Pengaruh Metode Active Learning terhadap Prestasi Belajar Siswa

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pendidikan pada dasarnya adalah usaha sadar untuk menumbuh kembangkan potensi sumberdaya manusia peserta didik dengan cara mendorong dan menfasilitasi kegiatan belajar mereka. Secara detail, dalam Undang-undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab I Pasal 1, (1) pendidikan didefinisikan sebagai usaha pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlaq mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Keberhasilan seorang siswa dalam belajar dapat dilihat dari prestasi belajar siswa yang bersangkutan. Di dalam pendidikan siswa akan dinilai keberhasilannya melalui tes hasil belajar. Hasil yang diharapkan adalah prestasi belajar yang baik karena setiap orang menginginkan prestasi yang tinggi, baik siswa, guru, sekolah, maupun orang tua hingga masyarakat. Namun antara siswa satu dengan siswa yang lainnya berbeda dalam pencapaian prestasi belajar. Ada yang mampu mencapai prestasi yang tinggi, namun ada juga siswa yang rendah prestasi belajarnya. Adanya perbedaan prestasi belajar siswa banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor. Prestasi belajar dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yaitu faktor yang bersumber dari dalam individu seperti kecerdasan, perhatian, minat, bakat, motivasi, kematangan dan kesiapan. Sedangkan faktor eksternal adalah semua faktor yang bersumber dari luar seperti lingkungan. Lingkungan ini terdiri dari tiga yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat. Berkaitan dengan proses belajar mengajar adanya perbedaan prestasi belajar siswa terutama dipengaruhi oleh salah satu faktor, yaitu metode pembelajaran Metode pembelajaran merupakan salah satu faktor yang menentukan berhasil tidaknya proses belajar mengajar, dengan metode yang tepat secara otomatis akan mendukung pencapaian tujuan pembelajaran. Namun, terdapat suatu permasalahan yang menyebabkan seringnya terjadi kegagalan untuk mencapai tujuan terseburt antara lain disebabkan anak didik di ruang kelas lebih banyak menggunakan indera pendengarannya dibandingkan visual, sehingga apa yang dipelajari di kelas tersebut cenderung untuk dilupakan. Siswa kurang bersemangat untuk

mandiri kritis rasional. sehingga semua anak didik dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan sesuai dengan karakteristik pribadi yang mereka miliki. pembelajaran aktif memiliki karakteristik-karakteristik sebagai . Proses pembelajaran diharapkan mampu melahirkan calon-calon penerus pembangunan masa depan yang sabar. Metode pembelajaran yang diberikan kurang bervariasi sehingga timbul kebosanan pada siswa. metode pembelajaran yang sering digunakan saat ini adalah metode active learning yang dalam proses pembelajaran diusahakan agar siswa berpartisipasi semaksimal mungkin di dalam ruang belajar. Di samping itu pembelajaran aktif (active learning) juga dimaksudkan untuk menjaga perhatian siswa/anak didik agar tetap tertuju pada proses pembelajaran. Perkembangan dunia pendidikan dari tahun ke tahun mengalami perubahan seiring dengan tantangan dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu bersaing di era globalisasi. dibutuhkan strategi metode pembelajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi siswa. kreatif dan siap menghadapi berbagai macam tantangan. kompeten.1 Active learning Pengertian dan Karakteristik Pembelajaran Aktif Pengertian Pembelajaran aktif (active learning) dimaksudkan untuk mengoptimalkan penggunaan semua potensi yang dimiliki oleh anak didik. Oleh karena itu. Suasana kelas terlihat kurang hidup karena siswa menjadi pasif dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar yang diberikan guru. Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas peneliti tertarik mengadakan penelitian tentang “Pengaruh Metode Active Learning terhadap Prestasi Belajar Siswa”. dengan tetap bertawakal terhadap sang penciptaan.belajar karena proses belajar mengajar terasa monoton. Menurut Bonwell (1995). emosi dan fisik siswa yang ditunjang pula dengan lingkungan yang mendukung secara mental dan fisik. Untuk menghadapi hal tersebut. cerdas. BAB II ISI 2. Pembelajaran aktif memungkinkan pemelajar berperan secara aktif dalam proses pembelajaran itu sendiri baik dalam bentuk interaksi antar siswa maupun siswa dengan pengajar dalam proses pembelajaran tersebut. Dengan metode belajar aktif (Active Learning) ini dimaksudkan dapat merangsang pemikiran serta berbagai jenis pandangan siswa secara individu maupun kelompok agar bisa belajar efektif dengan melibatkan akal.

Setelah . secara umum suatu proses pembelajaran aktif pembelajaran akan menimbulkan positive interdependence dimana pengetahuan yang dipelajari hanya dapat diperoleh secara bersama-sama melalui eksplorasi aktif dalam belajar. Beberapa Teknik Pembelajaran Aktif Ada banyak teknik pembelajaran aktif dari mulai yang sederhana (yang tidak memerlukan persiapan lama dan rumit serta dapat dilaksanakan relatif dengan mudah )sampai dengan yang rumit (yaitu yang memerlukan persiapan lama dan pelaksanaan cukup rumit). misalkan setelah 10-20 menit proses pembelajaran biasa. Beberapa jenis teknik pembelajaran tersebut antara lain adalah: 1. Setelah itu pengajar dapat menunjuk satu atau lebih siswa untuk menyampaikan pendapatnya atas pertanyaan atau soal itu bagi seluruh kelas (share). kemudian siswa diminta untuk mendiskusikan jawaban atau pendapatnya dengan teman yang duduk di sebelahnya (pair).berikut: • Penekanan proses pembelajaran bukan pada penyampaian informasi oleh pengajar melainkan pada pengembangan ketrampilan pemikiran analitis dan kritis terhadap topik atau permasalahan yang dibahas. menganalisa dan melakukan evaluasi. Think-Pair-Share Dengan cara ini siswa diberi pertanyaan atau soal untuk dipikirkan sendiri kurang lebih 2-5 menit (think).Teknik ini dapat dilakukan setelah menyelesaikan pembahasan satu topik. • Umpan-balik yang lebih cepat akan terjadi pada proses pembelajaran. • siswa tidak hanya mendengarkan materi secara pasif tetapi mengerjakan sesuatu yang berkaitan dengan materi pembelajaran • Penekanan pada eksplorasi nilai-nilai dan sikap-sikap berkenaan dengan materi • siswa lebih banyak dituntut untuk berpikir kritis. Di samping karakteristik tersebut di atas. Agar proses pembelajaran aktif ini dapat berjalan dengan efektif diperlukan tingkat kerjasama yang tinggi sehingga akan memupuk social skills. setiap individu harus terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan pengajar harus dapat mendapatkan penilaian untuk setiap siswa sehingga terdapat individual accountability.

selesai kemudian dilanjutkan dengan membahas topik berikutnya untuk kemudian dilakukan cara ini kembali setelah topik tersebut selesai dijelaskan. Tugas yang diberikan kemudian harus diselesaikan bisa dalam bentuk makalah maupun catatan singkat. . Collaborative Learning Groups Dibentuk kelompok yang terdiri dari 4-5 siswa yang dapat bersifat tetap sepanjang semester atau bersifat jangka pendek untuk satu pertemuan proses pembelajaran. Proses ini dipimpin oleh siswa dan pengajar lebih berperan untuk mengklarifikasi hal-hal yang menjadi bahasan dalam proses pembelajaran tersebut. Pengajar secara langsung bisa membahas dan memberi komentar atas beberapa soal yang dibuat oleh siswa di depan kelas dan/atau memberikan umpan balik kemudian. peran pengajar diberikan kepada siswa. Kelompok diberikan tugas untuk dibahas bersama dimana seringkali tugas ini berupa pekerjaan rumah yang diberikan sebelum proses pembelajaran dimulai. 2. Meminta setiap siswa untuk membuat soal ujian atau tes yang baik dapat meningkatkan kemampuan siswa mencerna materi pembelajaran yang telah diberikan sebelumnya. Teknik ini misalkan dapat digunakan pada sesi review terhadap materi pembelajaran. Pada bagian pertama dari proses pembelajaran kelompok-kelompok kecil siswa diminta untuk mediskusikan hal-hal yang dianggap belum dipahami dari materi tersebut dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan siswa yang lain menjawabnya. Untuk setiap kelompok dibentuk ketua kelompok dan penulis. 3. 4. Dalam mengemukakan pendapat siswa dituntut untuk menggunakan argumentasi yang kuat yang bersumber pada materi-materi kelas. Kemudian pada bagian kedua kegiatan ini dilakukan untuk seluruh kelas. 5. Pengajar harus dapat mengarahkan debat ini pada inti materi proses pembelajaran yang ingin dicapai pemahamannya. Pengajar hanya bertindak sebagai nara sumber dan fasilitator. Student Debate Diskusi dalam bentuk debat dilakukan dengan memberikan suatu isu yang sedapat mungkin kontroversial sehingga akan terjadi pendapat-pendapat yang berbeda dari siswa. Student-led Review Session Jika teknik ini digunakan. Exam questions writting Untuk mengetahui apakah siswa sudah menguasai materi proses pembelajaran tidak hanya diperoleh dengan memberikan ujian atau tes. Kegiatan kelompok dapat juga dilakukan dalam bentuk salah satu siswa dalam kelompok tersebut memberikan ilustrasi bagaimana suatu rumus atau metode digunakan.

kasus ini dibahas setelah terlebih dahulu siswa mempelajarinya.  Tujuan pembelajaran aktif harus ditegaskan dengan jelas Harus diingat bahwa tujuan pembelajaran aktif adalah untuk mengembangkan kemampuan berpikir analitis dari siswa dan kapasitas siswa untuk menggunakan kemampuan tersebut pada materi-materi pembelajaran yang diberikan. Pembelajaran aktif ditujukan agar siswa secara aktif bertanya dan menyatakan pendapat dengan aktif selama proses pembelajaran. Sebagai contoh dapat diberikan suatu studi kasus produk rancangan engineering yang ternyata gagal atau salah. Siswa memiliki tanggung jawab yang besar untuk mencari seluas-luasnya materi yang melatar-belakangi proses pembelajaran sehingga dapat berpartisipasi dengan baik dalam proses pembelajaran. Lebih jauh lagi. Melupakan hal-hal ini dapat saja membuat pembelajaran aktif tidak berhasil dan mengakibatkan tujuan pembelajaran tidak tercapai. Selama proses pembelajaran. Dengan cara ini pengajar memberikan suatu studi kasus yang dapat diberikan sebelum proses pembelajaran atau pada saat proses pembelajaran. kemudian siswa diminta untuk membahas apa kesalahannya. mengapa sampai terjadi dan bagaimana seharusnya perbaikan rancangan dilakukan. pembelajaran aktif ini memiliki konsekuensi pada siswa untuk mempersiapkan diri dengan baik di luar jam proses pembelajaran.  Memberikan pengarahan yang jelas dalam diskusi . Hal-hal yang Harus Diperhatikan Untuk menerapkan pembelajaran aktif beberapa hal harus diperhatikan agar tujuan pembelajaran dapat dicapai sebagaimana mestinya.6. Pembelajarn aktif tidak semata-mata digunakan untuk menyampaikan informasi saja. Class Research Symposium Cara pembelajaran aktif jenis ini bisa diberikan untuk sebuah tugas perancangan atau proyek kelas yang cukup besar. Analyze Case Studies Model seperti ini banyak diberikan pada proses pembelajaran-proses pembelajaran bisnis. Kemudian pada saatnya dilakukan simposium atau seminar kelas dengan tata cara simposium atau seminar yang biasa dilakukan pada kelompok ilmiah. 7. Dengan proses seperti ini diharapkan siswa lebih memahami materi proses pembelajaran. Tugas atau proyek kelas ini diberikan mungkin pada awal proses pembelajaran dan siswa mengerjakannya dalam waktu yang cukup panjang termasuk kemungkinan untuk mengumpulkan data atau melakukan pengukuranpengukuran.

atau membuat ilustrasi konsep yang dipelajari pada saat pertemuan tersebut. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam diskusi adalah: . -terima terlebih dahulu semua pendapat yang berkembang dan beri kesempatan yang sama pada pendapat-pendapat lain.  bentuk kelompok-kelompok kecil dalam kelas untuk mendiskusikan suatu topik.  Penciptaan iklim pembelajaran aktif Iklim pembelajaran aktif harus dapat diciptakan oleh pengajar.  berikan contoh-contoh soal dan mintakan siswa untuk menyelesaikannya secara bersama  secara periodik. Kombinasi beberapa cara sepanjang semester merupakan cara terbaik. Beberapa cara untuk menciptakan ini adalah sebagai berikut:  pada awal pertemuan minta siswa untuk menjelaskan ringkasan materi yang dibahas pada pertemuan sebelumnya  pada awal pertemuan minta siswa untuk memberikan pandangan serta perkiraan mengenai materi yang akan dibahas pada pertemuan tersebut. -tunggu sampai beberapa siswa mengemukakan pendapat sebelum pengajar memberikan komentar. Kemudian minta siswa mendiskusikannya dengan teman yang duduk di sebelahnya selama 2 menit. hentikan memberi penjelasan dan minta siswa untuk membuat ringkasan mengenai materi yang telah dibicarakan selama 2 menit.Diskusi dalam kelas merupakan tanggungjawab pengajar untuk menjaganya dalam alur dan tempo yang baik.buat ringkasan dan hal-hal penting yang menjadi pendapat siswa serta kembalikan ke dalam diskusi untuk dapat mengundang pendapat-pendapat lain. -setiap saat temukan isu penting yang menjadi bahasan dalam materi proses pembelajaran dan berikan penjelasan lebih lengkap dan arahkan diskusi pada isu-isu berikutnya. latihan mengerjakan soal. Oleh sebab itu perlu dipertimbangkan dengan baik teknik yang akan dipergunakan. .  Pertimbangkan teknik pembelajaran aktif yang dipergunakan Setiap cara atau teknik dalam pembelajaran aktif memerlukan persiapan-persiapan yang berbeda tingkat kemudahannya begitu pula dalam pelaksanaannya.

Faktor internal ada1ah faktor yang berasal dari dalam diri siswa. baik yang cenderung mendorong maupun yang menghambat. Untuk mengetahui berhasil tidaknya seseorang dalam belajar maka perlu dilakukan suatu evaluasi. Faktor ini dapat dibagi dalam beberapa bagian. yaitu : 1) Faktor lntelegensi . Faktor . Ada lagi yang lebih khusus mengartikan bahwa belajar adalah menyerap Pengetahuan.2. Namun dari pendapat yang berbeda itu dapat kita temukan satu titik persamaan. Hasil dari evaluasi dapat memperlihatkan tentang tinggi atau rendahnya prestasi belajar siswa. sedangkan prestasi merupakan hasil dari proses belajar.faktor yang mempengaruhi prestasi Setiap aktifitas yang dilakukan oleh seseorang tentu ada faktor . Faktor internal. Prestasi belajar seseorang sesuai dengan tingkat keberhasilan sesuatu dalam mempelajari materi pelajaran yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau raport setiap bidang studi setelah mengalami proses belajar mengajar. Proses tersebut tidak akan terjadi apabila tidak ada suatu yang mendorong pribadi yang bersangkutan. Adapun prestasi dapat diartikan hasil diperoleh karena adanya aktivitas belajar yang telah dilakukan. karena kegiatan belajar merupakan proses.Pengertian Prestasi Belajar Kemampuan intelektual siswa sangat menentukan keberhasilan siswa dalam memperoleh prestasi. Namun banyak orang beranggapan bahwa yang dimaksud dengan belajar adalah mencari ilmu dan menuntut ilmu.Prestasi belajar siswa dapat diketahui setelah diadakan evaluasi. Untuk itu para ahli mengemukakan pendapatnya yang berbeda-beda sesuai dengan pandangan yang mereka anut.faktor yang mempengaruhinya. Prestasi belajar merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar. Demikian juga dialami belajar. menolak dan menilai informasi-informasi yang diperoleh dalam proses belajar mengajar. Jadi dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar merupakan tingkat kemanusiaan yang dimiliki siswa dalam menerima. 2. 2 Prestasi Belajar 1. faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa itu adalah sebagai berikut : a. tujuannya untuk mengetahui prestasi yang diperoleh siswa setelah proses belajar mengajar berlangsung. Belajar adalah perubahan yang terjadi dalam tingkah laku manusia. Memahami pengertian prestasi belajar secara garis besar harus bertitik tolak kepada pengertian belajar itu sendiri.

mengolah.Intelegensi dalarn arti sernpit adalah kemampuan untuk mencapai prestasi di sekolah yang didalamnya berpikir perasaan. kurang perlengkapan belajar akan mempengaruhi berhasil tidaknya belajar. Karena tingginya peranan intelegensi dalam mencapai prestasi belajar maka guru harus memberikan perhatian yang sangat besar terhadap bidang studi yang banyak membutuhkan berpikir rasiologi untuk rnata pelajaran matematika. 2) Faktor Minat Minat adalah kecenderungan yang mantap dalam subyek untuk merasa tertarik pada bidang tertentu. situasi kelas yang diberi pelajaran. kurang perhatian orang tua.Guru juga rnenunjukkan flexibilitas yang tinggi yaitu pendekatan didaktif dan gaya memirnpin kelas yang selalu disesuaikan dengan keadaan. sehingga dapat rnenunjang tingkat prestasi siswa semaksimal mungkin. keluarga kurang mendukung situasi belajar. kepribadian dan kemasyarakatan. Sumber belajar itu dapat berupa media / alat bantu belajar serta bahan baku penunjang. meneliti dan mengembangkan serta memberikan pelalaran teknik karena itu setiap guru harus memiliki wewenang dan kemampuan profesional. b. 2) Faktor Lingkungan Keluarga Lingkungan keluarga turut mempengaruhi kemajuan hasil kerja.Sumber Belajar Salah satu faktor yang rnenunjang keberhasilan dalam proses belajar adalah tersedianya sumber belajar yang memadai. Faktor eksternal dapat dibagi rnenjadi beberapa bagian. Faktor Eksternal Faktor eksternal adalah faktor dan luar diri siswa yang mempengaruhi prestasi belajar. karena fisik dan psikis yang sehat sangat berpengaruh positif terhadap kegiatan belajar mengajar dan sebaliknya. yaitu : 1) Faktor Guru Guru sebagai tenaga berpendidikan rnemiliki tugas menyelenggarakan kegiatan belajar rnengajar. Intelegensi ini memegang peranan yang sangat penting bagi prestasi belajar siswa. rnembimbing. 3) Faktor Sumber . bahkan mungkin dapat dikatakan menjadi faktor yang sangat penting. melatih. karena sebagian besar waktu belajar dilaksanakan di rumah. Siswa yang kurang beminat dalam pelajaran tertentu akan rnenghambat dalam belajar. Keadaan psikis menunjuk pada keadaan stabilitas / Iabilitas mental siswa. kesehatan jasmani. Seperti kericuhan keluarga. keadaan alat alat indera dan lain sebagainya. AIat bantu belajar merupakan semua alat yang dapat digunakan untuk . 3) Faktor Keadaan Fisik dan Psikis Keadaan fisik rnenunjukkan pada tahap pertumbuhan.

kehendak. aktif mencari sendiri informasi yang diperlukannya. Dengan metode belajar aktif (Active Learning) ini dimaksudkan dapat merangsang pemikiran serta berbagai jenis pandangan siswa secara individu maupun kelompok sehingga pelajaran akan mencapai hasil yang lebih baik sesuai dengan yang diharapkan dengan melaksanakan penggunaan metode belajar aktif (Active Learning) yang mengedepankan potensi nalar dan emosinya. kesenangan. mempraktekkan keterampilan-keterampilan. mendorong adanya pertanyaan-pertanyaan. Dalam proses pembelajaran aktif ini siswa tidak lagi dianggap sebagai bejana kosong yang harus diisi penuh oleh pendidik.membantu siswa dalam melakukan perbuatan belajar. cita-cita. Belajar aktif akan menghadapkan siswa pada tantangan-tantangan yang mengharuskannya untuk bekerja keras. Pendidik hanya berperan sebagai fasilitator atau mediator yang hanya bertugas memfasilitasi atau membantu siswa selama proses pembelajaran berlangsung. terdapat adanya keterkaitan antara metode belajar aktif dan prestasi belajar. hemat waktu dan tenaga serta hasil yang lebih bermakna. Active learning (belajar aktif) pada dasarnya berusaha untuk memperkuat dan memperlancar stimulus dan respons anak didik dalam pembelajaran. Kesediaan dan kesiapan mereka dalam mengikuti proses demi proses dalam pembelajaran akan mampu menimbulkan respons yang baik terhadap stimulus yang mereka terima dalam proses pembelajaran. sehingga proses pembelajaran menjadi hal yang menyenangkan. Maka pelajaran akan lebih menarik. merangsang diskusi dan debat. tetapi siswa justru sebagai manusia utuh untuk memiliki persaan. pengetahuan dan keterampilan. bahkan membuat peserta didik dapat mengajar satu sama lain. tidak menjadi hal yang membosankan bagi mereka. agar terjadinya respons yang positif pada diri anak didik. Metode belajar aktif yang diterapkan di dalam kelas tentunya akan berpengaruh terhadap kondisi siswa karena siswa diharuskan untuk aktif dalam proses pembelajaran.3 Pembahasan Berdasarkan penjelasan di atas mengenai metode belajar aktif dan prestasi belajar. . Proses pembelajaran pada dasarnya merupakan pemberian stimulus-stimulus kepada anak didik. Belajar aktif meliputi berbagai cara untuk membuat peserta didik aktif sejak awal melalui aktivitas-aktivitas yang membangun kerja kelompok dan dalam waktu singkat membuat mereka berfikir tentang materi pelajaran. Juga terdapat teknik-teknik memimpin belajar bagi seluruh kelas. pengalaman. mudah dipahami. 2. Penciptaan suasana belajar yang menyenangkan dan adanya kesadaran emosional yang tidak dalam keadaan tertekan akan mengaktifkan potensi otak dan menimbulkan daya berfikir yang intuitif dan holistik. bagi kelompok kecil. menjadi konkret.

2007.2 Saran Dalam metode pembelajaran aktif ini dibutuhkan kemandirian siswa dalam belajar.blogspot.com/2009/01/05/pengertian-prestasi-belajar/ http://sobatbaru. Guru dan Orang tua hendaknya bekerja sama untuk selalu memberikan motivasi dan pengarahan agar peserta didik dapat terus aktif dalam proses pembelajaran.wordpress.id/download/teachingimprovement/BK2_Teach&Learn_1/ACtive%20Learning_5.unri. Oleh karena itu.wordpress. Selain itu.com/2008/06/pengertian-prestasi-belajar. BAB III PENUTUP 3.PDF http://skripsi999. Eveline dan Hartini Nara. Jakarta : UNJ http://sditalqalam.ac.html http://sunartombs. DAFTAR PUSTAKA Sinegar. 3. dalam proses pembelajaran seorang guru hendaknya menciptakan iklim pembelajaran aktif yang kompetitif sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.html .com/2009/11/pengaruh-active-learning-terhadap. Dalam proses pembelajaran aktif diusahakan agar siswa berpartisipasi semaksimal mungkin di dalam ruang belajar sehingga hal tersebut akan mendorong siswa lebih memahami materi pembelajaran yang diberikan. Hal tersebut dapat mengindikasikan bahwa dengan diterapkannya metode pembelajaran aktif (active learning) akan meningkatkan prestasi belajar siswa.Dengan demikian dalam proses pembelajaran aktif diusahakan agar siswa berpartisipasi semaksimal mungkin di dalam ruang belajar sehingga hal tersebut akan mendorong siswa lebih memahami materi pembelajaran yang diberikan dan akan meningkatkan prestasi belajar siswa.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang positif antara metode pembelajaran aktif terhadap prestasi belajar siswa.com/2008/01/09/strategi-pembelajaran-active-learning/ http://eng.blogspot. Buku Ajar Teori Belajar dan Pembelajaran.

dir/doc.unnes.id/gsdl/collect/skripsi/index/assoc/HASH01e8.id/gsdl/collect/skripsi/index/assoc/HASHa958/4a88d465.pdf .ac.unnes.pdf http://digilib.ac.dir/doc.http://digilib.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer: Get 4 months of Scribd and The New York Times for just $1.87 per week!

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times