You are on page 1of 124

PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DAK BIDANG KESEHATAN TA 2012

KATA PENGANTAR

Pada kesempatan ini saya menyampaikan apresiasi atas tersusunnya Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2012. Petunjuk Teknis ini merupakan implementasi dari amanat Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan, dimana Kementerian Teknis harus membuat petunjuk penggunaan DAK. DAK Bidang Kesehatan diberikan kepada daerah tertentu untuk membantu mendanai kegiatan bidang kesehatan yang merupakan urusan daerah sesuai dengan prioritas pembangunan kesehatan nasional tahun 2012 yang ditetapkan melalui Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2012. RKP Tahun 2012 yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden RI Nomor 29 Tahun 2011, merupakan acuan bagi Kementerian, Lembaga Pemerintah-Non Kementerian dan Pemerintah Daerah, maupun masyarakat termasuk dunia usaha, sehingga tercapai sinergi dalam pelaksanaan program pembangunan. Kewajiban bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam pembangunan kesehatan yakni menyediakan pelayanan kesehatan yang merata, terjangkau dan berkualitas, salah satunya melalui pembiayaan yang bersumber dari DAK Bidang Kesehatan. Saya berharap DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 dapat memberi daya ungkit yang nyata terhadap prioritas dan fokus pemerintah dalam pembangunan kesehatan di daerah. Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang kesehatan ini, menjelaskan secara rinci penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012. DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 terdiri dari 3 subbidang, yaitu: pelayanan kesehatan dasar, pelayanan kesehatan rujukan, dan pelayanan kefarmasian. Pelayanan Kesehatan Dasar meliputi kegiatan: (1)

Peningkatan Puskesmas Mampu Persalinan Normal; (2) Peningkatan Puskesmas menjadi Puskesmas Perawatan/Puskesmas Mampu PONED, termasuk rumah dinas tenaga kesehatan terutama di DTPK; (3) Pembangunan Puskesmas Baru termasuk rumah dinas tenaga kesehatan; (4) Pembangunan Pos Kesehatan Desa/Pos Pembinaan Terpadu; Pelayanan Kesehatan Rujukan, meliputi kegiatan: (1) Pemenuhan Fasilitas Tempat Tidur Klas III RS; (2) Pemenuhan sarana, prasarana dan peralatan PONEK RS; (3) Pemenuhan sarana, prasarana dan peralatan IGD RS; (4) Pemenuhan sarana, prasarana dan Pelayanan Kefarmasian, meliputi kegiatan: (1)

peralatan untuk pelayanan darah;

Penyediaan obat terutama Obat Generik dan Perbekalan Kesehatan; (2) Pembangunan baru/rehabilitasi dan penyediaan sarana pendukung Instalasi Farmasi di Kabupaten/Kota; Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 i

(3) Pembangunan baru Instalasi Farmasi gugus pulau/satelit dan penyediaan sarana pendukungnya. Selain itu dalam rangka mendukung Gerakan Nasional Bersih Negeriku, maka setiap kegiatan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 harus mendukung gerakan nasional tersebut dengan memelihara dan meningkatkan kebersihan di fasilitas pelayanan kesehatan. Peraturan Menteri Keuangan No. 209/PMK.07/2011 tentang Pedoman Umum dan Alokasi DAK Tahun Anggaran 2012, menetapkan anggaran DAK Bidang Kesehatan tahun 2012 sebesar Rp. 3.005.931.000.000,- yang terdiri dari: 1) Pelayanan Kesehatan Dasar untuk 433 Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota sebesar Rp. 1.155.990.000.000,-; 2)

Pelayanan Kesehatan Rujukan untuk 18 Provinsi (41 RSUD Provinsi) dan 232 Kabupaten/Kota (254 RSUD Kabupaten/Kota) sebesar Rp. 749.256.000.000,-; dan 3) Pelayanan Kefarmasian untuk 444 Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota sebesar Rp. 1.100.685.000.000,-. Akhir kata, semoga Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 dapat secara optimal digunakan di daerah. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu melimpahkan rahmat dan hidayah bagi kita dalam melaksanakan pembangunan kesehatan di Indonesia yang kita cinta.

Jakarta,15 Desember 2011 MENTERI KESEHATAN, ttd.

ENDANG RAHAYU SEDYANINGSIH

Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012

ii

07/2011 sebagaimana dimaksud dalam huruf a. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5. Mengingat : 1.07/2011 tentang Alokasi dan Pedoman Umum Dana Alokasi Khusus Tahun Anggaran 2012. Menimbang : a. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47. .. 4. b. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355). bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 58 dan Pasal 59 Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan. telah ditetapkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 209/PMK. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66. 3.Menteri Kesehatan Republik Indonesia PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2494/MENKES/PER/XII/2011 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG KESEHATAN TAHUN ANGGARAN 2012 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA. perlu menetapkan Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2012 dengan Peraturan Menteri Kesehatan. Undang-Undang . 2.. bahwa untuk menindaklanjuti ketentuan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 209/PMK. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286).

Undang–undang Nomor 22 Tahun 2011 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2012 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 113. 12. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144. 7. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89. 10. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3637). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063).. 9.4. 8. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 137. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59. 11. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5254). dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737).. Pemerintahan Daerah Provinsi. 5. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844). Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125. Keputusan. Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 iv . 6. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741). Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 14. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4575).

. Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 v . Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 73. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 209/PMK. Pasal 3 . Pasal 2 Petunjuk Teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 agar digunakan sebagai acuan oleh Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota dalam Pengelolaan dan Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2012. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI KESEHATAN TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG KESEHATAN TAHUN ANGGARAN 2012. Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2011 tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2012. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2009 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Dana Alokas Khusus (DAK)..07/2011 tentang Penetapan Alokasi dan Pedoman Umum Dana Alokasi Khusus Tahun Anggaran 2012. 14.12. Pasal 1 Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2012 sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. 16. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4212) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 53 Tahun 2010. 15. 13. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1144/Menkes/ Per/VIII/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 585).

Agar setiap orang mengetahuinya. MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA. ENDANG RAHAYU SEDYANINGSIH Diundangkan di Jakarta pada tanggal .Pasal 3 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal 15 Desember 2011. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 15 Desember 2011 MENTERI KESEHATAN. Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 vi . AMIR SYAMSUDIN BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2012 NOMOR ... memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. ttd...

PEMBANGUNAN BARU/REHABILITASI DAN PENYEDIAAN SARANA PENDUKUNG INSTALASI FARMASI KABUPATEN/KOTA C. PEMBANGUNAN BARU INSTALASI FARMASI GUGUS PULAU/SATELIT DAN PENYEDIAAN SARANA PENDUKUNGNYA Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 vii . RUANG LINGKUP D. PEMENUHAN SARANA. PEMENUHAN FASILITAS TEMPAT TIDUR KLAS III RS B.DAFTAR ISI KATA PENGANTAR PERATURAN MENTERI KESEHATAN RI DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. TUJUAN C. PRASARANA DAN PERALATAN PONEK RS C. PRASARANA DAN PERALATAN IGD RS D. POSKESDES BAB V SUBBIDANG PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN A. PENINGKATAN PUSKESMAS MAMPU PERSALINAN NORMAL B. B. BAB III KEBIJAKAN UMUM KEBIJAKAN KHUSUS PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN TEKNIS A. PEMENUHAN SARANA. PEMENUHAN SARANA. B. LATAR BELAKANG B. PEMBANGUNAN BARU PUSKESMAS TERMASUK RUMAH DINAS TENAGA KESEHATAN D. PENYEDIAAN OBAT DAN PERBEKALAN KESEHATAN B. PERENCANAAN PELAKSANAAN BAB IV SUBBIDANG PELAYANAN KESEHATAN DASAR A. PENINGKATAN PUSKESMAS MENJADI PUSKESMAS PERAWATAN / MAMPU PONED C. PRASARANA DAN PERALATAN PELAYANAN DARAH BAB VI SUBBIDANG PELAYANAN KEFARMASIAN A. PENGALOKASIAN DAN PENYALURAN BAB II KEBIJAKAN DAK BIDANG KESEHATAN TAHUN 2012 A.

PEMANTAUAN DAN EVALUASI B. FORMAT LAPORAN TRIWULANAN BAB VIII PENUTUP LAMPIRAN LAMPIRAN 1 LAMPIRAN 2 LAMPIRAN 3 LAMPIRAN 4 : DEFINISI OPERASIONAL : STANDAR PERALATAN DAN LOGISTIK POSKESDES : DAFTAR 183 KABUPATEN TERTINGGAL : DAFTAR NAMA PULAU TERLUAR BERPENDUDUK YANG BERBATASAN DENGAN NEGARA TETANGGA LAMPIRAN 5 LAMPIRAN 6 LAMPIRAN 7 LAMPIRAN 8 LAMPIRAN 9 : 101 PUSKESMAS PRIORITAS PROGRAM YANKES DTPK : PERALATAN LIVE SAVING PUSKESMAS TERPENCIL DI DTPK : PERALATAN PUSKESMAS PONED : RUANG PERSALINAN PUSKESMAS NON PERAWATAN : PERALATAN PUSKESMAS NON RAWAT INAP RUANG ASI EKSLUSIF LAMPIRAN 10 : LAMPIRAN 11 : DAPUR GIZI PADA PUSKESMAS PERAWATAN LAMPIRAN 12 : STANDAR INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT LAMPIRAN 13 : ALOKASI DAK KESEHATAN TAHUN 2012 Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 viii . EVALUASI DAN PELAPORAN A. PELAPORAN C.BAB VII PEMANTAUAN.

keseimbangan. gender dan nondiskriminatif dan norma-norma agama. preventif. menyeluruh. Pembangunan yang dilaksanakan harus dapat menjamin bahwa manfaatnya dapat diterima oleh semua pihak. Pembangunan bidang kesehatan juga menjadi perhatian penting dalam komitmen internasional. Untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya bagi masyarakat. yang diselenggarakan dalam bentuk kegiatan dengan pendekatan promotif. Di dalam Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. dan berkesinambungan. target 5 (meningkatkan kesehatan ibu) Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 1 . kuratif dan rehabilitatif yang dilaksanakan secara terpadu. perlindungan. LATAR BELAKANG Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. yang dituangkan dalam Millennium Development Goals (MDGs). Pembangunan kesehatan bertujuan meningkatkan kesadaran. sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis. manfaat. penghormatan terhadap hak dan kewajiban. berdampak adil bagi perempuan dan laki-laki (responsif gender). keadilan. Dalam MDGs terdapat tujuan yang terkait langsung dengan bidang kesehatan yaitu target 4 (menurunkan angka kematian anak). diselenggarakan upaya kesehatan yang terpadu dan menyeluruh dalam bentuk upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat. Pembangunan Nasional adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa dalam rangka mencapai tujuan bernegara. pada pasal 2 dan 3 dinyatakan bahwa pembangunan kesehatan diselenggarakan dengan berasaskan perikemanusiaan.LAMPIRAN PERATURAN MENTERI KESEHATAN NOMOR 2494/MENKES/PER/XII/2011 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG KESEHATAN TAHUN ANGGARAN 2012 PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG KESEHATAN TAHUN ANGGARAN 2012 BAB I PENDAHULUAN A. kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

TB dan Malaria serta penyakit lainnya). lembaga Pemerintah-Non Kementerian dan Pemerintah Daerah maupun masyarakat termasuk dunia usaha sehingga tercapai sinergi dalam pelaksanaan program pembangunan. perlu adanya pembiayaan kesehatan. pelayanan kefarmasian untuk Kabupaten/Kota. pemerintah Pusat memberikan anggaran pada daerah untuk mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah dan merupakan prioritas nasional. Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 2 . dilengkapi informasi dalam pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan di daerah dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan Peraturan Menteri Keuangan tentang Alokasi dan Pedoman Umum Dana Alokasi Khusus Tahun Anggaran 2012. serta 2 target lainnya yang tidak terkait langsung yaitu target 1 (menanggulangi kemiskinan dan kelaparan) dan target 3 (mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan). dan pelayanan kesehatan rujukan (RS Provinsi/Kabupaten/Kota). terjangkau dan berkualitas. Kementerian Kesehatan telah menyusun strategi untuk pencapaian target-target tersebut. merupakan acuan bagi kementerian. teralokasi secara adil dan termanfaatkan secara berhasil guna dan berdaya guna. telah menetapkan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebagai salah satu sumber penerimaan daerah dalam pelaksanaan desentralisasi. DAK Bidang Kesehatan. Dalam rangka penyelenggaraan pembangunan kesehatan. Umum Membantu mendanai kegiatan bidang kesehatan yang merupakan urusan daerah sesuai dengan prioritas pembangunan kesehatan nasional tahun 2012. DAK Bidang Kesehatan tahun 2012 difokuskan pada pelayanan kesehatan dasar (Puskesmas dan Poskesdes). sehingga pemerintah baik pemerintah Pusat maupun pemerintah daerah dapat menyediakan pelayanan kesehatan yang merata. yang bertujuan untuk penyediaan pembiayaan kesehatan yang berkesinambungan dengan jumlah yang mencukupi. B. Pemerintah melalui Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). diantaranya untuk meningkatkan pembangunan kesehatan. Buku Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 berisi penjelasan rinci pemanfaatan DAK.dan target 6 (memerangi HIV dan AIDS. RKP Tahun 2012 yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden RI Nomor 29 Tahun 2011. Selanjutnya buku petunjuk teknis ini menjadi pedoman pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012. diberikan kepada daerah tertentu untuk membantu mendanai kegiatan bidang kesehatan yang merupakan urusan daerah sesuai dengan prioritas pembangunan kesehatan nasional tahun 2012 yang ditetapkan melalui Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2012. TUJUAN 1.

(4) Pemenuhan sarana. sedangkan IT ditentukan berdasarkan data dan indeks teknis merupakan kewenangan dari Kementerian Kesehatan.2. prasarana dan peralatan untuk pelayanan darah. Penentuan daerah tertentu yang menerima DAK Penentuan kelayakan daerah penerima DAK menggunakan Indeks Fiskal Wilayah (IFW) dengan bobot 50% dan IT (Indeks Teknis) dengan bobot 50%. meliputi kegiatan: (1) Pemenuhan Fasilitas Tempat Tidur Klas III RS. (3) Pemenuhan sarana. C. 3. (2) Pembangunan baru/rehabilitasi dan penyediaan sarana pendukung Instalasi Farmasi di Kabupaten/Kota. (4) Pembangunan Pos Kesehatan Desa/Pos Pembinaan Terpadu. (3) Pembangunan baru Instalasi Farmasi gugus pulau/satelit dan Penyediaan sarana pendukungnya. prasarana dan peralatan IGD RS. (2) Peningkatan Puskesmas menjadi Puskesmas Perawatan/Puskesmas Mampu PONED termasuk rumah dinas tenaga kesehatan terutama di DTPK. D. PENGALOKASIAN DAN PENYALURAN 1. b. 3 Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 . IFW ditentukan berdasarkan Kriteria Umum dan Kriteria Khusus merupakan kewenangan dari Kementerian Keuangan. Rumah Sakit Provinsi/Kabupaten/Kota. 2. Penentuan besaran alokasi DAK masing-masing daerah 1) 2) Penentuan besaran alokasi daerah penerima DAK menggunakan IFW dengan bobot 20 % dan IT dengan bobot 80 %. RUANG LINGKUP DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 diarahkan untuk kegiatan: 1. serta penyediaan dan pengelolaan obat terutama obat generik dan perbekalan kesehatan. jangkauan dan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas dan Poskesdes. (2) Pemenuhan sarana. Khusus Meningkatkan pemerataan. Pelayanan kesehatan rujukan. (3) Pembangunan Puskesmas Baru termasuk rumah dinas tenaga kesehatan. prasarana dan peralatan PONEK RS. dilakukan melalui 2 (dua) tahapan. Pelayanan kesehatan dasar meliputi kegiatan: 1) Peningkatan Puskesmas Mampu Persalinan Normal. Pelayanan Kefarmasian dapat dimanfaatkan untuk: : (1) Penyediaan Obat terutama Obat Generik dan Perbekalan Kesehatan. Pengalokasian Penghitungan alokasi DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012. yaitu: a.

Penyediaan sarana prasarana dan peralatan kesehatan untuk pelayanan kesehatan rujukan disalurkan melalui SKPD Rumah Sakit Umum atau Khusus Provinsi/Kabupaten/Kota. disalurkan melalui SKPD Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Penyaluran DAK Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2012 disalurkan melalui mekanisme transfer yang diatur melalui Peraturan Menteri Keuangan dan ketentuan peraturan yang berlaku lainnya. Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 4 . b.3) Usulan ruang lingkup kegiatan dan besaran alokasi DAK kemudian dibahas dan diputuskan bersama antara pemerintah dengan Panitia Kerja Belanja Transfer ke Daerah DPR RI. a. Penyediaan sarana prasarana pelayanan kesehatan dasar dan pelayanan kefarmasian untuk Kabupaten/Kota. 4) 2. Kaidah-kaidah mengenai mekanisme pengalokasian DAK dapat dilihat pada Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005.

perbekalan kesehatan dan vaksin yang berkhasiat. 3. dukungan program jaminan persalinan dan jaminan kesehatan di Puskesmas dan kelas III Rumah Sakit melalui melalui peningkatan sarana dan prasarana di Puskesmas dan jaringannya. mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. bayi dan anak. pemerintah daerah harus menyediakan pembiayaan yang bersumber dari daerah untuk dana pendamping sebesar 10% sesuai dengan Undang-undang No 33 Tahun 2004 dan Peraturan Pemerintah No. 5 dan 6 (menanggulangi kemiskinan dan kelaparan. serta penyediaan obat terutama obat generik dan sarana pendukung pengelolaan obat. DAK Bidang Kesehatan merupakan bantuan kepada daerah tertentu. DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 difokuskan pada pelayanan kesehatan dasar.4. bermutu dan bermanfaat terutama untuk pelayanan kesehatan penduduk miskin dan penduduk di daerah tertinggal. Mendukung pencapaian target MDGs No 1. terpencil. 55 Tahun 2005. perbatasan dan kepulauan. untuk mendanai dukungan pelayanan kesehatan yang merupakan kewenangan dan tanggung jawab daerah ke arah peningkatan jangkauan dan mutu pelayanan kesehatan. 6. pelayanan kesehatan rujukan dan pelayanan kefarmasian. 5. Alokasi pagu anggaran DAK Bidang Kesehatan TA 2012. Kebijakan Umum 1. Dalam pelaksanaan kegiatan. 2. Kebijakan DAK Kesehatan adalah meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan dalam rangka percepatan penurunan angka kematian ibu. 3 . serta aspek lainnya sebagai akibat pelaksanaan kegiatan DAK Bidang Kesehatan. Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 5 . 4. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Direktur RSUD Provinsi/Kabupaten/Kota bertanggung jawab terhadap anggaran DAK Bidang Kesehatan di wilayah kerjanya.BAB II KEBIJAKAN DAK BIDANG KESEHATAN TA 2012 A. terdiri dari anggaran untuk pelayanan kesehatan dasar. Kebijakan Khusus Penggunaan DAK Bidang Kesehatan diprioritaskan untuk : 1. menurunkan angka kematian anak. Poskesdes dan Rumah Sakit Provinsi/Kabupaten/Kota. biaya operasional. 7. biaya pemeliharaan/perawatan sarana dan peralatan kesehatan. ketersediaan tenaga pelaksana. aman. B. pelayanan kesehatan rujukan dan pelayanan kefarmasian. DAK Bidang Kesehatan membantu daerah untuk membiayai kebutuhan sarana dan prasarana kesehatan yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional di bidang kesehatan.

memerangi HIV dan AIDS. Pembangunan puskesmas baru termasuk rumah dinas tenaga kesehatan. Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 6 . 5. 8. 11. Meningkatkan Sarana Prasarana dan Pengadaan Peralatan Kesehatan Untuk Program Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif (PONEK) di RS. Peningkatan Puskesmas menjadi Puskesmas Perawatan/ Puskesmas Mampu PONED terutama di DTPK. Malaria serta penyakit menular lainnya). meningkatkan kesehatan ibu. Pembangunan Baru Instalasi Farmasi Gugus Pulau/Satelit dan penyediaan sarana pendukungnya. Meningkatkan Fasilitas Tempat Tidur Kelas III RS. termasuk daerah yang memiliki pangkalan pendaratan ikan (PPI). 3. Meningkatkan fasilitas pelayanan darah. 13. Pembangunan Pos Kesehatan Desa untuk desa yang belum memilikinya.2. Peningkatan pelayanan persalinan normal di Puskesmas. TB. 4. 6. Pembangunan Baru/Rehabilitasi dan penyediaan sarana pendukung Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota. 10. Penyediaan dan Pengelolaan Obat terutama Obat Generik dan Perbekalan Kesehatan. perbatasan dan kepulauan. Meningkatkan Fasilitas Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS. 9. Menunjang percepatan pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di daerah tertinggal. 7. 12.

PERENCANAAN Sesuai dengan UU No 32 Tahun 2004 pasal 162. B. Penggunaan anggaran DAK Bidang Kesehatan 2012 yang tidak sesuai dengan Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan 2012 menjadi tanggung jawab Kepala Daerah dan SKPD yang bersangkutan. Pemerintah dan Pemerintah Daerah (Provinsi/Kabupaten/Kota) harus saling berkoordinasi dalam penyusunan kegiatannya. Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 7 . Rencana Kegiatan dan Anggaran (RKA) yang disusun mengacu kepada Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012. Satker Kabupaten/Kota yang memperoleh alokasi DAK Bidang Kesehatan agar berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi. pelaksanaan dan evaluasi program kesehatan Kabupaten/Kota dengan Provinsi.BAB III PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN TEKNIS DAK BIDANG KESEHATAN TA 2012 A. PELAKSANAAN TEKNIS Pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan 2012 harus mengacu pada Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan 2012 yang ditetapkan dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2494/MENKES/PER/XII/2011. Dalam rangka menjaga sinkronisasi perencanaan.

PENINGKATAN PELAYANAN PERSALINAN NORMAL DI PUSKESMAS Dalam upaya meningkatkan pelayanan persalinan normal dan perawatan bayi baru lahir oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan. PENINGKATAN PUSKESMAS MENJADI PUSKESMAS PERAWATAN MAMPU PONED Peningkatan Puskesmas menjadi Puskesmas Perawatan mampu PONED dilaksanakan dalam rangka pengembangan pelayanan dan rujukan kesehatan. Lokasi Puskesmas (harus memenuhi satu atau lebih persyaratan dibawah ini): a) Waktu tempuh ke Rumah Sakit (yang mempunyai Spesialis Obsgin & Spesialis Anak) terdekat lebih dari 2 8 2) Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 . Persyaratan Umum 1) Kebutuhan akan adanya Peningkatan Puskesmas menjadi Puskesmas mampu PONED. a. PENINGKATAN PUSKESMAS MENJADI PUSKESMAS PERAWATAN MAMPU PONED DAN PENINGKATAN PUSKESMAS MENJADI PUSKESMAS PERAWATAN DI DTPK 1. termasuk penanganan penyulit/komplikasi obstetri neonatal yang tidak dapat ditangani di tingkat Poskesdes. Puskesmas Pembantu dan Puskesmas. bidan/perawat bila belum ada. antara lain pada: a) Kabupaten pemekaran yang belum tersedia Rumah Sakit.BAB IV MENU DAK BIDANG KESEHATAN TA 2012 SUBBIDANG PELAYANAN KESEHATAN DASAR A. Persyaratan umum dan teknis sama dengan persyaratan umum dan teknis pembangunan baru Puskesmas. Fasilitas pelayanan kesehatan harus dilengkapi dengan sarana prasarana kebersihan untuk mendukung Gerakan Nasional Bersih Negeriku. b) Menyediakan layanan rujukan kegawatdaruratan obstetri neonatal. Setiap peningkatan Puskesmas menjadi Puskesmas Perawatan mampu PONED dilengkapi penyediaan alat dan rumah dinas dokter/dokter gigi. B. maka peran Puskesmas sebagai fasiltas kesehatan perlu ditingkatkan dengan membangun ruang persalinan atau mengoptimalkan fungsi ruang persalinan di Puskesmas yang dilengkapi dengan ruang laktasi/pojok ASI sesuai dengan lampiran 10. ditambah dengan denah tata ruang khusus untuk ruang persalinan dan ruang pemulihan serta pedoman alat kesehatan sesuai dengan lampiran 8 dan lampiran 9.

Persyaratan Teknis 1) Luas lahan dan bangunan Jumlah sarana dan ruangan tergantung jenis pelayanan/kegiatan yang dilaksanakan (mengacu pada buku Pedoman Tata Ruang Puskesmas. Daerah terpencil. perbatasan dan kepulauan. Daerah dengan jumlah kematian ibu dan kematian bayi tinggi. b. c) Pemerintah daerah menyediakan tenaga kesehatan yang telah mengikuti pelatihan penanganan kegawatdaruratan obstetri neonatal di tingkat pelayanan dasar/PONED. Daerah pariwisata dan kawasan industri. melaksanakan mini lokakarya). yang terdiri dari 1 orang Dokter. Setiap Puskesmas Perawatan harus dilengkapi dengan UGD yang dapat memberikan pelayanan PONED mengacu pada buku acuan pelatihan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Tahun 2007 dilengkapi dengan ruang laktasi/pojok ASI (lampiran 10). Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Tahun 2007. b) Telah berfungsi menolong persalinan. 9 2) 3) 4) Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 . rumah dokter dan rumah petugas kesehatan dibangun dalam satu lokasi. ada dokter. 1 orang Bidan dan 1 orang Perawat yang siap melayani 24 jam. Peralatan Puskesmas PONED mengacu pada buku Pedoman Peralatan Puskesmas.b) c) d) e) 3) jam dengan menggunakan sarana transportasi yang tersedia. e) Adanya telahan kebutuhan Puskesmas Mampu PONED dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Persyaratan Puskesmas: a) Puskesmas berfungsi baik (gedung baik/tidak rusak. Obat & bahan habis pakai. d) Pemerintah daerah menyediakan Sarana & Alat. c) Puskesmas. b) Membangun rumah dokter dan atau dokter gigi yang belum ada. serta Biaya operasional Puskesmas PONED. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Tahun 2007. Peningkatan dilakukan antara lain dengan: a) Menambah ruang sesuai dengan jenis pelayanan yang dibutuhkan dan memperhatikan keadilan dan kesetaraan gender. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Tahun 2008 dan lampiran 7. Denah tata ruang pada pembangunan baru Puskesmas Perawatan mengacu pada buku Pedoman Tata Ruang Puskesmas. Pada jalur lalu lintas ramai dekat dengan pemukiman.

tertinggal. b) Waktu tempuh lebih dari 2 jam dengan menggunakan sarana transportasi yang tersedia. tertinggal. c) Peningkatan kebutuhan akan pelayanan rujukan tetapi daerah belum mampu membangun Rumah Sakit. b) Kabupaten pemekaran yang belum tersedia Rumah Sakit. Perbatasan dengan negara lain dengan target (101 Puskesmas terlampir). Lokasi Puskesmas: a) Wilayah terpencil. b) Ketersediaan tenaga kesehatan oleh Pemerintah Daerah. 2) 3) Fasilitas pelayanan kesehatan harus dilengkapi dengan sarana prasarana kebersihan untuk mendukung Gerakan Nasional Bersih Negeriku Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 10 4) . Persyaratan Puskesmas: a) Tidak digunakan untuk menjadikan Puskesmas Perawatan pra Rumah Sakit. c) Letaknya strategis dari Puskesmas di sekitarnya. kepulauan. PENINGKATAN PUSKESMAS MENJADI PUSKESMAS PERAWATAN DI DTPK a. 2. Persyaratan Teknis 1) Luas lahan dan bangunan Jumlah sarana dan ruangan tergantung jenis pelayanan/ kegiatan yang dilaksanakan mengacu kepada Pedoman Tata Ruang Puskesmas Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2007 dilengkapi dengan ruang laktasi/pojok ASI (lampiran 10). 2) 3) b. Denah tata-ruang pada pembangunan baru Puskesmas Perawatan mengacu pada buku Pedoman Tata Ruang Puskesmas Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2007. Persyaratan Umum 1) Kebutuhan akan adanya Puskesmas Perawatan. antara lain: a) Puskesmas di wilayah terpencil. perbatasan dan kepulauan. Tenaga kesehatan yang telah dilatih PONED tidak boleh pindah selama minimal 2 tahun. Peralatan kesehatan Puskesmas Perawatan mengacu pada buku Pedoman Peralatan Puskesmas Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2008.5) 6) Fasilitas pelayanan kesehatan harus dilengkapi dengan sarana prasarana kebersihan untuk mendukung Gerakan Nasional Bersih Negeriku.

Persyaratan Teknis 1) Luas lahan dan bangunan Luas lahan.000 penduduk per kecamatan. a. Denah tata-ruang a) Denah tata ruang Puskesmas mengacu pada buku Pedoman Tata Ruang Puskesmas. jumlah penduduk lebih dari 30. d) Wilayah kerja sangat luas. bidan/perawat) bila belum ada. 11 2) Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 . Persyaratan Umum 1) Kebutuhan akan adanya Puskesmas. PEMBANGUNAN PUSKESMAS TERMASUK RUMAH DINAS TENAGA KESEHATAN Pembangunan Puskesmas dapat merupakan pembangunan baru pada lahan baru dan pembangunan baru pada bangunan yang rusak berat/total. PEMBANGUNAN BARU PADA LAHAN BARU Pembangunan Puskesmas ditujukan untuk peningkatan jangkauan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat. Pembangunan baru Puskesmas tersebut termasuk penyediaan alat kesehatan dan mebeulair serta rumah dinas petugas kesehatan (dokter/dokter gigi. terpencil. Lokasi Puskesmas: a) Di area yang mudah terjangkau baik dari segi jarak maupun sarana transportasi umum dari seluruh wilayah kerjanya. 1. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2007 serta lampiran pedoman yang disempurnakan dan pedoman program. b) Kecamatan pemekaran yang tidak mempunyai Puskesmas. b) Setiap pembangunan Puskesmas baru perlu dilengkapi ruang laktasi/pojok ASI (lampiran 10). b) Pertimbangan lainnya yang ditetapkan oleh daerah. tertinggal dan kepulauan. b) Tenaga kesehatan disediakan oleh Pemerintah Daerah sesuai dengan kebutuhan daerah. c) Kepadatan penduduk tinggi. Persyaratan Puskesmas: a) Adanya telaahan kebutuhan Puskesmas. jumlah dan luas ruangan tergantung jenis pelayanan kesehatan/kegiatan yang dilaksanakan guna memberikan pelayanan yang optimal dan memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan laki-laki dan perempuan. antara lain pada: a) Wilayah perbatasan. 2) 3) b.C.

c)

Fasilitas pelayanan kesehatan harus dilengkapi dengan sarana prasarana kebersihan untuk mendukung Gerakan Nasional Bersih Negeriku.

2.

PEMBANGUNAN BARU PADA BAGUNAN YANG RUSAK BERAT Guna menunjang dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas di Puskesmas, dapat dilaksanakan perbaikan/rehabilitasi fisik pada bangunan yang mengalami kerusakan. Perbaikan/rehabilitasi dilaksanakan pembangunan baru pada bangunan yang rusak berat/total termasuk di dalamnya rumah dinas dokter/dokter gigi, bidan/perawat bila belum ada. Persyaratan adalah sebagai berikut: a. Persyaratan Umum 1) Puskesmas dengan kondisi rusak berat/total diprioritaskan pada: a) b) 2) b. Puskesmas di perbatasan, kepulauan. Puskesmas yang rusak karena bencana alam pada tahun berjalan dan 1 (satu) tahun sebelumnya.

Untuk peningkatan mutu pelayanan.

Persyaratan teknis 1) Denah tata-ruang a) Denah tata ruang Puskesmas mengacu pada buku Pedoman Tata Ruang Puskesmas, Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2007 serta lampiran pedoman yang disempurnakan dan pedoman program. b) Setiap perbaikan/rehabilitasi Puskesmas perlu dilengkapi ruang laktasi/pojok ASI (lampiran 10). c) Fasilitas pelayanan kesehatan harus dilengkapi dengan sarana prasarana kebersihan untuk mendukung Gerakan Nasional Bersih Negeriku. Puskesmas dengan kondisi rusak/total dengan bukti pernyataan Dinas Pekerjaan Umum (PU) setempat tentang kondisi bangunan rusak berat/total sehingga perlu di perbaiki/rehabilitasi. Biaya penghancuran dibebankan pada APBD (di luar dana pendamping DAK). Tidak perlu dilakukan registrasi baru pada bangunan Puskesmas yang diperbaiki/direhabilitasi berat/total. Perbaikan/rehabilitasi dapat menggunakan bahan bangunan yang dihasilkan oleh wilayah setempat.

2)

3)

4)

Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012

12

D.

POS KESEHATAN DESA/ POS PEMBINAAN TERPADU Kegiatan pemberdayaan Masyarakat dan Promosi Kesehatan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2012 diarahkan untuk meningkatkan dukungan promosi kesehatan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dasar dalam rangka mendukung pelaksanaan persalinan normal di Poskesdes serta mendukung pencapaian target kegiatan pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan untuk meningkatkan dukungan promosi program prioritas pembangunan kesehatan nasional khususnya terkait upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi di daerahnya masing – masing. Posbindu PTM (Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular adalah kegiatan yang diselenggarakan secara integrasi oeleh kelompok aktif masyarakat dalam upaya preventif dan promotif pengendalian PTM. Kegiatan monitoring dan peningkatan pengetahuan pencegahan dan pengendalian faktor risiko dilakukan oleh anggota masyarakat selektif dari masing-masing kelompok yang telah dilatih untuk melakukan monitoring faktor risiko PTM (Kader Monitor) untuk menjadi penyuluh dan pelaksana konseling faktor risiko PTM utama (Kader Konselor/Edukator). 1. Pembangunan Poskesdes Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) adalah Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dibentuk di desa dalam rangka memberdayakan masyarakat di bidang kesehatan. Namun karena kemampuan masyarakat sebagian besar terbatas, maka pemerintah membantu pembangunan fisik Poskesdes, dengan mempertimbangkan persyaratan sebagai berikut: a. Persyaratan Umum Pembangunan baru Poskesdes adalah pada setiap desa yang belum ada bangunan Poskesdes dengan persyaratan: 1) Masyarakatnya tidak mampu membangun secara swadaya. 2) Tersedia tanah/lahan yang tidak bermasalah. 3) Lokasi Poskesdes: a) Mempertimbangkan ketersediaan lahan yang berada di tengah pemukiman. b) Mudah dijangkau oleh masyarakat (transportasi). c) Mempertimbangkan keamanan petugas kesehatan. d) Mempertimbangkan jarak antar fasilitas pelayanan kesehatan yang ada. 4) Pembangunan Poskesdes ini berdasarkan musyawarah masyarakat desa. b. Persyaratan Teknis 1) Luas bangunan: a) Luas ruangan/bangunan sesuai dengan kondisi tanah setempat dengan memperhatikan kebutuhan minimal pelayanan/kegiatan dan memperhatikan hal-hal yang 13

Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012

2)

3)

4)

5)

berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan laki-laki, perempuan, termasuk ibu hamil, usia lanjut dan penyandang cacat. b) Jumlah ruangan dan sarana yang dibutuhkan tergantung jenis pelayanan/kegiatan yang dilaksanakan, minimal terdapat ruang persalinan, ruang laktasi dan pelayanan KIA-KB. c) Pembangunan baru Poskesdes dapat menggunakan bahan bangunan yang berasal dari daerah setempat. Denah tata-ruang Rancangan tata-ruang/bangunan Poskesdes agar tetap memperhatikan fungsinya sebagai sarana pelayanan kesehatan dan memperhatikan pemenuhan kebutuhan laki-laki, perempuan termasuk ibu hamil, usia lanjut dan penyandang cacat. Peralatan kesehatan Kebutuhan jenis dan jumlah peralatan minimal Poskesdes mengacu pada buku Petunjuk Teknis Pengembangan dan Penyelenggaraan Pos Kesehatan Desa, Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2006. Untuk kegiatan Posbindu dilengkapi dengan pengukur tinggi badan, timbangan berat badan, pita pengukur lingkar perut, tensimeter digital, glukotes dan kolesterol test digital. Sebagai pendukung posbindu diperlukan buku identitas peserta, kartu monitoring faktor risiko PTM (KMR-PTM) , buku monitoring faktor risiko PTM (BMRPTM) dan formulir pencatatan pelaporan ke Puskesmas Fasilitas pelayanan kesehatan harus dilengkapi dengan sarana prasarana kebersihan untuk mendukung Gerakan Nasional Bersih Negeriku. Peralatan Promosi Kesehatan. Untuk lebih meningkatkan pengetahuan masyarakat dan kegiatan Promosi Kesehatan di Poskesdes harus dilengkapi dengan peralatan promosi kesehatan (Poskesdes Kit) yaitu weireless meeting amplifier, televisi, pemutar vcd/dvd, megaphone dan membuat surat pernyataan untuk tidak mengalihfungsikan peralatan Promosi Kesehatan yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota.

c.

Acuan 1) Petunjuk Teknis Pengembangan dan Penyelenggaraan Pos Kesehatan Desa, Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2006. 2) Keputusan Menteri kesehatan RI No. 1114/MENKES/SK/VIII/2005 tentang pedoman Pelaksanaan Promosi Kesehatan di Daerah. 3) Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 585/MENKES/SK/V/2007 tentang Petunjuk Teknis Promosi Kesehatan di Puskesmas.

Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012

14

2. pada setiap pembangunan/rehabilitasi 4 (empat) ruang rawat inap (dengan jumlah tempat tidur 32) atau kelipatannya. Adapun contoh ukuran luas ruangan bangunan tersebut di atas adalah sebagai berikut: 1) Ruang Rawat Inap Kelas III  Ruang rawat inap kelas III  2 kamar mandi @  Selasar Total luas bangunan yang dibutuhkan Ruang Perawat (Nurse Station)  1 Ruang kerja perawat  1 Ruang istirahat petugas  1 Kamar mandi petugas Total luas bangunan yang dibutuhkan 8 x 9 m2 = 72 m2 2 x 3 m2 = 12 m2 8 x 2. Persyaratan Umum Masih tersedianya lahan untuk peningkatan fasilitas tempat tidur kelas III RS. d) Jenis menu yang diusulkan oleh RS ke Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan (untuk tempat tidur set kelas III saja. Oleh karena itu setiap pembangunan/rehabilitasi ruang rawat inap kelas III yang baik. berisi 8 (delapan) set tempat tidur yang dilengkapi fasilitas penunjang antara lain: selasar. dan e) Sudah pernah atau belum pernah RS memperoleh alokasi DAK untuk menu fasilitas tempat tidur kelas III RS. atau untuk bangunan fisik ruang rawat inap kelas III saja.5 m2= 20 m2 104 m2 3 x 3 m2 = 9 m2 3 x 3 m2 = 9 m2 2 x 1. 2 (dua) kamar mandi. PEMENUHAN FASILITAS TEMPAT TIDUR KELAS III RUMAH SAKIT RS yang mendapatkan paket peningkatan fasilitas tempat tidur kelas III adalah Rumah Sakit milik pemerintah daerah provinsi maupun milik pemerintah daerah Kabupaten/Kota yang melaksanakan program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan memberikan usulannya ke Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan dengan mempertimbangkan: a) Bed Occupancy Rate (BOR) kelas III RS.5 m2 = 3 m2 = 21 m2 2) Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 15 . c) Jumlah tempat tidur yang digunakan untuk kelas III RS. 2 (dua) wastafel serta 2 (dua) ceiling fan. 1. Bila direncanakan membangun/merehabilitasi lebih dari 4 (empat) ruang rawat inap kelas III. b) Rasio tempat tidur yang dipergunakan untuk kelas III dibandingkan dengan total tempat tidur RS. Luas Lahan dan Tata Ruang Bangunan Pembangunan/rehabilitasi ruang rawat inap kelas III RS harus memperhatikan fungsi sebagai sarana pelayanan kesehatan serta alur pelayanan untuk kelancaran dalam pelayanan pasien. maka perlu dibangun 1 (satu) ruang perawat (Nurse Station) yang dilengkapi dengan ruang-ruang pendukungnya.BAB V MENU DAK BIDANG KESEHATAN TA 2012 SUBBIDANG PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN A. Persyaratan Teknis a. atau kedua-duanya).

Misalnya pengadaan tempat tidur ginekologi untuk bangsal kandungan dan kebidanan kelas III. e) Fasilitas pelayanan kesehatan harus dilengkapi dengan sarana prasarana kebersihan untuk mendukung Gerakan Nasional Bersih Negeriku Adapun persyaratan teknis peralatan kesehatan tersebut harus memenuhi seluruh kriteria di bawah ini: a) Berkualitas b) Kebutuhan dan pemanfaatannya sesuai dengan situasi dan kondisi setempat c) Keamanan d) Kenyamanan e) Kemudahan dalam pengoperasionalan/pemakaian f) Kemudahan dalam pemeliharaan g) Kemudahan dalam perbaikan 16 Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 . dilengkapi 1 bak mandi dan 1 closet duduk. b) 1 buah nakas. Spesifikasi Teknis Bangunan 1) Ruang Rawat Inap Kelas III a) Lantai terbuat dari keramik kualitas satu (KW–1). d) Ruang kerja perawat dilengkapi dengan 1 buah wastafel dari keramik serta 1 buah kran dan saluran pembuangan. maka pembangunan/rehabilitasi tersebut disesuaikan dengan kondisi setempat dan tetap memperhatikan acuan ketentuan pembangunan ruang pelayanan kesehatan. 1 closet duduk dan 1 gantungan infus. b) Dinding tembok ½ bata berplester dan dicat. c) Atap dari genting dengan plafon.b. 1) Ruang Perawat (Nurse Station) a) Lantai terbuat dari keramik kualitas satu (KW–1) b) Dinding tembok ½ bata berplester dan dicat. e) Kamar mandi berlantai keramik kasar (tidak licin). c) 1 buah tiang infus. d) Ruang rawat inap dilengkapi dengan 2 buah wastafel dari keramik serta 2 buah keran dan saluran pembuangan. e) Kamar mandi berlantai keramik kasar (tidak licin) dilengkapi 1 bak mandi. di mana setiap set tempat tidur terdiri dari: a) 1 buah tempat tidur dengan kelengkapannya (matras. bantal dan guling). Apabila luas lahan yang dimiliki Rumah Sakit terbatas. c) Atap dari genting dengan plafon. d) Dengan pertimbangan khusus. rumah sakit dapat mengadakan peralatan kesehatan lainnya untuk mendukung pelayanan kesehatan di ruang rawat inap kelas III. 3) Peralatan kesehatan Peralatan kesehatan yang ada pada setiap ruang rawat inap kelas III RS berisi 8 set tempat tidur.

Tersedia pelayanan darah yang siap 24 jam. dokter penyakit dalam. 2 (b) Luas minimal 6 m per orang. bila ada kasus emergensi obstetrik atau umum. Dokter. upayakan tidak melintas pada ruang bersalin. bidan dan perawat telah mengikuti pelatihan tim PONEK di rumah sakit meliputi resusitasi neonatus. dokter anak. (h) Minimal 2 kamar bersalin terdapat pada setiap rumah sakit umum. 2 (c) Paling kecil. Ada dokter jaga yang terlatih di UGD untuk mengatasi kasus emergensi baik secara umum maupun emergency obstetrik -neonatal. f. d. Tersedia kamar operasi yang siap (siaga 24 jam) untuk melakukan operasi. Mempunyai prosedur pendelegasian wewenang tertentu. Persyaratan Teknis a. untuk memudahkan transportasi bayi dengan komplikasi ke ruang rawat. bidan dan perawat (telah memiliki minimal 1 dokter kebidanan dan 1 dokter anak). (e) Tiap ibu bersalin harus punya privasi agar keluarga dapat hadir. c. PRASARANA DAN PERALATAN PONEK RS 1.B. e. b. Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 17 . Peningkatan Sarana dan Prasarana 1) Rancangan denah dan tata ruang maternal dan neonatal harus memenuhi beberapa persyaratan teknis sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1051/MENKES/SK/XI/2008 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) 24 Jam di Rumah Sakit. kegawat-daruratan obstetrik dan neonatus. Persyaratan umum a. (d) Harus ada tempat untuk isolasi ibu di tempat terpisah. (i) Kamar bersalin terletak sangat dekat dengan kamar neonatal. Persyaratan yang harus diperhatikan: a) Ruang Maternal (1) Kamar bersalin: (a) 2) Lokasi berdekatan dengan kamar operasi dan IGD. ruangan berukuran 12 m . (g) Bila kamar operasi juga ada dalam lokasi yang sama. dokter / petugas anestesi. dokter spesialis lain serta dokter umum. Adanya dukungan semua pihak dalam tim pelayanan PONEK. 2. (f) Ruangan bersalin tidak boleh merupakan tempat lalu lalang orang. PEMENUHAN SARANA. antara lain dokter kebidanan.

Ruang tindakan operasi/kecil darurat/one day care: untuk kuret. lemari obat kecil. Tiap ruangan harus mempunyai jendela sehingga cahaya dan udara cukup. Ruang tersebut terpisah dari fasilitas: toilet. Unit Perawatan Intensif/Eklampsia/Sepsis (a) Unit ini harus berada di samping ruang bersalin. 18 Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 . Ruang postpartum harus cukup luas. kursi pemeriksa. Bila tidak memungkinkan.(j) (k) (l) (m) (n) (o) (p) (q) (r) (s) (t) (u) (v) (w) (x) (2) Idealnya sebuah ruang bersalin merupakan unit terintegrasi: kala 1. ruangan berukuran 18 m . Jumlah tempat tidur per ruangan maksimum 4 buah. Kamar periksa/diagnostik harus mempunyai 2 luas sekurang-kurangnya 11 m dan berisi: tempat tidur pasien/obsgin. lampu sorot. Harus ada fasilitas untuk cuci tangan pada tiap ruangan. Tiap pasien harus punya akses ke kamar mandi privasi tanpa ke koridor. pasien akan dibawa ke kamar operasi yang berdekatan dengan kamar bersalin. Selanjutnya bila diperlukan operasi. USG mobile dan troli emergensi Ada ruang perawat (nurse station). troli alat. Ruang isolasi bagi kasus infeksi perlu disediakan seperti pada kamar bersalin. kala 2 dan kala 3 yang berarti setiap pasien diperlakukan utuh sampai kala 4 bagi ibu bersama bayinya secara privasi. Pada ruang dengan banyak tempat tidur. kloset. lemari. standar 2 8 m per tempat tidur (bed). Harus ada kamar mandi/toilet yang berhubungan dengan kamar bersalin. atau setidaknya jauh dari area yang sering dilalui. penjahitan dan sebagainya. maka diperlukan dua kamar kala 1 dan sebuah kamar kala 2. 2 (b) Paling kecil. Kamar bersalin harus dekat dengan ruang jaga perawat (nurse station) agar memudahkan pengawasan ketat setelah pasien partus sebelum dibawa ke ruang rawat (post partum). Ruang tunggu bagi keluarga pasien. jarak antar tempat tidur minimal 1 meter.

2 Minimal ruangan berukuran 6 m . 2 (b) Minimal ruangan berukuran 12 m . perlu mempertimbangkan kebutuhan bagi laki-laki dan perempuan. (d) Paling sedikit harus ada jarak antara inkubator dengan tempat tidur bayi. (c) Harus ada tempat untuk isolasi bayi di tempat terpisah.  Sarana. (3) Area laktasi. (2) Unit Perawatan Khusus (a) Unit ini harus berada di samping ruang bersalin atau setidaknya jauh dari area yang sering dilalui. (e) Ruang harus dilengkapi paling sedikit 6 steker yang dipasang dengan tepat untuk peralatan listrik. antara lain:  Adanya pemisahan visual antara ruang bersalin satu dengan yang lainnya. (4) Area pencucian incubator. (d) Harus ada tempat untuk isolasi bayi di area terpisah. sedikitnya ada jarak antara ranjang satu dengan ranjang lainnya. Jenis Peralatan PONEK 19 Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 . Ruangan harus dilengkapi paling sedikit enam steker listrik yang dipasang dengan tepat untuk peralatan listrik. Fasilitas pelayanan kesehatan harus dilengkapi dengan sarana prasarana kebersihan untuk mendukung Gerakan Nasional Bersih Negeriku c) Dalam rangka penyelenggaraan PONEK. (c) Di ruangan dengan beberapa tempat tidur sedikitnya ada jarak antar ranjang. prasarana dan peralatan yang ada harus mempertimbangkan ergonomis dan kemudahan aksesibilitas bagi ibu hamil b. 2 (b) Minimal ruangan berukuran 18 m . 2 Minimal ruangan berukuran 6-8 m .(c) (d) Di ruang dengan beberapa tempat tidur. b) Ruangan Neonatal (1) Unit Perawatan Intensif (a) Unit ini harus berada di samping ruang bersalin atau setidaknya jauh dari area yang sering dilalui.

MgSO4 .Bola lampu laringoskop cadangan . 20. 8.Balon .4% . 5. 2.Selang reservoar oksigen .Pipa endotrakeal . 3. 3. 10. 4.Naso gastric tube . 10. Ekstraktor vakum delivery Inkubator baby Infant Warmer Forceps naegele AVM (Aspirasi Vakum Manual) Pompa vakum listrik Monitor denyut jantung/pernapasan Foetal Doppler Set Sectio Saesaria 3. 5.Bola lampu laringskop ukuran dewasa . Acuan 20 Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 .Kateter penghisap . 6.NaCL 0.Gunting . PERALATAN MATERNAL Jenis Peralatan Jmlh minimal 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Kotak Resusitasi berisi: . 1. 1. 9. 10 PERALATAN NEONATAL Jmlh minimal 5 2 3 2 4 1 1 1 1 1 Jenis Peralatan Inkubator baby Infant Warmer Pulse Oxymeter Neonatus Phototherapy Syringe Pump Infant resuscitation dan Emergensi Set CPAP (Continuous Positive Airway Pressure) w/ Medical air Compressor Flow meter Infuse Pump Neonatus Resusitation and Emergensi Set 2) No.Sodium bikarbonat 8.9% / larutan Ringer Asetat / RL .Kateter Vena .Infus Set 2. 6.Alat suntik 1.1) No. 3.Masker oksigen . 9.Bilah Laringoskop . 4. 7. 50 cc . 8. 21/2. 7. 5.Ampul Epinefrin / Adrenalin .Plester .Batre AA (cadangan) untuk bilah laringoskop .

PEMENUHAN SARANA. Rumah Sakit sudah teregistrasi. d. dengan mempertimbangkan data sebagai berikut: a. Persyaratan Umum Peningkatan fasilitas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit. Pelayanan IGD harus dapat memberikan layanan 24 jam dalam sehari dan 7 hari dalam seminggu. Mempunyai Standar Operating Procedure (SOP) penerimaan dan penanganan pasien kegawatdaruratan. Luas bangunan IGD disesuaikan dengan beban kerja RS dengan memperhitungkan kemungkinan penanganan korban massal / bencana. Berdasarkan standar IGD Rumah Sakit seperti diuraikan di bawah ini : 3. Mempunyai standar response time di IGD selama 5 menit. adalah Rumah Sakit Umum atau Rumah Sakit Khusus milik pemerintah daerah (Provinsi atau Kabupaten/Kota). Kebijakan tidak ada uang muka bagi pasien kegawat-daruratan. PRASARANA DAN PERALATAN IGD RS 1. Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 21 . Lokasi Gedung harus berada di bagian depan RS. 2. 4. Kriteria Teknis Peralatan Peningkatan fasilitas Instalasi Gawat Darurat RS mengacu pada SK Menteri Kesehatan No. b.(Tabel peralatan sesuai dengan Standar Instalasi Gawat Darurat terlampir). RSUD prioritas kelas D dan C di seluruh Indonesia (sudah penetapan kelas). Persyaratan Teknis a. 856/MENKES/SK/IX/2009 tentang Standar Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit. b. e. Pembangunan/Penyesuaian Bangunan IGD Rumah sakit dapat melakukan pembangunan baru atau penyesuaian bangunan IGD sehingga memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. g. mudah dijangkau oleh masyarakat dengan tanda–tanda yang jelas dari dalam dan dari luar Rumah sakit. f. Ada dokter jaga yang terlatih di UGD untuk mengatasi kasus emergency. b. Dokter dan perawat telah mengikuti pelatihan penanganan kegawatdaruratan di rumah sakit.Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1051/MENKES/SK/XI/2008 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) 24 Jam di Rumah Sakit. c. C.

l. Harus mempunyai ruang tunggu untuk keluarga pasien. Melakukan pemeriksaan golongan darah dan uji silang serasi. Ambulans/kendaraan yang membawa pasien harus dapat sampai di depan pintu yang areanya terlindung dari panas dan hujan (catatan: untuk lantai IGD yang tidak sama tinggi dengan jalan ambulans harus membuat ramp). Menyusun perencanaan. i. Memantau reaksi transfusi dan melakukan pelacakan penyebab reaksi transfusi atau kejadian ikutan akibat transfusi darah. penyadapan darah dan uji saring terhadap penyakit Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah (IMLTD). mudah dibersihkan dan memudahkan kontrol kegiatan oleh perawat kepala jaga. dapat menampung korban bencana sesuai dengan kemampuan RS. PEMENUHAN SARANA. Persyaratan Umum Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 22 . Susunan ruang harus sedemikian rupa sehingga arus pasien dapat lancar dan tidak ada “cross infection”. Melakukan penyediaan darah mulai dari seleksi donor. a. Ruang triase harus dapat memuat minimal 2 (dua) brankar. Pembangunan Baru UTD di RS Pembangunan baru Unit Transfusi Darah (UTD) di Rumah Sakit dilaksanakan dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan transfusi darah di rumah sakit khususnya. dan meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit pada umumnya. D. f.c. PRASARANA DAN PERALATAN PELAYANAN DARAH Unit Transfusi Darah (UTD) di Rumah Sakit adalah salah satu instalasi di Rumah Sakit yang bertugas: 1. j. h. Memiliki area khusus parkir ambulans yang bisa menampung lebih dari 2 ambulans (sesuai dengan beban RS). d. Melakukan pendistribusian darah ke bagian/ruangan lain atau Rumah Sakit lain yang membutuhkan. Area dekontaminasi ditempatkan di depan / di luar IGD atau terpisah dengan IGD. Melakukan penyimpanan darah. Melakukan pengerahan dan pelestarian pendonor darah. e. Harus mempunyai pintu masuk dan keluar yang berbeda dengan pintu utama (alur masuk kendaraan/pasien tidak sama dengan alur keluar) kecuali pada klasifikasi IGD level 1 dan 2. Memiliki ruang untuk istirahat petugas (dokter dan perawat) Fasilitas pelayanan kesehatan harus dilengkapi dengan sarana prasarana kebersihan untuk mendukung Gerakan Nasional Bersih Negeriku. Melakukan pemusnahan darah yang tidak layak pakai. g. k. Pintu IGD harus dapat dilalui oleh brankar. Melakukan pencatatan dan pelaporan.

Pembangunan fasilitas UTD di RS mengacu pada persyaratan umum sebagai berikut: 1) 2) 3) 4) 5) 6) Tidak terdapat UTD yang dapat memasok kebutuhan darah aman ke seluruh rumah sakit di kabupaten/kota yang bersangkutan. Terdapat Rumah Sakit Pemerintah di Kabupaten/Kota setempat. Tidak boleh dijadikan sumber PAD, atau profit center di RS karena pelayanan darah harus bersifat nirlaba. Dinas Kesehatan setempat mempunyai sistem pengawasan dan pembinaan pelayanan transfusi darah. Biaya operasional dan pemeliharaan UTD diusulkan oleh RS setempat melalui APBD atau sumber lainnya. Dalam melaksanakan perannya UTD di RS harus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat dalam jejaring pelayanan darah Kabupaten/Kota serta merupakan bagian dari jejaring pelayanan darah provinsinya.

b.

Persyaratan Teknis 1) Luas lahan dan bangunan Luas lahan dan bangunan dari UTD di RS didasarkan pada jenis pelayanan dan kegiatan yang dilaksanakan. Adapun luasan itu adalah:
a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) l) Ruangan pimpinan Ruang tunggu donor sukarela Ruang administrasi dan loket Ruang pemeriksaan/seleksi donor Ruang AFTAP Ruang pemulihan Ruang laboratorium & R.cuci Ruang penyimpanan darah Kamar mandi / WC (2 buah) Ruang jaga Ruang genset/gudang Lorong/Sirkulasi ruangan TOTAL LUAS luas : 9 luas : 9 m2 m2

luas : 7.5 m2 luas : 7.5 m2 luas : 10 m2 luas : 6 luas : 6 luas : 6 m2 m2 m2 luas : 16 m2

luas : 7.5 m2 luas : 7.5 m luas : 8 m2 100 m2

Bila luas lahan tidak memungkinkan, maka pembangunan disesuaikan dengan kondisi setempat dengan tetap memperhatikan kebutuhan minimal pelayanan. Dalam rangka penyelenggaraan UTD di RS, perlu mempertimbangkan kebutuhan bagi laki-laki dan perempuan, antara lain adanya pemisahan visual antara ruang penyadapan darah satu dengan yang lainnya.

2)

Denah dan tata ruang. 23

Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012

Rancangan denah dan tata ruang pada UTD di RS harus mempertimbangkan aksesibilitas dan kemudahan dari kegiatan yang dilaksanakan. Adapun denah dan tata ruang UTD di RS harus memenuhi beberapa persyaratan teknis dari pelayanan kesehatan yang ada, diantaranya: a) Bangunan berada dalam lingkungan/bangunan RS b) Bangunan minimal terdiri/memiliki beberapa ruangan antara lain: (1) ruang administrasi. (2) ruang penyadapan darah. (3) ruang laboratorium. (4) ruang penyimpanan darah dan reagen. (5) ruang cuci. (6) Kamar Mandi/WC. c) Bangunan memiliki sistem supply air yang cukup. d) Bangunan memiliki sistem limbah sesuai standar/dapat bergabung dengan limbah RS. Luas ruang dan denah UTD di RS mengikuti standar yang telah dibuat pada petunjuk teknis DAK. Apabila lahan yang tersedia terbatas, maka dapat menyesuaikan pada keadaan rumah sakit di masing-masing kabupaten/kota, tetapi tetap mengikuti prinsip standar tata ruang. 3) Fasilitas pelayanan kesehatan harus dilengkapi dengan sarana prasarana kebersihan untuk mendukung Gerakan Nasional Bersih Negeriku. Pengalokasian anggaran pembangunan UTD di RS berdasarkan pada Harga Standar Bangunan dan Gedung Negara (HSBGN) yang dikeluarkan oleh PU tahun 2006 dan revisinya. Pada beberapa Kabupaten/Kota yang tidak terdapat alokasi HSBGN dari PU, masih merupakan harga perkiraan berdasarkan pada Kabupaten/Kota terdekat.

4)

2.

Pemenuhan Kebutuhan Peralatan UTD di RS Agar UTD di Rumah Sakit dapat beroperasi dengan peralatan yang memenuhi standar, dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan darah di rumah sakit khususnya dan meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit pada umumnya, maka perlu didukung dengan peralatan UTD yang berkualitas dan memenuhi standar. a. Persyaratan Umum Pemenuhan kebutuhan peralatan UTD di RS mengacu pada persyaratan umum sebagai berikut: 1) Diperuntukkan bagi pembangunan baru UTD di Rumah Sakit

Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012

24

2)

Diperuntukkan bagi pemenuhan peralatan UTD yang telah ada di Rumah Sakit dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan transfusi darah

b.

Persyaratan Teknis 1) Peralatan dan bahan habis pakai untuk UTD di RS a) Peralatan Seleksi Donor:
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Hemoscale Hemoglobinometer Hand sealer Tempat tidur donor Stetoskop dewasa Spygmomanometer air raksa Timbangan badan : 1 unit :1 unit : 2 unit : 2 unit :2 unit : 2 unit : 2 unit

b)

Peralatan Penunjang Laboratorium
(1) (2) (3) (4) (5) Plasma extractor Dry incubator Serological centrifuge Serological rotator Adjustable M/C Micropipete  Ukuran 5 – 50 μl  Ukuran 50 – 200 μl : 1 unit : 1 unit : 1 unit : 1 unit : 1 unit : 1 unit

(6) (7) (8)

Mikroskop binokuler elektrik : 1 unit Peralatan pemeriksaaan uji silang serasi metode gel test / mikroplate : 1 unit Peralatan laboratorium lain : 2 paket (Pasteur pipet plastic, labu semprot, rak tabung, tabung ukuran 12 x 75 mm, tabung ukuran 5 mm, hematokrit tube, beker glass, sarung tangan, lab jas, blood grouping plate, baskom cuci, gunting stainless steel, klem lab, gelas melamin, object glas, micro pipet yellow tipe.)

c)

Peralatan Distribusi: Cool box (1) untuk mobile unit (25-50 ktg) (2) untuk ruangan (2-5 ktg)

: 2 unit : 2 unit

d) e)

Penyimpan Reagen dan Darah (1) Blood bank refrigerator : 1 unit (2) Medical refrigerator : 1 unit Bahan Habis Pakai (2) Kantong darah - Single bag 250 ml/350ml : sesuai kebutuhan - Transfer bag : sesuai kebutuhan (3) Reagen - Anti-HCV : 1 paket - HbsAg : 1 paket - HIV/AIDS : 1 paket - Sifilis : 1 paket - Golongan darah ABO, Rhesus dan Uji silang metode 3 fase dengan bovine Albumin 22% dan coomb serum: 1 paket Reagen untuk pemeriksaan uji silang serasi metode gel test/mikroplate : 1 paket - Larutan CuSO4 dengan BJ 1,053 : 1 paket - NaCl 0,9 % : 1 paket - Cairan desinfectant :1paket(berisi 10

Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012

25

BDRS sebagai bagian dari pelayanan rumah sakit secara keseluruhan berperan sebagai pelaksana dan penanggung jawab pemenuhan kebutuhan darah di rumah sakit melalui jalinan kerjasama dengan UTD setempat sebagai pemasok darah yang aman. Persyaratan Umum Pembangunan fasilitas BDRS mengacu pada persyaratan umum sebagai berikut 1) Terdapat UTD yang dapat memasok kebutuhan darah aman di Kabupaten/Kota setempat.Aquabidest : 1 paket f) Peralatan kantor : 1 paket (Paket terdiri: meja kantor.botol bayclin @ 0. a. meja komputer. 4) Ada komitmen daerah untuk membantu operasionalisasi dan pemeliharaan BDRS melalui APBD. BDRS berperan dalam menjamin terlaksananya sistem pelayanan darah tertutup di Rumah Sakit. Mengingat pelayanan darah mempunyai resiko cukup tinggi. Persyaratan teknis 1) Luas ruang Luas ruang BDRS didasarkan pada jenis ruang kegiatan yang dilaksanakan. white board. komputer. 3) Dinas Kesehatan setempat mempunyai sistem pengawasan dan pembinaan pelayanan transfusi darah. kursi kantor). Adapun luasan itu adalah: a) b) c) Ruang administrasi dan loket penerimaan sampel darah Luas : 5 m2 Ruang laboratorium Ruang penyimpanan darah Luas : 9 m2 Luas : 6 m2 Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 26 . maka peralatan UTD di RS harus memiliki kualitas tinggi dengan jaminan purna jual minimal 3 tahun. b. Pemenuhan peralatan UTD untuk UTD di Rumah Sakit yang baru dibangun melalui dana DAK 2012 ini harus terdiri dari 1 set paket peralatan UTD seperti yang tercantum dalam persyaratan teknis. 3. Fasilitas pelayanan kesehatan harus dilengkapi dengan sarana prasarana kebersihan untuk mendukung Gerakan Nasional Bersih Negeriku. Sedangkan pemenuhan peralatan untuk UTD yang telah ada di RS dapat memilih berdasarkan kebutuhan untuk memenuhi persyaratan teknis peralatan UTD di Rumah Sakit. 2) Terdapat Rumah Sakit Pemerintah di Kabupaten/Kota setempat.5 lt dan 10 botol resiguard @ 1 lt) . printer. BANK DARAH RUMAH SAKIT (BDRS) Sejalan dengan kebijakan Kementerian Kesehatan dalam peningkatan kualitas dan akses pelayanan darah.

labu semprot.d) e) f) g) h) Ruang kepala BDRS & Ruang rapat Ruang jaga petugas Ruang gudang Ruang kamar mandi/WC Lorong Total Luas Luas : 6 m2 Luas : 5 m2 Luas : 3 m2 Luas : 3 m2 Luas : 3 m2 40 m2 2) Denah dan tata ruang Rancangan denah dan tata ruang pada BDRS harus mempertimbangkan aksesibilitas dan kemudahan dari kegiatan yang dilaksanakan. b) Lokasi berada di tempat yang strategis dan mudah dijangkau dari ruang-ruang perawatan dan ruang emergensi serta ruang operasi. sarung tangan. jas laboratorium dan kacamata pelindung.9% 25 vial (@500ml  Reagen golongan darah ABO. 2 c) Luas minimal 40 m dengan cahaya dan ventilasi yang cukup serta ber AC. blood grouping plate. timer. hematokrit tube. sudut lantai melengkung. gunting stainless steel. f) Lantai ruangan ada tanpa sambungan (vinyl). Peralatan BDRS (minimal) a) b) c) d) e) f) g) h) Blood bank refrigerator 1 unit Serological centrifuge 2 unit Serological rotator 1 unit Dry incubator 1 unit Microskop binokuler 1 unit Plasma extractor 1 unit Set peralatan uji silang serasi dengan metode gel 1 unit Peralatan laboratorium lainnya 1 paket (pasteur pipet plastic. tabung uk 5 ml. Rhesus dan Uji silang metode 3 fase dengan bovine albumin 22%dan coomb serum 10 vial (@10cc)  Reagen untuk pemeriksaan uji silang serasi metode gel test /mikroplate : 1 paket  Cairan desinfectant : 1 paket 3) i) j) Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 27 . baskom cuci. d) Fasilitas air mengalir & listrik yang memadai. beker glass. korentang. mikro pipete yellow tipe). genset atau UPS yang mampu mem back up refrigerator agar stabilitas suhu tetap terjaga. rak tabung. tabung uk 12 x 75 mm. klem lab. gelas melamin. Cool box kapasitas 3 – 5 kantong darah 3 unit Bahan habis pakai  coombs control cell 1 vial  NaCl 0. object glass. Adapun denah dan tata ruang BDRS harus memenuhi beberapa persyaratan teknis pelayanan kesehatan yang ada. termasuk ruang administrasi secara terpisah. set alat pemeriksaan uji silang serasi dengan metode gel test. diantaranya: a) Bangunan berada di dalam lingkungan/bangunan RS. e) Tersedia 2 bak cuci yang terdiri dari bak cuci tangan dan bak cuci alat.

e) Telepon + Fax. Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 28 . d) Lemari arsip. Fasilitas pelayanan kesehatan harus dilengkapi dengan sarana prasarana kebersihan untuk mendukung Gerakan Nasional Bersih Negeriku.4) 5) Perlengkapan administrasi a) Meja tulis dan kursi. b) Mesin ketik. c) Komputer dan printer.

Alokasi berdasarkan biaya minimal perkapita obat penduduk miskin kuota Jamkesmas di Kabupaten/Kota dan biaya perkapita obat bagi seluruh penduduk Kabupaten/Kota b. PERSYARATAN UMUM DAN TEKNIS A. dari yang telah disediakan melalui APBN Kementerian Kesehatan RI serta Program Prioritas Kementerian Kesehatan lainnya yang membutuhkan penyediaan obat dan Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 29 . Diare. Menu DAK Subbidang Pelayanan Kefarmasian Tahun 2012 ditujukan untuk mendukung pencapaian ketersediaan obat terutama obat generik dan vaksin di Kabupaten/Kota. Pes. Antraks. terpencil. pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan. perbekalan kesehatan. Persyaratan Umum a. terutama untuk pelayanan kesehatan penduduk miskin dan penduduk di daerah tertinggal. Tuberkolosis. Kecacingan.BAB VI MENU DAK BIDANG KESEHATAN TA 2012 SUBBIDANG PELAYANAN KEFARMASIAN Penyediaan dan pengelolaan obat terutama obat generik dan perbekalan kesehatan adalah bagian dari upaya untuk peningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan dasar. ISPA dan lain-lain) dan Program Gizi dan Kesehatan Ibu Anak (KIA). reagensia dan vaksin skala Kab/Kota (di luar imunisasi dasar) yang digunakan untuk pelayanan kesehatan dasar (PKD) (termasuk Bufferstock Kabupaten/Kota) serta kekurangan obat yang dibutuhkan dalam pelaksanaan Program Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) (Malaria. serta secara tidak langsung mendukung pelayanan kesehatan sekunder dan tersier dalam rangka percepatan penurunan angka kematian ibu dan anak. Kusta. Penyediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan 1. perbaikan status gizi masyarakat. perbatasan dan kepulauan serta daerah bermasalah kesehatan. Meliputi obat generik. Filariasis. Frambusia.

Penyediaan Obat. Pemerintah daerah Kabupaten/Kota menyediakan anggaran pengadaan obat dan perbekes. Persyaratan Teknis a. Membuat usulan Penyediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan yang sesuai daftar obat Pelayanan Kesehatan Dasar dan ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota. c. Dalam pemenuhan kebutuhan Obat terutama Obat Generik dan Perbekalan Kesehatan.A. d. e. daerah diutamakan melakukan penelahaan terhadap penyakit menular atau tidak menular yang memiliki angka kesakitan (morbidity) dan atau angka kematian (mortality) yang tinggi. terutama Obat Generik. 2. reagensia dan vaksin diluar imunisasi dasar hasil penelahaan daerah yang dipergunakan hanya untuk pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas dan Puskesmas Perawatan. biaya operasional serta biaya distribusi obat dan perbekalan kesehatan. Pengalihan alokasi sebagaimana dimaksud dalam butir (c) harus melalui dan dengan persetujuan Menteri Kesehatan cq Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. Penyediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan hanya untuk obat generik.perbekalan kesehatan dan pada saat terjadi bencana/Kejadian Luar Biasa (KLB). c. perbekalan kesehatan. Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 30 . dan Perbekalan Kesehatan dalam DAK Bidang Kesehatan TA 2012 Subbidang Pelayanan Kefarmasian dipergunakan sesuai dengan menu Penyediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan yang terdapat dalam Petunjuk Teknis DAK Bidang Kesehatan T. 2012 dan apabila telah dipenuhinya kebutuhan akan obat dan perbekalan kesehatan di masing-masing Kab/Kota selama 18 bulan dapat diperkenankan pengalihan alokasi anggaran Penyediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan ke kegiatan lainnya dengan batasan masih dalam satu subbidang Pelayanan Kefarmasian dan dilaksanakan sesuai Petunjuk Teknis DAK Bidang Kesehatan TA 2012. b.

perbekalan kesehatan. Membuat surat pernyataan kesanggupan Pelaksanaan Pekerjaan yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota. sertifikat tanah. Proses penyediaan dan penentuan harga Obat dan Perbekalan Kesehatan agar memperhatikan dan mengacu pada Surat Keputusan/Peraturan Menteri Kesehatan terkait Harga Obat.d. Telah mendapat persetujuan Menteri Kesehatan cq. Pembangunan Baru Instalasi Farmasi 1) 2) Kabupaten/Kota yang belum memiliki Instalasi Farmasi. Pemilihan jenis obat. Pembangunan Baru/Rehabilitasi dan Penyediaan Sarana Pendukung Instalasi Farmasi Kab/Kota Hanya dapat dilaksanakan apabila : 1. e. Persyaratan Umum a. Fitofarmaka) dan mendapatkan persetujuan Kepala Dinas Kesehatan. pematangan lahan (pemerataan dan pemadatan) Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 31 . reagensia dan vaksin skala Kabupaten/Kota (diluar imunisasi dasar) mengacu pada Daftar Obat Essensial Nasional (DOEN). Mempunyai lahan yang matang/telah siap bangun (pembebasan. Ketersediaan Obat di Kabupaten/Kota mencukupi 18 bulan atau lebih. serta Surat Edaran Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan perihal Daftar Obat dan Perbekalan Kesehatan untuk Pelayanan Kesehatan Dasar yang berlaku. kecuali Kepala Puskesmas mengajukan usulan kebutuhan obat di luar DOEN atau usulan kebutuhan jamu/obat tradisional (Obat Herbal Terstandar. Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alkes untuk relokasi DAK. f. Vaksin dan Perbekalan Kesehatan untuk Pengadaan Pemerintah serta SK Menkes RI tentang Pedoman Teknis Penyediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan untuk Pelayanan Kesehatan Dasar dan peraturan perundang-undangan serta aturan perubahan dan aturan turunannya yang berlaku. B.

Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 2 2 2 2 2 32 . b. Unit cost masing-masing daerah ditetapkan oleh Dinas PU Pemda setempat dan ditandatangani oleh Kepala Dinas dan diketahui oleh Bupati/Walikota setempat. Penyediaan sarana pendukung Instalasi Farmasi Sarana pendukung Instalasi Farmasi hanya untuk Kabupaten/Kota dengan ketentuan sebagai berikut : 1) 2) 3) Belum memiliki sarana pendukung tersebut Sarana pendukung yang rusak berat Kapasitas sarana pendukung yang tidak memadai (lebih kecil dari kebutuhan) Pengadaan sarana pendukung Instalasi Farmasi dilakukan berdasarkan analisa kebutuhan. Persyaratan Teknis a.merupakan tanggung jawab pemerintah daerah) dengan luas minimal 700 m . Perluasan Instalasi Farmasi Perluasan Instalasi Farmasi Kab/Kota diperuntukkan bagi Instalasi Farmasi Kab/Kota yang memiliki luas penyimpanan kurang dari standar minimal penyimpanan yaitu <500 m . Pembangunan Baru Instalasi Farmasi 1) Luas lahan dan bangunan disesuaikan dengan kebutuhan daerah berupa volume obat dan perbekalan kesehatan yang akan disediakan (minimal luas lahan 700m dan minimal luas bangunan 500m ). e. 2. unit cost (per M ) dan RAB. gambar/blok plan. Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota menyediakan biaya operasional dan biaya pemeliharaan Instalasi Farmasi. d. c. Rehabilitasi Instalasi Farmasi Kebutuhan akan rehabilitasi Instalasi Farmasi diperuntukkan bagi Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota yang mengalami kerusakan berat yang spesifikasinya telah ditentukan oleh Instansi berwenang. pertimbangan operasional serta kondisi dan letak geografis/topografi daerah. 2) Membuat usulan pembangunan dengan melampirkan master plan.

gambar/blok plan. 4) Proses pengadaan rehabilitasi dan perluasan bangunan harus mengacu kepada peraturan perundang-undangan serta aturan perubahan dan aturan turunannya yang berlaku.3) Membuat surat pernyataan kesanggupan Pelaksanaan Pekerjaan yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota. Rehabilitasi dan Perluasan Instalasi Farmasi 1) Rehabilitasi dan Perluasan bangunan disesuaikan dengan kebutuhan daerah berupa luas dan volume obat dan perbekalan kesehatan dari perbekalan kesehatan yang harus disediakan. b. 4) Proses pengadaan pembangunan harus mengacu kepada peraturan perundang-undangan serta aturan perubahan dan aturan turunannya yang berlaku. 5) Denah rehabilitasi tata ruang dan rencana rehabilitasi tata ruang/bangunan agar memperhatikan fungsi sebagai sarana penyimpanan obat publik dan perbekalan kesehatan serta mengacu pada Standar Sarana dan Prasarana di Instalasi Farmasi Provinsi dan Kabupaten/Kota. unit cost (per M ) dan RAB. Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 33 . 2) Membuat usulan rehabilitasi dan perluasan pembangunan dengan melampirkan master plan. 6) Fasilitas pelayanan kesehatan harus dilengkapi dengan sarana prasarana kebersihan untuk mendukung Gerakan Nasional Bersih Negeriku. Unit cost masing-masing daerah ditetapkan oleh Dinas PU Pemda setempat dan ditandatangani oleh Kepala Dinas dan diketahui oleh Bupati/Walikota. 3) Membuat surat pernyataan kesanggupan Pelaksanaan 2 Pekerjaan yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota. 5) Denah tata ruang Rencana tata ruang/bangunan agar memperhatikan fungsi sebagai sarana penyimpanan obat publik dan perbekalan kesehatan serta mengacu pada buku Standar Sarana dan Prasarana di Instalasi Farmasi Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 34 . Printer. Sarana Distribusi yaitu kendaraan Mobil Box Roda Empat dengan memperhatikan kesesuaian demografi wilayah dan dilengkapi dengan coldchain (vaksin cooler) dan lemari narkotika dan psikotropika dengan ukuran sesuai dengan kebutuhan distribusi. Pengadaan Sarana Pendukung Instalasi Farmasi 1) Sarana pendukung Instalasi Farmasi hanya diperbolehkan untuk: Sarana penyimpan yaitu Cold Chain (Vaksin Cooler). Lemari Narkotika dan Psikotropika. 4) Proses pengadaan harus mengacu kepada peraturan dan aturan perundang-undangan serta aturan perubahan turunannya yang berlaku. Sarana Telekomunikasi. 5) Pengadaan sarana pendukung Instalasi Farmasi Kab/Kota disesuaikan dengan kebutuhan. Generatorset. AC split. Rak obat dan Perbekkes. UPS. Handforklift. mengacu pada Standar Sarana dan Prasarana di Instalasi Farmasi Provinsi dan Kabupaten/Kota. Palet. usulan pengadaan sarana pendukung Instalasi Membuat Farmasi dengan melampirkan RAB dan Unit Cost yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota. yaitu Faksimile.c. 3) Membuat surat pernyataan kesanggupan Pelaksanaan Pengadaan yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota. 2) Sarana Pengamanan yaitu Alarm dan Tabung Pemadam Kebakaran. Refrigerator. Sarana Pengolah data yaitu Komputer (PC).

Persyaratan Umum a. Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota menyediakan biaya operasional dan pemeliharaan Instalasi Farmasi. Instalasi Farmasi Gugus Pulau ditujukan kepada Kabupaten/Kota yang memiliki wilayah yang terdiri dari kepulauan dan di salah satu pulau terdapat minimal 2 puskesmas. Pengadaan sarana pendukung Instalasi Farmasi Gugus Pulau/Satelit dilakukan berdasarkan analisa kebutuhan.C. 2) Membuat usulan pembangunan dengan melampirkan master plan. sertifikat tanah. Unit cost masing-masing daerah ditetapkan oleh Dinas PU Pemda setempat dan ditandatangani oleh Kepala Dinas dan diketahui oleh Bupati/Walikota setempat. e. d. pertimbangan operasional serta kondisi dan letak geografis/topografi daerah. Instalasi Farmasi Satelit ditujukan kepada Kabupaten/Kota yang memiliki wilayah luas dan terdapat Puskesmas yang sulit dijangkau. Persyaratan Teknis a. unit cost (per m ) dan RAB. 2 2 2 Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 35 . 1. c. Pembangunan Baru Instalasi Farmasi Gugus Pulau/Satelit dan Penyediaan Sarana Pendukungnya Hanya dapat dilaksanakan apabila : Ketersediaan Obat di Kabupaten/Kota mencukupi 18 bulan atau lebih. pematangan lahan (pemerataan dan pemadatan) merupakan tanggung jawab pemerintah daerah) dengan luas minimal 300 m . Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alkes untuk relokasi DAK. gambar/blok plan. b. Pembangunan Baru Instalasi Farmasi Gugus Pulau/Satelit 1) Luas lahan dan bangunan disesuaikan dengan kebutuhan daerah berupa volume obat dan perbekalan kesehatan yang akan disediakan (minimal luas lahan 300m dan minimal luas bangunan 100m ). Telah mendapat persetujuan Menteri Kesehatan cq. Mempunyai lahan yang matang/telah siap bangun (pembebasan. 2 2.

Rak obat dan Perbekkes. Sarana Pengolah data yaitu Komputer (PC). Handforklift. Sarana Pengamanan yaitu Alarm dan Tabung Pemadam Kebakaran. yaitu Faksimile. UPS. 3) Membuat surat pernyataan kesanggupan Pelaksanaan Pengadaan yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota. Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 . Generatorset. 5) Denah tata ruang Rencana tata ruang/bangunan agar memperhatikan fungsi sebagai sarana penyimpanan obat publik dan perbekalan kesehatan. 4) Proses pengadaan pembangunan harus mengacu kepada peraturan perundang-undangan serta aturan perubahan dan aturan turunannya yang berlaku. 4) Proses pengadaan harus mengacu kepada peraturan dan aturan 36 perundang-undangan serta aturan perubahan turunannya yang berlaku.3) Membuat surat pernyataan kesanggupan Pelaksanaan Pekerjaan yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota. Refrigerator. Pengadaan Sarana Pendukung Instalasi Farmasi Gugus Pulau/Satelit 1) Sarana pendukung Instalasi Farmasi hanya diperbolehkan untuk: Sarana penyimpan yaitu Cold Chain (Vaksin Cooler). b. Sarana Telekomunikasi. usulan pengadaan sarana pendukung Instalasi Membuat Farmasi dengan melampirkan RAB dan Unit Cost yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota. 6) Fasilitas pelayanan kesehatan harus dilengkapi dengan sarana prasarana kebersihan untuk mendukung Gerakan Nasional Bersih Negeriku. Palet. Lemari Narkotika dan Psikotropika. 2) Sarana Distribusi Obat. AC split. Printer.

SK Menkes RI tentang Harga Perbekalan Kesehatan dan Obat Gigi yang berlaku. 4. 6. HK. Peraturan Kepala Badan Pengawas dan Obat dan Makanan RI No. Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 37 . SK Menteri Kesehatan RI tentang Harga Pengadaan Obat anti TuberkolosisFDC.1384 tentang Kriteria dan Tata Laksana Pendaftaran Obat Tradisional. Obat Herbal Terstandar dan Fitofarmaka.41. Keputusan Menteri Kesehatan RI tentang harga Serum dan Vaksin Program Imunisasi. 9.5) Pengadaan sarana pendukung Instalasi Farmasi Gugus Pulau/Satelit disesuaikan dengan kebutuhan. Daftar Obat Essensial Nasional (DOEN) yang berlaku.00. D. Acuan 1. Pedoman Teknis Pengadaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan untuk Pelayanan Kesehatan Dasar. 7. Keputusan Menteri Kesehatan RI Tentang Harga Alkes yang berfungsi sebagai obat bagi pelayanan program kesehatan pemerintah. Surat Edaran Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan perihal Daftar Obat dan Perbekalan Kesehatan untuk Pelayanan Kesehatan Dasar yang berlaku. 8. 10. Standar Sarana dan Prasarana di Instalasi Farmasi Provinsi dan Kabupaten/Kota.05. 5. SK Menteri Kesehatan RI tentang Harga Obat Generik yang berlaku. 2. 3.

output sejauh mana bila memungkinkan sampai outcome dan impact. Selain itu pemantauan untuk mengidentifikasi permasalahan yang muncul dalam pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012. Forum koordinasi untuk menindaklanjuti hasil pemantauan dan atau evaluasi pemanfaatan DAK Bidang Kesehatan. meliputi : kesesuaian antara kegiatan DAK Bidang Kesehatan dengan usulan kegiatan yang ada dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). yaitu: 1. PEMANTAUAN DAN EVALUASI Pemantauan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 merupakan suatu kegiatan untuk memastikan pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan di Provinsi/Kabupaten/Kota tepat waktu dan tepat sasaran sesuai dengan penetapan alokasi DAK Bidang Kesehatan TA 2012 dan Juknis DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012. Review atas laporan triwulan yang disampaikan oleh Gubernur/Bupati/Walikota dan Dinas Kesehatan Provinsi setiap akhir triwulan sesuai dengan format laporan. Evaluasi DAK Bidang Kesehatan merupakan evaluasi terhadap pemanfaatan DAK bidang kesehatan untuk memastikan pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan bermanfaat bagi masyarakat di Provinsi/Kabupaten/Kota mengacu pada tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan pembangunan nasional serta sebagai masukan untuk penyempurnaan kebijakan dan pengelolaan DAK Bidang Kesehatan yang meliputi aspek perencanaan. lokasi. 3. Pemantauan DAK bidang kesehatan dilakukan dengan 3 (tiga) cara. Kunjungan lapangan. dan sasaran pelaksanaan dengan perencanaan. serta realisasi waktu pelaksanaan. kesesuaian pemanfaatan DAK Bidang Kesehatan dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran – Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA-SKPD) dengan petunjuk teknis dan pelaksanaan di lapangan. dan pemanfaatan DAK ke depan. 2. 3. Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 38 . dan Kabupaten/Kota sesuai dengan petunjuk teknis dalam Surat Edaran Bersama (SEB) Menteri Negara PPN/Kepala Bappenas. Forum koordinasi untuk menindaklanjuti hasil review laporan dan atau kunjungan lapangan. pelaksanaan. pengalokasian. proses. Studi evaluasi. EVALUASI DAN PELAPORAN A. Pemantauan dan evaluasi dilakukan oleh Organisasi Pelaksana dan atau Tim Koordinasi di tingkat Pusat. yaitu: 1. Ruang lingkup pemantauan hanya pada aspek teknis. Review atas laporan akhir yang disampaikan oleh Gubernur/Bupati/Walikota setiap akhir tahun sesuai dengan format laporan sesuai dengan format 3. Evaluasi DAK Bidang Kesehatan dilakukan dengan 3 (tiga) cara.BAB VII PEMANTAUAN. 2. yang nantinya digunakan untuk perbaikan perencanaan dan pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2013. Provinsi. Ruang lingkup evaluasi pemanfaatan DAK Bidang Kesehatan meliputi pencapaian sasaran kegiatan DAK berdasarkan input.

c. sesuai dengan SEB tahun 2008 dan Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 2. pelayanan kesehatan rujukan dan pelayanan kefarmasian harus menyampaikan laporan triwulan yang memuat pelaksanaan kegiatan dan penggunaan DAK kepada: 1. yang disampaikan selambat-lambatnya 14 hari setelah akhir triwulan berakhir.07/2011 tentang Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Anggaran Transfer Ke daerah dan PMK Nomor 209/PMK. 3.07/2011 tentang Pedoman Umum dan Alokasi Dana Alokasi Khusus Tahun Anggaran 2012.p Kepala Biro Perencanaan dan Anggaran Kementerian Kesehatan. Menteri Keuangan Penyampaian laporan triwulan pada kegiatan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 dilakukan selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari setelah triwulan yang bersangkutan berakhir (Maret. 1. JENIS PELAPORAN Laporan dari kegiatan pemantauan teknis pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan terdiri: a. Laporan akhir merupakan laporan pelaksanaan akhir tahun. ALUR PELAPORAN Pelaksanaan pelaporan triwulan baik tingkat Kabupaten/Kota maupun tingkat provinsi disampaikan dari SKPD kepada sekretaris daerah. b. sesuai dengan format 1 dan 2. Laporan triwulan. Menteri Kesehatan 2. Laporan triwulan tingkat Kabupaten/Kota dan tingkat provinsi. Laporan triwulan selanjutnya dikirimkan kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan u. Laporan penyerapan DAK disampaikan kepada Menteri Keuangan berdasarkan PMK Nomor 126/PMK. 39 .Menteri Keuangan. Juni. dan Menteri Dalam Negeri Tahun 2008 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemantauan Teknis Pelaksanaan dan Evaluasi Pemanfaatan DAK. PELAPORAN Kepala SKPD penerima DAK Bidang Kesehatan TA 2012 sebagai penanggung jawab anggaran sarana pelayanan kesehatan dasar. Pelaporan triwulan lainnya sesuai dengan Petunjuk Teknis DAK tahun 2012. sesuai dengan format 3. Menteri Dalam Negeri. SKPD Kabupaten/Kota/Provinsi menyampaikan laporan kepada Dinas Kesehatan Provinsi dan selanjutnya Dinas Kesehatan Provinsi melakukan kompilasi terhadap laporan SKPD tersebut. September dan Desember). yang disampaikan dua bulan setelah tahun anggaran berakhir. B. dan selanjutnya sekretaris daerah melakukan kompilasi terhadap laporan SKPD tersebut (SEB Tahun 2008 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemantauan Teknis Pelaksanaan dan Evaluasi Pemanfaatan DAK).

Alur Laporan Triwulan di Tingkat Kabupaten/Kota SKEMA LAPORAN TRIWULAN PELAKSANAAN DI KABUPATEN/KOTA SKPD SEKDA KABUPATEN/ KOTA BUPATI/ WALIKOTA MENTERI KEUANGAN MENTERI DALAM NEGERI DINAS KESEHATAN PROVINSI MENTERI KESEHATAN Bagan 2.Tahun 2012 disampaikan selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari setelah triwulan yang bersangkutan berakhir. Alur Laporan triwulan di tingkat Propinsi Ket : : laporan langsung SEB : laporan langsung SKEMA LAPORAN TRIWULANPELAKSANAAN DI PROPINSI SKPD SEKDA PROVINSI GUBERNUR MENTERI KEUANGAN MENTERI DALAM NEGERI DINAS KESEHATAN PROVINSI MENTERI KESEHATAN Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 Ket : : laporan langsung SEB : laporan langsung 40 . Bagan 1.

LAPORAN REALISASI PENGGUNAAN DAK BIDANG KESEHATAN TA 2012 SARANA PELAYANAN KESEHATAN DASAR DAN PELAYANAN KEFARMASIAN TRIWULAN I/II/III/IV *) Provinsi : Kabupaten/Kota : Perencanaan Kegiatan Pelaksanaan Kegiatan Kesesuaian antara DPASKPD dengan Juknis Fisik (%) 9 Ya Tidak 10 11 12 Permasalahan Kode Masalah **) Upaya Pemecahan Masalah yang diharapkan Jumlah No Jenis Kegiatan Jumlah Satuan DAK (Rp. Jenis obat 1 2.. Kepala Dinas Kesehatan Prov. Juta) 6 7 Jumlah Satuan Keuangan (%) 8 Realisasi 1 2 3 4 II 1 3 Total Mengetahui. Juta) 5 Total (Rp. Dst . 2 Pembangunan baru/Rehabilitasi dan Penyediaan Sarana Pendukung Instalasi Farmasi Kab/Kota Pembangunan baru Instalasi Farmasi gugus pulau/satelit dan Penyediaan sarana Pendukungnya 3 4 Pendamping (Rp. Juta) 1 I 2 PELAYANAN KESEHATAN DASAR Peningkatan pelayanan persalinan normal Peningkatan puskesmas menjadi puskesmas perawatan/mampu PONED Pembangunan puskesmas Poskesdes Pelayanan Kefarmasian Penyediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan 1. 1. Kepala Dinas Kesehatan Kab/Kota Nama NIP Nama NIP Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 41 . Jenis obat 2 3.

 Kolom 5 diisi dengan besarnya alokasi DAK Bidang Kesehatan (termasuk pendamping) untuk masing-masing kegiatan.Petunjuk pengisian :  Kolom 2 diisi dengan jenis kegiatan sesuai dengan juknis  Kolom 3 diisi dengan jumlah kegiatan pada sarana dan prasarana kesehatan.  Kolom 9 diisi dengan persentase fisik sampai dengan triwulan I/II/III/IV *).  Kolom 6 diisi dengan jumlah kegiatan yang terealisasi pada sarana dan prasarana kesehatan.  Kolom 4 diisi dengan satuan dari kolom 3.  Kolom 10 diisi dengan Kesesuaian antara DPA-SKPD dengan Juknis  Kolom 11 diisi dengan kode masalah dibawah ini: Kode Masalah **) 1 Permasalahan terkait dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 2 Permasalahan terkait dengan petunjuk teknis 3 Permasalahan terkait dengan Rencana Kerja dan Anggaran (SKPD) 4 Permasalahan terkait dengan DPA-SKPD 5 Permasalahan terkait dengan SK Penetapan Pelaksanaan Kegiatan 6 Permasalahan terkait dengan Pelaksanaan Tender Pekerjaan Kontrak 7 Permasalahan terkait dengan Persiapan Pekerjaan Swakelola 8 Permasalahan terkait dengan Penerbitan SP2D 9 Permasalahan terkait dengan Pelaksanaan Pekerjaan Kontrak 10 Permasalahan terkait dengan Pelaksanaan Pekerjaan Swakelola Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 42 .  Kolom 7 diisi dengan satuan dari kolom 6  Kolom 8 diisi dengan realisasi penggunaan DAK (termasuk pendamping) untuk masing-masing kegiatan sampai dengan triwulan I/II/III/IV *).

Rehabilitasi ruang maternal/ neonatal c. Peralatan IGD RS UTDRS/BDRS a. Pembangunan baru b. Peralatan PONEK RS IGD RS a. Juta ) 5 T ot al (R p. Peralatan UTD di RS c. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Direktur RS Nama NIP Petunjuk pengisian : Nama NIP Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 43 . BDRS Total 3 4 6 7 8 9 10 11 12 2 3 4 Mengetahui. TT set Peralatan PONEK RS a. Pembangunan Baru UTD di RS b. Ju ta ) Juml Sat Keu ang an (%) Fisik (%) Y a Tidak 1 1 2 Fasilitas TT Kelas III a. Juta ) Pen dam ping (Rp. Penyesuaian Bangunan IGD RS b. Rehabilitasi c. Pembangunan baru b.LAPORAN REALISASI PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG KESEHATAN TAHUN 2012 SARANA PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN TRIWULAN I/II/III/IV *) Provinsi : Kabupaten/Kota : Perencanaan Kegiatan Pelaksanaan Kegiatan Kesesuaian antara DPASKPD dengan Juknis Permasalahan Upaya Pemecahan Masalah yang diharapkan Jumlah N O Realisasi Masal ah Jenis Kegiatan Juml Sat DA K (Rp.

Permasalahan terkait dengan Pelaksanaan Pekerjaan Swakelola Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 44 . Kolom 10 diisi dengan Kesesuaian antara DPA-SKPD dengan Juknis Kolom 11 diisi dengan kode masalah dibawah ini: Kode Masalah 1. Kolom 6 diisi dengan jumlah kegiatan yang terealisasi pada sarana dan prasarana kesehatan. Permasalahan terkait dengan Pelaksanaan Tender Pekerjaan Kontrak 7.          Kolom 2 diisi dengan jenis kegiatan sesuai dengan juknis (untuk pengadaan peralatan laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota disebutkan jenis peralatan yang diperoleh) Kolom 3 diisi dengan jumlah kegiatan pada sarana dan prasarana kesehatan. Permasalahan terkait dengan DPA-SKPD 5. Permasalahan terkait dengan Persiapan Pekerjaan Swakelola 8. Kolom 5 diisi dengan besarnya alokasi DAK Bidang Kesehatan (termasuk pendamping) untuk masing-masing kegiatan. Permasalahan terkait dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 2. Kolom 9 diisi dengan persentase fisik sampai dengan triwulan I/II/III/IV *). Permasalahan terkait dengan Pelaksanaan Pekerjaan Kontrak 10. Kolom 4 diisi dengan satuan dari kolom 3. Permasalahan terkait dengan Penerbitan SP2D 9. Permasalahan terkait dengan petunjuk teknis 3. Permasalahan terkait dengan Rencana Kerja dan Anggaran (SKPD) 4. Permasalahan terkait dengan SK Penetapan Pelaksanaan Kegiatan 6. Kolom 7 diisi dengan satuan dari kolom 6 Kolom 8 diisi dengan realisasi penggunaan DAK (termasuk pendamping) untuk masing-masing kegiatan sampai dengan triwulan I/II/III/IV *).

Penganggaran iii. c. Keberadaan dan peran tim koordinasi ii. Khusus i. Tujuan penulisan laporan II. dan v. Pelaksanaan iv. Proses dan mekanisme koordinasi Per bidang DAK III. Evaluasi b. Umum i. PENUTUP a. HASIL PELAKSANAAN DAK a.SISTEMATIKA LAPORAN AKHIR DANA ALOKASI KHUSUS I. Saran dan masukan daerah b. PENDAHULUAN a. Umum b. IV. Pemantauan. Rekomendasi kebijakan untuk pemerintah pusat 45 . Perencanaan ii. Latar belakang b. Per bidang DAK PERMASALAHAN DAN KENDALA PELAKSANAAN DAK a.

Pemilihan kegiatan DAK Bidang kesehatan seharusnya merupakan bagian program jangka menengah sesuai Renstra Daerah dan Renstra Kementerian Kesehatan. terutama daerah dengan derajat kesehatan yang belum optimal. sehingga warga masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan bermutu. Kepala Daerah bisa memilih satu atau lebih kegiatan sesuai prioritas daerah. ttd. Kegiatan-kegiatan yang bisa didanai dari DAK Bidang Kesehatan 2012 ini sebagaimana diuraikan di atas sifatnya adalah pilihan. APBD kabupaten/kota dan sumber lainnya) sehingga lebih berdaya guna dan berhasil guna. ENDANG RAHAYU SEDYANINGSIH 46 . MENTERI KESEHATAN. Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan 2012 ini merupakan pilihan kegiatan bagi tiap subbidangnya. Selanjutnya dalam pelaksanaan kegiatannya agar disinergikan dengan kegiatan yang bersumber dari pendanaan lainnya (seperti dana tugas pembantuan. subbidang pelayanan kesehatan rujukan dan subbidang pelayanan kefarmasian masing – masing mempunyai beberapa pilihan kegiatan di tiap subbidangnya dan tidak diperkenankan adanya pengalihan anggaran dan kegiatan antar subbidang karena adanya keterikatan dengan Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2012 dan UU APBN 2012. Dimana tiap subbidang pelayanan kesehatan dasar.BAB VIII PENUTUP Petunjuk Teknis ini dibuat untuk dijadikan acuan penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 yang diarahkan untuk kegiatan yang dapat meningkatkan daya jangkau dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di Provinsi/Kabupaten/Kota.

Daerah Tertinggal Suatu daerah kabupaten yang masyarakat serta wilayahnya relatif kurang berkembang dibandingkan daerah lain dalam skala nasional. baik perbatasan darat dan laut. Daerah Kepulauan Suatu gugusan pulau. Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 TI HUS AD BAK A . 5.LAMPIRAN 1 DEFINISI OPERASIONAL 1. 2. 4. persediaan kebutuhan 9 bahan pokok. kekurangan atau keterbatasan prasarana dan sarana perhubungan. 6. Bank Darah Rumah Sakit (BDRS) Unit di rumah sakit yang mempunyai peran dalam mendukung pelayanan darah yang berkualitas di rumah sakit dengan sistem satu pintu. Daerah Terpencil Kecamatan atau desa yang karena letak dan atau kondisi alam memiliki kesulitan. termasuk bagian pulau dan perairan di antara pulau pulau tersebut. BOR (Bed Occupancy Rate) kelas III RS Persentase pemanfaatan tempat tidur di kelas III untuk pelayanan rawat inap pasien miskin/tidak mampu di rumah sakit dalam kurun waktu tertentu. Fitofarmaka Sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan uji klinik. SLTP serta kebutuhan sekunder lain. Daerah Perbatasan Daerah dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berbatasan langsung dengan wilayah kedaulatan negara tetangga. bahan baku dan produk jadinya telah distandarisasi 8. fungsi dan tanggungjawab antara perempuan dan laki-laki yang merupakan hasil konstruksi sosial budaya dan dapat berubah sesuai dengan perkembangan zaman dan dukungan masyarakat itu sendiri. Gender Pandangan masyarakat tentang perbedaan peran. yang menimbulkan kesulitan bagi penduduk yang tinggal di wilayah tersebut. 7. 3. pelayanan kesehatan. dan lain-lain wujud alamiah yang hubungannya satu sama lain demikian eratnya.

ekonomi. 36 Tahun 2009 pasal 30 ayat 2a). Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang berada di Kabupaten/Kota dan merupakan UPTD pemerintah Kabupaten/Kota setempat. Jamu Obat Tradisional Indonesia 11. Obat Herbal Terstandar Sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan uji klinik. yang secara turun-temurun telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman. 16. 15. 17. sediaan sarian (galenik) atau campuran dari bahan tersebut. sosial. Peningkatan TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK A . bahan mineral. Keadilan gender mengantar ke kesetaraan gender 12. bahan baku dan produk jadinya telah distandarisasi. 10. Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota Suatu unit pengelola obat dan perbekalan kesehatan di kabupaten/kota untuk mendukung ketersediaan obat dalam pelayanan kesehatan dasar. Kesetaraan Gender Perempuan dan laki-laki menikmati status yang sama dan memiliki kondisi yang sama untuk menggunakan hak-haknya dan kemampuannya secara penuh dalam memberikan kontribusinya kepada pembangunan politik. 13. 14. bahan hewan. dan budaya.9. Obat Tradisional Bahan atau ramuan yang berupa bahan tumbuhan.(sesuai UU No. Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama (Pelayanan Kesehatan Primer/Dasar) Pelayanan kesehatan yang diberikan oleh fasilitas pelayanan kesehatan dasar. Keadilan Gender Langkah-langkah yang diperlukan untuk menghentikan berbagai hal yang secara sosial dan menurut sejarah telah menghambat perempuan dan lakilaki untuk bisa berperan dan menikmati hasil dari peran yang dimainkannya.

 Menggunakan Jamban Sehat. Perluasan Penambahan ukuran dan/atau penambahan ruangan untuk peningkatan fungsi pelayanan. Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dibentuk di desa dalam rangka mendekatkan/menyediakan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat desa. Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 TI HUS AD BAK A .  Bayi Diberi Asi Eksklusif.  Mencuci Tangan Dengan Air Bersih Dan Sabun. Apabila dalam rumah tangga tersebut tidak ada ibu yang melahirkan.  Memberantas Jentik Di Rumah Sekali Seminggu. 20. Pondok Bersalin Desa (Polindes) Bentuk Upaya Kesehatan Bersumber-daya Masyarakat (UKBM) yang didirikan dengan bantuan pemerintah atau masyarakat atas dasar musyawarah untuk memberikan pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak/Keluarga Berencana (KIA/KB)serta pelayanan kesehatan lainnya yang sesuai dengan kemampuan bidan. Ditjen Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2008.  Menggunakan Air Bersih. Peralatan kesehatan menjadi Peralatan dasar minimal (medis dan non medis) untuk Puskesmas dan jaringannya sebagaimana mengacu pada buku Pedoman Peralatan.  Balita Ditimbang Setiap Bulan. 22. 18. Dan  Tidak Merokok Di dalam rumah. 21. 23. yang meliputi 10 indikator yaitu :  Pertolongan Persalinan Oleh Tenaga Kesehatan. sebagai contoh: Pustu Puskesmas atau Puskesmas menjadi Puskesmas perawatan.  Melakukan Aktivitas Fisik Setiap Hari. tidak ada bayi dan tidak ada Balita.Peningkatan status Puskesmas.  Makan Sayur Dan Buah Setiap Hari. termasuk kelengkapan/sarana pendukungnya. maka pengertian rumah tangga berPHBS adalah rumah tangga yang memenuhi 7 indikator. 19. Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah rumah tangga yang seluruh anggotanya berperilaku hidup bersih dan sehat.

Ditjen. baik yang datang sendiri atau atas rujukan kader/masyarakat. 29. Puskesmas PONED dapat melakukan pengelolaan kasus dengan komplikasi tertentu sesuai dengan tingkat kewenangan dan kemampuannya atau melakukan rujukan ke Rumah Sakit. Puskesmas Pembantu Unit pelayanan kesehatan sederhana yang merupakan bagian integral dari Puskesmas yang melaksanakan sebagian tugas Puskesmas. Depkes RI. Bidan di desa dan Puskesmas non perawatan. Puskesmas Perawatan Puskesmas yang dilengkapi dengan fasilitas perawatan berfungsi sebagai rujukan antara dan dapat melaksanakan tindakan pra rujukan (bila diperlukan). 27. nifas dan bayi baru lahir di Puskesmas (mengacu pada buku Pedoman Peralatan Puskesmas. bidan dan perawat terlatih PONED dan mampu memberikan pelayanan langsung terhadap ibu hamil/ibu bersalin. 28. Puskesmas Unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja. PONED Kit Peralatan yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan program/ pelayanan kesehatan terhadap ibu hamil/ibu bersalin. 24.Pos pembinaan terpadu PTM (Posbindu PTM) adalah kegiatan yang diselenggarakan secara terintegrasi (“di-Poskan”) oleh kelompok aktif masyarakat dalam upaya preventif dan promotif pengendalian PTM. Pulau Terluar Pulau dengan luas area kurang atau dengan 2000 Km (dua ribu kilometer persegi) yang memiliki titik-titik dasar koordinat geografis yang menghubungkan garis pangkal laut kepulauan sesuai dengan hukum internasional dan nasional. Rehabilitasi Upaya memperbaikikerusakan bangunan yang terjadi agar bangunan dapat berfungsi dengan baik sebagaimana mestinya. 2008) 30. ibu nifas dan bayi baru lahir. 2 TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK A . sebelum dirujuk ke institusi rujukan. Bina Kesmas. 25. 26. Puskesmas PONED Puskesmas perawatan yang memiliki Dokter.

kebutuhan dan aspirasi yang berbeda antara laki-laki dan perempuan. Sarana pendukung Fasilitas/alat-alat untuk mendukung terselenggaranya suatu kegiatan. Emergency dan Komprehensif) Rumah Sakit siap PONEK 24 jam adalah Rumah Sakit yang menyelenggarakan pelayanan kedaruratan maternal dan neonatal secara komprehensif dan terintegrasi selama 24 jam. SPGDT (Sistem Penanganan Gawat Darurat Terpadu) TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK A . baik struktural maupun non struktural yang apabila setelah diperbaiki masih dapat berfungsi dengan baik sebagaimana mestinya. Perawat/Bidan yang bertugas di Puskesmas. 33. 34. 38. Sensitif Gender Kemampuan untuk memberikan perhatian secara konsisten dan sistematis untuk melihat perbedaan kebutuhan perempuan dan laki-laki dalam upaya mencapai keadilan gender 39. Rumah Dinas Rumah yang diperuntukkan bagi Dokter/Dokter Gigi. Sarana dan Prasarana yang Responsif Gender Sarana prasarana peralatan kesehatan yang mengakomodasikan permasalahan. Ruang Persalinan Suatu ruangan/tempat yang digunakan untuk melakukan pertolongan persalinan pada ibu melahirkan dan penanganan bayi baru lahir.31. Rusak Berat Kerusakan berat adalah kerusakan pada sebagian besar komponen bangunan. 36. Penentuan tingkat kerusakan adalah setelah berkonsultasi dengan instansi teknis setempat yang bertanggung jawab terhadap pembinaan bangunan gedung. 37. Rumah Sakit Siap PONEK (Pelayanan Obstetri. 35. Neonatal. yang disertai upaya menghapus hambatan-hambatan struktural dalam mencapai kesetaraan 32. Responsif Gender Perhatian yang konsisten dan sistematis terhadap perbedaan-perbedaan perempuan dan laki-laki di dalam masyarakat.

selama dalam transpor).Sistem penanganan penderita gawat darurat pra RS (di tengah masyarakat. RS (Instalasi Gawat Darurat/IGD-High Care Unit/HCU-Intensive Care Unit/ICU-kamar jenazah) dan antar RS. Poskesdes. 40. Puskesmas. Unit Transfusi Darah di Rumah Sakit (UTD di RS) Salah satu instalasi di RS yang mempunyai peran sebagai penyedia darah transfusi yang aman (lulus skreening IMLTD/Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah) TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK A .

LAMPIRAN 2 STANDAR PERALATAN DAN LOGISTIK POS KESEHATAN DESA (POSKESDES) Peralatan dan logistik Pos Kesehatan Desa meliputi peralatan medis. obat. 14 F Alat pemasang IUD Alat pengait IUD Gunting bedah standar lurus Gunting bedah standar lurus ujung tajam/tajam Gunting bedah standar lurus ujung tajam/tumpul Gunting bedah standar lurus ujung tumpul/tumpul Kateter karet No.5 TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK A . Lee Alat resusitasi tabung dan sungkup/ resusitator infant Nasogastric tube no. 14 (Nelathon) steril Kateter logam no.5 cm Pinset anatomis 18 cm Semprit glycerin 30 cc Surgical hand brush terbuat dari nylon Sonde uterus Sterilisator Celemek plastik (short) panjang 52 inchi Perlak tebal lunak (200x90 cm) Sarung tangan ukuran 5.7 & 7. 12 untuk wanita Klem tampon uterus 25 cm (bozeman) Klem tampon uterus 25 cm (schroder) Korentang lengkung penjepit alat steril 23 cm (Cheattle) Korentang penjepit sponge (Forester) Pinset anatomis 14.6. bahan habis pakai. 10 (Nelathon) steril Kateter karet No. dan alat penyuluhan. Adapun peralatan dan logistik minimal yang harus ada di Pos Kesehatan Desa adalah sebagai berikut: No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 Nama Alat Bidan kit Meja gynekologi Meteran Palu pengukur reflex Pelvimeter obstetrik pengukur panggul Spekulum vagina (cocor bebek ukuran besar) Spekulum vagina (cocor bebek ukuran sedang) Spekulum vagina (cocor bebek ukuran kecil) Stetoskop dupleks dewasa Foetal Stetoskop pinnard monorial alumunium Sudip lidah panjang Tensimeter Tensimeter manset anak Termometer klinis Termometer bayi ARI timer Pipet tetes 3 ml plastic Alat pengisap lendir Dr. peralatan non medis.

7 & 7. 26 G pak isi 10 Spuit disposible 1 cc Spuit disposible 2.6. 12 Duk kain katun 60x60 cm steril Funduscope kayu/ foetal stetoscope Gunting episiotomi 14 cm Gunting operasi lurus 14 cm.43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 Sarung tangan sebatas siku ukuran 5.5 Baki logam tempat alat steril Mangkok untuk larutan Meja instrumen alat Hemoglobin set (Sahli) Silinder korentang steril 17 cm Standart Waskom Torniquet karet Waskom bengkok (Nier-bekken) 12 cm Waskom cekung 36 cm Waskom cuci 40 cm Tiang infuse Pompa Payudara untuk ASI Doppler Timbangan injak dewasa 136 kg Timbangan dacin 25 kg Timbangan bayi Timbangan dewasa + tinggi badan Alat pengukur panjang badan bayi type caliper Infus set pediatric pak isi 10 Vena cateter for infant no. tajam/tumpul Jumlah 1 2 1 1 1 1 1 2 1 10 2 1 1 1 TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 .5 cc Tempat tidur periksa Tempat tidur tindakan (persalinan) Tempat tidur pasien rawat inap Boks bayi Selimut bayi Lemari alat Lemari arsip Meja biro Kursi Bangku tunggu Tempat tidur periksa 1. Bidan Kit No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 BAK A Nama Alat Apron plastik tebal Alat pengisap lendir Dr.5 cm (expired date minimum 3 tahun) Kateter disposible No. Lee ARI timer untuk bayi standar Unicef Autoclik device Baby scale 7 kg + celana Bak instrumen 509 (21x11x4.5 cm) Blood lancet 28 G Bowel metal 12 cm Catgut plain 2/0. 1.

5 Selimut bayi Senter besar Setengah kocker ss 14 cm Sheet plastik tebal Sikat tangan dari nylon halus Tensimeter Spiritus lamp sumbu 2 Spuit disposible 1 cc Spuit disposible 3 cc Stetoskop duplex dewasa + 1 membran + 1 ps ear loop Termometer bayi axilla Termometer digital 8 detik Timbangan bayi 20 kg Timbangan dewasa 130 kg Ukuran lengan ibu hamil Umbilical cord klem bahan nylon Tas bidan kit Tas partus kit Selimut bayi Wing Needle No. 23 & 25 G 1 1 1 1 5 5 5 5 1 2 1 5 2 2 5 2 1 1 1 1 30 ps 2 1 1 2 1 1 1 1 box 1 box 1 1 1 1 1 1 10 1 TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK A . 6. GT 12 Infusion set dewasa Infusion set paediatric IV catheter no 18 G IV catheter no.5.5 m Mucous suction (pengisap lendir) Nasogastric tube no.15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 Gunting tali pusat 16 cm HB Talquis book Hechting Nald. 14 F Needle holder Mayo 14 cm Nelathon catheter no. stainless Meteran/ metline 1. 26 untuk bayi Jarum disposible 23 G. box/ 100 Kocker lurus 16 cm. 7. 12 steril Nier-bekken 20 cm stainless Pinset anatomi 14 cm stainless Pinset bedah 14 cm stainless Pinset bedah 18 cm stainless Resusitator bayi standart : Balon resusitasi untuk bayi baru lahir (tidak boleh melebihi 750ml) Sungkup bertepi dengan bantalan nomor 0 (BBLR) dan nomor 1 (bayi cukup bulan) Sarung tangan bedah no. GR 12 Hechting Nald. 7.

LAMPIRAN 3 DAFTAR 183 KABUPATEN TERTINGGAL No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 Provinsi ACEH ACEH ACEH ACEH ACEH ACEH ACEH ACEH ACEH ACEH ACEH ACEH Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Bengkulu Bengkulu Bengkulu Bengkulu Bengkulu Bengkulu Lampung Lampung Lampung Lampung Bangka Belitung Nama Kabupaten Simelue Aceh Singkil Aceh Selatan Aceh Timur Aceh Barat Aceh Besar Aceh Barat Daya Gayo Lues Nagan Raya Aceh Jaya Bener Meriah Pidie Jaya Nias Barat Nias Utara Nias Tapanuli Tengah Nias Selatan Pakpak Barat Kepualauan Mentawai Pesisir Selatan Solok Sawahlunto/ Sijunjung Padang Parian Solok Selatan Dharmas Raya Pasaman Barat Ogan Komering Ilir Lahat Musi Rawas Banyu Asin OKU Selatan Ogan Ilir Empat Lawang Kaur Seluma Muko-Muko Lebong Kepahiang Bengkulu Tengah Pesawaran Lampung Barat Lampung Utara Way Kanan Bangka Selatan No 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 Provinsi Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Kalimantan Timur Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Utara Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara Gorontalo Gorontalo Gorontalo Sulawesi Barat Sulawesi Barat Sulawesi Barat Sulawesi Barat Sulawesi Barat Maluku Maluku Maluku Nama Kabupaten Kayong Utara Seruyan Barito Kuala Hulu Sungai Utara Kutai Barat Malinau Nunukan Kepulauan Sangihe Kepulauan Talaud Kepulauan Sitaro Banggai Kepulauan Banggai Morowali Poso Donggala ToliToli Buol Parigi Moutong Tojo Una-Una Sigi Selayar Jeneponto Pangkejene Kepulauan Toraja Utara Buton Muna Konawe Konawe Selatan Bombana Wakatobi Kolaka Utara Konawe Utara Buton Utara Gorontalo Utara Boalemo Pohuwato Majene Polewali Mandar Mamasa Mamuju Mamuju Utara Maluku Tenggara Barat Maluku Tengah Buru TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK A .

45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 Kepulauan Riau Kepulauan Riau Jawa Barat Jawa Barat Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Banten Banten NTB NTB NTB NTB NTB NTB NTB NTB NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Natuna Anambas Sukabumi Garut Bondowoso Situbondo Bangkalan Sampang Pamekasan Pandeglang Lebak Lombok Barat Lombok Tengah Lombok Timur Dompu Bima Sumbawa Barat Lombok Utara Sumbawa Nagekeo Sumba Tengah Sumba Barat Daya Manggarai Timur Sabu Raijua Sumba Barat Sumba Timur Kupang Timor Tengah Selatan Timor Tengah Utara Belu Alor Lembata Flores Timur Sikka Ende Ngada Manggarai Rote Ndao Manggarai Barat Sambas Bengkayang Landak Sanggau Ketapang Sintang Kapuas Hulu Sekadau Melawi 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 Maluku Maluku Maluku Maluku Maluku Maluku Utara Maluku Utara Maluku Utara Maluku Utara Maluku Utara Maluku Utara Maluku Utara Papua Barat Papua Barat Papua Barat Papua Barat Papua Barat Papua Barat Papua Barat Papua Barat Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Kepulauan Aru Seram Bagian Barat Seram Bagian Timur Maluku Barat Daya Buru Selatan Halmahera Barat Halmahera Tengah Kepulauan Sula Halmahera Selatan Halmahera Utara Halmahera Timur Morotai Kaimana Teluk Wondama Teluk Bintuni Sorong Selatan Sorong Raja Ampat Tambrau Maybrat Merauke Jayawijaya Nabire Biak Numfor Paniai Puncak Jaya Mimika Boven Digoel Mappi Asmat Yahukimo Pegunungan Bintang Tolikara Sarmi Keerom Yapen Waropen Supiori Mamberamo Raya Lany Jaya Mamberamo Tengah Nduga Yalimo Puncak Dogiyai Deiyai Intan Jaya TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK A .

33 LS 97.12 LU 118.01.10.50.41.14 BT 01.34.52 BT PDDK Ada Tdk 1 1 2 3 4 Karimun Anak Pelampong Subi Kecil MALAYSIA SINGAPURA MALAYSIA 1 1 1 6 Nusakambangan AUSTRALIA 1 10 11 12 13 14 15 16 17 Mantehage Makalehi Kawaluso Kawio Marore Miangas Marampit Kakarutan MALAYSIA PHILIPINA PHILIPINA PHILIPINA PHILIPINA PHILIPINA PHILIPINA PHILIPINA 1 1 1 1 1 1 1 1 TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK A .09. LU 126.41 BT 04.51 BT 02.55 BT 1 LAUT LEPAS 05.43.37.47 LU 124.53 BT 1 1 TIMOR LESTE 08.41 LU 103.58 BT 03.09.46.41 BT 04.47.02.23.15.50 LS 125.44.51.14 LU 125.02.34.06 LU 125.00 BT 07.34 BT 1 NEGARA BATAS LAUT LEPAS TITIK KOORDINAT 00.18 LU 127.45.LAMPIRAN 4 DAFTAR NAMA PULAU-PULAU TERLUAR BERPENDUDUK RI YANG BERBATASAN DENGAN NEGARA TETANGGA NO NAMA PULAU Simuk KAB /PROV Sumut Nias Selatan Kep Riau Karimun Batam Natuna Bengkulu 5 Enggano Bengkulu Utara Jateng Cilacap NTT 7 Alor Alor Kaltim 8 9 Maratua Sebatik Berau Nunukan Sulut Minahasa Utara Sitaro Sangihe Sangihe Sangihe Talaud Talaud Talaud MALAYSIA MALAYSIA 02.28 BT 04.07.15 LU 125.00 BT 01.44.36 LU 127.14.05 LS 109.59 BT 04.08.07.59 LU 103.31.38.18.54 BT 04.54.40.16 LU 125.13.51 LU 108.13 LS 102.25.00 LS 117.28.16.20 BT 01.42 BT 05.09.05.32 BT 04.

57 BT 01. Mapia) Bepondi Liki Kolepon Supiori Supiori Sarmi Merauke PALAU ZEE.34.02 BT 08.34.54.13.50 BT 08.54 LS 134.30.32.59.06.49.16.58.32 BT 08.34.14.26 LS 131.21.16 LS 132.52 BT 07.49 LS 137.31 BT 08.S .20 LS 127.10 BT 00. Aru Irjabar NEGARA BATAS MALAYSIA TITIK KOORDINAT 00.53 BT 06.10.18.38 LS 135.55 LU 120.17 LS 131.50 LS 126 28.10 LS 127.14.24 BT PDDK Ada 1 Tdk 18 Lingayan 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Asutubun Selaru Marsela Metimarang Larat Leti Kisar Wetar Liran Panambulai Kultubai selatan AUSTRALIA AUSTRALIA AUSTRALIA AUSTRALIA AUSTRALIA TIMOR LESTE TIMOR LESTE TIMOR LESTE TIMOR LESTE AUSTRALIA AUSTRALIA 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 30 Fani Raja Ampat Papua PALAU 1 31 32 33 34 Bras (pp.19.42.27 BT 01.N O NAMA PULAU KAB /PROV Sulteng Toli-Toli Maluku MTB MTB MTB MTB MTB MTB MTB MTB MTB Kep.07 LS 131.57 BT 08.BT 00.43.08 LU 130.08.29 LS 129.50 BT 08.26 LS 138.52 BT 06.41.07.36 BT 07.26 LS 134. Aru Kep.PASIPIK PNG AUSTRALIA 1 1 1 1 TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK A .42.56.14 BT 00.49 BT 08.03.09.09 LS 128.23.49.20.47.26 LS 138.37.12.12.

LAMPIRAN 5 DAFTAR 101 PUSKESMAS PRIORITAS PROGRAM YANKES DTPK STATUS TT Non TT JML Keterangan NO PRO PINSI KABUPATEN KECAMATAN NAMA PUSKESMAS 1 SUMUT Nias Selatan Pulau-Pulau Batu Pulau Tello 1 1 Pulau terluar 2 KEPRI Natuna Pulau Laut Subi Serasan Pulau Laut Subi* Serasan 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Pbtsn & PPKT Perbatasan Karimun Tebing Batam Belakang Padang 3 BENGKULU Bengkulu Utara Enggano Enggano 1 1 Pulau terluar Blk Padang 1 1 Pulau terluar Tebing 1 1 Pulau terluar 4 KALBAR Sambas Paloh Sajingan Besar Paloh Sajingan 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Sanggau Entikong Sekayam Sintang Ketungan Hulu Ketungan Tengah Kapuas Hulu Nanga Kantuk Sei Antu Badau Desa Sepandan Nanga Kantuk Puring Kencana Badau Lanjak Ba Martinus 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Senaning Merakai 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Entikong Balai Karangan 1 1 1 1 TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK A .

NO PROPINSI KABUPATEN KECAMATAN NAMA PUSKESMAS STATUS TT Non TT JML Keterangan Bengkayang Seluas Jagoi Babang 5 KALTIM Kutai Barat Long Apari Long Pahangai Malinau Kayan Hulu Kayan hilir Pujungan Kayan Selatan Bahau Hulu Nunukan Krayan Krayan Selatan Lumbis Nunukan Sebatik Sebatik Sebatik Sebuku Berau (*) Maratua 6 SULUT Kep.Pujungan Long Ampung Long Alango 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Tiong Ohang Long Pahangai 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Siding Jagoi Babang 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK A . Talaud Miangas Karatung(*) Dapalan (*) Gemeh Minahasa Utara Sangihe Kendahe Sitaro 7 SULTENG Toli-Toli Dampal Utara Ogutua 1 1 Pulau terluar Tabukan Utara Siau Barat Kendahe Marore Ondong 1 1 1 1 1 1 Pulau terluar Pulau terluar Wori Gemeh(*) Kakorutan Wori 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Pbtsn & PPKT Pbtsn & PPKT Pbtsn & PPKT Pulau terluar Maratua 1 1 Pulau terluar Long Bawan Long Ayu Mansalong Nunukan Setabu (*) Aji Kuning(*) Sei Nyamuk(*) Pembeliangan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Pbtsn & PPKT Pbtsn & PPKT Pbtsn & PPKT Perbatasan Lg.Nawang Data Dian Lg.

Terselatan Wetar Marsela Lelang Serwaru Wonreli Ilwaki 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Pulau terluar Pulau terluar Pulau terluar Pulau terluar Pulau terluar Saumlaki Adaut Namtabung Larat 1 1 1 1 1 1 1 1 Pulau terluar Pulau terluar Pulau terluar Pulau terluar TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK A .NO PROPINSI KABUPATEN KECAMATAN NAMA PUSKESMAS STATUS TT Non TT JML Keterangan 8 NTT Kupang Amfoang Utara Amfoang Timur TTU Miomafo Barat Miomafo Barat Miomafo Timur Miomafo Timur Miomafo Barat Insana Utara Belu Tasifeto Timur Lamaknen Lamaknen Tasifeto Barat Kobalima Raihat Kakuluk Mesak Kakuluk Mesak Raimanuk Alor Alor Selatan Alor Timur Alor Barat Daya Mataru Padang Alang Maritaing Buraga Kalunan 1 1 1 1 1 1 1 1 Pulau terluar Pulau terluar Pulau terluar Pulau terluar Wedomu Weluli Nualain Laktutus Alas Haekesak Silawan Haliwen Webora 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Eban Tasinifu Nunpene Bitefa Oeolo Wini 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Naikliu Noelpoi 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan 9 MALUKU MTB Tanimbar Selatan Selaru Selaru Tanimbar Utara MBD Babar Timur Mdona Hiera Lemola Pp.

NO PROPINSI KABUPATEN KECAMATAN NAMA PUSKESMAS STATUS TT Non TT 1 JML Keterangan 1 Pulau terluar Wetar Kepulauan Aru Aru Tengah Aru Tengah 10 MALUT Halmahera Utara Ustutun Koijabi Meisiang 1 1 1 1 Pulau terluar Pulau terluar Sopi Wayabula Bere-bere 11 PAPUA Jayapura(Kota) Koya Sarmi Sarmi Merauke Ulilin Bupul Sota Rimba Jaya Kimaam Supiori (*) Supiori Barat Supiori Timur Peg. Bintang Oksibil Iwur Batom Boven Digoel Mindiptanah Waropko Towe Hitam Keerom Waris Senggi Ubrub 12 Papua Barat Raja Ampat Dorekar Sabarmiokre Sorendoweri 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Perbatasan 1 1 Perbatasan 1 1 Pulau terluar 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Pulau terluar 1 1 1 1 Pulau terluar Pulau terluar 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan 1 1 TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK A .

Laryngoscop b. Endo Tracheal Tube d. Infuse set untuk dewasa dan bayi (microdrip set) e. Intraosseus needle f. I. Pulse oxymeter b. Tracheostomy set g. Nasopharyngeal tube/Mayo tube e. Masker oksigen f. Manset untuk infusion pressure g. Suction unit (elektrik dan manual) f.V cathether d. Nasal canule oksigen e.LAMPIRAN 6 PERALATAN LIFE SAVING PUSKESMAS TERPENCIL/SANGAT TERPENCIL DI DAERAH TERTINGGAL PERBATASAN DAN KEPULAUAN NO 1 JENIS Airway Management NAMA ALAT UKURAN a. Bag Mask Valve (Ambu bag) untuk dewasa dan anak c. Film viewer (melihat foto X-ray) 3 Circulation Management a. Oksigen tabung b. Stylet c. Regulator untuk tabung oksigen dan flowmeter d. Tensimeter & stetoskop semua ukuran semua ukuran semua ukuran besar dan kecil berbagai ukuran dewasa dan anak berbagai ukuran berbagai ukuran TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK A . Needle Cricothyrotomi set 2 Breathing Management a. Peralatan untuk vena sectie (minor surgery set) c.

Pneumosplint d. Curretage set d. Antipiretik j. Magnesium sulfat h. Alat sterilisator sederhana f. Xylocain d. Amidaron e. Speculum b. Vaccum Extractie Set e. Cairan kristaloid. TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK A . koloid 5 Set Bedah/Trauma a. Lampu emergensi (batere) berbagai ukuran semua ukuran 6 Set untuk Pertolongan Kelahiran a. Collar neck/collar splint c. Tampon f. Anti Konvulsan g. Anti Hipertensi f. Penghangat Bayi Sumber : Tim Pelatih Penanggulangan Penderita Gawat Darurat (PPGD)/General Emergency Life Support (GELS) bagi Tim Puskesmas di Daerah Tertinggal Perbatasan dan Kepulauan. Epinephrine b. Partus set c.NO 4 JENIS Drug for Emergency NAMA ALAT UKURAN Tidak termasuk yang dibiayai DAK a. Sulfas atropine c. Long spine board/short spine board e. Analgetik i. Minosurgery set termasuk tempat peralatannya b.

dan pencahayaan alami secukupnya (bovenlicht). Ruangan tersebut di atas khusus untuk dokter/bidan dan pasien (ibu melahirkan dan nifas) TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK A .LAMPIRAN 8 RUANG PERSALINAN PUSKESMAS NON PERAWATAN 4.750 Ruang tersebut harus mempunyai ventilasi yang baik (cross ventilation).000 4 8 9 5 4.500 6 7 1 3 11 2 1.750 10 1.

Wastafel . Meja dokter/bidan 9.2 (dua) tempat tidur . Electrical & Plumbing) . Tempat tidur kebidanan 2.Lampu TL Baret . dinding. Lemari obat 7. Meja instrumen Lampu 4.Keterangan : 1.2 (dua) bed side Cabinet .Meja ½ Biro Lantai.Boks bayi .Lemari simpan Alkes/ obat . Kloset Peralatan Alat Kesehatan Bangunan Arsitektur Alat Perkantoran . Lemari alat Saklar 8. Tempat tidur pemulihan Wastafel 6. Kursi Garis putus – putus = gordyn 10. Plafond. Bak mandi 11.Kursi dokter .Meja perawatan bayi baru lahir/resusitasi .Stop kontak . mengacu pada bangunan khusus tindakan medik Struktur MEP (Mechanical. Box bayi 5.KM/WC (duduk/jongkok) TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK A . Meja perawatan bayi baru lahir/resusitasi 3.Alat medik set .

Penampang Segitiga Jarum Jahit Uterus (Martin) Kateter. 18 Cm (Mayo-Hegar) Klem/Penjepit Porsio. Logam Untuk Wanita No. Karet No. 10 (Nelaton) Kateter. Penjepit Sponge (Foerster) Perforator (Naegele) Pinset Anatomis. 14 (Nelaton) Kateter. 12 Klem Arteri 14 Cm (Kocher) Klem Tampon Uterus.5 Cm) Gunting Tali Pusar (13.5 Cm Pinset Anatomis.5 Cm) Gunting operasi lurus 14 Cm. Ginekologi.5 Cm Pinset Bedah. Selang Penghisap Lendir Bayi Kateter. 14. 18 Cm Sonde Uterus/Penduga Meja Instrumen/Alat HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK A . 12 (Nelaton) Kateter. 25 Cm (Schroder) Korentang. Karet No. 7/16 Lingkaran. 18 Cm Pinset Bedah. 25 Cm (Bozemann) Klem/Pemegang Jarum Jahit. 14. tajam/ tumpul Jarum jahit. Karet No.LAMPIRAN 9 PERALATAN PUSKESMAS NON RAWAT INAP SET PERALATAN BERSALIN Nomor Nama Alat Kode D-12 D-13 D-26 D-27 D-28 M-7 M-8 M-18 M-30 M-16 M-37 M-45 M-58 M-59 M-60 M-61 M-62 M-69 M-71 M-72 M-77 M-79 M-93 M-95 M-96 M-98 M-99 M-135 U-37 TI Nomor Urut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Jumlah 1 1 2 5 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 2 1 1 2 3 1 2 2 2 2 1 1 Nomor Gambar 9a 10 20a 20a 20a 205 205 208 217 207 223 228 233 234 234 234 235 240 242 243 248 250 263 265 265 266 266 293 118 Manset Anak Dengan Pengait Meja Ginekologi Spekulum Vagina (Cocor bebek) Besar Spekulum Vagina (Cocor bebek) Kecil Spekulum Vagina (Cocor bebek) Sedang Benang Cat Gut (15 M) Benang Sutera (100 M) Gunting Episiotomi (Barun-Stadler) (14.

12) Jarum suntik. 3 CC Disposible Syringe. Disposible (No. Bertutup Lampu senter Untuk pemeriksaan urine/ Urinometer Peralatan Immunisasi Hemoglobinometer Set (Sahli) Termometer for Infant Resusitator for Infant Tabung/Sungkup Resusitator Jumlah 1 1 1 12 12 12 12 5 5 5 5 1 3 3 3 3 3 6 1 Set 1 1 1 2 1 1 Set 1 1 1 1 1 Nomor Gambar 129 142 13 126 259 112 188 159 TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK A . Disposible (No. 10 CC Disposible Syringe.14) Jarum suntik. 1 CC Disposible Syringe. Disposible (No. Tunggal Waskom Cekung Pelvimeter Obstetri Jarum suntik.20) Disposible Syringe.02) Jarum suntik. Disposible (No.Nomor Urut 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 54 55 56 57 58 59 60 Nomor Kode U-55 U-73 D-16 M-148 M-149 M-150 M-151 M-146 M-144 M-145 M-147 U-52 U-26 S-22-24 S-25 S-21 S-11 S-16 S-32 S-33 U-83 M-137 W-15 U-31 L-47 M-159 L-10 D-44 U-75 U-77 Nama Alat Standar Waskom. 5 CC Silinder Tabung/ Tempat Korintang Sperei Sarung tangan Selimut Sarung bantal Handuk Waslap Formulir Askep/ Kebidanan Alat Tulis Tromol untuk alat steril Sterilisator Tempat sampah basah dan kering.

Nomor Urut 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 Nomor Kode M-156 U-81 M-58 U-54 S-4 U-44 D-40 D-41 D-17 U2 D-53 Nama Alat Klem Tali Pusat Lampu sorot Penghisap lendir Standar Infus Celemek Pompa payudara Timbangan bayi Timbangan dewasa Pengukur panjang bayi Bak logam untuk alat steril Pengukur LILA Jumlah 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 Nomor Gambar 233 128 190 123 29 30 101 TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK A .

27/MEN/XII/2008 tentang Peningkatan Pemberian Air Susu Ibu Selama Waktu Kerja di Tempat Kerja. 6) termos/coolbox dan ice pack atau tas dengan pendingin. meja dan kursi. maka pembangunan disesuaikan dengan kondisi setempat dengan tetap memperhatikan kebutuhan minimal pelayanan. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Menteri Kesehatan Nomor 48/Men. lemari penyimpanan. TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK A . 3) lemari pendingin yang hanya khusus untuk menyimpan ASI. Manfaat ruang dan peralatan memerah ASI  Ruangan dan Peralatan tersebut di atas dapat berfungsi sebagai media praktek untuk sosialisasi atau penyuluhan kepada ibu pasca bersalin atau pengunjung Puskesmas yang harus tetap melaksanakan program ASI Eksklusif meskipun ibu bekerja di luar rumah.  Peralatan Kesehatan (peralatan standar untuk memerah ASI) Untuk mempercepat peningkatan cakupan pemberian ASI Eksklusif agar di Puskesmas menyediakan Peralatan untuk memerah ASI yang standar yang terdiri: 1) alat memerah ASI (pompa). Acuan untuk pelaksanaan adalah Peraturan Bersama Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan. 4) alat sterilisasi botol. 5) dispenser air panas.PP/XII/2008.LAMPIRAN 10 POJOK ASI EKSKLUSIF  Luas Lahan dan Bangunan Apabila tidak tersedia ruangan maka dilakukan penambahan ruangan untuk 2 Pojok ASI Eksklusif secara khusus dengan ukuran minimal 3 x 4 M yang dilengkapi dengan wastafel.  Peralatan memerah ASI tesebut juga dapat dipakai untuk karyawan Puskesmas dan sekitarnya maupun pengunjung Puskesmas untuk memerah ASI secara nyaman dan aman. Bila luas lahan yang tersedia tidak memungkinkan. Nomor PER. 2) botol penyimpan ASI.

Persyaratan Umum Dapur merupakan ruang yang digunakan untuk mengolah masakan dari bahan mentah menjadi bahan jadi. 2. Persyaratan Teknis Denah dapur dengan luas 3 m x 3 m. masak dan distribusi. B C A A H D D P I N T U E G Keterangan: TI F Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 HUS AD BAK A .LAMPIRAN 11 DAPUR GIZI PADA PUSKESMAS PERAWATAN 1. mulai dari persiapan. Ruang tersebut harus mempunyai ventilasi yang baik (cross ventilation) dan pencahayaan alami yang maksimal (jendela dan bovenlicht).

A. Meja Persiapan B. Bak cuci C. Kompor D. Rak piring E. Kulkas 2 pintu, bila listrik memungkinkan F. Meja pembagian makanan / distribusi makanan G. Tempat pembuatan makanan bayi dan Anak H. Tempat sampah : Alur Penyelenggaraaan Makan

Catatan :  Pintu dapur memiliki akses langsung ke luar, untuk memudahkan distribusi bahan makanan mentah dan matang.  Letak lemari gantung - diatas meja pembagian/ distribusi makanan. - Diatas rak piring  Ventilasi/ jendela harus cukup  Pintu 2 lapis (lapisan luar dari kawat kasa), lebih baik yang dapat menutup secara otomatis
Peralatan Alat kesehatan Set alat dapur/ gizi (peralatan dapur)  Lemari simpan  Rak Arsitektur Bangunan Lantai, dinding, plafond mengacu bangunan umum. Furniture MEP (Mekanikal,    Stop kontak 2 buah Lampu TL Baret Washbasin pada

Elektrikal & Plumbing)

TI

HUS

AD

Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012

BAK

A

Peralatan dapur:
NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 NO
TI

NAMA ALAT Lemari penyimpan makanan Rak piring Kompor gas Tabung gas tanpa isi Dandang/ risopan Panci ukuran sedang Panci ukuran besar Wajan ukuran sedang Wajan ukuran besar Termos air panas Gelas ukur Mangkuk sayur Piring makan Gelas minum Baskom Sendok makan Garpu makan Sendok kecil Teko air minum Tempat air minum Sendok sayur Sodet Timbangan kue Parutan Pisau dapur Talenan Tutup dan tatakan gelas Saringan santan/ kelapa Saringan the NAMA ALAT
HUS
AD
BAK A

UKURAN Lemari 2 pintu, susun 4, ukuran 150X90 cm Tertutup, kaca dof, 4 pintu (2 sekat) teflon 2 sumbu, selang gas dan tutup pengaman Besi, ukuran standar 15 kg Allumunium, diameter 34 cm Allumunium, diameter 36 cm Allumunium, diameter 38 cm Stainless steel, diameter 36 cm Stainless steel, diameter 38 cm Plastik tebal, volume 1,5 liter Kaca tahan panas, diameter 10 cm Melamin, diameter 20 cm Melamin, diameter 22 cm Melamin, diameter 8 cm Stainless steel, diameter 34 cm Stainless steel Stainless steel Stainless steel Allumunium, diameter 24 cm Plastik tebal, volume 10 liter Stainless steel, diameter 9 cm, tangkai 27 cm Stainless steel, diameter 9 cm, tangkai 27 cm Ukuran 2 kg Stainless baja Kayu, ukuran 20x25 cm Melamin, diameter 7 cm Stainless steel, diameter 20 cm Plastik, diameter 10 cm UKURAN

JML 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 1 2 2 3 1 3 2 2 2 4 JML

SAT Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Lusin Lusin Lusin Buah Lusin Lusin Lusin Buah Buah Buah Buah Buah buah Buah Buah Lusin Buah Buah SAT

Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012

30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42

Piring kecil datar Piring kue cekung Ember Serbet makan Cobek dan ulekannnya Bak cuci piring 2 lubang Serok Baki/ nampan Tempat sampah 15 liter + tutup Loyang aluminium Baskom diameter 20 cm Baskom diameter 35 cm Baskom diameter 50 cm

Melamin, diameter 10 cm Melamin, diameter 10 cm Plastik, diameter 30 cm Kain, ukuran 40x40 Batu Stainless steel Stainless steel Stainless steel Plastik Aluminium Plastik Plastik Plastik

3 2 2 12 2 1 2 2 2 2 1 1 1

Lusin Lusin buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah

Bila Listrik memungkinkan, dapat ditambah penyediaan peralatan sebagai berikut : 43 44 45 46 47 48 Kulkas 2 pintu Blender Rice cooker Oven Mixer dengan dududkan Bakaran roti 1 pintu, dilengakapi dengan frizer Standar Stainless steel, dalam teflon Stainless steel Plastik , stainless steel stainless steel (oven toaster) RUANG KONSULTASI GIZI 1. Sarana : a. Ruang Konseling yang strategis (minimal 2 X 2.5 m 2) b. Lemari, kursi , meja c. Lemari buku Peralatan a. b. c. d. e. f. g. h. i. Komputer dan printer Software Nutriclin Timbangan Injak dan Timbangan Bayi Microtice Length Board Pita LILA Food Model Leaflet Form Anamnesa 1 1 1 1 1 1 Buah Buah buah buah buah buah

2.

TI

HUS

AD

Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012

BAK

A

JENIS PELAYANAN minimal untuk minimal untuk minimal untuk minimal untuk Level IV Memberikan pelayanan sbb: 1. Pelayanan Instalasi Gawat Darurat Level II sebagai standar Rumah Sakit Kelas C. Target pencapaian STANDAR INSTALASI GAWAT DARURAT Rumah Sakit secara nasional adalah maksimal 5 tahun dari tanggal penetapan SK. b. 2. b.B. c. Diagnosis & penanganan Permasalahan pada A. KLASIFIKASI Klasifikasi Pelayanan Instalasi Gawat Darurat terdiri dari: a. TARGET PENCAPAIAN STANDAR: a. Pelayanan Instalasi Gawat Darurat Level I sebagai standar Rumah Sakit Kelas D. 3.C Level II Memberikan pelayanan sbb: 1.LAMPIRAN STANDAR INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RUMAH SAKIT (Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 856/Menkes/SK/IX/2009) 12 Berbagai nama untuk unit/instalsi pelayanan gawat darurat di rumah sakit diseragamkan menjadi INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) 1.B. Pelayanan Instalasi Gawat Darurat Level IV sebagai standar Rumah Sakit Kelas A. c. Rencana pencapaian dan penerapan STANDAR INSTALASI GAWAT DARURAT Rumah Sakit dilaksanakan secara bertahap berdasarkan pada analisis kemampuan dan potensi daerah. Setiap Rumah Sakit dapat menentukan target pencapaian lebih cepat dari target maksimal capaian secara nasional.C dgn TI Level III Memberikan pelayanan sbb: 1. d. Pelayanan Instalasi Gawat Darurat Level III sebagai standar Rumah Sakit Kelas B. Dianosis & penanganan: Permasalahan pd jalan nafas Level I Memberikan pelayanan sbb: 1. Diagnosis & penanganan : Permasalahan pd A. Dianosis & penanganan: Permasalahan pd A: jalan HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK A .

Anak. SUMBER DAYA MANUSIA IGD Level IV Kualifikasi Tenaga  Semua jenis on call Dokter Spesialis  4 Besar + Anastes i on site. Penggunaan obat. Penggunaan obat. Observasi HCU/ R ResusitasiICU 4. EKG.alat lengkap tmsk ventilator 2. elakukan stabilisasi dan evakuasi M 4. defibrilasi 3. defibrilasi (observasi HCU) 3. Bedah sito nafas (airway problem).  Bedah. Bedah sito dengan alat yg lebih lengkap tmsk ventilator 2. Penggunaan obat. defibrilasi 3. Penilaian disability.Obsgin. Penilaian disability. B: ventilasi pernafasan (breathing problem) dan C sirkulasi pembuluh darah (circulation problem) 4. EKG. Bedah sito (airway problem). (dokter spesialis lain on call) - On site 24 jam (RS Pendidikan) On site 24 jam On site 24 jam On site HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK A . ventilasi pernafasan (breathing problem) dan sirkulasi 2.Obsgin. Penyakit Dalam on site Dalam on call.  (dr Spesiali s lain on call) Dokter PPDS On site 24 jam Dokter Umum On site (+pelatihan 24 jam Dokter Subspesialis TI Level III Level II Level I - - -  Bedah. HCU/resusitasi 4. EKG. Penyakit Anak. Penilaian disability.

dapat menampung korban bencana sesuai dengan kemampuan RS.kegawat daruratan) GELS. Lokasi gedung harus berada dibagian depan RS. Harus mempunyai pintu masuk dan keluar yang berbeda dengan pintu utama (alur masuk kendaraan/pasien tidak sama dengan alur keluar) kecuali pada klasifikasi IGD level 1 dan 2. Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 3) 4) 5) 6) 7) TI HUS AD BAK A .ATLS. Pintu IGD harus dapat dilalui oleh brankar. Memiliki area khusus parkir ambulans yang bisa menampung lebih dari 2 ambulans (sesuai dengan beban RS). dll Perawat Kepala S1 DIII (+Emergency Nursing) Perawat (+Pelatihan Emergency Nursing) Non Medis Bagian Keuangan Kamtib(24jam) Pekarya(24jam) 24 jam Jam kerja / Diluar jam kerja On site 24 jam Jam kerja / diluar jam kerja Jam kerja Jam Kerja On site 24 jam On site 24 jam On site 24 jam On site 24 jam On site 24 jam On site 24 jam On site 24 jam 5. ACLS. KETENTUAN UMUM SARANA a. Ketentuan umum Fisik Bangunan: 1) 2) Luas bangunan IGD disesuaikan dengan beban kerja RS dengan memperhitungkan kemungkinan penanganan korban massal/bencana. Ambulans/kendaraan yang membawa pasien harus dapat sampai di depan pintu yang areanya terlindung dari panas dan hujan (catatan: untuk lantai IGD yang tidak sama tinggi dengan jalan ambulans harus membuat ramp). Susunan ruang harus sedemikian rupa sehingga arus pasien dapat lancar dan tidak ada “cross infection”. mudah dibersihkan dan memudahkan kontrol kegiatan oleh perawat kepala jaga. mudah dijangkau oleh masyarakat dengan tanda–tanda yang jelas dari dalam dan dari luar Rumah sakit.

Tindakan . Mempunyai ruang tunggu untuk keluarga pasien.Toilet .Rekam Medik LEVEL 4 LEVEL 3 LEVEL 2 LEVEL 1 KET + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + Bisa bergabung dengan ruangan lain Tergantung IT Sistem c. R. Resusitasi b. R.Anak . R.ATM .Non Bedah / Medical .Kafetaria . R.Kebidanan + + + + + + + +/- - 2 + + + + + + + + + + + + Bisa bergabung Bisa bergabung TI HUS AD Bagi IGD yg berada dekat c. Triase d.8) 9) 10) 11) 12) Area dekontaminasi ditempatkan di depan / di luar IGD atau terpisah dengan IGD.Bedah . Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK A .Keamanan b.Tlpn Umum . Administrasi . R.Keuangan . Informasi dan Komunikasi RUANG TINDAKAN a. Apotik 24 Jam tersedia dekat IGD.Informasi . Penyimpanan Strecher e. Ruang triase harus dapat memuat minimal 2 (dua) brankar.Pendaftaran pasien baru/rawat . R. b. R. R. + +/+/+/industri harus Dekontaminasi memiliki ruang ini. Sarana No 1 KELAS / RUANG RUANG PENERIMAAN a. Memiliki ruang untuk istirahat petugas (dokter dan perawat). Tunggu (Public Area) .

3 RUANG OPERASI + + +/- Bisa bergabung atau terpisah dan dapat diakses 24 jam 4 RUANG OBSERVASI + + + Bisa bergabung dengan ruangan lain 5 RUANG KHUSUS a. Pediatric . Luka Bakar c. Intermediate / HCU . Neonatus b. R. KELAS No /RUANG A. R. Cardiac . Isolasi + + + + + + + + + +/+/+/+/+/- + - - Bisa bergabung atau terpisah dan dapat diakses 24 jam c. RUANG TINDAKAN 1 Ruang Resusitasi  Nasopharingeal tube  Oropharingeal tube  Laringoscope set Anak  Laringoscope set Dewasa 4 + + 3 + + 2 + + 1 + + LEVEL LEVEL LEVEL LEVEL KET Minimal 2 Rasio (Cross Sectional) (perlu dibuatkan form) + + + + PERALATAN MEDIS + + + + + + + + + + + + + + + + Minimal 1 setiap no Minimal 1 setiap no Minimal 1 setiap no Minimal 1 setiap no TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK A . R. Fasilitas / Prasarana Medis Fasilitas dan penunjang yang harus tersedia selain ditentukan oleh kelas IGD rumah sakit dan jumlah kasus yang di tangani. RUANG TRIASE  Kit Pemeriksaan Sederhana  Brankar Penerimaan Pasien  Pembuatan rekam medik khusus  Label (pada saat korban massal) B. Umum . Hemodialisis d.

 Nasotrakheal tube  Orotracheal  Suction  Tracheostomi set  Bag Valve Mask (Dewasa/Anak)  Kanul Oksigen  Oksigen mask (D/A)  Chest Tube  Crico / Trakheostomi  Ventilator Transport  Vital Sign Monitor  Infusion pump  Syringe pump  ECG  Vena Section  Defibririlator  Gluko stick  Stetoskop  Termometer  Nebulizer  Oksigen Medis / Consentrators  Warmer Imobilization Set  Neck Collar  Splint  Long Spine Board  Scoop Strecher  Kendrik Extrication Deviice (KED)  Urine Bag  NGT  Wound Toilet Set + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + +/+/+/+/+ + + + + + + + +/+ + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + Minimal 1 setiap no Minimal 1 setiap no Sesuai jumlah TT Minimal 1 setiap no Minimal 1 setiap no Sesuai jumlah TT Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Sesuai jumlah TT 2 s/d 3 tiap TT Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Rasio 1:1 TT di IGD Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 set Minimal 1 set Minimal 1 set Minimal 1 set Minimal 1 set / TT Minimal 1 set Minimal 1 set TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK A .

TT + + + +  Trombolitik + + + +  Amiodaron (inotropik) + + + +  APD : Masker . Sarungtgn + + + +  Mannitol  Furosmide + + + +  APD : Sarung Tangan Ruang Tindakan Bedah ALAT MEDIS Minimal 3 Minimal 3 Minimal 1 Minim  Meja Operasi / al 1 tempat tidur tindakan Minimal 10 Minimal 10 Minimal 10 Minim  Dressing set al 10 Minimal 10 Minimal 10 Minimal 10 Minim  Infusion Set al 10 Selalu Tersedia dalam jumlah yang cukup di IGD tanpa harus di resepkan  Vena Section set  Torakosintetis set  Metal kauter  Film Viewer TI AD BAK A Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 - Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 HUS .KELAS No /RUANG LEVEL 4 LEVEL 3 LEVEL 2 LEVEL KET 1 2 OBAT – OBATAN DAN ALAT HABIS PAKAI + + + +  Cairan Infus Koloid + + + +  Cairan Infus Kristaloid + + + +  Cairan Infus Dextrose + + + +  Adrenalin + + + +  Sulpat Atropin + + + +  Kortikosteroid + + + +  Lidokain + + + +  Dextrose 50% + + + +  Aminophilin + + + +  Pethidin + + + +  Morfin + + + +  Anti convulsion + + + +  Dopamin + + + +  Dobutamin + + + +  ATS .

 Tiang Infus  Lampu operasi  Thermometer  Stetoskop  Suction  Sterilisator  Bidai  Splint Minimal 6 Minimal 3 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 6 Minimal 3 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minim al 2 Minim al 1 Minim al 1 Minim al 1 Minim al 1 Minim al 1 Minim al 1 Minim al 1 No  KELAS /RUANG LEVEL 4 LEVEL 3 LEVEL 2 LEVEL 1 KET OBAT-OBATAN DAN ALAT HABIS PAKAI  Analgetik +  Antiseptik +  Cairan + kristaloid  Lidokain +  Wound + dressing  Alat-alat anti + septic  ATS +  Anti Bisa Ular +  Anti Rabies +  Benang jarum +  .Ruang Tindakan Medik PERALATAN MEDIS Minimal  Kumbah 1 Lambung Set Minimal  EKG TI + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + Selalu tersedia dalam jumlah yang cukup di Ruang Tindakan Bedah tanpa harus di resepkan 3 Minimal 1 Minimal Minimal 1 Minimal Minimal 1 Minimal HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK A .

 Kursi Periksa  Irigatoreriksaan  Nebulizer  Suction  Oksigen Medis  NGT  Syrine Pump  Infusion Pump  Jarum Spinal  Lampu Kepala  Bronchoscopy  Opthalmoscop  Otoscope set  Slit Lamp  Tiang Infus  Tempat Tidur  Film Viewer 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 2 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 2 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 2 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK A .

No KELAS /RUANG                            LEVEL 4 LEVEL 3 LEVEL 2 LEVEL 1 KET OBAT – OBATAN DAN BAHAN MEDIS HABIS PAKAI + + + + SA + + + + Aminophilin + + + + Dopamin + + + + Kristaloid + + + + Cairan Infus Koloid + + + + Cairan Infus Kristaloid + + + + Cairan Infus Dextrose + + + + Adrenalin + + + + Sulpat Atropin + + + + Kortikosteroid + + + + Lidokain Selalu tersedia + + + + Dextrose 50% dalam jumlah yang + + + + Aminophilin / cukup di Ruang 2 blokker Tindakan Bedah + + + + Pethidin tanpa harus di + + + + Morfin resepkan + + + + Anti convulsion + + + + Dopamin + + + + Anti convulsion + + + + Dopamin + + + + Dobutamin + + + + ATS + + + + Trombolitik + + + + Amiodaron (inotropik) + + + + APD : Masker + + + + Mannitol + + + + Furosmide + + + + APD : Sarung Tangan Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 TI HUS AD BAK A .

No KELAS /RUANG LEVEL 4 LEVEL 3 LEVEL 2 LEVEL 1 KET 4 Ruang Tindakan Bayi & Anak PERALATAN MEDIS  Inkubator Minimal Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 1  Tiang Infus Minimal Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 1  Tempat Minimal Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Tidur 1  Film Minimal Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Viewer 1  Suction Minimal Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 1  Oksigen Minimal Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 1 OBAT – OBATAN DAN BAHAN MEDIS HABIS PAKAI + + + +  Stesolid + + + +  Mikro drips Tersedia set dlm jumlah yang cukup + + + +  Intra Osseus set 5 Ruang Tindakan Kebidanan PERALATAN MEDIS Minimal 1 /  Kuret Set Minimal 1  Partus set  Suction bayi  Meja Ginekologi  Meja Partus  Vacuum set  Forcep set  CTG  Resusitasi set Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 bergabung Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK A .

 Doppler  Suction Bayi baru lahir  Laennec  Tiang Infus  Tempat Tidur  Film Viewer Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung OBAT-OBATAN  Uterotonika  Prostaglandin + + + + + + + + Tersedia dalam jumlah yang cukup TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK A .

 Oksigen + + +/.6 TI HUS AD Ruang Operasi (R.terutama untuk keadaan Cito. Persiapan dan Kamar Operasi) A.Tindakan /operasi yang dilakukan  Brankar + + +/. bukan elektif 1 1 1 Minimal Minimal Minimal  Set sectiosesaria 1 1 1 Minimal Minimal  Set Bedah anak 1 1 Minimal Minimal  Set Vascular 1 1 Minimal Minimal  Torakosintetis set 1 1 Minimal Minimal  Set Neurosurgery 1 1 Minimal Minimal  Set orthopedic 1 1 Minimal Minimal  Set urologi 1 1 Emergency Minimal Minimal  Set Bedah Plastik 1 1 Emergency Minimal Minimal  Set Laparoscopy 1 1 Minimal Minimal  Endoscopy surgery 1 1 Minimal Minimal Minimal  Laringoscop 1 1 1 Minimal Minimal Minimal  BVM Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK A .bukan elektif  Suction + + +/ Linen B. KAMAR OPERASI Minimal Minimal Minimal  Meja Operasi 1 1 1 Minimal Minimal Minimal  Mesin Anastesi 1 1 1 Minimal Minimal Minimal  Alat regional 1 1 1  Anestesi Minimal Minimal Minimal  Lampu 1 1 1 (mobile/statis) Minimal Minimal Minimal  Pulse Oximeter 1 1 1 Minimal Minimal Minimal  Vital Sign Monitor 1 1 1 Minimal Minimal Minimal  Meja Instrumen 1 1 1 Minimal Minimal Minimal  Suction 1 1 1 Minimal Minimal  C-arm 1 1 Minimal Minimal Minimal  Film Viewer 1 1 1 Minimal Minimal Minimal  Set Bedah dasar 1 1 1 Minimal Minimal Minimal  Set laparatomi 1 1 1 Tindakan yang dilakukan terutama Minimal Minimal Minimal  Set Apendiktomi untuk keadaan Cito. RUANG PERSIAPAN  Ruang ganti + + +/.

Ruang Radiologi Minimal 1  Mobile X-ray Minimal 1  Mobile USG Minimal 2  Apron Timbal Minimal 1  CT Scan Tersedia  MRI 1 Minimal 1  Automatic Film Processor Minimal 1  Film Viewer 2. RUANG PENUNJANG MEDIS 1. Bank Darah (BDRS)  BMHP (Bahan Medis Habis Pakai) 4. Lab. Ruang Sterilisasi TI Minimal 1 Minimal 1 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 +/- Bisa bergabung/ tersendiri dan dapat diakses 24 jam + + + + +/- + + + +/- + + + - Bisa bergabung/ tersendiri dan dapat diakses 24 jam + + + + bisa bergabung + + Dapat diakses 24 jam HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK A . Defibrilator 1 Minimal 1 1 Minimal 1 Minimal 2 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 LEVEL 3 1 Minimal 1 Minima l2 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Tindakan yang dilakukan terutama untuk keadaan Cito. Ruang Laboratorium a. RUANG RECOVERY Minimal  Infusion pump 2 Minimal  Syringe pump 2 Minimal  Bed side Monitor 1 Minimal  Suction 1 Minimal  Tiang infuse 1 Minimal  Infusion set 1 Minimal  Oxygen Line 1 KELAS/ NO RUANG LEVEL 4 LEVEL 2 LEVEL KET 1 C. Khusus 3. bukan elektif C. Standar +  Lab. Lab. Rutin +  Elektrolit +  Kimia Darah +  Analisa Gas Darah +  CKMB (jantung) b.

Gas Medis : N2O +  Tabung Gas +  Sentral D. RUANG PENUNJANG NON MEDIS 1. Alat Komunikasi Eksternal +  Fix +  Mobile +  Radio medik 3. Alat Komunikasi Internal +  Fix +  Mobile +  Radio medik 2. Alat Administrasi +  Komputer +  Mesin ketik +  Alat kantor +  Meubelair +  Papan Tulis + + + + + + + +/- + + + +/- Minimal 1 Minimal 1 + +/+ + +/+ + +/+/+ +/+ + +/+/+ +/+ + + + + + +/+ + + + +/+ + + TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 BAK A .+  Basah +  Autoclave 5. Alat Rumah Tangga Tersedia 4.

Lampiran 7 Peralatan Puskesmas PONED 1.5 3 4 No. 1 5 8 1 1 1 1 2 1 1 unit buah buah buah buah buah buah Bahan : Plastik 2 1 2 buah kotak buah Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 . Komponen Maternal Jumla Satuan h 0 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 2 buah 2 buah 2 buah 1 buah 1 1 1 1 1 1 2 2 1 2 buah unit buah buah buah unit unit unit buah buah No A 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 B 1 2 3 4 5 6 C 1 2 3 4 5 6 7 8 D 1 2 3 4 5 6 7 E 1 2 3 Pencegahan Infeksi Kacamata/ goggle Masker Apron Penanganan Emergensi Dewasa Pemeriksaan Ginekologi Pemeriksaan Umum Alat Meja instrumen 2 rak Bak Instrumen tertutup kecil Bak Instrumen tertutup medium Bak Instrumen tertutup besar (Obsgin) Tromol kasa Nierbekken/ Kidney disk Nierbekken/ Kidney disk Timbangan injak dewasa Standar infus Lampu periksa Halogen Tensimeter/ sphygmomanometer dewasa Stetoskop dupleks dewasa Termometer klinik (elektrik) Tabung oksigen + Regulator Masker oksigen + Kanula nasal Tempat tidur periksa (examination bed) Rak alat serbaguna Penutup baki rak alat serbaguna Pemeriksaan Obstetri Meteran/ metline Pita pengukur lengan atas (LILA) Stetoskop janin Pinard/ Laenec Pocket Fetal Hearth Rate Monitor (Doppler) Tempat tidur untuk persalinan (Partus bed) Plastik alas tidur Ukuran * * * diameter sekitar 27 cm ukuran 23 cm ukuran 30 cm sekitar 430 x 320 x 70 mm ketinggian dapat diatur sekitar 105 .5 meter 1 1 1 1 2 1 buah buah buah unit unit buah Klem kasa (korentang) Tempat klem kasa (korentang) Spekulum Sims Spekulum Sims Spekulum Sims Spekulum cocor bebek Grave Spekulum cocor bebek Grave Spekulum cocor bebek Grave Kecil Medium Besar Kecil Medium Besar 2 2 1 1 1 1 1 1 buah buah buah buah buah buah buah buah Kit resusitasi dewasa Endotracheal tube dewasa Endotracheal tube dewasa Endotracheal tube dewasa Stilet untuk pemasangan ETT Nasogastric tube dewasa Nasogastric tube dewasa 2.185 cm manset dewasa * 1 m3 Dewasa * 1.

44 minimal volume 20 liter Jumla Satuan h 2 pasang 2 1 1 1 3 buah buah buah buah buah * * * Persalinan Normal Tong/ ember dengan kran Sikat alat Perebus instrumen (Destilasi Tingkat Tinggi) Sterilisator kering Tempat sampah tertutup sekitar 40 x 60 x 80 cm Setengah Kocher Gunting episiotomi Gunting talipusat Gunting benang Pinset anatomis Pinset sirurgis Needle holder Nelaton kateter Jarum jahit tajam (cutting) Jarum jahit tajam (cutting) 14 cm 14 cm 16 cm 14 cm 14 cm 14 cm 14 cm 14 cm 9 11 4 4 4 4 4 4 4 4 1 1 buah buah buah buah buah buah buah buah amplop amplop Ekstraktor Vakum Manual 1 unit Aspirator Vakum Manual Waskom Penatalaksanaan Perdarahan Pasca Salin Klem Kelly/ Klem Kocher lurus Klem Fenster/ Klem Ovum * Needle holder * Pinset anatomis * Pinset sirurgis Insersi dan ekstraksi AKDR Mangkok iodin Tenakulum Schroeder Klem kasa lurus (sponge foster straight) Gunting Mayo CVD Aligator ekstraktor AKDR Klem penarik benang AKDR Sonde uterus Sims sekitar 206 x 96 x 104 mm diameter 40 cm 1 2 unit unit 25 cm 25 cm 18 cm 18 cm 18 cm 1 4 2 1 1 buah buah buah buah buah 10 cm 1 1 1 1 1 1 1 buah buah buah buah buah buah buah Hemoglobin meter elektronik Tes celup Urinalisis Glukose & Protein Tes celup hCG (tes kehamilan) 1 1 200 kit kit buah Benang chromic (jarum tapper 0) Benang chromic (jarum tapper 0) Spuit disposable (steril) Spuit disposable (steril) Spuit disposable (steril) Spuit disposable (steril) Spuit disposable (steril) Three-way Stopcock (steril) Infus Set Dewasa Kateter intravena Kateter intravena 2/0 3/0 1 ml 3 ml 5 ml 10 ml 20 ml 1 1 100 200 200 50 50 1 50 50 50 kotak kotak buah buah buah buah buah buah buah buah buah 16 G 18 G Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 .No 4 5 6 7 8 9 F 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 G 1 H 1 2 I 1 2 3 4 5 J 1 2 3 4 5 6 7 K gmhin 2 3 L 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Bahan Habis Pakai Laboratorium sederhana Penatalaksanaan Abortus Inkompletus Persalinan Patologis Pervaginam Sepatu boot Alat Ukuran 42 .

5 8 7.No 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Alat Kateter intravena Kateter penghisap lendir dewasa Kateter penghisap lendir dewasa Sarung tangan steril Sarung tangan steril Sarung tangan steril Sarung tangan panjang (manual plasenta) Sarung tangan panjang (manual plasenta) Sarung tangan rumah tangga (serbaguna) Sabun cair untuk cuci tangan Plester non woven Ukuran 20 G 8 10 7 7.5 8 Jumla Satuan h 50 buah 1 buah 1 buah 50 pasang 50 50 5 5 2 1 1 pasang pasang pasang pasang pasang buah buah 5 x 5 cm Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 .

1.5 cm 1 1 buah buah Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 .5 4 3 5 8 1 m3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 6 set buah buah buah buah buah buah buah unit set unit buah 17 * 18 19 * C 1 2 12.5 3 3. Komponen Neonatal No A 1 2 3 4 * 5 * 6 7 8 * B 1 Alat Pemeriksaan Umum Tensimeter/ sphygmomanometer bayi Tensimeter/ sphygmomanometer neonatus Stetoskop dupleks bayi Stetoskop dupleks neonatus Termometer klinik (elektrik) Timbangan neonatus + bayi ARI timer standar Lampu emergensi Penanganan Emergensi Neonatus Meja resusitasi dengan pemanas (infant radiant warmer) Ukuran manset bayi manset neonatus Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 4 Satuan buah buah buah buah buah buah buah buah ketinggian 90-125 cm (dapat diatur) 1 buah 2 3 * Kit resusitasi neonatus Balon resusitasi neonatus mengembang sendiri.5 cm 12. dengan selang reservoir Sungkup resusitasi Sungkup resusitasi Sungkup resusitasi Laringoskop neonatus bilah lurus (3 ukuran) Neonatus Bayi Anak Bilah Miller nomor 00 Bilah Miller nomor 0 Bilah Miller nomor 1 1 1 unit set 4 * 5 * 6 * 7 1 1 1 1 set set set set 8 * 9 10 11 12 13 14 15 16 * * * * * * * T piece resusitator Endotracheal tube anak Endotracheal tube anak Endotracheal tube anak Endotracheal tube anak Nasogastric tube neonatus Nasogastric tube neonatus Nasogastric tube neonatus Tabung oksigen + Regulator Pompa penghisap lendir elektrik Penghisap lendir DeLee (neonatus) Handuk pembungkus neonatus Pemasangan infusi umbilikus Klem arteri Kocher mosquito lurus Klem arteri Kocher mosquito lengkung 2.

5 cm 12.5 cm 13 cm 10.5 cm 14 cm 14 cm 14 cm 14 cm 12 cm 12 cm 12 cm 3 11 Jumlah 1 1 1 1 2 1 1 1 1 5 1 Satuan buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah kanan dan kiri 14.5 cm 9 cm 12. 11 No.5 cm 10. 3 No.5 cm 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 5 5 5 2 2 2 1 buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah Sesuai ukuran neonatus sesuai ukuran bayi & neonatus 10 1 buah buah F 1 2 3 * 4 * 5 * 6 7 8 9 Bahan habis pakai Infus Set Pediatrik Three-way Stopcock (steril) Kanula penghisap lendir neonatus Kanula penghisap lendir neonatus Kanula penghisap lendir neonatus Klem tali pusat Kateter intravena Kateter umbilikus Kateter umbilikus 6 8 10 24 G 3 5 1 1 2 2 2 100 50 3 3 kotak buah buah buah buah buah buah set set Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012 . 20 No.5 cm 13 cm 7 cm No. 21 12.No 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 D 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 E 1 * 2 * Alat Klem arteri Pean mosquito Pinset sirurgis Pinset jaringan kecil Pinset bengkok kecil Needle holder Gunting jaringan Mayo ujung tajam Gunting jaringan Mayo ujung tumpul Gunting jaringan Iris lengkung Skalpel Bisturi Baskom kecil Vena seksi Needle Holder Matheiu Jarum Ligasi Knocker Doyeri Probe lengkung Pinset jaringan Semken Pinset kasa (anatomis) Pinset jaringan (sirurgis) Gunting Iris lengkung Gunting operasi lurus Retraktor Finsen tajam Skalpel Skalpel Bisturi Bisturi Bisturi Klem mosquito Halsted lurus Klem mosquito Halsted lengkung Klem linen Backhauss Klem pemasang klip Hegenbarth Inkubator Kantong Metode Kanguru Inkubator Transport Ukuran 12.5 cm 20. 4 No.

160.670.840.910.533.468.103.450.806.638. Tapanuli Tengah Kab.000 1.040.200.000 3.660.172.480.910.000 1.560. Aceh Tamiang Kab.378.000 8.000 8.000 3.000 862.687.360.400.713.000 1.558. Aceh Barat Kab.000 1.610.048.170.050. Dairi Kab.000 2.217.770.000 1.000 2.000 2.030.760.930.435.703.960.000 2.000 2.000 1.570.310.000 1.000 2.980.000 3.990.709.000 1.310.000 1.430. Aceh Tengah Kab.400.158.860. Aceh Selatan Kab.400. Asahan Kab.715.971.000 1.000 2.107.000 3.837.087.000 2.000 1. Toba Samosir Kota Binjai 1.094.300.810.740.000 1.340.682.000 1.000 977.470.000 1.529.824.320.000 1.000 1.923. Mandailing Natal Kab.500.545.000 1.404.244.850.889. Pidie Kab.000 1.954.780. Nagan Raya Kab.860.510.000 2.000 1.000 1.015. Pidie Jaya Kota Subulussalam Provinsi Sumatera Utara 3.000 2.000 1.300. Aceh Jaya Kab.000 2.256.519.079.370. Simalungun Kab.139.074.664.000 2.400.000 1.095.470.080.000 1.000 3.Lampiran 13 ALOKASI DAK BIDANG KESEHATAN TA 2012 (dalam rupiah) ALOKASI ALOKASI PELAYANAN KEFARMASIAN ALOKASI PELAYANAN RUJUKAN NO DAERAH PELAYANAN DASAR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Provinsi Aceh Kab.110.097.000 1.777.000 2.000 1.380.501.730. Labuhanbatu Kab.720. Bener Meriah Kab.232.000 1.370.733.760.686. Tapanuli Selatan Kab.000 1.029.000 1.580.860.953.374.772.000 2.532.000 - 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 Kab.000 2.896.700. Karo Kab.373.241.000 3.060.745.190. Simeulue Kota Banda Aceh Kota Sabang Kota Langsa Kota Lhokseumawe Kab.000 2.135. Deli Serdang Kab.590.000 1.254.240.492.570.000 2.000 2.649.000 2.000 3.990.716.190.990.000 1.850. Aceh Timur Kab.204.000 1.360. Aceh Tenggara Kab. Gayo Lues Kab.541.000 2.930. Aceh Besar Kab.690.800.645.532.000 1.910.000 1.271.170.000 1.130.730.225.030.260.520. Nias Kab.130.000 2.773.000 1.940.000 2.813.583.000 2.000 2.000 2.830.253. Aceh Singkil Kab.990.054.210.570.000 4.230.000 Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 .382.160.000 2.940. Tapanuli Utara Kab.000 3.716.000 1.000 1.000 2. Aceh Barat Daya Kab.000 1.000 3.410. Bireuen Kab.351.000 716.350.000 2.000 2.000 2.140.500.000 1.528.040.000 3.826.650.726.710.000 2.289.990.240.721. Langkat Kab.530.960.810.000 2.737.000 3.046.719.000 1.692.420.

ALOKASI ALOKASI PELAYANAN KEFARMASIAN ALOKASI PELAYANAN RUJUKAN NO DAERAH PELAYANAN DASAR 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 Kota Medan Kota Pematangsiantar Kota Sibolga Kota Tanjungbalai Kota Tebing Tinggi Kota Padangsidempuan Kab.970.646.110.360.060.000 3.733.800.000 3.150.000 2.000 1.510. Padang Pariaman Kab.580.370.092.000 960.560.000 2.000 2. Pasaman Kab.090. Nias Selatan Kab. Agam Kab.000 1.090.694.125.000 3.000 77 78 Kab.000 2.020.000 615.657.000 3.000 717.250.890.740.000 2.000 2.000 2. Solok Selatan Provinsi Riau 2.020.000 594.000 1.000 1.675.250.000 1.058.000 869.730.012.000 1.223. Indragiri Hilir Kab.150.660.968.000 535.265.000 1.000 1.285.000 1.523.850.080.000 2.759. Sijunjung Kab. Lima puluh Kota Kab.000 2.000 1.860.755.678.180.000 - Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 .000 1.000 2.900.000 1.160.000 600. Serdang Bedagai Kab.000 2. Padang Lawas Kab.000 2.700.000 5.920. Batubara Kab.107.489.000 1.000 2.000 2. Padang Lawas Utara Kab.000 1.846.000 1.983.850.000 2.000 2.550.000 2.700.651.000 1.000 1.880.140.000 3.430.046.760.980.000 1.380.000 2.000 1.000 1.660.667.200.000 1.460.121. Tanah Datar Kota Bukittinggi Kota Padang Panjang Kota Padang Kota Payakumbuh Kota Sawahlunto Kota Solok Kota Pariaman Kab.517.000 2.625.000 2.130.880.420. Kepulauan Mentawai Kab.400.640.880.300. Pesisir Selatan Kab.000 1.650.728.170.490.370.310.770.000 2.405.920.860. Labuhanbatu Utara Kab.560.769.000 1.870.239.000 1.066.099. Dharmasraya Kab. Kuantan Singingi 3.604.160.795.000 1.720.000 2.000 483.412.420.150.920.830.750.000 1.870.790.000 8.690.190.820.000 2.138.690.350.000 742.242.990.760.150.500. Humbang Hasundutan Kab.040.000 779.720.867.800.000 1.370.000 1. Pakpak Bharat Kab.000 1.420.000 1.170.280.179.441.116.021.000 985. Nias Utara Kab.540.999.640.770.000 2.590. Samosir Kab.000 1.000 2.907. Pasaman Barat Kab.870.490.053.000 3.400.181.000 3.260.747.000 1.000 2.200.410.639.216.546.716.000 1.870.504.000 1.000 1.161.000 2.000 2. Solok Kab.648.774.873.736.200.000 1.392.291.000 962.503.767.050.870.940.000 1.000 2.297.230.090.170.030.000 2.708.000 2.620.000 551. Labuhanbatu Selatan Kab.164.000 2.050. Nias Barat Kota Gunungsitoli Provinsi Sumatera Barat Kab.976.210.484.470.000 - 3.770.420.236.121.740.000 4.763.000 873.000 1.757.

440.540.900.000 2.000 1.920.040.000 3.556.900.000 2. Belitung Kota Pangkal Pinang Kab.550. Merangin Kab.970.000 1.000 5.956. Ogan Komering Ilir Kota Palembang Kota Pagar Alam Kota Lubuklinggau Kota Prabumulih Kab.040.000 885.000 1.000 631.000 1.000 1. Muaro Jambi Kab.258.719.677.710.910.920.140. Rokan Hilir Kab.040.100.000 3.000 2. Banyuasin Kab.510. Bengkulu Selatan 2.660.632.000 1.818.000 623.263.355.490.142.000 2.170.098.960.340.437.ALOKASI ALOKASI PELAYANAN KEFARMASIAN ALOKASI PELAYANAN RUJUKAN NO DAERAH PELAYANAN DASAR 79 80 81 Kab.000 2.270.000 2.540.000 2.000 1. Tebo Kota Jambi Kota Sungai Penuh Provinsi Sumatera Selatan 1.154.890.000 2. Bungo Kab.740.630.717.000 7.000 1.000 2.740.280.230.801.310.934.000 1.960.000 1.800.000 1.000 2.403.000 - 4. Bangka Kab.696.000 6. Bangka Barat Kab.000 2.532.728.067.131.110.861.225.000 3.129.350.000 1.000 2.000 1.204.860.000 3.550.621.659.540.350.531.100.400.310.404.200.000 1. Bangka Tengah Kab.000 1.014.960.042.000 - 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 Kab.680.761.486.600. Siak Kota Pekanbaru Provinsi Kepulauan Riau 5.068.000 2.000 1.030.051.574.147.743. Ogan Komering Ulu Selatan Kab. Lahat Kab.000 908.728.410.000 2.830.000 2.790.210.340.930.000 1. Sarolangun Kab.500.000 Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 .400.000 2.000 2.336.000 1.670.000 2.000 2.220.000 1.000 879.000 2.000 2.000 2.531.989. Batanghari Kab.164.000 701.823.000 2.000 1.000 3.000 4.040.800.326.740.746.480. Bangka Selatan Kab.671.900.160.000 1.493.000 1.380. Belitung Timur Provinsi Bengkulu 4.000 2.408.620.000 1.000 - 117 Kab.070. Kepulauan Anambas Provinsi Jambi Kab.228.193.143.540.000 643. Natuna Kota Batam Kab.000 806.000 4.770.020.837.930.290.000 2.000 1.000 2.270.460.902. Kerinci Kab.000 2.600.612.810.550.536.000 5.000 2.138.530.650.000 2.067.745.740.631.000 5.850.770. Muara Enim Kab.854.427.046.996.000 2.950.370.000 1. Musi Rawas Kab.238. Ogan Komering Ulu Timur Kab.130.590. Lingga Kab.000 2.000 1.530. Empat Lawang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Kab.000 1. Ogan Ilir Kab.339.520.656.989.230.620.910.195.802.610.790.770.000 2.440.000 - 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 Kab.000 3.560.000 2.000 1.011.

000 3.000 3. Pringsewu Kab.000 3.208.533.596.416.000 2.000 4.000 1.000 1.670.973.000 2.196.989.000 9.164.515.160.790.819.330.240.820.910.998.950.448.000 3.910.000 2.000 2.710.000 10.130. Tasikmalaya Kota Bekasi 3.341.000 3.000 760.000 2.305.000 3.380. Indramayu Kab.590. Sukabumi Kab. Pesawaran Kab.364.000 2.000 3.000 3. Kepahiang Kab.580.000 3.630.000 3. Mukomuko Kab.000 2.000 3.942.860.446.110.000 2.000 4.640.287.257.200.000 5.884.000 1.000 2.000 2.030.000 2.280.464.000 3.305.260.010.000 4.000 10.152.447.040.000 2.370.530.000 2.000 4.644.830. Sumedang Kab.371. Tulang Bawang Barat Provinsi Jawa Barat 2.000 7.000 2.116.080.370. Way Kanan Kota Bandar Lampung Kota Metro Kab.600.340.620.980.410.754.230.000 3.000 2.562.930.340.810.250.557.020. Seluma Kab.000 736.480.000 3.000 7.000 2.910.430.000 2.000.000 3.000 3.000 845.520.590. Lebong Kab.600.000 4.000 2.460.411.000 3.000 785.000 3.040.000 1.840.850. Lampung Barat Kab.012.000 2.990.000 7.880.000 3.410.000 1.000 2.960.409.862.000 3.085.270.489.376.000 2.450.218.000 6. Bengkulu Utara Kab.000 2.000 4.414.050.281.322.504.000 2.890. Rejang Lebong Kota Bengkulu Kab.465.569.660.980.000 6.058.290.000 14.000 4.000 1.457. Bekasi Kab. Purwakarta Kab.870. Cianjur Kab. Lampung Tengah Kab.620.000 - Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 .932.791. Lampung Selatan Kab.280.280.000 9.000 3.840.880.410. Subang Kab.520. Bogor Kab.900.213.000 16.630.250.560.980.378.000 1.037.040.420.761.070.700.331.122.000 858.779.000 13.133. Kaur Kab.720.925. Lampung Utara Kab.309.641.760.690.890.270.000 4.480.080.000 4.751.120.322.000 2.207.956.000 1.824.000 3. Cirebon Kab.000 10.070.733.843.000 6.780.000 2.749. Kuningan Kab.000 2.570. Bengkulu Tengah Provinsi Lampung Kab.000 4.503. Mesuji Kab.630.000 1.760.572.722.540. Garut Kab.782.856. Ciamis Kab.956.294.060.904.290.930.000 3. Bandung Kab.000 2. Tulang Bawang Kab.100.ALOKASI ALOKASI PELAYANAN KEFARMASIAN ALOKASI PELAYANAN RUJUKAN NO DAERAH PELAYANAN DASAR 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 Kab.000 4.714.060.680.000 3.804. Lampung Timur Kab.410.186.760.000 2.000 2.200.000 3.910.021.000 3.374.522. Majalengka Kab.370.207.145.730.000 6.539.680.000 2.000 1.328.000 - 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 Kab.730. Karawang Kab.690. Tanggamus Kab.980.734.000 2.530.207.010.000 1.221.107.560.000 2.

810.350.480.000 2.866.000 4.000 1.120.302.835.000 5.420.000 3.000 7. Rembang Kab.169.528.688. Jepara Kab.525.150.577.000 2.000 2.000 1.410.000 Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 .000 1.410.625.190.550.000 2.000 2.000 1.150.000 2.100.000 2.326.793.000 7.000 3.000 3.000 2.000 - 3.600.010.170.500.240.972.219.000 3. Klaten Kab.120. Purbalingga Kab.016. Boyolali Kab.382.000 6.006.590.961.428.010.520. Cilacap Kab. Pandeglang Kab.204.000 2.000 4.000 3.000 1.150.000 3. Lebak Kab.000 5.702.000 1. Tangerang Kota Tangerang Kota Serang Kota Tangerang Selatan Provinsi Jawa Tengah Kab.640.530.520.047.137.620.000 2.000 3.704.792.000 2.000 4.691.310.244.930.510.000 3.790.990.000 2. Banjarnegara Kab.000 2.000 2.120.629.000 5.000 4.910. Blora Kab.340.895.783.950.878.000 1.940.000 2.000 1.980.000 1.950.760. Sragen Kab.810.652.203.000 3.975.000 2.440.678.731.770.460.081.ALOKASI ALOKASI PELAYANAN KEFARMASIAN ALOKASI PELAYANAN RUJUKAN NO DAERAH PELAYANAN DASAR 159 160 161 162 163 164 165 166 Kota Bogor Kota Cirebon Kota Depok Kota Sukabumi Kota Cimahi Kota Tasikmalaya Kota Banjar Kab.023.000 6.000 1.000 2.962.540.000 8.690.981.590. Pati Kab.977.010.140.566.000 3.657.031.200.693.790.559.870.647.744.000 2.957.535. Batang Kab.300.090.281.966.730.000 1.845.000 5.127.380.620.399.000 3.423.380.940. Banyumas Kab.117.000 6.914. Bandung Barat Provinsi Banten 2.393. Semarang Kab.785.320.540.660.000 5.681. Kudus Kab.520.270. Brebes Kab.048.460.960.890.000 2.765.840.420.120.630.470.770.597.930.000 4.680.176.000 6.000 2.787.000 - 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 Kab.940.640.000 2.156.878.628.184.680.000 2.508.600.379.160.625.000 3.000 2. Demak Kab.300.841.670.587.657.000 2.696.710.482.925.310.000 3. Grobogan Kab.000 9.000 2.000 2.030.000 4.670.140.540.001.470.667.013.765.000 4.412.000 7. Serang Kab.000 3.850.052.910.280.880.000 2.740.000 5.000 3.000 9.770.562.000 4.740.000 1.000 2.000 2.580.000 1.000 2.758. Sukoharjo 2.562.912.084.000 3.000 2. Purworejo Kab.793.690. Karanganyar Kab.700.000 2.000 2. Pekalongan Kab.993.700.960.064.000 5.000.000 1. Kebumen Kab.000 3.700.000 12. Kendal Kab.000 3.000 1.760.973.000 2.000 3.950.206.522. Magelang Kab.000 3. Pemalang Kab.790.000 1.000 2.

480.000 5.060.913.860. Tegal Kab.000 4.000 1.226.000 1.800.930.000 - Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 .910. Nganjuk Kab.000 10.200.498.845. Pacitan Kab.927.845.000 1.000 2.577.988.000 462.000 6. Banyuwangi Kab.130.000 5.147.054.355.426.540.014.090.000 5.000 2.000 3.120.747. Sumenep 10.049.000 4.671.000 3.000 1.960.000 2.000 2.330.718.000 2.934.000 781.000 3.000 5.712.115.790. Situbondo Kab.620.269.000 2.000 2.546.062.122.000 1.000 5.000 9.351.620.020. Bondowoso Kab.540.000 2. Sampang Kab.579.412.000 1.496.000 1.597.930.520.000 571.000 1.890.000 2.150.460.704.494.523. Kulon Progo Kab.000 1.940.000 2.000 4.130.000 2.760. Malang Kab.320.000 2.460.593.250.000 5.670.572.000 2.170.110. Mojokerto Kab.000 3.713.753.000 892.000 4.505.580. Ngawi Kab.610. Probolinggo Kab.940.820.650.130.901.000 3.420. Lamongan Kab.000 2.090.750.000 2.000 2.308.000 2.390.101.648.287.386.750.000 2.020.460.753. Magetan Kab. Sidoarjo Kab.115.000 1. Wonogiri Kab.895.780. Gunung Kidul Kab.090.380.000 2.921.136.000.247.230.090.000 3.000 3.850.450.856.650.000 2.000 4.980.122.969.220.335. Lumajang Kab.000 3.020.000 2.163.000 1.712.000 2.000 3.900.634.535.000 3.000 2.912.920.000 2.150.000 3.980.075.990.894. Madiun Kab.700.010.000 8.000.719. Bantul Kab.647.000 4.000 3.290.000 3.044.150.480.000 2.000 1.990.560.260.350.000 3.724. Wonosobo Kota Magelang Kota Pekalongan Kota Salatiga Kota Semarang Kota Surakarta Kota Tegal Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Kab.495.000 3.000 1.000 1.255.000 1.880.120.000 2. Pamekasan Kab.000 2.260.057.350.490.560.375. Blitar Kab.489.100.090.000 2.890.490. Ponorogo Kab.000 2.615.ALOKASI ALOKASI PELAYANAN KEFARMASIAN ALOKASI PELAYANAN RUJUKAN NO DAERAH PELAYANAN DASAR 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 Kab.000 1.570.350.080. Sleman Provinsi Jawa Timur Kab.591.440.000 3.970. Kediri Kab.935. Gresik Kab.676.979.000 2. Jombang Kab.000 3.106.760.000 2.000 1.523.000 1.530.230.000 5.207.834.000 3.022.000 1. Bojonegoro Kab.000 4.180.095.210.298.000 2.460.541.730.010.280.960.000 3.930. Bangkalan Kab.880.460.000 1.677. Temanggung Kab.260.000 3.394.320.302.186.440.899.000 5.000 2. Jember Kab.130.690.180.000 3.000 2.084.500.000 3.250. Pasuruan Kab.540.000 2.659.

300.658.627.000 2.940.810.000 2.000 718.022.810.000 2.524.783.621.881.000 4.115.000 1. Hulu Sungai Selatan Kab.130.000 1.740.000 2.800.000 2.000 2.690.024.953.180.000 2. Kayong Utara Kab.000 1.000 789.870.980.000 2.647.170.000 1.660.700.000 820.000 1.834.760.000 545.000 515.580.000 2. Sukamara Kab.000 2.000 2.000 2.000 1.786.220.750.000 1.900.620.000 626.983.241.000 873.500.000 1.000 2.162.852.079.270.671.000 862.000 1.722.000 1.180.860.970.433.698.550.245.666.900.000 1.904.600.210.190.280. Sintang Kota Pontianak Kota Singkawang Kab.170.340.217.000 2.000 789.825.519.140. Bengkayang Kab.000 2. Kapuas Hulu Kab. Kubu Raya Provinsi Kalimantan Tengah 2.158.160.000 3.503.060.410.000 1.000 2.754. Barito Kuala Kab.578.000 3. Lamandau Kab.406.380.000 3.660.000 1.000 1.000 895.800. Ketapang Kab.000 3.130.000 2.400.192.000 1.340.840.120.100. Pulang Pisau Kab.000 - Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 .000 3.880.000 2.550.500. Trenggalek Kab.153.380.315. Tulungagung Kota Blitar Kota Madiun Kota Malang Kota Mojokerto Kota Pasuruan Kota Probolinggo Kota Surabaya Kota Batu Provinsi Kalimantan Barat Kab. Seruyan Provinsi Kalimantan Selatan Kab.000 8.700.740.422.522.000 2.820.012.630.000 4.ALOKASI ALOKASI PELAYANAN KEFARMASIAN ALOKASI PELAYANAN RUJUKAN NO DAERAH PELAYANAN DASAR 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 Kab. Barito Utara Kab.110.050.000 2.544. Pontianak Kab.600.000 1.290.000 2.190.480.100.253.770.040.230.890.211.610.062. Sambas Kab.893.810. Kapuas Kota Palangka Raya Kab.302.000 2.160.011.000 1.557.380.000 1.850.490.000 1. Melawi Kab.874.000 - 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 Kab.755.560.078.000 3.720.235.083.100.000 523.000 2.619.000 3.998.000 3.000 765.840. Barito Timur Kab.320.000 774. Gunung Mas Kab.295.000 2.000 4.220.774.810.200.870.000 1.000 967.330.912.590.520.000 2.590.000. Barito Selatan Kab. Sanggau Kab.663. Landak Kab.000 1.915.000 2.295.420.760.000 2.130.000 1.000 2. Tuban Kab.000 2.140.980.000 3.000 10. Hulu Sungai Tengah 1.400.191.155.342.000 2.000 2.000 1.270. Banjar Kab.110.120.786.000 3.410. Sekadau Kab.000 1.000 2.000 1.000 1.190.146.010.172.030.650.701.000 1.000 580.640.640.194.000 652.320.050.000 731.000 2.

000 1.000 2.450.646.533.000 2. Minahasa Tenggara Kab. Kepulauan Siau Tagulandang Biaro Kab.810.900.000 1.240.730.000 1.000 2.870.390. Poso Kota Palu Kab.690.997.530.360.000 2.948. Parigi Moutong 1.000 2.508.000 1.000 1.000 2.520.490.996.992.213. Kepulauan Talaud Kab. Tapin Kota Banjarbaru Kota Banjarmasin Provinsi Kalimantan Timur 2.231.000 2.870.840.911.305.197.700.118.293.041. Malinau Kab. Pohuwato Kab.000 2.090.883. Minahasa Utara Kota Kotamobagu Kab.410.000 1.520.000 1.349.205.000 2.000 1.896.832.340.640.750.760.000 1.043.ALOKASI ALOKASI PELAYANAN KEFARMASIAN ALOKASI PELAYANAN RUJUKAN NO DAERAH PELAYANAN DASAR 283 284 285 286 Kab.000 1.000 2. Buol Kab.000 2. Boalemo Kab.488.210.000 1.215.060.730.000 1. Bolaang Mongondow Utara Kab.630.571. Minahasa Selatan Kota Tomohon Kab.000 1.793.000 1.000 2.778.290.278.260.347. Kepulauan Sangihe Kota Bitung Kota Manado Kab.060.000 2.477.180.000 2. Bone Bolango Kab.000 2.000 3. Gorontalo Utara Provinsi Sulawesi Tengah Kab.310.700.000 1.000 2.000 1.666. Kutai Barat Kab.000.000 1.290.000 1.000 1. Minahasa Kab.125.000 1.780.654.829.000 2.700.826.000 1.806.830.580.200.000 1.220.000 578.300.264.000 1.270.000 2.911.000 3.897.000 2.912.519.000 1.000 1.780.000 4. Morowali Kab.000 1.274.000 1.820.720.000 1.578.190.030.000 1.520.830.196.000 2.900.122.920. Donggala Kab.000 5.828.000 5.150.203.000 Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 .000 2.000 931. Gorontalo Kota Gorontalo Kab.207.000 1.800.460.000 4.221.175. Banggai Kab.770.810.649.434.960.000 2.000 1.000 2.125.000 2. Nunukan Kota Samarinda Provinsi Sulawesi Utara Kab.530.010.620.000 572.510.320.243.000 970.000 897.210.895.110. Bolaang Mongondow Selatan Provinsi Gorontalo 2.220.000 2. Banggai Kepulauan Kab.000 795.200.390. Hulu Sungai Utara Kab.000 1.526.000 3.260.560.822.000 747. Toli-Toli Kab.000 1.000 - 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 Kab.210.234.100.000 1.735.200.779.000 2.480.680.314.293.000 2.066.134.570.000 2.000 3.830.000 1.520.171. Bolaang Mongondow Timur Kab.024.000 2.245.783.000 3.805.105.256.710.707.000 - 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 Kab.970.770.680.000 2.800.934.240.640.030.460.730.000 1.847.350.000 2.852.630.805.609.936.000 1.000 1.620.199.180.070.670.000 1.750.124.280.000 1.000 1.000 884.750.530.000 2.168.390.000 2. Bolaang Mongondow Kab.112.113.000 1.000 1.070.250.680.620.

000 1.682.204.747.000 2.960.000 3.383.860.000 2.260.324.000 2.000 1.000 2.860.450. Sinjai Kab.980.215.000 2.000 2.322. Jeneponto Kab. Konawe Kab.000 1.000 2. Toraja Utara Provinsi Sulawesi Barat Kab.910.520.506.840.620. Mamuju Utara Provinsi Sulawesi Tenggara 1.110.224.460.774. Pangkajene dan Kepulauan Kab.000 1. Gowa Kab.639.000 1.450.203.568. Sigi Provinsi Sulawesi Selatan Kab.000 2.000 2. Bulukumba Kab.000 1.472.000 1.322.777.838.960. Barru Kab.161.000 3.450.420. Soppeng Kab.000 1.340.000 2.767.000 2.174.944.790.739.000 2.811.000 667.338.150.425. Wajo Kota Parepare Kota Makassar Kota Palopo Kab.071. Enrekang Kab.361.000 1.322.620.984.000 700.000 2.000 2. Luwu Timur Kab.000 2. Tojo Una-Una Kab.000 1.000 2.240.730.520. Pinrang Kab. Muna Kota Kendari Kota Bau-bau Kab.980.890.543.000 2.000 3.840.240.344.000 1.560.000 801.000 2.910.620.700. Bantaeng Kab.000 2.273.450.000 3.000 1.000 1.000 3.000 2. Luwu Utara Kab.368. Mamasa Kab.630.055.111.030.180.653.950.382.110.517.000 888. Buton Kab.565.350.129. Maros Kab.700.023.000 2.276.580.850.640.000 5.000 2.000 2.000 1.000 3.485.390.408.703.250.761.386.000 1.420.615.000 785.000 986.640.432.220.130.319.535.000 1.000 2.874.000 2.361.954.958.120. Bone Kab.530.000 3.000 952.440.530.540.300. Bombana 2.065.130.000 2.000 2. Mamuju Kab. Tana Toraja Kab.249.267.970.000 979.000 2.670.958.000 2.000 3.000 2.000 2.000 1.738.000 2.094.350.442. Polewali Mandar Kab.000 2. Luwu Kab. Kolaka Kab.830.000 2.000 1.730.370.028.300.480.410.041.090.757. Konawe Selatan Kab.000 14.000 1.930.000 1. Sidenreng Rappang Kab.000 2.562.000 5.000 1.823.000 2.000 3.000 2.850.330.556.250.000 2.000 1.210.810.680.000 1.391.920.000 2.310.870.860.000 356 357 358 359 360 361 362 363 Kab.460.490.053.412.000 3.917.220.000 2.300.000 2.937.000 946.000 Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 .760.135.340.990.810.130.190.733.000.000 970.460.380.000 3.610.360.895.231.000 3.000 2.000 1.000 1.000 2.390. Majene Kab.093.765.692.500.670.650.130.000 2.760. Kepulauan Selayar Kab.380.360.470.000 2.300.207.234.950.000 3.510.000 1.000 2.180.327.000 1.387.845.390.538.710.000 3.ALOKASI ALOKASI PELAYANAN KEFARMASIAN ALOKASI PELAYANAN RUJUKAN NO DAERAH PELAYANAN DASAR 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 Kab.100. Takalar Kab.030.

000 2.345.900.501.000 2.327.290.000 1.710.706.000 - Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 .830.000 2.040.749.000 3.408.430.869.000 1.000 2.950.939.375.740.000 1.370.000 1. Sumba Barat Kab.180.008.051.215.000 1.877.940.730.247.850. Buton Utara Provinsi Bali Kab.160.000 2.690.000 3. Lombok Timur Kab.000 2.280.850.700.638. Manggarai Kab.065.000 1.000 1.155.990.170.000 1.647.220. Nagekeo 2.000 1. Rote Ndao Kab.729.000 2.609.450. Konawe Utara Kab.000 2.000 1.898.000 1. Manggarai Barat Kab.262.000 7.180.000 2.180.000 2.200.000 6.331.000 1.140.990.150.000.845.630.805.000 2.040.345.440.675.000 3.000 2.000 2.146.000 2.570.600.000 2.650. Karangasem Kab.286.415.293.000 1.855.000 2.870.793.980.000 1.572.000 1.000 1.000 2.970.223.963.904.000 3.840.320.000 2.510.510.304. Ngada Kab.480.700.000 689.000 3.161. Wakatobi Kab.998.520.000 1.432.240.301.000 2.300.000 3.530.831.715.460.000 2.412.000 3.000 1.100.399.390.000 1.206.050.720.660.595.043.960.000 2.350.000 1.000 1.445.500.010.850.776. Tabanan Kota Denpasar Provinsi Nusa Tenggara Barat Kab.894.450.350.290.430.000 1.731.491.000 3.960.000 1.480.520.510.090. Kupang Kab.500.358.000 1. Timor Tengah Selatan Kab.000 1.249.875.000 3.140.000 1.180.000 2. Ende Kab.141.696.090.000 1.090.000 2. Sumbawa Kota Mataram Kota Bima Kab. Sumbawa Barat Kab.884. Timor Tengah Utara Kota Kupang Kab.190.000 1.697. Klungkung Kab.303.700.350.290.730.057.000 3.000 2.817. Gianyar Kab.000 1. Alor Kab.756.000 2.980.000.ALOKASI ALOKASI PELAYANAN KEFARMASIAN ALOKASI PELAYANAN RUJUKAN NO DAERAH PELAYANAN DASAR 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 Kab.000 2.390.398.727.279. Buleleng Kab.270.437.000 2.000 3.995.792. Belu Kab.380.000 2.000 1.000 1.000 1.980.940.860.000 1.840.000 2.030.000 1.000 2.000 1.000 2.562.000 2. Bangli Kab.000 2.237.377.570.800. Kolaka Utara Kab. Bima Kab.000 2.000 2.550.111.540.976.000 2.973.729.390. Lombok Utara Provinsi Nusa Tenggara Timur 2.470.227. Lombok Barat Kab. Sumba Timur Kab.540.840.000 1.000 3.667.870.770.240.911.500. Flores Timur Kab.500.660.160.000 - 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 Kab. Sikka Kab.728.000 1. Jembrana Kab.000 4.312.000 1.727.000 2.000 2.000 1.000 1.794.960.446.000 1.864. Dompu Kab.000 1.800.572.800.500.855.140.181.560.870.500.000 1.153.000 4.170.000 730.000 2.000 1. Lombok Tengah Kab.000 2.000 2.340.220.800.731.170. Lembata Kab.

694. Nabire Kab.172.000 1.870.091. Maluku Tenggara Kab.980.448.000 2.850.470.000 3.000 3.990.000 2.000 13.430.720.340. Kepulauan Sula Kab.250.060.378.400. Merauke Kab.000 3.094.390.000 1. Biak Numfor Kab.000 1.508.970.010.010.000 2.934.000 5.ALOKASI ALOKASI PELAYANAN KEFARMASIAN ALOKASI PELAYANAN RUJUKAN NO DAERAH PELAYANAN DASAR 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 Kab.597.710.130.000 2.160.038.930.000 2. Sabu Raijua Provinsi Maluku Kab.000 - 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 Kab.000 1.729.100.140.000 2.650.048.000 3.360.000 2.360.987.740.728.000 - Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 .000 2.000 2.858.000 1.610.000 2.950.419.507.550. Halmahera Selatan Kab.949. Maluku Tenggara Barat Kab.240.000 1.500.040.743.452.000 1.000 2. Halmahera Timur Kota Tidore Kepulauan Kab. Keerom Kab.850.000 2.860.000 1.000 1.614.000 3.910.000 892. Jayapura Kab.737. Seram Bagian Timur Kab.000 2.140. Manggarai Timur Kab.317.370.670.858.587.000 2.460.210.779.000 2.830.000 1.690.000 2.625.000 1.000 2.122.550.000 1.000 2.585.570.060.000 2.230.000 1.130.312.000 2.860.310.030.110.480.000 12.330.000 2.000 2.470.000 2.848.000 1.703.000 2.320.429.000 1.000 4.000 2.000 1.409.650.892. Buru Kota Ambon Kab.600.000 1.303.220.450.076.361.630.270.860.000 2.000 2.690.666. Mimika Kab.269.000 3.020.000 2.680.124.000 1. Halmahera Tengah Kab.367.022.000 2.713.000 3.473.000 16.110.000 5.260. Sarmi Kab.460.000 3. Pulau Morotai Provinsi Papua Kab.126.000 1.890.000 7.000 2.750.000 2.000 1. Yahukimo Kab.000 1.562.090.000 2.930.860.058.150.600.800.692.980.000 3.710.000 1.759. Paniai Kab.000 2. Sumba Barat Daya Kab.390.680.000 2.640.000 4.000 2.000 2.260.000 3.000 1.000 1.577.000 947.099.390. Pegunungan Bintang Kab.000.538. Jayawijaya Kab.950.708.428.834.000 1.400.751. Halmahera Barat Kota Ternate Kab. Kepulauan Aru Kota Tual Kab.390.134.267.720. Kepulauan Yapen Kota Jayapura Kab.561. Sumba Tengah Kab.430.130.047.000 3.000 1.000 1. Maluku Tengah Kab.719.010.776.400. Halmahera Utara Kab.206. Seram Bagian Barat Kab. Maluku Barat Daya Kab.379.798.768.820.946.260. Tolikara 2.000 1.232.770.353. Buru Selatan Provinsi Maluku Utara 3.910.120.016.313.634.610.000 1.653.000 3.000 2.060.486.470.247.000 2.352.170. Puncak Jaya Kab.837.540.491.262.000 2.384.

388.722. Puncak Kab.350.163.260.000. Mamberamo Tengah Kab.840.584.390.802.270 1.000 2.685. Supiori Kab.748.557. Boven Digoel Kab.760.276.000 5.000 3.923.669.650.ALOKASI ALOKASI PELAYANAN KEFARMASIAN ALOKASI PELAYANAN RUJUKAN NO DAERAH PELAYANAN DASAR 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 Kab.000 2.000 2.685.460. Dogiyai Kab.513.298. Mamberamo Raya Kab.000.000 250.582.000 - Jumlah Provinsi Rata-rata Alokasi Jumlah Total Alokasi - Total Daerah Rata-rata nasional Jumlah Total Nasional 433. Sorong Selatan Kab.990.000 3.000 232 2.460. Intan Jaya Kab.000 6.310.309.000 2.000 1.000 2.000 1.730.490.930.761.270 1.206.460.510.256.850.300.830.286.990.836.609.360.024.050.688.000 1.000 749.000 2.480.460.000 3.864 1.110.120. Asmat Kab.333.000 1.000. Waropen Kab.900.000 3.430.110.000 1.034 631.681.000 444 2.000 2.431.552.290.830.000 3.660.710.090. Fakfak Kota Sorong Kab. Manokwari Kab.180.669.634.925.100.510.000 4.000 2.000 Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2012 .554.850.000 1.550.340.016.000 2.000 2.000 5.000 1.330.000 2. Kaimana Kab.410.238.440.000 2.000 3.387.000 4.800.479.029.000.523.722.900.000 2.490.940.447.000 2.980.000 5.356.440.000 1.000. Lanny Jaya Kab.073.420.000 Jumlah Kab/Kota Rata-rata Alokasi Jumlah Total Alokasi 433 2.000 3.700.000 5.475.000 18 6.000 - 1.437.000 2.000 1.290.610.000.864 1.892.000 3.500.020. Maybrat Kab.900.020.418.210.480.000 1.780.000 1.696.000.087.122.550.000 444.100.758.910.000 4.748.121.000 2.000 5.155.723. Deiyai Provinsi Papua Barat 3. Teluk Bintuni Kab.002.300.000 4.333 117.276.024.000 2.000 1.479.388.205.380. Raja Ampat Kab. Yalimo Kab.333.000 4.104.160.000 2.000 2.000 1.292.354.949.860.208.120.000 4.230.760.000 6.000 1.000 6.460.000 2.278.997. Mappi Kab.000 2.150.000 1. Tambrauw 3. Teluk Wondama Kab. Sorong Kab.410.155.000 - 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 Kab. Nduga Kab.897.000 6.451.

260.430.940.000 2. Limapuluh Kota Kab.000 2.490.860.976. Aceh Tengah Kab.000 3.500. Kab.000 1 2 3 4 5 6 7 8 Kab.000 III Prov Sumatera Barat 1 2 3 4 5 6 7 8 9 IV Kab. Kab.087.604.130.000 2.158.130.000 2.906.000 1.210.000 3. Pakpak Bharat Kab. Zein Painan 5 RSU Prof MA.000 2.558.138.850.225.000 3.000 3. Tapanuli Tengah Kab.638. Nagan Raya Kab.640.720. Pasaman Kab.533. Pidie Kota Banda Aceh Kab.500.094. Padang Lawas Kab.170.201.492.678.241.439.000 2.736.000 2.000 2.210. Solok Selatan Prov Riau .135.180. M.000 2.000 1.000 2.000 2.107.Kumpulan Pane / Tebing 16 RSUD Padangsidimpuan 17 RSU Salak 18 RSU Lukas Hilisimaetano 19 RSU Dolok Sanggul 20 RSU Sultan Sulaiman RSU Sibubuan 21 RSU Gunung Tua 22 JUMLAH Provinsi 1 RSU Solok Kabupaten/Kota 1 RSU Suliki 2 RSU Lubuk Basung 3 RSU Lubuk Sikaping 4 RSUD Dr.160. Padang Lawas Utara Kabupaten/Kota 1 RSU Sidikalang 2 RSU Deli Serdang 3 RSU Kabanjahe 4 RSU Tanjung Pura 5 RSU Natal 6 RSU Panyabungan RSU Parapat 7 8 RSU Sipirok 9 RSU Pandan 10 RSU Tarutung 11 RSU Porsea 12 RSU dr.053.000 2.000 1. Pirngadi RSUD Djasamen Saragih 14 15 RSUD Dr.000 2. Zaenal Abidin 2 RS Jiwa Banda Aceh 3 RSIA Prov.580. Dharmasraya Kab.930.800.000 2.200. Aceh Tamiang Kab.000 2.030.810.000 20.000 2. Kab.720.000 2.000 22.066.910. Gayo Lues Kab.040. Bener Meriah Provinsi 1 RSU Dr.719.552.000 29. Humbang Hasundutan Kab.968.000 3.000 2.850.000 3.000 3.694.489.000 2.000 2.510.079.000 2.000 2. Tapanuli Utara Kab. Kab.000 2.853.000 3.000 2.092.960.439.140.870.572.040. Pesisir Selatan Kab.160. RM Djoelham 13 RSUD Dr. Toba Samosir Kota Binjai Kota Medan Kota Pematang Siantar Kota Tebing Tinggi Kota Padang Sidempuan Kab.000 25.650. Tapanuli Selatan Kab.360.810.517. Simalungun Kab.898.000 2. 2012 SUBBIDANG PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN DAERAH I Prov NAD NO NAMA RS ALOKASI 8.204.350. NAD Kabupaten/Kota 1 RSU Yulidin Away 2 RSU Datu Beru Takengon 3 RSIA Biereuneun 4 RSU Meuraxa 5 RSU Nagan Raya RSU Gayo Lues (Blangkejeren) 6 7 RSUD Tamiang RSUD Bener Meriah 8 Provinsi JUMLAH II Prov Sumatera Utara 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Kab.990.523.730.020.750.870.590.750. Nias Selatan Kab.000 2.000 2.854.583.110.347. Tanah Datar Kota Padang Kab.604.529.280. Serdang Bedagai Kab.239.651. Pasaman Barat Kab.920. Aceh Selatan Kab.205.740.392. Hanafiah SM (Batusangkar) RSUD Kota Padang 6 7 RSU Pasaman Barat 8 RSU Sungai Dareh 9 RSU Muara Labuh JUMLAH Provinsi 53.000 2.054.000 3.350.000 2.468.000 53.170.000 2. Dairi Deli Serdang Tanah Karo Langkat Mandailing Natal Kab.747.ALOKASI DAK KESEHATAN RUJUKAN TA.800.000 2.990.139.000 2.490.H. Agam Kab.703.

000 2. Bangka Barat 1 2 3 4 5 6 Kab.000 19.930.631.939.909.000 2.000 5.000 2.000 1. Dr. Kab.000 2.000 1.000 7. Empat Lawang 11.730.100.380.138.930.524. Kab.800.780.000 2.000 1 2 3 4 5 7 VII Kab.740. Natuna Kab.351.110.Hanafie Muara Bungo 2 RSU Mayjen H.710.000 2.900.HM.406.000 1. Kab. Bengkulu Selatan Bengkulu Utara Rejang Lebong Kaur Seluma Mukomuko 16.486. Lahat Kota Lubuk Linggau Kab. 2012 SUBBIDANG PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN DAERAH NO NAMA RS ALOKASI 7.717.135. Kab. Kab.000 1.326.000 2.500.000 2. Kep. Belitung Kab.000 1.000 4.260.ALOKASI DAK KESEHATAN RUJUKAN TA. Abdul Manap 7 JUMLAH Provinsi Kabupaten/Kota 1 RSU Lahat 2 RSUD Talang Ubi 3 RSU Siti Aisyah 4 RSU Banyuasin 5 RSUD Kab.909.000 2.000 15.000 3.088. Kab. Indragiri Hilir Kab.410.620.462.830.150.000 2.143.745.440. Kab.434. Sarolangun Kota Jambi Prov Sumatera Selatan 1 2 3 4 Kab.880.000 11.287. Empat Lawang JUMLAH VIII Prov Kep.000 2.000 6.880.578.801.936.042.107.000 2.110.131.011. Bangka Kab.129.000 2.830.000 . Babel 1 RSUD Serumpun Sebalai 2 Kabupaten/Kota RSU Sungai Liat 1 2 RSU Tanjung Pandan 3 RSU Sejiran Setason JUMLAH IX Prov Bengkulu Provinsi Kabupaten/Kota 1 RSU Manna 2 RSUD Arga Makmur 3 RSU Curup 4 RSUD Kaur 5 RSUD Tais 6 RSUD Muko-muko 6.130.000 2. Banyuasin Kab.250.227.186. Kab.000 2.000 1 2 Kab.770.630.989.450.000 2.520.532.403.000 2.770.000 1.000 12.532.621. Lingga JUMLAH VI Prov Jambi Provinsi 1 RSU Raden Mattaher 2 RSJ Jambi Kabupaten/Kota 1 RSUD H.740.000 2.784.000 7. Siak Provinsi Kabupaten/Kota RSU Raja Musa Sungai Guntung 1 RSU Tengku Sulung Pulau Kijang 2 3 RSUD Siak Provinsi Kabupaten/Kota RSUD Natuna 1 RSU Lapangan Lingga 2 RSU Dabo 3 JUMLAH V Prov Riau Kepulauan 1 2 Kab.780. Chotib Quswain RSU H.000 2. Bungo Kerinci Merangin Muaro Jambi Kab.745.520.000 2.910.000 3.996.228. Thalib 3 RSUD Kol.830.000 2.A.377.900.135. Abunjani Bangko 4 RSUD Muaro Jambi 5 RSUD Sungai Bahar 6 RSUD Prof.000 1.150.370.620.207.964.140.410.000 2.140.164.446.122.000 1 2 3 Kab.230.365. Bangka Belitung Provinsi RSJD Prov.377.

000 45.884.000 16.250. Kuningan Kab.245.000 66.731.620.302.000 NAMA RS ALOKASI 2.200.880.200.000 1.689.000 6.269.000 2.810.465. Pandeglang Kab.020.000 2.164. Amino Gondohutomo Kabupaten/Kota 1 RSUD Banjarnegara 8.000 902.604.000 3.058.000 8.861. Karawang Kab. Moewardi 2 RSU Prof.280.000 21.000 1.230.714.000 2.704.000 1.743.000 1.600.000 1.000 3. 3 4 RSJ Surakarta 5 RSJ Dr.794.140.000 1.628. Lampung Timur Kab. Subang Kab.000 2.797.058.578.280.195.120.611.970. Pringsewu Prov Jawa Barat JUMLAH 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Kab.385.257.343. Tangerang JUMLAH XIV Prov Jawa Tengah 1 Kab.370.196.557.108. Lebong Prov Lampung NO Provinsi RSUD Lebong 7 JUMLAH Provinsi RSUD H.930.000 1.846.424.000 3. Adjidarmo 1 RSU Berkah 2 RSU Kab. A.108. Majalengka Kab.000 3. Slamet Garut 8 RSU Indramayu 9 RSU Patrol 10 RSU Karawang` 11 RSU 45 Kuningan 12 RSU Cideres 13 RSU Majalengka RSU Bayu Asih 14 RSU Subang 15 16 RSU Sekarwangi 17 RSU Jampang Kulon 18 RSU Sumedang 19 RSUD R Syamsuddin SH RSU Cibabat Cimahi 20 21 RSU Tasikmalaya JUMLAH XIII Prov Banten Provinsi Kabupaten/Kota RSUD Dr.000 2.843. Lebak Kab. 2012 SUBBIDANG PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN DAERAH 7 X Kab.760.640.000 1.894.939.000 2.204.633.765.213.000 2.000 3.166.590.140.ALOKASI DAK KESEHATAN RUJUKAN TA.779. Sukabumi Kab.830.480.794.796.000 1.000 1.525. Bandung Kab.350. Indramayu Kab.705.595.108.207.000 1.110. Banjarnegara .414.845.705. Ciamis Kab.010.000 3. Tangerang 3 Provinsi 1 RS Tugurejo Semarang RSU Dr.000 2. Lampung Barat Kab.000 45.320.000 17.940.760.890.562.363.880. Purwakarta Kab.000 2.000 902. Dadi Tjokrodipo 5 RSU Jend.000 933.970. Abdul Moeloek 1 2 RSJ Bandar Lampung Kabupaten/Kota RSU Liwa 1 2 RSU Sukadana RSU Kota Agung 3 4 RSUD A. Margono S.824.710.000 3. Cianjur Kab.910.150.000 902. Sumedang Kota Sukabumi Kota Cimahi Kota Tasikmalaya 1 2 3 Kab.000 1.000 2.000 3.000 1 2 3 4 5 6 XII Kab.340.627.Yani Metro RSU Pringsewu 6 Provinsi Kabupaten/Kota RSU Soreang 1 RSU Majalaya 2 3 RSUD Cicalengka 4 RSU Ciamis 5 RSU Cianjur 6 RSU Cimacan 7 RSU Dr.410.000 2.000 2.840.208. Garut Kab.000 3.000 2. Tanggamus Kota Bandar Lampung Kota Metro Kab.000 2.290.690.040.

912.207. Kab.640. Soedjati S 8 RSU RA Kartini Jepara 9 RSUD Karanganyar 10 RSUD Kudus 11 RSUD Kayen Pati 12 RSU Kajen 13 RSU Kraton 14 RSUD Dr.000 3.000 2.530. Goeteng T 16 RSU Saras Husada 17 RSU R.940.000 1.000 2.000 2. Kab. Kab.546. Kab.000 2.690.000 3. Kab. Kab.020.122. Kab. Kab. Semarang Kab.380. Pemalang Kab.228.000 2.039. R Soeprapto Cepu RSUD Brebes 6 7 RSU Dr.385.579.111.980. Purbalingga Kab.512.577. Tegal Kab.000 1.820.255. Saiful Anwar RSU Dr.270.990.610. Banyuwangi Kab.075.064.688.880.940.000 2.820.000 2.540.000 12. Sragen Kab.840.000 2.600.047.137.000 2.000 2. Bangkalan Kab. Sukoharjo Kab.000 3.180.255.039. Kab.320. 2012 SUBBIDANG PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN DAERAH 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 XV Kab.470.625.000 2. Sayidiman Magetan 11 RSU Dr.000 5. Soetomo RSJ Menur 4 Kabupaten/Kota 1 RSUD Syarifah Ambame RS Blambangan 2 RS Genteng 3 4 RSU Ngudi Waluyo Wlingi RSU H.713. Purworejo Kab.260.ALOKASI DAK KESEHATAN RUJUKAN TA. Koesnadi 5 6 RSUD Ibnu Siena 7 RSU Jombang 8 RSU Soegiri Lamongan 9 RSU Panti Waluyo Caruban 10 RSU Dr.000 2.400.359.700. Sutrasno 18 RSUD Ambarawa 19 RSU Sragen 20 RSU Sukoharjo 21 RSU R SoeseloTegal 22 RSUD Dr.000 2.458.000 Kab.062.040. Kab.000 3.000 3.000 15.000 2.000 2.628.081. R.496. M Harjono Ponorogo 14 RSU Waluyojati Kraksaan 1 2 3 4 Kab.460.000 2.054.000 2. Wonosobo Kota Magelang Kota Salatiga Kota Tegal Prov DI Yogyakarta Provinsi RSUD Banyumas 2 RSUD Ajibarang 3 RSUD Batang 4 5 RSUD Dr.910. Blitar Bondowoso Gresik Jombang Lamongan Madiun Magetan Ngawi Pamekasan Ponorogo Probolinggo .000 2.629.020.020.287.340.261.969.677.622.000 2.523.731. Kab. Soedono Madiun 2 3 RSU Dr. Kab.000 10.000 2.562.000 3.000 837.210. Bantul Gunung Kidul Kulon Progo Sleman JUMLAH XVI Prov Jawa Timur 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Kab. Kab. Rembang Kab.136.677.417. Batang Blora Brebes Grobogan Jepara Karanganyar Kudus NO NAMA RS ALOKASI 2. Kab.000 3. Kab.282.913. Pekalongan Kab.100.000 913.001.920.000 2.000 3.150.500.540.513.101. Kab.440.000 73.640.880.320. M Ashari 15 RSU Dr.500. Soeroto Ngawi 12 RSU Pamekasan 13 RSU Prof.850.901.520.000 3.048.535.572.930.000 2.000 3.198.000 2.110.000 2.970.940.000 2.340.700.000 49. Banyumas Kab.859.000 3.000 2.000 2. Soediran Mangun Sumarso RSUD Setjonegoro 23 24 RSU Tidar Magelang 25 RSUD Salatiga RSU Kardinah 26 JUMLAH Provinsi 1 RSJ Ghrasia Kabupaten/Kota RSU Panembahan Senopati 1 2 RSU Wonosari 3 RSU Wates RSU Sleman 4 RSU Prambanan 5 Provinsi 1 RSU Dr.000 1.993.000 917.640.657.753.127.737.000 2. Kab.000 2.163.000 2. R. Kab. Wonogiri Kab. Kab.000 1.747.

000 2.578.210. Kutai Barat Kab.732.883.467.320.927.000 2.510.530.120.000 1 2 3 XXI Kab. Kab.000 3. Kab.090.000 2. Kab.000 2.960.000 4.936.320.Achmad Diponegoro 4 RSU Agoesdjam 5 RSU Sambas 6 RSU Pemangkat 7 RSUD Sanggau JUMLAH 1 2 3 4 5 6 Kab. Sangihe Kota Bitung Kab.810.225.890.000 4. Soedarso RS Kusta Alverno 2 3 RSJ Provinsi Kabupaten/Kota 1 RSU Bengkayang 2 RSUD Landak 3 RSU Dr.647.810.000 1.230.650.912.000 2.420. Nunukan Prov Sulawesi Utara 6.122.022.000 1.000 11.000 2.000 3.235.190.061.211.855. Tulungagung Kota Madiun Kota Mojokerto Kota Probolinggo Prov Kalimantan Barat Provinsi RSU Tongas 15 16 RSU Situbondo 17 RSU Dr.000 2.730.000 6.000 2.000 3.000 2. 2012 SUBBIDANG PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN DAERAH NO NAMA RS ALOKASI 1.860.533.640. Iskak 19 RSUD Kota Madiun 20 RSU Dr Wahidin S Husodo 21 RSU M Saleh Probolinggo Provinsi 1 RSU Dr.000 2. Soemarmo Kapuas 3 RSU Tamiang Layang 4 RSU Kuala Kurun 5 RSU Kuala Pembuang JUMLAH XIX Prov Kalimantan Selatan Provinsi 1 RSU Ulin Banjarmasin RSU Ansari Saleh 2 JUMLAH XX Prov Kalimantan Timur Provinsi Kabupaten/Kota 1 RSU Harapan Insan Sendawar 2 RSUD Malinau 3 RSUD Nunukan JUMLAH 1 2 3 4 5 Kab.000 2.295.810.000 1.436.488.360.000 1.000 2.315.172. Sanggau JUMLAH XVIII Prov Kalimantan Tengah Provinsi Kabupaten/Kota 1 RSU Buntok 2 RSU Dr.519.000 1.890.125. Barito Selatan Kapuas Barito Timur Gunung Mas Seruyan 11.050.000 2.498.238. Trenggalek Kab.265.000 2.870.197.000 23.168. Kepulauan Talaud Kab.000 2.477.000 59.152.342.044.090.534.000 2.ALOKASI DAK KESEHATAN RUJUKAN TA.750.155. Malinau Kab.000 3.820. Kab.061.890.024.790.000 2.000 2.000 24.078.000 3.954.315. Situbondo Kab.000 16.983.530.801.900.150. Minahasa Utara Kota Kotamobago Provinsi 1 RSU Noongan Langowan RS Khusus Daerah Kls A 2 Kabupaten/Kota 1 RSU Datoe Binangkang 2 RSUD Lolak (Pemekaran) RSU Liun Kendage Tahuna 3 RSU Bitung 4 5 RSU Talaud 6 RSU MW Maramis Minut 7 RSUD Kotamobagu .480.164.500. Bolaang Mongondow Kab.554.000 2.740.380.000 4. Kab.000 3.000 1 2 3 4 5 6 Kab. Kab.720. Kab.151.600.370.000 1.548.000 2.610.231.000 2.215.580.012.000 8.000 2.125. Kab.460.590. Soedomo 18 RSU Dr.467.000 14 15 16 17 18 19 XVII Kab.090. Bengkayang Landak Kapuas Hulu Ketapang Sambas Kab.000 2.720.648.265.

700.765.000 2.146.000 1. Kab.000 4.000 3.910.000 1.340.994.450.680.000 8.507.420.520.000 14.135.340.000 2.993.113. Aloei Saboe 3 RSUD Otanaha RSU Kab.565.260.722.000 11. Kab.000 27. Kab. Majene Kab.203.387.000 2.330.633.830.000 2.960.392.520.000 2.430.915.500.097.000 35. Sinjai Kab. H.000 2.670.Padjonga DG Ngalle RSU Lamadukeleng Sengkang RSUD Siwa RSU Sawerigading Palopo JUMLAH XXII Prov Gorontalo 1 2 3 Kab.000 2. Kab.000 3.195.000 2.657.840. Polewali Mandar Provinsi 1 RS Provinsi Malabi Kabupaten/Kota RSU Majene 1 RSU Mamuju 2 RS Polewali Mandar 3 .713. Barru Bone Bulukumba Enrekang Gowa Jeneponto Maros Pangkajene Kepulauan Kab. Morowali Kab.231.000 3.068.653.388.000 19.841.000 5.000 1.241.526. Sidenreng Rappang Kab.000 3.414.213. Kep.840. Wajo Kota Palopo Prov Sulawesi Barat 1 2 3 Kab. Kab.200.000 2.954.382.570.757. Siau Tagulandang Biaro NO NAMA RS ALOKASI 2. Banggai Kepulauan Kab.620.216.241.990.000 4.000 3.320.000 2.000 2.654. Sawang 10 RSUD Tagulandang JUMLAH Provinsi Kabupaten/Kota RSUD Dr.130.870.000 Provinsi RSU Bolaang Mongondow Utara 8 9 RSUD Lap.120.910.248.730. Parigi Moutong Kab.990. Bolaang Mongondow Utara Kab.950.404.000.984.130.273.000 2.000 2.276.960.161.058.195.000 5.000 24.646.000 4.000 1.000 1.000 5. Pohuwato JUMLAH 8.234.520.994.174.070. Mamuju Kab.066.840.288.000 49.000 2. 2012 SUBBIDANG PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN DAERAH 7 8 Kab.000 1.000 3.551.000 1.660. Dr.791.758. Gorontalo Kota Gorontalo Kab.180.000 2. Poso Kota Palu Kab.117.980.276.414. Tojo Una Una Prov Sulawesi Selatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 XXV Kab.Pohuwato 4 Provinsi 1 RSU Undata Palu 2 RSD Madani (RS Jiwa Palu) Kabupaten/Kota 1 RSU Banggai Kepulauan 2 RSUD Morowali Bungku 3 RSU Kolonedale 4 RSU Poso 5 RSU Anutapura 6 RSU Anuntaloka Parigi 7 RSU Ampana JUMLAH Provinsi RSU Labuang Baji 1 2 RSIA Siti Fatimah 3 RSU Sayang Rakyat 4 RSIA Pertiwi Kabupaten/Kota RSUD La Patarai Barru 1 2 RSU Tenriawaru Bone 3 RSUD HA Sultan DG Radja Bulukumba 4 RSUD Massenrempulu 5 RSU Syech Yusuf 6 RSU Lanto DG Pasewang Jeneponto 7 RSU Salewangang Maros 8 RSU Pangkep 9 10 11 12 13 14 15 RSU Nene Malomo RSU Arifin Nu'mang RSU Sinjai RSUD H.543.361.000 1.572.000 2.239.000 2.000 XXIII Prov Sulawesi Tengah 1 2 3 4 5 6 XXIV Kab.000 2.057. MM Dunda 1 2 RSUD Prof.361. Kab.996. Takalar Kab.000 3.000 2. Kab.203.ALOKASI DAK KESEHATAN RUJUKAN TA.

890.667.293.894. Kab.710. Kab.280.375.348.000 2.000 3. Lombok Barat Kab.000 3.800.180.562.ALOKASI DAK KESEHATAN RUJUKAN TA.000 2.350.980.000 22.290.215.000 3.728.412.Karangasem 5 RSUD Kab.475.950. Kab. Bima Kab.000 2.000 2.432.045.840.749.430.000 Provinsi RSU Mamasa 4 RSU Mamuju Utara 5 Provinsi Kabupaten/kota 1 RSUD Kab. Konawe Muna Bombana Wakatobi Konawe Utara Buton Utara JUMLAH XXVII Prov Bali Provinsi 1 RSJ Bangli Kabupaten/Kota RSU Bangli 1 2 RSUD Kab.822.010.450.000.399.174.760.000 29.350.000 22.820.111.045. Muna (Raha) 3 RSUD Bombana 4 RSUD Kab.000 15.000 2.000 16.990. Kab. Wakotabi 5 RSUD Kab.990. 2012 SUBBIDANG PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN DAERAH 4 5 Kab.000 16.961. Kab.000 7.850.303.480. Bangli Buleleng Jembrana Karangasem Klungkung Tabanan XXVIII Prov Nusa Tenggara Barat 1 2 3 4 5 6 7 XXIX Kab. Kab.390.699.800. Kab. Lombok Timur Kab.728.800.327.180.322.000 3.402.000 5. Dompu Kab. Kab.000 XXX Prov Maluku 1 Kab.792.728. Kab.000 2.140.999. Mamasa Kab. Kab. Lombok Tengah Kab.530.650.140.170.000 2.000 2.580. Kab.730.345.000 2. Kab.170.000 2.530.076.000 3.647. Kab.000 2.830.710.Konawe 2 RSUD Kab.290.000 2.000 3.517.181.279.710.000 3. Kab.697. Sumbawa Kota Mataram Prov Nusa Tenggara Timur Provinsi 1 RSU Mataram RSJ Mataram 2 Kabupaten/Kota 1 RSU Raba Bima RSU Dompu 2 3 RSUD Patut Patuh Patju Gerung 4 RSU Praya 5 RSUD R Sujono Selong 6 RSU Sumbawa 7 RSU Kota Mataram JUMLAH Provinsi Kabupaten/Kota RSU Kalabahi Alor 1 2 RSU Atambua Belu RSU Adonara 3 RSU Naibonat 4 RSU Lewolewa Lembata 5 RSU Ruteng 6 RSU Bajawa 7 RSU Waikabubak 8 RSUD Umbu Rara Meha Waingapu 9 JUMLAH Provinsi 1 RS Khusus Daerah (Jiwa) Kabupaten/Kota 1 RSUD Namlea 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kab.170.155.140.406.000 2.000 3. Kab.100.399. Kab.000 2. Buleleng 3 RSU Negara 4 RSUD Kab.262.000 2.000 6.390. Konawe Utara 6 RSUD Buton Utara (Persiapan) JUMLAH XXVI Prov Sulawesi Tenggara 1 2 3 4 5 6 Kab.000 2.180. Pulau Buru .330.760.000 2.000 1.000 3.000 19.000 2.000 2.240.609.640.630.345.000 1 2 3 4 5 6 Kab. Kab.040.000 3.963. Kab.000 3.491.740.051.000 2. Mamuju Utara NO NAMA RS ALOKASI 2.000 2.000 2. Klungkung 6 BRSU Tabanan JUMLAH 15.940.000 2.696. Alor Belu Flores Timur Kupang Lembata Manggarai Ngada Sumba Barat Sumba Timur 22.

116.000 16.000 22. Sorong Selatan Kab.000 2.360. Kab.256. Seram Bagian Barat Kab.000 2.000 10. Sorong 2 RSU Manokwari 3 RSU Fak-fak 4 RS Selebesolu 5 RSUD Scholoo Keyen 6 RSUD Teluk Bintuni 7 RSU Teluk Wondama JUMLAH 1 2 3 4 Kab. Teluk Wondama 22.180.000 2.000.384.620.163. Kab.064.400.000 RS Provinsi RS Kab/Kota Total 41 254 295 Alokasi DAK Rujukan RS Prov Alokasi DAK Rujukan RS Kab/Kota Total 117.410.000 2.360.719.160. Halmahera Timur Halmahera Selatan Halmahera Utara Pulau Morotai JUMLAH 10. Manokwari Kab.000 3.447.000 3.000 4. Sorong Kab.587.940.460.000 2.577.124.850.000 XXXII Prov Papua 1 2 3 4 5 6 7 Kab.208.380.688.030.689.326.910.000 2. Kab. Kab.000 2.892. Biak Numfor Jayapura Nabire Puncak Jaya Keerom Mappi Supiori JUMLAH XXXIII Prov Irian Jaya Barat 1 2 3 4 5 6 7 Kab.480.ALOKASI DAK KESEHATAN RUJUKAN TA.116.317.584.000 2.230.980.000 3.230.260. Kepulauan Aru Prov Maluku Utara NO NAMA RS ALOKASI 2.460.000 38.650.000 3.720. Kab. Kab.470.064. Teluk Bintuni Kab. Kab.000 631.235. Kab.312.326.000.000 2.930.420.597.140. Kab.000 3.000 2.000 2.834.267.000 Provinsi RSU Piru 2 3 RSUD Cendrawasih Dobo JUMLAH Provinsi Kabupaten/Kota RSU Maba 1 RSU Labuha 2 RSUD Tobelo 3 RSUD Morotai 4 Provinsi 1 RSU Abepura 2 RS Dok II Jayapura 3 RSJ Abepura Kabupaten/Kota RSU Biak 1 RSUD Yowari Sentani 2 RSU Nabire 3 RSU Mulia 4 RSUD Kwaingga (persiapan) 5 RSUD Mappi (persiapan) 6 RSUD Supiori 7 Provinsi Kabupaten/Kota 1 RSU Kab.000 4.000 10.880.000 6.000 6.000 .798.480.000 749. Fak Fak Kota Sorong Kab.000 2.230.356.480.110.748. 2012 SUBBIDANG PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN DAERAH 2 3 XXXI Kab.666.836.000 22.000 3.510.460.860.437.490.000.