You are on page 1of 11

DISTOSIA AKIBAT JALAN LAHIR LUNAK Abnormalitas anatomik organ reproduksi wanita dapat menyebabkan abnormalitas atau gangguan

jalannya proses persalinan. Kelainan dapat meliputi : uterus- servix – vagina – vesika urinaria – rektum dan masa dalam adneksa serta parametrium (kista ovarium, miomauteri). I. KelainanUterus: Uterus mempunyai peranan vital dalam proses reproduksi. Kelainan uterus, baik yang bawaan maupun yang diperoleh, dapat mengganggu lancarnya kehamilan dan persalinan. Berbagai macam kelainan uterus yang dapat menghambat proses persalinan antara lain adalah;   Kelainan bawaan uterus (uterus didelfis, uterus subseptus, uterus arkuatus, bikornis, unikornis) Kelainan letak uterus (anteversio uteri, retrofleksio uteri, prolapsus uteri)

1.1 Kelainan bawaan uterus Uterus didelfis : uterus didelfis atau uterus dupleks separatus terjadi apabila kedua saluran muller berkembang sendiri- sendiri tanpa penyatuan sedikitpun, sehingga terdapat 2 korpus uteri, 2 serviks dan 2 vagina. Uterus subseptus : terdiri atas 1 korpus uteri dengna septum tidak lengkap, 1 serviks dan 1 vagina ; kavum uteri kanan dan kiri terpisah secra tidak lengkap. Pada uterus bikornis unikollis pemisahan korpus uteri sebelah kanan dan sebelah kiri lebih jelas lagi; serviks uteri tetap menjadi satu. Uterus arkuatus : hanya mempunyai cekungan di fundus uteri. Kelainan ini paling ringan sifatnya dan paling sering dijumpai. Uterus bikornis : unilateral rudimentarus terdiri atas 1 uterus dan disampingnya terdapat tanduk lain yang sangat terbelakang perkembangnnya. Uterus unikornis: terdiri atas 1 uterus dan 1 serviks yang berkembang dari 1 saluran Muller, kanan atau kiri. Saluran lain yang tidak berkembang sama sekali. Sering kelainan ini disertai pula oleh tidak berkembangnya saluran kencing secara unilateral.

sebaiknya dilakukan seksio sesarea. Prognosis Seperti telah disebut di atas prognosis baik pada kelainan bawaan uterus yang ringan. Mungkin fungsi uterus kurang baik karena miometrium tidak normal akibat perkembangan uterus yang tidak wajar. menyebabkan resiko bagi ibu dan anak lebih tinggi. Jikalau ada indikasi. Sayang sekali banyak diagnosis baru dapat dibuat pada waktu partus. Anamnesis abortus habitualis dan beberapa partus prematurus bersama. maka partus spontan dapat diharapkan. Hal ini tidak disertai gejala. Kala pembukaan berlangsung lama dengan segala akibat yang kurang baik bagi ibu dan anak.3 kali lebih sering. Kelainan letak terutama letak lintang pada uterus arkuatus dan uterus subseptus.Bidan melakukan kolaborasi dan rujukan dalam menangani hal ini. . misalnya dengan histerogram Diagnosis Untuk membuat diagnosis kadang.Jalannya partus pada kelainan bawaan uterus umumnya kurang lancar.sama dengan histerogram membantu ke arah diagnosis yang tepat. Apabila partus tidak maju setelah ibu diberikan uterotonika. 1. Diagnosis yang pasti hanya mungkin dengan histerografi atau dengan USG. Berbagai macam kelainan letak uterus adalah.gejala klinis. Penanganan Apabila kehamilan mencapai 36 minggu atau lebih dan persalinannya berlangsung lancar. kecuali apabila kelainan bawaan uterus yang dianggap tidak memungkinkan partus pervaginam dengan cukup aman diketahui sebelumnya. disertai angka kematian perinatal antara 15. Biasanya indikasi seksio sesaria baru timbul apabila partus sudah berlangsung. Frekuensi abortus sangat tinggi. Partus prematurus terjadi 2. akan tetapi biasanya membengkok dengan sumbunya ke kanan (lateroflexiodextra ). maka partus diakhiri dalam kala II. saat plasenta dikeluarkan secara manual atau ketika seksio sesarea.2 Kelainan Letak Uterus Uterus yang hamil tua letaknya tidak di tengah. karena his kurang baik.30 %.kadang mudah juga sukar.

sehingga letak fundus uteri dapat lebih rendah daripada simfisis. Setiap ada his. maka pimpinan partus harus mendapat perhatian khusus. dan bagian terendah yang sebagian sudah melewati pintu atas panggul terdorong ke arah promontorium atau sakrum. Ruptur uteri merupakan bahaya yang mengancam apabila persalinan tidak lekas diakhiri dengan SC. Kelemahan dinding perut menyebabkan tenaga meneran kurang sempurna. Sering terjadi ketuban pecah dini dan kepala tidak turun. dapat mengurangi penderitaan. Karena perut gantung menyebabkan banyak kesulitan dalam persalinan.Anteversio Uteri Kelainan letak uterus ke depan dijumpai pada perut gantung (abdomen pendulum) dan setelah operasi ventrofiksasio. serviks terdorong ke sakrum. maka bagian janin terendah masih tinggi tidak mungkin memasuki pintu atas panggul. karena wanita yang menjadi hamil setelah pembedahan itu mengalami banyak kesulitan. Retrofleksio uteri . seperti letak sungsang dan letak lintang. Perut gantung terdapat pada multipara karena melemahnya dinding perut. Bagian uterus yang melekat pada dinding depat uterus dan bagian dibawahnya tidak mengikuti perkembangan membesarnya rahim. sehingga sulit untuk turun lebih lanjut. sehingga partus kala II perlu diakhiri dengan forseps atau ekstraktor vakum. baik dalam kehamilan maupun persalinan. sehingga kadang. Dalam persalinan kala 1 pembukaan serviks kurang lancar karena tenaga his salah arah. sehingga perut bawah kosong. serviks ditarik keatas. sehingga uterus bagian atas diregangkan lebih dari pada biasa. Uterus membengkok ke depan sedemikian rupa. terutama multipara yang gemuk. Kondisi perut gantung menghalangi masuknya kepala kedalam panggul. persalinan selanjutnya akan berlangsung dengan lancar. sehingga sering terjadi kelainan letak anak. Akan tetapi. fundus uteri didorong ke atas supaya tenaga his terarah lebih baik sampai bagian terendah masuk betul di dalam panggul. Pemakaian ikat perut yang kencang. sekali bagian terendah itu masuk di dalam panggul. Penanganan : Menjelang persalinan wanita disuruh tidur terlentang terus menerus untuk memperbesar kemungkinan masuknya kepala kedalam panggul dan mencegah terjadinya kelainan letak janin pada saat.saat terakhir kehamilan.kadang portio letaknnya lebih tinggi dari pada promontorium. Ventrofiksasio untuk memperbaiki retrofleksi uteri untuk sekarang sudah tidak dilakukan lagi. seperti korset dan angkin atau bengkung. Karena sumbu uterus tidak sesuai dengan sumbu jalan lahir.

Terdapat empat kemungkinan dari kehamilan : a.satunya kesalahan yang dapat dibuat adalah apabila kandung kencing yang penuh dan tegang disangka uterus gravidus.kadang retensio alvi. Selanjutnya uterus yang hamil lebih tua keluar dari panggul dan kehamilan berlangsung terus sampai cukup bulan.gejala kelainan miksi dan defekasi. d.RUGI (Retrofleksio Uteri Gravidi Inkarserata)Penanganan bila tidak terjadi perlekatan dapat dilakukan : .waktu terkurung dalam ronga panggul (retrofleksio uteri gravidi inkarserata ). sedangkan bagian uterus yang hamil naik masuk kedalam rongga perut disebut retrofleksi uteri gravidi partialis. Namun terkadang menyebabkan kemandulan. Apabila wanita menjadi hamil.Koreksi tidak sempurna : dimana bagian yang melekat tetap tertinggal. Satu. Kadang. dan kadang. Kehamilan dapat mencapai cukup bulan. Keluhan muncul pada kehamilan diatas 16 minggu. Adanya gangguan sirkulasi dalam uterus dan panggul dengan peredaran kedalam decidua. karena sirkulasi terganggu.Abortus : hasil konsepsi terhenti berkembang dan keluar. partus prematurus. Terkurungnya uterus dapat disebabkan oleh uterus yang tertahan oleh perlekatan. iskuria. Dengan demikian dapat diterangkan gejala.kadang hal itu tidak terjadi dan uterus gravidus yang bertumbuh terus pada sewaktu. b. apalagi jika wanita hamil 16 minggu mengeluh tentang iskuria paradoksa. Portio tertarik ke atas dan leher uretra ikut tertarik. Diagnosis biasanya tidak sulit. terjadinya kesalah letak. seperti retensio urin.perlekatan atau oleh sebab lainya yang tidak diketahui. c.Koreksi spontan : dimana pada kehamilan 3 bulan korpus dan fundus naik masuk kedalam rongga perut. dan bersalin biasa. biasanya korpus uteri naik ke atas sehingga lekukan uterus berkurang.Retrofleksio uteri tidak selalu menyebabkan keluhan. sehingga patensi kurang hal ini juga karena ostium uteri eksternum tidak tetap bersentuhan dengan air mani sewaktu dan setelah persetubuhan. atau dapat terjadi abortus. paradoksa (air kencing menetes dengan kandung kencing penuh ). dimana uterus hamil mengisi rongga panggul. karena kedua tuba tertekuk atau terlipat. Kemudian uterus yang menjadi lebih besar menekan urethra pada sympisis dan rektum pada sakrum.

akan tetapi korpus uteri belum keluar. Prolapsus Uteri Turunnya uterus dari tempat yang biasa disebut desensus uteri dan ini dibagi dalam tiga tingkat : Tingkat I : Apabila serviks belum keluar dari vulva Tingkat II : Apabila serviks sudah keluar dari vulva.Koreksi dengan posisi genu-pektoral selama 3×15 perhari atau langsung koreksi melalui vagina dengan 2 jari mendorong korpus uteri kearah atas keluar rongga atas panggul.Reposisi operatif. 4. Setelah kateterisasi wanita diletakkan dalam posisi lutu-bahu: dengan 2 jari melalui vagina. Kehamilan dapat terjadi pada prolapsus uteri tingkat I dan II dengan lanjutnya kehamilan korpus uteri naik keatas dan bersama dengan itu serviks tertarik pula ke atas. dengan atau tanpa kateterisasi dapat terjadi sistitis. sehingga menyebabkan keluhan lagi. bahkan inkarserasi dapat menyebabkan perdarahan dan gangren kandung kencing. maka uterus tidak bisa masuk lagi kedalam rongga panggul.1. Setelah koreksi wanita ditidurkan dalam letak trendelenberg untuk mencegah kembalinya uterus kedalam panggul. Setelah 2-4 hari uterus telah menjadi lebih besar dan apabila tampon diangkat. akan tetapi bila terjadi akan menimbulkan gejala-gejala yang nyata. Apabila uterus yang makin lama makin besar tetap di dalam panggul pada suatu waktu timbul gejala. Tingkat III : Apabila korpus uteri sudah berada diluar vulva. Dalam hal demikian kateterisasi dan reposisi perlu diulang dan dipasang pessarium atau tampon vaginam yang mengisi seluruh pelvis minor.Posisi trendelenberg dan istirahat. Jarang sekali sampai diperlukan penarikan serviks kebawah dengan cunam serviks dalam usaha reposisi. Terapi RUGI biasanya tidak sulit.Posisi digital jika perlu dalam narkose 2.gejala : . Dalam hal ini diperlukan anastesi.Inkarserasi uterus didalam panggul jarang terjadi. asal saja keadaan itu tidak disebabkan oleh perlekatan. 3. korpus uteri didorong perlahan-lahan ke luar rongga panggul. Kadang-kadang uterus kembali kedalam posisi semula.

Primer karena takut atau pada primi gravida tua b. Kaku serviks dibagi menjadi dua yaitu. ostium uteri internum terbuka. Serviks Kaku karena adanya jaringan sikatrik 2. .Serviks kaku (rigid cervix = cervical rigidity). terutama karena kesempitan panggul. Kelainan Serviks Distosia serviks adalah terhalangnya kemajuan persalinan karena kelainan pada serviks uteri. Walaupun his normal dan baik. Serviks konglumer . namun ostium uteri internum tidak terbuka 3.1.Sekunder karena bekas luka-luka tau infeksi yang sembuh dan meninggalkan luka parut. Serviks gantung . 2. Ada empat jenis kelainan pada serviks uteri.Kehamilan dapat berlangsung sampai aterm 3. Edema serviks. atau karena adanya parut-parut bekas luka atau bekas luka infeksi atau pada karsinoma serviks kejang atau kaku serviks.Inkarserasi dalam kehamilan 16 minggu dan kehamilan akan berakhir dengan keguguran. 1. 4.Koreksi prolaps dengan jalan operasi dilakukan setelah tiga bulan melahirkan. a. II. Ostium uteri eksternum terbuka lebar. namun ostium uteri eksternum tidak terbuka 4. Adalah suatu keadaan dimana seluruh serviks kaku. yaitu: 1.Persalinan dapat berjalan dengan lancar namun sesekali terjadi kesulitan pada kala I dan kala II yaitu pembukaan berjalan pelan dan tidak sampai lengkap. Bila ada indikasi penyelesaian dapat dikerjakan insisi Duhrssen dan janin dilahirkan dengan ekstraksi vakum dan forseps. kadang-kadang pembukaan serviks macet karena ada kelainan yang menyebabkan serviks tidak mau membuka. serviks terjepit antara kepala dan jalan lahir sehingga terjadi gangguan sirkulasi darah dan cairan yang menimbulkan edema serviks. Keadaan ini sering dijumpai pada primigravida tua.

Juga pada pemeriksaan terasa serviks tegang dan kaku. namun ostium uteri eksternum tidak membuka atau hanya terbuka 5 cm. Bila dalam observasi keadaan tetap dan tidak ada kemajuan berkembang pembukaan ostium eksternum.Keadaan ini sering dijumpai pada ibu hamil dengan prolaps uteri disertai servik dan porposi yang panjang (elongation services at portionis). Bila hal-hal diatas tidak berhasil atau tidak mungkin sebaiknya dilakukan seksio sesarea. maka pertolongan yang tepat adalah dengan seksio sesaria.Diagnosis Diagnosis distosia persalinan karena serviks kaku dibuat bila terdapat his yang baik dan normal pada kala I disetai pembukaan. dan setelah dilakukan beberapa kali pemeriksaan dalam waktu tertentu. tindakan kita melakukan seksio sesaria 2. 4. Penanganan Penanganan tergantung pada keadaan turunnya kepala janin: a. Penanganan Bila setelah pemberian obat-obatan seperti valium dan petidin tidak merubah kekauan. Serviks akan tergantung seperti corong. sedangkan ostium uteri internum tidak mau membuka.Edema serviks .Coba lebarkan pembukaan ostium uteri eksternum secara digital atau memakai dilatatorb. 3. Serviks gantung (hanging cervix) Adalah suatu keadaan dimana ostium uteri eksternum dapat terbuka lebar. Dalam hal ini servik menjadi tipis.Serviks konglumer (conglumeratio cervix) Adalah suatu keadaan dimana ostium uteri internum dapat terbuka sampai lengkap. sedangkan ostium uteri eksternum tidak mau terbuka.

Bila syarat-syarat untuk ekstraksi vakum atau forsep tidak dipenuhi. maka bidan harus segera merujuk ke tempat pelayanan kesehatan yang lebih lengkap • Memenuhi kebutuhan hidrasi.Melakukan pengawasan persalinan dengan menggunakan partograf f.bidan memberikan asuhan persalinan kala I sesuai dengan standar asuhan kebidanan: • Melakukan pengkajian keadaan umum ibu dan janin ( TTV. •Pemeriksaan dilakukan 2-3 kali antara1-2 jam. d. Peran bidan secara umum dalam menangani distosia karena kelainan serviks adalah : a. Diagnosa distosia serviks •Dapat ditemukan melalui inspeksi atau sewaktu pemeriksaan bimanual •His baik tetapi pembukaan serviks tidak bertambah. dan eliminasi • Mengajarkan ibu teknik relaksasi e. His. Pada kasus ini. nutrisi. b. PD). maka ini merupakan tanda adanya obstruksi.Pada saat kehamilan bidan melakukan ANC yang berkualitas. bila saat melakukan pengkajian terdapat kelainan pada ibu dan janin. .Bila dijumpai edema yang hebat pada serviks dan disertai hematoma serta nekrosis. Melakukan pemeriksaan fisik secara cermat dan menyeluruh c. lakukan seksio sesaria. memang belum dapat dideteksi secara dini. DJJ.Melakukan anamnesa yang lengkap.Melakukan kolaborasi dan rujukan bila terdapat kelainan.Pada saat persalinan.

Mioma subserosum yang bertangkai oleh desakan uterus yang membesar atau setelah bayi lahir.a. a. dapat terdesak kedalam kavum douglas dan terjadi inkarserasi. dan kadang-kadang hanya punya anak satu 2.III. Wanita hamil merasakan nyeri yang hebat pada perut (abdomen akut). Tumor Rahim Mioma Uteri dan KehamilanFrekuensi mioma uteri sekitar 1%. Bila terjadi gangguan sirkulasi sehingga terjadi perdarahan. berubah bentuk.Terjadi kehamilan letah janin dalam rahim .dan berwarna merah. Perubahan ini menyebabkan rasa nyeri diperut yang disertai gejala-gejala rangsangan peritoneum dan gejala-gejala peradangan. biasanya dijumpai mioma yang kecil.Pengaruh mioma pada kehamilan dan persalinan: 1.Cepat bertambah besar. 4. b.Tumor tumbuh lebih cepat dalam kehamilan akibat hipertropi dan edema. mungkin karena pengaruh hormon estrogen yang meningkat dalam kehamilan. Pengaruh kehamilan dan persalinan pada mioma uteri: 1. terutama dalam bulan-bulan pertama (pengaruh hormonal). terjadi torsi (terpelintir) pada tangkainya.Subfertil (agak mandul) sampai (mandul). Setelah kehamilan 4 bulan tumor tidak bertambah besar lagi 2. 3.Degenerasi merah dan degenerasi karnosa tumor tejadi lebih lunak. namun bisa juga dengan mioma yang besar. yang menyebabkan gangguan sirkulasi dan nekrosis pada tumor.Mioma yang lokasinya dibelakang.Sering terjadi abortus 3.

seperti kista vagina.kadang dibuat kesalahan. kecuali bila ada indikasi yang mendesak seperti terjadinya abdomen akut karena torsi pada tangkai tumor Pada distosia karena mioma dilakukan seksio cesaria–Bila partus berjalan biasa.4. sehingga kehamilan tunggal disangka kehamilan kembar.–Mioma yang tidak begitu besar. mioma uteri. tumor ovarium. mioma didiamkan selama masa nifas kecuali ada indikasi akut abdomen. Ada kalanya mioma besar teraba seperti kepala janin. Penanganan Pada umumnya bersifat konservatif. atau mioma kecil disangka bagian kecil janin. kista ovari dan sebagainya     Kandung kemih yang penuh atau batu kandung kemih yang besar Rectum yang skibala atau tumor Kelainan letak serviks.Inersia uteri kala I dan kala II6.Atonia uteri setelah pasca persalinan. polip serviks.Plasenta sukar lepas (retensio plasenta) Diagnosis Diagnosis mioma uteri dalam kehamilan biasanya tidak sulit.Distosia tumor yang menghalangi jalan lahir 5. Kelainan lain pada jalan lahir lunak yang mengganggu persalinan  Tumor jalan lahir lunak. walaupun kadang. Terutama kehamilan kembar. dan uterus didelfis dapat menyesatkan diagnosis. perdarahan banyak7. kadangkadang dalam masa nifas akan mengecil sendiri sehingga tidak memerulukan tindakan operatif. Dalam persalinan mioma lebih menonjol waktu ada his sehingga mudah dikenal.Kelainan letak plasenta 8. seperti dijumpai pada multipara dengan perut gantung Ginjal yang turun kedalam rongga pelvis .–Operasi pengangkatan tumor secepatnya dilakukan setelah 3 bulan pasca persalinan.

.Pada saat persalinan. d.Pada saat kehamilan bidan melakukan ANC yang berkualitas untuk melakukan deteksi dini sehingga bila ditemukan adanya kelainan pada uterus. bila saat melakukan pengkajian terdapat kelainan pada ibu dan janin. bidan memberikan asuhan persalinan kala I sesuai dengan standar asuhan kebidanan: •Melakukan pengkajian keadaan umum ibu dan janin ( TTV. uterus septus.  Dasar panggul atau perineum yang ketat dan tegang dan tidak elastis. uterus arkuatus. Bila dalam pemeriksaan abdomen. Peran bidan dalam menangani distosia karena kelainan uterus adalah : a. seperti uterus bikornis. His.Melakukan pengawasan persalinan dengan menggunakan partograf e. nutrisi. saat dipalpasi ibu merasakan sakit. penanganannya dengan melakukan episiotomi.Melakukan anamnesa yang lengkap b. c. saat terjadi his dapat terlihat adanya penonjolan yang jelas (pada kasus myoma). maka bidan harus segera merujuk ke tempat pelayanan kesehatan yang lebih lengkap •Memenuhi kebutuhan hidrasi. dan eliminasi •Mengajarkan ibu teknik relaksasie.Melakukan pemeriksaan fisik secara cermat dan menyeluruh.Melakukan kolaborasi dan rujukan bila terdapat kelainan. dan sebagainya. ditemukan pembesaran uterus diukur melalui TFU lebih besar dari usia kehamilan.bidan bisa langsung merujuk ke tempat pelayanan kesehatan yang memiliki fasilitas memadai. DJJ. PD). Kelainan-kelainan bentuk uterus.