USULAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI

JADWAL INDUK PRODUKSI KAYU
DI UD PUTRA DINAMIS TASIKMALAYA



TUGAS AKHIR


Karya tulis sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik
Jurusan Teknik Industri







Oleh:
Eddy Wahyudi
Nim. 1.03.05.007























JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA
BANDUNG
2010
i
USULAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI
JADWAL INDUK PRODUKSI KAYU
DI UD PUTRA DINAMIS TASIKMALAYA




oleh
Eddy Wahyudi
1.03.05.007






Jurusan Teknik Industri
Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer
Universitas Komputer Indonesia






Bandung, Februari 2010

Menyetujui,
Pembimbing



I Made Aryantha A.,MT.
NIP : 4127.70.03.004



Mengetahui,
Ketua Jurusan Teknik Industri



I Made Aryantha A.,MT.
NIP : 4127.70.03.004

1

Bab 1
Pendahuluan


1.1. Latar Belakang Masalah
Perkembangan dunia industri ini yang semakin pesat telah membuat suatu
perusahaan beralih keperancangan yang bersifat komputerisasi. Dengan
perancangan seperti itu suatu peningkatan dalam perencanaan produksi,
kebutuhan produk, kualitas dan kuantitasnya dapat dilakukan. Salah satu sumber
daya yang tersedia pada perusahaan yaitu informasi, dimana informasi ini dikelola
seperti sumber daya lain yang membentuk suatu sistem informasi sesuai dengan
konsep dasar informasi.

UD. PUTRA DINAMIS merupakan perusahaan perdagangan kayu yang
memproduksi bahan bangunan berupa palet dengan berbagai macam ukuran.
Terdapat berbagai bahan kayu yang digunakan seperti albasiah, merahan dan
racuk. Perusahaan ini dipimpin oleh seorang pemimpin yang mengatur segala
kebutuhan perusahaan dimulai dari perencanaan produksi, pembelian material
sampai pada pengendalian kualitas. Selama ini tidak ada perencanaan produksi,
tidak ada penjadwalan dan segala keputusan yang diambil seringkali hanya
berdasarkan pada intuisi dan pengalaman dari sang pemimpin saja.

Dengan hanya bergantung pada intuisi dan pengalaman dari pimpinan yang cukup
sibuk, sehingga informasi yang didapatkan tidak teratur dan bersifat sementara,
membuat sistem dalam pembuatan keputusan menjadi kurang akurat dan lambat.
Akibat lain yang ditimbulkan adalah pengendalian informasi yang kurang rapih
sehingga sulit untuk dianalisis dalam pembuat keputusan berikutnya. Perusahaan
memang memiliki data permintaan (make to order) yang tetap dari perjanjian
kontrak yang ditetapkan, tetapi dengan informasi itu saja tidak cukup untuk
melakukan perencanaan produksi berikutnya. Informasi yang dibutuhkan dan
dihasilkan dari perencanaan jadwal induk produksi harusnya dapat menjadi
informasi berikutnya dalam perencanaan pembuatan keputusan.
2



Sehingga untuk mengatasi permasalahan itu, UD. PUTRA DINAMIS ini
memerlukan suatu usaha perbaikan sistem lama menjadi sistem baru yang
terkomputerisasi, karena seiring dengan perkembangan teknologi, maka
peningkatan sistem pada perusahaan sangat diperlukan terutama pada bagian
teknologi informasi sehingga dapat membantu perencanaan kedepan dalam
melakukan penjadwalan produksi yang berguna untuk mengatasi masalah
perusahaan. Maka untuk itu dibuat tugas akhir yang akan menyelesaikan
permasalahan perusahaan itu dengan judul “Usulan Perancangan Sistem Informasi
Jadwal Induk Produksi Kayu Di UD PUTRA DINAMIS TASIKMALAYA”.
Langkah yang diambil dimulai dari system flow perusahaan, data flow diagram
hingga flowchart.

1.2. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka perumusan masalah bagi si penulis
adalah bagaimana membuat sistem yang dapat membantu perancangan
penjadwalan induk produksi di perusahaan.

1.3. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian dengan mengacu pada perumusan masalah yaitu membuat suatu
perangkat lunak dalam perencanaan penjadwalan induk produksi di perusahaan.

1.4. Pembatasan Masalah
Untuk mempermudah penyelesaian masalah, maka penelitian ini melakukan
pembatasan masalah, yakni:
1. Tempat penelitian dilakukan di UD. PUTRA DINAMIS pada bagian
produksi kayu albasiah saja.
2. Penelitian dilakukan secara langsung di bagian produksi berdasarkan by
process dengan penelitian ketika proses produksi sedang berjalan.
3. Perhitungan waktu baku menggunakan 10 kali sample serta jenis ukuran
yang diproduksi dirata-ratakan hingga menjadi ukuran per kubik.
4. Informasi yang digunakan dimulai dari data permintaan sampai laporan
kepada manajer.
3



1.5. Sistematika Penulisan
Agar dapat melakukan penelitian secara terperinci dan sistematis dengan maksud
untuk mempermudah kearah penalaran masalah, peneliti menyusun sistematika
penulisan sebagai berikut:
Bab 1 Pendahuluan.
Berisikan gambaran umum tentang penelitian di UD. PUTRA DINAMIS, yang
didalamnya terdapat latar belakang masalah, identifikasi masalah, tujuan
penelitian, pembatasan masalah, manfaat dan metode penelitian, serta sistematika
penulisan.
Bab 2 Tinjauan Pustaka.
Berisikan tentang pengantar teori dari penelitian ini khususnya dibidang sistem
informasi.
Bab 3 Metodologi Pemecahan Masalah.
Menguraikan langkah-langkah mengenai kerangka penelitian berupa flowchart
serta penjelasannya, dari awal sampai akhir.
Bab 4 Analisis dan Desain Sistem.
Berisikan data-data yang diperlukan dalam mencapai tujuan penelitian serta
melakukan pengolahan terhadap data-data, sesuai dengan metode yang digunakan.
Bab 5 Implementasi Sistem.
Membahas tentang analisis terhadap hasil dari pengolahan data yang telah
dilakukan.
Bab 6 Kesimpulan Dan Saran.
Merupakan suatu bentuk kesimpulan dari hasil analisis terhadap pengolahan data
serta disesuaikan dengan tujuan awal, dan berisikan tentang saran-saran mengenai
penelitian tersebut.

4
Bab 2
Tinjauan Pustaka


2.1. Pendahuluan
Proses industri harus dipandang sebagai suatu perbaikan terus menerus (continous
improvement), yang dimulai dari sederet siklus sejak adanya ide-ide untuk
menghasilkan suatu produk, pengembangan produk, proses produksi, sampai
distribusi kepada konsumen. Seterusnya, berdasarkan informasi sebagai umpan
balik yang dikumpulkan dari pengguna produk (pelanggan) itu kita dapat
mengembangkan ide-ide untuk menciptakan produk baru atau memperbaiki
produk lama beserta proses produksi yang ada saat ini.

Pengembangan suatu industri manufacturing memerlukan perbaikan reformasi
bisnis modern yang mencakup keseluruhan sistem industri dari kedatangan
material sampai distribusi kepada konsumen dan desain ulang produk untuk masa
mendatang. Industri manufaktur di Indonesia masih banyak mempraktekkan
sistem manajemen tradisional yang banyak diterapkan contohnya seperti sistem
penentuan jadwal induk produksi (MPS). Sistem manajemen industri tradisional
memperlakukan departemen pemasaran sebagai departemen yang bertugas
sekedar menjual produk dan mengelola administrasi penjualan. Kondisi ini
diperparah lagi dengan departemen Production Planning and Inventory Control
(PPIC) yang berfungsi sekedar untuk menyetujui dan mengeluarkan pesanan
produksi, tanpa berpesan penting dalam peningkatan efisiensi, kualitas, daya saing
dan lain-lainya, sehingga tampak adanya kesenjangan komunikasi yang
bertanggung jawab memberikan informasi yang berkaitan dengan kebutuhan
pelanggan. Oleh karena itu dalam tuntutan era globalisasi saat ini sangat
diperlukan profesionalisme dalam manajemen industri manufaktur diatas, dimana
pada tulisan ini difokuskan pada sistem JIP secara khususnya pada sistem
informasi perencanaan terutama terhadap bahan baku langsung dari suatu produk.

5


Sistem panjadwalan induk produksi merupakan rencana tertulis yang
memperlihatkan beberapa banyak masing-masing jenis produk untuk dibuat dalam
setiap periode waktu yang akan datang. Meskipun demikian pada kenyataannya
jadwal induk biasanya diubah suatu waktu selama waktu berjalan untuk
menanggapi perubahan kondisi. Jadi dalam perancangan jadwal induk produksi
ini memerlukan beberapa sistem komputerisasi yang bisa melakukan perancangan
dengan metode perhitungan seperti peramalan, perencanaan produksi agregat,
disagregasi (MPS) dan RCCP. Sehingga dalam perencanaan produksi kedepan
akan tercapai suatu sistem pengendalian aktifitas produksi yang lebih baik.

2.2. Sistem Produksi
Sistem merupakan kumpulan dari berbagai macam komponen yang berinteraksi
satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama. Sedangkan produksi adalah suatu
proses pengolahan input menjadi output. Sehingga dapat ditarik kesimpulan
bahwa sistem produksi adalah kumpulan dari manusia, mesin, uang, material dan
metode pada suatu proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa.

Fungsi-fungsi dari Sistem Produksi antara lain:
a. Bussiness Planning
b. Product Design and Engineering
c. Manufacturing Engineering
d. Supervision
e. Production Planning
f. Purchasing
g. Production
h. Production Control
i. Quality Control
j. Receiving, Shipping dan Inventory Control

Faktor penentu keberhasilan Sistem Produksi diantaranya:
a. Kedekatan hubungan antara pekerja dan sistemnya.
b. Adanya sistem perencanaan dan pengendalian yang baik
6


Aspek Perusahaan dalam Perencanaan dan Pengendalian Produksi:
Perkembangan industri dewasa ini ditandai dengan terjadinya perubahan-
perubahan yang sangat cepat. Implikasi dari perubahan-perubahan ini adalah di
satu pihak masyarakt sebagai konsumen mempunyai pilihan yang semakin banyak
dan di lain pihak perusahaan industri sebagai produsen didorong secara terus
menerus untuk mengikuti arah perubahan kebutuhan masyarakat tersebut. Secara
umum misi perusahaan industri adalah memenuhi kebutuhan masyarakat
(konsumen) dengan memproduksi barang-barang yang sesuai dengan kebutuhan
konsumen. Untuk dapat memerankan misi tersebut, perusahaan industri perlu
mengintegrasikan setiap aktivitas baik kegiatan produksi maupun pendukung.
Secara umum misi perusahaan industri adalah memenuhi kebutuhan masyarakat
konsumen dengan memproduksi barang yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Untuk dapat memerankan misi tersebut, perusahan industri perlu
mengintegrasikan setiap akitivitas baik kegiatan produksi maupun pendukung.

Kunci keberhasilan perusahaan industri terletak pada kemampuan perusahaan
untuk memenuhi kepuasan konsumen (customer satisfaction). Apabila kepuasan
konsumen dapat dijabarkan lebih lanjut, maka faktor kunci keberhasilan
perusahaan industri pada dasarnya mencakup:
a. Kualitas (Quality)
b. Biaya (Cost)
c. Waktu Penyerahan (Delivery Time)

2.3. Rencana Produksi Aggregate (RPA)
Perencanaan produksi Aggregate merupakan bagian dari rencana strategis
perusahaan dan dibuat secara harmonis dengan rencana bisnis (business
planning). Perencanaan produksi dapat diartikan menentukan tingkat atau rate
produksi pabrik yang dinyatakan secara Aggregate. Perencanaan Aggregate dalam
kegiatannya juga menentukan strategi untuk memenuhi perubahan demand
sehingga dapat meminimasi total ongkos dan tujuan perusahaan dapat terpenuhi.

7


Metode perencanaan Aggregate secara umum dapat dikelompokkan menjadi dua
strategi, yaitu:
 Strategi tradisional Top Down, yang menggunakan konsep rata-rata atau
komposit dari produk untuk memformulasikan rencana keseluruhan. Produk
komposit kemudian didisagregasi untuk memperoleh perencanaan yang lebih
rinci.
 Strategi pendekatan Bottom Up atau disebut Capacity Requirement Planning,
dimana paerencanaan Aggregate keseluruhan dievaluasi dengan
memperhatikan ketersedian kapasitas.

Dalam memproduksi tentu adakalanya demandnya tidak menentu maka strategi
untuk menghadapi demand yang tidak menentu atau berpola musiman Dalam
menghadapi demand yang berfluktuasi, strategi metode perencanaan produksi
Aggregate yang menghadapi meliputi:
1. Produksi bervariasi mengikuti tingkat demand yang terjadi, yaitu:
a. Dengan menambah atau mengurangi tenaga kerja, atau mengubah jumlah
shift.
b. Dengan melakukan lembur atau mengurangi jumlah tenaga kerja.
2. Produksi pada tingkat konstan, yaitu:
a. Dengan menumpuk jumlah tenaga kerja, tetapi melakukan lembur atau
mengurangi jumlah tenaga kerja.
b. Dengan menambah atau mengurangi Sub kontrak.
3. Kombinasi strategi-strategi diatas.
Metode program linier (transportasi).

Perencanaan produksi adalah penentu tingkat kecepatan produksi pabrik yang
dinyatakan secara Aggregate atau definisi lainnya yaitu merupakan bagian dari
rencana strategis perusahaan dan dibuat secara harmonis dengan rencana bisnis
(Bussiness Planning) dan rencana pemasaran (Marketing Planning). Perencanaan
produksi dapat diartikan untuk menyesuaikan permintaan yang berasal dari
peramalan dengan seluruh kemampuan yang ada pada perusahaan.

8


2.2.1. Tipe Perusahaan Manufaktur
2.2.1.1. Make To Stock
Make To Stock adalah tipe industri yang membuat produk akhir untuk disimpan
dimana kebutuhan konsumen diambil dari persedian digudang. Rencana produksi
disusun berdasarkan jumlah peramalan untuk horison waktu yang direncanakan
ditambah dengan selisih antara target inventory akhir dan inventory awal.
Pernyataan ini dinyatakan dengan persamaan dibawah ini:
PP = Peramalan + ( target inventory akhir - inventory awal)
Karakteristik Make To Stock adalah:
 Standar item, high volume.
 Terus-menerus dibuat lalu disimpan.
 Harga wajar.
 Pengiriman dapat dilakukan segera.
 Customer tidak mau menunggu.
 Perlu adanya safety stock untuk mengatasi fluktuasi demand.

Contoh dari perusahaan make to stock adalah perusahaan makanan/ minuman
seperti perusahaan minum aqua atau makanan roti.

2.2.1.2. Make To Order
Make To Order adalah tipe industri yang membuat produk hanya untuk memenuhi
pesanan. Rencana produksi disusun berdasarkan jumlah peramalan untuk horison
waktu yang direncanakan dikurangi selisih antara target akhir backlog dan
backlog awal. Pernyataan ini dinyatakan dengan persamaan dibawah ini:
PP = Peramalan + (target backlog akhir – backlog awal)
Karakteristik Make To Order adalah:
 Inputnya bahan baku
 Biasanya untuk supply item dengan banyak jenis
 Harga cukup mahal
 Perlu keahlian khusus
 Komponen biasanya dibeli untuk persediaan

9


Biasanya perusahaan yang berdasarkan order adalah perusahaan garment atau
pabrik tekstil.

2.2.1.3. Assembly To Order
Assembly To Order adalah tipe industri yang membuat produk dengan cara
assembling hanya untuk memenuhi pesanan. Karakteristik Assembly To Order
adalah:
 Inputnya Komponen.
 Untuk supply item dengan banyak jenis.
 Harganya cukup mahal.
 Lead time ditetapkan oleh konsumen.

Contohnya perusahaan motor atau mobil yang membutuhkan perakitan terlebih
dahulu.

2.2.1.4. Engineer To Order
Engineer To Order adalah tipe industri yang membuat produk untuk memenuhi
pesanan khusus dimulai dari perancangan produk sampai pengiriman produk.
Karakteristik Engineer To Order adalah:
 Produk sangat spesifik
 Lead time panjang
 Harganya mahal

Contohnya perusahaan yang membuat pesawat terbang untuk pribadi.

2.2.2. Metode Perencanaan Aggregate
Aggregate adalah perencanaan dibuat untuk seluruh produk yang menggunakan
sumber yang sama, tanpa dirinci masing-masing produk yang berbeda (end item).
Metode-metode dalam perencanaan Aggregate dapat dikatagorikan sebagai
berikut:
1. Kualitatif, termasuk dalam metode ini adalah konensus kelompok dan rasio
inventory.
10


2. Kuantitatif, metode yang termasuk dalam katagori ini adalah metode heuristik,
matematis dan simulasi.

2.2.3. Langkah Pelaksanaan Rencana Produksi
a. Tentukan batasan perencanaan produksi yang akan dilakukan. Cari informasi
mengenai data yang dibutuhkan.
b. Tentukan standar satuan yang akan digunakan dalam perencanaan produksi.
c. Tentukan tenaga kerja yang dibutuhkan dalam kurun perencanaan dengan
kriteria ongkos minimum, dengan menggunakan alternatif 1 (tenaga kerja
tetap), alternatif 2 (tenaga kerja sesuai demand), alternatif 3 (tenaga kerja mix
strategy) dan alternatif 4 (transportasi).
d. Rencana jumlah produksi dalam Aggregate.
e. Jika item > 1, lakukan proses disagregasi sesuai dengan faktor konversinya.

Karakter dari perencanaan produksi biasanya tidak rinci, rencana dibuat untuk
family atau kelompok produk. Dan satuan yang digunakan dapat berbeda antara
satu perusahaan dengan perusahaan lainnya, seperti ton, gallon waktu produksi
standar, satuang uang, dan lain-lain. Namun, hal ini juga tergantung pada tipe
bisnis apakah Make to Order atau Make to Stock.

MTO

MTS


2.2.4. Strategi Menghadapi demand yang Tidak Tetap
Untuk menghadi demand yang tidak tetap atau musiman dapat digunakan
beberapa strategi yaitu:
1. Produksi pada tingkat konstan (tenaga kerja tetap)
Produksi pada tingkat konstan artinya dengan tenaga kerja tetap kemungkinan
yang terjadi adalah dengan menumpuk atau menggunakan persediaan, atau
menembahkan dan mengurangi backlog atau dengan menambah atau
Rencana Produksi = Pemesanan konsumen + Backlog akhir – Backlog awal
Rencana Produksi = Ramalan + Persediaan akhir yang dikehendaki – Persediaan awal
11


mengurangi Sub kontrak. Dalam perhitungan strategi ini biasanya disebut
sebagai alternatif 1 atau strategi 1.

 Tabel Perhitungan untuk alternatif 1
Tenaga Kerja = .......... orang
Tabel 2.1. Produksi untuk tenaga kerja tetap
Periode
T
Hari Kerja
demand
(unit)
UPRT
(unit)
UPOT
(unit)
SK
(unit)
Hiring
(orang)
Lay Off
(orang)
Inv.
Akhir
(unit)


Total

Keterangan:
P = Periode
HK = Hari Kerja
D = demand
SK = Sub Kontrak
H = Hiring
IA = Inventory Akhir

2. Produksi bervariasi mengikuti tingkat demand yang terjadi ( tenaga kerja
berubah sesuai demand), yaitu: Produksi mengikuti demand artinya bahwa
kapasitas yang akan diproduksi tergantung dari permintaan. Kemungkinan
yang terjadi dengan menambah atau mengurangi tenaga kerj, atau merubah
jumlah shift, dan dengan mengurangi jumlah waktu kerja.Dalam perhitungan
ini biasanya disebut sebagai alternatif 2 atau strategi 2.

Langkah-langkah penyelesaian untuk alternatif 2 adalah sebagai berikut:
1. Tentukan Rencana Produksi untuk periode waktu tertentu
2. Tentukan Kebutuhan Jam orang untuk periode waktu tertentu
3. Tentukan Kebutuhan Tenaga Kerja untuk perioda waktu tertentu
12


4. Lakukan Perencanaan untuk periode waktu tertentu (lakukan perhitungn secara
rinci untuk tiap periode / bulan)

 Hitung jumlah unit yang dapat diproduksi pada Regular Time.
 Hitung jumlah unit yang terjadi diproduksi Over Time (jika diperlukan).
 Nilai UPOT ada jika melebihi besarnya kapasitas (tabel kapasitas), maka
yang dimasukkan besarnya nilai kapasitas dan untuk sisanya dimasukkan ke
Sub kontrak.
 Hitung jumlah unit yang dapat diproduksi pada Sub kontrak (jika
diperlukan).

Sub kontrak ada jika nilai UPOT melebihi nilai kapasitas (yang ada dalam tabel
kapasitas), maka sisanya dapat dimasukkan ke Sub kontrak.
 Hitung Inventory Akhir pada tiap perioda/bulan.
 Hitung semua Ongkos yang terjadi (Total Cost).

Tabel yang digunakan:
Untuk Alternatif 2
 Tabel Perhitungan untuk Alternatif 2
Tabel 2.2. Produksi untuk tenaga kerja sesuai demand
Periode
T
Hari
Kerja
demand
(unit)
Tk yang
diperlukan
TK
terpakai
UPRT
(unit)
UPOT
(unit)
Hiring
(orang)
Lay Off
(orang)
Inv.
Akhir
(unit)


Total


Keterangan:
P = Periode
HK = Hari kerja
TK = Tenaga kerja
TK (D) = Tenaga kerja yang diperlukan
13


TK (T) = Tenaga kerja yang terpakai
UPRT = Unit Production Regular Time

a. Mix Strategi atau Kombinasi strategi-strategi diatas.
Produksi gabungan artinya produksi (demand) disatukan anatara demand dari
strategi tenaga kerja tetap (setengah dari demand 1-n peiode) dengan demand
strategi sesuai demand (setengah dari demand n-s
n
periode).

Langkah-langkah penyelesaian untuk alternatif 1 dan 2 dipakai dalam perhitungan
strategi yang ke 3 (mix strategi). Artinya, gabungan dari kedua alternatif yang
telah dipakai seperti pada perhitungan strategi tenaga kerja tetap dan perhitungan
strategi tenaga kerja sesuai demand.
Tabel 2.3. Produksi untuk mix strategy
Periode
t
Hari
Kerja
Demand
(unit)
RMH
(jam orang)
TK
yang
diperlukan
TK yang
terpakai
UPRT
(unit)
UPOT
(unit)
Hiring
(orang)
Lay Off
(orang)
Inv. Akhir
(unit)


Total

Keterangan:
P = Periode
HK = Hari kerja
D = demand
TK (D) = Tenaga kerja yang diperlukan
TK (T) = Tenaga kerja yang terpakai
SK = Sub Kontrak (Unit)
H = Hirring (Orang)
IA = Inventory Akhir (Unit)




14


b. Metode Program Linier (Transportasi)
Tabel 2.4. Kapasitas
Periode demand
RT
Capacity
OT
Capacity
SC
Capacity

Total

Tabel 2.5. Alternatif 4
Periode
Periode
Capacity
1 2 3 4 …
1
RT
OT
SC
2
RT
OT
SC

RT
OT
SC
demand

Tabel 2.6. Summary
Periode
RT
Prod
OT
Prod
SC
Prod
Total
Supply
demand
Ending
Inventory


Total

Persoalan transportasi merupakan masalah pendistribusian suatu komoditas atau
produk dari sejumlah sumber (supply) kepada sejumlah tujuan (destination,
demand), dengan tujuan meminimumkan ongkos pengangkutan yang terjadi.

15


Ciri-ciri khusus persoalan transportasi ini adalah:
1. Terdapat sejumlah sumber dan jumlah tujuan tertentu.
2. Kuantitas komoditas atau barang yang didistribusikan dari setiap sumber daya
yang diminta oleh setiap tujuan, besarnya tertentu.
3. Komoditas yang dikirim atau diangkut dari suatu sumber ke suatu tujuan,
besarnya sesuai dengan permintaan dan atau kapasitas sumber.
4. Ongkos pengangkutan komoditas dari suatu sumber ke suatu tujuan besarnya
tertentu.

o Keseimbangan Model Transportasi
Suatu model transportasi dikatakan seimbang apabila total supply (sumber) sama
dengan total demand (tujuan), dengan kata lain:
¿
=
= ¿
=
n
1 j
j
b
m
1 i
i
a
Dalam persoalan yang sebenarnya, batasan ini tidak selau terpenuhi, atau dengan
kata lain, jumlah supply yang tersedia mungkin lebih besar atau lebih kecil
daripada jumlah yang diminta. Jika hal ini terjadi, maka model persoalannya
disebut sebagai model yang tidak seimbang (unbalanced). Batasan diatas
dikemukakan hanya karena ia menjadi dasar dalam pengembangan teknik
transportasi. Namun setiap persoalan transportasi dapat dibuat seimbang dengan
cara memasukan variabel artifisial (semu), jika jumlah demand melebihi jumlah
supply, maka dibuat sumber dummy yang akan men-supply kekurangan yaitu
sebanyak:
¿ ¿ ÷
i
i
a
j
j
b
Sebaliknya jika jumlah supply melebihi jumlah demand, maka dibuat suatu tujuan
dummy untuk menyerap kelebihan tersebut, yaitu sebanyak:
¿ ÷ ¿
j
j
b
i
i
a
Ongkos transportasi perunit (Cij) dari sumber dummy ke seluruh tujuan adalah
nol. Hal ini dapat dipahami karena pada kenyataannya dari sumber dummy tidak
terjadi pengiriman. Begitu pula dengan ongkos transportasi perunit (Cij) dari
semua sumber ke tujuan dummy adalah nol.
16



Jika persoalan transportasi dinyatakan bahwa sumber ke k tidak dilakukan atau
tidak boleh terjadi pengiriman ke tujuan l, maka nyatakanlah Ck 1 dengan suatu
harga M yang besarnya tidak terhingga. Hal ini dilakukan agar dari k ke 1 itu
benar-benar tidak terjadi pendistribusian komoditas.

o Format ongkos-ongkos yang terjadi
Tabel 2.7. Tabel Format Ongkos-ongkos yang Terjadi
Periode
Produksi
RT
Produksi
OT
Produksi
SK
Total
Supply
demand
Inventory
Akhir



Menggunakan aturan-aturan tertentu untuk memperoleh solusi yang baik tidak ada
jaminan bahwa solusi itu optimum. Yang termasuk kedalam metode ini adalah:
- Model koefisien manajemen
- Model parametric
- Searth decision rules
- Metoda Matematis
- Model programa linier
- Model transportasi
- Model programa integer campuran
- Linier decision rule

Rumus-rumus yang digunakan dalam perencanaan Aggregate:
- Rencana Produksi = ∑ Ramalan + Inv - Inv
awal

- Kebutuhan Jam Orang = Rencana Produksi x Waktu Baku
- Kebutuhan Tenaga Kerja =
JK/hari HK
amKerja KebutuhanJ
× ¿

- Jam Kerja =
JK HK
WB
× ¿
× ¿Demand

- RMH = JK
t
HK TK × ×
17


- Regular Time =
Orang/Unit Jam Kebutuhan
RMH

- Inventory Akhir = UPRT – Demand + Inventory
t-1

- Kolom tenaga kerja yang diperlukan=
JK/Hari
t
HK
Orang Jam Kebutuhan
×

- Total Supply = UPCS UPOT UPRT ¿ + ¿ + ¿
- Ending Inventory = Total Supply – Demand + Inventory
t-1


2.2.5. Perencanaan Produksi dengan Metoda Heuristik
Langkah-langkah penyelesaian untuk alternatif 1 adalah sebagai berikut:
1. Tentukan Rencana Produksi untuk periode waktu tertentu
Rencana Produksi = Ramalan Demand – Inv. Awal
2. Tentukan Kebutuhan Jam orang untuk periode waktu tertentu
Kebutuhan Jam Orang = RP x Waktu Baku
3. Tentukan Kebutuhan Tenaga Kerja untuk perioda waktu tertentu
¿
×
=
¿
¿
×
×
=
Kerja Jam HK
Orang Jam Keb.
Kerja Jam HK
baku Waktu RP
Kerja Tenaga
4. Lakukan Perencanaan untuk periode waktu tertentu (lakukan perhitungn
secara rinci untuk tiap periode / bulan)
 Hitung jumlah unit yang dapat diproduksi pada Regular Time

baku Waktu
JK HK TK
UPRT
× ×
=
 Hitung jumlah unit yang terjadi diproduksi Over Time (jika diperlukan).
 Nilai UPOT ada jika melebihi besarnya kapasitas (tabel kapasitas), maka
yang dimasukkan besarnya nilai kapasitas dan untuk sisanya dimasukkan
ke Sub kontrak.
 Hitung jumlah unit yang dapat diproduksi pada Sub kontrak (jika
diperlukan).

Sub kontrak ada jika nilai UPOT melebihi nilai kapasitas (yang ada dalam
tabel kapasitas), maka sisanya dapat dimasukkan ke Sub kontrak.
 Hitung Inventory Akhir pada tiap perioda/bulan
Awal Inv. Demand UPRT Akhir Inv. + ÷ =
18


 Hitung semua Ongkos yang terjadi (Total Cost)
Total Cost = (UPRT x Cost UPRT) + (UPOT x Cost UPOT) + (SK x
Cost SK) + (HR x Cost HR) + (Lat Off x Cost Lay Off) +
(Inv. Akhir x Cost Inv. Akhir)

Dalam menghadapi demand yang berfluktuasi, strategi metode perencanaan
produksi Aggregatee yang menghadapi meliputi:
1. Produksi bervariasi mengikuti tingkat demand yang terjadi, yaitu:
a. Dengan menambah atau mengurangi tenaga kerja, atau mengubah jumlah
shift.
b. Dengan melakukan lembur atau mengurangi jumlah tenaga kerja.
2. produksi pada tingkat konstan, yaitu:
a. Dengan menumpuk jumlah tenaga kerja, tetapi melakukan lembur atau
mengurangi jumlah tenaga kerja.
b. Dengan menambah atau mengurangi Sub kontrak.
3. Kombinasi strategi-strategi diatas.
Metode program linier (transportasi).

Tujuan dari perencanaan produksi adalah:
1. Mengatur strategi produh.
- Memproduksi sesuai demand.
- Memproduksi pada tingkat konstan.
2. Menentukan kebutuhan sumber daya, meliputi:
- Tenaga kerja
- Material
- Fasilitas
- Peralatan
- Dana
3. Menjadi langkah awal bagi seluruh kegiatan produksi.

Dalam memproduksi tentu adakalanya demand-nya tidak menentu maka strategi
untuk menghadapi demand yang tidak menentu atau berpola musiman dapat
19


digunakan beberapa strategi. Produksi pada tingkat konstan artinya dengan tenaga
kerja tetap. Kemungkinan yang terjadi adalah dengan menumpuk atau
menggunakan persediaan, atau menambah dan mengurangi backlog atau dengan
menambah atau mengurangi sub kontrak. Dalam perhitungan strategi ini biasanya
disebut dengan alternatif 1 atau strategi 1.

Produksi mengikuti demand artinya bahwa kapasitas yang akan diproduksi
tergantung dari permintaan. Kemungkinan yang terjadi dengan menambah atau
mengurangi tenaga kerja, atau merubah jumlah shift. Dalam perhitungan strategi
ini biasanya disebut sebagai alternatif 2 atau strategi 2.

Menggunakan aturan-aturan tertentu untuk memperoleh solusi yang baik tidak ada
jaminan bahwa solusi itu optimum. Karakter dari perencanaan produksi biasanya
tidak rinci, rencana dibuat untuk family atau kelompok produk. Dan satuan yang
digunakan dapat berbeda anatara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya,
seperti ton, galon waktu produksi standar, satuan uang dan lain-lain. Namun, hal
ini juga tergantung pada tipe bisnis apakah make to order atau make to stock.

Peramalan diperlukan disamping untuk memperkirakan apa yanga akan terjadi
dimasa yang akan datang juga para pengambil keputusan perlu untuk membuat
planing, disamping itu didalam suatu manufakturing ada yang dinamakan dengan
Lead time atau pembagian waktu dalam membuat suatu rencana produksi. Oleh
sebab itu pembahasan peramalan dalam suatu manufacturing banyak berkisar
dalam konteks peramalan kebutuhan, peramalan penjualan dan lain–lain.

Dalam suatu manufacturing peramalan merupakan langkah awal dalam
penyusunan Production Inventory Management, Manufacturing and Planning
Control, dan Manufacturing Resource Planning, dimana objek yang diramalkan
adalah kebutuhan. Pada industri yang menganut sistem Make To Stock Peramalan
merupakan input utama, sedangkan pada industri yang menganut Make To Order
peramalan hanya merupakan bahan pertimbangan dalam menentukan kebutuhan
mesin. Selain itu ada beberapa informasi yang penting yang bisa didapat dari
20


peramalan yaitu informasi penjadwalan produksi, transportasi, personal, maupun
informasi tentang rencana perluasan usaha baik jumlah atau sumber daya. Ditinjau
dari segi poyeksi, peramalan secara teknis di kualifikasikan dalam dua cara yaitu
peramalan Kualitatif Dan Kuantitatif.

Pada praktikum perencanaan produksi Aggregate menggunakan periode demand
hasil dari metode triple exponential smoothing. UPRT adalah unit produksi pada
jam kerja reguler atau normal. UPOT adalah unit produksi pada jam kerja lembur
dan sub kontrak adalah unit produksi pada kontrak. Layoff adalah pengurangan
tenaga kerja dari tenaga kerja awal sedangkan Hiring adalah penambahan tenaga
kerja dalam memproduksi suatu produk. Inventory adalah persediaan yang
tersedia pada periode tertentu dan total biaya adalah total keseluruhan biaya untuk
rencana produksi.

2.4. Jadwal Induk Produksi (MPS)
Merupakan suatu rencana produksi yang menggambarkan hubungan antara
kuantitas setiap jenis produk akhir yang diinginkan dengan waktu penyediaannya.
Secara garis besar pembuatan suatu MPS biasanya dilakukan atas tahapan-tahapan
sebagai berikut:
a. Identifikasi sumber permintaan dan jumlahnya, sehingga dapat diketahui
besarnya permintaan produk akhir setiap periodanya.
b. Menentukan besarnya kapasitas produksi dan kecepatan operasi yang
diperlukan untuk memenuhi permintaan yang telah diidentifikasikan,
perencanaan ini biasanya dilakukan pada tingkat agregat, sehingga masih
merupakan perencanaan global.
c. Menyusun rencana rinci dari setiap produk akhir yang akan dibuat. Tahap ini
merupakan penjabaran dari rencana agregat (global) sehingga akan didapat
rencana produksi setiap produk akhir yang dibuat dan perioda waktu
pembuatannya.
d. Hal penting yang diperhatikan dalam menyusun MPS adalah menentukan
panjang horison waktu perencanaan (Planning Horison), yaitu banyaknya
perioda waktu yang ingin diliput dalam penjadwalan.
21



Sebagai suatu aktivitas proses, penjadwalan produksi induk (MPS) memerlukan
lima input utama:
 Data Permintaan Total merupakan salah satu sumber data bagi proses
penjadwalan produksi induk. Data permintaan total berkaitan dengan ramalan
penjualan (sales forecast) dan pesanan-pesanan (order).
 Status Inventory berkaitan dengan informasi tentang on-hand inventory, stock
yang dialokasikan untuk penggunaan tertentu (allocated stock), pesanan-
pesanan produksi dan pembelian yang dikeluarkan (released production and
purchase orders), dan firm planned orders. MPS harus mengetahui secara
akurat berapa banyak inventory yang tersedia dan menentukan berapa banyak
yang harus dipesan.
 Rencana Produksi memberikan sekumpulan batasan kepada MPS. MPS harus
menjumlahkannya untuk menentukan tingkat produksi, inventory, dan
sumber-sumber daya lain dalam rencana produksi itu.
 Data Perencanaan berkaitan dengan aturan-aturan tentang lot sizing yang harus
digunakan, shrinkage factor, stock pengaman (safety stock), dan waktu tunggu
(lead time), dari masing-masing item yang biasanya tersedia dalam file induk
dalam item (Item Master File).
 Informasi dari RCCP berupa kebutuhan kapasitas untuk
mengimplementasikan MPS menjadi salah satu input bagi MPS. RCCP
menentukan kebutuhan kapasitas untuk mengimplementasikan MPS, menguji
kelayakan dari MPS, dan memberika umpan balik kepada perencana atau
penyusun jadwal memproduksi induk (Master Scheduler) untuk mengambil
tindakan perbaikan apabila ditemukan adanya ketidaksesuaian antara
penjadwalan produksi induk dan kapasitas yang tersedia.

Metode-metode dalam penentuan MPS:
a. Pendekatan Hax and Meal
Hax and Meal membagi produk kedalam tiga tingkatan:
1. Item
- Produk akhir yang digunakan konsumen
22


- Tingkat terendah dalam struktur produk
- Suatu jenis produksi mungkin terdiri atas banyak item yang
dibedakan dari warna, kemasan, etiket, merk, dan lain-lain.
2. Keluarga (Family)
Yaitu sekelompok item yang menaggung secara bersama ongkos setup bila
suatu mesin sudah disiapkan untuk membuat suatu item dari suatu
keluarga yang sama dapat diproduksi, dengan melakukan perubahan kecil
pada saat setup.
3. Tipe
Yaitu kelompok beberapa Family yang memiliki ongkos produksi
persatuan yang sama.
- Ongkos buruh langsung
- Ongkos simpan
- Jumlah produk per satuan waktu dan sebagainya.

b. Pendekatan Britian and Hax
Prosedur disagregasi Britian and Hax
1. Memilih family produk yang akan diproduksi pada periode yang
bersangkutan.
Suatu family i produk akan diproduksi bila salah satu item j dari family i
tersebut, memenuhi syarat berikut:
Iij = t
-1
– D
ijt
≤ SS
ijt
dimana:

1
ij
I
÷
= Tingkat persediaan pada akhir periode t-1 dari item j family i

ijt
D = Permintaan item j family i pada periode t

ij
SS = Cadangan pengaman item j dalam family i.
2. Menentukan jumlah yang akan diproduksi dari family yang terpilih dengan
model Knapsack.

ijt
D
ij
K .
χi
Si
2
Hi.Xi
MinZ · ¿ + ¿ =
Dimana:
Hi = Holding cost untuk item j dalam family i
23


i χ = Jumlah unit family i yang diproduksi
Si = Ongkos setup untuk family i
Xi = Faktor konversi untuk item j dalam family i terhadap unit
produk aggregate.

ij
D = Demand untuk item j dalam family i selama masa produk t
Z = Set dari family yang akan diproduksi
Batas bawah:
( ) | |
ij 1 ijt ij
JEi
SS D K D MAX LBi + · =
÷
¬
¿

Batas bawah bila dikehendaki ada safety stock.
Batas atas:
¿ ¿
¬
÷
÷
=
(
¸
(

¸

+ ÷ |
.
|

\
|
· =
JEi
ij 1 ijt
1 n
0 k
tk ij ij
SS I t D K UBi
Batas atas ÷÷ ÷ bila tidak diinginkan, akumulasi inventory terlalu banyak.
Batas atas dan batas bawah bisa diabaikan bila tak dikehendaki atau tak
sesuai rencana produksi. Bila dikehendaki ada batas.

¿ ¿
¬ ¬
s s
iEZ iEZ
UBi X* LBi
3. Rencana yang lebih tinggi menjadi pembatas atau kendala bagi
rencana tingkat rendah.
4. Aggregate taktis (operasional).
Tabel 2.8. Format MPS
Item No: Description:
Lead Time: Safety Stock:
Order qty : DTF :
PTF :

Period 1 2 3 4 5 ... ... n
Forecast
A Order
PAB
ATP
MS
PO
24



Keterangan:
o Forecast (ramalan kebutuhan)
 Berupa estimasi terhadap kuantitas end item yang akan terjual pada setiap
periodanya.
 Informasi datang dari bagian pemasaran.

o Actual order (pesanan konsumen)
Merupakan pesanan-pesanan yang diterima dan bersifat pasti (Certain). Dalam
konsep manajemen permintaan yang telah dibahas dalam bab 3, semua pesanan
yang bersifat pasti ini dikelompokkan kedalam aktivitas order service,
sedangkan sales forecast dikategorikan kedalam aktivitas peramalan
(Forecasting).

o Project available balance (proyeksi persediaan/ on hand)
Merupakan proyeksi on-hand inventory dari waktu-kewaktu selama horizon
perencanaan MPS, yang menunjukan status inventory yang diproyeksikan pada
akhir dari setiap periode waktu dalam horizon perencanaan MPS.

o Available to promise (jumlah yang bisa dijanjikan)
Merupakan informasi yang sangat berguna bagi departement pemasaran untuk
mampu memberikan jawaban yang tepat pernyataan pelanggan tentang: “kapan
anda dapat mengirimkan item yang telah dipesan itu ?”

o Master schedule (jadwal produksi)
 Berupa keputusan tentang kuantitas yang akan diproduksi dan saat
diproduksi itu memasuki stock.
 Ditentukan dengan memperlihatkan ketersediaan material dan kapasitas.
 Total dari master schedule untuk setiap individual part harus sama dengan
total yang dinyatakan dalam rencana produksi.


25


2.5. Rought Cut Capacity Planning (RCCP)
Merupakan perencanaan prioritas kapasitas yang berperan dalam pengembangan
MPS. RCCP melakukan validasi terhadap MPS, guna menetapkan sumber-sumber
spesifik tertentu khususnya yang diperkirakan akan menjadi hambatan potensial
adalah cukup untuk melaksanakan MPS (Gaspersz, 2002).

Perhitungan RCCP digunakan tiga metode (Fogarty. Dkk, 1991):
 Capacity Planning using Overall Factors (CPOF)
Metode yang menggunakan data masa lalu untuk menentukan presentase jam
produksi total pada stasiun kerja. Presentase ini digunakan untuk memperkirakan
kapasitas kerja pada setiap stasiun kerja untuk setiap waktu jadwal induk
produksi. CPOF membutuhkan tiga masukan yaitu MPS, waktu total yang
diperlukan untuk memproduksi suatu produk dan proporsi waktu penggunaan
sumber.

 Bill of Labor Approach (BOLA)
Metode yang menggunakan pendekatan daftar tenaga kerja menggunakan rincian
data pada waktu standar untuk setiap produk pada stasiun kerja. Jumlah kebutuhan
kapasitas yang diperlukan diperoleh dengan mengkalikan waktu tiap komponen
yang tercantum pada daftar tenaga kerja dengan jumlah produk dari MPS. Jika
perusahaan mempunyai lebih dari satu produk lead time tiap bagian harus
ditentukan jumlah produk per-statsiun kerja.

 Resources profile approach (RPA)
Pendekatan metode ini terdapat perbedaan dengan kedua metode di atas yaitu
terletak pada alokasi jam-jam produksi mingguan pada stasiun kerja individual.
Load profile sebagai tampilan dari kebutuhan kapasitas mendatang berdasarkan
pesanan-pesanan yang direncanakan dan dikeluarkan sepanjang suatu periode
waktu tertentu. Perhitungan sumberdaya kritis adalah penggunaan jam mesin
untuk membuat laporan kebutuhan kapasitas waktu dari proses produksi
berdasarkan analisis RCCP untuk uji kelayakan jadwal induk produksi.

26


Load Levelling
Selanjutnya hasil–hasil dari Rough Cut Capacity Planning (RCCP) ditampilkan
dalam suatu diagram yang dikenal sebagai load profile. Load Profile merupakan
metode yang umum dpergunakan untuk menggambarkan kapasitas yang
dibutuhkan versus kapasitas yang tersedia. Dengan demikian load profile
didefinisikan sebagai tampilan dari kebutuhan kapasitas diwaktu mendatang
berdasarkan pesanan–pesanan yang direncanakan dan dikeluarkan sepanjang suatu
periode waktu tertentu.

Load Leveling disini berupa grafik perbandingan antara kapasitas yang dibutuhkan
dengan kapasitas yang tersedia. Rough Cut Capacity Planning menetapkan
kapasitas yang dibutuhkan untuk menghasilkan Master Schedule atau MS.
Perencanaan ini lebih spesifik bila dibandingkan dengan informasi dari Resource
Planning, karena Master Schedule memerlukan penjadwalan yang lebih spesisifik
bagi setiap end itemnya, dimana productian planning telah dihitung berdasarkan
product families. Rough Cut Capacity Planinng memperlihatkan bagaimana
operator dan jam mesin ditetapkan bagi setiap departemen atau work center setiap
periodenya.

Perencanaan ini lebih spesifik bila dibandingkan dengan informasi resource
planning, karena MPS memerlukan penjadwalan yang lebih spesifik bagi setiap
end item, dimana production planning telah dihitung berdasarkan product
families. RCCP memperlihatkan bagaimana operator dan jam mesin ditetapkan
bagi setiap department atau work center setiap periodenya.
Standard Hours = |
.
|

\
|
+
LS
ST
RT
RCCP = MS x Std.Hours

Output dari RCCP yaitu dimana kita mendapatkan jumlah kapasitas yang
dibutuhkan untuk memproduksi suatu produk, yang kemudian akan dibuat suatu
Load Leveling yaitu merupakan perbandingan dari kapasitas yang dibutuhkan
dengan kapasitas yang tersedia dalam bentuk grafik.

27


Tabel 2.9. Perbedaan Antara Rencana Produksi dan MPS
NO Description Rencana produksi Jadwal Induk Produksi (MPS)
1 Definisi
Tingkat produksi berdasarkan
kelompok atau family
Anticipated build schedule
2
Item yang
direncanakan
(BOM)
Tingkat produksi berdasarkan
family atau kelompok produk
Produk akhir atau item
spesifikasi dalam bill of material
3
Horizon
perencanaan
Sumber daya dengan waktu
tunggu terpanjang (longest lead
time)
Waktu tunggu kumulatif
(cumulatif lead time) untuk
komponen
4 Batasan -batasan
Kapasitas peralatan dan pabrik
dan material
Rencana produksi, kapasitas
5 Hubungan Agregasi MPS Disagregasi rencana produksi

Dalam membuat RCCP kita harus memiliki data-data yang berhubungan dengan
pembuatan RCCP itu sendiri. Dari informasi-informasi yang ada, barulah kita
dapat membuatnya. Informasi-informasi tersebut salah satunya yang paling
mempengaruhi yaitu informasi dari MPS.

2.6. Sistem Informasi
2.6.1. Konsep informasi
Secara umum informasi diartikan sebagai pengetahuan mengenai sesuatu atau
seseorang, informasi digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan mengenai
tindakan apa yang akan dilakukan pada sesuatu atau seseorang itu. Secara alami
setiap manusia bertindak berdasarkan persepsi mereka mengenai objek yang
dihadapinya.

2.6.2. Informasi dan komunikasi
Ketika kita membahas konsep informasi maka tidak terlepas dari konsep
komunikasi. Informasi mungkin dihasilkan dan digunakan secara internal oleh
seseorang, namun itu hanya terjadi dalam kehidupan pribadi, dalam industry atau
perusahaan informasi lebih sering digunakan secara bersama oleh kelompok kerja,
informasi ditransmisikan dari pengirim kepenerima melalui suatu transmisi.

28


Sistem komunikasi bertujuan untuk memproduksi ulang ditempat tujuan pesan-
pesan yang dipilih dari sumber.

2.6.3. Kualitas dan dimensi informasi
Dimensi informasi merupakan faktor yang menentukan derajat kualitas informasi
untuk mencapai nilai manfaat yang dikandungnya. Raymondd McLeod Jr. dan
George Sshell (2001) menyebutkan bahwa kualitas informasi memiliki empat
dimensi yaitu:
1. Relevansi, suatu informasi memiliki relevansi jika dengan masalah yang
dihadapi. Pengguna harus bisa memilih informasi yang bermanfaat bagi
pengambilan keputusan dari banyak informasi yang tersedia, dengan
demikian dapat dihindari waktu terbuang untuk menganalisis informasi-
informasi yang tidak berguna.
2. Akurasi, informasi harus terbebas dari kesalahan dan tidak bisa dari
maksud yang dikandungnya. Akurasi ini semakin tinggi jika transmisi
informasi dapat menghindari interferensi yang menyebabkan
penyimpangan ketika sampai penerima.
3. Ketepatan waktu, berarti informasi diterima pada saat informasi itu
dibutuhkan, tidak lebih cepat atau lebih lambat. Waktu penerimaan
informasi yang tidak sesuai mengakibatkan nilai manfaat dari informasi
tidak maksimal, informasi yang diterima sebelum waktunya belum
memiliki nilai yang cukup akibatnya sering diabaikan dan ketika
dibutuhkan informasi tersebut tidak dapat ditemukan dan pengirim harus
mentransmisikan ulang informasi yang sama, ini berarti terjadi
pemborosan.
4. Kelengkapan, informasi harus memberikan gambaran yang lengkap dari
suatu masalah, tetapi tidak menenggelamkan pengguna kedalam lautan
informasi, informasi berlebih (information overload) justru
membahayakan karena menyulitkan proses pengambilan keputusan.

Pendapat yang lebih rinci mengenai dimensi informasi dikemukakan oleh Wang
dan Strong (1996) yaitu meliputi:
29


1. Kualitas interistik: Akurasi, objektivitas, daya kepercayaan (believability),
reputasi.
2. Kualitas kontekstual: Relevansi, nilai tambah (value added), ketepatan
waktu, kelengkapan, jumlah informasi.
3. Kualitas representasi: Daya interpretasi (interpretability), mudah
dipahami, kejelasan, konsistensi.
4. Kualitas aksebilitas: Daya akses (accessibility), keamanan akses.

William dan Sawyer (2007) mengemukakan kualitas informasi meliputi:
1. Benar dan bisa dibuktikan
2. Lengkap dan padat
3. Efektif biaya
4. Terbaru
5. Bisa diakses

2.6.4. Nilai informasi
Dimensi informasi menentukan kualitas informasi tetapi tidak menentukan nilai
informasi. Secara umum informasi dapat dinilai dengan membandingkan manfaat
informasi dangan biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan informasi itu, jika
nilainya positif maka informasi memiliki nilai.

2.6.5. Konsep sistem
Istilah sistem berasal dari bahasa Yunani “sustema” yang berarti gabungan, kini
istilah sistem mengacu pada terintegrasi beberapa elemen yang memiliki tujuan
yang sama. Integrasi elemen-elemen itu menghasilkan suatu sifat yang berbeda
dari sifat yang berbeda dari sifat elemen-elemen pembentukan, Daelenbach (1995)
menyebut sifat baru itu sebagai emerging properties, yaitu sifat yang muncul dari
sinergitas interaksi khusus antar elemen-elemen dalam sistem. Sinergi ini menjadi
alasan utama setiap komponen berinteraksi dikenal dengan kalimat “the whole
being greater than the sum of its parts”.


30


2.6.6. Model sistem
Untuk mempermudah pengertian mengenai sistem digunakan model sistem seperti
pada gambar berikut :
Input Output Proses

Gambar 2.1 Model Umum Sistem 1

Model umum diatas menggambarkan sebuah sistem yang paling sederhana, model
itu dapat dielaborasi menjadi model yang lebih representatip, seperti gambar
berikut:
Sistem
Batas Sistem Lingkungan
Input Proses Output
Subsistem
2
Interface

Gambar 2.2. Model Umum Sistem 2

2.6.7. Elemen sistem
Secara umum elemen-elemen yang membentuk suatu sistem dapat dikelompokan
menjadi :
1. Input, adalah semua sumber daya dari lingkungan yang digunakan dalam
sistem, mempengaruhi kinerja sistem tetapi tidak secara langsung
dipengaruhi oleh sistem, input sistem meliputi input yang diolah menjadi
output dan input yang mengolah disebut maintenance input, input sinyal
berupa pemasukan data melalui piranti input seperti keyboard, mouse, dll.
Sedangkan pemeliharaan meliputi CPU dan memori.

2. Output, adalah semua hasil dari proses yang yang terjadi di dalam sistem
yang akan disalurkan ke lingkungan,output meliputi hasil yang diinginkan
dan tidak diinginkan, yang direncanakan maupun tidak direncanakan.
Output sistem dipengaruhi oleh sistem tetapi tidak secara langsung
31


mempengaruhi sistem tersebut. Output sistem informasi adalah informasi
melalui berbagai piranti output seperti monitor dan printer.

3. Proses, adalah semua aktivitas yang terjadi akibat interaksi dari dua atau
lebih input sistem, dalam proses terjadi transformasi input kedalam bentuk
berbeda. Proses sistem bisa dibagi menjadi beberapa proses yang lebih
kecil, setiap proses mempengaruhi sistem dan dipengaruhi oleh sistem,
dalam sistem fisik proses bisa berupa transformasi fisik atau kimia
sedangkan dalam sistem informasi proses berupa transformasi
representasi, kalkulasi, dan distribusi.

4. Tujuan dan sasaran (Goal and Objectivies), tujuan sistem adalah suatu
kondisi yang ingin dicapai oleh output sistem dibagi menjadi beberapa
sasaran yang lebih terjangkau, tujuan bersifat kualitatif dan berjangka
panjang sedangkan sasaran bersifat kuantitatif dan berjangka pendek.
Tujuan sistem informasi adalah menghasilkan informasi yang dapat
mengubah keputusan, sedangkan sasarannya bisa dalam jumlah informasi,
waktu penyediaan informasi, dan akurasi informasi.

5. Batas (Boundary), suatu sistem dibatasi dari lingkungannya, batas bisa
berupa batas fisik atau batas konseptual. Batas fisik mengacu pada
pembatas lokasi misalnya tembok sebagai batas sistem gedung, pagar
sebagai batas sistem rumah, dan lain sebagainya, sedangkan batas
konseptual mengacu pada pembatas fungsional, misalnya sistem belajar
mengajar di kelas dibatasi oelh fungsi elemen-elemennya seperti guru,
siswa, fasilitas, dan materi, bukan hanya dibatasi oleh dinding kelas
tersebut.

6. Lingkungan, lingkungan adalah semua yang berada diluar sistem, sebagai
penyedia input dan penerima output, lingkungan memiliki kemampuan
mempengaruhi kinerja sistem melalui interferensi pada input, proses, dan
32


output. Lingkungan sistem informasi adalah tempat dimana sistem itu
diperuntukan, sistem informasi dibangun dan digunakan oleh lingkungan.

7. Antarmuka (Interface), antar muka adalah segala jenis media yang
digunakan untuk menginterkasi antara lingkungan dengan sistem, sistem
dengan sistem lain, atau antara subsistem-subsistem dalam suatu sistem.
Input yang berasal dari lingkungan masuk kedalam sistem melalui
antarmuka seperti supplier berhubungan dengan bagian pembelian suatu
perusahaan, atau konsumen berhubungan dengan bagian penjualan.
Interface sistem informasi biasanya berupa tampilan dilayar, susunan
tombol pada keyboard, atau suatu software yang menghubungan pengguna
dengan hardware.

8. Umpan balik (feedback), unpan balik adalah suatu mekanisme
pengendalian yang muncul pada sistem lingkaran tertutup, berasal dari
output menuju input dengan tujuan memberikan informasi pengendalian
bagi siklus sistem berikutnya.

2.6.8. Management
Manajer adalah seorang yang bertanggung jawab untuk menggunakan sumber
daya yang ada seperti orang, material/peralatan, tanah, informasi, uang untuk
mencapai tujuan dari organisasi.
Manajer mempunyai 5 fungsi spesifik untuk mencapai tujuannya:
1. Planning, merupakan orientasi kedepan dari pengembangan yang akan
dilakukan untuk tujuan jangka pendek atau jangka panjang dari organisasi.
2. Staffing, adalah penyusunan dan training ke personel untuk mencapai
tujuan.
3. Organizing, penyediaan sumber daya dan struktur yang mana setiap
personel bertanggung jawab dan dapat dihandalkan untuk bekerja agar
tercapainya suatu tujuan.
4. Directing, memberikan keteladanan/memimpin dalam mengarahkan
personel, dan dapat berkomunikasi serta mempunyai inovasi.
33


5. Controlling resources, melibatkan pengembangan prosedur untuk
mengukur kinerja dalam mencapai tujuan dan dapat membuat penyesuaian
yang dirasakan perlu untuk mengarahkan organisassi dapat bergerak
mencapai tujuan.

Manajemen dibagi kedalam 3 level dasar, yaitu:
1. Strategic (top level) manajer
2. Tactical (middle level) manajer
3. Operational (low level) manajer





Gambar 2.3. Level management

1. Strategic (top level) manajer
- Strategi pengambilan keputusan berjangka waktu panjang
- Informasi lalu dan sekarang yang diringkas
- Future projections (perencanaan kedepan)
- Penggunaan sumber informasi internal dan eksternal:
- Internal: situasi yang ada dalam perusahaan/organisasi.
- Eksternal: evaluasi trend industry, trend ekonomi dunia, regulasi
pemerintah.

2. Tactical (middle level) manajer
- Jangka pendek strategi keputusannya
- Informasi lalu dan sekarang didapatkan dengan terperinci
- Informasi internal dan eksternal menjadi sumber utama
Banyak dari perusahaan yang telah menggunakan komputerisasi menekan
jumlah tactical manajer untuk memotong anggaran mereka.

1
2
3
34


3. Operational (low level) manajer
- Operasi keputusan dilakukan dengan segera
- Informasi yang didapat difokuskan dari bahasan yang spesifik dan detail
- Hanya berdasarkan informasi dari internal saja

2.6.9. Klasifikasi sistem informasi
Sistem Informasi dapat Diklasifikasikan dengan cara berbeda, bisa berdasarkan
struktur organisasi, area fungsional, ketersediaan dukungan, dan arsitektur sistem.
 Klasifikasi Struktur Organisasi
Klasifikasi berdasarkan struktur organisasi yang bersangkutan, organisasi
tradisional biasanya memiliki struktur hirarki dengan membagi perusahaan
menjadi beberapa departemen yang menjalankan fungsi-fungsi utama organisasi,
organisasi-organisasi yang lebih modern sering mengembangkan struktur
organisasinya meelalui proses reengineering dan menghasilkan struktur organisasi
yang inovatif seperti struktur matriks, struktur jaringan, dll. Secara umum
klasifikasi berdasarkan struktur organisasi adalah:
1. Sistem Informasi Departemen (Departemental Information System),
seringkali organisasi membagi program aplikasi berdasarkan satu fungsi
departemen, aplikasi dirancang umtuk melakukan fungsi yang spesifik
langsung untuk pengguna tertentu. Setiap departemen bisa memiliki
program berdiri sendiri tidak memiliki integrasi dengan sistem lain yang
biasa disebut dengan istilah sistem informasi departemen tunggal, namun
bisa juga sistem dikembangkan dengan integrasi antar departemen dengan
membaginya kedalam subsistem-subsistem aplikasi.

2. Sistem Informasi Perusahaan (Enterprise_Information System/ EntIS),
sistem informasi ini menghimpun dan menggabungkan semua aplikasi
departemen dalam suatu integrasi penuh. Salah satu aplikasi sistem
informasi perusahaan yang paling terkenal adalah Enterprise Resources
Planning (ERP). Sistem ERP merupakan sistem yang memungkinkan
perusahaan mengganti sistem yang ada dengan sistem tunggal terintegrasi,
35


proses ini melibatkan perencanaan dan manajemen sumberdaya
keseluruhan perusahaan.

3. Sistem Informasi Interorganisasi ( Interorganizational Information System/
IOS), sistem ini menghubungkan beberapa organisasi, seperti
menggabungkan sistem reservasi penerbangan dunia yang menyatakan
beberapa sisteem yang dimiliki maskapai berbeda. IOS juga digunakan
untuk perusahaan multinasonal yang beroprasi di dua atau lebih negara,
juga memegang peranan penting didalam sistem e-commerce, dan
mendukung manajemen rantai pasok.

 Klasifikasi Area Fungsional
Klasifikasi berdasarkan area fungsional membagi sistem informasi berdasarkan
fungsi-fungsi utama yang dijalankan oleh departemen-departemen dalam suatu
organisasi, pada umumnya meliputi:
1. Sistem Informasi Penjualan dan Marketing, adalah sistem informasi pada
area fungsionaal penjualan dan marketing, singkatnya disebut sistem
informasi marketing (Marketing Information System/ MKIS) meliputi
semua aktivitas yang berhubungan dengan promosi dan penjualan produk
atau jasa. Transaksi yang dicatat antara lain order penjualan, order
promosi, dan lainnya. Aktivitas pengendalian operasional meliputi
perekrutan dan pelatihan tenaga marketing, jadwal harian penjualan dan
promosi. Informasi untuk manajerial meliputi data konsumen, pesaing,
produk pesaing, dan kebutuhan tenaga penjualan.

2. Sistem Informasi Akuntansi dan Keuangan, akuntansi dan keuangan
merupakan fungsi yang terpisah tetapi berhubungan erat sehingga sering
digambarkan sebagai satu kesatuan. Sistem Informasi keuangan (Finance
Information System/ FIS) bertanggung jawab untuk menjamin kecukupan
danaorganisasi dengan minimasi biaya serendah mungkin tetapi tetap
mencapai tujuan yang telah ditentukan.

36


3. Sistem Informasi Manufaktur (Manufacturing Information System/ MFIS)
meliputi fungsi perancangan produk, perencanaan fasilitas produksi,
penjadwalan dan operasi fasilitas produksi, penerimaan, dan pelatihan
tenaga kerja produksi, serta inspeksi dan pengendalian kualitas.
Pengendalian operasional menghasilkan laporan rinci perbandingan antara
kinerja actual dan jadawal produksi dan mengidentifikasi dimana terjadi
bottleneck.

4. Sistem Informasi Personalia (Human Resources Information System/
HRIS) meliputi penerimaan, pelatihan, pencatatan prestasi, penggajian,
dan pemberhentian pegawai. Pengedalian operasional meliputi prosedur
penerimaan, pelatihan, pemberhentian, perubahan gaji, dan masalah
pension.

5. Sistem Informasi Logistik (Logistic Information System/ LIS), fungsi
logistic meliputi pengadaan, penerimaan,pengendalian persediaan, dan
distribusi. Transaksi yang diproses oleh sistem informasi ini meliputi
rekuisisi pembelian, order pengiriman, dan daftar barang yang dikirim.
Fungsi pengendalian operasional menggunakan informasi yang tersedia
dalam laporan pembelian sebelumnya, pengiriman ke pelanggan
sebelumnya.

6. Sistem Informasi Sumberdaya Informasi (Information Resources
Information System/ IRIS), fungsi sumberdaya informasi bertanggung
jawab menjamin bahwa fungsi-fungsi lain mendapatkan jasa dan
sumberdaya informasi yang diutuhkannya. transaksi umum yang ditangani
meliputi permintaan pemrosesan informasi, perbaikan atau perubahan data
program, laporan kinerja hardware dan software, dan proposal-proposal
proyek.

7. Sistem Informasi Eksekutif (Excecutive Information System/ EIS), sistem
informasi eksekutif biasanya terpisah dari sistem informasi area
fungsional, biasanya menghasilkan informasi utnuk mendukung
37


pengambilan keputusan. Transaksi sistem ini meliputi permintaan
informasi dari dokumen-dokumen sistem informasi fungsional untuk
keperluan pengambilan keputusan, dengan melakukan akses pada database
kemudian diproses oleh model keputusan.

 Klasifikasi Dukungan teknologi
Klasifikasi ketiga membagi tipe sistem informasi berdasarkan ketersediaan
dukungan terhadap area fungsional, dukungan yang disediakan oleh sistem
informasi sangat tergantung pada teknologi sistem yang digunakan, dapat dibagi
menjadi:
1. Sistem Pemrosesan Transaksi (Transation Processing System/ TPS).
Sistem pemrosesan transaksi merupakan jenis sistem informasi yang
pertama kali diimplementasikan. Fokus utama sistem ini adalah pada data
transaksi. Sistem informasi ini digunakan untuk menghimpun,
menyimpan, dan memproses data transaksi serta sering kali
mengendalikan keputusan yang merupakan bagian dari transaksi.

2. Sistem Informasi Manajemen (Manajemen Information System/ MIS).
Sistem Informasi Menajemen adalah sistem informasi yang menyediakan
informasi untuk mendukung operasi, manajemen, dan pengembalian
keputusan dalam sebuah organisasi. SIM menghasilkan informasi yang
memantau kinerja sistem dengan membandingkan hasil actual dengan
target atau standar yang ditetapkan. Macam-macam laporan yang
dihasilkanoleh SIM berupa laporan periodic, laporan ikhtisar, laporan
pengecualian, dan laporan perbandingan.

3. Sistem Manajemen Pengetahuan (Knowledge Management System/ KMS),
adalah sistem yang dirancang secara spesifik untuk aktivitas pofesional
dan manajerial yang berfokus pada penciptaan, pengumpulan,
pengorganisasian, dan diseminasi pengetahuan perusahaan sebagai
pembanding data dan informasi.

38


4. Sistem Pendukung Keputusan (Decicion Support System) adalah sistem
Informasi interaktif yang menyediakan informasi, permodelan, dan
manipulasi data yang digunakan untuk membantu pengambilan keputusan
pada situasi yang semi terstruktur dan situasi yang tidak terstruktur dimana
tak seorangpun tahu secara pasti bagaimana keputusan seharusnya dibuat
(Alter, 2002).

5. Kantor Virtual (Virtual Office), disebut juga sistem otomasi perkantoran
(Office Automation System/ OAS) atau sistem informasi perkantoran
(Office Information System/ OIS) adalah sistem yang memberikan fasilitas
tugas-tugas pemrosesan informasi sehari-hari di dalam perkantoran dan
organisasi bisnis.

6. Sistem Pakar (Expert System/ ES), sistem ini berhubungan dengan
artificial intelegent (AI) yaitu perograman komputer untuk simbolisasi
cara berpikir dan pemecahan masalah. Sistem pakar menyediakan tempat
penyimpanan pengetahuan dari para pakar dan non pakar, sehingga
dikemudian hari dapat digunakan dalam pemecahan masalah.

 Klasifikasi Berdasarkan Arsitektur Sistem
Organisasi sistem informasi tergantung pada yang ingin didukungnya, sehingga
sebelum merancang suatu sistem informasi, diawali dengan tugas kunci untuk
melakukan konseptualitas kebutuhan informasi dari inti bisnis organisasi itu,
termasuk cara bagaimana memenuhinya. Konseptualitas ini dikenal dengan
sebutan arsitektur informasi. Arsitektur da infrastruktur adalah aspek yang saling
berkaitan dengan perancangan sistem informasi. Paling tidak ada tiga tipe dasar
arsitetur sistem :
1. Sistem berbasis mainframe (A mainframe-Based System), adalah sistem yang
menggunakan sebuah mainframe sebagai pusat pengendali sistem, database
dan program disimpan dalam komputer utama, dan informasi ditampilkan di
komputer stasiun kerja. Contohnya sistem perbankan yang memiliki
39


mainframe untuk menyimpan data rekening nasabah, dan data ini dapat
diakses di ATM yang menggunakan stasiun kerjanya.

2. Sistem komputer pribadi berdiri sendiri ( a Standalone Personal Computer),
adalah arsitektur yang paling sederhana, cocok untuk perusahaan kecil dengan
fungsi organisasi sederhana, seperti di mini market,perusahaan rental mobil,
percetakan kecil, dan sejenisnya.

3. Sistem terdistribusi (a distributed system), disebut juga sistem jaringan,
menggunakan lebih dari sati komputer, Banyak variasi yang dapat
diimplementasikan sesuai dengan karakteristik organisasi.

2.6.10. Pengertian sistem informasi
Secara umum informasi diartikan sebagai pengetahuan mengenai sesuatu atau
seseorang, informasi digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan mengenai
tindakan apa yang akan dilakukan pada sesuatu atau seseorang itu. Gordon B.
Davis dan Margarethe H. Olson (1985) mendefinisikan informasi sebagai data
yang telah diproses kedalam bentuk yang bermanfaat bagi penerima dan
diperkirakan atau sebenar-benarnya bernilai untuk keputusan atau tindakan
sekarang atau dimasa yang akan datang.

Pengertian secara umum, sistem informasi merupakan kumpulan komponen atau
elemen yang saling bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu (Romney dan
Steinbart, 2000). Sistem memerlukan sumber daya yang akan mengubah input
menjadi output. Sistem informasi merupakan suatu susunan dari komponen-
komponen berhubungan yang saling berinteraksi untuk mendukung kegiatan,
manajemen informasi dan pengambilan informasi yang dibutuhkan oleh suatu
perusahaan atau organisasi.

Komponen-komponen sistem informasi terdapat di dalam fasilitas sistem
informasi, terdiri dari:
40


1. Perangakat keras (hardware), meliputi mesin, media, perlengkapan fisik yang
digunakan untuk mengumpulkan dan memproses data serta menghasilkan
informasi.
2. Perangkat lunak (software), adalah program dan prosedur yang berkaitan
dengan operasi sistem informasi.
3. Basis data (database), kumpulan terpadu dari data logis yang saling
berhubungan yang merupakan catatan sumber daya fisik dan transakasi
terhadapnya.
4. Spesialis Informasi (Programer), adalah tenaga kerja yang mendesain,
mengimplementasi, dan memelihara sistem informasi sehingga mampu
menyediakan informasi bagi para pengguna (users).
5. Informasi, adalah data yang dapat digunakan pengguna untuk mengambil
keputusan
6. Pengguna (users), manajer dan beragam kategori pegawai yang membutuhkan
informasi untuk membantu pengambilan keputusan.
Interaksi diantara sumber daya informasi digambarkan oleh McLeod seperti
terlihat pada Gambar 2.1.
Perangkat
Lunak
Perangkat
Lunak
Perangkat
Lunak
Spesialis
Informasi
User
Informasi

Gambar 2.4. Interaksi di Antara Sumberdaya Informasi
Sumber: Raymond McLeood Jr. dan Gerdo shell dalam, Sistem Informasi
Manajemen(terjemahan), 8/E (New jersey, Prentice Hall, 2001) hal.18.




41


2.6.11. Sistem Informasi Jadwal Induk Produksi
Berdasarkan pengertian diatas jadi dapat disimpulkan bahwa perancangan jadwal
induk produksi merupakan sistem informasi berdasarkan fungsional yang
termasuk kedalam sistem pendukung keputusan (decition support system) yang
artinya sistem Informasi interaktif yang menyediakan informasi, permodelan, dan
manipulasi data yang digunakan untuk membantu pengambilan keputusan pada
perancangan jadwal induk produksi perusahaan.

2.7. Perancangan Sistem
Perancangan sistem atau desain sistem adalah proses pengembangan spesifikasi
sistem baru berdasarkan hasil rekomendasi analisis sistem. Tahap perancangan
berisi spesifikasi yang dibutuhkan dalam berbagai kertas kerja. Kertas kerja itu
harus memuat berbagai uraian mengenai input, proses, dan Output dari sistem
yang diusulkan. Perancangan sistem dapat juga diartikan sebagai :
1. Tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem.
2. Pendefinisian atas kebutuhan-kebutuhan fungsional.
3. Persiapan untuk rancang bangun implementasi.
4. Menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk, berupa penggambaran
perencanaan, pembuatan sketsa, pengaturan dari beberapa elemen terpisah ke
dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi.
5. Konfigurasi komponen software dan hardware sistem.

Tujuan tahap perancangan sistem yaitu memenuhi kebutuhan pemakai sistem,
kemudian memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap
untuk pemrogram dan ahli-ahli teknik yang terlibat. Kemudian sasaran yang harus
dicapai yaitu desain sistem harus berguna, mudah dipahami dan digunakan, data
harus mudah ditangkap, metode harus mudah diterapkan, informasi mudah
dihasilkan dan mudah pula dipahami., harus efisien, dan efektif dalam mendukung
pengolahan transaksi, pelaporan manajemen pembuatan keputusan.

Desain sistem juga harus memberikan komponen sistem informasi secara rinci,
meliputi data, informasi, media penyimpanan, prosedur yang digunakan, sumber
42


daya manusia yang dibutuhkan, perangkat keras, perangkat lunak dan
pengendaliannya.

Beberapa tekanan desain (design forces) yang harus diperhatikan:
1. Integrasi sistem
2. Jalur pemakai/ sistem (user interface: query, desain layar, umpan balik,
bantuan, pengendalian kesalahan, desain workstation).
3. Tekanan dan persaingan.
4. Kualitas dan kegunaan informasi (tepat waktu, tepat guna, relevan).
5. Kebutuhan sistem (keandalan, ketersediaan, keluwesan, skedul, instalasi,
berguna sesuai pertumbuhan organisasi, kemudahan pemeliharaan).
6. Kebutuhan pengolahan data (volume, hambatan waktu pengolahan,
permintaan perhitungan).
7. Faktor-faktor organisasi (sifat organisasi, tipe, ukuran, struktur organisasi,
gaya manajemen).
8. Kebutuhan-kebutuhan biaya efektifitas.
9. Faktor-faktor manusia.
10. Kebutuhan dan kelayakan (kelayakan dari segi teknik, ekonomi, hukum,
operasi, dan kelayakan skedul).

2.7.1. Bagan Alir Dokumen (Flowmap)
Flow map yaitu bagan alir dokumen yang menunjukan arus laporan dari formulir
yang dipergunakan, juga merupakan bagan yang menunjukan arus pekerjaan dari
sistem secara keseluruhan, menjelaskan urutan dari prosedur-prosedur yang sudah
ada di dalam sistem serta menunjukan apa yang dikerjakan di dalam sistem.












43


Tabel 2.10. Simbol-simbol dalam Flow Map

No Simbol Nama Keterangan
1

Dokumen

Menunjukan dokumen sebagai masukan/ keluaran baik
secara manual/ melalui komputer.

2

Proses Manual

Menunjukan proses yang dikerjakan secara manual.

3

Operasi
Komputerisasi

Menunjukan proses yang dikerjakan oleh komputer.

4

Manual Input

Menunjukan operasi input secara manual melalui
keyboard.

5

Magnetic Disk

Menujukan penyimpanan data dalam hardisk
(Database).

6

Penyimpanan
Dokumen

Digunakan untuk penyimpanan data sebagai arsip
secara manual.

7

Penyimpanan
Dokumen

Digunakan sebagi penghubung kedalam halaman
berbeda.

8

Aliran Data

Menunjukan aliran data antar proses.


2.7.2. Diagram Konteks
Diagram konteks (context diagram) adalah digram tingkat atas, merupakan
diagram dari sebuah sistem yang menggambarkan aliran data yang masuk dan
keluar dari sistem juga yang masuk dan keluar dari entitas luar. Diagram konteks
menggambarkan suatu sistem informasi secara global, termasuk aliran data dari
masukan (input) ke proses kegiatan (sistem) dan dari keluaran (output) menjadi
sebuah informasi yang terpadu.

Hal yang harus diperhatikan :
1. memberikan gambaran tentang seluruh sistem.
2. Terminal yang memberikan masukan ke sistem disebut Source.
44


3. Terminal yang menerima keluaran disebut Sink.
4. Hanya adda satu proses.
5. Tidak boleh ada data store.

2.7.3. Data Flow Diagram (DFD)
Data Flow Diagram (DFD) adalah alat pembuatan model yang memungkinkan
profesional sistem untuk menggambarkan sistem sebagai suatu jaringan proses
fungsional yang dihubungkan satu sama lain dengan alur data, baik secara manual
maupun komputerisasi. DFD ini sering disebut juga dengan nama Bubble chart,
Bubble diagram, model proses, diagram alur kerja, atau model fungsi. DFD ini
adalah salah satu alat pembuatan model yang sering digunakan, khususnya bila
fungsi-fungsi sistem merupakan bagian yang lebih penting dan kompleks dari
pada data yang dimanipulasi oleh sistem. Dengan kata lain, DFD adalah alat
pembuatan model yang memberikan penekanan hanya pada fungsi sistem.

DFD ini merupakan alat perancangan sistem yang berorientasi pada alur data
dengan konsep dekomposisi dapat digunakan untuk penggambaran analisa
maupun rancangan sistem yang mudah dikomunikasikan oleh profesional sistem
kepada pemakai maupun pembuat program.

2.7.4. Komponen Data Flow Diagram (DFD)

Gambar 2.5. Simbol-simbol yang Digunakan Pada DFD




45


1. Komponen Terminator / Entitas Luar
Terminator mewakili entitas eksternal yang berkomunikasi dengan sistem yang
sedang dikembangkan. Biasanya terminator dikenal dengan nama entitas luar
(external entity). Terdapat dua jenis terminator :
a. Terminator Sumber (source) : merupakan terminator yang menjadi sumber.
b. Terminator Tujuan (sink) : merupakan terminator yang menjadi tujuan data /
informasi sistem.

Gambar 2.6. Komponen Terminator

Terminator dapat berupa orang, sekelompok orang, organisasi, departemen di
dalam organisasi, atau perusahaan yang sama tetapi di luar kendali sistem yang
sedang dibuat modelnya. Terminator dapat juga berupa departemen, divisi atau
sistem di luar sistem yang berkomunikasi dengan sistem yang sedang
dikembangkan.

2. Komponen Proses
Komponen proses menggambarkan bagian dari sistem yang mentransformasikan
input menjadi output. Proses diberi nama untuk menjelaskan proses/kegiatan apa
yang sedang/akan dilaksanakan. Pemberian nama proses dilakukan dengan
menggunakan kata kerja transitif (kata kerja yang membutuhkan obyek), seperti
Menghitung Gaji, Mencetak KRS, Menghitung Jumlah SKS.

Ada empat kemungkinan yang dapat terjadi dalam proses sehubungan dengan
input dan output :
46



Gambar 2.7. Proses


3. Komponen Data Store
Komponen ini digunakan untuk membuat model sekumpulan paket data dan
diberi nama dengan kata benda jamak, misalnya Mahasiswa. Data store ini
biasanya berkaitan dengan penyimpanan-penyimpanan, seperti file atau database
yang berkaitan dengan penyimpanan secara komputerisasi, misalnya file disket,
file harddisk, file pita magnetik. Data store juga berkaitan dengan penyimpanan
secara manual seperti buku alamat, file folder, dan agenda.

Pada pengertian pertama jelaslah bahwa data store tidak berubah, jika suatu paket
data/informasi berpindah dari data store ke suatu proses. Sebaliknya pada
pengertian kedua data store berubah sebagai hasil alur yang memasuki data store.
Dengan kata lain, proses alur data bertanggung jawab terhadap perubahan yang
terjadi pada data store.


Gambar 2.8. Implementasi data store



47


4. Komponen Data Flow (Alur Data)
Suatu data flow / alur data digambarkan dengan anak panah, yang menunjukkan
arah menuju ke dan keluar dari suatu proses. Alur data ini digunakan untuk
menerangkan perpindahan data atau paket data/informasi dari satu bagian sistem
ke bagian lainnya. Alur data juga dapat merepresentasikan data/informasi yang
tidak berkaitan dengan komputer. Alur data perlu diberi nama sesuai dengan
data/informasi yang dimaksud, biasanya pemberian nama pada alur data dilakukan
dengan menggunakan kata benda, contohnya Laporan Penjualan.

2.7.5. Bentuk Data Flow Diagram (DFD)
Terdapat dua bentuk DFD, yaitu Diagram Alur Data Fisik, dan Diagram Alur data
Logika. Diagram alur data fisik lebih menekankan pada bagaimana proses dari
sistem diterapkan, sedangkan diagram alur data logika lebih menekankan proses-
proses apa yang terdapat di sistem.

1. Diagram Alur Data Fisik (DADF)
DADF lebih tepat digunakan untuk menggambarkan sistem yang ada (sistem yang
lama). Penekanan dari DADF adalah bagaimana prosesproses dari sistem
diterapkan (dengan cara apa, oleh siapa dan dimana), termasuk proses-proses
manual. Untuk memperoleh gambaran bagaimana sistem yang ada diterapkan,
DADF harus memuat :
1. Proses-proses manual juga digambarkan.
2. Nama dari alur data harus memuat keterangan yang cukup terinci untuk
menunjukkan bagaimana pemakai sistem memahami kerja sistem.
3. Simpanan data dapat menunjukkan simpanan non komputer.
4. Nama dari simpanan data harus menunjukkan tipe penerapannya apakah
secara manual atau komputerisasi. Secara manual misalnya dapat
menunjukkan buku catatat, meja pekerja. Sedang cara komputerisasi misalnya
menunjukkan file urut, file database.
5. Proses harus menunjukkan nama dari pemroses, yaitu orang, departemen,
sistem komputer, atau nama program komputer yang mengakses proses
tersebut.
48



2. Diagram Alur Data Logika (DADL)
DADL lebih tepat digunakan untuk menggambarkan sistem yang akan diusulkan
(sistem yang baru). Untuk sistem komputerisasi, penggambaran DADL hanya
menunjukkan kebutuhan proses dari sistem yang diusulkan secara logika,
biasanya proses-proses yang digambarkan hanya merupakan proses-proses secara
komputer saja.

Gambar 2.9. DADF dan DADL

2.7.6. Syarat-syarat pembuatan Data Flow Diagram (DFD)
Syarat pembuatan DFD ini akan menolong profesional sistem untuk menghindari
pembentukkan DFD yang salah atau DFD yang tidak lengkap atau tidak konsisten
secara logika. Beberapa syarat pembutan DFD dapat menolong profesional sistem
untuk membentuk DFD yang benar, menyenangkan untuk dilihat dan mudah
dibaca oleh pemakai.

Syarat-syarat pembuatan DFD ini adalah :
1. Pemberian nama untuk tiap komponen DFD
49


2. Pemberian nomor pada komponen proses
3. Penggambaran DFD sesering mungkin agar enak dilihat
4. Penghindaran penggambaran DFD yang rumit
5. Pemastian DFD yang dibentuk itu konsiten secara logika

2.7.7. Kamus Data
Kamus data adalah suatu daftar data elemen yang terorganisir dengan definisi
yang tetap dan sesuai dengan sistem, sehingga user dan analis sistem mempunyai
pengertian yang sama tentang input, output, dan komponen data strore. Kamus
data ini sangat membantu analis sistem dalam mendefinisikan data yang mengalir
di dalam sistem, sehingga pendefinisian data itu dapat dilakukan dengan lengkap
dan terstruktur. Pembentukan kamus data dilaksanakan dalam tahap analisis dan
perancangan suatu sistem.

Pembentukan kamus data didasarkan atas alur data yang terdapat pada DFD. Alur
data pada DFD ini bersifat global, dalam arti hanya menunjukan nama alur
datanya tanpa menunjukan struktur dari alur data itu. Untuk menunjukan struktur
dari alur data secara terinci maka dibentuklah kamus data yang didasarkan pada
alur data di dalam DFD.

 Form Kamus Data
Suatu sistem dapat diuraikan ke dalam 4 form kamus data yang menerangkan isi
database sistem dalam bentuk hirarki seperti yang digambarkan sebagai berikut :

Data Flow Dictionary Entry Data Store Dictionary Entry
Data Structure Dictionary Entry
Data Element Dictionary Entry
Gambar 2.10. Hirarki dari Form Kamus Data

Dari gambar di atas tampak bahwa data flow dan data store ada pada level
tertinggi. Di sini lebih baik menganggap data flow dan data store sebagai file dari
data. Selanjutnya struktur data yang ada pada data flow dan data store terletak
50


pada level kedua atau middle level. Pada level ini struktur data dianggap sebagai
record data. Level terakhir adalah data element yang terletak pada level terendah,
karena data element merupakan bagian dari struktur data. Di sini data element
dianggap sebagai field.

 Pendefinisian Data Elemen Dalam Kamus Data
Kamus data mendefinisikan data elemen dengan cara :
- Menguraikan arti dari alur data dan data store dalam DFD
- Menguraikan komposisi paket data pada alur data ke dalam alur yang lebih
elementary (kecil) contoh : alamat langganan yang terdiri dari nama jalan,
kota dan kode pos.
- Menguraikan komposisi paket data dalam data store.
- Menspesifikasikan nilai dan unit informasi dalam alur data dan data store.
- Menguraikan hubungan yang terinci antara data strore dalam suatu entity
relationship diagram (ERD).

 Notasi Kamus Data
Kamus data menggunakan beberapa notasi. Notasi itu adalah :
Tabel 2.11. Notasi dalam Kamus Data
NOTASI ARTI
= terdiri dari, terbentuk dari, sama dengan
+ dan
( ) optional
{ } iterasi/ pengulangan, misal : 1 { ... } 10
[ ] pilih satu dari beberapa alternatif (pilihan) misal : [AIBICID]
* * komentar
@ identifier suatu data store
I pemisah dalam bentuk [ ]
Alias nama lain untuk suatu data

 Implementasi Kamus Data
Kamus data dapat diimplementasikan dengan menggunakan beberapa pendekatan,
diantaranya :
51


1. Automatisasi kamus data
2. Manual kamus data.
3. Hybrid kamus data.

1. Automatisasi kamus data
Pembuatan kamus data dapat dilakukan secara automatissasi dengan
menggunakan program kamus data prosessor, yang berfungsi :
Menerima definisi sebagai input yang mendukung alur data, elemen data, file-file,
proses dan memberikan format dan prosedur definisi

2. Manual Kamus Data
Kamus data ini dibuat secara manual atau dengan kata lain pembuatan kamus data
ini dilakukan dengan :
 Membuat kartu indeks untuk masing-masing item yang didefinisikan
 Menulis nama item tersebut dan tingkatannya.
 Menulis definisi dengan menggunakan operator-operator.
 Menggunkan bagian belakang dari kartu untuk membuat catatan tentang
karakteristik fisik
 Membuat masing-masing satu kartu untuk suatu nama alias
 Membuat satu entry untuk masing-masing satu istilah
 Membuat entry secara berurutan.

3. Hybrid Kamus Data
Cara lain dalam membuat kamus data adalah dengan mengembangkan kamus data
yang dibuat secara manual dengan menggunakan tool-tool yang sederhana.

2.7.8. Entity Relationship Diagram (ERD)
ERD merupakan suatu model untuk menjelaskan hubungan antar data dalam basis
data berdasarkan objek-objek dasar data yang mempunyai hubungan antar relasi.
ERD untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data, untuk
menggambarkannya digunakan beberapa notasi dan simbol. Pada dasarnya ada
tiga simbol yang digunakan, yaitu :
52


a. Entiti
Entiti merupakan objek yang mewakili sesuatu yang nyata dan dapat
dibedakan dari sesuatu yang lain (Fathansyah, 1999: 30). Simbol dari entiti ini
biasanya digambarkan dengan persegi panjang.
b. Atribut
Setiap entitas pasti mempunyai elemen yang disebut atribut yang berfungsi
untuk mendeskripsikan karakteristik dari entitas tersebut. Isi dari atribut
mempunyai sesuatu yang dapat mengidentifikasikan isi elemen satu dengan
yang lain. Gambar atribut diwakili oleh simbol elips.
c. Hubungan / Relasi
Hubungan antara sejumlah entitas yang berasal dari himpunan entitas yang
berbeda. Relasi dapat digambarkan sebagai berikut :
Relasi yang terjadi diantara dua himpunan entitas (misalnya A dan B) dalam
satu basis data yaitu (Abdul Kadir, 2002: 48) :
1). Satu ke satu (One to one)
Hubungan relasi satu ke satu yaitu setiap entitas pada himpunan entitas A
berhubungan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas B.
2). Satu ke banyak (One to many)
Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak
entitas pada himpunan entitas B, tetapi setiap entitas pada entitas B dapat
berhubungan dengan satu entitas pada himpunan entitas A.

3). Banyak ke banyak (Many to many)
Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak
entitas pada himpunan entitas B.
Tabel 2.12. Contoh Reletionship Antar Entitas
mahasiswa dosen mata_kuliah ruang
mahasiswa - n:1 m:n -
dosen - 1:n -
mata_kuliah - 1:1
ruang -
53


Hubungan:
- ruang digunakan untuk mata_kuliah:
- Tabel utama: ruang
- Tabel kedua: mata_kuliah
- Relationship: One-to-one (1:1)
- Attribute penghubung: kode_ruang (FK kode_ruang di mata_kuliah)
- dosen mengajar mata_kuliah:
- Tabel utama: dosen
- Tabel kedua: mata_kuliah
- Relationship: One-to-many (1:n)
- Attribute penghubung: nip (FK nip di mata_kuliah)
- mahasiswa mengambil mata_kuliah:
- Tabel utama: mahasiswa, mata_kuliah
- Tabel kedua: mhs_ambil_mk
- Relationship: Many-to-many (m:n)
- Attribute penghubung: nim, kode_mk (FK nim, kode_mk di
mhs_ambil_mk)
- dosen membimbing mahasiswa:
- Tabel utama: dosen
- Tabel kedua: mahasiswa
- Relationship: One-to-many (1:n)
- Attribute penghubung: nip (FK nip di mahasiswa)



















Gambar 2.11. Entity Relationship Diagram
mahasiswa

dosen

ruang

mata_kuliah

mengambil
digunakan
untuk
mengajar
membimbin
g
nim
nama_mhs
alamat_mhs kode_mk
nama_mk
deskripsi_mk
kode_ruang
lokasi_ruan
g
kapasitas_ruan
g
nip
nama_dosen
alamat_dosen
54


2.7.9. Pengertian Database
Sebelum memahami database kita perlu memahami dulu apa yang dimaksud
dengan data. Data adalah fakta-fakta dari sesuatu, seseorang atau kejadian yang
merupakan kumpulan simbol-simbol yang bukan acak. Data diklasifikasikan
menjadi beberapa tipe yaitu :
1. Alphabetik yaitu datayang berkaitan dengan huruf.
2. Numerik yaitu data yang berkaitan dengan angka.
3. Boolean yaitu yang berkaitan dengan benar (True) atau salah (False).
4. Gambar yaitu data yang berkaitan dengan gambar.
5. Audio yaitu data yang berkaitan dengan suara.
6. Video yaitu data yang berkaitan dengan gabungan antara gambar dan suara.

Data yang telah diidentifikasi biasanya dicatat atau disimpan dalam tempat
penyimpanan data, manusia menyimpan data pada memori otaknya sedangkan
perusahaan menyimpan data pada berbagai media, bisa dalam media manual
berupa kertas atau film yang kemudian disimpan dalam map yang dimasukan
kedalam lemari arsip, atau dalam media elektronik menggunakan database yang
disimpan didalam harddisk sebuah komputer.

Database bisa dikatakan sebagai suatu kumpulan dari data yang tersimpan dan
diatur atau diorganisasikan sehingga data tersebut bisa diambil atau dicari dengan
mudah dan efisien. Sebagai contoh sederhana dari database adalah buku telepon.
Software atau aplikasi yang bertugas untuk mengatur, menyimpan, memodifikasi
data disebut dengan software database engine dan lebih resminya disebut dengan
DBMS (Database Management System). Ada banyak sekali aplikasi DBMS ini
mulai yang berjalan di komputer personal (PC) sampai ke komputer skala
mainframe. Contoh-contoh dari aplikasi database engine misalnya seperti :
1. SQL Server, dibuat oleh Microsoft.
2. MS Access, dibuat oleh Microsoft.
3. Oracle Database, dibuat oleh Oracle.
4. MySQL, dibuat oleh MySQL AB.
5. Firebird, dibuat oleh komunitas open source berdasarkan dari kode Interbase.
55


6. PostgreSQL, dibuat oleh komunitas open source.
7. DB2, dibuat oleh IBM.

Masih banyak lagi sederet nama database engine yang ada di dunia ini. Aplikasi
yang menggunakan database banyak sekali, beberapa diantaranya adalah :
1. Sistem perpustakaan yang berbasis komputer, pasti membutuhkan database
yang besar untuk merawat data buku yang dimilikinya.
2. Sistem ATM (Automatic Teller Machine), pasti membutuhkan database yang
besar untuk mengambil dan meng-update data saldo uang misalnya.
3. Sistem reservasi tiket pesawat, pasti membutuhkan database untuk
menyimpan data reservasi tiket.
4. Sistem inventory, pasti membutuhkan database untuk menyimpan data
inventory termasuk updating data stok barang dan lain sebagainya.

Menurut pengaksesannya, basis data dibedakan menjadi empat jenis, yaitu :
1. Basis data individual
Basis data individual adalah basis data yang digunakan oleh perseorangan.
Biasanya basis data seperti ini banyak dijumpai dilingkungan PC. Visual dBASE,
Corel Paradox, dan Filemaker Pro merupakan contoh perangkat lunak yang biasa
digunakan untuk mengelola basis data untuk kepentingan pribadi.

2. Basis data perusahaan
Basis data perusahaan adalah basis data yang dimaksudkan untuk diakses oleh
sejumlah pegawai dalam sebuah perusahaan dalam sebuah lokasi. Basis data
seperti ini disimpan dalam sebuah server dan para pemakai dapat mengakses dari
masing-masing komputer yang berkedudukan sebagai client.

3. Basis data terdistribusi
Basis data terdistribusi adalah basis data yang disimpan pada sejumlah komputer
yang terletak pada beberapa lokasi. Model seperti ini banyak digunakan bank
yang memiliki sejumlah cabang di pelbagai kota dan melayani transaksi
perbankan yang bersifat online.
56



4. Basis data publik
Basis data publik adalah basis data yang dapat diakses oleh siapa saja (publik).
Sebagai contoh, banyak situs web (misalnya yahoo dan about.com) yang
menyediakan data yang bersifat publik dan dapat diambil siapa saja secara gratis.
(Sumber: http://blog.re.or.id/jenis-basis-data-database.htm)

2.7.10. Normalisasi
Normalisasi merupakan proses pengelompokan data elemen menjadi tabel yang
menunjukan entitas relasinya. Tujuan dari normalisasi agar didapat sebuah basis
data yang benar-benar efektif dan efisien.

a. First Normal Form (1NF)
• Domain disebut atomic bila elemen yang ada di dalamnya tidak dapat dibagi
menjadi unit yang lebih kecil (indivisible)
• Nilai non-atomic membuat penyimpanan data menjadi rumit dan dapat
mendorong terjadinya redundansi data.

b. Second Normal Form (2NF)
Sebuah relasi berada dalam kondisi 2NF jika dan hanya jika relasi tersebut :
– Berada dalam kondisi 1NF
– Tidak ada atribut nonkey yang tergantung secara parsial dengan relasi dalam
skema tersebut.

c. Third Normal Form (3NF)
• Sebuah relasi berada dalam kondisi 3NF jika dan hanya jika :
– Berada dalam kondisi 2NF
– Setiap atribut nonkey bersifat nontransitively dependent pada primary key
• 3NF mengasumsikan relasi hanya mempunyai satu candidate key
• 3NF tidak cukup memecahkan persoalan pada kasus di mana sebuah relasi :
– Mempunyai dua atau lebih candidate key, di mana
– Candidate key tersebut komposit dan Terdapat overlap.
57


2.8. Implementasi
Implementasi merupakan tahap penerapan hasil desain kedalam bentuk file
komputer. Sistem informasi ini tentu saja yang sudah terlebih dahulu dilakukan
proses analisis sistem dan proses perancangan sistem. Tujuan dari pemberlakuan
proses ini adalah agar penerapan sistem yang baru ini sesuai dengan tujuan dan
sasaran pengadaannya. Pada tahap implementasi ini perangkat lunak yang
digunakan yaitu Microsoft Visual Basic 6.0 sebagai pembuat aplikasi yang dituju,
sedangkan dalam perancangan basis data yaitu dengan menggunakan Microsoft
Access dengan proses koneksi Data Environment.

2.9. Sekilas Tentang Visual Basic
Microsoft Visual Basic adalah sebuah bahasa pemrograman komputer yang
menjadi sarana untuk menghasilkan program–program aplikasi yang berbasis
windows. Kelebihan perancangan database dengan visual basic, yaitu:
1. Sarana akses data yang lebih cepat dan handal untuk membuat aplikasi basis
data yang berkemampuan tinggi.
2. Tambahan control-control baru lebih canggih serta peningkatan kaidah
struktur bahasa visual basic.
3. Visual Basic memiliki beberapa versi atau edisi yang disesuaikan dengan
kebutuhan pemakainya.

Beberapa kemampuan Visual Basic adalah membuat apalikasi berbasis Windows
yang mandiri (executable), menguji program (debugging), sersta membuat obyek-
obyek pembantu seperti : ActieX, Help, dan lainnya. Sama seperti program
aplikasi berbasis Windows lainnya, Interface Visual Basic terdiri dari Menu Bar,
Toolbars, ToolBox, dan beberapa panel lainnya seperti Properties, Project, dan
Form Layout. Posisi komponen pada interface Visual Basic dapat di atur
sedemikian rupa, seperti menutup panel, membuatnya terapung (floating), atau
tetap pada tempatnya (dockable).

Berikut ini perjalanan Visual Basic ( VB 1.0 sampai VB 10 ) yaitu :
1. Proyek “ Thunder” dirintis.
58


2. Visual Basic 1.0 ( Mei 1991 ) di rilis untuk windows pada Comdex / Windows
Wordltrade yang dipertunjukkan di Atlanta, Georgia.
3. Visual Basic 1.0 untuk DOS di rilis pada bulan September 1992. Bahasa ini
kompatibel dengan Visual Basic For Windows. VB 1.0 for DOS ini pada
kenyataannya merupakan versi kelanjutan dari compiler BASIC, Quick Basic
dan BASIC Professional Development System
4. Visual Basic 2.0 di rilis pada November 1992, cakupan pemrogramannya
cukup mudah untuk digunakan dan kecepatannya juga telah di modifikasi.
5. Visual Basic 3.0 di rilis pada musim panas 1993 dan dibagi menjadi versi
standard an professional. VB 3 memasukan Versi 1.1 dari Microsoft Jet Data
base Engine yang dapat membaca serta menulis database Jet ( atau Access )
1.x.
6. Visual Basic 4.0 ( Agustus 1995 ) merupakan versi pertama yang dapat
membuat windows program 32 bit sebaik versi 16 bit nya. VB 4 juga
memperkenalkan kemampuan untuk menulis non-GUI class pada Visual
Basic.
7. Visual Basic 5.0 ( Februari 1997 ), Microsoft merilis secara ekslusif Visual
Basic untuk versi windows 32 bit.
8. Visual Basic 6.0 ( pertengahan 1999), memperbaiki beberapa cakupan,
termasuk kemampuannya untuk membuat Aplikasi Web-based. Visual Basic 6
di jadwalkan akan memasuki Microsoft “ fasa non Supported “ dimulai pada
Maret 2008.
9. Visual Basic NET ( VB 7 ), di rilis pada tahun 2002, beberapa yang mencoba
pada versi pertama. NET ini mengemukakan bahwa bahasa ini sangat
powerful tapi bahasa yang digunakan sangat berbeda dengan bahasa
sebelumnya, dengan kekurangan diberbagai area, termasuk run time-nya yang
10 kali lebih besar dari paket runtime VB 6 serta peningkatan pengguna
memory.
10. Visual Basic NET 2003 ( VB 7.1 ¬), di rilis dengan menggunakan NET
framework versi 1.1
59


11. Visual Basic 2005 ( VB 8.0 ), merupakan iterasi selanjutnya dari Visual Basic
NET dan Microsoft memutuskan untuk menghilangkan kata – kata NET pada
judulnya. Pada rilis ini Microsoft memasukan beberapa fitur baru diantaranya :
o Edit and Continue, mungkin inilah kekurangan fitur terbesar dari VB NET
pada VB 2005 ini kita diperbolehkan melakuakan perubahan kode pada
saat program sedang dijalankan.
o Perbaikan pada Konversi dari VB ke VB NET 12 Visual Basic NET 2003
( VB 7.1 ), di rilis dengan menggunakan NET framework versi 1.1
12. Is Not Patent, merupakan salah satu fitur dari Visual Basic 20005 merupakan
konversi If Not X Is Not Y.
13. Visual Basic 2005 Express, merupakan bagian dari Product Visual Studio.
Microsoft membuat Visual Studio 2005 Express edition untuk pemula dan
yang gemar dengan VB, salah satu produknya adalah Visual Basic 2005
Express yang merupakan produk gratis dari Microsoft.
14. Visual Basic “ Orcas “ ( VB 9.0 ), dijadwalkan akan di rilis pada tahun 2007
dan dibangun diatas NET 3.5. Pada rilis ini, Microsoft menambahkan
beberapa fitur diantaranya :
o True Tenary operator, yaitu fungsi If ( boolean, value, value ) yang
digunakan untuk mengganti fungsi IF.
o LINQ Support.
o Ekspresi Lambada.
o XML Literals.
o Nullable Type.
o Type Inference.
15. Visual Basic “VB X” ( VB 10.0 ), Visual Basic 10 yang juga dikenal dengan
nama VB X akan menawarkan dukungan untuk Dynamic Language Runtime. VB
10 direncanakan akan menjadi bagian dari Silver Light 11
Sumber:www.CianjurCyberCity.COM\sekilas-tentang-visual-basic-60-vb 3c.3c.htm

60

Bab 3
Metodologi Pemecahan Masalah


3.1. Kerangka Pemecahan Masalah
Pada penelitian ini dibuat flow chart yang menggambarkan bagaimana
perancangan pemecahan masalah dari awal sampai akhir penelitian berdasarkan
hasil dari keseluruhan penlitian di UD. PUTRA DINAMIS.
Mulai
Identifikasi Masalah
Tujuan Penelitian
Pengumpulan Data:
1. Studi Dokumentasi
2. Observasi Lapangan
3. Wawancara
Observasi
Kesimpulan

Studi Literatur
Selesai
Analisis Sistem
Layak
Perancangan Sistem
Implementasi Sistem
Ya
Tidak


Gambar 3.1. Flowchart Pemecahan Masalah
61


3.2. Langkah-langkah Pemecahan Masalah
3.2.1. Observasi Lapangan
Observasi merupakan langkah awal dari sebuah penelitian untuk mengetahui
bagaimana keadaan suatu perusahaan. Selain itu juga dilakukan pengamatan
beserta pengenalan proses produksi diperusahaan pada awal penelitian di UD.
PUTRA DINAMIS.

3.2.2. Identifikasi Masalah
Disertai studi literatur yang merupakan awal dari proses penganalisaan pada
sistem produksi diperusahaan dengan perencanaan metode penyelesaian masalah
berdasarkan buku atau referensi yang akan digunakan. Pada penelitian ini setelah
melakukan studi literatur didapat permasalahan di UD. PUTRA DINAMIS yaitu
suatu perancangan produksi yang belum menggunakan perhitungan secara teknis
dan sistem komputerisasi dalam menentukan rencana produksi. Maka
diidentifikasikan sebuah masalah diperusahaan adalah bagaimana membuat sistem
aplikasi yang dapat membantu perancangan penjadwalan induk produksi di
perusahaan.

3.2.3. Tujuan Penelitian
Berdasarkan identifikasi masalah yang dibuat, maka penelitian ini diajukan untuk
merancang sebuah sistem atau perangkat lunak dalam perencanaan produksi yang
berjalan diperusahaan dengan memperhitungkan jadwal induk produksinya
sehingga diperoleh hasil yang memungkinkan untuk diimplementasikan di UD.
PUTRA DINAMIS.

3.2.4. Pengumpulan Data
Proses selanjutnya dalam perencanaan produksi di UD. PUTRA DINAMIS ialah
mengumpulkan data yang didapat dari beberapa langkah pengambilan data.
Langkah-langkah pengambilan data diantaranya:
1. Studi Dokumentasi, berdasarkan pengenalan dari perusahaan dan bersumber
dari beberapa dokumen, buku atau referensi lainnya baik yang didapat dari
pihak perusahaan ataupun luar perusahaan.
62

2. Observasi Lapangan, merupakan langkah awal dari penelitian dalam
pencarian masalah dari perusahaan.
3. Wawancara, ditujukan untuk mengumpulkan data diperlukan dengan
berinteraksi dengan pihak terkait perusahaan yaitu pembimbing dalam
melakukan penelitian ini.

Adapun data yang dikumpulkan dari ketiga langkah diatas adalah sebagai berikut:
a. Data aktual dari permintaan pemesanan produk.
b. Data produksi dalam perancangan produk secara keseluruhan.
c. Jam kerja dan Hari kerja standar karyawan.
d. Data jumlah dan upah dari tenaga kerja.
e. Ongkos produksi perusahaan.

3.2.5. Analisis Sistem
Analisis ini dibuat sebagai langkah awal dalam perancangan sistem aplikasi.
Dalam analisis sistem terdapat beberapa langkah diantaranya:
a. Analisis Perusahaan.
b. Analisis Sistem Lama Perusahaan.
c. Analisis Kelemahan Sistem Lama.
d. Analisis Kebutuhan.

Setelah melakukan analisis sistem maka dapat ditentukan apakah sistem ini layak
atau tidak untuk perusahaan. Jika layak maka lanjutkan kelangkah perancangan
atau desain sistem, jika tidak layak maka kembali keidentifikasi permasalahan.

3.2.6. Perancangan Sistem
Perancangan sistem ini merupakan penggambaran dari sistem informasi dalam
bentuk konteks diagram, Data Flow Diagram (DFD) dan perancangan data base
dengan menggunakan tahap Normalisasi yang kemudian perancangan Entity
Relationship Diagram (ERD) dengan menuliskan arus data pada Data Flow
Diagram (DFD) dengan menggunakan kamus data. Ditambah dengan contoh
perhitungan dalam pembuatan aplikasi sistem yang akan dibuat diantaranya
63

dengan menghitung Rencana Produksi Agregat setelah itu melakukan proses
disagregasi dengan mengunakan metode Britan and Hax. Langkah berikutnya
yaitu membuat Master Produk Schedule (MPS) dan membandingkan kebutuhan
kapasitas kasar atau Rought Cut Capacity Planning (RCCP) dengan kapasitas
yang tersedia.

3.2.7. Implementasi Sistem
Setelah perancangan sistem dibuat maka langkah selanjutnya ialah pembuatan
implementasi sistem yang prosesnya menguraikan seleksi penginstalan program,
penggunaan program aplikasi serta penerapan dan pengujian sistem informasi
baru diperusahaan.

3.2.8. Kesimpulan
Langkah ini merupakan langkah terakhir dari penelitian. Pembuuatan sistem
informasi baru ini akan disimpulkan apakah berhasil untuk diterapkan di UD.
PUTRA DINAMIS. Ditambah dengan pemberian saran penulis kepada hasil
penelitian dan juga kepada perusahaan dengan memicu keberhasilan dalam suatu
pemecahan masalah.

64

Bab 4
Analisis Dan Desain Sistem


4.1. Analisis Sistem
4.1.1. Analisis Perusahaan
Pada tahun 1997 merupakan pengenalan kayu untuk bahan bangunan kepada
rakyat sekitar Tasikmalaya khususnya daerah Cikalong dan ketika itu pembuatan
bahan bangunan dipasarkan hanya untuk daerah sekitar Cikalong. Sejak itu terus
menerus berkembang dan pada tahun 2000 berdiri perusahaan besar kayu yang
memproduksi berbagai macam bahan kayu. Untuk memenuhi kebutuhan
perusahaan yang semakin berkembang, maka disebarkanlah khusus untuk
produksi dari mulai bahan kayu gelondongan sampai kayu berupa bahan
bangunan yang akan diolah lagi oleh perusahaan besar. Terdapat beberapa
perusahaan kecil yang membantu produksi dari perusahaan besar dalam produksi
kayu, salah satunya UD. PUTRA DINAMIS yang berdiri pada tahun 2002 di Kp.
Andiljaya Rt.07/02 Desa Cibeber Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya.

UD. PUTRA DINAMIS merupakan perusahaan kecil yang memperdagangkan
kayu yang berupa balok/ palet dengan berbagai ukuran jadi sehingga dapat diolah
kembali oleh perusahaan yang lebih besar. Dari mulai bahan yang berupa kayu
gelondongan dengan berbagai bahan kayu, diantaranya seperti kayu albasiah,
merahan dan racuk. Selain produk jadi perusahaan ini menjual juga sisa bahan
produksi (scrapt). Peusahaan yang termasuk kedalam home industry ini terdapat
tenaga kerja operasional sebanyak 25 orang ditambah dengan seorang sebagai
pemilik perusahaan.

4.1.2. Analisis Sistem Lama Perusahaan
Manajer di perusahaan ini memegang peranan yang begitu central, karena segala
pembuat keputusan dimulai dari produksi sampai keuangan dilakukan oleh
manajer. Tetapi dalam perencanaan produksi manajer hanya mengandalkan suatu
intuisi atau belajar dari pengalaman seorang manajer. Karena diperusahaan ini
65

belum menggunakan suatu sistem yang dapat membantu pekerjaan dari manajer
apalagi yang berbasis komputer.

Mulai
nota
Cek Stok
Pemesanan
Barang
Stok
Produksi
Terima
Pesanan
Barang
Pesanan
Bahan
Mulai
Produksi
Berdasarkan
Keputusan
Manajer
Buat Nota
Selesai
nota
Pelanggan / Pembeli Pembelian Suplier Gudang Produksi
Update
Stok
Read
Stok
Kurang
Cukup



Gambar 4.1. Sistem Lama Perusahaan


4.1.3. Analisis Kelemahan Sistem Lama
Dengan berdasarkan sistem lama perusahaan pada saat ini, diketahui bahwa semua
pembuat keputusan bersumber dari pimpinan perusahaan. Maka beberapa
kelemahan dapat ditimbulkan didalam sistem lama ini diantaranya:
 Kecepatan dan keakuratan yang kurang baik dalam hal membuat suatu
keputusan dalam hal merencanakan jadwal produksi, apalagi ketika
manajer menemukan suatu kesibukan yang dapat mengganggu
perencanaan produksi.
 Kurangnya informasi yang didapat untuk menunjang pembuatan
keputusan perencanaan produksi, selain itu tidak teraturnya informasi pada
66

sistem lama ini memungkinkan ketidak akuratan dalam sistem
perencanaan jadwal induk produksi.
 Data yang didapat atau dihasilkan tidak teratur dan rapih untuk dianalisa
secara keseluruhan keadaan perusahaan ini. Bahkan sifat dari data hanya
sementara karena pendataan dan pengendalian yang kurang begitu baik.

4.1.4. Analisis Kebutuhan
Pada saat ini proses yang ada pada UD. PUTRA DINAMIS meliputi:
a. Proses Penjualan
Proses penjualan kayu dilakukan dengan melalui proses pengantaran ke
perusahaan yang memesan produk.
b. Proses Produksi
Proses produksi yang dilakukan diperusahaan saat ini adalah berdasarkan
pada keputusan dari pimpinan perusahaan dengan berdasarkan pada
pengalaman dan intuisi pimpinan. Hal ini menyebabkan ketepatan dan
kecepatan pada perencanaan produksi kurang begitu efektif pada
perusahaan. Selain itu juga perusahaan belum mempunyai sistem untuk
melakukan perencanaan produksi baik secara manual ataupun secara
komputerisasi.

Berdasarkan permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan, maka sistem baru yang
dibutuhkan adalah sebagai berikut:
a. Suatu sistem yang dapat membuat kepuutusan perencanaan jadwal induk
produksi secara cepat dan akurat.
b. Suatu sistem yang memberikan informasi input ataupun output secara
lengkap.
c. Suatu sistem yang dapat menghasilkan pengendalian data secara teratur
dan baik.

Software yang digunakan dalam pembuatan sistem penginformasian penjadwalan
produksi ini adalah dengan menggunakan Microsoft Visual Basic 6.0.

67

4.2. Desain Sistem
Perancangan sistem usulan ini merupakan penggambaran dari sistem informasi
dalam bentuk konteks diagram, Data Flow Diagram (DFD) dan Entity
Relationship Diagram (ERD) serta menuliskan arus data pada Data Flow
Diagram (DFD) dengan menggunakan kamus data.

4.2.1. Data Flow Diagram (DFD)
Context diagram dimaksudkan untuk menggambarkan suatu aktifitas-aktifitas di
perusahaan secara umum. Berikut ini adalah konteks diagram sistem informasi
penjadwalan di UD. PUTRA DINAMIS.
Permintaan Manajer
Alat Bantu
Pengambil
Keputusan
Data Permintaan Hasil Perencanaan
Produksi
0

Gambar 4.2. Diagram konteks perusahaan

Diagram konteks ini kemudian akan dijabarkan menjadi DFD Level 0 dengan
proses utama yang meliputi:
1.0. Proses Perencanaan Produksi
Dalam proses ini setelah didapatkan informasi-informasi mengenai
perhitungan yang akan dilakukan dengan perencanaan agregat dan
penjadwalan produksi untuk mendapatkan hasil laporannya.

Permintaan
Proses
Perencanaan
Produksi
Manajer
Data Permintaan
Hasil Proses
Perencanaan
Produksi
1.0


Gambar 4.3. DFD Level 0

Proses berikutnya ialah penggambaran DFD Level 1 yang proses utamanya
mencakupi aktifitas sebagai berkut:
68

1.1. Proses perhitungan
Proses ini merupakan proses perhitungan dari data awal yang telah
didapatkan. Hasil yang didapat dari perhitungan ini meliputi proses
perencanaan agregat dan jadwal induk produksi.
1.2. Proses validasi perhitungan
Proses ini berfungsi sebagai bentuk perbandingan dan pengujian terhadap
hasil perhitungan perencanaan produksi dengan kapasitas produksi
tersedia dan kebutuhan kapasitas yang dibandingkannya.
1.3. Proses laporan hasil perhitungan
Proses ini akan membuat suatu laporan mengenai hasil dari perencanaan
jadwal induk produksi yang kemudian menjadi informasi bagi pemilik
perusahaan.

Data awal
Manajer
Data awal
Proses
perhitungan
Proses
validasi
perhitungan
Perencanaan Produksi
Hasil
Perhitungan
Hasil validasi
perhitungan
Hasil
Perencanaan
Produksi
Hasil Laporan
Perencanaan
Produksi
1.1
1.2
1.3
Laporan hasil
perhitungan

Gambar 4.3. DFD Level 1



69

4.3. Kamus Data
Kamus data merupakan deskripsi formal mengenai seluruh elemen yang tercakup
dalam DFD (Data Flow Diagram) yang terkait pada sebuah pada sebuah entitas
yang perlu disimpan sebagai bahan untuk menyusun basis data (database).

Berikut ini merupakan kamus data yang dibuat berdasarkan arus data yang ada
pada DFD (Data Flow Diagram) :
1. Tabel Data Awal
Nama Data : Data awal.
Aliran Data : Data awal ke Proses 1.1.
Volume : Per kubik tiap transaksi.
Elemen Data :
Tabel 4.1. Data data awal
No Field Type Length Description
1 Tahun Text 5 Tahun Permintaan
2 Jml_Permintaan Long 4 Jumlah permintaan produk
3 Jamkerja Long 4 Jumlah jam kerja satu hari
4 Tngkerja Byte 1 Jumlah operator mesin
5 Hrkerja1 Long 4 Jumlah hari kerja bulan Januari
6 Hrkerja2 Long 4 Jumlah hari kerja bulan Februari
7 Hrkerja3 Long 4 Jumlah hari kerja bulan Maret
8 Hrkerja4 Long 4 Jumlah hari kerja bulan April
9 Hrkerja5 Long 4 Jumlah hari kerja bulan Mei
10 Hrkerja6 Long 4 Jumlah hari kerja bulan Juni
11 Hrkerja7 Long 4 Jumlah hari kerja bulan Juli
12 Hrkerja8 Long 4 Jumlah hari kerja bulan Agustus
13 Hrkerja9 Long 4 Jumlah hari kerja bulan September
14 Hrkerja10 Long 4 Jumlah hari kerja bulan Oktober
15 Hrkerja11 Long 4 Jumlah hari kerja bulan November
16 Hrkerja12 Long 4 Jumlah hari kerja bulan Desember
17 Kaplembur Long 4 Kapasitas lembur perusahaan
18 Wkt_baku Long 4 Waktu baku produksi tiap kubik
19 SS Long 4 Stok cadangan kapasitas
20 B_normal Curency 8 Biaya kerja normal per hari
70

21 B_lembur Curency 8 Biaya kerja lembur per jam
22 B_inv Curency 8 Biaya inventori perusahaan /bln
23 B_simpan Curency 8 Biaya simpan perusahaan
24 B_setup Curency 8 Biaya persiapan produksi

2. Tabel Perhitungan
Nama Data : Data Perhitungan.
Aliran Data : Proses 1.1 ke Proses 1.2.
Keterangan : Perhitungan rencana jadwal produksi.
Elemen Data :
Tabel 4.2. Data Perhitungan
No Field Type Length Description
1 Jml_permintaan Long 4 Jumlah permintaan produk
2 Qadj1 Long 4 Produk yang dibuat periode 1
3 Qadj2 Long 4 Produk yang dibuat periode 2
4 Qadj3 Long 4 Produk yang dibuat periode 3
5 Qadj4 Long 4 Produk yang dibuat periode 4
6 Qadj5 Long 4 Produk yang dibuat periode 5
7 Qadj6 Long 4 Produk yang dibuat periode 6
8 Qadj7 Long 4 Produk yang dibuat periode 7
9 Qadj8 Long 4 Produk yang dibuat periode 8
10 Qadj9 Long 4 Produk yang dibuat periode 9
11 Qadj10 Long 4 Produk yang dibuat periode 10
12 Qadj11 Long 4 Produk yang dibuat periode 11
13 Qadj12 Long 4 Produk yang dibuat periode 12
14 Ong_UPRT Curency 8 Jumlah ongkos produksi normal
15 Ong_UPOT Curency 8 Jumlah ongkos produksi lembur
16 Ong_Inv Curency 8 Jumlah ongkos inventori
17 Tot_ongkos Curency 8 Total ongkos produksi





71

3. Tabel Validasi
Nama Data : Data validasi.
Aliran Data : Proses 1.2 ke Proses 1.3.
Keterangan : Proses validitas perhitungan jadwal induk produksi.
Elemen Data :
Tabel 4.3. Data validasi
No Field Type Length Description
1 Jml_permintaan Long 4 Jumlah produksi permintaan
1 Kap1 Long 4 Kapasitas yang dibutuhkan periode 1
2 Kap2 Long 4 Kapasitas yang dibutuhkan periode 2
3 Kap3 Long 4 Kapasitas yang dibutuhkan periode 3
4 Kap4 Long 4 Kapasitas yang dibutuhkan periode 4
5 Kap5 Long 4 Kapasitas yang dibutuhkan periode 5
6 Kap6 Long 4 Kapasitas yang dibutuhkan periode 6
7 Kap7 Long 4 Kapasitas yang dibutuhkan periode 7
8 Kap8 Long 4 Kapasitas yang dibutuhkan periode 8
9 Kap9 Long 4 Kapasitas yang dibutuhkan periode 9
10 Kap10 Long 4 Kapasitas yang dibutuhkan periode 10
11 Kap11 Long 4 Kapasitas yang dibutuhkan periode 11
12 Kap12 Long 4 Kapasitas yang dibutuhkan periode 12
13 Sed1 Long 4 Kapasitas yang tersedia periode 1
14 Sed2 Long 4 Kapasitas yang tersedia periode 2
15 Sed3 Long 4 Kapasitas yang tersedia periode 3
16 Sed4 Long 4 Kapasitas yang tersedia periode 4
17 Sed5 Long 4 Kapasitas yang tersedia periode 5
18 Sed6 Long 4 Kapasitas yang tersedia periode 6
19 Sed7 Long 4 Kapasitas yang tersedia periode 7
20 Sed8 Long 4 Kapasitas yang tersedia periode 8
21 Sed9 Long 4 Kapasitas yang tersedia periode 9
22 Sed10 Long 4 Kapasitas yang tersedia periode 10
23 Sed11 Long 4 Kapasitas yang tersedia periode 11
24 Sed12 Long 4 Kapasitas yang tersedia periode 12
25 Ket Text 20 Keterangan validitas perhitungan


72

4.4. Perancangan Data Base
Perancangan database merupakan langkah dari pembuatan tahap normalisasi,
ERD (Entity Relationship Diagram), relasi tabel dan struktur file.
4.4.1. Normalisasi
Normalisasi merupakan proses pengelompokan data elemen menjadi tabel yang
menunjukan entitas relasinya. Tujuan dari normalisasi adalah untuk membuat
database yang normal atau paling tidak untuk memverifikasi rancangan yang telah
dibuat sebelumnya.

Bentuk normalisasi pada sistem informasi jadwal induk produksi yang terdapat
pada perusahaan kayu UD. PUTRA DINAMIS adalah sebagai berikut:
1. Tabel Universal
o Tabel data awal
Tabel 4.4. Tabel data awal
tahun jml_permintaan jamkerja tngkerja hrkerja1 hrkerja2 hrkerja3 hrkerja4 hrkerja5


hrkerja6 hrkerja7 hrkerja8 hrkerja9 hrkerja10 hrkerja11 hrkerja12 kaplembur wkt_baku


SS b_normal b_lembur b_inv b_simpan b_setup


o Tabel Perhitungan
Tabel 4.5. Tabel Perhitungan
jml_permintaan qadj1 qad2 qad3 qad4 qad5 qad6 qad7 qad8


qad9 qad10 qad11 qad12 ong_uprt ong_upot ong_inv tot_ongkos


o Tabel validasi
Tabel 4.6. Tabel validasi
jml_permintaan kap1 kap2 kap3 kap4 kap5 kap6 kap7 kap8


73

kap9 kap10 kap11 kap12 sed1 sed2 sed3 sed4 sed5 sed6


sed7 sed8 sed9 sed10 sed11 sed12 ket




2. Tabel Normalisasi Bentuk Pertama
o Tabel data awal
Tabel 4.7. Tabel data awal normal 1
tahun jml_permintaan jamkerja tngkerja hrkerja kaplembur wkt_baku SS


b_normal b_lembur b_inv b_simpan b_setup



o Tabel Perhitungan
Tabel 4.8. Tabel Perhitungan normal 1
jml_permintaan qad ong_uprt ong_upot ong_inv tot_ongkos


o Tabel validasi
Tabel 4.9. Tabel validasi normal 1
jml_permintaan kap sed ket


3. Tabel Normalisasi Bentuk Kedua
Aturan pada bentuk normal kedua adalah setiap field yang tidak bergantung
sepenuhnya pada atribut identifier harus dipindahkan pada tabel lain. Oleh karena
itu pada tahap normalisasi bentuk kedua haruslah sudah dapat ditentukan kunci-
kunci fieldnya. Kunci field harus unik dan dapat mewakili atribut lain yang
menjadi anggotanya. Sebuah tabel dikatakan tidak memenuhi normalisasi bentuk
kedua jika ketergantungannya hanya bersifat parsial (hanya bergantung pada
sebagian dari primary key).

74

Perhitungan
Jml_Permintaan
*
Data Awal
Jml_Permintaan
Jamkerja
Tngkerja
*
Tahun
Hrkerja
B_setup
B_simpan
SS
Validasi
Jml_permintaan
Kap
Sed
*
Ket
Kap_lembur
Ongkos_Inv
Ongkos_UPRT
Ongkos_UPOT
Wkt_baku
Qadj
Tot_ongkos
B_normal
B_lembur
B_inv
Home
Tahun *

Gambar 4.4. Bagan Normalisasi Bentuk Kedua

4. Tabel Normalisasi Bentuk Ketiga
Untuk menjadi bentuk normal ketiga maka relasi haruslah dalam bentuk normal
kedua dan semua atribut bukan primer tidak punya hubungan yang transitif.
Artinya setiap atribut bukan kunci harus bergantung hanya pada kunci primer
secara menyeluruh. Pada bentuk normal kedua di atas tidak terdapat atribut
deskriptor yang tergantung pada atribut deskriptor lainnya. Sehingga tidak
dibuatlah tabel normalisasi bentuk ketiga.

4.4.2. Entity Relationship Diagram (ERD)
Tahap 1: Penentuan Entities
 Data awal : Menyimpan informasi data permintaan dan perusahaan.
 Perhitungan : Menampilkan informasi perhitungan jadwal produksi.
 Validasi : Menampilkan informasi validitas perhitungan.




75

Tahap 2 : Penentuan Atribut
 Data awal
- Tahun : Tahun Permintaan (PK)
- Jml_Permintaan : Jumlah permintaan produk
- Jamkerja : Jumlah jam kerja dalam satu hari
- Tngkerja : Jumlah tenaga kerja operator dalam satu hari
- Hrkerja : Hari kerja tiap bulan
- Kaplembur : Kapasitas lembur perusahaan
- Wkt_baku : Waktu baku produksi tiap kubik
- SS : Stok cadangan kapasitas
- B_normal : Biaya kerja normal per hari
- B_lembur : Biaya kerja lembur per jam
- B_inv : Biaya inventori perusahaan /bln
- B_simpan : Biaya simpan perusahaan
- B_setup : Biaya persiapan produksi

 Perhitungan
- Jml_Permintaan : Jumlah permintaan produk (PK)
- Qadj : Jumlah jam kerja dalam satu hari
- Ong_UPRT : Ongkos yang terjadi dalam produksi normal
- Ong_UPOT : Ongkos yang terjadi dalam produksi lembur
- Ong_Inv : Ongkos yang terjadi dalam inventori
- Tot_ongkos : Total ongkos yang terjadi dalam rencana agregat

 Validasi
- Jml_Permintaan : Jumlah permintaan produk (PK)
- Kap : Kapasitas yang dibutuhkan
- Sed : Kapasitas yang tersedia
- Ket : Keterangan validitas perhitungan




76

Tahap 3 : Penentuan Relationship
Tabel 4.10. Hubungan antar tabel
Data Awal Perhitungan Validasi
Data awal 1:1 1:1
Perhitungan 1:1
Validasi

Hubungan:
 Data awal digunakan untuk perhitungan:
o Tabel utama : data awal
o Tabel kedua : perhitungan
o Relationship : One to one (1:1)
o Atribut penghubung : Jml_Permintaan (FK Jml_Permintaan di
perhitungan)

 Data awal digunakan untuk validasi:
o Tabel utama : data awal
o Tabel kedua : validasi
o Relationship : One to one (1:1)
o Atribut penghubung: Jml_permintaan (FK Jml_permintaan di validasi)

 Perhitungan digunakan untuk validasi:
o Tabel utama : perhitungan
o Tabel kedua : validasi
o Relationship : One to one (1:1)
o Atribut penghubung: Jml_permintaan (FK Jml_permintaan di validasi)






77

Tahap 4: Pembuatan ERD
Data awal
Digunakan
Perhitungan
Digunakan
Validasi
1
1
1
1

Gambar 4.5. ERD

4.4.3. Relasi Antar Tabel
Relasi tabel merupakan prosedur yang berkaitan dengan pemakai tentang
hubungan logika antar data dalam basis dengan menampilkan ke dalam bentuk
tabel-tabel yang terdiri dari sejumlah barisan dan kolom yang menentukan atribut
tertentu. Relasi antar tabel menunjukan hubungan antar tabel yang ditandai
dengan adanya foreign key. Berikut ini relasi anatr tabel dari hasil normaslisasi di
atas:
Perhitungan
Jml_Permintaan
Data Awal
Jml_Permintaan
Jamkerja
Tngkerja
Tahun
Hrkerja
B_setup
B_simpan
SS
Validasi
Jml_permintaan
Kap
Sed
Ket
Kap_lembur
Ongkos_Inv
Ongkos_UPRT
Ongkos_UPOT
Wkt_baku
Qadj
Tot_ongkos
B_normal
B_lembur
B_inv
Home
Tahun

Gambar 4.6. Relasi tabel
78

Bab 5
Implementasi Sistem


Implementasi merupakan tahap penerapan hasil desain kedalam bentuk file
komputer. Sistem informasi ini tentu saja yang sudah terlebih dahulu dilakukan
proses analisis sistem dan proses perancangan sistem. Tujuan dari pemberlakuan
proses ini adalah agar penerapan sistem yang baru ini sesuai dengan tujuan dan
sasaran pengadaannya. Pada tahap implementasi ini perangkat lunak yang
digunakan yaitu Microsoft Visual Basic 6.0 sebagai pembuat aplikasi yang dituju,
sedangkan dalam perancangan basis data yaitu dengan menggunakan Microsoft
Access dengan proses koneksi Data Environment. Langkah pertama yang
digunakan dalam pengimplementasian sistem adalah pencarian hasil dengan
perhitungan manual menggunakan metode dari perencanaan agregat, disagregasi
dan RCCP dengan bantuan program Microsoft Excel 2010 (contoh
perhitungannya dapat dilihat di halaman lampiran). Bentuk dari proses
implementasi sistem informasi terhadap jadwal induk produksi di perusahaan
perdagangan kayu Putra Dinamis Tasikmalaya adalah sebagai berikut :
1. Seleksi tempat instalasi hardware dan software.
2. Membuat panduan users.
3. Pelatihan personil (training).
4. Pengujian sistem informasi sebagai sistem yang baru di perusahaan.

5.1. Seleksi Tempat Instalasi Hardware dan Software
Baik perangkat hardware maupun software merupakan sistem yang baru bagi
perusahaan, maka dari itu diperlukan banyak persiapan, terutama dalam
penyediaan tempat yang aman dan nyaman untuk berbagai peralatan sistem baru
ini. Bentuk dari kegiatan seleksi tempat instalasi hardware dan software sistem
informasi terhadap jadwal induk produksi di perusahaan perdagangan kayu di
Tasikmalaya adalah sebagai berikut :
79
1. Menentukan tempat yang baik untuk dapat diakses atau digunakan oleh user.
Tempat yang baik itu merupakan tempat yang nyaman dan aman keadaan
ruangannya sehingga tidak mengganggu user dalam penggunaan program ini.
2. Menentukan fasilitas pendukung kemanan dan kenyamanan ruangan, yaitu
kursi, meja, tralis jendela, kunci pintu ruangan, juga lampu penerangan yang
diperlukan.

Untuk saat ini keadaan ruangan yang cocok dengan kondisi penyeleksian tempat
instalasi hardware dan software ini merupakan di tempat pemilik perusahaan yang
sekaligus sebagai user dalam penggunaan program ini.

5.2. Penggunaan Program
Program aplikasi ini digunakan untuk mempermudah perhitungan jadwal induk
produksi yang secara manualnya. Terdapat beberapa form yang dibuat dalam
perhitungan jadwal induk produksi. Berikut ini adalah panduan dalam
mengimplementasikan program yang telah didesain:
5.2.1. Tampilan Home

Gambar 5.1. Tampilan Home

Tampilan awal merupakan form pertama yang dibuat dalam perancangan program
sistem informasi ini dengan menentukan periode/tahun untuk perhitungan
pemesanan produk yang akan direncanakan. Terdapat beberapa command atau
tombol yang ada didalam tampilan form ini, diantaaranya:

80
1. Tombol masuk
Tombol ini bergambarkan matahari berwarna kuning. Dengan menekan
tombol ini maka perintah akan memasuki form berikutnya yaitu form data
awal.

Gambar 5.2. Command perintah menuju form berikutnya

2. Tombol bantuan
Tombol ini bergambarkan question/ tanda tanya yang akan memberikan
informasi mengenai program yang akan dijalankan. Jika user menekan
tombol ini maka akan muncul gambar seperti dibawah ini.
Gambar 5.3. Informasi mengenai program yang akan dijalankan


Gambar 5.4. Command bantuan

3. Tombol keluar
Tombol ini merupakan perintah untuk keluar dari program aplikasi ini.
Dengan berlambangkan tanda silang merah.

Gambar 5.5. Command keluar





81
5.2.2. Tampilan data awal

Gambar 5.6. Tampilan data awal

Form kedua merupakan tampilan data awal yang berisikan data-data input yang
berasal dari informasi perusahaan serta permintaan pesanan produk. Didalam form
ini terdapat fungsi menu yang dapat menjadi informasi selain dari command atau
toolbar. Berikut adalah contoh dari fungsi menu dan toolbar form beserta
penjelasannya:

Gambar 5.7. Tampilan fungsi menu

Penjelasan fungsi menu pada form data awal:
o Menu home
Terdapat 2 sub menu yaitu simpan dan batal. Menu simpan berfungsi sebagai
penyimpan data informasi dan menu batal untuk menghapus data yang sudah
diisi.


82
o Menu form
Menu form merupakan menu yang menghubungkan antara form-form yang
lainnya diantaranya form home (kembali ke form sebelumnya) dan form
agregat (menuju form berikutnya).
o Menu help
Merupakan menu yang memberikan informasi bantuan mengenai form yang
ditampilkan. Berikut adalah informasi yang diberikan menu bantuan.

Gambar 5.8. Tampilan informasi menu help
o Menu exit
Merupakan menu yang membawa user keluar dari program aplikasi ini.


Gambar 5.9. Tombol command pada form data awal

Penjelasan tombol command pada data awal:
o Perhitungan
Tombol ini menghubungkan form data awal ke form perhitungan.
o Simpan
Merupakan tombol untuk menyimpan data awal ini.
o Batal
Menghapus data yang telah disimpan atau data yang telah diisi.
o Keluar
Membantu megeluarkan user dari program.



83
Langkah penggunaan form data awal:
a. Setelah user memasuki form data awal, maka langkah selanjutnya adalah
mengisi data-data dalam kotak kosong yang dimulai dari jumlah
permintaan, jam kerja, tenaga kerja, hari kerja (januari-desember),
kapasitas lembur, safetystock, waktu baku, biaya normal kerja, lembur dan
inventori.
b. Setelah diisi data-datanya maka langkah berikutnya klik tombol simpan
dan masuk ke perhitungan dengan menekan tombol perhitungan. Tetapi
jika data belum diisi maka akan ada pemberitahuan seperti gambar
dibawah ini.

Gambar 5.10. Informasi pengisian data

5.2.3. Form Perhitungan

Gambar 5.11. Tampilan form perhitungan

Form perhitungan merupakan tampilan ketiga dari aplikasi program ini. Dengan
form ini user dapat mengetahui informasi hasil perhitungan dari perencanaan
jadwal induk produksi yang datanya telah dimasukan dari form sebelumnya. Hasil
yang dapat diketahui didalam form ini adalah perencanaan jumlah produk yang
dibuat selama periode satu tahun dan ongkos-ongkos produksi dari mulai produksi
84
normal, lembur, inventori serta total ongkos yang dikeluarkan dalam produksi
selama satu tahun yang jumlah satuannya per kubik. Dalam tampilan form
perhitungan terdapat beberapa tombol command dan fungsi menu, yaitu
diantaranya:
 Tombol command yang dapat digunakan diform perhitungan yaitu:
 Tombol hitung
Merupakan tombol yang berfungsi untuk menjalankan perhitungan
didalam form perhitungan ini.
 Tombol validasi
Menampilkan form berikutnya yaitu form validasi.
 Tombol kembali
Berfungsi sebagai tombol untuk kembali ke form sebelumnya yaitu
form data awal.
 Tombol keluar
Merupakan tombol untuk perintah keluar dari aplikasi ini.



Gambar 5.12. Tombol pada form perhitungan
 Fungsi menu yang terdapat dalam form perhitungan adalah:
 Menu home
Terdapat satu sub menu dalam fungsi home ini yaitu menu hitung
yang fungsinya memberikan informasi mengenai hasil perhitungan
dari jadwal induk produksi.
 Menu form
Menampilkan menu hubungan form diantaranya menu form awal
yang akan kembali ke tampilan home, menu form data menampilkan
form sebelumnya yaitu form data awal dan menu form validasi yang
akan menampilakan form berikutnya yaitu form validasi.
 Menu help
Memberikan informasi bantuan mengenai form perhitungan ini.
Berikut adalah tampilan menu help.
85

Gambar 5.13. Tampilan menu help
 Menu exit
Untuk keluar dari aplikasi yang dijalankan.

Gambar 5.14. Tampilan fungsi menu form perhitungan

Langkah penggunaan form ini hanyalah menekan tombol hitung yang selanjutnya
secara otomatis akan menampilkan hasil dari perhitungan jadwal induk produksi
dan rencana agregat.

5.2.4. Form Validasi

Gambar 5.15. Tampilan form validasi
86
Form validasi ini merupakan pengujian dari form perhitungan yang akan
divalidasi kapasitasnya. Kapasitas yang dibandingkan dalam proses validitas ini
adalah kapasitas yang tersedia dengan kapasitas yang dibutuhkan. Sehingga
apabila kapasitas yang tersedia melebihi kapasitas yang dibutuhkan maka hasil
dari pengujian ini akan dinyatakan valid/ berhasil dan juga sebaliknya. Ditambah
dengan grafik yang membantu memudahkan proses pemvalidasian.

Dalam form validasi terdapat tiga tombol command yang memberikan informasi
berbeda, diantaranya:
 Tombol validasi
Merupakan tombol yang memberikan informasi mengenai hasil dari proses
validasi ini.
 Tombol hasil perencanaan
Menampilkan hasil dari keseluruhan perhitungan perencanaan jadwal induk
produksi ini dengan masuk keform berikutnya yaitu form hasil perencanaan.
 Tombol keluar
Merupakan tombol untuk mengeluarkan user dari aplikasi ini.

Gambar 5.16. Tampilan tombol command form validasi

Fungsi menu yang terdapat didalam form validasi ini diantaranya yaitu:
 Menu home
Terdapat empat sub menu yang terdapat dalam menu home, diantaranya yaitu:
o Grafik
Memberikan informasi mengenai grafik perbandingan kapasitas dari
perhitungan form sebelumnya.
o Validitas
Menampilkan hasil perbandingan / validasi antara kapasitas yang tersedia
dengan kapasitas yang dibutuhkan.
o Cetak
Menampilkan form hasil perencanaan.

87
o Simpan
Menyimpan data dan informasi yang didapat dari hasil validasi kapasitas
produksi.
 Menu form
Menampilkan form-form lainnya dimulai dari form home, data awal,
perhitungan dan hasil perencanaan/laporan.

Gambar 5.17. Tampilan fungsi menu pada form hasil perhitungan

 Menu help
Memberikan informasi mengenai from validasi.
Gambar 5.18. Informasi form validasi

 Menu exit
Membantu user untuk keluar dari aplikasi ini.








88

Berikut adalah gambar hasil dari validasi contoh perhitungan pada tahun 2009.

Gambar 5.19. Tampilan hasil validasi

Langkah penggunaan form ini hanyalah dengan mengklik tombol validasi yang
kemudian akan menampilkan hasil validasi dari kapasitas produksi.

5.2.5. Form Hasil Perencanaan

Gambar 5.20. Tampilan form hasil perencanaan
89

Form hasil perencanaan merupakan form terakhir yang memberikan informasi
mengenai hasil keseluruhan perencanaan produksi yang berupa laporan yang
dapat dicetak atau diprint langsung. Sehingga dapat memudahkan user untuk
membawa laporan mengenai perencanaan jadwal induk produksi berdasarkan
pemesanan make to order dalam jangka waktu satu tahun.

5.3. Pelatihan User
User diperusahaan UD Putra Dinamis ini adalah manajer atau pemilik perusahaan
yang tentunya perlu mendapatkan pelatihan dalam penggunaan sistem baru ini.
Pelatihan (training) kepada user ditujukan agar dalam pengoperasian sistem baru
ini tidak mengalami kesulitan dalam menjalankannya. Tahapan dalam pelatihan
penggunaan sistem baru di perusahaan ini adalah:
1. Pengenalan sistem perencanaan jadwal induk produksi baik secara manual
ataupun secara komputerisasi dengan memakai sistem yang baru beserta
perbandingan kelemahan dan kelebihannya.
2. Mengenalkan bentuk dan fungsi-fungsi dari sistem informasi perencanaan
jadwal induk produksi ini.
3. Pelatihan tentang masalah yang terjadi akibat kesalahan dalam langkah
penggunaan (troubleshooting) yang mungkin terjadi pada sistem informasi
tersebut.

5.4. Pengujian Sistem Informasi Baru di Perusahaan
Tahapan ini ditujukan agar sistem informasi baru ini dibuat sesuai dengan
prosedur awal yang direncanakan seperti memudahkan user yaitu manager dalam
hal merencanakan produksi agregat beserta kapasitas produksi dan ongkos-ongkos
produksinya secara efisien dan efektif, memudahkan penyimpanan data dan
mempercepat pencarian data serta user dapat mengetahui biaya-biaya yang keluar
dalam perencanaan produksi ini.

Berdasarkan pengujian tersebut diharapkan perusahaan dapat memenuhi beberapa
perbaikan dalam segi:
90

1. Kinerja (Performance)
Disini kinerja merupakan sistem yang mendukung dalam perencanaan
produksi khususnya jadwal induk produksi.
- Sistem lama perusahaan
Kinerja kecepatan dan keakuratan sistem informasi yang kurang
memadai karena penggunaan sistem pembuat keputusannya masih
manual dan apalagi ketika masalahnya manager yang mendapatkan
kesibukan lain yang akan mengganggu perencanaan produksi tersebut.
- Sistem baru perusahaan
Kinerja dari sistem baru ini yang hanya membutuhkan beberapa menit
untuk mendapatkan hasil perencanaan produksi sebagai alat
pendukung keputusan. Selain cepat juga sistem ini cukup akurat
dibandingkan sistem lama perusahaan.

2. Informasi (information)
Informasi merupakan bagian penting dari sebuah pembuat keputusan, oleh
karena itu informasi yang didapatkan harus selengkap mungkin dan mudah
untuk digunakan.
- Sistem lama perusahaan
Informasi yang didapat dari sistem lama ini tidak teratur dan bersifat
sementara karena mungkin tidak akuratnya hasil yang didapat serta
informasi yang didapatpun tidak lengkap.
- Sistem baru perusahaan
Sistem baru ini menghasilkan informasi yang teratur dan lengkap
dalam perencanaan jadwal produksi. Itu membuat manager dapat
dengan mudah menerima atau menyampaikan informasi yang sebagai
pembuat keputusan perusahaan.




91
3. Pengendalian (control)
Pengendalian merupakan hal yang penting dalam proses kelancaran
produksi. Dengan pengendalian yang baik maka informasi yang didapat
akan dengan mudah didapat.
- Sistem lama perusahaan
Pengendalian data contohnya yang tidak secara teratur dan rapih yang
menyulitkan untuk dianalisis dan sebagai informasi pembuat
keputusan berikutnya.
- Sistem baru perusahaan
Sistem baru ini menghasilkan pengendalian yang cukup baik dan
lengkap karena data yang dihasilkan dan didapat disimpan dengan
teratur.


Bab 6
Kesimpulan dan Saran


6.1. Kesimpulan
Sistem informasi merupakan kumpulan dari komponen atau elemen yang saling
bekerja sama dalam mencapai suatu tujuan tertentu. Dengan sistem informasi
perancangan jadwal induk produksi yang diusulkan di UD PUTRA DINAMIS ini,
maka perusahaan dapat dengan mudah menyelesaikan perencanaan produksi karena
data informasi yang didapatkan cukup baik dan lengkap untuk sebuah perencanaan
jadwal induk produksi. Informasi yang didapat dalam sistem baru ini adalah suatu
hasil perhitungan dari perencanaan agregat yang berupa ongkos-ongkos produksi
serta perencanaan jadwal produksi /pembuatan produk yang akan divalidasi oleh
suatu perancangan kapasitas sehingga secara otomatis perhitungan itu akan
membantu user dalam pembuatan keputusan perancangan produksi.

Sehingga penulis menyimpulkan bahwa sistem baru yang dirancang ini akan
mempermudah bagi si pemilik perusahaan yang sekaligus sebagai user juga dalam
merencanakan suatu jalannya produksi dan perencanaan kedepan produksi. Namun
didalam sistem ini terdapat beberapa keterbatasan dalam perancangan jadwal induk
produksi ini, diantaranya ialah:
 Sistem baru ini hanya dapat menghitung dalam jumlah permintaan yang tetap
berdasarkan make to order.
 Tidak adanya sub kontrak didalam perancangan sistem ini.
 Perhitungan periode hanya dalam satu tahun.





6.2. Saran
Demi kelengkapan penulisan tugas akhir sistem informasi ini maka penulis
memberikan saran yang mungkin akan membantu pihak perusahaan, diantaranya
yaitu:
1. Penggunaan sistem baru ini yang senantiasa berbasis komputer diharapkan selalu
melakukan Back Up data dari database (berupa CD), sehingga jika terjadi hal-hal
yang tidak diinginkan misalkan hardisk rusak, datanya tidak akan hilang.
2. Mengadakan konsultasi dengan programmer jika dalam sistem informasi terdapat
masalah yang tidak dimengerti oleh users.
3. Sistem informasi ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya guna membantu
permasalahan yang terjadi di perusahaan.
4. Sistem baru ini dapat di upgrade sesuai dengan kondisi baru perusahaan. Maka
untuk merubah sistem ini diharapkan untuk menghubungi programmer.

DAFTAR PUSTAKA




Gunadarma, STMIK. 1995. Pengantar Sistem Informasi. Jakarta: Gunadarma.
J Alam, M Agus. 1999. Belajar Sendiri Microsoft Visual Basic Versi 6.0.
Bandung: Elex Media Komputindo
Modul Permatakuliahan Aplikasi Perancangan Sistem Informasi, Jurusan Teknik
Industri, Universitas Komputer Indonesia. Bandung: 2005.
Modul Program Pengenalan Visual Basic, STT Telkom. Bandung: 2005.
Noertjahyana, Agustinus. 2009. Aplikasi Teknologi Informasi Sebagai Alat Bantu
Pengambilan Keputusan Pada Proses Perencanaan dan Penjadwalan
Produksi Untuk Perusahaan Sepatu. Yogyakarta: Universitas Kristen
Petra.
Subagyo, Pangestu .Drs, M.B.A. 2000. Manajemen Operasi. Yogyakarta: BPFE.

Supardi, Yuniar Ir. 2008. 6 Sistem Populer Dengan Visual Basic 6.0. Jakarta: Elex
Media Komputindo.
Wahyudi, Eddy dan N Taufik. 2008. Risalah Praktikum Sistem Produksi.
Bandung: Universitas Komputer Indonesia.
BIODATA PENYUSUN

Nama Lengkap : Eddy Wahyudi
NIM : 1.03.05.007
Tempat/ Tanggal Lahir : Bandung / 05 Februari 1988
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Alamatlengkap : Komplek Permata Hijau Blok G 42 RT. 02 RW.20 Desa
Jelegong Kec Rancaekek Kab bandung
No Telepon/ HP : (022) 7792796 /(022) 92408009
E-mail : Oedhywae@yahoo.com

PENDIDIKAN
1992-1993 : TK Mandala Sakti
1993-1999 : SD Negeri Permata Hijau
1999 – 2002 : SLTP Negeri 1 Rancaekek
2002 – 2005 : SMA Negeri 1 Rancaekek
2005 - 2010 : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer
Universitas Komputer Indonesia



Bandung, Februari 2010
Penyusun



Eddy Wahyudi
NIM 1.03.05.007

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful