KETOASIDOSIS (KAD) Oleh : Ns. BRewijaya, S.Kep.,M.

Kes
2.1 Definisi Ketoasidosis diabetik (KAD) adalah keadaan dekompensasi metabolik yang ditandai oleh hiperglikemia, asidosis dan ketosis, terutama disebabkan oleh defisiensi insulin absolut atau relatif. KAD dan hipoglikemia merupakan komplikasi akut diabetes melitus yang serius dan membutuhkan pengelolaan gawat darurat. Akibat diuresis osmotik, KAD biasanya mengalami dehidrasi berat dan bahkan dapat sampai menyebabkan syok. Ketoasidosis diabetik (KAD) merupakan komplikasi akut diabetes melitus yang ditandai dengan dehidrasi, kehilangan elektrolit dan asidosis. Ketoasidosis diabetik merupakan akibat dari defisiensi berat insulin dan disertai gangguan metabolisme protein, karbohidrat dan lemak. Keadaan ini merupakan gangguan metabolisme yang paling serius pada diabetes ketergantungan insulin. 2.2 Etiologi Ada sekitar 20% pasien KAD yang baru diketahui menderita DM untuk pertama kali. Pada pasien yang sudah diketahui DM sebelumnya, 80% dapat dikenali adanya faktor pencetus. Mengatasi faktor pencetus ini penting dalam pengobatan dan pencegahan ketoasidosis berulang. Faktor pencetus yang berperan untuk terjadinya KAD adalah pankreatitis akut, penggunaan obat golongan steroid, serta menghentikan atau mengurangi dosis insulin. Tidak adanya insulin atau tidak cukupnya jumlah insulin yang nyata, yang dapat disebabkan oleh : 1. Insulin tidak diberikan atau diberikan dengan dosis yang dikurangi. 2. Keadaan sakit atau infeksi. 3. Manifestasi pertama pada penyakit diabetes yang tidak terdiagnosis dan tidak diobati. 2.3 Patofisiologi Ketoasidois terjadi bila tubuh sangat kekurangan insulin. Karena dipakainya jaringan lemak untuk memenuhi kebutuhan energi, maka akan terbentuk keton. Bila hal ini dibiarkan terakumulasi, darah akan menjadi asam sehingga jaringan tubuh akan rusak dan bisa menderita koma. Hal ini biasanya terjadi karena tidak mematuhi perencanaan makan, menghentikan sendiri suntikan insulin, tidak tahu bahwa dirinya sakit diabetes mellitus, mendapat infeksi atau penyakit berat lainnya seperti kematian otot jantung, stroke, dan sebagainya. Gambar 1: Perkembangan ketoasidosis diabetik (http://library.usu.ac.id, 2003) Faktor faktor pemicu yang paling umum dalam perkembangan ketoasidosis diabetik (KAD) adalah infeksi, infark miokardial, trauma, ataupun kehilangan insulin. Semua gangguan gangguan

magnesium. Penderita ketoasidosis diabetik yang berat dapat kehilangan kira-kira 6. potassium.4 Manifestasi Klinis Manifestasi klinis dari KAD adalah : 1. yang menimbulkan kehilangan air dan elektrolit seperti sodium. Meningkatnya lipolisis akan menyebabkan kelebihan produksi asam asam lemak. Menurunnya transport glukosa kedalam jaringan jaringan tubuh akan menimbulkan hiperglikemia yang meningkatkan glukosuria. Badan keton bersifat asam. ginjal akan mengekskresikan glukosa bersama-sama air dan elektrolit (seperti natrium dan kalium). jumlah glukosa yang memasuki sel akan berkurang juga . Akibat defisiensi insulin yang lain adlah pemecahan lemak (lipolisis) menjadi asam-asam lemak bebas dan gliserol. Disamping itu produksi glukosa oleh hati menjadi tidak terkendali. Dalam upaya untuk menghilangkan glukosa yang berlebihan dari dalam tubuh. Glikosuria akan menyebabkan diuresis osmotik. 2. 3. yang sebagian diantaranya akan dikonversi (diubah) menjadi keton. Hiperglikemia Hiperglikemi pada ketoasidosis diabetik akan menimbulkan: 1. kalsium. perkembangan KAD adalah merupakan rangkaian dari siklus interlocking vicious yang seluruhnya harus diputuskan untuk membantu pemulihan metabolisme karbohidrat dan lipid normal. asidosis metabolik dan ketonuria. akan menimbulkan uremia pra renal dan dapat menimbulkan syok hipovolemik. dan bila bertumpuk dalam sirkulasi darah. Muntah-muntah juga biasanya sering terjadi dan akan mempercepat kehilangan air dan elektrolit. fosfat dan klorida. Sehingga. Poliuri dan polidipsi (peningktan rasa haus) Penglihatan yang kabur Kelemahan Sakit kepala . badan keton akan menimbulkan asidosis metabolik. 2. Kedua faktor ini akan menimbulkan hiperglikemi.metabolik yang ditemukan pada ketoasidosis diabetik (KAD) adalah tergolong konsekuensi langsung atau tidak langsung dari kekurangan insulin. Diuresis osmotik yang ditandai oleh urinasi yang berlebihan (poliuri) akan menyebabkan dehidrasi dan kehilangna elektrolit. Dehidrsi terjadi bila terjadi secara hebat. 4. menimbulkan ketonaemia.5 L air dan sampai 400 hingga 500 mEq natrium. kalium serta klorida selama periode waktu 24 jam. Pada ketoasidosis diabetik terjadi produksi badan keton yang berlebihan sebagai akibat dari kekurangan insulin yang secara normal akan mencegah timbulnya keadaan tersebut. Apabila jumlah insulin berkurang. Asidodis metabolik yang hebat sebagian akan dikompensasi oleh peningkatan derajad ventilasi (peranfasan Kussmaul). Asam lemak bebas akan diubah menjadi badan keton oleh hati.

10. yaitu 0. sementara sebagian lainnya mungkin tidak memperlihatkan ketoasidosis diabetikum sekalipun kadar glukosa darahnya mencapai 400-500 mg/dl. 9.30 mmHg) mencerminkan kompensasi respiratorik (pernapasan kussmaul) terhadap asidosisi metabolik. Pernapasan Kussmaul ini menggambarkan upaya tubuh untuk mengurangi asidosis guna melawan efek dari pembentukan badan keton. a.5. Sebagian pasien mungkin memperlihatkan kadar gula darah yang lebih rendah dan sebagian lainnya mungkin memiliki kadar sampai setinggi 1000 mg/dl atau lebih yang biasanya bergantung pada derajat dehidrasi. 12. Akumulasi badan keton (yang mencetuskan asidosis) dicerminkan . Tingkat pCO2 yang rendah ( 10. sebagai nilai-nilai drop sangat cepat dengan perawatan. Kadar bikarbonat serum adalah rendah. Bila kadar glukosa turun. Glukosa. 1. Bikarbonat. 6. Sebagian pasien dapat mengalami asidosis berat disertai kadar glukosa yang berkisar dari 100 – 200 mg/dl.8-7. muntah dan nyeri abdomen. 7. tingkat natrium serum diturunkan oleh sekitar 1. Asidosis metabolik.5 Pemeriksaan Penunjang 1. 1.3). 2. Kadar glukosa dapat bervariasi dari 300 hingga 800 mg/dl. Harus disadari bahwa ketoasidosis diabetik tidak selalu berhubungan dengan kadar glukosa darah. tingkat natrium serum meningkat dengan jumlah yang sesuai. Pasien dengan penurunan volume intravaskuler yang nyata mungkin akan menderita hipotensi ortostatik (penurunan tekanan darah sistolik sebesar 20 mmHg atau lebih pada saat berdiri).15 mEq/L dan pH yang rendah (6.6 mEq / L. Hipotensi dan syok. Natrium. Kalium. 13. 8. Untuk setiap 100 mg / dL glukosa lebih dari 100 mg / dL. mual. Koma atau penurunan kesadaran. 1. Efek hiperglikemia ekstravaskuler bergerak air ke ruang intravaskuler. EKG dapat digunakan untuk menilai efek jantung ekstrem di tingkat potasium. Pemeriksaan Laboratorium 1. Anoreksia. Diuresis osmotik. 14. Penurunan volume dapat menimbulkan hipotensi yang nyata disertai denyut nadi lemah dan cepat. Ini perlu diperiksa sering. dengan hasil akhir dehidrasi dan penurunan elektrolit. Glukosuria berat. Mengantuk (letargi) atau koma. 11.

hampir tidak ada alasan untuk melakukan lebih menyakitkan ABG. Hal ini digunakan untuk mendeteksi infeksi saluran kencing yang mendasari. 1. dan tingkat dari 3 mmol / L berkorelasi dengan kebutuhan untuk ketoasidosis diabetik (KAD).oleh hasil pengukuran keton dalam darah dan urin. Jika osmolalitas kurang dari > 330 mOsm / kg H2O ini. maka tingkat fosfor serum harus ditentukan. Gas darah arteri (ABG). Tinggi sel darah putih (WBC) menghitung (> 15 X 109 / L) atau ditandai pergeseran kiri mungkin menyarankan mendasari infeksi. Sel darah lengkap (CBC). Selain itu. β-hidroksibutirat. Karena perbedaan ini relatif dapat diandalkan dan bukan dari signifikansi klinis. status gizi buruk. 1.3. 1.03 pada ABG. 1. Brandenburg dan Dire menemukan bahwa pH pada tingkat gas darah vena pada pasien dengan KAD adalah lebih rendah dari pH 0. Tingkat yang lebih besar dari 0. Fosfor Jika pasien berisiko hipofosfatemia (misalnya. 1. 1. 1. Gunakan tingkat ini dalam hubungannya dengan kesenjangan anion untuk menilai derajat asidosis. ketonuria dapat berlangsung lebih lama dari asidosis jaringan yang mendasarinya. Urinalisis (UA) Cari glikosuria dan urin ketosis. pH sering <7. Tingkat BUN meningkat. Osmolalitas Diukur sebagai 2 (Na +) (mEq / L) + glukosa (mg / dL) / 18 + BUN (mg / dL) / 2. 1. Akhir CO2 pasang surut telah dilaporkan sebagai cara untuk menilai asidosis juga.8. . Vena pH dapat digunakan untuk mengulang pH measurements. Serum atau hidroksibutirat β kapiler dapat digunakan untuk mengikuti respons terhadap pengobatan. Keton. alkoholisme kronis). Pasien dengan diabetes ketoasidosis yang berada dalam keadaan koma biasanya memiliki osmolalitis > 330 mOsm / kg H2O. maka pasien jatuh pada kondisi koma.5 mmol / L dianggap normal. Diagnosis memadai ketonuria memerlukan fungsi ginjal.

urea nitrogen darah (BUN) dan Hb juga dapat terjadi pada dehirasi. Kadar kreatinin Kenaikan kadar kreatinin. Gambar 2: Pengobatan efektif kasus ketoasidosis diabetik yang hebat (http://library. Kolesterol dan kadar trigliserida serum dapat meningkat menandakan ketidakadekuatan kontrol glikemik dan peningkatan propensitas pada terjadinya aterosklerosis. 4. 1. Pemeriksaan Diagnostik Bervariasi Bervariasi Hebat Bervariasi Ada Pemeriksaan diagnostik untuk ketoasidosis diabetik dapat dilakukan dengan cara: 1. Biasanya tes ini dianjurkan untuk pasien yang menunjukkan kadar glukosa meningkat dibawah kondisi stress. 2003) Tabel 1. . Diabetic Sifat-sifat ketoacidosis Hyperosmolar non ketoticcoma Asidosis laktat (HONK) Sangat tinggi Tidak ada Tidak ada Dominan Tidak ada (KAD) Glukosa plasma Tinggi Ketone Ada Asidosis Sedang/hebat Dehidrasi Dominan Hiperventilasi Ada b.6 Penatalaksanaan Penanganan KAD (ketoasidosis diabetikum) memerlukan pemberian tiga agen berikut: 1.id. Gula darah puasa normal atau diatas normal. Setelah terapi rehidrasi dilakukan.ac. 2. Urinalisis positif terhadap glukosa dan keton. 2. 3. 5.Anion gap yang lebih tinggi dari biasanya.usu. kenaikan kadar kreatinin dan BUN serum yang terus berlanjut akan dijumpai pada pasien yang mengalami insufisiensi renal. Tes toleransi Glukosa (TTG) memanjang (lebih besar dari 200mg/dl). Essei hemoglobin glikolisat diatas rentang normal. Cairan. Sifat-sifat penting dari tiga bentuk dekompensasi (peruraian) metabolik pada diabetes.

9% akan pulih kembali selama defisit cairan dan elektrolite pasien semakin baik. Insulin intramuskular adalah alterantif bila pompa infusi tidak tersedia atau bila akses vena mengalami kesulitan. Asidosis yang terjadi dapat diatasi melalui pemberian insulin yang akn menghambat pemecahan lemak sehingga menghentikan pembentukan senyawa-senyawa yang bersifat asam. Gambar 3.ac.id.7 Komplikasi Komplikasi dari ketoasidoisis diabetikum dapat berupa: 1. NaCl 0. Penanganan ketoasidosis diabetik (http://library. Selain itu nefropati diabetik bisa menimbulkan gagal jantung kongesif. 1.45 %) dapat digunakan pada pasien-pasien yang menderita hipertensi atau hipernatremia atau yang beresiko mengalami gagal jantung kongestif. 1. Potassium. dan suplemen potasium ditambahkan kedalam regimen cairan.usu. Insulin intravena paling umum dipergunakan. Dektrosa ditambahkan kedalam cairan infus bila kadar glukosa darah mencpai 250 – 300 mg/dl untuk menghindari penurunan kadar glukosa darah yang terlalu cepat. Infus dengan kecepatan sedang hingga tinggi (200-500 ml/jam) dapat dilanjutkan untuk beberapa jam selanjutnya. Bila penderita mencapai stadium nefropati diabetik. Pada kurun waktu yang lama penderita nefropati diabetik akan berakhir dengan gagal ginjal dan harus melakukan cuci darah. Insulin diberikan melalui infus dengan kecaptan lambat tapi kontinu ( misal 5 unti /jam). Pemberian cairan normal salin hipotonik (0. didalam air kencingnya terdapat protein. Kadar glukosa harus diukur tiap jam. Ginjal diabetik ( Nefropati Diabetik ) Nefropati diabetik atau ginjal diabetik dapat dideteksi cukup dini. 2003) Input saline fisiologis awal yang tinggi yakni 0. Insulin intravena diberikan melalui infusi kontinu dengan menggunakan pompa otomatis. Insulin.9 % diberikan 5001000 ml/jam selama 2-3 jam. misalnya pada anak anak kecil. 1.Pasien penderita KAD biasanya mengalami depresi cairan yang hebat. namun semua pasien penderita KAD mengalami depresi kalium tubuh yang mungkin terjadi secara hebat. Kebutaan ( Retinopati Diabetik ) . Dengan menurunnya fungsi ginjal akan disertai naiknya tekanan darah. 2. Bentuk penanganan yang baik atas seorang pasien penderita KAD (ketoasidosis diabetikum) adalah melalui monitoring klinis dan biokimia yang cermat. Meskipun ada kadar potassium serum normal.

Sangat tidak dibenarkan. Tetapi bila tidak terlambat dan segera ditangani secara dini dimana kadar glukosa darah dapat terkontrol. Ini merupakan penyebab kematian mendadak. Keterlambatan dapat menyebabkan kematian. dimungkinkan mengalami kemandulan. Gejala yang timbul mulai dari rasa gelisah sampai berupa koma dan kejang-kejang. Dengan demikian luka kecil cepat menjadi besar dan tidak jarang harus berakhir dengan amputasi. Hal ini terjadi bila diabetes yang diderita telah menyerang saraf. Keluhan ini tidak hanya diutarakan oleh penderita lanjut usia. berat bayi saat lahir bisa mencapai 4 kg atau lebih. dan lekas lelah. Bila penurunan kadar glukosa darah terjadi sangat cepat. Bagi diabetes wanita. Akibatnya timbul rasa sesak. air ketuban yang berlebihan. Hipertensi. . Karena obat-obatan hormon tersebut akan menekan produksi hormon tubuh yang sebenarnya kondisinya masih baik. 1. Pengaruh tersebut diantaranya adalah mudah mengalami keguguran yang bahkan bisa terjadi sampai 3-4 kali berturut-turut. Syaraf ( Neuropati Diabetik ) Neuropati diabetik adalah akibat kerusakan pada saraf. Pada tingkat yang lebih lanjut. Selain itu terganggunya saraf otonom yang tidak berfungsi. Sangat banyak diabetisi laki-laki yang mengeluhkan tentang impotensi yang dialami. keluhan seksual tidak banyak dikeluhkan. Ini terjadi karena sperma masuk ke dalam kandung seni (ejaculation retrograde).Kadar glukosa darah yang tinggi bisa menyebabkan sembab pada lensa mata. sewaktu istirahat jantung berdebar cepat. Penglihatan menjadi kabur dan dapat berakhir dengan kebutaan. perasaan berkurang sehingga apa yang dipegang tidak dapat dirasakan (mati rasa). 1. Impotensi. Hipoglikemia terjadi bila kadar gula darah sangat rendah. kena bara api atau tersiram air panas. jumlah sperma yang ada akan menjadi sedikit atau bahkan hampir tidak ada sama sekali. maka serangan tersebut tidak disertai rasa nyeri. Walau demikian diabetes millitus mempunyai pengaruh jelek pada proses kehamilan. bayi lahir mati atau cacat dan lainnya. Penderita yang mengalami komplikasi ini. bengkak. 1. tetapi juga mereka yang masih berusia 35 – 40 tahun. Kelainan Jantung. Hipoglikemia. Bila hal ini tidak diperhatikan maka sel produksi hormon akan menjadi rusak. Terganggunya kadar lemak darah adalah satu faktor timbulnya aterosklerosis pada pembuluh darah jantung. Bila diabetesi mempunyai komplikasi jantung koroner dan mendapat serangan kematian otot jantung akut. bila untuk mengatasi keluhan ini penderita menggunakan obat-obatan yang mengandung hormon dengan tujuan meningkatkan kemampuan seksualnya. 1. maka penglihatan bisa normal kembali 1. harus diatasi dengan segera. Telapak kaki hilang rasa membuat penderita tidak merasa bila kakinya terluka. Penderita bisa stres.

sehingga bila terkena penyakit akan lebih sulit penyembuhannya. Dibandingkan dengan orang yang normal. Gangguan ini pada dasarnya karena kurangnya perawatan pada rongga mulut gigi dan gusi. Angka kematian masih berkisar 30-50%. ginjal penderita diabetes harus bekerja ekstra berat. Komplikasi tersebut misalnya: 1. Di negara maju dapat dikatakan penyebab utama kematian adalah infeksi. secara otomatis syaraf akan mengirimkan signal ke otak untuk menambah takanan darah. Gangguan infeksi. Untuk itu makanan yang sudah ditelan terasa tidak bisa lancar turun ke lambung. Selain itu tingkat kekentalan darah pada diabetisi juga lebih tinggi. 2. tetapi sebenarnya kematian pada pasien ini bukan disebabkan oleh sindom hiperosmolarnya sendiri tetapi oleh penyakit yang mendasar atau menyertainya. Di negara maju angka kematian dapat ditekan menjadi sekitar 12%. 2. Ketoasidosis diabetik sebesar 14% dari seluruh rumah sakit penerimaan pasien dengan diabetes dan 16% dari seluruh kematian yang berkaitan dengan diabetes. Angka kematian keseluruhan adalah 2% atau kurang saat ini. penderita diabetes millitus lebih mudah terserang infeksi. . Pada anak-anak muda dari 10 tahun. ketoasidosis diabetikum menyebabkan 70% kematian terkait diabetes. usia lanjut dan osmolaritas darah yang sangat tinggi. Komplikasi lainnya. 1. 3. masih terdapat beberapa komplikasi yang mungkin timbul.Karena harus membuang kelebihan glokosa darah melalui air seni.8 Prognosis Prognosis dari ketoasidosis diabetik biasanya buruk. Ditambah dengan kerusakan-kerusakan pembuluh kapiler serta penyempitan yang terjadi. gigi dan gusi. Selain komplikasi yang telah disebutkan di atas. Ganggunan pada saluran pencernakan akibat kelainan urat saraf. Gangguan pada rongga mulut.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful