Percobaan -1

I. TUJUAN

RANGKAIAN SETARA

Setelah mengikuti praktikum, mahasiswa diharapkan dapat menggunakan alat ukur untuk: 1. Membuktikan rumur dari teori superposisi, teori Thevenin dan teori Norton. 2. Mengukur kuat arus tiap-tiap cabang pada rangkaian. 3. Mengukur kuat arus beban dan tegangan beban pada rangkaian. II. ALAT DAN BAHAN 1. Power supply 2. Bread board 3. Resistor 4. AVOmeter 5. Kabel penghubung III. TEORI DASAR Pada setiap rangkaian linier dengan beberapa buah sumber egangan/sumber arus dapat dihitung dengan cara : menjumlah aljabarkan tegangan/arus yang disebabkan tiap sumber independent/bebas bekerja sendiri, dengan semua sumber tegangan/arus independent/bebas lainnya diganti dengan tahanan dalamnya. Berdasarkan rangkaian pada gambar 1 yang terdiri atas dua sumber tegangan V1 dan V2, maka jumlah kuat arusnya merupakan penjumlahan kuat arus di saat V1 bekerja (gambar 1.2) dengan kuat arus di saat V2 bekerja (gambar 1.3) pada titik resistor yang sama.
1

1 unit 1 papan 3 buah 1 buah secukupnya

a. Teorema Superposisi

R1 I1
0

2

R2 I2

3

V1

I3

R3

V2

Gambar 1.1. Rangkaian Listrik dengan dua sumber tegangan V1 dan V2 Modul Praktikum Elektronika Page 1

Setelah rangkaian dibuat bekerja masing-masing dengan satu sumber secara bergantian, maka hal ini ditinjau dari dua kondisi :  Kondisi 1: V1 on, V2 hubung singkat/short circuit (off)
4

R1
5

R2 Ib
0

V1

Ia

Ic

R3

Gambar 1.2. Rangkaia listrik dengan V1 sebagai sumber tegangan dan V2 Hubung singkat (OFF)

Analisis arus dan teganganya : ܴ‫+ 1ܴ = ݐ‬ ଵ 
ோଶାோଷ ோଶ∗ோଷ

;

Kondisi 2: V2 on, V1 hubung singkat/short circuit (off)

‫ܫ‬ଵ = ‫= ܫ‬ ‫ݐ‬ ܽ

ோ௧ భ

௏ଵ

;

‫= ܫ‬ ܾ

ோଶାோଷ

ோଷ

∗‫; ܫ‬ ܽ
6

‫ܫ− ܫ= ܫ‬ ܿ ܽ ܾ

R1
5

R2 Iy

Ix
0

Iz

R3

V2

Gambar 1.3. Rangkaian listrik dengan V2 sebagai sumber tegangan dan V1 Hubung singkat (OFF)

Analisis arus dan teganganya : ܴ‫+ 2ܴ = ݐ‬ ଶ
ோଵାோଷ ோଵ∗ோଷ

;

Sehingga superposisi arusnya : ‫ܫ− ܫ= ܫ‬ 1 ܽ ‫;ݔ‬

‫ܫ‬ଶ = ‫= ܫ‬ ‫ݐ‬ ‫ݕ‬

sehingga tegangannya menjadi : ܸܴଵ = ‫;1ܴ ∗ ܫ‬ 1

‫ܫ− ܫ= ܫ‬ 2 ‫;ܾ ݕ‬

ோ௧ మ

௏ଶ

;

‫= ܫ‬ ‫ݔ‬

ܸܴଶ = ‫;2ܴ ∗ ܫ‬ 2

‫ܫ ܫ= ܫ‬ 3 ܿ+ ‫ݖ‬

ோଵାோଷ

ோଷ

∗‫; ܫ‬ ‫ݕ‬

‫ܫ− ܫ= ܫ‬ ‫ݖ‬ ‫ݕ‬ ‫ݔ‬

ܸܴଷ = ‫3ܴ ∗ ܫ‬ 3

Modul Praktikum Elektronika

Page 2

b. Teorema Thevenin Suatu rangkaian listrik dapat disederhanakan dengan hanya terdiri dari satu buah sumber tegangan yang dihubungkan dengan sebuah tahanan ekivelennya pada dua terminal yang diamati. Tujuan sebernnya dari teorema ini adalah untuk menyederhanakan analisis rangkaian, yaitu membuat rangkaian pengganti yang berupa sumber tegangan yang dihubungkan seri dengan suatu resistansi ekivalennya. Menentukan resistansi pengganti (Rth) Cara memperoleh resistansi pengganti (Rth) adalah dengan mematikan atau menonaktifkan semua sumber bebas pada rangkaian linier (untuk sumber tegangan tahanan dalamnya=0 atau rangkaian short circuit dan untuk sumber arus tahanan dalamnya = ¥ atau rangkaian open circuit). Langkah-langkah penyelesaian dengan teorema Thevenin    Cari dan tentukan titik terminal a-b dimana parameter yang ditanyakan. Lepaskan komponen pada titik a-b tersebut, open circuit kan pada terminal a-b kemudian hitung nilai tegangan dititik a-b tersebut (Vab-Vth). Jika semua sumbernya adalah sumber bebas, maka tentukan nilai tahanan diukur pada titik a-b tersebut saat semua sumber di non aktifkan dengan cara diganti dengan tahanan dalamnya (untuk sumber tegangan bebas diganti rangkaian short circuit dan untuk sumber arus bebas diganti dengan rangkaian open circuit)(Rab=Rth).  Gambarkan kembali rangkaian pengganti Theveninnya, kemudian pasangkan kembali komponen yang tadi dilepas dan hitung parameter yang ditanyakan.
1

R1 I

a 2 Vth

R2

3

V1

V2
0

b
Gambar 1.4. Rangkaian Listrik dengan Metode Thevenin

Modul Praktikum Elektronika

Page 3

‫=ܫ‬

Analisis arus dan tegangannya : ܸ‫= ݐ‬ ℎ
௏ଵି௏ଶ ோଵାோଶ ௏ଵି௏ଶ ோଵାோଶ

; bila V1 > V2, jika V2 > V1, maka V2 – V1, jika V1=V2, maka I = 0 Ampere. ; ܴ‫= ݐ‬ ℎ
ோଵାோଶ ோଵ∗ோଶ

;

Ket : umumnya VL diasumsikan = VR3

‫= ܫ‬ ‫ܮ‬

ோ௧ ௛ାோ௅

௏௧ ௛

;

ܸ‫;ܮܴ ∗ ܫ = ܮ‬ ‫ܮ‬

c. Teorema Norton Suatu rangkaian listrik dapat disederhanakan dengan hanya terdiri dari satu buah sumber arus yang dihubungparalelkan dengan sebuah tahanan ekivalennya pada dua terminal yang diamati. Tujuan teorema Norton adalah untuk menyederhanakan analisis rangkaian, yaitu dengan membuat rangkaian pengganti yang berupa sumber arus yang diparalel dengan suatu tahanan ekivalennya. Langkah-langkah penyelesaian dengan teorema Norton    Cari dan tentukan titik terminal a-b dimana parameter yang ditanyakan. Lepaskan komponen pada titik a-b tersebut, short circuit kan pada terminal a-b kemudian hitung nilai arus dititik a-b tersebut (Iab=Isc=IN). Jika semua sumbernya adalah sumber bebas, maka tentukan nilai tahanan diukur pada titik a-b tersebut saat semua sumber di non aktifkan dengan cara diganti dengan tahanan dalamnya (untuk sumber tegangan bebas diganti rangkaian short circuit dan untuk sumber arus bebas diganti dengan rangkaian open circuit (Rab = RN = Rth).  Gambarkan kembali rangkaian pengganti Norton-nya, kemudian pasangkan kembali komponen yang tadi dilepas dan hitung parameter yang ditanyakan.
1

R1 I1

3

a IN b

R2 I2
0

2

V1

V2

Gambar 1.5. Rangkaian Listrik dengan Metode Norton

Modul Praktikum Elektronika

Page 4

ukur tegangan Thevenin (tegangan keluaran terbuka pada sisi RL yang terlepas) dan arus pada R1 atau R2. VTH = RL (IL dan VL) VL = Volt . Pasang kembali hambatan RL ke rangkaian. IL = mA = Ampere 6. ‫= ܫ‬ ‫ܮ‬ ோಿ ାோ௅ ோಿ ∗‫ܫ‬ ே . 4. I = mA = Ampere 5. Ukur I1. ‫= ܫ+ ܫ= ܫ‬ 1 2 ே Analisis arus dan tegangannya : ௏ଵ ோଵ ௏ଶ ோଶ LANGKAH KERJA + . I2. VR3 = VL = mA. Susun rangkaian seperti gambar berikut: 1 R1 I1 0 2 R2 I2 3 V1 I3 R3 V2 2. Volt . ukur arus dan tegangan yang mengalir pada Modul Praktikum Elektronika Page 5 . ukur arus Nortonnya (arus hubung singkat pada sisi RL yang terhubungsingkat). IL = mA = Ampere Volt . dan catat hasil pengukurannya.I2 dan IL dengan Voltmeter. dan I3/IL dengan Amperemeter. Lepas/hilangkan hambatan R3 (RL) dari rangkaian. Pasang kembali hambatan RL ke rangkaian. Off-kan Powersupply. dan catat hasil pengukurannya. ukur arus dan tegangan yang mengalir pada RL (IL dan VL) VL = 8. Hubung-singkatkan pada sisi hambatan RL dari rangkaian. ON-kan Power Supply.IV. kemudian ukur I1. I2 = Volt. VR1 = I1 = Volt. ܴே = ோଵାோଶ ோଵ∗ோଶ . IN = mA = Ampere 7. ܸ‫ܮܴ ∗ ܫ = ܮ‬ ‫ܮ‬ 1. VR2 = mA. I3 = IL = mA Volt 3.

V. Hitung IL dan VL dengan menggunakan teori Thevenin dan Norton. Hitung arus I1. Hitung V1. bandingkan hasil perhitungan yang diperoleh secara teori dengan hasil praktek pengukuran! 3. bandingkan hasil perhitungkan yang diperoleh secara teori dengan hasil praktek pengukuran! 2. V2. JAWABAN ANALISA DAN EVALUASI Modul Praktikum Elektronika Page 6 . Sebutkan beberapa faktor yang mempengaruhi perbedaan hasil pengukuran (praktek) dengan perhitungan (teori) ! VI. 5. I2. dan VL. dan IL dengan menggunakan metode superposisi. Gambarkan rangkaian setara (ekivalen) Thevenin dan Norton. bandingkan hasil perhitungan yang diperoleh secara teori dengan hasil praktek pengukuran! 4. ANALISA DAN EVALUASI 1.

KESIMPULAN DAN SARAN Modul Praktikum Elektronika Page 7 .VII.

dan sebagai isolator pada arah yang berlawanan (dioda dibias Modul Praktikum Elektronika Page 8 . ALAT DAN BAHAN 1. Dioda 5. Menganalisa dan menentukan kuat arus dan tegangan pada dioda II. TEORI DASAR VCC VCC R1 1 D 2 R2 0 IL RL Gambar 2. Power supply 2. AVOmeter 6.Percobaan . Mengetahui fungsi dari dioda 3. Rangkaian dioda sebagai penghantar Dalam elektronika sering diperlukan alat yang hanya mengalirkan arus satu arah saja. mahasiswa diharapkan akan dapat: 1. komponen yang berperilaku seperti itu adalah dioda. Resistor 1 unit 1 papan 5 buah 4. Bread board 3. dioda hanya mengijinkan arus listrik untuk mengalir ke satu arah saja dan menghalangi aliran aliran ke arah yang berlawanan.1. Mengetahui prinsip kerja dari dioda 2. Dengan membatasi arah pergerakan muatan listrik. Jika arah aliran arus pada rangkaian searah dengan arah dioda (dioda dibias forward) maka dioda berfungsi sebagai konduktor/penghantar. Kabel penghubung 1 buah 1 unit secukupnya III.2 I. TUJUAN DIODA SEBAGAI PENGHANTAR Setelah melakukan praktikum ini.

3 volt.2-0. sedangkan dioda germanium sebesar 0. VL (tanpa dioda) = VL (dengan dioda) = Modul Praktikum Elektronika Volt Volt Page 9 . Rangkaian dioda pada analisis Thevenin sebagai berikut : 1 R1 D 3 Vcc 0 R2 Gambar 2. LANGKAH KERJA ‫= ܫ‬ ܰ ௏௖௖ ି଴. ‫= ܫ‬ ‫ܮ‬ (tanpa dioda) . ‫= ܫ‬ ‫ܮ‬ ௏௧ ௛ି଴.3. Rangkain dioda dengan metode Thevenin ோ௧ ௛ାோ௅ ௏௧ ௛ Vth ܸ‫= ݐ‬ ℎ Rangkaian dioda pada analisis Norton sebagai berikut : 1 ோଵାோଶ ோଶ ∗ ܸܿܿ.7 Volt. di samping itu.2.଻ ோ௧ ௛ାோ௅ (dengan dioda) R1 IR2=0 0 D 3 Vcc R2 IN IV. ‫= ܫ‬ ܰ ௏௖௖ ோଵ Gambar 2. Ukur tegangan beban (VL) tanpa atau dengan dioda. Susun rangkaian seperti gambar berikut: 1 R1 D 2 3 Vcc R2 0 IL RL 2. ‫= ܫ‬ ‫ܮ‬ ோ௧ ௛ାோ௅ ோ௧ ௛ ∗‫ܫ‬ ܰ 1.଻ ோଵ (dengan dioda). dioda dianggap ideal jika VD = 0. Rangkain dioda dengan metode Norton (tanpa dioda).reverse). Tegangan konduk untuk dioda silikon (VD) sebesar 0.

IL (tanpa dioda) = Ampere Ampere IL (dengan dioda) = V. ANALISA DAN EVALUASI 1. Bandingkan hasil yang diperoleh secara teori dan praktek untuk metode Thevenin dan Norton! 5. JAWABAN ANALISA DAN EVALUASI Modul Praktikum Elektronika Page 10 . Hitung tegangan beban (VL) dan arus beban (IL) pada rangkaian 1 dengan menggunakan teori Thevenin. Jelaskan prinsip kerja dioda pada suatu rangkaian! VI. dengan dioda dan tanpa menggunakan dioda! 3. Ukur arus yang mengalir pada RL (Arus IL) tanpa atau dengan dioda. Gambarkan Rangkaian Ekivalen Thevenin dari rangkaian percobaan di atas! 2. dengan dioda dan tanpa menggunakan dioda! 4. Gambarkan rangkaian ekivalen Thevenin dan Norton dari rangkaian di atas! 6. Hitung tegangan beban (VL) dan arus beban (IL) pada rangkaian 1 setelah diganti nilai hambatannya dengan menggunakan teori Norton.3.

KESIMPULAN DAN SARAN Modul Praktikum Elektronika Page 11 .VIII.

Menganalisa rangkaian penyearah. Resistor 6. Elco 2200µF 5. Modul Praktikum Elektronika Page 12 . Bread board 3.Percobaan . D1 3 1 T V 4 0 5 D2 2 0 C RL 0 - Menggunakan 4 dioda (lihat gambar penyearah gelombang penuh pada Langkah Kerja). TEORI DASAR 1 unit 1 papan 4 buah 1 buah 1 buah 1 unit secukupnya Rangkaian penyearah berfungsi untuk mengubah arus/tegangan bolak-balik (AC) menjadi arus/tegangan searah (DC). Merancang suatu penyearah. TUJUAN DIODA SEBAGAI PENYEARAH Setelah melakukan praktikum ini. Power supply 2. Dioda 4. II. mahasiswa diharapkan akan dapat: 1. Penyearah gelombang penuh Menggunakan 2 dioda seperti gambar berikut. 2. Penyearah setengah gelombang 2. Kabel penghubung III.3 I. AVOmeter 7. Secara garis besar penyearah dibagi atas 2 jenis yaitu : 1. ALAT DAN BAHAN 1.

5 V2 (puncak) 0.636 Vout (puncak) 0. positif dan negatifnya sehingga penyearahannya lebih stabil. sedangkan pada penyearah gelombang penuh akan mengisi setiap setengah siklus.5 Idc 2 fin Gelombang Penuh 2 dioda 0. Tabel berikut menunjukkan perbedaan perhitungan parameter pada ketiga penyearah: Penyearah tanpa kapasitor Setengah Gelombang Puncak tegangan keluar Tegangan keluar dc Arus dioda dc Frekuensi riak V2 (puncak) 0.5 Idc 2 fin Gelombang penuh 4 dioda (jembatan) V2 (puncak) 0.318 Vout (puncak) Idc fin Gelombang Penuh 2 dioda 0. Penyearah setengah gelombang D 1 4 T V 2 0 3 C 0 RL 0 b.5 V2 (puncak) 0. Setengah siklus positif dioda bekerja dan setengah siklus negatif dioda tidak bekerja.Penyearah setengah gelombang hanya menggunakan 1 buah dioda. Susun rangkaian seperti berikut : a.636 Vout (puncak) 0.5 Idc 2 fin Penyearah dengan kapasitor (elco) Setengah Gelombang Tegangan keluar dc Arus dioda dc Frekuensi riak V2 (puncak) Idc fin IV. Penyearah gelombang penuh 4 dioda Modul Praktikum Elektronika Page 13 .5 Idc 2 fin Gelombang penuh 4 dioda (jembatan) V2 (puncak) 0. LANGKAH KERJA 1.

Catat hasilnya pada tabel berikut (perhatikan satuan penukuran): Instruksi Tegangan sekunder trafo (Vrms) (Vac) Tegangan DC tanpa elco (V) Kuat arus pada RL tanpa elco (mA) Tegangan DC dengan elco (V) Kuat arus pada RL dengan elco (mA) V. Bandingkan hasil analisa secara teori dengan hasil pengukuran 5. Gambarkan bentuk gelombang sebelum dan setelah disearahkan tanpa elco dan dengan elco. 4. VI. Ukur tegangan sekunder trafo 3. Setengah Gelombang P. maka hitunglah parameter berikut : 1. Gelombang Penuh 4 dioda Untuk penyearah setengah gelombang dan gelombang penuh 4 dioda untuk kondisi tanpa kapasitor dan dengan kapasitor. ukur tegangan output elco dan arus DC pada RL. 2. Hitung tegangan sekunder dalam Volt peak (V2 puncak). Ukur tegangan DC penyearah tanpa kapasitor 4.Lakukan semua instruksi dengan mengukur semua parameter yang diinstruksikan berikut untuk : 2. Pasang kapasitor (elco) dan resistor (RL) pada rangkaian. ANALISA DAN EVALUASI P. Hitung tegangan DC penyearah (tegangan keluaran dioda). 3. JAWABAN ANALISA DAN EVALUASI Modul Praktikum Elektronika Page 14 . Hitung arus dan tegangan pada RL.

VII. KESIMPULAN DAN SARAN Modul Praktikum Elektronika Page 15 .

Ic(sat)) b. Untuk analisis transistor sebagai saklar : 2 R2 0 RE a. Potensiometer 6. Power supply 2. arus kolektor bertambah besar maka kondisi tersebut merupakan kondisi saturasi (titik jenuh) pada transistor. Titik saturasi (VCE. mahasiswa diharapkan akan dapat : 1. Kondisi OFF merupakan suatu kondisi dimana tidak ada arus yang mengalir. Transistor BC 107 4. VCE = Vcc. sehingga Ic = 0 Ampere. Resistor III. TUJUAN TRANSISTOR SEBAGAI SAKLAR Setelah mengikuti praktikum in. Saat saturasi (jenuh). Jika arus basis bertambah besar. Ic(sat))  (0. Kabel Penghubung secukupnya VCC Transistor bisa memiliki sifat sebagai saklar dimana R1 1 3 RC ketika arus basis nol maka tidak ada arus kolektor. TEORI DASAR Saklar adalah suatu alat yang terdiri atas dua kondisi. Menganalisa rangkaian saklar transistor 2. Modul Praktikum Elektronika Page 16 . berarti transistor dalam keadaan OFF. Kondisi tersebut juga disebut sebagai kondisi cut off pada transistor dan merupakan saklar terbuka.4 I. VCC 1 unit 1 papan 1 Chip 3 buah 5. ALAT DAN BAHAN 1. Sebaliknya kondisi ON merupakan suatu kondisi dimana arus bisa mengalir dengan bebas dengan kata lain tidak ada resistivitas dan besar tegangan pada saklar sama dengan nol.Percobaan . Bread board 3. Merancang suatu saklar transistor II. LED 7. VCE = 0 volt ௏௖௖ି௏಴ಶ ோ಴ ାோಶ ‫( ܫ‬௦௔௧) = ஼ . AVOmeter 1 buah 1 buah 1 buah 8. Saat cut off (putus). yaitu kondisi ON dan kondisi OFF.

Ic)  (VCE. pada saat mencapai maksimum catat penunjukan AVOmeter dan keadaan LED. VCE = IC = Volt mA = Ampere LED dalam keadaan = 5. dimana VBE = 0. 3. Putar pelan-pelan Potensiometer berlawanan dengan arah jarum jam. VCE = IC = Volt mA = Ampere LED dalam keadaan = Modul Praktikum Elektronika Page 17 . ‫= ܫ= ܫ‬ ா ஼ ௏௧ ௛ି௏ಳಶ ோଵାோଶ . LANGKAH KERJA 1. Titik kerja ܸ‫= ݐ‬ ℎ ܸா = ܸ‫ܸ − ݐ‬஻ா . Susun rangkaian seperti gambar berikut : VCC ோଵାோଶ ோଶ ∗ ܸܿܿ. Pasang AVOmeter untuk mengukur VCE dan IC.7 volt. Putar pelan-pelan potensiometer searah jarum jam. 0) c. ܸ஼ா = ܸܿ− ܸா ܸܿ = ܸܿ ‫. pada saat mencapai minimum catat penunjukan AVOmeter dan keadaan LED. ℎ Titik kerja (aktif) : (VCE.ܴܿ ܫ‬ ܿ− ܿ∗ VCC RC 1 R1 LED1 3 2 R2 50% 0 RE 2. 4.Titik cut off (VCE. Pasang LED antara collector dan Rc. Ic) IV.

titik cut off. dan titik kerja (aktif) transistor sebagai saklar. dan kerja transistor sebagai saklar.V. JAWABAN ANALISA DAN EVALUASI VIII. cut off. ANALISA DAN EVALUASI 1. Jelaskan prinsip kerja transistor sebagai saklar. Hitung titik saturasi. VI. 3. KESIMPULAN DAN SARAN Modul Praktikum Elektronika Page 18 . 2. Gambarkan grafik VCE terhadap IC untuk kondisi saturasi.

dan LED sesuai dengan pin atau nomor kakinya berdasarkan gambar berikut. 1. ALAT DAN BAHAN 1. LED 10. gerbang NOR. Empat gerbang logika lain dapat dibuat dari gerbang-gerbang dasar ini. Power supply 2. Modul Praktikum Elektronika Page 19 . IC 7402 8. IC 7404 (NOT) 4. IV. mahasiswa diharapkan akan dapat: 1. sumber dc (Vcc). Tegangan yang digunakan dalam gerbang logika adalah High (berarti “1” atau +5V”) atau low (berarti “0V”). gerbang eksklusif OR. GERBANG DASAR LOGIKA TUJUAN Setelah melakukan praktikum ini. IC 7400 7. gerbang OR dan gerbang NOT. gerbang eksklusif NOR. karenanya disebut Gerbang Logika Biner. Membuat tabel kebenaran dari gerbang dasar logika. Semua sistem digital disusun dengan hanya menggunakan tiga gerbang logika dasar:gerbang AND. Susun rangkaian seperti pada gambar dan catat output LED-nya pada tabel kebenaran. Bread board 3. 2. Gerbang Logika beroperasi dengan bilangan biner. yakni : gerbang NAND. Menganalisa prinsip kerja gerbang dasar logika. II. IC 7432 (OR) 1 unit 1 papan 1 chip 1 chip 1 chip 6. Kabel penghubung 1 chip 1 chip 1 chip secukupnya secukupnya III.5 I. IC 7408 (AND) 5.Percobaan . LANGKAH KERJA Rangkai IC. IC 7486 9. TEORI DASAR Gerbang Logika merupakan dasar pembentuk sistem digital.

Susun rangkaian seperti pada gambar. berikan input berdasarkan tabel dan catat output LED-nya pada tabel kebenaran. Modul Praktikum Elektronika Page 20 . A 0 1 0 1 O/P Susun rangkaian seperti pada gambar. LED2 0 U10A 7432N Tabel kebenaran logika : B 0 0 1 1 A 0 1 0 1 O/P 3. berikan input berdasarkan tabel dan catat output LED-nya pada tabel kebenaran.LED1 U9A 2 0 7408J Tabel kebenaran logika : B 0 0 1 1 2.

U11A LED3 0 7404N Tabel kebenaran logika : A 0 1 4. berikan input berdasarkan tabel dan catat output LED-nya pada tabel kebenaran. LED5 U13A 0 7402N Modul Praktikum Elektronika Page 21 . O/P Susun rangkaian seperti pada gambar. LED4 U12A 0 7400N Tabel kebenaran logika : B A O/P 0 0 0 1 1 0 1 1 5. berikan input berdasarkan tabel dan catat output LED-nya pada tabel kebenaran. Susun rangkaian seperti pada gambar.

berikan input berdasarkan tabel dan catat output LED-nya pada tabel kebenaran. berikan input berdasarkan tabel dan catat output LED-nya pada tabel kebenaran. LED7 U15A 3 U16A 0 7486N 7404N Tabel kebenaran logika : B 0 0 1 1 A 0 1 0 1 O/P Modul Praktikum Elektronika Page 22 . Susun rangkaian seperti pada gambar.Tabel kebenaran logika : B 0 0 1 1 A 0 1 0 1 O/P 6. LED6 U14A 0 7486N Tabel kebenaran logika : B 0 0 1 1 A 0 1 0 1 O/P 7. Susun rangkaian seperti pada gambar.

X-NOR gate 2.V. JAWABAN ANALISA DAN EVALUASI Modul Praktikum Elektronika Page 23 . Jelaskan prinsip kerja gerbang : a. Sederhanakan persamaan berikut serta gambar rangkaian setelah disederhanakan dan buat tabel kebenarannya. ത ത ‫̅ܥܤܣ + ̅ܥ ܤ̅ܣ + ̅ܥܤ̅ܣ + ܥܤܣ + ̅ܥ ܤܣ = ܨ‬ VI. AND gate b. ANALISA DAN EVALUASI 1. OR gate c. NOR gate f. NOT gate d. NAND gate e. X-OR gate g.

VII. KESIMPULAN DAN SARAN Modul Praktikum Elektronika Page 24 .

6 I. Power supply 2. mahasiswa diharapkan akan dapat: 1. IC 7486 6. Bagaimana cara kita melakukan penjumlahan dua bilangan biner. Mulai dari penjumlahan dua bit bilangan biner. mengalihkan dan membagi. Bread board 3. ARITHMATIC CIRCUIT TUJUAN Setelah melakukan praktikum ini. kita dapat dengan mudah mengurangkan. 0+0=0 0+1=1 1+0=1 1 + 1 = 10 Modul Praktikum Elektronika Page 25 . Dasar dari penjumahan ini. IC 7432 1 unit 1 papan 1 chip 1 chip 5. Kabel penghubung 1 chip 1 chip 2 buah secukupnya III. atau bahkan perkalian dan pembagian. Menganalisa prinsip kerja rangkaian penghitung II. Karena setiap bit hanya dapat mempunyai dua kemungkinan nilai. mengurangkan.Percobaan . Sebuah kunci yang dibutuhkan dalam komputer kemampuan untuk melakukan fungsi logika untuk menjalankan operasi-operasi aritmetik. 0 atau 1. jika kita dapat menambahkan dua buah bilangan biner. ALAT DAN BAHAN 1. TEORI DASAR Rangkaian aritmetik merupakan rangkaian logika kombinasi yang dapat menambahkan. Merancang rangkaian penghitung 2. Dalam percobaan ini akan dipraktekkan Half Adder dan Full Adder yang menjadi dasar dari semua rangkaian dengan fungsi tersebut. IC 7404 7. IC 7408 4. LED 8.

Tidak mempunyai input yang dapat dimasuki carry hasil penjumlahan yang terdahulu. LANGKAH KERJA 1. Di samping itu. terdapat juga Half Subtractor dan Full Subtractor untuk operasi pengurangan. Dapat mengeluarkan pindahan (carry) untuk tempat bit berikutnya 3. Amati dan catat level outputnya. Dapat mengeluarkan penjumlahan 2 bit 2. Rangkaian Full Adder ini dapat disusun dari 2 buah Half Adder dan gerbang OR. sehingga memiliki 3 input. Rangkaian Half Adder memiliki sifat : 1. Oleh karena itu rangkaian ini disebut Half Adder/penjumlahan tak lengkap. Perlihatkanlah pada asisten! B 0 0 1 1 A 0 1 0 1 SUM CARRY Modul Praktikum Elektronika Page 26 .Baris keempat menunjukkan bahwa kita mempunyai sum (∑) dan carry (C). Berikan pulsa input menurut tabel berikut. IV. Susunlah rangkaian Half Adder pada bread board sesuai gambar di bawah: A B 2 U6A SUM 0 1 7486N U1A CARRY 0 7408J 2. Penjumlahan yang lengkap (Full Adder) memerlukan input yang dapat dimasuki bit carry. Maka kita perlu melihat tabel kebenaran dari dua input dan dua output.

Perlihatkan pada asisten! C 0 0 0 0 1 1 1 1 B 0 0 1 1 0 0 1 1 A 0 1 0 1 0 1 0 1 SUM CARRY 5. Susunlah rangkaian Full Adder pada bread board sesuai gambar di bawah: A B 1 U6A U2A SUM 0 7486N 4 2 3 7486N U3A 6 C 7408J U1A 5 CARRY OUT U4A 0 7432N 7408J 4. Berikan pulsa input menurut tabel berikut.3. Amati dan catat level outputnya. Susunlah rangkaian Half Subtractor pada bread board sesuai gambar di bawah: A B 7404N 1 DIFFERENCE 0 7486N BORROW 0 7408J Modul Praktikum Elektronika Page 27 .

Perlihatkanlah pada asisten! B 0 0 1 1 A 0 1 0 1 DIFFERENCE BORROW 7. Berikan pulsa input menurut tabel berikut.6. Susunlah rangkaian Full Subtractor pada bread board sesuai gambar di bawah: C A B 7404N DIFFERENCE OUT 0 7486N 7486N 7404N 4 7408J 3 7408J 2 U10A BORROW OUT 0 7432N 8. Berikan pulsa input menurut tabel berikut. Amati dan catat level outputnya. Perlihatkan pada asisten! C 0 0 0 0 1 1 1 1 B 0 0 1 1 0 0 1 1 A 0 1 0 1 0 1 0 1 DIFFERENCE OUT BORROW OUT Modul Praktikum Elektronika Page 28 . Amati dan catat level outputnya.

V. 2. Jelaskan perbedaan prinsip kerja dari rangkaian half subtractor dan full subtractor berdasarkan input dan outputnya. VI. ANALISA DAN EVALUASI 1. JAWABAN ANALISA DAN EVALUASI VII. KESIMPUAN DAN SARAN Modul Praktikum Elektronika Page 29 . Jelaskan perbedaan prinsip kerja dari rangkaian half adder dan full adder berdasarkan input dan outputnya.

Simbol logika untuk Flip-Flop RS diperlihatkan pada gambar di bawah. maka Flip-Flop ini sering disebut RS Latch Flip-Flop. Power supply 2. FLIP-FLOP TUJUAN Setelah melakukan praktikum ini. Simbol logika sebagai berikut: Modul Praktikum Elektronika Page 30 . Output Q dianggap merupakan output normal. Karena fungsi Flip-Flop memegang data sementara. juga dapat diperoleh dalam bentuk IC. Flip-Flop memiliki dua output komplementer. IC 7404 (NOT) 6. Flip-Flop RS pada simbil ini memiliki input aktif low/nol. Flip-Flop yang lain adalah Flip-Flop JK. Simbol logika tersebut memiliki dua input yang diberi label S (set) dan R (reset) di sebelah kiri. Flip-Flop RS dapat disusun dari gerbang logika NAND Gate. Membedakan prinsip kerja dari Flip-Flop R-S dan Flip-Flop J-K III. TEORI DASAR Flip-Flop dapat dirangkai dari gerbang logika. IC 7473 (FF J-K) 7. Output tersebut diberi label Q dan Q. Tidak seperti gerbang logika. ALAT DAN BAHAN 1.7 I.Percobaan . Membuat rangkaian Flip-Flop R-S dan Flip-Flop J-K 2. penghitungan dan pengurutan (secuencing). mahasiswa diharapkan akan dapat: 1. Bread board 3. LED 8. IC 7402 (NOR) 1 unit 1 papan 1 chip 1 chip 5. dan dalam kondisi normal kedua output selalu merupakan komlementer. pewaktu. Flip-Flop diinterkoneksikan untuk membentuk rangkaian logika sekuensial untuk penyimpanan. Kebanyakan FlipFlop dasar merupakan Flip-Flop RS. Kabel penghubung 1 chip 1 chip 2 buah secukupnya II. IC 7400 (NAND) 4.

Berikan pulsa inputnya menurut tabel berikut. Jika kedua data input pada keadaan “1”. Amati dan catat level outputnya R 0 0 1 1 S 0 1 0 1 ࡽ ഥ ࡽ Modul Praktikum Elektronika Page 31 . Jika kedua data input pada keadaan “0”. LANGKAH KERJA 1. tidak akan terjadi perubahan pada output meskipun diberikan sinyal clock (output tetap). dan input clock memindahkan data dari input ke output. kondisi tersebut kondisi “Togle”. pada tiap pulsa clock data output akan berubah dari sebelumnya (komplemen dari data sebelumnya). Diperlukan keseluruhan pulsa (bukan sekedar transisi low ke high atau high ke low saja) untuk memindahkan data dari input ke 14 7476N output.2 ~1PR 4 1 16 1J 1CLK 1K ~1Q ~1CLR 3 1Q U1A 15 Input J dan K merupakan input data. IV. 2. Dua sifat unik dari flip-flop JK adalah: 1. Susun rangkaian pada bread board seperti gambar berikut : 2.

Tuliskan kelebihan JK Flip-Flop dibandingkan dengan RS Flip-Flop? VI. Apakah perbedaan antara JK Flip-Flop dengan RS Flip-Flop? 2. JAWABAN ANALISA DAN EVALUASI VII. KESIMPULAN DAN SARAN Modul Praktikum Elektronika Page 32 . J 0 0 0 1 1 K 0 0 1 0 1 ܳ ത ܳ ANALISA DAN EVALUASI 1. Berikan pulsa inputnya menurut tabel berikut. U6A 14 1 3 2 1J 1CLK 1K ~1CLR 1Q ~1Q 12 13 7473N 4. Amati dan catat level outputnya. Buat rangkaian JK Flip-Flop dan susunlah pada bread board.3. Clock 0 1 1 1 1 V.

Dengan kata lain data akan berputar kembali melalui register tersebut. TEORI DASAR Register geser (shift register) merupakan salah satu piranti fungsional yang banyak digunakan dalam sistem digital. Garis ini merupakan garis perputaran kembali. Register geser beban paralel juga memungkinkan terjadinya sirkulasi data dengan adanya umpan balik yang melintas dari output FF4 kembali masuk ke input FF1. Suatu register geser beban paralel membebani semua semua bit informasi dengan segera. Power supply 2. Register geser juga dapat digunakan untuk mengubah data seri ke paralel atau data paralel ke seri. REGISTER TUJUAN Setelah melakukan praktikum ini. dan lintasan tersebut akan menyimpan data yang secara normal akan hilang keluar ke ujung kanan dari register tersebut. II. Register geser dapat digunakan sebagai memori sementara. LED 7. IC 74LS164 1 chip 2 buah secukupnya III. Kabel penghubung 1. Bread board 3. dan data yang tersimpan didalamnya dapat digeser ke kiri atau ke kanan. Tampilan pada layr kalkulator dimana angka bergeser ke kiri setiap kali ada angka baru yang diinputkan menggambarkan karakteristik register geser tersebut. Menjelaskan prinsip kerja register. ALAT DAN BAHAN 1 unit 1 papan 2 chip 1 chip 5. Register geser ini terbangun dari flip-flop. Merancang berbagai macam gambar register. Modul Praktikum Elektronika Page 33 .Percobaan . 2. mahasiswa diharapkan akan dapat: 1. IC 74LS165 6.8 I. IC 7474 (D-JK) 4. Kelamahan register geser seri adalah bahwa untuk membebani register tersebut diperlukan banyak pulsa clock.

Susun rangkaian pada bread board. 2. 3. Perhatikan proses kerjanya inputnya dan isi tabel berikut: Clock DD DC DB DA 0 1 2 3 4 5. Berikan power pada rangkaian. Keluarkan data dari register dan catat prosesnya pada tabel berikut : Clock 0 1 2 3 4 QD QC QB QA Modul Praktikum Elektronika Page 34 . LANGKAH KERJA 1. Rancang suatu register 4 bit jenis SIPO dengan menggunakan D Flip-Flop. kemudian simpan data 1101 pada register. 4.Berikut jenis IC TTL 74LS164 (Serial Input Pararel Output) dan IC TTL 74LS165 (Paralel Input Serial Output). IV.

DD DC DB DA Keluarkan data dari register dan catat prosesnya pada tabel berikut: Clock 0 1 2 3 4 QD QC QB QA V.6. Perhatikan proses kerja inputnya dan isi tabel berikut : Clock 0 9. Tuliskan defenisi dari register? 2. 7. Jelaskan prinsip kerja dari register PIPO? Modul Praktikum Elektronika Page 35 . 8. Jelaskan prinsip kerja dari register SIPO? 4. Berikan tegangan sumber. kemudian simpan dan keluarkan data 1001. Rancang register 4 bit jenis PISO dengan menggunakan D Flip-Flop. Jelaskan prinsip kerja dari register PISO? 5. ANALISA DAN EVALUASI 1. Susun rangkaian pada bread board. Jelaskan prinsip kerja dari register SISO? 3.

VI. JAWABAN ANALISA DAN EVALUASI VII. KESIMPULAN DAN SARAN Modul Praktikum Elektronika Page 36 .

Kabel penghubung secukupnya III. Power supply 2. Menjelaskan prinsip kerja dari decoder. Untuk setiap kombinasi input ini hanya satu dari m output yang akan aktif (berlogika 1).Percobaan . IC 74144 5. Memperagakan konversi BCB pada seven segment. sedangkan output yang lain adalah berlogika 0. II. Seven segmnet 1 chip 1 chip 3. dimana hanya keluaran low yang dipilih akan aktif sementara keluaran yang lain adalah berlogika 1.9 I. maka setiap n input dapat berisi logika 1 atau 0. Bread board 1 unit 1 papan 4. 4. 3. ada 2n kemungkinan kombinasi dari input atu kode-kode. mahasiswa diharapkan akan dapat: 1. Beberapa decoder didesain untuk menghasilkan keluaran low (logika “0”) pada keadaan aktif. DECODER TO SEVENT SEGMENT TUJUAN Setelah melakukan praktikum ini. IC 7447 atau 7448 1 chip 6. dengan kata lain decoder adalah komponen yang berfungsi untuk mengubah bilangan biner ke bilangan desimal. Jika sebuah decoder dengan jumlah input n=2 dan output m=4 (decoder 2 ke 4). TEORI DASAR Decoder adalah suatu rangkaian logika kombinasional yang mampu mengubah masukan kode biner n-bit ke m-saluran keluaran sedemikian rupa sehingga setiap saluran keluaran hanya satu yang akan aktif dari beberapa kemungkinan kombinasi masukan. 2. Menghubungkan decoder dengan seven segment. Mendefenisikan mengenai decoder. ALAT DAN BAHAN 1. Modul Praktikum Elektronika Page 37 .

Modul Praktikum Elektronika Page 38 . IV. Pasang IC 7448 pada bread board kemudian hubungkan dengan sumber tegangan. Berikut Seven Segment dan TTL 74144 Decoder BCD ke Desimal. f dan g. d. c. e. Sebelum menghubungkan seven segment dengan IC decoder. Decoder ini mempunyai empat buah jalan masuk D C B A dan 7 buah jalan keluar yang diberi tanda a. perlu diketahui kode pada tiap pin seven segment seperti gambar berikut : Rangkaian decoder to seven segment dipergunakan untuk mengubah sandi BCD 8421 ke dalam bilangan-bilangan decimal yang akan ditampilkan oleh seven segment. LANGKAH KERJA 1.Seven segment adalah suatu peralatan elektronik yang mempunyai segmen sebanyak 7 buah dan pada setiap segmen tersebut terdapat satu buah LED yang digunakan untuk menampilkan angka-angka decimal yang telah diterjemahkan oleh decoder. b.

Apa sebabnya BCD 1010 sampai dengan 1111 tidak dapat diperagakan dengan baik? Modul Praktikum Elektronika Page 39 . C dan D menurut tabel berikut. Berikan pulsa input A.2. Amati dan catat peragaan seven segment. Jelaskan prinsip kerja dari decoder? 3. B. D 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 C 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1 B 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 A 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 Nilai desimal Peragaan IV. Tuliskan defenisi dari decoder? 2. Hubungkan pin-pin IC 7448 dengan pip-pin seven segment sesuai dengan kode hurufnya. ANALISA DAN EVALUASI 1. 3. Jelaskan hubungan antara BCD dengan seven segment? 4.

KESIMPULAN DAN SARAN Modul Praktikum Elektronika Page 40 .V. JAWABAN ANALISA DAN EVALUASI VI.

TUJUAN COUNTER Setelah melakukan praktikum ini. Counter digital memiliki karakteristik penting : 1. Bergerak bebas atau berhenti sendiri. IC 7476 III. IC 74161 8. Merancang berbagai macam synchronous dan synchronous counter II. Menghitung ke atas atau ke bawah. Hal ini dikarenakan counter membutuhkan karakteristik memori.10 I. Jumlah hitungan maksimum (modulus counter). Power supply 2. Operasi asinkron atau sinkron. Bread board 3. mahasiswa diharapkan akan dapat: 1. Pewaktu (timer) memegang peranan penting dalam pengoperasian counter. Modul Praktikum Elektronika Page 41 . dan dalam pengurutan alamat serta dalam beberapa rangkaian aritmatika. IC 7411(AND-3in) 9.Percobaan . 2. 3. untuk menyusun counter digunakan flip-flop. LED 10. 4. IC 7408 5. Penggunaan counter adalah : untuk menghitung banyaknya detak pulsa dalam waktu yang tersedia (pengukuran frekuensi). Sebagaimana dengan rangkaian sekuensial yang lain. TEORI DASAR 1 unit 1 papan 1 chip 1 chip 1 chip 6. IC 7490 (JK-FF) 7. IC 7400 4. Menjelaskan prinsip kerja synchronous dan asynchronous counter 2. Kabel penghubung 1 chip 1 chip 1 chip 4 sd secukupnya Counter merupakan rangkaian logika sekuensial. membagi frekuensi dan menyimpan data seperti dalam clock digital. ALAT DAN BAHAN 1.

Susun rangkaian seperti gambar berikut : Modul Praktikum Elektronika Page 42 . Suatu counter digital yang menghitung biner 0000 sampai 1111 disebut sebagai modulo (mod)-16 counter. Ripple Counter Modulo-10 Pencacahan sekuensial/berurutan dari counter modulo-10 adalah dari 0000 sampai 1001 (0 hingga 9 desimal). Counter ini dapat dibangun dari beberapa flip-flop individual. Modulus suatu counter adalah jumlah hitungan yang dilaluinya. counter sinkron banyak disediakan dalam bentuk IC. LANGKAH KERJA 1. namun juga diproduksi keempat flip-flop dalam satu paket IC. Counter mod-10 memiliki 4 bit untuk dubutuhkan empat flip-flop yang dihubungkan seperti ripple counter dan ditambahkan gerbang NAND untuk menghapus (clear) semua flip-flop kembali ke keadaan nol segera sesudah hitungan ke-10. Counter jenis ini disebut decade counter (decade berarti sepuluh). maka counter ini juga dikenal sebagai counter paralel.Ripple Counter (Counter Asincron) Counter digital hanya akan menghitung dalam biner atau dalam kode biner dari 0000 sampai 1111 (0 sampai 15 desimal). yang bahkan sudah menyertakan gerbang reset NAND seperti IC 7493 yang akan kita pakai dalam percobaan ini. Setiap flip-flop tidak dipacu bersamaan dengan satu pulsa clock. dengan tetap memperhatikan logika 1 sebagai “tanda” tercapainya batas perhitungan. kita dapat membuat sejumlah counter modulo yang lain. Maka counter akan menghitung mulai 000 hingga 1001 lagi. Karena modulus-10 menghitung hingga 9 (1001). Karena semua input clock digabungkan menjadi satu. Counter jenis ini disebut counter sinkron. Dengan menggunakan gerbang NAND. IV. Pada beberapa operasi kerja frekuensi tinggi diperlukan pemacuan serempak terhadap seluruh tahap counter secara bersamaan. Karena kompleksitasnya yang cukup tinggi. Counter Sinkron Ripple merupakan counter asinkron. maka hitungan berikut (10 – 1010) digunakan untuk menghasilkan pulsa reset. Hal ini dilakukan dengan mengumpankan kedua logika 1 pada 1010 kedalam gerbang NAND yang akan mereset seluruh flip-flop kembali ke 0000 lagi.

dan Q4 dengan LED. 3. dan Q4 dengan LED. Catat perubahan clock yang diikuti perubahan output setiap flip-flop pada tabel berikut untuk rangkaian pada lankah 1 dan langkah 4. “Clock” lah berulang kali. 7. Amati dan catat peragaan LED pada tabel. Clock 0 1 2 3 4 Q4 Q3 Q2 Q1 Konversi ke decimal untuk counter langkah 1 Konversi ke decimal untuk counter langkah 4 Modul Praktikum Elektronika Page 43 . Hubungkan Q1. Berikan tegangan sumber pada rangkaian dan dihubungkan Q1. Q3.X1 2V U1A 2 ~1PR 4 1J 1Q 15 1 1CLK 16 1K ~1Q 14 ~1CLR 3 5 X2 2V 3 X3 2V 6 X4 2V 7 2 U2A 2 ~1PR 4 1J 1Q 15 1 1CLK 16 1K ~1Q 14 ~1CLR 3 U3A 2 ~1PR 4 1J 1Q 15 1 1CLK 16 1K ~1Q 14 ~1CLR 3 U4A 2 ~1PR 4 1J 1Q 15 1 1CLK 16 1K ~1Q 14 ~1CLR 3 1 4 2. Susun rangkaian seperti gambar seperti gambar berikut : X1 X2 X3 X4 Clock Logic 5 2 2V ~1PR 7 4 1J 1Q 15 1 1CLK 16 1K ~1Q 14 ~1CLR 3 6 2 2V ~1PR 1 4 1J 1Q 15 1 1CLK 16 1K ~1Q 14 ~1CLR 3 2 2V ~1PR 2 4 1J 1Q 15 1 1CLK 16 1K ~1Q 14 ~1CLR 3 4 2 2V ~1PR 3 4 1J 1Q 15 1 1CLK 16 1K ~1Q 14 ~1CLR 3 U7A 74ALS11AN 5. 4. Q3. Catat hasilnya pada tabel di langkah 7. 6. Berikan pulsa clock pada rangkaian kemudian amati dan catat datanya berdasarkan peragaan LED.Q2.Q2.

Jenis counter apa gambar pada langkah 1 dan langkah 4? jelaskan prinsip kerjanya. 3. Jelaskan perbedaan antara keduanya. KESIMPULAN DAN SARAN Modul Praktikum Elektronika Page 44 .5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 V. JAWABAN ANALISA DAN EVALUASI VII. VI. ANALISA DAN EVALUASI 1. Tuliskan prinsip kerja synchronous dan asynchronous counter? 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful