NAMA : MEGA RIJKI AP NPM : 15.111.

75 PASAR MODAL CHAPTER 6

CAPM DAN APT Model Penilaian Aset Modal (CAPM) merupakan model untuk menentukan harga suatu aset. Model ini mendasarkan diri pada kondisi ekuilibrium. Dalam keadaan ekuilibrium tingkat keuntungan yang disyaratkan (required return) oleh investor

untuk suatu saham akan dipengaruhi oleh risiko saham tersebut. Dalam hal ini risiko yang diperhitungkan hanyalah risiko sistematis (systematic risk) atau risiko pasar yang diukur dengan beta (β). Sedangkan risiko yang tidak sistematis (unsystematic risk) tidak relevan, karena risiko ini dapat dihilangkan dengan cara diversifikasi. Menurut Brigham dan Houston yang diterjemahkan oleh Ali Akbar Yulianto (2006: 239), Model ini didasarkan pada adanya dalil bahwa tingkat

pengembalian yang diharapkan dari suatu saham adalah sama dengan tingkat pengembalian bebas risiko plus premi risiko yang hanya tinggal mencerminkan

risiko yang tersisa setelah dilakukan diversifikasi. Berikut ini merupakan model CAPM yang terdapat pada literatur – literatur ilmu finance: Ri - Rf = α + βi (Rm – Rf) + ℮

Di mana: Ri.Rf : imbalan saham pada perusahaan i

3. Semakin besar risiko saham tersebut. : 1. Kane. kita tahu bahwa investor menghadapi tarif pajak yang berbeda . perusahaan perseorangan. Terdapat banyak investor. Seluruh investor merencanakan untuk satu periode investasi yang identik. Kenyataannya. semakin tinggi premi risiko yang diharapkan dari saham tersebut. Perilaku dari pandangan jangka pendek ini jelas tidak optimal.dan pada kesepakatan pinjaman dan pemberian pinjaman yang bebas risiko. Ada beberapa asumsi – asumsi pada model capital asset pricing model (CAPM). 4. 2. Dengan demikian semakin tinggi pula tingkat keuntungan yang diharapkan dari saham tersebut. Para investor adalah penerimaan harga. Ini merupakan asumsi yang biasa digunakan dalam pasar persaingan sempurna pada ilmu ekonomi mikro. Asumsi ini mengeluarkan investasi pada aset yang tidak diperdagangkan seperti pendidikan (modal manusia).R f : imbalan aset bebas risiko Rm α βi ℮ : imbalan pasar : konstanta : slope (kepekaan saham i terhadap premium) : error Dari formula tersebut menyatakan bahwa tingkat keuntungan yang diharapkan dari suatu saham adalah tingkat keuntungan bebas risiko ditambah dengan premi risiko. dan aset. dan Markus (2006:356).masing. Juga diasumsikan bahwa investor dapat meminjam dan meminjamkan dalam jumlah berapa pun pada tingkat bunga yang tetap dan bebas risiko. Perilaku ini merupakan pandangan jangka pendek karena mengabaikan apa yang akan terjadi setelah akhir periode horizon waktu tunggal tersebut. Investasi dibatasi hanya pada aset keuangan yang diperdagangkan secara umum seperti saham dan obligasi. Menurut Bodie. aset yang didanai pemerintah seperti lapangan udara. yang berarti mereka akan bertindak sekalipun harga pasar tidak akan dipengaruhi oleh perdagangan yang mereka lakukan. Investor tidak membayar pajak atas imbal hasil dan juga tidak terdapat biaya transaksi( komisi atau beban lainnya) atas perdagangan sekuritas.masing dengan jumlah kekayaan yang sangat kecil dibandingkan total kekayaan seluruh investor.

dan ini dapat mengarahkan jenis sekuritas dimana ia berinvestasi. implikasi pajak mungkin berbeda tergantung pada apakah pendapatan itu berasal dari bunga. baik yang efisien maupun yang tidak efisien. tentu saja perdagangan yang sesungguhnya menimbulkan biaya transaksi. atau . Hubungan risiko total dengan imbalan yang disyaratkan (required return) pada investasi yang efisien dinyatakan sebagai CML dan dirumuskan sebagai berikut : Rm – Rf CML = Rf + { SDm}SDp keterangan : CML R f : garis pasar modal : imbalan atas investasi bebas risiko SDm SDp : standar deviasi (total risk) pasar : standar deviasi (total risk) portofolio Rm – Rf : premi risiko pasar Teori Pembentukan Harga Arbitrase (Arbitrage Pricing Theory – APT) Capital asset pricing model bukanlah satu – satunya teori yang mencoba menjelaskan bagaimana suatu aktiva ditentukan harganya oleh pasar.masing. Selain itu. Garis Pasar Modal (Capital Market Line – CML) Menurut Halim (2003: 72). dimana komisi atau biaya jasa yang dikeluarkan tergantung pada besarnya perdagangan dan posisi investor individu masing. atau keuntungan modal. Sedangkan Garis Pasar Modal (CML) merupakan garis yang menghubungkan antara risiko total yang diukur dengan standar deviasi (σ) dengan imbalan yang disyaratkan (required return) portofolio yang efisien saja. SML merupakan garis yang menghubungkan β atau risiko pasar dengan required return untuk semua saham. yang berarti mereka semua akan menggunakan model pemilihan portofolio Markowitz. dividen. Seluruh investor berusaha mengoptimalkan imbal hasil risiko yang rasional. 5. Contohnya.

APT pada dasarnya menggunakan pemikiran yang menyatakan bahwa dua kesempatan investasi yang mempunyai karakteristik yang identik sama tidaklah bisa dijual dengan harga yang berbeda. maka APT mendasarkan diri pada pemikiran yang sama sekali berlainan. Pada tahun 1976 Stephen Ross merumuskan suatu teori yang disebut sebagai Arbitrage PricingTheory (APT). Jika pada CAPM analisis dimulai dari bagaimana pemodal membentuk portofolio yang efisien. Konsep yang dipergunakan adalah hukum satu harga. maka akan terdapat kesempatan untuk melakuan arbitrage dengan membeli aktiva yang lebih murah dan pada saat yang sama menjualnya dengan harga yang lebih tinggi sehingga memperoleh laba tanpa risiko. Seperti CAPM. Kita bisa menganggap faktor – faktor yang ada pada APT adalah portofolio – pertofolio khusus yang cenderung dipengaruhi oleh pengaruh bersama.bagaimana menentukan tingkat keuntungan yang dipandang layak untuk suatu investasi. Daya tarik APT adalah bahwa kita tidak perlu mengidentifikasikan market portfolio (yang diperlukan untuk menghitung beta dalam CAPM) disamping itu APT memungkinkan penggunaan lebih dari satu faktor untuk menjelaskan tingkat keuntungan yang diharapkan. teori pembentukan harga arbitrase (Arbitrage Pricing Theory –APT) menekankan bahwa tingkat keuntungan yang diharapakan tergantung pada pengaruh faktor – faktor makro ekonomi dan tidak oleh risiko unik. mengukur kepekaan masing – masing saham terhadap faktor – faktor tersebut . Apabila aktiva yang berkarakteristik sama tersebut terjual dengan harga yang berbeda. 1. Menurut Suad Husnan (1994: 224). 2. mengukur expected return dari masing – masing faktor tersebut. APT akan sangat bermanfaat jika kita bisa: mengidentifikasikan tidak terlalu banyak faktor – faktor makro ekonomi. 3.