PERSAINGAN PASAR TRADISIONAL DI JEMBER PADA ERA GLOBALISASI

Disusun Oleh:

Glesandi Pramono

(080810391046)

JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS JEMBER 2011

evaluasi dampak . sudah saatnya pemda dan lembaga keuangan setempat memerhatikan hal ini. Kata kunci: Pasar Tradisional. sarana dan prasarana pasar yang sangat minim. menjamurnya pedagang kaki lima (PKL) yang mengurangi pelanggan pedagang pasar. Menyadari pentingnya fungsi Pasar Tradisional yang strategis dalam rangka peningkatan pendapatan dan penyerapan tenaga kerja. bangunan biasanya terdiri dari kios-kios atau gerai. Meskipun demikian. Pasar Modern. Temuan dari metode kualitatif menunjukkan bahwa penyebab utama kalah bersaingnya pasar tradisional dengan supermarket adalah lemahnya manajemen dan buruknya infrastruktur pasar tradisional. becek. diperlukan pendekatan yang terpadu terhadap permasalahan di atas. argumen yang mengatakan bahwa kehadiran pasar modern merupakan penyebab utama tersingkirnya pasar tradisional tidak seluruhnya benar. los dan dasaran terbuka yang dibuka oleh penjual maupun suatu pengelola pasar. semrawut. Oleh sebab itu.ABSTRAK Pasar tradisional merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi penjual pembeli secara langsung dan biasanya ada proses tawar-menawar. baik lokal maupun asing. kriminal tinggi. kotor. dan minimnya bantuan permodalan yang tersedia bagi pedagang tradisional. Strategi pengadaan barang yang kerap menjadi strategi utama pedagang tradisional adalah membeli barang dagangan dalam bentuk tunai dengan menggunakan dana pribadinya. makin baik bagi pertumbuhan ekonomi serta iklim persaingan usaha. dan minimnya fasilitas yang ada. Sementara itu. kalangan lain berpendapat bahwa di era globalisasi pasar tradisional telah menjadi korban dari kompetisi sengit antara sesama pasar modern. bukan semata-mata karena keberadaan supermarket. Pasar tradisional belum dapat dibebaskan dari citra negatif sebagai tempat yang kumuh. sehingga untuk menghindari tenggelamnya pasar tradisional akibat kehadiran pasar modern. Hampir seluruh pasar tradisional di Jember masih bergelut dengan masalah internal pasar seperti buruknya manajemen pasar. tidak nyaman. Keadaan ini secara tidak langsung menguntungkan pasar modern. maka perlu diupayakan pemberdayaan Pasar Tradisional sehingga menjadi tempat yang layak dan menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi bagi setiap kalangan. Beberapa kalangan memandang bahwa makin meluasnya pendirian pasar modern di Indonesia. pasar tradisional sebagai sapi perah untuk penerimaan retribusi. kondisi Pasar. Pesatnya pembangunan pasar modern dirasakan oleh banyak pihak berdampak terhadap keberadaan pasar tradisional.

sayuran. Ini adalah pengaturan yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk item pertukaran. dan umumnya terletak dekat kawasan perumahan agar memudahkan pembeli untuk mencapai pasar. pasar swalayan (supermarket). Akhir-akhir ini dampak kehadiran supermarket (termasuk hypermarket) terhadap keberadaan pasar tradisional menjadi topik yang menyulut perdebatan hangat di kalangan masyarakat. Kebanyakan menjual kebutuhan sehari-hari seperti bahan-bahan makanan berupa ikan. prosedur. berada dalam bangunan dan pelayanannya dilakukan secara mandiri (swalayan) atau dilayani oleh pramuniaga. jasa dan lain-lain. dan memisahkan pasar dari perdagangan. Dengan semakin menjamurnya supermarket asing ke berbagai kota. institusi. timbul pendapat dari beberapa kalangan bahwa di era globalisasi pasar tradisional menjadi korban . Persaingan sangat penting dalam pasar. daging. namun pasar jenis ini penjual dan pembeli tidak bertransakasi secara langsung melainkan pembeli melihat label harga yang tercantum dalam barang (barcode). pakaian barang elektronik. Pasar modern tidak banyak berbeda dari pasar tradisional. Selain itu. kain. buah. selain bahan makanan makanan seperti.Pendahuluan Pasar adalah salah satu dari berbagai sistem. Pasar tradisional merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi penjual pembeli secara langsung dan biasanya ada proses tawar-menawar. hubungan sosial dan infrastruktur dimana usaha menjual barang. jasa dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang. sebagian besar barang lainnya yang dijual adalah barang yang dapat bertahan lama. Liberalisasi sektor perdagangan eceran pada 1998 telah mendorong munculnya berbagai supermarket asing di Indonesia. Kegiatan ini merupakan bagian dari perekonomian. Barang dan jasa yang dijual menggunakan alat pembayaran yang sah seperti uang fiat. dan minimarket. ada pula yang menjual kue-kue dan barang-barang lainnya. Contoh dari pasar modern adalah hypermarket. los dan dasaran terbuka yang dibuka oleh penjual maupun suatu pengelola pasar. sayur-sayuran. buah. Pasar seperti ini masih banyak ditemukan di Indonesia. bangunan biasanya terdiri dari kios-kios atau gerai. daging. telur. Barang-barang yang dijual.

yaitu pasar ritel. khususnya hipermarket. Pasar Tradisional vs Pasar Modern Pricewaterhouse Coopers (2005) memprediksi bahwa penjualan supermarket akan meningkat sebesar 50% dari periode 2004 hingga 2007. Berdasarkan latar belakang diatas yang menjadi rumusan masalah dari penelitian ini adalah. Salah satu penyebab meningkatnya jumlah dan penjualan pasar modern adalah urbanisasi yang mendorong percepatan pertumbuhan penduduk di perkotaan serta meningkatnya pendapatan per kapita. Pasar modern dan tradisional bersaing dalam pasar yang sama.utama persaingan antara pasar tradisional dan modern. di sisi lain. pasar tradisional masih berkutat dengan permasalahan klasik seputar pengelolaan yang kurang profesional dan ketidaknyamanan berbelanja. agar tidak merebut konsumen pasar tradisional. apakah benar supermarket merupakan sebab utama menurunnya kinerja pasar tradisional di tengah-tengah era globalisasi ini? Dalam artikel ini akan disajikan pembahasan komprehensif mengenai permasalahan pasar tradisional berkaitan dengan kehadiran supermarket dan akan ditampilkan beberapa kasus menyangkut persoalan yang dihadapi para pedagang pasar tradisional di perkotaan. Hampir semua produk yang dijual di pasar tradisional seluruhnya dapat ditemui di pasar modern. Semenjak kehadiran hipermarket di daerah perkotaan Indonesia. Dari 1998 hingga 2003. sedangkan penjualan hipermarket akan meningkat sebesar 70% untuk periode yang sama. pasar tradisional di disinyalir merasakan penurunan pendapatan dan keuntungan yang drastis. pasar modern dikelola secara profesional dengan fasilitas yang serba lengkap. Pesatnya pembangunan pasar modern dirasakan oleh banyak pihak berdampak terhadap keberadaan pasar tradisional. terutama di lokasi yang berdekatan dengan pasar tradisional. Diharapkan bahwa apa yang disajikan di sini dapat menjadi masukan bagi formulasi kebijakan yang akan memperkuat kapasitas pasar tradisional dalam arus globalisasi pasar. . Bahkan ada pihak-pihak yang menganggap perlu adanya pembatasan keberadaan supermarket. Di satu sisi.

Supermarket dan hipermarket juga menjalin kerja sama dengan pemasok besar dan biasanya untuk jangka waktu yang cukup lama. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan. pedagang yang menjual makanan segar (daging. pertumbuhan hipermarket terkonsentrasi di wilayah Jabodetabek dengan proporsi 58% dari keseluruhan hipermarket. Beberapa kalangan memandang bahwa makin meluas pendirian pasar modern di Indonesia. Keunggulan pasar modern atas pasar tradisional adalah bahwa mereka dapat menjual produk yang relatif sama dengan harga yang lebih murah. dan parkir gratis. khususnya pada akhir minggu. Supermarket melakukan beberapa strategi harga dan nonharga. dari delapan menjadi 49 gerai.hipermarket di seluruh Indonesia tumbuh 27% per tahun. Pasar tradisional kehilangan pelanggan akibat praktik usaha yang dilakukan oleh supermarket . strategi pemangsaan lewat pemangkasan harga (predatory pricing). untuk menarik pembeli. sayur-sayuran. Meskipun demikian. Sementara itu. buah-buahan. dan lainlain) masih bisa bersaing dengan supermarket dan hipermarket mengingat banyak pembeli masih memilih untuk pergi ke pasar tradisional untuk membeli produk tersebut. Hal ini yang menyebabkan mereka dapat melakukan efisiensi dengan memanfaatkan skala ekonomi yang besar. makin baik bagi pertumbuhan ekonomi serta iklim persaingan usaha. baik lokal maupun asing. dan diskriminasi harga antarwaktu (inter-temporal price discrimination). Sedangkan strategi nonharga antara lain dalam bentuk iklan. kalangan lain berpendapat bahwa di era globalisasi pasar tradisional telah menjadi korban dari kompetisi sengit antara sesama pasar modern. ikan. Misalnya memberikan diskon harga pada akhir minggu dan pada waktu tertentu. membuka gerai lebih lama. Pedagang tradisional yang terkena imbas langsung dari keberadaan supermarket atau hipermarket adalah pedagang yang menjual produk yang sama dengan yang dijual di kedua tempat tersebut. ditambah dengan kenyamanan berbelanja dan beragam pilihan cara pembayaran. Meskipun demikian. ayam. mereka melakukan berbagai strategi harga seperti strategi limit harga. bundling/tying (pembelian secara gabungan).

Hampir separuh di setiap pasar ini yang ditinggalkan oleh pedagangnya. Dari informasi yang dihimpun. 80 persen pasar tradisional tidak lagi menampakkan aktivitasnya. kurangnya lahan juga menjadi masalah utama. pasar Sukorejo dan pasar Menampu Kecamatan Gumukmas. Bahkan beberapa diantaranya sadah tidak tertata rapi dan terkesan amburadul.Kondisi Pasar Tradisional di Jember Sejumlah pasar tradisional di Jember kian memprihatinkan. Akibatnya. terdapat beberapa pasar tradisional yang saat ini kondisinya kian meredup. Diantaranya adalah. salah satunya adalah Pasar Tegalbesar pedagang yang aktif hanya 47 orang dari jumlah sebelumnya yang mencapai 200 orang pedagang. Banyak kondisi fisik pasar tradisional rusak dan nyaris ambruk. pasar Tegalbesar. selain banyak kondisi pasar yang tidak terurus. Sayur. Limbah tersebut hampir bisa dikatakan sangat banyak dan berlebih karena sifat dari sayur adalah meruah. Selain kondisi saluran air yang mapet dan bau. sehingga limbah yang dibuang pun bisa menjadi busuk ditempat jika penanganan lambat. jumlah pembeli yang berkunjung ke pasar tradisional terus menurun. wajar jika banyak kios yang mangkrak. jumlah pedagang di pasar tradisional terus berkurang. Selain itu dari temuan yang ada oleh dinas pasar di pasar milik Pemkab tersebut ternyata terdapat penurunan jumlah pedagang yang menempati areal pasar tersebut. Masalah pembuangan atau limbah yang paling banyak mendapat sorotan adalah limbah pasar sayur. Minimnya pembeli hingga hengkangnya para pedagang menyebabkan bangunan tak berfungsi dan rusak dimakan usia. terlebih pada pasar sayur. dari 60 kios hanya 20 kios saja yang digunakan pedagang . Kondisi banyaknya pasar tradisonal yang masih becek. Adapun dari data Dinas Pasar Jember diperoleh. Bahkan beberapa diantaranya hanya dihuni dua pedagang dari puluhan kios yang dibangun. buah dan komoditas semacamnya adalah barang yang mudah busuk atau kadaluarsa. memakan tempat. kotor dan kumuh itu tetap membutuhkan sentuhan dari Pemerintah Pusat terkait anggaran. ikan dan daging. pasar Tegalboto. Sementara di Pasar Sukorejo. Tidak sedikit pasar – pasar tradisonal di Kecamatan Jember sudah tidak mempunyai akses sarana jalan akibat rusak dan belum diaspal serta dipaving.

buruknya manajemen pengadaan. Pasar Menampu dan Pasar Burung Gebang yang mengalami nasib sama mengalami penurunan jumlah pedagang. dan ketidakmampuan untuk menyesuaikan dengan keinginan konsumen (Wiboonpongse dan Sriboonchitta 2006). 7 diantaranya masih ramai dikunjungi masyarakat. bahkan nyaris tutup seperti di Pasar Tegalboto yang memiliki 30 kios untuk ditempati pedagang. kumuh. toko mini swalayan. sehingga dinas pasar dengan sepinya pasar tersebut menilai tidak layak untuk disebut untit pasar dari aspek kelembagaan yang dipimpin oleh seorang mantra pasar. Dari total 31 pasar tradisional yang ada di kota tembakau ini. waralaba. selebihnya kian hari kian surut. jumlah ini terus menyusut setiap bulannya seiring tumbuhnya pasar modern dengan sistem waralaba yang masuk ke daerah-daerah terpencil. Namun kenyataannya hanya dua kios saja yang berfungsi. supermarket. shopping centre. yakni strategi perencanaan yang kurang baik. Bahkan Pasar Tanjung sebagai pasar induk juga memiliki kesan becek. tidak adanya skala ekonomi.berjualan bahan kebutuhan pokok sehari. terbatasnya akses permodalan yang disebabkan jaminan yang tidak mencukupi. Faktor lain yang juga menjadi penyebab kurang berkembangnya pasar tradisional adalah minimnya daya dukung karakteristik pedagang tradisional. sebagai penyedia barang dan jasa dengan mutu dan pelayanan yang baik kepada konsumen (umumnya anggota masyarakat kelas menengah ke atas). Pasar modern antara lain mall. departement store. tidak ada jalinan kerja sama dengan pemasok besar. Hal yang sama juga terjadi di Pasar Pasar Patrang. pasar serba ada. Barang yang . toko serba ada dan sebagainya. bau tidak sedap serta sesak karena losnya berdesak-desakan. tidak lagi dirasakan oleh konsumen. Dampak Pasar Modern terhadap Pasar Tradisional di Jember Sinaga (2006) mengatakan bahwa pasar modern adalah pasar yang dikelola dengan manajemen modern. umumnya terdapat di kawasan perkotaan. selebihnya tutup bahkan rusak. Tidak adanya fasilitas bongkar muat barang pada Pasar Tanjung membuat lalu lintas menjadi macet.

Pedagang yang terlebih dahulu bangkrut biasanya adalah pedagang yang menjual aneka barang. pasar modern juga menyediakan barang impor. Ini tentu mempunyai dampak pada distribusi hasil bumi dan upaya perdagangan serta pemerataan. Selain menyediakan barangbarang lokal. Setelah itu. Sedangkan di kota kecil atau kecamatan misalnya. pasar modern umumnya mempunyai persediaan barang di gudang yang terukur. pasar modern memiliki label harga yang pasti (tercantum harga sebelum dan setelah dikenakan pajak). keberadaan Pasar Tradisional semakin terpinggirkan oleh hadirnya Pusat Perbelanjaan Modern. khususnya di Jember. Pedagang kecil dan petani dapat mengakses Pasar Tradisional itu secara lebih mudah. dan produkproduk olahan susu. . diikuti oleh toko-toko yang menjual bahan makanan segar dan pasar tradisional. dan Reardon dan Hopkins (2006). Traill (2006). Beberapa penelitian mengenai dampak supermarket yang pernah dilakukan di negara berkembang. menemukan adanya dampak negatif terhadap pedagang ritel tradisional dengan menjamurnya supermarket. keberadaan Pasar Tradisional itu kini juga tersaingi oleh cabang-cabang Toko Serba Ada-Toserba yang perkembangannya berlangsung begitu cepat. Namun perlu diingat bahwa di Pasar Tradisional. Secara kuantitas. di antaranya oleh Reardon dan Berdegué (2002). Dari segi harga. khususnya bagi mereka yang bermodal kecil.dijual disini memiliki variasi jenis yang beragam. Persoalan investasi atau modal adalah penyebab utamanya. Reardon et al (2003). Barang yang dijual mempunyai kualitas yang relatif lebih terjamin karena melalui penyeleksian terlebih dahulu secara ketat sehingga barang yang rijek/tidak memenuhi persyaratan klasifikasi akan ditolak. Kebanyakan Pasar Tradisional memang tidaklah dirancang dengan desain khusus. tinggal pedagang yang berdagang produk-produk spesifik atau mereka yang berdagang di daerah yang dilindungi dari keberadaan supermarket saja yang dapat tetap bertahan. jumlah yang berdagang memang bisa lebih banyak. Di kota-kota besar. makanan olahan. Mereka hanya dapat bertahan selama beberapa tahun.

Meskipun demikian. bagi golongan penduduk yang berpendapatan rendah dan . menjamurnya pedagang kaki lima (PKL) yang mengurangi pelanggan pedagang pasar. seperti jual-beli dengan tawar-menawar harga dan suasana yang memungkinkan penjual dan pembeli menjalin kedekatan. Sebaliknya. Temuan dari metode kualitatif menunjukkan bahwa penyebab utama kalah bersaingnya pasar tradisional dengan supermarket adalah lemahnya manajemen dan buruknya infrastruktur pasar tradisional. Pedagang. ada pelayanan yang profesional. Hampir seluruh pasar tradisional di Jember masih bergelut dengan masalah internal pasar seperti buruknya manajemen pasar. baik di dinas perpasaran maupun di pasar tradisional itu sendiri. bukan semata-mata karena keberadaan supermarket. tetap ditemukan adanya pasar tradisional yang mampu bertahan karena dikelola dengan baik dan memperhatikan seluruh aspek seperti kebersihan. dan keamanan dalam berbelanja. sarana dan prasarana pasar yang sangat minim. Meskipun dengan kondisi yang tidak menguntungkan. aman. Supermarket sebenarnya mengambil keuntungan dari kondisi buruk yang ada di pasar tradisional. Konsumen yang berpendapatan tinggi dan menengah atas akan lebih menyukai tempat transaksi atau pasar yang lebih mewah. kepala pasar. dan memperbaiki sistem manajemen. bersih. dan minimnya bantuan permodalan yang tersedia bagi pedagang tradisional. kenyamanan. Keadaan ini secara tidak langsung menguntungkan pasar modern. Kelebihan pasar tradisional adalah kekhasannya yang tidak dimiliki oleh pasar modern. pasar tradisional sebagai sapi perah untuk penerimaan retribusi. argumen yang mengatakan bahwa kehadiran pasar modern merupakan penyebab utama tersingkirnya pasar tradisional tidak seluruhnya benar. mengatasi masalah PKL di sekitar pasar. Tempat ini biasanya disebut dengan “pasar modern”. luas. barang tertata rapi disertai dengan petunjuk yang jelas. dan semua pemangku kepentingan di pasar tradisional mengatakan bahwa langkah utama yang harus dilakukan untuk menjaga keberlangsungan pasar tradisional adalah dengan memperbaiki sarana dan prasarana pasar tradisional. menyediakan semua yang dibutuhkan dan mekanisme pembayaran yang canggih (bisa non-cash).

toilet tidak terawat. yang perlu menjadi perhatian semua pihak adalah bagaimana agar pasar tradisional bisa dibuat menjadi lebih layak sebagai tempat transaksi tanpa harus secara drastis mengubah citranya atau khasnya sebagai pasar tradisional. harga terjangkau. kotor. Kemudian. pembayaran dengan cash. Permasalahan yang dihadapi Pasar Tradisional di Jember Untuk saat ini. instalasi listrik yang buruk. tidak nyaman. kriminal tinggi. becek. tempat sampah yang bau. fasilitas minim (tempat parkir terbatas. kriminal tinggi. karena pasar tradisional belum dapat dibebaskan dari citra negatif sebagai tempat yang kumuh. pasar tradisional masih dipenuhi oleh para pedagang informal yang sulit diatur dan mengatur diri. Pengelola pasar masih mengalami kesulitan untuk melakukan penataan yang lebih tertib terhadap mereka. citra pasar tradisional yang kurang baik tersebut sudah semestinya mendapat perhatian yang cukup besar karena didalamnya terkait dengan hajat hidup orang banyak. semrawut. bisa ditawar karena penjual dan pembeli bertemu secara langsung. semrawut. menurut buku ini. dan minimnya fasilitas yang ada. Pasar modern dan pasar tradisional sudah dibedakan dengan sangat tegas oleh para pembeli atau konsumen sendiri. tidak nyaman. dan lorong yang sempit). Tempat ini umum disebut dengan “pasar tradisional”. Kondisi ini membuat pasar tradisional tidak nyaman untuk dikunjungi. kotor. Pasar tradisional belum dapat dibebaskan dari citra negatif sebagai tempat yang kumuh. Bila ditemukan ada pasar tradisional yang mati karena ditinggalkan oleh konsumennya. tersedia fasilitas angkutan umum. gampang memicu kebakaran.menengah bawah umumnya lebih menyukai melakukan transaksi atau berbelanja ditempat yang lebih ramai. banyak tersedia pilihan barang kebutuhan. Karena itu. Beberapa permasalahan yang dihadapi oleh pasar tradisional adalah: . Ini juga menunjukan bahwa kedua pasar itu tidak akan saling memangsa. becek. menurut Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu. justeru bisa saling melengkapi kebutuhan konsumen.

2. Jumlah pedagang yang semakin meningkat Jumlah pedagang yang ingin berjualan di pasar tradisional dari waktu ke waktu mengalami peningkatan.Pedagang di Pasar Tradisional 1. Kesadaran yang rendah terhadap kedisiplinan. maka timbul pemaksaan dan mengabaikan tata ruang pasar. Saat ini. 3. kebersihan dan ketertiban Para pedagang yang umumnya berpendidikan rendah. Pengelolaan dan Manajemen Pasar 1. Hal ini berdampak pada kebutuhan tempat yang juga semakin meningkat. tidak memiliki kesadaran yang tinggi tentang perlunya kedisiplinan. menciptakan kondisi pasar yang kondusif dan layak untuk berusaha serta mengupayakan kelancaran distribusi barang sehingga tercipta kestabilan harga barang. Jika tempat tidak tersedia. Visi dan misi tidak jelas Pihak pengelola pasar (Dinas Pasar di tingkat kebijakan dan Perusahaan Daerah di tingkat manajemen) belum memiliki visi dan misi yang jelas tentang arah dan bentuk pasar tradisional yang akan dikembangkan ke depan. Mereka pada umumnya berkembang secara alamiah. pengelola pasar baik Dinas Pasar maupun Perusahaan Daerah yang menangani manajemen pasar belum memahami tugas dan fungsinya sebagai pengelola. 2. Orientasi pemerintah daerah masih lebih cenderung . Pemahaman yang rendah terhadap perilaku konsumen Selera konsumen selalu berubah-ubah. Pengelola pasar belum berfungsi dan bertugas secara efektif Tugas pokok pengelola pasar adalah melakukan pembinaan terhadap pedagang. kebersihan dan ketertiban. tetapi para produsen dan pedagang tidak bisa mengikutinya karena terbatasnya pengetahuan dan informasi. terutama kebutuhan pokok masyarakat. Kondisi ini dibiarkan oleh para pengelola pasar tanpa ada keinginan untuk melakukan proses edukasi atau pelatihan secara berkala terhadap pada pedagang.

koridor atau lorong yang sempit adalah merupakan . 4.pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah daripada peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Dengan mudah. kembali menjadi kumuh dalam waktu singkat. Masalah fasilitas umum Kelemahan mendasar lainnya dari pasar tradisional adalah kurang tersedianya fasilitas umum yang memadai. terjadi kemacetan lalu lintas angkutan barang dan mengganggu kenyamanan pembeli. Sayangnya. 6. Begitu pula dengan standardisasi ukuran dan timbangan barang yang seringkali tidak dilakukan dengan benar oleh pedagang. 3. Tempat parkir yang sempit. maka sangat sulit dilakukan pengawasan terhadap barang yang dijual di pasar tradisional. Kurang perhatian terhadap pemeliharaan sarana fisik Umur ekonomis bangunan pasar dapat menjadi pendek. 5. Pengelola pasar belum melakukan koordinasi dengan pihak yang berkompeten untuk melaksanakan pengawasan secara rutin demi melindungi kepentingan konsumen. Pedagang kaki lima yang tidak tertib karena tidak mendapatkan tempat yang layak Pedagang kaki lima memerlukan tempat untuk menjajakan dagangannya. sehingga mereka menempati pinggiran jalan untuk menjual. Mereka selalu mencari tempat yang ramai dikunjungi pembeli. Cenderung dibiarkan saja. tempat pembuangan sampah sementara yang menggunung dan menimbulkan bau menyengat. apabila tidak dilakukan pemeliharaan yang tepat dan berkala. belum ada solusi yang memadai untuk mereka. pasar yang baru dibangun. sarana pasar yang seharusnya diperuntukkan untuk bisa bertahan lebih dari 25 tahun menjadi tidak terwujud. toilet yang kotor dan kadang tidak berfungsi dengan baik. Tidak ada pengawasan terhadap barang yang dijual dan standardisasi ukuran dan timbangan Karena sifatnya terbuka. Akibatnya. Dampaknya.

Seiring dengan meningkatnya persaingan di bisnis ritel. tidak aman/tertib dan banyaknya pungutan liar. 7. Untuk menghindari tenggelamnya pasar tradisional akibat kehadiran pasar modern. pengelola pasar dan pembeli untuk dapat menciptakan suasana pasar yang bersih. tetapi bisa dilakukan peningkatan fungsi dan daya tarik Pasar Tradisional dalam bentuk lain dengan menciptakan sesuatu yang khas dan keunikan namun tingkat kenyamanan. nyaman. . kebersihan. keamanan. diperlukan pendekatan yang terpadu terhadap permasalahan di atas. becek. Penataan los/kios/lapak yang tidak beraturan Kesemrawutan pasar tradisional juga disebabkan oleh karena tidak adanya kemampuan dan ketegasan oleh manajemen pasar dalam mengatur kios dan lapak secara baik dan rapi. ketertiban menjadi terpelihara dengan baik dan tidak kalah dengan apa yang terdapat di pasar modern. yaitu: 1. 2. Kesimpulan Menyadari pentingnya fungsi Pasar Tradisional yang strategis dalam rangka peningkatan pendapatan dan penyerapan tenaga kerja. aman dan tertib serta lebih menarik. Pengelola cenderung bersikap masa bodoh dan tidak bisa bertindak tegas dalam menertibkan serta mengenakan sanksi terhadap para pelanggar yang menggunakan ruangan yang bukan peruntukannya. Menumbuhkan budaya kepada para pedagang. Menghilangkan image bahwa Pasar Tradisional adalah tempat yang kumuh.pemandangan umum yang diketemukan di hampir semua pasar tradisional di Jember. ada beberapa hal yang harus menjadi landasan bagi pembuat kebijakan untuk menjaga kelangsungan hidup pasar tradisional. maka perlu diupayakan pemberdayaan Pasar Tradisional sehingga menjadi tempat yang layak dan menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi bagi setiap kalangan. Modernisasi bukan satu-satunya solusi.

Kondisi ini berdampak negatif terhadap usaha. petugas kebersihan. bisa mengatasi permasalahan yang ada di pasar milik Pemkab selama ini untuk mendongkrak perolehan PAD dan dapat lebih mengoptimalkan kinerja karyawan yang ada. sudah saatnya pemda dan lembaga keuangan setempat memerhatikan hal ini. penggabungan pasar tersebut tidak dilakukan serta merta begutu saja tapi melihat letak pasar tersebut berdekatan atau tidak. Melihat kondisi pasar khususnya milik Pemkab yang sepi karena banyak ditinggal oleh para pedagang. maupun petugas keamanannya. dengan mengetahui jumlah pengelola pasar diharapkan dapat diketahui kebutuhan pegawai di pasar tersebut. Dengan penggabungan pasar yang tidak perlu memindahkan lokasi pasar tersebut. Untuk menyikapi kondisi tersebut pemerintah diharuskan melakukan beberapa langkah yang akan ditempuh salah satunya efiensi pengelolaan pasar. juru pungut restribusi. Strategi pengadaan barang yang kerap menjadi strategi utama pedagang tradisional adalah membeli barang dagangan dalam bentuk tunai dengan menggunakan dana pribadinya. Bisa jadi dengan penggabungan pasar yang akan dilakukan dinas pasar tersebut seorang mantra pasar bisa membawahi 2 sampai 3 pasar. Manajemen pasar yang profesional dengan visi dan misi yang jelas demi meningkatkan pelayanan yang prima kepada masyarakat. hal ini sebagai solusi untuk mengatasi sepinya pasar milik Pemkab. Mereka menjadi sangat rentan terhadap kerugian yang disebabkan oleh rusaknya barang dagangan dan fluktuasi harga. mulai dari mantri pasar. maka dinas pasar harus melakukan penggabungan pasar dan pengurangan jumlah mantri pasar. Oleh sebab itu. Bahkan tidak menutup kemungkinan dinas pasar harus melakukan pengurangan jumlah mantra pasar dan penggabungan pasar yang ada.3. . Dengan pendekatan analis beban kerja maka akan diketahui jumlah pengelola pasar.

01 March 2011. Pangestu.org/files/downloadCategory/72. SMERU. Kajian Ritel dan Konsumen dari Beijing sampai Budapest]. “Pasar Tradisional yang Semakin Terpinggirkan”. 2011. dan Sri Budiyati. Daffa.pwc. Dela.http://www. EKONOMI BISNIS. Daniel Suryadarma.com/gx/eng/about/ind/retail/growth/indonesia. Poesoro. . Hal 38. Radar Jember. Budiono. http://www.id/index. 2007. “Dampak Supermarket terhadap Pasar dan Pedagang Ritel Tradisional di Daerah Perkotaan di Indonesia”.usdrp- indonesia.rri. Meuthia Rosfadhila. 2007. “Pasar Tradisional ditinggalkan Konsumen”.Daftar Pustaka Akhmadi.php/komentar-lain/2942-pasartradisionalyangmakin-terpinggirkan. Kabul. Heru. “80 Persen Pasar Tradisional di Jember Mati Suri”. “Global Retail and Consumer Study From Beijing to Budapest”. “Pasar Tradisional yang Modern: Dalam Rangka Peningkatan Daya Saing Pasar Tradisional”. SMERU. 2011. 2005.pdf. 2004. “Pasar Tradisional Di Era Persaingan Global (Traditional Markets In The Era Of Global Competition)”. http://www2. Adri. September 2011.co. Januari 2011. November 2007. pdf. Adri Poesoro. 2011. Putranto. April 2007 Pricewaterhouse Coopers. Mari Elka. Detik Surabaya.

. “Pasar Tradisional Saatnya direvitalisasi”. http://www. Agus dan Taufik.umk.Putranto.ac. Heru. EKONOMI BISNIS. Susilo. 2010. Radar Jember. 2011. Januari 2011.pdf. Hal 38.id/jurnal/jurnal/2010/sosbud%20desember%202010/D AMPAK%20KEBERADAAN%20PASAR%20MODERN. “Dampak Keberadaan Pasar Modern Terhadap Usaha Ritel Koperasi Waserda Dan Pasar Tradisional”.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful