You are on page 1of 15

TUGAS SEBELUM PRAKTIKUM

DISUSUN OLEH:

Nama NIM Group/ Kelompok Jurusan Judul Praktikum Tanggal Praktikum

: Yudha Dwi Nugroho : 11 – 01 – 160 : G / 1 ( Satu ) : Teknik Kimia Industri : ELEKTROLISA : 4 April 2012

PENDIDIKAN TEKNOLOGI KIMIA INDUSTRI MEDAN 2012

Page 1 of 15

Dalam halini ion-ion positif berpindah ke arah elektroda negatif yang dibingkan dengan kutubnegatif sumber arus dan ion-ion negatif bergerak ke arah elektroda positif yangdihubungkan dengan kutub positif sumber arus.Jika arus listrik dialirkan akan terjadi reaksi kimia pada eketroda-elektrodanya. atau garam. potasium. Pada katode akan terjadi reaksi reduksi dan pada anode terjadi reaksi oksidasi. yaitu: 1. seperti seng (Zn). basa. katode merupakan kutub negatif dan anode merupakan kutub positif. seperti kalsium (Ca). Tempat dimana elektrolisis berlangsung disebut sel elektrolisis. Kombinasi antara larutan elektrolit dan elektrode menghasilkan tiga kategori penting elektrolisis. Sel itu terdiri atas leburan / larutan elektrolit yaitu zat yang dapat menghantar listrik dan duaelektroda yang dihubungkan dengan sumber arus listrik seperti battery atau power supply.  Elektroda aktif. Elektrolisis leburan dengan elektrode inert Pada elektrolisis. Elektrolisis larutan dengan elektrode inert 2. dan emas (Au). dan perak (Ag). Page 2 of 15 . Elektroda yang digunakan dalam proses elektolisis dapat digolongkan menjadi dua. Elektrolisis larutan dengan elektrode aktif 3. Elektrolitnya dapat berupa larutan berupa asam. Platina (Pt). dapat pula leburan garam halida atau leburan oksida. yaitu:  Elektroda inert. grafit (C). Komponen yang terpenting dari proses elektrolisis ini adalah elektrode dan larutan elektrolit.ELEKTROLISA Proses elektrolisis yaitu proses penguraian suatu leburan senyawa atau larutannya oleh listrik arus searah. tembaga (Cu).

seperti baterai ya n g m e n g a l i r k a n a r u s l i s t r i k s e a r a h (DC). Reaksikimia akan terjadi jika arus listrik dialirkan melalui larutan elektrolit.Berdasarkan hukum Faraday I : W=e.500 atau W= e.Q 96. Elektroda yang menerima elektron dari sumber arus listrik luar disebut Katoda. Ada larutan elektrolit yang mengandung ion bebas. A d a 2 elektroda dalam sel elektrolisis. sedangkan elektoda yang mengalirkan elektron kembali ke sumber arus listrik Page 3 of 15 . Ion -ion ini dapat memberikan ataumenerima elektron sehingga electron dapat mengalir melalui larutan. Pada sel elektrolisis. yaitu: 1. A d a sumber arus listrik dari luar. yaitu energi listrik (arus listrik)diubah menjadi energi kimia (reaksi redoks).500 Keterangan : W = massa (gram) e = equivalen Arn i = arus listrik ( Ampere ) t = waktu ( sekon ) Q = muatan ( coloumb ) Elektrolisis adalah penguraian suatu elektrolit oleh arus listrik. 3. Tiga ciri utama.t 96. 2.i.

Katoda adalahtempat terjadinya reaksi reduksi yang elektrodanya negative (-) dan Anoda adalah tempat terjadinyareaksi oksidasi yang elektrodanya positive (+).Sel dan elektrolisis Dalam sel. reaksi oksidasi reduksi berlangsung dengan spontan.luar disebut Anoda. zink akan mengendap dan tembaga akan mulai larut. Reaksi total sel Daniell adalah Zn + Cu2+(aq) –> Zn2+(aq) + Cu Andaikan potensial lebih tinggi dari 1. reaksi yang tidak berlangsung spontan kini diinduksi dengan energi listrik. Bila potensial diberikan pada sel dalam arah kebalikan dengan arah potensial sel. reaksi sel yang berkaitan dengan negatif potensial sel akan diinduksi. Dengan kata lain. reaksi sebaliknya akan berlangsung. Zn2+(aq) + Cu –> Zn + Cu2+(aq) Page 4 of 15 . Jadi.1 V diberikan pada sel dengan arah kebalikan dari potensial yang dihasilkan sel. Elektrolisis a. dan energi kimia yang menyertai reaksi kimia diubah menjadi energi listrik. Pengecasan baterai timbal adalah contoh elektrolisis. Proses ini disebut elektrolisis.

Zink mengendap sementara tembaga akan melarut. Hukum elektrolisis Faraday Di awal abad ke-19. Ia merangkumkan hasil pengamatannya dalam dua hukum di tahun 1833. Faraday menyelidiki hubungan antara jumlah listrik yang mengalir dalam sel dan kuantitas kimia yang berubah di elektroda saat elektrolisis.menunjukkan representasi skematik reaksi kimia yang terjadi bila potensial balik diberikan pada sel Daniell. b. Reaksi kebalikan dengan yang terjadi pada sel Daniell akan berlangsung. Page 5 of 15 .

65 x104 C. Produksi aluminum di industri dengan elektrolisis dicapai tahun 1886 secara independen oleh penemu Amerika Charles Martin Hall (1863-1914) dan penemu Perancis Paul Louis Toussaint Héroult (1863-1914) pada waktu yang sama. 2.Hukum elektrolisis Faraday 1. Dimungkinkan untuk menghitung kuantitas mol perubahan kimia yang disebabkan oleh aliran arus listrik yang tetap mengalir untuk rentang waktu tertentu. Sukses elektrolisis ini karena penggunaan lelehan Na3AlF6 sebagai pelarut bijih (aluminum oksida. alumina Al2O3). Page 6 of 15 . 9. Bila sejumlah tertentu arus listrik melalui sel. Elektrolisis khususnya bermanfaat untuk produksi logam dengan kecenderungan ionisasi tinggi (misalnya aluminum). c. dan 1 C adalah muatan yang dihasilkan bila arus 1 A (Ampere) mengalir selama 1 s. Bahkan hingga kini elektrolisis digunakan untuk menghasilkan berbagai logam. C (Coulomb) adalah satuan muatan listrik. Davy segera mengikuti dan dengan sukses mengisolasi logam alkali dan alkali tanah. jumlah mol zat yang berubah di elektroda adalah konstan tidak bergantung jenis zat. Jumlah zat yang dihasilkan di elektroda sebanding dengan jumlah arus listrik yang melalui sel. kuantitas listrik yang diperlukan untuk mengendapkan 1 mol logam monovalen adalah 96 485 C(Coulomb) tidak bergantung pada jenis logamnya. Elektrolisis penting di industri Elektrolisis yang pertama dicoba adalah elektrolisis air (1800). yang didefinisikan sebgai kuantitas listrik yang dibawa oleh 1 mol elektron. Misalnya. Tetapan fundamental listrik adalah konstanta Faraday F.

Bijih ini diolah dengan alkali.+ 12F.828 V Metoda lain adalah dengan menggunakan lelehan garam. dan suhu ini mudah dicapai.40) 2CO2 + 2AlO2-(aq) + (n+1)H2O(l) –> 2HCO3-(aq) + Al2O3. n H2O(s) Alumina yang didapatkan dicampur dengan Na3AlF6 dan kemudian garam lelehnya dielektrolisis. Al2O3(s) + 2OH-(aq) –> 2AlO2-(aq) + H2O(l) (10. Alumina akan diendapkan. Kemungkinan besar awalnya alumina bereaksi dengan Na3AlF6 dan kemudian reaksi elektrolisis berlangsung. dalam kasus elektrolisis alumina.+ 6FReaksi elektrodanya adalah sebagai berikut. Al2O3 + 4AlF63 –> 3Al2OF62. dan karbon dioksida dialirkan ke filtratnya untuk menghasilkan hidrolisis garamnya. Salah satu cara yang paling jelas agar ion mempunyai mobilitas adalah dengan menggunakan larutan dalam air.Sebagai syarat berlangsungnya elektrolisis. Namun.potensial elektroda normal = -0.662 V H2 + 2OH. Masalahnya Al2O3 meleleh pada suhu sangat tinggi 2050 °C. Reaksi dalam sel elektrolisi rumit.+ C –> 4AlF63 + CO2 + 4ePage 7 of 15 . bauksit mengandung berbagai oksida logam sebagai pengotor. Al3+ + 3e2H2O +2e  Al potensial elektroda normal = -1. Elektroda negatif: 2 Al2OF62. larutan dalam air jelas tidak tepat sebab air lebih mudah direduksi daripada ion aluminum sebagaimana ditunjukkan di bawah ini. Prosedur detailnya adalah: bijih aluminum. dan hanya oksida aluminum yang amfoter yang larut. dan elektrolisis pada suhu setinggi ini jelas tidak realistik. titik leleh campuran Al2O3 dan Na3AlF6 adalah sekitar 1000 °C. Bahan yang tak larut disaring. Namun. ion harus dapat bermigrasi ke elektroda.

Page 8 of 15 . Namun. ion-on hidrogen dan ion-on logam yang bermuatan positif selalu bergerak ke katoda dan ion-ion OH.55 %. harus diingat bahwa produksi aluminum membutuhkan listrik dalam jumlah sangat besar. reaksi redoks tidak dapat berlangsung. Reaksi yang berlangsung pada sel elektrolisa adalah reaksi yang tergolong dalam reaksi redoks. Dalam sel elektrolisa terjadinya reaksi kimia karena adanya energi dari luar dalam bentuk potensial atau arus listrik.Elektroda positif: AlF63 + 3e. Sebaliknya jika potensial reaksi redoksnya negatif. maka reaksi redoks tersebut dapat berlangsung. ion positif (kation) bergerak ke katoda (negatif) dimana terjadi reaksi reduksi. Dalam sel elektrolisa katoda merupakan kutub negatif dan anoda merupakan kutub positif.–> Al + 6F- Reaksi total: 2 Al2O3 + 3C –> 4Al + 3CO2 Kemurnian aluminum yang didapatkan dengan prosedur ini kira-kira 99. Sifat aluminum sangat baik dan. harganya juga tidak terlalu mahal. yaitu bila potensial reaksi redoksnya positif. Pada elektrolisa larutan elektrolit dalam air. Arus listrik dalam larutan dihantarkan oleh ion-ion. Aluminum digunakan dalam kemurnian ini atau sebagai paduan dengan logam lain. Ion negatif (anion) bergerak ke anoda (positif) dimana terjadi reaksi oksidasi. Ingat : Ion positif adalah sebuah atom atau suatu gugusan atom-atom yang kekurangan satu atau beberapa elektron. Ion negatif adalah sebuah atom atau suatu gugusan atom-tom yang kelebihan satu atau beberapa elektron.dan ionion sisa asam yng bermuatan negatif menuju ke anoda. Dengan menggunakan daftar potensial elektroda standart dapat diketahui apakah suatu reaksi redoks dapat berlangsung atau tidak. selain itu.

Sel Elektrokimia adalah sel yang disusun untuk menjadikan suatu reaksi redoks menghasilkan energy listrik yang selanjutnya diubah menjadi energy kimia atau sebaliknya . Macam-macam Eletrokimia : Elektrokimia dibagi menjadi dua jenis : Sel Volta atau Sel Galvani Page 9 of 15 . Elemen yang digunakan dalam reaksi elektrokimia dikarakterisasikan dengan banyaknya elektron yang dimiliki.Elektrolisis larutan garam dapur Pengertian Elektrokimia ilmu yang mempelajari aspek elektronik dari reaksi kimia.

Elektroda positif (+) yang disebut juga anoda sedangkan elektroda negative (-) disebut katoda. Elektrolisis terhadap lelehan/cairan/leburan Sel elektrolisis tidak mengandung pelarut (air) Katode : reduksi kation Anode : oksidasi anion b. Page 10 of 15 .Luigi Galvani (1780) dan Alexandro Volta (1800) menemukan adanya muatan listrik dalam suatu reaksi kimia Reaksi kimia ini hanya terjadi pada reaksi redoks dan rangkaian reaksi ini disebut Sel Volta.yang dioksidasi air . Contoh : batu batrei dan akki Katode : reduksi kutub (+) Anode : Oksidasi kutub (-) Sel Elektrolisis Elektrolisis adalah peristiwa penguraian zat elektrolit oleh arus listrik searah. a.Fe.Elektroda Aktip ( Cu.Ni. Sel Volta atau Galvani adalah Energi yang dihasilkan oleh reaksi kimia diubah menjadi energy listrik.Elektroda inert ( tidak aktif ) Katode = Golongan IA dan IIA yang dielektrolisis air Anode = Mengandung O.dll) Katode = Golongan IA dan IIA yang dielektrolisis air Anode = Elektrode Aktif tersebut.Ag. Elektrolisis terhadap larutan elektrolit dalam air .

Prinsip Perhitungan Elektrolisis 1.sedangkan logam pelapis disebut anoda.Kegunaan Sel Elektrolisis Beberapa kegunaan sel alektrolisis adalah : 1. t maka G = I . t m = massa zat yang dihasilkan (gram) e = berat ekivalen = Ar/ Valens i= Mr/Valensi i t = kuat arus listrik (amper) = waktu (detik) q = muatan listrik (coulomb) 2. i . Untuk menghitung konsentrasi suatu logam dalam larutan. Hukum Faraday I “Massa zat yang terbentuk pada masing-masing elektroda sebanding dengan kuat arus/arus listrik yang mengalir pada elektrolisis tersebut”. 2. Penyepuhan adalah proses pelapisan suatu logam dengan lgam lain.logam yang akan dilapisi digunakan sebagai katoda. Rumus: m = e . Hukum Faraday II “Massa zat yang dibebaskan pada elektrolisis (G) berbanding lurus dengan massa ekivalen zat itu ( ME ) G = ME Page 11 of 15 . 3. t / 96.500 q = i . Pembuatan beberapa senyawa.

i .Penggabungan hukum Faraday I dan II G = k .Sedangkan ion OH. Pembentukan karat : Anoda : Fe   Fe2+ + 2e 4 OH – Katoda : O2 + 2 H2O + 4e Fe2+ akan teroksidasi lagi membentuk Fe3+ atau Fe3O3. maka G = . ME Jika k = .Karat merupakan hasil dari proses dari korosi yaitu teroksidasinya suatu logam. Pencegahan proses perkaratan : Pelepisan dengan cat atau logam lain yang sukar teroksidasi Proses katoda ( proteksi katodik ) Page 12 of 15 .NO2) dari hasil perubahan dengan air hujan. t .bsi yang terkorosi membentuk karat dengan umus : Fe2O3XH2O. Karat bersifat katalis untuk proses perkaratan berikutnya yang disebut Autokatalis.ME Korosi Korosi merupakan reaksi kimia antara logam dengan zat lain yang bias menghasilkan senyawa-senyawa yang tidak diinginkan. Proses perkaratan termasuk proses elektrokimia dimana logam besi ( Fe ) yang troksidasi bertindak sebagai anoda dan oksigen yang terlarut dalam air pada permukaan besi bertindak sebagai anoda.akan bergabung dengan elektrolit yang ada didalam atau dengan ion H+ dari terlarutnya oksidasi asam (SO2.

02 mol 2H2O(aq) konsentrasi H dalam larutan : Ph nya : 1 .log 2 (masih ingat caranya kan.→ Ag(s) Anoda (-) : 2H2O(aq) → 4H+(aq) + O2(g) + 4e- reaksi pada anoda terlihat dihasilkan ion H+ maka larutan tersebut bersifat asam..) Hukum Faraday II Page 13 of 15 ..02 mol → 4H+(aq) + O2(g) + 4e0. mula2 kita cari dahulu muatan yang lewat dalam larutan : karena F = mol elektron maka mol e.02 mol 0.Hubungan Hukum Faraday dengan Elektrolisis Jika arus listrik 1 A dialirkan ke dalam 100 ml larutan perak nitrat AgNO3 melalui elektroda Pt selama 1930 detik maka hitunglah Ph nya! elektrolisis larutan AgNO3 dengan elektroda Pt Katoda (+) : Ag+(aq) + e.= 0.

Dari dua pernyataan diatas. Masa zat yang dibebaskan atau diendapkan oleh arus listrik sebanding dengan bobot ekivalen zat-zat tersebut. Hubungan ini dikenal dengan Hukum Faraday. Dalam pengamatannya jika arus listrik searah dialirkan ke dalam suatu larutan elektrolit. Menurut Faraday 1. mengakibatkan perubahan kimia dalam larutan tersebut. Sehingga Faraday menemukan hubungan antara massa yang dibebaskan atau diendapkan dengan arus listrik. 2.Apabila 2 sel atau lebih dialiri arus listrik dalam jumlah yang sama (disusun seri) maka perbandingan massa zat-zat yang dihasilkan sebanding dengan massa ekivalen (e) zat-zat tersebut. Jumlah berat (massa) zat yang dihasilkan (diendapkan) pada elektroda sebanding dengan jumlah muatan listrik (Coulumb) yang dialirkan melalui larutan elektrolit tersebut. Keterangan : m = massa zat dalam gram e = massa ekivalen zat Ar = massa molekul relatif n = muatan ion positif zat/kation Faraday mengamati peristiwa elektrolisis melalui berbagai percobaan yang dia lakukan. disederhanakan menjadi persamaan : Page 14 of 15 .

Bobot zat yang dipindahkan atau yang tereduksi setara dengan elektron.023 .6 . 10-19 = 96. Muatan 1 elektron = 1.023 x 1023 elektron Muatan untuk 1 mol elektron = 6.dimana. 1023 x 1. Dalam hal ini elektron yang dilepas dan yang diambil dalam jumlah yang sama.6 x 10-19 Coulomb 1 mol elektron = 6.500 Coulomb = 1 Faraday Page 15 of 15 . M = massa zat dalam gram e = berat ekivalen dalam gram = berat atom: valensi i = kuat arus dalam Ampere t = waktu dalam detik F = Faraday Dalam peristiwa elektrolisis terjadi reduksi pada katoda untuk mengambil elektron yang mengalir dan oksidasi pada anoda yang memberikan eliran elektron tersebut. sehingga masa yang dipindahkan merupakan gram ekivalen dan sama dengan mol elektron. Faraday menyimpulkan bahwa Satu faraday adalah jumlah listrik yang diperlukan untuk menghasilkan satu ekivalen zat pada elektroda.