Dari segi bahasa, Filsafat berasal dari bahasa Yunani yaitu gabungan dari kata Philo yang artinya

cinta, dan Sofia yang artinya kebijaksanaan, atau pengetahuan yang mendalam. Jadi dilihat dari akar katanya, filsafat berarti ingin tahu dengan mendalam atau cinta terhadap kebijaksanaan. Adapun makna filsafat menurut terminologi adalah berfikir secara sistematis, radikal dan universal, untuk mengetahui hakekat segala sersuatu yang ada, seperti hakekat alam, hakekat manusia, hakekat masyarakat, hakekat ilmu, hakekat pendidikan dan seterusnya. Dengan demikian maka muncullah apa yang disebut filsafat alam, filsafat manusia, filsafat ilmu dan sebagainya. filsafat adalah induknya segala ilmu, sebagai induk segala ilmu, maka filsafat mempengaruhi ilmu-ilmu lainnya, seperti ilmu fiqih, ilmu kalam, tafsir dan sebagainya. Berbicara mengenai hukum fiqih, maka fiqih sendiri bengandung arti mengerti dan memahami. Untuk memahami diperlukan pikiran dan penggunaan akal. Selain itu fiqih juga memakai ijtihad yang pada intinya adalah pemakaian akal untuk dalil-dalil yang bersifat dzonniy dan terhadap kasus-kasus hukum yang tidak jelas atau sama sekali tidak ada dasarnya baik dalam Al Qur’an maupun Al Hadits. Demikian juga untuk menafsirkan Al Qur’an, menjelaskan hubungan manusia dengan Alloh dalam ilmu Tasawwuf, menjelaskan kandungan hadits, banyak sekali digunakan pemikiran. Dengan demikian filsafat sangat besar pengaruhnya terhadap ilmu pengetahuan.

Hubungan Filsafat Islam Dengan Filsafat Yunani
Proses sejarah masa lalu, tidak dapat dielakkan begitu saja bahwa pemikiran filsafat Islam terpengaruh oleh filsafat Yunani. Para filosuf Islam banyak mengambil pemikiran Aristoteles dan mereka banyak tertarik terhadap pemikiran-pemikiran Platinus. Sehingga banyak teori-teori filosuf Yunani diambil oleh filsuf Islam. Demikian keadaan orang yang dapat kemudian. Kedatangan para filosuf Islam yang terpengaruh oleh orang-orang sebelumnya, dan berguru kepada filsuf Yunani. Bahkan kita yang hidup pada abad ke-20 ini, banyak yang berhutang budi kepada orang-orang Yunani dan Romawi. Akan tetap berguru tidak berarti mengekor dan mengutip, sehingga dapat dikatakan bahwa filsafat Islam itu hanya kutipan semata-mata dari Aristoteles, sebagaimana yang dikatakan oleh Renan, karena filsafat Islam telah mampu menampung dan mempertemukan berbagai aliran pikiran. Kalau filsafat Yunani merupakan salah satu sumbernya, maka tidak aneh kalau kebudayaan India dan Iran juga menjadi sumbernya. Pertukaran dan perpindahan suatu pikiran bukan selalu dikatakan utang budi. Suatu persoalan dan hasilnya dapat mempunyai bermacam-macam corak. Seorang dapat mengemukakan persoalan yang pernah dikemukakan oleh orang lain sambil mengemukakan teorinya sendiri. Spinoza, misalnya, meskipun banyak mengutip Descartes, ia mempunyai mahzab sendiri. Ibnu Sina, meskipun menjadi murid setia Aristoteles, ia mempunyai pemikiran yang berbeda-beda. Para filsuf Islam pada umumnya hidup dalam lingkungan dan suasana yang berbeda dari apa yang dialami oleh filsuf-filsuf lain. Sehingga pengaruh lingkungan terhadap jalan pikiran mereka tidak bisa dilupakan. Pada akhirnya, tidaklah dapat dipungkiri bahwa dunia Islam berhasil

Dan yang menjadi perluasan ilmu dengan tidak membatasi diri dari hasil-hasil karya filosuf Islam saja. Dengan alasan-alasan sebagai berikut: Karena ilmu kalam dasarnya adalah keagamaan atau ilmu agama. Syekh Mustafa Abdur Raziq adalah orang yang pertama mengusulkan ilmu Fiqh menjadi bagian dari filsafat. seperti halnya pemikiran Islam pada ilmu kalam dan tasawuf. kimia. Para ulama Islam memikirkan sesuatu dengan jalan filsafat ada yang lebih berani dan lebih bebas daripada pemikiran-pemikiran mereka yang biasa dikenal dengan nama filosuf-filosuf Islam. Objek filsafat adalah alam dan manusia serta pemikiran tentang prinsip wujud dan sebabsebabnya. tasawuf. Hubungan Filsafat Islam dengan Ilmu-ilmu Islam Keunggulan khusus bagi filsafat Islam dalam masalah pembagian cabang-cabangnya adalah mencakup ilmu kedokteran. Filsafat memasuki lapangan-lapangan ilmu ke-Islaman dan mempengaruhi pembataspembatasnya. Dengan demikian filsafat Islam secara khusus memisahkan diri sebagai ilmu yang mandiri. Hasil ini meliputi ilmu kalam. Sehingga hal ini menjadi nilai lebih bagi filsafat Islam. musik ataupun falak yang semuanya menjadi cabang filsafat Islam. dan sifat-sifat-Nya serta hubungan-Nya dengan alam dan manusia yang berada di bahwa syariat-Nya. biologi. Tetapi ada juga yang mengingkari adanya wujud Allah SWT. Demikian pula pada pokok-pokok hukum Islam (tasyri’) dan Ushul Fiqh juga terdapat beberapa uraian yang logis dan sistematis dan mengandung segi-segi kefilsafatan. apakah identik dengan Ilmu Kalam? Ataukah sebagai ilmu yang berdiri sendiri? Apakah ilmu kalam itu sebagai cabang dari filsafat? Ada beberapa pendapat ahli yang mencoba menjawab pertanyaan di atas antara lain:  Dr. Sedangkan filsafat merupakan pembuktian intelektual. Di mana perlu diketahui bahwa pembahasan ilmu kalam dan tasawuf banyak terdapat pemikiran dan teori-teori yang tidak kalah teliti daripada filosuf-filosuf Islam. sebagaimana aliran materialisme.membentuk filsafat yang sesuai dengan prinsip-prinsip agama dan keadaan masyarakat Islam itu sendiri. . Penyelidikan terhadap keilmuan meliputi kegiatan filsafat dalam dunia Islam. ushul fiqh dan tarikh tasyri’. dan Ilmu Pengetahuan: Filsafat Islam dengan Ilmu Kalam Problem yang ada terhadap filsafat Islam. Fuad Al-Ahwani di dalam bukunya Filsafat Islam tidak setuju kalau filsafat sama dengan ilmu kalam. tetapi dengan memperluas pembahasannya. Berikut ini ada beberapa hubungan filsafat Islam dengan Ilmu Tasawuf. Seperti filosuf Aristoteles yang dapat membuktikan tentang sebab pertama yaitu Allah. Pemikiran Islam mempunyai ciri khas tersendiri dibanding dengan filsafat Aristoteles. Obyek pembahasannya bagi ilmu kalam berdasar pada Allah SWT. Walaupun hasil juga ditemukan keidentikan dengan Pemandangan orang Yunani (Aristoteles) dalam masalah teori tentang pembagian filsafat oleh filosuf-filosuf Islam. Ilmu Fiqh.

filsafat telah bercampur dengan ilmu kalam. di kalangan ahli ilmu kalam sudah ada ahli yang terkenal seperti Al-Annazam. Para ahli ilmu kalam ini tidak ada yang menamakan diri sebagai filosuf. Di samping itu. . Namun dari kalangan ahli filsafat. Perbedaan pendapat terjadi antra Kaum Mu’tazilah. Tara Chana Dia mengemukakan bahwa istilah filsafat Islam adalah untuk arti dari ilmu kalam. Fuad Al-Ahwani Ia mengakui. Sebagaimana AlGhazali sebagai pengikut aliran Asy’ariyah yang menulis kitab Tahafutul Falasifah. Al-Jubbai. Pada Abad 2 H. Ia lebih lanjut menyatakan bahwa filsafat itu telah lahir dari kebutuhan Islam dan perdebatan keagamaan dan pada dasarnya mementingkan pengukuhan landasan aqidah atau mencarikan dasar filosofisnya. Abul-Huzail Al-‘Allaf. apakah ia Qadim atau makhluk. telah lahir filsafat Islam. bahwa ia lahir dari diskusi-diskusi sekitar Al-Qur’an yaitu Kalam Allah. Dan ada pertentangan tajam di antara kedua belah pihak. bahwa sekolah pada abad ke-6 H. pengikut Ahmad bin Hambal dan pengikut-pengikut Asy’ari. Ibnu Rusyd menjawab terhadap tuduhan itu dengan menulis: Tahafutul AlTahafuit (Inkosistensinya kitab Tahafut).Ilmu kalam adalah suatu ilmu Islam asli yang menurut pendapat paling kuat. ataupun untuk membangun pemikiran-pemikiran theologi keagamaan.  Prof.  Prof. Adapun filsafat adalah istilah Yunani yang masuk ke dalam bahasa Arab sebagai penegasan Al-Farabi bahwa nama filsafat itu berasal dari Yunani dan masuk ke dalam bahasa Arab. dengan bukti adanya filosuf-filosuf Islam seperti AlKindi. sampai yang terakhir ini telah menelan filsafat sedemikian rupa dan memasukkannya di dalam kitab-kitabnya. Sehingga kitab-kitab tauhid yang membahas ilmu kalam didahului dengan pendahuluan mengenai logika Aristoteles dengan mengikuti cara para filosuf.

apalgai penyelelidikan keilmuan pada waktu itu banyak bersifat ensiklopedis yang serba meliputi. seperti yang pernah terjadi dalam sejarah pemikiran Islam. berkerja sama berbagai ilmu itu mutlak diperlukan melalui berbagaio kerja sama ilmuan yang pada hakekatnya sangat dimungkimkan lahirnya integrasi ilmu. merupakan penjelmaan dialegtis dari ayat-ayat tuhan sendiri. karena dalam bangunan epistemologi Islam mau tidak mau. ilmu alam. ilmu humaniora. keilmuan Islam yang dikembangakan masih dipengaruhi oleh adanya dikotomi ilmu yang membagi ilmu umum dan ilmu agama. baik dalam sistem maupun dalam metodologinya. maka posisi filsafat Islam adalah landasan adanya integrasi berbagai disiplin dan pendekatan yang makin beragam. sehingga dalam studi keislaman. . dalam alQur’an. dengan institusi pendidikan yang berbeda pula. maka hal itu lebih disebabkan karena terjadinya kesalah pahaman dalam memahami risalah kenabian. Dan oleh karena itu tidak. semua ilmu (ilmu pasti. Padahal. akan tetrapiu harus memperluasnya sehingga mencakup pembahasan ilmu kalam. yang menjadi fokus adalah kajian-kajian ilmu keagamaaan. Kita tisak akan mempunyai gambaran yang lengkap tentang kegiatran filsafat dalam dunia Islam. yang satu berada di bawah DEPDIKBUD dan yang satunya berada berada di bawah DEPAG dan celakanya ilmu agamalah yang dianggap ilmu keislaman. yang mengintegrasikan dan mengikatkannya. yang mana hal itu tidak mungkin dipecahkan dengan pendekatan tunggal saja. dan mempengaeruhi pula pembatasan-pembatasannya. suatu pendekatan yang disebut sebagai multi disciplineapproach. karena dalam pandangan tauhid. maka diperlukan suatu integrasi (kesatuan/tauhid) ilum-ilmu untuk medekati dan memecahkan persoalan tersebut.lah aneh kalau filsafat tersebut mencakup juga lapangan-lapangan ilmu keislaman lain.HUBUNGAN FILSAFAT ISLAM DENGAN KEILMUAN ISLAM LAINNYA Di Indonesia sampai hari ini. filsafat dan ilmu agama) merupakan satu kesatuan dan hakikatnya adalah penjelmaan dan perpanjangan saja dari ayat-ayat Tuhan sendiri. baik ayat-ayat al-Qur’an yang tertulis dalam kitab al-Qur’an atau yang tersirat dalam alam semesta. Tampa filsafat fiqih akan kehilangan semangat untuk perobahan sehingganya fiqih dapat menjadi baku bahkan pintu ijtihad akan tertutup. filsafat Islam dengan metode rasional transendental dapat menjadi sumbernya. Filsafat Islam adalah basis studi keilmuan Islam. Jika ada petentangan antara fiqh dan filsafat. Dan jika dilahat dari adanya kecendrungan makin kompleknya persoalan yang dihadapi manusia. seperti keterbelakangan dan kemiskinan. tampa menapikan dan membatalkan adanya spesialisasi ilmu. Contoh: Fiqih pada hakekatnya adalah pemahaman yang pada dasarnya adalah filsafat. tasauf dam usul fiqih serta tarikh tasyrik. Selanjutnya dalam kajian keilmuan Islam. Jadi filsaft bukanlah anak haram Islam. pada hakekatnya ilmu-ilmu itu. yang bisanya adalah filsafat. yang kemudoan di kembangkan dalam usul Fiqh. Dalam menghadapi kompleksitas dan pluralitas persoalan kemanusiaan dewasa ini. tetapi filsafat adalah anak kandung yang sah dari risalah kenabian. atau mereka yamng terkenal dengan sebutan ”filosof peripatetik”. Apalagi jika dilihat pada datarean metrafisikanya. Maka mau tidak mau. kalau kita membatasi diri kepada ahsil karya filosof-filosof islam saja.

dan untuk peneguhan hati manusia sebagai khalifah dan sebagai hamba tuhan. untuk pencerahan intelektual Islam.agar tidak terlepas dari cita-cita Islam. untuk keselamatan dan kedamaian hidup dunia dan akhirat. . Filsafat Islam sebagai hikmah yang hadir.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful