BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Asumsi-asumsi yang melandasi program-program pendidikan seringkali tidak sejalan dengan hakekat belajar, hakekat orang yang belajar dan hakekat orang yang mengajar. Dunia pendidikan, lebih khusus lagi dunia belajar, didekati degan paradigma yang tidak mampu menggambarkan hakekat belajar dan pembelajaran secara komprehensif. Praktik-praktik pendidikan dan pembelajaran sangat diwarnai oleh landasan teoritik dan konseptual yang tidak akurat. Pendidikan dan pembelajaran selama ini hanya mengagungkan pada pembentukan perilaku keseragaman, dengan harapan akan

menghasilkan keteraturan. Ketertiban, dan kepastian (Degeng, 2000). Pembentukan ini dilakukan dengan kebijakan penyeragaman pada berbagai hal di sekolah. Paradigma pendidikan yang mengagungkan keseragaman ternyata telah berhasil mengajarkan anak-anak untuk mengabaikan keberagaman/perbedaan. Dari uraian di atas maka para pendidik dan para perancang pendidikan serta pengembangan program-program pembelajaran perlu menyadari akan pentingnya pemahana terhadap hakikat belajar dan pembelajaran. Berbagai teori belajar dan pembelajaran seperti teori behaviouristik, kognitif, konstruktivitas, humanistik, sibernetik, revolusi sosiokultural, dan kecerdasan ganda, penting untuk dimengerti dan diterapkan sesuai dengan kondisi dan konteks pembelajaran yang dihadapi. Selain itu juga perlu dipahami implementasi pengajarn supaya tercipta pengajaran yang efektif. B. Rumusan Masalah Dari paparan di atas maka pemasalahan dapat di rumuskan adalah sebagai berikut : 1. Bagaimana Konsep Dan Teori Yang Berkaitan Dengan Pembelajaran ? 2. Bagaimana Perkembangan Konsep Belajar dan Pembelajaran di Tinjau Dari Hakikat, Landasan dan Proses Serta Teori Belajar ?

1

C. 2 . 2. Sebagai bahan presentasi kelompok penyaji. 3. khususnya kelompok penyaji. Sebagai referensi belajar bagi mahasiswa. Untuk mengetahui tentang materi yang bersangkutan. Untuk memenuhi salah satu tugas kelompok dari mata kuliah yang bersangkutan. Tujuan Adapun tujuan pembuatan makalah ini antara lain : 1. 4.

Teori Behaviouristik Teori behaviouristik mengatakan bahwa belajar adalah perubahan tingkah laku. Menganalisis Beberapa Konsep Dan Teori Yang Berkaitan Dengan Pembelajaran 1. Pandangan behaviouristik mengakui pentingnya masuan atau input yang berupa stimulus dan keluaran atau output yang berupa respon. Teori pembelajaran menaruh perhatian pada bagaimana seseorang mempengaruhi orang lain agar terjadi hal belajar atau upaya mengontrol variabel-variabel yang dispesifikasi dalam teori belajar agar dapat memudahkan belajar. Teori belajar yang deskriptif menempatkan variabel kondisi dan metode pembelajaran sebagai given. kondisi dan hasil pembelajaran ditempatkan sebagai given dan metode yang optimal dtempatkan sebagai variabel yang diamati. sedangkan dalam pengembangan teori-teori pembelajaran deskriptif variabel yang diamati adalah hasil sebagai efek dari interasi antara metode dan kondisi. Teori deskriptif dan Teori Preskriptif Bruner mengemukakan bahwa teori pembelajaran adalah preskriptif dan teori belajar adalah deskriptif. dan memerikan hasil pembelajaran sebagai variabel yang diamati atau kondisi dan metode pembelajaran sebagai variabel bebas dan hasil pembelajaran sebagai variabel tergantung. sedangkan teori deskriptif adalah goal free(untuk memerikan hasil). preskriptif karena tujuan utama teori pembelajaran adalah menetapkan metode pembelajaran yang optimal. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika ia telah mampu menunjukkan perubahan tingkah laku.BAB II PEMBAHASAN A. atau sebagaimana seseorang belajar. Sedangkan teori pembelajaran yang preskriptif. dan deskriptif karena tujuan utama teori belajar adalah memerika proses belajar. Teori preskriptif adalah goal oriented(untuk mencapai tujuan). Sedangkan apa yang terjadi di antara 3 . atau metode pembelajaran sebagai variabel tergantung. Teori belajar menaruh perhatian pada hubungan di antara variabel-variabel yang menentukan hasil belajar. 2. Variabel yang diamati dalam pengembangan teori-teori pembelajaran yang preskriptif adalah metode yang optimal untuk mencapai tujuan.

yang tidak selalu berbentuk tingkah laku yang dapat diamati dan dapat diukur. Demikian juga jika penguatan dikurangi (negative reinforcement) maka respon juga akan menguat. serta mampu 4 . Aplikasi teori ini dalam pembelajaran. Watson. Teori Kognitif Pengertian belajar menurut teori kognitif adalah perubahan persepsi dan pemahaman. Tokoh-tokoh penting teori behaviouristik antara lain Thorndike. Pembelajaran dan evaluasi menekankan pada hasil. keterlibatan siswa secara aktif amat dipentingkan. Hull dan Guthrie. Materi pelajaran disusun dengan menggunakan pola atau logika tertentu. Asumsi teori ini adalah bahwa setiap orang telah memiliki pengetahuan dan pengalaman yang telah tertata dalam bentuk struktur kognitif yang dimilikinya. Jawaban yang benar menunjukkan bahwa siswa telah menyelesaikan tugas belajarnya. Penguatan adalah apa saja yang dapat memperkuat timbulnya respon. bertanggungjawab. Skiner. karena faktor ini sangat mepengaruhi keberhasilan siswa. Dalam kegiatan pembelajaran. 3. Teori Konstruktivistik Usaha mengembangkan manusia dan masyarakat yang memiliki kepekaan. Penguatan (reinforcement) adaah faktor penting dalam belajar. Proses belajar akan berjalan dengan baik jika materi pelajaran atau informasi baru beradaptasi dengan struktur kognitif yang telah dimiliki seseorang. Bila penguatan ditambahkan (positif reinforcement) maka respon akan semakin kuat. bahwa kegiatan belajar ditekankan sebagai aktifitas “mimetic” yang menuntut siswa untuk mengungkapkan kembali pengetahuan yang sudah dipelajari. Yang bisa diamati dan diukur hanyalah stimulus dan respons. dapat mendidik dirinya sendiri sepanjang hayat. dan evaluasi menuntut suatu jawaban benar. Penyajian materi pelajaran mengikuti urutan dari bagian-bagian keseluruhan. Untuk menarik minat dan meningkatkan retensi belajar perlu mengkaitkan pengetahuan baru dengan steruktur kognitif yag telah dimilii siswa.stimulus dan respon di anggap tidak penting diperhatikan sebab tidak bisa diamati dan diukur. mandiri. dari sederhan ke kompleks. Perbedaan individual pada diri siswa perlu diperhatikan. 4.

Teori humanistik cenderung bersifat eklektik. akan membentuk suatu kunstruksi pengetahuan yang menuju pada kemutakhiran struktur kognitifnya.berkolaborasi dalam memecahkan masalah. Teori ini juga amat mementingan faktor pengalaman dan keterlibatan siswa secara aktif dalam belajar. Dengan kata lain. siswa telah mampu mencapai aktualisasi diri secara optimal. Proses belajar dianggap berhasil jika siswa telah memahami lingkungannya dan dirinya sendiri. Teori Humanistik Menurut teori humanistik tujuan belajar adalah untuk memanusiakan manusia. dengan praktek-praktek pendidikan dan pembelajaran untuk mewujudkannya. maksudnya teori ini dapat memanfaatkan teori apa saja asal tujuannya tercapai. 5. Pandangan konstruktivistik yang mengemukakan bahwa belajar merupakan usaha pemberian makna oleh siswa kepada pengalamnnya melalui asimilasi dan akomodasi yang menuju pada pembentukan struktur kognitifnya. memungkinkan mengarah kepada tujuan tersebut. Bagaimana proses belajar akan berlangsung sangat ditentukan oleh system informasi dari pesan tersebut. kegiatan pembelajaran yang dilakukannya akan diarahkan agar terjadi aktifitas konstruksi pengetahuan oleh siswa secara optimal. 6. Guru-guru konstrutivistik yang mengakui dan menghargai dorongan dari manusia atau siswa untuk mengkonstruksikan pengetahuannya sendiri. teori sibernetik berasumsi bahwa tidak ada satu jenispun cara belajar yang ideal untuk segala situasi. 5 . Aplikasi teori humanistik dalam kegiatan pembelajaran cenderung mendorong siswa untuk berfikir induktif. pembelajaran diusahakan agar dapat memberikan kondisi terjadinya proses pembentukan tersebut secara optimal pada diri siswa. Proses belajar sebagai suatu usaha pemberian makna oleh siswa kepada pengalamannya melalui proses asimilasi dan akomodasi. Teori Sibernetik Teori sibernetik menekankan bahwa belajar adalah pemrosesan informasi. Oleh karena itu. diperlukan layanan pendidikan yang mampu melihat kaitan antara ciri-ciri manusia tersebut. Sebab cara belajar sangat ditentukan oleh system informasi. oleh sebab itu. Teori ini lebih mementingkan system informasi dari pesan atau materi yang dipelajari.

dari informasi yang paling umum dan inklusif ke informasi yang paling umum dan rinci. Konsepsi landa dengan model pendekatannya yang disebut algoritmik dan heuristik mengatakan bahwa belajar algoritmik menuntut siswa untuk berpikir sistematis. dikemukakan bahwa peningkatan fungsi-fungsi mental seseorang terutama berasal dari kehidupan social atau kelompoknya. perolehan pengetahuan dan perkembangan kognitif seseorang seturut dengan teori sociogenesis. mampu membuktikan bahwa jalan pikiran seseorang harus dimengerti dari latar social budaya dan sejarahnya. dan diakhiri dengan mengungkapkan kembali informasi-informasi yang telah disimpan dalam ingatan (retrieval). dan bukan sekedar dari individu itu sendiri. Ingatan terdiri dari struktur informasi yang terorganisasi dan proses penulusuran bergerak secara hirakhis. 2) peristiwa pembelajaran dan 3) pengorganisasian atau urutan pembelajaran.Proses pengolahan informasi dalam ingatan dimulai dari proses penyandian informasi (encoding). Aplikasi teori pengolahan informasi dalam pembelajaran antara lain dirumuskan dalam teori Gagne dan Briggs yang mempreskripsikan adanya 1) kapabilitas belajar. dan mediasi. sedangkan belajar heuristic menuntut siswa untuk berpikir devergan. diikuti dengan penyimpanan informasi (storage). tahap demi tahap. dimensi kesadaran social bersifat primer sedangkan dimensi individual bersifat sekunder. Teori Revolusi-Sosiokultural Pandangan yang dianggap lebih mampu mengakomodasi tuntunan sosioculturalrevolution adalah teori belajar yang dikembangkan oleh Vygotsky. sampai informasi yang diinginkan diperoleh. Berdasarkan teori Vygotsky maka dalam kegiatan pembelajaran hendaknya anak memperoleh kesempatan yang luas untuk mengembangkan zona perkembangan proxsimalnya atau potensinya melalui belajar dan berkembang. menyebar ke beberapa target tujuan sekaligus. 7. zona of proxsimal development. linear . menuju pada target tujuan tertentu. teori Vygotsky sebenarnya lebih tepat disebut pendekatan ko-konstruktivisme. Konsep-konsep penting dalam teorinya yaitu genetic low of development. guru perlu menyediakan berbagai jenis dan tingkatan bantuan yang dapat memfasilitasi anak agar mereka dapat 6 .

ia memandang manusia tidak hanya sekedar komponen kognitif. namun suatu keseluruhan. 8. komposisi keterpaduannya berbeda-beda pada masing-masing orang dan pada masingmasing budaya. namun secara keseluruhan semua kecerdasan tersebut dapat diubah dan ditingkatkan. tidak ada manusia yang sangat cerdas dan tidak cerdas untuk seluruh aspek yang ada pada dirinya. kecerdasan musical/ritmik. keceedasan interpersonal. perlu dilatihkan dalam rangka mengembangkan keterampilan hidup. segingga tidak perlu menunggu anak yang berada di bawahnya dengan demikian diperlukan pemahaman yang tepat tentang karaktristik siswa dan budayanya sebagai pijakan dalam pembelajaran. keserdasan visual/ruang.memecahkan masalah yang dihadapinya. semua kecerdasan ini sebagai satu kesatuan yang utuh dan terpadu. kecerdasan intrapersonal. bantuan dapat dalam bentuk contoh. yang ada adalah ada manusia yang memiliki kecerdasan tinggi pada salah satu kecerdasan yang dimilikinya. pedoman. Teori Kecerdasan Ganda Kecerdasan ganda yang dikemukakan oleh Gardner yang kemudian dikembangkan oleh para tokoh lain. kecerdasan yang paling menonjol akan mengontrol kecerdasan-kecerdasan lainnya dalam memecahkan masalah. kecerdasan logika/matematik. Gardner melakukan hal yang berbeda. kecerdasan spiritual. Srategi pembelajaran kecerdasan ganda bertujuan agar semua potensi anak dapat berkembang. kecerdasan naturalis. dan kecerdasan eksistensial. mungkin seseorang memiliki kecerdasan tinggi untuk kecerdasan logika-matematika tetapi tidak untuk kecerdasan music atau kecerdasan bidy-kinestetik. kecerdasan tubuh/gerak tubuh. melalui teori kecerdasan ganda ia berusaha menghindari adanya penghakiman terhadap manusia dari sudut pandang kecerdasan (inteligensi). strategi dasar pembelajarannya dimulai dengan (1) membangunkan/memicu 7 . bimbingan orang lain atau teman yang lebih kompeten. sehingga manusia telah tereduksi menjadi sekedar komponen kognitif. sedngkan anak yang telah mampu belajar sendiri perlu ditingkatkan tuntutannya. terdiri dari kecerdasan verbal/bahasa. bentuk-bentuk pembelajarn kooperatif –kolaboratif serta belajar kontekstual sangat tepat digunakan. Para pakar kecerdasan sebelum Gardner cenderung memberikan tekanan terhadap kecerdasan hanya terbatas pada aspek kognitif.

yakni untuk mengembangkan dan melestarikan agama Islam dan menghilangkan kebodohan. Kegiatan belajar dapat berupa menyampaikan. baik ranah kognitif. menelaah. Pendapat yang mengatakan bahwa belajar sebagai aktifitas yang tidak dapat dari kehidupan manusia. serta meniliti. Ajaran agama sebagai pedoman hidup manusia juga menganjurkan manusia untuk selalu malakukan kegiatan belajar. Guru disyaratkan memiliki sifat wara‟ (meninggalkan hal-hal yang terlarang). Selain Al-Qur‟an. Al Hadist juga banyak menerangkan tentang pentingnya menuntut ilmu. hendaknya dapat diamalkan dan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kemaslahatan diri dan manusia.mencari. (3) mengajarkan dengan /untuk kecerdasan. belajar adalah proses untuk mendapat ilmu. Selain itu. Pengamalan serta pemanfaatan ilmu hendaknya dalam koridor keridhaan Allah.kecerdasan. Lebih dari itu. hasil dari proses belajar-mengajar yang berupa ilmu (kemampuan dalam tiga ranah tersebut). hendaknya diniati untuk beribadah. Dalam AlQur‟an. Para guru harus memiliki perangai yang terpuji. Buah ilmu adalah amal. Teori Pembelajaran Menurut Islam Kemampuan untuk belajar merupakan sebuah karunia Allah yang mampu membedakan manusia dangan makhluk yang lain. memiliki kompetensi (kemampuan) dibanding 8 . dan (4) mentransfer kecerdasan. dan mengkaji. kata al-ilm dan turunannya berulang sebanyak 780 kali. ternyata bukan berasal dari hasil renungan manusia semata. afektif. Proses belajar-mengajar hendaknya mampu menghasilkan ilmu yang berupa kemampuan pada tiga ranah yang menjadi tujuan pendidikan/ pembelajaran. (2) memperkuat kecerdasan. Allah menghadiahkan akal kepada manusia untuk mampu belajar dan menjadi pemimpin di dunia ini. Seperti yang termaktub dalam wahyu yang pertama turun kepada baginda Rasulullah SAW yakni Al-„Alaq ayat 1-5. baik pada dirinya maupun orang lain. 9. belajar sebagai manifestasi perwujudan rasa syukur manusia sebagai seorang hamba kepada Allah SWT yang telah mengaruniakan akal. Inilah buah dari ilmu yang menurut al-Zarnuji akan dapat menghantarkan kebahagiaan hidup di dunia maupun akhirat kelak. Ayat ini menjadi bukti bahwa Al-Qur‟an memandang bahwa aktivitas belajar merupakan sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan manusia. maupun psikomotorik. Artinya.

yang tadinya tidak dapat berjalan menjadi dapat berjalan adalah karena maharani sudah belajar berjalan. menjawab pertanyaan. Guru tidak dapat melihat aktivitas pikiran dan perasaan siswa. Dari pengertian tersebut terdapat tiga unsure pokok dalam belajar yaitu: (1) proses. dan (3) pengalaman. dan berumur (lebih tua usianya) serta memiliki “kedewasaan” (baik ilmu maupun umur). B. melaporkan hasil kerja. Aktivitas pikiran dan perasaan itu sendiri tidak dapat di amati oranglain akan tetapi di rasakan oleh yang bersangkutan sendiri. Belajar menurut gagne (1984).membuat rangkuman. a. Itu semua gejala yang tampak dari aktivitas mental dan emosional siswa. atau anak yang tadinya tidak terampil menjadi terampil. 1. (2) perubahan prilaku.muridnya. dengan belajar anak yang tadinya tidak mampu melakukan sesuatu. contoh lain sebut saja maharani. Hakikat Belajar Belajar merupakan aktivitas yang di sengaja dan di lakukan oleh individu agar terjadi perubahan kemampuan diri. Perkembangan Konsep Belajar dan Pembelajaran di Tinjau Dari Hakikat. Proses Belajar adalah proses mental dan emosional atau proses berpikir dan merasakan. begitu juga individu menjadi pintar bila rajin belajar memahi ilmu tersebut. Landasan dan Proses Serta Teori Belajar.menanggapi. Perubahan prilaku Hasil belajar akan tampak pada perubahan prilaku individu yang belajar. Seseorang yang belajar akan mengalami perubahan prilaku sebagai akibat kegiatan belajarnya. memecahkan persoalan. 9 . adalah suatu proses di mana suatu organism beruba prilakunya sebagai akibat pengalaman. Seorang di katan belajar apabila pikiran dan perasaannya aktif. Guru melihat dari kegiatan siswa sebagai aktivitas siswa pikiran dan perasaan siswa sebagai contoh siswa bertanya . b.

Menurut para ahli psikologi tidak semua perunbahan prilaku sebagai hasil belajar. menerapkan (application). Psikomotorik. Domain kognitif meliputi prilaku daya cipta. Perubahan prilaku karena factor kematangan. dalam arti bahwa belajar terjadi karena individu berintraksi dengan lingkungannya. dan istilah belajar mengajar yang dapat kita perdebatkan atau kita abaika saja yang penting makna 10 . memahami (comprehension).pengetahuan dan keterampilannya bertambah. dan penguasaan nilai-nilai dan skap bertambah pula. antara lain: kemampuan mengingat (knowledge). karena bukan perubahan dari hasil pengalaman (berintraksi dengan lingkungan). Hakikat Pembelajaran Istilah pembelajaran merupakan perkembangan dari istilah pengajaran. Guru yang mengajar tanpa menggunakan alat peraga tentu kurang merangsang/menantang siswa untuk belajar apalagi bagim siswa SD yang perkembangan intelektualnya masih membutuhkan alat peraga. Pengalaman Belajar adalah mengalami. Perubahan prilaku sebagai hasil belajar di klasifikasikan menjadi tiga domain yaitu: kogniti. 2. Domain Psikomotorik berkaitan dengan prilaku dan bentuk keterampilan-keterampilan motorik (gerakan fisik). Afektif. Domain Efekitf berkaitan dengan prilaku daya rasa atau emosional manusia. baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial. yaitu berkaitan dengan kemampuan intelektual manusia. karena lupa karena minum-minuman keras bukan termasuk hasil belajar. dan tidak terjadi proses mental emosional dalam beraktivitas. Lingkungan pembelajaran yang baik ialah lingkungan yang merangsang dan menantang siswa untuk belajar. lingkungan fisik adalah lingkungan di sekitar individu baik dalam bentuk alam sekitar individu baik dalam bentuk alam sekitar (natural) maupun dalam bentuk ciiptaan manusia (cultural). c. menganalisis (analysis) dan mengevaluasi (evaluation). Semua lingkungan yang di perlukan untuk belajar siswa ini di disain secara integral akan menjadi bahan belajar dan pembelajaran yang efektif.

Ketiga pola (guru) + (media) dengan siswa. Jadi pola pembelanjaran bergantian antara guru dan media berintraksi dalam berintraksi dengan siswa. maka peran guru menjadi luas. 11 . di mana sekolah berubah fungsi menjadi penghubung anta ilmu/teknologi dengan masyarakat.dari ketiganya. Akan tetapi. Guru sebagai ilmuan (teacher as scientis) d. Guru sebagai pengajar (teacher as instructor) b. peran guru sesungguhnya sangat luas. Maka bahan pembelajarannya harus di persiapka secara bervariasi juga. Guru sebgai pribadi (teacher as person) Bahkan dalam arti luas . Kegiatan pembelajaran bukan lagi sekedar kegiatan mengajar (pengajaran) yang mengabaikan kegiatan belajar. Pertama. Guru pembimbing (teacher as counselor) c. Menurut Modhoifir (1987:30) pada garis besarnya ada empat pola pembelajaran. dan sekolah lebih aktif ikut dalam pembangunan. meliputi: a. Pola pembelajaran ini guru sudah di bantu oleh berbagai bahan pembelajaran yang di sebut alat peraga pembelajaran dalam menjelaskan dan menerangkan suatu pesan yang bersifat abstrak. Kedua pola (guru + alat bantu) dengan siswa. yang tidak mungkin menjadi satu-satunya sumber belajar. Pola pembelajaran ini sudah mempertimbangkan keterbatas guru. yaitu sekedar menyiapkan pengajaran dan melaksanakan prosedur mengajar dalam pembelajaran tatap muka. Guru dapat memanfaatkan berbagai media pembelajaran. kegiatan pembelajaran lebih kompleks lagi dan di laksanakan dengan pola-pola pembelajaran yang bervariasi. Pola pembelajaran sangat tergantung pada kemampuan guru dalam mengingat bahan pembelajaran dan menyampaikan bahan tersebut secara lisan kepada siswa. pola pembelajaran guru dengan siswa tanpa menggunakan alat bantu/bahan pembelajaran dalam bentuk alat peraga. 2005 ). Menurut adams & Dickey ( dalam Oemar hamalik. Pembelajaran adalah suatu upaya yang di lakukan oleh seorang guru atau pendidik untuk membelajarkan siswa yang belajar.

teman hidup bersama dam mampu membangun masyarakat sampai dengan Negara dan bangsa. memahami mengamati. Landasa Konsep Pembelajaran a. Landasan 12 . Akan tetapi belajar juga harus di pahami sebagai sesuatu kegiatan dalam mencari dan membuktikan kebenara. dan meyakini suatu kebenaran sehingga semuanya memberikan kemudahan dalam mencapai segala yang di cita-citakan manusia. maka belajar akan di jadikan cara untuk saling menguasai memusnakan karena segala sesuatu yang di pelajari. di pahamai melalu belajar. merasakan.secara filosofis belajar berarti mengingatkan kembali kepada manusia mengenai makna hidup yang bias di lalui melalui proses meniru. b. tidak di gunakan dalam menciptakan kondisi kedamaian dunia. melalui belajar. Filsafat Proses belajar pada dasarnya melibatkan upaya yang hakiki dalam membentuk dan menyempurnakan kepribadian manusia denganberbagai tuntutan dalam kehidupanya. c. mengkaji. individu bias mempelajari lawan beersosialisasi. melakukan. akan tetapi apakah manusia itu memahami prilakunya sendiri. Belajar di perlukan oleh individu (manusia). atau menyadari dia harus berprilaku seperti apa jika berada atau di hadapkan dalam situasi dan kondisi yang berbeda. Jika dalam belajar tanpa arah dan tujuan pada makna hidup sebagai mahluk sosial. Psikologi Prilaku manusia bias berubah karena belajar. Sosiologi Manusia adalah mahluk individu dan sosial.3. Harapan para filosois bahwa dengan belajar segala kebenaranrnya di semesta ini bias di nikmati oleh manusia yang pada akhirnya akan menyadari bahwa alam semesta ini ada yang menciptakan. Psikologi sebagai ilmu yang mempelajar gejala kejiwaan yang akhirnya mempelajari produk dari gejala kejiwaan ini dalam bentuk prilaku-prilaku yang tampak dan sangant di butuhkan dalam proses belajar. Maka prilaku yang masih di cari inilah yang dapat di kaitkan dengan kajian dari ilmu psikologi. di ketahui.

melalui berbagai strategi dan metode yang di anggap sesuai dengan tujuan dan 13 . Tekhnologi Pembelajaran erat kaitannya dengan penggunaan teknologi pendidikan.sosiologis ini sngan penting dalam mengiringi perkembangan inovasi pembelajaran yang banyak terimbas oleh perubahan zaman yang hedonistik. Penggunaan teknologi dalam pembelajaran akan menjembatani keempat minat siswa tersebut sehingga pembelajaran lebih akomodatif dan menyenangkan. d. 4. penyiapan sumber daya telah di atur dengan baik. Dalam kegiatan pembelajaran: (1) kegiatan awal. pembelajaran yang konprehensip harus memerhatikan peerbedaan interesp siswa. akan meningkatkan kualitas pembelajaranya. maka proses pembelajaran akan berjalan dengan lebih mudah. dan bila di anggap perlu memberikan pretest. Dalam prakteknya proses belajar atau pembelajaran akan menghasilkan suatu kondisi di mana individu dalam hal ini siswa dan guru. menyampaikan tujuan pembelajaran. sehingga pada gilirannya. Komunikasi Pendidikan dan komunikasi ibarat setali tiga uang yang satu memberikan pemaknaan terhadap yang lainya. visual dan kinestetik. Suatu proses komunikasi. di mana siswa ada yang tipe auditif. Proses Pembelajaran Bila semua pradigma masyarakat perguruan tinggi telah memahami dengan baik tentang proses pembelajaran siswaaktif. siswa dengan siswa atau interaksi yang kompleks sekalipun pasti akan di temukan. (2) kegiatan inti. dan penyiapan konten yang sudah tersedia dengan baik dan RPP/SAP yang telah mengatur dengan baik mekanisme proses pembelajaran. Learning how to learn. yaitu kegiatan utama yang di lakukan guru dalam memberikan pengalaman belajar. yaitu: melakukan apersepsi. Dalam proses pembelajaran meliputi kegiatan dari membuka sampai menutup pelajaran. e. Maka pemahaman akan belajar yang di tinjau dari sosiologis inilah yang sangat di butuhkan dewasa ini.

kebutuhan .yaitu intelejensi dan bakat. a.cacat tubuh dan sebagainya.minat .yaitu factor-faktor yang berasal dari dalam diri siswa dan factor eksternal yaitu factor yang berasal dari luar diri manusia.melihat.Yang meliputi. Factor fisikologis baik yang bersifat bawaan maupun keturunan. 14 . faktor non-intelektual yaitu komponen-komponen keperibadian tertentu seperti sikap . 1) Factor kelompok 2) Factor lingkungan sekolah 3) Factor lingkungan keluarga 4) Factor lingkungan masyarakat b. Factor budaya seperti .materi yang akan di sampaikan. Faktor kematngan fisik maupun psikis.suktur tubuh. Yang tergolong factor eksternal ialah. (3) kegiatan akhir. a.motiasi . 2. Hasil Belajar Dari Pembelajaran Secara keseluruhan pemahaman terhadap konsep dasar pembelajaran tidak akan sempurna jika berhenti pada definisi atau proses. faktor intelektual terdiri atas.yang tergolong factor internal yaitu: 1. a. 3. 1) Faktor potensial. 2) Faktor actual yaitu keckapan nyata dan prestasi b. Maka perlu untuk menguraikan apa yang dihasilkan dari suatu proses pembelajaran.kebiasaan .emosional dan sebagainya.ilmu pengetahuanteknologi.konsepdiri. yaitu: menyimpulkan kegiatan pembelajaran dan pemberian tugas atau pekerjaan rumah bila di anggap perl 5.kesenian dan sebagainya. Factor yang terdiri atas. Berikut uraian dari kaitan antara hasil pembelajaran yang sangat di harapkan sekali oleh semua masyarakat belajar khususnya peserta didik.adat istiadat.penyusuan diri. Hasil Belajar Secara umum hasil belajar di pengaruhi oleh factor internal. Faktor fisiologis dan jasmani indvindu baik bersifat yang bawaa maupun yang diperoleh dengan mendengan .

dan sebagainya) c) Motif –motif dan interes(eksplorasi.infiiasi persetujuan.status .menurut hilgar. Factor-fktor tersebut saling berinterksi secara lagsung maupun tidak langsung dalam memengaruhi hasil belajar yang di capai seseorang.fasilitas belajar.minat) d) Maksud (purposes) dan aspirasi e) Motif berprestasi (achimen motive) 15 . Faktor lingkungan fisik.menurut jenisnya.manipulasi.kedalam golongan ini termasuk: a) Takut yang di pelaajri (learning fears) b) Motif –motif social(ingin di terima.motif di bedakan menjadi motif primer dan motif skunder.ntelejensi.yang dikutip oleh syamsudin (1990).motiv merupakan tenaga pengggerak yang memengaruhi kesiapan untuk memulai melakukan rangkaia kegiantan dalam suatu prilaku. Faktor spiritual dan keagamaan.dan kecemasan. Motivasi Menuju Proses Pembelajaran Pengaruh motivasi disini adalah motivasi baik interen maupun eksteren terhadap hasil belajar yang dimaksud.dan dipelajari (condition and reinforcemen). b.karena adanya factor-faktor tertentu memengaruhi prestasi belajar yaitu motivasi berprestasi.membedakan motif sebagai berikut: 1) Motif primer (primary motive) atau motiv dasar (basic motiv) menunjukan kepada motif yang tidak dipelajari (unlearned motiv) yang juga di gunakan istilah dorongan (drive) 2) Motif skunder(skundary motif) menunjukan kepada motiv yang brkembang dalm diri individu karena pengalaman.di hargai conformitas.iklim dan sebagainya d.c.seperti fasilias rumah.merasa aman.

Konsep-konsep inilah yang dijadikan dasar oleh seseorang dalam memecahkan masalah. 16 . Konsep yang ada di dalam struktur kognitif individu merupakan hasil dari pengalaman yang ia peroleh. Dan kami sangat mengharapkan dari berbagai pihak untuk memberikan support atau partisipasinya agar dunia pendidikan akan terus bejalan seiring dengan waktu yang gunakan untuk saat ini dalam mengejar ilmu pengetahuan yang rasional. Kesimpulan Hal yang harus disadari saat ini adalah pentingnya belajar konsep tentang sesuatu. karena di sinilah kita dapat mengetahui apa yang harus di lakukan oleh setiap sekolah sudah menerapkan suatu program pendidikan yang baik agar tujuannya untuk mendapatkan kualitas peserta didik yang baik dan mempunyai nilai saing dalm dunia pendidikan.di sini peran pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang bermoral dan berilmu tinggi sangat di harapakan oleh masyarakat pada umumnya. Definisi konsep menurut sebagian besar orang adalah sesuatu yang diterima dalam pikiran atau ide yang umum dan abstrak. mengetahui aturan-aturan yang relevan. konsep adalah suatu abstraksi yang mewakili suatu kelas objek. sebagian konsep yang dimiliki individu merupakan hasil dari proses belajar yang mana proses hasil dari proses belajar ini akan menjadi pondasi (building blocks) dalam struktur berpikir individu. kegiatan. dan hal-hal lain yang ada keterkaitannya dengan apa yang harus dilakukan oleh individu. atau hubungan yang mempunyai atribut yang sama. Menurut salah satu ahli. kejadian. Konsep yang dimaksud disini tidak lain dari kategori-kategori yang kita berikan dari stimulus atau rangsangan yang ada di lingkungan kita. Jika keadaannya demikian.BAB III PENUTUP A. B. Saran Di dalam penulisan makalah ini sangat banyak sekali yang harus di perhatikan contohnya di dalam dunia pendidikan seharusnya terapan yang harus di perhatikan adalah yang pertama itu adalah program pendidikan.

kompasiana.com/2011/06/02/konsep-dasar-pembelajaran/ http://www.DAFTAR PUSTAKA Tim Pengembang MKOP./konsep-dasar-belajar-dan-pembelajaran/ 17 . Jakarta: PT Raja Grafindo Persada arassh. Kurikulum dan Pembelajaran..com/.wordpress.html#ixzz1qiknXlNt Sofyan Harseno.com/2010/03/bab-1-konsep-dasar-pembelajaran. 2006. edukasi.vilila..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful