Batasan, Pengertian Sosiologi Organisasi

Organisasi merupakan salah satu fenomena sosial yang tidak bisa lepas dari kehidupan manusia. Oleh karena itu, manusia tidak bisa menolak kehadiran organisasi dalam kehidupannya. Dilihat dari aspek material sosiologi, yaitu masyarakat dan dari aspek formal sosiologi, yaitu interaksi antarmanusia serta proses dan akibat yang timbul dari interaksi itu, ternyata masih saja ada kekaburan dan kerancuan dari pengertian dan lingkup sosiologi organisasi. Metode yang digunakan dalam studi sosiologi organisasi ditentukan oleh tujuan penelitian yang dirancang berdasar pada karakteristik data yang dikumpulkan dan juga dipengaruhi atas dasar suatu pandangan filsafat tertentu. Oleh karena itu, sosiologi sering kali dinyatakan sebagai ilmu yang berparadigma ganda yang hal ini disebabkan oleh:
1. perbedaan pandangan filosofi dari para ahli sosiologi; 2. perbedaan teori yang dibangun atas dasar pandangan filosofi tadi; 3. akibatnya metodenya pun berbeda.

Konsep-konsep Dasar dalam Sosiologi Organisasi Organisasi merupakan salah satu fenomena sosial yang tidak bisa lepas dari kehidupan manusia. Oleh karena itu, manusia tidak bisa menolak kehadiran organisasi dalam kehidupannya. Dilihat dari aspek material sosiologi, yaitu masyarakat dan dari aspek formal sosiologi, yaitu interaksi antar manusia serta proses dan akibat yang timbul dari interaksi itu, ternyata masih saja ada kekaburan dan kerancuan dari pengertian dan lingkup sosiologi organisasi.

Metode yang digunakan dalam studi sosiologi organisasi ditentukan oleh tujuan penelitian yang dirancang berdasar pada karakteristik data yang dikumpulkan dan juga dipengaruhi atas dasar suatu pandangan filsafat tertentu. Oleh karena itu, sosiologi sering kali dinyatakan sebagai ilmu yang berparadigma ganda yang hal ini disebabkan oleh:
1. perbedaan pandangan filosofi dari para ahli sosiologi; 2. perbedaan teori yang dibangun atas dasar pandangan filosofi tadi; 3. akibatnya metodenya pun berbeda.

KELOMPOK SOSIAL DAN ORGANISASI SOSIAL Batasan Pengertian Kelompok Sosial dan Organisasi Sosial Beberapa karakteristik dari kelompok sosial, yaitu nilai-nilai kelompok, norma-norma kelompok, peran dan posisi, serta status dan ikatan kelompok, sedangkan tipe-tipe kelompok sosial mencakup in-group dan out-group, kelompok primer dan kelompok sekunder, serta kelompok formal dan kelompok informal. Pada kelompok informal terdapat juga beberapa bentuk ikatan, antara lain kelompok persahabatan atau persaudaraan, dan klik. Klik ini juga terdiri dari klik vertikal, klik horizontal, klik campuran, serta subklik. Dinamika Kelompok dalam Organisasi Dinamika kelompok umumnya mengacu kepada kerja sama, persaingan, dan konflik yang terjadi antaranggota kelompok maupun

antarkelompok. Hal ini pada dasarnya mempengaruhi keanggotaan kelompok, di mana faktor-faktor dukungan individual, sikap anggota kelompok, kepuasan kerja, sikap tolong-menolong, ketegangan dan kegelisahan, serta perkembangan individual ikut andil di dalamnya.

Beberapa masalah yang berkaitan dengan kelompok, seperti konflik peran dan konflik antarkelompok merupakan sumber konflik yang selalu terjadi di dalam setiap organisasi. Penyebabnya, antara lain karena perebutan sumber daya, perbedaan status, dan perbedaan persepsi TIPE-TIPE ORGANISASI SOSIAL Dasar Tipologi Organisasi Kesamaan karakteristik mengenai fenomena organisasi biasanya selalu dijadikan dasar dalam menentukan tipologi atau klasifikasi fenomena organisasi. Tipologi atau klasifikasi tersebut mencakup, antara lain organisasi yang bergerak berdasarkan keuntungan, sistem wewenang, tanggapan anggota, keterlibatan emosi anggota, tujuannya, kebutuhan sosial, pembagian biaya dan nilai, luas wilayah, pucuk pimpinan, dan saluran wewenang. Organisasi Formal dan Organisasi Informal Di dalam organisasi formal terdapat organisasi informal.

Berkembangnya organisasi informal ini karena struktur formal tidak dapat memberikan pemenuhan kebutuhan para anggotanya dan juga kebutuhan organisasi (formal) itu sendiri. Keduanya yaitu organisasi formal dan organisasi informal memiliki persamaan dan perbedaan dalam hal tujuannya, mekanisme kontrol, karakteristik dan sebagainya. Di dalam organisasi formal, birokrasi merupakan salah satu bentuk yang sering kali memiliki konotasi negatif hanya karena ketidaktahuan konsep awal birokrasi oleh masyarakat. Weber, seorang sosiolog Jerman, melihat birokrasi yang ideal itu memiliki beberapa sifat, yaitu:
1. adanya pembagian kerja; 2. hierarki otoritas;

4. 4. Munculnya sistem kapitalisme. Max Weber dengan konsep birokrasi idealnya menekankan pada konsep otoritas dan kekuasaan yang sah untuk melakukan kontrol kepada pihak lain yang berada di bawahnya sehingga organisasi akan terhindar dari penyalahgunaan kekuasaan dan ketidakefisienan. 6. sistem pemeliharaan dokumen tertulis dan formal. Frederick Taylor mengajukan konsep "manajemen ilmiah" yang inti gagasannya adalah "bagaimana cara terbaik untuk melakukan pekerjaan". tenaga ahli terlatih. produktivitas akan meningkat.3. pengaturan. dan keuntungan ekonomis merupakan tujuan organisasi. rasionalitas. Berkembangnya ekonomi uang. hubungan yang impersonal. mengatakan bahwa tumbuhnya organisasi birokrasi di Eropa ditandai dengan revolusi industri di Eropa. Untuk ini Taylor membuat standardisasi mulai dari seleksi . 5. Kuatnya etika Protestan. Besarnya ukuran organisasi. 3. 2. TEORI ORGANISASI Teori-teori Organisasi Menurut teori organisasi klasik. Teori ini juga menyatakan bahwa manusia itu diasumsikan bertindak rasional sehingga secara rasional dengan menaikkan upah. Untuk ini Blau sepakat dan menyatakan bahwa latar belakang tumbuhnya birokrasi di Eropa pada waktu itu ditandai oleh 4 faktor sebagai berikut. efisiensi. Weber sendiri secara historis. tata cara dan aturan. 1.

dan control yang menjadi landasan bagi fungsi dasar manajemen. pemberian upah. command. wewenang dan tanggung jawab. yang menurutnya merupakan sistem hubungan kerja antara manusia dengan mesin sehingga dengan semua itu. mengutamakan kepentingan umum. ketertiban. Gagasan Fayol sendiri didukung oleh koleganya di AS yaitu Gulick. Pendekatan yang dilakukan oleh ahli teori neoklasik dan modern ini adalah pendekatan perilaku atau bahavioral approach (human relation . sentralisasi. Mooney dan Reiley. keadilan. penempatan. tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa teori klasik merupakan peletak dasar dari teori-teori administrasi modern. deterministik. Henry Fayol mengembangkan teori yang memusatkan perhatiannya pada pemecahan masalah-masalah fungsional kegiatan administrasi. Fayol juga mengemukakan empat belas prinsip yang sangat fleksibel yang digunakan sebagai dasar bagi manajer dalam mengelola organisasi. dan tertutup. Urwick. Meskipun mendapat banyak kritik yang menganggap bahwa teori-teori klasik itu telah mengabaikan faktor humanistik. disiplin. Keempat belas prinsip itu adalah pembagian kerja. kestabilan masa kerja. dan semangat korps. rantai perintah. organizing. kesatuan perintah. kesatuan arah. pekerjaan dapat dianalisis secara ilmiah.(rekruitmen). inisiatif. Fayol mengajukan konsep Planning. coordination. Dinamika Kelompok dalam Organisasi Teori neoklasik dan modern muncul sebagai reaksi atas konsep-konsep yang dikemukakan oleh para ahli teori klasik meskipun tidak sepenuhnya mengabaikan prinsip-prinsip yang dikemukakan oleh teori klasik.

yuwie. Tahap keempat. (3) subsistem kekuasaan. (3) kelompok ikut berperan dalam menentukan kinerja dan sikap anggota kelompok. Experiment Hawthorne menjadi pemicu munculnya beberapa pemikiran baru (yang masih dalam kerangka humanistik) dari Follets dan Barnard termasuk McGregor dengan teori X dan Y-nya. (2) imbalan nonfinansial dan sanksi berperan dalam mengarahkan perilaku pegawai. (7) pihak manajemen dituntut untuk lebih memahami situasi sosial.asp?id=560614&eid=314165 . (6) kepuasan dan kenyamanan bekerja meningkat. http://ww2. Hasil eksperimen tersebut adalah (1) sistem sosial para pekerja ikut berperan dalam organisasi formal.com/blog/entry.room experiment.wiring . Teori kontingensi ini pada prinsipnya melihat bahwa organisasi harus berlandaskan pada sistem yang terbuka (open system concept). (5) komunikasi yang makin intensif. melakukan wawancara dengan pekerja (yang tidak ikut eksperimen) melalui pertanyaan terbuka. Pendekatan ini dilakukan dengan mengadakan eksperimen yang dikenal dengan Hawthorne Experiment yang secara garis besar dibagi dalam 4 tahap. melakukan konsultasi dengan pekerja yang ikut eksperimen. Kedua. juga munculnya teori kontingensi yang dibangun atas dasar prinsip-prinsip yang telah dikembangkan oleh pendekatan sistem. (4) munculnya pola kepemimpinan informal. Kemudian. (2) subsistem sosial. Pertama mengkaji efek lingkungan dari produktivitas pekerja. Termasuk munculnya teori sistem yang melihat organisasi sebagai suatu sistem yang memiliki (1) subsistem teknis. adalah eksperimen yang dikenal dengan bank . Ketiga.approach).

norma. Analisis utama teori neo-klasik adalah berusaha memodifikasi pilar-pilar dari dokrin klasik dan tentang organisasi informal. Organisasi tidak bekerja dengan mulus dan bukan merupakan mesin yang bekerja secara sempurna. Studi perilaku yang paling menginspirasi teori tersebut adalah studi Howthorne yang dilakukan oleh Elthon Mayo (1880-1949).142) menguraikan modifikasi teori organisasi neo-klasik terhadap pilar-pilar dalam dokrin teori organisasi klasik sebagai berikut: 1. Manajemen dapat merancang hubungan dan peraturan yang formal dan sebagainya. Para teoritikus neoklasik beroperasi di bawah asumsi tertutup namun menekankan hubungan informal dan motivasi-motivasi non ekonomis yang beroperasi di dalam organisasi. diklaim oleh penganut teori ini sebagai pengenalan studi perilaku yang diintegrasikan ke dalam teori organisasi. namun diciptakan juga pola hubungan status. Penganut teori neo-klasik secara umum mengidentifikasikan pergerakan hubungan manusia. hlm. Pembagian pekerjaan (division of labor) dipahami sebagai subyek dari .Diposkan oleh ^^ di 05:12:00 0 komentar Reaksi: Teori Organisasi Umum Tokoh Teori Organisasi Neo-Klasik Teori Organisasi Neo-Klasik memperbaiki beberapa kekurangan yang terjadi pada teori organisasi klasik. dan hubungan informal yang diciptakan untuk memenuhi kebutuhan sosial para anggota organisasi. Scott (1993.

pekerjaan. pengakuan akan kebebasan seseorang. Struktur dipahami oleh teori organisasi neo-klasik sebagai tempat mengeliminir friksi dan konflik fungsi-fungsi yang berbeda atau harmonisasi bagi bagian staf dan lini dalam mencapai tujuan organisasi melalui partisipasi. 4. 143) kemudian melihat beberapa asumsi karakteristik organisasi informal yang 69 penting dan apabila dipahami maka ia akan bermanfaat bagi penerapan manajemen antara lain: 1. Kontribusi yang lain atau berikutnya yang juga masih bersifat revisi terhadap teori klasik dari teori ini adalah analisis tentang organisasi informal. tipe-tipe manusia dan fungsi supervisi. Rentang kendali (span of control) menurut teori ini haruslah memperhatikan keperbedaan individual termasuk didalamnya kemampuan manajerial. Determinan penting yang memunculkan organisasi informal menurut Scott (1993) adalah lokasi.hubungan manusia. dan isu-isu khusus (special issues). Proses skalar dan fungsional dipahami oleh teori organisasi neo-klasik sebagai derajat intensitas pendelegasian. 2. dan komunikasi yang lebih baik. otoritas pendelegasian otoritas dan tanggung jawab. kepentingan. 3. Organisasi informal muncul dari respons terhadap kebutuhan sosial sebagai kebutuhan untuk berhubungan dengan orang lain. dan pada . hlm. dan penciptaan komunikasi yang efektif. Organisasi informal merupakan agen kontrol sosial. Scott (1993. junior boards. bukan didasarkan isolasi terhadap para pekerja akan tetapi ia lebih merupakan spesialisasi pekerjaan. manajemen yang bottom-up.

3. Keberlangsungan hidup organisasi informal membutuhkan stabilitas hubungan diantara orang-orang yang berada didalamnya. 2. 5. Kepemimpinan pada organisasi informal merupakan salah satu aspek penting bagi organisasi informal yang selalu menjadi determinan penting pula dalam pembahasan teori organisasi neo-klasik. Bentuk-bentuk keterhubungan antar manusia pada organisasi informal memerlukan analisis yang berbeda dari hubungan manusia yang diplot atau dirancang pada organisasi formal. 4. Ia . tahun 1886. dan bagaimana pemimpin informal tersebut dapat menolong para manajer mencapai tujuan-tujuan dalam organisasi formal. Tokoh Teori Organisasi Neo Klasik dalam pemahaman yang umum menyatakan tokoh teori neo klasik merevisi atau mengoreksi teori organisasi klasik yang kurang memberikan perhatian kepada kebutuhan anggota organisasi dan interaksi yang terjadi antar anggota organisasi. keistimewaan apa yang melekat padanya. dan tidak selalu berasal dari sistem formal. Metodenya biasa disebut sebagai analisa sosiometrik. Barnard (1886-1961) Chester I. dengan demikian organisasi informal selalu sulit untuk berubah (resists to change).organisasi formal biasanya aturan-aturan mengenai kontrol sosial tersebut tidak lengkap atau tidak diatur. Massachusets. Tokoh-tokoh tersebut antara lain: Chester I. Barnard dilahirkan di Malden. Organisasi informal memiliki sistem status dan komunikasi yang khusus. Diskusi terhadap aspek kepemimpinan pada organisasi informal dipumpun pada bagaimana berlangsungnya kepemimpinan informal.

Barnard dijuluki sebagai „godfather‟ bisnis kontemporer. Barnard sebenarnya bukanlah seorang peneliti. Barnard menjabat sebagai presiden Rockeffeller Foundation. pada tahun 1948 hingga tahun 1952. Barnard memulai karier kerjanya sebagai seorang juru tulis (clerk). dan F. Puncak dan akhir karier kerjanya. karya-karyanya lebih cenderung sebagai refleksi pekerjaannya sebagai pandangan pribadi dan konsernnya terhadap pekerjaan tersebut. Roethlisberger. yang kemudian mempertemukannya dengan ahli manajemen Harvard lainnya seperti Elton Mayo. anak perusahaan AT&T) pada tahun 1927. Tingkat keresahan masyarakat pada masa tahun 1930-an sangat tinggi sehingga legitimasi bagi pembentukan sebuah organisasi menjadi dipertanyakan.dilahirkan dalam keluarga yang tidak mampu tetapi karena ketekunannya. Selanjutnya pada tahun 1942. Barnard diangkat sebagai presiden United Service Organization. Barnard juga menjadi penasehat pemerintahan USA pada tahun 1930 karena ide-idenya yang cemerlang. hingga akhir Perang Dunia II. Kecenderungan yang menonjol pada waktu itu adalah lahirnya idiologi-idiologi radikal yang disertai tindak kekerasan tanpa pertimbangan nalar. J. „suhu‟ bagi yang membutuhkan nasehat penanaman budaya organisasi yang kuat dalam organisasi. Barnard memunculkan ide-ide . Karya Barnard yang berpengaruh adalah The Function of the Executive (1938). ia memperoleh bantuan beasiswa untuk melanjutkan studi bisnis di Harvard. kemudian kariernya meroket menjadi presiden direktur pada New Jersey Bell Company. bukunya ditulis dalam konteks sosial masyarakat yang sedang dilanda depresi dalam perang dunia.

Jadi para manajer harus mengorganisasikan di sekitar persyaratan tugas yang harus dilaksanakan dan kebutuhan dari orang yang akan melaksanakannya. memperkenalkan peran dari organisasi informal ke dalam teori organisasi. Gagasan bahwa sebuah organisasi adalah sebuah sistem kerjasama pada umumnya dikatakan berasal dari Chester Barnard. Ia menantang pandangan klasik yang mengatakan bahwa wewenang harus didefinisikan sesuai dengan tanggapan dari bawahan. mengusulkan agar peran utama manajer adalah memperlancar komunikasi dan . dimana ia menggunakan pengalamannya selama bertahuntahun di American Telephone and Telegraph. Ia menawarkan ide-idenya di dalam The Functions of The Executive. Model authoritarian menurutnya tidak tepat pada konteks waktu itu. dan Weber serta dengan hasil kajian Hawthorne menurut Barnard akan membawa kita kepada kesimpulan bahwa organisasi merupakan sistem kerjasama. Fayol. Perhatian yang hanya ditujukan kepada pekerjaan atau kepada kebutuhan orang yang melaksanakan tugas tersebut akan mengurangi optimalisasi sistem tersebut. Chester Bernard dan Sistem Kerjasama Mempersatukan pandangan Taylor. Organisasi terdiri dari tugas-tugas dan manusia yang harus dipertahankan pada suatu tingkat keseimbangan. Selain sebagai salah satu orang pertama yang memperlakukan organisasi sebagai suatu sistem. Barnard juga menawarkan pandangan penting lainnya.kooperatif yang ideal dalam karyanya guna merespons situasi yang penuh bahaya tersebut. termasuk kedudukannya sebagai presiden New Jersey Bell.

mendorong para bawahan berusaha lebih keras. Tujuan umum organisasi menurut Barnard adalah sebagai sebuah tujuan moral. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa setiap kelompok yang lebih inklusif (terbuka) ditentukan oleh kebutuhan koordinasi. Perspektif sistem kerjasama dalam karyanya. yang mengkhususkan diri dalam menyelesaikan konflik dari tingkatan yang lebih rendah. Pada konteks intelektual. dalam bentuk kehadiran beberapa orang wakil dari kelompok lain tersebut. yang menyesuaikan diri atau mengakomodir . menjadi pijakan bagi organisasi yang dibangun dan memotivasi para manajer dalam organisasi dalam berusaha agar tidak gagal dalam sistem kerjasama. Untuk menanamkan tujuan moral tersebut terhadap anggota organisasi. yang ditujukan bagi manajer masa datang agar lebih memahami organisasi sebagai sistem kerjasama (cooperative) organis. Boulding (1964) dalam Thompson (1967) menjelaskan pendapat Barnard dengan mengusulkan dalil bahwa bentuk hirarkis organisasi dapat secara luas diinterpretasikan sebagai suatu alat untuk menyelesaikan konflik pada setiap tingkatan hirarki. eksekutif harus memahaminya sebagai sebuah tugas yang mulia dan bermakna. Barnard berusaha menunjukkan pandangan yang lebih masuk akal. Barnard mencatat bahwa pada setiap kelompok dalam suatu organisasi yang kompleks terdapat suatu posisi yang juga termasuk dalam kelompok lain. karyanya menjelaskan kegagalan akademis terhadap penjelasan teori organisasi. berdasarkan tempat dari kesalingtergantungan atau kemungkinan.

dan mulai bekerja di Pusat Studi untuk UndangUndang dan Masyarakat. tetapi juga tidak bebas. tahun 1919. Karya Selznick sangat berpengaruh terhadap teori organisasi institusional baik yang baru maupun lama. manajer dan pekerja. yaitu variabel yang tersedia bagi organisasi dan bisa dimanipulasi sedemikian rupa sehingga terjadi interaksi dengan unsur lain yang mana akan menghasilkan penyelarasan yang menguntungkan. old and new institutionalsm. Ia adalah penemu teori institusional Selznick mengemukakan bahwa segala sesuatu yang penting mengenai organisasi adalah perbincangan tentang perangkat-perangkat (tolls) organisasi terhadap bagian yang menghidupkan dirinya. dan hubungan manusia. Berdasarkan pemikirannya.D dari Universitas Columbia. Barkeley University. ia memperoleh gelar Ph. New Jersey. pengambilan keputusan. Seperti pemikiran teori institusional.kepentingan pemodal. melainkan dengan jalan menemukan apa yang disebutnya sebagai variabel strategis. bahkan sampai tiga dekade kemudian. Philip Selznick (1919-) Philip Selznick lahir di Newark. Menurut Barnard organisasi bukan hanya merupakan produk lingkungannya. ia merumuskan gagasan rasional selanjutnya dalam mendesain organisasi untuk mencapai tujuan yang ternyata menunjukkan bahwa stuktur formal tidak bisa membebaskan diri dari dimensi indvidu. dari tahun 1952 sampai tahun 1972. juga bukan dengan memanipulasi semua variabelnya. Karyanya sangat berpengaruh terhadap paling sedikit tiga masab atau paradigma teori organisasi. Konfigurasi atau formasi yang diperlukan agar bisa hidup terus diperoleh bukan dengan jalan menyerah pada satu atau semua tekanan. .

Stabilitas hubungan informal dalam organisasi. adalah terhadap pengorganisasian Leninist di Soviet. Kontribusinya bagi teori institusional terjadi melalui kesimpulan penilitiannya yang menyatakan bahwa organisasi melakukan proses adopsi dan kooptasi terhadap organisasi lainnya atau lingkungan institusionalnya. Keamanan organisasi dalam lingkungan. bagaimana lembaga tersebut merespons tantangan eksternal. Ia menemukan bahwa ternyata institusionalisasi adalah proses dimana organisasi mengembangkan karakter struktur secara khusus. Kesimpulannya menunjukkan bahwa ternyata lembaga tersebut menciptakan proses kooptasi terhadap organisasi lain dalam merespons hal ini. antara lain adalah.Selznick menyatakan bahwa individu-individu menciptakan komitmen lainnya terhadap organisasi agar dapat tercapai pengambilan keputusan rasional. Akhirnya adaptasi struktur organisasi di dasari oleh tindakan individu dan tekanan lingkungan. Ia mendetifinisikannya sebagai „derived imperative‟. Penilitian Selznick difokuskan pada dua hal. Pernyataannya menolak pandangan kebutuhan sistem sebagai tempat pemeliharaan integritas dan keberlangsungan sistem akan terjadi hanya dalam diri sistem itu sendiri. 3. Selznick mengarahkan studi organisasi pada masa mendatang lebih berfokus pada keputusan penting yang menyebabkan terjadi perubahan struktur. 2. Kesamaan pandangan tentang makna dan aturan organisasi. pertama. 1. tentang bagaimana perlakuan Lenin terhadap sukarelawan dan agen-agen. Organisasi melakukan tawar-menawar dengan lingkungan dalam hal mencapai tujuan penting atau kemungkinan-kemungkinan masa mendatang. Lenin . adalah terhadap Lembaga Otorita Lembah Tennesse. Kedua.

serta struktur secara signifikan merupakan pernyataan anggotanya. baik secara formal maupun informal. Pandangan Selznick terhadap proses kooptasi atau penyertaan dipahami olehnya sebagai proses penyesuaian sebuah organisasi. pembagian tanggung jawab organisasi dimaksudkan untuk memperoleh legitimasi. Secara formal. Mayo (1880-1949) Elthon Mayo dilahirkan di Australia pada tahun 1880. yang diterbitkan pada tahun 1948. ia mengajar di Quensland University. Elthon B. Temuan Selznick dimuat dalam karyanya dengan judul Istitutionalism „Old and New‟. Mereka bertindak sesuai pernyataan struktur organisasi.menjalankan tugasnya dengan sangat disiplin. Temuan Selznick menunjukkan bahwa para agen bekerja dengan disiplin karena adanya proses pendelegasian wewenang yang mengindikasikan adanya proses adopsi dari organisasi lainnya. Dari kedua hasil penilitiannya. Sementara secara informal kooptasi merupakan proses penyesuaian yang memungkinkan pusat kekuasaan menjadi spesifik dan jelas berada dimana. dan The Foundation of the Theory of Organization. Dalam buku ini Selznick menyatakan bahwa konsekwensi dari dibangunnya sebuah organisasi adalah bagaimana organisasi membentuk aturan dan mejalankannya dalam struktur secara fungsional. Analisis Selznick terhadap struktur fungsional adalah bagaimana struktur secara fungsional dapat menjawab kebutuhan dasar (basic need) dan bagaimana keseluruhan sistem dapat bertahan. Kemudian Mayo megikuti studi lanjut di Edinburg . Selznick menyimpulkan bahwa organisasi selalu melakukan proses adopsi terhadap bentuk organisasi lainnya.

What the company actually did for the group was to the reconstruct enterely its whole industrial (hlm. Mayo berkesimpulan bahwa masalah motivasi dan respons emosi yang diakibatkan oleh situasi kerja lebih penting dari pengaturan logis dan rasional dalam menentukan keluaran. Sebuah temuan yang sederhana tetapi berimplikasi besar. karena faktor manusia yang mempengaruhinya. tentang efek penerangan pengaruhnya terhadap keluaran (out-put). Pernyataan Mayo dalam Wren (1994) tentang hal ini dinyatakan sebagai berukut.University. ia bergabung dengan Asosiasi Penilitian Psycopathologi. penilitian dilakukan terhadap para karyawan perakitan (assembly). dalam bidang pengobatan. Warton University. Setelah selesai mengikuti studi lanjut. Kemudian pada tahun 1926. dan mengajar pada Industrial Reseach Faculty. Menurut Mayo perlakuan yang manusiawi dan menunjukkan penghargaan memberi . ia bergabung ke Harvard University. Pemahaman yang terkenal dengan „efek Hawthorne‟ ini mengemukakan bahwa perlakuan khusus. Mayo yang terkenal adalah temuan dalam Hawtorne Studies. Karya Elton B. The most significant change that the Western Electric Commpany introduced into its „that room‟ bore only a causal relation to the experimental changes. Implikasi dari temuan ini memberikan pemahaman tentang organisasi sebagai suatu kesatuan sistem.169). Studi tersebut dilakukan tahun 1924 sampai tahun 1932. dapat membawa dampak positif terhadap para pekerja. Scotlandia. bahkan yang buruk pun. Ia menegaskan bahwa hubungan sosial dalam kelompok kerja adalah faktor terpenting yang mempengaruhi kepuasan para pekerja atas pekerjaannya.

Marry muda adalah pribadi yang mengasumsikan diri sebagai orang yang bertanggung jawab ketika bapaknya meninggal dan ibunya sakit-sakitan. Ia harus berhenti untuk sementara waktu dalam masa-masa studinya karena kejadian yang . Argumentasi Mayo didasarkan atas pemahamannya tentang revolusi industri yang telah menghancurkan masyarakat tradisional yang memungkinkan manusia saling berhubungan dalam kehidupan rutin dan akrab. meskipun mesin-mesin tidak mungkin bekerja lebih cepat lagi. dampak positif dirasakan. Barulah setelah para pekerja dilibatkan dalam pengambilan keputusan. ia dibesarkan dalam tradisi Quaker. Semua faktor bahkan uang. Marry Parker Follet (1868-1933) Marry Parker Follet lahir tahun 1868 di Massachusetts (sumber lain menyebutkan Boston). Tradisi lama tersebut tak mungkin dibangkitkan kembali. Dalam hampir semua tulisannya Mayo selalu membahas dua gagasan pokok. dan kedua menyangkut masalah individu dalam masyarakat. pertama adalah tentang masyarakat. serta dipimpin oleh orang-orang yang terlatih dalam ketrampilan dan pemahaman sosial. Mayo dan timnya menguji efekifitas beberapa sistem insentif. Ternyata keterlibatan pribadi dalam mencapai sasaran kerjalah yang mendorong peningkatan produksi. Karena itu solusinya adalah dengan membangun masyarakat yang adaptif.manfaat bagi perusahaan dalam jangka panjang. dan mampu mengatasi masalah manusia maupun masalah tehnis. gagal menghasilkan dampak yang diharapkan. Dalam sebuah percobaan lain di sebuah pabrik tekstil. yang mudah menyesuaikan dengan tuntutan lingkungan. yang terkenal karena didikan kedisiplinan dalam tradisi tersebut.

pada tahun 1898. Follet dalam karya-karya selanjutnya sangat dipengaruhi oleh John Fichte. Sebelum ia menyelesaikan studinya di Cambridge. adalah seorang filsuf berkebangsaan Jerman yang mendukung nasionalisme yang membebaskan individu dari sub-ordinasi kelompok. yang kemudian berkembang menjadi filosofi organisasi Follet. yang merupakan bagian dari pandangan . Theodore Roosevelt. membentuk ego sosial atau „great ego‟.menimpa keluarganya. Follet melanjutkan studi di Cambridge University. Lebih tepat disebut sebagai pandangan filosofi politik. Buku pertamanya diterbitkan semasa ia masih berstudi di College. hukum dan filsafat. Kemudian ia melanjutkannya dengan capaian yang memuaskan dengan nilai A. ia harus pulang karena ibunya sakit. Fichte tidak sependapat dengan pemahaman individualisme berada diatas segala-galanya. Buku ini meneliti tentang metode yang efektif bagi anggota kongres. tetapi pengakuan individualitas seseorang terjadi ketika terciptanya hubungan interpersonal dimana orang mengembangkan komitmen di dalam kelompok. ia menyelesaikan studi dengan nilai yang memuaskan dalam bidang ekonomi. tahun 1896. dengan judul The Speaker of the House of Representatives. Selanjutnya ego individual dalam kelompok terbentuk menjadi ego yang lebih luas. pemerintahan. presiden Amerika Serikat pada waktu itu mendeklarasikan karya Follet muda sebagai buku yang harus dibaca. Inggris. Pendidikan awalnya dilalui di Thayer Academy dan dilanjutkan di Annexete Harvard (sekarang berubah nama menjadi Radcliffe Collage). seorang filsuf pujaannya.B summa cum laude. John Fichte (1762-1814).

dalam rangka menemukan aturan dari situasi tersebut dan menaatinya. Pengatur dan yang diatur dapat menjadi sebuah kesatuan yang integratif melalui perilaku yang memiliki ujung pangkal (circular) karena kemungkinan munculnya persoalan industrial disebabkan oleh tata krama yang tidak benar. Keteraturan sebagai bagian yang berkembang dari sikap yang bertanggung jawab. Subyek dari aturan yang mengarahkan kita dalam pertanyaan menyeluruh adalah otoritas dan kesepakatan bersama sehingga orang tidak bekerja dibawah tekanan. Dengan demikian. mengenal semua . demokrasi dibangun atas keyakinan sosial. Sumbangan pemikiran Follet lewat filosofi bisnisnya menyatakan bahwa tindakan yang didasarkan oleh akal sehat (commonsense) yang cerdas dari eksekutif bisnis memberitahukan kepada mereka bahwa mencapai keteraturan secara membabi-buta bukanlah bisnis yang baik. Bagi Follet. Pandangan Fichte sangat mempengaruhi pandangan filosofi Follet. Follet menyatakannya sebagai berikut. hlm. yang kemudian dikembangkan lebih lanjut dalam rumusan filosofis bisnis. Follet mengusulkan adanya depersonalisasi kembali keadaan manusia dan menciptakan aturan untuk mempersatukan semua hal yang menyangkut studi terhadap situasi tersebut.hidup seluruh individu.260). bukan oleh faham individualisme. …depersonalization of an authorithy and obiedience to the law of situation would certainly sound the death knell for tyranny and authocrazy…(dalam Wren. menurut Follet teori politik misalnya harus berbasis pada hak-hak individual. Hal ini tidak bisa ditawar-tawar dan harus mendapat tempat dalam teori politik modern. 1994.

Warren Bennis menyatakan sebagai berikut.…just about everything writen today abaut leadership and organization comes from Mary Parker Follet writings and lectures. …Work for profit. …Follet had been the brightest star in the management firmanent and to change the metaphor She had struck every chord in what now constitutes the management simphony. Harry Mintzberg menyatakan . sikap yang sadar mencatat bahwa situasi dibangun oleh kita. but they other motives as well.keadaan. Rumusan filosofi bisnis tersebut dapat dilihat pada kata Follet sendiri yang menyatakan bahwa pelayanan bukan merupakan substitusi terhadap motif mencari profit tetapi merupakan bagian yang terintegrasi dalam motif yang lebih luas yaitu profesionalisme. Peter Drucker menyatakan. Begitu besar pujian dan hormat dialamatkan kepadanya karena pemikirannya yang brilian. but there is no individual or social progress in curtailment of desires (hlm. I do not care have you see it stated that they have…Proffesional men are eager enough for large income. but to put through the job in hand in the best possible manner …to come back to the proffesions: can we not learn a lesson from them on this verry point? The proffesions have not given up the money motive. and they are often willing to sacrifice a good slice of income for the sake of this other things…we all want the riches of life in the terms of deepest desire. we can add to them. for our own development. most of us are not working directly or immediatly for any thyngs. for the love of creathing something.264). Follet dalam Wren (1994) menyatakannya sebagai berikut. At any moment inded. We can purify and elevate our desires.

Namun di tahun 1950 dan 1960an. 1868-1933. Sedangkan Lindhal W. Herbert A. tetapi Herbert Simon sudah menyadari pada tahun 1940-an bahwa prinsip-prinsip paradigma teori klasik harus mengalah terhadap pendekatan kontingensi atau situasional. Pitsburg. Simon adalah seorang profesor dalam bidang sains komputer dan psikologi di Carnagie-Mellon University. Simon memperoleh hadiah nobel tahun 1978. Diperlukan kurang lebih dua puluh tahun bagi para teoritikus organisasi untuk memberikan tanggapan yang efektif terhadap tantangan Simon. Simon. Ia memulai kariernya dalam bidang administrasi publik dan riset operasi. Simon adalah ilmuan politik dan sosial berkebangsaan Amerika. The Great Names in Management: Mary Parker Follet. realy to every days problems. Herbert Simon dan Serangan Terhadap Prinsip-Prinsip Klasik. cenderung masih didominasi oleh prinsip-prinsip yang simplisistik baik dalam keragaman mekanistik maupun aspek humanistisnya. …how relevant Mary Parker Follet writings are todays problems?. Gerakan kontingensi mencapai puncaknya pada taun 1960-an. Herbert A.pujiannya sebagai berikut. ia melakukan riset terhadap proses pengambilan keputusan. Urwick membuat sebuah makalah dengan judul. Simon mencatat bahwa kebanyakan dari prinsip klasik tidak lebih dari pada pepatah saja dan banyak di antaranya saling bertentangan. Ia menyatakan bahwa teori organisasi perlu melebihi prinsip-prinsip yang dangkal dan terlalu disederhanakan bagi suatu kajian mengenai kondisi yang di bawahnya dapat diterapkan prinsip yang saling bersaing. Pandangan-pandangan Simon berdasarkan hasil risetnya terhadap .

dan aktivitas memilih. tetapi akan menimbulkan kontradiksi antara satu prinsip dengan yang lain. pengorganisasian lewat tujuan. Dalam proses pengambilan keputusan menurut Simon ada batasan atau konstrain yang diidentifikasikan olehnya sebagai administrative man versus economic man. kesatuan komando. proses. Simon merumuskan tiga tahap dalam proses pengambilan keputusan sebagai tahap aktivitas pemikiran (intelligence).proses pengambilan keputusan ditemukan bahwa ada kesamaan pandangan antara proses pengambilan keputusan dengan proses manajemen. Simon mencontohkan beberapa hal antara lain: spesialisasi.‟…management is equivalent to decision making…‟. Pandangannya masih dikembangkan lebih lanjut dan . „Proverbs of Administration‟. Pandangan Simon sangat berpengaruh terhadap pendekatan-pendekatan yang dikembangkan dalam teori administrasi. Ada keputusan-keputusan yang sifatnya terprogram versus tak terprogram. merupakan karya utama Simon yang sangat berpengaruh terhadap pemahaman administrasi. diagnosis dan penentuan kriteria utama yang menentukan pengembangan teori administrasi. Pandangannya terhadap teori administrasi menyatakan bahwa setiap prinsip selalu eksis dan dapat diterima. yang diterbitkan pada tahun 1960. Dari pandangan ini selanjutnya dilakukan pendekatan yang lebih komprehensif pada teori administrasi baik gambaran situasi administrasi. aktivitas desain. dalam bentuk aturan-aturan yang fleksibel dan diakui sebagai bagian yang saling berhubungan terhadap sistem. rentang kendali. klien dan tempat. dan ada jenjang hirarki pada pencapaian tujuan-tujuan.

Dalam analisis terhadap penilitian tersebut ditemukan tidak adanya pola yang paling baik atau menentukan. sedangkan bawahan membuat keputusan tentang „how‟. Pemikirannya didasarkan atas studi terhadap perusahaan di South Essex.menjadi acuan bagi yang lain. Kontribusi Simon yang lain adalah dalam bidang tehnologi manajemen. sementara orang berposisi rendah membuat keputusan dengan komponen yang ada saja. Dia mengkritik pandangan Fayol yang datar dan Taylor dengan asumsi economic mannya. dan berharap akan mendapatkan penyelesaian yang optimal. dalam manajemen kecuali organisasi memisahkan fungsi tersebut . yaitu orang yang mengejar kepentingan pribadi tetapi mereka tidak mengetahui apa yang mereka perbuat. sejak 1965 hingga kini. staf. Partisipan dalam posisi yang tinggi memutuskan dengan komponen bernilai tinggi. mekanistik atau organis. Ia mengajukan konsep asumsi administrative man. apakah itu pola lini. Secara keseluruhan Simon menolong kita memahami bagaimana ratusan atau ribuan tujuan individu disatukan dan organisasi dapat mengendalikannya lewat tujuan organisasi. dengan cara menyederhanakan keputusan dan dukungan partisipan dalam keputusan yang diambil oleh partisipan. yang melibatkan lebih dari 100 orang karyawan. Top manajemen membuat keputusan tentang „what‟. Simon menjelaskan proses dalam organisasi terjadi lewat tujuan yang spesifik dan terjadi secara formal. mereka menyadari hanya memiliki sedikit alternatif dalam membuat keputusan. Simon membedakan antara keputusan-keputusan yang dibuat seseorang yang memasuki atau keluar dari organisasi dan keputusan yang mereka buat sebagai partisipan organisasi.

KOMUNIKASI INTERNAL Adalah komunikasi yang terjadi dalam organisasi itu sendiri. http://www. kapasitas produksi dan rentang kendali yang semakin luas.kepada kelompok kecil (batch).facebook. menunjukkan adanya hubungan tentang hal yang menyenangkan antara keteraturan dalam manajemen dengan bisnis yang sukses. atau kelompok proses produksi. Misalnya. 23 Oktober 2010 Teori Organisasi Umum JENIS KOMUNIKASI ORGANISASI 1. Temuan Simon tentang impilikasi-implikasi kompleksitas tehnologi dalam batch kecil adalah tentang adanya pengurangan biaya tenaga kerja ketika tehnologi makin baik. Sementara temuan Simon tentang pengembangan tehnologi manajemen pada batch besar atau masal. intensitas komunikasi verbal yang semakin jelas. dan spesialisasi manajemen yang berbasis pada metode know-how.php?note_id=222854805908 Diposkan oleh ^^ di 04:43:00 0 komentar Reaksi: Sabtu. proses produksi semakin organis. dalam struktur lengkap yang khas disertai pertukaran gagasan secara horisontal dan vertikal di dalam perusahaan. Dua dimensi komunikasi internal : . Pertukaran gagasan di antara para administrator dan karyawan dalam suatu perusahaan. sehingga pekerjaan berjalan [operasi dan manajemen]. kelompok besar (large batch) atau masal.com/note.

direktur mengerahkan buruhnya untuk mencapai hasil yang setinggi-tingginya. informasi. dan dari staf ke pimpinan dengan cara timbal balik [two way traffic communication]. untuk mencapai sasaran. . grapevine. " Upward communication ”dari bawah ke atas. kotak saran. Sebagai perbandingan.blogspot. saran-saran. rapat. antara anggota staf dengan anggota staf.html Diposkan oleh ^^ di 09:03:00 0 komentar Reaksi: Teori Organisasi Umum Berorganisasi Dengan Baik Sifat khas organisasi profesional adalah bahwa tujuan primer organisasi itu hanya dapat dicapai oleh mereka yang mempunyai kualifikasi yang tertinggi. Di bidang perusahaan. dsb kepada pimpinan B. " Downward Communication “ komunikasi atas ke bawah. gossip.com/2010/01/teori-organisasi-umum. C. Komunikasi terjadi tidak dalam suasana kerja ! employee relation dan sering timbul rumours. penjelasan. Berlangsung tidak formal. pengaduan. komandan mengerahkan anak buahnya.A. perintah. KOMUNIKASI HORISONTAL komunikasi mendatar. di bidang ketentaraan misalnya. pengumuman. http://bar0eb0eat. KOMUNIKASI VERTIKAL Komunikasi dari pimpinan ke staff. Contoh pimpinan memberikan instruksi. lain dengan komunikasi vertikal yang formal. kritikan. KOMUNIKASI DIAGONAL [CROSS COMMUNICATION] Komunikasi antara pimpinan seksi/bagian dengan pegawai seksi/bagian lain. Contoh staf memberikan laporan. majalah intern. petunjuk.

. Penelitian menunjukkan. II. • Mengkhususkan diri pada bidang yang mereka kuasai dengan baik.wordpress. prosedur. 2. McKINSEY & Co.Hal inilah yang menjatuhkan nilai plus dari perusahaan tersebut. . manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri. merupakan ciri organisasi yang menunjuk pada adanya suatu pola kekuasaan dan wewenang yang berbentuk piramida. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama. Keinginan bertindak. baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum. Hierarkhi. dan seterusnya. merupakan ciri organisasi sosial yang menunjuk kepada adanya perumusan tertulis daripada peratutan-peraturan. Menurut Berelson dan Steiner(1964:55) sebuah organisasi memiliki ciriciri sebagai berikut : 1. Organisasi yang memiliki kemajuan. ketetapan-ketetapan. sebuah perusahaan konsultan manajemen Amerika. http://chebii.com/category/teori-organisasi-umum/page/2/ Diposkan oleh ^^ di 08:11:00 0 komentar Reaksi: Teori Organisasi Umum Organisasi Sosial Dan Niaga Organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat. kebijaksanaan. • Mengutamakan satu nilai bisnis yang pokok. strategi. • Kontrol longgar-ketat secara serentak. • Susunan staf yang kecil dan sederhana bentuknya. • Perbaikan produktivitas melalui orang banyak. Sehingga masyarakat dapat menyimpulkan bahwa perusahaan tersebut berorientasi hasil RESAH. semua perusahaan tersebut memiliki delapan atribut yang serupa. tujuan. yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. • Kontak terus-menerus dengan para nasabah. telah melakukan penelitian terhadap berbagai praktek manajemen di 37 perusahaan yang sering dianggap sebagai teladan dalam hal operasi perusahaan yang baik. • Otonomi operasional untuk menggalakkan kewiraswastaan. Formalitas.

memiliki beberapa ciri lain yang behubungan dengan keberadaan organisasi itu. 3. Arti Pentingnya Organisasi dan Metode . 3. Besarnya dan Kompleksnya. dari beberapa ciri organisasi yang telah dikemukakan kita akan mudah membedakan yang mana dapat dikatakan organisasi dan yang mana tidak dapat dikatakan sebagai sebuah organisasi. maupun tempat organisasi itu berdiri.com/category/teori-organisasi-umum/page/2/ Diposkan oleh ^^ di 08:05:00 0 komentar Reaksi: Teori Organisasi Umum I. dalam hal ini pada umumnya organisasi sosial memiliki banyak anggota sehingga hubungan sosial antar anggota adalah tidak langsung (impersonal). Seperti yang telah dibicarakan diatas. Organisasi akan cepat diakui oleh masyarakat sekelilingnya apabila memiliki identitas yang jelas. dan lain sebagainya. menunjuk pada diri bahwa eksistensi suatu organisasi lebih lama daripada keanggotaan orang-orang dalam organisasi itu. organisasi akan mengutamakan pencapaian tujuan-tujuan berdasarkan keputusan yang telah disepakati bersama. Lamanya (duration). status dan peran. Ada juga yang menyatakan bahwa organisasi sosial.artinya ada orang-orang tertentu yang memiliki kedudukan dan kekuasaan serta wewenang yang lebih tinggi daripada anggota biasa pada organisasi tersebut. Diantaranya ádalah: 1. 4. Dalam hal ini. kegiatan operasional sebuah organisasi dibatasi oleh ketetapan yang mengikat berdasarkan kepentingan bersama. Identitas berkaitan dengan informasi mengenai organisasi. Keanggotaan formal. tujuan pembentukan organisasi. Jadi. gejala ini biasanya dikenal dengan gejala “birokrasi”. Rumusan batas-batas operasionalnya(organisasi) jelas. sekaligus memenuhi aspirasi anggotanya. Memiliki identitas yang jelas. 2.wordpress. Pada setiap anggotanya memiliki peran serta tugas masing masing sesuai dengan batasan yang telah disepakati bersama. http://chebii.

Largely a matter of relationship). organisasi adalah suatu kerjasama sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama yang diinginkan dan mau terlibat dengan peraturan yang ada.1. 2) ada kerjasama. . agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama. b) Organisasi ialah suatu wadah atau tempat untuk melakukan kegiatan bersama. yang sebagian besar tentang persoalan silaturahmi (Organization is a system of cooperative activities of two or more person something intangible and impersonal. Pengertian Organisasi a) Secara sederhana. Simon Organisasi adalah sebagai pola komunikasi yang lengkap dan hubunganhubungan lain di dalam suatu kelompok orang-orang (Organization is the complex pattern of communication and other relations in a group of human being). 4) ada tujuan yang ingin dicapai. 3) ada komunikasi antar satu anggota dengan yang lain. g) Chester L. Millet Organisasi adalah sebagai kerangka struktur dimana pekerjaan dari beberapa orang diselenggarakan untuk mewujudkan suatu tujuan bersama (Organization is the structural framework within which the work of many individuals is carried on for the realization of common purpose). f) Herbert. A. Barnard Organisasi adalah sebagai sebuah sistem tentang aktivitas kerjasama dua orang atau lebih dari sesuatu yang tidak berwujud dan tidak pandang bulu. c) Ciri-ciri organisasi ialah: 1) terdiri daripada dua orang atau lebih. d) James D. Mooney Organisasi adalah sebagai bentuk setiap perserikatan orang-orang untuk mencapai suatu tujuan bersama (Organization is the form of every human association for the attainment of common purpose). e) John D.

3. 2.h) Dwight Waldo Organisasi adalah sebagai suatu struktur dari kewenangan-kewenangan dan kebiasaan-kebiasaan dalam hubungan antara orang-orang pada suatu sistem administrasi (Organization is the structure of authoritative and habitual personal interrelations in an administrative system). demikian eratnya dan kekalnya (consistency) hubungan antara manajemen dan organisasi. Sehingga dapat dikatakan bahwa fungsi organisasi adalah sebagai alat dari manajemen untuk mencapai tujuan. Manajemen Dan Organisasi Manajemen adalah proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antar manusia. Untuk dapat mencapai tujuan tersebut maka perlu dibentuk suatu organisasi yang pada pokoknya secara fungsional dapat diartikan sebagai sekelompok manusia yang dipersatukan dalam suatu kerjasama yang efisien untuk mencapai tujuan. Jadi. so that the work may be coordinated by orders of superiors to sub ordinates. Rumusan tersebut mengandung pengertian adanya hubungan timbal balik antara kegiatan dan kerjasama disatu pihak dengan tujuan di pihak lain. dalam rangka manajemen maka harus ada organisasi. dus dengan demikian pekerjaan dapat dikoordinasikan oleh perintah para atasan kepada para bawahan yang menjangkau dari puncak sampai ke dasar dari seluruh badan usaha ( Organization is the means of interrelating the subdivisions of work by allotting them to men who are placed in a structure of authority. Manajemen dan Tata Kerja Tata kerja atau metode adalah satu cara bagaimana (how) agar sumber – sumber dan waktu yang tersedia dan amat diperlukan dapat . reaching from the top to the bottom of the entire enterprise). i) Luther Gulick Organisasi adalah sebagai suatu alat saling hubungan satuan-satuan kerja yang memberikan mereka kepada orang-orang yang ditempatkan dalam struktur kewenangan.

waktu dan koordinasi yang tepat.dimanfaatkan dengan tepat sehingga proses kegiatan manajemen dapat dilaksanakan dengan tepat pula. II. Dari konsep tersebut. Ciri – Ciri. disamping itu pemakaian tata kerja yang tepat pada pokoknya ditujukan untuk : a) Menghindari terjadinya pemborosan di dalam penyalahgunaan sumber-sumber dan waktu yang tersedia. c) Menjamin adanya pembagian kerja. Tata Kerja : Menjelaskan bagaimana proses kegiatan itu harus dilaksanakan sesuai dengan sumber-sumber dan waktu yang tersedia. Jadi hubungan antara manajemen dan tata kerja dapat dilukiskan seperti dibawah ini : Manajemen : Menjelaskan perlunya ada proses kegiatan dan pendayagunaan sumber-sumber serta waktu sebagai faktor-faktor yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan demi tercapainya tujuan. b) Organisasi : Alat bagi pencapaian tujuan tersebut dan alat bagi pengelompokkan kerjasama. 4. Ciri – Ciri Organisasi Adapun ciri-ciri dari organisasi adalah : . dan Teori Organisasi 1. Dengan tata kerja yang tepat mengandung arti bahwa proses kegiatan pencapaian tujuan sudah dilakukan secara ilmiah dan praktis. b) Menghindari kemacetan-kemacetan dan kesimpangsiuran dalam proses pencapaian tujuan. c) Tata kerja : Pola cara-cara bagaimana kegiatan dan kerjasama tersebut harus dilaksanakan sehingga tujuan tercapai secara efisien. jelaslah bahwa baik manajemen. organisasi maupun tata kerja ketiganya diarahkan kepada tercapainya tujuan. Unsur. Manajemen Organisasi dan Tata Kerja Eratnya hubungan atau hubungan timbal balik antara ketiga hal tersebut adalah sebagai berikut : a) Manajemen : Proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antar manusia.

Menyangkut hal itu pengertian organisasi juga merupakan sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok. .Adanya sasaran. Manusia (Man) : dalam keorganisasian.Adanya keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati .Adanya kerja sama (cooperative yang berstruktur dari sekelompok orang) . Unsur-Unsur Organisasi – Manusia (Man) – Kerjasama – Tujuan Bersama – Peralatan (Equipment) – Lingkungan – Kekayaan alam – Kerangka/Konstruksi Mental Organisasi 1. .Adanya komponen ( atasan dan bawahan). . . organisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu. manusia sering disebut sebagai pegawai atau personel yang terdiri dari semua anggota organisasi tersebut yang menurut fungsidan tingkatannyaterdiri dari pimpinan(administrator) sebagai unsur pimpinan tertinggi dalam ..Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas. atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian tujuan bersama. Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih. yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama. .Adanya tujuan . Ciri-ciri Organisasi Modern • Organisasi bertambah besar • Pengolahan data semakin cepat • Penggunaan staf lebih intensif • Kecendrungan spesialisasi • Adanya prinsip-prinsip atau azas-azas organisasi • Unsur-unsur organisasi lebih lengkap 2.

Wilayah operasi yang dijadikan sarana kegiatan organisasi. Kerangka/kontruksi mental organisasi itu sendiri. wilayah personil. setiap bentuk organisasi akan mempunyai unsur-unsur tertentu. wilayah kewenangan atau kekuasaan. wilayah jangkauan. wilayah operasi dibagi menjadi empat. b. kendaraan. fauna dll. Tujuan bersama : adalah arah atau sasaran yang dicapai. manajer yang memimpin tiap-tiap satuan unit kerja yang sudah dibagikan sesuai dengan tugas dan fungsinya. yang antara lain sebagai berikut : • Sebagai wadah atau tempat untuk bekerja sama. Kekayaan alam : yang dimaksud adalah cuaca. 5.organisasi. flora. c. Lingkungan( Environtment) : yang termasuk kedalam unsur lingkungan adalah : a. tempat atau lokasi. tanah dan barang modal lainnya. 7. gedung. 3. yaitu : wilayah kegiatan. tugas dan tingkatannya masingmasing. 2. • Proses kerja sama sedikitnya antara dua orang • Jelas tugas dan kedudukannya masing-masing . Tujuan merupakan titik akhir dari apa yang diharapkan atau dicapai dalam organisasi. 6. Selain itu. Kerjasama (Team Work) : suatu kegiatan bantu-membantu antar sesama anggota oeganisasi yang dilakukan bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama. 4. kondisi atau situasi yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi berjalannya organisasikarena kondisi atau situasi sangat dekat hubungannya dengan organisasi dan anggotanya. Setiap anggota sebuah organisasi harus mempunya tujuan yang sama agar organisasi tersebut dapat berjalan sesuai dengan keinginan bersama. oleh karena itu. karena mempengaruhi sarana transportasi dan komunikasi. anggota organisasi dibagi menjadi beberapa bagian sesuai fungsi. Peralatan (Equipment) : segala sesuatu yang digunakan dalam organisasi seperti uang. keadaan geografis. dan para pekerja.

4. maka organisasi dapat berubah wadah sekumpulan orang-orang yang mempunyai tujuan tertentu misalnya organisasi buruh. sebab setiap orang tidak mengetahui bagaimana cara bekerja sama tersebut akan dilaksanakan. Ada tujuan tertentu . Dengan kata lain tanpa orang yang baik mereka akan bingung tentang apa tugas-tugasnya dan bagaimana hubungan antara yang satu dengan yang lain. 3. jika kerja sama tersebut di lakukan dengan banyak orang. organisasi wanita. Sebagai Wadah Atau Tempat Untuk Bekerja Sama Organisasi adalah merupakan suatu wadah atau tempat dimana orangorang dapat bersama untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan tanpa adanya organisasi menjadi saat bagi orang-orang untuk melaksanakan suatu kerja sama. dengan demikian kesimpulan dobel pekerjaan dan sebagainya akan dapat di hindarkan. Dalam praktek. Jelas tugas kedudukannya masing-masing Dengan adanya organisasi maka tugas dan kedudukan masing-masing orang atau pihak hubungan satu dengan yang lain akan dapat lebih jelas. maka organisasi itu di susun harus lebih sempurna dengan kata lain proses kerja sama di lakukan dalam suatu organisasi. tetapi dalam arti yang abstrak. Dalam pengertian umum. sehingga dengan demikian tempat sini adalah dalam arti fungsi yaitu menampung atau mewadai keinginan kerja sama beberapa orang untuk mencapai tujuan tertentu.• Ada tujuan tertentu 1. organisasi mahasiswa dan sebagainya. di mana hubungan antar kerja sama antara pihak-pihak bersangkutan kurang dapat diatur dengan sebaik-baiknya. selain merupakan tempat kerja sama juga merupakan proses kerja sama sedikitnya antar dua orang. mempunyai kemungkinan untuk di laksanakan dengan lebih baik hal ini berarti tanpa suatu organisasi maka proses sama itu hanya bersifat sementara. Proses kerja sama sedikitnya antar dua orang Suatu organisasi. Pengertian tempat di sini dalam arti yang konkrit. 2.

Dus masalah organisasi adalah memerlukan pemecahan dan pengambilan keputusan. Teori organisasi adalah suatu konsefsi. Teori organisasi Muncul pada abad 19 dilatarbelakangi oleh Revolusi Inggris dan lahirnya perusahaan raksasa di Amerika Serikat. Teori Organisasi Teori organisasi adalah studi tentang bagaimana organisasi menjalankan fungsinya dan bagaimana mereka mempengaruhi dan dipengaruhi oleh orang-orang yang bekerja di dalamnya ataupun masyarakat di lingkup kerja mereka. Teori manajemen Ilmiah oleh Fredrick Winslow Taylor (Amerika). Evoluasi Teori Organisasi. 3. . dapat . pandangan. Selain itu dengan cara mengorganisasi secara baik akan mendapat keuntungan antara lain sebagai berikut : .Harus ada tujuan bersama yang mau dicapai. pendapat atau pendekatan tentang pemecahan masalah organisasi agar lebih berhasil dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan.Kedudukan dan tugas masing-masing orang harus jelas. terdiri atas: a.Harus ada orang-orang yang bekerja sama. Suatu perencana yang kurang baik tetapi organisasinya baik akan cenderung lebih baik hasilnya dari pada perencanaan yang baik tetapi organisasi tidak baik. Masalah adalah segala sesuatu yang segala sesuatu yang ada hubungannya dengan kepentingan organisasi yang memerlukan pemecahan dan pengambilan keputusan. ajaran. . Ada banyak masalah yang dihadapi organisasi (kompleks) dan memerlukan pemecahan tersendiri sehingga muncul berbagai kajian untuk lebih memahami efektivitas organisasi. tinjauan.Pelaksanaan tugas pekerjaan mempunyai kemungkinan dilaksanakan secara efisien dan efektif Secara ringkas unsur-unsur organisasi yang paling dasar adalah : . .Betapa pentingnya kemampuan mengorganisasi bagi seorang manajer.Harus ada wadah atau tempatnya untuk bekerja sama. Teori Klasik Teori tipe organisasi (Birokrasi) oleh Max Weber (Sosiolog Jerman).

• Aliran hubungan manusia (human relations). 8 Pendekatan Teori Organisasi (Harold Koontz dan Cyrill o‟Donnell) : • Pendekatan pengalaman atau kasus (the empirical. 9 Macam Teori Organisasi (Wursanto. Teori Organisasi dan Manajemen Neo Klasik. • Teori organisasi proses. . • Teori organisasi fungsi. Sistema. organisasi hubungan antar manusia. • Teori organisasi birokrasi. 2003:260-274) : • Teori organisasi klasik. • Pendekatan perilaku kelompok (the group behavior approach). Teori modern. or case approach). • Teori organisasi perilaku. 5 Golongan Teori Organisasi Modern (Prajudi Atmosudirdjo) : • Teori • Teori • Teori • Teori • Teori organisasi klasik. prilaku. proses. • Teori organisasi kepemimpinan. d. • Teori organisasi kontingensi. • Teori pembuatan keputusan. • Teori organisasi pembuatan keputusan.Teori administrative (prinsif-prinsif organisasi) oleh Henry Fayol (Prancis). • Pendekatan prilaku antar pribadi (the interpersonal behavior approach). b. • Teori organisasi human relations. • Sistem pendekatan struktural. Teori organisasi dan manajemen Jepang dan teori Z. 4 Macam Teori Organisasi (Amitai Etzioni) : • Teori klasik (Scientific management). • Pendekatan kerjasama sistem social (the cooperative social system approach). c.

Teori Birokrasi b. • Pendekatan pusat komunikasi (the communication-center approach). • Pendekatan operasi (the operational approach). Manajemen Ilmiah • Teori Neo Klasik (Teori Hubungan atau Manusiawi) Menekenakan pentingnya aspek psikologis & sosial karyawan • Teori Organisasi Modern Semua unsur organisasi sebagai satu kesatuan & saling ketergantungan . • Pendekatan teori keputusan (the decision theory-center approach).• Pendekatan sistem teknik sosial (the sociotechnical system approach). Teori Administrasi c. Teori Organisasi • Teori Organisasi Klasik (Teori Tradisional) a.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful