Daya dukung lingkungan Ketersediaan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan dasar, dan tersedianya cukup ruang

untuhidup pada tingkat kestabilan sosial tertentu disebut daya dukung lingkungan. Singkatnya, daya dukunlingkungan ialah kemampuan lingkungan untuk mendukung perikehidupan semua makhluk hidup.Di bumi ini, penyebaran sumber daya alam tidak merata letaknya. Ada bagianbagian bumi yang sangatakan mineral, ada pula yang tidak. Ada yang baik untuk pertanian ada pula yang tidak. Oleh

karena itupemanfaatannya dapat berkesinambungan, maka tindakan eksploitasi sumber daya alam harus disertaidengan tindakan perlindungan. Pemeliharaan dan pengembangan lingkungan hidup harus dilakukan decara yang rasional antara lain sebagai berikut :1. Memanfaatkan sumber daya alam yang dapat diperbaharui denganhati-hati dan efisien, misalnya: air, tanah, dan udara.2. Menggunakan bahan pengganti, misalnya hasil metalurgi (campuran).3. Mengembangkan metoda menambang dan memproses yang efisien,serta pendaurulangan (recycling).4. Melaksanakan etika lingkungan berdasarkan falsafah hidup secaradamai dengan alam. Dengan memperhatikan pemaparan para narasumber serta diskusi yang berkembang, maka RAKERNAS AMDAL menyimpulkan dan merumuskan hal-hal sebagai berikut: 1. AMDAL merupakan instrumen lingkungan hidup yang sangat dinamis dan adaptif di Indonesia. Dalam kurun waktu 25 tahun, sistem AMDAL dengan berbagai infrastruktur pendukungnya telah mengalami perubahan dari masa ke masa. Selama 25 tahun pelaksanaan AMDAL di Indonesia, banyak kemajuan dan prestasi yang sudah berhasil diraih dan tidak sedikit permasalahanpermasalahan yang masih mengemuka dan menjadi sorotan. Pengalaman berharga selama 25 tahun merupakan modal dan momentum yang sangat penting untuk memperbaiki dan mengembangan sistem AMDAL yang efektif, efisien dan berwibawa, sehingga Indonesia di masa depan menjadi lebih baik. 2. MENLH memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para perintis sistem AMDAL Indonesia dan kepada semua pihak yang telah mencurahkan pikiran, energi, tenaga dan pendanaan untuk mengembangan sistem AMDAL Indonesia dengan berbagai infrastruktur pendukungnya mulai dari aspek kebijakan, teknis-saintifik, sampai dengan kapasitas SDM dan kelembagaan serta etika selama 25 tahun ini sehingga menjadi sistem yang mapan seperti saat ini. 3. Kebijakan dan pelaksanaan sertifikasi dan registrasi kompetensi penyusun AMDAL menimbulkan ekses akibat ketidakseimbangan supply and demand. Perlu ada kebijakan dan program jangka pendek dan menengah untuk melakukan percepatan atau akselerasi sistem sertifikasi dan registrasi kompetensi agar keseimbangan dapat diciptakan dan ekses dapat diminimalisasi disamping itu evaluasi terhadap pelaksanaan standarisasi sistem AMDAL yang antara lain mencakup lisensi, sertifikasi dan registrasi yang telah berjalan selama ini perlu dilakukan secara periodik/berkala, sehingga sistem standarisasi tersebut dapat terus diperbaiki dan disempurnakan.

atau kabupaten/kota untuk mendukung penuh dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mempercepat proses penilaian. 14 Tahun 2010. bermutu dan efektif. sertifikasi dan registrasi harus ditingkatkan untuk mencegah deviasi. Masa ‘pemutihan’ ini akan berakhir pengesahannya (DPLH dan DELH) pada tanggal 3 Oktober 2011 dan tidak dapat diperpanjang lagi. terjangkau. Kementerian Lingkungan Hidup diminta untuk mengambil kebijakan agar pelaksanaan penetapan DELH (persyaratan penyusun DELH) dapat mendukung percepatan penyusunan DELH. tanpa mengurangi makna AMDAL sebagai kajian ilmiah. Peningkatan kapasitas. provinsi. maka diharapkan Kementerian Lingkungan Hidup dapat segera menerbitkan peraturan- . Di samping itu perlu dukungan dari instansi lingkungan pusat. transparan. Dukungan semua pihak tersebut merupakan kunci sukses bagi sistem AMDAL yang efektif.4. 10. 5. Mengingat waktu yang tersisa sangat terbatas maka diperlukan pembinaan yang intensif kepada usaha dan/atau kegiatan yang wajib DELH atau DPLH untuk dapat memenuhi tengat waktu ini. cepat. dan rasional. PP AMDAL yang baru menuntut profesionalisme dan akuntabilitas serta integritas semua pihak terkait dengan pelaksanaan sistem AMDAL: pemrakarsa. serta menghilangkan kendala-kendala birokrasi dan formalitas yang tidak perlu. mudah. Penyusun AMDAL sesuai dengan ketentuan pasal 27 UU 32 Tahun 2009 pada dasarnya dapat dilakukan oleh pemrakarsa dengan meminta bantuan pihak lain. penyusun AMDAL. termasuk Kepala Daerah dan DPRD. Pelaksanaan AMDAL ke depan diarahkan lebih sederhana (streamline). 6. Sehubungan dengan akan segera diterbitkannya Peraturan Pemerintah tentang AMDAL sebagai pengganti Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 serta Peraturan Pemerintah tentang Izin Lingkungan. Karena itu proses penilaian amdal harus dapat memenuhi kaidahkaidah pelayanan publik yang prima yaitu: pelayanan yang berkualitas. PSL/PPLH dapat dilibatkan dalam melakukan pembinaan kepada usaha dan/atau kegiatan yang wajib menyusun DELH atau DPLH. pengawasan dan penegakan hukum sebagai tindak lanjut standarisasi melalui lisensi. 8. Pengembangan berbagai kebijakan dan infrastruktur sistem AMDAL kedepan harus dapat menciptakan proses AMDAL yang lebih sederhana. efisien dan berwibawa dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia. 9. Perumusan hubungan AMDAL dan instrumen lingkungan hidup lainnya juga sangat penting. pemeriksaan dan persetujuan rekomendasi DELH atau DPLH. penyimpangan dan ketidaksesuaian dalam pelaksanaan sistem AMDAL. Karena kepada pelaku usaha dan/atau kegiatan yang memenuhi syarat dapat segera memanfaatkan kebijakan ini dengan sebaik-baiknya. Efektifitas AMDAL sebagai perangkat pencegahan pencemaran dan kerusakan lingkungan perlu didukung oleh pengembangan berbagai instrumen lingkungan hidup lainnya. dan terukur. yaitu penyusun AMDAL perorangan yang tersertifikasi yang menjadi bagian dari pemrakarsa itu sendiri dan penyusun AMDAL yang tergabung dalam LPJP yang teregistrasi. cepat. DELH dan DPLH merupakan kebijakan “pemutihan terakhir” seperti ditegaskan dalam pasal 121 UU 32 Tahun 2009 dan diatur dalam Peraturan MENLH No. penilai AMDAL dan pengambil keputusan serta masyarakat. 7. Upaya tersebut memerlukan dukungan semua pihak.

Pengaturan tentang lembaga pelatihan kompetensi beserta kurikulum diklat penilaian dan penyusunan AMDAL. ayat 10 undangundang lingkungan hidup. Kementerian Lingkungan Hidup akan meningkatkan kegiatan peningkatan kapasitas daerah dalam penilaian AMDAL untuk memenuhi persyaratan lisensi. R PL ( R encana Pemantauan Lingkungan dan R KL ( R encana Kelola Lingkungan)Dalam menganalisis dampak lingkungan itu dilakukan pendugaan mengenaiapa yang timbul. 4. prosesnya maupun sistem dari proyek tersebut terhadap lingkungan dan kehidupanmanusia. . tidak terbatas pada dampak yang sifatnya negatif saja tetapi jugadampak proyek pembagunan yang positif. ANDAL adalahsingkatan dari Analisis Dampak Lingkungan yang sudah sejak tahun 1970-andikembangkan dinegara-negara yang sudah maju yang dikenal dengan´Environmental Impact Analysis. 11. Yang dimaksud dengan lingkunga adalah lingkungan di manasuatu kegiatan atau proyek dilaksanakan berarti segala sesuatu di sekitar objek kegiatan yang sling mempengaruhi. di mana dalam AMDAL tercakup tiga unsur kegiatan yaitu ANDAL. dalam pasal 1. Peraturan-peraturan yang perlu disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah yang baru antara lain: . khususnya melalui kegiatan diklat AMDAL.peraturan pelaksanaannya agar Peraturan Pemerintah yang baru tersebut dapat efektif dilaksanakan.Pedoman penyusunan dan penilaian AMDAL. No. . PENGERTIAN ANDAL Dan AMDAL Kita perlu membedakan pengertian ANDAL dan AMDAL. adapun pengertian dari analisis dampak lingkunganadalah analisis mengenai dampak ligkungan (AMDAL) dari suatu proyek yangmeliputi pekerjaan evaluasi dan pendugaan dampak proyek dari bangunannya.Pengaturan tentang sertifikasi dan registrasi penyusunan AMDAL. Dengan kata lain yang dimaksud dengan analisis dampak lingkungan (ANDAL) merupakan bagian dari analisis mengenai dampak lingkungan(AMDAL). 1982dinyatakan bahwa Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) adalahsebagai hasil studi mengenai dampak suatu kegiatan yang direncanakan terhadap lingkungan hidup. Adapun segala sesuatu yang ada dalam suatulingkungan dapat dibedakan menjadi dua yaitu sumberdaya . artinya yang berupa manfaat dari adanyasuatu proyek tersebut.

satwa. Upaya perlindungan dan pengelolaan yang hati-hati terhadap lingkungan dan sumber daya alam (fisik) Pengelolaan terhadap kuantitas tertentu yang stabil sepanjang reaksi kiamia atau transformasi fisik.alam dan sistemhubungan antara sumberdaya alam tersebut. sementara keaneka-ragaman genetik dari spesies dapat berlangsung dengan mempertahankan lingkungan alaminya. pendidikan. pariwisata dan rekreasi.[1] Sedangkan menurut ilmu lingkungan. menunjang budidaya. sementara taman nasional. Konservasi adalah [2]:      Upaya efisiensi dari penggunaan energi. pariwisata. Secara harfiah. (Inggris)Conservation yang artinya pelestarian atau perlindungan. produksi. atau distribusi yang berakibat pada pengurangan konsumsi energi di lain pihak menyediakan jasa yang sama tingkatannya.Sesungguhnya sebelum sutu ANDAL dilaksanakan terlebih dahulu harusdilaksanakan pnyajian informasi lingkungan (PIL) sebagai suatu studi untuk memperkirakan kemungkinan timbulnya dampak suatu kegiatan apakah kegiatanyang akan dilaksanakan itu memerlukan analisis dampak lingkungan atau tidak. Taman wisata alam dimanfaatkan untuk pariwisata dan rekreasi alam. Konservasi [sumber daya alam hayati] adalah pengelolaan sumber daya alam hayati yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainya. Taman nasional mempunyai ekosistem asli yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian. dan taman wisata alam merupakan Kawasan Pelestarian Alam (KPA). transmisi. ilmu pengetahuan. atau ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami. Di Indonesia. Taman hutan raya untuk tujuan koleksi tumbuhan dan satwa yang dimanfaatkan bagi kepentingan penelitian. pendidikan. berdasarkan peraturan perundang-undangan. menunjang budidaya. JadiPIL merupakan suatu telaahan secara garis besar mengenai kegiatan yang akandilaksanakan. dan rekreasi. konservasi berasal dari bahasa Inggris. Cagar alam dan suaka margasatwa merupakan Kawasan Suaka Alam (KSA). Suaka margasatwa mempunyai ciri khas berupa keanekaragaman dan atau keunikan jenis satwanya. kondisi atau rona lingkungan awal dari kegiatanPendugaan dampak lingkungan konservasi adalah upaya yang dilakukan manusia untuk melestarikan atau melindungi alam Konservasi adalah pelestarian atau perlindungan. Upaya suaka dan perlindungan jangka panjang terhadap lingkungan Suatu keyakinan bahwa habitat alami dari suatu wilayah dapat dikelola. Cagar alam karena keadaan alamnya mempunyai kekhasan tunbuhan. taman hutan raya. budaya. ilmu pengetahuan. .

prinsipprinsip moral etika lingkungan harus diterjemahkan dalam aksi nyata dan konkret. baik yang hidup maupun tidak. yang bermula dari Aristoteles hingga filsuf-filsuf modern. makhluk hidup dan benda-benda abiotis lainnya saling terkait satu sama lain. ekosentrisme justru memusatkan etika pada seluruh komunitas ekologis. manusialah yang dijadikan satu-satunya pusat pertimbangan. kewajiban dan tanggung jawab moral tidak hanya dibatasi pada makhluk hidup. Etika ini menyangkut suatu gerakan yang jauh lebih dalam dan komprehensif dari sekadar sesuatu yang instrumental dan ekspansionis sebagaimana ditemukan pada antroposentrisme dan biosentrisme. di mana perhatian utamanya menganggap bahwa etika hanya berlaku bagi komunitas manusia.(Sony Keraf: 2002) Etika lingkungan yang bercorak antroposentrisme merupakan sebuah kesalahan cara pandang Barat. Manusia pertama-tama harus dipahami sebagai makhluk biologis. kini dikritik secara tajam oleh etika biosentrisme dan ekosentrisme. Maksudnya.Secara teoritis. diupayakan agar dihasilkan akibat baik sebanyak mungkin bagi spesies manusia dan dihindari akibat buruk sebanyak mungkin bagi spesies itu. Etika antroposentrisme ini dalam pandangan Arne Naess dikategorikan sebagai Shallow Ecology (kepedulian lingkungan yang dangkal). Bagi biosentrisme dan ekosentrisme. dan Barukh Spinoza juga sangat kuat dalam teori-teori dan gerakan Deep Ecology (George Session:1995) Bagaimanapun keseluruhan organisme kehidupan di alam ini layak dan harus dijaga. pada kehidupan seluruhnya. dan sama-sama memperjuangkan isu lingkungan dan politik. Kewajiban dan tanggung jawab moral yang sama juga berlaku terhadap semua realitas ekologis. seorang filsuf Norwegia. makhluk ekologis. Intermediate Environmental Ethics. Zen Budhisme. yaitu yang dikenal sebagai Shallow Environmental Ethics. dan ekosentrisme. D. Berbeda dengan biosentrisme yang hanya memusatkan pada etika pada biosentrisme. Salah satu bentuk etika ekosentrisme ini adalah etika lingkungan yang sekarang ini dikenal sebagai Deep Ecology. Akar gerakan Deep Ecology telah ditemukan pada teori ekosentrisme pada umumnya dan kritik sosial dari Henry David Thoureau. Akibatnya. Oleh karenanya. dan yang dianggap relevan dalam pertimbangan moral. Sebagai istilah. dalam etika lingkungan. Frankena:1979). Deep Ecology lebih tepat disebut sebagai sebuah gerakan diantara orang-orang yang sama. Karena secara ekologis. di mana prinsip moral yang dikembangkan adalah menyangkut seluruh komunitas ekologis. manusia tidak hanya dipandang sebagai makhluk sosial. Etika ini dirancang sebagai sebuah etika praktis. Krisis . Fransiskus Asisi. Cara pandang antroposentrisme. Ketiga teori ini juga dikenal sebagai antroposentrisme. sebagai sebuah gerakan. terdapat tiga model teori etika lingkungan. biosentrisme. Artinya. pada 1973.(Fritjof Capra:1997) Ekosentrisme berkaitan dengan etika lingkungan yang lebih luas. dan Deep Environmental Ethics. yang dilihat dalam istilah Frankena--sebagai satu-satunya moral patient (William K. Lawrence. Robinson Jeffers. Etika ini mengakui nilai intrinsik semua makhluk hidup dan "memandang manusia tak lebih dari satu untaian dalam jaringan kehidupan". mendukung suatu gaya hidup yang selaras dengan alam. secara teleologis. Dunia bukan sebagai kumpulan objek-objek yang terpisah. John Muir. tetapi sebagai suatu jaringan fenomena yang saling berhubungan dan saling tergantung satu sama lain secara fundamental. Dengan demikian. dan Aldo Huxley. Pengaruh Taoisme. Deep Ecology pertama kali diperkenalkan oleh Arne Naess.H.

c.etika lingkungan diperlukan agar setiap kegiatan yang menyangkut lingkungan dipertimbangkan secara cermat sehingga keseimbangan lingkungan tetap terjaga. Alam tidak mempunyai nilai pada dirinya sendiri Biosentrisme dan Ekosentrisme Ekosentrisme merupakan kelanjutan dari teori etika lingkungan biosentrisme. Nilai tertinggi adalah manusia dan kepentingannya.shvoong. konsep etika dibatasi pada komunitas yang hidup (biosentrism). seperti tumbuhan dan hewan.com/exact-sciences/2003297-etika-lingkungan/#ixzz1lVxAxOxq . d. Alam hanya alat bagi pencapaian tujuan manusia. 2010 Sumber: http://id. Oleh karenanya teori ini sering disamakan begitu saja karena terdapat banyak kesamaan. Hanya manusia yang mempunyai nilai dan mendapat perhatian. Yaitu pada penekanannya atas pendobrakan cara pandang antroposentrisme yang membatasi keberlakuan etika hanya pada komunitas manusia. Melainkan sebuah satu kesatuan organis yang saling bergantung satu sama lain. Manusia merupakan bagian dari lingkungan yang tidak terpisahkan sehngga perlu menyayangi semua kehidupan dan lingkungannya selain dirinya sendiri. Pada biosentrisme. baik secara langsung atau tidak langung. hendaknya selalu berupaya untuk emnjaga terhadap pelestarian . Sedang pada ekosentrisme. Diterbitkan di: 18 Mei. Segala sesuatu yang lain di alam semesta ini hanya akan mendapat nilai dan perhatian sejauh menunjang dan demi kepentingan manusia. Ekosentrisme tidak menempatkan seluruh unsur di alam ini dalam kedudukan yang hierarkis. Keduanya memperluas keberlakuan etika untuk mencakup komunitas yang lebih luas. Antroposentrisme Antroposentrisme adalah teori etika lingkungan yang memandang manusia sebagai pusat dari sistem alam semesta. Kebijaksanaan penggunaan sumber daya alam yang terbatas termasuk bahan energy. pemakaian etika diperluas untuk mencakup komunitas ekosistem seluruhnya (ekosentrism) ETIKA LINGKUNGAN Etika lingkungan adalah kebijaksanaan moral manusia dalam bergaul dengan lingkungannya. b. Manusia dan kepentingannya dianggap yang paling menentukan dalam tatanan ekosistem dan dalam kebijakan yang diambil dalam kaitan dengan alam. Beberapa prinsip yang harus diperhatikan sehubungan dengan penerapan etika lingkungan sebagai berikut : a. Manusia sebagai bagian dari lingkungan. melainkan juga untuk makhluk hidup yang lain. Oleh karenanya alam pun hanya dilihat sebagai obyek.alam yang terasa begitu mengkhawatirkan akan membawa dampak pada setiap dimensi kehidupan ini. keseimbangan dan keindahan alam. Sebuah jaring-jaring kehidupan yang harmonis. alat dan sarana bagi pemenuhan kebutuhan dan kepentingan manusia. Lingkungan disediakan bukan untuk manusia saja.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful