PENANGANAN SMPAH UNTUK MENUJU KOTA YANG BERSIH DAN SEHAT

Sampah merupakan konsekuwensi dari adanya aktivitas manusia. Sejalan dengan peningkatan penduduk dan gaya hidup sangat berpengaruh pada volume sampah. Pada umumnya, sebagian besar sampah yang dihasilkan di Indonesia (di TPA) merupakan sampah organik sebesar 60-70% yang mudah terurai. Sampah organic akan terdekomposisi dan dengan adanya limpasan air hujan terbentuk lindi (air sampah) yang akan mencemari sumber daya air baik air tanah maupun permukaan sehingga mungkin saja sumur-sumur penduduk di sekitarnya ikut tercemar. Lindi yang terbentuk dapat mengandung bibit penyakit pathogen seperti tipus, hepatitis dan lain-lain. Selain itu ada kemungkinan lindi mengandung logam berat, suatu salah satu bahan beracun. Jika sampah-sampah tersebut tidak diolah, maka selain menghasilkan tingkat pencemaran yang tinggi juga memerlukan areal TPA yang luas. Untuk mengatasi hal tersebut, sangat membantu jika pengolahan sampah dilakukan terdesentralisasi. Pada prinsipnya pengelolaan sampah haruslah dilakukan sedekat mungkin dengan sumbernya. Selama ini pengelolaan persampahan terutama di perkotaan tidak berjalan dengan efisien dan efektif karena pengelolaan sampah terpusat. Pengolahan sampah terdesentralisasi dapat dilakukan di setiap RT atau RW, dengan cara mengubah sampah menjadi kompos. Dengan cara ini volume sampah yang diangkut ke TPA dapat dikurangi. Akibat Sampah yang Bertumpuk Sampah perkotaan adalah limbah yang bersifat padat terdiri dari bahan organic dan anorganik yang dianggap tidak berguna lagi dan harus dikelola agar tidak membahayakan lingkungan dan melindungi investasi pembangunan, yang timbul di kota. 1. Lingkungan menjadi terlihat kumuh, kotor dan jorok yang menjadi tempat berkembangnya organisme patogen yang berbahaya bagi kesehatan manusia, merupakan sarang lalat, tikus dan hewan liar lainnya. Dengan demikian sampah berpotensi sebagai sumber penyebaran penyakit. 2. Sampah yang membusuk menimbulkan bau yang tidak sedap dan berbahaya bagi kesehatan. Air yang dikeluarkan (lindi) juga dapat menimbulkan pencemaran sumur, sungai maupun air tanah. 3. Sampah yang tercecer tidak pada tempatnya dapat menyumbat saluran drainase sehingga dapat menimbulkan bahaya banjir. 4. Pengumpulan sampah dalam jumlah besar memerlukan tempat yang luas, tertutup dan jauh dari pemukiman. Berdasarkan uraian tersebut pengelolaan sampah tidak cukup hanya dilakukan dengan manajemen 3P (Pengumpulan, Pengangkutan dan Penimbunan di TPA). Sampah dikumpulkan dari sumbernya kemudian diangkut ke TPS dan terakhir ditimbun di TPA, tetapi reduksi sampah dengan mengolah sampah untuk dimanfaatlkan menjadi produk yang berguna perlu dipikirkan.

Diperkirakan dari 26. Konsep pengelolaan sampah yang terpadu sudah saatnya diterapkan. Dalam sampah dan kotoran sungai ditemukan bakteri yang dapat menghasilkan vitamin B12 yang samajenisnya dengan vitamin B12 yang dihasilkan oleh hewan. Untuk pendekatan daur ulang dan guna ulang diterapkan khususnya pada sampah non organik seperti kertas. pupuk. Manfaat Sampah Sampah yang tampak tidak berguna sebesarnya masih banyak manfaatnya seperti dapat dibuat biogas. konstruksi. Yang paling aktif dapat memfermentasikan sampah dan kotoran sungai sehingga dihasilkan vitamin B12 adalah bakteribakteri yang termasuk Streptomyces. yaitu dengan meminimisasi sampah serta maksimasi daur ulang dan pengomposan disertai TPA yang ramah lingkungan. pakan ternak. daur ulang & guna ulang. antara lain: 1) Kepadatan dan penyebaran penduduk. 7) Sarana pengumpulan. pengurangan sumber sampah untuk industri berarti perlunya teknologi proses yang nirlimbah serta packing produk yang ringkas/ minim serta ramah lingkungan. Energi baru yang dihasilkan dari hasil penguraian sampah maupun proses daur ulang dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin. logam dan lain-lain. pengkomposan. 3) Karakteristik sampah.000 ton sampah dan . 6) Rencana tata ruang dan pengembangan kota. pengolahan dan TPA. karena pembutuhkan biaya tinggi untuk investasi. yang menitikberatkan hanya pada pengangkutan dan pembuangan akhir. alumunium. pengangkutan. plastik. briket. gelas. 2) Karakteristik fisik lingkungan dan sosial ekonomi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut. Sistem Pengelolaan Sampah Terpadu tersebut setidaknya mengkombinasikan pendekatan pengurangan sumber sampah. Paradigma Penanganan Sampah Penumpukkan sampah di TPA adalah akibat hampir semua pemerintah daerah di Indonesia masih menganut paradigma lama penanganan sampah kota. dan dapat didaur-ulang bagi sampah anorganik.Faktor-faktor yang mempengaruhi system pengelolan sampah perkotaan. Sementara untuk sampah organik diolah. 9) Peraturan daerah setempat. Paradigma baru penanganan sampah lebih merupakan satu siklus yang sejalan dengan konsep ekologi. Kadar vitamin B12 dalam sampah dan kotoran sungai berkisar 4. 4) Budaya sikap dan perilaku masyarakat. kompos. salah satunya dengan pengkomposan. TPA dengan system lahan urug saniter yang ramah lingkungan ternyata tidak ramah dalam aspek pembiayaan. operasi dan pemeliharaan.2 – 8. sudah saatnya pemerintah daerah mengubah pola pikir yang lebih bernuansa lingkungan.2 µg untuk setiap satu gram berat kering. insinerasi dan pembuangan akhir. Sedangkan bagi rumah tangga berarti menanamkan kebiasaan untuk tidak boros dalam penggunaan barang-barang keseharian. 5) Jarak dari sumber sampah ke tempat pembuangan akhir sampah (TPA).

sampah restoran. Teknologi pengomposan 3. Prinsip-prinsip yang dapat diterapkan dalam penangan sampah misalnya dengan menerapkan prinsip 3-R. nyaman). serta prinsip pengolahan sedekat mungkin dengan sumber sampah dengan maksud untuk mengurangi beban pengangkutan (transport cost). Sistem pengolahan sampah secara terpadu 2. 4-R atau 5-R. Recycle). serta terciptanya industri kecil daur ulang yang dikelola oleh masyarakat atau pemerintah daerah setempat. menghemat sumber daya alam. Penanganan Sampah 3-R. menghemat energi. juga dapat mengurangi biaya pengangkutkan ke pembungan akhir (TPA) dan mengurangi biaya pembuangan akhir. Pengolahan sampah kota metropolitan 9. Konsep zero waste yaitu penerapan rinsip 3R (Reduce. Reuse. Penanganan sampah 3-R adalah konsep penanganan . Teknologi pengolahan sampah organik menjadi pakan ternak 6.1-4. Sampah rumah tangga. Prinsip ini juga dapat diterapkan pada berbagai aktivitas termasuk juga kegiatan skala rumah tangga. Produksi bersih merupakan salah satu pendekatan untuk merancang ulang industri yang bertujuan untuk mencari cara-cara pengurangan produk-produk samping yang berbahaya. Peran serta masyarakat dalam penanganan sampah 8. dan menciptakan produk-produk dan limbah-limbahnya yang aman dalam kerangka siklus ekologi. Pengertian Zero Waste adalah bahwa mulai dari produksi sampai berakhirnya suatu proses produksi dapat dihindari terjadi “produksi sampah” atau diminimalisir terjadinya “sampah”. Sampah dan kotoran sungai mengandung senyawa organic 40-85%. Reuse. dan recycle). mengurangi uang belanja. fosfat 1-4. kotoran ternak. mineral 15-70%. Teknologi pembakaran sampah dan insenator 5. Teknologi tempat pembuangan akhir (TPA) sampah 7. menghemat lahan TPA dan lingkungan asri (bersih. limbah pertanian dan industri yang bersifat sampah organic semuanya dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Peluang dan tantangan usaha daur ulang. mengurangi polusi secara keseluruhan. Orientasi penanganan sampah dengan konsep zero waste diantaranya meliputi : 1. sehat. Pemberian sampah dan kotoran sungai sebesar 2% pada ternak. kertas. Konsep Zero Waste ini salah satunya dengan menerapkan prinsip 3 R (Reduce.5%. Daur ulang sampah plastik dan kertas 4. 4-R dan 5-R Pemikiran konsep zero waste adalah pendekatan serta penerapan sistem dan teknologi pengolahan sampah perkotaan skala kawasan secara terpadu dengan sasaran untuk melakukan penanganan sampah perkotaan skala kawasan sehingga dapat mengurangi volume sampah sesedikit mungkin.5% dan kalium 0. Dengan pengolahan sampah menjadi bahan-bahan yang berguna akan memberikan keuntungan selain meningkatkan efisiensi produksi dan keuntungan ekonomi bagi pengolah sampah. nitrogen 1-10%. ternyata mampu meningkatkan berat badan ternak.kotoran sungai akan dihasilkan 465 vitamin B12.

Prinsip 5-R selain 4 prinsip tersebut di atas ditambah lagi dengan replant (menanam kembali). Hal ini dapat memeperpanjang waktu pemakaian barang sebelum ia menjadi sampah. barang-barang yang sudah tidak berguna lagi.sampah dengan cara reduce (mengurangi). namun saat ini sudah banyak industri non-formal dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain. Upaya 5-R di Daerah Perumahan dan Fasilitas Sosial . Penanganan sampah 4R sangat penting untuk dilaksanakan dalam rangka pengelolaan sampah padat perkotaan yang efisien dan efektif. Tabel 1. Prinsip replace dilakukan dengan cara teliti barang yang kita pakai sehari-hari. perkantoran. ganti kantong keresek kita dengan keranjang bila berbelanja. semakin banyak sampah yang dihasilkan. Prinsip replant dapat dilakukan dengan cara membuat hijau lingkungan sekitar baik lingkungan rumah. Prinsip reduce dilakukan dengan cara sebisa mungkin lakukan minimisasi barang atau material yang kita pergunakan. Semakin banyak kita menggunakan material. dan jangan pergunakan Styrofoam karena kedua bahan ini tidak bisa diurai secara alami. reuse (menggunakan kembali). Tidak semua barang bisa didaur ulang. Penanaman kembali ini sebagian menggunakan barang atau bahan yang diolah dari sampah. bisa didaur ulang. Prinsip reuse dilakukan dengan cara sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. lahan kosong dan lain-lain. Gantilah barang-barang yang hanya bisa dipakai sekali dengan barang yang lebih tahan lama. Prinsip recycle dilakukan dengan cara sebisa mungkin. recycle (mendaur-ulang sampah). pertokoan. sehingga diharapkan dapat mengrangi biaya pengelolaan sampah. Misalnya. Hindari pemakaian barang-barang yang sekali pakai. sedangkan 4-R ditambah replace (mengganti) mulai dari sumbernya. Juga teliti agar kita hanya memakai barang-barang yang lebih ramah lingkungan.

dan gunakan bahan/barang yang dibuat dari sampah.Buat hijau dan teduh lingkungan anda. Gantilah barang-barang yang hanya bisa dipakai sekali dengan barang yang lebih tahan lama. Gunakan produk yang dapat diisi ulang.Penanganan 5-R Reduce Reuse Recycle Replace Replant Cara Pengerjaannya Hindari pemakaian dan pembelian produk yang menghasilkan sampah dalam jumlah besar. Ganti barang-barang yang kurang ramah lingkungan dengan yang ramah lingkungan. Pilih produk dan kemasan yang dapat didaur-ulang dan mudah terurai. . Lakukan penanganan sampah anorganik menjadi barang yang bermanfaat. Upaya 5-R di Daerah Fasilitas Umum . Lakukan penangan untuk sampah organic menjadi kompos dengan berbagai cara yang telah ada atau manfaatkan sesuai dengan kreatifitas masing-masing. Gunakan baterai yang dapat diisi kembali. Ganti pembungkus plastik dengan pembungkus yang lebih bersahabat dengan lingkungan. Kembangkan manfaat lain dari sampah. Gunakan wadah/kantong yang dapat digunakan berulangulang. Gunakan kembali wadah/kemasan untuk fungsi yang sama atau fungsi lainnya. Kurangi penggunaan bahan sekali pakai Jual atau berikan sampah yang telah terpisah kepada pihak yang memerlukan. Tabel 2.

Gunakan produk yang dapat diisi ulang. Olah sampah kertas menjadi kertas kembali.Buat hijau dan teduh lingkungan anda. Olah sampah organic menjadi kompos. Maksimumkan penggunaan alat-alat penyimpan elektronik yang dapat dihapus dan ditulis kembali. Khusus untuk rumah sakit. Gunakan alat tulis yang dapat diisi kembali. Kurangi penggunaan bahan sekali pakai. . dan gunakan bahan/barang yang dibuat dari sampah. Sediakan jaringan informasi dengan computer. Gunakan peralatan penyimpan elektronik yang dapat dihapus dan ditulis kembali. gunakan incinerator untuk sampah medis. Gunakan alat kantor yang dapat digunakan berulang-ulang. Gantilah barang-barang yang hanya bisa dipakai sekali dengan barang yang lebih tahan lama.Penanganan 5-R Reduce - Reuse Recycle Replace Cara Pengerjaannya Gunakan kedua sisi kertas untuk penulisan dan fotokopi. Replant .

Berilah insentif kepada masyarakat yang membeli barang hasil daur ulang sampah. seperti pakan ternak. Hotel) Penanganan 5-R Reduce Cara Pengerjaannya Berikan insentif oleh produsen bagi pembeli yang mengembalikan kemasan yang dapat digunakan kembali. Berikan insentif bagi konsumen yang membawa wadah sendiri. Ganti barang-barang yang kurang ramah lingkungan dengan yang ramah lingkungan. Reuse Recycle Replace Replant . Sediakan perlengkapan untuk pengisian kembali produk umum isi ulang. Restoran. Jual atau berikan sampah yang telah terpilah kepada yang memerlukannya. Gunakan kembali sampah yang masih dapat dimanfaatkan untuk produk lain. Kenakan biaya tambahan untuk permintaan kantong plastic belanjaan.Buat hijau dan teduh lingkungan anda. Pertkoan. Berikan tambahan biaya bagi pembeli yang meminta kemasan/bungkusan untuk produk yang dibelinya. Ganti pembungkus plastik dengan pembungkus yang lebih bersahabat dengan lingkungan. Memberikan kemasan/bungkusan hanya pada produk yang benar-benar memerlukan. . Oleh kembali buangan dari proses yang dilakukan sehingga bermanfaat bagi proses lainnya. Sediakan produk yang kemasannya tidak menghasilkan sampah dalam jumlah besar. Lakukan penanganan sampah organic menjadi kompos atau memanfaatkannya sesuai dengan kebutuhan. Upaya 5-R di Daerah Komersial (Pasar. Lakukan penanganan sampah anorganik. Jual produk-produk hasil daur ulang sampah dengan lebih menarik. atau wadah belanjaan yang diproduksi oleh swalayan yang bersangkutan sebagai bukti pelanggan setia. dan gunakan bahan/barang yang dibuat dari sampah.Tabel 3.

Pemanfaatan sampah . Jika pada setiap tempat aktivitas melakukan pemilahan. maka pengangkutan sampah menjadi lebih teratur. sehingga dapat mencapai tujuan atau sasaran yang telah ditetapkan yaitu. Mengapa perlu pemilahan? Sesungguhnya kunci keberhasilan program daur ulang adalah justru di pemilahan awal. jika kertas dipisah tersendiri. Malah bisa jadi menjadi lima tempat sampah. pengolahan. 4-R atau 5-R tersebut. Manajemen Pemilahan Sampah dapat diartikan sebagai suatu proses kegiatan penanganan sampah sejak dari sumbernya dengan memanfaatkan penggunaan sumber daya secara efektif yang diawali dari pewadahan. Pemerintah Daerah bekerjasama dengan swasta dapat memproses sampah-sampah tersebut menjadi barang yang berguna. Jadwal pengangkutan sampah jenis ini perlu diatur. terminal dan tempat-tempat dimana manusia beraktivitas. Setiap rumah tangga memiliki tiga keranjang sampah untuk tiga jenis sampah yang berbeda. Dinas kebersihan tinggal mengangkutnya setiap hari dan tidak lagi kesulitan untuk memilahnya. Pemilahan berarti upaya untuk memisahkan sekumpulan dari “sesuatu” yang sifatnya heterogen menurut jenis atau kelompoknya sehingga menjadi beberapa golongan yang sifatnya homogen. Ketiga jenis sampah itu akan diangkut oleh tiga truk berbeda yang memiliki jadwal berbeda pula. Untuk sampah-sampah B3 tentunya memerlukan penanganan tersendiri. maka pemilahan sampah menjadi sangat penting artinya. dan satu lagi untuk sisa-sisa tanaman/rumput.Pemilahan Sampah Berdasarkan uraian tentang 3-R.Satu untuk sampah kering (an-organik). Di Australia. Setiap truk hanya akan mengambil jenis sampah yang menjadi tugasnya. maka volume sampah yang sampai ke TPA dapat dikurangi sebanyak mungkin. Dengan cara ini. kantor. Sampah jenis ini tidak boleh sampai ke TPA. keramik. melalui pengendalian pengelolaan organisasi yang berwawasan lingkungan. Sementara sampah-sampah elektronik (seperti kulkas. sekolah. pengangkutan.lingkungan bebas sampah. karena ini akan memerlukan sarana dan prasarana yang mahal. sistem pengelolaan sampah juga menerapkan model pemilahan antara sampah organik dan sampah anorganik. misalnya pembuangan sampah-sampah tersebut ditentukan setiap 3 bulan sekali. pengumpulanan. ditangani secara tersendiri pula. bahkan sampai pada TPA. satu untuk bekas makanan. Oleh sebab itu. satu tempat sampah untuk kaleng. hingga pembuangan. TV). puskesmas. dan satu tempat sampah untuk botol. Adalah tidak efisien jika pemilahan dilakukan di TPA. satu tempat sampah untuk sampah plastik atau yang sejenis. tapi terus berlanjut pada rantai berikutnya. radio. pasar. pemilahan harus dilakukan di sumber sampah seperti perumahan. yaitu satu tempat sampah untuk sampah yang bisa diurai oleh mikrobia (sampah organik). Sehingga pemilahan sampah tidak berhenti pada level rumah tangga saja. rumah sakit. Pada setiap tempat aktivitas dapat disediakan empat buah tempat sampah yang diberi kode. Sampah-sampah yang telah dipilah inilah yang kemudian dapat didaur ulang menjadi barang-barang yang berguna. misalnya. furniture dll.

Sampah organik dapat didaur ulang menjadi produk-produk berguna seperti kompos. Dalam proses ini... pengumpulan. Pemadatan sampah (baling) 3. Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan. Pemrosesan sampah sebagai sumber gas-bio 6.. plastic bekas wadah shampoo. air mineral. jerigen. kertas. sampah sudah mengalami perubahan baik bentuk maupun fungsinya. creamer dll. Menggunakan kembali: barang-barang yang dianggap sampah karena sifat dan karakteristiknya dapat dimanfaatkan kembali tanpa melalui proses produksi. Daur ulang bisa menggunakan prinsip 2 R yaitu reuse dan recycle. saos. Pembakaran dalam Insenerator. briket dan biogas. sirup. ember dll. dan sampah kertas didaur ulang dan pakan ternak. Beberapa sampah yang dapat dijual . Pemilahan jenisnya sampah. dengan pilihan pemanfaatan enersi panas Sampah basah dapat dibuat kompos. bekas kemasan kue dll. besi bekas. pupuk dan pakan ternak. aluminium bekas wadah minuman ringan. pupuk kandang. pemrosesan. sampah basah dapat diolah menjadi kompos. Sementara mendaur-ulang sampah didaur ulang untuk dijadikan bahan baku industri dalam proses produksi. baik secara manual maupun secara mekanis berdasarkan 2. pendistribusian dan pembuatan produk bekas pakai. Material yang dapat didaur ulang antara lain botol bekas wadah kecap. khususnya di negara industri antara lain adalah: 1. Tabel 4. sampah kering dapat dipakai kembali dan didaur ulang. Pengomposan rekayasa sampah baik dengan cara konvensional maupun dengan 5.Teknik-teknik pemrosesan dan pengolahan sampah yang secara luas diterapkan di lapangan. Pemotongan sampah 4.

sisa makanan. Molase dan Air. Proses pembuatan kompos adalah dengan menggunakan aktivator EM-4. Tahapan pembuatan kompos dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. Pengomposan merupakan proses penguraian bahanbahan organik dalam suhu yang tinggi sehingga mikroorganisme dapat aktif menguraikan bahanbahan organik sehingga dapat dihasilkan bahan yang dapat digunakan tanah tanpa merugikan lingkungan. Pemilahan Sampah Sampah yang dikumpulkan di TPA pada umumnya bercampur antara bahan-bahan organik maupun non organik sehingga pemilahan perlu dilakukan secara teliti untuk mendapatkan bahan organik yang dapat dikomposkan seperti dauan-daunan. Termometer. EM4. Gembor. sayuran dan buah-buahan. sprite. Alat pencacah. yaitu proses pengkomposan dengan menggunakan bahan tambahan berupa mikroorganisme dalam media cair yang berfungsi untuk mempercepat pengkomposan dan memperkaya mikroba.No. infuse) Kardus Kertas putih Majalah Koran Duplek (kardus tipis) Pembungkus semen Besi beton Besi super Besi pipa Tembaga super Tembaga baker Aluinium tebal Aluminium tipis Botol air besar Botol bir kecil. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Jenis barang Gelas aqua Kaleng oli Ember biasa Kaset. fanta. Cakar. Mesin giling kompos dan Ayakan. Keranjang. Bahan-bahan yang digunakan adalah : Bahan Baku Utama berupa sampah organik. Harga/kg 1600 1500 1100 150 800 700 1600 500 700 350 500 150 400 700 450 250 8000 7000 6000 4000 400 200 Proses Pembuatan Kompos Dengan Aktivator EM-4 Kompos merupakan hasil fermentasi dari bahan-bahan organik sehingga berubah bentuk. botol kecap Ember hitam (anti pecah) Botol aqua Putian (botol bayclin. . botol yakult. Kotoran Ternak. berwarna kehitam-hitaman dan tidak berbau. Sedangkan peralatan yang digunakan adalah : Sekop.

Pada hari keenam dan seterusnya suhu dijaga antara 40-50° C dengan kelembaban lebih kurang 50 %. Suhu dan kelembaban dapat dipertahankan dengan perlakuan antara lain penyiraman dan pembalikan tumpukan. Pematangan Pengkomposan berjalan dengan baik dengan suhu rata-rata dalam bahan menurun dan bahan telah lapuk dan berubah warna menjadi coklat kehitaman. Pengeringan Setelah usia tumpukan mencapai usia 21 hari/3 minggu. Pencacahan Sampah organik yang telah terkumpul dicacah dengan ukuran 3-4 cm.75 m dan panjang 2 m. molase dan air di atas campuran sampah dan kotoran ternak. Untuk hari pertama sampai kelima suhu biasanya mencapai 65° C atau lebih. 6. 4. Hal ini berguna untuk membunuh bakteri yang tidak dibutuhkan dan melunakkan bahan.2. 3.3 m-3). 5. Tujuan pematangan untuk menjamin kompos benar-benar aman bagi konsumen. Pengeringan dapat dilakukan selama lebih kurang 1 minggu sampai kadar air kira-kira mencapai 20-25%. lebar 1. EM-4 (375 ml). Pencampuran dilakukan sekali lagi agar seluruh bahan bercampur secara merata. 7. gunungan maupu pesesgi panjang. Penumpukan Bahan Baku Setelah dilakukan pencampuran secara merata kemudian dilakukan penumpukan dengan ketentuan tinggi 1. Pencacahan dilakukan untuk mempercepat proses pembusukan karena pencampuran dengan bahan baku yang lain seperti kotoran ternak dan EM-4 menjadi rata sehingga mikroorganisme akan bekerja serana efektif dalam proses fermentasi. Pencampuran Bahan Baku Sampah yang sudah dicacah dideder di tempat yang telah disediakan kemudian dicampur dengan kotoran ternak.5 m. maka sampah organi sudah menjadi kompos. Penumpukan dapat dilakukan dengan model trapesium. Komposisi bahan-bahan ini adalah sampah cacahan (1. Pemantauan Dalam masa penumpukan akan terjadi peningkatan suhu sebagai akibat proses fermentasi. kotoran ternak kering (1/5 dari sampah cacahan). Dalam tumpukan inilah terjadi proses fermentasi sampah organik menjadi kompos. Pencampuran/pengadukan dilakukan secara merata kemudian dicampurkan pula campuran EM-4. . Selanjutnya dilakukan pembongkaran untuk dikeringkan/dijemur.

Sampah kemudian ditumpuk atau digundukan di atas lantai yang kering dengan ketinggian 20-25 cm. Untuk mendapatkan butiran-butiran kompos yang siap untuk dikemas dilakukan pengayakan sesuai dengan kebutuhan. Pengomposan skala rumah tangga Bahan: sampah organic. molase dan air. hingga kelembaban mencapai 30%. PH : 9. 2. 3-4 genggam bokashi setiap meter persegi disebar merata di atas permukaan tanah. .62. Penggilingan dan Pengayakan Proses selanjutnya adalah dilakukan penggilingan terhadap kompos yang sudah kering. Untuk tanaman buah-buahan atau pot. 5. Masukkan ke dalam karung dan tutup rapat. Biarkan tanah yang telah diberi bokashi selama 1 minggu. fermentasi selama 2-3 hari.17. Cara penggunaan 1. 6.48%. tambahkan dedak dan aduk kembali hingga merata. sekam. 3. 4. 4. kemudian bibit siap ditanam. Cara pembuatan: 1. terlebih dahulu dipisahkan dari anorganiknya. pada tanah yang kurang subur dapat diberikan lebih.8. EM4. siramkan atau semprotkan 2 cc EM4/liter air ke dalam tanah. Setelah itu sampah tersebut dicampurkan dengan bokashi starter dan aduk hingga rata.56 %. bokashi disebar merata di permukaan tanah atau perakaran tanaman dan siramkan 2 cc EM4/liter air selama 2 minggu sekali. aduk hingga tercampur merata.64 % dan C/N Ratio : 18. 7. Produksi Kompos Adapun Komposisi/kandungan produksi kompos UPTD Komposting berdasarkan hasil uji laboratorium Universitas Airlangga Surabaya adalah sebagai berikut : Kadar Air : 30. Pertahankan suhu gundukan adonan 40-50 oC. C : 15. Sampah organic yang akan digunakan. 2. 3. Buat bokashi starter yang terdiri dari dedak dan sekam dengan perbandingan 9:1. P : 0. Untuk hasil yang lebih baik. Setelah itu dicacah hingga lebih kecil ukurannya. aduk rata dan diamkan selama semalam untuk diaktifkan.84 %. Siramkan larutan fermentasi EM4 yang telah didiamkan selama semalam ke dalam sekam. Buat larutan fermentasi EM4 yaitu dengan perbandingan 1:1:1000 ml. kemudian ditutup dengan karung goni selama 4-5 hari. Bila sampah basah lebih baik dianginanginkan dahulu. N : 0. dedak.

Demikian juga sekeliling pipa ditutup kerikil. Setelah penuh. lalu tanam di tanah. 2. . dan .drum atau tong plastic yang mempunyai tutup . lalu diangin-anginkan sekitar seminggu.Tong tersebut diisi dengan sampah rumah tangga. yaitu : . Tempatkan pada bagian yang tidak kena hujan secara langsung. tetapi jangan diikutkan kulit telur dan kulit kacang sebab sukar menjadi kompos. mulai dari proses yang mudah dengan menggunakan peralatan yang sederhana sampai dengan proses yang canggih dengan peralatan modern. pembuatan kompos dapat memberikan manfaat secara ekonomis. .kas plastic untuk menutup lubang pipa bagian luar. baru ditutup tanah. Tong juga dilubangi 5 mm dengan jarak 10 cm untuk udara. pembuatan kompos dapat dilakukan secara manual sehingga modal yang dibutuhkan relatif murah atau secara masinal (padat modal) untuk mengejar skala produksi yang tinggi. sosial maupun kesehatan. Sampah yang sudah jadi kompos berwarna hitam dan gembur seperti tanah.bagian atas tong plastic diberi 4 lubang diameter 4 inci untuk memasang pipa.pipa paralon berdiameter 4 inci . .Pengomposan secara sederhana Bahan: . . sebanyak 4-5 lubang. Tempat sampah biasanya berbau karena sampah organic cepat membusuk sehingga diperlukan kerikil untuk meredam bau tersebut.Pipa dilubangi dengan bor sebesar 5 mm setiap jarak 5 cm. lingkungan. . Dari segi ekonomi. tentunya sampah organic. tong ditutup dan dibiarkan selama 3-4 bulan. Bagian bawah juga dilubangi dengan diameter yang sama. Teknik pembuatan kompos sangat beragam. Selam itu akan terjadi proses pengomposan. Cara pembuatan . lalu ditutup kasa plastic untuk jalan air. Dari segi teknologi manfaat pembuatan kompos antara lain : 1. kompos itu siap sudah siap dipakai untuk pupuk tanaman. ekonomi. Nah. .Ambil kompos tersebut dari komposter.Pasang pipa pada empat sudut tong.Tepi tong ditutup batu kerikil setebal 15 cm.batu kerikil. Secara teknis.Ujung pipa bagian luar ditutup kasa plastic untuk sirkulasi udara. Manfaat Pengkomposan Usaha pengkomposan sampah kota memiliki beberapa manfaat yang dapat ditinjau baik dari segi teknologi.

karena sampah yang dibakar. Mengurangi pencemaran lingkungan.1. 4. Dengan demikian akan menguragi investasi lahan TPA. Hal ini berarti kompos memiliki nilai kompetetif dan ekonomis yang berarti kompos dapat dijual. Kebutuhan energi dan bahan makanan yang diambil tumbuhan dari dalam tanah dikembalikan lagi ke dalam tanah. Dapat mebuka lapangan kerja sehingga dapat mengurangi pengangguran. 2. 2. proses pembuatan kompos memberikan manfaat bagi lingkungan. Kompos dapat memperbaiki kondisi tanah dan dibutuhkan oleh tanaman. karena sampah yang dikumpulkan berkurang. manfaat kesehatan yang diperoleh dari proses pembutan kompos adalah : 1. Tempat pengumpulan sampah akhir dapat digunakan dalam waktu yang lebih lama. Pengkomposan dapat mengurangi jumlah sampah sehingga akan mengurangi biaya operasinal pemusnahan sampah. yaitu: 1. Dari segi kesehatan. Penggunaan pupuk anorganik dapat ditekan sehingga dapat meningkatkan efisiensi penngunaannya. 2. Pada akhirnya aspek peran serta masyarakat merupakan hal yang sangat penting dalam pengelolaan persampahan. maka sampah yang tersisa hanya tinggal 15 – 20% saja. Dari segi sosial. Dapat dijadikan obyek pembelajaran lingkungan baik bagi masyarakat maupun dunia pendidikan. Kompos mempuyai kemampuan memperbaiki dan meningkatkan kondisi kesuburan tanah (konservasi tanah). Pengurangan tumpukan sampah akan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. yang dibuang ke sungai ataupun yang dikumpulkan di TPA akan berkurang. Pengkomposan merupakan metode daur ulang yang alamiah dan mengembalikan bahan organik ke dalam siklus biologis. 2. sehingga akan mengurangi ritasi transportasi sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan umur TPA akan semakin panjang. Dalam strategi jangka panjang peran aktif masyarakat menjadi tumpuan . manfaat sosial yang dapat diperoleh dari pembuatan kompos adalah : 1. Dari segi ekologi. 3. Proses pengkomposan berjalan pada suhu yang tinggi sehingga dapat mematikan berbagai macam sumber bibit penyakit yang ada pada sampah. Pemakaian kompos pada lahan perkebunan atau pertanian akan meningkatkan kemampuan lahan dalam menahan air sehingga terjadi koservasi air. Secara teoritis apabila program daur ulang sampah dengan sistem terpadu dapat dilakukan. Ini berarti mengurangi pencemaran udara maupun air tanah. 3.

Oleh sebab itu. secara bertahap semua Kota dan Kabupaten harus segera mengubah TPA tipe open dumping menjadi sanitary landfill. seperti adanya zona. dan dalam program jangka panjang setiap rumah tangga disarankan mengelola sendiri sampahnya melalui program 3 R (Reduce. blok dan sel. truk. dan persyaratan lainnya. penjaga. garasi alat berat. alat berat yang cukup. . Tempat Pembuangan Akhir (TPA) TPA tipe open dumping sudah tidak tepat untuk menuju Indonesia sehat. pengolahan sampah.bagi suksesnya pengelolaan sampah kota. Dianjurkan untuk membuat TPA yang memenuhi kriteria minimum. tempat pencucian alat berat. reuse dan recycle).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful