SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN MAHASISWA BERPRESTASI MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Komputer

Oleh Lusi Luzaenah 056665 PROGRAM STUDI ILMU KOMPUTER
FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA BANDUNG 2009

 

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN MAHASISWA BERPRESTASI MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) Oleh Lusi Luzaenah 056665 Disetujui dan Disahkan oleh :
 

Dosen Pembimbing I

Drs. Heri Sutarno, M.T NIP.195607141984031002

Dosen Pembimbing II

Asep Wahyudin, M.T NIP.197112232006041001

Mengetahui Ketua Program Studi Ilmu Komputer FPMIPA UPI

Drs. Heri Sutarno, M.T NIP.195607141984031002

 

ABSTRAK
Proses pemilihan mahasiswa berprestasi tingkat perguruan tinggi merupakan proses mendapatkan dan menggunakan informasi mengenai mahasiswa berprestasi di perguruan tinggi untuk menentukan siapa yang pantas mengikuti pemilihan mahasiswa berprestasi tingkat nasional. Sebuah perguruan tinggi harus mengambil keputusan yang tepat mengenai pemilihan mahasiswa berprestasi, bila hal ini dilakukan dengan baik dan benar akan menjamin hasil pemilihan yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan. Sistem pendukung keputusan berperan dalam membantu pihak perguruan tinggi untuk mengambil keputusan yang tepat. Pada penelitian ini telah dibuat sebuah prototype perangkat lunak Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Mahasiswa Berprestasi yang berfungsi membantu pihak perguruan tinggi mengambil keputusan yang tepat dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process. Fungsi utama perangkat lunak ini adalah mengolah data-data pemilihan mahasiswa berprestasi tingkat perguruan tinggi.Perangkat lunak ini diimplementasikan dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP, dan untuk database menggunakan Mysql. Kata kunci : sistem pendukung keputusan, prototype, perangkat lunak, database, Analytical Hierarchy Process (AHP).

i  

   

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT., shalawat serta salam semoga selalu dilimpahkan kepada Rasulullah SAW., kepada keluarganya, para sahabat, dan umatnya sampai akhir zaman dalam iman dan islam. Berkat rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi yang berjudul “Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP)”, yang disusun untuk memenuhi sebagian dari syarat memperoleh gelar Sarjana Komputer pada Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam di Universitas Pendidikan Indonesia Bandung. Dalam skripsi ini, penulis mencoba menggunakan metode AHP dalam proses pemilihan mahasiswa berprestasi. Berdasarkan hasil penelitian, penulis dapat mengetahui bagaimana proses metode AHP dalam memberikan pemecahan masalah pemilihan mahasiswa berprestasi. Dalam penulisan skripsi ini, penulis menyadari bahwa apa yang disampaikan ini masih jauh dari kesempurnaan, maka dengan segala kerendahan hati penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun untuk kebaikan dalam penulisan skripsi ini. Terwujudnya skripsi ini tidak terlepas dari bantuan, do’a, motivasi, bimbingan, dan kasih sayang dari berbagai pihak. Oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis dengan tulus dan ikhlas menghaturkan penghargaan dan menyampaikan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada semua pihak

ii  

   

yang telah membantu, membimbing, dan memberikan arahan bagi penulis selama penulisan skripsi ini, terutama sekali penulis sampaikan kepada : 1. Bapak Heri Sutarno, M.T., selaku dosen Pembimbing I yang telah membimbing dan mengarahkan penulis dengan memberikan saran, koreksi, serta arahan dengan penuh kesabaran sejak awal bimbingan hingga skripsi ini selesai. 2. Bapak Asep Wahyudin, M.T., selaku dosen pembimbing II yang telah bersedia secara tulus dan penuh kesabaran memberikan bimbingan dan mengarahkan penulis berupa saran, koreksi, arahan, dan meluangkan waktu kepada penulis hingga skripsi ini selesai. 3. Bapak Drs. Eka Fitrajaya R, M.T., selaku pembimbing akademik atas bimbingannya selama studi, selalu memberikan nasihat, dan motivasi sejak awal perkuliahan. 4. Bapak Rizky Rachman JP. M.Kom., selaku dosen koordinator Skripsi yang memberikan arahan dalam penyusunan skripsi. 5. Bapak Lala M. Riza, M.T., yang telah memberikan saran yang sangat membangun kepada penulis ketika seminar proposal skripsi. 6. Seluruh dosen FPMIPA UPI terutama Program Studi Ilmu Komputer, yang telah mencurahkan segala ilmu pengetahuan kepada penulis selama menempuh studi. 7. Bapak Direktur Direktorat Akademik dan Kemahasiswaan UPI yang telah mengizinkan penulis untuk mengadakan penelitian diinstansinya.

iii  

   

8. Bapak Ir. Herman T.B (Kepala Divisi Pembinaan Program Kemahasiswaan Kesejahteraan Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonsia), selaku narasumber, yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk melakukan berprestasi. 9. Kedua orang tua (H. Wahid Gozali dan Hj. Ai Hayati), kakak Eva faridah S.Pd sekeluarga, Siti Nafisah S.Pd, (Almh) Eni Anggraini, serta adikadikku (Iis Sonari, Rina Apriyanti, Hadad Al-Gozali, Nur Siti Sa’adiyah, Siti Fatimah, Wardatul Aliyah, dan Ramdani) tercinta. 10. (Alm) Kakekku dan nenekku tersayang, atas kasih sayang, do’a, bantuan, perhatian, dan motivasi yang telah diberikan selama ini. 11. Sahabat-sahabat setiaku, Evi Chandrawati, Deni Prayitno, Solickhin, Prima Iman Pratama, Oktariani Nurul Pratiwi, Nur Fitra Hadianto, Arief Prayoga, Harry Afri Sandi, Rani Megasari, Eka Andrita G., Fadhil Hidayat yang selalu memotivasi penulis untuk menyelesaikan skripsi ini. 12. Seluruh mahasiswa Program Studi Ilmu Komputer dan Pendidikan Ilmu Komputer yang telah memberikan bantuan, arahan, dan motivasi kepada penulis. 13. Yang berbahagia rekan-rekan seangkatan dan seperjuangan dan juga semua pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu yang telah membantu selama pelaksanaan dan penulisan skripsi ini. penelitian (wawancara) tentang pemilihan mahasiswa

iv  

   

Teriring do’a semoga amal baik ini mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT., Aaamiiin. Penulis mohon maaf bila terdapat kekurangan dan kesalahan dalam penulisan skripsi ini. Akhir kata semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Semoga Allah SWT. memberikan yang terbaik bagi hidup dan kehidupan kita. Aaamiin.
   

Bandung, Agustus 2009

Lusi Luzaenah
 

v  

   

DAFTAR ISI
ABSTRAK…………………………………………………………………...........i KATA PENGANTAR ........................................................................................... ii DAFTAR ISI......................................................................................................... vi DAFTAR TABEL ................................................................................................ ix DAFTAR GAMBAR ..............................................................................................x DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................ xi BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................1 1.1. 1.2. 1.3. 1.4. 1.5. 1.6. 1.7. Latar Belakang .................................................................................................. 1 Rumusan Masalah ............................................................................................ 4 Batasan Masalah ............................................................................................... 4 Tujuan Penelitian.............................................................................................. 5 Manfaat Penelitian ........................................................................................... 6 Metode Penelitian............................................................................................. 6 Sistematika Penulisan ...................................................................................... 7

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ...........................................................................9 2.1. Sistem Pendukung Keputusan (SPK) ............................................................ 9 Definisi Sistem Pendukung Keputusan ..............................................9 Dasar-dasar Sistem Pendukung Keputusan........................................9 Karakteristik Sistem Pendukung Keputusan ....................................11 Komponen Sistem Pendukung Keputusan .......................................12

2.1.1. 2.1.2. 2.1.3. 2.1.4. 2.2.
 

Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Tingkat Perguruan Tinggi ................. 15

vi  

   

2.2.1. 2.2.2. 2.2.3. 2.2.4. 2.3.

Pengertian Mahasiswa Berprestasi ..................................................15 Dasar Hukum Pemilihan Mahasiswa Berprestasi ............................15 Tujuan Pemilihan Mahasiswa Berprestasi .......................................15 Peserta Pemilihan Mahasiswa Berprestasi .......................................16

Analytical Hierarchy Process ....................................................................... 16 Penyusunan Hirarki ..........................................................................20 Penentuan Prioritas ..........................................................................21 Konsistensi .......................................................................................25 Bobot Prioritas .................................................................................27

2.3.1. 2.3.2. 2.3.3. 2.3.4.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ..........................................................28 3.1. 3.2. Desain Penelitian ............................................................................................ 28 Metode Penelitian........................................................................................... 29 Metode Pengumpulan Data ..............................................................29 Metode Pengembangan Perangkat Lunak ........................................29

3.2.1. 3.2.2. 3.3.

Alat dan Bahan Penelitian ............................................................................. 32 Alat Penelitian ..................................................................................32 Bahan Penelitian ..............................................................................33

3.3.1. 3.3.2.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ...................................34 4.1. Batasan dalam Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Tingkat Perguruan

Tinggi ………………………………………………………………………………....34 4.2.
    vii  

Pengembangan Perangkat Lunak ................................................................. 34

   

4.2.1. 4.2.2. 4.2.3. 4.2.4. 4.3.

Analisis Sistem.................................................................................34 Perancangan Sistem .........................................................................38 Implementasi (Coding) ....................................................................38 Uji Coba (Test) .................................................................................40

Pembahasan Penelitian .................................................................................. 41

BAB V PENUTUP................................................................................................47 5.1. 5.2. Kesimpulan ..................................................................................................... 47 Saran ................................................................................................................ 48

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... xii LAMPIRAN-LAMPIRAN…………………………………………………......49 RIWAYAT HIDUP…………………………………………………………..…77
   

viii  

   

DAFTAR TABEL
Tabel Halaman

1.1 Parameter atau kriteria yang digunakan dalam pemilihan ..........................2 2.1 Matriks perbandingan berpasangan ..........................................................19 2.2 Skala penilaian perbandingan berpasangan ..............................................22 2.3 Matriks kriteria pemilihan mahasiswa berprestasi ....................................25 2.4 Nilai Indeks Random ................................................................................26 4.1 Format penilaian hasil wawancara pemilihan mahasiswa berprestasi ......36 4.2 Implementasi modul pengelolaan data alternatif ......................................38 4.3 Implementasi modul proses pemilihan ....................................................39 4.4 Implementasi modul pengelolaan laporan ................................................40 4.5 Pelaksanaan pengujian ..............................................................................40 4.6 Pembobotan kriteria dengan metode AHP ................................................43
 

ix  

   

DAFTAR GAMBAR
Gambar Halaman

2.1 Struktur hirarki dalam AHP .......................................................................18 2.2 Langkah perhitungan dalam AHP ..............................................................20 2.3 Hirarki dalam permilihan mahasiswa berprestasi ......................................21 2.4 Matriks perbandingan berpasangan ...........................................................23 2.5 Matriks perbandingan preferensi ...............................................................24 3.1 Desain penelitian pemilihan mahasiswa berprestasi ..................................28 3.2 Model sekuensial linier ..............................................................................32 4.1 Deskripsi SPK Pemilihan Mahasiswa Berprestasi .....................................35 4.2 Context Diagram SPK Pemilihan Mahasiswa Berprestasi ........................37 4.3 Perancangan data SPK Pemilihan Mahasiswa Berprestasi ........................38 4.4 Proses penilaian dengan menggunakan sistem ..........................................44 4.5 Proses pemilihan dengan sistem ................................................................45

   

x  

   

DAFTAR LAMPIRAN
A. PENJABARAN LANGKAH PENGHITUNGAN AHP …………..49 B. LISTING PROGRAM………………………………………………..60 C. SURAT IJIN PENELITIAN C.1 Hasil Wawancara …………………………………………………......73 C.2 Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian…………………….... 76
 

xi  

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Setiap individu mahasiswa memiliki hard skills dan soft skills yang berpotensi dalam menunjang masa depannya. Namun, tidak semua individu tersebut memiliki kemauan dan kemampuan dalam mengekplorasi potensi yang dimilikinya tersebut. Dalam era persaingan bebas, dibutuhkan lulusan yang memiliki kemampuan hard skills dan soft skills yang seimbang, sehingga mahasiswa dituntut dapat aktif dan memiliki prestasi di bidang akademik dan non akademik, ekstra dan intra kurikuler. Oleh karena itu, disetiap perguruan tinggi perlu diidentifikasi mahasiswa yang dapat melakukan keduanya dan diberikan penghargaan sebagai mahasiswa yang berprestasi, yakni dengan melakukan pemilihan mahasiswa berprestasi tingkat perguruan tinggi. Proses pemilihan mahasiswa berprestasi yang dilakukan secara manual memiliki bebebrapa kelemahan sehingga menimbulkan beberapa persoalan, diantaranya sebagai berikut. 1. Proses pengolahan data pemilihan yang memakan waktu lama. Hal ini dapat mempengaruhi terhadap proses penetapan kebijakan pihak perguruan tinggi untuk menentukan mahasiswa yang benar-benar pantas mengikuti proses selanjutnya, yakni proses pemilihan mahasiswa berprestasi tingkat nasional yang akan dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

1  

  2  

2. Memungkinkan terjadinya human error dalam proses pengolahan data-data yang digunakan dalam proses pemilihan. 3. Memungkinkan terjadinya ekplorasi informasi yang minim. Informasi yang dimaksudkan adalah informasi dari hasil proses pemilihan mahasiswa berprestasi yang telah dilakukan. Informasi yang diperoleh dari hasil proses pemilihan mahasiswa seharusnya dapat dipergunakan dengan baik, sehingga memungkinkan untuk memudahkan pihak perguruan tinggi untuk melakukan kebijakan-kebijakan yang akan dilakukan dimasa mendatang. Dalam pelaksanaannya pemilihan mahasiswa berprestasi ini menggunakan beberapa komponen atau kriteria (multikriteria) yang nantinya akan dinilai. Perumusan kriteria-kriteria tersebut dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi-Departemen Pendidikan Nasional (DIKTI). Kriteria-kriteria tersebut memiliki intensitas kepentingan (bobot) yang berbeda. DIKTI telah menetapkan komponen-komponen atau kriteria-kriteria yang akan dinilai pada pemilihan mahasiswa berprestasi ini. Kriteria-kriteria tersebut adalah sebagai berikut. Tabel 1. 1 Parameter atau Kriteria yang Digunakan Dalam Pemilihan
 

No 1. 2. 3. 4.

Nama Kriteria Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Karya Tulis Kegiatan Intra-Ekstrakurikuler Kemampuan Bahasa Inggris

Bobot 20% 30% 25% 25%

 

  3  

Keempat komponen atau kriteria di atas digunakan sejak tahun 2006, yakni awal diadakannya pemilihan mahasiswa berprestasi diseluruh perguruan tinggi di Indonesia. Melalui pedoman umum pemilihan mahasiswa berprestasi tingkat perguruan tinggi yang ditetapkan oleh DIKTI, maka pihak perguruan tinggi dapat melakukan pemilihan terhadap alternatif-alternatif atau calon-calon mahasiswa berprestasi. Pilihan yang telah ditetapkan harus dapat memberikan kepuasan karena kepuasan salah satu aspek penting dalam keputusan. Menurut Simon (Suryadi dan Ramdhani,2002, h.15) pada akhirnya dapat dikatakan bahwa setiap keputusan itu bertolak dari beberapa kemungkinan atau alternatif untuk dipilih. Setiap alternatif membawa konsekuensi-konsekuensi. Ini berarti, sejumlah alternatif itu berbeda satu dengan yang lain mengingat perbedaan dari konsekuensi-konsekuensi yang akan ditimbulkannya. Saat kita memasuki abad 21 terdapat perubahan besar bagaimana dukungan komputerisasi dalam pengambilan keputusan suatu masalah. Sistem pendukung keputusan yang berbasis komputer dianggap bersifat interaktif. Sistem pendukung keputusan pemilihan mahasiswa berprestasi yang berbasis komputer dapat membantu kita dalam menentukan alternatif pemilihan mahasiswa berprestasi. Proses pemilihan mahasiswa berprestasi merupakan permasalahan yang melibatkan banyak komponen atau kriteria yang dinilai (multikriteria), sehingga dalam penyelesaiannya diperlukan sebuah sistem pendukung keputusan dengan multikriteria.

 

  4  

Salah satu metode sistem pendukung keputusan yang multikriteria adalah Analytical Hierarchy Process (AHP). AHP ini cukup efektif dalam menyederhanakan dan mempercepat proses pengambilan keputusan dengan memecahkan persoalan tersebut ke dalam bagian-bagiannya. Dengan metode AHP ini penulis membuat sebuah sistem pendukung keputusan pemilihan mahasiswa berprestasi tingkat perguruan tinggi yang berbasis komputer yang diharapkan nantinya dapat membantu para pembuat keputusan di suatu perguruan tinggi dalam memutuskan alternatif-alternatif terbaik dalam pemilihan mahasiswa berprestasi. 1.2. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, diperoleh dua rumusan masalah untuk melakukan penelitian tentang sistem pendukung keputusan untuk pemilihan mahasiswa berprestasi menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) ini, yakni sebagai berikut. 1. Bagaimana metode AHP dapat memberikan solusi dalam permasalahan pemilihan mahasiswa berprestasi ? 2. Bagaimana model sistem pendukung keputusan pemilihan mahasiswa berprestasi yang berbasis komputer dengan menggunakan metode AHP ? 1.3. Batasan Masalah Untuk memfokuskan penelitian, maka dibuat batasan dari perumusan masalah di atas, diantaranya sebagai berikut.

 

  5  

1.

Sistem pendukung keputusan yang dibuat adalah sistem pendukung keputusan yang hanya membantu memberikan alternatif mahasiswa berprestasi tingkat perguruan tinggi.

2.

Parameter atau kriteria pemilihan pengambilan keputusan yang digunakan merupakan hasil dari kebijakan yang telah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi-Departemen Pendidikan Nasional (DIKTI), yakni IPK, Karya Tulis, Kegiatan Intra-Ekstrakurikuler, Kemampuan bahasa Inggris.

3.

Untuk pemilihan mahasiswa berprestasi ini ditetapkan alternatif paling banyak adalah 12 orang (calon mahasiswa berprestasi), sedangkan paling sedikit 7 orang.

4.

Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan model Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan skala kepentingan 1-6.

1.4. Tujuan Penelitian Tujuan dilakukannya penelitian ini, diantaranya sebagai berikut. 1. Menerapkan metode AHP dalam membangun sistem pendukung keputusan pemilihan mahasiswa berprestasi. 2. Membangun suatu prototype sistem pendukung keputusan untuk pemilihan mahasiswa berprestasi menggunakan metode Analytical Process. Hierarchy

 

  6  

1.5. Manfaat Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan harapan dapat memberikan manfaat, diantaranya. 1. Memodelkan sistem pendukung keputusan pemilihan mahasiswa

berprestasi tingkat perguruan tinggi dengan metode AHP. 2. Memudahkan para pengambil keputusan dalam mengambil keputusan untuk memilih mahasiswa berprestasi yang diharapkan. 3. Memotivasi untuk melakukan penelitian berikutnya, baik untuk

permasalahan serupa maupun permasalahan lainnya dengan menggunakan metode yang sama. 1.6. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi, metode

pengumpulan data dan metode pengembangan perangkat lunak. 1. Metode pengumpulan data a. Metode studi literatur Dengan mengumpulkan dan mempelajari literatur yang berkaitan dengan teori sistem pendukung keputusan yang berbasis komputer, mekanisme pemilihan mahasiswa berprestasi tingkat universitas, dan metode AHP. b. Metode wawancara Dengan melakukan wawancara dengan lembaga atau instansi yang dijadikan objek penelitian, yakni untuk mendapatkan data-data atau

 

  7  

informasi-informasi

yang

diperlukan

untuk

penelitian

dan

pembangunan perangkat lunak. 2. Metode pengembangan perangkat lunak a. Metode pendekatan perangkat lunak Metode yang digunakan adalah metode pendekatan terstruktur, yakni analisis yang terfokus pada aliran data. Pendekatan terstruktur mengenalkan beberapa alat untuk mengembangkan sistem terstruktur. Alat-alat tersebut diantaranya, data dictionary, entity relationship diagram (ERD), data flow diagram (DFD), process specification (Pspec). b. Model Proses Model proses yang digunakan untuk pembangunan perangkat lunak adalah model sekuensial linier. 1.7. Sistematika Penulisan BAB I Pendahuluan Bab ini berisi latar belakang penulis melakukan penelitian, rumusan dan batasan masalah,yang diperoleh dari latar belakang yang ada, menjelaskan tujuan dan manfaat dari penelitian, menjabarkan metode penelitian dan sistematika penelitian yang digunakan dalam penelitian. BAB II Tinjauan Teori Bab ini membahas semua teori-teori yang menjelaskan tentang sistem pendukung keputusan dan metode AHP.

 

  8  

BAB III Metodologi Penelitian Bab ini membahas metode-metode yang digunakan dalam penelitian. Secara garis besar terdiri dari metode pengumpulan data dan metode pengembangan perangkat lunak. BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan Bab ini membahas secara mendalam masalah-masalah yang telah dirumuskan pada Bab Pendahuluan. BAB V Kesimpulan dan Saran Kesimpulan merupakan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan pada rumusan masalah dan intisari dari hasil penelitian. Sedangkan saran merupakan kumpulan saran dan rekomendasi dari penulis untuk pengembangan sistem yang telah dibuat.

 

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Sistem Pendukung Keputusan (SPK) 2.1.1.Definisi Sistem Pendukung Keputusan Menurut Sprague (1982) konsep sistem pendukung keputusan pertama kali diperkenalkan pada awal tahun 1970-an oleh Michael S.Scott Morton dengan istilah Management Decision System. Konsep pendukung keputusan ditandai dengan sistem interaktif berbasis komputer yang membantu pengambil keputusan memanfaatkan data dan model untuk menyelesaikan masalah-masalah yang tidak terstruktur. Pada dasarnya SPK dirancang untuk mendukung seluruh tahap pengambilan keputusan mulai dari mengidentifikasi masalah, memilih data yang relevan, menentukan pendekatan yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan, sampai mengevaluasi pemilihan alternatif. 2.1.2.Dasar-dasar Sistem Pendukung Keputusan Menurut Simon (Suryadi dan Ramdhani,2002,h.15-16) model yang menggambarkan proses pengambilan keputusan. Proses ini terdiri dari tiga fase, yaitu sebagai berikut.

9  

  10  

a.

Intelligence Tahap ini merupakan proses penelusuran dan pendeteksian dari lingkup problematika serta proses pengenalan masalah. Data masukan diperoleh, diproses, dan diuji dalam rangka mengindentifikasi masalah.

b.

Design Tahap ini merupakan proses menemukan, mengembangkan, dan menganalisis alternatif tindakan yang bisa dilakukan. Tahap ini meliputi proses untuk mengerti masalah, menurunkan solusi dan menguji kelayakan solusi.

c.

Choice Pada tahap ini dilakukan proses pemilihan diantara berbagai alternatif tindakan yang mungkin dijalankan. Hasil pemilihan tersebut kemudian diimplementasikan dalam proses pengambilan keputusan. Meskipun implementasi termasuk tahap ketiga, namun ada beberapa pihak berpendapat bahwa tahap ini perlu dipandang sebagai bagian yang terpisah guna menggambarkan hubungan antar fase secara lebih komprehensif. Dari tahapan-tahapan diatas disimpulkan bahwa konsep sistem pendukung

keputusan terdiri dari. a. Masalah terstruktur Merupakan masalah yang memiliki struktur masalah pada 3 tahapan Simon. Hasil akhir ditentukan oleh proses terkomputerisasi tanpa campur tangan manajer.

 

  11  

b. Masalah semi struktur Merupakan masalah yang memiliki struktur yang memiliki salah satu atau dua tahapan Simon. Penggabungan antara kebijakan manajer dengan rujukan dari proses terkomputerisasi. c. Masalah tidak terstruktur Merupakan masalah yang tidak memiliki struktur pada tahapan Simon. Masalah yang hanya mampu diselesaikan dengan kebijakan seorang manajer. Proses pemilihan mahasiswa berprestasi ini merupakan masalah semistruktur, karena sistem yang akan dibangun merupakan tools pembantu pihak perguruan tinggi untuk menentukan 3 alternatif dengan nilai tertinggi mahasiswa berprestasi tingkat perguruan tinggi. 2.1.3.Karakteristik Sistem Pendukung Keputusan Menurut Suryadi dan Ramdhani (2002,h.30-31) peranan SPK dalam konteks keseluruhan sistem informasi ditujukan untuk memperbaiki kinerja melalui aplikasi teknologi informasi. Terdapat sepuluh karakteristik dasar SPK yang efektif, yaitu sebagai berikut. a. Mendukung proses pengambilan keputusan, menitikberatkan pada management of perception. b. Adanya interface manusia-mesin dimana manusia (user) tetap mengontrol proses pengambilan keputusan. c. Mendukung pengambilan keputusan untuk membahas masalah-masalah terstruktur, semi terstruktur, dan tidak terstruktur.

 

  12  

d. e.

Output ditujukan untuk personil organisasi dalam semua tingkatan. Memiliki subsistem-subsistem yang terintegrasi sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi sebagai kesatuan sistem.

f.

Membutuhkan struktur data komprehensif yang dapat melayani kebutuhan informasi seluruh tingkatan manajemen.

g.

Pendekatan easy to use. Ciri suatu SPK yang efektif adalah kemudahannya untuk digunakan, dan memungkinkan keleluasaan pemakai untuk memilih atau mengembangkan pendekatan-pendekatan baru dalam membahas sistem yang dihadapi.

h.

Kemampuan sistem beradaptasi secara cepat, dimana pengambil keputusan dapat menghadapi masalah-masalah baru, dan pada saat yang sama dapat menanganinya dengan cara mengadapatasikan sistem terhadap kondisikondisi perubahan yang terjadi.

2.1.4.Komponen Sistem Pendukung Keputusan Menurut Suryadi dan Ramdhani (2002,h.32-38) suatu Sistem Pendukung Keputusan (SPK) memiliki tiga subsistem utama yang menentukan

kapabilitas teknis SPK tersebut, diantaranya sebagai berikut. 1. Subsistem manajemen basis data Kemampuan yang dibutuhkan dari manajemen basis data dapat diringkas, sebagai berikut. a. Kemampuan untuk mengkombinasikan berbagai variasi data melalui pengambilan keputusan dan ekstraksi data.

 

  13  

b. Kemampuan untuk menambahkan sumber data secara cepat dan mudah. c. Kemampuan untuk menggambarkan struktur data logik sesuai dengan pengertian pemakai sehingga pemakai mengetahui apa yang tersedia dan dapat menentukan kebutuhan penambahan dan pengurangan. d. Kemampuan untuk menangani data secara personil sehingga pemakai dapat mencoba berbagai alternatif pertimbangan personil. e. Kemampuan untuk mengelola berbagai variasi data. 2. Subsistem manajemen basis model Kemampuan yang dimiliki subsistem basis model, diantaranya sebagai berikut. a. Kemampuan untuk menciptakan model-model baru secara cepat dan mudah. b. Kemampuan untuk mengakses dan mengintegrasikan model-model keputusan. c. Kemampuan untuk mengelola basis model dengan fungsi manajemen yang analog dan manajemen database (seperti mekanisme untuk menyimpan, membuat dialog, menghubungkan, dan mengakses model). 3. Subsistem perangkat lunak penyeleggara dialog Bennet mendefinisikan pemakai, terminal, dan sistem perangkat lunak sebagai komponen-komponen dari sistem dialog. Ia membagi subsistem dialog menjadi tiga bagian.

 

  14  

a. Bahasa aksi, meliputi apa yang dapat digunakan oleh pemakai dalam berkomunikasi dengan sistem. b. Bahasa tampilan atau presentasi, meliputi apa yang harus diketahui oleh pemakai. c. Basis pengetahuan, meliputi apa yang harus diketahui oleh pemakai. Kombinasi dari kemampuan-kemampuan di atas terdiri dari apa yang disebut gaya dialog, misalnya, yang meliputi pendekatan tanya jawab, bahasa perintah, menu-menu, dan mengisi tempat kosong. Kemampuan yang harus dimiliki oleh SPK untuk mendukung dialog pemakai atau sistem meliputi. a. Kemampuan untuk menangani berbagai variasi gaya dialog, bahkan jika mungkin untuk mengkombinasikan berbagai gaya dialog sesuai dengan pilihan pemakai. b. Kemampuan untuk mengakomodasi tindakan pemakai dengan berbagai peralatan masukan. c. Kemampuan untuk menampilkan data dengan berbagai variasi format dan peralatan keluaran. d. Kemampuan untuk memberikan dukungan yang fleksibel untuk mengetahui basis pengetahuan pemakai.

 

  15  

2.2. Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Tingkat Perguruan Tinggi 2.2.1.Pengertian Mahasiswa Berprestasi DIKTI (2006,h.2) mahasiswa berprestasi adalah mahasiswa yang berhasil mencapai prestasi akademik tinggi dalam bidang ilmu atau teknologi atau seni yang ditekuninya, berjiwa pancasila, dan aktif dalam kegiatan intraekstrakurikuler sehingga patut dibanggakan. 2.2.2.Dasar Hukum Pemilihan Mahasiswa Berprestasi DIKTI (2006,h.2) dasar hukum dilaksanakan pemilihan mahasiswa berprestasi, diantaranya sebagai berikut. 1. Undang-undang tentang Sistem Pendidikan Nasional 2. Peraturan Pemerintah (PP) No.60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi 3. Peraturan Pemerintah (PP) No.61 Tahun 1999 tentang Penetapan Perguruan Tinggi sebagai Badan Hukum 4. Keputusan Mendiknas No.232/U/2000 Tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa 5. Keputusan Mendiknas No.045/U/2000 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi 2.2.3.Tujuan Pemilihan Mahasiswa Berprestasi DIKTI (2006,h.2) tujuan dilaksanakan pemilihan mahasiswa

berprestasi, diantaranya sebagai berikut. 1. Memberikan penghargaan kepada mahasiswa yang berhasil mencapai prestasi tinggi.

 

  16  

2. Memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan akademik dan juga kegiatan ko-kurikuler, ekstra dan intrakurikuler sebagai wahana mengasah soft skills mahasiswa. 3. Memberikan peluang kepada perguruan tinggi untuk menyelenggarakan pemilihan mahasiswa berprestasi secara berkesinambungan.  2.2.4.Peserta Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Peserta pemilihan mahasiswa berprestasi adalah mahasiswa pada perguruan tinggi yang berada di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional. 2.3. Analytical Hierarchy Process AHP yang dikembangkan oleh Thomas L. Saaty, dapat memecahkan masalah yang kompleks dimana aspek atau kriteria yang diambil cukup banyak. Juga kompleksitas ini disebabkan oleh struktur masalah yang belum jelas, ketidakpastian persepsi pengambil keputusan serta ketidakpastian tersedianya data statistik akurat bahkan tidak ada sama sekali (Suryadi dan Ramdhani,2002,h.131). Pemilihan mahasiswa berprestasi yang dilakukan dengan memperhatikan kriteria-kriteria yang ada akan memiliki kompleksitas tersendiri apabila data yang diperoleh yang dijadikan input utama masih kualitatif. Menurut Yahya (Suryadi dan Ramdhani,2002,h.131) adakalanya timbul masalah keputusan yang dirasakan dan diamati perlu diambil secepatnya, tetapi variasinya rumit sehingga datanya tidak mungkin datanya dicatat secara numerik, hanya secara kualitatif saja yang diukur, yaitu berdasarkan persepsi pengalaman dan intuisi. Namun, tidak menutup kemungkinan, bahwa model-

 

  17  

model lainnya ikut dipertimbangkan pada saat proses pengambilan keputusan dengan pendekatan AHP, khususnya dalam memahami para pengambil keputusan individual pada saat proses penerapan pendekatan ini. Menurut Suryadi dan Ramdhani (2002,h.131) kelebihan AHP dibanding metode lain, diantaranya sebagai berikut. 1. Struktur yang berhirarki, sebagai konsekuensi dari kriteria yang dipilih, sampai pada subkriteria yang paling dalam. Kriteria menjadi level kedua setelah sasaran (goal), yakni pemilihan mahasiswa berprestasi. Penentuan kriteria dilakukan berdasarkan kebijakan lembaga atau institusi yang menyelenggarakan, yakni Departemen Pendidikan Nasional. 2. Memperhitungkan validitas sampai dengan batas toleransi inkonsistensi berbagai kriteria dan alternatif yang dipilih oleh para pengambil keputusan. Konsistensi setiap level diperiksa, baik level kriteria (kriteria pemilihan) maupun level alternatif (calon-calon mahasiswa berprestasi). 3. Memperhitungkan daya tahan atau ketahanan output analisis sensitivitas pengambilan keputusan. Selain itu, AHP mempunyai kemampuan untuk memecahkan masalah yang multiobjektif dan multikriteria yang berdasar pada perbandingan preferensi dari setiap elemen dalam hirarki. Jadi, model ini merupakan suatu model pengambilan keputusan yang komprehensif. Menurut Suryadi dan Ramdhani (2002,h.131-132) pada dasarnya langkahlangkah dalam metode AHP , adalah sebagai berikut.

 

  18  

1. Mendefinisikan masalah dan menentukan solusi yang diinginkan. Masalah yang akan dibahas yaitu, proses pemilihan mahasiswa berprestasi dengan multikriteria. Solusi yang diharapkan yaitu mendapatkan alternatifalternatif mahasiswa berprestasi yang diharapkan. 2. Membuat struktur hirarki yang diawali dengan tujuan umum,

kriteria/komponen yang dinilai dan alternatif-alternatif pada tingkatan yang paling bawah.
Tujuan umum (goal)

Kriteria 1

Kriteria 2

Kriteria 3

Kriteria 4

Kriteria 5

Alternatif 1

Alternatif 2

Alternatif 3

Alternatif 4

 

Gambar 2. 1 Struktur Hirarki dalam AHP 3. Membuat matriks perbandingan berpasangan yang menggambarkan kontribusi relatif atau pengaruh setiap elemen terhadap masing-masing tujuan dan kriteria yang setingkat di atasnya. Perbandingan dilakukan berdasarkan “judgement” dari pengambil keputusan dengan menilai tingkat kepentingan suatu elemen dibanding elemen lainnya.

 

  19  

Tabel 2. 1 Matriks perbandingan berpasangan Kriteria 1 Kriteria 2 Kriteria 3 Kriteria 4 Kriteria 5 4. Kriteria 1 k11 k21 k31 k41 k51 Kriteria 2 k12 k22 k32 k42 k52 Kriteria 3 k13 k23 k33 k43 k53 Kriteria 4 k14 k24 k34 k44 k54 Kriteria 5 k15 k25 k35 k45 k55

Melakukan perbandingan berpasangan sehingga diperoleh judgement seluruhnya sebanyak n × [ (n-1) /2] buah, dengan n adalah banyaknya elemen yang dibandingkan.

5.

Apabila terdapat 5 kriteria yang diperbandingkan maka kita harus melakukan judgement perbandingan berpasangan sebanyak 10 kali.

6.

Menghitung nilai eigen dan menguji konsistensinya, jika tidak konsisten maka pengambilan data diulang.

7. 8.

Mengulangi langkah 3,4, dan 5 untuk seluruh tingkat hirarki. Menghitung vector eigen dari setiap matriks perbandingan berpasangan. Nilai vector eigen merupakan bobot setiap elemen. Langkah ini untuk mensintensis judgement dalam penentuan prioritas elemen-elemen pada tingkat hirarki terendah sampai pencapaian tujuan.

9.

Memeriksa konsistensi hirarki. Jika nilai lebih dari 10 persen maka penilaian data judgement harus diperbaiki.

 

  20  

Secara umum perhitungan AHP dilakukan sebagai berikut.
Menentukan Hirarki (Tujuan, Kriteria, dan Alternatif)

Melakukan Perhitungan Bobot Prioritas Kriteria (menghitung matriks berpasangan dan nilai eigen)

Melakukan Perhitungan Bobot Prioritas Alternatif (menghitung matriks berpasangan dan nilai eigen)

Penilaian Ulang

Memeriksa Konsistensi Hirarki

CR <= 0,1

Tidak

Penghitungan dengan AHP Selesai

 

Gambar 2. 2 Langkah Perhitungan dalam AHP
 

2.3.1.Penyusunan Hirarki Menurut Tintri (2004,h.3) hirarki adalah abstraksi struktur suatu sistem yang mempelajari fungsi interaksi antara komponen dan juga dampakdampaknya pada sistem. Penyusunan hirarki atau struktur keputusan dilakukan untuk menggambarkan elemen sistem atau alternatif keputusan yang teridentifikasi.

 

  21  

Gambar 2. 3 Hirarki dalam Permilihan Mahasiswa Berprestasi 2.3.2.Penentuan Prioritas

 

Menurut Tintri (2004,h.5) untuk setiap kriteria dan alternatif, kita harus melakukan perbandingan berpasangan (pairwise comparison) yaitu

membandingkan setiap elemen dengan elemen lainnya pada setiap tingkat hirarki secara berpasangan sehingga didapat nilai tingkat kepentingan elemen dalam bentuk pendapat kualitatif. Menurut Suryadi dan Ramdhani (2002,h.132-133) secara naluri, manusia dapat mengestimasi besaran sederhana melalui inderanya. Proses yang paling mudah adalah membandingkan dua hal dengan keakuratan perbandingan tersebut dapat dipertanggung jawabkan. Untuk itu Saaty (1980) menetapkan skala kuantitatif 1 sampai dengan 9 untuk menilai perbandingan tingkat kepentingan suatu elemen terhadap elemen lain.

 

  22  

Tabel 2. 2 Skala Penilaian Perbandingan Berpasangan
 

Intensitas kepentingan 1

Keterangan

Penjelasan

Kedua elemen sama pentingnya

Dua elemen mempunyai pengaruh yang sama besar terhadap tujuan.

3

Elemen yang satu sedikit lebih penting daripada elemen yang lain Elemen yang satu lebih penting lainnya daripada elemen

Pengalaman dan penilaian sedikit menyokong satu elemen dibandingkan elemen lainnya.

5

Pengalaman dan penilaian sangat kuat menyokong satu elemen dibandingkan elemen lainnya.

7

Satu elemen jelas lebih mutlak penting dari elemen lainnya Satu elemen mutlak penting lainnya daripada elemen

Satu elemen yang kuat disokong dan dominan terlihat dalam praktek. Bukti yang mendukung elemen tingkat menguatkan. yang satu terhadap elemen memiliki penegasan tertinggi yang mungkin

9

2,4,6,8

Nilai-nilai antara dua nilai pertimbangan yang berdekatan

Nilai ini diberikan bila ada dua kompromi diantara dua pilihan.

Kebalikan

Jika untuk aktivitas i mendapat satu angka dibanding dengan aktivitas j, maka j mempunyai nilai kebalikannya dibanding dengan i

 

  23  

Pada dasarnya formulasi matematis pada model AHP dilakukan dengan menggunakan matriks. Misalkan, dalam suatu subsistem operasi terdapat n elemen operasi, yaitu elemen-elemen operasi K1,K2,K3,....,Kn , maka hasil perbandingan secara berpasangan elemen-elemen operasi tersebut akan membentuk matriks perbandingan. Perbandingan berpasangan dimulai dari tingkat hirarki paling tinggi, dimana suatu kriteria digunakan sebagai dasar pembuatan perbandingan. Selanjutnya perhatikan elemen yang akan

dibandingkan.

 

Gambar 2. 4 Matriks Perbandingan Berpasangan Matriks An × n merupakan matriks resiprokal. Dan diasumsikan terdapat n elemen, yaitu w1,w2,w3,....,wn yang akan dinilai secara perbandingan. Nilai (judgement) perbandingan secara berpasangan antara (wi,wj) dapat

direprenstasikan seperti matriks berikut.

……………………………………….…(2.1)

Dalam hal ini matriks perbandingan adalah matriks K dengan unsurunsurnya adalah kij, dengan i,j = 1,2,.....,n

 

  24  

Unsur-unsur matriks tersebut diperoleh dengan membandingkan satu elemen operasi terhadap elemen operasi lainnya untuk tingkat hirarki yang sama. Misalnya unsur k11 adalah perbandingan kepentingan elemen operasi K1 dengan elemen operasi K1 sendiri, sehingga dengan sendirinya nilai unsur k11 adalah sama dengan 1. Dengan cara yang sama maka diperoleh semua unsur diagonal matriks perbandingan sama dengan 1. Nilai unsur k12 adalah perbandingan kepentingan elemen operasi K1 terhadap K2. Besarnya nilai K21 adalah 1/k12, yang menyatakan tingkat intensitas kepentingan elemen operasi K2 terhadap elemen operasi K1. Bila vektor pembobotan elemen-elemen operasi K1,K2,...Kn tersebut dinyatakan sebagai vektor W, dengan W = (W1,W2,....Wn), maka nilai intensitas kepentingan elemen operasi K1 dibandingkan K2 dapat pula dinyatakan sebagai perbandingan bobot elemen operasi K1 terhadap K2 yakni W1/W2 yang sama dengan a12, sehingga matriks perbandingan pada gambar 2.4 dapat pula dinyatakan sebagai berikut.
K1 K1 K2 . . . Kn K2 …. …. …. . . . …. Kn w1/wn w2/w2 . . . wn/wn

w1/w1 w1/w2 w2/w1 . . . wn/w1 wn/w1 w2/w2

   

Gambar 2. 5 Matriks Perbandingan Preferensi
   

 

  25  

Nilai-nilai wi/wj dengan i,j = 1,2,3,.....n, dijajagi dari partisipan, yaitu orang-orang yang berkompeten dalam permasalahan yang dianalisis. Untuk hirarki di atas (gambar 2.3) kita dapat melakukan penentuan prioritas (pembobotan elemen). Misalkan untuk kriteria : indeks prestasi kumulatif (IPK), karya tulis, kegiatan intra-ekstrakurikuler, kemampuan dalam bahasa inggris. Penentuan prioritas untuk kriteria-kriteria tersebut dilakukan dalam bentuk matriks, contohnya sebagai berikut. Tabel 2. 3 Matriks Kriteria Pemilihan Mahasiswa Berprestasi
 
IPK IPK Karya Tulis Kegiatan intra ekstrakurikuler Kemampuan Bahasa Inggris k11 k21 k31 k41 Karya Tulis k12 k22 k32 k42 Kegiatan intra-ekstrakurikuler k13 k23 k33 k43 Kemampuan Bahasa Inggris k14 k24 k34 k44

 

2.3.3.Konsistensi Menurut Suryadi dan Ramdhani (2002,h.137) dalam teori matriks diketahui bahwa kesalahan kecil pada koefisien akan menyebabkan penyimpangan kecil pula pada eigenvalue. Dengan mengkombinasikan apa yang telah diuraikan sebelumnya, jika diagonal utama dari matriks A bernilai satu dan jika A konsisten, maka penyimpangan kecil dari kij akan tetap menunjukkan eigenvalue terbesar, nilainya akan mendekati n dan eigenvalue sisanya akan mendekati nol. Penyimpangan dari konsistensi dinyatakan dengan Indeks Konsistensi, dengan persamaan.

 

  26  

...................................................................................(2.2)

dimana : λmaks = eigenvalue maksimum n = ukuran matriks Indeks Konsistensi (CI) ; matriks random dengan skala penilaian 9 (1 sampai dengan 9) beserta kebalikannya sebagai Indeks Random (RI). Berdasarkan perhitungan Saaty dengan menggunakan 500 sampel, jika “judgement” numerik diambil secara acak dari skala 1/9,1/8,…,1,2,…,9 akan diperoleh rata-rata konsistensi untuk matriks dengan ukuran yang berbeda, sebagai berikut. Tabel 2. 4 Nilai Indeks Random
 
Ukuran Matriks Indeks Random 1,2 0.00 3 0.58 4 0.90 5 1.12 6 1.24 7 1.32 8 1.41 9 1.45 10 1.49 11 1.51 12 1.48 13 1.56 14 1.57 15 1.59

Perbandingan antara CI dan RI untuk suatu matriks didefinisikan sebagai Rasio Konsistensi (CR).

…………………………………………..………………………...(2.3)

CR = rasio konsistensi CI = indeks konsistensi RI = indeks random

 

  27  

2.3.4.Bobot Prioritas Menurut Tintri (2004,h6) hasil perbandingan berpasangan AHP dalam bobot prioritas yang mencerminkan relatif pentingnya elemen-lemen dalam hirarki. Terdapat dua jenis bobot prioritas yaitu sebagai berikut. 1. Local priority weights (LPW), menyatakan relatif pentingnya sebuah elemen dibandingkan dengan induknya. 2. Global priority weights (GPW), menyatakan relatif pentingnya sebuah elemen terhadap tujuan keseluruhan.

 

BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.1. Desain Penelitian
 

   

Gambar 3. 1 Desain Penelitian Pemilihan Mahasiswa Berprestasi
 

28  

29  

3.2. Metode Penelitian 3.2.1. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang digunakan untuk penelitian sistem pendukung keputusan pemilihan mahasiswa berprestasi tingkat perguruan tinggi, diantaranya sebagai berikut. 1. Wawancara Pengumpulan data dengan wawancara ini dilakukan untuk mencari data dan informasi tentang hal-hal yang dibutuhkan dalam penelitian. Wawancara dilakukan dengan lembaga atau instansi yang dijadikan objek penelitian. Wawancara yang dilakukan lebih menitikberatkan bagaimana standar prosedur melakukan pemilihan mahasiswa berprestasi tingkat perguruan tinggi, khususnya dalam pembobotan pada prioritas kriteria dan alternatif. 2. Studi literatur Dengan mengumpulkan dan mempelajari literatur yang berkaitan dengan teori sistem pendukung keputusan yang berbasis komputer dan metode AHP. Sumber literature berupa buku teks, paper, journal, karya ilmiah,dan situs-situs penunjang. 3.2.2.Metode Pengembangan Perangkat Lunak Metode pengembangan perangkat lunak yang digunakan untuk penelitian sistem pendukung keputusan pemilihan mahasiswa berprestasi ini, diantaranya sebagai berikut.

 

30  

1. Metode Pendekatan Perangkat Lunak Metode pendekatan perangkat lunak yang digunakan metode pendekatan terstruktur. Metode ini merupakan metode campuran yang berkembang selama lebih dari 20 tahun. Metode ini lebih menekankan pada aliran data. Metode ini mengenalkan beberapa alat yang digunakan pada

pembangunan sistem terstruktur, diantaranya sebagai berikut. 1) Kamus Data (Data Dictionary) Digunakan untuk menyimpan deskripsi untuk semua objek data yang dikonsumsi atau digunakan pada Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Tingkat Perguruan Tinggi atau data yang diproduksi oleh sistem. 2) Diagram Diagram) ERD ini menggambarkan hubungan antar objek data (entitas) di sistem. 3) Diagram Aliran Data (DFD/Data Flow Diagram) DFD ini menggambarkan mengenai transformasi data pada saat bergerak melalui dan di dalam sistem. 4) Spesifikasi Proses (Pspec/Process Specification) Pspec ini merupakan deskripsi setiap fungsi yang disajikan pada DFD. 2. Model Proses Model proses yang digunakan dalam pembangunan perangkat lunak Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Mahasiswa Berprestasi ini adalah model sekuensial linier.
 

Keterhubungan

Entitas

(ERD/Entity

Relationship

31  

Menurut Hanna (1995) model sekuensial linier adalah paradigma rekayasa perangkat lunak yang paling luas dipakai dan paling tua. Tetapi kritik dari paradigma tersebut telah menyebabkan dukungan aktif untuk mempertanyakan kehandalannya. Sekuensial linier mengusulkan sebuah pendekatan kepada perkembangan perangkat lunak yang sistematik dan sekuensial yang mulai pada tingkat dan kemajuan sistem pada seluruh analisis, desain, kode, pengujian, dan pemeliharaan. Model sekuensial linier melingkupi aktivitas – aktivitas sebagai berikut. 1) Analysis. Pada tahap ini dilakukan penganalisisan pembangunan Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Tingkat Perguruan Tinggi terhadap kebutuhan pengguna, dan kebutuhan perangkat lunak yang meliputi penganalisisan domain informasi, tingkah laku, unjuk kerja dan antarmuka (interface) yang diperlukan. 2) Desain. Pada tahap perancangan ini diantaranya, dilakukan

perancangan struktur data, arsitektur perangkat lunak, representasi antarmuka, dan algoritma procedural pada Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Tingkat Perguruan Tinggi . 3) Coding. Coding atau implementasi ini merupakan proses

penerjemahan perancangan Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan

 

32  

Mahasiswa Berprestasi Tingkat Perguruan Tinggi ke dalam bentuk mesin yang bisa dibaca. 4) Test. Proses pengujian berfokus pada logika internal perangkat lunak, memastikan bahwa semua pernyataan sudah diuji, dan pada eksternal fungsional. Yaitu mengarahkan pengujian untuk menemukan

kesalahan-kesalahan dan memastikan bahwa input yang dibatasi akan memberikan hasil aktual yang sesuai dengan hasil yang dibutuhkan.

 

Gambar 3. 2 Model Sekuensial Linier
(Sumber : Roger S.Pressman, Rekayasa Perangkat Lunak Pendekatan Praktisi Buku Satu.2002. h.37 )

3.3. Alat dan Bahan Penelitian 3.3.1.Alat Penelitian 1. Sistem komputer dengan spesifikasi minimum, sebagai berikut. a. Processor Intel 1.8 GHz. b. RAM 512 MB c. Hardisk 160 GB d. Monitor dengan resolusi 1024×768 pixel e. Mouse dan Keyboard

 

33  

2. Sistem operasi Microsoft Windows XP Professional version 2002 Service Pack 2 atau sistem operasi Microsof Windows versi yang lebih tinggi dan mendukung aplikasi XAMPP 1.5.1. 3. Perangkat lunak untuk perancangan sistem, diantaranya sebagai berikut. a. XAMPP 1.5.1 (PhpMyadmin, Apache, Mysql) b. Text editor (Macromedia Dreamweaver 8, Notepad ++) c. Web Browser 4. Perangkat keras penyimpan data berupa flasdisk, cd. 3.3.2.Bahan Penelitian 1. Daftar prosedur pemilihan mahasiswa berprestasi tingkat perguruan tinggi. 2. Daftar kriteria yang menjadi parameter pemilihan mahasiswa berprestasi tingkat perguruan tinggi.

 

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1. Batasan dalam Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Tingkat Perguruan Tinggi Batasan yang diberikan dalam penyelesaian pemilihan mahasiswa berprestasi tingkat perguruan tinggi diantaranya, sebagai berikut. 1. Data kriteria pemilihan yang digunakan bersifat tetap, yakni IPK, Karya Tulis, Kegiatan Akademik dan intra-ekstrakurikuler, dan Kemampuan Bahasa Inggris, dengan tingkat intensitas kepentingan (bobot) yang telah ditentukan. 2. Banyaknya calon atau kandidat mahasiswa berprestasi (alternatif pemilihan) dapat berubah tiap tahunnya (tiap dilakukan pemilihan). 4.2. Pengembangan Perangkat Lunak 4.2.1. Analisis Sistem 4.2.1.1. Deskripsi Sistem

Sistem pendukung keputusan pemilihan mahasiswa berprestasi tingkat perguruan tinggi ini merupakan suatu perangkat lunak yang dibangun untuk membantu pihak perguruan tinggi menyelesaikan permasalahan pemilihan mahasiswa berprestasi. Sistem ini membantu dalam mengambil keputusan untuk menentukan peringkat 1,2,3 mahasiswa berprestasi se-perguruan tinggi dengan melihat faktor-faktor atau kriteria-kriteria yang ditetapkan.

34  

35  

Sistem pendukung keputusan pemilihan mahasiswa berprestasi tingkat perguruan tinggi ini merupakan subsistem dari Sistem Informasi Akademik (SIA) yang dimiliki perguruan tinggi, sebagian data induk yang dibutuhkan dapat diperoleh (retrieve data) dari SIA tersebut. Sistem akan memastikan seluruh data awal yang dibutuhkan telah tersedia, kemudian dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), data akan diolah dan menghasilkan beberapa alternatif. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 4. 1 Deskripsi SPK Pemilihan Mahasiswa Berprestasi
   

 

36  

4.2.1.2.

Analisis Input

Data masukan yang dibutuhkan untuk memperoleh alternatif mahasiswa berprestasi adalah data hasil penilaian. Data alternatif diperoleh dari hasil retrieve data dari SIA yang ada. Data alternatif ini merupakan data mahasiswa yang sudah terpilih pada pemilihan mahasiswa berprestasi tingkat fakultas. 4.2.1.3. Analisis Output

Keluaran (output) dari SPK Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Tingkat Perguruan Tinggi ini adalah alternatif mahasiswa berprestasi peringkat 1,2,3, berdasar kriteria pemilihan yang telah ditentukan. 4.2.1.4. Analisis Penilaian

Penilaian yang dilakukan untuk tiap alternatif bersumber dari pedoman pemilihan mahasiswa berprestasi tingkat perguruan tinggi yang telah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat di bawah ini. Tabel 4. 1 Format Penilaian Hasil Wawancara Pemilihan Mahasiswa Berprestasi
No 1. 2. Komponen yang Dinilai IP Kumulatif : IPK/4 × 100 × 20% Karya Tulis : (Nilai Tulisan + Nilai presentasi) × 100 × 30% 1000 Kegiatan Intra-Ekstrakurikuler : (Nilai yang diperoleh) × 100 × 25% 500 Bahasa Inggris : Nilai yang diperoleh × 100 × 25% Nilai maksimal populasi Total Nilai (maksimal 100) Nilai

3. 4.

 

37  

Untuk kebutuhan pembuatan perangkat lunak, selanjutnya digunakan rentang nilai untuk tiap kriteria, yakni sebagai berikut. 1. IPK dengan rentang nilai : 15-20. 2. Karya Tulis dengan rentang nilai : 19-30. 3. Kegaiatan Intra-Ekstrakurikuler rentang nilai : 16-25. 4. Kemampuan Bahasa Inggris rentang nilai : 16-25. 4.2.1.5. Analisis Pembobotan

Pembobotan yang digunakan dalam sistem ini adalah pembobotan yang sudah ditentukan dan tidak dapat diubah. Skala pembobotan yang digunakan adalah 1-6 (Skala AHP Saaty), yakni nilai bobot 1/6, 1/5, 1/4, 1/3, 1/2, 1, 2, 3, 4, 5, 6. Untuk keterangan skala, dapat dilihat pada tabel Skala Penilaian Perbandingan Berpasangan oleh Saaty. 4.2.1.6. Analisis Proses

User akan berhubungan langsung dengan sistem. User adalah seorang staff dari Direktorat Pembinaan Kemahasiswaan UPI yang ditunjuk sebagai operator. Sistem akan mengolah data inputan (data hasil penilaian dan data alternatif atau calon mahasiswa berprestasi), output yang dihasilkan berupa view laporan hasil pemilihan yang dilakukan dengan metode AHP.
dt_hsl_penilaian USER view_hsl_pemilihan view_laporan SISPEMAPRES 0

+

Gambar 4. 2 Context Diagram SPK Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Untuk analisis sistem, lebih lengkapnya dapat dilihat pada dokumen teknis halaman 7 sampai dengan halaman 30.
 

38  

4.2.2. Perancangan Sistem 4.2.2.1. Perancangan Basis Data

Gambar di bawah ini memperlihatkan perancangan basis data dalam bentuk physical data model. Physical data model tersebut merupakan bentuk fisik dari data konseptual yang telah dibuat (dokumen teknis halaman 30).

Gambar 4. 3 Perancangan data SPK Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Untuk perancangan sistem, lebih lengkapnya dapat dilihat pada dokumen teknis halaman 34 sampai dengan halaman 44. 4.2.3. Implementasi (Coding) 4.2.3.1. 1. Implementasi Modul Program

Modul Pengelolaan Data Alternatif Tabel 4. 2 Implementasi Modul Pengelolaan Data Alternatif

 

No 1.

Hasil Implementasi Input_alternatif.php

Keterangan Form yang digunakan untuk melakukan proses penilaian. Pada form ini terdapat

 

39  

identitas mahasiswa yang akan diberi penilaian untuk tiap kriteria. Hasil dari pengambilan data mahasiswa (retrieve data) dan proses penilaian tersebut

kemudian disimpan di database pada tabel alternatif. 2. edit_penilaian.php Form yang disediakan untuk melakukan proses mengubah sebagian data alternatif yang ada. Hasil dari peng-update-an data alternatif tersebut disimpan ke database.

2.

Modul Proses Pemilihan Tabel 4. 3 Implementasi Modul Proses Pemilihan

 

No 1.

Hasil Implementasi Input_bykalt.php

Keterangan Form yang digunakan untuk melakukan proses pemilihan. Pada form ini ditampilkan alternatif yang ada dan dilengkapi dengan tombol “Proses” untuk mendapatkan bobot prioritas alternatif dan prioritas global hasil pemilihan.

2.

Prio_global.php

Halaman prioritas pemilihan).

yang global

menampilkan tiap

informasi (hasil

alternatif

 

40  

3.

Modul Pengelolaan Laporan Tabel 4. 4 Implementasi Modul Pengelolaan Laporan

 

No 1.

Hasil Implementasi laporan.php

Keterangan Form yang digunakan untuk menyimpan data laporan kedatabase hasil pemilihan pada suatu waktu.

2.

Laporan_terakhir.php Halaman yang menampilkan kumpulan laporan tiap pemilihan. Untuk proses implementasi lebih lengkapnya dapat dilihat pada dokumen

teknis halaman 45 sampai dengan halaman 52.  4.2.4.Uji Coba (Test) 4.2.4.1. Pelaksanaan Pengujian Tabel 4. 5 Pelaksanaan Pengujian No. 1. Bentuk Pengujian Pengujian implementasi algoritma atau Metode Pengujian Black Box Data Uji yang Digunakan Data sembarang yang dapat mewakili data alternatif . Keterangan (tujuan) Menguji keefektifan AHP dalam pemilihan

langkah-langkah AHP 2. Pengujian hasil Black Box query Setiap view Menguji hasil query ketepatan

 

41  

3.

Pengujian program

unit Black Box

Data dummy yang menginterprestasikan data sebenarnya.

Menguji kebenaran fungsional unit program

Untuk pengujian sistem, lebih lengkapnya dapat dilihat pada dokumen teknis halaman 53 sampai dengan halaman 55. 4.3. Pembahasan Penelitian Untuk masalah-masalah tertentu AHP dapat digunakan dalam memberikan solusi, diantaranya masalah yang masih menggunakan pertimbangan subjektif (masih kualitatif). AHP merupakan metode yang dapat membantu memberikan nilai numerik pada pertimbangan subjektif tentang relatif pentingnya setiap variabel, dan mengolah berbagai pertimbangan tersebut untuk memperoleh variabel mana yang memiliki prioritas paling tinggi. Pemilihan mahasiswa berprestasi ini merupakan proses penilaian subjektif seseorang (juri) terhadap alternatif yang ada. Untuk mempermudah penilaian dibuat form penilaian parameter-parameter atau kriteria-kriteria yang akan dinilai. Kriteria-kriteria tersebut memiliki intensitas kepentingan (bobot) tertentu. Bobot tersebut dijadikan rujukan dalam melakukan pembobotan kriteria pada proses pengelolaan pemilihan pada Sistem Pendukung Keputusan Mahasiswa Berprestasi. Proses pemilihan yang menggunakan metode AHP berbeda dengan proses pemilihan yang menggunakan metode atau cara lain. Metode AHP melakukan proses pemilihan menggunakan penilaian atau membandingkan antar elemen, yaitu perbandingan antar kriteria dan perbandingan antar alternatif untuk setiap

 

42  

kriteria. Perbandingan antar kriteria dimaksudkan untuk menentukan bobot untuk masing-masing kriteria, sedangkan perbandingan antar alternatif untuk setiap kriteria, dimaksudkan untuk melihat bobot suatu alternatif untuk suatu kriteria. Dengan kata lain, pembandingan elemen ini dimaksudkan untuk

melihat seberapa penting suatu pilihan dilihat dari kriteria tertentu. Dalam melakukan penilaian atau perbandingan, Thomas L. Saaty menggunakan skala dari 1/9 sampai dengan 9 namun, untuk pemilihan

mahasiswa berprestasi ini skala yang digunakan adalah dari 1/6 sampai 6. Jika alternatif A dan B dianggap sama pentingnya (indifferent), maka A dan B masing-masing diberi nilai 1. Jika A sedikit lebih penting dari B, maka A diberi nilai 3 dan B diberi nilai 0,333333 atau 1/3. Jika A dianggap lebih penting daripada B, maka A misalkan diberi nilai 5 dan B diberi nilai 0,2 atau 1/5. Hasil dari penilaian ini lebih mudah disajikan dalam bentuk matriks pairwise comparison. Tahap penilaian atau perbandingan antar elemen pada level kriteria

dilakukan untuk menentukan untuk menentukan bobot pada masing-masing kriteria. Tabel di bawah ini menjelaskan tentang hasil perbandingan antar kriteria yang digunakan pada proses pemilihan mahasiswa berprestasi tingkat perguruan tinggi.

 

43  

Tabel 4. 6 Pembobotan Kriteria dengan metode AHP
   

IPK

Karya Tulis

Kegiatan Kemampuan IntraBahasa Ekstrakurikuler Inggris 0.333333 3.000000 1.000000 1.000000 5.333333 0.333333 3.000000 1.000000 1.000000 5.333333

Bobot Prioritas 0.086586 0.502594 0.205410 0.205410 1.000000

1.000000 0.250000 IPK 4.000000 1.000000 Karya Tulis Kegiatan IntraEkstrakurikuler Kemampuan Bahasa Inggris Jumlah
 

3.000000 0.333333 3.000000 0.333333 11 1.916666

Tabel di atas memperlihatkan bahwa diantara 4 kriteria yang akan digunakan dalam menentukan pemilihan mahasiswa berprestasi , maka kriteria karya tulis memiliki bobot yang paling tinggi dibandingkan dengan kriteriakriteria yang lain. Bobot prioritas karya tulis adalah 0.502594. Kriteria kegiatan intra-ekstrakurikuler dan kriteria kemampuan bahasa inggris memiliki bobot prioritas yang sama dengan nilai 0.205410, sedangkan bobot prioritas kriteria paling rendah adalah IPK dengan nilai 0.086586. Berbeda dengan proses pemilihan yang menggunakan metode lain (yang ditetapkan DIKTI), proses pembobotan yang dilakukan hanya sebatas proses pembobotan untuk mendapatkan hasil pemilihan, sehingga tidak

memungkinkan adanya informasi mengenai tingkat kepentingan antar elemen yang dibandingkan. Untuk persoalan-persoalan tertentu AHP dapat dianggap efektif dalam mendukung pengambilan suatu keputusan. Apabila dihadapkan suatu persoalan dalam proses pemilihan, beberapa alternatif memiliki jumlah nilai yang sama,
 

44  

maka AHP akan mengurutkan alternatif-alternatif tersebut berdasarkan hasil bobot prioritas alternatif (bobot yang dimiliki suatu alternatif untuk suatu kriteria). Hal tersebut menjelaskan bagaimana cara AHP memecahkan persoalan-persoalan pemilihan dengan menggunakan hirarki yang ada, sehingga hasil pemilihan dapat diperoleh dengan cepat. Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Mahasiswa Berprestasi

merupakan sebuah prototype yang menggunakan metode AHP untuk melakukan pemilihan dengan menggunakan penilaian. Proses pemilihan dapat dilakukan apabila dilakukan proses penilaian terlebih dahulu. Gambar di bawah ini memperlihatkan proses penilaian.

Gambar 4. 4 Proses penilaian dengan menggunakan sistem Prototype diatas dibuat dengan menggunakan pedoman untuk pemilihan mahasiswa berprestasi tingkat perguruan tinggi yang ada dengan menggunakan beberapa batasan. Setelah dilakukan penilaian terhadap alternatif (calon mahasiswa berprestasi) yang ada, maka kita dapat melakukan proses pemilihan.

 

45  

Untuk proses pemilihan dapat dilihat di bawah ini.

Gambar 4. 5 Proses Pemilihan dengan Sistem Hasil akhir dari proses pemilihan adalah prioritas global yang dimiliki oleh tiap alternatif. Gambar di atas menjelaskan dari hasil penilaian dan pemilihan menggunakan AHP, maka alternatif dengan nim 056665 merupakan peringkat pertama mahasiswa berprestasi dari hasil pemilihan untuk semua parameter atau kriteria. Salah satu kelebihan Sistem Pendukung Keputusan Mahasiswa Berprestasi dengan metode AHP ini dapat mempercepat proses pemilihan mahasiswa berprestasi. Untuk tingkat akurasi hasil pemilihan dapat

dipertanggungjawabkan selama proses awal pengelolaan data sampai dengan proses akhir pemilihan telah mengikuti prosedur yang ada. Salah satu masalah yang sering muncul adalah ketidak konsistenan hirarki. Hal ini dapat berakibat terhadap tingkat keakurasian hasil pemilihan.

 

46  

Ketidakkonsistenan hirarki tersebut disebabkan beberapa faktor, diantaranya kesalahan dalam pembobotan atau pembuatan matriks berpasangan, kesalahan dalam melakukan perhitungan nilai eigen (penghitungan jumlah kolom matriks, penghitungan jumlah baris matriks, dan penghitungan prioritas), sehingga diperlukan tingkat ketelitian yang tinggi dalam memecahkan suatu masalah yang menggunakan metode AHP.
       

 

BAB V PENUTUP
5.1. Kesimpulan Metode AHP merupakan metode yang dapat digunakan untuk proses pemilihan mahasiswa berprestasi, karena metode ini dapat memberikan solusi pemilihan mahasiswa berprestasi selama langkah-langkah penggunaannya

terpenuhi. Langkah paling penting adalah pembobotan atau pembuatan matriks berpasangan, karena ketepatan pembuatan matriks berpasangan ini

mempengaruhi langkah-langkah penghitungan AHP selanjutnya. Pembuatan sistem pendukung keputusan pemilihan mahasiswa berprestasi yang berbasis komputer dengan menggunakan metode AHP ini dilakukan dengan membuat sistem yang terdiri dari 3 modul, yakni modul pengelolaan data alternatif, modul proses pemilihan, modul pengelolaan laporan. Ketiga modul ini memiliki keterhubungan dalam memproses pemilihan mahasiswa berprestasi. Modul pengelolaan data alternatif terdiri dari modul input dan update data alternatif. Modul proses pemilihan merupakan modul utama yakni modul yang mengolah proses pemilihan dengan metode AHP, sedangkan modul pengelolaan laporan merupakan modul yang khusus membuat laporan pemilihan secara keseluruhan.

47  

48  

Hasil akhir dari proses pemilihan merupakan laporan (view) yang memuat semua komponen yang berpreran dalam proses pemilihan. 5.2. Saran Untuk membangun suatu sistem pemilihan mahasiswa berprestasi yang ideal membutuhkan banyak hal yang dianggap penting untuk mendukung kinerja sistem itu sendiri. Batasan-batasan yang diberikan terhadap sistem harus bisa bersifat fleksibel. Hal ini dimaksudkan untuk memperoleh suatu sistem yang benar-benar dapat dimanfaatkan, baik dalam content maupun fitur yang ada. Adapun metode AHP yang telah dipaparkan oleh penulis merupakan salah satu metode yang dianggap cocok dalam melakukan suatu proses pemilihan dengan multikriteria, seperti pemilihan mahasiswa berprestasi tingkat perguruan tinggi ini.

48  

 

DAFTAR PUSTAKA

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI), Departemen Pendidikan Nasional.2006. Pedoman Umum Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional. Dwi, Didik Prasetyo. 2005. Solusi Menjadi Web Master melalui Manajemen Web dengan PHP. Jakarta : PT.Elex Media Komputindo. Kadir, Abdul. 2002. Dasar Pemrograman Web Dinamis Menggunakan PHP. Yogyakarta : Andi. Latifah, Siti. 2005. Prinsip-prinsip Dasar Analytical Hierarchy Process. Sumatera Utara. Pressman, Roger S. 2002. Rekayasa Perangkat Lunak : pendekatan praktisi (Buku I) / Roger S, Pressman; Diterjemahkan oleh : LN Harmaningrum – Ed II -. Yogyakarta : Andi. Sihombing, Heppy R. 2006. Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan Seleksi Pelamar Kerja Menggunakan Metode AHP dengan Analisis Sensitivitas Studi Kasus PT. FDK Indonesia. Bandung. Supriyono, Wisnu Arya Wardhana, Sudaryo. 2007. Sistem Pemilihan Pejabat Struktural dengan Metode AHP. Yogyakarta. Suryadi, Kadarsah, Ali Ramdhani . 2002. Sistem Pendukung Keputusan : Suatu Wacana Struktural Idealisasi dan Implementasi Konsep Pengambilan Keputusan. Bandung : PT.Remaja Rosdakarya.

xii  

 

Susila, R. Wayan, Ernawati Munadi. 2007. Penggunaan Analytical Hierarchy Process untuk Penyusunan Prioritas Proposal Penelitian. Surabaya. Tintri, Dharma E.Sudarsono. 2004. Penerapan Analytical Hierarchy Process untuk Pemilihan Metode Audit PDE oleh audit internal. Jakarta. Turban, Efraim . 1995 . Decision Support System and Expert System, 4th Edition . Prentice Hall International, Inc.

xiii  

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful