termoregulasi lansia

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

Salah satu metabolisme di dalam tubuh manusia adalah metabolisme suhu atau termoregulasi. Termoregulasi yang merupakan temperatur tubuh yang mengatur keseimbangan suhu tubuh yang mengalami fisiologis berdasarkan usia. Dan dalam makalah ini kita akan membahas termoregulasi pada lansia. Mengapa ?. karena sangatla penting bagi kita seorang perawat baik perawat pemula maupun perawat ahli dalam memahami termoregulasi pada lansia, karena suhu dalam tubuh lansia mulai mengalami perubaha n dalam mempertahankan keseimbangan suhu tubuh (homeostasis). Biasanya manusia berada dilingkungan yang suhunya lebih dingin pada tubuh mereka, sehingga ia harus terys menerus menghasilkan panas secaa internal untuk mempertahankan suhu tubuhnya. Pembentukan panas akhirnya bergantung pada oksidasi bahan bakar metabolic yang berasal dari makanan. Karena fungsi sel peka terhadap fluktuasi suhu internal, manusia secara homeostasis mempertahankan shu pasa tingkat yang optimal bagi kelangsungan metabolic yan stabil. 1.2 Tujuan penulisan 1. Agar menambah wawasan dan pengetahuan tentang pa itu termoregulasi pada lansia 2. Mengetahui bagaimana mekanisme kerja suhu tubuh pada lansia 3. Mengetahui bagaimana proses pengeluaran panas dan produksi panas pada lansia 1.3 1. 2. 3. 4. 1.4 1. 2. 3. Rumusan masalah Apa pengertian dari termoregulasi Bagaimana definisi termoregulasi pada lansia Mengapa lansia cenderung merasa dingin Bagaimana pengaturan suhu pada lansia Manfaat 1. 2. 3. Mahasiswa mampu memahami termoregulasi pada lansia Mahasiswa mampu mengidentifikasi bagaimana metabolisme suhu pada lansia mahasiswa mampu menjelaskan termoregulasi pada lansia BAB II PEMBAHASAN

Namun pada orang yang sudah lanjut usia rentan merasa dingin. khususnya pada mereka yang berusia 75 tahun ke atas. Cara lain untuk mengetahui adanya hipotermia ini yaitu dengan mengukur suhu air seni yang baru saja dikeluarkan. hipotalamus di otak bekerja sebagai suatu termostat. Suhu tubuh merupakan perbedaan antara produksi panas dari tubuh dan antara pengeluaran suhu panas ke luar lingkungan luar tubuh.1 Pengertian Termoregulasi merupakan suhu tubuh dimana suhu tubu dapat mengalami panas dan dingin “hootness and coldness” yang berpengaruh pada lingkungan sekitar / ruang pada saat kita berada. menggigil atau perasaan dingin yang menyebabkan orang tersebut mengenakan baju lebih tebal dengan akibat meningkatnya suhu tubuh.2 Pengaturan Suhu Tubuh Pada pengaturan suhu tubuh. dianggap bahwa kekurangan gizi menyebabkan gangguan pada pembentukan dan penahanan panas dalam tubuh yang menyebabkan terjadinya hipotermia. Sebaliknya. Pada suhu tubuh yang rendah. Sedangkan termoregulasi pada lansia merupakan Suatu pengaturan fisiologis tubuh manusia yang sudah mengalami penurunan usia untuk keseimbangan produksi panas dan kehilangan panas sehingga suhu tubuh dapat dipertahankan secara konstan. 2. pada suhu tubuh yang tinggi. yang disebut sebagai golongan lansia tua. yaitu mengatur suhu tertentu dari tubuh. sedangkan temperatur tubuh yang normal pada lansia berkisar antara 36. sedangkan lansia dengan gizi yang baik menunjukkan temperatur tubuh yang normal. Rasa kedinginan ini dapat disebabkan karena temperatur tubuh yang mencapai atau kurang dari 35 derajat (0) C dan keadaan ini disebut sebagai hipotermia.5 sampai 37. maka untuk mengeluarkan sebahagian panas dari tubuh sehingga suhu tubuh menurun kembali maka pembuluh darah kulit melebar.2. juga yang dapat menyebabkan gangguan pada mekanisme pengaturan suhu pada hipotalamus di otak. mengecilnya pembuluh-pembuluh darah pada kulit.2 0 C. Dari penelitian menunjukkan bahwa lansia yang mengalami kekurangan gizi seringkali menderita hipotermia. berkeringat dan membuka baju. Bahaya dari hipotermia ini yaitu menyebabkan meningkatnya risiko untuk mendapat penyakit dan kematian pada lansia. penyakit-penyakit tertentu seperti penyakit kencing manis (diabetes melitus) mempunyai risiko enam kali lebih tinggi untuk mengalami hipotermia. Oleh karena itu. Selain dari itu. Penyebab . yang kemudian terjadi berbagai faktor yang mempengaruhinya. Keadaan ini dapat diketahui dengan meraba tubuh penderita dan terasa dingin atau yang lebih tepat lagi dengan memakai alat termometer berskala rendah. Mengapa? Karena Rasa kedinginan yang terjadi pada lanjut usia (lansia) merupakan salah satu masalah kesehatan yang utama pada lansia. untuk mengatasi agar suhu tidak turun lebih rendah lagi maka terjadi mekanisme pengaturan suhu tubuh berupa tegaknya rambut-rambut pada kulit.

. Gejala-gejala Gejala-gejala awal biasanya ringan dan tidak jelas. kelumpuhan. penyakit-penyakit yang menyebabkan lansia tidak mampu atau sangat terbatas aktivitas fisiknya. kacau pikiran. berkurangnya lapisan lemak di bawah kulit yang berfungsi sebagai penahan keluarnya panas dari tubuh. Latihan fisik yang berkala (teratur) dapat meningkatkan pembentukan panas.Gangguan pengaturan suhu pada lansia berupa keterbatasan fungsi mekanisme pengaturan suhu dari hipotalamus sehubungan dengan proses menua. Pencegahan Dan Pengobatan Pencegahan terhadap keadaan hipotermia ini lebih penting daripada pengobatannya. Hal inilah yang menyebabkan lansia dapat mengalami kepanasan (hipertermia) maupun kedinginan. seperti penyakit Parkinson. dan jumlah kalori dari makanan/minuman yang masuk ke dalam tubuh yang memadai harus diperhatikan. Selain daripada itu. lemah. dan penyakit-penyakit yang menyebabkan berkurangnya pembentukan panas atau meningkatnya pembuangan panas. penderita memakai selimut tebal. bicara pelo. obat-obatan. Pengobatan untuk hipotermia dapat berupa pengobatan primer yaitu menghangatkan kembali tubuh dan pengobatan sekunder untuk mengatasi komplikasi yang terjadi akibat hipotermia. mengakibatkan lansia kurang mampu untuk beradaptasi terhadap perubahan suhu lingkungannya. minum alkohol. dan sebaiknya lansia tersebut dirawat di rumah sakit DI ruangan intensif. kulit yang dingin dan merasa dingin. Lansia dengan adanya risiko untuk mengalami hipotermia hendaknya menjaga agar suhu di ruangan melebihi 20 0C dan mempunyai termometer untuk menentukan suhu ruangan tempat ia berada. Jika keadaan hipotermia sedang terjadi. misalnya pneumonia dengan pemberian antibiotika dan obat-obat lainnya. gangguan pada hipotalamus yang berkaitan dengan bertambahnya usia. Obatobatan yang dapat mengganggu fungsi hipotalamus di dalam tubuh harus dihindari agar pengaturan suhu tubuh dapat berjalan dengan baik. langkah yang melambat. demensia dapat menyebabkan berkurangnya pembentukan panas yang meningkatkan risiko terjadinya hipotermia. Meningkatnya pembuangan panas tubuh dapat terjadi pada infeksi kulit. Pada keadaan yang berat didapati infeksi paru (pneumonia) serta menurunnya tekanan darah. yang mana mereka dapat memeriksanya setiap saat diperlukan. Secara umum. hendaknya ini harus dianggap sebagai keadaan yang serius. ataupun yang mengganggu fungsi hipotalamus. tridak peduli lingkungan sekitarnya (apatis). dapat berupa rasa lelah. beberapa faktor yang berperan untuk terjadinya hipotermia adalah lingkungan yang dingin. menggigil. Sejumlah penyakit dan obat-obatan dapat mengganggu mekanisme pengaturan suhu tubuh. yang dapat menyebabkan kematian. seperti pada keadaan berkurangnya kadar gula darah dibandingkan normal (hipoglikemia). penyakit sendi. terutama di saat cuaca yang sangat dingin.

Secara structural. Kulit dapat mengelupas akibat penggunaan plester atau zat lain yang dapatmenimbulkan gesekan. suatu jabatan tangan yang sederhana akanmenimbulkan pengelupasan kulit akibat regangan dan tekanan.Tanpa fleksibilitas ini. Pendataran dari rete ridge tersebut mengurangi area kontak antara epidermis dan dermis. mewakili kira-kira 16%dari berat badan orang dewasa. dan penurunan absorbsi kulit terhadap zat-zat topical. pemahaman tentang bukti-bukti perubahan fisiologis pada kulit seiring peningkatan usia memberikan banyak informasi bagi perawat tentang klien lansia. kulit adalah suatu organ kompleks yang terdiri dari epidermis. terdapat perlambatan dalam proses perbaikan sel.1 Kulit Kulit adalah organ yang paling luas pada tubuh. volume dermal mengalami penurunan. dan jumlah sel biasanya menurun.3. Walaupun benar bahwa tidak seorangpun meninggal karenakulit yang sudah tua atau terjadi kegagalan kulit karena suatu diagnosis. jumlah sel basal yang lebih sedikit. karena dapat berakibat menurunnya tekanan darah dan berkurangnya aliran darah ke otot-otot jantung. dermis. Oleh karena itu. menyebabkan mudah terjadi pemisahan antara lapisan-lapisan kulit ini. berkurangnya fungsi kelenjar gondok/hipotiroidisme.3 Faktor-faktor Internal yang Mengkontribusi Kerja Termoregulasi pada lansia 2. Namun. dan subkutis. diregangkan. penurunan respon inflamasi. Konsekuensi fisiologis dari perubahan ini termasuk penundaan atau penekanan timbulnya penyakit pada kulit. dipijat. penurunan termoregulasi. Kulit bersifat fleksibel dan tahanterdapat perubahan-perubahan yang terjadi sepanjang kehidupan sehari-hari. Kulit merupakan organ satu-satunya yang dapatdigosok. Semua upaya harus dilaksanakan untuk mendeteksi dan mengobati setiap kelainan organ tubuh yang didapati. EPIDERMIS Epidermis mengalami perubahan ketebalan sangat sedikit seiring penuaan sesorang. 1. penutupan dan penyembuhan luka lambat. dan dicium. kulit tersebut bertindak sebagai suatu suatu jendela terhadapkematian seseorang. Karena kulit dapatterlihat sangat jelas. 1. Rete ritge dibentuk oleh penonjolan epidermal dari lapisan basal yang mengarah ke bawah ke dalam dermis. Serabut elastis dan jaringan kolagen secara bertahap dihancurkan oleh enzim-enzim. Akibatnya adalah proses penyembuhan kulit yang rusak ini lambat dan merupakan predisposisi infeksi bagi individu tersebut. kadar gula darah yang rendah. dan penurunan jumlah dan kedalaman rete ridge. dermis menjadi tipis. menghasilkan perubahan dalam penglihatan karena adanya kantung . dianjurkan pada lansia yang mengalami hipotermia penghangatan tubuhnya secara lambat. misalnya adanya infeksi. DERMIS Pada saat individu mengalami penuaan.Lansia dengan hipotermia jika tubuhnya dihangatkan dengan aktif dan cepat seringkali menyebabkan keadaan lansia tersebut bertambah buruk kesehatannya. 2.

SUBKUTIS Secara umum. Sistem pernafasan pada lansia 2. sehingga volume udarainspirasi berkurang. penglihatan. suara yang tidak jelas. hasilnya adalah lebih sedikit „‟melentur‟‟ketika kulit mengalami tekanan. Alveoli semakin melebar dan jumlahnya berkurang ( luas permukaan normal50m²).dan pengeriputan pada daerah sekitar mata. Penurunan oksigen (O2) Arteri menjadi 75 mmHg menggangu prose oksigenasidari hemoglobin. dermismeningkatkan kekuatan peregangannya. Penurunan aktivitas paru ( mengembang & mengempisnya ) sehingga jumlahudara pernafasan yang masuk keparu mengalami penurunan. kalau pada pernafasan yang tenang kira kira 500 ml 2. 2. b. 4. Hal ini turut berperan lebih lanjut terhadap kelemahankulit dan penampilan kulit yang kendur/menggantung diatas tulang rangka. a) Presbiakusis (gangguan pada pendengaran) :Hilangnya kemampuan (daya) pendengaran pada telinga dalam. antara lain nada nada yang tinggi.3. Penurunan aktivitas silia menyebabkan penurunan reaksi batuk sehingga potensial terjadi penumpukan sekret.Penurunan lapisan lemak terutama dapat dilihat secara jelas pada wajah. sehingga pernafasan cepat dan dangkal. c) Terjadinya pengumpulan serumen. sistem pengaturan tubuh. 1. b) Membran timpani menjadi atropi menyebabkan otosklerosis. dan betis. Distribusi kembali dan penurunan lemak tubuh lebih lanjut menimbulkan gangguan fungsi perlindungandari kulit tersebut. 3.kaki. Otot pernafasan kaku dan kehilangan kekuatan.2 Perubahan Fisik Meliputi perubahan dari tingkat sel sampai kesemua sistem organ tubuh. pembuluh darah menjadi lebih cenderung untuk mengalamitrauma. .tangan. kardiovaskuler. seperti halnya bagian paha pada wanita. endokrin dan integumen. Deposit lemak cenderung untuk meningkatkan pada abdomen baik padawanita dan pria. Pada saat elastisitas menurun. 2. muskuloskeletal. terutama terhadap bunyi suara. Pendengaran. CO2 pada arteri tidak berganti sehingga komposisi O2 dalam arteri jugamenurun yang lama kelamaan menjadi racun pada tubuh sendiri. 50 % terjadi pada usia diatas umur 65 tahun. Ù menyebabkan terganggunya prose difusi. sulitmengerti kata kata. genito urinaria. 1. 1. gastrointestinal. dapat mengeras karena meningkatnya kreatin.diantaranya sistem pernafasan. lapisan jaringan subkutan mengalami penipisan seiringdengan peningkatan usia. pendengaran. sehingga O2 tidak terangkut semua kejaringan.

nilai ambang ginjal terhadap glukosa meningkat. penyaringan diglomerulo menurun sampai 50 %. c) Kehilangan elastisitas pembuluh darah. e) Hilangnya daya akomodasi. d) Atropi vulva. d) Meningkatnya ambang pengamatan sinar : daya adaptasi terhadap kegelapanlebih lambat. Otot otot menjadi lemah.3. susah melihat dalam cahaya gelap. b) Sfingter pupil timbul sklerosis dan hilangnya responterhadap sinar. f) Menurunnya lapang pandang & berkurangnya luas pandang g) Menurunnya daya membedakan warna biru atau warna hijau pada skala. berat jenisurin menurun proteinuria ( biasanya + 1 ) . aliran darah ke ginjal menurunsampai 50 %. Perubahan cardiovaskuler pada usia lanjut. b) Vesika urinaria / kandung kemih. Sistem genito urinaria. 4. c) Pembesaran prostat ± 75 % dimulai oleh pria usia diatas 65 tahun. c) Lensa lebih suram (kekeruhan pada lensa). . kapasitasnyamenurun sampai 200 ml atau menyebabkan frekwensi BAK meningkat. vesikaurinaria susah dikosongkan pada pria lanjut usia sehingga meningkatnya retensiurin. a) Katub jantung menebal dan menjadi kaku. a) Ginjal. b) Kemampuan jantung memompa darah menurun 1 % pertahun sesudah berumur 20 tahun. Mengecil dan nephron menjadi atropi. BUN meningkat sampai 21 mg % . fungsi tubulus berkurang akibatnya kurangnya kemampuan mengkonsentrasi urin. 5. Hal ini menyebabkan menurunnya kontraksi dan volumenya. Penglihatan a) Kornea lebih berbentuk skeris.

hilangnya sensitivitas dari syaraf pengecap dilidahterutama rasa manis.e) Vagina. asam & pahit. Perubahan sistem pencernaan pada usia lanjut. Adanya iritasi yang kronis dari selaput lendir. Frekwensi sexsual intercouse 6. TSH. 7. b) Indera pengecap menurun. 3)Pituitary. sekresi menjadi berkurang. penyebab lain meliputi kesehatan gigi yang buruk dan giziyang buruk . . 6) Menurunnya sekresi hormon bonads : progesteron. elastisotas jaringan menurun juga permukaanmenjadi halus. Selaput menjadi kering. depresi dari Sumsum tulang serta kurang mampu dalam mengatasi tekanan jiwa (stess). 4) Menurunnya aktivitas tiriod Ù BMR turun dan menurunnya daya pertukaranzat. Sistem endokrin / metabolik pada lansia. Pertumbuhan hormon ada tetapi lebih rendah dan hanya ada di pembuluh darah dan berkurangnya produksi dari ACTH. 2) Fungsi paratiroid dan sekesinya tak berubah. reaksi sifatnya lebih alkali terhadap perubahan warna. asin. Penyebab utama adanya periodontal disease yang biasa terjadisetelah umur 30 tahun. estrogen.6) Daya sexual. a) Kehilangan gigi. 5) Menurunnya produksi aldosteron. testosteron. FSH dan LH. atropiindera pengecap (± 80 %). 1) Produksi hampir semua hormon menurun. c) Esofagus melebar. 7) Defisiensi hormonall dapat menyebabkan hipotirodism.

2. Makin mengecil & menurunnya tempat penyimpanan. c) kyphosis. elastisitas. lutut & jari pergelangan tangan terbatas. e) pada wanita lansia > resiko fraktur. e) Peristaltik lemah & biasanya timbul konstipasi. 8.d) Lambung. pigmentasi. Perfusi jaringan baik d. Integritas kulit yang baik dapat dipertahankan (sensasi. f) Pinggang. ditandai dengan:-Gangguan pada bagian tubuh-Kerusakan lapisan kulit/dermis-Gangguan permukaan kulit/epidedermisTujuan . d) persendian besar & menjadi kaku. waktu mengosongkan menurun. berkurangnya aliran darah. b) resiko terjadi fraktur.Tissue integrity : Skins and mukos membrane Kriteria Hasil : a. a) Tulang kehilangan densikusnya Ù rapuh. f) Fungsi absorbsi melemah ( daya absorbsi terganggu ). g) Pada diskus intervertebralis menipis dan menjadi pendek ( tinggi badan berkurang ).Mampu melindungi kulit dan mempertahan kelembapan kulit dan perawatan alami .temperature. Tidak luka / lesi pada kulit c. hidrasi. g)Liver ( hati ).Menunjukan perbaikan kulit dan mencegah terjadinya cedera berulange.4 Diagnosa Keperawatan Kerusakan Integritas Kulit berhubungan dengan usia yang ekstern(Eksternal) dan perubahan turgor (elastisitas kulit). b. rasa lapar menurun (sensitivitas lapar menurun ). Sistem muskuloskeletal. asam lambungmenurun.

Keperawatan Gerontik. Ilmu Keperawatan Komunitas 2. 2.Monitor status nutrisi pasienh.Oleskan lotion/minyak/ baby oil pada daerah yang tertekan. Jika proses termorgulasi pada tubuh lansia kurang berjalan dengan baik.Intervensia. agar untuk penyusunan makalah selanjutnya dapat mendekati kesempurnaan.Mandikan pasien dengan sabun dan air hangat. Maka dari itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk makalah kami.Mobilisasi pasien (ubah posisi pasien) setiap 2 jam sekalid. Wahjudi.E. Jakarta :EGC Mubarak.Monitor kulit akan adanya kemerahan d. e.Hindari kerutan pada tempat tidur c. 2000. 4. 2007.Gerontologic Nursing . BAB III PENUTUP 3.Mandikan pasien dengan sabun dan air hangat. bagaimana mekanisme perubahan suhu pada lansia. Sue. Jakarta : SagungSeto Meiner. Wahit Iqbal.g.Mobilisasi pasien (ubah posisi pasien) setiap 2 jam sekalid. Asuhan Keperawatan Geriatrik . Jaime L.Monitor kulit akan adanya kemerahanf. Stockslager. St. hal ini disebabkn oleh bannyknya faktor yang mempengaruhinya. DAFTAR PUSTAKA 1.Jakarta : EGC .Jaga kebersihan kulit supaya tetap kering dan bersihe. Sebagai perawat. Oleskan lotion/minyak/ baby oil pada daerah yang tertekan.1 Kesimpulan Termoregulasi sangatlah beda dengan termoregulasi pada orang dewasa.Jaga kebersihan kulit supaya tetap kering dan bersihe.5 Intervensi a.menggunakan pakaian longgar b.Monitor status nutrisi pasienh. kita harus mengetahui bagaimana termoregulasi pada lansia.Anjurkan Klien untuk menggunakan pakaian longgar b. karena penurunan ketebalan kulit epidermis. 2. Louis. Missouri : Mosby Nugroho. 3. maka kerja akan sistemsistem dalam tubuhnya juga akan mengalami penurunan 3. 2006. Pengaturan suhu pada tubu lansia juga sangat dipengaruhi tipisnya kulit pada tubuh lansia.Hindari kerutan pada tempat tidur c.2 Saran Mempelajari tentang termoregulasi pada lansia diterapkan dalam praktik perawat lansia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful