan Ciu meninggalkan mereka. mengajak beberapa orang. Lagi-lagi Tan Ciu mendapat teguran. ia harus mencari letak kamar tahanan. . Suatu ketika. Menggunakan kesempatan itu." Tiga orang yang baru datang memberi laporan. "S i a p a ?" "Yu Hong. terlihat Kim Sam Nio. dia meninggalkan bangunan itu. Tiba-tiba ada orang yang membentak. "Apa yang kau kerjakan?" Wah! Tan Ciu mendapat ujian berat. Dia lari kesamping." Keadaan menjadi agak kalut masing2 menjalan tugas yang telah ditentukan.

membuka kain selimut mengeram dibawah kain penutup hawa dingin itu. Mereka dibawah pimpinannya seorang tua. "Sam siok. Dikala Tan Ciu memasuki kamarnya. Gadis berselimut itu bicara. ada urusan apa?" Ia memanggil Sam siok yang berarti paman ketiga. Didalam kamar tertidur seorang gadis. ia membelalakan matanya.Tan Ciu tidak menjawab pertanyaan itu. Disitu ada pintu. Tan Ciu menemukan jalan buntu." Pedangnya telah ia sodorkan kearah sigadis. Pintu kamar dibuka orang. ia bergeram. Diluar terdengar suara orang2 yang mengejar. dia mendorong pintu itu. tidak ada tempat persembunyian baginya. beberapa orang berbaju kuning memasuki ruangan itu. . Ia menyelipkan dirinya kedalam lorong. "Berani kau mengatakan aku bersembunyi ditempat ini. ia masuk kedalam kamar. Dia lompat ketempat tidur gadis itu. segera kubunuh kau lebih dahulu. Tiba-tiba ia mendapat akal. gadis itu terkejut. "Dimana?" "Disinikah dia?" "Bagaimana bayangan orang itu?" "Laki2 atau wanita?" Teriakan2 itu menuju kearah kamar. Dengan suara penuh ancaman.

Kim Cui berkata. Kim ie Lo-jin mengajak semua orang meninggalkan kamar Kim Ciu. selimut. Ia tidak percaya. "Mungkinkah salah lihat?" "Salah lihat?" Orang tua semakin curiga. itu dia kucingnya. memeriksa lagi keadaan didalam kamar itu." Orang tua berbaju kuning mengkerutkan keningnya. Akhirnya ia menerima kenyataan." Kim Cui menunjuk kearah sudut kamarnya. "Sam-siok. berbulu panjang. "Aku tidak melihat. Kim Ie Lo-jin demikian nama paman Kim Ciu yang ketiga itu ragu-ragu. ada orang yang memberi laporan bahwa sesosok bayangan telah memasuki kamarmu. dia memandang kearah orang2 itu.Orang tua baju kuning yang dipanggil sam-siok memeriksa seluruh ruangan. Ia bertanya. "Mungkin bayangan kucing yang dilihat olehnya. masih ada urusan lain?" Itulah suatu permintaan agar mereka meninggalkan kamarnya. "Bayangan kucing?" "Nah. . Disana terlihat seekor kucing putih. "Kim Cui. ia tidak menemukan sesuatu. Kim Cui berkata lagi. Kim Cui. Kim Ciu berkata." Tan Ciu yang bersembunyi didalam mengerahkan ancamannya pedangnya. demikian nama gadis itu berkata.

Cepat-cepat Kim Ciu mengulapkan tangan. agaknya gadis tersebut berada dalam keadaan telanjang. Kim-ie Lojin belum percaya kepada keterangan yang diberikan oleh kemenakannya. Sangatlah masuk diakal. mengapa Kim ie-lo-jin tidak membuka selimutnya kemenakan itu. Tan Ciu memasang kuping panjang. Sesuatu dengan napas masih berada diluar pintu. Kim Cui menganggukkan kepala. suatu tanda agar pemuda itu tidak membuka mulut. Lama sekali mereka saling pandang. ia memasang kuping juga. ternyata orang tua berbaju kuning. meneliti keadaan gadis ini hatinya tercekat. Nasib masih baik. maka orang yang hendak dicari bukan dikamar itu. Dia adalah Kim ie Lo-jin yang berjalan pergi. letak mereka terlalu . ternyata Kim Cui berada didalam keadaan sakit. ia tidak dipergoki oleh orang tua baju kuning itu. dikala bahaya mengancam ia kurang menaruh perhatian. Tidak lama suatu derap langkah yang sangat perlahan meninggalkan kamar itu. "Mereka telah pergi. Tan Ciu mengeluarkan nanas lega.Tan Ciu menyingkap selimut. kepalanya nongol keluar. Tan Ciu belum mengerti akan maksud tujuan gadis itu. tentu saja harus berselimut." Tan Ciu membelalakan mata. ia berkata. Tidak ada suara didalam kamar kemenakannya. Dengan rasa terima kasih ia memandang gadis yang bernama Kim Cui itu. mulutnya terbentang hendak bicara. Kini bahaya telah lewat. Kim Cui memandang pemuda itu.

dikala aku melatih ilmu pedang. hendak berkeram terus menerus didalam selimut?" Tan Ciu merayap keluar. . "Ayahku Kim ie Mo-jin . aku mengucapkan banyak terima kasih " "Hanya mengucapkan terima kasih. aneka macam pengobatan telah kulakukan tanpa hasil sama sekali. suatu hari. ia hendak pergi." "Aku telah menolongmu.. Kim Cui meneruskan ceritanya. seperti inikah perlakuanmu?" Tan Ciu terkejut." "Bantuan ?" "Ng. Kim Cui membuka mulut. Kim Cui berteriak. tahu?" Bertanya si gadis. terlalu cepat." .dekat. "Atas bantuan nona. ular itu berkepala segi tjga." "Maksud nona . "Hei. menunjuk hormat dan berkata. "Hei. "Aku mengharapkan bantuanmu." "Aku tidak mengerti." Tan Ciu mendengar cerita Kim Cui dengan penuh perhatian. . . Keadaannya sangat tidak bersemangat. sadar dari lamunannya. "Mengapa?" Berkata Tan Ciu. Tan Ciu menganggukkan kepala. napas masing-masing terdengar jelas. aku menderita luar biasa. "Kuceritakan kepadamu. sangat berbisa. mereka berhadapan muka. seekor ular yang jahat memagut.." berkata Tan Ciu. Debaran jantung Tan Ciu memukul keras.

"Suhu juga disini?" "Dia ditawan oleh ayahku."Aaa." "Murid su-siok." "Betul. "Mengapa ?" Kim Ciu terkejut. . "Siapa yang kau artikan dengan su-siok?" "Dia adalah putri Angin Tornado Kim Hong Hong!" "Aaaa . "Mengapa tidak mungkin?" Bertanya Tan Ciu.." Kim Ciu memberi keterangan. "Siapakah nana kawanmu itu?" "Cang Ceng Ceng." Bertanya lagi Kim Cui.. ternyata ia sedang berhadapan dengan putri ketua perkumpulan Kim ie-kauw.!" Tan Ciu berteriak." Berkata Tan Ciu. "M e n g a p a ?" "Putri ketua perkumpulan Kim-ie kaaw.!" Tan Ciu berteriak. Siauw Tin juga ditawan kalian?" "Ng." Kim Cui menganggukan kepala. ." "A a a a a . "Kau anak Kim-ie Mo-jin?" bertanya Tan Ciu.. ." jahat. Kau Tan Ciu?" "Betul.. "Kecuali mereka masih ada seorang gadis yang bernama siauw Tin. "Tidak mungkin. dia menyuruh orang menangkap "Menangkap kawammu?" Bertanya Kim Cui....." "Aaaa .. Kau hendak menolong mereka?" "Aku harus menolong mereka. "Ayahmu kawanku ." Berkata Kim Cui.

"Betul." "Jit-goat-cu?" Tan Ciu teringat kepada pemberiannya Thio Ai Kie. "Sedangkan ayahmu sekalian tidak sanggup menyembuhkannya?" "Siauw Tin berkata kepadaku. "Membantu?" Tan Ciu tidak percaya.Sudah kukatakan." Tan Ciu memohon." "Kau tahu?" Kim Cui menganggukan kepala. "Mau memberi tahu dimana letak tempat tahanan batu itu. kecuali keluarga kami dan beberapa orang yang dipercaya! Penjagaan sangat keras. . bahwa kau mempunyai sebuah bola mutiara Jit goat cu. Dengan aneka macam obat. racun ular itu sangat maha bisa. Kim Cui menganggukkan kepala. tidak seorang pun tahu dimana letak tahanan batu itu. "Mereka ditawan didalam tekanan batu." "Bagaimana aku dapat menolongmu?" Bertanya Tan Ciu." Berkata gadis itu. "Aku akan membantu. "Ng. kau membantu menyembuhkan penyakitku dan aku membantu kau menolong mereka. tapi tidak dapat menolong mengeluarkan bisa racun." Berkata Kim Cui. . "Betul. ." "Menyembuhkan penyakitmu?" Beetanya Tan Ciu. ayahku tidak berdaya. mereka mempertahankan jiwaku.Kim Cui memberi keterangan.

darah hitam mengalir keluar." "Diantara kita telah terjadi benturan tubuh bukan?" Berkata Kim Cui. "Tapi. ." Mengingat keadaan si gadis yang tanpa pakaian. mengingat khasiat itu yang sangat luar biasa. . Kim Cui mengeluarkan suara dari hidung. Ia menyerahkan mutiara Jit-goat-cu kepada Kim Cui. demi kepentinganmu. Takdir mengatur jalan cerita seperti ini. Dikala bola Jit goat-cu ditempelkan ditempat luka. Luka dipagut ular tepat dibagian paha besar Kim Cui. "Menolong dirimu aku rela.Tan Ciu mengeluarkan mutiara Jit goat-cu. Tan Ciu menyingkap selimut sigadis. .. "Tolonglah. . . Kim Ciu mengerutkan alisnya. luka menjalar sehingga kaki dan perut. Jit-goat cu dapat menyembuhkan luka Kim Cui. Tidak menyambut mutiara itu. Tau Ciu menempelkan mutiara Jitgoat-cu ditempat lukanya. demi menolong gadis itu dari kesengsaraan badan. . "Diantara kita. Sebaiknya. apa mau dikata? Luka dipagut ular masih membengkak. "Mengapa menggunakan kata-kata tapi?" Berkata Kim Cui. Tapi ." Ia berkata. Tan Ciu menggeser kain selimut. Si gadis menyengir. ia menahan sakit. Kim Cui memeramkan mata. bagaimana membantunya. Dia percaya. . Apa boleh buat. karena itulah Kim Cui tidak dapat berpakaian. mungkinkah kau tidak mau?" Dengan tangan yang gemetaran.

Tidak lama kemudian. Kim Cui menyelimuti dirinya."Sakit?" Bertanya Tan Ciu. Keringat telah membasahi sekujur tubuh gadis itu. Dia menarik mutiara Jit-goat-cu. "Terima kasih. Bisa jahat telah disedot keluar. Tidak bicara." Ia berkata perlahan. Dibungkusnya dengan kain. Akhirnya Tan Ciu berhasil menyembuhkan luka gadis itu. "Ada obat pengering untuk luka?" Berkata Tan Ciu telah menyimpan mutian Jit-goat-cu. "Mengapa." Butiran air mata mengalir dikedua kelopak Kim Ciu. Tan Ciu menyambut serbuk putih itu. wajahnya bercahaya terang. Gadis itu hanya memberi anggukkan kepala. Kim Ciu mengeluarkan bubuk putih." Berkata Tan Ciu. ditaburnya diatas mulut luka." Ia bertanya. Tan Ciu terkejut. "Sudah. Obat khusus untuk mengeringkan luka. walaupun demikian. mengalirnya bertentangan dengan arus darah. Tempat luka yang memerah mulai kempis. "Ada" Dari dalam bantal. . tentu saja sangat sakit. Bengkak tubuh pada gadis itu telah mereda. "Sama-sama. mereda dan akhirnya lenyap sama sekali.

tidak sukakah kepadaku?" "Kedudukan kita sangat berlawanan. kalian dapat rujuk kembali." Tan Ciu menjadi gugup sekali. . ." "Kau telah menyaksikan seluruh bagian dari tubuhku" Berkata Kim Ciu. ” "Dikala kau memasuki selimutku?" Kim Cui berkata dingin. . ia menundukkan kepala. kepadaku?" Bertanya Kim Ciu. "Katakanlah terus terang. .. "Kita orang . Disuatu tempat yang sangat tersembunyi ditempat yang banyak rahasianya." "Tan Ciu..!" "Kuharapkan saja. . . .aku.. Tan Ciu berhasil memasuki kamarkamar tahanan diruang batu! bagaimana kesanmu . . . "Demi kepentingan . "Tidak buruk. ."Kau hendak pergi?" Bertanya si gadis. . Bagaimana hidup kita dikemudian hari ?" "Aku . "Karena ayahku ?" "Ng ." "Betul." Tan Ciu telah menyembuhkan penyakit Kim Cui! Dan Kim Cui mengajak pemuda itu kebagian kamar tahanan batu." Berkata Tan Ciu." "Meninggalkan aku?" "Aku. "Ng.

ia pergi membuka kamar tahanan Cang Ceng Ceng dan Siauw Tin. Kim Ciu telah membuka pintu kamar tahanan. Tan Ciu akan menolong dirimu. "Suhu. Ayahku mati karena pengkhianatanku. Aku tidak mau." . "Dikamar itu. "Aku dibesarkan didalam perkumpulan Kim-ie-kauw." Berkata Kim Hong Hong."Dimana suhu?" Bertanya Tan Ciu." Kim Hong Hong menggeleng2 kepala. "Suhu!" Kejadian yang berada diluar dugaan Kim Hong Hong. "Kau?" Ia menunjukkan ketidak percayaannya kenyataan itu jauh sekali. ia berkata. dosaku harus kutebus. "Kalian pergilah!" Tan Ciu bingung. Mari kita meninggalkan tempat ini!" Berkata Tan Ciu." "Aku bersyukur." Berkata Kim Cui! Seorang nenek membelakangi mereka. Kim Hong Hong berkata. Kalian pergilah. mendengar derap kaki. Mereka berkumpul dikamar tahanan Kim Hong Hong. ia menoleh itulah Putri Angin Tornado Kim Hong Hong. Tan Ciu memegang jeruji besi dan berteriak. "Suhu. "Mengapa?" Ia tidak mengerti akan sikap guru itu. setelah itu.

" Kim Hong Hong membentak. kepala. Kim-ie Lo-jin mengeluarkan suara dingin"Bagus. . mereka berada dibawah pimpinan paman Kim Cui yang bernama Kim-ie Lo jin. Kim Hong Hong berat kepada perkumpulan yang membesarkan dirinya. Dia menolak. hasil dari pertemuan itu adalah bantuan tenaganya. Berani kau bersakongkol dengan orang luar?" Tan Ciu menampilkan dirinya. Akulah yang memaksa. Secara tidak disengaja. ia berkata. ia menolak melarikan diri." Kim-ie Lo jin menganggukkan . "Bukan urusannya. Siauw Tin dan Kim Cui mencoba mengadakan bujukan.!" Tan Ciu masih mencoba untuk mengajak guru itu meninggalkan kamar tahanan.. Mereka berhasil membebaskan Siuw Tin dan Cang Ceng Ceng.. Kim Cui terbelalak. Mereka tiba dimulut guha rahasia dari tawanan batu. Tan Ciu memasuki kamar gadis itu. Tingkat kedudukan Kim Hong Hong berada diatas ketiga gadis itu."Suhu. "Lekas kalian pergi. Cang Ceng ceng. Disana telah berbaris orang-orang berbaju kuning. Dibawah tuntunan Kim Cui. "Pergilah!" Ia mengusir mereka. ia berkata. Kim Cui adalah putri ketua perkumpulan Kim-ie-kauw Kim-ie Mo-jin. Tan Ciu dan dua kawan wanitanya meninggalkan tempat tahanan Kim-ie kauw.

bila bukan Kim Sam Nio yang menggunakan tipu. He? Dua orang menyerang dari depan secara berterang! Dan kau dengan membawakan sikapnya yang seperti pencuri menyelinap masuk. Dia maju dan berkata. he? Pandai kau mengerti tipu. "Bagus."Bagus.. menyebar obat bius Cang Ceng Ceng ." Kim ie Lo-iin memberikan pujian! "Rencana yang bagus! Pandai kau menggunakan tenaga kemenakanku. Tangkap aku dahulu!" Berkata Cang Ceng Ceng. kauwcu sedang mengusir mereka. Siauw Tin berteriak. Tan Ciu sangat girang." Berkata Kim-ie Lo-jin.!" "Aku membawa dua orang kawan?" Tan Ciu menjadi bingung." Si pemuda tidak menyangkal. Kau bernama Tan Ciu?" "Betul. "Luar biasa. "Jangan terlalu cepat bergirang. "Penghuni Guha Kematian kakak beradik bukan orangmu?" "A a a a.." Bentak Kim-ie Lo-jin. "Apa yang hendak kalian lakukan?" "Menangkap orang. . bila bukan kelengahannya. ." Ternyata Thio Ai Kie dan Thio Bie Kie telah menyerang Kim-ie-kauw." Cang Ceng Ceng telah dikurung orang tanpa sebab. "Jangan berpura-pura tolol. menolong orang . Ilmu kepandaian si gadis sangat tinggi. "Guruku juga datang!" Kim-ie Lo-jin berkata lagi. kemarahannya tidak terhingga.

tidak dapat dikalahkan. Tiga jago Kim ie kauw menempur tiga musuh mereka. Kedudukan Kim ie Lo-jin sebagai paman Kim Cui lebih tinggi. mereka mengurung rapat-rapat? Kim Cui berteriak-teriak. . kekalahan Sang paman berarti memperdalam permusuhan. "Tangkap mereka. Dia menerjang Cang Ceng Ceng Seorang yang berbaju kuning mempunyai ukuran badan lebih gemuk menyerang Tan Ciu. Kemarahan itu hendak mendapat tempat pelampiasan. Perjodohannya dengan si pemuda akan terganggu. Orang-orang berbaju kuning lainnya berkepandaian agak rendah. Hentikan pertempuran ini." Ia memberi perintah. Kekalahan manapun tidak dikehendaki. Ilmu kepandaian Cang Ceng Ceng sangat mengejutkan Kim-ie Lo-jin. Mereka hendak menangkap tiga orang musuh. Kim Ciu membanting-banting kaki. Mereka hanya taat pada perintahnya. Kim ie Lo-jin mengibaskan tangan. Dia tidak mengharapkan kejadian itu. kekalahan Tan Ciu berarti kekalahan dirinya. . ia mendekati lawan. .!" Tidak ada yang menggubris teriakan putri ketua perkumpulan Kim ie kauw. Seorang kurus menyerang Siauw Tin.. "Hentikan pertempuran ini . Dua orang itu adalah jago kelas satu. Pertempuran terjadi cepat sekali.

bila Kim Sam Nio tidak menggunakan obat bius.Kim ie Lo-jin menduduki kursi kedua setelah saudaranya. sebentar kemudian mereka berada dipihak yang terdesak. .!!" . belum juga ia berhasil menangkap gadis baju putih itu. Dikala ini.'Hu!' si gendut jatuh terluka. . Cang Ceng Ceng sedang ada kemarahan. "B l e g u r . Kim Cui menyaksikan dengan sangat cermat. Kim-ie Lo jin mendorongkan kedua tangannya. ia mendesak Kim-ie Lo jin. dia juga mengerahkan tenaga. Cang Ceng Ceng tidak mau menyerah. Disaat yang sama! Siauw Tin hampir menamatkan Jiwa lawannya! Kim Cui berteriak. Tan Ciu memukul. Ilmu kepandaian si gendut dan sim kurus yang melawan Tan Ciu dan Siauw Tin berada dibawah Kim ie Lo jin. . Ilmu kepandaian Cang Ceng Ceng berada diatas ilmu kepandaian Tan Ciu. "Jangan bunuh mereka!" Tan Ciu dan Siauw Tin menarik diri. Disaat ini. menepuk dua pukulan itu Terdengar suara yang sangat keras. . tentu saja membuat Kim-ie Lo-jin tidak berdaya. Beberapa orang Kim ie kauw memayang bangun kedua jago mereka. Cang Ceng Ceng mengeluarkan bentakan. . gerak-geraknya sangat sebat. belum tentu ia dapat ditangkap oleh orang orang Kim ie-kauw.

" Cang Ceng Ceng menarik pukulannya. ia berkata. Cang Ceng Ceng berdengus. aku tidak mengampuni dirimu. "Ayah . "Kim Cui." Ia memanggil perlahan... "Kau dapat berjalan?" "Aku sudah sembuh. Memandang sang putri. menggunakan kesempatan musuh tidak berdaya." Kim-ie Mo-jin menganggukkan kepala. Cang Ceng Ceng yang mundur dua langkah. ia mengajukan rasa herannya. . Itulah Toako Kim-ie Lo-jin ayah Kim Cui. . Disana telah bertambah seorang berbaju kuning." Berkata Kim Cui. kedua matanya memancarkan api kebencian. Wajah Kim Cui berubah. Kim Cui berteriak lagi. "Toako .Kim ie Lo-jin mundur jauh. Kim ie Lo-jin menderita luka yang amat parah. dia tidak menderita luka. kalian tidak meninggalkan tempat ini. Kim-ie lo-jin memberi hormat. "Baik aku menyerah kalah. Aku tidak percaya." Dia hendak mengajak orang-orangnya meninggalkan musuh-musuh itu. "Bila tidak memandang muka terang nona Kim. Ia melayang turun." Ia memanggil. "Nona Cang.. Kaucu Kim-ie-kauw Kim ie Mo-jin. . ia meneruskan serangannya lompat tinggi memberi tekanan pukulan.. mulutnya mengeluarkan darah." Kim-ie Lo-jin menggeretek gigi.

Sangat berani. Kim-ie Mo-jin mengalihkan sinar pandangan matanya.kau belum menerima panggilanku?"' kau ." Berkata Kim-ie Mo-jin."Siapa yang menyembuhkan lukamu?" Bertanya lagi Kim ie Mo-jin. mana mudah untuk diketemukan.. Kau adalah seorang pemuda luar biasa. . "Kau yang bernama Tan Ciu. Kim-ie Mo-jin mengeluarkan suara geraman sangat menyeramkan seperti seekor binatang Purbakala yang hendak menerkam orang. "Maka membantunya." Suaranya sangat dingin. mengapa tidak berani menemuiku?" "kauwcu. adalah pucuk pemimpin tertinggi dari perkumpulan Kim-ie kauw. menolong kawan-kawannya?" Kim Cui semakin gemetar.. sikapnya sangat takut. begitu galak kau pada putri sendiri. tertancap diwajah si pemuda." "Kau berani berkunjung datang. "Bagus." ”Ha ha ha." "Terima kasih. "Tidak salah. ia berkata." Ia bertanya. "Kaucu. Tan Ciu menampilkan diri." "Memang luar biasa. "Dia!" Kim Cui menunjuk Tan Ciu. sangat menantang.

"Ayah. Tujuan kauwcu hendak memiliki Thianmo-po-lok."Ha ha ha." Kim-ie Mo-jin ada niatan untuk membunuh Tan Ciu. Wajah Kim Cui berubah menjadi pucat.!" ." "Bagus. segera menerima tangan besiku. Tan Ciu telah siap sedia. apa akibat dari penolakan ini?" "Aku ingin mengetahui?" "Kepalamu cukup keras. Bilamana rimba persilatan akan berada dibawah kekuasan Tan Ciu. "Berapakah umurmu?" Ia bertanya. rimba persilatan berada dibawah kekuasaanmu. mengapa menawan mereka?" Kim-ie Mo-jin menganggukkan kepala. karena Tan Ciu tidak mungkin lolos dari kekejamannya. . . Tan Ciu tidak gentar. Kepala batu. ada hubungan apa dengan nona Cang ceng ceng dan nona Siauw." Kim-ie Mo-jin menghampiri si pemuda. dua puluh tahun kemudian. Dan hal itu tidak mungkin terjadi. "Dua puluh satu. . Kim Cui berteriak. "Aku masih ingin hidup dua puluh tahun lagi?" "Bagus? Serahkanlah kitab Thian mo po-lok?" "Bila tidak?" "Kau dapat mengetahui. he?" "Hampir menyerupai batu. Ia berkata." "Bila kau tidak mati. .

inikah perbuatanmu?" Tan Ciu mengeluarkan suara. ha ." Tan Ciu membusungkan dada. Kim ie Mo jin membentak. Maka Kim Cui jatuh kebelakang. "Minggir!" "Ayah . . menggagalkan gerakan ayahnya itu. "Aku seorangpun cukup?" Ia berkata "Ha. ." "Bagus. "Bila kau tidak dapat menerima serangan-seranganku itu. "Bila tidak dapat menerima sampai sepuluh jurus?" Tan Ciu masih hendak berkelakar. . "Kuulang lagi permintaanku." "Mengapa tertawa?" "Bila berhasil menerima sepuluh jurus serangan kau bebas dari kematian.. bagaimana aku dikirim keluar ke alam baka?" . Kau . "Hm." Berkata Kim-ie Mo-jin memberikan janji.. tentu jiwamu melayang ke alam baka?" "Bagus.." Kim ie Mo-jin berdengus. "Kalian boleh maju semua." bermaksud "Minggir." "Kita akan menggambil putusan diatas pertempuran. ha. Hendak kulihat. . ..Dia menyelak didepan ayahnya. ha ." Berkata Kim-ie Mo jin. ." Tangan Kim ie Mo-jin dikibaskan. "Kauwcu. . Menyerahkan kitab Thian-mo Po-lok atau menyerahkan jiwamu.

aku meminta kebebasan untuk semua orang. Tan Ciu mengundurkan diri. "H u u u u t . "Betul! Biar aku yang menerima serangan-seranganmu. kau harus menerima dua puluh jurus. "Sudah siap?" Cang Ceng Ceng menganggukan kepala." Berkata Kim-ie Mo-jin." Ia berkata. . Sekali lihat. "Aku siap menerima serangan2mu hanya dua puluh jurus." Berkata Kim ie Mo-jin. "Baik." Cang Ceng-ceng menerima tantangan itu. Melipat gandakan. "Kukira. semua orang bebas." "Baik. Maka ia menambah syarat-syaratnya. bila aku beruntung dapat menggagalkan serangan2mu. .Cang Ceng Ceng menampilkan diri. dari sepuluh jurus untuk Tan Ciu diganti dua puluh jurus Cang Ceng ceng. ia berdiri didepan Tan Ciu. Cang Ceng Cengg berhadapan dengan Kim-ie Mo-jin.! Kim ie Mo-jin menjatuhkan pukulan yang pertama. Mata kauwcu perkumpalan Kim-ie kauw sangat tajam. dan menghadapi Kim ie Mo jin? "Biar aku yang menerima sepuluh jurus seranganmu” Ia berkata. bila kau dapat menerima serangan2ku sampai dua puluh jurus. Kim ie Mo-jin berkata. Kim ie mo-jin membikin penilaiannya! "Kau?" Ia memandang gadis berpakaian putih itu. ia mengetahui ilmu kepandaian Cang Cengceng masih berada diatas Tan Ciu. .

Keadaan Cang Ceng Ceng semakin gawat. . dia pun harus menyambuti pukulan itu.. Cang Ceng Ceng tidak berhasil! Wajah TanCiu. Mereka mengkhawatirkan keselamatan gadis itu. . Sering ia menjumpai jurus-jurus berbahaya. Tiba-tiba. Belasan jurus telah dilewatkan. mengincar naik. Beberapa serangan luar biasa lagi dilontarkan oleh Kim ie Mo-jin. Kim Ie Mo-jin mempergencar serangan2nya. Cang Ceng Ceng terkejut. Bledur. Pada menjelang saat-saat beberapa jurus yang terakhir menyusul jurus ke empat belas. Tan Ciu. Siauw Tin dan Kim Cui menjadi pucat. Cang Ceng Ceng bertahan sedapat mungkin. Kim ie Mo-jin berhasil membayangi lawannja. Tangannya dikebutkan. mulutnya menyembur darah hidup. kecepatan tangan lawan sangat cepat sekali. Siauw Tin dan Kim Cui memeras keringat. Hampir ia tidak dapat mengelakkan diri. Tangan Kim ie Mo-jin yang sudah hampir jatuh ditanah. . dan demikianlah ia lolos dari lubang jarum. hendak menotok jalan darah Kim ie Mo-jin. .Cang Ceng Ceng lompat menyingkirkan diri.!! Tubuh Cang Ceng Ceng terpental jauh. tidak ditarik pulang ia mengganti menjadi cengkeraman. Cang Ceng Ceng menempatkan dirinya ditempat jalan buntu. dia memukul keras.

Hmmm. bentuk tubuh dan logat suara Ciat Tin Cu.. "Ha. "Namaku akan mengejutkanmu. ilmu kepandaian orang cacad itipun termasuk ilmu kelas satu. . kau hendak memalsukan nama Ciat Tin Cu?" . Wajahnya menunjuk rasa bingungnya.. dikala berhenti disana telah bertambah kursi beroda." Kim-ie Mo-jin tertawa.. Dari kecepatan orang itu. "Siapa nama tuan yang mulia?" Orang cacad berkerudung itu mengeluarkan suara dengusan. ha. Disebutnya nama dari si jago tiga jaman Ciat Tin Cu mengkeretkan hatinya. "Siapakah yang pernah ditakuti oleh Kim-ie Mo-jin?" "Ha. dia adalah orang cacad yang pernah Tan Ciu jumpai. orang ini bukan Ciat Tin Cu. Dengan menutup wajahmu dengan kain kerudung.. . Kim ie Mo-jin membentak.Meluncur datang sebuah benda. Dia kenal baik nama." berkata orang cacad dikursi roda. diatas kursi itu duduk seorang berkerudung. Kim ie Mo-jin maklum. Tidak takut kepada Ciat Tin Cu?" Wajah Kim-ie Mo-jin berubah. Kim-ie Mo-jin berkata. Berapa banyaklah jago-jago yang muncul dihari ini? Dia menjadi bingung.s "Ha. ha.." "Kau tidak berani menyebut nama sendiri?" Berkata Kim-ie-Mo-jin lagi. tidak ada seorang pun yang ditakuti olehnya kecuali Ciat Tin Cu. ha.

"Tidak percaya?" Ia berkata.Kau mempunyai ilmu kepandaian yang melebihi Ciat Ti Cu?" "Yang sudah pasti. Ilmu kepandaian Kim-ie Mo jin memang luar biasa." Orang cacad dikursi roda menunjuk kearah Tan Ciu dan Cang Ceng Ceng sekalian. "Siapakah "Siapa yang belum lama berkutet denganmu?" "Dia?" Kim-ie Mo-jin menunjuk kearah Cang Ceng Ceng. Wajah Tan Ciu berubah. "Kau hendak mengajak dia pulang?" bertanya lagi Kim-ie Mo-jin." Berkata Kim ie Mo-jin. "Sombong? Menghadapi muridku saja. Orang cacat itu menganggukkan kepala. "Kau terlalu sombong. Dia menengadah mengeluarkan suara lolongan panjang. berada diatasmu!" Berkata orang cacad itu. seluruh lembah berkumandang suara pekikan ini. se-olah2 menguasai dunia. . Oh! Dia guru Cang Ceng Ceng. . Orang berkerudung itu tidak gentar. ha. Kim ie Mo-jin marah sekali." "Muridmu?" muridmu itu?" Kim ie Mo-jin terbelalak. hampir kau dikalahkan. "Ha. kedatanganmu?" Kim-ie Mo-jin "Membawa mereka. Pernahkah aku menggunakan namanya?" "Apakah maksud membentak. ."Siapa yang memalsukan nama Ciat Tin Cu.

. "Bersiap-siaplah untuk menerima tiga pukulanku. . "Tidak percaya? "Baik." Hut!. . ia berkata. Hati Tan Ciu. Terdengar suara benturan yang gemuruh. Kecuali kau dapat mengalahkan aku." Kim ie Mo-jin berkata." Orang cacad dikursi roda itu berkata. "Aku akan menerima tiga pukulanmu tanpa membalas. . Kim ie Mo jin menghadapi lawan kuat! Dia harus berhati-hati. aku akan mengajak mereka meninggalkan lembah Ngo-liong."Ng." Kim-ie Mo-jin memukul orang berkerudung yang cacad itu. . batu dan debu mengulak keras." "Aku sudah siap." Siuuurr. Orang itu seperti dapat menduga isi hati orang." "Tidak mungkin. Siauw Tin dan Kim Cui berdebar-debar. Bila aku menang." "Baik. Pukulan Kim ie Mo-jin sangat luar biasa. . Kursi beroda meluncur datang. Tiga Kali pukulan tanpa mendapat serangan balasan? Mungkinkah ia tidak berhasil? Kim ie Mo jin tidak parcaya. berhenti dihadapan Kimie Mo jin. se-olah2 benda yang memukul barang lapuk.

mengganggu orang yang duduk diatasnya. dia juga menutup kembali. Siapakah orang ini? Mengapa mempunyai kepandaian yang berada diatas dirinya. Kursi roda orang yang terdorong mundur.Kursi roda hanya bergoyang sebentar. ilmu Dia belum menggunakan tenaga penuh. Ber-hati2lah hanya dua pukulan lagi!" Wajah Kim-ie Mo-jin menjadi merah padam.!" Kim-ie Mo-jin mengirim dua pukulannya. Ia menderita kekalahan mutlak. . Wajah Kim-ie Mo-jin berubah pucat. "Aku akan memukul dua kali lagi. Memandang orang2nya. itupun cukup untuk menjatuhkan jago kelas satu. mengapa lawan itu dapat menerima dengan mudah? Orang berkerudung itu berkata. Sikapnya sangat tenang. "Antar semua tamu2 kita keluar lembah." Berkata Kim ie Mojin. pemiliknya masih duduk ditempat semula. Semakin keras semakin dahsyat. Kim-ie Mo-jin melompongkan mulutnya. Dimisalkan Ciat Tin Cu hidup kembali belum tentu jago tiga jaman itu berani menerima pukulannya tanpa mengadakan perlawanan sama sekali. . "Hut. . ia memberi perintah. "Kau belum menggunakan tenaga penuh." . Hut . Betaapa hebat tenaga pukulan tadi. "Silahkan!" Berkata orang berkerudung itu dengan suaranya yang sangat terang..

dia menggunakan kursi roda. Sudah dirusak orang.Kemudian. "Betul." "Kalian pergi dahulu. Cang-Ceng-ceng meninggalkan lembah Ngo-liong. Wajah dibalik kerudung adalah satu wajah yang penuh cacad. Aku. . "Ilmu kepandaianku tidak cukup untuk menandingimu. Mereka tidak mendapat gangguan. maka tidak bisa jalan." . orang yang menjadi guru Cang Ceng-ceng membuka tutup kerudung mukanya. "Mengapa kau belum pergi?" Orang Cacad yang duduk dikursi roda. "Aaaaa . Guru Cang Ceng-ceng masih berhadap-hadapan dengan Kim-ie Mo-jin. Semua orang berbaju kuning mengantar keluar. ia mamandang orang cacad berkerudung dan berkata kepadanya. Kedua kakinya dimakan rematik." Berkata orang cacad berkerudung itu. Cang Cang Ceng memanggil orang itu. ." Berkata orang itu. Kau?" Kim ie Mo-jin berteriak kaget. "S u h u. Kim ie Mo-jin membentaknya. Mengajak Tan Ciu dan Siauw Tin." Tan Ciu. . Siauw Tin sangat gembira. Orang itu berkata. maka dia menggunakan kain penutup. masih Kenalkah dengan aku?" Ia berkata perlahan. "Kauwcu. aku telah menderita luka. "Aku kalah.

maka tidak mempunyai kekuatan menggerakkan kursi roda. Diapun belum menderita kekalahan. Walau gagal menangkap Tan Ciu. Mungkinkah dikalahkan oleh seorang berkerudung hanya tiga jurus saja? Bahkan orang itu tidak membalas menyerang? Inilah yang memurungkan dirinya. dia adalah jago diatas segala jago. dia maklum ternyata dia belum menderita Kekalahan. seharusnya dia marah. Malah dibayangkan. Kim-ie Mo-jin segar kembali. Kim-ie Mo-jin ditipu mentah-mentah.Kim-ie Mo-jin percaya orang ini telah dilukai olehnya. Dia masih dapat mempertahankan gengsi dirinya. Pukulan- . Dia adalah pendekar agung nomor dua. "Ilmu kepandaianmu masih berada diatasku. Membubarkan mengusir semua orangorangnya. dia harus mengatur peredaran jalan darahnya untuk beberapa waktu. aku telah menderita luka. membuat ia menjadi marah-marah. itupun terjadi setelah mereka bertarung hebat. hanya pendekar tiga jaman Ciat Tin Cu yang dapat mengalahkannya. sampai dimana ilmu kepandaian orang ini. dia adalah seorang yang berwajah rusak. bila sebelum mengetahui duduk perkara yang terang. dia murung dan masgul. Dikala menerima pukulan pertama. setelah dibawah urusan Ciat Tin Cu. kini kemurungan dan kemasgulannya lenyap semua. Berarti dia pun dapat menghadapi jago luar biasa itu sampai ratusan jurus. Orang berkerudung itu telah membuka kain kerudungnya. Orang dikursi roda itu memberi keterangan.

kau telah mengumpulkan semua orang-orang lamamu." "Hendak menantang?" Kim ie Mo jin tidak puas. Seperti juga dengan dirimu. "Belum mendengar nama Ratu Bunga?" "Pendekar baru dari golongan muda?" "Bukan. Dia sedang merencanakan untuk menguasai dunia persilatan. kalian adalah dua kekuatan yang hendak menjadi raja. Tutup kerudungnya dikenakan lagi. "Kau tidak percaya ?" Orang itu berkata. "Siapa yang mempunyai kekuatan untuk menantang aku?" Bertanya Kim-ie Mo jin "Ratu bunga dan anak buahnya.pukulan berikutnya tidak dapat kupertahankan lagi. "Kuanjurkan." Berkata Kim-ie Mo jin." Berkata orang itu." . Orang itu berkata lagi! "Kulihat." "Ilmu kepandaianmu pun cukup luar biasa. "Aku ada niatan untuk menantangmu. sangat panjang sekali. maka aku mengundurkan diri. "Ratu bunga?" Kim ie Mo-jin belum mendengar nama itu. mungkinkah hendak mengunjuk gigi kembali?" Kim-ia Mo-jin mengagggukan kepala. Orang itu menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya kembali. Kim-ie Mo-jin berkata. Tapi aku belum mempunyai itu kekuatan." Berkata suhu Cang Ceng Ceng. agar kau membatalkan niatmu.

Si Ratu bunga Giok Hong adalah guru Lie Bwee orang yang menjadi musuh si Melati putih Giok Ho Yong. Kim-ie Mo-jin tidak melihat perobahan itu. Cang Ceng Ceng. "Mungkinkah dia mempunyai ilmu kepandaian yang diatasku?" "Seratus Persen diatasmu." "Baik! Katakanlah dimana tempat bermukimnya Ratu Bunga itu?" Berkata Kim ie Mo jin penasaran. Orang berkerudung berhasil. ia menemukan Cang Ceng Ceng! Ternyata setelah mendapat ijin pergi. aku atau Ratu Bunga itu. ia harus menemui muridnya. untuk meratakan kerikil2 tajam yang akan mengganggu usahaku?" "Sudah tentu. siapa yang kalah. Keluar dari lembah." Kim-ie Mo-jin berdengus. Orang yang bernama Giok Hong itulah yang dikatakan membunuh Tan Kiam Lam Kim-ie Mo-jin meninggalkan orang berkerudung itu. "Dilereng gunung Pek-hoa san." Berkata guru Cang Ceng Ceng. "Kau akan mendapat bukti. "Kukira kau akan menderita kekalahan. "Aku akan menempurnya. orang yang cacad kaki dan rusak wajah itu. Diam mesem2. Siauw Tin dan Tan Ciu keluar dari lembah Ngo-liong." Berkata Kim-ie Mo jin." berkata Kim ie Mo-jin."Huh." Berkata orang itu." "Aku diwajibkan untuk menempurnya dahulu. Orang berkerudung menggeser kursi roda. Karena wajahnya yang rusak berkerudung. .

maka kami menyusul untuk menolongmu. "Aha. si Penghuni Guha Kematian berkata. "Dimana nona Cang Ceng Ceng? Berhasilkah menolong dirinya?" "Dia hendak menunggu gurunya. Ditengah jalan.. terima kasih kepada bantuan kalian. dua bayangan melayang menyambut mereka itulah Thio Ai Kie dan Thio Bie Kia. kau tiada khabar cerita. Siauw Tin menubruk kepada mereka. Gadis berbaju merah Lie Bwee telah kembali. seseorang menghalang didepannya seraya memanggil." Ia berkata. Kami menduga. "Tidak ada bahaya lagi?" Thio Ai Kie dan Thio Bie Kie mengajak Siauw Tin untuk pulang ke Guha Kematian. tentu memberi laporan dari hasil pertempuran dipuncak Pek soathong.. Tan Ciu berlari pulang. "Tan Ciu . "Sunu. Meninggalkan Cang Ceng Ceng! Tidak lama dari perjalanan Tan Ciu dan Siauw Tin. tentunya kau jatuh kedalam tangan musuh." Memandang Tan Ciu. Dimana ibunyaa menunggu pulangnya dia. "Selama satu bulan. Thio Bie Kie berkata." Tan Ciu memberi keterangan. Dan besar kemungkinan mereka menyerang sumur tua itu. susiok. kalian telah bebas?" Mereka berteriak girang. Tan Ciu harus cepat-cepat pulang ke sumur Penggantungan.Disitu Cang Ceng-ceng menunggu gurunya! Tan Ciu dan Siauw Tin meneruskan perjalanan." .

hampir Saja aka masuk perangkap orang2 Kim-iekauw itu!" "Aku Tidak sengaja. "Aku. "Pencipta Drama Pohon Penggantungan itu yang menjadi ibumu?" "Betul. "Kau seperti datang dari arah markas mereka. . Tan Kiam Pek." "Dugaanku tidak meleset. "Tidak sengaja?" Tan Ciu bertutur tentang apa yang telah dialami." "Huh. Tapi. . kemana saja kau melarikan diri?" Tan Kiam Pek menegur. Tan Kiam Pek mengkerutkan keningnya." Tan Ciu bersyukur kepada perhatian paman itu." Tan Ciu mengeluarkan suara perlahan. bagaimana para sucienya membawa dia kesumur rahasia dirimba Penggantungan. "Bocah.Tan Ciu menghentikan perjalanan. penjagaan sangat ketat. "Paman hendak kemana?" Bertanya Tan Ciu. . ." Tan Kiam Pek memandang pemuda itu." Tan Ciu memberi keterangan. . "Aaaa." Tan Kiam Pek belum mengetahui akan duduk perkara. . "Kukira kau jatuh kedalam tangan mereka. "Eh." Berkata Tan Kiam Pek. dia adalah sang paman. "Aku hendak monolong dirimu. didepannya berhenti seorang tua. aku belum berhasil menyelundup masuk." Berkara Tan Kiam Pek.

aku akan ke Benteng Penggantungan." Berkata Tan Ciu." "Baiklah! Kita boleh berpisah! Kau kerimba Penggantungan. orang yang cacad berkerudung. "Bagaimana tidak ada orang?" "Pengemis tua dan Permaisuri dari Kutub Utara Pek Pek Hap sudah berada didalam sumur ibuku. dan bagaimana orang itu menolong mereka." "Kini kau hendak kemana lagi?" Bertanya Tan Kiam Pek.Tan Ciu menceritakan pertemuannya dengan guru Cang Ceng Ceng. Dikala mendekati rimba bersejarah itu. tiba-tiba melayang empat bayangan." "Aku hendak menemui mereka. mereka menuju kearah sumur tua didekat rimba Penggantungan. Mari kita berjalan samasama. "Siapakah nama orang itu?" Bertanya Tan Kiam Pek. ." "S u n g g u h." "B e t u l." Berkata Tan Kiam Pek. mereka dihadang oleh orangorang tersebut. "Benteng Penggantungan sudah tidak ada orang." Tan Ciu dan Tan Kiam Pek melakukan perjalanan bersama. "Menjumpai ibu. Tidak tahu. "Belum kutanyakan kepada Cang Ceng Ceng.

" Tan Kiam Pek membentak." Berkata seorang gadis berbaju merah.Tan Ciu dan Tan Kiam Pek menghentikan langkah mereka. ." Jawab gadis yang ditanya." "Guru kami hendak bertemu dengannya. potongan badannya agak gemuk. Gadis-gadis baju merah itu tidak menjawab. "Hendak kemanakah kalian mengajak Tan Ciu?" "M e n g a p a ?" "Aku harus tahu. Dia adalah kepala rombongan tadi. Tan Ciu menegur. "Apa maksud tujuan kalian?" Tan Kiam Pek turut bicara. "Siapa guru kalian? Bertanya Tan Kiam Pek. "Aku sedang bertanya. "Maksudnya?" Tan Ciu belum tahu maksud tujuan mereka. "Siapakah tuan ini?" Bertanya wanita gemuk berbaju merah itu. mereka menatap sekian lama. .?" "Mencari kau. . "Ratu Bunga. "Bersediakah kau ikut kepada kami?" "Kemana?" Bertanya Tan Ciu. dan lagi-lagi si gemuk yang menjawab pertanyaan Tan Ciu. Disana telah berdiri empat orang gadis berpakaian merah." Berkata si gadis gemuk. "Cuwie berempat.

"Eh. "Ng ." Berkata gadis baju merah." Berkata Tan Ciu. . Sanggupkah kalian mengalahkan kita berdua?" Tan Ciu juga berkata.." Berkata gadis itu." "Katakan kepadanya. keempat gadis itu mengurung dua orang. . bila kau bersedia turut kepada kami. kami harus menggunakan kekerasan." Berkata Tan Ciu. "Guru kami ada urusan dengannya. "Dengan keramah tamahan atau dengan kekerasan akan kami pertimbangkan baik-baik. "Aku tidak kenal dengannya.. Bila kau bersedia mendengar perintah." "Ng." Berkata si gadis gemuk. "Bagus. bagaimana kalian menggunakan kekerasan. Terpaksa! Apa boleh buat!" "Ha.. Tan Ciu juga bingung. tentu sikap kami ramab tamah.! Serentak. "Aku tidak mau kenal dengannya. ha . siapakah yang menggunakan nama julukan Ratu bunga? Dia tidak tahu. ." Gadis baju merah berkata."Ratu Bunga?" Tan Kiam Pek belum mendengar gelar nama itu. "Kami mendapat tugas untuk mengundangmu. aku menolak undangan. "Tan Kiam Pek tertawa." "Segera kau kenal. Hendak kulihat. Hendak menggunakan kekerasan?" Tan Ciu menatap keempat gadis berbaju merah. . . . Tapi bila kau menolak. . "Kau harus kenal dengannya." Srek ." "Kalian anak buah si Ratu Bunga?" Bertanya Tan Ciu.

Gadis yang mempunyai potongan badan lebih gemuk memberi komando. dia memandang rendah.Tan Ciu dan Tan Kiam Pek sudah bersiap mengganyang para penghadangnya. gerakan2 mereka sangat cepat sekali. nama Ratu Bunga masih sangat asing sekali. bersiap-siap untuk melakukan Gadis gemuk mengulapkan tangan itulah perintah untuk mulai mengadakan gerakan. dan Tan Ciu dikurung oleh tiga gadis baju merah lainnya. sampai dimanakah ilmu kepandaian gadis-gadis ini? Mana mungkin dapat memadainya? . Perang tangan tidak dapat dielakan. Kedua pihak telah pertempuran. Lebih gesit dari lebih dari tiga Kawannya. -ooo0dw0oooJilid 20 SI GEMUK PUN sudah menerkam kearah Tan Kiam Pek. Tiga gadis baju merah menerjang Tan Ciu. mata Tan Ciu diketinggikan. Mengetahui dihadang oleh empat gadis-gadis berbaju merah itu. Tan Ciu dan pamannya tidak tahu asal usul dari ke empat gadis baju merah itu. Tan Kiam Pek kontra gadis gemuk. Tiga gadis merah mengurung Tan Ciu. Peperangan pecah menjadi dua kelompok. Si gemuk menghampiri Tan Kim Pek.

Bila keadaan Tan Kiam Pek tidak begitu membahayakan dirinya. Tan Ciu mengalami hari-hari naas. mati menjadi korban penasaran. Tenaga yang disertai dengan ilmu Yu leng-poh sangat maha dahsyat. Gadis-gadis baju merah mengurung lebih rapat. menerkam dengan kekuatan penuh. Tan Ciu mandi keringat. bukan saja gesit dan lihay setiap langkah merekapun mengandung unsur barisan pat-kwa-tin. nyawanya terbang melayang. .Hasil dari gebrakan-gebrakan itu sangat mengejutkan si pemuda. Dilain gelanggang . dua gadis baju merah merangsek dari kiri dan kanan si pemuda. Tiga gadis baju merah mengurung semakin rapat. Disaat yang sama. mereka mendesak maju. Gadis baju merah yang diterjang tidak dapat mengelakkan diri. Pertempuran ini berjalan seimbang. posisi kedudukannya semakin terjepit. Tan Ciu gelagapan. terdengar jeritan yang nyaring melengking. Ilmu kepandaian Tan Kiam Pek hanya dapat mengimbangi kekuatan gadis gemuk. Tidak . . mundur lagi dan mundur lagi. Tan Ciu menjadi nekad. Menyingkir berarti menempatkan dirinya kepada posisi yang lebih buruk lagi. Cepat dilawan cepat. kuat dilawan kuat. dia belum dapat menekan kekuatannya. tiba-tiba ia mengeluarkan pekikan keras. mengincar salah seorang dari musuhnya.

Tidak mudah untuk mengalahkan gadis-gadis berbaju merah itu. bek. kekuatan magnit Ie-hun Tay-hoat bekerja. . tanpa ampun. Secepat kilat dua lawan tertegun. secepat itu pun Tan Ciu mengirim pukulan2nya duk. Berarti mengalahkan tiga orang jago kelas satu. Tiba-tiba teringat kepada ilmu Ie-hun Tay-hoat. . maka diapun memekik keras. dan pukulan-pukulan Tan Ciu yang memukul badan mereka hanya terpaut beberapa permil menit saja. badan itu mereka ringsak. Tan Ciu dapat membunuh tiga orang mereka. .. kekuatan mereka menyamai jago-jago kelas satu. berarti kematian tidak mungkin ia menerima dua pukulan mereka.menyingkir. Sudah terlambat. .duk. . Pukulan2 dua gadis berbaju merah yang mengenai badan Tan Ciu.masing2 memberi hadiah persenan yang berupa jotosan. Tan Ciu juga menyemburkan darah segar dia terlena ditanah. Setiap orang mempunyai ilmu kepandaian hebat. dua pasang mata memperhatikan sikap aneh lawan itu. .buk.dua pukulan mengenai tubuh-tubuh sipemuda. pingsan tanpa ingat orang. Dua gadis itupun tertegun. mempelototi mereka. mati membayangi kawannya. sebenarnya terjadi disaat yang hampir bersamaan. Tan Ciu mendelikkan mata. Tiga gadis berbaju merah mati ditempat itu.. mereka adalah anak buah si Ratu Bunga Giok Hong yang luar biasa. Tan Ciu yang di pukul dua orang jatuh pingsan dan dua gadis itupun sudah dijotos oleh pemuda kita. Kejadian yang seperti diceritakan diatas terlalu panjang. Disaat yang sama.

kalian djpersilahkan datang dilereng gunung Pek-hoa-san. Dia memang berangkat. semakin lama semakin cepat. Tan Ciu jatuh ketangan musuh. Gadis gemuk yang menempur Tan-Kiam pek dapat mengikuti perkembangan situasi tadi. Minta bertemulah dengan guru kami yang menggunakan gelar Ratu Bunga. hanya beberapa kali lompatan. Dikala gadis gemuk itu melarikan diri. walaupun dirinya jatuh luka. mereka saling kejar. "Bila hendak mengambil Tan Ciu. sebelum itu. berbaju merah telah menyeret Tan Kiam Pek sadar dari kesalahan. Gadis gemuk kemenakannya. Terjadi perburuan. belum berani ia mengejar bersiap-siap untuk melayani muslihat baru. dia memberi pesan. meninggalkan Tan Kiam Pek. Meninggalkan Tan Kiam Pek yang masih bengong melolong-lolong." Dikala Tan Kiam Pek memasuki rimba itu ia kehilangan jejak orang yang dikejar. karena itu mempunyai banyak peluang untuk meninggalkan lawannya. tubuhnya melesat dan berteriak "Jangan lari!" Gadis gemuk tidak menghentikan larinya. dia melarikan diri. Tan Kiam Pek takut ditipu musuh.Setelah itu. diapun tidak akan kalah pamor. Dia menjadi marah. meraihkan tangan menyambar tubuh Tan Ciu yang terlena tanpa ingatan. . Gadis gemuk masuk kedalam suatu rimba. jatuh pingsan. tubuhnya melayang jauh.

dia diam tidak bergerak. Sumur Penggantungan terletak didekat Rim ba Penggantungan. terdengar suara bentakan Tan Kiam Pek datang bukan dengan maksud tujuan untuk mengacau. Tan Kiam Pek menerjunkan diri kedalam sumur itu. Tan Kiam Pek tidak mengetahui. Tan Kiam Pek menuju kearah sumur Penggantungan. Dimana terdapat sumur tua. Bila tidak ada petunjuk Tan Ciu. dan kekuatan Melati Putih Giok Hu Yong berada ditempat itu. Tan Kiam Pek berhasil menemukan sumur tua itu. dikala berjalan beberapa tapak. Meneruskan pengejaran tiada artinya. maka Giok Hu Yong bebas melakukan siasat-siasatnya. Seperti sumur biasa.Tan Kiam Pek menjadi lesu. . Setelah tidak berhasil menolong Tan Ciu. Mengikuti perjalanan Tan Kiam Pek. Ia wajib memberi tahu kejadian tadi." mengancam. langkahnya menuju ke arah rimba penggantungan. apa boleh buat. dua bilah pedang telah nempel dilehernya. pergi datang disekitar Pohon Penggantungan tanpa diketahui orang. Tenaganya masih belum cukup. sumur kering yang sudah lama tidak digunakan. Ilmu kepandaian golongan berbaju merah itu sangat kuat. Dia sudah menginjak tanah. "Jangan bergerak. bahwa dibawah sumur ini tersembunyi banyak tokoh-tokoh silat kelas utama. Dia mengambil keputusan untuk meminta bantuan beberapa orang.

Pengemis tua itu yang kau maksudkan?" "Ng. . ." Tan Kiam Pek tidak meneruskan kata-katanya bagaimana dia menyebut nama Giok Hu Yong." "O. telah Hap. "Aku minta bertemu dengan Tong-kay." Tan Kiam Pek diajak keruang dalam. disana berkumpul Permaisuri dari Kutub Utara Pek Pek Pencipta Drama Pohon Penggantungan Melati putih Hu Yong. Tan Sang ada?" berkata Tan Kiam Pek. "Ooo. "Sebutkan namamu !" "Tan Kiam Pek." "Dia sudah pergi keluar."Aku hendak bertemu dengan. .. si Pendekar Dungu Ong Jie Hauw. "Siapa?" Bentak gadis yang melintangkan pedang dipunggung orang. Dia teringat kepada keterangan Tan Ciu yang mengatakan bahwa si Pengemis sakti dari Timur Tong Kay dan Permaisuri dari Kutub Utara Pek Pek Hap berada ditempat itu." berkata Tan Kiam Pek." "Tan Kiam Pek ?" "Ng . maka ia menyebut salah satu nama dari kedua orang tadi. . dan Sang.. Giok Tang .. "Tong Kay?" Agaknya murid-murid Giok Hu Yong tidak kenal kepada si pengemis Tukang Ramal Amatir. . . Aku adalah pamannya.

Tentu saja belum yakin kepada kehebatan pemuda itu. Dan kita menyusul keadaan Tan Ciu. Dia ragu-ragu. kukira tidak seorang pun yang dapat menolong Tan Ciu. Tan Ciu sedang berbaring disuatu tempat yang bersih dan rapi. bagaimana Tan Ciu telah jatuh kedalam tangan seorang gadis baju merah yang menyebut dirinya sebagai anak buah si Ratu Bunga dari gunung Pek Hoa san. Wajah mereka menjadi pucat.Tan Kiam Pek menceritakan pengalamannya. "Kecuali dia. Seorang laki-laki baju kuning dan seorang wanita baju merah memperhatikan wajah pemuda itu. Tan Sang memberi keterangan. "Kau?"." Ia berkata. . Dikatakan juga tempat kediaman si Ratu Bunga yang sedang bermukim di gunung Pek-hoa san. . "Aku segera menolong dirinya." Tentu saja. . Tan Kiam Pek memperhatikan wajah pemuda itu. Hanya seorang yang berdiri gagah. Enam gadis baju merah berdiri dibelakang mereka.Tan Kiam Pek belum melihat kepandaian Ong Jie Hauw. ia adalah si Dungu Ong Jie Hauw. dengan kekebalan Ong Jie Hauw siapakah yang dapat menandinginya? Tan Kiam Pek memberi tahu letak Tan Ciu diringkus orang.

gadis inilah yang membawa Tan Ciu. "Mati semua." Berkata Giok Lo Sat meminta pengampunan. Laki-laki baju kuning adalah pengawal pribadinya. "Dimana tiga anak buahmu?" Cepat-cepat Giok Lo Sat berkata. Kau telah berhasil dengan baik." Berkata Giok Lo Sat. "Lebih cakap dari ayahnya. . "Maafkan teecu yang tidak dapat menolong jiwa mereka." "Mana mungkin? bagaimana mereka boleh mati?!" Giok Hong marah. . Inikah orangrnya?" "Betul. "Mereka gugur setelah berhasil menjatuhkan Tan Ciu. Dan diceritakan jalan cerita. Wanita baju merah adalah si Ratu Bunga Giok Hong musuh Giok Hu Yong orang yang diduga telah membunuh Tan Kiam Lam." Dan dia berpaling kearah Giok Lo Sat. bertanya." Sang Ratu Bunga terkejut. . Lebih hebat dari ayahnya. Ratu Bunga Giok Hong memperhatikan wajah Tan Ciu yang tampan. wanita itu memandang seorang gadis baju merah.Memperhatikan beberapa saat. "Giok Lo Sat." Berkata Giok Lo Sat. Dia mengoceh." berkata Giok Lo Sat gadis gemuk yang dapat mengimbangi kekuatan Tan Kiam pek. "Akh!. "Putra Tan Kiam Lam? Tidak akan salah?" "Tidak salah lagi.

" Berkata Giok Hong. "Kau juga kalah dibawah tangannya?" Dia bertanya." Giok Lo Sat girang. memikir kejadian-kejadian yang telah terjadi. Ratu Bunga Giok Hong mengalihkan pandangan matanya.' "Giok Lo Sat. Dimana dia berada? Dia bangkit berdiri."Bukan salahmu. Tan Ciu sudah siuman. dia mengkerutkan keningnya. dia mengoceh. Tan Kiam Pek melawan sigemuk. Tan Ciu kagat. dia jatuh." tiba2 memanggil murid itu. dia teiah membunuh mati tiga orang. gadis yang telah diperkosa oleh Ong Jie Hauw. tidak ingat orang lagi. "Bangunkan pemuda ini!" Giok Lo Sat maju tiga langkah. menotok beberapa jalan darah Tan Ciu. menatap gadis baju merah yang berdiri dipaling ujung. itulah Lie Bwee. inipun cukup untuk mendapat pujian. kemudian mengeluarkan sebutir obat." Didalam keadaan itu. Ratu Bunga Giok Hong tertawa kejam. dimasukkannya kedalam mulut pemuda itu. kemudian dihadang oleh empat gadis berbaju merah. 'Tidak boleh diremehkan. bagaimana dia melakukan perjalanan bersama-sama dengan sang paman." "Terima kasih. "Saudara Tan. kau masih berhasil menunaikan tugasmu. kau sudah sadar?" . "Teecu juga kalah" berkata Lie Bwee. Beberapa saat kemudian. setelah itu. Samar-samar terlihat banyak bayangan2.

"Berani kau berkhianat kepada pintu perguruan?" Tan Ciu memberi teguran." Tan Ciu memancarkan sinar mata kemarahan. inilah type wanita jalang. "Kau?" Tan Ciu hampir berteriak. "Mengapa kau berada ditempat ini ?" Ong Leng Leng berkata. Setiap . "Kau? Kau Ratu Bunga?" Dia mengajukan pertanyaan. hadirnya Giok Lo sat dan Lie Bwee ditempat itu tidak mengejutkannya. terbukti dari sepasang matanya yang sangat binal. masih cantik agak liar."Aku telah menjadi murid Si Ratu Bunga yang ternama. "Telah kau beritahu penggantian guru baru kepada. Ong Leng Leng menganggukan kepala." berkata Wanita itu. Tan Ciu menegur. "Tepat! Tidak mudah untuk mengundang dirimu. "Mengapa tidak?" Debat Jelita merah Ong Leng Leng! "Aku telah mendapatkan guru yang lebih pantas. guru lamamu? Setujukah Pek Pek Hap Cianpwe kepada langkahmu?" "Mengapa harus memberi tahu kepadanya?" Ong Leng leng tertawa. Tan Ciu memperhatikan orang-orang disekeliling. itulah murid Permaisuri dari Kutub Utara yang bernama Ong Leng Leng.Tan Ciu memandang wanita itu. seorang gadis yang menundukkan kepalalah orang yang dikenal. Adanya si Jelita Merah Ong Leng Leng ditempat itu sungguh berada diluar dugaan.

jangan marah? Dengarlah nasihatku baik-baik kalian bersahabat. Tan Ciu membentak." Yang dimaksud sebagai guru oleh Ong Leng Leng adalah Sri Ratu Bunga Giok Hong. menyuruh orang menculik aku?" Tan Ciu tidak tahu bahwa dirinya sedang berhadapan dengan musuh yang hendak menghabiskan jiwa ayahnya. Jelita Merah Ong Leng Leng termasuk gadis-gadis yang mencintai dirinya. "Huh. Si Ratu Bunga Giok Hong berkata. Ong Leng Leng berkata. guru barunya.orang wajib mempersenjatai dirinya dengan ilmu-ilmu yang lebih hebat. Tahukah kau bagaimana gelar dari nama sebutanku?" Tan Ciu bersungut-sungut." "A a a a a!" . "Bohong!" Sri Ratu Bunga Giok Hong mengentengah pertengkaran mulut itu. dengan getas dia berkata." Tan Ciu berhadapan dengan Sri Ratu Bunga Giok Hong." Dia berdengus. "Apa maksudmu. bukan?" Tan Ciu mengeretek gigi." "Namaku Giok Hong dengan gelar baru Sri Ratu Bunga. "Jangan kau marah. "Tan Ciu. Bukan permaisuri dari Kutup Utara Pek Pek Hap. "Tan Ciu. mengapa mengalami perubahan. dia berkata. Kami dapat memberi tempat dan kedudukan yang bagus untukmu. Sikapnya ramah tamah. Guruku hendak mengajak kau bekerja sama. "Tidak perlu tahu.

" "Si Telapak dingin Han Thiun Chiu?" "Bukan urusanku.Ternyata Ratu Bunga bernama Giok Hong? Musuh kedua orang tuanya? Tan Ciu memperhatikan wanita baju merah itu terlalu muda untuk menjadi musuh kedua orang tuanya. "Aku tak ada niatan untuk membunuh ayahmu." "Huh. orang yang membunuh ayahku. Kalian adalah suatu komplotan. Han Thian Chiu bukan Ratu Bunga Giok Hong. dia adalah orang yang kucintai." Berkata Tan Ciu. "Mengapa tidak berani menjawab pertanyaanku?" Tan Ciu menyelak. Giok Hong bukan si Telapak Dingin Han Thian Chiu. karena cintamu yang tidak terbalas?" "Sudah kukatakan bukan aku yang membunuh." . "Kau telah membunuh ayahku?" Tan Ciu meminta ketegasan. "Pernah dengar cerita tentang diriku?" "Kau adalah musuh ibu." "Sama saja." Berkata Sri Ratu. "Cerita dari ibumu bukan?" Berkata Giok Hong tertawa. kau harus mengerti. Sri Ratu Giok Hong berkata. "Han Thian Chiu bukan aku. Mungkinkah? Hal itu akan terjadi. "Atas instruksimu bukan?" "Mengapa mempunyai dugaan seperti itu?" Berkata Ratu Bunga Giok Hong.

terima serangan. Pengawal pribadi Ratu Bunga memberikan perlawanan yang seimbang. Aku harus memnuntut balas atas dendam itu. Orang berbaju kuning itu terdesak mundur. serangan-serangan dilipat gandakan. "Nah. ha ha. Tan Ciu terkejut. Giok Hong dan keenam muridnya menonton pertandingan itu. Dia bukan tandingan jago muda kita. memukul wanita itu. "Jangan kurang ajar." Berkata Giok Hong." "Ha. hut!. Sepuluh jurus telah berlalu. tangannya didorong kedepan. dia tidak diam. "Sampai dimanakah ilmu kepandaianmu ingin menantang?" Kemarahan Tan Ciu sudah tidak dapat dibendong.. Akibat dari benturan itu. Tan Ciu Semakin lincah." Sri Ratu Bunga Giok Hong tertawa. Laki-laki baju kuning disebelah sang Ratu Bunga bergerak dia menerima serangan yang Tan Ciu lontarkan. "Bagus. bergerak capat mengirim empat pukulan lagi." Dia memberi peringatan. Dan untuk melaksanakan maksud tujuannya." Dia membentak keras." "Kepada siapa? Aku atau Han Thian Chiu?" "Kedua-duanya. Orang baju kuning adalah pengawal Ratu Bunga.."Terserah bagaimana penilaianmu. ilmu kepandaiannya cukup tinggi. masing-masing terdorong mundur dari kedudukan tempat semula. .

. Ong Leng Leng meminta tugas. terdengar suara bentakan Ratu Bunga. Ratu bunga Giok Hong menghampiri Tan Ciu. Maafkan teecu yang tidak dapat bersabar. bergema diseluruh ruangan. Orang berbaju kuning adalah jago mereka. . mengikat pandangan mata musuhnya! Disaat yang sama kedua tangannya didorong kedepan. Itulah ilmu Ie-hun Tay-hoat. Suatu kejadian yang mengejutkan semua orang. memekik keras. Heeek . Disaat yang sama. Orang berbaju kuning itu terpental terbang. Giok Lo Sat mengundurkan diri." Sang Ratu Bunga memberi perintah. "Kurang ajar!" Tubuhnya menerkam si pemuda." "Kau mandur. . dengan sikapnya yang hormat berkata. .Tan Ciu mengeluarkan suara gerungan. Tiba tiba ." Giok Hong memandang muridnya itu. Giok Lo Sat berteriak. permainan apa yang hendak dipertontonkan oleh lawannya? Sepasang mata Tan Ciu memantulkan cahaya liar. dengan dada gepeng kedalam. Pengawal Giok Hong itu tertegun. dia ragu-ragu! "Kau?!" Dia heran. toch masih dikalahkannya. . serahkanlah kepada teecu. "Jangan!" Tubuh Giok Lo Sat balik kembali. "Suhu.

minggirlah. katanya. masing2 pernah menanam budi kebaikan. dengan satu pukulan. mungkin kau menerima banyak kebaikan". dia mendahului membuka penyerangan. . baikbaiklah menerima perintah guruku. "K a u." Berkata Ratu Giok Hong. tidak membalas. . Mengingat hubungan baik diantara kita orang." Giok Hong mengabulkan permintaan murid itu. Rasa persahabatannya masih sangat berkesan."Suhu tidak perlu mengotori tangan!" Berkata Jelita Merah Ong Leng Leng. Tan Ciu mundur selangkah. Ong Leng Leng berhadapan dengan Tan Ciu. kuanjurkan agar tidak mengadakan perlawanan." "Baik." "Aku tidak ingin bentrok denganmu. Hubungan mereka cukup erat. Diantara mereka." "Aku Ong Leng Leng. "Hei. Ong Leng Leng pernah menolong dirinya. "Kau bukan tandingannya. Tan Ciu menyingkirkan diri dari serangan itu. Ong Leng Leng memotong pembicaraan." Ong Leng Leng tidak menyingkirkan diri. Dia tidak segera menuruni tangannya. dan dia pernah menolong jiwa gadis itu. Tidak ada alasan untuk bentrok dengannya. . "Kau?" Suara Tan Ciu terkandas ditenggorokan. "Suhu akan kubuktikan kepadamu. . Unsur keberanian perlu. Ong Leng Leng berkata. Bahwa belum tentu kepandaian tinggi yang menetapkan.

Ong Leng Leng tidak memberi hati. Apa boleh buat. Cengkeraman tangan Tan Ciu yang dikerahkan dengan tenaga penuh akan memotes lengan tangannya menjadi dua bagian. dengan bersungguh-sungguh dia mengayun tangan kiri. Ong Leng-Leng tidak menghiraukan ancaman cengkeraman itu. dia mencecer dengan serangan-serangan yang cukup tajam. suatu kejadian yang sangat sedih. Kejadian yang berada diluar dugaan Tan Ciu. alam pikiran si Jelita Merah bukanlah Jelita Merah yang lama. Cepat sekali. Pikirannya agak kusut. mengetahui dirinya terdesak. Berbeda dengan apa yang Tan Ciu pikirkan. dia masih menaruh rasa kasinan. bila sampai terjadi cedera atas diri Ong Leng Leng. membuka suatu jalan keluar dari kurungan Ong Leng Leng. tangan kirinya berjulur hendak mencengkeram pundak sigadis. Tan Ciu harus melayani tantangan itu. Cara-cara Ong Leng Leng bertempur adalah suatu cara yang sangat nekat. Tentu saja pukulan Ong Leng Leng tidak akan berhasil bila dia tilak bersedia mengorbankan sebelah tangannya . Jelita Merah Ong Leng Leng mengurung si pemuda dibawah bayangan-bayangan pukulan. memukul tiga kali. seolah-olah telah terjadi pergerakan otak. Tan Ciu mempunyai ilmu kepandaian yang berada diatas lawan itu. tanpa mengenal kasihan. Tan Ciu dipaksa melayaninya. Dengan alasan apa dia berani meremehkannya? Terserah bagaimana penilaianmu. dia membalas dengan satu pukulan kuat. Ong Leng Leng menyerang dengan gencar.

dia berkata. Tangannya yang hendak memukul remuk batok kepala Tan Ciu diganti menjadi menyanggah tubuh pemuda itu. Setelah menotok meletakkan Tan Ciu. "Siapa yang memberi perintah kepadamu!?" Giok Lo Sat menundukan kepalanya. "Tarik pulang tangan itu!" Tangan Giok Lo Sat menempel dikepala Tan Ciu tenaganya telah ditarik pulang. dia menarik pulang cengkraman tangannya tadi. maka tak terluka. dengan suara mengejek. arah tujuannya adalah batok kepala pemuda itu. jiwa Tan Ciu hampir melayang. Giok Lo Sat Tan Ciu tidak berkutik lagi. Ratu Bunga Giok Hong memandang pemuda itu. Dan dia sudah melaksanakan niatan nekad. Tan Ciu sudah mengambil putusan cepat. Giok Lok Sat membarengi kecepatan orang dan mengirim suatu pukulan. Tiba-tiba terdengar suara bentakan Ratu Bunga Giok Hong.untuk mengenai arah sasaran dia harus berkorban. "Tan Ciu. Tan Ciu mengalami bahaya otak pecah. tahu?!" Tan Ciu tidak dapat bergerak. Giok Hong membentak. . Pukulan tangan Ong Leng Leng berhasil sukses pada Tan Ciu dipukul kontan. jalan darahnya. Tubuh pemuda itu terpental terbang. mulutnya bebas bicara. dengan menggeretek gigi dia teriak. hanya terpaut selembar benang. disini tidak ada tempat untuk kau mengagulkan kepandaian.

" "Hendak menggunakan tenagaku?" Bertanya Tan Ciu. mana mungkin kau bertahan sampai hari ini.. "Aku tidak berhasil mendapatkan ayahmu. kukira kau berhak untuk mewakili ayahmu itu bukan?" . Dia berkata." Selembar wajah Tan Ciu menjadi merah jengah! Dia sedang berhadapan dengan seorang wanita yang tidak mengenal apa itu artinya malu. "Menggunakan tenagamu? Tenaga apakah yang kau punyai?" Tan Ciu marah besar "Apa yang kau mau?!" "Aku akan menyenangkanmu. bila aku ada maksud untuk membunuh dirimu. akan kuberi kepuasan yang belum pernah kau nikmati. kau adalah putra Tan Kiam Lam. "Manusia tolol." "Tidak percaya? Aku akan menyenangkan dirimu. maka aku ingin meminta gantinya. pikirlah. Giok Hong berkata lagi. Aku tidak tega dan sangat membutuhmu."Berani kau membunuh aku?!" Giok Hong menggeleng-gelengkan kepala. tahu?" "Huh. "Apa yang kau kehendaki?" Giok Hong mengirim satu kerlingan mata yang menarik. "Aku tidak mau membunuh" Ia berkata.. "Tidak mengerti?" Giok Hong tertawa genit. "Kepuasan diantara lelaki dan wanita." Tan Ciu masih belum mengerti maksud juntrungan katakata sang Ratu Bunga itu! Dia diam.

si gadis gemuk menjalankan perintah gurunya." Dia memandang kearah Giok Lo Sat dan memberi perintah. Giok Hong sedang menatap Jelita Merah Ong Leng Leng Sang murid menundukkan kepala. "Sangat baik. Ong Leng Leng memandang sang guru. seperti juga dengan ayahmu.." Tan Cin sangat marah. dibawa kedalam kamar Ratu Bunga Giok Hong. "Tidak tahu malu!" "Ha." Semakin lama semakin jauh dan akhirnya tidak terdengar sama sekali. Tan Ciu memaki maki." Ong Leng Leng berterus terang. Ratu cabul. "Bawa kedalam kamarku.Tan Ciu membentak. kau berkepala batu. "Leng Leng!" Giok Hong memanggil dengan suara adem. Aku suka kepada sipatmu. "Kau kenal dengan Tan Ciu?" "Betul. . tidak berani menantang guru itu. Giok Hong menegur. Perempuan jalang! . sayang dia tidak berdaya. "Wanita tidak tahu malu. Giok Lo Sat telah mendapat perintah untuk membawa pemuda itu. ha. Giok Lo Sat telah membawa pemuda itu kedalam kamar gurunya .." "Mengapa belum pernah bercerita?" tegur lagi guru Jelita Merah. menggendong Tan Ciu. Diatas gendongan Giok Lo Sat." "Tan Ciu cukup baik.. .

. "Bagaimana hubungannya dengan gadis2 lain?" "Juga belum pernah.. teecu belum berani bercerita. ha. "Belum pernah.." Dia berkata malu. "Dia pernah menolong teecu dan teecu pun pernah menolong jiwanya. mengingat banyaknya urusan. dia puas sekali. ha. Tiba-tiba mengeluarkan suara jeritan. Tan Ciu diberi obat tidur." "Bagaimana hubungan kalian?" Bertanya Giok Hong. totokan yang mengekang dirinya telah dibebaskan. ingin mendapat air segar. Dia jatuh pulas. yang aneh. dia dapat bergerak perlahan. "Cukup baik. "Suhu belum pernah bertanya. dia . Tan Ciu turun dari pembaringan.Ong Leng Leng membela diri." "Ha." Wajah Ong Leng Leng menjadi merah.ooOdwOoo Bercerita keadaan Tan Ciu. walau pun sangat lemah." Giok Hong tertawa. Tan Ciu sadar kembali setelah malam harinya. Dia mengulet bangun. Badannya dirasakan sangat panas. Setelah dibaringkan ditempat tidur Giok Hong." jawab Ong Leng Leng. mengingat belum ada hubungan erat." "Hubungan kelamin yang kumaksudkan. "Sampai dimanakah kebaikan itu?" bertanya lagi sang guru.

Semakin terasa akan kebutuhannya seorang pria. itulah si Ratu cabul Giok Hong. Pintu kamar Giok Hong diketuk orang. Tiba-tiba . . Itulah yang dikehendaki oleh sang Ratu Cabul membiarkan dirinya didalam keadaan seperti itu adalah suatu penerimaan yang tiada terlukiskan! Agaknya kejadian itu tak dapat dihindarkan. . Semakin lama. semakin terasa akan adanya hawa napas yang merangsang badan."Aaaaaa. tok tok! Sri Ratu Bunga Giok Hong membentak. Tok. "Ada apa?" Suara Giok Hong sangat tak puas.. telanjang bulat.. "Siapa !?" "Teecu. Dia menabrak dan meremas-remas selurun tubuh Giok Hong. Cahaya didepan Tan Ciu menjadi merah. mana mungkin dapat menahan gelora mudanya.!" Tubuhnya sudah tidak berpakaian. sang Ratu Cabul memainkan pemuda itu." Itulah suara Giok Lo Sat. Tan Ciu telah memakan obat perangsang. Membawakan sikapnya yang menantang. telanjang bulat.. Ada sesuatu yang mendekati dirinya. penuh gairah. hijau. tidak berhasil. juga tanpa selembar benang pun. . kuning. orang telah melakukan sesuatu kepada dirinya. keadaan ditempat inipun agak seram terlalu romantis. Tan Ciu menarik kain seprai dan menyelubungi dirinya.. menghampiri si pemuda yang telah diberi obat perangsang. Dia berusaha menekan-nekan kekuatan rangsangan itu.

dengan wajah yang marah-marah sudah berada diambang pintu. Han Thian Chiu adalah salah satu gendaknya yang luar biasa. seorang laki-laki yang tampan.." Dia lupa berpakaian. anak Tan Kiam Lam ?" "Kau tahu ." "Eii. . segera. pemuda ini bernama Tan Ciu. sebagai orang baru. tentu saja pintu itu pecah. "Kau. ." "Siapa ?" "Han-tayhiap." "Sudah teecu katakan." "Han Thian Chiu ?" "B e t u l. Ia masih menghendakinya." "Suruh tunggu diruang tamu?" Disaat yang sama terdengar suara pintu yang didobrak dari luar. kau sudah melupakan kawan lama ?" "Keluarlah! Belum waktunya kau mendapat giliran. . itulah telapak Dingin Han Thian Chiu dengan wajkah aslinya." "Kau !. berani dia menantang ?" "Han-tayhiap berkata.. "Giok Hong." "Katakan kepadanya bahwa aku tak sempat. Giok Hong terkejut. Dia harus berhati-hati. Han Thian Chiu berkata. belum tentu Tan Ciu dapat memberi kepuasan cukup.."Ada orang yang hendak bertemu dengan Suhu." ." "Huh! Kau tidak tahu.

Jangan khawatir. dia menerkam sang kekasih." "Giok Hong ketahuilah bahwa kau adalah orangku. . sepintas lalu masih cukup padat." Berkata Giok Hong memutuskan kata-kata orang. Mereka ber-guling2an bergumul menjadi satu."Inilah urusanku. maka dia masih utuh. setelah membereskannya." "Aku membutuhkan anak muda yang masih hijau. Bukan barang milik seseorang. Aku akan melayanimu. maka aku ingin memakannya. seorang bocah yang tidak berpengalaman sangat mudah dibereskan. ." "Tega kau meninggalkan aku?" "Keluarlah sebentar. "Kau gila. . cukup bergairah. Darah Han Thian Chiu telah merangsang keotak. apa yang bisa dimainkan olehnya?" "Kau pandai memainkan. Masakan anak dan ayah dimakan semua?" Berkata Han Thian Chiu penuh cemburu." Tubuh Giok Hong belum berpakaian. masih belum berpengalaman. termasuk kau. tapi aku sudah bosan denganmu. Dilain pihak." "Dia masih terlalu hijau untukmu. "Karena ada hubungan dengan Tan Kiam Lam. tapi banyak makan obat berkhasiat. dia sudah tua." "Huh. tentu sangat memikat." "Aku bukan benda mati.

Tubuh Tan Ciu terdorong pergi. Didalam keadaan tidak sadar." Berkata Han Thian Chiu. kemana kau lari!?". Tangan Han Thian Chiu melayang. dia menyengkeram tangan Han Thian Chiu. . Dia sudah lupa daratan.Tan Ciu yang kehilangan sasarannya sudah mulai mengamuk." "Biar kutotok dahulu jalan darahnya. Han Thian Chiu tidak dapat menerima keadaan itu. "Jangan!" Untuk membatalkan maksud tujuan Han Thian Chiu yang ingin membunuh Tan Ciu. Mulutnya berteriak. tangan Giok Hong bergerak. dia tertawa cekikikan. seorang diri tentunya." Dia merangkul keduaduanya. dirinya juga menerkam. Ratu Bunga Giok Hong membentak. "Berani kau membangkang perintah?" Han Thian Chiu mengajukan protes. dia mendorong tubuh Tan Ciu maksudnya mengangkangi sang kekasih. "Tidak mungkin. Dasar wanita cabul. . Giok Hong membiarkan dirinya digumul oleh dua lakilaki.. "Hayo kalian maju berbareng. "Kau harus memberi service kepadaku." Berkata Giok Hong. "Hayo. . Tapi dia menubruk Kembali." "Dia telah aku beri obat perangsang. maksudnya ingin menamatkan jiwa pemuda itu.

. . Kamar itu telah dirusak olehnya. "Lekas . "Tentu. Tan Kiam Lam telah menjadi korban paras cantik dan Giok Hong masih belum puas. Giok Hong terpaksa harus meninggalkan si daging muda. Giok Hong dibuat me-rintih2. Tenaga Han Thian Chiu sangat dibutuhkan olehnya. . aku melarang kau melukai dirinya. Hasil yang menyolok dari klik Han Thian Chiu dan Giok Hong adalah penganiyaan mereka kepada Tan Kiam Lam. pintu tidak teraling lagi. Cepat . ."Baiklah. Dilain kamar." berkata Giok Hong." . Dilain kamar. tanpa pakaian. Han Thian Chiu adalah seorang ahli dibidang begituan. "Bagaimanakah?" Bertanya Han Thian Chiu." Dengan mudah Han Thian Chiu menotok jalan darah Tan Ciu. Dia ingin memakan putra orang yang pernah dimainkan olehnya itu. "Unggggg . "Masih menginginkan Tan Ciu?" Bertanya Han Thian Chiu. ." Berteriak Giok Hong merintih. Han Thian Chiu dan Giok Hong sedang melakukan sesuatu yang tidak patut diceritakan. Mengajak Giok Hong. Mereka adalah dua sekawan manusia2 durjana yang sering melakukan perbuatan-perbuatan terkutuk. Tan Ciu terbaring dengan keadaan manusia purbakala. mengingat belum waktunya untuk bentrok dengan Han Thian Chiu. . Tapi. mereka pindah kekamar sebelah.

masih menginginkan Tan Ciu ?" "Tentu. aku keberatan. Apa maksud tujuanmu mendatangkan anak Tan Kiam Lam ?" "Aku hendak mempermainkannya sehingga mati copot sukma. mungkin dua tiga hari." "Aku hendak mempermainkan dirinya. Biar . . ." "Berapa kalikah dia dapat bertahan?" "Tergantung dari kekuatan dirinya." Giok Hong tidak sabar." "Maksudmu?" "Kau boleh makan keperjakaannya." "S e t u j u ?" "Baiklah." "Wah." "Membunuh Tan Ciu ?" "T e n t u."Jawab pertanyaanku. Keistimewaan Han Thian Chiu dibidang inilah yang dapat mengikat tali hubungannya dengan sang ratu cabul. Tapi cepat dong !" Han Thian Chiu memegang peran penting. "Aku harus tahu." "Kau gila. Mungkin juga dua tiga bulan. setelah itu harus dibunuh mati." "Setelah itu?" "Mengapa bertanya tentang ini? Lekaslah." "N g g g g.

Menggunakan datangnya Han Thian Chiu. dimulut si gadis galak. semua murid-murid dan anggota Ratu Bunga mempunyai ilmu kepandaian tinggi. Dan kesempatan baik tidak disia-siakan olehnya. itu harus mengingat dia telah berguru kepada Giok Hong. setelah Chia-it Tong. agar sang guru tidak menaruh curiga dia menawan si pemuda. dia menolong dan melarikan Tan Ciu. tidak mungkin musuh dapat menyelundup masuk. dia memasuki kamar Giok Hong. Dengan alasan apa Ong Leng Leng menolong Tan Ciu? Benih cinta Ong Leng Leng kepada Tan Ciu belum dapat dipadamkan. menarik tubuh Tan Ciu dan dibawa lari. tidak bukan. Ratu Bunga Giok Hong tak melupakannya. Dilain pihak. tapi dari dalam tidak mudah diduga. Tan Ciu adalah pemuda kedua. Sesosok bayangan menyelinap masuk. dia berbaju merah dengan menanggung resiko besar. didalam tempat itu kekuasaan berada ditangan Giok Hong. Siapakah orang yang berani menentang Ratu Bunga Giok Hong? Tidak lain. dia adalah murid ratu Giok Hong yang baru. menggunakan waktu dari kedua makhluk yang sudah lupa daratan itu. dia adalah Jelita Merah Ong Leng Leng. Mereka telah meninggalkan Tan Ciu tentu saja mereka tak perlu khawatir. Musuh luar tidak mudah untuk masuk ke dalam sarang mereka. Didalam keadaan malam gelap Ong Leng Leng meninggalkan gunung Pek-hoa san.bagaimana. . meninggalkan tempat berbahaya.

" Tan Ciu menerkam gadis iiu. Keadaan Tan Ciu sangat menakutkan. dia telah diberi makan obat perangsang dan akibat dari obat perangsang adalah gejolak darah yang memuncak. secara kasar tangannya menjambret baju orang. diam tidak bergerak. maksudnya hendak istirahat. darah-darah ini mendapat wadah yang layak.!" Dia menghardik Setelah dipaksa. Ong Leng Leng! Terjadi Kejadian yang sama dengan apa yang Han Thian Chiu lakukan kepada Giok Hong. karena mendapat kekangan tekanan peredaran jalan darah.Ong Leng-Leng berlari beberapa saat. Ong Leng Leng tidak sadar kepada bahaya yang mengancam dirinya. . Tan Ciu siuman kembali. "Hayo lekas .. merobeknya segera. matanya melotot. Ong Leng Leng berteriak. Dia hendak melakukan seperti apa yang binatang sering lakukan. dan setelah rela. dia memanggil. tangannya semakin kurang ajar. "Jangan . pemuda itu tidak dapat bergerak Ong Leng leng menotok hidup jalan darah Tan Ciu yang terkekang. Hatinya yang gersang belum mendapat pelampiasan yang selayaknya. dia memasaki sebuah guha. . "Tan Ciu.!" Tan Ciu tidak memperdulikan protes orang. melepas lelahnya..

Tan Ciu terlentang didalam guha itu. Tan Ciu berteriak.. mungkinkah telah melakukan sesuatu kepadamu?” Bertanya Tan Ciu. Wajahnya menjadi merah jengah. Dikala Tan Ciu membuka kedua matanya. Ong Leng Leng sedang mengenangkan kepada nasibnya. apakah yang telah terjadi?" Tan Ciu segera sadar akan kejadian itu. Pakaian Ong Leng Leng telah koyak dan memandang dirinya. "Mungkinkah.. apakah yang akan dilakukan oleh mereka? Jawaban ini tidak sulit untuk dijelaskan.!" Ong Leng Leng menangis sesenggukkan.." Berkata Ong Leng Leng tidak berani memandang pemuda itu.. "Aaaaa . Tangis isak Ong Leng Leng semakin keras. segala sesuatu telah terjadi. bila kedua makhluk berlainan jenis berada di dalam keadaan seperti itu." Berkata Tan Ciu lagi. Dia telah memperkosa kesucian Ong Leng Leng. disebelah terbaring seorang gadis itulah si Jelita Merah Ong Leng Leng. "Hei. . dikala keadaan sudah menjadi adem kembali. "Ong Leng Leng. Tan Ciu mendapatkan pakaian alam. mengapa dia dapat melakukan perbuatan itu.Letupan gunung berapi itu sangat cepat sekali.. bahwa dugaannya tidak salah.. apakah yang telah terjadi?" "Bertanyalah kepada dirimu sendiri. dia mendapatkan dirinya berada didalam suatu guha. Tan Ciu mengetahui jawaban itu. Tapi. "Heee.

" berkata si pemuda "Aku harus membunuhnya..." Tan Ciu memandang gadis itu. Dia telah dibawa oleh si gadis gemuk Giok Lo Sat. Ong Leng Leng menceritakan." "Bagaimana tidak bersedih. Kau masih bukan tandingannya. Ong Leng Leng berteriak. bagaimana aku harus menempatkan diri lagi?" "Aku . kembalilah dahulu. "Dimanakah kita berada?" Bertanya Tan Ciu. dibawa kedalam gunung Pek-hoa San. Sangatlah mustahil sekali bila Ong Leng Leng yang kena getahnya. "Hei. "Ong Leng Ling.. bagaimana dengan menempuh bahaya." Dia hendak meninggalkan guha itu. dengan kesudahan dirinyalah yang menjadi korban obat perangsang. dibawah ancaman Ratu Bunga Giok Hong! Ong Leng Leng telah menotok dirinya." Berkata Ong Leng Leng.. "Aku harus menuntut balas.Tan Ciu mengenang serentetan kejadian-kejadian yang menimpa dirinya. dia menolong pemuda itu. . kemudian dibawa kedalam kamar Ratu Cabul itu. Aku .. Tan Ciu mengenakan apa yang ada. jangan kau bersedih.. Tentu telah dikibuli oleh si Ratu bunga. Setelah itu dia telah melupakan dirinya." "Pakailah pakaian. akhirnya si Jelita Merah menangis lagi. Tentu saja tidak karuan macam. tapi hal itu dapat menutupi sebagian tubuhnya. Tan Ciu memberi hiburan.

Aku tidak berdaya. jika aku sedang menderita dia menemukanku dan berkata hendak menjadikan aku muridnya. "Boleh kau bayangkan.." Berkata Ong Leng Leng. "Kita barus mencari jalan yang tarbaik untuk menghadapi mereka. akhirnya aku berhasil menolong kau dari tangan mereka." "Kau. jiwamu dapat diperpanjang. Maka aku meminta tugas agar dapat menolong. dimana mereka berada?" "Mau apa?" "Aku harus menuntut balas. "Dikala kau menjadi orang tawanan mereka aku sangat terkejut." . anak murid Ratu Bunga terlalu banyak. Membiarkan Giok Hong atau Giok Lo Sat yang bergebrak denganmu.Ong Leng Leng berkata. mungkinkah aku menolak?" "Mengapa kau menotok jalan darahku?" Bertanya Tan Ciu." "Maksudmu ?" "Keadaan kita masih berada didalam bahaya. karena itulah. bingung sekali. agar kita tidak jatuh kembali lagi. sayang kejadian berikutnya membuat aku semakin bingung. mana mungkin mempertahankan jiwamu. Lengah sedikit berarti kematian. kekuatan mereka tidak boleh dipandang ringan." "Katakan kepadaku. bagaimana harus menolong dirimu dari kekangan2 anak buah Ratu Bunga. Kita harus berhadapan dengan mereka. bersyukurlah. kekuasaan mereka cukup besar. tokh dengan suatu cara yang terbaik. maksudku baik.. Kau adalah golongan mereka." "Jangan salah mengerti. Biar bagaimana.

Mereka dikejutkan oleh satu suara bentakan diluar guha. .. aku dapat menerima bujukanmu."Belum waktunya kau menuntut balas. Jangan kau paksakan. "Maksudmu?" "Aku harus segera kembali. orang yang pernah diperkosa oleh pendekar di dungu itu. ." . aku harus mengawinimu." Ong Leng Leng menundukkan kepalanya. karena pengorbanan itu." "Cinta itu dapat kita bina dikemudian hari. Cinta harus mendapat latihan dari kedua belah pihak." Dia berkata. "Orang yang kau cintai bukanlah aku. "Aku tahu. gadis yang pernah menipu Ong Jie Hauw. apa yang kalian lakukan ditempat ini?" Disana muncul seorang gadis baju merah. ternyata." "Kembali ?" "Ng . jejaknya telah diketahui orang. inilah Lie Bwee. bukan hendak menjerumuskan diri kedalam dirinya. "Dua manusia bedebah. Wajah Ong Leng-Leng menjadi pucat. bertekun lagilah untuk beberapa waktu. ilmu kepandaian Sri Ratu Bunga Giok Hong sangat luar biasa. Berpikirlah. !" Ong Leng Leng. mengapa aku menolongmu? Maksudku agar kau bebas dari bahaya. bukan sebelah orang. Kau telah berkorban." Berkata Tan Ciu. Aku tidak akan meminta ganti rugi.

Pulang keatas gunung berarti kematian." Berkata Lie Bwee. tubuhnya melayang lagi2 mengamcam keselamatan Lie Bwee.” Putuslah harapan Ong Leng Leng untuk kembali Keatas gunung. Lie Bwee menyingkir kekanan. "Bunuh dia!" Untuk melenyapkan jejak mereka.. bahwa aku yang menolong Tan Ciu. "Kau kira suhu tidak tahu." Leng membentak.Memandang dua orang yang berada didalam guha. Ong Leng Leng wajib membekap mulut Lie Bwee. "Hayo. "He. . Takut Tan Ciu bergerak lambat. "Mau apa?" Dia mengajukan pertanyaan. Ong Leng Leng telah mengirim dua pukulan. "Aku hendak "Karena telah memergoki kalian?" "Karena kau dapat memberi tahu kepada Ratu Bunga. Ong Leng Leng masih sayang kepada jiwanya. . menghindari dua pukulan itu." "Aaaaa." Lie Bwee tertawa.. Bukan saja tidak mau menerima saran yang diberikan kepadanya. bahwa kau yang melarikan barang santapannya? Dia telah memberi perintah kepada semua orang untuk membikin pengejaran. Lie Bwee membentak. ha. Lie Bwee menutup dengan satu pukulan! . kemana kalian hendak melarikan diri?" Ong Leng Leng melirik kearah Tan Ciu. Ong Leng membunuhmu. ikutlah pulang." "Ha.

Kemana dia melarikan diri tidak mungkin memecahkan kurungan ke dua orang itu. "Sudah bosan hidup ?" Dan mereka bertempur. Ong Lang Leng berteriak. Tan Ciu paham. Dikala ada janji duel kematian dengan ibu Tan Ciu. Keadaan Lie Bwee sangat terkejut dibelakang ada Ong Leng Leng. Membunuh Lie Bwee berarti memutuskan harapan Ong jie Hauw mungkin si dungu marah besar dan memutus hubungan diplomatiknya. suatu bukti bahwa ilmu kepandaian gadis ini cukup untuk diandalkan. dikeroyok dua orang mana mungkin dia dapat bergerak bebas? menyingkir dia dapat bergerak bebas? Menyingkir dari serangan-serangan kedua orang itu dia mengambil langkah seribu melarikan diri. Dan disaat yang sama. Lie Bwee melarikan diri kearah puncak gunung Pek hoasan. betapa pentingnya langkah yang akan diambil. langkah yang cepat adalah menangkap gadis itu. didepan Tan Ciu sudah menantikannya. Tan Ciu telah mengejar didepan orang. Ong Leng Leng sudah berada dalam keadaan terdesak. dengan membuat suatu lingkaran dan berhasil menempatkan dirinya didepan gadis itu. Tubuh si pemuda bergerak. membantu Ong Leng Leng.Dia membentak. "Jangan biarkan dia lari?" Tan Ciu dan Ong Leng Leng mengejar Lie Bwee. membiarkan Lie Bwee hidup berarti kegagalan. . si Ratu Bunga Giok Hong mengutus Lie Bwee mewakili dirinya. Lie Bwee pernah merasakan tangan lihai pemuda kita. Didalam sekejap mata.

Lie Bwee menggumul lawannya yang agak lemah. Tidak mudah melepaskan diri dari tangan Ong Leng Leng. dikanan dan kirinya diapit oleh Han Thian Chiu dan Giok Lo Sat yang memberi perintah untuk menghentikan pertempuran adalah ratu cabul itu. . Giok Hong memperhatikan kedua orang buronannya seolah-olah hendak mengetahui sesuatu dari wajah kedua orang itu." Disana ini telah bertambah tiga orang ditengah-tengah adalah Sri Ratu Bunga Giok Hong. Tan Ciu siap-siap untuk membantu. bagaimana dengan kedua orang ini?' Pengalaman kesorgaan Han Thian Chiu sangat luas. seolaholah berkata. didalam waktu yang cepat. Tiba-tiba Lie Bwee membalikan badan. Masing-masing mengirim satu pukulan. Han Thian Chiu memancarkan cahaya terang.Tan Ciu dan Ong Leng Leng sudah berada didepan dan belakang dari gadis itu. Disaat itu terdengar suara bentakan keras. Tidak berhasil. "Hentikan pertempuran itu. Mengadu telapak tangan lagi. 'nah. dia sudah dapat mengetahui. dengan sinar mata liar dia menatap Sri Ratu Bunga Giok Hong. apa yang telah terjadi atas diri kedua muda mudi dihadapan mereka. dia menerjang Ong Leng Leng. dia tidak berani menantang sinar mata guru itu. Ong Leng leng menjadi pucat. Tan Ciu sangat terkejut. perkelahian terjadi.

Ratu Bunga Giok Hong marah besar." Giok Hong berkata. "Setelah memakan anak ayam gurumu. Dengan menggeretek gigi dia bergeram." Berkata Ong Leng Leng. dia berkata. Kau sudah puas. kau dapat mati meram."Giok Hong. mau mengangkat dirimu menjadi murid. "Aku hendak menolong dirinya. atas keberanian dirimu. Han Thian Chiu tertawa. aku terlalu meremehkan diri dan kekuatanmu." Menoleh kearah sang kekasih. mengirim satu pujian. "Anggap saja mataku yang picak sebelah." Giok Hong menoleh dan mendelikan matanya. ”Ong Leng Leng. walau pun demikian." Dia memberikan tangannya. bukan? Kasihan gurumu yang masih kelaparan." Ong Leng Leng harus menghadapi kenyataan. sikapnya Han Thian Chiu dapat menurunkan martabat dirinya." Wajah Tan Ciu yang penuh birahi telah lenyap itu menandakan bahwa obat perangsang yang dijejal kedalam perut si pemuda telah mendapat Wadah penyaluran. anak ayammu ini telah dimakan murid sendiri. "Tentu saja. bersedia menerima . Han Thian Chiu memanggilnya. sepasang sinar matanya dipancangkan kearah Ong Leng Leng rasa kemarahan yang dicampur dengan penyesalan semakin panas hatinya dibakar oleh Han Thian Chiu dengan beberapa ucapan Han thian Chiu. aku kematian. aku tetap mengangkat tangan." "Demi kebahagiannya. "Sangat disayangkan.

!" Sri Ratu Bunga membentak.. . tahu?" "Tak tahu malu. ha. "Sudah lupa kepadaku? kawan lama bukan?" "Kawan anjing!" Tan Ciu membentak. dan berkatalah jago petualangan ini! . kau kira." Han Thian Chiu tertawa. kau adalah manusia binatang wanita jalang . .Tan Ciu telah berdiri didepan Ong Leng Leng. "Berani kau bergebrak denganku?!" "Huh. bila tidak memandang hubungan dengan ayahmu." Berkata Tan Ciu gemas.bagian menanya yang ingin dibeset-beset olehmu. . ha. "Ha. bukan satu dua kali kita berhubungan. Han Thian Chin.. "Tutup mulut!" "Ha. ha . ." ." Tan Ciu menantang. dia tidak kenal kepada wajah asli Han Thian Chiu maka membentak." "Ingin sekali dapat membeset-beset kulitmu. ha ." Tan Ciu mengalihkan pandangan mata. menghadapi ketiga musuh itu. sudah lama kau mati gepeng. "Ingat lagi baik-baik. masakkan sudah lupa? Begitu lemahnja daya ingatmu. "Siapa kau ?" "Ha.. adanya laki-laki itu sangat menyebalkan. berani kau menyebut nama ayah?" "Dasar pemuda yang tidak tahu diuntung.. . kau berkepandaian tinggi? Ketahuilah bahwa nasibmu masih bagus. ia membentak. "Giok Hong.

Juga tak akan berkenalan. Ratu Bunga Giok Hong memberi perintah. maka memberi perintah kepada Giok Lo Sat. Maka membentak. "Janganlah menggunakan kata-kata yang tidak enak didengar. memandang Han Thian Chiu dan Giok Hong. tubuhnya bergerak dan sudah mendekati Ong Leng Leng. "Bagaimana kalian dapat bersekongkol menjadi satu ?" "Bersekongkol?" Han Thian Chin tertawa." "Tak akan berkenalan dengan Han Thian Chiu?" "Kau Han Thian Chiu. Kau telah masuk kedalam jaringan kami. kami adalah dua serangkai yang tidak bisa dipisahkan. Hari ini kau dapat kesempatan untuk berkenalan dengan wajah asliku." Mengingat kedudukan dirinya sebagai seorang pimpinan tertinggi sebagai guru. tidak mengerti." "Bagus."Aku tak kenal. "Berani kau menggerakkan tangan?" ." "Betul. dia berkata." Tan Ciu tertegun. dia tidak mau turun tangan untuk menangkap Ong Leng leng." "Maksudmu ?" "Membikin perhitungan lama. "Kau juga termasuk salah seorang yang hendak kucari. ia bergeram. Tan Ciu berada didepan gadis itu. dia bingung." Tan Ciu mengeretek gigi. bagaimana hubungan dari kedua orang ini." Dilain bagian. "Giok Lo Sat tangkap si murid murtad. masih berani omong besar. Giok Lo Sat menerima perintah.

Giok Hong sudah mengeluarkan suara berkata.. "Kemajuanmu berada diluar dugaanku." dia Dan tidak menunggu reaksi atau persetujuan lawan itu." Han Thian CHiu mengundurkan diri. Tan cit tidak diberi kesempatan menolong gadis itu." Giok Hong membentak. Menatap pemuda tersebut. dia berkata. Han Thian Chiu mengeluarkan suara dingin. dia sudah mencengkram leher bajunya. "Hei.. kau mundur!" Han Thian Chiu menoleh. "Han Thian Chiu. "Serahkan dia padaku. Membiarkan Giok Lo Sat menghadapi Ong Leng Leng. "Baiklah. akulah lawanmu. Lekas mundur." Secara terus terang." Berkata Sri Ratu Bunga Giok Hong. Atas Kemajuan yang dicapai oleh si pemuda. Han Thian Chiu sangat terkejut. Han Thian Chiu bukanlah lawan yang mudah dihalau. aku tahu. "Mengapa?" Dia tidak mengerti.Han Thian Chiu membayangi si pemuda. tidak nanti kumatikan dia. dia mengkerutkan keningnya. "Tan Ciu. kau masih memerlukan dirinya. Dia mengirim tiga pukulan beruntun. menantangnya." "Jangan banyak bawel. takut kehilangan sang anak ayam? Khawatir dia mati dibawah tanganku? Jangan takut. Sebelum Han Thian Chiu menggerakkan seranganserangan berikutnya. Han Thian Chiu juga menyanggah ketiga pukulan itu masih mengalami getaran. .

Tangan wanita tersebut sudah berada beberapa senti didekat bayangannya. Tan Ciu dipaksa melejit kebelakang. kini dia masih menyerang terus. Tan Ciu dipaksa meninggalkan pos penjagaan! Ilmu kepandaian Ratu Bunga Giok Hong memang luar biasa. "Berani kau menantang kemauanku? Belum kenal dengan tangan Ratu Bunga. semua kejadian tadi berlangsung pada detik-detik yang bersambungan. aku tidak akan menyayangkan jiwamu. Baju Giok Hong bergibir-gibir. Tan Ciu mendahului gerakan lawan. OooodwoooO Jilid 21 "SEGERA kubuktikan!" Berkata Giok Hong yang menyertai kata-kata ini dengan satu samberan tangan. mengirim pukulan. Dan tokh masih kalah seketek dibelakang cengkraman Giok Hong. menutup semua jalan mundur orang. lima kali dia menggoyangkan tangan dan mulutnya membentak. aku akan membunuhmu tahu?" "Boleh dibuktikan. Kau gagal melarikan diri. "Jangan lari!!" . Kecepatannya tidak terkira." ia berkata. main mundur agar tidak jatuh ke dalam tangan wanita itu." Berkata Tan Ciu menantang.Ratu Bunga Giok Hong sudah berada didepan Tan Ciu. Setelah puas mempermainkan kebutuhanku. Tan Ciu mempertahankan diri. Hanya satu gebrakan. "Tan Ciu. Kecepatannya tidak kalah dari kilat berkelebat. tangan berjulur keluar. untuk hukumanmu.

menyerang ditengah-tengah. Ratu Bunga Giok Hong membentak. pertempuran Giok Lo-sat dan Ong Leng Leng masih belum ada putusan. dua dikanan dan dua dikiri.. "Hentikan pertempuran!" Giok Lo sat mengundurkan diri. Ilmu kepandaian Giok Lo sat berada diatas lawannya. Giok Hong berkata. dia tidak sanggup mempertahankan pukulan sang ratu yang berkepandaian silat sangat tinggi. Tubuh si pemuda terlempar jauh. Giok Hong membentak." berkata Giok Hong "Jaga baik-baik?!" Dilain pihak. masih ada satu lagi. Memandang Ong Leng Leng. Lie Bwee telah menyanggah tubuh itu. Ilmu Yu-leng poh yang ampuh tidak dapat digunakan lagi. Tan Ciu tidak menemukan jalan untuk meloloskan dirinya dari serangan-serangan itu. Beerrr. dia meminta pendapat. "Kuanjurkan. . agar kau bunuh diri saja?!" "Tidak mungkin!" inilah jawaban Ong Leng Leng.. Dia memasang tangan.Tubuh Giok Hong berubah menjadi bayangan.. Lima bayangan terpeta jelas seolah-olah ada lima Ratu Bunga yang menyerang pemuda kita. apa mau Ong Leng Leng mengadu jiwa. "Suhu. pertempuran yang seperti itu tidak dapat segera diselesaikan cepat. memandang sang guru. biar kubunuh pemuda ini!" "Jangan.. "Masih belum mau menyerahkan diri?" Ong Leng Leng tidak menyahut tawaran damai itu.

menghantam murid itu. bunuh dia!" Giok Lo sat menerima perintah dengan senang hati. Han Thian Chiu maju kedepan. "Tunggu dulu!" Giok Hong mendelikkan matanya. "Berikanlah gadis itu kepadaku. maksudnya hendak menamatkan riwayat hidup Ong Leng Leng. kemampuan Ong Leng Leng lari. Jatuh ditanah dengan mata dipejamkan. "Mana boleh?" "Mengapa tidak boleh?" "Aku tidak setuju!" . Ratu Bunga Giok Hong memberi perintah.. dia membentak. Heekkkk.."Bagus. Dada Jelita Merah Ong Leng Leng telah di palu." "Maksudmu?" "Kawan lakinya telah kau ambil. "Giok Hong!" berkata Han Thian Chiu. gadis itu muntah darah seger.. Kau cukup berani!" Tangan sang ratu melayang. "Apa yang kau mau?" dia membentak sang kekasih. Sudah selayaknya bila menyerahkan dia kepadaku?!" berkata Han Thian Chiu. Perbedaan ilmu silat kedua orang disana sangat menyolok mata. tidak mungkin dapat mengelakkan pukulan itu. "Giok Lo sat.

" Wajah Giok Hong bercahaya terang." "Cis. tidak mungkin dia mau melakukan kehendakmu. Dan Ong Leng Leng adalah kekasihnya.. memelihara seekor anak macan." "Ha. Membawa Tan Ciu dan Ong Leng Leng. rombongan sri Ratu Bunga kembali kegunung Pek Hoa-san. . Ha.."Jangan besar cemburu. Tidak akan mengganggu bea siswa timbal balik diantara kita berdua. Ratu Bunga Giok Hong menganggukan kepalanya. kini dirinya turut terancam. "Ong Leng Leng bukan seekor anak macan. Tidak tahu malu. bukan saja tidak berhasil menolong Tan Ciu dari sarang kecabulan. bila kita menggunakan keselamatan Ong Leng Leng memaksa dia melakukan perbuatan itu." "Mensukseskan usaha?" Giok Hong mengerutkan alis.Ha. kita tidak perlu menggunakan istilah katakata malu. "Setuju?" berkata Han Thian Chiu... aku masih kuat untuk melayanimu. mereka diikat pada kedua belah pilar yang besar." "Bayangkanlah.." berkata Giok Hong.. Ong Leng Leng mengalami kegagalan. dia adalah umpan yang terbaik untuk mensukseskan usahamu. Tan Ciu dan Ong Leng Leng dibawa ke kamar sang ratu. kukira lebih menarik dari menggunakan obat perangsang. aku hendak mencicip ki jiaw baru Tan Ciu bukan? Tan Ciu adalah anak kepala batu.. "Aku tidak mengerti. kita adalah generasi bebas bukan?" "Aku tidak setuju.

"Kau masih terlalu muda." Tan Ciu mengeretek gigi. tidak sembarang orang yang dapat menerima tawaranku tahu?!" "Manusia cabul." Dia berkata. dengan berat. Giok Hong berkata. dia pandai merawat diri.. "Jangan terkejut.Kepala Tan Ciu disiram dengan air dingin. tepat mengenai pipi licin wanita itu. tangannya terayun. Karena itu. . Dia benci kepada wanita ini." Tan Ciu memaki.... "Tan Ciu. "Jangan tidak tahu diri. wanita yang dikatakan telah membunuh ayahnya. "Phui... dikala mengetahui keadaan dirinya yang terikat. menampar pipi pemuda itu. Darah Giok Hong menyerang otak. dia berteriak. Giok Hong sudah cukup umur..."Kau telah kembali ke dalam kamarku. Seharusnya tahu diri. berkat obat-obatan dan ramuan-ramuan mujijad. Orang yang sudah bejat moralnya. memusuhi ibunya. Bersediakah menerima kesenangan yang akan kuberikan?" "Kentut!" Tan Ciu membentak keras." Muka Giok Hong maju dikedepankan." Tiba-tiba Tan ciu meludah. pang. dan ... kau telah berada didalam genggaman tanganku.!" Giok Hong tertawa. dia masih memiliki pipi cukup licin. pemuda itu membuka kedua matanya. belum pernah mencicipi kesenangan dunia seharusnya... "Aaahhh. kini hendak mempermainkan dirinya.

." "Tidak tahu malu !" . "Saudara Tan." Tan Ciu mengegos. "Tan Ciu. sudah menjadi ciri-ciri khas bagi umat manusia. semakin giat pula tekadnya untuk mendapat benda itu." Dia memanggil perlahan. dengan suara yang sehalus mungkin. Dia kukuh. Semakin jauh orang yang dikehendaki semakin senang pula kepada orang tersebut. tidak kau lupakan kekasih itu bukan? Dia tidak akan menderita. "Jangan pikirkan keadaanku. "Berhatihati kepada tipu muslihat musuh. Sebagai Ratu Bunga yang diagungagungkan oleh murid-muridnya rasa keagungannya tentu terganggu. Giok Hong juga memiliki ciri-ciri ini.Tan ciu meringis sakit. "Aku tidak membutuhkan kasih sayangmu. bila kau bersedia menjadi kekasih seorang Ratu Bunga. "Jangan berkepala bagitu. Dia menolak cumbuannya. tengoklah kearah kekasihmu. semakin sulit barang itu didapat. Maafkan aku!" dia berkata perlahan." Berkata si gadis. Giok Hong mengelus-elus pipi Tan Ciu yang kena tamparannya. Dia hendak mendapatkan kelaki-lakian Tan Ciu dan pemuda itu menolak tawarannya.. hendak mendapatkan kerja sama dengan si pemuda. Kepala Tan Ciu dirasakan berputar "Leng Leng. Giok Hong menyesal telah menangani pemuda cakap itu.." Giok Hong menunjuk tubuh Ong Leng Leng yang terikat." Giok Hong berkata.

" "Manusia kejam!" "Sebagai seorang kekasihnya.. tidak terlalu sulit bagimu." "Sudahkah kau pikirkan kejadian apa yang akan menimpa badan kekasihmu?" "Apa yang hendak kalian lakukan atas dirinya?" "Banyak macam siksaan yang telah tersedia." dan Giok Hong memandang kearah Giok Lo Sat." "Berpikirlah sekali lagi. . perlihatkan keakhlianmu!" Giok Lo Sat mengeluarkan sebilah menghampiri Ong Leng Leng." "Tidak perlu." "Aku menolak... pisau belati. Tapi.dia merobek baju Ong Leng Leng. siksaan atas dirinya boleh kita hapuskan."Sorga kesenangan sudah berada didepan matamu jangan menolak manis. Giok Lo Sat menggerak-gerakan pisau pisau kecilnya dan sreet. seraya memberi perintah kepada murid itu. "Giok Lo Sat.. Wajah Tan Ciu berubah. Ong Leng Leng membentak. terimalah tawaranku!" "Kau mengimpi." "Baik. Tanpa menghiraukan perubahan itu. kau tidak tega bukan? Kau tidak akan membiarkan dia tersiksa bukan? Dan untuk menolong Ong Leng Leng dari aneka macam siksaan. bila kau bersedia diajak ikut senang.

" pisau bergores panjang dipundak si Jelita Merah." "Tidak begitu kuharapkan. Tapi jangan lupa. Dan Ratu Bunga itu memberi perintah. dia harus menahan rasa sakitnya. betapa menderitanya gadis tersebut." Berkata Ratu Bunga Giok Hong. "Bila kau bersedia melulusi permintaanku. boleh mulai. orang menyiksa Ong Leng Leng. Mungkinkah Tan Ciu tak terganggu? Didepan mata sipemuda."Bunuhlah aku!" Giok Lo Sat tertawa." "Jangan harap. dan bibir itu pun berdarah. agar Tan Ciu tidak terganggu. Tan Ciu menjerit marah. Ong Leng Leng menggigit bibirnya. darah mengalir beranak sungai." "Tentu saja tidak." "Baik." Tan Ciu berteriak: "Jangan kalian menyiksa dirinya. Giok Hong berkata. agar Tan Ciu tidak memikirkan keselamatannya. tidak mengeluarkan suara rintihan atau jeritan." "Sreett. dia cukup paham. betul gadis itu tidak menunjukkan rasa sakitnya tapi dari darah yang mengalir dan membasahi tubuh Ong Leng Leng.." Berkata Giok Hong. "Kita akan menyiksa dia sampai mati. "Giok Lo Sat. . kita dapat memberi beberapa macam hadiah kepada kekasihmu itu. "Tidak begitu mudah nona manis." Dia semakin mengancam..

Ratu Bunga Giok Hong menyaksikan adegan adegan itu dengan sinis. bersedia denganku?" Ong Leng Leng berteriak. sreet.. dia membuat satu goresan panjang. Giok Lo Sat menggerakkan tangan kanannya yang memegang pisau. kini. "Hentikan gerakan terkutuk itu.." Ratu Bunga Giok Hong menganggukkan kepala.. Akhirnya Tan Ciu berteriak. . dia memberi perintah.Dada Tan Ciu dirasakan mau meledak. "Tidak dapat kubiarkan kau tersiksa. Giok Lo Sat menggerakkan tangan lagi. tangguhkan penyiksaan. "Ah. "Giok Lo Sat. jangan kabulkan permintaanya... Tidak berhenti sampai disitu. tidak berhasil.. . Ong Leng Leng telah ditelanjangi." Tan Ciu menyedot napasnya dalam-dalam." Ong Leng Leng tidak tahan siksaan. "Tan Ciu. kali ini dibagian perut Ong Leng Leng." Seraya dihadapi lagi pemuda kita dan berkata kepadanya. Bagaimana seorang jelmaan iblis. Giok Lo Sat menarik baju korbannya. Menunggu beberapa saat. air matanya mengalir keluar. "Tan Ciu. ssreeett perlahan-lahan. yang diarah adalah paha putih Si Jelita Merah. sebentar-sebentar memperhatikan perubahan wajah Tan Ciu. Dia berusaha menahan rasa sakit." Demikian dia berkata.

Musuh berkepandaian tinggi." Tan Ciu meminta putusan sang ratu. "Bagaimana? Aku harus menyaksikan kau melepaskan dirinya . "Bersedia membebaskan dia ?" Giok Hong tertawa.!!" Ong Leng Leng berteriak lagi. Tak ada lain pilihan. "Suatu penipuan. mana mungkin Tan Ciu membiarkan orang menyiksa 0ng Leng Leng didepan matanya? Sayang dia tidak berdaya. "Jangan dengar segala obrolannya." . kecuali tunduk dibawah kekuasaan Sri Ratu Bunga Giok Hong. tentu saja tidak mungkin. "Dia tidak akan melepaskan setiap orang yang pernah menentang dirinya. "Kau akan tersiksa. Ong Leng Leng berteriak lagi. Tidak mungkin! Tan Ciu jangan kau masuk kedalam perangkapnya!" Tan Ciu menyetujui pendapat Ong Leng Leng." Giok Hong telah menghampiri Tan Ciu.Tentu saja. janji seorang bajingan tidak boleh dipercaya. Ong Leng Leng berteriak. "Bagaimana?" Dia minta putusan." Tan Ciu berkata. "Tentu. belum tentu Ong Leng Leng mendapat kebebasan. "Setelah kau tidur denganku. Untuk mengambil jalan kekerasan." Katanya puas. setelah dia bersedia melakukan segala itu. Ong Leng Leng memberi peringatan. Tan Ciu bungkam. setelah itu aku pun akan mati juga.

"Tunggu dulu.. dan dengan penuh harapan. Segera aku memberi perintah pelepasan." Giok Hong sangat gembira. setelah itu." "Aku juga tidak percaya kepadamu. memandang pemuda itu. "Giok Lo Sat." Tan Ciu memandang gadis itu." Giok Lo Sat menerima perintah dengan hati gembira." Berkata Tan Ciu lemah. Giok Hong berkata. Tan Ciu berteriak.." Berkata Tan Ciu . "Baik." Tan Ciu memandang Ratu Bunga Giok Hong. Ong Leng Leng menjerit. setelah kau memberikan janjimu. dia bertanya. "Bersedia melulusi permintaanku ?" "Baiklah. Perundingan kita mengalami kegagalan." "Jangan percaya. "Dia akan menangkap diriku lagi. "Kami harus mendapat kebebasan. "Bagaimana bila kau tidak balik kembali?!" "Aku akan balik kembali!" "Aku tidak percaya. . lanjutkan penyiksaan. aku mengantarkannya pulang sehingga tiba disuatu tempat yang aman."Tentu saja." berteriak Ong Leng Leng." Giok Hong mengajuan protes." Dan lagi lagi Ratu bunga itupun memberi perintah. "Tan Ciu . aku akan kembali lagi kepadamu." "Aku tidak setuju. "Tidak mungkin!" "Mungkin dapat terjadi kejadian yang seperti ini!" Berkata Tan Ciu.

bebaskan dirinya. meninggalkan dunia manusia yang sangat fana. Ratu Bunga Giok Hong mengeretek gigi."Aku tidak dapat membiarkan kau lebih menderita lagi.. Suatu kejadian yang berada diluar dugaan Ratu Bunga Giok Hong. Kepala Ong Leng Leng telah tekle dan arwahnya telah melayang keawang-awang tinggi. Giok Hong memberi perintah.. dengan mengeluarkan suara jeritan seram. Giok Lo Sat memandang guru itu." Tan Ciu juga berteriak. mulutnya menyembur darah." Giok Lo Sat membuka semua ikatan yang mengekang kebebasan Jelita Merah Ong Leng Leng. "Bagaimana?" Dia bingung. "Giok Lo Sat. "Dia telah menggigit lidahnya! Dia bunuh diri.. "Apa yang harus dibingungkan? Dia sudah mati tidak perlu dipusingkan lagi." Menghampiri Tan Ciu dan menotok beberapa jalan darahnya. dia berkata... kematian Ong Leng Leng akan menggagalkan semua recananya... Disaat ini terjadi perubahan." "Baik. Setiap orang sudah pasti mati. "Aaaaaaa. "Aaaa. . tubuh Ong Leng Leng roboh dilantai." Dia berkata. lidahnya mental keluar." Giok Lo Sat berteriak." Pemuda ini jatuh pingsan.

pikiran Tan Ciu agak terganggu." Memandang mayat Ong Leng menubruknya. "Dia sudah mati!" berkata Giok Hong. pergi ke dunia lain yang lebih menyenangkan.Tan Ciu siuman kembali. tidak bergerak.. Giok Hong berkata. Badan Ong Leng Leng telah diam. matanya tak bercahaya mengenang kejadian-kejadian yang menimpa dirinya. Tiba-tiba membalikkan badan. tidak dapat memberikan jawaban. dia sudah mati! Kematiannya yang dicarinya. jiwanya sudah terbang jauh. Tan Ciu kehilangan gadis yang betul-betul menyintai dirinya. dia menangis sedih. mulutnya terkatup. "Ratu Cabul!!" Dia membentak. Tan Ciu "Leng Leng. Tan Ciu Leng.. Tan Ciu menghujani ratu tersebut dengan aneka macam pukulan dan jotosan. Beberapa saat kemudian.. Kematian Ong Leng Leng sangat menyedihkan.." dia memanggil-manggil. mati kutu." Bagaikan seekor banteng gila. "Tan Ciu. menerkam Giok Hong.. Leng Leng. . "Kau yang mengakibatkan kematiannya. membuat Tan Ciu jatuh ngeloso. Dia menangis didepan jenazah itu! Ratu Bunga menyaksikan adegan tersebut dengan tenang. Hayo ganti dengan jiwa. kemudian dia menotok dengan cepat. Ratu Bunga Giok Hong melepaskan dirinya dari kurungan pukulan-pukulan itu.

tentu saja sangat terkejut. sedikit banyak. Sungguh kasihan. Pikirannya sedang berkecamuk. "Bawa keluar mayat itu!!" Lie Bwee dan Giok Lo sat menggotong mayat Ong Leng Leng. Giok Hong pernah mendengar nama itu. Giok Hong merapikan pakaiannya. Kim-ie Mo-Jin. dia berkata "Ketua perkumpulan Kim Ie Kauw berkunjung datang. "Ketua Kim ie Kauw?" Dia bertanya "Apa maksud kunjungannya? Berapakah orang yang datang?" "Hanya seorang. silahkan dia menunggu diruang tamu." Giok Hong terkejut. Pukulan-pukulan bathin itu membuat Giok Hong kehilangan selera. menggunakan obat perangsang? Menunggu waktu? Atau membiarkan pemuda itu mati? Seorang gadis baju merah lari masuk. Kim Ie MoJin." Nama Kim Ie Mo-Jin pernah menggetarkan rimba persilatan. dia menyebut namanya sebagai kauwcu Kim ie kauw. setelah ganti bedak. Giok Hong membentak. Disana telah menunggu seorang tua berbaju emas. . "Dia hendak bertemu dengan suhu!" "Baik." Berkata Ratu Bunga Giok Hong. Gadis baju merah pergi menjalankan perintah.Giok Lo sat tidak dapat membantu sesuatu kata kejadian tadi. demikian riwayat hidup seorang gadis yang sengsara. "Apa lagi yang dikatakan olehnya?" Bertanya sang ratu. dia menuju ke ruang tamu. itulah kauwcu Kim ie kauw.

Ratu Bunga Giok Hong tertegun... "Bagaimana sebutan tuan yang mulia!" "Kim Ie Mo-Jin. "Dimisalkan keterangan yang kau dapatkan itu betul." Kim Ie Mo-Jin menganggukan kepala. "Ng." "Ada orang yang memberi laporan bahwa kauwcu hendak menjadi seoarang penguasa dunia?!" Dia menggunakan istilah sebutan kauwcu. sudah lama kudengar nama ini.. apa yang ambil sebagian langkah kebijakan kauwcu?" Han Thian Chiu turut bicara. atau pemilik bangunan setempat untuk meberi suatu peghormatan kepada wanita itu." Giok Hong "Ouw. "Seorang penguasa dunia persilatan?" Dia mengulangi kata-katanya. "Telapak dingin Han Thian memperkenalkan kekasihnya.. "Boleh aku bertanya?" Kim Ie Mo-Jin membuka mulut "Tentunya aku sedang berhadapan dengan Sri Ratu Bunga yang ternama?" "Tidak salah.Mereka saling memberi hormat.. "Bagaimana sebutan ini?" Dia bertanya. Chiu." "Ada urusan penting?" "Ng." Berkata Giok Hong." Berkata Kim Ie Mo-jin agak sombong." "Silahkan. aku hendak mengajukan suatu pertanyaan.. . Kim Ie Mo-Jin berpaling kearah Han Thian Chiu.

Aku adalah satu-satunya orang yang berkuasa didalam rimba persilatan. dengan arti kata lain. seorang yang mempunyai ilmu kepandaian silat sangat tinggi. dia berkata menantang. siapakah yang berani menentang kehendakku? Semua golongan dan aliran akan bernaung dibawah panji Ratu Bunga Giok Hong." "Mengapa tidak?" "Kedatanganku dihari ini adalah ingin membikin terang perkara itu. "Kauwcu percaya dengan keterangan tersebut?" "Mengapa tidak?" berkata Kim Ie Mo-Jin. Aku harus tahu. ." "Ternyata kauwcu hendak menjadi seorang raja silat?" "Rimba persilatan harus berada dibawah pimpinannya seorang bengcu. "Didalam tahun ini. Tentu saja dengan ilmu kepandaian yang kupunyai. aku akan muncul kembali didalam rimba persilatan. "Lauwcu mempunyai itu kepercayaan. dengan suara yang sangat dingin." "Maksud Kauwcu?" "Aku pun termasuk seorang yang hendak duduk diatas tachta kerajaan pemimpin rimba persilatan." im Ie Mo-Jin menunjukkan sikapnya yang tidak puas. "Kauwcu tidak perlu menyangkal bukan?" "Sangat penting sekali. Siapa-siapa yang bakal menjadi sainganku? Tokoh-tokoh silat mana yang akan menjadi tandinganku?" Ratu Bunga Giok Hong berkata. dan akulah calon yang paling tepat!" berkata Kim Ie Mo-jin sangat angkuh.Ratu Bunga Giok Hong berkata.

dia memberi suara baru. untuk selama-lamanya nama Kim Ie Mo-Jin akan lenyap dari permukaan bumi. Aku berhak mencalonkan diri menjadi seorang bengcu. "Kuanjurkan. "Bila tidak?" Sikap Giok Hong tidak menunjukan rasa gentar. "Inilah maksud tujuanku!" Berkata Kim Ie Mo-Jin." Berkata Kim Ie Mo-Jin. "Dari pada terjadi dua pimpinan." "Mau datang untuk menantang orang?" "Mana berani menantang?" Berkata Kim Ie Mo-Jin berdiplomatik. "Dimisalkan kau menderita kekalahan?" Giok Hong menancepkan pokok persoalan penting itu. hanya seorang yang boleh mencalonkan diri?" Berkata Giok Hong terang-terangan. "Sebelum kauwcu duduk diatas tahta kerajaan kepala rimba persilatan kauwcu tidak keberatan untuk menyingkirkan diriku bukan?" "Diantara kita." Giok Hong setuju. "Bila aku yang kalah. katanya "Aku mempunyai usul lain. agar kauwcu mengundurkna diri dari persaingan ini.. ada lebih baik kita menyerahkan hak calon ini kepada yang berkepandaian tinggi."Kauwcu melupakan adanya persaingan kekuatan. Aku akan mengasingkan diri di suatu tempat yang tiada berpenduduk." "Bagaimana usul itu?" ." Berkata Giok Hong. "Bagus." Demikian Ratu Bunga berkata. Telapak Dingin Han Thian Chiu turut bicara.

Kim Ie Mo-Jin berkata. "Maaf!! aku tidak dapat menerima saran ini." "Berapa juruskah untuk satu babak pertandingan?" "Kukira Kauwcu mempunyai hak untuk menetapkan jumlah jurus pertempuran satu babak. "Kemudian untuk kalah dan menang adalah sama tengah!" Berkata Giok Hong." . pada suatu hari." Berkata Kim Ie Mo-Jin." Berkata Kim Ie Mo-Jin. Harapan untuk menang dan harapan untuk kalah sama saja. satu diantara kita akan menyerah kalah. "Mengapa tidak mungkin?" "Demikian hal ini terjadi?" berkata Giok Hong. kita mengulang pertandingan. aku tidak ingin bernaung dibawa panji kebesaran golongan lain. "Bila kekuatan kita berimbang? Bagaimana menetapkan pemenang?" Bertanya Giok Hong. "Itulah."Bila kauwcu kalah bertanding. Kim Ie Mo-Jin tidak setuju.. bersediakah kauwcu menjadi salah satu anggauta Ratu Bunga?" "Usul bagus!" Giok Hong memberikan pujiannya. bukan mencari kekuasaan atau menyerahkan kekuasaan. kami harapkan tenaga kauwcu. "Tidak mungkin. Satu bulan kemudian." "Kau mempunyai pegangan penuh untuk memenangkan ini?" Balik tanya Kim Ie Mo-Jin. Usul kekasihnya akan menguntungkan dirinya. Sebagai seorang ketua perkumpulan. "Ketetapan boleh kita tangguhkan. Demikian untuk selanjutnya. Maksud kedatanganku untuk mengadu silat. dia berkata getas. Setelah berpikir sebentar.

Didalam lima puluh jurus. "Sebelum pertandingan dimulai." "Darimana kauwcu tahu markas sementara Ratu Bunga digunung Pek Hoa San?" "Dari seorang cacad yang duduk disebuah kursi beroda". berarti sudah siap menerima serangan-serangan lawannya."Lima puluh jurus." Giok Hong berkata "Tunggu dulu. lengah berarti kekalahan. Kim Ie Mo-Jin mempunyai kedudukan dibagian Timur. seorang diantara kita harus mendapat kemenangan. setuju?" "Baik.." "Ada apa lagi?" bertanya Kim Ie Mo-Jin. Mereka saling pandang.. Kim Ie Mo-Jin membuka mulut." Telah terjadi kesepakatan. Kim Ie Mo-Jin berani berkunjung datang. .." "Sudah siap untuk menerima serangan?" Giok Hong membuat suatu ulapan tangan. tentu mempunyai ilmu kepandaian yang luar biasa." "Silahkan. pertandingan dianggap seri. Dia harus berhati-hati.. Ratu Bunga Giok Hong menempatkan dirinya dibagian Barat.. aku hendak mengajukan suatu pertanyaan. bila tidak. "Terima kasih!" "Masih ada pertanyaan lain?" "Tidak ada. Giok Hong mengajak tamu ketempat pekarangan melatih diri. "Silahkan.

Mereka telah mengakhiri babak pertama. Wajah Kim Ie Mo-Jin dan Giok Hong sangat kaku sekali. begitu cepat gerakan itu. Reaksi Giok Hong sangat cepat."Silahkan kauwcu mulai. semakin banyak. bagikan gasingan. sangat perlahan sekali. membawa tubuhnya berputar dan menangkis serangan lawan. Tidak lagi terlihat gerakan-gerakan dari kedua orang itu. Suatu kecepatan yang tidak dapat dipadui oleh manusia biasa.. tubuh Kim Ie Mo-Jin telah bergoyang. . sepuluh jurus itu dilewatkan didalam satu kedipan mata. Kim Ie Mo-Jin membuka serangan dengan tangan kanan disodorkan kedepan. semakin lama. Tangan Kim Ie Mo-Jin yang maju kedepan seperti hilang. dari atas kebawah. dan akhirnya tidak terpeta lagi. Ternyata Kim Ie Mo-Jin juga liehay. Yang kuning diselatan. suatu gerakan yang tidak mudah dilakukan oleh manusia biasa. Kim Ie Mo-Jin dan Ratu Bunga Giok Hong mengadakan duel untuk menentukan calon pemimpin rimba persilatan." Kedua gulungan baju itu terpisah. Masing-masing telah mengirim sepuluh serangan berikut pertahanan. menjelubungkan dirinya didalam sinar kuning didalam dan bayangan sinar merah didepan." dia berkata. Suatu tanda bahwa tidak seorang pun dari kedua orang ini yang dapat menarik keuntungan dari gebrakan-gebrakan tadi.. Bayangan Giok Hong Berkembang baik. dan yang merah di utara. hanya melihat suatu gumpalan merah yang mengurung sinar kuning. "Plaaakkk. dia menggeser posisi.

agaknya tidak mudah untuk menentukan kemenangan hari itu. Masih ada dua kemenangan itu. Pada jurus ke empat puluh lima. masing-masing mengundurkan gerakan mereka. Diakal musuh itu bergerak.. diapun berpendak silat dengan tenaga dalam. dikala bayangan-bayangan itu terpeta. dia menyerang Giok Hong. mereka mengeluarkan geraman menerjang musuhnya menjadi pergumulan yang lebih berbahaya. dari sini dia melejitkan kaki. . sudah terempas empis. sangat tinggi. Mereka tidak bicara. Dan disaat yang hampir bersamaan.Masing-masing memuji ilmu kepandaian lawan. Kim Ie Mo-Jin menggeser kaki kearah Timur. Giok Hong tidak bergerak dari posisi semula. Semakin berhati-hati dan semakin waspada. perhitungan jurus angaka set tepat pada jurus ke tiga puluh. Giok Hong mempertahankan jalan pernapasannya. Empat puluh jurus telah dilewatkan. Giliran bayangan kuning yang mengurung gulungan baju merah. Pergumulan babak kedua lebih hebat dari yang pertama. tanpa hasil kemenangan. dia mengikuti gerakan Kim Ie Mo-Jin dengan kerlingan mata. puluh jurus untuk menentukan Kim Ie Mo-Jin menyusut keringatnya. dibarengi oleh suara pekikannya. inilah lawan yang terkuat. mereka lebih sayang melontarkan jurus-jurus tersebut. Hanya lima jurus lagi untuk mencapai kemenangan.

" Ia hendak meninggalkan Gunung Pek Hoa San. pertandingan segera ditangguhkan." Giok Hong juga memuji lawannya. berpindah dua kali dia melontarkan lima jurus serangan. . Inilah motto ilmu silat kelas tinggi. meneruskan pertandingan ini. "Selamat berpisah. Satu bulan lagi. belum ada kemenangan.Kim Ie Mo-Jin mengibaskan melontarkan tiga jurus serangan! tangan sekaligus Giok Hong lebih cepat. Score sementara satu banding satu. Kim Ie Mo-Jin memberi hormat. aku akan kembali. Batas pertandingan hanya lima puluh jurus. siapa dari kedua orang itu yang mempunyai ilmu silat lebih unggul. dia berkata. menghabiskan semua kesempatan." "Ilmu kepandaian kauwcu adalah orang pertama yang dapat menandingiku. Mereka menyerang memaksa musuh berganti tempat. "Nama Ratu Bunga memang bukan nama kosong. Kim Ie Mo-Jin menambah lagi dengan dua kali bacokan tangan. mereka harus bertanding kembali. Setelah menekan gejolak peredaran darahnya Kim Ie Mo-Jin berkata. dan angka ini telah mereka tepati. Masih belum ada putusan. menyerang untuk menggantikan pertahanan. Terdengar dua kali suara letupan. Mulut dan bibir kedua orang itu berceceran darah. bayangan kedua orang terpisah. ilmu kepandaian yang maha hebat. menunggu satu bulan kemudian setelah melatih diri lebih tekun.

tentu sangat marah.Tiba-tiba Han Thian Chiu berteriak." "Aaaaa. "Ada apa?" Dia bertanya. "Tunggu dulu!" Kim Ie Mo-Jin mendelikan matanya. maksudnya hendak terjun dari gunung Pek Hoa san.. sikapnya amat tergesagesa. dia menduga bahwa musuhnya hendak menahan dirinya. Giok Hong bergugam. ada apa?" Gadis yang bernama Siauw Hoa memberikan laporan. "Lie Bwee melarikan Tan Ciu?" Dia masih kurang percaya. Ratu Bunga Giok Hong membentak gadis itu.. "Beri tahu kepada semua orang. "Betul!!" Siauw Hoa memberi kepastian." ." Giok Hong memberi perintah. beberapa sucie dan sumoay sedang berusaha menahan mereka. Lagi-lagi ada orang yang hendak melarikan Tan Ciu! Demikian banyakkah penolong-penolong pemuda itu?" Giok Hong mengerutkan alisnya. "Budak yang sudah bosan hidup." Siauw Hoa segera menerima perintah. "Giok Lo sat dan beberapa orang sedang mengadakan pengejaran. segera tangkap budak pengkhianat itu!" "Baik. seorang gadis berbaju merah berlari datang. "Siau Hoa. Sebelum Han Thian Chiu memberikan jawaban. "Lie Bwee telah membawa Tan Ciu.

Disini Han Thian Chiu berkata. tidak lama urusan menyangkut kesejahteraan kedua golongan. Disana tinggal dua orang. Meminta diri kepada Kim Ie Mo-jin. dapatkan kauwcu menunggu diruang tamu!" Kim Ie Mo-Jin tidak keberatan. Lawan Lie Bwee sudah didesak. "Han tayhiap akan mengajukan pertanyaan?" "Ada sesuatu yang hendak kita rundingkan. Kenyataan adalah demikian.Usaha Ong Leng Leng yang hendak menolong Tan Ciu telah mengalami kegagalan.. Lie Bwee melarikan Tan Ciu? Apa alasan gadis itu menolong orang? Sungguh sulit dipahami. Lie Bwee juga hendak mengikuti jejak Ong Leng Leng? sungguh sungguh seorang gadis yang bosan hidup." "Baik. Lie Bwee sedang mengejar seorang gadis baju merah. Han Thian Chiu menyusul Giok Hong." Berkata Kim Ie Mo-jin. Giok Hong turut mengadakan pengejaran. Akan kutunggu kalian disini. Kim Ie Mo-Jin berkata. Seluruh anak buah Ratu Bunga dikerahkan untuk mengejar Lie Bwee dan Tan Ciu. tentunya kauwcu dapat bersabar beberapa saat. dilereng gunung Pek Hoa San dengan mengepit Tan Ciu. dia diajak masuk kedalam ruang tamu. mereka adalah Kim Ie Mo-Jin dan Han Thian Chiu. Dengan kesudahan kematian bagi gadis tersebut. . "Berhubung terjadi sesuatu didalam perkumpulan kami.

dia membentak. guru itu dapat membikin pengejaran dan menyandak dirinya. Tiba-tiba." "Lie Bwee. "Suhu. Lie Bwee menghentikan ayunan kakinya tidak guna lari lagi. dia melayang turun gunung Pek Hoa San." Wajah Lie Bwee berubah.. "Jangan lari. dihadapan gurunya." "Maksudmu.. Dia menghentikan kaki. dan dalam sekejap mata. Giok Hong menghampiri murid itu. Lie Bwee masih mendesak terus." "Siapa yang menjadi suhumu? Aku tidak mempunyai murid yang sepertimu.Seorang murid Ratu bunga sedang menahan kepergian Lie Bwee. berani berhianat?" Lie Bwee mengeluarkan suara ratapan. itulah suara sang guru... "Lie Bwee. kakinya gemetaran... Sri Ratu Bunga Giok Hong. akhirnya dia berhasil menamatkan jiwa lawan itu... Terdengar suatu suara bentakan.. dia hanya seekor semut yang tiada bertenaga. Membawa Tan Ciu. Dengan alasan apa Lie Bwee hendak menolong Tan Ciu? Dahulu gadis itu hendak menggunakan tenaga Ong Jie Hauw membunuh si pemuda. pernahkah aku melakukan sesuatu yang diluar batas?" .. Dari pada mencari penyakit. Bukankah suatu hal yang bertentangan? Tentunya ada sesuatu yang direncanakan..

membiarkan aku pergi dengan membawa dirinya." Tan Ciu .. aku hendak."Tidak!" "Pernah memukul atau melukai hatimu?" "Belum!" "Kuperlakukan kau sebagai anak. aku tukang sedekah?" "Suhu. Bukan.... "Berani kau membangkang perintah ?" "Suhu." Lie Bwe membantah dugaan ini." "Mungkin kau cinta padanya?" "Bukan.." "Dan kau tidak menyesal lagi?" "Kuharap saja suhu dapat memberi pengampunan. "Kau tidak cinta padanya? Dengan menolong? Serahkan pemuda itu kepadaku." alasan apa mengapa kau "Tidak.. membalas air susu dengan air tuba?" "Suhu." "Serahkan Tan Ciu.. aku tidak boleh menyerahkan kepadamu! Kau akan membunuh dirinya!" "Apa boleh buat. Giok Hong membentak." Lie Bwee membawa Tan Ciu mundur kebelakang." "Begitu mudah? Kau kira....." "Tidak.. sesuatu telah terjadi dan.

ada orang yang melihat perbuatannya. . Hanya alasan untuk meminta Tan Ciu darinya. Tidak menyerahkan pemuda itupun akan mati. Membuang rasa takutnya untuk menghadapi kematian." dia menolak." Lie Bwee lebih kenal kepada sifat-sifat gurunya. Wajah Giok Hong berubah. Aku tidak akan mengganggu dirimu. dia hendak menolong Tan Ciu. Kedua jalan yang terbentang dihadapannya hanya jalan-jalan yang menuju kearah jurang kematian. "Kau hendak mengikuti jejak Ong Leng Leng?" Dia memberi contoh ancaman. setelah itu. Timbul niatan untuk mengadu jiwa. Tidak dapat dia melarikan diri. Dia berkata. Lie Bwee telah menempatkan dirinya dijalan berjurang. "Serahkan pemuda itu. Menyerahkan Tan Ciu berarti menyerahkan jiwa sendiri. "Jangan. dia berkata. Dia dapat balik kembali kegunung Pek hoa-san. maksudnya diam-diam. juga tidak boleh menyerahkan Tan Ciu. tidak mungkin hal itu dapat terjadi. hati Lie Bwee agak tenang. Menyerahkan Tan Ciu berarti lenyapnya pegangan untuk dia meninggalkan gunung Pek hoa san. Dia telah menempatkan kedudukan posisinya yang bertentangan dengan sang guru. Usahanya gagal. dia akan mati. maka mendapat kejaran dari semua anggauta Sri Ratu Bunga.Ratu Bunga Giok Hong mendelikkan mata. tanpa terjadi sesuatu apa-apa.

ultimatum yang ditujukan kepada muridnya. Kecepatannya sangat luar biasa. bereskan saja kedua-duanya... Ilmu kepandaian Lie Bwee adalah didikan ratu itu. bila kau bersedia melepas muridmu.. sudah kau pikirkan masak-masak apa akibat dari langkah perbuatan dan penolakanmu?" "Suhu. "Giok Hong. apa lagi harus menjaga keselamatan pemuda itu. Seolah-olah biang lala merah yang menyambar mangsa. . Ratu Bunga Giok Hong memberi ultimatum yang terakhir. "Lie Bwee. berusaha menghindari serangan itu. Mana mungkin menghindari diri dari seranganserangan gurunya?" Heekk. dimisalkan tidak membawa tubuh Tan Ciu. Lie Bwee menggeser kaki. kau bersedia untuk mengorbankan diri sendiri!" Satu bayangan meluncur datang. keple melingkar terlalu kuat sekali tenaga yang Giok Hong kerahkan. itulah Telapak Dingin Han Thian Chiu. untuk budi ini. diapun bukan tandingannya. Giok Hong telah meneruskan serangannya yang kedua."Suhu. selama hidup pun tidak akan kulupakan?" Giok Hong membentak! "Lie Bwee. turut bicara. Lie Bwee jatuh tanpa sadarkan diri. mencengkram kepala muridnya. Tangan Lie Bwee kena pukulan. kau tidak dapat memberi jalan yang lebih baik?" Tangan Giok Hong bergerak. Mengapa harus banyak cingcong?" Han Thian Chiu telah menutup jalan lari Lie Bwee.

Han Thian Chiu tidak membuang peluang ini... Menyaksikan kegesitan lawannya. Giok Hong juga terkejut.Badan Tan Ciu terpental keatas. Kemudan dibawa pergi. "Siapa orang ini?" Han Thian Chiu menjawab." Cang Ceng Ceng memandang Han Thian Chiu.. dia mengayunkan tangan hendak menamatkan jiwa sipemuda. "lupa kepadaku. ternyata kau. Ratu Bungan Giok Hong melintangkan diri mencegah larinya orang itu.." "Ooo." berkata Giok Hong. memandang Han Thian Chiu. Disana bertambah seorang gadis berbaju putih. "Siapa kau?" Dia tidak kenal kepada orang yang pernah memalsukan wajah Tan Kiam Lam. "Ha. "Pernah juga kudengar namamu. inilah murid orang cacad berkerudung yang duduk di kursi roda. . Inikah wajah aslimu?" Cang Ceng Ceng tidak takut. Melayang datang satu bayangan putih." Han Thian Chiu berteriak kaget." "Hmm. sebelum pukulan Han Thian Chiu mengenai sasaran." Han Thian Chiu tertawa. Tidak disangka. bayangan putih itu sudah berhasil menyanggah tubuh Tan Ciu. dia meminta keterangan.Ha. aku adalah Han Thian Chiu.. "Hei. hari ini kita mendapat kesempatan untuk bertanding. "Dia she Cang. bernama Ceng Ceng.Ha.

" Ceng Ceng menolak.. Tiba-tiba. ."Betul!!" Giok Hong membentak.. Akibat dari penolakan itu. "Hendak menolong?" Berkata Giok Hong lagi. Han Thian pengejaran. Cang Ceng Ceng mengegos. Satu kekuatan menyelusup datang. dikala Giok Hong hendak mendatangi Cang Ceng Ceng. Diwaktu yang tepat menolong jiwa muridnya. menolak pulang tenaga pukulan sri Ratu Bunga. dengan satu pukulan. "Jangan harap!!" Berkata Giok Hong. dia duduk diatas kursi beroda. dia melarikan diri. dia telah meluncurkan diri menyerang gadis tersebut. Tubuh Giok Hong tidak dapat maju lagi. inilah guru Cang Ceng Ceng. mewakili Cang Ceng Ceng. Sri Ratu Bunga Giok Hong dan Han Thian Chiu hendak mengejar Cang Ceng Ceng. Datang si manusia berkursi roda.." "Huuh. membawa Tan Ciu. Dia berdengus." Berkata Cang Ceng Ceng. "Tidak salah. "Tinggalkan Tan Ciu. disaat yang sama. Ratu Bunga Giok Hong berhasil mengejar dibelakang gadis itu. Dia tidak dapat meninggalkan kedua pengejarnya. kemudian membalikkan badan. hendak menggebuk punggung orang yang berani membawa lari anak ayamnya. Disana telah bertambah seorang.. Chiu dan Giok Hong mengadakan Berat badan Tan Ciu adalah suatu beban bagi Cang Ceng Ceng. dia turut membantu dan menolong jiwa muridnya itu.

Giok Hong mengirim lain pukulan. Inilah urusanku. dia berkata. "Minggir!!" Dia membentak keras." Orang itu memberi keterangan.. Blegur!. Cang Ceng Ceng membawa Tan Ciu. juga dihadang oleh manusia berkerudung itu. Menggunakan kesempatan ini. dia menerima pukulan tadi. Han Thian Chiu hendak mengejar.." Orang cacad berkerudung itu berkata. "Dengan alasan apa turut campur perkara kami?" "Ha. "Jangan terlalu banyak membunuh orang. Dengan perlahan dan sikapnya yang tenang. Mereka terpisah kembali. Orang cacad berkerudung itu tidak menyingkirkan diri." Giok Hong membentak. Han Thian Chiu turut bicara. "Mengapa urusanmu? Kau keluarga dengan Tan Ciu?" mempunyai hubungan "Mengapa tidak?" Berkata orang berkerudung itu tenang duduk diatas kursi rodanya." "Sebutkan namamu.Ha. ... "Juga mempunyai hubungan dengan Cang Ceng Ceng?" "Aku adalah guru Cang Ceng Ceng... Orang cacad dengan wajahnya yang tertutup oleh selembar kain kerudung memandang Sri Ratu Bunga. turun dari gunung Pek Hoa San.

Guru sigadis yang berkepandaian sangat tinggi itu? Bagaimana dia dapat menandinginya? Orang berkerudung diatas kursi roda menganggukan kepalanya.. tentu saja. Aku rusak karena perbuatanmu." "Oouww." .." Han Thian Chiu terkejut bukan main.. "Han Thian Chiu. Orang berkerudung ini segera menyebut nama itu. kau adalah kawan baikku."Guru Cang Ceng Ceng?" Han Thian Chiu terkejut." "Oouww." Berkata orang itu. "Mati pun tidak kulupakan wajahmu... "Han Thian Chiu kau pernah dikalahkan oleh muridku bukan?" "Aaaa. "Kau kenal kepadaku?" Rasa kagetnya Han Thian Chiu tidak kepalang.. aneka macam muka telah digunakan olehnya." "Dua puluh tahun yang lalu. tidak banyak orang yang mengenal wajahnya kecuali beberapa golongan tua dan mereka pun tidak tahu. hatimu terlalu busuk.. bagaimana wajah asli Han Thian Chiu. yang mana wajah asli Han Thian Chiu. Tidak sembarangan orang dapat mengetahui.. dia mempunyai lain julukan...." "Oouww. "Tidak salah" dia berkata." "Sayang. bagaimana Han Thian Chiu tidak terkejut. Pendekar Wajah Panca Roba. hal ini sangat beralasan. nama yang menandakan betapa lihay dia merobah wajah.

mengapa menggunakan tutup kerudung muka? Malukah kepada orang?" Orang itu tertawa.. "Tidak ingat kepadaku bukan?" "Oouw...Ha." Han Thian Chiu berdehem. "Tidak mungkin kau tahu!" Berkata lagi orang itu.. karena wajah ini tidak patut dilihat orang.Han Thian Chiu mengeluarkan rentetan suara ditenggorokan.. "Han Thian Chiu. Seharusnya kau dapat menduga sebagian asal usulku. kau sudah berhasil meyakinkan catatan-catatan ilmu silat yang didapat dari Cang Ceng Ceng?" Cara-cara Han Thian Chiu yang menggunakan wajah Tan Kiam Lam memalsukan ketua Benteng . dia sedang mengenang siapakah kawankawan yang terdekat dengan dirinya? Siapakah jago-jago silat yang hidup pada masa dua puluh tahun yang telah lampau? Dia belum dapat menemukan jawaban itu. sudah rusak. "Ha. Han Thian Chiu berkata "Tentunya kau adalah seorang tokoh silat ternama. tiada berbentuk muka lagi.. "Seharusnya kau malu!" Dia berkata..." "Sudah rusak? Tidak berbentuk wajah?" "Ngg. Maka dia bertanya. "Han Thian Chiu!" Berkata lagi orang berkerudung.. siapa orang ini.. Kita kawan baik bukan? Mengapa harus mencari urusan yang bukan-bukan?" "Kawan baik?" Han Thian Chiu semakin bingung. "Aku menutup wajahku." Han Thian Chiu tidak dapat menduga.

. "Kau mencapai kemajuan yang luar biasa."Kau pernah berkata kepadaku! Aku cinta padamu... Dengan memaksakan diri dia berkata." Giok Hong berteriak." Ratu Bunga Giok Hong berjangkit kaget. Jangan menyangkal." .." Orang itu berkata "Hanya ilmu biasa. Dia sedang berhadapan dengan seorang tokoh silat yang sangat misterius.." "Aku tidak kenal kepadamu. orang itu menatap Sri Ratu Bunga Giok Hong. "Giok Hong." Dan mengalihkan pandangannya." berkata orang itu. "Mengapa tidak?" berkata orang berkerudung itu.Penggantungan.. dari meng Ie Hun Tay Hoat kan Cang Ceng Ceng adalah suatu perbuatan yang memalukan. "Hanya ilmu biasa saja. Lupakah kepada janji ini?" "Kau memfitnah orang.." "Ha. Dari si cacad tahu sebutan nama kecilnya? Siapakah orang ini? Agaknya mempunyai hubungan yang cukup erat." "Betul. "Kau juga kenal kepadaku?" dia bertanya bingung." Orang itu tertawa. "kau pernah menghadiahkan api gelora asmaramu bukan?" "Huaahh?!.. hampir dia terlompat. "Belasan orang telah kau tipu dengan kata-kata itu. Kau telah melipat gandakan ilmu kepandaian dimasa mudamu.ha.. tapi kau sangat membutuhkannya." Dia memanggil nama orang. "Bukan fitnahan. maka dapat mengetahui kemajuan ilmu silatnya.

bahwa muncul seorang Tan Kiam Lam baru.ha.. Han Thian Chiu dan Giok Hong tertegun. Tan Kiam Lam telah diterjunkan kedasar jurang.. "Siapa?" Orang berkerudung itu tertawa terbahak-bahak. Memandang orang misterius itu.kau. "Tan Kiam Lam telah mati ditangan kalian bukan?" Tidak dapat disangkal. Kau takut kepada Tan Kiam Lam?" Orang ini tidak menyangkal. tidak mengelak hubungan baik orang..... Ia memanggil kekasihnya. Ratu Bunga Giok Hong berteriak.. dengan suara yang gemetar.. mereka saling pandang. Buah dadamu yang sebelah kiri ada sebuah tahi lalat merah bukan? Berapa banyak orangkah yang tahu rahasia ini?" Semakin lama.Ha. tidak juga membenarkan dugaan itu. Mereka tidak percaya. setelah dicincang oleh kedua orang ini. Ratu Bunga Giok Hong berkata.Kau?.. karena itulah Han Thian Chiu dan Giok Hong saling pandang.. penuh gejolak jiwa. Tan Kiam Lam?" "Ha.. "Giok Hong. ocehan orang berkerudung itu semakin tajam. kau masih hidup??" Han Thian Chiu juga dapat menduga kepada asal usul orang ini.. mungkinkah dia??" "Kukira memang dia?!" Giok Hong menganggukan kepala. "kau.. "Aaa."Ha. Orang itu berkata lagi. .

hampir aku mati ditanganmu. Mengingat hubungan lama kita." "Tutup mulut!!!" "Baik. aku masih banyak urusan. hari ini. "Ong Bun Sin?" "Juga Bukan. Orang yang telah masuk ke dalam perangkapmu tidak sedikit." Orang itu sudah memegang roda kursi istimewanya. "Lie Hong?" "Aku bukan Lie Hong!" Berkata orang itu.. selamat tinggal. dua puluh tahun yang lalu. dia harus melenyapkan orang ini.. Setelah itu aku meyakinkan ilmu peninggalan jaman purbakala.ha." "Katakan siapakah kau?" "Ha.." Dia memanggil "Jangan kau bergerak maju lagi. semua bekas kekasihnya Giok Hong bertanya. Dia hendak meluncur pergi. aku tidak mempunyai minat untuk bergulet denganmu. Manusia cacad dikursi rodanya tertawa. kau tidak akan berhasil membunuhku... Maka tidak dapat menduga asal usulku. .Ha.Mengenangkan kembali.." "Setan Cang Leng?" "Aku tidak kena Setan Cang Leng. Han Thian Chiu dan Giok Hong mengeluarkan teriakan berbareng.. "Giok Hong. bukan?" Ratu Bunga Giok Hong menggeser kakinya. Ingin menempur diriku? Ha.

jangan harap dapat meninggalkan tempat ini. Hendak menantang perang?" Orang itu mengejek sekali. Badan dan tangannya bergerak memukul roda kursi. kedua tubuh mereka terpisah. Cengkeraman tangan Giok Hong mengenai tempat kosong. "Ha."Tunggu dulu!" "Ada apa lagi?" bertanya orang itu. "Kau harus memberi keterangan yang lebih jelas. Gagal! Mereka bergerak cepat setelah mengalami keteganganketegangan yang memuncak. Wajahnya Han Thian Chiu berubah. dia meraih tutup kerudung muka orang misterius tersebut. entah bagaimana dia berhasil menggerakkan roda kursi maka kelakuan dirinya berubah. Giok Hong telah menyerang tiga kali dan seranganserangan itu dikandaskan dengan mudah.. Itulah tipu gerakan si Ratu Bunga. Giok Hong harus menahan orang ini. sangat berbahaya untuk dibirakan hidup diatas permukaan bumi. Giok Hong mengubah pukulan menjadi cengkraman. dua roda adalah urat nadi penting." Berkata Ratu Bunga Giok Hong. tanpa membikin . dia membacok tangan Giok Hong yang menjulur datang. Orang itu tidak dapat menggunakan sepasang kakinya. sebelum itu. Hampir berhasil.. Sayang orang itu mempunyai gerakan yang luar biasa. tentu saja tidak membiarkan orang merusak alat bergeraknya itu. ha..

. dia berputar lagi menyerang Giok Hong. Giok Hong membikin penyerangan untuk babak kedua. dia membacok punggung orang diatas kursi roda.pembekasan sama sekali. Terjadi baku hantam yang cepat. Menggunakan suatu kesempatan bagus Han Thian Chiu turun kegelanggang. Kini dikeroyok oleh mereka. orang berkerudung sudah memutar kursinya. Dia main tangkis dan main mundur. orang berkerudung itu terlalu gesit untuk dilawan seorang. Dua lawan satu! Keadaan orang berkerudung mulai terdesak. Bukan cara terbaik untuk meloloskan diri dari kepungan kedua musuhnya. beruntun empat kali. Desiran angin yang kuat memaksa orang tersebut memutar kursi menangkis pukulan Han Thian Chiu. sang ratu terdesak kebelakang. Orang berkerudung membalas dengan tiga kali pukulan telapak tangan. Timbul niatan Han Thian Chiu untuk mengeroyok orangnya. setelah itu. Dia mempunyai latihan tenaga dalam di atas kedua lawannya. dia menyerang musuh itu. cepat sekali. sekali dia tidak mau mengambil posisi yang membelakangi kedua musuhnya. tentu saja tidak mempunyai peluang waktu untuk mengadakan serangan. orang berkerudung memperhatikan kekosongan lawan. Disaat yang sama. selisih itu terlalu kecil sekali. Kekuatan Giok Hong berada dibawah orang itu.

. Mulutnya berteriak. "Wah. dia mundur jauh. "Menyerahlah. kukira aku akan celaka dibawah tangan kalian. wajah mereka semakin beringas. "Jangan lari. "Tidak tahu malu. dia bermaksud melepaskan diri dan kepungan kedua orang. Giok Hong membanting kaki. Giok Hong dan Han Thian Chiu telah menjepit dikiri dan di kanannya. menyanggah pukulan-pukulan musuh-musuhnya dan dengan dorongan kekuatan tadi." Berkata si cacad diatas kursi roda. masing-masing mengirim satu pukulan." Terdengar Angin suara manusia aneh itu." Berkata Han Thian Chiu. dia lari mengejar. setelah itu. Tangannya terpentang. Orang berkerudung menggeser kursi rodanya." Berkata Giok Hong. -oo0dw0oo- . Dua lawan satu." Orang itu masih dapat berhumor." Dia penasaran. "Belum cukup waktu. daya terjun itu sehingga menimbulkan asap debu. Giok Hong dan Han Thian Chiu tidak berpeluk tangan. begitu cepat. yang ditambah dengan tenaganya sendiri." "Buka kerudung tutup mukamu. dia meluncurkan kursinya kebawah gunung. "Selamat berpisah. Kejadian yang sudah berada didalam perhitungan orang berkerudung itu.Tiba-tiba memukul keras.

Han Thian Chiu mengintil dibelakang Giok Hong Mereka lama mengejar. Hanya tinggal titik hitam yang mengecil. "Lain kali kita mempunyai kesempatan untuk memenpurnya." Berkata Giok Hong panas. Giok Hong menghentikan pengejarannya." "Cih. dan dia juga kenal kepadamu bukan?" . dengan merapatkan mulutnya dia berkata.." "Kita dikalahkan oleh manusia itu. "Bagaimana hematmu kepada manusia cacad tadi?" "Dia mempunyai kepandaian yang cukup tinggi. "Aku bersungguhsungguh. tentu saja tidak berhasil menyandak. "Giok Hong tidak guna marah pada diri sendiri." Giok Hong mendelikkan mata." "Dia dapat menyebut tanda rahasia yang berada dibagian tertutupmu. siapa lagi bukan laki-laki yang pernah dijajal olehmu?" "Aku tahu.Jilid 22 TENTU saja kata-kata ini tidak masuk keadalam orang yang bersangkutan. Dia membanting-banting kaki. Kursi roda itu meluncur dengan pesatnya. "Menang kalah suatu pertempuran adalah barang yang jamak. jarak itu terlalu jauh. Han Thian Chiu menghampiri kekasihnya itu." "Siapakah orang ini?" "Mana kutahu? tentu salah satu dari sekian banyak kekasihmu." Menghibur kekasih sang ratu." Giok Hong berkata. lawan berat bagi usaha kita.

" orang ini yang mempunyai "Betul. "Bagaimana hukumanmu untuk murid durjana ini?" Bertanya Giok Hong.. Tan Kiam Lam dan Oh Cin." Giok Hong dapat menyetujui dugaan itu. Potongan badan kedua orangpun sama... Bukan Tan Kiam Lam seorang yang dilumpuhkan olehnya. "Mengapa melupakan si Pendekar Pedang Kidal Oh Cin?" "Aaa. Hanya dua kemungkinan besar. "Bunuh saja. Tan Kiam Lam atau Oh cin. ditengah jalan menemukan Lie Bwee yang masih belum sadarkan diri. Tidak mungkin mencari jalan keluar dari ceruk itu."Aku tidak dapat menduganya. Yang dapat meyakinkan ilmu silat setinggi tadi. Sulit untuk memberi keputusan. "Hanya Tan Kiam Lam orang yang pernah dijeleki oleh Giok Hong terlalu banyak." "Usul apa?" . "Aku mempunyai usul baik. Hanya dua kemungkinan. Beres!" Berkata Ong Jie Hauw." Berkata Han Thian Chiu. pukulan Giok Hong terlalu kuat. Mereka kembali keatas gunung. Salah satu dari dua bekas kekasihmu yang bekepandaian nomor satu. sehingga murid itu tidak berdaya untuk melarikan diri." "Mungkinkah Tan Kiam Lam?" "Hanya Tan Kiam Lam yang pernah kau terjunkan kedalam jurang?" Han Thian Chiu menjebikan bibirnya.

Satu diantara dua ilmu kepandaiannya cukup hebat. sebagai contoh teladan bagi mereka yang ada niatan untuk berkhianat." berkata Giok Hong gembira. "Bagaimana keadaan lukanya?" dia bertanya "Masih tidak mau sadarkan diri. Tan Kiam Lam atau Oh Cin." Dengan menggendong Tan Ciu. disana ada menunggu ketua Kim Ie Kauw. segera terhenti didepan muridnya itu. Orang berkerudung itu menghentikan roda kursinya. Dia dapat menghasilkan seorang murid seperti Cang Ceng Ceng sehingga gadis tersebut memiliki ilmu kepandaian yang tinggi. dia berhasil meloloskan diri dari kepungan musuh-musuhnya.. Mereka kembali keatas gunung. . "Suhu. Dari dalam semak-semak terdengar suara panggilan. Ia mendapat hukuman mati dibawah gerogotan anjing-anjing galak. Beri saja kepada anjing-anjing galakmu itu. Mengikuti perjalanan orang berkerudung yang menggulingkan roda-roda kursinya dengan cepat. Orang ini telah berada dibawah kaki gunung Pek Hoa san. Berkhianat kepadamu berarti mencari siksaan."Ia harus mendapat siksaan didepan murid-muridmu yang lain. Cang Ceng Ceng menampilkan diri. Hanya dia orang yang dapat menjelma menjadi orang ini." Jawab Cang Ceng Ceng.. Meninggalkan cerita Han Thian Chiu dan Giok Hong yang membawa Lie Bwe naik keatas gunung Pek Hoa San." "Bagus.

" panggil orang berkerudung itu. "Ah. dia berkata." berkata guru itu." "Berhasil membunuh dirinya?" "Tidak" "Mengapa?" "Aku tidak dapat mengalahkan tenaga gabungan mereka..." "Ah..." "Ceng Ceng. Han Thian Chiu memang bukan manusia biasa. sangat berbahaya. "Suhu." "Dia telah berhasil meyakinkan ilmu kepandaian kita?" "Sebagian kecil dapat dipahami olehnya.. setelah itu. "Tentu saja. "Dia telah menderita luka dalam. "Ada orang datang. orang berkerudung itu bergugam.." Cang Ceng Ceng menundukkan kepala." Cang Ceng Ceng terkejut.. darahnya bergolak masuk kedalam otak... "Tidak dapatkah ditolong lagi??" "Harus makan waktu perawatan yang agak lama.Memeriksa keadaan Tan Ciu. ilmu kepandaianmu berada diatas Ratu Bunga tadi?" Cang Ceng Ceng bertanya. Orang berkerudung itu memanjangkan kupingnya." Tiba-tiba." . mendapat tekanan batin. "Kukira kau telah jatuh cinta kepadanya..

"Eh. Orang berkerudung memberi keterangan. Mereka tidak tahu. dan di kiri seorang anak muda.. "Namamu Tan Sang bukan?" Tan Sang menganggukkan kepala. bagaimana posisi pendirian orang berkerudung ini. mereka saling pandang sebentar. dan Ong Jie Hauw berteriak. kemudian mengajukan pertanyaan. Mereka adalah Tan Sang dan Ong Jie Hauw. pertemuan untuk kedua kalinya.. Disini mereka berjumpa lagi. musuh atau bukan? Orang berkerudung memandang Tan Sang beberapa lama. "Bagaimana bertanya. apa yang telah terjadi?" Mereka bertanya. Tan Sang dan Ong Jie Hauw dapat melihat Tan Ciu masih berbaring ditanah." Tan Sang dan Ong Jie Hauw saling pandang. Inilah orang yang hendak mereka temukan. seorang yang dikanan adalah serorang gadis berbaju putih. "Tan Ciu menderita luka ditangan Ratu Bunga Giok Hong." Orang berkerudung menganggukkan kepala. Ong Jie Hauw pernah mendapat tegurannya. sebutan Cianpwee yang mulia?" dia . Dikala orang berkerudung menyusul jejak Tan Ciu dipuncak Pek Soat Hong."Siapa yang datang?" Dua orang telah menghampiri tempat itu. "Kau?!.

. "Tan Ciu menderita luka yang agak berat. aku harus menemukan wanita itu. dimana letak pesanggrahan Ratu Bunga itu?" "Kau hendak menyatroninya?" Balik tanya orang berkerudung. tukang jual omongan." Ong Jie Hauw mendelikkan mata. "Kau bukan tandingannya." Berkata orang berkerudung itu. "Mengapa?" Ong Jie Hauw heran. "Kita harus merundingkan cara untuk menghadapi mereka. "Beri makan obat ini kepadanya. "Ng. dia tidak percaya bahwa Ong Jie Hauw dapat mengalahkan Sri Ratu Bunga Giok Hong yang ternama. "Kau telah menyaksikan aku kalah ditangannya?" .” Tan Sang mengucapkan terima kasihnya! Ong Jie Hauw mengajukan pertanyaan. Meminta ganti rugi atas keadaan Tan Ciu. "Dapatkah memberi petunjuk. "Kau bukan tandingannya." Dia tidak puas." Berkata Ong Jie Hauw." Dia berkata. "Tenagaku seorang sudah cukup untuk mengubrak abrik sarang mereka. harus kupukul hingga luka." "Kukira kau akan dipukul remuk oleh wanita itu.Orang berkerudung itu menyerahkan Tan Ciu." Orang berkerudung menduga kepada seorang yang sering mengepul. "Kau tahu." "Kau?. kemudian mengeluarkan beberapa butir obat.." "Aku tidak membutuhkan bantuan. bahwa aku bukan tandingannya." Berkata guru Cang Ceng Ceng.

beri bantuanmu. Orang berkerudung memandang Cang Ceng Ceng dan memberi perintah." Tan Sang tertawa. "Ceng-Ceng. Seorang diri menantang komplotan itu. . Kukira tidak perlu mengikutinya. "Cianpwee. kami mengucapkan banyak terima kasih. dia memiliki ilmu kekebalan yang tiada tara." Dia sesumbar keras. "Akan ku obrak-abrik sarang mereka. Ia tidak mungkin menghadapi bahaya."Kau mempunyai pegangan kuat untuk mengalahkan Ratu Bunga Giok Hong yang ternama?" "Tentu. Dia memberi keterangan. Meninggalkan cerita mereka dan mengikuti cerita yang terjadi di ruang tamu Sri Ratu Bunga. Ong Jie Hauw naik keatas Pek Hoa san." Berkata Tan Sang. ikuti dirinya dan bilamana perlu. Cang Ceng Ceng dan Tan Sang berusaha menolong Tan Ciu. Ong Jie Hauw mendaki gunung Pek Hoa-san." Orang berkerudung memberi tahu dimana letak sarang Sri Ratu Bunga." "Mengapa?" "Ia memiliki ilmu kebal yang tidak mempan senjata." Tan Sang menambah dengan keterangannya. "Atas perhatian Cianpwee. Kukira dapat mengalahkan musuh. Orang berkerudung. Tidak seorang pun yang dapat melukainya.

" "Kita tidak akan mengekang kebebasan kauwcu. maksudnya hendak mengadu domba." "Siapakah orang itu?" "Orang cacad diatas kursi roda yang menutup wajahnya dengan kain kerudung itu." "Kita tidak sepaham.Disana berkumpul tiga orang. "Kauwcu. "Sudah kukatakan. Kim Ie Mo-Jin menolak dan berkata. "Maksud tujuan utama dari penggabungan kedua tenaga ini adalah menundukkan semua partay-partay dan golongan-golongan. Kim Ie Mo-Jin." berkata Han Thian Chiu. Han Thian Chiu. masih ada seorang lagi yang berkepandaian tinggi. Orang yang memberi petunjuk kepadamu datang ketempat ini. kecuali kita berdua." Han Thian Chiu menimpali suara sang kekasih. Giok Hong. kita harus bersatu menghadapinya." Giok Hong ikut membujuk. "Betul. aku tiada maksud untuk mengikat diri. Han Thian Chiu dan Giok Hong sedang membujuk ketua Kim ie kauw untuk menggabungkan kekuatan mereka." "Sudah jelas.. berpikirlah." . menghadapi semua orang. kekuatannya tidak boleh diremehkan.." "Ouw. Salah satu dari kita dapat mengalami cedera. aku tidak bersedia dikekang oleh siapapun juga. kemudian dengan mudah dia dapat memungut hasil pertarungan itu.

"Kami harapkan kauwcu dapat menerima tawaran kami. Dia menghampiri Lie Bwee." Akhirnya Kim Ie MoJin menolak dengan halus. Kata-kata Ratu Bunga itu mengandung dua macam arti. "Tiga hari adalah waktu yang tidak lama." berkata Han Thian Chiu. Giok Hong dan Han Thian Chiu mengantar tamu itu. Seolah-olah tidak memngerti akan maksud itu. "Bersatu kita teguh." . gadis ini berani mengkhianati pintu perguruan. Lie Bwee mengucurkan air mata. Giok Hong menganggukan kepala. Giok Hong dan Han Thian Chiu menuju kearah lapangan dimana telah berbaris murid-muridnya. mereka mengitari tiang bendera. "Suhu.." Dia memberi laporan." Berkata Kim Ie Mo-Jin." lanjut Giok Hong. "Taarr. Giok Hong mengayunkan menempiling pipi murid itu. itulah Lie Bwee. Giok Lo Sat menyongsong kehadiran sang guru.." Berkata Giok Hong." Dia memanggil lemah."Aku meminta waktu tiga hari. pada tiang bendera itu terikat seorang gadis. Kim Ie Mo-Jin meminta diri. Setelah mengantar Kim Ie Mo-Jin keluar dari markas. bercerai kita runtuh.. dia harus memberi hukuman yang setimpal. "Kami mengharapkan jawaban kauwcu. Untuk menjaga agar tidak sampai terulang kejadian yang sama. tangan.. "Persiapan telah selesai.

" Giok Hong menambahi." Dia bergeram. "Suhu. inilah akibat kegagalan. dia tidak melihat bayangan Tan Ciu. ada yang mati sudah berada didalam perhitungannya. dia sudah putus harapan." berkata Giok Hong ketus.." "Aaaa.. "Hendak mengejek.." "Kau juga segera menyusul arwah pemuda itu. "Aaa." "Kau takut?" Siapa tidak takut menghadapi kematian? Ada yang mati secara gemilang. Dan kematianmu tidak seperti kematian biasa." Lie Bwee kenal baik akan sifat gurunya itu."Jangan lagi panggil aku suhu. Kau harus menderita beberapa lama digerogoti anjing-anjing penjaga kita.. Lie Bwee memandang kelilingnya. meminta pengampunan?" Giok Hong "Tidak!! Aku siap mati. dia harus mati. Wajah Lie Bwee sangat kaku. Orang ini sulit menekan rasa takutnya. "Tan Ciu sudah mati. Dan dia harus menanggung resiko besar. "Dimanakah Tan Ciu?" dia mengajukan pertanyaan. . Ada juga yang mati diluar perhitungan. Ratu bunga Giok Hong memberi perintah." Dia berkata perlahan. Lie Bwee hendak menolong Tan Ciu. "Kau harus mati. aku menyesal sekali. Mati berkorban! Orang ini dapat menekan rasa takutnya....

.. Tubuhnya penuh luka. tidak mempan senjata." "Apa yang dikatakan oleh pemuda itu?" "Dia menantang suhu. Giok Lo Sat telah melepas lima ekor anjing galak. memaki-maki nama dan gelar suhu. Mereka tidak tahu bagaimana anjing-anjing itu . "Dia menyebut dirinya sendiri bernama Ong Jie Hauw. Aku harus turun tangan sendiri. Giok Hong dan Han Thian Chiu meninggalkan tempat itu." "Baik. dengan suara mereka yang mengerikan.!" dia memanggil Ratu Bunga itu. "Tidak ada yang dapat menahan kemajuannya?" Dia uring-uringan." "Siapa orang itu?" "Tidak tahu." Giok Lo Sat menjalankan perintah. "Suhu. Tiba-tiba seorang gadis berbaju merah lari mendatangi."Keluarkan Anjing Penjaga." Ratu Bunga Giok Hong marah besar. "Ada apa?!" membentak Giok Hong tidak puas.. menubruk kearah Lie Bwee. "Seorang pemuda mengamuk kalang kabut. beberapa kawan telah mati dibawah tangannya.." "Tidak ada yang kenal kepadanya?" Giok Hong mendelikkan mata. Terdengar suara gongongan anjing." Dikala itu. "Dia berkepandaian liehay.

yang mengincar lima ekor anjing galak itu. Empat gadis berbaju merah dibunuh olehnya. suatu kejadian yang sangat kebetulan. "Siapa?" Orang yang datang adalah seorang tua. Betulkan anjing-anjing tersebut berhasil menggerogoti daging Lie Bwee yang terikat ditiang panjang? Tidak!!! Dikala keadaan sangat kritis sekali. dia menghujani pukulanpukulan yang sangat cepat dan sangat keras. lima ekor binatang itu mati ditanah. membunuh lima ekor anjing disana. orang inilah yang Giok Lo Sat dan empat gadis berbaju merah membentak. dia membuka ikatan Lie Bwee dan tinggalkan tempat itu.menggerogoti daging sang murid yang berani berkhianat kepada dirinya. Dikala Ong Jie Hauw menyerang dibagian depan. Tan Kiam Pek tidak mengejar. Terdengar suara berkuing-kuingnya anjing. Tan Kiam Pek menyeludup masuk pusat markas besar Sang Ratu Bunga. Hanya Giok Lo sat yang luput dari kematian. Tanpa banyak cingcong. dia disertai Han Thian Chiu. Gadis ini melarikan diri. tiba-tiba meluncur lima bintik hitam. Satu bayangan loncat turun. Mengikuti cerita perjalanan Ratu Bunga Giok Hong yang keluar sarang. . dengan mudah orang tua ini menyelamatkan jiwa Lie Bwee dari kematian sigadis dari tajamnya taring-taring anjing galak. Dia Tan Kiam Pek.

Ratu Bunga memandang anak muda itu. Itulah senjata terampuh untuk menangkat derajat kedudukannya. Ditanah telah menggeletak jatuh beberapa korban. seorang gadis berbaju merah lagi yang mati dibawah tangan Ong Jie Hauw. "Aha. Dia juga membalas dengan suara keras. Ong Jie Hauw menghadapi dengan hati besar." Para dayang berbaju merah menghentikan kurungan mereka. Giok Hong mengeluarkan suara bentakan." Ong Jie Hauw berteriak girang. seperti pemuda-pemuda lainnya. tiada sesuatu yang sangat luar biasa. Dia belum pernah dikalahkan orang. perintah sang Ratu harus ditaati dengan patuh. "Berani kau membunuh orang dibawah kekuasaan Istana Ratu Bunga?" Ong Jie Hauw memperhatikan wanita itu. Ilmu kekebalannya terhadap hantaman atau pukulan menjadikannya dia sebagai manusia besi. Terdengar suara jeritan.. "Bocah kurang ajar!!" Giok Hong membentak dengan suara keras. belum terlalu tua.. gesit dan bergelora." Berkata Giok Hong sombong." . "Sebutkan namamu!" "Aku Sri Ratu Bunga ditempat ini. ini dia yang sedang kucari. tentu saja disertai juga dengan semangat yang menyala-nyala. "Mengapa kau melukai kawanku? Aku harus menuntut balas.Pendekar dungu muda Ong Jie Hauw sedang menyerang tiga gadis berbaju merah. "Hentikan pertempuran ini.

" Ong Jie Hauw memijit jidatnya. lumayanlah. . "Bagus. "Begitu kejamkah kau membunuh anak buahku?" "Mengapa?" Ong Jie Hauw memandang lawannya." Berkata Ratu Bunga Giok Hong. "Ong Jie Hauw. Sedangkan pemuda ini berkepandaian tinggi." Berpanggil sang Ratu Bunga. tentu saja pemuda ini tidak dapat menyebut. "Ong Jie Hauw. Dia belum tahu gelaran dan nama Lie Bwee. "Kau harus memganti dengan jiwa juga.. Sangat mudah bukan?" "Bocah sebutkan namamu!" Giok Hong membentak.. "Dan kedatanganku kesini hendak mencari seseorang." "Dan maksud kedatanganmu?" "Menuntut balas." "Ong Jie Hauw?" Giok Hong belum pernah mendengar nama dari seorang jago silat yang bernama Ong Jie Hauw."Siapa yang menjadi kawanmu?" "Tan Ciu. Siapa yang harus mengganti jiwa?" Berkata Ong Jie Hauw." "Namanya?" "Aha." "Huh!! begitu mudah?" "Bukti telah bicara. Berapa anak buahmu telah binasa." "Siapa lagi yang hendak kau temui?" "Seorang gadis berbaju merah. Si gadis belum memberitahukan namanya.

. Setiap serangan pertama dari seseorang yang bertempur dengan jago kuat. "Seorang gadis yang berbaju merah.." "Aha. sudah berada didepan Ong Jie Hauw. "Semua anak buahku mengenakan pakaian warna merah. dimisalkan dia sudah siap untuk menjaga diripun belum tentu dapat menghindari diri dari pemukulan ini. apa lagi didalam keadaan lengah. Dukk. "Nah. kau yang sudah bosan hidup. Boleh dikatakan sangat perlahan sekali. tentu tidak mengandung kekuatan penuh.." Dia mengayunkan tangannya memukul si pemuda. enyahlah dari tempat ini." Tubuh Giok Hong bergerak cepat sekali. tubuh Ong Jie Hauw mencelat bangun kembali. Ong Jie Hauw tidak bersiap siaga."siapakah yang hendak kau temukan?" Bertanya lagi Ratu Bunga Giok Hong. Kecepatan Giok Hong tiada terlukiskan. mungkinkah dia tidak mau keluar dari tempat persembunyiannya?" "Kau sudah bosan hidup. menerkam dan menerjang lawannya. Tubuh pemuda ini terdorong jatuh kebelakang. Yang manakah yang hendak kau temukan itu?" "Kau tidak mau memeri tahu?" Ong Jie Hauw naik darah. Gesit laksana harimau. Terdengar suara benturan yang keras." Berkata Ong Jie Hauw. Dan itu pun .. Demikian juga pukulan Giok Hong yang telah dikerahkan tadi. "Apa lagi?" "Kuobrak abrik tempat ini.

paling sedikit bertenaga kuda.Pukulan tanganmu cukup berat. langsung melurus panjang. Pukulan berat? Huh!! Pukulan Giok Hong dapat membunuh mati seekor kerbau jantan.. Kepalanya berkunang-kunang. pekerjaan itu dapat dilaksanakan dengan muda. setidak-tidaknya melukainya sampai parah. Secara mendadak sekali.. "Ha." Ong Jie Hauw belum dapat mempertahankan keseimbangan badannya.Ha. Cukup lama dia meringkuk diatas tanah. suatu kejadian yang mengejutkan lawannya. Setelah tertawa ngakak. Kini anak muda itu sudah mencelat bangun. Dia tertawa besar. Hek. sampai beberapa kerjadi sangat tidak . "Blegguuurrr. Giok Hong menduga bahwa dia sudah membunuh mati lawan itu. tubuh Ong Jie Hauw melentik bangun." Ong Jie Hauw hendak menuntut pembalasan. Suatu kejadian yang janggal untuk terjadi didalam pertempuran... tubuh itu dilayangkan. dengan satu kekuatan yang lebih dahsyat Giok Hong mendorong kedua tangannya. Sang Ratu bingung tidak mengerti. dia mendekati korban pukulan itu.. Ong Jie Hauw seperti hampir menemukan dunia kiamat.. kepandaianmu?" Hanya seperti inikah ilmu Pukulan Giok Hong yang kedua kalinya memang berat sekali.. Ha..sudah dapat mengenai sasaran dengan terlalu mudah.. Lebih hebat dari pukulan laki-laki.. Dua kali Giok Hong menjatuhkan lawannya. membentur batu dan.. "Aaa. Tanah yang dipijak seperti berputar keatas. Dia jatuh menggeletak..

Hanya sekejap mata. senyum inipun lenyap sama sekali. Ratu Bunga Giok Hong termangu-mangu ditempatnya.... Berguling-gulingan ditanah. Ong Jie Hauw menggoyang pundak.." Bagaikan daging bola. Terdengar suara daging yang dipukul.. Ong Jie Hauw siap menerima tantangan baru. Han Thian Chiu dan Giok Hong saling pandang. memukul tubuh pemuda itu yang jatuh tidak jauh darinya. "Bek. Ong Jie Hauw memiliki ilmu kekebalan yang tidak mempan senjata. Kejadian luar biasa. Mungkinkah bukan seorang . Bulu tengkuk Giok Hong dan Han Thian Chiu bergemerinding bangun. Dengan mengibrik-ibrikkan bajunya yang penuh debu. Gerakannya pun tidak mengandung perubahan. Dia jatuh terlentang. Han Thian Chiu mengayun tangan. Buttt. mereka dapat mengikuti gerakan Ong Jie Hauw yang bangun sendiri..... dengan wajah yang menunjukkan ketakutan tidak kepalang. tapi ilmu kepandaian silatnya hanya kepandaian biasa. "Beekkk." Kali ini dada sipemuda yang dihajar olehnya. tubuh Ong Jie Hauw ditendang pergi lagi. mereka tertawa. disertai dengan lain serangan balasan. Terganti dengan rasa seram. Hutt. Dengan mudah Giok Hong dapat menyengkelit pukulan itu. Senyum mereka memberi tahu tentang kepuasan dan kesombongan hatinya. gilirannya yang mengirim pukulan. menjotos muka sang lawan. Bila pukulan itu belum dapat menaklukan lawannya. hampir dia menjadi patung ditempatnya.masuk akal. Ong Jie Hauw dipentalkan kebelakang..

"Kau menggunakan ilmu apa?" "Ilmu?" Ong Jie Hauw tidak mengerti. seorang manusia karet. "Ilmu macam apakah yang kalian miliki? Walau tidak dapat memukul mati diriku." Ratu Bunga Giok Hong lebih heran atas ilmu kepandaian lawan yang seperti karet. "Nah.manusia biasa? Manusia robotkah yang menjadi tandingan mereka? Mengapa tidak mempan pukulan? Disaat mana. Ong Jie Hauw yang dipukul terus menerus secara saling susul." Diapun sudah melompat bangun kembali. Heh. Jatuh dan dapat bangun kembali.. menyebabkan pemuda itu menciumi tanah sampai lebih dari satu kali. Ong Jie Hauw maju dua langkah lebar.. dia menyingkir ke samping. Kedua orang itu mundur beberapa langkah kebelakang..... juga tidak mempan pukulan. tapi kepala berat juga... . dia pun membentak.. Tidak mempan senjata. haruskah belajar ilmu?" Ong Jie Hauw mendekati kedua musuhnya. Hal ini terlalu mudah dilakukan olehnya. mengingat kecepatan Ong Jie Hauw yang terlalu lambat dan ayalayalan. Dengan mudah berhasil menghindarkan diri dari serangan pukulan si bocah dungu.. Apa yang dilakukan Giok Hong dan Han Thian Chiu? mereka seperti sedang berhadapan dengan manusia sintetis. "Aha. mengirim pukulan yang disertai gertakannya. "Aku ingin memukul kalian.." Giok Hong tidak berani menerima serangan itu. giliran kalian yang menerima serangan pembalasan. Kemarahannya pun meledak.

Mata pinggang Han Thian Chiu kena pukulannya. tentu akan menyerang mereka. berputar kaki membalikkan badan." Han Thian Chiu berkata berat.Han Thian Chiu menggeser posisi. Tubuh terhuyung jauh kebelakang.... Lagi-lagi Ong Jie Hauw dibuat mencium tanah.. .... Bless.. Tangannya di kebaskan. Han Thian Chiu adalah salah satu kekasihnya yang terpandai. Tepat sekali serangan tadi. Itu waktu. "Bagaimana?" Giok Hong bertanya cepat.. Betul tidak dapat melukainya. Betul eks ketua Benteng Penggantungan memiliki tenaga dalam yang luar biasa. Apalagi hanya tusukan jari Han Thian Chiu. Seett. tentu saja serangan ini mengenai sasarannya. Giok Hong lebih pandai dari sang kekasih mengincar cepat. Bekk. dia memukul dada Ong Jie Hauw.. "Aku menderita luka dalam. Giok Hong mendekati Han Thian Chiu. waktu itu cukup memberi kelonggaran waktu kepada mereka untuk menarik napas. "Kau mengapa?" dia bertanya dengan penuh kasih sayang. Ong Jie Hauw sudah merayap bangun lagi. Senjata apakah yang dapat memakan kulit Ong Jie Hauw? Tidak sebongkah benda pun yang dapat melukai pemuda itu. Ong Jie Hauw mengayun tangan. kini sudah berada dibelakang Ong Jie Hauw. menggulingkan jago muda ini. dibawah kekebalan Ong Jie Hauw diapun tidak berdaya. mengincar jalan darah Beng bun-hiat.. Menggunakan kesempatan berjarak dekat itu.

mereka melarikan diri. dan keadaan Han Thian Chiu yang sudah terluka tidak memungkinkan sang bekas ketua Benteng Penggantungan memberi bantuan. Giok Hong dan Han Thian Chiu menghentikan lari mereka. Tan Kiam Pek sangat puas sekali. Dia mengeluarkan suara dari hidung. Mengingat tidak mungkin melukai pemuda aneh itu. Menyaksikan rasa takutnya kedua orang itu. didepan mereka telah melintang satu bayangan. ."Lekas bawa aku meninggalkan tempat ini. Tidak lama. Ratu Bunga Giok Hong dan Han Thian Chiu tidak sanggup melayani Ong Jie Hauw. Dia adalah Tan Kiam Pek. menimbang tidak guna meneruskan pertandingan tersebut. sepsang manusia itu mengalami getaran yang hebat. Ong Jie Hauw bergerak terlalu lambat dikala dia hendak memukul kedua lawannya. Giok Hong mengangkat tubuh kekasih itu. Giok Hong dan Han Thian Chiu sudah mengambil langkah seribu. "Kau masih hidup?!" Tan Kiam Lam kah yang datang? Bukan! Dia adalah saudara orang-orang yang sudah tersiksa. melarikan diri. "Kau?!" Han Thian Chiu berusaha melepaskan dirinya dari pegangan sang kekasih. "Tan Kiam Lam." Giok Hong berteriak." Berkata Han Thian Chiu. mata mereka terbelalak. dengan rasa takut yang tidak terhingga.

Giok Hong mendesak dan merangsek hebat. mengangkat Han Thian Chiu dan meneruskan lari mereka. Mereka harus cepat-cepat meninggalkan tempat itu. Dia main mundur. Belasan jurus kemudian. Aku Tan Kiam Pek. menghujani Tan Kiam Pek dengan serangan dahsyatnya. bayangan Giok Hong dan Han Thian Chiu sudah lenyap. apa mau dikata? Ilmu meringankan tubuh Ong Jie Hauw sangat belet."Sepasang manusia terkutuk. "Saudara Ong. Ong Jie Hauw. dibelakang mereka masih ada seorang jurik.. Tan Kiam Pek tidak berani mengejar. berusaha mengelakan setiap serangan sang Ratu Bunga. Keadaan Tan Kiam Pek sangat kritis sekali. ilmu kepandaiannya sudah ditekuni selama belasan tahun terakhir masih bukan tandingan Giok Hong. Dari jauh. "Hei." berkata Tan Kiam Pek. kalian jangan lari!" Giok Hong meninggalkan lawannya. Sudah waktunya aku mengadakan tuntutan. saudaraku telah terluka dibawah kedua tanganmu." . "Dimana kedua orang tadi?" Ong Jie Hauw bertanya kepada Tan Kiam Pek. Tangan Giok Hong terayun. Tan Kiam Pek dipaksa mengakui akan keunggulan lawannya." Giok Hong dan Han Thian Chiu harus memburu waktu. sudah terdengar teriakan Ong Jie Hauw. dikala dia tiba di tempat itu. "Kau mengatakan mempunyai seorang kekasih ditempat ini? Belum lama aku menolong seorang gadis berbaju merah. kukira dialah orang yang hendak kau temukan.

" berkata Ong Jie Hauw. ditengah jalan dia mengetahui jejak Giok Hong dan Han Thian Chiu. disana ada Cang Ceng Ceng. Cepat-cepat menyembunyikan gadis tersebut. maka tidak berdaya membekuk musuh. dan menghadang lari kedua orang itu.Ternyata.. Kulihat dia pandai mengobati.. "Mari kita bawa kepada orang berkerudung itu." Ong Jie Hauw mengenali kepada gadis yang telah diperkosa olehnya." Mereka membawa Lie Bwe ketempat Tan Sang menungu.... Tan Ciu dan manusia cacad diatas kursi roda. Lie Bwee masih pingsan dan masih belum sadarkan diri. . Tan Sang menghampiri dan menyongsong datang. Kini dia mengajak Ong Jie Hauw untuk bertemu Lie Bwee.. "Ng. tapi tidak berdaya. setelah Tan Kiam Pek menolong Lie Bwee... Dia kalah pandai." Berakata Tan Kiam Pek. Orang berkerudung itu masih menolong Tan Ciu.." Berkata Ong Jie Hauw. "Bagaimana dia dapat menjadi seperti ini?" bertanya Ong Jie Hauw dengan cemas. "Tan Ciu? Tan Ciu sudah ditolong juga?" "Ng. "Telah kuusahakan untuk menolongnya. "Aaaaaaaa. dia sedang menolong Tan Ciu.. "Orang berkerudung?" Tan Kiam Pek belum pernah melihat guru Cang Ceng Ceng.

"Orang yang menolong kemanakanmu adalah gadis she Lie ini. menggerak-gerakan bibir tidak sepatah katapun yang terdengar jelas entah apa yang hendak dikemukakan olehnya. keadaan itu masih belum diketahui. Bila tidak ada guru Cang Ceng Ceng. Dia menyerahkan tubuh Lie Bwee dan berkata. "Dia terluka! tolong kau periksa. "Diakah orang telah kau sebut itu?" Tan Sang menunjuk kearah tubuh gadis yang digendong Ong Jie Hauw. Pemuda yang ditanya menganggukan kepalanya. Ong Jie Hauw masih menggendong tubuh Lie Bwee." Betapa tinggipun ilmu kepandaian Lie Bwee tidak mungkin dapat menolong Tan Ciu dari Istana Ratu Bunga. Tan Sang membuka mulut. Itu waktu. Bagaimana kalian menjadi satu?" Dia memandang Ong Jie Hauw dan Tan Kiam Pek."Eh. Tan Kiam Pek sedang mengucapkan terima kasih kepada orang berkerudung diatas kursi roda." Disaat itu. "Bolehkah aku beratnya." Orang itu memberi keterangan. Dia berkemak kemik. Ong Jie Hauw kurang memperhatikan perubahan wajah Tan Sang." Dia berkata. "Bagaimanaah nama dan julukan tuan yang mulia?" . Tan Kiam Pek memperhatikan orang berkerudung itu. Kebetulan aku datang maka membawa ketempat ini. Secara singkat Tan Kiam Pek menceritakan jalannya kejadian. "Bukan aku yang menolong.

"Aaaa." berkata Cang Ceng Ceng." terbayang kembali kejadian-kejadian yang baru saja dialami diatas Istana Ratu Bunga. "Dia sudah mati. Dia masih dapat mengenalinya. Tan Kiam Pek tidak mendesak.. gadis itu telah menggigit lidah dan membunuh diri. . dimanakah aku?" "Kau berada diluar daerah lingkungan Istana Ratu Bunga. dia memandang kearah tempat itu. Tan Ciu memandang gadis itu. Kau mengapa?" Cang Ceng Ceng memegang kedua pundak si pemuda. ia menjerit dan berteriak." kepala." Dia berkata dengan suara perlahan. "Ooo. dengan bingung dia bertanya: "Eh.. "Kau? Nona Ceng?" dia bertanya." Ketenangan Tan Ciu terganggu. Terbayang dan terpeta bayangan Jelita Merah.. diatas kursi roda "Namaku memalukan orang. Keadaan Tan Ciu telah banyak lebih baik. "Betul" Cang Ceng Ceng menganggukan "Guruku telah berhasil menolongmu..Orang cacad yang duduk menggoyangkan kepalanya. "Dia? Dia siapa?" Cang Ceng Ceng tidak mengerti. Ong Leng Leng yang menggeletak ditiang Siksaan." Berteriak Tan Ciu sedih. "Hee.

"Aaaa.. kita bersama-sama mencari jenazahnya. Tan Ciu mencelat bangun. betul.. "Dia sudah mati bukan?" Cang Ceng Ceng memberi peringatan..." "Sebentar lagi." .. Arahnya adalah gunung Pek Hoa san. "Tan Ciu."Jelita Merah Ong Leng Leng." dia memanggil." Tan Ciu bergugam. Dia sudah mati. "Hei. maka luputlah serangan yang di