1. KONSEP BERUBAH PENGERTIAN Banyak definisi pakar tentang berubah , dua diantaranya yaitu : 1.

Berubah merupakan kegiatan atau proses yang membuat sesuatu atau seseorang berbeda dengan keadaan sebelumnya (Atkinson,1987) 2. merupakan proses yang menyebabkan perubahan pola perilaku individu atau institusi (Brooten,1978) berubah adalah cara seseorang bertumbuh, berkembang dan beradaptasi. Perubahan dapat positif atau negatif terencana atau tidak terencana. Perubahan adalah proses membuat sesuatu yang berbeda dari sebelumnya ( Sullivan dan Decker,2001). Jadi Perubahan adalah suatu proses dimana terjadinya peralihan atau perpindahan dari status tetap (statis) menjadi status yang bersifat dinamis. Artinya dapat menyesuaikan diri dari lingkungan yang ada Mother Instink Pekerjaan keperawatan sudah ada sejak manusia diciptakan,keperawatan ada sebagai suatu naluri (instink). 2. Prinsip dan Strategi Berubah Dalam perubahan dibutuhkan cara yang tepat agar tujuan dalam perubahan dapat tercapai secara tepat, efektif dan efisien. a Strategi Rasional Empirik Strategi ini didasarkan karena manusia sebagai komponen dalam perubahan memiliki sifat rasional untuk kepentingan diri dalam berperilaku. Untuk mengadakan suatu perubahan strategi rasional dan empirik yang didasarkan dari hasil penemuan atau riset untuk diaplikasikan dalam perubahan manusia yang memiliki sifat rasional akan menggunakan rasionalnya dalam menerima sebuah perubahan. Langkah dalam perubahan atau kegiatan yang diinginkan dalam strategi rasional empirik ini dapat melalui penelitian atau adanyadesiminasi melalui pendidikan secara umum sehingga melalui desiminasi akan diketahui secara rasional bahwa perubahan yang akan dilakukan benar-benar sesuai dengan rasional.Strategi ini juga dilakukan pada penempatan sasaran yang sesuai dengan kemampuan dan keahlian yang dimiliki sehingga semua perubahan akan menjadi efektif dan efisien, selain itu juga menggunakan sistem analisis dalam pemecahan masalah yang ada. b.Strategi Reedukatif Normatif Strategi ini dilaksanakan berdasarkan standar norma yang ada di masyarakat. Perubahan yang akan dilaksanakan melihat nilai nilai normatif yang ada di masyarakat sehingga tidak akan menimbulkan permasalahan baru di masyarakat. Standar norma yang ada di masyarakat ini di dukung dengan sikap dan sistem nilai individu yang ada di masyarakat. Pendekatan ini dilaksanakan dengan mengadakan intervensi secara langsung dalam penerapan teori-teori yang ada.Strategi ini dilaksanakan dengan cara melibatkan individu, kelompok atau masyarakat dan proses penyusunan rancangan untuk perubahan. Pelaku dalam perubahan harus memiliki kemampuan dalam berkolaborasi dengan masyarakat. Kemampuan ilmu perilaku harus dimiliki dalam pembaharu. c.Strategi Paksaan- Kekuatan Dikatakan strategi paksaan-kekuatan karena adanya penggunaan kekuatan atau kekuasaan yang dilaksanakan secara paksa dengan menggunakan kekuatan moral dan kekuatan politik.Strategi ini dapat dilaksanakan dalam perubahan sistem kenegaraan, penerapan sistem pendidikan dan lain-lain. Menurut Tiffany dan Lutjens (1989) telah mengidentifikasi tujuh strategi berubah yang cocok dengan kontinum dari yang paling netral sampai yang paling koersif. 1).Edukasi Strategi ini memberikan suatu presentasi fakta yang relatif tidak bisa yang dimaksudkan

Proses pencapaian yang baru perlu dipertahankan dan selalu terdapat upaya mendapatkan umpan balik. yang mendukung upaya-upaya dalampembentukan komitmen.Tahap. pembinaan tersebut dalam upaya mempertahankan perubahan yang telah dicapai. Karena itu diperlukan . Hambatan tersebut yang akan mempertahankan status quo (menetap) agar tidak terjadi perubahan. Pada tahap persiapan dilakukan berbagai kontak melalui ceramah. 3). 3. Teknostruktural Strategi ini mengubah teknologi untuk mengakses struktur sosial dalam kelompok atau mengubah srtuktur sosial untuk mendapatkan teknologi. Konsekuensi pertama. Kekuasaan digunakan untuk menyebabkan perubahan. pemahaman yang terbentuk akan bermuara ke dalam dua kutub. Penggunaan ruang dapat diubah untuk memengaruhi struktur sosial. Tahap komitmen melalui beberapa langkah yaitu instalasi. tetapi membutuhkan sumber-sumber untuk membuat perubahan tersebut. Persepsi yang negatif akan melahirkan keputusan untuk tidak mendukung perubahan.Strategi ini mengasumsikan bahwa orang ingin berubah. Ketidakjelasan tentang pentingnya oerubahanakan menjadi penghambat upayaupaya dalam pembentukan komitmen. Sebaliknya kejelasan akan menimbulkan pemahaman yang baik terhadap pentingnya perubahan. dan tingginya vested interest.Strategi ini memengaruhi hubungan antara teknologi. 6). yaitu persepsi yang positif di satu sisi atau persepsi negatif di sisi yang lain. Data digunakan untuk menemukan inovasi yang paling baik guna memecahkan masalah yang dihadapi.untuk berfungsi sebagai justifikasi rasional atas tindakan yang terencana. 7). penerimaan. instusionalisasi. Dalam penerimaan. Koersif Terdapat hubungan wajib antara perencan dan pengadopsi. Kedua. 5). Fasilitatif Strategi ini memberikan sumber penting untuk berubah. Komunikasi Strategi komunikasi menyebarkan informasi sepanjang waktu melalui saluran dalam sistem sosial. adopsi. maupun komunikasi tertulis.perubahan dalam tujuan strategis. pertemuan. 2). Data-based Strategi ini mengumpulkan dan menggunakan data untuk membuat perubahan sosial.tahap dalam perubahan Secara umum tahap tahap perubahan akan meliputi tiga tahap: persiapan. Persuasif Pemakaian penalaran. Berdasarkan langkah-langkah menurut Kurt Lewin dalam proses perubahan ditemukan banyak hambatan. Langkah instalasi merupakan periode percobaan terhada p perubahan yang merupakan preliminary testing terdapat dua konsekuensi dari langkah ini. Tahapan perubahan menurut Kurt Lewis Tahap Pembekuan (Refreezing) Tahap ini merupakan tahap pembekuan dimana seseorang yang mengadakan perubahan kelak mencapai tingkat atau tahapan yang baru dengan keseimbangan yang baru. dan internalisasi. perubahan dapat diadopsi untuk pengujian jangka panjang. 4). Tujuannya agar tercapai kesadaran akan pentingnya perubahan (change awareness). ruang dan struktur. sebaliknya persepsi positif yang melahirkan keputusan untuk memulai perubahan dan merupakan suatu bentuk komitmen untuk berubah.dan bujukan dilakukan untuk menyebabkan perubahan. dan komitmen. debat. perubahan gugur setelah implementasi pendahuluan yang mungkin disebabkan oleh masalah ekonomi-finansial –politik.

Tahapan perubahan menurut Lippit Teori Havelock Teori ini merupakan modifikasi dari teori Lewin dengan menekankan perencanaan yang akan mempengaruhi perubahan. Stabilisasi dan perbaikan diri sendiri. Memilih jalan keluar. 6). karena perubahan akan mengubah perilaku yang ada. Menolak: a. Enam tahap sebagai perubahan menurut Havelock. Jika perubahan menggunakan pendekatan pemecahan masalah maka harus diberitahukan mengenai dampak yang mungkin timbul akibat perubahan. Tidak menerima – tidak mendukung 3. Penolakan sering didasarkan pada ancaman terhadap keamanan dari individu. 1). Tahap Awareness Tahap ini merupakan tahap awal yang mempunyai arti bahwa dalam mengadakan perubahan diperlukan adanya kesadaran untuk berubah apabila tidak ada kesadaran untuk berubah. Langkah-langkah tersebut antara lain : 1). 4. Tahap Adoption Tahap ini merupakan tahap terakhir dari perubahan yaitu proses penerimaan terhadap sesuatu yang baru setelah dilakukan uji coba dan merasakan adanya manfaat dari sesuatu yang baru sehingga selalu mempertahankan hasil perubahan. Meningkatkan penerimaan. 2). Tahap Trial Tahap ini merupakan tahap uji coba terhadap sesuatu yang baru atau hasil perubahan dengan harapan sesuatu yang baru dapat diketahui hasilnya sesaui dengan kondisi atau situasi yang ada. Oleh karenanya timbullah perilaku tersebut. maka tidak mungkin tercipta suatu perubahan. Menolak perubahan atau mempertahankan status quo ketika berusaha melakukan perubahan. Menerima dan mendukung 2. 3). 5). apakah seseorang memandang perubahan sebagai suatu hal yang penting atau negatif. Mendiagnosis masalah. 4). Respon Terhadap Perubahan 1.kemampuan yang benar-benar ada dalam konsep perubahan sesuai dengan tahapan berubah. takut akan sesuatu yang tidak pasti (loss of predictability) b. Membangun suatu hubungan. Tahap perubahan Rogers E (1962) Menurut Rogers E untuk menandakan suatu perubahan perlu ada beberapa langkah yang ditempuh sehingga harapan atau tujuan akhir dari perubahan dapat tercapai. 2). 3). 4).Reaksi terhadap perubahan Bagi sebagian individu perubahan dapat dipandang sebagai suatu motivator dalam meningkatkan prestasi atau penghargaan. Timbulnya minat akan mendorong dan menguatkan kesadaran untuk berubah. Umumnya dalam perubahan sering muncul resistensi atau adanya penolakan terhadap perubahan dalam berbagai tingkat dari orang yang mengalami perubahan tersebut. 5). takut akan kehilangan pengaruh . bisa saja terjadi. Tahap Evaluasi Tahap ini terjadi penilaian tarhadap sesuatu yang baru agar tidak terjadi hambatan yang akan ditemukan selama mengadakanperubahan. Mendapatkan sumber-sumber yang berhubungan. Evaluasi ini dapat memudahkan tujua dan langkah dalam melakukan perubahan. . danmemudahkan untuk diterima oleh lingkungan. Karena perubahan bisa merupakan sumber stress. Tapi kadang-kadang perubahan juga dipandang sebagai sesuatu yang mengancam keberhasilan seseorang dan hilangnya penghargaan yang selama ini didapat. Tahap Interest Tahap yang kedua dalam mengadakan perubahan harus timbul perasaan minat terhadap perubahan yang selalu memperhatikan terhadap sesuatu yang baru dari perubahan yang dikenalkan.

Sedangkan perubahan sikap biasanya digerakkan oleh emosi dengan cara yang positif dan atau negatif. atau mendengarkan dosen. Pertama-tama anak buah diberikan pengetahuan. Tingkat kesulitan berikutnya adalah perilaku individu. takut akan kehilangan respect. Perubahan ini bersifat lambat atau secara evolusi. tetapi tetap tidak menerapkannya dalam perilakunya karena berbagai alasan. individual. Siklus perubahan partisipatif dapat digunakan oleh pemimpin dengan kekuasaan pribadi dan kebiasaan positif. Perilaku kelompok merupakan tahap yang paling sulit untuk diubah karena melibatkan banyak orang . . benefit e. dengan maksud mereka akan mengembangkan sikap positif pada subjek. Hersey dan Blanchard (1977) menyebutkan dan mendiskusikan empat tingkatan perubahan. Perubahan yang terjadi tertanam secara instrinsik dan bukan merupakan tuntutan eksterinsik. Jenis perubahan ini bersifat berubah-ubah. dan tradisi juga sangat sulit. takut kehilangan reward. Perintah disusun dan anak buah diharapkan untuk memenuhi dan mematuhinya. Disamping kita harus merubah banyak orang. Perubahan peratama dalam pengetahuan cenderung merupakan perubahan yang paling mudah dibuat karena bisa merupakan akibat dari membaca buku. misalnya merasa tidak nyaman dengan perilaku tersebut. kita juga harus mencoba mengubah kebiasaan adat istiadat.Perubahan dalam Keperawatan Dalam perkembangannya keperawatan juga mengalami proses perubahan seiring dengan kemajuan dan teknologi. Perubahan diarahkan atau paksaan Bertolak belakang dengan perubahan partisifatif. tetapi cenderung tahan lama karena anak buah umumnya menyakini apa yang merekan lakukan. posisi dan manajemen yang lebih tinggi memberikan tengatng aarah dan perilaku untuk system dari masalah : aktualnya seluruh organisasi dapat menjadi fokus. Ekologi perubahan Ada empat tingkat perubahan yang perlu diketahui yaitu pengetahuan. 6. takut akan kehilangan ketrampilan & proficiency d. perilaku. sikap. Alasan terjadinya perubahan dalam keperawatan antara lain:  Keperawatan Sebagai Profesi Keperawatan sebagai profesi yang diakui oleh masyarakat dalam memberikan pelayanan kesehatan melalui asuhan keperawatan tentu akan dituntut untuk selalu berubahkearah kemandirian dalam profesi keperawatan. Karenanya perubahan sikap akan lebih sulit dibandingkan dengan perubahan pengetahuan. Bila kita tinjau dari sikap yang mungkin muncul maka perubahan bisa kita tinjau dari dua sudut pandang yaitu perubahan partisipatif dan perubahan yang diarahkan. dukungan. takut gagal 5. Karena penelitian menduga bahwa orang berperilaku berdasarkan sikap-sikap mereka maka seorang pemimpin akan menginginkan bahwa hal ini memang benar. Sesudah berprilaku dalam cara tertentu maka orang-orang ini menjadi guru dan karenanya mempengaruhi orang lain untuk berperilaku sesuai dengan yang diharapkan. cenderung menghilang bila manajer tidak konsisten untuk menerapkannya. Harapan mengembangkan sikap positif tentang hal tersebut dan kemudian mendapatkan pengetahuan lebih lanjut. kasih sayang f.c. perubahan ini dilakukan dengan menggunakan kekuasaan. maka pemahaman tentang tingkat-tingkat perubahan dan siklus perubahan akan dapat berguna. tentang kekuatannya. sehingga sebagai profesi akan mengalami perubahan kearah professional dengan menunjukan agar profesi keperawatan diakui oleh profesi bidang kesehatan yang sejajar dalam pelayanan kesehatan. Perubahan Partisipatif akan terjadi bila perubahan berlanjut dari masalah pengetahuan ke perilaku kelompok. Setelah suatu masalah dianalisa. dan perilaku kelompok. Misalnya seorang manajer mungkin saja mengetahui dan mengerti bahwa keperawatan primer jauh lebih baik dibandingkan beberapa model asuhan keperawatan lainnya.

Dalam memberikan asuhan keperawatan secara jarak jauh maka diperlukan kebijakan umum kesehatan (terintegrasi) yang mengatur praktek. sesuai dengan lingkup praktek keperawatan.Berbagai issu dalam perkembangan keperawatan Telenursing akan berkaitan dengan issu aspek legal. Kegiatan telenursing mesti terintegrasi dengan startegi dan kebijakan pengembangan prakte keperawatan. etik dan profesionalisme. kerahasiaan pasien dan jaminan informasi yang diberikan.  Masyarakat Masyarakat yang dulunya kurang menyadari tentang pentingnya akan kebersihan lingkungan sekitar setelah ada salah seorang warga nya menderita penyakit DBD maka masyarakat mulai sadar dan mau berubah untuk meningkatkan pola hidup bersih. Keperawatan Sebagai Bentuk Pelayanan Asuhan Keperawatan Keperawatan sebagai bentuk pelayanan asuhan keperawatan professional yang diberikan kepada masyarakat akan terus memenuhi tuntutan kebutuhan masyarakat dengan mengadakan perubahan dalam penerapan model asuhan keperawatan yang tepat. dsb dalam kaitan telenursing masih dalam perdebatan dan sulit pemecahannya. 7. 8. dan di beberapa negara bagian di Amerika Serikat khususnya praktek telenursing dilarang (perawat yang online sebagai koordinator harus memiliki lisensi di setiap resindesi negara bagian dan pasien yang menerima telecare harus bersifat lokal) guna menghindari malpraktek perawat antar negara bagian.  Keperawatan Sebagai Ilmu Pengetahuan Keperawatan sebagai ilmu pengetahuan terus selalu berubah dan berkembang sejalan dengan tuntutan zama dan perubahan teknologi.  Keperawatan Sebagai Komunikasi Keperawatan sebagai komunikasi dalam masyarakat ilmiah harus selalu menunjukkan jiwa professional dalam tugas dan tanggung jawabnya dan selalu mengadakan perubahan sehingga citra sebagai profesi tetap bertahan dan berkembang.  Pelayanan keperawatan Pelayanan keperawatan di rumah sakit a yg dulunya kurang professional.Penerapan proses berubah Dalam:  Pendidikan Karena kemajuan zaman maka setiap periode tertentu dalam dunia pendidikan ada pergantian kurikulum untuk meningkatkan kualitas pendidikan. issu legal aspek seperti akontabilitas dan malprakatek. penyediaan pelayanan asuhan keperawatan dan sistem pendidikan dan pelatihan keperawatan yang menggunakan model informasi kesehatan/berbasis internet. maka dia bisatermotivasi untuk belajar lebih giat agar mendapat nilai b atau bahkan a. Perawat memiliki komitmen menyeluruh tentang perlunya mempertahankan privasi dan kerahasiaan pasien sesuai kode etik keperawatan. karena itu dituntut selalu mengadakan perubahan melalui penelitian keperawatan sehingga ilmu keperawatan diakui secara bersama oleh disiplin ilmu lain yang memiliki landasan yang kokoh dalam keilmuan.setelah pasien yg datang kesana menjadi sedikit maka rumah sakit tersebut akan melakukan perubahan dengan meningkatkan mutu pelayanan keperawatan yang lebih berkualitas lagi  Individu Mahasiswa yang dulunya malas belajar dan ketika ujian mendapat nilai d. maka terjadi perubahan dalam diri mahasiswa tersebut. Jaminan kerahasiaan dan jaminan pelayanan dari informasi kesehatan yang diberikan harus tetap terjaga . keamanan. peraturan etik dan kerahasiaan pasien sama seperti telehealth secara keseluruhan. Di banyak negara. yang secara fundamental mesti dilakukan dalam penerapan tehnologi dalam bidang kesehatan dalam merawat pasien adalah : 1. Beberapa hal terkait dengan isu ini. SOP/standar operasi prosedur.

Begitu juga dengan konsep perubahan. keamanan dan peraturan dan penyalah gunaan informasi dapat dikenakan hukuman/legal aspek Adapun isu lain nya adalah sbb:  Perubahan ekonomi  Kependudukan  Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kesehatan Keperawatan  Tuntutan profesi Keperawatan BAB III PENUTUP KESIMPULAN Konsep berubah merupakan bahan ajar yang memudahkan saya sebagai seorang mahasiswa perawat dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.sama tanpa mengesampingkan yang lainnya. melalui internet atau telepon) dan keuntungannya 3. gambar) dapat dikontrol dengan membuat informed consent (pernyataan persetujuan) lewat email Individu yang menyalahgunakan kerahasiaan. Sistem akan berjalan lancar apabila di gerakkan secara bersama. Karena dalam kehidupan kita di dunia ini kita harus senantiasa mengadakan perubahan menuju pada kehidupan yg lebih baik.2. Pasien yang mendapatkan intervensi melalui telehealth harus diinformasikan potensial resiko (seperti keterbatasan jaminan kerahasiaan informasi. . Diseminasi data pasien seperti identifikasi pasien (suara.

2008. Jakarta: Wikipedia. 2006. . Kozier dkk. Konsep Berubah.DAFTAR PUSTAKA Dafid. Edisi 4. Praktek Keperawatan Profesional.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful