REFLEKSI SPIRITUALHome|Tebar Cinta Damai|ArchivesSEJARAH PERADABAN ISLAM Pada Zam an Dinasti Abbasiyah di BagdadFebruary 11, 2008 6:04 amOleh

: Ratnanengsih Pendahuluan Istilah “peradaban Islam” merupakan terjemahan dari kata Arab, yaitu al-Hadharah alIslamiyyah. Istilah Arab ini sering juga diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan “kebudayaan Islam”. Padahal, istilah kebudayaan dalam bahasa arab adalah alTsaqafah. Di Indonesia, sebagaimana juga di Arab dan Barat, masih banyak orang y ang mensinonimkan dua kata : “kebudayaan” (Arab/al-tsaqafah dan culture/Inggris) den gan “peradaban” (civilization/Inggris dan al-hadharah/Arab) sebagai istilah baku keb udayaan. Dalam perkembangan ilmu antropologi sekarang, kedua istilah itu dibedak an. Kebudayaan adalah bentuk ungkapan tentang semangat mendalam suatu masyarakat . Sedangkan, manifestasi-manifestasi kemajuan tekhnis dan teknologis lebih berka itan dengan peradaban. Kalau kebudayaan lebih banyak di reflesikan dalam seni, s astra, religi (agama) dan moral, maka peradaban terefleksi dalam politik, ekonom i dan teknologi. Menurut Koentjoroningrat, kebudayaan paling tidak mempunyai tiga wujud, (1) wuju d ideal, yaitu wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks ide-ide, gagasan, nilai-n ilai, norma-norma, peraturan dan sebagainya, (2) wujud kelakuan, yaitu wujud keb udayaan sebagai suatu kompleks aktivitas kelakuan berpola dari manusia dalam mas yarakat, dan (3) wujud benda, yaitu wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil k arya. Peradaban dalam Islam, dapat ditelusuri dari sejarah kehidupan Rasulullah, para sahabat (Khulafaur Rasyidin),dan sejarah kekhalifahan Islam sampai kehidupan uma t Islam sekarang. Islam yang di wahyukan kepada Nabi Muhammad saw telah membawa bangsa arab yang semula terbelakang, bodoh, tidak terkenal, dan di abaikan oleh bangsa-bangsa lain, menjadi bangsa yang maju. Bahkan kemajuan Barat pada mulanya bersumber pada peradaban islam yang masuk ke eropa melalui spanyol. Islam meman g berbeda dari agama-agama lain, sebagaimana pernah diungkapkan oleh H.A.R. Gibb dalam bukunya Whither Islam kemudian dikutip M.Natsir, bahwa, “Islam is andeed mu ch more than a system of theology, it is a complete civilization” (Islam sesungguh nya lebih dari sekedar sebuah agama, ia adalah suatu peradaban yang sempurna). L andasan “peradaban islam” adalah “kebudayaan islam” terutama wujud idealnya, sementara l andasan “kebudayaan islam” adalah agama. Jadi, dalam islam, tidak seperti pada masya rakat yang menganut agama “bumi” (nonsamawi), agama bukanlah kebudayaan tetapi dapat melahirkan kebudayaan. Kalau kebudayaan merupakan hasil cipta, rasa dan karsa m anusia, maka agama Islam adalah wahyu dari tuhan. Maju mundurnya peradaban islam tergantung dari sejauh mana dinamika umat islam i tu sendiri. Dalam sejarah islam tercatat, bahwa salah satu dinamika umat islam i tu dicirikan oleh kehadiran kerajaan-kerajaan islam diantaranya Umayah dan Abbas iyah, Umayah dan Abbasiyah memiliki peradaban yang tinggi, diantaranya memunculk an ilmuwan-ilmuwan dan para pemikir muslim. Dalam diskusi kali ini, saya akan membahas peradaban islam pada masa Dinasti Abb asiyah dengan topik bahasan diantaranya, latarbelakang berdirinya kekhalifahan A bbasiyah, kemajuan dan kemunduran pada masa ini, baik dari aspek ekonomi, politi k, dan social.Latar Belakang Berdirinya Abbasiyah (750-847 M – 132-232 H) Awal kekuasaan Dinasti Bani Abbas ditandai dengan pembangkangan yang dilakukan o leh Dinasti Umayah di Andalusia (Spanyol). Di satu sisi, Abd al-Rahman al-Dakhil bergelar amir (jabatan kepala wilayah ketika itu); sedangkan disisi yang lain, ia tidak tunduk kepada khalifah yang ada di Baghdad. Pembangkangan Abd al-Rahman al-Dakhil terhadap Bani Abbas mirip dengan pembangkangan yang dilakukan oleh mu awiyah terhadap Ali Ibn Abi Thalib. Dari segi durasi, kekuasaan Dinasti Bani Abb as termasuk lama, yaitu sekitar lima abad. Abu al-Abbas al-Safah (750-754 M) adalah pendiri dinasti Bani Abbas. Akan tetapi karena kekuasaannya sangat singkat, Abu ja’far al-Manshur (754-775 M) yang banyak berjasa dalam membangun pemerintahan dinasti Bani Abbas. Pada tahun 762 M, Abu ja’far al-Manshur memindahkan ibukota dari Damaskus ke Hasyimiyah, kemudian dipind ahkan lagi ke Baghdad dekat dengan Ctesiphon, bekas ibukota Persia. Oleh karena itu, ibukota pemerintahan Dinasti Bani Abbas berada di tengah-tengah bangsa Pers ia. Abu ja’far al-Manshur sebagai pendiri muawiyah setelah Abu Abbas al-Saffah, digamb

Periode Ketiga (334 H/945 M – 447 H/1055 M). semuanya dapat dipadamk an. demikian pula para rajanya. mulai dari negeri sind dan berakhir di neg eri Spanyol. kekayaan yang banyak di manfaatkan Harun Al-Rasyid untuk keperluan social. fase pembangunan dan kemajuan. biasanya disebut juga dengan masa penga ruh Turki kedua. tembaga dan besi. Periode Keempat (447 H/1055 M – 590 H/1194 M).arkan sebagai orang yang kuat dan tegas. revolusi al-khawarij di Afrika utara. kesejahteraan social. dan farmasi didirikan. dari tahun 132 H (750 M) s. Pada masing-ma sing bidang memiliki kelebihan dan kekurangan. masa kekuasaan dinasti Bani seja k dalam pemerintahan khalifah Abbasiyah. Periode Kelima (590 H/1194 M – 656 H/1258 M). bidang ekonomi. emas. melalui irigasi dan peningkatan hasil pertambangan seperti perak. Pada masa pemerintahannya Baghdad sangatlah disegani oleh kekuas aan Byzantium. disebut periode pengaruh Persia pe rtama. Bidang Ekonomi Pada masa al-Mahdi perekonomian mulai nmeningkat dengan peningkatan di sector pe rtanian. pola pemerintahan yang diterapkan berbeda-beda sesu ai dengan perubahan politik. Periode Kedua (232 H/847 M – 334 H/945 M). melanjutkan kekuasaan dina sti Umayah. bidang sosial. Pemerintahan bani Umayah adalah pemerintahan yang memiliki wibawa yang besar sek ali. pe ndidikan.d 656 H (1258 M). Dinamakan khilafah Abbasiyah karena para pendiri dan penguasa dinast i ini adalah keturunan Al-Abbas paman Nabi Muhammad saw. tida k sedikitpun memperoleh penghargaan dan simpati dalam hati mereka. kesehatan. Namun jalan yang ditempuh oleh pemerintahan Bani Umayyah. Kekuasaan dinasti Bani Abbas atau khilafah Abbasiyah. Ge rakan-gerakan ini seperti sisa-sisa Bani Umayyah dan kalangan intern Bani Abbas. Selama dinasti ini berkuasa. 2. Ia demikian kuatnya sehingga apabila seseorang menyaksikannya. dalam periode ini banyak tantangan dan gerakan politik yang m engganggu stabilitas. kaum Bani Abbas berhasi l menggulingkan singgasananya dan mencampakannya dengan mudah sekali. diantaranya bidang politik. 2. Kekuasaannya berlangsun g dalam rentang waktu yang panjang. Pada masanya sudah terdapat paling tidak 800 orang dokt er.3. Pada masa pemerintahan. masa khalifah bebas dari pengaruh dinasti lain. baik dari kalangan Bani Abbas sendiri maupun dari luar. Bidang Politik Walaupun demikian. fase kemunduran dan kehancuran. tidak seorangpun yang mene . dokter . Disamping itu pemandian-pemandian juga dibangun. Periode ini disebut juga masa pengaruh Persia kedua. 3. 1. masa kekuasaan dinasti Buwaih dala m pemerintahan khalifah Abbasiyah. ilmu pengetahuan dan kebudayaan serta kesusastraan berada pada zaman k eemasannya. gerakan zindik di Persia. disebut masa pengaruh Turki pertama. tetapi kekuasaannya hanya efektif disekitar kota Baghdad. Bidang SosialPop ularitas daulat Abbasiyah mencapai puncaknya di zaman khalifah Harun Al-Rasyid ( 786-809 M) dan puteranya Al-Ma’mun (813-833 M).Kemajuan Dinasti Bani Abbas Setiap dinasti atau rezim mengalami fase-fase yang dikenal dengan fase pendirian . gerakan Syi’ah da n konflik antar bangsa serta aliran pemikiran keagamaan. 4. past i akan berpendapat bahwa usaha mengguncangkannya adalah sesuatu yang tidak mudah bagi siapapun. meliputi wilayah yang amat luas. lembaga pendidikan. Terkecuali itu dagang transit antara timur dan barat juga ban yak membawa kekayaan. Itulah sebabn ya belum sampai berlalu satu abad dari kekuasaan mereka. ditangannyalah Abbasiyah mempunyai peng aruh yang kuat. meskip un ia dipatuhi oleh sejumlah besar manusia yang takluk kepada kekuasaannya. Tingkat kemakmuran yang pal ing tinggi terwujud pada zaman khalifah ini. masing-masing memiliki berbagai kemajuan dari beberapa b idang. social dan budaya. 5. Bahsrah menjadi pelabuhan yang penting. Berdasarkan pola pemerintahan da n pola politik itu para sejarawan biasanya membagi masa pemerintahan Bani Abbas menjadi lima periode : 1. Periode Pertama (132 H/750 M – 232 H/847 M). Dan ketika singgasana itu terjatuh. Akan tetapi dur asi dari masing-masing fase itu berbeda-beda karena bergantung pada kemampuan pe nyelenggara pemerintahan yang bersangkutan. Rumah sakit.

Pertama. Harun al-Rasyid (786-809 M). Persaingan Antarbangsa Khilafah Abbasiyah didirikan oleh Bani Abbas yang bersekutu dengan orang-orang P ersia. bahwa Bani Abbas adalah keluarga yang paling dekat kepada Nabi saw. Kecuali Islam. al-Ma’mun (813-833 M). yaitu al-Mahdi (775-785 M). dinasti Bani Abbas tetap mempertahankan persekutuan itu. Al-Rasyid mengembangkan satu akademi Gundishapur yang didirikan oleh Anushirvan pada tahun 555 M. tetapi jika khalifah lemah. Meskipun demikian. masa kemunduran dimulai sejak periode kedua. Pada masa itu mereka merupakan warga kelas satu. bangsa Arab beranggapan bahwa darah yang mengalir di tubuh mereka adalah darah (ras) istime wa dan mereka menganggap rendah bangsa non-Arab di dunia Islam. benih-benih ini tidak sempat berkembang . hanya kha lifah pada saat periode ini sangat kuat. kh ilafah Abbasiyyah tidak ditegakkan di atas `ashabiyyah tradisional. al-Hadi (775-786 M). te tapi hanya di Baghdad sekitarnya. dan bahwasanya mereka akan m engamalkan al-Qur’an dan Sunnah rasul dan menegakkan syari’at Allah. Persia. namun yang terbanyak adala h dinasti kecil. Dinasti Bani Abbas pada periode pertama leb ih menekankan pembinaan peradaban dan kebudayaan Islam daripada perluasan wilaya h. Menuru t Stryzewska. orang-orang Persia tidak merasa puas. Setelah khilafah Abb asiyyah berdiri. disamping Fanatisme kearaban. Tu rki dan India. sulit bagi orang-orang Arab untuk melupakan Bani Umayyah. disinilah perbedaan pokok antara Bani Abbas dan Bani Umayyah. Mereka menginginkan seb uah dinasti dengan raja dan pegawai dari Persia pula. Sementara itu. mere ka akan berkuasa mengatur roda pemerintahan. Mereka disatukan dengan bangsa Semit. namun demikian factor-faktor penyebab kemunduran itu tidak dating secara tiba-tiba. Selain itu. Kehancuran Dinasti Bani Abbas Berakhirnya kekuasaan dinasti Seljuk atas Baghdad atau khalifah Abbsiyah merupak an awal dari periode kelima. B eberapa diantaranya adalah sebagai berikut : 1. para m entri cenderung berperan sebagai pegawai sipil. Dari gambaran diatas terlihat bahwa. pada waktu i tu tidak ada kesadaran yang merajut elemen-elemen yang bermacam-macam tersebut d engan kuat. pada masa pemerintahannya lembaga tersebut dijadikan sebagai p usat pengembangan dan penerjemahan bidang ilmu kedokteran. Kehancuran Baghdad akibat serangan tentara Mongol ini adalah awal babak bar u dalam sejarah islam. Pada periode ini. sudah merdeka dan berkuasa kembali. Kedua. Wilayah kekuasaan khalifah yang sempit ini men unjukan kelemahan politiknya. al-Mu’tashim (833-842 M).teskan air mata menangisi mereka. walaupun banyak sekali Dinasti isl am berdiri. masing-masing factor tersebut saling berkaitan satu sama lain. muncul juga fanatisme ban gsa-bangsa lain yang melahirkan gerakan syu`ubiyah. Disamping kelemahan khalifah. Persekutuan dilatarbelakangi oleh persamaan nasib kedua golongan itu pada masa Bani Umayyah berkuasa. Sebagaimana dalam periodisasi khalifah Abbasiyah. seperti Maroko. Mesir. khalifah Abbasiyah tidak lagi ber ada dibawah kekuasaan suatu dinasti tertentu. al-Wa siq (842-847 M).12 Akibatnya.11 ada dua sebab dinasti Bani Abbas memilih orang-orang Persia dari pada orang-orang Arab. Dengan demikian. orang-orang Ar ab sendiri terpecah belah dengan adanya Ashabiyyah kesukuan. . Kalau dasar-dasar pemerintahan daulat Abbasiyah diletakkan dan dibangun oleh Abu al Abbas dan Abu ja’far Al-Manshur. Adapun penyebab keberhasilan kaum penganjur berdirinya Khilafah Bani Abbas ialah karena mereka berhasil menyadarkan kaum muslimin pada umumnya. Kalifah Harun al-Rasyid dikenal sebagai khalifah yang mencintai seni dan ilmu. Baghdad dapat direbut dan dihancurluluhkan tanpa perlawanan yang bera rti. banyak factor yang menyebabkan khalifah Abbasiyah menjadi mundur. yang disebut masa pertengahan. maka puncak keemasan dari dinasti ini berada pada tujuh khalifah sesudahnya. dan al-Mutawakkil (847-861 M). benih-benihnya sudah terlihat pada periode pertama. Ada diantaranya dinasti yang cukup besar. Irak. Pada masa inilah tentara Mongol dan tatar menyeran g Baghdad. Keduanya sama-saama tertindas. wilayah kekuasaan Abbasiyyah pada periode pertama sangat luas. I a banyak meluangkan waktunya untuk berdiskusi dengan kalangan ilmuwan dan mempun yai apresiasi yang tinggi terhadap seni. Dalam sejarah kekuasaan Bani Abbas terlihat bahwa apabila kalifah kuat. Para khalifah Abbasiyah. Syria. obat dan falsafah. melip uti berbagai bangsa yang berbeda.

Mu`tazilah yang cenderung rasional dituduh sebagai pembuat bidah oleh golonga n salaf. selal u menimbulkan kepahitan yang lebih besar dan permusuhan yang lebih sengit dari p erbedaan-perbedaan mengenai hal-hal yang masih dalam lingkungan pengetahuan manu sia…soal kehendak bebas manusia …telah menyebabkan kekacauan yang rumit dalam Islam…pe ndapat bahwa rakyat dan kepala agama mustahil berbuat salah mustahil berbuat sal ah…menjadi sebab binasanya jiwa-jiwa berharga”. terkeping-keping oleh perpecahan dan perselisihan dari dalam. 3. panglima tentara Mongol. orang-orang Kristen Eropa terpanggil untuk ikut berperang setelah Paus Urbanus II (1088-1099 M) mengeluarkan fatwanya. kekecewaan mendorong sebagian mereka me mpropagandakan ajaran Manuisme. dom inasi tentara turki tak terbendung lagi. Namun. pemerintahan Bani Abbas meru pakan pemerintahan yang kaya. Pada periode pertama. Setelah khilafah memasuki periode kemunduran. Pada saat gerakan ini mulai tersudut. di antara komunitas-komunitas Kristen Timur. Konflik Keagamaan Fanatisme keagamaan berkaitan erat dengan persoalan kebangsaan. sementa ra pengeluaran meningkat lebih besar. Ancaman dari luar Apa yang disebutkan di atas adalah factor-faktor internal. karena para khalifah adalah orang-orang kuat yang mampu menjaga keseimbangan kekuatan. Sedangkan pengeluara n membengkak antara lain disebabkan oleh kehidupan para khalifah dan pejabat sem akin mewah. sangat membenci Islam karena ia banyak dipe ngaruhi oleh orang-orang Budha dan Kristen Nestorian. Akan tetapi. banyaknya terjadi kerusuhan yang me ngganggu perekonomian rakyat.2. tetapi juga antaraliran dalam Isla m. stabilitas politik da pat terjaga. diperingannya pajak dan banyaknya dinasti-dinasti kecil yang memerdekakan diri dan tidak lagi membayar upeti. Zoroasterisme dan Mazdakisme. perang salib yang berlangsung beberapa gelombang atau periode dan menelan banyak korban. Perbedaan pendapat mengenai soal-soal abstrak yang tidak mungkin ada kepastiannya dalam suatu kehidupan yang mempunyai akhir. serangan tentara Mongol ke wilayah kekuasaan Islam. h anya Armenia dan Maronit Lebanon yang tertarik dengan dengan Perang Salib dan me libatkan diri dalam tentara Salib itu. Syed Ameer Ali mengatakan: “Agama Muhammad Saw. Disamping itu. Aliran Syi`ah memang dikenal seb agai aliran politik dalam Islam yang berhadapan dengan faham Ahlussunnah wal Jam a`ah.4. Dana yang masuk lebih besar dari yang keluar. Karena cita-cita orang Persia tidak sepenuhnya tercapai. semacam pajak hasil bumi. Posisi ini kemu dian direbut oleh Bani Buwaih.13 Pengaruh Salib juga terlihat dalam penyerbuan tentara Mongol. Gerakan ini dikena l dengan gerakan Zindiq yang menyebabkan menurut para khalifah dan orang-orang y ang beriman harus diberantas.. pendukungnya banyak berlindung dibalik aja ran Syi`ah. pendapatan Negara menurun. sehingga banyak aliran syi`ah yang dipandang ghulat (ekstrem) dan di anggap menyimpang oleh penganut Syi`ah sendiri. Konflik yang dilatarbelakangi agama tidak terbatas pada konflik antara muslim da n zindik atau ahlussunnah dengan syi`ah saja. ada pu la factor-faktor eksternal yang menyebabkan khalifah Abbasiyah lemah dan akhirny a hancur. Kemerosotan Ekonomi Khalifah Abbasiyyah juga mengalami kemunduran dibidang ekonomi bersamaan dengan kemunduran di bidang politik.Kecenderungan masing-masing bangsa untuk mendominasi kekuasaan sudah dirasakan s ejak awal khalifah Abbasiyyah berdiri. jenis pengeluaran makin beragam. Gereja-gereja Kristen bera sosiasi dengan orang-orang Mongol yang anti-Islam itu dan diperkeras di kantong- . Menurunnya pendapatan Negara itu disebabka n oleh makin menyempitnya wilayah kekuasaan. Setelah Al-Mutawakkil. Berkenaan dengan konflik keagamaan itu. dan para pejabat melakukan korupsi. Disebutkan bahwa H ulagu Khan. Pertama. naik tahta. Kedua. Sebagaimana telah disebutkan. sehi ngga Bait al-Mal penuh dengan harta. Kekuasaan berada di tangan orang-orang Turki. Pera ng Salib itu juga membakar semangat perlawanan orang-orang Kristen yang berada d i wilayah kekuasaan Islam. seperti juga Agama Isa as. sehingga menyebabkan konflik diantara keduanya. seorang khlaifah yang lemah. Pertambahan dana yang besar diperoleh dari al-Kharaj. Sejak itu kekuasaan Bani Abbas sebenarn ya telah berakhir. mu lai polemik tentang ajaran hingga berlanjut kepada konflik bersenjata yang menum pahkan darah dari kedua belah pihak. bangsa Persia pada periode ketiga dan selanjutnya beralih kepada dinasti Saljuk pada periode keempat.

com. Akibatnya pecahlah perang sipil. dan Pembangu nan. Kebijakan ini justru menghilangkan dukungan masyarakat umum terhadap sang k halifah. Kebijakan ini. Al-makmun berhasil mengalahkan saudara tuanya.Natsir. The Oxpord History of Islam. Oxp ord University Press 1999)Koentjaraningrat. (Bandung: Pustaka Bani Quraisyi. dan mengklaim khilafah pada tahun 813. Sejarah Peradaban Islam : Dirasah Islam iyah II. seorang gube rnur Khurasan dan orang yang berhak menjabat tahta khilafah sepeninggal kakaknya . Khilafah dan Kerajaan : Evaluasi Kritis Atas Sejarah Pemerintahan Islam. yang diberikan imbalan sebagai gubernur khurasan (820-8 22) dan menjadi jenderal militer Abbasiyah diseluruh imperium dan disertai janji bahwa jabatan-jabatan tersebut dapat diwariskan kepada keturunannya. tidak membawa hasil dan ga gal. Harun telah mewasiatkan tahta kekhalifahan kepada putra mertuanya. Al-amin didukung oleh militer Abbasiyah di Baghdad. Grafindo Persada. van Hoev e. al-Amin berusaha mengkhianati hak adiknya dan menunjuk anak laki-lakinya sebagai penggantinya kelak. 2006)Harun Nasution. tanpa tahunPhilip K. Montgomery Watt. 1970)W . Cet. Capita Selecta.(Jakarta : Rajawali Pers 1999)Jai h Mubarok. yakni kalangan elite imperium dan bentuk-bentuk kulturnya. yang bernama Thahir. Esposito (ed).. 1988)Lik eBe the first to like this post. Dr. History of The Arabs (London : Mac Millan. . sekaligus juga menyokong kehancuran dan transformasi imperium tersebut. M. sementara al-Makmun harus be rjuang untuk memerdekakan Khurasan dalam rangka untuk mendapatkan dukungan dari pasukan perang Khurasan.Posted by amgyCategories:makalahTags:«OlderNewer»Lea ve a ReplyName (required)E-Mail (required)WebsiteSubmit CommentNotify me of foll ow-up comments via email. Sejarah Sosial Ummat Islam.SearchMobile Site |Full SiteBlog at WordPress. setelah menghancurleburkan pusat-pusat Isl am. Jakarta.Al-Makmun juga mengambil sebuah kebijakan politik. Semenjak awal pemerintahan Harun al-Rasyid (786-809) problem suksesi menjadi san gat kritis. terjadi beberapa peristiwa yang pada akhirnya mengharubirukan nasib imper ium Abbasiyah. al-Amin . 1995)Ira M Lapidus. Islam Rasional Ga gasan dan Pemikiran (Bandung. (Jakarta : PT.kantong ahl al-kitab.. Satu sisi kebijakan tersebut bertujuan un tuk mempertahankan legitimasi kekhilafan dengan menguasai seluruh urusan keagama an. a l-Amin. Namun peperangan sengit tersebut tidak hanya melemahkan kekuatan militer Abbasiyah melainkan juga melemahkan warga iraq dan sejumlah propinsi lainnya. Them e: WordPress Mobile Edition byAlex King. (Gramedia. (Ban dung. 1998)Badri Yatim. Politik Islam dalam Lintasan Sejarah (Jakarta : P3M. sebagaimana yang telah kita lihat. Upaya untuk menyatukan kalangan elit dibawah arahan khali fah tidak akan terwujud dan sebagai gantinya imperium dikuasai oleh sebuah perse kutuan khalifah dengan kuasa gubernuran besar. Mizan. (New York. 1.. Dr. Setelah kematian Harun. Mizan. MA. Sejarah Peradaban Islam. selain men datangkan manfaat yang bersifat sementara konsesi atas sebuah jabatan gubernur y ang dapat diwariskan menggagalkan tujuan Abbasiyah untuk menyatukan sebuah wilay ah propinsi besar menjadi sebuah system pemerintahan politik yang memusat ditang an pemerintahan pusat. al-Makmun menggantungkan dukungan seorang panglima khuras an. dan kepada putranya yang lebih muda yang bernama al-Makmun. 2004)John L.1985)M. Kebudayaan. untuk menguasai kekhi lafahan secara mutlak. ikut memperbaiki yerussalem.. dan sedang mendorong sebuah kemajuan ekonomi dan k ultur. Tentara Mongol. Hitti. Bahkan kemerosotan Abbasiyah telah berlangs ung disaat berlangsung konsolidasi. NV Penerbitan W. Al-Makmun berusaha menghadapi musuh-musuhnya dan sejumlah warga yang tidak mau b erdamai dengan sebuah kebijakan ganda.Ag. Ketika rezim ini sedang memperkuat militerny a dan institusi pemerintahan. Mentalitas. Berbagai faktor yang telah menyokong tegaknya imperium Abbasiyah.14DAFTAR PUSTAKAAbul a ‘la Al-Maudud i.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful