PENDUKUNG TEORI BIOGENESIS A) Percobaan Lazzaro Spallanzani ( 1729-1799) Spallanzani menyangsikan kebenaran paham abiogeensis.

Oleh karena itu, dia mengadakan percobaan yang pada prinsipnya sama dengan percobaan Francesco Redi, tetapi langkah percobaan Spallanzani lebih sempurna. Sebagai bahan percobaannya, Spallanzani menggunakan air kaldu atau air rebusan daging dan dua buah labu. Adapun percoban yang yang dilakukan Spallanzani selengkapnya adalah sebagai berikut: • Labu I : diisi air 70 cc air kaldu, kemudian dipanaskan 15oC selama beberapa menit dan dibiarkan tetap terbuka. • Labu II : diisi 70 cc air kaldu, ditutup rapat-rapat dengan sumbat gabus. Pada daerah pertemuan antara gabus dengan mulut labu diolesi paraffin cair agar rapat benar. Selanjutnya, labu dipanaskan.selanjutnay, labu I dan II didinginkan. Setelah dingin keduanya diletakkan pada tempat terbuka yang bebas dari gangguan hewan dan orang. Setelah lebih kurang satu minggu, diadakan pengamatan terhadap keadaan air kaldu pada kedua labu tersebut. Hasil percobaannya adalah sebagai berikut : Labu I : air kaldu mengalami perubahan, yaitu airnya menjadi bertambah keruh dan baunya menjadi tidak enak. Setelah diteliti ternyata air kaldu pada labu I ini banyak mengandung mikroba. Labu II : air kaldu labu ini tidak mengalami perubahan, artinya tetap jernih seperti semula, baunya juga tetap serta tidak mengandung mikroba. Tetapi, apabila labu ini dibiarkan terbuka lebih lama lagi, ternyata juga banyak mengandung mikroba, airnya berubah menjadi lebih keruh serta baunya tidak enak (busuk). Berdasarkan hasil percobaan tersebut, Lazzaro Spallanzani menyimpulkan bahwa mikroba yang ada didalam kaldu tersebut bukan berasal dari air kaldu (benda mati), tetapi berasal dari kehidupan diudara. Jadi, adanya pembusukan karena telah terjadi kontaminasi mikroba darimudara ke dalam air kaldu tersebut. B) Percobaan Louis Pasteur (1822-1895) Dalam menjawab keraguannya terhadap paham abiogenesis. Pasteur melaksanakan percobaan untuk menyempurnakan percobaan Lazzaro Spallanzani. Dalam percobaanya, Pasteur menggunakan bahan air kaldu dengan alat labu. Langkah-langkah percobaan Pasteur selengkapnya adalah sebagai berikut : Langkah I : labu disi 70 cc air kaldu, kemudian ditutup rapat-rapat dengan gabus. Celah antara gabus dengan mulut labu diolesi dengan paraffin cair. Setelah itu pada gabus tersebut dipasang pipa kaca berbentuk leher angsa. Lalu, labu dipanaskan atau disterilkan. Langkah II : selanjutnya labu didinginkan dan diletakkan ditempat yang aman. Setelah beberapa hari, keadaan air kaldu diamati. Ternyata air kaldu tersebut tetep jernih dan tidak mengandung mikroorganisme. Langkah III : labu yang air kaldu didalamnya tetap jernih dimiringkan sampai air kaldu didalamnya mengalir kepermukaan pipa hingga bersentuhan dengan udara. Setelah itu labu diletakkan kembali pada tempat yang aman selama beberapa hari. Kemudian keadaan air kaldu diamati lagi. Ternyata air kaldu didalam labu meanjadi busuk dan banyak mengandung mikroorganisme. Melalui pemanasan terhadap perangkat percobaanya, seluruh mikroorganisme yang terdapat dalam air kaldu akan mati. Disamping itu, akibat lain dari pemanasan adalah terbentuknya uap air pada pipa kaca berbentuk leher angsa. Apabila perangkat percobaan tersebut didinginkan, maka air pada pipa akan mengembun dan menutup lubang pipa tepat pada bagian yang berbentuk leher. Hal ini akan menyebabkan terhambatnya mikroorganisme yang bergentayangan diudara untuk masuk kedalam labu. Inilah yang menyebabkan tetap jernihnya air kaldu pada labu tadi. Pada saat sebelum pemanasan, udara bebas tetap dapat berhubungan dengan ruangan dalam labu. Mikroorganisme yang masuk bersama udara akan mati pada saat pemanasan air kaldu. Setelah labu dimiringkan hingga air kaldu sampai ke permukan pipa, air kaldu itu akan bersentuhan dengan udara bebas. Disini terjadilah kontaminasi mikroorganisme. Ketika labu dikembalikan keposisi semula (tegak), mikroorganisme tadi ikut terbawa masuk. Sehingga, setelah labu dibiarkan beberapa beberapa waktu air kaldu menjadi akeruh, karena adanya pembusukan oleh mikrooranisme tersebut. Dengan demikian terbuktilah ketidak benaran paham

telah terbukti bahwa sel organik mustahil terbentuk secara kebetulan. Untuk berfotosintesis. Pertumbuhan stromatolit yang masih aktif dapat disaksikan di perairan dangkal teluk California. ujung stromatolit menyembul di atas permukaan air. Alexander I. Maka berkembanglah bakteri autrotrof yang juga menghasilkan oksigen sebagai hasil sampingan otosintesis. Walaupun Louis Pasteur dengan percobaannya telah berhasil menumbangkan paham Abiogenesis atau generation spontanea dan sekaligus mengukuhkan paham Biogenesis. Selain itu. Cyanobacteria ini menjadi sosok kunci (gambaran) evolusi kehidupan. Pengakuan Evolusionis Alexander Oparin: “Asal-usul sel masih menjadi teka-teki. 2 Jeffrey Bada dari Institut San Diego Scripps memperjelas ketidakberdayaan evolusionis terhadap kebuntuan ini : “Kini. menyatakan: Percobaan tentang asal usul kehidupan di bidang kimia dan evolusi molekuler selama lebih dari 30 tahun. kita masih menghadapi masalah terbesar yang belum terpecahkan sejak awal abad ke-20: Bagaimana kehidupan muncul di muka bumi” ASAL – USUL PROKARIOTIK Organisme yang autotrof tidak mungkin mampu bertahan hidup karena saat itu belum terdapat karbon dioksida di atmosfer dan organismenya pun belum memiliki organel untuk melakukan fotosintesis. Omne vivum ex ovo = setiap makkhluk hidup berasal dari telur. Cyanobacteria yang dapat menumbuhkan Pilar Yang terbuat dari fosilnya dan materi dari sekitarnya. Berdasarkan hasil percobaan Spallanzani dan Pasteur tersebut.” Jeffrey Bada: “Kemunculan kehidupan di bumi adalah masalah terbesar yang belum terpecahkan. menghasilkan persepsi yang lebih baik tentang kompleksitas asal usul kehidupan di bumi ini. Australia Barat. Jumlah bahan organik yang tersedia menipis maka cara makan pun berkembang menjadi autotrof. yang merupakan titik tergelap dari teori evolusi yang utuh. dan munculah paham/teori baru tentang asal usul makhluk hidup yang dikenal dengan teori Biogenesis. Akan tetapi. 2. Bakteri ini kemungkinan sama dengan Cyanobacteria (ganggang hijau biru) yang ada dewasa ini. dan Bahama. Teori itu menyatakan : 1. Seperti tampak pada gambar. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya fosil Cyanobacteria di endapan Archean dan Proterozoic yang berusia 3. San Salvador. banyak evolusionis telah melakukan penelitian dan pengamatan untuk membuktikan bahwa sebuah sel dapat terbentuk secara ke-betulan. Omne ovum ex vivo = setiap telur berasal dari makhluk hidup.5 milyar tahun.5 milyar tahun yang lalu. dan 3. Gumpalan seperti tiang yang terbuat dari fosil Cyanobacteria disebut stromatolit. Saat ini. Pakar terkemuka teori evolusi molekuler. Evolusionis dihadapkan pada pertanyaan tentang asal usul kehidupan pada perempat kedua abad ke-20. menuliskan dalam bukunya “The Origin of Life” yang terbit pada tahun 1936: “Sayangnya. semua diskusi mengenai teori-teori dasar dan penelitian di bidang ini berakhir dengan kebuntuan atau pengakuan atas ketidaktahuan.” Sejak Oparin. saat meninggalkan abad ke-20. maka tumbanglah paham Abiogenesis.” Tantangan untuk menjelaskan asal usul kehidupan merupakan sumber krisis terbesar yang dihadapi teori evolusi. yang menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari benda mati yang terjadi secara spontan. dan bukannya memberikan jawaban yang mereka harapkan. Omne vivum ex vivo = setiap makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya. . stromatolit memiliki bagian yang terbenam dalam air. yaitu dapat merubah bahan anorganik menjadi bahan organik lewat fotosintesis. Stromatolit ini diperkirakan berumur 3. Oparin. kepala Institut Biokimia di Universitas Johannes Gutenberg. setiap upaya hanya memperjelas desain sel yang kompleks sehingga semakin menggugurkan hipotesis mereka. belum berarti bahwa masalah bagaimana terbentuknya makhluk hidup yang pertama kali terjawab. Untuk direnungkan. Seperti halnya gunung es. Alasannya. molekul-molekul organik sangat kompleks dan pembentukannya tidak mungkin dapat diterangkan sebagai suatu kebetulan. Profesor Klaus Dose. organisme memerlukan pigmen tertentu. asal usul sel masih menjadi pertanyaan.Abiogenesis atau generation spontanea. secara bertahap menghasilkan oksigen yang dilepas ke atmosfer dan laut sekitar 2 milyar tahun yang lalu. Hasil fotosintesis bakteri di masa lalu. evolusionis Rusia.

Hipotesis lain tentang asal-usul eukariota menjelaskan bahwa organism eukariota berkembang secara langsung dari organism prokariota. bakteri prokariotik yang autotrof dan heterotrof melakukan simbiosis bersama. Para biologiwan telah menemukan persamaan – persamaan antara organel dan bakteri yang menjadi bukti hipotesis simbiosis. Organisme prokariotik berfungsi sebagai inang.Yang menarik perhatian adalah. Pada simbiosis ini. Sebagai contohnya. para ilmuwan berspekulasi bahwa organisme eukariotik berasal dari organism prokariotik.6 milyar tahun yang lalu. Namun. Akhirnya. bakteri yang berada di dalamnya didistribusikan ke tiap sel anakan. 3. yaitu: 1. bakteri berbentuk spiral juga ikut bergabung dengan simbiosis ini dan membentuk flagella dan silia. perlindungan diri mencari makanan dan energi dilakukan bersama. Hasilnya adalah protista seperti yang ada dewasa ini. . Organisme jenis ini biasanya dapat dilihat dengan mata telanjang (kecuali untuk beberapa organisme yang spesifik). Saat inang membelah diri. Contoh organisme multiselular adalah hewan dan tumbuhan. kontras dengan organisme uniselular yang hanya mempunyai satu sel. mitokondria menyerupai bakteri dalam beberapa hal. sama dengan bakteri yang ditemukan pada fosil stromatolit. Diperkirakan stromatolit ini terdapat melimpah di seluruh perairan tawar dan laut sampai sekitar 1. sel eukariotik yang bagian flagelnya menghilang dan membentuk kloroplas akan membentuk tumbuhan. memulai kolonisasi daratan sekitar 475 juta tahun silam. memiliki asam nukleat yang sama. Tumbuhan bersama dengan fungi. ASAL – USUL EKUKARIOTA Eukariotik diperkirakan mulai muncul 1. kehidupan dibumi terbatas hanya pada lingkungan akuatik. 2. dan 4. Para ilmuwan belum mengetahui dengan pasti bagaimana organisme eukariotik ini berkembang. Asal-Usul Tumbuhan Berdasarkan dugaan bergabungnya endosimbion terutama Cyanobacteria. Simbiosis adalah hubungan yang erat antara organism yang seringkali menguntungkan. Asal-Usul Kolonisasi Daratan Selama hampir 90% masa keberadaannya zaman pra-kambrium.5 milyar tahun yang lalu. dapat bereproduksi sendiri. Hipotesis endosimbiosis ini menyatakan bahwa nenek moyang sel hewan dan tumbuhan merupakan hasil simbiosis antara organisme prokariotik anaerob yang besar dengan sel bakteri aerob yang kecil. Organel-organel dalam sel eukariota berasal dari pelekukan dan penjepitan bagian membran sel organisme prokariota Multiselular adalah suatu istilah biologi untuk organisme yang mempunyai banyak sel. kadang memiliki ukuran dan bentuk sama. melaksanakan sintesis protein di ribosom. Masing-masing organisme ini tetap tumbuh dan membelah diri. dan sel bakteri aerob berada di dalam inang dan berfungsi sebagai mitokondria. diperkirakan nenek moyang tumbuhan merupakan konversi organisme eukariotheterotrof. Menurut para ilmuwan. bahwa ukuran dan bentuk bakteri yang terdapat pada stromatolit yang masih aktif saat ini. dan kolonisasi daratan merupakan salah satu kejadian yang sangat penting dalam sejarah kehidupan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful