PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Masalah Perkembangan bahasa, pada usia bawah lima tahun (balita) akan berkembang sangat aktif dan pesat. Keterlambatan bahasa pada periode ini, dapat menimbulkan berbagai masalah dalam proses belajar di usia sekolah. Anak yang mengalami keterlambatan bicara dan bahasa beresiko mengalami kesulitan belajar, kesulitan membaca dan menulis dan akan menyebabkan pencapaian akademik yang kurang secara menyeluruh, hal ini dapat berlanjut sampai usia dewasa muda. Selanjutnya orang dewasa dengan pencapaian akademik yang rendah akibat keterlambatan bicara dan bahasa, akan mengalami masalah perilaku dan penyesuaian psikososial. Komunikasi adalah suatu alat yang digunakan oleh manusia untuk berinteraksi satu dengan yang lainnya dalam bentuk bahasa. Komunikasi tersebut terjadi baik secara verbal maupun non verbal yaitu dengan tulisan, bacaan dan tanda atau simbol. Berbahasa itu sendiri merupakan proses yang kompleks dan tidak terjadi begitu saja. Setiap individu berkomunikasi lewat bahasa memerlukan suatu proses yang berkembang dalam tahap-tahap usianya. Bagaimana bahasa bisa digunakan untuk berkomunikasi selalu menjadi pertanyaan yang menarik untuk dibahas sehingga memunculkan banyak teori . Seorang anak yang mengalami gangguan berbahasa mungkin saja ia dapat mengucapkan satu kata dengan jelas tetapi tidak dapat menyusun dua kata dengan baik, atau sebaliknya seorang anak mungkin saja dapat mengucapkan sebuah kata yang sedikit sulit untuk dimengerti tetapi ia dapat menyusun katakata tersebut dengan benar untuk menyatakan keinginannya. Masalah bicara dan bahasa sebenarnya berbeda tetapi kedua masalah ini sering kali tumpang tindih. Gangguan bicara dan bahasa terdiri dari masalah artikulasi, suara, kelancaran bicara (gagap), afasia (kesulitan dalam menggunakan kata-kata, biasanya akibat cedera otak) serta keterlambatan dalam bicara atau bahasa. Keterlambatan bicara dan bahasa dapat disebabkan oleh berbagai faktor termasuk faktor lingkungan atau hilangnya pendengaran. Gangguan bicara dan bahasa juga berhubungan erat dengan area lain yang mendukung proses tersebut seperti fungsi otot mulut dan fungsi pendengaran. Keterlambatan dan gangguan bisa mulai dari bentuk yang sederhana seperti bunyi suara yang “tidak normal” (sengau, serak) sampai dengan ketidakmampuan untuk mengerti atau menggunakan bahasa, atau ketidakmampuan mekanisme motorik oral dalam fungsinya untuk bicara dan makan. Gangguan perkembangan artikulasi meliputi kegagalan mengucapkan satu huruf sampai beberapa huruf, sering terjadi penghilangan atau penggantian bunyi huruf tersebut sehingga menimbulkan kesan cara bicaranya seperti anak kecil. Selain itu juga dapat berupa gangguan dalam pitch, volume atau kualitas suara. Afasia yaitu kehilangan kemampuan untuk membentuk kata-kata atau kehilangan kemampuan untuk menangkap arti kata-kata sehingga pembicaraan tidak dapat berlangsung dengan baik. Anak-anak dengan afasia didapat memiliki riwayat perkembangan bahasa awal yang normal, dan memiliki onset setelah trauma kepala atau gangguan neurologis lain (contohnya kejang). Gagap adalah gangguan kelancaran atau abnormalitas dalam kecepatan atau irama bicara. Terdapat pengulangan suara, suku kata atau kata atau suatu bloking yang spasmodik, bisa terjadi spasme tonik dari otot-otot bicara seperti lidah, bibir dan laring. Terdapat kecendrungan adanya riwayat gagap dalam keluarga. Selain itu, gagap juga dapat disebabkan oleh tekanan dari orang tua agar anak bicara dengan jelas, gangguan lateralisasi, rasa tidak aman, dan kepribadian anak.

Sebagian besar konstruksi morfologi anak akan tergantung pada kemampuannya menerima dan memproduksi unit fonologi. Selama usia pra sekolah, anak tidak hanya menerima inventaris fonetik dan sistem fonologi tapi juga mengembangkan kemampuan menentukan bunyi mana yang dipakai untuk membedakan makna. Pemerolehan fonologi berkaitan dengan proses konstruksi suku kata yang terdiri dari gabungan vokal dan konsonan. Bahkan dalam babbling, anak menggunakan konsonan-vokal (KV) atau konsonan-vokalkonsonan (KVK). Proses lainnya berkaitan dengan asimilasi dan substitusi sampai pada persepsi dan produksi suara.

B. Rumusan Masalah Ada beberapa rumusan masalah yang akan dibahas. 1. Bagaimana perkembangan bahasa anak sebagai komunikasi ? 2. Bagaimana kata-kata pertama yang digunakan dalam bahasa anak ditinju dari segi semantik ? 3. Bagaimana perkembangan kosa kata yang cepat dalam pembentukan kalimat awal ? 4. Mengapa dari percakapan bayi menjadi registrasi anak pra sekolah yang menyerupai orang dewasa. 18-36 bulan ? 5. Apakah pemerolehan semantik berkaitan dengan proses konstruksi suku kata yang terdiri dari gabungan vokal dan konsonan ? C. Tujuan Penelitian Berbahasa itu sendiri merupakan proses yang kompleks dan tidak terjadi begitu saja. Setiap individu berkomunikasi lewat bahasa memerlukan suatu proses yang berkembang dalam tahap-tahap usianya. Komunikasi adalah suatu alat yang digunakan oleh manusia untuk berinteraksi satu dengan yang lainnya dalam bentuk bahasa. Komunikasi menjadi salah satu tujuan yang penting dalam membahas aspek perkembangan bahasa anak yang ditinjau darisegi semantik. Berikut beberapa tujuan yang menjadi tujuan penulisan: 1. Mengetahui perkembangan bahasa anak sebagai komunikasi. 2. Membahas proses percakapan bayi menjadi registrasi anak pra sekolah yang menyerupai orang dewasa. 18-36 bulan. 3. Mengetahui pemerolehan semantik berkaitan dengan proses konstruksi suku kata yang terdiri dari gabungan vokal dan konsonan. D. Manfaat Penelitian Selama usia pra sekolah, anak tidak hanya menerima inventaris fonetik dan sistem semantik tapi juga mengembangkan kemampuan menentukan kata mana yang dipakai untuk membedakan makna. Berikut beberapa manfaat yang didapat dari penulisan ini 1. Memberikan pengetahuan bahwa perkembangan bahasa anak di bidang semantik memberikan makna yang berbeda. 2. Mampu menginterpretasikan perkembangan bahasa anak sebagai komunikasi yang dimengerti dalam semantik. 3. Memberikan komunikasi timbal balik yang saling dimengerti sesuai dengan teori.

BAB II LANDASAN TEORI

A. Proses Fisiologi Bicara Menurut beberapa ahli komunikasi, bicara adalah kemampuan anak untuk berkomunikasi dengan bahasa oral (mulut) yang membutuhkan kombinasi yang serasi dari sistem neuromuskular untuk mengeluarkan fonasi dan artikulasi suara. Proses bicara melibatkan beberapa sistem dan fungsi tubuh, melibatkan sistem pernapasan, pusat khusus pengatur bicara di otak dalam korteks serebri, pusat respirasi di dalam batang otak dan struktur artikulasi, resonansi dari mulut serta rongga hidung. Terdapat 2 hal proses terjadinya bicara, yaitu proses sensoris dan motoris. Aspek sensoris meliputi pendengaran, penglihatan, dan rasa raba berfungsi untuk memahami apa yang didengar, dilihat dan dirasa. Aspek motorik yaitu mengatur laring, alat-alat untuk artikulasi, tindakan artikulasi dan laring yang bertanggung jawab untuk pengeluaran suara. Proses reseptif – Proses dekode

kemampuan menggunakan bahasa reseptif dan ekspresif harus berkembang dengan baik. Proses enkode dimulai dengan enkode semantik yang dilanjutkan dengan enkode gramatika dan berakhir pada enkode fonologi. jadi anak menjadi lebih fokus pada benda yang dekat maupun yang jauh. dimana sebagian besar signal yang diterima oleh girus ini berasal dari sisi telinga yang berlawanan. Transmisi ini terjadi antara mulut pembicara dan telinga pendengar. dilanjutkan dengan dekode gramatika. Proses berakhir pada dekode semantik dengan pemahaman konsep atau ide yang disampaikan lewat pengkodean tersebut. Secara keseluruhan terlihat dengan berat kasar otak yang berubah sangat cepat dalam 2 tahun pertama kehidupan. fonasi. korteks motorik di lobus frontal menjadi lebih aktif. Selama separuh periode tahun pertama korteks frontal dan hipokampus menjadi lebih aktif. Selanjutnya maturasi otak berbeda dan terefleksikan pada perilaku bayi saat lahir. Proses ekspresif – Proses encode Proses produksi berlokasi pada area yang sama pada otak. Selama masa prenatal batang otak. khususnya estrogen. Ini menjelaskan bahwa maturasi visual terjadi relatif lebih awal dibandingkan auditori. Hal ini menyebabkan peningkatan kemampuan untuk mengingat stimulasi dan hubungan awal antara kata dan keseluruhan. irama dan kecepatan masuk ke lobus temporal kanan. pesan diteruskan melalui fasikulus arkuatum ke area Broca untuk penguraian dan koordinasi verbalisasi pesan tersebut. Proses decode-encode diatas disimpulkan sebagai proses komunikasi. Struktur untuk pesan yang masuk ini diatur pada area Wernicke. Analisa linguistik dilakukan pada area Wernicke di lobus temporal kiri. Selanjutnya masukan linguistik yang sudah dikode. Girus dan area asosiasi auditori akan memilah informasi bermakna yang masuk. Anak memperoleh lebih banyak kontrol dalam perilaku motor volusional. Sementara masukan paralinguistik berupa intonasi. B. Traktus asosiasi yang mengatur bicara dan bahasa belum . resonansi dan artikulasi. dikirim ke lobus temporal kiri untuk diproses. Sesudah lahir serebelum dan hemisfer serebri juga tumbuh bertambah cepat terutama area reseptor visual. Di antara proses dekode dan enkode terdapat proses transmisi. formasi retikulum pada batang otak akan menyusun tonus untuk otak dan menentukan modalitas dan rangsang mana yang akan diterima otak. Hal ini menjelaskan kenapa proses perkembangan bahasa lebih cepat pada anak perempuan. Proses mielinisasi ini dikontrol oleh hormon seksual. Rangsang tersebut ditangkap oleh talamus dan selanjutnya diteruskan ke area korteks auditori pada girus Heschls. korteks primer dan korteks somatosensori bertumbuh dengan cepat. Dalam proses perkembangan bahasa. Perkembangan Bahasa pada Anak Usia di Bawah 5 Tahun Perkembangan bahasa sangat berhubungan erat dengan maturasi otak.Segera saat rangsangan auditori diterima. Hal ini disebabkan karena mielinisasi atau pembentukan selubung sistem saraf. Pada usia sekitar 2 bulan. Ini merupakan proses aktif pemilihan lambang dan formulasi pesan. Keseluruhan proses enkode ini terjadi di otak/pusat pembicara. tekanan. Diferensiasi otak fetus dimulai pada minggu ke-16 gestasi. auditori dan raba serta perwakilan linguistik. yaitu pemindahan atau penyampaian kode atau disebut kode bahasa. Korteks visual menjadi lebih aktif pada usia 3 bulan. Proses dekode dimulai dengan dekode fonologi berupa penerimaan unit suara melalui telinga. Girus angular dan supramarginal membantu proses integrasi informasi visual. Pengalaman dan interaksi bayi akan membantu anak mengatur kerangka kerja otak. Signal kemudian melewati korteks motorik yang mengaktifkan otot-otot respirasi.

Perkembangan Semantik Karena faktor lingkungan sangat berperan dalam perkembangan semantik. Maturasi jalur asosiasi auditorik seperti fasikulus arkuatum yang menghubungkan area auditori dan area motor korteks tidak tercapai sampai awal tahun kedua kehidupan sehingga menjadi keterbatasan dalam intonasi bunyi dan bicara. Perkembangan bahasa anak dapat dilihat juga dari pemerolehan bahasa menurut komponenkomponennya. Perkembangan bahasa bayi sebagai komunikasi prelinguistik. ini merupakan indikasi untuk evaluasi fisik dan audiologi. anak mulai bisa berbicara memakai kata-kata yang tersimpan dalam memorinya. Berkembangnya kemampuan kognitif. Tahap perkembangan bahasa di atas hampir sama dengan pembagian menurut Bzoch yang membagi perkembangan bahasa anak dari lahir sampai usia 3 tahun dalam empat stadium. orang. bentuk dan pemakaian bahasa dalam percakapannya. Anak mulai berpikir konseptual. Klinisi harus menentukan apakah bayi mengamati atau bereaksi terhadap suara. 3. kemampuan kognitif bayi juga belum berkembang. orang dan peristiwa serta dapat menyelesaikan masalah fisik Anak terus mengembangkan pemakaian bentuk fonem dewasa. tempat. Arti kata-kata pertama mereka dapat merujuk ke benda. Meskipun bayi belum mengerti dan belum bisa mengungkapkan bentuk bahasa konvensional. Perkembangan komprehensif dan produksi kata-kata berlangsung cepat pada sekitar 18 bulan. mengkategorikan benda. Komunikasi lebih bersifat reflektif daripada terencana. Anak dengan mobilitas yang mulai meningkat memiliki akses ke jaringan sosial yang lebih luas dan perkembangan kognitif menjadi semakin dalam. Reduplikasi babbling menandakan maturasi bagian wajah dan area laring pada korteks motor. 4. Salah satu perkembangan bahasa utama milestone adalah pengucapan kata-kata pertama yang terjadi pada akhir tahun pertama. Leksikal dan pemerolehan konsep berkembang pesat pada masa pra sekolah. Periode lahir sampai akhir tahun pertama. 0-3 bulan. Dari percakapan bayi menjadi registrasi anak pra sekolah yang menyerupai orang dewasa. maka pada umur 6-9 bulan anak telah mengenal orang atau benda yang berada di sekitarnya. anak mulai belajar mengkonsolidasikan isi. bentuk dan pemakaian bahasa. dan dimulainya produksi kalimat.sepenuhnya matur sampai periode akhir usia pra sekolah.31. Kata-kata pertama : transisi ke bahasa anak. Periode ini disebut prelinguistik. 3-9 bulan. dan kejadian-kejadian di seputar lingkungan awal anak. Anak mulai bisa menggabungkan kata benda dengan kata kerja yang kemudian menghasilkan sintaks. Terjadi pergeseran dari pemakaian kalimat satu kata menjadi bentuk kata benda dan kata kerja.32 Pengaruh hormon estrogen pada maturasi otak akan mempengaruhi kecepatan perkembangan bunyi dan bicara pada anak perempuan. adanya kontrol dan interpretasi emosional di periode ini akan memberi arti pada kata-kata pertama anak. 2. berlanjut sampai satu setengah tahun saat pertumbuhan kosa kata berlangsung cepat. Pada neonatus. C. juga tanda dimulainya pembetukan kalimat awal. 9-18 bulan. Terdapat indikasi bahwa anak dengan kosa kata lebih banyak . Selanjutnya intervensi direncanakan untuk membangun lingkungan yang menyediakan banyak kesempatan untuk mengamati dan bereaksi terhadap suara. Bentuk kata-kata pertama menjadi banyak. Perkembangan kosa kata yang cepat-Pembentukan kalimat awal. Bila tidak. Bayi baru lahir belum bisa menggabungkan elemen bahasa baik isi. 1. vokalisasi dikontrol oleh batang otak dan pons. Melalui interaksinya dengan orang dewasa. 18-36 bulan. mereka mengamati dan memproduksi suara dengan cara yang unik. Selain belum berkembangnya bentuk bahasa konvensional. Dengan semakin berkembangnya kognisi dan pengalaman afektif.

Kedua proses ini merupakan dua proses yang berlainan. seorang anak belajar untuk menjadi “angota masyarakat”. Hasilnya menekankan bahwa jadwal kemunculan bunyi adalah jadwal biologis dan bukan kronologis. keinginan. Beberapa peneitian tentang pemerolehan bahasa anak sudah banayak dilakukan. Kontempasi ini menjadi syarat untuk terjadinya proses performasi yang terdiri dari dua buah proses yakni proses pemahaman dan proses penerbitran atau proses menghasilkan kalimat-kalimat. Terjadi strategi pemetaan yang cepat di usia ini sehingga anak dapat menghubungkan suatu kata dengan rujukannya. Salah satu golongan kosakata yang dikuasai oleh anak adalah golongan kelas kata nomina terutama yang akrab dengan tempat tinggalnya. Sebelum mampu memahami tuturan lawan bicaranya secara sempurna. Menurutna mugkin saja seorang anak mampu mengucapkan bunyi /r/ jauh lebih awal dari umur 49 bulan seperti yang dinyatakan oleh Jacobson. Namun terkadang walaupun mereka sudah memahami sebuah kosakata ketika mereka mengucapkannya kata yang mereka ucapkan mengalami pergeseran sehingga tidak sesuai dengan acuan(referentnya). Setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda dalam memahami suatu tuturan tergantung perkembangan psikologis anak. Pemetaan yang cepat adalah langkah awal dalam proses pemerolehan leksikal. 2005:161). Proses pemahaman melibatkan kemampuan atau kepandaian mengamati atau keampuan mempersepsi kalimat-kalimat yang didengar . Pemerolehan bahasa atau akuisisi adalah proses yang berlangsung di dalam otak seorang kanak-kanak ketika dia memperoleh bahasa pertamanya atau bahasa ibunya( Abdul Chaer. Penelitian yang dilakukannya bersifat longitudinal(dari satu waktu ke waktu yang lain/berkelanjutan). Kedua jenis proses proses kompetensi ini apabila telah dikuasai kanak-kanak akan menjadi kemampuan linguistik kanak-kanak itu. Salah satu bidang bidang pemerolehan bahasa pada anak menyangkut bidang semantis. Bidang semantik meliputi kemampuan anak dalam memahami ujaran lawan bicaranya. Setiap anak mengalami perkembangan bahasa yang berbeda-beda. pendirian dan sebagainya. sejak usia satu tahun seorang anak mulai . seperti kemampuan memahami kata yang di ucapkan oleh lawan bicaranya. Melaui bahasa. Sedangkan penerbitan melibatkan kemampuan mengeluarkan atau meneritkan kalimatkalimat sendiri. Proses pemerolehan bahasa inilah yang menentukan kemampuan setiap individu dalam menguasai bahasa pertamanya. Jadi kemampuan linguistik terdiri dari kemampuan memahami dan kemampuan melahirkan atau menerbitkan kalimat-kalimat baru. beliau melakukan penelitian terhadap cucunya yang bernama Echa. Ada dua proses yang terjadi ketika seorang kanak-kanak sedang memperoleh bahasa pertamanya yaitu proses kompetensi dan proses performansi. Diperkirakan terjadi penambahan 5 kata perhari di usia 18 bulan sampai 6 tahun. Selain itu menurut beliau bahwa dari mulai usia dua tahun seorang anak sudah mampu memahami beberapa kosa kata yang di ucapkan lawan bicaranya. Hal tersebut terjadi karena organ-organ bicara yang dimiliki setiap anak sudah mulai berkembang dan terprogram untuk memperoleh bahasa. dalam bentukbentuk bahasa yang dianggap wajar oleh anggota-angota masyarakat di mana anak itu tinggal.Pemahaman kata bertambah tanpa pengajaran langsung orang dewasa. Selanjutnya secara bertahap anak akan mengartikan lagi informasi-informasi baru yang diterima. Proses pemerolehan bahasa merupakan bagian yang penting dalam perkembangan kemampuan bahasa setiap individu. Kompetensi adalah proses penguasaan tata bahasa yang berlangsung secara tidak disadari. diantaranya oleh Soejono Dardjowidjojo. Bahasa pertama(B1) menjadi salah satu sarana untuk mengungkapkan perasaan. Namun pada dasarnya setiap anak yang normal mulai berbicara antara umur dua puluh sampai dua puluh delapan bulan.akan lebih popular di kalangan teman-temannya.

dengan apa. Namun sebaliknya ada juga kecendurungan. keterpahaman itu ditunjukkan ketika suatu saat ditanyakan kembali si anak mengucapkan kata sapatu. Definisi kata benda anak usia pra sekolah meliputi properti fisik seperti bentuk. Padahal si anak sudah mengetahui bahwa benda yang ditunjukan adalah sapatu. tapi biasanya mereka belum memahami pertanyaan bagaimana dan mengapa atau menjelaskan proses. domba. dsb. kebutuhan untuk mengorganisasikan kosa kata akan lebih meningkat. karena dapat saja ia memberi arti yang lain pada kalimat-kalimat yang diucapkanya itu.belajar memahami tuturan lawan biaranya dalam bentuk yang sederhana. kapan. Anak pra sekolah dapat menjelaskan siapa. apa. untuk siapa. di mana. properti pemakaian dan lokasi. Contohnya ketika peneliti menunjukan sebuah benda yang disebut sepatu. dan beberapa jaringan semantik atau antar relasi akan terbentuk BAB III HASIL PENELITIAN . walaupun seorang anak sudah memahami tentang arti suatu kata tetapi ia mengucapkan kosa kata tersebut menjadi berbeda atau tidak sesuai dengan kosakata yang sebenarnya. properti fungsi. Apabila seorang anak menggunakan ujaran-ujaran yang bentuk-bentuknya benar bukan. Dalam hal ini terjadi penyimpanagan tuturan karena kosakata yang di ucapkan tidak sesuai dengan dengan referentnya(acuannya). Definisi kata kerja anak pra sekolah juga berbeda dari kata kerja orang dewasa atau anak yang lebih besar. anak tersebut tidak mengucapkan sapatu(sepatu) tetapi dia mengucapkan kata sopato. baju. untuk apa. ukuran dan warna. bapa. Begitu kosa kata berkembang. Anak akan mengembangkan kosa katanya melalui cerita yang dibacakan orang tuanya. Biasanya mereka mulai memahami kosakata yang diujarkan lawan bicaranya yang berkategori nomina seperti kata mamah. ini belum berarti ia telah menguasai bahasa pertamanya itu.

kapan. ukuran . Definisi kata benda anak usia ini meliputi properti fisik seperti bentuk.benda) berdasarkan bunyi yang dikeluarkan “bem-bem” => menyatakan motor/mobil(berdasarkan bunyi yang dikeluarkan) “yang melah mau Oty” => ( Oky mau yang merah) menyatakan kata benda(celananya) berdasarkan warna . 2) Bagian struktur bahasa yang berhubungan dengan makna ungkapan atau struktur makna suatu wicara.OLEH : SURYA HADIDI NIM : 208311125 KELAS: B EKSTENSI BIODATA ANAK : NAMA : ADI SYAHPUTRA GINTING JENIS KELAMIN : LAKI-LAKI TT.warna dan bunyi. di mana. Anak pra sekolah dapat menjelaskan siapa. “guguk” => menyatakan anjing(kt. untuk siapa. Semantik adalah 1) ilmu tentang kata dan kalimat. 29 OKTOBER 2005 UMUR : 17 BULAN (SATU TAHUN 5 BULAN) ANAK KE : TIGA DARI TIGA BERSAUDARA BIODATA ORANGTUA ANAK: NAMA AYAH : DARSIM ANTONI GINTING IBU : REHULINA BR SEMBIRING PENDIDIKAN TERAKHIR AYAH : S1 IBU : D3 PEKERJAAN ORANGTUA AYAH : GURU IBU : IBU RUMAH TANGGA ALAMAT : POKOK MANGGA. tapi biasanya mereka belum memahami pertanyaan bagaimana dan mengapa atau menjelaskan proses. untuk apa. Definisi kata kerja anak pra sekolah juga berbeda dari kata kerja orang dewasa atau anak yang lebih besar. pengetahuan mengenai seluk-beluk dan pergeseran arti kata. dengan apa. Semantik Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI 2007). PALES VII B. apa. MEDAN A. Dalam kajian semantik bahasa anak dibawah 5 tahun.LAHIR : MEDAN.

Analisi Berdasarkan Semantik 1. Mam = makan 2. 3. Wang Menurut penelitian saya terhadap seorang anak kata wang deri segi semantic berarti kata uang. Mam Dari bahasa inggris artinya adalah ibu. boya = Bola 16. 6. tetapi segi semantic kata mam artinya adalah makan apabila diucapkan oleh seorang anak apabila ia merasa lapar. Buyung = burung 7. Mimik Dari arti sebenarnya kata mimik ini adalah raut muka seseorang. Hal ini dapat dilihat dalam kutipan percakapan ”mak mam” ibunya langsung mengambilkan makan kepada anaknya. enjen = Jeni 8. Hal ini dapat dilihat dari kutipan percakapan “ pak seyatus “ ketika melihat uang seratus logam. pak wang seyibu ( meminta uang seribu kepada bapaknya)” bapaknya langsung mengasi uang seribu. Puyang = Pulang 14. tetapi Dari segi semantic kata mimik artinya adalah minum. 5. Hal ini dapat dilihat dari kutipan percakapan. Nana = Celana 10. Mimik = Minum 3. 2. cucu = Susu 11. Wang = uang 4. Joyok = jorok 15. Naik Kreta = Brum 9. apabila kata ini diucapkan seorang anak apabila dia haus. seyibu = seribu 5. Itan = Ikan 13. Bakco = Bakco 17. Sayatus = seratus 6. Hal ini dapat dilihat dalam kutipan percakapan “mak mimik” dan ibunya langsung mengambilkan minum kepada anaknya.B. Cing = Kucing C. Kerupuk = Keyupuk 12. Daftar Kosa Kata yang Diucapkan 1. pak wang seyibu ( meminta uang seribu kepada bapaknya)” bapaknya langsung mengasi uang seribu. Hal ini dapat dilihat dari kutipan percakapan “ pak. 4. Hal ini dapat dilihat dari kutipan percakapan “ pak. Buyung . Seyibu Dari segi semantik kata seyibu artinya adalah seribu apabila yang mengucapkan kata itu adalah seorang anak. Seyatus Dari segi semantik kata seyatus artinya adalah seratus apabila yang menyebutkannya adalah anak-anak yang baru bias bicara.

10. Hal ini dapat dilihat dari kutipan percakapan “ pak tu buyung “ sambil menunjuk burung yang terbang.Dari segi semantik kata buyung artinya adalah burung apabila yang menyebutkannya adalah anak-anak yang baru bias bicara. Nana Dari segi semantik kata nana artinya adalah celana apabila yang menyebutkannya adalah seorang anak yang baru bias bicara. 7. Hal ini dapat dilihat dari kutipan percakapan “ mimic cucu” yang artinya minum susus. Hal ini dapat dilihat dari kutipan percakapan “mak nana” sambil menunjuk celana dan ibunya mengambilkan celana. Cucu Dari segi semantik kata cucu artinya adalah susu apabila disebutka oleh anak-anak yang baru bias berbica bukan berarti cucu yang sebenarnya. 9. Hal ini dapat dilihat dari kutipan percakapan “pung pempuan datang” disebutakn oleh seorang anak yang situasinya ompung perempuannya datang. 12. Hal ini dapat dilihat dari kutipan percakapan “ pung pempuan datang” disebutakn oleh seorang anak yang situasinya ompung perempuannya datang.cing!” Ibu : (langsung membukakan celananya) . Cing Kata cing dari segi semantik adalah kencing. Hal ini dapat dilihat dari kutipan percakapan “ mak tangan iki joyok” dan langsung membersihkannya. 14. Pempuan Dari segi semantik kata pempuan artinya adalah perempuan apabila yang menyebutkannya adalah anakanak yang baru bias bicara. Joyok Dari segi semantik kata joyok adalah jorok yang apabila yang menyebutkannya adalah seorang anak. Bakco Dari segi semantik kata bakco artinya adalah bakso apabila yang menyebutkannya adalah anak-anak yang baru bisa berbicara. Hal ini dapat dilihat dari kutipan percakapan “pak olang mananya itu” anak itu bermaksud menyatakan orang. Hal ini dapat dilihat dari kutipan percakapan “ pak main boya” padahal maksunya adalah bermain bola. Boya Dari segi semantik kata boya artinya adalah bola apabila yang menyebutkannya itu adalah seorang anak. Olang Dari segi semantik kata olang berarti menyebutkan kata orang. 8. 11. Pung Dari segi semantik kata pung adalah ompung apabila yang menyebutkan kata itu adalah seorang anak. Hal ini dapat dilihat dari kutipan percakapan “ mak bli bakco sambil menunjuk bakso yang sebenarnya “ 13. 15. Ini hanya disebutkan oleh anak-anak yang baru bias bicara. hal ini dapat dilihat dalam percakapan berikut: Anak : “mak cing. Ini dapat terjadi karena anak yang saya teliti ketika ia ingin kencing selalau mengatakan cing.

Kesimpulan Dari hasil penelitian yang kami lakukan dapat kami simpulkan bahwa: 1. Dalam penelitian tersebut diperoleh gambaran bahwa pada usia tersebut ada beberapa fonem yang belum sempurna diucapkan yaitu Fonem /r/ digantikan dengan fonem /l/. 2. /ng/.BAB IV PENUTUP A. hal tersebut disebabkan bahwa pada usia tersebut organ-organ penghasil tuturan terutama lidah belum sepenuhnya lentur. . 3. Dari segi semantik bahwa kata-kata yang diucapkan anak yang umur 4 tahun kebawah masih terdapat penyimpangan makna. Anak telah dapat memproduksi bentuk yang dekat bunyinya dengan bentuk orang dewasa dan dapat mengaitkan bentuk dengan makna meskipun kata-kata yang diucapkan masih belum sempurna. Dimana kata yang di ucapkan tidak sama dengan makna yang senenarnya.

Jaya Atma Unika.html http://id.com/ajaran-pembelajaran/pembelajaran-bahasa-indonesia/ http://aiman-khairul.html Dardjowidjojo.com/2010/03/pada-dasarnya-seluruh-manusia-belajar. Bandung: Citapustaka Media Perintis http://endonesa.com/2009/06/tahap pemerolehan bahasa.wikipedia. Pemerolehan dan Pembelajaran bahasa. Syahnan.Jakarta:Yayasan Obor Indonesia http://mbahbrata-edu.2003. Soejono.blogspot.org/wiki/Pemerolehan_bahasa . 2010.blogspot.wordpress.DAFTAR PUSTAKA Daulay.Psikolinguistik.

Lundsteen membagi perkembangan bahasa dalam 3 tahap : 1. Komunikasi lebih bersifat reflektif daripada terencana. Tahap perkembangan bahasa di atas hampir sama dengan pembagian menurut Bzoch yang membagi perkembangan bahasa anak dari lahir sampai usia 3 tahun dalam empat stadium.12 bulan-2 tahun. meleter. Tahap protolinguitik . Berbahasa itu sendiri merupakan proses kompleks yang tidak terjadi begitu saja. Bagaimana manusia bisa menggunakan bahasa sebagai cara berkomunikasi selalu menjadi pertanyaan yang menarik untuk dibahas sehingga memunculkan banyak teori tentang pemerolehan bahasa. 2. Lebih rumit dan luas mengingat ada lebih dari seribu bahasa yang ada di seluruh dunia. Selain belum berkembangnya bentuk bahasa konvensional. gestural atau pantomim. bunyinya di dalam (meruku) dan berasal dari tenggorok. anak sudah mengerti dan menunjukkan alat-alat tubuh. Perkembangan bahasa bayi sebagai komunikasi prelinguistik. Selain itu bahasa dapat juga diekspresikan melalui tulisan. ba.0-3 bulan. .. Bahasa adalah bentuk aturan atau sIstem lambang yang digunakan anak dalam berkomunikasi dan beradaptasi dengan lingkungannya yang dilakukan untuk bertukar gagasan. Ia mulai berbicara beberapa patah kata (kosa katanya dapat mencapai 200-300). 3. bacaan dan tanda atau simbol. ini merupakan indikasi untuk evaluasi fisik dan audiologi. Gestikulasi adalah ekspresi gerakan tangan dan lengan untuk menekankan makna wicara. Tahap linguistik . Selanjutnya intervensi direncanakan . Periode ini disebut prelinguistik. Klinisi harus menentukan apakah bayi mengamati atau bereaksi terhadap suara. pikiran dan emosi. pada tahap ini ia mulai belajar tata bahasa dan perkembangan kosa katanya mencapai 3000 buah. kemampuan kognitif bayi juga belum berkembang. da. Bahasa bisa diekspresikan melalui bicara mengacu pada simbol verbal. misalnya ma. Bila tidak. mereka mengamati dan memproduksi suara dengan cara yang unik. Bayi baru lahir belum bisa menggabungkan elemen bahasa baik isi. Meskipun bayi belum mengerti dan belum bisa mengungkapkan bentuk bahasa konvensional. bentuk dan pemakaian bahasa.2-6 tahun atau lebih. Manusia berkomunikasi lewat bahasa memerlukan proses yang berkembang dalam tahap-tahap usianya. Periode lahir sampai akhir tahun pertama.3-12 bulan. 1. Komunikasi tersebut terjadi baik secara verbal maupun non verbal yaitu dengan tulisan. Tahap pralinguistik . Bahasa juga dapat mencakup aspek komunikasi nonverbal seperti gestikulasi. 0-3 bulan.Dr Widodo Judarwanto SpA CHILDREN ALLERGY CLINIC PICKY EATERS CLINIC (Klinik kesulitan makan) Manusia berinteraksi satu dengan yang lain melalui komunikasi dalam bentuk bahasa. tanda gestural dan musik. banyak memakai bibir dan langit-langit. Pantomim adalah sebuah cara komunikasi yang mengubah komunikasi verbal dengan aksi yang mencakup beberapa gestural (ekspresi gerakan yang menggunakan setiap bagian tubuh) dengan makna yang berbeda beda.

Ini disebut senyum sosial. orang. dan dimulainya produksi kalimat. bayi dan benda-benda. Perkembangan Pragmatik Perkembangan komunikasi anak sesungguhnya sudah dimulai sejak dini. Salah satu perkembangan bahasa utama milestone adalah pengucapan kata-kata pertama yang terjadi pada akhir tahun pertama. anak mulai bisa berbicara memakai kata-kata yang tersimpan dalam memorinya. mempelajari bentuk ekspresi wajah. 2. tatapan mata. orang dan peristiwa serta dapat menyelesaikan masalah fisik Anak terus mengembangkan pemakaian bentuk fonem dewasa Perkembangan bahasa anak dapat dilihat juga dari pemerolehan bahasa menurut komponen-komponennya. Dari percakapan bayi menjadi registrasi anak pra sekolah yang menyerupai orang dewasa. Kata – kata pertama : transisi ke bahasa anak. pertama-tama dari tangisannya bila bayi merasa tidak nyaman. Terjadi pergeseran dari pemakaian kalimat satu kata menjadi bentuk kata benda dan kata kerja. Perkembangan kosa kata yang cepat-Pembentukan kalimat awal. Anak mulai bisa menggabungkan kata benda dengan kata kerja yang kemudian menghasilkan sintaks. Usia 5 bulan bayi mulai meniru gerak gerik orang.untuk membangun lingkungan yang menyediakan banyak kesempatan untuk mengamati dan bereaksi terhadap suara. 30 Usia 3 minggu bayi tersenyum saat ada rangsangan dari luar. Arti katakata pertama mereka dapat merujuk ke benda. Bentuk kata-kata pertama menjadi banyak. Berkembangnya kemampuan kognitif. suara dan gelitikan. Dengan semakin berkembangnya kognisi dan pengalaman afektif. Gerak-gerik ini akan berkembang disertai . mengkategorikan benda. 3-9 bulan. Pada usia 6 bulan bayi mulai tertarik dengan benda-benda sehinga komunikasi menjadi komunikasi ibu. bentuk dan pemakaian bahasa dalam percakapannya. misalnya wajah seseorang. tempat. Anak mulai berpikir konseptual. Perkembangan komprehensif dan produksi kata-kata berlangsung cepat pada sekitar 18 bulan. 9-18 bulan. Anak dengan mobilitas yang mulai meningkat memiliki akses ke jaringan sosial yang lebih luas dan perkembangan kognitif menjadi semakin dalam. Usia 12 minggu mulai dengan pola dialog sederhana berupa suara balasan bila ibunya memberi tanggapan Usia 2 bulan bayi mulai menanggapi ajakan komunikasi ibunya. Melalui interaksinya dengan orang dewasa. anak mulai belajar mengkonsolidasikan isi. Usia 7-12 bulan anak menunjuk sesuatu untuk menyatakan keinginannya. misalnya karena lapar. 3. Dari sini bayi akan belajar bahwa ia akan mendapat perhatian ibunya atau orang lain saat ia menangis sehingga kemudian bayi akan menangis bila meminta orang dewasa melakukan sesuatu buatnya. adanya kontrol dan interpretasi emosional di periode ini akan memberi arti pada kata-kata pertama anak. 1836 bulan. 4. juga tanda dimulainya pembetukan kalimat awal. popok basah. dan kejadian-kejadian di seputar lingkungan awal anak. berlanjut sampai satu setengah tahun saat pertumbuhan kosa kata berlangsung cepat.

Terjadi strategi pemetaan yang cepat di usia ini sehingga anak dapat menghubungkan suatu kata dengan rujukannya. tapi biasanya mereka belum memahami pertanyaan bagaimana dan mengapa atau menjelaskan proses. 2 Perkembangan Semantik Karena faktor lingkungan sangat berperan dalam perkembangan semantik.dengan bunyi-bunyi tertentu yang mulai konsisten. Pemetaan yang cepat adalah langkah awal dalam proses pemerolehan leksikal. berbeda dengan masa “kalimat satu kata” sebelumnya yang disebut masa holofrastis. properti fungsi.5 sampai 6 tahun.2 Pemahaman kata bertambah tanpa pengajaran langsung orang dewasa. dengan apa. Hampir 50 persen anak 5 tahun dapat mempertahankan topik melalui 12 kali giliran. bereaksi terhadap pasangan bicaranya dan masuk dalam dialog singkat. Ini berlangsung sepanjang usia pra sekolah. Ibu memegang kontrol dalam membangun dan mempertahankan dialog yang benar. Usia 2 tahun anak kemudian memasuki tahap sintaksis dengan mampu merangkai kalimat 2 kata. Anak pra sekolah dapat menjelaskan siapa. di mana. Perkembangan Sintaksis Susunan sintaksis paling awal terlihat pada usia kira-kira 18 bulan walaupun pada beberapa anak terlihat pada usia 1 tahun bahkan lebih dari 2 tahun.2 Sebagian besar pasangan berkomunikasi anak adalah orang dewasa. kapan. suara. Definisi kata kerja anak pra sekolah juga berbeda dari kata kerja orang dewasa atau anak yang lebih besar. kata-kata tak bermakna. Anak akan mengembangkan kosa katanya melalui cerita yang dibacakan orang tuanya. anak mulai mampu mempertahankan topik yang selanjutnya mulai membuat topik baru. Awalnya berupa kalimat dua kata. Saat anak mulai membangun jaringan sosial melibatkan orang di luar keluarga. kebutuhan untuk mengorganisasikan kosa kata akan lebih meningkat. Begitu kosa kata berkembang. Anak mulai memperkenalkan atau merubah topik dan mulai belajar memelihara alur percakapan dan menangkap persepsi pendengar.. Ucapan yang ditujukan pada pasangan bicara menjadi jelas. untuk apa. properti pemakaian dan lokasi. apa. Diperkirakan terjadi penambahan 5 kata perhari di usia 1. 30 Sekitar 36 bulan. 2. maka pada umur 6-9 bulan anak telah mengenal orang atau benda yang berada di sekitarnya. tersusun baik dan teradaptasi baik untuk pendengar. mereka akan memodifikasi pemahaman diri dan bayangan diri dan menjadi lebih sadar akan standar sosial. Hanya mempertimbangkan arti kata semata-mata tidaklah mungkin kita . fantasi verbal dan ekspresi perasaan. percakapan sendiri dengan kemauan untuk melibatkan orang lain. peran gerak-gerik lebih menonjol dengan penggunaan satu suku kata. dan beberapa jaringan semantik atau antar relasi akan terbentuk. Terdapat indikasi bahwa anak dengan kosa kata lebih banyak akan lebih popular di kalangan teman-temannya. ukuran dan warna. Pada masa ini sampai sekitar 18 bulan. untuk siapa. Perilaku ibu yang fasilitatif akan membantu anaknya dalam memperkenalkan topik baru. biasanya orang tua. Monolog kaya akan lagu. Lingkungan linguistik memiliki pengaruh bermakna pada proses belajar berbahasa. 30 Kalimat satu kata bisa ditafsirkn dengan mempertimbangkan konteks penggunaannya. Lewat umur 3 tahun anak mulai berdialog lebih lama sampai beberapa kali giliran. Lewat umur ini. terjadi peningkatan dalam keaktifan berbicara dan anak memperoleh kesadaran sosial dalam percakapan. Rangkaian dua kata. Selanjutnya secara bertahap anak akan mengartikan lagi informasi-informasi baru yang diterima.30 Anak berada pada fase mono dialog. 2 Definisi kata benda anak usia pra sekolah meliputi properti fisik seperti bentuk. Leksikal dan pemerolehan konsep berkembang pesat pada masa pra sekolah.

menangkap makna dari kalimat satu kata tersebut. Selama usia pra sekolah. anak tidak hanya menerima inventaris fonetik dan sistem fonologi tapi juga mengembangkan kemampuan menentukan bunyi mana yang dipakai untuk membedakan makna. 2. 3 tahun. mean length of utterance (MLU) adalah alat prediksi kompleksitas bahasa pada anak yang berbahasa Inggris. Proses lainnya berkaitan dengan asimilasi dan substitusi sampai pada persepsi dan produksi suara. . sampai usia 1 tahun 2. Sebagian besar konstruksi morfologi anak akan tergantung pada kemampuannya menerima dan memproduksi unit fonologi. yang diukur dalam morfem.” kapan”. 1-1.5 tahun 3. Pemakaian kalimat kompleks dimulai setelah anak menguasai kalimat empat kata sekitar 4 tahun. Kalimat satu kata. Konstruksi sederhana dan kompleks. Panjang rata-rata ucapan.2 Perkembangan bahasa ekspresif dan reseptif Myklebust membagi tahap perkembangan bahasa berdasarkan komponen ekspresif dan reseptif sebagai berikut 34: 1. Bahkan dalam babbling. rangkaian kata tersebut berada pada jalinan intonasi. Lahir – 9 bulan : anak mulai mendengar dan mengerti.30 Peralihan dari kalimat satu kata menjadi kalimat yang merupakan rangkaian kata terjadi secara bertahap. 1. Tahap perkembangan sintaksis secara singkat terbagi dalam : 1.30 Perkembangan Fonologi Perkembangan fonologi melalui proses yang panjang dari dekode bahasa.5-2 tahun 4. Kalimat rangkaian kata. Jika kalimat dua kata memberi makna lebih dari satu maka anak membedakannya dengan menggunakan pola intonasi yang berbeda Perkembangan pemerolehan sintaksis meningkat pesat pada waktu anak menjalani usia 2 tahun. kemudian berkembanglah pengertian konseptual yang sebagian besar nonverbal.2. 2 Pemerolehan fonologi berkaitan dengan proses konstruksi suku kata yang terdiri dari gabungan vokal dan konsonan. Pada waktu kalimat pertama terbentuk yaitu penggabugan dua kata menjadi kalimat. Penguasaan morfem mulai terjadi saat anak mulai merangkai kata sekitar usia 2 tahun. Masa pra-lingual. MLU sangat erat berhubungan dengan usia dan merupakan prediktor yang baik untuk perkembangan bahasa. Beberapa sumber yang membahas tentang morfem dalam kaitannya dengan morfologi semuanya merupakan bahasa Inggris yang sangat berbeda dengan bahasa Indonesia. Lewat usia 3 tahun anak mulai menanyakan hal-hal yang abstrak dengan kata tanya “mengapa”. 9 Perkembangan Morfologi Periode perkembangan ditandai dengan peningkatan panjang ucapan rata-rata.2 morfem per tahun. Dari usia 18 bulan sampai 5 tahun MLU meningkat kira-kira 1. anak menggunakan konsonan-vokal (KV) atau konsonan-vokal-konsonan (KVK). yang mencapai puncaknya pada akhir usia 2 tahun.

3. . Pada saat masuk sekolah ia belajar membandingkan bentuk tulisan dan bunyi perkataan. Sampai 12 bulan : anak berbahasa reseptif auditorik. misalnya. 5. dada. muh. kemudian menjadi mama. papa. Umur 6 tahun dan seterusnya : anak berbahasa ekspresif visual (mengeja dan menulis). 4. Umur 6 tahun dan seterusnya : anak berbahasa reseptif visual (membaca). belajar mengerti apa yang dikatakan. pada umur 9 bulan belajar meniru kata-kata spesifik. Pada masa ini terjadi perkembangan bicara dan penguasaan pasif kosa kata sekitar 3000 buah.2. Sampai 7 tahun : anak berbahasa ekspresif auditorik termasuk persepsi auditorik kata-kata dan menirukan suara.

dan menarik kesimpulan. 1984 dalam Rice. seperti DeBrun (dalam Rice. tulisan. Oleh karena itu penggunaan bahasa menjadi efektif sejak seorang individu memerlukan berkomunikasi dengan orang lain. menyusun pendapat. Sejalan dengan perkembangan hubungan sosial. menyusun kalimat sederhana dan seterusnya melakukan sosialisasi dengan menggunakan bahasa yang kompleks sesuai dengan tingkat perilaku sosial. sejak itu pula bahasa diperlukan. dan mimik muka. Dan kata “remaja” berasal dari bahasa latin yaitu adolescere yang berarti to grow atau to grow maturity (Golinko. Dalam pengertian ini. yaitu: (1) perkembangan fisik. lukisan. tercakup semua cara untuk berkomunikasi. Pengertian Perkembangan Bahasa Remaja Perkembangan adalah perubahan yang terjadi pada rentang kehidupan (Papalia & Olds. di mana pikiran dan perasaan dinyatakan dalam bentuk lambang atau symbol untuk mengungkapkan sesuatu pengertian. Sejak seorang bayi mulai berkomunikasi dengan orang lain. Papalia dan Olds (2001) tidak memberikan pengertian remaja (adolescence) secara eksplisit melainkan secara implisit melalui pengertian masa remaja (adolescence). Perubahan itu dapat terjadi secara kuantitatif. dua suku kata. Ada tiga aspek perkembangan yang dikemukakan Papalia dan Olds (2001). Bahasa sangat erat kaitannya dengan perkembangan pikir individu. Bahasa merupakan faktor hakiki yang membedakan manusia dengan hewan. bilangan. Banyak tokoh yang memberikan definisi tentang remaja. isyarat. Bahasa juga merupakan kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain.A. Bahasa merupakan alat bergaul. . seperti dengan menggunakan lisan. misalnya perubahan cara berpikir secara konkret menjadi abstrak (Papalia dan Olds. 2001). maka perkembangan bahasa seorang (anak bayi) dimulai dengan meraba (suara atau bunyi tanpa arti) dan diikuti dengan bahasa atau suku kata. Sedangkan yang dimaksud dengan bahasa adalah alat komunikasi yang digunakan oleh seorang dalam pergaulannya atau hubungannya dengan orang lain. Perkembangan pikiran individu tampak dalam perkembangan bahasanya yaitu kemampuan memebentuk pengertian. 2001). 1990). 1990) mendefinisikan remaja sebagai periode pertumbuhan antara masa kanak-kanak dengan masa dewasa. (2) perkembangan kognitif. Perkembangan dalam kehidupan manusia terjadi pada aspek-aspek yang berbeda. misalnya pertambahan tinggi atau berat tubuh dan kualitatif. dan (3) perkembangan kepribadian dan sosial.

2001). meniru dan mengulang hasil yang telah didapatkan merupakan cara belajar bahasa awal. Sedangkan bagian dari masa dewasa antara lain proses kematangan semua organ tubuh termasuk fungsi reproduksi dan kematangan kognitif yang ditandai dengan mampu berpikir secara abstrak (Hurlock. „mm mmm‟. 1990. maka bahasa mulai berkembang dari tingkat yang sangat sederhana menuju ke bahasa yang kompleks.Menurut Adams & Gullota (dalam Aaro. karena bahasa pada dasarnya merupakan hasil belajar dari lingkungan. Anak (bayi) belajar bahasa seperti halnya belajar hal yang lain. ibunya tersenyum mengulang menirukan dengan memperjelas dan memberi arti suara itu menjadi „maem-maem‟. Masa remaja awal dan akhir dibedakan oleh Hurlock karena pada masa remaja akhir individu telah mencapai transisi perkembangan yang lebih mendekati masa dewasa. Papalia & Olds (2001) berpendapat bahwa masa remaja merupakan masa antara kanakkanak dan dewasa. Bagian dari masa kanak-kanak itu antara lain proses pertumbuhan biologis misalnya tinggi badan masih terus bertambah. Perkembangan bahasa terkait dengan perkembangan kognitif yang berarti faktor intelek/kognisi sangat berpengaruh terhadap perkembangan kemampuan berbahasa. Belajar bahasa yang sebenarnya baru dilakukan oleh anak berusia enam sampai tujuh tahun. 1997). bahasa yang digunakannya juga sangat sederhana. Semakin bayi itu tumbuh dan berkembang serta mulai mampu memahami lingkungan. Perkembangan bahasa dipengaruhi oleh lingkungan. disaat anak mulai bersekolah. masa remaja meliputi usia antara 11 hingga 20 tahun. Bayi yang tingkat intelektualnya belum berkembang dan masih sangat sederhana. Bayi belajar menambah kata-kata dengan meniru bunyi-bunyi yang didengarnya. Sedangkan Hurlock (1990) membagi masa remaja menjadi masa remaja awal (13 hingga 16 atau 17 tahun) dan masa remaja akhir (16 atau 17 tahun hingga 18 tahun). Sedangkan Anna Freud (dalam Hurlock. 1990) berpendapat bahwa pada masa remaja terjadi proses perkembangan meliputi perubahan-perubahan yang berhubungan dengan perkembangan psikoseksual. Bayi bersuara. Papalia & Olds. dimana pembentukan cita-cita merupakan proses pembentukan orientasi masa depan. Manusia dewasa (terutama ibunya) disekelilingnya membetulkan dan memperjelas. Jadi perkembangan bahasa adalah meningkatnya kemampuan penguasaan alat . 1990). dan juga terjadi perubahan dalam hubungan dengan orangtua dan cita-cita mereka. Transisi perkembangan pada masa remaja berarti sebagian perkembangan masa kanakkanak masih dialami namun sebagian kematangan masa dewasa sudah dicapai (Hurlock.

Lingkungan remaja mencakup lingkungan keluarga. Bahasa prokem terutama secara khusus untuk kepentingan khusus pula. Masyarakat . Sebagaimana diketahui. anak (remaja) mengkutip proses belajar disekolah. termasuk perilaku berbahasa. Pola bahasa yang dimiliki adalah bahasa yang berkembang di dalam keluarga atau bahasa itu. dilembaga pendidikan diberikan rangsangan yang terarah sesuai dengan kaidah-kaedah yang benar.berkomunikasi. dan lingkungan sekolah. Pengaruh lingkungan yang berbeda antara keluarga masyarakat. Hal ini berarti pembentukan kepribadian yang dihasilkan dari pergaulan masyarakat sekitar akan memberi ciri khusus dalam perilaku bahasa. tetapi juga secara berencana merekayasa perkembangan sistem budaya. akan banyak menggunakan bahasa pasar. bahasa sembarangan. Hal ini ditunjukkan oleh pilihan dan penggunaan kosakata sesuai dengan tingkat sosial keluarganya. Bersamaan dengan kehidupannya di dalam masyarakat luas. akan menyebabkan perbedaan antara anak yang satu dengan yang lain. Pengaruh pergaulan di dalam masyarakat (teman sebaya) terkadang cukup menonjol. dengan istilah-istilah yang kasar. Proses pendidikan bukan memperluas dan memperdalam cakrawala ilmu pengetahuan semata. Mampu dan menguasai alat komunikasi di sini diartikan sebagai upaya seseorang untuk dapat memahami dan dipahami orang lain. sehingga bahasa anak (remaja) menjadi lebih diwarnai pola bahasa pergaulan yang berkembang di dalam kelompok sebaya. Karakteristik Perkembangan Bahasa Remaja Bahasa remaja adalah bahasa yang telah berkembang ia telah banyak belajar dari lingkungan. maupun menggunakan tandatanda dan isyarat. B. masyarakat dan khususnya pergaulan teman sebaya. dan sekolah dalam perkembangan bahasa. Keluarga dari masyarakat lapisan pendidikan rendah atau buta huruf. dan dengan demikian bahasa remaja terbentuk dari kondisi lingkungan. tertulis. bahasa kelompok yang bentuknya amat khusus. baik alat komunikasi dengan cara lisan. Dari kelompok itu berkembang bahasa sandi. seperti istilah baceman dikalangan pelajar yang dimaksudkan adalah bocoran soal ulangan atau tes. Perkembangan bahasa remaja dilengkapi dan diperkaya oleh lingkungan masyarakat di mana mereka tinggal.

dan dengan demikian kemampuan mereka dalam bahasa juga bervariasi sesuai dengan variasi kemampuan mereka berpikir. Dengan menggunakan struktur yang pendek. Oleh karena itu perkembangannya dipengaruhi oleh beberapa faktor. pengungkapan makna menjadi lebih cepat yang sering membuat pendengar yang bukan penutur asli bahasa Indonesia mengalami kesulitan untuk memahaminya. menggunakan istilah-istilah lebih selektif dan umumnya anak-anak remajanya juga berbahasa lebih baik. Berbahasa terkait erat dengan kondisi pergaulan. Dengan demikian remaja yang berasal dari lingkungan yang berbeda juga akan berbeda-beda pula kemampuan dan perkembangan bahasanya. dkk. lincah dan kreatif. sementara kata yang agak panjang akan diperpendek melalui proses morfologi atau menggantinya dengan kata yang lebih pendek seperti „permainan diganti dengan mainan. karena kekayaan lingkungan akan merupakan pendukung bagi perkembangan peristilahan yang sebagian besar dicapai dengan proses meniru. Kalimat-kalimat yang digunakan kebanyakan berstruktur kalimat tunggal. Akan tetapi seperti dalam bidang yang lain. Bentuk-bentuk elip juga banyak digunakan untuk membuat susunan kalimat menjadi lebih pendek sehingga seringkali dijumpai kalimat-kalimat yang tidak lengkap. Bahasa berkembang dipengaruhi oleh faktor lingkungan.terdidik yang pada umumnya memiliki status sosial lebih baik. Perkembangan bahasa anak terbentuk oleh lingkungan yang berbeda-beda. Berpikir dan berbahasa mempunyai korelasi tinggi anak dengan IQ tinggi akan berkemampuan bahasa yang tinggi. 1984) anak dilahirkan ke dunia telah memiliki kapasitas berbahasa. lihat dan mereka hayati dalam hidupnya sehari-hari. Faktor yang Mempengaruhi Menurut Chomsky (Woolfolk. Kita bisa mendengar bagaimana bahasa remaja ini dibuat begitu singkat tetapi sangat komunikatif. faktor lingkungan akan mengambil peranan yang cukup menonjol. singkat. Mereka belajar makna kata dan bahasa sesuai dengan apa yang mereka dengar. yaitu: . mempengaruhi perkembangan bahasa anak tersebut. Ragam bahasa remaja memiliki ciri khusus. pekerjaan diganti dengan kerjaan. C. Sebaran nilai IQ menggambarkan adanya perbedaan individual anak. Kata-kata yang digunakan cenderung pendek.

Rangsangan untuk dapat ditiru oleh anak-anak dari anggota keluarga yang berstatus sosial tinggi berbeda dengan keluarga yang berstatus sosial rendah. bertambahnya pengalaman. kelompok kerja.a. Ketepatan meniru. pegunungan dan daerah-daerah terpencil menunjukkan perbedaan. dan meningkatkan kebutuhan. akan mampu menyediakan situasi yang baik bagi perkembangan bahasa anak-anak dengan anggota keluarganya. Begitu pula perkembangan bahasa di daerah pantai. Umur anak Manusia bertambah umur akan semakin matang pertumbuhan fisiknya. gerakan dan mengenal tanda-tanda. b. Bahasa seseorang akan berkembang sejalan dengan pertambahan pengalaman dan kebutuhannya. Kecerdasan anak Untuk meniru bunyi atau suara. anak akan mampu menunjukkan cara berkomunikasi dengan baik. amat dipengaruhi oleh kerja pikir atau kecerdasan seseorang anak. Kemampuan intelektual atau tingkat berpikir. c. kerja otot-otot untuk melakukan gerakangerakan dan isyarat. memproduksi perbendaharaan kata-kata yang diingat. d. Perkembangan bahasa dilingkungan perkotaan akan berbeda dengan dilingkungan pedesaan. Lingkungan yang dimaksud termasuk lingkungan pergaulan dalam kelompok. d. Kondisi fisik . Dengan kata lain pendidikan keluarga berpengaruh terhadap perkembangan bahasa. dan kelompok sosial lainnya. dengan dibarengi oleh perkembangan tingkat intelektual. Pada masa remaja perkembangan biologis yang menunjang kemampuan berbahasa telah mencapai tingkat kesempurnaan. Faktor fisik dan ikut mempengaruhi sehubungan semakin sempurnanya pertumbuhan organ bicara. Hal ini akan tampak perbedaan perkembangan bahasa bagi anak yang hidup di dalam keluarga terdidik dan tidak terdidik. Kondisi lingkungan Lingkungan tempat anak tumbuh dan berkembang memberi andil untuk cukup besar dalam berbahasa. Pada dasarnya bahasa dipelajari dari lingkungan. seperti kelompok bermain. memerlukan kemampuan motorik yang baik. Status sosial ekonomi keluarga Keluarga yang berstatus sosial ekonomi baik. kemampuan menyusun kalimat dengan baik dan memahami atau menangkap maksud suatu pernyataan fisik lain.

Apabila hal ini terus akan berlangsung. pola pikir anak akan semakin pesat dan lebih modern. Sudah sekitar dua ratus bahasa daerah indonesia yang punah. seperti bisu. Remaja akan lebih bervariasi. bahkan sampai ada yang tidak mengerti arti dari bahasa baku tersebut. Seseorang yang cacat yang terganggu kemampuannya untuk berkomunikasi. cara berfikir. Begitu juga dengan bahasa daerah. tuli. Bahasa pada remaja sekarang sudah mulai bervariasi dan lebih sulit difahami. Permasalahan yang Muncul Semakin zaman berkembang. D. sampai berbicara/berbahasa. Menurut mereka bahasa indonesia yang baku tidak layak untuk digunakan. dan organ suara tidak sempurna akan mengganggu perkembangan alam berbahasa. Bahasa kehidupan sehari hari masyarakat indonesia sekarang sudah bergeser menjadi bahasa bahasa baru yang muncul.Kondisi fisik di sini kesehatan anak. . Remaja sudah tidak mau lagi berbahasa yang baik. Hampir tidak ada lagi bahasa baik atau bahasa indonesia baku yang dipergunakan remaja sehari hari. Mereka akan merasa aneh apabia mendengar bahasa baku. mulai dari berpakaian. gagap. Hal ini juga dikarenakan para remaja atau generasi penerus dari sebuah suku yang menggunakan bahasa daerah tersebut sudah melupakan dan juga bergeser kiblat ke arah bahasa asing yang disebut bahasa “gaul” tersebut. bukan tidak mungkin kalau bahasa indonesia yang baku juga akan punah seiring berkembangnya zaman dan enggannya remaja menggunakan bahasa yang baik. Remaja sekarang lebih sering menggunakan bahasa “gaul” untuk berbicara.

Pengembangan motorik kasar. 1. dan berjalan di papan titian dengan jarak 40 cm. Ø Menyebutkan bilangan 1-10. bujur sangkar. melengkung. Ø Membedakan beragam ukuran. Anak juga mulai dapat berteman dan ada keinginan untuk bergabung dengan kelompok. Aspek pengembangan kognitif Aspek pengembangan kognitif meliputi:       Ø Mengelompokkan. ide-ide anak mulai berkembang. Ø Membedakan permukaan 7 jenis benda melalui perabaan. Ø Memanjat dan bergelantungan/berayun. Pengembangan motorik halus. vertikal. Pada usia ini.Aspek-aspek perkembangan anak tk berdasarkan kurikulum 2004 antara lain: 1. Ø Senam dengan gerakan sendiri. Ø Membuat garis lurus. yang meliputi:        Ø Berjalan dengan berbagai variasi. yaitu gerakan yang dilakukan dengan menggunakan otot halus dan koordinasi mata serta jari-jari tangan yang meliputi:      Ø Mencontoh bentuk +. Manfaat Permainan anak sesuai perkembangan anak tk 1. Usia 4-5 tahun Anak usia 4-5 tahun sangat aktif dan energik. balon ditiup dll. bau. menangkap dan melempar bola dari jarak 3-4 meter. menuruni. Ø Naik-turun tangga tanpa berpegangan. Waktunya dihabiskan untuk bermain. Ø Menggambar bebas dengan menggunakan beragam media. Aspek pengembangan fisik Aspek perkembangan fisik ini meliputi: 1. . yaitu gerakan yang dilakukan dengan menggunakan otot besar. Ø Berlari dengan stabil. x. biji ditanam. memasangkan benda yang sama dan sejenis atau sesuai pasangannya. Ø Melipat kertas lebih dari satu lipatan. segitiga secara bertahap. 1. seperti berlari. Ø Membedakan rasa. Ø Menyebutkan 7 bentuk. Ø Menaiki. lingkaran. Ø Menendang. Ø Mencoba menceritakan apa yang terjadi jika warna dicampur.

Ø Berbicara lancar dengan kalimat sederhana. Ø Mengerti akibat jika melakukan kesalahan atau melanggar peraturan. Ø Berani ke sekolah tanpa diantar. Ø Sabar menunggu giliran. 1. Ø Menjawab dengan kalimat lengkap. Ø Dapat memimpin kelompok kecil.1. fungsi serta sifatnya. Ø Mengenal sifat-sifat Tuhan. Ø Membuat sebanyak-banyaknya kata dari suku kata awal yang disediakan. Aspek pengembangan bahasa Aspek pengembangan bahasa meliputi:          Ø Membedakan berbagai jenis suara. Ø Membedakan ciptaan Tuhan dengan buatan manusia. Ø Mengucapkan terimakasih setiap menerima sesuatu. Aspek pengembangan sosial emosional Aspek pengembangan sosial emosional meliputi:                Ø Mematuhi etika dan jadwal makan. Ø Dapat memilih kegiatan sendiri. 1. Ø Terbiasa menggunakan WC atau kamar mandi. Ø Terbiasa antri. . Ø Menyebutkan nama benda. Ø Mengerti dan melaksanakan 1-2 perintah. Aspek pengembangan moral dan nilai-nilai agama Aspek ini meliputi:         Ø Menyanyikan lagu keagamaan. Ø Bangga dengan hasil pekerjaannya. Ø Menjaga kerapian diri. Ø Berdoa sebelum dan sesudah melaksanakan kegiatan Ø Bersikap yang benar saat berdoa. Ø Bergaul dengan sopan. Ø Mengenal masing-masing bunyi huruf. Ø Mulai mengerti aturan main dalam suatu permainan. Ø Menjadi pendengar dan pembicara yang baik. Ø Bercerita tentang kejadian di sekitarnya. Ø Menyatakan dengan 6-10 kata. Ø Mengucapkan salam. Ø Menunjukkan ekspresi yang wajar sesuai perasaannya. Ø Mengembalikan alat/benda pada tempatnya semula. Ø Mengucapkan kata-kata santun.

bentuk-bentuk lain. bujur sangkar. Ø Menunjukkan rasa sayang dan cinta dengan membelai/merangkul. dikuasai dan penuh tantangan. b. Memainkan alat musik. Berjingkat dengan satu atau dua kaki. Berjalan di atas papan titian dengan membawa cangkir berisi air tampa tumpah Melompat dengan menggunakan satu dan dua kaki dengan alat/tanpa alat secara bervariasi. Membentuk dengan plastisin. Membentuk irama dengan bertepuk atau membunyikan benda-benda. mengangkat tumit dll. Untuk itulah perlu disediakan suatu lingkungan yang baik. Aspek pengembangan fisik. Lingkaran. Manfaat Permainan anak tk 1. yang kaya dengan stimulus untuk membantu mereka mengembangkan seluruh aspek dirinya. Aspek Pengembangan seni Aspek ini meliputi:     Mengekspresikan gerakan dengan irama yang bervariasi. Berlari: lurus. berjingkat. Memasukkan surat ke dalam amplop. Meloncat dari ketinggian 20-50 cm sambil menghadap ke arah tertentu. Berjalan lurus. a. B. Dunia sekitar mereka seakan mengundang mereka. Memasukkan benang ke dalam jarum Menggunting mengikuti bentuk Menganyam. benang woll dll. X. Mereka tiada hentinya bergerak dan berbuat sesuatu. berjingkat.  Ø Menolong teman apabila kesulitan. Aspek pengembangan fisik untuk motorik halus meliputi:         Mencontoh bentuk +. 6. Menjahit sederhana dengan menggunakan tali sepatu. . Aspek pengembangan fisik untuk motorik kasar meliputi:         Merayap dengan berbagai variasi. Usia 5-6 Tahun Anak usia 5-6 tahun adalah anak yang periang dan imajinatif. segi tiga. Menjiplak angka. menunggu untuk ditemukan. Merangkak dengan berbagai variasi. mengangkat tumit dll. Melukis dengan alat yang bervariasi.

cinta dengan membelai dan merangkul. Dapat melakukan ibadah. Menyebutkan semua jenis bentuk-bentuk. berapa. Mengelompokkan benda dengan berbagai cara. Menghargai teman. kata (latihan pendengaran) Mengukuti 2-5 perintah sekaligus. Mengenal lambang bilangan. Berbicara lancar dengan kalimat yang kompleks. Aspek pengembangan moral dan nilai-nilai agama Aspek ini meliputi:              Memnyayikan lagu keagamaan. 1. di mana. Menceritakan kembali isi cerita yang sudah diceritakan guru. Tidak memaksakan kehendak. Menguasai konsep bilangan. Memecahkan masalah dengan berdialog. Selalu mengucapkan terimakasih setiap menerima sesuatu. Memberikan keterangan tentang suatu hal. Memnyayangi semua ciptaan tuhan. Mengucapkan kata-kata santun. 1. mengapa. Aspek pengembangan kognitif Aspek ini meliputi:        Menyebut urutan bilangan 1-20. Mengucapkan salam. Menunjukkan rasa sayang. . Aspek pengembangan bahasa Aspek ini meliputi:         Menirukan 2-4 urutan angka. Menolong teman bila kesulitan. Menggunakan dan dapat menjawab pertanyaan apa. bagaimana dll. Mengenal perbedaan benda berdasarkan ukuran. Membedakan ciptaan tuhan dengan buatan manusia.1. ciri-ciri fisik benda dll. 1. Mengenal sebab akibat. Memberikan batasan beberapa kata/benda. Aspek pengembangan sosial emosional. Menunjukkan prilaku atas dasar keyakinan adanya tuhan. Selalu berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan dengan sikap berdoa yang benar.

1. Jenis Permainan Yang Sesuai Dengan Aspek-Aspek Pengembangan Anak Tk 1. Melukis dengan bahan bervariasi. Kegiatan bermain aktif. Penerimaan sosial dari kelompok teman bermain. Mengetahui hak dan kewajibannya. Kegiatan bermain jenis ini sangat dipengaruhi beberapa faktor yaitu:       Kesehatan Jenis kelamin. Sabar menunggu giliran. Bermain dengan kelompok. Bangga dengan hasil pekerjaannya. Macam-macam kegiatan bermain aktif:   Bermain bersama teman. Bertepuk tangan membentuk irama. . Dapat memimpin kelompok kecil. Permainan berdasarkan tinggi rendahnya keterlibatan anggota tubuh. 1.Aspek ini meliputi:                 Mematuhi etika dan jadwal makan. Mengerti aturan main dalam suatu permainan. Memainkan alat musik. Berani ke sekolah tanpa diantar. Terbiasa antri. Aspek pengembangan seni Aspek ini meliputi:     Menari sesuai dengan irama musik. Mengerti akibat jika melakukan kesalahan. Menjadi pendengar dan pembicara yang baik Mengembalikan alat atau benda ke tempat semula. Bermain bersama dan bergantian menggunakan alat permainan. Dapat memilih kegiatan sendiri. Terbiasa menggunakan wc atau kamar mandi. Alat permainan. Menunjukkan ekspresi yang wajar sesuai perasaannya. Tingkat kecerdasan anak. Lingkungan tempat. Menjaga kerapian diri.

7. Bermain alat manipulatif. Bermain untuk pengembangan kemampuan seni. Menonton film 1. Permainan berdasarkan kemampuan dan ketrampilan yang dikembangkan anak 1. . Macam-macam kegiatan bermain pasif:     Membaca Mendengarkan radio Mendengarkan musik. 5. 6. Belajar memusatkan perhatian terhadap apa yang dilihat. 4. Bermain air. 3. Bermain di luar. 4. Bermain konstruktif untuk pengembangan kemampuan kognitif dan ketrampilan motorik halus. Belajar mematuhi peraturan. Bermain drama sebagai latihan pengembangan berbahasa. Manfaat dari bermain pasif yaitu :         Sebagai sumber pengetahuan. Bermain untuk pengembangan kemampuan kognitif 2. Bermain pasir. 6. Penyaluran kebutuhan dan keinginan anak yang tidak mungkin diwujudkan dalam kehidupan nyata. Beberapa jenis hiburan dapat menghasilkan ilham untuk berkreasi. Bermain di perpustakaan. Bermain sebagai latihan koordinasi gerakan motorik (fisik). Bermain balok. Menambah perbendaharaan kata. Kegiatan bermain pasif. Bermain sebagai penumbuhan aspek morsl dan nilai-nilai kehidupan. Sudut rumah tangga. Melakukan identifikasi dengan contoh-contoh cerita. 2. Membantu anak menangani masalah emosional yang dialaminya. 3. Program Bermain Yang Sesuai Dengan Aspek-Aspek Pengembangan Anak Tk 1. 5.1.

Sekitar 3000-6000 bahasa yang digunakan oleh manusia sekarang adalah suatu contoh yang menonjol. Manusia mengakuisisi bahasa lewat interaksi sosial pada masa balita. tapi bahasa alami dapat juga berdasarkan visual daripada rangsangan pendengaran. Bahasa-bahasa berubah dan bervariasi setiap waktu. yang mengikutkan bahasa seperti Inggris. Bahasa lisan dan isyarat memiliki sebuah sistem fonologikal yang mengatur bagaimana suara atau simbol visual digunakan untuk membentuk urutan yang dikenal sebagai kata atau morfem. yang melingkupi Arab. sebagai contoh pada bahasa isyarat dan bahasa tulis. Spanyol. selain digunakan untuk berkomunikasi dan berbagi informasi. Shona dan ratusan . Bahasa tulis menggunakan simbol visual untuk menandakan suara dari bahasa lisan. Kajian ilmiah terhadap bahasa dalam semua indra disebut dengan linguistik. Bahasa diproses pada otak manusia dalam lokasi yang berbeda. ia juga memiliki fungsi sosial dan kultural. Rusia dan Hindi. Cantonese dan lainnya. sehingga menghasilkan sejumlah kemungkinan penyebutan yang tak terbatas dari sejumlah elemen yang terbatas. dan banyak ahli bahasa melihat struktur bahasa telah berkembang untuk melayani fungsi komunikatif tertentu. Bahasa dalam konteks ini adalah sebuah sistem isyarat untuk enkoding dan dekoding informasi. lewat bahasa Prancis Tua. seperti untuk menandakan identitas suatu kelompok. Penggunaan bahasa telah berakar dalam kultur manusia dan. dan anak-anak sudah dapat berbicara secara fasih sekitar umur tiga tahun. dan sebuah sistem sintaks yang mengatur bagaimana kata-kata dan morfem digunakan membentuk frasa dan penyebutan. Kata bahasa Inggris "language" diturunkan secara langsung dari Latin lingua. "bahasa" mengacu pada kemampuan kognitif yang membuat manusia dapat belajar dan menggunakan sistem komunikasi yang kompleks. "language. Bahasa dikatakan berasal sejak hominid pertama kali mulai bekerja sama. dan sejarah evolusinya dapat direkonstruksi ulang dengan membandingkan bahasa modern untuk menentukan ciri-ciri mana yang harus dimiliki oleh bahasa pendahulunya untuk perubahan nantinya dapat terjadi. yang melingkupi Bahasa Mandarin. Bahasa sebagai sistem komunikasi dikatakan pada dasarnya berbeda dari dan lebih tinggi tingkat kerumitannya daripada spesies lain dimana ia berdasarkan pada sebuah sistem kompleks dari aturan yang berkaitan dengan simbol dan makna. Kode dan bentuk lain dari sistem komunikasi artifisial seperti yang digunakan untuk pemrograman komputer juga dapat disebut bahasa. Kata "bahasa" juga dapat digunakan untuk menjelaskan sekumpulan aturan yang membuat ia bisa ada. tongue". yang melingkupi Swahili. tetapi ia masih membutuhkan aturan sintaks yang memproduksi makna dari urutan kata-kata. dan bahasa Bantu. tetapi secara khusus berada di area Broca dan area Wernicke. stratifikasi sosial dan untuk dandanan sosial dan hiburan.Bahasa bisa mengacu kepada kapasitas khusus yang ada pada manusia untuk memperoleh dan menggunakan sistem komunikasi yang kompleks. Amhar dan Hebrew. Semua bahasa bergantung pada proses semiosis untuk menghubungkan sebuah isyarat dengan sebuah makna tertentu. atau kepada sebuah instansi spesifik dari sebuah sistem komunikasi yang kompleks. Bahasa Sino-Tibet. bahasa Semitik. Zulu. Perkembangan tersebut dikatakan bertepatan dengan meningkatnya volume pada otak. atau sekumpulan penyebutan yang dapat dihasilkan dari aturan tersebut. Sekelompok bahasa yang diturunkan dari leluhur yang sama dikenal sebagai keluarga bahasa. [1] Bila digunakan sebagai konsep umum. mengadopsi sistem komunikasi awal yang berdasarkan pada isyarat ekspresif yang mengikutkan teori dari pikiran dan dibagi secara sengaja. Bahasa yang digunakan dunia sekarang tergolong pada keluarga IndoEropa.

bahasa lain yang digunakan di Afrika. [2] . Empat puluh persen bahasa di dunia terancam dan ada kemungkinan menjadi punah.

Infinitife generativity. dan setiap bahasa memiliki karakteristik yang umum. orang . 5. merupakan aspek yang sangat penting sebagai karakteristik suatu bahasa. 4. Bahasa dapat diartikan sebagai suatu system symbol dan urutan kata-kata yang digunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Kata-kata merujuk pada objekobjek.berkembangnya kemahiran bahasa peserta didik OPINI | 18 December 2010 | 18:49 Dibaca: 857 Komentar: 0 Nihil Pengertian Bahasa Santrock dan Yussen mengidentifikasikan bahasa sebagai berikut. Pengertian bahasa menurut beberapa ahli ada banyak sekali. merupakan karakteristik yang dikehendaki dalam suatu bahasa. merupakan penggunaan bahasa untuk mengkomunikasikan informasi tentang sesuatu tempat dan waktu yang lain. setiap bahasa mempunyai kata-kata (words). bahasa betawi dll. 3. Words. merupakan suatu kemampuan individu dalam menghasilkan sejumlah kalimat bermakna yang terbatas dalam menggunakan suatu himpunan kata dan aturan yang terbatas sehingga menjadi bahasa yang sangat kreatif. namun secara keseluruhan. Rule systems (grammar atau tatabahasa). contoh: bahasa jawa.kejadian dll. 2. Displacement. Sequencing. Wujud bahasa yang ada sungguh bervariasi. Urutan kata-kata merupakan karakteristik yang dikehendaki dalam suatu bahasa. bahasa adalah suatu kode atau system symbol dan urutan kata-kata yang diterima secara konvensional untuk menyampaikan konsep-konsep atau ide-ide dan berkomunikasi melalui penggunaan symbol-simbol yang di sepakati dan kombinasi symbol-simbol yang di atur oleh ketentuan yang . Namun setiap bahasa memiliki karakteristik bervariasi. 1.

Morfologi. Sintaksis. yaitu penggabungan kata menjadi kalimat berdasarkan aturan sistematis yang berlaku pada bahasa tertentu.dan urutan bunyi ucapan dan bentuk-bentuk ucapan. Kata terdiri dari satu unit atau lebih dari satu unit yang disebut morfem. c. distribusi. MLU sangat erat berhubungan dengan usia dan merupakan prediktor yang baik untuk perkembangan bahasa. mempelajari arti dan makna dari suatu bahasa yang dibentuk dalam suatu kalimat. bahasa sebagai alat komunikasi tidak hanya berupa bicara melainkan juga dapat di wujudkan dengan tanda isyarat tangan atau anggota tubuhnya. 1. antara lain sebagau berikut. Semantic.ada. Perkembangan fonologi melalui proses yang panjang dari dekode bahasa. b. Morfem adalah unit grammatical yang paling kecil dan tidak dapat di bagi lagi. yang diukur dalam morfem. Bahkan dalam babbling. berkenaan dengan organisasi kata kata secara internal. Tempo perkembangan ditandai dengan peningkatan panjang ucapan. adalah aspek bahasa yang berkenaan dengan ketentuan yang mengatur struktur.ketentuan finologis mengatur distribusi dan pengukuran fonem. Panjang ucapan. KOMPONEN BAHASA Form (bentuk) yang meliputi: a.meja. Bahasa Sebagai Warisan Biologis dan Lingkungan Perkembangan bahasa dipengaruhi oleh dua faktor. Fonologi. Pada dasarnya. d. Faktor Biologis . mobil. Pemerolehan fonologi berkaitan dengan proses konstruksi suku kata yang terdiri dari gabungan vokal dan konsonan. mean length of Utterance (MLU) adalah alat ramalan kompleks bahasa pada anak yang berbahasa Inggeris. Proses lainnya berkaitan dengan asimilasi dan substitusi sampai pada persepsi dan produksi suara. dll. kursi. Fonem yaitu unsur terkecil dari bunyi ucapan yang bisa digunakan untuk membedakan arti dari satu kata. anak menggunakan konsonan-vokal (KV) atau konsonan-vokal-konsonan (KVK). Misalnya.

Faktor Lingkungan. Mengajarkan bahasa pada anak harus dari usia dini. dukungan terhadap bahasa dan pandangan behavioral. Jadi apabila seseorang mengalami gangguan otak kiri. fungsinya untuk pemahaman bahasa. Tanya kenapa??? Karena pada otak kiri terdapat suatu area yang bernama “wernick‟s area”. dia akan sulit untuk melakukan perkembangan bahasa. beberapa binatang mempunyai sistem komunikasi yang menakjubkan dan sederhana. 2.  Peranan Otak dalam Perkembangan Bahasa. pada usia sebelum 12 tahun sangat memungkinkan berkembangnya kemahiran bahsa seseorang.  Perubahan Kultural dan Konteks Sosiokultural Bahasa Kekuatan sosial membuat manusia untuk lebih mengembangkan cara berkomunikasi dengan orang lain. sistem syaraf dan sistem vokal berubah selama beratus-ratus ribu tahun sehingga diperkirakan manusia mendapat bahasa bervariasi selama beribu tahun yang lalu. memberikan tanda ada makanan dan memberi tanda karena adanya kebutuhan seksual. Apabila kerusakan otak pada seseorang terjadi pada area ini akan sering timbul ocehan-ocehan atau pembicaraan yang tidak berarti. otak. serta komunikasinya adaptif dalam memberikan tanda bahaya. LAD merupakan suatu kemampuan gramatikal yang dibawa sejak lahir yang mendasari semua bahasa manusia. Evolusi Biologis. proses bahasa itu dikontrol oleh belahan otak sebelah kiri. dengan memperhatikan faktor biologis dan faktor lingkungan. anak-anak dilahirkan di dunia dilengkapi dengan alat pemerolehan bahasa (language acquisition device=LAD) yaitu ikatan biologis yang memungkinkan anak mendeteksi bahasa tertentu. berkenaan dengan evolusi biologis.  Periode Kritis Belajar Bahasa.  Ikatan Bilogis. beberapa hal yang penting dalam perkembangan bahasa yaitu perubahan kultural dan konteks sosiokultural bahasa.  Apakah Binatang Memiliki Bahasa?. Brunner juga menekankan bahwa orang dewasa atau orang tua sangat penting unutk mengembangkan . Konteks sosiokultural memainkan suatu peranan penting dalam perkembangan bahasa akhir-akhir ini. Vygotsky mengemukakan bahwa peranan orang dewasa sangat penting untuk membantu perkembangan bahasa anak. berdasarkan hasil penelitian Gazzaniaga dan Sperry (Santrock & Yussen).

komunikasi anak . karena faktor biologis maupun pengalaman saling bekerja sama dalam menghasilkan perkembangan bahasa yang optimal. mengemukakan bahwa pengukuhan dan imitasi tidaklah terlalu bertanggung jawab dalam perkembangan bahasa namun dunia sosiokulturallah yang dilalui anak dalam belajar bahasa. 1957) dan imitasi ( Bandura. menyatakan kembali apa yang anak telah katakan kepada kita dengan linguistik yang lebih baik. menegaskan bahwa tuntutan dasar teori kognitif adalah intelegensi anak yang tumbuh dan keinginan untuk mengekspresikan maksud bersama-sama dengan masukan bahasa dari orang tua. peran orang tua. Motherese mempunyai peranan penting dalam mempermudah perkembangan bahasa anak sejak usia dini. mengulangi apa yang akan dikatakan kepada kita. Peran Kognisi dalam Perkembangan Bahasa Santrock dan Yusen (1992). cara seorang ibu berkomunikasi dengan bayi.  Dukungan Sosial untuk Perkembangan Bahasa a) Motherese. atau guru dalam perkembangan bahasa anak cukup besar. morpologis. dan fonologis. 3. mendorong pemerolehan bahasa. Kedua teori tersebut tidak dapt dikeatahui nilai kebenarannya. dengan kata-kata dan kalimat yang sederhana. karena mereka berperan sebagai model bahasa dan pengoreksi atas kesalahan anak. Mekanisme pengukuhan dan imitasi tidak dapat menjelaskan secara sempurna ucapan anak. b) Recastin. Roger Brown dan Noam Chomsky. 19977). c) Echoing. . Fokus pandangan kognitif lebih pada tingkat semantik dan pragamatik bahasa dibandingkan tingkat sintaksis. Pandangan Behavioral Para ahli menyakini bahwa bahasa anak itu diperoleh dari proses belajar pengukuhan ( Skinner. Jadi. Orang tua dan guru merupakan komponen penting dalam perkembangan bahasa anak. d) Expanding. membuat frase yang sama dari suatu kalimat dengan cara berbeda.

000 sampai dengan100. Bukti lainnya diperoleh melalui studi terhadap anak-anak tuna rungu. Sulit menerjemahkan satu kata yang diucapkan seorang karena dapat timbul kemungkinan satu kata mengandung arti satu kalimat karena keterampilan kognitif dan linguistic yang terbatas yang sering dikenal dengan holophrase hypothese. permainan. perubahan bahasa pada anak usia dini. yang di karakteristikan dengan ungkapan anak-anak. paa.000 tahun yang lalu. ada juga bayi yang membutuhkan waktu lebih lama dari itu. bendabenda di sekitarnya atau ucapan selamat. Namun menurut beberapa perkiraan bahwa bahasa berkembang dari 10.Bukti pandangan kognitif adalah ungkapan anak pada usia dini nampak menunjukkan pengetahuan kategori semantik. antara lain: . Kata-kata pertama anak yang muncul diantaranya meliputi: nama orang penting (mama). Tujuan komunikasi pada usia dini adalah untuk menarik perhatian orang tua dan orang lain yang berada di lingkungan. Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini. yaitu bahasa adalah pakaian pikiran. kognisi itu jauh lebih tua dari bahasa manusia. sehingga terdapat rumusan kalimat hikmat. Anak mulai mengucapkan pernyataan dengan 2 kata pada usia 18-24 bulan. bukan pengukuhan atau kemampuan mendengar. Berdasarkan perspektif evolusionair. maa. b. maka usia bahasa manusia itu sulit ditentukan. Kejadian inipun terjadi pada anak tuna rungu. binatang. Pembicaraan telegrapik adalah penggunaan kata-kata yang pendek dan tepat untuk berkomunikasi. Hal ini terjadi pada usia sekitar 3 sampai 6 bulan. Tahap Perkembangan Bahasa Anak a. Selama bahasa lisan itu tidak meninggalkan bekas fisik. makanan. Perkembangan Bahasa Usia Bayi Ucapan bayi pertama kali terjadi pada usia 10 sampai 6 bulan. yang artinya teori yang menganggap bahwa suatu kata tunggal digunakan untuk menjelaskan suatu kalimat sempurna. mereka membuat celotehan atau ocehan dengan ucapan: baa. Celotehan ini ditentukan oleh kematangan biologis. Begitu pentingnya hubungan antara bahasa dengan kognisi. bagian tubuh. Sebelum mengucapkan kata-kata. dsb. kendaraan. Beberapa dari mereka tidak memiliki komentar baik terhadap bahasa tertulis maupun terhadap bahasa isyarat. daripada kategori linguistic.

anak-anak sudah mulai mampu mengembangkan pengetahuan tentang makna dengan cepatnya. huruf S. berkenaan dengan fonologi. diantaranya: 1. Serta mengalami perkembangan semantik. mengatakan bahwa usia-usia sekolah adalah periode yang sangat kreatif dalam perkembangan bahasa. seperti kata strika ). T. Usia sekolah dikarakteristikan dengan pertumbuhan dalam semua aspek bahasa. diantaranya: 1.1.belakang atau depan. Owens (1996). 3. Ringkasan Perkembangan Pragmatik dan Semantik Usia Sekolah 1. pada kenyataannya anak-anak itu juga dapat mengembangkan ungkapannya lebih dari dua kata setiap kalimatnya. begitu sudah mampu menggunakan kalimat lebih dari kata. Perkembangan Bahasa Usia Sekolah Robert E. berkenaan dengan semantic. anak belajar dan menerapkan secara aktif aturan-aturan yang dapat ditemukan pada tingkat sintaksis. Menggunakan kiri atau kanan . akhir persoalan dan resolusi. diantaranya: 1. Mengulang untuk perbaikan 3. c. Menggunakan dan memahami sebagian besar istilah deintik 2. beberapa anak usia pra sekolah memiliki kesulitan dalam mengucapkan kelompok konsonan (misalnya. 4. Usia 6 tahun. Membuat plot-plot naratif yang mempunyai pengantar. Usia 7 tahun. anak mengalami perkembangan pragmatik. berkenaan dengan morfologi. Berubahdari kata tunggal ke jamak. 2. . Sangat sering menggunakan bahasa untuk mengajukan permintaan 2. berkenaan dengan sintaksi. Perkembangan pragmatic dan semantic nampak sangat lazim dalam perkembangan bahsa anak usia dini. R. Mulai untuk menggunakan topik tentang gender 2. Usia 5 tahun. diantaranya: 1. 2. anak mengalami perkembangan pragmatik. Mengulang dengan cara elaborasi untuk pembetulan 2. Menggunakan kata-kata keterangan 3. anak mengalami perkembangan pragmatik.

Secara hipotitik. eventcast. selama masa sekolah individu meningkatkan jumlah perbendaharaan dan spesifikasi defansi. d. 2) Perkembangan Semantik. Usia 9 tahun. anak mengalami perkembangan pragmatik. Dua aspek penting dalam penggunaan bahasa yaitu narasi dan percakapan. Pada masa ini mereka ingin manifestasikan rasa ingin tahunya. Usia 8 tahun. anak mengalami perkembangan pragmatik. Mengenal makna yang non literal dalam bentuk permintaan langsung. Umumnya. yaitu memelihara topic malalui beberapa perubahan. perkembangan bahasa pada usia sekolah atas pengembangan sintaksis yang ada dan pemerolehan bentuk-bentuk secra simultan. tetapi perbedaan individu sangat besar karena pengalaman tiap individu. keseluruhan proses pertumbuhan semantic yang bermutu pada tahun awal sekolah itu dikaitkan dengan keseluruhan perubahan kognitif (Robert E. Secara berulang dan berkelanjutan anak-anak mengembangkan kalimat dengan mengelaborasikan kata benda dan kata kerja. 1) Perkembangan Pragmatik. perkembangan morpologi pada anak kelas awal SD dapat ditandai dengan penggunaan kata imbuhan. Mulai dengan mempertimbangkan maksud-maksud lainnya. diantaranya: 1. Perkembangan Membaca dan Menulis. accounts dan cerita fiksi. 2. . penulis yang baik adalah pembaca yag baik pula dan sebaliknya. sedangkan decentartion adalah proses bergerak dari diskripsi objek dan kejadian yang laku dan percakapan. mwmbaca adalah sintesa jaringan tindakan perceptual dan kognitif yang komplek. awalan berikutnya berkembang ke penggunaan akhiran dan yang terakhir penggunaan sisipan.4. Nonegocentrisme adalah kemampuan untuk memahami pandangan orang lain. Owens (1996)) 3) Perkembangan Sintaksis dan Morpologik. Secara keseluruhan perkembangan bahasa itu lambat. Contoh narasi antara lain: recounts. 5. prosese kognitif non egocentrisme dan decentration maningkat dan terjadi kombinasi sehingga anak dimungkinkan menjadi komunikator yang lebih efektif. selama usia sekolah.

Implikasi bagi Kegiatan Belajar Mengajar
1. ciptakan KBM yang efektif agar perkembangan bahasa anak dapat berjalan secara optimal. 2. Gunakan bahasa yang komunikatif agar semua pihak terlibat dalam interaksi belajar mengajar yang dapat berperan secara aktif dan produktif. 3. Ciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan bahasa sejak dini karena lingkungan kondusif dapat tercipta sesuai dengan kebutuhan anak untuk perkembangan bahasa pada saatnya, akan berdampak sangat positif terhadap perkembangan bahasa anak, tidak hanya sebagai pengguna bah

Manusia berbahasa ibarat burung bersayap”, demikian kata George H. Lewis. Bahasa tak terlepas dari hakikat keberadaan manusia karena itulah yang menjadi piranti komunikasi antar manusia. Pada ungkapan di atas nampak bahwa manusia tanpa bahasa sama seperti burung tanpa sayap, karena sayaplah yang mecirikan burung dan bahasalah yang mencirikan manusia. Noam Chomsky, bapak Linguistik dunia, menyebutkan bahwa jika kita mempelajari bahasa maka pada hakikatnya kita sedang mempelajari esensi manusia, yang menjadikan keunikan manusia itu sendiri. Manusia dirancang untuk berjalan, tetapi tidak diajari agar bisa berjalan. Demikian pula dalam berbahasa, tidak seorangpun bisa diajari bahasa karena manusia diciptakan untuk berbahasa. Dalam artian bahwa pada kenyataannya manusia akan berbahasa tanpa bisa dicegah agar dia tidak memperoleh bahasa. Bahasa dikatakan menjadi keunikan yang mencirikan manusia dan membedakannya dengan makhluk hidup lainnya. Pernyataan ini tidak berarti bahwa hanya manusia yang memiliki piranti komunikasi. Binatang disebut tidak berbahasa tapi tetap bisa berkomunikasi. Ocehan burung kakatua yang bisa menyerupai ucapan manusia; perintah ‘duduk’ atau ‘kejar’ yang dipahami anjing; kemampuan monyet untuk memahami perintah ujaran manusia; nyanyian burung yang berirama; tempo bunyi yang didengungkan lebah; suara-suara yang dikeluarkan ikan paus; semua itu adalah contoh piranti komunikasi binatang. Piranti ini tidak serta merta disebut bahasa walaupun memang menyerupai bahasa. Contoh piranti komunikasi di atas tidak menyandang sebutan bahasa karena tidak memenuhi prasyarat bahasa seperti: unsur pertukaran pesan dari pembicara pada pendengar dan sebaliknya; adanya umpan-balik dari pembicara; kebermaknaan dan pembedaan unit-unit kosakata; adanya proses transmisi kultural yang melatarbelakangi ujaran; munculnya kreatifitas dan kemampuan pemolaan unit bahasa; pengendalian maksud bicara dan peralihan giliran bicara, serta penggunaan ungkapan yang bukan bermakna literal. Ciri-ciri di atas dicetuskan pertama kali oleh Charles Hockett (1963) yang kemudian melahirkan prokontra seputar pengistilahan bahasa. Linguis lain menyebutkan bahwa keutamaan bahasa adalah pada kebermaknaan dan fungsi komunikatifnya. Namun demikian kompleksitas berbahasa kurang menjadi titik tekannya. Field kemudian mengkategorikan ciri-ciri tersebut ke dalam kelompok-kelompok yang meliputi saluran bahasa, ciri-ciri semantis, pembelajaran, struktur, dan fungsi (Field, 2003:40). Dari paparan di atas, nyatalah bahwa hanya manusia yang layak disebut berbahasa mengingat kompleksnya kebahasaan itu sendiri. Kembali pada pendapat Chomsky tadi, manusia sejak lahir akan mempelajari bahasa dengan sendirinya, meski serumit apapun anak akan memperoleh bahasa. Proses pemerolehan ini berlangsung secara alami, tidak dengan cara menghapalkan kosakata, aturan-aturan gramatika, dan aplikasi secara sosial. Kamus bahasa dalam otak anak tersusun secara otomatis tanpa teori, sedangkan kemampuan gramatika anak terasah dari pemerolehan yang disimaknya. Perihal pemerolehan bahasa dan seluk beluknya menjadi tema kajian Psikolinguistik yang merupakan studi psikologi bahasa yang mengulas proses mental yang terjadi pada penggunaan dan pemerolehan bahasa. Studi ini terkait dengan disiplin ilmu lainnya, misalnya: linguistik, yang mengkaji struktur dan perubahan bahasa; neurolinguistik, yang mempelajari hubungan antara otak dan bahasa; serta sosiolinguistik, yang membahas tentang hubungan antara bahasa dan perilaku sosial (Field, 2003:40). Dalam pembahasan berikut ini akan dikupas perkembangan bahasa pada anak yang kemudian mengarah pada paparan tentang pemerolehan bahasa pertama dan kedua pada anak sebelum pada akhirnya mengangkat tentang gangguan berbahasa. Perkembangan Bahasa pada Anak dan Ragamnya Perkembangan bahasa merupakan salah satu mata rantai pertumbuhan anak selain perkembangan lain seperti perkembangan motorik kasar, perkembangan pemecahan masalah visuo-motor yang merupakan gabungan fungsi penglihatan dan motorik halus, serta perkembangan sosial. Perkembangan bahasa sering menjadi tolok ukur tingkat intelejensi anak meskipun pada hakikatnya perkembangan seorang anak merupakan suatu kesatuan yang utuh dan saling melengkapi. Artinya seorang anak tidak dapat dikatakan cerdas jika dia hanya bisa memecahkan masalah visuo-motor dan fasih berbahasa tanpa diimbangi kemampuan bersosialisasi.

Setiap anak yang normal pertumbuhan pikirannya akan belajar B1 atau bahasa ibu dalam tahun-tahun pertama dalam hidupnya, dan proses ini terjadi hingga kira-kira umur 5 tahun. Sesudah itu pada masa pubertas (sekitar 12-14 tahun) hingga menginjak dewasa (sekitar 18-20 tahun), anak itu akan tetap belajar B1. Sesudah pubertas ketrampilan bahasa anak tidak banyak kemajuannya, meskipun dalam beberapa hal, umpamanya dalam kosakata, ia belajar B1 terus menerus selama hidupnya. Pemerolehan B1 kita anggap bahasa yang utama bagi anak karena bahasa ini yang paling mantap pengetahuan dan penggunaannya. Ketika seorang anak sedang memperoeh bahasa B1-nya, terjadi dua proses, yaitu proses kompetensi dan proses performasi. Kedua proses ini merupakan dua proses yang berlainan. Kompetensi adalah proses penguasaan tata bahasa yang berlangsung secara tidak disadari. Proses kompetensi ini menjadi syarat untuk terjadinya proses performasi yang menyangkut proses pemaham dan proses memproduksi ujaran. Proses pemahaman melibatkan kemampuan mempersepsi kalimat yang didengar. Sedangkan proses memproduksi ujaran menjadi kemapuan linguistik selanjutnya. Fungsi berbahasa merupakan fungsi yang paling kompleks di antara seluruh faset perkembangan sebagaimana yang dijabarkan di atas. Indikator perkembangan bahasa ini meliputi fungsi reseptif –yaitu kemampuan anak untuk mengenal dan bereaksi terhadap seseorang, terhadap kejadian lingkungan sekitarnya, mengerti maksud mimik dan suara dan akhirnya kata-kata—dan fungsi ekspresif, yaitu Kemampuan anak mengutarakan keinginannya dan pekirannya. Fungsi ekspresif ini dipengaruhi fungsi reseptif dan merupakan kemampuan yang lebih kompleks mengingat anak memulai dengan komunikasi preverbal, dilanjutkan komunikasi dengan ekspresi wajah, gerakan tubuh, dan pada akhirnya dengan menggunakan kata-kata atau komunikasi verbal (Pusponegoro, 1997:80). Tabel berikut meringkas tahapan perkembangan bicara pada anak yang meliputi fungsi reseptif dan ekspresif dimulai sejak bayi baru lahir hingga berumur 4 tahun.
Tabel.1 Tahap perkembangan bicara pada anak Fungsi reseptif Perkembangan Bereaksi terhadap suara Tersenyum sosial Orientasi terhadap suara Menoleh pada suara bel - Fase I - Fase II - Fase III Mengerti perintah ‘tidak boleh’ Mengerti perintah ditambah mimic Mengerti perintah tanpa mimik Menunjuk 5 bagian badan yang disebutkan Da-da tanpa arti 8 bulan 11 bulan 14 bulan 17 bulan Ma-ma tanpa arti Dada Mama, kata pertama Kata kedua dan ketiga 4 – 6 kata 7 – 10 kata Kalimat pendek 2 kata 50 kata, kalimat terdiri dari 2 kata 8 bulan 10 bulan 11 bulan 12 – 13 bulan 15 bulan 17 bulan 21 bulan 2 tahun Usia lahir 5 minggu 4 bulan Oooo-ooo Guu-guu A-guu, a- guu Mengoceh 5 bulan 7 bulan Dadada (menggumam) 9 bulan 6 bulan Fungsi ekspresif Perkembangan Usia 6 minggu 3 bulan 4 bulan 4–6 bulan

atau yang kerap disebut bahasa ibu. Adapun pada usia pubertas telah dicapai kematangan kognitif pada saat selesainya fungsi-fungsi otak tertentu. Pemerolehan Bahasa Pertama pada Masa Awal Pemerolehan bahasa pada anak yang baru lahir berawal dari suara tangisnya yang menjadi bentuk respon terhadap stimuli dari lingkungannya. 2) gangguan pendengaran. Hal inilah yang disebut lateralisasi. Anak akan lebih cepat menguasai bahasa jika ia memperoleh bahasa dalam masa emas atau periode ideal (critical age) yaitu usia 6-15 tahun.dengan sendirinya. Genie yang terisolir dari kehidupan manusia dan segala kontak sosial hingga tahun 1970. 2) gangguan bicara pada anak-anak penderita tunarungu. Sebut saja beberapa nama seperti Amila dan Kayla yang ditemukan di belantara India pada tahun 1920. 5) deprivasi atau kurangnya stimuli dari lingkungan. Hipotesis bahwa periode usia di atas disebut masa emas pemerolehan bahasa diperkuat oleh beberapa kasus keterlambatan bicara pada orang dewasa yang memperoleh bahasa di atas usia 15 tahun. 6) kekurangan gizi yang mengakibatkan kelainan saraf. Penyebab keterlambatan bicara dan berbahasa secara umum sangat beragam. 1992) pada masa emas otak manusia masih sangat elastis sehingga memungkinkan seorang anak memperoleh bahasa pertama dengan mudah dan cepat. Carrol (1986:30) menggolongkan gangguan bicara menjadi 4 (empat). Masa kritislah yang bertanggung jawab atas lateralisasi yang membuat proses pemerolehan bahasa secara alamiah akan berkurang hingga akhirnya hilang sama sekali. Kajian tentang keterlambatan atau gangguan bicara di beberapa literatur psikologi bahasa masih terbatas pada kesulitan berbicara dalam tataran umum. sebanyak 1% anak yang mengalami keterlambatan bicara tetap tidak dapat berbicara. Dari jumlah tersebut. dan 7) autisme atau deviansi komunikasi baik dalam berbahasa maupun bertingkah laku yang sedang tren dibicarakan saat ini (Sutardi. dan merupakan kelainan perkembangan yang paling sering terjadi. Sisanya. dan 4) gangguan bicara pada anak yang mengalami cidera otak.250 kata. bercerita Menanyakan arti kata Menghitung sampai 20 3 tahun 4 tahun Dengan mengacu pada tabel perkembangan bicara di atas. 30% dari anak dengan keterlambatan ringan akan sembuh -atau menjadi normal. 1997:67). Selanjutnya anak akan terus menyimpan stimuli bahasa pada memorinya. kurang pandai. namun pada intinya batasan periode ideal yang dimaksud adalah prapubertas. Caranya merespon akan berkembang seiring kematangan mentalnya. kalimar terdiri dari 3 kata Kalimat terdiri dari 4-5 kata. yaitu: 1) gangguan bicara pada anak dengan keterlambatan mental. diantaranya: 1) retardasi mental yang menyebabkan kurangnya kepandaian anak dibandingkan anak lain seusianya. merupakan proses kreatif dimana aturan-aturan bahasa dipelajari anak berdasarkan input yang diterimanya dari bentuk tersederhana hingga bentuk yang paling kompleks. Efektifnya pemerolehan bahasa pada usia tersebut telah diujikan dalam beberapa penelitian. Nama yang terakhir ini kisah hidupnya difilmkan dimana diceritakan tentang betapa . Keterlembatan bicara terjadi pada 3-15% anak. 4) mutisme selektif atau ketidakmauan berbicara pada keadaan tertentu. Pada teori lain diasumsikan bahwa usia kritis tersebut berkisar 0-6 tahun. 3) kelainan organ bicara. Menurut Lanneberg (dalam Subyakto. Kesulitan berbicara yang megkerucut pada kemampuan berbahasa dari tinjauan sitaksis dan pragmatis belum banyak diangkat. atau mengalami kesulitan belajar lainnya. maka anak dikatakan mengalami keterlambatan bicara atau kesulitan berbahasa jika kemampuannya menyimpangan dari standar tersebut. dan Victor yang ditemukan di hutan Aveyson pada tahun 1978. khususnya fungsi verbal yang menjadi mantap di bagian otak sebelah kiri. 70% akan mengalami kesulitan berbahasa. 3) gangguan bicara pada anak penyandang autisma. Pemerolehan bahasa pertama.

membaca. anak belajar bahasa kedua setelah bahasa ibu dapat diucapkan dengan baik. mengaji. Kesulitan pada pemerolehan bahasa kedua masih terkait dengan teori masa emas seperti yang dijelaskan di atas. dia tidak pernah dilibatkan dalam kontak sosial yang memungkinkan pemerolehan bahasanya. Metode pertama dapat berakibat munculnya keterlambatan berbicara karena otak anak bekerja keras memetakan bahasa apa yang digunakan oleh orang yang mengajaknya berbicara. anak sejak lahir sudah dibiasakan terekspos dengan berbagai bahasa. Kesimpulannya. 2003:73). Lennenberg. Pemerolehan bahasa lebih baik jika diawali sejak dini. Dalam masyarakat Jawa misalnya. Kedua pendapat ini sama baiknya. Anak dalam metode pertama akan terbiasa dengan pengucapan dan aksen yang lebih jelas. Dus. ketiga dan seterusnya. Daya penyerapan bahasa pada anak berfungsi secara otomatis. Keterlambatan pemerolehan bahasa berakibat ketidakmampuan secara sepenuhnya penguasaan morfologis dan sintaktika bahasa (Field. saat anak makin besar kemampuan itu akan terasah dengan sendirinya. Sebelum masa pubertas. memungkinkan terjadinya perkembangan dan perubahan kebahasaan. 1999) yang menunjukkan bahwa anak tunarungu yang tumbuh dan dibesarkan oleh orang tua tunarungu dapat menguasai bahasa isyarat. Setelah dipasang alat bantu dengar. Pasca pubertas kelenturan ini akan berkurang dan pencapaiannya tidak maksimal (Field. berpendapat bahwa anak akan lebih cepat belajar bahasa tanpa kesukaran dibandingkan dengan orang dewasa. sampai menjadi agak sukar dan lambat setelah pubertas sehingga orang jarang mencapai kefasihan fonologi bahasa kedua jika ia mempelajarinya sesudah pubertas atau setelah . Namun hal ini tidak berlangsung lama. 2003:84). Waktu yang dibutuhkan Chelsea lebih lama dibandingkan waktu pemerolehan bahasa anak pada masa emas. cukup dengan self-exposure atau dilibatkan dalam komunikasi partisipatif dalam bahasa target. Tidak mudahnya pemerolehan kemampuan ini membuktikan bahwa pengendalian otot larinks dan organ bicara pada anak normal lebih kompleks jika dibandingkan dengan pengendalian otot tangan pada anak tunarungu. Hasil penelitian lain menyebutkan bahwa anak yang diajarkan menggunakan bahasa isyarat pada usia 0-6 tahun lebih baik dalam pemahaman dan produksi kata daripada yang belajar pada usia 12 tahun ke atas. Pertama. pakar psikolinguistik. Mc Laughin dan Genesee. bahasa Indonesia disebut sebagai bahasa kedua jika anak dibesarkan dalam komunitas wicara bahasa Jawa. di atas masa emas otak manusia tidak bisa secara maksimal memperoleh kemampuan sintaktik dan morfologis. Kemampuan memproduksi kata anak tunarungu ternyata lebih cepat dibandingkan kemampuan memproduksi kata pada anak normal. dan tidak terlepas dari adanya faktor kesilapan berbahasa. Bermula dari kecerobohan diagnosis dokter yang menyebutkan bahwa Chelsea mengalami keterlambatan mental. dll. motivatif dan atraktif. seorang pakar neurolinguistik. Secara umum kita melihat bahwa kemudahan anak belajar bahasa makin lama makin berkurang setelah umur 5-7 tahun. adalah benar bahwa ada ungkapan mengajari (bahasa. Kedua. Pernyataan ini diperkuat oleh studi Bellugi dan Klima (dalam Fromkin. namun demikian tetap memiliki kekurangan.) anak kecil adalah bagaikan menulis di atas batu dan mengajari orang tua bagaikan menulis di atas air. sistim gramatika. Contoh kasus keterlambatan pemerolehan bahasa terjadi pada Chelsea yang mulai memperoleh bahasa saat berusia 31 tahun. ternyata Chelsea bisa berbicara dan menirukan ucapan orang lain. Metode kedua mengakibatkan pelafalan bahasa kedua akan lebih buruk daripada anak dengan metode pertama. Selain itu Eric H. juga menegaskan bahwa kondisi otak mendukung pendapat tersebut. Kemampuan menggunakan bahasa dalam proses pemerolehan bahasa secara sistimatis dan akurat memang tidak mudah. Pemerolehan Bahasa Kedua dan Kesulitannya Pemerolehan bahasa selain penguasaan bahasa ibu atau bahasa pertama disebut bahasa kedua. Setelah beranjak dewasa baru diketahui bahwa Chelsea menderita tuli yang sebetulnya bisa diatasi dengan diajari bahasa isyarat. Secara umum ada dua pendapat mengenai pemerolehan bahasa kedua. kedua metode ini dapat dipakai dengan catatan memperhatikan suasana pemerolehan bahasa yang bersifat interaktif. Sungguhpun begitu. otak atau daya pikir anak lebih lentur dan plastis sehingga dapat diajari bahasa apapun dengan lebih mudah.sulitnya mengembalikan anak pada kemampuan berbahasa dan berkomunikasi secara sosial dengan seutuhnya. Pada kasus di atas tidak bisa diasumsikan bahwa bahasa isyarat lebih mudah dibandingkan bahasa lisan karena keduanya memiliki kesamaan dalam hal universalitas linguistik.

kecelakaan atau penuaan. Lambat dalam pemerolehan bahasa – sebagai contoh. Pada sebagian anak. Dengan menggunakan bahasa isyarat sebagai bahasa ibu. Para ahli membedakan dua konsep penyimpanan yaitu penyimpanan jangka pendek dan jangka panjang. Adapun jika ditinjau dari asalnya. Ketiga. gangguan psikogenik. gangguan berbahasa yang berkembang. Adapun beberapa gangguan lain bersifat temporer sehingga mengakibatkan kekurangmampuan berbahasa. Mengingat rumitnya fase belajar bahasa anak tunarungu yang bertingkat dari bahasa isyarat dan membaca gerak bibir. Tahapan pertama yaitu masukan. gangguan mengolah informasi linguistik. Tahapan kedua yaitu penyimpanan. artinya gangguan akibat kelainan yang dibawa sejak lahir. tunarungu kemudian memahami bahasa lisan dan tulis sebagai bahasa kedua. atau anak tersebut memiliki kemampuan yang sangat berbeda dari penutur asli bahasanya sendiri. Yang terakhir yaitu tahap hasil dimana terjadi kontras antara kedua jenis ingatan. Kedua. Contoh faktor medis yaitu gangguan sebagai akibat cidera otak yang menyebabkan kerusakan sistem syaraf. kesukaran melafalkan kata-kata tertentu dan kurang menguasai topik pembicaraan (Gleason dan Ratner. Menyimpang dari bentuk baku pada anak yang memperoleh bahasa dengan urutan yang berbeda dari kebanyakan anak. 1992:66) Gangguan Berbahasa Dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah bahwa gangguan berbahasa berdampak pada 2 (dua) hal.berakhirnya masa emas. Namun demikian bagi penderita tunarungu dengan kerusakan pendengaran yang sangat parah hanya dapat diajari dengan bahasa isyarat. Adapun penyimpanan jangka panjang menyangkut pesan kalimat yang dapat dipelihara untuk jangka waktu lama yang berbeda dari satu individu ke individu yang lain. Pada saat seseorang mendengar atau membaca suatu wacana ia membuat catatan mengenai isi atau pesan kebahasaan sekaligus membuat interpretasi. terjadi kesulitan dalam pemerolehan bahasa akibat kelainan tumbuh kembang. Permasalahan berbicara sebagaimana yang dijelaskan di atas bersifat permanen yang menyebabkan ketidakmampuan berbahasa secara baik dan benar. Contoh kategori pertama di atas yaitu yang dialami tunarungu. Dewasa ini mengajarkan pemahaman membaca gerak bibir lebih ditekankan. Disebut kurang karena tidak mengacu pada kata “tidak” melainkan “belum”. Kedua. Pada penderita gangguan neurologis tahap ini mempersulit proses interpretasi sehingga menghalangi keberlangsungan proses selanjutnya. anak berusia lima tahun memiliki kompetensi bahasa setara dengan anak usia dua tahun. Pertama. Baik ketidakmampuan maupun kekurangmampuan berbahasa yang diartikan sebagai gangguan bicara permanen dan temporer dapat dikategorikan ke dalam 3 (tiga) jenis. gangguan berbahasa yang diperoleh. Pertama. Oleh karenanya kemampuan baca tulis anak tunarungu lebih lambat dibandingkan anak normal. Kekurangmampuan berbahasa sebagaimana dijelaskan di atas pada hakikatnya dapat terjadi pada tiga tahapan rekonstruksi ingatan kebahasaan yang membangun proses pemerolehan bahasa secara lengkap. menurut Schovel dan Krashen kemampuan belajar bahasa kedua tidak berkurang terlalu banyak meskipun proses laterlisasi telah usai (Subyakto-Nababan. Namun demikian. sebaliknya makin banyak makna yang diingat. Pertama. artinya makin lama seorang pendengar mendapat kesempatan mengingat suatu ujaran. sebagai imbasnya dibutuhkan waktu yang lebih lama untuk belajar membaca dan menulis. gangguan berbahasa dapat dikategorikan kedalam 2 (dua) kelompok. gangguan berbahasa dan gangguan berpikir. artinya gangguan akibat operasi. gangguan berkognisi. Kedua. Ketidaksempurnaan organ menyebabkan pendidikan tunarungu diprioritaskan pada pengajaran bahasa isyarat. makin sedikit bentuk yang diingat. Demikian pula halnya dengan kerusakan sistem saraf yang menyebabkan terputusnya jaringan antara wilayah auditori dan produksi tutur sehingga pesan ujaran tidak tersampaikan. tunanetra dan penyandang gangguan mekanisme berbicara. Gangguan berbahasa dan berkomunikasi dapat diakibatkan faktor medis dan faktor lingkungan. Faktor medis berimplikasi pada gangguan berbicara. Misalnya pada penderita gagap yang disebabkan pengaruh perasaan afektif sehingga pikiran dan ucapan tidak bersambung dengan baik. Penyimpanan jangka pendek berupa kata-kata atau angka sejumlah maksimal 7 frase sehingga orang dapat mengingat 7 digit nomor telepon dalam jangka waktu pendek. stroke. . 1998:75). gangguan dalam mengkondisikan ketidaksempurnaan organ. dan gangguan pada sistem mekanisme organ wicara.

pada lidah (lingual). Salah satu pertanyaan yang sering muncul yaitu apakah kelainan visual mengakibatkan keterlambatan dalam memperoleh bahasa? Hal ini mengingat kondisi anak yang tidak terbantu dengan ekspresi wajah. mirip bahasa dalam telegram). Gangguan berbahasa karena kognisi yang lebih umum ditemui yaitu pada penderita Down Syndrome dan Autisma. serta pada rongga mulut dan kerongkongan (resonental) Pada kategori kedua. meskipun mereka lebih dapat menangkap kontruksi kalimat afirmatif daripada negasi. Anak tunanetra umumnya kurang memvariasikan kata kerja. Anak sindrom down juga bermasalah dengan pelafalan. gangguan berbicara dapat terjadi akibat kelainan pada paru-paru (pulmonal). Pada penderita tunanetra beberapa keraguan mengenai kemampuannya berbahasa kerap dilontarkan. tidak mampu menikmati kehidupan. kehilangan semangat bekerja dan gairah hidup. penderita sisofrenia dan depresif. Kemampuan anak tunanetra sama dengan anak normal ketika mulai meracau dan mengatakan kata-kata pertama. hal ini menunjukkan bahwa mereka memiliki keterbatasan pengkategorian yang berdampak pada keberagaman kosakatanya. gangguan berbahasa terjadi karena adanya gangguan berkognisi. Hal ini tergantung tingkat parahnya kelainan yang diderita. misalnya /n/ dan /m/. lidah. pembicaraan sering terputus karena arah pembicaraan tidak teringat atau sering berpindah ke topik lain. Hal ini disebut gangguan mekanisme berbicara.Keterampilan komunikasi yang dicapai terbatas pada komunikasi tatap muka atau face-to-face. Menurut Kendler (Carrol. Pada penderita demensia. Riset membuktikan bahwa anak tunanetra ternyata memperoleh sistem fonologi lebih lambat daripada anak normal. Menurut Chaer (2002) berdasarkan mekanismenya. Adapun kemampuan sintaksisnya dapat dicapai pada usia dewasa. Secara umum dapat disimpulkan bahwa gangguan berbahasa.Komunikasi dengan menggunakan bahasa tubuh (gesture) lebih dipilih oleh anak dengan sindroma down berat dan parah. Kalimat seringkali diulang-ulang. Pada penderita Down Syndrome kemampuan intelektualnya sangat beragam dan salah jika kita menganggap kemampuan berbahasa semua penderitanya sama. proses pemerolehan bahasa yang dilaluinya mirip dengan urutan normal meskipun pada sebagian penderita tidak dapat mencapai kompetensi penuh sebagai mana pembicara dewasa normal. Hal ini terjadi pada orang yang pikun (demensia). gangguan berpikir menyebabkan ekspresi verbalnya diwarnai dengan kesukaran menemukan kata-kata yang tepat. 1986:95) tingkatannya terbagi atas: ringan (IQ 53-68). dan 3) usia diperkenalkan pada sistem komunikasi tertentu serta konsistensi latihan berkomunikasi (Carrol. dan paru-paru. yaitu: 1) tingkat kerusakan pendengaran. malah cenderung berupaya mengakhirinya. sehingga gangguan akibat demensia tidak dibahas secara detail. 2) status pendengaran orang tua (apakah normal atau tunarungu). berat (IQ 20-35) dan parah (IQ di bawah 20). dicoraki topik yang menyedihkan. Secara umum perkembangan fonologisnya lambat. . bahasa tubuh atau pandangan pada obyek disekitarnya. Secara umum perkembangan bahasa pada anak tunarungu ditentukan oleh 3 (tiga) faktor mendasar. hanya bersifat terlambat (bukan bersifat kurang atau tidak mampu). Namun demikian terdapat perbedaan pada isi kosakata awal mereka. intonasinya tergolong abnormal. menyalahi dan mengutuk diri sendiri. Contoh yang disebutkan di atas jarang ditemui pada anak-anak. 1986:65). Artinya dengan perkembangan yang berlangsung lamban. Artikel ini menitikberatkan pada kekurangmampuan berbahasa pada anak. Hanya sedikit kosakata dapat dikuasai dan ucapannya cenderung pendek dan telegrafis (tanpa imbuhan dan kata sambung. pada pita suara (laringal). Anak tunanetra kadang-kadang bingung dengan fonem yang mirip dalam pengucapan. sedang (IQ 36-52). Dengan suaranya yang khas parau. Dengan demikian kemampuan linguistiknya mengacu pada kelainan kognitif yang dialaminya. Curah verbal deprefis umpamanya. Kajian tentang Down Syndrome atau keterbelakangan mental menunjukkan adanya hubungan antara kelainan kognitif dengan kegagalan memperoleh kompetensi linguistik sepenuhnya. dengan demikian tanpa teknologi visual sulit dilakukan percakapan pertelepon. Ketidaksempurnaan organ wicara menghambat kemampuan seseorang memproduksi ucapan (perkataan) yang sejatinya terpadu dari pita suara. yang dialami penderita sindroma down baik anak-anak maupun dewasa. otot-otot yang membentuk rongga mulut serta kerongkongan. Sisofrenik dan depresif mengalami hambatan dalam melakukan curah verbal yang sesuai dengan konteks akibat gangguan berpikir.

tahun. Disini perlu dibedakan antara disleksia dan disgrafia. Misalnya substitusi atau menyebut dengan kata lain. Disleksia atau kesulitan membaca kerap diikuti dengan disgrafia atau kesulitan menulis. menghilangkan suku kata tertentu. Pada kategori ketiga. atau hanya membeo kata-kata orang dewasa yang didengarnmya. juga konsep waktu seperti hari. artikulasinya cukup jelas meskipun sering muncul beragam kesalahan dalam penyebutan obyek.). Kompleksitas bahasa menuntut akumulasi pemerolehan yang juga berkesinambungan dari tataran tersederhana hingga yang membutuhkan gabungan kemampuan berbahasa dan bersosialisasi. Kemampuan sintaksisnya sangat lamban karena sering muncul kalimat peniruan atau echolalia. yaitu mengulang-ulang kalimat yang tidak relevan dengan konteks. Penderita lain sekedar menghafal ejaan kata dan tidak dapat mengingat ejaan kata-kata lain. lidah. Kekurangmampuan ini hanya bersifat gangguan atau keterlambatan berbahasa yang melampaui masa emas pemerolehan bahasa.Pada kasus Autisma terjadi kombinasi antara kelainan kognitif dan sosial. Perkembangan ketrampilan bahasanya tidak saja mengalami keterlambatan tetapi juga penyimpangan. Selain itu anak dapat menghadapi masalah baca tulis. tanggal. Mata rantai pertumbuhan kemampuan berbahasa tidak seragam pada satu orang dengan orang lainnya. serta pengolahan secara matematis. anak dapat mengalami gangguan berbahasa secara linguistik yaitu ketidakmampuan dalam pemerolehan dan pemrosesan informasi linguistik. Mutlaknya kebutuhan akan kemampuan berbahasa membuat tidak tepatnya sebutan ketidakmampuan berbahasa –melainkan menyebutnya sebagai kekurangmampuan berbahasa.  . Misalnya masalah kefasihan yang terjadi pada anak yang gagap dan latah atau pada penderita gangguan fisiologis yang menyangkut kesalahan formasi dan pengolahan organ artikulasi (seperti mulut. Kemampuan memahami semantik juga lamban. Segala aspek komunikasi sulit dicapai penyandang autisma. artinya mereka tidak mampu memahami dunia dari sudut pandang orang lain. Variasi inilah yang menghasilkan perbedaan pencapaian kemahiran kognitif yang difasilitasi kompetensi dan performasi berbahasa. menambahkan dengan suku kata yang salah. Secara umum penderita disleksia mengalami kesulitan pada area kognitif tertentu. termasuk membedakan kiri/kanan. misalnya membedakan antara “The girl feeds the baby” dengan “The baby feeds the girl”. Intonasinya cenderung datar dan salah dalam membuat penekanan ucapan. bulan. Secara fonologis. barat/timur. Penyandang autisma bisa jadi membisu hingga usia lima tahun. Penutup Dari paparan di atas dapat disimpulkan bahwa kemampuan berkomunikasi ditunjang dari proses pemerolehan kecakapan berbahasa. kecuali aspek fonologis yang pada sebagian penyandang tetap dapat dikuasai. Tingkat kelainan dan gejalanya bervariasi antar individu. Sebagian penderita disleksia juga mengalami keterbatasan fonologis misalnya tidak bisa menduga bagaimana membedakan ejaan kata atau bukan kata. pangkal tenggorok dll. asimilasi dengan kata lain. langit-langit. Hal ini mengindikasikan bahwa penyandang autisma memiliki keterbatasan alam pikir.

D. John. David W. Rudi. Psikolinguistik: Suatu Pengantar. Victoria. Sydney: Harcourt. Peter. Nan Bernstein. 1986. Autisme: Gangguan Perkembangan pada Anak. Rowley: Newbury House Publisher. Psycholinguistics: a second language perspective. 1992. Subyakto-Nababan. Dalam Simposium Autisme: Gangguan Perkembangan Pada Anak. 1998. Jean Berko dan Ratner. Pacific Grove-California: Brooks/Cole Publishing Company. Gleason. H. Sri Utari. Sutardi. Jakarta: Yayasan Autisme Indonesia. Psycholinguistics. Blair. Psychology of Language. An Introduction to Language. Field.DAFTAR PUSTAKA Carrol. 1983. Apakah Perkembangan Anak Anda Normal? Dalam Simposium Autisme: Gangguan Perkembangan Pada Anak. Evelyn Macussen. Fromkin. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama . Ltd. 1997. Hatch. Jakarta: Yayasan Autisme Indonesia. 1999. David and Collins. 2003. Inc. Pusponegoro. 1997. Psycholinguistics: a resource book for students. New York: Routledge. Victoria: Wadsworth Thomson Learning.

dan juga berusaha memenuhi kebutuhan anak baik lahir maupun batin secara proporsional sesuai dengan tingkat perkembangan dan kondisi anak. Selain itu. Gestikulasi adalah ekspresi gerakan tangan dan lengan untuk menekankan makna wicara. mengerti. pikiran dan emosi. . Bahasa digunakan anak dalam berkomunikasi dan beradaptasi dengan lingkungannya yang dilakukan untuk bertukar gagasan.Oleh sebab itulah masalah ini mendapat perhatian besar. bahasa dapat juga diekspresikan melalui tulisan. Perkembangan bahasa atau komunikasi pada anak merupakan salah satu aspek dari tahapan perkembangan anak yang seharusnya tidak luput juga dari perhatian para pendidik pada umumnya dan orang tua pada khususnya. Tahapan Perkembangan Bahasa Pada Anak Secara Umum Manusia berinteraksi satu dengan yang lain melalui komunikasi dalam bentuk bahasa. Bahasa bisa diekspresikan melalui bicara yang mengacu pada simbol verbal. 1. maupun spiritualnya. mengajarinya akhlak-akhlak yang mulia melalui keteladanan dari orang tuanya. emosional. Pemerolehan bahasa telah ditelaah secara intensif sejak lama. niscaya dia akan tumbuh menjadi baik dan menjadi orang yang bahagia di dunia dan di akhirat. Mendidik dan memberikan tuntunan merupakan sebaik-baik hadiah dan perhiasan paling indah yang diberikan oleh orang tua kepada anaknya. tanda gestural. Komunikasi tersebut terjadi baik secara verbal maupun non verbal yaitu dengan tulisan. dan musik. Bagaimana manusia bisa menggunakan bahasa sebagai cara berkomunikasi selalu menjadi pertanyaan yang menarik untuk dibahas sehingga memunculkan banyak teori tentang pemerolehan bahasa. Jika ia dibiasakan untuk melakukan kebaikan (dalam lingkungan rumah tangga dan lingkungan sosial). Anak merupakan amanat ditangan kedua orang tuanya dan kalbunya yang masih bersih merupakan permata yang sangat berharga. Orang tua berkewajiban memelihara anak-anaknya dengan cara mendidik. Sebaliknya. Sudah menjadi keharusan bagi orang tua dan pendidik untuk bekerja bersama-sama memberikan kontribusi secara aktif dan positif dalam membentuk kualitas anak yang cerdas baik secara intelektual. Bahasa juga dapat mencakup aspek komunikasi nonverbal seperti gestikulasi. A.Al-Ghazali ra dalam bukunya yang berjudul Ihya Ulumuddin telah menyebutkan: “Perlu diketahui bahwa jalan untuk melatih anak-anak termasuk urusan yang paling penting dan harus mendapat prioritas yang lebih dari yang lainnya”. bacaan dan tanda atau symbol. maupun spiritual sang anak. dan menggunakan bahasa. mental. Manusia berkomunikasi lewat bahasa memerlukan proses yang berkembang dalam tahap-tahap usianya. menanamkan budi pekerti yang baik. Pemerolehan bahasa oleh anak-anak merupakan prestasi manusia yang paling hebat dan menakjubkan. niscaya dia akan menjadi orang yang celaka dan berdampak sangat buruk bagi perkembangan baik fisik. Pada saat itu kita telah mempelajari banyak hal mengenai bagaimana anak-anak berbicara. jika dibiasakan dengan keburukan (dalam lingkungan rumah tangga dan lingkungan sosial) serta ditelantarkan. gestural atau pantomim. tetapi sangat sedikit hal yang kita ketahui mengenai proses aktual perkembangan bahasa. Bahasa adalah simbolisasi dari sesuatu idea atau suatu pemikiran yang ingin dikomunikasikan oleh pengirim pesan dan diterima oleh penerima pesan melalui kode-kode tertentu baik secara verbal maupun nonverbal.

ba. Yaitu:  Reflexsive Vocalization Pada usia 0-3 minggu bayi akan mengeuarkan suara tangisan yang masih berupa refleks. bunyinya di dalam dan berasal dari tenggorok. Tahap pralinguistik . yaitu saat bayi menginjak usia 10 bulan ia mulai meniru suara-suara yang di dengar dari lingkungannya. 2. 1..  True Speech Bayi mulai dapat berbicara dengan benar. membagi perkembangan bahasa dalam 3 tahap. Tahapan Perkembangan Bahasa Pada Anak Menurut Beberapa Ahli  Lundsteen.ba…. Saat itu usianya sekitar 18 bulan atau biasa disebut batita. ketika bayi merasa lapar atau tidak nyaman ia akan mengeluarkan suara tangisan. B. Jadi.”  Echolalia Di tahap ini.Pantomim adalah sebuah cara komunikasi yang mengubah komunikasi verbal dengan aksi yang mencakup beberapa gestural (ekspresi gerakan yang menggunakan setiap bagian tubuh) dengan makna yang berbeda beda. yaitu: 1. Bayi mulai dapat mendengar pada usia 2 s/d 6 bulan sehingga ia mulai dapat mengucapkan kata dengan suku kata yang diulang-ulang. ma. serta ia juga akan menggunakan ekspresi wajah atau isyarat tangan ketika ingin meminta sesuatu. da. Namun. Berbeda dengan sebelumnya. Tahap protolinguitik . misalnya ma. Ia mulai berbicara beberapa patah kata (kosa katanya dapat mencapai 200-300). bayi menangis bukan karena ia memang ingin menangis tetapi hal tersebut dilakukan tanpa ia sadari. tangisan yang dikeluarkan telah dapat dibedakan sesuai dengan keinginan atau perasaan si bayi. anak sudah mengerti dan menunjukkan alat-alat tubuh.Pada usia 0-3 bulan.Pada usia 3-12 bulan.Pada usia 12 bulan-2 tahun. pengucapannya belum sempurna seperti orang dewasa.  Lalling Di usia 3 minggu sampai 2 bulan mulai terdengar suara-suara namun belum jelas. Tahapan-tahapan Umum Perkembangan Kemampuan Berbahasa Seorang Anak. banyak memakai bibir dan langit-langit.ma…. .  Babling Pada usia lebih dari 3 minggu. . seperti: “ba….

kemampuan kognitif bayi juga belum berkembang. bentuk. Tahap linguistik . anak mulai belajar mengkonsolidasikan isi. dan pemakaian bahasa. Salah satu perkembangan bahasa utama milestone adalah pengucapan kata-kata pertama yang terjadi pada akhir tahun pertama. Komunikasi lebih bersifat reflektif daripada terencana. Berkembangnya kemampuan kognitif. Terjadi pada umur 9-18 bulan. Periode ini disebut prelinguistik.3. dan kejadian-kejadian di seputar lingkungan awal anak. 4. Arti kata-kata pertama mereka dapat merujuk ke benda. Perkembangan komprehensif dan produksi kata-kata berlangsung cepat pada sekitar umur 18 bulan. orang. Kata – kata pertama : transisi ke bahasa anak Terjadi pada umur 3-9 bulan. Anak mulai . mereka mengamati dan memproduksi suara dengan cara yang unik. Terjadi pada umur 18-36 bulan. anak mulai bisa berbicara memakai kata-kata yang tersimpan dalam memorinya. Bila tidak. Perkembangan kosa kata yang cepat-Pembentukan kalimat awal. dan pemakaian bahasa dalam percakapannya. 3. 1. Bentuk kata-kata pertama menjadi banyak dan dimulainya produksi kalimat. adanya kontrol. Meskipun bayi belum mengerti dan belum bisa mengungkapkan bentuk bahasa konvensional. ini merupakan indikasi untuk evaluasi fisik dan audiologi. Dari percakapan bayi menjadi registrasi anak pra sekolah yang menyerupai orang dewasa. yaitu: 1. tempat. Terjadi pergeseran dari pemakaian kalimat satu kata menjadi bentuk kata benda dan kata kerja. Klinisi harus menentukan apakah bayi mengamati atau bereaksi terhadap suara. Dengan semakin berkembangnya kognisi dan pengalaman afektif. 2. Perkembangan bahasa bayi sebagai komunikasi prelinguistik Terjadi pada umur 0-3 bulan dari periode lahir sampai akhir tahun pertama. bentuk. dan interpretasi emosional di periode ini akan memberi arti pada kata-kata pertama anak. Selain belum berkembangnya bentuk bahasa konvensional. berlanjut sampai satu setengah tahun saat pertumbuhan kosa kata berlangsung cepat.Pada usia 2-6 tahun atau lebih. Selanjutnya. Bayi baru lahir belum bisa menggabungkan elemen bahasa baik isi. juga tanda dimulainya pembetukan kalimat awal. Anak mulai bisa menggabungkan kata benda dengan kata kerja yang kemudian menghasilkan sintaks. pada tahap ini ia mulai belajar tata bahasa dan perkembangan kosa katanya mencapai 3000 buah. Melalui interaksinya dengan orang dewasa. Anak dengan mobilitas yang mulai meningkat memiliki akses ke jaringan sosial yang lebih luas dan perkembangan kognitif menjadi semakin dalam. intervensi direncanakan untuk membangun lingkungan yang menyediakan banyak kesempatan untuk mengamati dan bereaksi terhadap suara.  Bzoch membagi tahapan perkembangan bahasa anak dari lahir sampai usia 3 tahun dalam empat stadium.

tersusun baik dan teradaptasi baik untuk pendengar. yaitu: 1. mempelajari bentuk ekspresi wajah. Dari sini bayi akan belajar bahwa ia akan mendapat perhatian ibunya atau orang lain saat ia menangis sehingga kemudian bayi akan menangis bila meminta orang dewasa melakukan sesuatu buatnya. bereaksi terhadap pasangan bicaranya dan masuk dalam dialog singkat.berpikir konseptual. Perilaku ibu yang fasilitatif akan membantu anaknya dalam memperkenalkan topik baru. suara. anak mulai berdialog lebih lama sampai beberapa kali giliran. percakapan . Lingkungan linguistik memiliki pengaruh bermakna pada proses belajar berbahasa. -Pada usia 12 minggu. dan peristiwa serta dapat menyelesaikan masalah fisik. orang. mulai dengan pola dialog sederhana berupa suara balasan bila ibunya memberi tanggapan. -Lewat umur 3 tahun. tatapan mata. Hampir 50 persen anak 5 tahun dapat mempertahankan topik melalui 12 kali giliran. -Pada usia 3 minggu. Ini disebut senyum sosial. bayi mulai menanggapi ajakan komunikasi ibunya. misalnya karena lapar. mereka akan memodifikasi pemahaman diri dan bayangan diri serta menjadi lebih sadar akan standar sosial. biasanya orang tua. pertama-tama dari tangisannya bila bayi merasa tidak nyaman. bayi mulai meniru gerak gerik orang. Ucapan yang ditujukan pada pasangan bicara menjadi jelas. popok basah. Saat anak mulai membangun jaringan sosial yang melibatkan orang diluar keluarga. Anak berada pada fase mono dialog. -Pada usia 5 bulan. -Pada usia 2 bulan. terjadi peningkatan dalam keaktifan berbicara dan anak memperoleh kesadaran sosial dalam percakapan. Pada usia 6 bulan. peran gerak-gerik lebih menonjol dengan penggunaan satu suku kata. bayi mulai tertarik dengan benda-benda sehinga komunikasi menjadi komunikasi ibu. bayi. -Pada usia 7-12 bulan. Sebagian besar pasangan berkomunikasi anak adalah orang dewasa. 1. dan gelitikan. Pada usia 2 tahun. dan benda-benda. bayi tersenyum saat ada rangsangan dari luar. Perkembangan Pragmatik Perkembangan komunikasi anak sesungguhnya sudah dimulai sejak dini. Gerak-gerik ini akan berkembang disertai dengan bunyi-bunyi tertentu yang mulai konsisten. Lewat umur ini. Ini berlangsung sepanjang usia pra sekolah. Anak terus mengembangkan pemakaian bentuk fonem dewasa Perkembangan bahasa pada anak dapat dilihat juga dari pemerolehan bahasa menurut komponen-komponennya. Ibu memegang kontrol dalam membangun dan mempertahankan dialog yang benar. anak mulai mampu mempertahankan topik yang selanjutnya mulai membuat topik baru. Sekitar 36 bulan. anak kemudian memasuki tahap sintaksis dengan mampu merangkai kalimat dua kata. mengkategorikan benda. anak menunjuk sesuatu untuk menyatakan keinginannya. misalnya wajah seseorang. Anak mulai memperkenalkan atau merubah topik dan mulai belajar memelihara alur percakapan dan menangkap persepsi pendengar. Pada masa ini sampai sekitar 18 bulan.

Terdapat indikasi bahwa anak dengan kosa kata lebih banyak akan lebih popular di kalangan teman-temannya. di mana. 1. untuk siapa. Perkembangan Semantik Karena faktor lingkungan sangat berperan dalam perkembangan semantik. Perkembangan Sintaksis Susunan sintaksis paling awal terlihat pada usia kira-kira 18 bulan walaupun pada beberapa anak terlihat pada usia 1 tahun bahkan lebih dari 2 tahun. dengan apa. Anak prasekolah dapat menjelaskan siapa. properti fungsi. maka pada umur 6-9 bulan anak telah mengenal orang atau benda yang berada di sekitarnya. Kalimat satu kata bisa ditafsirkn dengan mempertimbangkan konteks penggunaannya. Diperkirakan terjadi penambahan lima kata perhari di usia 1. Peralihan dari kalimat satu kata menjadi kalimat yang merupakan rangkaian kata terjadi secara bertahap. Pada waktu kalimat pertama terbentuk yaitu penggabugan dua kata menjadi kalimat. properti pemakaian. Rangkaian dua kata. Dari usia 18 bulan sampai . Terjadi strategi pemetaan yang cepat diusia ini sehingga anak dapat menghubungkan suatu kata dengan rujukannya. Perkembangan pemerolehan sintaksis meningkat pesat pada waktu anak menjalani usia 2 tahun dan mencapai puncaknya pada akhir usia 2 tahun. apa. 1.sendiri dengan kemauan untuk melibatkan orang lain. 2. Begitu kosa kata berkembang. Awalnya berupa kalimat dua kata. Leksikal dan pemerolehan konsep berkembang pesat pada masa prasekolah.5 sampai 6 tahun. Panjang rata-rata ucapan. untuk apa. 3. kebutuhan untuk mengorganisasikan kosa kata akan lebih meningkat dan beberapa jaringan semantik atau antar relasi akan terbentuk. fantasi verbal dan ekspresi perasaan. Pemahaman kata bertambah tanpa pengajaran langsung orang dewasa. Definisi kata kerja anak prasekolah juga berbeda dari kata kerja orang dewasa atau anak yang lebih besar. Selanjutnya secara bertahap anak akan mengartikan lagi informasi-informasi baru yang diterima. Perkembangan Morfologi Periode perkembangan ditandai dengan peningkatan panjang ucapan rata-rata yang diukur dalam morfem. 1. MLU sangat erat berhubungan dengan usia dan merupakan prediktor yang baik untuk perkembangan bahasa. rangkaian kata tersebut berada pada jalinan intonasi. 4. ukuran dan warna. Pemetaan yang cepat adalah langkah awal dalam proses pemerolehan leksikal. Jika kalimat dua kata memberi makna lebih dari satu maka anak membedakannya dengan menggunakan pola intonasi yang berbeda. tapi biasanya mereka belum memahami pertanyaan bagaimana dan mengapa atau menjelaskan proses. mean length of utterance (MLU) adalah alat prediksi kompleksitas bahasa pada anak yang berbahasa Inggris. Hanya mempertimbangkan arti kata semata-mata tidaklah mungkin kita menangkap makna dari kalimat satu kata tersebut. dan lokasi. Anak akan mengembangkan kosa katanya melalui cerita yang dibacakan orang tuanya. berbeda dengan masa “kalimat satu kata” sebelumnya yang disebut masa holofrastis. Monolog kaya akan lagu. Definisi kata benda anak usia pra sekolah meliputi properti fisik seperti bentuk. kata-kata tak bermakna. kapan. suara.

aksen akan hilang ketika bahasa baru akan dipelajari (Asher & Gracia. adanya periode penting dalam mempelajari bahasa bisa dibuktikan salah satunya dari aksen orang dalam berbicara.5 tahun MLU meningkat kira-kira 1. 1. kedua hal ini membentuk suatu simbol dalam proses mental anak.1954). C. Beberapa sumber yang membahas tentang morfem dalam kaitannya dengan morfologi semuanya merupakan Bahasa Inggris yang sangat berbeda dengan Bahasa Indonesia.2 morfem per tahun. Pemerolehan fonologi berkaitan dengan proses konstruksi suku kata yang terdiri dari gabungan vokal dan konsonan. kognitif. Bahkan dalam babbling. 1. sapaan lembut dari ibu/ayah ia dengar dan belaian halus. Perkembangan Fonologi Perkembangan fonologi melalui proses yang panjang dari dekode bahasa. Bahasa . Menurut teori ini. Ia menegaskan bahwa setiap anak mempunyai language acquisition device (LAD). 5. Tahun-tahun awal masa anak-anak merupakan periode yang penting untuk belajar bahasa (critical-period). Faktor kognitif Individu merupakan satu hal yang tidak bisa dipisahkan pada perkembangan bahasa anak. Para ahli kognitif juga menegaskan bahwa kemampuan anak berbahasa tergantung pada kematangan kognitifnya (Piaget. Sebagian besar konstruksi morfologi anak akan tergantung pada kemampuannya menerima dan memproduksi unit fonologi. 1969). Tahap awal perkembangan intelektual anak terjadi dari lahir sampai berumur 2 tahun. yaitu kemampuan alamiah anak untuk berbahasa. Perekaman sensasi nonverbal (simbolik) akan berkaitan dengan memori asosiatif yang nantinya akan memunculkan suatu logika. 2. jika orang berimigrasi setelah berusia 12 tahun kemungkinan akan berbicara bahasa negara yang baru dengan aksen asing pada sisa hidupnya. Misalnya. Selain itu. tetapi kalau orang berimigrasi sebagai anak kecil. Pada masa itu anak mengenal dunianya melalui sensasi yang didapat dari inderanya dan membentuk persepsi mereka akan segala hal yang berada di luar dirinya. Proses lainnya berkaitan dengan asimilasi dan substitusi sampai pada persepsi dan produksi suara. Evolusi Biologi Evolusi biologis menjadi salah satu landasan perkembangan bahasa. Jika pengenalan bahasa tidak terjadi sebelum masa remaja. Mereka menyakini bahwa evolusi biologi membentuk manusia menjadi manusia linguistik. anak menggunakan konsonan-vokal (KV) atau konsonan-vokal-konsonan (KVK). maka ketidakmampuan dalam menggunakan tata bahasa yang baik akan dialami seumur hidup. ia rasakan. yaitu biologis. anak tidak hanya menerima inventaris fonetik dan sistem fonologi tapi juga mengembangkan kemampuan menentukan bunyi mana yang dipakai untuk membedakan makna. Selama usia prasekolah. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Anak dalam Berbahasa Ada tiga faktor paling signifikan yang mempengaruhi anak dalam berbahasa. Noam Chomsky (1957) meyakini bahwa manusia terikat secara biologis untuk mempelajari bahasa pada suatu waktu tertentu dan dengan cara tertentu. Penguasaan morfem mulai terjadi saat anak mulai merangkai kata sekitar usia 2 tahun.dan linkungan 1.

desir angin. yaitu cara ibu atau orang dewasa. salah satunya disebut motherse. di sisi lain proses penguasaan bahasa tergantung dari stimulus dari lingkungan. Pada umumnya. lingkungan luar Sementara itu. Sang ibu bisa mengajak bayi berkomunikasi tentang hal yang positif. mau makan?” 3. dan sebisa mungkin membuat anak merasa nyaman dalam suasana kondusif rumah tangga yang harmonis. Sehingga sering terjadi hanya ibu yang mengerti apa yang diinginkan oleh anaknya dengan melihat/mencermati bahasa simbol yang dikeluarkan oleh anak. Simbol yang dikeluarkan anak dan dibahasakan oleh ibu itulah yang nanti membuat suatu asosiasi. memperdengarkan Kalam Ilahi atau membacakan kisah-kisah bijak. Bahasa pada bayi berkembang melalui beberapa tahapan umum:       mengoceh (3-6 bulan) kata pertama yang dipahami (6-9 bulan) instruksi sederhana yang dipahami (9-12 bulan) kata pertama yang diucapkan (10-15 bulan) penambahan dan penerimaan kosa kata (lebih dari 300 kata pada usia 2 tahun). D. dan damai. anak belajar bahasa melalui proses imitasi dan perulangan dari orang-orangdisekitarnya.simbolik itu merupakan bahasa yang personal dan setiap bayi pertama kali berkomunikasi dengan orang lain menggunakan bahasa simbolik. Kontak batin antara ibu dan janin akan tercipta dengan baik bila kondisi psikis ibu dalam keadaan stabil. Keharmonisan yang terjalin lewat komunikasi bisa memengaruhi kejiwaan anak. Pengaruh Pola Asuh terhadap Perkembangan Bahasa Anak Secara mentali. khususnya. ia menangis dan memasukkan tangan ke mulut. Orangtua bisa mengajak anak bercerita tentang kebesaran Sang Pencipta dan alam ciptaan-Nya. Hal tersebut dapat menstimulus anak untuk bisa belajar berkomunikasi dengan baik karena jika anak distimulus secara positif maka akan mungkin untuk anak merespon secara positif pula. berbicara secara halus. rintik hujan. Tiga faktor diatas saling mendukung untuk menghasilakan kemampuan berbahasa maksimal. “lapar ya. tiga tahun ke depan kosa kata akan berkembang lebih pesat lagi Pengenalan bahasa yang lebih dini dibutuhkan untuk memperoleh ketrampilan bahasa yang baik. misalnya saat bayi lapar. dan ibu membahasakan. seperti berkomunikasi pada anak dengan kata-kata yang baik dan mendidik. anak diperkenalkan bahasa sejak awal perkembangan mereka. Orang tua. .. kokok ayam. rukun. harus memberikan stimulus yang positif pada pengembangan keterampilan bahasa pada anak. pemerolehan bahasa bisa dimulai sejak bayi masih berada dalam kandungan. mengenalkannya pada kicau burung.

Dari keterampilan ini bisa terjalin suasana yang lebih komunikatif antara orangtua dan anak yang berdampak pada perkembangan selanjutnya. Metode ini akan menunjukkan daya serap anak terhadap cerita atau ujaran orangtua. semakin positif respon yang dimunculkan anak. Keterampilan menyimak akan berdampak pada keterampilan berbicara. orangtua sudah bisa melakukan interaksi bahasa dengan anak. melainkan karena semata-mata bunyi konsonan bilabial dan vokal [a] adalah bunyi yang mudah dikuasai pada saat permulaan berujar. Biarkan anak bercerita dengan lugas menurut pemahamannya. dan ungkapan emosional. Kematangan menyimak terjadi lebih dahulu daripada kematangan berbicara meskipun dalam perkembangan selanjutnya kedua kematangan ini saling berhubungan. Pada bulan-bulan pertama. Terkadang anak ingin berbagi cerita tentang suatu hal yang baru dialami atau didapatinya dan ia akan sangat senang jika orangtuanya mau meluangkan sedikit waktu untuk duduk bersamanya dan mendengarkan celoteh riangnya. ada kalanya anak enggan bercerita sama sekali. Untuk melatih keterampilan menyimak. dalam rangka memerikan perkembangan pemerolehan bahasa. Kondisi psikis anak tidak selalu dalam . orangtua bisa menggunakan metode simak-dengar dengan menyuguhi anak cerita yang disukainya. anak belum dapat membalas stimulus yang berasal dari manusia. Semakin baik stimulus yang diberikan orangtua. isyarat. (1998: 65-72) menjelaskan bahwa selama bulan-bulan pertama pascalahir atau sebelum seorang anak mempelajari kata-kata yang cukup untuk digunakan sebagai sarana berkomunikasi. otaknya berkembang dan mengatur mekanisme saraf sehingga gerakan refleks tadi sudah dapat dikontrol. Vokal anak dan otot-otot bicaranya bergerak secara refleks. Misalnya. Menurut para pakar. Namun. Pada tahapan ini. tidak ada kontrol terhadap pola tingkah laku termasuk tingkah laku verbalnya. ocehan/celoteh/meraban. Pada awal kelahirannya. Ini bisa membantu anak dalam proses berbicara. Selanjutnya. Penceritaan langsung tanpa menggunakan buku sekali-kali perlu dilakukan untuk perubahan suasana. Jika ini terjadi. jangan paksa anak untuk bercerita. Stork dan Widdowson (dalam Yudibrata. 1998: 72-73). Awalnya. anak akan mengedipkan mata kalau melihat cahaya yang berubah-ubah atau bibirnya akan bergerak-gerak ketika ada sesuatu disentuhkan ke bibirnya. perkembangan pemerolehan bahasa pada anak sangat berhubungan dengan kematangan neuromoskularnya yang kemudian dipengaruhi oleh stimulus yang diperolehnya setiap hari (Yudibrata. Hal itu akan membuat jiwa anak tertekan dan terhambat daya kreativitasnya dalam berbahasa. ma-ma dan pa-pa sebagai celotehan anak bukan merujuk pada makna kata secara harfiah yang berarti ibu dan ayah. Orangtua jangan menuntut anak untuk bercerita sesuai dengan gaya penceritaan orangtua. Satu hal yang perlu diingat.Yudibrata dkk. Refleks itu berhubungan dengan gerakan lidah atau mulut. Keempat prabicara itu adalah tangisan. Dampaknya bisa positif bisa juga negatif. Kegiatan bercerita ini hendaknya dilakukan dengan menggunakan bahasa ibu (bahasa pertama anak). orangtua sebaiknya mengubah posisi dari posisi pencerita menjadi pendengar yang baik. Seiring dengan berfungsinya alat artikulasi. anak secara kreatif terlebih dahulu akan menggunakan empat bentuk komunikasi prabicara (preespeech). Bercerita langsung dengan kata-kata sendiri yang dimengerti anak akan memberi efek lebih pada penceritaannya. yakni ketika anak sudah mulai berceloteh dengan bunyi bilabial seperti [m] untuk ma-ma dan [p] untuk pa-pa atau [b] untuk ba-ba. Stimulus orangtua yang berupa data simakan bagi anak bisa direspon dengan metode ulang-ucap. 1998: 73) membedakan antara kematangan menyimak (receptive language skills) dan kematangan mengeluarkan bunyi bahasa atau berbicara (expressive language skills).

Sebagai guru. Semakin dini mendeteksi keterlambatan bicara. atau benci pada sesuatu hal. Dialog atau komunikasi interpersonal antara orangtua dan anak bisa menjadi alternatif solusi. bagaimana orangtua membuat kondisi rumah sedemikian rupa agar mampu menghasilkan stimulus positif sebanyak dan sevariatif mungkin. Rumah adalah sekolah pertama bagi anak. sampai usia 18 bulan belum keluar kata pertama yang cukup jelas. perjalanan pemerolehan bahasa seorang anak akan sangat bergantung pada lingkungan bahasa anak tersebut (Yudibrata. bila sampai usia 12 bulan sama sekali belum mengeluarkan ocehan atau babbling. E. Beberapa laporan menyebutkan angka kejadian gangguan bicara dan bahasa berkisar 5-10 % pada anak sekolah. pola tindak. serta terlihat berusaha sangat keras untuk mengatakan sesuatu. terlihat kesulitan mengatakan beberapa kata konsonan. padahal sudah dirangsang dengan berbagai cara. seperti tidak memahami kata-kata yang kita ucapkan. Anak dikatakan mengalami keterlambatan bicara dan harus berkonsultasi dengan ahli. dan pola ucap anak. anak senantiasa ingin mengetahui segala hal dan mencoba sesuatu yang baru. orangtua memiliki andil yang besar dalam pendidikan anaknya. Yang penting. Sebelum anak memasuki lingkungan sosial yang lebih luas. marah. Mulai yang bisa membaik hingga yang sulit dikoreksi. Sesuai dengan nalurinya. Dengan kata lain. maka semakin baik kemungkinan pemulihan gangguan tersebu. Adapun gangguan yang sering dikeluhkan orangtua yaitu keterlambatan bicara. Para ahli sepakat bahwa pemerolehan bahasa sangat dipengaruhi oleh penggunaan bahasa sekitar. Dalam hal ini orangtua berperan sebagai motor penggerak yang memegang kendali pertama dan utama dalam perkembangan bahasa anak melalui (salah satunya) pola asuh yang mendidik. misalnya sampai ngiler atau raut muka berubah. lingkungan keluarga seyogianya bisa menjadi arena yang menyenangkan bagi proses perkembangan anak. Pemberian stimulus akan memengaruhi perubahan perilaku anak. Setiap aktivitas yang ada dan terjadi di lingkungan rumah merupakan rangkaian dari proses pemerolehan yang sifatnya berkala dan berkesinambungan. 1.Disfasia Adalah gangguan perkembangan bahasa yang tidak sesuai dengan perkembangan kemampuan . maka berikan stimulus yang positif. Penyediaan sarana dan prasarana pendidikan di lingkungan rumah merupakan hal penting bagi proses perkembangan anak. dan orangtua adalah guru pertama yang bisa mengantar anak menuju gerbang pendidikan formal. baik dalam segi waktu. Penyebab keterlambatan bicara sangat luas dan banyak. Stimulus yang diberikan orangtua akan terbingkai dalam pola pikir.keadaan yang stabil. Ada beberapa gangguan yang perlu diperhatikan orangtua: 1. masa bermain dan bersekolah. materi. Pola asuh seperti dipaparkan di atas akan berhasil bilamana orangtua mampu menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan bahasa anak. Jika orangtua menginginkan anaknya santun berbahasa. Gangguan Perkembangan Bahasa pada Anak Gangguan bicara dan bahasa adalah salah satu penyebab terhambatnya tumbuh-kembang anak yang sering ditemui. dan tenaga. Seringkali timbul sensitivitas yang memengaruhi sisi kejiwaannya sehingga muncul perasaan kesal. 1998: 65). Proses ini semestinya tidak terhambat oleh masalah finansial.

Hal itu penting karena apa yang diberikan oleh orang tua dan para pendidik kepada anak dalam masa perkembangannya akan sangat berpengaruh pada masa depan sang anak dikemudian harinya . tekstur. bisa kurang sensitif atau hipersensitif terhadap suara. Karena organ bicara sama dengan organ makan. kurang menguasai hubungan sosial dan emosional. Ditengarai gangguan ini muncul karena adanya ketidaknormalan pada pusat bicara yang ada di otak. Namun. maka biasanya anak ini mempunyai masalah dengan makan atau menyedot susu dari botol. gerakan. sikap badan). tetapi bukan karena tertarik. Ditandai dengan gangguan penggunaan beberapa komunikasi nonverbal (mata. Orang tua . Kemampuan bicara reseptif (menangkap pembicaraan orang lain) sudah baik tapi kemampuan bicara ekspresif (menyampaikan suatu maksud) mengalami keterlambatan. 4. 2. 1.anak seharusnya. misalnya mama atau papa. pandangan. Ada masalah yang terkait dengan keteraturan tidur. sosial.Gangguan Multisystem Development Disorder (MSDD) MSDD digambarkan dengan ciri-ciri mengalami problem komunikasi. Sulit berpartisipasi dalam kegiatan dengan baik.Sindrom Asperger Gejala khas yang timbul adalah gangguan interaksi sosial ditambah gejala keterbatasan dan pengulangan perilaku. Keluarga merupakan „taman sekolah‟ pertama bagi seorang anak. F. tidak bisa bermain dengan anak sebaya. dan aktivitas rutin lainnya. anak tumbuh dan berkembang dengan normal. ekspresi wajah. yang terganggu di antaranya adalah kemampuan bahasa. Anak dengan gangguan ini mempunyai gangguan kualitatif dalam interaksi sosial. ketertarikan. selera makan. suhu. kemudian kehilangan kemampuan yang telah dikuasainya dengan baik. dan proses sensoris (proses penerimaan rangsang indrawi). 3. minat berkomunikasi dan interaksi tetap normal tetapi tidak bereaksi secara optimal dalam interaksinya. sosial. Untuk menanamkan perkembangan bahasa anak yang baik diperlukan pola pengasuhan yang komprehensif dari orang tua yang merupakan pendidik yang pertama dan utama bagi seorang anak. bermain dan perilaku.Gangguan disintegratif pada kanak-kanak (Childhood Diintegrative Disorder/CDD) Pada usia 1-2 tahun. dan aktivitas. dan motorik. Sebagai contohnya yaitu dalam aspek perkembangan bahasa atau komunikasi pada anak. sosial. Anak dengan gangguan ini pada usia setahun belum bisa mengucapkan kata spontan yang bermakna. Anak berkembang normal pada usia 2 tahun pertama seperti kemampuan komunikasi. Dari sana lah sang anak dibentuk pertama kali oleh orang tuanya akan menjadi seperti apa dikemudian harinya. dan sensasi indera lainnya. Elaborasi Mengenai Hasil Pemaparan atau Penjelasan Tentang Perkembangan Bahasa Pada Anak Tahapan-tahapan perkembangan anak baik fisik maupun mental sangat penting untuk dipelajari dan dipahami oleh para orang tua pada khususnya dan para pendidik pada umumnya. aroma. kemampuan itu terganggu sebelum usia 10 tahun. Ciri-cirinya yang jelas adalah reaksi abnormal.

harus saling bersamaan antara komunikasi verbal dan nonverbal. Hal itu pula harus diperhatikan karena sangat mempengaruhi bahasa anak. Berdasarkan penelitian. yaitu dalam mengucapkan atau berkomunikasi dengan mengucapkan kata-kata yang penuh ilmu dan tuntunan agama. komputer. Komunikasi verbal saja tidak cukup. seorang ayah langsung menyuarakan adzan ke telinga sang bayi dengan tujuan agar suara yang pertama kali didengar oleh anak adalah kalimat yang baik walaupun pada saat bayi lahir pendengarannya belum dapat berfungsi dengan baik. emotional bonding antara ibu dan anak semakin kuat. Kemudian. Jika orang tua dan pendidik bekerja sama dengan baik dalam memberikan teladan yang positif pada anak dalam masa-masa perkembangannya baik fisik maupun mental maka anak kelak akan tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang mulia budi pekertinya dan santun budi bahasanya. orang tua harus secara aktif menemani anak dalam memperkenalkan dan mempelajari komputer. Dengan begitu. peran ayah pun juga sangat dibutuhkan dalam masa perkembangan bahasa anak. Posted in Academic Comments are closed. Ayah juga harus menjadi teladan yang baik bagi anaknya. ketika bayi mulai tumbuh dan melalui fase-fase perkembangan bahasa. dan radio. tidak kasar.harus memahami betul kapan seorang anak mengalami perkembangan bahasa pertahapannya sehingga orang tua dapat memberikan stimulus positif yang sesuai dengan tahapan perkembangannya. dalam memperkenalkan komputer pada anak. . seorang ibu harus menstimuli sang anak dengan mengucapkan kata-kata yang baik. Waktu pemakaian komputer pun juga harus dibatasi karena anak juga harus berinteraksi dengan lingkungan sosialnya. dan disertai pula dengan komunikasi nonverbal seperti ekspresi wajah yang lembut. seperti televisi. Orang tua harus memilah-milah mana tontonan yang baik dan sesuai dengan perkembangan anak dan mana yang tidak dan pula harus diberi penjelasan mengenai pesan-pesan dari tontonan tersebut pada anak. Kemudian. jika pertamanya diawali dengan baik maka dalam perkembangannya pun insya Allah dapat baik pula. Lalu terkait dengan nyanyian atau lagu untuk anak-anak. Selain ibu. memberi ciuman dan pelukan hangat. pujian-pujian. Demikian pula ketika menstimulasi anak melalui sarana komunikasi. Orang tua harus menemani anak dalam menonton televisi. kata-kata kasih sayang. Lebih baik menghidupi suasana rumah dengan senandung AlQur‟an dan perkenalkanlah Al-Qur‟an sejak dini kepada anak. Perkembangan bahasa pada anak tidak dapat berlangsung dengan baik tanpa didukung aktif oleh orang tua dan pendidik. Dari awal ketika bayi lahir. Namun. dan tidak membentak. televisi dapat menghambat perkembangan bahasa anak. Jadi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful