You are on page 1of 61

PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Masalah Perkembangan bahasa, pada usia bawah lima tahun (balita) akan berkembang sangat aktif dan pesat. Keterlambatan bahasa pada periode ini, dapat menimbulkan berbagai masalah dalam proses belajar di usia sekolah. Anak yang mengalami keterlambatan bicara dan bahasa beresiko mengalami kesulitan belajar, kesulitan membaca dan menulis dan akan menyebabkan pencapaian akademik yang kurang secara menyeluruh, hal ini dapat berlanjut sampai usia dewasa muda. Selanjutnya orang dewasa dengan pencapaian akademik yang rendah akibat keterlambatan bicara dan bahasa, akan mengalami masalah perilaku dan penyesuaian psikososial. Komunikasi adalah suatu alat yang digunakan oleh manusia untuk berinteraksi satu dengan yang lainnya dalam bentuk bahasa. Komunikasi tersebut terjadi baik secara verbal maupun non verbal yaitu dengan tulisan, bacaan dan tanda atau simbol. Berbahasa itu sendiri merupakan proses yang kompleks dan tidak terjadi begitu saja. Setiap individu berkomunikasi lewat bahasa memerlukan suatu proses yang berkembang dalam tahap-tahap usianya. Bagaimana bahasa bisa digunakan untuk berkomunikasi selalu menjadi pertanyaan yang menarik untuk dibahas sehingga memunculkan banyak teori . Seorang anak yang mengalami gangguan berbahasa mungkin saja ia dapat mengucapkan satu kata dengan jelas tetapi tidak dapat menyusun dua kata dengan baik, atau sebaliknya seorang anak mungkin saja dapat mengucapkan sebuah kata yang sedikit sulit untuk dimengerti tetapi ia dapat menyusun katakata tersebut dengan benar untuk menyatakan keinginannya. Masalah bicara dan bahasa sebenarnya berbeda tetapi kedua masalah ini sering kali tumpang tindih. Gangguan bicara dan bahasa terdiri dari masalah artikulasi, suara, kelancaran bicara (gagap), afasia (kesulitan dalam menggunakan kata-kata, biasanya akibat cedera otak) serta keterlambatan dalam bicara atau bahasa. Keterlambatan bicara dan bahasa dapat disebabkan oleh berbagai faktor termasuk faktor lingkungan atau hilangnya pendengaran. Gangguan bicara dan bahasa juga berhubungan erat dengan area lain yang mendukung proses tersebut seperti fungsi otot mulut dan fungsi pendengaran. Keterlambatan dan gangguan bisa mulai dari bentuk yang sederhana seperti bunyi suara yang “tidak normal” (sengau, serak) sampai dengan ketidakmampuan untuk mengerti atau menggunakan bahasa, atau ketidakmampuan mekanisme motorik oral dalam fungsinya untuk bicara dan makan. Gangguan perkembangan artikulasi meliputi kegagalan mengucapkan satu huruf sampai beberapa huruf, sering terjadi penghilangan atau penggantian bunyi huruf tersebut sehingga menimbulkan kesan cara bicaranya seperti anak kecil. Selain itu juga dapat berupa gangguan dalam pitch, volume atau kualitas suara. Afasia yaitu kehilangan kemampuan untuk membentuk kata-kata atau kehilangan kemampuan untuk menangkap arti kata-kata sehingga pembicaraan tidak dapat berlangsung dengan baik. Anak-anak dengan afasia didapat memiliki riwayat perkembangan bahasa awal yang normal, dan memiliki onset setelah trauma kepala atau gangguan neurologis lain (contohnya kejang). Gagap adalah gangguan kelancaran atau abnormalitas dalam kecepatan atau irama bicara. Terdapat pengulangan suara, suku kata atau kata atau suatu bloking yang spasmodik, bisa terjadi spasme tonik dari otot-otot bicara seperti lidah, bibir dan laring. Terdapat kecendrungan adanya riwayat gagap dalam keluarga. Selain itu, gagap juga dapat disebabkan oleh tekanan dari orang tua agar anak bicara dengan jelas, gangguan lateralisasi, rasa tidak aman, dan kepribadian anak.

Sebagian besar konstruksi morfologi anak akan tergantung pada kemampuannya menerima dan memproduksi unit fonologi. Selama usia pra sekolah, anak tidak hanya menerima inventaris fonetik dan sistem fonologi tapi juga mengembangkan kemampuan menentukan bunyi mana yang dipakai untuk membedakan makna. Pemerolehan fonologi berkaitan dengan proses konstruksi suku kata yang terdiri dari gabungan vokal dan konsonan. Bahkan dalam babbling, anak menggunakan konsonan-vokal (KV) atau konsonan-vokalkonsonan (KVK). Proses lainnya berkaitan dengan asimilasi dan substitusi sampai pada persepsi dan produksi suara.

B. Rumusan Masalah Ada beberapa rumusan masalah yang akan dibahas. 1. Bagaimana perkembangan bahasa anak sebagai komunikasi ? 2. Bagaimana kata-kata pertama yang digunakan dalam bahasa anak ditinju dari segi semantik ? 3. Bagaimana perkembangan kosa kata yang cepat dalam pembentukan kalimat awal ? 4. Mengapa dari percakapan bayi menjadi registrasi anak pra sekolah yang menyerupai orang dewasa. 18-36 bulan ? 5. Apakah pemerolehan semantik berkaitan dengan proses konstruksi suku kata yang terdiri dari gabungan vokal dan konsonan ? C. Tujuan Penelitian Berbahasa itu sendiri merupakan proses yang kompleks dan tidak terjadi begitu saja. Setiap individu berkomunikasi lewat bahasa memerlukan suatu proses yang berkembang dalam tahap-tahap usianya. Komunikasi adalah suatu alat yang digunakan oleh manusia untuk berinteraksi satu dengan yang lainnya dalam bentuk bahasa. Komunikasi menjadi salah satu tujuan yang penting dalam membahas aspek perkembangan bahasa anak yang ditinjau darisegi semantik. Berikut beberapa tujuan yang menjadi tujuan penulisan: 1. Mengetahui perkembangan bahasa anak sebagai komunikasi. 2. Membahas proses percakapan bayi menjadi registrasi anak pra sekolah yang menyerupai orang dewasa. 18-36 bulan. 3. Mengetahui pemerolehan semantik berkaitan dengan proses konstruksi suku kata yang terdiri dari gabungan vokal dan konsonan. D. Manfaat Penelitian Selama usia pra sekolah, anak tidak hanya menerima inventaris fonetik dan sistem semantik tapi juga mengembangkan kemampuan menentukan kata mana yang dipakai untuk membedakan makna. Berikut beberapa manfaat yang didapat dari penulisan ini 1. Memberikan pengetahuan bahwa perkembangan bahasa anak di bidang semantik memberikan makna yang berbeda. 2. Mampu menginterpretasikan perkembangan bahasa anak sebagai komunikasi yang dimengerti dalam semantik. 3. Memberikan komunikasi timbal balik yang saling dimengerti sesuai dengan teori.

BAB II LANDASAN TEORI

A. Proses Fisiologi Bicara Menurut beberapa ahli komunikasi, bicara adalah kemampuan anak untuk berkomunikasi dengan bahasa oral (mulut) yang membutuhkan kombinasi yang serasi dari sistem neuromuskular untuk mengeluarkan fonasi dan artikulasi suara. Proses bicara melibatkan beberapa sistem dan fungsi tubuh, melibatkan sistem pernapasan, pusat khusus pengatur bicara di otak dalam korteks serebri, pusat respirasi di dalam batang otak dan struktur artikulasi, resonansi dari mulut serta rongga hidung. Terdapat 2 hal proses terjadinya bicara, yaitu proses sensoris dan motoris. Aspek sensoris meliputi pendengaran, penglihatan, dan rasa raba berfungsi untuk memahami apa yang didengar, dilihat dan dirasa. Aspek motorik yaitu mengatur laring, alat-alat untuk artikulasi, tindakan artikulasi dan laring yang bertanggung jawab untuk pengeluaran suara. Proses reseptif – Proses dekode

Selama masa prenatal batang otak. dikirim ke lobus temporal kiri untuk diproses. Girus angular dan supramarginal membantu proses integrasi informasi visual. Di antara proses dekode dan enkode terdapat proses transmisi. Rangsang tersebut ditangkap oleh talamus dan selanjutnya diteruskan ke area korteks auditori pada girus Heschls. Ini merupakan proses aktif pemilihan lambang dan formulasi pesan. korteks motorik di lobus frontal menjadi lebih aktif. Hal ini disebabkan karena mielinisasi atau pembentukan selubung sistem saraf. Dalam proses perkembangan bahasa. Proses dekode dimulai dengan dekode fonologi berupa penerimaan unit suara melalui telinga. dimana sebagian besar signal yang diterima oleh girus ini berasal dari sisi telinga yang berlawanan. Transmisi ini terjadi antara mulut pembicara dan telinga pendengar. auditori dan raba serta perwakilan linguistik. Sesudah lahir serebelum dan hemisfer serebri juga tumbuh bertambah cepat terutama area reseptor visual. dilanjutkan dengan dekode gramatika. Proses decode-encode diatas disimpulkan sebagai proses komunikasi. kemampuan menggunakan bahasa reseptif dan ekspresif harus berkembang dengan baik. Diferensiasi otak fetus dimulai pada minggu ke-16 gestasi.Segera saat rangsangan auditori diterima. Pada usia sekitar 2 bulan. Keseluruhan proses enkode ini terjadi di otak/pusat pembicara. korteks primer dan korteks somatosensori bertumbuh dengan cepat. Traktus asosiasi yang mengatur bicara dan bahasa belum . Korteks visual menjadi lebih aktif pada usia 3 bulan. fonasi. Struktur untuk pesan yang masuk ini diatur pada area Wernicke. Perkembangan Bahasa pada Anak Usia di Bawah 5 Tahun Perkembangan bahasa sangat berhubungan erat dengan maturasi otak. Selama separuh periode tahun pertama korteks frontal dan hipokampus menjadi lebih aktif. Proses enkode dimulai dengan enkode semantik yang dilanjutkan dengan enkode gramatika dan berakhir pada enkode fonologi. Proses ekspresif – Proses encode Proses produksi berlokasi pada area yang sama pada otak. tekanan. B. Pengalaman dan interaksi bayi akan membantu anak mengatur kerangka kerja otak. Analisa linguistik dilakukan pada area Wernicke di lobus temporal kiri. jadi anak menjadi lebih fokus pada benda yang dekat maupun yang jauh. Selanjutnya maturasi otak berbeda dan terefleksikan pada perilaku bayi saat lahir. irama dan kecepatan masuk ke lobus temporal kanan. Secara keseluruhan terlihat dengan berat kasar otak yang berubah sangat cepat dalam 2 tahun pertama kehidupan. Anak memperoleh lebih banyak kontrol dalam perilaku motor volusional. Proses mielinisasi ini dikontrol oleh hormon seksual. Hal ini menyebabkan peningkatan kemampuan untuk mengingat stimulasi dan hubungan awal antara kata dan keseluruhan. Girus dan area asosiasi auditori akan memilah informasi bermakna yang masuk. formasi retikulum pada batang otak akan menyusun tonus untuk otak dan menentukan modalitas dan rangsang mana yang akan diterima otak. Ini menjelaskan bahwa maturasi visual terjadi relatif lebih awal dibandingkan auditori. yaitu pemindahan atau penyampaian kode atau disebut kode bahasa. resonansi dan artikulasi. Hal ini menjelaskan kenapa proses perkembangan bahasa lebih cepat pada anak perempuan. pesan diteruskan melalui fasikulus arkuatum ke area Broca untuk penguraian dan koordinasi verbalisasi pesan tersebut. Signal kemudian melewati korteks motorik yang mengaktifkan otot-otot respirasi. Sementara masukan paralinguistik berupa intonasi. khususnya estrogen. Selanjutnya masukan linguistik yang sudah dikode. Proses berakhir pada dekode semantik dengan pemahaman konsep atau ide yang disampaikan lewat pengkodean tersebut.

Klinisi harus menentukan apakah bayi mengamati atau bereaksi terhadap suara. Pada neonatus. Dengan semakin berkembangnya kognisi dan pengalaman afektif. juga tanda dimulainya pembetukan kalimat awal. Reduplikasi babbling menandakan maturasi bagian wajah dan area laring pada korteks motor. kemampuan kognitif bayi juga belum berkembang. anak mulai belajar mengkonsolidasikan isi. Komunikasi lebih bersifat reflektif daripada terencana. Kata-kata pertama : transisi ke bahasa anak. 1. maka pada umur 6-9 bulan anak telah mengenal orang atau benda yang berada di sekitarnya. Arti kata-kata pertama mereka dapat merujuk ke benda. berlanjut sampai satu setengah tahun saat pertumbuhan kosa kata berlangsung cepat. Bila tidak. Selain belum berkembangnya bentuk bahasa konvensional. 18-36 bulan. vokalisasi dikontrol oleh batang otak dan pons. 9-18 bulan. Salah satu perkembangan bahasa utama milestone adalah pengucapan kata-kata pertama yang terjadi pada akhir tahun pertama. mengkategorikan benda. orang dan peristiwa serta dapat menyelesaikan masalah fisik Anak terus mengembangkan pemakaian bentuk fonem dewasa. Perkembangan bahasa anak dapat dilihat juga dari pemerolehan bahasa menurut komponenkomponennya. Meskipun bayi belum mengerti dan belum bisa mengungkapkan bentuk bahasa konvensional. Anak dengan mobilitas yang mulai meningkat memiliki akses ke jaringan sosial yang lebih luas dan perkembangan kognitif menjadi semakin dalam. Tahap perkembangan bahasa di atas hampir sama dengan pembagian menurut Bzoch yang membagi perkembangan bahasa anak dari lahir sampai usia 3 tahun dalam empat stadium. Bayi baru lahir belum bisa menggabungkan elemen bahasa baik isi. Perkembangan Semantik Karena faktor lingkungan sangat berperan dalam perkembangan semantik. Dari percakapan bayi menjadi registrasi anak pra sekolah yang menyerupai orang dewasa. mereka mengamati dan memproduksi suara dengan cara yang unik. Maturasi jalur asosiasi auditorik seperti fasikulus arkuatum yang menghubungkan area auditori dan area motor korteks tidak tercapai sampai awal tahun kedua kehidupan sehingga menjadi keterbatasan dalam intonasi bunyi dan bicara. Terjadi pergeseran dari pemakaian kalimat satu kata menjadi bentuk kata benda dan kata kerja. 2. bentuk dan pemakaian bahasa. anak mulai bisa berbicara memakai kata-kata yang tersimpan dalam memorinya. Terdapat indikasi bahwa anak dengan kosa kata lebih banyak . 3-9 bulan. orang. tempat. Leksikal dan pemerolehan konsep berkembang pesat pada masa pra sekolah. Melalui interaksinya dengan orang dewasa.31. ini merupakan indikasi untuk evaluasi fisik dan audiologi.32 Pengaruh hormon estrogen pada maturasi otak akan mempengaruhi kecepatan perkembangan bunyi dan bicara pada anak perempuan. Perkembangan kosa kata yang cepat-Pembentukan kalimat awal. Perkembangan bahasa bayi sebagai komunikasi prelinguistik. Perkembangan komprehensif dan produksi kata-kata berlangsung cepat pada sekitar 18 bulan. C. 0-3 bulan. Periode ini disebut prelinguistik. 3.sepenuhnya matur sampai periode akhir usia pra sekolah. bentuk dan pemakaian bahasa dalam percakapannya. dan dimulainya produksi kalimat. Bentuk kata-kata pertama menjadi banyak. 4. Anak mulai berpikir konseptual. dan kejadian-kejadian di seputar lingkungan awal anak. Anak mulai bisa menggabungkan kata benda dengan kata kerja yang kemudian menghasilkan sintaks. Periode lahir sampai akhir tahun pertama. Selanjutnya intervensi direncanakan untuk membangun lingkungan yang menyediakan banyak kesempatan untuk mengamati dan bereaksi terhadap suara. Berkembangnya kemampuan kognitif. adanya kontrol dan interpretasi emosional di periode ini akan memberi arti pada kata-kata pertama anak.

keinginan. Pemerolehan bahasa atau akuisisi adalah proses yang berlangsung di dalam otak seorang kanak-kanak ketika dia memperoleh bahasa pertamanya atau bahasa ibunya( Abdul Chaer. Kedua proses ini merupakan dua proses yang berlainan. 2005:161). Diperkirakan terjadi penambahan 5 kata perhari di usia 18 bulan sampai 6 tahun. Sedangkan penerbitan melibatkan kemampuan mengeluarkan atau meneritkan kalimatkalimat sendiri. Sebelum mampu memahami tuturan lawan bicaranya secara sempurna. Kedua jenis proses proses kompetensi ini apabila telah dikuasai kanak-kanak akan menjadi kemampuan linguistik kanak-kanak itu. Setiap anak mengalami perkembangan bahasa yang berbeda-beda. Proses pemahaman melibatkan kemampuan atau kepandaian mengamati atau keampuan mempersepsi kalimat-kalimat yang didengar . sejak usia satu tahun seorang anak mulai . Melaui bahasa. Proses pemerolehan bahasa merupakan bagian yang penting dalam perkembangan kemampuan bahasa setiap individu. diantaranya oleh Soejono Dardjowidjojo. Selain itu menurut beliau bahwa dari mulai usia dua tahun seorang anak sudah mampu memahami beberapa kosa kata yang di ucapkan lawan bicaranya. Menurutna mugkin saja seorang anak mampu mengucapkan bunyi /r/ jauh lebih awal dari umur 49 bulan seperti yang dinyatakan oleh Jacobson. Proses pemerolehan bahasa inilah yang menentukan kemampuan setiap individu dalam menguasai bahasa pertamanya. Terjadi strategi pemetaan yang cepat di usia ini sehingga anak dapat menghubungkan suatu kata dengan rujukannya. Salah satu golongan kosakata yang dikuasai oleh anak adalah golongan kelas kata nomina terutama yang akrab dengan tempat tinggalnya.Pemahaman kata bertambah tanpa pengajaran langsung orang dewasa. seperti kemampuan memahami kata yang di ucapkan oleh lawan bicaranya. Ada dua proses yang terjadi ketika seorang kanak-kanak sedang memperoleh bahasa pertamanya yaitu proses kompetensi dan proses performansi. Hal tersebut terjadi karena organ-organ bicara yang dimiliki setiap anak sudah mulai berkembang dan terprogram untuk memperoleh bahasa. Bahasa pertama(B1) menjadi salah satu sarana untuk mengungkapkan perasaan. Namun terkadang walaupun mereka sudah memahami sebuah kosakata ketika mereka mengucapkannya kata yang mereka ucapkan mengalami pergeseran sehingga tidak sesuai dengan acuan(referentnya). Kontempasi ini menjadi syarat untuk terjadinya proses performasi yang terdiri dari dua buah proses yakni proses pemahaman dan proses penerbitran atau proses menghasilkan kalimat-kalimat. Kompetensi adalah proses penguasaan tata bahasa yang berlangsung secara tidak disadari. Penelitian yang dilakukannya bersifat longitudinal(dari satu waktu ke waktu yang lain/berkelanjutan). dalam bentukbentuk bahasa yang dianggap wajar oleh anggota-angota masyarakat di mana anak itu tinggal.akan lebih popular di kalangan teman-temannya. Selanjutnya secara bertahap anak akan mengartikan lagi informasi-informasi baru yang diterima. Hasilnya menekankan bahwa jadwal kemunculan bunyi adalah jadwal biologis dan bukan kronologis. beliau melakukan penelitian terhadap cucunya yang bernama Echa. Bidang semantik meliputi kemampuan anak dalam memahami ujaran lawan bicaranya. Beberapa peneitian tentang pemerolehan bahasa anak sudah banayak dilakukan. Jadi kemampuan linguistik terdiri dari kemampuan memahami dan kemampuan melahirkan atau menerbitkan kalimat-kalimat baru. Namun pada dasarnya setiap anak yang normal mulai berbicara antara umur dua puluh sampai dua puluh delapan bulan. pendirian dan sebagainya. Setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda dalam memahami suatu tuturan tergantung perkembangan psikologis anak. seorang anak belajar untuk menjadi “angota masyarakat”. Salah satu bidang bidang pemerolehan bahasa pada anak menyangkut bidang semantis. Pemetaan yang cepat adalah langkah awal dalam proses pemerolehan leksikal.

ukuran dan warna. properti pemakaian dan lokasi. di mana. keterpahaman itu ditunjukkan ketika suatu saat ditanyakan kembali si anak mengucapkan kata sapatu. anak tersebut tidak mengucapkan sapatu(sepatu) tetapi dia mengucapkan kata sopato. dengan apa. Apabila seorang anak menggunakan ujaran-ujaran yang bentuk-bentuknya benar bukan.belajar memahami tuturan lawan biaranya dalam bentuk yang sederhana. kebutuhan untuk mengorganisasikan kosa kata akan lebih meningkat. dan beberapa jaringan semantik atau antar relasi akan terbentuk BAB III HASIL PENELITIAN . Biasanya mereka mulai memahami kosakata yang diujarkan lawan bicaranya yang berkategori nomina seperti kata mamah. untuk siapa. dsb. Anak akan mengembangkan kosa katanya melalui cerita yang dibacakan orang tuanya. walaupun seorang anak sudah memahami tentang arti suatu kata tetapi ia mengucapkan kosa kata tersebut menjadi berbeda atau tidak sesuai dengan kosakata yang sebenarnya. kapan. ini belum berarti ia telah menguasai bahasa pertamanya itu. domba. bapa. apa. Definisi kata kerja anak pra sekolah juga berbeda dari kata kerja orang dewasa atau anak yang lebih besar. karena dapat saja ia memberi arti yang lain pada kalimat-kalimat yang diucapkanya itu. Namun sebaliknya ada juga kecendurungan. Contohnya ketika peneliti menunjukan sebuah benda yang disebut sepatu. Definisi kata benda anak usia pra sekolah meliputi properti fisik seperti bentuk. baju. untuk apa. tapi biasanya mereka belum memahami pertanyaan bagaimana dan mengapa atau menjelaskan proses. Dalam hal ini terjadi penyimpanagan tuturan karena kosakata yang di ucapkan tidak sesuai dengan dengan referentnya(acuannya). Padahal si anak sudah mengetahui bahwa benda yang ditunjukan adalah sapatu. Anak pra sekolah dapat menjelaskan siapa. properti fungsi. Begitu kosa kata berkembang.

Anak pra sekolah dapat menjelaskan siapa. di mana. apa. Semantik Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI 2007). untuk apa.warna dan bunyi.OLEH : SURYA HADIDI NIM : 208311125 KELAS: B EKSTENSI BIODATA ANAK : NAMA : ADI SYAHPUTRA GINTING JENIS KELAMIN : LAKI-LAKI TT. pengetahuan mengenai seluk-beluk dan pergeseran arti kata. Definisi kata benda anak usia ini meliputi properti fisik seperti bentuk.LAHIR : MEDAN.benda) berdasarkan bunyi yang dikeluarkan “bem-bem” => menyatakan motor/mobil(berdasarkan bunyi yang dikeluarkan) “yang melah mau Oty” => ( Oky mau yang merah) menyatakan kata benda(celananya) berdasarkan warna . Definisi kata kerja anak pra sekolah juga berbeda dari kata kerja orang dewasa atau anak yang lebih besar. Semantik adalah 1) ilmu tentang kata dan kalimat. ukuran . MEDAN A. 29 OKTOBER 2005 UMUR : 17 BULAN (SATU TAHUN 5 BULAN) ANAK KE : TIGA DARI TIGA BERSAUDARA BIODATA ORANGTUA ANAK: NAMA AYAH : DARSIM ANTONI GINTING IBU : REHULINA BR SEMBIRING PENDIDIKAN TERAKHIR AYAH : S1 IBU : D3 PEKERJAAN ORANGTUA AYAH : GURU IBU : IBU RUMAH TANGGA ALAMAT : POKOK MANGGA. kapan. untuk siapa. 2) Bagian struktur bahasa yang berhubungan dengan makna ungkapan atau struktur makna suatu wicara. tapi biasanya mereka belum memahami pertanyaan bagaimana dan mengapa atau menjelaskan proses. Dalam kajian semantik bahasa anak dibawah 5 tahun. “guguk” => menyatakan anjing(kt. dengan apa. PALES VII B.

Itan = Ikan 13. Hal ini dapat dilihat dari kutipan percakapan. Hal ini dapat dilihat dalam kutipan percakapan “mak mimik” dan ibunya langsung mengambilkan minum kepada anaknya. Bakco = Bakco 17. Buyung . tetapi segi semantic kata mam artinya adalah makan apabila diucapkan oleh seorang anak apabila ia merasa lapar. Kerupuk = Keyupuk 12. 2. Wang = uang 4. Hal ini dapat dilihat dalam kutipan percakapan ”mak mam” ibunya langsung mengambilkan makan kepada anaknya. Mimik = Minum 3. Mam Dari bahasa inggris artinya adalah ibu. 5. Mimik Dari arti sebenarnya kata mimik ini adalah raut muka seseorang. 3. Hal ini dapat dilihat dari kutipan percakapan “ pak seyatus “ ketika melihat uang seratus logam. Wang Menurut penelitian saya terhadap seorang anak kata wang deri segi semantic berarti kata uang. Seyibu Dari segi semantik kata seyibu artinya adalah seribu apabila yang mengucapkan kata itu adalah seorang anak. enjen = Jeni 8. Daftar Kosa Kata yang Diucapkan 1. Hal ini dapat dilihat dari kutipan percakapan “ pak. apabila kata ini diucapkan seorang anak apabila dia haus. 4. pak wang seyibu ( meminta uang seribu kepada bapaknya)” bapaknya langsung mengasi uang seribu. Sayatus = seratus 6. Buyung = burung 7. Analisi Berdasarkan Semantik 1. Naik Kreta = Brum 9. Mam = makan 2. tetapi Dari segi semantic kata mimik artinya adalah minum. Nana = Celana 10. Seyatus Dari segi semantik kata seyatus artinya adalah seratus apabila yang menyebutkannya adalah anak-anak yang baru bias bicara. Cing = Kucing C. Joyok = jorok 15. 6. pak wang seyibu ( meminta uang seribu kepada bapaknya)” bapaknya langsung mengasi uang seribu. Puyang = Pulang 14. Hal ini dapat dilihat dari kutipan percakapan “ pak.B. cucu = Susu 11. seyibu = seribu 5. boya = Bola 16.

Joyok Dari segi semantik kata joyok adalah jorok yang apabila yang menyebutkannya adalah seorang anak. 15.Dari segi semantik kata buyung artinya adalah burung apabila yang menyebutkannya adalah anak-anak yang baru bias bicara. Ini hanya disebutkan oleh anak-anak yang baru bias bicara. Cing Kata cing dari segi semantik adalah kencing. 8. 14. 12. Hal ini dapat dilihat dari kutipan percakapan “ pak main boya” padahal maksunya adalah bermain bola. 10. 9. Hal ini dapat dilihat dari kutipan percakapan “ mak bli bakco sambil menunjuk bakso yang sebenarnya “ 13. Hal ini dapat dilihat dari kutipan percakapan “ pak tu buyung “ sambil menunjuk burung yang terbang. Hal ini dapat dilihat dari kutipan percakapan “pung pempuan datang” disebutakn oleh seorang anak yang situasinya ompung perempuannya datang. 11. Bakco Dari segi semantik kata bakco artinya adalah bakso apabila yang menyebutkannya adalah anak-anak yang baru bisa berbicara. Pung Dari segi semantik kata pung adalah ompung apabila yang menyebutkan kata itu adalah seorang anak. Ini dapat terjadi karena anak yang saya teliti ketika ia ingin kencing selalau mengatakan cing. hal ini dapat dilihat dalam percakapan berikut: Anak : “mak cing. Nana Dari segi semantik kata nana artinya adalah celana apabila yang menyebutkannya adalah seorang anak yang baru bias bicara. Hal ini dapat dilihat dari kutipan percakapan “ mak tangan iki joyok” dan langsung membersihkannya. Hal ini dapat dilihat dari kutipan percakapan “ mimic cucu” yang artinya minum susus. 7. Boya Dari segi semantik kata boya artinya adalah bola apabila yang menyebutkannya itu adalah seorang anak. Hal ini dapat dilihat dari kutipan percakapan “ pung pempuan datang” disebutakn oleh seorang anak yang situasinya ompung perempuannya datang.cing!” Ibu : (langsung membukakan celananya) . Olang Dari segi semantik kata olang berarti menyebutkan kata orang. Pempuan Dari segi semantik kata pempuan artinya adalah perempuan apabila yang menyebutkannya adalah anakanak yang baru bias bicara. Hal ini dapat dilihat dari kutipan percakapan “pak olang mananya itu” anak itu bermaksud menyatakan orang. Hal ini dapat dilihat dari kutipan percakapan “mak nana” sambil menunjuk celana dan ibunya mengambilkan celana. Cucu Dari segi semantik kata cucu artinya adalah susu apabila disebutka oleh anak-anak yang baru bias berbica bukan berarti cucu yang sebenarnya.

BAB IV PENUTUP A. Dalam penelitian tersebut diperoleh gambaran bahwa pada usia tersebut ada beberapa fonem yang belum sempurna diucapkan yaitu Fonem /r/ digantikan dengan fonem /l/. hal tersebut disebabkan bahwa pada usia tersebut organ-organ penghasil tuturan terutama lidah belum sepenuhnya lentur. Anak telah dapat memproduksi bentuk yang dekat bunyinya dengan bentuk orang dewasa dan dapat mengaitkan bentuk dengan makna meskipun kata-kata yang diucapkan masih belum sempurna. Dimana kata yang di ucapkan tidak sama dengan makna yang senenarnya. Kesimpulan Dari hasil penelitian yang kami lakukan dapat kami simpulkan bahwa: 1. /ng/. Dari segi semantik bahwa kata-kata yang diucapkan anak yang umur 4 tahun kebawah masih terdapat penyimpangan makna. 3. . 2.

com/2010/03/pada-dasarnya-seluruh-manusia-belajar.blogspot.com/ajaran-pembelajaran/pembelajaran-bahasa-indonesia/ http://aiman-khairul.wordpress. Jaya Atma Unika. Soejono. Bandung: Citapustaka Media Perintis http://endonesa.Psikolinguistik.wikipedia.html Dardjowidjojo.DAFTAR PUSTAKA Daulay.Jakarta:Yayasan Obor Indonesia http://mbahbrata-edu.html http://id. Pemerolehan dan Pembelajaran bahasa. Syahnan. 2010.org/wiki/Pemerolehan_bahasa .com/2009/06/tahap pemerolehan bahasa.2003.blogspot.

gestural atau pantomim. . Komunikasi tersebut terjadi baik secara verbal maupun non verbal yaitu dengan tulisan. Pantomim adalah sebuah cara komunikasi yang mengubah komunikasi verbal dengan aksi yang mencakup beberapa gestural (ekspresi gerakan yang menggunakan setiap bagian tubuh) dengan makna yang berbeda beda. Gestikulasi adalah ekspresi gerakan tangan dan lengan untuk menekankan makna wicara. 3. mereka mengamati dan memproduksi suara dengan cara yang unik. Selain itu bahasa dapat juga diekspresikan melalui tulisan. ba. 2. Tahap protolinguitik . 0-3 bulan. bentuk dan pemakaian bahasa. anak sudah mengerti dan menunjukkan alat-alat tubuh.2-6 tahun atau lebih. kemampuan kognitif bayi juga belum berkembang. Periode lahir sampai akhir tahun pertama. Bila tidak. tanda gestural dan musik. Berbahasa itu sendiri merupakan proses kompleks yang tidak terjadi begitu saja. Klinisi harus menentukan apakah bayi mengamati atau bereaksi terhadap suara. Perkembangan bahasa bayi sebagai komunikasi prelinguistik. Selain belum berkembangnya bentuk bahasa konvensional. ini merupakan indikasi untuk evaluasi fisik dan audiologi. Periode ini disebut prelinguistik.0-3 bulan.3-12 bulan. Tahap linguistik . Tahap pralinguistik . 1. da. Meskipun bayi belum mengerti dan belum bisa mengungkapkan bentuk bahasa konvensional. bunyinya di dalam (meruku) dan berasal dari tenggorok. pikiran dan emosi. Bahasa adalah bentuk aturan atau sIstem lambang yang digunakan anak dalam berkomunikasi dan beradaptasi dengan lingkungannya yang dilakukan untuk bertukar gagasan. misalnya ma. pada tahap ini ia mulai belajar tata bahasa dan perkembangan kosa katanya mencapai 3000 buah. Manusia berkomunikasi lewat bahasa memerlukan proses yang berkembang dalam tahap-tahap usianya.12 bulan-2 tahun. bacaan dan tanda atau simbol. Lundsteen membagi perkembangan bahasa dalam 3 tahap : 1. Ia mulai berbicara beberapa patah kata (kosa katanya dapat mencapai 200-300).Dr Widodo Judarwanto SpA CHILDREN ALLERGY CLINIC PICKY EATERS CLINIC (Klinik kesulitan makan) Manusia berinteraksi satu dengan yang lain melalui komunikasi dalam bentuk bahasa. Komunikasi lebih bersifat reflektif daripada terencana.. Bagaimana manusia bisa menggunakan bahasa sebagai cara berkomunikasi selalu menjadi pertanyaan yang menarik untuk dibahas sehingga memunculkan banyak teori tentang pemerolehan bahasa. Lebih rumit dan luas mengingat ada lebih dari seribu bahasa yang ada di seluruh dunia. Selanjutnya intervensi direncanakan . Tahap perkembangan bahasa di atas hampir sama dengan pembagian menurut Bzoch yang membagi perkembangan bahasa anak dari lahir sampai usia 3 tahun dalam empat stadium. Bayi baru lahir belum bisa menggabungkan elemen bahasa baik isi. Bahasa juga dapat mencakup aspek komunikasi nonverbal seperti gestikulasi. banyak memakai bibir dan langit-langit. meleter. Bahasa bisa diekspresikan melalui bicara mengacu pada simbol verbal.

Dengan semakin berkembangnya kognisi dan pengalaman afektif. tempat. Kata – kata pertama : transisi ke bahasa anak. tatapan mata. juga tanda dimulainya pembetukan kalimat awal. Berkembangnya kemampuan kognitif. orang. Bentuk kata-kata pertama menjadi banyak. Ini disebut senyum sosial. 1836 bulan. Arti katakata pertama mereka dapat merujuk ke benda. pertama-tama dari tangisannya bila bayi merasa tidak nyaman. Usia 12 minggu mulai dengan pola dialog sederhana berupa suara balasan bila ibunya memberi tanggapan Usia 2 bulan bayi mulai menanggapi ajakan komunikasi ibunya. Dari sini bayi akan belajar bahwa ia akan mendapat perhatian ibunya atau orang lain saat ia menangis sehingga kemudian bayi akan menangis bila meminta orang dewasa melakukan sesuatu buatnya. Perkembangan kosa kata yang cepat-Pembentukan kalimat awal. dan kejadian-kejadian di seputar lingkungan awal anak. berlanjut sampai satu setengah tahun saat pertumbuhan kosa kata berlangsung cepat. Perkembangan komprehensif dan produksi kata-kata berlangsung cepat pada sekitar 18 bulan. Pada usia 6 bulan bayi mulai tertarik dengan benda-benda sehinga komunikasi menjadi komunikasi ibu. Salah satu perkembangan bahasa utama milestone adalah pengucapan kata-kata pertama yang terjadi pada akhir tahun pertama. bayi dan benda-benda. 3-9 bulan. anak mulai belajar mengkonsolidasikan isi. Anak mulai berpikir konseptual. Terjadi pergeseran dari pemakaian kalimat satu kata menjadi bentuk kata benda dan kata kerja. dan dimulainya produksi kalimat. Dari percakapan bayi menjadi registrasi anak pra sekolah yang menyerupai orang dewasa. Gerak-gerik ini akan berkembang disertai . anak mulai bisa berbicara memakai kata-kata yang tersimpan dalam memorinya. 2. mempelajari bentuk ekspresi wajah. misalnya wajah seseorang. popok basah. 4. misalnya karena lapar. mengkategorikan benda. adanya kontrol dan interpretasi emosional di periode ini akan memberi arti pada kata-kata pertama anak. Usia 7-12 bulan anak menunjuk sesuatu untuk menyatakan keinginannya. suara dan gelitikan. Melalui interaksinya dengan orang dewasa. orang dan peristiwa serta dapat menyelesaikan masalah fisik Anak terus mengembangkan pemakaian bentuk fonem dewasa Perkembangan bahasa anak dapat dilihat juga dari pemerolehan bahasa menurut komponen-komponennya. Anak dengan mobilitas yang mulai meningkat memiliki akses ke jaringan sosial yang lebih luas dan perkembangan kognitif menjadi semakin dalam. Perkembangan Pragmatik Perkembangan komunikasi anak sesungguhnya sudah dimulai sejak dini. 30 Usia 3 minggu bayi tersenyum saat ada rangsangan dari luar. bentuk dan pemakaian bahasa dalam percakapannya. Anak mulai bisa menggabungkan kata benda dengan kata kerja yang kemudian menghasilkan sintaks.untuk membangun lingkungan yang menyediakan banyak kesempatan untuk mengamati dan bereaksi terhadap suara. Usia 5 bulan bayi mulai meniru gerak gerik orang. 9-18 bulan. 3.

peran gerak-gerik lebih menonjol dengan penggunaan satu suku kata. Terdapat indikasi bahwa anak dengan kosa kata lebih banyak akan lebih popular di kalangan teman-temannya. biasanya orang tua. Anak mulai memperkenalkan atau merubah topik dan mulai belajar memelihara alur percakapan dan menangkap persepsi pendengar. Rangkaian dua kata. suara. properti fungsi. untuk siapa. Selanjutnya secara bertahap anak akan mengartikan lagi informasi-informasi baru yang diterima.. Usia 2 tahun anak kemudian memasuki tahap sintaksis dengan mampu merangkai kalimat 2 kata. Terjadi strategi pemetaan yang cepat di usia ini sehingga anak dapat menghubungkan suatu kata dengan rujukannya. Begitu kosa kata berkembang. untuk apa. Perilaku ibu yang fasilitatif akan membantu anaknya dalam memperkenalkan topik baru. Ibu memegang kontrol dalam membangun dan mempertahankan dialog yang benar. ukuran dan warna. apa. Lingkungan linguistik memiliki pengaruh bermakna pada proses belajar berbahasa. Lewat umur ini. dengan apa.2 Pemahaman kata bertambah tanpa pengajaran langsung orang dewasa. tersusun baik dan teradaptasi baik untuk pendengar. maka pada umur 6-9 bulan anak telah mengenal orang atau benda yang berada di sekitarnya. fantasi verbal dan ekspresi perasaan. properti pemakaian dan lokasi. percakapan sendiri dengan kemauan untuk melibatkan orang lain. Ucapan yang ditujukan pada pasangan bicara menjadi jelas. Monolog kaya akan lagu. 30 Kalimat satu kata bisa ditafsirkn dengan mempertimbangkan konteks penggunaannya. kata-kata tak bermakna. Hanya mempertimbangkan arti kata semata-mata tidaklah mungkin kita . di mana. Pada masa ini sampai sekitar 18 bulan.30 Anak berada pada fase mono dialog. kebutuhan untuk mengorganisasikan kosa kata akan lebih meningkat. 2. 30 Sekitar 36 bulan. tapi biasanya mereka belum memahami pertanyaan bagaimana dan mengapa atau menjelaskan proses. mereka akan memodifikasi pemahaman diri dan bayangan diri dan menjadi lebih sadar akan standar sosial. Saat anak mulai membangun jaringan sosial melibatkan orang di luar keluarga.dengan bunyi-bunyi tertentu yang mulai konsisten. Awalnya berupa kalimat dua kata. Lewat umur 3 tahun anak mulai berdialog lebih lama sampai beberapa kali giliran. 2 Definisi kata benda anak usia pra sekolah meliputi properti fisik seperti bentuk. terjadi peningkatan dalam keaktifan berbicara dan anak memperoleh kesadaran sosial dalam percakapan. Diperkirakan terjadi penambahan 5 kata perhari di usia 1. Definisi kata kerja anak pra sekolah juga berbeda dari kata kerja orang dewasa atau anak yang lebih besar. Hampir 50 persen anak 5 tahun dapat mempertahankan topik melalui 12 kali giliran. Anak pra sekolah dapat menjelaskan siapa. 2 Perkembangan Semantik Karena faktor lingkungan sangat berperan dalam perkembangan semantik. Leksikal dan pemerolehan konsep berkembang pesat pada masa pra sekolah. anak mulai mampu mempertahankan topik yang selanjutnya mulai membuat topik baru.2 Sebagian besar pasangan berkomunikasi anak adalah orang dewasa. Perkembangan Sintaksis Susunan sintaksis paling awal terlihat pada usia kira-kira 18 bulan walaupun pada beberapa anak terlihat pada usia 1 tahun bahkan lebih dari 2 tahun. kapan. berbeda dengan masa “kalimat satu kata” sebelumnya yang disebut masa holofrastis. Anak akan mengembangkan kosa katanya melalui cerita yang dibacakan orang tuanya. bereaksi terhadap pasangan bicaranya dan masuk dalam dialog singkat. Pemetaan yang cepat adalah langkah awal dalam proses pemerolehan leksikal. Ini berlangsung sepanjang usia pra sekolah. dan beberapa jaringan semantik atau antar relasi akan terbentuk.5 sampai 6 tahun.

Sebagian besar konstruksi morfologi anak akan tergantung pada kemampuannya menerima dan memproduksi unit fonologi. Selama usia pra sekolah.2 morfem per tahun.” kapan”. Masa pra-lingual. rangkaian kata tersebut berada pada jalinan intonasi. Jika kalimat dua kata memberi makna lebih dari satu maka anak membedakannya dengan menggunakan pola intonasi yang berbeda Perkembangan pemerolehan sintaksis meningkat pesat pada waktu anak menjalani usia 2 tahun. Konstruksi sederhana dan kompleks.2. . Pada waktu kalimat pertama terbentuk yaitu penggabugan dua kata menjadi kalimat. anak menggunakan konsonan-vokal (KV) atau konsonan-vokal-konsonan (KVK). Kalimat rangkaian kata. 2 Pemerolehan fonologi berkaitan dengan proses konstruksi suku kata yang terdiri dari gabungan vokal dan konsonan. 3 tahun. Lahir – 9 bulan : anak mulai mendengar dan mengerti. 9 Perkembangan Morfologi Periode perkembangan ditandai dengan peningkatan panjang ucapan rata-rata. Kalimat satu kata. Panjang rata-rata ucapan.menangkap makna dari kalimat satu kata tersebut. sampai usia 1 tahun 2. 1. Proses lainnya berkaitan dengan asimilasi dan substitusi sampai pada persepsi dan produksi suara. Dari usia 18 bulan sampai 5 tahun MLU meningkat kira-kira 1.30 Perkembangan Fonologi Perkembangan fonologi melalui proses yang panjang dari dekode bahasa. kemudian berkembanglah pengertian konseptual yang sebagian besar nonverbal. anak tidak hanya menerima inventaris fonetik dan sistem fonologi tapi juga mengembangkan kemampuan menentukan bunyi mana yang dipakai untuk membedakan makna. Beberapa sumber yang membahas tentang morfem dalam kaitannya dengan morfologi semuanya merupakan bahasa Inggris yang sangat berbeda dengan bahasa Indonesia. 1-1. MLU sangat erat berhubungan dengan usia dan merupakan prediktor yang baik untuk perkembangan bahasa.30 Peralihan dari kalimat satu kata menjadi kalimat yang merupakan rangkaian kata terjadi secara bertahap. yang diukur dalam morfem. Lewat usia 3 tahun anak mulai menanyakan hal-hal yang abstrak dengan kata tanya “mengapa”. mean length of utterance (MLU) adalah alat prediksi kompleksitas bahasa pada anak yang berbahasa Inggris.2 Perkembangan bahasa ekspresif dan reseptif Myklebust membagi tahap perkembangan bahasa berdasarkan komponen ekspresif dan reseptif sebagai berikut 34: 1. Pemakaian kalimat kompleks dimulai setelah anak menguasai kalimat empat kata sekitar 4 tahun. Tahap perkembangan sintaksis secara singkat terbagi dalam : 1. Bahkan dalam babbling.5-2 tahun 4. yang mencapai puncaknya pada akhir usia 2 tahun.5 tahun 3. 2. Penguasaan morfem mulai terjadi saat anak mulai merangkai kata sekitar usia 2 tahun.

Pada masa ini terjadi perkembangan bicara dan penguasaan pasif kosa kata sekitar 3000 buah. papa. Umur 6 tahun dan seterusnya : anak berbahasa reseptif visual (membaca). muh. Pada saat masuk sekolah ia belajar membandingkan bentuk tulisan dan bunyi perkataan. 5.2. misalnya. . belajar mengerti apa yang dikatakan. 3. dada. kemudian menjadi mama. pada umur 9 bulan belajar meniru kata-kata spesifik. Sampai 7 tahun : anak berbahasa ekspresif auditorik termasuk persepsi auditorik kata-kata dan menirukan suara. Sampai 12 bulan : anak berbahasa reseptif auditorik. 4. Umur 6 tahun dan seterusnya : anak berbahasa ekspresif visual (mengeja dan menulis).

Perubahan itu dapat terjadi secara kuantitatif. tulisan. Bahasa merupakan faktor hakiki yang membedakan manusia dengan hewan.A. Dan kata “remaja” berasal dari bahasa latin yaitu adolescere yang berarti to grow atau to grow maturity (Golinko. seperti DeBrun (dalam Rice. dan (3) perkembangan kepribadian dan sosial. misalnya pertambahan tinggi atau berat tubuh dan kualitatif. di mana pikiran dan perasaan dinyatakan dalam bentuk lambang atau symbol untuk mengungkapkan sesuatu pengertian. sejak itu pula bahasa diperlukan. dua suku kata. Bahasa juga merupakan kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain. 1990) mendefinisikan remaja sebagai periode pertumbuhan antara masa kanak-kanak dengan masa dewasa. Sedangkan yang dimaksud dengan bahasa adalah alat komunikasi yang digunakan oleh seorang dalam pergaulannya atau hubungannya dengan orang lain. Papalia dan Olds (2001) tidak memberikan pengertian remaja (adolescence) secara eksplisit melainkan secara implisit melalui pengertian masa remaja (adolescence). Oleh karena itu penggunaan bahasa menjadi efektif sejak seorang individu memerlukan berkomunikasi dengan orang lain. seperti dengan menggunakan lisan. isyarat. 1984 dalam Rice. Bahasa sangat erat kaitannya dengan perkembangan pikir individu. Dalam pengertian ini. 2001). Sejalan dengan perkembangan hubungan sosial. yaitu: (1) perkembangan fisik. menyusun kalimat sederhana dan seterusnya melakukan sosialisasi dengan menggunakan bahasa yang kompleks sesuai dengan tingkat perilaku sosial. 2001). misalnya perubahan cara berpikir secara konkret menjadi abstrak (Papalia dan Olds. Bahasa merupakan alat bergaul. lukisan. Perkembangan pikiran individu tampak dalam perkembangan bahasanya yaitu kemampuan memebentuk pengertian. (2) perkembangan kognitif. dan menarik kesimpulan. Perkembangan dalam kehidupan manusia terjadi pada aspek-aspek yang berbeda. . menyusun pendapat. maka perkembangan bahasa seorang (anak bayi) dimulai dengan meraba (suara atau bunyi tanpa arti) dan diikuti dengan bahasa atau suku kata. Banyak tokoh yang memberikan definisi tentang remaja. Ada tiga aspek perkembangan yang dikemukakan Papalia dan Olds (2001). 1990). bilangan. dan mimik muka. tercakup semua cara untuk berkomunikasi. Pengertian Perkembangan Bahasa Remaja Perkembangan adalah perubahan yang terjadi pada rentang kehidupan (Papalia & Olds. Sejak seorang bayi mulai berkomunikasi dengan orang lain.

dan juga terjadi perubahan dalam hubungan dengan orangtua dan cita-cita mereka. Bayi bersuara. Belajar bahasa yang sebenarnya baru dilakukan oleh anak berusia enam sampai tujuh tahun. Perkembangan bahasa dipengaruhi oleh lingkungan. Masa remaja awal dan akhir dibedakan oleh Hurlock karena pada masa remaja akhir individu telah mencapai transisi perkembangan yang lebih mendekati masa dewasa. Bagian dari masa kanak-kanak itu antara lain proses pertumbuhan biologis misalnya tinggi badan masih terus bertambah. Anak (bayi) belajar bahasa seperti halnya belajar hal yang lain. Semakin bayi itu tumbuh dan berkembang serta mulai mampu memahami lingkungan.Menurut Adams & Gullota (dalam Aaro. Perkembangan bahasa terkait dengan perkembangan kognitif yang berarti faktor intelek/kognisi sangat berpengaruh terhadap perkembangan kemampuan berbahasa. Sedangkan Anna Freud (dalam Hurlock. bahasa yang digunakannya juga sangat sederhana. Manusia dewasa (terutama ibunya) disekelilingnya membetulkan dan memperjelas. dimana pembentukan cita-cita merupakan proses pembentukan orientasi masa depan. Bayi belajar menambah kata-kata dengan meniru bunyi-bunyi yang didengarnya. meniru dan mengulang hasil yang telah didapatkan merupakan cara belajar bahasa awal. 2001). disaat anak mulai bersekolah. Bayi yang tingkat intelektualnya belum berkembang dan masih sangat sederhana. 1990). ibunya tersenyum mengulang menirukan dengan memperjelas dan memberi arti suara itu menjadi „maem-maem‟. Jadi perkembangan bahasa adalah meningkatnya kemampuan penguasaan alat . Papalia & Olds (2001) berpendapat bahwa masa remaja merupakan masa antara kanakkanak dan dewasa. Sedangkan bagian dari masa dewasa antara lain proses kematangan semua organ tubuh termasuk fungsi reproduksi dan kematangan kognitif yang ditandai dengan mampu berpikir secara abstrak (Hurlock. karena bahasa pada dasarnya merupakan hasil belajar dari lingkungan. maka bahasa mulai berkembang dari tingkat yang sangat sederhana menuju ke bahasa yang kompleks. masa remaja meliputi usia antara 11 hingga 20 tahun. „mm mmm‟. 1990) berpendapat bahwa pada masa remaja terjadi proses perkembangan meliputi perubahan-perubahan yang berhubungan dengan perkembangan psikoseksual. Transisi perkembangan pada masa remaja berarti sebagian perkembangan masa kanakkanak masih dialami namun sebagian kematangan masa dewasa sudah dicapai (Hurlock. 1990. 1997). Papalia & Olds. Sedangkan Hurlock (1990) membagi masa remaja menjadi masa remaja awal (13 hingga 16 atau 17 tahun) dan masa remaja akhir (16 atau 17 tahun hingga 18 tahun).

dan lingkungan sekolah. akan banyak menggunakan bahasa pasar. akan menyebabkan perbedaan antara anak yang satu dengan yang lain. dan dengan demikian bahasa remaja terbentuk dari kondisi lingkungan. Dari kelompok itu berkembang bahasa sandi. Karakteristik Perkembangan Bahasa Remaja Bahasa remaja adalah bahasa yang telah berkembang ia telah banyak belajar dari lingkungan. termasuk perilaku berbahasa. seperti istilah baceman dikalangan pelajar yang dimaksudkan adalah bocoran soal ulangan atau tes. Pola bahasa yang dimiliki adalah bahasa yang berkembang di dalam keluarga atau bahasa itu. Bersamaan dengan kehidupannya di dalam masyarakat luas. Bahasa prokem terutama secara khusus untuk kepentingan khusus pula. baik alat komunikasi dengan cara lisan. bahasa kelompok yang bentuknya amat khusus. tertulis. Masyarakat . maupun menggunakan tandatanda dan isyarat. anak (remaja) mengkutip proses belajar disekolah. masyarakat dan khususnya pergaulan teman sebaya. Hal ini ditunjukkan oleh pilihan dan penggunaan kosakata sesuai dengan tingkat sosial keluarganya. Pengaruh lingkungan yang berbeda antara keluarga masyarakat. Sebagaimana diketahui. Perkembangan bahasa remaja dilengkapi dan diperkaya oleh lingkungan masyarakat di mana mereka tinggal. Proses pendidikan bukan memperluas dan memperdalam cakrawala ilmu pengetahuan semata. dan sekolah dalam perkembangan bahasa. dengan istilah-istilah yang kasar. tetapi juga secara berencana merekayasa perkembangan sistem budaya. Pengaruh pergaulan di dalam masyarakat (teman sebaya) terkadang cukup menonjol. B. dilembaga pendidikan diberikan rangsangan yang terarah sesuai dengan kaidah-kaedah yang benar. sehingga bahasa anak (remaja) menjadi lebih diwarnai pola bahasa pergaulan yang berkembang di dalam kelompok sebaya. bahasa sembarangan. Mampu dan menguasai alat komunikasi di sini diartikan sebagai upaya seseorang untuk dapat memahami dan dipahami orang lain.berkomunikasi. Lingkungan remaja mencakup lingkungan keluarga. Keluarga dari masyarakat lapisan pendidikan rendah atau buta huruf. Hal ini berarti pembentukan kepribadian yang dihasilkan dari pergaulan masyarakat sekitar akan memberi ciri khusus dalam perilaku bahasa.

dan dengan demikian kemampuan mereka dalam bahasa juga bervariasi sesuai dengan variasi kemampuan mereka berpikir.terdidik yang pada umumnya memiliki status sosial lebih baik. Mereka belajar makna kata dan bahasa sesuai dengan apa yang mereka dengar. Perkembangan bahasa anak terbentuk oleh lingkungan yang berbeda-beda. lincah dan kreatif. Faktor yang Mempengaruhi Menurut Chomsky (Woolfolk. sementara kata yang agak panjang akan diperpendek melalui proses morfologi atau menggantinya dengan kata yang lebih pendek seperti „permainan diganti dengan mainan. Kalimat-kalimat yang digunakan kebanyakan berstruktur kalimat tunggal. Kata-kata yang digunakan cenderung pendek. Bentuk-bentuk elip juga banyak digunakan untuk membuat susunan kalimat menjadi lebih pendek sehingga seringkali dijumpai kalimat-kalimat yang tidak lengkap. pekerjaan diganti dengan kerjaan. Oleh karena itu perkembangannya dipengaruhi oleh beberapa faktor. pengungkapan makna menjadi lebih cepat yang sering membuat pendengar yang bukan penutur asli bahasa Indonesia mengalami kesulitan untuk memahaminya. mempengaruhi perkembangan bahasa anak tersebut. Berpikir dan berbahasa mempunyai korelasi tinggi anak dengan IQ tinggi akan berkemampuan bahasa yang tinggi. C. yaitu: . 1984) anak dilahirkan ke dunia telah memiliki kapasitas berbahasa. dkk. Bahasa berkembang dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Dengan demikian remaja yang berasal dari lingkungan yang berbeda juga akan berbeda-beda pula kemampuan dan perkembangan bahasanya. Sebaran nilai IQ menggambarkan adanya perbedaan individual anak. lihat dan mereka hayati dalam hidupnya sehari-hari. faktor lingkungan akan mengambil peranan yang cukup menonjol. Kita bisa mendengar bagaimana bahasa remaja ini dibuat begitu singkat tetapi sangat komunikatif. Ragam bahasa remaja memiliki ciri khusus. Berbahasa terkait erat dengan kondisi pergaulan. menggunakan istilah-istilah lebih selektif dan umumnya anak-anak remajanya juga berbahasa lebih baik. Dengan menggunakan struktur yang pendek. singkat. Akan tetapi seperti dalam bidang yang lain. karena kekayaan lingkungan akan merupakan pendukung bagi perkembangan peristilahan yang sebagian besar dicapai dengan proses meniru.

memproduksi perbendaharaan kata-kata yang diingat. dan kelompok sosial lainnya. Perkembangan bahasa dilingkungan perkotaan akan berbeda dengan dilingkungan pedesaan. Kondisi fisik . Faktor fisik dan ikut mempengaruhi sehubungan semakin sempurnanya pertumbuhan organ bicara. Status sosial ekonomi keluarga Keluarga yang berstatus sosial ekonomi baik.a. Kecerdasan anak Untuk meniru bunyi atau suara. Ketepatan meniru. Kondisi lingkungan Lingkungan tempat anak tumbuh dan berkembang memberi andil untuk cukup besar dalam berbahasa. d. memerlukan kemampuan motorik yang baik. bertambahnya pengalaman. Kemampuan intelektual atau tingkat berpikir. Hal ini akan tampak perbedaan perkembangan bahasa bagi anak yang hidup di dalam keluarga terdidik dan tidak terdidik. Begitu pula perkembangan bahasa di daerah pantai. akan mampu menyediakan situasi yang baik bagi perkembangan bahasa anak-anak dengan anggota keluarganya. pegunungan dan daerah-daerah terpencil menunjukkan perbedaan. c. Lingkungan yang dimaksud termasuk lingkungan pergaulan dalam kelompok. gerakan dan mengenal tanda-tanda. seperti kelompok bermain. kemampuan menyusun kalimat dengan baik dan memahami atau menangkap maksud suatu pernyataan fisik lain. amat dipengaruhi oleh kerja pikir atau kecerdasan seseorang anak. b. Rangsangan untuk dapat ditiru oleh anak-anak dari anggota keluarga yang berstatus sosial tinggi berbeda dengan keluarga yang berstatus sosial rendah. anak akan mampu menunjukkan cara berkomunikasi dengan baik. d. kelompok kerja. dan meningkatkan kebutuhan. Bahasa seseorang akan berkembang sejalan dengan pertambahan pengalaman dan kebutuhannya. Dengan kata lain pendidikan keluarga berpengaruh terhadap perkembangan bahasa. kerja otot-otot untuk melakukan gerakangerakan dan isyarat. dengan dibarengi oleh perkembangan tingkat intelektual. Pada masa remaja perkembangan biologis yang menunjang kemampuan berbahasa telah mencapai tingkat kesempurnaan. Pada dasarnya bahasa dipelajari dari lingkungan. Umur anak Manusia bertambah umur akan semakin matang pertumbuhan fisiknya.

Bahasa kehidupan sehari hari masyarakat indonesia sekarang sudah bergeser menjadi bahasa bahasa baru yang muncul. Mereka akan merasa aneh apabia mendengar bahasa baku. Seseorang yang cacat yang terganggu kemampuannya untuk berkomunikasi. Apabila hal ini terus akan berlangsung.Kondisi fisik di sini kesehatan anak. Hampir tidak ada lagi bahasa baik atau bahasa indonesia baku yang dipergunakan remaja sehari hari. Menurut mereka bahasa indonesia yang baku tidak layak untuk digunakan. Begitu juga dengan bahasa daerah. D. dan organ suara tidak sempurna akan mengganggu perkembangan alam berbahasa. tuli. gagap. Bahasa pada remaja sekarang sudah mulai bervariasi dan lebih sulit difahami. bahkan sampai ada yang tidak mengerti arti dari bahasa baku tersebut. Sudah sekitar dua ratus bahasa daerah indonesia yang punah. sampai berbicara/berbahasa. pola pikir anak akan semakin pesat dan lebih modern. Remaja akan lebih bervariasi. . mulai dari berpakaian. Permasalahan yang Muncul Semakin zaman berkembang. Remaja sudah tidak mau lagi berbahasa yang baik. Hal ini juga dikarenakan para remaja atau generasi penerus dari sebuah suku yang menggunakan bahasa daerah tersebut sudah melupakan dan juga bergeser kiblat ke arah bahasa asing yang disebut bahasa “gaul” tersebut. Remaja sekarang lebih sering menggunakan bahasa “gaul” untuk berbicara. bukan tidak mungkin kalau bahasa indonesia yang baku juga akan punah seiring berkembangnya zaman dan enggannya remaja menggunakan bahasa yang baik. seperti bisu. cara berfikir.

yaitu gerakan yang dilakukan dengan menggunakan otot besar. memasangkan benda yang sama dan sejenis atau sesuai pasangannya. Ø Senam dengan gerakan sendiri. x. Pengembangan motorik kasar.Aspek-aspek perkembangan anak tk berdasarkan kurikulum 2004 antara lain: 1. Ø Melipat kertas lebih dari satu lipatan. bau. seperti berlari. balon ditiup dll. Usia 4-5 tahun Anak usia 4-5 tahun sangat aktif dan energik. Ø Menaiki. Manfaat Permainan anak sesuai perkembangan anak tk 1. yang meliputi:        Ø Berjalan dengan berbagai variasi. Ø Membedakan beragam ukuran. Ø Membedakan rasa. Waktunya dihabiskan untuk bermain. segitiga secara bertahap. Aspek pengembangan fisik Aspek perkembangan fisik ini meliputi: 1. yaitu gerakan yang dilakukan dengan menggunakan otot halus dan koordinasi mata serta jari-jari tangan yang meliputi:      Ø Mencontoh bentuk +. Ø Berlari dengan stabil. menangkap dan melempar bola dari jarak 3-4 meter. Ø Membuat garis lurus. Ø Menyebutkan 7 bentuk. lingkaran. ide-ide anak mulai berkembang. biji ditanam. 1. 1. Ø Naik-turun tangga tanpa berpegangan. Aspek pengembangan kognitif Aspek pengembangan kognitif meliputi:       Ø Mengelompokkan. Ø Menggambar bebas dengan menggunakan beragam media. bujur sangkar. Ø Mencoba menceritakan apa yang terjadi jika warna dicampur. Anak juga mulai dapat berteman dan ada keinginan untuk bergabung dengan kelompok. Pada usia ini. menuruni. vertikal. Ø Menendang. Ø Membedakan permukaan 7 jenis benda melalui perabaan. Ø Memanjat dan bergelantungan/berayun. . Ø Menyebutkan bilangan 1-10. Pengembangan motorik halus. dan berjalan di papan titian dengan jarak 40 cm. melengkung.

Ø Mengembalikan alat/benda pada tempatnya semula. Ø Mengerti akibat jika melakukan kesalahan atau melanggar peraturan. Aspek pengembangan bahasa Aspek pengembangan bahasa meliputi:          Ø Membedakan berbagai jenis suara. Ø Membuat sebanyak-banyaknya kata dari suku kata awal yang disediakan. Ø Mengucapkan kata-kata santun. Ø Dapat memilih kegiatan sendiri. Ø Dapat memimpin kelompok kecil. Ø Berbicara lancar dengan kalimat sederhana. Aspek pengembangan sosial emosional Aspek pengembangan sosial emosional meliputi:                Ø Mematuhi etika dan jadwal makan. 1. Ø Bangga dengan hasil pekerjaannya. Ø Menyebutkan nama benda. . Ø Menunjukkan ekspresi yang wajar sesuai perasaannya. Ø Mengerti dan melaksanakan 1-2 perintah. Ø Membedakan ciptaan Tuhan dengan buatan manusia. Ø Terbiasa antri. Aspek pengembangan moral dan nilai-nilai agama Aspek ini meliputi:         Ø Menyanyikan lagu keagamaan. fungsi serta sifatnya. Ø Terbiasa menggunakan WC atau kamar mandi. Ø Sabar menunggu giliran. Ø Bergaul dengan sopan. 1. Ø Berdoa sebelum dan sesudah melaksanakan kegiatan Ø Bersikap yang benar saat berdoa. Ø Mengucapkan terimakasih setiap menerima sesuatu. Ø Mulai mengerti aturan main dalam suatu permainan. Ø Berani ke sekolah tanpa diantar. Ø Menjadi pendengar dan pembicara yang baik.1. Ø Bercerita tentang kejadian di sekitarnya. Ø Menjaga kerapian diri. Ø Mengucapkan salam. Ø Mengenal masing-masing bunyi huruf. Ø Menyatakan dengan 6-10 kata. Ø Mengenal sifat-sifat Tuhan. Ø Menjawab dengan kalimat lengkap.

benang woll dll. berjingkat. Menjiplak angka. Berjalan lurus. bujur sangkar. Manfaat Permainan anak tk 1. Memasukkan surat ke dalam amplop. Berjalan di atas papan titian dengan membawa cangkir berisi air tampa tumpah Melompat dengan menggunakan satu dan dua kaki dengan alat/tanpa alat secara bervariasi. Menjahit sederhana dengan menggunakan tali sepatu. Usia 5-6 Tahun Anak usia 5-6 tahun adalah anak yang periang dan imajinatif. Ø Menunjukkan rasa sayang dan cinta dengan membelai/merangkul. Meloncat dari ketinggian 20-50 cm sambil menghadap ke arah tertentu. X. Membentuk irama dengan bertepuk atau membunyikan benda-benda. Melukis dengan alat yang bervariasi. Aspek Pengembangan seni Aspek ini meliputi:     Mengekspresikan gerakan dengan irama yang bervariasi. menunggu untuk ditemukan. 6.  Ø Menolong teman apabila kesulitan. b. Membentuk dengan plastisin. B. bentuk-bentuk lain. Merangkak dengan berbagai variasi. Aspek pengembangan fisik. yang kaya dengan stimulus untuk membantu mereka mengembangkan seluruh aspek dirinya. segi tiga. Untuk itulah perlu disediakan suatu lingkungan yang baik. Aspek pengembangan fisik untuk motorik kasar meliputi:         Merayap dengan berbagai variasi. berjingkat. dikuasai dan penuh tantangan. Berjingkat dengan satu atau dua kaki. mengangkat tumit dll. Dunia sekitar mereka seakan mengundang mereka. mengangkat tumit dll. Mereka tiada hentinya bergerak dan berbuat sesuatu. Berlari: lurus. . Memainkan alat musik. Memasukkan benang ke dalam jarum Menggunting mengikuti bentuk Menganyam. Aspek pengembangan fisik untuk motorik halus meliputi:         Mencontoh bentuk +. Lingkaran. a.

Mengenal lambang bilangan. 1. Selalu berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan dengan sikap berdoa yang benar. Menceritakan kembali isi cerita yang sudah diceritakan guru. Aspek pengembangan bahasa Aspek ini meliputi:         Menirukan 2-4 urutan angka. Dapat melakukan ibadah. cinta dengan membelai dan merangkul. Menolong teman bila kesulitan. 1. Aspek pengembangan kognitif Aspek ini meliputi:        Menyebut urutan bilangan 1-20. Menunjukkan prilaku atas dasar keyakinan adanya tuhan. Memecahkan masalah dengan berdialog. Mengucapkan kata-kata santun. Selalu mengucapkan terimakasih setiap menerima sesuatu. Berbicara lancar dengan kalimat yang kompleks. Mengenal perbedaan benda berdasarkan ukuran. Mengelompokkan benda dengan berbagai cara. Menguasai konsep bilangan. Menghargai teman. ciri-ciri fisik benda dll. Menggunakan dan dapat menjawab pertanyaan apa. Mengucapkan salam.1. kata (latihan pendengaran) Mengukuti 2-5 perintah sekaligus. bagaimana dll. Membedakan ciptaan tuhan dengan buatan manusia. Aspek pengembangan sosial emosional. berapa. Tidak memaksakan kehendak. Mengenal sebab akibat. . Menyebutkan semua jenis bentuk-bentuk. di mana. Memnyayangi semua ciptaan tuhan. mengapa. 1. Memberikan batasan beberapa kata/benda. Menunjukkan rasa sayang. Aspek pengembangan moral dan nilai-nilai agama Aspek ini meliputi:              Memnyayikan lagu keagamaan. Memberikan keterangan tentang suatu hal.

Menunjukkan ekspresi yang wajar sesuai perasaannya. Dapat memilih kegiatan sendiri. Menjaga kerapian diri. Jenis Permainan Yang Sesuai Dengan Aspek-Aspek Pengembangan Anak Tk 1. Mengerti akibat jika melakukan kesalahan. Penerimaan sosial dari kelompok teman bermain. Memainkan alat musik. Macam-macam kegiatan bermain aktif:   Bermain bersama teman. 1. Tingkat kecerdasan anak. Bermain bersama dan bergantian menggunakan alat permainan. Bertepuk tangan membentuk irama. Berani ke sekolah tanpa diantar. Terbiasa antri. Dapat memimpin kelompok kecil. . Bermain dengan kelompok. Kegiatan bermain jenis ini sangat dipengaruhi beberapa faktor yaitu:       Kesehatan Jenis kelamin. Permainan berdasarkan tinggi rendahnya keterlibatan anggota tubuh. Terbiasa menggunakan wc atau kamar mandi. Mengerti aturan main dalam suatu permainan. Sabar menunggu giliran.Aspek ini meliputi:                 Mematuhi etika dan jadwal makan. Menjadi pendengar dan pembicara yang baik Mengembalikan alat atau benda ke tempat semula. Lingkungan tempat. Kegiatan bermain aktif. Aspek pengembangan seni Aspek ini meliputi:     Menari sesuai dengan irama musik. Melukis dengan bahan bervariasi. Alat permainan. Bangga dengan hasil pekerjaannya. 1. Mengetahui hak dan kewajibannya.

Melakukan identifikasi dengan contoh-contoh cerita.1. Belajar mematuhi peraturan. Permainan berdasarkan kemampuan dan ketrampilan yang dikembangkan anak 1. Bermain untuk pengembangan kemampuan kognitif 2. Bermain pasir. Bermain di luar. Macam-macam kegiatan bermain pasif:     Membaca Mendengarkan radio Mendengarkan musik. Bermain drama sebagai latihan pengembangan berbahasa. 4. Sudut rumah tangga. Program Bermain Yang Sesuai Dengan Aspek-Aspek Pengembangan Anak Tk 1. Manfaat dari bermain pasif yaitu :         Sebagai sumber pengetahuan. Bermain balok. 6. Menambah perbendaharaan kata. Membantu anak menangani masalah emosional yang dialaminya. Penyaluran kebutuhan dan keinginan anak yang tidak mungkin diwujudkan dalam kehidupan nyata. Bermain konstruktif untuk pengembangan kemampuan kognitif dan ketrampilan motorik halus. 6. Bermain sebagai penumbuhan aspek morsl dan nilai-nilai kehidupan. 2. 5. 3. Menonton film 1. Bermain di perpustakaan. Bermain alat manipulatif. Bermain untuk pengembangan kemampuan seni. Belajar memusatkan perhatian terhadap apa yang dilihat. Beberapa jenis hiburan dapat menghasilkan ilham untuk berkreasi. Bermain air. 5. . 7. Bermain sebagai latihan koordinasi gerakan motorik (fisik). Kegiatan bermain pasif. 3. 4.

Bahasa lisan dan isyarat memiliki sebuah sistem fonologikal yang mengatur bagaimana suara atau simbol visual digunakan untuk membentuk urutan yang dikenal sebagai kata atau morfem. dan banyak ahli bahasa melihat struktur bahasa telah berkembang untuk melayani fungsi komunikatif tertentu. Kajian ilmiah terhadap bahasa dalam semua indra disebut dengan linguistik. Zulu. Rusia dan Hindi. tongue". mengadopsi sistem komunikasi awal yang berdasarkan pada isyarat ekspresif yang mengikutkan teori dari pikiran dan dibagi secara sengaja. Sekelompok bahasa yang diturunkan dari leluhur yang sama dikenal sebagai keluarga bahasa.Bahasa bisa mengacu kepada kapasitas khusus yang ada pada manusia untuk memperoleh dan menggunakan sistem komunikasi yang kompleks. sebagai contoh pada bahasa isyarat dan bahasa tulis. yang melingkupi Bahasa Mandarin. Sekitar 3000-6000 bahasa yang digunakan oleh manusia sekarang adalah suatu contoh yang menonjol. yang melingkupi Swahili. Spanyol. yang mengikutkan bahasa seperti Inggris. Bahasa Sino-Tibet. Penggunaan bahasa telah berakar dalam kultur manusia dan. Perkembangan tersebut dikatakan bertepatan dengan meningkatnya volume pada otak. sehingga menghasilkan sejumlah kemungkinan penyebutan yang tak terbatas dari sejumlah elemen yang terbatas. atau sekumpulan penyebutan yang dapat dihasilkan dari aturan tersebut. [1] Bila digunakan sebagai konsep umum. "language. Bahasa dalam konteks ini adalah sebuah sistem isyarat untuk enkoding dan dekoding informasi. Semua bahasa bergantung pada proses semiosis untuk menghubungkan sebuah isyarat dengan sebuah makna tertentu. tetapi secara khusus berada di area Broca dan area Wernicke. Kode dan bentuk lain dari sistem komunikasi artifisial seperti yang digunakan untuk pemrograman komputer juga dapat disebut bahasa. atau kepada sebuah instansi spesifik dari sebuah sistem komunikasi yang kompleks. Kata "bahasa" juga dapat digunakan untuk menjelaskan sekumpulan aturan yang membuat ia bisa ada. tetapi ia masih membutuhkan aturan sintaks yang memproduksi makna dari urutan kata-kata. dan sejarah evolusinya dapat direkonstruksi ulang dengan membandingkan bahasa modern untuk menentukan ciri-ciri mana yang harus dimiliki oleh bahasa pendahulunya untuk perubahan nantinya dapat terjadi. Bahasa-bahasa berubah dan bervariasi setiap waktu. dan bahasa Bantu. tapi bahasa alami dapat juga berdasarkan visual daripada rangsangan pendengaran. dan sebuah sistem sintaks yang mengatur bagaimana kata-kata dan morfem digunakan membentuk frasa dan penyebutan. Kata bahasa Inggris "language" diturunkan secara langsung dari Latin lingua. lewat bahasa Prancis Tua. Bahasa yang digunakan dunia sekarang tergolong pada keluarga IndoEropa. stratifikasi sosial dan untuk dandanan sosial dan hiburan. Bahasa diproses pada otak manusia dalam lokasi yang berbeda. Cantonese dan lainnya. Bahasa tulis menggunakan simbol visual untuk menandakan suara dari bahasa lisan. Bahasa sebagai sistem komunikasi dikatakan pada dasarnya berbeda dari dan lebih tinggi tingkat kerumitannya daripada spesies lain dimana ia berdasarkan pada sebuah sistem kompleks dari aturan yang berkaitan dengan simbol dan makna. Shona dan ratusan . bahasa Semitik. Amhar dan Hebrew. ia juga memiliki fungsi sosial dan kultural. "bahasa" mengacu pada kemampuan kognitif yang membuat manusia dapat belajar dan menggunakan sistem komunikasi yang kompleks. Bahasa dikatakan berasal sejak hominid pertama kali mulai bekerja sama. yang melingkupi Arab. dan anak-anak sudah dapat berbicara secara fasih sekitar umur tiga tahun. Manusia mengakuisisi bahasa lewat interaksi sosial pada masa balita. selain digunakan untuk berkomunikasi dan berbagi informasi. seperti untuk menandakan identitas suatu kelompok.

Empat puluh persen bahasa di dunia terancam dan ada kemungkinan menjadi punah. [2] .bahasa lain yang digunakan di Afrika.

merupakan suatu kemampuan individu dalam menghasilkan sejumlah kalimat bermakna yang terbatas dalam menggunakan suatu himpunan kata dan aturan yang terbatas sehingga menjadi bahasa yang sangat kreatif. 3. namun secara keseluruhan. 5. bahasa betawi dll. Sequencing. bahasa adalah suatu kode atau system symbol dan urutan kata-kata yang diterima secara konvensional untuk menyampaikan konsep-konsep atau ide-ide dan berkomunikasi melalui penggunaan symbol-simbol yang di sepakati dan kombinasi symbol-simbol yang di atur oleh ketentuan yang . contoh: bahasa jawa. orang . Rule systems (grammar atau tatabahasa). Words. 2. merupakan karakteristik yang dikehendaki dalam suatu bahasa. Infinitife generativity.berkembangnya kemahiran bahasa peserta didik OPINI | 18 December 2010 | 18:49 Dibaca: 857 Komentar: 0 Nihil Pengertian Bahasa Santrock dan Yussen mengidentifikasikan bahasa sebagai berikut. merupakan penggunaan bahasa untuk mengkomunikasikan informasi tentang sesuatu tempat dan waktu yang lain. Kata-kata merujuk pada objekobjek. Namun setiap bahasa memiliki karakteristik bervariasi.kejadian dll. dan setiap bahasa memiliki karakteristik yang umum. Displacement. merupakan aspek yang sangat penting sebagai karakteristik suatu bahasa. Bahasa dapat diartikan sebagai suatu system symbol dan urutan kata-kata yang digunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain. 1. Pengertian bahasa menurut beberapa ahli ada banyak sekali. Urutan kata-kata merupakan karakteristik yang dikehendaki dalam suatu bahasa. 4. Wujud bahasa yang ada sungguh bervariasi. setiap bahasa mempunyai kata-kata (words).

yaitu penggabungan kata menjadi kalimat berdasarkan aturan sistematis yang berlaku pada bahasa tertentu. Tempo perkembangan ditandai dengan peningkatan panjang ucapan. Kata terdiri dari satu unit atau lebih dari satu unit yang disebut morfem. antara lain sebagau berikut. bahasa sebagai alat komunikasi tidak hanya berupa bicara melainkan juga dapat di wujudkan dengan tanda isyarat tangan atau anggota tubuhnya. distribusi. mobil. 1. Pemerolehan fonologi berkaitan dengan proses konstruksi suku kata yang terdiri dari gabungan vokal dan konsonan. Bahkan dalam babbling. kursi. Faktor Biologis .ketentuan finologis mengatur distribusi dan pengukuran fonem. mean length of Utterance (MLU) adalah alat ramalan kompleks bahasa pada anak yang berbahasa Inggeris. b. dll. anak menggunakan konsonan-vokal (KV) atau konsonan-vokal-konsonan (KVK). Pada dasarnya. berkenaan dengan organisasi kata kata secara internal. Fonem yaitu unsur terkecil dari bunyi ucapan yang bisa digunakan untuk membedakan arti dari satu kata. Morfem adalah unit grammatical yang paling kecil dan tidak dapat di bagi lagi. mempelajari arti dan makna dari suatu bahasa yang dibentuk dalam suatu kalimat. Semantic. Misalnya. KOMPONEN BAHASA Form (bentuk) yang meliputi: a. MLU sangat erat berhubungan dengan usia dan merupakan prediktor yang baik untuk perkembangan bahasa. d. yang diukur dalam morfem.ada. c. Fonologi. Perkembangan fonologi melalui proses yang panjang dari dekode bahasa. Panjang ucapan. Morfologi.meja. adalah aspek bahasa yang berkenaan dengan ketentuan yang mengatur struktur. Proses lainnya berkaitan dengan asimilasi dan substitusi sampai pada persepsi dan produksi suara.dan urutan bunyi ucapan dan bentuk-bentuk ucapan. Bahasa Sebagai Warisan Biologis dan Lingkungan Perkembangan bahasa dipengaruhi oleh dua faktor. Sintaksis.

 Periode Kritis Belajar Bahasa. Faktor Lingkungan. dengan memperhatikan faktor biologis dan faktor lingkungan. berkenaan dengan evolusi biologis. beberapa binatang mempunyai sistem komunikasi yang menakjubkan dan sederhana. pada usia sebelum 12 tahun sangat memungkinkan berkembangnya kemahiran bahsa seseorang. Jadi apabila seseorang mengalami gangguan otak kiri. dia akan sulit untuk melakukan perkembangan bahasa. sistem syaraf dan sistem vokal berubah selama beratus-ratus ribu tahun sehingga diperkirakan manusia mendapat bahasa bervariasi selama beribu tahun yang lalu.  Perubahan Kultural dan Konteks Sosiokultural Bahasa Kekuatan sosial membuat manusia untuk lebih mengembangkan cara berkomunikasi dengan orang lain. berdasarkan hasil penelitian Gazzaniaga dan Sperry (Santrock & Yussen). otak.  Peranan Otak dalam Perkembangan Bahasa. Brunner juga menekankan bahwa orang dewasa atau orang tua sangat penting unutk mengembangkan . Mengajarkan bahasa pada anak harus dari usia dini.  Ikatan Bilogis. serta komunikasinya adaptif dalam memberikan tanda bahaya. LAD merupakan suatu kemampuan gramatikal yang dibawa sejak lahir yang mendasari semua bahasa manusia. memberikan tanda ada makanan dan memberi tanda karena adanya kebutuhan seksual. beberapa hal yang penting dalam perkembangan bahasa yaitu perubahan kultural dan konteks sosiokultural bahasa. dukungan terhadap bahasa dan pandangan behavioral. Konteks sosiokultural memainkan suatu peranan penting dalam perkembangan bahasa akhir-akhir ini. Vygotsky mengemukakan bahwa peranan orang dewasa sangat penting untuk membantu perkembangan bahasa anak. Tanya kenapa??? Karena pada otak kiri terdapat suatu area yang bernama “wernick‟s area”. proses bahasa itu dikontrol oleh belahan otak sebelah kiri. anak-anak dilahirkan di dunia dilengkapi dengan alat pemerolehan bahasa (language acquisition device=LAD) yaitu ikatan biologis yang memungkinkan anak mendeteksi bahasa tertentu. Evolusi Biologis. fungsinya untuk pemahaman bahasa.  Apakah Binatang Memiliki Bahasa?. 2. Apabila kerusakan otak pada seseorang terjadi pada area ini akan sering timbul ocehan-ocehan atau pembicaraan yang tidak berarti.

komunikasi anak . atau guru dalam perkembangan bahasa anak cukup besar.  Dukungan Sosial untuk Perkembangan Bahasa a) Motherese. peran orang tua. menyatakan kembali apa yang anak telah katakan kepada kita dengan linguistik yang lebih baik. cara seorang ibu berkomunikasi dengan bayi. d) Expanding. dan fonologis. Pandangan Behavioral Para ahli menyakini bahwa bahasa anak itu diperoleh dari proses belajar pengukuhan ( Skinner. dengan kata-kata dan kalimat yang sederhana. Jadi. Mekanisme pengukuhan dan imitasi tidak dapat menjelaskan secara sempurna ucapan anak. 1957) dan imitasi ( Bandura. karena mereka berperan sebagai model bahasa dan pengoreksi atas kesalahan anak. Roger Brown dan Noam Chomsky. Peran Kognisi dalam Perkembangan Bahasa Santrock dan Yusen (1992). Motherese mempunyai peranan penting dalam mempermudah perkembangan bahasa anak sejak usia dini. 19977). morpologis. mendorong pemerolehan bahasa. 3. karena faktor biologis maupun pengalaman saling bekerja sama dalam menghasilkan perkembangan bahasa yang optimal. b) Recastin. Orang tua dan guru merupakan komponen penting dalam perkembangan bahasa anak. Kedua teori tersebut tidak dapt dikeatahui nilai kebenarannya. Fokus pandangan kognitif lebih pada tingkat semantik dan pragamatik bahasa dibandingkan tingkat sintaksis. mengemukakan bahwa pengukuhan dan imitasi tidaklah terlalu bertanggung jawab dalam perkembangan bahasa namun dunia sosiokulturallah yang dilalui anak dalam belajar bahasa. mengulangi apa yang akan dikatakan kepada kita. membuat frase yang sama dari suatu kalimat dengan cara berbeda. . menegaskan bahwa tuntutan dasar teori kognitif adalah intelegensi anak yang tumbuh dan keinginan untuk mengekspresikan maksud bersama-sama dengan masukan bahasa dari orang tua. c) Echoing.

bukan pengukuhan atau kemampuan mendengar. Tujuan komunikasi pada usia dini adalah untuk menarik perhatian orang tua dan orang lain yang berada di lingkungan. ada juga bayi yang membutuhkan waktu lebih lama dari itu. kendaraan.000 sampai dengan100. binatang. kognisi itu jauh lebih tua dari bahasa manusia. Bukti lainnya diperoleh melalui studi terhadap anak-anak tuna rungu. Perkembangan Bahasa Usia Bayi Ucapan bayi pertama kali terjadi pada usia 10 sampai 6 bulan. Berdasarkan perspektif evolusionair. yang di karakteristikan dengan ungkapan anak-anak. antara lain: . mereka membuat celotehan atau ocehan dengan ucapan: baa. Kejadian inipun terjadi pada anak tuna rungu. Kata-kata pertama anak yang muncul diantaranya meliputi: nama orang penting (mama). maa. paa. daripada kategori linguistic. maka usia bahasa manusia itu sulit ditentukan. bendabenda di sekitarnya atau ucapan selamat. permainan. bagian tubuh. yaitu bahasa adalah pakaian pikiran.Bukti pandangan kognitif adalah ungkapan anak pada usia dini nampak menunjukkan pengetahuan kategori semantik. makanan. Namun menurut beberapa perkiraan bahwa bahasa berkembang dari 10. Selama bahasa lisan itu tidak meninggalkan bekas fisik.000 tahun yang lalu. Anak mulai mengucapkan pernyataan dengan 2 kata pada usia 18-24 bulan. b. yang artinya teori yang menganggap bahwa suatu kata tunggal digunakan untuk menjelaskan suatu kalimat sempurna. Tahap Perkembangan Bahasa Anak a. Sebelum mengucapkan kata-kata. sehingga terdapat rumusan kalimat hikmat. Sulit menerjemahkan satu kata yang diucapkan seorang karena dapat timbul kemungkinan satu kata mengandung arti satu kalimat karena keterampilan kognitif dan linguistic yang terbatas yang sering dikenal dengan holophrase hypothese. Beberapa dari mereka tidak memiliki komentar baik terhadap bahasa tertulis maupun terhadap bahasa isyarat. Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini. Hal ini terjadi pada usia sekitar 3 sampai 6 bulan. Celotehan ini ditentukan oleh kematangan biologis. dsb. perubahan bahasa pada anak usia dini. Pembicaraan telegrapik adalah penggunaan kata-kata yang pendek dan tepat untuk berkomunikasi. Begitu pentingnya hubungan antara bahasa dengan kognisi.

berkenaan dengan sintaksi. Berubahdari kata tunggal ke jamak. 2.1. seperti kata strika ). Sangat sering menggunakan bahasa untuk mengajukan permintaan 2. anak-anak sudah mulai mampu mengembangkan pengetahuan tentang makna dengan cepatnya. Membuat plot-plot naratif yang mempunyai pengantar. Menggunakan kiri atau kanan . Usia 7 tahun. Menggunakan kata-kata keterangan 3. berkenaan dengan fonologi. diantaranya: 1. akhir persoalan dan resolusi. Ringkasan Perkembangan Pragmatik dan Semantik Usia Sekolah 1. berkenaan dengan morfologi. anak mengalami perkembangan pragmatik. diantaranya: 1. Menggunakan dan memahami sebagian besar istilah deintik 2. mengatakan bahwa usia-usia sekolah adalah periode yang sangat kreatif dalam perkembangan bahasa. Perkembangan pragmatic dan semantic nampak sangat lazim dalam perkembangan bahsa anak usia dini. beberapa anak usia pra sekolah memiliki kesulitan dalam mengucapkan kelompok konsonan (misalnya. 4. Mulai untuk menggunakan topik tentang gender 2. huruf S.belakang atau depan. Usia sekolah dikarakteristikan dengan pertumbuhan dalam semua aspek bahasa. pada kenyataannya anak-anak itu juga dapat mengembangkan ungkapannya lebih dari dua kata setiap kalimatnya. Mengulang untuk perbaikan 3. 2. Owens (1996). diantaranya: 1. begitu sudah mampu menggunakan kalimat lebih dari kata. Usia 5 tahun. R. Mengulang dengan cara elaborasi untuk pembetulan 2. Serta mengalami perkembangan semantik. c. 3. anak mengalami perkembangan pragmatik. anak belajar dan menerapkan secara aktif aturan-aturan yang dapat ditemukan pada tingkat sintaksis. anak mengalami perkembangan pragmatik. diantaranya: 1. T. Usia 6 tahun. Perkembangan Bahasa Usia Sekolah Robert E. berkenaan dengan semantic. .

Secara berulang dan berkelanjutan anak-anak mengembangkan kalimat dengan mengelaborasikan kata benda dan kata kerja. yaitu memelihara topic malalui beberapa perubahan. Usia 9 tahun. tetapi perbedaan individu sangat besar karena pengalaman tiap individu. selama usia sekolah. 5. anak mengalami perkembangan pragmatik. Pada masa ini mereka ingin manifestasikan rasa ingin tahunya. perkembangan morpologi pada anak kelas awal SD dapat ditandai dengan penggunaan kata imbuhan.4. accounts dan cerita fiksi. Contoh narasi antara lain: recounts. anak mengalami perkembangan pragmatik. 2. Perkembangan Membaca dan Menulis. Owens (1996)) 3) Perkembangan Sintaksis dan Morpologik. Secara hipotitik. Mengenal makna yang non literal dalam bentuk permintaan langsung. selama masa sekolah individu meningkatkan jumlah perbendaharaan dan spesifikasi defansi. perkembangan bahasa pada usia sekolah atas pengembangan sintaksis yang ada dan pemerolehan bentuk-bentuk secra simultan. Mulai dengan mempertimbangkan maksud-maksud lainnya. Secara keseluruhan perkembangan bahasa itu lambat. prosese kognitif non egocentrisme dan decentration maningkat dan terjadi kombinasi sehingga anak dimungkinkan menjadi komunikator yang lebih efektif. 2) Perkembangan Semantik. Umumnya. eventcast. d. diantaranya: 1. Dua aspek penting dalam penggunaan bahasa yaitu narasi dan percakapan. . sedangkan decentartion adalah proses bergerak dari diskripsi objek dan kejadian yang laku dan percakapan. Usia 8 tahun. awalan berikutnya berkembang ke penggunaan akhiran dan yang terakhir penggunaan sisipan. Nonegocentrisme adalah kemampuan untuk memahami pandangan orang lain. keseluruhan proses pertumbuhan semantic yang bermutu pada tahun awal sekolah itu dikaitkan dengan keseluruhan perubahan kognitif (Robert E. mwmbaca adalah sintesa jaringan tindakan perceptual dan kognitif yang komplek. penulis yang baik adalah pembaca yag baik pula dan sebaliknya. 1) Perkembangan Pragmatik.

Implikasi bagi Kegiatan Belajar Mengajar
1. ciptakan KBM yang efektif agar perkembangan bahasa anak dapat berjalan secara optimal. 2. Gunakan bahasa yang komunikatif agar semua pihak terlibat dalam interaksi belajar mengajar yang dapat berperan secara aktif dan produktif. 3. Ciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan bahasa sejak dini karena lingkungan kondusif dapat tercipta sesuai dengan kebutuhan anak untuk perkembangan bahasa pada saatnya, akan berdampak sangat positif terhadap perkembangan bahasa anak, tidak hanya sebagai pengguna bah

Manusia berbahasa ibarat burung bersayap”, demikian kata George H. Lewis. Bahasa tak terlepas dari hakikat keberadaan manusia karena itulah yang menjadi piranti komunikasi antar manusia. Pada ungkapan di atas nampak bahwa manusia tanpa bahasa sama seperti burung tanpa sayap, karena sayaplah yang mecirikan burung dan bahasalah yang mencirikan manusia. Noam Chomsky, bapak Linguistik dunia, menyebutkan bahwa jika kita mempelajari bahasa maka pada hakikatnya kita sedang mempelajari esensi manusia, yang menjadikan keunikan manusia itu sendiri. Manusia dirancang untuk berjalan, tetapi tidak diajari agar bisa berjalan. Demikian pula dalam berbahasa, tidak seorangpun bisa diajari bahasa karena manusia diciptakan untuk berbahasa. Dalam artian bahwa pada kenyataannya manusia akan berbahasa tanpa bisa dicegah agar dia tidak memperoleh bahasa. Bahasa dikatakan menjadi keunikan yang mencirikan manusia dan membedakannya dengan makhluk hidup lainnya. Pernyataan ini tidak berarti bahwa hanya manusia yang memiliki piranti komunikasi. Binatang disebut tidak berbahasa tapi tetap bisa berkomunikasi. Ocehan burung kakatua yang bisa menyerupai ucapan manusia; perintah ‘duduk’ atau ‘kejar’ yang dipahami anjing; kemampuan monyet untuk memahami perintah ujaran manusia; nyanyian burung yang berirama; tempo bunyi yang didengungkan lebah; suara-suara yang dikeluarkan ikan paus; semua itu adalah contoh piranti komunikasi binatang. Piranti ini tidak serta merta disebut bahasa walaupun memang menyerupai bahasa. Contoh piranti komunikasi di atas tidak menyandang sebutan bahasa karena tidak memenuhi prasyarat bahasa seperti: unsur pertukaran pesan dari pembicara pada pendengar dan sebaliknya; adanya umpan-balik dari pembicara; kebermaknaan dan pembedaan unit-unit kosakata; adanya proses transmisi kultural yang melatarbelakangi ujaran; munculnya kreatifitas dan kemampuan pemolaan unit bahasa; pengendalian maksud bicara dan peralihan giliran bicara, serta penggunaan ungkapan yang bukan bermakna literal. Ciri-ciri di atas dicetuskan pertama kali oleh Charles Hockett (1963) yang kemudian melahirkan prokontra seputar pengistilahan bahasa. Linguis lain menyebutkan bahwa keutamaan bahasa adalah pada kebermaknaan dan fungsi komunikatifnya. Namun demikian kompleksitas berbahasa kurang menjadi titik tekannya. Field kemudian mengkategorikan ciri-ciri tersebut ke dalam kelompok-kelompok yang meliputi saluran bahasa, ciri-ciri semantis, pembelajaran, struktur, dan fungsi (Field, 2003:40). Dari paparan di atas, nyatalah bahwa hanya manusia yang layak disebut berbahasa mengingat kompleksnya kebahasaan itu sendiri. Kembali pada pendapat Chomsky tadi, manusia sejak lahir akan mempelajari bahasa dengan sendirinya, meski serumit apapun anak akan memperoleh bahasa. Proses pemerolehan ini berlangsung secara alami, tidak dengan cara menghapalkan kosakata, aturan-aturan gramatika, dan aplikasi secara sosial. Kamus bahasa dalam otak anak tersusun secara otomatis tanpa teori, sedangkan kemampuan gramatika anak terasah dari pemerolehan yang disimaknya. Perihal pemerolehan bahasa dan seluk beluknya menjadi tema kajian Psikolinguistik yang merupakan studi psikologi bahasa yang mengulas proses mental yang terjadi pada penggunaan dan pemerolehan bahasa. Studi ini terkait dengan disiplin ilmu lainnya, misalnya: linguistik, yang mengkaji struktur dan perubahan bahasa; neurolinguistik, yang mempelajari hubungan antara otak dan bahasa; serta sosiolinguistik, yang membahas tentang hubungan antara bahasa dan perilaku sosial (Field, 2003:40). Dalam pembahasan berikut ini akan dikupas perkembangan bahasa pada anak yang kemudian mengarah pada paparan tentang pemerolehan bahasa pertama dan kedua pada anak sebelum pada akhirnya mengangkat tentang gangguan berbahasa. Perkembangan Bahasa pada Anak dan Ragamnya Perkembangan bahasa merupakan salah satu mata rantai pertumbuhan anak selain perkembangan lain seperti perkembangan motorik kasar, perkembangan pemecahan masalah visuo-motor yang merupakan gabungan fungsi penglihatan dan motorik halus, serta perkembangan sosial. Perkembangan bahasa sering menjadi tolok ukur tingkat intelejensi anak meskipun pada hakikatnya perkembangan seorang anak merupakan suatu kesatuan yang utuh dan saling melengkapi. Artinya seorang anak tidak dapat dikatakan cerdas jika dia hanya bisa memecahkan masalah visuo-motor dan fasih berbahasa tanpa diimbangi kemampuan bersosialisasi.

Setiap anak yang normal pertumbuhan pikirannya akan belajar B1 atau bahasa ibu dalam tahun-tahun pertama dalam hidupnya, dan proses ini terjadi hingga kira-kira umur 5 tahun. Sesudah itu pada masa pubertas (sekitar 12-14 tahun) hingga menginjak dewasa (sekitar 18-20 tahun), anak itu akan tetap belajar B1. Sesudah pubertas ketrampilan bahasa anak tidak banyak kemajuannya, meskipun dalam beberapa hal, umpamanya dalam kosakata, ia belajar B1 terus menerus selama hidupnya. Pemerolehan B1 kita anggap bahasa yang utama bagi anak karena bahasa ini yang paling mantap pengetahuan dan penggunaannya. Ketika seorang anak sedang memperoeh bahasa B1-nya, terjadi dua proses, yaitu proses kompetensi dan proses performasi. Kedua proses ini merupakan dua proses yang berlainan. Kompetensi adalah proses penguasaan tata bahasa yang berlangsung secara tidak disadari. Proses kompetensi ini menjadi syarat untuk terjadinya proses performasi yang menyangkut proses pemaham dan proses memproduksi ujaran. Proses pemahaman melibatkan kemampuan mempersepsi kalimat yang didengar. Sedangkan proses memproduksi ujaran menjadi kemapuan linguistik selanjutnya. Fungsi berbahasa merupakan fungsi yang paling kompleks di antara seluruh faset perkembangan sebagaimana yang dijabarkan di atas. Indikator perkembangan bahasa ini meliputi fungsi reseptif –yaitu kemampuan anak untuk mengenal dan bereaksi terhadap seseorang, terhadap kejadian lingkungan sekitarnya, mengerti maksud mimik dan suara dan akhirnya kata-kata—dan fungsi ekspresif, yaitu Kemampuan anak mengutarakan keinginannya dan pekirannya. Fungsi ekspresif ini dipengaruhi fungsi reseptif dan merupakan kemampuan yang lebih kompleks mengingat anak memulai dengan komunikasi preverbal, dilanjutkan komunikasi dengan ekspresi wajah, gerakan tubuh, dan pada akhirnya dengan menggunakan kata-kata atau komunikasi verbal (Pusponegoro, 1997:80). Tabel berikut meringkas tahapan perkembangan bicara pada anak yang meliputi fungsi reseptif dan ekspresif dimulai sejak bayi baru lahir hingga berumur 4 tahun.
Tabel.1 Tahap perkembangan bicara pada anak Fungsi reseptif Perkembangan Bereaksi terhadap suara Tersenyum sosial Orientasi terhadap suara Menoleh pada suara bel - Fase I - Fase II - Fase III Mengerti perintah ‘tidak boleh’ Mengerti perintah ditambah mimic Mengerti perintah tanpa mimik Menunjuk 5 bagian badan yang disebutkan Da-da tanpa arti 8 bulan 11 bulan 14 bulan 17 bulan Ma-ma tanpa arti Dada Mama, kata pertama Kata kedua dan ketiga 4 – 6 kata 7 – 10 kata Kalimat pendek 2 kata 50 kata, kalimat terdiri dari 2 kata 8 bulan 10 bulan 11 bulan 12 – 13 bulan 15 bulan 17 bulan 21 bulan 2 tahun Usia lahir 5 minggu 4 bulan Oooo-ooo Guu-guu A-guu, a- guu Mengoceh 5 bulan 7 bulan Dadada (menggumam) 9 bulan 6 bulan Fungsi ekspresif Perkembangan Usia 6 minggu 3 bulan 4 bulan 4–6 bulan

dengan sendirinya. merupakan proses kreatif dimana aturan-aturan bahasa dipelajari anak berdasarkan input yang diterimanya dari bentuk tersederhana hingga bentuk yang paling kompleks. dan 7) autisme atau deviansi komunikasi baik dalam berbahasa maupun bertingkah laku yang sedang tren dibicarakan saat ini (Sutardi. Genie yang terisolir dari kehidupan manusia dan segala kontak sosial hingga tahun 1970. 3) gangguan bicara pada anak penyandang autisma. Adapun pada usia pubertas telah dicapai kematangan kognitif pada saat selesainya fungsi-fungsi otak tertentu. namun pada intinya batasan periode ideal yang dimaksud adalah prapubertas. Penyebab keterlambatan bicara dan berbahasa secara umum sangat beragam. kurang pandai. 30% dari anak dengan keterlambatan ringan akan sembuh -atau menjadi normal. 1992) pada masa emas otak manusia masih sangat elastis sehingga memungkinkan seorang anak memperoleh bahasa pertama dengan mudah dan cepat.250 kata. 5) deprivasi atau kurangnya stimuli dari lingkungan. atau mengalami kesulitan belajar lainnya. Pemerolehan Bahasa Pertama pada Masa Awal Pemerolehan bahasa pada anak yang baru lahir berawal dari suara tangisnya yang menjadi bentuk respon terhadap stimuli dari lingkungannya. dan merupakan kelainan perkembangan yang paling sering terjadi. Kesulitan berbicara yang megkerucut pada kemampuan berbahasa dari tinjauan sitaksis dan pragmatis belum banyak diangkat. 70% akan mengalami kesulitan berbahasa. diantaranya: 1) retardasi mental yang menyebabkan kurangnya kepandaian anak dibandingkan anak lain seusianya. dan 4) gangguan bicara pada anak yang mengalami cidera otak. Anak akan lebih cepat menguasai bahasa jika ia memperoleh bahasa dalam masa emas atau periode ideal (critical age) yaitu usia 6-15 tahun. Carrol (1986:30) menggolongkan gangguan bicara menjadi 4 (empat). bercerita Menanyakan arti kata Menghitung sampai 20 3 tahun 4 tahun Dengan mengacu pada tabel perkembangan bicara di atas. 3) kelainan organ bicara. sebanyak 1% anak yang mengalami keterlambatan bicara tetap tidak dapat berbicara. 6) kekurangan gizi yang mengakibatkan kelainan saraf. Pemerolehan bahasa pertama. khususnya fungsi verbal yang menjadi mantap di bagian otak sebelah kiri. Efektifnya pemerolehan bahasa pada usia tersebut telah diujikan dalam beberapa penelitian. dan Victor yang ditemukan di hutan Aveyson pada tahun 1978. Hal inilah yang disebut lateralisasi. 2) gangguan bicara pada anak-anak penderita tunarungu. Dari jumlah tersebut. Sisanya. kalimar terdiri dari 3 kata Kalimat terdiri dari 4-5 kata. Hipotesis bahwa periode usia di atas disebut masa emas pemerolehan bahasa diperkuat oleh beberapa kasus keterlambatan bicara pada orang dewasa yang memperoleh bahasa di atas usia 15 tahun. Keterlembatan bicara terjadi pada 3-15% anak. atau yang kerap disebut bahasa ibu. Kajian tentang keterlambatan atau gangguan bicara di beberapa literatur psikologi bahasa masih terbatas pada kesulitan berbicara dalam tataran umum. Masa kritislah yang bertanggung jawab atas lateralisasi yang membuat proses pemerolehan bahasa secara alamiah akan berkurang hingga akhirnya hilang sama sekali. Sebut saja beberapa nama seperti Amila dan Kayla yang ditemukan di belantara India pada tahun 1920. Nama yang terakhir ini kisah hidupnya difilmkan dimana diceritakan tentang betapa . 4) mutisme selektif atau ketidakmauan berbicara pada keadaan tertentu. Selanjutnya anak akan terus menyimpan stimuli bahasa pada memorinya. 1997:67). Menurut Lanneberg (dalam Subyakto. maka anak dikatakan mengalami keterlambatan bicara atau kesulitan berbahasa jika kemampuannya menyimpangan dari standar tersebut. yaitu: 1) gangguan bicara pada anak dengan keterlambatan mental. Pada teori lain diasumsikan bahwa usia kritis tersebut berkisar 0-6 tahun. 2) gangguan pendengaran. Caranya merespon akan berkembang seiring kematangan mentalnya.

Setelah dipasang alat bantu dengar. pakar psikolinguistik. Secara umum kita melihat bahwa kemudahan anak belajar bahasa makin lama makin berkurang setelah umur 5-7 tahun. berpendapat bahwa anak akan lebih cepat belajar bahasa tanpa kesukaran dibandingkan dengan orang dewasa. otak atau daya pikir anak lebih lentur dan plastis sehingga dapat diajari bahasa apapun dengan lebih mudah. Metode pertama dapat berakibat munculnya keterlambatan berbicara karena otak anak bekerja keras memetakan bahasa apa yang digunakan oleh orang yang mengajaknya berbicara. dll. Pada kasus di atas tidak bisa diasumsikan bahwa bahasa isyarat lebih mudah dibandingkan bahasa lisan karena keduanya memiliki kesamaan dalam hal universalitas linguistik. Tidak mudahnya pemerolehan kemampuan ini membuktikan bahwa pengendalian otot larinks dan organ bicara pada anak normal lebih kompleks jika dibandingkan dengan pengendalian otot tangan pada anak tunarungu. memungkinkan terjadinya perkembangan dan perubahan kebahasaan. ternyata Chelsea bisa berbicara dan menirukan ucapan orang lain. mengaji. 1999) yang menunjukkan bahwa anak tunarungu yang tumbuh dan dibesarkan oleh orang tua tunarungu dapat menguasai bahasa isyarat. Kemampuan memproduksi kata anak tunarungu ternyata lebih cepat dibandingkan kemampuan memproduksi kata pada anak normal. Secara umum ada dua pendapat mengenai pemerolehan bahasa kedua. Kedua. di atas masa emas otak manusia tidak bisa secara maksimal memperoleh kemampuan sintaktik dan morfologis. Kesimpulannya. Dalam masyarakat Jawa misalnya. Pemerolehan bahasa lebih baik jika diawali sejak dini. juga menegaskan bahwa kondisi otak mendukung pendapat tersebut. Kemampuan menggunakan bahasa dalam proses pemerolehan bahasa secara sistimatis dan akurat memang tidak mudah. kedua metode ini dapat dipakai dengan catatan memperhatikan suasana pemerolehan bahasa yang bersifat interaktif. anak sejak lahir sudah dibiasakan terekspos dengan berbagai bahasa. Pemerolehan Bahasa Kedua dan Kesulitannya Pemerolehan bahasa selain penguasaan bahasa ibu atau bahasa pertama disebut bahasa kedua. ketiga dan seterusnya. saat anak makin besar kemampuan itu akan terasah dengan sendirinya. Keterlambatan pemerolehan bahasa berakibat ketidakmampuan secara sepenuhnya penguasaan morfologis dan sintaktika bahasa (Field. Dus. anak belajar bahasa kedua setelah bahasa ibu dapat diucapkan dengan baik. Contoh kasus keterlambatan pemerolehan bahasa terjadi pada Chelsea yang mulai memperoleh bahasa saat berusia 31 tahun. sistim gramatika.) anak kecil adalah bagaikan menulis di atas batu dan mengajari orang tua bagaikan menulis di atas air. Sungguhpun begitu. 2003:73). sampai menjadi agak sukar dan lambat setelah pubertas sehingga orang jarang mencapai kefasihan fonologi bahasa kedua jika ia mempelajarinya sesudah pubertas atau setelah . dia tidak pernah dilibatkan dalam kontak sosial yang memungkinkan pemerolehan bahasanya. Pasca pubertas kelenturan ini akan berkurang dan pencapaiannya tidak maksimal (Field. Hasil penelitian lain menyebutkan bahwa anak yang diajarkan menggunakan bahasa isyarat pada usia 0-6 tahun lebih baik dalam pemahaman dan produksi kata daripada yang belajar pada usia 12 tahun ke atas. Sebelum masa pubertas. bahasa Indonesia disebut sebagai bahasa kedua jika anak dibesarkan dalam komunitas wicara bahasa Jawa.sulitnya mengembalikan anak pada kemampuan berbahasa dan berkomunikasi secara sosial dengan seutuhnya. seorang pakar neurolinguistik. Pernyataan ini diperkuat oleh studi Bellugi dan Klima (dalam Fromkin. namun demikian tetap memiliki kekurangan. Daya penyerapan bahasa pada anak berfungsi secara otomatis. Anak dalam metode pertama akan terbiasa dengan pengucapan dan aksen yang lebih jelas. Setelah beranjak dewasa baru diketahui bahwa Chelsea menderita tuli yang sebetulnya bisa diatasi dengan diajari bahasa isyarat. dan tidak terlepas dari adanya faktor kesilapan berbahasa. Metode kedua mengakibatkan pelafalan bahasa kedua akan lebih buruk daripada anak dengan metode pertama. Pertama. Selain itu Eric H. Bermula dari kecerobohan diagnosis dokter yang menyebutkan bahwa Chelsea mengalami keterlambatan mental. 2003:84). adalah benar bahwa ada ungkapan mengajari (bahasa. cukup dengan self-exposure atau dilibatkan dalam komunikasi partisipatif dalam bahasa target. motivatif dan atraktif. Kedua pendapat ini sama baiknya. membaca. Kesulitan pada pemerolehan bahasa kedua masih terkait dengan teori masa emas seperti yang dijelaskan di atas. Mc Laughin dan Genesee. Namun hal ini tidak berlangsung lama. Waktu yang dibutuhkan Chelsea lebih lama dibandingkan waktu pemerolehan bahasa anak pada masa emas. Lennenberg.

Pada penderita gangguan neurologis tahap ini mempersulit proses interpretasi sehingga menghalangi keberlangsungan proses selanjutnya. Ketiga. Dengan menggunakan bahasa isyarat sebagai bahasa ibu. terjadi kesulitan dalam pemerolehan bahasa akibat kelainan tumbuh kembang. tunarungu kemudian memahami bahasa lisan dan tulis sebagai bahasa kedua. Permasalahan berbicara sebagaimana yang dijelaskan di atas bersifat permanen yang menyebabkan ketidakmampuan berbahasa secara baik dan benar. Kedua. Gangguan berbahasa dan berkomunikasi dapat diakibatkan faktor medis dan faktor lingkungan. Para ahli membedakan dua konsep penyimpanan yaitu penyimpanan jangka pendek dan jangka panjang. artinya gangguan akibat kelainan yang dibawa sejak lahir. Adapun beberapa gangguan lain bersifat temporer sehingga mengakibatkan kekurangmampuan berbahasa. Misalnya pada penderita gagap yang disebabkan pengaruh perasaan afektif sehingga pikiran dan ucapan tidak bersambung dengan baik.berakhirnya masa emas. gangguan berbahasa yang berkembang. Pertama. Tahapan pertama yaitu masukan. Disebut kurang karena tidak mengacu pada kata “tidak” melainkan “belum”. atau anak tersebut memiliki kemampuan yang sangat berbeda dari penutur asli bahasanya sendiri. 1998:75). gangguan dalam mengkondisikan ketidaksempurnaan organ. gangguan berkognisi. Demikian pula halnya dengan kerusakan sistem saraf yang menyebabkan terputusnya jaringan antara wilayah auditori dan produksi tutur sehingga pesan ujaran tidak tersampaikan. anak berusia lima tahun memiliki kompetensi bahasa setara dengan anak usia dua tahun. Oleh karenanya kemampuan baca tulis anak tunarungu lebih lambat dibandingkan anak normal. Contoh faktor medis yaitu gangguan sebagai akibat cidera otak yang menyebabkan kerusakan sistem syaraf. kesukaran melafalkan kata-kata tertentu dan kurang menguasai topik pembicaraan (Gleason dan Ratner. stroke. Pada saat seseorang mendengar atau membaca suatu wacana ia membuat catatan mengenai isi atau pesan kebahasaan sekaligus membuat interpretasi. Menyimpang dari bentuk baku pada anak yang memperoleh bahasa dengan urutan yang berbeda dari kebanyakan anak. Adapun penyimpanan jangka panjang menyangkut pesan kalimat yang dapat dipelihara untuk jangka waktu lama yang berbeda dari satu individu ke individu yang lain. Adapun jika ditinjau dari asalnya. sebagai imbasnya dibutuhkan waktu yang lebih lama untuk belajar membaca dan menulis. Pertama. Penyimpanan jangka pendek berupa kata-kata atau angka sejumlah maksimal 7 frase sehingga orang dapat mengingat 7 digit nomor telepon dalam jangka waktu pendek. menurut Schovel dan Krashen kemampuan belajar bahasa kedua tidak berkurang terlalu banyak meskipun proses laterlisasi telah usai (Subyakto-Nababan. Ketidaksempurnaan organ menyebabkan pendidikan tunarungu diprioritaskan pada pengajaran bahasa isyarat. Kedua. Dewasa ini mengajarkan pemahaman membaca gerak bibir lebih ditekankan. dan gangguan pada sistem mekanisme organ wicara. Lambat dalam pemerolehan bahasa – sebagai contoh. Baik ketidakmampuan maupun kekurangmampuan berbahasa yang diartikan sebagai gangguan bicara permanen dan temporer dapat dikategorikan ke dalam 3 (tiga) jenis. gangguan berbahasa yang diperoleh. artinya gangguan akibat operasi. Kekurangmampuan berbahasa sebagaimana dijelaskan di atas pada hakikatnya dapat terjadi pada tiga tahapan rekonstruksi ingatan kebahasaan yang membangun proses pemerolehan bahasa secara lengkap. 1992:66) Gangguan Berbahasa Dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah bahwa gangguan berbahasa berdampak pada 2 (dua) hal. . gangguan berbahasa dan gangguan berpikir. gangguan berbahasa dapat dikategorikan kedalam 2 (dua) kelompok. gangguan psikogenik. sebaliknya makin banyak makna yang diingat. Tahapan kedua yaitu penyimpanan. artinya makin lama seorang pendengar mendapat kesempatan mengingat suatu ujaran. Mengingat rumitnya fase belajar bahasa anak tunarungu yang bertingkat dari bahasa isyarat dan membaca gerak bibir. Pada sebagian anak. kecelakaan atau penuaan. Namun demikian bagi penderita tunarungu dengan kerusakan pendengaran yang sangat parah hanya dapat diajari dengan bahasa isyarat. tunanetra dan penyandang gangguan mekanisme berbicara. Kedua. makin sedikit bentuk yang diingat. Contoh kategori pertama di atas yaitu yang dialami tunarungu. Pertama. Yang terakhir yaitu tahap hasil dimana terjadi kontras antara kedua jenis ingatan. Namun demikian. Faktor medis berimplikasi pada gangguan berbicara. gangguan mengolah informasi linguistik.

Secara umum perkembangan fonologisnya lambat. Secara umum dapat disimpulkan bahwa gangguan berbahasa. proses pemerolehan bahasa yang dilaluinya mirip dengan urutan normal meskipun pada sebagian penderita tidak dapat mencapai kompetensi penuh sebagai mana pembicara dewasa normal. Salah satu pertanyaan yang sering muncul yaitu apakah kelainan visual mengakibatkan keterlambatan dalam memperoleh bahasa? Hal ini mengingat kondisi anak yang tidak terbantu dengan ekspresi wajah. sehingga gangguan akibat demensia tidak dibahas secara detail. dicoraki topik yang menyedihkan. berat (IQ 20-35) dan parah (IQ di bawah 20). Hal ini terjadi pada orang yang pikun (demensia). yang dialami penderita sindroma down baik anak-anak maupun dewasa. misalnya /n/ dan /m/. 1986:95) tingkatannya terbagi atas: ringan (IQ 53-68). bahasa tubuh atau pandangan pada obyek disekitarnya. 2) status pendengaran orang tua (apakah normal atau tunarungu). Artikel ini menitikberatkan pada kekurangmampuan berbahasa pada anak. Gangguan berbahasa karena kognisi yang lebih umum ditemui yaitu pada penderita Down Syndrome dan Autisma. kehilangan semangat bekerja dan gairah hidup. gangguan berpikir menyebabkan ekspresi verbalnya diwarnai dengan kesukaran menemukan kata-kata yang tepat. Kemampuan anak tunanetra sama dengan anak normal ketika mulai meracau dan mengatakan kata-kata pertama.Komunikasi dengan menggunakan bahasa tubuh (gesture) lebih dipilih oleh anak dengan sindroma down berat dan parah. malah cenderung berupaya mengakhirinya. Sisofrenik dan depresif mengalami hambatan dalam melakukan curah verbal yang sesuai dengan konteks akibat gangguan berpikir. Hal ini tergantung tingkat parahnya kelainan yang diderita. Contoh yang disebutkan di atas jarang ditemui pada anak-anak. Dengan suaranya yang khas parau. lidah. meskipun mereka lebih dapat menangkap kontruksi kalimat afirmatif daripada negasi. Kajian tentang Down Syndrome atau keterbelakangan mental menunjukkan adanya hubungan antara kelainan kognitif dengan kegagalan memperoleh kompetensi linguistik sepenuhnya. dan 3) usia diperkenalkan pada sistem komunikasi tertentu serta konsistensi latihan berkomunikasi (Carrol. penderita sisofrenia dan depresif. Anak tunanetra umumnya kurang memvariasikan kata kerja. yaitu: 1) tingkat kerusakan pendengaran. Ketidaksempurnaan organ wicara menghambat kemampuan seseorang memproduksi ucapan (perkataan) yang sejatinya terpadu dari pita suara. hal ini menunjukkan bahwa mereka memiliki keterbatasan pengkategorian yang berdampak pada keberagaman kosakatanya.Keterampilan komunikasi yang dicapai terbatas pada komunikasi tatap muka atau face-to-face. Menurut Kendler (Carrol. Artinya dengan perkembangan yang berlangsung lamban. Anak sindrom down juga bermasalah dengan pelafalan. Riset membuktikan bahwa anak tunanetra ternyata memperoleh sistem fonologi lebih lambat daripada anak normal. . Hanya sedikit kosakata dapat dikuasai dan ucapannya cenderung pendek dan telegrafis (tanpa imbuhan dan kata sambung. Pada penderita Down Syndrome kemampuan intelektualnya sangat beragam dan salah jika kita menganggap kemampuan berbahasa semua penderitanya sama. dengan demikian tanpa teknologi visual sulit dilakukan percakapan pertelepon. gangguan berbicara dapat terjadi akibat kelainan pada paru-paru (pulmonal). pembicaraan sering terputus karena arah pembicaraan tidak teringat atau sering berpindah ke topik lain. tidak mampu menikmati kehidupan. Menurut Chaer (2002) berdasarkan mekanismenya. Hal ini disebut gangguan mekanisme berbicara. Adapun kemampuan sintaksisnya dapat dicapai pada usia dewasa. otot-otot yang membentuk rongga mulut serta kerongkongan. Kalimat seringkali diulang-ulang. Dengan demikian kemampuan linguistiknya mengacu pada kelainan kognitif yang dialaminya. Pada penderita demensia. Pada penderita tunanetra beberapa keraguan mengenai kemampuannya berbahasa kerap dilontarkan. serta pada rongga mulut dan kerongkongan (resonental) Pada kategori kedua. hanya bersifat terlambat (bukan bersifat kurang atau tidak mampu). pada lidah (lingual). Namun demikian terdapat perbedaan pada isi kosakata awal mereka. Anak tunanetra kadang-kadang bingung dengan fonem yang mirip dalam pengucapan. gangguan berbahasa terjadi karena adanya gangguan berkognisi. Curah verbal deprefis umpamanya. pada pita suara (laringal). sedang (IQ 36-52). 1986:65). dan paru-paru. menyalahi dan mengutuk diri sendiri. mirip bahasa dalam telegram). Secara umum perkembangan bahasa pada anak tunarungu ditentukan oleh 3 (tiga) faktor mendasar. intonasinya tergolong abnormal.

serta pengolahan secara matematis. Selain itu anak dapat menghadapi masalah baca tulis. Penyandang autisma bisa jadi membisu hingga usia lima tahun. Penderita lain sekedar menghafal ejaan kata dan tidak dapat mengingat ejaan kata-kata lain. Kekurangmampuan ini hanya bersifat gangguan atau keterlambatan berbahasa yang melampaui masa emas pemerolehan bahasa. Misalnya masalah kefasihan yang terjadi pada anak yang gagap dan latah atau pada penderita gangguan fisiologis yang menyangkut kesalahan formasi dan pengolahan organ artikulasi (seperti mulut. Secara umum penderita disleksia mengalami kesulitan pada area kognitif tertentu. Misalnya substitusi atau menyebut dengan kata lain. menambahkan dengan suku kata yang salah. Segala aspek komunikasi sulit dicapai penyandang autisma. langit-langit. Kemampuan sintaksisnya sangat lamban karena sering muncul kalimat peniruan atau echolalia. Disini perlu dibedakan antara disleksia dan disgrafia. Intonasinya cenderung datar dan salah dalam membuat penekanan ucapan. Tingkat kelainan dan gejalanya bervariasi antar individu. lidah. termasuk membedakan kiri/kanan. Pada kategori ketiga. artinya mereka tidak mampu memahami dunia dari sudut pandang orang lain. Mutlaknya kebutuhan akan kemampuan berbahasa membuat tidak tepatnya sebutan ketidakmampuan berbahasa –melainkan menyebutnya sebagai kekurangmampuan berbahasa. artikulasinya cukup jelas meskipun sering muncul beragam kesalahan dalam penyebutan obyek. Perkembangan ketrampilan bahasanya tidak saja mengalami keterlambatan tetapi juga penyimpangan. atau hanya membeo kata-kata orang dewasa yang didengarnmya. Variasi inilah yang menghasilkan perbedaan pencapaian kemahiran kognitif yang difasilitasi kompetensi dan performasi berbahasa. bulan. yaitu mengulang-ulang kalimat yang tidak relevan dengan konteks. tanggal.). Kemampuan memahami semantik juga lamban. misalnya membedakan antara “The girl feeds the baby” dengan “The baby feeds the girl”. juga konsep waktu seperti hari. Sebagian penderita disleksia juga mengalami keterbatasan fonologis misalnya tidak bisa menduga bagaimana membedakan ejaan kata atau bukan kata. Disleksia atau kesulitan membaca kerap diikuti dengan disgrafia atau kesulitan menulis.Pada kasus Autisma terjadi kombinasi antara kelainan kognitif dan sosial. Mata rantai pertumbuhan kemampuan berbahasa tidak seragam pada satu orang dengan orang lainnya. Secara fonologis. menghilangkan suku kata tertentu. Penutup Dari paparan di atas dapat disimpulkan bahwa kemampuan berkomunikasi ditunjang dari proses pemerolehan kecakapan berbahasa. barat/timur. tahun. anak dapat mengalami gangguan berbahasa secara linguistik yaitu ketidakmampuan dalam pemerolehan dan pemrosesan informasi linguistik.  . kecuali aspek fonologis yang pada sebagian penyandang tetap dapat dikuasai. asimilasi dengan kata lain. Kompleksitas bahasa menuntut akumulasi pemerolehan yang juga berkesinambungan dari tataran tersederhana hingga yang membutuhkan gabungan kemampuan berbahasa dan bersosialisasi. Hal ini mengindikasikan bahwa penyandang autisma memiliki keterbatasan alam pikir. pangkal tenggorok dll.

Psycholinguistics. Dalam Simposium Autisme: Gangguan Perkembangan Pada Anak.D. 1998. Evelyn Macussen. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama . 1992. Psikolinguistik: Suatu Pengantar. Sri Utari. Gleason. Inc.DAFTAR PUSTAKA Carrol. Sydney: Harcourt. Victoria. Pacific Grove-California: Brooks/Cole Publishing Company. Jakarta: Yayasan Autisme Indonesia. Autisme: Gangguan Perkembangan pada Anak. Subyakto-Nababan. 1999. 1997. Fromkin. An Introduction to Language. Hatch. Jean Berko dan Ratner. Rudi. Sutardi. Apakah Perkembangan Anak Anda Normal? Dalam Simposium Autisme: Gangguan Perkembangan Pada Anak. David and Collins. Psycholinguistics: a resource book for students. New York: Routledge. Rowley: Newbury House Publisher. 1997. Blair. Peter. 1983. Psycholinguistics: a second language perspective. Ltd. John. Nan Bernstein. Victoria: Wadsworth Thomson Learning. 1986. 2003. Jakarta: Yayasan Autisme Indonesia. Field. Psychology of Language. David W. H. Pusponegoro.

bahasa dapat juga diekspresikan melalui tulisan. gestural atau pantomim. tetapi sangat sedikit hal yang kita ketahui mengenai proses aktual perkembangan bahasa. Tahapan Perkembangan Bahasa Pada Anak Secara Umum Manusia berinteraksi satu dengan yang lain melalui komunikasi dalam bentuk bahasa. dan musik. Sebaliknya. 1. emosional. dan menggunakan bahasa. maupun spiritualnya. jika dibiasakan dengan keburukan (dalam lingkungan rumah tangga dan lingkungan sosial) serta ditelantarkan. . Bahasa juga dapat mencakup aspek komunikasi nonverbal seperti gestikulasi. Sudah menjadi keharusan bagi orang tua dan pendidik untuk bekerja bersama-sama memberikan kontribusi secara aktif dan positif dalam membentuk kualitas anak yang cerdas baik secara intelektual. Pada saat itu kita telah mempelajari banyak hal mengenai bagaimana anak-anak berbicara. Jika ia dibiasakan untuk melakukan kebaikan (dalam lingkungan rumah tangga dan lingkungan sosial). Bahasa digunakan anak dalam berkomunikasi dan beradaptasi dengan lingkungannya yang dilakukan untuk bertukar gagasan. Gestikulasi adalah ekspresi gerakan tangan dan lengan untuk menekankan makna wicara. Bahasa adalah simbolisasi dari sesuatu idea atau suatu pemikiran yang ingin dikomunikasikan oleh pengirim pesan dan diterima oleh penerima pesan melalui kode-kode tertentu baik secara verbal maupun nonverbal. A. niscaya dia akan tumbuh menjadi baik dan menjadi orang yang bahagia di dunia dan di akhirat. Komunikasi tersebut terjadi baik secara verbal maupun non verbal yaitu dengan tulisan. pikiran dan emosi. Mendidik dan memberikan tuntunan merupakan sebaik-baik hadiah dan perhiasan paling indah yang diberikan oleh orang tua kepada anaknya. maupun spiritual sang anak.Oleh sebab itulah masalah ini mendapat perhatian besar. Orang tua berkewajiban memelihara anak-anaknya dengan cara mendidik. niscaya dia akan menjadi orang yang celaka dan berdampak sangat buruk bagi perkembangan baik fisik. Manusia berkomunikasi lewat bahasa memerlukan proses yang berkembang dalam tahap-tahap usianya.Al-Ghazali ra dalam bukunya yang berjudul Ihya Ulumuddin telah menyebutkan: “Perlu diketahui bahwa jalan untuk melatih anak-anak termasuk urusan yang paling penting dan harus mendapat prioritas yang lebih dari yang lainnya”. mental. bacaan dan tanda atau symbol. mengajarinya akhlak-akhlak yang mulia melalui keteladanan dari orang tuanya. Pemerolehan bahasa oleh anak-anak merupakan prestasi manusia yang paling hebat dan menakjubkan. menanamkan budi pekerti yang baik. Anak merupakan amanat ditangan kedua orang tuanya dan kalbunya yang masih bersih merupakan permata yang sangat berharga. Selain itu. Bagaimana manusia bisa menggunakan bahasa sebagai cara berkomunikasi selalu menjadi pertanyaan yang menarik untuk dibahas sehingga memunculkan banyak teori tentang pemerolehan bahasa. mengerti. Pemerolehan bahasa telah ditelaah secara intensif sejak lama. Perkembangan bahasa atau komunikasi pada anak merupakan salah satu aspek dari tahapan perkembangan anak yang seharusnya tidak luput juga dari perhatian para pendidik pada umumnya dan orang tua pada khususnya. Bahasa bisa diekspresikan melalui bicara yang mengacu pada simbol verbal. dan juga berusaha memenuhi kebutuhan anak baik lahir maupun batin secara proporsional sesuai dengan tingkat perkembangan dan kondisi anak. tanda gestural.

 Babling Pada usia lebih dari 3 minggu.Pada usia 0-3 bulan.Pantomim adalah sebuah cara komunikasi yang mengubah komunikasi verbal dengan aksi yang mencakup beberapa gestural (ekspresi gerakan yang menggunakan setiap bagian tubuh) dengan makna yang berbeda beda. bayi menangis bukan karena ia memang ingin menangis tetapi hal tersebut dilakukan tanpa ia sadari. ba. Bayi mulai dapat mendengar pada usia 2 s/d 6 bulan sehingga ia mulai dapat mengucapkan kata dengan suku kata yang diulang-ulang. serta ia juga akan menggunakan ekspresi wajah atau isyarat tangan ketika ingin meminta sesuatu. ma. Ia mulai berbicara beberapa patah kata (kosa katanya dapat mencapai 200-300). Tahap protolinguitik .”  Echolalia Di tahap ini.  Lalling Di usia 3 minggu sampai 2 bulan mulai terdengar suara-suara namun belum jelas. membagi perkembangan bahasa dalam 3 tahap.Pada usia 12 bulan-2 tahun.ba….ma…. tangisan yang dikeluarkan telah dapat dibedakan sesuai dengan keinginan atau perasaan si bayi. Saat itu usianya sekitar 18 bulan atau biasa disebut batita. B. Tahapan Perkembangan Bahasa Pada Anak Menurut Beberapa Ahli  Lundsteen. Tahapan-tahapan Umum Perkembangan Kemampuan Berbahasa Seorang Anak. anak sudah mengerti dan menunjukkan alat-alat tubuh. Namun. 2.  True Speech Bayi mulai dapat berbicara dengan benar. .Pada usia 3-12 bulan. Tahap pralinguistik . ketika bayi merasa lapar atau tidak nyaman ia akan mengeluarkan suara tangisan. . yaitu saat bayi menginjak usia 10 bulan ia mulai meniru suara-suara yang di dengar dari lingkungannya.. da. seperti: “ba…. Jadi. yaitu: 1. bunyinya di dalam dan berasal dari tenggorok. banyak memakai bibir dan langit-langit. 1. pengucapannya belum sempurna seperti orang dewasa. Berbeda dengan sebelumnya. Yaitu:  Reflexsive Vocalization Pada usia 0-3 minggu bayi akan mengeuarkan suara tangisan yang masih berupa refleks. misalnya ma.

orang. Terjadi pada umur 9-18 bulan. Terjadi pergeseran dari pemakaian kalimat satu kata menjadi bentuk kata benda dan kata kerja. Salah satu perkembangan bahasa utama milestone adalah pengucapan kata-kata pertama yang terjadi pada akhir tahun pertama. Anak mulai . Kata – kata pertama : transisi ke bahasa anak Terjadi pada umur 3-9 bulan. Periode ini disebut prelinguistik. Perkembangan komprehensif dan produksi kata-kata berlangsung cepat pada sekitar umur 18 bulan.3. Berkembangnya kemampuan kognitif. Arti kata-kata pertama mereka dapat merujuk ke benda. juga tanda dimulainya pembetukan kalimat awal. bentuk. dan interpretasi emosional di periode ini akan memberi arti pada kata-kata pertama anak. Melalui interaksinya dengan orang dewasa. 2.Pada usia 2-6 tahun atau lebih. 3. bentuk. anak mulai belajar mengkonsolidasikan isi. Meskipun bayi belum mengerti dan belum bisa mengungkapkan bentuk bahasa konvensional. tempat. Dari percakapan bayi menjadi registrasi anak pra sekolah yang menyerupai orang dewasa. Perkembangan bahasa bayi sebagai komunikasi prelinguistik Terjadi pada umur 0-3 bulan dari periode lahir sampai akhir tahun pertama. Selanjutnya. dan pemakaian bahasa dalam percakapannya. adanya kontrol. kemampuan kognitif bayi juga belum berkembang. yaitu: 1. Klinisi harus menentukan apakah bayi mengamati atau bereaksi terhadap suara. anak mulai bisa berbicara memakai kata-kata yang tersimpan dalam memorinya. Bila tidak. Anak dengan mobilitas yang mulai meningkat memiliki akses ke jaringan sosial yang lebih luas dan perkembangan kognitif menjadi semakin dalam. pada tahap ini ia mulai belajar tata bahasa dan perkembangan kosa katanya mencapai 3000 buah. Bentuk kata-kata pertama menjadi banyak dan dimulainya produksi kalimat.  Bzoch membagi tahapan perkembangan bahasa anak dari lahir sampai usia 3 tahun dalam empat stadium. mereka mengamati dan memproduksi suara dengan cara yang unik. ini merupakan indikasi untuk evaluasi fisik dan audiologi. Perkembangan kosa kata yang cepat-Pembentukan kalimat awal. 1. berlanjut sampai satu setengah tahun saat pertumbuhan kosa kata berlangsung cepat. Komunikasi lebih bersifat reflektif daripada terencana. Dengan semakin berkembangnya kognisi dan pengalaman afektif. 4. Tahap linguistik . dan pemakaian bahasa. Anak mulai bisa menggabungkan kata benda dengan kata kerja yang kemudian menghasilkan sintaks. intervensi direncanakan untuk membangun lingkungan yang menyediakan banyak kesempatan untuk mengamati dan bereaksi terhadap suara. dan kejadian-kejadian di seputar lingkungan awal anak. Bayi baru lahir belum bisa menggabungkan elemen bahasa baik isi. Terjadi pada umur 18-36 bulan. Selain belum berkembangnya bentuk bahasa konvensional.

Pada masa ini sampai sekitar 18 bulan. Saat anak mulai membangun jaringan sosial yang melibatkan orang diluar keluarga. dan benda-benda. bayi mulai meniru gerak gerik orang. -Pada usia 3 minggu. terjadi peningkatan dalam keaktifan berbicara dan anak memperoleh kesadaran sosial dalam percakapan. dan peristiwa serta dapat menyelesaikan masalah fisik. dan gelitikan. Ini berlangsung sepanjang usia pra sekolah. Pada usia 6 bulan. Lewat umur ini. tersusun baik dan teradaptasi baik untuk pendengar. anak kemudian memasuki tahap sintaksis dengan mampu merangkai kalimat dua kata. Perkembangan Pragmatik Perkembangan komunikasi anak sesungguhnya sudah dimulai sejak dini. Lingkungan linguistik memiliki pengaruh bermakna pada proses belajar berbahasa. anak menunjuk sesuatu untuk menyatakan keinginannya. tatapan mata. -Pada usia 12 minggu. orang. Pada usia 2 tahun. Ibu memegang kontrol dalam membangun dan mempertahankan dialog yang benar. 1. Anak terus mengembangkan pemakaian bentuk fonem dewasa Perkembangan bahasa pada anak dapat dilihat juga dari pemerolehan bahasa menurut komponen-komponennya. Gerak-gerik ini akan berkembang disertai dengan bunyi-bunyi tertentu yang mulai konsisten. mereka akan memodifikasi pemahaman diri dan bayangan diri serta menjadi lebih sadar akan standar sosial. mempelajari bentuk ekspresi wajah. biasanya orang tua. bayi mulai tertarik dengan benda-benda sehinga komunikasi menjadi komunikasi ibu. misalnya karena lapar.berpikir konseptual. Sekitar 36 bulan. bayi tersenyum saat ada rangsangan dari luar. misalnya wajah seseorang. Ini disebut senyum sosial. -Pada usia 2 bulan. -Pada usia 7-12 bulan. popok basah. suara. Sebagian besar pasangan berkomunikasi anak adalah orang dewasa. pertama-tama dari tangisannya bila bayi merasa tidak nyaman. bayi mulai menanggapi ajakan komunikasi ibunya. Perilaku ibu yang fasilitatif akan membantu anaknya dalam memperkenalkan topik baru. Anak mulai memperkenalkan atau merubah topik dan mulai belajar memelihara alur percakapan dan menangkap persepsi pendengar. anak mulai berdialog lebih lama sampai beberapa kali giliran. Hampir 50 persen anak 5 tahun dapat mempertahankan topik melalui 12 kali giliran. Dari sini bayi akan belajar bahwa ia akan mendapat perhatian ibunya atau orang lain saat ia menangis sehingga kemudian bayi akan menangis bila meminta orang dewasa melakukan sesuatu buatnya. -Lewat umur 3 tahun. peran gerak-gerik lebih menonjol dengan penggunaan satu suku kata. Anak berada pada fase mono dialog. bayi. -Pada usia 5 bulan. bereaksi terhadap pasangan bicaranya dan masuk dalam dialog singkat. Ucapan yang ditujukan pada pasangan bicara menjadi jelas. yaitu: 1. anak mulai mampu mempertahankan topik yang selanjutnya mulai membuat topik baru. mengkategorikan benda. mulai dengan pola dialog sederhana berupa suara balasan bila ibunya memberi tanggapan. percakapan .

Anak prasekolah dapat menjelaskan siapa. di mana. 4.sendiri dengan kemauan untuk melibatkan orang lain.5 sampai 6 tahun. properti fungsi. mean length of utterance (MLU) adalah alat prediksi kompleksitas bahasa pada anak yang berbahasa Inggris. berbeda dengan masa “kalimat satu kata” sebelumnya yang disebut masa holofrastis. Perkembangan pemerolehan sintaksis meningkat pesat pada waktu anak menjalani usia 2 tahun dan mencapai puncaknya pada akhir usia 2 tahun. ukuran dan warna. Awalnya berupa kalimat dua kata. MLU sangat erat berhubungan dengan usia dan merupakan prediktor yang baik untuk perkembangan bahasa. tapi biasanya mereka belum memahami pertanyaan bagaimana dan mengapa atau menjelaskan proses. Perkembangan Morfologi Periode perkembangan ditandai dengan peningkatan panjang ucapan rata-rata yang diukur dalam morfem. Kalimat satu kata bisa ditafsirkn dengan mempertimbangkan konteks penggunaannya. Diperkirakan terjadi penambahan lima kata perhari di usia 1. Begitu kosa kata berkembang. 3. Rangkaian dua kata. kapan. untuk siapa. maka pada umur 6-9 bulan anak telah mengenal orang atau benda yang berada di sekitarnya. Peralihan dari kalimat satu kata menjadi kalimat yang merupakan rangkaian kata terjadi secara bertahap. Pemetaan yang cepat adalah langkah awal dalam proses pemerolehan leksikal. Jika kalimat dua kata memberi makna lebih dari satu maka anak membedakannya dengan menggunakan pola intonasi yang berbeda. Definisi kata benda anak usia pra sekolah meliputi properti fisik seperti bentuk. 1. Perkembangan Sintaksis Susunan sintaksis paling awal terlihat pada usia kira-kira 18 bulan walaupun pada beberapa anak terlihat pada usia 1 tahun bahkan lebih dari 2 tahun. Hanya mempertimbangkan arti kata semata-mata tidaklah mungkin kita menangkap makna dari kalimat satu kata tersebut. Terdapat indikasi bahwa anak dengan kosa kata lebih banyak akan lebih popular di kalangan teman-temannya. Anak akan mengembangkan kosa katanya melalui cerita yang dibacakan orang tuanya. apa. Perkembangan Semantik Karena faktor lingkungan sangat berperan dalam perkembangan semantik. rangkaian kata tersebut berada pada jalinan intonasi. Terjadi strategi pemetaan yang cepat diusia ini sehingga anak dapat menghubungkan suatu kata dengan rujukannya. Definisi kata kerja anak prasekolah juga berbeda dari kata kerja orang dewasa atau anak yang lebih besar. dengan apa. Pada waktu kalimat pertama terbentuk yaitu penggabugan dua kata menjadi kalimat. properti pemakaian. Dari usia 18 bulan sampai . Panjang rata-rata ucapan. Selanjutnya secara bertahap anak akan mengartikan lagi informasi-informasi baru yang diterima. dan lokasi. untuk apa. Monolog kaya akan lagu. kata-kata tak bermakna. fantasi verbal dan ekspresi perasaan. kebutuhan untuk mengorganisasikan kosa kata akan lebih meningkat dan beberapa jaringan semantik atau antar relasi akan terbentuk. 2. 1. Pemahaman kata bertambah tanpa pengajaran langsung orang dewasa. suara. 1. Leksikal dan pemerolehan konsep berkembang pesat pada masa prasekolah.

2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Anak dalam Berbahasa Ada tiga faktor paling signifikan yang mempengaruhi anak dalam berbahasa. Sebagian besar konstruksi morfologi anak akan tergantung pada kemampuannya menerima dan memproduksi unit fonologi. kedua hal ini membentuk suatu simbol dalam proses mental anak. Perekaman sensasi nonverbal (simbolik) akan berkaitan dengan memori asosiatif yang nantinya akan memunculkan suatu logika. yaitu biologis. Tahun-tahun awal masa anak-anak merupakan periode yang penting untuk belajar bahasa (critical-period). ia rasakan. sapaan lembut dari ibu/ayah ia dengar dan belaian halus. Jika pengenalan bahasa tidak terjadi sebelum masa remaja. Selain itu. 1. Evolusi Biologi Evolusi biologis menjadi salah satu landasan perkembangan bahasa. aksen akan hilang ketika bahasa baru akan dipelajari (Asher & Gracia. anak tidak hanya menerima inventaris fonetik dan sistem fonologi tapi juga mengembangkan kemampuan menentukan bunyi mana yang dipakai untuk membedakan makna. Misalnya.dan linkungan 1. Ia menegaskan bahwa setiap anak mempunyai language acquisition device (LAD). Pada masa itu anak mengenal dunianya melalui sensasi yang didapat dari inderanya dan membentuk persepsi mereka akan segala hal yang berada di luar dirinya. jika orang berimigrasi setelah berusia 12 tahun kemungkinan akan berbicara bahasa negara yang baru dengan aksen asing pada sisa hidupnya. 5. Faktor kognitif Individu merupakan satu hal yang tidak bisa dipisahkan pada perkembangan bahasa anak. tetapi kalau orang berimigrasi sebagai anak kecil. C. Para ahli kognitif juga menegaskan bahwa kemampuan anak berbahasa tergantung pada kematangan kognitifnya (Piaget. maka ketidakmampuan dalam menggunakan tata bahasa yang baik akan dialami seumur hidup. Selama usia prasekolah. Noam Chomsky (1957) meyakini bahwa manusia terikat secara biologis untuk mempelajari bahasa pada suatu waktu tertentu dan dengan cara tertentu. Perkembangan Fonologi Perkembangan fonologi melalui proses yang panjang dari dekode bahasa. Bahasa . Bahkan dalam babbling. Penguasaan morfem mulai terjadi saat anak mulai merangkai kata sekitar usia 2 tahun.1954). adanya periode penting dalam mempelajari bahasa bisa dibuktikan salah satunya dari aksen orang dalam berbicara. Beberapa sumber yang membahas tentang morfem dalam kaitannya dengan morfologi semuanya merupakan Bahasa Inggris yang sangat berbeda dengan Bahasa Indonesia.2 morfem per tahun. 1. 1969). Menurut teori ini. Tahap awal perkembangan intelektual anak terjadi dari lahir sampai berumur 2 tahun. Mereka menyakini bahwa evolusi biologi membentuk manusia menjadi manusia linguistik. Proses lainnya berkaitan dengan asimilasi dan substitusi sampai pada persepsi dan produksi suara.5 tahun MLU meningkat kira-kira 1. kognitif. yaitu kemampuan alamiah anak untuk berbahasa. Pemerolehan fonologi berkaitan dengan proses konstruksi suku kata yang terdiri dari gabungan vokal dan konsonan. anak menggunakan konsonan-vokal (KV) atau konsonan-vokal-konsonan (KVK).

. Orang tua. memperdengarkan Kalam Ilahi atau membacakan kisah-kisah bijak. khususnya. harus memberikan stimulus yang positif pada pengembangan keterampilan bahasa pada anak. kokok ayam. pemerolehan bahasa bisa dimulai sejak bayi masih berada dalam kandungan. Pada umumnya.. Keharmonisan yang terjalin lewat komunikasi bisa memengaruhi kejiwaan anak. berbicara secara halus. Sang ibu bisa mengajak bayi berkomunikasi tentang hal yang positif. mau makan?” 3. tiga tahun ke depan kosa kata akan berkembang lebih pesat lagi Pengenalan bahasa yang lebih dini dibutuhkan untuk memperoleh ketrampilan bahasa yang baik. Simbol yang dikeluarkan anak dan dibahasakan oleh ibu itulah yang nanti membuat suatu asosiasi. Bahasa pada bayi berkembang melalui beberapa tahapan umum:       mengoceh (3-6 bulan) kata pertama yang dipahami (6-9 bulan) instruksi sederhana yang dipahami (9-12 bulan) kata pertama yang diucapkan (10-15 bulan) penambahan dan penerimaan kosa kata (lebih dari 300 kata pada usia 2 tahun). Sehingga sering terjadi hanya ibu yang mengerti apa yang diinginkan oleh anaknya dengan melihat/mencermati bahasa simbol yang dikeluarkan oleh anak. dan damai. desir angin. Pengaruh Pola Asuh terhadap Perkembangan Bahasa Anak Secara mentali.simbolik itu merupakan bahasa yang personal dan setiap bayi pertama kali berkomunikasi dengan orang lain menggunakan bahasa simbolik. Tiga faktor diatas saling mendukung untuk menghasilakan kemampuan berbahasa maksimal. seperti berkomunikasi pada anak dengan kata-kata yang baik dan mendidik. “lapar ya. dan ibu membahasakan. anak belajar bahasa melalui proses imitasi dan perulangan dari orang-orangdisekitarnya. yaitu cara ibu atau orang dewasa. ia menangis dan memasukkan tangan ke mulut. dan sebisa mungkin membuat anak merasa nyaman dalam suasana kondusif rumah tangga yang harmonis. di sisi lain proses penguasaan bahasa tergantung dari stimulus dari lingkungan. lingkungan luar Sementara itu. Kontak batin antara ibu dan janin akan tercipta dengan baik bila kondisi psikis ibu dalam keadaan stabil. rukun. rintik hujan. salah satunya disebut motherse. misalnya saat bayi lapar. D. Hal tersebut dapat menstimulus anak untuk bisa belajar berkomunikasi dengan baik karena jika anak distimulus secara positif maka akan mungkin untuk anak merespon secara positif pula. mengenalkannya pada kicau burung. Orangtua bisa mengajak anak bercerita tentang kebesaran Sang Pencipta dan alam ciptaan-Nya. anak diperkenalkan bahasa sejak awal perkembangan mereka.

tidak ada kontrol terhadap pola tingkah laku termasuk tingkah laku verbalnya. 1998: 72-73). Hal itu akan membuat jiwa anak tertekan dan terhambat daya kreativitasnya dalam berbahasa. jangan paksa anak untuk bercerita. Refleks itu berhubungan dengan gerakan lidah atau mulut. Seiring dengan berfungsinya alat artikulasi. Terkadang anak ingin berbagi cerita tentang suatu hal yang baru dialami atau didapatinya dan ia akan sangat senang jika orangtuanya mau meluangkan sedikit waktu untuk duduk bersamanya dan mendengarkan celoteh riangnya. Penceritaan langsung tanpa menggunakan buku sekali-kali perlu dilakukan untuk perubahan suasana. Selanjutnya. Keempat prabicara itu adalah tangisan. Biarkan anak bercerita dengan lugas menurut pemahamannya. perkembangan pemerolehan bahasa pada anak sangat berhubungan dengan kematangan neuromoskularnya yang kemudian dipengaruhi oleh stimulus yang diperolehnya setiap hari (Yudibrata. ada kalanya anak enggan bercerita sama sekali. Misalnya. ma-ma dan pa-pa sebagai celotehan anak bukan merujuk pada makna kata secara harfiah yang berarti ibu dan ayah.Yudibrata dkk. isyarat. Pada bulan-bulan pertama. orangtua bisa menggunakan metode simak-dengar dengan menyuguhi anak cerita yang disukainya. Semakin baik stimulus yang diberikan orangtua. Ini bisa membantu anak dalam proses berbicara. Namun. ocehan/celoteh/meraban. Menurut para pakar. 1998: 73) membedakan antara kematangan menyimak (receptive language skills) dan kematangan mengeluarkan bunyi bahasa atau berbicara (expressive language skills). anak belum dapat membalas stimulus yang berasal dari manusia. Awalnya. yakni ketika anak sudah mulai berceloteh dengan bunyi bilabial seperti [m] untuk ma-ma dan [p] untuk pa-pa atau [b] untuk ba-ba. (1998: 65-72) menjelaskan bahwa selama bulan-bulan pertama pascalahir atau sebelum seorang anak mempelajari kata-kata yang cukup untuk digunakan sebagai sarana berkomunikasi. Kegiatan bercerita ini hendaknya dilakukan dengan menggunakan bahasa ibu (bahasa pertama anak). orangtua sudah bisa melakukan interaksi bahasa dengan anak. orangtua sebaiknya mengubah posisi dari posisi pencerita menjadi pendengar yang baik. dan ungkapan emosional. Dampaknya bisa positif bisa juga negatif. Metode ini akan menunjukkan daya serap anak terhadap cerita atau ujaran orangtua. anak akan mengedipkan mata kalau melihat cahaya yang berubah-ubah atau bibirnya akan bergerak-gerak ketika ada sesuatu disentuhkan ke bibirnya. Stimulus orangtua yang berupa data simakan bagi anak bisa direspon dengan metode ulang-ucap. Keterampilan menyimak akan berdampak pada keterampilan berbicara. Kondisi psikis anak tidak selalu dalam . dalam rangka memerikan perkembangan pemerolehan bahasa. Bercerita langsung dengan kata-kata sendiri yang dimengerti anak akan memberi efek lebih pada penceritaannya. Untuk melatih keterampilan menyimak. melainkan karena semata-mata bunyi konsonan bilabial dan vokal [a] adalah bunyi yang mudah dikuasai pada saat permulaan berujar. Jika ini terjadi. Pada tahapan ini. Pada awal kelahirannya. Dari keterampilan ini bisa terjalin suasana yang lebih komunikatif antara orangtua dan anak yang berdampak pada perkembangan selanjutnya. otaknya berkembang dan mengatur mekanisme saraf sehingga gerakan refleks tadi sudah dapat dikontrol. Orangtua jangan menuntut anak untuk bercerita sesuai dengan gaya penceritaan orangtua. Kematangan menyimak terjadi lebih dahulu daripada kematangan berbicara meskipun dalam perkembangan selanjutnya kedua kematangan ini saling berhubungan. Stork dan Widdowson (dalam Yudibrata. semakin positif respon yang dimunculkan anak. Satu hal yang perlu diingat. anak secara kreatif terlebih dahulu akan menggunakan empat bentuk komunikasi prabicara (preespeech). Vokal anak dan otot-otot bicaranya bergerak secara refleks.

Para ahli sepakat bahwa pemerolehan bahasa sangat dipengaruhi oleh penggunaan bahasa sekitar. perjalanan pemerolehan bahasa seorang anak akan sangat bergantung pada lingkungan bahasa anak tersebut (Yudibrata. marah. terlihat kesulitan mengatakan beberapa kata konsonan. Penyediaan sarana dan prasarana pendidikan di lingkungan rumah merupakan hal penting bagi proses perkembangan anak. Beberapa laporan menyebutkan angka kejadian gangguan bicara dan bahasa berkisar 5-10 % pada anak sekolah. Rumah adalah sekolah pertama bagi anak. sampai usia 18 bulan belum keluar kata pertama yang cukup jelas. Gangguan Perkembangan Bahasa pada Anak Gangguan bicara dan bahasa adalah salah satu penyebab terhambatnya tumbuh-kembang anak yang sering ditemui. padahal sudah dirangsang dengan berbagai cara. lingkungan keluarga seyogianya bisa menjadi arena yang menyenangkan bagi proses perkembangan anak. dan orangtua adalah guru pertama yang bisa mengantar anak menuju gerbang pendidikan formal.Disfasia Adalah gangguan perkembangan bahasa yang tidak sesuai dengan perkembangan kemampuan . Sebagai guru. atau benci pada sesuatu hal. seperti tidak memahami kata-kata yang kita ucapkan. dan tenaga. Yang penting. Jika orangtua menginginkan anaknya santun berbahasa.keadaan yang stabil. misalnya sampai ngiler atau raut muka berubah. Penyebab keterlambatan bicara sangat luas dan banyak. Anak dikatakan mengalami keterlambatan bicara dan harus berkonsultasi dengan ahli. materi. Proses ini semestinya tidak terhambat oleh masalah finansial. serta terlihat berusaha sangat keras untuk mengatakan sesuatu. Dialog atau komunikasi interpersonal antara orangtua dan anak bisa menjadi alternatif solusi. Sebelum anak memasuki lingkungan sosial yang lebih luas. Ada beberapa gangguan yang perlu diperhatikan orangtua: 1. 1998: 65). Dengan kata lain. anak senantiasa ingin mengetahui segala hal dan mencoba sesuatu yang baru. dan pola ucap anak. E. maka berikan stimulus yang positif. Setiap aktivitas yang ada dan terjadi di lingkungan rumah merupakan rangkaian dari proses pemerolehan yang sifatnya berkala dan berkesinambungan. Semakin dini mendeteksi keterlambatan bicara. Adapun gangguan yang sering dikeluhkan orangtua yaitu keterlambatan bicara. Pemberian stimulus akan memengaruhi perubahan perilaku anak. bila sampai usia 12 bulan sama sekali belum mengeluarkan ocehan atau babbling. pola tindak. Dalam hal ini orangtua berperan sebagai motor penggerak yang memegang kendali pertama dan utama dalam perkembangan bahasa anak melalui (salah satunya) pola asuh yang mendidik. bagaimana orangtua membuat kondisi rumah sedemikian rupa agar mampu menghasilkan stimulus positif sebanyak dan sevariatif mungkin. Seringkali timbul sensitivitas yang memengaruhi sisi kejiwaannya sehingga muncul perasaan kesal. masa bermain dan bersekolah. Stimulus yang diberikan orangtua akan terbingkai dalam pola pikir. Mulai yang bisa membaik hingga yang sulit dikoreksi. Pola asuh seperti dipaparkan di atas akan berhasil bilamana orangtua mampu menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan bahasa anak. maka semakin baik kemungkinan pemulihan gangguan tersebu. baik dalam segi waktu. Sesuai dengan nalurinya. orangtua memiliki andil yang besar dalam pendidikan anaknya. 1.

dan proses sensoris (proses penerimaan rangsang indrawi). Namun. misalnya mama atau papa. dan sensasi indera lainnya. Elaborasi Mengenai Hasil Pemaparan atau Penjelasan Tentang Perkembangan Bahasa Pada Anak Tahapan-tahapan perkembangan anak baik fisik maupun mental sangat penting untuk dipelajari dan dipahami oleh para orang tua pada khususnya dan para pendidik pada umumnya. tekstur. Hal itu penting karena apa yang diberikan oleh orang tua dan para pendidik kepada anak dalam masa perkembangannya akan sangat berpengaruh pada masa depan sang anak dikemudian harinya . bermain dan perilaku. Sulit berpartisipasi dalam kegiatan dengan baik. 3. Anak dengan gangguan ini pada usia setahun belum bisa mengucapkan kata spontan yang bermakna. tidak bisa bermain dengan anak sebaya. kurang menguasai hubungan sosial dan emosional. dan aktivitas rutin lainnya. aroma. Anak dengan gangguan ini mempunyai gangguan kualitatif dalam interaksi sosial. ekspresi wajah. Dari sana lah sang anak dibentuk pertama kali oleh orang tuanya akan menjadi seperti apa dikemudian harinya. Ditengarai gangguan ini muncul karena adanya ketidaknormalan pada pusat bicara yang ada di otak. tetapi bukan karena tertarik. 2.Gangguan disintegratif pada kanak-kanak (Childhood Diintegrative Disorder/CDD) Pada usia 1-2 tahun. F. Karena organ bicara sama dengan organ makan. Orang tua . Ditandai dengan gangguan penggunaan beberapa komunikasi nonverbal (mata. sosial.Sindrom Asperger Gejala khas yang timbul adalah gangguan interaksi sosial ditambah gejala keterbatasan dan pengulangan perilaku. sikap badan). gerakan. suhu.Gangguan Multisystem Development Disorder (MSDD) MSDD digambarkan dengan ciri-ciri mengalami problem komunikasi. pandangan. Ada masalah yang terkait dengan keteraturan tidur. maka biasanya anak ini mempunyai masalah dengan makan atau menyedot susu dari botol. kemampuan itu terganggu sebelum usia 10 tahun. bisa kurang sensitif atau hipersensitif terhadap suara. sosial. dan aktivitas. Ciri-cirinya yang jelas adalah reaksi abnormal.anak seharusnya. 4. dan motorik. minat berkomunikasi dan interaksi tetap normal tetapi tidak bereaksi secara optimal dalam interaksinya. Kemampuan bicara reseptif (menangkap pembicaraan orang lain) sudah baik tapi kemampuan bicara ekspresif (menyampaikan suatu maksud) mengalami keterlambatan. yang terganggu di antaranya adalah kemampuan bahasa. selera makan. 1. Sebagai contohnya yaitu dalam aspek perkembangan bahasa atau komunikasi pada anak. ketertarikan. Anak berkembang normal pada usia 2 tahun pertama seperti kemampuan komunikasi. Untuk menanamkan perkembangan bahasa anak yang baik diperlukan pola pengasuhan yang komprehensif dari orang tua yang merupakan pendidik yang pertama dan utama bagi seorang anak. kemudian kehilangan kemampuan yang telah dikuasainya dengan baik. sosial. Keluarga merupakan „taman sekolah‟ pertama bagi seorang anak. anak tumbuh dan berkembang dengan normal.

Demikian pula ketika menstimulasi anak melalui sarana komunikasi. Orang tua harus memilah-milah mana tontonan yang baik dan sesuai dengan perkembangan anak dan mana yang tidak dan pula harus diberi penjelasan mengenai pesan-pesan dari tontonan tersebut pada anak. Dengan begitu. Hal itu pula harus diperhatikan karena sangat mempengaruhi bahasa anak. jika pertamanya diawali dengan baik maka dalam perkembangannya pun insya Allah dapat baik pula. Posted in Academic Comments are closed. Selain ibu. tidak kasar. ketika bayi mulai tumbuh dan melalui fase-fase perkembangan bahasa. kata-kata kasih sayang. emotional bonding antara ibu dan anak semakin kuat. Lebih baik menghidupi suasana rumah dengan senandung AlQur‟an dan perkenalkanlah Al-Qur‟an sejak dini kepada anak. komputer. peran ayah pun juga sangat dibutuhkan dalam masa perkembangan bahasa anak. Orang tua harus menemani anak dalam menonton televisi.harus memahami betul kapan seorang anak mengalami perkembangan bahasa pertahapannya sehingga orang tua dapat memberikan stimulus positif yang sesuai dengan tahapan perkembangannya. Namun. Ayah juga harus menjadi teladan yang baik bagi anaknya. Berdasarkan penelitian. Waktu pemakaian komputer pun juga harus dibatasi karena anak juga harus berinteraksi dengan lingkungan sosialnya. . Kemudian. harus saling bersamaan antara komunikasi verbal dan nonverbal. pujian-pujian. Komunikasi verbal saja tidak cukup. Kemudian. seorang ibu harus menstimuli sang anak dengan mengucapkan kata-kata yang baik. dan disertai pula dengan komunikasi nonverbal seperti ekspresi wajah yang lembut. dan tidak membentak. televisi dapat menghambat perkembangan bahasa anak. dalam memperkenalkan komputer pada anak. seperti televisi. yaitu dalam mengucapkan atau berkomunikasi dengan mengucapkan kata-kata yang penuh ilmu dan tuntunan agama. seorang ayah langsung menyuarakan adzan ke telinga sang bayi dengan tujuan agar suara yang pertama kali didengar oleh anak adalah kalimat yang baik walaupun pada saat bayi lahir pendengarannya belum dapat berfungsi dengan baik. dan radio. Dari awal ketika bayi lahir. Perkembangan bahasa pada anak tidak dapat berlangsung dengan baik tanpa didukung aktif oleh orang tua dan pendidik. Lalu terkait dengan nyanyian atau lagu untuk anak-anak. Jika orang tua dan pendidik bekerja sama dengan baik dalam memberikan teladan yang positif pada anak dalam masa-masa perkembangannya baik fisik maupun mental maka anak kelak akan tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang mulia budi pekertinya dan santun budi bahasanya. Jadi. orang tua harus secara aktif menemani anak dalam memperkenalkan dan mempelajari komputer. memberi ciuman dan pelukan hangat.