You are on page 1of 1

Uji Potensiasi Potensiasi hamoir mirip dengan sinergis seperti dua senyawa diduga memiliki efek toksik sama

/berbeda diberikan bersama. Ketika suatu senyawa diberikan ada suatu mekanisme senyawa satu mengurangi efek dari senyawa yang lain (antagonis) atau malah menanmbah efek dari senyawa lain (agonis) (Timbrell, 2009). Jenis interaksi dapat ditentukan dengan rumus: V= (ED50 perkiraan senyawa A+B)/(ED50 hasi pengamatan senyawa A+B) Dimana ketika nilai V<0,7 efek antagonis, V=0,7-1,3 berefek additive, V=1,3-1,8 berefek lebih additive dan jika nilai V>1,8 bersifat potensiasi atau sinergis(Timbrell,2009). Sinergis atau potensiasi efek diamati ketika dua senyawa diberikan bersama memberi efek yang lebih dibanding dengan total efek masing-masing senyawa diberikan sendiri. Potensiasi diamati ketika suatu senyawa yang tidak memiliki efek toksik poada organ tertentu tetapi ketika diberi senyawa lain membuat senyawa itu menjadi lebih toksik daripada ketika senyawa itu diberikan sendiri. Contoh isopropanol tidak bersifat hepatotoksik ketika diberi karbontetraklorida menimbulkan efek hepatotoksik karbontetraklorida yang jauh lebih besar daripada ketika karbontetraklorida diberikan secara tunggal atau sendiri(Cassaret,2001).

Super aditif(sinergis) adalah interaksi dimana hasil dari interaksi tersebut memberi efek yang lebih besar dari total efek obat jika diberikan tunggal. Potensiasi terjadi dimana efek obat ditingkatkan oleh senyawa lain yang tidak berefek(Katzung,2002).