You are on page 1of 1

ABSTRAK Pemenuhan kebutuhan nutrisi pada anak haruslah seimbang diantara komponen zat gizinya.

Gizi yang baik dikombinasikan dengan kebiasaan makan yang sehat selama masa balita akan menjadi dasar bagi kesehatan dan dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan. Namun kenyataannya masih ada anak yang tidak mendapatkan gizi yang seimbang. Menurut survey awal di Desa Paji Kecamatan Pucuk Kabupaten Lamongan terhadap 2 Posyandu yang terdiri dari 80 balita terdapat 3 balita yang berat badannya berada di bawah garis merah (BGM) atau 2,56%, 16 balita yang berat badannya berada di bawah garis titik (BGT) atau 13,67%. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara jumlah anak dalam keluarga dengan status gizi balita di Desa Paji Kecamatan Pucuk Kabupaten Lamongan. Metode penelitian yang di gunakan adalah korelasi secara cross sectional. Populasinya adalah seluruh ibu dan balita yang dating ke Posyandu dengan jumlah 35 orang dan sampelnya berjumlah 33 orang. Pengumpulan data dengan observasi dan kuesioner. Adapun teknik samplingnya adalah simpel random sampling. Untuk menganalisis hubungan dua variabel selanjutkan dilakukan uji chi square dengan SPSS tipe 11,5 dengan tingkat kemaknaan p >0,05. Hasil penelitian didapatkan data 18 atau 54,5 % mempunyai 1 anak, 27 atau 81,9% mempunyai status gizi baik, hasil uji statistik didapatkan rs hitung 0,233, p = 0,191. Kesimpulan penelitian ini tidak terdapat hubungan antara jumlah anak dalam keluarga dengan status gizi balita. Maka keluarga perlu meningkatkan asupan gizi yang cukup sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal, dan petugas/kader kesehatan hendaknya tetap memberikan penyuluhan tentang gizi. Kata kunci: Jumlah anak, keluarga, status gizi,balita