You are on page 1of 7

MENJAHIT I.

Pendahuluan Menjahit adalah pekerjaan menyambung kain, bulu, kulit binatang, pepagan, dan bahan-bahan lain yang bisa dilewati jarum jahit dan benang. Menjahit dapat dilakukan dengan tangan memakai jarum tangan atau dengan mesin jahit. Orang yang bekerja menjahit pakaian disebut penjahit. Penjahit pakaian pria disebut tailor, sedangkan penjahit pakaian wanita disebut modiste. Pendidikan menjahit dapat diperoleh di kursus menjahit atau sekolah mode. Produk jahit-menjahit dapat berupa pakaian, tirai, kasur, seprai, taplak, kain pelapis mebel, dan kain pelapis jok. Benda-benda lain yang dijahit misalnya layar, bendera, tenda, sepatu, tas, dan sampul buku. Di industri garmen, menjahit sebagian besar dilakukan memakai mesin jahit. Di rumah, orang menjahit memakai jarum tangan atau mesin jahit. Pekerjaan ringan yang melibatkan jahit-menjahit di rumah misalnya membetulkan jahitan yang terlepas, menisik pakaian, atau memasang kancing yang terlepas. Sebagai seni kriya, orang menjahit untuk membuat saputangan, serbet, bordir, hingga boneka isi dan kerajinan perca. II. Sejarah Menjahit Menjahit sudah dikenal orang sejak 20.000 tahun yang lalu, jauh sebelum orang mengenal cara menenun. Jarum jahit sudah dikenal manusia sejak zaman Paleolitik. Pada masa itu, jarum dibuat dari tulang dan gading mamut yang dipakai untuk menjahit kulit dan bulu binatang. Jarum jahit tertua dari besi asal abad ke-3 SM ditemukan di Manching, Jerman. Di makam kuno pejabat Dinasti Han, arkeolog Cina melaporkan penemuan perangkat jahit-menjahit berikut bidal. Penemu berkebangsaan Inggris, Thomas Saint menciptakan mesin jahit pertama dan sekaligus mematenkannya pada tahun 1790. Sebelumnya, penemu berkebangsaan Jerman, Karl Weisenthal sudah menciptakan jarum mesin jahit yang pertama, namun
1

Pola kertas dari Butterick menjadi sangat populer pada tahun 1864. Walter Hunt dari New York menciptakan mesin jahit pertama yang menghasilkan jahitan kunci (lock-stitch) pada tahun 1834. Pada 1851. mesin jahit ciptaan Hunt dapat membuat jahitan kunci memakai dua benang. Sebelum Butterick menjual pola dengan ukuran yang berbeda-beda. Singer & Company. dan mendirikan perusahaan I. Pada tahun 1891. Berbeda dari mesin-mesin jahit sebelumnya. namun mulai menjual pola untuk 2 . penjahit Perancis Barthelemy Thimonnier menciptakan dan mematenkan mesin jahit yang dapat dipakai menjahit. penjahit harus membesarkan atau mengecilkan pola sesuai ukuran tubuh pemakai. Singer mematenkan mesin jahit jahitan kunci pertamanya. Pada 1863. Singer mulai memakai motor listrik untuk menggerakkan mesin jahit untuk industri komersial. Phelps dari Boston yang diproduksi di bawah lisensi Lerow & Blodgett. Pada 1830. Ia mematenkan mesin jahit ciptaannya pada tahun 1846. sementara sekoci di bagian bawah mengantarkan benang bawah. namun tidak pernah mematenkannya. Benang atas masuk ke mata jarum berada di ujung jarum. Mesin jahit ciptaan Saint tidak diproduksi dan hanya sampai pada tahapan model untuk pendaftaran paten. pola hanya dibuat dalam satu ukuran. Prinsip mesin jahit dengan jahitan kunci diperbaiki oleh penemu bernama Elias Howe dari Massachusetts. Delapan puluh unit mesin jahit ciptaannya dipakai oleh Angkatan Darat Perancis untuk menjahit seragam tentara. Singer sukses sebagai produsen dan penjual mesin jahit terbesar di Amerika Serikat. Butterick dan istrinya menciptakan sistem ukuran untuk pola jadi yang dapat disesuaikan dengan ukuran tubuh pemakai. Dua tahun berikutnya. Thimonnier meninggal dalam keadaan pailit di Inggris setelah pabriknya dihancurkan para penjahit yang merasa pekerjaannya terancam oleh mesin. Ebenezer Butterick dari Massachusetts adalah pelopor kertas pola komersial untuk menjahit pakaian. dan terbesar di dunia pada tahun 1855. M. Awalnya Butterick hanya menjual pola untuk pakaian pria dan anak-anak. Isaac Merritt Singer mulai merancang mesin jahit pertamanya pada tahun 1850. Ide membuat mesin jahit didapatnya dari mesin jahit Orson C.tidak berhasil menyelesaikan rancangan mesin jahit ciptaannya.

000 sekolah menjahit. Pada tahun berikutnya. majalah So-En memuat pola pakaian kreasi desainer lulusan Bunka Fashion College. E. Buku tersebut berisi cara menjahit pakaian formal pria seperti tuksedo dan jas. Wina. Buku teks pertama tentang cara menjahit baju anak diterbitkan pada tahun 1916 di Osaka. Butterick & Co. sudah memiliki 100 cabang dan 1. Buku teks pertama tentang cara menjahit pakaian Barat untuk pria. dan berawal dari sekolah menjahit baju Barat untuk anak dan wanita yang didirikan Isaburō Namiki pada 1919. Burda menerbitkan katalog terpisah berisi pola-pola untuk lebih dari 600 model pakaian dewasa dan anak-anak. The Delineator diterbitkan Butterick pada 1873. Di Jepang. Setiap bulan Januari dan Juli. Majalah wanita Shufu no Tomo edisi Maret 1924 memuat cara menjahit gaun terusan satu potong. 3 . Aenne Burda menerbitkan majalah mode Burda Moden yang memopulerkan pola siap pakai di Jerman. Burda mulai menerbitkan pola pakaian. Dari tahun 1970-an hingga 1980-an. diterbitkan pada 1903. Sejak 1952. metode menggambar pola didominasi sistem So-En dari Bunka Fashion College dan sistem Dressmaking dari sekolah Dressmaker Jogakuin (sekarang Dressmaker Gakuin). So-En berlanjut sebagai majalah industri busana. Majalah Sankei Graph edisi September 1955 memuat artikel tentang kepopuleran sekolah menjahit di Jepang yang waktu itu memiliki lebih dari 5. majalah bulanan Dressmaking yang juga memuat pola-pola baju Barat. Majalah busana Non-no juga tidak lagi memuat artikel tentang cara menjahit sejak Oktober 1994. So-En pertama kali terbit pada 1936. Pada 1876. Pesaingnya. Ladies Quarterly of Broadway Fashions dan majalah bulanan Metropolitan pada 1868. terbit pertama kali pada 1949. Setelah kepopuleran menjahit di rumah disaingi murahnya pakaian jadi. Sebuah majalah untuk memasarkan pola-pola Butterick.000 perwakilan di pelosok-pelosok Amerika Serikat dan Kanada. Di Eropa. London.pakaian wanita sejak tahun 1866. Di Jepang. Setelah itu. pola-pola pakaian dari Butterick juga digemari di Paris. Hingga 2005. Butterick menerbitkan majalah busana pertamanya. So-En terbit sebagai majalah yang memuat cara membuat pola dan menjahit pakaian. dan Berlin. majalah Dressmaking berhenti terbit pada Mei 1993.

III. A. Dalam produksi pakaian secara massal. dan tusuk tangkai. dan konstruksi padat (pola draping) yang membuat pola memakai kain muslin atau belacu di atas boneka jahit. Pemotongan bahan Setelah pola disematkan ke kain dengan jarum pentul. kain dipotong dengan mesin potong. karbon jahit. Ada dua teknik utama dalam membuat pola dasar [1]: konstruksi datar yang menggambar pola di atas kertas dengan memakai pengukuran-pengukuran yang akurat. pola adalah bagian-bagian pakaian yang dibuat dari kertas untuk dijiplak ke atas kain sebelum kain digunting dan dijahit. Metode menggambar pola sesuai nama pencipta metode. garis-garis dan tanda-tanda pada pola dijiplak ke atas kain dengan bantuan rader. Selain itu dikenal jahitan kampuh untuk menyambung dua helai kain menjadi satu. potongan kain disambung dengan memakai jarum tangan atau mesin jahit. Walaupun jahitan mesin lebih rapi daripada jahitan tangan. dan menjahit. atau Danckaerts dan Cuppens Geurs dari Belanda. Pola dasar dibuat berdasarkan model pakaian. B. tusuk rantai. Dalam menjahit dikenal sejumlah teknik jahitan. kain digunting sesuai pola yang dijadikan contoh. Pembuatan pola Dalam istilah desain busana. misalnya tusuk balik (setik balik). misalnya Dressmaking dan So-En dari Jepang. Majalah wanita juga sering memuat pola siap pakai (pola jadi) berikut instruksi cara menjahitnya. dan ukurannya disesuaikan dengan ukuran badan pemakai. dan teknik menjahit kelim. tidak semua teknik jahitan dapat 4 . pemotongan bahan. dan kapur jahit. C. Menjahit Pakaian Pekerjaan menjahit pakaian terdiri dari tahap pembuatan pola. Pekerjaan menjahit Setelah kain digunting. Sebelum pola dilepas dari bahan.

2. 3. E. Tusuk jelujur dan setik jelujur misalnya. 8. Setelah pakaian selesai dijahit. 6. 9.dilakukan dengan mesin. 2. 5. Penyetrikaan bagian-bagian yang sulit seperti lengan baju dilakukan dengan bantuan bantal setrika. D. Kampuh terbuka Kampuh balik Kampuh kostum 5 . Tusuk dasar 1. Penyelesaian akhir Setelah selesai. 3. Teknik Jahit Menjahit benang dan jarum ditusukkan ke kain untuk membuat berbagai bentuk jahitan sehingga dikenal berbagai jenis tusuk atau setik. Tusuk jelujur Tusuk rantai Tusuk tangkai Tusuk balik Tusuk piquer Tusuk som Tusuk feston Tusuk flanel Tusuk balut Kampuh dasar 1. 4. mengacu kepada teknik menjahit dan menyulam yang sama. bagian tepi kampuh yang bertiras dirapikan dengan mesin obras agar benang-benang kain tidak terlepas. 7. pakaian sering perlu dilicinkan dengan setrika di atas papan setrika.

3. 2.4. 9. 2. Buku kostum (buku pola) Boneka jahit (boneka pengepas) Pita ukur (meteran) Kertas Pensil gambar (warna hitam. 6. Benang Gunting Jarum pentul Jarum jahit Bantalan jarum Mesin jahit Spul Pendedel (pembuka jahitan) 6 . 7. biru) Penghapus Penggaris (penggaris siku. 4. 6. 5. 6. 13. 3. Kampuh perancis Kampuh pipih Kampuh sarung Kampuh geser Peralatan Alat untuk membuat pola 1. 4. merah. 7. 8. 5. 11. penggaris lurus) Pita skala Kapur jahit Karbon jahit Rader Jarum pentul Gunting kertas Alat jahit-menjahit 1. 8. 10. 5. penggaris lengkung. 12. 7.

14. 16. 13. 15. Bidal (topi jari) Sekoci Sepatu jahit Mesin obras Mesin rumah kancing Mesin pasang kancing Mesin som Mesin plisket 7 . 11. 12. 10.9.