HUBUNGAN PANCASILA DENGAN AGAMA

BAB I PENDAHULUAN Sejarah perkembangan kehidupan kenegaraan Indonesia mengalami suatu perubahan dan perkembangan yang sangat besar terutama yang berkaitan dengan gerakan reformasi. Namun demikian setelah kurang lebih sembilan tahun bangsa Indonesia melakukan reformasi disegala bidang, fakta menunjukkan bahwa terjadinya carut marut dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan negara. Meskipun masa pacsa reformasi rakyat seakan-akan mengenyam kebebasan, namun dalam kenyataannya kebebasan itu bersifat semu. Karena dalam kenyataannya, kalangan elit politiklah yang mengenyam kebebasan. Fakta menunujukkan bahwa untuk berpatisipasi dalam kekuasaan politik baik eksekutif ataupun legislatif, nampaknya berkorelasi tinggi dengan biaya yang sangat tinggi sehingga kondisi seperti ini rakyat kecil sulit ikut berpartisipasi. Dewasa ini masyarakat Indonesia merasakan betapa sangat rapuhnya nasionalisme Indonesia. Banyak anak-anak bangsa Indonesia mengembangkan organisasai swadaya masyarakat, namun dalam kenyataannya loyalitasnya lebih kuat pada kekuatan internasional atau bahkan transnasional, sehingga dukungan internasional sangat dominan. Akibatnya persoalan-persoalan bangsa terutama yang menyangkut persatuan dan kesatuan tidak mendapat perhatian yang berujung pada rasa nasionalisme yang semakin pudar. Hal ini berdasarkan pada kenyataan di seluruh dunia bahwa kesadaran demokrasi serta implementasinya harus senantiasa dikembangkan dengan basis filsafat bangsa, identitas nasional, kenyataan dan pengalaman sejarah bangsa tersebut. Dengan makalah ini diharapkan intelektual mahasiswa memiliki dasar kepribadian sebagai warga negara yang demokratis, religius, perikemanusiaan dan beradab.

BAB II Hubungan Negara dengan Agama Negara pada hakikatnya adalah merupakan suatu persekutuan hidup bersama sebagai penjelmaan sifat kodrat manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Oleh karena itu sifat dasar negara, sehingga negara sebagai manifestasi kodrat manusia secara horizontal dalam hubungan dengan manusia lain untuk mencapai tujuan bersama. Oleh karena itu negara memiiliki sebab akibat langsung dengan manusia karena manusia adalah sebagai pendiri negara untuk mencapai tujuan manusia itu sendiri. Namun perlu disadari bahwa manusia sebagai warga hidup bersama,berkedudukan kodrat sebagai makhluk pribadi dan sebagai makhluk Tuhan yang Maha Esa.sebagai makhluk pribadi ia dikaruniai kebebasan atas segala sesuatu kehendak kemanusiaannya.Sehingga hal inilah yang merupakan suatu kebebasan asasi yang merupakan karunia dari Tuhan yang Maha Esa.Sebagai makhluk Tuhan yang Maha Esa ia memiliki hak dan kewajiban untuk memenuhi harkat kemanusiaannya yaitu menyembah Tuhan yang Maha Esa.Manifestasi hubungan manusia

Konsekuensinya setiap warga memiliki hak asasi untuk memeluk dan menjalankan ibadah sesuai dengan agama masing-masing. Bilamana dirinci makna hubungan negara dengan agama menurut negara Pancasila adalah sebagai berikut: (1) Negara adalah berdasar atas Ketuhanan yang Maha Esa (2) Bangsa Indonesia adalah sebagai bangsa yang Berketuhanan yang Maha Esa. sedangkan agama adalah bersumber pada wahyu Tuhan yang sifatnya mutlak. Negara Pancasila pada hakikatnya mengatasi segala agama dan menjamin segala kehidupan agama dan umat beragama.dengan Tuhannya adalah terwujud dalam agama. Nilainalai yang berasal dari Tuhan yang pada hakikatnya adalah merupakan Hubungan Tuhan adalah merupakan sumber material bagi segala norma. Pasal 29 ayat (2) memberikan kebebasan kepada seluruh warga negara untuk memeluk agama dan menjalankan ibadah sesuai dengan keimanan dan ketakwaan masing-masing. karena hal ini tercantum dalam pasal 29 ayat (1). Rumusan yang demikian ini menunjukkan pada kita bahwa negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila adalah bukan negara sekuler yang memisahkan negara dengan agama. Berdasarkan pangertian kodrat manusia tersebut maka terdapat berbagai macam konsep tentang negara dan agama. Negara kebangsaan yang berketuhanan yang Maha Esa adalah negara yang merupakan penjelmaan dari hakikat kodrat manusia sebagai individu makhluk.Dalam kaitannya dengan pengertian negara yang melindungi seluruh agama di seluruh wilayah tumpah darah. Dalam hidup keagamaan manusia memiliki hak-hak dan kewajiban yang didasarkan atas keimanan dan ketakwaanya terhadap Tuhannya. Demikian pula makna yang terkandung dalam Pasal 29 ayat (1) tersebut juga mengandung suatu pengertian bahwa negara Indonesia adalah negara yang bukan hanya mendasarkan pada suatu agama tertentu atau bukan negara agama dan juga bukan negara Theokrasi. Oleh karena berikut ini perlu dibahas sebagai bahan komparasi dalam memahami hubungan negara dengan agama dalam Pancasila atau negara Kebangsaan yang Berketuhanan yang Maha Esa. (3) Tidak ada tempat bagi atheisme dan sekulerisme karena hakikatnya manusia berkedudukan kodrat sebagai makhluk Tuhan.antar dan inter pemeluk agama serta antar pemeluk agama.golongan agama. negara adalah merupakan produk manusia sehingga merupakan hasil budaya manusia. (4) Tidak ada tempat bagi pertentangan agama. 1. Hal ini termuat dalam Penjelasan Pembukaan UUD 1945 yaitu Pokok Pikiran keempat. karena beragama adalah hak asasi yang bersifat mutlak. . sosial dan manusia adalah sebagai pribadi dan makhluk Tuhan yang Maha Esa. Hal ini berarti bahwa negara sebagai persekutuan hidup adalah Berketuhanan yang Maha Esa. terutana bagi hukum positif di Indonesia. Konsekuensinya segala aspek dalam pelaksanan dan penyelenggaraan negara harus sesuai dengan hakikat nilai-nilai yang derasal dari Tuhan.sedangkan dalam negara manusia memilik hak-hak dan kewajiban secara horizontal dalam hubungannya dengan manusia lain. Hubungan Negara dengan Agama Menurut Pancasila Menurut Pancasila negara adalah berdasar atas Ketuhanan yang Maha Esa atas dasar Kemanusiaan adil dan Beradab. bahwa negara adalah berdasar atas Ketuhanan yan Maha Esa.dan hal ini sangat ditentukan oleh dasar ontologis manusia masing-masing.

Politik yang demikian inilah yang diterapkan Belanda terhadap wilayah jajahannya sehingga dikenal dengan nama politik etis (Ethische Politik). norma agama serta otoritas Tuhan menyatu dengan negara. Negara merupakan penjelmaan dari kekuasaan Tuhan. sebagai upay untuk memperkuat dan meyakinkan rakyat terhadap kekuasaan Tuhan dalam negara (Kusnadi. Dalam praktek kenegaraan terdapat dua macam pengertian negara theokrasai.60). Hubungan Negara Dengan Agama Menurut Sekulerisme Faham sekulerisme membedakan dan memisahkan antara agama dengan Negara. Negara Theokrasi Langsung Dalam sistem negara theokrasi langsung. yaitu negara theokrasi langsung dan tak langsung. adanya negara di dunia ini adalah atas kehendak Tuhan. (6) Oleh karena itu harus memberikan toleransi terhadap orang lain dalam menjalankan agama dalam negara. Dengan demikian agama menguasai masyarakat politis. negara menyatu dengan agama. b. Negara Theokrasi Tidak Langsung Negara Theokrasi tidak langsung menyatakan bahwa pemerintahan bukan diperintah langsung oleh Tuhan. rakyat jepang rela mati demi Kaisarnya. 1995. kekuasaan adalah ototritas Tuhan. Dalam sejarah perang dunia II. 63). (7) Segala aspek dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan Negara harus sesuai dengan nilai-nilai Ketuhanan yang Maha Esa terutama norma-norma Hukum positif maupun norma moral baik moral negara maupun moral para penyelenggara negara. Raja mengemban tugas suci dari Tuhan untuk memakmurkan rakyatnya. karena menurut menurut kepercayaan kaisar adalah anak Tuhan. Kerajaan Belanda mendapat amanat dari Tuhan untuk bertindak seagai wali dari wilayah jajahan Indonesia (Kusnadi. (8) Negara pada hakikatnya merupakan “…berkat rahmat Allah Yang Maha Esa. dan oleh karena itu kekuasaan Raja dalam suatu negara adalah kekuasaan yang berasal dari Tuhan maka sistem dan norma-norma dalam negara dirumuskan berdasarkan firman-firman Tuhan. 1975) 2. dalam arti seluruh sistem negara dan norma-norma adalah merupakan otoritas langsung dari Tuhan melaui wahyu. pemerintahan dijalankan berdasarkan firman-firman Tuhan. Negara Tibet dimana pernah terjadi perebutan kekuasan antara Pancen lama dan Dalai lama.(5) Tidak ada tempat bagi pemaksaan agama karena ketaqwaan itu bukan hasil paksaan bagi siapapun juga. Hubungan Negara dengan Agama Menurut Paham Theokrasi Hubungan Negara dengan agama menurut paham theokrasi bahwa antara agama dengan negara tidak dapat dipisahkan. Dalam sistem negara yang demikian maka agama menyatu dengan negara. segala tata kehidupan dalam masyarakat. Oleh karena itu .bangsa dan negara didasarkan atas firman-firman Tuhan. 3. (Bandingkan dengan Notonagoro. Demikianlah kedudukan agama dalam negara Theokrasi di mana firman Tuhan. adalah sebagai penjelmaan otoritas Tuhan dalam negara dunia. dan yang memerintah adalah Tuhan. a. Doktrin-doktrin dan ajaran-ajaran berkembang dalam negara theokarasi langsung. 1995. melainkan kepala Negara atau Raja. yang memiliki otoritas ats nama Tuhan (semuanya memerintah atas kehendak Tuhan). Kekuasaan dalam negara merupakan suatu karunia dari Tuhan.

30 dan 31. 28. Manusia adalah merupakan paradigma sentral dalam setiap aspek pennyelenggaraan negara.. sehingga manusia sebagai asal usul negara dan kekuasaan negara. Konsekuensinya hukum positif sangat di tentukan oleh komitmen warga negara sebagai pendukunng pokok negara. Maka dalam pergaulan tata dunia internasional maka bangsa mengembangkan suatu pergaulan antar bangsa dalam masyarakat internasional berdasarkan atas kodrat manusia. 29. terutama dalam pembangunan negara. Oleh karena itu Negara adalah suatu negara kebangsaan yang berketuhanan yang Maha Esa. bahkan negara harus menempatkan moral kemannusiaan sebagai moral negara dan penyelenggara pemerintahan negara. Sehingga tidak mengherankan jikalau manusia adalah merupakan subjek pendukung pokok negara. Negara pada hakikatnya menurut pandangan filsafat pancasila adalah merupakan suatu persekutuan hidup manusia. Konsekuensinya dalam aspek penyelenggara negara. (4) kekuasaan negara. Negara adalah lembaga kemanusiaan. (5) penguasa negara. Kebangsaan Indonesia adalah kebangsaan yang berkemanusiaan. 1975). (2) tujuan negara. Kebangsaan Indonesia yang berdasarkan Pancasila mengakui kebangsaan yang berkemanusiaan. Negara dalam pengertian ini menempatkan manusia sebagai dasar ontologis. sifat-sifat dan keadaan negara harus sesuai dengan hakikat manusia.di dalam suatu negara yang berfaham sekulerisme bentuk. lembaga kemasyarakatan yang bertujuan demi tercapainya harkat dan martabat manuia serta kesejahteraan lahir maupun bathin. hal ini berarti negara melindungi seluruh manusia sebagai warganya tidak terkecuali. bukan suatu kebangsaan yang Chauvinistic. serta segala aspek kenegaraan tidak ada hubungannya dengan agama. Hal ini berarti bagi bangsa Indonesia mengakui bahwa bangsa adalah sebagai penjelmaan kodrat manusia sebagai makhluk individu dan sosial. Negara Pancasila Adalah Negara Kebangsaan Yang Berkemanusiaan Yang Adil dan Beradab. yang merupakan suatu penjelmaan sifat kodrat manusia sebagai makhluk individu dan sosial serta sebagai makhluk Tuhan yang maha Esa. sereta mengakui kemerdekaan bangsa sebagai . negara berkewajiban mengembangkan harkat dan martabat manusia. dan berkemanusiaan yang adil dan beradab. Oleh karena itu negara harus melindungi hak-hak asasi manusia. adapun agama adalah menjadi urusan umat masing-masing agama. serta mewujudkannya dalam suatu sistem peraturan perundang-undangan negara. Negara adalah urusan hubungan horizontal antar manusia dalam mencapai tujuannya. Hal ini sebagaimana termuat dalam UUD 1945 pasal 27. Walaupun dalam agama sekuler membedakan antara agama dengan negara. Sebagai negara yang berkemanusiaan. rakyat dan bangsa (lihat Notonagoro. Dalam Negara yang berpaham sekulerisme sistem norma-norma terutama norma-norma hukum positif di pisahkan dengan nilai-nilai norma agama. maka negara”…melindungi seluruh warganya serta seluruh tumpah darahnya. (3) organisasi negara. system. Adapun agama adalah urusan akhirat yang menyangkut hubungan manusia dengan Tuhan. oleh karena itu bangsa Indonesia mengakui bahwa bangsa Indonesia adalah sebagai bagian dari umat manusia. Sifat-sifat dan keadaan negara tersebut adalah meliputi (1) bentuk negara. Sekulerisme berpandangan bahwa negara adalah hubungan keduniawian atau masalah-masalah keduniawian ( hubungan manusia dengan manusia ). (6) warga negara masyarakat. Negara pancasila sebagai negara kebangsaan yang berkemanusiaan yang adil dan beradab.”. mendasarkan nasionalisme berdasarkan hakikat kodrat manusia. namun lazimnya warga negara di berikan kebebasaan dalam memeluk agama masing-masing.

Oleh karena itu negara harus sesuai dengan hakikat rakyat. yang berarti bahwa negara sebagai penjelmaan manusia sebagai makhluk Tuhan yang Maha Esa. (2) Dalam menggunakan hak-haknya selalu memperhatikan dan mempertimbangkan kepentingan negara dan masyarakat. Oleh karena itu negara yang berkedaulatan rakyat adalah suatu negara demokrasi. Negara kebangsaan yang berkedaulatan rakyat yang berarti bahwa kekuasaan yang tertinggi ditangan rakyat dan dalam sistem kenegaraan dilakukan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat(MPR). Oleh karena itu dalam menggunakan hak-hak demokrasi dalam negara kebangsaan yang berkerakyatan adalah hak-hak demokrasi yang (1) disertai tanggung jawab kepada Tuhan yang Maha Esa.  Negara pancasila adalah negara kebangsaan yang berkerakyatan Negara menurut filsafat pancasila adalah dari oleh dan untuk rakyat. Negara Pancasila adalah negara Kebangsaan yang berkeadilan sosial Negara Pancasila adalah negara kebangsaan yang berkeadilan sosial. Rakyat adalah sebagai pendukdung pokok dan sebagai pendukung pokok dan sebagai asal mula kekuasaan negara. diliputi oleh suasana semangat kebersamaan. artinya sebagai makhluk individu memilki hak dan sebagai makhluk sosial harus disertai tanggungjawab.hak yang di miliki oleh hakikat manusia sebagai makhluk individu dan social. Demokrasi monodualis yang mendasarkan individu dan makhluk sosial bukanlah demokrasi liberal yang hanya mendasarkan pada kodrat manusia sebagai individu saja. (2) menjunjung dan memperkokoh persatuan dan kestuan bangsa. (5) Keputusan diusahakan ditentukan secara musywarah. serta (3) disertai dengan tujuan untuk mewujudkan suatu keadilan sosial. terlebih dahulu diadakan musyawarah. Hakikatnya rakyat adalah sekelompok manusia yang bersatu yang memiliki tujuan tertentu dan hidup dalam satu wilayah negara. dan bukan pula demokrasi klass yang hanya mengakui manusia sebagai makhluk sosial belaka. (4) Sebelum mengambil keputusan. yaitu kesejahteraan dalam hidup bersama. (6) Musyawarah untuk mencapai mufakat. Demokrasi monodualis mengembangkan demokrasi kebersamaan. Pokok-pokok „Kerakyatan‟ yang terkandung dalam sila keempat dalam penyelenggaraan negara dapat dirinci sebagai berikut : (1) Manusia Indonesia sebagai warga negara dan warga masyarakat mempunyai kedudukan dan hak yang sama. berdasarkan asas kekeluargaan kebebasn individu diletakan dalam rangka tujuan atas kesejahteraan bersama. hak serta kewajiban yang sama maka pada dasarnya tidak dibenarkan memaksakan kehendak pada pihak lain. 1998). (Suhadi. Rakyat adalah merupakan suatu penjelmaan sifat kodrat manusia sebagai makhluk individu dan makhluk social. Oleh karena itu demokrasi menurut kerakyatan adalah demokrasi „monodualis‟. Oleh karena itu penjajahan atas bangsa adalah pelanggaraaaaan hak asasi atau kodrat manusia sebagai bangsa dan tidak sesuai dengan keadilan. (3) Karena mempunyai kedudukan. . sifat kodrat individu dan makhluk sosial bertujuan untuk mewujudkan suatu keadialn dalam kehidupan bersama (Keadilan .

yaitu warga terhadap negaranya untuk mentaati peraturan perundangan. bertujuan untuk melindungi segenap warganya dan seluruh tumpah daarh. Hubungan Negara dengan Agama Menurut Paham Liberalis Negara liberal hakikatnya mendasarkan pada kebebasan individu.sehingga pembangunan nasional harus senantiasa meletakkan asas keadilan sebagai dasar operasional serta dalam penentuan berbagai macam kebijaksanaan dalam pemerintahan negara.sehingga masalah agama dalam negara sangat ditentukan oleh kebebasan individu. yaitu negara terhadap warganya. demikian pula dalam pergaulan masyarakat Internasional berprinsip dasar pada kemedekaan serta keadilan dalam hidup masyarakat Realisasi dan perlindungan keadilan dalam hidup bersama dalam suatu negara untuk menciptakan suatu peraturan perundang-undangan. perdamaian abadi dan keadilan sosial). Konsekuensinya sebagai suatu negara hukum yang berkeadilan sosial maka negara Indonesia harus mengakui dan melindungi hak-hak asasi manusia yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 27 ayat (1) dan (2). Dalam hidup bersama baik dalam masyarakat. Pasal 28. 1989:185) Negara memberi kebebasan kepada warganya untuk memeluk agama dan menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya nasing-masing. yang meliputi tiga hal yaitu : (1) keadilan distributif (keadialn membagi). emperisme yang mendasarkan atas kebenaran pengalaman indra serta individualisme atas kebebasan individu (Soeryanto.Sosial). Demikianlah sebagai suatu negara yang berkeadilan maka warga negara berkewajiban mentaati peraturan perundang undangan sebagai manifestasi keadilan legal dalam hidup bersama Dalam realisainya pembangunan nasional adalah merupakan sutu upaya untuk mencapai tujuan negara. Sehingga sebagai suatu negara hukum harus terpenuhi adanya tiga syarat pokok yaitu: (1) pengakuan dan perlindungan atas hak-hak asasi manusia. Karena menurut paham liberal bahwa kebenaran individu adalah sumber kebenaran tertinggi. Adapun tujuan dalam pergaulan antar bangsa di masyarakat internasional bertujuan : (“ikut menciptakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Manusia pada hakikatnya adalah adil dan beradab yang berarti manusia harus adil terhadap diri sendiri. bahkan negara liberal memberi kebebasan untuk menilai dan mengkritik agama misalnya tentang Nabi. Dalam pengertian ini maka negara Indonesia sebagai negara kebangsaan adalah berkeadilan sosial dalam mensejahterakan warganya. Misalnya Salman Rusdi yang mengkritik kitab suci dengan tulisan ayat-ayat setan. dan (3) keadilan komutatif (keadilan antar sesama warga negara). pasal 31 ayat (1). adil terhadap Tuhannya. yaitu hubungan keadilan antara warga satu dengan yang lainnya secara tumbal balik (Notonegoro. 1975) Sebagai suatu negara berkeadilan sosial maka negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila sebagai suatu negara kebangsaan. psal 29 ayat (2). Dalam pengertian inilah maka negara kebangsaan yang berkeadilan sosial harus merupakan suatu negara yang berdasarkan atas hukum. Kitab Suci bahkan Tuhan sekalipun. Rasul. Paham liberalisme dalam pertumbuhannya sangat dipengaruhi oleh paham rasionalisa yang mendasarkan atas kebenaran rasio. adil terhadap orang lain dan masyarakat serta adil terhadap lingkungan alamnya. Keadialan sosial tersebut didasari dan dijiwai oleh hakikat keadilan manusia sebagai makhluk yang beradab (sila II). dan (3)legalitas dalam arti hukum dalam segalanya. . 4. serta mencerdaskan warganya (tujuan khusus). bangsa dan negara harus terwujud suatu keadilan(Keadilan Sosial). memajukan kesejahteraan umum. Materialisme yang berdasar kan atas hakikat materi . (2) keadilan legal (keadilan bertaat). (2) peradilan yang bebas. Namun Tuhan atau atheis.

Nilai-nilai agama dalam negara dipisahkan dan dibedakan dengan negara. sehingga komunisme muncul sebagai reaksi atas penindasan rakyat kecil oleh kalangan kapitalis yang didukung pemerintah. Walaupun ketentuan tersebut bertentangan dengan norma-norma agama. Berdasarkan pandangan filosopis tersebut hampir dapat dipastikan bahwa dalam sistem negara liberal membedakan dan memisahkan antara negara dengan agama atau bersifat sekuler. maka komunisme yang dicetuskan melalui pemikiran Karl Mark memandang bahwa hakikat. Dalam kaitannya dengan negara. Misalnya UU aborsi di Negara Irlandia tetap diberlakukan walaupun ditentang oleh gereja dan agama lainnya. karena UU tersebut merupakan hasil referendum. Kelas kapitalis senantiasa melakukan penindasan atas kelas buruh proletar. kebebasan dan hak individu itu tidak ada. Paham ini adalah sebagai bentuk reaksi atas perkembangan masyarakat kapitalis sebagai hasil dari edeologi liberal. maka dapat dipastikan bahwa menurut paham komunisme bahwa demokrasi individualis itu tidak ada yang ada adalah hak komunal. Oleh karena tidak adanya hak individu. oleh karena itu segala cara dapat dihalalkan. Sehingga pada gilirannya pemerintahahan negara harus dipegang oleh orang-orang yang meletakkan kepentingan pada kelas proletar. Sehingga dapat disimpulkan bahwa individualisme merupakan sumber penderitaan rakyat. Atas dasar inilah maka komunisme mendasarkan moralnya pada kebaikan yang relatif demi keuntungan kelasnya. Hal inilah yan merupakan konsep kaum komunis untuk melakukan suatu perubahan terhadap masyarakat secara revolusioner infrastruktur masyarakat. buruh. yaitu kelas kapitalis dan kelas proletar. Ideologi Sosialisme Komunis Berbagai macam konsep dan paham sosialisme sebenarnya hanya paham komunismelah sebagai paham yang paling jelas dan lengkap. Hal ini dapat dilakukan hanya denan melalui suatu revolusi. Mengubah masyarakat secara revolusioner harus berakhir dengan kemenangan pada pihak kelas proletar. Hak milik pribadi tidak ada karena hal ini akan menimbulkan kapitalisme yang pada gilirannya akan melakukan penindasan pada kaum proletar. Demikian juga hak . Bertolak belakang dengan paham liberalisme individualisme. Ideologi komunisme mendasarkan pada suatu keyakinan bahwa manusia pada hakikatnya adalah hanya makluk sosial saja. keputusan dan ketentuan kenegaraan terutama peraturan perundang-undangan sangat ditentukan oleh kesepakatan individu-individu sebagai warga negaranya. Menurut komunisme ideologi adalah mendasarkan suatu kebaikan hanya pada kepentingan demi keuntungan kelas masyarakat secara totalitas. bahwa negara adalah sebagai manifestasi dari manusia sebagai makhluk komunal. Berkembangnya paham individualisme liberalisme yang berakibat munculnya masyarakat kapitalis menurut paham ini mengakibatkan penderitaan rakyat. Manusia pada hakikatnya adalah merupakan sekumpulan relasi. Oleh karena itu harus dilenyapkan. Oleh karena itu hak milik individual harus diganti sosialisme komunis. Walaupun kedua hal tersebut bertentangan namun saling membutuhkan. Dalam masyarakat terdapat kelas-kelas yang saling berinteraksi secara berinteraksi secara dialektis. sehingga yang mutlak adalah komunitas dan bukannya individulitas.

agama adalah merupakan candu masyarakat (Marx. Selanjutnya sejarah bagaimana berlangsungnya suatu proses sangat ditentukan oleh fenomina-fenomena dasar. Nilai yang tertinggi dalam negara adalah materi sehingga nilai manusia ditentukan oleh materi.asasi dalam negara hanya berpusat pada hakikatnya adalah tidak ada. dalam Louis Leahy. ekonomi. Negara yang berpaham komunisme adalah bersifat etheis bahkan bersifat antitheis. Agama menurut komunisme adalah realisasi fanatis makhluk manusia. 98). agama adalah keluhan makhluk tertindas. melarang dan menekan kehidupan agama. karena manusia ditentukan oleh dirinya sendiri. Dalam pengertian inilah menurut komunisme yang di pelopori oleh K. Namun materi menurut komunisme berada pada ketegangan intern secara dinamis bergerak dari keadaan (tesis) kekeadaan lain (antitesis) kemudian menyatukan (sintesis) ke tingkat yang lebih tinggi. . 1992:97. 5. Atas dasar pengertian inilah maka sebenarnya komunisme adalah komunisme adalah anti demokrasi dan hak asasi manusia.Hubungan Negara dengan Agama Menurut Paham Komunis Paham komunisme dalam memandang hakikat hubungan negara dengan agama mendasarkan pada pandangan filosofis materialisme dialektis dan materialisme histories. yaitu dengan suatu kegiatan-kegiatan yang paling material yaitu fenomena-fenomena ekonomis. Marx. Oleh karena itu menurut komunisme Marxis. Dalam pengertian ini maka komunisme berpaham ethis. kebudayaan dan bahkan agama. Hakekat kenyataan tertinggi menurut paham komunisme adalah materi. menyatakan bahwa manusia adalah merupakan suatu hakekat yang menciptakan dirinya sendiri yang menghasilkan sarana-sarana kehidupan sehingga menentukan dalam perubahan sosial. politik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful