You are on page 1of 35

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Synchronous Digital Hierarchy ( SDH )
Sebelum kemunculan SDH, standar transmisi yang ada dikenal dengan PDH (Plesiochronous Digital Hierarchi) yang sudah lama ditetapkan oleh CCITT. Suatu jaringan plesiochronous tidak menyinkronkan jaringan tetapi hanya menggunakan pulsa-pulsa detak (clock) yang sangat akurat di seluruh simpul penyakelarnya (switching node) sehingga laju slip di antara berbagai simpul tersebut cukup kecil dan masih bisa diterima (misalnya plus/minus 50 bit atau 5x10-5 untuk jaringan/kanal 2,048 atau 1,544 Mbps). Mode operasi seperti ini barangkali memang merupakan suatu implementasi yang paling sederhana karena bersifat menghindari pendistribusian pewaktuan di seluruh jaringan.

Ternyata bahwa PDH tidak begitu cocok untuk mendukung perkembangan teknik pengendalian dan pemrosesan sinyal untuk masa kini yang makin banyak dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan penyedia layanan telekomunikasi. Dalam PDH, sebuah peralatan transmisi tertentu umumnya hanya menangani dengan baik satu fungsi tertentu saja dalam jaringan, sementara dalam SDH, ada integrasi dari berbagai tipe peralatan yang berbedabeda yang mampu memberikan kebebasan baru dalam perancangan jaringan. Sudah bukan merupakan berita baru bahwa SDH dapat dipergunakan untuk transmisi optik kapasitas besar, pengaturan lalu lintas komunikasi dan restorasi jaringan. Berikut penjelasan PDH lebih jauh: PLESIOCHRONOUS DIGITAL HIERARCHY (PDH)

1

2.1 (Plesionchron Digital

PDH Hierarchy)

PDH adalah system multiplex digital plesionkron atau tidak sinkron yang mempunyai tingkatan hierarki multiplexing 2,8,34,140 Mbps untuk hierarki Eropa dan Indonesia Frame dasar pada system PDH sebesar 125 ms dengan 32 timeslot, 8 bit code dan frekuensi penguatan 8 Khz atau dengan kata lain bit rate frame PDH adalah 2,048 Mbps atau sering dikenal dengan 2 M atau E1 yang merupakan keluaran output dari PCM 30 2 M atau E 1 dikenal sebagai orde pertama dalam struktur sistem PDH, karena masih ada orde lainnya dalam struktur sistem PDH yang dimultiplexing seingga bit ratenya mencapai 140 Mbps Butuh waktu untuk mengirimkan sinyal informasi hanya dengan satu E1, maka pada sistem PDH memultiplexing orde pertama hingga mencapai orde ke empat atau sama dengan 140 Mbps, agar dapat mengimbangi perbedaan waktu antara sinyal sinyal pada pengiriman data

2.1.1 Standard Bit Rate PDH

2

Sistem

Bit Rate Mbps

Orde

Jumlah Kanal

E1 E2 E3 E4

2 8 34 140

1 2 3 4

30 120 480 1920

PDH (Plesiochronous Digital Hierarchy) –3
! Jaringan Plesiochronous (hampir sinkron) (Internally free running oscilator) Asynchronous multiplex Jika suatu tributary dimultiplek ke tributary dengan bit rate lebih tinggi, digunakan bit stufing/ penambahan bit dan buffer memori untuk menjadikannya sinkron dengan bit rate yang lebih tinggi tersebut. ! Bit rate tributare dengan orde lebih tinggi > daripada penjumlahan bit rate yang dimultiplex : untuk sinkronisasi, signaling dan bit stufing Setiap level multiplex mempunyai format frame tersendiri ! Bit by bit multiplexing ! Timing alignment menggunakan bit-by-bit justification/ stuffing ! Akses ke kanal individual hanya dimungkinkan setelah dilakukan proses demultiplexing ! Bit rate distandarkan sampai 140 Mbps

Multiplex PDH; dibagi menjadi 2 kelompok, yakni: 1. Order Rendah (Low Order); sering juga disebut sebagai Order Pertama, atau yang paling populer disebut “PCM-30” 2. Order Tinggi (High Order); terdiri dari Order-2, Order-3 dan Order-4

Blok diagram PDH

3

dengan kecepatan sinyal Unipolar NRZ lainnya. Berfungsi untuk mengubah sinyal HDB-3 Bipolar menjadi Sinyal Unipolar NRZ (Sinyal Binary). sehingga keluaran dari Buffer Memory akan berupa sinyal yang sudah sinkron antara satu dengan yang lainnya. dan kemudian Buffer Memory ini akan mengeluarkan sinyal yang disimpannya berdasarkan clock baca yang datang dari Pembangkit Frekwensi Clock. 4 . Sinyal yang diterima dari perangkat sebelumnya adalah sinyal dengan kode saluran HDB-3 Bipolar. Berfungsi untuk menyamakan kecepatan sinyal Unipolar NRZ (Sinyal Binary). Konverter HDB-3/Unipolar NRZ. Buffer Memory akan menyimpan sinyal Unipolar NRZ keluaran dari konverter HDB-3/Unipolar NRZ. Lihat Gambar (18).Cara kerja PDH: 1. Dalam hal ini ke-4 Buffer Memory akan menerima clock baca yang berasal dari sumber yang sama. sinyal HDB-3 Bipolar ini diubah menjadi sinyal Unipolar NRZ. oleh rangkaian Konverter HDB-3/Unipolar NRZ. 2. atau sinyal Binary. Buffer Memory.

Multiplex. 2. untuk PDH Order-2 dan Order-3 b. untuk addres mana kanal 1. 5.3. pada deretan 4 sinyal serial ini akan ditambahkan bit-bit FAS. HDB-3. Konverter Unipolar NRZ /Bipolar. CMI. Berfungsi untuk membangkitkan frekwnesi clock yang dibutuhkan untuk seluruh proses 5 . Berfungsi menggabungkan 4 sinyal digital yang sudah disinkrronkan oleh Buffer Memory menjadi 1 deretan sinyal serial.Sinyal ini sebelum ditransmisikan harus diubah terlebih dahulu menjadi sinyal bipolar: a. Proses Multiplexing pada Multiplex digital Order Tinggi berjalan secara bit-by-bit interleaving. dan mana kanal 4. Sinyal hasil multiplexing adalah sinyal Unipolar Non Return to Zero (NRZ). Pembangkit Frekwensi Clock. untuk PDH Order-4 Lihat Gambar (20). 3. Lihat Gambar 19 4. di mana setiap 4 bit dari 4 kanal akan membentuk 1 word (1 TS).

yang biasanya berupa X-tall Oscillator. yaitu : 1) Struktur Frame Multiplex PDH 8. dengan susunan adalah 111110100000. 7. 8. 6. Berfungsi sebagai pembangkit utama dari frekwensi clock. Susunan frame multiplex PDH ini dapat dibedakan menjadi 3 (tiga). Frame Pattern.pada arah kirim.448 Mbit/s 2) Struktur Frame Multiplex PDH 34. di mana: Untuk Order – II dan Order – III bit-bit FAS sebanyak 10 bit.368 Mbit/s 3) Struktur Frame Multiplex PDH 139. Oscillator. dengan susunan adalah 1111010000 Untuk Order – IV bit-bit FAS sebanyak 12bit. Struktur Frame.264 Mbit/s 6 . Berfungsi membangkitkan bit-bit Frame Alignment Signal.

7 .

SDH Crossconnect digunakan pada perpindahan pertukaran. SDH juga memberikan beberepa fungsi seperti :   SDH Crossconnect : adalah sebuah versi SDH dari Time-Space-Time.1. Gambar 1.BAB II SDH (Synchronous Digital Hierarchy) 2. di mana semua masukan dan keluaran dihubungkan ke pertukaran lainnya. PPP dan ATM. Selagi SDH dianggap sebagai suatu protokol transmisi ( lapisan 1 pada model OSI). rentetan pemultiplekan sinyal-sinyal dalam transmisi menimbulkan masalah dalam hal pencabangan dan penyisipan (drop and insert) yang tidak mudah serta keterbatasan untuk memonitor dan mengendalikan jaringan transmisinya.52 Mbit/S. SDH dapat disamakan dengan Ethernet.544 Mbit/S agar supaya tercipta SDH yang lebih besar yang dikenal dengan Synchronous Transport Modules (STM). Hirarki multiplexing SDH dapat dilihat pada Gambar 1. Multiplexing SDH SDH telah menjadi protokol transmisi yang utama di kebanyakan jaringan telepon umum. STM-1 terdiri dari arus lebih kecil yaitu 155.Hal itu telah dikembangkan untuk mengikuti arus 1. TDM 8 .ADM dapat menambahkan atau mengeluarkan setiap multiplexed sampai 1. Di bawah tingkatan ini. SDH Add-Drop Multipiplexer : SDH .544Mb. Ia menghubungkan beberapa saluran pada beberapa masukan untuk dimasukkan ke beberapa saluran pada beberapa keluarannya. Pengertian SDH Synchronous Digital Hierarchy (SDH) merupakan hirarki pemultiplekan yang berbasis pada transmisi sinkron yang telah ditetapkan oleh CCITT (ITU-T). Dalam dunia telekomunikasi. dibawah ini.

Sinyal dengan daya optik untuk STM-1 yang dikirmkan melalui kabel optik. b. 2.52 Mbit/s) atau . 34 Mbit/s.48832 Gbit/s).Sinyal STM-4. atau . untuk STM-1 yang dikirimkan melalui Radio Gelombang Mikro Digital SDH. C-3 dan C-4 dengan byte-byte : a. Melengkapi sinyal-sinyal C-12. dan b. 5. Selain fungsi-fungsi di atas. Jaringan SDH memiliki fungsi untuk menghubungkan penggunaan serat optik dengan kecepatan tinggi.08 Mbit/s).Sinyal STM-16. Menempatkan sinyal unipolar NRZ pada containernya masing-masing : a. C-3 untuk sinyal 34368 Kbps c.2.Sinyal STM-1 (155. juga merupakan multiplex digital yang berfungsi menggabungkan: 1. Sinyal STM-4 menjadi : . Serat optik menggunakan denyut/detak cahaya untuk memindahkan data dan memang prosesnya sangat cepat . SDH-ADM dapat juga melaksanakan tugas dari sebuah SDH Crossconnect dan digunakan pada pertukaran akhir di mana saluran dari para langganan dihubungkan langsung ke jaringan telepon umum. atau melalui level SDH yang lebih tinggi. Keuntungan SDH SDH memiliki dua keuntungan pokok yaitu fleksibilitas yang demikian tinggi dalam hal konfigurasi kanal pada simpul-simpul jaringan dan meningkatkan kemampuan manajemen jaringan baik untuk payload traffic-nya maupun elemenelemen jaringan.Sinyal STM-4 (622. . Fungsi khusus SDH: 1.Sinyal STM-64 (9. Sinyal digital 2 Mbit/s. 140 Mbit/s menjadi : . Secara bersama-sama. Pointer 4. Sinyal-sinyal PDH dan STM-n menjadi sinyal SDH dengan level yang lebih tinggi. b. Mengubah sinyal bipolar PDH input pada tributary port. menjadi sinyal unipolar NRZ. Mengubah sinyal hasil multiplexing menjadi : a. 3.standar dapat dilakukan. SDH (Synchronous Digital Hierarchy). C-12 untuk sinyal 2048 Kbps. Sinyal STM-1 menjadi : . C-4 untuk sinyal 139264 Kbps 3. sehingga harus menciptakan saluran tambahan untuk keperluan transmisi. Over Head (POH). Perpindahan serat optik secara modern menghasilkan Wavelength Division Multiplexing (WDM) atau pembagian gelombang yang sangat panjang di mana sinyal dipancarkan ke seberang dengan panjang gelombang yang berbeda. Menggabungkan sinyal-sinyal yang sudah dilengkapi dengan byte-byte Over Head dan Pointer menjadi satu deretan sinyal serial.95328 Gbit/s) 4. kondisi ini akan 9 .Sinyal STM-16 (2. Sinyal Bipolar CMI. 2. 2.

Akses yang fleksibel.remote reconfiguration/ rerouting (2 Mbps lines) . Standar SDH juga membantu kreasi struktur jaringan yang terbuka.remote alarm . Multiplex section protection) ! Software configuration (add. yakni pengarahan ulang (rerouting) lalu lintas komunikasi secara otomatis tanpa interupsi layanan. hanya kanal yang diperlukan yang didemultiplex.memungkinkan jaringannya untuk dikembangkan dari struktur transport yang bersifat pasif pada PDH ke dalam jaringan lain yang secara aktif mentransportasikan dan mengatur informasi.remote service activation and configuration of interfaces . diantaranya adalah :      Self-healing. sangat dibutuhkan dalam lingkup yang kompetitif sekarang ini bagi perusahaanperusahaan penyedia layanan telekomunikasi.S/W download to card level 10 . manajemen yang fleksibel dari berbagai lebarpita tetap ke tempat-tempat pelanggan. crossconnect) ! Centralized management . Selain dua keuntungan tersebut. SDH juga memiliki beberapa keuntungan lainnya.52 Mbps) . Service on demand. drop. Metode ini sangat bermanfaat untuk sistem cross connect dan pencabangan (add and drop multiplexer) ! Mengakomodasi sinyal PDH ! Transmisi sinyal broadband Adanya proteksi (Self Healing Ring.Struktur frame sinyal multiplex identik dengan struktur frame sinyal dasar ! Akses ke suatu kanal individual bisa dilakukan tanpa harus mendemultiplex sinyal keseluruhan. Kelebihan SDH ! Standarisasi bit rate di atas 140 Mbps secara internasional ! Sinyal optik yang ditransmisikan distandarkan/ Kompatibilitas antar vendor ! Struktrur modular . provisi yang cepat end-to-end customer services on demand.Bit rate multiplex merupakan kelipatan dari bit rate dasar (155. Path protection . Kemampuan memberikan informasi (detail alarm) dalam menganalisis masalah yang terjadi pada sistem.

11 .

12 .

Ini berarti STM-1 terdiri dari 2430 byte dengan durasi frame 125μ s. Tabel 1. seperti yang terdapat pada Tabel 1. 16 dan 64) dari N x 155.Standar Frame dan Kecepatan SDH (Synchronous Digital Hierarchy) ITU-T G-707 ! Jaringan sinkron(osilator internal disinkronisasi dengan clock referensi external) ! Teknik multiplex sinkron ! Semua sinyal multiplex mempunyai struktur frame yang identik ! Byte by byte multiplexing ! Akses ke kanal individual bisa dilakukan menggunakan pointer. dibawah ini. Bit rate atau kecepatan transmisi untuk level STM-N yang lebih tinggi juga telah distandarisasi sebagai kelipatan bulat (1. Struktur Frame SDH Struktur frame terendah yang didefinisikan dalam standar SDH adalah STM-1 (Synchronous Transport Module level 1) dengan laju bit 155.520 Mbit/s (155 Mbps). ! Bit rate distandarkan berbasis 155 Mbps 13 .520 Mbps. tanpa harus mendemultiplex semuanya lebih dulu.2.3. 4.

setiap baris terdiri dari 270 kolom (1 kolom = 1 byte). 14 . Sembilan byte pertama pada setiap baris terdiri dari daerah Section Overhead. dimulai dari byte teratas sebelah kiri dan diakhiri oleh byte terbawah sebelah kanan. Transmisi dilakukan baris per baris. Struktrur frame STM-1 yang membawa payload dalam VC4 tampak pada Gambar 2. sedangkan byte sisanya adalah daerah informasi (payload). dibawah ini.Frame STM-1 tersusun atas 9 baris.

15 . MSOH (Multiplex Section Overhead) dan AU pointer[5]. AU pointer berfungsi untuk mengatur pemetaan (mapping) container yang berisi informasi (payload) ke dalam frame STM-N.Gambar 2. RSOH berfungsi untuk pengendalian pengiriman informasi dari satu node ke node berikutnya dalam jaringan SDH. Sedangkan MSOH mengontrol setiap section antara node elemen jaringan SDH kecuali regenerator dan mengendalikan perantaraan transmisi antara dua elemen multiplekser yang berdekatan atau sejajar. Semua elemen jaringan SDH berakhir pada RSOH. Struktur Frame STM-1 Bagian Section Overhead sebagai sinyal manajemen terdiri dari RSOH (Regenerator Section Overhead).

mulai dari byte (kolom) pertama baris pertama.000 Hz. 4. Bit Rate STM-1 sebesar 2430 byte x 64 kbit/s = 155. 2. sampai dengan byte (kolom) terakhir baris terakhir.430 byte. 16 . Prinsip pengirimannya adalah byte-per-byte. Kapasitas sebesar 9 baris x 270 kolom = 2. Interval waktu untuk setiap Frame sebesar 125 ms atau Frekuensi pengulangan setiap Frame sebesar 8.520 Mbit/s 3.Format Frame SDH Struktur Frame STM – 1 Frame STM-1 : 1.

dan akan tetap ada sampai payload didemultiplex. Untuk menekan keterlambatan transmisi. 2. Z3. F2. G1. process ini disebut “floating” . Menandai payload yang bersangkutan. Maintenance 4. 3. POH terdiri dari 9 byte. yang ditandai dengan J1. VC diletakkan di mana saja didalam payload. 4. 5.2. 2. Fungsi Pointer: 1. Path Over Head (POH) Byte POH yang ditambahkan ke VCn berfungsi : 1. ntuk menunjukkan awal dari VC didalam payload. Membawa informasi yang dibutuhkan sesuai dengan payload VC-4 yang dikirimkan. Berisi informasi frame STM-1. C2. Fungsi-fungsi operasi (seperti monitoring regenerator intermediate dan pengontrol switching proteksi).Section Over Head (SOH) Byte SOH yang ditambahkan ke AU-4 berfungsi : 1. dan baris 5 s/d 9 digunakan untuk byte MSOH. 2. B3. H4. 3. jadi pointer berfungsi untuk 17 . setelah process floating kemudian akan ditambahkan “pointer”. Baris 1 s/d 3 dari SOH digunakan untuk byte RSOH. Z4 dan Z5. Informasi monitoring perfomansi section ybs. baris ke-4 untuk Pointer AU-4.3.

707 direkomendasikan sistem multiplexing SDH seperti pada Gambar 3. yaitu pointer yang terletak pada baris ke-empat dari “Section Over Head (SOH)” frame STM-N. yang berfungsi mengindikasikan lokasi awal dari VC-4. 2. Pointer TU (pointer Tributary Unit). Jaringan Akses (Access Network) untuk mengkombinasikan dan mendistribusikan layanan-layanan yang menggunakan semua jenis bit rate (64 kbps. Pointer AU (pointer Administration Unit).4. VC-4) dan dengan bit rate transmisi STM-1. STM-4. VC-12. 4. VC-3 dan VC-4). STM-16 dan STM-64 serta node-node jaringan dengan sistem Cross-Connect yang menggunakan semua jenis bit rate (VC-12. 2. VC-3. Dalam ITU-T G. Proses Multiplexing SDH 18 . yaitu pointer yang terletak didalam “section payload” dari frame STM-N.Proses Multiplexing SDH Fungsi utama multiplexing adalah untuk memultipleks sinyal digital yang mempunyai bitrate rendah ke sinyal digital yang mempunyai bitrate yang lebih tinggi dan mentransmisikan informasi yang besar itu secara efisien. Ada 2 jenis pointer. yaitu : 1. Level Transport untuk transmisi sinyal-sinyal STM-1 STM-4.mengindikasikan alamat byte pertama dari VC tersebut. STM-16 dan STM-64.4. digunakan untuk mengindikasikan lokasi awal dari VC-12/ VC-3. Arsitektur Jaringan SDH Ada 2 level penggunaan elemen-elemen jaringan SDH dalam jaringan transmisi : 1. Gambar 3. 2.

Multiplexing TU Menjadi Tributary Unit Group (TUG).Proses Multiplexing. VC-2 disebut dengan VC orde rendah dan VC-3 dan VC-4 disebut sebagai VC orde tinggi. a. 19 . Proses ini yang disebut dengan mapping. VC merupakan elemen dasar yang akan dikontrol dan diatur dalam sistem SDH. POH berfungsi untuk memantau kualitas dan mengidentifikasi tipe dari Container. Pertama sinyal–sinyal PDH dimasukkan ke dalam container tertentu (C-n) sesuai dengan laju bit masing-masing. Kemudian C-n ditambahkan POH (Path Overhead) untuk membentuk Virtual Container (VC-n). Ada beberapa jenis VC yaitu VC-11.VC-12. Proses tersebut terdiri atas :  Mapping Mapping adalah proses pemetaan sinyal-sinyal PDH yang akan dibawa melalui jaringan SDH. i) Multiplexing 3 x TU-12 Menjadi TUG-2 ii) Multiplexing 1 x TU-3 Menjadi TUG-3 iii) Multiplexing 7 x TUG-2 Menjadi TUG-3 iv) Multiplexing 3 x TUG-3 Menjadi VC-4 v) Multiplexing 1 x AU-4 Menjadi AUG vi) Multiplexing 1 x AUG Menjadi STM-1 vii) Multiplexing 4 x STM-1 Menjadi STM-4 viii) Multiplexing 16 x STM-1 Menjadi STM-16 ix) Multiplexing 4 x STM-4 Menjadi STM-16 Di dalam sistem SDH dikenal tiga tahapan proses multiplexing yang tergantung dari sinyal masukan yang dikirimkan.

Frame STM-N dibentuk dengan melakukan multiplexing AUG. Mapping Sinyal PDH Kedalam Container (C). Karena kapasitas container dibuat lebih besar dari pada kapasitas sinyal – sinyal PDH. VC orde tinggi tersebut ditambahkan pointer untuk membentuk AU (Administrative Unit) sesuai dengan VC-nya (aligning). TU tersebut digabungkan untuk membentuk TUG (Tributary Unit Group). Seperti halnya multiplexing orde rendah. Mapping Sinyal Container Kedalam Virtual Container (VC). VC orde tinggi bisa didapat dari multiplexing orde rendah atau langsung melalui pemetaan container C-3 dan C-4. 20 . Selanjutnya AU tersebut digabungkan untuk membentuk AUG (Administrative Unit Group). Lihat Gambar 23.  Multiplexing orde rendah Multiplexing orde rendah adalah membentuk VC orde tinggi dengan melakukan multiplexing VC orde rendah. Untuk multiplexing VC orde rendah pertama kali dilakukan adalah dengan menambahkan pointer untuk membentuk TU (Tributary Unit) sesuai dengan VC-nya yang disebut dengan aligning. Kemudian menambahkan POH pada TUG sehingga terbentuk VC orde tinggi. untuk menyamakan kapasitas sinyal-sinyal PDH dengan kapasitas container (gambar 22). maka mapping sinyal-sinyal PDH kedalam container selalu dilakukan dengan cara menambahkan bit-bit yang dibutuhkan. Cara Kerja SDH: 1. Proses Mapping a. Mapping sinyal-sinyal container (C) kedalam Virtual Container (VC) dilakukan dengan cara menambahkan bit-bit (byte) Path Over Head (POH) kedalam sinyal sinyal C. Multiplexing orde tinggi Multiplexing orde tinggi diperoleh dengan melakukan multiplexing VC orde tinggi untuk membentuk frame STM-N.

Aligning VC Kedalam Administrative Unit (AU) Proses aligning sinyal virtual container (VC) kedalam Administrative Unit (AU) dilakukan dengan cara menambahkan bit-bit (byte) Pointer (PTR) kedalam sinyal VC.Mengirimkan indikasi sinyal.Mengindikasikan kondisi sinyal yang dikirimkan/diterima b. normal atau gangguan .Mengirimkan label sinyal 2. a. Lihat Gambar 25 berikut.Mengindikasikan awal dari suatu VC .Menyamakan bit rate VC dengan bit rate TU . Pointer berfungsi untuk : . 21 .POH ini berfungsi untuk : . Proses Aligning. Proses ini berlaku untuk VC-12 dan VC-3. Proses ini berlaku untuk VC-4. Lihat Gambar (24) berikut. Proses aligning sinyal-sinyal virtual container (VC) kedalam Tribuatry Unit (TU) dilakukan dengan cara menambahkan bit-bit (byte) Pointer (PTR) kedalam sinyal sinyal VC.Mengirimkan bit-bit pengecek error . Aligning VC Kedalam Tributary Unit (TU).

Regenerator 2. Elemen-elemen SDH Elemen Jaringan adalah suatu interface yang ditempatkan pada Node SDH dan berfungsi untuk komunikasi antara Node SDH dengan jaringan Supervisi (Telecomunication Management Network ). Dalam suatu jaringan. Perangkat ini memperbaiki sistem clock dan amplituda sinyal data yang telah teredam dan berubah oleh karena adanya dispersi. Selain itu. Add and Drop Multiplexer (ADM). Suatu elemen jaringan SDH dikontrol dengan menggunakan software. TM Terminal Multiplexer berfungsi untuk melakukan multiplexing sinyal-sinyal masukan (tributary) menjadi sinyal keluaran (aggregate). Hal ini ditunjukkan pada Gambar 5.2. 22 . sehingga dapat lebih fleksibel dalam penggunaan multiplexer dan demultiplexer. Skema regenerator dapat dilihat pada Gambar 4. Elemen-elemen SDH tersebut terdiri dari regenerator. fungsi regenerator adalah untuk membangkitkan dan menguatkan sinyal SDH yang datang. perangkat ini digunakan untuk membentuk konfigurasi point-topoint.5. Regenerator Dalam jaringan SDH. Terminal Multiplexer (TM). Gambar 4. 1. dan Digital Cross Connect (DXC). perangkat ini juga digunakan untuk mengkombinasikan sinyal input synchronous dan plesiochronous menjadi sinyal STM-N dengan bitrate yang lebih tinggi.

DXC Elemen ini memiliki fungsi yang lebih luas. Gambar 2. DXC memungkinkan terjadinya pemetaan sinyal-sinyal tributary PDH ke dalam virtual container dan juga merupakan switching dari berbagai macam level STM. Sistem dari perangkat ini dapat dilihat pada Gambar 6. ADM ADM adalah suatu perangkat yang berfungsi untuk memultipleks sinyalsinyal PDH atau VC. Biasanya DXC ini digunakan untuk membentuk konfigurasi mesh atau star. Jika sejumlah ADM saling dihubungkan maka akan membentuk sebuah topologi ring. sehingga akan mempunyai sistem keamanan yang mempu memberikan proteksi terhadap jaringan apabila terjadi gangguan. ADM memiliki dua buah aggregate dengan arah yang berlainan. Add/Drop Multiplexer 4. Terminal Multiplexer 3. Selain itu ADM juga digunakan sebagai terminal drop/insert sinyal sehingga sangat efisien dalam membentuk sistem jaringan telekomunikasi.Gambar 5. 23 . Gambar 6.16 memperlihatkan skema DXC.

Pada Gambar 8. Digital Cross Connect 2.Gambar 7. 24 . dan mesh. Topologi Jaringan SDH Ada beberapa model topologi jaringan yang dapat dibentuk oleh teknologi SDH. Topologi ini dapat berdiri sendiri atau campuran dari beberapa topologi. berikut adalah beberapa gambaran topologi jaringan yang dapat dibentuk oleh SDH. diantaranya yaitu point-to-point.6. ring.

Gambar 8. Model Topologi Jaringan 25 .

26 .

Pada level ini. yakni menyediakan pulau-pulau SDH untuk komunitas tertentu (sebagai contoh pusat-pusat perdagangan dan finansial). Dalam strategi ini introduksi untuk SDH dimulai pada level tulangpunggung/supernode level dengan sedikit simpul-simpul yang dihubungkan dengan sistem-sistem STM-16 atau STM-4 SDH. Evolusi Jaringan PDH ke SDH Karena format transmisi SDH dirancang untuk mengatasi keterbatasan PDH. Langkah berikut adalah mengubah lapisan-lapisan berikutnya yang lebih rendah ke SDH. Strategi dengan metode pulau adalah memasang SDH pada simpul-simpul jaringan pada level tengahan maupun level bawah. dengan 27 . Tiga alternatif tersebut adalah :    Top-down (metode level atau layer) Bottom-up (metode pulau atau branch) Paralel (Metode overlay) Metode lapisan teristimewa relevan dengan perusahaan layanan telekomunikasi yang masih memperkenalkan digitalisasi pada level trunk dari jaringan yang dimilikinya atau bagi yang membutuhkan untuk mendukung layanan-layanan baru pada lapisan-lapisan yang lebih atas dari jaringan-jaringan antar urban (sebagai contoh untuk koneksi MAN-MAN) Tujuan pokoknya adalah penghematan biaya untuk transportasi kapasitas besar dalam menangani pertumbuhan lalu lintas komunikasi. dan memindahkan gateway-nya ke titik dimana keuntungan-keuntungan SDH paling dapat dijamin. Dengan pendekatan lapisan. menginterkoneksi sistem-sistem transport STM-1 melalui antarmukaantarmuka 155 Mbps (atau 140 Mbps melalui sebuah antarmuka gateway). umumnya pada port-port cross connect dan persediaan port-port cross connect yang memadai untuk mendukung semua fungsionalitas PDH dan SDH yang diperlukan. Ada tiga alternatif utama. maka semua perusahaan telekomunikasi memang ditantang untuk memperkenalkan transmisi SDH ke dalam jaringan-jaringan PDH yang sudah mereka bangun lebih dulu. dibutuhkan gateway-gateway untuk jaringan PDH. Perusahaan telekomunikasi mungkin perlu untuk mengadopsi suatu strategi campuran sebagai jawaban yang terbaik bagi kondisi lingkungannya masing-masing. Isu yang penting adalah masalah keseimbangan antara keuntungan-keuntungan yang ditawarkan oleh SDH dan hambatan biaya dalam investasi jaringan. yang masing-masing memiliki keuntungan dan kerugian.2. beberapa cross-connect utamanya akan menjadi produk-produk pitalebar (wideband). Interkoneksi ke suatu jaringan PDH adalah dengan sebuah gateway (gerbang penghubung).7. Dengan demikian SDH memberikan keuntungan secara penuh bagi lapisan-lapisan yang lebih tinggi dan secara selektif pada lapisan-lapisan yang lebih rendah. Untuk itu diperlukan strategi mengenai evolusi jaringan dari PDH ke SDH. Ini merupakan suatu aspek yang penting dari perencanaan jaringan.

Ada dua lapisan jaringan layanan di atas jaringan transport multiguna. Strategi ini menarik bagi perusahaan telekomunikasi dengan pertumbuhan lalu lintas komunikasi yang cepat.8. Gateway bagi jaringan PDH masih dibutuhkan. seperti GSM. SDH diinstalasi dalam sebuah jaringan overlay (yang ditumpangtindihkan) di samping jaringan PDH nya dalam beberapa simpul. yang biasanya diterapkan pada layanan-layanan informasi) selagi mereka menambah kapasitas jaringannya. 2. meskipun ada segregasi (pemisahan) antara layanan-layanan lama dan baru antara fasilitas-fasilitas SDH dan PDH. karakteristik yang memang sudah menjadi sifat dari suatu jaringan yang sudah ada seyogyanya harus membuat overlay ini. yang mana SDH menyediakan suatu layanan transportasi aliran bit yang sifatnya transparan. jaringan-jaringan layanan-merupakan suatu area dari evolusi yang lebih dapat diprediksi. Implikasi Layanan Untuk memaksimumkan keuntungan-keuntungan teknologi SDH yang dapat diraih. Artinya bahwa jaringan transport itu sendiri tidak menyadari isi dari payload yang dibawa dari A ke B (sebagai contoh. 2 dan 3 yang dibawa dalam kecepatan 2 Mbps atau 1. apakah suatu jalur telekomunikasi sedang membawa suara atau data). Aplikasi-aplikasi pelanggan yang baru dan layanan-layanan dengan nilai tambah muncul pada lapisan jaringan layanan pada level yang lebih tinggi dan dapat mengambil bentuk yang sulit untuk diramalkan (seperti aplikasi-aplikasi multimedia). mengingat jaringan-jaringan overlay untuk layanan-layanan khusus (sebagai contoh jalur sewa 64 kbps yang disediakan untuk pelanggan-pelanggan kelompok perusahaan/industri). Dalam kondisi normal.5 Mbps. 28 . yang sifatnya lebih merupakan suatu perkecualian daripada suatu keharusan. Jaringan-jaringan layanan dasar mencakup aplikasiaplikasi suara.menyalurkan dan memadukan fasilitas pada VC level 1. tetapi layanan-layanan yang berkembang dengan pesat seperti GSM dalam beberapa kasus mengharuskan pembangunan dari jaringan transport overlay sepanjang maupun di atas jaringan multiguna. sangatlah perlu untuk mempertimbangkan lapisan-lapisan yang berbeda yang ada dalam suatu jaringan telekomunikasi. yakni pemanggil/penelpon yang ditarik biaya pulsa dengan tarif khusus. Penting juga bahwa semua peralatan yang diperlukan untuk menyediakan fungsionalitas SDH secara penuh dalam SDH yang ditumpang-tindihkan ini sudah dipasang. ISDN dan radio bergerak (mobile). dan menyediakan perbaikan-perbaikan dalam hal kualitasnya. dan bagi yang berharap untuk menambahkan fungsionalitas SDH (sebagai contoh. Bagian bawah dari kedua lapisan layanan ini umumnya mencakup jaringan-jaringan layanan dasar dan jaringanjaringan overlay layanan khusus. Pola-pola pertumbuhan lalu lintas suara (telepon) umumnya stabil. Tujuannya adalah untuk mengimplementasikan layanan-layanan baru tertentu (seperti videoconferencing dan interkoneksi LAN/LAN) serta memperoleh keuntungan dari semua fungsi SDH sesegera mungkin. Melalui metode paralel. untuk menawarkan premium services.

evolusi dari lapisan jaringan transport agak sulit diprediksi. DXC 1/0 dapat digunakan untuk memecah-mecah fasilitas E1 menjadi sebuah level 64 kbps DXC dan mengemas kembali mereka untuk transmisi berikutnya. bila cross connection 1/0 dapat dibuat dalam ADM-nya. para operator jaringan harus mempertimbangkan dua peran yang dibawa oleh DXC 1/0 dalam memberikan layanan n x64 kbps secara efisien sepanjang jaringan campuran SDH/PDH: yakni menyalurkan dan memadukan layanan n x 64 kbps tersebut ke dalam akses jaringan dan memusatkannya (hubbing) ke dalam jaringan transportasi inti. Tak seperti lapisanlapisan layanan. Hubbing dengan DXC -DXC 1/0 dalam jaringan transport meniadakan kebutuhan untuk suatu meshing yang lengkap di jalur highway E1 melalui transport jaringan SDH untuk memberikan layanan-layanan sub-E1. Ini bukan merupakan bagian dari hirarki SDH dan sifatnya memang tidak berbeda dengan pemultiplekan dan pendemultiplekan suatu aliran E1 yang diberikan oleh peralatan PDH. Kapasitas tinggi yang dimiliki DXC 1/0 membuatnya sangat efisien untuk menyalurkan dan memadukan lalu lintas komunikasi 64 kbps maupun n x 64 kbps sebelum menuju ke jaringan SDH. Dalam merencanakan migrasi ke SDH secara penuh. Banyak rekayasawan (engineer) jaringan menganggap bahwa DXC-DXC 1/0 tidak lagi dibutuhkan. Akses dalam Kenyataan Untuk menyediakan lebarpita tingkat bawah sub-2Mbps dalam lingkup SDH. Layanan-layanan barunya dapat juga dikaitkan dengan aplikasi-aplikasi jaringan cerdas (IN. Perencanaan jaringan yang tepat pada tingkat-tingkat awal dari suatu proyek dapat menjamin bahwa jaringan transport multiguna dari awalnya akan dapat menghubungkan sebagian besar pelanggan-pelanggan potensial. maka ketergantungan semata-mata pada ADM-ADM untuk cross connection dapat menimbulkan banyak masalah bagi para operator jaringan SDH yang menyediaan layananlayanan sub E-1. Jika ADM-ADM nya dimungkinkan dapat memenuhi dalam skala kecil provisi rangkaian 64 kbps. Strategi penyebaran DXC 1/0 dengan cara ini juga akan 29 . jaringan data atau jaringan bergerak (mobile). Intelligent Network).9. hal ini tentunya tidak diperlukan untuk menggandakan jaringan-jaringan overlay untuk dirancang dan diimplementasikan. tetapi umumnya dapat dicirikan dengan kondisi pertumbuhan keseluruhan yang perlahan-lahan. 2. Jika diinginkan adanya pemultiplekan orde pertama untuk membuat kanal 64 kbps selalu tersedia bagi penggunanya. beberapa ADM 4/1 sebenarnya mempunyai keterbatasan kemampuan cross connect 1/0 (hubungan hirarki ke 0 atau 64 kbps ke hirarki pertama atau E1) untuk menyalurkan dan memadukan kanal-kanal ke dalam aliran-aliran E1 sebelum mengemasnya ke dalam struktur VC-12.Ketika sebuah layanan baru diperkenalkan melalui area geografis yang luas. dengan fase yang bersifat periodik terhadap pertumbuhan yang cepat. beberapa pabrik menyediakan akses frekuensi suara pada ADM 4/1 mereka untuk memultipleks dan mendemultipleks aliran E1. sedang mereka tidak mempunyai kemampuan cross connection maupun pengaturan terhadap DXC 1/0.

Batasannya adalah 1890 kanal atau 63 E1. jika tersedia) akan membentuk hambatan yang bersifat bottle neck untuk mentransportasikan kanal-kanal 64 kbps melalui ring atau cincin tersebut.memungkinkan suatu sistem manajemen jaringan "sub-E1" yang dihamparkan secara paralel dengan keseluruhan sistem manajemen SDH. radio SDH menyediakan solusi yang paling ekonomis bagi para perencana jaringan jika infratruktur yang ada (sebagai contoh menara. Kemampuan 1/0 digunakan untuk memadukan lalu lintas pada level akses ditinjau dari arah jaringannya. Sejumlah tributary E1 dalam virtual cross connect tidak melampaui 63. Pemaduan ini mungkin dibentuk dengan menggunakan kemampuan cross connection dari flexmux-nya. Namun demikian. Alasan pokoknya adalah berkaitan dengan masalah ekonomi. yakni sebuah kanal masuk (frekuensi suara) ditempatkan ke dalam aliran E1 yang diberikan ke ADM 4/1.10. Pertimbangannya adalah bahwa untuk implementasi 30 . namun demikian dapatkah cincin ADM ini dipandang sebagai sebuah DXC 1/0? Betapapun kunci perbedaan antara cincin ADM yang memiliki kemampuan 1/0 dan sebuah DXC 1/0 yang benar adalah dalam hal kapasitas maksimum. shelter. radio gelombang mikro SDH masih dibutuhkan oleh banyak perencana jaringan. Bagaimana jika sebuah flexmux dengan kemampuan terintegrasi 1/0 digunakan dalam kombinasi dengan sebuah ADM 4/1? Sebuah flexmux umumnya memultipleks laju bit rendah dan kanal-kanal frekuensi suara ke dalam beberapa aliran E1 dan mungkin juga dihubungkan dengan port-port E1 dari sebuah ADM 4/1. Selama sejumlah saluran keluar (outgoing) E1 dalam sebuah flexmux dibatasi pada dua atau tiga. Antarmuka STM-1 (atau STM-4. Kemampuan 1/0 dalam ADM 4/1 dan flexmuxnya digunakan untuk memadukan lalu lintas komunikasi menuju sisi high end jaringannya. Selagi cincinnya bersifat unidirectional. ring ADM 4/1 akan bertindak sebagai sebuah DXC 1/0 hanya dalam kasus berikut ini:    ADM 4/1 mempunyai kemampuan DXC 1/0 non-blocking antara tributary E1 dan aliran 63 E1 yang dikemas dalam aliran STM-1 yang dikerjakan melalui ADM 4/1nya. power-plant dan sistemsistem pengumpan antena) yang sudah ada dapat dimanfaatkan lagi ketika ijin melintasi suatu daerah memang telah dimiliki lebih dulu. Radio Gelombang Mikro SDH Walaupun optik fiber secara prinsip telah menjadi medium pilihan untuk transmisi long-haul maupun dari sudut pandang kapasitasnya. 2. Hubungan ADM secara ring (bentuk cincin) pada lapisan akses SDH dapat dipandang sebagai suatu entiti dengan antarmuka antara E1 dengan saluran 64 kbps dengan kemampuan cross connect. Juga daerah yang tidak cocok medannya (seperti bergunung-gunung atau melintasi bangunan-bangunan air/bendungan) membuat penyebaran fiber sangatlah mahal. mereka harus diisi selengkap mungkin. kondisi ini tidak dapat dibuat untuk yang keduakalinya. kecepatan penyebaran dan keamanannya. Dari segi ekonomi.

radio akan memiliki keuntungan dalam hal biaya bahkan dalam kapasitas yang lebih besar maupun kondisi-kondisi lingkungan yang disebutkan di atas. sebuah rute ganda (dual) fiber (yang berarti difersitas rute) dibutuhkan. Stentor dapat mengoptimalkan perancangannya sepanjang 6500 km jaringan sinkron kapasitas besar Trans Canadian secara ekonomis dengan penyebaran baik melalui fiber maupun radio. radio lebih hemat biaya untuk kapasitas sampai 2. tak terkecuali pada optik fiber. Dibanding dengan rute-rute radio longhaul yang dapat dirancang sebesar 99. Jaringanjaringan fiber lebih sulit untuk diamankan karena keseluruhan rute fiber memang harus dilindungi dari berbagai macam gangguan alam dan tangan usil. radio SDH menawarkan penyebaran yang lebih cepat dan menghasilkan pendapatan yang lebih cepat pula daripada fiber. 31 . Setiap pemotongan kabel dapat membutuhkan sampai 12 jam untuk reparasi. Dari segi kecepatan penyebaran. jaringan radio. Konsekuensinya. dan kapasitas yang dibutuhkan naik. jaringan fiber menjadi lebih hemat biaya untuk kapasitas yang lebih besar daripada 310 Mbps (setara dengan 2 x STM-1). Dari segi keamanan.sebuah jaringan fiber. Kemudian. strategi penyebaran yang praktis bagi para perencana jaringan adalah menyebarkan jaringan radio SDH pada awalnya. Berdasar pada studi ini.98 persen ketersediannya untuk jarak sampai dengan 6500 km. terutama ketika infrastruktur yang ada dapat digunakan kembali. sebuah rute fiber lalu disebarkan supaya diperoleh bermacam-macam rute dan media jaringan maupun untuk mendudukkan fiber bagi kapasitas yang lebih tinggi yang bersifat potensial (sekitar 10 Gbps) jika memang dikehendaki dan memungkinkan. Betapapun untuk memenuhi tujuan-tujuan ketersediaan yang bersifat long-haul dari ITU-T. menunjukkan bahwa untuk kondisi lingkungan yang sulit. yang memberikan ketersediaan jaringan yang sama. Hasil studi ekonomi gabungan yang dilakukan oleh Northern Telecom (Nortel) dan Stentor (aliansi dari perusahaan-perusahaan operator telepon di Kanada). yang berbasis pada kapasitas yang dibutuhkan maupun kondisi-kondisi lapangan. Yang perlu dicatat di sini ialah bahwa studi perbandingan biaya tersebut berbasis pada rute fiber dan radio yang bersifat tunggal. yang terdiri dari sheltered radio site yang berjarak setiap 40 sampai 60 km. ketika pendapatan/pemasukan bagi perusahaan telah diperoleh. Oleh sebab itu. yang sifatnya tidak tergantung pada kapasitasnya. jika studi ini diperuntukkan bagi perbandingan rute radio tunggal versus rute fiber ganda. adalah lebih mudah untuk diamankan daripada jaringan fiber. yang umumnya untuk mengkompensasi penyusutan/pengurangan kabel.5 Gbps (setara dengan 16 x STM-1). Untuk kondisi lingkungan medan yang tidak berat. Harap dicatat bahwa dalam mendesain jaringan telekomunikasi selalu ada istilah degradasi/penurunan kualitas kerja kabel maupun berbagai peralatannya karena faktor usia. yang bertujuan menentukan perancangan jaringan transmisi paling hemat biaya untuk pemasangan rute sepanjang 2000 km. yang jika dikonversikan menjadi kurang dari dua jam down time per tahun dengan menggunakan sebuah rute tunggal. yang terjadi secara rata-rata dua sampai tiga kali pertahun per rute sepanjang 1000 km. bagian terbesar pengeluaran modal awalnya untuk intalasi kabelkabel fiber.

ATM akan berpindah turun ke lapisan jaringan transport untuk menyediakan layanan-layanan transport multiguna bagi lapisan layanan yang lebih atas. 32 . akhirnya ketika ia nantinya menjadi lebih bersifat generik. Sebaliknya pada ATM (Mode Transfer Asinkron). Kesimpulan Sebagai sebuah teknologi bagi pembangunan jaringan transport. yang digunakan sekarang ini untuk koneksi data kecepatan tinggi dan dapat dipandang sebagai berbasis pada level layanan. sebagai layanan yang ada yang berkualitas lebih baik maupun sebagai suatu layanan kapasitas besar yang baru secara keseluruhannya.BAB III PENUTUP 3. SDH bersifat transparan bagi pengguna akhir. SDH sangat bermanfaat bagi operator jaringan yang bertujuan untuk menyediakan perbedaanperbedaan layanan transport yang variasinya luas.1.

html http://digilib. pemultiplekan memiliki masalah dalam hal pencabangan dan penyisipan (drop and insert) karena sulit untuk memonitor dan mengendalikan proses ini.com/elektro/telkom11a. tetapi masih "kalah" sinkron dengan SDH. Dalam sebuah jaringan transmisi.wordpress.ittelkom.wikipedia.com/2009/05/perbandingan-pdh-dan-sdh. PDH hanya menggunakan pulsa detak maksimum pada setiap simpul (switching node) sebagai standar.org/wiki/TDM http://rodo-heweh. yang sebelumnya dianggap sinkron.wordpress. Dalamsistem PDH.id/index. Jikasebuah multiplexer berusaha untuk menggabungkan beberapa sinyal ke dalam sebuah arus data (stream). terjadi kesulitan karena pulsa detak setiap sinyal tidak persis sama.Ini karena PDH tidak menyinkronkan jaringan dalam arti sesungguhnya.blogspot. hingga diterapkannya SDH.DAFTAR PUSTAKA http://brokenz1.blogspot. Nama ini baru dimunculkan setelah SDH diresmikan oleh CCITT.com/2007/08/sdh-pada-fiber-optik. karena orang merasa perlu memberikan nama baru untuk sistem lama.com/2009/10/19/konsep-dasar-jaringan-access-fiberoptik/ http://madesuardiputera.com/ http://iyofzulhainif.ac.html Perbandingan PDH dan SDH PDH adalah sistem yang selama ini digunakan.php?option=com_content&view=article&id=725:t eknologi-sdh&catid=11:sistem-komunikasi&Itemid=14 http://id. perbedaan sebesar 50 bit pada kecepatan 2 048 Mb/s adalah sesuatu yang wajar. Kata plesiochronous berasal dari bahasa Yunani plesio yang berarti hampir.blogspot.html http://mandorkawat2009. Jika tidak 33 .com/?s=SDH http://elektroindonesia.

Cara kerja teknik ini akan dijelaskan dalam Sifat-sifat SDH bagian-bagian lainnya adalah sebagai selanjutnya. yaitu pencarian rute kembali (rerouting) tanpa pemutusan layanan. Stopfbit). Keunggulan SDH yang paling utama adalah prinsip pemultiplekan yang murni sinkron. Kebalikan dari teknik pemultiplekan PDH seperti yang disebutkan di atas. Jaringan transmisi modern harus mampu menggabungkan beberapa jenis layanan.ada lagi data bit dalam buffer karena sinyal data tersebut menggunakan pulsa detak yang lebih lambat. 34 . maka PDH akan menyisipkan bit-bit tambahan (stuff bits. beberapa sinyal data dapat dimultiplek menjadi sinyal SDH yang memiliki kecepatan lebih tinggi secara langsung (direct syncronous multiplexing). pada umumnya layanan telepon biasa yang dikenal dengan Plain Old Telephone Service (PTOS). berikut : # Manajemen dan maintanance jaringan yang sangat baik dan fleksibel. multiplexer penerima harus membuang bit-bit tambahan tersebut. Kerugian lain yang dimiliki PDH adalah kemampuan komponen transmisi yang terbatas pada satu jenis layanan saja. Sebaliknya. Hampir 5% dari seluruh lebar pita digunakan untuk fungsifungsi ini (lihat bagian selanjutnya mengenai struktur # Self healing. frame). Hal ini tentu saja tidak sesuai lagi dengan perkembangan teknologi yang mengutamakan efisiensi hardware (dalam hal ini kabel baik serat optik maupun tembaga). Integrasi dan fleksibilitas inilah yang ditawarkan SDH sebagai salah satu kelebihannya.

blogspot.http://pogotel.com/search/label/Telekomunikasi 35 .