MAKALAH TENTANG KORUPSI

Monday, November 30, 2009 4:05:44 AM MAKALAH TENTANG KORUPSI A. KORUPSI Korupsi berasal dari bahasa Latin: corruptio dari kata kerja corrumpere = busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok) menurut Transparency International adalah perilaku pejabat publik, baik politikus|politisi maupun pegawai negeri, yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya, dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka. Dari sudut pandang hukum, tindak pidana korupsi secara garis besar mencakup unsur-unsur sebagai berikut: • perbuatan melawan hukum; • penyalahgunaan kewenangan, kesempatan, atau sarana; • memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi; • merugikan keuangan negara atau perekonomian negara; Selain itu terdapat beberapa jenis tindak pidana korupsi yang lain, diantaranya: • memberi atau menerima hadiah atau janji (penyuapan); • penggelapan dalam jabatan; • pemerasan dalam jabatan; • ikut serta dalam pengadaan (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara); • menerima gratifikasi (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara). Dalam arti yang luas, korupsi atau korupsi politis adalah penyalahgunaan jabatan resmi untuk keuntungan pribadi. Semua bentuk pemerintah|pemerintahan rentan korupsi dalam prakteknya. Beratnya korupsi berbeda-beda, dari yang paling ringan dalam bentuk penggunaan pengaruh dan dukungan untuk memberi dan menerima pertolongan, sampai dengan korupsi berat yang diresmikan, dan sebagainya. Titik ujung korupsi adalah kleptokrasi, yang arti harafiahnya pemerintahan oleh para pencuri, di mana pura-pura bertindak jujur pun tidak ada sama sekali. Korupsi yang muncul di bidang politik dan birokrasi bisa berbentuk sepele atau berat, terorganisasi atau tidak. Walau korupsi sering memudahkan kegiatan kriminal seperti penjualan narkotika, pencucian uang, dan prostitusi, korupsi itu sendiri tidak terbatas dalam hal-hal ini saja. Untuk mempelajari masalah ini dan membuat solusinya, sangat penting untuk membedakan antara korupsi dan kriminalitas|kejahatan. Tergantung dari negaranya atau wilayah hukumnya, ada perbedaan antara yang dianggap korupsi atau tidak. Sebagai contoh, pendanaan partai politik ada yang legal di satu tempat namun ada juga yang tidak legal di tempat lain. Kondisi yang Mendukung Munculnya Korupsi • Konsentrasi kekuasan di pengambil keputusan yang tidak bertanggung jawab langsung kepada rakyat, seperti yang sering terlihat di rezim-rezim yang bukan demokratik. • Kurangnya transparansi di pengambilan keputusan pemerintah • Kampanye-kampanye politik yang mahal, dengan pengeluaran lebih besar dari pendanaan politik yang normal. • Proyek yang melibatkan uang rakyat dalam jumlah besar. • Lingkungan tertutup yang mementingkan diri sendiri dan jaringan "teman lama".

dan menambahkan tekanantekanan terhadap anggaran pemerintah. yang akhirnya menghasilkan lebih banyak kekacauan. korupsi mempersulit demokrasi dan tata pemerintahan yang baik (good governance) dengan cara menghancurkan proses formal. tidak tertarik. Berbeda sekali dengan diktator Asia. pelarian modal dari 30 negara sub-Sahara berjumlah US $187 triliun. Korupsi juga mengurangi kualitas pelayanan pemerintahan dan infrastruktur. melebihi dari . atau mudah dibohongi yang gagal memberikan perhatian yang cukup ke pemilihan umum. Dampak Negatif • Demokrasi Korupsi menunjukan tantangan serius terhadap pembangunan. lingkungan hidup. Korupsi juga mempersulit pembangunan ekonomi dengan membuat distorsi dan ketidak efisienan yang tinggi. Para pakar ekonomi memberikan pendapat bahwa salah satu faktor keterbelakangan pembangunan ekonomi di Afrika dan Asia. Pejabat mungkin menambah kompleksitas proyek masyarakat untuk menyembunyikan praktek korupsi. • Kurangnya kebebasan berpendapat atau kebebasan media massa. Korupsi menimbulkan distorsi (kekacauan) di dalam sektor publik dengan mengalihkan investasi publik ke proyek-proyek masyarakat yang mana sogokan dan upah tersedia lebih banyak.• Lemahnya ketertiban hukum. terutama di Afrika. Perusahaan yang memiliki koneksi dilindungi dari persaingan dan sebagai hasilnya mempertahankan perusahaan-perusahaan yang tidak efisien. bukannya diinvestasikan ke dalam negeri (maka adanya ejekan yang sering benar bahwa ada diktator Afrika yang memiliki rekening bank di Swiss). karena pengabaian prosedur. penyedotan sumber daya. adalah korupsi yang berbentuk penagihan sewa yang menyebabkan perpindahan penanaman modal (capital investment) ke luar negeri. korupsi juga mengacaukan "lapangan perniagaan". Pakar dari Universitas Massachussetts memperkirakan dari tahun 1970 sampai 1996. Walaupun ada yang menyatakan bahwa korupsi mengurangi ongkos (niaga) dengan mempermudah birokrasi. • Lemahnya profesi hukum. ongkos manajemen dalam negosiasi dengan pejabat korup. seperti Soeharto yang sering mengambil satu potongan dari semuanya (meminta sogok). dan lain-lain. Di dalam dunia politik. konsensus yang baru muncul berkesimpulan bahwa ketersediaan sogokan menyebabkan pejabat untuk membuat aturan-aturan baru dan hambatan baru. • Gaji pegawai pemerintah yang sangat kecil. dan pejabat diangkat atau dinaikan jabatan bukan karena prestasi. Secara umum. melalui investasi infrastruktur. namun lebih memberikan kondisi untuk pembangunan. Dimana korupsi menyebabkan inflasi ongkos niaga. dan risiko pembatalan perjanjian atau karena penyelidikan. Korupsi di pemilihan umum dan di badan legislatif mengurangi akuntabilitas dan perwakilan di pembentukan kebijaksanaan. • Rakyat yang cuek. korupsi mengkikis kemampuan institusi dari pemerintah. Korupsi juga mengurangi pemenuhan syarat-syarat keamanan bangunan. • Ekonomi Korupsi juga mempersulit pembangunan ekonomi dan mengurangi kualitas pelayanan pemerintahan. • Ketidakadaannya kontrol yang cukup untuk mencegah penyuapan atau "sumbangan kampanye". korupsi di sistem pengadilan menghentikan ketertiban hukum. Pada saat yang bersamaan. ketertiban hukum. atau aturan-aturan lain. korupsi meningkatkan ongkos niaga karena kerugian dari pembayaran ilegal. Dalam sektor privat. dan korupsi di pemerintahan publik menghasilkan ketidakseimbangan dalam pelayanan masyarakat. korupsi mempersulit legitimasi pemerintahan dan nilai demokrasi seperti kepercayaan dan toleransi.

untuk membandingkan beberapa negara. Korupsi politis berarti kebijaksanaan pemerintah sering menguntungkan pemberi sogok. karena para pelakunya pada umumnya ingin bersembunyi. juga penyalahgunaan yang menghubungkan sektor swasta dan pemerintahan seperti penyogokan. Belanda. Norwegia. Negara-negara yang paling sering memberikan sogokan pada umumnya tidak sama dengan negara-negara yang paling sering menerima sogokan. bukannya rakyat luas. Pakistan. Kenya. Irak. Luxemburg. Islandia. Di beberapa negara. dan yang terakhir. Bolivia. Finlandia. Selandia Baru. campuran tangan. [1] (Hasilnya. Rusia. pemerasan. menyediakan tiga tolok ukur. dan Ukraina Namun demikian. dan penipuan.dalam artian statistik. Denmark. LSM terkemuka di bidang anti korupsi. oleh Hu Jintao untuk melemahkan lawan-lawan politik mereka. Ini memberi dorongan bagi para pejabat untuk menumpuk kekayaan mereka di luar negeri. dan Survei Pemberi Sogok. Kanada. Dalam kasus Afrika. dan memberikan ancaman besar bagi warga negaranya. meniadakan kemungkinan untuk berniaga tanpa terlibat penyogokan. • Mengukur korupsi Mengukur korupsi . Barometer Korupsi Global (berdasarkan survei pandangan rakyat terhadap persepsi dan pengalaman mereka dengan korupsi). Satu contoh lagi adalah bagaimana politikus membuat peraturan yang melindungi perusahaan besar. diluar jangkauan dari ekspropriasi di masa depan. Singapura. yang diterbitkan setiap tahun: Indeks Persepsi Korupsi (berdasarkan dari pendapat para ahli tentang seberapa korup negara-negara ini). salah satu faktornya adalah ketidak-stabilan politik. Swedia. dan Swiss Menurut survei persepsi korupsi . Bangladesh. fenomena ini digunakan oleh Zhu Rongji. budaya penyogokan mencakup semua aspek hidup sehari-hari. Tanzania. namun merugikan perusahaan-perusahaan kecil (SME). dalam artian pembangunan (atau kurangnya pembangunan) telah dibuatkan modelnya dalam satu teori oleh ekonomis Mancur Olson). Politikuspolitikus "pro-bisnis" ini hanya mengembalikan pertolongan kepada perusahaan besar yang memberikan sumbangan besar kepada kampanye pemilu mereka. . tigabelas negara yang paling korup adalah (disusun menurut abjad): Azerbaijan. Indonesia. nilai dari survei tersebut masih diperdebatkan karena ini dilakukan berdasarkan persepsi subyektif dari para peserta survei tersebut. Duabelas negara yang paling kurang korupsinya. Di Republik Rakyat Cina. Nigeria. menurut survey persepsi (anggapan ttg korupsi oleh rakyat) oleh Transparansi Internasional di tahun 2001 adalah sebagai berikut (disusun menurut abjad): Australia. Transparansi Internasional.jumlah utang luar negeri mereka sendiri. bukan dari penghitungan langsung korupsi yg terjadi (karena survey semacam itu juga tidak ada) • Tuduhan korupsi sebagai alat politik Sering terjadi di mana politisi mencari cara untuk mencoreng lawan mereka dengan tuduhan korupsi. Uganda. • Kesejahteraan umum negara Korupsi politis ada dibanyak negara. secara alami adalah tidak sederhana. • Bentuk-bentuk penyalahgunaan Korupsi mencakup penyalahgunaan oleh pejabat pemerintah seperti penggelapan dan nepotisme. Kamerun. dan juga kenyataan bahwa pemerintahan baru sering menyegel aset-aset pemerintah lama yang sering didapat dari korupsi. • Penyogokan: penyogok dan penerima sogokan Korupsi memerlukan dua pihak yang korup: pemberi sogokan (penyogok) dan penerima sogokan.

1.yang melihat seberapa rela perusahaan-perusahaan asing memberikan sogok. Jenderal Nasution sempat memimpin tim pemberantasan korupsi pada masa ini. melainkan sekedar suatu kebiasaan. dan Sutoyo dari Markas Besar Angkatan Darat. gagal ditangkap oleh Polisi Militer. termasuk sejumlah Indikator Kepemerintahan. Dalam seluruh penelitian perbandingan korupsi antar negara. namun kurang berhasil. Bank Dunia mengumpulkan sejumlah data tentang korupsi. Pemberitaan dugaan korupsi Ruslan Abdulgani menyebabkan koran tersebut kemudian di bredel. dan Direktur Percetakan Negara. Orde Baru Dasar Hukum: UU 3 tahun 1971 Korupsi orde baru dimulai dari penguasaan tentara atas bisnis-bisnis strategis. Mochtar Lubis dan Rosihan Anwar justru kemudian dipenjara tahun 1961 karena dianggap sebagai lawan politik Sukarno. Proses hukum Suharto saat itu dihentikan oleh Mayjen Gatot Subroto. Bagi banyak orang korupsi bukan lagi merupakan suatu pelanggaran hukum. dan Orde Reformasi. 3. sang menteri luar negeri. Sebagai hasilnya. 2. Kasus 14 Agustus 1956 ini adalah peristiwa kegagalan pemberantasan korupsi yang pertama di Indonesia. Dalam kasus tersebut mantan Menteri Penerangan kabinet Burhanuddin Harahap (kabinet sebelumnya). KORUPSI DI INDONESIA Korupsi di Indonesia berkembang secara sistemik. edisi tahun 2004 berfokus kepada korupsi politis. Pieter de Queljoe berhasil ditangkap. Syamsudin Sutan Makmur. jabatan panglima Diponegoro diganti oleh Letkol Pranoto. Kolonel Soeharto. Reformasi . Kasus ini membuat DI Panjaitan menolak pencalonan Suharto menjadi ketua Senat Seskoad. dimana atas intervensi PM Ali Sastroamidjoyo. Ruslan Abdulgani. yaitu pada masa Orde Lama. Sebelumnya Lie Hok Thay mengaku memberikan satu setengah juta rupiah kepada Ruslan Abdulgani. panglima Diponegoro saat itu. Indonesia selalu menempati posisi paling rendah. Kepala Staffnya. Perkembangan korupsi di Indonesia juga mendorong pemberantasan korupsi di Indonesia. yang diduga terlibat dalam kasus korupsi gula. Orde Baru. yang diperoleh dari ongkos cetak kartu suara pemilu. B. diperiksa oleh Mayjen Suprapto. Hal ini juga ditunjukkan dari banyaknya kasus-kasus korupsi di Indonesia. Nasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda dan asing di Indonesia tahun 1958 dipandang sebagai titik awal berkembangnya korupsi di Indonesia. MT Haryono. UU 24 tahun 1960 Antara 1951 .1956 isu korupsi mulai diangkat oleh koran lokal seperti Indonesia Raya yang dipandu Mochtar Lubis dan Rosihan Anwar. yang kemudian mengirim Suharto ke Seskoad di Bandung. Upaya Jenderal AH Nasution mencegah kekacauan dengan menempatkan perusahaan-perusahaan hasil nasionalisasi di bawah Penguasa Darurat Militer justru melahirkan korupsi di tubuh TNI. S Parman. • Pemberantasan korupsi di Indonesia Pemberantasan korupsi di Indonesia dapat dibagi dalam 3 periode. Namun hingga kini pemberantasan korupsi di Indonesia belum menunjukkan titik terang melihat peringkat Indonesia dalam perbandingan korupsi antar negara yang tetap rendah. Orde Lama Dasar Hukum: KUHP (awal). Pertamina adalah suatu organisasi yang merupakan lahan korupsi paling subur. Transparansi Internasional juga menerbitkan Laporan Korupsi Global.

25 (terkorup 10) di atas India (8. BPKP 6. dan pekerjaan umum (2%). DPRD (10%). Komisi ini didirikan berdasarkan kepada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2002 mengenai Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. menanggulangi dan memberantas korupsi di Indonesia.2 kepada Indonesia. bea dan cukai (7%).Saat ini KPK dipimpin secara kolektif. Nilai tersebut menempatkan Indonesia pada urutan 137 dari 159 negara tersurvei. tapi juga bagaimana mencegah tindak pidana korupsi agar tidak terulang pada masa yang akan datang melalui pendidikan antikorupsi. Era Kepemimpinan KPK : 1. Vietnam (8. Taufiequrachman mengemukakan data hasil survei Transparency Internasional mengenai penilaian masyarakat bisnis dunia terhadap pelayanan publik di Indonesia. Lebih lanjut disampaikan. KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) 3. 5 untuk yang terkorup).33). Indonesia menduduki prestasi sebagai negara terkorup dengan skor 9. KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI Komisi Pemberantasan Korupsi. Kejaksaan 5. seorang alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1971. KPK di bawah Taufiequrachman Ruki (2003-2007) Pada tanggal 16 Desember 2003. Taufiequrachman Ruki. Taufiequrachman walaupun konsisten mendapat kritik dari berbagai pihak tentang dugaan tebang pilih pemberantasan korupsi. lembaga pendidikan (4%). adalah komisi di Indonesia yang dibentuk pada tahun 2003 untuk mengatasi. pemberantasan korupsi tidak hanya mengenai bagaimana menangkap dan memidanakan pelaku tindak pidana korupsi. survei terbaru Transparency International yaitu "Barometer Korupsi Global". tindakan preventif (pencegahan) dan represif (pengekangan) ini dilakukan dengan "memposisikan KPK sebagai katalisator (trigger) bagi aparat atau institusi lain agar tercipta good and clean governance dengan pilar utama transparansi. dilantik menjadi Ketua KPK. Menurut Taufiequrachman Ruki.2 (dengan rentang penilaian 1-5. Di bawah kepemimpinan Taufiequrachman Ruki. di Asia. Survei Transparency International Indonesia berkesimpulan bahwa lembaga yang harus dibersihkan menurut responden. UU 20 tahun 2001 Pemberantasan korupsi di Indonesia saat ini dilakukan oleh beberapa institusi: 1. perijinan (3%). Hasil survei itu memberikan nilai IPK (Indeks Persepsi Korupsi) sebesar 2. . Menurutnya. Tim Tastipikor (Tindak Pidana Korupsi) 2. BUMN (5%). Lembaga non-pemerintah: Media massa Organisasi massa (mis: ICW) C. perpajakan (17%). adalah: lembaga peradilan (27%). kementerian/departemen (9%). 31 Tahun 1999 jo UU No.Dasar Hukum: UU 31 tahun 1999.67). Ketua KPK adalah Antasari Azhar (Non Aktif). kampanye antikorupsi dan adanya contoh "island of integrity" (daerah contoh yang bebas korupsi).9). menempatkan partai politik di Indonesia sebagai institusi terkorup dengan nilai 4. 20 Tahun 2001. Sebagai seorang mantan Anggota DPR RI dari tahun 1992 sampai 2001. Filipina (8. partisipasi dan akuntabilitas". Kepolisian 4. KPK hendak memposisikan dirinya sebagai katalisator (pemicu) bagi aparat dan institusi lain untuk terciptanya jalannya sebuah "good and clean governance" (pemerintahan baik dan bersih) di Republik Indonesia. atau disingkat menjadi KPK. Masih berangkat dari data tersebut. Pernyataan Taufiequrachman mengacu pada definisi korupsi yang dinyatakan dalam UU No.33) dan Thailand (7. kepolisian (11%).

entah itu "corruption by needs" (korupsi karena kebutuhan). Setelah memimpin KPK periode pertama. Namun perjalanan panjang pemberantasan korupsi kepemimpinan Antasari Azhar terhambat akibat sejumlah sekenario pelemahan KPK yang membuat Antasari Azhar di non aktifkan dari jabatannya. 2. organisasi masyarakat dan organisasi bisnis. Seusai menamatkan bangku kuliah. kemudian diusulkan oleh Jaksa Agung RI untuk bertugas di Komisi Pemberantasan Korupsi pada tahun 2003. Asintel Kejati Sulteng (1993-1994). Tumpak Hatorangan Panggabean (Plt Ketua) Mantan Pimpinan KPK Jilid I periode 2003-2007 ini Lahir di Sanggau. terukur bahwa keberadaan korupsi di Indonesia telah membudaya baik secara sistemik dan endemik. pemerintah. hal ini terjadi karena kerjasama yang erat antara lembaga penegak hukum yang ada di Indonesia.Dengan adanya data tersebut. bapak tiga anak ini memilih langsung untuk mengabdi kepada negara dengan berkarier di Kejaksaan Agung pada1973. sehingga dibutuhkan adanya peran pemimpin sebagai teladan dengan melibatkan institusi keluarga. Asintel Kejati DKI Jakarta (1997-1998). pada 2008 Tumpak diangkat sebagai Anggota Dewan Komisaris PT Pos Indonesia (Pesero) berdasarkan Keputusan Meneg BUMN. sebelumnya akhirnya dipilih oleh presiden untuk menduduki posisi pejabat sementara (Plt) pimpinan KPK bersama Waluyo dan Mas Achmad Santosa. 3. Kasubdit Pengamanan Ideologi dan Politik Pada JAM Intelijen (1996-1997). Karier di kejaksaan meliputi Kajari Pangkalan Bun (1991-1993). Kajari Dili (1994-1995). Taufiequrachman juga menyampaikan bahwa pembudayaan etika dan integritas antikorupsi harus melalui proses yang tidak mudah. pada 29 Juli 1943. MAKALAH TENTANG KORUPSI . dan menamatkan pendidikan di bidang hukum pada Universitas Tanjungpura Pontianak. Sosok pekerja keras ini pernah mendapatkan penghargaan Satya Lencana Karua Satya XX Tahun 1997 dan Satya Lencana Karya Satya XXX 2003. dan SESJAMPIDSUS (2001–2003). Kajati Sulawesi Selatan (2000-2001). "corruption by greeds" (korupsi karena keserakahan) atau "corruption by opportunities" (korupsi karena kesempatan). Pada tahun 2007 Taufiequrachman Ruki digantikan oleh Antasari Azhar sebagai Ketua KPK. KPK di bawah Antasari Azhar (2007-2009) Dimasa kepemimpinan Antasari Azhar telah banyak kasus-kasus besar korupsi terungkap terbukti banyak para pejabat pemerintah yang dipenjarakan karena kasus korupsi. Wakajati Maluku (1998-1999). Maka Taufiequrachman berasumsi bahwa kunci utama dalam pemberantasan korupsi adalah integritas yang akan mencegah manusia dari perbuatan tercela. Kajati Maluku (19992000). Kalimantan Barat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful