BAB I PENDAHULUAN 1.1.

Latar Belakang Adanya perbedaan-perbedaan dalam berbagai bidang, terutama suku bangsa dan ras, agama dan keyakinan, ideologi, adat kesopanan, serta situasi ekonomi dalam masyarakat menjadi sesuatu yang dapat memunculkan konflik diantara masyarakat itu, dalam perbedaan dan keragaman yang ada itu, manusia tetap memiliki satu kedudukan yang sama dan satu tingkatan hierarki yang secara tidak langsung membuat masyarakat hidup rukun dan berdampingan. Suku bangsa yang menempati wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke sangat beragam. Sedangkan perbedaan ras muncul karena adanya pengelompokan besar manusia yang memiliki ciri-ciri biologis lahiriah yang sama seperti rambut, warna kulit, ukuran-ukuran tubuh, mata, ukuran kepala, dan lain sebagainya. Masyarakat kita berada di golongan tingkat ekonomi menengah kebawah serta merupakan masyarakat yang majemuk dengan bermacam tingkat, pangkat, dan strata sosial yang hierarkis. Hal ini tentu saja menjadi sebuah pemicu adanya kesenjangan yang tak dapat dihindari lagi. 1.2. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas, maka penyusun mengidentifikasi masalah yang meliputi: a. Makna Keragaman dan Kesederajatan b. Unsur-unsur Keragaman dalam Masyarakat Indonesia c. Pengaruh Keragaman Terhadap Kehidupan Beragama, Bermasyarakat, Bernegara, dan Kehidupan Global d. Problematika Diskriminasi 1.3. Maksud dan Tujuan Maksud dibuatnya makalah ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan Manusia, Keragaman dan Kesederajatan dalam kehidupan masyarakat serta dampak yang dialami oleh masyarakat karena hal tersebut. Sedangkan tujuan dibuatnya makalah ini adalah memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Ilmu Sosial Budaya Dasar. BAB II PEMBAHASAN 2.1. Makna Keragaman dan Kesederajatan a. Makna Keragaman Keragaman adalah suatu kondisi dalam masyarakat di mana terdapat perbedaan-perbedaan dalam berbagai bidang, terutama suku bangsa dan ras, agama dan keyakinan, ideologi, adat kesopanan, serta situasi ekonomi. b. Makna Kesederajatan Kesederajatan berasal dari kata sederajat yang menurut KBBI artinya adalah sama tingkatan (pangkat, kedudukan). Dengan demikian konteks kesederajatan di sini adalah suatu kondisi di mana dalam perbedaan dan keragaman yang ada manusia tetap memiliki satu kedudukan yang sama dan satu tingkatan hierarki.

Tata karma dibentuk dan dikembangkan oleh masyarakat dan terdiri dari aturan-aturan yang . Agama sebagai bentuk keyakinan memang sulit diukur secara tepat dan rinci. Agama dan Keyakinan Agama mengandung arti ikatan yang harus dipegang dan dipatuhi manusia. dkk: 147). perilaku. basa-basi” pada dasrnya ialah segala tindakan. c. Berfungsi penyelamat 3. tampaknya memang memiliki ciri umum yang hampir sama. Berfungsi sebagai pemupuk rasa solidaritas 6. Berfungsi kreatif 8. Ikatan yang dimaksud berasal dari suatu kekuatan yang lebih tinggi dari manusia sebagai kekuatan gaib yang tak dapat ditangkap dengan panca indra. Ideologi membantu untuk lebih memperkuat landasan moral bagi sebuah tindakan. Suku Bangsa dan Ras Di Indonesia. Meskipun pada dasarnya Indonesia hanya mengakui satu ideologi. baik dalam agama primitif maupun agama monoteisme. Thouless. Politik juga bermakna usaha untuk menegakkan ketertiban sosial. namun mempunyai pengaruh yang besar sekali terhadap kehidupan manusia seharai-hari (Harun Nasution:10 dalam Elly. yang digunakan oleh pemenang bagi keuntungannya sendiri atas kerugian dari yang ditaklukan. Berfungsi edukatif: ajaran agama secara yuridis berfungsi menyuruh dan melarang 2. Sedangkan kelompok terbesar yang tidak termasuk kelompok pribumi adalah golongan China yang termasuk Astratic Mongoloid. Unsur-unsur Keragaman dalam Masyarakat Indonesia a. Sebelah Timur Indonesia termasuk ras Austroloid. terutama bagian barat mulai dari Sulawesi adalah termasuk ras Mongoloid Melayu Muda (Deutero Malayan Mongoloid). Menurut Robert H. Masalah agama tak akan mungkin dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Berfungsi sebagai sosial kontrol 5. termasuk bagian NTT. Hal ini pula yang barangkali menyulitkan para ahli untuk memberikan definisi yang tepat tentang agama. Berfungsi sebagai perdamaian 4. Namun apapun bentuk kepercayaan yang dianggap sebagai agama. Berfungsi sublimatif Pada dasarnya agama dan keyakinan merupakan unsur penting dalam keragaman bangsa Indonesia. ucap dan cakap sesuai kaidah atau norma tertentu. Ideologi dan Politik Ideologi ialah suatu istilah umum bagi sebuah gagasan yang berpengaruh kuat terhadap tingkah laku dalam situasi khusus karena merupakan kaitan antara tindakan dan kepercayaan yang fundamental. Kecuali Batak dan Toraja yang termasuk Mongoloid Melayu Tua (Proto Malayan Mongoloid). Dalam praktiknya fungsi agama dalam masyarakat antara lain adalah: 1. Keragaman masyarakat Indonesia dalam ideologi dan politik dapat dilihat dari banyakknya partai politik sejak berakhirnya orde lama. Hal ini terlihat dari banyaknya agama yang diakui di Indonesia. Politik mencakup baik konflik antara individu-individu dan kelompok untuk memperoleh kekuasaan.2. dkk: 146). adat istiadat. fakta menunjukan bahwa agama berpusat pada Tuhan atau dewa-dewa sebagai ukuran yang menentukan yang tak boleh diabaikan (Psikologi Agama: 14 dalam Elly. Berfungsi transformatif 7. tegur sapa. Tata Krama Tata krama berasal dari bahasa Jawa yang berarti “adat sopan santun. b. yaitu Pancasila yang benar-benar mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia.2. d.

bersama-sama dengan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara. Tak hanya itu. Kesenjangan Sosial Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang majemuk dengan bermacam tingkat. 2. bahkan bisa menjadi sebuah pemicu perang antar etnis atau suku. Hal inilah yang dapat menimbulkan kesenjangan sosial yang tidak saja dapat menyakitkan. pangkat. saling melengkapi. Indonesia memiliki beragam suku bangsa di mana setiap suku bangsa memiliki adat tersendiri meskipun karena adanya sosialisasi nilai-nilai dan norma secara turun-temurun dan berkesinambungan dari generasi ke generasi menyebabkan suatu masyarakat yang ada dalam suatu suku bangsa yang sama akan memiliki adat dan kesopanan yang relatif sama. Bermasyarakat. Hal ini disebabkan oleh sifat dasar yang selalu dimiliki oleh masyarakat majemuk sebagaimana dijelaskan oleh Van de Berghe: a. Bahkan mampu untuk saling menyesuaikan (fleksibel) dalam kehidupan sehari-hari. Terjadinya segmentasi ke dalam kelompok-kelompok yang seringkali memiliki kebudayaan yang berbeda. kultural. Berbagai kebudayaan itu beriringan. sebenarnya merupakan kehendak Tuhan yang seharusnya dijadikan sebagai sebuah potensi untuk menciptakan sebuah kehidupan yang menjunjung tinggi toleransi. Kita tidak dapat mengingkari sifat pluralistik bangsa kita. c.3. Masalah suku bangsa dan kesatuan-kesatuan nasional di Indonesia telah menunjukkan kepada kita bahwa suatu negara yang multietnik memerlukan suatu kebudayaan nasional untuk menginfestasikan peranan identitas nasional dan solidaritas nasional di antara warganya. dan strata sosial yang hierarkis. Perbedaan-perbedaan tersebut menciptakan ketegangan hubungan antar anggota masyarakat. mewarisi perilaku dan kegitan kita.kalau dipatuhi diharapkan akan tercipta interaksi sosial yang tertib dan efektif di dalam masyarakat yang bersangkutan. f. Perbedaan yang mewujud baik secara fisik maupun mental. e. perekonomian akan menjadi salah satu perhatian yang terus ditingkatkan. Tetapi seringkali yang terjadi malah sebaliknya. dan Kehidupan Global Berdirinya negara Indonesia dilatarbelakangi oleh masyarakat yang demikian majemuk. Bernegara. Hal ini dapat terlihat dan dirasakan dengan jelas yaitu adanya penggolongan orang berdasarkan kasta. geografis. Sehingga kita perlu memberi tempat bagi berkembangnya kebudayaan suku bangsa dan kebudayaan beragama yang dianut oleh warga negara Indonesia. maupun religius. Gagasan tentang kebudayaan nasional Indonesia yang menyangkut kesadaran dan identitas sebagai suatu bangsa telah dirancang saat bangsa kita belum merdeka. Kesenjangan Ekonomi Bagi sebagian negara berkembang. Pengaruh Keragaman Terhadap Kehidupan Beragama. masyarakat kita berada di golongan tingkat ekonomi menengah kebawah. b. Namun umumnya. namun juga membahayakan bagi kerukunan masyarakat. Kurang mengembangkan konsensus diantara para anggota masyarakat tentang nilai-nilai sosial yang bersifat dasar. Hal ini tentu saja menjadi sebuah pemicu adanya kesenjangan yang tak dapat dihindari lagi. . Manusia secara kodrat diciptakan sebagai makhluk yang mengusung nilai harmoni. baik secara etnis. Di kehidupan sehari-hari. kebudayaan suku bangsa dan kebudayaan agama. Memiliki struktur sosial yang terbagi-bagi kedalam lembaga-lembaga yang bersifat nonkomplementer.

dan harmonisasi dunia. yaitu kesenjangan dalam berbagai bidang yang tentu saja tidak menguntungkan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. b. media massa. religius fanatisme. Menyatu dalam keragaman. serta kesadaran kebersamaan dalam mengarungi sejarah. Eksklusivisme. pemikiran global yang bersifat inklusif. Semangat pluralism d. Segala bentuk kesenjangan didekatkan. Berangkat dari pemahaman tersebut seyogianya sikap-sikap yang didasarkan pada ethnosentrisme. Jika keterbukaan dan kedewasaan sikap dikesampingkan. Disharmonisasi. jenis kelamin. agama. merupakan modal yang sangat menentukan bagi terwujudnya sebuah bangsa yang Bhineka Tunggal Ika. Sifat dari HAM adalah universal dan tanpa pengecualian. keyakinannya bahwa secara kodrati ras/sukunya kelompoknya lebih tinggi dari ras/suku/kelompok lain.d. kondisi fisik tubuh. kelompok. suku. . f. adalah tidak adanya penyesuaian atas keragaman antara manusia dengan dunia lingkungannya. Secara relatif integrasi sosial tumbuh diatas paksaan dan saling ketergantungan didalam bidang ekonomi. Perilaku diskriminatif terhadap etnis atau kelompok masyarakat tertentu akan memunculkan masalah yang lain. Problematika Diskriminasi Diskriminasi adalah sikap tindakan yang melakukan pembedaan terhadap seseorang atau sekelompk orang berdasarkan ras. rasisme. Semangat religious b. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk memperkecil masalah yang diakibatkan oleh pengaruh negatif dari keragaman. yaitu: a. kemajemukan yang ada dapat dipertumpul. Membangun suatu pola komunikasi untuk interaksi maupun konfigurasi hubungan antar agama. Tuntutan atas kesamaan hak bagi setiap manusia didasarkan pada prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia (HAM). antara lain. milik bersama. Semangat humanism e. tidak dapat dipisahkan. alasannya dapat bermacam-macam. segala keanekaragaman dipandang sebagai kekayaan bangsa. dengan menyampingkan keunikan dan keberagaman manusia sebagai pelaku utamanya. Realitas diatas harus diakui dengan sikap terbuka. etnis. Paket globalisasi begitu memikat masyarakat dunia dengan tawarannya akan keseragaman global untuk maju bersama dalam komunikasi gaya hidup manusia yang bebas dan harmonis dalam tatanan dunia. dan saling tergantung. Adanya dominasi politik oleh suatu kelompok terhadap kelompok yang lain. status. besar kemungkinan tercipta masalah-masalah yang menggoyahkan persatuan dan kesatuan bangsa. kedewasaan sikap. 2. orientasi seksual. Semangat nasionalisme c. logis dan dewasa karena dengannya. rasialis. dan kelas sosial-ekonomi. Secara relatif seringkali terjadi konflik diantara kelompok yang satu dengan yang lainnya. serta batas negara dan kebangsaan seseorang. dan discrimination harus dipandang sebagai tindakan yang menghambat pengembangan kesederajatan dan demokrasi. bersumber dari superioritas diri. Keterbukaan. Disharmonisasi dibawa oleh virus paradoks yang ada dalam globalisasi. dan beragam dalam kesatuan. Sikap inilah yang perlu dikembangkan dalam pola pikir masyarakat untuk menuju Indonesia Raya merdeka. Dialog antar umat beragama f. seperti: a. usia. pandangan ideologi dan politik.4. e. c. golongan.

Krisis politik juga dapat dilihat dari absennya kepemimpinan politik yang mampu membangun solidaritas sosial untuk secara solid menghadapi . Krisis politik Krisis politik merupakan perpecahan elite di tingakat nasional. keadilan dan perdamaian. kesederajatan dalam perlakuan adalah salah satu wujud ideal dalam kehidupan negara yang demokratis. Persaingan yang semakin ketat dalam berbagai bidang kehidupan. yaitu: a.” Sementara itu pasal 3 UU no. Dari kajian yang dilakukan terhadap berbagai kasus disintegrasi bangsa dan bubarnya sebuah negara. Timbullah persaingan antara kelompok pendatang dan kelompok pribumi. Ketidakberdayaan golongan miskin akan intimidasi yang mereka dapatkan membuat mereka terus terpuruk dan menjadi korban diskriminasi. sehingga menyulitkan lahirnya kebijakan utuh dalam mengatasai krisis ekonomi. pemerintahan. berbagi penelitian dan pengkajian menunjukkan bahwa kondisi di Indonesia saat ini belum mencerminkan penerapan asas persamaan dimuka hukum secara utuh. Krisis ekonomi yang akut dan berlangsung lama Krisis di sektor ini selalu merupakan amat signifikan dalam mengawali lahirnya krisis yang lain (politik. Prinsip nondiskriminasi harus mengawali kesepakatan antar bangsa untuk dapat hidup dalam kebebasan. Keutuhan wilayah negara amat ditentukan oleh kemampuan para pemimpin dan masyarakat warga negara memelihara komitmen kebersamaan sebagai suatu bangsa.penegakan hukun dalam rangka pemajuan dan pemenuhan HAM. Kelompok-kelompok kaya (bangsawan. Problematika lainnya yang timbul dan harus diwaspadai adalah adanya disintegrasi bangsa. c. b. dapat disimpulkan adanya enam faktor utama yang secara gradual bisa menjadi penyebab utama proses itu. akan tetapi karena adanya beberapa faktor penyebabnya. kaya. tuan tanah) biasanya melakukan intimidasi dan tekanan sehingga mendiskriminasikan orang-orang miskin. c. Komunitas internasional telah mengakui bahwa diskriminasi masih terjadi di berbagai belahan dunia. yang kerap kali menjadi awal pemicu terjadinya diskriminasi. Pencantuman prinsip ini pada awal pasal dan berbagi instrumen hukum yang mengatur HAM pada dasarnya menunjukkan bahwa diskriminasi telah menjadi sebuah realitas yang problematik. Aristoteles membagi masyarakat dalam suatu negara menjadi tiga kelompok. hukum dan sosial). sehingga: a. antara lain adalah: a. diskriminasi seharusnya telah ditiadakan dengan adanya kesetaraan dalam bidang hukum. Kegagalan kepemimpinan Integrasi bangsa adalah landasan bagi tegaknya sebuah negara modern. miskin. 30 Tahun 1999 tentang HAM telah menegaskan bahwa “… setiap orang dilahirkan bebas dengan harkat dan martabat yang sama dan sederajat …” Ketentuan tersebut merupakan landasan hukum yang mendasari prinsip non-diskriminasi di Indonesia. Pada dasarnya diskriminisai tidak terjadi begitu saja. Tekanan dan intimidasi biasanya dilakukan oleh kelompok yang dominan terhadap kelompok atau golongan yang lebih lemah. dan b. Dalam demokrasi. Pasal 281 Ayat (2) UUD NKRI 1945 telah menegaskan bahwa: “Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apapun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu. dan yang berada diantaranya. b. terutama ekonomi. Akan tetapi.

Realitas keragaman budaya bangsa ini tentu membawa konsekuensi munculnya persoalan gesekan antarbudaya. Peradaban adalah salah satu perwujudan kebudayaan yang bernilai tinggi. Teori identitas yang melihat bahwa konflik yang mengeras dimasyarakat tidak lain disebabkan identitas yang terancam. seraya mengambil keuntungan dari perpecahan itu melalui dominasi pengaruhnya terhadap kebijakan politik dan ekonomi negaranegara baru pasca disintegrasi. d. Dalam hal ini maka terdapat teori yang menunjukkan penyebab konflik di tengah masyarakat. teori ini melihat konflik disebabkan ketidakcocokan dalam cara-cara berkomunikasi diantara budaya yang berbeda. pada kadar yang rendah dipengaruhi oleh merosotnya nilai gaji yang mereka terima akibat krisis ekonomi. misalnya. maka kemampuan pemerintah dalam memberi pelayanan publik akan makin merosot. memiliki pandangan bahwa konflik yang sering muncul di tengah masyarakat disebabkan polarisasi yang terus terjadi. Demoralisasi itu. Teori hubungan masyarakat. Krisis sosial Krisis sosial dimulai dari adanya disharmonisasi dan bermuara pada meletusnya konflik kekerasan diantara kelompok-kelompok masyarakat (suku. e. sosial dan sampai cita-cita perorangan maupun kelompok tanpa dilandasi sikap arif dalam memandang perbedaan akan menuai konsentrasi panjang berupa konflik dan bahkan kekerasan ditengahtengah kita. Teori kesalahpahaman antar budaya. Intervensi itu bergerak dari yang paling lunak hingga berupa provokasi terhadap kelompok-kelompok yang berkonflik. budi pekerti. Sebagaimana konsepsi dari SN Kartikasari adalah hubungan antara dua pihak atau lebih yang memiliki atau merasa memiliki sasaran yang tidak sejalan. Tuhan yang menciptakan manusia dalam keragamannya. antara lain: a. Semua ini mengakibatkan kepemimpinan nasional semakin tidak efektif. d. kondisi ekonomi. menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan dan tidak menjadikan keragaman sebagai . relasi. ras).krisis ekonomi. adat. b. c. Intervensi asing Intervensi internasional yang bertujuan memecah belah. ketidakpercayaan dan permusuhan diantara kelompok yang berbeda. f. Teori transformasi yang memfokuskan pada penyebab terjadinya konflik adalah ketidaksetaraan dan ketidakadilan yang muncul sebagai masalah sosial-budaya dan ekonomi. dalam realitas kehidupan keragaman telah meluas dalam wujud perbedaan status. Masyarakat sebagai suatu komunitas yang beragam penuh perbedaan pandangan bahkan kepentingan. Demoralisasi tentara dan polisi Demoralisasi tentara dan polisi dalam bentuk pupusnya keyakinan mereka atas makna plaksanaan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Bhayangkari negara. pihak yang terlibat didalmnya bisa perorangan ataupun kelompok. perbedaan bisa dilatarbelakangi SARA bahkan pilihan ideology politiknya. indah dan harmonis yang mencerminkan tingkat kebudayaan masyarakat yang bersangkutan. yang mempengaruhi dinamika kehidupan masyarakat. seni dan sebagainya. Manusia Beradab dalam Keragaman Hubungan antara kebudayaan dengan peradaban sangat erat. yang pasti memiliki kepentingan dan sasaran yang hendak ditujunya. agama. budi bahasa. yang sering berakar pada hilangnya sesuatu atau penderitaan masa lau yang tidak terselesaikan. sopan santun. oleh sebab itu manusia yang beradab harus bersikap terbuka dalam melihat semua perbedaan dalam keragaman yang ada.

dan agama) yang hidup dalam masyarakat b. Invasi yaitu masuknya unsur-unsur kebudayaan asing kedalam kebudayaan setempat dengan peperangan (penaklukan) bangsa asing terhadap bangsa lain. Sistem pendidikan yang maju . Hibridisasi adalah perubahan kebudayaan yang disebabkan oleh perkawinan campuran antara orang asing dengan penduduk setempat. c. yaitu setengah kebudayaan asing dan setengah kebudayaan setempat.Enkulturasi atau pembudayaan ialah suatu proses manusia mempelajari dan menyesuaikan alam pikiran serta sikapnya dengan sitem norma (meliputi norma susila. Menghargai hasil karya orang lain. penaklukan itu pada umumnya dilanjutkan dengan penjajahan. Milenarisme merupakan salah saru bentuk gerakan kebangkitan. Selain itu masih ada jenis penetrasi lain. akibat hibridisasi ialah munculnya kebudayaan baru. Perubahan yang Terjadi karena Pengaruh dari Dalam a. walaupun tidak menutup kemungkinan perubahan akibat perkawinan campuran meluas hingga kelingkungan masyarakat sekelilingnya.Inovasi adalah pembauran unsur teknologi dan ekonomi dari kebudayaan . yaitu yang berasal dari luar masyarakat dan dari dalam masyarakat itu sendiri. hukum. Budha. Difusi ialah penyebaran unsur-unsur kebudayaan dari suatu tempat ke tempat lain. d. selama masa penjajahan itulah terjadi pemaksaan masuknya unsur-unsur asing kedalam kebudayaan bangsa-bangsa terjajah. Hibridisasi umumnya bersifat individu. baik berupa alat ataupun ide baru yang diciptakan oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu masyarakat .Invention adalah pendapatan atau perolehan hal-hal baru yang dilakukan melalui usaha yang sungguh-sungguh walaupun melalui trial and error . penetrasi semacam ini disebut Penetration Pasifique. Asimilasi kebalikan dari penetrasi adalah proses penyesuaian seseorang atau kelompok orang asing terhadap kebudayaan setempat. e. b. f.kekayaan bangsa. tetapi tidak menyebabkan hilangnya kepribadian. Penetrasi ialah masuknya unsur-unsur kebudayaan asing secara paksa. Akulturasi atau cultural contact berarti suatu kebudayaan tertentu yang dihadapkan dengan unsur-unsur kebudayaan asing yang sedemikian rupa sehingga lambat laun unsur-unsur kebudayaan asing tersebut melebur atau menyatu ke dalam kebudayaan sendiri. yaitu masuknya unsur kebudayaan asing dengan tidak sengaja dan tanpa paksaan dalam kebudayaan setempat sehingga saling mempengaruhi. . sehingga merusak kebudayaan bangsa yang didatangi penetrasi tersebut. Faktor yang Berasal dari Luar Masyarakat a. g. sedikit demi sedikit. hal ini berlangsung berkaitan dengan terjadinya perpindahan atau penyebaran manusia dari satu ke tempat lain. seperti masuknya agama dan kebudayaan Hindu. Faktor-faktor Terjadinya Perubahan Sosial-Budaya Faktor-faktor pendorong yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial ada dua macam. misalnya ketika bangsa Spanyol dan Portugis datang ke Amerika Latin sehingga kebudayaan Maya dan Inka menjadi musnah. Islam ke dalam kebudayaan Indonesia. alat pengikat persatuan seluruh masyarakat dalam kebudayaan yang beraneka ragam.Discovery adalah penemuan unsur kebudayaan yang baru. adat. yang berusaha mengangkat golongan masyarakat bawah yang tertindas dan telah lama menderita dalam kedudukan sosial yang rendah dan memiliki ideologi subkultural yang baru. dinamakan penetration violent.

dapat disimpulkan adanya enam faktor utama yang secara gradual bisa menjadi penyebab utama proses itu. Elly. adat kesopanan. Saran Salah satu hal yang dapat dijadikan solusi adalah Bhineka Tunggal Ika yang merupakan ungkapan yang menggambarkan masyarakat Indonesia yang “majemuk” atau “heterogen”. orientasi seksual. Adanya keterbukaan di dalam masyarakat. b. suku. e. kelompok. Jika keterbukaan dan kedewasaan sikap dikesampingkan. Krisis ekonomi yang akut dan berlangsung lama. jenis kelamin. Adanya toleransi terhadap perbuatan-perbuatan yang menyimpang (deviation). Terciptanya “tunggal ika” dalam masyarakat yang “bhineka” dapat diwujudkan melalui “integrasi kebudayaan” atau “integrasi nasional”. status. Masyarakat Indonesia terwujud sebagai hasil interaksi sosial dari banyak suku bangsa dan beraneka ragam latar belakang kebudayaan. Keragaman adalah suatu kondisi dalam masyarakat di mana terdapat perbedaan-perbedaan dalam berbagai bidang. yaitu: Kegagalan kepemimpinan. sejarah. Unsur-unsur Keragaman dalam Masyarakat Indonesia yaitu Suku Bangsa dan Ras. Krisis social. Tata Krama. 3. serta Intervensi asing.c. kondisi fisik tubuh. e. dkk. Ideologi dan Politik. Dari kajian yang dilakukan terhadap berbagai kasus disintegrasi bangsa dan bubarnya sebuah negara. Agama dan Keyakinan. Kesederajatan adalah suatu kondisi di mana dalam perbedaan dan keragaman yang ada manusia tetap memiliki satu kedudukan yang sama dan satu tingkatan hierarki. Kesenjangan Ekonomi serta Kesenjangan Sosial d. etnis.1. dan tujuan yang sama yang disebut Kebudayaan Nasional. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar.2. ideologi. Krisis politik. agama. Diskriminasi adalah sikap tindakan yang melakukan pembedaan terhadap seseorang atau sekelompk orang berdasarkan ras. agama. Demoralisasi tentara dan polisi. d. golongan. f. usia. Namun tentu saja makna Bhineka Tunggal Ika ini harus benar-benar dipahami dan menjadi sebuah pedoman dalam berbangsa dan bernegara. Problematika diskriminasi yang timbul dan harus diwaspadai adalah adanya disintegrasi bangsa. pandangan ideologi dan politik. rasialis. c. serta situasi ekonomi. serta batas negara dan kebangsaan seseorang. Jakarta : . Dalam hubungan ini. besar kemungkinan tercipta masalah-masalah yang menggoyahkan persatuan dan kesatuan bangsa. Perilaku diskriminatif serta Eksklusivisme. 2008. terutama suku bangsa dan ras. Penduduk yang heterogen BAB III PENUTUP 3. seperti: Disharmonisasi. Kesimpulan Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: a. M. pengukuhan ide “tunggal ika” yang dirumuskan dalam wawasan nusantara dengan menekankan pada aspek persatuan disegala bidang merupakan tindakan yang positif. dan kelas sosial-ekonomi. agama dan keyakinan. DAFTAR PUSTAKA Setiadi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful