Manajemen mutu merupakan sebuah filsafat dan budaya organisasi yang menekankan kepada upaya menciptakan mutu yang

konstan melalui setiap aspek dalam kegiatan organisasi. Manajemen mutu membutuhkan pemahaman mengenai sifat mutu dan sifat sistem mutu serta komitmen manajemen untuk bekerja dalm berbagai cara. Manajemen mutu sangat memerlukan figure pemimpin yang mampu memotivasi agar seluruh anggota dalam organisai dapat memberikan konstribusi semaksimal mungkin kepada organisasi. Hal tersebut dapat dibangkitkan melalui pemahaman dan penjiwaan secara sadar bahwa mutu suatu produk atau jasa tidak hanya menjadi tanggung jawab pimpinan, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh anggota dalam organisasi. Pengertian Mutu Dugaan dan penafsiran yang sering timbul bahwa "mutu" diartikan sebagai sesuatu yang : - Unggul dan bermutu tinggi - Mahal harganya - Kelas, tingkat atau bernilai tinggi Dugaan dan penafsiran tersebut di atas kurang tepat untuk dijadikan dasar dalam menganalisa dan menilai mutu suatu produk atau pelayanan. Tidak jauh berbeda dengan kebiasan mendefinisikan "mutu" dengan cara membandingkan satu produk dengan produklainnya. Misalnya jam tangan Seiko lebih baik dari jam tangan Alba. Kedua pengertian mutu tersebut pada dasarnya mengartikan tingkat keseragaman yang dapat diramalkan dan diandalkan, disesuaikan dengan kebutuhan serta dapat diterima oleh pelanggan (custumer). Secara singkat mutu dapat diartikan: kesesuaian penggunaan atau kesesuaian tujuan atau kepuasan pelanggan atau pemenuhan terhadap persyaratan. Mutu Harus Berfokus pada Kebutuhan Pelanggan Prinsip mutu, yaitu memenuhi kepuasan pelanggan (customer satisfaction). Dalam manajemen mutu, pelanggan dibedakan menjadi dua, yaitu: - Pelanggan internal (di dalam organisasi) - Pelanggan eksternak (di luar organisasi) Pada pengertian manajemen tradisional, yang dimaksud pelanggan adalah pelanggan eksternal (di luar organisasi). Mengapa pelanggan internal menjadi perhatian manajemen mutu? Jawabnya, adalah apabila pribadi yang ada di dalam organisasi tersebut dilayani dengan baik, otomatis mereka akan melayani pelanggan eksternal secara baik pula.

2. 5. bukan hanya pada hasil out put . Kepala Sekolah selalu puas terhadap hasil kerja guru dan guru selalu menanggapi keinginan siswa. Pencapaian mutu yang diinginkan memerlukan kesepakatan dan partisipasi seluruh anggota organisasi. missal guru. Prinsip dasar manajemen mutu terdiri dari 8 butir. sedangkan tanggung jawab manajemen mutu ada pada pimpinan puncak. PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN MUTU Manajemen mutu adalah aspek dari seluruh fungsi manajemen yang menetapkan dan melaksanakan kebijakan mutu. 6. 3. Setiap orang memiliki pelanggan Setiap orang bekerja dalam sebuah sistem Semua sistem menunjukkan variasi Mutu bukan pengeluaran biaya tetapi investasi Peningkatan mutu harus dilakukan sesuai perencanaan Peningkatan mutu harus menjadi pandangan hidup Manajemen berdasarkan fakta dan data Fokus pengendalian (control) pada proses. 7. sebagai berikut: 1. diperlukan prinsip-prinsip dasar yang kuat. Dalam arti bahwa pelanggan internal. 4. 8.Organisasi dikatakan bermutu apabila kebutuhan pelanggan bisa dipenuhi dengan baik. selalu mendapat pelayanan yang memuaskan dari petugas TU. Untuk melaksanakan manajemen mutu dengan baik dan menuju keberhasilan.

menerima. adanya perubahan yang akan memberikan nilai tambah #2. Segara garis besar yang dikatakan eksternal adalah semua orang diluar perusahaan termasuk pembeli. Proses Urutan aktivitas yang tegabung untuk menghasilkan suatu Produk yang mempunyai nilai kepada pelanggan. pemerintah dan masyarakat disebut pelanggan eksternal dan dalam lingkup yang lebih kecil Rekan kerja yang menerima produk dari . sebelum kita akan bicara lebih lanjut tentang QMS sebaiknya perlu pemahaman dahulu terhadap Konsep Mutu. Definisi Mutu : Mutu Berarti kita mengerti. Produk Output suatu proses yang meliputi :    Barang : Produk yang memiliki karakteristik fisik Informasi : Produk yang bersifat laporan. Instruksi Jasa : Pekerjaan yang dilakukan #3. dan pelanggan dapat dibedakan menjadi 2 yaitu :  Pelanggan Eksternal. Pelanggan Semua orang yang menerima produk dari suatu proses. Saran.Dalam Penerapan Quality Management System (QMS) pastinya tidak akan pernah lepas dengan istilah “Mutu”. memenuhi dan melebihi harapan pelanggan secara terus menerus Apa saja yang menjadi Konsep Mutu? Konsep mutu yang dimaksudkan adalah meliputi : #1.

Warehouse danProduksi adalah salah satu kesatuan internal Dept. termasuk supplier. Factory. Purchasing. semua orang diluar perusahaan. Semua orang di dalam perusahaan yang menerima produk dari rekan kerja yang lain di perusahaan atau dari pelanggan eksternal (keterkaitan dengan Bagian). Pemasok Semua orang yang memasok produk dalam suatu proses :  Pemasok Eksternal. semua orang di daln perusahaan yang menghasilkan produk untuk rekan kerja yang lain di perusahaan (keterkaitan antar bagian). Karakteristik mutu Berikut artikel selanjutnya Keberhasilan Implementasi QMS . Dept. Factory memiliki Div. R&D adalah Ekternal dari Dept. Factory). hasil kerja kita dalam satu lingkup organisasi juga bisa dikatakan dengan pelanggan eksternal (Contoh : Dept. Pelanggan Internal. PPIC. #4. pemerintah dan masyarakat yang memasok produk  2  Pemasok Internal. Sedangkan Dept. #5.

Kemampuan untuk memuaskan kebutuhan yang dinyatakan dapat diterjemahkan sebagai kesesuaian dengan spesifikasi. Secara umum. harga yang pantas dan waktu yang tepat.aman .lebih baik dari kompetitor Mutu yang terdapat diatas secara formal didefinisikan oleh ISO 8402: 1994 sebagai: "Keseluruhan gambaran dan karakteristik dari sesuatu yang mempunyai kemampuan untuk memuaskan kebutuhan yang dinyatakan atau yang tersirat". Terlihat dibawah ini adalah beberapa dari garis besar tapi sama dengan definisi yang benar tentang mutu dari pandangan yang berbeda. baik dalam prosesnya membeli atau menjual barang atau jasa.kepuasan pelanggan . Pengertian Mutu .kecocokan dengan pemakaian/tujuan pelanggan .pengiriman yang tepat waktu .Tentang Penulis : Lebih dari 8 (delapan) tahun bekerja di berbagai perusahaan scoope Food Industry di bagian Quality System / Assurance / Produksi. Penerimaan akan mutu yang semakin meningkat oleh produsen barang atau jasa sebagai suatu kepentingan untuk tetap bersaing di pasaran. tempat yang tepat. mutu bisa berarti: .kesesuaian dengan permintaan yang spesifik .sesuai harapan .dapat diandalkan Untuk konsumen (baik sebagai individu atau perusahaan).konsisten . secara konsisten diartikan sebagai: . Kata ini sepertinya merupakan pengertian secara universal.sesuai dengan spesifikasi produk/jasa . Kemampuan untuk memuaskan kebutuhan yang tersirat dapat diterjemahkan sebagai kecocokan dengan tujuan.kredibilitas/kepercayaan diri . mutu biasanya diartikan sebagai: ..barang yang sesuai. ingin berbagi pengetahuan dan pengalaman… Definisi Mutu Kata „Mutu‟ selalu berhubungan dengan pikiran seseorang.kecocokan dalam penggunaan .nilai uang . tapi ketika diminta untuk mendefinisikan „apa itu mutu?' tiap definisinya bervariasi tergantung posisi seseorang (apakah ia pembeli atau penjual) dan pengertian orang tersebut tentang barang atau jasa dipertanyakan.

untuk memberikan kepercayaan yang cukup bahwa sesuatu dapat memenuhi persyaratan akan mutu”. pengukuran dan pengujian yang bertujuan untuk pengendalian bahan.hanya dapat dijamin melalui perencanaan yang matang dan kerja keras dari seluruh staf di dalam organisasi. kontrol terhadap ketidaksesuaian. . oleh karena itu harus memulai dengan benar sejak tahapan awal dari suatu operasi bisnis untuk menjamin bahwa proses akan menambah nilai bukan biaya. dan didemonstrasikan bila diperlukan." ISO 8402: 94. ISO 8402 : 1994 mendefinisikan "jaminan mutu sebagai: "Semua aktivitas yang terencana dan sistematis yang diterapkan di dalam sistem mutu. Syarat "pengendalian mutu" didefinisikan sebagai: "Teknik-teknik dan aktivitas operasional yang digunakan untuk memenuhi persyaratan untuk mutu. produk dan menghilangkan sebab-sebab dari hasil kerja yang tidak memuaskan pada tahap awal yang paling memungkinkan dari operasi bisnis. training. Untuk itu jaminan mutu membutuhkan evaluasi yang berkelanjutan terhadap faktor-faktor yang . Pencegahan akan melibatkan perencanaan." Di dalam sebuah organisasi pengendalian mutu berarti kegiatan verifikasi. istilah-istilah yang biasanya berhubungan dengan atau berkaitan dengan mutu adalah "pengendalian mutu". semua karyawan harus mengerti dan mengimplementasikan konsep bahwa: . . tidak hanya staf mutu dan pimpinan. "In process QC (Pemeriksaan selama proses)" dan "outgoing QC (Pemeriksaan Akhir)".mutu adalah mengerti dan menterjemahkan permintaan pelanggan kepada suatu definisi tingkatan mutu dan untuk memproduksi barang/produk atau menyediakan jasa yang sesuai dengan permintaan pelanggan. Untuk menyediakan jaminan mutu. untuk mutu harus datang dari pihak manajemen puncak. sebuah organisasi harus menempatkan sistem manajemen mutu pada tempatnya agar dipastikan bahwa setiap aktivitas dijalankan secara sistematis dan sesuai rencana. Istilah-istilah yang Berhubungan dengan Mutu Dalam perindustrian.Ketika pihak manajemen suatu organisasi mengerti definisi mutu dari konsumen dan berniat untuk dimengerti sebagai produsen barang atau jasa yang bermutu. kalibrasi. .mutu adalah mengenai peningkatan yang berkelanjutan dan organisasi harus secara konstan menyadari adanya perubahan/ perkembangan baru dan peningkatan secara terus-menerus untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan pelanggan yang selalu berubah. dirancang dan dibangun ke dalam suatu produk atau jasa yang mana mutu tidak dapat diinspeksi di dalam produk atau jasa.mutu adalah mengenai pencegahan bukan mendeteksi kesalahan. inspeksi.mutu harus direncanakan. Aktivitas pengendalian mutu yang umum dikenal adalah "Incoming QC (Pemeriksaan Awal)". audit mutu internal dan tindakan perbaikan. . . proses. "jaminan mutu" dan "sistem mutu".adalah tanggung jawab dari semua karyawan. Syarat umum lainnya yang bisa dipertukarkan atau pada tempat "pengendalian mutu" yang sering dipakai adalah "jaminan mutu". inspeksi/uji.

Di Indonesia. Ada beberapa prinsip-prinsip fundamental yang mendasari pendekatan semacam itu. TQM pertama kali diperkenalkan pada tahun 1980-an dan sekarang cukup populer di sektor swasta khususnya dengan adanya program ISO 9000. termasuk perencanaan. baik di lembaga pemerintah maupun lembaga nirlaba. Pendekatan ini berusaha untuk melibatkan semua pihak terkait dan memastikan bahwa pengalaman dan ide-ide mereka memiliki sumbangan dalam pengembangan mutu. pemberian arahan. penugasan. perekrutan staf. seperti mempromosikan lingkungan yang berfokus pada mutu. strukturisasi dan penyusunan anggaran.dimana terdapat komunikasi terbuka dan rasa kepemilikan pegawai . begitu pula dengan verifikasi bahan. menguatkan masyarakat lokal dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. pemotongan anggaran serta krisis ekonomi. 22 1999 (mencakup kepemerintahan daerah) memiliki potensi untuk mentransformasi cara pemberian pelayanan oleh pemerintah secara dramatis. Sumber: http://id. Indonesia kini berada dalam periode transisi. Meskipun akar TQM berasal dari modelmodel perusahaan dan industri. Namun kini keadaan sudah berubah. UU No. Konsep manajemen ini membuka jalan menuju paradigma berpikir baru yang memberi penekanan pada kepuasan pelanggan.mempengaruhi kesesuaian rancangan atau spesifikasi dengan tujuan-tujuan yang terencana. dan pemberdayaan pegawai. produk dan pelayanan sebuah organisasi secara sistematik dan berkesinambungan. juga memiliki dampak terhadap cara pemerintah menyediakan pelayanan. Di masa lampau. proses dan audit sistem untuk memberikan jaminan mutu. . Tetapi TQM kurang begitu dikenal di sektor publik. TQM memperkenalkan pengembangan proses. Masa transisi ini berlangsung dalam masa krisis ekonomi dan restrukturasi yang memaksa pemerintah untuk mengeksplorasi modelmodel pengadaan pelayanan alternatif. pelatihan dn pendidikan terus menerus. Faktor-faktor yang menyebabkan lahirnya "perubahan paradigma" adalah menajamnya persaingan.shvoong. inovasi dan peningkatan mutu pelayanan secara berkesinambungan. Sebenarnya. ketidak-puasan pelanggan terhadap mutu pelayanan dan produk.sistem penghargaan dan pengakuan. dimana pemerintah daerah berada dalam proses menerima otonomi daerah. . Banyak perusahaan terkemuka dan perusahaan milik negara telah mengadopsi TQM sebagai bagian dari strategi mereka untuk kompetitif baik di tingkat nasional mupun internasional. faktor-faktor yang mendorong sektor swasta untuk beradaptasi dengan konsep ini.com/business-management/technology-operationsmanagement/2058326-konsep-mutu/#ixzz1onDFOTuG Total Quality Management (TQM) atau Manajemen Mutu Menyeluruh adalah suatu konsep manajemen yang telah dikembangkan sejak lima puluh tahun lalu dari berbagai praktek manajemen serta usaha peningkatan dan pengembangan produktivitas. literatur manajemen berfokus pada fungsi-fungsi kontrol kelembagaan. UU ini bertujuan untuk memberdayakan pemerintah daerah. pengorganisasian. Dalam konteks inilah terdapat peluang yang berharga untuk memperkenalkan dan melaksanakan TQM. namun kini penggunaannya telah merambah sturuktur manajemen. dari gaya pemerintahan otoriter yang sangat sentralistik menuju ke gaya pemerintahan bottom-up yang desentralistik.

Science. tidak jelasnya visi dan misi. tetapi lebih sering terdapat pada sistem yang lebih besar. Juru Kesehatan Hewan Masyarakat memenuhi kebutuhan para petani terhadap perawatan kesehatan hewan dengan biaya terjangkau. Selain hambatan-hambatan yang berada di luar ruang lingkup sebuah organisasi. Erch .Dalam pengalaman DELIVERI di sektor peternakan. . peraturan dan anggaran berada di luar kekuasaan organisasi sektor publik. sistem pendidikan. 2007 4 Comments Perkembangan mutu terpadu pada mulanya sebagai suatu system perkembangan di Amerika Serikat.lembaga publik untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Business. personalia. proses kerja. sistem administrasi. penolakan terhadap perubahan dan lemahnya komitmen di kalangan manajer senior untuk menerapkan TQM. Medicine and Pharmacy Book Anda mungkin juga meminati:  Tugas I Pengendalian kualitas (Quality Control)  Life Cycle Blog  Info Scholarship MTI UII Yogyakarta LinkWithin article engineer Friday.Free Download Engineering. terdapat kendala lain yang khas di setiap organisasi. predisposisi pegawai dan praktek-praktek manajemen berpotensi untuk menjadi penghambat perubahan. khususnya masyarakat bisnis. Hal ini mestinya menjadi bagian dari suatu strategi untuk meningkatkan komitmen lembaga. Terkadang kekuasaan paling penting di sektor publik tidak ditemukan dalam organisasi. karena budaya suatu organisasi sangatlah sulit untuk dirubah. Namun demikian. Namun. Buah pikiran mereka pada mulanya kurang diperhatikan oleh masyarakat. Faktor-faktor yang membentuk budaya organisasi seperti struktur kekuasaan. Sebagai contoh. Potensi keberhasilan TQM sudah nampak dan dampaknya pun bisa diperlihatkan. Adapun konsep-konsep mereka tentang mutu terpadu secara garis besar dapat dikemukakan berikut ini. penerapan TQM adalah suatu proses jangka panjang dan berlangsung terus menerus. beberapa dari mereka merupakan pemegang kunci dalam pengenalan dan pengembangan konsep mutu. Evaluasi terhadap pelaksanaan TQM mengidentifikasi peningkatan tingkat kepuasan pelanggan dan kualitas pelayanan pada program inseminasi buatan di Kabupaten Bulukumba dan Barru. Di Minahasa. kepemimpinan. seperti kurangnya akuntabilitas terhadap pelanggan. TQM telah memainkan peran penting dalam merubah perilaku dari tingkat petani hingga tingkat manajemen senior. Computer. April 6. Sejak 1980 keterlibatan mereka dalam manajemen terpadu telah dihargai di seluruh dunia. sekarang yang dibutuhkan adalah keputusan untuk melaksanakan TQM.

F.Only senior managers determine the market in which the firm will participate and what product or service will be solved. .Quality is primarily the result of senior management actions and not the results of actions taken by workers. . Dalam bukunya tersebut Taylor menjelaskan beberapa elemen tentang teori manajemen.1.Penalti yang merupakan kerugian bagi pekerjaan yang tidak mencapai sasaran yang telah ditentukan (personal loss). Taylor memisahkan perencanaan dari perbaikan kerja. Shewart (1891-1967) Seorang ahli statistik yang bekerja pada “Bell Labs” selama periode 1920-1930. Katanya “Quality is not determined on theshop floor but in the executive suite”.Pekerjaan harus memiliki peralatan yang standar untuk menyelesaikan tugas yang menjadi bagiannya. . yaitu sebagai berikut. . Dalam bukunya The Economic Control of Quality Manufactured Products. . Juran Ia mengunjungi Jepang pada tahun 1945. . select the equipment and tools that worekers use. Pendekatan Deming dapat disimpulkan sebagai berikut. diperoleh suatu kontribusi yang menonjol dalam usaha untuk memperbaiki mutu barang hasil pengolahan.Bonus dan intensif wajar diberikan kepada yang berprestasi maksimal. Taylor (1856-1915) Seorang insiyur mengembangkan satu seri konsep yang merupakan dasar dari pembagian kerja (devision of work). 3. Edward Deming Lahir tahun 1900 dan mendapat Ph.The system of work that determines how work is performed and only managers cancreate system. untuk memilih produk mana yang memenuhi mutu dan tidak. 2. Dia mengatakan bahwa variasi terjadi pada setiap segi pengolahan dan variasi dapat dimengerti melalui penggunaan alat statistik yang sederhana. yaitu kedua sarjana ahli dalam bidang statistik. Analisis dengan pendekatan gerak dan waktu (time and motion study) untuk pekerjaan manual memperoleh gelar “Bapak Manajemen Ilmiah” (The Father of Scientific Management). Di Jepang Juran membantu pimpinan Jepang di dalam . Pada 1950 beliau diundang oleh “The Union to Japanese Scientists and Engineers (JUSE)” untuk memberikan ceramah tentang mutu. Dengan demikian. and provide the plant and environment necessary to achieve quality.Sampling dan probabilitas digunakan untuk membuat control chart untuk memudahkan para pemeriksa mutu. Prof. provide training to workers. pada 1972 sangat menyadari bahwa ia telah memberikan pelajaran tentang pengendalian mutu secara statistik kepada para insinyur bukan kepada para manajer yang mempunyai wewenang untuk memutuskan. D. Penemuan Shewhart sangat menarik bagi Deming dan Juran.Only manager can allocate resources.Setiap orang harus mempunyai tugas yang jelas dan harus diselesaikan dalam satu hari . 4. dia memisahkan pekerjaan dari tanggung jawab untuk memperbaiki kerja.W. Hal ini berarti bahwa tanpa keterlibatan pimpinan secara aktif tidak mungkin tercapai manajemen mutu terpadu. .

cost. Kini sampailah pada pengertian mutu yang diambil dari “America Society for Quality Control” yang mengatakan Quality is the totality of features and characteristics of a product or service that bear on its ability to satisty stated of implied needs (Kotler : 1994).menstrukturisasi industri sehingga mampu mengekspor produk ke pasar dunia. yaitu suatu proses di mana mekanisme yang sudah mapan dipertahankan sehingga mutu dapat dicapai berkelanjutan. 1. Conformance: sejauh mana produk dapat dikembangkan oleh konsumen itu sendiri. Produk bermutu kalau dapat memuaskan para pelanggan yang mengkonsumsi produk tersebut. . dan pada umumnya menetapkan suatu struktur permanen untuk mengejar mutu dan mempertahankan apa yang telah dicapai sebelumnya. Serviceability. Durabilitas: seberapa lama produk dapat digunakan sampai benar benar tidak dapat dipakai lagi 6. maka diperlukan suatu produk untuk dapat memenuhi dimensi-dimensi berikut ini. menugaskan orang-orang untuk menyelesaikan proyek mutu. financial improvement. Yang jelas para sarjana tersebut sependapat bahwa konsep “pentingnya perbaikan mutu secara terus-menerus bagi setiap produk walaupun teknik yang diajarkan berbedabeda”. . speed. Performa: seberapa cocok produk itu digunakan sesuai dengan fungsi pemenuhan kebutuhannya 2. termasuk dalam definisi ini adalah tampilan fisik produk 8. 7. Uraian tokoh-tokoh mutu di atas sekadar menggambarkan secara singkat saja. Definisi di atas berkonotasi kepada pelanggan. financial control. . Reliabilitas: seberapa lama produk itu dapat bertahan dari kerusakan 4. Ia membantu Jepang untuk mempraktikkan konsep mutu dan alat-alat yang dirancang untuk pabrik ke dalam suatu seri konsep yang menjadi dasar bagi suatu “management process” yang terpadu.Quality improvement. yaitu suatu proses yang mengidentifikasi pelanggan dan proses yang akan enyampaikan produk dan jasa dengan karakteristik yang tepat dan kemudian mentransfer pengetahuan ini ke seluruh kaki tangan perusahaan guna memuaskan pelanggan. Masih banyak sarjana di bidang mutu yang tidak sempat ditulis pada kesempatan ini. ease to repair: ada tidaknya servis center dan seberapa banyak biaya yang dikeluarkan konsumen untuk itu. Features: konten dari produk yang membedakannya dari produk lain 3. Hal ini meliputi alokasi sumber-sumber. yaitu finance planning. dibandingkan dengan kebutuhan-kebutuhan yang diinginkan para pelanggan. Percieved quality: kesan yang membekas dari produk pada pemikiran konsumen . Juran mendemonstrasikan tiga proses manajerial untuk mengelola keuangan suatu organisasi yang dikenal dengan trilogy Juran. Persoalan yang telah diketahui kemudian dipecahkan. yaitu suatu proses di mana produk benar-benar diperiksa dan dievaluasi. misalnya mesin-mesin rusak segera diperbaiki. 5. Esthetic: nilai keindahan dari produk.Quality planning. Adapun perincian trilogi itu sebagai berikut.Quality control. melatih para karyawan yang terlibat dalam proyek mutu. DELAPAN DIMENSI MUTU Dalam hal kualitas dianggap layak.

juga Quality Management sendiri yang harus dilaksanakan secara terus-menerus. our strongest defence against foreign competition and the only path to sustair growth and earnings”. established in December 1950 in honor of W.DEFINISI MANAJEMEN MUTU TERPADU ISO: TQM adalah pendekatan manajemen pada suatu organisasi. salah satu CEO of NEC. produk. . dan pelayanan suatu organisasi. albeit usually operating in Japan. . Proses TQM memiliki input yang spesifik (keinginan. Tujuan utama Total Quality Management adalah perbaikan mutu pelayanan secara terusmenerus. Philip Kolter (1994) mengatakan “Quality is our best assurance of custemer allegiance. kebutuhan. dan harapan pelanggan). yaitu sebagai berikut. Delapan alat TQM yang diuraikan adalah . repeatable (dapat dilakukan secara berulang-ulang). mentransformasi (memproses) input dalam organisasi untuk memproduksi barang atau jasa yang pada gilirannya memberikan kepuasan kepada pelanggan (output). dan measurable (dapat diukur).Miryokuteki Hinshitsu: manajemen taktis yang digunakan dalam produk yang siap untuk diperdagangkan.Atarimae Hinshitsu: berfokus pada efek intangible pada proses dan optimisasi dari efek tersebut. Di Jepang. .) Banyak perusahaan Jepang yang memperoleh sukses global karena memasarkan produk yang sangat bermutu. Edwards Deming. yang sering disebut “alat TQM”. diklaim sebagai orang pertama yang mempopulerkan TQM. Dengan demikian. . Penerapan Total Quality Management dipermudah oleh beberapa piranti. Over the years it has grown. berfokus pada kualitas dan didasarkan atas partisipasi dari keseluruhan sumber daya manusia dan ditujukan pada kesuksesan jangka panjang melalui kepuasan pelanggan dan memberikan manfaat pada anggota organisasi (sumber daya manusianya) dan masyarakat TQM juga diterjemahkan sebagai pendekatan berorientasi pelanggan yang memperkenalkan perubahan manajemen yang sistematik dan perbaikan terus menerus terhadap proses. TQM dirangkum menjadi empat langkah. yang dia lakukan pada saat memberikan pidato pada pemberian penghargaan Deming prize di tahun 1974 (Deming prize.Kaizen: difokuskan pada improvisasi proses berkelanjutan (continuous Improvement) sehingga proses yang terjadi pada organisasi menjadi visible (dapat dilihat). Sejak tahun 1950-an pola pikir mengenai mutu terpadu atau TQM sudah muncul di daratan Amerika dan Jepang dan akhirnya Koji Kobayashi. Alat-alat ini membantu kita menganalisis dan mengerti masalahmasalah serta membantu membuat perencanaan. and also to individuals recognised as having made major contributions to the advancement of quality. was originally designed to reward Japanese companies for major advances in quality improvement. Perusahaan/organisasi yang ingin mengikuti perlombaan/ bersaing untuk meraih laba/manfaat tidak ada jalan lain kecuali harus menerapkan Total Quality Management. under the guidance of Japanese Union of Scientists and Engineers (JUSE) to where it is now also available to non-Japanese companies.Kansei: meneliti cara penggunaan produk oleh konsumen untuk peningkatan kualitas produk itu sendiri.

antara lain untuk mengkategorikan berbagai sebab potensial dari suatu masalah dan menganalisis apa yang sesungguhnya terjadi dalam suatu proses. dan apakah ada alternatif yang lebih baik. Memberikan kepuasan kepada pemilik. 8. Alat ini membantu kita untuk memikirkan apakah proses itu memang dibutuhkan. dan para pemegang saham. 4. antara lain untuk menentukan sebabsebab yang mungkin dari suatu masalah atau merencanakan langkah-langkah suatu proyek. karyawan. 1. atau komunikasi dan menemukan wilayah-wilayah perbaikan dalam proses. perakitan. pemasok. 2. 5. 2. diskusi. atau jasa. Syarat syarat pelaksanaan TQM dalam suatu perusahaan adalah sebagai berikut. Analisis SWOT Analisis SWOT adalah suatu alat analisis yang digunakan untuk menganalisis masalah-masalah dengan kerangka Strengths (kekuatan).sebagai berikut. Hasil dari proses ini akan menjadi patokan untuk memperbaiki organisasi kita secara terus menerus. 3. 1. Diagram alur (bagan arus proses) Bagan arus proses adalah satu alat perencanaan dan analisis yang digunakan. antara lain untuk mengidentifikasi berbagai kendala dalam mencapai suatu sasaran dan mengidentifikasi berbagai sebab yang mungkin serta pemecahan dari suatu masalah atau peluang. 7. dan Threats (ancaman). Diagram analisa medan daya (bidang kekuatan) Diagram medan daya merupakan suatu alat analisis yang dapat digunakan. Penilaian kritis Penilaian kritis adalah alat Bantu analisis yang dapat digunakan untuk memeriksa setiap proses manufaktur. Benchmarking Benchmarking adalah proses pengumpulan dan analisis data dari organisasi kita dan dibandingkan dengan keadaan di dalam organisasi lain. Analisis tulang ikan Analisis tulang ikan (juga dikenal sebagai diagram sebab-akibat) merupakan alat analisis. Curah pendapat dipakai. Ranking preferensi Alat ini merupakan suatu alat interpretasi yang dapat digunakan untuk memilih gagasan dan pemecahan masalah di antara beberapa alternatif. Tujuan benchmarking adalah bagaimana organisasi kita bisa dikembangkan sehingga menjadi yang terbaik. tepat. . Setiap perusahaan/organisasi harus secara terus meneurus melakukan perbaikan mutu produk dan pelayanan sehingga dapat memuaskan para pelanggan. 6. Weaknesses (kelemahan). Opportunities (peluang). antara lain untuk menyusun gambar proses tahap demi tahap untuk tujuan analisis. Curah pendapat (sumbang saran) -Brainstorming Curah pendapat adalah alat perencanaan yang dapat digunakan untuk mengembangkan kreativitas kelompok.

9. Memiliki wawasan jauh ke depan dalam mencari laba dan memberikan kepuasan. Program pendidikan dan pelatihan hendaknya menjadi urutan utama dalam upaya peningkatan mutu . Setiap langkah kegiatan harus selalu terukur jelas sehingga pengawasan lebih mudah. 4. Menciptakan kondisi di mana para karyawan aktif berpartisipasi dalam menciptakan keunggulan mutu. Ciptakan kepemimpinan yang berorientasi pada bawahan dan aktif memotivasi karyawan bukan dengan cara otoriter sehingga diperoleh suasana kondusif bagi lahirnya ide-ide baru.3. Fokus utama ditujukan pada proses. Rela memberikan ganjaran. 7. Setiap keputusan harus berdasarkan pada data. 10. pengakuan bagi yang sukses dan mudah memberikan maaf bagi yang belum berhasil/berbuat salah. 8. baru berdasarkan pengalaman/ pendapat. baru menyusul hasil. 5. 6.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful