MAKALAH

NILAI KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN PADA PILKADA

DISUSUN OLEH NAMA: ANDRE SULISTYO NIM: 4822 NPK: 27

dan kewajibanya dalam kehidup bermasyarakat.berbangsa.Oleh sebab itu .saran dan kritik yang membangun sangat saya harapkan.Dan pancasila merupakan pelajaran penting untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status. Semoga makalah ini dapat memberikan kontribusi positif dan bermakna dalam proses belajar. Yogyakarta.hak.hak.karena atas rahmat dan karunia yang telah diberikan.Manusia Indonesia sebagai warga negara dan warga masyarakat Indonesi mempunyai kedudukan. Semoga bermanfaat.dan bernegara.Yang memiliki nilai kedaulatan negara ada ditangan rakyat. yang berbunyi Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaran dan perwakilan.Dari lubuk hati yang paling dalam.pancasila merupakan pedoman hidup negara kita.oktober 2011 Penulis .Pimpinan kerakyatan adalah hikmat kebijaksanaan yang dilandasi akal sehat.Cukup sekian dan terima kasih.Masyarakat Indonesia juga diberi hak.hak apa saja seperti hak beragama.dan kewajiban yang sama. Salah satu pancasila yang saya bahas adalah sila ke4.serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia.sangat disadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna.pendidikan.memlih dan sebainya.KATA PENGANTAR Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa.saya dapat membuat dan menyelesaikan makalah ini.

sejahtera dan damai.Rakyat yang berdaulat akan memilih wakil-wakilnya yang diharapkan dapat memimpin dengan jujur dan adil.marilah kita salurkan hak pilih suara kita.yang dijadikan sebagai pedoman Bangsa Indonesia. Dengan ini.Dan susah payah untuk membebaskan diri dari belenggu penjajah.Kita diberi hak sebebas bebasnya untuk memilih.dengan musyawarah dan tanpa kekerasan. .memimpin Negara kita yang dulu menjadi perebutan penjajah. Maka dari itu ketika diadakan pemilihan diharapkan semua kalangan masyarakat berpartaisipasi atau ikut serta menyalurkan hak pilihnya dengan kata lain tidak Golput[Golongan putih] tidak memilih sama sekali.Yang nantinya dapat menjadikan Negaraa Indonesia lebih maju.Dan kita menjadi generasi pelurus bangsa ini yang telah merdeka dari penjajah.supaya kita dapat memilih seorang pemimpin yang layak untuk kita pilih.asuapan dan suruhan.Dengan pedoman inilah pancasila menjadi dasar kesatuan Indonesia.Negara yang demokratis dan maju.Tanpa paksaan .Menjadikan Negara kita.Menjaga.Ini juga merupakan perwujudan sebagai nilai pancasila.ikut berpartisipasi demi Negara kita.Karena dari suara rakyat diharapkan pemerintah mengetahui keinginan rakyat-rakyatnya.GOLPUT [Golongan putih] ABSTRAK Pemilihan merupakan suatu pemecahan masalah yang dilakukan dengan cara memilih bebas sesuai dengan kehendak kita. Pemilu juga dijadikan suatu pemecahan masalah yang dilakukan secara adil.

Melalui pemilihan umum. Dalam tatanan demokrasi. melalui pemilihan umum rakyat akan selalu dapat terlibat dalam proses politik dan secara langsung maupun tidak langsung menyatakan kedaulatan atas kekuasaan negara dan pemerintahan melalui wakil-wakilnya. akan tetapi hingga ditingkat pemilihan kepala daerah (Pilkada). Pemerintahan yang berkuasa sendiri merupakan hasil dari pilihan maupun bentukan para wakil rakyat tadi untuk menjalankan kekuasaan negara.BAB I PENDAHULUAN 1. Pemilihan umum di negara yang demokrastis dan berdasarkan pada Pancasila menjadi sebuah kebutuhan yang perlu diwujudkan dalam penyelenggaraan negara.Latar Belakang Pada masa reformasi. Oleh karena itu setiap warga negara sebaiknya ikut berpartisipasi dalam pelaksaan pemilihan umum dengan menyalurkan hak pilihya atau dengan kata lain tidak melakukan tindakan golput (Golongan Putih) yang juga merupakan suatu cara dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila khususnya sila keempat yang merupakan cita-cita bangsa dapat terwujud dalam penyelenggaraan berbangsa dan bernegara. pemilu juga menjadi mekanisme cara untuk memindahkan konflik kepentingan dari tataran masyarakat ke tataran badan perwakilan agar dapat diselesaikan secara damai dan adil sehingga kesatu didasarkan pada prisip bahwa dalam sistem an masyarakat tetap terjamin. isu tentang golput mulai disoroti kembali. Dengan demikian. Hal ini . rakyat yang berdaulat memilih wakil-wakilnya yang diharapkandapat memperjuangkan aspisari dan kepentinganya dalam suatu pemerintahan yang berkuasa. Tugas para wakil pemerintahan yang berkuasa adalah melakukan kontrol atau pengawasan terhadap pemerintah tersebut. ancaman golput kini semakin meluas tidak hanya ditingkat nasinal (pemilu).

Perumusan Masalah Dengan memperhatikan latar belakang tersebut. ketaatan. Untuk lebih mensosialisasikan hak pilih sebagai warga negara dalam pemilu yang demokratis dalam pancasia. Apakah faktor-faktor penyebab terjadinya tindakan golongan putih? 3. kesadaran. segala perbedaan atau pertentangan kepentingan di masyarakat tidak boleh diselesaikan dengan cara-cara kekerasan atau ancaman kekerasan.demokrasi dan berdasarkan nilai dasar dari pancasila terutama sila keempat yaitu nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Meningkatkan kesadaran berpartisipasi dalam pemilihan umum(pemilu) 3. kemampuan. mentalitas. agar dalam penulisan ini memperoleh hasil yang diinginkan. kebiasaan. . maka penulis mengemukakan beberapa rumusan masalah. Perumusan masalah itu adalah: 1. 2.Tujuan Tujuan dari penyususnan makalah ini antara lain: 1.watak dan hati nurani yang dijiwai oleh pancasila. Sejauh manakah pengamalan pancasila yang telah direalisasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara? 2. Untuk mendapatkan pengetahuan. melainkan melalui musyawarah. 2. Sejauh manakah pengetahuan mengenai pemilihan umum dalam sistem demokrasi? 3.

perikemanusiaan.kerekyatan.berdasarkan pengakuan ke-T uhan Yang M aha Esa.perikemanusiaan.XVI/MPR/1998 tentang Hak Asasi Manusia.perdamaian.kebangsaan.serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh Indonesia.Pendekatan secara yuridis a. .kerakyatan.Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia (1945) Dalam suatu susunan negara Republik Indonesia. d.Konstitusi Republik Indonesia Serikat (1949) Maka demi kami menyusun kemerdekaan kami itu dalam suatu piagam Negara yang berbentuk republik federasi.dan kemerdekaan dalam masyarakat dan negara hukum Indonesia Merdeka yang berdaulat sempurna. Pasal 2: Menugaskan kepada presiden Republik Indonesia dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia untuk meratifikasi instrumen perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hak Asasi Manusia.sepanjang tidak bertentangan dengan pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada:Ketuhanan Yang Maha Esa.berdasarkan pengakuan ke-Tuhan Yang Maha Esa.dan kerakyatan yang dipimpin pleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.dan keadilan sosial.persatuan Indonesia.kemanusiaan yang adil dan beradab.untuk mewujudkan kebahagiaan. c.dan keadilan sosial.Undang-Undang Dasar Semantera Republik Indonesia (1950) Maka demi ini menyusun kemerdekaan kami itu dalam suatu piagam Negara yang berbentuk Republik kestuan. b.kebangsaan.Ketetapan MPR RI NO.

setiap individu. artinya sanksi yang muncul lebih sebagai sanksi dari hati nurani atau masyarakat. Perilaku yang sesuai dalam melaksanakan nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijkasanaan dalam permusyawarata perwakilan diwujudkan dalam bentuk antara lain sebagai berikut: . pancasila diharapkan menjadi pedoman bangsaIndonesia dalam menjalani kehidupan bermasyarakat. baik dibidang legislatif. artinya pelaksanaan dalam pribadi setiap warga negara.Pengamalan secara objektif.eksekutif maupun yudikatif dan semua bidang kenegaraan terutama realisasinyadalam bentuk peraturan perundang-undangan negara Indonesia. artinya pelaksanaan dalam bentuk realisasi nilai-nilai pancasila pada setiap aspek penyelengaraan negara. 2.Pengamalan secara subkjetif.Pengamalan pancasila Sebagai pandangan hidup bangsa. Pelaksanaan pancasila secara subjektif membawa implikasi wajib moral. yaitu: 1. artinya ketidaktaaan pada pancasila dapat dikenai sanksi yangtegas secara hukum. berbangsa dan bernegara. Mewujudkan pengamalan pancasila oleh warga negara yang baik dalam penyelenggaraan negara dapat dilakukan dengan 2 cara. setiap penguasa dan setiap orang Indonesia.BAB II PEMBAHASAN 1. sedangkanpelaksanaan pancasila secara objektif sebagai dasar negara membawa implikasiwajibhukum. manusia harus mampu menjaga keseimbangan dan keselarasan dalam kedudukannya sebagai makhluk individu danmakhluk sosial. Didalam pancasila terdapat pedoman tingkah laku yang berintikan pada prinsip keselarasan dan keseimbangan dalam kehidupan. Oleh karena itu.

3 tahun 1999 tentang pemilihan umum: a.Dalam UU No.Bahwa berdasarkan UUD 1945.Menerima dan memperlakukan setiap orang Indonesia dengan persamaan hak dan kewajiban sebagai warga negara Indonesia.c. Dan ini adalah inti kehidupandemokrasi. banyak pengertian mengenai pemilihan umum.Bahwa pemilihan umum bukan hanya bertujuan untuk memilih wakil-wakil rakyat yang akan duduk dalam Lembaga Permusyawaratan/Perwakilan.Bahwa pemilihan umum merupakan sarana untuk mewujudkan kedaulatan rakyat dalam rangka keikutsertaan rakyat dalam penyelenggaraan pemerintahan negara. d. c.Dalam BAB I ketentuan umum pasal 1 ayat 1 disebutkan bahwa:”Pemilihan Umum adalah sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. negara Republik Indonesia adalah negara yang berkedaulatan rakyat. . Pemilu juga dapat dipahami sebagai berikut: 1.Mengikuti pemilihan umum e. 1. oleh rakyat dan untuk rakyat.Menghormati perbedaan keyakinan dan pendapat sesama .Mengikuti kegiatan dalam kehidupan berpolitik dan pemerintahan negara baik secara langsung maupun tidak langsung atas dasar persamaanhak dan kewajiban terhadap kesejahteraan umum.Mengutamakan musyawarah dalam pengambilan keputusan untuk kepentingan bersama serta melaksanakannya. 2 Pemilihan Umum (Pemilu) Dari berbagai sudut pandang. b.a.Tetapi intinya adalah pemilihan umum merupakan sarana untuk mewujudkan asaskedaulatan ditangan rakyat sehingga pada akhirnya akan tercipta suatu hubungankekekuasaan dari rakyat. melainkan jugamerupakan suatu sarana untuk mewujudkan penyusunan tata kehidupan negarayang dijiwai semangat Pancasila dan UUD 1945 dalam Negara KesatuanRepublik Indonesia. b.

Karena itu. kehendak ini hendaknya dinyatakan dalam pemilihan-pemilihan sejati(periodik) yang bersifat umum dengan hak pilih yang sama dan hendaknya diadakandenagan pemungutan suara rahasia atau melalui prosedur pemungutan suara bebas. Pernyataan kedaulatan rakyat tersebutdiwujudkan dalam proses pelibatan masyarakat untuk menentukan siapa-siapa sajayang harus menjalankan dan disisi lain mengawasi pemerintahan negara. 3. Pasca perang dunia II atau dalam negara modern sekarangini akan sulit jika dilakukan pemilihan secara langsung karena masalah ruang. Sifat langsung ini dapat terselenggarakarena bersifat sederhana.2.Pemilihan umum merupakan perwujudan nyata demokrasi dalam praktek bernegara masa kini (modern) karena menjadi sarana utama bagi rakyat untuk menyatakankedaulatannya atas negara dan pemerintah. dalam ayat 3 ditegaskan asas untuk mewujudkan kedaulatan rakyat yang melandasi kewenangan dan tindakan pemeritahsuatu negara. 4.fungsi utama bagi rakyat adalah”Untuk memilih dan melakukan pengawasanwakil-wakil mereka”. waktudan biaya. Selanjutnya untuk mendukung ayat-ayat tersebut. Dalam pemilihan umum rakyat memilih wakil-wakil dalam parlemen untuk kemudian diharapkan dapat memperjuangkan aspirasinya. bebas dan rahasia. yaitu “Kehendak rakyat hendaknya menjadi dasar kewenanganpemerintah.Dalam pernyataan umum hak asasi manusia PBB pasal 21 ayat 1 dinyatakan bahwa “Setiap orang mempunyai hak untuk mengambil bagian dalam pemerintahan negerinya. umum.Pemilihan umum merupakan manifestasi konkret dari kedaulatan rakyat. secara langsung atau melalui wakil-wakilnya yang dipilih secara bebas”. Pada pemerintahan kota Yunani kunopernah dilakukan demokrasi langsung. artinya hak untuk membuat keputusan-keputusan politik dijalankan secara langsung oleh seluruh warga negara yangbertindak berdasarkan prosedur mayoritas. Dan juga merupakan penegasan asas demokrasi yaitu bahwa kedaulatan rakyat harusmenjadi dasar bagi kewenangan pemerintah dan kedaulatan rakyat melalui suatupemilihan umum yang langsung. Maka banyak negara yang menganut paham .

Dalam ilmu politik ada 2 prinsip utama pelaksanaaan sistem pemilihan umum. Jumlah wakil yang dudu di DPR tergantungdari perolehan suara hasil pemilu. Setiap sistem efektif dandemokratis jika diselengggarakan secara Luber dan Jurdil. Arogansi seperti inidianggap menyimpang dari nilai dan kaidah demokrasi di mana kekuasaan sepenuhnya ada ditangan rakyat yang memilih. Pemilu sering dikatakan sebagai ujung tombak pelaksanaan sistem demokrasi. bagian yang dicoblos bukan pada tanda gamabar partai . Baik sistem distrik maupun proporsional keduanyamempunyai kelebihan dan kekurangan. 3 Golongan Putih (Golput) Istilah golongan putih atau golput pertama kali muncul menjelang pemilu 1971. Arogansi ini ditunjukan denganmemaksakan dalam bentuk ancaman seluruh jajaran aparatur pemerintahan termasukkeluarga untuk sepenuhnya memberikan pilihan kepada Golkar. Ketika melakukan pencoblosan .demokrasi dalam plaksanaan pemilu memilih menggunakan sistem perwakilan. Istilahini sengaja dimunculkan oleh Arief Budiman dan kawan-kawannya sebagai bentukperlawanan terhadap arogansi pemerintah dan ABRI (sekarang TNI) yang sepenuhnyamemberikan dukungan politis kepada Golkar.Sedangkan pada sistem perwakilan berimbang suatu negara dipecah-pecah ke dalam daerah pemilihan. yakni pemilihan umum menggunakan sistem distrik dan proporsional atau sistem perwakilan berimbang. Setiap daerah memilih sejumlah wakil sesuai dengan jumlah penduduk yang ada dalam daerah pemilihan tersebut. Setiap distrik mempunyai satu wakil dari masing-masing parpol kontestan pemilu. Pada sistem distrik jumlah wakil rakyat dalam DPR ditentukan berdasarkan jumlah distrik. Arief Budiman mengajak masyarakat untuk menjadi golput dengan cara tetap mendatangi tempat Pemungutan suara (TPS). Hal ini karena dalam pemilu setiap warga negara dapat mengapresiasikan hak suaranya untuk memilih wakil yang dipercayai mewakili lembaga legislatif. Ketika itu.

Sedangkan pada masa reformasi yang lebih demokratis. makakertas suara tersebut dianggap tidak sah. ajakan golput dimaksudkan sebagai bentuk perlawananpolitik terhadap arogansi pemerintah/ABRI yang dianggap tidak menunjang asas demokrasi. Sehingga mengakibatkan kertas suara yang tidak digunakan tadidianggap tidak sah. Dan juga dengan cara menolak untuk didaftarkan namanya sebagai calon pemilih. Dalam perkembanganya. maka pemilih tidak mencoblos pada tempat yang disediakan sehinggga kartu suaradinyatakan tidak sah. Maksudnya tidak mencoblos tepat pada tanda gambar yang dipilih.politik akan tetapi pada bagian yang berwarna putih. pengertian golputmerupakan bentuk dari fenomena dalam demokrasi. dengan menolak untuk dilakukan pendataan ulang . Ada perbedaan fenomena golput pada masa politik di orde baru dan masa politi di era reformasi. bahkan di negara yangsudah maju demokrsinya. keputusan untuk tidak memilih (golput) ternyata semakin rumit. Dari pengertian ini. Para pemilih dikatakan golput apabila keputusan untuk tidak memilih salah satu dari kontestan yang tersedia pada kertas suara ketika dilakukan pemungutan suara. Apabila cara untuk memilih dilakukan dengan mencoblos logo/foto. Dimasa orde baru. golput adalah fenomena dalam demokrasi. Di negara manapun yang menjalankan sistem demokrasi. Jika untuk memilih digunakan dengan memberikan coretan atau tanda centang. maka pemilih tidak memberikan tanda centang atau memberikan tandacentang bukan pada tempat yang disediakan sehingga kartu suara menjadi tidak sah. artinya jika coblosan tidak tepat pada tanda gambar. Seorang pemilih bersikap tidak memilih dengan cara tidak menghadiri bilik suara atau TPS pada waktu yang telah ditentukan (jadwal pencoblosan) walaupun telah terdaftarsebagai pemilih. Golongan Putih(Golput) selalu ada pada setiap pesta demokrasi dimanapun terutama yang menggunakansistem pemilihan langsung. Para pemilih dikatakan mengambil sikap golput tetap hadir danmelakukan proses pemilihan sesuai dengan tata cara yang berlaku.

yang bersifat tetap.XVIII/MPR/1998 tersebut berbunyi “Pancasila sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan UUD 1945 adalah dasar negara dari Negara Kesatuan Republlik Indonesia yang harus dilaksanakan secara konsisten dalam kehidupan bernegara. Pancasila merupakan nilai luhur bangsa Indonesia. Pasal 1 Ketetapan MPR No. Pengalamansejarah telah membuktikan bahwa sebagai nilai bangsa. oleh rakyat dan untuk rakyat dengan cara musyawarah mufakat melalui lembaga- .atau tidak mengisiformulir calon pemilih. Berdasarkan ketetapan MPR No. ukuran petunjuk. atau tuntunan yang nyata bagi tingkah laku para pendukungnya. Nilai-nilai pancasila memang merupakan cita-cita bangsa yaitu kita meginginkanmasyarakat Indonesia yang adil dan makmur yang selaras dan berdasarkan pada nilai-nilaiPancasila. Artinya bahwa tingkah laku yang sesuai dengan ukuran itu berarti baik dan tingkah laku yang tidak sesuai berarti tidak baik. menjadi milik dan berkembang bersama dengan bangsa Indonesia sejak dahulu kala. standar. Nilai dasar tersebut khususnya nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Pancasila yang merupakan nilai luhur bangsa Indonesia yang bersifat tetap itu mengoperasionalkan bentuk norma. Pancasila mampu bertahan dariberbagai ujian yang datang dari negara lain. Hal itu disebabkan karena nilai Pancasila sudah menjadikepribadian bangsa Indonesia sehingga menjiwai dan mewarnai segi peri kehidupan bangsa Indonesia. Pancasila berisi lima sila yang pada hakikatnya berisi lima nilai dasar yang fundamental. yaitu seluruh warga negara Indonesia. mengandung makna suatu pemerintahan dari rakyat. Sehinggga namanya tidak tercantum dalam daftar pemilih resmi. kita harus melaksanakan pancasila secara konsisten dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. merupakan nilai luhur bangsa Indonesia. 4 Golput Pemilu Terhadap Pancasila Pancasila dengan lima silanya.XVIII/MPR/1998.

Berdasar nilai ini maka diakui paham demokrasi yang lebih mengutamakan pengambilan keputusan melalui musyawarah mufakat.lembaga perwakilan. setiap warga negara yang melakukan tindakan golput (Golongan Putih) dalam pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) berarti tindakannya tidak sesuai dengan nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan dan tidak mengamalkan pancasila secara subjektif yaitu tidak melaksanakan norma-norma moral yang bersumberkan pada nilai-nilai Pancasila. Dimana setiap warga negara seharusnya mengikuti pemilihan umum dengan menyalurkan hak pilihnya guna mencapai tujuan bersama yang berasaskan demokrasi dan terciptanya pengamalan penyelenggaraan berbangsa dan bernegara sesuai dengan Pancasila sebagai cita-cita luhur bangsa Indonesia yang diamanatkan dalam pembukaan UUD 1945. Berdasarkan nilai-nilai Pancasila tersebut. .

begitu pula dalam sila keempat yang mewajibkan untuk ikut serta dalam kehidupan politik serta pemerintahan negara. maka sudah sewajarnya cita-cita itu diwujudkan dalam pengamalan penyelengggaran bernegara. Sebagai cita-cita luhur bangsa. Sehingga terciptanya Pancasila yang kokoh dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.BAB III PENUTUP 1 Kesimpulan Pancasila yang merupakan cita-cita luhur bangsa sebagaimana yang diamanatkan dalam pembukaan UUD 1945. . Pancasila mengandung nilai-nilai moral yang pada hakikatnya merupakan kesatuan moral bangsa Indonesia. Pancasila sebagai dasar falsafah negara berarti bahwa moral bangsa telah menjadi moral negara yaitu mengikat negara sekaligus mengandung arti telah menjadi sumber tertib negara dan sumber tertib hukum serta jiwa seluruh kegiatan negara dalam aspek kehidupan negara. Pancasila merupakan moral individu bangsa Indonesia dan karena telah ditetapkan sebagai dasar negara maka Pancasila sekaligus menjadi moral negara. Pancasila sebagai cita-cita bangsa perlu diamalkan dalam penyelenggaraan berbangsa dan bernegara. Dalam pelaksanaan pemilihan umum yang merupakan sarana untuk mewujudkankedaulatan rakyat dalam rangka keikutsertaan rakyat dalam penyelenggaraanpemerintahan negara. maka sebagai warga negara Indonesia yang taat pada Pancasila dapat ikut serta dalam pemilihan umum dan tidak melakukan tindakan goput (golonganputih). Sebagai moral individu mengatur sikap dan tingkah lakuorang perorang.

Dimana kerakyatan mengandung arti sistem demokrasi.Saran.2. sehinggga dapat mewujudkan pengamalan pancasila yang berbunyi kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. . Dalam pemilu yang akan datang diharapkan semua warga negara ikut berpartisipasi memberikan hak pilihnya.Dalam Pelaksanaan pemerintahan yang demokratis harus bermusyawarah untuk mencapai mufakat.

DR.S.Jakarta.”Bunga Rampai Amanat Jilid I”..2001 Deden Faturohman dan Wawan Subari.REFERENSI Anwary.Penerbit Institute of socio Ekonomics and politicals Studies”.”Pengantar Ilmu Politik”.malang..Penerbit Universitas Muhammadiah Malang 2002 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful