LAPORAN HASIL KEGIATAN PENYULUHAN RT 09 PERUMAHAN TAMAN GADING

Hari/Tanggal Waktu Tempat Topik Peserta Penanggung Jawab

: Sabtu, 02 Februari 2012 : 16.30 – 17.30 WIB : RT 09 RW IX Perumahan Taman Gading : Penyimpanan Obat yang Baik dan Benar : Arisan Ibu-Ibu PKK RT0 9 RW IX Perumahan Taman Gading : Ninditya Prasetyanti

A. Pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan penyuluhan dibagi menjadi 3 tahap, yaitu: 1. Tahap Perkenalan Setelah moderator membuka acara dan memperkenalkan pemateri, selanjutnya pemateri memberi salam kepada peserta acara dan menanyakan bagaimana para peserta selama ini menyimpan obat. Sebagian besar peserta menjawabnya dengan cara menyimpan obat di dalam kulkas.

2. Tahap Penyajian Materi Pemateri menjelaskan materi yang disajikan dalam format power point. Sebelumnya, peserta juga telah menerima salinan materi yang dibagikan oleh tim penyaji.

3. Tahap Tanya Jawab Setelah penyampaian materi, peserta diberi kesempatan untuk bertanya. Pemateri menjawab setiap pertanyaan yang ada.

B. Evaluasi  Evaluasi Struktur Mahasiswa datang sebelum waktu yang ditetapkan untuk mempersiapkan sarana dan prasarana untuk kegiatan penyuluhan. Semua peserta datang tepat waktu. Penyuluhan dimulai setelah acara arisan Ibu-Ibu PKK selesai.

Obat yang sudah kadaluarsa sebaiknya dibungkus plastik tertutup rapat dan dibuang ke tempat sampah. Apabila obat puyer anak tidak habis. Evaluasi Proses Peserta yang hadir berjumlah 20 orang. Apa yang sebaiknya dilakukan terhadap obat yang sudah kadaluarsa? 3. 2. . Bolehkah obat tetes mata digunakan untuk lebih dari satu orang? 11.  Evaluasi Hasil Lebih dari 50% peserta yang hadir melontarkan pertanyaan tentang materi yang disampaikan. Pelaksanaan penyuluhan berjalan sebagaimana yang diharapkan dimana hampir sebagian besar peserta aktif melontarkan pertanyaan. bolehkah disimpan untuk diminum kembali saat anak kembali jatuh sakit? 5. Jika krim dalam pot dalam jangka waktu 3 bulan belum berubah warnanya. Atau dapat juga dibakar untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hal ini membuktikan bahwa peserta memperhatikan materi yang disampaikan. Bolehkah menyimpan obat berbentuk sirup di dalam kulkas 7. Apabila diberi obat lepasan (tablet/kapsul) oleh bidan. Apa yang dimaksud dengan supposutoria? 2. apakah masih boleh digunakan? 9. Berapa lama jangka waktu penyimpanan salep dalam tube? 10. masihkah menimbulkan efek saat dimininum? Jawaban yang diberikan yaitu: 1. Apabila obat hampir kadaluarsa. Apabila kita lupa meminum obat yang diberi dokter namun beberapa hari kemudian kita sudah tidak merasakan sakit lagi. haruskah kita melanjutkan minum obat? 4. Bolehkan menaruh obat di atas kulkas? 6. Supposutoria adalah sediaan obat padat yang berbentuk mirip torpedo dan cara penggunaannya dengan dimasukkan ke dalam dubur/anus. Pertanyaan yang muncul dari peserta antara lain: 1. bolehkah kita meminumnya kembali di lain waktu? 8.

11. Hal ini aka merusak kandungan kimia obat secara keseluruhan sehingga obat tidak layak digunakan kembali. Meskipun warnanya belum berubah. 4. Tidak boleh. C. dosis untuk anak akan semakin bertambah seiring dengan bertambahnya usia dan berat badan anak. 7. Karena puyer sangat mudah lembab sehingga mudah sekali rusak. 8. Tidak boleh. Peserta . serta belum melewati tanggal kadaluarsa. resiko tertular penyakit mata akan semakin besar. Obat puyer anak yang mengandung antibiotik harus dihabiskan. cara penyimpanannya benar. Karena energi panas yang dipancarkan oleh kulkas dapat merusak kandungan kimia obat sehingga obat lebih cepat kadaluarsa. sebaiknya puyer tersebut dibuang. Kritik dan Saran Kritik dan saran yang diberikan oleh para peserta antara lain menyatakan bahwa kegiatan penyuluhan semacam ini sangat bermanfaat dalam menambah pengetahuan mereka karena ternyata masih banyak dari mereka yang salah kaprah dalam meyimpan obat-obatan. Sebaiknya dibuang karena jangka waktu penyimpanan krim dalam pot hanya 3 bulan. Selama kemasan dan bentuk fisik obat masih baik. Dikhawatirkan jika digunakan lebih pada satu orang. Jika kita tahu betul khasiat dari obat tersebut dan cara penyimpanannya benar. 5. Lagipula. Obat dalam bentuk sirup mengandung gula yang akan mengkristal apabila disimpan pada suhu dingin. obat tersebut masih aman untuk diminum dan masih dapat menimbulkan efek. Tidak boleh. maka tidak apa-apa apabila tidak diminum lagi saat rasa sakitnya telah hilang. Jika obat tersebut tidak mengandung antibiotik dan kemudian masih tersisa saat anak sudah kembali tersisa. maka pasien harus menghabiskannya agar tidak terjadi resistensi. 9. sebaiknya jangan. tidak menjamin kandungan kimianya masih baik atau sudah rusak. Namun apabila ragu dan tidak tahu. Tetapi apabila obat tersebut hanya untuk mengurangi rasa sakit. 6. Jangka waktu penyimpanan salep dalam tube adalah 3 bulan 10. Jika obat yang diberikan adalah antibiotik.3. maka oleh-boleh saja. Obat tetes mata merupakan sediaan steril. Karena resiko akan keracunan obat lebih besar.

hanya berpesan agar kedepannya lebih baik lagi. .mengkritiki cara bicara pemateri yang terkesan terlalu cepat namun mereka tidak mempermasalahkan hal tersebut.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful