Asuransi Takaful Keluarga, Indonesia Brand Champion 2011 Written by Rusni on at 23:05

PT. Asuransi Takaful Keluarga (ATK) mengokohkan posisinya sebagai perusahaan asuransi syari’ah pilihan masyarakat Indonesia dengan diraihnya penghargaan “INDONESIA BRAND CHAMPION 2011″ Kategori The Best Customer Choice of Islamic Life Insurance yang diberikan oleh MarkPlus, Inc. Takaful adalah perusahaan asurasi syari’ah yang berkomitmen tinggi terhadap kehalalan transaksi keuangan masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim, dengan hanya memasarkan produk-produk asuransi syariah sejak 24 Februari 1994 hingga saat ini. Categories: Artikel Menarik, asuransi syariah, Asuransi Takaful Keluarga, Asuransi Takaful Umum, PT Asuransi Takaful Indonesia Share this post - Email This

PT Asuransi Takaful Indonesia
Assalamu'alaikum wr wb & salam kenal.

Dengan berlandaskan Al Qur’an surat Al Maidah ayat 2. Kami bertekad memberikan solusi dan pelayanan terbaik dalam perencanaan keuangan dan pengelolaan risiko bagi umat dengan menawarkan jasa TAKAFUL dan keuangan syariah yang dikelola secara PROFESSIONAL, ADIL, TULUS dan AMANAH. Semua jenis asuransi SYARIAH ada di TAKAFUL Asuransi untuk pendidikan anak, investasi, pensiun DENGAN atau TANPA LINK, asuransi untuk kumpulan (kesehatan karyawan, pensiun). asuransi umum (kendaraan bermotor, rumah/ruko/apartement, pengangkutan, cargo, kebakaran dll) ada di Takaful. Maka mulailah sekarang juga BERHIJRAH ke TAKAFUL, asuransi pertama dan terbaik SYARIAH. Lebih Berpengalaman lebih Menguntungkan . . . Terima kasih & wassalam.
rusni_takaful@yahoo.com Ph : 081315256839 / 021 98615909

www.takaful99.blogspot.com, Www.asuransi-terbaik-syariah.blogspot.com dengan syariah hidup menjadi lebih berkah

Tentang PT Asuransi Takaful Keluarga
PT Asuransi Takaful Keluarga, asuransi pertama dan terbaik syariah Sekarang banyak asuransi berlabelkan syariah bermunculan, HATI2, jangan terjebak. Karena HANYA Takaful yang benar2 murni syariah : dari mulai pemilik modal, sumber dana, perusahaan, jenis/ragam asuransi, management s/d agent semua benar2 murni syariah, Islami. TAKAFUL, AMANAH dan PROFFESSIONAL, dengan niat memajukan perekonomian islam, pengemban amanah, dan tetap mengutamakan professional, semua jenis asuransi di kelola secara syariah, baik untuk pendidikan anak (yg tradisional & modern), asuransi kesehatan (untuk kumpulan, keluarga ataupun individu), asuransi jiwa, tabungan untuk hari tua, haji, dll TAKAFUL, asuransi syariah yang paling berpengalaman, dengan budaya islam sebagai culture dan agen2 yang amanah dan professional

Related Categories di JAKARTA
        
Asuransi Asuransi jiwa asuransi syariah investasi Jasa keuangan

Kategori Yang Berkaitan
           
Asuransi Asuransi jiwa Asuransi kesehatan syariah asuransi syariah asuransisyariah investasi -

Jasa keuangan

Apakah ini perusahaan anda? Ubah Sekarang Print halaman ini Link sponsor Mencari Jodoh Pria Asing Mencari Wanita Indonesia Untuk Menikah, Coba Sekarang. www.IndonesianCupid.com Hemat BBM, Kurangi Polusi Kewajiban kita menghemat perjalanan Cek info lalu lintas sebelum pergi lewatmana.com Info jaminan kerja asuransi Ratusan lowongan Kerja tersedia, Temukan Posisi impianmu sekarang! www.berniaga.com [23355525] Link sponsor Trading Forex yg Aman? Pilihlah yg benar & berijin Pialang Awas terjebak dgn regulasi Palsu! www.GainScope.com Cari program studi Anda Universitas, college dan sekolah di Perth, Australia www.pertheducationcity.com.au/id Bursa motor baru & bekas Merek, tipe, kondisi mulus Cek dan pilih sekarang! motor.tokobagus.com Rate Jual Beli LR Terbaik Bandingkan dengan changer lainnya Kami memiliki rate terbaik utk anda wsschanger.com "Menurut saya, listing di HotFrog adalah media yang ideal untuk seluruh perusahaan yang ingin mempromosi produk dan layanannya melalui internet" Gary Bryant, Accuweigh, Australia

Asuransi Takaful Indonesia

Dana Pensiun, Dana Pendidikan Anak, Dana Sakit Kritis, Dana Haji, Rawat Inap (Cashless), dan asuransi jiwa

Skip to content

  

   

Home Produk Dana Pendidikan (Takafulink Salam Cendekia)Dana PensiunDana Pendidikan (Fulnadi)Takafulink SALAMTakaful KeluargaTakaful Kecelakaan DiriTakaful UkhuwahTakaful Al KhairatTakaful Kecelakaan DiriTakaful Kecelakaan SiswaTakaful Wisata & PerjalananTakaful PembiayaanFulMedicareAsuransi Takaful Co-BrandingTakaful SafariTakaful Investa CendekiaFulprotekTakafulink Salam Dana AliaLandasan Konsultasi Landasan HukumFatwa MUITabarru Asuransi SyariahTips Memilih AsuransiTips Memilih Unit LinkTipe-tipe InvestorDisclaimer Simulasi Pendaftaran Agen Hubungi Kami

Sedekah Setiap Hari dan Puasa Senin-Kamis
Posted on 30 January 2012 by administrator

Republika, 24 Januari 2012 Sedekah Setiap Hari dan Puasa Senin-Kamis “Ada joke di Asuransi Takaful Keluarga. Setiap kali mau menunaikan shalat Zuhur dan Ashar berjamaah, para jamaah melihat dulu apakah dirut ada atau tidak. Kalau dirut tidak ke luar kantor atau ke luar kota, berarti dirut yang menjadi imam.” Hal itu diungkapkan Dirut Asuransi Takaful Keluarga Trihadi Deriyanto saat berbincang dengan wartawan Republika, Irwan Kelana, di kantornya, Jakarta, Rabu (18/1). Bagaimana lelaki yang akrab dipanggil Deri itu membangun roh spiritual di perusahaan asuransi syariah pertama di Indonesia itu? Apa hikmah yang sudah dipetiknya? Berikut penuturannya. Ada pemandangan yang menyejukkan hati setiap kali shalat Zuhur dan

Ashar berjamaah di kantor pusat Asuransi Takaful Keluarga, Mampang Prapatan, Jakarta. Yang menjadi imamnya adalah sang direktur utama, Trihadi Deriyanto. Barulah pada shalat Maghrib dan Isya berjamaah, yang memimpin adalah imam rawatib dan dirut menjadi orang kedua yang berada di belakang imam. “Kami ingin menjadi role model bisnis syariah. Dan, hal itu kami mulai dari diri sendiri

Asuransi Bringin Sejahtera Artamakmur, PT PT. Asuransi Bringin Sejahtera Arthamakmur (BSAM) yang lebih di kenal dengan nama Bringin General Insurance adalah sebuah perusahaan Asuransi Umum Nasional yang didirikan oleh Yayasan Dana Pensiun PT. Bank Rakyat Indonesia (persero) . Perusahaan tersebut didirikan pada tanggal 17 April 1989 berdasarkan akta notaris Muhaini Salim SH. Di Jakarta dengan no 121 dan disahkan dengan penetapan Menteri Kehakiman RI pada tanggal 3 Mei 1989 No.C2.4160.HT.01.01 Tahun 1989. Pada Tanggal 26 Agustus 1989 perusahaan memperoleh ijin lisensi Dagang dari Menteri Keuangan RI dengan pengesahan NO.KEP 128 /ILM/ 13/1989 tanggal 26 agustus 1989. Pada mulanya tujuan didirikannya Perusahaan Ansuransi Umum yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh dana pensiun PT Bank Rakyat Indonesia tersebut adalah untuk memenuhi kebutuhan perlindungan asset PT. Bank Rakyat Indonesia beserta nasabah PT. Bank Rakyat Indonesia yang menjadi agunan. Namun dalam perkembanganya , Bringin General Insurance telah memperluas pangsa pasarnya tidak sekedar di area pasar sendiri (Bank Rakyat Indonesia dan sekitarnya) melainkan juga melayani masyarakat luas, para pengusaha, perorangan , BUMN/D , Perusahaan Swasta asing/nasional maupun pemerintah.Pada Tanggal 8 Januari 1998 , Anggaran dasar perusahaan perseroan telah dirubah oleh notaris Siti Rubiah Zulhaimi , SH di Jakarta , dengan nomor perubahan 8 dan telah disahkan oleh Menteri kehakiman RI No.C2.4162.HT.01.04 Tahun 1998. pada tanggal 23 April 1998.
Kategori: Bank & Finansial / Asuransi

+62213442482 I. Dengan berbagai alasan inilah maka banyak orang yang menjadi nasabah bank. alasan nasabah menyimpan uangnya di bank antara lain keamanan uangnya lebih terjamin dari pada disimpan sendiri di dalam rumah. 2003:2). selain itu nasabah mempunyai keuntungan berupa bunga. Latar Belakang dan Masalah Dalam kehidupan sehari-hari. (Dahlan Siamat dalam Mashudi dan Moch Chidir Ali.P BRI Building 4 th Floor. . alasan nasabah meminjam di bank antara lain bunga yang relatif kecil dibanding jika nasabah meminjam uang pada lintah darat yang banyak terdapat di dalam masyarakat. Veteran II No. Ditinjau dari segi nasabah penyimpan (penabung). Dalam hal ini orang yang menyimpan uang disebut nasabah. Jl. Ditinjau dari segi nasabah peminjam. Banyak alasan yang membuat orang jadi nasabah bank. baik untuk keperluan menyimpan uang maupun untuk keperluan meminjam uang. 15 Nomor Telepon: +62213840001 Nomor Fax: +62213457037. baik nasabah penyimpan maupun nasabah peminjam. PENDAHULUAN A. yang diterima nasabah setiap periode sesuai dengan besarnya uang yang di tabung di bank. masyarakat sering berhubungan dengan lembaga perbankan.Alamat: D.

keperluan memenuhi penarikan uang tunai yang dilakukan oleh nasabah serta untuk biaya operasional usahanya. baik yang berasal dari bunga pinjaman nasabah maupun yang berasal dari uang nasabah yang di tabung di bank yang kemudian dipinjamkan ulang oleh bank kepada nasabah lain. Dalam hal ini bank tidak mau menanggung kerugian itu sendirian. Adapun sisa simpanan yang tidak dijamin. masyarakat luas (dana ekstern) dan dari lembaga lainnya. Untuk itu bank berusaha mengalihkan risiko-risiko itu kepada pihak lain yang bersedia untuk itu. resiko kehilangan. Dalam hal bank tidak dapat melanjutkan usahanya dan harus dicabut izin usahanya. Apabila risiko ini menjadi kenyataan. Penjaminan simpanan nasabah bank yang dilakukan LPS bersifat terbatas tetapi dapat mencakup sebanyak-banyaknya nasabah. yang berupa pailit atau dilikuidasi. kecurian.Keberadaan nasabah bagi pihak bank menjadi suatu kebutuhan karena sumber keuntungan bank berasal dari nasabah. setiap saat bank dituntut untuk menyediakan uang tunai. Adapun pihak lain yang bersedia menanggung kerugian itu adalah Lembaga Penjamin Simpanan dan perusahaan asuransi. Dalam operasional usahanya dalam pinjam meminjam uang. maka bank akan mengalami kerugian. perampokan dan risiko–risiko lain yang setiap saat dapat mengancam uang tunai tersebut. Dalam hubungannya dengan penyediaan uang tunai ini bank senantiasa menghadapi resiko. Uang tunai ini diperlukan untuk keperluan peminjaman uang kepada nasabah. Lembaga Penjamin Simpanan. Hal ini disebabkan bank yang melakukan kegiatan usaha adalah sebagai . Sumber dana berasal dari bank itu sendiri (dana Intern). selanjutnya disingkat LPS yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan sebagaimana telah diubah dengan UndangUndang Nomor 7 Tahun 2009. akan diselesaikan melalui proses likuidasi bank. LPS bertanggung jawab membayar simpanan setiap nasabah bank tersebut sampai jumlah tertentu.

2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian dijelaskan ada 3 jenis asuransi yaitu asuransi kerugian. Dengan ditutupnya asuransi uang. Untuk program asuransi uang. diunduh tanggal 30 Juli 2009) Berdasarkan latar belakang diatas. Untuk itu . Dengan adanya pembayaran premi oleh bank kepada Lembaga Penjamin Simpanan maka telah terjadi peralihan risiko dari bank kepada Lembaga Penjamin Simpanan. maka akan mendapatkan penggantian dari perusahaan asuransi yang bersangkutan. Pihak lain yang menjamin uang nasabah selain LPS adalah perusahaan asuransi.00 WIB. penulis merasa tertarik untuk mengetahui lebih jauh mengenai asuransi uang dalam praktek perbankan. bank harus menjadi nasabah perusahaan asuransi yang menyelenggarakan asuransi uang tersebut. yang merupakan jenis asuransi yang menyediakan diri untuk menanggung kerugian yang menimpa uang tunai. maka jika terjadi kerugian atas uang tunai milik bank. bank harus menjadi tertanggung dari perusahaan asuransi yang menyelenggarakan asuransi uang tersebut.com. Dengan ditutupnya asuransi uang. Salah satu contoh kasusnya adalah perampokan mesin ATM Bank Rakyat Indonesia di kantor Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Lampung pada tanggal 17 Juni 2009 pukul 03. Adapun caranya dengan mengadakan penutupan asuransi uang. yang merupakan jenis asuransi yang menyediakan diri untuk menanggung kerugian yang menimpa uang tunai. diantaranya asuransi uang. maka jika terjadi kerugian atas uang tunai milik bank. asuransi jiwa dan reasuransi. khususnya pada Bank Rakyat Indonesia. (sumber: www. Jenis-jenis asuransi yang ditawarkan perusahaan asuransi bermacam-macam. Adapun caranya dengan mengadakan penutupan asuransi uang. maka akan mendapatkan penggantian dari perusahaan yang bersangkutan.suaramerdeka. Asuransi uang termasuk dalam asuransi kerugian.peserta penjaminan. Di dalam Pasal 3 Undang-Undang No. Untuk program asuransi uang.

Rumusan Masalah dan Ruang Lingkup Penelitian 1. Lingkup pembahasan dalam penelitian ini membahas tentang perlindungan hukum terhadap uang tunai di bank oleh perusahaan asuransi. B. maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pelaksanaan perjanjian asuransi uang oleh Bank Rakyat Indonesia pada PT Bringin Sejahtera Arta Makmur? Untuk itu pokok bahasan penelitian ini meliputi: 1. . Hak dan kewajiban pihak-pihak dalam perjanjian asuransi uang oleh Bank Rakyat Indonesia pada PT Asuransi Bringin Sejahtera Arta Makmur. 3. Syarat dan prosedur perjanjian asuransi uang oleh Bank Rakyat Indonesia pada PT Asuransi Bringin Sejahtera Arta Makmur. Pelaksanaan pemenuhan klaim ganti rugi yang berhubungan dengan uang. Ruang Lingkup Ruang lingkup penelitian ini meliputi lingkup bidang ilmu dan lingkup pembahasan. Sedangkan lingkup bidang ilmu ialah bidang hukum keperdataan khususnya hukum ekonomi. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas. 2. 2.penulis akan mengadakan penelitian akan hal tersebut dan menuliskan hasilnya dalam bentuk karya ilmiah dengan judul Pelaksanaan Perjanjian Asuransi Uang Pada PT Bringin Sejahtera Arta Makmur Perwakilan Lampung Oleh Bank Rakyat Indonesia Cabang Teluk Betung.

b. Advertisement           Home Personal Business Engineering Marine Liability Quotes News Laws Clauses . khususnya yang berhubungan dengan bidang hukum perasuransian dalam praktek perbankan. Untuk memenuhi sebagian syarat yang diperlukan guna meraih gelar Sarjana di Fakultas Hukum Universitas Lampung. 2. Untuk menganalisis pelaksanaan pemenuhan klaim ganti rugi yang berhubungan dengan uang. Untuk menganalisis hak dan kewajiban pihak-pihak dalam perjanjian asuransi uang oleh Bank Rakyat Indonesia pada PT Bringin Sejahtera Arta Makmur.C. Kegunaan Penelitian a. Tujuan dan Kegunaan Penelitian Maksud dan tujuan diadakannya penelitian adalah: 1. Untuk menganalisis syarat dan prosedur perjanjian asuransi uang oleh Bank Rakyat Indonesia pada PT Bringin Sejahtera Arta Makmur. c. Untuk menyumbangkan hasil penelitian kepada Universitas Lampung. Tujuan Penelitian a. b.

Regulator dan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) bahkan memberlakukan penghapusan lisensi sementara.    Learn More Training Claims Directory Home » Insurance News » AAUI genjot sertifikasi agen asuransi umum AAUI genjot sertifikasi agen asuransi umum    Tuesday. Berikut-berikutnya kan kita bisa isi mereka dan setiap perusahaan sebenarnya mempunyai tanggung jawab untuk itu. Ketua AAUI Kornelius Simanjuntak mengatakan lisensi agen ini akan dilakukan bertahap.000 agen asuransi jiwa masih memegang sertifikat sementara (TLC). Selain Jakarta dan Semarang. Pontianak. dalam waktu dekat AAUI akan kembali menggelar ujian keagenan di Jakarta. sekitar 98.000 sepertinya kami perlu tenaga tambahan. “Paling tidak tahap awal ini dia mempunyai bahan ilmu pengenalan asuransi. dan Palembang. jangan semua dibebankan ke asosiasi. “Kalau 7.500 kami optimistis bisa. Sektor asuransi umum terus mengejar ketertinggalannya dari sektor asuransi jiwa dalam hal penanganan agen.com): Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) terus menggenjot sertifikasi agen asuransi umum dengan menggelar ujian di Jakarta dan Semarang dalam waktu dekat ini. . Di sektor asuransi jiwa. hari ini. Makasar.000 orang. Asosiasi asuransi mencatatkan jumlah agen asuransi jiwa yang dari awal Januari telah mengantongi lisensi penuh (FLC) baru berkisar 41.” katanya di Jakarta. Pengembangan dan Keagenan AAUI Budi Hartono mengatakan tahun 2010 regulator sempat meminta asosiasi untuk mencetak 7. Saat ini.500 orang yang kemudian direvisi menjadi 10. 2010. namun asosiasi optimistis angka itu akan segera ditekan dengan kebijakan penghapusan lisensi sementara tersebut. Ketua Bidang Pendidikan.800 agen berlisensi. AAUI mulai tahun lalu menggenjot ujian keagenan yang hingga akhir tahun sudah berhasil menghasilkan 2. 20:22 Insurance News 6 comments JAKARTA (Bisnis.000. tetapi kalau 10.” tuturnya. February 16. penataan agen sebagai ujung tombak industri jasa keuangan itu sudah semakin matang.

20:37 saya berminta mengikuti ujian sertifikasi keagenan. 2010.Tahapan pertama penghapusan lisensi agen yaitu setiap agen baru atau rookie agen yang mulai direkrut dan berpraktik sejak 1 Januari 2008 sampai 31 Desember 2008 berhak atas lisensi sementara dengan masa berlaku selama 6 bulan. HP saya : 0858-40000-467. apa syaratnya dan mohon informasi kapan ujian sertifikasi keagenan dilaksanakan di jakarta atau di palembang. Tahap kedua yakni setiap agen baru yang mulai direkrut dan berpraktik sejak 1 Januari 2009 sampai 31 Desember 2009 berhak atas lisensi sementara dengan masa berlaku 3 bulan.html  Share Tags: AAUI. lisensi sementara dihapuskan. tapi biasanya agen dikirim dan dibiayai oleh perusahaan asuransinya masing-masing . terimakasih.(yn) Senin. pemerintah memperkenankan para agen memegang lisensi sementara dengan masa tenggang hingga 31 Maret 2010. Namun. No. Industri sudah melewati tahap ketiga atau tahap terakhir yakni terhitung sejak 1 Januari 2010. 6 Comments on “AAUI genjot sertifikasi agen asuransi umum”  purwati wrote on 26 March.bisnis.com/keuangan/asuransi/1id161666. IMAM MUSJAB: hampir setiap bulan ada ujian ibu. Agen Asuransi About the Author IMAM MUSJAB has written 349 stories on this site. 15/02/2010 17:44:44 WIBOleh: Hanna Prabandari http://web.

2012.. 9:08 sy mau nanya jadwal ujian sertifikaasi agenn asuransi umum utk thn 2011. tks IMAM MUSJAB : Ujian berikutnya bulan April Pak. 15:43 klu di Pontianak dimana pak pelatihannya ? Terima kash  deli nofianti wrote on 23 February.  marsudi wrote on 26 February. tapi ujiannya bayar sendir (ada juga yang perusahaan asuransinya yang bayarin)  korindo wrote on 31 March. nanti semua persyaratan administrasinya mereka urusin.saya juga ingin menanyakan jadwal ujian sertifikasi agen asuransi di tahun 2011. 19:54 sekarang memang menjadi agen asuransi mempunyai prospek yang cerah. 2011. apalagi banyak PT. Silakan Bapak daftar ke perusahaan dimana bapak menjadi agennya. 23:36 Maaf pak.asuransi yang mengeluarkan produk unit link yang sekarang menjadi andalan dalam .thanks  Lukman wrote on 19 May. mohon jadwal ujiannya 2012 atau kemana saya bisa mendapatkan info lebih lanjut? mohon petunjuk. 2012. 2011.. Rais wrote on 18 January. 2011. 2:10 saya berminat mengikuti ujian sertifikasi keagenan yang dilaksanakan dipalembang atau jakarta.sama dengan teman-teman yg lain..

C2.HT.P BRI Building 4 th Floor. Bank Rakyat Indonesia yang menjadi agunan.Pada Tanggal 8 Januari 1998 . PT PT.C2. Kategori: Bank & Finansial / Asuransi Alamat: D.promosi mereka.com/ Peta: . Anggaran dasar perusahaan perseroan telah dirubah oleh notaris Siti Rubiah Zulhaimi . Asuransi Bringin Sejahtera Arthamakmur (BSAM) yang lebih di kenal dengan nama Bringin General Insurance adalah sebuah perusahaan Asuransi Umum Nasional yang didirikan oleh Yayasan Dana Pensiun PT. perorangan . Veteran II No. \» Asuransi Bringin Sejahtera Artamakmur. +62213442482 Homepage URL: http://www. BUMN/D . Bringin General Insurance telah memperluas pangsa pasarnya tidak sekedar di area pasar sendiri (Bank Rakyat Indonesia dan sekitarnya) melainkan juga melayani masyarakat luas. SH di Jakarta . Perusahaan tersebut didirikan pada tanggal 17 April 1989 berdasarkan akta notaris Muhaini Salim SH.HT.selain memang karena manfaat asuransi jiwanya.bringininsurance. Pada mulanya tujuan didirikannya Perusahaan Ansuransi Umum yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh dana pensiun PT Bank Rakyat Indonesia tersebut adalah untuk memenuhi kebutuhan perlindungan asset PT. Namun dalam perkembanganya .4162. Di Jakarta dengan no 121 dan disahkan dengan penetapan Menteri Kehakiman RI pada tanggal 3 Mei 1989 No. pada tanggal 23 April 1998. Bank Rakyat Indonesia (persero) .karena produk unit link konvensional ataupun syariah memberikan keuntungan investasi juga.4160.KEP 128 /ILM/ 13/1989 tanggal 26 agustus 1989.01. Bank Rakyat Indonesia beserta nasabah PT.01.01 Tahun 1989. Pada Tanggal 26 Agustus 1989 perusahaan memperoleh ijin lisensi Dagang dari Menteri Keuangan RI dengan pengesahan NO. 15 Nomor Telepon: +62213840001 Nomor Fax: +62213457037. para pengusaha. Jl. Perusahaan Swasta asing/nasional maupun pemerintah. dengan nomor perubahan 8 dan telah disahkan oleh Menteri kehakiman RI No.04 Tahun 1998.

P BRI Building 4 th Floor. Jl.Asuransi Bringin Sejahtera Artamakmur. 15 Petunjuk Arah: . Veteran II No. PT D.

namun pada materi Hukum Perikatan Islam di buku ini hanya mencakup perikatan yang berhubungan dengan bidang perniagaan atau kegiatan usaha (bisnis). bahwa kaidah-kaidah hukum yang berhubungan langsung dengan . As-Sunnah (Al-Hadits). adalah suatu peristiwa di mana seorang berjanji kepada seorang lain atau di mana dua orang itu saling berjanji untuk melaksanakan suatu hal.5 Walaupun dalam bentuk tradisional. namun juga dari ketentuan yang berlaku di luar perjanjian tersebut yang menyebabkan terikatnya para pihak untuk melaksanakan tindakan hukum tertentu. Dr.1 Hukum Perjanjian digunakan apabila melihat bentuk nyata dari adanya transaksi. bahwa Hukum Perikatan memiliki pengertian yang lebih luas dari sekadar Hukum Perjanjian. Pengertian Hukum Perikatan Islam Hukum Perikatan Islam yang dimaksud di sini. orang juga sering menyebutnya sebagai Hukum Kontrak. PENDAHULUAN Dalam literatur Ilmu Hukum. wakaf. Istilah Hukum Perikatan Islam dipakai dalam buku ini.3 Sedangkan digunakan Hukum Perikatan untuk menggambarkan bentuk abstrak dari terjadinya keterikatan para pihak yang mengadakan transaksi tersebut. danAr-Ra'yu (Ijtihad) yang mengatur tentang hubungan antara dua orang atau lebih menge-nai suatu benda yang dihalalkan menjadi objek suatu transaksi. Perjanjian menurut Prof. Subekti. Istilah Hukum Perutangan biasanya diambil karena suatu transaksi mengakibatkan adanya konsekuensi yang berupa suatu peristiwa tuntut-menuntut. kontrak kerja dan sebagainya. dalam pengertian Hukum Perikatan Islam di sini juga dimaksudkan sebagai cakupan yang lebih luas dari sekadar "Hukum Perjanjian" .7 Lebih lanjut beliau menerangkan.6 1. Tidak berbeda dengan Hukum Perdata Barat tersebut. Tahir Azhary. dimaksudkan sebagai padanan pengertian dari Hukum Perikatan dalam Hukum Perdata Barat yang dikaji berdasarkan ketentuan Hukum Islam.. yang tidak hanya timbul dari adanya perjanjian antara para pihak. H. Penger¬tian Hukum Perikatan Islam menurut Prof. materi bahasan tentang Hukum Perikatan Islam ini merupakan bagian dari bidang Hukum muamalah dalam Kitab-kitab Fiqih yang biasanya bahkan meliputi cakupan yang lebih luas. adalah bagian dariHukurr^ Islam bidang muamalah yarig mengatur perilaku manusia di dalam menjalankan hubungan ekonominya. Masing-masing istilah tersebut memiliki titik tekan yang berbeda satu dengan lainnya. M. Ada yang menggunakan istilah "Hukum Perutangan".Dasar Berlakunya Hukum Perikatan Islam di Indonesia Bab 1 Dasar Berlakunya Hukum Perikatan Islam di Indonesia A. adalah merupakan seperangkat kaidah hukum yang bersumber dari Al-Qur'an. SH. "Hukum Perjanjian" ataupun "Hukum Kontrak". Di sini tampak. termasuk bidang perkawinan (akad nikah).2 Apabila pengaturan hukum tersebut mengenai perjanjian dalam bentuk tertulis. SH. terdapat berbagai istilah yang sering dipakai sebagai rujukan di samping istilah "Hukum Perikatan" untuk menggambarkan ketentuan hukum yang meng-atur transaksi dalam masyarakat.

yaitu bersifat "terbuka" yang berarti segala sesuatu di bidang muamalah boleh diadakan modifikasi selama tidak bertentangan 2. khu-susnya dalam perniagaan dan kegiatan usaha. Alasan-alasan tersebut.8 Pada masa sekarang ini. Sebagai cerminan dari ketentuan yang bersumber dari Tuhan YME.11 Secara skematis dapat digambarkan seperti pada gambar 1 di halaman berikut ini. Dari pengertian tersebut di atas. Hal ini dapat dilihat dari keter-kaitan antara Hukum Perikatan itu sendiri dengan Hukum Islam yang melingkupinya yang tidak semata-mata mengatur hubungan antara manusia dengan manusia saja. Sehingga hubungan tersebut merupakan Hubu¬ngan Vertikal dart Horizontal.konsep Hukum Perikatan Islam ini adalah yang bersumber darj Al-Qur'an dan hadits Nabi Muhammad SAW (As-Sunnah). tampak adanya kaitan yang erat antara Hukum Perikatan (yang bersifat hubungan perdata) dengan prinsip kepatuhan dalam menjalankan ajaran agama Islam yang ketentuannya terdapat dalam sumber-sumber Hukum Islam tersebut. Alasan Hukum Perikatan Islam Diajarkan di Fafcultas Hukum Ada beberapa alasan mengapa Hukum Perikatan Islam perlu diajarkan di Fakultas Hukum. penyele-saian perkara yang berhubungan dengan kebendaan. diperlukan wawasan yang luas bagi para calon ahli hukum yang kelak akan bertugas dalam penyusunan kontrak. namun berdasarkan ketentuan Pasal 29 UUD 1945. Alasan Sosiologis .. Mayoritas penduduk Indonesia mengaku beragama Islam. maupun pelaksanaan pendirian kegiatan usaha agar tidak menyimpang dari ketentuan ajaran Islam yang mereka yakini.9 Dari ketiga sumber tersebut. ketentuan-ketentuan yang mengatur tentang perikatan dalam Hukum Perikatan Islam ini mengandung pjroteksi. Sedangkan kaidah-kaidah fiqih berfungsi sebagai pemahaman dari syariah yang dilakukan oleh manusia (para ulama mazhab) yang merupakan suatu benruk dari ijtihad.10 Oleh karena itu. umat Islam di mana pun berada dapat mempraktikkan kegiatan usahanya dalam kehidupan sehari-hari. antara lain sebagai berikut: a. Hukum Perikatan Islam sebagai bagian dari Hukum Islam di bidang muamalah/juga memiliki sif at yang sama dengan induknya. terhadap kelemahan sifat-sifat manusia yang berpotensi untuk saling menguasai atau melampaui batas-batas hak orang lain. Walaupun secara formal yuridis hingga saat ini belum ada pengaturan tersendiri tentang Hukum Perikatan Islam di Indonesia. Alasan Yuridis Hukum Perikatan Islam merupakan salah satu sumber dari hukum nasional di bidang perikatan. tapi juga hubungan antara manusia dengan Sang Pencipta (Allah SWT) dan dengan alam lingkungannya. Tuhan Yang Maha Mengetahui segala tindak tanduk manusia dalam hubungan antarsesamanya. Untuk melayani kebutuhan umat Islam Indonesia dalam menjalankan muamalah mereka di bidang perikatan. Hal ini menunjukkan adanya sifat "religius transendental" yang terkandung pada aturan-aturan yang melingkupi Hukum Perikatan Islam itu sendiri yang merupakan pencerminan otoritas Allah SWT. b. Untuk itu. bentuk ijtihad di lapangan Hukum Perikatan ini dilaksanakan secara kolektif oleh para ulama yang berkompeten di bidangnya. yaitu dimaksudkan untuk memberi perlindungan-perlindungan kepada manusia. umat Islam dapat menjalankan ketentuan perikatan . di samping Hukum Perikatan Adat dan Hukum Perikatan menurut KUH Perdata. dapat disimpulkan bahwa substansi dari Hukum Perikatan Islam lebih luas dari materi yang terdapat pada Hukum Perikatan Perdata Barat.

Sebagai contoh atas berlakunya kedua dimensi tersebut dalam penerapannya di masyarakat muslim Indonesia.. Dr. Di samping itu. H. maka telah pula menjadi kebutuhan praktis bagi para mahasiswa di Fakultas Hukum untuk mempelajari salah satu sistem transaksi yang kini berkembang dalam praktik perniagaan di tanah air dan dunia internasional. jika berbohong. Sedangkan dimensi lainnya adalah dimensi horizontal yang dikenal dengan sebutan "hablum-minan-naas" yang mengatur interaksi sosial di antara manusia. norma ikut mengatur dan merekayasa agar masyarakat mengikuti norma tersebut. DASAR FILOSOFIS BERLAKUNYA HUKUM PERIKATAN ISLAM DI INDONESIA Menurut Prof. Alasan Praktis Dengan telah banyak berdirinya bank-bank atau lembaga-lembaga ekonomi dan keuangan yang menggunakan sistem Islam dalam bentuk-bentuk transaksi mereka dengan para nasabahnya serta majunya perdagangan dengan negara-negara Timur Tengah yang menggunakan sistem Islam dalam bertransaksi. misalnya dalam jual beli. yaitu keyakinan yang memaksa pelak-sanaannya dalam bertransaksi. 4: 29). Hal ini terutama dilandasi oleh Sila Pertama Panrasila sebagai dasar falsafah negara kita. para pihak harus jujur. Kedua dimensi inilah yang memengaruhi perilaku umat Islam dalam aktivitas transaksi-nya sehari-hari. Dalam tata urutan peraturan perundang-undangan nasional sudah tampak pasal-pasal undang-undang yang mengatur tentang berlakunya Hukum Perikatan Islam. Sebagai konsekuensi dari terlaksana-nya kedua dimensi tersebut. cara perjanjian dengan bersalaman atau peletakan tangan satu di atas yang lain ini juga merupakan pe-nerapan sunnah Nabi SAW sebagaimana dilakukan beliau dalam "bai'atur-ridwan" sebelum peristiwa perjanjian Shulhul Hudaibiyah yang digambarkan dalam QS.14 Pada ayat ini juga tampak adanya kesertaan Tuhan dalam tiap transaksi yang dilakukan hamba-Nya. maka Hukum Perikatan Islam pun perlu dipelajari dan dikembangkan secara ilmiah pada Fakultas Hukum. karena perikatan Islam juga muncul di masya-rakat dalam praktik kehidupan sehari-hari. SH. kita. Sehingga dalam produk legislasi nasional pun Hukum Perikatan Islam sudah diakui dan dapat dipraktikan. Keberlakuan Hukum Perikatan dalam kehidupan umat Islam seperti yang digambarkan di atas. 48: 10. yang pada Pasal 29 memberikan kebebasan pelaksanaan ajaran agama bagi tiap penduduk negara.13 Dasar pertama adalah Akidah. dan dasar kedua adalah Syariah. maka secara normatif Hukum Perikatan Islam juga telah berlaku di tanah air . Hal ini merupakan pelaksanaan Hukum Perikatan Islam mengenai asas "suka sama suka" (antaradhin) yang bcrsumber dari ketentuan al-Qur'an surat an-Nisaa (4) ayat 29 (QS. maka akan ber-tanggung jawab kepada Allah. B. Contoh. 10 Tahun 1998 tentang Perubahan UU No. ada_dua hal besar yang mendasari berlakunya Hukum Perikatan Islam.atas dasar keyakinan agama mereka. Dimensi transendental ini dikenal dengan sebutan "hablum-mina-llah" yang merupakan pertanggungjawaban individu maupun kolektif kepada Allah. secara normatif Hukum Perikatan Islam telah dilaksanakan. maka pada saat interaksi terjadi. Contohnya dapat kita lihat pada transaksi jual beli yang terjadi di desa-desa yang menggunakan cara ijab kabul dan bersalaman yang menandakan adanya saling ridha antara kedua belah pihak. c. yaitu dimensi "transendental" atau vertikal. Untuk pemenuhan pembentukan tatanan Hukum Nasional kita. seperti Pasal 1 butir 13 UU No. Penerapan Hukum Perikatan Islam ini merupakan pelaksanaan ibadah dalam arti luas bagi pemeluk . sepanjang mengenai norma atau aturan-aturan hukum yang mem-punyai dua dimensi. yaitu "Ketuhanan Yang Maha Esa". 7 Tahun 1992 tentang Perbankan. diakui dan dihargai oleh Undang-Undang Dasar 1945 sebagai konstitusi negara kita. Dalam praktik di masyarakat. Abdul Gani Abdullah.

17 Tolok ukur keabsahan ini adalah wahyu (agama). Ijtihad dan pemahaman ulama terhadap dalil-dalil hukum (terutama ayat Al-Qur'an dan Hadits) melahirkan fiqih. Siyasah Syar'iyah adalah al qawanin (peraturan perundang-undang-an yang dibuat oleh lembaga yang berwenang dalam negara yang sejalan atau tidak bertentangan dengan syariat (agama). untuk mengatur rincian dan pelaksanaan musyawarah pasti lebih berbeda-beda lagi. yang berarti siyasah yang bersifat adil. atau penghalang.16 Dilihat dari keabsahannya. siyasah (peraturan buatan manu-sia) oleh Prof. yaitu 1) Syariat. Musyawarah yang dilihat dari prinsip-prinsipnya adalah syariat. dan 3) Siyasah Syariyah. Siyasah Syar'iyah lebih terbuka dari fiqih dalam menerima perkembangan dan perbedaan pendapat. Syariat adalah hukum-hukum yang ditetapkan Allah dan Rasul-Nya yang secara jelas terdapat dalam Al-Qur'an dan Hadits. fiqih adalah ilmu atau pemahaman tentang hukum-hukum syarak yang bersifat perbuatan yang dipahami dari dalil-dalilnya yang rinci. atau menentukan sesuatu sebagai syarat. dan akhlak. yaitu sebagai berikut. tidak berubah. baik karena pengaruh kondisi tempat dan zaman. memilih. KEDUDUKAN HUKUM PERIKATAN ISLAM DALAM TATA HUKUM INDONESIA Sebelum kita membicarakan mengenai kedudukan Hukum Perikatan Islam di Indonesia. dilihat dari pemahaman (fiqih) berbedabeda. ada baiknya kita melihat kedudukan Hukum Islam di Indonesia berdasarkan periode sejarah. Sedangkan Siyasah Syar'iyah merupakan kewenangan pemerintah untuk melakukan kebijakan yang dikehendaki kemaslahatannya. Misalnya. syariah. yaitu berupa melakukan suatu perbuatan. Siyasah yang adil adalah siyasah yang haq (benar). Pasal 29 UUD 1945 dan Pasal 1338 KUH Perdata tentang asas kebebasan berkontrak. melalui aturan-aturan yang tidak bertentangan dengan agama. Perbedaan kondisi dan perkembangan zaman berpengaruh ter¬hadap Siyasah Syar'iyah. yakni siyasah yang adil dan siyasah yang zalim. karena secara jelas di-perintahkan Allah dalam firman-Nya. Definisi-definisi di atas dapat diberikan penegasan berikut. yaitu ibadah dan muamalah. Di lingkungan masyarakat Islam berlaku tiga kategori hukum. c. Demikian pula musyawarah dan bersikap adil sebagai prinsip adalah syariat. 2) Ficjih.19 . yang mempunyai sifat berkembang dan menerima perbedaan pendapat. bila dilaksanakan sesuai syariat Islam. dan seharusnya tidak terdapat perbedaan pendapat. Siyasah yang zalim adalah siyasah yang batil. Shalat. Fiqih adalah hukum-hukum hasil pemahaman ulama mujtahid dan dalil-dalilnya yang rinci (terutama ayat-ayat AlQur'an dan Hadits). apakah peraturan itu bersumber dari syariat atau bersumber dari manusia sendiri dan lingkungannya. Syariat mempunyai sifat tetap. Yaitu peraturan perundang-undangan yang sesuai dengan agama.18 Jadi. Zakat. dan Haji adalah syariat. A. setiap ketentuan perundang-undangan yang mengatur tentang perikatan yang berlaku di Indonesia dapat dikategorikan sebagai siyasah syar'iyah bila perundang-undangan tersebut sesuai dengan ketentuan hukum Islam. Khallaf dibagi atas dua macam.15 Syariat atau hukum syarak adalah ketentuan Allah yang ber-kaitan dengan perbuatan subjek hukum. maupun karena kecenderungan. Dilihat dari kebijakan umara. dan kemampuan yang menyusun dan melaksanakannya. yaitu peraturan perundang-undangan buatan manusia yang bertentangan dengan agama.W. berarti kita hams mengkaji kerangka dasar dinul-Islam yang terdiri dari akidah. Pada bagian syariah terbagi menjadi dua bidang. Puasa Ra-madhan. Membicarakan mengenai Hukum Perikatan Islam. Salah satu sistem dalam bidang muamalah adalah hukum. meskipun tidak ada dalil ter-tentu. sebab.agama Islam sebagaimana ditetapkan dalam ajaran Islam (addin-al-Islam) sesuai dengan bunyi Pasal 29 UUD 1945 dan Sila Pertama dari Pancasila dasar negara kita tersebut. maka merupakan Siyasah Syar'iyah.

152. R. bahwa di Indonesia berlaku Hukum Islam. Setelah agama Islam berakar dalam masyarakat. 5) Pada masa abad ke-19 berkembang pendapat. Pendapatnya dikenal dengan teori Receptio in Complexu yaitu orang Islam Indonesia telah melakukan resepsi hukum Islam dalam keseluruhannya dan sebagai satu kesatuan. yaitu sebagai berikut: 1) Pada masa Pemerintahan Belanda/Deandels (1808-1811) terdapat pemahaman umum bahwa "Hukum Islam adalah hukum asli orang pribumi". la berpendapat bahwa "untuk mencegah timbulnya keadaan yang tidak menyenangkan bahkan mungkin juga perlawanan. dengan menginstruksikan pengadilan untuk menggunakan Undang-Undang Agama. Belanda melaksanakan politik hukum yang dengan sadar hendak menata dan mengubah kehidupan hukum di Indonesia dengan hukum Belanda. ada usaha Belanda untuk menghilangkan pengaruh Islam dari sebagian besar orang Indonesia. 2. M. 3) Setelah Indonesia kembali pada Belanda. hukum Islamlah yang berlaku bagi-nya. lembaga-lembaga. jika diadakan pelanggaran terhadap orang Bumiputra & agama Islam. sikap terhadap hukum Islam mulai berubah secara perlahan dan sistematis. W. b. Hukum Islam sebagai hukum yang berdiri sendiri telah ada dalam masyarakat. Scholten Van Oud Haarlem menyesuaikan Undang-Undang Belanda dengan keadaan istimewa di Hindia Belanda. Pasal 78 (2) RR mendorong Pemerintah Hindia Belanda men-dirikan Pengadilan Agama (Pries terrad/Pengadilan Pendeta) di Jawa dan Madura yang direalisasikan pada tahun 1882 dengan dikeluarkannya S. maka harus diikhtiarkan agar mereka dapat tetap dalam lingkungan Hukum Agama serta adat istiadat mereka". D. Masa VOC (Verenigde Oost Indische Compagnie) (1602-1800). Sebelum Kedatangan Belanda Awal proses islamisasi kepulauan Indonesia dilakukan oleh para saudagar melalui perdagangan dan perkawinan. Raffles (1811-1816) juga terdapat anggapan bahwa "Hukum yang berlaku di kalangan rakyat adalah Hukum Islam". peranan saudagar di-gantikan oleh para ulama sebagai guru dan pengawal Hukum Islam. Pada masa Pemerintahan Kolonial Belanda. dan Pepakem Cirebon. 2) Pada masa Pemerintahan Inggris/Thomas S. 1882 No. 4) Untuk mengekalkan kekuasaannya.1. yaitu antara lain dikemuka-kan oleh Salomon Keyzer. VOC membiarkan lembaga-lembaga asli yang ada dalam masyarakat berjalan terus seperti keadaan sebelumnya. dan kebiasaan itu tidak bertentangan dengan asas kepatutan dan keadilan umum. Selain itu. Setelah Kedatangan Belanda a. karena dalam praktiknya susunan badan peradilan yang disandarkan pada Hukum Belanda tidak dapat berjalan. lembaga-lembaga dan kebiasaan mereka bila golongan Bumiputra yang bersengketa selama Undang-Undang Agama. Freijer menyusun kompendium yang memuat Hukum Perkawinan dan Kewaris-an Islam yang digunakan oleh pengadilan dalam menyelesaikan sengketa di kalangan umat Islam (Compendium Freijer). . Kemudian diperkuat oleh Lodewijk Willem Christian Van Den Berg berpendapat. berfungsi sebagai pedagang dan badan pemerintahan. bahwa hukum mengikuti agama yang dianut seseorang. Jika orang itu memeluk agama Islam. ada kitab Hukum Mogharaer yang digunakan pada Pengadil¬an Negeri Semarang. tumbuh dan berkembang di samping kebiasaan atau adat penduduk yang mendiami kepulauan nusantara ini. Pendapat ini menyebabkan: Pasal 75 KR/Regering Reglement menjadi dasar bagi Pemerintahan Belanda menjalankan kekuasaannya di Indonesia.

antara lain oleh Hazairin dan Sajuti Thalib21 yang berpendapat. Hal ini juga diperkuat dengan Pasal 29 UUD 1945. 3. perlu dipelajari dasar hukum pendahuluan dalam suatu konstitusi dan konside- . Menurut Hazairin. Sejak ditandatanganinya kesepakatan antara para pemimpin nasionalis sekuler dan nasionalis Islami pada tanggal 22 Juni 1945 sampai dengan saat diundangkannya Dekrit Presiden RI pada tanggal 5 Juli 1959. bukan sekadar sumber persuasif. Sumber persuasif ialah sumber yang terhadapnya orang hams yakin dan menerimanya. dengan jalan mengeluarkan Hukum Islam bidang perikatan dari aktivitas perdagangan karena dianggap tidak lagi berlaku di Indonesia. Pendapat ini dikenal dengan Theorie Receptie yang diikuti oleh Cornells Van Vollenhoven dan Bertrand Ter Haar. bahwa yang berlaku bagi orang Islam bukanlah Hukum Islam tetapi Hukum Adat. bukan karena ia telah diterima oleh Hukum Adat. IS tidak berlaku lagi. dasar hukum yang di-tetapkan oleh suatu Undang-Undang Dasar yang sudah tidak berlaku. Hukum Islam berlaku bagi bangsa Indonesia yang beragama Islam karena kedudukan Hukum Islam itu sendiri. Sebab. maka Piagam Jakarta yang mengandung penerimaan terhadap Hukum Islam menjadi sumber otoritah/dalam hukum tata negara Indonesia. Aturan Peralihan Pasal II memang menyatakan. ad. Namun demikian. sedangkan dengan berlakunya UUD 1945. maka Piagam Jakarta sebagai salah satu hasil sidang BPUPKI juga merupakan sumber persuasif UUD 1945. ketentuan "kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya" adalah sumber persuasif. b) Periode penerimaan Hukum Islam sebagai sumber otoritatif. dasar hukum teori resepsi adalah Pasal 134 (2) Indische Slants Regeling (IS). Setelah berlakunya UUD 1945.20 ad. Teori ini mendapat kritikan dari para ahli Hukum Islam di Indonesia. Dalam Hukum Adat telah masuk pengaruh Hukum Islam tetapi pengaruh itu baru mempunyai kekuatan hukum bila telah benar-benar diterima oleh Hukum Adat (berdasarkan penelitiannya di Aceh dan Gayo). tidak dapat dijadikan dasar hukum suatu Undang-Undang Dasar baru. selama belum diadakan yang baru menurut Undang-Undang Dasar ini". Untuk mengetahui dasar hukum Piagam Jakarta dalam konsiderans Dekrit Presiden tanggal 5 Juli 1959. Setelah Indonesia Merdeka Kedudukan Hukum Islam dalam ketatanegaraan Indonesia terbagi dalam dua periode yaitu: a) Periode penerimaan Hukum Islam sebagai sumber persuasif. teori resepsi bertujuan politik yaitu: untuk menghapuskan Hukum Islam di Indonesia dan mematahkan perlawanan bangsa Indonesia terhadap kekuasaan pemerintah kolonial yang dijiwai oleh Hukum Islam. sedang sumber otoritatif ialah sumber yang mempunyai kekuatan (autority).Cristian Snouck Hourgronje menentang teori Receptio in Complexu. bahwa Hukum Adat baru berlaku biL: tidak bertentangan dengan Hukum Islam (Receptio a Contrario). UUD 1945. b) Periode penerimaan Hukum Islam sebagai sumber otoritatif Barulah dengan ditempatkannya Piagam Jakarta dalam Dekrit Presiden RI tanggal 5 Juli 1959. "Segala badan negara dan peraturan yang ada masih berlangsung berlaku. Sebagai-mana halnya semua hasil sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) adalah sumber persuasif bagi UUD 1945. Melalui Theorie Receptie ini Belanda mulai membiasakan penggunaan Hukum Belanda di Indonesia terutama di bidang hukum perikatan. dan berpendapat. a) Periode penerimaan Hukum Islam sebagai sumber persuasif Dengan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 dan berlakunya UUD 1945—walaupun di dalamnya tidak dimuat tujuh kata Piagam Jakarta—maka teori resepsi kehilangan dasar hukum-nya.

semula Piagam Jakarta adalah pembuka-an rancangan UUD 1945 yang dibuat oleh Badan Penyelidik Usahausaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia. dan bernegara me-nyangkut keyakinan agama. Hukum. keragaman keyakinan (penundukan hukum sesuai agama). Negara ber¬dasarkan atas hukum yang berfalsafah negara Pancasila. Menurut Prof.rans (pertimbangan) dalam suatu peraturan perundang-undangan. Sila Pertama Pancasila. me-lindungi agama dan penganut agama. Dalam Hukum Nasional Indonesia yang berdasarkan Pancasila.26 Namun. Karenanya. yaitu: 1) Hukum Islam. 2) Hukum produk kolonial. bahkan berusaha memasuk. Hal ini disebabkan karena adanya ke-ragaman etnik dalam masyarakat yang mengakibatkan adanya keragaman hukum. Teori ini dapat dipakai sebagai teropong untuk melihat negara Republik Indonesia sebagai negara berdasarkan atas hukum yang bercita hukum Pancasila pada masa mendatang. ibadah agama. Dengan berpangkal pada teori Friederich Julius Stahl dan Hazairin. Politik hukum negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila menghendaki berkembangnya kehidupan beragama dan Hukum Agama dalam kehidupan Hukum Nasional. Dr.25 Menurut Pasal II Aturan Peralihan UUD 1945. sistem Hukum Nasional yang berlaku sekarang ini berasal dari beberapa sistem hukum. Dasar Negara. sistem diferensiasi masih digunakan untuk Hukum Nasional karena adanya pluralitas agama . H. Tahir Azhary.22 seperti pada gambar di bawah ini. menunjuk-kan bahwa Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia meletakkan "Ketuhanan Yang Maha Esa" sebagai hukum dasar yang dijunjung tinggi dan dijadikan pedoman dalam bernegara. atau ketentuan sendiri. mengemukakan teori "lingkaran Konsentris" yang menunjukkan betapa eratnya hubungan antara agama. berlaku Hukum Agama dan toleransi antar-umat beragama dalam bermasyarakat. Mohammad Hatta.23 Pancasila adalah sumber hukum dari Hukum Nasional Indonesia24. menyatakan bahwa dalam pengaturan negara hukum Republik Indonesia. SH. dan 4) Hukum produk legislasi nasional. dan keragaman golongan masyarakat Indonesia. dan Hukum Dasar mendudukkan agama dan Hukum Agama pada kedudukan fundamental. Unifikasi hukum dalam Hukum Nasional hanya dapat diwujudkan dalam bidang-bidang tertentu. "Bahwa kami berkeyakinan Piagam Jakarta tertanggal 22 Juni 1945 menjiwai Undang-Undang Dasar 1945 dan adalah merupakan suatu rangkaian kesatuan dalam konstitusi tersebut". A. Pancasila sebagai Falsafah Negara. salah seorang the founding fathers RI.. sebagaimana tercantum dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945 dan Pasal 29 Ayat (1). dan Hukum Agama. maka diberlakukan norma hukum yang dapat berlaku bagi seluruh masyarakat karena adanya ketiga hal tersebut. 3) Hukum adat. Gani Abdullah. Sebagaimana kita ketahui. syariat Islam berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits dapat dijadikan peraturan perundang-undangan Indonesia sehingga orang Islam mempunyai sistem syariat yang sesuai dengan kondisi Indonesia. dan agama tidak memberikan ajaran. dan Negara.kan ajaran dan Hukum Agama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam konsiderans Dekrit Presiden ditetapkan. sistem pem-bentukan hukum nasional yang dipilih adalah sistem unifikasi daripada sistem diferensiasi. berbangsa.

Pasal 1 butir 13 UU No. 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama dibuat untuk golongan masyarakat tertentu.yang dianut. 1 Tahun 1974: Perkawinan berlaku sah jika dilakukan menurut kepercayaan agama masing-masing. b) Pasal 49 Ayat (3) UU No. menjelaskan tentang pengertian Prinsip Syariah dalam No Hukum Adat Hukum Islam Hukum Barat 1 Keadaan Telah lama ada di Setelah Islam Bersamaan Indonesia. dan diatur oleh Peraturan Pemerintah. yaitu Islam. Ketentuan perundang-undangan yang membenarkan sistem diferensiasi adalah: a) Pasal 2 Ayat (1) UU No. 28 Tahun 1977. dua pendapat. yaitu Abad ke -1 Hijriah atau ke -7 Hijriah. 5 Tahun 1960: Badan-badan agama diakui haknya. Hukum Islam diikuti dan dilaksanakan oleh dengan kedatangan orang-orang Belanda untuk para pemeluknya. golongan warga negara Indonesia terdiri dari: (1) golongan Islam (2) golongan Non-Islam e) Bab I ketentuan Umum. c) PP No. Dilihat dari UU ini. Kedatangan Islam ke Indonesia ada berdagang di Nusantara ini. tidak dapat ditentukan dengan pasti. . hal-hal mengenai wakaf dalam Hukum Islam diakui. 10 Tahun 1998. d) UU No. merupakan PP yang mengatur menge¬nai wakaf. datang ke Indonesia.

mengikat seperti undang-undang. Tidak tertulis dalam bentuk Tertulis dalam bahasa Belanda. Dalam praktik di Indonesia. perundang-undangan.2' Bentuk Hukum yang tidak tertulis. Hukum Perdata Barat telah menjadi hukum tidak tertulis secara tidak . Dipatuhi masyarakat Islam karena kesadaran Terjemahannya ke dalam bahasa Indonesia tidak mempunyai kekuatan dan keyakinan mereka.

dinyatakan dengan sadar. akal. lima tujuan Hukum Islam. yaitu: memelihara agama. Menurut Abu Kepastian dan Keadilan Hukum. tenteram. dan sejahtera. jiwa. Untuk melaksanakan perintah dan kehendak Allah serta menjauhi larangannya. keturunan dan harta benda. 3 Tujuan Untuk menyelenggara-kan kehidupan masyarakat yang aman. No Hukum Adat Hukum Islam Hukum Barat 4 umber a) Sumber a)Sumber a) Sumber . Ishaq as Shatibi.

perundang- Penguasa b)Sumber isi: undangan sejak Adat. . (Staatsblad). Kemauan Allah zaman kolonial 2) Menurut (AI Qur'an).Pengenal: Pengenal: Pengenal: 1) Menurut Al-Qur'an dan Segala Ter Haar: kitab Hadits. peraturan Keputusan Kitab-kitab Fiqih.

Kemauan benar-benar dan akal pikiran pembentuk terlaksana orang yang undang undang di dalam memenuhi di negeri pergaulan. . syarat untuk Belanda di masa Hukum berijtihad.Koesno: Sunnah Rasul :>) Somber Isi: Apa yang (Kitab Hadits). lalu.

dalam c)Sumbei Peiigikat c) Sumber masyarkat iman dan tingkat Pengikat: yang ketakwaan Kekuasaan bersangSeorang muslim. negara yang kutan membentuk (konsep undang-undang Hukum yang melalui .

hidup dalam masyarakat .Adat itu aturan peralihan sendiri). UUD 1945 b)Sumber isi: masih Kesadarandilanjutkan hukum yang hingga kini.

adat. c) Sumber Perigikat: Kesadaran hukum anggota masyarakat .

pusaka. Keputusan Hakim Istiadat.adat tersebut. Amalan . Qur'an. dibuat olch adat. Adat nan dan. 5 Struktur Contoh: di Terdiii dari AlKilab Undang- Minangkabau. Adat pelaksanaannya. Sunnah undang yang Adat nan sabana Rasul. Adat dan lembaga legislatif. Hasil Ijtihad.

dan Haram (larangan) Impere (Perintah). Tidak hanya mengatur hubungan antara ' manusia dengan manusia serta penguasa dalam masyarakat. rtari diadatkan. Mubah (kebolehan). Hanya mengatur hubungan antara manusia dengan manusia serta penguasa dalam masyarakat. Jaiz. Makruh (celaan). No Hukum Adat Hukum Islam Hukum Barat 6 Lingkup Masalah Hanya mengatur hubungan antara manusia dengan manusia serta penguasa dalam masyarakat. Prohibere (Larangan). namun juga mengatur hubungan antar -manusia dengan Allah. Permittere (yang dibolehkan) .teradat. Sunnat (anjuran). 7 Pembidangan Tidak mengenal pembidangan hukum perdata dan hukum publik Terdapat Pembidangan antara Ibadah dan muamalah Dikenal pembidangan perdata dan hukum publik 8 Hak dan Kewajiban Kewajiban lebih diutamakan dari-pada Hak Hak didahulukan dari Kewajiban 9 Norma atau Kaidah Hukum Fard (kewajiban). dan Adat Keputusan.

Terang 2. Cakap S. manusia dengan manusia. Persetujuan yang tidak melanggar Syariat 1 .Tunai Sumber 1 . benda. Ijab & Kabul l. Perbedaan pokok antara Hukum Perikatan Islam (HPI). Persetujuan. dan Hukum Perikatan Adat dalam beberapa aspek dapat digambarkan pada tabel di halaman berikut ini. Hukum Perikatan Perdata Barat (HPPB). ^ '***Individual Proporsional Individual/liberal Komunal Ruang lingkup (Substansi) Hubungan bidimensional manusia dengan Allah (vertikal).Sepakat 3.TanpaPaksaan 5. Undang-undang (1233 BW) . Cakap 4. Perbuatan simbolis. Perikatan Sahnya Perikatan l. Halal (1320 BW) 1. Persetujuan 2. dan lingkungan (horizontal) Hanya hubungan manusia dengan manusia.Halal 2. Sikap tindak yang didasarkan Syariat 2. maka kita lebih mudah memahami perbedaannya di bidang Hukum Perikatan yang merupakan bagian dari masing-masing sistem hukum tersebut. Hukum Islam.29 Perbedaan Perikatan Islam Perikatan Barat Perikatan Adat Landasan Filosofis :leligius Transedental (ada nilai agama.Haltertentu 4. dan Hukum Perdata Barat tersebut di atas.Sepakat 2. 3: 76: QS 5:1) Adanya pengertian perjanjian (overeenkomst) dan perikatan (verbintebsis) (1313 dan 1233 BW) Perjanjian. manusia dengan benda (horizontal) Hubungan horizontal saja Proses Terbentuknya Adanya pengertian al-Ahdu (perjanjian)-persetujuan-fl/-afcdw (perikatan) (QS. berasal dari ketentuan Allah) Sekuler (tidak ada nilai agama) Religo-magis (ada nilai kepercayaan yang dituangkan dalam simbol-simbol) Sifat V^a^V^ ^ S.Bila kita telah mempelajari dan memahami perbedaan pokok antara Hukum Adat.

Hukum ini tidak terdapat pada hukum positif yang lain. Komprehensivitas Hukum Islam pun dapat terlihat dalam implikasi hukumnya yang menyentuh sampai pada inti terdalam berbagai permasalahan. dan yang terpengaruh oleh hukum.3 Karakteristik hukum lainnya adalah realisms dinyatakan oleh Yusuf Qardhawi. karakteristik hukum dalam Islam adalah komprehensivitas dan realisme} Komprehensivitas dapat terlihat dari keberlakuan hukum dalam Islam di masyarakat. negara. sipil dan perdata. seperti yang diatur dalam Hukum Barat. faktor yang memengaruhi hukum. gotong royong) 3. yaitu seperti yang dikemukakan oleh Yusuf Qardhawi berikut ini: la [hukum. benda. Penyelewengan . nafkah ke¬luarga. ASPEK-ASPEK HUKUM ISLAM Konsep hukum antara hukum dalam Islam berbeda dengan hukum lainnya. Salah satu bidang yang diatur adalah hukum. Sedangkan Hukum Muamalat yang mengatur hubung¬an manusia dengan manusia lain. seperti: perkawinan. Namun. haji. hubungan keturunan. yaitu:6 1. Hukum Islam pun cen-derung kepada kemudahan dan keringanan yang dapat sesuai dengan setiap situasi dan kondisinya di setiap zaman dan tempat. Perjanjian 2.1 . Selain itu. Hukum Keluarga (Al-Ahwal Asy-Syakhshiyah). Hukum-hukum yang berhubungan dengan tata kehidupan keluarga. seperti berikut ini: la [hukum. dan alam semesta mencakup bidang keluarga. 2. Sikap tindak tertentu (tolong-menolong. seperti: shalat. puasa. Hukum Ibadat mengatur hubungan manusia dengan Allah SWT. Hukum-hukum yang berhubungan dengan peribadatan kepada Allah. dan sebagainya. Hal itu dapat dilihat dalam sejarahnya. pen. masya-rakat. pidana. Hukum dalam Islam tidak hanya mengatur hubungan antara manusia dengan manusia lain dan benda dalam masyarakat (Hukum Muamalat). bahwa pemberlakuan suatu ketentuan dilaksanakan secara bertahap.4 Penghalalan dan pengharaman (pembolehan dan pelarang-an) ini merupakan hal yang sangat memerhatikan untuk ke-pentingan manusia itu sendiri. Hukum Islam mencakup Hukum Ibadat dan Hukum Muamalat. kepemerintahan.5 A. dan bukan ditetapkan hanya untuk satu keluarga tanpa masyarakat. baik bangsa penganut agama ahlulkitab maupun kaum penyembah berhala (paganis). Perdata Bab 2 Karafcteristik Hukum Perikatan Islam Islam merupakan ajaran Allah SWT yang mengatur seluruh bidang kehidupan manusia yang disampaikan melalui Nabi Muhammad SAW. dan ia tidak pula ditetapkan hanya untuk satu bangsa secara terpisah dari bangsa-bangsa dunia yang lainnya. Karakteristik hukum dalam Islam berbeda dengan hukum-hukum lain yang berlaku di masyarakat. perceraian. pen.] tidak ditetapkan hanya untuk seorang individu tanpa keluarga. Hukum Ibadat. bersuci dari hadas. dan internasional. membagi aspek-aspek hukum Islam dalam tujuh kelompok. hukum dalam Islam juga mengatur hubungan antara manusia dengan Allah SWT (Hukum Ibadat) yang tidak diatur dalam hukum lainnya.2 Dari segi materi. keluarga. Mushthafa Ahmad Az-Zarqa. bukan pula untuk satu masyarakat secara terpisah dari masyarakat lainnya dalam lingkup umat Islam. kewajiban . dan seluruh umat manusia.] tidak mengabaikan kenyataan (realita) dalam setiap apa yang dihalalkan dan yang diharamkannya dan juga tidak mengabaikan realita ini dalam setiap apa yang ditetapkan-nya dari peraturan dan hukum bagi individu. Menurut Yusuf Qardhawi.

Penetapan Hukum Muamalat dalam Islam tidak bersifat lahiriah atau duniawi saja. baik ucapan.). Hukum dalam Islam didasarkan pada kemaslahatan dunia dan kemaslahatan akhirat. 5. bahwa ahkam 'amaliyah (hukum-hukum amal) yang berkaitan dengan seluruh tindakan atau perbuatan mukallaf. 3. Hukum Antarnegara (As-Siyar). perbuatan. 6. 6. hak dan kewajiban penguasa dan rakyat timbal balik. Rasjidi dan juga Mohammad Daud Ali. Hukum ekonomi dan harta benda (ahkamu'l-Iqtihadiyah wa'l-maliyah). kehormat-an. berkaitan dengan tata aturan tentang kesanggupan melaksanakan prinsip keadilan antarumat manusia. dan sebagainya. Hukum-hukum yang berhubungan dengan pergaulan hidup dalam masya-rakat mengenai kebendaan dan hak-hak serta penyelesaian persengketaanpersengketaan. Hukum ketatanegaraan (ahkamu'd-dauliyah). yaitu ahkamu 'l-'ibadat (hukum-hukum ibadah) dan ahkamu'lmu'amalat (hukum-hukum muamalat). 5. 4. seperti: perjanjian jual beli. Pendapat lain dari Abdul Wahab Khalaf.anak terhadap orang tua. mengatur pemeliharaan ketenteraman hidup manusia dan harta kekayaan. 3. seperti: mengeratkan hubungan persaudaraan. dan sebagainya. M. perbedaan ini tidak menjadi suatu masalah yang perlu diperdebatkan. nilai baik. 4. Hukum Muamalat (dalam arti sempit. Hukum Tata Negara dan Tata Pemerintahan (Al-Ahkam As-Sulthaniyah atau As-Siyasah Asy-Syar'iyah). atau antara negara dan individu. dan hak masyarakat. 2. Hukum Pidana (Al-Jinayat). Hukum Sopan Santun (Al-Adab). Hukum pidana (ahkamu'l-Jinaiyah). Hal ini berkaitan dengan kejahatan dan sanksinya. serta aturan pergaulan antara umat Islam dengan Non Islam di dalam negara Islam. dan sebagainya. Hukum acara (ahkamu'l-murafa'at). Hukum-hukum yang ber¬hubungan dengan budi pekerti. serta penetapan hakhak pribadi. gadai. kepatutan. rneng-atur hubungan suami istri dan famili scrta antara satu dengan lainnya. perjanjian (akad). sewa menyewa. dan hak kewajiban. Hukum-hukum yang berhubungan dengan tata kehidupan bernegara. mengatur hubungan keuangan antara pihak kaya dan pihak miskin. Masih banyak lagi para ahli fiqih melakukan pengelompok-kan hukum dalam Islam dengan cara yang berbeda. Hukum keluarga (ahkamu'lahwali asy-syakhshiyyah). Meskipun Hukum Muamalat mengatur . makan minum dengan tangan kanan. dan sebagainya. yang terdiri dari aturan-aturan hubungan pada waktu damai dan pada waktu perang. Hukum perdata (ahkamu'l-madaniyah). berkai¬tan dengan aturan undang-undang dan dasar-dasarnya yang memberikan ketentuan kctentuan bagi hakim dan terdakwa.9 Narnun. dan masalah belanja terbagi atas dua bagian. mcngatur hubungan individu dan masyarakat dalarn kaitannya dengan urusan kekayaan dan memelihara hak-hak masing-masing. mendamaikan orang yang berselisih. Hukum perundang-undangan (ahkamu'd-dus turiyah). hibah. pen. Seperti halnya yang dilakukan oleh H. yaitu:8 1. berkaitan dengan hubungan antara negara Islam dan negara Non Islam. seperti: hubungan penguasa dengan rakyat. Hukum-hukum yang berhubung¬an dengan kepidanaan.7 Ahkamu'l-mu'amalat terbagi ke dalam tujuh macam hukum. Hukurn-hukum yang mengatur hubungan antara negara Islam dengan negara-negara lain. seperti: macammacam perbuatan pidana dan ancaman pidana. dan buruk. utang piutang. 7. pengangkatan kepala negara. 7.

15 Dalam kaitannya dengan Hukum Perikatan Islam. atau kadi yang menjual harta muflis (orang yang lebih banyak utangnya daripada harta-nya). yaitu asas kebebasan. terutama. tidak akan pernah lepas dari nilai-nilai ketauhidan. dan tanggung jawab kepada Allah SWT."17 Kegiatan muamalat.10 Sebagai contoh adalah jual beli. ada asas utama yang mendasari setiap perbuatan manusia. ber-tindak. Bentuk dan isi perikatan tersebut ditentukan oleh para pihak. hukum ini juga bersifat spiritual atau akhirat. seperti minuman keras. B. dan fondasi.13 Istilah lain yang memiliki arti sama dengan kata asas adalah prinsip. dalam penegakan dan pelaksanaan hukum. Menurut Faturrahman Djamil. bahwa "Syariah Islam memberikan kebebasan kepada setiap orang yang melakukan akad sesuai dengan . Jual beli dapat menjadi haram hukumnya apabila objeknya adalah barang najis. benda dalam masyarakat dan alam semesta. Dengan demikian. manu-sia memiliki tanggung jawab akan hal ini. basis.12 Bagian yang dibahas dalam tulisan ini adalah mengenai Hu¬kum Muamalat (dalam arti sempit) atau ahkamu'l-madaniyah (istilah yang digunakan oleh Abdul Wahab Khalaf). jual beli dapat menjadi wajib hukumnya apabila dalam keadaan terpaksa.18 2. yaitu asas ilahiah atau asas tauhid. maka perikatan itu mengikat para pihak yang menyepakatinya dan harus dilaksanakan segala hak dan kewajibannya. Jual beli adalah hal yang tidak dilarang dalam Islam. Akibatnya. asas kerelaan. maka perikatan tersebut boleh dilaksanakan. misalnya wali yang terpaksa menjual harta anak yatim. maka hukumnya adalah sunnah. Asas Kebebasan (Al-Hurriyah) Islam memberikan kebebasan kepada para pihak untuk melakukan suatu perikatan. dan asas tertulis. bahwa "Dia bersama kamu di mana saja kamu berada.hubungan manusia dengan manusia lain. ASAS-ASAS HUKUM PfiRIKATAN ISLAM Asas berasal dari bahasa Arab asasun yang berarti dasar. bangkai. Secara terminologi. asas adalah dasar atau sesuatu yang menjadi tumpuan berpikir atau berpendapat. ka-rena segala perbuatannya akan mendapatkan balasan dari Allah SWT. Secara batiniah. 1. asas persamaan atau kesetaraan. Sepanjang tidak bertentangan dengan syariah Islam. asas kejujuran dan kebenaran. tanggung jawab kepada diri sendiri. mengartikan asas apabila dihubungkan dengan kata hukum adalah kebenaran yang dipergunakan sebagai tumpuan berpikir dan alasan pendapat. Secara lahiriah. jual beli merupakan pertukaran hak milik atas suatu benda dengan harga atas benda tersebut. tanggung jawab kepada pihak kedua. Asas Ilahiah Setiap tingkah laku dan perbuatan manusia tidak akan luput dari ketentuan Allah SWT. yaitu hal-hal yang mengatur mengenai hubungan antara manusia dengan manusia lain dalam masyarakat yang berkaitan dengan kebendaan dan hak dan kewajibannya. kebebasan ini tidaklah absolut. dan babi. Namun. Seperti yang disebutkan dalam QS.16 Namun. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. Fathur-rahman Djamil mengemukakan enam asas. termasuk perbuatan perikatan. dan sebagainya. Tanggung jawab kepada masyarakat. asas keadilan.11 Apabila jual beli itu dilakukan kepada orang yang membutuhkan barang itu. yaitu dasar atau kebenaran yang menjadi pokok dasar berpikir. termasuk per-buatan muamalat. manusia tidak akan berbuat sekehendak hatinya. al-Hadid (57): 4.14 Mohammad Daud Ali. Apabila telah disepakati bentuk dan isinya.

bahwa di antara sesama manusia masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan."20 Dan QS. bahwa seseorang memiliki kelebihan dari yang lainnya. Bering kali terjadi. al-Maidah (5): 1 "Hai orang-orang yang beriman. HR. maka jangan kamu sia-siakan dia.yang diinginkan. tetapi yang menentukan akibat hukumnya adalah ajaran agama. al-Bazar dan at-Thabrani Apa-apa yang dihalalkan Allah adalah halal dan apa-apa yang diharamkan Allah adalah haram dan apaapa yang didiamkan dimaafkan. para pihak menentukan hak dan kewajiban masing-masing didasarkan pada asas persamaan atau kesetaraan ini. HR. Untuk itu. maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud. Oleh karena itu.26 3. bahwa segala sesuatu-nya adalah boleh atau mubah dilakukan. Seperti yang ter-cantum dalam QS. Kaidah ini berlaku untuk bidang muamalat. Sungguh Allah itu tidak melupakan sesuatu pun. Dalam melakukan perikatan ini."19 Dasar hukumnya antara lain terdapat dalam QS. an-Nahl (16): 71.23 b. yang terjemahannya adalah "Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah?". Kebolehan ini dibatasi sampai ada dasar hukum yang melarangnya. penuhilah akadakad itu. bahwa "Dan Allah melebihkan sebagian kamu dari sebagian yang lain dalam hal rezeki. sampai ada dalil yang menunjukkan keharamannya. antara manusia satu dengan yang lain hendaknya saling melengkapi atas ke¬kurangan yang lain dari kelebihan yang dimilikinya. Dia tidak lupa. setiap manusia memiliki kesempatan yang sama untuk me-lakukan suatu perikatan. dan Allah telah mendiamkan beberapa hal sebagai tanda kasihnya kepada-mu. dan Allah telah meng-haramkan sesuatu. maka janganlah kamu perbincangkandia."27 Hal ini menunjukkan. dan telah meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Ku.24 Isi kaidah fiqih tersebut menunjukkan. Asas Persamaan atau Kesetaraan (AI-Musawati) Suatu perbuatan muamalah merupakan salah saru jalan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia."22 Kaidah fiqih ini bersumber pada dua Hadits Nabi Muhammad SAW berikut ini: a. asy-Syura (42): 21. terimalah dari Allah pemaafan-Nya. "Hai manusia. dihasankan oleh an-Nawawi Sesungguhnya Allah telah mcwajibkan beberapa kewajiban. al-Hijr (15): 29 "Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya. tetapi tidak berlaku untuk bidang ibadat. Maka."28 4. sesungguhnya Kami men-ciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Dalam QS."25 Sedangkan di bidang ibadat dapat dilihat dalam QS. bahwa Allah berfirman "Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al- . Daruquthni. dan Allah telah memberikan beberapa batas. maka janganlah kamu pertengkarkan dia. al-Hujuraat (49): 13. maka janganlah kamu langgar dia. Tidak boleh ada suatu kezaliman yang dilakukan dalam perikatan tersebut. Asas Keadilan (Al-'Adalah) Dalam QS. Kebolehan di bidang muamalat ini dapat terlihat dari Hadits Rasulullah bahwa "Kamu sekalian adalah lebih mengetahui dengan urusan keduniaanmu."21 Dalam bidang muamalat ini terdapat kaidah fiqih yang ber-isikan bahwa "asal sesuatu adalah boleh. al-Hadid (57): 25 disebutkan.

dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya. Riba adalah perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT seperti yang tercantum dalam QS. Berlaku adillah. memenuhi perjanjian yang telah mereka buat. pada suatu hari yang besar. Dan bertakwalah kepada Allah. karena adil menjadikan manusia lebih dekat kepada takwa."30 Dan dalam QS. bahwa sesungguh-nya mereka akan dibangkitkan. dan dalam peperangan. disebutkan bahwa "Katakanlah: "Tuhanku menyuruh supaya berlaku adil". kemungkaran. dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji. Tidaklah orang-orang itu menyangka. baik moral ataupun materiil. timbangan yang tidak adil.38 Mereka yang menakar atau menimbang dengan tidak adil mendapat ancaman dari Allah SWT seperti yang tercantum dalam QS. mereka mengurangi. karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Hal ini disebut juga dengan kezaliman. bahwa "Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. . Bersikap adil sering kali Allah SWT tekankan kepada manusia dalam melakukan perbuatan.. al-Mu'minuun (23): 8-11 berikut ini. penangguhan pembayaran utang bagi yang mampu.33 Dan juga dalam QS. antara lain adalah perbuatan riba.34 Dalam QS. sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam ?39 Penangguhan pembayaran utang bagi mereka yang mampu adalah suatu perbuatan zalim pula. al-Baqarah (2): 275. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi. menjadi saksi dengan adil. Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. an-Nahl (16): 90. (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain minta dipenuhi. Mereka kekal di dalamnya. Danjanganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum.36 Beberapa hal yang termasuk dalam kezaliman. dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan. Menurut Yusuf Qardhawi. Hai orang-orang yang beriman. mendapatkan harta bukan sebagai imbalan kerja atau jasa. Dasar hukumnya antara lain terdapat dalam QS."29 Adil adalah merupakan salah satu sifat Allah SWT yang sering kali disebutkan dalam Al-Qur'an. menjilat orang-orang kaya dengan mengorbankan kaum miskin. mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. antara individu dan masyarakat. al-Baqarah (2): 177 berikut ini.32 Dalam asas ini. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. dan memenuhi semua kewajibannya. Allah SWT berfirman "Sesung¬guhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat ke-bajikan. al-Maidah (5): 8. para pihak yang melakukan perikatan dituntut untuk berlaku benar dalam pengungkapan kehendak dan keadaan. dan antara masyarakat satu dengan lainnya yang berlandaskan pada syariah Islam. (yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. memberi kepada kaum kerabat. dan mengabaikan aspek perikemanusiaan demi penghasilan materi."35 Sikap adil harus tercermin dalam perbuatan muamalat. disebutkan berikut ini. keadilan adalah ke-seimbangan antara berbagai potensi individu. berpendapat sebagai berikut: Riba adalah memakan harta orang lain tanpa jerih payah dan kemungkinan mendapatkan risiko. dan Allah melarang dari perbuatan keji. Dalam QS. al-Muthaffifiin (83): 1-6 berikut ini. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya). dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain. dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. Oleh karena itu. dan permusuhan. hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah.31 Istilah keadilan tidaklah dapat disamakan dengan suatu persamaan. dan masih banyak lagi perbuatan zalim lainnya.Kitab dan Neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. al-A'raaf (7): 29. karena . penderitaan. Islam mengatur hal-hal yang bertentangan dengan sikap adil yang tidak boleh dilakukan oleh manusia.."37 Yusuf Qardhawi.

1.ia telah mengingkari janji (pelunasan) dan menahan hak orang lain yang menjadi kewajiban bagi dirinya. Asas Tertulis (Al-Kitabzh) Dalam QS. Jika hal ini tidak terpenuhi. maka akan merusak legalitas perikalan itu sendiri. bertakwalah kamu kepada Allah.41 5. yaitu Al-Qur'an dan Hadits (sebagai dua sumber . Asas Kejujuran dan Kebenaran (Ash-Shidq) Kejujurari rnerupakan hal yang harus dilakukan oleh manusia dalam segala bidang kchidupan. maka dapat dipegang suatu benda sebagai jaminannya. dilakukan dengan pemaksaan ataupun penipuan. SUMBER-SUMBER HUKUM PERIKATAN ISLAM Sumber Hukum Islam berasal dari tiga sumber hukum. dihadiri oleh saksi-saksi. Asas Kerelaan (AI-Ridha) Dalam QS. Jamaah dari Abu Hurairah Penangguhan pembayaran utang oleh orang yang mampu adalah suatu kezaliman. disebutkan bahwa "Hai orang-orang yang beriman. Selain itu. dianjurkan pula bahwa apabila suatu perikatan dilaksanakan tidak secara runai. al-Isra (17): 27. penipuan. perdaga¬ngan misalnya. 6.42 Berikut isi dari QS. tidak boleh ada tekanan. Ibnu Majah. dapat membatalkan perbuatan tersebut. HR. dan yang menjadi saksi. Dalam dua Hadits Nabi Muhammad SAW berikut ini terlihat bahwa Allah tidak menyukai atas perbuatan ini. Jika kejujuran ini tidak ditcrapkan dalam perikatari. an-Nisa (4): 29. Allah SWT berfirman "Sesungguh-nya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya. Dalam QS. Adanya tulisan. Tidaklah dibenarkan bahwa suatu perbuatan muamalat. Selain itu. dan dibcrikan tanggung jawab individu yang melakukan perikatan. Dalam QS."45 Pernborosan adalah suatu hal yang menyia-nyiakan harta yang membuat harta tersebut menjadi tidak bermanfaat. pemborosan ini dapat memberikan madharat kepada yang mclakukannya. dan Ahmad Mengundur-undur pembayaran utang bagi orang yang mampu adalah menghalalkan harga dirinya (untuk dihinakan) dan hukuman kepadanya. disebutkan bahwa Allah SWT menganjurkan kepada manucia hendaknya suatu perikatan dilakukan secara tertulis. C. al-Ahzab (33): 70. janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil. Akibatnya. a. Nasa'i Abu Dawud. saksi. jika terdapat ketidakjujuran dalam perikatan. Hai orang-orang yang beriman. kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu.43 Ayat di atas menunjukkan. dan/atau benda jaminan ini menjadi alat bukti atas terjadinya perikatan tersebut. Unsur sukarela ini menunjukkan keikhlasan dan iktikad baik dari para pihak. dan katakanlah perkataan yang benar. HR. termasuk dalam pelaksanaan muamalat. maka transaksi tersebut dilakukan dengan cara yang batil (al-akl bil bathil). al-Baqarah (2): 282-283. dan misstatement."4Perbuatan muamalat dapat dikdtakan benar apabila memiliki manfaat bagi para pihak yang melakukan perikatan dan juga bagi masyarakat dan lingkungannya. paksaan.40 b. Sedangkan perbuatan muamalat yang mendatangkan madharat adalah dilarang. dinyatakan bahwa segala transaksi yang dilakukan harus atas dasar suka sama suka atau kerelaan antara masing-masing pihak. akan mcnimbulkan perselisihan di antara para pihak. an-Nisa (4): 29. Jika hal ini terjadi. bahwa dalam melakukan suatu perdagangan hendaklah atas dasar suka sama suka atau sukarela.

46 Terdapat pula pendapat lain mengenai sumber Hukum Islam ini yang didasarkan pada QS. Akan tetapi jika sebagian kamu memercayai sebagian yang lain. hendaklah kamu menuliskannya. Dan barangsiapa yang tnenyembunyi-kannya.47 QS. Al-Qur'an Sebagai salah satu sumber Hukum Islam utama yang pertama. maka seorang lagi mengingatkannya. al-Baqarah (2): 282 Hai orang-orang yang beriman. maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang). Jika tak ada dua orang lelaki. Hal tersebut antara lain dapat dilihat dari isi ayat-ayat Al-Qur'an berikut ini: a. serta ar-ra'yu atau akal pikiran manusia yang terhimpun dalam ijtihad. al-Baqarah (2): 275 Padahal Allah telah menghalalkan jual belidan mengharamkan riba. dan Ijtihad. maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur. As-Sunnah. dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya. (jika) kamu tidak menulisnya. maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai. Ijtihad. bahwa sumber Hukum Islam adalah Al-Qur'an. QS. dan Qiyas. maka . Dan bertakwalah kepada Allah. maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. danjanganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian. QS. (Tulislah muamalahmu itu). Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil. dan janganlah penulis dan saksi saling'sulit-menyulitkan. padahal kamu mengetahui. Jika yang berutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar.48 QS. Jika kamu lakukan (yang demikian). supaya jika seorang lupa. an-Nisaa (4): 59. al-Baqarah (2): 283 Jika kamu dalam perjalanan (dan bermuamalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penults. Allah mengajarmu. supaya kamu dapat memakan sebagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa. Al-Hadits. apabila kamu bermuamalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan. Dalam tulisan ini. baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. dan janganlah ia mengurangi sedikit pun daripada utangnya. al-Baqarah (2): 188 Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu denganjalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim. 1. dan hendaklah orang yang berutang itu mengimlakkan (apa yang akan ditulis itu). Yang demikian itu. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkannya.utama). maka hendaklah ia menulis. sebagian besar Al-Qur'an hanya mengatur mengenai kaidah-kaidah umum. dan janganlah kamu jemu menulis utang itu.49 d. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli. diuraikan sumber Hukum Perikatan Islam berasal dari Al-Qur'an. dalam Hukum Perikatan Islam ini. Hal ini berdasarkan pada Hadits Nabi Muhammad SAW yang dikenal dengan Hadits Mu'az. maka tak ada dosa bagi kamu. kecualijika muamalah itu perdagangan tunai yang kamujalankan di antara kamu. dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. lebih adil di sisi Allah dan lebih dapat menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu. maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (utangnya) dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya. Dan persaksi-kanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki (di antaramu).

dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam?55 Masih banyak lagi ayat-ayat lainnya dalam Al-Qur'an yang mengatur mengenai perbuatan muamalat secara umum. Tidaklah orang-orang itu menyangka.51 f. (yaitu) orang-orangyang apabila menerima takaran dari orang lain minta dipenuhi.53 h. dan pelang-garan. Abu Dawud dan Hakim Allah SWT telah berfirman (dalam Hadits Qudsi-Nya). 'Aku adalah yang ketiga dari dua orang yang berserikat selama salah seorang di antaranya tidak berkhianat terhadap temannya. kemudian mereka jual minyaknya. pada suatu hari yang besar. dan berhala. Apabila salah seorang di antara keduanya berkhianat. Rasulullah SAW berkata. Hadits-hadits tersebut antara lain dapat terlihat di bawah ini. al-Maidah (5): 1 Hai orang-orang yang beriman. janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil. Hadits Dalam hadits. Muslim dari Abu Hurairah Bahwasanya Rasulullah SAW pernah melalui suatu onggokan makanan yang bakal dijual. "Tidak boleh."57 c. bahwa sesungguh-nya mereka akan dibangkitkan. semua itu haram. tiba-tiba di dalamnya jarinya beliau meraba yang basah. Namun. buat minyak kulit.54 i. QS. lantas beliau memasukkan tangan beliau ke dalam onggokan itu. maka Aku keluar dari perserikatan keduamja. lalu mereka makan uangnya. HR. 2. dan apabila mereka menakaratau menimbang untuk orang lain. apabila diseru untuk menunaikan sembahyang pada hari ]umat.sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya. "58 d. ya Rasulullah? Karena lemak itu berguna buat cat perahu.50 e. dan minyak lampu." Jawab beliau. al-Muthaffifiin (83): 1-6 Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. QS. Hadits Nabi Muhammad SAW dari Abu Hurairah Rasulullah SAW telah bersabda. dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa. Hadits Nabi Muhammad SAW Dari Jabir bin Abdullah. ketentuan-ketentuan mengenai muamalat lebih terperinci daripada Al-Qur'an. kecuali dengan jalan per-niagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu. a. al-Jumu'ah (62): 9 Hai orang-orang yang beriman. "Janganlah di antara kamu menjual sesuatu yang sudah dibeli oleh orang lain. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.52 g. "Bagaimana dengan lemak bangkai. celakalah orang Yahudi tatkala Allah mengharamkan lemak bangkai. HR. QS. QS. al-Maidah (5): 2 Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa. mereka mengurangi. "Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya telah mengharamkan menjual arak dan bangkai. QS. "56 b. Beliau keluarkan jari beliau yang basah itu seraya berkata. mereka hancurkan lemak itu sampai menjadi minyak. maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. tetap dalam jalur kaidah-kaidah umum. penuhilah akad-akad itu." Pendengar bertanya. begitu juga babi. "Apakah ini?" Jawab yang puny a . an-Nisa (4): 29 Hai orang-orang yang beriman. perincian ini tidak terlalu mengatur hal-hal yang sangat mendetail.

Di Indonesia. Posisi akal dalam ajaran Islam memiliki kedudukan yang sangat penting. apabila salah seorang di antara kamu memindahkan utangnya kepada orang lain. Thabrani.62 3. ayat dan hadits hukum yang rnenjadi objek ijtihad hanyalah yangzhanni64 sifamya. dcngan berpedoman kepada kaidah hukum yang telah ada dalam AlQur'an dan Sunnah Rasul. dan Tarmidzi Berilah upah/jasa kepada orang yang kamu pekerjakan sebelum kering keringatnya. pada bulan April 2000 tclah terbcntuk Dewan Syariah Nasional (DSN) yang merupakan bagian dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).60 f. Ketentuan yang berwujud penciptaan atau pembentukan garis hukum baru bagi keadaan-keadaan baru menurut tempat dan waktu. Dcwan Syariah Nasional ini adalah dewan yang menangani . Bukhari dan Muslim Siapa saja yang melakukan jual beli Salam (salaf). Sedangkan dalam pelaksanaannya di masyarakat.61 g. an-Nisa (4): 59. mungkin pula ditimbulkan dari perkataan (penjelasan) atau teladan yang diberikan oleh Nabi Muhammad. "Basah karena hujan. maka ia bukan umatku. maka lakukanlah dalam ukuran (takaran) tertentu. dalam hal ini adalah ketentuan-ketentuan dalam Islam. HR. Hal ini disebabkan." Beliau bersabda. timbangan tertentu dan waktu tertentu. pemindahan itu hendaklah diterima. Ahmad dan Baihaqi Orang yang mampu membayar utang. HR. Petun-juk itu telah diatur oleh Allah SWT yang tercantum dalam Al-Qur'an dan Hadits. akal tidak dapat berjalan dengan baik tanpa ada petunjuk. bahkan juga terdapat dalam ketentuan QS. Ijtihad dapat pula dilakukan terhadap hal-hal yang tidak terdapat ketentuannya di dalam Al-Qur'an dan Hadits dan juga mengenai masalah hukum baru yang timbul dan berkembang di masyarakat. kegiatan muamalat selalu berkembang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Penggunaan akal untuk berijtihad telah dibenarkan oleh Nabi Muhammad SAW seperti yang terdapat pada Hadits Mu'az bin Jabal. bahwa ketentuan yang berasal dari ijtihad ulil amri terbagi dua.65 Hazairin berpendapat. asal yang lain itu mampu membayar."59 e.makanan. bahwa sebagian besar ketentuan-ketentuan muamalat yang terdapat dalam Al-Qur'an dan Hadits bersifat umum. Allah SWT menciptakan akal untuk manusia agar dipergunakan untuk mema-hami. ya Rasulullah. HR. Ijtihad Sumber Hukum Islam yang ketiga adalah ijtihad yang dilaku-kan dengan menggunakan akal atau arra'yu. Ibnu Majah. Oleh karena itu. haram atasnya melalaikan utangnya. dan b. Berwujud pemilihan atau penunjukan garis hukum yang setepat-tepatnya untuk diterapkan pada suatu perkara atau kasus tertentu yang mungkin langsung diambil dari ayat-ayat hukum dalam AlQur'an. mengembangkan dan menyempurnakan sesuatu.63 Kedudukan ijtihad dalam bidang muamalat memiliki peran yang sangat penting. Abu Ya'la. Maka. "Mengapa tidak engkau taruh di bagian atas supaya dapat dilihat orang? Barangsiapa yang menipu. Namun demikian. Mohammad Daud Ali memberikan definisi ijtihad adalah sebagai berikut: Ijtihad adalah usaha atau ikhtiar yang sungguh-sungguh dengan meng¬gunakan segenap kernampuan yang ada dilakukan oleh orang (ahli hukum) yang memenuhi syarat untuk merumuskan garis hukum yang belumjelas atau tidak ada ketentuannya di dalam Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah. yaitu sebagai berikut:66 a.

Maliki. istilah al-'aqdu ini dapat disamakan dengan istilah verbintenis dalam KUH Perdata. Persetujuan. alMaidah (5): 1. fatwa yang telah diterbitkan oleh DSN sudah lebih dari 35 buah. Selain itu pula. bahwa manusia diminta untuk memenuhi akadnya."5 Abdoerraoef mengemukakan terjadinya suatu perikatan (al-'acjdu) melalui tiga tahap. PENGERTIAN PERIKATAN (AKAD) Setidaknya ada 2 (dua) istilah dalam Al-Qur'an yang berhubungan dengan perjanjian. maka terjadilah apa yang dinamakan 'akdu' oleh Al-Qur'an yang terdapat dalam QS. Tentunya. seperti yang difirmankan oleh Allah SWT dalam QS. Maka. Bab 3 Konsep Perikatan (Akad) dalam Hukum Islam A. hal ini menjadi salah satu langkah dalam melaksanakan dan mengembangkan syariat Islam di Indonesia. dan jasa keuangan syariah. Tugas DSN di antaranya adalah mengeluarkan fatwa atas jenis-jenis kegiatan keuangan.2 Sedangkan istilah al-'ahdu dapat disamakan dengan istilah perjanjian atau overeenkomst.1 Kata al-'aqdu terdapat dalam QS. seperti Hanafi. yaitu suatu pernyataan dari seseorang untuk mengerjakan atau tidak mengerjakan sesuatu yang tidak berkaitan dengan orang lain. yaitu al-'aqdu (akad) dan al-'ahdu (janji). Janji ini mengikat orang yang menyatakannya untuk melaksanakan janjinya tersebut. yaitu pernyataan dari seseorang untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu dan tidak ada sangkut pautnya dengan kemauan orang lain. Persetujuan tersebut harus sesuai dengan janji pihak pertama.3 Istilah ini terdapat dalam QS. Ketentuan-ketentuan dari masing-masing pendapat di-uraikan dalam bab-bab berikutnya. al-Maidah (5): 1. Ali Imran (3): 76. maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa."4 Para ahli Hukum Islam (jumhur ulama) memberikan definisi akad sebagai: "pertalian antara Ijab dan Kabul yang dibenarkan oleh syara' yang menimbulkan akibat hukum terhadap objeknya. ijtihad mengenai Hukum Perikatan Islam dila-kukan oleh para Imam Mazhab. Pengertian akad secara bahasa adalah ikatan. yaitu sebagai berikut:6 1. yang mengikat masing-masing .67 Hingga tulisan ini dibuat. dan Hanbali. yaitu "sebenarnya siapa yang menepati janji [huruf tebal dari penulis] (yang dibuat)nya dan bertakwa. yaitu pernyataan setuju dari pihak kedua untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu sebagai reaksi terhadap janji yang dinyatakan oleh pihak pertama. Dikatakan ikatan (al-rabth) maksudnya adalah menghimpun atau mengumpulkan dua ujung tali dan mengikatkan salah satunya pada yang lainnya hingga keduanya bersambung dan menjadi seperti seutas tali yang satu. Al 'Ahdu (perjanjian). mengikat.masalah-masalah yang berhubungan dengan aktivitas lembaga keuangan syariah. Syafi'i. Ali Imran (3): 76. 3. produk. Apabila dua buah janji dilaksanakan maksudnya oleh para pihak. Menurut Fathurrahman Djamil. 2.

hubungan antara perikatan dengan perjanjian adalah perjanjian menerbitkan perikatan. pengertian perjanjian menurut Subekti adalah "suatu peristiwa di mana seorang berjanji kepada seorang lain atau di mana dua orang itu saling berjanji untuk melaksana-kan sesuatu hal. jika A menyatakan janji untuk membeli sebuah mobil kemudian B menyatakan janji untuk menjual sebuah mobil. Proses perikatan ini tidak terlalu berbeda dengan proses perikatan yang dikemukakan oleh Sybekti yang didasarkan pada KUH Perdata. berdasarkan mana pihak yang satu berhak menuntut sesuatu hal dari pihak yang lain. Mempunyai akibat hukum terhadap objeknya Akad merupakan salah satu dari tindakan hukum (tasharruf).9 B. tetapi 'akdu. Seperti yang tercantum dalam Pasal 1233 KUH Perdata. tujuan akad. Bentuk dari ijab dan kabul ini beraneka ragam dan diuraikan pada bagian rukun akad. Apabila dua janji antara para pihak tersebut disepakati dan dilanjutkan dengan ikrar (ijab dan kabul). Kabul adalah pernyataan menerima atau menyetujui kehendak mujib tersebut oleh pihak lainnya (qaabil). Jika dua janji tersebut dilaksanakan. Subekti memberi pengertian perikatan adalah "suatu perhubungan hukum antara dua orang atau dua pihak. Dari definisi tersebut dapat diperoleh tiga unsur yang terkandung dalam akad. yaitu sebagai berikut:10 1. maupun objek akad tidak boleh bertentangan dengan syariah. baru kemudian lahir perikatan."8 Peristiwa perjanjian ini menimbulkan hubung-an di antara orang-orang tersebut yang disebut dengan perikatan. bahwa definisi akad adalah pertalian antara ijab dan kabul yang dibenarkan oleh syara' yang menimbulkan akibat hukum terhadap objeknya."7 Sedangkan. maka terjadi perikatan atau 'akdu di antara keduanya. Perbedaan yang terjadi dalam proses perikatan antara Hukum Islam dan KUH Perdata adalah pada tahap perjanjiannya. Adanya akad menimbulkan akibat hukum terhadap objek hukum yang diperjanjikan oleh para pihak dan juga mem-berikan konsekuensi hak dan . Pada Hukum Perikatan Islam. dalam Hukum Perikatan Islam titik tolak yang paling membedakannya adalah pada pentingnya unsur ikrar (ijab dan kabul) dalam tiap transaksi. Sedangkan pada KUH Perdata. Dibenarkan oleh syara' Akad yang dilakukan tidak boleh bertentangan dengan syariah atau hal-hal yang diatur oleh Allah SWT dalam Al-Qur'an dan Nabi Muhammad SAW dalam Hadits. Menurut A. Sebagai contoh. maka terjadilah 'aqdu (perikatan). Pertalian ijab dan kabul Ijab adalah pernyataan kehendak oleh satu pihak (mujiV) untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu. 2. Pelaksanaan akad. akan mengakibatkan akad itu tidak sah. Apabila merek mobil dan harga mobil disepakati oleh kedua pihak. misalnya dengan membayar uang tanda jadi terlebih dahulu oleh A. maka terjadi persetujuan. 3. maka A dan B berada pada tahap 'ahdu.pihak sesudah pelaksanaan perjanjian itu bukan lagi perjanjian atau 'ahdu itu. bahwa perjanjian merupakan salah satu sumber perikatan. suatu perikatan yang mengan-dung riba atau objek perikatan yang tidak halal (seperti minuman keras). UNSUR-UNSUR AKAD Telah disebutkan sebelumnya. perjanjian antara pihak pertama dan pihak kedua adalah satu tahap yang kemudian menimbulkan perikatan di antara mereka. Sebagai contoh. janji pihak pertama terpisah dari janji pihak kedua (merupakan dua tahap). Ijab dan kabul ini hams ada dalam melaksanakan suatu perikatan. Jika bertentangan. dan pihak yang lain berkewajiban untuk memenuhi tuntutan itu. Gani Abdullah. mengakibatkan tidak sahnya suatu perikatan menurut Hukum Islam. Dengan demikian.

terdapat rukun dan syarat yang harus dipenuhi. Ia meru¬pakan bagian dari shalat itu sendiri. Tasharruf fi'li (perbuatan). bahwa rukun akad . • Akad adalah salah satu bentuk perbuatan hukum atau disebut dengan tasharruf. b. bahwa ikrar wakaf dan pemberian hibah bukanlah suatu akad.kewajiban yang mengikat para pihak. pemberian hibah. petunjuk) yang harus di-indahkan dan dilakukan. ijab dan kabul yang dilakukan para pihak ini disebut dengan akad yang kemudian akan melahirkan suatu perikatan di antara mereka. bahwa rukun merupakan sifat yang kepadanya tergantung keberadaan hukum dan ia termasuk dalam hukum itu sendiri. maka shalat itu batal. Tasharruf qauli adalah usaha yang keluar dari lidah manusia. Tasharruf qauli terbagi dalam dua bentuk. sedangkan syarat merupakan sifat yang kepadanya tergantung keberadaan hukum. rukun."14 Dalam syari'ah. Meskipun pemberian wakaf dan hibah hanya ada pernyataan ijab saja tanpa ada pernyataan kabul. 2) Tasharruf qauli ghairu aqdi merupakan perkataan yang tidak bersifat akad atau tidak ada ijab dan kabul. (a) Perkataan yang berupa pernyataan. Tindakan tersebut tidak bersifat mengikat."15 Definisi syarat adalah "sesuatu yang tergantung padanya keberadaan hukum syar'i dan ia berada di luar hukum itu sendiri. Pada bentuk ini. tetapi merupakan suatu perbuatan hukum. Sebagai contoh. tetapi ia berada di luar hukum itu sendiri. pengakuan di depan hakim.11 Menurut Mustafa azZarqa. Wudhu merupakan bagian di luar shalat. Tasharruf qauli (perkataan). tetapi termasuk perbuatan hukum. gugatan. RUKUN DAN SYARAT PERIKATAN ISLAM Dalam melaksanakan suatu perikatan. sehingga tidak dapat dikatakan akad. tasharruf me-miliki dua bentuk. seperti mengelola tanah yang tandus atau mengelola tanah yang dibiarkan kosong oleh pemiliknya. yaitu sebagai berikut:12 a. sumpah. rukuk dan sujud adalah rukun shalat. mendefinisikan tasharruf adalah "segala sesuatu (perbuatan) yang bersumber dari kehendak seseorang dan syara' menetapkan atasnya sejumlah akibat hukum (hak dan kewajiban). yaitu dengan mengucapkan ijab dan kabul. dan syarat sama-sama menentukan sah atau tidaknya suatu transaksi. yaitu sebagai berikut: 1) Tasharruf qauli aqdi adalah sesuatu yang dibentuk dari dua ucapan dua pihak yang saling bertalian. Secara definisi. Jika tidak ada rukuk dan sujud dalam shalat. Secara bahasa."16 Perbedaan antara rukun dan syarat menurut ulama Ushul Fiqh.17 Sebagai contoh."13 sedangkan syarat adalah "ketentuan (peraturan. yaitu pengadaan suatu hak atau mencabut suatu hak (ijab saja). tetapi dengan tidak adanya wudhu. ada juga yang tidak sependapat mengenai hal ini. rukun adalah "suatu unsur yang merupakan bagian tak terpisahkan dari suatu perbuatan atau lembaga yang menentukan sah atau tidaknya perbuatan tersebut dan ada atau tidak adanya sesuatu itu. tidak sah. Di kalangan mazhab Hanafi berpendapat. Musthafa Az-Zarqa. Tidak semua perkataan manusia digolongkan pada suatu akad. shalat menjadi tidak sah. (b) Perkataan yang berupa perwujudan. Perkataan ini ada yang berupa pernyataan dan ada yang berupa perwujudan. kedua tasharrufini tetap termasuk dalam tasharrufyang bersifat akad. Pendapat mengenai rukun perikatan atau sering disebut juga dengan rukun akad dalam Hukum Islam beraneka ragam di kalangan para ahli fiqih. rukun adalah "yang harus dipenuhi untuk sahnya suatu pekerjaan. yang ketiadaannya menyebabkan hukum pun tidak ada. Ada juga perkataan yang bukan akad. ikrar talak. yaitu dengan melakukan penuntutan hak atau dengan perkataan yang menyebabkan adanya akibat hukum. C. Namun. seperti ikrar wakaf. Tasharruf fi'li adalah usaha yang dilakukan manusia dari tenaga dan badannya. Syarat shalat salah satunya adalah wudhu.

Marhalah al-Tamyiz (Discernment Stage) Tahapan ini dimulai sejak seorang berusia 7 (tujuh) tahun hingga masa pubertas (Acjil-Baligh). dari sudut hukum adalah se-bagai subjek hukum. kapasitas hukum seseorang dapat dilihat dari tahapan-tahapan dalam kehidupannya (the stages of legal capacity). keempat hal tersebut meru¬pakan komponenkomponen yang harus dipenuhi untuk terben-tuknya suatu akad. Kedua hal tersebut berada di luar perbuatan akad. Marhalah al-Saba (Childhood Stage) Tahap ini dimulai sejak manusia lahir dalam keadaan hidup hingga ia berusia 7 (tujuh) tahun. 3.19 Sedangkan menurut T. Sedangkan syarat akad adalah al-'aqidain (subjek akad) dan mahallul 'aqd (objek akad). Menurut Abdurrahman Raden Aji Haqqi. 2. yaitu ijab dan kabul. bahwa rukun akad adalah al-'aqidain.20 l. janin dapat memperoleh hak. Manusia Manusia sebagai subjek Hukum Perikatan adalah pihak yang sudah dapat dibebani hukum yang disebut dengan mukallaf. Dalam Hukum Islam. a. tetapi dengan muqawimat 'aqd (unsur-unsur penegak akad). Mukallaf adalah orang yang telah mampu bertindak secara hukum. yang dalam hal ini adalah orang-orang yang telah dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan Allah SWT baik yang terkait dengan perintah maupun larangan-larangan-Nya. M. Sebagai subjek hukum. dan sighat al-'aqd. yang dalam hal ini tindakan hukum akad (perikatan). Sebagai pelaku dari suatu tindakan hukum tertentu. Pada tahap ini seseorang disebut "Al-Sabiy Ghayr Al-Mumayyiz". Hasbi Ash-Shiddiqy. Kata "Mukallaf" berasal dari bahasa Arab yang berarti "yang dibebani hukum".18 Jumhur ulama berpendapat. Subjefc Perifcatan (Al-'Aqidain) Al-'aqidam adalah para pihak yang melakukan akad. Hak dan kewajiban yang menyangkut harta miliknya dilaksanakan melalui wali-nya (guardian). dapat menerima hibah. bahwa al-'aqidain dan mahallul 'aqd termasuk rukun akad karena kedua hal tersebut merupakan salah satu pilar utama dalam tegaknya akad. Dalam tahap ini. Berbeda halnya dengan pendapat dari kalangan mazhab Syafi'i termasuk Imam Ghazali dan kalangan mazhab Maliki termasuk Syihab al-Karakhi. Subjek hukum ini terdiri dari dua macam yaitu manusia dan badan hukum. baik yang berhubungan dengan Tuhan maupun dalam kehidupan sosial. mahallul 'aqd. dan sebagainya. ada tahapan untuk dapat melihat apakah seseorang telah dapat dibebani hukum. Berikut penjelasan mengenai manusia dan badan hukum dalam kaitannya dengan ketentuan dalam hukum Islam.21 Pada kehidupan seseorang. namun tidak meng-emban kewajiban hukum. Misalnya janin dapat hak waris pada saat orang tuanya meninggal dunia. Subjek hukum sebagai pelaku perbuatan hukum sering kali diartikan sebagai pihak pengemban hak dan kewajiban. Alasannya adalah al-'aqidain dan mahallul 'aqd bukan merupakan bagian dari tasharruf aqad (perbuatan hukum akad). la tidak menyebut keempat hal tersebut dengan rukun. janin disebut "Ahliyyah Al-Wujub Al-Naqisah". para ahli Ushul Fiqh telah membagi kapasitas hukum seseorang ke dalam 4 (empat) tahap Subjek Hukum (Stages of Legal Capacity):22 1. Marhalah al-Janin (Embryonic Stage) Tahap ini dimulai sejak masa janin sudah berada dalam kandungan hingga lahir dalam keadaan hidup. Misalnya mengenai pengelolaan harta tersebut dan pembayaran zakatnya. Musthafa az-Zarqa menambah maudhu'ul 'aqd (tujuan akad). Pada . Selain ketiga rukun ter¬sebut.hanya sighat al-'aqd.

Orang yang telah mencapai tahapan Daur ar-Rushd ini disebut orang yang Rasyid. c. Sedangkan transaksi yang mungkin merugikan/ mengurangi haknya. seperti anak yang sudah mumayyiz. usaha atau transaksi yang akan dilakukannya tersebut. sebelum atau sesudah baligh. Pada prinsipnya tindakan hukum seseorang akan dianggap sah. niumayyiz. seperti manusia yang cacat jiwa. Menurut Imam Muhammad Abu Zahrah. Diperkirakan tahapan ini dapat diperoleh setelah seseorang mencapai usia 19. 20. cacat mental. Orang tersebut telah memperoleh kapasitas penuh sebagai subjek hukum. . dari segi kecakapan untuk melakukan akad. Mengenai tahap cakapnya seseorang dalam bertransaksi. dikarenakan telah mampu bersikap tindak demi keamanan dalam mengelola dan mengontrol harta dan usaha/ bisnisnya dengan bijaksana. misalnya menerima hibah atau sedekah. Minors (masih di bawah umur) atau safih. perempuan telah datang bulan (haid) dan laki-laki telah inenga-lami perubahan-perubahan suara dan fisiknya. Oleh karena itu. se¬bagian ulama kontemporer. b. Kapari seseorang dianggap telah baligh ini tcrdapat perbcdaan pendapat dari para ulama. Daur al-Rushd (Stage of Prudence) Pada tahap ini kapasitas seseorang telah sempurna sebagai subjek hukum.23 seorang mumayyiz sudah memiliki kecakapan bertindak hukum meski-pun masih kurang atau lemah sehingga dapat disebut ahliyyah al-ada' an-naqisah. Seseorang yang sudah pada tahap ini disebut "Ahliyyah Al-Ada Al Kamilah". tetapi belum mencapai baligh. Sehingga tindakan hukum atau transaksi yang dilakukan oleh seorang anak yang mumayyiz ini dapat dianggap sah selama tidak dibatalkan oleh walinya. misalnya menghibahkan atau berwasiat. Namun. Manusia yang tidak dapat melakukan akad apa pun. Mayoritas ulama menyebutkan usia 15 tahun. yaitu untuk yang telah memenuhi syarat-syarat mukallaf. manusia dapat terbagi atas tiga bentuk:25 a. segala aktivitas/ transaksi penerimaan hak yang dilakukan oleh anak yang mumayyiz ini adalah sah (valid). kecuali terbukti sebaliknya. kecuali ada halangan-halangan yang dapat dibuktikan. Marhalah al-Bulugh (Stage of Puberty) Pada tahap ini seseorang telah mencapai Aqil Baligh dan dalam keadaan normal ia dianggap telah menjadi Mukallaf. menambahkan persyaratan satu tahapan atau kondisi seseorang lagi sebagai tahapan ke-5 (lima) yaitu: 5. Manusia yang dapat melakukan akad tertentu. Tindakan hukum seseorang yang telah baligh dapat dinyatakan tidak sah atau dapat dibatalkan apabila dapat dibuktikan adanya halangan-halangan (impediments) sebagai berikut: 1. yaitu ketika seorang. 4. sedangkan sebagian kecil ulama mazhab Maliki menyebutkan 18 tahun. ada yang memudahkan perkiraan baligh ini dengan melihat tandatanda fisik.24 Jadi.tahap ini seseorang disebut "Al-Sabiy Al-Mumayyiz" (telah bisa membedakan yang baik dan buruk). Pada dasarnya kebijaksanaan (rushd/pnidence) seseorang dapat dicapai secara bersamaan. anak kecil yang belum . Intelektualitasnya telah matang dan dianggap cakap. Seseorang yang mencapai tahap ini dapat memperoleh separuh kapasitasnya sebagai subjek hukum (tanpa izin dari walinya). bila telah memiliki sifat-sifat kecakapan berdasarkan pendidikan atau persiapan tertentu untuk kepentingan bisnis. Manusia yang dapat melakukan seluruh akad. adalah "non-valid" kecuali mendapat izin atau pengesahan dari walinya. atau 21 tahun.

b) Tamyiz (dapat membedakan) Orang yang bertransaksi haruslah dalam keadaan dapat mem¬bedakan yang baik dan yang buruk. seperti yang tercantum dalam Hadits dari Ibnu Umar yaitu 15 tahun. kerusakan (akal) atau kehilangan). Acquired Defects/'Awarid Muktasabah (memiliki kekurangan. dan 8. Dalam Hadits tersebut diceritakan. lepas dari paksaan. dan sebagainya) atau karena igno¬rance! jahl (ketidaktahuan atau kelalaian).28 ia sudah berakal dan memiliki kecakapan bertindak hukum secara sempurna (ahliyyah al-ada' al-kamilah). Abu Dawud. an-Nisaa (4): 29 dan Hadits Nabi SAW yang mengemukakan prinsip an-taradhin (rela-sama rela). kondisi psikologis seseorang perlu juga diperhatikan untuk mencapai sahnya suatu akad. Insanity/Junun (kehilangan kesadaran atau gila). 6. Seseorang yang melakukan perikatan harus me¬miliki akal yang sehat. Hal ini berarti para pihak harus bebas dalam bertransaksi. Idiocy/'Atah (idiot). Ibnu Majah. yaitu ahliyah (kecakap¬an). Error/Khata dan Forgetfulness/Nisyan (kesalahan dan terlupa). al-Bukhari. ia diizin-kan untuk turut berperang (Perang Khandaq). dalam kaitannya dengan al-'aqidain terdapat tiga hal yang harus diperhatikan. atau sedang tidur. Unconsciousness/Ighma (kehilangan kesadaran). anak kecil sampai ia baligh. keracunan obat. sedang sakit. bahwa Ibnu Umar tidak diizinkan Nabi Muham¬mad SAW. ia akan memahami segala perbuatan hukum yang dilakukan dan akibat hukum terhadap dirinya maupun orang lain. Ketika usianya mencapai 15 tahun. 2) Berakal sehat. an-Nasa'i.29 Selain hal tersebut di atas. ataupun kurang akalnya karena masih di bawah umur. 4. "Diangkatkan pembebanan hukum dari tiga (jenis orang): orang tidur sampai ia bangun. boros). Prodigality/Safah (royal. terganggu akalnya. wilayah (kewenangan). sedang marah. Kerusakan atau terganggu-nya akal seseorang dapat dikarenakan oleh intoxication/sukr Islam (mabuk. dan ad-Daruqutni dari Aisyah binti Abu Bakar dan Ali bin Abi Talib). dalam suatu akad. Hamzah Ya'cub. dan orang gila sampai ia sembuh" (HR. bukan orang gila. Nabi Muhammad SAW bersabda. dan tekanan. Dengan akal sehat. 3. mengemukakan syarat-syarat subjek akad adalah sebagai berikut:26 a) Aqil (berakal) Orang yang bertransaksi haruslah berakal sehat. Ukuran baligh seseorang adalah telah bermimpi (ihtilam) bagi laki-laki dan telah haid bagi perempuan.27 -Terhadap orang yang sudah baligh sudah dapat dibebani hukum to/ch/ atau sudah dapat bertindak hukum karena. bahwa syarat-syarat yang harus dipenuhi sebagai mukallaf adalah sebagai berikut: 1) Baligh. menurut Imam Muhammad Abu Zahrah. sebagai pertanda ke-sadarannya sewaktu bertransaksi. at-Tirmi/i. Dari uraian di atas dapat disimpulkan. sehingga dapat mempertanggung-jawabkan transaksi yang dibuatnya. dan ivakalah (perwakilan). 5.2. selain dilihat dari tahapan kedewasaan sese-orang. 7.30 1) Ahliyah . tidak dapat menjadi subjek hukum yang sempurna. Sleep/Naum (tertidur dalam keadaan tidur gelap). Seseorang yang gila. c) Mukhtar (bebas dari paksaan) Syarat ini didasarkan oleh ketentuan QS. untuk ikut berperang (Perang Uhud) ketika usianya 14 tahun. Oleh karena itu. Baligh juga dapat diukur dari usia seseorang.

3) Wakalah (perwakilan). Biasanya hal ini terjadi karena maula 'alaih tidak memiliki kecakapan ber-tasharruf yang sempurna. wakil. kewajiban-kewajiban. wakil memiliki hak'untuk mendapatkan upah (ketentuan wakalah ini dapat dilihat lebih lanjut pada bab tentang bentuk-bentuk akad). yaitu seseorang yang mempunyai kecakapan sempurna dan melakukan tindakan hukum untuk kepenting-an dirinya sendiri. Badan Hukum Badan hukum adalah badan yang dianggap dapat bertindak dalam hukum dan yang mempunyai hakhak. yaitu kecakapan seseorang untuk me¬miliki hak dan dikenai kewajiban atasnya dan kecakapan me¬lakukan tasharruf. harus jelas objek dan tujuan akad tersebut.(kecakapan). perempuan dalam melakukan pernikahan. yaitu kecakapan bertindak yang tidak sempurna yang terdapat pada mumayyiz dan berakal sehat.31 a) Niyabah ashliyah. Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh wali dalam mendapatkan wilayah ini adalah sebagai berikut:32 (1) Mempunyai kecakapan yang sempurna dalam melaku¬kan tasharruf. dan muwakil (yang diwakili) harus memiliki kecakapan ber-tasharruf yang sempurna dan dilaksanakan dalam bentuk akad berupa ijab dan kabul. Manusia dapat memiliki hak sejak dalam kan-dungan untuk hak tertentu. Dalam wakalah ini. dapat dipercaya. (4) Mempunyai sifat amanah. la dapat ber-tas/zarra/tetapi tidak cakap melakukan akarl (2) Ahliyah ada' al kamilah. Sedangkan orang yang kecakap¬an bertindaknya tidak sempurna tidak memiliki wilayah. (2) Memiliki agama yang sama (Islam) antara wali dan maula 'alaihi (yang diwakili). seperti anak kecil. Ahliyah ada' terbagi lagi atas dua macam berikut ini: (1) Ahliyah ada' al naqishah. Ahliyah terbagi atas dua macam: a) Ahliyah wujub adalah kecakapan untuk memiliki suatu hak kebendaan. Dengan demikian. la dapat ber-tasharrufdan cakap untuk melakukan akad. meskipun pengurus . baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain untuk melakukan tasharruf. yaitu hak waris. 2) Wilayah (kewenangan). Kewenangan ini dapat di-dasarkan pada ikhtiyariyah (memilih menentukan sendiri) atau pada ijbariyah (keputusan hakim). (5) Menjaga kepentingan orang yang ada dalam perwaliannya. baik berupa hak Allah SWT atau hak manusia. yaitu kecakapan bertindak yang sempurna yang terdapat pada aqil baligh dan berakal sehat. b) Ahliyah ada' adalah kecakapan memiliki tasharruf dan dikenai tanggung jawab atau kewajiban. Biasanya. dan perhubungan hukum terhadap orang lain atau badan lain. (3) Mempunyai sifat adil. b. Hak ini akan selalu ada selama manusia hidup. yaitu istiqamah dalam menjalan-kan ajaran agama dan berakhlak mulia. yaitu pengalihan kewenangan perihal harta dan perbuatan tertentu dari seseorang kepada orang lain untuk mengambil tindakan tertentu dalam hidupnya. yaitu kekuasaan hukum yang pemilik-nya dapat ber-tasharruf dan melakukan akad dan menunaikan segala akibat hukum yang ditimbulkan. b) Niyabah al-Syar'iyyah atau wilayah niyabiyah.33 Badan hukum ini memiliki kekayaan yang terpisah dari perseorangan. Dengan demikian. Syarat seseorang untuk mendapatkan wilayah akad adalah orang yang cakap ber-tasharruf secara sempurna. yaitu kewenangan atau kekuasaan yang diberikan kepada pihak lain yang mempunyai kecakapan sempurna untuk melakukan tasharruf atas nama orang lain (biasanya disebut dengan wali).

QS. 5. 3) Badan hukum diperlukan adanya pengakuan hukum.. badan hukum tidak diatur secara khusus. menjual anak hewan yang masih di dalam perut induknya atau menjual tanaman sebelum tumbuh. Wirjono Prodjodikoro34 adalah dapat berupa negara.. 2) Badan hukum tidak hilang dengan meninggalnya pengurus badan hukum. seperti yang tercantum dalam QS. maupun benda tidak berwujud. tetapi hanya dapat dijatuhi hukuman perdata. disebut dengan istilah syakhshisyah daulah. tidak berkembang. bahwa "Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebagian mereka berbuat zalim kepada sebagian yang lain. daerah otonom. Shaad (38): 24. seperti hak berkeluarga. 5) Tindakan hukum yang dapat dilakukan oleh badan hukum adalah tetap. seperti salam.. 4) Ruang gerak badan hukum dalam bertindak hukum dibatasi oleh ketentuan-ketentuan hukum dan dibatasi dalam bidang-bidang tertentu. seperti mobil dan rumah. TM Hasbi Ash Shiddieqy. maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu ... Alasannya."37 (huruf tebal dari penulis). Adanya kerja sama di antara beberapa orang menimbulkan kepentingan-kepentingan dari syirkah tersebut terhadap pihak ketiga. Syarat."35 Pada QS."36 Pada Hadits Qudsi riwayat Abu Dawud dan al-Hakim dari Abu Hurairah. Yang dapat menjadi badan hukum menurut R. Namun demikian. atau yayasan. disebutkan "Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang. Dalam Islam. Objek perikatan telah ada ketika akad dilangsungkan Suatu perikatan yang objeknya tidak ada adalah batal. Objek Perifcatan (Mahallul 'Aqd) Mahallul 'aqd adalah sesuatu yang dijadikan objek akad dan dikenakan padanya akibat hukum yang ditimbulkan. an-Nisaa (4): 12. Namun. 'Aku (Allah) adalah pihak ketiga dari dua orang yang berserikat. perusahaan. dan lain-lain. Apabila seseorang berkhianat terhadap lainnya. bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda.38 menyatakan bahwa badan hukum berbeda dengan manusia sebagai subjek hukum dalam hal-hal sebagai berikut: 1) Hak-hak badan hukum berbeda dengan hak-hak yang dimiliki manusia. Kedudukan negara. istishna. sepanjang salah seorang dari keduanya tidak berkhianat terhadap lainnya. seperti. Bentuk objek akad dapat berupa benda berwujud. Badan hukum akan hilang apabila syarat-syaramya tidak terpenuhi lagi. seperti manfaat.syarat yang harus dipenuhi dalam mahallul 'aqd adalah sebagai berikut:39 a.. an-Nisaa (4): 12. dapat menjadi subjek hukum pula. bahwa sebab hukum dan akibat akad tidak mungkin bcrgantung pada sesuatu yang belum ada. Shaad (38): 24. perkumpulan orangorang. dan Hadits Qudsi. kecuali orang-orang yang beriman . terdapat pengc cualian terhadap bentuk akad akad tertentu. Pada QS. terlihat pada beberapa dalil menunjukkan adanya badan hukum dengan menggunakan istilah al-syirkah. hak pusaka. kepala negara atau pegawai-pegawai pemerintah dapat melakukan tindakan hukum atas nama negara sesuai dengan peraturan yang sudah ditentukan. menurut TM Hasbi Ash Shiddieqy. 6) Badan hukum tidak dapat dijatuhi hukuman pidana. maka Aku keluar dari keduanya. Dalam hubungannya dengan pihak ketiga inilah timbul bentuk baru dari subjek hukum yang disebut dengan badan hukum. ia tetap memiliki kekayaan tersendiri.badan hukum berganti-ganti. dan musyaqah (bentuk akad ini diuraikan . Dalam hal negara sebagai badan hukum.

Benda-benda yang sifatnya tidak suci. maka benda tersebut harus jelas bentuk. Apabila tidak sesuai. A menjual anggur kepada B. benda yang bukari milik seseorang pun tidak boleh dijadikan objek perikatan. Jika terdapat cacat pada benda tersebut pun harus diberitahu-kan. Kecuali benda-benda yang secara jelas dinyatakan dalam nash. terampil. babi. Ahmad Azhar Basyir berpendapat bahwa. tujuan akad dapat dilakukan apabila sesuai dengan ketentuan syari'ah tersebut. namun salah satu pihak memiliki tujuan yang bertentangan dengan Hukum Islam dengan diketahui pihak lainnya. A mengetahui. Menurut kalangan Hanafiyah. seperti. tetap harus diberitahukan agar masing-masing pihak memahaminya. maka pihak pertama harus melaksanakan tindakan (jasa) yang manfaatnya dapat dirasakan oleh pihak kedua. maka hukumnya tidak sah.43 Sebagai contoh.pada bab tentang bentuk-bentuk akad) yang objek akadnya diperkira kan akan ada di masa yang akan datang. seperti pelacuran. jual beli kulit bangkai diboleh-kan sepanjang memiliki manfaat. Burung di udara. keterampil-an. bahwa tujuan B membeli . Dengan demikian. 3. maupun pandai. Jika pihak tersebut belum atau kurang ahli. Objek akad harus jelas dan dikenali Suatu benda yang menjadi objek perikatan harus memiliki kejelasan dan diketahui oleh 'aqid. Objek dapat diserahterimakan Benda yang menjadi objek perikatan dapat diserahkan pada saat akad terjadi. Tujuan Perikatan (Maudhu'ul 'Aqd) Maudhu'ul 'aqd adalah tujuan dan hukum suatu akad disyariat-kan untuk tujuan tersebut. Selain itu. maka perikatan tersebut haram hukumnya. Jika objek tersebut berupa jasa. ikan di laut. b. Menurut ulama fiqih. seperti bangkai. Dalam Hadits riwayat Imam Lima dari Abu Hurairah bahwa Nabi Muhammad SAW melarang jual beli gharar (penipuan) dan jual beli hassah (jual beli dengan syarat tertentu. A dan B melakukan perikatan kerja sama untuk melakukan pembunuhan atau perampokan. Sebagai contoh. Oleh karena itu.40 adalah tidak dapat dibenarkan pula. disarankan bahwa objek perikatan berada dalam kekuasaan pihak pertama agar mudah untuk menyerahkan-nya kepada pihak kedua. dalam tasharruf akad tidak mensyaratkan adanya kesudan objek akad. sesuai dengan kesepakatan. harus jelas bahwa pihak yang memiliki keahlian sejauh mana kemampuan. Pengecualian ini di-dasarkan pada istishsan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dalam kegiatan muamalat. Jika objek tersebut berupa benda. atau darah dianggap tidak memiliki nilai dan tidak me¬miliki manfaat bagi manusia.42 d.41 c. Dalam Hukum Islam. seperti penjual akan menjual bajunya apabila lempar-an batu dari penjual mengenai baju itu). dan kepandaiannya dalam bidang tersebut. Apabila para pihak melakukan perikatan dengan tujuan yang berbeda. tidaklah dapat diserahkan karena tidak ada dalam kekuasaannya. Objek perikatan dibenarkan oleh syariah Pada dasarnya. maka perikatan itu pun haram hukumnya. dan darah. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi kesalahpahaman di antara para pihak yang dapat menimbulkan sengketa. minuman keras. fungsi. pembunuhan. khamar. tujuan akad ditentukan oleh Allah SWT dalam Al-Qur'an dan Nabi Muhammad SAW dalam Hadits. dan keadaannya. bangkai. atau pada waktu yang telah disepakati. Untuk objek perikatan yang berupa manfaat. mampu. benda-benda yang menjadi objek perikatan haruslah memiliki nilai dan manfaat bagi manusia. batal. jika objek perikatan itu dalam bentuk manfaat yang bertentangan dengan ketentuan syariah. daging babi. Hal ini tidak dibenarkan dalam syari'ah.

apabila Abenar-benar tidak mengetahui tujuan B membeli anggur tersebut. akibatnya banyak putusan yang berbeda dari kasus yang sama dari masing-masing hakim antar Pengadilan Agama. Apabila putusan Pengadilan Agama selalu didasarkan pada doktrin fikih. Dengan demikian. Sesuai dengan dasar hukum yang terdapat dalam QS. hal. jual beli tersebut haram hukumnya. cakupan hukum Islam di situ bukan menjadikan kitab fikih tersebut menjadi undang-undang (a corpus of legislation). kendatipun Pengadilan Agama telah lama diakui eksistensinya namun hakimnya masih belum memiliki buku standar yang dapat dijadikan rujukan secara bersama layaknya KUHP. maka perikatan tersebut tidak haram. 2). Padahal menurut Joseph Schacht kitab-kitab fikih madzhab yang diakui mempunyai otoritas yang mapan bukan merupakan kitab hukum. praktis Hakim Pengadilan Agama masih mengandalkan kitab-kitab fikih produk ijtihad para Imam Madzhab sebagai bahan rujukan utama. tetapi dapat dibatalkan. Jual beli tersebut tidak boleh di¬lakukan.45 Ahmad Azhar Basyir menentukan syarat-syarat yang harus dipenuhi agar suatu tujuan akad dipandang sah dan mempunyai akibat hukum. tetapi merupakan hasil yang hidup dari ilmu hukum. Tanpa suatu standarisasi atau keseragaman landasan hakim dalam menyelesaikan sengketa. sehingga muncul ungkapan “different judge different sentence” (lain Hakim lain pendapat dan putusannya). karena minuman keras adalah haram untuk dikonsumsi manusia. tidak cukup hanya berbekal pada doktrin hukum (fikih) semata. maka para pihak yang berperkara dalam kesempatan yang diberikan oleh Majelis Hakim bisa saja mengajukan dalih dan . Sebab sebagai lembaga yang diberi kewenangan untuk menyelesaikan sengketa ekonomi syari’ah."44 Namun. apalagi kewenangan di bidang ekonomi syari’ah adalah kewenangan yang baru. yaitu sebagai berikut:46 1) Tujuan akad tidak merupakan kewajiban yang telah ada atas pihak-pihak yang bersangkutan tanpa akad yang diadakan. 2) Tujuan harus berlangsung adanya hin HUKUM PERIKATAN (AKAD) ISLAM DI INDONESIA (Studi Komparatif Antara Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES) dengan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata)) Oleh: Hermanto Latar Belakang Masalah Pesatnya perkembangan lembaga-lembaga ekonomi yang berbasis syari’ah perlu payung hukum yang cukup memadai dalam mengatur perilaku bisnis yang berlandaskan syari’ah. bahwa "dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. 1993. Dari sudut teori hukum berarti produkproduk putusan Pengadilan Agama bertentangan dengan prinsip kepastian hukum (Munawir Sadzali. alMaidah (5): 2.anggur tersebut untuk diolah menjadi minuman keras dan dijual untuk dikonsumsi. Apabila A tetap menjual anggur tersebut kepada B berarti A turut andil dalam membuat barang haram tersebut.

sehingga kalau pun sekiranya datang suatu perkara tentang sengketa ekonomi syari’ah . zakat. Untuk itu dibutuhkan sebuah Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES). sehingga dengan demikian ia merupakan tindak lanjut dari adanya Undang-Undang No. Ketika UU No. Tanggal 10 September 2008 Ketua Mahkamah Agung telah menetapkan Peraturan Mahkamah Agung RI No. Secara sistematik Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES) terbagi dalam 4 buku masing-masing: 1. Tentang Subjek Hukum dan Amwal. Atau. Wewenang baru tersebut bisa dikatakan sebagai tantangan dan sekaligus peluang bagi lembaga Peradilan Agama. terdiri atas 3 bab (pasal 1-19) 2. Kalaupun ada.dalil ikhtilafi dan mereka menuntut hakim untuk mengadili menurut pendapat dan doktrin madzhab tertentu yang diikutinya. tapi juga soal wakaf. Misalnya Fikih Muamalah yang dapat dijumpai di kitab kuning. yaitu fatwa-fatwa Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). ia begitu mentah. Kodifikasi Hukum Islam yang berlaku di Turki yang dikenal dengan sebutan Majalat al ahkam al adillah. tentang Akuntansi Syariah yang terdiri atas 7 bab (pasal 735-796) (PERMA Mahkamah Agung RI No. semenjak diundangkannya Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 tahun 1989 tentang Peradilan Agama. Fatwa-fatwa tersebut menjadi rujukan bagi BI untuk menyusun Peraturan BI atau Surat Edaran BI. Substansi materi Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES) dirangkum dari berbagai bahan referensi baik dari beberapa kitab fikih terutama Fikih Muamalah. dari 796 pasal. Karena berbentuk kompilasi. ternyata hukum materiil dimaksud belum ada. 3 Tahun 2006 disahkan pada Maret 2006. Pengadilan Agama sebagai salah satu dari empat lembaga peradilan yang ada di Indonesia.com Artikel yang berjudul: Menguntit Jejak Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah). mempunyai wewenang baru sebagai bagian dari yurisdiksi absolutnya. 02 Tahun 2008 tentang Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah. sejumlah 653 pasal (80 %) adalah berkenaan dengan akad atau perjanjian. ada juga yang setengah matang. Tak sekedar soal perbankan syariah. Dilihat dari kandungan isi Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah di atas. memeriksa dan mengadili serta menyelesaikan sengketa dibidang ekonomi syari’ah. dan praktik ekonomi syariah lainnya (http://hukumonline. Mahkamah Agung (MA) pun menyadari perlunya mengolah bahan-bahan itu menjadi hukum positif agar bisa diterapkan di Pengadilan Agama. dan menyelesaikan perkara yang berkaitan dengan ekonomi syariah. Tentang Zakat dan Hibah yang terdiri atas 4 bab (pasal 674-734) 4. maka bagi lembaga Peradilan Agama ini mesti mencari dan mempersiapkan diri dengan seperangkat peraturan perundangan maupun norma hukum yang terkait dengan persoalan ekonomi syari’ah. fatwa-fatwa Dewan Syariah Nasional dan hasil studi banding pada berbagai Negara yang menerapkan ekonomi syariah. aturan itu harus mencakup banyak ragam ekonomi syariah. Tentang Akad terdiri dari 29 bab (pasal 20-673) 3. fungsinya adalah sebagai “Pedoman” bagi para Hakim dalam lingkungan Peradilan Agama dalam memeriksa. mengadili. Dikatakan sebagai tantangan karena selama ini bagi Pengadilan Agama belum ada pengalaman apa pun dalam menyelesaikan sengketa di bidang ekonomi syari’ah. dengan demikian materi terbanyak dari . 3 Tahun 2006 yang menetapkan adanya kewenangan baru dari Peradilan Agama untuk menyelesaikan sengketa ekonomi syariah. Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah adalah merupakan perangkat peraturan yang menjadi lampiran dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Mahkamah Agung RI N0. 02 Tahun 2008 tentang Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah). 02 Tahun 2008. yaitu kewenangan untuk menerima.

adalah suatu peristiwa dimana seorang berjanji kepada seorang lain atau di mana dua orang itu saling berjanji untuk melaksanakan suatu hal (Subekti. Pengertian Hukum Perikatan Islam menurut Prof. 2001: 1). Yang secara formal masih diterapkan dalam praktik terutama Buku ke III tentang “perikatan” (Verbintenissen).ketentuan-ketentuan tentang ekonomi syariah adalah berkenaan dengan hukum perikatan (akad). H. Dr. Tidak berbeda dengan Hukum Perdata Barat tersebut. Tahir Azhary. yang tidak hanya timbul dari adanya perjanjian antara pihak. Dalam literatur ilmu hukum. Dalam sistem hukum Indonesia berlaku pula Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata) yang merupakan peninggalan pemerintah Hindia-Belanda yang dahulu disebut “Burgerlijk Wetboek” (BW). termasuk bidang perkawinan (akad nikah). M. Hal ini menunjukkan adanya sifat . Apabila pengaturan hukum tersebut mengenai perjanjian dalam bentuk tertulis. tampak adanya kaitan yang erat antara Hukum Perikatan (yang bersifat hubungan perdata) dengan prinsip kepatuhan dalam menjalankan ajaran agama Islam yang ketentuannya terdapat dalam sumber-sumber Hukum Islam tersebut. Masing-masing istilah tersebut memiliki titik tekan yang berbeda satu dengan lainnya. SH adalah merupakan seperangkat kaidah hukum yang bersumber dari Al-Qur’an.. Perjanjian menurut Prof. namun juga dari ketentuan yang berlaku diluar perjanjian tersebut yang menyebabkan terikatnya para pihak untuk melaksanakan tindakan hukum tertentu. Sedangkan digunakan Hukum Perikatan untuk menggambarkan bentuk abstrak dari terjadinya keterikatan para pihak yang mengadakan transaksi tersebut. Pembahasan mengenai Hukum perikatan inilah yang menjadi pembahasan mendasar pada penelitian ini. Dalam praktiknya ketentuan KUHPerdata ini juga dipergunakan dalam berbagai transaksi syariah seperti dalam perbankan syariah di Indonesia. 2001: 3). dan Ar-Ra’yu (ijtihad) yang mengatur tentang hubungan antara dua orang atau lebih mengenai suatu benda yang dihalalkan menjadi objek suatu transaksi (Gemala Dewi. at.. kontrak kerja dan sebagainya. Istilah Hukum Perikatan Islam dipakai dalam penulisan ini adalah dimaksudkan sebagai padanan pengertian dari Hukum Perikatan dalam Hukum Perdata Barat (BW) yang dikaji berdasarkan hukum Islam. Dari pengertian tersebut di atas. terdapat berbagai istilah yang sering dipakai sebagai rujukan disamping istilah “Hukum Perikatan” untuk menggambarkan ketentuan hukum yang mengatur transaksi dalam masyarakat. Penggunaan bahan hukum ini dapat dimaklumi karena pada masa-masa sebelumnya transaksi-transaksi perbankan dan keuangan lainnya menggunakan KUHPerdata sebagai rujukannya disamping belum diterapkannya Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES) dalam transaksi dimaksud. dalam pengertian Hukum Perikatan Islam di sini juga dimaksud sebagai cakupan yang lebih luas dari sekedar Hukum Perjanjian. Materi bahasan tentang Hukum Perikatan Islam ini merupakan bagian dari bidang hukum muamalah dalam kitab-kitab fikih yang biasanya bahkan meliputi cakupan yang lebih luas. As-Sunnah (Al-Hadits). Hukum Perjanjian digunakan apabila melihat bentuk nyata dari adanya transaksi. Istilah Hukum Perutangan biasanya diambil karena suatu transaksi mengakibatkan adanya konsekuensi yang berupa suatu peristiwa tuntut-menuntut. al. Namun yang dimaksud dengan Hukum Perikatan (akad) Islam dalam penulisan tesis ini adalah bagian dari Hukum Islam bidang Muamalah yang mengatur perilaku manusia di dalam menjalankan hubungan ekonominya. SH. Subekti. orang juga sering menyebutnya sebagai Hukum Kontrak. wakaf. Ada yang menggunakan istilah “Hukum Perutangan”. 2006: 3). di sini tampak bahwa hukum perikatan memiliki pengertian yang lebih luas dari sekedar hukum perjanjian (Subekti. “Hukum Perjanjian” ataupun “Hukum Kontrak”..

Manfaat sosial (social value). Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa substansi dari Hukum Perikatan Islam lebih luas materi yang terdapat pada Hukum Perikatan Perdata Barat. tetapi juga hubungan antara manusia dengan Sang Pencipta Allah SWT dan dengan alam lingkungannya. Manfaat Penelitian Penelitian tentang Hukum Perikatan (Akad) Islam di Indonesia (Studi Komparatif antara Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah dengan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata) ini diharapkan memiliki manfaat tertentu.“religius transendental” yang terkandung pada aturan-aturan yang melingkupi Hukum Perikatan Islam itu sendiri yang merupakan pencerminan otoritas Allah SWT. yaitu: 1. Untuk itu penelitian ini membahas tentang: “Hukum Perikatan (Akad) Islam di Indonesia (Studi Komparatif Antara Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES) dengan Kitab UndangUndang Hukum Perdata (KHUPerdata)). Pengaturan dan Penerapan Hukum Perikatan (Akad) Islam di Indonesia menurut Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES) dan Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata). Hal ini dapat dilihat dari keterkaitan antara Hukum Perikatan itu sendiri dengan hukum Islam yang melingkupinya yang semata-mata tidak mengatur hubungan antara manusia dengan manusia saja. sehingga dapat mencapai pengetahuan dan pemahaman tentang perikatan (Akad) dalam Islam yang didasarkan metode ilmiah. yang diharapkan berguna untuk : a. Apa Persamaan dan Perbedaan Pengaturan dan Penerapan Hukum Perikatan (Akad) di Indonesia menurut Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES) dan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata)? Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menelaah norma hukum positif dan hukum Islam yang mengatur perikatan (Akad) dalam Islam. 2. sehingga hubungan tersebut merupakan hubungan Vertikal dan Horizontal. serta dapat memberikan penjelasan mengenai: 1. Oleh sebab itu pada penelitian ini penulis tertarik membahas masalah Hukum Perikatan (Akad) dalam Islam yang dimuat dalam Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES) yang nantinya akan dikomparasikan dengan KUHPerdata. Memberi pedoman praktis kepada para praktisi hukum dalam hal-hal yang berkaitan dengan proses penyelesaian sengketa ekonomi syariah khususnya yang berkaitan dengan Perikatan (Akad) di Indonesia . Rumusan Masalah 1. khususnya para pelaku bisnis syari’ah tentang Hukum Perikatan (Akad) Islam di Indonesia menurut Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah dan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata). Memberi informasi kepada masyarakat muslim Indonesia pada umumnya. Persamaan dan Perbedaan Pengaturan dan Penerapan Hukum Perikatan (Akad) Islam di Indonesia menurut Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES) dan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata). Manfaat tersebut sekurang-kurangnya meliputi dua aspek. b. Bagaimana Pengaturan dan Penerapan Hukum Perikatan (Akad) Islam di Indonesia menurut Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES) dan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata)? 2.

Hal ini bisa pahami karena persoalan ini relatif masih baru. jual beli. Dalam tulisan ini masalah akad merupakan permasalahan sentral yang ditulis oleh penulis yang semuaya pada tatanan hukum Islam murni dan belum membahasnya dalam Bingkai Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES). Tinjauan Pustaka Dari penelusuran referensi yang ada belum banyak dijumpai karya-karya ilmiyah yang membahas persoalan Hukum Perikatan (Akad) Syariah di Indonesia yang ditinjau dari Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah dan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata). Dalam buku ini hanya menjelaskan konsep perikatan atau akad dalam tatanan hukum Islam yang merupakan intisari dari pendapat beberapa ulama fikih.menurut Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah dan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata). Yang berjudul “Hukum Perikatan Islam Di Indonesia”. Diharapkan penulisan tesis tentang Hukum Perikatan (Akad) Islam di Indonesia (Studi Komparatif antara Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah dengan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata)) ini dapat dijadikan sebagai pemenuhan salah satu syarat guna memperoleh gelar Magister Hukum Islam pada Program Pascasarjana IAIN Raden Fatah Palembang. diantaranya adalah: Buku yang ditulis oleh Gemala Dewi. No. Dengan Tim Penyunting: Dr. Manfaat lain dari penulisan tesis ini diharapkan bisa menambah khazanah keilmuan dalam bidang ekonomi syari’ah. Reksa Dana Syariah dan Badan Arbitrase Syariah Nasional (BASYARNAS). LL. Manfaat akademik (academic value) a. wakaf. 7 Tahun 1989 (Perluasan Wewenang Peradilan Agama) buku ini diterbitkan oleh PUSDIKLAT TEKNIS PERADILAN BALITBANG DIKLAT KUMDIL MA-RI TAHUN 2008. Sementara ulama lain berpendapat. hiwalah (pengalihan hutang) dan sebagainya. Namun demikian hal-hal yang masih ada relevansinya dengan pembahasan ini dapat dijumpai pada beberapa karya ilmiyah. Asuransi Syariah. Mazhab Syafi’i berpendapat bahwa masalah Muamalah hanyalah membahas masalah Kitab Buyu’ atau masalah jual beli. 3 Tahun 2006 tentang perubahan UU. namun mencakup semua bidang hukum yang mengatur hubungan antar manusia yang berkaitan dengan benda atau mal seperti.M et al.. Pasar Modal Syariah. Dalam buku ini tidak ada sedikitpun menyentuh tatanan hukum tentang konsep hukum perikatan (Akad) yang telah diatur dalam Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES). Pembahasannya lebih banyak mengulas tentang pendapat para ulama fikih dan perbedaan pendapat dari para ulama fikih tersebut yang selanjutnya disebut dengan mazahib. Kesemua pembahasan tersebut merupakan hasil paparan dari Dewan Syariah Nasional yang telah membahas persoalan tersebut. hal ini dapat dipahami bahwa permasalahan tentang Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES) merupakan permasalahan yang sangat baru. hibah. 2. rahn.. apalagi pembahasan yang berkaitan dengan Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES). Muhammad . No. bahwa Muamalah tidak terbatas hanya pada masalah jual beli. Tulisan yang berjudul “Bentuk-Bentuk Perikatan (Akad) dalam Ekonomi Syariah” yang ditulis oleh: Hasanudin (hal: 138-169) dalam Buku yang berjudul: Kapita Selekta Perbankan Syariah Menyongsong Berlakunya UU. SH. dalam tulisan ini menjelaskan konsep akad menurut Islam yang dimuat dalam buku Fikih Muamalah. Dalam Briefcase Book Edukasi Profesional Syariah yang memuat 12 judul dan salah satunya buku yang ke 12 berjudul: “Cara Mudah Memahami Akad-akad Syariah”. dan diahir pembahasan buku ini dijelaskan juga bagaimana kedudukan hukum perikatan Islam dalam lembaga-lembaga syariah di Indonesia seperti Perbankan Syariah. b. sewa menyewa.

et al. yaitu ikatan antara ujung sesuatu (dua perkara). Perikatan artinya hal yang mengikat orang yang satu terhadap orang yang lain. Misalnya jual beli barang. Dan di sini juga belum ada pembahsan tentang akad atau hukum perikatan menurut Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES). sewa menyewa. misalnya perikatan untuk mewakili badan hukum oleh pengurusnya. karena hal yang mengikat itu selalu ada dalam kehidupan bermasyarakat. matinya orang. Istilah perikatan ini lebih umum dipakai dalam literature hukum di Indonesia. NH. Hasbi Ashiddieqy adalah “mengikat” yaitu mengumpulkan dua ujung tali dan mengikat salah satu yang lain. membayar hutang pewaris dan sebagainya.bidang hukum tersebut di atas dapat dikemukakan contohnya sebagai berikut: a. Dalam bidang hukum waris. maka oleh pembentuk undang-undang atau oleh masyarakat sendiri diakui dan diberi akibat hukum. dalam bidang hukum pribadi (personal law). Melainkan akan dibatasi pada perikatan yang terdapat dalam bidang hukum harta kekayaan. Jika dirumuskan. dalam bidang hukum keluarga (family law). Dalam bidang hukum pribadi. Sedangkan menurut M. Di sini dijelaskan dengan gamblang permasalahan akad dan dilengkapi dengan pendapat para ulama fikih.. Sedangkan menurut terminologi (istilah) umum. Dengan demikian. c. 2005: 12). misalnya perikatan karena perkawinan. Lebih spesifik akad adalah perikatan yang ditetapkan dengan ijab dan qabul berdasarkan ketentuan syara’ yang berdampak pada objeknya (Firdaus NH. dalam bidang hukum waris (law of succession). peristiwa. baik ikatan secara nyata maupun ikatan secara abstrak dari satu sisi atau dari dua sisi (Firdaus NH. Perikatan adalah terjemahan dari istilah aslinya dalam bahasa Belanda “verbintenis”. 2008: 89). Hal yang mengikat itu menurut kenyataannya dapat berupa perbuatan. (Mujahidin. Dari rumusan ini dapat diketahui bahwa perikatan itu terdapat dalam bidang hukum harta kekayaan (law of property). pada sisi lain akad diartikan sebagai “janji”. 2005: 13). perikatan adalah hubungan hukum yang terjadi antara orang yang satu dengan orang yang lain karena perbuatan. wakil tanpa kuasa (zaakwaarneming). dan sebagainya (Gemala Dewi. atau keadaan. Dalam buku yang ke 12 ini dibahas masalah konsep akad menurut Islam yang isinya tidak jauh berbeda dari buku-buku yang telah ada. Dalam bidang hukum kekayaan. Dalam bidang hukum keluarga. misalnya perikatan untuk mawaris karena kematian pewaris. d. Perikatan yang dibicarakan dalam tesis ini tidak akan meliputi semua perikatan dalam bidang-bidang hukum tersebut. talak. seperti wakaf. karena lahirnya anak dan sebagainya. perbuatan melawan hukum yang merugikan orang lain. Perikatan yang terdapat dalam bidang hukum ini disebut perikatan dalam arti luas. misalnya perikatan jual beli. buku ini merupakan buku pedoman untuk memahami konsep ekonomi syariah yang dipecah menjadi 12 judul dan buku.Firdaus. yang menurut sistematika Kitab Undang- . perikatan yang terjadi antara orang yang satu dengan yang lain itu disebut hubungan hukum( legal relation). dapat berupa peristiwa misalnya lahirnya seorang bayi. Definisi Operasional Akad secara bahasa berarti “ikatan”. perniagaan atau kegiatan usaha (bisnis) saja. 2006: 47). akad adalah segala sesuatu yang dikerjakan seseorang berdasarkan keinginan sendiri. Mimbar Hukum: Journal of Islamic Law. perwakilan dan gadai. Perikatan yang terdapat dalam bidang. sewa menyewa. b. sehingga bersambung kemudian keduanya menjadi satu benda. pembebasan atau sesuatu yang pembentukannya membutuhkan keinginan dua orang seperti jual beli. pembayaran tanpa utang.

fungsinya adalah sebagai “Pedoman” bagi para Hakim dalam lingkungan Peradilan Agama dalam memeriksa. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata) adalah kitab berisikan undang-undang yang merupakan pedoman bagi para Hakim (hukum materiil) untuk menyelesaikan sengketa keperdataan dan buku ini merupakan peninggalan pemerintah Hindia-Belanda yang dahulu disebut “Burgerlijk Wetboek” (BW). Sumber Data Mengingat penelitian ini memusatkan pada penelitian hukum yang menganalisis peraturan perundangundangan yang mengatur tentang hukum perikatan (akad) syariah di Indonesia maka data yang dibutuhkan adalah data yang bersifat kualitatif yang sepenuhnya akan diperoleh dari Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES) dan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata) serta buku-buku lain yang memuat masalah hukum perikatan (akad). Metode Pengumpulan Data Adapun data yang diperoleh dari studi kepustakaan. Data Sekunder. adalah data yang diperoleh dari literatur-literatur yang membahas tentang akad atau hukum perikatan dalam Islam dan buku-buku teks lainnya serta peraturan-peraturan yang ada kaitannya dengan penelitian ini. 4. Seluruh data tersebut akan dikumpulkan dan ditelaah kemudian akan diklasifikasikan sesuai dengan pembahasan masing-masing.Undang hukum Perdata diatur dalam buku III di bawah judul tentang Perikatan sedangkan dalam Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES) terdapat dalam buku II tentang akad. 2. peraturan perundang-undangan. 50 Tahun 2009 yang menetapkan adanya kewenangan baru dari Peradilan Agama untuk menyelesaikan sengketa ekonomi syariah. kemudian Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES) dan Fikih Muamalah. Metode Penelitian 1. Jenis Penelitian Jenis penelitian hukum yang dilakukan ini adalah yuridis normatif. 02 Tahun 2008. dan menyelesaikan perkara yang berkaitan dengan ekonomi syariah. Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES) adalah perangkat peraturan yang menjadi lampiran dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Mahkamah Agung RI N0. mengadili. serta literaturliteratur lainnya yang membahas dan mengatur tentang perikatan (Akad) Syariah di Indonesia yang dimuat dalam Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES) dan yang dijelaskan dalam Kitab UndangUndang Hukum Perdata (KUHPerdata). dan merupakan tindak lanjut dari adanya Undang-Undang No. Analisis Data Data yang telah dikumpulkan dan diklasifikasikan akan dianalisis melalui sistem induktif yakni menguraikan data dari bentuk data umum menjadi khusus. yaitu penelitian hukum yang bertitik tolak pada analisis terhadap peraturan perundang-undangan yang membahas dan mengatur tentang perikatan (Akad) Syariah di Indonesia yang dimuat dalam Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES) dan yang dijelaskan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata). kemudian Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata) sendiri. Dalam proses pelaksanaannya dilakukan . 3. Oleh karena itu sumber data Primernya adalah: yang diperoleh dari Al-Qur’an dan al-Hadist sebagai sumber hukum tertinggi bagi hukum Islam.

maka dalam kajian ini penulis menyusun sistematika pembahasan dalam V (Lima) Bab yang didalamnya terdapat sub bab. dan Berakhirnya Akad. Penyelesaian Perselisihan. Manfaat Penelitian. pada Bab ini akan dibahas Konsep Perikatan (Akad) Syariah menurut Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES). Rukun dan Syarat Perikatan (Akad) Syariah dalam sub bahasan ini akan dijelaskan mengenai Subjek Perikatan (Al-Aqidain). merupakan Pendahuluan yang terdiri atas Latar Belakang Masalah. Bab Kelima. Metode Penelitian serta Sistematika Penulisan. Rukun dan Syarat Perikatan (Akad) Hak dan Kewajiban para Pihak. Penyelesaian Perselisihan. Pada bab ini secara umum akan memberikan Kesimpulan dari apa yang telah dibahas pada bab-bab terdahulu serta saran-saran yang menunjang dari hasil penelitian ini. Bab Keempat.dengan motede Content Analisis yaitu menganalisa pesan-pesan yang terdapat dalam Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES) dan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata) serta literatur-literatur lainnya yang berkaitan dengan Pengaturan dan Penerapan Hukum Perikatan (Akad) Islam di Indonesia serta Persamaan dan Perbedaan Pengaturan dan Penerapan Hukum Perikatan (Akad) Islam di Indonesia. selanjutnya akan dibahas Hak dan Kewajiban para Pihak. Sub bahasannya adalah: Pengertian Perikatan (Akad). dan Berakhirnya Akad. Pada bagian ini merupakan inti atau pembahasan yang paling utama pada penulisan tesis ini. Tujuan Penelitian. Unsur-Unsur Akad. Tinjauan Pustaka. Bab Kedua. Unsur-Unsur Akad. Sistematika Pembahasan Supaya lebih terarahnya dalam penulisan ini. Unsur-Unsur Akad. . Dalam sub bahasannya adalah: Pengertian Perikatan (Akad). Tujuan Perikatan (Maudhu’ul Aqd). Defenisi Operasional. Penyelesaian Perselisihan. yaitu melihat persamaan dan perbedaan konsep perikatan (Akad) dalam perspektif Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES) dan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH-Perdata). Bab Ketiga. pada Bab ini akan dibahas Konsep Perikatan (Akad) menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH-Perdata). Rukun dan Syarat Perikatan (Akad) Hak dan Kewajiban para Pihak. seperti yang dijelaskan berikut: Bab Pertama. Dalam sub bahasannya adalah: Pengertian Perikatan (Akad). Rumusan Masalah. Objek Perikatan Mahallul Aqdi). Ijab dan Qabul (Sighat al-Aqd). dan Berakhirnya Akad.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful