You are on page 1of 13

ISSN021j - 82jO

I

AS STRA TEGI KONFLIK KOGNITIF DALAM MENGUBAB MlSKONSEPSI SISW A (Snatu Stndi Eksperhnental Dalam Pembelajaran Konsep Energi, Usaha, dan Gaya Gesekan Di SMU Negeri 1 Singaraja)

EFEKTIVIT

I Wayan Sadhl Program Studi Pendidikan Flsika

Oleh

ABSTRAK Tujuan utama penelitian ini adalah menguji efektivitas strategi konflik kognitif dalam pembelajaran konsep energi, uaha, dan gaya gesekan di SMV. Pertimbangan dilakukannya penelitian ini adalah karena para guru fisika tampaknya jarang menggunakan miskonsepsi siswa sebagai dasar dalam merancang dan rnengimplementasi- lean pro gran pembelajaran. Penelitian ini dilakukan di SMU Negeri 1 Singaraja, dengan melibatkan 78 orang siswa kelas L Miskonsepsi siswa yang berkaitan dengan konsep energi, usaha, dan gaya gesekan dikumpulkan melalui tes tulis bentuk uraian dan interviu klinis, dan dianalisis secara deskriptif. Efektivitas strategi konflik kognitif diuji dengan menggunakan teknik analisis uji-t satu pihak. Temuan-temuan penelitian ini menunjukkan bahwa: I) Miskonsepsi siswa yang berkaitan dengan konsep energi, usaha, dan gaya gesekan antara lain: tinggi maksimum yang dicapai oleh suatu benda yang dilemparkan vertikal ke atas merupakan fungsi dari massa dan kecepatan awalnya; pada peristiwa benda jatuh bebas tidak ada usaha, sebab tidak diperlukan gaya; sebuah balok kayu dalam keadaan diam di atas bidang miring, tidak ada gaya gesekan; dan koefisien gesekan statis dan koefiesien gesekan kinetik merupakan fungsi massa. 2) Tingkat penguasaan siswa kelas eksperirnen terhadap konsep energi, usaha, dan gaya gesekan adalah hampir cukup, sedangkan ke1as kontrol adalah kurang. 3) Strategi konflik kognitif lebih efektif daripada strategi konvensional dalam pembelajaran konsep energi, usaha, dan gaya gesekan. Kata-kata kund: strategi kooflik kognitif, miskonsepsi.

ABSTRACT The main purpose of this study is to evaluate the effectiveness of cognitive conflict strategy in teaching the concepts of energy, work, and friction force in senior high school (SMU). The reason for doing this research is the perceived fact that physics teachers seem to rarely use a pupils' misconceptions as a basis to design and to implement the instructional programme.

___________________

"Aneka W/dya STKlP SI"gafaja. NO.4

11I. .u:x JuU J997

and friction force is fairly enough. because no force is needed. tersebut Salah satu faktor asumsi upaya bahwa berdasarkan diri pada kita tahu secara utuh dari pikiran guru ke memfokuskan penuangan pengetahuan ke dalarn kepala para siswanya. work.ISSN 0215 . yang tidak dapat ditransfer secara utuh dari pikiran guru ke pikiran sendiri. the coefficient of static friction and kinetic friction of a still wood block over an incline plane is a function of its mass. perlu dikaji faktor-faktor penyebabnya. there is no friction force on a still wood block over the incline plane. penyebabnya pikiran mungkin Dengan karena asumsi para guru fisika mereka mengajar tersembunyi bahwa "pengetahuan dapat dipindahkan siswa". tampaknya. work. Dalam menjalankan implementasi siswa. and were analyzed descriptively.bz Widya STKJPSinguroja. sebagai pemberian tampaknya salah satu __________________ Ane.4 TN XIX Jufi 1997 . but not the control group. Kondisi demikian penyebab rendahnya prestasi belajar siswa. The effectiveness of cognitive conflict strategy was tested by using a one tailed t-test. Dalam kerangka konstruktivis. perencanaan program pembelajaran dan posisi pili han yang ditentukan oleh gagasan-gagasan merupakan konstruktivis yang guru itu sendiri. Pupils' misconceptions which were related to the concepts of energy. in a free faU body fenomena there is no work. dan didasarkan atas struktur kognitif yang telah kita miliki dalam knowledge". Pada hal pengetahuan fisika merupakan pengetahuan fisik (Physical knowledge) dan pengetahuan logika matematik (logico mathematical knowledge). belajar didefinisikan makna atas data sensori baru dalam hubungannya dengan pengetahuan wujud "prior sebelumnya. misconception.mental group to the concepts of energy.mata hanya didasarkan atas kurikulum dan buku teks.g. and friction force were collected by using a written essay type test and clinical interview.PENDAHULUAN Masih rendahnya prestasi belajar siswa dalam pelajaran fisika dilihat dati tolok ukur nilai Ebtanas mumi (NEM). and friction force are e. Mereka kurang dan bahkan tidak sarna sekali mempertirnbangkan telah dimiliki oleh para siswa. work. 2) The mastery level of experi. work. Apa yang kita lihat adalah suatu interpretasi terhadap pengalaman kita. tetapi harus dibangun dimulai oleh si pebelajar itu dan fungsinya sebagai pendidik. 3) The cognitive conflict strategy is more effective than conventional one. Strategi pembelajaran yang berlandaskan epistemologi mengakui subjektivis observasi.: the maximum height attainable by a body thrown vertically upward represent a function of its mass and initial velocity. l. and friction force. in teaching the concepts of energy. NO.8250 2 This research is conducted in SMU Negeri I Singaraja by involving 78 first year pupils of senior high school. Key words: cognitive conflict strategy. The findings show that: 1) Pupils' rnisconceptions related to the concepts of energy. yang semata.

sehingga mereka merasa ragu akan kebenaran gagasannya. Miskonsepsi sebagai acuan dalam proses pengubahan meskipun pertama tidak bersifat proses siswa dalam memahami pengalaman dalam altematif siswa validitas atau miskonsepsi dengan siswa yang miskonsepsi. Gagasan-gagasan tersebut dalarn mereka siswa Untuk strategi pada tentang merupakan pengetahuan pribadi mereka. Ross Tasker. Fase konflik dan ketidakpuasan terhadap gagasan yang telah mereka miliki sebelumnya merupakan tink sentral dari proses pengubahan miskonsepsi siswa menuju konsepsi ilmiah. langkah konsepsi gagasan kembali rnengidentifikasi mengkonfrontasi mempertimbangkan ilmiah. Gagasan utama dari pandangan konstruktifis dalam belajar dan mengajar adalah bahwa dalam upaya mempelajari hams digunakan suatu konsep barn. Hanya melalui fase konflik itulah para siswa akan sadar dan mau mereorganisasi miskonsepsi reorganisasi dan rnerestrukturisasi mereka konsepsi bangun mereka sebagai yang hasil masih bersifat dan (Dreypus. maka konsepsi yang restruk. Jadi. pengubahan konsepsi siswa. & Kyle. 1992). yang miskonsepsi mengubah karena gagasan-gagasan (common sense) saja dan tidak didasarkan atas metode ilmiah.Aneka Widya STKlPShlgaruja. Langkah ilmiah gagasan orisinalnya.4 TH. dan timbul motivasi untuk merekonstruksi orisinalnya. Sebelum anak-anak gagasan-gagasan pelajaran di sekolah. siswa menuju konsepsi kogninf ilmiah diperlukan suatu konflik Siswa harus konsepsinya dihadapkan miskonsepsi tersebut dibangun atas dasar akal sehat pengubahan konsepsi yang berupa situasi konflik agar mereka sadar akan kekeliruan dan mau melakukan restrukturisasi dan reorganisasi terhadap gagasan mereka mula-mula. xxx Juli 1997 . 1992. mereka sehari-hari.ISSN0215·8250 3 interpretasi yang melibatkan konstruksi-konstruksi siswa yang telah Belajar adalah suatu proses individu (Shymansky konstruktivis.turisasi ___________________ . NO. yang dibangun melalui belajar informal proses memahami pengalaman sehari-hari. dari sudut pandang belajar merupakan proses rnodifikasi gagasan-gagasan memperoleh peristiwa- ada atau sebagai pengernbangan konsepsi siswa. mereka sudah mempunyai peristiwa ilmiah. Gagasan-gagasan pada umumnya bersifat resisten dalam proses pembelajaran. mernbantu keberhasilan karen a itu. Oleh konsepsi agar selanjutnya. terhadap 1990). Agar terjadi proses belajar bermakna gagasannya mula-mula harus mencapai status (meaningful! "fruitfull" learning). Sebagian besar dari gagasan-gagasan bersifat "miskonsepsi". siswa hams terlibat secara aktif siswa dapat adalah mereka gagasan konseptual. namun sebab gagasan dirasakan dalam proses pembentukan dan restrukturisasi pengetahuan mereka.

usaha. xxx Jllli 1997 . Kelas Eksperimen Kelas Kontrol (KE): R itu. Berdasarkan latar belakang di atas. MET ODE PENELITIAN mengimple- Penelitian yang dilakukan ini merupakan penelitian eksperimental. Permasalahan penelitian ini dirumuskan dalam mengubah 1) miskon. Sehubungan dengan hal sebagai berikut.4 TH.. dan gaya gesekan? 2) Bagaimanakah efektivitas strategi konflik kognitif dalam pembelajaran konsep energi.posttest control group design. usaha.A"elro Wico/aSTKIPSingaraja. 1982). untuk diuji efektifitasnya implementasinya.11250 4 (Posner et all. dan gaya gesekan.kukan melalui penyajian konflik kognitif. Kelas eksperimen diajar dengan menggunakan strategi konflik kognitif. penelitian ini menggunakan desain pretest. dapat diharapkan akan terjadi proses belajar yang lebih efektif dan bermakna. maka strategi konflik kognitif perlu dicobakan dalam pembelajaran fisika. yaitu strategi rnengajar yang berlandaskan atas pengetahuan awal dan miskonsepsi siswa. usaha. yang tujuan utamanya adalah menguji efektivitas strategi konflik kognitif dalam pembelajaran konsep energi. dan gaya gesekan? 3) Kendala-kendala apakah yang dialami oleh para guru fisika dalam mentasikan strategi konflik kognitif? 2.kan atas teknik random sampling.ISSN 0215 . yang dapat digambarkan o o x x 0' 0' (KK) R Gambar 1. 1993: 255) Keterangan: R X '= random 0 = pre-test 0' '= post-test = pembe1ajaran dengan strategi konflik kognitif X = pembelajaran konvensional Penelitian ini dilakukan pada cawu 3 tahun ajaran 199611997di SMU Negeri 1 Singaraja.kendala dalam sebagai berikut: Miskonsepsi .sepsi siswa nenuju konsepsi ilmiah dan ditelusuri kendala. Meialui penerapan strategi kOllflik kognitif seperti uraian di atas. Pengubahan miskonsepsi siswa dila. dengan melibatkan sebanyak 78 orang siswa kelas I (satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol). Penentuan sampel kelas didasar.miskonsepsi apakah yang terdapat pada siswa SMU yang berkaitan dengan konsep energi. Pretest-Pnsttest Control Group Design (Dladaptasi dari Fraenkel. Kelas ~ ---. NO.

AlfJ!/rn widyfl STKfP Si1lgortlj~.ISSN02I5 -8250 5 konvensional.konsepsi siswa serta tidak secara khusus mengubah Sarana dan fasilitas pembelajaran kelas kontrol sarna dengan kelas eksperimen. -I TH. yang pada umumnya tidak berlandaskan awal dan mis. kontrol diajar dengan strategi dilakukan oleh para guru.XXf Juli 1997 . Prosedur penelitian ini terdiri dari enam tahapan sebagai berikut. yaitu strategi mengajar yang biasa atas pengetahuan miskonsepsi siswa. Paradigma Penelitian _________________ __. 1) IDENTIFIKASI DAN KLARIFIKASI MISKONSEPSI SISWA (TES 11JLIS URAIAN DAN INTERvnJ) 2) II MERANCANG PROGRAM PEMBELAJARAN DAN MODUL STRA TEGl KONFLIK KOGNITIF II 3) MELATlli GURU FlSIKA II 4) EKSPERIMEN DI KELAS IMPLEMENTASI PROGRAM PEMBELAJARAN DAN MODUL STRATEGI KONFL1K KOGNITIF II 5) EVALUASI • PENGUASAAN KONSEP • KENDALA-KENDALA IMPLEMENTASI STRATEGI KONFLIK KOGNITIF II 6) REVISI PROGRAM PEMBELAJARAN DAN MODUL STRA TEGI KONFLIK KOGNlTIF Gambar 2. NO.

STKlP Su. usaha. baik untuk kelompok eksperimen maupun untuk kelompok kontrol dapat dilihat pada tabel 1 berikut. yang dieerrninkan oleh skor yang dieapai siswa dalam tes akhir (post-test). ditemukan sembilan maeam miskonsepsi siswa yang berkaitan dengan konsep energi. NO. penguasaan. Tingkat pengusaan siswa terhadap konsep energi. 3.lajaran (pre-test) dan sesudah proses pembelajaran (post-test). Hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa'' Siswa yang diajar dengan strategi konflik kognitif. dan gaya gesekan. HASIL PENELITIAN 3. usaha. dan gaya gesekan. diuji dengan menggunakan teknik analisis variansi (ANAVA) satu jalur dan dilanjutkan dengan uji-t Miskonsepsi siswa Tinggi maksimurn yang dicapai suatu benda yang dilemparkan vertikal ke atas merupakan fungsi m dan v. Makin rendah posisi suatu benda jatuh bebas maka makin keeil energi totalnya. Lebih lanjut. Penyimpulannya didasarkan atas skor rata-rata (mean) dan simpangan baku. Tabell. Untuk kelompok eksperimen. Persentase Siswa Yang Miskonsepsi Untuk Konsep Energ].garaja.nya terhadap konsep energi.8150 6 Data tentang miskonsepsi siswa dianalisis secara kualitatif dan dideskripsikan secara naratif. Usaba. Berdasarkan basil tes awal (pre-test) dan interviu kIinis. Kelas E Pre-test 89 sperimen Post-test 65 Kelas Pre-test 73 Kontrol Post-test 61 97 70 85 78 __________________ ~Al1eM wid_yt.4 TH. xxx JuIi 1997 . perubahan miskonsepsi siswa setelah proses pembelajaran dianalisis secara deskriptif dan dinyatakan dengan persentase. usaha. miskonsepsi siswa ditangani seeara khusus melalui penyajian konflik kognitif Perubahan miskonsepsi siswa antara sebelum proses pembe. dianalisis dengan menggunakan tenik analisis inivariat.lSSN 0115 . dan gaya gesekan lebih baik daripada siswa satu pihak.1 Profil miskonsepsi siswa dan perubahannya setelah proses pembelajaran. dan Gaya Gesekan yang diajar dengan strategi konvensional..

rnaka gaya gesekan antara permukaan benda dan bidang datar adalah nol. ada usaha Sebab anak telah berusaha rnendorong dan mengeluarkan energi Balok meluncur di atas bidang datar yang licin sempuma ada usaha. terlihat bahwa ada beberapa miskonsepsi siswa dapat diubah dengan rnudah menjadi konsepsi ilmiah. 92 81 98 93 57 54 46 54 46 22 44 29 62 54 49 59 65 35 61 44 43 19 46 39 68 43 56 54 Dari tabel di atas. ~ Tll. Dalam peristiwa benda jatuh bebas tidak ada usaha. tidak ada gaya gesekannya.rtclo Wi<4'aSTK1P Singaraja.[SSN 0215 . Selama suatu benda ada dalarn keadaan diam di atas bidang datar. xxx Juli 1997 . Sebuah balok kayu dalam keadaan diam di atas bidang miring. Koefisien gesekan statis (m) dan koefisien gesekan kinetik (m) bergantung pada massa benda. Sebab balok berpindah tempat.8250 7 Besamya usaha yamg dikerjakan oleh suatu gaya. Untuk ___________ ~A. sebab tidak diperlukan gaya. NO. berapapun besarnya gaya luar yang bekerja terhadap benda itu. ada yang bersifat cukup resisten. dan bahkan beberapa diantaranya bersifat sangat resisten dalam proses pembelajaran. sarna dengan hasil kali antara gaya dan perpindahan. Seorang anak mendorong mej a dan mej a tidak berpindah.

l. . NO. Rangkuman Analisis Variansi Satu Jalur Sumber variasi Antar A Ra1at Total JK db RK F p 20.A"ehl Widya STKIP Sir<garnja.79 77 Tabel 3.11 3.l. dan gaya gesekan lebih rendah atau sama dengan siswa yang diajar secara konvensional ~ .ISSN 0215 . X\'X Juli 1'197 .70 29.46 0. penguasaannya terhadap konsep energi. Hasil analisisnya adalah sebagai berikut.l. dengan hal itu. Tabe12.46 53.2 Efektivitas strategi konflik kognitlf control group design.40 1.4 TH. Rangkuman Analisis Uji-t Sumber Variasi KE (Al.. maka skor-skor yang dimaksud adalah skor yang merupakan selisih Secara statistik.85 5. usaha. (Al.. J. 3. versus Ho : J.67 Berdasarkan hasil analisis seperti yang tercantum dalam tabel di atas.16 0..8250 8 kelompok kontrol terdapat dua miskonsepsi siswa yang justru persentasenya naik setelah proses pembelajaran.. Sehubungan Desain penelitian ini adalah pretest-posttest antara skor post-test dan pre-test (gain score). H" : J.33 1 20.00 76 73. > J.l1 Hipotesis di atas. ::::. maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis nol yang menyatakan bahwa "Siswa yang diajar dengan strategi konflik kognitif. dan dilanjutkan dengan uji-t satu pihak.82 0. hipotesis penelitian ini dirumuskan sebagai berikut.09 0. diuji dengan teknik analisis variansi (ANAVA) satu jalur yang signifikansinya diuji dengan uji-F. N db X s t t KK 37 41 76 4.

strategi konflik kognitif dalam pembelajaran. usaha. Kendala-kendala tersebut adalah sebagai berikut. miskonsepsi siswa dalam merancang dan mengimplementasikan strategi konflik kognitif menyebabkan kurangnya pemahaman guru terhadap karakteristik Dalam menerapkan karaktersitik serta latar penyebab miskonsepsi siswa. secara signifikan penguasaannya terhadap konsep energi. 3. miskonsepsi siswa. Namun mereka tidak membangun konsepsi barn dan mereka masih mempertahankan sebelumnya. Mengingat bahwa gagasan siswa bersifat personal." T1l. NO. konsepsi _________________ ----'Anekc WidyaSTK1PSu. usaha.kan strategi konflik kognitif dalam pembelajaran konsep energi. dan gaya gesekan lebih baik daripada siswa yang diajar secara konvensional.garoja.3 Kendala-kendala implemeotasi strategi konflik kognitif Ada empat kendala utama yang dialami para guru fisika dalam mengimplementasikan 1) Faktor waktu Disadari bahwa waktu yang diperlukan untuk menerap. dan gaya gesekan relatif lebih banyak daripada strategi konvensionaL Hal ini terjadi terutama jika gagasan siswa yang muncuI sangat bervariasi dan masing-masing siswa mempertahankan 2) Faktor ukuran kelas Besamya ukuran kelas yaitu sekitar 40 orang siswa.ISSN0215 .8250 9 ditolak dengan taraf kepercayaan 95%. maka pengubahan misakonsepsi strategi konflik kognitifmenuntut siswa menuju konsepsi ilmiah melalui penerapan proses pembelajaran yang lebih bersifat individual. dalam arti tidak menggunakan program pembelajaran. siswa yang diajar dengan strategi konflik kognitif. Perlu disadari bahwa strategi konflik kognitif memiliki mempromosikan pengubaban konsepsi siswa. Dengan perkataan lain. para siswa mungkin sudah menyadari dan mengakui bahwa apa yang disajikan guru merupakan suatu tandingan (counter) terbadap gagasannya. 3) Kurangnya pernahaman guru terhadap karakteristik miskonsepsi siswa Kebiasaan guru mengajar secara konvensional. dengan baik gagasannya. Pada saat guru dituntut memahami keterbatasan dalam konflik siswa guru menyajikan kognitif atau contoh tandingan (counter examples) untuk mengubah miskonsepsi menjadi konsepsi ilmiah. 4) Faktor keterbatasan konflik kognitif. XI:X JII/j 1997 . dapat menyebabkan kurang efektifnya interaksi belajar mengajar.

Hal ini akan menimbulkan kompleks. 1988). Apa yang terungkap dalam penelitian ini tidak dengan pandangan Ratna Wilis Dahar (1988).4 TN. Resistensi miskonsepsi siswa dalam proses pembelajaran dapat disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut: 1) Masing. NO. Sehubungan dengan hal itu. secara personaJ sebe1um mereka belajar secara formal. (1996). al. 1986). Meskipun upaya secara khusus untuk. dkk. (1996). 4) Kurang tajarnnya atau lrurang konflik kognitif yang diterapkan dalam penelitian ini. mengubah konflik kognitif. dan gaya gesekan lebih baik daripada siswa yang diajar dengan strategi konvensional. Sadia. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Tomas.hadap konsep energi. maka miskonsepsi dan akan makin stabil. PEMBAHASAN Melalui miskonsepsi berhubungan tes awal bertalian dan interviu klinis telah usaha. 3) mempromosikan terarahnya modul konsepsi (Driver. mereka telah mempunyai gagasan-gagasan peristiwa-peristiwa berbeda (1990).A"el:a Widya STKIP Sillgaruja.IX Jill. Jika tidak. 5) Kurangnya kemampuan dalam menyajikan konflik kognitif dalam interaksi belajar mengajar. pengetahuannya "persis" Adanya dengan pengalamannya keterbatasan strategi (Bodner. 2) Di dalam konflik kognitif dalam kepala anak. yang siswa sangat resisten dalam proses pembe1ajaran. et siswa sains. Temuan ini sejalan dengan temuan Ricardo anak belajar secara formal di sekolah. proporsi pengubahan strategi guru sains anak setelah proses pembe1ajaran mungkin lebih besar daripada sains guru. dan Sadia (1996). Sebagian dari miskonsepsi dilakukan siswa yang ditemukan dalam penelitian ini bersifat pada ke1as eksperimen telah miskonsepsi siswa melalui strategi Marillia F. usaha.masing individu membangun. 1997 . Sadia (1996). dan Gustone (1990) yang menyatakan bahwa pebelajar memiliki ide-ide dan keyakinan serta sikap tentang dunia realita yang dibangun. miskonsepsi kesulitan siswa akan berakumulasi belajar yang semakin hams ditangani secara serius.[SSN 02[5 . x. (1995). Sifat resistensi sejalan dengan pandangan "asumsi dominasi menyatakan pembelajaran siswa" dalam pengajaran miskonsepsi bahwa sains anak (Sch ) cukup kuat dan akan bertahan dalam proses (Brown J. ditemukan dan tiga sembi Ian macam miskonsepsi yang tentang Trumper miskonsepsi siswa yaitu dua miskonsepsi yang berkaitan dengan konsep energi. 1986). namun miskonsepsi siswa masih tetap bertahan (lihat tabel I). Sadia. dkk.. Hal ini menunjukkan bahwa sebelum anakilmiah. Berdasarkan pengujian hipotesis secara statistik dapat disimpulkan bahwa siswa yang diajar dengan menerapkan strategi konflik kognitif. et.. Hal ini menunjukkan bahwa strategi konflik kognitif lebih efektif ~~_~~~_~ __ ~ ~_. al. empat yang dengan konsep dengan konsep gaya gesekan. penguasaannya ter.8250 10 4.

terdapat empat kendala utama dalam mengimplementasikan konflik kognitif dalam pembelajaran konsep energi. Keadaan ini tercermin dari lebih tingginya prestasi belajar siswa kelas kelas kontrol. namun tingkat penguasaan siswa terhadap konsep energi. dan tiga dari miskonsepsi tersebut bersifat resisten dalam proses pembelajaran. yakni dua rniskonsepsi yang terkait dengan konsep energi.ISSN 0215 . 3) kurangnya pemahaman guru terhadap karakteristik dan latar penyebab rniskonsepsi siswa. dan 4) faktor keterbatasan strategi konflik kognitif. kepada para pengambil dalam bidang pendidikan pada umurnnya. dan gaya gesekan. terdapat sembilan macam miskonsepsi siswa yang berkaitan dengan rniskonsepsi konsep energi. khususnya daJam miskonsepsi strategi mengubah fisika. maka dapat diambil beberapa simpulan sebagai berikut. Ketiga. dan gaya gesekan. usaha.8250 11 daripada strategi konvensional ilmiah. Terungkap pula bahwa sebagian siswa menjadi konsepsi ilmiah. Pertama. Kendalakendala terse but adalah I) faktor waktu.konsepsi siswa menuju konsepsi strategi konflik kognitif lebih efektif dari pada strategi konvensional. usaha. Hal ini terlibat dari lebih besamya persentase penurunan miskonsepsi siswa ke las eksperimen daripada kelas kontrol (lihat tabel l). dan gaya gesekan masih berada pada kualifikasi bampir cukup. kepada para guru fisika SMU disarankan agar rnenggunakan konflik kebijakan kognitif dalam proses belajar-mengajar. Meskipun dalam mengubah mis. 6. Kedua.SIMPULAN Berdasarkan basil analisis data. SARAN Berdasarkan se bagai beriku t. empat miskonsepsi terkait dengan konsep usaha. strategi eksperimen dibandingkan dengan siswa strategi konflik kognitif lebih efektif daripada strntegi konvensional. maka dapat diajukan saran-saran yang terkait dengan konsep gaya gesekan (lihat tabel l). dan gaya gesekan. xx. dalam pembelajaran konsep energi. usaha. 5. Pertama. NO. ternuan-ternuan penelitian ini.pada strategi konvensional dalam mengubah miskonsepsi siswa menuju konsepsi ilmiah. 2) faktor ukuran kelas." TH. strategi konflik kognitif lebih efektif dari. OJ pihak lain. Keempat.r Jul! /997 . usaha. khususnya pendidikan ____ ~ Alle/ca Widy~STKIP Siltgarojo.

Ratna Wilis Dahar. 1996. 1988. Dreyfus. konflik Ketiga. Changing Conceptions. dkk. 1993. Translated by Duckworth.konsep DAFTAR PUSTAKA Bodner. untuk mengatasi kendala waktu dalam mengimplernentasikan fisika yang esensial dan strategis. khususnya guru fisika SMU. 1989. Genetic Epistemology. Norton & Company. NO. Rosalind. New York: W. Amos. Jack R. Centre for Studies in Science and Mathematics Education. Eleanor . Norman E. et all.ISSN 0215 . xrx Juli 1997 . Laporan Penelitian Basic Science. 63. disarankan agar Para disarankan dalam bidang metode pembelajaran. Some Implications. 10. Journal of Chemical Education. 1986. A Constructivist Approach for Teaching. & Wallen. University of Leeds. 74(5). 4 m. modul strategi dan menggunakannya program pembelajaran. Jakarta: Penerbit Erlangga Sadia. Pengaruh Prior Knowledge dan Strategi Conceptual Change Dalam Pembelajaran Ilmu Pengeta.W. Teori-Teori Belajar.huan Alam (IPA) di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Fraenkel. __________ ~ Aneka WidJ'!lSTKTPSilfgaroja. Kedua. konflik kognitif. Vol. and Problem. Driver. Piaget. New York: Teachers College Press. Difficulties. Jean. maka kepada para guru fisika disarankan agar memilih konsep. Constructism: A Theory of Knowledge. Fosnot. Journal of Science Education. No. 1970. untuk kognitif sebagai mengubah strategi landasan dalam merancang dan mengimplementasikan hendaknya menyiapkan miskonsepsi siswa menuju konsepsi ilmiah.8250 12 agar mempertim.. Equiring Teachers Equiring Learners. 1990. How to Design and Evaluate Research in Education. Applying the "Cognitive Conflict" Strategy for Conceptual Change. menelusuri guru miskonsepsi siswa serta latar penyebabnya. Geroge M. New York: Mc Graw-Hill Inc.bangkan strategi konflik kognitif sebagai suatu inovasi kepada para guru. Caterine Twomey 1989.

1.ISSN02I5 . Usaha. Thomas. Euwe. Van den Berg.4 TH.t<lWidya STKIPSing<lraja. xxx Juli 1997 . 1991. NO.Salatiga: Universitas ____________________ . Marilia F. Pengembangan Model Belajar Konstruktivis Dalam Pembelajaran IPA di Sekolah Menengah Pertama (SMP). dan Suhu Di SMP Negeri di Singaraja). 1995. Miskonsepsi Kristen Satya Wacana. Vol. (Suatu Studi Eksperimental Dalam Pembela. et al. 30.jaran Konsep Energi.Ane. Fisika dan Remidiasi. An Attempt to Overcome Alternative Conceptions Related to Heat and Temperature. Journal of Physics Education. Disertasi Pada Program Pascasarjana IKIP Bandung. No. 1996.8250 13 Sadia.