You are on page 1of 11

KESIMPULAN PEMBANGUNAN DALAM PERSPEKTIF BARAT Pembangunan pada intinya bertujuan untuk mencapai kesejahteraan pada manusia baik

dari segi ekonomi, sosial, politik, budaya, keadilan sosial, rasa aman, pengetasan kemiskinan, perbaiikan kualitas manusia, perbaikan dibidang pendidikan dan

sebagainya dan untuk mencapai tujuan tersebut berbagai upaya telah dilakukan oleh negara melalui berbagai strategi dan berbagai teori. Adapun teori konsep maupun strategi yang diterap pada setiap pemerintahan dan negara berbeda karena karakteristik tiap negara berbeda hingga tidak ada suatu acuan mengenai teori yang umum pada konsep pembangunan. Begitu banu\yal teori mengenaoi pewmbanguna yang dijabarkan oleh beberapa ahli dunia antara lain rostow, adam smith, karl marx, paul baran dll merupakan tsebuah teori pembangunan yang berlatar pada pembangunan yang adap pada negara nya sehingga tidak setiap teori pembagunan itu cocok pada setiap negara. Pembanguna merupakan tolak ukur untuk mengelompokkan negara-negara berdasarkan klasifikasi tertentu. Pada umumnya negara di eropa dan di amerika merupakan negara-negara yang memiki ekonomi maju dan indikasi kemajuan mereka tersebut berdasarkan teori kolonialis dan imperialis didapat dan didikung pada sejah pembangunan pada masa lalu mereka yang merupakan negara kolonialis berdasarkan teori gold mereka mengek[ploitasi sumber daya alam yang kemudian dikembagnkan menjadi modal hingga pada sejarah masa lampaunya negar-negara maju tersebut memiliki sejarah yang cukup kompleks dan ma[pan dibandignkan negara berkembang dsehingga mereka melalui tahap-tahap yang disebutkan pada teori rostow. Sedangkan pada negara dunia ketiga langsung melewati pada tahap pertama teori rostow akibat dari ketidak mapanan dan ketidak kompleksan sejarah atau sistem budaya ekonomi pada masa lalu. II PERSPEKTIF BARAT Fakta-fakta yang menjelaskan perbedaan-perbedaan pokok dalam struktur serta sarana-sarana produksi antara negara-negara yang sudah dan yang sedang berkembang menambah pengetahuan kita tentang kondisi-kondisi dan sumber-sumber kemiskinan di dunia, tetapi tidak banyak menambah pengertian kita mengenai bagaimana kemiskinan ini dapat timbul atau bagaimana cara mengatasinya yang terbaik. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, perlu diteliti bagaimanakah perkembangan ekonomi itu berlangsung. Perkembangan ekonomi paling baik dapat dipandang sebagai suatu proses dimamis yang berlangsung terus-menerus. Perubahanperubahan dalam serangkaian faktor-faktor dapat menimbulkan perubahan-perubahan dalam rangkaian-rangkaian variabel yang lain, dan ini seterusnya dapat menyebabkan kenaikan

A. Marx berpendapat bahwa hubungan-hubungan antara produksi yang dikaitkan dengan kapitalisme tidak dapat disejajarkan dengan kemajuan-kemajuan teknologi yang dibangkitkan di bawah sistem itu dan bahwa sebagai akibatnya kapitalisme selalu akan diganggu oleh masa-masa depresi periodik yang pada akhimya akan menyebabkan kemacetan ekonomi. telah banyak mempengaruhi baik para pemikir maupun para pembuat kebijaksanaan. Menurut Smith. adalah penitikberatannya pada pembentukan modal sebagai proses yang menentukan dalam pembangunan ekonomi. maka perhatian Smith terutama terletak dalam masalah perkembangan ekonomi. adalah menemukan variabel-variabel serta hubungan-hubungan kuncinya di dalam proses pembangunan itu. Pembagian Kerja dan Pertumbuhan yang Kumulatif. Seperti akan terlihat. I. masing-masing teori ada menekankan salah satu hubungan tertentu yang amat penting untuk dapat memahami proses-proses pertumbuhan yang utama di negara-negara berkembang dewasa ini. maka para penulis neoklasik juga memberi tekanan pada pengaruh-pengaruh balk dan kemajuan teknologi. Semua teori mi berusaha memahami baik proses pengumpulan modal maupun faktor-faktor ekonomis yang merangsang atau menghambat pembentukan modal. Suatu Pengamatan mengenai Sifat serta Penyebab Kekayaan Bangsa-Bangsa (1776) 1). maka pembagian Kerja merupakan kunci untuk meningkatkan produktivitas. PANDANGAN KLASIK. Teori-teori pembangunan yang besar dan 200 tahun terakhir ini. maka dengan usaha yang sama mereka itu secara kolektif akan menghasilkan lebih banyak. akan digambarkan dalam besarnya dan dinilai. Masalahnya. di pihak lain. Berbeda dengan Marx.pendapatan per kapita. analisa Marx sangat bermanfaat untuk menunjukkan biayabiaya pembangunan yang sering kali sangat mahal karena terjadinya kegoncangan-kegoncangan sosial serta ekonomi. Meskipun teori-teori itu biasanya tidak dapat langsung diterapkan pada dunia yang sedang berkembang sekarang ini. maupun sumbangan-sumbangan utamanya sesudah Perang Dunia II. Sumbangan dan para penulis neo-klasik. Seperti ternyata dan judulnya. Pikiran para ahli ekonomi kiasik serta neo-klasik maupun Marx dalam hubungannya dengan pencapaian tujuan-tujuan mi. Tidaklah perlu diragukan lagi bahwa nama yang paling terkenal di dunia ekonomi adalah Adam Smith. Kesamaan-kesamaan yang ada di antara berbagai teori yang akan dibicarakan sebelumnya. yang meliputi masa sejak dan penulis-penulis klasik sampai pada zaman sesudah Keynes. Apabila para pekerja mengkhususkan diri dalam kegiatan-kegiatan tententu saja dan tidak lagi melakukan beberapa tugas produksi. baik bagi mereka yang hendak dengan tepat meramalkan pendapatan per kapita di masa mendatang maupun untuk mereka yang ingin menggariskan kebijaksanaan-kebijaksanaan demi mempercepat pembangunan. Teori-teori ini mengandung prinsip dasar yang ternyata sangat besar artinya dalam segi-segi pengalaman sejarah serta pengaruh politik. sangat berarti karena penyempumaan teori ekonomi klasik dalam menganalisa proses penabungan serta investasi dan dalam menapaki akibat-akibat antar-sektor dan pembangunan. Prosesnya pun tidak lalu harus berhenti sampai di situ saja. Suatu kenaikan pendapatan dapat menimbulkan dorongan-dorongan baru yang pada akhimya akan membawa akibat makin naiknya lagi pendapatan per kapita. Namun sebelum pembagian kerja dapat . Ia ingin menemukan bagaimana pentumbuhan ekonomi dapat muncul dan fakta-fakta serta kebijaksanaan-kebijaksanaan apa yang mempengaruhinya. Tenlepas dan kebenaran pendapat-pendapat ini. maka analisa dan para ahli ekonomi klasik sangat menonjol karena memperlihatkan bagaimana perkembangan ekonomi dapat digagalkan oleh tekanan-tekanan penduduk yang disertai dengan kelangkaan sumberdaya-sumberdaya alam.

Pembatasan yang lain atas pembagian kerja adalah besarnya pasar. juga. Smith tidaklah terlalu jelas dalam menerangkan bagaimanakah posisi yang diam ini pada akhirnya akan dicapai. adalah yang menjelaskan bagaimanakab kemacetan pada akhirnya akan menekan semua sistem ekonomi Pandangan Ricardo mengenai pembangunan adalah suatu gambaran di mana kesulitan yang sem akin meningkat untuk menyediakan makanan bagi jumlah penduduk yang inakin membesar pada akhirnya akan menghentikan proses pertumbuhan. Dengan semakin dewasanya suatu sistem ekonomi melalui pembentukan modal serta pertumbuhan penduduk. hampir pada tingkat nol. tetapi juga menjadi sumber untuk penabungan dan investasi yang lebih besar. pembeli-pembeli baru dapat dicari di negaranegara lain. maka pembagian kerja serta spesialisasi akan timbul dan pendapatan nasional akan meningkat. Model Ricardo David Ricardo. tetapi faktor yang akhirnya akan menghentikan pertumbuhan adalah tiadanya lagi sumberdaya-sumberdaya alam. B. Menaikkan tingkat pendapatan membawa kecenderungan untuk memperluas pasar bagi kebanyakan komoditi. Kenaikan pendapatan ini tidak saja akan membuka pasaran baru. kata Smith. maka kelanjutannya biasanya akan berjalan sendiri.” Sekali perkembangan itu berjalan. Selama tingkat labanya berada di atas suatu minimum tertentu. maka mereka akan terus menabung dan menumpuk modal. mungkin yang paling cemerlang di antara para ahli ekonomi kiasik. Seperti kata Smith mengenai ditemukannya benua Amerika: “Dengan membuka pasaran yang baru dan tak pernah jenuh bagi semua komoditi Eropa. Ini akan terjadi bilamana suatu sistem ekonomi telah mencapai “tingkat kekayaan lengkap yang dimungkinkan oleh sifat tanah dan iklimnya serta situasinya terhadap negara-negara lain untuk dicapai”. dalam keterbatasan perdagangan biasa lalu tidak pernah akan dapat muncul karena tiadanya pasar untuk menyerap sebagian terbesar dan hasil-hasilnya. dengan relevansi yang teramat nyata terhadap negara-negara berkembang dengan penduduknya yang sangat padat itu. mi adalah sebuah teoni yang sangat sederhana tetapi cukup lengkap. maka timbullah pembagian kerja yang semakin meluas serta penyempurnaan-penyempurnaan dalam cara kerja yang. Adakah suatu batas dalam proses perkembangan yang kumulatif ini? Sayanglah bahwa batas itu ada. Karenanya maka Smith sangat menekankan kemampuan serta kesediaan orang-orang untuk menabung sebagai syarat mutlak bagi pertumbuhan ekonomi. Asal saja ada sedikit persediaan modal awal dan kemungkinan-kemungkinan pemasaran yang memadai. maka terlebih dahulu perlu diadakan pengumpulan modal oleh karena spesialisasi tenaga kerja pada umumnya melibatkan penggunaan mesin-mesin dan perlengkapan-perlengkapan khusus. tidak memiliki alat produksi apa-apa .dilakukan secara besar-besaran. Kelompok yang terbesar. maka semakin sulitlah baginya untuk mengatasi nintangan-rintangan sumberdaya alamnya. Persediaan modal yang dimungkinkan oleh pembagian kerja serta spesialisasi sebelumnya lalu mengambil bentuk mesin-mesin serta peralatan yang lebih sempurna. Model Ricardo berisi tiga kelompok ekonomi utama kaum kapitalis. Keuntungan lain dan pembagian kerja adalah semakin bertambah timbulnya gagasan-gagasan yang baru dan lebih baik untuk membuat komoditi-komoditi. Dan ini akan mempersiapkan keadaan untuk pembagian kerja serta pertumbuhan pendapatan yang lebih jauh lagi. Tingkat-tingkat laba atas modal akan menurun sampai pada akhirnya tidak ada lagi perangsang atau sarana untuk mengumpulkan modal lebih lanjut. maka permintaan tidaklah akan cukup untuk menyerap barang-barang yang dibuat dengan caracara produksi massal. kaum pekeija. Kapitalis adalah mereka yang mengarahkan dan – dengan menabung keuntungan-ketuntungannya – memulai proses perkembangan. Jika pasarannya terlalu kecil. kaum pekerja dan kaum tuan tanah.

yaitu mereka yang memiliki persediaan tanah yang tidak pernah berubah dan yang dapat menarik sewa atas penggunaannya. Sebaliknya. bergantung pada tingkat upah. apabila upahupah nyata turun sampai di bawah tingkatannya yang “alamiah”. tidak berapa lama kemudian. Selama tingkat labanya masih di atas nol. Sebagai akibatnya. Sewa atas tanah yang bermutu lebih balk akan meningkat dan menyerap bagian yang lebih besar dan hasil-hasil yang diperoleh dan tanahtanah mi. Keadaan Diam. Tetapi jika sumberdaya-sumberdaya tersedia melimpah dan tingkat labanya tinggi. menurut Ricardo. Tetapi pada akhimya langkanya tanah-tanah yang subur menjadi suatu rintangan yang tak mungkin dilewati. Dengan dana-dana investasinya. maka penurunan angka kematian sebagal akibat makanan yang lebih bergizi dan standar-standar kesehatan yang lebih tinggi akan membawakan kenaikan dalam jumlah penduduk itu. di mana jumlah penduduk yang bekerja tidak akan bertambah atau pun berkurang. Hal yang sama terjadi pula di tanah-tanah yang lebih subur. mi akan merangsang para kapitalis untuk menabung sebagian dan pendapatannya. Akan tetapi. Untuk memulai proses itu. Menurut Ricardo. kenaikan upah membawa akibat menurunnya angka kematian dan. Tingkat-tmgkat laba lalu menururi dan upah-upah mulai bergerak ke tingkatan alamiah.tetapi menggunakan alatalatnya yang disediakan oleh kaum kapitalis. Tidak ada lagi yang tersisa untuk modal dan dengan demikian juga tidak ada lagi perangsang atau pun sarana untuk pengumpulan modal lebih lanjut. Besarnya angkatan kerja berubah-ubah. suatu kenaikan dalam jumlah angkatan kerja. Balk kaum tuan tanah maupun kaum pekerja menghabiskan seluruh pendapatannya. maka para tuan tanah yang memiliki tanah yang dapat menghasilkan lebih dan apa yang dihasilkan di tanah marjinal semacam itu akan dapat menarik sebagai sewa selisihnya dalam hasil antara marjinal dan tanah intra-marjinal dalam persaingan tawar-menawar di kalangan para kapitalls untuk mendapatkan tanah yang lebih baik. tercipta karena adat dan kebiasaan. maka kematian akan melebihi kelahiran dan jumlah penduduk akan berkurang. Jika upah-upah naik sampai di atas tingkatan mi. . Namun dengan berkembangnya jumlah penduduk maka tanah-tanah yang semakin miskin mulai digarap untuk memenuhi kebutuhan makan yang makin meningkat. maka para kapitalis berusaha memperluas hasilnya dengan rnengupah lebih banyak pekerja serta membeli lebih banyak peralatan. mi mendorong upah nyata sampai di atas tingkat alamiah. Kelompok yang terakhir adalah golongan tuan tanah. C. Uang yang tersisa untuk digunakan oleh para kapitalis dan kaum pekeija dengan demikian menjadi berkurang. sehingga kaum kapitalis memegang peranan yang sangat menentukan dalam proses pertumbuhan. mi akan terjadi pada waktu hasil dan sesuatu unit tenaga kerja dan modal yang digunakan di tanah yang paling miskin menghasilkan perolehan yang sekedar cukup untuk menutup upah alamiah para pekerja yang terlibat. maka tingkat labanya haruslah positif. Sewa atas setiap unit tanah yang memakai sejumlah tertentu tenaga kerja serta modal adalah sama dengan selisih antara hasil perolehan dan apa yang dihasilkan di tanah itu dan hasil perolehan yang dapat dihasilkan dengan jumlah tenaga kerja serta modal yang sama di tanah bermutu paling rendah yang digunakan. maka ada kemungkinan pembentukan modal akan berlangsung begitu cepatnya sehingga upah-upah nyata tetap tinggi selama jangka waktu yang panjang. maka Ricardo memandang proses pertumbuhan sebagai dapat berkembang sendiri – sampai suatu titik tertentu. ada suatu tingkat upah nyata yang “alamiah”. mi selanjutnya cenderung untuk menekan kembali tingkat upah. setidak-tidaknya untuk sementara waktu. maka kaum bermodal terus mengumpulkan uang dan dengan demikian tetap mempertahankan gerak pertumbuhan penduduk. Tanah jenis terakhir mi pada dasamya akan berupa tanah bebas yang oleh setiap kapitalis dapat dimanfaatkan tanpa membayar sewa. Seperti Adam Smith.

Sedikit atau banyak mi berarti bahwa tidak ada satu kebijaksanaan pun yang dapat dianut sesuatu bangsa untuk menghindari tibanya kemacetan pada akhirnya. II. maka ia memperkirakan bahwa tangan mekanisme harga yang tak terlihat akan dengan baik membagi-bagikan sumberdaya-sumberdaya yang tensedia serta bertindak menunda selama mungkin tibanya keadaan tanpa gerak itu. Kemajuan teknologi semacam itu akan terjadi juga sekalisekali. Atau. maka apa yang tidak dapat diramalkan oleh para ahli ekonomi kiasik adalah luas dan kemantapanflya revolusi industri yang berkobar di seluruh bagian dunia yang lebih maju di akhir abad kedelapanbelas serta abad kesembilanbelas. Keadaan diamnya memang akan tiba pada suatu han. tetapi nyatanya mereka selalu dapat saja menemukan tindakan-tindakan yang tepat untuk menundanya. tetapi menurut Ricardo tidak cukup cepat untuk dapat menghalanghalangi keadaan tidak bergerak yang pada akhimya akan tercapai juga. laba-laba menjadi nol (atau hampir nol). Perubahan-perubahan dalam jumlah penduduk dianggap sebagai sesuatu yang “sudah pasti” dan bukannya lagi hams dijelaskan sebagam bagian dan analisanya. dan. seperti penulis-penulis kiasik lainnya. Ahli-ahli ekonomi neoÄklasik .Sewa menyerap selisih antara keseluruhan hasil dan tanah-tanah ini dan upah alamiah tenaga kerja yang digunakan. Begitu pula maka kemajuan teknologi dipenkenalkan sebagai sebuah variabel yang berdiri sendini. PERTUMBUHAN YANG SERASI MELALUI PEMBENTUKAN MODAL SERTA KEMAJUAN TEKNOLOGI – MODEL NEO – KLASIK. Pada ketiga perempat abad kesembilanbelas. Kemajuan teknologi lebih dan mampu mengimbangi akibat-akibat parah dan keuntungan yang semakin berkunang. telah ditentukan oleh kekuatan-kekuatan non-ekonomi. lebih-lebih lagi. Sepenti mudah dimaklumi. Sebagai akibatnya maka teoni kiasik mengenai perkembangan ekonomi tampak tidak nelevan lagi untuk menganalisa pentumbuhan ekonomi di negara-negara. maka angka-angka kelahiran mulai menuhin dan dengan demikian bertindak sebagai pembatas atas pertambahan jumlah penduduk. naik dengan pesat. percaya bahwa hampir semua pajak pada akhirnya akan berbenturan dengan keuntungan-keuntungan sehingga akan mengendorkan tingkat perkembangan ekonomi. yang sudah maju. asalkan tidak terdapat posisi-posisi monopoli. Semua rekomendasi kebijaksanaan ini berkisar pada dibatasinya sampai seminimal mungkin campur tangan pihak pemerintah. Teori Maithus yang mentah mengenai pertumbuhan penduduk tidak benlaku di negana-negara yang sudah lebih maju itu. Ricardo. Negara-negara industri yang mengkhususkan din dalam bidang pembuatan barang-barang dan yang mengimpor bahan makanan murah dan negara-negara berkembang yang kaya akan tanah masih akan mampu menunda tibanya akibatakibat dan terbatasnya sumberdaya-sumberdaya alamnya. Tetapi agaknya mereka itu tidak pernah memandang perkembangan ekonomi secara fatalistik begini. upah nyata berada pada tingkat alamiah yang minimal dan sewa-sewa sangat tinggi. Kebanyakan ahli ekonomi lalu meninggalkan pendekatan yang sederhana namun menyeluruh dari penulis-penulis kiasik. jika kaum pemilik modal diberi keleluasaan yang maksimal untuk mencari untung. Dengan naiknya tingkat pendapatan. demikian pandangan mereka. Maka tibalah posisi keadaan diam tak bergerak. tingkat-tingkat pendapatan per kapita di negaranegara yang sudah benkembang berada jauh di atas apa yang dapat dianggap Sebagai tingkat batas minimum alamiah. Jalan keluar lain yang penting pula dan keadaan semacam mi adalah perdagangan intemasional. Kita boleh saja berpikir bahwa para ahli ekonomi kiasik tentulah mengangkat tangannya penuh putus asa menghadapi prospek sedemikian mi. Kekuatan utama untuk melawan hasil akhir yang bernada pesimis mi adalah penyempurnaanpenyempumaan di bidang pertanian agar kebutuhan untuk sampai memanfaatkan tanah-tanah yang paling tidak subur dapat ditunda. sebaliknya.

selama tingkat labanya berada di suatu tingkat hampir-nol. Harga dan pelaksanaan fungsi mi adalah tingkat sukubunganya. semakin rendahlah perolehannya dan kegiatan penambahan investasi. maka kurva grafik persediaan dana-dana yang dapat diinvestasikan beijalan naik seperti kurva persediaan yang biasa. Pasaran modal menjadi lembaga perantara di mana para penabung dan para penanam modal saling bertemu. maka para penabung dan para penanam modal tidaklah harus orangorang yang sama. Makin tinggi pendapatan seseorang. Sementara proses ini berlangsung. volume tabungan dianggap bergantung pada tingkat sukubunga itu. Para pengusaha membandingkan persentase keuntungan yang bakal mereka peroleh dan sesuatu proyek investasi dengan tingkat persentase dengan apa mereka akan dapat meminjam dana-dana bagi pembiayaannya. Salah satu pokok penting yang banyak mendapatkan keuntungan dan cara pendekatan mi adalah pembentukan modal. makin besarlah kesediaannya untuk menabung pada sesuatu tmgkat sukubunga yang tertentu. Kaum pemilik modal secara otomatis menanam kembali sebagian besar dan pendapatannya. Mereka mulai menganalisa bagaimanakah caranya sistem hanga mengalokasikan sumberdaya-sumberdaya sebuah kelompok ekonomi di antana ribuan pemakaian yang saling berbeda dan saling bersaing. Para penulis klasik memandang proses mi sebagai sesuatu yang berjalan mekanis. Dalam masa tertentu yang mana pun maka perpotongan antara kurva permintaan dan kurva penawaran akan dana-dana investasi menentukan balk tingkat sukubunga di pasaran nyata maupun volume tabungan serta investasinya. Investasi-investasi yang dilakukan memperbesar persediaan modal sistem perekonomian dan dengan demikian menaikkan produktivitas angkatan keijanya. Dalam analisa neo-klasik maka tmgkat sukubunga juga memainkan peranan yang amat penting dalam menentukan investasi. dan masing-masing orang dapat menabung dengan membeli kertas-kertas berharga dan tidak lagi dengan membeli harta kekayaan fisik. Dengan katakata lain. maka lebih menguntungkanlah untuk melakukan investasi. A. Namun ada pula suatu tingkat sukubunga yang sangat rendah di mana mereka itu akan lebih senang menghabiskan seluruh pendapatannya. Di lain pihak. Dalam model neo-klasik. Perubahan-perubahan dalam tingkat pendapatan juga mempengaruhi tabungan. Jika tingkat sukubunga naik dan 4% menjadi 6%. Seperti kurva permintaan pada umumnya. dan persediaan dan permintaan mereka akan dana-dana yang dapat diinventasikan dipertemukan satu dengan lainnya. Pengusaha-pengusaha dapat saja membeli barang-barang modal dengan danadana pinjaman. maka permintaan akan dana-dana yang dapat diinvestasikan karenanya mengarah ke bawah. dan dengan demikian membuat proyek-proyek yang kurang menguntungkan menjadi lebih menguntungkan.menjadi jauh lebih banyak “mclihat ke dalam” daripada pendahulu-pendahulunya. maka volume kegiatan investasi lama-kelamaan akan menurun dan pada akhirnya berhenti setelah tingkat sukubunganya . Namun penyempurnaan-penyempunnaan di bidang teknologi cenderung untuk menggeser seluruh kurva itu ke kanan. tanpa adanya kemajuan teknologi maka kurva permintaan akan danadana untuk diinvestasikan akan menurun. Selama yang disebut pertama tadi lebih tinggi danipada yang disebut belakangan. maka dianggap bahwa orang-orang akan menabung lebih banyak dan pendapatannya yang berada pada suatu tingkat tertentu. Dalam status pengetahuan teknologi yang bagaimana pun adanya. Lebih jelasnya. maka Semakin besar volume investasinya. oleh karena proyek-proyeknya yang paling menguntungkan telah habis dalam masa investasi yang sebelumnya. Penulis-penulis neoklasik menyempumakan analisa mi dan menjadikannya lebih dapat diterapkan pada lingkungan kelembagaan dan abadabad kesembilanbelas dan keduapuluh. Proses Pembentukan Modal. Sebagal akibatnya maka kurva permitnaan dan kurva penawarannya akan berpotongan pada suatu tingkat sukubunga yang lebih rendah.

B. Pandangan yang optimistik mi beranggapan adanya kesediaan untuk menabung di sebagian dan penduduk. Dengan “External Economics” dimaksudkannya prospek-prospek pertambahan keun tungan bagi Sesuatu industri tertentu sebagai akibat dan suatu kegiatan ekonomi yang terjadi sama sekali di luar industri itu. Segi yang penting lainnya dalam pandangan neo-klasik Mengenai pembangunan adalah sifat pertumbuhan yang berlangsung berdikit-dikit serta serasi. Kedua. Jika keinginan untuk menabung itu lemah. Oleh karena itu maka akan diperlukan waktu yang lama sebelum suatu posisi diam tanpa gerak akan tercapai. maka pertumbuhan akan menjadi lambat. betapa pun menguntungkannya kesempatan-kesempatan untuk menanamkan modal. Sebagai contoh. Pertama. Lagi pula. Kemajuan teknologi mungkin dapat menimbulkan pengangguran sementara di kalangan pekerja-pekerja tertentu. kemajuan ini akan berjalan cukup pesat untuk dapat mengatasi. dengan makin berkembangnya sebuah industri. Berbeda dengan model Ricardo dan – lebih-lebih lagi – kerangka menurut Marx. Industri-industri ini lalu didorong untuk juga berkembang. Semua golongan mendapatkan manfaat dan pertumbuhan. Walaupun mereka itu tidak pernah melewatkan setiap kesempatan untuk memuji-muji sikap untuk berhemat dan menabung. Begitu pula. Menurut perkiraan mereka. tetapi efek bersih dan kemajuan sedemikian itu adalah meningkatnya permintaan akan tenaga kerja. maka pembangunan menurut neo-klasisme bukanlah suatu proses di mana satu golongan pendapatan menarik keuntungan Sedangkafl yang lain-lain merugi. pertumbuhan dapat membuat harga sesuatu produk seperti misalnya tenaga listrik menjadi turun berkat penghematan-penghematannya karena diproduksi secara besar-besaran. Marshall memperkenalkan gagasan mengenai “External Economics” untuk menjelaskan antarhubungan semacam ini. sekalipun tanpa adanya kemajuan teknologi. tetapi tanpa disertai beban tingkat pendapatan per kapita yang rendah.menjadi begitu rendahnya sehingga masyarakat secara keseluruhan tidak lagi berkeinginan untuk menabung sisa uangnya. Inilah yang menjadi posisi kea~aaan diam tak bergeraknya. kurva permintaan akan dana-dana yang dapat diinvestasikan bersifat elastis sekali. Pantulan-pantulan balik yang menguntungkan dan pertumbuhan dalam industri yang satu pada industri-industri lainnya juga menonjolkan sifat serasinya proses pembangunan menurut kaum neo-klasik. Penurunan harga pada gilirannya akan menaikkan laba di kalangan . cara-cara yang barn hanyalah diperkenalkan secara berangsur-angsur sehingga dalam kebanyakan hal pengangguran teknologis yang berlangsung sebentar tidaklah menjadikan masalah. Dengan kata-kata lain. Kebanyakan penulis neo-klasik dengan penuh optimisme menolak untuk menerima hasil akhir yang diam tak bergerak semacam mi. Pembangunan yang Bertahap dan Serasi.” Optimisme itu didasarkan atas dua faktor penting. maka ia akan memerlukan lebih banyak bahan mentah dan jasa-jasa dan lingkungan-lingkungan industri yang lain. Namun optimisme neokiasik juga meluas sampai sejauh mi. mereka yakin bahwa kemajuan teknologi yang berjalan terus akan selalu membuka prospekprospek investasi barn yang sangat menguntungkan. setidak-tidaknya dalam masa dekat mendatang. kebanyakan ahli ekonomi neo-klasik menganggap bahwa menabung itu sudah menjadi kebiasaan yang mendarah-daging di kalangan negara-negara maju – suatu kebiasaan yang makin lama menjadi makin kuat. setiap desakan kemacetan apa pun yang disebabkan oleh kelangkaan sumberdayasumberdaya alam. mereka menduga bahwa setiap penurunan kecil dalam tingkat sukubunga akan membuat sejumlah besar prospek investasi menjadi menguntungkan. Mereka setuju dengan pendapat Marshall: “Tampaknya tidaklah ada alasan yang cukup berdasar untuk mengira bahwa kita sudah mendekati suatu keadaan diam.

Tetapi struktur-struktur golongan dan lembaga-lembaga yang mengelilinginya berubah menjadi tetap dan tidak dapat berubah lagi. Setiap langkah maju membawa akibat suatu reaksi rantai yang rumit yang dapat berpengaruh atas bermacam-macam usaha serta industri dan yang dalam dirinya dapat menjadi penyebab terjadinya pertumbuhan lebih lanjut yang tidak kecil.industriindustni yang merupakan pemakai-pemakai tenaga listrik yang besar. maka dan suatu struktur golongan yang tertentu maka dapatlah terbentuk suatu struktur-atas berupa gagasangagasan serta lembaga-lembaga yang mendominasi kebudayaan masyarakat itu. Menurut model neo-klasik. III KONTRADIKSI-KONTRADIKSI DALAM PEMBANGUNAN MENURUT KAPITALISME – MARX. Mereka menunjukkan bahwa pembangunan bukanlah saja suatu rangkaian hubungan yang sederhana di antara beberapa variabel umum. Tantangan utama terhadap teori pembangunan kiasik maupun neo-klasik datang dan golongan Marxis 6) Marx dan pengikut-pengikutnya menganggap teori pembangunan yang tradisional sebagai dangkal dan tak berarti. Tingkat ketidak-pastian ekonomi juga berada pada suatu titik minimum dalam lingkungan ekonomi yang demikian lancar dan serasi. Pada tahaptahap awal sebuah sistem sosial yang baru. para ahli ekonomi neoklasik tidaklah menarik implikasi-implikasi kebijaksanaan yang sedemikian itu dan antarhubungan-antarhubungan in Sebaliknya. Susunan . Suatu susunan ekonomi tertentu dalam kegiatan-kegiatan produksi menentukan struktur penggolongan (class structure ) dalam sesuatu masyarakat. sedangkan kekuatankekuatan produksi mateniilnya mengalami perubahanperubahan secara otonom. Salah satu sumbangan pikiran yang cemerlang dan para ahli ekonomi-neo-klasik adalah bahwa mereka berhasil menemukan adanya hubungan-hubungan mikro semacam ini. Akan tetapi. Oleh karenanya maka harga pada umumnya tidak pernah akan menyimpang sangat jauh sebagai indikator bagi kesempatan-kesempatan investasi yang paling produktif. Berhubung dengan itu maka para penanam mempunyai kecenderungan untuk senantiasa mengamati setiap antar-hubungan yang memerlukan investasi yang besar dan membuat perhitungan-perhitungan biaya yang teliti agar keberhasilan usaha mereka terjamin. Mereka menolak argumentasi bahwa sebagian terbesar dan kesempatan-kesempatan investasi yang mempunyai antar-hubungan menghendaki pengendalian secara terpusat jika kesempatankesempatan yang paling menguntungkan hendak dimanfaatkan sampai sepenuh-penuhnya. hanyalah merupakan penyebab-penyebab yang kurang mendasar bagi tenjadinya kesulitan-kesulitan dalam pembangunan. Seterusnya. mereka lebih cenderung untuk mengikuti kebijaksanaan Laissez-faire yang dianjurkan oleh penulis-penulis kiasik. Keadaan-keadaan seperti kemajuan teknologi yang berjalan pelan atau pun langkanya sumberdaya-sumberdaya alam. Dugaan bahwa proyek-proyek investasi mempunyai interaksi yang baik satu terhadap lainnya sering kali digunakan untuk membenarkan rencana-rencana investasi besar-besaran yang diatur pemerintah bagi negara-negara berkembang sekarang mi. Kita terlebih dahulu hams meneliti sifat-sifat sistem ekonomi yang berpengaruh atas jalannya produksi untuk dapat menemukan faktor-faktor fundamental yang menentukan pola pembangunan. tetapi pada umumnya persaingan atomistik perusahaan sejenis yang kecil ukurannya dianggap sebagai kebijaksanaan yang paling baik untuk merangsang pembangunan. dalam pandangan mereka. maka pembangunan berlangsung dalam langkahlangkah kecil yang hampir tidak pernah berhenti. maka kekuatan-kekuatan produksi yang materiil masili berimbang baik dengan struktur golongan maupun dengan struktur-atas gagasangagasan serta lembaga-lembaganya itu. Campur tangan pemerintah memang diperlukan untuk mencegah monopoli-monopoli dan untuk menjaga pertahanan nasional.

Lebih tegasnya. Jika kita hendak membuat suatu penilaian yang tepat tentang proses-proses serta prospek-prospek pembangunan. tentunya. dengan makin berusahanya kaum pemilik modal . Tetapi Marx telah menentukan bahwa terdapat suatu hubungan yang tetap antara peralatan dan tenaga kerja untuk setiap keadaan teknobogi yang mana pun. dan pembangunan yang akan dihasilkannya akan menguntungkan semua pihak dalam masyarakat. Sistem sosial yang terutama mendapat perhatian Marx adalah. maka menurut Marx kita haruslah menganalisa pertumbuhan di dalam kerangka teori ini. A. Pada saat mana pun. apabila dalam model klasik langkanya kemajuan teknologi yang memadai merupakan hambatan yang terakhir dalam model kiasik. Ada dua golongan dalam sistem itu: golongan kapitalis dan golongan pekerja. Salah satu cara yang dapat ditempuh para pemilik modal untuk menaikkan pendapatannya adalah dengan menerapkan penemuan-penemuan barn yang menghemat biaya dan dengan demikian memperoleh kemenangan sementara atas saingan-saingannya. maka ketidakmampuan untuk mengikuti kemaj uan teknologi yang pesat menjadi penyebab utama runtuhnya kapitalisme dabam model Marx. Dalam masyarakat tanpa gobngan sedemikian mi maka kekuatan-kekuatan ekonomi yang besar dan merangsang pertumbuhan akan dapat dimanfaatkan Sepenuhnya. bukan saja Untuk menaikkan taraf hidupnya sendiri tetapi. maka kaum penganggur sedikit-demi-sedikit akan diserap lagi dengan digunakannya lebih banyak cara-cara produksi yang padat-karya.golongan yang ada lalu menjadi tidak benmbang lagi dengan kekuatan-kekuatan ekonomi yang barn. Model Pertumbuhan menurut Kapitalisme. menjadi kekuatan yang menekan tingkat upah pekerja-pekerja yang masih bekenja. maka golongan yang akan mendapat keuntungan pada akhirnya selalu akan menang dengan akibat berdirinya sebuah sistem sosial yang baru. Dalam pandangannya. Bahkan. Tujuan setiap kapitalis adalah sebanyak mungkin memperbesar keuntungannya (sewa dan laba atas modal oleh Marx disatukan saja di bawah istilah in. Kesempatan-kesempatan untuk memanfaatkan penyempumaan-penyempurnaan teknobogi sedemikian itu tersedia melimpah dabam sistem Marx. Analisa Marx mengenai pembangunan menurut kapitalisme adalah sebagai berikut. Kaum pekerja atau buruh hanyalah memiliki tenaga untuk dijual. sistem kapitalisme mengandung segaIa macam kontradiksi di dalamnya seliingga pembangunan tidaklah mungin berhasil. yang oleh Marx dinamakan “tentara cadangan industri”. Golongan yang pertama memiliki semua sarana produksi (peralatan dan sumberdaya-sumberdaya alam) yang terdapat dalam sistem ekonominya. dan timbullah pertentangan politik antara golongan yang akan menanik keuntungan dan perubahan-perubahan sosial dan golongan yang akan dirugikan. juga untuk mendapatkan dana-dana investasi untuk dapat bersaing dengan sesama kapitalis lain. dan pada akhimya upah-upah mi akan turun sampai di bawah tingkat hidup minimal. Lebih banyak pekerja digantikan langsung oleh mesin-mesin baru daripada yang diserap melalui pengaruh-pengaruh sekunder dan penurunan biaya-biaya produksi. Dan sesungguhnyalali. kapitalisme. yang lebih penting lagi. Oleh karena kekuatankekuatan produksi yang mateniil itu menentukan segala-galanya. Marx memandang kemajuankemaJuan teknologi di bawah kapitalisme sebagai penyebab dan pengangguran teknobogi secara massal. Inilah gambaran sekilas mengenai penafsiran historis-materialisme menurut Marx. Kumpulan kaum penganggur yang terJadi. persediaan modal tidaklah mencukupi untuk memanfaatkan seluruh tenaga kerja yang tersedia. Jika antara mesin dan manusia terdapat kemungkinan penggantian sampai ke tingkat yang jauh. maka penghematan tenaga kerja karena kemajuan teknologi-lah yang menciptakan berbagai masalah. kontradiksi-kontradiksi mi begitu besamya sehingga sistem itu sendiri pada akhirnya akan runtuh dan digantikan oleh sosialisme. Lagi pula.

Mempekerjakan wanita dan anak-anak merupakan cara yang lain untuk tetap mempertahankan keuntungan-keuntungan yang tinggi. Dengan demikian. Misalnya saja. Makin lama makin sedikit pemilik modal yang memegang kendall atas jumlah-jumlah modal yang semakin membengkak. Tingkat-tingkat upah di tambang-tambang dan perkebunan-perkebunan. Ia berdalih. sengaja ditekan serendah-rendahnya dengan tindakantindakan monopoli. Sebagai akibatnya maka secara periodik terjadilah suatu kelesuan yang menyeluruh pada waktu konsumsi tidak dapat mengimbangi kekuatan-kekuatan produksi dalam sistem ekonominya. dan industri-industri kerajinan tangan yang tradisional dihancurkan oleh banjirnya barang-barang murah hasil pabrik negaranegara yang sudah berkembang. makin lama makin banyak dan golongan pekerja akan jatuh ke dalam perangkap tentara cadangan industri. Hasil akhirnya adalah bahwa daerah-daerah jajahan yang terbelakang itu tidak mendapatkan keuntungan-keuntungan apa pun dan pembangunan secara kapitalis. pemaksaan. Mereka makin lama makin terlibat dalam kancah persaingan yang saling membunuh. Begitu pula maka daerah-daerah jajahan yang sama dijadikan pasaranpasaran yang penting bagi barangbarang hasil produksi massal negara-negara maju. sekalipun dengan bentuk-bentuk eksploitasi semacam mi masih banyak juga pemilik modal yang gagal dan terdorong ke dalam golongan pekerja. bahwa “penemuan-penemuan emas dan perak di Amerika. di pihak lain. Jurang yang semakin melebar antara golongan kapitalis dan golongan pekerja akan mengarah kepada krisis-krisis berulang yang makin lama makin dalam dan yang menurunkan keuntungan para kapitalis yang paling kuat sekalipun. teknik-teknik yang barn itu justru memperbesar pengangguran. Daya beli kaum pekerja dibatasi oleh kemiskinan mereka. Semua jalan ditempuh untuk mengembangkan sumber-sumber bahan mentah serta bahan makanan yang murah di negara-negara mi dan untuk menghalangi kemungkinan timbulnya kegiatan-kegiatan industn pembuatan barang yang akan menyainginya. di mana sikap tak kenal ampun merupakan syarat mutlak untuk dapat bertahan hidup. Ekonomi mereka yang tradisional dihancurkan dan digantikan dengan suatu struktur ekonomi tak-seimbang yang diciptakan semata-mata bagi ekploitasi oleh negara-negara kapitalis . maka keadaannya menjadi bertambah buruk karena. misalnya. menurut Marx. dimulainya perebutan dan perampasan di Hindia Timur. Meskipun demikian. Golongan kapitalis pun tidak bernasib lebih baik. dan upah bagi mereka yang masih beruntung mendapatkan pekerjaan terdesak sampai ke tingkat yang minimal sekali. dalam usaha mempertahankan din jangan sampai tercaplok oleh perusahaan-perusahaan lain. Salah satu ciri yang paling menonjol dalam uraian Marx mengenai pembangunan menurut kapitalisme adalah keyakinannya bahwa sifat kegiatan-kegiatan ekonomi di tanah-tanah terjajah bergantung pada apa yang sedang terjadi di negara-negara kapitalis yang sudah maju. Dengan semakin tidak mantap dan tidak menentunya proses pembangunan di negara-negara kapitalis yang telah maju itu. maka cengkeraman negara-negara mi atas jajahan-jajahan mereka juga menjadi semakin kuat. maka masingmasing pemiik modal akan mencoba mempertahankan tingkat labanya dengan memperpanjang han keija serta menurunkan upah bahkan sampai di bawah tingkat hidup minimal.untuk memperbesar tingkat penumpukan modalnya dengan memperkenalkan cara-cara produksi yang baru. misalnya. sedangkan di pihak kapitalis kemampuannya dibatasi oleh kebutuhannya untuk menabung agar dapat bertahan dalam kancah persaingan. perbudakan serta penguburan penduduk asli di tambang-tambang. dijadikannya Afrika suatu anjang komersial untuk memburu orang-orang berkulit hitam” menjadi sumber modal yang utama bagi negara-negara yang sudah berkembang.

apa yang disebut sebagai “hukum” mengenai penumpukan modal ternyata tidak didukung oleh keny ataan. . pembahasannya mengenai hal ini lebihlah merupakan suatu pernyataan tentang kemungkinan daripada suatu penjelasan bagaimana hal itu dapat terjadi. tetapi di Amerika Serikat. Tetapi caranya menangani masalah-masalah pembangunan agaknya dipandang banyak orang di negara-negara yang kurang berkembang sebagai berasal dan seseorang yang “benar-benar memahami kesulitankesulitan kita”. Kesimpulan-Kesimpulan. Namun demikian. B. Karya-karyanya penuh dengan pengamatan-pengamatan ke dalam sifat dan proses pertumbuhan. Begitu pula. sampal tahun-tahun yang relatif belum lama berselang. Prinsip dasamya mengenai sifat ganjil kemajuan teknologi sudah dibuktikan ketidak-benarannya Selama lebih dan seratus tahun. Analisa Marx tentang siklus-siklus usaha pun tidak menunjukkan kesesuaian. Pula.yang sudah kebingunan dan yang berusaha keras menghindari kemacetan ekonomi serta revolusi politik. Akan tetapi. di kalangan dunia yang masih kurang berkembang sekarang mi. Karl Marx tetap merupakan salah satu ahli ekonomi yang paling dikagumi dan paling banyak dibaca karya-karyanya. tetapi ia tidak berhasil menyusun suatu teori perkembangan ekonomi yang secara rasional sehat. tetapi sekalikali tidaklah pernah terjadi secara massal. dan pekik “tunggu sampai tahun depan” sudah sejak lama kehilangan bobot dan artinya. dalam arti sebab-sebab ekonomi yang nyata. para pekerja kelihatannya juga menarik keuntungan dan pertumbuhan di negara-negara berkembang di mana kapitalisme berpengaruh kuat. Lagi pula. tidaklah ada sesuatu pun dalam sistem Marx yang mempunyai dasar yang kuat. Barangkali mi adalah terutama karena. Karena sebenarnya. Pengangguran karena teknologi memang kadang-kadang ada menjadi masalah. upah-upah di negara-negara yang telah berkembang berada jauh di atas tingkat hidup minimal yang tampaknya disinggung oleh Marx itu. umpamanya. Lebih dan seratus tahun telah berlalu sejak Marx untuk pertama kalinya meramalkan keruntuhan kapitalisme. tidak ada alternatif yang memadai antara teori-teori pertumbuhan yang Sederhana menurut penulis-penulis klasik serta neo-klasik dan pendekatan Marx yang lebih banyak bemada simpatik danpada berisi kebenaran yang nyata. tidaklah tampak adanya perubahan yang berarti dalam tingkat pemusatan kegiatan ekonomi sejak dan pergantian abad yang lalu hingga masa sekarang. Singkatnya. Besarnya perusahaan-perusahaan secara mutlak tentulah telah berkembang dengan luar biasa cepat di semua negara. maka ia pun tidak puas dengan pemyataan bahwa tidak pernah akan terjadi kekurangan yang kronis dalam permintaan efektif. Seperti banyak penulis lain. Marx telah gagal dalam usahanya menampakkan sifat eksplosif dan pembangunan menurut cara kapitalis. Sebab-sebab popularitasnya tidaklah mudah dipahami.