Hukum Tata Negara Indonesia dan Korea Selatan

Davira Putri (05120100095) Sendyta Arya (05120100067) Fianka L. Permana (05120110026) Marco C. A. Mailangkay (05120110070) Windy (05120110048) Reni Wulandari (05120110091) Nadiatara Suparta (05120110003)

Universitas Pelita Harapan

Karawaci, 2012 Bab I
Pendahuluan

A. SEJARAH KETATANEGARAAN INDONESIA
Sistem pemerintahan di Negara Republik Indonesia didasari oleh UndangUndang 1945 sebagai kurun waktu pertama dan Konstitusi RIS, UUD sementara, dan UUD 1945 sebagai kurun waktu kedua, serta UUD 1945 setelah perubahan. Sistem pemerintahannya pun dibagi menjadi 6 periode, yaitu : 1. Periode Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 Dalam rangka persiapan kemerdekaan Indonesia maka dibentuk BPUPKI, yang telah berhasil membuat Rancangan Dasar Negara pada tanggal 25 Mei sampai dengan 1 Juni 1945 dan Rancangan UU Dasar pada tanggal 10 Juli sampai dengan 17 Juli 1945. Pada tanggal 11 Agustus 1945 BPUPKI dibubarkan dan dibentuk PPKI yang melanjutkan upaya-upaya yang telah dilakukan oleh BPUPKI dan berhasil membuat UUD 1945 yang mulai diberlakukan tanggal 18 Agustus 1945. Setelah Proklamasi Kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus 1945, maka hal-hal yang dilakukan adalah : 1. 2. 3. 4. Presiden Sistem pemerintahan negara menurut Undang-Undang Dasar 1945 adalah Sistem Pemerintahan Presidensial (Sistem Kabinet Presidensial), yang bertanggung jawab terhadap jalannya pemerintahan adalah Presiden. Menteri-menteri sebagai pembantu Presiden dan bertanggung jawab kepada Presiden. Presiden adalah Mandataris Majelis Permusyawaratan Rakyat dan bertanggung jawab kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat. Dalam kurun waktu berlakunya Undang-Undang Dasar 1945 telah terjadi Menetapkan UUD Negara RI pada tanggal 17 Agustus 1945 Menetapkan Soekarno-Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden Pembentukan Departemen-Departemen oleh Presiden Pengangkatan anggota Komite Nasional Indonesi Pusat (KNIP) oleh

2

"perubahan praktik ketatanegaraan" Republik Indonesia tanpa mengubah ketentuan Undang-Undang Dasar 1945. Perubahan tersebut ialah dengan keluarnya Maklumat Wakil Presiden tanggal 16 Oktober 1945 dan Maklumat Pemerintah tanggal 14 November 1945. Dengan keluarnya Maklumat Pemerintah tanggal 14 November 1945 tersebut terjadi perubahan dari sistem pemerintahan Presidensial (Sistem Kabinet Presidensial) menjadi sistem pemerintahan Parlementer (Sistem Kabinet Parlementer). Sehingga dengan Maklumat-maklumat tersebut menimbulkan persoalan dalam pelaksanaan pemerintahan mengenai sistem pemerintahan dimana menurut Pasal 4 UUD 45 ditegaskan bahwa Presiden memegang kekuasaan pemerintahan dan Pasal 17 menetapkan bahwa Menteri Negara diangkat dan diberhentikan oleh Presiden dan bertanggung jawab kepada Presiden, sistem pemerintahan menurut UUD 1945 adalah Sistem Presidensil. Sedangkan menurut Maklumat Pemerintah meletakan pertanggungjawaban Kabinet kepada KNIP yang merupakan ciri dari sistem Parlementer. 2. Periode Konstitusi RIS 27 Desember 1945 s.d. 17 Agustus 1950. Setelah Indonesia merdeka, ternyata Belanda masih merasa ingin menguasai RI, sehingga sering terjadi konflik antara RI & Belanda, sehingga dilakukanlah beberapa kali perudingan, perundingan terakhir adalah Konfrensi Meja Bundar (KMB) pada tanggal 23 Agustus 1949 yang menghasilkan kesepakatan antara lain : 1. 2. 3. Mendirikan Negara Indoneis serikat Penyerahan kedaulatan kepada RIS Mendirikan UNI antara RIS dengan kerajaan Belanda

Atas dasar KMB maka pada tanggal 27 Desember 1949 dibentuklah Negara RIS dengan Konstitusi RIS. 3. Periode 17 Agustus 1950 sampai dengan 5 Juli 1959 Pada tanggal 17 Agustus 1950 Indonesia resmi kebali menjadi Negara Kesatuan RI berdasarkan UUD tahun 1950, yang pada dasarnya merupakan Konstitusi RIS yang sudah diubah. Walaupun sudah kembali kepada bentuk Negara kesatuan, namun perbedaan antara daerah yang satu dengan daerah yang lain masih terasa, adanya ketidakpuasan, adanya menyesal dan ada pula yang setuju yang pada akhirnya timbul pemberontakan separatisme. Pada waktu berlakunya Undang-Undang Dasar Sementara penyelenggaraan

3

pemerintahan negara menganut sistem pemerintahan Kabinet Parlementer (Sistem Pertanggungjawaban Menteri). Sistem Kabinet Parlementer pada masa berlakunya Konstitusi Republik Indonesia Serikat belum berjalan sebagaimana mestinya, sebab belum terbentuk Dewan Perwakilan Rakyat hasil pemilihan umum, sedangkan pada waktu berlakunya Undang-Undang Dasar Sementara, Sistem Kabinet Parlementer baru berjalan sebagaimana mestinya, setelah terbentuk Dewan Perwakilan Rakyat atau Badan Konstituante berdasarkan pemilihan umum tahun 1955. Tugas Badan Konstituante adalah menyusun UUD untuk menggantikan UUD 1950. Namun Badan kostituante gagal merumuskan atau menyusun UUD, sehingga pada 5 Juli 1959 Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden, yang UUD Negara RI. 4. Periode 5 Juli 1959 sampai dengan 11 maret 1966 (Masa Orde Lama atau Demokrasi Terpimpin) Sejak Dekrit Presiden 5 Juli 1959, sistem pemerintahan Negara yang dianut kembali berdasar pada Undang-Undang Dasar 1945, yakni berdasar pada sistem pemerintahan Presidensial. Sistem pemerintahan berdasar Undang-Undang Dasar. Masa Orde Lama atau Demokrasi Terpimpin (5 Juli 1959 sampai dengan 11 Maret 1966), dalam praktik sistem pemerintahan Negara Presidensial belum sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam Undang-Undang Dasar 1945. Sistem pemerintahan Presidensial dijalankan dengan berdasar Demokrasi Terpimpin, semua kebijakan atas kehendak atau didominasi oleh Pemimpin sehingga terjadi penyimpangan-penyimpangan atau penyelewengan-penyelewengan terhadap Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yang dilakukan Pemimpin dalam hal ini oleh Presiden. Sehingga banyak menimbulkan kekacauan social budaya dan tidak stabilnya politik dan hukum ketata negaraan Indonesia yang kemudian dikeluarkannya Surat Perintah dari Presiden Soekarno kepada Letnan Jenderal Soeharto yaitu Surat Perintah 11 Maret 1966 (SuperSemar), untuk mengambil segala tindakan dalam menjamin keamanan dan ketentraman masyarakat serta stabilitas jalannya pemerintahan (menjalankan tugas presiden). 5. Periode 11 Maret 1966 sampai dengan 21 Mei 1998 (Masa Orde Baru menyatakan membubarkan Badan Konstituante dan memberlakukan kembali UUD 1945 sebagai

4

Dalam kurun waktu 1999-2002. Pemerintahan Soeharto semakin disorot setelah Tragedi Trisakti pada 12 Mei 1998 yang kemudian memicu Kerusuhan Mei 1998 sehari setelahnya.atau Demokrasi Pancasila) Atas dasar Surat Perintah 11 Maret 1966 (SuperSemar). Krisis finansial Asia yang menyebabkan ekonomi Indonesia melemah dan semakin besarnya ketidak puasan masyarakat Indonesia terhadap pemerintahan pimpinan Soeharto saat itu menyebabkan terjadinya demonstrasi besar-besaran yang dilakukan berbagai organ aksi mahasiswa di berbagai wilayah Indonesia. Gerakan mahasiswa pun meluas hampir diseluruh Indonesia. sistem pemerintahan presidensial sudah dilaksanakan sesuai ketentuan Undang-Undang Dasar 1945. yakni B. Dengan demikian. Sehingga pada tahun 1998 terjadi gejolak yang sangat luar biasa dari masyarakat. UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan 5 . Soeharto akhirnya memilih untuk mengundurkan diri dari jabatannya. untuk kemudian digantikan "Era Reformasi. Habibie sebagai Presiden Baru. tetapi dalam praktiknya Presiden Soeharto selama berkuasa kurang lebih 32 tahun cenderung melakukan KKN. Masa Reformasi Munculnya Era Reformasi ini menyusul jatuhnya pemerintah Orde Baru tahun 1998. Mundurnya Soeharto dari jabatannya pada tahun 1998 dapat dikatakan sebagai tanda akhirnya Orde Baru. dan akhirnya pada tanggal 21 Mei 1998 Soeharto menyatakan berhenti sebagai Presiden. Masa Orde Baru atau Demokrasi Pancasila (11 Maret 1966 sampai dengan 21 Mei 1998). Di bawah tekanan yang besar dari dalam maupun luar negeri. yang kemudian memaksa Presiden Soeharto turun dari jabatannya. merupakan akar awal jatuhnya Presiden Soekarno dan tampak kekuasaan Negara dipegang oleh Jenderal Soeharto. 6. penyelenggaraan pemerintahan negara dengan sistem pemerintahan Presidensial dengan berdasar pada Demokrasi Pancasila pada awal pemerintahan Orde Baru mengadakan koreksi total atas penyimpanganpenyimpangan yang dilakukan pada masa Orde Lama. J. yang menuntut mundurnya Soeharto sering disebut gerakan reformasi.Oleh karena itu Era Reformasi atau Orde Reformasi sering disebut sebagai "Era Pasca Orde Baru". dan melimpahkan kepada Wakil Presiden.

Sedangkan badan-badan lainnya yang fungsinya berkaitan dengan kekuasaan kehakiman diatur dalam undang-undang. Negara hukum yang dimaksud adalah negara yang menempatkan kekuasaan kehakiman sebagai kekuasaan yang merdeka.(amandemen) yang ditetapkan dalam Sidang Umum dan Sidang Tahunan MPR: • • • • Sidang Umum MPR 1999. Tentang sistem pemerintahan negara republik Indonesia dapat dilihat di dalam pasal-pasal sebagai berikut : 1. Sistem yang hendak dibangun adalah sistem 6 . Perubahan UUD 1945 mengenai penyelenggaraan kekuasaan negara dilakukan untuk mempertegas kekuasaan dan wewenang masingmasing lembaga-lembaga negara. tanggal 14-21 Oktober 1999 → Sidang Tahunan MPR 2000. tanggal 7-18 Agustus 2000 → Sidang Tahunan MPR 2001. peradilan agama. Sistem Konstitusional Sistem Konstitusional pada era reformasi (sesudah amandemen UUD 1945) berdasarkan Check and Balances. tanggal 1-11 Agustus 2002 → Perubahan Pertama UUD 1945 Perubahan Kedua UUD 1945 Perubahan Ketiga UUD 1945 Perubahan Keempat UUD 1945 Undang-Undang Dasar 1945 berdasarkan Pasal II Aturan Tambahan terdiri atas Pembukaan dan pasal-pasal. Tercantum di dalam Pasal 1 ayat 3. 2. Negara Indonesia adalah negara Hukum. (Bandingkan dengan UUD 1945 sebelum perubahan yang hanya 2 pasal dengan 2 ayat). Kekuasaan kehakiman merupakan kekuasaan yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan (Pasal 24 ayat 1 UUD 1945). menghormati hak asasi mansuia dan prinsip due process of law. peradilan militer dan peradilan tata usaha negara dan oleh sebuah Mahkamah Konstitusi. Pelaksanaan kekuasaan kehakiman yang merdeka diatur dalam bab IX yang berjumlah 5 pasal dan 16 ayat. tanggal 1-9 November 2001 → Sidang Tahunan MPR 2002. mempertegas batas-batas kekuasaan setiap lembaga negara dan menempatkannya berdasarkan fungsi-fungsi penyelenggaraan negara bagi setiap lembaga negara. Kekuasaan kehakiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah Agung dan badan peradilan yang ada di bawahnya dalam lingkungan peradilan umum.

Oleh karena itu kedaulatan rakyat. 10 Tahun 2004 1. DPD. Komisi Yudisial. tidak ada yang tertinggi dan tidak ada yang rendah. yaitu pembatasan kekuasaan setiap lembaga negara oleh undang-undang dasar. dilaksanakan oleh MPR. UUD 1945 dilakukan. Bahkan rakyat secara langsung dapat melaksanakan kedaulatannya untuk menentukan Presiden dan Wakil Presidennya melalui pemilihan umum. DPR. Ini berarti bahwa kedaulatan rakyat yang dianut adalah kedaulatan berdasar undang-undang dasar yang dilaksanakan berdasarkan undang-undang dasar oleh lembaga-lembaga negara yang diatur dan ditentukan kekuasaan dan wewenangnya dalam undang-undang dasar. Mahkamah Agung. yaitu : • Menurut TAP MPR III Tahun 2000 1. PP 6. Atas dasar semangat itulah perubahan pasal 1 ayat 2. UUD 1945 2. Peraturan Daerah 7 . Peraturan Daerah • Menurut UU No. Mahkamah Konstitusi. UU/PERPU 3. PERPU 5. yaitu perubahan dari “Kedaulatan ditangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh MPR”. Peraturan Pemerintah 4. UU 4. UUD 1945 2. Presiden.“check and balances”. semuanya sama diatur berdasarkan fungsi-fungsi masing-masing. Keputusan Presiden 7. Pada era reformasi diadakan tata urutan terhadap peraturan perundangundangan sebanyak dua kali. Peraturan Presiden 5. TAP MPR 3. BPK dan lain-lain sesuai tugas dan wewenangnya yang diatur oleh UUD. menjadi “Kedaulatan di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut UndangUndang Dasar”.

Mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar. Presiden ialah penyelenggara pemerintah Negara yang tertinggi menurut UUD Masih relevan dengan jiwa Pasal 3 ayat 2. Pasal 4 ayat 1 dan ayat 2. bahkan mempertegas sistem presidensial itu. dan Megawati Soekarnoputri untuk masa jabatan lima tahun.3. Dapat memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden dalam masa jabatannya menurut UUD. 6. yaitu Presiden tidak bertanggung jawab kepada parlemen. 5. Sistem Pemerintahan Sistem ini tetap dalam frame sistem pemerintahan presidensial. 4. Presiden tidak bertanggung jawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat Dengan memperhatikan pasal-pasal tentang kekuasaan pemerintahan negara (Presiden) dari Pasal 4 sampai dengan 16. Pada awal reformasi Presiden dan wakil presiden dipilih dan diangkat oleh MPR (Pada Pemerintahan BJ. . Habibie. Presiden adalah kepala negara dan sekaligus kepala pemerintahan. Presiden hanya dapat diberhentikan dalam masa jabatannya karena melakukan perbuatan melanggar hukum yang jenisnya telah ditentukan dalam Undang-Undang Dasar atau tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden. mempunyai wewenang dan tugas sebagai berikut : .Melantik Presiden dan/atau Wakil Presiden. DPR dapat mengusulkan untuk memberhentikan Presiden dalam masa jabatannya manakala ditemukan pelanggaran hukum yang dilakukan Presiden sebagaimana yang ditentukan dalam Undang-Undang Dasar. Abdurrahman Wahid. Tetapi. Kekuasaan negara tertinggi di tangan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sesuai dengan Pasal 2 ayat (1) bahwa MPR terdiri dari anggota DPR dan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD). sesuai dengan amandemen ketiga UUD 1945 (2001) presiden dan wakil presiden akan dipilih secara langsung oleh rakyat dalam satu paket. MPR berdasarkan Pasal 3. akan tetap bertanggung kepada rakyat dan senantiasa dalam pengawasan DPR. dan Dewan Perwakilan Rakyat (Pasal 19 8 .

9 . juga hak mengajukan pertanyaan. pengubahan dan pembubarannya diatur dalam undang-undang (Pasal 17). khususnya di sektor publik. Korsel telah mengalami kemajuan berarti dalam mereformasi sektor ekonomi dan keuangan. Menteri negara ialah pembantu Presiden. selain mempunyai hak interpelasi. Korsel muncul sebagai kekuatan ekonomi utama. BUMN dan pasar tenaga kerja. Ekonomi Korea telah tumbuh kembali dengan kuat ditandai dengan ekspor yang besar rata-rata meningkat 10% per-tahun. Sejak krisis keuangan melanda Asia pada 1997. 2. kekuasaannya dibatasi oleh undang-undang. Menteri-menteri diangkat dan diberhentikan oleh presiden yang pembentukan. maka ketentuan bahwa Presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR masih relevan. Sistem pemerintahan negara republik Indonesia masih tetap menerapkan sistem presidensial. Korsel masuk dalam jajaran 11 negara dengan ekonomi terbesar di dunia. Kemajuan ekonomi yang dicapai telah menempatkan posisi Korsel pada deretan negara-negara maju dan terpandang dikancah pergaulan internsional. Proses transformasi negeri ini dari masyarakat agraris menuju perkotaan dan industrialisasi. Kekuasaan Kepala Negara tidak tak terbatas Presiden sebagai kepala negara. menyampaikan usul dan pendapat serta hak imunitas (Pasal 20 A ayat 2 dan 3) B. meski sejumlah ‘pekerjaan rumah’ masih tetap perlu digarap. 7. SEJARAH KETATANEGARAAN KOREA SELATAN • UMUM 1. Saat ini bahkan. meski memiliki dampak negatif dalam kehidupan sosial. hak angket.sampai dengan 22B). 3. Demikian juga DPR. 8. dapat dikatakan masyarakat Korea masih tetap merupakan penganut kepercayaan Konghucu yang paling kuat. MPR berwenang memberhentikan Presiden dalam masa jabatanya (Pasal 3 ayat 3). dan negeri itu hancur karena perang Korea pada 1950 – 1953. namun nilai-nilai tradisional masih tetap memiliki pengaruh yang kuat dalam kehidupan masyarakat. menteri negara tidak bertanggungjawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat Presiden dibantu oleh menteri-menteri negara. dan menyatakan pendapat. Di Asia. Setelah Korea terbagi dua pada 1945.

Syngman Rhee merupakan Presiden Republik Korea pertama yang dipilih oleh Majelis Nasional hasil pemilu pada bulan Mei 1948. PM ditunjuk/diangkat oleh Presiden dengan persetujuan Majelis Nasional (MN). • KONSTITUSI Undang Undang Dasar (UUD) Republik Korea disahkan pada tanggal 17 Juli 1948. sedangkan Wakil PM ditunjuk/diangkat oleh Presiden dengan rekomendasi PM. UUD 1948 seringkali disebut sebagai UUD 1987. Hingga saat ini. Presiden dipilih oleh rakyat secara langsung untuk masa jabatan 5 tahun dan hanya untuk satu periode saja (tidak dapat dipilih kembali). Presiden dibantu oleh Perdana Menteri (PM) dan Dewan Negara (State Council) yang lazim disebut Kabinet. • PARLEMEN Majelis Nasional (MN) merupakan badan pemegang kekuasaan legislatif satu-satunya di Korsel. PM mempunyai fungsi mewakili tugas-tugas Presiden bilamana berhalangan dan bertugas membantu Presiden serta mengarahkan para menteri kabinet sesuai petunjuk Presiden. • PEMERINTAHAN Korea Selatan menganut sistem pemerintahan Presidensial campuran. Presiden Rhee secara resmi mendeklarasikan kelahiran Republik Korea pada tanggal 15 Agustus 1948. UUD 1948 telah mengalami beberapa kali amandemen dan terakhir pada tahun 1987. kedudukan Presiden selain sebagai Kepala Negara sekaligus Kepala Pemerintahan serta Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata. Dalam melaksanakan pemerintahan. PM dapat memberikan rekomendasi kepada Presiden dalam pengangkatan menteri dalam kabinet. Kabinet diketuai oleh Presiden dan PM sebagai Wakilnya. Presiden Republik Korea saat ini adalah Presiden Lee Myung-bak yang merupakan Presiden Republik Korea ke-17. Berdasarkan UUD 1987.DR. sesuai dengan sistem satu kamar (unikameral) yang 10 . Oleh karena itu. Semasa Pemerintahan Presiden Rhee inilah terjadinya Perang Korea (19501953).

yakni kekuasaan untuk Pemerintahan pusat memegang kedaulatan secara penuh dan hubungan antara daerah dengan pemerintahan pusat dapat dijalankan secara langsung. Pemilu untuk memilih anggota MN diadakan setiap 4 tahun sekali di seluruh 226 daerah pemilihan (electoral district). anggota MN tidak boleh kurang dari 200 orang. Dalam negara 11 . MN dipimpin oleh seorang Ketua dan 2 orang Wakil Ketua yang dipilih oleh para anggota MN. • PERADILAN Mahkamah Agung (MA) merupakan lembaga peradilan tertinggi. MA dipimpin oleh seorang Ketua (Chief Justice of the Supreme Court) yang diangkat oleh Presiden dengan persetujuan MN. MN menyetujui untuk menambah jumlah wakil yang dipilih berdasar daerah pemilihan (electoral district) menjadi 242 dan proporsional menjadi 57 kursi pada Pemilu 15 April 2004 (MN ke-17). Sejak terbentuknya Republik Korea tahun 1948. B. Dengan demikian. Sesuai dengan UUD 1987. Para Hakim Agung juga diangkat oleh Presiden atas usul Ketua MA dan dengan persetujuan MN. Para Hakim Agung mempunyai masa jabatan 6 tahun dan dapat dipilih kembali.dijalankannya. Namun pada tanggal 9 Maret 2004. mengatur Negara Kesatuan (Unitaris) seluruh daerahnya berada di wewenang pemerintahan pusat. MN yang sedang berjalan saat ini adalah yang ke-18 sebagai hasil Pemilu tanggal 9 April 2008 yang terdiri dari 299 kursi. Merupakan bentuk negara yang bersusunan tunggal. Masa jabatan Ketua MA adalah 6 tahun dan tidak dapat dipilih kembali. ditambah dengan 46 kursi tambahan (additional Seat) yang dibagikan kepada partai politik dalam proporsi suara yang diperoleh. Bentuk Negara Bentuk Negara Secara Umum 1. jumlah keseluruhan jumlah anggota MN ke-17 menjadi 299 kursi.

swatantra). 3. Untuk menampung aspirasi rakyat di daerah. Penghasilan daerah dapat digunakan untuk kepentingan seluruh wilayah negara dan pembagiannya tersebut merata. satu kepala negara. semua hal diatur oleh pemerintah dan daerah hanya menjalankan perintah dan aturan dari pemerintah pusat tersebut karena daerah tidak memiliki wewenang untuk membuat aturan sendiri. Adanya keseragaman aturan di seluruh wilayah negara 1. Meskipun demikian. Adanya kesederhanaan hukum 2. Keputusan pemerintah sering mengalami hambatan karena banyaknya urusan daerah yang harus diselesaikan oleh pemerintah pusat B) Sistem Desentralisasi Daerah diberi wewenang untuk mengatur rumah tangganya sendiri (otonomi. Dalam negara yang memiliki sistem sentralisasi. Ciri-ciri utama negara kesatuan adalah supremasi parlemen pusat dan tidak ada badan lain yang berdaulat. pemerintah pusat tetap memegang kekuasaan tertinggi. Negara kesatuan dibedakan menjadi dua macam sistem yaitu sistem desentralisasi dan sentralisasi. menunggu adanya pemerintah pusat dan melemahkan sendi-sendi pemerintahan demokratis secara perlahan-lahan karena kurangnya inisiatif sehingga rakyat di daerah kurang mendapatkan kesempatan untuk memikirkan dan bertanggung jawab mengenai daerahnya sendiri 3. Kelebihan dan kekurangan sistem desentralisasi : 12 . satu dewan menteri (kabinet) dan satu parlemen. Peraturan atau kebijakan yang ada sering tidak sesuai dengan kebutuhan khusus daerah 2.kesatuan hanya ada satu konstitusi. Daerah menjadi pasif. Keuntungan dan kerugian sistem sentralisasi : 1. terdapat parlemen daerah. A) Sistem Sentralisasi Semua hal diatur oleh pemerintah dan daerah hanya menjalankan perintah dan aturan dari pemerintah pusat tersebut karena daerah tidak memiliki wewenang untuk membuat aturan sendiri.

Dengan kata lain. Setiap negara bagian bebas melakukan tindakan ke dalam asalkan tidak bertentangan dengan konstitusi federal. Negara Serikat (Federasi) Negara serikat adalah negara yang memiliki susunan jamak yang terdiri dari beberapa negara bagian yang masing-masing tidak berdulat. Hubungan pemerintah pusat dengan rakyat diatur dalam bagian pemerintahan pusat kecuali dalam hal tertentu yang kewenangannya telah diserahkan secara langsung kepada pemerintahan federal. parlemen. Pemerintah pusat lebih menghemat biaya karena sebagian besar biaya ditanggung oleh daerahnya masing-masing 2. 13 . Tindakan ke luar (hubungan dengan negara lain) hanya dapat dilakukan oleh pemerintah federal. Pembangunan daerah yang akan berkembang sesuai dengan ciri khas itu sendiri dan kebijakan yang ada disesuaikan dengan kondisi daerah itu sendiri 1. Pekerjaan pemerintah pusat tidak menumpuk karena masing-masing daerah tidak perlu membebankan semuanya ke pemerintah pusat sehingga pemerintahan dapat berjalan dengan lancar 3. dewan menteri atau kabinet demi kepentingan negara bagian serta boleh membuat konstitusi sendiri tetapi tidak boleh bertentangan dengan kepentingan negara serikat. Meningkatkan partisipasi dan tanggung jawab masyarakatnya sehingga daerahnya akan mengalami peningkatan 4. hanya bisa dilakukan oleh pemerintah federal. Negara-negara bagian boleh memiliki konstitusi sendiri.1. Kebijakan di masing-masing daerah tidak seragam. parlemen sendiri dan kabinet sendiri yang berdaulat dalam negara serikat. Ciri-ciri negara serikat atau federal adalah tiap negara bagian memilki kepala negara. asal tak bertentangan dengan konstitusi federal. kepala negara sendiri. termasuk dalam kemajuan pembangunan itu sendiri 2. Setiap negara bagian bebas melakukan tindakan ke dalam. Untuk hubungan dengan negara lain atau di luar hal yang telah ditentukan. negara serikat adalah gabungan dari negara-negara bagian yang berada di satu wilayah negara dan disebut dengan negara federal.

2. sehingga kegiatan pemerintah federal adalah hal kenegaraan seebihnya. 4. Pada umumnya kekuasaan yang dilimpahkan negara-negara bagian kepada pemerintah federal meliputi: 1. Negara serikat atau federal memiliki persamaan dengan negara kesatuan yang bersistem desentralisasi yaitu pemerintah pusat sama-sama pemegang kedaulatan ke luar negara dan sama-sama memiliki hak untuk mengatur daerahnya sendiri. Cara pembagian kekuasaan antara pemerintahan federal dengan Badan yang berwenang untuk menyelesaikan perselisihan yang timbul pemerintahan negara bagian. Kepentingan bersama antar negara bagian. antara pemerintah federal dengan pemerintah negara bagian. 2. Menyangkut kedudukan negara sebagai subyek hukum internasional.F. Pada negara bagian. Tentang keuangan. hak otonomi daerah merupakan hak aslinya yang tidak bisa diganggu gugat sedangkan pada daerah otonom hak itu diperoleh dari pemerintahan pusat.Dalam prakteknya. 14 . yang membedakan negara serikat yang satu dengan yang lain adalah: 1. 3. jabatan kepala negara bagian sering disebut dengan gubernur negara bagian. pertahanan dan keamaan nasional. Pembagian kekuasaan antara pemerintahan federal dengan negara bagian ditentukan oleh negara bagian. Negara federal memiliki wewenang untuk membuat UUD sendiri dan organisasinya sendiri selama tidak bertentangan dengan UUD pemerintah pusat sedangkan dalam negara kesatuan tidak boleh membuat UUD sendiri karena sudah ditentukan dari pusat. 5. Keselamatan negara. Strong. Perbedaan antara negara federal dan kesatuan akan ditunjukkan sebagai berikut: 1. Mengenai konstitusi dan organisasi pemerintahan federal. biaya penyelenggaraan pemerintahan federal. Menurut C. Sedangkan perbedaannya adalah mengenai asal usul hak mengurus daerahnya masing-masing.

Negara ini tidak memiliki negara bagian dan hanya memiliki satu kepala pemerintahan yang mewakili semua daerah maupun sembilan provinsi yang ada di Korea Selatan. Akan tetapi. wewenang pembuat undang-undang pemerintah pusat ditentukan secara terperinci dan dalam negara kesatuan . hal itu terdapat dalam propinsi-propinsi. Pada tahun 1950. Sistem federal di Indonesia dinilai tidak efektif dan hanya menguntungkan bagi orang-orang tertentu saja. dan pemilihan anggota.2. dalam batas hukum dan peraturan. dan kegiatan pemerintah daerah akan ditentukan oleh UU. Di negara federal. Indonesia akhirnya kembali menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) hingga saat ini. Belanda yang menginginkan negara Indonesia menjadi beberapa negara bagian. dan mungkin memberlakukan ketentuan yang berkaitan dengan otonomi daerah. Tetapi sayangnya hanya bertahan sebentar karena dimulai dari Pasundan yang menyatakan diri sebagai bagian NKRI dan diikuti oleh negara-negara bagian di Indonesia lainnya. Indonesia adalah negara kesatuan yang menganut asas Desentralisasi. mengelola properti. Peranan pemerintah pusat jauh lebih besar di Korea Selatan dibandingkan dengan pemerintah daerahnya karena organisasi dan kekuasaan dewan lokal. 2. 15 .Pemerintah daerah harus menangani urusan administrasi yang berkaitan dengan kesejahteraan warga setempat. Indonesia mengalami perubahan bentuk dari negara kesatuan menjadi federal disebabkan bukan karena faktor dari dalam negeri saja tetapi juga dari pihak asing. begitu juga sebaliknya. Kriteria seperti yang telah disebutkan di atas memang untuk membedakan apakah negara tersebut konstitusi atau tidak tetapi tidak semua undang-undang yang bersusunan federal adalah negara federal. dan hal-hal lain yang berkaitan dengan organisasi. 1. Seoul. Bentuk Negara Korea Selatan Korea Selatan merupakan negara kesatuan atau unitaris dengan sistem pemerintahan presidensial yang berpusat di ibukotanya. Bentuk Negara Indonesia Indonesia adalah negara unitaris pada awal-awal kemerdekaannya yaitu sekitar tahun 1945-1949. prosedur pemilihan kepala pemerintah daerah.

berarti Indonesia menjalankan Republik Terbatas. Dalam klasifikasi Duguit.’ 16 . Legistlatif.Jenis pemerintah daerah akan ditentukan oleh UU. yakni suatu negara yang kekuasaan presidennya diatur / dibatasi dalam Konstitusi. Menteri-menteri merupakan pelaksana pemerintahan dan mereka sendirilah yang harus bertanggung jawab. Bukti bahwa Indonesia adalah negara republik tertulis dalam pasal 1 ayat 1 UUD 1945 yang berbunyi. Perdana Menteri ditunjuk oleh Presiden dengan persetujuan dewan perwakilan. yaitu . The Republic of Korea is a democratic republic). Presiden dipilih melalui pemilu dengan masa jabatan 5 tahun. Eksekutif.Bentuk Pemerintahan Korea Selatan Korea Selatan adalah negara dengan bentuk pemerintahan republik dan dapat digolongkan sebagai negara Republik Konstitusi dalam klasifikasi Duguit. Dan dapat disimpulkan bahwa Korea Selatan adalah negara kesatuan yang berbentuk sentralisasi. Hal ini terbukti dengan keadaan Presiden sebagai kepala negara (Article 66 [Head of State] (1) The President is the Head of State and represents the State vis-avis foreign states). dan terdapat Seperti layaknya negara demokrasi lainnya. 2. Tetapi dalam konstitusi Korea itu sendiri tidak ditulis secara jelas bentuk pemerintahan negara ini. Korea Selatan membagi pemerintahannya dalah 3 bagian (trias politica). Negara Republik Parlementer adalah suatu republik yang kekuasaan menjalankan pemerintahannya ada di tangan para menteri dan harus bertanggung jawab kepada parlemen. BENTUK PEMERINTAHAN 1. tetapi kepala pemerintahannya adalah Perdana Menteri (Art 86 (2) The Prime Minister assists the President and directs the Executive Ministries from active duty. dan Yudikatif. Hanya tertulis bahwa negara Korea adalah negara Republik Demokratis (Chapter 1: General Provisions ayat (1). Bentuk Pemerintahan Indonesia Indonesia menjalankan bentuk pemerintahan republik presidensial. ‘Negara Indonesia ialah Negara Kesatuan yang berbentuk republik. D.

Duguit membedakan bentuk pemerintahan menjadi monarkhi dan republik dengan cara atau sistem penunjukan kepala negara sebagai kriteria pembeda. disebut oligarkhi apabila diselenggarakan oleh beberapa (sedikit) orang. 17 . Pembagian kekuasaan dalam pemerintahan Indonesia juga mengadopsi sistem Trias Politica. Otto Koellreutter sependapat dengan Leon Duguit. Dalam pemerintahan monarkhi tidak terjadi pemilihan kepala negara oleh rakyat atau parlemen. Eksekutif. dan Yudikatif Klasifikasi Bentuk Pemerintahan Menurut Leon Duguit Menurut Duguit. dandemokrasi (berasal dari kata demos yang berarti rakyat dan kratein) apabila diselenggarakan oleh banyak orang. Monarkhi adalah bentuk pemerintahan yang kepala negaranya diangkat berdasarkan waris atau keturunan (herediter) dan menjabat seumur hidup. monarkhi melahirkan wangsa atau dinasti.Bukti bahwa Indonesia berbentuk republik terbatas tertulis dalam pasal 4 ayat 1 UUD 1945 yang berbunyi. ‘ Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan menurut Undang Undang Dasar. Legistlatif. Pemerintahan disebut monarkhi apabila diselenggarakan oleh satu orang raja/ kaisar. bentuk pemerintahan ditentukan berdasarkan: • • Jumlah orang yang memegang kekuasaan untuk menyelenggarakan Cara penunjukan kepala negara.’ Hal itu menyatakan bahwa presiden memegang kuasa atas pemerintahan / kepala pemerintahan namun kekuasaan dan wewenangnya diatur / dibatasi dengan Undang Undang. kepentingan bersama dalam negara. Maka. tetapi kriteria pembeda yang menurutnya lebih tepat adalah kesamaan dan ketidaksamaan. Monarkhi merupakan bentuk pemerintahan yang didasarkan atas ukuran ketidaksamaan. Republik adalah bentuk pemerintahan yang kepala negaranya dipilih oleh rakyat (secara langsung maupun melalui perwakilan). Dalam bukunya yang berjudul “Traite de Droit Constitutionale”. yaitu. keluarga pewaris tahta kerajaan. Masa jabatan kepala negaranya dibatasi (misalnya: empat tahun seperti di Amerika Serikat. atau lima tahun seperti di Indonesia).

2. yaitu monarkhi yang kekuasaan rajanya dibatasi oleh konstitusi) pemerintahannya ada di tangan para menteri (baik sendiri maupun bersama-sama) yang bertanggung jawab kepada parlemen. dan setiap orang dianggap memiliki hak yang sama untuk menjadi kepala negara. yaitu monarkhi yang seluruh kekuasaan negaranya berada di tangan raja sehingga raja berkuasa secara mutlak. Raja berkedudukan sebagai kepala negara.karena tidak setiap orang dapat menjadi kepala negara (raja). Raja memegang kekuasaan secara luar biasa sehingga mudah bertindak sewenangwenang. Sedangkan republik merupakan bentuk pemerintahan yang didasarkan atas ukuran kesamaan karena kepala negaranya dipilih dan diangkat berdasarkan kemauan dewan atau orang banyak. yaitu suatu republik yang kekuasaaan presidennya Republik parlementer. Monarkhi konstitusional. Selain bentuk pemerintahan monarkhi dan republik. Perintahnya adalah hukum yang harus dilaksanakan tanpa reserve. dibatasi konstitusi. salus publica suprema lex yang maksudnya adalah: yang berhak membentuk undangundang adalah raja. yaitu suatu republik yang kekuasaan negara yang seluruh kekuasaannya berada di tangan presiden. kesejahteraan umum adalah hukum yang tertinggi. Duguit membagi monarkhi menjadi: 1. yaitu pemerintahan oleh satu orang yang bersifat mutlak. 2. 3. Menteri-menteri merupakan pelaksana pemerintahan dan mereka sendirilah yang mesti bertanggung jawab. Monarkhi absolut. 18 . tak terbatas. yaitu monarkhi terbatas (kekuasaan Monarkhi parlementer. yaitu suatu Republik terbatas. menjalankan pemerintahannya ada di tangan para menteri dan harus bertanggung jawab kepada parlemen. Dalam negara monarkhi absolut berlaku semboyan Princep legibus solutus est. Republik absolut (kadang-kadang disebut otoriter). lambang keutuhan dan kesatuan negara. bentuk pemerintahan republik pun dapat dibagi tiga seperti berikut: 1. Koellreutter menambahkan bentuk pemerintahan otoriter (Autoritarien Fuhrerstaat). Karena itu raja tidak dapat diminta bertanggung jawab (The king can do no wrong). Menurut Duguit. 3.

Konflik dan pertentangan antar pejabat Presiden adalah penyelenggara pemerintah negara yang Presiden tidak bertanggung jawab kepada Dewan tertinggi dibawah Majelis Permusyawaratan Rakyat. Permusyawaratan Rakyat. Pokok-pokok sistem pemerintahan negara Indonesia berdasarkan UUD 1945 sebelum diamandemen tertuang dalam Penjelasan UUD 1945 tentang tujuh kunci pokok sistem pemerintahan negara tersebut sebagai berikut. 6. 1. menteri negara Kekuasaan kepala negara tidak tak terbatas. Menteri negara ialah pembantu presiden. Sistem pemerintahan lebih stabil. (rechtsstaat).E. kekuasaan yang besar pada presiden juga ada dampak positifnya yaitu presiden dapat mengendalikan seluruh penyelenggaraan pemerintahan sehingga mampu menciptakan pemerintahan yang kompak dan solid. 7. tidak bertanggungjawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat. Karena itu tidak adanya pengawasan dan tanpa persetujuan DPR. sistem pemerintahan Indonesia menurut UUD 1945 menganut sistem pemerintahan presidensial. maka kekuasaan presiden sangat besar dan cenderung dapat disalahgunakan. Hampir semua kewenangan presiden yang di atur menurut UUD 1945 tersebut dilakukan tanpa melibatkan pertimbangan atau persetujuan DPR sebagai wakil rakyat. Ciri dari sistem pemerintahan masa itu adalah adanya kekuasaan yang amat besar pada lembaga kepresidenan. Sistem pemerintahan ini dijalankan semasa pemerintahan Orde Baru di bawah kepemimpinan Presiden Suharto. tidak mudah jatuh atau berganti. Berdasarkan tujuh kunci pokok sistem pemerintahan. Sistem Konstitusional. 5. Kekuasaan negara yang tertinggi di tangan Majelis Indonesia adalah negara yang berdasarkan atas hukum 19 . Perwakilan Rakyat. 2. 4. 3. Mekipun adanya kelemahan. SISTEM PEMERINTAHAN INDONESIA Sistem Pemerintahan Negara Indonesia Berdasarkan UUD 1945 Sebelum Diamandemen.

Reformasi yang harus dilakukan adalah melakukan perubahan atau amandemen atas UUD 1945. bangsa Indonesia bertekad untuk menciptakan sistem pemerintahan yang demokratis. eksekutif. Namun. berdasarkan UUD 1945 yang telah diamandemen itulah menjadi pedoman bagi sistem pemerintaha Indonesia sekarang ini. 2. Pemerintah konstitusional bercirikan bahwa konstitusi negara itu berisi 1. Memasuki masa Reformasi ini. Wilayah negara terbagi dalam beberapa provinsi. Sebelum diberlakukannya sistem pemerintahan baru berdasarkan UUD 1945 hasil amandemen keempat tahun 2002. 2. dalam praktik perjalanan sistem pemerintahan di Indonesia ternyata kekuasaan yang besar dalam diri presiden lebih banyak merugikan bangsa dan negara daripada keuntungan yang didapatkanya. yaitu pada tahun 1999. Untuk itu. dan 2002. 2001.negara dapat dihindari. diharapkan dapat terbentuk sistem pemerintahan yang lebih baik dari yang sebelumnya. pemerintahan presidensial. Sistem pemerintahan baru diharapkan berjalan mulai tahun 2004 setelah dilakukannya Pemilu 2004. Amandemen atas UUD 1945 telah dilakukan oleh MPR sebanyak empat kali. perlu disusun pemerintahan yang konstitusional atau pemerintahan yang berdasarkan pada konstitusi. sedangkan sistem luas. Pokok-pokok sistem pemerintahan Indonesia adalah sebagai berikut. jaminan atas hak asasi manusia dan hak-hak warga adanya pembatasan kekuasaan pemerintahan atau 20 . sistem pemerintahan Indonesia masih mendasarkan pada UUD 1945 dengan beberapa perubahan seiring dengan adanya transisi menuju sistem pemerintahan yang baru. Berdasarkan hal itu. negara. Bentuk negara kesatuan dengan prinsip otonomi daerah yang Bentuk pemerintahan adalah republik. 1. Sistem pemerintahan Negara Indonesia Berdasarkan UUD 1945 Setelah Diamandemen Sekarang ini sistem pemerintahan di Indonesia masih dalam masa transisi. dengan mengamandemen UUD 1945 menjadi konstitusi yang bersifat konstitusional. 2000.

Presiden dan wakil presiden dipilih secara langsung oleh rakyat Kabinet atau menteri diangkat oleh presiden dan bertanggung Parlemen terdiri atas dua bagian (bikameral). 5. Para anggota dewan merupakan anggota MPR. Jadi. Presiden dalam mengangkat penjabat negara perlu pertimbangan Presiden dalam mengeluarkan kebijakan tertentu perlu atau persetujuan dari DPR. DPR tetap memiliki kekuasaan mengawasi presiden meskipun secara tidak langsung. 4. 6. 2. Kekuasaan yudikatif dijalankan oleh Makamah Agung dan badan peradilan dibawahnya. Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Sistem pemerintahan ini juga mengambil unsur-unsur dari sistem pemerintahan parlementer dan melakukan pembaharuan untuk menghilangkan kelemahan-kelemahan yang ada dalam sistem presidensial. Hal itu diperuntukan dalam memperbaiki sistem presidensial yang lama. Perubahan baru tersebut. pertimbangan atau persetujuan dari DPR. Presiden sewaktu-waktu dapat diberhentikan oleh MPR atas usul dari DPR. Beberapa variasi dari sistem pemerintahan presidensial di Indonesia adalah sebagai berikut. mekanisme cheks and balance. Dewan Perwakilan jawab kepada presiden. Parlemen diberi kekuasaan yang lebih besar dalam hal membentuk undang-undang dan hak budget (anggaran) Dengan demikian. 4. sistem bikameral. ada perubahan-perubahan baru dalam sistem pemerintahan Indonesia. dalam satu paket. Presiden adalah kepala negara dan sekaligus kepala pemerintahan. 1.3. 3. dan pemberian 21 . antara lain adanya pemilihan secara langsung. DPR memiliki kekuasaan legislatif dan kekuasaan mengawasi jalannya pemerintahan.

PM ditunjuk/diangkat oleh Presiden dengan persetujuan Majelis Nasional (MN). Kabinet diketuai oleh Presiden dan PM sebagai Wakilnya.kekuasaan yang lebih besar kepada parlemen untuk melakukan pengawasan dan fungsi anggaran. MN dipimpin oleh seorang Ketua dan 2 orang Wakil Ketua yang dipilih oleh para anggota MN. MN yang sedang berjalan saat ini adalah yang ke-18 sebagai hasil Pemilu tanggal 9 April 2008 yang terdiri dari 299 kursi. ditambah dengan 46 kursi tambahan (additional Seat) yang dibagikan kepada partai politik dalam proporsi suara yang diperoleh. kedudukan Presiden selain sebagai Kepala Negara sekaligus Kepala Pemerintahan serta Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata. PM dapat memberikan rekomendasi kepada Presiden dalam pengangkatan menteri dalam kabinet. Presiden dipilih oleh rakyat secara langsung untuk masa jabatan 5 tahun dan hanya untuk satu periode saja (tidak dapat dipilih kembali). Presiden dibantu oleh Perdana Menteri (PM) dan Dewan Negara (State Council) yang lazim disebut Kabinet. Sesuai dengan UUD 1987. Sejak terbentuknya Republik Korea tahun 1948. Parlemen Majelis Nasional (MN) merupakan badan pemegang kekuasaan legislatif satu-satunya di Korsel. anggota MN tidak boleh kurang dari 200 orang. MN menyetujui untuk menambah jumlah wakil yang dipilih berdasar daerah pemilihan (electoral district) menjadi 242 22 . SISTEM PEMERINTAHAN KOREA SELATAN Korea Selatan menganut sistem pemerintahan Presidensial campuran. Pemilu untuk memilih anggota MN diadakan setiap 4 tahun sekali di seluruh 226 daerah pemilihan (electoral district). sedangkan Wakil PM ditunjuk/diangkat oleh Presiden dengan rekomendasi PM. Berdasarkan UUD 1987. Dalam melaksanakan pemerintahan. PM mempunyai fungsi mewakili tugas-tugas Presiden bilamana berhalangan dan bertugas membantu Presiden serta mengarahkan para menteri kabinet sesuai petunjuk Presiden. F. sesuai dengan sistem satu kamar (unikameral) yang dijalankannya. Namun pada tanggal 9 Maret 2004.

dan proporsional menjadi 57 kursi pada Pemilu 15 April 2004 (MN ke-17). Dengan mengedepankan paham demokrasi yang memang mempunyai sifat tak akan mungkin berperang satu sama lain. tetap ada hal positif yang bisa diambil dari perkembangan demokrasi terutama yang terjadi di Korea Selatan. Dan dalam pembentukan sistem demokrasi yang lebih baik itu. karena peran Amerika Serikat dalam menyebarluaskan paham sistem demokrasi tidak main-main. Sementara kita sendiri tahu bahwa Korea Selatan adalah negara yang monokultur. namun ternyata memang tak semua demokrasi itu bobrok. Kita tahu bahwa Demokrasi sudah sangat menjalar diseluruh penjuru dunia. Kelebihan dan Kekurangan Sistem Demokrasi di Korea Selatan Korea Selatan merupakan negara republik dan menganut sistem demokrasi terhadap warga negaranya. dan ini merupakan pembangunan dan kemajuan terutama dibidang politik-ekonomi yang paling dramatis di sepanjang sejarah Korea Selatan. Pemilih dapat memberikan dua suara: satu untuk calon dari daerah pemilihan mereka dan satu lagi untuk parpol yang dipilihnya. Sebenarnya jika kita mau menelaah lebih dalam. dimana sangat bagus sekali suatu sistem seperti demokrasi dinut oleh masyarakat yang monokultur. Bisa kita lihat dengan perubahan Korea Selatan yang begitu jelas sejak merdeka dan mengklaim dirinya sebagai Negara yang demokratis. Korea Selatan mempunyai misi sendiri yaitu dapat mencapai cita-cita dan menggapai nilai-nilai modernisasi yang mencakup keamanan dan stabilitas nasional. demokrasi adalah sebuah sistem yang mempunyai banyak kelebihan yang bisa diterapkan dinegara seperti Korea yang memang notabene Negara yang sudah cukup maju di Asia. Rupanya ini yang dilakukan oleh Amerika Serikat untuk memperluas imperialismenya. Seperti yang kita tahu Demokrasi masuk di Korea Selatan pada era tahun 1980-an. Pada Pemilu legislatif 9 April 2008. Dan bagi Korea Selatan sendiri. Sedangkan 54 kursi yang tersisa diperebutkan melalui sistem perwakilan secara proposional. Kalau kita mau 23 . agenda politik yang paling mendapat perhatian adalah mewujudkan serta mencapai demokrasi yang sebaik-baiknya. Seperti pada negara demokrasi lainnya. jumlah keseluruhan jumlah anggota MN ke-17 menjadi 299 kursi. Dengan demikian. dari 299 kursi parlemen sebanyak 245 kursi diperebutkan melalui pemilihan langsung (direct voting) di seluruh daerah pemilihan.

Bila kita sekali lagi ingin memahami sistem demokrasi lebih dalam. Sehingga bisa dilihat bagaimana hak bersuara setiap warga Negara bisa dipertanggung jawabkan.melihat Indonesia yang selalu gagal dalam mempraktikan sistem yang demokratis karena benturan kepentingan yang berbeda-beda dan akhirnya melahirkan demonstrasi yang tidak sehat dan menyalahi aturan. Maka bisa dibilang pluralisme adalah pembunuh demokrasi yang sesungguhnya. Sedangkan merupakan kelebihan dari sistem demokrasi yang bisa dirasakan Korea Selatan dalam menyatukan suatu kepentingan secara demokratis karena masyarakatnya yang monokultur. Dan ini 24 . kebebasan pers yang merupakan ciri khas sistem demokrasi juga sangat melekat peranannya dalam sistem pemerintahan dimana ditandai dengan pemerintahnya yang sangat terbuka dengan kritikan dari rakyatnya. banyak gembar-gembor dari media disana-sini namun pemerintah malah merasa tak mau tau dengan hal itu. kondisi ini belum banyak dan dimaksimalkan. sehingga terlihat ada keseimbangan antara kekuatan buruh dan konservatif. Berbeda dengan Indonesia yang kebebasan persnya masih semu. namun ternyata ada kelemahan juga bagi sistem demokratis disebuh kondisi masyarakat yang multikultur yaitu dimana untuk membangun demokrasi parlemen memang harus lebih kuat dibanding eksekutifnya. Namun hendaknya kita juga mau melihat apa saja keburukan yang telah terjadi di Korea sehingga bisa kita bandingkan apakah sistem demokrasi cocok dan presentase kelebihan bisa mendominasi. Kita tahu bahwa tadi diawal kita menekankan masyarakat Korea Selatan yang monokultur dan baik bagi sistem pemerintahan yang demokratis. Ditandai dengan peringatan 1 Mei sebagai hari Buruh. dan dalam hal ini demokrasi memang berhasil dijalankan oleh Korea Selatan sebagai mana mestinya. yang mana ini menunjukkan bahwa partai buruh seperti yang ada di Amerika Serikat berjalan dengan baik. biasanya akan dikaitkan bahwa demokrasi identik dengan jumlah partai yang banyak. tentunya tidak akan terlepas dari unsur partai. Sebagai sebuah Negara demokratis. Dan hak bersuara juga sangat dijunjung tinggi oleh Negara Korea Selatan karena bagaimanapun peran serta masyarakat dalam sistem demokrasi sangatlah signifikan demi kelangsungan sistem pemerintahan tersebut. sedangkan di Korea Selatan. Karena tak hanya itu. namun tidak bagi Korea Selatan yang kita tahu partainya tak sebanyak Indonesia. sehingga hanya memicu konflik baru.

25 . mereka juga dihadapi dengan kondisi dimna anggota DPR. Memang yang terjadi dibanyak Negara yang mengusung tema demokrasi dengan banyak partai. Walaupun memang tak dipungkiri. Dan kondisi ini tentu saja akan menjadi penghambat bagi terwujudnya persatuan dan reformasi nasional. Karena sistem Demokrasi disetiap Negara dewasa ini ditandai dengan kuatnya birokrasi sehingga mengancam stabilitas kegiatan Negara karena birokrasi adalah pangkal dari serangkaian program pemerintah. bersifat 5 tahun. maka kesehatan demokrasi dan penyaluran aspirasi masyarakat terjamin dengan baik. Karena bukan rahasia umum lagi bahwa partai terkadang hanya focus pada program kerja semu demi mendapat posisi dipemerintahan. Di Korea Selatan. Kondisi ini justru tentu saja akan menjadi penghambat tersendiri dalam rangka terwujudnya persatuan dan reformasi nasional. semangat nasionalisme serta kegigihan. Dan lagi-lagi sebagai Negara Demokrasi seperti Korea Selatan. mungkin karena kasus korupsi terbesar memang tersebar di wilayah Asia. jual beli suara dan juga propaganda gelap pada para pemilih dan antar partai politik. keadaan seperti itu juga menjadi masalah serius. Tak hanya itu. ditambah tak hanya Indonesia yang birokratnya dikenal mental korup dan juga kurang berkompeten. Bahkan disinyalir dengan adanya kasus pencekalan ini justru menyebabkan pencalonan DPR tidak lagi bersifat tertutup. pelanggaran hukum. keuletan dan disiplin orang Asia memang sudah tak diragukan lagi. karena hanya sebagai kepala negara. padahal ia yang dipilih oleh rakyat korea selatan. dan membuat tidak akan terjadi adanya pengelabuhan hukum dalam pemilu. Sifat dari DPR inilah menyebabkan adanya gerakan pencekalan yang dilakukan oleh organisasi non-pemerintah. presidennya tidak mempunyai hak memerintah. namun tetap bukan jaminan dengan banyak partai. bukan kepala pemerintahan. cenderung lebih mementingkan kepentingan pribadi dan partainya saja. pengambilan keputusan yang ada di masyarakat monokultur seperti di Korea Selatan juga sangat dikhawatirkan menjadi sebuah keputusan yang otoriter walaupun kita tahu memang kepentingan yang satu tapi tetap saja akan cenderung absolute jika pemerintah atau kepala negaranya menentukan suatu keputusan. dan presiden pula lah yang memilih perdana menterinya. namun rakyat dapat menurunkan presidennya. Dan uniknya.bisa jadi boomerang ketika eksekutif justru lebih memainkan banyak peran.

Hanya saja pemakaian suatu sistem secara utuh hanya membuat suatu Negara terpuruk. karena disinyalir di Korea Selatan. Namun bagaimanapun juga. Seperti fenomena yang selalu jelas terlihat oleh Negara yang menganut sistem yang demokratis dimana banyak serangkaian demonstrasi dijalanan serta perilaku destruktif lainnya yang mana hampir di semua Negara di Asia yang dibungkus atas nama demokrasi yaitu salah satunya manifestasi daripada tradisi masyarakat Asia yang otoriter dan sudah membudaya. Maka bisa ditarik kesimpulan bahwa hanya perhatian pada satu sistem saja dan mencoba untuk jauh lebih dalam tanpa mempertimbangkan factor internal dan external hanya akan menjadi boomerang bagi suatu Negara. Karena pada hakikatnya setiap sistem pasti bisa saling melengkapi. tapai juga bukan suatu sistem buruk dan tak ada keberhasilan yang dicapai. sistem demokrasi tak selalu menjadi momok bagi setiap Negara dengan serangkaian bobroknya. Budaya otoriter inilah yang kemudian digunakan oleh kepentingan-kepentingan asing dalam hal mendikte negara-negara Asia tersebut. kecurangan pemilu dan korupsi pemerintah. sampai pada akhirnya permasalahan ideologi tersebut yang meliputi bentuk dari dasar pelembagaan pemerintah (presidensial atau parlementer). 26 . jangkauan kekuasaan presiden.Perbedaan ideologi inilah yang kemudian menyebabkan pertentangan. dan yang terakhir yaitu legitimasi penguasa politik yang mana berkaitan dengan kudeta militer. karena sejatinya. sistem yang terbaik bagi suatu Negara adalah sistem yang dirasa cocok dengan kondisi poitikekonomi suatu Negara tanpa harus mengadopsi atau bahkan meniru sistem Negara lain hanya karena serangkaian keberhasilan yang dicapai oleh Negara tersebut. Bahkan ada sumber yang mengatakan bahwa Demokrasi di Korea terlalau berlebihan atau biasa disebut ‘too much democracy’. penekanan yang sah terhadap organisasi dan bagaiman berjalannya lembaga politik kunci serta besarnya hak asasi warga negara seperti hak berbicara dan pers. jumlah bidang yang dikerakan oleh presiden. prosedur pemilihan kepala eksekutif dan DPR Nasional baik yang umum maupun yang tidak langsung). Dan ini yang memang menjadi momok bagi Negara yang menganut praktik-praktik demokrasi yang berlebihan. praktik demokrasi menjadi alih-alih untuk berkembangnya sistem anarki yang kemudian sampai kembali pada tradisi otoriter.

BAB II PEMBAHASAN A.constituere) dalam bahasa prancis yaitu “constiture” dalam bahsa jerman “vertassung”. KONSTITUSI I. Konstitusi adalah keseluruhan peraturan baik yang tertulis maupun tidak tertulis yang 27 . PENGERTIAN KONSTITUSI Istilah konstitusi berasal dari bahasa inggris yaitu “Constitution” dan berasal dari bahasa belanda “constitue” dalam bahasa latin (contitutio.

Konstitusi dalam arti absolut mempunyai 4 sub pengertian yaitu. 1) Konstitusi sebagai kesatuan organisasi yang mencakup hukum dan semua organisasi yang ada didalam negara. D. 2) Konstitusi sebagai bentuk negara 3) Konstitusi sebagai faktor integrasi 4) Konstitusi sebagai sistem tertutup dari norma hukum yang tertinggi didalam negara b. Herman Heller Konstitusi mempunyai arti luas daripada UUD Konstitusi tidak hanya bersifat yuridis tettapi juga sosiologis dan politis C. PENGERTIAN KONSTITUSI MENURUT AHLI A. Konstitusi dalam artoi relatif dibagi menjadi 2 pengertian yaitu: : 1) konstitusi sebagai tuntyutan dari golongan borjuis agar haknya dapat dijamin oleh penguasa dan 2) konstitusi sebagai sebuah konstitusi dalam arti formil (konstitrusi dapat berupa terttulis) dan konstitusi dalam arti materiil (konstitusi yang dilihat dari segi isinya) III. KC Wheare konstitusi adalah keseluruhan sistem ketaatanegaraaan suatu negara yang berupa kumpulan peraturan yang mmbentuk mengatur /memerintah dalam pemerintahan suatu negara. Jadi konstitusi berarti menetapkan secara bersama. B.mengatur secara mengikat cara suatu pemerintahan diselenggarakan dalam suatu masyarakat suatu negara II. Koernimanto Soetopawiro Istilah konstitusi berasal dari bahasa latin cisme yang berarati bewrsama dengan dan statute yang berarti membuat sesuatu agar berdiri. SEJARAH KONSTITUSI DI INDONESIA 28 . KONSTITUSI INDONESIA A. Carl Schmitt Carl Schmitt membagi konstitusi dalam 4 pengertian yaitu: a.

Undang-Undang Dasar 1945 (5 Juli 1959 – 19 Oktober 1999) 5. Soetarjo Kartohamidjojo. Dalam sejarahnya UUD 1945 dirancang sejak 29 Mei 1945 sampai 16 juni 1945 oleh Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau dalam bahasa Jepang lebih dikenal dengan nama Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai yang beranggotakan 21 orang. Mr. Undang-Undang Dasar 1945 (18 Agustus 1945-27 Desember 1949) 2. telah mengalami perubahanperubahan dan masa berlakunya sejak di ploklamirkannya kemerdekaan Republik Indonesia.P. Indonesia mempunyai konstitusi yang dikenal dengan nama Undang-Undang Dasar 1945. Hamidan (Kalimantan). Moh. Abdul Abbas (Sumatera). konstitusi atau UndangUndang Dasar 1945 yang diberlakukan di Indonesia. AH. Konstitusi Republik Indonesia Serikat (27 Desember 1949-17 Agustus 1950) 3. Pangeran Purboyo. Hatta sebagai wakil ketua dengan 19 orang anggota yang terdiri dari 11 orang mewakili Jawa. Badan ini kemudian menyusun tim khusus yang bertugas menyusun konstitusi di Indonesia merdeka yang kemudian dikenal dengan Undang.Undang Dasar 1945 (UUD 1945). Mohammad Hassan (Sumatera). Oto Iskandardinata. Dr. Prof. yakni dengan rincian sebagai berikut: 1. drs. Dr. Abdul Kadir. Para tokoh perumus ini diantaranya dr. Mr. Ki Bagus Hadi Koesoemo. diketuai oleh Ir. Mr. 3 orang dari Sumatera dan masing-masing 1 wakil dari Kalimantan. Andi Pangeran (keduanya dari Sulawesi). Pudja (Bali). Pangeran Soerjohamidjojo. Dr. Soeroso. Yap Tjwan Bing. Radjiman Widiodiningrat. Mr. Maluku dan Sunda kecil. R.Sebagai negara yang berlandaskan hukum. Latuharhary. Dalam sejarah ketatanegaraan di Indonesia. Soepomo. Mohammad Amin (Sumatera). Ratulangi. BPUPKI ditetapkan berdasarkan maklumat Gunseikan Nomor 23 bersamaan dengan ulang tahun Tenno Heika Pada 29 April 1945. Soekarno dan Drs. Abdul Wachid Hasyim dan Mr. Undang-Undang Dasar 1945 dan perubahan I (19 Oktober 1999-18 Agustus 2000) 29 . Undang-Undang Dasar Sementara Republik Indonesia 1950 (17 Agustus 1950-5 Juli 1959) 4.

Bahwa wewenag untuk mengubah UUD ada di tangan MPR sebagai lembaga tertinggi negara.kurangnya adalah 2/3 dari seluruh jumlah anggota MPR. Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 pasal 37 ini tata cara perubahannya tergolong sulit dan dibutuhkannya suatu prosedur khusus yakni dengan cara by people through a referendum. Undang-Undang Dasar 1945 dan perubahan I dan II (18 Agustus 2000. b) Rigid atau kaku apabila konstitusi atau undang undang dasar sulit untuk diubah. tidak secara serampangan dan dengan sadar (dikehendaki) 30 . Hal itu tertuang dalam salah satu pasal UUD 1945 yaitu pasal 37 yang menyebutkan: (1) Untuk mengubah UUD sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota MPR yang harus hadir. Undang-Undang Dasar 1945 dan perubahan I. II dan III (9 November 2001-10 Agustus 2002) 8.9 November 2001) 7. kuorum yang harus dipenuhi sekurang.6. yaitu: 1. II. Cara ini memiliki beberapa motif tersendiri seperti : 1.. 2. SIFAT KONSTITUSI DI INDONESIA Bedasarkan sifat dari konstitusi yaitu: a) Flexible /atau luwes apabila konstitusi / undang undang dasar memungkinkan untuk berubah sesuai dengan perkembangan. Agar perubahan konstitusi dilakukan perubahan yang masak. Bahwa untuk mengubah UUD. Sifat konstitusi di Indonesia sendiri adalah rigid. Undang-Undang Dasar 1945 dan perubahan I. III dan IV (10 Agustus 2002 sampai sekarang) B. (2) Putusan diambil dengan persetujuan sekurang-kurangnya 50%+1 dari total anggota MPR yang hadir. Bahwa putusan tentang perubahan UUD adalah sah apabila disetujui sekurang-kurangnya 50 % dari total anggota MPR yang hadir. 3. Dalam pasal 37 tersebut mengandung 3 norma.

XIII/MPR/1998 tentang Pembatasan Masa Jabatan Prersiden dan Wakil Presiden. versi 1960 itu 31 . Telah diubah sembilan kali dan hampir sepenuhnya ditulis ulang lima kali (konstitusi tahun 1960.2. Agar hak-hak perseorangan atau kelompok seperti kelompok minoritas agama atau kebudayaan mendapat jaminan. Pemerintahan Sementara Republik Korea diresmikan konstitusi Korea. Seperti pada TAP MPR No. 3. KONSTITUSI KOREA SELATAN A. Pada tahun 1954. dirancang oleh Dokter Yu Jinoh. serta hukum alam berbasis hak individu. Hal ini juga disediakan untuk pemilihan hakim agung dan para gubernur. di mana presiden terpilih tidak langsung. Ini pada awalnya didasarkan pada sistem Weimar. menyediakan untuk pemilihan presiden langsung dan legislatif bikameral. Maka dari ketika masa orde baru berkuasa. 1972. Tingginya tingkat kesulitan dalam mengubah UUD 1945 ini menyebabkan kesulitan untuk menambahkan aspek-aspek yang diperlukan dalam suatu konstitusi. Dengan kudeta 16 Mei dari Park Chung-hee pada tahun 1961. Konstitusi 1948 pertama kali diamandemen pada tahun 1952 di depan Presiden Syngman Rhee pemilihan kembali. sebuah komisi pemilihan umum. menciptakan kabinet. Ia lulus dengan penyimpangan prosedural setelah perdebatan sengit. Republik Kedua dimulai dengan UUD 1960 lebih demokratis. 1980. dan komisi konstitusional. Agar rakyat mendapat kesempatanutnukmenyampaikan pandangannya sebelum perubahan dilakukan. SEJARAH KONSTITUSI KOREA SELATAN Konstitusi 1948 Korea Selatan yang pertama. badan legislatif bikameral. 1987). tetapi tidak efektif di Colonial Korea. menghapus batasan masa jabatan untuk dirinya sendiri dan menekankan model ekonomi kapitalistik. Rhee kembali memaksa amandemen. 1962. dibuat ketetapan-ketetapan yang dimaksudkan sebagai solusi alternatif untuk memperbaiki kehidupan ketatanegaraan di Indonesia. Menghadapi protes publik secara luas terhadap gerakan ini. Pada tahun 1919. IV. disediakan untuk kontrol pusat di bawah Presiden.

sedangkan yang kedua membutuhkan lebih dari satu setengah dari semua suara yang diberikan oleh lebih dari setengah pemilih dalam referendum nasional. mengejar unifikasi damai dan demokratis Selatan dan Korea Utara. Pada tahun 1972. UUD 1988 Republik Keenam disahkan. 1988 ketika Roh Tae-woo diresmikan sebagai presiden. Sebuah amandemen konstitusi membutuhkan prosedur khusus yang berbeda dari undang-undang lainnya.dibatalkan. dan kekuasaan yang lebih terpusat. dipilih secara tidak langsung. dengan kesamaan tambahan untuk Konstitusi Amerika Serikat. Hal ini dibagi menjadi 10 bab: Ketentuan Umum. RUU konstitusional disahkan oleh Majelis Nasional pada tanggal 12 Oktober 1987. menyediakan untuk jabatan presiden dibatasi. mengejar perdamaian dan kerja sama internasional. Kewenangan Daerah. Park diperpanjang pemerintahannya dengan konstitusi Republik Keempat. suatu legislatif unikameral. dan Amandemen terhadap Konstitusi. Ekonomi. dan enam aturan tambahan. Entah Presiden atau mayoritas Majelis Nasional dapat mengajukan proposal untuk amandemen konstitusi. Pengadilan. Mahkamah Konstitusi. aturan hukum dan tanggung jawab negara untuk mempromosikan kesejahteraan. B. 32 . Setelah Taman dibunuh pada tahun 1979. Prinsip-prinsip dasar Konstitusi Korea termasuk kedaulatan rakyat. yang disebut Konstitusi Yusin. Manajemen Pemilu. pemisahan kekuasaan. dan sistem kabinet. Republik Kelima dimulai dengan UUD 1980 di bawah Presiden Chun Doo-hwan. STRUKTUR KONSTITUSI KOREA SELATAN Konstitusi terdiri dari pembukaan. Hak dan Kewajiban Warga. seperti nominal fungsi judicial review. menyediakan untuk seorang presiden agak lemah. Amandemen perlu diteruskan tidak hanya oleh Majelis Nasional tetapi juga dalam referendum nasional. Eksekutif. Konstitusi Republik Ketiga disahkan. dan pada tahun 1962. Majelis Nasional. Yang pertama membutuhkan dukungan dua pertiga atau lebih anggota Majelis Nasional. dan disetujui oleh 93 persen dalam referendum nasional pada tanggal 28 Oktober mulai berlaku pada tanggal 25 Februari. Dengan protes pro-demokrasi tahun 1987 (Juni Gerakan Demokrasi). 130 artikel.

C. Sebuah proposal untuk revisi harus dilalui dengan suara paling sedikit dua pertiga anggota Majelis Nasional. Berikut adalah kutipan artikel 130. adalah konstitusi yang bersifat rigid dalam arti bahwa prosedur revisi telah dibuat lebih dari sulit dalam kasus hukum biasa. 33 . (3) Bila usulan amandemen Konstitusi menerima persetujuan yang ditentukan dalam ayat (2). (2) Perubahan yang diusulkan untuk Konstitusi disampaikan kepada referendum nasional selambat-lambatnya tiga puluh hari setelah berlalunya oleh Majelis Nasional. dan sudah dikonfirmasi oleh lebih dari satu setengah dari semua suara yang diberikan oleh lebih dari satu setengah dari pemilih yang berhak memberikan suara dalam pemilihan anggota Majelis Nasional. Artikel 130 [Mayoritas. Hal-hal mengenai amandemen konstitusi sendiri diatur dalam Bab 10 konstitusi Korea Selatan mengenai Amandemen terhadap konstitusi di artikel 130. maka harus diratifikasi oleh referendum Bnasional di mana ia harus didukung oleh paling sedikit setengah dari semua suara yang diberikan oleh di setengah setidaknya dari semua pemilih yang berhak memberikan suara dalam pemilihan umum. bagaimanapun. amandemen konstitusi tersebut selesai. dan bagian oleh Majelis Nasional membutuhkan suara bersamaan dari dua pertiga atau lebih dari jumlah anggota Majelis Nasional. Dengan demikian. SIFAT KONSTITUSI KOREA SELATAN Konstitusi Korea. dan Presiden Mengumumkan tanpa penundaan. argumen untuk revisi berdasarkan ketidaknyamanan belaka atau kekurangan parsial adalah salah. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa konstitusi akan direvisi hanya dengan hati-hati. Referendum] (1) Majelis Nasional memutuskan pada amandemen yang diusulkan dalam beberapa hari enam puluh pengumuman publik.

Dan dari hukum positif yang terutama dan terpentiing adalah Undang-Undang Dasarnya. Menurut Kamus Bahasa Indonesia yang dimaksud dengan asas adalah dasar.B. mempelajari asas-asa hukum ketatanegaraan sesuatu Negara tidak terlepas dari penyelidikan tentang hukum positifnya. 34 . ASAS – ASAS KETATANEGARAAN PENGERTIAN ASAS-ASAS HUKUM TATA NEGARA Menurut Boedisoesetyo. I. atau sesuatu yang menjadi pokok dasar. pedoman. Asas-asas dalam Hukum Tata Negara dapat dilihat dalam Undang-Undang Dasar yang merupakan hukumpositif dan mengatur mengenai asas-asas dan pengertianpengertian dalam penyelenggaraan Negara.

II.” Dari penjelasan di atas menegaskan bahwa Negara Republik Indonesia adalah Negara Kesatuan yang melindungi Bangsa Indonesia serta mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Istilah Keadilan Sosial merupakan masalah yang selalu dibicarakan dan tidak pernah selesai. Undang-Undang Dasar 1945 merupakan landasan Konstitusional daripada Negara Republik Indonesia. namun dalam bernegara semua manusia Indonesia mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam segala bidang terutama yang menyangkut hukum positif. sehingga setiap isi peraturan perundang-undangan tidak boleh bertentangan dengan sila-sila yang terkandung dalam Pancasila. Pokok-pokok pikiran yang merupakan pandangan hidup bangsa adalah: 1. ASAS.ASAS HUKUM TATA NEGARA INDONESIA ASAS PANCASILA Bangsa Indonesia telah menetapkan falsafah/asas dasar Negara adalah Pancasila yang artinya setiap tindakan/perbuatan baik tindakan pemerintah maupun perbuatan rakyat harus sesuai dengan ajaran Pancasila. A. Penciptaan keadilan sosial pada dasarnya bukan semata-mata tanggung jawab Negara akan tetapi juga masyarakat. 35 . Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 mengandung empat pokok-pokok pikiran yang merupakan cita-cita hukum Bangsa Indonesia yang mendasari hukum dasar Negara baik hukum yang tertulis dan hukum tidak tertulis. Dalam bidang hukum Pancasila merupakan sumber hukum materiil. Pokok Pikiran Pertama “ Negara “ “Negara melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dengan berdasar atas persatuan dengan mewujudkan Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dengan demikian Negara mengatasi dan menyelesaikan masalah-masalah yang menimbulkan perpecahan dalam Negara. Pokok pikiran kedua adalah : “ Negara hendak mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat”. dan sebaliknya Negara. kelompok masyarakat bahkan perseorangan. 2. pemerintah serta setiap warga Negara wajib mengutamakan kepentingan Negara di atas kepentingan golongan ataupun perorangan.

Atas ketentuan yang tegas di atas maka setiap sikap kebijakan dan tindakan perbuatan alat Negara berikut seluruh rakyat harus berdasarkan dan sesuai dengan aturan hukum. B. ASAS KEDAULATAN RAKYAT DAN DEMOKRASI Kedaulatan artinya kekuasaan atau kewenangan yang tertinggi dalam suatu wilayah. hukumlah yang memegang komando tertinggi dalam penyelenggaraan Negara dengan kata lain yang memimpin dalam penyelenggaraan Negara adalah hukum.3. Kedaulatan ratkyat artinya kekuasaan itu ada ditangan rakyat. Dalam Negara hukum. Pasal 1 ayat 2 Undang-Undang Dasar 1945 mengatakan : “Kedaulatan berada ditangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD”. C. sehingga dalam pemerintah melaksanakan tugasnya harus sesuai dengan keinginan rakyat.J. Dengan demikian semua pejabat/ alat-alat Negara tidak akan bertindak sewenang-wenang dalam menjalankan kekuasaannya. J. ASAS NEGARA HUKUM Setelah UUD 1945 diamandemen. Negara menjamin adanya kebebasan beragama dan tetap memelihara kemanusian yang adail dan beradab. Dalam pelaksanaan kedaulatan rakyat ini melallui musyawarah oleh wakil-wakil rakyat. Rousseau mengatakan bahwa pemberian kekuasaan kepada pemerintah melalui suatu perjanjian masyarakat (sosial contract) dan apabila pemerintah dalam menjalankan tugasnya bertentangan dengan keinginan rakyat. Rumusan ini secara tegas bahwa kedaulatan ada ditangan rakyat yang 36 . Pokok pikiran keempat “ Negara berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa yang adil dan beradab”. 4. hal ini sesuai dengan prinsip “ The Rule of Law and not of Man”. Pokok pikiran ketiga adalah : “ Negara yang berkedaulatan rakyat “ Pernyataan ini menunjukkan bahwa dalam Negara Indonesia yang berdaulat adalah rakyat atau Kedaultan ada ditangan rakyat. maka telah ditegaskan dalam pasal 1 ayat 3 bahwa “ Negara Indonesia adalah Negara hukum dimana sebelumnya hanya tersirat dan diatur dalam penjelasan UUD 1945”. maka pemerintah dapat dijatuhkan oleh rakyat.

diatur dalam UUD 1945. UUD 1945 menjadi dasar dalam pelaksanaan suatu kedaulatan rakyat tersebut baik wewenang, tugas dan fungsinya ditentukan oleh UUD 1945. Hampir semua para ahli teoritis dari zaman dahulu hingga sekarang mengatakan bahwa yang berkuasa dalam sistem pemerintahan Negara demokrasi adalah rakyat. Paham kerakyatan/ demokrasi tidak dapat dispisahkan dengan paham Negara hukum, sebab pada akhirnya hukum yang mengatur dan membatasi kekuasaan Negara/ pemerintah dan sebaliknya kekuasaan diperlukan untuk membuat dan melaksanakan hukum. Inilah yang juga dikatakan bahwa hubungan antara hukum dengan kekuasaan tidak dapat dipisahkan dan sangat erat hubungannya. Dalam Negara adanya saling percaya yaitu kepercayaan dari rakyat tidak boleh disalahgunakan oleh Negara dan sebaliknya harapan dari penguasa dalam batas-batas tertentu diperlukan kepatuhan dari rakyat terhadap aturan- aturan yang ditetapkan oleh Negara.

D. ASAS NEGARA KESATUAN Pada dasarnya Negara kesatuan dideklarasikan pada saat menyatakan/ memproklamirkan kemerdekaan oelh para pendiri Negara dengan menyatakan seluruh wilayah sebagai bagian dari satu Negara. Pasal 1 ayat 1 UUD 1945 menyatakan : “Negara Indonesia sebagai suatu Negara kesatuan yang berbentuk Republik.” Negara kesatuan adalah Negara kekuasaan tertinggi atas semua urusan Negara ada ditangan pemerintah pusat atau pemegang kekuasaan tertinggi dalam Negara ialah pemerintah pusat. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dapat menjadi dasar suatu persatuan, mengingat Bangsa Indonesia yang beraneka ragam suku bangsa, agama, budaya dan wilayah yang merupakan warisan dan kekayaan yang harus dipersatukan yaitu Bhineka Tunggal Ika. Ini berarti Negara tidak boleh disatukan atau diseragamkan, tetapi sesuai dengan Sila ketiga yaitu “Persatuan Indonesia”

37

bukan kesatuan Indonesia. Negara Kesatuan adalah konsep tentang bentuk Negara dan Republik adalah konsep tentang bentuk pemerintahan. Bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia diselenggrakan engan pemberian otonomi kepada daerah yang seluas-luasnya untuk berkembang sesuai dengan potensi dan kekayaan yang dimiliki masing-masing daerah yang didorong, didukung dari bantuan pemerintah pusat. E. ASAS PEMBAGIAN KEKUASAAN Pengertian pembagian kekuasaan adalah berbeda dari pemisahan kekuasaan, pemisahan kekuasaan berarti bahwa kekuasaan Negara itu terpisahpisah dalam beberapa bagian seperti dikeukakan oleh John Locke yaitu : 1. Kekuasaan Legislatif 2. Kekuasaan Eksekutif 3. Kekuasaan Federatif Montesquieu mengemukakan bahwa setiap Negara terdapat tiga jenis kekuasaan yaitu Trias Politica. 1.) Eksekutif 2.) Legislatif 3.)Yudikatif Dari ketiga kekuasaan itu masing-masing terpisah satu dan lainnya baik mengenai orangnya mapun fungsinya. Pembagian kekuasaan berarti bahwa kekuasaan itu dibagi-bagi dalam beberapa bagian, tidak dipisahkan yang dapat memungkinkan adanya kerjasama antara bagian-bagian itu ( Check and Balances). Tujuan adanya pemisahan kekuasaan agar tindakan sewenang-wenang dari raja dapat dihindari dan kebebasan dan hak-hak rakyat dapat terjamin. UUD 1945 setelah perubahan membagi kekuasaan Negara atau membentuk lembaga-lembaga kenegaraan yang mempunyai kedudukan sederajat serta fungsi dan wewenangnya masing-masing yaitu : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Dewan Perwakilan Rakyat Majelis Permusyawaratan Rakyat Dewan Pimpinan Daerah Badan Pemepriksa Keuangan Presiden dan Wakil Presiden Mahkamah Agung Mahkamah Konstitusi

38

8.

Komisi Yudisial

9. Dan Lembaga-lembaga lainnya yang kewenagannya diatur dalam UUD 1945 dan lembaga-lembaga yang pembentukan dan kewenangannya diatur dengan Undang-Undang. Dengan demikian UU 1945 tidak menganut pemisahan kekuasaan Negara seperti dikemukakan oleh John Locke dan Montesquieu seperti tersebut di atas, akan tetapi UUD 1945 membagi kekuasaan Negara dalam lembaga- lembaga tinggi Negara dan mengatur pula hubungan timbal balik antara lembaga tinggi Negara F. ASAS KEWARGANEGARAAN . Dan Undang-Undang Kewarganegaraan yang baru ini tengah memuat asas-asas kewarganegaraan umum ataupun universal. adapun asas-asas yang dianut dalam undang-undang ini antara lain : 1. Asas Ius Sanguinis (law of blood) merupakan asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan keturunan, bukan berdasarkan negara tempat kelahiran. 2. Asas Ius Soli (law of the soil) secara terbatas merupakan asas yang menetukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan negara tempat kelahiran, yang diberlakukan terbatas bagi anak-anak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam undang-undang ini. 3. Asas Kewarganegaraan Tunggal merupakan asas yang menentukan satu kewarganegaraan bagi setiap orang. 4. Asas Kewarganegaraan Ganda terbatas merupakan asas yang menetukan kewarganegaraan ganda bagi anak-anak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam undang-undang ini. Undang-undang kewarganegaraan pada dasarnya tidak mengenal kewarganegaraan ganda (bipatride) ataupun tanpa kewarganegaraan (apatride). Kewarganegaraan ganda yang diberikan kepada anak dalam undang-undang ini merupakan suatu pengecualian. Mengenai hilangnya kewarganegaraan seorang anak hanya apabila anak tersebut tidak memiliki hubungan hukum dengan ayahnya, dan hilangnya kewarganegaraan ayah atatu ibu tidak secara otomatis menyebabkan kewarganegaraan seorang anak menjadi hilang.

39

Berdasarkan undang-undang ini anak yang lahir dari perkawinan seorang wanita WNI dengan pria WNA, maupun anak yang lahir dari perkawinan seorang wanita WNA dengan pria WNI, sama-sama diakui sebagai Warga Negara Indonesia. Anak tersebut akan berkewarganegaraan ganda, dan setelah anak berusia 18 tahun atau sudah kawin maka anak tersebut harus menentukan pilihannya, dan pernyataan untuk memilih tersebut harus disampaikan paling lambat 3 (tiga) tahun setelah anak berusia 18 tahun atau setelah kawin. Pemberian kewarganegaraan ganda ini merupakan perkembangan baru yang positif bagi anak-anak hasil perkawinan campuran. Namun perlu di telaah, apakah pemberian dua kewarganegaraan ini akan menimbulkan permasalahan baru dikemudian hari atau tidak, karena bagaimanapun memiliki kewarganegaraan ganda berarti tunduk kepada dua yurisdiksi, dan apabila dikaji dari segi hukum perdata internasional kewarganegaraan ganda memiliki potensi masalah, misalnya dalam hal penentuan status personal yang didasarkan pada asas nasionalitas, maka seorang anak berarti akan tunduk pada ketentuan negara nasionalnya. Bila ketentuan antara hukum negara yang satu dengan yang lainnya tidak bertentangan maka tidak ada masalah, namun bagaimana bila terdapat pertentangan antara hukum negara yang satu dengan yang lain, lalu pengaturan status personal anak itu akan mengikuti kaidah negara yang mana, dan bagaimana bila ketentuan yang satu melanggar asas ketertiban umum pada ketentuan negara yang lain.

III. A.

ASAS-ASAS KETATANEGARAAN KOREA SELATAN ASAS KEDAULATAN RAKYAT DAN DEMOKRASI Korea Selatan mengnaut asas kedaulatan rakyat dan demokrasi dimana hal

itu tidak di dapat dengan mudah. Asas demokrasi di Korea Selatan terkandung dalam Pembukaan Konstitusi Korea Selatan dan Bab 1 Ketentuan Umum di Artikel 1 Konstitusi Korea Selatan yang berbunyi demikian : Article 1 [Democracy] (1) The Republic of Korea is a democratic republic.

40

kultur dan pendidikan. sehingga karakteristik daripada Rechtstaat adalah bersifat administratif. Adanya Undang-Undang Dasaer yang memuat ketentuan tertulis tentang hubungan antara penguasa dengan rakyat... Unsur-unsur / ciri-ciri khas daripada suatu Negara hukum atau Rechstaat adalah : 1.. 3. Adanya pembagian kekauasaan Negara. dipengaruhi oleh suatu kekuasaan atau kekuatan lain apapun. Dengan adanya pembagian kekuasaan untuk menghindari penumpukkan kekuasaan dalam satu tangan yang sangat cenderung pada penyalahgunaan kekuasaan terhadap kebebasan dan persamaan. Adanya Undang-Undang Dasar akan menjamin terhadap asas kebebasan dan persamaan. Sifat dari Rechtstaat sesuai dengan .... Adanya peradilan yang bebas dan tidak memihak. (2) Kedaulatan Republik Korea berada pada orang-orang. Adanya pengakuan dan perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia yang mengandung persamaan dalam bidang politik. B. Disamping konsep Rechstaat dikenal pula konsep The Rule of Law yang sudah ada sebelum konsep Rechstaat. and all state authority emanates from the people. dan semua kekuasaan negara berasal dari rakyat. Pasal 1 [Demokrasi] (1) Republik Korea adalah sebuah republik demokratis. 5. ekonomi. sosial.. tidak Adanya legalitas dalam arti hukum dalam semua bentuknya. dari Eropa Kontinental adalah sistem Kodifikasi yang berarti semua peraturan hukum harus disusun dalm satu buku sesuai dengan jenisnya.. Rule of Law berkembang di Negara Anglo 41 . ASAS NEGARA HUKUM Istilah Negara hukum merupakan terjemahan dari Rechtstaat yang popular di eropa Kontinental pada abad XIX yang bertujuan untuk menentang suatu pemerintahan Absolutisme.. 4. 2.(2) The sovereignty of the Republic of Korea resides in the people. Ciri-ciri di atas menunjukkan bahwa Rechstaat adalah pengakuan dan perlindungan terhadap hakhak asasi manusia yang bertumpu atas prinsip kebebasan dan persamaan..

ukuran tentang hukum yang baik atau yang tidak yang antara lain mencakup : 1. Maka dengan pertimbangan demikian Korea Selatan merupakan Negara Hukum. Perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia. Rule of Law dalam arti materiil atau idiologis mencakup ukuran. 3. kemerdekaan. 4. Adanya pemisahan kekuasaan. Arti formil. 2. keadilan terhadap perbuatan yang sewenang-wenang dari penguasa. Bahwa kaidah-kaidah tersebut harus selaras dengan hak-hak asasi manusia.Saxon yang bertumpu pada sistem hukum Common law dan bersifat yudicial yaitu keputusan-keputusan/ yurisprudensi. 3. Kesadaran ketaatan warga masyarakat terhadap kaidah-kaidah hukum yang ditetapkan oleh yang berwenang. Walaupun berbeda dengan Indonesia yang menyantumkannya dalam UUD’45 pada pasal 1 ayat 3. Negara berkewajiban menjamin tercapainya suatu keadilan sosial Adanya tata cara yang jelas dalam proses untuk mendapatkan dan kebebasan. Korea Selatan sendiri membiaskan dirinya sebagai Negara Hukum dengan memenuhi ciri-ciri Negara Hukum menurut Soejono Soekanto. dimaksudkan sebagai kekuasaan publik yang teroganisir yang berarti setiap tindakan/perbuatan atau kaidah-kaidah didasarkan pada khirarki perintah dari yang lebih tinggi. Adanya peradilan administrasi yang berdiri sendiri. 2. dengan adanya pengakuan dan perlindungan terhadap hak asasi manusia yang tercantum dalam Bab II konstitusi Korea Selatan mengenai Hak dan 42 . 5. Setiap tindakan pemerintah harus didasarkan pada peraturan perundangundangan. Unsur-unsur Rule of Law dalam arti formil meliputi : 1. istilah Rule of Law paling sedikit dapat ditinjau dalam dua arti yaitu : 1. 4. 2. Adanya peradilan yang bebas dan merdeka dari kekuasaan dan kekuatan apapun juga. Menurut Soerjono Soekanto. penghargaan yang wajar terhadap martabat manusia.

Kewajiban Warga Negara dan lebih spesifik lagi dalam pasal 10. dewan local tidak boleh melakukan intervensi terhadap eksekutif dan kepala daerah mempunyai hak veto. ASAS KEWARGANEGARAAN Asas Kewarganegaraan yang digunakan oleh Korea Selatan adalah Ius Sanguinis. yudikatif dan legislatif. yang berbunyi demikian : “Semua warga negara terjamin senilai manusia dan martabat dan memiliki hak untuk mengejar kebahagiaan. Dalam pelaksaannya di Korea Selatan. Pelaksanaan sidang paripurna diadakan setiap setahun sekali atau berdasarkan permintaan presiden. ASAS PEMISAHAN KEKUASAAN Korea Selatan membagi pemerintahannya dalam tiga bagian: eksekutif. Adalah tugas Negara untuk mengkonfirmasi dan menjamin hak-hak asasi manusia yang fundamental dan tidak bisa diganggu individu” Selain dengan perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia. ciri lain yang di penuhi Korea Selatan sebagai Negara Hukum adalah adanya pemisahan kekuasaan yang tercantum dalam Bab III konstitusi Korea Selatan mengenai Majelis Nasional dan Bab IV mengenai Eksekutif. Presiden bertindak sebagai kepala negara dan Perdana Menteri sebagai kepala pemerintahan. Dengan dilahirkan ke salah seorang ayah atau ibu nasional Korea 43 . Hakim akan menjabat selama enam tahun dan usianya tidak boleh melebihi 65 tahun pada saat terpilih. C. Lembaga eksekutif dipegang oleh presiden yang dipilih berdasarkan hasil pemilu untuk masa jabatan 5 tahun dan dibantu oleh Perdana Menteri yang ditunjuk oleh presiden dengan persetujuan dewan perwakilan. Pengadilan konstitusional menjadi lembaga tertinggi pemegang kekuasaan yudikatif yang terdiri atas 9 hakim yang direkomendasikan oleh presiden dan dewan perwakilan. Lembaga legislatif dipegang oleh dewan perwakilan yang menjabat selama 4 tahun. D. Sidang ini terbuka untuk umum namun dapat berlangsung tertutup. Kewarganegaraan Korea Selatan dapat diperoleh dalam beberapa cara: 1.

ada persyaratan residensi dan tidak ada kebutuhan untuk menerapkan dari dalam Republik Korea. Korea dari Korea Utara diakui sebagai warga negara Republik Korea. Misalnya.nasional Korea setelah 13 Juni 1998. Di bawah Konstitusi Republik Korea. Hal ini Penting untuk dicatat bahwa tidak semua keturunan orang Korea dapat dihitung sebagai suatu Luar Negeri Korea atau Korea dengan Negara Asing menurut hukum ini. atau yang ditemukan ditinggalkan di dalam wilayah Republik asing yang mengajukan permohonan naturalisasi. Mereka yang gagal menerapkan batas waktu mungkin masih dapat memperoleh kewarganegaraan Korea dengan mengajukan Naturalisasi Khusus. Seorang di bawah 20 tahun dapat menerapkan dengan orang tua Mereka yang lahir dari seorang ibu nasional Korea dan seorang ayah sementara masih di bawah umur (di bawah 20 tahun). Dengan dilahirkan di Republik Korea untuk orang tua yang berkewarganegaraan. 5. 3. 2. hukum Korea secara hukum mendefinisikan istilah Luar Negeri Korea sebagai merujuk kepada Republik warga Korea yang tinggal di luar negeri serta Korea dengan Negara Asing. 5. Selain itu. 1978 dan 13 Juni 1998. dengan pemberitahuan. setidaknya sampai usia 36) dan anak-anak dan cucu dari mantan warga Korea. atau dari ayah nasional Korea sebelum itu.) Ini dikenal sebagai Pasal 7 Ditambah (Kasus Khusus dari Akuisisi Kebangsaan untuk Orang Line Ibu Dengan Adopsi sanguinis Jus untuk Kedua Garis Orang Tua). Selain itu. Kelompok kemudian terdiri dari warga Korea mantan yang menyerah kebangsaan Korea (tapi pembatasan mereka yang melakukannya dengan sengaja menghindari dinas militer. Korea. dalam prakteknya. warga negara asing antara 13 Juni. Namun. 44 . (Tidak seperti naturalisasi. mampu menerapkan ekonomi kerakyatan Korea sampai dengan 31 Desember 2004. karena mereka yang memiliki sejarah kriminal tidak diterima sebagai warga negara Korea Selatan. Dengan menjadi diakui oleh orang tua berkewarganegaraan Korea Dengan memenuhi persyaratan untuk naturalisasi. 4. evaluasi formal perlu terjadi yang memerlukan bukti dokumenter kebangsaan Korea Utara. warga Korea dari Korea Utara tidak memiliki perlindungan otomatis dari Republik Korea per se.

· Harus memiliki pengetahuan dasar yang sesuai bagi sebuah nasional Korea.  • • • Naturalisasi Sederhana Pemohon: Harus secara hukum dewasa (lebih dari 20 tahun). Harus memiliki kemampuan untuk mempertahankan hidup 45 . dan budaya. Harus perilaku yang baik. seperti pemahaman tentang bahasa Korea. tetapi gagal mendapatkan kewarganegaraan Korea tidak dapat memperoleh status dari Luar Negeri Korea kecuali ibu atau kakek dan nenek ibu telah kehilangan kewarganegaraan Korea. Harus memiliki kemampuan untuk mempertahankan hidup di / nya Naturialisasi Umum Berdomisili di Republik Korea selama lebih dari lima tahun Pemohon: memiliki aset atau keterampilan.seorang pria berusia 25 tahun yang lahir seorang warga negara Korea di luar negeri tapi yang lahir adalah tidak dilaporkan akan memiliki dokumentasi untuk membuktikan statusnya sebagai warga negara Korea mantan. · · · Harus dewasa hukum (lebih dari 20 tahun). Ada tiga jenis naturalisasi di bawah hukum Korea Selatan: 1. Korea di Jepang yang memiliki kebangsaan Korea Selatan dan Permanent Residence Khusus di Jepang tidak memiliki nomor registrasi Resident dan tidak bisa mengajukan permohonan paspor baru dari Korea Selatan kedutaan sementara di luar Jepang. dan hanya bisa mendapatkan status sebagai Korea Overseas jika salah satu orang tuanya atau kakek-nenek menyerah kewarganegaraan Korea. mereka yang termasuk dalam Pasal 7 Ditambah (Kasus Khusus dari Akuisisi Kebangsaan untuk Orang Line Ibu Dengan Adopsi sanguinis Jus untuk Kedua Orang Tua Garis). · berturut-turut. 2. atau menjadi anggota tergantung dari keluarga mampu tersebut. adat istiadat. Harus perilaku yang baik. Juga.

dan budaya. 46 . Namun. adat istiadat. 3. · Mereka yang mendapatkan kewarganegaraan Korea dengan naturalisasi biasanya harus menyerahkan kewarganegaraan asing dalam waktu enam bulan atau kehilangan kewarganegaraan Korea. kecuali anak-anak asuh yang diadopsi setelah mereka menjadi dewasa menurut hukum sipil Korea. Ada banyak bentuk naturalisasi khusus. seperti pemahaman tentang bahasa Korea. dan juga membutuhkan mengorbankan kebangsaan asing dalam waktu 6 bulan. persyaratan dasar adalah: · · · Harus perilaku yang baik.berdasarkan aset mereka sendiri atau keterampilan. Naturalisasi Khusus Harus memiliki pengetahuan dasar yang sesuai bagi sebuah nasional Berdomisili di Republik Korea selama lebih dari tiga tahun berturutKorea. dengan kebutuhan yang berbeda. dan budaya. atau menjadi anggota tergantung dari keluarga mampu tersebut. • • turut. Harus memiliki pengetahuan dasar yang sesuai bagi sebuah nasional Orang asing dengan di setidaknya satu orang tua berkebangsaan Korea. Namun. Korea. ini akan mengembalikan tugas dinas militer. seperti pemahaman tentang bahasa Korea. jika berlaku untuk nasional. Pengecualian untuk ini adalah draft-usia laki-laki. yang harus menyelesaikan atau dibebaskan dari dinas militer sebelum diperbolehkan untuk kehilangan kewarganegaraan Korea . adat istiadat. · Warga Korea pertama dapat reacquire kebangsaan Korea dengan menerapkan untuk reacquistion kebangsaan.

dsb. dengan masing masing mengeluarkan satu suara dalam tiap pemilihan. yaitu: I. luas daerah pemilihan. dalam sistem pemilihan organis. 2. Sistem mekanis dibagi dua. territorial (desa. fungsional spesial (cabang industri). yakni persekutuan persekutuan hidup itu. Masyarakat yang dipandang sebagai organisasi ini terdiri atas organ yang punya kedudukan dan fungsi tertentu dalam organisasi tersebut. Sistem Pemilihan Proporsional Sistem pemilihan dimana kursi yang tersedia di parlemen dibagi kepada partai partai politik sesuai dengan imbangan perolehan suara. I. rakyat dipandag sebagai sejumlah individu yang hidup bersama dalam macam macam persekutuan. Persekutuan itu sebagai pengendali hak pilih atau sebagai hak untuk mengutus wakil wakil kepada Perwakilan Masyarakat. Wilayah negara merupakan satu daerah pemilihan yang dibagi atas daerah daerah pemilihan (misalnya dinbagi perprovinsi). 47 . Sistem Mekanis Individu dipandang sebagai pengendali hak pilih aktif. PEMILIHAN UMUM (PEMILU) Sistem Pemilihan Umum 1. Sistem Pemilihan Organis Menurut Wolhoff. seperti genealogi (rumah tangga).C. Kepada daerah daerah ini dibagikan sejumlah kursi yang harus diperebutkan. Sistem ini disebut juga dengan sistem berimbang. kota).

Hubungan pemilih dengan wakilnya dekat 2. Sistem ini disebut juga dengan Single-member Constituency. Jumlah kursi yang diperebutkan masih masing pemilihan lebih dari satu ( maka sistem ini disebut juga dengan Multi-member constituency). Sisa suara dari masing masing peserta pemilu di daerah pemilihan tertentu tidak dapat digabungkan dengan sisa suara di daerah pemilihan lain Kelebihan Kemungkinan 1. 1. Organisasi penyelenggara pemilihan lebih sederhana. 3. jumlahnya sama dengan jumlah kursi di parlemen. stabil 4. Mengakibatkan terjadinya penyederhanaan jumlah parpol 4. Kemungkinan ada suara yang terbuang Menyulitkan partai kecil / golongan minoritas 48 . Mendorong bersatunya partai politik 3. integrasi dan memperbanyak jumlah parpol Sistem pemilihan yang wilayah negaranya dibagi atas distrik distrik pemilihan. Suara yang terbuang sangat sedikit 2. Pemenangnya adalah yang memperoleh suara terbanyak dari distrik tersebut. dsb.pertimbangan politik. 2. Tiap distrik hanya memilih satu wakil. Terjadinya pencerminan pendapat yang salah tingkat pertama (the first stage of distortion of opinion) II. 2. Kelebihan 1. Sistem Pemilihan Distrik Partai politik kecil / minoritas mempunyai kemungkinan untuk Mempertajam perbedaan yang ada namun tidak menjurus kearah Calon yang terpilih lebih loyal kepada partai daripada rakyat Banyaknya parpol menyebabkan keadaan pemerintahan yang kurang mendapat kursi di parlemen. panitia pemilihan tidak perlu banyak orang Kekurangan 1.

artinya bahwa semua warga negara yang telah mempunyai hak pilih mempunyai hak suara yang sama. Jujur. b. Pemungutan suara dilakukan 2 (dua) kali. Umum. Berikut ini adalah uraiannya: A. Asas Pemilu Pemilu 1955 dilaksanakan dengan asas : a. yaitu untuk memilih anggota DPR pada 29 September 1955 dan untuk memilih anggota Dewan Konstituante pada 15 Desember 1955. d. yaitu masing-masing satu suara. Rahasia. artinya bahwa pemilih dalam memberikan suara dijamin tidak akan diketahui oleh siapapun dan dengan cara apapun mengenai siapa yang 49 . Pemilu 1955 dilaksanakan pada masa Demokrasi Parlementer pada kabinet Burhanuddin Harahap. Berkesamaan. b. dan Masa reformasi. mempunyai hak memilih dan dipilih. Pemilu 1955 (Masa Parlementer) a. yaitu. artinya semua warga negara yang telah memenuhi persyaratan minimal dalam usia. Masa Parlementer. c. tingkat dua Terjadinya pencerminan pendapat yang salah tingkat pertama dan II. SEJARAH PEMILU DI INDONESIA Di Indonesia telah dilakukan Pemilihan Umum sebanyak 10 (sepuluh) kali dan terbagi dalam tiga periode. artinya pemilihan umum harus dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.3. Sistem Pemilu Pemilu 1955 adalah pemilu pertama yang diselenggarakan setelah sepuluh tahun bangsa Indonesia merdeka. Masa Orde Baru.

Susunan keanggotaan sekurang-kurangnya 5 (lima) orang anggota dan sebanyak-banyaknya 7 (tujuh) orang anggota. Bebas. Langsung. tanpa ada pengaruh. dengan berpedoman pada Surat Edaran Menteri Kehakiman Nomor JB. c. paksaan dari siapapun dan dengan cara apapun. dengan masa kerja 4 (empat) tahun. Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 1954 tentang Cara Pencalonan Keanggotaan DPR/Konstituante oleh Anggota Angkatan Perang dan Pernyataan Non Aktif/Pemberhentian berdasarkan penerimaan keanggotaan pencalonan keanggotaan tersebut. Dasar Hukum Penyelenggaraan a. tanpa perantara. artinya bahwa pemilih langsung memberikan suaranya menurut hati nuraninya. dengan masa kerja 4 (empat) tahun. yaitu: a. b.2/9/4 Und. Undang-undang Nomor 7 Tahun 1953 tentang pemilihan Anggota Konstituante dan Anggota DPR sebagaimana diubah dengan UU Nomor 18 Tahun 1953. maupun larangan mengadakan Kampanye Pemilu terhadap Anggota Angkatan Perang. tekanan. Panitia Pemilihan (PP) : dibentuk di setiap daerah pemilihan untuk membantu persiapan dan menyelenggarakan pemilihan anggota konstituante dan anggota DPR. Panitia Pemilihan Indonesia (PPI): mempersiapkan dan menyelenggarakan pemilihan anggota Konstituante dan anggota DPR. Keanggotaan PPI sekurang-kurangnya 5 (lima) orang dan sebanyak-banyaknya 9 (sembilan) orang. Panitia Pemilihan Kabupaten (PPK) dibentuk pada tiap kabupaten oleh Menteri Dalam Negeri yang bertugas membantu panitia pemilihan mempersiapkan 50 .Tanggal 23 April 1953 dan 5/11/37/KDN tanggal 30 Juli 1953. e. artinya bahwa setiap pemilih bebas menentukan pilihannya menurut hati nuraninya.dipilihnya. dan tanpa tingkatan. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1954 tentang Menyelenggarakan Undang-Undang Pemilu. f. Badan Penyelenggara Pemilu Untuk menyelenggarakan Pemilu dibentuk badan penyelenggara pemilihan. d. c. c. b.

Peserta Pemilu 1955 Pemilu anggota DPR diikuti 118 peserta yang terdiri dari 36 partai politik. Asas Pemilu Pemilu 1971 dilaksanakan dengan asas langsung. membantu persiapan pemilihan anggota Konstituante dan anggota DPR serta menyelenggarakan pemungutan suara. 2) Umum. umum. artinya besarnya kekuatan perwakilan organisasi dalam DPR dan DPRD. dan 29 perorangan. Pemilu 1971-1997 (Masa Orde Baru) 1. 1) Langsung. artinya semua warga negara yang telah memenuhi persyaratan 51 . tepatnya 5 tahun setelah pemerintahan ini berkuasa. Sistem Pemilu Pemilu 1971 merupakan pemilu kedua yang diselenggarakan bangsa Indonesia. B. b. Wakil ketua dan anggota diangkat dan diberhentikan oleh PPK atas nama Menteri Dalam Negeri. berimbang dengan besarnya dukungan pemilih karena pemilih memberikan suaranya kepada Organisasi Peserta Pemilu. Sistem Pemilu 1971 menganut sistem perwakilan berimbang (proporsional) dengan sistem stelsel daftar.dan menyelenggarakan pemilihan anggota Konstituante dan anggota DPR. tanpa perantara. dan 48 perorangan. Panitia Pemungutan Suara (PPS) dibentuk di setiap kecamatan oleh Menteri Dalam Negeri dengan tugas mensahkan daftar pemilih. sedangkan untuk Pemilu anggota Konstituante diikuti 91 peserta yang terdiri dari 39 partai politik. bebas. dan tanpa tingkatan. dan rahasia (LUBER). Pemilu yang dilaksanakan pada 5 Juli 1971 ini diselenggarakan untuk memilih Anggota DPR. 23 organisasi kemasyarakatan. e. d. artinya bahwa pemilih langsung memberikan suaranya menurut hati nuraninya. Pemilu 1971 a. 34 organisasi kemasyarakatan. Keanggotaan PPS sekurang-kurangnya 5 (lima) orang anggota dan Camat karena jabatannya menjadi ketua PPS merangkap anggota. Pemilu 1971 dilaksanakan pada pemerintahan Orde Baru.

Partai Muslim Indonesia. artinya bahwa setiap pemilih bebas menentukan pilihannya menurut hati nuraninya. Panitia Pemungutan Suara Luar Negeri (PPSLN). Dasar Hukum 1) TAP MPRS No. dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPSLN) yang bersifat sementara (adhoc). Untuk melaksanakan pemungutan dan penghitungan suara dibentuk Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). 3) Bebas. Peserta Pemilu Partai Nahdlatul Ulama. Partai Nasionalis Indonesia. tekanan. XI/MPRS/1966 2) TAP MPRS No. e. tanpa ada pengaruh. artinya bahwa pemilih dalam memberikan suara dijamin tidak akan diketahui oleh siapapun dan dengan cara apapun mengenai siapa yang dipilihnya. Dewan Pertimbangan. Struktur organisasi penyelenggara di pusat. Badan Penyelenggara Pemilu Lembaga Pemilihan Umum (LPU) dibentuk dengan Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 1970. c. LPU diketuai oleh Menteri Dalam Negeri yang keanggotaannya terdiri atas Dewan Pimpinan. di provinsi disebut Panitia Pemilihan Daerah Tingkat I (PPD I). DPR. Partai Serikat Islam Indonesia. 4) Rahasia.minimal dalam usia. Sekretariat Umum LPU dan Badan Perbekalan dan Perhubungan. d. di kabupaten/kotamadya disebut Panitia Pemilihan Daerah Tingkat II. XLII/MPRS/1966 3) UU Nomor 15 Tahun 1969 tentang Pemilihan Umum Anggota-Anggota Badan Permusyawaratan / Perwakilan Rakyat 4) UU Nomor 16 Tahun 1969 tentang Susunan dan Kedudukan MPR. dan DPRD. Bagi warga negara RI di luar negeri dibentuk Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN). mempunyai hak memilih dan dipilih. Persatuan Tarbiyah Islamiiah. paksaan dari siapapun dan dengan cara apapun. disebut Panitia Pemilihan Indonesia (PPI). di kecamatan disebut Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan di desa/kelurahan disebut Panitia Pendaftaran Pemilih (Pantarlih). Partai Kristen 52 .

Bagi warga negara Indonesia di luar negeri dibentuk PPLN. Perti. 2) Golongan Karya (GOLKAR). Sama halnya dengan Pemilu 1971. PPD II di kabupaten/kotamadya. 2) Ketetapan MPR Nomor VIII/MPR/1973 tentang Pemilihan Umum. 5) Undang-undang Nomor 8/1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian. dan rahasia. ada fusi atau peleburan partai politik peserta Pemilu 1971 sehingga Pemilu 1977 diikuti 3 (tiga) peserta Pemilu. yaitu PPI ditingkat pusat. dan PSII. 3) Undang-undang Nomor 3/1975 Tentang Partai Politik dan Golongan Karya. Peserta Pemilu Pada Pemilu 1977. 4) Undang-undang Nomor 5/1974 tentang Pokok-pokok Pemerintahan di daerah. umum. Pemilu 1977 a. yaitu : 1) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang merupakan fusi/penggabungan dari: NU. PPSLN. Sekber Golongan Karya. PPD I di provinsi. pada Pemilu 1977 juga menggunakan sistem perwakilan berimbang (proporsional) dengan stelsel daftar. b. 2. Parmusi. 53 . 6) Undang-undang Nomor 5/1979 tentang Pemerintahan Desa. Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia.Indonesia. dan KPPSLN yang bersifat sementara (adhoc). Dasar Hukum 1) Ketetapan MPR Nomor IV/MPR/1973 tentang Garis-garis Besar Haluan Negara Bidang Politik. PPS di kecamatan. Pantarlih di desa/kelurahan. Partai Katholik. d. Partai Murba. Badan Penyelenggara Pemilu Pemilu 1977 diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Pemilu yang memiliki struktur yang sama dengan penyelenggaraan pada tahun 1971. e. c. Asas Pemilu Pemilu 1977 dilaksanakan dengan asas langsung. Hukum dan Hubungan Luar Negeri. dan KPPS. Sistem Pemilu Pemilu kedua pada pemerintahan Orde Baru ini diselenggarakan pada tanggal 2 Mei 1977. Aparatur Pemerintah. bebas.

c. Sistem Pemilu 1982 tidak berbeda dengan sistem yang digunakan dalam Pemilu 1971 dan Pemilu 1977.3) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) merupakan fusi/penggabungan dari: PNI. PPD I. PPSLN. 3) Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1980 sebagai pengganti Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 1976. Bebas. e. Sistem Pemilu Pemilu keempat pada pemerintahan Orde Baru ini dilaksanakan pada 54 . 2) Undang-undang Nomor 2 Tahun 1980 tentang Pemilihan Umum. 3) Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Umum. dan Rahasia. PEMILU 1987 a. Parkindo. PPS. b. dan KPPS serta PPLN. yaitu masih menggunakan sistem perwakilan berimbang (proporsional). d. Badan Penyelenggara Pemilu Struktur organisasi penyelenggara Pemilu1982 sama dengan struktur organisasi penyelenggara Pemilu 1977. PEMILU 1982 a. Partai Katolik. Asas Pemilu Pemilu 1982 dilaksanakan dengan asas Langsung. Partai IPKI. 3. dan Partai Murba. 4. dan KPPSLN. Dasar Hukum 1) Ketetapan MPR Nomor IV/MPR/1978 tentang Garis-Garis Besar Haluan Negara dan Ketetapan MPR Nomor VII/MPR/1978 Tentang Pemilu. Sistem Pemilu Pemilu 1982 merupakan Pemilu ketiga yang diselenggarakan pada pemerintahan Orde Baru. Pemilu ini diselenggarakan pada tanggal 4 Mei 1982. Pantarlih. 2) Golongan Karya (Golkar). Peserta Pemilu 1) Partai Persatuan Pembangunan (PPP). yaitu terdiri dari PPI. PPD II.

PPD II. Dasar Hukum 1) Ketetapan MPR Nomor II/MPR/1988 tentang GBHN dan Ketetapan 55 . e. PEMILU 1992 a.tanggal 23 April 1987. dan rahasia. dan KPPSLN. Asas Pemilu Pemilu 1987 dilaksanakan dengan asas langsung. 5. Peserta Pemilu 1) Partai Persatuan Pembangunan. Dasar Hukum 1) Ketetapan MPR Nomor II/MPR/1983 tentang GBHN dan Ketetapan MPR Nomor III/MPR/1983 tentang Pemilihan Umum. b. Badan Penyelenggara Pemilu Struktur organisasi penyelenggara Pemilu 1987 sama dengan struktur organisasi penyelenggara Pemilu 1982. yaitu menganut sistem perwakilan berimbang (proporsional) dengan stelsel daftar. 2) UU Nomor 1 Tahun 1980 tentang Perubahan Atas UU Nomor 15 Tahun 1969 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 4 Tahun 1975 dan UU Nomor 2 Tahun 1980. serta PPLN. c. Asas Pemilu Pemilu 1987 dilaksanakan dengan asas langsung. bebas. PPSLN. Sistem Pemilu Pemilu kelima pada pemerintahan Orde Baru ini dilaksanakan pada tanggal 9 Juni 1992. umum. 3) Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1980 sebagai pengganti Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 1976. c. b. 2) Golongan Karya 3) Partai Demokrasi Indonesia. d. dan rahasia. bebas. yaitu menganut sistem perwakilan berimbang (proporsional) dengan stelsel daftar. PPD I. Sistem Pemilu yang digunakan pada tahun 1987 masih sama dengan sistem yang digunakan dalam Pemilu 1982. PPS. umum. Pantarlih dan KPPS. Sistem Pemilu yang digunakan pada tahun 1992 masih sama dengan sistim yang digunakan dalam Pemilu 1987. yaitu terdiri dari PPI.

yaitu menganut sistem perwakilan berimbang (proporsional) dengan stelsel daftar. Dewan Perwakilan Rakyat. Sistem Pemilu yang digunakan pada tahun 1997 masih sama dengan sistem yang digunakan dalam Pemilu 1992. 6. Asas Pemilu Pemilu 1997 dilaksanakan dengan asas langsung. serta PPLN. Badan Penyelenggara Pemilu Struktur organisasi penyelenggara Pemilu 1992 sama dengan struktur organisasi penyelenggara Pemilu 1987. PPD II. dan rahasia. PPSLN. 3) Partai Demokrasi Indonesia. 3) Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 1985. umum. yaitu terdiri dari PPI. dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 5 Tahun 56 . 2) Golongan Karya. 2) Undang-undang Nomor 5 Tahun 1996 tentang Pemilihan Umum. 2) UU Nomor 1 Tahun 1980 tentang Perubahan Atas UU Nomor 15 Tahun 1969 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 4 Tahun 1975 dan UU Nomor 2 Tahun 1980. dan KPPSLN. Peserta Pemilu 1) Partai Persatuan Pembangunan. bebas. PPS. 3) Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 1985 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1969 tentang Susunan dan Kedudukan Majelis Permusyawaratan Rakyat. c. e. PEMILU 1997 a. 4) Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 1985 5) Peraturan Pemerintah Nomor 37 tahun 1990 d. Dasar Hukum 1) Ketetapan MPR Nomor II/MPR/1993 tentang GBHN dan Ketetapan MPR Nomor III/MPR/1993 tentang Pemilu. PPD I. Pantarlih dan KPPS. b.MPR Nomor III/MPR/1988 tentang Pemilu. Sistem Pemilu Pemilu keenam pada pemerintahan Orde Baru ini dilaksanakan pada tanggal 29 Mei 1997.

umum. e. Sistem Pemilu 1999 sama dengan Pemilu 1997 yaitu sistem perwakilan berimbang (proporsional) dengan stelsel daftar. Pemilu 1999-2009 (Masa Reformasi) 1. PPSLN. dan adil. d. jujur. DPR dan DPRD. PPD II. 3) Partai Demokrasi Indonesia. rahasia. Asas Pemilu Pemilu 1999 dilaksanakan dengan asas langsung.1975 dan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1985 d. Dalam menyelenggarakan Pemilu. Badan Penyelenggara Pemilu Struktur organisasi penyelenggara Pemilu 1997 sama dengan struktur organisasi penyelenggara Pemilu 1992. serta PPLN. Penyelenggara pemilu tingkat pusat dilaksanakan oleh Panitia Pemilihan Indonesia (PPI) yang jumlah dan unsur anggotanya sama dengan KPU. PPS. 2) Undang-undang Nomor 3 Tahun 1999 tentang Pemilihan Umum. b. Untuk penyelenggaraan di tingkat daerah dilaksanakan oleh PPD I. PPD I. 57 . dan KPPSLN. 2) Golongan Karya. bebas. Badan Penyelenggara Pemilu Pemilu tahun 1999 dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang dibentuk oleh Presiden. KPU beranggotakan 48 orang dari unsur partai politik dan 5 orang wakil pemerintah. 3) Undang-undang Nomor 4 Tahun 1999 tentang Susunan dan Kedudukan MPR. yaitu terdiri dari PPI. PPD II. C. KPU juga dibantu oleh Sekretariat Umum KPU. Peserta Pemilu 1) Partai Persatuan Pembangunan. Pantarlih dan KPPS. c. Dasar Hukum 1) Undang-undang Nomor 2 Tahun 1999 tentang Partai Politik. Pemungutan suara dilaksanakan pada tanggal 7 Juni 1999 secara serentak di seluruh wilayah Indonesia. Pemilu 1999 a. Sistem Pemilu Pemilu 1999 merupakan pemilu pertama pada masa reformasi.

dan KPPSLN yang keanggotaannya terdiri atas wakil-wakil parpol peserta Pemilu ditambah beberapa orang wakil dari pemerintah dan tokoh-tokoh masyarakat. Sistem Pemilu Pemilu 2004 dilaksanakan dengan sistem yang berbeda dari pemilu-pemilu sebelumnya. 31 Tahun 2002 tentang Partai Politik. Partai politik akan mendapatkan kursi sejumlah suara sah yang diperolehnya. Untuk penyelenggaraan di luar negeri dilaksanakan oleh PPLN. DPD. dan KPPS. bebas. Asas Pemilu Pemilu 2004 dilaksanakan dengan asas langsung. Sedangkan untuk memilih presiden dan wakil presiden untuk masa bakti 2004-2009 diselenggarakan pada tanggal 5 Juli 2004 (putaran I) dan 20 September 2004 (putaran II). Pemilu untuk memilih Anggota DPD dilaksanakan dengan sistem distrik berwakil banyak. dan DPRD serta memilih langsung presiden dan wakil presiden. Perolehan kursi ini akan diberikan kepada calon yang memenuhi atau melebihi nilai BPP. Pemilu 2004 diselenggarakan secara serentak pada tanggal 5 April 2004 untuk memilih 550 Anggota DPR. e. a. Apabila tidak ada. maka kursi akan diberikan kepada calon berdasarkan nomor urut. PPS.PPK. 12 Thn 2003 tentang Pemilihan Umum Anggota 58 . c. Pemilu untuk memilih Anggota DPR dan DPRD (termasuk didalamnya DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota) dilaksanakan dengan sistem perwakilan berimbang (proporsional) dengan sistem daftar calon terbuka. serta Anggota DPRD (DPRD Provinsi maupun DPRD Kabupaten/Kota) seIndonesia periode 2004-2009. PPSLN. rahasia. umum. Peserta Pemilu Peserta Pemilu tahun 1999 diikuti oleh 48 Partai Politik. Dasar Hukum 1) Undang-undang No. jujur. Undang-undang No. dan adil. 2. 2. b. Pemilu 2004 Pemilu 2004 merupakan pemilu pertama yang memungkinkan rakyat memilih langsung wakil mereka untuk duduk di DPR. 128 Anggota DPD.

dan DPRD tahun 2004 diikuti oleh 24 partai. dengan peserta dua pasangan calon presiden dan wakil presiden yang memperoleh suara terbanyak pertama dan terbanyak kedua. 132 Anggota DPD. Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk tingkat desa/kelurahan. DPRD Provinsi. Karena kelima pasangan calon presiden dan wakil presiden peserta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden putaran I (pertama) belum ada yang memperoleh suara lebih dari 50%. d. dibentuk Panitia Pemungutan Luar Negeri (PPLN) dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPSLN). Selain badan penyelenggara pemilu diatas. maka dilakukan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden putaran II (kedua). sedangkan ditingkat kabupaten/kota oleh KPU Kabupaten/Kota. 2) Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2004 Peserta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden tahun 2004 putaran I (pertama) sebanyak 5 (lima) pasangan. 3. Untuk penyelenggaraan di luar negeri.DPR. terdapat juga penyelenggara pemilu yang bersifat sementara (adhoc) yaitu Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Penyelenggaraan ditingkat provinsi dilakukan KPU Provinsi. Pemilu 2009 Pemilu 2009 merupakan pemilu ketiga pada masa reformasi yang diselenggarakan secara serentak pada tanggal 9 April 2009 untuk memilih 560 Anggota DPR. DPRD 59 . e. serta Anggota DPRD (DPRD Provinsi maupun DPRD Kabupaten/Kota) se-Indonesia periode 2009-2014. Peserta Pemilu 1) Pemilu Anggota DPR. 3) Undang Undang Nomor 23 tahun 2003 Tentang Pemilihan Umum Presiden Dan Wakil Presiden. dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk di TPS. DPD. Sistem Pemilu Pemilu 2009 untuk memilih Anggota DPR. DPD dan DPRD. Badan Penyelenggara Pemilu Penyelenggaraan Pemilu 2004 dilakukan oleh KPU. a. Sedangkan untuk memilih presiden dan wakil presiden untuk masa bakti 2009-2014 diselenggarakan pada tanggal 8 Juli 2009 (satu putaran).

3) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilu Anggota DPR. Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk tingkat desa/kelurahan. dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk di TPS. DPD. d. e. terdapat juga penyelenggara pemilu yang bersifat sementara (adhoc) yaitu Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). bebas. rahasia.Kabupaten/Kota dilaksanakan dengan sistem perwakilan berimbang (proporsional) dengan sistem daftar Modul 1 Pemilih Untuk Pemula calon terbuka. c. Peserta Pemilu 1) Pemilu Anggota DPR. dibentuk Panitia Pemungutan Luar Negeri (PPLN) dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPSLN). 2) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik. dan DPRD. Untuk memilih Anggota DPD dilaksanakan dengan sistem distrik berwakil banyak. jujur. Dasar Hukum 1) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum. ditingkat kabupaten/kota dilaksanakan oleh KPU Kabupaten/Kota. umum. Selain badan penyelenggara pemilu diatas. dan mandiri. Asas Pemilu Pemilu 2009 dilaksanakan dengan asas langsung. 4) Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden. dan adil. dimana setiap provinsi memiliki 4 (empat) perwakilan. Distrik disini adalah provinsi. Badan Penyelenggara Pemilu UUD 1945 menyebutkan bahwa Pemilihan Umum dilaksanakan oleh suatu Komisi Pemilihan Umum yang bersifat nasional. Penyelenggara pemilu ditingkat nasional dilaksanakan oleh KPU. Mekanisme sistem ini memberikan peran besar kepada pemilih untuk menentukan sendiri wakilnya yang akan duduk di lembaga perwakilan. Kursi yang dimenangkan setiap partai politik mencerminkan proporsi total suara yang didapat setiap parpol. b. Calon terpilih adalah mereka yang memperoleh suara terbanyak. tetap. Untuk penyelenggaraan di luar negeri. ditingkat provinsi dilaksanakan oleh KPU Provinsi. DPD. dan DPRD Tahun 2009 diikuti oleh 44 60 .

dengan varian sistem daftar partai. PBR. Pakar Pangan. Partai Buruh. PKB. dan Partai Hanura) III. PPRN. Partai Pelopor. Boediono (didukung oleh Partai Demokrat. PPP. Partai Gerindra. Susilo Bambang Yudhoyono dan Prof. PKPB. Partai PIB. Partai Merdeka. dan yang terpilih tersebut lebih bertanggungjawab kepada partai bukan kepada masyarakat. PKS. PPI. PPNUI) b) Dr. 61 . PIS. Salah satu kelemahan dari sistem pemilu distrik adalah banyak suara terbuang.partai. Masing-masing sistem masih banyak memiliki banyak kelemahan. PDS. Kemudian bagi sistem proporsional pemilih tidak mengenal siapa yang dipilih. Wiranto. yaitu : a) Hj. PKPI. Partai Patriot. PEMILU DI KOREA SELATAN Pemilu di Korea Selatan diadakan pada tingkat nasional untuk memilih Presiden dan Majelis Nasional. Dr. PSI. PAN. 2) Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2009 diikuti oleh 3 (tiga) pasangan calon.IP (didukung oleh Partai Golkar. Partai PDI) c) Drs. Megawati Soekarnoputri dan H. kemudian kurang terakomodir suara dari masyarakat yang minoritas. PMB. Sistem proporsional adalah sistem perwakilan berimbang (proporsional representation). PNI Marhaenisme. Sedangkan sistem distrik yaitu lebih menekankan kepada perwakilan teritorial dan komunitas. SISTEM PEMILU YANG BERLAKU DI INDONESIA Sistem Pemilihan Umum (Pemilu) di Indonesia adalah Proporsional dan District. 38 partai merupakan partai nasional dan 6 partai merupakan partai lokal Aceh. S. PNBKI. Muhammad Jusuf Kalla dan H. PPPI. PBB. PKDI. Partai Kedaulatan. H. Prabowo Subianto (didukung oleh PDIP. PDP. Partai RepublikaN. IV.

Dalam sistem pemilihan ini. Majelis Nasional memiliki 299 anggota yang dipilih untuk masa jabatan empat tahun. (2) The sovereignty of the Republic of Korea resides in the people. 245 di satu kursi konstituen dan 54 anggota oleh perwakilan proporsional.00% pada kontes proporsional atau ii) jika lebih dari 5 anggota partai mereka yang telah terpilih di masing-first-past-the-post mereka konstituen pemilu . Aturan tentang pemilihan ini diatur dalam Public Official Election Act dan dalam konstitusi Korea Selatan Artikel 41 tentang pemilihan anggota National Assembly dan 67 tentang Pemilihan Presiden. dan semua otoritas negara berasal dari rakyat. yaitu: (1) The Republic of Korea is a democratic republic. pada Chapter 1: General Provisions. Masing-masing pihak individu bersedia untuk mewakili kebijakankebijakannya di Majelis Nasional harus memenuhi syarat pada pemilihan (umum) legislatif yang: i) jika pihak-suara nasional mencapai lebih dari 3. artinya adalah: (1) Republik Korea adalah republik yang menganut asas demokrasi (2) Kedaulatan tertinggi berada ditangan rakyat. NATIONAL ASSEMBLY Isi dari Artikel 41 adalah: Article 41 [Election] 62 . Salah satu ciri utama dari negara demokrasi adalah diadakannya pemilu untuk memilih pejabat dan atau pemimpin negara. Korea Selatan menggunakan sistem pemilu campuran dimana menggabungan kedua ciri-ciri positif dari sistem pemilihan mayoritas dan proporsional yang menggunakan sistem parallel. hal ini jelas tertulis dalam konstitusinya.Presiden dipilih langsung untuk masa jabatan lima tahun tunggal dengan suara pluralitas. dengan berbagai pihak. Dalam Bahasa Indonesia. Korea Selatan memiliki sistem multi partai. Artikel 1. Sistem Pemilu Presiden dan National Assembly Korea Selatan Korea Selatan adalah negara demokrasi. and all state authority emanates from the people. komponen proporsional tidak mengkompensasikan suara bagi distrik.

16 ayat 2. but the full number of the National Assembly members for local constituency of each City/Do 63 . proportional representation. and secret ballot by the citizens. and other matters pertaining to National Assembly elections are determined by law. Menurut Public Official Election Act Art. Dalam Art. (Act 16 (2) national of 25 years of age or above shall be eligible for election as a member of the National Assembly) National Assembly memiliki 299 anggota (diatur dalam Public Official Election Act artikel 21 (Article 21 (Fixed Number of National Assembly Members) (1) The fixed number of the National Assembly members. warganegara Korea Selatan yang telah berusia 25 tahun atau lebih dapat mencalonkan diri menjadi anggota National Assembly. tetapi tidak boleh kurang dari 200 anggota. Selain itu. dan hal lain menyangkut pemilihan Majelis Nasional ditentukan oleh hukum. but the number may not be less than 200. anggota National Assembly tidak boleh mempunyai jabatan lain diluar jabatannya sebagai anggota National Assembly selama ia menjabat sebagai anggota National Assembly (Article 43 [Incompatibility] Members of the National Assembly may not concurrently hold any other office prescribed by law). (2) Jumlah anggotanya ditentukan oleh hukum. for local constituency members and proportional representatives combined. (3)Konstituen anggota Majelis Nasional. 41 tertulis bahwa (1) Anggota National Assembly (pemegang kekuasaan Legistlatif) dipilih oleh rakyat melalui pemilihan umum. perwakilan proporsional. (3) The constituencies of members of the National Assembly. Masa jabatan National Assembly adalah 4 tahun seperti tertulis didalam Artikel 42. direct. (Article 42 [Term] The term of office of members of the National Assembly is four years). shall be 299. (2) The number of members of the National Assembly is determined by law.(1) The National Assembly is composed of members elected by universal. equal.

and secret ballot by the people. Apabila hanya ada satu kandidat presiden. Syarat untuk mencalonkan diri menjadi presiden adalah: a) Memenuhi syarat untuk dipilih sebagai anggota National Assembly b) Berusia 40 tahun atau lebih pada tanggal pemilihan presiden Pemilihan presiden di Korea Selatan dilakukan dengan sistem proporsional seperti tertulis dalam Public Official Election Act Artikel 20. the person who receives the largest number of votes in an open session of the National Assembly attended by a majority of the total members of the National Assembly is elected. (3) If and when there is only one presidential candidate. (2) In case two or more persons receive the same largest number of votes in the election as referred to in Paragraph (1). are eligible to be elected to the presidency.shall be at least three) untuk masa jabatan empat tahun. Article 67 [Election] (1) The President is elected by universal. (Article 20 (Election Districts) (1) The President and proportional 64 . maka yang terpilih menjadi presiden adalah dia yang mendapatkan suara terbanyak dari anggota National Assembly dalam voting yang diadakan dalam sesi terbuka National Assembly. (5) Matters pertaining to presidential elections are determined by law Dalam Artikel 67 disebutkan bahwa Presiden dipilih melalui pemilu oleh rakyat. and who have reached the age of forty years or more on the date of the presidential election. equal. PRESIDENT Isi dari Artikel 67 adalah. Anggota National Assembly dipilih dengan sistem pemilihan proporsional. barulah ia dapat naik menjadi presiden. (4) Citizens who are eligible for election to the National Assembly. kecuali untuk sedikitnya 3 anggota dipilih untuk mewakili distrik dengan sistem single-member constituency / distrik. Kandidat tunggal ini perlu mendapatkan sedikitnya sepertiga suara dukungan dari rakyat. ia tidak otomatis menjadi presiden. he shall not be elected President unless he receives at least one-third of the total eligible votes. Apabila dalam pemilihan /election didapatkan dua atau lebih kandidat yang mendapatkan suara dalam jumlah sama. direct.

ALAT – ALAT PERLENGKAPAN NEGARA Alat Alat Perlengkapan Negara Indonesia 65 . I. D.representative National Assembly members shall be elected in the whole country as a unit).

Pasal 46. 1. 2. Pemerintah. Dewan Perwakilan Rakyat.Alat perlengkapan Negara terbagi menjadi 5.Presiden dan Wakil-Presiden harus warga-negara Indonesia yang telah berusia 30 tahun dan tidak boleh orang yang tidak diperkenankan serta dalam atau menjalankan hak-pilih ataupun orang yang telah dicabut haknya untuk dipilih. Mahkamah Agung.Presiden ialah Kepala Negara. 3. 2. Menteri-Menteri.Untuk pertama kali Wakil-Presiden diangkat oleh Presiden dari anjuran yang dimajukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat.Pemerintah berkedudukan di Jakarta.Dalam melakukan kewajibannya Presiden dibantu seorang WakilPresiden. kecuali jika dalam hal darurat Pemerintah menentukan tempat yang lain. dan Dewan Pengawas Keuangan. 4.Presiden dan Wakil-Presiden dipilih menurut aturan yang ditetapkan dengan undang-undang. 1. Pasal 45. yaitu Presiden dan Wakil Presiden. Berikut adalah pasal-pasal yang terkait dengan alatalat perlengkapan negara tersebut : Bagian I. 5.Presiden dan Wakil-Presiden berkedudukan di tempat kedudukan Pemerintah. Pasal 47 66 .

67 . Saya bersumpah (berjanji) bahwa saya untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatan ini. langsung ataupun tak langsung sesuatu janji atau pemberian. dengan nama atau dengan dalih apapun. Saya bersumpah (berjanji) setia kepada Undang-undang Dasar dan lagi bahwa saya akan memelihara segala peraturan yang berlaku bagi Republik Indonesia. tiada memberikan atau menjanjikan ataupun akan memberikan sesuatu kepada siapapun juga. sebagai sepantasnya bagi Kepala Negara (Wakil Kepala Negara yang baik). untuk dipilih menjadi Presiden (Wakil-Presiden) Republik Indonesia. berhenti atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya. sebagai berikut "Saya bersumpah (menerangkan) bahwa saya.Presiden dan Wakil-Presiden sebelum memangku. langsung ataupun tak langsung. ia diganti oleh Wakil Presiden sampai habis waktunya. Pasal 48 Jika Presiden mangkat.jabatan. mengangkat sumpah (menyatakan keterangan) menurut cara agamanya di hadapan Dewan Perwakilan Rakyat. *147 Pasal 49. bahwa saya akan setia kepada Nusa dan Bangsa dan bahwa saya dengan setia akan memenuhi segala kewajiban yang ditanggungkan kepada saya oleh jabatan Kepala Negara (Wakil Kepala Negara) Republik Indonesia. tiada sekali-kali akan menerima dari siapapun juga. Saya bersumpah (berjanji) bahwa saya dengan sekuat tenaga akan memajukan kesejahteraan Republik Indonesia dan bahwa saya akan melindungi dan mempertahankan kebebasan-kebebasan dan hak-hak umum dan khusus sekalian penghuni Negara.

2. Presiden mengangkat seorang dari padanya menjadi Perdana Menteri dan mengangkat Menteri-menteri yang lain. 5. 1. Presiden menetapkan siapasiapa dari Menteri-menteri itu diwajibkan memimpin Kementerian masing.Sesuai dengan anjuran pembentuk itu juga. 4.Presiden menunjuk seorang atau beberapa orang pembentuk Kabinet.Yang dapat diangkat menjadi Menteri ialah warga-negara Indonesia yang telah berusia 25 tahun dan yang bukan orang yang tidak diperkenankan serta dalam atau menjalankan hak-pilih ataupun orang yang telah dicabut haknya untuk dipilih. Presiden membentuk Kementerian-kementerian. 3.Sesuai dengan anjuran pembentuk Kabinet itu.Untuk merundingkan bersama-sama kepentingan-kepentingan umum Republik Indonesia. Pasal 50. Presiden boleh mengangkat Menteri-menteri yang tidak memangku sesuatu Kementerian. Pasal 52.Keputusan-keputusan Presiden yang memuat pengangkatan yang diterangkan dalam ayat (2) dan (3) pasal ini ditanda-tangani serta oleh pembentuk Kabinet.masing.Pengangkatan atau penghentian antara-waktu Menteri-menteri begitu pula penghentian Kabinet dilakukan dengan Keputusan Presiden. 1. Menteri-menteri bersidang dalam Dewan Menteri yang 68 . Pasal 51.

Pasal 53. langsung ataupun tak langsung dengan nama atau dalih apapun. Pasal 54. bahwa saya akan memelihara segala peraturan yang berlaku bagi Republik Indonesia. bahwa saya dengan sekuat tenaga akan mengusahakan kesejahteraan Republik Indonesia. Sebelum memangku jabatannya. oleh salah seorang Menteri yang ditunjuk oleh Dewan Menteri.diketuai oleh Perdana Menteri atau dalam hal Perdana Menteri berhalangan.Dewan Menteri senantiasa memberitahukan segala urusan yang penting kepada Presiden dan Wakil-Presiden. tiada memberikan atau menjanjikan ataupun akan memberikan sesuatu kepada siapapun juga. Saya bersumpah (berjanji) bahwa saya. sebagai berikut : "Saya bersumpah (menerangkan) bahwa saya. langsung ataupun tak langsung sesuatu janji atau pemberian. tiada sekali-kali menerima dari siapapun juga. 69 . 2. Saya bersumpah (berjanji) setia kepada Undang-undang Dasar. Masing-masing Menteri berkewajiban demikian juga berhubung dengan urusan-urusan yang khusus masuk tugasnya. untuk melakukan atau *148 tidak melakukan sesuatu dalam jabatan ini. bahwa saya akan setia kepada Nusa dan Bangsa dan bahwa saya akan memenuhi dengan setia segala kewajiban yang ditanggungkan kepada saya oleh jabatan Menteri". untuk diangkat menjadi Menteri. Menteri-menteri mengangkat sumpah (menyatakan keterangan) di hadapan Presiden menurut cara agamanya.

3.Mereka tidak boleh mempunyai piutang atas tanggungan Republik Indonesia. kecuali surat-surat-utang umum. 1. 4. 70 . Dewan Perwakilan Rakyat Pasal 56 Dewan Perwakilan Rakyat mewakili seluruh Rakyat Indonesia dan terdiri sejumlah Anggota yang besarnya ditetapkan berdasar atas perhitungan setiap 300.Yang ditetapkan dalam ayat (2) dan (3) pasal ini tetap berlaku atas mereka selama tiga tahun sesudah mereka meletakkan jabatannya. langsung atau tak langsung turut-serta dalam ataupun menjadi penanggung untuk sesuatu badan perusahaan yang berdasarkan perjanjian untuk memperoleh laba atau untung yang diadakan dengan Republik Indonesia atau dengan sesuatu daerah otonom dari Indonesia.Gaji Presiden.Presiden. Pasal 57.rugi yang lain-lain. gaji Wakil-Presiden dan gaji Menteri-menteri. ketentuan ini tidak mengurangi yang ditetapkan dalam ayat kedua Pasal 58.000 jiwa penduduk warga-negara Indonesia mempunyai seorang wakil. Pasal 55. 2. jika ada. Wakil-Presiden dan Menteri tidak boleh dipangku bersama-sama dengan menjalankan jabatan umum apapun di dalam dan di luar Republik Indonesia. diatur dengan Undang-undang.Jabatan Presiden. ganti. Bagian II. Wakil-Presiden dan Menteri-menteri tidak boleh. begitu pula ganti rugi untuk biaya perjalanan dan biaya penginapan dan.

maka Pemerintah Republik Indonesia mengangkat wakil-wakil tambahan bagi golongan-golongan kecil itu. Eropah dan Arab akan mempunyai wakil dalam Dewan Perwakilan Rakyat dengan berturut-turut sekurang. 2. Yang boleh menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat ialah warga-negara yang telah berusia 25 tahun dan bukan orang yang tidak diperkenankan serta d. Wakil-Presiden. Pasal 61. 6 dan 3 Anggota. Jumlah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat sebagai tersebut dalam Pasal 56 ditambah dalam hal itu jika perlu dengan jumlah pengangkatan. *149 1.pengangkatan itu.alam atau menjalankan hak-pilih ataupun orang yang haknya untuk dipilih telah dicabut. Wakil Ketua atau Anggota 71 .Golongan-golongan kecil Tionghoa.Anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakyat dipilih dalam suatu pemilihan umum oleh warga-negara Indonesia yang memenuhi syarat-syarat dan menurut aturan-aturan yang ditetapkan dengan Undang-undang.Keanggotaan Dewan Perwakilan Rakyat tidak dapat dirangkap dengan jabatan Presiden. Anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakyat dipilih untuk masa empat tahun. Pasal 58. Ketua. Jaksa Agung. Pasal 60.Jika jumlah-jumlah itu tidak tercapai dengan pemilihan menurut Undangundang termaksud dalam Pasal 57. Mereka meletakkan jabatannya bersama-sama dan sesudahnya dapat dipilih kembali.kurangnya 9. 1. Pasal 59.

dengan sendirinya menjadi non-aktif selama keanggotaan itu. Presiden Bank-Sirkulasi dan jabatan-jabatan lain yang ditentukan dengan Undangundang. ia kembali dalam dinas-aktif lagi. dengan nama atau dalih apapun. 1. Pasal 63. Wakil-Ketua atau Anggota Dewan Pengawas Keuangan. mengangkat sumpah (menyatakan keterangan) di hadapan Presiden atau Ketua Dewan Perwakilan Rakyat yang dikuasakan untuk itu oleh Presiden.Mahkamah Agung. Pasal 62. untuk dipilih (diangkat) menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Setelah berhenti menjadi Anggota. *150 Anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakyat sebelum memangku jabatannya.Seorang Anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang merangkap menjadi Menteri tidak boleh mempergunakan hak atau melakukan kewajibannya sebagai Anggota badan tersebut selama ia memangku jabatan Menteri. 2. rapat diketuai untuk sementara oleh Anggota yang tertua umurnya.Selama pemilihan Ketua dan Wakil-Ketua belum disahkan oleh Presiden. Ketua. 72 . langsung atau tak langsung.Anggota Angkatan Perang dalam dinas aktif yang menerima keanggotaan Dewan Perwakilan Rakyat. tiada memberikan atau menjanjikan ataupun akan memberikan sesuatu kepada siapapun juga. 3. menurut cara agamanya sebagai berikut : "Saya bersumpah (menerangkan) bahwa saya. 2.Dewan Perwakilan Rakyat memilih dari antaranya seorang Ketua dan seorang atau beberapa orang Wakil-Ketua. Pemilihan-pemilihan ini membutuhkan pengesahan Presiden.

Pasal 65. 2. Pasal 66. Pasal 64. 1. rapat memutuskan apakah permusyawaratan dilakukan dengan pintu tertutup. 1. tiada sekali-kali akan menerima.Rapat-rapat Dewan Perwakilan Rakyat terbuka untuk umum. 73 . dari siapapun juga sesuatu janji atau pemberian. bahwa saya akan berusaha dengan sekuat tenaga memajukan kesejahteraan Republik Indonesia dan bahwa saya akan setia kepada Nusa dan Bangsa". kecuali jika Ketua menimbang perlu pintu ditutup ataupun sekurang-kurangnya sepuluh Anggota menuntut hal itu. langsung ataupun tak langsung. Saya bersumpah (berjanji). 2.Saya bersumpah (berjanji) bahwa saya. Dalam rapat Dewan Perwakilan Rakyat Ketua memberi kesempatan berbicara kepada Menteri-menteri. bahwa saya senantiasa akan membantu memelihara Undang-undang Dasar dan segala peraturan yang lain berlaku bagi Republik Indonesia. apabila Pemerintah menyatakan kehendaknya tentang itu atau apabila Ketua atau sekurang-kurangnya sepersepuluh dari jumlah Anggauta Dewan Perwakilan Rakyat menganggap hal itu perlu.Dewan Perwakilan Rakyat bersidang.Ketua memanggil rapat Dewan Perwakilan Rakyat. apabila dan tiap-tiap kali mereka mengingininya. untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatan ini.Sesudah pintu ditutup.

Dewan Perwakilan Rakyat mengadakan rapat-rapatnya di Jakarta kecuali jika dalam hal-hal darurat Pemerintah menentukan tempat yang lain. Pasal 67. Pasal 71 Ketua dan Anggauta-anggauta Dewan Perwakilan Rakyat begitu pula Menteri-menteri tidak dapat dituntut di muka pengadilan karena yang dikatakannya dalam rapat atau yang dikemukakannya dengan surat kepada Majelis itu. Pasal 68.Tentang hal-hal yang dibicarakan dalam rapat tertutup dapat juga diputuskan dengan pintu tertutup. Anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakyat setiap waktu boleh meletakkan jabatannya. Anggota-anggota mempunyai hak menanya. segala penerangan yang dikehendaki menurut ayat yang lalu dan yang pemberiannya dianggap tidak berlawanan dengan kepentingan umum Republik Indonesia. *151 Pasal 69.3. kecuali 74 . Pasal 70 Dewan Perwakilan Rakyat mempunyai hak menyelidiki (enquete).Dewan Perwakilan Rakyat mempunyai hak interpelasi dan hak menanya. baik dengan lisan maupun dengan tertulis. menurut aturan-aturan yang ditetapkan dengan Undang-undang. 1. Mereka memberitahukan hal itu dengan surat kepada Ketua. 2.Menteri-menteri memberikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat.

Pasal 72.Hal itu berlaku juga terhadap Anggota-anggota.Anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakyat mengeluarkan suaranya sebagai orang yang bebas. wajib merahasiakan yang dibicarakan dalam rapat itu. 75 . Menteri-menteri dan pegawai-pegawai yang mendapat tahu dengan cara bagaimanapun tentang yang dibicarakan itu. 1. 2. diatur dengan Undangundang. tidak atas perintah atau dengan kewajiban berembuk dahulu dengan mereka yang menunjuknya sebagai Anggota. Pasal 75. menurut perasaan kehormatan dan keinsyafan batinnya. Pasal 74. Pasal 73. 1.Sekalian orang yang menghadiri rapat Dewan Perwakilan Rakyat yang tertutup. ataupun jika kewajiban merahasiakan itu dihapuskan.Mereka tidak mengeluarkan suara tentang hal yang mengenai dirinya sendiri. Gaji Ketua Dewan Perwakilan Rakyat. kecuali jika Majelis ini memutuskan lain. 2.jika mereka dengan itu mengumumkan apa yang dikatakan atau yang dikemukakan dalam rapat tertutup dengan syarat supaya dirahasiakan. begitu pula biaya perjalanan dan penginapan yang harus didapatnya. tunjangan-tunjangan yang akan diberikan kepada Anggota-anggota dan mungkin juga kepada Ketua.

Sekedar dalam Undang-undang Dasar ini tidak ditetapkan lain. Wakil-wakil Ketua dan Anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Serikat. dalam hal rapat itu lengkap anggotanya.Apabila. 3. Pasal 77. maka keputusan diambil dengan undian. mengambil keputusan ditangguhkan sampai rapat yang berikut. maka segala keputusan diambil dengan jumlah terbanyak mutlak suara yang dikeluarkan. Dewan Perwakilan Rakyat terdiri dari Ketua. maka untuk pertama kali selama Dewan Perwakilan Rakyat belum tersusun dengan pemilihan menurut Undang-undang. Bagian III. atau dalam hal lain. Apabila suara-suara sama berat lagi. Wakil-Ketua dan Anggota-anggota Dewan Pertimbangan Agung. jika tidak hadir lebih dari seperdua jumlah anggota-sidang.Pemungutan suara tentang orang dilakukan dengan rahasia dan tertulis. maka usul itu dianggap ditolak. suara-suara sama berat.1. 76 .Dewan Perwakilan Rakyat tidak boleh bermusyawarat atau mengambil keputusan. Susunan dan kekuasaan Mahkamah Agung diatur dengan Undang-undang. usul itu dianggap ditolak. 4. Pasal 76. Dewan Perwakilan Rakyat selekas mungkin menetapkan peraturan ketertibannya. Mahkamah Agung Pasal 78. *152 2. pada waktu mengambil keputusan. Ketua. Apabila suara-suara sama berat. Wakil-wakil Ketua dan Anggota-anggota Badan Pekerja Komite Nasional Pusat dan Ketua. Wakil-Ketua dan Anggota-anggota Senat. Dengan tidak mengurangi ketentuan dalam Pasal 138. Ketua.

Pengangkatan itu adalah untuk seumur hidup. ketentuan ini tidak mengurangi yang ditetapkan dalam ayat-ayat yang berikut. Wakil-Ketua dan Anggota-anggota Dewan Pengawas Keuangan diangkat menurut aturan-aturan yang ditetapkan dengan Undang-undang. bahwa Ketua. 2. Susunan dan kekuasaan Dewan Pengawas Keuangan diatur dengan Undangundang. Wakil-Ketua dan Anggota-anggota Mahkamah Agung diangkat menurut aturan-aturan yang ditetapkan dengan Undang-undang. Pasal 81.Mereka dapat dipecat atau diberhentikan menurut cara dan dalam hal yang ditentukan dengan Undang-undang. bahwa Ketua. Dewan Pengawas Keuangan Pasal 80.Mereka dapat diberhentikan oleh Presiden atas permintaan sendiri.Pasal 79. 4. ketentuan ini tidak mengurangi yang ditetapkan dalam ayat-ayat yang berikut.Ketua. apabila mencapai usia yang tertentu. *153 Bagian IV. 1. apabila mencapai usia yang tertentu. Wakil-Ketua dan Anggota-anggota Mahkamah Agung diberhentikan. Pengangkatan itu adalah untuk seumur hidup.Undang-undang dapat menetapkan. 77 . 2.Mereka dapat dipecat atau diberhentikan menurut cara dan dalam hal yang ditentukan oleh Undang-undang.Undang-undang dapat menetapkan. 3. Wakil-Ketua dan Anggotaanggota diberhentikan. 3. 1.Ketua.

II. dan Mahkamah Konstitusi. Pasal – pasal yang mencakup tentang alat – alat perlengkapan Negara Korea Selatan adalah sebagai berikut : Chapter III The National Assembly Article 40 [Parliament] The legislative power is vested in the National Assembly Article 46 [Duties of Members] (1) Members of the National Assembly have the duty to maintain high standards of integrity. and interests in property or positions. yaitu: Majelis Nasional. Dewan Negara. rights. Presiden. (2) Members of the National Assembly must give preference to National interests and perform their duties in accordance with conscience. (3) Members of the National Assembly may not acquire. (2) Members of the National Assembly must give preference to National interests and perform their duties in accordance with conscience. and interests in property or positions. (5) If the President does not promulgate the bill. or assist other persons to acquire the same. or industries.4. 78 . or assist other persons to acquire the same. or does not request the National Assembly to reconsider it within the period referred to in Paragraph (1) it becomes law. public organizations. through abuse of their positions. Article 46 [Duties of Members] (1) Members of the National Assembly have the duty to maintain highstandards of integrity. Alat – Alat Perlengkapan Negara Korea Selatan Alat – alat perlengkapan Negara Korea Selatan seperti yang diatur dalam konstitusi mereka di bagi dalam bagian. by means of contracts with or dispositions by the State. public organizations. rights. Perdana Menteri. or industries.Mereka dapat diberhentikan oleh Presiden atas permintaan sendiri. (3) Members of the National Assembly may not acquire. through abuse of their positions. by means of contracts with or dispositions by the State.

a law takes effect twenty days after the date of promulgation. (2) The National Assembly also has the right to consent to the declaration of war. or government delegates have to attend any meeting of the National Assembly and answer questions. or government delegates may attend meetings of the National Assembly or its committees and report on the state administration or deliver opinions and answer questions. and the stationing of alien forces in the territory of the Republic of Korea. Article 62 [Government in Parliament] (1) The Prime Minister. Article 60 [Consent to Treaties] (1) The National Assembly has the right to consent to the conclusion and ratification of treaties pertaining to mutual assistance or mutual security. treaties of friendship. and treaties related to legislative matters. (2) When requested by the National Assembly or its committees. treaties concerning important international organizations. 79 . the Prime Minister or State Council members may have State Council members or government delegates attend any meeting of the National Assembly and answer questions. trade and navigation. the Prime Minister.(6) The President promulgate without delay the law as finalized under Paragraphs (4) and (5). members of the State Council. peace treaties. the dispatch of armed forces to foreign states. (7) Except as provided otherwise. treaties pertaining to any restriction in sovereignty. If the Prime Minister or State Council members are requested to attend. the Speaker promulgates it. If the President does not promulgate a law within five days after it has become law under Paragraph (5). members of the State Council. treaties which will burden the State or people with an important financial obligation. or after it has been returned to the Executive under Paragraph (4).

(3) Any person against whom a motion for impeachment has been passed is suspended from exercising his power until the impeachment has been adjudicated. heads of Executive Ministries. Chapter IV The Executive Section 1 The President Article 66 [Head of State] (1) The President is the Head of State and represents the State vis-a-vis foreign states. (2) The President has the responsibility and duty to safeguard the independence. Article 69 [Oath] 80 . the National Assembly may pass motions for their impeachment. (4) A decision on impeachment does not extend further than removal from public office. members of the Board of Audit and Inspection. it does not exempt the person impeached from civil or criminal liability. and continuity of the State and the Constitution. judges of the Constitutional Court. the Prime Minister. members of the State Council. and other public officials designated by law have violated the Constitution or other laws in the performance of official duties. that a motion for the impeachment of the President shall be proposed by a majority of the total members of the National Assembly and approved by two-thirds or more of the total members of the National Assembly. members of the Central Election Management Committee. territorial integrity. and requires a concurrent vote of a majority of the total members of the National Assembly for passage: Provided. (3) The President has the duty to pursue sincerely the peaceful unification of the homeland. (2) A motion for impeachment prescribed in Paragraph (1) may be proposed by one-third or more of the total members of the National Assembly. judges. (4) Executive power is vested in the Executive Branch headed by the President. However.Article 65 [Impeachment] (1) In case the President.

Article 73 [Treaties. (3) The Prime Minister may recommend to the President the removal of a 81 ." Article 72 [Referendum on Policy] The President may submit important policies relating to diplomacy. accredits. pursuing the peaceful unification of the homeland. Foreign Affairs] The President concludes and ratifies treaties. and other matters relating to the national destiny to a national referendum if he deems it necessary. national defense. and declares war and concludes peace. (2) The Members of the State Council assist the President until the removal of a member of the State Council from office. (2) The Prime Minister assists the President and directs the Executive Ministries from active duty. Article 87 [Members of State Council] (1) The members of the State Council are appointed by the President on the recommendation of the Prime Minister. Section 2 The Executive Branch Subsection 1 The Prime Minister and Members of the State Council Article 86 [Prime Minister] (1) The Prime Minister is appointed by the President with the consent of the National Assembly.The President. unification. and endeavoring to develop national culture. promoting the freedom and welfare of the people. takes the following oath: "I do solemnly swear before the people that I will faithfully execute the duties of the President by observing the Constitution. Article 81 [Address to National Assembly] The President may attend and address the National Assembly or express his views by written message. or dispatches diplomatic envoys. (3) No Member of the Military can be appointed Prime Minister unless he is retired from active duty. defending the State. receives. at the time of his inauguration.

7) Requests for convening an extraordinary session of the National Assembly. contracts incurring financial obligation on the State. basic plans for disposal of state properties. (3) The President is the chairman of the State Council. 6) Important military affairs. 4) Budgets. and proposed presidential decrees. 9) Granting of amnesty. and other important financial matters. 8) Awarding of honors. the Prime Minister. and general policies of the Executive. 2) Declaration of war. proposed treaties. 3) Draft amendments to the Constitution. and the Prime Minister is the Vice-Chairman. commutation. legislative bills. (4) No member of the military can be appointed a member of the State Council unless he is retired from active duty. 11) Basic plans concerning delegation or allocation of powers within the 82 . Subsection 2 The State Council Article 88 [State Council] (1) The State Council deliberates on important policies that fall within the Power of the Executive.member of the State Council from office. (2) The State Council is composed of the President. and other important matters pertaining to foreign Policy. proposals for national referendums. Article 89 [Competences] The following matters are referred to the State Council for deliberation: 1) Basic plans for state affairs. 5) Emergency orders and emergency financial and economic actions or orders by the President. and restoration of rights. and declaration and termination of martial law. settlement of accounts. and other members numbering no more than thirty and no less than fifteen. 10) Demarcation of jurisdiction between Executive Ministries. conclusion of peace.

organization. and function of each Executive Ministry are determined by law. 13) Formulation and coordination of important policies of each ExecutiveMinistry. or ex offcio. Article 95 [Ordinances] The Prime Minister or the head of each Executive Ministry may. the presidents of national universities. 16) Appointment of the Prosecutor General. and such other public officials and managers of important State-run enterprises as designated by law. the Prime Minister. ambassadors. under the powers delegated by law or Presidential Decree. or a member of the State Council Subsection 3 The Executive Ministries Article 94 [Heads of Ministries] The Heads of Executive Ministries are appointed by the President from among members of the State Council on the recommendation of the Prime Minister. issue ordinances of the Prime Minister or the Executive Ministry concerning matters that are within theirjurisdiction. 15) Examination of petitions pertaining to executive policies submitted or referred to the Executive. and 17) Other matters presented by the President. the Chairman of the Joint Chiefs of Staff. 14) Action for the dissolution of a political party.Executive. 12) Evaluation and analysis of the administration of State affairs. the Chief of Staff of each armed service. Appointment] (1) The Constitutional Court is competent to adjudicate the following 83 . Chapter VI The Constitutional Court Article 111 [Competence. Article 96 [Ministry Organization] The establishment.

(2) The Constitutional Court is composed of nine adjudicators qualified to be court judges. and 5) Petitions relating to the Constitution as prescribed by law. and they are appointed by the President. 4) Disputes about the jurisdictions between State agencies. and between local governments. 3) Dissolution of a political party. (4) The head of the Constitutional Court is appointed by the President from among the adjudicators with the consent of the National Assembly. impeachment. or a petition relating to the Constitution.between State agencies and local governments. Incompatibility] (1) The term of office of the adjudicators of the Constitutional Court is six years. the concurrence of at least six adjudicators is required. (2) The adjudicators of the Constitutional Court may not join any political party nor participate in political activities. and other necessary matters of the Constitutional Court are determined by law. (3) No adjudicator of the Constitutional Court can be expelled from office except by impeachment or a sentence of imprisonment or heavier punishment. function. dissolution of a political party. (2) The Constitutional Court may establish regulations relating to its proceedings and internal discipline and regulations on administrative matters within the limits of law. and three appointed from persons nominated by the Chief Justice. and they may be reappointed under the conditions as prescribed by law. (3) The organization. three are appointed from persons selected by the National Assembly.matters: 1) The unconstitutionality of law upon the request of the courts. 2) Impeachment. 84 . Article 113 [Majority. Internal Regulations] (1) When the Constitutional Court makes a decision on the unconstitutionality of a law. (3) Among the adjudicators referred to in Paragraph (2). Article 112 [Term.

org/wiki/Korea_Selatan http://keantere21.go.com/2009/02/sistem-pemilu-di-indonesia.html http://www.id/file_artikel/Pembagian%20Kekuasaan. Brady http://www.slideshare.ac.com/doc/57817014/Makalah-Konstitusi-Di-Indonesia#download http://hukum.com/2011/03/asas-asas-kewarganegaraan-indonesia.scribd.com/2010/10/25/konstitusi-indonesia/ http://www.unpad.blogspot.ac.wikipedia.net/Government/Constitution-and-Government/Constitution Buku : The Rule Of Law in South Korea by Jongryn Mo.kompasiana.html http://en.ch/icl/ks00000_.servat. David W.ugm.korea.kpu.pdf http://pustaka.CATATAN KAKI : http://www.net/reedwaan/sistem-pemilu http://setabasri01.pdf http://id.org/wiki/South_Korean_nationality_law http://www.html 85 .wikipedia.pdf http://kumoro.id/dmdocuments/modul_1c.id/wp-content/uploads/2009/05/hukum_tata_negara.unibe.staff.blogspot.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful