SKALA PENGUKURAN BAB XIII

Pengukuran sikap (attitudes) merupakan aspek penting dari strategi dan seringkali menjadi alat terbaik yang ada karena sikap menunjukan pengalaman masa lalu dan membentuk perilaku di masa depan. Sikap adalah sesuatu yang dapat diamati, mengenai kecenderungan yang stabil untuk bereaksi pada diri sendiri, orang lain, obyek-obyek, atau masalah dengan cara yang menyenangkan atau tidak menyenangkan secara konsisten. Sikap biasanya terbentuk dari tiga komponen, yaitu: afektif, kognitif, dan tujuan perilaku. Hubungan sikap – perilaku bukan merupakan hubungan langsung, meskipun mungkin saja terdapat kaitan yang erat diantara keduanya. Sikap dan perilaku tidak selalu mengarah pada perilaku aktual. Meskipun sikap serta perilaku diharapkan konsisten satu sama lainnya, namun kejadiannya tidak selalu demikian. Lebih dari itu, perilaku dapat mempengaruhi sikap. Pengambilan skala sikap merupakan proses penilaian kecenderungan sikap

menggunakan sebuah bilangan yang mewakili skor seseorang dalam rangkaian sikap, dari sangat menyenangkan hingga sangat tidak menyenangkan. Pengambilan skala merupakan “Prosedur penetapan bilangan (atau simbol lain) terhadap sifat obyek dalam rangka memberikan karakteristik bilangan bagi sifat-sifat yang diamati”. Memilih dan membangun sebuah skala pengukuran harus mempertimbangkan faktorfaktor yang mempengaruhi kehandalan, keabsahan, dan kepraktisan skala:         Tujuan riset Jenis tanggapan Sifat-sifat data Banyaknya Dimensi Seimbang atau tak seimbang Pilihan terpaksa atau pilihan bebas Banyaknya titik skala Eror penilai

ada dua tujuan umum pengambilan skala:   Untuk mengukur karakteristik partisipan yang berpartisipasi dalam kajian. interval. juga multidimensi. Skala rating digunakan ketika partisipan memberi skor sebuah obyek atau indikasi tanpa melakukan perbandingan langsung dengan obyek atau sikap lain. Skala rating seimbang mempunyai jumlah kategori yang sama diatas dan dibawah titik tengah. skala rating seharusnya seimbang. yaitu memiliki jumlah tanggapan yang menyenangkan dan tak menyenangkan yang sama banyak. . Dalam skala multidimensi sebuah obyek bisa digambarkan dengan lebih baik jika menggunakan beberapa dimensi dibandingkan dimensi tunggal. pemahaman dan tindakan. Kategorisasi meminta partisipan untuk menempatkan diri mereka sendiri atau indikasi sifat kedalam kelompok-kelompok atau kategori-kategori. Dalam skala dimensi tunggal. Untuk menggunakan partisipan sebagai juri atas obyek-obyek atau indikasi yang diberikan kepada mereka. atau rasio. Namun. kategorisasi. Skala rating pilihan bebas memungkinkan partisipan untuk tidak berpendapat apabila mereka tidak mampu membuat sebuah pilihan diantara alternatif yang ditawarkan. dan sorting (penyortiran). rangking (pemeringkatan). Skala pengukuran dibagi menjadi empat jenis umum: rating (penilaian). ordinal. pembelian aktual dan berulang). Secara umum. perubahan sikap. kajian sikap. Penyortiran (sorting) meminta partisipan memilah kartu-kartu (mewakili konsep atau konstruk) kedalam tumpukan menggunakan kriteria yang ditetapkan oleh periset. kepedulian. Skala diklasifikasikan berdasar peningkatan kemampuan skala: skala-skala tersebut adalah nominal. persuasi. Skala rating tak seimbang mempunyai jumlah tanggapan menyenangkan dan tidak menyenangkan yang tidak sama banyak. Skala pengukuran selain berdimensi tunggal. maksud pembelian.Tujuan periset melakukan kajian terlalu banyak untuk dibuat dalam sebuah daftar (termasuk diantaranya adalah. Keputusan-keputusan pemilihan skala pengukuran seringkali dibuat dengan memperhatikan sifat-sifat data yang dibentuk oleh masing-masing skala. dicari satu dimensi untuk mengumpul sebuah atribut dari partisipan atau obyek. Skala rangking meminta partisipan untuk membuat perbandingan dan menentukan urutan diantara dua atau lebih sifat atau obyek (atau indikasinya).

dan hal lain menyebabkan timbulnya eror kecenderungan terpusat. Nilai skala rating bergantung pada asumsi bahwa seseorang dapat dan akan membuat penilaian yang baik. Skala Stapel digunakan sebagai alternatif deferensial semantik. Beberapa penilai enggan memberikan penilaian ekstrem. tanggapan tunggal.Skala rating pilihan terpakasa mengharuskan partisipan memilih satu dari alternatifalternatif yang ditawarkan. Periset menggunakan skala ini untuk menilai merek dan citra perusahaan. termasuk pilihan alternatif “lainnya. kita harus mempertimbangkan kemungkinan mereka untuk membuat eror kecenderungan terpusat (error of central tendency) dan efek halo. dimana partisipan memilih sebuah . Skala kategori sederhana memberikan dua pilihan tanggapan yang harus dipilih salah satunya. tanggapan ganda (juga disebut daftar periksa) memungkinkan penilai memilih satu atau beberapa alternatif. Partisipan memilih sebuah bilangan positif bagi karakteristik yang menggambarkan obyek sikap. dimana satu partisipan atau lebih menilai satu konsep atau lebih dalam masing-masing skala. Agar sebuah skala berguna. maka skala tersebut harus sesuai dengan stimulus yang ada dan dapat menyaring informasi yang proporsional dengan kompleksitas obyek sikap. Skala Likert terdiri dari serangkaian pernyataan. dan persyaratan. atau konstruk. fitur desain. Skala diferensial semantik (SD) mengukur makna psikologis dari sebuah obyek sikap. Skala rating mempunyai beberapa kegunaan. Skala pilihan ganda. Skala ini memungkinkan penjumlahan atas tanggapan meskipun penjumlahan tersebut tidak perlu dilakukan dan dalam beberapa hal tidak ingin dilakukan. sehingga memberikan fitur kumulatif. partisipan juga bisa menjadi “penilai mudah” atau “penilai sulit”. memberi penilai beberapa pilihan. Rentan rating dari +5 hingga -5.” Skala pilihan-ganda. yang menyebabkan timbulnya eror kelonggaran (error of leniency). biasanya dengan 7 titik. terutama ketika sulit menemukan kata-kata sifat bikolar yang sesuai dengan pernyataan investigatif. dan partisipan diminta menyetujui atau tidak menyetujui setiap pernyataan. Sebelum menerima rating partisipan. Sebuah skala harus sesuai dengan tujuannya. Disamping itu. Metode ini terdiri dari sejumlah skala rating bipolar. konsep.

atau orangorang dapat diperbandingkan. Seringkali periset tertarik dengan standarisasi. paling banyak 10 kategori. Skala rating grafik lainnya menggunakan gambar-gambar. Skala komparatif tepat untuk perbandingan seperti itu jika partisipan mengenal baik standar tersebut.bilangan yang menggambarkan obyek dengan sangat akurat hingga yang sangat tidak akurat. Apabila hanya terdapat dua pilihan. partisipan dapat mengekspresikan sikap tidak mendua dengan memilih salah satu diantara kedua obyek tersebut. merek. Skala yang membantu periset menemukan proporsi tanggapan adalah skala jumlah konstan. Skala rating grafik pada awalnya diciptakan agar periset bisa menemukan perbedaan dengan baik. Hal ini memerlukan sebuah standar dimana program pelatihan. Q-sort merupakan sebuah bentuk pengambilan skala yang memerlukan penyortiran serangkaian kartu menjadi tumpukan-tumpukan yang mewakili titik-titik disepanjang garis tidak terputus. Skala numerik mempunyai interval yang sama yang memisahkan titik-titik skala numeriknya. Skala numerik sering kali merupakan skala 5-titik tetapi mungkin saja mempunyai 7 atau 10 titik. seperti pada skala perbandingan pasangan. Partisipan mendistribusikan nilai 100 diantara kategori-kategori. Skala rangking memungkinkan partisipan membandingkan dua obyek atau lebih dan membuat pilihan diantara obyek-obyek tersebut. Metode ini lebih cepat daripada perbandingan pasangan dan lebih mudah digunakan. adalah mungkin untuk . Jangkar verbal (verbal anchors) digunakan sebagai label untuk titik-titik ekstrem. Jika diketahui skor total seseorang. ikon. tempat pembelian eceran. atau visual lain untuk berkomunikasi dengan anak-anak atau mereka yang memiliki keterbatasan perbendaharaan kata sehingga penggunaan skala yang dipandi dengan kata-kata dapat dihindari. proses. Skala rating daftar ganda serupa dengan skala numerik tetapi menerima tanggapan melingkar (circled response) dari penilai. Penilai memberi tanda silang disepanjang rangkaian tidak terputus. Seringkali partisipan diminta memilih salah satu sebagai “yang terbaik” atau “yang paling disukai”. Tujuan penyortiran adalah untuk mendapatkan representasi konseptual dari sikap penyortir terhadap obyek sikap dan membandingkan hubungan diantara orang-orang. dan tata letaknya memungkinkan visualisasi hasil-hasilnya. Skala rangking terpaksa mendaftar atribut yang diperingkatkan relatif terhadap yang lain.

memperkirakan item-item mana yang dijawab secara positif dan negatif dalam skala kumulatif. Pelopor skala kumulatif adalah skalogram. . yaitu sebuah prosedur untuk menentukan apakah item-item membentuk sebuah skala dimensi tunggal.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful