BAB II PEMBAHASAN

II.1 PENGERTIAN ANJAK PIUTANG Factoring dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi anjak piutang. Menurut Keputusan Menteri Keuangan Nomor 1251/KMK.013/1988 tanggal 20 Desember 1988,perusahaan anjak piutang adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk pembelian atau pengalihan serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan dari transaksi perdagangan dalam atau luar negeri. Definisi diatas menjelaskan bahwa jasa yang diberikan dalam suatu kegiatan atas anjak piutang adalah jasa pembiayaan dan jasa non pembiayaan atas piutang. Pada kenyataannya kedua jenis ini tidak harus selalu ada dalam perjanjian anjak piutang,perjanjian anjak piutang ada yang meliputi kedua jenis jasa tersebut dan ada juga yang hanya meliputi salah satu jenis jasa diatas. Pada dasarnya pilihan atas jenis jasa yang akan diberikan tergantung pada kesepakatan antar pihak factor dan pihak klien. Keputusan Menteri Keuangan tersebut diperbaharui dengan SK Menteri Keuangan Nomor 448/KMK.017/2000 yang menyatakan bahwa Kegiatan pembiayaan dalam bentuk pembelian atau pengalihan atau pengurusan piutang atau penagihan jangka pendek suatu perusahaan dari transaksi perdagangan dalam atau luar negeri. Pernyataan ini dipertegas oleh SK Menteri Keuangan Nomor 172/ KMK.06/2002 yang menyatakan bahwa kegiatan anjak piutang dilakukan dalam bentuk pengalihan dan pembelian serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek dari transaksi perdagangan dalam atau luar negeri. Pihak yang terkait dalam kegiatan anjak piutang meliputi: a. Perusahaan jasa anjak piutang (factor). Factor adalah pihak yang memberikan jasa anjak piutang.

. b. c. Klien (client).Menjual atau menjaminkan piutangmya kepada pihak factor. 2. dalam kegiatan anjak piutang yang dilakukan di indonesia terdapat beberapa hal penting yang perlu digarisbawahi. anjak piutang dengan pembiayaan (financing activity).Pihak factor untuk memberikan jasa berupa: a. Nasabah adalah pihak yang membeli barang atau jasa dari klien dan mempunyai kewajiban berupa utang jangka pendek kepada klien.Memberikan balas jasa financial kepada factor. yaitu dalam bentuk pembelian dan pengalihan piutang dan. Nasabah (customer). Berkaitan dengan definisi anjak piutang tersebut. yakni: 1.Pembiayan atas piutang usaha yang dimiliki oleh klien.anjak piutang non – pembiayaan (non – financing activity) yaitu dalam bentuk pengurusan piutang atau tagihan.Non pembiayaan berupa antara lain penagihan piutang dan administrasi penjualan. b.Pihak klien untuk: a.b. Anjak piutang merupakan perjanjian antar factor dan klien mewajibkan : 1. Transaksi anjak piutang dapat dibedakan menjadi 2 (dua) jenis. Klien adalah pihak yang menerima jasa anjak piutang dan menjual barang dan jasa secara kredit kepada nasabah.

tepatnya di Inggris. Pembiayaan anjak piutang hanya dapat dilakukan kepada perusahaan. hanya saja proses penagihannya dilimpahkan kepada factor yang sebelumnya telah menandatangani perjanjian anjak piutang. Pertama kali. bukan kepada individual atau orang – perorangan.Kegiatan semacam ini dikategorikan sebagai general factoring.Pihak factor.Perusahaan factor di Inggris pada saat itu sangat membantu para pedagang dari Plymouth(Amerika) untuk mengageni penjualan mereka di daratan Eropa. Revolusi industri di akhir abad ke 18 turut mendorong pertumbuhan bisnis jasa general factoring. Namun yang sesungguhnya terjadi adalah pemberian kredit itu diberikan oleh supplier kepada pembeli. Objek pembiayaan anajak piutang adalah piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan dari transaksi perdagangan dalam atau luar negeri. II.dan juga membelikan barang barang dagangan dari Inggris yang mereka inginkan untuk diimpor ke Amerika. Kegiatan anjak piutang pada prinsipnya merupakan pemberian kredit kepada supplier dengan cara membeli piutang atau tagihan kepada nasabahnya atau costumer – nya. Transaksi anjak piutang dapat dilakukan untuk transaksi perdagangan domestik (anjak piutang domestik) dan transaksi perdagangan antar negara atau ekspor/impor (anjak piutang international) 3.bentuk usaha anjak piutang memang masih sangat sederhana. 4.biasanya bertindak sebagai agen penjualan yang sekaligus pemberi perlindungan kredit.2.2 SEJARAH ANJAK PIUTANG Sejarah usaha jasa anjak piutang atau yang lebih dikenal dengan sebutan Factoring sudah dikenal sejak 2000 tahun lalu-pertama kali digunakan di Mesopotamia. General factoring ini kemudian berkembang di daratan Eropa.Mekanisasi alat alat tenun tekstil di Inggris dan tingginya .

telah menyebabkan meningkatnya transaksi ekspor impor. Kedatangan bangsa di eropa mau tidak mau menbawa konsekuensi bahwa mereka harus melakukan kegiatan produksi dan konsumsi didaerah barunya. Amerika pada waktu itu. Resiko tidak terbayarnya penjualan secara kredit semakin besar bukan saja karena mereka tidak saling mengenal tetapi juga karena jarak yang sangat jauh.dan melakukan penagihan untuk kepentingan clientnya.terutama di New York City.otomatis turut memacu pertumbuhan industri factoring di Amerika. perusahaan-perusahaan ini selanjutnya mulai dikenal sebagai .melakukan penagihan.Bentuk bentuk usaha inilah yang kemudian menjadi embrio dari bisnis anjak piutang modern seperti yang dikenal saat ini.Anjak piutang modern ini kemudian terus berkembang tidak hanya di bidang usaha tekstil tetapi juga merambah ke berbagai sector industri. Ketika perusahaan-perusahaan di Inggris ingin memasarkan atau menjual produknya ke orang-orang Amerika.minat beli tekstil di Amerika. yaitu Inggris. timbul masalah karena mereka tidak saling mengenal. namun pada awalnya mereka tidak bisa banyak melakukan kegiatan produksi karena terbatasnya sumber daya manusia.baik untuk transaksi ekspor impor maupun transaksi local.Perusahaan factoring di Amerika saat itu seperti ketiban rezeki. kegiatan anjak piutang mulai dikenal luas ketika perusahaan-perusahaan manufacture di Inggris berusaha menjual produknya ke Amerika.memberikan pembayaran awal terhadap piutang yang timbul. capital dan peralatan. Kondisi ini mendorong perusahaan-perusahaan di Inggris untuk menemukan solusi mengenai sistem penjualan yang sesuai. sekitar tahun 1880-an.menjamin kredit tersebut.Mereka juga memberikan kredit. Perusahaan-perusahaan tertentu mulai tertarik untuk menjembatani atau sebagai perantara antara pihak penjual di Inggris dengan pembeli di Amerika.dan penyediaan ana.yaitu menjamin kredit.Perkembangan bisnis tersebut. merupakan benua baru yang banyak didatangi dari benua eropa terutama inggris. Keadaan ini memaksa mereka mendatangkan sebagian besar kebutuhan mereka dari daerah asal.Mereka mengageni produk tekstil Eropa atas dasar konsinyasi.

factor atau agen. Jasa yang ditawarkan oleh factor pada waktu itu masih berkisar terutama pada pengurusan dan pengalihan piutang saja. Lama kelamaan.yaitu: 1. Dalam perkembangannya.setiap anggota bebas satu sama lain tanpa adanya kaitan . Usaha factor ini menjadi semakin berkembang ketika perusahaan textile Inggris memerlukan jasa penilaian kelayakan atas kredit dagang kepada pembeli di Amerika. Mengingat factor ini dianggap sebagai perusahaan yang cukup berpengalaman dalam berurusan dengan pembeli-pembeli di Amerika dan juga berpengalaman dalam hal penyelesaian tagihan piutang. Bisnis anjak piutang modern ini akhirnya berkembang ke Eropa. tetapi juga oleh suatu perusahaan yang secara khusus bergerak dalam bidang anjak piutang.International Factors Group (IFG). kemudian berkembang kebagian Amerika yang lain. kegiatan pemberian jasa anjak piutang ini tidak hanya diberikan oleh suatu perusahaan sebagai salah satu dari kegiatan usahanya. Usaha mulai berkembang mulai dari Amerika Utara.Heller Overseas Corporation(Heller Group). factor tidak hanya memberikan jasa investigasi kredit saja tetapi sekaligus membeli faktur-faktur penjualan textile dari perusahaan textile. di mana setiap grup ini tidak dikenal adanya induk perusahaan.dalam grup factoring ini Heller berperan sebagai induk perusahaan dari mayoritas anggotanya dan bermarkas di Chicago. Factor kemudian menguangkan atau menagih faktur tersebut pada pembeli saat jatuh tempo. lalu berkembang di Eropa dan kemudian keseluruh dunia.terutama setelah berdirinya 3(tiga) grup anjak piutang internasional. Bidang usaha yang dilayani jasa anjak piutang berkembang dari semula textile kebidang-bidang lain termasuk jasa. Maka perusahaan textile di Inggris cenderung menggunakan jasa mereka untuk melakukan investigasi kredit kepada pembeli di Amerika. 2. Tugas factor dalam hal ini adalah menentukan kelayakan suatu pembeli untuk memperoleh fasilitas pembelian dengan cara kredit (credit worthiness) dan juga menentukan tingkat atau kemungkinan terbayarnya suatu piutang dari penjualan textile secara kredit.

Ketiga grup factoring ini telah memiliki anggota yang tersebar di seluruh dunia.Hong Kong.Selandia Baru.yakni tanpa kaitan permodalan antara sesama anggotanya.Asean-termasuk Indonesia.bermarkas di Brussel.3 JENIS DAN MEKANISME ANJAK PIUTANG Pada pelaksanaannya.Grup ini hanya menerima satu anggota dari setip Negara.Jepang.Australia. II.dan berbagai Negara lainnya. Atas dasar hal tersebut jasa anjak piutang dapat dibedakan atas dasar hal. tagihan dan penagihan piutang termasuk menanggung resiko terhadap piutang yang macet.yaitu di negara negara seperti Eropa Barat.Amerika Utara.di mana grup ini hampir sama dengan sistem IFG.Factors Chain International.Korea Selatan. 3. anjak piutang dapat dibedakan menjadi: a) Full Service Factoring Yaitu perjanjian anjak piutang yang m eliputi semua jenis jasa anjak piutang baik dalam bentuk jasa pembiayaan maupun jasa non-pembiayaan misalnya urusan adm inistrasi penjualan (sale ledger adm inistration).Namun grup ini dapat menerima lebih dari satu anggota dari setiap Negara.Afrika Selatan.bermarkas di Amsterdam.permodalan. jenis dari anjak piutang yang diberikan oleh faktor dan yang akan diterima oleh klien sangat bergantung pada formulasi dari perjanjian yang dibuat oleh kedua pihak. .  Berdasarkan Jasa yang Ditawarkan atau pelayanan Atas dasar jasa yang diberikan oleh faktor.hal berikut.

Proteksi risiko atas piutang diberikan oleh faktor tanpa melakukan pembiayaan atas pemberian uang maku atas pelunasan piutang. c) Maturity Factoring Anjak piutang jenis ini memberikan jasa proteksi resiko piutang.rata jangka waktu tempo dari piutang yang diberikan kepada klien. administrasi penjualan secara menyeluruh. Pembelian piutang oleh factor dilakukan pada tanggal tertentu yang biasanya ditentukan atas dasar rat.  Berdasarkan Distribusi Resiko Pada mekanisme penjualan tanpa adanya perusahaan anjak piutang. klien akan menanggung .b) Bulk Factoring Anjak piutang jenis ini memberikan jasa pembayaran dan pemberitahuan saat jatuh tempo pada nasabah. dan penagihan. d) Invoice Discounting Anjak piutang jenis ini hanya memberikan jasa pembiayaan saja. tanpa memberikan jasa lain seperti proteksi resiko piutang. asdministrai penjualan. anjak piutang dapat dibedakan menjadi: a) With Resource factoring Anjak piutang dengan cara recourse atau disebut juga with recourse factoring berkaitan dengan resiko debitor yang tidak mampu memenuhi kewajibannya. risiko tersebut tidak harus selalu secara penuh ditanggung klien. sedangkan jasa nonpembiayaan sama sekali tidak diberikan. Atas dasar distribusi resiko tidak terbayarnya piutang oleh nasabah. Keadaan ini bagi perusahaan anjak piutang merupakan ancaman resiko. resiko tidak terbayarnya piutang milik klien sepenuhnya ditanggung oleh klien sendiri. Dengan adanya perusahaan anjak piutang. dan penagihan. Dalam perjanjian with recourse.

hak penagihan piutang tidak dapat . Dengan demikian. b) Undisclosed factoring Penyerahan atau penjualan piutang oleh klien kepada factor dalam undisclosed factoring adalah tanpa sepengetahuan (notifikasi atau pemberitahuan) pihak nasabah. tipe Disclosed Factoring memungkinkan pemberian jassa penagihan piutang kepada klien oleh faktor. b) Without Resource Factoring Pada tahap awal factor memberikan uang muka sejumlah proporsi tertentu kepada klien atas piutang atau faktur yang diserahkan. Secara praktis. maka klien tidak berkrwajiban untuk mengembalikan sejumlah uang muka yang telah diterimanya dari factor.  Berdasarkan Keterlibatan Nasabah dalam Perjanjian a) Disclosed Factoring Penyerahan atau penjualan piutang oleh klien kepada factor dalam disclosed factoring adalah dengan sepengetahuan (notifikasi atau pemberitahuan) piha nasabah. sedangkan factor sendiri menanggung rsiko sebesar uang muka atau pembiyaan yag telah diberikan kepada kliennya. Oleh karena itu. Mengingat pihak nasabah telah mengetahui adanya pengalihan piutang kepada factor. Pada saat piutang jatuh tempo.resiko kredit terhadap piutang yang dialihkan kepada perusahaan anjak piutang. apabila nasabah sama sekali tidak melunasi utangnya. sehingga pada saat jatuh tempo nasabah dapat melunasi utangnya melalui factor. maka hak penagihan piutang dapat dialihkan kepada factor . Klien hanya menanggung risiko sebesar piutang yang tidak dibiayai atau tida diberi uang muka oleh factor. risiko tidak terbayarnya piutang tidak seluruhnya ditanggung oleh klien. perusahaan anjak piutang akan mengembalikan tanggung jawab (recourse) pembayaran piutang kepada klien atas piutang yang tidak tertagih dari customer. Mengingat pihak nasabah tidak mengetahui adanya pengalihan piutang kepada factor.

prosesnya adalah sebagai berikut : Supplier/Klien/Penjual barang dan Jasa 1 3 4 7 2 Factor/Perusahaan Anjak Piutang Customer/Debitur/ Pembeli 5 6 Keterangan skema: 1. kecuali terjadi pelanggaran atau cidera janji yang dilakukan oleh nasabah. Jual beli barang secara kredit 3. Perjanjian 2.pihak yang terlibat dalam suatu proses anjak piutang dapat berlokasi dalam suatu wilayah negara yang sama dan dapat juga berlokasi dalam wilayah yang berbeda. Secara praktis. Apabila ditinjau atas dasar kedudukan geografis dari pihak. tipe undisclosed factoring ini tidak memungkinkan pemberian jasa penagihan piutang kepada klien oleh factor.dialihkan kepada factor. Apabila dilakukan dalam lingkup domestik.pihak yang terlibat dalam proses anajk piutang tersebut. sehingga pada saat jatuh tempo nasabah tetap harus melunasi utangnya langsung kepada klien.  Berdasarkan Lingkup Pelayanan Pihak. Pengalihan/penjualan piutang (dengan penyerahan dokumen penjualan) .pihak yang terlibat dalam domestic factring berkedudukan dalam satu wilayah negara. maka anjak piutang dapat dibedakan menjadi: a) Domestic Factoring Pihak.

Pelunasan (100%) 7. Penagihan 6. Kemudian perusahaan anjak piutang akan menyerahkan kembali dokumen yang telah dilunasi tersebut beserta dengan tagihan yang tidak ikut dibiayai.  Factor atau cabang dari factor yang berkedudukan sama dengan penjual dan memberikan pelayanan anjak piutang kepada penjual disebut dengan export factor. terutama perbedaan kedudukan antara klien atau supplier dengan kedudukan customer.  Factor atau cabang dari factor yang berkedudukan sama dengan pembeli dan memberikan pelayanan anjak piutang kepada pembeli disebut import factor. konsumen akan langsung melakukan pembayaran kepada pihak perusahaan anjak piutang secara penuh. Pelunasan piutang (100% . Penyerahan barang jasa diikuti dengan penagihan yang diwujudkan dalam dokumen berupa faktur.uang muka x%) Klien melakukan transaksi jual beli dengan pihak konsumen. b) International factoring Pihak-pihak yang terlibat dalam international factoring berkedudukan dalam wilayah negara yang berbeda. Bila telah jatuh tempo. Dokumen tersebut selanjutnya akan diserahkan kepada perusahaan anjak piutang dan klien akan mendapatkan pembayaran setelah dikurangi dengan diskonto. Wilayah negara A Wilayah negara B Penjual/Supplier/ Klien/Eksportir 2 Pembeli/Customer/ Debitur/Importir 1 3 4 9 6 7 Ekspor Factor Impor factor .4. Pembayaran (uang muka sejumlah x% dari nilai piutang) 5.

a) Anjak piutang untuk tagihan biasa Anjak piutang untuk tagihan biasa pada dasarnya hanya melibatkab pihak klien. Pengalihan piutang (dengan penyerahan dokumen penjualan dan pengiriman barang) 4. Pelunasan (100%) 9. 2. Pengalihan tagihan hanya sebatas dari pihak klien kepada pihak factor. nasabah. Pelunasan (100%) 8. Penagihan saat jatuh tempo (menggunakan dokumen penjualan dan pengiriman) 7. Pembayaran (uang muka sejumlah x%) 5. Hak dan kewajiban dari penjualpenjual tersebut dapat diformalkan dalam bentuk piutang dagang biasa dan dapat juga dalam bentuk promes. Perjanjian factoring yang melibatkan klien. Pihak lain. Jual beli secara kredit 3. import factor dan pembeli. tidak ikut serta secara langsung dalam proses anjak piutang ini. Pelunasan (100%-uang muka x%)  Berdasarkan Tipe Tagihan atau Piutang Transaksi jual beli secara kredit antara penjual dengan pembeli menimbulkan piutang atau tagihan bagi penjual dan menimbulkan kewajiban atau utang bagi pihak pembeli. export factor. dan pada . dan factor. biasanya bank. Pelimpahan Penagihan (dengan penyerahan dokumen penjualan dan pengiriman) 6.5 8 Keterangan skema: 1.

Mekanismenya menjadi sedikit lebih panjang karena bukti piutang dikonversikan menjadi promes untuk kemudian didiskontokan kepihak lain (bank). Pembayaran (atas dasar diskonto) 5. Pelunasan (100%) . Pembayaran atas dasar diskonto 7.saat jatuh tempo factor dapat melakukan penagihan kepada nasabah atau debitor. Perjanjian anjak piutang 2. Pendiskontoan promes ke Bank 6. Penagihan pada saat jatuh tempo (menggunakan promes) 8. dalam proses penagihan piutang. Jual beli secara kredit yang diikuti dengan penyerahan proms oleh pembeli kepada penjual 3. biasanya bank. Pengalihan piutang (dengn penyerahan promes) 4. b) Anjak piutang untuk promes Anjak piutang untuk promes melibatkan pihak lain. Dasar dari proses anjak piutang untuk promes dapat digambarkan dengan skema berikut ini : 2 Penjual/ pemasok/ klien/ eksportir Pembeli/Nasabah/De bitor/Importir 1 3 4 5 6 7 8 Export Factor Import Factor Keterangan Skema : 1.

Dalam pengambilan keputusan mengenai dasar transaksi anjak piutang yangmana yang akan dilakukan.Jasa jasa non pembiayaan yang diberikan oleh perusahaan anjak piutang sebagaimana dijelaskan di atas pada prinsipnya merupakan fungsi credit department bagi perusahaan klien. Kontrak atau transaksi ini dapat dilakukan atas dasar with recourse atau without recourse.Sales ledger administration atatt sales accounting. d. c. b.Investigasi kredit (credit investigation) atau analisis kredit. JASA YANG DITAWARKAN OLEH ANJAK PIUTANG  Jasa Pembiayaan Perusahaan anjak piutang memberikan pembiayaan yang besarnya berkisar antara 60%.Pengawasan kredit dan penagihannya. Perusahaan anjak piutang dapat mengusahakan cara-cara pengamanan terhadap risiko piutang khususnya dalam hal export financing.III. Untuk tujuan ini perusahaan dapat pulamemberikan jasa perlindungan terhadap risiko terjadinya fluktuasi kurs valuta asing.Produk jasa jasa nonpembiayaan yang ditawarkan oleh perusahaan anjak piutang antara lain sebagai berikut: a. perusahaan anjak piutang akan memperhatikan dan mempertimbangkan besarnya risiko terjadinya kemacetan yang mungkin dihadapi oleh pihak nasabah (customer). Perusahaan anjak piutang menyampaikan laporan kepada kliennya yang menyangkut antara lain hal-hal sebagai berikut: .80% dari total piutang setelah dilakukan kontrak anjak piutang dan penyerahan bukti-bukti penjualan barang.  Jasa Non-pembiayaan jasa nonpembiayaan oleh perusahaan anjak piutang pada Penyediaan dasarnyamerupakan jasa untuk melayani kepentingan pengelolaan kredit klien (supplier). Perusahaan anjak piutang dapat memberikan jasa pengawasan atau monitoring terhadap penjualan yang dilakukan klien termasuk pula menetapkan prosedur penagihannya.Perlindungan terhadap risiko kredit.

Dalam proses penagihan ini. d) Kegiatan penagihan yang dilakukan sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan. b) Posisi piutang klien termasuk tanggal jatuh temponya yang bagi klienberguna untuk perencanaan penjualan kredit pada periode berikutnya. Sedangkan untuk anjak piutang internasional antara 1.5%-1. Biaya yangterdiri atas 2 (dua) macam biaya: 1. Dokumen ini sangat perlu bagi pihak nasabah yang bersangkutan dalam melakukan rekonsiliasi atas pembayaranpembayaran yang telah dilakukannya. perusahaan anjak piutang mengenakan biaya antara 2%-3% p. Service charge. Service charge atau fee berkaitan dengan fungsi perusahaan factoring dalam melakukan pembukuan penjualan (sales ledger) terhadap transaksi penjualan oleh klien. c) Statement of account kepada nasabah. perusahaan factoring berusaha sebaikbaiknya untuk tidak merusak hubungan klien dengan nasabah.0%-2. BIAYA ANJAK PIUTANG Biaya biaya yang dibebankan oleh perusahaan anjak piutang antara lain terdiri atas service charge dan initial payment charge atau juga disebut discount charge(biaya bunga). Sedangkan biaya bunga atau discountcharge sehubungan dengan pembayaran di muka (initial payment).5% dari jumlah tagihan.a. Besamya service charge anjak piutang untuk jasa nonpembiayaa nuntuk anjak piutang domestik berkisar antara 0. . perjanjian atau persetujuan kedua belah pihak antara perusahaan anjak piutang dengan klien sebelum kontrak anjak piutang dilaksanakan dan biasanya dinyatakan dalam suatu persentase tertentu dari nilai faktur. di samping sebagai informasimengenai posisi utang dan tanggal jatuh temponya.5%. di atas prime rate.a) Credit standing para nasabah (customer). Besarnya biaya tersebut sangat tergantung dalam. Pembayaran service charge tersebut biasanya dipotong dari pembayaran pre financing yang diberikan oleh perusahaan anjak piutang. IV.

V. jasa anjak piutang memungkinkan klien untuk mengkonversikan piutangnya yang belum jatuh tempo menjadi dana tunai dengan prosedur yang relatif mudah dan cepat. memungkinkan klien melakukan perkiraan waktu dan jumlah piutang yang dapat ditagih. Manfaat yang diterima melalui jasa pembiayaan antara lain adalah:  Peningkatan penjualan.  Memudahkan perencanaan cash flow. karena administrasinya dikelola oleh pihak (factor) yang sudah lebih berpengalaman. pembiayaan dengan skema without recourse memungkinkan adanya pengalihan sebagian resiko tidak tertagihnya piutang kepada factor. Besarnya biaya tersebut juga dinyatakan dalam suatu persentase secara tahunan (annual basis). .  Efisiensi usaha.  Kelancaran modal kerja.  Pengurangan resiko tidak tertagihnya piutang. MANFAAT ANJAK PIUTANG 1) Bagi Klien a.2. Biaya ini secara langsung berhubungan dengan pembayaran di muka yang diberikan oleh perusahaan anjak piutang kepada klien setelah penyerahan faktur dilakukan. klien b.  Peningkatan kualitas piutang. jasa penagihan piutang yang diberikan oleh factor menyebabkan klien tidak perlu secara langsung melakukan penagihan piutang pada customer. adanya jasa pembiayaan memungkinkan melakukan penjualan dengan cara kredit. Manfaat yang diterima melalui jasa non-pembayaran antara lain:  Memudahkan penagihan piutang. biaya ini juga ditetapkan berdasarkan negosiasi antara pihak perusahaan anjak piutang dengan klien sebelum kontrak anjak piutang dilakukan. jasa administrasi penjualan memungkinkan pemberian fasilitas kredit kepada pembeli secara selektif.Discount Charge. Seperti halnya dengan service charge.

Discount fee/charge. Fee ini dibayarkan oleh klien kepada factor karena factor memberikan jasa pembiayaan (uang muka) atas piutang yang diberikan oleh factor. Service fee/charge Fee ini dibayarkan oleh klien kepada factor karena factor memberikan jasa non-pembiayaan yang nilainya ditentukan sebesar persentase tertentu dari piutang atas dasar beban kerja yang akan dilakukan oleh factor. Semakin sulit penagihan piutang. Pelayanan penjualan yang lebih baik. b. Fee tersebut terdiri dari : a. Semakin besar volume penjualan maka fee ini juga semakin besar. Discount fee diperhitungkan sebesar persentase tertentu terhadap besarnya pembiayaan yang diberikan atas dasar:  Resiko tertagihnya  Jangka waktu  Rata-rata tingkat bunga perbankan b. Kesempatan untuk melakukan pembelian dengan cara kredit.2) Bagi factor Berupa penerimaan dalam bentuk fee dari pihak klien. maka fee ini juga semakin besar. . 3) Bagi Customer Customer memperoleh manfaat berupa: a.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful