PRE-EKLAMPSIA BERAT

A.

Definisi Pre-eklampsia adalah timbulnya hipertensi disertai proteinuria dan edema akibat kehamilan . Penyakit ini umumnya terjadi dalam triwulan ke 3 kehamilan, atau segera setelah persalinan. Definisi lain menyebutkan bahwa pre eklamsia adalah suatu sindroma klinik pada kehamilan viable (usia kehamilan > 20 minggu atau berat janin > 500 gram) yang ditandai dengan hipertensi, proteinuria, dan oedema. B. Etiologi Penyebab preeklampsia sampai sekarang belum diketahui pasti. Teori yang dewasa ini dapat dikemukakan sebagai penyebab preeklampsia ialah iskemia plasenta, yaitu Pembuluh darah yang mengalami dilatasi hanya artei spirales didecidua, sedangkan pembuluh darah di miometrium yaitu arteri. spirales dan arteria basalis tidak melebar. Pada Preeklamsi invasi sel-sel thropoblast ini tidak terjadi sehingga tonus pembuluh darah tetap tinggi dan seolah-olah terjadi vasokonsrtiksi. Faktor Risiko Pre-eklampsia 1. Usia : pada wanita hamil berusia kurang dari 25 ahun insidens > 3 kali lipat, dan wanita hamil usia > 35 tahun 2. Paritas : insidens tinggi pada primigravid muda maupun tua 3. Faktor keturunan 4. Faktor gen : diduga bersifat resesif 5. Obesitas / overweight 6. Iklim / musim : di daerah tropis insidens lebih tinggi 7. Kehamilan ganda, hidramnion, mola hidatidosa C. Patofisiologi Patofisiologi pre-eklampsia adalah : 1. Penurunan kadar angiotensin II Penurunan angiotensia II menyebabkan pembuluh darah menjadi sangat peka terhadap basan-basan vaso aktif. Pada kehamilan normal terjadi penigkatan yang progresif angiotensia II, sedangkan pada preeklamsi terjadi penurunan angiotensia II 2. Perubahan volume intravaskuler Pada kehamilan preeklamsi terjadi vasokontriksi menyeluruh pada sistem pembuluh darah astiole dan prakapiler pada hakekatnya merupakan kompensasi terhadap terjadinya hipovolemi. 3. Sistem kogulasi tidak normal

Terjadinya gangguan sistem koagulasi bisa menyebabkan komplikasi hemologik seperti hellp syndrom (hemolytic anemia. Gangguan uteroplasenter Suplai O2 jain berkurang sehingga terjadi gangguan pertumbuhan / hipoksia / janin mati . Iskemia uteroplasenter Ketidakseimbangan antara masa plasenta yang meningkat dengan perfusi darah sirkulasi yang berkurang. elevated liver enzyme. Hipoperfusi uterus Produksi renin uteroplasenta meningkat menyebabkan terjadinya vasokonstriksi vaskular dan meningkatkan kepekaan vaskuler pada zat – zat vasokonstriktor lain ( angiotensi dan aldosteron ) yang menyebabkan tonus pembuluh darah meningkat 3. dan plasenta yang merupakan faktor penentu hasil akhir kehamilan. 1. 2. low platelet) Patofisiologi terpenting pada pre-eklampsia adalah perubahan arus darah di uterus koriodesidua.

genetik. paritas. atau kenaikan tekanan diastolik  15 mmHg. .  NO Vasokonstriksi arteri Kerusakan endotel Aktivasi intravascular koagulasi Hipertensi sistemik DIC Ginjal SSP Hati Organ lainnya Proteinuri GFR  Edema kejang koma LFT abnormal iskemi D. atau kenaikan sistolik  30 mmHg. yaitu : a.Skema patofisiologi Pre-eklampsia Faktor Predisposisi Pre-eklampsia ( umur. dll ) Perubahan plasentasi Obstruksi mekanik dan fungsi dari arteri spiralis Menurunkan perfusi uteroplasenter PGE2/PGI2  Renin/angiotensin II  Tromboksan  Disfungsi endotel  endotelin. Klasifikasi Pre eklampsia dibagi menjadi 2 golongan. Pre eklampsia ringan  Tekanan darah  140/90 mmHg yang diukur pada posisi terlentang.

 Oligouria. kaki. E. Istirahat tidak selalu berarti berbaring di tempat tidur. F. Diagnosis eklampsia umumnya tidak mengalami kesukaran. jari tangan dan muka. Gejala subyektif antara lain : nyeri kepala.3 gram/liter.  Proteinuria kuantitatif  0. atau kenaikan berat badan  1 kg per minggu. Sedangkan gejala obyektif antara lain : hiperreflexia. sebaiknya 6 jam.  Proteinuria  5 gram/liter. Biasanya disertai hipertensi kronis sebelumnya. Dengan adanya tanda dan gejala pre eklampsia yang disusul oleh serangan kejang. oedem dan proteinuria. eksitasi motorik dan sianosis. impending eklampsia adalah gejala-gejala oedema. Super imposed pre-eklampsia Gejala pre-eklampsia yang terjadi kurang dari 20 minggu disertai proteinuria  300 mg/24 jam (Esbach). dan bisa disertai oedem.  Terdapat oedem paru dan sianosis. b. Cara pengukuran sekurang-kurangnya pada dua kali pemeriksaan dengan jarak periksa 1 jam. gangguan visual dan nyeri epigastrium. Genuine pre-eklampsia Gejala pre-eklampsia yang timbul setelah kehamilan 20 minggu disertai dengan oedem (pitting) dan kenaikan tekanan darah  140/90 mmHg sampai 160/90.  Thrombosytopenia berat  Kerusakan hepatoseluler  Pertumbuhan janin intrauterin yang terhambat Klasifikasi pre-eklampsia lain . kualitatif 1+ atau 2+ pada urin kateter atau mid stream. Juga terdapat proteinuria  300 mg/24 jam (Esbach) b. Diagnosis Diagnosis pre eklampsia didasarkan atas adanya dua tanda utama. hipertensi disertai gejala subyektif dan obyektif. protenuria.  Oedem umum. yaitu jumlah urin kurang dari 500 cc/24 jam. gangguan visus dan nyeri epigastrium. Menurut Organization Gestosis. namun pekerjaan sehari-hari perlu dikurangi dan . yaitu : a. Pencegahan Penerangan tentang manfaat istirahat dan diet berguna dalam pencegahan. Pre eklampsia berat  Tekanan darah  160/110 mmHg. maka diagnosis eklampsia sudah tidak diragukan.  Adanya gangguan serebral. yaitu hipertensi.

Memang merupakan kemajuan dari pemeriksaan antenatal yang baik. G.dianjurkan lebih banyak duduk dan berbaring. Mengenal secara dini preeklampsi dan segera merawat penderita tanpa memberikan diuretik dan obat antihipertensi. Komplikasi HELLP syndrom Perdarahan otak Gagal ginjal Hipoalbuminemia Ablatio retina Edema paru Solusio plasenta Hipofibrinogenemia Hemolisis . karbohidrat. Diet tinggi protein dan rendah lemak. garam dan penambahan berat badan yang tidak berlebihan perlu dianjurkan.

2. Indikasinya adalah 1). Diuretikum. 3). 7). Tujuannya adalah terminasi kehamilan. Tirah baring 3).H.dicurigai solutiop plasenta . artinya kehamilan dipertahankan selama mungkin sambil memberikan terapi medikamentosa.timbulnya onset partus. Tujuannya adalah mempertahankan kehamilan sehingga tercapai umur kehamilan yang memenuhi syarat janin dapat dilahirkan dan meningkatkan kesejahteraan bayi baru lahir tanpa mempengaruhi kesehatan ibu. b. hanya diberikan atas indikasi edema paru. yaitu terapi medikamentosa.timbulnya oligohidramnion. Pemberian anti kejang Mg SO4 sebagai pencegahan dan terapi kejang. dosis maksimum 120 mg dalam 24 jam. Konsevatif : bila umur kehamilan kurang dari 37 minggu. Indikasinya adalah kehamilan kurang dari 37 minggu tanpa disertai tanda – tanda dan gejala impending eklamsi.tanda dan gejala impending eclamsia . diberikan bila tekanan darah lebih dari sama dengan 180/110 mmHg atau MAP lebih dari sama dengan 123 mmHg.gangguan fungsi hepar . dismaturitas dan kematian janin intrauterin Penatalaksanaan Pre-eklampsia Berat Dasar penatalaksanaan dari pre eklamsi berat adalah 1.IUGR berdasar pemeriksaan USG . Infus Ringer laktat atau ringer asetat 4). 6). Diet diberikan secara seimbang. Kedua baru menentukan rencana sikap terhadap kehamilannya. diulangi setelah 30 menit. 2).umur kehamilan lebih dari sama dengan 37 minggu. Terapi medikamentosa 1). cukup intramuskuler saja 5). yang bergantung pada umur kehamilannya : a. Jenis obat y7ang digunakan : Nifedipin 10 – 20 mg oral. MgSO4 tidak diberikan loading dose intra vena.gangguaun fungsi ginjal .Obat anti hipertensi. Indikasi janin . . Pertama adalah rencana terapi pada penyulitnya. Indikasi ibu .Kegagalan terapi medikamentosa .NST nonreaktiv dan profil biofisik abnormal . Prematuritas. edema anasarka. ketuban pecah dini dan perdarahan. payah jantung kongestif. Aktif : bila umur kehamilan lebih dari 37 minggu artinya kehamilan diakhiri setelah mendapat terapi medikamentosa untuk stabilisasi ibu. Segera msuk rumah sakit 2). Indikasi laboratorium .

1). tetapi berbeda hanya pada pemberian MgSO4. loading dose dapat diberikan intra vena Cara persalinan.induksi persalinan gagal . Indikasi pembedahan caesar . Primigravida direkomendasikan pembedahan caesar . yang menjurus ke sindrom HELLP.tidak ada indikasi untuk persalina pervaginam .terjadi maternal dan fetal distres . Induksi persalinan harus mencapai kala II dalam waktu 24 jam.Pembedahan caesar dilakukan jika ada maternal dan fetal distres d). b). Bila penderita sudah inpartu a). Dilakukan induksi persalinan bila skor bishop lebih adri sama dengan 8. Memperpendek kala II c). induksi dianggap gagal. Penderita belum inpartu a).bila umur kehai\milan kurang dari 33 minggu 2). Persalinan mengikuti grafik friedman b). dan harus dilakukan pembedahan caesar. sedapat mungkin diarahkan pervaginam. Bila tidak.Trobositopenia progresif. Pemberian Medikamentosa sama dengan Perawatan konservatif.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful