You are on page 1of 14

Astronomi

Nebula Kepiting, sekumpulan sisa-sisa supernova. Citra diabadikan oleh teleskop Hubble. Astronomi ialah cabang ilmu alam yang melibatkan pengamatan benda-benda langit (seperti halnya bintang, planet, komet, nebula, gugus bintang, atau galaksi) serta fenomena-fenomena alam yang terjadi di luar atmosfer Bumi (misalnya radiasi latar belakang kosmik (radiasi CMB)). Ilmu ini secara pokok mempelajari pelbagai sisi dari benda-benda langit — seperti asal-usul, sifat fisika/kimia, meteorologi, dan gerak — dan bagaimana pengetahuan akan benda-benda tersebut menjelaskan pembentukan dan perkembangan alam semesta. Astronomi sebagai ilmu adalah salah satu yang tertua, sebagaimana diketahui dari artifak-artifak astronomis yang berasal dari era prasejarah; misalnya monumen-monumen dari Mesir dan Nubia, atau Stonehenge yang berasal dari Britania. Orang-orang dari peradaban-peradaban awal semacam Babilonia, Yunani, Cina, India, dan Maya juga didapati telah melakukan pengamatan yang metodologis atas langit malam. Akan tetapi meskipun memiliki sejarah yang panjang, astronomi baru dapat berkembang menjadi cabang ilmu pengetahuan modern melalui penemuan teleskop. Cukup banyak cabang-cabang ilmu yang pernah turut disertakan sebagai bagian dari astronomi, dan apabila diperhatikan, sifat cabang-cabang ini sangat beragam: dari astrometri, pelayaran berbasis angkasa, astronomi observasional, sampai dengan penyusunan kalender dan astrologi. Meski demikian, dewasa ini astronomi profesional dianggap identik dengan astrofisika. Pada abad ke-20, astronomi profesional terbagi menjadi dua cabang: astronomi observasional dan astronomi teoretis. Yang pertama melibatkan pengumpulan data dari pengamatan atas bendabenda langit, yang kemudian akan dianalisis menggunakan prinsip-prinsip dasar fisika. Yang kedua terpusat pada upaya pengembangan model-model komputer/analitis guna menjelaskan sifat-sifat benda-benda langit serta fenomena-fenomena alam lainnya. Adapun kedua cabang ini bersifat komplementer — astronomi teoretis berusaha untuk menerangkan hasil-hasil pengamatan astronomi observasional, dan astronomi observasional kemudian akan mencoba untuk membuktikan kesimpulan yang dibuat oleh astronomi teoretis. Astronom-astronom amatir telah dan terus berperan penting dalam banyak penemuan-penemuan astronomis, menjadikan astronomi salah satu dari hanya sedikit ilmu pengetahuan di mana tenaga amatir masih memegang peran aktif, terutama pada penemuan dan pengamatan fenomena-fenomena sementara. Astronomi harus dibedakan dari astrologi, yang merupakan kepercayaan bahwa nasib dan urusan manusia berhubungan dengan letak benda-benda langit seperti bintang atau rasinya. Memang betul bahwa dua bidang ini memiliki asal-usul yang sama, namun pada saat ini keduanya sangat berbeda

Leksikologi
Kata astronomi berasal dari bahasa Yunani, yaitu kata astron (ἄστρον, "bintang") yang kemudian diberi akhiran -nomi dari nomos (νόμος, "hukum" atau "budaya"). Maka secara harafiah ia bermakna "hukum/budaya bintang-bintang".

hanya bergantung dari apakah secara sejarah mereka berafiliasi dengan departemen-departemen fisika atau tidak. penelitian-penelitian astronomi modern kebanyakan berurusan dengan topik-topik yang berkenaan dengan fisika. penelitian harus dilakukan dari atas bangunan-bangunan atau dataran yang tinggi. Observatorium-observatorium purba ini jamaknya bertujuan seremonial. astronomi hanya melibatkan pengamatan beserta prediksi atas gerak-gerik bendabenda langit yang terlihat dengan mata telanjang. Banyak badanbadan penelitian yang. Dalam kasus-kasus tertentu. sehingga bisa saja kita mengatakan bahwa astronomi modern adalah astrofisika. Yunani. terutama di Mesopotamia. peradabanperadaban awal juga menyusun artifak-artifak yang diduga memiliki kegunaan astronomis. kegiatan yang akhirnya melahirkan teori-teori tentang pergerakan benda-benda langit dan pemikiran-pemikiran filosofis untuk menjelaskan asal-usul Matahari. dari Ai-Khanoum (sekarang di Afghanistan). Jam Matahari Yunani. . Untuk ilustrasi lebih lanjut.Penggunaan istilah "astronomi" dan "astrofisika" Secara umum baik "astronomi" maupun "astrofisika" boleh digunakan untuk menyebut ilmu yang sama. Bulan. astronomi awal disibukkan dengan pemetaan letak-letak bintang dan planet (sekarang disebut astrometri). sifat-sifat fisika. atau sistem Ptolemaik (dari nama astronom Romawi-Mesir Ptolemaus). namun dapat juga dimanfaatkan untuk menentukan musim. model semacam ini dikenal sebagai model geosentris. salah satu jurnal ilmiah terkemuka pada cabang ilmu ini bernama Astronomy and Astrophysics (Astronomi dan Astrofisika). dalam memutuskan menggunakan istilah yang mana. dan iklim — sesuatu yang wajib diketahui apabila ingin bercocok tanam — atau memahami panjang tahun. sedang Matahari. Seiring dengan berkembangnya peradaban. Sejarah Peta angkasa dari abad ke-17. Cina. misalnya pada pembukaan buku The Physical Universe oleh Frank Shu. karya kartografer Belanda Frederik de Wit. Namun demikian. semua dengan mata telanjang. dan bintang-bintang berputar mengelilinginya. orang-orang mulai membangun observatorium dan gagasan-gagasan mengenai sifat-sifat semesta mulai ramai diperiksa. India. Sebelum ditemukannya peralatan seperti teleskop. sedang "astrofisika" untuk sisi lainnya yang lebih berorientasi fisika. "astronomi" bermakna "penelitian benda-benda langit dan materi di luar atmosfer Bumi serta sifat-sifat fisika dan kimia benda-benda dan materi tersebut" sedang "astrofisika" adalah cabang dari astronomi yang berurusan dengan "tingkah laku. Pada beberapa situs seperti Stonehenge. abad 3-2 SM. Astronom-astronom profesional sendiri banyak yang memiliki gelar di bidang fisika. cuaca.Pada awalnya. Mesir. "astronomi" boleh dipergunakan untuk sisi kualitatif dari ilmu ini. Apabila hendak merujuk ke definisi-definisi kamus yang baku. dan Amerika Tengah. Umumnya. serta proses-proses dinamis dari bendabenda dan fenomena-fenomena langit". Bumi kemudian dianggap sebagai pusat jagat raya. Bulan. dan Bumi.

usaha serupa juga dilakukan oleh astronom JermanInggris Herschel dengan memproduksi katalog-katalog nebula dan gugusan. 150-80 SM) juga berasal dari periode yang sama: komputer analog yang digunakan untuk menghitung letak Matahari/Bulan/planet-planet pada tanggal tertentu ini merupakan barang paling kompleks dalam sejarah sampai abad ke-14. Mayoritas penyusunan rasi bintang di belahan utara sekarang masih didasarkan atas susunan yang diformulasikan olehnya melalui katalog yang waktu itu mencakup 1. Mengikuti jejak astronom-astronom Babilonia. astronom Persia Al-Sufi menemukan Galaksi Andromeda (galaksi terbesar di Grup Lokal) dan mencatatnya dalam Book of Fixed Stars (Kitab Suwar alKawakib). Pada abad ke-3 SM. Astronomi Yunani sedari awal memang bertujuan untuk menemukan penjelasan yang rasional dan berbasis fisika untuk fenomena-fenomena angkasa. Mereka menemukan bahwa gerhana bulan memiliki sebuah siklus yang teratur. ia gagal memformulasikan teori untuk menjelaskan hukum-hukum yang ia tuliskan. Supernova SN 1006. serta astronom-astronom dari observatorium-observatorium di Maragha dan Samarkand. Pada tahun 1781 ia . Tsabit bin Qurrah. Al-Birjandi. semakin banyak pula penemuanpenemuan lebih lanjut yang terjadi. Melalui pengamatan. Aristarkhos dari Samos melakukan perhitungan atas ukuran Bumi serta jarak antara Bumi dan Bulan. Al-Biruni. Pada Zaman Renaisans. juga menghitung ukuran Bulan dan Matahari serta jarak antara keduanya. perkembangan pesat terjadi di dunia Islam dan beberapa peradaban lainnya. Di Eropa sendiri selama Abad Pertengahan astronomi sempat mengalami kebuntuan dan stagnansi. sedang Kepler berhasil menjadi ilmuwan pertama yang menyusun secara tepat dan mendetail pergerakan planet-planet dengan Matahari sebagai pusatnya Meski demikian. Pada tahun 964. ketika jam-jam astronomi mulai bermunculan di Eropa. ditandai dengan dibangunnya observatorium-observatorium di belahan dunia sana pada awal abad ke-9. Ibnu Balkhi. Reruntuhan-reruntuhan di Zimbabwe Raya dan Timbuktu[ juga kemungkinan sempat memiliki bangunan-bangunan observatorium — melemahkan keyakinan sebelumnya bahwa tidak ada pengamatan astronomis di daerah sub-Sahara sebelum era kolonial. Sebaliknya. [sunting] Revolusi ilmiah Sketsa Bulan oleh Galileo. Melalui era inilah nama-nama bintang yang berdasarkan bahasa Arab diperkenalkan. Pada abad ke-2 SM. Seiring dengan semakin baiknya ukuran dan kualitas teleskop. dan dikoreksi oleh Galileo dan Kepler. Melalui teknologi ini Lacaille berhasil mengembangkan katalog-katalog bintang yang lebih lengkap. disebut siklus saros. sampai akhirnya Newton (yang juga menemukan teleskop refleksi untuk pengamatan langit) menjelaskannya melalui dinamika angkasa dan hukum gravitasi. kemajuan demi kemajuan kemudian berhasil dicapai oleh komunitas astronomi Yunani Kuno dan negeri-negeri sekitarnya. berhasil diamati oleh astronom Mesir Ali bin Ridwan dan sekumpulan astronom Cina yang terpisah pada tahun yang sama (1006 M).020 bintang. Galileo berinovasi dengan teleskop guna mempertajam pengamatan astronomis. AlZarqali. Copernicus menyusun model Tata Surya heliosentris. Astronom-astronom besar dari era Islam ini kebanyakan berasal dari Persia dan Arab.Dimulainya astronomi yang berdasarkan perhitungan matematis dan ilmiah dulu dipelopori oleh orang-orang Babilonia. diketahui bahwa permukaan Bulan berbukit-bukit. sekaligus membuat alat-alat penelitian astronomi paling awal seperti astrolab. Hipparkhos berhasil menemukan gerak presesi. dan kemudian mengajukan model Tata Surya yang heliosentris — pertama kalinya dalam sejarah. Al-Sufi. dikembangkan. termasuk Al-Battani. Mekanisme Antikythera yang terkenal (ca. ledakan bintang paling terang dalam catatan sejarah. model yang kemudian dibela dari kontroversi.

Gelombang radio bisa dihasilkan oleh benda-benda astronomis melalui pancaran termal. planet pertama yang ditemui di luar planet-planet klasik. Astronomi observasional bisa dibagi lagi menurut daerah-daerah spektrum elektromagnetik yang diamati: sebagian dari spektrum tersebut bisa diteliti melalui permukaan Bumi. massa.[ Baru pada abad ke-20 Galaksi Bima Sakti (di mana Bumi dan Matahari berada) bisa dibuktikan sebagai kelompok bintang yang terpisah dari kelompok-kelompok bintang lainnya. Pada masa ini bintang-bintang dikonfirmasikan sebagai Matahari-matahari lain yang lebih jauh letaknya. Dengan demikian pengukuran fase dan amplitudonya relatif lebih gampang apabila dibandingkan dengan gelombang yang lebih pendek. Dari pengamatan-pengamatan yang sama disimpulkan pula bahwa ada galaksi-galaksi lain di luar Bima Sakti dan bahwa alam semesta terus mengembang. Keterangan lebih lengkap tentang pembagian-pembagian ini bisa dilihat di bawah: Astronomi radio Observatorium Very Large Array (VLA) di New Mexico. penelitian yang menghasilkan metode prediksi yang lebih tepat untuk pergerakan Bulan dan planet-planet. dan sumber informasi yang paling utama sejauh ini adalah radiasi elektromagnetik. astronomi memerlukan informasi tentang benda-benda langit. Penemuan spektroskop dan fotografi kemudian mendorong kemajuan penelitian lagi: pada 1814-1815. atau lebih spesifiknya. dan D'Alembert. namun sebagian besar pancaran radio yang diamati dari Bumi adalah berupa radiasi sinkrotron. dan bintang neutron. Astronomi modern juga menemukan dan berusaha menjelaskan bendabenda langit yang asing seperti kuasar. Clairaut. Pekerjaan ini dipertajam oleh Lagrange dan Laplace. hukum Hubble. AS: contoh teleskop radioAstronomi observasional jenis ini mengamati radiasi dengan panjang gelombang yang lebih dari satu milimeter (perkiraan). Fraunhoffer menemukan lebih kurang 600 pita spektrum pada Matahari. dan ukuran. Sejumlah garis . Berbeda dengan jenis-jenis lainnya. sehingga memungkinkan ilmuwan untuk memperkirakan massa planet dan satelit lewat perturbasi/usikannya. galaksi-galaksi radio. Kosmologi fisik maju dengan pesat sepanjang abad ini: model Dentuman Besar (Big Bang) misalnya. yang pada saat itu melakukannya melalui pengukuran paralaks dari 61 Cygni. Pengukuran jarak menuju sebuah bintang pertama kali dipublikasikan pada 1838 oleh Bessel. telah didukung oleh bukti-bukti astronomis dan fisika yang kuat (antara lain radiasi CMB. yang diproduksi ketika elektron-elektron berkisar di sekeliling medan magnet.menemukan planet Uranus. sementara bagian lain hanya bisa dijangkau dari ketinggian tertentu atau bahkan hanya dari ruang angkasa. namun dengan perbedaan-perbedaan pada suhu. pulsar. Abad ke-18 sampai abad ke-19 pertama diwarnai oleh penelitian atas masalah tiga-badan oleh Euler. astronomi observasional tipe radio mengamati gelombang-gelombang yang bisa diperlakukan selayaknya gelombang. lubang hitam. bukan foton-foton yang diskrit. blazar. cahaya tampak. dan ketersediaan kosmologis unsur-unsur). Astronomi observasional Seperti diketahui. sebab galaksi-galaksi tersebut terus menjauh dari galaksi kita. dan pada 1859 Kirchhoff akhirnya bisa menjelaskan fenomena ini dengan mengatribusikannya pada keberadaan unsur-unsur.

active galactive nucleus). Di kanan adalah Fasilitas Teleskop Inframerah NASA.000 Å sampai 7. yang hanya beroperasi pada panjang gelombang hampir-inframerah. observatorium yang hendak mengamati radiasi inframerah harus dibangun di tempat-tempat yang tinggi dan tidak lembap. dan inti galaksi aktif (AGN .Spektrum ini bermanfaat untuk mengamati benda-benda yang terlalu dingin untuk memancarkan cahaya tampak. atau malah di ruang angkasa.200 Å (10-320 nm).[37] Astronomi optikal Teleskop Subaru (kiri) dan Observatorium Keck (tengah) di Mauna Kea. ini merupakan cabang yang paling tua. Beberapa contoh benda-benda yang bisa diamati oleh astronomi radio: supernova. Astronomi jenis ini cocok untuk mempelajari radiasi termal dan garis-garis spektrum pancaran dari bintang-bintang biru yang bersuhu sangat tinggi (klasifikasi OB). sebab bintang-bintang seperti itu sangat cemerlang radiasi ultraungunya — penelitian seperti ini sering dilakukan dan mencakup bintang-bintang yang berada di galaksi-galaksi lain. benda-benda langit yang kerap diamati melalui astronomi cabang ini antara lain . peranti tergandeng-muatan). terutama yang memakai CCD (charge-coupled devices. Selain bintangbintang OB. astronomi optikal mengamati radiasi elektromagnetik yang tampak oleh mata telanjang manusia. Salah satu kegunaannya yaitu mendeteksi keberadaan air pada komet-komet. karena beberapa molekul memiliki pancaran yang kuat pada panjang gelombang ini. Cahaya tampak sebagaimana diketahui memiliki panjang dari 4. Oleh sebab itu. atau dari luar atmosfer (ruang angkasa). Sebagian besar radiasi jenis ini diserap oleh atmosfer Bumi. keduanya contoh observatorium yang bisa mengamati baik cahaya tampak atau cahaya hampirinframerah.000 Å (400-700 nm). Dewasa ini detektor-detektor digitallah yang dipergunakan. karena tidak memerlukan peralatan. gas antarbintang. ia dapat pula membantu para astronom mengamati bintang-bintang muda pada awan-awan molekul dan inti-inti galaksi — sebab radiasi seperti itu mampu menembus debu-debu yang menutupi dan mengaburkan pengamatan astronomis. Mulai dari penghujung abad ke-19 sampai kira-kira seabad setelahnya.spektrum yang dihasilkan dari gas antarbintang (misalnya garis spektrum hidrogen pada 21 cm) juga dapat diamati pada panjang gelombang radio. Astronomi inframerah juga bisa dimanfaatkan untuk mempelajari struktur kimia benda-benda angkasa.Namun demikian. Oleh sebab itu. kecuali yang panjang gelombangnya tidak berbeda terlampau jauh dengan cahaya merah yang tampak. Dikenal juga sebagai astronomi cahaya tampak. Apabila radiasinya memiliki gelombang yang cenderung lebih panjang. pulsar. sehingga untuk mengamatinya harus dilakukan dari lapisan atmosfer bagian atas. alat-alat pengamatan yang dipakai untuk mengamati panjang gelombang demikian dipakai pula untuk mengamati gelombang hampir-ultraungu dan hampir-inframerah. Astronomi inframerah Astronomi inframerah melibatkan pendeteksian beserta analisis atas radiasi inframerah (radiasi di mana panjang gelombangnya melebihi cahaya merah). namun sebelum itu mereka harus digambar menggunakan tangan. Astronomi ultraungu Ultraungu yaitu radiasi elektromagnetik dengan panjang gelombang lebih kurang 100 sampai 3. citra-citra astronomi optikal memakai teknik fotografis. Cahaya dengan panjang seperti ini diserap oleh atmosfer Bumi. misalnya planet-planet atau cakram-cakram pengitar bintang.

atau satelit penelitian. bintang neutron. Ketika sinar-sinar kosmik memasuki atmosfer Bumi. Terdapat pula cabang baru yang menggunakan detektor-detektor gelombang gravitasional untuk mengumpulkan data tentang benda-benda rapat: astronomi gelombang gravitasional. sisa-sisa supernova. seperti disebutkan. sebentuk partikel dasar yang jamaknya berasal dari Matahari atau ledakanledakan supernova. sebab gelombang gravitasional amat sukar untuk dideteksi. atau inti galaksi aktif dan kandidat-kandidat lubang hitam Cabang-cabang yang tidak berdasarkan panjang gelombang Sejumlah fenomena jarak jauh lain yang berbentuk selain radiasi elektromagnetik dapat diamati dari Bumi. Astronomi sinar-gamma Astronomi sinar-gamma mempelajari benda-benda astronomi pada panjang gelombang paling pendek (sinar-gamma). yaitu melalui wahana-wahana antariksa serta misi-misi pengumpulan sampel. di mana para astronom menggunakan fasilitas-fasilitas bawah tanah (misalnya SAGE. Sumber yang permanen dan tidak sementara hanya sekitar 10% dari total jumlah sumber. diharapkan akan ada detektor neutrino yang peka terhadap partikel-partikel yang lahir dari benturan sinar-sinar kosmik dan atmosfer. galaksi elips. GALLEX. Astronomi sinar-X Benda-benda bisa memancarkan cahaya berpanjang gelombang sinar-X melalui pancaran sinkrotron (berasal dari elektron-elektron yang berkisar di sekeliling medan magnet) atau melalui pancaran termal gas pekat dan gas encer pada 107 K. atau Kamioka II/III) untuk mendeteksi neutrino. Di masa yang akan datang. pulsar. serta inti galaksi aktif. Tetapi astronomi seperti ini sulit. atau dengan jenis teleskop khusus yang disebut teleskop Cherenkov (IACT). tapi beberapa lainnya melibatkan pendaratan —dengan kendaraan antariksa yang mampu bereksperimen di atas permukaan. roket. Ahli-ahli astronomi planet juga banyak yang mengamati fenomena-fenomena angkasa secara langsung. misalnya sinargamma dari pulsar. atau inti-inti galaksi aktif.nebula-nebula planet. Observatorium-observatorium untuk bidang ini sudah mulai dibangun. dan partikel-partikel hasil peluruhan ini bisa dideteksi di observatorium. partikel-partikel berenergi tinggi yang menyusunnya akan meluruh atau terserap. Beberapa hanya bekerja dengan sensor jarak jauh untuk mengumpulkan data. sehingga pengamatan harus dilakukan dari atas balon. gugusan galaksi. AS. Sinar-X juga diserap oleh atmosfer. Kebanyakan sumber sinar-gamma hanyalah berupa ledakan sinar-gamma. Astrometri dan mekanika benda langit Pengukuran letak benda-benda langit. Ada cabang bernama astronomi neutrino. Kegiatan-kegiatan seperti pelayaran atau penyusunan . Metode-metode lain misalnya detektor material terbenam atau melakukan eksperimen langsung terhadap sampel yang dibawa ke Bumi sebelumnya. Diperlukan penyetelan yang berbeda untuk keperluan seperti demikian sebab cahayanya mudah tertelan oleh debu-debu antarbintang. Sumbersumber sinar-X antara lain bintang ganda sinar-X (X-ray binary). adalah salah satu cabang astronomi (dan bahkan sains) yang paling tua. Teleskop jenis itu sebetulnya tidak mendeteksi sinar-gamma. tapi mampu mendeteksi percikan cahaya tampak yang dihasilkan dari proses penyerapan sinargamma oleh atmosfer. yang hanya menghasilkan sinar tersebut dalam hitungan milisekon sampai beberapa puluh detik saja. contohnya observatorium LIGO di Louisiana. Sinar-gamma bisa diamati secara langsung melalui satelit-satelit seperti Observatorium Sinar-Gamma Compton (CGRO). sisa-sisa supernova.

Para teoris berupaya untuk membuat model-model teoretis dan menyimpulkan akibat-akibat yang dapat diamati dari model-model tersebut. Astronomi teoretis Terdapat banyak jenis-jenis metode dan peralatan yang bisa dimanfaatkan oleh seorang astronom teoretis. Kelompok model dan teori ini sudah diintegrasikan dalam model Lambda-CDM. relativitas umum. teknik pengukuran goyangan bintang dalam astrometri digunakan untuk mendeteksi keberadaan planet-planet luar surya yang mengelilingi bintang-bintang di dekat Matahari kita. antara lain model-model analitik (misalnya politrop untuk memperkirakan perilaku sebuah bintang) dan simulasi-simulasi numerik komputasional. Dari proses pengukuran seperti ini dihasilkan pemahaman yang baik sekali tentang usikan gravitasi dan pada akhirnya astronom-astronom dapat menentukan letak benda-benda langit dengan tepat pada masa lalu dan masa depan — cabang astronomi yang mendalami bidang ini dikenal sebagai mekanika benda langit. modelnya bisa dibuang dan tidak digunakan lagi.kalender memang sangat membutuhkan pengetahuan yang akurat mengenai letak Matahari. Topik-topik yang dipelajari oleh astronom-astronom teoretis antara lain: dinamika dan evolusi bintang-bintang. Model-model analitik umumnya lebih baik apabila peneliti hendak mengetahui pokok-pokok persoalan dan mengamati apa yang terjadi secara garis besar. formasi galaksi. Kinematika mereka lalu bisa kita susun lewat pengukuran kecepatan radial serta gerak diri masing-masing. dan teori-teori fisika fundamental. . kecenderungannya adalah untuk membuat modifikasi minimal pada model yang bersangkutan untuk mengakomodir data yang sudah didapat. Selama dekade 1990-an. Para teoris juga akan mencoba menyusun model baru atau memperbaiki model yang sudah ada apabila ada data-data baru yang masuk. di mana ada peran yang besar dari gaya gravitasi. Bulan. struktur skala besar materi di alam semesta. Apabila terjadi pertentangan/inkonsistensi. Hasil-hasil astrometri dapat pula dimanfaatkan untuk pengukuran materi gelap di dalam galaksi. Pengukuran paralaks bintang yang relatif lebih dekat juga bisa dipakai sebagai basis absolut untuk ciri-ciri bintang yang lebih jauh. juga sebagai dasar dari fisika lubang hitam dan penelitian gelombang gravitasional. Kalau pertentangannya terlalu banyak. Dewasa ini penjejakan atas benda-benda yang dekat dengan Bumi juga memungkinkan prediksi-prediksi akan pertemuan dekat. sebab ciri-ciri di antara mereka dapat dibandingkan. serta bintang-bintang di langit. asal-usul sinar kosmik. Ini akan membantu para pengamat untuk mengetahui data apa yang harus dicari untuk membantah suatu model. Relativitas astrofisika dipakai untuk mengukur ciri-ciri struktur skala besar. masing-masing dengan keunggulannya sendiri. planet-planet. Pengukuran ini sangat penting karena memberi nilai basis dalam metode tangga jarak kosmik. Kemudian terdapat pengukuran paralaks bintang. materi gelap. Beberapa model/teori yang sudah diterima dan dipelajari luas yaitu teori Dentuman Besar. atau bahkan benturan. modelmodel numerik bisa mengungkap keberadaan fenomena-fenomena serta efek-efek yang tidak mudah terlihat. atau memutuskan mana yang benar dari model-model alternatif yang bertentangan. inflasi kosmik. melalui metode ini ukuran dan skala alam semesta bisa diketahui. dan kosmologi fisik (termasuk kosmologi dawai dan fisika astropartikel).

hasil tangkapan teleskop TRACE oleh NASA. Matahari adalah bintang yang terdekat dari Bumi pada sekitar 8 menit cahaya. dan yang paling sering diteliti.Proses fisik Gravitasi Alat eksperimen Teleskop radio Model teoretis Efek Nordtvedt (sistem gravitasi yang mandiri) Evolusi bintang Yang dijelaskan/diprediksi Lahirnya sebuah tata bintang Fusi nuklir Spektroskopi Bagaimana bintang berpijar. Usia alam semesta Dentuman Besar (Big Bang) Teleskop luar angkasa Hubble. Walau tidak sampai tingkat bintang variabel. Luminositas Matahari terus bertambah kuat secara tetap sepanjang hidupnya. Matahari juga telah tercatat melakukan perubahan periodik dalam luminositas.6 milyar tahun. Matahari mengalami sedikit perubahan cahaya melalui aktivitas yang dikenal sebagai siklus bintik Matahari — fluktuasi pada angka bintik-bintik Matahari selama sebelas tahun. ia merupakan bintang katai pada deret utama dengan klasifikasi G2 V dan usia sekitar 4. . COBE Alam semesta yang mengembang Fluktuasi kuantum Keruntuhan gravitasi Siklus CNO pada bintang-bintang Astronomi sinar-X Inflasi kosmik Masalah kerataan alam semesta (flatness problem) Sekumpulan lubang hitam di pusat Galaksi Andromeda. Cabang-cabang spesifik Astronomi surya Citra ultraungu dari fotosfer aktif Matahari. Relativitas umum Beberapa contoh proses: Wacana yang tengah hangat dalam astronomi pada beberapa tahun terakhir adalah materi gelap dan energi gelap — penemuan dan kontroversi mengenai topik-topik ini bermula dari penelitian atas galaksi-galaksi. yang sampai menyebabkan fenomena zaman es kecil pada Abad Pertengahan. sesuatu yang bisa menyebabkan akibat-akibat yang signifikan atas kehidupan di atas BumiMisalnya periode minimum Maunder. Bintik Matahari ialah daerah dengan suhu yang lebih rendah dan aktivitas magnetis yang hebat. dan sejak pertama kali menjadi bintang deret utama sudah bertambah sebanyak 40%. bagaimana logam terbentuk (nukleosintesis).

Terdapat angin surya berupa partikel-partikel plasma yang bertiup keluar dari Matahari secara terus-menerus sampai mencapai titik heliopause. dan akresi. Di atas zona radiatif adalah zona konvektif. Planet-planet bagian luar adalah raksasa-raksasa gas Tata Surya yaitu Yupiter. Di atasnya terdapat zona radiatif. menghasilkan sebuah periode penghancuran yang hebat. dan planet-planet bagian luar. Tata Surya dibagi menjadi beberapa kelompok: planet-planet bagian dalam. menghasilkan "ekor" yang panjang dan gelap. terutama Matahari. Zona inilah yang dipercaya sebagai sumber aktivitas magnetis penghasil bintik-bintik Matahari. maka akan ditemukan benda-benda trans-Neptunus: pertama sabuk Kuiper dan akhirnya awan Oort yang bisa membentang sampai satu tahun cahaya. Bumi dan Mars. Apabila kita pergi lebih jauh lagi. asteroid. planet katai. hanya planet-planet yang massanya cukup besar yang mampu mempertahankan atmosfer berbentuk gas. serta bendabenda langit lain yang mengelilingi bintang.Permukaan luar Matahari yang bisa kita lihat disebut fotosfer. Venus. walau ilmu ini meliputi juga planet-planet luar surya. Saturnus. Sisa-sisa periode ini bisa dilihat melalui banyaknya kawah-kawah tabrakan di permukaan Bulan. gumpalan-gumpalan ini kemudian lama-kelamaan menjadi kumpulan protoplanet. dan Neptunus. Uranus. materi gas di zona ini akan menghantarkan energi sebagian besar lewat pergerakan materi gas itu sendiri. sabuk asteroid. dan di atasnya terdapatlah korona yang sangat panas. Di atasnya ada lapisan tipis yang biasanya tidak terlihat karena terangnya fotosfer. Karena tekanan radiasi dari angin surya terus mendorong materi-materi yang belum menggumpal. Citra oleh NASA. benturan. Planet-planet muda ini terus menyapu dan memuntahkan materi-materi yang tersisa. Terbentuknya planet-planet bermula pada sebuah cakram protoplanet yang mengitari Matahari pada periode-periode awalnya. Ilmu keplanetan Cabang astronomi ini meneliti susunan planet. walaupun masih ada penemuan-penemuan baru yang terjadi Titik hitam di atas ialah sebuah setan debu (dust devil) yang tengah memanjat suatu kawah di Mars. Di tengah-tengah Matahari ialah daerah inti. ada tingkat suhu dan tekanan yang cukup di sini sehingga fusi nuklir dapat terjadi. Tata Surya kita sendiri sudah dipelajari secara mendalam — pertamatama melalui teleskop dan kemudian menggunakan wahana-wahana antariksa — sehingga pemahaman sekarang mengenai formasi dan evolusi sistem keplanetan ini sudah sangat baik. yaitu kromosfer. bulan. Planet-planet bagian dalam adalah planet-planet bersifat kebumian yaitu Merkurius. di sini plasma akan menghantarkan panas melalui proses radiasi. komet. Di atasnya lagi ada lapisan transisi di mana suhu bisa naik secara cepat. Angin ini bertemu dengan magnetosfer Bumi dan membentuk sabuk-sabuk radiasi Van Allen dan — di mana garis-garis medan magnet Bumi turun menujur atmosfer — menghasilkan aurora. Adapun dalam jangka waktu ini sebagian dari protoplanet- . Ini serupa dengan tornado yang berpilin dan berpindah-pindah. Dari cakram ini terwujudlah gumpalan-gumpalan materi melalui proses yang melibatkan tarikan gravitasi.

Kalau bintang tersebut memiliki massa yang sangat besar. kemungkinan besar tabrakan seperti itulah yang melahirkan Bulan kita. diperlukan suhu inti yang lebih tinggi. Ciri-ciri yang akan dimiliki oleh suatu bintang secara garis besar ditentukan oleh massa awalnya: semakin besar massanya. oleh sebab itu intinya akan semakin padat dan ukuran bintang pun berlipat ganda — bintang ini telah menjadi sebuah raksasa merah. Apabila planet/bulan tersebut juga memiliki atmosfer. penelitian atas bintang-bintang dan bagaimana mereka berevolusi sangatlah fundamental. Fase raksasa merah ini relatif singkat. terkecuali pembentukan kawah-kawah tabrakan. Untuk memahami alam semesta. bahan bakar hidrogen ini akan diubah menjadi helium. Panas di bagian dalam sebuah planet atau bulan datang dari benturan yang dihasilkan sendiri oleh planet/bulan tersebut. dan beberapa mampu menghasilkan medan magnet mereka sendiri. maka akan dimulai fase-fase evolusi di mana . dan bintang yang bersangkutan akan mulai berevolusi. Untuk melakukan fusi helium. diliputi oleh lapisan mantel dan lalu permukaan luar. sehingga planet dapat terlindungi dari angin surya. torium. atau 26 Al). Apabila bagian intinya mencapai kepadatan dan suhu tertentu. yaitu daerah-daerah yang padat akan debu dan gas. atau oleh materi-materi radioaktif (misalnya uranium. Ketika kehilangan kestabilannya. atau pemanasan pasang surut. Bintang terbentuk pada awan-awan molekul raksasa. Nyaris semua unsur yang lebih berat dari hidrogen dan helium merupakan hasil dari proses yang terjadi di dalam inti bintang-bintang. Lambat laun. Planet/bulan yang lebih kecil dan tanpa pemanasan pasang surut akan menjadi dingin lebih cepat dan kegiatan-kegiatan geologisnya akan berakhir. maka semakin tinggi pula luminositasnya. maka erosi pada permukaan (melalui angin atau air) juga dapat terjadi. sampai bahan bakar heliumnya juga sudah habis terpakai. bukan semrawut seperti ledakan pada umumnya. dan semakin cepat pula ia akan menghabiskan bahan bakar hidrogen pada inti. Astronomi bintang Nebula Semut. fusi nuklir akan dipicu dan akan terbentuklah sebuah bintang deret utama. Ketika suatu planet mencapai massa tertentu. Gas yang dimuntahkan dari bintang sekarat di tengahnya tidak biasa karena membentuk pola yang simetris. serpihan-serpihan dari awan-awan ini bisa runtuh di bawah gaya gravitasi dan membentuk protobintang. serta juga melalui simulasi komputer. Inti planet ini bisa terbagi menjadi daerah-daerah yang padat dan cair. Beberapa planet dan bulan berhasil mengumpulkan cukup panas untuk menjalankan proses-proses geologis seperti vulkanisme dan aktivitas-aktivitas tektonik. Astrofisika yang berkenaan dengan bintang sendiri bisa diketahui baik lewat segi pengamatan maupun segi teoretis. Proses demikian bisa menghasilkan inti yang berbatu-batu atau terdiri dari materi-materi logam. materi-materi dengan massa jenis yang berlainan mulai saling memisahkan diri dalam proses yang disebut diferensiasi planet.protoplanet yang ada mungkin bertabrakan satu sama lain.

Gugusangugusan ini lambat laun berpendar. biasanya menghasilkan sebuah (atau lebih dari satu) gugusan bintang terbuka yang baru. Awalnya akan terbentuk sebuah inti pra-bintang atau nebula gelap yang merapat dan kemudian runtuh (dalam volume yang ditentukan oleh panjang Jeans) untuk membangun protobintang. misalnya. Bagian ini dikelilingi oleh empat lengan utama yang melingkar dari tengah menuju arah luar. lubang hitam. dan bintang-bintangnya bergabung dengan Bima Sakti. Tata Surya kita beredar di dalam Bima Sakti. diyakini bahwa terdapat sebuah lubang hitam supermasif di bagian pusat ini. Pada pusat galaksi ialah bagian inti. sebuah galaksi spiral berpalang di Grup Lokal. bintang. yaitu semacam kumpulan-kumpulan bintang yang relatif lebih padat. kalau tidak demikian.[ Sejumlah penelitian kinematika berkenaan dengan materi-materi di Bima Sakti (dan galaksi lainnya) menunjukkan bahwa materi-materi yang tampak massanya kurang dari massa seluruh galaksi. semuanya berkumpul akibat tarikan gaya gravitasi bersama. Bima Sakti merotasi materi-materi gas. Astronomi galaksi Struktur lengan-lengan spiral Bima Sakti yang sudah teramati. Daerah di antara bintang-bintang disebut medium antarbintang. mereka akan mengubah awan molekul menjadi awan daerah H II. tempat di mana banyak bintang baru akan lahir. dan terus berevolusi menjadi sebuah katai putih. Jika massanya lebih dari sekitar delapan kali lipat Matahari kita. Bumi sendiri terletak pada sebuah lengan galaksi berdebu yang ada di bagian luar. atau. sehingga banyak daerah-daerah Bima Sakti yang tidak terlihat. dan benda-benda lain.Yang tersisa setelah supernova meletus adalah sebuah bintang neutron yang sangat padat. sehingga memuat banyak bintang-bintang muda (metalisitas populasi I). Ia merupakan salah satu yang paling menonjol di kumpulan galaksi tersebut. sebab terpaksa melakukan fusi nuklir terhadap unsur-unsur yang lebih berat. akan menjadi nebula planet. Adapun nasib akhir sebuah bintang bergantung pula pada massa. yaitu awan dengan gas berpijar dan plasma. dan isinya kaya akan fenomenafenomena pembentukan bintang. debu. Bintangbintang ganda yang saling berdekatan evolusinya bisa lebih rumit lagi. yaitu daerah dengan kandungan materi yang jarang — bagian-bagiannya yang relatif terpadat adalah awan-awan molekul berisi hidrogen dan unsur lainnya. maka gravitasi intinya akan runtuh dan menghasilkan sebuah supernova. Cakram ini lalu diliputi oleh cincin galaksi yang berisi bintang-bintang yang lebih tua (metalisitas populasi II) dan juga gugusan-gugusan bintang berbentuk bola (globular). Ketika sudah banyak bintang besar yang muncul. Pada akhirnya angin serta ledakan supernova yang berasal dari bintang-bintang ini akan memencarkan awan yang tersisa. seluruh bintang-bintang baru (dan juga sistemsistem planet mereka) hanya akan tersusun dari hidrogen dan helium saja.ia semakin mengecil secara bertahap.jika tidak. apabila materi sisanya mencapai tiga kali lipat massa Matahari. Nebula-nebula planet dan supernova-supernova diperlukan untuk proses distribusi logam di medium antarbintang. semacam tonjolan berbentuk seperti batang. Ini menandakan terdapat apa yang disebut materi gelap yang bertanggung jawab atas . bisa terjadi pemindahan massa ke arah bintang rekannya yang dapat menyebabkan supernova.

biasanya dengan tonjolan atau batangan pada bagian tengah dan lengan-lengan spiral cemerlang yang timbul dari bagian tersebut. atau gas. mereka dibagi-bagi menjadi galaksigalaksi spiral. tapi banyak hal yang belum diketahui mengenai materi misterius ini Astronomi ekstragalaksi Citra di atas menampilkan beberapa benda biru berbentuk lingkaran. morfologi dan klasifikasi mereka. galaksi elips berbentuk seperti elips. serta pengamatan atas galaksi-galaksi aktif beserta grup-grup dan gugusangugusan galaksi. tergandakan oleh efek lensa gravitasional yang disebabkan oleh gugusan galaksigalaksi kuning pada bagian tengah foto.sebagian besar massa keseluruhan. Biasanya galaksi elips ditemukan pada bagian inti gugusan galaksi. Galaksi-galaksi seperti ini kandungan debu antarbintangnya sangat sedikit atau malah tidak ada. Kira-kira seperempat dari galaksi-galaksi tergolong tak beraturan. Kebanyakan galaksi akan membentuk wujud-wujud tertentu. apabila sumber tenaganya berasal dari daerah padat di sekitar inti — kemungkinan sebuah lubang hitam supermasif yang memancarkan radiasi benda-benda yang ia telan. dan tak beraturan. kuasar. sehingga pengklasifikasiannya bisa disusun berdasarkan wujud-wujud tersebut. maka galaksi tersebut tergolong galaksi radio. Apabila sebuah galaksi aktif memiliki radiasi spektrum radio yang sangat terang serta memancarkan jalaran gas dalam jumlah besar. galaksi spiral akan dikelilingi oleh cincin yang tersusun atas bintang-bintang yang lebih tua. Lengan-lengan ini ialah lapangan berdebu tempat lahirnya bintang-bintang baru. penting untuk memahami struktur alam semesta dalam skala besar. Contoh galaksi seperti ini adalah galaksi-galaksi Seyfert. terutama yang disebutkan belakangan. dan blazar. dan rata-rata penghuninya bintang-bintang yang sudah tua. daerah penghasil bintangnya tidak banyak. dan bisa terlahir melalui peleburan galaksi-galaksi besar. Kuasar sekarang diyakini sebagai benda yang paling dapat dipastikan sangat cemerlang. juga. Ini. Efek lensa itu dihasilkan medan gravitasi gugusan dan membelokkan cahaya sehingga gambar salah satu benda yang lebih jauh diperbesar dan terdistorsi. Galaksi spiral membentuk cakram gepeng yang berotasi. tidak pernah ditemukan spesimen yang redup. Penelitian benda-benda yang berada di luar galaksi kita — astronomi ekstragalaksi — merupakan cabang yang mempelajari formasi dan evolusi galaksi-galaksi. elips. debu. Umumnya. Persis seperti namanya. barangkali disebabkan oleh interaksi gravitasi. dan penghuninya adalah bintang-bintang muda yang bermassa besar dan berpijar biru. Bintang-bintang berputar pata garis edarnya secara acak tanpa menuju arah yang jelas. Sebuah galaksi dikatakan aktif apabila memancarkan jumlah energi yang signifikan dari sumber selain bintang-bintang. . Galaksi-galaksi tak beraturan bentuknya kacau dan tidak menyerupai bangun tertentu seperti spiral atau elips. ini adalah gambar-gambar dari galaksi yang sama. Biasanya. Contoh galaksi semacam ini adalah Bima Sakti dan Andromeda.

yang mempelajari astronomi kuno atau tradisional dalam konteks budaya masing-masing mempergunakan bukti-bukti arkeologis dan antropologis. Susunan materi yang hierarkis mulai terbentuk lewat variasi-variasi kecil pada massa jenis. "dunia") dan akhiran -logia dari logos (λόγος. unsur-unsur ini cenderung meluruh kembali menjadi unsur-unsur yang lebih ringan. Lama-kelamaan semakin banyak materi yang ditarik. berasal dari bahasa Yunani kosmos (κόσμος. Selama proses pengembangan ini. kali ini mempelajari kelahiran dan perkembangan sistem-sistem biologis di alam semesta. telah menyumbangkan pemahaman yang mendalam tentang formasi dan evolusi jagat raya. Pengamatan atas struktur skala besar alam semesta. Penelitian-penelitian interdisipliner Astronomi dan astrofisika telah mengambangkan hubungan yang kuat dengan cabang-cabang ilmu pengetahuan lainnya. Benda-benda lain yang memegang peranan penting dalam struktur alam semesta adalah materi gelap dan energi gelap.) Ketika atom-atom pertama bermunculan. antariksa menjadi transparan terhadap radiasi. Lambat laun. Kosmologi Kosmologi. Alam semesta yang tengah mengembang pun memasuki Zaman Kegelapan. yang terbesar adalah maha-gugusan (supercluster). Gagasan ini bisa dilacak kembali pada penemuan radiasi CMB pada tahun 1965. Atau astrobiologi. Kemudian kelompokkelompok ini disusun menjadi filamen-filamen dan dinding-dinding galaksi. yang menyatakan bahwa dunia bermula pada satu titik dan mengembang selama 13. memperpanjang siklus. "pembelajaran") dapat dipahami sebagai upaya meneliti alam semesta secara keseluruhan. di mana massa mereka mencapai 96% dari massa keseluruhan alam semesta. Setelah itu melalui nukleosintesis dihasilkan ketersediaan unsur-unsur untuk periode awal alam semesta. Salah satu teori yang paling penting (dan sudah diterima luas) adalah teori Dentuman Besar. diduga bahwa terdapat inflasi kosmik yang sangat cepat. sebab tidak ada sumber daya bintang yang bisa memancarkan cahaya. dan tersusun menjadi grup dan gugusan galaksi. . Pada awalnya. alam telah mengalami beberapa tingkat evolusi. Pengumpulan yang dipicu oleh gravitasi mengakibatkan materi membentuk filamen-filamen dan menyisakan ruang-ruang hampa di antaranya. Oleh sebab itu. (Lihat juga nukleokosmokronologi. Bintang-bintang besar ini memicu proses reionisasi dan dipercaya telah menciptakan banyak unsur-unsur berat pada alam semesta dini. yaitu cabang yang dikenal sebagai kosmologi fisik.7 milyar tahun sampai ke masa sekarang.Struktur skala besar dari alam semesta sekarang digambarkan sebagai kumpulan dari grup-grup dan gugusan-gugusan galaksi. terutama sekali pada topik kehidupan di planet lain. upaya-upaya terus dibuat untuk meneliti dan memahami segi fisika benda-benda ini. Struktur ini diklasifikasi lagi dalam sebuah hierarki pengelompokan. maha-gugusan yang lebih besar pun terwujud. gas dan debu melebur dan membentuk galaksi-galaksi primitif. Misalnya arkeoastronomi. melahirkan awan-awan gas dan bintang-bintang yang paling purba (metalisitas III). Pada akhirnya. Materi lalu terhimpun pada daerah-daerah dengan massa jenis yang paling tinggi. dengan kehampaan di antara mereka. mengakibatkan homogenisasi pada kondisi-kondisi awal. Benda-benda inilah yang ternyata merupakan komponen utama dunia kita. melepaskan energi yang sekarang dikenal sebagai radiasi CMB.

Ini dinamakan astrokimia. Lalu kosmokimia. Para amatir dapat pula menemukan komet atau melakukan penelitian rutin atas bintangbintang ganda. astronomi ialah salah satu dari sedikit cabang ilmu di mana tenaga amatir dapat berkontribusi banyak. Secara keseluruhan.Ada juga cabang yang meneliti zat-zat kimia yang ditemukan di luar angkasa. dan benda-benda langit dalam seperti gugusan bintang. planet. Seiring dengan perkembangan teknologi digital. Banyak yang memilih menjadi astrofotografer yang berspesialis dalam obyek atau peristiwa tertentu. Astronomi amatir Astronom amatir bisa membangun peralatan mereka sendiri dan menyelenggarakan pesta-pesta dan pertemuan astronomi. Pelopor radio astronomi amatir adalah Karl Jansky.[79][80] Sumbangsih astronom amatir tidak sepele. galaksi. sebab banyak hal — seperti pengkuran okultasi guna mempertajam catatan garis edar planet-planet kecil — bergantung pada pekerjaan astronomi amatir. berperilaku. terkadang bahkan dengan peralatan yang mereka buat sendiri. yang melibatkan mengambilan foto-foto langit malam. Yang jamak diamati yaitu Bulan. walau ada juga yang terdapat di bintang bersuhu rendah. dan nebula. Bahkan sekarang ada astronomi forensik. . bagaimana mereka terwujud. komet. hujan meteor. di mana metode-metode astronomi dipakai untuk memecahkan masalahmasalah hukum dan sejarah. Ilmu-ilmu ini bisa menggambarkan persinggungan dari ilmu-ilmu astronomi dan kimia. atau penggunaan teleskop radio. contohnya komunitas Stellafane. yang memulai kegiatan ini pada dekade 1930-an. dan terhancurkan. Salah satu cabang astronomi amatir adalah astrofotografi amatir. atau planet. bintang. astronom-astronom amatir mengamati berbagai benda dan fenomena angkasa. astrofotografi amatir juga semakin efektif dan semakin giat memberikan sumbangan ilmu. ilmu serupa yang lebih mengarah ke penelitian unsur-unsur dan variasi-variasi rasio isotop pada Tata Surya. Zat-zat yang hendak dipelajari biasanya ditemukan pada awan molekul. Amatir jenis seperti Jansky ini memakai teleskop buatan sendiri atau teleskop radio profesional yang sekarang sudah boleh diakses oleh amatir seperti halnya Teleskop Satu Mil (One-Mile Telescope). walau sebagian kecil ada juga yang mencoba bereksperimen dengan panjang gelombang di luar cahaya tampak. Kebanyakan astronom amatir bekerja dalam astronomi optikal. Sebagaimana disebutkan. katai coklat. misalnya dengan penyaring inframerah pada teleskop biasa.