KATA PENGANTAR Puji dan syukur kehadirat TUHAN YME yang telah memberikan rahmat dan karuniaNya, sehingga

penulis dapat menyelesaikan Laporan Praktek Klinik Kebidanan KOmunita di Desa Tandem Hilir I Dusun I kecamatan Hamparan perak Laporan ini merupakan hasil rangkaian dari permasalahan yang ditemukan selama,PBL pada masa ini penulis menemukan prioritas masalah yang mempengaruhi kesehan keluarga. Permasalahan ini dapat ditanggulangi dengaan kegiatan selama 3 minggu melalui pendidikan kesehatan . Adapun tujuan dari penyusunan laporan ini adalah untuk melengkapi persyaratan guna menyelesaikan pendidikan yang telah ditetapkan. Penulis menyadari dalam penulisan laporan ini masih banyak terdapat kekurangan, untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi perbaikan dan kesempurnaan laporan ini sehingga dapaat bermamfaat untuk masa sekarang dan masa yang akan datang. Dalam menyelesaikan laporan ini semua tidak lepas dari kerja sama yang baik antar mahasiswi Akbid sehat, Staf Puskesmas,Kepala Desa berserta para staf serta masyarakat Desa Tandem Hilir I Kecamatan Hamparan Perak Untuk itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak H.Hasan Basri NST.SKM.M.Kes selaku Ketua Yayasan Sehat Medan 2. Ibu Hj.Kamaliah AMKeb.SKM selaku Direktis Akademi Kebidanan Sehat Medan 3. Ibu Hj.Nur’Aini,SPd,MKes selaku coordinator Praktek Klinik Kebidanan Komunitas 4. Ibu Ria selaku pembimbing proposal penelitian 5. Bapak Camat Tandem Hilir I Kecamatan 6. Bapak kepala Puskesmas Tandem Hilir I Kecamatan 7. B 8. B 9. Kepada Kedua Orang Tua dan Saudara-Saudaraku

10.Rekan-rekan Mahasiswi Akbid Sehat Medan yang Telah Membantu Terselesaikannya Laporan ini 11.Seluruh Masyarakat Dusun III Tandem Hilir I

Medan,19 Maret 2012 Penulis

IRA WATI SIMAMORA 009094

DAFTAR ISI LEMBAR PERSETUJUAN LEMBAR PENGESAHAN KATA PENGANTAR……………………………………………………………………………i DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………..iii BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang…………………………………………………………………………………..2 1.2 Tujuan……………………………………………………………………………………………….3 1.2.1 Tujuan Umum…………………………………………………………………………..3 1.2.2 Tujuan Khusus…………………………………………………………………….......3 1.3 Kompetensi yang harus dicapai………………………………………………………..3 1.4 Jadwal kegiatan praktik Klinik Kebidanan Komunitas………………………..7 BAB 2 PEMBAHASAN 2.1 Konsep Dasar Kebidanan Komunitas………………………………………………..9 2.1.1 Pengertian Komunitas atau Masyarakat…………………………………..9 2.1.2 Sejarah Kebidanan Komunitas…………………………………………………13 2.1.3 Kebidanan Komunitas……………………………………………………………..14 2.1.4 Sasaran Kebidanan Komunitas…………………………………………………14 2.1.5 Bekerja Di Komunitas…………………………………………………...............15

4 Peran fungsi Dan Tanggung Jawab Bidan di Komunitas……………………....1 Peran dan Fungsi Bidan Dalam Asuhan Kebidanan Komunitas.27 2.4.4.2.18 2.4.3 Kode Etik Profesi Kebidanan……………………………………………….2 Komunikasi yang baik…………………………………………………………….2.3.6 Bidan Praktek Swasta…………………………………………………………….28 2.5.2.2 Pembangunan Kesehatan………………………………………………………………16 2..4.1 Pendekatan Edukatif……………………………………………………………….undang dan Peraturan Pemerintah……………………….3.3 Program Pembangunan Nasional Sektor Kesehatan …………….1 Pembangunan Kesehatan Indonesia………………………………………16 2.29 .16 2.23 2.4.21 2.24 2.3 Strategi Pelayanan Kebidanan Komunitas……………………………………….28 2.2 Peran dan fungsi Bidan sesuai dengan kompetensi Bidan Indonesia Berkaitan dengan Bidan Komunitas…………….21 2.5..20 2.1 Undang.5 Aspek Perlindungan Hukum Bagi Bidan Di komunitas………………….2.25 2.26 2.2.4 Registrasi Praktek Bidan……………………………………………………..2 Standart Praktek Kebidanan……………………………………………….18 2..3.2 Visi Misi Indonesia Sehat 2015………………………………………………..4 Program Upaya Kesehatan…………………………………………………….3 Tanggung Jawab Bidan Di Komunitas…………………………………….5.4.24 2.20 2.4 Fungsi Bidan Di Wilayah Kerja……………………………………………….20 2.5.5 Kegiatan Bidan Di Komunitas……………………………………………….3 Pemberdayaan Masyarakat………………………………………………………21 2. 21 2.

40 2.7.7.1 Asuhan Antenatal…………………………………………………………………29 2.35 2.8 Pelembagaan PWS-KIA…………………………………………………………46 2.2 Tujuan PWS-KIA…………………………………………………………………..7.38 2.7.5 Pelayanan Kesehatan pada Bayi dan Balita………………………….7..6 Manajerial Asuhan Kebidanan Di Komunitas Baik Di Rumah. Posyandu Dan Polindes Dengan Fokus Making Pregnancy Safer……29 2.6.7 Pemantauan Wilayah Setempat Kesehatan Ibu Dan Anak (PWS-KIA)…………………………………………………………………………………….39 2.6 Cara Membuat Grafik PWS-KIA……………………………………………45 2.35 2.2 Asuhan Internatal…………………………………………………………………31 2.7...4 Batasan dan Indikator Pemantauan…………………………………….1 Pengertian PWS-KIA……………………………………………………………38 2.7.6 Pelayanan Kontrasepsi dan Rujukannya……………………………….7.2.6.7 Analisis dan Tidak Lanjut PWS-KIA……………………………………….4 Asuhan Bayi Baru Lahir dan Neonatus………………………………….9 Sistem Pencatatan dan Pelaporan……………………………………….7.6.6.38 2.3 Prinsip pengelolaan Program KIA……………………………………….3 Asuhan Ibu Post Partum di Rumah……………………………………….33 2.37 .47 2.7.6.5 Indikator Pemantauan…………………………………………………………40 2.2..6.36 2.6.7 Sistem Rujukan…………………………………………………………………….10 proses penerapan PWS-KIA………………………………………………..48 .46 2.

3 Manajemen Terpadu Balita Sakit ( MTBS)………………………………….68 .10.60 2.11 Melakukan Motoring Dan Evaluasi Kegiataan Pelayanan Kebidanan Di Komunitas………………………………………………………………………..56 2.10 Tugas Tambahan Bidan Yang Terkait Dengan Kesehatan Ibu Dan anak…………………………………………………………………………………………….64 3.2.60 2.2 Pembinaan Peran Serta Masyarakat……………………………………………...1 Pelayanan Kesehatan Wanita Sepanjang Daur Kehidupannya……………………………………………………………………….1 Orientasi………………………………………………………………………………………….9 Menggerakkan Dan Meningkatkan Peran Serta Masyarakat……………………49 2.2 Pengumpulan Data…………………………………………………………………………..10.67 3..57 2.67 Peta………………………………………………………………………………………………….10.….4 Pengolahan Data…………………………………………………………………………….9.49 2.60 2...12 Pendokumentasian Asuhan Kebidanan Komunitas………………………………….....61 BAB 3 PELAKSAANAAN PRAKTEK KLINIK KEBIDANAN KOMUNITAS 3.1 Pengembangan Wahana atau Forum Peran Serta Masyarakat……….2 Deteksi Dini…………………………………………………………………………………..50 2.9.8 Pembinaan Kader Dan Dukun Bayi………………………………………………………….57 2.

.BAB 4 ASUHAN KEBIDANAN KOMUNITAS DALAM KONTEKS KELUARGA………………………………………………………………………………………….1 Kesimpulan………………………………………………………………………………….90 4..2 Saran…………………………………………………………………………………………….107 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN SAP LEAFLEAT DOKUMENTASI .2 Prioritas Masalah……………………………………………………………………………94 BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Analisa Data………………………………………………………………………………….92 4.106 5.

BAB 1 PENDAHULUAN Sesuai dengan program pemerintah tentang upaya untuk mewujudkan Indonesia sehat 2015.menyeluruh dan berkesinambungan mendorong peran serta masyarakat dalam mewujudkan dan meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan kesehatan bagi seluruh masyarakat. maka seluruh petugas kesehatan secara terpadu. Maka sebagai realisasi untuk mewujudkan program Indonesia 2015 dan khususnya pengikut Praktik Kebidanan Komunitas bagi tiap mahasiswi Kebidanan Sehat Medan tingkat III jalur umum yang dilaksanakan mulai tanggal 28 Maret 2012 sampai dengan 19 Maret 2012 di Desa Tandem Hilir I Kecamatan Hamparan Perak Kegiatan yang dilakukan mahasiswi dalam Praktek Belajar Lapangan dikhususkan untuk meningkatkan dan pelayanan Kesehatan ibu dan anak berserta KB mengingat tingginya AKI dan kematian perinatal di Indonesia khususnya daerah pedesaan. .

dengan tidak mengabaikan pelayanan kuratif dan rehabilitative serta mampu menggerakkan peran serta masyarakat untuk meningkatkan upaya kesehatan sesuai dengan kebijaksanaan 1 “MOTHER HOOD”dan prinsip PHC.preventif. Program Akademi Kebidanan Sehat Medan sebagai salah satu instansi pendidikan memandang perlu untuk memberkan pengalaman belajar secara nyata pada mahasiswi di puskesmas dan wilayah kerjanya dan juga untuk mengaplikasikan ilmu yang telah di dapat penulis selama mengikuti pendidikan di Akbid Sehat Medan. suku jawa.Sehubungan dengan hal tersebut maka.1.maka Akademi Kebidanan Sehat Medan sebagai salah satu intansi pendidikan yang akan melahirkan calon-calon bidan mengadakaan suatu program yaitu Praktek Kebidanan Komunitas sebagai pelatihan untuk menerapkaan ilmu komunitas yaitu dikalangan masyaraakat. dan mayoritas bekerja sebagai wiraswasta maka ditemukan masalah-masalah kesehatan dalam masyrakat. Untuk menghasilkan tenaga bidan yang professional sebagaimana yang diharapkan diatas. berdasarkan survey yang dilakukan mahasiswi Akademi Kebidanan Sehat Medan di Desa Tandem Hilir I kecamatan Hamparan perak Dengan mayoritas penduduk beragama islam.1 Latar Belakang Dalam rangka menurunkan angka kematian ibu. maka Mahasiswi Akademi Kebidanan Sehat Medan sebagai calon bidan harus memiliki kompotensi yang cukup sesuai dengan peran.bayi dan balita di Indonesia perlu mendekatkan dan memperluas jangkauan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan menempatkan tenaga bidan terutama di desa-desa yang belum terjangkau oleh semua pelayanan kesehatan dalam bentuk pelayanan yang bersifat promotif. Untuk menghasilkan tenaga bidan sebagaimana harapan tersebut diatas. seperti: Bayi/ balita dengan riwayat tidak mendapatkan ASI ekslutif dan balita dengan riwayat tidak imunisasi BCG dan . tugas serta tanggung jawabnya.

2. Menyusun rencana. melaksanakan dan memantau program KIA diwilayah kerjanya. Oleh karena itu di Desa Tandem Hilir I Kecamatan Hamparan Perak layak dijadikan lahan Praktik Klinik Kebidanan Komunitas 1. Memberikan pelayanan kebidanan dasar di wilayah kerjanya. .2. 5. 2. Peandekatan kepada masyarakat Pengenalan wilayah binaan. 4. 2.1 Tujuan Umum Setelah mengikuti kegiatan Praktek Klinik Kebidanan Komunitas selama 3 ( tiga) minggu peserta didik diharapkan mampu menggambarkan secara jelas tentang: 1. Tujuan 1.masalah kesehatan lainnya.masih ada masalah. 3. 1. Kegiatan dan tanggung jawab bidan komunitas yang bekerja sebagai penanggung jawab di desa. 4.2. Pengumpulan data yang berkaitan dengan KIA/KB Pengolahan data yang berkaitan dengan KIA/KB Analisa dan prioritas masalah serta rencana pemecahannya dikoordinasi bersama pihak puskesmas.2 Tujuan Khusus Setelah mengikuti kegiatan Praktek Klinik Kebidanan Komunitas selama 3 (tiga) minggu dihaaraapkan peserta didik mampu: 1. Menggerakkan dan membina peran serta masyarakat dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat khususnya ibu dan anak. Mendemonstrasikan kemampuannya dalam mengelola kasuskasus gawat darurat kebidanan di masyarakat/ puskesmas 5. 3.

Melaksanakan evaluasi dan memantau pelaksanaan kegiatan bersama masyarakat. KMS ibu hamil.kegiatan bidan baik kegiatan bidan dasar. Penyuluhan kesehatn dan konseling 7.bayi dan balita d. Menganalisa pelaksanaan program KIA melalui: a. bayi/balita serta kegiatan bidan yang berkaitan dengan pembinaan peran serta masyarakat. Melaksanakan intervensi sesuai dengan prioritas masalah dengan melibatkan Peran Serta Masyarakat (PSM). Mengidentifikasi pembinaan kegiatan puskesmas dan masyarakat dalam upaya akselerasi penurunan angka kematian ibu dan anak.ibu nifas. 5. ibu hamil. Balok SKDM . 3. Memahami target cakupan pelayanan KIA di wilayah kerjanya. 8. 1. maupun deteksi dini resiko tinggi. Follow up kasus c. Pembuatan jadwal kunjungan ibu hamil b.ibu nifas.bayi dan balita diwilayah kerja puskesmas. 6. Menyusun alternative pemecahan masalah dalam upaya meningkatkan pelayanan KIA di wilayah kerja puskesmas dengan melibatkan masyarakat. Kohort ibu dan bayi c. Menguraikan kegiatan. Melaksanakan alternative pemecahan masalah yang telah dipilih melalui: a. ibu bersalin. Melakukan pencatatan dan pelaporan. PWS/KIA b. Menghitung dan menganalisa jumlah sasaran pelayanan KIA meliputi ibu hamil. 2.3Kompetensi yang Harus Dicapai 1. 4. 7.ibu bersalin.6.

.8. 15.dan ibu nifas.Mengumpulkan data kesehatan masyarakat khususnya kesehatan ibu dan anak bersama masyarakat dalam upaya mengidentifikasi masalah kesehatan ibu dan anak diwilayahnya dengan menggunakan berbagai metode dan teknik pengumpulan data.Mengolah dan menganalisa data kesehatan masyarakat khususnya ibu dan anak dengan menggunakan metode deskritif. Melaksanakan kegiatan pencatatan dan pelaporan KIA.Mempersiapkan keperluan rujukan pasien pada kasus gawat darurat meliputi: a. Mendemonstrasikan rujukan kasus gawat darurat kebidanan di masyarakat/ puskesmas. 11.balita. Keluarga pasien d. Persiaapan pasien b.Melakukan deteksi dini resiko tinggi ibu hamil dan penanganannya.Mengidentifikasi tokoh masyarakat yang berpengaruh guna mencari dukungan kegiatan. 16. Surat – surat rujukan 14. 13.kegiatan pembangunan diwilayahnya. 9.posyandu dan polindes.Mengawasi dan memantau keadaan pasien selama ada dalam perjalanan ke sarana kesehatan yang dituju.Mengidentifikasi kasus. 17.Mengidentifikasi aspek sosial budaya yang mempengaruhi kesehatan ibu dan anak.Menyajikan data yang didapat kedalam berbagai bentuk sesuai dengan kondisi masyarakat setempat.ibu bersalin.dan akseptor. Transportasi e.KB di puskesmas. Memberikan pelayanan kebidanan dasar di wilayah kerjanya pada ibu hamil. 19. 18. 12.bayi. Alat dan obat c.kasus gawat darurat kebidanan yang sering terjadi di masyarakat. 10.

Mengungkapkan masalah kesehatan ibu dan anak kepada masyarakat melalui Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) dengan menggunakan berbagai metode sesuai dengan kondisi masyarakat. Pembentuk/pembinaan dan nasihatposyandu polindes dan POD d. 1. Tanggal 19 Maret 2012 Pembukaan Praktik Belajar Lapangan 2. Tanggal 19 Maret 2012 Orientasi wilayah Praktik Lapangan di setiap Dusun 3.Melakasanakan intervensi bersama masyarakat untuk memecahakan masalah yang telah disepakati melalui kegiatan – kegiatan : a. 22.Menyusun rencana bersama masyarakat dalam mengatasi permasalahan kesehatan khususnya kesehatan ibu dan anak yang didapat masyarakat. 21.20.Menilai keberhasilan intervensi dalam pemecahan masalah KIA dalam keluarga. Tanggal 20 Maret 2012 s/d 22 Maret 2012 Pengkajian data keluarga 4. Pelatihan dan penyegaran kader b. Pembinaan dan penyegaran dukun bayi c. Melaksanakan rujukan kasus kebidanan 23. Penyuluhan kesehatan masyarakat khususnya KIA e.Tanggal 20 Maret2012 /06 April 2012 Praktik Di Puskesmas Desa Tandem Hilir I . Memberikan pelayanan kesehatan dasar f.4 Jadwal Kegiatan Praktik Klinik Kebidanan Komunitas 1.

5.Tanggal 23April 2012 s/d 27 April Tabulasi data,analisa data,perumusan masalah,dan menetapkan Skala perioritas masalah. 6.05 April2012/07 April 2012 Pembuatan Laporan Desa dan Keluarga binaan 7.Tanggal 29 April 2012 Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) 8.Tanggal 03 April 2012 s/d 05 April 2012 Melakukan penanggulangan Masalah Keluarga binaan 9.Tanggal 05 April2012 s/d 07 April 2012 Pembuatan laporan Dusun dan Keluarga binaan 10.Tanggal 06 April 2012 Penutupan Praktik Klinik Kebidanan Komunitas 11.Tanggal 07 April 2012 Kembali ke asrama

BAB 2 PEMBAHASAN 1.Konsep Dasar Kebidanan Komunitas

A. Pengertian Komunitas atau Masyrakat Komunitas berasal dari bahasa latin yaitu “communitas” yang berarti “ kesamaan ,” juga “ communis” yang berarti “sama” dapat diterjemahakan sebagai masyarakat setempat , istilah yang menunjuk pada warga sebuah desa, kota , suku atau bangsa. Komunitas digambarkan sebagai lingkungan fisik dimana seseorang tinggal berserta aspek- aspek sosialnya.Hubungan –hubungan individual dalam sebuah komunitas akan membangun dan mendukung terbentuknya suatu sistem kepercayaan atau keyakinan baik tentang arti keluarga, konsep sehat maupun sakit.Keyakinan mereka ini akan dicerminkan dalam perilaku keluarga maupun dikelompok tertentu.Hal ini merupakan dasar pemikiran mereka dalam pemeliharaan kesehataan maupun perawatan ketika sakit. Notoatmojo (2003) menjelaskan komunitas, masyarakat berserta ciricirinya berdasarkan beberapa tokoh dari berbagai belahan dunia,yaitu: 1. Definisi masyarakat. a. Linton (1936) Masyarakat adalah sekelompok manusia yang telah hidup dan bekerja sama, sehingga dapat mengorganisasikan diri dan berfikir tentang dirinya sebagai satu kesatuan social dengan batas- batas tertentu.

b. M.J.Herkovis Masyarakat adalah kelompok individu yang di koordinasikan dan mengikuti satu cara hidup tertentu. c. J.L.Gilin dan J.P.Gilin Masyarakat adalah kelompok manusia yang terbesar yang mempunyai kebiasaan,tradisi,sikap dan persatuan yang sama. d. Mac Lever (1957) Masyarakat adalah sekelompok manusia yang mendiami territorial tertentu dan adanya pembagian kerja dan kebudayaan bersama. e. Kontijaraningrat(1990) Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang saling bergaul,atau dengan istilah lain saling berinteraksi.Kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut sesuatu system adaptasi tertentu yang bersifat kontiniu dan terkait oleh suatu rasa indentitasidentitas bersama. f. Soerdjono Soekanto (1982) Masyarakat atau komunitas adalah menunjukkan pada bagian masyarakat yang bertempat tinggal disuatu wilayah (dalm arti geografis) dengan batas-batas tertentu, di mana yang menjadi dasarnya adalh interaksi yang lebih besar dari anggota- anggotanya, dibandingkan dengan penduduk di luar batas wilayah. 2. Ciri –ciri masyarakat. a. Interaksi di antara sesame anggota masyarakat. b. Menempati wilayah dengan batas- batas tertentu c. Saling tergantung satu dengan yang lainnya d. Memiliki ada istiadat kebudayaan tertentu e. Memiliki indentitas bersama

e. Restricted institution. c. General institution 2. Regulative institution. b. Enacted institution. Peningkatan kemampuan masyarakat untuk hidup sehat b. Cresive institution 2. Subsidiary institution. Berdasarkan sudut sytem nilai yang di terma 1. 4. Berdasarkan sudut penerimaan masyarakat 1. Basic institution 2. Approved atau social sanctioned institution 2. Berdasarkan sudut perkembangannya 1. Penurunan angka kesakitan dan keamtian dari berbagai sebab dan penyakit . c. Unsanctioned institution d.pencegahan.penyembuhan penyakit. Ciri-ciri masyarakat sehat: a. Mengatasi masalah kesehatan sederhana melalui peningkatan. Berdasarkan sudut fungsinya 1.pemulihan kesehatan terutama ibu dan anak. Operative institution 2. e. Tipe-tipe komunitas atau masyarakat a. Peningkatan status gizi masyarakat berkaitan dengan peningkatan statu social ekonomi masyarakat.3. d. Berdasarkan sudut penyebarannya 1. Peningkatan upaya kesehatan lingkungan terutama penyediaan sanitasi dasar yang dikembangkan dan dimamfaatkan oleh masyarakat mutu lingkungan hidup.

keluarga.kelompok dan masyarakat yang berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA). Sejarah Kebidanan Komunitas Pelayanan kebidanan komunitas mulai dikembangkan pada abad terakhir ini. Maternal-Infant Care (MIC) adalah program yang dirintis oleh beberapa Negara dimulai pada tahun 1960-an merupakan asuhan konprehensif yang efektif yang mengacu pada asuhan pada masyarakat berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak dari mulai kehamilan sampai dengan perawatan bayi dirumah.Semakin bayaknya jumlah penduduk ditenggarai sebagai salah satu penyebabnya mengapa pelayanan kebidanan khusunya dan kesehatan umumnya semakin didekatkan pada masyarakat. kesehatan reproduksi termasuk usia wanita secar paripurna. C. Kebidanan komunitas adalah upaya memberikan asuhan kebidanan kepada masyrakat baik individu.1997).Adapun kebidanan mencakup pengetahuan yang memiliki bidan dan kegiatan pelayanan yang dilakukannya untuk menyelamatkan ibu dan bayi yang dilahirkan (syalan.Hubungan-hubungan individual dalam sebuah komunitas akan membangun dan mendukung terbentuknya suatu system kepercayaan atau keyakinan baik tentang arti keluarga .konsep sehat maupun sakit sehingga diperlukanbidan dimasyarakat. keluarga berencana (KB). . Kebidanan komunitas merupakan konsep dasar bidan melayani keluarga dan masyarakat yang mencakup bidan sebagai penyedia layanan dan komunitas sebagai sasaran yang dipengaruhi oleh IPTEK dan lingkungan.B.Kebidanan Komunitas Bidan adalah seseorang wanita yang telah mengikuti program pendidikan bidan dan lulus ujian dengan persyaratan yang berlaku (kepmenkes 900/2002).

Mempunyai keterampilan dalam berhubungan dengan orang lain (hubungan antar manusia/HAM). kesehatan masyarakat dan pengetahuan social. 7. 12. Menguasai tehnik pemecahan masalah kesehatan dan prioritas pemecahan masalah kesehatan. 11. Mempunyai penampilan yang menarik. Memiliki kemampuan bekerjasama dengan orang lain. 2. 6.dewasa. Memiliki kemampuan berorganisasi.Berkeinginan untuk selalu meningkatkan ilmu pengetahuan dan keterampilan. E.Sasaran Kebidanan Komunitas Sasaran Kebidanan komitas meliputi bayi baru lahir balita dan prasekolah.Berpikir kritis dan logis 13. 10. 8. klimaakterium yang berada dalam keluarga dan masyarakat baik yang sehat. Agar dapat diterima oleh masyarakat setidaknya seorang bidan harus memiliki profil sebagai berikut: 1.sakit maupun yang mempunyai masalh kesehatan secara umum.Mau dan banyak belajar dari orang-orang yang lebih berpengalaman.)interval. 9. 5. Mempunyai kemampuan intelektual yang luas berkaitan dengan kebidanan.remaja. Luwes dalam melakukan pendekatan kepada masyarakat. 4.nifas.D.Bekerja di Komunitas Bekerja dikomunitas tidaklah mudah.bersalin. Terampil dalam tehnik kebidanan 3.Mau membagikan ilmu kepada orang lain . Memiliki kemampuan komunikasi yang bagus(komunikatif).masa reproduksi ( hamil.

lingkungan yang sehat adalah lingkungan yang bebas dari polusi.2.memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata.Sedangkan pembangunan kesehatan di maknakan sebagai proses yang terus menerus dan progresif untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Adapun perumusan Visi di atas adalah sebagai berikut: a.terwujudnya kehidupan masyarakat yang saling tolong menolong.Visi Misi Indonesia Sehat 2015 1. Perkemanusiaan Pemberdayaan dan kemanusiaan Adil dan merata Pengutamaan dan mamfaat B. 2.tersedianya air bersih.Pembangunan Kesehatan A.sanitasi lingkungan yang menandai. . Pembangunan kesehatan dijadikan suatu program pembangunan nasional yang terfokus pada tahun 2015 atau disebut Indonesia sehat 2015 di jalankan atas dasar: 1.Pembangunan Kesehatan Indonesia Pembangunan secara umum di artikan sebagai upaya multidimensi untuk mencapai kualitas hidup seluruh penduduk yang lebih baik. 4. Dalam Indonesia sehat 2015.perumahan dan permukiman yang sehat. 3.2. Visi Indonesia Sehat 2015 Gambaran masyarakat Indonesia di masa depan yang ingin di capai melalui pembangunan kesehatan adalah masyarakat Bangsa dan Negara yang di tandai oleh penduduknya hidup dalam lingkungan dan dengan perilaku sehat.

keluarga dan masyarakat beserta lingkungannya.Misi Indonesia Sehat 2015 a. Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu. Program Upaya Kesehatan 1. C. d.kematian. Tujuan Umum Adalah meningkatkan pemerataan dan mutu upaya kesehatan yang berhasil guna serta terjangkau oleh masyarakat. Menurunkan angka kesakitan. Sasaran Umum Adalah tersedianya pelayanan kesehatan dasar dan rujukan baik pemerintah maupun swasta 3. Kemampuan masyarakat yang di harapkan pada masa depan adalah mampu menjangkau pelayanan kesehatan bermutu tanpa hambatan. Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu. Tujuan Khusus a. c.dan terjangkau. Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat c. Perilaku masyarakat Indonesia sehat 2015 yang bersifat proaktif untug memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah resiko terjadinya penyakit. 2. Pelayanan kesehatan yang bermutu adalah memuaskan pemakai jasa pelayanan sesuai dengan standart dan etika pelayanan profesi. Mencegah tersebarnya penyakit menular b. Meningkatkan dan memperluas jangkauan pelayanan kesehatan dasar . Menggerakkan pembangunan nasional berwawasan nasional b. d.merata.b.kecacatan darri penyakit menular c. 2.

Menurunkan angka kesakitan DBD. Mengembangkan pelayanan rehabilitasi bagi kelompok yang memerlukan pelayanan khusus i. b. Meningkatkan penggunaan obat rasional dan tradisional yang aman dan terpadu e.dan penyakit terbaru.ibu hamil dan ibu menyusui f.3. Menurunya kematian karena haji dan pengungsi f. Meningkatkan pelayanan kesehatan bagi kelompok lanjut usia 4.remaja. Meningkatnya presentasi pelayanan kesehatan dasar dan rujukan e. yaitu konseling. maka jelas pendekatan yang diterpkan haruslah berupa pendekatan edukatif. Meningkatkan kesadaran. Menghindarkan manusia dan lingkungannya dari bencana yang terjadi akibat ulah manusia h. dan kemampuan manusia dalam mengatasi masalah secara mandiri g. kemauan.HIV.Pendekatan Edukatif Satu hal yang tidak boleh dilupakan dalam rangka membangun masyarakat desa adalah pendekatan yang kita gunakan.kunjungan . Kewaspadaan dini kejadian luar biasa g. Meningkatkan status kesehatan reproduksi bagi wanita usia subur termasuk anak.d. Dalam pendekatan ini ujung tombaknya adalah gerakan pemberdayaan yang memiliki tiga mata tombak ( disebut trisula). Berkembangnya pelayanan untuk cacat dan lanjut usia 2.Jika kemandirian masyarakat desa yang diterapkan.Strategi Pelayanan Kebidanan Komunitas A. Meningkatkan rasio tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan d.malaria.tuberkolosis. Menurunkan penyakit tidak menular c. Sasaran Khusus a.

B.Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan adalah bagian dari paradigm pembangunan yang memfokuskan perhatiannya kepada semua aspek yang prinsipil dari manusia dilingkungannya yakni mulai dari aspek intelektual ( sumber daya manusia). Komunikasi yang Baik Komunikasi yang nyata adalah sikap.dan pengorganisasian masyarakat. 3. C.sampai kepda aspek manajerial. aspek material dan fisik. dua arah dan sering dilakukan.Harus ada bukti yang dapat dilihat tentang adanya proses mendegarkan yang baik. 4.rumah. .Komunikasi didalam masyarakat seharusnya terbuka.informasi dan diskusi tetap tentang bagimana organisasi tersebut melakukan semuanya.mekanisme umpan balik. Beberapa hal yang perlu diperhatikan seorang bidan dalam berkomunikaasi kepada masyarakat adalah sebagi berikut: 1. Lebih baik membicarakan sesuatu dengan cara bertatap muka dari pada berkomunikasi secara tertulis. Tanyakan apabila anda merasa kurang jelas. Jangan terlalu banyak berbicara 2.Ketiga mata tombak ini pada hakikatnya adalah upaya memfasilitasi proses pemecahan masalah dalam diri sasaran/klien. Jangan meneruskan kalimat mereka atau mengantisipasi apa yang sedang mereka ucapakan.

a.Sesuai dengan Peran Mandiri a. Melaksanakan tindakan sesuai rencana e. Memberikan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir c. . Memberikan asuhan kebidanan pada masa persalinan dengan melibatkan keluarga b. Membuat catatan laporan dan kegiatan 3. Rencana tindak lanjut e. b. Menyusun rencana tindakan d. Membuat catatan dalam laporan kegiatan/tindakan 2.Memberi Layanan Dasar Pada Remaja a. Menyusun rencana tindakan d. Mengkaji status kesehatan dan kebutuhan remaja dan wanita pranikah b. Menentukan diagnosis c.2.Peran dan Fungsi Bidan dalam Asuhan Kebidanan Komunitas 1. Mengevaluasi tindakan f. Rencana tidak lanjut g.4Peran Fungsi dan Tanggung Jawab Bidan di Komunitas A. Memberikaan asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan melibatkan keluarga. Menetapkan manajemen kebidanan pada setiap asuhan kebidanan yang dimulai dari pengkajian status kesehatan baik individu maupun masyarakat.Memberikan Asuhan Kebidanan Pada Klien Selama Kehamilan Normal di Masyrakat. Menentukan diagnosis c.

bayi. Konsep dasar dan sasaran Kebidanan Komunitas Masalah kebidanan komunitas Pendekatan asuhan kebidanan komunitas pada keluarga Srategi pelayanan kebidanan komunitas Upaya peningkatan dan pemeliharaan kesehatan ibu dan anak dalam keluarga dan masyarakat. Mengelola pondok bersalin desa 5. c. Melaksanakan penyuluhan dan konseling kesehatan . Mengidentifikasi status kesehatan ibu dan anak 3.balita dan KB di masyarakat.Peran dan Fungsi Bidan Sesuai dengan Kompetensi Bidan Indonesia Berkaitan dengan Bidan di Komunitas Pengetahuan dasar: a. Melakukan pengelolaan pelayanan ibu hamil. f. d.nifas. Faktoryang mempengaruhi kesehatan ibu dan anak g. e. Memberikan asuhan pada pasangan usia subur yang membutuhkan pelayanan KB B. Sistem pelayanan ibu dan anak Keterampilan dasar: 1. Melaksanakanpergerakan dan pembinaan peran serta masyarakat untuk mendukung upaya kesehatan ibu dan anak 6.laktasi. b. 2. Melakukan pertolongan persalinandirumah dan polindes 4.d.

E. Menggerakkan dan membina masyarakat desa berperilaku hidup sehat D.5 pada setiap kegiatan-kegiatan posyandu 6. Memberikan bimbingan teknis kepada kader dan memberikan pelayanan langsung 5. 3. Menggerakkan dan membina peran serta masyarakat 3. 2. Kegiatan Bidan di Komunitas 1. Di meja ke.Fungsi Bidan di Wilayah Kerja 1. Melakukan pemantauan KIA Melaksanakan pelatihan dan pembinaan dukun bayi Mengeloladan memberikan obat. Mengumpulkan dan menganalisa data serta mengidentifikasi masalah kesehatan untuk merencanakan penanggulangannya. Mendeteksi secara dini adanya efek samping kontrasepsi serta adanya penyakit lainnya. Mengenal wilayah struktur masyrakat dan komposisi penduduk serta sistem pemerintahan desa 2. 3. Menggerakkan peran serta masyarakat 4.Keterampilan Tambahan: 1. Melaksanakan pembinaan anak prasekolah . 4. Memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat 2.obatan sesuai dengan kwenangannya Menggunakan tenologi tepat guna C.Tanggung Jawab Bidan di Komunitas a. Melaksanakan kegiatan puskesmas b.

yang memiliki kontribusi cukup besar dalam memberikan pelayanan. 2. merupakan penyedia layanan kesehatan. Memberikan pertolongan persalinan 8. Memberikan pertolongan pertama pada orang sakit.Menghadari rapat staf pada lokarya mini puskesmas 16.Bekerja dengan staf pada lokarya mini puskesmas 15.Menggerakkan masyarakat dalam pengumpulan dana kesehatan 13.dan kedaruratan.Melatih dan membina desa wisma dalam bidang kesehatan 12. Melaksanakan kunjungan rumah 10.Mencatat semua kegiatan yang dilaksanakan 14.Bidan Praktik Swasta Bidan Praktek Swasta (BPS) merupakan satu pelaksaan praktik seorang bida di masyarakat.kecelakaan. Mempunyai standar kualitas .Melatih dan membina dukun bayi 11. Bidan Delima adalah suatu program terobosan stategi yang mencakup: 1.Melaksanakan usaha kesehatan sekolah pada desa binaan 17. Pembinaan peningkatan kualitas pelayanan bidan dalam lingkup keluarga berencana (KB) dan kesehatan reproduksi. khususnya dalam meningkatkan kesejahtraan ibu dan anak.7. Penyebaran dan pendistribusian bidan yang melaksanakan praktik perlu pengaturan agar terdapat pemerataan akases pelayanan yang sedekat mungkin dengan masyarakat yang membutuhkan nya. Merk dagang 3. F.Merujuk penderita dengan kelainan jiwa. Program bidan Delima yang tealh diluncurkan merupakan salah satu cara dalam meningkatkan kualiatas pelayanan bidan praktik swasta. 9.Praktik pelayanna bida perorangan .

5.sopan santun. 3. Dan pada akhirnya diharapkan Bidan delima dapat menjadikan Bidan praktek swata yang mampu memberikan pelayanan berkualias terbaik dalam bidang kesehatan reproduksi dan keluarga berencana. serta memenuhi bahkan melebihi harapan pelanggan. sentuhan yang manusiawi.dengan tindakan kebidanan sesuai standart dank ode etik profesi.tamah. Menganut prinsip pembangunan diri 6. Menjaga ketertiban masyarakat Menciptakan keadilan social Melindungi atau menjaga lingkungan Hukum sebagi alat control social Merekayasa masyarakat(social engineering) . Rekrutmen Bidan Delima ditetapkan dengan kriteria. 4. sytem yang dilaksanakan secara berkesinambungan. Penjaga kedamaian/menyelesaikan masalah perselesihan antara individu. 6. 5.ramah. 2. dimana hokum sebagai sesuatu keseluruhan yang melayani fungsi-fungsi social umum. 2. Jaringan yang mencakup seluruh Bidan Praktek Swasta dalam pelayanan berencana dan kesehatan reproduksi Bidan Delima melambangkan pelayanan berkualitas dalam kesehatan reproduksi dan keluarga berencana yang berlandaskan kasih saying. bersaahabat dan peduli terhadap kepentingan pelanggan.Diantara fungsi-fungsi hokum yang paling penting: 1.4.5Aspek Perlindungan Hukum Bagi Bidan di Komunitas Hukum mengatur tujuan-tujuan spesifik lebih lanjut.

938 / MenKes /SK / VII/2007 tentang standart asuhan dalam kebidanan . KepMenkes RI No.J Leenen.termasuk bidan : 1. Pembangunan kesehatan diarahkan untuk mempertinggi derajat kesehatan 3. A. Hukum kesehatan dan hokum medis adalah rambu-rambu lain yang mengatur pelayanan kesehatan dalam hal ini etika dan hokum yang sama-sama berakar pada moral saling mengisi. UU No.aturan-aturan internasional.hokum yurisprodensi.Undang-undang dan Peraturan Pemerintah Motif/ latar belakang dibuatnya undang-undang/hokum kesehatan adalah sebagai berikut: 1.yang berupa penerapan hokum perdata.J.32 th 1996 tentang tenaga kesehatan 3.hokum kebiasaan.adalah keseluruhan aturan hokum yang mengatur tentang hubungan langsung dengan pemeliharaan kesehatan.hokum pidana. daan hokum administrasi Negara dalam kaitan dengan pemeliharaan kesehatan dan yang bersumber dari hokum otonom yang berlaku untuk kalangan tertentu saja. Dengan memperhatikan peranan kesehatan. 23 th 1992 tentang kesehatan 2.Definisi tentang hokum kesehatan menurut H. Kesehatan sebagai salah satu unsure kesejahteraan umum harus di wujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia 2. di perlukan upaya yang lebih memadai dalam peningkatan derajat kesehatan Ketentuan hokum yang mengatur tenaga kesehatan.ilmu pengetahuan dan literature yang ada kaitannya dengan pemeliharaan kesehatan. PP No.900 / Menkes/ SK/VII/2002 tentang registrasi dan praktik bidan 4. KepMenkes RI No.

5. Kode etik profesi 6. Standart pelayanan kebidanan

B.Standart Praktik Kebidanan Penerapan standart pelayanan dapat di lakukan dengan dasar yang jelas ruang lingkup pelayanan kebidanan adalah 4 standart. 1. 2. 3. 4. 5. Standart pelayanan umum Standart pelayanan antenatal Standart pertolongan persalinan Standart pelayanan nifa

C.Kode Etik Profesi Bidan Kode etik adalah norma- norma yang harus di indahkan oleh setiap anggota profesi yang bersangkutan didalam melaksanakan tugas profesinya dan dalam hidupnya di masyarakat. Tujuan kode etik adalah: a. b. c. d. Menjungjung tinggi martabat dan citra profesi Menjga dan memelihara kesejahteraan para anggota Meningkatkan pengabdian para anggota profesi Meningkatkan mutu profesi

Kode etik berisi: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Kewajiban bidan terhadap klien dan masyarakat Kewajiban bidan terhadap tugasnya Kewajiban terhadap sejawat dan tenaga kesehatan lainnya Kewajiban bidan terhadap profesi Kewajiban bidan terhadap diri sendiri Kewajiban bidan terhadap pemerintah,nusa bangsa dan tanah air.

D.Registrasi Praktik Bidan Dalam menjalankan profesi,bidan di komunitas harus telah melaksanakan registrasi bidan sesuai dengan ketentuan dari KepMenkes No.900 /Menkes /SK/2002 yang mengatur tentang: 1. Surat Izin Bidan(SIB) pasal 3 s/d 7 2. Surat Izin Praktik Bidan (SIPB) pasal 9 s/d 11 2.6Manajerial Asuhan Kebidanan di komunitas Baik di Rumah,Posyandu dan Polindes dengan focus Making Pregnancy Safer A.Asuhan Antenatal 1.Stadar Asuha Kebidanan Terdapat eam stadart dalam pelayan antenatal sepaerti berikut ini: a. Idetitas ibu hamil b. Pemeriksaa da pemataua antenatal c. Palpasi abdominal d. Pengelolaan anemia dalam kehamilan e. Pengelolaann dini hipertensi pada kehamilan f. Persiapan persalinan

2.Standar Alat Dibawah ini terdaftar peralatan yang memungkinkan diperlukan untuk antenatal.Alat yang dipakai dapat berpariasi,namun yang terpenting adalah bagaimana seorang pelaksana pelayanan KIA memamfaatkan mata,telinga hidung,dan tangannya untuk mengetahui hamper semua hal penting tentang ibu hamil yang diperiksanya.peralatan hanyalah penunjang.bila ada,maka akan membantu akan tetapi bila semuanya tidak tersedia pemeriksaaan kehamilan tetap dapat dilakukan dengan baik pelaksanaannya mempunyai keterampilan memamfaatkan indranya dan mempunyai kemampuan untuk menilai serta menangkap hal-hal yang perlu diperhatikan pada ibu hamil.peralatan yang

digunakan harus dalam keadaan bersih dan siap pakai.Alat dan bahan untuk pelyanan antenatal tersebut: a. Kartu pencatatan pemeriksaan (register kohort ibu,kartu ibu dan KMS) b. Surat rujukan c. Gastogram (diagram untuk menghitung usia kehamilan) d. Timbangan dewasa e. Pengukur tinggi badan f. Tensi meter g. Stetoskop h. Stetosko janin/monoaural(pinnard) i. Metlin j. Jangka panggul k. Alat pemeriksaan Hb: Tallquist dan sahil. l. Peralatan suntik m. Sarung tangan n. Peralatan untuk memeriksaan urin(protein urine dan glukosa o. Sabun dan air mengalir untuk cuci tangan. p. Tablet Zat besi-folat q. Faksin tetanus toxoid

B.Asuhan Internatal 1.Standar Mutu Pelayan Kebidanan a. b. c. d. Asuhan saat persalinan Persalinan yang aman Pengeluaran plasenta dengan penegangan tali pusat Penegangan kala II dengan janin melalui episiotomy

2.Persiapan Bidan

tutup kepala dan kaca mata) . 5.Persiapan Rumah dan Lingkungan a. k. b. Tensimeter Stetoskop Monoaural Jam yag mempunyai detik Thermometer Partus set Heacting set Bahan habis pakai Set kegawat daruratan (infuse set) Bengkok Tempat sampah basah. l.Persiapan bidan dalam memberikanpelayanan persalinan yang bersih dan aman serta tahu saat yang tepat untuk merujuk kasus-kasus kegaawatdaruratan. b. d.sepatu.kering dan tajam. g.air panas dan air dingin Tersedia penerangan yang baik Terdapat fasilitas telepon yang biasa diakseskan untuk menghubungi ambulan jika diperlukan untuk merujuk 4. i.Persiapan Alat atau Bidan Kit a. d. Alat-alat proteksi diri (celemek. j. e. c. c. Tersedianya ruangan yang bersih dan layak Terdapat sumber air bersih. f. h.

tanda bahaya baik bagi ibu maupun bayi .satu ibu dan satu untuk ditaruh diatas alas plastic atau karet. Kunjungan 1 (hari ke-1 sampai hari ke-7) 1. Perlengkapan pakaian bayi n. Bidan memberikan penyuluhan mengenai tanda.Jadwal Kunjungan Rumah a. Bidan mendorong ibu untuk memperkuat ikatan batin antara ibu dan bayi 6. e. f.Asuhan Ibu Post Partum di Rumah 1. Kain halus/ lunak untuk menerima dan membungkus bayi. Involusi uterus 4. Waskop besar Tempat/ember untuk penyediaan air Kendil atau kwali ari-ari Tempat untuk cuci tangan (air mengalir) + sabun+handuk kering Satu kebaya (daster) Dua kain panjang. C. Pembhasan tentang kelahiran 5. c.Persiapan Ibu dan Keluarga a. Pembalut j. Pemberian ASI 2. Perdarahan 3. g. Satu gurita/ stagen h. BH menyusui i. Sabun l.5. Dua waslap m. Satu handuk k. Selimut bayi o. b. d.

Kebersihan atau keperawatan diri sendiri 3. 6. Keluarga berencana 7. Rencana untuk asuhan selanjutnya bagi ibu 6. Bidan mengkaji adanya tanda-tanda post partum blues. kunjungan I pada hari pertama sampai hari ketujuh (sejak 6 jam setelah lahir sampai 7 hari) b. Gizi 2. Diet 2.perasaannya saat ini dan bagaimana cara mengatasi masa nifas. Keterampilan membesarkan dan membina anak 5. Tanda-tanda bahaya 8.Post Partum Group Dalam post partum group pada ibu nifas bias saling berkeluh kesah dan mendiskusikan pengalaman melajirkannya. Kunjungan II (hari ke-8 sampai hari ke-28) 1.Lewat post partum ini Maka ganguan –gangguan psikologis st ifas di harapka bis diatasi. Kunjungan III (hari ke-29 sampai hari ke-42) 1. c. Perjanjian untuk pertemuan berikutnya.suha Bayi Baru Lahir dan Neonatus 1.Jadwal Kunjungan a.8 sampai hari ke-28) . Senam 4. Menentukan dan menyediakan metode dan alat KB 3. Senam 4. Rencana untuk cheak-up bayi serta imunisasi. Kunjungan II pada hari ke-8 sampai hari ke-28 (hari ke. D. Kebutuhan akan istirahat 5.b. 2.

E. gangguan daya dengar. Ada tiga jenis deteksi dini tumbuh kembang yang dapat dikerjakan oleh tenaga kesehatan ditingkat kesehatan ditingkat puskesmas dan jaringannya. . Jadwal dan jenis deteksi dini tumbuh kembang dapat berubah Sewaktu-waktu yaitu pada: a. gangguan daya lihat. Kasus rujukan b.balita dan anak prasekolah tersebut. Ada keluhan anak mempunyai masalah tumbuh kembang.yaitu untuk mengetahui gangguan perkembangan bayi dan ballita (keterlambatan). Deteksi dini penyimpangan pertumbuhan. yaitu untuk mengetahui/ menentukan status gizi kurang/buruk dan mikro/makrosefali. c.terutama ketika harus melibatkan ibu/keluarga. Dega ditemuka secara dini penyimpagan atau masalah tumbuh kembang bayi.tenaga kesehatan juga mempunyai “waktu” dalam membuat rencana tindakan / intervensi yang tepat.balita dan anak prasekolah adalah kegiata pemeriksaa utuk menemuka secara dinni adaya penyimpagan tumbuh kembang pada balita da anak prasekolah. balita dan anak prasekolah. Bila penyimpangan terlambat diketahui maka intervensinya akan sulit dan hal ini akan mempengaruhi pada tumbuh kembang bayi.Pelayanan Kesehata pada Bayi dan Balita 1) Pemantauan Tumbuh Kembang Bayi. Deteksi dini penyimpangan mental emosional autsm dan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas.berupa: a. Deteksi dini penyimpangan perkembangan.maka intervensi akan lebih mudah dilakukan.Balita da Anak Prasekolah/Deteksi Dini Deteksi dini tumbuh kembang bayi. b. Ada kecurigaan anak mempunyai penyimpangan tubuh c.

Fasilitas pelayanan yang merujuk b. Fasilitas pelayanan yang menerima rujukan 2. a.Sistem Rujukan 1. Pengelolaan bantuan biaya penanggulangan komplikasi kegagalan dan Biaya rujukan. Rujukan kemampuan dan keterampilan a. Bantuan biaya b. Tujuan 2.Rujukan Khusus a. Fasilitas pelayanan yang merujuk b. 3. Rujukan kesehatan masyarakat 3. Prosedur G. Fasilitas pelayanan yang merujuk b.F. Jenjang tingkat tempat rujukan .Pencatatan dan pelaporan rujukan a. Jenis rujukan a. Rujukan medik b. Fasilitas pelayanan yang menerima rujukan 4. Fasilitas pelayanan yang menerima rujukan.Pelayanan Kontrasepsi dan Rujukan 1.

Menentukan tempat rujukan c. Dari pondok bersalin/bida desa 5 Mekaisme rujukan a. Dari puskesmas pembantu d. Dari kader b. Tindak lanjut penderita 2. Memberikan informasi kepada penderita dan keluarganya d. Pengertian PWS-KIA Pemantauan wilayah setempat kesehatan ibu dan anak (PWS-KIA) adalah alat manajemen program KIA untuk memantau cakupan pelayanan KIA disuatu wilayah kerja secara terus menerus .7 Pemantauan Wilayah Setempat Kesehatan Ibu dan Anak (PWS KIA) 1. Dari posyandu c. Pengiriman penderita g. Mengirimkan informasi pada tempat rujukan e.pukesmas pembantu dan puskesmas b.4. Persiapan penderita f. Menentukan kegawatdaruratan  Pada tingkat kader  Pada tingkat bidan didesa. Jalur rujukan a.

Deteksi Dini ibu hamil beresiko d.Adapun indicator tersebut adalah: a. Pelayanan kesehatan bayi g. Pelayanan KB berkualitas . Pertolongan persalinan c. Tujuan Khusus i. Penanganan komplikasi kebidanan e. 3. Merencanakan tindak lanjut dengan menggunakan sumber daya yang tersedia v. Memantau cakupan pelayanan KIA ii. Pelayanan kesehatan balita h. Membangkitkan peran aparat setempat dalam pergerakan sasaran dan mobilisasi sumber daya yang ada didalam masyarakat itu sendiri. Pelayanan antenatal b. b. Merencanakan urutan wilayah prioritas yang akan ditangani secara intensif iv. Tujuan Umum Tujuan umum pembuatan PWS-KIA adalah meningkatnya pemantapan cukupan pelayanan untuk setiap wilayah kerja yang dipantau secara terus menerus dalam rangka meningkatkan jangkauan dan mutu pelayanan kesehatan umumnya dan pelayanan kebidanan khususnya.2. Prinsip Pengelolaan Program KIA Prinsip pengelolaan PWS-KIA meliputi beberapa hal yang mencakup indicator ketercapaian program PWS-KIA. Pelayanan kesehatan neonatal f. Menilai kesenjangan antara target yang ditetapkan dan pencapaian sebenarnya untuk tiap wilayah iii. Tujuan PWS-KIA a.

Batasan indicator  Pelayanan antenatal  Penjaringan deteksi dini kehamilan beresiko  Kunjungan ibu hamil  Kunjungan baru ibu hamil  K4  Kontak ibu hamil dengan tenaga kesehatan ke4 (atau lebih)  Kontak neonatal (KN) Adalah kontak neonatal dengan tenaga kesehatan minimal 2 kali untuk mendapatkan pelayanan dan pemeriksaan kesehatan neonatal. . Indikator Pemantauan A. Jumlah kunjungan baru (KI) Ibu hamil Rumus x 100 Jumlah sasaran ubu hamil dalam 1 tahun  CaKupan pelayanan ibu hamil (Cakupan K4) Dengan indicator ini dapat diketahui cakupan pelayanan secara lngkap (memenuhi standart pelayanan dan menepati waktu yang ditetapkan) yang menggambarkan tingkat perlindungan ibu hamil di suatu wilayah. Indikator pemantauan teknis Digunakan untuk mengetahui jangkauan pelayanan antenatal serta kemampuan program dalam menggerakkan masyarakat.4. 5. Batasan dan Indikator Pemantauan A.

Jumlah ibu hamil beresiko yang dirujuk oleh Dukun bayi/kader tenaga kesehatan Rumus : x 100% 15-20% Jumlah sasaran ibu hamil dalam 1 tahun .Jumlah kunjungan ibu hamil keempat (K4) Rumus : x 100 % Jumlah sasaran ibu hamil dalam 1 tahun  Cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan Indikator ini dapat diperkirakan proporsi persalinan yang ditangani oleh tenaga kesehatan. dengan rumus sebagai berikut: Jangkauan persalinan oleh tenaga kesehatan Rumus : Jangkauan sasaran persalinan dalam 1 tahun x 100%  Penjaringan (deteksi) ibu hamil oleh masyarakat Indikator ini dapat mengukur tingkat kemampuan dan peran serta masyarakat dalam melakukan deteksi dini ibu hamil beresiko disuatu wilayah. dan ini menggambarkan kemampuan manajemen program KIA dalam pertolongan persalinan secara professional.

 Penjaringan (deteksi) ibu hamil beresiko oleh tenaga kesehatan Dengan indicator ini dapat diperkirakan besar masalah yang dihadapi oleh program KIA dan harus tindak lanjutin dengan interfensi secara intensif Jumlah ibu hamil beresiko yang oleh tenaga kesehatan Rumus: 15-20% Jumlah sasaran ibu hamil dalam 1 tahun  Cakupan pelayanan neonatal (KN) oleh tenaga kesehatan Dengan indicator ini dapat diketahui jangkauan dan kualitas pelayanan kesehatan ibu nifas. Jumlah pelayanan ibu nifas oleh tenaga kesehatan minimal 3x Rumus: Jumlah sasaran ibu bersalin dalam 1 tahun  Penanganan komplikasi obstetri Indikator ini menunjukkan kemampuan sarana pelayanan kesehatan menangani kasus-kasus kegawat daruratan obstetric pada ibu bersalin yang kemudian yang di tindak lanjutin sesuai dengan x 100% x100% x100% . Jumlah kunjungan neonatal yang mendapatkan pelayanan Kesehatan minimal 2x oleh tenaga kesehatan Rumus: Jumlah sasaran bayi dalam 1 tahun  Cakupan pelayanan nifas oleh tenaga kesehatan Dengan indicator ini dapat diketahui jangkauan dan kualitas pelayanan kesehatan ibu nifas.

KN2.KN3 pada suatu wilayah kerja dan kurun waktu tertentu.yang kemudian ditindak lanjutin sesuai kewenangannya atau dapat dirujuk ketingkat pelayanan yang lebih tinggi.KN3 sesuai Standart Rumus : Jumlah anak balita dalam 1 tahun  Cakupan pelayanan anak balita (12-59 bulan) Cakupan anak balita umur 12-59 bulan adalah persentase anak balita yang memperoleh pelayanan sesuai standart.KN2. Jumlah neonates yang mendapatkan KNI.Dengan indicator ini dapat diketahui efektifitas dan kualitas pelayanan kesehatan neonatal. Jumlah kasus kegawatdaruratan neonatal yang ditangani Rumus: 15-20% Jumlah sasaran bayi dalam 1 tahun  Cakupan pelayanan kesehatan neonates 0-28 hari (KN lengkap) Cakupan KN lengkap (kunjungan neonatal lengkap) adalah persentase neonates yang mendapatkan pelayanan sesuai standart sedikitnya 3 kali yaitu KNI. Jumlah kasus kegawat daruratan obstetric yang ditangani Rumus: 15-20% Jumlah sasaran ibu bersalin dalam 1 tahun  Penanganan komplikasi neonatal Indikator ini menunjukkan kemampuan sarana pelayanan keehatan dalam menangani kasus-kasus kegawatdaruratan neonatal.kewenangannya atau dapat di rujuk ketingkat pelayanan kesehatan yang lebih tinggi. x 100% x 100% x 100% .

memajagkan kehamilan atau megakhiri kesuburan. Jumlah anak balita sakit yang mendapatkan pelayanan sesuai standart Rumus: Jumlah anak balita dalam 1 tahun x 100% x100%  Peserta KB aktif (contraceptive prevalence rate) Indikator ini menunjukkan jumlah peserta KB baru da lama yang masih aktif memakai alat dan obat kontrasepsi (Alkon) terus menerus hingga saat ini untuk menunda. Jumlah peserta KB aktif Rumus : Jumlah pasangan usia subur (PUS) dalam 1 tahun 100% .Cakupan pelayanan balita Rumus : Jumlah anak balita dalam 1 tahun  Pelayanankesehatan anak balita sakit Pelayanan kesehatan anak balita sakit adalah pelayanan kesehatan terhadap anak sakit yang berumur 12-59 bulan sesuai standar difasilitas kesehatan.

6. Analisis dan Tindak Lanjut PWS-KIA Grafik PWS-KIA perlu dianalisis dan ditafsirkan.  Cakupa kunjungan neonates. Cara Membuat Grafik PWS-KIA Langkah-langkah dalam pmbuatan grafik PWS-KIA : a.  Cakupan pelayanan KB aktif. agar dapat diketahui desa mana yang paling memerlukan perhatian dan tindak lanjut yang perlu dilakukan. 1) Analisis grafik PWS-KIA Aanlisis dari grafik cakupan ibu hamil baru (akses) pada pemantauan bulan juni 2008 dapat digambarka dalam matriks sebagai berikut:  Status baik  Status kurang baik  Status cukup baik  Status jelek .B. Pengumpulan data b. Penggambaran grafik PWS-KIA 7. .  Cakupan kunjungan bayi. Indikator Pemantauan Non-Teknis  Cakupan KI yag meggambarkan keterjangkauan pelayanan KIA.tigkat keamanan persalinan.  Cakupan K4 yang menggambarkan kualitas pelayanan KIA. Pegelolaan data c.  Cakupan kunjungan nifas.  Cakupan penanganan komplikasi kebidanan.  Cakupan pelayanan oleh tenaga kesehatan yang menggambarkan.

keputusan tersebut dijabarkan dalam bentuk rencana operasional jangka pendek untuk dapat menyelesaikan masalah sesuai spesifikasi daerah mengikuti skema yang ada. Jumlah seluruh ibu nifas v. Jumlah k4 iii.440/1300/PUOD tanggal 10 april 1990 b. Jumlah seluruh bayi b. Jumlah ibu hamil beresiko yang dirujuk oleh masyarakat . Jumlah seluruh ibu hamil ii. Jumlah seluruh ibu bersalin iii. Data sasaran i.Pemantauan PWS-KIA untuk meyakinkan lintas sektoral 9. Langkah-langkah pelembagaan PWS-KIA . Jumlah K1 ii. Jenis Data a.PP No 22 tahun 2000 tentang onotomi daerah untuk melembagakan pemakaian PWS-KIA .2) Recana tindak lanjut Analisis PWS-KIA ditukan untuk menghasilkan suatu keputusan tindak lanjut teknis dan non teknis bagi puskesmas. 8.Penunjukan petugas pegelolahan data ditiap peningkatan untuk menjaga kelancaran pengumpulan data. . Dasar . Pelembagaan PWS-KIA a.Pemamfaatan pertemuan lintas program. Jumlah seluruh bayi berusia kurang dari 1 bulan(neonatal) iv. Data pelayanan i.Surat Edaran Mentri Dalam Negri No. Sistem Pencatatan dan Pelaporan a. .

vii. b. Laporan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan dan dukun bayi Laporan dari dokter/bidan praktek swasta.pelaksanaan.iv. c. Pemantauan .dan diikuti dengan tindak lanjut sesuai kebutuhan. v. vi.PWS KIA di puskesmas merupakan rekapitulasi cakupan (indicator PWS KIA) dari tiap desa atau kelurahan yang berfungsi sebagai laporan untuk dikirimkan ke dinas kesehatan kabupaten/ kota membuat rekapitulasi laporan puskesmas untuk dikirimkan ke propinsi selambat-lambatnya tanggal 15 pada bulan berikutnya. Pelaksanaan c. iv. Laporan dari fasilitas pelayanan selain puskesmas yang berada diwilayah puskesmas. 10. Persiapan b.Sumber Data Data pelayanan pada umumnya berasal dari: i.Proses Penerapan PWS-KIA Proses yang perlu dilakukan dalam penerapan PWS KIA dimulai dari langkah-langkah persiapan. Jumlah ibu hamil beresiko yang dilayani oleh tenaga kesehatan Jumlah ibu nifas yang dilayani oleh tenaga kesehatan Jumlah persalinan yang di tolong oleh tenaga kesehatan Jumlah bayi berusia kurang dari 1 bulan yang dilayani oleh tenaga kesehatan minimal 2x. ii. iii. Register kohort ibu dan bayi. pemantauan.Pelaporan Data dari tingkat puskesmas dikumpulkan dan kemudian diolah. a.

8 Pembinaan Kader dan Dukun Bayi 1. Pencatatan kelahiran dan kematian bayi/ibu . segar dan cukup luas  Adanya perlengkapan memadai  Pendanaan yang cukup Salah satu tugas bidan dalam upaya menggerakan peran serta masyarakat adalah melaksanakan pembinaan kader. Fungsi kader Peran dan fungsi kader sebagai pelaku pergerakan masyarakat :  Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)  Pengamatan terhadap masalah kesehatan di desa  Upaya penyehatan lingkungan  Peningkatan kesehatan ibu. Pembentukan kader Persiapan dari pelatihan kader ini adalah  Calon kader yang akan dilatih  Waktu pelatihan sesuai kesepakatan bersama  Tempat pelatihan yang bersih terang. Pemberitahuan ibu hamil untuk bersalin di tenaga kesehatan 2. Pengertian Kader Kader kesehatan masyarakat adalah laki-laki atau wanita yang dipilih oleh masyarakat dan di latih untuk menangani masalah-masalah kesehatan perseorangan maupun masyarakat serta untuk bekerja dalam hubungan yang amat dekat dengan tempat-tempat pemberian pelayanan kesehatan. Adapun halhal yang harus disampaikan dalam pembinaan kader adalah 1. 2.2.bayi dan anak baita  Pemasyarakatan keluarga sadar gizi (kadarzi) 3.persalinan dan nifas serta rujukannya 3. Penyuluhan gizi dan keluarga berencana 4. Pengenalan tanda bahaya kehamilan.

Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) Posyandu merupakan kegitan nyata yang melibatkan partisipasi masyarakat dalam upaya pelayanan kesehatan dari oleh-untuk masyarakat yang dilaksanakan oleh kader. Mempercepat penerimaan NKKBS 4. Promosi tabulin. Meningkatkan peran lintas sector dalam penyelenggaraan posyandu terutama berkaitan dengan penurunan AKI dan AKB. Pengembangan Wahana Atau Forum Peran Serta Masyarakat 1. Tujuan dari posyandu adalah: 1. . 5. Menunjang percepatan penurunan angka kematian ibu (AKI) dan angka kemestian bayi (AKB) 2.satgas gerakan saying ibu Dukun bayi adalah seorang anggota masyarakat yang pada umumnyaadalah seorang wanita yang mendapat kepercayaan serta memiliki keterampilan menolong persalinan secara tradisional.donor darah berjalan. Meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak 3. Pendekatan dan pemberataan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dalam cakupan meningkatkan pelayanan kesehatan kepada penduduk berdasarkan letak giografi. 7.5. Meningkatkan dan membina peran serta masyarakat dalm rangka alih teknologi untuk mampu mengelola usaha-usaha kesehatan masyarakat secara mandiri. 6.ambulans desa.9 Menggerakkan dan mningkatkan Peran Serta Masyarakat A.suami siaga. Meningkatkan pengetahuan masyarakat untuk mengembangkan kegiatan lain yang menunjang peningkatan kemampuan hidup sehat. 2.

Bayi yang berusia kurang dari 1 tahun. b. b. Dapat lebih spesifik membantu masyarakat dalam memecahkan masalah kesehatan. Ibu hamil. 2. 4. 4. Bagi puskesmas a. Optimalisasi fungsi puskesmas sebagai pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan b. Meningkatkan efisien waktu. Dapat diwujudkan aktualisasi dirinya dalam membantu masyarakat menyelesaikan masalah kesehatan terkait dengan penurunan AKI dan AKB. a. Bagi kader. Bagi masyarakat a. Mendapatkan informasi terdahulu tentang upaya kesehatan yang terkait dengan penurunan AKI dan AKB.usia 1-5 tahun 3. c.ibu menyesui dan ibu nifas.pengurus posyandu dan tokoh masyarakat. c. Wanita usia subur (WUS) Mamfaat posyandu: 1. Memperoleh kemudian untuk mendapat informasi dan pelayanan kesehatan dasar terutama berkaitan dengan penurunan AKI dan AKB. Memperoleh bantuan secara professional dalam pemecahan masalah kesehatan terutama terkait kesehatan ibu dan anak. Balita. 2.Sasaran dari kegiatan posyandu adalah : 1. Efisiensi dalam mendapatkan pelayanan terpandu kesehatan dan sector lain terkait. Bagi Sektor . 3.tenaga dan dana melalui pemberian pelayanan secara terpadu.

Kesehatan ibu dan anak 2.a.Kesehata ibu dan anak 2. Peningkatan gizi 5. Imunisasi b. Penanggulangan diare b. Imunisasi 4. Dapat lebih spesifik membantu masyarakatdalam memecahkan masalah sector terkait. Keluarga berencana 3. Penanggulangan diare d. Keluarga berencana a. Peningkatan gizi c.Tujuh kegiatan posyandu ( sapta krida posyandu ) 1. Meningkatkan efisien melalui pemberian pelayanan terpadu sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing sector. b. Lima kegiatan posyandu (Panca Krida posyandu) 1. Sanitasi dasar . Kegiatan Posyandu: Kegiatan posyandu meliputi panca krida Posyandu dan Sapta Krida posyandu a.

pemberian makanan tambahan.e. oralit. Disesuaikan dengan kemampuan petugas ( bidan desa ) d. Meja 4 Penyuluhan kesehatan. Meja 3 Pengisian KMS 4. Jarak antara kelompok rumah. Terdiri dari 120 kepala keluarga diwilayah tersebut c. Meja 5 . Minimal terdapat 100 balita dalam 1 RW b. Meja 1 Pendaftaran 2. Penyedian obat esensial Syarat – syarat untuk mendirikan posyandu : a. vitamin A. jumlah kepala dalam 1 tempat / kelompok tidak jauh System yang digunakan pada pelaksanaan posyandu biasanya menggunakan system 5 meja yang meliputi : 1. Meja 2 Penimbangan berat badan 3. tablet zat besi 5.

POSKENDES ( POS KESEHATAN DESA ) Poskendes adalah upaya kesehatan bersumber daya masyarakat ( UKBM ) yang dibentuk didesa dalam rangka menyediakan pelayanan kesehatan dasar masyarakat desa.Pemberian imunisasi 2. pencatatan dan pelaporan  Tersedianya upaya pemberdayaan masyarakat  Terkoordinasinya penyelenggaraan UKBM lainnya yang ada didesa Kegiatan utama poskesdes  Pengamatan dan kewaspadaan dini  Promosi kesehatan Fungsi poskesdes  Sebagai wahana peran aktif masyarakat dibidang kesehatan  Sebagai wahana kewaspadaan diri terhadap berbagai resiko dan masalah kesehatan  Sebagai wahana pelayanan kesehatan dasar . Tujuan poskendes :  Terwujudnya masyarakat sehat yang siaga  Terselenggaranya promosi kesehatan  Terrselenggaranya pengamatan.

 Sebagai wahana pembentukan jaringan berbagai UKBM yang ada didesa 3. Pemantapan program pelayanan KIA dewasa ini diutamakan pada kegiatan pokok sebagai berikut :  Peningkatan pelayanan antenalcare  Peningkatan pertolongan persalinan  Peningkatan deteksi dini resiko tinggi  Peningkatan penanganan komplikasi kebidanan  Peningkatan pelayanan neonatus dan ibu nifas 4. TABULIN ( TABUNGAN IBU BERSALIN ) Tabulin adalah uang yang dikumpulkan oleh ibu hamil dan disimpan sendiri dirumah. dibank. atau bidan yang akan membantu persalinan DASOLIN ( DANA SOSIAL BERSALIN ) Dasolin adalah dana bersama yang dikumpulkan warga dan dikelola oleh pengurus berdasarkan kesepakatan bersama dengan warga DONOR DARAH BERJALAN Kader berperan memotipasi serta mencari sukarelawan apabila ada salah seorang warganya membutuhkan darah . KB-KIA Pengelolaan program KIA bertujuan memantapkan dan meningkatkan jangkauan serta mutu pelayanan KIA secara efektif dan efisien.

2 PEMBINAAN PERAN SERTA MASYARAKAT Bentuk pembinaan peran serta masyarakat yang dapat dilakukan :  Pendataan sasaran  Pencatatan kelahiran dan kematian ibu dan bayi  Pergerakan sasaran  Pengaturan transportasi setempat yang siap pakai untuk rujukan  Pengaturan bantuan biaya bagi masyarakat yang tidak mampu  Pengorganisasian donor darah berjalan  Pelaksaan pertemuan rutin gerakan sayang ibu dalam promosi “ suami. bidan dan desa siaga”  Salah satu bentuk pembinaan masyarakat adalah dengan menyelenggarakan pertemuan rutin antara masyarakat dan bidan .9.AMBULAN DESA Ambulan desa adalah suatu alat yang dapat digunakan untuk mengantarkan warga yang membutuhkan pertolongan dan perawatan ditempat pelayanan kesehatan 2.

10. masih terpengaruh oleh hormone estrogen sehingga kadang ditemukan pada bayi terjadi pembengkakan payudara ( kadang disertai sekresi.1 Pelayanan Kesehatan Wanita Sepanjang Daur Kehidupannya Pelayanan kesehatan wanita dimulai sejak bayi sampai usia lanjut. yang kelak akan dikeluarkan ketika ovulasi  Genetalia interna dan eksterna sudah terbentuk.10. kadang juga ditemukan perdarahan pervaginam seperti menstruasi . Kegiatan pelayanan berbentuk skrining dan deteksi dini. Bayi perempuan  Pada bayi perempuan telah memiliki folikel primordial sebanyak 750. TUGAS TAMBAHAN BIDAN YANG TERKAIT DENGAN KESEHATAN IBU DAN ANAK Adapun tugas – tugas tambahan bidan yang terkait dengan kesehatan ibu dan anak meliputi : 2.000. 1. Cairan seperti air susu).2. Skrining a. sehingga sudah dapat dibedakan dengan bayi laki – laki  Pada usia sepuluh hari pertama.

b. Masa kanak – kanak  pada periode ini merupakan periode terpenting dalam tumbuh kembang anak. kebudayaan. Perkembangan otak sangat cepat. sehingga pada masa ini disebut fase pertumbuhan dasar  pada periode ini juga merupakan masa kritis dimana anak memerlukan rangsangan atau stimulasi untuk mengembangkan potensi otak kanan dan kirinya  bentuk skrining terhadap tumbuh kembang anak dapat dilakukan dengan menggunakan DDST (Denver Developmental Scrining Test). gizi. Semakin baik gizi seseorang semakin cepat akan memasuki masa pubertas . ketiak ) sampai kemampuan bereproduksi  Cepat lambat seseorang anak memasuki masa pubertas dipengaruhi bangsa iklim. tumbuhnya rambut dipubis. Masa pubertas  Merupakan masa peralihan antara masa kanak – kanak dengan masa dewasa  Masa pubertas ditandai dengan munculnya tanda – tanda kelamin sekunder ( pembesaran payudara. sehingga bisa diketahui atau dinilai perkembangannya anak sesuai usianya c.

. Masa klimakterium  Masa klimakterium adalah suatu masa peralihan antara masa reproduksi dengan masa senium ( paska menopause )  Pada masa ini ibu mengalami perubahan – perubahan tertentu yakni timbulnya gangguan yang bersifat ringan sampai gangguan yang bersifat berat seprti timbulnya rasa panas pada wajah. Bidan dapat melakukan skrining terhadap ibu hamil yang mempunyai resiko. berkeringat  Kadang kala masa ini seseorang wanita membutuhkan bidan atau tenaga kesehatan untuk membantu mengurangi keluhan – keluhan yang dirasakannya. Pada saat ini bidan melakukan pemeriksaan terhadap ibu. Bentuk skrining pada masa ini bisa diawali saat ibu melakukan kunjungan antenatal care. Masa reproduksi Masa reproduksi merupakan masa terpenting masa biasanya. Pada masa ini seseorang wanita telah mampu mencetak generasi baru dengan hamil melahirkan dan menyusui. uterus mengecil.d. e. dari hasil pemeriksaan dapat diperoleh hasil yang akan ditentukan keadaan ibu dan janin. wanita memasuki masa ini selama 33 tahun. jantung berdebar.

Bidan mempunyai tugas pada setiap masa.2 Deteksi Dini 1. Pubertas 4. Bayi . Senium . 2. Monopause. Klimakterium. Deteksi dini pada ibu hamil 2.10.Wanita sepanjang daur kehidupannya dapat dilihat pada bagan berikut : KLIMAKTERIUM M REPRODUKSI HAMIL BAYI PUBERTAS MASA KANAK-KANAK Pada bagan diatas tampak jelas apabila terjadi sesuatu pada suatu masa akan mempengaruhi masa yang lain. balita 3.

Anak letargis atau tidak sadar 2.11. tidak terputus . MELAKUKAN MONITORING DAN EVALUASI KEGIATAN PELAYANAN KEBIDANAN DI KOMUNITAS a. Kohort ibu dan balita 1. Unggul karena dapat menilai Komparabilitas antara proses pre dan post 4. Periksalah tanda bahaya anak pada semua anak sakit. Anak tidak bisa minum atau menetek 2. Ada keseragaman observasi dari waktu ke waktu. 3. Tanda bahaya umum adalah : 1.10. Kohort berasal darri kata cohort yang berarti suatu proses pengamatanprospektif. Mempelajari dianimika korelasi antara suatu subjek dengan objek melalui pendekatan longitudinal kedepan atau prospektif. survey prospektif terhadap suatu subjek ataupun objek 2. Anak memuntahkan semuanya 3. Anak kejang 4.2.3 Manajemen Terpadu Balita Sakit ( MTBS ) Memeriksa Tanda Bahaya Umum Anak dengan tanda bahaya umum mempunyai masalah serius dan sebagian besar perlu dirujuk SEGERA.

5. 8.12. 1. Pencatatan Jenis data Pengumpulan data pengelolaan dan merupakan kegiatan pokok PWS KIA Jenis data : 1. serta keadaan atau resiko yang dipunyai ibu. jika ada subjek DO bisa dilihat kohort : diisi oleh tenaga kesehatan. Data sasaran : a. Register kohort ibu Register kohort ibu merupakan sumber data pelayanan ibu hamil dan ibu bersalin. 6. Register kohort bayi merupakan sumber data pelayanan kesehatan bayi termasuk neonatal 2. ada keseragaman observasi dari waktu ke waktu keterbatasan : perlu waktu cermat. . 2. sarana dan ketelitian pengelolaan 7. diisi oleh kader 1. PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEBIDANAN KOMUNITAS A. Jumlah seluruh ibu hamil.

maka perkiraan jumlah sasaran dihitung menurut rumus. Jumlah ibu bersalin yang ditolong tenaga kesehatan g. Bayi 2. Jumlah ibu berusia kurang dari 1 bulan yang dilayanan tenaga kesehatan minimal 2 kali 2. Jumlah ibu hamil risiko yang dirujuk masyarakat d. Jumlah ibu nifas yang dilayani tenaga kesehatan f. Jumlah K1 b. Ibu nifas e. Register kohort ibu dan bayi b. Jumlah K4 c. Bayi umur < 1 bulan (neonatal ) d.b. Ibu bersalin c. Jumlah ibu hamil risiko yang ditangani tenaga kesehatan e. Bila angka tersebut tak tersedia. Data pelayanan : a. Sumber Data Data sasaran sebaiknya berasal dari pendataan setempat. atau diragukan. Data pelayanan umumnya berasal dari : a. Laporan persalinan yang ditolong tenaga kesehatan dukun bayi .

Data dari tingkat puskesmas dikumpulan – diolah. Format 1 a rekapitulasi cakupan (indikator PWS KIA ) dari tiap desa. Provinsi membuat rekapitulasi laporan kabupaten / kota dalam format 3. Dinas kabupaten / kota membuat rekapitulasi laporan puskesmas (format 1) dengan menggunakan format 2 untuk dikirimkan ke provinsi paling lambat tgl 15 bulan berikutnya d. hasilnya dimasukkan ke Format 1 b. juga berfungsi sebagai laporan yang dikirim ke dinas kabupaten / kota ( dikirim paling lambat tgl 10 / bulan ) c. Laporan dari dokter atau bidan praktek swasta d.c. dikirimkan ke pusat setiap 3 bulan. paling lambat setelah triwulan tersebut berakhir . Pelaporan a. Laporan dari fasilitas pelayanan selain puskesmas yang berada diwilayah puskesmas 3.

BAB III PELAKSANAAN PRAKTEK KEBIDANAN KOMUNITAS 3. Untuk mengetahui lebih jelas sarana kesehatan. Orientasi Orientasi adalah melihat atau meninjau langsung secara umum situasi daerah sebagai objek yang akan dibina. Untuk mengetahui lebih jelas letak perumahan penduduk yang akan dibina 4. Pada tanggal tanggal 10 januari 2011 diadakan pertemuan dalam rangka perkenalan antara mahasiswi.I.Camat.Adapun maksud dan tujuan dari orientasi ini adalah: 1. Untuk mengetahui situasi dan kondisi daerah tersebut 2. Untuk menciptakan hubungan yang baik antara penulis dengan keluarga yang akan dibina 6.Pemuka .Kepala Dusun. Untuk mempermudah pembagian KK dalam rangka pengumpulan data 5. Untuk mengetahui prioritas masalah di Desa Tandem Hilir I pada umumnya dan keluarga binaan pada khususnya 7.Kepala Desa.sarana pendidikan dan sarana tempat beribadah 3.

2.dan Pihak Puskesmas. : : : : : : .Induk Semang. Data Geografi Kepala Dusun Dusun Jumlah KK Jumlah Penduduk Luas Wilayah Luas Permukiman Luas Lahan Pertanian : Batas Dusun III Desa Tandem Hilir I Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Langkat: 1. Sebelah selatan berbatasan dengan dusun III Desa Hamparan Perak Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang dan Desa kelambir Kecamatan Hamparan Perak kabupaten Deli Serdang.Masyarakat.Tokoh Agama. Sebelah utara berbatasan dengan Dusun III Desa Tandem Hilir I Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Langkat.Disini penulis mendapat gambaran dan penjelasan tentang daerah tersebut yakni data geografis dan data demografi Desa Tandem Hilir I Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Langkat.

. Mayoritas penduduk dusun III Desa Tandem Hilir I Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Langkat Adalah suku Melayu. Sebelah Timur berbatasan dengan V dan VII Desa Hamparan Perak kecamatan Hamparan Perak kabupaten Deli Serdang. Mayoritas penduduk Dusun III Desa Tandem Hilir I Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Langkat baragama islam. Keadaan tanah : DATA DEMOGRAFI 1. Mayoritas penduduk dusun III Desa Tandem Hilir I Kecamatan Hamparan PerakKabupaten Langkat adalah wiraswasta dan petani b. Suku: a. Sebelah Barat berbatasan dengan desa klambir Kecamatan hamparan Perak kabupaten Deli Serdang. 3. 4. Manoritas penduduk dusun III Desa Tandem Hilir I Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Langkat adalah nelayan.3. Agama: a. 2. Mata pencarian : a.

b. Sarana Kesehatan : Posyandu 6. SMA sederajat : : . TK b. SD : : : : c. Minoritas penduduk Dusun III Desa Tandem Hilir I Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Langkat adalah cina 4. Sarana Pendidikan a. Sarana Agama Jumlah Masjid : Mushola Gereja : : : 5. SMP sederajat d.

keluarga. 5.dan masyarakat. . 2. Untuk mencari solusi adri masalah yang ditemukan dalam dusun.3. 4. Untuk menciptakan komunikasi yang baik terhadap masyarakat Dusun I Desa Hamparan Perak Kecamatan Hamparan Perak. 3. Untuk mengetahui prioritas masalah dalam dusun.adapun Tujuan pengumpulan data adalah : 1. Untuk memperoleh data yang nyata dari dusun. 6.2 Pengumpulan Data Pengumpulan data adalah kegiatn yang dilakukan untuk mengumpulkan data. Untuk Menerapakan dan mengembangkan ilmu yang telah didapat di Akademi Kebidanan Sehat Medan. Untuk menyiptakan hubungan baik antara penulis dendan individu.

3. Keterangan tabel:dari tabel diatas mayoritas kebiasaan berobat penduduk ke bidan sebanyak: Tabel Distribusi Penduduk Berdasarkan Usia No 1.81 100 Keterangan Tabel:Dari table diatas mayoritas penduduk adalah berusia 20-35 tahun dengan jumlah 570 jiwa dengan prensentase teratur (28.17 0.46 6. 7. 4.047 % 2.07 100% Perempuan jumlah 32 90 153 126 283 229 63 976 % 3. 4.11 9.45 100 Frekuensi 63 189 320 252 570 471 158 2023 % 3.18 23.04 27.68 12.34 100% . Usia 0-1 tahun 1-5 tahun 6-12 tahun 13-19 tahun 20-35 tahun 36-55 tahun >55 tahun Total Laki-Laki Jumlah 31 99 167 126 287 242 95 1. Islam Khatolik Protestan Hindu Budha Total Agama Jumlah 579 1 2 582 % 99.91 28.23 15.28 7.46 15. 2.28 9. 2.46 28.4 Pengolahan Data Setelah dilakukan pengumpulan data kemudian penulis melakukan pengolahan data dengan hasil berikut : 1. Tabel Distribusi Penduduk Berdasarkan Agama No 1.82 12.95 12.18%) 2. 3.99 23.48 0.4 23.96 9.34 15. 5.3. 5. 6.11 9.

66%) .Keterangan Tabel:Dari table di atas pada umumnya penduduk adalah beragama Islam dengan jumlah 579 dengan presentase (99.62 6. 8.48%) 3. 7. Bayi Balita Usia sekolah Usia remaja Wanita usia subur Ibu hamilI Ibu nifas Pasangan Usia Subur Monopouse Jenis Jumlah 32 90 153 126 13 12 6 270 211 63 Total 976 % 3.22 15. 3.45 100 10. 2. 5. 6. Tabel Distribusi Wanita Semasa Kehidupan No 1.61 27. Lansia Keterangan Tabel:Dari table di atas mayoritas wanita semasa kehidupan adalah PUS dengan jumlah 270 dengan presentase sebesar (27.68 12.28 9.66 21.23 0. 4.33 1.91 1. 9.

6. Tabel Distribusi Penduduk Berdasarkan Pendidikan No 1. 4. 3.40%) .40 23. 7. Tabel Distribusi Penduduk Berdasarkan Suku No Suku 1. 7.4.54 0. Pendidikan Belum sekolah Tidak sekolah TK SD SLTP SLTA Perguruan tinggi Total Jumlah 246 78 68 615 476 512 28 2023 % 12. 5. 6. 5. 2.16 3.52 25.17 100% Keterangan Tabel:Dari table diatas mayoritas penduduk adalah Suku Jawa sebanyak 567 dengan presentase sebesar(97.85 3. 8. 2.42%) 5.36 30.85 1.42 0.38 100% Keterangan Tabel:Dengan table di atas mayoritas distribusi penduduk berdasarkan tingkat pendidikan SD sebanyak 615 dengan presentase (30.30 1. 3. Jawa Melayu Batak Padang Aceh Nias Banjar Cina India Total Jumlah 567 5 9 1 582 % 97. 9. 4.

3.55 55.36%) 7.KULIAH) Pensiunan Belum Bekerja Pekerjaan Jumlah 548 252 610 6 24 1440 38. 4. 5. 2.56 0.34 2. Total IRT Belum Sekolah Pelajar (SD.20 100 Keterangan tabel: Dari table diatas mayoritas distribusi penduduk berdasarkan pekerjaan Wiraswasta sebanyak 326 jiwa dengan presentase sebesar (55.05%) .36 0.5 42. 4.05 17.SMA. 3. Tabel Distribusi Penduduk Yang Tidak Bekerja No 1.SMP.42 1. 2.35 11. Petani Nelayan Pedagang Wiraswasta PNS Total Pekerjaan Jumlah 180 2 15 326 66 589 % 30. Tabel Distribusi Penduduk Berdasarkan Pekerjaan No 1. 5.6.67 100 % Keterangan Tabel:Dari tabel diatas mayoritas distribusi penduduk yang tidak bekerja sebanyak 548 jiwa dengan presentase sebesar (38.

2. 3. 0-1 tahun 1-5 tahun 6-12 tahun 13-19 tahun 20-35 tahun 36-55 tahun >55 tahun Total Hipotensi DLL 2 3 5 2 3 5 40 60 100 Frekuensi % Keterangan Tabel: Dari table diatas mayoritas didestribusikan berdasarkan jumlah kematian penduduk berusia >55 tahun sebanyak 3 jiwa dengan presentase(60%) .09 10.8. 4.62 12.50 12. Tabel Distribusi Berdasarkan Status Kesehatan No Usia Demam 1. 2. 7.09%) 9. 6. 5. 7. 3.82 11. Tabel Distribusi Penduduk Dengan Jumlah Kematian No Usia Penyebab Kematian Hipertensi Asma 1. 4.67 100% Frekuensi % Total Keterangan Tabel:Dari tabel diatas mayoritas distribusi berdasarkan status kesehatan berusia 3655 sebanyak 31 jiwa dengan presentase (30. 5.62 30. 0-1 tahun 1-5 tahun 6-12 tahun 13-19 tahun 20-35 tahun 36-55 tahun >55 tahun 3 5 7 2 5 4 1 28 1 22 1 Penyakit GE Batuk 3 3 5 3 3 5 4 5 7 4 22 10 52 DLL 6 12 17 13 13 31 11 103 5. 6.65 16.

10. 3.Pemberian Imunisasi TT & Fe Perolehan Masa Kunjungan Ibu Hamil Tidak Lanjut Kunjunga n <4 >4 TT I TT II Blm Tdk <9 0 90 > 9 0 Trimester I Trimester II Trimester II Total 7 2 3 7 2 3 12 2 2 4 1 1 7 7 7 2 3 12 7 1 8 2 2 4 7 2 3 12 Total Imunisasi Tidak Imunisasi Total Tablet Fe Blm Dpt Total Keterangan Tabel: Dari table di atas mayoritas distribusi pemberian imunisasi TT &Fe sebanyak 7 jiwa .Tabel Distribusi Jumlah Kunjungan Bumil.33 16. Penolong Persalinan Tenaga kesehatan Tidak teratur Total Jumlah 12 12 100 100% % Keterangan Tabel:Dari tabel diatas mayoritas distribusi pertolongan persalinan sebanyak 12 jiwa dengan presentase (100%) 12.33%) 11.66 25 100% Total Keterangan Tabel:Dari tabel diatas mayoritas distribusi usia ibu hamil TI(<12 minggu) dengan jumlah 7 jiwa dengan presentase(58. 2. Usia Ibu Hamil T I (<12 minggu) T II (13-28 Minggu) T III (>28 minggu) Jumlah 7 2 3 12 % 58. 2. Tabel Distribusi Usia Hamil No 1. Tabel Distribusi Rencana Pertolongan Persalinan No 1.

66 100% % Ada Keluhan Jumlah % Keterangan Tabel:Dari table di atas mayoritas distribusi Riwayat Post Partum 6 mmg setelah persalinan sebanyak 4 jiwa dengan presentase(66.66 16. 3. Tabel Distribusi Persalinan Berdasarkan Penolong No Penolong Persalinan 1. 4. 2. 6-8 Jam 6 hari setelah post partum 2 mgg setelah persalinan 6 mgg setelah persalinan Total 1 1 4 6 16.66) . 3. Bidan Dokter Dukun Dukun Terlatih Total Rumah Sakit - Klinik Rumah Jumlah % 6 6 - 6 6 100 100% Keterangan Tabel:Dari table di atas mayoritas distribusi berdasarkan penolong dengan Bidan sebanyak 6 jiwa dengan presentase (100%) 14.13. 4. 2. Tabel Distribusi Riwayat Ibu Post Partum No Periode Kunjungan Tidak Ada Keluhan Jumlah 1.66 66.

90 15. Tabel Distribusi Frekuensi Pemberian ASI ( 0-2 Tahun ) No 1. 4. 5.36 13. 7. Tabel Pemberian ASI Ekslusif ( 0-6 Bulan ) No 1.66) 16. Tabel Distribusi Rencana Ibu Post Partum dengan / tanpa ALKON No Jenis KB Lama 1.66 100% Keterangan Tabel:Dari table di atas mayoritas distribusi dengan tanpa ALKON pil sebanyak 4 dengan presentase(66.33 66. 3.09 100% Total . Ya Tidak ASI Ekslusif Jumlah 45 8 53 % 84. 4.63 100% Total Keterangan Tabel:Dari table di atas mayoritas distribusi pemberian ASI dengan bayi menangis sebanyak 33 jiwa dengan persentase (50%) 17. Frekuensi Menyusui Bayi Menangis 2 Jam 3 Jam >3 Jam Jumlah 33 24 9 66 % 50 36. Suntik Pil Implan AKDR Kondom Sistem Kalender Tidak Ikut KB Total Jumlah 2 4 6 % 33. 6. 2. 2. 2.15. 3.

Tabel Distribusi PUS Akseptor KB No 1. Tabel Distribusi Perawatan Payudara Ibu Yang Menyusui ( 0-2 Tahun ) No 1. 2. 6.03 100% Keterangan Tabel:Dari table diatas diperoleh mayoritas distribusi PUS akseptor KB sebanyak 224 dengan presentase(82. 3.12 0.Keterangan Tabel:Dari tabel diatas diperoleh mayoritas distribusi Pemberian ASI sebanyak 45 jiwa dengan presentase (84. Pil Suntik MOW Implant AKDR Kondom Alami Total Jenis Jumlah 112 79 1 9 7 2 14 224 % 50 34. 5.96 17. Tabel Distribusi Jenis Kontarsepsi Yang digunakan PUS No 1. Ya Tidak Total PUS Jumlah 224 46 270 % 82.39 10. Perawatan Payudara Mengerti Tidak Mengerti Total Jumlah 59 7 66 % 89. 7.44 4.96%) 20.82 0. 4.89 6.60 100% Keterangan Tablet:Dari table diatas diperoleh mayoritas distribusi Mengerti perawatan payudara sebanyak 59 jiwa dengan presentase (89. 2.39%) 19.90%) 18. 2.25 100% .01 3.

52 2. Anak Kurang Pernah Gagal Kenaikan Berat Badan Takut Sulit mendapatkan anak DlLL Total 7 6 18 11 3 1 46 15. Dapat Belum Dapat <2 bulan Tidak Dapat 2 bulan Total Imunisasi BCG Jumlah 61 2 63 % 96.13%) 22. Tabel Distribusi Alasan PUS Tidak Menjadi Akseptor KB No Alasan Tidak Menjadi Akseptor 1.21 13. Tabel Distribusi Imunisasi BCG No 1. 6. 2.91 6.82 3.1. 3.17 100 Jumlah % Keterangan Tabel:Dari table di atas mayoritas distribusi Tidak menjadi akseptor KB dengan kenaikan Berat Badan sebanyak 18 dengan presentase (39. 5.82%) .Keterangan Tabel: Dari table diatas mayoritas distribusi kontrasepsi pil yang digunakan oleh PUS sebanyak 112 dengan presentase (50%) 21. Tabel Distribusi Imunisasi Pada Bayi ( 0-12 bulan ) 22. 2. 3.17 100% Keterangan Tabel: Dari tabel di atas mayoritas distribusi Imunisasi BCG sebanyak 61 jiwa dengan presentase (96. 4.13 23.04 39.

17 % Tidak Dapat 63 63 100 100 % Jumlah % Keterangan Tabel: Dari table di atas mayoritas distribusi Imunisasi DPT sebanyak 61 jiwa dengan presentase (96.22. DPT I DPT II DPT III Total 61 61 96. Tabel Distribusi Imunisasi Polio No Imunisasi Dapat Polio % Belum Dapat % Tidak Dapat % Jumlah % 1.82 96.83 100 Keterangan Tabel:Dari table di atas mayoritas distribusi Imunisasi Polio sebanyak 61 jiwa dengan presentase (96. 4. Polio I Polio II Polio III Polio IV Total 61 61 96. 3. 2.17 - - - 2 61 63 3. Tabel Distribusi Imunisasi DPT No Imunisasi Dapat DPT 1.82 - 2 2 3.3.82 %) . 2.82 % Belum Dapat 2 2 3. 3.17 3.17 96.82%) 22.2.

12 Dapat % Belum Dapat 10 15.3 >12. 22. Hepatitis I Hepatitis II Hepatitis III Total 63 63 100 Dapat % Belum Dapat % Tidak Dapat 63 63 100 100 % Jumlah % Keterangan Tabel: Dari table diatas Mayoritas distribusi Imunisasi Hepatitis sebanyak 63 jiwa dengan presentase (100%) CATATAN : Pada tahun 2007 Imunisasi DPT dan Hepatitis B sudah dikombinasi.1-12. Tabel Distribusi Imunisasi Campak No Imunisasi Campak 1. Tabel Distribusi Berat Badan Pada Bayi Usia ( 0-12 Bulan ) No 1. 3.22. 2.5. <7 7. 3.4 Total Berat Badan (kg) Kategori Gizi Kurang Gizi Sedang Gizi Baik Obesitas Jumlah 3 60 63 % - Keterangan Tabel:Dari table diatas mayoritas distribusi Berat badan 8.1-8 8. 2. 4. Tabel Distribusi Imunisasi Hepatitis No Imunisasi Hepatitis B 1.3 sebanyak 60 .1-12.4.12%) 23.87 % Tidak Dapat 63 63 100 100 % Jumlah % Keterngan Tabel:Dari table diatas mayoritas distribusi Imunisasi Campak sebanyak 53 dengan presentase (84. Imunisasi Campak Total 53 53 84.12 84.

Polio I Polio II Polio III Polio IV Total 189 189 100 100 189 189 100 100 % Jumlah % Keterangan Tabel: Dari tabel di atas mayoritas distribusi Imunisasi Polio sebanyak 189 dengan presentase (100%) 24. 2. Tabel Distribusi Imunisasi DPT No Imunisasi DPT Dapat % Tidak Dapat 1. 2.1. Tabel Distribusi Imunisasi Polio No Imunisasi Polio Dapat % Tidak Dapat 1.3. 3. 2. 3.2. Imunisasi BCG Dapat Belum Dapat <2 bulan Total Jumlah 189 189 % 100 - Keterangan Tabel: Dari table diatas mayoritas distribusi Imunisasi pada anak balita sebanyak 189 jiwa dengan presentase (100%) 24. 4.24. Tabel Distribusi Imunisasi Pada Anak Balita (1-5 Tahun) 24. Tabel Distribusi Imunisasi BCG No 1. DPT I DPT II DPT II Total 189 189 100 100 189 189 100 100 % Jumlah % Keterangan Tabel:Dari tabel presentase (100%) mayoritas distribusi Imunisasi DPT sebanyak 189 dengan .

Tabel Distribusi Imunisasi Hepatitis No Imunisasi Hepatitis B 1.2 >23. Hepatitis I Hepatitis II Hepatitis III Total 189 189 100 189 189 100 100 Dapat % Tidak Dapat % Jumlah % Keterangan Tabel:Dari tabel diatas mayoritas distribusi Imunisasi Hepatitis sebanyak 189 dengan presentase (100%) CATATAN : Pada tahun 2007 Imunisasi DPT dan Hepatitis B sudah dikombinasikan.2 sebanyak 185 dengan presentase ( 97.2 14. 4. Tabel Distribusi Berat Badan Pada Balita ( 1-5 Tahun ) No Berat Badan (kg) 1.12 97. 23.3-23.3 Total Gizi Kurang Gizi Sedang Gizi Baik Obesitas 4 185 189 2. Tabel Distribusi Imunisasi Campak No Imunisasi Campak 1. 2.88 100 Kategori Jumlah % Keterangan Tabel: Dari tabel di atas mayoritas distribusi Berat Badan Balita 14. 3. 3.3-23.1 12.5.24. 2.2-14. Imunisasi Campak Total 189 189 Dapat % Tidak % Dapat 189 189 100 100 Jumlah % Keterangan Tabel:Dari tabel diatas mayoritas distribusi Imunisasi campak sebanyak (100%) 25.88%) .4. <12.

Imunisasi BCG Dapat Tidak Dapat Total Jumlah 320 320 % 100 100 Keterangan Tabel:Dari tabel di atas mayoritas distribusi Riwayat Imunisasi BCG sebanyak 320 dengan presentase (100%) 26. 2.1. 3. Tabel Distribusi Riwayat Imunisasi BCG No 1. 3. Tabel Distribusi Riwayat Imunisasi DPT No Imunisasi DPT 1. 2.2. 2.26. Tabel Distribusi Riwayat Imunisasi Pada Anak Usia Sekolah 26. Polio I Polio II Polio II Polio IV Total 320 320 100 Dapat % Tidak Dapat 320 100 100 % Jumlah % Keterangan Tabel: Dari tabel di atas mayoritas distribusi Riwayat Imunisasi Polio sebanyak 320 jiwa dengan presentase (100%) 26. Tabel Distribusi Riwayat Imunisasi Polio No Imunisasi Polio 1.3. 4. DPT I DPT II DPT III Total 320 320 100 Dapat % Tidak Dapat 320 320 100 100 % Jumlah % Keterangan Tabel: Dari tabel di atas mayoritas distibusi Riwayat Imunisasi DPT 320 jiwa dengan presentase (100%) .

Tabel Distribusi Siklus Haid No 1. Imunisasi Campak Total 320 320 100 100 320 320 100 100 % Jumlah % Keterangan Tabel:Dari tabel di atas mayoritas distribusi Riwayat Imunisasi Campak sebanyak 320 dengan presentase (100%) 27. 3. Tabel Distribusi Riwayat Imunisasi Campak No Imunisasi Campak Dapat % Tidak Dapat 1. Tabel Distribusi Riwayat Imunisasi Hepatitis No Imunisasi Hepatitis B 1. Hepatitis I Hepatitis II Hepatitis III Total 320 320 100 100 Dapat % Tidak Dapat 320 320 100 100 % Jumlah % Keterangan Tabel:Dari tabel di atas mayoritas distribusi Imunisasi Hepatitis sebanyak 320 jiwa dengan presentase (100%) CATATAN : Pada tahun 2007 Imunisasi DPT dan Hepatitis B sudah dikombinasi.5.96 100% .4. 26. Distribusi Kelainan atau Penyakit yang Mungkin Diderita Anak saat ini ( Tidak Ada ) 28.26. 2. Teratur Tidak Teratur Total Siklus Jumlah 121 5 126 % 96’04 3. 2.

Keterangan Tabel:Dari tabel diatas mayoritas distribusi siklus haid sebanyak 121 jiwa dengan presentase (100%) 29. Tingkat Pengetahuan Tahu Kurang Tahu Tidak Tahu Total Jumlah 57 58 11 126 % 45.20%) 30. Tabel Distribusi Pengetahuan Remaja Wanita Tentang PMS No 1.47 45.23 14. Tingkat Pengetahuan Tahu Kurang Tahu Tidak Tahu Total Jumlah 51 57 18 126 % 40. Tabel Distribusi Pengetahuan Remaja Wanita Tentang Kesehatan Reproduksi No 1. 3. 2. 3. Tabel Distribusi Pengetahuan Remaja Wanita Tentang Narkoba No 1. 3.73 100% Keterangan Tabel: Dari tabel diatas mayoritas distruibusi kurang tahu Remaja putri sebanyak 62 dengan presentase (49.73 100% Keterangan Tabel: Dari tabel diatas mayoritas distruibusi kurang tahu Remaja wanita tentang narkoba 58 jiwa dengan presentase (46%) 31. Tingkat Pengetahuan Tahu Kurang Tahu Tidak Tahu Total Jumlah 53 62 11 126 % 42.03 8.20 8.06 49.23 46. 2.28 100% Keterangan Tabel: Dari tabel diatas mayoritas distruibusi kurang tahu Remaja wanita tentang PMS 57 jiwa dengan presentase (45. 2.23%) .

95 57. 45-50 tahun 51-60 tahun 61-65 tahun >65 tahun Total 120 5 125 Frekuensi Siklus Haid % 96 4 100 Tidak 32 62 35 20 149 % 21.14 50. Tabel Distribusi Menstruasi Ibu Masa Klimakterium dan Menopause No Siklus Ya 1.61 23.85 100% Keterangan Tabel:Dari tabel di atas mayoritas distribusi kegiatan jaringan social dengan wirit.48 13.47 24. 4.47%) 33. 4. Tabel Distribusi Kegiatan Jaringan Sosial No 1. 3. 2. Jenis Mediator Petugas Kesehatan Koran/Majalah Radio Televisi Internet Total Jumlah 250 323 582 % 42. 3.85) 34.Remaja mesjid Tabulin Dana Sehat Total Keadaan Rumah Jumlah 286 296 582 % 49.47 41.04 100% . 2.45 12.remaja mesjid sebanyak 296 jiwa dengan presentase (50. 2.29 100% Jumlah % Keterangan Tabel: Dari tabel diatas mayoritas distribusi Menstruasi Ibu masa klimakterium dan menopause dengan usia 45-50 sebanyak 152 dengan presentase (55. Tabel Distribusi Media Informasi Kesehatan No 1.32. 5.42 100% 152 67 35 20 274 55. 4. Arisan Ambulance Desa Wirit. 3.77 7. 5.

3. 5.15 18.54 100% Keterangan tabel:Dari tabel diatas mayoritas distribusi fasilitas kesehatan rumah sakit yang digunakan adalah 374 jiwa dengan presentasi (53.42 5. 3.69 36.95%) .95 7. 4.04%) 35. Tabel Distribusi Kegiatan Berobat No 1.69%) 36. 4.06 18.72 1. 2. 5.38 6.Keterangan Tabel:Dari tabel diatas mayoritas distribusi Media informasi kesehatan dengan Televisi 323 jiwa dengan presentasi (57.01 2. Kebiasaan Berobat Dokter Swasta Dokter Umum Perawat Bidan Dukun Total Jumlah 231 212 30 109 582 % 39.72 100% Keterangan Tabel: Dari tabel diatas mayoritas distribusi kegiatan berobat dengan Dokter swasta sebanyak 231 dengan presentase (39. Rumah Sakit Puskesmas Polindes Posyandu Praktek Swasta Tidak ada Total Jumlah 374 43 35 12 109 9 582 % 53. 6.Tabel Distribusi fasilitas Kesehatan Yang Digunakan Di Dusun III Desa Tandem Hilir I Tabel Distribusi Fasilitas Kesehatan Yang Digunakan No Fasilitas Kesehatan 1. 2.

2.51%) 38. Tabel Distribusi Status Gizi Berdasarkan Makanan Pokok Dusun III Desa Tandem Hilir I No Makanan Pokok 1 1. Kurang dari 3 km Lebih dari 3 km Total 521 61 582 89. 2. Nasi Jagung Ubi Total Frekuensi 2 3 582 582 582 582 100 100% Jumlah % Keterangan tabel:Dari tabel diatas pada umumnya status gizi berdasarkan makanan pokok adalah 582 jiwa dengan presentasi (100%) . 3.48 100% Jumlah % Keterangan tabel:Dari tabel diatas mayoritas jarak rumah dengan fasilitas kesehatan kurang dari 3 km sebanyak 521 jiwa dengan presentasi (89.51 10. Tabel Distribusi Jarak Rumah Dengan Fasilitas Kesehatan Di Dusun III Desa Tandem Hilir I No Jarak Rumah Dengan Fasilitas Kesehatan 1.37.

Menu Nasi. Tabel Distribusi Menu Dusun III Desa Tadem Hilir I No 1.lauk pauk.lauk pauk.39.sayur.89 100% Keterangan tabel:Dari tabel diatas mayoritas penduduk mengerti memilih sayuran yang baik sebanyak 571 jiwa dengan presentasi (98. 2.03 98.susu. Pemilihan Sayur Yang Baik Mengerti Tidak Mengerti Total Jumlah 571 11 582 % 98.lauk pauk.buah Nasi.lauk pauk Total Jumlah 6 576 582 % 1.10 1. Tabel Distribusi Pemilihan Sayur Yang Baik Di Dusun III Desa Tadem Hilir No 1.96%) 40. 3.10%) .sayur.buah Nasi. 2.sayur Nasi. 4.96 100% Keteranagn tabel:Dari keterangan diatas mayoritas distribusi menu adalah 576 jiwa dengan presentasi (98.

76 100% Keterangan tabel. Ada KMS Tanpa KMS Total KMS Jumlah 240 12 252 % 95.32 4.daging Tempe.41. Tabel Distribusi Jenis Protein Dusun III Desa Tadem Hilir I No Siklus Frekuensi 1x mgg 2x mgg 3x mgg 4x mgg 1.ikan. Pengolahan Sayur Mengerti Tidak Mengerti Total Jumlah 563 19 582 % 96.73%) 42.tahu Total 582 582 Stp Hari 528 528 100 100% Jumlah % Keteragan Tabel:Dari tabel diatas mayoritas jenis protein adalah telur.32%) .ikan. Telur. 2.Dari tabel diatas distribusi bayi/balita yang memiliki KMS sebanyak 240 jiwa dengan presentasi (95. 2. 2. Tabel Distribusi Bayi Atau Balita Yang Memiliki KMS Di Dusun III Desa Tadem Hilir I No 1.73 3. Tabel Distribusi Jenis Pengolahan Sayur Dusun III Desa Tadem Hilir I No 1.daging berjumlah 582 dengan presentasi (100%) 43.26 100% Keterangan tabel:dari tabel diatas mayoritas penduduk tidak mengerti tentang pengolahan sayur dengan jumlah 563 jiwa dengan presentasi (96.

2.23%) .42%) 45. Ada Tidak Total PMT Jumlah 199 199 % 100% 100% Keteranagn tabel:Dari tabel diatas mayoritas bayi dan balita yang t5idak berkunjung ke posyandu sebanyak 199 jiwa dengan presentasi (100%) 46.44.Tabel Distribusi Status Kesehatan Bayi Atau Balita Dusun III Desa Tadem Hilir I No 1. 3.23 4.42 3.52 100% Keterangan tabel:Dari tabel diatas mayoritas status gizi bayi/balita baik sebanyak 243 dengan presentasi (96. 2. 2. Tabel Distribusi Bayi dan Balita Yang Berkunjung ke Posyandu No 1. Bayi/Balita Berkunjung Tidak Berkunjung Total Jumlah 240 12 252 % 95. Tabel Distribusi PMT 7 bulan-5 tahun Di Dusun III Tadem Hilir I No 1. Baik Sedang Kurang Total Status Kesehatan Jumlah 243 9 252 % 96.76 100% Keterangan Tabel: Dari table di atas mayoritas distribusi bayi dan balita yang berkunjung keposyandu sebanyak 240 jiwa dengan presentasi (95.

Puskesmas Praktek Swasta Malas Takut Total Alasan Jumlah 6 2 4 12 % 50 16. 4.47.3 100% Keterangan tabel:dari tabel diatas mayoritas alasan bayi dan balita tidak melakukan kunjungan keposyandu dengan puskesmas sebanyak 6 dengan presentasi (50%) . 3.66 33. 2. Tabel Distribusi aAlasan Bayi dan Balita Tidak Melakukan Kunjungan Keposyandu Dusun I Tandem Hilir I No 1.

Secara umum Salah satu kegiatan yang dilakukan.BAB 4 ASUHAN KEBIDANAN KOMUNITAS DALAM KONTEKS KELUARAGA DI DUSUN III TANDEM HILIR I Hamparan Perak 2012 Kegiatan pembinaan yang dilakukan penulis dengan dua cara: 1.penulis lebih mudah untuk melakukan kegitan selanjutnya.Menjelaskan tanda dan gejala-gejala menopause . Adapun pembinaan yang dilakukan penulis secara umum adalah: a. berupa Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) yang dilaksanakan dibelai desa tanggal 27 Maret 2012.Dengan adanya musyawarah masyarakat desa. Secara Khusus Implementasi du lakukan secara khusus dengan pembinaan pada setiap keluarga binaan yang dilakukan mulai tanggal 27 Maret 2012 sampai 30 12. 1.Memberikan penyuluhan tentang mamfaat KB .Menjelaskan cara mengatasi gejala-gejala menopose . Masalah Menopouse .Di dalam musyawarah desa tersebut di sajikan hasil dari pengelolahan data dan perioritas masalah kesehatan yang di temukan di Desa Tandem Hilir I.Memberikan penyuluhan tentang pengertian KB . Masalah KB Memberikan penyuluhan mengenai: .Memberikan penyuluhan tentang pentingnya KB .Memberikan penyuluhan tentang jadwal pemberian KB b.

Keadaan gizi keluarga Keadaan gizi keluarga cukup sehat dapat dilihat dari pertumbuhan anak . Keluarga Berencana Ibu belum pernah menjadi akseptor KB b.KELUARGA I Indentitas Keluarga 1 Nama Kepala Keluarga : Jenis kelamin Umur Agama Suku/Bangsa Pendidikan Pekerjaan Alamat : : : : : : : SUSUNAN KELUARGA NO Nama Umur Jenis Hubungan Keadaan Pekerjaan Anggota Kelamin keluarga fisik keluarga 1 2 3 4 Keadaan Kesehatan Keluarga a.

Data Subjektif .Keluhan . Perumusan Maslah Berdasarkan data dan analisa yang telah dilakukan maka didapat kesimpulan bahwa permasalahan yang muncul sebagian besar disebabkan karena kurangnya pengetahuan ibu tentang KB.Tanda Vital : Baik :Stabil : TD Temp RR Pols : Haid Siklus Lama :120/80 mmHg :37C :24X/i :80x/i :Teratur :28 hari : 7 hari . 1.Keadaan emosional . Riwayat Persalinan Persalinan anak pertama sampai dengan anak keempat ditolong oleh bidan dan tidak ada masalah. Data Objektif .Keadaan Umum . PENGKAJIAN a. Analisa Data Merupakan kesehatan yang ada dikeluarga ……disebabkan karena keterbatasan pengetahuan dari seluruh anggota kelurga..Masalah-masalah yang ditemukan dalam keluarga…….c.antara lain kurangnya pengetahuan ibu tentang KB.Ibu mengatakan tidak menggunakan KB dengan alas an Kakinya Ilmu-ilmu -Ibu mengatakan kurangnya pemahaman mengenai KB b.Ibu mengatakan usianya 28 tahun dengan 2 orang anak .

ANTISIPASI DAN DIAGNOSA MASALAH POTENSIAL Tidak ada IV. : Kurangnya pengetahuan ibu tentang KB : Penyuluhan tentang KB Menjelaskan kepada ibu tentang jenis KB Menjelaskan kepada ibu tentang jenis KB Menjelaskan kepada ibu tentang reaksi Menggunakan KB. Oleh karena itu. TINDAKAN SEGERA Tidak ada Perioritas Masalah Merupakan langkah selanjutnya setelah maslah telah ditemukan dan ditentukan keluarga bersama tenaga kesehatan. prioritas masalah didusun I ialah untuk menentukan tingkat permasalahan agar penyelesaian lebih terfokus dan sesuai sasaran serta harapan.. INTERPRESTASI DATA Diagnose Dasar Masalah Kebutuhan : ibu tidak Menggunakan KB : Ibu tidak menggunakan KB karena…. No Kriteria Perhitungan Skor Pembenaran 1 Sifat masalah 2/3 x 1 2/3 Kurangnya pengetahuan ibu tentang KB dan KB merupakan ancaman .Dismenore : Ada Darah :Merah II. III.

Jenis-jenis KB yang cocok atau yang sesuai dengan ibu 3. Total 3 1/3 V. Menjelaskan kepada ibu tentang mamfaat dan pentingnya menggunakan KB yang diadakan pada: Hari/tanggal : Tempat : Mamfaat dan petingnya menggunakan KB adalah: . VI.PERENCANAAN 1. PELAKSANAAN 1. Jelaskan kepada ibu tentang mamfaat dan pentingnya menggunakan KB 2. informasikan kepada ibu tentang adanya reaksi yang timbul terhadap penggunaan KB.2 Kemungkinan 1/2x2 masalah untuk dirubah Potensi masalah untuk dirubah 1 3 4 Penonjolan masalah kesehatan Dengan adanya penyuluhan tentang KB maka masalah ibu masih dapat dirubah menjadi akseptor KB Dengan adanya penyuluhan tentang KB maka masalah ibu dapat dirubah walaupun ibu belum pernah menjadi akseptor KB Ibu telah menyadari bahwa menggunakan KB adalah sangat penting.

Mencegah lepasnya sel telur dari indung telur wanita . Mengurangi angka kelahiran untuk menerapkan taraf hidup rakyat dan bangsa. AKDR AKDR adalah alat kontrasepsi yang dimasukkan keadaan rahim. 2. KB Susuk (IMPLAN) Susuk KB adalah kontrasepsi yang terdiri dari kapsul yang dimasukkan kebawah kulit lengan secara perlahan. KB Suntik Suntikan merupakan hormone yang disuntikkan kebokong setiap 3 bulan atau hormone estrogen yang disuntikkan setiap 1 bulan sekali. Memperbaiki kesehatan dan kesejahteraan ibu. C. KB Suntik Cara Kerja: . Menjelaskan jenis-jenis KB yang cocok atau sesuai dengan ibu A. 3.Mengentalkan lender-lender mulut rahim . KB Pil Cara kerja: .a.anak dan keluarga dan bangsa c. D. Menginformasikan kepada ibu tentang cara kerja penggunaan KB 1.Menekan ovulasi yang akan mencegah lepasnya sel telur dari indung telur .Menipiskan lapisan endometrium 2. KB Pil Pil KB adalah hormone yang mengandung esterogen dan progesterone saja diminum setiap atau selama 21/28 hari B. Untuk mencegah kehamilan b.Mengendalikan lender mulut rahim sehingga sel mani tidak dapat masuk kedalam rahim .

KB Susuk Cara kerja: . AKDR Cara Kerja: .Menghambat terjadinya ovulasi . Ibu sudah mengetahui jenis-jenis KB yang cocok atau sesuai dengan ibu 3.Mengurangi metabolism sperma agar tidak dapat membuahi telur .Mempertebal lender serviks .Mencegah telur yang telah dibuahi menempel dinding rahim VII. Ibu telah mengetahui tentang mamfaat dan pentingnya menggunakan KB 2..Menyebabkan endometrium tidak siap untuk nidasi . EVALUASI 1.Menipiskan endometrium 3. Ibu sudah mengetahui tentang adanya reaksi yang timbul terhadap pengguaan KB .Mencegah bertemunya sperma dengan sel telur .Menipiskan lapisan endometrium 4.

Anggota Keluarga NO Nama Umur Anggota Keluarga 1 2 65 thn 60 thn : :65 Tahun :Islam : : : Dusun III jln.Keluarga II Masalah Menopouse 1. Sayur Jenis Hubungan kelamin keluarga L P Suami Istri Keadaan fisik Pekerjaan Baik Baik IRT . Indentitas Keluarga Nama Kepala Keluarga Umur Agama Suku/bangsa Pekerjaan Alamat 2.

Data Subjektif -Ibu mengatakan haidnya telah berhenti 3 tahun yang lalu -Ibu mengatakan kaku pada persediaan -Ibu merasa cepat lelah -Ibu merasa susah tidur -Ibu merasa berkaringat pada malam hari -Mudah marah .PERIORITAS MASLAH NO Kriteria 1 2 Sifa Masalah Kemungkin an masalah untuk dirubah Potensi masalah untuku dirubah atau dikurangi Menonjoln ya masalah Total score Perhitun gan 2/3x1 2/2x2 Skor Pembenaran 2/3 2 Ibu mengatakan haidnya telah berhenti Ibu kurang mengerti tentang menopause 3 2/3x1 2/3 Dengan memberikan penyuluhan masalah pada ibu dan cara mengatasinya sehingga ibu berkeinginan untuk mengatasi masalahnnya Masalah tedak dirasakan ibu karena ibu merasa itu hal wajar 4 0/2x1 0 31/ 3 PENGKAJIAN data 1.

Data Objektif -Keadaan umum -Keadaan emosional -Tanda vital TD POLS RR Temp -Kepala -Wajah .5 C :Perubahan warna rambut :Sudah ada kerutan :Pengelihatan kabur :Terasa nyeri :Payudara turun : Vulva :-Mengering .ibu merasa cepat lelah dan kaku pada persediaan -Alat genetalia ibu merasa gatal dan kering -Mudah marah.Gatal II.susah tidur. INTERPRESTASI DATA Diagnosa Masalah : ibu menopause dengan usia 57 :. Kebutuhan : Penyuluhan tentang menopause.Genetalia : : : :130/90 Mmhg :80xi :24Xi :36.gejala dan perubahannya Serta cara mengatasi gejala menopause .Mata -Sendi -Dada .cepat lelah.2.

Kaku pada persediaan Keluhan ini umumnya timbul pada saat bangun tidur selain disebabkan oleh berkurangnya hormone yang diproduksi indung telur juga karena sendi-sendi menua. c.PELAKSANAAN 1.TINDAKAN SEGERA Tidak ada V.PERENCANAAN -Jelaskan kepada ibu tentang pengertian menopause -Jelaskan kepada ibu tentang gejala dan perubahan pada masa menopause -Jelaskan bagaimana cara mengetasi gejala pada menopause VI. Menjelaskan pada ibu dan perubahan pada masa menopause a. Cairan menurun Disebabkan menurunnya kadar hormone esterogen dan ada kaitannya dengan alat genetalia ibu mongering d.ANTISIPASI DIAGNOSA MASALAH POTENSIAL Tidak ada IV. Menjelaskan pada ibu tentang pengertian menopause adalah menopause masa berhentinya menstruasi yang lazim terjadi pada usia diatas 45 tahun 2. Susah tidur . Tulang rawan didalam persendian kering dan berkurangnya zat kapur karena penurunan penyerapan kalsium juga merupakan salah satu penyebabnya b. Cepat lelah Rasa lelah sering muncul bersamaan dengan depresi penyebab bias karena menurunya kadar hormone/ berkurangnya darah dan kemampuan fisik berkurang.III.

hal ini disebabkan ibu banyak pikiran.Disebabakan menurunya kadar hormone esterogen dan ibu merasa tidak nyaman. Menjelaskan kejiwaan Perubahan kejiwaan yang dialami seorang wanita menjelang menopause meliputi merasa tua. Rasa gatal dan kering pada kemaluan dapat diatasi dengan cara: -Datang(memeriksa diri ketenaga kesehatan) -Personal hygine . lemak bawah kulit berkurang. 4.tidak menarik lagi.kulit mudah terbakar sinar matahari dan menimbulkan pigmentasi dan menjadi hitam. Menjelaskan bagaimana cara mengatasi menopause a.sehingga kulit menjadi kendur.stress.dan depresi sehinggaibu susah tidur 3.Subsitusi hormonal .rasa tertekan sehingga jantung berdebar dan takut tidak memenuhi kebutuhan seksual suami b. Menjelaskan bagaimana cara mengatasi gejala dan perubahan pada masa menopause a. Perubahan fisik Pada perubahan fisik wanita mengalami perubahan kulit. Mudah lelah dapat diatasi dengan cara : -Mengkomsumsi makanan yang bernutrisi tinggi -Rajin berolahraga -Memeriksa diri ketenaga kesehatan b.

Gairah menurun dapat diatasi dengan cara: -psikoteraphy -Mengkomsumsi makanan bernutrisi tinggi -Datang (memeriksakan diri ketenaga kesehatan) e.Subsitusi hormonal -Datang (memeriksa diri ketenaga kesehatan) -Rajin berolahraga -Mengkomsumsi makanan bernutrisi tinggi d. Ibu bersedia dating memeriksakan diri tentang kesehatan .c. Nyeri sendi dapat diatasi dengan: -Subsitusional hormonal -Mengkomsumsi makanan yang bernutrisi tinggi -Minuman susu kalsium -Rajin olahraga VII. Susah tidur dapat diatasi dengan cara: . Ibu telah mengetahui tentang gejala dan perubahan pada masa Menopouse serta cara mengatasi gejala menopause 3. EVALUASI 1. Ibu telah mengerti tentang menopause 2.

. Diketahui bahwa penduduk Dusun III Desa Tandem Hilir I terdapat 2 (0-6 bulan) dengan imunisasi belum lengkap. Diketahui bahwa remaja putri di Dusun III Desa Tandem Hilir I 58 Orang kurang mengetahui tentang kesehatan reproduksi dan 11 orang tidak tahu tentang kesehatan reproduksi. d.Dusun III dari tanggal 19 Maret-7 April 2012 maka penulis mengambil kesimpulan dan saran sebagai berikut: a. a. e. Mayoritas penduduk Dusun III Desa Tandem Hilir I menggunakan KB Pil dan masih banyak penduduk yang kurang memahami mengenai KB.pernah gagal 6 orang. f. c.BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN Setelah penulis melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PBL) kesehatan masyarakat di Desa Tandem Hilir I Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Langkat. kenaikan Berat Badan 18 orang. b. Diketahui bahwa penduduk Dusun III Desa Tandem Hilir I terdapat 8 bayi (0-6 bulan) dengan riwayat yang tidak diberikan ASI Ekslusif. Diketahui bahwa penduduk Dusun III Desa Tandem Hilir I terdapat 6 ibu yang menyusui tidak tahu perawatan payudarah. Selain itu pasangan Usia Subur Non Akseptor KB dengan alas anak kurang sebanyak 7 orang. Kesimpulan Diketahui bahwa penduduk Dusun III Desa Tandem Hilir I terdapat ibu hamil dengan 7 orang trimester I dan 2 orang II dan 3 orang trimester III. Diharapkan agar ibu dan keluarga mau membawa bayinya kepuskesmas.7 orang ibu hamil trimester I yang belum imunisasi TT. 2. Diharapkan peran serta keluarga untuk dapat mendukung ibu hamil untuk ikut Imunisasi TT. takut 11 orang.posyandu untuk mendapatkan imunisasi. Saran 1. b.

Panduan Imunisasi. Diharapkan kepada keluarga agar tetap mempertahankan dan merumuskan upaya-upaya yang telah berhasil dilakukan bersama penulis. Diharapkan peran serta keluarga untuk dapat mendukung ibu hamil untuk melaksanakan perawatan payudarah dan putting susu 4. Jakarta : Buku Kedokteran EGC Depertemen Kesehatan RI.Ilmu Kebidanan Dan Kandungan Serta Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan.Solusi Promblem Wanita Dewasa:Jakarta.(1998). 8. Diharapkan agar keluarga mempunyai pemahaman yang lebih tentang penyuluhan yang telah diberikan penulis.Rineka Cipta Kasdu Dini. 7. Diharapkan peran serta remaja putrid agar mengikuti informasi yang berkenaan dengan kesehatan reproduksi wanita termasuk informasi tentang PMS dan narkoba 5.(2006).Jakarta:Buku Kedokteran EGC . DAFTAR PUSTAKA Berencana Untuk Pendidikan Bidan.puspa Swara Kurniasih Dede. Diharapkan ibu dan keluarga meningkatkan tugas dalam memelihara kesehatan keluarganya.Jakarta. Diharapkan agar ibu dan keluarga mau melakukan kunjungan posyandu.Jakarta.3.(2008) Pedoman Pemantauan Wilayah Setempat KIA(PWS-KIA). 9.Nakita Manuaba. Diharapkan pasangan usia subur mau menggunakan ALKON. 6.(2005).

Panduan Lengkap Kehamilan. Sasaran PUS (Pasangan Usia Subur) 4. Topik Metode kontrasepsi efektif 2. Sub Topik  Pengertian kontrasepsi  Macam-macam kontrasepsi  Cara kerja  Cara pemakaian  Keuntungan dan kerugian  Efek samping 3.Pengertian Kontrasepsi .(2005).(2009).PT Intisari Mediatama SATUAN ACARA PENYULUHAN KB 1.Cara kerja .Bayiku Anakku:Jakarta. b.(2008).Jakarta. diharapkan ibu mampu mengetahui: .Macam-macam alat kontrasepsi .Fitramaya Pujiarto.Jakarta.ibu dapat mengerti tentang alat kontrasepsi efektif. Tujuan a.Aar Ruzz Media Group Meilani.Kebidanan Komunitas.Maulana dkk. Tujuan Umum Setelah mendapatkan penjelasan atau penyuluhan diharapkan. Tujuan Khusus Setelah mengikuti penyuluhan.

Efek samping alat kontrasepsi 5. Kesuburan akan segera kembali 2. Pil 2. Kontrasepsi adalah upaya untuk mencegah kehamilan b. Mengurangi terjadinya kanker ovarium 6. Macam-macam kontrasepsi efektif yaitu: 1. Uraian Materi a. Cocok untuk menunda kehamilan pada saat PUS 7. Waktu dan Tempat Hari/Tanggal: Jumat/30 Maret 2012 Pukul :15.  Keuntungan 1. Suntik 3. Tidak mempengaruhi ASI 8.Keuntungan dan kerugian alat kontrasepsi . Pil KB Pil Kb adalah hormone yang mengandung esterogen dan progesterone saja diminum setiap selama 21/28 hari.00 wib Tempat :Rumah 6. Implant 4. Metode Ceramah dan Tanya jawab 7. Mudah dalam penggunaannya 5. Terhindar dari penyakit radang panggul dan kehamilan diluar rahim 4. Pil yang mengandung progesterone . Pengerian kontrasepsi. AKDR A. Mengurangi rasa kejang dan nyeri haid 3..

Melapisi lapisan endometrium/selepas lendir di vagina B. Mengendalikan lendir mulut rahim sehingga sel mati tidak dapat kedalam rahim 3. Menekan ovulasi yang akan mencegah lepasnya sel telur dari induk telur 2.Jika pemakaian lupa meminum satu hari saja maka segera minum pil KB pil sebanyak 2 pil sekaligus. Pemakaian harus disiplin 2. KB SUNTIK KB Suntik adalah hormone yang disuntikkan kebokong setiap 3 bulan atau hormone esterogen yang disuntikkan di setiap 1 bulan sekali.mual.  Efek Samping 1. Pusing. Dapat mempengaruhi ASI pada pil yang mengandung esterogen 3. Pertama pemakaian akan terjadi bercak darah pada hari pertama pemakaian 2. Dapat mengakibatkan resiko infeksi kelamin 4. Air susu berkurang yang menggunakan pil yang mengandung esterogen  Cara Kerja 1. Tidak dianjurkan pada wanita yang berusia 35 tahun dan juga perokok kerena akan mempengaruhi metabolism tubuh  Cara pemakaian Pertama: Pil di minum pada hari kelima haid seterusnya berturutturut setiap hari satu pil. .pada minggu pertama pemakian 3. Kerugian 1.

Cyclofem.  Efek samping 1. Sangat efektif 2. Sering di temukan gangguan haid 2. C. Daya guna tinggi 2.pusing 2. IMPLAN  Keuntungan 1. 3. 3. Keuntungan 1. Pencegahan kehamilan jangka panjang 3. Klien sangat tergantung pada tempat pelayanan kesehatan. Depovovaera. Pengembalian tingkat kesuburan yang cepat setelah pencabutan . Menghambat terjadinya ovulasi 2. Tidak memiliki pengaruh terhadap ASI.  Kerugian 1. Menipiskan lapisa endometrium. Menstruasi tidak keluar selama 3 bulan pertama. 4. Dengan kelonggaran batas waktu suntik bias diberikan kurang dari satu minggu/lebih satu minggu dari patokan 3 bulan.  Cara Kerja 1.disuntikkan dalam otot (IM) setiap 3 bulan sekali 2. 3. Mual.disuntikkan setiap 4 minggu didalam otot. Tidak menjamin perlindungan terhadap penularan infeksi menular seksual  Cara pemakaian 1. Mempertebal lendir serviks. Menyebabkan endomatrium tidak siap untuk nidasi.

Menekan ovulasi  Efek Samping 1. Infeksi pada daerah insersi.serta amenorea. Eksplusi 3. Efektifitas tinggi 3.atau meningkatnya jumlah darah haid. AKDR AKDR adalah alat kontrasepsi yang dimasukkan kedalam lrahim. Berat badan naik/turun D. 5. Praktis dan ekonomis 2. Tidak harus mengingat.hipermenorea. Perdarahan bercak (spotting) ringan. Tidak mengganggu pemberian ASI. 2.  Keuntungan 1. Dapat dicabut tiap saat dengan kebutuhan.  Cara Kerja 1. 4.3. Lendir servik menjadi kental 2. Tidak mengganggu ASI 4.  Kerugian Pada kebanyakan klien dapat menyebabkan perubahan pola haid berupa pendarahan bercak (spotting). Mengganggu proses pembentukan endometrium sehingga sulit terjadi implantasi 3. . Kesuburan segera kembali jika dibuka 4. Mengurangi transfortasi sperma. 4.

Leafleat . Perubahan berat badan.  Cara Kerja 1. Mengurangi metabolism sperma agar tidak dapat membuahi sel telur. Gangguan siklus haid. Mencegah telur yang telah di buahi menempel di dingding rahim  Efek Samping 1.Buku panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi 2. Kerugian Dapat mengeluarkan sendiri jika ukuran IUD tidak cocok dengan ukuran rahim. Pusing.mual (jarang terjadi) 5. 4. Keluar bercak-bercak/ perdarahan lebih banyak selama menstruasi. Hematoma/pembengkakan dan nyeri. 3. Media . Sumber Materi . 3. 2. 1. Mencegah bertemunya sperma dengan sel telur 2.

3. Kegiatan Penyuluhan No 1 Tahapan Pendahuluan Kegiatan -Memberikan salam -Memperkenalkan diri Sasara n Memb alas salam Mende ngarka n Memp erhatik an waktu 3 Menit 2 Inti 3 Penutup Memberikan penjelasan tentang: -Pengertian KB -Mamfaat KB -Kerugian KB -Macam-macam KB -Efek samping KB -Merangkum penjelasan -Memberikan kesempatan pada ibu untuk bertanya -Memberikan salam 10 Menit Mende ngarka n Bertan ya Memb alas salam 7 Menit .

4. Pertanyaan  Apa yang dimagsud dengan KB? Jawab : KB adalah upaya untuk mencegah kehamilan  Sebutkan macam-macam alat kontrasepsi efektif? Jawab: - Pil - Suntik - Implant - AKDR 5. Evaluasi Setelah dilakukan konseling tentang alat kontrasepsi pada ibu, akhirnya Ibu mengetahui tentang pentingnya menggunakan alat kontrasepsi.

1. 2. 3.

4.

SATUAN ACARA PENYULUHAN MENOPOUSE Pokok Pembahasan Wanita menopause Pokok bahasan Ibu menopause Sub Pokok Pembahasan a. Untuk mengetahui tentang menopause b. Untuk mengetahui tanda dan gejala menopause c. Untuk mengetahui perubahan yang terjadi pada menopause d. Untuk mengetahui cara mengatasi gejala dan perubahan pada menopause Tujuan a. Tujuan umum Setelah mengikuti penyuluhan ibu dapat memahami apa itu menopause b. Tujuan Khusus 1. Utuk mengetahui pengertian menopause 2. Untuk mengetahui tanda dan gejala menopause 3. Untuk mengetahui perubahan yang terjadi pada menopause 4. Untuk mengetahui cara mengatasi gejala dan perunbahan pada menopause.

5.Waktu dan Tempat a. Hari/Tanggal b. Waktu c.Tempat 6. Metode Ceramah dan Tanya Jawab : Jumat/01 Maret 2012 :15.00 WIB : Rumah

7.Uraian Materi a. Pengertian Menopause Menopause merupakan suatu tahap dimana wanita tidak lagi mendapatkan siklus menstruasi yang menunjukkan berakhirnya kemampuan wanita untuk bereproduksi.Secara normal wanita akan mengalami menopause anatara usia 40 tahun samapai 50 tahun pada saat menopause,wanita akan mengalami perbahanperubahan di dalam organ tubuhnya yang disebabkan oleh bertambahnya usia. Secara singakt dapat dikatakan bahwa menopause merupakan suatu proses peralihan dari masa produktif menuju perubahan secara perlahan- lahan kemasa non produktif yang di sebabkan oleh berkurangnya hormone esterogen dan progesterone seiring dengan bertambahnya usia.Sehungan dengan terjadinya menopause pada lansia maka biasanya hal itu di ikuti dengan berbagai gejolak atau perubahan yang meliputi aspek fisik maupun psiologis yang dapat mempengaruhi berbagai aspek lansia tersebut.

B. Tanda dan Gejala menopause 1. Cepat Lelah Disebabkan oleh menurunnya kadar hormone dan gangguan emosional serta Kecemasan dan fisiknya berkurang. 2.Rasa gatal dan kering pada kemaluan Disebabkan penurunan hormone esterogen yang menyebabkan Meningkatnya frekuensi BAK,rasa gatal bisa disebabkan iritasi personal Hygine

3. 2.Gairah menurun Disebabkan penurunan hormone esterogen dan ada dengan alat genetalia ibu Yang mongering. 4. Perubahan Fisik Pada perubahan fisik wanita mengalami perubahan kulit. . 5. Perubahan kejiwaan Perubahan kejiwaan yang dialami seorang wanita menjelang menopause meliputi rasa tua. Perubahan pada menopause 1.kulit mudah terbakar sinar Matahari dan menimbulkan pigmentasi dan menjadi hitam.muda tersinggung sehingga jantung berdebar takut tidak dapat memenuhi kebutuhan seksual. C .bisa juga disebab Kan ibu banyak pikiran. lemak bawah kulit Berkurang.stress dan depresi sehingga ibu susah tidur.sehingga kulit menjadi kendor.Nyeri Sendi Penurunan kadar hormone esterogen dan penurunan penyerapan kalsium sehingga tulang rapuh dan kropos yang mengakibatkan nyeri sendi.Susah tidur Disebabkan penurunan hormone esterogen dan merasa tidak nyaman hal ini Ada kaitannya dengan sering berkeringat pada malam hari.

Buku panduan Psikologi Kebidanan karangan Ana Purba b.Mengkomsumsi makanan bernutrisi tinggi 4. Datang (memeriksa diri ke tenaga kesehatan) b. Rajin berolah raga c.D.Buku 100 Question and answer Menopause atau Mati Haid karangan Srikandi Waluyo dan dr. Mudah Lelah dapat diatasi dengan cara: a. Mengkomsumsi makanan yang bernutrisi tinggi c. Personal hygine 3. Rasa gatal dan kering pada kemaluan diatasi dengan cara: a. Istirahat yang teratur d. Susah Tidur dapat diatasi dengan cara: a. Datang (memeriksakan diri ketenaga kesehatan) b. Mengkomsumsi makanan bernutrisi tinggi b. Rajin berolah raga 8.MHA .Memeriksa diri ketenaga kesehatan 2. Gairah Menurun dapat diatasi dengan: a. Datang(memeriksa diri ke tenaga kesehatan) b.Cara mengatasi Gejala dan Perubahan Menopause 1.Budhi Marhendra Putra.Sumber Materi a.SAKp.

Memperkenalkan diri c.Mengemukakan pendapat Waktu ±3 Menit ±15 Menit d.Mendengar dengan serius a. Menguat dan meluruskan pendapat e.Mendengarkan dan memperhatikan a.Memberikan penjelasan tentang: -Pengetian menopause -Tanda dan Gejala menopause -Perubahan pada menopause -Cara mengatasi gejala dan perubahan menopause b.menyimak dan berpartisipasi menyimpulkan .Memberikan kesempatan bertanya c.Media Leafleat 10.Memberikan salam b. Menanamkan rasa kekeluargaan 3 Penutup aMenyimpulkan materi bersama keluarga Sasaran a.Menjawab salam b.Memberikan reinforcement positif terhadap pendapat d. Menyimak dan mendengarkan dengan serius b.Mendengarkan dan merespon e.9.Menjelaskan tujuan 2 Inti a.Mengajukan pertanyaan c.Kegiatan Penyuluhan No Tahap Kegiatan 1 Pendauluan a.

12.Menjawab pertanyaan d. 2.Pertanyaan 1.menutup penyuluhan dengan memberikan salam materi yang telah ada b.b.Apakah yang dimaksud dengan menopause? Jawab: Menopause adalah suatu tahap dimana wanita tidak lagi mendapatkan siklus menstruasi yang menunjukkan berakhirya kemampuan wanita untuk bereproduksi.nyeri sendi.Apa tandatanda menopause? Jawab: Cepat lelah.Menjawab pertanyaan yang diberikan secara lisan c.Mengadakan evaluasi bentuk lisan secara acak c. Menjawab salam 11.susah tidur.gairah menurun.rasa gatal dan kering pada kemaluan. .Evaluasi Setelah dilakukan penyuluhan tentang menopause ibu tentang tanda-tanda menopause dan cara mengatasinya.

00 WIB : Rumah No NAMA TANDA TANGAN 1 IRA WATI SIMAMORA 2 WIRA FOLMERATI MANIK 3 VINNY REZKY KETERANGAN .ABSENSI PENYULUHAN MAHASISWA AKADEMI KEBIDANAN SEHAT MEDAN DI DESA TANDEM HILIR I KECAMATAN KECAMATAN HAMPARAN PERAK KABUPATEN DELI SERDANG PENYULUHAN HARI/TANGGAL DUSUN WAKTU TEMPAT : Menopause : 02 April : III jln sayur : 16.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful