Secara morfologi Distrik Teluk Arguni dikelompokan kedalam morfologi dataran rendah dengan perbukitan bergelombang (Bomberai lowland

area) yang lebih dikenal dengan bagian selatan dari Cekungan Bintuni. Daerah ini pada umumnya ditutupi oleh satuan batulempung dan satuan batupasir dari Formasi Steenkool, batunapal, batulumpur gampingan dan sisipan dari Formasi Klasafet dan setempat pasir dan lumpur dari endapan aluvium, menempati wilayah bagian barat. Di daerah bagian barat khususnya di daerah Bomberai selatan satuan batuan ini ditindih oleh satuan batuan bahan rombakan Formasi Steenkool (TQs) berumur Plistosen hingga Miosen Atas. Formasi Steenkool (TQs) terdiri dari batulumpur bermika atau serpih dan lempung, batupasir dan sedikit konglomerat serta lapisan batubara berumur Miosen Atas hingga Plistosen. Formasi Steenkool pada umumnya tersingkap di bagian barat baratlaut Lembar yang termasuk daerah Distrik Buruway, Teluk Arguni, Teluk Arguni Bawah, Kambrau dan Kaimana. Batubara terdapat pada Formasi Steenkool yang merupakan formasi pembawa batubara (lignit) yang sama dengan yang di daerah Bintuni – Manokwari, maka batubara tersebut kemungkinan mengalami pematangan akibat adanya intrusi dangkal yang tidak terpetakan tersebut.

DAERAH IGOMO
Singkapan batubara pada umumnya terletak di bagian bawah formasi Steenkool dengan ketebalan mulai 5 cm – 190 cm, pada umumnya merupakan batubara mengkilat berlapis. S. Titoko. Batubara yang tersingkap di S. Titoko mempunyai jurus dan kimiringan N 120o E/30o, tebal lapisan 160 cm, hitam mengkilat, masif, pecahan semi konkoidal, litotype batubaranya adalah batubara mengkilat, diapit oleh batulempung karbonan, berwarna hitam, dan batupasir lempungan berwarna abu-abu. Koordinat singkapan ini adalah 133o33’30,75” BT dan 01o37’15,28” LS. Pada lokasi 133o33’55.21” BT dan 01o37’26,25” LS juga ditemukan lapisan setebal 60 cm, dengan kedudukan N 135o E/35o berwarna hitam mengkilat dengan kilat lemak, diapit oleh batulempung. Anak sungai Titoku Tersingkap pada koordinat 133o33’52.05” BT dan 01o37’09.51” LS, arah dan jurus kemiringan N 125o E/7o, tebal lapisan batubara 165 cm , berwarna hitam mengkilat, kompak pecahan semi konkoidal,, litotipe batubara mengkilat, diapit oleh batulempung di bagian bawah dan batupasir di bagian atas. Berjarak 75 dari lokasi tersebut ditemukan singkapan batubara dengan urutan, batubara ketebalan 50 cm pada bagian bawah, batulempung setebal 7 cm, dan batubara setebal 10 cm. Batubara berwarna hitam mengkilat, kompak, pecahan semi konkoidal, litotipe adalah batubara mengkilat, di apit oleh lapisan lempung pasiran pada bagian bawah, dan lempung abu-abu terang pada bagian atas. Di sekitar lokasi tersebut juga ditemukan singkapan batubara setebal 80 cm, dengan urutan sebagai berikut 50 cm pada lapisan pertama, 15 cm pada lapisan kedua, 5 cm pada lapisan ketiga dan 10 cm pada lapisan keempat.

Karbon tertambat 44. kadar abu 3. berlapis. kadar belerang 0. pecahan semi konkoidal Berdasarkan hasil perhitungan dengan memakai rumus yang biasanya dipakai untuk menghitung batubara. maka cadangan hipotetik di derah Igomo adalah sekitar 20 juta ton.5%. kelembaban 3.16%. Dari 10 contoh yang analisis didapat angka ratarata nilai kalori 7003 kal/gr. Berjarak 50 cm dari singkapan tersebut ditemukan singkapan 8 lapisan batubara dengan tebal 220 cm. terletak pada lapisan lempung setebal 200 cm. kadar belerang 0. batubara berwarna hitam mengkilat. ditemukan singkapan batubara setebal 106 cm.. Di lokasi tersebut juga ditemukan singkapan batubara setebal 160 cm dengan kedudukan N 120o E/34o yang ditindis oleh batulempung setebal 25 cm.98” BT dan 01o36’38.78 %.8 %.94 %.Lapisan ketiga ketebalan batubaranya sekitar 6 cm yangterlatak pada lapisan lempung setebal .1-1.1 %. kelembaban 6.3 – 49. Kualitas batubara ini telah dianalisis dengan menggunakan metode Air Dies Basis (ADB). dengan tebal batubara 100 cm. HGI 40 –55.Lapisan pertama berupa batubara mengkilat dengan ketebalan 30 cm. yaitu .Lapisan keempat adalah batubara setebal 10 cm dengan diapit oleh batuibara setebal 20 cm.3 – 51.8%. dengan kedudukan N 120o E/22o yenga tersusun oleh empat lapisan. dengan ciri warna hitam mengkilat.. pecahan semi konkoidal.05” LS.Lapisan kedua berupa batubara mengkilatsetebal 60 cm yang terletak pada lapisan batulempung setebal 400 cm . Karbon tertambat 48. Sungai Cicwa Tersingkap pada koordinat 133o32’58.90%.4 %. kedudukan perlapisan N 120o E/25o.21 – 1. zat terbang 40.7935 kal/gr.. Dari 10 contoh yang analisis didapat angka kisan nilai kalori 5820 m.43%.Berjarak 500 meter dari lokasi di atas. . . kadar abu 2. zat terbang 44. litotipe adalah batubara mengkilat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful