You are on page 1of 15

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM LABORATORIUM LINGKUNGAN

ORTO FOSFAT DAN TOTAL FOSFAT

OLEH : NAMA NO. BP KELOMPOK REKAN KERJA : YEGA SERLINA : 1010942017 : V (LIMA) : 1. RIRI DIANA 2. IHSANDRI JON M. 3. YOGI SAPUTRA 4. LISTARI H. FITRI (1010941014) (1010942013) (1010942018) (1010942019)

HARI/TANGGAL PRAKTIKUM : SENIN/27 FEBRUARI 2012

ASISTEN: CHAIRIL SYAM LUCIANA GUSTIN

LABORATORIUM AIR JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ANDALAS PADANG 2012

1 Tujuan Percobaan Tujuan dari percobaan analisis ortofosfat dan total fosfat adalah untuk mengetahui kadar ortofosfat dan total fosfat dalam air sampel yang digunakan.3 Prinsip Percobaan Prinsip dari percobaan ini adalah fosfat dengan ammonium molibdt membentuk senyawa kompleks yang berwarna. 1. 1.BAB I PENDAHULUAN 1.2 Metode Percobaan Metode yang digunakan pada percobaan ini adalah askorbat secara spektrofotometri. besarnya absorban diukur dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 660 nm. .

darah sapi berserakan. dan ada beberapa titik dalam saluran tersebut airnya berwarna merah. Air dalam saluran di dalam rumah potong tersebut berasal dari tiap kamarnya. berwarna hitam kemerahan. kandungan fosfor digunakan sebagai Bone Phosphate of Lime (BPL) atau Triphosphate of Lime (TPL). berbau anyir.2 Teori Fosfat adalah unsur dalam suatu batuan beku (apatit)atau sedimen dengan kandungan fosfor ekonomis. Dari rumah potong tersebut juga tercium bau anyir. biasanya. 2010). Waktu operasi pemotongan hewan kira-kira saat subuh pukul 02.45 WIB. Terdapat kandang sapi di samping kanan dan belakang rumah ptong tersebut. Fosfor apatit termasuk fosfat primer karena gugusan oksida fosfatnya terdapat dalam mineral apatit (Ca10(PO4)6F2) yang terbentuk selama proses pembekuan magma.00 WIB. atau berdasarkan kandungan P2O5. gajebo dan lain-lain. . dan lantainya licin. Endapan fosfat berasosiasi dengan batuan kali kompleks.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. 26 Februari 2011 pukul 09. Sampling dilakukan di Rumah Potong Hewan Dinas Peternakan dan Kehutanan jalan Adinegoro KM 5 Lubuk Buaya kota Padang.1 Kondisi Eksisting Pengambilan sampel untuk praktikum ini dilakukan pada hari Minggu. terutama karbonit komplek dan sienit (Anonymous A. dalam beberapa kamar tersebut terdapat sisa-sisa pemotongan seperti tulang. 2. Rumah potong tersebut memiliki luas kira-kira 25x20 m. Rumah potong tersebut memiliki kamar-kamar pemotongan sekitar 10 kamar pada bagian kiri dan kanan. Parit tersebut bermuara ke parit bagian belakang rumah. Air di dalam saluran kedalamannya sekitar 7-10 cm. Pengambilan sampel dilakukan dibagian tengah saluran dalam rumah potong tersebut.00-05. Tepat di depan tiap kamar rumah pemotongan tersebut terdapat saluran seperti parit. keruh. tempstnya kotor.

Ini terdiri dari satu atom fosfor pusat dikelilingi oleh empat atom oksigen dalam susunan tetrahedral. Setiap senyawa fosfat tersebut terdapat dalam bentuk terlarut. HPO2-4. yang masuk ke sungai melalui drainase dan aliran air hujan. tetapi dapat diolah untuk memperoleh produk fosfat dengan menambahkan asam (Anonymous A. Fosfat terdapat dalam air alam atau limbah sebagai senyawa ortofosfat. 1984).(pirofosfat). fosfat organis adalah P yang terikat dengan senyawa-senyawa organis sehingga tidak berada dalam larutan secara terlepas. Ion fosfat membawa muatan tiga negatif formal dan merupakan basis konjugat ion hidrogen fosfat. Bermacam-macam jenis fosfat juga dipakai untuk pengolahan anti-kerak pada pemanas air (boiler) (Alaerts dkk. membentuk senyawa ion.(heksametafosfat). dan sebagainya. fosfor Pyang terlepas dan senyawa P selain yang disebutkan di atas hampir tidak ditemui (Alaerts dkk. Ortofosfat adalah senyawa monomer seperti H2PO4-. asam fosfat. senyawa fosfat dapat berasal dari bahan pupuk. dan PO43-. industri logam. dalam limbah.Fosfat adalah sumber utama unsur kalium dan nitrogen yang tidak larut dalam air. ion dihidrogen fosfat. atau terikat di dalam sel organisme dalam air. yang pada gilirannya merupakan basis konjugat H3PO-4. Fosfat organis dapat pula terjadi dari ortofosfat yang terlarut melalui proses biologis karena baik bakteri maupun tanaman menyerap fosfat bagi pertumbuhannya. polifosfat. Sebuah bentuk garam fosfat ketika sebuah ion bermuatan positif melekat pada atom oksigen bermuatan negatif ion. Dalam air alam atau air buangan. P3O105(tripolifosfat) dan P2O74. Polifosfat dapat memasuki sungai melalui air buangan penduduk dan industri yang menggunakan deterjen yang mengandung fosfat seperti industri pencucian. yang merupakan basis konjugasi dari H2PO-4. Banyak fosfat . 1984). sedangkan [olifosfat (juga disebut “condensed phosphates”) merupakan senyawa polimer seperti (PO3)63. 2010). HPO42-.97 g / mol. dan fosfat organis. Ion fosfat adalah sebuah ion poliatomik dengan rumus empiris PO3-4 dan massa molar 94. Ion fosfat adalah molekul hypervalent (atom fosfor memiliki 10 elektron di kulit valensi nya). Fosfat organis terdapat dalam air buangan penduduk (tinja) dan sisa makanan. tersuspensi.

ion hidrogen fosfat (HPO2-4) adalah lazim. Dalam kondisi lemah-asam. Fosfat yang paling sering ditemukan dalam bentuk adenosin fosfat. Reaksi serupa ada untuk diphosphates nukleosida lain dan trifosfat. trihydrogen fosfat (H3PO4) adalah bentuk utama (Anonymous A. Obligasi Phosphoanhydride di ADP dan ATP. 1984). Mereka umumnya disebut fosfat energi tinggi. Bila kadar fosfat serta nutrient lainnya tinggi. sehingga tanaman tersebut dapat menghabiskan oksigen dalam sungai atau kolam tersebut pada malam hari atau bila tanaman tersebut mati dan dalam keadaan sedang dicerna (digesti) (Alaerts dkk. seperti juga yang phosphagens dalam jaringan otot. 2011). pertumbuhan tanaman dan ganggang tidak terbatas lagi (keadaaan eutrop). Dalam kondisi sangat-dasar.01 mg/L). cesium dan amonium adalah air semua larut. Sebagai aturan. ion dihidrogen fosfat (H2PO-4) yang paling umum. ion fosfat (PO3-4) dominan. 2011). Natrium fosfat. seperti phosphines digantikan memiliki kegunaan dalam kimia organik tetapi tampaknya tidak memiliki pasangan alami (Anonymous B. rubidium. Fosfat berair ada dalam empat bentuk.tidak larut dalam air pada suhu dan tekanan standar. pertumbuhan tenaman dan ganggang akan terhalang. dihidrogen fosfat hidrogen dan sedikit lebih larut dari fosfat yang sesuai. (AMP. Kebanyakan fosfat lainnya hanya sedikit larut atau tidak larut dalam air. ADP dan ATP) dan dalam DNA dan RNA dan dapat dirilis oleh hidrolisis ATP atau ADP. kalium. Senyawa. 2010). keadaan ini dinamakan oligotrop. Dalam kondisi sangat-asam. atau difosfat dan trifosfat nukleosida lainnya. . sedangkan dalam kondisi lemah-dasar. Para pyrophosphates kebanyakan larut dalam air (Anonymous B. mengandung jumlah energi yang tinggi yang memberikan mereka peran penting mereka dalam semua organisme hidup. Bila kadar fosfat pada air alam sangat rendah (<0.

9. Kompor listrik. Mikro pipet. 11. 3. Kalium antimotil tertarat 0. 10. 4. Gelas ukur 10 ml dan 50 ml. 8 buah tabung reaksi.66 gr dalam 150 ml. H2SO4 1 N. Corong. 10. 5. 2. 7. Bola hisap.1 N. 7. 4. . 7 buah labu ukur 100 ml.5 %. 1 buah Beaker glass 250 ml. 13. Asam askorbat 2 %. 1 buah erlenmeyer 100 ml. Ammonium molibdat 2. 9. 8 buah kuvet spektro. 6. 12. Aquadest. 1 buah pipet takar 10 ml. 8. 3. 6. NaOH 0.1 Alat Alat yang digunakan dalam percobaan ortofosfat dan total fosfat adalah: 1. Fenoftalein.2 Bahan Bahan yang digunakan dalam percobaan ini antara lain: 1. 5. Larutan induk fosfat 50 ppm. 3. 8. 6 buah pipet tetes.BAB III PROSEDUR PERCOBAAN 3. HNO3 pekat. H2SO4 10 N. 2. Kertas saring.

dikocok sampai . Pengujian dilakukan dengan mengambil 5 ml larutan tersebut dan dimasukkan ke dalam kuvet spektro dan ditambahkan 5 ml campuran 2. Dimasukkan dalam kuvet spektronik. diencerkan dalam labu 100 ml. 3.4 ppm. 3.5 ml HNO3 pekat (di lemari asam).5 ml H2SO4 pekat dan 0. Dilakukan pengenceran hingga didapatkan larutan standar dengan konsentrasi 0 ppm. Ditambahkan 1 tetes larutan indikator fenolftalein. 5 ml sampel dan masing-masing standar dipipet. 4. Masing-masing ditambahkan 5 ml campuran 2. 4.1 Larutan Standar PO4 50 ppm didapatkan dari garam fosfat KH2PO4. Campuran 2 : 50 ml Campuran 1 ditambah 2. Campuran diatas dipanaskan dengan pemanas listrik sampai volume yang tinggal kira-kira 2 ml. 2.6 ppm. 2. dimasukkan ke dalam tabung reaksi. 0. Jika larutan tersebut keruh.3 Cara Kerja 3.3. maka dilakukan penyaringan dan dimasukkan ke dalam labu ukur 100 ml.3.3.8 ppm. 25 ml sampel dimasukkan ke dalam beaker glass 250 ml. larutan tersebut dinetralkan dengan menambahkan tetes demi tetes larutan NaOH 1 N hingga tampak warna merah muda. 3. 0. 6. Campuran 1: 13 ml Ammonium molibdat 2.3. Ditambahkan 2. 3.5% ditambahkan dengan 7 ml H2SO4 10 N ditambah 1 ml kalium antimonil tertarat.3 Total Posfat 1. 1 ppm.5 ml Asam Askorbat 2% ke dalam erlenmeyer 100 ml. Didinginkan dan ditambahkan 20 ml aquadest. 0. Sampel murni diambil 20 ml dan disaring dimasukkan ke dalam erlenmeyer 100 ml. 0. dikocok sampai homogen dan dibiarkan selama 15 menit. absorbansi diukur dengan spektofotometer pada panjang gelombang 660 nm. 5.2 Ortofosfat 1. 7.2 ppm.

Pengenceran M1 .3 Rumus 1. Regresi linear kurva y = a + bx a ( )( ) ( ( )( i) ) ) b (n i i) ( i )( ( i) Dimana : x = konsentrasi y = absorban 2. V2 Dimana: M1 = Konsentrasi awal M2 = Konsentrasi akhir V1 = Volume awal V2 = Volume akhir . Absorbansi diukur dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 660 nm.homogen dan dibiarkan selama 15 menit. V1 = M2 . 3.

V1 = M2.910 1.V2 100 ppm.894 0.V1 = M2.783 0.4 0. 100 ml . 100 ml V1 = 0.V1 = 0.2 ml 100 ppm.2 0.8 1 0 0.6 0. Volume pembuatan larutan standar konsentrasi 0 ppm M1.105 1.17 4.BAB IV DATA DAN PEMBAHASAN 4.2 ppm .2 ppm M1.V2 V1 = 0 ml b.2 Perhitungan Pengenceran: a.644 3 0.1 Data Larutan Standar Konsentrasi (ppm) Absorban 0 0.333 0.V1 = 0 ppm .126 Sampel Fosfat Ortofosfat Total fosfat Konsentrasi (ppm) Absorban 0. Volume pembuatan larutan standar konsentrasi 0.

3.3132 0. 100 ml V1 = 1 ml No.546 0.4 ml d. 2.910 1.V2 100 ppm.6 ppm .6 0.167 ∑xy = 2.6 ppm M1.783 0.8 1 y 0 0.126 x2 0 0.36 0.V1 = 0.V1 = M2.0666 0. 6.V2 100 ppm. 100 ml V1 = 0.126 Xy 0 0.8 ppm M1.V1 = M2.V1 = 0.8 ppm . 4. 5.V2 100 ppm.04 0. x 0 0.V1 = M2.4 ppm .8638 ∑x2 = 2.333 0.015 1.V1 = 1 ppm .64 1 Total ∑x = 3 ∑y = 4.V1 = 0. Volume pembuatan larutan standar konsentrasi 0.16 0.8 ml f.4 ppm M1. 100 ml V1 = 0.2 .4 0. Volume pembuatan larutan standar konsentrasi 0.2 0.V2 100 ppm. 1.6 ml e. Volume pembuatan larutan standar konsentrasi 0. 100 ml V1 = 0. Volume pembuatan larutan standar konsentrasi 1 ppm M1.812 1.V1 = M2.c.

2 Absorban 1 0.137 b ( .1147x + 0.Perhitungan regresi linear : a ( )( ) ( ( i )( i) )( i) ) ) b (n i i) ( ( Masukkan nilai x dan y ke dalam persamaan: a ( )( ) ( )( ( ) ( ) ) = 0.2 y = 1.4 1. ( = 1.2 0 0 0.1371 R² = 0.114 Maka diperoleh persamaan regresi linearnya: y= 1.6 Konsentrasi 0.8 0.114 + 0.4 0.8 1 1.9097 .6 0.137x ) ( )( ) ( ) ) Hubungan Konsentrasi dengan Absorban 1.4 0.2 0.

137 + 1.170 = 0. Konsentrasi Orthofosfat y = 0.644 mg/l 2.854 = 0.1.137 + 1.137 + 1.114x 0.114x x = 0.137 + 1.114x 0.030 x 100 = 3 mg/l .114x x = 0.030 mg/l Karena sampel diencerkan 100 kali maka : Konsentrasi total fosfat = 0. Konsentrasi Total Fosfat y = 0.

. Jika dibandingkan dengan standar baku mutu yang telah ditetapkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 Tentang Kualitas Air Baku yaitu sebesar 0. Berdasarkan data yang telah didapatkan dari hasil percobaan maka konsentrasi total fosfat yang telah didapatkan berada di atas rata-rata baku mutu karena tidak memasuki baku mutu air kelas I. Tingginya kadar total fosfat yang ada didalam sampel dikarenakan sampel yang digunakan pada percobaan berasal dari limbah rumah potong yang terdapat sisasisa tubuh hewan yang mengandung fosfat dari tubuhnya sendiri maupun dari makanannya sehingga kandungan fosfatnya juga tinggi. II. praktikan mengambil sampel pada limbah rumah potong hewan. 1 ppm air kelas III dan 5 ppm untuk air kelas IV.3 Analisa Pada praktikum ini.2 ppm air kelas II.2 untuk air kelas I. Setelah melakukan percobaan dan perhitungan terhadap data yang didapatkan maka diperoleh konsentrasi ortofosfat yang terdapat dalam sampel sebesar 0. karena kandungan fosfatnya yang sangat tinggi tidak baik untuk kesehatan kecuali air telah mengalami proses permunian air terlebih dahulu.4. Jika di tinjau dari tingginya kadar fosfatnya maka sungai tempat pengaliran limbah tersebut airnya tidak baik jika digunakan atau dikonsumsi sebagai air baku apalagi sebagai air minum. 0.644 ppm sedangkan konsentrasi total fosfat sebesar 3 ppm. II dan IV.

Memahami prosedur percobaan. Teliti saat melakukan pengenceran larutan standar. 2.2 Saran Adapun saran yang dapat praktikan berikan setelah melakukan percobaan ini adalah : 1. . Tingginya kadar fosfat dipengaruhi oleh limbah buangan rumah potong seperti sisa-sisa tubuh hewan. bahwa air yang digunakan sebagai sampel kadar fosfatnya telah melebihi baku mutu yan ditetapkan. Konsentrasi ortofosfat yang didapat sebesar 0.1 Kesimpulan Dari praktikum ini dapat disimpulkan: 1. Berdasarkan ketetapan PP 82/2001 standar baku mutu fosfat. 3. Karena konsentrasi fosfat yang tinggi pada sampel. pencampuran larutan sehingga tidak ditemukan lagi kesalahan pada pembuatan larutan untuk total fosfat. 5. sebaiknya air sungai ini tidak digunakan untuk dikonsumsi sebagai air minum.644 ppm dan Total Fosfat sebesar 3 ppm.BAB V PENUTUP 5. ataupun air baku dan harus melalui proses permunian sebelum limbhanya dibuang kebadan air. 3. 2.

org/wiki/ortofosfat. Tanggal akses: 26 Februari 2012 . G dan Sri Sumantri Santika. 2010. Tanggal akses: 26 Februari 2012 Anonim B. Metode Penelitian Air . http://id. Phosphate. 2011. Surabaya: Usaha Nasional Anonim A.wikipedia. http://en.DAFTAR PUSTAKA Alaerts.wikipedia. 1984. Orto Fosfat.org/wiki/phosphate.