.

.

.

bunga. Buangan industri: kapur. Di dalam tanah unsur hara memiliki berbagai bentuk dan kelincahan untuk bergerak. atau Waktu. Pengendapan udara: N. eksudat. Produk tanaman tersebut dapat berupa: buah. trubus. karena menguntungkan. 7. biosolid. Tanah memiliki kesuburan yang berbeda-beda tergantung faktor pembentuk tanah yang merajai di lokasi tersebut. buffering capacity. Batuan: batuan fosfat. Perombakan bahan organik tanah. 3. Penyimpanan dan penyediaan hara dan lengas yang optimum [berkaitan dengan Kapasitas Pertukaran Kation. jumlah dan nisbah]. pelaku aktif daur hara dan materi]. Sumber hara dalam tanah 1. biomassa. gipsum. 8. 4. Hara cukup dan seimbang [macam. merupakan daerah jelajah akar. Pelapukan mineral tanah. Organisme. 8. Jeluk mempan perakaran yang memadai [nama lain solum. 2. 2.http://www. batang. 3. Komponen Kesuburan Tanah 1. erosi. getah. sebagai sumber materi dan energi bagi mikrobia]. 5. 6. greensand. Relief. naungan atau penampilan. Humus yang cukup [penyimpanan C-organik dalam tanah. Kesuburan Tanah adalah kemampuan suatu tanah untuk menghasilkan produk tanaman yang diinginkan. Pembenah organik: rabuk. Pemupukan. umbi. Struktur tanah yang optimum [mengatur imbangan air-udara dan kemudahan ditembus akar]. Pengendapan air: sedimen. kompos. Sebaliknya terhadap tanah yang kurang subur dilakukan usaha untuk menyuburkan tanah tersebut sehingga keuntungan yang diperoleh meningkat. biji. maka dapat dipilahkan adanya komponen masukan dan komponen keluaran.docstoc. Mikrobia bermanfaat [melakukan sinergisme. Reaksi tanah yang optimum [mencerminakan ketersediann/kelarutan unsur hara serta dominansi mikrobia]. pada lingkungan tempat tanah itu berada.com/docs/21957544/KESUBURAN-TANAH Tanah yang subur lebih disukai untuk usaha pertanian. yaitu: Bahan induk. daun. sedangkan tanaman merupakan indikator utama mutu kesuburan tanah. Tanah merupakan fokus utama dalam pembahasan kesuburan tanah. Iklim. Penambatan N : legum. akar. S. 7. serta retensi lengas]. Bentuk hara dalam tanah ika tanah digambarkan selaku sistem. Bebas bahan meracun [berupa senyawa toksin dan limbah]. 4. berfungsi dalam khelasi. Hara dapat mengalami alih rupa dan alih tempat. . perlu dikonservasi menghadapi erosi]. banjir. 6. 9. 5.

5. Permukaan jerapan: hara dipegang permukaan tanah oleh berbagai mekanisme. Bahan organik: selalu mengalami proses perombakan dan oleh karena itu akan melepaskan hara. Larutan tanah: bentuk hara terlarut dalam lengas tanah dan sifatnya tersedia segera untuk diserap oleh akar bagi tanaman.com/2010/06/12/pengertian-kesuburan-tanah/ . Pertukaran kation: tipe yang sangat penting dari jerapan permukaan tanah. kemudian diserap tanaman atau berpindah antar pangkalan hara dalam tanah.Pangkalan hara (nutrient pool) Tanpa melihat darimana asalnya. semua hara akan mengelompok dalam pangkalan yang tertentu.wordpress. Unsur hara berinteraksi dengan sifat fisik. Organisme tanah: hara diambil untuk metabolisme atau menjadi komponen penyusun tubuhnya. Pangkalan hara dalam tanah adalah: 1. 4. 3. Mineral tanah: hara yang berada dalam pangkalan ini memeiliki sifat antara cukup terlarut sampai sedikit terlarut. 6. sehingga mengalami imobilisasi sementara. kimia dan biologi tanah. 2. berkisar antara cepat tersedia sampai sangat lambat tersedia. http://nasih.

.

.

\ .

Perbedaan Warna antara Asam Fulvat. sedangkan asam humat berwarna coklat gelap sampai berwarna abu-abu hitam. 3. karbon organik yang menyusun bahan organik yang sedang dalam proses dekomposisi aktif. Ketiga komponen penyusun humus ini dibedakan berdasarkan kelarutannya dalam asam kuat dan basa kuat. bahwa warna dari asam fulvat berkisar warna coklat kekuning-kuningan sampai berwarna kuning cerah.Komponen Penyusun Bahan Organik Bahan organik terbentuk dari beberapa bentuk karbon organik. . dan humin berwarna hitam pekat. Asam Humat dan Humin Berdasarkan warna larutannya seperti terlihat pada gambar dibawah ini. 2. Sedangkan humin tidak larut baik dalam basa kuat maupun dalam asam kuat. Zat humat terdiri dari asam fulvat. dan 4. Asam Fulvat dan Humin Humus terdiri dari beberapa komponen. meliputi: 1. Asam humat hanya larut dalam basa kuat dan tidak larut dalam asam kuat. karbon organik yang menyusun organisme hidup (makro. asam fulvat dan humin. Perbedaan Asam Humat. meso dan makro organisme). Asam fulvat bersifat larut baik dalam Basa Kuat seperti KOH atau NaOH maupun dalam asam kuat seperti HCl. asam humat dan humin. karbon organik yang menyusun bahan hasil dekomposisi yang bersifat lebih resisten yang disebut humus. yaitu: asam humat. Humus terdiri dari zat humat dan zat bukan humat. karbon organik yang menyusun jaringan organisme yang sudah mati tetapi belum terdekomposisi atau masih utuh.

Kandungan unsur karbon (C) dan Nitrogen (N) pada asam . Nitrogen (N) dan Sulfur (S) dari asam humat dan asam fulvat disajikan dalam tabel dibawah ini. Oksigen (O). Model struktur kimia dari asam humat lebih kompleks dibandingkan model struktur kimia asam fulvat. Komposisi Kimia Kandungan unsur karbon (C).Berdasarkan intensitas warna antar Model Struktur Kimia Struktur kimia dari asam humat dan asam fulvat diilustrasikan dalam model struktur kimia berikut ini. Hidrogen (H).

Berbeda dengan pengertian tanah menurut ibu rumah tangga yang selelu mengingatkan anak-anaknya agar jangan bermain tanah dan selalu mengingatkan anak-anaknya tidak lupa mencuci tangan dan kaki apabila kena tanah. akan tetapi kandungan oksigen (O) pada asam fulvat lebih banyak daripada asam humat. dan ibu rumah tangga. Gugus Fungsional Kandungan gugus fungsional yang ada dalam asam humat dan asam fulvat. Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa pada asam humat lebih banyak kandungan gugus fenol daripada asam fulvat. Abdul Madjid. fenol. Jumlah mol dari setiap gugus fungsional tersebut dalam setiap kg asam humat dan asam fulvat disajikan dalam tabel berikut. sedangkan pada asam fulvat lebih banyak kandungan gugus karboksil daripada asam humat. Tanah yang dekat jalan atau dekat pusat pengembangan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi daripada tanah yang berlokasi jauh dari akses jalan atau jauh dari pusat pengembangan. PENDAHULUAN Pengertian tanah sangatlah beragam dan tergantung bidang ilmu yang menilainya. Perubahan definisi tersebut disajikan sebagai berikut: . quinon. Asam fulvat lebih reaktif dibandingkan asam humat. seperti tanah berstatus hak milik berbeda dengan tanah berstatus hak guna usaha (HGU) dan hak pakai serta sangat berbeda sekali dengan tanah garapan. Tanah menurut ahli hukum dinilai berdasarkan status tanah atau hak kepemilikan terhadap tanah. meliputi gugus: karboksil. Tanah menurut ahli ekonomi dan lembaga keuangan perbankan dipahami berdasarkan kedekatan lokasi tanah dengan akses dan kelancaran akses serta kedekatan dengan pusat pengembangan. Ir. Banyaknya kandungan oksigen tersebut berkaitan erat dengan gugus fungsional karboksilat pada asam fulvat yang lebih banyak daripada pada asam humat. Definisi tanah menurut ilmu pertanian juga mengalami pengembangan dari waktu ke waktu. alkohol. lembaga keuangan / perbankan. keton dan metoksil.humat lebih banyak daripada asam fulvat. Pengertian tanah yang dipelajari dalam mata kuliah Dasar Dasar Ilmu Tanah berdasarkan ilmu pertanian. Posted by Dr. Pengertian tanah berdasarkan ahli hukum akan berbeda dengan pengertian tanah menurut ahli ekonomi. MS Dasar-Dasar Ilmu Tanah (1 dari 25) I.

2. dan (5) waktu. dan unsur-unsur hara). (2) iklim. yang telah dan sedang serta terus menerus mengalami perubahan yang dipengaruhi oleh faktor-faktor: (1) bahan induk. (3) penyedia kebutuhan sekunder tanaman (zat-zat pemacu tumbuh. 2. (4) topografi.1 Definisi Tanah Berdasarkan Pendekatan Ahli Geologi Ahli geologi akhir abad XIX mendefinisikan tanah sebagai lapisan permukaan bumi yang berasal dari bebatuan yang telah mengalami serangkaian pelapukan oleh gaya-gaya alam. antibiotik. Jones mendefiniskan tanah sebagai media tumbuh tanaman. Mn. baik yang berdampak positif .4 Definisi Tanah Berdasarkan Pendekatan Ilmu Tanah Terkini Pada tahun 2005 seorang doktor ilmu tanah dari Indonesia bernama Hanafiah mendefiniskan tanah secara lebih komperhensif bahwa tanah adalah lapisan permukaan bumi yang secara fisik berfungsi sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran penopang tumbuh tegaknya tanaman dan menyuplai kebutuhan air dan udara. H. III. K. Mg. 2. vitamin. dan enzim yang dapat meningkatkan ketersediaan hara) dan siklus hara. (2) penyedia kebutuhan primer tanaman (air. FUNGSI TANAH Lima fungsi utama tanah adalah: (1) tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran tanaman. udara. P.2 Definisi Tanah Berdasarkan Pendekatan Pedologi Pada tahun 1870 seorang ahli pedologi yaitu Dokuchaev mendefinisikan tanah sebagai bahan padat (bahan mineral atau bahan organik) yang terletak dipermukaan.II. Saat ini terdapat 4 pengertian tentang tanah yang diuraikan lebih rinci sebagai berikut. Cu. dan (4) sebagai habitat biota tanah. B. dan Cl). sehingga membentuk regolit yaitu lapisan partikel halus. Fe. Ca. (3) organisme. Zn. PENGERTIAN TANAH Definisi tanah dari waktu ke waktu mengalami pengembangan pengertian. yang ketiganya secara integral mampu menunjang produktivitas tanah untuk menghasilkan biomass dan produksi baik tanaman pangan. hormon. secara kimiawi berfungsi sebagai gudang hara dan sumber penyuplai hara atau nutrisi (meliputi: senyawa organik dan anorganik sederhana dan unsur-unsur essensial seperti N. S. proteksi) bagi tanaman. toksin anti hama. tanaman obat-obatan.3 Definisi Tanah Berdasarkan Pendekatan Edaphologi Seorang ahli edaphologi dari Inggris bernama Dr. industri perkebunan. L. asam-asam organik. 2. dan secara biologi berfungsi sebagai habitat biota (organisme) yang berpartisipasi aktif dalam penyediaan hara tersebut dan zatzat aditif (pemacu tumbuh. maupun kehutanan.

jalan. MS Reactions: Dasar-Dasar Ilmu Tanah (2 dari 25) IV. stasiun dan bandara. Beberapa contoh kajian lebih lanjut tentang tanah dengan landasan pendekatan pedologi adalah: fisika tanah. (2) Tanah berfungsi sebagai pelindung tanaman dari serangan hama dan penyakit serta dampak negatif pestisida dan limbah industri yang berbahaya Posted by Dr. maupun yang berdampak negatif karena merupakan hama dan penyakit tanaman.1 Kajian Pedologi Kajian pedologi mendefinisikan tanah berdasarkan dinamika dan evolusi tanah secara alamiah atau berdasarkan pengetahuan alam murni. biologi tanah. terminal. kimia tanah.karena terlibat langsung atau tak langsung dalam penyediaan kebutuhan primer dan sekunder tanaman tersebut. seperti bangunan rumah. Gambar 1. Integrasi kelima fungsi utama tanah disajikan dalam Gambar 1 berikut. pemetaan tanah. . supermarket. Lima fungsi utama tanah yang terintegrasi secara utuh. kantor. Dua Pemahaman Penting Tentang Tanah Dua pemahaman utama yang sangat mendasari pengertian tentang tanah berdasar-kan ilmu pertanian adalah: (1) Tanah sebagai tempat tumbuh dan penyedia kebutuhan tanaman. Ir. survei tanah. morfologi tanah. klasifikasi tanah. Abdul Madjid. (5) lokasi pembangunan berbagai infrastruktur. PERBEDAAN PENGERTIAN TANAH Perbedaan pemahaman pengertian tanah antara pendekatan pedologi dan edaphologi adalah sebagai berikut: 4.

tata guna lahan. ekologi tanah. Gambar 2. Posted by Dr.analisis bentang lahan. pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan. Abdul Madjid. konservasi tanah dan air. 4.2 Kajian Edaphologi Kajian edaphologi mendefinisikan tanah berdasarkan peranan tanah tersebut sebagai media tumbuh tanaman. dan (6) bahan induk tanah (R). yaitu terdiri dari: (1) horison O. (2) horison A. pupuk dan pemupukan. (5) lapisan C. sebagai penciri tingkat perkembangan sistem tanah. Pengertian dari beberapa istilah penamaan horison dalam profil tanah adalah sebagai berikut: . agrohidrologi. dan ilmu ukur tanah. (3) horison Eluviasi.3 Paduan antara Pedologi dan Edaphologi Kajian ilmu tanah tingkat lanjut yang dilandasi kedua pendekatan yaitu pedologi dan edaphologi adalah: pengelolaan tanah dan air. pengelolaan tanah rawa. Tanah yang telah mengalami perkembangan lanjut akan memiliki horisonisasi yang lengkap. Harisonisasi dalam profil tanah secara pemodelan disajikan dalam Gambar 2. evaluasi kesesuaian lahan. Ir. Beberapa contoh kajian tanah tingkat lanjut yang dilandasi pendekatan edaphologi adalah: kesuburan tanah. dan bioteknologi tanah. PROFIL TANAH Pengertian profil tanah adalah irisan vertikal tanah dari lapisan paling atas hingga ke batuan induk tanah. MS Reactions: Dasar-Dasar Ilmu Tanah (3 dari 25) V. 4. Pemodelan dari profil tanah dengan deferensiasi horison yang lengkap. (4) horison B.

yaitu: (1) bentuk topografi datar. yaitu: (1) batas horison dikategorikan nyata apabila peralihan kurang dari 2. liat silikat.5 cm. (6) Batuan induk tanah (R) merupakan bagian terdalam dari tanah dan masih berupa batuan. (3) tidak teratur. .5 cm. Contoh gambaran dari batas horison dan bentuk topografi dari batas tersebut disajikan dalam Gambar 3 dan Gambar 4 berikut.2 Bentuk Topografi Batas Horison Bentuk topografi dari batas harison dalam profil tanah yang terlihat secara visual dibagi dalam 4 kategori. (4) Horison B adalah horison illuvial atau horison pengendapan sehingga terjadi akumulasi dari bahan-bahan yang tercuci dari horison diatasnya. dan (2) horison A. dan (4) batas horison dikategorikan baur apabila peralihan terjadi dengan jarak lebih dari 12. (2) Horison A adalah horison yang tersusun dari bahan mineral berkandungan bahan organik tinggi sehingga berwarna agak gelap.(1) Horison O adalah horison tanah yang tersusun dari serasah atau sisa-sisa tanaman (Oi) dan bahan organik tanah (BOT) hasil dekomposisi serasah (Oa). (3) batas horison dikategorikan berangsur apabila peralihan terjadi dengan jarak berkisar antara 6. Lapisan tanah atas (top soil) terdiri dari: (1) horison O. (5) Horison C adalah lapisan tanah yang bahan penyusunnya masih serupa dengan batuan induk (R) atau belum terjadi perubahan.5 cm sampai 6. Solum tanah meliputi: (1) lapisan tanah atas.5 cm sampai 12. Fe dan Al rendah tetapi kada pasir dan debu kuarsa (seskuoksida) serta mineral resisten lainnya tinggi. (2) berombak. dan (4) terputus.1 Batas Peralihan Horison Batas peralihan horison pada profil tanah terlihat secara visual dalam beberapa kategori. Lapisan tanah bawah (sub soil) terdiri dari: (1) horison E. dan (2) horison B. sehingga berwarna agak terang. (3) Lapisan Eluviasi atau Horison Eluviasi adalah horison yang telah mengalami proses eluviasi (pencucian) sangat intensif sehingga kadar bahan organik tanah.5 cm. 5. dan (2) lapisan tanah bawah.5 cm. 5. (2) batas horison dikategorikan jelas apabila peralihan terjadi dengan jarak berkisar antara 2.

Gambar 4. 07 Desember 2010 Dasar-Dasar Ilmu Tanah (4 dari 25) 5. Posted by Dr.3 Pedon dan Polipedon Sistem tanah tersusun dari unit-unit terkiecil yang disebut pedon. Kedua batas terswebut bertopografi datar. Batas horison yang nyata terjadi pada peralihan dari horison A ke horison B. Kumpulan pedon-pedon yang sama sifatnya yang . Bentuk topografi bergelombang dari batas horison yang terjadi antara horison B dengan horison C dalam sistem tanah. dan batas horison yang jelas terjadi pada peralihan antara horison B ke horison C. MS at 06:13 0 comments Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Labels: Ilmu Tanah Reactions: Selasa.Gambar 3. Abdul Madjid. Ir.

kacang tanah dan jagung. (2) bahan padatan berupa bahan organik. 25 % air dan 25% udara. kedelai. Tanah dengan kedalaman lapisan olah berkisar 20 cm sesuai untuk ditanaman tanaman padi. Sistem tanah yang tersusun dari tiga polypedon yang berbeda.blogspot. (2) kelengkapan atau differensiasi horison-horison pada profil yang mencirikan tingkat perkembangan tanah dan umur tanah. dan (4) udara. Gambaran dari tiga dimensi tanah yang tersusun dari tiga polypedon yang berbeda disajikan dalam Gambar 5 berikut. . 5. a onblur="try {parent. 5% bahan organik tanah. sehingga diketahui tingkat kesuburan tanah.} catch(e) {}" href="http://1. seperti yang disajikan dalam Gambar 6 berikut. yaitu: (1) bahan padatan berupa bahan mineral.4 Kegunaan Profil Tanah Pemahaman yang mendalam mengenai profil tanah akan membantu dalam pemanfaatan berikut: (1) mengetahui kedalaman lapisan olah tanah (top soil). (3) air.com/_dpPjAcpKgtE/TP8L9zGEc5I/AAAAAAAABPA/HCCu5dkqz30/s1600/DDIT%2BTGS%2B AA%2BG005. Begitu juga sebaliknya. tetapi tidak sesuai untuk ditanaman dengan tanaman perkebunan yang berakar dalam. lapisan dalam tanah (sub soil) dan solum tanah.jpg"> Gambar 5.bp. (3) warna tanah yang menunjukkan kondisi aerob (warna terang) atau anaerob (berwarna kelabu) dan tngginya kadar kadungan bahan organik tanah (berwarna hitam/gelap). VI.membentu suatu hamparan disebut polipedon. sehingga membantu dalam menetapkan jenis tanaman yang sesuai untuk ditanam pada tanah tersebut. KOMPONEN PENYUSUN TANAH Suatu tanah tersusun dari 4 komponen utama. Tanah mineral yang subur tersusun dari 45% bahan tanah mineral.deselectBloggerImageGracefully().

sehingga membentuk profil tanah yang lebih dalam. Tanah yang berada pada lahan berlereng curam lebih peka terhadap terjadinya erosi. (3) besarnya erosi yang dapat terjadi. yaitu: (1) jumlah air hujan yang dapat meresap atau disimpan massa tanah. Komposisi keempat komponen tanah (bahan mineral. (2) ketebalan dan kandungan bahan organik horison A. (3) kandungan air tanah. Faktor kecuraman lereng ini mempengaruhi proses pembentukan tanah dengan 4 cara. karena terkikis secara terus menerus saat terjadi hujan. MS at 20:21 0 comments Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Labels: Ilmu Tanah Reactions: Dasar-Dasar Ilmu Tanah (7 dari 25) 7.5 Topografi atau Relief atau Kelerengan Lahan Faktor topografi atau relief yang mempengaruhi proses pembentukan tanah adalah: (1) kecuraman lereng. Interaksi keempat mekanisme ini mempengaruhi proses pembentukan tanah antara lain: (1) ketebalan solum tanah. Ir. air dan udara) yang menempati volume dari sistem tanah. Tanah yang terbentuk pada lereng yang lebih curam akan lebih dangkal. karena memiliki laju infiltrasi dan laju perkolasi yang lebih besar serta proses pembentukan horison berkembang lebih lanjut. bahan organik. sehingga daya rusak air hujan dan aliran permukaan lebih tinggi. dan (4) arah pergerakan air yang membawa bahan-bahan terlarut dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah. Abdul Madjid. . (2) kedalaman air tanah. karena infiltrasi yang terjadi lebih rendah dan aliran permukaan (run off) lebih besar. dan (2) bentuk lereng. Sedangkan tanah yang berada pada lahan yang berlereng landai sampai datar terbentuk lebih dalam.Gambar 6. Posted by Dr.

sedangkan pada tanah dengan air tanah dalam mengalami proses pencucian intensif sehingga pH tanah rendah atau bereaksi asam). Sketsa bentuk permukaan lahan disajikan dalam Gambar 9 dan gambaran visual dari permukaan lahan disajikan dalam Gambar 10 berikut. (6) reaksi tanah atau pH (pada tanah dengan air tanah dangkal mengalami salinisasi sehingga pH tanah netral sampai basa. Perbedaan relief atau bentuk permukaan tanah mempengaruhi proses pembentukan tanah. (5) tingkat perkembangan horison (pada tanah tergenang dan tanah berlereng terjal membentuk solum dangkal. dan (8) kandungan garam mudah larut. Sketsa bentuk permukaan tanah atau relief yang mempengaruhi proses pembentukan tanah. (2) berbentuk lereng yang curam yang terdapat pada punggung bukit dan gunung.(4) warna tanah. (3) berbentuk cekungan dan datar pada kaki dan dasar bukit. Relief atau bentuk permukaan tanah dapat dikelompokkan menjadi: (1) berbentuk cembung yang terdapat pada puncak bukit atau gunung. Gambar 9. sedangkan pada tanah cekungan dan datar membentuk solum dalam) . . (7) kejenuhan basa tanah.

yaitu: . dan Oxisol atau Laterit. Fase juvenil ditandai dengan sudah terbentuk horison A diatas horison C. Fase senil atau disebut tanah tua. (2) juvenil. Vertisol. maka tanah dikelom-pokkan menjadi: (1) tanah muda dengan lamanya waktu pembentukan berkisar 100 tahun. (4) senil. VIII. dan bagian kaki dan dasar bukit yang cekung dan datar. dan (5) fase akhir. yaitu mulai dari fase: (1) awal. Fase akhir atau disebut tanah sangat tua dicirikan dengan mulai berkurangnya proses pelapukan dari system tanah tersebut. Berdasarkan lamanya waktu dalam proses pembentukan tanah. meliputi: horison A1. dan Mollisol. Contoh tanah muda adalah Entisol atau Aluvial atau Regosol. Contoh dari tanah dewasa adalah Inceptisol. Contoh dari tanah tua adalah Ultisol atau Podsolik Merah Kuning. 7. horison B. Fase awal ditandai baru terbentuk horison C. Waktu juga mempengaruhi tingkat perkembangan tanah. dicirikan proses pembentukan horison yang lengkap. dan (3) tanah tua dengan lamanya waktu pembentukan lebih dari jutaan tahun. Kenampakan visual dari bentuk permukaan tanah atau relief yang terdiri dari bagian puncak yang berbentuk cembung. (3) viril.000 tahun sampai dengan 10. Fase viril atau disebut tanah dewasa. pada fase ini sering disebut tanah muda.6 Waktu Faktor waktu juga mempengaruhi tingkat perkembangan tanah dan umur tanah.Gambar 10. dan horison C. dan horison C. PROSES PELAPUKAN Proses pelapukan batuan terjadi akibat tiga mekanisme. horison B1. horison B2. horison A2. bagian punggung yang curam.000 tahun. dicirikan dengan sudah terbentuknya horison A. (2) tanah dewasa dengan lamanya waktu pembentukan berkisar antara 1.

(2) hidrasi atau proses pengikatan molekul air. sehingga mempercepat proses pelapukan. sehingga mudah mengalami proses pelapukan. Ketiga proses ini saling terintegrasi satu sama lain sehingga mempercepat proses pelapukan batuan. makin gelap warna bebatuan akan memiliki daya menyerap cahaya yang lebih banyak dan mempercepat proses pemuaian atau kontraksi dan ekspansi.(1) proses pelapukan fisik. (3) hidrolisis atau proses pergantian kation-kation dengan ion hidrogen dan saat terjadi ionisasi menyebabkan kondisi melemah. dan pengasaman akibat asam sulfat hasil dekomposisi protein. sehingga volume meningkat dan kekuatan melemah serta menjadi mudah mengalami proses pelapukan. (4) oksidasi atau terjadinya penambahan muatan positif. Perbedaan kecepatan proses pelapukan fisik dipengaruhi: (1) tingkat kontraksi dan ekspansi dari komponen penyusun batuan. (3) penetrasi akar. dan (4) aktivitas makhluk hidup lainnya. seoperti perubahan besi dalam batuan dari bentuk ferro menjadi bentuk ferri dan ukurannya bertambah. (2) hantaman air hujan. (2) tingkat kekasaran permukaan bebatuan. sehingga mudah mengalami proses pelapukan. makin kasar permukaan bebatuan akan mengalami proses pelapukan yang lebih cepat. dan (3) hewan. (2) proses pelapukan kimia. sehingga memicu proses pecah dan hancurnya bebatuan. dan (7) asidifikasi atau proses pengasaman bebatuan. dan (5) reduksi atau peristiwa penurunan muatan positif. (2) akar tumbuhan. Proses pelapukan biologi dapat diakibatkan oleh aktivitas kehidupan: (1) mikroorganisme tanah. (6) karbonatasi atau proses yang menyebabkan bereaksinya asam karbonat dengan basa-basa membentuk basa karbonat. Proses pelapukan fisik merupakan proses mekanik yang menyebabkan bebatuan masif pecah dan hancur serta terfragmentasi menjadi partikel-partikel kecil tanpa ada perubahan sifat kimia. Proses ini terjadi akibat dari: (1) perubahan suhu yang drastis seperti sangat dingin atau sangat panas. Proses pelapukan biologi senantiasa mengiringi dari kedua proses sebelumnya. kedua asam ini mempercepat proses pelapukan. dan (3) proses pelapukan biologi. Sebagai contoh: bebatuan yang mengalami proses suhu ektrim (sangat panas atau sangat dingin) sehingga mulai . sehingga mempercepat proses pelapukan. Proses pelapukan kimia merupakan proses pelapukan yang diikuti terjadinya perubahan sifat kimia. dan (3) warna gelap dan terangnya bebatuan. Beberapa proses kimia dari pelapukan adalah: (1) pelarutan atau solubilitas. seperti: pengasaman akibat asam nitrat yang terkandung dalam air hujan.

Sketsa proses pelapukan bahan induk tanah menjadi tanah. MS at 19:10 0 comments . dan ion hara disajikan dalam Gambar 12. Ir. Proses pelapukan fisik batuan induk yang mengalami retakan-retakan akibat pengaruh suhu dingin yang ekstrim dan suhu panas yang ekstrim. Gambar proses pelapukan fisik batuan disajikan dalam Gambar 11. Makin hari tanah yang terbentuk makin dalam dan selalu diikuti dengan perubahan vegetrasi yang tumbuh diatasnya yang dikenal dengan istilah suksesi vegetasi. Tiga proses pelapukan tersebut satu sama lain saling terintegrasi secara utuh dan saling berintekasi dalam mempercepat proses pelapukan bebatuan menjadi tanah. Posted by Dr. Abdul Madjid. oksida aluminium. oksida besi. Sketsa proses pelapukan bahan induk tanah sampai menjadi mineral liat. Gambar 11. selain itu biasanya diiringi juga dengan mulai tumbuhnya tanaman tingkat rendah dan mulai berkembangnya mikroorganisme tanah sehingga lebih mempercepat proses pelapukan.terjadi retakan-retakan. Gambar 12. yaitu dari vegetasi yang berakar dangkal sampai ke vegetasi berakar dalam. Selanjutnya saat terjadi hujan maka air hujan akan masuk ke dalam retakan-retakan tersebut dan makin mempercepat proses pelapukan.

yaitu struktur tanah dengan bentuk bulat dan sangat porous. struktur ini terdapat pada horizon A. (2) Gumpal (blocky). oksida-oksida besi. yaitu struktur tanah yang berbentuk granul. dengan sumbu horisontal setara dengan sumbu vertikal. Keenam bentuk tersebut adalah: (1) Granular. yaitu struktur tanah dengan sumbu vertical lebih besar daripada sumbu horizontal dengan bagian atasnya membuloat. struktur ini terdapat pada horison B pada tanah iklim basah. dan lain-lain. bentuknya menyerupai kubus dengan sudut-sudut membulat untuk gumpal membulat dan bersudut tajam untuk gumpal bersudut. Gumpalan struktur tanah ini terjadi karena butirbutir pasir. dan liat terikat satu sama lain oleh suatu perekat seperti bahan organik.Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Labels: Ilmu Tanah Reactions: Dasar-Dasar Ilmu Tanah (10 dari 25) 2. ukuran. bulat dan porous. struktur ini terdapat pada horison A. (5) Lempeng (platy). yaitu struktur tanah dengan sumbu vertical lebih besar daripada sumbu horizontal dengan bagian atasnya rata. (6) Remah (single grain). struktur ini terdapat pada horison B pada tanah iklim kering. (4) Tiang (columnar). struktur ini ditemukan di horison A2 atau pada lapisan padas liat. Struktur Tanah Struktur tanah merupakan gumpalan kecil dari butir-butir tanah. yaitu struktur tanah yang berbentuk gumpal membuat dan gumpal bersudut. debu. dan kemantapan (ketahanan) yang berbeda-beda. struktur ini terdapat pada horison B pada tanah iklim kering. . (3) Prisma (prismatic). yaitu struktur tanah dengan sumbu vertikal lebih kecil daripada sumbu horizontal. Struktur tanah dikelompokkan dalam 6 bentuk seperti yang disajikan dalam Gambar 15. Gumpalan-gumpalan kecil (struktur tanah) ini mempunyai bentuk.

0 gram cm-3 sampai dengan 1.3 gram cm-3 sampai dengan 1. Tanah yang terbentuk di daerah dengan curah hujan tinggi umumnya ditemukan struktur remah atau granular di tanah lapisan atas (top soil) yaitu di horison A dan struktur gumpal di horison B atau tanah lapisan bawah (sub soil). dan (2) Kerapatan massa (bobot isi = BI) adalah bobot massa tanah kondisi lapangan yang dikering-ovenkan per satuan volume. (4) tiang (colum-nar).Gambar 15. (3) prisma (prismatic) . yaitu: (1) granular. Akan tetapi.3 gram cm-3. biasanya tanah mempunyai kerapatan partikel 2. pada tanah yang terbentuk di daerah Posted by Dr. . Abdul Madjid.6 gram cm-3. Beberapa bentuk struktur tanah. sedangkan yang bertekstur kasar memiliki bobot isi antara 1.8 gram cm-3. dan (6) remah (single grain). (2) gumpal (blocky). Nilai kerapatan massa tanah berbanding lurus dengan tingkat kekasaran partikel-partikel tanah. Bobot Isi Tanah Menurut Hanafiah (2005) bahwa bobot tanah merupakan kerapatan tanah per satuan volume yang dinyatakan dalam dua batasan berikut ini: (1) Kerapatan partikel (bobot partikel = BP) adalah bobot massa partikel padat per satuan volume tanah. Ir. (5) lempeng (platy). Tanah lapisan atas yang bertekstur liat dan berstruktur granuler mempunyai bobot isi (BI) antara 1. makin kasar akan makin berat. MS at 10:29 0 comments Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Labels: Ilmu Tanah Reactions: Dasar-Dasar Ilmu Tanah (11 dari 25) 3.

Warna tanah sangat ditentukan oleh luas permukaan spesifik yang dikali dengan proporsi volumetrik masing-masing terhadap tanah.0 gram cm-3 dengan kedalaman 20 cm. sehingga warna butir koloid tanah (koloid anorganik dan koloid organik) yang memiliki luas permukaan spesifik yang sangat luas. Makin luas permukaan spesifik menyebabkan makin dominan menentukan warna tanah.. Kuarsa umumnya berwarna putih.Sebagai contoh pembanding adalah bobot isi air = 1 gram cm-3 = 1 ton gram cm-3 . dimana kandungan bahan organik umumnya rendah. Warna humus. Makin tinggi kandungan bahan organik. ini berarti terdapat 20 ton bahan organik per hektar. yaitu . dan (b) oksidasi yang menyebabkan terjadinya presipitasi. Menurut Hardjowigeno (1992) bahwa warna tanah berfungsi sebagai penunjuk dari sifat tanah.000 m3) x (1 ton m-3)} = 2. Penyebab perbedaan warna permukaan tanah umumnya dipengaruhi oleh perbedaan kandungan bahan organik. agak kecoklatan atau kuning yang tergantung derajat hidrasinya. Karatan-karatan yang terbentuk ini tidak segera berubah meskipun telah dilakukan perbaikan drainase. Posted by Dr. Ir. Abdul Madjid.0 gram cm-3 )} = {(2. Liat berwarna kelabu. terutama besi dan mangan.2 m) x (1. MS at 10:18 0 comments Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Labels: Ilmu Tanah Reactions: Dasar-Dasar Ilmu Tanah (12 dari 25) 4. akan mempunyai bobot tanah sebesar: = {(volume 1 hektar tanah dengan kedalaman 20 cm) x (BI)} = {(100 m x 100 m x 0. Sedangkan dilapisan bawah. Batu kapur berwarna putih. Selain warna tanah juga ditemukan adanya warna karatan (mottling) dalam bentuk spot-spot. Karatan merupakan warna hasil pelarutan dan pergerakan beberapa komponen tanah. Hal ini terutama dipicu oleh terjadinya: (a) reduksi besi dan mangan ke bentuk larutan. Warna Tanah Warna tanah merupakan gabungan berbagai warna komponen penyusun tanah. sedangkan karatan berwarna gelap terbentuk apabila besi dan mangan tersebut mengalami presipitasi. warna tanah makin gelap. bahkan merah. Feldspar berwarna merah. besi oksida dan besi hidroksida menentukan warna tanah. Warna tanah berhubungan langsung secara proporsional dari total campuran warna yang dipantulkan permukaan tanah. sehingga sangat mempengaruhi warna tanah. kelabu. putih. ini tergantung proporsi tipe mantel besinya. Di daerah berdrainase buruk. Besi tereduksi berwarna biru hijau. yang terjadi selama musim hujan. Besi oksida berwarna merah. karena warna tanah dipengaruhi oleh beberapa faktor yang terdapat dalam tanah tersebut. Karatan berwarna terang hanya sedikit terjadi pada tanah yang rendah kadar besi dan mangannya. warna tanah banyak dipengaruhi oleh bentuk dan banyaknya senyawa Fe dalam tanah.000 ton Apabila tanah tersebut mengandung 1% bahan organik. dan ada kala berwarna olive-hijau. Contoh perhitungan dalam menentukan bobot tanah dengan menggunakan bobot isi adalah sebagai berikut: 1 hekar tanah yang diasumsikan mempunyai bobot isi (BI) = 1. yang kemudian mengalami presipitasi (pengendapan) dan deposisi (perubahan posisi) ketika tanah mengalami pengeringan.

(5) 5 YR. Berdasarkan buku Munsell Saoil Color Chart nilai Hue dibedakan menjadi: (1) 5 R. Chroma menunjukkan kemurnian atau kekuatan dari warna spektrum. (2) kandungan bahan organik tanah.5. dan (3) kadar air tanah dan tingkat hidratasi. Kondisi ini merupakan integrasi dari pengaruh: (1) kandungan bahan organik yang berwarna gelap. Jenis mineral feldspar menyebabkan beragam warna dari putih sampai merah.0.5 . Fe terdapat dalam keadaan oksidasi (Fe3+) misalnya dalam senyawa Fe2O3 (hematit) yang berwarna merah. (8) BG (grown-gray).5 YR. yang ternyata mengarah ke warna reduksi (gleisasi) yaitu warna kelabu biru hingga kelabu hijau. makin tinggi kandungan bahan organik suatu tanah maka tanah tersebut akan berwarna makin gelap. Menurut Wirjodihardjo dalam Sutedjo dan Kartasapoetra (2002) bahwa intensitas warna tanah dipengaruhi tiga faktor berikut: (1) jenis mineral dan jumlahnya. Pada tanah yang berdrainase baik. yaitu mujlai dari spektrum dominan paling merah (5 R) sampai spektrum dominan paling kuning (5 Y). dan (10) GY (gray-yellow).5 – 5.0 . (9) G (gray = kelabu). Selanjutnya setiap warna ini dibagi menjadi kisaran hue sebagai berikut: (1) hue = 0 – 2. Warna tanah ditentukan dengan membandingkan warna tanah tersebut dengan warna standar pada buku Munsell Soil Color Chart. seluruh tanah berwarna abu-abu karena senyawa Fe terdapat dalam kondisi reduksi (Fe2+).0 – 7.5 . Hue dibedakan menjadi 10 warna. 5. (2) YR (yellow-red).5. merah. selain itu juga sering ditambah untuk warna-warna tanah tereduksi (gley) . Sedangkan tingkat hidratasi berkaitan dengan kedudukan terhadap permukaan air tanah. coklat. makin intensif proses pelindihan menyebabkan warna tanah menjadi lebih terang. kuarsa dapat menyebabkan warna putih pada tanah. kuning. kapur. (4) hue = 7. yaitu: (1) Y (yellow = kuning). (2) hue = 2. (2) indikator kondisi iklim untuk tanah yang sudah berkembang lanjut. Selain itu. Makin tinggi kandungan bahan organik maka warna tanah makin gelap (kelam) dan sebaliknya makin sedikit kandungan bahan organik tanah maka warna tanah akan tampak lebih terang.di daerah yang selalu tergenang air. (6) PB (purple-brown). namun secara berurutan sebagai berikut: putih. dan hitam. (4) RP (redpurple). dan (3) chroma. Nilai hue ini dalam buku hanya ditulis: 2. (2) intensitas pelindihan (pencucian dari horison bagian atas ke horison bagian bawah dalam tanah) dari ion-ion hara pada tanah tersebut. (4) 2. dan (3) indikator kesuburan tanah atau kapasitas produktivitas lahan. Value menunjukkan gelap terangnya warna. (3) hue = 5. yaitu di tempat-tempat dimana udara dapat masuk. atau Fe2O3. Sedangkan pada tanah yang kadang-kadang basah dan kadang-kadang kering.5 YR. (5) P (purple = ungu). Tanah dengan kadar air yang lebih tinggi atau lebih lembab hingga basah menyebabkan warna tanah menjadi lebih gelap (kelam). (3) R (red = merah). Keberadaan jenis mineral kwarsa dapat menyebabkan warna tanah menjadi lebih terang. kaolin.5 – 10. sesuai dengan banyaknya sinar yang dipantulkan. dan 10. Chroma didefiniskan juga sebagai gradasi kemurnian dari warna atau derajat pembeda adanya perubahan warna dari kelabu atau putih netral (0) ke warna lainnya (19). Hanafiah (2005) mengungkapkan bahwa warna tanah merupakan: (1) sebagai indikator dari bahan induk untuk tanah yang beru berkembang. Diagram warna baku ini disusun tiga variabel. maka selain berwarna abu-abu (daerah yang tereduksi) didapat pula becak-becak karatan merah atau kuning. Tanah yang mengandung mineral feldspar. dan (9) 5 Y. kelabu. (7) B (brown = coklat). (6) 7. Hue adalah warna spektrum yang dominan sesuai dengan panjang gelombangnya. (3) 10 R. (8) 2. selain ada berbagai pengecualian. (7) 10 YR. Hematit dapat menyebabkan warna tanah menjadi merah sampai merah tua.5 R.5 Y. yaitu: (1) hue. 3 H2O (limonit) yang berwarna kuning cokelat. Secara umum dikatakan bahwa: makin gelap tanah berarti makin tinggi produktivitasnya. coklat-kemerahan. (2) value. 7. sehingga terjadi oksidasi besi ditempat tersebut. dan (3) kandungan kuarsa yang tinggi menyebabkan tanah berwarna lebih terang. seperti pada horison eluviasi. coklat-kekelabuan. (2) 7. yaitu tanah yang tidak pernah terendam air.

4. 7. yang secara keseluruhan disebut berwarna coklat. Selanjutnya. value = 5. 6. yang berarti bahwa warna tanah tersebut mempunyai nilai hue =10 R. Buku Munsell Soil Color Chart yang digunakan sebagai standar warna untuk penetapan warna tanah. atau kering. dan (13) N (netral). yaitu makin tinggi value menunjukkan warna makin terang (makin banyak sinar yang dipantulkan). 2. . Chroma juga dibagi dari 0 sampai 8. yang berarti bahwa warna tanah mempunyai nilai hue = 7. 3. 6. yang secara keseluruhan disebut berwarna merah. chroma = 4. 8. 3. lembab. Pencatatan warna tanah dapat menggunakan buku Munsell Soil Color Chart. 4. sebagai contoh: (1) Tanah berwarna 7. atau kering. dan 8. (11) 5 GY. Value dibedakan dari 0 sampai 8. (2) Tanah berwarna 10 R 4/6 (merah). (12) 5 BG. dimana makin tinggi chroma menunjukkan kemurnian spektrum atau kekuatan warna spektrum makin meningkat. Warna tanah akan berbeda bila tanah basah. value =4 dan chroma = 6. Gambar 16.5 YR. Nama warna tersebut dapat dilihat dari Buku Munsell Soil Color Chart yang disajikan dalam Gambar 16 dan foto detil halaman buku tersebut disajikan dalam Gambar 17. jika ditemukan tanah dengan beberapa warna. Angka 1 warna tidak murni dan angka 8 warna spektrum paling murni. Angka 2 paling gelap dan angka 8 paling terang. maka semua warna harus disebutkan dengan menyebutkan juga warna tanah yang dominannya. Nilai Value pada lembar buku Munsell Soil Color Chart terbentang secara vertikal dari bawah ke atas dengan urutan nilai 2. 5. sehingga dalam menentukan warna tanah perlu dicatat apakah tanah tersebut dalam keadaan basah. lembab. Nilai chroma pada lembar buku Munsell Soil Color Chart dengan rentang horisontal dari kiri ke kanan dengan urutan nilai chroma: 1.5 YR 5/4 (coklat).yaitu: (10) 5 G.

sedangkan konsistensi tanah teguh . konsistensi tanah dibedakan berdasarkan tingkat plastisitas dan tingkat kelekatan. 7. Nilai value tertera secara vertical disebelah kiri dengan nilai: 2. 2. Lembaran warna standar dari buku Munsell Soil Color Chart yang terdiri dari tiga variable. lekat. Konsistensi tanah gembur berarti tanah tersebut mudah diolah. dan 8 dari bawah ke atas. Konsistensi kering merupakan penetapan konsistensi tanah pada kondisi kadar air tanah kering udara. agak plastis. Nilai chroma tertera secara horisontal paling bawah dengan nilai: 1. dan 8 dari kiri ke kanan. Posted by Dr.Gambar 17. teguh. Konsistensi Tanah Konsistensi tanah menunjukkan integrasi antara kekuatan daya kohesi butir-butir tanah dengan daya adhesi butirbutir tanah dengan benda lain. dan ekstrim teguh. dan kering. agak lekat. lembab. 3. 3. konsistensi tanah dibedakan ke dalam tingkat kegemburan sampai dengan tingkat keteguhannya. Nilai hue tertera sebelah kanan paling atas (10 YR). Menurut Hardjowigeno (1992) bahwa tanah-tanah yang mempunyai konsistensi baik umumnya mudah diolah dan tidak melekat pada alat pengolah tanah. Abdul Madjid. plastis. 5. Pada kondisi lembab. dan chroma. value. sangat gembur. Konsistensi basah merupakan penetapan konsistensi tanah pada kondisi kadar air tanah di atas kapasitas lapang (field cappacity). yaitu: basah. Tingkatan kelekatan ditetapkan dari tidak lekat. Keadaan tersebut ditunjukkan dari daya tahan tanah terhadap gaya yang akan mengubah bentuk. Tingkatan plastisitas ditetapkan dari tingkatan sangat plastis. yaitu: hue. 6. MS at 10:05 0 comments Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Labels: Ilmu Tanah Reactions: Dasar-Dasar Ilmu Tanah (13 dari 25) 5. Gaya yang akan mengubah bentuk tersebut misalnya pencangkulan. Konsistensi lembab dinilai mulai dari: lepas. gembur. Pada kondisi basah. Penetapan konsistensi tanah dapat dilakukan dalam tiga kondisi. 4. sangat teguh. Konsistensi lembab merupakan penetapan konsistensi tanah pada kondisi kadar air tanah sekitar kapasitas lapang. dan tidak plastis (kaku). pembajakan. dan penggaruan. Ir. 6. dan sangat lekat. 4.

yaitu meliputi: lepas. dan kemampuannya mempertahankan bentuk tersebut (plastis atau tidak plastis).berarti tanah tersebut agak sulit dicangkul. keras. Cara penetapan konsistensi untuk kondisi lembab dan kering ditentukan dengan meremas segumpal tanah. 1. (2) Agak Lekat (Nilai 1): yaitu dicirikan sedikit melekat pada jari tangan atau benda lain. (3) Plastis (Nilai 2): yaitu dicirikan dapat membentuk gulungan tanah lebih dari 1 cm dan diperlukan sedikit tekanan untuk merusak gulungan tersebut. Konsistensi kering dinilai dalam rentang lunak sampai keras.2 Tingkat Plastisitas. Apabila gumpalan tanah sukar hancur dengan cara remasan tersebut maka tanah dinyatakan berkonsistensi teguh untuk kondisi lembab atau keras untuk kondisi kering. agak keras. lunak. . (4) Sangat Plastis (Nilai 3): yaitu dicirikan dapat membentuk gulungan tanah lebih dari 1 cm dan diperlukan tekanan besar untuk merusak gulungan tersebut. ini dibagi 4 kategori: (1) Tidak Lekat (Nilai 0): yaitu dicirikan tidak melekat pada jari tangan atau benda lain. (2) Agak Plastis (Nilai 1): yaitu dicirikan hanya dapat dibentuk gulungan tanah kurang dari 1 cm. (3) Lekat (Nilai 2): yaitu dicirikan melekat pada jari tangan atau benda lain. Pada kondisi kering. konsistensi tanah dibedakan berdasarkan tingkat kekerasan tanah. sangat keras. ini dibagi 4 kategori berikut: (1) Tidak Plastis (Nilai 0): yaitu dicirikan tidak dapat membentuk gulungan tanah. yaitu: mudah membentuk bulatan atau sukar membentuk bulatan. Selain itu. yaitu menunjukkan kemampuan tanah membentuk gulungan. (4) Sangat Lekat (Nilai 3): yaitu dicirikan sangat melekat pada jari tangan atau benda lain. dapat pula berdasarkan mudah tidaknya membentuk bulatan.1 Tingkat Kelekatan. Dalam keadaan basah ditentukan mudah tidaknya melekat pada jari. yaitu menyatakan tingkat kekuatan daya adhesi antara butir-butir tanah dengan benda lain. Secara lebih terinci cara penentuan konsistensi tanah dapat dilakukan sebagai berikut: (1) Konsistensi Basah 1. dan ekstrim keras. Apabila gumpalan tersebut mudah hancur. maka tanah dinyatakan berkonsistensi gembur untuk kondisi lembab atau lunak untuk kondisi kering. yaitu kategori: melekat atau tidak melakat.

(4) Teguh / Kokoh (Nilai 3): yaitu dicirikan dengan diperlukan tekanan agak kuat saat meremas tanah tersebut agar dapat menghancurkan gumpalan tanah. (2) Lunak (Nilai 1): yaitu dicirikan gumpalan tanah mudah hancur bila diremas atau tanah berkohesi lemah dan rapuh. . (6) Sangat Keras Sekali / Luar Biasa Keras (Nilai 5): yaitu dicirikan dengan diperlukannya tekanan yang sangat besar sekali agar dapat menghancurkan gumpalan tanah atau gumpalan tanah baru bisa hancur dengan menggunakan alat bantu (pemukul). (3) Konsistensi Kering Penetapan konsistensi tanah pada kondisi kadar air tanah kering udara. (2) Sangat Gembur (Nilai 1): yaitu dicirikan gumpalan tanah mudah sekali hancur bila diremas. (5) Sangat Keras (Nilai 4): yaitu dicirikan dengan diperlukan tekanan yang lebih kuat lagi untuk dapat menghancurkan gumpalan tanah atau gumpalan tanah makin sangat sulit ditekan dan sangat sulit untuk hancur. (4) Keras (Nilai 3): yaitu dicirikan dengan makin susah untuk menekan gumpalan tanah dan makin sulitnya gumpalan untuk hancur atau makin diperlukannya tekanan yang lebih kuat untuk dapat menghancurkan gumpalan tanah. (5) Sangat Teguh / Sangat Kokoh (Nilai 4): yaitu dicirikan dengan diperlukannya tekanan berkali-kali saat meremas tanah agar dapat menghancurkan gumpalan tanah tersebut. ini dibagi 6 kategori sebagai berikut: (1) Lepas (Nilai 0): yaitu dicirikan butir-butir tanah mudah dipisah-pisah atau tanah tidak melekat satu sama lain (misalnya tanah bertekstur pasir). (3) Gembur (Nilai 2): yaitu dicirikan dengan hanya sedikit tekanan saat meremas dapat menghancurkan gumpalan tanah.(2) Konsistensi Lembab Pada kondisi kadar air tanah sekitar kapasitas lapang. (6) Sangat Teguh Sekali / Luar Biasa Kokoh (Nilai 5): yaitu dicirikan dengan tidak hancurnya gumpalan tanah meskipun sudah ditekan berkali-kali saat meremas tanah dan bahkan diperlukan alat bantu agar dapat menghancurkan gumpalan tanah tersebut. konsistensi dibagi 6 kategori sebagai berikut: (1) Lepas (Nilai 0): yaitu dicirikan tanah tidak melekat satu sama lain atau antar butir tanah mudah terpisah (contoh: tanah bertekstur pasir). sehingga jika ditekan sedikit saja akan mudah hancur. (3) Agar Keras (Nilai 2): yaitu dicirikan gumpalan tanah baru akan hancur jika diberi tekanan pada remasan atau jika hanya mendapat tekanan jari-jari tangan saja belum mampu menghancurkan gumpalan tanah.

yaitu: (1) mempercepat proses pemiskinan hara dalam tanah akibat proses pencucian (perlin-dian/leaching) yang terjadi secara intensif. dan differensi horison. Selain beberapa peranan yang menguntungkan diatas. (2) sifat dan jumlah koloid organik dan anorganik tanah. dan (4) kadar air tanah. (7) mempermudah dalam pengolahan tanah. air tanah juga menyebabkan beberapa hal yang merugikan. (4) sebagai penopang aktivitas mikrobia dalam merombak unsur hara yang semula tidak tersedia menjadi tersedia bagi akar tanaman. (2) sebagai agen pemicu pelapukan bahan induk. . (6) sebagai stabilisator temperatur tanah. Ir. yaitu dari hara tidak tersedia menjadi hara yang tersedia bagi akar tanaman. MS at 09:56 0 comments Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Labels: Ilmu Tanah Reactions: Dasar_Dasar Ilmu Tanah (14 dari 25) 6. (2) mempercepat proses perubahan horizon dalam tanah akibat terjadinya eluviasi dari lapisan tanah atas ke lapisan tanah bawah. (5) sebagai pembawa oksigen terlarut ke dalam tanah. (3) sebagai pelarut dan pemicu reaksi kimia dalam penyediaan hara. (3) sruktur tanah.Beberapa faktor yang mempengaruhi konsistensi tanah adalah: (1) tekstur tanah. Beberapa peranan yang menguntungkan dari air dalam tanah adalah: (1) sebagai pelarut dan pembawa ion-ion hara dari rhizosfer ke dalam akar tanaman. Posted by Dr. perkembangan tanah. Air Tanah dan Kadar Air Tanah Menurut Hanafiah (2005) bahwa air merupakan komponen penting dalam tanah yang dapat menguntungkan dan sering pula merugikan. Abdul Madjid.

Menurut Hardjowigeno (1992) bahwa air terdapat dalam tanah karena ditahan (diserap) oleh massa tanah. Gambar 18. memiliki ruang pori halus yang lebih banyak. memiliki ruang pori halus lebih sedikit. kondisi ini terjadi karena adanya gaya adhesi antara tanah dengan air. Hubungan tekstur tanah dan kadar air Tekstur tanah yang berbeda mempunyai kemampuan menahan air yang berbeda pula. adalah air dalam tanah dimana daya kohesi (gaya tarik menarik antara sesama butir-butir air) dan daya adhesi (antara air dan tanah) lebih kuat dari gravitasi.(3) kondisi jenuh air menjadikan ruang pori secara keseluruhan terisi air sehingga menghambat aliran udara ke dalam tanah. Tanah bertekstur halus. adalah air yang diserap tanah sangat kuat sehingga tidak dapat digunakan tanaman. sehingga mengganggu respirasi dan serapan hara oleh akar tanaman. tertahan oleh lapisan kedap air. serta menyebabkan perubahan reaksi tanah dari reaksi aerob menjadi reaksi anaerob. Air ini dapat bergerak secara horisontal (ke samping) atau . Air hidroskopik merupakan selimut air pada permukaan butir-butir tanah. contohnya: tanah bertekstur liat. dan sebaliknya tanah bertekstur pasir atau sandy soil (C) memiliki daya menahan air yang jauh lebih rendah daripada tanah bertekstur optimum (A). Karena adanya gaya-gaya tersebut maka air dalam tanah dapat dibedakan menjadi: (1) Air hidroskopik. (2) Air kapiler. atau karena keadaan drainase yang kurang baik. Air dapat meresap atau ditahan oleh tanah karena adanya gaya-gaya adhesi. contohnya: tanah bertekstur pasir. sehingga kemampuan manahan air lebih sedikit pula. Sketsa yang menggambarkan hubungan antara tekstur tanah dengan kemampuan tanah dalam menahan air disajikan dalam Gambar 18 berikut. Kapasitas menahan air yang berbeda dari tanah dengan kelas tekstur berbeda. kohesi. Sedangkan tanah bertekstur kasar. dan gravitasi. Tanah bertekstur liat atau clay soil (B) memiliki daya menahan air lebih banyak dibandingkan dengan tanah dengan kondisi optimum atau optimum soil (A). sehingga berkemampuan menahan air lebih banyak.

Dalam menentukan jumlah air tersedia bagi tanaman beberapa istilah dibawah ini perlu dipahami. Oleh karena itu. yaitu: (1) Kapasitas Lapang: adalah keadaan tanah yang cukup lembab yang menunjukkan jumlah air terbanyak yang dapat ditahan oleh tanah terhadap gaya tarik gravitasi. sedangkan kandungan air pada titik layu permanen adalah pada tegangan 15 bar. yaitu selisih antara kadar air pada kapasitas lapang dikurangi dengan kadar air pada titik layu permanen. Kemampuan tanah menahan air dipengaruhi antara lain oleh tekstur tanah. Tanah-tanah bertekstur kasar mempunyai daya menahan air lebih kecil daripada tanah bertekstur halus. Kandungan air pada kapasitas lapang ditunjukkan oleh kandungan air pada tegangan 1/3 bar. Sebagian besar dari air kapiler merupakan air yang tersedia (dapat diserap) bagi tanaman. Pada suatu saat akar tanaman tidak mampu lagi menyerap air tersebut sehingga tanaman menjadi layu (titik layu permanen). Banyaknya kandungan air dalam tanah berhubungan erat dengan besarnya tegangan air (moisture tension) dalam tanah tersebut. Tegangan diukur dalam bar atau atmosfir atau cm air atau logaritma dari cm air yang disebut pF. Besarnya tegangan air menunjukkan besarnya tenaga yang diperlukan untuk menahan air tersebut di dalam tanah. (3) Air Tersedia: adalah banyaknya air yang tersedia bagi tanaman.0127 bar. (2) Titik Layu Permanen: adalah kandungan air tanah dimana akar-akar tanaman mulai tidak mampu lagi menyerap air dari tanah. Tanaman akan tetap layu baik pada siang ataupun malam hari. Satuan bar dan atmosfir sering dianggap sama karena 1 atm = 1. . Beberapa fungsi air bagi pertumbuhan tanaman adalah: (1) sebagai unsur hara tanaman: Tanaman memerlukan air dari tanah bersamaan dengan kebutuhan CO2 dari udara untuk membentuk gula dan karbohidrat dalam proses fotosintesis. (2) sebagai pelarut unsur hara: Unsur-unsur hara yang terlarut dalam air diserap oleh akar-akar tanaman dari larutan tersebut. Kondisi kelebihan air ataupun kekurangan air dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Air yang dapat ditahan oleh tanah tersebut terus menerus diserap oleh akar-akar tanaman atau menguap sehingga tanah makin lama semakin kering.vertikal (ke atas) karena gaya-gaya kapiler. sehingga tanaman menjadi layu. (3) sebagai bagian dari sel-sel tanaman: Air merupakan bagian dari protoplasma sel tanaman. tanaman yang ditanam pada tanah pasir umumnya lebih mudah kekeringan daripada tanah-tanah bertekstur lempung atau liat. Air yang tersedia bagi tanaman adalah air yang terdapat pada tegangan antara 1/3 bar sampai dengan 15 bar.

Partikel pasir berukuran antara 200 mikrometer sampai dengan 2000 mikrometer. (2) kemampuan tanah menahan air. yaitu: pasir. Abdul Madjid. Partikel liat berukuran kurang dari 2 mikrometer. dan (7) kedalaman solum tanah atau lapisan tanah. . Posted by Dr. serta status ketersediaan hara bagi tanaman. (5) kadar bahan organik tanah. Mempelajari kimia tanah perlu dilandasi dengan pemahaman terhadap bagian fraksi yang reaktif dalam tanah yang disebut dengan koloid tanah. debu dan liat. dan kandungan hara tanah. Partikel tanah yang memiliki permukaan yang lebih luas memberi kesempatan yang lebih banyak terhadap terjadinya reaksi kimia.2 Beberapa Sifat Kimia Tanah Beberapa sifat kimia tanah yang penting untuk diketahui dan dipahami serta tergolong analisis sifat kimia tanah secara rutin yaitu: (1) pH tanah. Partikel liat persatuan bobot memiliki luas permukaan yang lebih luas dibandingkan dengan kedua partikel penyusun tekstur tanah lain (seperti: debu dan pasir).1 Komponen Aktif Tanah Tekstur tanah tersusun dari tiga komponen. Makin halus ukuran partikel penyusun tanah tersebut akan memiliki luas permukaan partikel per satuan bobot makin luas. Dengan demikian. MS at 09:42 0 comments Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Labels: Ilmu Tanah Reactions: Dasar-Dasar Ilmu Tanah (15 dari 25) XI. (2) kandungan karbon organik. (4) tingginya muka air tanah. sehingga sangat menentukan sifat kimia tanah dan mempengaruhi kesuburan tanah. (3) besarnya evapotranspirasi (penguapan langsung melalui tanah dan melalui vegetasi).Ketersediaan air dalam tanah dipengaruhi: (1) banyaknya curah hujan atau air irigasi. reaksi tanah (pH). Ketiga komponen tersebut dibedakan berdasarkan ukurannya yang berbeda. 11. Ir. Partikel debu berukuran antara 2 mikrometer sampai dengan kurang dari 200 mikrometer. (6) senyawa kimiawi atau kandungan garam-garam. KIMIA TANAH Sifat kimia tanah sangat penting karena mempengaruhi dan menentukan kondisi kesuburan suatu tanah. partikel liat adalah komponen tanah yang paling aktif terhadap reaksi kimia. Reaksi-reaksi kimia yang terjadi pada permukaan patikel liat lebih banyak daripada yang terjadi pada permukaan partikel debu dan pasir persatuan bobot yang sama. 11.

(7) kandungan kation asam. sebagai contoh: 1. Ir. MS at 09:35 0 comments Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Labels: Ilmu Tanah Reactions: Dasar-Dasar Ilmu Tanah (16 dari 25) 11. Liat Montmorillonit. mencakup: KTK liat. KTK merupakan jumlah total kation yang dapat dipertukarkan (cation exchangable) pada permukaan koloid yang bermuatan negatif. KTK muatan permanen dan KTK muatan tergantung pH tanah. KTK koloid organik atau dikenal sebagai KTK organik tanah. Liat Vermikullit. 3. memiliki nilai KTK = 10 s/d 40 me/100 g. KTK tanah. yaitu: 1. dan (9) kapasitas tukar kation (KTK). KTK total atau KTK tanah. dan 3. KTK dapat dikelompok-kan menjadi tiga.1. Abdul Madjid.3.1 KTK Liat. dan KTK Tanah Berdasarkan pada jenis koloid yang bermuatan negatif.3. KTK efektif.3. KTK koloid anorganik atau dikenal sebagai KTK liat tanah. Posted by Dr. terdiri dari: P-tersedia dan P-total tanah. (5) kandungan fosfor tanah.(3) kandungan nitrogen. Liat Illit dan Liat Klorit.1. memiliki nilai KTK = 80 s/d 150 me/100 g. Satuan hasil pengukuran KTK adalah milliequivalen kation dalam 100 gram tanah atau me kation per 100 g tanah.1 KTK Koloid Anorganik (KTK Liat) KTK liat adalah jumlah kation yang dapat dipertukarkan pada permukaan koloid anorganik (koloid liat) yang bermuatan negatif. 11. (8) kejenuhan basa (KB). 4. (4) rasio karbon dan nitrogen (C/N). 2. (6) kandungan kation basa dapat dipertukarkan. memiliki nilai KTK = 100 s/d 150 me/100 g. Nilai KTK liat tergantung dari jenis liat.3 Pengertian Kapasitas Tukar Kation Salah satu sifat kimia tanah yang terkait erat dengan ketersediaan hara bagi tanaman dan menjadi indikator kesuburan tanah adalah Kapasitas Tukar Kation (KTK) atau Cation Exchangable Cappacity (CEC). 2.2 KTK Koloid Organik KTK koloid organik sering disebut juga KTK bahan organik tanah adalah jumlah kation yang dapat dipertukarkan pada . Liat Kaolinit memiliki nilai KTK = 3 s/d 5 me/100 g. serta (10) kejenuhan aluminium. KTK Organik. 11. 11.

Nilai KTK koloid organik berkisar antara 200 me/100 g sampai dengan 300 me/100 g.permukaan koloid organik yang bermuatan negatif.3. KTK muatan tidak permanen.3. terjadi substitusi isomorf dari posisi Al yang bermuatan 3+ dari hasil substitusi isomorf terdahulu pada lempeng liat Si-tetrahedron yang telah bermuatan neatif satu.1 KTK Muatan Permanen KTK muatan permanen adalah jumlah kation yang dapat dipertukarkan pada permukaan koloid liat dengan sumber muatan negatif berasal dari mekanisme substitusi isomorf. yaitu: . sehingga terbentuk muatan negatif dua pada lempeng liat Si-tetrahedron tersebut. digantikan oleh Mg yang bermuatan 2+. dan 2.2.2.3. yaitu: 1.2 Perbedaan KTK Tanah Berdasarkan Sumber Muatan Negatif Berdasarkan sumber muatan negatif tanah. terjadi substitusi isomorf dari posisi Si dengan muatan 4+ pada struktur lempeng liat Si-tetrahedron oleh Al yang bermuatan 3+. KTK tanah yang terukur adalah KTK muatan permanen. 11. 11. maka terjadi lagi penambahan muatan negatif satu. terjadinya substitusi isomorf dari posisi Al yang bermuatan 3+ pada struktur liat Al-oktahedron oleh Mg yang bermuatan 2+. Substitusi isomorf ini terjadi dari kation bervalensi tinggi dengan kation bervalensi rendah di dalam struktur lempeng liat. 11. (b). Nilai KTK koloid organik lebih tinggi dibandingkan dengan nilai KTK koloid anorganik. baik kation-kation pada permukaan koloid organik (humus) maupun kation-kation pada permukaan koloid anorganik(liat). Muatan negatif yang terbentuk ini tidak dipengaruhi oleh terjadinya perubahan pH tanah. Contoh peristiwa terjadinya muatan negatif diatas adalah: (a). juga terjadi muatan negatif satu. sehingga terjadi kelebihan muatan negatif satu. KTK muatan permanen.2 KTK Muatan Tidak Permanen KTK muatan tidak permanen atau KTK tergantung pH tanah adalah jumlah kation yang dapat dipertukarkan pada permukaan koloid liat dengan sumber muatan negatif liat bukan berasal dari mekanisme substitusi isomorf tetapi berasal dari mekanisme patahan atau sembulan di permukaan koloid liat. 11. sehingga tergantung pada kadar H+ dan OH. dan (c). baik lempeng liat Sitetrahedron maupun Al-oktahedron. 11.1.3 Hasil Pengukuran KTK Tanah Berdasarkan teknik pengukuran dan perhitungan KTK tanah di laboratorium.dari larutan tanah. maka nilai KTK dikelompokkan menjadi 2.3. Substitusi isomorf adalah mekanisme pergantian posisi antar kation dengan ukuran atau diameter kation hampir sama tetapi muatan berbeda.3 KTK Total atau KTK Tanah KTK total merupakan nilai KTK dari suatu tanah adalah jumlah total kation yang dapat dipertukarkan dari suatu tanah.3. nilai KTK tanah dibedakan menjadi 2.

KTK Total.9.5. Keempat kation basa ini dikelompokkan dalam lima kategori. Na-dd.7.0.4.1 s/d 0. dan 2.4.3 Magnesium Dapat Dipertukarkan . 11.3 s/d 0. Ir.0. (2) rendah untuk nilai Na-dd (mg/100 g) berkisar antara 0.0. dan (5) sangat tinggi untuk nilai Na-dd (mg/100g) > 1. 11. KTK Efektif. (4) tinggi untuk nilai K-dd (mg/100 g) berkisar antara 0. 11.1 s/d 0.2. Uraian setiap kation basa dengan kelima kategorinya disajikan sebagai berikut.2 Natrium Dapat Dipertukarkan Nilai Natrium dapat ditukar atau Na-dd (me/100g) dalam tanah dikelompokkan dalam lima kategori berikut: (1) sangat rendah untuk nilai Na-dd (mg/100 g) < 0.1.4. Mg-dd. dan Ca-dd. Posted by Dr.1 Kalium Dapat Dipertukarkan Nilai Kalium dapat ditukar atau K-dd (me/100g) dalam tanah dikelompokkan dalam lima kategori berikut: (1) sangat rendah untuk nilai K-dd (mg/100 g) < 0.8 s/d 1.6 s/d 1.1. (3) sedang untuk nilai Na-dd (mg/100 g) berkisar antara 0. dan (5) sangat tinggi untuk nilai K-dd (mg/100g) > 1.4.3.9 Kation-Kation Basa Tanah Kation basa tanah yang dapat dipertukarkan secara rutin dianalisis meliputi: K-dd.9.0. (4) tinggi untuk nilai Na-dd (mg/100 g) berkisar antara 0. (3) sedang untuk nilai K-dd (mg/100 g) berkisar antara 0. (2) rendah untuk nilai K-dd (mg/100 g) berkisar antara 0.4 s/d 0.9. MS at 09:30 0 comments Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Labels: Ilmu Tanah Reactions: Dasar-Dasar Ilmu Tanah (18 dari 25) 11. Abdul Madjid.1.

Ir.4. Basa (%) berkisar antara 51 s/d 70 dan (5) sangat tinggi untuk Kej.Nilai Magnesium dapat ditukar atau Mg-dd (me/100g) dalam tanah dikelompok-kan dalam lima kategori berikut: (1) sangat rendah untuk nilai Mg-dd (mg/100 g) < 0. (3) sedang untuk nilai Mg-dd (mg/100 g) berkisar antara 1. (4) tinggi untuk nilai Mg-dd (mg/100 g) berkisar antara 2. 11. (4) tinggi untuk nilai Ca-dd (mg/100 g) berkisar antara 11 s/d 20 dan (5) sangat tinggi untuk nilai Ca-dd (mg/100g) > 20. Basa (%) berkisar antara 36 s/d 50.11 Kejenuhan Aluminium .9. (2) rendah untuk nilai Ca-dd (mg/100 g) berkisar antara 2 s/d 5.1 s/d 2. (3) sedang untuk Kej.4.1.0 dan (5) sangat tinggi untuk nilai Mg-dd (mg/100g) > 8.4 Kalsium Dapat Dipertukarkan Nilai Kalsium dapat ditukar atau Ca-dd (me/100g) dalam tanah dikelompokkan dalam lima kategori berikut: (1) sangat rendah untuk nilai Ca-dd (mg/100 g) < 2. Basa (%) berkisar antara 20 s/d 35.4.4. 11.0.1 s/d 8. Basa (%) < 20.0. (3) sedang untuk nilai Ca-dd (mg/100 g) berkisar antara 6 s/d 10. (2) rendah untuk nilai Mg-dd (mg/100 g) berkisar antara 0.10 Kejenuhan Basa Nilai prosentase kejenuhan basa tanah dikelompokkan dalam lima kategori berikut: (1) sangat rendah untuk Kej. Posted by Dr. (4) tinggi untuk Kej. Abdul Madjid.4 s/d 0. MS at 09:01 0 comments Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Labels: Ilmu Tanah Reactions: Dasar-Dasar Ilmu Tanah (19 dari 25) 11. Basa (%) lebih dari 70. (2) rendah untuk Kej.

6 s/d 6.4. Ir. karena untuk kemasaman tanah (pH) dikelompokkan dalam enam kategori berikut: (1) sangat masam untuk pH tanah < 4.1 Pengertian Organisme tanah Organisme tanah atau disebut juga biota tanah merupakan semua makhluk hidup baik hewan (fauna) maupun tumbuhan (flora) yang seluruh atau sebagian dari fase hidupnya berada dalam sistem tanah.6 s/d 7.Nilai prosentase kejenuhan aluminium tanah dikelompokkan dalam lima kategori berikut: (1) sangat rendah untuk Kej.5. 12. Al (%) < 10.5 (3) agak masam untuk pH tanah berkisar antara 5.5 (6) alkalis untuk pH tanah > 8. Abdul Madjid. (4) tinggi untuk Kej. (3) populasi organisme dan (4) aktivitas metabolisme organisme tanah.6 s/d 8. (3) sedang untuk Kej.5 (4) netral untuk pH tanah berkisar antara 6.5 s/d 5. (2) rendah untuk Kej. 11. Al (%) lebih dari 60. Posted by Dr.5 (2) masam untuk pH tanah berkisar antara 4. Al (%) berkisar antara 31 s/d 60 dan (5) sangat tinggi untuk Kej. Al (%) berkisar antara 10 s/d 20. MS at 08:54 0 comments Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Labels: Ilmu Tanah Reactions: Dasar-Dasar Ilmu Tanah (20 dari 25) XII. Al (%) berkisar antara 21 s/d 30. SIFAT BIOLOGI TANAH Beberapa sifat biologi tanah utama yang perlu dipelajari adalah: (1) keragaman jenis organisme yang hidup dalam tanah.5 (5) agak alkalis untuk pH tanah berkisar antara 7. (2) keberadaan jenis organisme tanah yang bermanfaat. .12 Kemasaman Tanah (pH) Pengelompokan kemasaman tanah berbeda dengan pengelompokkan terhadap sifat kimia tanah lain.

4. yaitu: (a) organisme yang menguntungkan bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. yaitu: bakteri pemfiksasi nitrogen (Rhizobium.000 mm atau 0. yaitu: (1) Makro : > 10 mm (2) Meso : antara 200 mm  10.2 mm  10 mm (3) Mikro : <> . organisme tanah yang dapat melarutkan fosfat. 2.2 Berdasarkan Ukuran Verstrade tahun 1980 mengelompokkan organisme yang hidup dalam tanah berdasarkan ukuran menjadi tiga kelompok.2. yaitu: bakteri pelarut fosfat (Pseudomonas) dan fungi pelarut fosfat.12.1 Berdasarkan peranannya bagi tanaman Berdasarkan peranan organisme tanah terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman. organisme tanah yang dapat menyumbangkan nitrogen ke tanah dan tanaman. organisme tanah yang dapat meningkatkan jangkauan akar terhadap hara tanah dan meningkatkan transfortasi hara P dari tanah ke akar tanaman. Beberapa contoh organisme tanah yang menguntungkan bagi pertumbuhan dan hasil tanaman adalah: 1.2. organisme tanah yang dapat meningkatkan ketersediaan hara bagi tanaman. 3. 12. dan (c) organisme yang tidak menguntungkan dan tidak merugikan. sebagai berikut: 12. organisme tanah dibagi menjadi 3 kelompok. dll).2 Pengelompokan Organisme Tanah Organisme yang hidup dalam tanah dikelompokan berdasarkan berbagai kategori. yaitu: mikoriza. Azotobacter. (b) organisme yang merugikan tanaman. yaitu: cacing tanah. Azosphirillum.

dan (4) Organisme Fhototrophik. 12. yaitu organisme tanah yang memperoleh energi bersum-ber dari energi yang dibebaskan dalam reaksi kimia dalam tanah. yaitu: (1) organisme aerob. yaitu: (1) Organisme Autotrophik. (2) Organisme Heterotrophik.4 Berdasarkan Kebutuhan Oksigen Alexander tahun 1978 mengelompokkan organisme tanah berdasarkan kebutuhan oksigen (O2) menjadi tiga kelompok.2. Organisme tanah yang memperoleh karbon bersumber dari dekomposisi bahan bahan organik dalam tanah dengan sumber energi dari energi hasil reaksi kimia dalam tanah disebut sebagai organisme chemoheterotrop.5 Berdasarkan pH Optimum Pertumbuhan Organisme Alexander tahun 1978 mengelompokkan organisme tanah berdasarkan pH optimum bagi pertumbuhan dan perkembangan organisme tersebut. Organisme tanah yang memperoleh karbon dari perobakana bahan organik yang ada dalam tanah dengan sumber energi dari cahaya matahari disebut sebagai organisme fotoheterotrop.12. (2) organisme anaerob.3 Berdasarkan Sumber Karbon dan Sumber Energi Dawes dan Sutherland tahun 1976 mengelompokkan organisme tanah berdasar-kan sumber karbon dan sumber energi yang digunakan oleh organisme tersebut dan dibagi menjadi empat kelompok. 12. yaitu organisme tanah yang memperoleh energi bersumber dari energi cahaya matahari. yaitu organisme yang memperoleh karbon bersumber dari perombakan bahan organik. (3) organisme mikroaerofilik. Organisme tanah yang memperoleh karbon dari udara melalui proses fotosintesis dengan sumber energi dari cahaya matahari disebut sebagai organisme fotoautotrop. . yaitu organisme tanah yang semasa hidupnya membutuhkan oksigen atau organisme yang dapat hidup dalam kondisi aerob (ada oksigen).2.2. yaitu organisme tanah yang semasa hidupnya tidak membu-tuhkan oksigen bebas atau organisme yang dapat hidup dalam kondisi tergenang tanpa oksigen dan tidak dapat hidup (mati) apabila ada oksigen. yaitu menjadi tiga kelompok sebagai berikut: (1) kelompok organisme yang tumbuh optimum pada pH rendah (< style=""> fungi. yaitu organisme yang dapat hidup dalam kondisi oksigen yang sangat sedikit. yaitu organisme tanah yang memperoleh karbon bersumber dari udara melalui proses fotosintesis. (3) Organisme Chemotrophik.

1 Fauna Tanah Hewan atau fauna tanah diklasifikasikan menjadi tiga. (c) Arthropoda. Posted by Dr. Makro fauna tanah terdiri dari: (a) hewan-hewan besar pelubang tanah seperti: tikus dan kelinci. meliputi: Crustacea (kepiting tanah dan udang tanah).3. Acari.3 Klasifikasi Organisme Tanah Secara umum organisme tanah diklasifikasikan menjadi dua kelompok sebagai berikut: (1) Fauna (hewan) tanah. MS Reactions: Dasar-Dasar Ilmu Tanah (21 dari 25) 12.3. Paraupoda. kutu.5. yaitu: (1) makro fauna.3. (3) kelompok organisme yang tumbuh optimum pada pH netral berkisar 6. dan rayap).2 mm s/d 10 mm. sehingga dapat dilihat jelas dengan bantuan kaca pembesar. 12. (d) Moluska. contohnya pada tanah dengan pH alkali didominasi bakteri dan aktinomicetes.1 Makro Fauna Makro fauna adalah semua hewan tanah yang dapat dilihat langsung dengan mata tanpa bantuan mikroskop dan berukuran lebih dari 10 mm. . (2) meso fauna. dan (3) mikro fauna. dan kalajengking) dan Insekta (belalang.5). 12. Ir. dan (2) Flora (tumbuhan) tanah. Penjelasan lebih rinci disajikan sebagai berikut. Makro fauna tanah terdiri dari: Collembola. jangkrik. (b) cacing tanah. Enchytraeida. semut. Protura. Diplopoda (kaki seribu).1.5 s/d 7. Chilopoda (kelabang).2 Meso Fauna Meso fauna adalah semua hewan tanah yang berukuran lebih kecil berkisar antara 0. dll.1.(2) kelompok organisme yang tumbuh optimum pada pH tinggi (> 7. 12. Diplura. Abdul Madjid. Arachnida (lebah.

Rhizobium. bobot berkisar 500 kg/hektar sampai dengan 600 kg/hektar. dll. populasi: 1. .2. beberapa contoh fungi tanah adalah: Penecillium. Posted by Dr. yaitu flora tanah yang dapat dilihat lebih jelas dan rinci dengan bantuan mikroskop. (4) Algae: berklorofil. maka fungi tanah dikelompokkan menjadi tiga. dan beberapa contoh algae tanah adalah: Algae Hijau (Green Algae) dan Alga Hijau Biru (Blue Green Algae). (b) bakteri. populasi: 800. Mucor. yaitu: (1) Parasit. mampu merombak lignin atau berperan dalam merombak bahan organik. Beberapa karakteristik utama dari masing-masing mikroflora disajikan sebagai berikut: (1) Fungi: tidak berklorofil. bobot sekitar 400 kg/hektar sampai dengan 500 kg/hektar. MS Reactions: Dasar-Dasar Ilmu Tanah (22 dari 25) 12. (2) Mikro Flora.1 Fungi Tanah Secara umum berdasarkan sifat hubungan antara fungi dengan akar tanaman. yaitu: (1) Makro Flora. seperti: penyakit bercak akar kapas.1. terdiri dari: (a) fungi. populasi berkisar antara 15 juta/gram tanah sampai dengan 20 juta/gram tanah.3. yaitu: akar dari tumbuhan tingkat tinggi yang berada dalam tanah. Trichoderma.12. (c) actinomycetes. Ir. (3) Aktinomicetes: mimiliki miselia tetapi lebih kecil. yaitu: fungi tanah yang sebagian atau seluruh hidupnya dapat menyebabkan penyakit pada akar tanaman. flagelata. seperti: omnivorous dan Predaceus.3. salah satu contoh aktinomicetes tanah adalah Streptomices.000/gram tanah. beberapa contoh bakteri tanah adalah: Bacillus. hidup dekat permukaan tanah.3 Mikro Fauna Mikro fauna adalah hewan tanah yang berukuran sangat kecil yaitu kurang dari 0. Aspergillus dan Mikoriza.3. tetapi bermiselia (hyfa). bobot: 1 s/d 1. dan ciliata. 12. dan (b) Nematoda. bakteri bentuk batang > coccus > spiral. Abdul Madjid. Mikro fauna terdiri dari: (a) Protozoa.000.2 Flora Tanah Tumbuhan atau flora tanah diklasifikasikan menjadi dua kelompok.000/gram tanah.2 mm. dan (d) algae. Pseudomonas. (2) bakteri: populasinya berkisar antara 3 milyar/gram sampai dengan 4 milyar/gram tanah. Bejerinkia. Azotobacter.2 ton/hektar. seperti: amoeba.

(3) Simbiotik.(2) Saprofit. Fungi kelompok ini tidak menyebabkan penyakit pada akar tanaman. Gambar preparat irisan melintang dari sel akar tanaman yang terinfeksi mikoriza disajikan dalam Gambar 19 (B). (2) Glomus. Mikoriza Mikoriza (Mycorhiza) adalah fungi yang hidup pada permukaan akar tanaman dan bersifat saling menguntungkan antara Mikoriza dengan akar tanaman. dan (3) Ektendomycorhiza. yaitu: Mikoriza yang perkembangan hifanya tidak memasuki sel-sel akar tanaman tetapi hanya menyebar pada permukaan akan dan memasuki ruang antar sel-sel akar tanaman. Berdasarkan perkembangan hifanya pada akar tanaman. yaitu: fungi tanah yang semasa hidupnya berada pada akar-akar tanaman dan hubungannya dengan akar tanaman membentuk hubungan yang saling mengun-tungkan. seperti: mikoriza atau jamur akar. (2) Ektomycorhiza. (3) Acaulospora. mycorhiza dikelompokkan menjadi tiga. yaitu: Mikoriza yang perkembangan hifanya menyerupai kedua kelompok Mikoriza diatas. yaitu: (1) Endomycorhiza. Beberapa genus dari Endomycorhiza yang telah banyak diteliti oleh para ahli ilmu tanah dan agronomi adalah: (1) Gigaspora. yaitu: Mikoriza yang perkembangan hifanya dapat memasuki sel-sel akar tanaman. (4) dll Gambar 19 (A) merupakan gambar akar tanaman yang bersimbiosis dengan fungi dan sebaran hifa fungi tersebut menjalar ke volume tanah yang lebih luas sehingga memperluas dan memperpanjang jangkauan akar oleh hifa fungi dalam penyerapan hara. . yaitu: fungi tanah yang semasa hidupnya mendapatkan makanan (energi) dari dekomposisi bahan organik tanah.

2. contohnya: bakteri nitrifikasi. yaitu: (a) Bakteri Photoautotroph atau Bakteri Foto Lithotropik: adalah bakteri yang menghasilkan makanan sendiri dan sumber energi yang digunakan berasal dari Sinar Matahari. bakteri pereduksi sulfat. bakteri pengoksidasi belerang. bakteri denitrifikasi. Dasar-Dasar Ilmu Tanah (23 dari 25) 12. Sebaran hifa fungi yang bersimbiosis dengan akar tanaman berfungsi mem-perluas dan memperpanjang jangkauan akar untuk memperoleh hara tanah (A). yaitu: (a) Bakteri Photoheterotroph atau Bakteri Fotoorganotropik: bakteri yang mendapatkan makanan dari bahan organik atau sisa-sisa makhluk hidup lain dan sumber energi yang digunakan berasal dari Sinar Matahari. Bakteri heterotroph ini pun dikelompokkan lagi berdasarkan sumber makanan.Gambar preparat irisan melintang akar tanaman yang terinfeksi mikoriza yang terlihat adanya vesikel dan arbuskul (B). II. dan baik yang makro maupun yang mikro. dan (2) Bakteri Heterotroph atau Bakteri Organotropik. Berdasarkan Sumber Makanan Bakteri tanah berdasarkan sumber karbon yang digunakan dikelompokkan menjadi dua. yaitu: (1) Bakteri Autotroph atau Bakteri Lithotropik . yaitu: bakteri yang mendapatkan makanan dari bahan organik atau sisa-sisa dari makhluk hidup lain. Bakteri autotroph ini dikelompokkan lagi berdasarkan sumber energi yang diperlukan. dan (b) Bakteri Khemoautotroph atau Bakteri Khemolithotropik: adalah bakteri yang menghasilkan makanan sendiri dan sumber energi yang digunakan dari hasil oksidasi bahan organik.Gambar 19. baik fauna maupun flora.3. Berdasarkan Kebutuhan Oksigen .2 Bakteri Tanah Bakteri yang hidup dalam tanah dapat dikelompokkan dalam beberapa kriteria sebagai berikut: I. yaitu: bakteri yang dapat menghasilkan makanan sendiri. menjadi dua kelompok. dll. dan (b) Bakteri Khemoheterotroph atau Bakteri Khemoorganotropik: bakteri yang mendapatkan makanan dari bahan organik atau sisa-sisa makhluk hidup lain dan sumber energi yang digunakan dari hasil oksidasi bahan organik.

masing-masing sekitar 47. Palembang. Universitas Sriwijaya. Palembang. Program Pascasarjana. Luasnya tanah masam tersebut sebenarnya mempunyai potensi yang besar untuk pengembangan usaha pertanian. (Bagian 1 dari 5 Tulisan) I. Palembang. ** : Program Studi Ilmu Tanaman.5. oxisols dan spodosol. Universitas Sriwijaya. Program Pascasarjana. MS Pengelolaan Kesuburan Tanah Pada Lahan Kering (Bagian 1) Pengelolaan Kesuburan Tanah Mineral Masam untuk Pertanian* Oleh: Ida Nursanti** dan Abdul Madjid Rohim*** (Bagian 1 dari 5 Tulisan) Keterangan: * : Makalah Pengelolaan Kesuburan Tanah. ultisol. termasuk Indonesia. *** : Dosen Mata Kuliah Pengelolaan Kesuburan Tanah. Tanah Mineral Masam dan Penyebarannya Tanah mineral masam banyak dijumpai di wilayah beriklim tropika basah. Program Magister (S2). yaitu bakteri yang selama hidupnya tidak membutuhkan oksigen. Universitas Sriwijaya. Keasaman tanah ditentukan oleh kadar atau kepekatan ion hidrogen di dalarn tanah tersebut. tetapi sampai sekarang masih belum dapat dimanfaatkan secara maksimal mengingat beberapa kendala yang terdapat pada tanah masam. 18. Program Studi Ilmu Tanaman. PENDAHULUAN 1. Program Magister (S2). Propinsi Sumatera Selatan.4. Program Studi Ilmu Tanaman.0 dan 56.Tanah ordo lain yang bersifat masam adalah inseptisol dan entisol. yaitu: (1) Bakteri Aerob. Bila kepekatan ion hidrogen di dalam tanah terlalu tinggi maka tanah akan bereaksi asam. yaitu bakteri yang selama hidupnya hanya membutuhkan oksigen dalam jumlah yang sedikit. Indonesia. dan (3) Bakteri Mikroaerofilik. yaitu bakteri yang selama hidupnya membutuhkan oksigen (O2). Posted by Dr. Indonesia. 1996). Sebaliknya. (2) Bakteri Anaerob. Propinsi Sumatera Selatan.4 juta ha atau seluruhnya sekitar 67% dari luas total tanah di Indonesia (Nursyamsi et al. Ir. Abdul Madjid. bila kepekatan ion hidrogen . Indonesia. bahkan bila terdapat oksigen bakteri ini mati.1. 5. Program Pascasarjana.Bakteri yang hidup dalam tanah berdasarkan kebutuhan terhadap oksigen (O2) dikelompokkan menjadi tiga. Program Magister (S2). Propinsi Sumatera Selatan. Luas areal tanah bereaksi asam seperti podsolik.

terIalu rendah maka tanah akan bereaksi basa. Pada kondisi ini kadar kation OH- lebih tinggi dari ion H+. Tanah masam adalah tanah dengan pH rendah karena kandungan H+ yang tinggi. Pada tanah masam lahan kering banyak ditemukan ion Al3+ yang bersifat masam karena dengan air ion tersebut dapat menghasilkan H+. Dalarn keadaan tertentu, yaitu apabila tercapai kcjenuhan ion Al3+ tertentu, terdapat juga ion Al-hidroksida ,dengan demikian dapat menimbulkan variasi kemasaman tanah (Yulianti, 2007). Di daerah rawa-tawa, tanah masam umumnya disebabkan oleh kandungan asam sulfat yang tinggi. Di daerah ini sering ditemukan tanah sulfat masam karena mengandung, lapisan cat clay yang menjadi sangat masarn bila rawa dikeringkan akibat sulfida menjadi sulfat. Kebanyakan partikel lempung berinteraksi dengan ion H+. Lempung jenuh hidrogen mengalami dekomposisi spontan. Ion hidrogen menerobos lapisan oktahedral dan menggantikan atom Al. Aluminium yang dilepaskan kemudian dijerap oleh kompleks lempung dan suatu kompleks lempung-Al-H terbentuk dengan cepat ion. Al3+ dapat terhidrolisis dan menghasilkan ion H. Reaksi tersebut menyumbang pada peningkatan konsentrasi ion H+ dalam tanah. Sumber keasaman atau yang berperan dalam menentukan keasaman pada tanah gambut adalah pirit (senyawa sulfur) dan asam-asam organik. Tingkat keasaman gambut mempunyai kisaran yang sangat lebar. Keasaman tanah gambut cendrung semakin tinggi jika gambut semakin tebal. Asam-asam organik yang tanah gambut terdiri dari atas asam humat, asam fulvat, dan asam humin. Pengaruh pirit yaitu pada oksida pirit yang akan menimbulkan keasaman tanah hingga mencapai pH 2 3. Pada keadaan ini hampir tidak ada tanaman budidaya yang dapat tumbuh baik. Selain menjadi penghambat pertumbuhan tanaman, pirit menyebabkan terjadinya karatan (corrosion) sehingga mempercepat kerusakan alat-alat pertanian yang terbuat dari logam. Terdapat dua jenis reaksi tanah atau kemasaman tanah, yakni kemasaman (reaksi tanah) aktif dan potensial. Reaksi tanah aktif ialah yang diukurnya konsentrasi hidrogen yang terdapat bebas dalam larutan tanah. Reaksi tanah inilah yang diukur pada pemakaiannya sehari-hari. Reaksi tanah potensial ialah banyaknya kadar hidrogen dapat tukar baik yang terjerap oleh kompleks koloid tanah maupun yang terdapat dalam larutan (Hanafiah, 2007). Selanjutnya dijelaskan juga oleh Hanafiah (2007) bahwa sejumlah senyawa menyumbang pada pengembangan reaksi tanah yang asam atau basa. Asam-asam organik dan anorganik, yang dihasilkan oleh penguraian bahan organik tanah , merupakan konstituen tanah yang umum dapat mempengaruhi kemasaman tanah. Respirasi akar tanaman menghasilkan C02 yang akan membentuk H2CO3 dalam air. Air merupakan sumber lain dari sejumlah kecil ion H+. Suatu bagian yang besar dari ion-ion H+ yang dapat dipertukarkan. H H---Lempung ---> Lempung + 3 H+ H Ion-ion H+ tertukarkan tersebut berdisosiasi menjadi ion-ion H+ bebas. Dcrajat ionisasi dan disosiasi ke dalam larutan tanah menentukan khuluk kemasaman tanah. Ion-ion H+ yang dapat dipertukarkan merupakan penyebab terbentuknya kemasaman tanah potensial atau cadangan. Besaran dari kemasaman potensial ini dapat ditentukan dengan titrasi tanah. Ion-ion H+ bebas menciptakan kemasaman aktif. Kemasaman aktif diukur dan dinyatakan sebagai pH tanah. Tipe kemasaman inilah yang sangat menentukan dan mempengaruhi pertumbuhan dan

perkembangan tanaman. Ada beberapa alat ukur reaksi tanah yang dapat digunakan. Alat yang murah ialah kertas lakmus yang bentuknya berupa gulungan kertas kecil memanjang. Alat lain yang harganya sedikit mahal tetapi dapat dipakai berulang kali dengan hasil pengukuran lebih terjamin adalah pH tester dan soil tester. Pemakaian kertas lakmus sangat mudah, caranya yaitu : mengambil tanah lapisan dalam, lalu larutkan dengan air murni (aquadest) dalam wadah. Biarkan tanahnya terendam di dasar wadah sehingga airnya menjadi bening kembali. Setelah bening, air tersebut dipindahkan ke wadah lain secara hati-hati agar tidak keruh. Selanjutnya, ambil sedikit kertas lakmus dan celupkan ka dalam air tersebut. Dalam beberapa saat kertas lakmus akan berubah warna. Cocokan warna pada kertas lakmus dengan skala yang ada pada kemasan kertas lakmus. Skala tersebut telah dilengkapi dengan angka pH masing-masing Warna. Angka pH tanah tersebut adalah angka dari warna pada kemasan yang cocok dengan warna kertas lakmus Misalnya, angka yang cocok adalah 6 maka pH-nya 6. Pemakaian soil tester untuk mendapat pH tanah agak berbeda dengan kertas lakmus. Bentuknya seperti pahat dan berukuran pendek. Oleh karena berbentuk padatan, ada bagian yang runcing. Bagian runcing inilah yang ditancapkan ke tanah hingga pada batas yang dianjurkan. Setelah ditancapkan, sekitar tiga menit kernudian jarum skala yang terletak di bagian atas alat ini akan bergerak. Angka yang ditunjukkan jarum tersebut merupakan pH dari tanah tersebut. Pemakaian pH tester lebih sederhana dan soil tester penggunaannya untuk megukur nilai pH tanah di lahan yang tidak terlalu luas, sekitar 1-2 ha. Walaupun demikian, alat ini masih bisa diandalkan. Bagian yang menunjukkan angka pH berbentuk kotak dengan jarum penunjuk angka. Bagian kotak tersebut dihubungkan dengan besi sepanjang 25 cm yang ujungnya runcing dan dilapisi logam elektroda. Besi inilah vang ditancapkan ke tanah. Jumlah besi bisa 1-2 buah. Penetapan pH tanah sekarang ini dilakukan dengan elektroda kaca. Elektroda ini terdiri dari suatu bola kaca tipis yang berisi HCL. encer, dan di dalamnya disisipkan kawat Ag-AgCl, yang berfungsi sebagai elektrodanya dengan tegangan (voltase) tetap. Pada waktu bola kaca tersebut itu dicelupkan ke dalam suatu larutan, timbul suatu perbedaan antara larutan di dalam bola dan larutan tanah di luar bola kaca. Sebelum pengukuran pH dilakukan, kedua elektroda pertama-tama harus dimasukkan ke dalam suatu larutan yang diketahui pH-nya (misalnya konsentrasi ion H+ = 1 g/L). Kegiatan ini disebut pembakuan elektroda dan petunjuk pH (pH meter). Dalam pengukuran pH, elektroda acuan dan elektroda indikator dicelupkan ke dalam suspensi tanah yang heterogen yang terdiri atas partikel-partikel padat terdispersi dalam suatu larutan aquadest. Jika partikel-partikel padat dibiarkan mengendap, pH dapat diukur dalam cairan supernatant atau dalam endapan (sedimen). Penempatan pasangan elektroda dalam supernatant biasanya memberikan bacaan pH yang lebih tinggi dari pada penempatan dalam sedimen. Perbedaan dalam bacaan pH ini disebut pengaruh suspensi. Pengadukan suspensi tanah sebelum pengukuran tidak akan memecahkan masalah tersebut, karena prosedur ini memberikan bacaan yang tidak stabil (Hanafiah, 2007). Jenis tanah masam diantaranya terdapat pada tanah ordo Ultisol. Ultisol dibentuk oleh proses pelapukan dan pembentukan tanah yang sangat intensif karena berlangsung dalam lingkungan iklim tropika dan subtropika yang bersuhu panas dan bercurah hujan tinggi dengan vegetasi klimaksnya hutan rimba. Dalam lingkungan semacam ini reaksi hidrolisis dan asidolisis serta proses pelindian (leaching) terpacu sangat cepat dan kuat. Asidolisis berlangsung

kuat karena air infiltrasi dan perkolasi mengambil CO2 hasil mineralisasi bahan organik berupa serasah hutan dan hasil pernafasan akar tumbuhan hutan (Yulnafatmawita, 2008). Pelapukan masam tanah membebaskan basa dari mineral tanah secara cepat apabila didukung dengan daya lindi yang kuat maka akan terbentuk tanah yang miskin hara dan Al Fe serta Mn yang tinggi dapat meracun tanaman. Persoalan akan bertambah berat jika bahan induk tanah sudah bersifat masam kondisi inilah yang dijumpai di Sumatera. Tanah ultisol memiliki ciri-ciri sebagai berikut ; 1. pH rendah 2. Kejenuhan Al , Fe dan Mn tinggi 3. Daya jerap terhadap fosfat kuat 4. Kejenuhan basa rendah ; kadar Cu rendah dalam tanah yang berasal dari bahan induk masam (feksil) atau batuan pasir, Zn cukup namun tereluviasi. 5. Kadar bahan organik rendah dan kadar N rendah 6. Daya simpan air terbatas 7. Kedalaman efektif terbatas 8. Derajat agregasi rendah dan kemantapan agregat lemah baik pada lahan berlereng maupun datar. Kerentanan terhadap erosi membuat tanah akan semakin cepat berkurang kesuburannya terutama pada lapisan atas dan akan terakumulasi di bagian yang lebih rendah (Notohadiprawiro, 2006). Kekahatan fosfor merupakan salah satu kendala terpenting bagi usaha tani di lahan masam. Hal ini karena sebagian besar koloid dan mineral tanah yang terkandung dalam tanah Ultisol mempunyai kemampuan menyemat fosfat cukup tinggi, sehingga sebagian besar fosfat dalam keadaan tersemat oleh Al dan Fe, tidak tersedia bagi tanaman maupun biota tanah (Hasanudin dan Ganggo, 2004). Menurut Subandi (2007) Tanah Ultisol umumnya mempunyai pH rendah yang menyebabkan kandunganAl, Fe, danMn terlarut tinggi sehingga dapat meracuni tanaman. Jenis tanah ini biasanya miskin unsur hara esensial makro seperti N, P, K, Ca, dan Mg; unsur hara mikro Zn, Mo, Cu, dan B, serta bahan organik. Meskipun secara umum tanah Ultisol atau Podsolik Merah Kuning banyak mengandung Al dapat ditukar (Al-dd) (20-70%), namun hasil penelitianmenunjukkan bahwa beberapa contoh tanah tersebut mengandung Al-dd relatif rendah (< 20%). Tanah di KP. Kayu Agung, Indralaya, dan Prabumulih Sumatera Selatan, misalnya, mempunyai kejenuhan Al-dd berturut-turut 11,08%, 1,01%, dan 17,26%, di Jawa Barat 13,40% dan 11 dari 28 contoh tanah lapisan atas yang berasal dari Lampung Tengah jugamemiliki kejenuhanAl-dd yang rendah . Tekstur tanah ultisol bervariasi, berkisar dari pasiran (sandy) sampai dengan lempungan (clayey) .Fraksi lempung tanah ini umumnya didominasi oleh mineral silikat tipe 1:1 serta oksida dan hidroksida Fe danAl , sehingga fraksi lempung tergolong beraktivitas rendah dan dayamemegang lengas juga rendah. Karena umumnya memiliki kandungan bahan organik rendah dan fraksi lempungnya beraktivitas rendah maka kapasitas tukar kation tanah (KTK) tanah Podsolik juga rendah, sehingga relatif kurang kuatmemegang hara tanaman dan karenanya unsur haramudah tercuci. Tanah Podsolik atau Ultisol termasuk tanah bermuatan terubahkan (variable charge), sehingga nilai KTK dapat berubah bergantung nilai pH-nya, peningkatan pH akan diikuti oleh peningkatan KTK ,lebih mampu mengikat hara K dan tidak mudah tercuci.

Apabila kelas besar butirnya berpasir. pada 50 % atau lebih dari setiap pedonnya. Akan tetapi beberapa adalah aquod. Jambi (1. Total luas adalah sekitar 45. apabila kelas besar butirnya berlempung kasar. kelihatannya merangsang pertumbuhan spodosol. dan oksidasi aluminium (Al) dengan atau tanpa oksidasi besi (Fe). Tanah-tanah ini mendominasi lahan kering yang ada di Sumatera. oksida) adalah tanah-tanah yang telah mengalami pencucian yang intensif dan miskin hara. tinggi kandungan AL dan Fe. becak-becak pada horizon albik dan terbentuknya semacam lapisan keras (duripan) pada horizon albik. Kalimantan Tengah (4.Ultisols (ultimus-selesai) adalah tanah-tanah yang berwarna kuning merah dan telah mengalami pencucian yang sudah lanjut. dan Riau (2. Senyawa – senyawa organic tercuci kebawah bersama air perkolasi sehingga tanah permukaan menjadi berwarna terang.79 juta). Dengan membusuknya daun-daun yang rendah kadar ion logamnya. dipindahkan kebagian lebih dalam. Dalam hal ini Spodosol mencakup Tanah-tanah yang disebut : Podzol dan Podzol Air Tanah. Oksida aluminium dan besi serta bahan organic akan diendapkan di horizon bagian bawah.01 juta ha). sehingga menghasilkan profil spodosol yang menarik. Total luas tanah ini sekitar 14. Terletak langsung dibawah horizon albik. Species tumbuhan yang berkadar ion-ion logam rendah. seperti pinus. seperti akumulasi bahan organik yang tinggi.81 juta).5% dari total lahan Indonesia dan menyebar di Sumatera Selatan (2. Seperti halnya Ultisols. apabila memiliki horizon dengan semua sifat berikut : i. Sebagian besar mineral. Batas atas berada dalam kedalaman <50 cm. dari permukaan tanah. atau lebih halus atau <200 cm. suatu horizon dalam dengan akumulasi bahan organic. Umumnya terbentuk diwilayah iklim humid. Kalimantan Tengah (2. Irian Jaya (2. sedang horizon bawah menjadi berwarna gelap karena terjadinya selaput organic pada butir-butir tanah. podsolik coklat dan podsol air tanah termasuk dalam spodosol.62 juta). Tanah-tanah ini sudah tua. Kalimantan Barat (1. iv. Batas bawah pada kedalaman 25 cm atau lebih. dengan demikian memadai bila disebut abu kayu). Horizon iluvial ini dijumpai dibawah horizon eluviasi.06 juta).11 juta ha atau 7.14 juta). . Dikenal luas sebagai podsolik merah kuning. kemasaman tinggi akan terbentuk. mereka mendominasi lahan kering dengan intensitas curah hujan yang tinggi. Air perkolasi membawa asam-asam itu kebagian profil tanah yang lenig dalam.27 juta ha). Tersementasi dengan kelembaban minimum 10 cm. Kalimantan dan Jawa. karena tanah ini selama musim tertentu jenuh dengan air dan mempunyai ciri-ciri yang berasosiasi dengan kebasahan. Daerah-daerah dari aquod adalah Florida. Tanah Oxisols (oxide. dan/atau batu sedimen berupa batu pasir kuarsa. Banyak tanah dari timur laut amerika serikat. seperti kantung Semar dan Paku-pakuan. Yaitu vegetasi yang mampu berkembang subur di Tanah masam.41 juta). Mengikuti definisi kuantitatif taksonomi tanah. Irian Jaya (7. Kalimantan Barat (5. skeletal berlempung. Sebagian dari mereka adalah orthod. dibawah vegetasi hutan basah dan berkembang dari bahan endapan dan batuan sediment kaya kuarsa yang dipercepat oleh adanya vegetasi yang menghasilkan serasah asam.71 juta). iii. ii. Horizon atas hancur karena pencucian intensif oleh asam. tanah diklasifikasi sebagai spodosol.82 juta ha). suatu spodosol umum.3 % dari lahan Indonesia dan menyebar di Kalimantan Timur (10.79 juta ha atau 24.04 juta ha). Vegetasi alami yang tumbuh biasanya spesifik jenisnya. dan. dan Lampung (1. Spodosol adalah Tanah – tanah yang secara unik berkembang dari endapan pasir kuarsa. termsuk bagian utara michigan dan winconsin yang dulunya digolongkan sebagai podsol. Spodosol merupakan tanah mineral yang mempunyai horizon spodik. biasanya suatu horizon albik (berwarna merah muda.

Di Indonesia sendiri penyebaran endapan pasir dan batu pasir kuarsa yang secara geologis sangat luas, terdapat di kalimantan tengah, serta setempat-setempat di kalimantan barat dan kalimantan timur. Di pulau lain nampaknya tidak luas penyebaranya dan setempat – setempat terdapat disulawesi dan sumatra. Landform – nya dimasukkan sebagai dataran tektonik. Lanscape luas tanah spodosol seluruhnya diperkirakan 2,16 juta ha atau 1,1 % wilayah dataran indonesia. Penyebaranya paling luas terdapat di kalimantan tengah sekitar 1,51 juta ha, kemudian dikalimantan barat 0,42 juta dan kalimantan Timur 0,15 juta ha. Di silawesi tengah, tengah, selatan dan tenggara dipearkirakan terdapat antara 11-25 ribu ha (Himatan, 2006). Dari empat sub-ordo dalam kelompok spodosol, yang sering kali dibuka untuk pertanian adalah Haplorthods yaitu spodosol yang terbentuk diwilayah beriklim basah, dengan curah hujan tunggi dan rezim kelembaban tanah udik dan aquods yaitu spodosol basah atau jenuh air dengan drainase sangat terhambat dan sering kali mempunyai permukaan air tanah berada dekat dengan permukaan tanah. Data dari analisis tanah dari beberapa pedon Spodosol dari kalimantan tengah dan kalimantan barat menunjukkan bahwa, Spodosol termasuk tanah dengan kelas besar butir berpasir, dengan kandungan fraksi pasir tinggi (65-96 %). Reaksi tanah menunjukkan masam ekstrem sampai sangat masam (pH 3,3 – 4,9) di seluruh lapisan tanah, cenderung menaik kelapisan bawah. Pada permukaan tanah, bisasanya terdapat lapisan bahan organik (Oi dan Oe) tipis (5-10) cm dan dibawahnya terdapat Horizon Al dengan kandungan bahan organik termasuk sedang sampai tinggi (3,1 – 9,5)%. Langsung dibawah horizon ini terdapat horizon E, berwarna putih dan putih kekelabuan, dengan kandungan bahan organik dangat rendah (0,2 – 0,95) %. Rasio C/N tergolong tinggi (16-35). Kandungan P dan K-potensial di lapisan atas dan dilapisan bawah, sangat rendah sampai rendah. Jumlah basa-basa dapat ditukar termasuk sangat rendah (0,2-1,2 cmol (+)/kg tanah). Kandungan kedua unsur hara ini dilapisan serasah, selalu lebih tinggi dari pada lapisan bawah yang berpasir. KTK tanah sebagian besar sangat rendah dilapisan pasir, dan agak tinggi sampai tinggi pada lapisan serasah dan di horizon Bs (sesquioksida). KB semuanya sangat rendah sampai. Potensi Kesuburan alami Spodosol dengan demikian disimpulkan sangat rendah sampai rendah penggunaan tanah (Himatan, 2006)

1.2. Tinjauan Umum Kesuburan Tanah Sebagai sumberdaya alam untuk budidaya tanaman, tanah mempunyai dua fungsi, yaitu : (1) sebagai sumber penyedia unsur hara dan air, dan (2) tempat akar berjangkar. Salah satu atau kedua fungsi ini dapat menurun, bahkan hilang. Hilangnya fungsi inilah yang menyebabkan produkvitas tanah menurun menjadi Tanah Marjinal. Dengan demikian, Tanah Marjinal untuk budidaya tanaman merupakan tanah yang mempunyai sifat-sifat fisika, kimia, dan biologi yang tidak optimal untuk kebutuhan pertumbuhan tanaman. Kalau tanah ini diusahakan untuk budidaya tanaman memerlukan masukan teknologi, sehingga menambah biaya produksi. Selain itu, tanah ini juga tidak mempunyai fungsi ekologis yang baik terhadap lingkungan. Tanah Marjinal dapat terbentuk secara alami dan antropogenik (ulah manusia). Secara alami (pengaruh lingkungan) yang disebabkan proses pembentukan tanah terhambat atau tanah yang terbentuk tidak sesuai untuk pertumbuhan tanaman. Misalnya, bahan induk yang keras dan asam, kekurangan air, suhu yang dingin/membeku, tergenang dan akumulasi bahan gambut, fraksi tanah yang dihasilkan didominasi oleh pasir, pengaruh salinisasi/penggaraman.

Tanah Marjinal yang dimaksudkan adalah tanah yang terbentuk secara alami, bukan tanah yang menjadi marjinal karena antropogenik. Dari 12 ordo tanah di dunia (Alfisols, Andisols, Aridisols, Entisols, Gelisols, Histosols, Inceptisols, Mollisols, Oxisols, Spodosols, Ultisol, dan Vertisols) yang tergolong Tanah Marjinal antara lain adalah : Aridisols, Entisols, Gelisols, Histosols, Inceptisols, dan Ultisols. Secara antropogenik adalah karena ulah manusia yang memanfaatkan sumberdaya alam yang tidak terkendali, sehingga terjadi kerusakan ekosistem. Misalnya, deforestasi dan degradasi hutan, eksploitasi deposit bahan tambang, terungkapnya unsur atau senyawa beracun bagi tanaman, pengeringan ekstrem pada tanah gambut, serta kebakaran. Deforestasi dan degradasi hutan menyebabkan terjadinya erosi yang dipercepat dan punahnya organisme yang berperan dalam pembentukan tanah T = ƒ (i, b, r, o, w). Aliran permukaan yang berasal dari curah hujan akan mengikis lapisan permukaan yang merupakan bagian tersubur dari tanah. Fraksi tanah yang dahulu diangkut adalah yang halus dan ringan yaitu liat dan humus. Kedua fraksi ini sangat berperan dalam menentukan kesuburan tanah, karena merupakan kompleks petukaran ion dan penahan unsur hara. Dalam sedimen yang terangkut pada peristiwa erosi terdapat juga berbagai unsur hara dan bahan organik. Oleh karena itu, tanah yang mengalami erosi akan menurun produktivitasnya menjadi tanah marjinal yang kalau erosi selanjutnya tidak dikendalikan, tanah tersebut akan menjadi lahan kritis. Luas lahan kritis di Indonesia dari tahun ke tahun meningkat, sejalan dengan semakin mengganasnya deforestasi dan degradasi hutan serta belum diterapkannya teknologi konservasi tanah yang memadai, terutama pada areal budidaya tanaman pada lahan berlereng. Dari hasil survei Direktorat Kehutanan tahun 1985 pada 75 DAS (sebagian dari jumlah DAS di Indonesia) jumlah lahan kritis telah mencapai 16 juta ha dan meningkat 2,5 % / tahun. Sedangkan dari laporan Suranggajiwa (1975) luas lahan kritis pada seluruh DAS di Indonesia mencapai 30 juta ha dan meningkat 2 % / tahun. Dapat diprediksi betapa luasnya lahan kritis di Indonesia saat ini. Produktivitas tanah merupakan kemampuan suatu tanah untuk menghasilkan produk tertentu suatu tanaman dibawah suatu sistem pengelolaan tanah tertentu. Suatu tanah atau lahan dapat menghasilkan suatu produk tanaman yang baik dan menguntungkan maka tanah dikatakan produktif. Produktivitas tanah merupakan perwujudan darifaktor tanah dan non tanah yang mempengaruhi hasil tanaman.

Tanah produktif harus mempuyai kesuburan yang menguntungkan bagi pertumbuhan tanaman. Akan tetapi tanah subur tidak selalu berarti produktif. Tanah subur akan produktif jika dikelaola dengan tepat, menggunakan jenis tanaman dan teknik pengelolaan yang sesuai. Kesuburan tanah adalah kemampuan atau kualitas suatu tanah menyediakan unsur hara tanaman dalam jumlah yang mencukupi kebutuhan tanaman, dalam bentuk senyawasenyawa yang dapat dimanfaatkan tanaman dan dalam perimbangan yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman tertentu dengan didukung oleh faktor pertumbuhan lainnya (Yuwono dan Rosmarkam 2008). Tanah yang sehat akan memberikan sumbangan yang besar tehadap kualitas tanah. Kualitas tanah dapat sebagai sifat atau atribut inherent tanah yang dapat digambarkan dari sifat-sifat tanah atau hasil observasi tidak langsung, dan sebagai kemampuan tanah untuk menampakkan fungsi-fungsi produktivitas lingkungan dan kesehatan. Winarso (2005) menjelaskan bahwa pengukuran kualitas tanah merupakan dasar untuk penilaian keberlanjutan pengelolaan tanah yang dapat diandalkan untuk masa-masa yang akan datang, karena dapat dipakai sebagai alat

untuk menilai pengaruh pengelolaan lahan. Pada umumnya proses degradasi tanah dalam sistem pertanian dapat disebabkan oleh erosi, pemadatan, penurunan ketersediaan hara atau penurunan kesuburan, kehilangan bahan organik tanah dan lain lain. Aryantha (2002) menjelaskan ada tiga konsep untuk memperbaiki kesuburan tanah yaitu yang berwawasan lingkungan atau berkelanjutan adalah Low External Input Agriculture (LEIA) dan Low Ezternal Input Sustainable Agriculture (LEISA), dan pertanian modren yang tergantung dengan bahan kimia adalah High External Input Agriculture (HEIA) LEIA adalah sistem yang memanfaatkan sumberdaya lokal yang sangat intensif dengan sedikit atau sama sekali tidak menggunakan masukan dari luar sehingga tidak terjadi kerusakan sumberdaya alam. Pendauran hara di dalam usahatani dengan sumber-sumber yang berasal dari luar usaha tani. Kegiatan ini berguna untuk menambahkan hara kepada tanah dari luar usaha tani. Bahan-bahan yang digunakan: sampah, kompos, limbah, dll. Pendauran hara di dalam usaha tani dengan sumber-sumber yang berasal dari usaha tani itu sendiri. Pendauran ini dapat dilewatkan dengan ternak atau pengembalian sisa-sisa biomassa hasil panen. Cara ini tidak menambahkan hara kepada tanah, tetapi hanya mengembalikan hara yang tidak terangkut ke luar bersama dengan hasil panen . Pendauran hara di dalam petak pertanaman. Kegiatan ini biasanya melibatkan tanaman legum (cover crop) untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan N pada tanaman pokok. HEIA adalah Merupakan sistem pertanian yang menggunakan masukan dari luar (secara berlebihan). Umumnya berupa bahan-bahan agrokimia konvensional yang memang disengaja dibuat untuk input produksi. Sistem ini sangat tergantung senyawa kimia sintetis (pupuk, pestisida, zat pengatur tumbuh). Dapat berpengaruh buruh pada keseimbangan lingkungan dan kesehatan manusia . LEISA adalah Pertanian dengan masukan rendah tetapi mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya alam (tanah, air, tumbuhan dan hewan), manusia (tenaga, pengetahuan dan keterampilan) yang tersedia ditempat dan layak secara ekonomis, mantap secara ekologis, adil secara sosial dan sesuai dengan budaya lokal. Ciri-ciri sitem ini (a) berusaha mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya lokal dengan mengkombinasikan berbagai komponen sistem usahatani (tanaman, hewan, tanah, air, iklim dan manusia) sehingga saling melengkapi dan memberikan efek sinergi yang luar biasa,(b) berusaha mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya lokal dengan mengkombinasikan berbagai komponen sistem usahatani (tanaman, hewan, tanah, air, iklim dan manusia) sehingga saling melengkapi dan memberikan efek sinergi yang luar biasa. Prinsip dasar LEISA adalah menjamin kondisi tanah yang mendukung pertumbuhan tanaman, khususnya dengan mengelola bahan organik dan meningkatkan kehidupan mikroorganisme di dalam tanah (soil regenerator), mengoptimalkan ketersediaan dan menyeimbangkan aliran unsur hara, khususnya melalui penambatan Nitrogen, pendaur ulangan unsur hara dan pemanfaatan pupuk luar sebagai pelengkap,, meminimalkan kerugian sebagai akibat radiasi matahari, udara dan air dengan pengelolaan iklim mikro, pengelolaan air dan pengendalian erosi, saling melengkapi dan sinergi dalam penggunaan sumberdaya genetik yang mencakup penggabungan dalam sistem pertanian terpadu dengan tingkat keanekaragaman fungisonal tinggi .

1.3. Kualitas dan Karekteristik Lahan Kualitas lahan adalah sifat-sifat pengenal atau attribute yang bersifat kompleks dari sebidang lahan. Setiap kualitas

Sedangkan faktor ketinggian tempat di atas permukaan laut berkaitan dengan persyaratan tumbuh tanaman yang berhubungan dengan temperatur udara dan radiasi matahari. semakin rendah suhu udara rataratanya dan hubungan ini dapat dihitung dengan menggunakan rumus Braak (1928): 26. Karakteristik lahan tersebut terutama topografi dan tanah) merupakan unsur pembentuk satuan peta tanah (Ritung. Misalnya tanaman teh dan kina lebih sesuai pada daerah dingin atau daerah dataran tinggi. Dalam kaitannya dengan tanaman. yaitu topografi.2003).). Pada daerah yang data suhu udaranya tidak tersedia. suhu. secara umum sering dibedakan antara dataran rendah (<700> 700 m dpl. Bebrapa unsur iklim yang penting adalah curah hujan. 1976). seperti respon terhadap pemupukan. menyukai dataran tinggi atau suhu rendah.01 x elevasi dalam meter x 0. Topografi yang dipertimbangkan dalam evaluasi lahan adalah bentuk wilayah (relief) atau lereng dan ketinggian tempat di atas permukaan laut. Semakin tinggi tempat. kelapa sawit dan kelapa sesuai untuk dataran rendah.lahan mempunyai keragaan ( performance) yang berpengaruh terhadap kesesuaiannya bagi penggunaan tertentu dan biasanya terdiri atas satu atau lebih karakteristik lahan (land characteristics ). maka temperatur semakin menurun. tanah dan iklim. Namun dalam kesesuaian tanaman terhadap ketinggian tempat berkaitan erat dengan temperatur dan radiasi matahari. oksigen. Namun demikian mengingat sifat saling berkaitan antara unsur iklim satu dengan yang lainnya. Pengukuran curah hujan dapat dilakukan secara manual dan otomatis. Sedangkan secara . dan kelembaban. Data curah hujan diperoleh dari hasil pengukuran stasiun penakar hujan yang ditempatkan pada suatu lokasi yang dianggap dapat mewakili suatu wilayah tertentu.3 C (0. unsur hara dan radiasi (b) Kualitas yang berhubungan dengan kualitas pengelolaan normal. Ketinggian tempat diukur dari permukaan laut (dpl) sebagai titik nol. Iklim sebagai salah satu faktor lingkungan fisik yang sangat penting dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Relief erat hubungannya dengan faktor pengelolaan lahan dan bahaya erosi. maka dalam uraian iklim ini akan diuraikan unsur-unsur iklim yang yang berkaitan dengan pertumbuhan tanaman. Semakin tinggi tempat di atas permukaan laut. misalnya. yang kemudian dijumlahkan menjadi bulanan dan seterusnya tahunan. Karakteristik lahan yang erat kaitannya untuk keperluan evaluasi lahan dapat dikelompokkan ke dalam 3 faktor utama. seperti kemungkinan untuk mekanisasi pertanian (c) Kualitas yang berhubungan dengan kemungkinan perubahan. Sedangkan tanaman karet. dan kelapa lebih sesuai di daerah dataran rendah. Sitorus (1985) menjelaskan ada empat kelompok kualitas lahan utama : (a) Kualitas lahan ekologis yang berhubungan dengan kebutuhan tumbuhan seperti ketersediaan air. Tanaman kina dan kopi. suhu udara diperkirakan berdasarkan ketinggian tempat dari permukaan laut. tetapi pada umumnya ditetapkan berdasarkan karakteristik lahan (FAO. kemungkinan untuk irigasi dan lain-lain (d) Kualitas konservasi yang berhubungan dengan erosi. Di daerah tropika umumnya radiasi tinggi pada musim kemarau dan rendah pada musim penghujan. Kualitas lahan ada yang bisa diestimasi atau diukur secara langsung di lapangan. Secara manual biasanya dicatat besarnya jumlah curah hujan yang terjadi selama 1(satu) hari. sawit. sedangkan karet. Ketinggian tempat dapat dikelaskan sesuai kebutuhan tanaman. Demikian pula dengan radiasi matahari cenderung menurun dengan semakin tinggi dari permukaan laut.6 C) Suhu udara rata-rata di tepi pantai berkisar antara 25-27 C.

Tekstur dapat ditentukan di lapangan seperti disajikan pada Tabel 4. dibedakan menjadi: sedikit : <> 60 %. Bahan kasar adalah persentasi kerikil. pasir berlempung. terutama untuk padi. drainase tanah. Tekstur merupakan komposisi partikel tanah halus (diameter 2 mm) yaitu pasir. Cepat (excessively drained): Tanah mempunyai konduktivitas hidrolik tinggi sampai sangat tinggi dan dayamenahan air rendah. Agak kasar (ak) : Lempung berpasir. debu dan liat. kerakal atau batuan pada setiap lapisan tanah. Karakteristik Kelas Drainase Tanah 1. Drainase tanah menunjukkan kecepatan meresapnya air dari tanah atau keadaan tanah yang menunjukkan lamanya dan seringnya jenuh air. sedangkan bulan kering mempunyai curah hujan <100 mm. . Berdasarkan kriteria tersebut Oldeman (1975) membagi zone agroklimat kedalam 5 kelas utama (A. Kelas drainase tanah yang sesuai untuk sebagian besar tanaman. Sedang (s) : Lempung berpasir sangat halus. Kriteria ini lebih diperuntukkan bagi tanaman pangan. liat. Kriteria yang terakhir lebih bersifat umum untuk pertanian dan biasanya digunakan untuk penilaian tanaman tahunan. tekstur. Data jenis tanah dapat di lihat melalui peta satuan lahan khusus jenis tanah. Kasar (k) : Pasir. 6 dan 7 kurang sesuai untuk tanaman tahunan karena kelas 1 dan 2 sangat mudah meloloskan air. yaitu tanah berwarna homogen tanpabercak atau karatan besi dan aluminium serta warna gley (reduksi). Sedangkan Schmidt & Ferguson (1951) membuat klasifikasi iklim berdasarkan curah hujan yang berbeda. D dan E). bahaya erosi. lempung. seperti contoh peta jenis tanah propinsi Jambi Kabupaten Muaro Jambi. Drainase tanah kelas 1 dan 2 serta kelas 5. misalnya setiap menit. kedalaman tanah dan retensi hara (pH. lempungberdebu. lempung liat berpasir. KTK). Ketebalan gambut. Sangat halus (sh) : Liat (tipe mineral liat 2:1). yakni bulan basah (>100 mm) dan bulan kering (<60 mm). jumlah bulan kering dan jumlah bulan basah. sedangkan kelas 5. C. dan banjir/genangan. atau berdasarkan data hasil analisis di laboratorium dan menggunakan segitiga tekstur .Ciri yang dapat diketahui di lapangan. Bulan basah adalah bulan yang mempunyai curah hujan >200 mm. Kelas drainase tanah disajikan pada Tabel 5. B. serta beberapa sifat lainnya diantaranya alkalinitas. Tanah demikian tidak cocok untuk tanaman tanpa irigasi. dan seterusnya. Faktor tanah dalam evaluasi kesesuaian lahan ditentukan oleh beberapa sifat atau karakteristik tanah di antaranya jenis tanah. Pengelompokan kelas tekstur adalah: Halus (h) : Liat berpasir. 6 dan 7 sering jenuh air dan kekurangan oksigen. Agak halus (ah) : Lempung berliat. Oldeman (1975) mengelompokkan wilayah berdasarkan jumlah bulan basah dan bulan kering berturut-turut. lempung liat berdebu. setiap jam. liat berdebu. terutama tanaman tahunan atau perkebunan berada pada kelas 3 dan 4.otomatis menggunakan alat-alat khusus yang dapat mencatat kejadian hujan setiap periode tertentu. dibedakan menjadi: tipis : <> 400 cm. debu. Untuk keperluan penilaian kesesuaian lahan biasanya dinyatakan dalam jumlah curah hujan tahunan.

tanah basah sampai ke permukaan. Terhambat (poorly drained): Tanah mempunyai konduktivitas hidrolik rendah dan daya menahan air (pori air tersedia) rendah sampai sangat rendah. Ciri yang dapat diketahui di lapangan. 3. Ciri yang dapat diketahui di lapangan. tanah basah secara permanen dan tergenang untuk waktu yang cukup lama sampai ke permukaan. yaitu tanah mempunyai warna gley (reduksi) permanen sampai pada lapisan permukaan. 4. Sangat terhambat (very poorly drained): Tanah dengan konduktivitas hidrolik sangat rendah dan daya menahan air (pori air tersedia) sangat rendah. Tanah demikian cocok untuk padi sawah dan sebagian kecil tanaman lainnya. Agak baik (moderately well drained): Tanah mempunyai konduktivitas hidrolik sedang sampai agak rendah dan daya menahan air (pori air tersedia) rendah. Ciri yang dapat diketahui di lapangan. Tanah kemikian cocok untuk padi sawah dan sebagian kecil tanaman lainnya. Pendekatan lain untuk memprediksi tingkat bahaya erosi yang relatif lebih mudah dilakukan adalah dengan memperhatikan permukaan . yaitu tanah berwarna homogen tanpa bercak atau karatan besi dan/atau mangan serta warna gley (reduksi) pada lapisan 0 sampai 100 cm. yaitu tanah mempunyai warna gley (reduksi) dan bercak atau karatan besidan/atau mangan sedikit pada lapisan sampai permukaan. tanah basah untuk waktu yang ke cukup lama sampai permukaan. Baik (well drained): Tanah mempunyai konduktivitas hidrolik sedang dan daya menahan air sedang. Tanah demikian cocok untuk berbagai tanaman. yaitu dengan cara memperhatikan adanya erosi lembar permukaan (sheet erosion). Ciri yang dapat diketahui di lapangan. 7. Tingkat bahaya erosi dapat diprediksi berdasarkan kondisi lapangan. dan erosi parit (gully erosion).Tanah demikian hanya cocok untuk sebagian tanaman kalau tanpa irigasi. Ciri yang dapat diketahui di lapangan. Ciri yang dapat diketahui di lapangan. erosi alur (rill erosion). yaitu tanah berwarna homogen tanpa bercak atau karatan besi dan aluminium serta warna gley (reduksi). tanah basah dekat permukaan. Agak cepat (somewhat excessively drained): Tanah mempunyai konduktivitas hidrolik tinggi dan daya menahan air rendah. Agak terhambat (somewhat poorly drained): Tanah mempunyai konduktivitas hidrolik agak rendah dan daya menahan air (pori air tersedia) rendah sampai sangat rendah. Tanah demikian cocok untuk berbagai tanaman.2. yaitu tanah berwarna homogen tanpa bercak atau karatan besi dan/atau mangan serta warna gley(reduksi) pada lapisan 0 sampai 25 cm. 5. lembab. 6. Tanah demikian cocok untuk padi sawah dan sebagian kecil tanaman lainnya. yaitu tanah berwarna homogen tanpa bercak atau karatan besi dan/atau mangan serta warna gley (reduksi) pada lapisan 0 sampai 50 cm. tapi tidak cukup basah dekat permukaan.

Program Pascasarjana. aras N. *** : Dosen Mata Kuliah Pengelolaan Kesuburan Tanah. Horizon A biasanya dicirikan oleh warna gelap karena relative mengandung bahan organik yang lebih tinggi.tanah yang hilang (rata-rata) pertahun. Abdul Madjid. fraksi lempung didominasi oleh mineral-mineral bermuatan terubahkan seperti kaolinit. R. Propinsi Sumatera Selatan. Program Magister (S2). Propinsi Sumatera Selatan. dibandingkan tanah yang tidak tererosi yang dicirikan oleh masih adanya horizon A. stabilitas agregat baik. A. Indonesia.. 1993). pH rendah. Indonesia. Palembang. Universitas Sriwijaya. Propinsi Sumatera Selatan. (Bagian 2 dari 5 Tulisan) II. Fakultas Pertanian Unsri & Program Pascasarjana Unsri. Program Magister (S2). http://dasar2ilmutanah. Permasalahan Pada Tanah Mineral Masam Tanah masam di Indonesia memiliki ciri-ciri tekstur lempungan. Indonesia.blogspot. permeabilitas rendah. Mg sangat rendah. P. Program Studi Ilmu Tanaman. Tanah ini di Indonesia terbentuk di daerah yang bercurah . Palembang. Ca. Posted by Dr. ** : Program Studi Ilmu Tanaman. Universitas Sriwijaya. Palembang. Program Pascasarjana. Program Magister (S2). Dasar-Dasar Ilmu Tanah. (2) Kesuburan Tanah. Bahan Ajar Online untuk mata kuliah: (1) Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Bersambung ke bagian 2 yang dapat dilihat pada pustaka dibawah ini: Pustaka: Madjid. Universitas Sriwijaya. Program Studi Ilmu Tanaman. 2009. struktur gumpal. gibsit dan atau goetit (Ismail et al.com. 1993). MS at 21:27 3 comments Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Labels: Kesuburan Tanah Reactions: Pengelolaan Kesuburan Tanah Pada Lahan Kering (Bagian 2) Pengelolaan Kesuburan Tanah Mineral Masam untuk Pertanian* Oleh: Ida Nursanti** dan Abdul Madjid Rohim*** (Bagian 2 dari 5 Tulisan) Keterangan: * : Makalah Pengelolaan Kesuburan Tanah. vegetasi alami alang-alang (Imperata cylindrica) dan hutan (Hardjowigeno. dan (4) Pengelolaan Kesuburan Tanah Lanjut. Ir. KPK rendah. (3) Teknologi Pupuk Hayati. Program Pascasarjana.

Kayu Agung. Salah satu ordo tanah yang cukup luas penyebarannya adalah Ultisols. 1990). dan Mg. namun hasil penelitianmenunjukkan bahwa beberapa contoh tanah tersebut mengandung Al-dd relatif rendah (< 20%). Fraksi lempung tanah ini umumnya didominasi oleh mineral silikat tipe 1:1 serta oksida dan hidroksida Fe danAl. serta kekahatan unsur-unsur hara penting seperti N. misalnya. K. sehingga fraksi lempung tergolong beraktivitas rendah dan dayamemegang lengas juga rendah. maka dalam pengelolaannya untuk pertanaman. Mn. dan B. pemanfaatan lahan ini menghadapi kendala karakteristik tanah yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman terutama tanaman pangan . terdapat dua pendekatan pokok yakni pemilihan jenis komoditas atau varietas yang adaptif serta perbaikan kesuburan tanah dengan ameliorasi dan pemupukan. dan 17. abu vulkan atau andesit . Hidayat dan Mulyani. Usaha pertanian di tanah Ultisol akan menghadapi sejumlah permasalahan.et al. bereaksi masam. sehingga nilai KTK dapat berubah bergantung nilai pH-nya. Indralaya. 2003). berkisar dari pasiran (sandy) sampai dengan lempungan (clayey). Ca. Indonesia memiliki lahan kering masam cukup luas yaitu sekitar 99. Jawa dan Nusa Tenggara (Soebagyo. Cu. dan K merupakan kunci untuk memperbaiki kesuburan lahan kering masam. topografi berombak hingga berbukit dengan ketinggian 50-350 mm di atas muka air laut. Namun demikian.hujan tinggi (2500-3000 mm per tahun). Sulawesi. 1. K.26% di Jawa Barat 13. Lahan kering tergolong suboptimal karena tanahnya kurang subur. 2004. dan Mn terlarut tinggi sehingga dapat meracuni tanaman. P. Karena umumnya memiliki kandungan bahan organik rendah dan fraksi lempungnya beraktivitas rendah maka kapasitas tukar kation tanah (KTK) tanah Podsolik juga rendah. 2007).6 juta hektar dan tersebar di Kalimantan. Meskipun secara umum tanah Ultisol atau Podsolik Merah Kuning banyak mengandung Al dapat ditukar (Al-dd) (20-70%). keracunan Al. Pengelolaan tanah-tanah mineral masam untuk kepentingan pertanian menghadapi kendala pH yang rendah.Tanah Ultisol umumnya mempunyai pH rendah yang menyebabkan kandunganAl. serta bahan organik . bahan organik. P. lebih mampu mengikat hara K dan tidak mudah tercuci (Subandi. Fe. dan Prabumulih Sumatera Selatan. Sumatera. batuan induk granit. Maluku. Mo.08%. mengandung Al. peningkatan pH akan diikuti oleh peningkatan KTK. P. Ditinjau dari luasnya. Memperhatikan permasalahan yang dihadapi pada lahan kering masam seperti yang disebutkan di depan. dan pemupukan N. Teknologi ini mencakup segala upaya untuk memanipulasi jasad renik dalam tanah dan proses metabolik mereka untuk mengoptimumkan produktivitas pertanaman. dan atau Mg dan Mo . 2005). secara teknis. Tanah Podsolik atau Ultisol termasuk tanah bermuatan terubahkan (variable charge). dan atau Mn dalam jumlah tinggi sehingga dapat meracuni tanaman.01%. Lahan masam pada umumnya miskin bahan organik dan hara makro N. P. sehingga relatif kurang kuatmemegang hara tanaman dan karenanya unsur haramudah tercuci. mempunyai kejenuhan Al-dd berturut-turut 11. Pemberian bahan ameliorasi kapur. Tanah di KP.40% dan 11 dari 28 contoh tanah lapisan atas yang berasal dari Lampung Tengah jugamemiliki kejenuhanAl-dd yang rendah (Taufiq et al. Papua. Tekstur tanah ultisol bervariasi.. Ca. Fe. dan Mg. Jenis tanah ini biasanya miskin unsur hara esensial makro seperti N. Ca. dan/atau Fe. Ultisol mempunyai potensi yang besar untuk pengembangan pertanian lahan kering. Upaya untuk mengatasi persoalan kesuburan tanah-tanah masam adalah dengan mengkombinasikan antara praktek usaha tani dengan penerapan bioteknologi tanah yang menekankan pada komponen mengamankan suplai N di dalam sistem tanah-tanaman dengan pengayaan fiksasi N2 secara biologis (Notohadiprawiro. unsur hara mikro Zn.

tetapi kadar Al dan Mn tinggi. Alfisols dan Oxisols maka reaktivitasnya terhadap fosfat perlu dipertimbangkan sebagai landasan pengelolaan P pada tanah-tanah ini. (1966) berkesimpulan bahwa isotherm retensi P adalah sama untuk kaolinit. Oleh karena itu. 1994). erosi tanah merupakan salah satu penyebab degradasi lahan yang dominan disamping penyebab lain seperti pencucian hara dan akumulasi unsurunsur beracun. Kesuburan tanah ini secara alamiah sangat tergantung pada lapisan atas yang kaya bahan organik tetapi bersifat labil. Sedangkan pembuatan teras dan galengan memerlukan biaya yang tinggi dan petani tidak memiliki cukup biaya. kekahatan fosfor merupakan salah satu kendala terpenting bagi usaha tani di lahan masam. Dampak langsung dari wilayah yang mengalami erosi adalah terjadinya suatu areal yang secara bertahap menjadi tandus dengan konsekuensi penduduk yang tinggal disekitarnya akan menjadi miskin (Pandang dan Subandi. kesuburan tanah Ultisol sering kali hanya ditentukan oleh kadar bahan organik pada lapisan atas. yang dicirikan oleh kapasitas tukar kation (KTK) dan kemampuan memegang/menyimpan air yang rendah. Tanaman yang dibudidayakan pada lahan kering PMK yang krits tidak mampu berproduksi secara optimal jika dikelola secara konvensional (Hakim et al. 1997). 2006). Pada umumnya lahan kering masam didominasi oleh tanah Ultisol. Di samping itu. 1997). Beberapa kendala sifat fisik tanah yang sering dijumpai antara lain adalah kemantapan agregat yang rendah. Kandungan bahan organik. KTK dan kejenuhan basahnya umumnya rendah. karena kaolin merupakan mineral lempung yang merajai terutama pada tanah-tanah mineral masam seperti Ultisols. Kalau lahan ini diolah untuk budidaya. Muljadi et al. tidak tersedia bagi tanaman maupun biota tanah (Notohadiprawiro. kandungan bahan organik yang memadai. Mineral Kaolin telah lama dikenal akan reaktivitasnya terhadap fosfat. Wild (1950) melakukan penelitian tentang reaksi fosfat dengan lempung alumino-silikat dan berkesimpulan bahwa montmorillonit dan kaolinit menjerap P dalam jumlah yang hampir sama apabila ukuran partikelnya serupa. Oleh karena itu lahan ini tergolong lahan marginal yang tingkat produktivitasnya rendah.bila tidak dikelola dengan baik. gibbsite dan pseudoboehmite. Ia mengusulkan dua mekanisme retensi P oleh mineral-mineral lempung. Mineral liat umumnya didominasi oleh kaolinit yang tidak banyak memberikan sumbangan terhadap kesuburan tanah serta sebagian besar tanah ini mempunyai kapasitas memegang air yang rendah dan peka terhadap erosi (Arief dan Irman. Hal ini karena sebagian besar koloid dan mineral tanah yang terkandung dalam tanah Ultisol mempunyai kemampuan menyemat fosfat cukup tinggi. tanah mudah menjadi padat dan permeabilitas tanah yang lambat. yaitu pertukaran ion fosfat dengan gugus hidroksil pada lapisan gibbsite dan/atau sebagai anion tertukarkan yang mengimbangi muatan positif hasil protonasi ion. Kesalahan dalam pengelolaan merupakan penyebab degradasi lahan yang mendasar. Lahan kering Podzolik Merah Kuning beriklim basah didominasi oleh tanah masam PMK dengan bahan induk yang miskin unsur hara (Partohardjono et al. . Kendala pengembangan lahan Podzolik Merah Kuning beriklim basah dengan topograsi bergelombang cukup kompleks. Di daerah tropika basah yang topografinya bervariasi dari datar. produktivitas lahan cepat pula menurun dan akhirnya menjadi lahan kritis. bergelombang hingga bergunung. sehingga sebagian besar fosfat dalam keadaan tersemat oleh Al dan Fe. 1997). dan bila lapisan ini tererosi maka tanah menjadi miskin hara dan bahan organik. Kandungan dan kejenuhan aluminiumnya tinggi yang dapat meracuni tanaman dan daya fiksasi yang tinggi terhadap Phospor. Sifat kimia dan fisika tanah PMK yang jelek merupakan kendala misalnya tanah yang bereaksi masam sampai sangat masam.

2009.. Bahan Ajar Online untuk mata kuliah: (1) Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Meskipun demikian perlu disadari bahwa terdapat perbedaan kekuatan ikatan retensi yang bersumber pada perbedaan sifat ikatan antara anion fosfat dengan oksidaoksida besi dan lempung alumino silikat. dan curah hujan yang tinggi di daerah tropika basah sehingga K banyak yang tercuci. Kapasitas tukar kation (KTK) dan kejenuhan basa (KB) lapisan atas tanah umumnya rendah hingga sedang (Subagyo et al. Fakultas Pertanian Unsri & Program Pascasarjana Unsri. 2000). yang merupakan komponen utama fraksi lempung tanah-tanah mineral masam. dan (4) Pengelolaan Kesuburan Tanah Lanjut. Perbedaan ini akan menimbulkan perilaku dan tanggapan yang berbeda terhadap perlakuan pemberian fosfat ke dalam tanah sebagai pupuk. Upaya untuk meningkatkan produksi kedelai di tanah masam dapat dilakukan melalui pengelolaan tanaman yang sesuai dan manipulasi tanah yang tepat. http://dasar2ilmutanah. dan hanya sedikit mengandung kation Ca dan Mg. R. mampu menjerap P. Dasar-Dasar Ilmu Tanah.com.perbedaannya adalah pada jumlah tapak retensi. Umumnya tanah tersebut mempunyai pH yang sangat masam hingga agak masam. Tanaman kedelai mempunyai prospek yang cukup besar untuk dikembangkan di tanah Ultisol asal dibarengi dengan pengelolaan tanaman dan tanah yang tepat.blogspot. Posted by Dr. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan kemampuan retensi P dari kaolin dan oksida-oksida besi yang diperoleh dari tanah-tanah mineral masam di Indonesia. Abdul Madjid. Oksida-oksida besi dan aluminium maupun lempung aluminosilikat. Ir. Kekahatan kalium merupakan kendala yang sangat penting dan sering terjadi di tanah Ultisol.1-5. hara kalium yang mudah tercuci karena KTK tanah rendah. (2) Kesuburan Tanah. A. Pemupukan kalium memegang peranan yang sangat penting dalam meningkatkan produksi kedelai di tanah Ultisol.5. (3) Teknologi Pupuk Hayati. Hara kalium merupakan hara makro bagi tanaman yang dibutuhkan dalam jumlah banyak setelah N dan P (Nursyamsi. Dalam hubungan ini nisbah antara oksida besi dan lempung silikat perlu dipertimbangkan sebagai dasar pengelolaan P terutama pada tanah-tanah mineral masam. jumlah basa-basa dapat ditukar tergolong rendah hingga sedang dengan komplek adsorpsi didominasi oleh Al. Masalah tersebut erat kaitannya dengan bahan induk tanah yang miskin K. yaitu sekitar 4.2006) Bersambung ke bagian 3 yang dapat dilihat pada pustaka dibawah ini: Pustaka: Madjid. MS Pengelolaan Kesuburan Tanah Pada Lahan Kering (Bagian 3) Pengelolaan Kesuburan Tanah Mineral Masam untuk Pertanian* Oleh: Ida Nursanti** dan Abdul Madjid Rohim*** (Bagian 3 dari 5 Tulisan) Keterangan: .

Propinsi Sumatera Selatan. Program Pascasarjana. sedangkan peningkatan nilai pH tanah dipengaruhi oleh efek mandiri P-alam dan jenis kapur. Hasanudin (2003) melakukan penelitian tentang ketersediaan dan serapan P pada tanaman jagung di tanah ultisol melalui inokulasi mikoriza dan pemberian bahan organik. Kapasitas retensi P dari oksida-oksida besi sekitar 10 kali lipat lebih besar dari kaolin. Hasil penelitian Joy (2005) bahwa pada tanah masam terjadi penurunan kandungan Al-dd tanah dan peningkatan kandungan P-tersedia tanah dipengaruhi oleh interaksi antara takaran P-alam dengan jenis kapur. Terlihat bahwa ketersediaan P dan serapan P meningkat dengan perlakuan tersebut diikuti pula peningkatan pada ketersediaan N serta hasil tanaman jagung. semakin tinggi pula nilai pH tanah. *** : Dosen Mata Kuliah Pengelolaan Kesuburan Tanah. ** : Program Studi Ilmu Tanaman. Peningkatan takaran P. Propinsi Sumatera Selatan. baik kalsit maupun dolomit. Propinsi Sumatera Selatan. 1976). Palembang. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa tanah ini mempunyai sifat berikut: C tinggi. Indonesia. Oleh karena itu sebenarnya jumlah P yang dijerap oleh kaolin jauh lebih besar dibandingkan dengan oksida-oksida besi. Indonesia. Universitas Sriwijaya. Selanjutnya dijelaskan pula bahwa perlakuan bakteri pelarut fosfat (BPF) mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman jagung pada tanah masam. Program Magister (S2). Penelitian Siradz (2003) memperlihatkan bahwa baik mineral lempung golongan kaolin maupun oksida-oksida besi mampu menjerap P. berat basah trubus. Pengapuran dengan dolomit meningkatkan pH tanah lebih tinggi dibandingkan pengapuran dengan kalsit. P tersedia dan P total yang sangat rendah. . Perlakuan dengan pupuk P ternyata mampu meningkatkan pertumbuhan hanya pada parameter tinggi tanaman 10 dan 17 HST serta kadar P trubus. Meningkatnya nilai pH tanah menyebabkan penurunan kandungan Aldd tanah sedangkan penurunan nilai Al-dd tanah akan meningkatkan kandungan P-tersedia tanah. Program Pascasarjana. Perkembangan Penelitian Tanah Mineral Masam Hasil penelitian Arimurti et al (2006) menunjukkan bahwa tanah tersebut mempunyai sifat yang sangat masam (pH 4. terutama jika dikombinasikan dengan kapur. semakin tinggi takaran Palam. Perlakuan kombinasi pupuk P dengan BPF dapat meningkatkan pertumbuhan yang tampak pada parameter berat kering trubus. hal ini dapat disebabkan tanah tersebut mempunyai kapasitas tukar kation yang tinggi dan mempunyai kejenuhan basa rendah dan bereaksi masam (Sanchez. Semua kombinasi perlakuan jenis pupuk P dengan BPF sama baiknya dalam meningkatkan berat kering trubus pada tanah masam. Efek peningkatan takaran P-alam juga berpengaruh terhadap peningkatan kandungan Ptersedia tanah pada setiap level pengapuran. Perlakuan masing-masing SP-36 maupun rock fosfat sama baiknya dalam meningkatkan tinggi tanaman 10 dan 17 HST serta kadar P trubus. berat kering trubus. berat kering akar. luas daun serta kadar P trubus.alam akan menurunkan kandungan Al-dd tanah. Program Studi Ilmu Tanaman. berat basah akar. Program Pascasarjana. tetapi keberadaan kaolin di dalam tanah-tanah mineral masam sekitar 18 kali lipat dibandingkan dengan oksida besi. yang tampak pada parameter tinggi tanaman 10 dan 45 HST. Universitas Sriwijaya. Program Studi Ilmu Tanaman. Palembang. Indonesia. Universitas Sriwijaya. Program Magister (S2).* : Makalah Pengelolaan Kesuburan Tanah. (Bagian 3 dari 5 Tulisan) III.2). Program Magister (S2). N sangat rendah. Palembang. Secara umum.

Pemberian bakteri pelarut fosfat dan pupuk kandang secara . pH meningkat ke arah netral.Tanah Latosol merupakan tanah yang telah mengalami pelapukan yang intensif. Dari hasil penelitiannya terdapat pengaruh tunggal dan interaksi dari pemberian mikrobia pelarut fosfat dan mikoriza terhadap serapan P dan hasil jagung.15 g tanaman-1. Nilai tertinggi terdapat pada perlakuan mikrobia pelarut fosfat 15 ml tanaman-1 dan mikoriza 20 g tanaman-1 terhadap serapan P dan hasil jagung masing-masing sebesar 0. kadar N total rendah. Ca dan Mg. malat. serapan fosfor tanah ultisol dan hasil jagung. serta terjadi peningkatan pertumbuhan dan produksi kedelai jika dibandingkan dengan kontrol. dan Al3+ sehingga terjadi pelarutan fosfat menjadi bentuk tersedia yang dapat diserap oleh tanaman. glutamat. Hasil penelitian Wulandari (2001) pada tanah ultisol menjelaskan bahwa inokulasi bakteri pelarut fosfat jenis Pseudomonas diminuta dan Pseudomonas cepaceae yang diikuti dengan pemberian pupuk fosfat dapat meningkatkan ketersediaan fosfat dan meningkatkan produksi tanaman kedelai serta meningkatkan efisiensi pupuk P yang digunakan.3881 ppm dan 280. KTK . Hasanudin dan Gonggo (2004) meneliti tentang pemanfaatan mikrobia pelarut fosfat dan mikoriza untuk perbaikan fosfor tersedia. Akan tetapi jika kompos jerami padi diberikan bersama sama dengan kapur maka pemberian 10 ton-1 hakompos jerami padi dan 1xAldd kapur sudah mampu meningkatkan permeabilitas tanah. Hasil sekresi tersebut akan berfungsi sebagai katalisator. jumlah dan bobot kering bintil akar dan bobot kering tanaman kedelai. oksalat. Mg dan K tertukar rendah . glioksilat. Penelitian Bertam et al (2005) pada tanah masam di Bengkulu dengan seri tanah Kandanglimun Bengkulu yang memiliki pH sangat masam. Diberi perlakuan dengan inokulasi mikoriza dan rhizobia indigeneus pada beberapa varietas kedelai . Ultisol merupakan tanah terluas dari seluruh lahan kering yang ada di Propinsi Jambi yang mempunyai potensi besar untuk untuk dijadikan lahan pertanian produktif yang berkelanjutan dan menunjang program ketahan pangan nasional. Fe2+. KTK rendah dan tekstur silt loam . diantaranya asam sitrat. bereaksi asam dan terjadi pencucian yang kuat terutama basabasa K. pengkelat dan memungkinkan asam-asam organik tersebut membentuk senyawa kompleks dengan kationkation Ca2+. P tersedia. Mg2+. suksinat. kapur saja maupun diberikan secara bersama-sama. laktat. Hasil penelitian Sumaryo dan Suryono (2000) tentang pengaruh pupuk P dan Dolomit pada hasil tanaman kacang tanah di tanah latosol menunjukkan bahwa pengaruh sangat nyata dari dosis pupuk dolomit pada semua parameter yang diamati dikarenakan pemberian dolomit dapat menambah unsur hara Ca dan Mg yang di dalam tanah Latosol sangat rendah sampai rendah serta dimungkinkan dapat memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah. Penelitian Junedi (2008) menunjukkan bahwa untuk memperbaiki permeabilitas tanah dapat dilakukan dengan penambahan kompos jerami padi saja. Noor (2003) meneliti tentang pengaruh fosfat alam dan kombinasi bakteri pelarut fosfat dengan pupuk kandang terhadap P tersedia dan pertumbuhan kedelai pada ultisol. fumarat. Salah satu kendala adalah permeabilitas tanah yang lambat. Ca tertukar rendah. memperlihatkan bahwa terjadi peningkatan kesuburan tanah yang ditandai dengan meningkatnya N total. Dari hasil penelitiannya di dapat bahwa fosfat alam dan kombinasi bakteri pelarut fosfat dengan pupuk kandang mampu meningkatkan P tersedia tanah . kadar P tersedia sangat rendah. Pelarutan fosfat oleh Pseudomonas didahului dengan sekresi asam-asam organik. Pemberian kompos jerami padi 20 ton-1 ha masih mampu meningkatan permeabilitas tanah. Kendala lain untuk budidaya pertanian adalah kekurangan unsur hara P akibat terjadinya fiksasi oleh mineral lempung kaolinit dan ion-ion Fe dan A1 akibat pH yang rendah. kadar bahan organik rendah sampai sedang. demikian pula dengan pemberian kapur sampai 2xAldd.

dan (4) Pengelolaan Kesuburan Tanah Lanjut. Posted by Dr. A. Semakin besar dosis perlakuan pupuk organik yang diberikan. pemberian bahan organik dengan dosis yang meningkat akan meningkatkan pelepasan kation ke dalam larutan tanah. dan pupuk kandang ayam berpengaruh terhadap pH tanah. megaterium merupakan inokulan terbaik sebagai biofertilizer dan menghasilkan berat daun segar 1 tanaman terbesar dari 4 tanaman perpot (g). 930. 34% dan 48% dibandingkan dengan kontrol. Ir.blogspot.) di Tanah Marginal dengan pH rendah. 203. Klebsiella aerogenes. 903.sendiri-sendiri maupun kombinasinya meningkatkan P tersedia berturut-turut 26%. Sejalan dengan pemikiran Sufiadi (1999). 217. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. R. dan berat tanaman segar seluruh tanaman per pot (daun + batang + akar) sebesar 139. maka pH tanah pun semakin meningkat. Dari hasil penelitiannya didapat bahwa Empat isolat BPF jenis Bacillus pantotheticus.48 g. 575. Penelitian Sudirja et al (2006) menunjukkan bahwa respon pemberian kompos kulit buah kakao. (3) Teknologi Pupuk Hayati. 354. berat daun segar 4 tanaman per pot.63 dari tanaman kontrol 3/R = tanaman tanpa pupuk/inokulan. mampu memacu pertumbuhan tanaman caysin. dan 61. http://dasar2ilmutanah. Fakultas Pertanian Unsri & Program Pascasarjana Unsri. 208.30%. Abdul Madjid. kascing. Inokulan yang berisi 4 isolat BPF jenis Bacillus pantotheticus.75%. Widawati dan Suliasih (2005) meneliti tentang Augmentasi Bakteri Pelarut Fosfat (BPF) Potensial sebagai Pemacu Pertumbuhan Caysin (Brasica caventis Oed. MS Reactions: Pengelolaan Kesuburan Tanah Pada Lahan Kering (Bagian 4) Pengelolaan Kesuburan Tanah Mineral Masam untuk Pertanian* Oleh: Ida Nursanti** dan Abdul Madjid Rohim*** (Bagian 4 dari 5 Tulisan) Keterangan: * : Makalah Pengelolaan Kesuburan Tanah.22 g.81%. sehingga cukup untuk meningkatkan pH dan akibatnya muatan permukaan negatif menjadi lebih besar. Program . 2009. (2) Kesuburan Tanah.42 g atau ada kenaikan 877. Chromobacterium lividum dan B. dan B. Kombinasi bakteri pelarut fosfat dengan pupuk kandang meningkatkan bobot kering tanaman kedelai 29% dibandingkan kontrol. 207. Bersambung ke bagian 4 yang dapat dilihat pada pustaka dibawah ini: Pustaka: Madjid.com. Chromobacterium lividum.23% dari tanaman kontrol 2/Q = tanaman dengan pupuk kompos. Program Studi Ilmu Tanaman.84% dari tanaman kontrol 1/P = tanaman dipupuk kimia. Megaterium sebagai inokulan padat.87% dari tanaman yang diinokulasi dengan isolat BPF tunggal maupun campuran 2-3 isolat BPF. Bahan Ajar Online untuk mata kuliah: (1) Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Ada kenaikan pada tanaman segar seluruh tanaman per pot (daun + batang + akar) sebesar 32.63%.67%.67%. Klebsiella aerogenes. dan 606. Program Magister (S2).

Pengelolaan Kesuburan Tanah Mineral 4. Pemakaian Pupuk Organik dan Anorganik Sumber pupuk organik dapat berasal dari kotoran hewan. misalnya . Tanah yang dibenahi dengan pupuk organik mempunyai struktur yang baik dan sifat menahan air yang lebih besar dari pada tanah yang kandungan bahan orgaiknya rendah. Program Magister (S2). 2. semak . Kandungan hara rendah.2007). hijauan tanaman rerumputan. Pemberian pupuk kandang selain dapat menambah tersedianya unsur hara. Propinsi Sumatera Selatan. Pupuk kandang merupakan hasil samping yang cukup penting dari budidaya hewan peliharaan baik unggas maupun non unggas. (Bagian 4 dari 5 Tulisan) IV. Indonesia. Program Studi Ilmu Tanaman. Pupuk susulan diberikan 3 minggu setelah tanam berupa Urea 100 kg / ha. limbah pertanaman dan limbah agroindustri. Hara yang berasal dari bahan organik diperlukan untuk kegiatan mikrobia tanah untuk dirubah dari bentuk organik komplek yang tidak dapat dimanfaatkan tanaman menjadi bentuk senyawa organik dan anorganik yang sederhana yang dapat diabsorpsi oleh tanaman. Program Magister (S2). terdiri dari kotoran padat dan cair dari hewan ternak yang bercampur sisa makanan.1. dan 50 kg / ha KCl dengan membuat larikan atau ditugalkan kemudian ditutup kembali dengan tanah dengan jarak 10 cm dari garis tanam / lubang tanam. Pemupukan yang dianjurkan pada budidaya tanaman jagung . diteruskan pupuk susulan kedua pada tanaman berumur 5 minggu sejumlah 100 kg Urea / ha (Dinas Pertanian Jember. bahan tanaman dan limbah. KCI 50 kg / ha. Pupuk dasar diberikan sebelum tanam atau bersamaan tanam sejumlah 20 ton / ha pupuk organic. Karekteristik umum yang dimiliki oleh pupuk organik adalah : 1. *** : Dosen Mata Kuliah Pengelolaan Kesuburan Tanah. Universitas Sriwijaya. Sedangkan untuk pupuk an organik : Urea 300 kg / ha. Palembang. Program Pascasarjana. bobot volume. dapat menambah unsur hara dalam tanah . Kandungan hara pupuk organik pada umumnya rendah tetapi bervariasi tergantung jenis bahan dasarnya. Penggunaan pupuk organik sebaiknya harus diikuti dengan pupuk anorganik yang lebih cepat tersedia untuk menutupi kekurangan hara dari pupuk organik . Pada umumnya pupuk organik mengandung hara makro yang rendah. 100 kg TSP. untuk pupuk organic ( pupuk kandang / kompos ) 20 ton / ha. plastisitas dan daya pegang air. Program Pascasarjana. mempertahankan kelengasan tanah .Pascasarjana. sebagai bahan pembenah tanah pupuk organik dapat mencegah erosi. tetapi mengandung hara mikro yang cukup sangat diperlukan oleh tanaman. Universitas Sriwijaya. . mencegah pengerakan permukaan tanah (crusting)dan retakan tanah. Ketersediaan unsur hara lambat. TSP 100 kg / ha. Palembang. Propinsi Sumatera Selatan. Palembang. juga dapat memperbaiki sifat fisik tanah. Indonesia. ** : Program Studi Ilmu Tanaman. Kandungan unsur hara pupuk kandang akan berbeda dengan berbedanya jenis dan wujud bahan pupuk kandang . 100 kg / ha Urea. Universitas Sriwijaya. total ruang pori. Propinsi Sumatera Selatan. Beberapa sifat fisik tanah yang dapat dipengaruhi pupuk kandang antara lain kemantapan agregat. Indonesia.perdu dan pohon. pupuk kandang. 3.

(2) Analisa kimia tanah di laboratorium dengan metode yang tepat dan teruji.2. Pemupukan P juga memegang peranan penting dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman. Pupuk N (urea) untuk tanaman legum diperlukan sebagi stater sehingga diberikan pada saat tanam dengan takaran 15-20 kg/ha. Pengapuran hendaknya dipandang hanya untuk menetralisasikan tanah secara cepat dan seterusnya jangan . Peningkatan pH diikuti dengan peningkatan P tersedia tanah . P. Secara tidak langsung kapur dapat mengurangi keracunan Al.03% bila dokombinasikan dengan jarak tanam 50 x 40 cm. Sebagian besar hara P dari pupuk P yang diberikan difiksasi di dalam tanah sehingga hanya 10-20% pupuk P yang diberikan diserap tanaman. P dan K serta menghasilkan asam humat dan fulvat yang memegang peranan penting dalam pengikatan Fe dan Al yang larut dalam tanah sehingga ketersediaan P akan meningkat (Hasanudin. Pemberian pupuk P yaitu pupuk SP36 dan pupuk Rock fosfat mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman jagung terlihat darai parameter tinggi tanaman 10 dan 17 hari setelah tanam serta kadar P trubus (Arimurti et al . dan K. Barus (2005) menjelaskan bahwa efisiensi penggunan pupuk dapat ditingkatkan dengan melakukan serangkaian uji tanah untuk suatu sistem hara-tanah-tanaman. seterusnya tanah masih perlu terus dipupuk. bukan untuk meningkatkan pHtanah maupun mengurangi kadar Al tanah. pemakaian pupuk anorganik hanya diperlukan untuk memenuhi kebutuhan minimum hara tertentu seperti N. Pengapuran mungkin diperlukan. demikian pula pupuk KCl dengan takaran 60-90 kg/ha. meningkatkan ketersediaan P. Pemberian bahan organik pada tanah masam dapat meningkatkan serapan P dan hasil tanaman jagung karena setelah bahan organik terdecomposisi akan menghasilkan beberapa unsur hara seperti N. Takaran pupuk anorganik secara tepat perlu diteliti lebih lanjut. Pengapuran Salah satu kegiatan reklamasi lahan untuk memperbaiki atau memulihkan kembali tanah –tanah yang tidak subur agar secara optimal dapat mendukung pertumbuhan tanaman adalah dengan penambahan amelioran seperti pemberian kapur pertanian. meningkatkan pH tanah dan secara langsung kapur dapat meningkatkan ketersediaan hara Ca. Hasil penelitian Hasanudin et al (2007) menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang pada berbagai dosis mampu menurunkan Al-dd sekaligus meningkatkan pH tanah walaupun peningkatan pH tanah tidak sedrastis penurunan Aldd. sedangkan untuk tanaman nonlegum takarannya lebih tinggi. (3) Interpretasi hasil analisis dan (4) Rekomendasi pemupukan. Fosfor berperan pada berbagai aktivitas metabolisme tanaman dan merupakan komponen klorofil. (1) Pengambilan contoh tanah yang mewakili lokasi berdasarkan hasil survey terdahulu. 2006). tetapi hanya sebatas memenuhi kebutuhan tanaman. Pengapuran ditekankan kepada penggunaan kapur biasa CaCO3 .Hasil penelitian Mayadewi (2007) pupuk kandang ayam meningkatkan pertumbuhan hasil tanaman jagung manis sebesar 47. 4. Seperti halnya pupuk organik. Pemakaian pupuk P (P-alam) minimal 60 kg P/ha untuk dua musim tanam. 2003). sehingga diberkan pada takaran yang rendah. 2005). Oleh sebab itu pemberian yang etrus menerus dalam jumlah berlebih akan terakumulasi dalam tanah dan dapat merubah status P tanah dari rendah ke tinggi sehingga tanaman tidak lagi tanggap terhadap pemupukan P (Barus. Pada dasarnya tahapan kegiatan uji tanah meliputi .

Selanjutnya dijelaskan juga bahwa untuk meningkatkan pH tanah dari 4. Famili (Family) 6. Kapur berfungsi memantapkan stabilitas tanah. Peningkat ketersediaan hara 3. 2002). Grup (Great group) 4. Penyedia hara 2. Sehingga akan dapat diperoleh pertumbuhan dan produksi tanaman yang optimal dan hasil panen yang lebih sehat. Sistem klasifikasi ini menggunakan enam (6) kateori. Dari beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri pelarut fospat dapat meningkatkan ketersediaan P di dalam tanah dan dapat meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk P serta dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman. Soil Survey Satff. walaupun kualitas lahan cepat menurun kembali. Ordo (Order) 2.3. maka dengan pengapuran saja hanya memungkinkan pertumbuhan tanaman yang normal. Pupuk Hayati Penyedia Hara Tanaman Mikrobia tanah yang menguntungkan dapat dikategorikan sebagai biofertilizer atau pupuk hayati. 1975. Bakteri pelarut fosfat.tergantung lagi pada banyaknya kapur. 4.membentuk Al(OH)3 tidak aktif yang dihasilkan dari pelepasan CO32. Menurut Yuwono (2006) secara garis besar fungsi menguntungkan tersebut dapat dibagi menjadi beberapa : 1. Kelemahannya adalah bila tanah berkualitas rendah. 2007). tetapi daya kerjanya lebih cepat dari pada kerja bahan organik. Oleh karena itu pengapuran pada tanah masam sebaiknya diikuti dengan pemberian pupuk organik agar stabilitas tanah terjaga dan pertumbuhan serta produksi tanaman akan terjamin (Kuswandi. Seri. Sebaliknya penggunaan bahan organik tanpa didahului dengan pengapuran menghasilkan pemantapan stabilitas tanah secara lambat. maupun upaya pengendalian beberapa jenis penyakit. Pengontrol organisme pengganggu tanaman 4. Mikoriza. yang ditandai dengan tingkat kesuburan rendah. Pemantap agregat tanah 6.yang selanjutnya Al menjadi tidak larut dan Al-dd semakin berkurang (Hasanudin et al. bila dimanfaatkan secara tepat dalam system pertanian akan membawa pengaruh yang positif baik bagi ketersediaan hara yang dibutuhkan tanaman. Subordo (Sub-Order) 3. Mikroorganisme tersebut sering disebut sebagai biofertilizer atau pupuk hayati (Sutanto. 2003). Sub-grup (Subgroup) 5. Perombak persenyawaan agrokimia Beberapa mikroorganisme tanah seperti Rhizobium. Penggunaan pupuk hayati berupa inokulan bakteri fospat dengan tanpa pemberian pupuk TSP dapat meningkatkan hasil jagung yang setara dengan pemberian TSP (Prihartini. Kapur dapat menetralisir Al melalui ion OH. .8 diperlukan dosis kapur 2x Al-dd. tetapi dampak positifnya berlangsung jangka panjang. 2003). yaitu: 1. Azospirillum dan Azootobacter. lasifikasi Tanah Salah satu sistem klasifikasi tanah yang telah dikembangkan Amerika Serikat dikenal dengan nama: Soil Taxonomy (USDA. lingkungan edapik.6 menjadi 5. Pengurai bahan organik dan pembentuk humus 5.1993). 1999.

Nama ordo tanah Ultisol pada tata nama untuk kategori sub ordo akan digunakan singkatan dari nama ordo tersebut. Contoh tata nama tanah kategori Great Group: Fragiudult. (3) susunan horison. (5) regi suhu. dan (6) kelembaban. sehingga termasuk sub group Aquic). yaitu: Ult merupakan singkatan dari ordo Ultisol). (2) sifat-sifat tanah peralihan ke: (a) great group lain. yaitu: Fragiudult) Kategori Sub Group Tanah: Sub Group tanah dibedakan berdasarkan: (1) sifat inti dari great group dan diberi nama Typic. yaitu: Fragi. Sedangkan tanah lain yang memiliki horison argilik tetapi berkejenuhan basa kurang dari 35% termasuk ordo Ultisol. dan (c) ordo lain. dan safris. sehingga digunakan singkatan kata penciri kelembaban ini yaitu: Ud. Contoh tata nama tanah kategori Sub Ordo: Udult. serta (7) ada tidaknya lapisan-lapisan penciri lain. (Keterangan: tanah memiliki horison argilik dan berkejenuhan basa kurang dari 35% serta telah mengalami perkembangan tanah tingkat akhir = Ultus). menjadi kata untuk tata nama kategori great group. serta (d) ke bukan tanah. Kategori Famili Tanah: . misalnya: ada tidaknya sifat-sifat tanah yang berhubungan dengan pengaruh: (1) air. Kategori Great Group Tanah: Great Group tanah dibedakan berdasarkan perbedaan: (1) jenis. dan duripan. (3) bahan iduk utama.Ciri Pembeda Setiap Kategori: Kategori Ordo Tanah: Ordo tanah dibedakan berdasarkan ada tidaknya horison penciri serta jenis (sifat) dari horison penciri tersebut. Contoh tata nama tanah kategori Ordo: Ultisol. Sebagai contoh: suatu tanah yang memiliki horison argilik dan berkejenuhan basa lebih besar dari 35% termasuk ordo Alfisol. dan (4) vegetasi. (2) regim kelembaban. yaitu: Udult). (4) kejenuhan basa. menjadi kata untuk tata nama kategori sub-ordo. (keterangan: tanah tersebut memiliki sifat peralihan ke sub ordo Aquult karena kadang-kadang adanya pengaruh air. Sedangkan pembeda sub-ordo untuk tanah ordo histosol (tanah organik) adalah tingkat pelapukan dari bahan organik pembentuknya: fibris. fragipan. Kata Fragi ditambahkan pada Sub Ordo: Udult. sehingga ditambahkan singkatan kata dari Fragipan. (2) tingkat perkembangan. Kategori Sub-ordo Tanah: Sub-ordo tanah dibedakan berdasarkan perbedaan genetik tanah. (Keterangan: tanah tersebut memiliki lapisan padas yang rapuh yang disebut Fragipan. (b) sub ordo lain. Contoh tata nama tanah kategori Sub Group: Aquic Fragiudult. (Keterangan: tanah berordo Ultisol yang memiliki regim kelembaban yang selalu lembab dan tidak pernah kering yang disebut: Udus. seperti: plinthite. hemis. Kata Ud ditambahkan pada nama Ordo tanahUltisol yang telah disingkat Ult.

Entisol --> disingkat: Ent 4.2 penciri lainnya. adalah sebagai berikiut: 1. (2) susunan mineral liat. Kategori Seri Tanah: Seri tanah dibedakan berdasarkan: (1) jenis dan susunan horison. berliat halus. Sitiung. 2007). Definisi-definisi horison penciri. isohipertermik. 2. sistem klasifikasi tanah ini telah berkembang dari 10 ordo pata tahun 1975 menjadi 12 ordo tahun 2003 (Rayes. (4) struktur. Aridisol --> disingkat: Id 3. yaitu suhu tanah lebih dari 22 derajat celsius dengan perbedaan suhu tanah musim panas dengan musim dingin kurang dari 5 derajat celsius). (3) regim temperatur pada kedalaman 50 cm. dan (3) sifat-sifat tanah lain yang merupakan hasil dari proses pembentukan tanah. (5) konsistensi. Contoh tata nama tanah pada kategori Seri: Aquic Fragiudult. meliputi: 3. Contoh tata nama tanah pada kategori Famili: Aquic Fragiudult.Famili tanah dibedakan berdasarkan sifat-sifat tanah yang penting untuk pertanian dan atau engineering. Ultisol --> disingkat: Ult 10. (2) jenis horison penciri. (3) tekstur. Mollisol --> disingkat: Oll 7. Inceptisol --> disingkat: Ept 6. Sistem klasifikasi ini memiliki keistimewaan terutama dalam hal: 1. Beberapa sifat penciri lainnya.1 penciri khusus. Alfisol --> disingkat: Alf 2. Sistem klasifikasi tanah ini berbeda dengan sistem yang sudah ada sebelumnya. Vertisol --> disingkat: Ert Selanjutnya. Penamaan atau Tata Nama atau cara penamaan. 3. kaolinitik. berliat halus. Penetapan pertama kali kategori Seri tanah dapat digunakan nama lokasi tersebut sebagai penciri seri. (keterangan: Penciri Famili dari tanah ini adalah: (1) susunan besar butir adalah berliat halus. Histosol --> disingkat: Ist 5. (7) sifat-sifat kimia tanah lainnya. (Keterangan: Sitiung merupakan lokasi pertama kali ditemukan tanah pada kategori Seri tersebut). Oxisol --> disingkat: Ox 8. . (2) warna. dan (8) sifat-sifat mineral dari masingmasing horison. Spodosol --> disingkat: Od 9. Kedua-belas ordo tersebut dibedakan berdasarkan: (1) ada atau tidaknya horison penciri. (6) reaksi tanah dari masing-masing horison. meliputi sifat tanah: (1) sebaran besar butir. (2) susunan mineral liat adalah didominasi oleh mineral liat kaolinit.Sistem klasifikasi tanah terbaru ini memberikan Penamaan Tanah berdasarkan sifat utama dari tanah tersebut. Menurut Hardjowigeno (1992) terdapat 10 ordo tanah dalam sistem Taksonomi Tanah USDA 1975 dengan disertai singkatan nama ordo tersebut. kaolinitik. dan 3. (3) regim temperatur adalah isohipertermik. isohipertermik.

(g) horizon petrokalsik. (i) horizon plakik. yiatu: (a) horizon argilik. Endopedon atau horizon bawah penciri dibedakan menjadi 13 (Soil Survey Satff. (c) horizon kandik. Beberapa Sifat Penciri Khusus. (f) epipedon anthropik. (d) horizon kalsik. adalah: (a) rezim suhu tanah. (g) epipedon folistik. adalah: (a) konkresi. Epipedon atau horison atas / permukaan penciri dibedakan dalam 8 kategori (Soil Survey Staff. (b) epipedon umbrik. dan (h) epipedon plagen. 2003). (e) horizon oksik. (b) horizon kambik. (duripan). (k) horizon sulfuric. yaitu: (a) epipedon mollik. (e) slickenside. dan (b) horizon bawah atau endopedon. (b) padas (pan). (g) kontak litik. (f) selaput liat. (d) Plintit. (b) rezim lengas tanah. (d) epipedon histik. (h) horizon natrik. dan (c) sifat-sifat tanah Andik.Horizon Penciri terdiri dari dua bagian: (a) horizon atas (permukaan) atau epipedon. 2003). (f) horison gipsik. Rezim suhu tanah dibedakan dalam 3 kategori. (e) epipedon melanik. (j) horizon spodik. (l) horizon albik. (h) kontak paralithik. (c) epipedon okrik. yaitu: . Beberapa Sifat Penciri Lain. (c) fraipan.

sehingga kebanyakan dari tanah ini cukup subur. (d) ustic: tanah setiap tahunnya kering lebih dari 90 hari (kumulatif) tetapi kurang dari 180 hari. Padanan dengan sistem klasifikasi lama adalah termasuk tanah Organik atau Organosol. Andosol. Kata Inceptisol berasal dari kata Inceptum yang berarti permulaan. Kata Ent berarti recent atau baru. (c) udic: tanah tidak pernah kering selama 90 hari (kumulatif) setiap tahunnya. Aridisol: Tanah yang termasuk ordo Aridisol merupakan tanah-tanah yang mempunyai kelembapan tanah arid (sangat kering). sehingga tanah . (b) perudic: curah hujan setiap bulan selalu melebihi evapotranspirasi. Inceptisol: Tanah yang termasuk ordo Inceptisol merupakan tanah muda. Istilah iso (iso-mesic. Entisol: Tanah yang termasuk ordo Entisol merupakan tanah-tanah yang masih sangat muda yaitu baru tingkat permulaan dalam perkembangan. Latosol. sehingga terjadi reduksi dan ditunjukkan oleh adanya karatan dengan chroma rendah (chroma < 2 dan value < 4). Gleihumus. Agregasi tanah baik. (b) thermic: merupakan suhu tanah rata-rata tahunan 15oC s/d 22oC. Mempunyai epipedon ochrik. Mollisol: Tanah yang termasuk ordo Mollisol merupakan tanah dengan tebal epipedon lebih dari 18 cm yang berwarna hitam (gelap). albik atau histik. Rezim lengas tanah dibedakan dalam 4 kategori. Padanan dengan klasifikasi lama adalah termasuk Desert Soil. kadang-kadang dengan horison penciri lain. Padanan dengan sistem klasifikasi lama adalah termasuk tanah Aluvial.(a) mesic: merupakan suhu tanah rata-rata tahunan 8oC s/d 15oC. iso-thermic. (c) hyperthermic: merupakan suhu tanah rata-rata tahunan > 22oC. Tidak ada horison penciri lain kecuali epipedon ochrik. dll. kandungan bahan organik lebih dari 1%. Liat yang tertimbun di horison bawah ini berasal dari horison di atasnya dan tercuci kebawah bersama dengan gerakan air. yaitu: (a) aquic: tanah hampir selalu jenuh air. Padanan dengan sistem klasifikasi lama adalah termasuk tanah Aluvial atau Regosol. Pengertian 10 ordo tanah menurut Hardjowigeno (1992) adalah sebagai berikut: Alfisol: Tanah yang termasuk ordo Alfisol merupakan tanah-tanah yang terdapat penimbunan liat di horison bawah (terdapat horison argilik)dan mempunyai kejenuhan basa tinggi yaitu lebih dari 35% pada kedalaman 180 cm dari permukaan tanah. Padanan dengan sistem klasifikasi yang lama adalah termasuk tanah Mediteran Merah Kuning. Regosol. Tanah ini belum berkembang lanjut. iso-hyperthermic) digunakan untuk menunjukkan perbedaan suhu tanah rata-rata musim panas dan musim dingin < 6oC). Umumnya mempunyai horison kambik. kadang-kadang juga Podzolik Merah Kuning. Kata Histos berarti jaringan tanaman. Histosol: Tanah yang termasuk ordo Histosol merupakan tanah-tanah dengan kandungan bahan organik lebih dari 20% (untuk tanah bertekstur pasir) atau lebih dari 30% (untuk tanah bertekstur liat). kejenuhan basa lebih dari 50%. Lapisan yang mengandung bahan organik tinggi tersebut tebalnya lebih dari 40 cm. tetapi lebih berkembang daripada Entisol.

PT. dan Hidromorf Kelabu. Metode Inventarisasi Sumber Daya Lahan.com. 1992. Abdul Madjid. Banyak mengandung oksida-oksida besi atau oksida Al. Penerbit Andi Yogyakarta. kejenuhan basa pada kedalaman 180 cm dari permukaan tanah kurang dari 35%. Akademika Pressindo. Berdasarkan pengamatan di lapang. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. bersifat masam. Padanan dengan sistem klasifikasi lama adalah termasuk tanah Podzol. Rendzina. Hardjowigeno. Daftar Pustaka: Hardjowigeno. Lateritik. Fakultas Pertanian. Dudal dan Supraptohardjo tahun 1957 (C) dan Thorp and Smith tahun 1949 (D) adalah sebagai berikut: . MS Padanan Beberapa Nama Tanah Padanan Beberapa Nama Tanah Padanan nama tanah antara Soil Taxonomy tahun 1999 (A) dengan berbagai sistem klasifikasi tanah lain. Rayes. Kalau kering tanah mengkerut sehingga tanah pecah-pecah dan keras. dilapisan atas terdapat horison eluviasi (pencucian) yang berwarna pucat (albic). Jakarta. mempunyai sifat mengembang dan mengkerut. Ilmu Tanah. S.blogspot. S.tidak keras bila kering. Madjid. Http://dasar2ilmutanah. atau Podzolik Merah Kuning. Oxisol: Tanah yang termasuk ordo Oxisol merupakan tanah tua sehingga mineral mudah lapuk tinggal sedikit. Posted by Dr. Yogyakarta. 1993. yaitu: FAO Unesco tahun 1974 (B). Mediyatama Sarana Perkasa. 298 halaman. Latosol. 274 Halaman. yaitu kurang dari 16 me/100 g liat. Kata Mollisol berasal dari kata Mollis yang berarti lunak. Kandungan liat tinggi tetapi tidak aktif sehingga kapasitas tukar kation (KTK) rendah. Brunize4m. Padanan dengan sistem klasifikasi lama adalah termasuk tanah Grumusol atau Margalit. M. Kalau basah mengembang dan lengket. Bahan Ajar online. Padanan dengan sistem klasifikasi lama adalah termasuk tanah Latosol (Latosol Merah & Latosol Merah Kuning). Padanan dengan sistem klasifikasi lama adalah termasuk tanah Podzolik Merah Kuning. Klasifikasi Tanah dan Pedogenesis. tanah ini menunjukkan batasbatas horison yang tidak jelas. Jurusan Tanah. L. Ultisol: Tanah yang termasuk ordo Ultisol merupakan tanah-tanah yang terjadi penimbunan liat di horison bawah. Universitas Sriwijaya. 2007. Vertisol: Tanah yang termasuk ordo Vertisol merupakan tanah dengan kandungan liat tinggi (lebih dari 30%) di seluruh horison. Jakarta. dll. Padanan dengan sistem kalsifikasi lama adalah termasuk tanah Chernozem. Spodosol: Tanah yang termasuk ordo Spodosol merupakan tanah dengan horison bawah terjadi penimbunan Fe dan Al-oksida dan humus (horison spodik) sedang. Ir. A. 2009. 233 halaman. Edisi ketiga.

Phaeozems. Alluvial Soils. Solonchaks.. Kastanozemz. Planosols. . (C) Andosols. (D) Lithosols. . Low Humic Gley Soils (Hydrosols). . Solonchaks. (B) Rendzinas. Prairie Soils. Regosols. (C) Organic Soils.. (D) Alluvial Soils. . . Latosols. ... (5) Andisol: (A) Andisol. Solonetz. (C) Regur Soils.. Gleysols.. Degraded Chernozem. Solonchak. (8) Ultisol: . Gleysols. (7) Mollisol: (A) Mollisol. . Cambisols. Chernozems. Regosols. Fluvisols. Humic Gley Soils (Hydrosols). . . Chernozems. Latosols. Humic Gley Soils (Hydrosols). (B) Histosols. . . Low-Humic Gley Soils. Low-Humic Glei Soils. Regosols.(1) Histosol: (A) Histosol. Solonchaks. (B) Luvisols. (C) Alluvials. . Cambisols. Brown Forest Soils (Braunerde). (D) . Gleysols.. Regosols. (2) Entisol: (A) Entisol. Laterit Soils (Latosols). Planosols. (4) Vertisol: (A) Vertisol... Regosols. (B) Lithosols... (3) Inceptisol: (A) Inceptisol. (D) Black Cotton SoilsJRegur. Humic-Glei Soils. Laterite Soils (Latosol). (B) Andosols. Solonetz. Luvisols.. Laterit Soils (Latosols). Solonetz Soils. (B) Fluvisols.. Aluvials. (D) Ando Soils. Luvisols. Regosols. Brown Forest Soils (Calcisols). Greyzems. . Hall Bog Soils. Latosols. . (C) Lithosols. (C) Rendzina (Calcisols). Planosols (Hydrosols). (D) Bog Soils. Nilosols.. Noncalcic Brown. (B) Vertisols. Arenosols. (C) Red Yellow Mediterranean Soils.. (6) Alfisol: (A) Alfisol. Solonetz Soils. Rankers. Humic-Glei Soils. -. (D) Rendzina Soils. Chesnut Soils.

3. 2. Mediyatama Sarana Perkasa.. Yogyakarta. H. Penamaan atau Tata Nama atau cara penamaan. 1992. . (9) Oxisol: (A) Oxisol. . (D) Podsols Soils. Great group 4. Laterite Soils (Latosols).. Posted by Dr. Ground-Water Podsols. Planosols (Hydrosols). L. Subagyo. Edisi ketiga. M. Sistem klasifikasi ini memiliki keistimewaan terutama dalam hal: 1. Siswanto. (D) Red-Yellow Podsolic Soils... 2004.(A) Ultisol. Podsols. . Ground-Water Laterite Soils. Subordo 3. .. (C) Podsols. Beberapa sifat penciri lainnya. Latosols. Sistem klasifikasi ini menggunakan enam (6) kateori. (B) Podsols. Planosols. PT. N. Definisi-definisi horison penciri. Penerbit Andi Yogyakarta. Gray Hidromorphic Soils (Hydrosols). Ordo 2. Jakarta. Dalam: Sumber Daya Lahan Indonesia dan Pengelolaannya. . 233 halaman. dan Siswanto (2004) dalam Rayes (2007). B. Planosols. (10) Spodosol: (A) Spodosol. Ground-Water Podsol Soils. seri Sistem klasifikasi tanah ini berbeda dengan sistem yang sudah ada sebelumnya. . Gray Podsolic Soils. Bogor. Ground-Water Laterite Soils (Hydrosols). Rayes. Suharta. yaitu: 1. 2007. (B) Ferralsols. Tanah-tanah Pertanian di Indoensia. Sumber: Subagyo. (B) Nitosols. Subgroup 5. MS Klasifikasi Tanah USDA 1975 Salah satu sistem klasifikasi tanah yang telah dikembangkan Amerika Serikat dikenal dengan nama: Soil Taxonomy (USDA. (C) Latosols ?. Metode Inventarisasi Sumber Daya Lahan. Ir. (D) Laterite Soils (Latosols). Acrisols.. Suharta dan A. 1975). Family 6. (C) Red Yellow Podsolic Soils. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat. Daftar Pustaka: Hardjowigeno. 298 halaman. Abdul Madjid. S. Ilmu Tanah.

Padanan dengan sistem klasifikasi lama adalah termasuk tanah Aluvial. Vertisol Alfisol: Tanah yang termasuk ordo Alfisol merupakan tanah-tanah yang terdapat penimbunan liat di horison bawah (terdapat horison argilik)dan mempunyai kejenuhan basa tinggi yaitu lebih dari 35% pada kedalaman 180 cm dari permukaan tanah. Andosol. Padanan dengan sistem klasifikasi lama adalah termasuk tanah Organik atau Organosol. Entisol: Tanah yang termasuk ordo Entisol merupakan tanah-tanah yang masih sangat muda yaitu baru tingkat permulaan dalam perkembangan. Gleihumus. Lapisan yang mengandung bahan organik tinggi tersebut tebalnya lebih dari 40 cm. Liat yang tertimbun di horison bawah ini berasal dari horison di atasnya dan tercuci kebawah bersama dengan gerakan air. Aridisol: Tanah yang termasuk ordo Aridisol merupakan tanah-tanah yang mempunyai kelembapan tanah arid (sangat kering). yaitu: 1. Mempunyai epipedon ochrik. Regosol. Umumnya mempunyai horison kambik. Tidak ada horison penciri lain kecuali epipedon ochrik. sehingga kebanyakan dari tanah ini cukup subur. Spodosol 9. tetapi lebih berkembang daripada Entisol. Mollisol: Tanah yang termasuk ordo Mollisol merupakan tanah dengan tebal epipedon lebih dari 18 cm yang berwarna hitam . Kata Histos berarti jaringan tanaman. Menurut Hardjowigeno (1992)terdapat 10 ordo tanah dalam sistem Taksonomi Tanah USDA 1975.Sistem klasifikasi tanah terbaru ini memberikan Penamaan Tanah berdasarkan sifat utama dari tanah tersebut. Alfisol 2. kadang-kadang juga Podzolik Merah Kuning. Inceptisol: Tanah yang termasuk ordo Inceptisol merupakan tanah muda. Ultisol 10. Histosol: Tanah yang termasuk ordo Histosol merupakan tanah-tanah dengan kandungan bahan organik lebih dari 20% (untuk tanah bertekstur pasir) atau lebih dari 30% (untuk tanah bertekstur liat). Aridisol 3. Histosol 5. kadang-kadang dengan horison penciri lain. Padanan dengan klasifikasi lama adalah termasuk Desert Soil. albik atau histik. Kata Inceptisol berasal dari kata Inceptum yang berarti permulaan. Mollisol 7. Entisol 4. Inceptisol 6. Padanan dengan sistem klasifikasi yang lama adalah termasuk tanah Mediteran Merah Kuning. Latosol. Padanan dengan sistem klasifikasi lama adalah termasuk tanah Aluvial atau Regosol. Kata Ent berarti recent atau baru. Tanah ini belum berkembang lanjut. dll. Oxisol 8.

Padanan dengan sistem klasifikasi lama adalah termasuk tanah Grumusol atau Margalit. Kalau basah mengembang dan lengket. Edisi ketiga. Untuk meningkatkan berat basah. Aeruginosa atau gabungan keduanya dalam meningkatkan tinggi tanaman 10 dan 45 HST. Kalau kering tanah mengkerut sehingga tanah pecah-pecah dan keras. berat basah akar. Banyak mengandung oksida-oksida besi atau oksida Al. sehingga tanah tidak keras bila kering. tanah ini menunjukkan batasbatas horison yang tidak jelas. mempunyai sifat mengembang dan mengkerut.net/?id=AB148 Posted by Dr. Mediyatama Sarana Perkasa. Padanan dengan sistem klasifikasi lama adalah termasuk tanah Podzol. Padanan dengan sistem kalsifikasi lama adalah termasuk tanah Chernozem. dan Hidromorf Kelabu. Kata Mollisol berasal dari kata Mollis yang berarti lunak. bersifat masam.blogspot. 233 halaman. Ilmu Tanah. kandungan bahan organik lebih dari 1%. Ultisol: Tanah yang termasuk ordo Ultisol merupakan tanah-tanah yang terjadi penimbunan liat di horison bawah. berat kering akar. berat basah trubus. Agregasi tanah baik. kejenuhan basa lebih dari 50%. Padanan dengan sistem klasifikasi lama adalah termasuk tanah Latosol (Latosol Merah & Latosol Merah Kuning). dll. Dalam fenomena ini jamur menginfeksi dan mengkoloni akar tanpa menimbulkan nekrosis sebagaimana biasa terjadi pada infeksi jamur patogen. Vertisol: Tanah yang termasuk ordo Vertisol merupakan tanah dengan kandungan liat tinggi (lebih dari 30%) di seluruh horison. Pemberian BPF P. berat kering trubus dan akar paling baik menggunakan P. Asosiasi ini akan dapat . Ir. Spodosol: Tanah yang termasuk ordo Spodosol merupakan tanah dengan horison bawah terjadi penimbunan Fe dan Al-oksida dan humus (horison spodik) sedang. yang tampak pada parameter tinggi tanaman 10 dan 45 HST. berat kering trubus. Jakarta. Kandungan liat tinggi tetapi tidak aktif sehingga kapasitas tukar kation (KTK) rendah. putida sama baiknya dengan P. kejenuhan basa pada kedalaman 180 cm dari permukaan tanah kurang dari 35%.(gelap). Abdul Madjid. Daftar Pustaka: Hardjowigeno. MS http://dasar2ilmutanah. dilapisan atas terdapat horison eluviasi (pencucian) yang berwarna pucat (albic). Berdasarkan pengamatan di lapang. luas daun serta kadar P trubus. yaitu kurang dari 16 me/100 g liat. Brunize4m. Rendzina. putida. 1992. S. Padanan dengan sistem klasifikasi lama adalah termasuk tanah Podzolik Merah Kuning. atau Podzolik Merah Kuning. Asosiasi simbiotik anatara jamur dan sistem perakaran tanaman tinggi diistilahkan dengan mikoriza. Lateritik. Penghasilan Online: http://klikdynasis.com/search/label/Klasifikasi%20Tanah Hasil penelitian Arimurti et al (2006) pada perlakuan bakteri pelarut fosfat (BPF) mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman jagung pada tanah masam. Oxisol: Tanah yang termasuk ordo Oxisol merupakan tanah tua sehingga mineral mudah lapuk tinggal sedikit. dan mendapat pasokan nutrisi secara teratur dari tanaman. PT. Latosol.

bawang putih. Apabila Azotobacter dan Azospirillum diinokulasi secara bersama-sama. Azospirillum menyebabkan kenaikan hasil cukup besar pada tanaman jagung. Oleh karena itu. mikroba pelarut fosfat. Tanggapan tanaman sangat bervariasi tergantung pada kondisi tanah dan efektifitas populasi asli (Sutanto. disebabkan CMA memiliki struktur hifa yang mampu menjelajah daerah di antara partikel tanah.meningkatan ketersediaan hara P dan lainnya serta meningkatkan serapannya. padi. gandum dan cantel (Sutanto. dan Beijerinckia dapat digunakan pada tanaman dari famili Gramineae (rumput-rumputan) seperti padi. tomat. sehingga ketersediaan P bagi tanaman meningkat dan mengurangi takaran penggunaan pupuk P. Bakteri penambat N yang hidup bebas seperti Azotobacter. artinya satu spesies Rhizobium hanya dapat bersimbiose dengan spesies legum tertentu. Selanjutnya dijelaskan juga oleh Tim Peneliti Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian (2008) bahwa pemakaian pupuk hayati pada lahan kering masam sebaiknya yang telah terbukti dapat menjalankan fungsi ekologis. Hasil penelitian Hasanudin dan Gonggo (2004) menjelaskan pemberian inokulasi mikrobia pelarut fosfat 15 ml tanaman-1 dan inokulasi mikoriza 20 g tanaman-1 dapat meningkatkan serapan P dan hasil jagung. penggunaan Rhizobium sp. budi daya tanaman legum (kacang-kacangan) dapat menggunakan Rhizobium spp. dan Cu. Cendawan mikoriza arbuskula (CMA). Namun. perlindungan terhadap patogen tanah maupun unsur beracun. Permasalahan yang perlu diperhatikan adalah efisiesnsi inokulan Rhizobium untuk tanaman tertentu. Kenaikan hasil tanaman setelah diinokulasi Azotobacter terjadi pada tanaman jagung. Rhizobium mampu mencukupi 80% kebutuhan nitrogen tanaman legum dan meningkatkan produksi antara 10-25%. MVA membantu pertumbuhan tanaman dengan memperbaiki ketersediaan hara fosfor dan melindungi perakaran dari serangan patogen (Hadiyanto dan Hairiyah. maka Azospirillum lebih efektif dalam meningkatkan hasil tanaman. Mikroba ini ada yang hidup bebas di dalam tanah atau hidup di daerah perakaran (rhizobakteri). jagung. dan sorgum. terong dan kubis. Mikroba pelarut fosfat. CMA merupakan suatu bentuk asosiasi cendawan dengan akar tanaman tingkat tinggi.CMA ini memungkinkan tanaman memperoleh hara dan air yang cukup pada kondisi lingkungan yang miskin unsur hara dan kering. Telah banyak dihasilkan pupuk hayati yang mengandung mikroba pelarut fosfat. Mikroba tersebut dapat menghasilkan senyawa organik yang dapat melarutkan P-tanah. Keunggulan kemampuan CMA dalam pengambilan hara. merupakan mikroba hasil seleksi yang benar-benar unggul dalam membantu pertumbuhan tanaman. Bakteri ini mencakup bakteri yang membentuk bintil akar. dan cendawan mikoriza arbuskula. Rhizobium yang berasosiasi dengan tanaman legum mampu menfiksasi 100-300 Kg N/Ha dalam satu musim tanam dan meninggalkan sejumlah N untuk tanaman berikutnya. Bakteri penambat N2. perlu diperhatikan bahwa hubungan antara tanaman legum dan Rhizobium bersifat sangat spesifik. harus disesuaikan dengan spesies legum yang akan dibudidayakan. Zn. 2002). 2002). dan secara tidak langsung melalui perbaikan struktur tanah. Pupuk hayati meliputi bakteri penambat N. terutama hara yang bersifat tidak mobil seperti P. 2007). Kemampuan asosiasi tanaman. dan bakteri penambat N yang hidup bebas di dalam tanah. Azospirillum. cantel. . Oleh karena itu. bersimbiose dengan tanaman legum. Hal ini dimungkinkan karena CMA mempunyai kemampuan menyerap hara dan air lebih tinggi dibanding akar tanaman.

maka secara teknik pengolahan tanah yang dilakukan harus berprinsip peningkatan kesuburan tanah dan adanya pelaksanaan konservasi tanah dan air. dan (4) mempermudah pengolahan tanah. CMA secara tidak langsung juga dapat meningkatkan ketersediaan Ptanah melalui produksi enzim fosfatase oleh akartanaman. teras bangku atau teras individu dan pembuatan saluran drainase. Teknik Pengelolaan Tanah Apabila dihadapkan pada kondisi tanah masam. miring ke dalam/goler kampak (bidang olah miring beberapa derajat ke arah yang berlawanan dengan lereng asli). dan berbagai sistem wanatani. (3) meningkatkan laju infiltrasi. dan nilai ambang batas konsentrasi hara yang dapat diserap CMA lebih rendah (setengah ambang batas konsentrasi hara yang dapat diserap akar). 4.melampaui jarak yang dapat dicapai akar (rambut akar). lahan tegalan. . Teras bangku atau teras tangga dibuat dengan cara memotong panjang lereng dan meratakan tanah di bagian bawahnya. (2) menampung dan menyalurkan aliran permukaan dengan kekuatan yang tidak sampai merusak. Teras bangku dapat dibuat datar (bidang olah datar. Gigaspora. kecepatan translokasi hara enam kali kecepatan rambut akar. Pada prinsipnya untuk meningkatkan atau mempertahankan kemampuan tanah dapat dilakukan teknik pengelolaan tanah secara mekanik dan vegetatif. Konservasi tanah secara mekanik adalah semua perlakuan fisik mekanis dan pembuatan bangunan yang ditujukan untuk mengurangi aliran permukaan guna menekan erosi dan meningkatkan kemampuan tanah mendukung usahatani secara berkelanjutan. dan Acaulospora. Pada saat ini telah dihasilkan berbagai inokulan CMA. dan miring keluar (bidang olah miring ke arah lereng asli). membentuk sudut 0o dengan bidang horizontal).umumnya dari spesies Glomus. (2) Pada tanah yang permeabilitasnya tinggi. Teras biasanya dibangun di ekosistem lahan sawah tadah hujan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan teras gulud (Gambar 8) menurut Sinukaban (1994): (1) Teras gulud cocok diterapkan pada lahan dengan kemiringan 10-40%. bahan organik tanah rendah. Secara mekanik pembuatan teras misalnya teras gulud. guludan dapat dibuat menurut arah kontur. Sedangkan secara vegetatif adalah penerapan pola tanam yang menutup permukaan tanah sepanjang tahun baik dengan hijauan maupun vegetasi misalnya dengan pergiliran tanaman . CMA juga berperan dalam membantu pemenuhan kebutuhan air pada saat kekeringan karena bertambahnya luas permukaan penyerapan air oleh hifa eksternal. dan tanah memiliki slope tertentu serta berada pada daerah dengan intensitas hujan tinggi. Satu spesies CMA dapat berasosiasi dengan berbagai tanaman sehingga satu macam CMA dapat digunakan untuk berbagai jenis tanaman. Hal ini ditujukan agar air yang tidak segera terinfiltrasi ke dalam tanah dapat tersalurkan ke luar ladang dengan kecepatan rendah. ketersediaan hara rendah. Pada tanah yang permeabilitasnya rendah. guludan dibuat miring terhadap kontur. tumpang sari atau penanaman budidaya lorong. fungsi utama teras bangku adalah: (1) memperlambat aliran permukaan.4. Pada usahatani lahan kering. sehingga terjadi deretan bangunan yang berbentuk seperti tangga. tidak lebih dari 1% ke arah saluran pembuangan.

terutama tanaman tahunan.tanaman yang memenuhi syarat sebagai penguat teras adalah: a. padi gogo ditanam secara tumpang sari dengan jagung. Tanaman pagar dipangkas secara periodik selama pertanaman untuk menghindari naungan dan mengurangi kompetisi hara dengan tanaman pangan/semusim. akasia. Pengelolaan tanah secara vegetatif dapat menjamin keberlangsungan keberadaan tanah dan air karena memiliki sifat : (1) memelihara kestabilan struktur tanah melalui sistem perakaran dengan memperbesar granulasi tanah. Dengan cara ini penguapan air tanah dapat diperkecil sehingga air tanah tetap tersedia bagi tumbuhnya tanaman. 1984). Di Filipina. b. Tanaman penguat teras yang dianjurkan ditanam antara lain lamtorogung. Leucaena leucocephala yang pertama diuji dalam sistem Alley cropping ini dan menyusul kemudian Glinsidia sepium. tanaman musim kedua ditanam sebelum panen tanaman musim pertama. Tanam bersisipan atau tumpang sari adalah sistem penanaman lebih dari satu macam tanaman pada lahan yang sama secara simultan. kaliandra. gamal.Teras individu adalah teras yang dibuat pada setiap individu tanaman. Bermanfaat dalam menyuburkan tanah maupun sebagai penghasil makanan ternak.jagung + kacang tanah. dengan umur tanaman yang relatif sama dan diatur dalam barisan atau kumpulan barisan secara berselang-seling seperi: padi gogo + jagung .. Jenis teras ini biasa dibangun di areal perkebunan atau pertanaman buah-buahan. mudah dilaksanakan. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ini sangat efektif mengendalikan erosi. (3) disamping itu dapat meningkatkan aktifitas mikroorganisme yang mengakibatkan peningkatan porositas tanah. Teknologi yang diintroduksikan ke lahan kering masam DAS bagian hulu haruslah teknologi yang mampu mengendalikan erosi. murah dan dapat diterima oleh petani. 2006). Mempunyai sistem perakaran intensif. Tahan pangkas sehingga tidak menaungi tanaman utama. sehingga memperbesar jumlah infiltrasi dan mencegah terjadinya erosi (Rahim. Menambah tanaman penguat teras. rumput gajah dan rumput benggala. Pergiliran tanaman atau tanam berurutan adalah sistem bercocok tanam dengan menanam dua atau lebih jenis tanaman pada sebidang tanah selama satu tahun. sehingga masih mendapatkan air hujan dengan jumlah yang cukup untuk pertumbuhan dan produksinya. Selain itu. Alley . sehingga mampu mengikat air. c. mempertinggi kemampuan tanah dalam menyerap air yaitu dengan menggunakan pupuk organik berupa pupuk hijau atau pupuk kandang serta penggunaan sisa-sisa tanaman yang diletakkan di atas tanah sebagai serasah (mulsa) sehingga dapat mempertahankan kelembaban tanah. (2) penutupan lahan oleh seresah dan tajuk mengurangi evaporasi. Pada musim pertama di awal musim hujan. Salah satu teknologi yang tersedia adalah sistem pertanaman lorong atau Alley cropping. sistem ini juga dimaksudkan untuk mempercepat penanaman tanaman pada musim kedua. Contohnya adalah tumpang gilir antara tanaman jagung yang ditanam pada awal musim hujan dan kacang tanah yang ditanam beberapa minggu sebelum panen jagung. Salah satu cara untuk memperbaiki struktur tanah. Anonimous (2009) menjelaskan bahwa alley cropping merupakan salah satu sistem agroforestry yang menanam tanaman semusim atau tanaman pangan diantara lorong-lorong yang dibentuk oleh pagar tanaman pohonan atau semak (Kang et al. Sistem ini bertujuan untuk meningkatkan intensitas penggunaan lahan dan menjaga agar permukaan tanah selalu tertutup tanaman.

jarak antara tanaman pagar dan pada saat awal.08 m3 masing-masing pada bagin bawah. mempengaruhi distribusi air. Efektivitas pengendalian erosi tersebut sangat tergantung kepada jenis tanaman pagar yang digunakan. (1997) tentang sifat-sifat tanah dan air di bawah Alley cropping pada tanah oxilos miring menunjukkan bahwa pada umumnya sifat-sifat tanah tidak dipengaruhi oleh jenis legum/taman pagar. sehingga tanah terlindung dari air hujan dan pemadatan tanah karena ulah pekerja selama operasi di lapangan. Beberapa hasil penelitian yang dilakukan telah menunjukkan bahwa Alley cropping sangat efektif dalam mengendalikan erosi. Bahan Ajar Online untuk mata kuliah: (1) Dasar-Dasar Ilmu Tanah.13 dan 0.cropping dapat menurunkan erosi sebanyak 69%. Bersambung ke bagian 5 yang dapat dilihat pada pustaka dibawah ini: Pustaka: Madjid.Contoh kondisi pertanaman alley cropping. Efektivitas pengendalian erosi dapat mencapai >95% dibanding apabila tidak menggunakan Alley cropping. Dasar-Dasar Ilmu Tanah.16 . 8% disebabkan oleh perubahan profil tanah dan 4% oleh penanaman secara kontour . penelitian-penelitian terdahulu juga memperlihatkan bahwa Alley cropping dapat meningkatkan unsur hara di dalam tanah . Transmisivitas air menurun dari 0. tetapi dipengaruhi oleh posisi dalam lorong.12 mm/detik pada bagian atas dari lorong. Barisan tanaman pagar menurunkan kecepatan aliran permukaan sehingga memberikan kesempatan pada air untuk berinfiltrasi. Lebih dekat pada barisan tanaman pagar. Selain perbaikan sifat fisik tanah. A. Alegre dan Rao (1995) menunjukkan bahwa Alley cropping menahan kehilangan tanah 93% dan air 83% dibandingkan dengan pertanaman tunggal semusin. 1991) dapat meningkatkan produktivitas tanah dan tanaman serta dapat diadopsi oleh petani di lahan kering. Selain efektif mengendalikan erosi. 2009. Selanjutnya tanaman pagar menyebabkan air tanah selalu berkurang untuk kebutuhan pertumbuhannya selama musim kemarau sehingga sistem ini menyerap lebih banyak air hujan ke dalam tanah dan akhirnya menurunkan erosi. tengah dan atas dari lorong. kemiringan lahan. Kandungan air tanah dan tekanan air tanah menurun pada bagian lorong yang dekat pada tanaman pagar. Alley cropping juga ternyata dapat meningkatkan produktivitas tanah dan tanaman. Air tersedia pada kedalaman 10-15 cm adalah 0. 0.49 mm/detik pada bagian bawah menjadi 0. R. Sistem ini dapat memperbaiki sifat fisik tanah yaitu menurunkan BD (bulk density) dan meningkatkan konduktivitas hidraulik tanah.Di Indonesia sistem ini sudah diyakini efektif mengendalikan erosi (Sukmana and Suwardjo. Rendahnya erosi disebabkan oleh hasil pangkasan yang sukar melapuk yang berfungsi sebagai mulsa. Efektivitas pengendalian erosi ini selain karena hal yang telah disebutkan diatas juga karena terbentuknya teras secara alami dan perlahan-lahan setinggi 25-30 cm pada dasar tanaman pagar. (2) . yang terdiri atas 48% disebabkan oleh pengaruh penutupan tanah oleh mulsa. Hasil penelitian Agas et al. Hal ini akan menyebabkan kompetisi air antara tanaman pagar dengan tanaman pangan pada lorong.

Kesimpulan 1. Program Magister (S2). Indonesia. bahan organik rendah dan kahat unsur hara makro maupun mikro serta tingginya kandungan Al dan Fe. oxisols dan spodosol serta inseptisol . Propinsi Sumatera Selatan. serta kekahatan unsur-unsur hara penting seperti N. 1665-1675. Efettivitas bakteri pelarut fosfat dan pupuk P terhadap pertumbuhan tanaman jagung (Zea mays) pada tanah masam. Tanah mineral masam yang terdapat pada iklim tropik adalah jenis tanah ultisol.blogspot.M. Ameliorasi Lahan Kering Masam untuk Tanaman Pangan. Indonesia. P. Palembang.D dan Mujib. (Bagian 5 dari 5 Tulisan) V. Abdul Madjid. dan/atau Fe. Propinsi Sumatera Selatan. Palembang. Geografi tanah Indonesia.wordpress. keracunan Al. 2.com. pemberian pupuk hayati dan pengelolaan tanah yang berazas peningkatan kesuburan tanah dan melakukan tindakan konservasi tanah dan air . Program Magister (S2). Arief. DAFTAR PUSTAKA Arimurti. dan atau Mg dan Mo 3. Dan Irman. Setyati. Universitas Sriwijaya. Program Pascasarjana. ** : Program Studi Ilmu Tanaman. Program Magister (S2). pengapuran. Alternatif yang dapat dilakukan untuk mengatasi tanah masam guna mendukung pertumbuhan dan produksi tanaman adalah pemberian pupuk organik dan anorganik. Balitbangtan Deptan. Posted by Dr. Prosiding Simposium Penelitian Tanaman Pangan III. Puslitbang Tanaman Pangan. http://dasar2ilmutanah. Hal. 1997. Ir.com (diakses Mei 2009) .S. Palembang. Karekteristik tanah mineral masam adalah pH rendah . MS Pengelolaan Kesuburan Tanah Mineral Masam untuk Pertanian* Oleh: Ida Nursanti** dan Abdul Madjid Rohim*** (Bagian 5 dari 5 Tulisan) Keterangan: * : Makalah Pengelolaan Kesuburan Tanah. Ca. Program Studi Ilmu Tanaman. A. *** : Dosen Mata Kuliah Pengelolaan Kesuburan Tanah. Universitas Jember Jurusan FMIPA . Program Pascasarjana.Kesuburan Tanah. Pengelolaan tanah-tanah mineral masam untuk kepentingan pertanian menghadapi kendala pH yang rendah. Program Pascasarjana. Fakultas Pertanian Unsri & Program Pascasarjana Unsri. Arief. (3) Teknologi Pupuk Hayati. Universitas Sriwijaya. Program Studi Ilmu Tanaman. feiraz. 2006. dan (4) Pengelolaan Kesuburan Tanah Lanjut. Indonesia.files. 2008. Universitas Sriwijaya. Mn. Propinsi Sumatera Selatan.

Barus.go.. Edisi khusus No 1: 1-4.Proseding Seminar Nasional Sains dan Teknologi II. Junedi. Himpunan Ilmu Tanah Universitas Padjajaran. 2005. Klasifikasi Tanah dan Pedogenesis.files.Y. Lahan Kering untuk Pertanian. Jakarta. Hiatan06. Handayanto. 2003. 2007.I dan Sopandie. Hanafiah. Hasanudin. 5(2): 83-89.AK. Mardinus dan H. Mulyani. Pustaka Adipura. . Introduksi pasangan CMA dan Rhizobia Indigenous untuk peningkatan pertumbuhan dan hasil kedelai di ultisol Bengkulu. Pembentukan dan Profil Tanah. 1993.Universitas Bengkulu..C. Mitriani dan Barchia F. .2007.com (diakses Mei 2009) Bertam. 1656-1664. G. 2005.Anonimous. Puslitbang Tanah dan Agroklimat.Mansur. 1993.Ganggo. Pengaruh pengapuran dan pupuk kandang terhadap ketersediaan hara P pada timbunan tanah pasca tambang batubara. pp 139-165. pp 8-35. 8(2): 52-55.com (di akses Mei 2009). Deptan. Perbaikan Lahan Kritis dengan Rotasi Tanaman dalam Budidaya Lorong. H. 7(2):94-103. Perbedaan respon keterkaitan pH. Hal. Ismail. B. Joy. Jurnal Akta Agrosia .Budidaya Lorong. Universitas Lampung 17-18 November 2008. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia.id (diakses 8 April 2009). 4(2) : 97-103.2004. Puslitbangtan. H. Pemanfaatan kompos dan jerami padi dan kapur guna memperbaiki permeabelitas tanah ultisol dan hasil kedelai.Hairiyah.wordpress.wordpress.D. azotobacter dan bahan organic pada ultisol.YH. kalsit dan dolomite. Allevation of SoilAcidity in Ultisol and Oxisol for Corn Growth. Al-dd. 2005. Himatan. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia . Jurnal Akta Agrosia . Dan A. 1997. Pemanfaatan Mikrobia Pelarut Fospat dan Mikoriza untuk Perbaikan Fospor tersedia. Shamshuddin & S..Biologi Tanah Landasan Pengelolaan Tanah Sehat.B.E. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia. Syed Oman. 273 p. serta P tersedia dari tanah masam akibat aplikasi P-alam.K.Jakarta . Plant & Soil 151: 55. Kusuma.J. Hakim. Hardjowigeno.files. Dinas Pertanian Jember.Setiadi. Ismail. Akademika Pressindo.Serapan Fospor Tanah Ultisol dan Hasil Jagung. Dasar Dasar Ilmu Tanah. A. Muchtar. Prosiding Simposium Penelitian Tanaman Pangan III. 2006. Respon tanaman padi terhadap pemupukan P pada tingkat status hara P tanah yang berbeda.. Teknologi Pengelolaan Lahan Kering: Menuju Pertanian Produktif dan Ramah Lingkungan. 2008. Hidayat. Edisi 2. http://warintek.2007. J. 2005. N. Budidaya Tanaman Jagung.2009. Hasanudin. S. Raja Gravindo Persada.R.Jurnal Bionatura 7(3): 249-258. bebasbanjir2025. Departemen Pertanian. Hasanudin. Badan Litbang Pertanian. Peningkatan ketersediaan dan serapan N dan P serta hasil tanaman jagung melalui inokulasi mikoriza. 2007.bantul.65.

Hal 143-182.Agrosains 2(2):54-58. Jurnal Agritrop. Puslitbangtan Deptan. 1676-1686. 2007. S. Edisi 5. Darmawan.B. NA. M. Puslitbangtan. 1996. Rachman S. Sunaryo dan Suryono. Teknologi Produksi dan Strategi Pengembangan. Noor A. dan A. Subandi. Nursyamsi. Dalam Jurnal Tanah Tropika. Pandang.Bogor Partohardjono. Notohadiprawiro. 2006. Pengaruh fosfat alam dan kombinasi bakteri pelarut fosfat dengan pupuk kandang terhadap P tersedia dan pertumbuhan kedelai pada ultisol. Sinukaban.2. 2000.dan Subandi. Tahun II No. 2006. Nanan.. Suharta. Ultisol.. Mayadewi. D. Membangun Pertanian Menjadi Lestari dengan Konservasi.. 6(2) : 71-81. S. Bumi Aksara Jakarta. 2007. N. T. Deptan.Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimak.. Pp 177-184. Pengaruh jenis pupuk kandang dan jarak tanam terhadap pertumbuhan gulma dan hasil jagung manis.Penerapan Pertanian Organik. Pengaruh dosis pupuk dolomit dan pupuk P terhadap jumlah bintil akar dan hasil tanaman kacang tanah di tanah latosol. Siswanto.A. 1997. 31 (3): 100-106. Peranan Sistem Usahatani Terpadu dalam Upaya Pengentasan Kemiskinan di Berbagai Agroekosistem. Subandi. Hal. Pengendalian Erosi Tanah.No. 1993.R.. Hal.) Aciar Monograph 13: 62-68. Tanah-tanah pertanian di Indonesia. Sistem Usahatani Konservasi Menunjang Pendapatan Petani Lahan Kering.pp 91-106. ES. 21-66 dalam Sumber Daya Lahan Indonesia dan Pengelolaannya. 1994. Mikroorganisme Meningkatkan Efisiensi Pemupukan Fospat. . Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat. Kanisus Jakarta. Kebutuhan hara kalium tanaman kedelai di tanah ultisol. Prihartin.2002.M. Nursyamsi.In: Management of Acid Soils in the Humid Tropics of Asia E.Kuswandi. Buletin Pusat Penelitian Marihat . Adnyana dan D. 28(4): 163-169. Kanisus Yogyakarta.Bogor. Sutisni dan I P. Croswell & E. I. 1994. N.T. D.Edisi 3 . Bogor.2003.6. Pusparajah (Eds.. Penerapan Pertanian Organik . Rahim.2002. Widjaja-Adhi. H. Iptek Tanaman Pangan 2(1) :12 -25. Notohadiprawiro. Pengapuran Tanah Pertanian.G. "Erapan P dan Kebutuhan Pupuk P Untuk Tanaman Pangan pada Tanah-tanah Asam". Kanisus Jakarta.G. 2003. Subagyo. Fakta dan Implikasi Pertaniannya. Prosiding Simposium Penelitian Tanaman Pangan III Buku 6. Buletin Agronomi. Bogor.Edisi 1. Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat. Sutanto.T. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan.Edisi 3. 1990.S. Farming Acid Soils for Food Crop: An Indonesian Experience. M. 2006. Ismail. 2000.. Prosiding Simposium Panelitian Tanaman Pangan III.O. 2006. Faperta IPB..

Propinsi Sumatera Selatan. 1: 221-238 Yuwono. 2003. pp 23 -32. Suryantini. Ilmu Kesuburan Tanah. dan C. *** : Dosen Mata Kuliah Pengelolaan Kesuburan Tanah. 2001.Universitas Padjajaran. Respon beberapa sifat kimia fluventic eutrudepts melalui pendayagunaan limbah kakao dan berbagai jenis pupuk organik. Universitas Sriwijaya. 2005. Pemanfaatan Biota Tanah untuk keberlanjutan produktivitas pertanian lahan kering masam. Indonesia. S dan Suliasih . Program Magister (S2). Laporan teknis BalaiPenelitianTanaman Kacangkacangan dan Umbi-umbian (tidak dipublikasi). Soil Sci. Indonesia. 1950..A. Edisi 4. (Bagian 1 dari 5 Tulisan) . Wild. Augmentasi Bakteri Pelarut Fosfat (BPF) Potensial sebagai Pemacu Pertumbuhan Caysin (Brasica caventis Oed.Biodiversitas. Kuntyastuti. Triwardani. Program Magister (S2). S. UGM. Pengembangan Inovasi Pertanian 1(2):157-163.2(5) : 23 – 43. Palembang.Sudirja. 4(1) : 1-5. ** : Program Studi Ilmu Tanaman. Reaksi Tanah . Jurnal Nature Indonesia. Program Magister (S2).Solihin. Wulandari. Program Pascasarjana.R. Yulianti.Yogyakarta. Palembang. Prahoro. Pengelolaan Kesuburan Tanah Pada Lahan Gambut (Bagian 1) Pemanfaatan Lahan Gambut untuk Pertanian* Oleh: Novriani** dan Abdul Madjid Rohim*** (Bagian 1 dari 5 Tulisan) Keterangan: * : Makalah Pengelolaan Kesuburan Tanah. Propinsi Sumatera Selatan.Manshuri. J.Jurnal Hijau.2006.A. Program Studi Ilmu Tanaman. Taufiq. Sudaryono. Program Pascasarjana. Indonesia. Program Pascasarjana. Universitas Sriwijaya. Yogyakarta. Universitas Sriwijaya.S. H. Palembang. Widawati. Yuwono NW dan Rosmarkam A.) di Tanah Marginal.MA dan Rosniawati.NW. Tim Peneliti Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. 7(1):10-14. A. Program Studi Ilmu Tanaman. Propinsi Sumatera Selatan. 2008. N. 2007. Efektifitas bakteri pelarut fosfat Pseudomonas sp pada pertumbuhan tanaman kedelai pada tanah podsolik merah kuning.Pupuk Hayati . The retention of phosphate by soils. Perbaikan dan peningkatan efisiensi produksi kedelai di lahan keringmasam. 2006.G. 2008.

dalam keadaan yang selalu tergenang. Sumatera. Pendahuluan Lahan gambut dikenal dan ditemukan pertama kali oleh Kyooker. (b) dengan bahan organik terdiri atas bahan organik halus (saprik) atau bahan organik sedang (hemik) atau bahan fibrik (kasar) kurang dari 2/3 volume dan kerapatan jenis dalam keadaan lembab 0.48 juta hektar. Istilah gambut sendiri pertama kali muncul dan kemudian umum digunakan oleh di kalangan ilmiawan dan menjadi kosa kata Indonesia sejak tahun 1970 an (Radjaguguk. 2001).70 juta hektar dan 1. Uni Sovyet dan Amerika Serikat. 2006). danau atau daerah pantai yang selalu tergenang dan produksi bahan organik yang melimpah dari vegetasi hutan mangrove atau hutan payau.16 juta hektar. Tanah gambut terbentuk karena laju ak umulasi bahan organik melebihi proses mineralisasi yang biasanya terjadi pada kondisi jenuh air yang hampir terus menerus . misalnya pada cekungan atau depresi. Riau dan Kalimantan Selatan dengan luas masing-masing 2. tidak berstruktur.1 g ml -1 atau lebih. 1996).61 juta ha. seorang pejabat Belanda pada tahun 1860an yang menyatakan bahwa 1/6 areal wilayah Sumatera ditempati gambut (Notohadiprawiro.0) kandungan unsur hara rendah (Paungkas P.1 g ml-1.5 m. konsistensi tidak lekat-agak lekat.480 ribu hektar. Kalimantan Barat merupakan propinsi yang memiliki luas lahan gambut terbesar di Indonesia yaitu seluas 4. umumnya bersifat sangat asam (pH 4. Di daerah tropis khususnya Indonesia menurut Driesen (1978) terbentuknya gambut pada umumnya terjadi dibawah kondisi dimana tanaman yang telah mati tergenang air secara terus menerus. dimana proses dekomposisinya berlangsung tidak sempurna sehingga terjadi penumpukan dan akumulasi bahan organik membentuk tanah gambut yang kedalamannya di beberpa tempat dapat mencapai 16 meter. (2) 40 cm atau lebih : (a) dengan lapisan bahan organik jenuh air lebih dari 6 bulan atau telah ada perbaikan drainase. dengan ciri dan sifat: tidak terjadi deferensiasi horizon secara jelas. Jenis tanah Organosol atau tanah gambut atau tanah organik berasal dari bahan induk organik seperti dari hutan rawa atau rumput rawa. Menurut Soekardi dan Hidayat (1988) penyebaran gambut di Indonesia meliputi areal seluas 18. kandungan organik lebih dari 30% untuk tanah tekstur lempung dan lebih dari 20% untuk tanah tekstur pasir. 1. diikuti oleh Kalimantan Tengah. Papua serta beberapa pulau Kecil. Tanah gambut dapat terbentuk di daerah rawa pasang surut dan di daerah rawa -rawa pedalaman yang tidak dipengaruhi oleh air pasang surut (Hardjowigeno. ketebalan lebih dari 0. Tanah gambut merupakan tanah hidromorfik yang bahan asalnya sebagian besar atau seluruhnya terdiri atas bahan organik sisa-sisa tumbuhan. warna coklat hingga kehitaman. tersebar pada pulau-pulau besar Kalimantan. 1997).I. Dengan penyebaran seluas sekitar 18 juta ha maka luas lahan gambut Indonesia menempati urutan ke-4 dari luas gambut dunia setelah Kanada. Soil Survey Staff (1990) menyatakan bahwa yang dimaksud dengan tanah organik (Histosol) adalah tanah yang mempunyai ketebalan sebagai berikut : (1) 60 cm atau lebih dengan kandungan serat (bahan organik kasar) meliputi 3/4 volume atau lebih dan kerapatan jenis dalam keadaan lembab kurang dari 0. tekstur debu lempung.

kerikil atau pasir yang ruang antaranya telah diisi oleh bahan organik. 1996). Kriteria penggolongan tanah gambut dengan tanah mineral secara kuantitatif ditentukan oleh kandungan fraksi bahan tanah mineral dan C-organik. gambut sering bercampur dengan tanah liat. dan porositas total antara 75% sampai 95% menyebabkan terbatasnya penggunaan mesin -mesin pertanian dan pemilihan komoditas yang akan diusahakan (Ambak dan Melling. Dapat juga digolongkan pada tanah gambut bila kedalaman tanah tersebut besar dari 50 cm dan kandungan bahan organiknya besar 65%. Menurut Suhardjo dan Soepraptohardjo (1981). Sifat lain yang merugikan adalah jika gambut mengalami pengeringan yang berlebihan sehingga koloid gambut menjadi rusak. Menurut Everret (1983). (2) mempunyai 12% atau lebih kecil C-organik jika fraksi mineral tidak mengandung liat.  Folist merupakan lapisan tanah yang tersusun oleh tumpukan daun-daun. bergantung pada tahapan dekomposisinya. suatu tanah digolongkan pada tanah gambut jika (1) mempunyai 18 % atau lebih C-organik jika fraksi mineral terdiri atas 60% atau lebih kadar liat.4 g cm-3). depresi atau bagian-bagian terendah di pelimbahan dan menyebar di dataran rendah sampai tinggi. bobot isi rendah (0. Hal tersebut akan memperlambat proses dekomposisi bahan organik dan akhirnya bahan organik itu akan menumpuk. Gambut tropis umumnya berwarna coklat tua (gelap). Apabila dalam keadaan jenuh air mempunyai kandungan C –organik paling sedikit 18% jika kandung liatnya >60 % atau mempunyai kandungan C-organik 2% jika tidak mempunyai liat (O %) atau mempunyai kandungan C–organik lebih dari 12% + % liat x 0. Gambut akan kehilangan air tersedia setelah 4 sampai 5 minggu pengeringan dan hal itu mengakibatkan gambut mudah terbakar. Lahan gambut sangat luas umumnya menempati menyebar diantara aliran bawah sungai besar dekat muara.sehingga sirkulasi oksigen dalam tanah terhambat. Lahan ini sepanjang tahun/selama waktu yang panjang dalam setahun selalu jenuh air (water logged) atau tergenang air. dan (3) mempunyai 12% sampai 18% C-organik jika fraksi mineral mengandung liat antara 0% sampai 60 %. Apabila tidak jenuh air mempunyai kandungan C-organik minimal 2O %. Di alam. Hemists.05-0. ranting dan cabang yang tertimbun diatas batuan. Lahan gambut mempunyai penyebaran di lahan rawa. dimana gerakan naik turunnya air tanah dipengaruhi pasang surut harian air laut. Saprists. . tanah gambut mempunyai lapisan organik setebal 50 cm atau lebih dari permukaan tanah.  Fibrists merupakan tumpukan dari bahan organik yang berserat yang belum atau baru mengalami proses dekomposisi. yaitu lahan yang menempati posisi peralihan diantara daratan dan sistem perairan.1990): 1. 2. Fibreists.1 jika kandungan liatnya antara 0-60 %. Kandungan air yang tinggi dan kapasitas memegang air 15 sampai 30 kali dari bobot kering. Menurut Soil Taxonomi gambut digolongkan kedalam order Histosol yang dibedakan menjadi 4 sub order masing-masing Folists. Tanah gambut terdapat di cekungan. Yang paling dominan dan sangat luas adalah lahan gambut yang terdapat di lahan rawa di dataran rendah sepanjang pantai. Tanah disebut sebagai tanah gambut apabila memenuhi salah satu persyaratan berikut (Soil Survey Staff . 2000). Gejala kering tak balik (irreversible drying) terjadi dan gambut berubah sifat seperti arang sehingga tidak mampu lagi menyerap hara dan menahan air (Subagyo et al.

berat jenisnya besar dari 0. 2. mempunyai ketebalan 0.lahan gambut adalah lahan rawa dengan ketebalan gambut lebih dari 50 cm. Jawa Barat). terbentuk dari sisa tumbuhan hutan dan rumput rawa. Rawa Lakbok (Ciamis. Dalam kondisi alami. Pemanfaatan gambut yang tidak bijaksana justru membawa bencana bagi kehidupan masyarakat setempat dan bangsa. hampir selalu tergenang air. Lahan gambut sedang. Lahan dengan ketebalan tanah gambut kurang dari 50 cm disebut sebagai lahan atau tanah bergambut disebut sebagai lahan gambut apabila ketebalan gambut lebih dari 50 cm.  Saprists adalah gambut yang tingkat dekomposisinya telah lanjut. Dari sekian luas penyebaran di Indonesia beberapa bagian dipengaruhi oleh pasang.5 – 6 meter. yaitu: 1. Berdasarkan penyebaran topografinya. gambut topogen: terbentuk di daerah cekungan (depresi) antara rawa-rawa di daerah dataran rendah dengan di pegunungan. Menurut pengamatan di lapangan. Misalnya kasus kebakaran hutan yang menyebabkan protes dari negara-negara tetangga. lapisan tanah gambut terdiri atas bahan material berserat dan tanaman yang terdekomposisi belum sempurna. Lahan gambut dalam. sehingga menghasilkan tanah gambut yang variasi dan sebarannya heterogen. Tanah gambut di daerah tropika basah seperti Indonesia berkembang dari vegetasi hutan tropis.300 cm 4. yaitu lahan dengan ketebalan gambut lebih dari 300 cm. tanah gambut dibedakan menjadi tiga yaitu: a. Contoh penyebarannya di daerah dataran pantai Sumatra.5 – 16 meter. Dengan demikian. Jawa Tengah). yaitu lahan dengan ketebalan gambut 50 . berasal dari sisa tumbuhan yang hidupnya di daerah sedang (vegetasi spagnum). yaitu lahan dengan ketebalan gambut 200 . dan c. .2 dan biasanya berwarna hitam atau coklat kelam. Lahan gambut sangat dalam. Contoh penyebarannya di Rawa Pening (Jawa Tengah). gambut ombrogen: terletak di dataran pantai berawa. Diberbagai tempat dewasa ini telah dilakukan pemanfaatan tanah gambut itu terutama untuk lahan pasang surut dan pembukaan lahan lain baik untuk perkebunan maupun untuk lahan pemukiman transmigrasi. ketebalan 0. Contoh penyebarannya di Dataran Tinggi Dieng. dan Segara Anakan (Cilacap. b. yaitu lahan dengan ketebalan gambut 100 . kandungan unsur hara relatif lebih tinggi. Tanah gambut secara alami terdapat pada lapisan paling atas. Di bawahnya terdapat lapisan tanah alluvial pada ke dalaman yang bervariasi.200 cm 3. bersifat agak asam. Kalimantan dan Irian Jaya (Papua).100 cm. dimana separuh dari bahan organik tersebut telah terdekomposisi. berasal dari sisa tumbuhan rawa. Berdasarkan kedalamnya. Hemists adalah gambut yang tingkat dekomposis bahan organik tengah berlangsung. material berserat ini tidak terdistribusi secara merata dalam lapisan tanah. gambut pegunungan: terbentuk di daerah topografi pegunungan. lahan gambut dibagi menjadi empat tipe. bersifat sangat asam. Lahan gambut dangkal. Wilayah lahan-lahan gambut merupakan potensi karbon dan juga sebagai penyimpan air perlu didorong sehingga pemanfaatannya bisa maksimal dan tidak keliru lagi. hampir tidak berserabut.

Isu perubahan iklim dunia sudah menjadi isu global yang perlu dicarikan solusinya. emisi karbon. di kawasan hutan gambut tropika.Pasalnya. maka pengembangan lahan gambut Indonesia ke depan dituntut menerapkan beberapa kunci pokok pengelolaan yang meliputi aspek legal yang mendukung pengelolaan lahan gambut. Bobot volume fibrik lebih kecil dari 0. (1996). Berdasar sifat dari bahan gambut dan hasil pembelajaran dalam pengelolaan lahan gambut. dalam (200-300 cm) dan sangat dalam (lebih dari 300 cm). Tabel 1. yaitu (1) gambut eutropik yang subur.25 CaO 4. Subagyo et al.00 Abu 10. Yang dimaksud dengan fibrik adalah bahan organik tanah yang sangat sedikit terdekomposisi yang mengandung serat sebanyak 2/3 volume. penataan ruang berdasarkan satuan sistem hidrologi gambut sebagai wilayah fungsional ekosistem gambut.195 g cm -3. mesotropik. Kriteria kimia gambut eutropik. peningkatan stabilitas dan penurunan sifat toksik bahan gambut dan pengembangan tanaman yang sesuai dengan karakteristik lahan. sedangkan hemik adalah bahan organik yang mempunyai tingkat dekomposisi antara fibrik dengan saprik dengan bobot isi 0. dan pengaruhnya terhadap proses perubahan iklim dunia. vegetasi maupun gambut di bawahnya menyimpan kandungan karbon yang besar. Ketebalan atau kedalaman gambut juga menentukan tingkat kesuburan alami dan potensi kesesuaiannya untuk tanaman.10 P2O5 0.00 Eutropik . kandungan basa sedang).50 0.075 sampai 0. Pengertian taraf dekomposisi bahan organik tanah yang lebih jelas dikemukakan Widjaja dan Adhi (1988). Berdasarkan status hara. pasir kuarsa. dan (3) gambut oligotropik sebagai gambut miskin. Penggolongan tersebut didasarkan pada kandungan nitrogen (N). Fleisher (1965. pendekatan pengembangan berdasarkan karakteristik bahan tanah mineral di bawah lapisan gambut. agak dalam (100-200 cm). kalium (K).195 g cm -3. reaksi gambut netral atau alkalin). yaitu dangkal (50-100 cm). terutama Ca rendah dan reaksi masam) dan mesotrofik ( terletak diantara keduanya dengan pH sekitar 5. fosfor (P). Terdapat hubungan sangat jelas antara cadangan karbon. 1974) memilah gambut menjadi tiga golongan. dan oligotropik menurut Fleischer Tingkat Kesuburan Kriteria Penilaian (%) N K2O 2. atau endapan liat nonmarin. Menurut Subagyo et al. Saprik adalah bahan organik yang terdekomposisi paling lanjut yang mengandung serat kurang dari 1/3 volume dan bobot isi saprik adalah 0. Tanah gambut yang berkembang di atas pasir kuarsa miskin hara esensial dibandingkan dengan tanah gambut yang berkembang di atas tanah lempung dan liat. oligotrofik (kandungan mineral. dan kadar abunya seperti yang disajikan pada Tabel 1. tanah bawah gambut dapat terdiri atas liat endapan marin.075 g cm -3 dan kandungan air tinggi jika tanah dalam keadaan jenuh air. Stevenson (1994) menjelaskan bahwa lignin akan mengalami proses degradasi menjadi senyawa humat dan selama proses degradasi tersebut akan dihasilkan asam-asam fenolat. pengelolaan air. Komposisi bahan penyusun gambut berkaitan erat dengan asam-asam organik yang dihasilkan selama proses dekomposisi. gambut dibagi dalam 3 kelompok yakni eutrofik (kandungan mineral tinggi. Berdasarkan tingkat kesuburan alami. (2) gambut mesotropik dengan kesuburan sedang. Tingkat dekomposisi bahan organik ditunjukkan oleh kandungan serat. dikutip Driessen dan Soepraptohardjo. kalsium (Ca). (1996) membagi gambut dalam 4 kelas.

A. kategori kemasaman tanah gambut dibedakan atas : (1) tinggi.com. Fakultas Pertanian Unsri & Program Pascasarjana Unsri. http://dasar2ilmutanah.25 5.10 0. banyak terbentuk senyawasenyawa asam organik sehingga derajat kemasaman tanah gambut tinggi. dan (3) Pengelolaan Kesuburan Tanah Lanjut.05 1. pH kurang dari 4. 2009.blogspot.Mesotropik Oligotropik 2. Sebagai akibat akumulasi bahan organik dan tanah dalam lingkungan tergenang air. pH lebih dari 5.20 0.80 0. (3) rendah. Menurut Halim dan Soepardi (1987). Posted by Dr. Abdul Madjid.00 Sumber : Driessen dan Soepraptohardjo (1974).00 2. R.00 0. MS . pH berkisar antara 4 sampai 5. Ir. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Bahan Ajar Online untuk mata kuliah: (1) Dasar-Dasar Ilmu Tanah. (2) sedang. (2) Kesuburan Tanah. Bersambung ke bagian 2 yang dapat dilihat pada pustaka dibawah ini: Pustaka: Madjid.03 0.00 0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful