You are on page 1of 4

Muhammad Nurdin/ 23 2M/ 103060017585

Pengantar Keuangan Publik Resume Pertemuan V – Teori Pemungutan Suara

 Pengantar Sistem harga tidak dapat dipakai sebagai alat untuk menunjukkan kesukaan masyarakat akan barang publik. Dalam contoh, jika dalam masyarakat hanya ada dua orang konsumen atau dalam masyarakat kecil pencerminan kesukaan dapat dilakukan dengan proses negosiasi atau tawar menawar, tetapi proses negosiasi tidak dapat dilakukan dalam masyarakat yang besar. Oleh karena itu dalam masyarakat demokratis kesukaan-kesukaan masyarakat dan kesediaan mereka untuk membiayai barang publik harus dilakukan dengan cara pemungutan suara. Namun, dalam negara yang mempunyai sistem pemerintahan diktator, penguasalah yang memutuskan barang dan jasa publik apa dan berapa jumlah yang akan disediakan dan bagaimana cara pembiayaaan barang publik tersebut. Oleh karena itu hasil dari pemungutan suara tergantung dari dua faktor berikut ini :  Distribusi suara di antara para pemilih  Cara penentuan hasil pemungutan suara

 Inefisiensi dan Keterpaksaan Dalam pemungutan suara dengan sistem mayoritas sederhana terdapat kemungkinan suatau proyek yang dilaksanakan merupakan proyek yang tidak efisien dan beberapa orang dipaksa untuk menerima proyek tersebut walaupun mereka memperoleh manfaat yang sangat kecil dari proyek tersebut sebagaimana dapat dilihat pada tabel berikut : Pemilih Adil Bei Surya Biaya 10 10 10 30 Manfaat 15 11 2 28 Manfaat Neto 5 1 -8 -2 Setuju/ Tidak Setuju Setuju Tidak

Dari tabel di atas Surya yg manfaat netonya -8 harus tetap membayar iuran 10, sedangkan manfaat neto dari yang lain hanya terdapat 6 sehingga tidak bisa memberi kompensasi pada Surya yang menyebabkan kondisi Pareto optimum tidak tercapai. Surya terpaksa ikut membiayai walaupun tidak merasakan manfaatnya.
1

 Teori-teori Pemungutan suara  Teori Wicksell Menurut Wicksell cara pemungutan dengan suara mutlak 100 persen hasilnya akan sama dengan sistem harga pada pasar persaingan sempurna. yaitu cara suara bulat (aklamasi). dalam pemungutan suara ada suatu hubungan searah antara efisiensi dan biaya. 1. Jadi penentuan harga untuk barang publik atau barang sosial tidak dapat dilakukan dengan cara sistem pasar pada masyarakat.  Teori buchanan dan Tullock Mereka mengemukakan pendapat mengenai faktor – faktor yang mempengaruhi cara pengambilan keputusan. Mereka menganalisis berapa jumah suara sebaiknya yang menang dalam suatu pemungutan suara. suara terbanyak. Pilihan Berdasarkan Suara Bulat (Aklamasi) Cara pemungutan suara dengan suara bulat dimana 100% orang setuju akan diadakannya suatu proyek merupakan cara yang paling baik. pilihan ganda. ada beberapa sistem yang dapat dilakukan. karena itu ia mengusulkan cara kedua yaitu suara relatif dimana 5/6 suara yang menang. pilihan titik (point voting). semakin besar pula biaya pemungutan. Dalam suatu pemungutan suara. maka Buchanan dan Tullock menyatakan suatu teori mengenani jumlah suara yang diperlukan dalam suatu pemungutan suara untuk melaksanakan suatu proyek dengan mempertimbangkan biaya bagi seluruh masyarakat. Karena dengan cara ini dapat meindungi golongan minoritas dalam suatu masyarakat 2 . Wicksell menyadari cara pemungutan dengan mutlak akan menghambat pertumbuhan perekonomian karena sulit memperoleh suara bulat dalam suatu pemungutan suara. semakin besar efisiensi hasil pemungutan suara. Jadi. Apabila Wicksell menyatakan cara pemungutan suara terbaik adalah dimana 5/6 suara menyatakan setuju tanpa suatu dasar analisa.

3. Dalam pemungutan suara berdasarkan pilihan titik. Angka tersebut mencerminkan kesukaan pemilih pada suatu proyek. 4. Pilihan Berdasarkan Suara Terbanyak Keputusan diambil apabila jumlah orang yang setuju jumlahnya lebih besar daripada jumlah orang yang tidak setuju. Urut-urutan pilihan tidak boleh berubah apabila satu atau lebih pilihan alternatif dihilangkan. Pilihan Berdasarkan Pilihan Ganda (Plurality Voting) Pemungutan suara berdasarkan pilihan ganda dilakukan dengan memberikan angka berdasarkan urutan kesukaan. 5. Pemilih harus menentukan pilihannya dengan bebas. Pilihan harus dilaksanakan secara konsisten.untukproyek yang paling disukai diberi angka 1 dan semakin tidak disukai suatu proyek. Misalnya ada 3 proyek J. 3. misalnya setiap pemilih diberikan nilai 100 yang dapat dialokasikan pada ketiga jenis proyek. Pilihan Berdasarkan Pilihan Titik ( Point Voting) Cara pemilihan suara mayoritas memberikan nilai yang sama untuk setiap jenis pilihan dan setiap pemilihan hanya menyatakan preferensi mereka berdasarkan rangking proyek yang paling disukai sampai proyek yang tidak disukai. nilai yang diberikan pada proyek tesebut semakin besar.sedangkan proyek yang mendapat nilai terbesar adalah proyek yang kalah. D. 2. 4. Pemungutan suara berdasarkan pilihan titik (point voting) merupakan cara untuk mengatasi kelemahan dengan cara memberikan angka tertentu kepada setiap pemilih yang dapat mengalokasikannya pada setiap jenis proyek berdasarkan kesukaannya. Pilihan alternatif ( yang kedua) tidak boleh ditekuk dengan berubahnya urutan pilihan yang disukai.Proyek yang mendapat nilai terkecil adalah proyek yang menang. dan P. Jadi pemilih yang tidak suka akan memberi nilai nol pada proyek tersebut dan akan mengalokasi semua nilainya untukproyek yang sangat disukainya. agar pemilihan suara dapat mencapai hasil yang efisien. maka setiap pemilih akan dapat memenangkan proyek yang disukainya dengan menggunakan strategi. maka maksimum angka untuk proyek yang paling tidak disukai adalah 3. Ada 5 syarat yang harus dipenuhi. yaitu : 1.  Arrow Paradoks Arrow mengemukakan masalah yang timbul apabila pemungutan suara diadakan untuk membutuhkan 3 pilihan atau lebih dalam sistem ini. 3 . Penentuan pilihan tidak boleh dilaksanakan secara diktatorial.2.

GuritnoMangkoesoebroto  http://www. Teori Demokrasi Perwakilan Teori Demokrasi Perwakilan yaitu adanya tujuan untuk memikirkan kepentingan diri masing-masing individu menyebabkan proyek-proyek pemerintah yang dilaksanakan adalah proyek .com/doc/88088813/eko-publik 4 . Drs. tetapi melalui wakil-wakil mereka.proyek yang di inginkan oleh rakyat walaupun mereka tidak secara langsung mengadakan pemilihan suara. Pustaka:  Slide Power Point Bab IV. Dr. Djang Tjik  Ekonomi Publik.scribd.