MAKALAH KEPERAWATAN ENDOKRIN 1 ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN HIPOPARATIROID

Kelompok 5 : Catherine Patra Diana Arif Novan Rismana Pratiwi Yuliansari Alfy Wahyu Pramita Sari Maryanti Shella Novi P. S. Gandris Priambodo Fayadita Mahdia I. Nur Safitra F. 130915051 130915053 130915054 130915067 130915068 130915069 130915070 130915071 130915072

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS AIRLANGGA 2010

Page | 3

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penderita dengan kelainan hormon paratiroid, tidak tampak jelas pada kehidupan sehari-hari. Kebanyakan pasien dengan kelainan hormon paratiroid mengalami gangguan dari metabolisme kalsium dan fosfat. Adapun penyakit yang disebabkan oleh kelainan hormon paratiroid yakni hipoparatiroid dan hiperparatiroid. Penyebab kelainan hormon paratiroid sendiri secara spesifik belum diketahui, namun penyebab yang biasa ditemukan yakni hiperplasia paratiroid, adenoma soliter dan karsinoma paratiroid. Parathormon yang meningkat menyebabkan resorpsi tulang, ekskresi ginjal menurun dan absorpsi kalsium oleh usus meningkat. Pada keadaan ini dapat menyebabkan peningkatan sekresi kalsium sehingga manifestasi klinis yang terjadi pada kerusakan pada area tulang dan ginjal. Prevalensi penyakit hipoparatiroid di Indonesia jarang ditemukan. Kira-kira 100 kasus dalam setahun yang dapat diketahui, sedangkan di negara maju seperti Amerika Serikat penderita penyakit hipoparatiroid lebih banyak ditemukan, kurang lebih 1000 kasus dalam setahun. Pada Wanita mempunyai resiko untuk terkena hipoparatiroidisme lebih besar dari pria. Prevalensi penyakit hiperparatiroid di Indonesia kurang lebih 1000 orang tiap tahunnya. Wanita yang berumur 50 tahun keatas mempunyai resiko yang lebih besar 2 kali dari pria. Di Amerika Serikat sekitar 100.000 orang diketahui terkena penyakit hiperparatiroid tiap tahun. Perbandingan wanita dan pria sekitar 2 banding 1. Pada wanita yang berumur 60 tahun keatas sekitar 2 dari 10.000 bisa terkena hiperparatiroidisme. Hiperparatiroidisme primer merupakan salah satu dari 2 penyebab tersering hiperkalsemia; penyebab yang lain adalah keganasan. Kelainan ini dapat terjadi pada semua usia tetapi yang tersering adalah pada dekade ke-6 dan wanita lebih sering 3 kali dibandingkan laki-laki. Insidensnya mencapai 1:500-1000. Bila timbul pada anak-anak harus dipikirkan kemungkinan endokrinopati genetik seperti neoplasia endokrin multipel tipe I dan II Kelenjar paratiroid berfungsi mensekresi parathormon (PTH), senyawa yang membantu memelihara keseimbangan dari kalsium dan phosphorus dalam

Page | 4

4. Tujuan khusus 1. 8. 5. hipoparatiroid 9.tubuh. 3. Page | 5 . 11. Dengan mengetahui fungsi dan komplikasi yang dapat terjadi pada kelainan atau gangguan pada kelenjar paratiroid ini maka perawat dianjurkan untuk lebih peka dan teliti dalam mengumpulkan data pengkajian awal dan menganalisa suatu respon tubuh pasien terhadap penyakit. 2. sehingga kelainan pada kelenjar paratiroid tidak semakin berat. Oleh karena itu yang terpenting hormon paratiroid penting sekali dalam pengaturan kadar kalsium dalam tubuh seseorang. 6. 10. 1. Dapat menjelaskan anatomi kelenjar hipoparatiroid Dapat menjelaskan fisiolohis kelenjar paratiroid Dapat menjelaskan definisi hipoparatiroid Dapat menjelaskan etiologi dari hipoparatiroid Dapat menjelaskan patofisiologi dari hipoparatiroid Dapat menjelaskan manifestasi klinis dari hipoparatiroid Dapat menjelaskan klasifikasi dari hipoparatiroid Dapat menjelaskan pemeriksaan-pemeriksaan diagnostik yang dilakukan pada klien Dapat menjelaskan penatalaksaan medis pada klien hipoparatiroid Dapat menjelaskan komplikasi dari hipoparatiroid Dapat menjelaskan asuhan keperawatan pada klien hipoparatiroid 7.3 Tujuan Tujuan umum Menjelaskan tentang bagaimana konsep dan pendekatan asuhan keperawatan pada klien dengan hipoparatiroid.2 Rumusan Masalah Bagaimana asuhan keperawatan yang tepat pada klien dengan hipoparatiroid? 1.

Mengertahui klasifikasi dari hipoparatiroid 8. Mengetahui tentang penatalaksanaan pada klien hipoparatiroid 10. Mengetahui tentang patofisiologi dari hipoparatiroid 6. Mengetahui tentang definisi dari hipoparatiroid 4. Mengetahui tentang etiologi dari hipoparatiroid 5. Mengetahui tentang anatomi kelenjar paratiroid 2. Mengetahui tentang asuhan keperawatan klien hipoparatiroid Page | 6 . Mengetahui tentang fisiologis kelenjar paratiroid 3.1. Mengetahui tentang manifestasi klinis dari hipoparatiroid 7. Mengetahui tentang komplikasi dari hipoparatiroid 11.4 Manfaat 1. Mengetahui tentang pemeriksaan-pemeriksaan diagnostik yang dilakukan pada klien hipoparatiroid 9.

Kelenjar yang berasal dari sulcus pharyngeus ketiga merupakan kelenjar paratiroid bagian kaudal. Kelenjar paratiroid yang berasal dari sulcus pharyngeus keempat cenderung bersatu dengan kutub atas kelenjar tiroid yang membentuk kelenjar paratiroid dibagian kranial. sering kali posisinya sangat bervariasi.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Wim de Jong.1 Anatomi Paratiroid Kelenjar paratiroid tumbuh dari jaringan endoderm. yaitu sulcus pharyngeus ketiga dan keempat. Kelenjar paratiroid bagian kaudal ini bisa dijumpai pada posterolateral kutub bawah kelenjar tiroid. Kelenjar paratiroid kadang kala dijumpai di dalam parenkim kelenjar tiroid. 695) Page | 7 . 2004. atau didalam timus. Sjamsuhidajat. yang kadang menyatu dengan kutub bawah tiroid. bahkan berada dimediastinum. (R. Akan tetapi.

Namun. dua tertanam di kutub superior kelenjar tiroid dan dua di kutub inferiornya. PTH) yang bersama-sama dengan Vit D3. tetapi pada sebagian besar binatang dan manusia muda. sebelum pubertas hanya sedikit dijumpai. yaitu dihambat sintesisnya bila kadar kalsium tinggi dan dirangsang bila kadar kalsium rendah. Sel oksifil yang lebih sedikit namun lebih besar mengandung granula oksifil dan sejumlah besar mitokondria dalam sitoplasmanya Pada manusia. Sintesis PTH dikendalikan oleh kadar kalsium plasma. dan setelah itu jumlah sel ini meningkat seiring usia. dan kalsitonin mengatur kadar kalsium dalam darah. letak masing-masing paratiroid dan jumlahnya dapat cukup bervariasi. meningkatkan absorbsi kalsium pada usus halus. sel oksifil ini tidak ditemukan. 695) 2. selsel ini mungkin merupakan modifikasi atau sisa sel utama yang tidak lagi mensekresi sejumlah hormon. (R. yang terletak tepat dibelakang kelenjar tiroid. Page | 8 . Setiap kelenjar paratiroid panjangnya kira-kira 6 milimeter. Sjamsuhidayat. Jadi PTH akan aktif bekerja pada tiga titik sasaran utama dalam mengendalikan homeostasis kalsium yaitu di ginjal.Secara normal ada empat buah kelenjar paratiroid pada manusia. Wim de Jong. dan tebalnya dua millimeter dan memiliki gambaran makroskopik lemak coklat kehitaman.Fungsi sel oksifil masih belum jelas. PTH akan merangsang reabsorbsi kalsium pada tubulus ginjal. lebar 3 milimeter.2 Fisiologi Paratiroid Kelenjar paratiroid mengeluarkan hormon paratiroid (parathiroid hormone. 2004.3 Definisi a. jaringan paratiroid kadang-kadang ditemukan di mediastinum. Hipoparatiroid adalah defisiensi kelenjar paratiroid dengan tetani sebagai gejala utama (Haznam). Kelenjar paratiroid orang dewasa terutama terutama mengandung sel utama (chief cell) yang mengandung apparatus Golgi yang mencolok plus retikulum endoplasma dan granula sekretorik yang mensintesis dan mensekresi hormon paratiroid (PTH). 2. sebaliknya menghambat reabsorbsi fosfat dan melepaskan kalsium dari tulang. tulang dan usus.

Ini berbeda dari hiperparatiroidisme. atau adrenal. Page | 9 . Hipoparatiroid terjadi akibat hipofungsi paratiroid atau kehilangan fungsi kelenjar paratiroid sehingga menyebabkan gangguan metabolisme kalsium dan fosfor. dan yang lebih jarang lagi ialah tidak adanya kelenjar paratiroid (secara congenital). Adapun etiologi yang dapat ditemukan pada penyakit hipoparatiroid. Hipoparatiroid adalah hipofungsi kelenjar paratiroid sehingga tidak dapat mensekresi hormon paratiroid dalam jumlah yang cukup. penyakit ini jarang dan dapat congenital atau didapat (acquired) Hipomagnesemia Sekresi hormone paratiroid yang tidak aktif Resistensi terhadap hormone paratiroid (pseudohipoparatiroidisme) Penyebab yang paling umum dari hipoparatiroidisme adalah luka pada kelenjar- kelenjar paratiroid. ovari. antara lain : 1) Defisiensi sekresi hormon paratiroid. Hipoparatiroidisme adalah kondisi dimana tubuh tidak membuat cukup hormon paratiroid atau parathyroid hormone (PTH). ada dua penyebab utama: • • 2) 3) 4) Post operasi pengangkatan kelenjar paratiroid dan total tiroidektomi Idiopatik. Hipoparatiroidisme adalah sangat jarang. Dari pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa hipoparatiroid hipofungsi dari kelenjar paratiroid sehingga hormon paratiroid tidak dapat disekresi dalam jumlah yang cukup. seperti selama operasi kepala dan leher. (Guyton). c. kondisi yang jauh lebih umum dimana tubuh membuat terlalu banyak PTH.4 Etiologi Penyebab spesifik dari penyakit hipoparatiroid belum dapat diketahui secara pasti. hipoparatiroidisme hadir waktu kelahiran atau mungkin berhubungan dengan penyakit autoimun yang mempengaruhi kelenjar-kelenjar paratiroid bersama dengan kelenjar-kelenjar lain dalam tubuh. dengan gejala utamanya yaitu tetani. serum fosfor meninggi (9. 2.b. serum kalsium menurun (bisa sampai 5 mg %).5 mg%). Keadaan ini jarang sekali ditemukan dan umumnya sering disebabkan oleh kerusakan atau pengangkatan kelenjar paratiroid pada saat operasi paratiroid atau tiroid.5-12. seperti kelenjar-kelenjar tiroid. Pada kasus-kasus lain.

2. (2) pada bentuk yang lebih jarang. dan PTH tidak dapat meningkatkan secara normal konsentrasi AMP siklik. Karena jaringan tidak berespons terhadap hormon. Pada pseudohipoparatiroidisme timbul gejala dan tanda hipoparatiroidisme tetapi kadar PTH dalam darah normal atau meningkat.6 Manifestasi Klinis Gejala-gejala utama adalah reaksi-reaksi neuromuscular yang berlebihan yang disebabkan oleh kalsium serum yang sangat rendah. Terdapat dua bentuk: (1) pada bentuk yang lebih sering. yakni kalsium serum menurun (bisa sampai 5 mgr%) dan fosfat serum meninggi (bisa sampai 9. 2. Keluhan-keluhan dari penderita (70 %) adalah tetani atau tetanic aequivalent. Juga sering didapatkan articulatio cubitti dalam keadaan fleksi dan tungkai bawah dan kaki dalam keadaan ekstensi. respons AMP siklik normal tetapi efek fosfaturik hormon terganggu. jadi diagnosis tidak dapat dibuat segera sesudah operasi. maka penyakit ini adalah penyakit reseptor. Dalam tetanic aequivalent: 1) Konvulsi-konvulsi yang tonis atau klonis Page | 10 . Tujuannya adalah untuk mengatasi sekresi hormon paratiroid yang berlebihan.5 mgr%).5 12. terjadi pengurangan congenital aktivitas Gs sebesar 50 %. Pada yang post operasi disebabkan tidak adekuat produksi hormon paratiroid karena pengangkatan kelenjar paratiroid pada saat operasi. tetapi biasanya terlalu banyak jaringan yang diangkat. Hal ini disebabkan karena letak anatomi kelenjar tiroid dan paratiroid yang dekat (diperdarahi oleh pembuluh darah yang sama) sehingga kelenjar paratiroid dapat terkena sayatan atau terangkat. Operasi kedua berhubungan dengan operasi total tiroidektomi. Tetani menjadi manifestasi sebagai spasmus corpopedal dimana tangan berada dalam keadaan fleksi sedangkan ibu jari dalam adduksi dan jari-jari lain dalam keadaan ekstensi.5 Patofisiologis Pada hipoparatiroidisme terdapat gangguan dari metabolisme kalsium dan fosfat. Pada banyak pasien tidak adekuatnya produksi sekresi hormon paratiroid bersifat sementara sesudah operasi kelenjar tiroid atau kelenjar paratiroid. Operasi yang pertama adalah untuk mengatasi keadaan hiperparatiroid dengan mengangkat kelenjar paratiroid. Hal ini sangat jarang dan biasanya kurang dari 1 % pada operasi tiroid.

2) Stridor laryngeal (spasme ) yang bisa menyebabkan kematian 3) Parestesia 4) Hipestesia 5) Disfagia dan disartria 6) Kelumpuhan otot-otot 7) Aritmia jantung 8) Gangguan pernapasan 9) Epilepsi 10) Gangguan emosi seperti mudah tersinggung. dan lensa mata 13) Kulit kering dan bersisik 14) Rambut alis dan bulu mata yang bercak-bercak atau hilang 15) Kuku tipis dan rapuh 16) Erupsi gigi terlambat dan tampak hipoplastik Pada pemeriksaan kita bisa menemukan beberapa refleks patologis: 1. kuku gigi. emosi tidak stabil 11) Gangguan ingatan dan perasaan kacau 12) Perubahan kulit rambut. Erb’s sign: Dengan stimulasi listrik kurang dari 5 milli-ampere sudah ada kontraksi dari otot (normal pada 6 milli-ampere) Page | 11 .

Peroneal sign: Dengan mengetok bagian lateral fibula di bawah kepalanya akan terjadi dorsofleksi dan adduksi dari kaki Page | 12 . Trousseau’s sign: Jika sirkulasi darah dilengan ditutup dengan manset (lebih dari tekanan sistolik) maka dalam tiga menit tangan mengambil posisi sebagai pada spasme carpopedal. 3. C hv os te k’ s sign: Ketokan ringan pada nervus fasialis (didepan telinga tempat keluarnya dari foramen sylomastoideus) menyebabkan kontraksi dari otot-otot muka. Chvostek’s sign. Gambar 1. 4.2.

simpel idiopatik hipoparatiroid. 2. mungkin terdapat pula vesikula dan bulla.7 Klasifikasi Hipoparatiroid dapat berupa hipoparatiroid neonatal. ovarium. atau paratiroid atau sesudah operasi radikal karsinoma faring atau esofagus.2 Simpel idiopatik hipoparatiroid Gangguan ini dapat ditemukan pada anak-anak atau orang dewasa. tumbuhnya gigi-gigi tidak baik dan keadaan mental bisa tidak sempurna. kegagalan ovarium primer.3 Hipoparatiroid pascabedah Kelainan ini terjadi sebagai akibat operasi kelenjar tiroid. b. 2.1 Hipoparatiroid neonatal Hipoparatiroid neonatal dapat terjadi pada bayi yang dilahirkan oleh ibu yang sedang menderita hiperparatiroid. Aktivitas paratiroid fetus sewaktu dalam uterus ditekan oleh maternal hiperkalsemia. Pada anak-anak badan tumbuh kurang sempurna. Kerusakan yang terjadi sewaktu operasi tiroid. Terjadinya sebagai akibat pengaruh autoimun yang ada hubungannya dengan antibodi terhadap paratiroid.7.Pada ± 40 % dari penderita-penderita kita mencurigai adanya hipoparatiroidisme karena ada kejang-kejang epileptik.7. 2. alopesia dan kandidiasis.7. biasanya sebagai akibat putusnya aliran darah untuk kelenjar paratiroidisme karena pengikatan arteri tiroid inferior. jaringan lambung dan adrenal. dan hipoparatiroid pascabedah. hipotiroidisme. Timbulnya gangguan ini dapat disebabkan karena menderita hipoadrenalisme. Juga agak sering terdapat katarak pada hipoparatiroidisme. anemia pernisiosa. c. Kadang-kadang terdapat pula perubahan-perubahan trofik pada ektoderm: a. Hipoparatiroid yang terjadi bersifat sementara Page | 13 . Kuku : tipis dan kadang-kadang ada deformitas. diantaranya psikosis. Rambut : tumbuhnya bisa jarang dan lekas putih. Sering pula terdapat keadaan psikis yang berubah. Kulit : kering dan permukaan kasar. 2. diabetes mellitus. hepatitis.

densitas tulang normal/bertambah. 3. Elektrokardiografi : ditemukan interval QT yang lebih panjang. Hipokalsemia Page | 14 . disuntikkan pula parathormon (100-200 U) dan vitamin D 100.10 Komplikasi 1. dan yang lebih baik bila ditambahkan dihidrotakisterol. Selama pengobatan hipoparatiroid. Diet harus banyak mengandung kalsium dan sedikit fosfor. Bila ini terjadi. maka kortisol diperlukan untuk menurunkan kadar kalsium serum. Di samping itu diberikan pula ergokalsiferol (vitamin D2). tiga bulan kemudian dan sewaktu-waktu bila ada kelainan klinis walaupun tak khas yang menjurus pada diagnosis hipoparatiroid. Hipoparatiroid menahun Tujuan pengobatan yang dilakukan untuk hipoparatiroid menahun ialah untuk meninggikan kadar kalsium dan menurunkan fosfat dengan cara diet dan medikamentosa. Karena itu kadar kalsium serum harus diperiksa sesudah melakukan operasi-operasi tersebut. fosfatase alkali normal atau rendah. 2. 2.000 U per oral. Hipoparatiroid akut Serangan tetani akut paling baik pengobatannya adalah dengan pemberian intravena 10-20 ml larutan kalsium glukonat 10% (atau chloretem calcium) atau dalam infus.atau permanen. harus waspada terhadap kemungkinan terjadi hiperkalsemia. 2. Medikamentosa terdiri atas pemberian alumunium hidroksida dengan maksud untuk menghambat absorbsi fosfor di usus. Di samping kalsium intravena. Laboratorium : Kadar kalsium serum rendah.9 Penatalaksanaan Medis 1.8 Pemeriksaan Diagnostik 1. 2. kadang-kadang juga serebellum dan pleksus koroid. 2. kadar fosfor anorganik tinggi. Foto Rontgen : sering terlihat klasifikasi bilateral pada ganglion basalis di tengkorak.

Page | 15 . Hal ini disebabkan tidak adanya kerja hormon paratiroid yang diakibatkan oleh keadaan seperti diatas (etiologi). fosfor serum sangat tinggi. karena retensi dari fosfor dan ureum kreatinin darah meninggi.Keadaan klinis yang disebabkan oleh kadar kalsium serum kurang dari 9 mg/100ml. 2. Kedaan ini mungkin disebabkan oleh terangkatnya kelenjar paratiroid waktu pembedahan atau sebagai akibat destruksi autoimun dari kelenjar-kelenjar tersebut. Insufisiensi ginjal kronik Pada keadaan ini kalsium serum rendah.

Turunan autosomal terkait kromosom x kongenital Post op leher Kel. Paratiroid terangkat Kerusakan autoimun sel paratiroid Pos Atrofi sel paratiroid t op leher pseudohipop aratiroidisme Kegagalan perkembangan arkus brankialis III & IV Post op leher fibrosis Kelainan ikatan PTH pd reseptor Tdk trbentuk paratiroid HIPOPARATIR OID Defisiensi PTH Meningkatkan ekskresi Ca oleh Ginjal Penurunan absorbsi Ca dari tulang Menurunkan absorbsi Ca di usus Kadar Ca dalam darah turun (Hipokalsemia) Page | 3 .

B1 Permeabilitas membran neuron terhadap ion Na ↑ Potensial aksi mudah terjadi Impuls saraf ke otot laryng ↑ Spasme laryng Sesak napas Potensial tidak efektifnya jalan nafas B2 Permeabilitas membran neuron terhadap Na ↑ Potensial aksi mudah terjadi Impuls saraf ke otot jantung ↑ Kontraksi otot jantung ↑ Aritmia Penurunan CO Intoleransi aktivitas B3 Eksitasi impuls di otak ↑ Kejang B4 Hipoparatiroi d Ekskresi Ca oleh ginjal ↑ B5 Permeabilitas membran neuron terhadap ion Na ↑ Potensial aksi mudah terjadi B6 Permeabilitas membran neuron terhadap ion Na ↑ Potensial aksi mudah terjadi Impuls saraf ke otot rangka ↑ Potensial cedera Ca banyak yang terbuang bersama urine Impuls saraf ke otot rangka ↑ (terutama otot vagal) Disphagia Kontraksi tetanik otot Kejang tetani Potensial cedera Page | 4 .

Page | 5 .

c. status perkawinan. pendidikan. b. Pengkajian keperawatan lainnya mencakup : 1. umur. 2. Riwayat penyakit saat ini Tanyakan pada klien tentang manifestasi bekas atau kesemutan disekitar mulut atau ujung jari tangan atau ujung jari kaki . Kaji pula manifestasi distress pernapasan sekunder terhadap laringospasme. Riwayat penyakit keluarga: Page | 3 .1 Pengkajian Dalam pengkajian klien dengan hipoparatiroidisme yang penting adalah mengkaji manifestasi distres pernapasan sekunder terhadap laringospasme. pendarahan yang sulit berhenti . perlu dikaji terhadap adanya tanda perubahan fisik nyata seperti kulit dan rambut kering. Juga kaji terhadap sindrom seperti Parkinson atau adanya katarak. Keluhan Utama Biasanya Klien merasa ada kelainan bentuk tulang . Data Demografi Identitas pada klien yang harus diketahui diantaranya: nama. kesemutan dank lien merasa lemas / lemah . suku/bangsa.BAB III ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN HIPOPARATIROID 3. kejang-kejang . Kaji juga terhadap sindrom seperti Parkinson atau adanya katarak. Pada klien dengan hipoparatiroidisme akut. perlu dikaji terhadap adanya tanda perubahan fisik nyata seperti kulit dan rambut kering. alamat. d. Riwayat penyakit dahulu : Tanyakan apakah klien pernah megalami tindakan operasi khususnya pengangkatan kelenjar tiroid atau kelenjar paratiroid. agama. Pada klien dengan hipoparatiroidisme akut. dan penanggung biaya. jenis kelamin. pekerjaan. Riwayat Penyakit : a. Periksa juga terhadap temuan tanda Chvosteks atau Trousseaus positif. Tanyakan pada klien apakah ada riwayat penyinaran pada leher .

perubahan dalam tingkat kesadaran. labilitas emosional. tremor. tetani kejang b. peka rangsang. nyeri abdomen B 6 (Bone) : Amati tanda fisik. Pemeriksaan radiologi. Pemeriksaan Fisik : a. ansietas. seperti. B 4 (Bladder) : pembentukan kalkuli pada ginjal B 5 (Bowel) : mual. hiperefleksia. 3. Pemeriksaan kadar kalsium serum. Kesemutan.2 Analisa data DATA S:Keluarga klien mengatakan klien sudah 2 kali kejang sejak 3 hari SMRS O : Hipokalsium ETIOLOGI Gangguan paratiroid ↓ Hipokalsium ↓ Tetani otot ↓ S : klien mengatakan bahwa Resiko cedera Gangguan paratiroid Potensial tidak efektifnya Page | 4 MASALAH Resiko cedera . B 7 (Endokrin) : penurunan sekresi parathormon dari jumlah normal 4. c. Amati apakah ada kelainan bentuk tulang g. Pemeriksaan diagnostik a. 3. palpitasi B3 (Brain) : amati adanya parestesis pada bibir. f. tanda chvostek’s dan trousseau’s positif papil edema. kulit kering.Adakah penyakit yang diderita oleh anggota keluarga yang mungkin ada hubungannya dengan penyakit klien sekarang. B2 (Blood) : amati adanya disritmia jantung. yaitu riwayat keluarga dengan Hipoparatiroid. kaki. rambut tipis. suara serak. pertumbuhan kuku buruk yang deformitas dan gampang patah. b. d. sianosis. e. lidah. jari-jari. pada klien hipoparatiroid biasanya terdengar suara stridor. B1 (Breathing) : amati bunyi suara nafas . muntah.

merasakan sesak nafas pada saat kejang O : RR meningkat. retraksi otot bantu napas ↓ Hipokalsium ↓ Tetani otot ↓ Spasme laring ↓ Potensial tidak efektifnya jalan napas Hipokalsemia ↓ Permeabilitas membran neuron terhadap Na ↑ ↓ Potensial aksi mudah terjadi ↓ Impuls saraf ke otot jantung↑ ↓ Kontraksi otot jantung ↑ ↓ Aritmia ↓ Penurunan CO ↓ Intoleransi aktivitas jalan napas S : klien mengeluh lemah dan pusing O : klien terlihat lemah Intoleransi aktivitas S : klien mengatakan minum obat tidak sesuai jadwal O : proses penyembuhan Kurang pengetahuan ↓ Klien tidak patuh dalam Resiko tinggi terhadap inefektifitas pelaksanaan regimen teraupetik Page | 5 . pernapasan cuping hidung.

tanda vital stabil. benda yang terdapat di lingkungan sekitar klien dan mencegah kerusakan lebih berat akibat kejang. kadar kalsium serum normal. Resiko cedera berhubungan dengan resiko kejang atau tetani yang diakibatkan oleh hipokalsemia. Pantau fungsi jantung secara Untuk mengetahui abnormalitas dari gambaran EKG. 2. c.klien berlangsung lama pengobatan ↓ Resiko tinggi terhadap inefektifitas pelaksanaan regimen teraupetik 3. 3. b.3 Diagnosa Keperawatan 1. Resiko cedera berhubungan dengan resiko kejang atau tetani yang diakibatkan oleh hipokalsemia. Bila aktivitas kejang terjadi e. 3. Pantau tanda-tanda vital dan a.4 Intervensi 1. Intoleran aktivitas berhubungan dengan penurunan cardiak output. makan diet dan obat seperti yang dianjurkan. Intervensi: Intervensi Rasional a. Tujuan: Klien tidak mengalami cedera dengan kriteria: reflek normal. Bila pasien dalam tirah baring d. b. d. reflek tiap 2 jam sampai 4 jam. terus menerus/gambaran EKG. 4. untuk mengetahui kelainan sedini mungkin. Resiko tinggi terhadap inefektif penatalaksanaan regimen teraupetik berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang regimen diet dan medikasi. Untuk mencegah terjadinya injuri/jatuh. Untuk menghindari cedera yang terjadi akibat berikan bantalan paga tempat tidur dan pertahakan tempat tidur dalam posisi rendah. Potensial tidak efektifnya jalan nafas berhubungan dengan spasme laring akibat aktivitas kejang. c. Antisifasi terhadap hipokalsemia dengan cara Page | 6 .

secara tiba-tiba. Pemberian kalsium yang terlalu cepat akan dan memantau g. h. Tujuan: Jalan nafas efektif dengan kriteria: a) Frekwensi. mengakibatkan tromboflebitis hipotensi. Siapkan peralatan penghisap dan a. Supaya memudahkan karena serangan bisa jalan nafas oral di dekat tempat tidur sepanjang waktu. Kolaborasi dengan dokter dalam f. Untuk membantu memenuhi kekurangan efektifitas cairan parenteral dan . 2. g. b. bangun bantu dari pasien yang Rasional singkirkan benda-benda membahayakan. berjalan. Kaji ulang pemeriksaan kadar kalsium. h. b) Auskultasi paru menunjukan bunyi yang bersih. f. Untuk mengontrol kadar kalsium serum. dan kedalaman pernafasan normal. bantu pasien dalam menangani kejang dan reorientasikan bila perlu. Untuk memudahkan dalam tindakan apabila terjadi sumbatan jalan nafas. menangani gejala dini dengan memberikan kalsium. Pemberian kalsium dengan hatihati. kalsium dalam tubuh. irama. Berikan suplemen vitamin D dan kalsium sesuai program. Page | 7 penanganan medis. Potensial tidak efektifnya jalan nafas berhubungan dengan spasme laring akibat aktivitas kejang. Intervensi: Intervensi Rasional a. b. e. Siapkan tali tracheostomi.Intervensi ketika tempat untuk pasien tidur.

Bila terjadi kejang otomatis O2 ke otak menurun sehingga bisa berakibat fatal ke seluruh jaringan tubuh termasuk pernafasan. Kaji upaya pernafasan dan kualitas suara setiap 2 jam. Adanya stridor suatu tanda adanya oedema laring. pernafasan dan tanda-tanda Page | 8 nafas. g. mencegah terjadinya serangan dokter (pengobatan dan . i. Edema laring: c. dan peralatan resusitasi c. d. nadi. Bila terjadi kejang: pertahankan jalan nafas. f. j. Kejang: h. pantau tensi.Intervensi Rasional oksigen. Baringkan pasien untuk mengoptimalkan bersihan jalan nafas. Kolaborasi dengan dokter dalam hal tindakan wewenang tindakan). h. penghisapan orofaring sesuai indikasi. Auskultasi untuk mendengarkan stridor laring setiap 4 jam. Untuk mencegah penekanan jalan nafas/mempertahankan jalan nafas untuk tetap terbuka. Intruksikan menginformasikan pada perawat atau dokter saat pertama terjadi tanda kekakuan pada tenggorok atau sesak nafas. f. Agar perawat bisa siap-siap untuk melakukan suatu tindakan. garis tengah. Laporkan gejala dini pada dokter dan kolaborasi jalan pasien untuk nafas agar g. pertahankan kepala dalam posisi kepala dalam posisi alamiah. Kolaborasi dengan dokter untuk mempertahankan jalan nafas tetap terbuka karena perawat terbatas akan hak dan wewenang. mempertahankan tetap terbuka. Untuk mengetahui suara dan keadaan jalan manual siap pakai sepanjang waktu. Untuk berulang. d. e. berikan O2 sesuai pesanan. e.

Kaji respon terhadap aktivitas: Catat terjadi sesuai memantau perubahan perubahan. 3. dengan respon tensi. Untuk menghemat penggunaan energi klien. Kaji pola aktivitas yang lalu. Tujuan: Kien dapat memenuhi kebutuhan aktivitas dengan kriteria: a) Tingkat aktivitas meningkat tanpa dispnoe. Untuk memantau keberhasilan perawatan. Lanjutkan perawatan untuk kejang. hentikan aktivitas bila tingkatkan keikutsertaan dalam kegiatan kecil Rasional a. periksa Rasional setelah terjadi kejang. Page | 9 . Dengan merencanakan perawatan. tachicardi atau peningkatan tekanan darah. dengan klien dapat mempermudah suatu keberhasilan karena datangnya kemauan dari klien. Untuk membandingkan aktivitas sebelum sakit dan yang akan diharapkan setelah perawatan.Intervensi neurologis. Untuk melihat suatu perkembangan perawatan terhadap aktivitas secara bertahap. catat frekwensi. b) Melakukan aktivitas tanpa bersusah payah. pengobatan. terhadap toleransi. c. peningkatan e. ajarkan pasien untuk f. i. tingkat kesadaran. d. perawat gejala muskuloskeletal setiap 8 b. Untuk mengatasi kelelahan akibat latihan. Intervensi: Intervensi a. j. bagian tubuh yang terlibat dan lamanya aktivitas kejang. c. waktu. Intoleran aktivitas berhubungan dengan penurunan cardiak output. aktivitas dan untuk mengurangi. pernafasan. Kaji terhadap perubahan dalam jam. b. nadi. Siapkan status untuk berkolaborasi misalnya: dengan dokter dalam mengatasi efileptikus intubasi.

4. dengan kriteria: Klien dan orang terdekat mengungkapkan pengertian tentang proses penyakit dan prinsip perawatan tindak lanjut dan perawatan di rumah serta pengobatan dan diet yang diperlukan. Resiko tinggi terhadap inefektif penatalaksanaan regimen teraupetik berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang regimen diet dan medikasi. c. tremor. Agar klien mengerti akan keadaan dirinya penanggulangannya. f. Agar klien bisa mengontrolkan dirinya secara gejala dini tetani. Page | 10 memeriksakan dan melaporkan c. b. Rencanakan perawatan bersama pasien untuk menentukan aktivitas yang lain. Jelaskan tentang konsep dasar a. sehingga klien tahu tentang ingin pasien selesaikan: Jadwalkan bantuan dengan orang terjadinya perubahan fisik dan b. d.Intervensi menghentikan atau Rasional meminta bantuan ketika terjadi perubahan. Intervensi: Intervensi Rasional a. kesemutan. Diskusikan emosional. Penyuluhan tentang penyakitnya sangat penting tentang proses penyakit. Simpan benda-benda dan barang lainnya dalam jangkauan yang mudah bagi pasien. e. Ajarkan pasien untuk alasan tentang karena klien membutuhkan medikasi dan modifikasi diet sepanjang hidupnya. tanda chvostek’s atau trusseaus positif perubahan sehingga penyakitnya bisa tertanggulangi dan tidak mengakibatkan lebih . Tujuan: Klien mengerti tentang diet dan medikasinya. berkala parah. Seimbangkan antara waktu aktivitas dengan waktu istirahat.

e. h. efek smping dan toxik. Ajarkan klien tentang diet tinggi kalsium rendah fosfat. g. Ajarkan orang terdekat untuk mengenali yang aktivitas harus kejang dilakukan restrain atau pasien dan menentukan cara menghindari menghentikan Rasional d. Tekankan aktivitas sehari-hari untuk melaporkan peningkatan keletihan atau kelemahan otot. Obat-obat tersebut penting untuk sehingga bisa memperingan prilaku. melakukan ADLnya. Orang terdekat adalah orang yang selalu berada dan tahu persis tentang pasien sehingga bila terjadi sesuatu terhadap diri klien dia bisa melakukan sesuatu dan apa yang tidak boleh dilakukan penyakitnya. dosis. susu dan keju banyak mengandung lingkungan yang diperlihatkan sebelum dan f. Untuk melatih mobilisasi sehingga klien bisa observasi dan mencatat prilaku selama kejang.Intervensi dalam upaya pernafasan. g. e. Asupan diet yang seimbang akan meningkatkan Page | 11 . seperti mengurangi karena fosfor. Ajarkan nama obat-obatan. d. kadar kalsium darah. waktu dan metode pemberian. Diskusikan tentang pentingnya mempertahankan yang aman. mempertahankan hidupnya. f. tujuan. Untuk mencegah cedra akibat dari lingkungan. dan latihan sesuai toeransi dan h.

dan hiperplasia pada sel kelenjar paratiroid yang dapat mengakibatkan terjadinya hiperparatiroidisme. Hipoparatiroid terjadi apabila kelenjar paratiroid memproduksi hormon paratiroid lebih sedikit dari biasanya. maka diharapkan para tenaga medis dan perawat harus lebih profesional dan berpengalaman dalam mengkaji Page | 12 .12 Saran Melihat dari kasus kelainan pada kelenjar paratiroid. paratiroid carsinoma. Efek utama mengatur keseimbangan kalsium dan fosfat dalam tubuh.BAB IV PENUTUP 2.11 Kesimpulan Hormon paratiroid dapat mempengaruhi banyak sistem didalam tubuh manusia. seperti tumor jinak (adenoma soliter). 2. Kelainan hormon paratiroid banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Suzzanne C.com/2011/04/askep-hipoparatiroid.8. http://www.seluruh sistem metabolisme yang mungkin terganggu karena adanya kelainan pada kelenjar paratiroid. DAFTAR PUSTAKA Rumarhobo. http://akbar-unair.com/hipoparatiroid. Jakarta : EGC Smeltzer.com/ diakses tanggal 1 Mei 2011 Hipoparatiroid http://andysunaryo.html diakses tanggal 1 Mei 2011 Paratiroid. Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem Endokrin. Karena penanganan dan pengkajian yang tepat akan menentukan penatalaksanaan pengobatan yang cepat dan tepat pula pada kelainan kelenjar paratiroid. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth Ed.html diakses tanggal 5 Mei 2011 Page | 13 . Jakarta : EGC.blogspot. 1999. Hotma. 2001. Hipoparatiroidisme.blogspot.totalkesehatananda.

com/2009/04/hiperparatiroidismedan.Hiperparatiroid dan hipoparatiroid http://akhtyo.blogspot.html diakses tanggal 5 Mei 2011 Page | 14 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful