Karen Napitu 110110080164

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Dewasa ini,upaya membenahi sistem pemerintahan menjadi demokratis,bersih dan berwibawa menjadi prioritas bagi rakyat indonesia. Diawali dengan krisis moneter dan lengsernya sang penguasa yang memerintah lebih dari 32 tahun tersebut membuat rakyat rindu akan mekanisme birokrasi yang bersih yang dimulai dari harapan agar pemerintah sadar dan menata ulang sistem pemerintahan yang baik.1 Seiring dengan iptek , di bidang pemerintahan pun mulai terjadi perubahan yang mendasar .salah satunya yaitu perwujudan tata pemerintahan yang demokratis dan baik. Upaya perwujudan tata pemerintahan yang demokratis dan baik tentu dimulai dari penataan aparatur pemerintah.2 Pegawai negeri sipil sebagai alat / aparatur pemerintah dengan keberadaannya jelas membawa kebijaksanaan atau peraturan pemerintah guna mewujudkan tujuan nasional. Hal ini terakumulasi dari pendistribusian tugas,fungsi,dan kewajiban Pegawai Negeri sipil juga spesifikasi per departemen. Melihat posisi strategis dan peran penting PNS sebagai eksekutor dalam muwujudkan tujuan nasional,sangat disayangkan bila ternyata sang masyarakat atasan ini justru tidak menjalankan perannya dengan baik benar. Mangkir dari tugas,bolos,bahkan titip absen menambah daftar hitam para PNS yang jelas mengikis habis rasa kepercayaan masyarakat. Namun disamping itu ada Lembaga pemerintahan yang bertanggungjawab dalam manajemen PNS di Inonesia . ada MENPAN,BKN,LAN ,BKD. Disini yang akan kami soroti adalah peran BKD.selain didorong rasa ingin tahu,penulisan makalah yang berjudul KOORDINASI KEPALA DAERAH DENGAN BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH DALAM PEMBERIAN SANKSI DISIPLIN ATAS PEMERIKSAAN PNS DI JAWA BARAT bertujuan untuk memenuhi tugas Mata kuliah Hukum kepegawaian. 1.2 Masalah 1. Bagaimana bentuk mekanisme pemeriksaan oleh BKD dan koordinasi dengan kepala daerah? 2. Apa saja sanksi disiplin yang telah dikeluarkan kepala daerah jawa barat atas PNS yang melanggar sanksi disiplin selama tahun 2010?

1

Sri hartini,setiajeng kadarsih, dan tedi sudrajat, HUKUM KEPEGAWAIAN DI INDONESIA,Sinar Grafika ,jakarta 2008
2

1

8. dan 16.memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat.setneg. melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada PNS dengan penuh pengabdian.mencapai sasaran kerja pegawai yang ditetapkan. menjadi perantara untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan/atau orang lain dengan menggunakan kewenangan orang lain. Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 15. atau lembaga swadaya masyarakat asing. setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila.masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja.menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. 14. 12. dan Pemerintah. 7. 3 http://www. tanpa izin Pemerintah menjadi pegawai atau bekerja untuk negara lain dan/atau lembaga atau organisasi internasional.membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas.php?option=com_perundangan&id=2512&task=detail&catid=3&Itemid =42&tahun=2010 di download pada tanggal 21 april 2011 pukul 14:19 WIB 2 . 3.id/index. Pemerintah. mengucapkan sumpah/janji PNS. keuangan. seseorang. konsultan asing. memegang rahasia jabatan yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus dirahasiakan. 9. dan martabat PNS. Kesadaran. tertib. dan tanggung jawab. 10. dan/atau golongan. cermat. 13. menjunjung tinggi kehormatan negara. mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan sendiri. 3. 4. 11. mengucapkan sumpah/janji jabatan. dan materiil. menaati segala ketentuan peraturan perundangundangan. melaporkan dengan segera kepada atasannya apabila mengetahui ada hal yang dapat Membahayakan atau merugikan negara atau Pemerintah terutama di bidang keamanan. 2. bekerja dengan jujur.menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara dengan sebaik-baiknya. dan bersemangat untuk kepentingan negara. 2. bekerja pada perusahaan asing. 4.Karen Napitu 110110080164 BAB II TINJAUAN PUSTAKA KEWAJIBAN (PP nomor 53 tahun 2010) 3 Setiap PNS wajib: 1. 6. 5. menyalahgunakan wewenang.go. Negara Kesatuan Republik Indonesia. LARANGAN 1.memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengembangkan karier.

Dewan Perwakilan Daerah. anggota keluarga. menyewakan. mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum. menerima hadiah atau suatu pemberian apa saja dari siapapun juga yang berhubungan dengan jabatan dan/atau pekerjaannya. dokumen atau surat berharga milik negara secara tidak sah. ajakan. atau Dewan PerwakilanRakyat Daerah dengan cara: a. memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden. atau pihak lain. 8. menggadaikan. memberi atau menyanggupi akan memberi sesuatu kepada siapapun baik secara langsung atau tidak langsung dan dengan dalih apapun untuk diangkat dalam jabatan. 10. 11. memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden dengan cara: a. ikut serta sebagai pelaksana kampanye. dengan cara: 3 . memberikan dukungan kepada calon anggota Dewan Perwakilan Daerah atau calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dengan cara memberikan surat dukungan disertai foto kopi Kartu Tanda Penduduk atau Surat Keterangan Tanda Penduduk sesuai peraturan perundangundangan. bawahan. atau meminjamkan barangbarangbaik bergerak atau tidak bergerak. membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye. 13. seruan. 7. membeli.Karen Napitu 110110080164 5.menghalangi berjalannya tugas kedinasan. 14. menjual. teman sejawat. dan/atau b. c. 15. b. dan/atau d. memiliki. bertindak sewenang-wenang terhadap bawahannya. memberikan dukungan kepada calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah. atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk keuntungan pribadi. 6. Dewan Perwakilan Rakyat. yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara. dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan. menjadi peserta kampanye dengan menggunakan atribut partai atau atribut PNS. himbauan. sebagai peserta kampanye dengan menggunakan fasilitas negara.melakukan suatu tindakan atau tidak melakukan suatu tindakan yang dapat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayani sehingga mengakibatkan kerugian bagi yang dilayani. dan masyarakat. atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya. sebagai peserta kampanye dengan mengerahkan PNS lain. golongan. 12. melakukan kegiatan bersama dengan atasan. selama. 9.

penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 1 (satu) tahun. dan c. atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya. teguran lisan. dan masyarakat. anggota keluarga. terlibat dalam kegiatan kampanye untuk mendukung calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah. dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan. dan/atau d. dan c. (4) Jenis hukuman disiplin berat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c terdiri dari: 4 . b. membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye. JENIS HUKUMAN DISIPLIN Bagian Kedua Tingkat dan Jenis Hukuman Disiplin Pasal 7 (1) Tingkat hukuman disiplin terdiri dari: a. mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum. (2) Jenis hukuman disiplin ringan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari: a. b. dan c. selama. c. hukuman disiplin sedang. penundaan kenaikan pangkat selama 1 (satu) tahun. himbauan. b. teguran tertulis. pernyataan tidak puas secara tertulis. menggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatan dalam kegiatan kampanye. ajakan. penundaan kenaikan gaji berkala selama 1 (satu) tahun. seruan. hukuman disiplin berat. (3) Jenis hukuman disiplin sedang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari: a. b. hukuman disiplin ringan.Karen Napitu 110110080164 a.

Presiden. pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah. Kepala Perwakilan Republik Indonesia 5. Gubernur selaku wakil pemerintah untuk jenis hukuman disiplin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (4) huruf b dan huruf c. d. ayat (3). pemberhentian tidak dengan hormat sebagai TATA CARA PEMERIKSAAN Pemeriksaan atas PNS yang disangka melakukan pelanggaran disiplin dapat dilakukan hal berikut : 1.Karen Napitu 110110080164 a. 2. Secara tertutup PENJATUHAN DAN PENYAMPAIAN HUKUMAN DISIPLIN Pejabat yang berwenang menghukum adalah : 1. penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun. dan e. 53 tahun 2010) 5 . dan ayat (4) huruf a. Pejabat yang berwenang menghukum untuk jenis hukuman disiplin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2). Untuk hukuman sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 7 ayat (3) huruf a dan huruf b yang dapat / berhak mengajukan keberatan (pasal 34 ayat (1) ) 2. Pejabat Pembina Kepegawaian untuk jenis hukuman disiplin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2). pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS. c. Pengajuan keberatan ditujukan pada pejabat yang berwenang menghukum secara tertulis ( dalam jangka waktu 14 hari ) melalui saluran hierarki disertai alasan-alasan yang disebut secara jelas dan lengkap (pasal 35 Peraturan pemerintah no. 4. huruf b. dan huruf c. pembebasan dari jabatan. Secara lisan 2. b. tidak dapat diajukan upaya administratif. 3. Secara tertulis 3. PENGAJUAN KEBERATAN Syarat-syaratnya berupa : 1.

biro hukum dan ham. setelah itu akan diperiksa lebih lanjut dalam (hanya untuk pelanggaran pasal 7 ayat (3) dan (4) ) tim pemeriksa (pasal 25) Tim disiplin (merupakan gabungan dari Bawasda.setelah itu hasil rapat tim pemriksa akan diberikan pada Kepala Daerah . Pol PP.Karen Napitu 110110080164 BAB III PEMBAHASAN 3.05/Kep. OPD terkait). Jabar PNS Kab/Kota 1 2 Tegoran Tertulis Penurunan Pangkat Setingkat Lebih Rendah selama 1 (satu) Tahun Penurunan Pangkat Setingkat Lebih Rendah selama 3 (tiga) Tahun Pembebasan dari Jabatan Struktural Pemberhentian Sementara 1 6 Jumlah 3 2 4 5 6 7 1 1 1 4 5 Pemberhentian Dengan Hormat Tidak atas Permintaan 7 Sendiri sebagai PNS Pemberhentian Tidak Dengan Hormat sebagai PNS Jumlah 3 21 26 Jumlah Total 6 . bahwa pada Tahun Anggaran 2010 telah dijatuhkan sanksi hukuman disiplin kepada 26 (dua puluh enam) PNS di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan PNSPemerintah Kabupaten/KotaSe Jawa Barat.hasil rapat ini sifatnya rekomendasi.Setelah itu kepala daerah akan mengeluarkan SK kepada PNS tersebut.1349-BKD/2010 tentang Tim Pembina Disiplin Pegawai Negeri Sipil. 3.2 sanksi disiplin PNS tahun 2010 Menindaklanjuti Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 860. dengan rincian sebagai berikut : No Jenis Hukuman Disiplin yang dijatuhkan PNS Prov. BKD.1 Mekanisme pemeriksaan oleh BKD dan koordinasi dengan kepala daerah Mula-mula bila ada PNS yang melanggar disiplin kerja maka akan ada teguran dulu dari atasannya langsung (pasal 7 ) .

Karen Napitu 110110080164 7 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful