BAB I REKAM MEDIK

Identifikasi Nama Umur Jenis Kelamin Alamat Agama Pekerjaan MRS Anamnesis Keluhan utama Perdarahan dari kemaluan Riwayat Perjalanan Penyakit: 3 jam SMRS, os mengeluh keluar darah dari kemaluan banyaknya dua kali ganti pembalut. Sebelumnya 11 bulan SMRS os pernah di biopsi di RSMH dengan penyakit Ca Servix. Riwayat kemoterapi (+) sejak bulan April-Juni 2011. Riwayat keputihan lama (+). Riwayat post coital bleeding (-). Riwayat kawin usia muda (-). Riwayat keluar gumpalan seperti daging (-). Os ke RSUD Empat lawang lalu dirujuk ke RSMH. Riwayat perkawinan Riwayat gizi Riwayat sosek Riwayat reproduksi Menarche Siklus Lamanya Banyaknya : 1 kali lamanya 50 tahun : : : : 13 tahun : 28 hari, tidak teratur : 5 hari : Biasa
1

: Ny. R : 71 tahun : Perempuan : Desa jati, kecamatan pendopo, kabupaten empat lawang : Islam : Ibu rumah tangga :

HPHT Riwayat persalinan

: 11 tahun menopause : 1. Laki-laki 39 tahun 2. Laki-laki 37 tahun 3. Perempuan 36 tahun 4. Perempuan 31 tahun
5. Perempuan 29 tahun

Riwayat Penyakit yang pernah diderita Riwayat Operasi Riwayat Obstetri Pemeriksaan Fisik Status Present : - Keadaan umum - Kesadaran - BB/TB - TD - Nadi - RR - Suhu - Konjungtiva - Sklera - Cor - Pulmo - Payudara - Hepar/lien - Edema pretibial - Varises - Refleks Status Obstetri: : sedang

: : : P5A0

: compos mentis : kg/ cm : 150/90 mmHg : 80 x/menit : 20 x/menit : 36,5°C : anemis +/+ : ikterik -/: : : : : -/: -/: fisiologis +/+, patologis -/-

2

massa (+). nyeri tekan (-). Pemeriksaan dalam Portio OUE Fluor Fluxus Erosi/Laserasi/Polip Infiltrasi Vaginal toucher Mukosa vagina licin. mudah berdarah. AP kanan tegang AP kiri tegang. portio berdungkul-dungkul. lemah. CD tidak menonjol.Ht . konsistensi massa (-). akut abdomen (-). Pemeriksaan Laboratorium Darah rutin: . rapuh. konsistensi (-).000 /mm3 : 8000 /mm3 . CFS kiri 0 %.030 : (-) : (-) : (-) 3 : berdungkul-dungkul : tertutup : (-) : (-) darah tidak aktif : -/-/: 1/3 : 7. cairan bebas (-). mukosa licin. ampula rekti kosong. massa intralumen (-). CUT ∞. CFS kanan 0 %.6 g% : vol% : mm/jam Trombosit Hitung jenis : Leukosit : 257. tinggi fundus tidak teraba.Hb . infiltrasi 1/3 distal vagina.LED Urin rutin Warna Kejernihan pH Berat jenis Glukosa Protein Bilirubin : kuning : agak keruh : 6. simetris.0 : 1. massa (-). eksofitik.Pemeriksaan Luar (24 Maret 2012 pukul 00.03 WIB) Abdomen datar. Rectal toucher TSA baik.

Urobilinogen : (-) Darah Nitrit Keton Sedimen Sel epitel Eritrosit Kristal Diagnosis: Ca cervix stadium III B dan anemia sedang Prognosis: Dubia ad malam Tindakan 1. Operasi dimulai. Perbaiki keadaan umum 2. Kemoterapi : (++) : (-) : (-) :(+) : 30-40/LPB : (-) Leukosit Silinder : 0-3/LPB : (-) LAPORAN OPERASI Tanggal 21 Maret 2012 Pukul 03.10 WIB. Setelah peritoneum dibuka. Penderita dalam posisi terlentang dengan anestesi spinal. Dilakukan tindakan aseptik dan antiseptik pada daerah operasi dan sekitarnya. kemudian insisi diperdalam secara tajam dan tumpul sampai menembus peritoneum. Transfusi PRC s/d Hb > 10 3. Lapangan operasi dipersempit dengan doek steril. tampak uterus sebesar kehamilan aterm. Dilakukan insisi mediana mulai 2 jari atas simfisis sampai 2 jari bawah pusat. diputuskan untuk melakukan SSTP dengan cara sbb: • Insisi pada SBR ± 3 cm secara tajam kemudian bagian tengah ditembus 4 .

0 Luka operasi ditutup dengan sofratulle dan hypafix 5 . Plasenta lahir lengkap dengan BP 500 gram. 2. 2. Ke dalam cairan infus dimasukkan oksitosin 20 IU. 3. Pukul 03. Pukul 03.20 WIB. Dengan caput ukuran 7 x 7 cm di belakang kepala. 2. • • • Dilakukan penutupan dinding abdomen lapis demi lapis dengan cara sebagai berikut : • • • • • Peritoneum dijahit secara jelujur dengan plain catgut no. ukuran 18x19 cm. Plasenta dilahirkan dengan tarikan ringan pada tali pusat terkendali. didapatkan ketuban minimal.0 Dilakukan retroperitonealisasi dengan plain catgut 2.0 Dilakukan tubektomi pomeroy pada kedua tuba Perdarahan dirawat sebagaimana mestinya.secara tumpul dengan jari sampai menembus kavum uteri dan diperlebar ke lateral. PTP : 50 cm. 1 Subkutis dijahit secara satu-satu dengan plain catgut no. 0 Fascia dijahit secara jelujur feston dengan Vicryl no. bau (+). 0 Kutis dijahit secara jelujur subkutikuler dengan vicryl no. Setelah diyakini tak ada perdarahan dilanjutkan pencucian kavum abdomen dengan NaCl 0. PB 50 cm. hijau. Dilakukan pembersihan kavum uteri dengan kassa. AS 2/3/7 FT AGA.9 %. dilanjutkan penjahitan pada uterus sebagai berikut : • • Dilakukan penjahitan SBR selapis secara jelujur dengan benang Vycril 1. 0 Lapisan otot dijahit secara jelujur dengan plain catgut no. kental. Lahir hidup neonatus laki-laki dengan BB 3500 gram.23 WIB. • • Kepala bayi menghadap operator Anak dilahirkan dengan cara meluksir kepala.

Kesan : P5A0 post SSTP a/i partus kasep 6 .15 WIB. perdarahan (-). sens: CM : 110/80 mmHg : 24x/menit : 80x/ menit : 36. lemas. kontraksi baik.Pukul 04.5ºC Status obstetrik : PL : abdomen cembung. Operasi selesai Cairan Masuk RL Haemacell Total Diagnosis prabedah 1000 cc 1000 cc Cairan Keluar Urine Darah Total 300 cc 400 cc 700 cc : G5P4A0 hamil aterm inpartu kala II dengan partus kasep. janin tunggal hidup presentasi kepala Diagnosis pasca bedah : Malposisi Tindakan : Seksio Sesaria Transperitonealis Profunda + Tubektomi Pomeroy FOLLOW UP 21-03-2012 pukul 05. luka operasi ditutup hipafix. tinggi fundus uteri 2 jari di bawah pusat.00 Keluhan KU TD RR Nadi T : selesai operasi melahirkan Status present : : sedang.

v Vitamin B kompleks 2x2 amp i.v Vitamin C 3x1 amp i.Rencana: 1 2 3 4 5 6 Evaluasi tanda-tanda vital ibu IVFD D5% gtt xx/m Cek Hb post operasi Kateter menetap catat intake dan output Mobilisasi bertahap Diet bertahap Terapi Medikamentosa: • • • • • • 7 Cefotaxim 1 gr 2x1 i. vulva edema.30) Keluhan KU TD RR N T : (-) Status present : : sedang.v Tramadol 3x1 amp i. perdarahan aktif (-).v Alinamin 3x1 amp i.70 C : Status obstetrik PL : abdomen cembung.v Chromalux 2x1 tab : Hb 9. fundus uteri 4 jari di bawah pusat. sens: CM : 110/80 mmHg : 22 x/menit : 80 x/menit : 36. luka operasi tertutup hipafix 7 .8 g/dl • Hasil laboratorium 22-03-2012 (06.v Transamin 3x1 amp i. lemas. kontraksi baik.

Kesan : P5A0 post SSTP a/i partus kasep Rencana : 1. IVFD D5% : RL + 20 IU induxin = 2:1 gtt xx/ menit 5. sens: CM : 110/80 mmHg : 22 x/menit : 82 x/menit : 36.v drip Gentamycin 2x80 mg i.1 g/dl 23-03-2012 (06. Mobilisasi bertahap 3. Observasi tanda vital ibu 2. Kompres NaCl pada vulva Hasil Laboratotium : Hb = 10.80 C : Status obstetrik 8 .v Metronidazol 2x500 mg i. Kateter menetap 4.30) Keluhan KU TD RR N T : (-) Status present : : sedang.v Transamin 3x1 amp i. Terapi Medikamentosa: • • Ceftriaxon 2x1 gr i.v Vit C 3x1 amp IV Vit B comp 2x2 ml IM Chromalux 2x1 tab • • • • • • • 6.v Tramadol 3x1 amp i.v Alinamin 3x1 amp i.

30) Keluhan KU TD RR N T : (-) Status present : : sedang. Observasi tanda vital ibu 2. luka operasi tertutup hipafix Kesan : P5A0 post SSTP a/i partus kasep Rencana : 1. vulva edema. fundus uteri 4 jari di bawah pusat.PL : abdomen cembung. fundus uteri 4 jari di bawah pusat. luka operasi tertutup hipafix Kesan : P5A0 post SSTP a/i partus kasep Rencana : 9 . Terapi Medikamentosa: • • • • Cefadroxyl 2x500 Asam mefenamat 3x500 mg Metronidazol 3x500 mg Vit B comp 3x1 tab 4. lemas. Kompres NaCl pada vulva 24-03-2012 (06. sens: CM : 110/80 mmHg : 22 x/menit : 88 x/menit : 36. kontraksi baik. pendarahan aktif (-). lemas. kontraksi baik. Kateter menetap 3.90 C Status obstetrik: PL : abdomen cembung. vulva edema. pendarahan aktif (-).

Kompres NaCl pada vulva 10 . Kateter menetap 3. Observasi tanda vital ibu 2. Terapi Medikamentosa: • • • • Cefadroxyl 2x500 Asam mefenamat 3x500 mg Metronidazol 3x500 mg Vit B comp 3x1 tab 4.1.

kontraksi otot dinding perut. Sedangkan partus kasep adalah merupakan fase terakhir dari suatu partus yang macet dan berlangsung terlalu lama sehingga timbul komplikasi pada ibu dan atau janin. seperti dehidrasi.2. kelelahan ibu. tidak dapat diatasi.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Insiden partus lama menurut penelitian adalah 2.4. kontraksi ligamentum rotundum.8 1. Harus pula kita bedakan dengan partus tak maju.7 2. infeksi.8-4. Definisi Partus Kasep Partus lama adalah persalinan yang berlangsung lebih dari 24 jam pada primi. efektivitas kekuatan mendorong dan lama persalinan.. ketegangan. Jenis-jenis kelainan his: a. sehingga persalinan mengalami hambatan atau kemacetan. Persalinan pada primitua biasanya lebih lama. His yang tidak normal dalam kekuatan atau sifatnya menyebabkan rintangan pada jalan lahir yang lazim terdapat pada setiap persalinan. turunnya kepala. Pendapat umum ada yang mengatakan bahwa persalinan banyak terjadi pada malam hari. ini disebabkan kenyataan bahwa biasanya persalinan berlangsung selama 12 jam atau lebih.9%. jadi permulaan dan berakhirnya partus biasanya malam hari. lebih singkat dan lebih jarang dibandingkan dengan his yang normal. serta asfiksia dan Kematian Janin Dalam Kandungan (KJDK). Inersia uteri adalah his yang sifatnya lebih lemah. kecuali jika persalinan berlangsung terlalu lama.3. baik bagi ibu maupun janin. yaitu suatu persalinan dengan his yang adekuat yang tidak menunjukkan kemajuan pada pembukaan serviks. Keadaan ini dinamakan 11 .1. Tenaga atau Kekuatan (power) : his (kontraksi uterus). dan lebih dari 18 jam pada multi. Selama ketubannya masih utuh umumnya tidak banyak bahaya.5. kontraksi diafragma pelvis. dan putar paksi selama 2 jam terakhir. Etiologi Ada beberapa faktor yang berperan dalam persalinan yaitu :2.

kemampuan kanalis vaginalis dan introitus vagina untuk memanjang. tumor-tumor lain pada janin. tonus otot diluar his juga biasa. Incoordinate uterine contraction. 2. Kelainan bentuk janin . Jalan Lintas (passage) : ukuran dan tipe panggul. His yang terlalu kuat dan terlalu efisien menyebabkan persalinan selesai dalam waktu yang sangat singkat. c. mempunyai diameter terbaik untuk lahirnya janin tanpa komplikasi. Kelainan letak. b. tonus otot uterus meningkat juga diluar his dan kontraksinya tidak berlangsung seperti biasa karena tidak ada sinkronisasi antara kontraksi bagianbagiannya. Panggul menurut morfologinya dibagi 4 yaitu : Panggul ginekoid. Disini sifat his berubah. presentasi janin dan bentuk janin. Pintu atas panggul berbentuk hamper bulat. Jenis panggul yang paling banyak pada wanita normal. His terlampau kuat.inersia Uteri Primer. His menjadi tidak efisien dalam mengadakan pembukaan. a. posisi atau presentasi janin Posisi Oksipitalis Posterior Persisten Presentasi Puncak Kepala Presentasi Muka Presentasi Dahi Letak Sungsang Letak Lintang Presentasi Ganda Pertumbuhan janin yang berlebihan Hidrosefalus Kelainan bentuk janin yang lain: janin kembar melekat (double monster). posisi janin. Bentuk panggul ini ditemukan pada 45% wanita. Inersia Uteri Sekunder: kelemahan his yang timbul setelah adanya his yang kuat teratur dan dalam waktu yang lama. kelainannya terletak pada kekuatan his. janin dengan perut besar. Janin (passanger) : letak janin. 12 b. kemampuan serviks untuk membuka. c. Sifat his normal.

sehingga menyebabkan penyempitan pintu bawah panggul. Pintu atas panggul lebih jelas terlihat dimana menunjukan pemendekan dari diameter antero-posterior.8 a. Panggul yang memiliki bentuk agak lonjong seperti telur. - Panggul platipelloid. pada bidang pintu atas panggul dengan diameter terpanjang anteroposterior. Saluran (kanal) pelvis yang menjadi jalan janin selama persalinan terdiri dari pintu atas panggul.5. mempunyai reputasi jelek dan lebih jarang dijumpai dibanding bentuk ginekoid. jenis panggul ini paling jarang dijumpai dan jumlahnya kurang dari 5% ditemukan pada wanita. rongga panggul. Bentuk panggul ini ditemukan pada 35% wanita. ukuran normalnya adalah 11-12 cm. Pintu atas panggul dianggap sempit apabila conjugata vera kurang dari 10 cm atau diameter transversa kurang dari 12 cm. Pintu atas panggul atau inlet. sebaliknya diameter transversal lebar. Oleh karena pada panggul sempit kemungkinan lebih besar bahwa kepala tertahan oleh 13 . dan pintu bawah panggul. akan tetapi yang terakhir ini jauh lebih mendekati sacrum. Panggul mirip laki-laki. Ada 2 diameter terpenting pada pintu atas panggul yaitu : Diameter antero-posterior dari promontorium sakrum ke pinggir atas simfisis pubis. Arkus pubis sempit dan lebarnya kurang dari 2 jari. - Panggul android. Bentuk panggul ini ditemukan pada 15% wanita. disebut konjugata vera. Panggul berbentuk datar dengan tulangtulang yang lembut. Panjang diameter anteroposterior hampir sama dengan diameter transversa. Spina iskiadika menonjol ke dalam jalan lahir dan pintu bawah panggul menunjukan suatu arkus pubis yang menyempit. Diameter transversal adalah bagian terlebar dari pintu atas panggul dengan ukuran 13 cm.- Panggul anthropoid.

Bila kurang sekali dari 90° maka kepala janin akan lebiih sulit dilahirkan karena memerlukan tempat lebih banyak ke dorsal. maka dalam hal ini Serviks uteri kurang mengalami tekanan kepala. penolong persalinan seharusnya seorang tenaga kesehatan yang terlatih dan terampil serta mengetahui dengan pasti tanda-tanda bahaya 14 . Dalam proses persalinan. Distansia interspinarum normal チ}10. stenosis dan tumor Vagina : stenosis vagina kongenital. Kelainan traktus genitalis juga dapat menyebabkan terjadinya distosia. septum vagina. Perhatikan pula bentuk os sakrum. selain faktor ibu dan janin. Rongga panggul di bawah pintu atas panggul mempunyai ukuran yang paling luas. dukungan orang terdekat dan intregitas emosional. apakah kelengkungkunganya baik. - Vulva : edema. tumor vagina Serviks uteri : dysfunctional uterine action (parut serviks uteri). Pintu bawah panggul atau outlet. Selain karena kejiwaan bisa juga dipengaruhi oleh faktor penolong (provider) : pimpinan yang salah. Penolong persalinan bertindak dalam memimpin proses terjadinya kontraksi uterus dan mengejan hingga bayi dilahirkan. Arkus pubis pada pelvis normal membentuk sudut 90°. konglutinasio orifisii eksterni. Apabila pada panggul sempit pintu atas panggul tidak tertutup dengan sempurna oleh kepala janin. Selanjutnya melakukan perawatan terhadap ibu dan bayi. c. penolong persalinan juga mempunyai peran yang sangat penting. Kejiwaan (psyche) Persiapan fisik untuk melahirkan. pengalaman persalinan.pintu atas panggul. Di panggul tengah terdapat penyempitan setinggi kedua spina iskiadika. b.5 cm. karsinoma servisis uteri Uterus : mioma uteri Ovarium : tumor ovarium - 3. Oleh karena itu. ketuban bisa pecah pada pembukaan kecil dan ada bahaya pula terjadinya prolapsus funikuli.

janin besar atau ada kelainan congenital f. berkeringat. Sebab-sebab terjadinya partus kasep ini adalah multikomplek dan tentu saja bergantung pada pengawasan selagi hamil. menemukan bahwa partus kasep yang akhirnya dilakukan tindakan operasi. kelainan-kelainan panggul c. Faktor-faktor penyebab adalah antara lain:3 a. sehingga selanjutnya perlu persalinan tindakan di RS. his menghilang. Gejala klinik 3. kelainan his d. dan penatalaksanaannya. Pada ibu Gelisah. pertolongan persalinan yang baik. penolong segera dapat melakukan rujukan. Pada partus kasep dapat juga muncul tanda-tanda ruptur uteri: perdarahan dari OUE. his hilang atau lemah. bagian janin mudah teraba dari luar. primitua g. perut gantung. letih. Demikian pula hasil penelitan Rusydi di RSUP Palembang. merupakan kasus rujukan yang sebelumnya ditolong oleh bidan dan dukun di luar rumah sakit. kelainan letak janin b. 15 . pernapasan cepat dan meteorismus. ketuban pecah dini 2. suhu badan meningkat. disertai peregangan dan penipisan berlebihan segmen bawah uterus.pada ibu yang melahirkan. cincin retraksi patologis. nadi cepat dan lemah. Hasil penelitian Irsal dan Hasibuan di Yogyakarta menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh dan secara statistik bermakna terhadap kejadian kala II lama adalah penolong persalinan bukan dokter. pimpinan partus yang salah e. dan menandakan ancaman akan rupturnya segmen bawah uterus. Cincin retraksi patologis Bandl sering timbul akibat persalinan yang terhambat.7 1. edema vulva.6. sehingga bila ada komplikasi selama persalinan. grandemulti h.3. edema serviks.

RUI 2. robekan dapat meluas sampai serviks dan vagina. air ketuban terdapat mekonium. Moulage kepala yang hebat. Kematian Janin Dalam Kandungan (KJDK) e. d. asidosis b. Gawat janin b. lempenglempeng tulang tengkorak saling bertumpang tindih satu sama lain. Kematian Janin Intra Parital (KJIP) 2. Adanya tanda dan gejala klinis partus lama: a. 2. Gangguan keseimbangan asam basa/elektrolit. Perut kembung d. c. akibat tekanan his yang kuat. bahkan yang besar sekalipun. Robekan jalan lahir sampai robekan rahim (ruptur uteri) 3. Dehidrasi sampai syok d. Demam e. kental kehijau-hijauan. Kaput ini dapat berukuran cukup besar dan menyebabkan kesalahan diagnostik yang serius.4 Diagnosis Diagnosis ditegakkan berdasarkan:7 1. Denyut jantung janin cepat/hebat/tidak teratur bahkan negatif. Kaput suksedaneum yang besar. Biasanya kaput suksedaneum. b. akan menghilang dalam beberapa hari. Ibu kelelahan dan dehidrasi b. Vulva edema c. Adanya komplikasi pada ibu: a. berbau. Kematian janin 16 . Infeksi intrauterin sampai sepsis c. Adanya komplikasi pada janin: a. Kaput suksedaneum f.pemeriksaan dalam: bagian terendah janin mudah didorong ke atas. Pada janin a.

metronidazole selama 3 hari. Inj. Infus Ringer laktat. Cairan dapat diberikan menurut kebutuhan. 5. a. Pasang infus dan kateter urin 2. Gentamycin 80mg/12jam. Inj. selama 3 hari. Infus dekstrosa 5% 250cc. Pemberian kalori 5. Kompres b. Koreksi asam basa dengan pengukuran karbondioksida darah dan pH (bila perlu) 4. Pemberantasan infeksi 6. Bila syarat persalinan per vaginam tidak terpenuhi maka dilakukan SC 17 . Koreksi cairan (rehidrasi) 2. Pemberian antibiotika spektrum luas secara parenteral. dilanjutkan amoksisilin 3x500mg/hari selama 2 hari. kalori dan elektrolit b. kalori dan elektrolit a. dilanjutkan amoksisilin 3x500mg/hari selama 3 hari. tetesan cepat. Penurun panas a. Bila syarat persalinan per vaginam memenuhi dilakukan ekstraksi vakum/ekstraksi forseps atau embriotomi b. Xylomidone 2cc IM 6. Cefotaxime 1gr/hr.2.5 Penatalaksanaan7 Memperbaiki keadaan umum ibu bertujuan untuk: 1. Inj. b. Pemberian cairan. 3. Penurun panas Tindakan yang diberikan: 1. Terminasi persalinan: a. Inj. Koreksi keseimbangan asam basa 3. Ampicillin 1gr/6jam. Koreksi keseimbangan elektrolit 4.

b. BAB III ANALISIS KASUS Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik didapatkan bahwa diagnosis kasus ini adalah G5P4A0 hamil aterm inpartu kala II dengan partus kasep. ini terjadi setelah persalinan kala dua yang sangat berkepanjangan. e. atau rektovaginal. lengan. Lahir dalam asfiksia berat sehingga menimbulkan cacat otak menetap c. maka dapat terjadi nekrosis yang akan jelas dalam beberapa hari setelah melahirkan dengan munculnya fistula vesikovaginal.6. Karena gangguan sirkulasi. Infeksi adalah bahaya serius yang mengancam ibu dan janinnya pada partus lama. kepala karena pertolongan persalinan dengan tindakan. Komplikasi 4. terutama pada wanita dengan paritas tinggi dan pada mereka dengan riwayat seksio sesarea. Anak a. syok. Patah tulang dada. Dehidrasi. Ibu a. vesikoservikal. Gawat janin dalam rahim sampai meninggal b. Umumnya nekrosis akibat penekanan 2. Ruptur uteri. terutama bila disertai pecahnya ketuban. vagina. kaki.2. Apabila bagian terbawah janin menekan kuat ke pintu atas panggul tetapi tidak maju untuk jangka waktu yang cukup lama. Bakteri di dalam cairan amnion menembus amnion dan menginvasi desidua serta pembuluh korion sehingga terjadi bakteremia dan sepsis pada ibu dan janin. janin 18 . uterus dan rektum. Penipisan abnormal segmen bawah uterus menimbulkan bahaya serius selama partus lama. Trauma persalinan d. Infeksi sampai sepsis. bagian jalan lahir yang terletak di antaranya dan dinding panggul dapat mengalami tekanan berlebihan. Robekan jalan lahir d. kegagalan fungsi organ-organ c. Robekan serta pembentukan fistula pada buli-buli.6 1.

penderita sudah inpartu karena sudah terdapat tanda-tanda 19 . kala II. Kala III atau kala uri adalah terlepasnya plasenta dari dinding uterus dan dilahirkan. Quickening of life (persepsi gerakan janin pertama) dan pemeriksaan USG. Fase aktif dibagi menjadi 3 fase yaitu fase akselerasi. Kala II disebut juga kala pengeluaran karena berkat kekuatan his dan kekuatan mengedan janin didorong ke luar sampai lahir. Fase laten berlangsung selama 6 jam dan pembukaan terjadi sangat lambat sampai mencapai ukuran diameter 3 cm.3 Pada kasus ini.1. Suatu kehamilan dikatakan aterm jika kehamilan tersebut berusia 37-42 minggu. Lendir yang bersemu darah ini berasal dari lendir kanalis servikalis karena serviks mulai membuka atau mendatar.3 Partus dibagi menjadi 4 kala yaitu kala I. Pada fase akselerasi terjadi pembukaan 3 cm menjadi 4 cm dalam waktu 2 jam. Usia kehamilan penderita pada kasus ini ditentukan berdasarkan anamnesis yaitu penderita mengaku hamil cukup bulan dan pengukuran tinggi fundus uteri yang diketahui 3 jari bawah processus xiphoideus (34cm). Pada fase dilatasi maksimal terjadi pembukaan yang sangat cepat yaitu dari 4 cm menjadi 9 cm dalam waktu 2 jam. Kala IV mulai dari lahirnya plasenta dan lamanya 1 jam. Inpartu ditandai dengan keluarnya lendir bercampur darah (bloody show). Kala I atau kala pembukaan yaitu terjadinya pembukaan serviks sampai 10 cm. kala III dan kala IV. sedangkan darahnya berasal dari pembuluhpembuluh kapiler yang berada di sekitar kanalis servikalis itu pecah karena pergeseran-pergeseran ketika serviks membuka. menggunakan rumus Naegle melalui hari pertama haid terakhir (HPHT).1 Untuk mengetahui usia kehamilan dapat dilakukan dengan mengukur tinggi fundus uteri. rumus McDonald (tinggi fundus uteri dikalikan 8 dan dibagikan 7 memberikan umur kehamilan dalam minggu).4. serviks mulai membuka (dilatasi) dan mendatar (effacement) serta his yang mulai teratur.tunggal hidup presentasi kepala. fase dilatasi maksimal dan fase deselerasi.5 Inpartu adalah seorang wanita yang sedang dalam keadaan persalinan.3 Proses membukanya serviks sebagai akibat his dibagi dalam 2 fase yaitu fase laten dan fase aktif. Pada fase deselerasi pembukaan menjadi lambat kembali yaitu dalam waktu 2 jam pembukaan dari 9 cm menjadi lengkap. menandakan bahwa kehamilan aterm.

Jadi secara definisi diagnosis kasus ini sudah tepat karena dari anamnesis diketahui bahwa persalinan sudah dipimpin selama + 8 jam tetapi anak tidak lahirlahir. Ditemukan adanya kaput ukuran 7x7 cm dan DJJ 186x /menit menandakan adanya komplikasi pada janin. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan dalam juga didapatkan tanda-tanda komplikasi pada ibu dan janin. tetapi anak tidak lahir-lahir. 20 . kehijauan. kala I berlangsung 13-14 jam sedangkan pada multipara berlangsung 6-7 jam.6 Diagnosis partus kasep pada kasus ini sudah tepat karena persalinan sudah berlangsung lama dan tidak mengalami kemajuan (macet). kental dan berbau.6 Pemeriksaan fisik juga mendukung diagnosis kasus ini.inpartu yaitu keluarnya darah lendir. Pada ibu didapatkan tanda-tanda komplikasi akibat persalinan yang tidak mengalami kemajuan yaitu kelelahan. Pada primigravida. Pada multigravida OUI sudah sedikit terbuka. Berdasarkan teori. Os kemudian dirujuk ke RSMH. Tanda-tanda dehidrasi juga ditemukan pada ibu yaitu mata yang cekung dan turgor yang kurang. kemudian ostium uteri eksternum (OUE) membuka. Berdasarkan anamnesis dapat diketahui bahwa penderita sudah dipimpin mengedan oleh bidan sejak + 8 jam SMRS. seharusnya pimpinan persalinan dilakukan pada kala II yaitu pembukaan sudah lengkap (10 cm) dan tidak boleh lebih dari 2 jam pada primigravida dan 1 jam pada multigravida. Kala II karena pada pemeriksaan dalam pembukaan sudah lengkap dan pasien telah dipimpin mengedan sebelumnya oleh bidan Mekanisme pembukaan serviks berbeda antara primigravida dan multigravida. Pada primigravida ostium uteri internum (OUI) akan membuka lebih dahulu sehingga serviks akan mendatar dan menipis. OUI dan OUE mengalami penipisan dan pendataran serviks dalam saat yang sama. dari pemeriksaan dalam didapatkan ketuban sudah pecah.3 Partus kasep adalah suatu keadaan dari fase akhir persalinan yang tidak mengalami kemajuan (kemacetan) dan berlangsung lama sehingga timbul komplikasi ibu maupun janin atau keduanya.3 oC. pembukaan dan pendataran serviks. dehidrasi dan infeksi. Tanda-tanda infeksi yaitu suhu tubuh ibu adalah 38. Kala I selesai apabila pembukaan serviks uteri telah lengkap.

manipulasi kristeler dan pemberian uterotonik tidak pada tempatnya). Penatalaksanaan pada kasus ini adalah perbaikan keadaan umum. dilakukan rehidrasi yaitu pemberian cairan dalam waktu 1-2 jam dengan pemasangan infus D5% (kocor 1 liter) dan lanjutkan RL:D5% 1:2 gtt xxx/menit. faktor janin (janin besar atau malpresentasi). Untuk memperbaiki keadaan umum. Pemakaian kateter selama 7-14 hari postpartum dan diganti setiap 5 hari bertujuan untuk mengistirahatkan vesica urinaria dan mencegah terjadinya fistula. obat dan alat. Antibiotik yang diberikan adalah gentamicin 2x8mg dan metronidazol 2x500mg secara intravena. Pemasangan kateter menetap dimaksudkan untuk mengetahui (kontrol) keseimbangan cairan. pemberian antibiotik dan rencana terminasi persalinan perabdominam. faktor kekuatan (his). Tujuan pemberian antibiotik pada kasus ini adalah untuk mencegah infeksi lebih lanjut (profilaksis). resusitasi intra uterin.Penyebab partus kasep multikompleks yang berhubungan dengan pengawasan pada waktu hamil dan penatalaksanaan pertolongan persalinan.6 Pada pasien ini kemungkinan penyebab tejadinya partus kasep antara lain faktor ibu yang tak dapat mengejan dengan baik. IVFD D5% diberikan untuk mengatasi hipoglikemi akibat kekurangan kalori karena lama mengedan serta mengatasi dehidrasi. Selanjutnya dilakukan persiapan operasi seperti izin. 21 . Tujuan pemberian injeksi dexametason 2 ampul adalah untuk memperbaiki hemodinamik dengan cara memperbaiki endotel pembuluh darah dan sebagai antiradang dengan mengurai produk-produk inflammasi sehingga kemungkinan terjadinya syok septik dapat dicegah. faktor panggul dan pertolongan yang salah (salah pimpin. Ada beberapa faktor penyebab partus kasep yaitu faktor ibu (ibu tidak mampu mengejan dengan baik). Kemudian observasi tanda vital ibu. selain itu dalam hal ini penderita dipimpin mengejan selama kurang lebih 8 jam pada kala II. seharusnya pimpinan persalinan dilakukan pada kala II tidak lebih dari 2 jam pada primigravida dan 1 jam pada multigravida.

BAB IV KESIMPULAN Diagnosis kasus ini ditegakkan dari anamnesis dan pemeriksaan fisik dimana diketahui bahwa persalinan berlangsung lama dan tidak mengalami kemajuan (macet) serta didapatkan tanda-tanda komplikasi pada ibu dan janin yang mendukung diagnosis partus kasep. Kemungkinan penyebab kasus ini adalah kesalahan pada penolong awal 22 .

id/4496/ 2. resusitasi intra uterin. Available from: Http://eprints. pemberian antibiotik dan terminasi perabdominam.eprints.ums.pdf 23 . DAFTAR PUSTAKA 1. Faktor-faktor yang Berpengaruh Terhadap Persalinan dengan Tindakan.(bidan) karena memimpin persalinan lebih dari 1 jam pada pasien multigravida. Penatalaksanaan pada kasus ini adalah perbaikan keadaan umum.ac. Hubungan Persalinan Kala I Memanjang dengan Kesejahteraan Janin di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. 2006.ac. Wachidah. Terminasi perabdominam dilakukan karena pada kasus ini sudah dijumpai komplikasi dan gawat janin.id/15334/1/TESIS__YULI_KUSUMAWATI. Yuniartika. 2009. Kusumawati. Moewardi Surakarta. Available from: Http://etd.undip. Yuli.

ac. Edisi 21. 2006. Mataram 8. A.com/2009/03/partus-kasep 5. Available from: Http://last3arthtree. Dr. 2005.2005. EGC.. Jakarta 7. Prof. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. dkk. F. 2005. SpOG. Sinopsis Obstetri: Obstetri Fisiologi. dkk. 1998. Volume 1. Rustam.wordpress. Hanifa. Jakarta: EGC 4. Edisi Ketiga. Edisi 2.. MPH.Obstetri Patologi. Obstetri Williams. Jakarta 6. Prof. Gary. dkk. Mochtar.usu. Partus Tak Maju. Available from: Http://repository. Wiknjosastro. Standar Pelayanan Medik Rumah Sakit Umum Daerah NTB. Pereira.. Partus Kasep. Kumboyo.id/bitstream/123456789/19884/4/Chapter?20II 24 . Doddy. Ilmu Kebidanan. Gabriela.3. Cunningham. 2001. Anonim.. dr.files.