Pendahuluan Sebagai bagian dari khazanah masa lalu, sejarah panjang perjalanan islam telah membentuk suatu peradaban

yang mengalami pasang surut. Hal ini tampak dalam hadis Nabi yang menjelaskan tentang keadaan dan kondisi umat islam, yang dalam hal ini Nabi cirikan dengan keadaan para penguasanya. Setidaknya beliau membagi fase peradaban islam setelah beliau wafat dalam empat fase. Fase pertama adalah fase dimana kepemimpinan kaum muslimin dikelola oleh orang-orang yang mengacu pada cara (manhaj) kepemimpinan nabi, yang adil dan mengangkat kewibawaan Islam. fase ini disepakati sudah berlalu dengan para aktornya adalah khulafaaur rasyidiin. Fase kedua merupakan masa dimana para penguasanya kebanyakan adalah penguasa yang sombong, angkuh dan tidak lagi menggunakan manhaj kepemimpinan nabi. Walaupun begitu, para penguasa di fase ini masih menggunakan hukum-hukum Islam sebagai dasar perundangan negara. Selanjutnya kaum muslimin akan dihadapkan dengan masa dimana para penguasanya adalah penguasa yang zholim, kejam dan menindas kaumnya sendiri. Fase inilah yang kemudian ditengarai sedang terjadi di dunia Islam pada masa-masa sekarang. setelah fase yang ketiga ini selesai, maka akan muncul masa dimana kepemimpinan umat Islam akan diusung kembali oleh penguasa yang adil. Yaitu orang-orang yang memimpin sesuai dengan manhaj kepemimpinan Rasulullah. Fase-fase peradaban Islam di atas, juga mewariskan berbagai macam hal yang sangat mempengaruhi dan berharga pada dinamika kehidupan peradaban manusia. Ditinjau dari warisan peradaban Islam dari masa ke masa, akan terlihat perbedaan mendasar karakteristik warisan itu, sesuai dengan fase peradaban Islam yang saat itu terjadi. Dalam makalah ini kami membatasi diri dalam pembahasan dinasti Bani Umayyah , yang menjadi tonggak awal terbentuknya sistem monarkhi dalam islam dan perkembangan peradaban di dunia islam. II. A. Pembahasan Kelahiran Bani Umayyah

Sebutan Daulah Umayyah berasal dari nama “Umayyah ibn ‘abdi Syam Ibn Abdi Manaf, salah seorang pemimpin suku Quraisy pada zaman Jahiliyah. Bani Umayyah baru masuk Islam setelah Nabi Muhammad saw. berhasil menaklukkan kota mekkah (Fathu Makkah). Sepeninggal Rasulullah, Bani Umayyah sesungguhnya menginginkan jabatan pengganti Rasul (khalifah), tetapi mereka belum berani menampakkan cita-citanya itu pada masa Abu Bakar dan Umar. Baru setelah Umar meninggal, yang penggantinya diserahkan kepada hasil musyawarah enam orang sahabat, Bani Umayyah menyokong pencalonan Usman secara terang-terangan, hingga akhirnya Usman terpilih. Sejak saat itu mulailah meletakkan dasar-dasar

dan menyiapkan daerah Syam sebagai pusat kekuasaannya di kemudian hari. Para Khalifah Umayyah . sehingga pada akhirnya Ali terpaksa menghentikan perang dan berjanji untuk menerima Tahkim. ahli administrasi. karir pertama dari pengalaman politiknya sebagai gubernur Syam pada masa khalifah Utsman bin Affan cukup mengantar dirinya mampu mengambil alih kekuasaan dari genggaman keluarga Ali bin Abi Thalib. yaitu golongan yang mendukung kekhalifahan Ali.[5] keputusan yang dihasilkan oleh wakil Ali (Abu Musa al-Asyari’) dan pihak Mu’awiyah (Amr Ibn Ash) ternyata membantu memperkuat kedudukan Mu’awiyah dan golongan yang mendukungnya. hamper-hampir pasukan Mu’awiyah terkalahkan. Pada tanggal 20 Ramadhadan 40 H (660 M) salah seorang Khawarij berhasil membunuh Ali di Masjid Kufah.[6] Kaum khawarij selalu berusah untuk merebut masa Islam dari pengikut Ali. dan meneruskan peperangan sampai akhir. dan menolak untuk memenuhi perintah perintah Ali. Muawiyah bin Abu Sufyan adalah seorang politisi handal.untuk menegakkan Khilafah Umayyah. dan dermawan. mengakibatkan banyak pengikut Ali telah ingkar yang di kemudian hari disebut kaum Khawarij. 2. Peristiwa Tahkim yang merugikan Ali . Desakkan Mu’awiyyah akhirnya tertumpah dalam perang Shiffin (37/657). wawasannya luas bijaksana. Tetapi pada saat yang demikian. sebab mereka yakin bahwa ketiga pemimpin ini merupakan sumber dari pergolakan-pergolakan. 3.[4] Ketika Ali bin Abi Thalib naik menggantikan kedudukan Khalifah Usman bin Affan. Dia mendesak untuk membalas kematian khalfah Usman. Oleh karena itu umat Islam pada saat itu terbagi menjadi tiga golongan : 1. Ali menasehatkan pasukannya. yang berarti pula mengakhiri masa pemerintahan Khulafa ar-Rasyidin. Mu’awiyah selaku gubernur di Syam (Syiria) membentuk partao yang kuat. Amr Ibn Ash menasehati Mu’awiyah agar pasukannya mengangkat mushaf-mushaf al-Qur’an di ujung lembing-lembing mereka pertanda seruan untuk damai. B. Tekad mereka adalah membunuh ketiga tokoh di atas. Khawarij yang menjadi lawan kedua partai. tetapi malah terjadi perpecahan di antara mereka sendiri. [3] Tepatnya setelah Husein putra Ali bin Thalib dapat dikalahkan oleh Umayyah. Mu’awiyah dan ‘Amr. atau kalau tidak ia akan menyerang kedudukan khalifah bersama-sama dengan tentara Syiria.[2] Kerajaan Bani Umayyah didirikan oleh Mu’awiyah Bin Abu Sufyan pada tahun 41 H/661 M di Damaskus dan berlangsung hingga pada tahun 132H/750 M. agar tidak tertipu dengan tindakkan itu. Dalam pertempuran sengit antara pasukan Ali dengan Mu’awiyyah itu. Bani Umayyah dipimpin oleh Mu’awiyah Syi’ah atau pendukung Ali. Pada masa pemerintahan Usman inilah Mu’awiyah mencurahkan segala tenaganya untuk memperkuat dirinya.

kecuali Husein ibn Ali dan Abdullah ibn Zubair. dan Andalusia. Sumpah jabatan di hadapan dua orang putra Ali. Syi’ah (pengikut Ali) melakukan konsolidasi (penggabungan) kekuatan kembali. Mu’awiyah I bin Abi Sufyan (41-61H/661-680M) 2. Mu’awiyah II bin Yazid (64-65H/683-684M) 4. Al-Walid II bin Yazid (126-127H/743-744M) 12. Bersamaan dengan itu. [9] Kejayaan Kerajaan Umayyah semakin menonjol setelah diperintahkan Al-Walid bin Abdul Malik. Yazid bin Mu’awiyah (61-64H/680-683M) 3. Pada masanya. Yazid III bin Walid(127H/744M) 13. Bagian Utara di seberang sungai Jihun (Amru Daria). dan disaksikan oleh rakyat banyak. berlangsung selama 91 tahun dan diperintah oleh 14 orang khalifah : 1. Wilayah Timur. b. Umar bin Abdul Azis (99-102H/717-720M) 9. kerajaanUmayyah mampu memperluas wilayah kekuasaan Islam sampai ke India. hingga Maroko. Al-Walid bin Abdul Malik (86-97H/705-715M) 7. . Dengan cara ini. Marwan bin Hakam (65-66H/684-685M) 5. c. Hisyam bin Abdul Malik (106-126H/724-743M) 11. Pada masa ini perluasan wilayah Islam meliputi sebagai berikut: a. yang menjadikan dia sebagai penguasa terkuatdi wilayah kekuasaan Islam. Hasan dan Husein. Perlawanan terhadab Bani Umayyah dimulai oleh Husein ibn Ali. sehingga tahun tersebut terkenal dalam sejarah sebagai “Aamul Jama’ah”. Yazid kemudian mengirim surat kepada gubernur Madinah. memintanya untuk memaksa penduduk mengambil sumpah setia kepadanya. Ibrahim bin Malik (127H/744M) 14.Wafatnya Ali adalah satu jembatan emas bagi Mu’awiyah guna merealisasikan keputusan-keputusan perjanjian perdamaian (tahkim).Marwan II bin Muhammad (127-133H/744-750M)[8] Ketika Yazid naik tahta. Yazid bin Abdul Malik (102-106H/720-724M) 10. yang ibu kota pemerintahannya di Damaskus. semua orang terpaksa tunduk. Pada tahun 41/661 Mu’awiyah memasuki kota Kufah. [7] Daulah Umayyah. Wilayah kekuasaan Kerajaan Romawi di Asia Kecil meliputi Ibukota Konstantinopel serta perluasan ke beberapa pulau di Laut Tengah. Wilayah Afrika Utara sampai ke pantai Atlantik dan menyeberangi selat Jabal tarik (Selat Gibraltar). Afrika Utara. yaitu tahun 705-715 M. sejumlah tokoh terkemuka di Madinah tidak mau menyatakan setia kepadanya. Abdul Malik bin Marwan (66-86H/685-705M) 6. Sulaiman bin Abdul Malik (97-99H/715-717M) 8.

Meskipun masa pemerintahannya sangat singkat. [11] Sepeninggal Hisyam ibn Abd al-Malik. Kekuatan itu berasal dari kalangan Bani Hasyim yang didukung oleh golongan Mawali dan merupakan ancaman yang sangat serius. khalifah terakhir Bani Umayyah. Akhirnya. Yazid. Bani Abbas. kekuasaan Bani Umayyah berada di bawah khalifah Yazid ibn Abd al-Malik (720. Penguasa yang satu ini terlalu gandrung kepada kemewahan dan kurang memperhatikan kehidupan rakyat. yakni penerapan garis-garis kepemimpinan. Hal ini makin memperkuat golongan oposisi. Sebenarnya Hisyam ibn Abd al-Malik adalah seorang khalifah yang kuat dan terampil. Suksesi kepemimpinan secara turun temurun dimulai ketika Muawiyah mewajibkan seluruh rakyatnya untuk menyatakan setia terhadap anaknya. Dengan latar belakang dan kepentingan etnis politis. mampu menggulingkan dinasti Umayyah dan menggantikannya dengan dinasti baru. Dia juga memberi kebebasan kepada penganut agama lain untuk beribadah sesuai dengan keyakinan dan kepercayaannya. Masyarakat yang sebelumnya hidup dalam ketenteraman dan kedamaian. Beliau menyatakan bahwa memperbaiki dan meningkatkan negeri yang berada dalam wilayah Islam lebih baik daripada menambah perluasannya. [13] Perintah ini tentu saja memberikan sinyal awal bahwa kesetiaan terhadap Yazid merupakan bentuk pengokohan terhadap sistem pemerintahan yang turun temurun telah coba dibangun oleh Mu’awiyah. Akan tetapi. masyarakat menyatakan konfrontasi terhadap pemerintahan Yazid ibn Abd Al-Malik.[10] Sepeninggal Umar ibn Abd Al-Aziz. Sistem Pemerintahan dan Administrasi Memasuki masa kekuasaan Mu’awiyyah yang menjadi awal kekuasaan bani Umayyah ini. Tidak ada lagi suksesi kepemimpinan . ditangkap dan dibunuh di sana. khalifah-khalifah Bani Umayyah yang tampil bukan hanya lemah tetapi juga bermoral buruk.Pada masa pemerintahan Khalifah Umar ibn Abd Al-Aziz (717-720 M) hubungan pemerintah dengan golongan oposisi mulai membaik.724 M). dia berhasil menjalin hubungan baik dengan golongan Syi’ah. Marwan bin Muhammad. Beliau menjadikan azas nepotisme sebagai dasar pengangkatan khalifah. Bahkan di zaman Hisyam ini muncul satu kekuatan baru yang menjadi tantangan berat bagi pemerintahan Bani Umayyah. Pajak diperingan. Hal ini menunjukkan bahwa Muawiyah bermaksud mencontoh monarchi di Persia dan Bizantium. [12] C. melarikan diri ke Mesir. Hisyam ibn Abd AlMalik (724-743 M). Dalam perkembangan berikutnya kekuatan baru ini. Kerusuhan terus berlanjut hingga masa pemerintahan Khalifah berikutnya. Daulat Umayyah digulingkan Bani Abbas yang bersekutu dengan Abu Muslim al-Khurasani. Ketika dinobatkan sebagai khalifah. sistem pemerintahan islam yang dulunya bersifat demokrasi berubah menjadi monarki heredetis (kerajaan turun temurun). pada zamannya berubah menjadi kacau. karena gerakan oposisi terlalu kuat khalifah tidak berdaya mematahkannya. kedudukan Mawali disejajarkan dengan muslim Arab. pada tahun 750 M. Ini berarti bahwa prioritas utama adalah pembangunan dalam negeri.

pada tahun 43H / 663M mereka mampu menaklukkan Salistan dan menaklukkan sebagian wilayah Thakaristan pada tahun 45H / 665M. Diwan ar-Rasail (Urusan Administrasi dan Surat). Tunisia dapat ditaklukkan. karena sistem dinasti hanya membenarkan satu kebenaran bahwa suksesi hanya bisa diberikan kepada keturunan dalam dinasti tersebut. Khawarizm. secara substansial tidak memiliki ruang dan kesempatan yang sama untuk memimpin pemerintah Umat Islam. Abdullah Bin Ziyad tiba dipegunungan Bukhari. Orientasi Kebijakan Politik dan Ekonomi Dijaman Muawiyah. Mu’awiyah telah merubah model kekuasaan dengan model kerajaan yang membenarkan regerisasi kekuasaan dengan cara memberikan kepada putera mahkota. orang-orang bukan arab waktu itu telah melai pandai bahasa Arab. Disebelah timur. Bukhara. dan untuk memperlancar program futuhat.berdasarkan asas musyawarah (syuro) dalam menentukan seorang pemimpin baru. dia menyeberangi sungai Oxus dan dapat berhasil menundukkan Baikh. [15] Perubahan administrasi dari bahasa Yunani dan bahasa Pahlawi kedalam bahasa Arab di mulai dari Khalifah Abdul Malik. dan Diwan al-Khatam (Urusan Dokumentasi).Angkatan lautnya melakukan serangan-serangan ke Ibu Kota Bizantium.[14] Pada masa pemerintahan Muawiyah Konsolidasi Internal mulai dilakukan. Selanjutnya dalam perubahan sistem pemerintah yang di lakukan Bani Umayyah menjadi Negara di bagi dua. Diwan al-Kharaj (Urusan Keuangan). terutama unsur tata bahasa. Mayoritas penduduk dikawasan ini kaum Paganis. Pusat dipimpin oleh Khalifah dan wilayah atau bagian dipimpin oleh seorang gubernur atau amir yang di angkat oleh Khalifah. Ferghana dan Samarkand.Diwan al-Barid (Urusan Pos). yakni: 2) 3) 4) 5) Diwan al-Jund (Urusan Kemiliteran). karenanya perhatian kepada bahasa arab sangat tinggi. Pasukan islam menyerang wilayah Asia Tengah pada tahun 41H / 661M. Muawiyah dapat menguasai daerah Khurasan sampai kesungai Oxus dan Afganistan sampai ke Kabul. Mereka sampai kewilayah Quhistan pada tahun 44H / 664M. antisipasi atas setiap gerakan pemberontak. Orang-orang yang berada di luar garis keturunan Mu’awiyah. Inilah yang mendorong Imam Sibawaih menyusun kitab tata bahasa Arab hingga sekarang.[16] D. Konstantinopel. Pada tahun 44H / 664M para tentaranya datang ke . Tujuannya adalah untuk memperkokoh barisan dalam rangka pertahanan dan keamanan dalam negeri. Ekspansi ke timur yang dilakukan Muawiyah kemudian dilanjutkan oleh Khalifah Abd Al-Malik. 1) Ada lima diwan (lembaga) yang menopang suksesnya konsolidasi yang dilakukan.

Sind. penaklukan ini dimulai dari Afrika utara menuju wilayah barat daya. Hasyim dikenal sangat jeli dalam berbagai perkara dan pertumpahan darah. Dijaman Umar Ibn Ab Al-Aziz masa pemerintahannya diwarnai dengan banyak Reformasi dan perbaikan. dia dianggap sebagai salah seorang Khulafaur Rasyidin. Dia banyak menghidupkan dan memperbaiki tanah-tanah yang tidak produktif. sangat sedikit terjadi perang dimasa pemerintahan Umar. dia wafat pada tahun 96H / 714M dan memerintah selama 10 tahun. Masa pemerintahan Walid adalah masa ketentraman. dan daerah Punjab sampai ke Maitan. Berkat ketaqwa’an dan kesalehannya. tidak ada pemberontakan dimasa pemerintahanya. Setelah Al Jazair dan Maroko dapat ditaklukkan. menggali sumur-sumur baru dan membangun masjid-masjid.India dan dapat menguasai Balukhistan. Dia memulai kekuasaannya dengan membangun Masjid Jami’ di Damaskus. Dijaman Hasyim Ibn Abd Al-Malik (724-743M) pemerintahannya dikenal dengan adanya perbaikan-perbaikan dan menjadikan tanah-tanah produktif. Tariq Bin Ziyad pemimpin pasukan islam dengan pasukannya menyebrangi selat yang memisahkan antara Maroko dengan Benua Eropa dan mendarat disuatu tempat yang sekarang dikenal nama Bibraltar (Jabal Tariq). Pasukan islam memperoleh dukungan dari rakyat setempat yang sejak lama menderita akibat kekejaman penguasa. benua eropa yaitu pada tahun 711M. Namun dia dikenal sangat kikir dan pelit. menyusul setelah itu kota-kota lain seperti Sevi’e. dan Toledo yang dijadikan ibu kota Spanyol yang baru setelah jatuhnya Kordova. masa pemerintahan Umar Bin Abd Aziz terhitung pendek. . Penaklukan dimasa pemerintahannya pasukan islam melakukan penyerangan ke Prancis dengan melewati pegunungan Baranese mereka sampai ke wilayah Septomania dan Profanes. dia juga membangun Kubbatu Sharkah dan memperluas masjid Nabawi. Tentara Spanyol dapat dikalahkan. [17] Ekspansi kebarat secara besar-besaran dilanjutkan dijaman Al-Walid Ibn Abd Abdul Malik (705M-714M). Dimasa pemerintahannya tidak ada lagi orang yang berhak menerima zakat ataupun sedekah. Namun kaum muslimin tidak berhasil mencapai kemenangan yang berarti di Prancis. Elvira. Dia membangun kota Rasyafah dan membereskan tata administrasi. Selanjutnya Ibu Kota Spanyol Kordova dengan cepatnya dapat dikuasai. Dakwah islam marak dengan menggunakan nasehat yang penuh hikmah sehingga banyak orang masuk islam. Dia mendistribusikan sedekah dan zakat dengan cara yang benar hingga kemiskinan tidak ada lagi dijamannya. Pada masa inilah pemerintah islam mencapai wilayah yang demikian luas dalam rentang sejarahnya. Masjid Jami’ ini dibangun dengan sebuah arsitektur yang indah. Umat islam merasa hidup bahagia. disamping itu juga melakukan pembangunan fisik dalam skala besar. dengan demikian Spanyol menjadi sasaran ekspansi. lalu melakukan pengepungan Toulan sebuah wilayah di Prancis.[18] Pada masa pemerintahannya terjadi penaklukan yang demikian luas. kemakmuran dan ketertiban.

Semasa bani Umayyah berkuasa. Dalam tatanan ekonomi dan keuangan juga dibentuk jawatan ekspor dan impor. dewan menteri. Deklarasi pengangkatan anaknya Yazid sebagai putra mahkota menyebabkan munculnya gerakan-gerakan oposisi dikalangan rakyat yang mengakibatkan terjadinya perang saudara beberapa kali dan berkelanjutan. Penaklukan tersebut erat kaitannya dengan kondisi angkatan darat dan laut yang tangguh dan sistem administrasi yang mapan. Irak. daerah yang sekarang disebut Pakistan. Ekspansi yang terhenti pada masa khalifah Utsman dan Ali dilanjutkan kembali oleh dinasti ini. Turkmenia. Persia. Bani Umayyah juga banyak berjasa dalam pembangunan di berbagai bidang. peristiwa penyerangan ini merupakan peristiwa yang sangat membahayakan Eropa. Daerahdaerah itu meliputi Spanyol. sebab kurangnya dukungan serta bantuan pemerintah (kerajaan) waktu itu. Jazirah Arabia. banyak institusi politik dibentuk. kecuali pada periode Umar bin Abdul Azis. Ia mulai dengan menyerang Bordeau. dan tentaranya mundur kembali ke Prancis pada tahun 114H / 732M. Afrika Utara. jawatan pos dan giro serta penasihat khusus di bidang politik. daerah yang sekarang disebut Pakistan Purkmenia. baik ditimur maupun barat. sebagian Asia kecil. Dengan keberhasilan ekspansi ke beberapa daerah. Namun dalam peperangan yang terjadi diluar kota Tours.Penaklukan dimasa pemerintahannya yang dipimpin oleh Abdur Rahman Al-Ghafiqi. Khususnya dibidang Tashri. Disamping ekspansi kekuasaan Islam. dan Kilgis di Asia Tengah. Palestina. Afganistan. Jazirah Arab. Dengan keberhasilan ekspansi ke beberapa daerah. sebagian Asia Kecil. Ulbek. Muawiyah tidak mentaati isi perjanjiannya dengan Hasan Ibn Ali ketika dia naik tahta yang menyebutkan bahwa persoalan pergantian pemimpin setelah Muawiyah diserahkan kepada pemilihan umat islam. Irak. lembaga sekretariat negara. Uzbek. Persia. dan Kirgis di Asia Tengah. dan komplit. misalnya undang-undang pemerintahan. . penaklukan merupakan program utama pemerintah yang sudah mentradisi. Daerah-daerah itu meliputi Spanyol. Poitiers. wilayah kekuasaan Islam masa Bani Umayyah ini betul-betul sangat luas. Al-Ghafiqi terbunuh. Syiria. namun tidak berarti bahwa politik dalam negeri dapat dianggap stabil. Syria. Afganistan. rapi. Baru setelah masa khalifah Umar Bin Abd Al-Aziz kemajuan dibidang Tashri mulai meningkat. segala kebijakan pemerintah menentukan berhasil tidaknya penaklukan.[20] E. baik di timur maupun barat. Perkembangan Peradaban dan Ilmu Pengetahuan Dari berbagai periode pemerintahan Dinasti Umayyah.[19] Meskipun keberhasilan banyak dicapai dinasti ini. Palestina. dari sana ia mencoba menyerang Tours. Wilayah kekuasaan islam masa Bani Umayyah ini betul-betul sangat luas. Konsekuensinya. Afrika utara. karena para penghafal hadits sudah meninggal sehingga Umar Bin Abd Al-Aziz berusaha untuk membukukan Hadits. beliau berusaha mempertahankan perkembangan hadits yang hampir mengecewakan. kemajuan yang diperoleh sedikit sekali.

Sedang dalam tatanan teknologi. yang menjadi ciri khas kerajaan Umayyah. dia mencetak uang tersendiri pada tahun 659 M dengan memakai kata-kata dan tulisan Arab. dinasti Umayyah juga melakukan perubahan dalam beberapa bidang. pabrik-pabrik. sistem pertanian maupun pengairan. dan badan pertanahan negara. lembaga sejenis perbankan. Dia juga membangun jalan-jalan raya yang menghubungkan suatu daerah dengan daerah lainnya. Keberhasilan Khalifah Abd Al-Malik diikuti oleh puteranya Al-Walid ibn Abd Al-Malik (705. .[21] Muawiyah mendirikan dinas pos dan tempat-tempat tertentu dengan menyediakan kuda yang lengkap dengan peralatannya di sepanjang jalan. Rakyat imperium arab terbagi kedalam empat golongan. Golongan keempat merupakan golongan budak yang merupakan golongan terendah.[22] b. Selain melakukan perbaikan di berbagai bidang seperti yang telah disebutkan di atas. Golongan kedua merupakan golongan neomuslim. sarana transportasi darat maupun laut.badan urusan logistik. Kholifah Abd Al-Malik mengubah mata uang Bizantium dan Persia yang dipakai di daerah-daerah yang dikuasai Islam. Golongan pertama merupakan golongan yang terdiri atas kaum muslimin yang memegang kekuasaan dan dikepali oleh anggota istana serta kaum ningrat dari penakluk arab. Lambang Negara yang sebelumnya tidak pernah dibuat oleh Al-Khulafaur Rasyidin. beliau telah memperkenalkan system pengairan bagi tujuan meningkatkan hasil pertanian. Semua personel yang terlibat dalam kegiatan yang humanis ini digaji oleh negara secara tetap. mulai dibuat pada masa ini. Ekonomi Bidang-bidang ekonomi yang terdapat pada jaman Bani Umayyah terbukti berjaya membawa kemajuan kepada rakyatnya yaitu: . Untuk itu. Bidang sosial Pada masa dinasti ini. Dia juga berusaha menertibkan angkatan bersenjata dan mencetak mata uang. gedung-gedung pemerintahan dan masjid-masjid yang megah.dinasti ini telah mampu menciptakan senjata-senjata perang yang canggih pada masanya. Golongan ketiga merupakan kaum non muslim yang mengikat perjanjian dengan kaum muslim. Dia membangun panti-panti untuk orang cacat. stratifikasi sosial mulai dikenal. seperti : a.Dalam bidang pertanian Umayyah telah memberi tumpuan terhadap pembangunan sector pertanian. Ia juga berhasil melakukan pembenahan-pembenahan administrasi pemerintahan dan memberlakukan bahasa Arab sebagai bahasa resmi administrasi pemerintahan Islam.715 M) seorang yang berkemauan keras dan berkemampuan melaksanakan pembangunan. Ia menetapkan bendera merah sebagai lambang negaranya. baik dengan atas kemauan sendiri maupun paksaan.

dinasti Umayyah memberikan andil yang cukup signifikan bagi perkembangan budaya arab pada masa sesudahnya. Bila dibandingkan dengan masa Khulafa Ar-Rasyidin. 2. Mesjid. dimana kurikulumnya telah disesuaikan dengan tingkatannya masing-masing. Metode pengajarannya pun tidak sama. Biaya orang-orang hukuman dan tawanan perang 3. sehingga perkembangannya pun kurang maksimal. Meskipun demikian. Gaji pegawai dan tentara serta gaya tata usaha Negara. sehingga para hakim dengan kekuasaan penuh berhak memutuskan suatu perkara tanpa mendapat tekanan atau pengaruh suatu golongan politik. Perlengkapan perang. sastra. Diantara usaha positif yang dilakukan oleh para khilafah daulah Bani Umayyah dalam mensejahterakan rakyatnya ialah dengan memperbaiki seluruh sistem pemerintahan dan menata administrasi yang bertugas mengurusi masalah keuangan negara yang dipergunakan untuk: 1. Pada Dinasti Umayyah ini. Para hakim menggali hukum berdasarkan AlQur’an dan sunnah Nabi. dan filsafat.Meskipun sistem pemerintahan tidak berjalan demokratis. Hal ini ditandai dengan semaraknya kegiatan ilmiah di tempat-tempat yang telah disediakan untuk kegiatan tersebut. Lembaga kehakiman ini dikepalai oleh seorang ketua Hakim (Qadli). c. Disamping itu kehakiman ini belum terpengaruh atau dipengaruhi politik. Dalam bidang ini.[23] Setelah pelajaran anak-anak di kuttab selesai mereka melanjutkan pendidikan yang dilakukan di mesjid. Masyarakat mempunyai hak untuk mendapatkan perlindungan hukum dan kesewenangan. Seorang hakim (Qadli) memutuskan perkara dengan ijtihadnya. Oleh karena itu Daulah ini membentuk lembaga kehakiman. terutama dalam pengembangan ilmu-ilmu agama islam. Materi yang diajarkan bertingkat. Khuttab merupakan tempat anak-anak belajar menulis dan membaca. namun kondisi sosial pada masa dinasti Umayyah tetap damai dan adil.tingkat dan bermacam-macam. Sehingga melahirkan beberapa pakar ilmuwan dalam berbagai bidang tertentu. pola pendidikan Islam pada periode Dinasti Umayyah telah mengalami perkembangan. dan Majelis Sastra. Para Khulafa agaknya kurang memperhatikan bidang pendidikan. Bidang pendidikan Nampaknya pendidikan Islam pada masa periode Dinasti Umayyah ini hampir sama dengan pendidikan pada masa Khulafa ar Rasyiddin. Disamping usaha tersebut Daulah Bani Umayyah memberikan Hak dan perlindungan kepada warga Negara yang berada dibawah pengawasan dan kekuasaannya. pendidikan yang dilaksanakan di mesjid terdiri dari dua tingkat yaitu: . Kebebasan memeluk agama pun juga dijamin. biaya irigasi. Tempat-tempat yang telah disediakan demi perkembangan pendidikan Islam pada masa Dinasti Umayyah ada tiga yaitu: Kuttab. menghafal Al Quran serta belajar pokok-pokok ajaran Islam.

seperti yang dilakukan oleh Khalid ibn Yazid ibn Mu'awiyah. Kubah as-sakhra di yerussalem yang dibangun oleh Abdul Malik pada tahun 691. terutama seni bahasa. syair. Pada sekitar abad VII Walid ibn Abdul Malik membangun masjid agung di syiria berdasarkan nama-nama penguasa dinasti umayyah. sekolah kedokteran yang pada awalnya berada di Alexandria dipindahkan ke . perkembangan arsitektur mencapai puncaknya pada bentuk dan arsitektur masjid-masjid. kedokteran dan kimia. Fiqh. Al-Ulumul Dakhiliyah (ilmu yang diperlukan untuk kemajuan Islam). merupakan salah satu contoh hasil karya arsitek muslim zaman permulaan yang paling cantik. Usaha yang tidak kalah pentingnya pada masa Dinasti Umayyah ini dimulainya penterjemahan ilmu-ilmu dari bahasa lain ke dalam Bahasa Arab. seni suara. seni rupa. [24] d. Dengan demikian.tingkat menengah dan tingkat tinggi. Pada masa Umar ibn Abdul Aziz. seperti astronomi. sejarah. ilmu pasti. Al-Adaabul Qadamah (ilmu lama). dan ilmu eksakta lainnya yang disalin dari Persia dan Romawi. dan seni bangunan (Arsitektur). yang meliputi : Al-ulumul Islamiyah (ilmu alQur’an. Al-Adaabul Hadits (ilmu-ilmu baru). Hadist. tata bahasa. Dalam bidang arsitektur. [25] Bahkan. al-Ulumul Lisaniyah. geografi dan lain-lain. yaitu : 1. khitabah dan amtsal. Bangunan ini merupakan masjid yang pertama kali ditutup dengan kubah. ilmu pengetahuan terbagi menjadi dua macam. merupakan balai pertemuan untuk membahas masalah kesusasteraan dan juga sebagai tempat berdiskusi mengenai urusan politik yang disiapkan oleh khalifah yang dihiasi dengan hiasan yang indah dan hanya diperuntukkan bagi sastrawan dan ulama terkemuka. tepatnya pada paroh terakhir dinasti Umayyah. 2. Pada tingkat menengah guru belumlah ulama besar sedangkan pada tingkat tinggi gurunya adalah ulama yang dalam ilmunya dan masyhur kealiman serta keahliannya. Ilmu Pengetahuan Pada masa dinasti ini. Pada masa Umayyah. yang meliputi : ilmu thib. para kholifah sangat menyokong perkembangan seni ini seperti menara yang diperkenalkan oleh Mu’awiyah. Ia pula orang yang pertama kali menerjemahkan ilmu pengetahuan yunani ke dalam bahasa arab. Sedangkan Majelis sastra. cabangcabang ilmu baru yang sebelumnya belum pernah diajarkan dalam dunia islam mulai diajarkan seperti. e. Bidang Seni Pada masa Daulah Bani Umayyah ini bidang seni juga mengalami perkembangan. peranan kholifah daulah Umayyah sangat menonjol. filsafat. At-Tarikh dan al-Jughrafi). Ia merupakan seorang orator dan penyair yang berpikiran tajam. seperti ilmu lughah. yaitu ilmu yang telah ada pasa zaman Jahiliyah dan ilmu di zaman khalifah yang empat. Ia memperoleh gelar kesarjanaan dalam bidang kimia dan kedokteran serta mengarang beberapa buku dalam bidang tersebut.

Pada masa dinasti inilah. Ptolemeus tentang optik. Kepler. sedangkan aliran yang kedua lebih berpegang pada dalil-dalil. Hasan Basri as-Sya’bi. sarjana Barat seperti Leonardo da Vinci. ilmu hadist juga mendapatkan perhatian serius. Beberapa ulama hadist yang terkenal pada masa itu. namun hingga akhir pemerintahannya hal itu tidak terlaksana. Khalifah Umar ibn Abdul Aziz yang memerintah hanya dua tahun 717-720 M pernah mengirim surat kepada Abu Bakar ibn Amir bin Ham dan kepada ulama yang lain untuk menuliskan dan mengumpulkan hadist. Sungguhpun demikian pemerintahan Umar ibn Aziz telah melahirkan metode pendidikan alternative. disamping karena faktor luasnya kawasan Islam ke beberapa daerah luar Arab yang membawa konsekwensi lemahnya rasa seni sastra arab. dari para ilmuwan Muslimlah.” ungkap Howard R Turner dalam bukunya Science in Medieval Islam.[26] Keberhasilan umat Islam menguasai bidang optik di masa kekhalifahan berawal dari kerja keras para filosof. Salah satu penemuan ilmu pengetahuan khususnya kedoteran pada masa itu adalah ilmu Optik ”Ilmu optik merupakan penemuan ilmiah para sarjana Muslim yang paling orisinil dan penting dalam sejarah Islam. Sebab. Hal ini menyebabkan pencemaran bahasa Al Quran dan makna Al Quran yang digunakan untuk kepentingan golongan tertentu. ilmuwan Muslim dengan tekun menggali dan mempelajari karya-karya ilmuwan Yunani seperti Euclid serta risalah-risalah astronom Mesir. Pada masa Dinasti ini pula ilmu tafsir dan tafsir al-qur’an mulai berkembang dengan pesat. Al-Auza’i Abdurrahman bin Amr. dua jenis ilmu pengetahuna yakni filologi dan leksikografi mendapatkan perhatian oleh banyak orang. yakni para ulama mencari hadist ke berbagai tempat dan orang yang dianggap mengetahuinya yang kemudian dikenal metodeRihlah. Dibidang fiqh secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua kelompok yaitu aliran ahli al-Ra’y dan aliran al hadist. kelompok aliran pertama ini mengembangkan hukum Islam dengan menggunakan analogi atau Qiyas. Karena tuntutan untuk mempelajari dan menafsirkan al-qur'an itulah. Ilmu tafsir memiliki letak yang strategis. Di abad ke-9 M. Nampaknya disiplin ilmu fiqh . Pernyataan Turner itu membuktikan bahwa dunia modern yang didominasi Barat saat ini tak boleh menafikkan peran sarjana Muslim di era keemasan. juga karena banyaknya yang masuk Islam. kitab tentang ilmu hadist sudah mulai dikarang oleh para ulama muslim. bahkan aliran ini tidak akan memberikan fatwa jika tidak ada ayat Al Quran dan hadits yang menerangkannya.Antokia. Roger Bacon. Pencemaran Al Quran juga disebabkan oleh faktor intervensi yang didasarkan kepada kisah-kisah Israiliyyat. dan ahli kesehatan yang mempelajari sifat fundamental dan cara bekerja pandangan dan cahaya. serta yang lainnya belajar ilmu optik.hadist. antara lain : Abu Bakar Muhammad bin Muslim bin Ubaidilah bin Abdullah bin Syihab az-Zuhri. [27] Selain ilmu tafsir. Di bawah pemerintahannya karya yunani banyak yang diterjemahkan ke dalam bahasa arab. matematikus. Ibnu Abi Malikah (Abdullah bin Abi Malikah at-Tayammami al-Makky.

menunjukkanperkembangan yang sangat berarti. makin meruncing. Pada masa kekuasaan Bani Umayyah. Latar belakang terbentuknya dinasti Bani Umayyah tidak bisa dipisahkan dari konflik-konflik politik yang terjadi di masa Ali. Disamping itu. Sisa-sisa Syi'ah (para pengikut Abdullah bin Saba’ al-Yahudi) dan Khawarij terus menjadi gerakan oposisi. 5. pertentangan etnis antara suku Arabia Utara (Bani Qays) dan Arabia Selatan (Bani Kalb) yang sudah ada sejak zaman sebelumIslam. Pengaturannya tidak jelas. Sistem pergantian khalifah melalui garis keturunan adalah sesuatu yang baru (bid’ah) bagi tradisi Islam yang lebih menekankan aspek senioritas. sedangkan Imam Syafi’i dan Imam Ahmad ibn Hanbal lahir pada masa Abbasyiyah. 2. Gerakan ini mendapat dukungan penuh dari Bani Hasyim dan kaum mawali yang merasa dikelas duakan oleh pemerintahan Bani Umayyah. Terbukti ketika akhir masa Umayyah telah lahir tokoh mazhab yakni Imam Abu Hanifah di Irak dan Imam Malik Ibn Anas di Madinah. Penyebab langsung tergulingnya kekuasaan dinasti Bani Umayyah adalah munculnya kekuatan baru yang dipelopori oleh keturunan al-Abbas ibn Abd alMuthalib. 3. 4. Disamping itu. sebagian besar golongan mawali (non Arab). Penumpasan terhadap gerakan-gerakan ini banyak menyedot kekuatan pemerintah. Perselisihan ini mengakibatkan para penguasa Bani Umayyah mendapat kesulitan untuk menggalang persatuan dan kesatuan. . para Ulama banyak yang kecewa karena perhatian penguasa terhadap perkembangan agama sangat kurang. Sistem Pergantian Kepala Negara Dan Faktor Kemunduran Bani Umayyah Ada beberapa faktor yang menyebabkan dinasti Bani Umayyah lemah dan membawanya kepada kehancuran. Ketidak jelasan sistem pergantian khalifah ini menyebabkan terjadinya persaingan yang tidak sehat di kalangan anggota keluarga istana. baik secara terbuka seperti di masa awal dan akhir maupun secara tersembunyi seperti di masa pertengahan kekuasaan Bani Umayyah. terutama di Irak dan wilayah bagian timur lainnya.[28] F. ditambah dengan keangkuhan bangsa Arab yang diperlihatkan pada masa Bani Umayyah. Periode ini telah melahirkan sejumlah mujtahid fiqh. Lemahnya pemerintahan daulat Bani Umayyah juga disebabkan oleh sikap hidup mewah di lingkungan istana sehingga anak-anak khalifah tidak sanggup memikul beban berat kenegaraan tatkala mereka mewarisi kekuasaan. merasa tidak puas karena status mawali itu menggambarkan suatu inferioritas. Faktor-faktor itu antara lain adalah:[29] 1.

Kesimpulan Bani Umayyah Pada masa dinasti Bani Umayyah. yaitu : 1. Ilmu Hadits. seperti adanya Lembaga Peradilan (Qadha). 4. Kitabat. Barid dan sebagainya. Uzbekistan dan Kirgis. 2. Ilmu pengetahuan.III. Ilmu Sejarah. Ilmu Kimia dan Kedokteran. Suria. Ilmu Nahwu. 3. dan sebagainya. Afrika Utara. Hajib. antara lain Ilmu Qiro’at. Palestina. Semenanjung Arabia. Persia. seperti Spanyol. . Afghanistan. Pakistan. Irak. Administrasi ketatanegaraan. Berhasil dalam memperluas daerah kekuasaan Islam ke berbagai penjuru dunia. Rukhmenia. Islam mempengaruh kehidupan masyarakat luas. peadaban Islam mengalami perkembangan/kemajuan. Ilmu Tafsir. sebagian kecil Asia.

. “History Of The Islamic People”.DAFTAR PUSTAKA al-Maududi. Hassan. Sejarah Islam Klasik Perkembangan Ilmu pengetahuan Islam. dewan redaksi ensiklopedi islam. Empat Biografi Imam Mazhab. Akbar S Ahmed. V Munawwar Manshur. Carl. (Yogyakarta: Fajar Pustaka Baru. Majalah Humaniora. Darul Kitab. 2003) Armstrong. (Bandung: Mizan. Khilafah dan Kerajaan. Karen. I. 1948). (New York: Published 1995) Yunus. Sejarah dan Kebudayaan Islam. Rekonstruksi Sejarah Islam. Science in Medieval Islam. Taqiyuddin As-Syiyasah As-Syar’iyah fi Islah Ar-Ra’iyah (Mesir. R Turner. 71-75 Chalil. Muchtar Yahya. Perkembangan Peradaban di Kawasan Dunia Islam: Melacak Akar-akar Sosial. Muhammad. Ikhtiar Baru van Hoeve. (Yogyakarta:Kota Kembang. 1994. 1981 Ensiklopedi Islam untuk Pelajar. 1984). terj. Hida Karya Agung. 2003). Syalaby. al-Gharbi. 2003).(Yogyakarta: LESFI 2003). Ensiklopedia. (Malang: UMM Press. Jakarta. (London: Great Britain. Sejarah dan Peradaban Islam. Volum VI. Abdul A’la. (Jakarta:Pustaka al-Husna. Sejarah Pendidikan Islam. Ahmad. Mahmud. PT. Jilid 6 (Jakarta: Ichtiar Baru van Houve). 2004). Ibnu Taimiyah. 2004. Politik dan Budaya Umat Islam: Rajawali Pers: Ajid Thohir. hlm. terjemahan. (Jakarta: Prenada Media. 1983) Sunanto. Munawar. Islam: Sejarah Singkat. Sejarah dan Kebudayaan Islam. 1951). Musyrifah. terj. Bulan Bintang. Siti. Howard. Jakarta. 1989). Jakarta. Islam. Ibrahim. Brockelmann. Maryam. (Yogyakarta: Jendela. Sejarah Perdaban Islam dari Masa Klasik Hingga Modern. 1989 Nurhakim. Jahdan Ibn Humam. vol.

Darul Kitab. 1951). hlm. [9] Karen Armstrong. 63. terj. 85.130 [5] Abdul A’la al-Maududi. vol. Jahdan Ibn Humam. Sejarah Islam Klasik Perkembangan Ilmu pengetahuan Islam. (Malang: UMM Press. hlm. Sejarah dan Kebudayaan Islam. hlm. Jakarta. 1999). Jilid 5. [2] Ahmad Syalaby. Ikhtiar Baru van Hoeve. [7] Siti Maryam dkk. [11] Ibid. I. hlm. 2004).[1] adalah Mahasiswa STAI “Ma’had Aly Al-Hikam” Malang semester V yang masih aktif. Khilafah dan Kerajaan. hlm. Siti Maryam. Cit. Sejarah dan Peradaban Islam. Cit. (Jakarta:Pustaka al-Husna. Nurhakim. [12] Ibid. Islam: Sejarah Singkat. Sejarah dan Kebudayaan Islam. 132. hlm. [17] Look. hlm. (Bandung: Mizan. 57. [8] Ensiklopedi Islam. Cit. [15] Musyrifah Sunanto. 42 [14] Look. 2003). 27. hlm. dewan redaksi ensiklopedi islam. 81. (Yogyakarta: LESFI 2003). Cit. (Jakarta: Ichtiar Baru Van Houve. 53. [4] Ensiklopedia Islam. Nurhakim. As-Syiyasah As-Syar’iyah fi Islah Ar-Ra’iyah (Mesir. 48. (Yogyakarta: Jendela. 1994. 179. [16] Look. terj. Nurhakim. Muchtar Yahya. 2003). [6] Hassan Ibrahim Hassan. 1983). 57. Sejarah Perdaban Islam dari Masa Klasik Hingga Modern. hlm. hlm. (Yogyakarta:Kota Kembang. [13] Taqiyuddin Ibnu Taimiyah. 1989). terj. [3] Muhammad. hlm. V hlm. al-Gharbi. Siti Maryam. hlm. [10] Op. . 39. 1984). hlm. (Jakarta: Prenada Media. 82.

[20] Ibid. [21] Perkembangan Peradaban di Kawasan Dunia Islam: Melacak Akar-akar Sosial. Ikhtiar Baru van Hoeve. 23 [29] Ibid. 1981. Carl. Empat Biografi Imam Mazhab. h. (New York: Published 1995) [27] Pertumbuhan Dan Perkembangan Budaya Arab Pada Masa Dinasti Umayyah. dewan redaksi ensiklopedi islam. [19] Op. hlm. 5. 39 [24] Brockelmann. Science in Medieval Islam. 2003). hlm. 74. . Jilid 6 (Jakarta: Ichtiar Baru van Houve). Jakarta : 199 [26] Howard R Turner. 1948). Cit. Jakarta. hlm. Sejarah Pendidikan Islam. Hida Karya Agung. 1989. Jakarta. hlm. h. 104. Bulan Bintang. Yunus. Politik dan Budaya Umat Islam: Rajawali Pers: Ajid Thohir hal 37 [22] Akbar S Ahmed.35. PT. majalah Humaniora Volum VI [28] Munawar Chalil. (London: Great Britain. Rekonstruksi Sejarah Islam. 86-87. Siti Maryam. [23]Mahmud. (Yogyakarta: Fajar Pustaka Baru.[18] Ensiklopedi Islam untuk Pelajar.Fadli l Munawwar Manshur. “History Of The Islamic People”. [25] Ensiklopedia Islam vol.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful