Pengertian Aborsi Aborsi (abortus) atau pengguguran kandungan dimaksudkan sebagai tindakan untuk mengakhiri kehamilan atau hasil

konsepi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan. aborsi selalu merujuk kepada penghentian atau pembunuhan janin yang belum lahir. sedangkan teknik aborsi dapat dilakukan melalui : 1. curettage and dilatage (C & D) 2. dengan melebarkan mulut rahim kemudian janin dikiret dengan alat tertentu 3. dengan aspirasi atau penyedotan isi rahim 4. dan melalui operasi (hystertotomi). abortus dapat terjadi karena ketidaksengajaan (spontaneous abortus) dan terjadi karena disengaja (abortus provocatus atau induced pro abortion) aborsi yang disengaja terbagi ke dalam dua macam : a. abortus artificialis therapicus yakni aborsi dilakukan oleh dokter ahli atas dasar pertimbangan medis. misalnya jika dilakukan aborsi akan membahayakan ibu abortus provocatus criminalis, yaitu aborsi yang dilakukan tanpa adanya dasar indikasi medis. misalnya untuk meniadakan hasil “hubungan gelap” atau kehamilan yang tidak dikehendaki http://id.shvoong.com/medicine-and-health/genetics/2071366-pengertian-aborsi/

Hukum Aborsi Bagian II Berdasarkan hal ini, dapat disimpulkan bahwa aborsi memang merupakan problem sosial yang terkait dengan paham kebebasan (freedom/liberalism) yang lahir dari paham sekularisme, yaitu pemisahan agama dari kehidupan (Abdul Qadim Zallum, 1998). Terlepas dari masalah ini, hukum aborsi itu sendiri memang wajib dipahami dengan baik oleh kaum muslimin, baik kalangan medis maupun masyarakat umumnya. Sebab bagi seorang muslim, hukum-hukum Syariat Islam merupakan standar bagi seluruh perbuatannya. Selain itu keterikatan dengan hukum-hukum Syariat Islam adalah kewajiban seorang muslim sebagai konsekuensi keimanannya terhadap Islam. Allah SWT berfirman: “Maka demi Tuhanmu, mereka pada hakikatnya tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) sebagai pemutus perkara yang mereka perselisihkan di antara mereka.” (Qs. an-Nisaa` [4]: 65). “Dan tidak patut bagi seorang mu`min laki-laki dan mu`min perempuan, jika Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka.” (Qs. al-Ahzab [33]: 36). Sekilas Fakta Aborsi Aborsi secara umum adalah berakhirnya suatu kehamilan (oleh akibat-akibat tertentu) sebelum buah kehamilan tersebut mampu untuk hidup di luar kandungan. (JNPK-KR, 1999) (www.jender.or.id) Secara lebih spesifik, Ensiklopedia Indonesia memberikan pengertian aborsi sebagai berikut: “Pengakhiran kehamilan sebelum masa gestasi 28 minggu atau sebelum janin mencapai berat 1.000 gram.” Definisi lain menyatakan, aborsi

hak untuk mengandung. Aborsi terapeutik / Abortus Provocatus therapeuticum adalah pengguguran kandungan buatan yang dilakukan atas indikasi medik. Aborsi merupakan suatu proses pengakhiran hidup dari janin sebelum diberi kesempatan untuk bertumbuh (Kapita Seleksi Kedokteran. Aborsi tidak hanya merugikan manusia di dalam seorang wanita. Aborsi Buatan/ Sengaja atau Abortus Provocatus Criminalis 3. Mengapa dianggap benar bagi Pemerintah kita untuk mengeluarkan undang-undang yang menentukan kehidupan itu berharga? Janin adalah manusia dan jika tidak diaborsi akan tumbuh menjadi orang dewasa yang berfungsi penuh jika diberi hak untuk hidup. bidan atau dukun beranak).com). yaitu: 1. Manusia adalah satu-satunya yang membunuh anaknya saat masih belum lahir. Edisi 3. Dia berduka atas hilangnya nyawa. tetapi juga wanita itu sendiri. http://id. Betapa masyarakat telah menjadi abadi. jika dibiarkan hidup. bayi yang ia aborsi.com/law-and-politics/law/1964599-hukum-aborsi-bagian-ii/ Pilih Aborsi Sama Dengan Membunuh Ada segenap kehidupan yang terbentuk di dalam rahim. Wanita memang memiliki hak. Bahwa manusia di dalam seorang wanita yang tidak dapat berbicara untuk dirinya sendiri memiliki hak untuk dilahirkan. Tidak seorang pun memiliki hak untuk membunuh seorang manusia. Karena janin adalah manusia. Dalam dunia kedokteran dikenal 3 macam aborsi. Dari mana ibu mendapatkan hak untuk membunuh .adalah pengeluaran hasil konsepsi pada usia kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram. Aborsi Spontan/ Alamiah atau Abortus Spontaneus 2. Aborsi buatan/ sengaja/ Abortus Provocatus Criminalis adalah pengakhiran kehamilan sebelum usia kandungan 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram sebagai suatu akibat tindakan yang disengaja dan disadari oleh calon ibu maupun si pelaksana aborsi (dalam hal ini dokter. Sebagai contoh. Tetapi ini semua atas pertimbangan medis yang matang dan tidak tergesa-gesa (www. jika bayi dalam seorang wanita bukanlah bayi mengapa seorang wanita yang telah melakukan aborsi berduka setelahnya.shvoong. jadi mengapa kita membiarkan pembunuhan seorang manusia yang sedang berkembang dengan potensinya. halaman 260).genetik2000. Wanita kemudian mempunyai hak untuk mengasuh anak atau menempatkannya untuk adopsi. Kebanyakan disebabkan karena kurang baiknya kualitas sel telur dan sel sperma. akan menyebabkan kelahiran bayi manusia. Aborsi Terapeutik/ Medis atau Abortus Provocatus Therapeuticum Aborsi spontan/ alamiah berlangsung tanpa tindakan apapun. Jika aborsi tidak salah. calon ibu yang sedang hamil tetapi mempunyai penyakit darah tinggi menahun atau penyakit jantung yang parah yang dapat membahayakan baik calon ibu maupun janin yang dikandungnya.

merupakan akibat langsung maupun tidak langsung dari kemajuan tehnologi.manusia di dalam dirinya? Aborsi menempatkan kepentingan pribadi dan kenyamanan wanita di atas nilai kehidupan manusia di dalam dirinya. Justru. Bayi adalah manusia yang hidup dan tumbuh sejak tahap paling awal. kasus aborsi dari hari ke hari kian marak. Meski demikian. termasuk di dalamnya seks bebas. Halaman 1 dari 2 Di Indonesia. tentu saja. Gelombang globalisasi menjadikan dunia yang luas ini semacam pedesaan kecil. orang mudah bermain-main . Pembunuhan: melanggar hukum pembunuhan berencana seorang manusia oleh manusia 2. di samping adanya pergaulan yang kian bebas. Embrio: organisme manusia yang sedang berkembang sejak 4 hari setelah pembuahan sampai akhir minggu kedelapan. Janin bayi yang belum lahir.shvoong. tidak berarti Indonesia telah benar-benar bebas dari tindak anti-kehidupan ini. aborsi dikategorikan sebagai tindakan yang melanggar hukum. 4. sejak sekitar tujuh sampai delapan minggu perkembangan sampai kelahiran.com/lifestyle/family-and-relations/2062705-pilih-aborsi-sama-denganmembunuh/ SUARA MERDEKA Kasus Aborsi Kian Mencemaskan Ditulis Oleh Gendhotwukir 01-05-2008. 3. Membunuh untuk menghilangkan kehidupan 5. Pembunuhan: Pembunuhan tidak sah seorang manusia oleh manusia yang lain Oleh karena itu membunuh janin adalah pembunuhan. Sebelum waktu itu dianggap sebagai embrio. Ini. Dengan kemajuan tehnologi. Internet secara langsung maupun tidak langsung menjadi salah satu sebab meningkatnya kasus aborsi. 1. Lebih lanjut tentang: Pilih Aborsi Sama Dengan Membunuh http://id. Memilih aborsi kehidupan berarti menghentikan jantung yang berdetak. Sejak saat pembuahan. Segala hal bisa diketahui dalam waktu cepat. Apa yang Alkitab katakan? Alkitab dengan jelas mengidentifikasi bayi yang belum lahir sebagai manusia yang hidup.

Hal ini berlaku juga bagi janin. Oleh sebab itu. Jumlahnya sangat besar. Hidup manusia sudah ditentukan sejak terjadinya pembuahan karena hidup merupakan proses keberlangsungan yang sejak awalnya memang sudah berupa kehidupan. sebuah lembaga yang memberikan perhatian atas kasus aborsi. baik oleh pasangan suami-istri yang tidak menginginkannya maupun oleh perempuan atau pasangan yang belum menikah. Tidaklah tepat apabila hak-hak asasi lainnya disejajarkan dengan hak untuk hidup. Jawaban ini tentu saja menyesatkan apalagi kalau itu kita dengar dari seorang tenaga medis yang memang minim pengetahuannya. Data ini cukup mengejutkan. Menurut Forum Komunikasi Penyayang Kehidupan (FKPK). Dr. CB. setiap tahun ada sekitar 2 juta janin digugurkan. tetapi hak untuk bebas dari ancaman yang membahayakan atau menghilangkan hidup. hidup manusia terjadi setelah selesainya proses pembuahan. tetapi dari perjumpaan ovum dan sperma yang membentuk suatu sel baru. bebas dan keamanan pribadi. Tidak tepat pula isi Deklarasi HAM oleh PBB pada tanggal 10 Desember 1948 yang mengatakan bahwa setiap orang mempunyai hak untuk hidup. Hidup adalah pilar utama untuk dapat merealisasikan nilai-nilai lainnya. tidak benar pembelaan yang mengatakan bahwa sejak terjadinya pembuahan sampai pada umur tertentu sel tersebut tidak dimanusiakan atau bahkan ada yang mengatakan itu hanya gumpalan darah dan daging saja. Kusmaryanto. Kalau sel ini bukan makhluk hidup. Hak-hak asasi yang lainnya hanya dimungkinkan pada seseorang kalau seseorang itu hidup. Rumusan ini memunculkan kesan seolah-olah hak untuk hidup keberadaan disejajarkan dengan hak bebas dan keamanan pribadi. minimnya kesadaran para pelaku aborsi akan arti dan hak atas kehidupan. Salah satunya. dia tidak akan pernah menjadi makhluk hidup sebab apa yang terjadi sesudah pembuahan bukanlah menciptakan lagi sesuatu melainkan memperkembangkan apa yang sudah ada di dalam diri satu sel zigot itu. Seorang ahli Bioetika dari Yogyakarta. Dengan ini semakin jelas. janin sudah mempunyai hak untuk hidup yang harus dihormati dan dijaga oleh manusia lainnya. meski aborsi telah jelas-jelas dilarang. Kehidupan baru sebagai individu tidak datang dari sesuatu yang tidak ada (creatio ex nihilo). tindak aborsi juga termasuk kategori tindak pembunuhan karena ada aksi . Hak atas hidup lantas menjadi syarat utama ketika membicarakan perihal hak asasi manusia.dengan seksualitasnya yang lantas mengakibatkan semakin banyak terjadi kehamilan yang tidak dikehendaki dan yang berakibat pada aborsi. berbagai gerakan menolak tindak aborsi pun gencar dikampanyekan. Menurut data-data biologi. Hak hidup adalah hak asasi yang paling mendasar. termasuk oleh majelis-majelis keagamaan. yang berdiri sejak 29 Agustus 1998. Tentu saja ada banyak faktor yang melatarbelakanginya. SCJ merumuskan hak hidup secara tepat yaitu hak untuk hidup bukanlah hak untuk mendapatkan (hidup). Sejak selesainya proses pembuahan.

"Dalam survai itu juga disebutkan sebanyak 62." katanya. menemukan remaja kita sudah melakukan perbuatan yang melanggar norma kehidupan. CyberNews. selain itu juga lingkungan sekolah. dari Januari sampai Juni tahun 2008 lalu. 21. Tb Iman Ariyadi saat memberikan sambutan dalam acara ajang kreatifitas PIK-Remaja di gedung negara rumah dinas wali kota. Oleh sebab itu. Dengan adanya survai tersebut. seiring dengan permasalahannya yang kompleks. * Gendhotwukir dari Komunitas Merapi dan pernah pengenyam pendidikan di Philosophisch-Theologische Hochschule St.2 persen remaja di Indonesia mengaku pernah melakukan aborsi. Wali Kota sangat berharap kepada semua lapisan untuk melakukan pengawasan terhadap remaja saat ini. 93.2 % Remaja Indonesia Pernah Aborsi Cilegon. bahwa remaja merupakan kelompok resiko tinggi dan sangat rentan terhadap masalah seksualitas. 97 persen remaja SMP dan SMA pernah menonton film porno. Hasil survai yang dilakukan oleh Komnas Perlindungan Anak." katanya menjelaskan.7 persen remaja SMP sudah tidak perawan lagi. akibat hubungan di luar nikah dengan teman dekatnya. "Peran keluarga dalam mendidik putraputrinya sangat penting. selaku pemerintah dan pribadi Iman bangga dengan kegiatan yang dilakukan oleh BKBPP selaku panitia penyelenggara acara ajang kreatifitas pusat informasi konseling (PIK) Remaja Kota Cilegon tahun 2010. Sabtu (23/10). kehamilan yang tidak dikehendaki serta penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual." kata Wali Kota Cilegon. "Menurut survei yang dilakukan oleh Komnas Perlindungan anak di 33 provinsi. Perhatian terhadap remaja saat ini harus lebih ditingkatkan lagi. sebanyak 21. Semoga dari hari ke hari kita semakin terpanggil untuk semakin menghargai kehidupan. "Disadari atau tidak.merampas dan tidak melindungi kehidupan sejak pembuahan.7 persen remaja Indonesia pernah melakukan ciuman. . Selain itu survei Komnas Perlindungan Anak menyebutkan. HIV dan Aids serta Napza. Augistin Jerman. suara merdeka 23 Oktober 2010 | 23:20 wib wow." katanya menambahkan.

kata Rycko. Rycko mengatakan. tempat tinggal wanita tersebut. Selain dr O yang melakukan praktik dan seorang suster. polisi telah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus aborsi ilegal yang dilakukan sebuah klinik pengobatan di Jalan Warakas. Namun. Barang bukti tersebut saat ini telah dibawa ke RS Pusat Polri Sukanto untuk diperiksa. Kamis (22/1). Sementara itu. 22 Januari 2009 | 20:50 WIB JAKARTA. dari penuturan warga sekitar. Hal tersebut disampaikan Kapolres Jakarta Utara Kombes Rycko Amelza Dahniel kepada pers seusai olah tempat kejadian perkara. KAMIS — Sampai saat ini. Selain itu. Melalui wanita itulah pihak kepolisian menjerat praktik aborsi ilegal. Setelah melakukan interogasi dan pemeriksaan termasuk kamar kosnya." ujar Rycko. Pihak Kepolisian kemudian menangkap dr O dan suster yang biasa membantunya serta melakukan pembongkaran dan pemeriksaan di Warakas. "Berdasarkan informasi kemudian kami melakukan langkah-langkah penegakan hukum dengan membuntuti seorang wanita yang baru saja keluar dari klinik tersebut sampai ke arah Bekasi. Saat ini.KOMPAS Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus Aborsi Penulis: DHONI SETIAWAN | Kamis. polisi menemukan sebuah janin embrio berusia 3 bulan dan satu gumpalan darah berusia 1 bulan. kami akan melanjutkan lagi dan harus dibuktikan. berdasarkan pengakuan dr O. Wanita yang tidak disebutkan inisialnya itu disebutkan kelahiran tahun 1984. Polisi juga telah mengamankan barang bukti yang diduga digunakan untuk melakukan praktik aborsi berupa seperangkat USG dan satu alat penyedot. polisi sudah melakukan pemeriksaan terhadap dua dari tiga septic tank yang diduga menjadi tempat pembuangan janin hasil aborsi. ." jelas Rycko. informasi awal mengenai praktik aborsi ilegal di klinik yang berada di Jalan Warakas diperoleh Kepolisian Sektor Tanjung Priok dari laporan warga sekitar. di kamar kos wanita tersebut juga ditemukan surat dari sebuah klinik di Bekasi yang menyatakan bahwa wanita tersebut sudah mengandung. ungkap Rycko. Jakarta Utara. Dari pembongkaran dua septic tank hari ini. polisi memastikan bahwa wanita tersebut melakukan aborsi di klinik tersebut. polisi juga menetapkan seorang wanita yang menggugurkan kandungan di klinik tersebut sebagai tersangka. praktik aborsi sudah dilakukan selama satu tahun dan ia telah membantu 10 orang melakukan aborsi. klinik tersebut sudah beroperasi sejak tahun 2000-an. "Besok kalau tidak ada halangan.

"Kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) pada remaja menunjukkan kecenderungan meningkat antara 150. 30 persen di antaranya dilakukan oleh para remaja. KTD di kalangan remaja hingga sekarang masih menjadi dilema yang belum dapat diselesaikan secara tuntas. SENIN — Jumlah kasus aborsi di Indonesia setiap tahun mencapai 2. Ikha Widani menjelaskan. .3 juta. Untuk itu.3 Juta Kasus Aborsi Per Tahun. wanita yang melakukan aborsi dijerat pasal 346 KUHP dengan maksimal 5 tahun penjara. 30 Persen oleh Remaja Senin. serta semakin banyaknya remaja yang terjebak oleh mitos dibanding dengan fakta." kata Luh Putu Ikha Widani dari Kita Sayang Remaja (Kisara) Bali di Denpasar Senin. Sementara itu.Atas perbuatannya." ujar Ikha Widani. 16 Februari 2009 | 11:31 WIB DENPASAR.000 kasus setiap tahun. Banyak kalangan yang pada akhirnya memojokkan remaja sebagai pelaku tunggal.5 persen adalah pelajar. dua orang yang menjalankan praktik aborsi akan dijerat pasal 346 KUHP dengan hukuman maksimal 5 tahun dan pasal 348 KUHP dengan tuntutan hukuman maksimal 5 tahun 6 bulan." ujar Ikha Widani. KTD mencapai 37. sekitar 28.000 hingga 200. juga menyangkut penderita HIV/AIDS. langkah awal perlunya upaya meningkatkan akses remaja terhadap informasi yang benar dengan merangkul berbagai kalangan. munculnya KTD di kalangan remaja adalah akumulasi dari serangkaian ketidakberpihakan berbagai kalangan terhadap remaja. kompas 2.000 kasus. selain kehamilan yang tidak diinginkan perlu mendapat penanganan secara serius.5 persen para remaja telah melakukan hubungan seksual sebelum nikah dan 10 persen di antaranya akhirnya menikah dan memiliki anak. termasuk media massa. survei yang pernah dilakukan pada sembilan kota besar di Indonesia menunjukkan. Hambatan tersebut antara lain menyangkut upaya memberikan informasi kesehatan reproduksi yang cukup dan mendalam. 27 persen di antaranya terjadi dalam lingkungan pranikah dan 12. "Jika dicermati lebih jauh. mengingat lebih dari 50 persen menimpa kelompok usia 19-25 tahun dengan kondisinya semakin mengkhawatirkan. Ia mengatakan. "Berbagai hasil penelitian menunjukkan.

sahabat ana ini berusia sekitar 46 tahun. beliau sedang gundah gulana karena isterinya ternyata positif hamil lagi. hukum apalagi secara syariah Islam. sahabat dan saudara yang sedang kebingungan. Bagaimana jalan keluar dari permasalahan ini. karena alasan-alasan klinis dan medis. Karena ana berpendapat untuk urusan kematian. maupun alasan secara medis untuk lebih menyelamatkan nyawa sang Ibu.5 tahun. sang Isteri takut dan khawatir mengenai biayabiaya yang harus dikeluarkan dalam masa kehamilan. . Kedua karena sudah terbayang betapa capek dan sangat menyita waktu dalam merawat dan membesarkan sang jabang bayi kelak. kebetulan sahabat ana ini seorang entrepreneur yang sedang mengalami kebangkrutan usaha sama seperti ana. ( ‫ . Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar”. سورة السراء‬Al-Isra. kalau hanya karena alasan diatas. mempunyai 5 (lima) orang anak. pertama karena malu mengingata usianya yang baru 36 tahun. apapun alasan yang dikemukakan. Menilik dari semua alasan tersebut. Sejauh yang ana tahu ini masih Pro dan Kontra dikalangan para ulama. yang bungsu berusia sekitar 2. mutlak merupakan hak pregotatif Allah SWT. 08 Desember 2009 Kehamilan. Dan alasan-alasan lainnya. ayat 31) Ana punya teman. tindakan tersebut sulit diterima secara medis. dan berkata kepada sahabat ana. tindakan aborsi adalah salah. Kalau menurut pandangan ana. dan merupakan tindakan illegal. dan bukan jaminan dengan melakukan tindakan aborsi akan menyelamatkan nyawa sang Ibu.Penulis: ABI Ant Sumber : Selasa. Keempat karena faktor sosial ekonomi. Aborsi dan Faktor Sosial Ekonomi “Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. dan beliau meminta saran dan nasehat kepada ana. Ketiga usaha sang isteri dalam bidang Laundry sedang mengalami kemajuan yang signifikan. proses persalinan dan proses dalam masa pertumbuhan. ana hanya bisa menunjukan ayat tersebut diatas. Sang isteri beralasan bahwa tujuan melakukan tindakan aborsi adalah. Kamilah yang akan memberi rezki kepada mereka dan juga kepadamu. dan sedang dalam usaha membangun kembali dari keterpurukan. dan entah apa tindakan ini bisa diterima karena alasan kehamilan tersebut dapat beresiko kematian kepada sang Ibu. apapun bentuk alasan yang mendasari tindakan aborsi tetap salah dan tidak diperbolehkan. kegundahan beliau adalah sang isteri tidak menginginkan kehamilan ini dan berencana untuk melakukan ‘aborsi’.

“Hukum Sosial”. Namun perspektif “moral” lainnya akan melihat aborsi menjadi suatu tindakan yang “pantas” dilakukan oleh seorang perempuan atas keinginannya sendiri akibat tidak bertanggung jawabnya seorang laki-laki yang menjadi pasangannya. Bahwa bila tidak dilakukan akan membahayakan keselamatan ibu (perempuan) yang mengandung janin tersebut. atau atas pertimbangan medis lainnya. Tentang standar medis seperti apa hingga aborsi dapat dikatakan “legal”. Barangkali dari rekan-rekan ada yang bisa kasih ‘Input’ mengenai masalah ini. Bila dilihat instrumen. Dan ana juga sudah berjanji untuk membesarkan anak tersebut bersama-sama kelak.blogspot. ana ketar-ketir juga.html Aborsi. dan memberikan komentar terkait kasus ini. aborsi menjadi “ilegal” bila tidak ada alasan medis apapun yang dapat membenarkan aborsi dilakukan. kalau sampai terjadi juga upaya tindakan aborsi ini. jangan sampai rahmat Allah terputus karena kesalahan kita dalam mengambil keputusan. aborsi tidak ubahnya pembunuhan terhadap “anak”. barangkali ini merupakan kunci pembuka dari pintu-pintu rejeki yang membentang. dan membantu sebisa yang ana mampu lakukan agar upaya ini tidak ‘nekad’ untuk dilakukan.com/2009/12/dan-janganlah-kamu-membunuh-anak-anakmu. ana bilang buatlah Allah tersenyum karena sikap dan perbuatan kita. Di lain pihak. sementara ia (si . Jakarta Pusat.Dan ana juga menasehati. Memang banyak perdebatan tentang batas “legal” dan “ilegal” tentang aborsi ini. khususnya agama. Dikatakan “legal” bila aborsi beralasan secara medis. dan Penegakan Hukum Rubrik Analisis Kriminalitas. mungkin tidak akan menyepakati aborsi dalam kondisi apapun. ahli kedokteran akan mengetahui lebih banyak tentang hal ini. walau ana sudah menakut-nakuti bahwa tindakan ini ‘Breaking the Law’ dan bisa terjerat KUHP tentang aborsi (seperti penegak hukum aja yah. Sehingga secara sederhana. Sementara aborsi sendiri dapat dilihat dari beberapa perspektif yang kemudian membawa kita pada perbedaan adanya aborsi yang “legal” dan “ilegal”. kembali menambah panjang inventaris kejahatan pembunuhan terhadap janin ini di Indonesia. yang disebut dengan anak adalah termasuk yang masih dalam kandungan. http://amrifauza.. jangan menolak karunia dari Allah SWT ini. 11 Maret 2009 Terungkapnya praktek aborsi minggu lalu oleh Kepolisian Sektor Johar Baru. Dalam situasi seperti ini. Perspektif moral. Suara Pembaruan.) Ana jadi bingung dan serba salah juga menghadapi kasus ini.

pada bagian awal bukunya itu menceritakan sebuah peristiwa tentang aborsi ini di Amerika Serikat. Hanya saja. “Permintaan” aborsi dengan latar seperti yang dijelaskan Levitt cukup beralasan. pendidikan dan kesehatan. permintaan ini disetujui oleh otoritas setempat. ini terkait dengan keinginan perempuan miskin untuk aborsi pada tahun 1970-an dengan alasan tidak memiliki kemampuan untuk membesarkan anak akibat kemiskinan. dalam freakonomic (2005). di mana janin dianggap sudah memiliki “ciri” manusia yang utuh. kira-kira sebelum berusia empat bulan. Sehingga kekhawatiran tentang kelahiran “penjahat potensial” sangat mungkin terjadi. Singkat cerita.perempuan) tidak memiliki kesanggupan sama sekali untuk membesarkan si anak bila ia kemudian lahir. “permintaan” aborsi dengan alasan ketidakmampuan ekonomi di Indonesia bisa diasumsikan tidak terlalu banyak. Inilah mengapa kejahatan turun. Maraknya aborsi ilegal ini juga dilatarbelakangi oleh “hukum sosial”. Latar argumentasi Levitt sebenarnya ingin memperlihatkan bagaimana kejahatan di kota-kota di Amerika pada periode 1990-an justru turun. yaitu ketika potential criminal yang seharusnya dilahirkan pada periode 1970-an tidak jadi lahir sehingga mereka tidak menjadi kriminal sesungguhnya pada 1990-an saat usia mereka sekitar 20-an tahun. Ada pula yang berada seperti di tengah. mengingat kerugian yang diderita ibu (perempuan) dan anak di tengah kemiskinan akan jauh lebih besar. Logis memang. Bahwa aborsi sudah tidak boleh dilakukan sama sekali bila usia kandungan masuk trimester kedua. Sebuah respon terhadap “peluang bisnis”. bila dikaitkan dengan persoalan biaya. Tentang perdebatan ini. karena meskipun di tengah. Bila permintaan tinggi. di mana aborsi sudah tidak dapat dilakukan bila janin sudah berusia lebih dari 3 bulan. sederhananya ini lebih terkait dengan “hukum ekonomi”. Pertanyaannya kemudian. namun mengandung banyak perdebatan. namun lebih pada suatu “mekanisme sosial” yang membuat sejumlah orang melakukan tindakan tertentu sebagai bentuk adaptasi. seperti pangan. hubungan timbal balik demand dan suply. “Hukum” yang dimaksud di sini tidak berasosiasi dengan punishment. sudah menjadi hukumnya muncul upaya-upaya untuk memenuhi permintaan. Sama halnya dengan tetap marak dan bahkan semakin berkembangnya “bisnis narkoba”. . tetap saja merupakan pembunuhan terhadap hak hidup. Terlebih lagi bila dikaitkan dengan situasi ekonomi yang tidak dapat memberikan akses yang cukup bagi masyarakat miskin pada pelayanan dasar. Meskipun pendapat ini di Indonesia juga mengundang perdebatan. Hal mana juga dapat dilihat dari kecenderungan kelompok masyarakat miskin di Indonesia yang memiliki anak banyak. Satu hal yang membuat “bisnis aborsi” ini berbeda dengan bisnis narkoba. Namun bukan berarti tidak mungkin sama sekali. Turunnya kejahatan tidak disebabkan oleh semakin canggihnya mekanisme dan perangkat polisi dalam penegakan hukum atau tingginya pertumbuhan ekonomi pada saat itu. mengapa aborsi tetap menjadi persoalan serius di Indonesia? Tulisan ini melihat. pada sisi realitas. Steven Levitt. Menurutnya.

di mana salah satunya disebabkan oleh masuknya “oknum aparat” dalam lingkaran bisnis tersebut akan membuat reaksi berhenti di tengah jalan. Faktor reaksi masyarakat pada dasarnya cukup memberikan kontribusi bagi efektivitas penegakan hukum di Indonesia. di latar belakangi oleh keinginan untuk menghilangkan “rasa malu” akibat kehamilan yang terjadi di luar pranata pernikahan. khususnya di kota besar seperti Jakarta. Terlepas dari sisi negatifnya yang tidak jarang kontraproduktif karena mengarah pada anarki. hingga keterlibatan dalam memberikan “perlindungan” dengan imbalan tertentu. akibat pilihan rasional dari beberapa prioritas tugas (meskipun alasan ini tidak akan masuk akal). Secara asumtif. Hal seperti di sisi lain adalah pemicu banyak munculnya sisi negatif dari respon masyarakat berupakan tindakan anarkis dan destruktif. Satu hal lainnya adalah penegakan hukum. Namun ketidakkonsistenan aparatur penegak hukum untuk memproses lebih jauh. Patut dicurigai. Justru masyarakat adalah pihak yang paling awal memberikan reaksi terhadap suatu hal yang dianggap bertentangan dengan standar moral yang dipergunakan. Beberapa indikasi yang memperlihatkan sejumlah praktek aborsi telah dilakukan dalam waktu yang lama dan terorganisir dengan baik. bahwa maraknya aborsi ilegal di Indonesia juga disumbang oleh lemahnya penegakan hukum. Ditegaskan kembali. Oleh karenanya. sebagaimana terjadi dalam konteks narkoba. juga dapat disebabkan oleh terpeliharanya bisnis tersebut dalam jejaring internal pelaku bisnis dan eksternal dengan otoritas yang justru potensial menggangu keberlangsungannya (dalam hal ini tentu saja aparatur penegak hukum).Dalam konteks aborsi. sensitifitas masyarakat ini telah banyak mengungkap sejumlah peristiwa atau perbuatan yang secara sosial merugikan. Selain juga pengawasan terhadap otoritas formal kewilayahan lainnya yang diduga terlibat. bertahannya sebuah “bisnis kejahatan” selain dapat disebabkan oleh tingginya demand (permintaan) terhadap layanan yang diberikan. Banyak laporan yang diberikan masyarakat justru tidak jelas responnya. Keterlibatan mulai dari pembiaran. patut pula diduga adanya keterlibatan aparatur penegak hukum dan otoritas formal kewilayahan dalam keberlangsungan bisnis kejahatan tersebut. Toh pengawasan internal adalah hal yang memang . otoritas Kepolisian perlu melakukan pengawasan internal. Terhadap kemungkinan ini. Banyak permintaan aborsi di Indonesia. lengkap dengan “kontrak” antara pemberi layanan dengan pengguna. bahwa rekomendasi ini berbasis pada asumsi tentang bertahannya sebuah bisnis kejahatan. Terlebih bila dilihat oleh perspektif moralitas agama. “Kultur dominan” di Indonesia secara otomatis akan memberikan sanksi terhadap kehamilan di luar nikah. sehingga pihak-pihak yang diduga “terlibat” tidak perlu menganggap hal ini sebagai tuduhan. hal ini sangat jelas terlihat dari adanya “tekanan sosial” yang membuat aborsi menjadi pilihan. Bahkan sebagian tempat praktek telah menjadi “rahasia umum”.

perlu rutin dilakukan. http://kriminologi1. juga terlibat aktif dalam upaya mengantisipasi masalah aborsi ilegal ini. ada baiknya Ikatan Dokter Indonesia (pada aspek pengawasan kode etika) serta Departemen (serta Dinas) Kesehatan. Mekanisme monitoring berkala dan mendadak perlu dilakukan atas dasar kewenangan yang dimiliki. praktek aborsi ilegal ini “melekat” dengan praktek dokter umumnya. Bila melihat sejumlah kasus. mengingat telah banyak contoh di mana aparatur penegak hukum dan lainnya melakukan kesalahan.wordpress. penyimpangan.com/2009/06/15/aborsi-%E2%80%9Chukum-sosial %E2%80%9D-dan-penegakan-hukum/ . dan penyalahgunaan kewenangan. Terakhir.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful